Transcript
1oqpHktDIzM • METODE DAN TEKNIK SAMPLING SAMPAH
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/ProjectBIndonesia/.shards/text-0001.zst#text/0043_1oqpHktDIzM.txt
Kind: captions
Language: id
Tahun 2022 Sekaligus merupakan webinar
ke-17 yang diselenggarakan oleh butik
daur ulang Project di Indonesia di
sepanjang Tahun 2022 ini baik sebelumnya
perkenalkan saya Anisa luwana selaku MC
sekaligus moderator pada acara webinar
kita pada hari ini yang mengusung tema
mengenai metode dan teknik sampling
sampah bersama dua pemateri kita hari
ini yang tentunya sangat berpengalaman
sekali di bidang ini yaitu bapak dokter
hijrah Pertama Putra SMA dan Bapak Ibu
Rianda SMA acara ini diselenggarakan
oleh butik daur ulang Project B
Indonesia yang bekerjasama dengan
Universitas Islam Indonesia baik
selanjutnya bapak ibu hadirin yang
terhormat Izinkan saya mengucapkan
selamat datang dan memberikan salam
hormat saya kepada bapak dokter hijrah
Purnama Putra SMA
selaku founder dari butik daur ulang
Project B Indonesia sekaligus materi
kita pada hari ini kemudian kepada bapak
Yedi yurian SMA selaku kopandar dari
butik daur ulang Project B Indonesia
sekaligus pemateri kita pada hari ini
juga lalu kepada ketua jurusan Teknik
Lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan
perencanaan yaitu bapak dokter
engineering awal Udin murnianto SMA dan
juga kepada bapak ibu peserta webinar
pada hari yang berbahagia ini nah kali
ini Bapak Ibu sekalian di hari Sabtu ini
yang berarti sudah memasuki waktu
weekend nih kita tapi masih bisa
berkumpul dan belajar bersama semoga
walaupun webinar ini berlangsung saat
weekend dan online kita tetap bisa
belajar dan mendapatkan materi dengan
sebaik-baiknya karena materi kita hari
ini sangat menarik untuk dibahas karena
membahas mengenai metode dan teknik
sampling sampah
sebelum masuk ke materi webinar kita
saya mohon izin mengingatkan Bapak Ibu
sekalian untuk dapat mengisi daftar
hadir atau presensi di Link yang telah
admin kami kirimkan di kolom chat
kemudian seperti biasanya kami juga
menyiapkan 5 door prize Untuk Bapak Ibu
sekalian yang beruntung Dorkas ini
diberikan berdasarkan tiga pertanyaan
terbaik dan 2 Story Instagram terunik
selama webinar ini berlangsung
Nah untuk doorprise pertanyaan terbaik
akan kami umumkan di akhir acara
Sedangkan untuk Story Instagram terunik
pemenang akan dihubungi melalui DM oleh
admin kami kemudian seluruh hadiah ini
dipersembahkan oleh butik daur ulang
Project Indonesia jadi bagi Bapak Ibu
sekalian yang ingin bertanya selama
webinar ini berlangsung itu dapat sekali
memberikan pertanyaannya melalui kolom
chat dengan format nama kemudian
pertanyaan yang ingin ditanyakan
lalu untuk seri Instagram bapak ibu
dapat membuat Stories selama webinar ini
berlangsung semenarik mungkin dan jangan
lupa tag Instagram kami di @projectb
Indonesia
baik kemudian sebelum kita masuk ke
acara selanjutnya Dengan hormat saya
meminta kesediaan Bapak Ibu sekalian
untuk menonaktifkan microphone-nya
selama kegiatan ini berlangsung supaya
kita dapat menikmati materi yang
disampaikan dengan baik
sebelum kita masuk acara inti kita yaitu
penyampaian materi Mari kita dengarkan
terlebih dahulu penyampaian sambutan
patah dua patah kata dari bapak dokter
engineering Awaludin murnianto ML pelaku
ketua program studi teknik lingkungan
Universitas Islam Indonesia waktu dan
layar kami persilahkan
Apakah suara saya sudah terdengar
terdengar Bapak
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Selamat pagi Bapak Ibu
semuanya yang saya hormati Bapak hijrah
Purnama Putra selaku founder dari
Project di Indonesia juga pemateri pada
pagi hari ini kemudian Pak yebi
yuliandalah selaku pemateri dan kolega
saya di program studi teknik lingkungan
bapak ibu hadirin sekalian peserta
webinar dari Project di Indonesia butik
daur ulang yang pada kesempatan pagi
hari ini mengetengahkan tema metode
teknik sampling sampah seperti itu Bapak
Ibu yang saya hormati puji syukur kita
aturkan kehadirat Allah Subhanahu Wa
Ta'ala yang telah memberikan kita Rahmat
Hidayah serta inayahnya kepada kita
semua sehingga kita masih bisa
beraktivitas dengan baik
sampai pada hari ini kemudian juga
sholawat beserta salam kita haturkan ke
perusahaan nabi besar muhammad
shallallahu alaihi wasallam Semoga kita
menjadi termasuk ke dalam umatnya nanti
yang mendapatkan syafaat di hari akhirat
Bapak Ibu yang saya hormati saya
mewakili program studi teknik lingkungan
atas nama program studi dan juga pribadi
tentunya sangat mengapresiasi apa yang
sudah dilakukan oleh Project di
Indonesia dan kerjasamanya ini Insya
Allah akan terus berlanjut
ke tahun depan karena ini tadi
diingatkan juga di ujung tahun gitu ya
karena dari Pak hijrah sendiri juga di
teknik lingkungan Pak yebi juga di Prodi
teknik lingkungan sehingga kita
Insyaallah terus eee bersinergi seperti
itu Bapak Ibu yang saya hormati kalau
saya melihat tadi dari demografi
pesertanya ya itu banyak dari mahasiswa
mungkin ada di mahasiswa dan juga dari
bapak ibu dari PNS gitu ini menarik
sekali ya kalau kita ada seorang bijak
yang mengatakan bahwa sampah itu adalah
bagian paling Jujur dari diri kita gitu
katanya jadi kalau kita ingin mengenali
diri kita ya kita Kenali sampah kita
gitu nah ternyata menganali sampah itu
Modelnya ada banyak ya melakukan metode
teknik sampling itu adalah salah satu
hal yang paling dasar kalau kita salah
untuk mengkaterisasi sampah dan
lain-lain gitu tentu pengelolaannya
tidak akan
tepat seperti itu sehingga dengan
pembicara-pembicara yang sudah luar
biasa di bidangnya selain akademisi dan
juga praktisi Saya berharap ini bisa
menyebarkan apa ya informasi dan juga
apa
metode-metode yang mungkin selama ini
belum belum tepat seperti itu sehingga
kami berharap di dunia teknik lingkungan
atau diduga pengelolaan sampah ini juga
menjadi sumbangsih kita dari program
studi tandingan UI untuk
menyelaraskan atau mencerahkan apa yang
ada di masyarakat gampangnya Seperti ini
Bapak Ibu di Indonesia sudah ada sistem
informasi pengelolaan sampah nasional
sudah di setiap daerah Bapak Ibu sudah
ada
apa proporsi atau komposisi
karakteristik sampahnya Nah nanti
dibandingkan dengan hasil metode dan
juga teknik sampling yang sudah
diajarkan oleh Pak hijrah dan Pak yebi
ini nanti kalau dilihat mungkin Bapak
Ibu sebagai pemangku kebijakan atau
sebagai pemerhati sebagai pelaku gitu ya
bisa memberikan masukan kepada
pemerintah dan saya mohon izin karena
tidak bisa mengikuti acara ini hingga
akhir nanti saya berharap bapak ibu bisa
enjoy mengikuti acara ini sampai akhir
dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita
ee semuanya Apabila ada kata-kata yang
kurang berkenan saya mohon maaf apabila
topik wal hidayah wassalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh Terima kasih banyak bapak
awal yang telah memberikan sambutannya
dan sekaligus membuka acara pada pagi
hari ini Baik Bapak Ibu sekalian kami
dari panitia juga melakukan live
streaming melalui YouTube channel kami
di Project B Indonesia
jadi semisal selama acara webinar ini
berlangsung ada Bapak Ibu sekalian yang
