TENGGELAM DALAM DIAM (full movie)
v6hp3i2ydrI • 2021-03-27
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
hai hai
[Musik]
hai hai
[Musik]
halo halo halo Dol
Lauren pekabar sehat lagi mana kabar
baik-baik Lagi sibuk apa nih enggak ada
Shireen manggung juga lagi belum ada
jadwal Oh gimana gimana Gue lagi
kepikiran mau ngerjain Project baru nih
tentang krisis iklim tertarik nih
menarik jadi gue sih Rencananya mau
berangkat dari Surabaya ini di mall
Jakarta gua Oh kita ketemuan di tengah
aja kali ya ayo ayo oke boleh bertambah
deh kalau gitu ntar kabarin ya Oke sip
oke bye-bye
hai hai
Hai perkenalkan gue dulu Harahap orang
mengenal gue sebagai pemusik tapi gue
juga punya passion di fotografi kamera
analog menjadi pilihan karena saat
mengambil gambar gua harus memilih objek
foto yang benar-benar bercerita ajakan
air yang tadi membuat gue tertantang
untuk memulai sebuah penyusuran kami
berpencar untuk melihat Bagaimana dampak
krisis iklim yang terjadi di kawasan
pesisir pantai utara Pulau Jawa
Hai dan gue akan memulainya dari kawasan
barat yakni kota Jakarta nama gua
akhirnya berlian gue seorang fotografer
dokumenter yang tinggal di Jakarta
Hai jika Dolly memulai penyusuran dari
barat Pulau Jawa maka gua akan memulai
cerita ini dari kawasan Timur dan Gresik
menjadi kota pertama yang akan gue
jelajahnya menyusuri kawasan pesisir
utara Pulau Jawa akan menjadi pengalaman
yang sayang kalau dilewatkan sendiri
Hai maka gue dan Dolly memutuskan untuk
mengajak teman berbeda di setiap kota
yang akan kami singgahi
kau tetap
[Musik]
Hai Dedek kalo gue nyampe dan untuk kota
Gresik ini gua bersama adik Putri
seorang pencerita kuliner Indonesia kami
berdua akan menjelajahi kawasan Tambak
yang menjadi andalan kota ini di Kota
Jakarta gue menyusuri kawasan pesisir
Utara tepatnya di wilayah luar batang
yang berada di Kecamatan Penjaringan dan
gue nggak nyangka ternyata permukaan air
laut sudah lebih tinggi dari daratan
[Musik]
Hai tanggul inilah yang kemudian menjadi
batas pemisah antara laut dengan
pemukiman sekaligus penyelamat warga
dari luapan air rasanya kawasan luar
batang dan sekitar menjadi daerah
langganan banjir terlebih saat
terjadinya gelombang Pasang air laut
setiap bulan dengan ketinggian yang bisa
melebihi tanggul dan untuk
membuktikannya maka gue bertemu dengan
warga yang bisa menceritakan masalah ini
yang lu Eh saya dulu Ibu lagi
lewat-lewat sini dengan bertanya ya saya
oke lagi ini ya Bu ya Bu kalau ke sana
apa Ibu langsung laut langsung laut di
belakang tembok ini berpikir ini udah
lama belum temboknya toh emang dan
halo ah jadi dulu tidak setinggi ini
setinggi ini berapa kali dinaikin 33
kali jadi memang air Yang meluap atau
emang dari bawah yuk sampai ke warga ya
kalau enggak ditinggiin tanggula pas
nyari meluk dari atas dengan menyeramkan
saja sih kremes dalam kurun waktu satu
minggu ini ada enggak rebusan mie dari
banjir rob atau dari pasti ada dan itu
terjadinya setiap bulan atau berapa
bulan sekali satu minggu tuh ada tuh 1
minggu full itu Oh pantesan tadi saya
lihat di bawah banyak yang masih ada
genangan untuk ngeluarin gimana Bu RW 2
ini kan wilayahnya di mp3air Udah surut
itu pompa dinyalain untuk dibuang lagi
Oh pop dibalik naik
ngetik jadi diangkut like
[Musik]
Hai dari apa yang terlihat di depan mata
Maka timbul pertanyaan Bagaimana
masyarakat bisa mendapatkan air bersih
untuk kebutuhan mereka sehari-hari atau
hai hai
Hai ternyata warga luar batang dan
kebanyakan penduduk yang tinggal di
utara Jakarta harus membeli air bersih
Hai ini besoknya Ibu batalkan Ibu Erina
yo yo buat mandi buat mesin setiap hari
yuk ngambil garis kali doa sendiri nih
Jauh buruh bensin Ibu ah ah
di dalam sehari rata-rata satu keluarga
memerlukan 12 jerigen air
Hai jumlah itu setara dengan uang
