Transcript
v6hp3i2ydrI • TENGGELAM DALAM DIAM (full movie)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/WatchdocDocumentary/.shards/text-0001.zst#text/0151_v6hp3i2ydrI.txt
Kind: captions Language: id hai hai [Musik] hai hai [Musik] halo halo halo Dol Lauren pekabar sehat lagi mana kabar baik-baik Lagi sibuk apa nih enggak ada Shireen manggung juga lagi belum ada jadwal Oh gimana gimana Gue lagi kepikiran mau ngerjain Project baru nih tentang krisis iklim tertarik nih menarik jadi gue sih Rencananya mau berangkat dari Surabaya ini di mall Jakarta gua Oh kita ketemuan di tengah aja kali ya ayo ayo oke boleh bertambah deh kalau gitu ntar kabarin ya Oke sip oke bye-bye hai hai Hai perkenalkan gue dulu Harahap orang mengenal gue sebagai pemusik tapi gue juga punya passion di fotografi kamera analog menjadi pilihan karena saat mengambil gambar gua harus memilih objek foto yang benar-benar bercerita ajakan air yang tadi membuat gue tertantang untuk memulai sebuah penyusuran kami berpencar untuk melihat Bagaimana dampak krisis iklim yang terjadi di kawasan pesisir pantai utara Pulau Jawa Hai dan gue akan memulainya dari kawasan barat yakni kota Jakarta nama gua akhirnya berlian gue seorang fotografer dokumenter yang tinggal di Jakarta Hai jika Dolly memulai penyusuran dari barat Pulau Jawa maka gua akan memulai cerita ini dari kawasan Timur dan Gresik menjadi kota pertama yang akan gue jelajahnya menyusuri kawasan pesisir utara Pulau Jawa akan menjadi pengalaman yang sayang kalau dilewatkan sendiri Hai maka gue dan Dolly memutuskan untuk mengajak teman berbeda di setiap kota yang akan kami singgahi kau tetap [Musik] Hai Dedek kalo gue nyampe dan untuk kota Gresik ini gua bersama adik Putri seorang pencerita kuliner Indonesia kami berdua akan menjelajahi kawasan Tambak yang menjadi andalan kota ini di Kota Jakarta gue menyusuri kawasan pesisir Utara tepatnya di wilayah luar batang yang berada di Kecamatan Penjaringan dan gue nggak nyangka ternyata permukaan air laut sudah lebih tinggi dari daratan [Musik] Hai tanggul inilah yang kemudian menjadi batas pemisah antara laut dengan pemukiman sekaligus penyelamat warga dari luapan air rasanya kawasan luar batang dan sekitar menjadi daerah langganan banjir terlebih saat terjadinya gelombang Pasang air laut setiap bulan dengan ketinggian yang bisa melebihi tanggul dan untuk membuktikannya maka gue bertemu dengan warga yang bisa menceritakan masalah ini yang lu Eh saya dulu Ibu lagi lewat-lewat sini dengan bertanya ya saya oke lagi ini ya Bu ya Bu kalau ke sana apa Ibu langsung laut langsung laut di belakang tembok ini berpikir ini udah lama belum temboknya toh emang dan halo ah jadi dulu tidak setinggi ini setinggi ini berapa kali dinaikin 33 kali jadi memang air Yang meluap atau emang dari bawah yuk sampai ke warga ya kalau enggak ditinggiin tanggula pas nyari meluk dari atas dengan menyeramkan saja sih kremes dalam kurun waktu satu minggu ini ada enggak rebusan mie dari banjir rob atau dari pasti ada dan itu terjadinya setiap bulan atau berapa bulan sekali satu minggu tuh ada tuh 1 minggu full itu Oh pantesan tadi saya lihat di bawah banyak yang masih ada genangan untuk ngeluarin gimana Bu RW 2 ini kan wilayahnya di mp3air Udah surut itu pompa dinyalain untuk dibuang lagi Oh pop dibalik naik ngetik jadi diangkut like [Musik] Hai dari apa yang terlihat di depan mata Maka timbul pertanyaan Bagaimana masyarakat bisa mendapatkan air bersih untuk kebutuhan mereka sehari-hari atau hai hai Hai ternyata warga luar batang dan kebanyakan penduduk yang tinggal di utara Jakarta harus membeli air bersih Hai ini besoknya Ibu batalkan Ibu Erina yo yo buat mandi buat mesin setiap hari yuk ngambil garis kali doa sendiri nih Jauh buruh bensin Ibu ah ah di