mungkin terkendala di dalam Zoom itu
tidak perlu khawatir karena Bapak Ibu
sekalian juga tetap bisa mengikuti
webinar ini melalui YouTube channel kami
yaitu di Project B Indonesia
Kemudian kami juga ingin mengingatkan
kembali kepada bapak ibu yang ingin
memberikan pertanyaannya selama kegiatan
ini berlangsung itu dapat sekali
menuliskan pertanyaan Bapak Ibu sekalian
melalui kolom chat dengan format nama
dan pertanyaan yang ingin ditanyakan
lalu bagi Bapak Ibu yang mungkin
memiliki akun Instagram itu bisa sekali
membuat Story selama webinar ini
berlangsung semenarik mungkin dan jangan
lupa tag Instagram kami di Project di
Indonesia karena bakalan ada door prize
nih Untuk Bapak Ibu sekalian
baik tanpa berlama-lama lagi kita akan
langsung lanjut ke acara inti kita yaitu
penyampaian materi oleh pemateri kita
hari ini yaitu bapak dokter hijrah
Purnama Putra SMA dan bapaknya di
iriandala SMA Tapi sebelumnya saya mohon
izin Bapak Ibu sekalian untuk membacakan
CV Bapak hijrah dan Bapak Ibu terlebih
dahulu
Bapak dokter hijrah bernama Putra Ma ini
merupakan dosen program studi teknik
lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan
perencanaan Universitas Islam Indonesia
untuk pendidikannya Beliau pernah
menempuh pendidikan S1 teknik lingkungan
pada tahun 2006 di Universitas Islam
Indonesia Yogyakarta Kemudian beliau
melanjutkan pendidikan S2 Sistem teknik
pada tahun 2009 di Universitas Gadjah
Mada Yogyakarta Kemudian beliau juga
melanjutkan pendidikan S3 teknik
lingkungan pada tahun 2020 di Institut
Teknologi Bandung Kemudian untuk
aktivitasnya beliau merupakan dosen
program studi teknik lingkungan
Universitas Islam Indonesia Kemudian
beliau juga merupakan sekretaris Prodi
teknik lingkungan Universitas Islam
Indonesia lalu Beliau juga merupakan
ketua gpsm atau jejaring pengelola
sampah Mandiri Kabupaten Sleman tahun
2020 hingga 2023
Kemudian beliau juga merupakan founder
butik daur ulang Project B Indonesia
kemudian selanjutnya ini ada Bapak Yudi
yuriandala SMA beliau merupakan dosen
program studi teknik lingkungan Fakultas
Teknik Sipil dan perencanaan Universitas
Islam Indonesia
untuk pendidikannya Beliau pernah
menempuh pendidikan S1 teknik lingkungan
pada tahun 2011 di Universitas Islam
Indonesia Yogyakarta Kemudian beliau
juga melanjutkan pendidikan S2 teknik
sistem lingkungan pada tahun 2015 di
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Kemudian untuk aktivitasnya beliau
merupakan
dosen program studi teknik lingkungan
Universitas Islam Indonesia lalu Beliau
juga merupakan founder butik daur ulang
Project Indonesia lalu untuk karya
ilmiahnya pada tahun 2020 yaitu
pengolahan sampah organik sebagai solusi
ekonomi dari perguruan tinggi di masa
pandemi prosiling konferensi nasional
pengertian kepada masyarakat dan CSR
kemudian ada building information
keliling atau Dim adopsion model for
arsitektural education jurnal of design
and build environment
baik itu tadi sekilas mengenai kedua
pemateri kita pada pagi hari ini
selanjutnya saya mungkin akan menyapa
terlebih dahulu ke materi kita pada hari
ini yaitu bapak hijrah dan Bapak yebi
Assalamualaikum selamat pagi Bapak
hijrah dan Pak Ebi Waalaikumsalam
baik untuk penyampaian materinya
waktunya kurang lebih sampai jam 10.30
ya pak ya
baik tanpa berlama-lama langsung saja
tempat dan layar kami persilahkan oke
Baik Terima kasih Mbak Anisa
Mas yebi saya izin untuk memulai
silahkan Pak
hijrahmanirohim Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
bismillah alhamdulillah
tentunya Selamat pagi Bapak Ibu yang
kami hormati salam sejahtera bagi kita
semuanya
yang kami hormati pak Awaludin
nurmiyanto selaku ketua jurusan
di teknik lingkungan Universitas Islam
Indonesia yang Mungkin beliau
sudah left karena memang ada beberapa
agenda yang bersamaan yang kami harus
bagi-bagi tugas pada kesempatan hari ini
mumpung akhir tahun pasti Bapak Ibu
mengetahui juga berbagai macam aktivitas
yang harus dikerjakan
Kemudian Mas yebi Alhamdulillah masih
menjadi partner Setia mendampingi
webinar metode teknik sampling sampah
yang sepertinya ini periode yang kelima
ya badge yang kelima dan permintaannya
cukup tinggi akhirnya di Tahun 2022 ini
kita lakukan dua kali ya jadi di awal
tahun dan di akhir tahun seperti yang
disampaikan oleh Mbak Anisa tadi ini
adalah webinar yang ke-17 di Tahun 2022
ini dan mungkin ini akan menjadi webinar
di terakhir ya tapi terakhirnya Insya
Allah di tahun ini ya nanti di 2023 kita
akan banyak angka topik-topik yang baru
mudah-mudahan ya yang berhubungan dengan
pengolahan sampah dan mudah-mudahan
Bapak Ibu di daerah terutama bisa
terbantu dengan hadirnya materi-materi
tersebut
kalau dilihat dari waktu Sepertinya kita
sampai jam 12 ya Mbak Nisa hari ini ya
Jadi nanti mungkin materinya sampai jam
11.15 atau 11.30 gitu ya setengah jam
kita bisa pakai untuk tanya jawab Bapak
Ibu yang kami hormati kurang lebih 2 jam
kedepan saya dan masih Ebi akan
menyampaikan materi tapi kita akan buat
dengan sistem yang
enjoy saja jadi Bapak Ibu bisa sambil
Santai Menikmati apapun hidangan yang
ada di depan Bapak Ibu semuanya kemudian
saya akan bergiliran ya bergantian
tepatnya dengan Mas yebi Jadi bukan saya
di awal Kemudian Mas yb di akhir atau
sebaliknya Tapi kami akan muncul
bergantian gitu karena kami melihat
bahwa materi ini perlu dijelaskan secara
komprehensif yang
yang nanti Bapak Ibu bisa mengikutinya
dengan baik ya saya coba
izin untuk share screen Bapak Ibu ya
mudah-mudahan share saya sudah terlihat
ya
terkait dengan metode dan teknik
sampling sampah Bapak Ibu yang
Ya sudah terlihat Oke
saya di awal ya
nah hari ini kita akan bicara 7 bagian
Bapak Ibu mudah-mudahan bisa selesai
semuanya kalau slidenya kira-kira ada
105 slide kayaknya ya tapi banyak
gambar-gambar yang menunjukkan supaya
bapak ibu dapat dengan mudah untuk
melakukan proses sampling jadi outline
materi kita dimulai dari aktivitas
pendahuluan kemudian
dilanjutkan dengan metode penentuan
sampel dan teknik sampling sampah Nah di
sini nanti kita akan bergantian dengan
mas yebi karena penentuan sampel nanti
saya coba jelaskan kemudian teknik
sampling sampah akan dijelaskan oleh Mas
yb dan di materi yang kedua ini akan
kita bagi berdasarkan lokasi Bapak Ibu
mulai dari rumah kemudian aktivitas
non domestik kantor sekolah tempat
ibadah rumah makan dan seterusnya
kemudian di bagian yang ketiga kita akan
Jelaskan terkait dengan perencanaan
jumlah personil dan waktu kerja yang
dibutuhkan untuk proses sampling
tersebut kemudian ada sampling
karakteristik sampah ya apa saja yang
dimaksud dengan karakteristik sampah
kita akan lihat nanti kemudian
pengolahan data sampling
dan ditambah yang terakhir tapi bukan
terakhir tapi yang mungkin akan sangat
menentukan ya survei sosial ekonomi
budaya sebagai pelengkap data sampling
Nah Bapak Ibu yang kami hormati kami
berharap bapak ibu dapat mengikutinya
dengan baik namun bahan Nisa tadi sudah
menyampaikan jangan khawatir kalau
terputus di tengah jalan gitu ya Bapak
Ibu dapat menikmati rekamannya di
di YouTube yang tersedia Sekali lagi
kami menshare apa yang kami sudah
lakukan tapi bukan berarti Kami hadir