Rp20.000 untuk
Hai kau dikalikan satu bulan maka Setiap
keluarga harus mengeluarkan biaya
minimal 600ribu rupiah padahal kawasan
Penjaringan ini dihuni oleh masyarakat
kelas menengah kebawah dimana rata-rata
warganya bekerja sebagai buruh kasar dan
juga pedagang kecil maka uang itu
menjadi jumlah yang besar hanya untuk
mendapatkan air bersih di ibukota jika
air yang jalan bareng Ade Putri maka gue
juga enggak Jacks sudah Talisa seorang
musisi asal Jakarta setelah bertemu kami
menyusuri kawasan Pelabuhan Muara Baru
untuk melihat gimana kondisi di kawasan
industri
Hai dan dugaan gue nggak ngeset
situasinya nggak jauh beda dengan
permukiman sebelumnya
hai hai
Hai huh kita kira perjalanan udah
selesai ternyata disini tantangannya
bantu batuk-batuk
cupang keju banget sebenarnya
Hai sapu Sap
Hai disini kami bertemu dengan Pak
Frengky seorang pekerja yang sudah
mencari nafkah di pelabuhan selama
puluhan tahun
wuih
di dekatnya
Hai kami mencoba menggali informasi
gimana masyarakat di kawasan ini mencari
cara untuk adaptasi bapak pak bapak ya
Pak Frengky disini kerja atau apa Oh
saya kerja sebagai teknisi untuk
kapal-kapal ikan untuk pemasangan dan
perbaikan radio komunikasinya Iya betul
kantor saya di sini Oh ini terletak di
dalam sini ya Iya bengkel kami di sini
dulu kami pintunya di sini tapi sekarang
udah pindah ke depan karena lokasinya
ini terus-menerus banjir Akhirnya
sekarang ditinggikan eh kira-kira tahun
2000-an ini ditinggikan ya Jadi kami
pindah ke depan sekarang ya tadi kan
Bapak seperti with
Oke dikit pintunya dulu disini yang mana
itu yang bawa maksud Mbak dulu pintu
kami disini jadi ini bekas pintu nih nah
eh bukan pintu besi dorong nah ini bekas
pintu sudah ditutup sekarang ya betul
Iya betul ini ditinggiin kira-kira satu
meter setengah
Hai masalah banjir di kawasan pesisir
Utara Jakarta bukan perkara Baru
beberapa wilayah yang tadinya daratan
kini sudah berubah menjadi bagian dari
laut
hai hai
Hai penyebabnya karena permukaan air
laut yang semakin tinggi disertai dengan
penurunan permukaan tanah
Hai sahabat ku
wu
Hai menyentuh bahkan Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia mencatat setiap
tahunnya permukaan tanah di pesisir
Jakarta turun sekitar dua setengah
centimeter kita
Hai dan pada akhirnya penyusuran ini pun
menyisakan sebuah pertanyaan kira-kira
Sampai kapan tanggul ini menjadi solusi
penyelamat ibukota Gue pun gak kebayang
gimana kondisi Jakarta kedepan tidak
ia tersenyum kawasan Tambak ini berada
di pulau mengare pulau yang kini sudah
menyatu dengan daratan Jawa akibat
pengendapan lumpur Sungai Bengawan Solo
sejak abad ke-19 masyarakat Gresik
sendiri memiliki ikatan erat dengan ikan
bandeng bahkan cerita kedekatannya sudah
sejak zaman periode Sunan Giri yang
merupakan salah satu anggota Wali Songo
di pertengahan abad ke-15
[Musik]
Hai di kawasan ini luas Tambak
diperkirakan sekitar 32.000 hektar
dimana pertahunnya dapat menghasilkan
hampir empat puluh ribu ton ikan bandeng
namun cerita kejayaan ikan bandeng asal
Gresik ini perlahan memudar seiring
persoalan yang kini dihadapinya
[Musik]
Hai pelan-pelan luas Tambak Bandeng ini
berkurang dan ternyata hilangnya Tambak
Bandeng milik warga lantaran tanggul
penahan yang hancur Terhempas ombak air
laut hal itu seiring meningkatnya
permukaan air laut yang mengakibatkan
abrasi langkah berikutnya mengantarkan
kami kepada warga yang sedang bekerja di
tambak Pak Ali dan panas lain mereka
adalah dua orang penggarap Tambak yang
bertugas membangun tanggul bambu dengan
lumpur jadi ini kalau misalnya nanti Oh
Januari Ombaknya besar ini bisa hilang
nih pak yang sini juga
enggak di bentengi tanggul ginilah
hancur hanya terus ini selalu
diulang-ulang lagi diulang terus sejauh
ini efektif Pak sementara sementara aja
