Transcript
MQPa6tRKyEU • Pasukan misterius penjaga Paus | DW Dokumenter
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/DWDokumenter/.shards/text-0001.zst#text/0029_MQPa6tRKyEU.txt
Kind: captions
Language: id
Dengan seragam warna-warni dan senjata
khas abad
pertengahan, para pengawal di lapangan
Santo Petrus di Kota Vatikan mungkin
terlihat
lucu. Namun, banyak yang tidak tahu.
Mereka ini tentara sungguhan terlatih
melakukan perlindungan dan pertempuran
jarak dekat.
[Musik]
Saat ini Garda Swiss beranggotakan 135
orang. Mereka semua telah bersumpah
untuk mengorbankan nyawa demi
paus. Jika ada yang berlari sambil
mengacungkan pisau ke arah paus, saya
tidak bangga membunuh orang itu. Tapi
itu mungkin perlu demi kebaikan gereja.
Pasukan yang secara tradisi masa
lampau dengan senjata tradisional yang
ditempat sebuah keluarga di
Austria dengan metode yang sama sejak
abad pertengahan.
Bagian ini untuk menarik dan ujungnya
untuk
menusuk. Mereka berusia 20an tahun dan
telah bertekad mengabdikan 2 tahun hidup
mereka untuk iman kepercayaan dan
paus. Siapakah para pemuda ini yang
kehidupannya tampak tidak selaras dengan
dunia modern?
Ini adalah kisah tentang pasukan
misterius penjaga
paus. Setiap tahun Vatikan merekrut
pasukan dari Swiss. Tentara dari Swiss
yang melindungi Paus adalah sebuah
tradisi yang telah berlangsung selama
500 tahun.
Ini adalah di Freiburg, daerah yang
berbahasa Prancis di Swiss. Di sinilah
Leo tinggal sepanjang hidupnya. Namun di
usia ke-20, Leo siap membuat perubahan
radikal. Beberapa hari ke depan dia akan
berangkat ke Roma untuk melayani
paus, pakaian olahraga, baju tidur,
perlengkapan
mandi, kamus bahasa Italia, dan masker
gas tentara. Belum tahu ini untuk
apa. Leo telah menunaikan wajib
militernya yang merupakan kewajiban
warga negara
Swiss. Hiasan di kamar tidurnya agak
berbeda dibandingkan anak laki-laki
seusianya. Gambar-gambar keagamaan, foto
Yohanes Paulus I, dan miniatur Garda
Swiss. Baginya ini adalah impian yang
jadi kenyataan.
Saya memimpikan ini sejak kecil. Sungguh
suatu kehormatan bisa begitu dekat
dengan Paus. Saya pikir sungguh
kehormatan bisa bergabung dengan Garda
Swiss. Kami bisa banyak belajar di sana.
Semua tentang sejarah Vatikan dan agama
kami juga tentang aspek militernya. Di
sana ada banyak hal menarik dan
menggugah rasa ingin tahu. Dan bagi saya
ini adalah kesempatan unik. Jadi mengapa
tidak memanfaatkannya?
[Musik]
Beberapa bulan lalu dia melamar dan
diterima. Vatikan kemudian memintanya
menandatangani surat komitmen
ini. Dengan ini saya menyatakan bahwa
saya adalah warga negara Swiss, bahwa
saya menjalankan agama Katolik Roma dan
hidup sesuai ajaran gereja dan bahwa
saya berkomitmen sebuah tanggung jawab
serius di mana Leo menyatakan
kesediaannya untuk membela Paus dalam
keadaan apapun. Karena itu saya siap
mengabdikan hidup bagi Bapak Suci dan
para penerus yang
sah. Keputusan Leo untuk mendaftar
bukanlah
kebetulan. Ayahnya yang sekarang menjadi
pekerja sosial 30 tahun lalu juga
anggota Garda Swiss. Ini fotonya dalam
seragam lengkap pada tahun
1990-an. Itu pengalaman yang luar biasa
bagi saya. Saya seumuran Leo ketika dia
pergi. Pengalaman yang luar biasa dan
baik.
Leo memenuhi semua kriteria dan
persyaratan Vatikan. Ia warga negara
Swiss lajang, Katolik yang taat. Tinggi
badan lebih dari 1,74 m dan telah
menyelesaikan wajib militer. Pastornya
memberikan referensi tentang
karakternya.