dalam sehari rata-rata satu keluarga memerlukan 12 jerigen air Hai jumlah itu setara dengan uang Rp20.000 untuk Hai kau dikalikan satu bulan maka Setiap keluarga harus mengeluarkan biaya minimal 600ribu rupiah padahal kawasan Penjaringan ini dihuni oleh masyarakat kelas menengah kebawah dimana rata-rata warganya bekerja sebagai buruh kasar dan juga pedagang kecil maka uang itu menjadi jumlah yang besar hanya untuk mendapatkan air bersih di ibukota jika air yang jalan bareng Ade Putri maka gue juga enggak Jacks sudah Talisa seorang musisi asal Jakarta setelah bertemu kami menyusuri kawasan Pelabuhan Muara Baru untuk melihat gimana kondisi di kawasan industri Hai dan dugaan gue nggak ngeset situasinya nggak jauh beda dengan permukiman sebelumnya hai hai Hai huh kita kira perjalanan udah selesai ternyata disini tantangannya bantu batuk-batuk cupang keju banget sebenarnya Hai sapu Sap Hai disini kami bertemu dengan Pak Frengky seorang pekerja yang sudah mencari nafkah di pelabuhan selama puluhan tahun wuih di dekatnya Hai kami mencoba menggali informasi gimana masyarakat di kawasan ini mencari cara untuk adaptasi bapak pak bapak ya Pak Frengky disini kerja atau apa Oh saya kerja sebagai teknisi untuk kapal-kapal ikan untuk pemasangan dan perbaikan radio komunikasinya Iya betul kantor saya di sini Oh ini terletak di dalam sini ya Iya bengkel kami di sini dulu kami pintunya di sini tapi sekarang udah pindah ke depan karena lokasinya ini terus-menerus banjir Akhirnya sekarang ditinggikan eh kira-kira tahun 2000-an ini ditinggikan ya Jadi kami pindah ke depan sekarang ya tadi kan Bapak seperti with Oke dikit pintunya dulu disini yang mana itu yang bawa maksud Mbak dulu pintu kami disini jadi ini bekas pintu nih nah eh bukan pintu besi dorong nah ini bekas pintu sudah ditutup sekarang ya betul Iya betul ini ditinggiin kira-kira satu meter setengah Hai masalah banjir di kawasan pesisir Utara Jakarta bukan perkara Baru beberapa wilayah yang tadinya daratan kini sudah berubah menjadi bagian dari laut hai hai Hai penyebabnya karena permukaan air laut yang semakin tinggi disertai dengan penurunan permukaan tanah Hai sahabat ku wu Hai menyentuh bahkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mencatat setiap tahunnya permukaan tanah di pesisir Jakarta turun sekitar dua setengah centimeter kita Hai dan pada akhirnya penyusuran ini pun menyisakan sebuah pertanyaan kira-kira Sampai kapan tanggul ini menjadi solusi penyelamat ibukota Gue pun gak kebayang gimana kondisi Jakarta kedepan tidak ia tersenyum kawasan Tambak ini berada di pulau mengare pulau yang kini sudah menyatu dengan daratan Jawa akibat pengendapan lumpur Sungai Bengawan Solo sejak abad ke-19 masyarakat Gresik sendiri memiliki ikatan erat dengan ikan bandeng bahkan cerita kedekatannya sudah sejak zaman periode Sunan Giri yang merupakan salah satu anggota Wali Songo di pertengahan abad ke-15 [Musik] Hai di kawasan ini luas Tambak diperkirakan sekitar 32.000 hektar dimana pertahunnya dapat menghasilkan hampir empat puluh ribu ton ikan bandeng namun cerita kejayaan ikan bandeng asal Gresik ini perlahan memudar seiring persoalan yang kini dihadapinya [Musik] Hai pelan-pelan luas Tambak Bandeng ini berkurang dan ternyata hilangnya Tambak Bandeng milik warga lantaran tanggul penahan yang hancur Terhempas ombak air laut hal itu seiring meningkatnya permukaan air laut yang mengakibatkan abrasi langkah berikutnya mengantarkan kami kepada warga yang sedang bekerja di tambak Pak Ali dan panas lain mereka adalah dua orang penggarap Tambak yang bertugas membangun tanggul bambu dengan lumpur jadi ini kalau misalnya nanti Oh Januari Ombaknya besar ini bisa hilang nih pak yang sini juga enggak di bentengi tanggul ginilah hancur hanya terus ini