berapa lama itu sih cuma paling lama lu
setengah tahun
Hai Farah disini untuk melatih para
banget
20 sampai kehilangan Ibnu banget karena
bulan hias menghilang tanpa disimpan
sebelumnya berarti tampaknya sampai
sama-sama
hai hai
Hai itu gurunya jadi begitu jangan
[Musik]
Selanjutnya kami melihat bagaimana hutan
mangrove berperan dalam menahan laju
abrasi Kami pergi bersama Seorang warga
bernama Gatot Winarko Ia juga
menceritakan awalnya kawasan ini adalah
Tambak Bandeng namun kini Kondisinya
sudah menyatu dengan laut posisi kita
pramugita ini sebenarnya dulu Tambak nih
Hai sejauh 400 meter ke arah lautan itu
tambah jadi Sudah betul-betul jelang
kena abrasi hari ini yang bisa kita
lihat bukti bahwa benar-benar abrasi itu
terjadi eh kita bisa lihat dari sebelah
depan nih
Hai tahun 2016 kemarin mangrove Itu
posisinya masih di depan kita kira-kira
10 meter dari posisi kita ini tanah sama
tumbuhan mangrove masih ada di sini
tahun 2016 ini sudah mundur kira-kira
20-25 m belakang Jadi hampir tiap tahun
eh tanah yang ada di sini ini mundur
10-11 m setiap tahun
Hai hantaman ombak ketemu arus dari
Selat Madura itu yang membikin air di
bawah kita nih Itu macam gerakan begol
seperti di bego begitu diambil gitu Jadi
airnya berpusar nih di dalam kami
bersama Paddle otot melanjutkan
penyusuran Ia menceritakan Bagaimana
hutan mangrove inilah yang menjadi
harapan warga agar laju abrasi tidak
semakin parah kita ada di posisi Muara
lawas Bengawan Solo yang kiri kanan jadi
posisi kita ini tebel sekali mangrove
nya untuk diketahui mangrove sebagai
benteng alam untuk melindungi daratan
tuh kita bisa bisa lihat dan ditekan
sedikit dipertajam dikit dari
jenis-jenisnya umumnya petambak
bertambah disini Untuk membentengi
saatnya dari hantaman gelombang laut
atau hanya pasang saja tidak sembarang
mangrove yang ditanam karena dari genus
dan jenisnya itu mereka memiliki ciri
masing-masing terutama dari akar Nah ada
jenis yang akarnya itu keluar dari
batang pohonnya dia meluncur ke bawah
nancep ke tanah dan itu akarnya
gede-gede ada jenis yang akarnya itu
disebutnya akar nafas jadi keluar dari
bawah tanah muncul kecil-kecil gagal
sementara ditambah yang lain kami
melihat warga yang sedang memanen ikan
bandeng namun setelah kami cari tahu
lebih lanjut ternyata warga terpaksa
memanen bandeng sebelum waktunya
tujuannya agar mereka tidak semakin
merugi hal itu dilakukan lantaran
ancaman tanggul jebol akibat hantaman
ombak air laut seiring masuknya musim
hujan jika
keyboard maka ikan bandeng akan hilang
kelautan lepas fenomena abrasi di
pesisir Gresik mengancam Tambak Bandeng
yang menjadi mata pencaharian warga
namun ancaman itu Bukan semata
menghilangkan bekas lem mereka abrasi
juga mengancam ikatan warga dengan
bandeng sebagai identitas yang berlatar
sejarah sosial yang panjang
[Musik]
Hai perjalanan berikutnya mengantarkan
gue di kota lama Semarang yang kian hari
kian bersolek
di berbagai Bangunan peninggalan Belanda
ini menjadi daya tarik wisatawan untuk
berkunjung ke kota yang usianya sudah
lebih dari 470 tahun kota lama Semarang
terus berupaya keluar dari persoalan
banjir yang kerap kali mengepung kawasan
ini sambil merekam kawasan bersejarah
gua menggali Bagaimana kota Semarang
merespon pembangunan untuk mengatasi
masalahnya apakah yang selama ini
dilakukan sudah benar-benar mengatasi
persoalan yang dihadapinya Untuk itu gua
menyusuri kawasan Pemukiman yang berada
di kawasan kota lama ini
Hai di sini gua bertemu dengan Seorang
warga yang bercerita Bagaimana banjir
rob masih kerap menggenangi tempat
tinggalnya
di seluruh gitu loh karena semua itu
hai hai
a prominent pastikan bersama
Hai jurusan air laut Hello tapi kalau
air air laut di bersamaan air laut
dengan rok ke-4 road hujan dengan erok2
kali