Selamat pagi. Selamat pagi. Apa kabar?
Baik, Anda apa kabar? Saya datang untuk
mengambil jaz. Baik, kalau sudah
selesai. Iya, jaznya sudah selesai.
Terima kasih. Persyaratan terakhir
sebelum berangkat adalah jaz
hitam. Jaz yang dikenakan pasukan Garda
Swiss ketika bepergian dengan paus.
Gugup
lumayan. Ini di luar zona nyaman saya.
Saya akan memulai petualangan baru dan
berpisah dengan
keluarga. Tapi di satu sisi semua ini
terasa aneh. Cubiza.
Seperti semua rekrutan baru, Leo
mendaftar jadi pengawal Garda Swiss
untuk masa 26 bulan. Ini pertama kalinya
dia meninggalkan rumah dalam jangka
waktu lama.
Saya gembira untuknya, tapi pastinya
saya akan kangen. Itu sudah pasti. Akan
sangat terasa janggal.
Tapi aku bangga padamu.
Terima kasih.
Roma. Beberapa hari kemudian 14 rekrutan
baru Garda Swiss memasuki
Vatikan. Leo salah satunya.
Saya gugup gembira tidak sabar. Saya
tidak sabar memulai petualangan
baru. Tentu saja para pemuda ini
tertarik dengan aspek militer dari
petualangan ini. Namun mereka juga
adalah umat Katolik yang taat dan
berkomitmen seperti pemuda
ini. Garda Swiss tidak hanya punya sisi
militer tetapi juga sisi keagamaan. Dan
dengan mengabdi di pusat keagamaan
Katolik, saya berharap dapat memperdalam
dan memperkuat iman
saya. Setiap tahun Vatikan merekrut
sekitar 30 pengawal baru Garda
Swiss. Ini adalah barak yang akan mereka
tinggali dalam 2 tahun ke depan. Sebuah
koridor panjang yang mengarah ke
ruangan-ruangan kosong tanpa
pintu. Luasnya tidak sampai 8 m² dan dua
tempat tidur sempit.
3 menit lagi jangan mengobrol.
Mereka punya beberapa menit untuk
bersiap dan mengenakan seragam di bawah
pengawasan
instruktur. Rene telah bergabung dengan
Garda Swiss selama 6
tahun. Vatikan adalah dunia yang
berbeda. Kami harus menjelaskan segala
sesuatunya dan apa yang harus mereka
hormati. Kami mengharapkan disiplin
ketat.
Ada yang tiba-tiba merasa
panik. Mereka mencoba mengatasinya
dengan bantuan tutorial di internet.
Apa ini yang pertama? Tidak, tapi sudah
lama sejak terakhir saya mengikat dasi
ketika wajib militer. Jika sudah sekali
membuat simpul dasi, tidak perlu dari
awal lagi. Tinggal dilonggarkan dan
pakai lagi. Bantu rekan kalian mengikat
dasi.
Siap.
Dan meski semuanya mengenakan jaz
terbaik, ini bukanlah untuk pesta
penyambutan.
Yang terakhir keluar matikan
lampu. Para rekrutan muda ini baru
berada di sana kurang dari 1 jam dan
mereka langsung merasakan suasana
Vatikan.
Misa diadakan di kapel khusus untuk
Garda
Swiss. Mereka semua tahu mereka memasuki
dunia yang
berbeda. Dunia yang tertutup ditata oleh
aturan-aturan kuno dan tertutup untuk
warga biasa.
[Musik]
Vatikan adalah tempat misterius dan
tertutup. Tentu saja ada bagian-bagian
yang dapat dilihat para
wisatawan. Lapangan Santo Petrus dan
Basilika dihadiri jutaan pengunjung
setiap
tahun dengan segala warisan budaya,
pernak-pernik keagamaan, dan foto-foto
paus Fransiskus yang tidak mungkin
terlewatkan.
Namun Vatikan adalah pusat agama
Katolik. Negara merdeka yang terletak di
jantung kota Roma, negara terkecil di
dunia. Luasnya hanya 12eng
km². Dari sinilah Paus memerintah atas
1,4 miliar umat Katolik. Di Vatikan, dia
sangat berkuasa. Satu dari sedikit
monarki absolut terakhir di dunia.