selalu diulang-ulang lagi diulang terus sejauh ini efektif Pak sementara sementara aja berapa lama itu sih cuma paling lama lu setengah tahun Hai Farah disini untuk melatih para banget 20 sampai kehilangan Ibnu banget karena bulan hias menghilang tanpa disimpan sebelumnya berarti tampaknya sampai sama-sama hai hai Hai itu gurunya jadi begitu jangan [Musik] Selanjutnya kami melihat bagaimana hutan mangrove berperan dalam menahan laju abrasi Kami pergi bersama Seorang warga bernama Gatot Winarko Ia juga menceritakan awalnya kawasan ini adalah Tambak Bandeng namun kini Kondisinya sudah menyatu dengan laut posisi kita pramugita ini sebenarnya dulu Tambak nih Hai sejauh 400 meter ke arah lautan itu tambah jadi Sudah betul-betul jelang kena abrasi hari ini yang bisa kita lihat bukti bahwa benar-benar abrasi itu terjadi eh kita bisa lihat dari sebelah depan nih Hai tahun 2016 kemarin mangrove Itu posisinya masih di depan kita kira-kira 10 meter dari posisi kita ini tanah sama tumbuhan mangrove masih ada di sini tahun 2016 ini sudah mundur kira-kira 20-25 m belakang Jadi hampir tiap tahun eh tanah yang ada di sini ini mundur 10-11 m setiap tahun Hai hantaman ombak ketemu arus dari Selat Madura itu yang membikin air di bawah kita nih Itu macam gerakan begol seperti di bego begitu diambil gitu Jadi airnya berpusar nih di dalam kami bersama Paddle otot melanjutkan penyusuran Ia menceritakan Bagaimana hutan mangrove inilah yang menjadi harapan warga agar laju abrasi tidak semakin parah kita ada di posisi Muara lawas Bengawan Solo yang kiri kanan jadi posisi kita ini tebel sekali mangrove nya untuk diketahui mangrove sebagai benteng alam untuk melindungi daratan tuh kita bisa bisa lihat dan ditekan sedikit dipertajam dikit dari jenis-jenisnya umumnya petambak bertambah disini Untuk membentengi saatnya dari hantaman gelombang laut atau hanya pasang saja tidak sembarang mangrove yang ditanam karena dari genus dan jenisnya itu mereka memiliki ciri masing-masing terutama dari akar Nah ada jenis yang akarnya itu keluar dari batang pohonnya dia meluncur ke bawah nancep ke tanah dan itu akarnya gede-gede ada jenis yang akarnya itu disebutnya akar nafas jadi keluar dari bawah tanah muncul kecil-kecil gagal sementara ditambah yang lain kami melihat warga yang sedang memanen ikan bandeng namun setelah kami cari tahu lebih lanjut ternyata warga terpaksa memanen bandeng sebelum waktunya tujuannya agar mereka tidak semakin merugi hal itu dilakukan lantaran ancaman tanggul jebol akibat hantaman ombak air laut seiring masuknya musim hujan jika keyboard maka ikan bandeng akan hilang kelautan lepas fenomena abrasi di pesisir Gresik mengancam Tambak Bandeng yang menjadi mata pencaharian warga namun ancaman itu Bukan semata menghilangkan bekas lem mereka abrasi juga mengancam ikatan warga dengan bandeng sebagai identitas yang berlatar sejarah sosial yang panjang [Musik] Hai perjalanan berikutnya mengantarkan gue di kota lama Semarang yang kian hari kian bersolek di berbagai Bangunan peninggalan Belanda ini menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke kota yang usianya sudah lebih dari 470 tahun kota lama Semarang terus berupaya keluar dari persoalan banjir yang kerap kali mengepung kawasan ini sambil merekam kawasan bersejarah gua menggali Bagaimana kota Semarang merespon pembangunan untuk mengatasi masalahnya apakah yang selama ini dilakukan sudah benar-benar mengatasi persoalan yang dihadapinya Untuk itu gua menyusuri kawasan Pemukiman yang berada di kawasan kota lama ini Hai di sini gua bertemu dengan Seorang warga yang bercerita Bagaimana banjir rob masih kerap menggenangi tempat tinggalnya di seluruh gitu loh karena semua itu hai hai a prominent pastikan bersama Hai jurusan air laut Hello tapi kalau