Hai dan ternyata persoalan banjir yang
dihadapi warga kota Semarang belum
benar-benar hilang rasa penasaran Gue
semakin kuat
Hai mengapa kota Semarang sulit keluar
dari persoalan yang sudah lama terjadi
di
Hai untuk mencari jawapan gua bertemu
dengan Pak Sunarto Ia adalah sejarawan
yang akan bercerita tentang kota yang
dibangun sejak abad ke-19 ini ya problem
itu cukup ama solusi itu cukup membantu
pada saat itu tapi kemudian seiring
perkembangan kota perkembangan kota ya
dimana penduduk semakin bertambah jumlah
pemukiman areal yang tadinya berupa
rawa-rawa itu menguras itu dipakai untuk
permukiman itu sudah menyalahi kodrat
dan gitu harusnya tangkapan air Rob itu
sebenarnya sesuatu yang alamiah ya
sesuatu yang alamiah air laut melimpah
ke daratan dan Kalau tidak ada campur
tangan manusia itu sudah teredam dengan
sendirinya oleh tanaman-tanaman Iya di
ada di garis pantai itu tapi karena
tanaman itu dibuat
Hai rukhsar area tangkapan air di
rawa-rawa itu kemudian diubah menjadi
permukiman Rocky ini semakin berkembang
dari tahun ketahun tadi selain terjadi
kemunduran garis pantai ya Semarang Itu
juga mengalami penurunan tanah
hai hai
Hai diskusi barusan memberikan gambaran
buat gue bahwa banjir menjadi masalah
utama yang tidak terpisahkan bahkan dari
masa penjajahan Belanda hingga Indonesia
merdeka hari berikutnya gua bertemu
dengan the panturas musisi independen
asal kota Bandung lawan kami mendatangi
kawasan Tambakrejo dan dikenal sebagai
kampung nelayan di Semarang
[Musik]
Hai di bawah kolong jembatan gua
menceritakan penelusuran sebelumnya di
kota Gresik Bagaimana fenomena abrasi
mengancam sumber kehidupan masyarakat di
sana lewat foto gue bercerita bahwa isu
perubahan iklim ini nyata adanya dan
sedang terjadi di Indonesia dari diskusi
ini gue juga mendapatkan cerita warga
bahwa abrasi yang terjadi di Gresik juga
terjadi di Tambakrejo usai berbagi
cerita dengan warga ini giliran the
panturas untuk tampil di depan
masyarakat Pantura lengkapnya di
Hai menari rasakan caci-maki dan
terbentuk tidak berenang setelah
mendapatkan cerita dari warga kami pun
penasaran untuk melihat langsung kondisi
dilapangan dan cerita yang disampaikan
warga pun benar adanya air laut sudah
menggenangi kawasan permukiman ini sejak
10 tahun terakhir di sini kami
mengunjungi rumah warga yang bernama Pak
Suyono melihat kondisi rumahnya
sekaligus mendengarkan cerita bagaimana
ia bertahan di permukiman yang semakin
hari semakin tenggelam merangkum roh
Waalaikumsalam mau lihat-lihat dalam
bolehkan
Hai boleh ini julukan Pak Johar sekarang
tinggal berapa meter ini 1 meter
setengah tapi babi sama proses mimpiin
segini nya bertahap apa manekin segini
masih juga cukup detail lagi apa naikin
lagi jadi satu dulu ngebeli satu jam
nanti saya usung sendiri bisa masukkan
kamar dulu mbak T2 tidur nanti bisa beli
satu jam lagi saya masukkan lagi ke
kamar sebelah nanti ke dapur tipe untuk
ketinggiannya memberi older tambahin ini
tuh sama segini tingginya Bapak Bikin
atau dari agak bawahan great naikin
jatuhnya keperluan tahu tim naikin
masukkan naikin lagi-lagi belaka rezeki
berlimpah boleh boleh boleh hati-hati
masih kepala
Hai kirim perbedaan Capital Eh kamu dan
ternyata untuk tetap bisa bertahan di
permukiman ini Pak Suyono harus
meninggikan lantai rumahnya setidaknya
sudah tiga kali ia melakukannya selama
sepuluh tahun terakhir ini
Hai berat baginya untuk meninggalkan
rumah peninggalan orang tuanya ini
mengingat di lokasi inilah Ia lahir
tumbuh besar dan mencari nafkah untuk
istri dan dua anaknya
[Musik]
hai hai
Hai kesokan harinya gua menyusuri lokasi
yang berbatasan langsung dengan perairan
laut Jawa Tapi sayangnya the panturas
nggak bisa ikut karena harus kembali ke
kota Bandung sampai lahirnya gue di