berdua ya melalui Project be Indonesia
dan program studi teknik lingkungan
Kemudian kami berdua menjadi lebih
paling ahli diantara Bapak Ibu semuanya
tidak sama sekali tidak bermaksud
seperti itu hanya menshare apa yang
sudah dilakukan tentunya masih banyak
kekurangan-kekurangan yang bisa
dilengkapi oleh Bapak Ibu semuanya kita
mulai Bapak Ibu semuanya satu persatu
kita jalani
terkait dengan yang pertama kita akan
berbicara terkait dengan pendahuluan
sampling kira-kira
sampling sampah itu untuk apa sih
kira-kira yang pertama adalah Bapak Ibu
pasti kita sudah mengetahui tujuan dari
sampling tersebut adalah untuk
mengetahui Berapa banyak sampah yang
kita hasilkan atau berapa banyak sampah
yang dihasilkan entah itu di lokasi
penelitian kita di lokasi wilayah bapak
ibu bekerja dan seterusnya Bagaimana
kuantitasnya dan bagaimana kualitasnya
Nah untuk apa salah satunya adalah untuk
mengetahui trend perubahan Bapak Ibu
jadi sampah itu mengikuti gaya hidup
seperti awal dari sampaikan sampah
menjadi hal yang paling jujur untuk
mengetahui siapa kita gitu nah
seharusnya keren ini akan mengalami
perubahan sehingga sampling sampah perlu
dilakukan secara peri agar kita punya
trend terhadap kuantitas dan kualitas
sampah yang kita hasilkan nah saya
Tampilkan terkait dengan hal tersebut
adalah di tabel di sebelah kanan Bapak
Ibu walaupun tabel ini saya ambil dari
buku yang sudah cukup lama gitu ya tapi
masih relevan untuk dijelaskan contohnya
adalah untuk menggambarkan kondisi tahun
60-an ya sampai 2005 Bapak Ibu bisa
melihat bahwa paper dan paper board jadi
kertas dan kardus di satu kota di tempat
ini dilakukan ini mengalami pergerakan
dari 34% kemudian menjadi 39% begitu
juga dengan kaca logam plastik dan
seterusnya jadi ada sampah yang terus
turun ada juga sampah yang terus naik
seiring dengan perkembangan zaman Nah
kita balik lagi ke data kita apakah data
yang sudah kita miliki menunjukkan trend
tersebut atau belum gitu jadi menjadi PR
kita bersama kemudian sampling sampah
ini sangat bermanfaat untuk
menggambarkan keberhasilan atau bahkan
ketidakberhasilan dari program yang
direncanakan oleh Bapak Ibu terutama
Bapak Ibu yang
berprofesi sebagai ASN atau PNS ya untuk
mengetahui bagaimana program Berhasil
tidaknya program TPS 3R program bank
sampah atau program pengurangan sampah
penanganan sampah dan seterusnya Dan
harapannya dari seluruh yang ada dari
trend tingkat keberhasilan ini menjadi
dasar untuk merumuskan suatu kebijakan
Bagaimana pengurangan sampah penanganan
sampah dapat dilakukan dengan baik
kemudian berikutnya adalah ini saya
capture Saya copy dari si PSN sistem
informasi pengolahan sampah nasional ya
Jadi mohon izin Bapak Ibu mungkin yang
sudah sangat terbiasa terkesannya kok
kayak mengulang-ulang gitu ya tapi kami
melihat mungkin juga ada yang bergabung
pada kesempatan hari ini belum familiar
dengan menggunakan istilah-istilah
tersebut jadi ini ada dua data yang saya
coba capture Kebetulan saya menyimpan di
April 2022 di April 2022 di tahun yang
sama bapak ibu ya pada saat itu di
publish datanya seperti ini seperti yang
di atas bisa dilihat bahwa pengurangan
pada saat itu adalah sebesar
15,21% kemudian pengurangan di tahun di
bulan ini di Desember baru kemarin
Sepertinya saya capture ini adalah
15,64% terjadi perbedaan karena apa
timbulan sampahnya juga berbeda dari
26.000 menjadi 31.000 ton per tahunnya
Penanganannya berubah sampah terkelola
berubah sampah tidak terlola berubah kok
jadi tambah naik Pak bisa jadi ya pada
saat April tersebut belum banyak wilayah
yang mengisi Kemudian pada Desember
banyak wilayah yang mengisi tergantung
di capturenya Kapan diambil Datanya
kapan karena data ini adalah Real Time
Jadi kapan saja siapapun yang mengambil
ya karena sudah terpublish bisa saja
digunakan sebagai data dasar dalam
aktivitasnya penelitian perencanaan dan
seterusnya nah di dalam SI PSN tersebut
ya kita bisa melihat bapak ibu ada data
banyaknya sampah yang dihasilkan atau
kita sering sebut sebagai data timbulan
sampah dan kita bisa melihat ada capaian
kinerja pengelolaan saham yang
dihasilkan oleh setiap wilayah atau
setiap daerah gitu ya Nah
data-data tersebut disandingkan dengan
data-data yang lain tentunya ya Nah kita
coba lihat misalnya contohnya adalah
data komposisi data komposisi sampah
sisa makanan sekian persen kayu ranting
sekian persen kertas karton sekian
persen plastik dan seterusnya ini secara
nasional menunjukkan bahwa sisa makanan
kita mendekati angka 40%. Ini yang
barusan di capture di Desember 2022
dengan sumber sampah terbanyak adalah
berasal dari rumah tangga 40% tapi kalau
kita bongkar lagi datanya lebih jauh
bapak ibu di website yang sama kita ini
sengaja saya Tutup Bapak Ibu agar tidak
terlalu kelihatan ya tapi agak-agak
kelihatan sedikit tapi artinya bukan
untuk
mencari salahnya di mana tidak begitu ya
ini hanya memaparkan kondisi kita saat
ini bapak ibu Saat ada satu daerah ya
tidak mengisi seperti yang ada di sini
dia tidak mengisi sisa makanan kayu
ranting kertas karton plastik dan
seterusnya tiba-tiba ada kain 6% ada
kaca 10,5% Jadi kalau dijumlah Ini 16,5%
bukan 100% gitu Nah apakah sampah yang
lain tidak ada atau belum selesai
aktivitas sampling atau belum selesai
apa ya Saya nggak tahu juga nah
data-data seperti ini kita bisa lihat
dari
tampilan yang ada bahwa
banyak sekali
wilayah-wilayah yang belum memasukkan
data ini masuk belum memasukkan data
tersebut bisa saja karena tidak memiliki
data kemudian kalau tidak memiliki data
ya Bisa saja tidak memiliki kemampuan
untuk mengambil data di lapangan di
samping itu masih banyak tantangan yang
ada di lapangan tapi apapun data yang
kita masukkan di sini bapak ibu saat dia
online menjadi data Real Time yang bisa
diambil oleh siapapun kapanpun dimanapun
jadi kita tidak bisa mengontrol sehingga
kalau ada pihak lain yang mengambil dan
mengolah data tersebut dan menyebutkan
bahwa ada statement statement tertentu
yang mungkin merugikan kita atau dan
seterusnya ya kita tidak bisa menyala
jadi seharusnya kita bisa mempersiapkan
data salah satunya adalah Bapak Ibu
sebenarnya ini sudah sangat lama ya
2015 dinobatkan Indonesia melalui sebuah
penelitian menunjukkan Indonesia menjadi
juara dua dunia dalam menghasilkan
sampah plastik terbanyak ke laut
ini makin merah makin tinggi prestasinya
gitu ya yang pertama cina sangat merah
sekali Kemudian yang kedua merah juga
yaitu Indonesia baru yang di
bawah-bawahnya agak merah dikit makin
orange makin kuning sampai abu-abu dan
seterusnya jadi ini berdasarkan apa
penelitian ini salah satunya adalah data
yang diakses oleh peneliti tersebut
menunjukkan bahwa Indonesia
persentase sampah yang tidak terkelola
adalah 83% dari mana berdasarkan data
sekunder yang dia miliki yang diakses
lewat portal portal yang ada pada tahun
tersebut jadi sehingga ya kita mau tidak
mau Akhirnya menerima ternyata hanya 17%
nih sampah kita yang kita kelola mampu
kelola sehingga dengan model yang
peneliti bangun akhirnya menunjukkan
bahwa kita menjadi
ranking dua dunia ya jadi data-data
resmi ini akan menjadi acuan diacuh
dalam laporan-laporan khususnya oleh