air air laut di bersamaan air laut dengan rok ke-4 road hujan dengan erok2 kali Hai dan ternyata persoalan banjir yang dihadapi warga kota Semarang belum benar-benar hilang rasa penasaran Gue semakin kuat Hai mengapa kota Semarang sulit keluar dari persoalan yang sudah lama terjadi di Hai untuk mencari jawapan gua bertemu dengan Pak Sunarto Ia adalah sejarawan yang akan bercerita tentang kota yang dibangun sejak abad ke-19 ini ya problem itu cukup ama solusi itu cukup membantu pada saat itu tapi kemudian seiring perkembangan kota perkembangan kota ya dimana penduduk semakin bertambah jumlah pemukiman areal yang tadinya berupa rawa-rawa itu menguras itu dipakai untuk permukiman itu sudah menyalahi kodrat dan gitu harusnya tangkapan air Rob itu sebenarnya sesuatu yang alamiah ya sesuatu yang alamiah air laut melimpah ke daratan dan Kalau tidak ada campur tangan manusia itu sudah teredam dengan sendirinya oleh tanaman-tanaman Iya di ada di garis pantai itu tapi karena tanaman itu dibuat Hai rukhsar area tangkapan air di rawa-rawa itu kemudian diubah menjadi permukiman Rocky ini semakin berkembang dari tahun ketahun tadi selain terjadi kemunduran garis pantai ya Semarang Itu juga mengalami penurunan tanah hai hai Hai diskusi barusan memberikan gambaran buat gue bahwa banjir menjadi masalah utama yang tidak terpisahkan bahkan dari masa penjajahan Belanda hingga Indonesia merdeka hari berikutnya gua bertemu dengan the panturas musisi independen asal kota Bandung lawan kami mendatangi kawasan Tambakrejo dan dikenal sebagai kampung nelayan di Semarang [Musik] Hai di bawah kolong jembatan gua menceritakan penelusuran sebelumnya di kota Gresik Bagaimana fenomena abrasi mengancam sumber kehidupan masyarakat di sana lewat foto gue bercerita bahwa isu perubahan iklim ini nyata adanya dan sedang terjadi di Indonesia dari diskusi ini gue juga mendapatkan cerita warga bahwa abrasi yang terjadi di Gresik juga terjadi di Tambakrejo usai berbagi cerita dengan warga ini giliran the panturas untuk tampil di depan masyarakat Pantura lengkapnya di Hai menari rasakan caci-maki dan terbentuk tidak berenang setelah mendapatkan cerita dari warga kami pun penasaran untuk melihat langsung kondisi dilapangan dan cerita yang disampaikan warga pun benar adanya air laut sudah menggenangi kawasan permukiman ini sejak 10 tahun terakhir di sini kami mengunjungi rumah warga yang bernama Pak Suyono melihat kondisi rumahnya sekaligus mendengarkan cerita bagaimana ia bertahan di permukiman yang semakin hari semakin tenggelam merangkum roh Waalaikumsalam mau lihat-lihat dalam bolehkan Hai boleh ini julukan Pak Johar sekarang tinggal berapa meter ini 1 meter setengah tapi babi sama proses mimpiin segini nya bertahap apa manekin segini masih juga cukup detail lagi apa naikin lagi jadi satu dulu ngebeli satu jam nanti saya usung sendiri bisa masukkan kamar dulu mbak T2 tidur nanti bisa beli satu jam lagi saya masukkan lagi ke kamar sebelah nanti ke dapur tipe untuk ketinggiannya memberi older tambahin ini tuh sama segini tingginya Bapak Bikin atau dari agak bawahan great naikin jatuhnya keperluan tahu tim naikin masukkan naikin lagi-lagi belaka rezeki berlimpah boleh boleh boleh hati-hati masih kepala Hai kirim perbedaan Capital Eh kamu dan ternyata untuk tetap bisa bertahan di permukiman ini Pak Suyono harus meninggikan lantai rumahnya setidaknya sudah tiga kali ia melakukannya selama sepuluh tahun terakhir ini Hai berat baginya untuk meninggalkan rumah peninggalan orang tuanya ini mengingat di lokasi inilah Ia lahir tumbuh besar dan mencari nafkah untuk istri dan dua anaknya [Musik] hai hai Hai kesokan harinya gua menyusuri lokasi yang berbatasan langsung dengan perairan laut Jawa Tapi sayangnya the panturas nggak bisa ikut