tempat pemakaman umum Tambakrejo dimana
untuk bisa sampai di sini harus menunggu
waktu yang tepat yakni saat air laut
mulai surut nah kebayang Gimana kalau
ada warga yang ingin mengunjungi
keluarga yang dimakamkan disini
[Musik]
kebetulan gue bertemu dengan Seorang
warga yang bernama Joko Mulyono Ia pun
tentang anggota keluarganya yang
dimakamkan di lokasi ini ini kuburannya
siapa namanya itu disini dimakan sama
saudara Disini yang namanya Ibu Sri
nenek saya yang satu lagi itu di situ
satu dari 1000 yang satu dari pabriknya
dari bapak-ibu yang dari bapak sudah
dipindah karena sudah tenggelam Siapakah
begini namanya anaknya pada kasihan sama
orang tuanya yang week rangkanya terus
dibawa pindah ke desa daerah karangroto
yang satu belum ngasih ada disitu
websitenya itu kalau masih bisa dilihat
nanti tak lihat tulisannya juga masalah
tertutup niatnya mau dipindah Pak ya
kalau memang anaknya tak hanya mampu
meraih tasnya jadi pindah Kalau namanya
cepet ini memang terserang
akhirnya Teteh kemampuan Yas jadi
Iklaskan Aceh bagi warga Tambakrejo
bukan hal yang mudah untuk bisa
meninggalkan tanah kelahirannya
di tempat dimana mereka hidup dan tumbuh
besar hingga sampai menghidupi anggota
keluarga mereka pun terus mencari cara
agar tetap bisa bertahan ditengah
ancaman abrasi hingga dipenghujung akhir
hidupnya
[Musik]
hai hai
Halo huhuhu
halo halo love you jadi mana oh oh
yaudah sendiri karena sampai sana
[Musik]
penyusuran gue berikutnya adalah wilayah
kampung Beting muaragembong yang berada
di Kabupaten Bekasi Jawa Barat
Hai disini gue bersama asteriska atau
yang biasa disapa ecil serunya dia ini
orang yang sangat spontan dalam
mengekspresikan pandangan terhadap
sesuatu
[Musik]
akhir-akhir dari warga sekitar Kami
mendapatkan informasi bahwa air laut
naik pada jam-jam tertentu dan informasi
itulah yang membuat kami menelusuri
Kampung ini
Hai ahli jauh Aku punya pertanyaan nih
Kan biasanya kalau masoli ngepost foto
biasanya motret kan banyakan tanggung
musisi-musisi dia masih ngaku kaget
banget jadi enggak Mas dulu disini
kenapa Thomas apa yang menjadi konser
atau interface Mas Dodi banget motret di
sini seakan Biasanya aku seringnya mama
ya jadi apa ya kalau aku mah apa aja
cuman ya untuk difoto tuh kadang Blade
banyak belajar disuruh belajar untuk ke
Mekkah terhadap sekitar gitu kayak
sekarang aja gitu saya ini kan kadang
agak gimana ya miris juga gitu sekolah
sampai kerendem gitu karena memang juga
nah ya enggak mulut bukan mulut si dalam
artian ketika aku motret segitu dokumen
teriak yang lengkap seri Story siapa
tahu bisa
cerita yang jadi simak sama yang Lex
foto aku sih memang dalam pengamatan
yang dilakukan banyak Sisi kemanusiaan
yang bisa terekam dalam kamera namun di
sisi lain gue penasaran Mengapa warga
kampung Beting yang mayoritas adalah
nelayan tetap mau bertahan dalam kondisi
seperti ini memang dahulunya menurut
orang-orang tua ya dahulunya juga disini
juga sama seperti ini sebelumnya ada
Kampung ini ya dulunya jadi seperti ini
hutan kemudian kebetulan orangtua kakek
moyang saya juga digemari juga awalnya
dari Tangerang dia Merantau kemari
kemudian dia buka lahan Ya seperti ini
juga awalnya menjadi Citarum kalau dulu
karena menjadi enggak secanggih sekarang
kan ya begitu sadar Citarum airnya
Hai kemudian jadi jadi dataran seperti
ini sempat ramai juga dulu itu bet
disebut dijuluki Kampung dollar polisi
itu dulu kalau memang luar biasa
omzetnya bahkan ada pasar juga dulu di
sini ya Sampai akhirnya itu tadi
datanglah eksplorasi minyak itu Itulah
ada pengeboman itu Semenjak itu
keramaian itu ada di sebelah sana Pak
pertama ada penduduk itu di sini nih
makanya mesin yang paling lama itu
disini sama ada mesin di sini ada
penduduk di sini tapi kemudian seiring
dengan waktu jok pindah ke sana tuh yang