[Musik]
Ini adalah tempat yang syarat akan
pengaruh dan kekuasaan. Dikelilingi
tembok tinggi dengan kamera
pengawas. Vatikan selalu
dilindungi. Di luar perbatasannya
dilindungi tentara dan polisi
Italia. Bagian dalam perbatasan
dilindungi sekelompok polisi Italia. dan
Garda Swiss yang telah lebih dari 500
tahun mengawal para
[Musik]
paus. Semua ini bermula pada abad ke-16
ketika Paus Julius kedua menyewat 150
tentara bayaran Swiss untuk
melindunginya. Kala itu para prajurit
Swiss terkenal atas keberaniannya dalam
bertempur dan yang terpenting kesetiaan
mereka. Hebatnya tradisi ini terus
berlanjut dan Garda Swiss masih
mempertahankan baju Zirah dan seragamnya
yang
ikonik. Seragam impian para anggota baru
seperti Grego dan Leo untuk saat ini
mereka hanya punya sepatunya.
Ini bunyi sepatunya.
Wah keren banget.
Ini adalah hari pengukuran
seragam. Tempat penjahit seragam Garda
Swiss terletak di barak. Semua seragam
dibuat sesuai pesanan di sini.
Turunkan lenganmu. Terima kasih. 42,
orang yang bertanggung jawab di sini
adalah Eti Cicioni. Dia membuat lebih
dari 50 seragam setiap tahunnya.
Saya telah melakukan pekerjaan ini sejak
1997. Jadi ini tahun ke-25 saya dengan
Garda Swiss.
Sejak memulai pekerjaan ini, pria ini
telah bekerja untuk tiga
paus. Seragam Garda Swiss adalah warisan
dari zaman Renaisans,
Italia. Terdiri dari 154 potong wall,
dijahit secara manual.
Ini kami butuh 39 jam untuk menjahit
satu seragam.
Keren sekali. Biasanya kami cuma bisa
melihat, bukannya memakai. Sekarang
akhirnya kami diukur untuk bisa
dibuatkan bajunya. Sangat menyenangkan.
[Musik]
Selama 2 tahun bertugas, pengawal Garda
Swiss hampir selalu tinggal di dalam
Vatikan. Jarang sekali
keluar. Mereka makan dan tidur di
barak. Setelah 4 bulan di
asrama, Gregoar kini memiliki kamar
dengan pemandangan kota Roma.
Di Swiss saya bisa melihat pegunungan,
namun di sini saya melihat Kastil Santo
Angelo dan monumen bersejarah lainnya.
Ini perubahan besar dan saya sangat
menikmatinya.
Kehidupan Gregor bersifat
semiimastik. Kehidupan biarawan dan
prajurit yang mengabdi sepenuhnya untuk
[Musik]
paus. Saat mengenakan seragam, Anda
mewakili sesuatu yang berusia lebih dari
2000 tahun. Apa yang kami wakili dengan
seragam ini adalah Bapak Suci dan
Gereja. Itu sungguh terhormat.
[Musik]
Gregoar bertugas siang dan
malam. Seperti semua anggota baru,
perannya adalah mengawasi pintu masuk
Vatikan. Seperti rekan-rekannya, Gregar
tidak punya waktu libur di akhir pekan.
Dan 30 hari libur dalam setahun.
Ada yang suka menghabiskan masa mudanya
berkeliling dunia dan belajar. Bagi
kami, saya memberikan setidaknya 2 tahun
untuk gereja dan saya percaya saya harus
mengabdi total untuk itu. Saya tidak
mengatakan bahwa kita harus mengabaikan
diri sendiri, tapi kita harus
mengesampingkan sebagian besar minat.
Mereka terkadang bekerja hingga 60 jam
seminggu. Kami menghasilkan rata-rata
1500.
Tidak banyak. Memang tidak, tapi bukan
masalah. Itu upah rata-rata di Italia.
Di Swiss jumlah itu memang nyaris, tidak
dapat apa-apa. Gaji rata-rata di Swiss
sekitar 5.000 frank. Pekerja tidak
terampil dibayar 4.000 hingga 4.500
frank. Di sini dibayar 15.500o. Tapi
kita bukan di Swiss. Itu menunjukkan
bahwa kami ke sini benar-benar untuk
mengabdi, bukan mencari uang.