internasional karena dia tidak mungkin
datang ke dlh Provinsi mana dlh
kabupaten kota mana gitu karena
penelitiannya menjadi tidak efektif
akhirnya akses internet itu menjadi
sangat penting Nah itu poin pertama
kenapa Data ini menjadi sangat penting
mungkin Bapak Ibu berpikir ya Nggak ada
data saya nggak apa-apa tapi bisa
mempengaruhi data
keseluruhan secara nasional
kemudian pemerintah sudah membuat
jaksaranas dan jaksarada walaupun
tantangannya di daerah adalah
persentase kenaikannya yang dan dan
seterusnya ya yang mungkin akan sulit ya
dicapai dan seterusnya tapi dalam hal
ini kita tidak bahas tersebut yang perlu
kita bahas adalah
pentingnya data pentingnya data untuk
bisa menetapkan sebuah target jadi kalau
kita tidak punya data wilayah kita sudah
sampai di mana Berarti kita mau tidak
mau akan mengikuti ya target yang sudah
diberikan oleh nasional misalnya di 2017
Apakah Memang betul wilayah Bapak Ibu
15% dan 72% sehingga di 2018 Bapak Ibu
harus 18% untuk pengurangan dan
73% untuk penanganan atau jangan-jangan
di 2017 masih 2% gitu
tahun 2017 masih
Penanganannya masih 50% dan seterusnya
jadi
ini menjadi tantangan kita bersama saat
kita tidak punya data menjadi hal yang
sulit sekali dikelola dan kita masih
banyak bapak ibu yang daerah-daerahnya
menggunakan data-data asumsi ya
mungkin tidak terlalu asumsi lah karena
memang ada SNI ya SNI 95 tentang
spesifikasi timbulan sampah kota kecil
dan sedang di Indonesia oke masih bisa
digunakan dengan angka misalnya
2,75 sampai 3,25 untuk kota kecil sampai
2,75 cuman ya kalau kita logika kan
Bapak Ibu walaupun SNI ini masih berlaku
dan masih boleh digunakan tidak salah
cuman secara logika kalau kita berpikir
adalah nah ini sering digunakan sebagai
data utama Dalam menentukan timbulan
sampah di daerah karena sifatnya praktis
hanya dikali dengan jumlah penduduk
kemudian didapatkan lah timbulan sampah
satu kota atau Kabupaten tersebut jadi
data yang ada di sini ya kotak kecil
kota sedang ini tinggal dikalikan dengan
jumlah penduduk kemudian didapatlah data
yang ada di kota atau Kabupaten tersebut
cuman saat kita kalikan kita perlu
pertimbangkan juga ya Boleh Memang
digunakan namun perlu dipertimbangkan
bahwa SNI ini sendiri sudah 27 tahun
lamanya jadi
kalau kita lihat tadi Perkembangan
komposisi timbulan seharusnya sudah
berubah kecuali kota kita tidak tidak
ngapa-ngapain ya tidak tidak melakukan
apa-apa pastinya tidak mungkin ya jadi
perlu pertimbangan bahwa sampling sampah
paling tidak perlu dilakukan kalau perlu
setahun sekali untuk melihat tren yang
ada dan Bapak Ibu punya kebijakan untuk
menangani sampah tersebut karena apa
Bapak Ibu jadi perjalanan sampah seperti
yang kita sudah ketahui sangat panjang
dan kita butuh Data dari sumber sampah
pemukiman kantor pusat perdagangan
fasilitas umum sekolah rumah sakit dan
seterusnya ada yang dikelola secara
individu ada yang sudah memilah ada yang
sudah buat kompos tapi ada juga yang
masih bakar sampah buang sampah
sembarangan masukkan sampah ke selokan
berakhir ke sungai dan berakhir ke laut
secara lingkungan dia tidak ramah atau
ada juga yang sudah Milah sampah
kemudian menyetorkan ke sektor informal
ini sangat Oke sekali terus kemudian ada
juga yang punya langganan sampah karena
kotanya memiliki layanan terkait dengan
sampah tersebut Nah akhirnya apa
semuanya saling berhubungan Bapak Ibu
nah satu-satunya pengunci hubungan
tersebut berarti kita perlu date untuk
menunjukkan satu hubungan dengan
hubungan yang lain Mana yang lebih baik
mana yang harus ditingkatkan kalau kita
tidak punya data maka ya kita akan sulit
untuk mengevaluasi aktivitas hulu ke
hilir dalam pengelolaan sama tersebut
nah Oleh karena itu bapak ibu data
kuantitas sampah dan
kualitas dan kuantitas sampah ini sangat
penting sebagai data salah satunya
adalah perencanaan memilih peralatan
jenis wadah alat pengumpulan
pengangkutan perencanaan rute
pengangkutan desain fasilitas daur ulang
sampai ngomongin tentang TPA kalau kita
tidak punya data maka kita tidak bisa
mendesain suatu sistem yang kompleks di
dalam sebuah kotak Oh saya punya data
tapi saya datanya asal-asal berarti
desain kita pun akan menjadi asal usul
Walaupun Bapak Ibu di ASN menganggap
desain ini adalah pekerjaannya konsultan
pihak ketiga tapi Bapak Ibu bisa
mengontrolnya menjaga kualitas data yang
dihasilkan sehingga perencanaan
perencanaan yang dilakukan menjadi baik
karena Bapak Ibu yang akan
mengoperasikannya nanti si konsultasi
udah pergi
desain di wilayah yang lain dan
seterusnya Kenapa begitu Bapak Ibu
karena
data ini Selain digunakan untuk
sebagai desa data dasar dalam
perencanaan sampah data ini sangat
penting untuk menentukan teknologi Bapak
Ibu
kapan kita akan menggunakan komposting
kapan akan menggunakan insenerasi Kapan
kita akan resign dan seterusnya sangat
ditentukan dari Jenis sampah yang
dihasilkan kenapa kita tidak bisa
seperti Singapura ya bakar sampah dengan
insenerasi
panasnya diambil dan seterusnya Kenapa
Indonesia ya malah banyaknya Open
dumping kemudian juga ada komposting dan
salah satunya adalah ditentukan dari
kualitas sampah yang kita hasilkan jadi
begitu besar kepentingan terkait dengan
kualitas dan kuantitas data
data komposisi dan
timbullah dari saham jadi itu sedikit
pendahuluan bapak ibu mudah-mudahan
membawa suasana kita lebih panas pada
kesempatan hari ini terkait dengan
metode dan teknik sampling sampah itu
bagian yang pertama kita akan belanja ke
bagian yang kedua Saya yakin nanti akan
banyak pertanyaan yang
sudah mulai
ditanyakan ya mungkin bisa fokus ya
pertanyaannya adalah ke metode dan
teknik sampling sampah jadi harapannya
Bapak Ibu mungkin kalau bertanya di luar
itu di webinar yang lain atau ya kalau
punya waktu nanti kita akan jawab
Kemudian yang kedua adalah Bapak Ibu
kita akan masuk secara detail terkait
dengan penentuan sampel dan teknik
sampling di bagian yang pertama ini ya
di 2A kita akan kalian Ngomongin tentang
sumber sampah domestik yaitu pemukiman
nah ini saya akan random nanti sebentar
lagi dengan mas yebi ya
data pemukiman ini penting dilakukan
karena apa Bapak Ibu yang pertama adalah
kita punya SNI
193964 tahun 94 Ya jadi umurnya 28 tahun
mungkin akan segera keluar SNI yang
terbaru Karena memang ada beberapa hal
yang perlu kita update ya nah mulai Yang
pertama aktivitasnya adalah
pengumpulan data populasi karena kita
akan melakukan sample sampling berarti
kita perlu tahu jumlah populasi yang
dimiliki di tempat atau lokasi
dilakukan sampling tersebut habis itu
kita akan melihat jumlah sampel jumlah
sampel yang ada kemudian ditentukan
lokasi samplingnya di mana dilaksanakan
samplingnya dianalisis sistemnya dan
dapatlah data timbulan dan komposisi
sampah nah di bagian saya akan masuk di
poin 1 2 dan 3 sedangkan nanti mas yebi
di pelaksanaan samplingnya analisis
samplingnya sampai nanti timbulan dan
komposisi sampah Nah untuk menjawab
nomor 1 Bapak Ibu data populasi ini maka
populasi tersebut salah satunya adalah
populasi jumlah penduduk karena bagian
ini adalah bagian pemukiman ya jadi
jumlah penduduk ini perlu
dicek ya ceknya lewat data sekunder
lewat BPS data-data kependudukan yang