karena harus kembali ke kota Bandung sampai lahirnya gue di tempat pemakaman umum Tambakrejo dimana untuk bisa sampai di sini harus menunggu waktu yang tepat yakni saat air laut mulai surut nah kebayang Gimana kalau ada warga yang ingin mengunjungi keluarga yang dimakamkan disini [Musik] kebetulan gue bertemu dengan Seorang warga yang bernama Joko Mulyono Ia pun tentang anggota keluarganya yang dimakamkan di lokasi ini ini kuburannya siapa namanya itu disini dimakan sama saudara Disini yang namanya Ibu Sri nenek saya yang satu lagi itu di situ satu dari 1000 yang satu dari pabriknya dari bapak-ibu yang dari bapak sudah dipindah karena sudah tenggelam Siapakah begini namanya anaknya pada kasihan sama orang tuanya yang week rangkanya terus dibawa pindah ke desa daerah karangroto yang satu belum ngasih ada disitu websitenya itu kalau masih bisa dilihat nanti tak lihat tulisannya juga masalah tertutup niatnya mau dipindah Pak ya kalau memang anaknya tak hanya mampu meraih tasnya jadi pindah Kalau namanya cepet ini memang terserang akhirnya Teteh kemampuan Yas jadi Iklaskan Aceh bagi warga Tambakrejo bukan hal yang mudah untuk bisa meninggalkan tanah kelahirannya di tempat dimana mereka hidup dan tumbuh besar hingga sampai menghidupi anggota keluarga mereka pun terus mencari cara agar tetap bisa bertahan ditengah ancaman abrasi hingga dipenghujung akhir hidupnya [Musik] hai hai Halo huhuhu halo halo love you jadi mana oh oh yaudah sendiri karena sampai sana [Musik] penyusuran gue berikutnya adalah wilayah kampung Beting muaragembong yang berada di Kabupaten Bekasi Jawa Barat Hai disini gue bersama asteriska atau yang biasa disapa ecil serunya dia ini orang yang sangat spontan dalam mengekspresikan pandangan terhadap sesuatu [Musik] akhir-akhir dari warga sekitar Kami mendapatkan informasi bahwa air laut naik pada jam-jam tertentu dan informasi itulah yang membuat kami menelusuri Kampung ini Hai ahli jauh Aku punya pertanyaan nih Kan biasanya kalau masoli ngepost foto biasanya motret kan banyakan tanggung musisi-musisi dia masih ngaku kaget banget jadi enggak Mas dulu disini kenapa Thomas apa yang menjadi konser atau interface Mas Dodi banget motret di sini seakan Biasanya aku seringnya mama ya jadi apa ya kalau aku mah apa aja cuman ya untuk difoto tuh kadang Blade banyak belajar disuruh belajar untuk ke Mekkah terhadap sekitar gitu kayak sekarang aja gitu saya ini kan kadang agak gimana ya miris juga gitu sekolah sampai kerendem gitu karena memang juga nah ya enggak mulut bukan mulut si dalam artian ketika aku motret segitu dokumen teriak yang lengkap seri Story siapa tahu bisa cerita yang jadi simak sama yang Lex foto aku sih memang dalam pengamatan yang dilakukan banyak Sisi kemanusiaan yang bisa terekam dalam kamera namun di sisi lain gue penasaran Mengapa warga kampung Beting yang mayoritas adalah nelayan tetap mau bertahan dalam kondisi seperti ini memang dahulunya menurut orang-orang tua ya dahulunya juga disini juga sama seperti ini sebelumnya ada Kampung ini ya dulunya jadi seperti ini hutan kemudian kebetulan orangtua kakek moyang saya juga digemari juga awalnya dari Tangerang dia Merantau kemari kemudian dia buka lahan Ya seperti ini juga awalnya menjadi Citarum kalau dulu karena menjadi enggak secanggih sekarang kan ya begitu sadar Citarum airnya Hai kemudian jadi jadi dataran seperti ini sempat ramai juga dulu itu bet disebut dijuluki Kampung dollar polisi itu dulu kalau memang luar biasa omzetnya bahkan ada pasar juga dulu di sini ya Sampai akhirnya itu tadi datanglah eksplorasi minyak itu Itulah ada pengeboman itu Semenjak itu keramaian itu ada di sebelah sana Pak pertama ada penduduk itu di sini nih makanya mesin yang paling lama itu disini sama ada mesin di sini ada penduduk