Imbalannya, prajurit muda ini mendapat
hak istimewa seperti akses bebas ke
tempat-tempat yang biasanya terlarang
untuk warga
biasa, termasuk ke Taman
Vatikan. Sebuah oasis hijau yang indah
di pusat
kota. Taman-taman ini luasnya lebih dari
setengah area Vatikan.
Taman ini umumnya hanya terbuka untuk
pastor, biarawan, dan biarawati yang
tinggal di sana. Namun, Garda Swiss
dapat berlatih di taman ini
kapanpun. Ini merupakan paru-paru bagi
kota dan kami juga. Dan saya perlu
katakan bahwa kami sangat beruntung
memiliki ini karena tidak semua orang di
Roma memiliki akses ke taman-taman yang
damai seperti
ini. Di sore hari ada sedikit waktu
untuk
bersantai. Para penjaga dapat
meninggalkan Vatikan kapanpun. Tetapi
waktu mereka
terbatas. Jadi Leo dan teman-temannya
tidak pernah pergi terlalu jauh ke
Roma. Tempat berkumpul mereka adalah
sebuah bar yang berjarak 200 m dari
Vatikan. Itu di sana yang ada tulisan
Morrison di bawah lengkungan itu.
Mereka mencoba berkumpul di sana
setidaknya seminggu sekali.
Satu gelas bir cukup.
Karena bahkan saat tidak bertugas, Garda
Swiss tetap jadi representasi Paus.
Ini adalah tanggung jawab besar karena
kami mewakili nilai kepausan dan Gereja
Katolik. Ketika kami tiba di suatu
tempat, orang-orang tahu bahwa kami
adalah Garda Swiss. Jadi, saya tidak
bisa mabuk-mabukan
sembarangan. Pau sendiri mengingatkan
kami tentang ini setiap tahunnya. Dalam
pertemuan tertutup, dia berpesan kepada
anggota baru yang mengambil sumpah. Dia
berkata, "Kalian adalah kartu nama
saya bahkan di bar mereka mempraktikkan
ajaran
agama. Saat di Swiss saya tidak selalu
menjalankannya. Namun di sini kami
melakukannya dengan teratur. Itu jadi
kebiasaan.
Saya tidak merasa malu. Saya nyaman dan
jika ada yang tidak suka, mereka bisa
sampaikan langsung ke
saya. Kamu tidak merasa berbeda dari
dunia
modern? Bukannya dunia modern yang
berbeda dari kami?
[Musik]
Sejauh mana aturan keberagaman Vatikan
mempengaruhi kehidupan pribadi
mereka? Saat menjadi Garda Swiss, apa
kalian juga mengikrarkan kaul kemurnian?
Tidak. Tentu tidak. Tidak.
Kami bukan pastor, kami
pengawal. Setelah 5 tahun, kami boleh
berkeluarga. Meski tetap jadi pengawal,
kami tidak mengucapkan janji
selibat. Kami masih punya hak
berkeluarga atau
berpasangan. Dari mereka yang duduk di
meja itu, hanya Mark yang sudah punya
pacar. Dia sudah 2 tahun berada di
Vatikan dan baru saja memperpanjang 1
tahun lagi.
Ya, saya punya pacar di Swiss. Di Swiss?
Betul, di Swiss. Kalian sudah berpacaran
sebelum bergabung Garda? Betul, kami
berpacaran. Saat mengatakan akan jadi
personel Garda Swiss selama 2 tahun, dia
bilang apa? Jelas dia awalnya tidak
begitu senang, tapi saya tahu bahwa jika
saya tidak melakukannya, saya akan
menyesal. Dia tahu bahwa saya akan pergi
selama 2 tahun dan kemudian lebih lama.
anggap saja tidak mudah untuk
meyakinkannya. Tetapi jika kami bisa
melewati ini, ke depannya mungkin bisa
berhasil.
Pengawal Garda Swiss boleh tinggal di
Vatikan bersama seorang perempuan dengan
dua syarat.
Pengawal telah bekerja di sana
setidaknya 5 tahun dan mereka harus
menikah. Di barak pelatihan makin
serius. Para rekrutan muda harus menjadi
tentara secepat
mungkin. Pelatihan yang dipercepat ini
diberikan oleh instruktur dari tentara
Swiss. Konfederasi Swiss menanggung
setengah dari biaya pelatihan militer
Garda Swiss di Vatikan.