lain gitu ya Nah dari data awal tersebut
kemudian direkap jumlah penduduknya
Berapa jumlah jiwa perkakanya berapa
misalnya 5 atau 4 tingkat ekonomi
masyarakatnya Seperti apa kemudian SNI
ini membaginya menjadi 3 bagian rumah
permanen dengan asumsi pendapatan tinggi
kemudian rumah semi permanen dengan
pendapatan sedang dan rumah non permanen
dengan asumsi pendapatannya rendah atau
Bapak Ibu bisa juga melakukan atau emas
Mbak kategori perumahannya adalah
Misalnya berdasarkan kondisi fisik rumah
pendapatan rata-ratanya atau fasilitas
yang ada nanti kita akan coba lihat
karena
permanen semi permanen dan non permanen
ini mungkin di beberapa kota akan sulit
menemukannya gitu ya Jadi kesannya agak
kaku tapi sebenarnya kita bisa fleksibel
kan nah bagaimana cara mem fleksibelkan
kategori rumah ini salah satunya yang
pernah kami lakukan adalah seperti ini
Bapak Ibu misalnya yang kategori yang
pertama tadi ya rumah permanen kategori
kondisi fisiknya misalnya permanen dapat
berupa lantai 2 atau lebih gitu luas
permukaan luas bangunannya ada
ciri-cirinya kan tidak mungkin langsung
datang-datang petugas sampling tanya
pendapatannya berapa katanya tinggi gitu
kita bisa melihat dari ciri-ciri fisik
dari yang dimiliki dari rumah tersebut
misalnya punya garasi permanen pagar
permanen sistem penerangan ventilasinya
baik lantai rumah dengan keramik
tersedia teras ruang tamu ruang keluarga
fasilitas air bersih sanitasi yang baik
jadi indikatornya ya pendapatan kepala
keluarganya bisa saja melebihi dari UMK
atau UMR yang ada kemudian turun lagi ke
sedang semi permanen misalnya hanya
lantai satu luas lahan dan bangunan
tidak begitu luas punya mobil tapi tidak
punya garasi atau tidak permanen
pagarnya juga tidak permanen dan
seterusnya jadi diturunkan Terus
yang perlu kita Garis bawahi adalah
kondisi fisik dan fasilitas rumah ini
akan sangat menentukan di wilayah mana
yang kita akan sampling jadi kita
membuat kategori atas dan kategori bawah
berarti ada kategori di tengahnya yang
antara ya antara yang atas dan yang
rendah karena di SNI disebutkan hanya
bentuk permanen semi permanen dan
nonpermanen mungkin perlu
menterjemahkan dalam kondisi yang sesuai
dengan kondisi real di lapangan
nah tantangannya memang ya saat kita
lihat begitu Kita bedakan
kategori tinggi sedang rendah ini
jadinya sangat subjektif tergantung
Siapa yang menilai gitu ya nah salah
satunya adalah
satu lokasi dengan lokasi yang lain ini
sangat mungkin bisa berbeda Bapak Ibu
akhirnya apa di tim sampling kita yang
jumlahnya Mungkin banyak ya 10 orang 15
orang sehingga perlu ada kesepakatan
agar Wilayah utara sama konsep
pemikirannya pemahamannya antara membagi
tinggi sedang rendah dengan wilayah
Selatan atau timur dan barat sehingga
data keseluruhan satu wilayah kita punya
pemahaman yang sama walaupun tadi balik
lagi sangat subjektif ya tapi ya tetap
bisa dilakukan nah terkait dengan jumlah
sampel Bapak Ibu salah satunya Bapak Ibu
bisa menggunakan
pedoman yang ada di SNI tersebut
SNI ini sudah sangat Oke sekali
sebenarnya pada zaman tersebut sampai
menghitung ya jumlah sampel yang
dibutuhkan nah ini kita beranjak ke
nomor 2 setelah kita tahu populasi kita
masuk ke Perhitungan jumlah sampel
Perhitungan jumlah sampel ini dimulai
dengan rumus yang cukup sederhana ya
jumlah contoh jiwa ini sama dengan CD CD
ini adalah koefisien kota Soalnya kalau
kota besar Metropolitan 1 Kota sedang
kecil
0,5 kemudian di akar dengan jumlah
populasi jumlah jiwa yang kita sudah
dapatkan di angka dalam angka misalnya
laporan BPS Badan Pusat Statistik dan
seterusnya sehingga s nya didapat
barulah kemudian ketemu k ya k itu
adalah Jumlah contoh atau jumlah KK yang
akan kita survei jumlah rumah lah
kira-kira begitu dengan jumlah S ya s
ada dibagi dengan jumlah n itu adalah
anggota keluarga coba eh Bapak Ibu kita
hitung di sebelah kanannya gitu ya satu
kota besar kota besar dengan cd1 tadi
berjumlah penduduk 1 juta jiwa ya maka
jumlah contoh jiwa s sama dengan CD
CD ini adalah satu tadi karena kota
besar di akar 1000 ya satu juta mohon
maaf 1 juta berarti ketemulah angka 1000
1000 jadi karena jumlah jiwa per kknya
ada asumsi atau data adalah 5
maka 1000
/ 5 ketemulah
200 rumah atau 200 KK yang akan kita
sampling
berdasarkan data
tingkat ekonomi masyarakat yang di
publish oleh kota tersebut menunjukkan
adalah pendapatan tinggi sebesar 25%
pendapatan sedang 30% pendapatan rendah
adalah 45% berarti dari 200 tersebut
25% nya adalah rumah dengan rumah
permanen jadi ketemulah 50 rumah
30% nya adalah rumah semi permanen dan
yang terakhir adalah 45% nya adalah
rumah Non jadi ketemulah totalnya adalah
sebesar
200 ini adalah metode perhitungan yang
sangat sederhana Bapak Ibu untuk
melakukan perhitungan terkait dengan
timbul jumlah sampel selanjutnya
Kami yakin Bapak Ibu untuk mempermudah
kerja Bapak Ibu sebenarnya kami sudah
menyiapkan gitu ya untuk penentuan
jumlah sampel dengan menggunakan SNI
193964 tahun 94 itu kita buatkan dalam
suatu aplikasi sederhana begitu
menggunakan Excel bapak ibu tinggal
mengisi yang berwarna kuning saja jadi
kuningnya diisi kuningnya diisi yang
berwarna hijau itu sudah otomatis jadi
kalau mau sampling masukkan ke dalam
rumus ini belum sudah langsung dapat
tapi penjelasannya seperti tadi karena
penjelasan tadi simple mudah dan terus
dilakukan berulang-ulang berdasarkan
pengalaman kami kami buatkan saja
excelnya supaya mudah untuk dilakukan
jadi tidak perlu harus ngitung-itung di
awal masukkan saja sudah selesai
walaupun di SNI tersebut Bapak Ibu sudah
dipandu juga ya ada satu tabel di bagian
bawah ini ya untuk menunjukkan jumlah
contoh jiwa jumlah KK dan seterusnya nah
selain menggunakan SNI Bapak Ibu ini
mungkin cocok untuk teman-teman
mahasiswa yang mau melakukan penelitian
usai pingin bandingin nih jumlah sampel
di SNI dengan metode yang lain ada nih
rumus Isak dan Mitchell ya
dengan rumus seperti ini ya Ini
sebenarnya untuk penelitian-penelitian
sosial juga cukup baik ya dengan
penjelasan ya nilai peluang benar
peluang salah dan seterusnya bisa
menggunakan rumus ini nah kami juga
karena memang sudah pernah dilakukan
akhirnya juga punya Excel yang tinggal
dimasukkan yang kuningnya dan akhirnya
adalah keluar yang hijau secara otomatis
walaupun nanti ada penjelasan penggunaan
pakai tapi Bapak Ibu Kalau merasa ini
mudah ya simple nih tinggal biasa atau
tidak menggunakan sebenarnya sangat
mudah untuk
dihitung manual nah beberapa jenis yang
lain adalah Misalnya juga slovin ya yang
biasa digunakan juga ini juga sama sudah
kita buatkan excelnya dengan rumus n = n
besar ya dibagi dengan satu ditambah
dengan n kemudian di errornya dipangkat
2 gitu ya tingkat kesalahannya di Pangka
2 nanti tingkat kesalahannya bisa dari
1% 5% dan 10% sehingga akan mendapatkan
jumlah rumah yang akan
atau yang paling ke-3 adalah yang paling
sederhana adalah
penentuan jumlah sampel dengan
menggunakan nomor gram Harry King tapi
hanya untuk kapasitas populasi maksimal
adalah
2000 sedangkan tadi satu juta
200 juta dan seterusnya tidak cocok
menggunakan ini jadi ada
berapa pilihan tadi 4 pilihan dalam
menentukan jumlah sampel layaknya