di sini tapi kemudian seiring dengan waktu jok pindah ke sana tuh yang mesin satunya itu yang ramai untuk ada pasar yang tadi saya bilang seperti itu Oh ya sebetulnya sih Hai lebih kepada ulah manusia sih di sekitar 1,7 hektar lahan pantai di kampung Beting sudah tergerus abrasi selama 12 tahun terakhir bagi warga yang mampu mereka bisa pindah ke wilayah lain dengan meninggalkan rumahnya begitu saja tapi bagi mereka yang tidak mampu tentu ini menjadi pilihan yang sulit [Musik] penelusuran berikutnya kami bertemu dengan Pak Kurtubi sekretaris desa pantai bahagia yang kebetulan sedang berada di kampung Beting Hai kami berdiskusi mencari tahu kira-kira apa saja yang sudah dilakukan pemerintah untuk mengatasi persoalan ini upaya-upaya pemerintah dalam hal ini Pemerintah desa dengan bersama masyarakat kami sudah melakukan penyedot tahun kepada masyarakat untuk melestarikan hutan mangrove dan menanam mangrove dan tetap menjaga mangrove tetap ada sebagai pertahanan paling depan untuk menjaga atau menghambat dari abrasi Hai Jelly it Ajarin aku dong Ayo kalau mau tapi nanti hasil fotonya yang aku kamu jadi tinggal juga Gimana year you hehehe menantang enggak pernah enggak ya wes kalau kita Cobain aja Cil night tangga ke tangan kiri kamu gini loh Hei kamu pegang ngerinya tapi di kanannya dasternya itu pake telunjuk kanan Nah kamu pegang nah ini kamu focusing dulu nih beratnya banget buat Windows kembali ih kembali dia Iya ya fokusnya kirim yang [Musik] Hai terendam bukan berarti pasrah warga menanam mangrove sebagai upaya menahan laju abrasi Hai Selain itu warga kampung Beting juga memanfaatkan mangrove untuk memenuhi kebutuhan ekonomi kelompok ibu-ibu di kampung ini mengelola tumbuhan mangrove menjadi beragam panganan dan hasilnya dijual ke luar daerah produknya paling [Musik] gombal kalo buah mangrove ngasih saya ambil dari jenis sonneratia atau tidak ada itu saya buat ada siru dodol ada orang krimnya juga ada steak kerupuk kripik dan banyak lagi ada coklat pun dari buah pot bisa dibilang ya makanan khas ini karena memang disini itu ya buahnya ya buah yang tumbuh tanaman yang tunggu itunya cuma mangrove jenis itu aja bayar hai hai Hai perjalanan di muaragembong meninggalkan kesan yang mendalam di di kampung yang dulunya ramai dihuni lebih dari 100 kepala keluarga namun kini tinggal setengahnya Kami merasa miris sekaligus takjub melihat masih ada warga yang bertahan di lokasi ini Jo Tadi kan kamu sempet nulis nulis tuh udah jadi belum lagi nya udah sih nggak jago Nyanyi dong Oke Wih balik senyum cerah yang terlihat Hai Hada jiwa telah yang berharap menanti belas kasih Ibu kartiwi memberi celah mempertahankan rumah kami Rashid remeh seperti akan dilanjut lagi tuh lagi bisa-bisa masih masih diperpanjang ilmu [Musik] Hai setelah menyusuri kawasan Muara Gembong sampailah gue akhirnya di Kota Pekalongan Jawa Tengah di kota dimana Gue akan bertemu dengan air ini namun sebelum itu Sekarang saatnya menjemput sahabat gue Oscar lolang house kali ini seorang penyanyi yang juga peduli terhadap masalah-masalah sosial ini terlihat dari banyak lirik lagu yang dibuatnya membahas masalah ini sekarang gue akan ajak dia untuk berkeliling di Kota Pekalongan aku ada kawan disini pastian namanya Oke nanti kita kesana sekalian aku tunjukin foto-foto yang udah sempet aku ambil di Muara Baru Muara Gembong ke kamu biar kamu lihat sendiri dan sekalian kita tunjukin juga kematian kau di Muara Baru Hai muaragembong udah kayak gini nih alamat Bagaimana tidak ngelihat yawis sekarang kita teman pasti lihat kita sekalian cari bukti kali ya Meskipun gua sudah satu kota dengan duli tapi kami terlebih dahulu menyusuri daerah yang berbeda disini gue ingin menggali cerita batik yang telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia [Musik] Hai di Kota Batik ini gua bertemu dengan chitra subiyakto seorang designer yang fokus pada fashion berkelanjutan atau circulation meski Pekalongan punya cerita kejayaan tentang batik bukan berarti kota dan warganya bebas dari masalah Hai lagi-lagi banjir rob menjadi ancaman yang dihadapi warga pesisir utara Jawa [Musik] di sini kami bertemu dengan mungkin Raharjo seorang pengusaha batik yang belakangan ini terancam banjir rob bahkan tiap tahunnya Rob menggenangi hingga ke bagian ruang produksi dan mengganggu aktivitas produksi batik Pak inikan banjir opini kemarin kesini masuknya Pak atau Bu gede-gede lantai aduh lebih rendah lagi Oke sekarang kita ini udah kita tinggi terus habis itu untuk tahun berikutnya itu tahun berapa ya kita tahun 2014 mulai siapkan tunaiku yang itu yang kita nggak justru menjadi pertama ini tahun berikutnya segini itu tahu kemarin begitu paling kita udah dinaikin segini ya berarti ini sekarang kalau lagi banjir airnya enggak naik lagi ke depannya padahal lokasi pabrik batik ini berada di Desa Karang jompo yang berjarak sekitar 4 kilometer dari bibir pantai kalau lagi rok tuh ngefek ke produksi batiknya enggak sih Pak awe kalau panjangkan orang nggak usah kerja nya Bagusan sekarang nih kita udah ada tempat yang kita tinggikan yang tuh batik itu masih lumayan bisa kerja tapi di jalan Sudah becek kalau untuk kualitas batik yang dihasilkan itu kualitas baterai ya pengaruhnya ke cuaca buruk karena kalau kita akan stragen tuh pakai ada obat-obat tertentu yang membutuhkan cuaca yang sering sama panas gitu ya kalau hanya lembab Banjarnya HPnya penyerapan warnanya berbeda gitu jadi kematian nanti warna itu ada pengaruh gaya normal [Tepuk tangan] hai hai Oh gitu Hei kepastian Dolly ya pernah atap lama ketemu nih Iya nanti kalau 2 tahun masih ah waalaikum Waalaikum salam sampai nih kawan Hey Dian duduk-duduk aja kebetulan nih lagi Ade nih aku habis muter-muter sampe ya Maya ngopi dulu enak sih kayaknya oke ya oke Nice ya aku kok kopi di kopi susu coklat Anda ada-ada aja nggak ngeh siap biar disiapin belum siap oke eh Dalam rangka apa nih Pekalongan jadi apa Ya sepertinya enggak ada rencana yang ini juga sih lihat memutar-mutar tadi janjiannya mau Soekarno kalau ngantap sebelumnya aku itu motret motor sekarang Mas kegiatan Oh ya sebelumnya aku dimarah baru itu aku sempat motret daerah Jakarta Utara Yadi di pelabuhan sana itu aku pas lagi motret motret menyadari nah ini permukaan air laut kok atas daratan gitu mau nulis sendiri cepet janjian mau kasih lihat fotonya Iyo benar-benar ada-ada ada cowok ada beberapa aku foto-foto yang kuambil dah sempet aku cetak Oh ya belum AV dicey tapi kita lihat teh cuman ini problematika di pesisir nah Tarra ya Iya Nah makanya wa aku janji nama Oskar Kalongan ingat pasti anjing mastiin Gimana kabarnya sekali mampir lagi untuk lagi santai ndak Makanya saya bilang Dolly bahwa seperti ini bukan ini bencana-bencana yang dampaknya akan ke semua ke kau apa namanya kalangan ya Jadi ini bukan cuma serta-merta tugas pemerintah saja sih kalau menurut saya jadi masyarakat pun harus bener-bener Oh ya Mulai peduli hanya dengan keadaan supercepat dampak crop juga telah mengepung dan menenggelamkan rumah warga di sekitar pabrik batiknya kini sebagian kawasan persawahan hingga rumah warga telah terkenal top Hai buah menyusuri rumah warga dan melihat betapa masalah Rope ini semakin serius bagi warga yang mampu mereka coba mengurus rumah dengan semen pasir dan bebatuan atau bahkan seperti warga yang lain meninggalkan rumahnya begitu saja namun ada keluarga yang tidak memiliki pilihan mereka harus tetap tinggal di rumah bersama genangan air laut lebih banyak kayak gini mungkin lebih pokoknya air masuk dari tahun 2009 paling parah 14 