Di pegunungan Ticino di area Swiss yang
berbahasa
Italia terdapat pusat pelatihan bagi
pasukan khusus negara itu.
Ini adalah pangkalan pelatihan militer
untuk rekrutan baru Garda Swiss.
Semua anak muda ini telah menyelesaikan
4 bulan wajib militer. Namun semua ini
adalah hal baru bagi mereka. Pernah
menembakkan senjata sebelumnya? Belum
pernah. Dengan pistol, saya hanya
menembak senapan saat bertugas di
militer. Saya akui pistol jauh lebih
sulit untuk membidik.
Pelatihan ini berlangsung 1 bulan.
Pengawal muda ini akan mempelajari
teknik pertarungan jarak dekat dari
pasukan khusus kepolisian
Swiss. Tujuannya menaklukkan bahaya di
antara para turis di lapangan Santo
Petrus.
Ini kali pertama Gregar melakukan
latihan perlindungan jarak dekat seperti
ini. Bukannya terkejut, tapi ini memang
hal baru. Kita seringkiali melihat
personel Garda Swiss berdiri diam di
pintu perunggu dengan tombak. Tetapi
ternyata lebih dari itu. Iya, saya
menikmatinya. Ini juga tanggung jawab
yang harus diterima oleh Garda Swiss dan
sesuatu yang wajar mengingat ancaman
yang ada saat
ini. Bagi Vatikan, ancaman terbesar
bukanlah serangan dari teroris,
melainkan percobaan pembunuhan Paus saat
dia bertemu umat Katolik.
Sejak terpilih pada tahun
2013, Paus Fransiskus berusaha dekat
dengan publik. Kedekatan ini sering
membuat mereka yang bertanggung jawab
atas keamanannya merasa
cemas. Barak Garda
Swiss pukul 5
pagi. Hari yang menegangkan dimulai bagi
Rene sang kopral.
Ini adalah misa pasca tahun 2023 dan dia
akan menjadi pengawal Bapa
Suci. Untuk bisa berbaur, dia akan
mengenakan pakaian sipil, setelan jas
hitam, dan dasi istimewa
ini. Saya memakainya terutama untuk
perlindungan jarak
dekat. Jadi, dasi ini tidak bisa
ditarik. Kalau ditarik ini akan lepas.
Dasi ini lebih cepat untuk
dipakai. Rene berlatih tinju dan
olahraga bela diri. Di usia 29 tahun,
dia adalah salah satu anggota elit Garda
Swiss. Ada sekitar 30 orang yang
memberikan perlindungan jarak dekat bagi
Paus
[Musik]
Fransciskus. Saat saya dekat dengannya
dan dia bergerak, saya harus 100% siap.
Dalam bahasa Jerman kita mengatakan
berharap untuk yang terbaik dan bersiap
untuk yang terburuk.
Dia membawa
borgol, gas air mata, dan pistol semi
otomatis yang tidak boleh ditunjukkan ke
kamera.
[Musik]
Minggu pasca 2023, 80.000 peziarah
diperkirakan akan hadir di lapangan
Santo Petrus, tempat paus memimpin misa.
Vatikan berada dalam status siaga
tertinggi. Seluruh alun-alun diawasi
dengan ketat. Garda Swiss berpatroli di
atap-atap gedung. Di lantai dasar,
polisi Italia mengontrol akses masuk.
Ini adalah hari terpenting bagi umat
Katolik. Mereka merayakan kebangkitan
Kristus dan tradisi mengharuskan Paus
merayakan misa di tempat terbuka di
depan Basilika Santo Petrus.
[Musik]
Bagi Rene dan petugas Garda Swis, saat
paling sulit adalah setelah misa ketika
Paus bertemu dengan umat Katolik di
mobil putihnya yang terbuka, mobil paus
yang terkenal.
Terlepas dari risiko dan usianya yang
lanjut, Paus Fransisco selalu berusaha
bertemu umat
Katolik. Rene yang memimpin pengawalan
itu dia di kiri bawah layar di depan
mobil.
Dia menyisir kerumunan seperti para
pengawal Garda Swiss. Dia memikirkan
serangan terhadap Yohanes Paulus I lebih
dari 40 tahun
lalu.