mesin satunya itu yang ramai untuk ada
pasar yang tadi saya bilang seperti itu
Oh ya sebetulnya sih
Hai lebih kepada ulah manusia sih
di sekitar 1,7 hektar lahan pantai di
kampung Beting sudah tergerus abrasi
selama 12 tahun terakhir bagi warga yang
mampu mereka bisa pindah ke wilayah lain
dengan meninggalkan rumahnya begitu saja
tapi bagi mereka yang tidak mampu tentu
ini menjadi pilihan yang sulit
[Musik]
penelusuran berikutnya kami bertemu
dengan Pak Kurtubi sekretaris desa
pantai bahagia yang kebetulan sedang
berada di kampung Beting
Hai kami berdiskusi mencari tahu
kira-kira apa saja yang sudah dilakukan
pemerintah untuk mengatasi persoalan ini
upaya-upaya pemerintah dalam hal ini
Pemerintah desa dengan bersama
masyarakat kami sudah melakukan penyedot
tahun kepada masyarakat untuk
melestarikan hutan mangrove dan menanam
mangrove dan tetap menjaga mangrove
tetap ada sebagai pertahanan paling
depan untuk menjaga atau menghambat dari
abrasi
Hai Jelly it Ajarin aku dong Ayo kalau
mau tapi nanti hasil fotonya yang aku
kamu jadi tinggal juga Gimana year you
hehehe menantang enggak pernah enggak ya
wes kalau kita Cobain aja Cil night
tangga ke tangan kiri kamu gini loh Hei
kamu pegang ngerinya tapi di kanannya
dasternya itu pake telunjuk kanan Nah
kamu pegang nah ini kamu focusing dulu
nih beratnya banget buat Windows kembali
ih kembali dia Iya ya fokusnya kirim
yang
[Musik]
Hai terendam bukan berarti pasrah warga
menanam mangrove sebagai upaya menahan
laju abrasi
Hai Selain itu warga kampung Beting juga
memanfaatkan mangrove untuk memenuhi
kebutuhan ekonomi kelompok ibu-ibu di
kampung ini mengelola tumbuhan mangrove
menjadi beragam panganan dan hasilnya
dijual ke luar daerah produknya paling
[Musik]
gombal kalo buah mangrove ngasih saya
ambil dari jenis sonneratia atau tidak
ada itu saya buat ada siru dodol ada
orang krimnya juga ada steak kerupuk
kripik dan banyak lagi ada coklat pun
dari buah pot bisa dibilang ya makanan
khas ini karena memang disini itu ya
buahnya ya buah yang tumbuh tanaman yang
tunggu itunya cuma mangrove jenis itu
aja bayar
hai hai
Hai perjalanan di muaragembong
meninggalkan kesan yang mendalam di
di kampung yang dulunya ramai dihuni
lebih dari 100 kepala keluarga namun
kini tinggal setengahnya Kami merasa
miris sekaligus takjub melihat masih ada
warga yang bertahan di lokasi ini Jo
Tadi kan kamu sempet nulis nulis tuh
udah jadi belum lagi nya udah sih nggak
jago Nyanyi dong Oke Wih balik senyum
cerah yang terlihat
Hai Hada jiwa telah yang berharap
menanti belas kasih Ibu kartiwi memberi
celah mempertahankan rumah kami Rashid
remeh seperti akan dilanjut lagi tuh
lagi bisa-bisa masih masih diperpanjang
ilmu
[Musik]
Hai setelah menyusuri kawasan Muara
Gembong sampailah gue akhirnya di Kota
Pekalongan Jawa Tengah
di kota dimana Gue akan bertemu dengan
air ini namun sebelum itu Sekarang
saatnya menjemput sahabat gue Oscar
lolang house kali ini seorang penyanyi
yang juga peduli terhadap
masalah-masalah sosial ini terlihat dari
banyak lirik lagu yang dibuatnya
membahas masalah ini sekarang gue akan
ajak dia untuk berkeliling di Kota
Pekalongan aku ada kawan disini pastian
namanya Oke nanti kita kesana sekalian
aku tunjukin foto-foto yang udah sempet
aku ambil di Muara Baru Muara Gembong ke
kamu biar kamu lihat sendiri dan
sekalian kita tunjukin juga kematian kau
di Muara Baru
Hai muaragembong udah kayak gini nih
alamat Bagaimana tidak ngelihat yawis
sekarang kita teman pasti lihat kita
sekalian cari bukti kali ya Meskipun gua
sudah satu kota dengan duli tapi kami
terlebih dahulu menyusuri daerah yang
berbeda disini gue ingin menggali cerita
batik yang telah ditetapkan UNESCO
sebagai warisan budaya dunia
[Musik]
Hai di Kota Batik ini gua bertemu dengan