penelitian-penelitian yang lain ini
perlu dilakukan agar Apa Bapak Ibu agar
jelas arah penelitian kita bagaimana
Jadi sudah ketemu 200 sampel misalnya ya
200 rumah tadi yang perlu ditentukan
Selanjutnya apa yang dilakukan adalah
penentuan lokasi samplingnya
nah ini sebelum masih di masuk misalnya
ya satu daerah Bapak Ibu kebetulan ini
saya ambil petanya Sleman begitu ya
wilayah Jogja
kemudian ada misalnya 9 lokasi sampling
jadi dari yang berwarna ini kalau 9
Bapak Ibu bisa membayangkan kalau
penempatan lokasi sampling seperti yang
ada di gambar ini bisa saja tidak
mewakili keseluruhan wilayah kabupaten
jadi di utara misalnya ada lumayan
kemudian kok di timurnya ada tapi di
barat kemudian di tengah tidak ada yang
mewakili jadi perlu ada pertimbangan
wilayah sehingga samplingnya memang
random sampling tapi
stratifikasi jadi jelas arahnya kemana
tidak menggunakan full random
sehingga saat punya data nanti tidak
kebingungan dalam mengolahnya kok
tipenya bisa saja ya tipe Utara misalnya
dekat dengan pegunungan akan menunjukkan
hal yang berbeda dengan tipe yang
Selatan yang dekat dengan wilayah kotaan
Nah kalau kita ambil keseluruhan wilayah
berarti kita perlu data secara
komprehensif untuk menunjukkan wilayah
tersebut gitu ya Nah
selanjutnya adalah sepertinya masih
betul Ya silahkan masih
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Bapak Ibu semuanya seperti
yang disampaikan Pak hijrah tadi saya
melanjutkan yang disampaikan Pak hijrah
ini terkait untuk sampling sampah di
sampah domestik Bapak Ibu Nah nanti akan
ada yang non domestik dan lain
sebagainya nah akan tapi sebelum
melakukan sampling sampah ada beberapa
hal yang menjadi catatan dari kami ya
sekali lagi seperti yang kami sampaikan
di awal Kami mencoba sharing ya
memberikan informasi terkait apa yang
sudah kami lakukan selama ini Nah bisa
jadi nanti ada yang berbeda Nah itu
mungkin bisa kita
berbagilah bersama-sama jadi sebelum
melakukan sampling hal yang pertama
dilakukan tentu persiapan Bapak Ibu Nah
Pak hijrah tadi sudah menyampaikan
tentang jumlah datanya berapa Nah
setelah kita dapatkan jumlahnya kita
dapatkan lokasinya Nah maka
ini pada penetapan lokasi dan waktu
sampling nah lokasi sudah ada jumlahnya
dari tahu ini kita ketahui waktu
samplingnya Bapak Ibu Nah kalau sesuai
SNI itu 8 hari berturut-turut Nah ini
untuk melihat tren selama satu minggu
itu seperti apa timbulan sampahnya dan
komposisinya waktu memulainya ini harus
jelas hari dan
tanggalnya nah jamnya juga Jadi biasanya
kami selalu menyarankan itu dimulai pada
pagi hari
Biasanya Kami menyarankan dimulai jam 6
pagi dan berakhir jam 9 pagi atau
diambil di sebelum orang berangkat ke
kantor dan melakukan aktivitas lainnya
sehingga ini akan mempermudah untuk
mendapatkan sampah yang
yang
valid lah seperti itu terus jam
samplingnya sudah terus dua pertengahan
musim nah ini juga untuk melihat datanya
apakah karena ini kenapa dua pertengahan
musim karena kita ada dua musim Bapak
Ibu kemarau dan musim hujan kita ingin
melihat timbulan sampahnya berpengaruh
nggak ketika musim hujan dan musim
kemarau dan juga 5 tahunan 5 tahunan ini
juga berhubungan dengan
perencanaan Nah karena di pemerintahan
Biasanya kalau bapak ibu di pemerintahan
jangka pendek menengah dan panjang nah
Biasanya kita akan menyarankan 5 tahunan
melakukan sampling sampah kalau untuk
kira-kira setiap tahun apakah boleh
dilakukan sangat dibolehkan Bapak Ibu
kalau setiap tahun cuman kalau di
pemerintahan Saya rasa ini nanti akan
terkendala di pembiayaan karena
merasa bahwa ini masih bukan prioritas
saat ini nah akan tetapi pada
kenyataannya kita melihat sering terjadi
permasalahan itu ketika persiapan
samplingnya tidak matang saya ada
sebagai contoh kita merencanakan TPA
bapak ibu dengan yang
perencanaan yang ada data sekundernya
tadi yang disampaikan Pak hijrah nah
tahu-tahu perencanaannya TPA penuh dalam
waktu 10 tahun dan pada kenyataannya TPA
nya penuh Dalam waktu 5 atau 6 tahun ya
karena itu perlu
data yang bagus dan juga persiapan yang
bagus untuk mendapatkan data itu dan
dari setelah ada diketahui lokasi waktu
kita juga
membutuhkan petugas samplingnya ada
ketua tim pelaksana utama dan pekerja
teknis nanti mungkin ada lebih detailnya
akan kami sampaikan akan tetapi Ini
standar minimal bapak ibu ada ketua tim
pelaksana dan juga pekerja teknis Nah
kenapa seperti ini nah kebanyakan di
lapangan
kebanyakan di lapangan ini ketua tim
pelaksana utama pekerja teknis dan lain
sebagainya ini merangkap Bapak Ibu
dokumentasi juga sehingga apa Kadang nah
pengambilan datanya tidak valid nah ini
yang menyebabkan kenapa ketika ada data
sampling yang mungkin dilakukan oleh
pihak ketiga ini akan akan ada data yang
bias ataupun tidak tidak sesuai lah bisa
dibilang seperti itu Oke next
Nah selanjutnya setelah kita ada lokasi
waktunya dan ada petugasnya perlu
disampaikan juga petugasnya juga harus
memilih kemampuan ataupun pengetahuan
dengan Jenis sampah yang akan di
sampling nah ini Bapak Ibu yang
membutuhkan data harus menyampaikan ini
kepada petugas sampling atau surveyornya
nanti nah ini ada beberapa jenis sampah
yaitu kategorinya ada yang 9 ini organik
kertas kayu kain atau tekstil karet atau
kulit plastik logam gelas atau kaca dan
lain sebagainya kalau hanya disebutkan
kategori seperti ini nanti akan timbul
pertanyaan sehingga Kami biasanya akan
menampilkan juga contoh sampahnya apa
Nah seperti sampah organik Berarti ada
sampah sisa makanan sampah dapur terus
selanjutnya adalah
buah-buahan nah begitu juga dengan
kertas nah kertas ini apa saja yang
masuk ke dalam kertas ada Koran majalah
kardus dan lain sebagainya ada kayu Nah
ada ranting dan pohon nah begitu juga
untuk
kain tekstil atau tekstil Ada karet
plastik logam nah ini juga nanti
tergantung kebutuhan Bapak Ibu Nah
kenapa kami buat seperti ini ini adalah
keperluan untuk untuk pengolahannya
Bapak Ibu nah semakin detail kita
membuat nanti akan penentuan teknologi
pengolahan itu akan lebih mudah nah oke
supaya cerah
nah ini yang lainnya beberapa kategori
yang pernah kami buat tadi yang pertama
ada 9 Nah ini ada kategori lainnya bahwa
ada 12 jenis Nah ada 12 jenis Ada sampah
dapur sampah halaman ada kayu Nah tadi
ada hanya sampah kayu dan ranting lain
sebagai kami tambahkan Ada sampah
halaman karena nanti bisa jadi nah ini
kalau sampah halaman ini bisa
dikomposkan kayu supaya ranting dan
pohon dan lain sebagainya ini tidak bisa
bapak ibu akan lama apabila dikomposkan
ini tergantung tujuan untuk
pengolahannya nanti nah kertas terus ada
plastik plastik kami pisahkan lagi ada
plastik film ada plastik padat Nah
kenapa kami pisahkan biasanya yang yang
bernilai ekonomi tinggi adalah plastik
badan jadi kita waktu itu kami ingin
mengetahui Berapa banyak nih potensi
secara ekonomi ketika dilakukan
pengolahan ataupun nanti dijual nah
ataupun nanti diberikan kepada pihak ya
begitu ya Ada ada kaca ada kain ada
logam dan ada sampah B3 Kenapa ada
sampah B3 juga di sini 8 sampling
masyarakat kita dari beberapa kegiatan
yang kami lakukan Masih belum begitu
mengetahui tentang dampak dari sampah B3
walaupun peraturannya sudah ada akan