1981. Tepat di tempat yang sama,
lapangan Santo Petrus. Yohanes Paulus I
berada di kerumunan umat Katolik.
Tiba-tiba seorang pria melepaskan
tembakan. Paus jatuh. Ia tertembak di
perut.
Dia dilarikan ke rumah sakit dan
nyawanya nyaris tak
tertolong. Itu pengalaman traumatis bagi
Garda Swiss yang sejak saat itu
memperketat protokol
keamanan. Dan hingga saat ini insiden
serius belum pernah terjadi
[Musik]
lagi. Di akhir upacara, Garda Swiss
berbaris dengan baju besi dan seragam
lengkap.
sebuah aksi yang memancing rasa haru
bagi sebagian penonton.
Sangat
tradisional. Menurut saya sangat bagus
untuk menjaga
tradisi. Apalagi sebagian besar anak
muda itu bagus. Ini menunjukkan masih
ada anak muda yang berkomitmen.
Tetapi hari itu para rekrutan baru tidak
ikut
berparade. Mereka belum siap. Mereka
masih harus menjalani latihan
penting. Salah satu latihan yang sangat
mereka
takuti, latihan
penjagaan. Grego Leo, dan rekan-rekannya
harus berdiri diam tanpa suara selama 1
jam sambil memegang tombak.
Dan uniknya ini adalah keahlian yang
harus
diajarkan. Mengendalikan diri, tidak
bergerak, tidak boleh menggaruk. Itu
bagian tersulit. Ini latihan yang bagus
karena anak muda zaman sekarang tidak
terbiasa berdiam selama beberapa jam
tanpa melakukan
apapun. Rene Sang Kopral mengawasi
latihan tersebut.
Dia menguji ketahanan para rekrutan satu
persatu. Setelah 30 menit, Grear mulai
melemah.
Diamlah di sini.
Jangan menoleh dengan bahumu.
Tegakkan bahu.
Saat Greguar berjuang mencari posisi
yang tepat, Leo berhasil melewati ujian.
Sangat perlu konsentrasi. Namun begitu
kita berkonsentrasi, waktu berlalu
dengan cepat.
profond yang terpenting adalah
memastikan mereka baik-baik
saja. Kami harus bertindak cepat jika
seseorang merasa tidak enak
badan. Pernah ada yang jatuh
sakit? Pernah sering terjadi saat
latihan.
Tugas jaga adalah bagian penting dari
pekerjaan
[Musik]
ini. Pengawal dapat menghabiskan waktu
hingga 4 jam sehari untuk menjaga pintu
masuk
Vatikan. Namun Paus tidak selalu tinggal
di Vatikan. Selama 12 tahun terakhir
Paus Fransiskus juga bepergian ke
seluruh dunia untuk bertemu dengan umat
Katolik. Ia tidak ragu melawat ke negara
yang dianggap berisiko
tinggi. Petugas Garda Swiss bertanggung
jawab mengatur
perjalanannya. Banyak perjalanan
internasional paus dilakukan ke
negara-negara di mana umat Kristen
adalah minoritas. Pada November 2022,
Paus mengunjungi Bahrain, negara Arab
yang berbatasan dengan Arab Saudi. Di
sini 80% penduduknya beragama Islam.
Setelah menempuh perjalanan selama 6
jam, pesawat mendarat di Manama ibu kota
Bahrain. Bahrain adalah kerajaan kecil
produsen minyak berpenduduk 1,5 juta
orang. Ini adalah negara monarki tangan
besi yang diperintah oleh Raja
Alkhalifah.
Namun di sisi lain, negara ini dikenal
atas
toleransinya terhadap agama
lain. Bagi Bahrain, kunjungan Paus
sangat
istimewa. Kerajaan telah menyiapkan
sambutan mewah.
Namun kemewahan itu tidak sesuai dengan
kebiasaan Paus Fransiskus yang datang
dengan fiat 500 dan duduk di samping
sopirnya. Mobil itu merupakan simbol
bagi Paus Fransiskus. Dia memutuskan
telah menjadikan kesederhanaan dan
kesopanan sebagai prinsip kepausannya.
[Tepuk tangan]
Bagi Paus Fransiskus, perjalanan
diplomatik ke negara-negara muslim ini
penting. Perjalanan ini membangun
hubungan langsung ke para pemimpin.