chitra subiyakto seorang designer yang
fokus pada fashion berkelanjutan atau
circulation meski Pekalongan punya
cerita kejayaan tentang batik bukan
berarti kota dan warganya bebas dari
masalah
Hai lagi-lagi banjir rob menjadi ancaman
yang dihadapi warga pesisir utara Jawa
[Musik]
di sini kami bertemu dengan mungkin
Raharjo seorang pengusaha batik yang
belakangan ini terancam banjir rob
bahkan tiap tahunnya Rob menggenangi
hingga ke bagian ruang produksi dan
mengganggu aktivitas produksi batik Pak
inikan banjir opini kemarin kesini
masuknya Pak atau Bu gede-gede lantai
aduh lebih rendah lagi Oke sekarang kita
ini udah kita tinggi terus habis itu
untuk tahun berikutnya itu tahun berapa
ya kita tahun 2014 mulai siapkan tunaiku
yang itu yang kita nggak
justru menjadi pertama ini tahun
berikutnya segini itu tahu kemarin
begitu paling kita udah dinaikin segini
ya berarti ini sekarang kalau lagi
banjir airnya enggak naik lagi ke
depannya padahal lokasi pabrik batik ini
berada di Desa Karang jompo yang
berjarak sekitar 4 kilometer dari bibir
pantai kalau lagi rok tuh ngefek ke
produksi batiknya enggak sih Pak awe
kalau panjangkan orang nggak usah kerja
nya Bagusan sekarang nih kita udah ada
tempat yang kita tinggikan yang tuh
batik itu masih lumayan bisa kerja tapi
di jalan Sudah becek kalau untuk
kualitas batik yang dihasilkan itu
kualitas baterai ya pengaruhnya ke cuaca
buruk karena kalau kita akan stragen tuh
pakai ada obat-obat tertentu
yang membutuhkan cuaca yang sering sama
panas gitu ya kalau hanya lembab
Banjarnya HPnya penyerapan warnanya
berbeda gitu jadi kematian nanti warna
itu ada pengaruh gaya normal
[Tepuk tangan]
hai hai
Oh gitu Hei kepastian Dolly ya pernah
atap lama ketemu nih Iya nanti kalau 2
tahun masih ah waalaikum Waalaikum salam
sampai nih kawan Hey Dian duduk-duduk
aja kebetulan nih lagi Ade nih aku habis
muter-muter sampe ya Maya ngopi dulu
enak sih kayaknya oke ya oke Nice ya aku
kok kopi di kopi susu coklat Anda
ada-ada aja nggak ngeh siap biar
disiapin belum siap oke eh Dalam rangka
apa nih Pekalongan jadi apa Ya
sepertinya enggak ada rencana yang ini
juga sih lihat memutar-mutar tadi
janjiannya mau Soekarno kalau ngantap
sebelumnya aku itu motret motor sekarang
Mas kegiatan Oh ya sebelumnya aku
dimarah baru itu aku sempat motret
daerah Jakarta Utara Yadi di pelabuhan
sana itu aku pas lagi motret motret
menyadari nah ini permukaan air laut kok
atas daratan gitu mau nulis sendiri
cepet janjian mau kasih lihat fotonya
Iyo benar-benar ada-ada ada cowok ada
beberapa aku foto-foto yang kuambil dah
sempet aku cetak Oh ya belum AV dicey
tapi kita lihat teh cuman ini
problematika di pesisir nah Tarra ya Iya
Nah makanya wa aku janji nama Oskar
Kalongan ingat pasti anjing mastiin
Gimana kabarnya sekali mampir lagi untuk
lagi santai ndak Makanya saya bilang
Dolly bahwa seperti ini bukan ini
bencana-bencana yang dampaknya akan ke
semua ke
kau apa namanya kalangan ya Jadi ini
bukan cuma serta-merta tugas pemerintah
saja sih kalau menurut saya jadi
masyarakat pun harus bener-bener
Oh ya Mulai peduli hanya dengan keadaan
supercepat dampak crop juga telah
mengepung dan menenggelamkan rumah warga
di sekitar pabrik batiknya kini sebagian
kawasan persawahan hingga rumah warga
telah terkenal top
Hai buah menyusuri rumah warga dan
melihat betapa masalah Rope ini semakin
serius bagi warga yang mampu mereka coba
mengurus rumah dengan semen pasir dan
bebatuan atau bahkan seperti warga yang
lain meninggalkan rumahnya begitu saja
namun ada
keluarga yang tidak memiliki pilihan
mereka harus tetap tinggal di rumah
bersama genangan air laut lebih banyak
kayak gini mungkin lebih pokoknya air
masuk dari tahun 2009 paling parah 14
sampai ke sini
Hai Shikamaru tak dipakai beberapa tahun