tetapi masyarakat masyarakat kita masih
sering membuat baterai aki ataupun
bohlam ini ke langsung ke tempat
sampahnya dan nanti akan berakhir di TPA
sehingga kita juga harus memerintahkan
Seperti apa nanti
untuk Penanganannya di Entah di Sumber
di TPS atau TPS 3R atau tpst atau di TPA
Begitu juga dengan sampah elektronik nah
ini juga
menjadi masalah saat ini nah dan juga
ada sampah lain-lainnya sehingga ada 9
ada 12 nah tergantung sekali lagi untuk
Jenis sampah ini harus ditetapkan di
awal sebelum sampling dilakukan Bapak
Ibu ini untuk mempermudah mempermudah
Bapak Ibu mengontrol nanti petugas yang
bekerja ketika diserahkan terserah
ngumpat lima dan lain sebagainya ketika
butuh data setelah data diambil baru
tahu Oh ternyata kurang ini dan itu
sehingga ini yang perlu dipersiapkan oke
baiklah
nah Selain itu sudah ada jenis sampahnya
sudah tahu waktunya dan ada petugasnya
peralatannya Bapak Ibu nah ini yang
paling krusial
juga peralatan sampling Nah kalau sesuai
SNI itu ada kotak sampling 40 liter
ataupun 500 liter yang 40 liter biasanya
untuk rumah tangga Nah bisa untuk
perkantoran ataupun rumah ibadah ataupun
ya tempat-tempat yang skalanya kecil nah
sedangkan yang 500 liter ini ini untuk
Skala yang besar Bapak Ibu bisa untuk di
area pasar TTS TPS 3R ataupun TPS atau
nanti di TPA
selanjutnya kantong plastik nah atau
trashback kita menyebutnya bahasa
Arabnya trashback kalau kita
beli di toko-toko plastik Biasanya kalau
untuk mudah mengetahuinya langsung
bilang saja beli trashback ukuran berapa
kalau untuk individu nah ini trashback
ini biasanya untuk individu untuk
domestik Bapak Ibu kita gunakan untuk
menampung sampah Nanti biasanya
ukurannya Kalau kami boleh menyarankan
itu antara 40 dan 50 liter
terus selanjutnya timbangan timbangan
ini usahakan timbangan yang bisa sampai
100 kg dan ada dua atau tiga digit di
belakang koma
ini untuk melihat ketelitian Seperti apa
nanti data yang kita dapatkan
selanjutnya ada terpal atau sejenisnya
Kami lebih sering menggunakan terpal
Kenapa karena mudah dalam membersihkan
setelah melakukan sampling ukurannya
yang paling kecil Kalau di pasaran ada
2,3 3,3 5 * 6 ataupun 3x4 Kalau kami
biasa menggunakan ukuran 5x6 Supaya apa
supaya mudah nanti untuk pengambilan
komposisinya nah sehingga mudah untuk
melakukan pemisahan atau pemilahan terus
juga Ada sekop dan sapu untuk
membersihkan sampah setelah dilakukan
sampling nah dan jangan lupa ada logbook
dan alat tulis kalau notebook nanti
setelah ini kami akan Tunjukkan Seperti
apa dan alat tulis ya Tulis secara umum
lah ya Bapak Ibu ya dan jangan lupa juga
faktor keamanan dari petugas sampling
Bapak Ibu apalagi kondisi saat ini
ya yang namanya covid masih belum reda
kata
pemerintahan sehingga
alat pelindung diri dan perlengkapan K3
harus disiapkan juga untuk surveyor ada
baju atau rompi ada helm juga ada
kacamata apabila dibutuhkan yang jelas
ada masker hand sanitizer terus ada
sepatu dan ada sarung tangan oke
Nah untuk sampling sampah domestik nah
ini ada logbooknya ini
juga yang pernah kami lakukan sehingga
ya keluarlah seperti ini Bapak Ibu ini
untuk mempermudah petugas sampling atau
surveyor dalam bekerja
jadi tadi paijer udah menyebutkan bahwa
ada lokasinya mau perdesaan atau
perkotaan pendapatan tinggi sedang atau
rendah surveyor tinggal centang Bapak
Ibu jadi tidak usah menulis lagi cukup
nanti dicentang saja nah area surveinya
di mana Nah untuk mempermudah Nanti
biasanya akan disuguhkan suatu dua tiga
ataupun alamat atau Desa itu bisa
belakangan yang penting di awal sudah
disebutkan area surveinya jumlah jiwanya
kode sampelnya ini juga di awal sudah
harus disebutkan kepada surveyornya dan
ada tanggalnya terus ketika untuk
sampling sampah kan ada nanti ada berat
ada volume ada komposisi nah ini juga
sudah kami siapkan kalau di sini kami
siapkan itu yang
12 Bapak Ibu nah mau pakai sembilan juga
boleh mau pakai 5 saja karena di ada di
peraturan mungkin Oh hanya 5 nah yang
mau di ini di samping Ya silakan tetapi
akan lebih baik semakin detail
komposisinya nah ini akan lebih baik
dalam dalam kita merencanakan untuk
pengelolaan persembahan mulai dari
sumber hingga sampai ke penanganan di
TPA Oke next
nah ini proses samplingnya
jangan lupa selalu mengingatkan petugas
surveyornya Bapak Ibu karena beberapa
kali kami melakukan
sampling penggunaan APD ini sering
Tertinggal Kenapa karena menganggap hal
biasa dan tidak tidak perlu digunakan
Padahal di sampah itu kita tidak tahu
berbagai jenis bisa jadi berbagai jenis
kuman penyakit dan virus itu ada di situ
sehingga Gunakan selalu apd-nya nah
trashback yang diserahkan tadi ke rumah
tangga rumah tangga ini untuk
bapak ibu nah ini diambil nah Lalu nanti
ditimbang bersampahnya Bapak Ibu jadi
trashback yang digunakan untuk wadah
pada hari tersebut itu nanti langsung
ditimbang nah ditimbang untuk mengetahui
beratnya berapa Nah lalu catat pada
logbook kolom tadi ada berat sampah nah
di Lombok sudah ada sampahnya yang
namanya kilogram nah akan lebih baik ya
ada dua atau tiga di belakang koma nanti
untuk melihat trennya setiap hari
Seperti apa Nah setelah itu barulah nah
barulah
sampah yang diambil dari
lokasi-lokasi samplenya nah ini nanti
dibuka satu persatu nah ataupun bisa
jadi atas kesepakatan ini nanti sampling
karena sampling ya nanti diambil satu
satu kantong nah terus buka satu kantong
contoh atau sampel yang diambil dari
titik sampling dan dimasukkan ke dalam
kotak sampling 40 liter nah dimasukkan
ke dalam kotak sampling 40 L ini karena
untuk rumah tangga biasanya dengan 40
liter cukup Bapak Ibu nah lalu jatuhkan
kotak sebanyak tiga kali dari ketinggian
20 cm agar tambah
terkompaksi ini untuk mengkompaksi
sampah nah ini ini juga berdasarkan SNI
nah lalu ukur tinggi Nah jadi tinggi
sampah itu di dalam kotak sampling itu
berapa Nah ini untuk kita menentukan
volume sampahnya lalu catat pada
notebook Nah kita panjang lebar dari
kotak sampling kita sudah tahu
40x40 cm ketinggiannya biasanya kan 1
meter Nah apakah 1 meter terisi semua
biasanya tidak kalau untuk satu rumah
tangga sehingga apa ketinggiannya ini
yang perlu diketahui panjang lebar sudah
kita tahu kita dapatkan dari sampling
tingginya maka kita bisa menghitung
volumenya lalu dimasukkan ke kolom
volume sampah yang ada di logbook nah
langkah 1 sampai 4 ini diulang sesuai
dengan banyak titik sampling dan selama
8 hari
Oke next
nah ini untuk pengukuran komposisi nah
ini
terpal yang kami gunakan Bapak Ibu bisa
lihat nah jadi dipilah contoh
Berdasarkan komponen komposisi yang
telah ditentukan yang tadi yang Saya
tunjukkan ada 9 dan 12 Kami biasanya
memilah menjadi 12 komponen nah apabila
adanya hanya 9 yang nggak masalah tetapi
kami sudah menyiapkan untuk untuk 12
kolom Nah nanti setelah itu setiap
komponen ada organik anorganik ataupun
sampah plastik film plastik padat
ataupun kardus nanti ditimbang satu-satu
Bapak Ibu ditimbang sampah yang telah
dipisahkan lalu dicatat pada notebook
lagi nah sehingga apa dalam satu hari
tersebut kita sudah bisa melihat data
walaupun belum data Jadi tapi data
mentahnya sudah terlihat rapi bapak ibu
sehingga nanti dalam pengolahan juga