Jadi, dia dapat memperjuangkan
kepentingan umat Kristiani di negara
ini. Paus berperan dalam perdamaian
dunia. Jadi kunjungan ini sangat
penting. Ini kunjungan bersejarah dan
penting. Kunjungan ini juga memperkuat
hubungan antar
agama. Besok adalah hari penting bagi
Paus. Dia akan menyampaikan pidato di
hadapan 80.000 umatolik di negara ini.
[Musik]
Di Bahrain, umat Katolik sebagian besar
adalah pekerja imigran dari Asia,
terutama dari Filipina dan
[Musik]
India. Pengawal Garda Swiss sudah ada di
lokasi. Inspeksi terakhir sebelum
kedatangan
Paus. Marco menjadi pemimpin tim. Ini
adalah perjalanan dinasnya yang ke-10.
Kami memeriksa area untuk mobil
paus, jalur antara penghalang dan apakah
ada relawan untuk menjaga area
itu. Kami tidak boleh lengah, harus
selalu
siaga. Makanya kami agak cemas.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Di tribun ada 30.000 umat Katolik,
sebagian besar dari Asia. Mereka adalah
perwakilan umat Katolik baru yang ingin
dirangkul paus.
Misa berlangsung tanpa insiden.
[Musik]
Kembali ke Roma. Setelah 8 bulan latihan
rutin, para pengawal muda Garda Swiss
mulai percaya diri.
Leo, pemuda yang kami rekam saat
meninggalkan keluarganya. telah
berubah. Ini pengalaman luar biasa. Saya
masih menikmatinya seperti dulu. Saya
selalu mengatakan ini adalah pilihan
terbaik dalam hidup
saya. Ini adalah pengalaman belajar yang
luar biasa dan emosional. Saya juga
merasa jauh lebih percaya diri dan lebih
tenang. Kami semua jauh lebih tenang.
Banyak yang mengatakan ada perubahan
besar setelah 2 tahun. Seringkiali
mereka jadi jauh lebih tenang.
[Tepuk tangan]
Pelatihan militer telah ditingkatkan.
Hari ini para rekrutan dilatih menangani
serangan teroris di Vatikan.
Apa itu mungkin terjadi? Tentu ini bisa
terjadi di manapun. Bahkan di Swiss. Di
Vatikan ada paus, ada gereja. Tidak
semua orang menyukainya. Untungnya tidak
ada serangan selama beberapa tahun
terakhir, tetapi itu bisa terjadi kapan
saja.
Sekali lagi, instruktur dari tentara
Swiss datang ke Roma untuk melatih para
rekrutan dalam situasi nyata.
Tujuannya adalah mengidentifikasi dan
mengamankan semua orang yang bersenjata.
Latihan dimulai di balik pintu
ini. Skenarionya adalah teroris berhasil
masuk ke ruang bawah tanah
Vatikan. Mereka bersenjata dan menyandra
banyak orang. Room on the room on the
left.
room free.
Leo dan rekannya harus belajar
mengendalikan stres. Tujuan mereka
adalah mengamankan teroris tanpa melukai
warga sipil.
[Musik]
Didorong iman Leo dan Gregoar siap
mengabdi untuk melindungi Bapa Suci.
Apa Anda benar-benar siap mengorbankan
diri atas nama agama demi
paus? Tentu saja sulit menjelaskannya.
Saat datang ke sini, kami tahu harus
mengabdikan hidup
kami. Itu hal yang pasti dan kami
sanggupi. Siap
membunuh atau
terbunuh. Apa kamu siap membunuh atas
nama
Tuhan? Entahlah. Menurut saya, membunuh
atas nama Tuhan tetap merupakan hal
terburuk yang seseorang dapat
lakukan. Tapi jika ada yang berlari
sambil mengacungkan pisau ke arah paus,
saya tidak akan bangga membunuh orang
itu. Tetapi itu perlu dilakukan demi
kebaikan
gereja. Kita tidak bisa selalu memaafkan
semuanya. Terletak di Vatikan. Gudang
senjata ini adalah saksi tradisi panjang
militer.
Ini adalah pedang milik perwira Garda
Swiss. Yang mana pedang komandan? Ini
pedang
komandan. Apa ini pedang sungguhan? Bisa
melukai orang.
Betul ini pedang sungguhan.