tuh dalamnya banyak barang-barang yang
diakui keluarin
hai hai
Hai paling tinggi sampai sini Dik
Hai ini bawahnya udah ada keramiknya
kalau enggak ada grafiknya uh dalam
lahir
hai hai
Hai perjalanan bersama Citra di
Pekalongan menambah temuan gue tentang
apa yang terjadi di pesisir utara Jawa
gimana krisis iklim berdampak pada
anomali Cuaca dan juga abrasi sehingga
menjadi Ancaman bagi masyarakat pesisir
[Musik]
dan di Pekalongan bukan hanya masyarakat
yang terancam namun juga keberlanjutan
batik yang telah menjadi identitas dan
budaya termasuk masyarakat yang
menggantungkan hidupnya pada produksi
batik berskala kecil atau
Hai semuanya membuktikan apa yang
disampaikan Mas Tian gue dan masker
menuju kawasan Utara Pekalongan tepatnya
di taman Mangrove kami akan menemui pak
Wah yang telah belasan tahun mengelola
kawasan ini dengan menanam mangrove hal
itu ia lakukan karena awalnya takut
terkena tsunami seperti di Aceh pada
tahun 2004 Silam
Hai namun belakangan tanaman mangrove
yang ia tanam juga berperan penting
dalam menahan laju air laut yang semakin
menjorok ke daratan hal itu seiring
dengan Pekalongan yang menghadapi abrasi
hingga 50 meter dari garis bibir pantai
ada berapa lama Pak Wah ini pak yang
ngurusin mangrove dari sejak tahun 2004
akhir tapi 2005 oleh ada penanaman
mangrove untuk pakwa sendiri atau
bersama teman-teman atau ada-ada
organisasi dulunya Saya pribadi sendiri
sia teh Nira sejak ada tsunami di Aceh
itu saya mempunyai insiatif tenanan
makhluk sendiri inilah jangka waktu
orang lebih dua bulan ada kelompok
khususnya kelompok mangrove masuk lokasi
kandang panjang Umi t
Hai kupu-kupu bersama Oskar dan pak Wah
Gue menuju tempat penanaman mangrove di
bagian utara kebetulan ada sekelompok
remaja yang peduli lingkungan sedang
melakukan penanaman mangrove di sana Pak
Wah sengaja memberikan keleluasaan
kepada para pecinta lingkungan untuk
membantunya menanam mangrove meskipun
mangrove bukanlah solusi utama untuk
mengatasi masalah krisis iklim tapi
setidaknya inilah yang bisa mereka
lakukan untuk menahan laju abrasi
sekaligus sebagai langkah kecil dalam
memperlambat pemanasan global
[Musik]
hai hai
wiyos ingin Lord gombay yah
KYT not humbai Khan wiyos ingin nord.com
by Yan
hai oh lo skumbay Khan
yo wis sing Keno cwo My Heart
yo Wi Yo sing Ken Lord skumbay Yan dan
waktu yang ditunggu-tunggu pun akhirnya
tiba gue bertemu dengan air in di Kota
Pekalongan
[Musik]
Oh Lord kumayan
Nyi Roro Kemudian kami berbagi cerita
lewat foto dari perjalanan yang telah
ditempuh mulai dari Muara Baru Jakarta
muaragembong Bekasi hingga Kota
Pekalongan Ombai Wei aja in love Rumbai
khan Oh oleh kumbayana dari perjalanan
kami menyusuri kawasan utara Jawa
Masalah kenaikan air laut seperti
fenomena gunung es yang menyimpan banyak
persoalan apa yang kami lihat hanya
ujung kecil dari puncak perubahan iklim
di dunia tapi yang jelas perubahan iklim
sudah mendampak bagi masyarakat gimana
fenomena abrasi semakin hari semakin
menenggelamkan kawasan pesisir
dan Indonesia sebagai negara kepulauan
sedang menghadapi ancaman serius hingga
50 tahun mendatang le
Hai wav in northfield Gom by heart with
your friend notch kumbayana Holosen
kumayan baterai kita melaju Kitalah
nahkodanya bahtera kita melaju Kitalah
nahkodanya baterai kita
Amel laju Kitalah nahkodanya ngantuk
di air laut di pekarangan George
Hai lumpur menjadi menu sarapan
Hai bahtera kita melaju Kitalah
nahkodanya bahtera kita melaju Kitalah
nah mudanya Pa tengah kita melaju
Kitalah nahkodanya kumbaya Malo kumbayah
Wook ummaya Maluku banyak raswo.com
ayamnya Rasul Ayah humayya makhluk
humbaya humbaya Malut boombayah
boombayah boombayah wiyos w
Snow White Snow Cisco bye
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:21:42 UTC
Categories
Manage