sampai ke sini Hai Shikamaru tak dipakai beberapa tahun tuh dalamnya banyak barang-barang yang diakui keluarin hai hai Hai paling tinggi sampai sini Dik Hai ini bawahnya udah ada keramiknya kalau enggak ada grafiknya uh dalam lahir hai hai Hai perjalanan bersama Citra di Pekalongan menambah temuan gue tentang apa yang terjadi di pesisir utara Jawa gimana krisis iklim berdampak pada anomali Cuaca dan juga abrasi sehingga menjadi Ancaman bagi masyarakat pesisir [Musik] dan di Pekalongan bukan hanya masyarakat yang terancam namun juga keberlanjutan batik yang telah menjadi identitas dan budaya termasuk masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada produksi batik berskala kecil atau Hai semuanya membuktikan apa yang disampaikan Mas Tian gue dan masker menuju kawasan Utara Pekalongan tepatnya di taman Mangrove kami akan menemui pak Wah yang telah belasan tahun mengelola kawasan ini dengan menanam mangrove hal itu ia lakukan karena awalnya takut terkena tsunami seperti di Aceh pada tahun 2004 Silam Hai namun belakangan tanaman mangrove yang ia tanam juga berperan penting dalam menahan laju air laut yang semakin menjorok ke daratan hal itu seiring dengan Pekalongan yang menghadapi abrasi hingga 50 meter dari garis bibir pantai ada berapa lama Pak Wah ini pak yang ngurusin mangrove dari sejak tahun 2004 akhir tapi 2005 oleh ada penanaman mangrove untuk pakwa sendiri atau bersama teman-teman atau ada-ada organisasi dulunya Saya pribadi sendiri sia teh Nira sejak ada tsunami di Aceh itu saya mempunyai insiatif tenanan makhluk sendiri inilah jangka waktu orang lebih dua bulan ada kelompok khususnya kelompok mangrove masuk lokasi kandang panjang Umi t Hai kupu-kupu bersama Oskar dan pak Wah Gue menuju tempat penanaman mangrove di bagian utara kebetulan ada sekelompok remaja yang peduli lingkungan sedang melakukan penanaman mangrove di sana Pak Wah sengaja memberikan keleluasaan kepada para pecinta lingkungan untuk membantunya menanam mangrove meskipun mangrove bukanlah solusi utama untuk mengatasi masalah krisis iklim tapi setidaknya inilah yang bisa mereka lakukan untuk menahan laju abrasi sekaligus sebagai langkah kecil dalam memperlambat pemanasan global [Musik] hai hai wiyos ingin Lord gombay yah KYT not humbai Khan wiyos ingin nord.com by Yan hai oh lo skumbay Khan yo wis sing Keno cwo My Heart yo Wi Yo sing Ken Lord skumbay Yan dan waktu yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba gue bertemu dengan air in di Kota Pekalongan [Musik] Oh Lord kumayan Nyi Roro Kemudian kami berbagi cerita lewat foto dari perjalanan yang telah ditempuh mulai dari Muara Baru Jakarta muaragembong Bekasi hingga Kota Pekalongan Ombai Wei aja in love Rumbai khan Oh oleh kumbayana dari perjalanan kami menyusuri kawasan utara Jawa Masalah kenaikan air laut seperti fenomena gunung es yang menyimpan banyak persoalan apa yang kami lihat hanya ujung kecil dari puncak perubahan iklim di dunia tapi yang jelas perubahan iklim sudah mendampak bagi masyarakat gimana fenomena abrasi semakin hari semakin menenggelamkan kawasan pesisir dan Indonesia sebagai negara kepulauan sedang menghadapi ancaman serius hingga 50 tahun mendatang le Hai wav in northfield Gom by heart with your friend notch kumbayana Holosen kumayan baterai kita melaju Kitalah nahkodanya bahtera kita melaju Kitalah nahkodanya baterai kita Amel laju Kitalah nahkodanya ngantuk di air laut di pekarangan George Hai lumpur menjadi menu sarapan Hai bahtera kita melaju Kitalah nahkodanya bahtera kita melaju Kitalah nah mudanya Pa tengah kita melaju Kitalah nahkodanya kumbaya Malo kumbayah Wook ummaya Maluku banyak raswo.com ayamnya Rasul Ayah humayya makhluk humbaya humbaya Malut boombayah boombayah boombayah wiyos w Snow White Snow Cisco bye