Helm dan pelindung dada ini sebagian
berasal dari abad ke-16.
dan masih digunakan oleh Garda Swiss.
Beberapa baju Zira seperti ini harganya
sangat
mahal. Yang ini untuk komandan, ini
wakil komandan. Kita juga bisa melihat
lambang-lambang itu. Ini lambang Bapak
Suci Benediktus 16 yang dibuat saat masa
kepausannya. Dan yang ini dibuat
setelahnya saat masa kepausan
Fransiskus. Berapa harga pelindung dada
seperti ini? Sekitar 15.000o.
Tidak begitu kelihatan. Tapi ini baju
zirah baru. Baju ini dibuat secara
tradisional. Seluruhnya ditempa pakai
tangan. Vatikan menemukan sebuah
keluarga pandai besi yang dapat
membuatnya. Mereka tinggal di Austria di
pegunungan Alpen dan menjalankan tradisi
pandai besi abad pertengahan.
[Musik]
Yohan dan saudaranya Georg berasal dari
keluarga pengrajin yang garis
keturunannya bisa ditelusuri hingga abad
ke-14.
Kami diajarkan menjadi pandai besi oleh
ayah dan ayah kami diajarkan oleh kakek
dan seterusnya diwariskan dari generasi
ke generasi. Kami menggunakan teknik
tradisional seperti di abad pertengahan.
Nama keluarga mereka Schmid Berger
secara harfiah berarti pandai besi dari
gunung.
Generasi penerusnya sudah ada.
Maksimilian putra Geog baru berusia 14
tahun dan sudah bekerja penuh waktu di
sini.
Saat ini keluarga tersebut menempa semua
senjata tradisional Garda
Swis membuat satu set baju zira butuh
waktu antara 100 hingga 400
jam. Namun saat ini mereka sedang
menyelesaikan pesanan terakhir dari
Vatikan yaitu
tombak. Senjata ikonik Garda
Swiss. Senjata ini punya banyak fungsi.
[Musik]
Tampak ini untuk memukul musuh seperti
ini. Kailnya untuk menarik musuh ke
bawah dan ujungnya untuk
menusuk. 500 tahun lalu, semua pengawal
Kda Swiss hampir terbunuh ketika Raja
Charles 5 merebut Vatikan.
[Musik]
Setiap tahun untuk memperingati
pengorbanan mereka, anggota baru
disumpah pada tanggal 6 Mei, hari
peringatan pembantaian
tersebut. Beberapa jam lagi, Leo dan
rekannya akan mengucapkan sumpah mereka
kepada Paus.
Mereka semua akan mengenakan baju zirah
yang terkenal itu.
[Musik]
15 kg baja harus mereka kenakan selama 6
jam.
Kami bersumpah untuk
setia untuk selalu berada di sisi paus
selamanya.
Bahkan setelah masa tugas selesai, kami
tetaplah seorang pengawal. Ini sumpah
yang serius.
[Musik]
Upacara yang ditunggu-tunggu oleh orang
tua
Leo. 32 tahun lalu di tempat yang sama,
sang ayah juga mengucapkan
sumpahnya. Bagaimana rasanya kembali
lagi ke lapangan Santo Petrus?
Sekali menjadi pengawal, selalu jadi
pengawal. Meskipun saya pulang ke Swiss
setelah 2 tahun, sebagian hati saya
tetap berada di
sini. Karena tempat ini ibarat rumah,
kami langsung merasa seperti di
rumah. Apa Anda merasa Leo sudah dewasa?
Iya, dia sudah dewasa. I, dia telah
belajar mandiri.
[Musik]
Sebagai pengecualian, keluarga para
rekrutan baru diizinkan memasuki kota
Vatikan. Ke-36 pemuda ini yang baru saja
menginjak usia dewasa akan bersumpah
melayani Paus Fransiskus dan
penerusnya jika perlu hingga titik darah
penghabisan.
[Musik]
[Tepuk tangan]
Suara Grego penuh
[Tepuk tangan]
[Musik]
semangat setelah 2 tahun bertugas, Leo
dan Grego harus memilih kembali ke Swiss
dan menjadi warga negara biasa atau
bergabung dan meneruskan tradisi yang
telah ada selama lebih dari 500 tahun
bersama Garda Swiss terakhir pelindung
[Musik]
Paus. Ha.