akan lebih mudah apabila langsung
tercatat pada notebook Oke next supaya
Baik saya serahkan kepada Pak hijrah
sesi yang non domestik
Baik terima kasih masih
semangat mengikutinya Bapak Ibu Ya
seperti yang kami sampaikan di awal kita
akan bergantian dalam menyampaikan
materi begitu ya jadi biar suasananya
ganti-ganti
masih bisa sambil minum dulu
Nah Bapak Ibu tadi masih Ebi sudah
menjelaskan 9 dan 12 jenis ya jadi 9 itu
kita mengikuti kepada SNI tahun 94
kemudian juga 9 tersebut yang diinputkan
datanya di sip SN untuk komposisi
sedangkan 12 tadi kita menggunakan
standar yang lain ya
dan balik lagi standar tersebut sangat
tergantung dari kepentingan sampling
yang dilakukan jadi boleh pakai SNI tadi
9 jenis dan ataupun jenis jumlah yang
lain seperti masih disampaikan
Nah Bapak Ibu kita sudah sampai di
materi yang bagian masih bagian yang
kedua ini udah 1 jam ternyata bagian
yang kedua masih ini mudah-mudahan cukup
waktunya mudah-mudahan Mbak hijrah untuk
sumber sampah non domestik ya Non
domestik apa saja berarti di luar
aktivitas domestik Bapak Ibu pemukiman
perumahan tadi sudah sudah selesai tadi
ya kita sekarang Tentukan yang non
domestik aktivitasnya apa saja Non
Perumahan atau non domestik ini di dalam
SNI disebutkan ada jenis tokoh kantor
sekolah pasar Jalan hotel restoran
ataupun berbagai macam fasilitas umum
yang lain nah memang seiring dengan
perkembangan waktu di tahun 94 dan Tahun
2022 ini ada aktivitas yang di luar yang
tercatat di sini gitu ya jadi akhirnya
memang perlu kita
fleksibel kan di lapangan gitu Walaupun
memang sebenarnya jenis ini tidak
contohnya ada di dalam SNI tersebut
Bapak Ibu Ya ini sudah ditambahkan Nah
dari lokasi-lokasi tersebut kemudian
kita bagi berdasarkan kategori yang ada
misalnya toko berdasarkan ukuran ada
yang warung kecil warung sedang sampai
minimarket kemudian ada yang toko besar
kemudian ada kantor berdasarkan ukuran
atau jumlah pegawai sekolah berdasarkan
tingkatan pasar berdasarkan kelas atau
tipe pasar kemudian jenis Jalan Hotel
misalnya Melati bintang atau penginapan
restoran berdasarkan ukurannya juga
boleh yang nantinya di dalam pengolahan
data kita akan ketemu adalah unitnya
unit ini yang paling penting berapa kg
perpegawai perharinya untuk satuan toko
misalnya Berapa jumlah sampah yang
dihasilkan di sekolah berarti kilogram
sekian kg sampah per jumlah murid per
harinya jadi ada satuan yang kita akan
gunakan jadi di breakdown sekali lagi
menjadi unit-unit tadi untuk jenis-jenis
non non nah di dalam SNI Bapak Ibu
dibantu kita jadi SNI tadi tahun 94
dibagi menjadi tokoh sekolah kantor
pasar dan jalan sedangkan kalau kembali
tadi kita sudah punya 8 jenis atau Boleh
Tambah jenis yang lain sesuai dengan
aktivitas yang dilakukan oleh Bapak Ibu
semuanya untuk kota metropolitan
contohnya sekian ya kemudian kota besar
sekian kota kecil sekian nah lokasi lain
misalnya diambil 10% minimal satu lokasi
kalau mau dihitung dengan
metode tadi juga boleh tapi kalau
metode-metode tadi memang kekurangannya
adalah begitu populasinya kecil
saat kita ambil sampel kita hitung
menggunakan rumus tersebut akan keluar
jumlah sampel yang tidak jauh dari
populasinya misalnya ya populasinya
hanya 10 pas dihitung dengan rumus
tersebut keluar sampelnya tidak jauh
dari angka 10 jadi memang dibuatlah di
sini ada konsumsi yang digunakan
kemudian direkap kita akan bagikan juga
jadi tadi ada pertanyaan Apakah dapat
materi ini nanti Bapak Ibu bisa
menghubungi panitia yang kita sudah
siapkan bentuknya ada PDF dan Excel yang
siap untuk digunakan nah ini kita bagi
misalnya toko ya toko berbagai macam
produk unitnya berapa ini untuk dalam
rangka rekapitulasi populasi yang ada
Bapak Ibu jadi unit-unit ini fasilitas
ibadah kantor pasar warung makan ya
hotel penginapan dan seterusnya kita
harus memiliki populasi dulu
layaknya seperti pada saat kita hitung
di bagian sebelumnya tadi di domestiknya
kita perlu jumlah populasi jiwanya Nah
sekarang di dalam non domestik atau
aktivitas di luar Perumahan
pemukiman berarti kita butuh data
populasi aktivitas yang ada di sana jadi
detailkan dari mana dapatnya dari
tentunya dari sumber-sumber sekunder ya
dari data pemerintahan dan seterusnya
terus kemudian yang berikutnya setelah
itu kita coba rekap ya jadi direkap
sampel yang akan digunakan
sampling domestik tadi sudah dapat
jumlah sampelnya Berapa tinggi Sendang
rendahnya berapa kemudian sampling non
domestik ya ini lokasi misalnya Desa a
Desa B dan seterusnya tokonya berapa
yang diambil fasilitas ibadahnya berapa
kantornya berapa Rumah Makan berapa
hotel penginapan berapa sehingga total
jumlah sampling non dimensinya diketahui
jadi yang domestik ada
Non domestik juga ada kemudian barulah
dibagi-bagi Oh Selatan ada Tengah Barat
ada Tengah Timur ada ini sangat
tergantung dari karakter lokasi kita
masing-masing sehingga di ujung akhir
akan ketemu bahwa untuk sampling
domestik berapa Non domestik total
kebutuhan saya
direncanakan ada kebutuhan pembiayaan
yang harus disediakan tersebut tenaga
pengambil sampelnya jumlah plastik yang
harus disediakan jumlah timbangan yang
ada termasuk transportasi yang harus
dilakukan untuk menuju ke area sampling
tersebut jadi mudah-mudahan dapat
diikuti selanjutnya akan kembali lagi ke
masih
kita lanjutkan Bapak Ibu mas-mas dan
mbak-mbak semuanya kita masuk ke logbook
lagi sampah non
domestiknya secara garis besar ini bisa
dilihat bahwa ada untuk kawasan pedesaan
perkotaan nah Kami selalu membagi ini
kenapa ini nanti terkait datanya ibu
bapak semuanya bahwa
di pedesaan dan perkotaan nah ini akan
berbeda
sampah yang dihasilkan terus selanjutnya
jenis lokasinya ataupun kawasan non
domestik ada toko ada Kantor Fasilitas
ibadah nah pasar tinggal diceklis terus
area surveinya di mana Nah seperti tadi
Kalau menurunkan ada berat ada Tengah
Timur Tengah dan tengah bagian Selatan
dan sebagainya ya itu tergantung dengan
kesepakatan nah ataupun kebutuhan data
terus hari alamatnya Desa juga jangan
lupa terus baru ada harinya nah ini 8
hari terus ada keterangan 123 kode
sampel ini wilayah-wilayahnya tergantung
nanti kesepakatan Bapak Ibu di awal
menentukan kode sampel non domestik itu
untuk Apa kode sampul umpamanya toko
Ende 1 kantor
nd2 dan lain sebagainya terus ya tinggi
Kenapa hanya tinggi Nah karena kita
sudah mengetahui nih alat samplingnya
sudah jelas panjang kali lebarnya
tinggal tingginya yang perlu kita
ketahui sehingga dapat volume Kalau
berat sudah langsung ditimbang komposisi
juga sama tergantung dengan kebutuhan
tadi
semakin banyak ya semakin bagus Nah
semakin detail data yang kita dapatkan
Nah karena umpamanya butuhnya 9 dibuat
12 kalau sudah dapat 12 biasanya
mengerucut ke dan itu mudah
menyatukannya tetapi kalau kita dapatnya
9 tahu-tahu ada yang membutuhkan 12 nah
ini ini sulit Bapak ibunya jadi lebih
baik ya ya lebih semakin banyak
komposisinya akan semakin bagus
Oke Baik nah sekali lagi untuk kantor
dan sekolah Nah ini coba saya pisahkan
Bapak Ibu nanti ada kantor sekolah dan
ada rumah makan dan pasar ini contoh
untuk pengambilan samplingnya sama juga
kalau untuk pengambilan beratnya kantor
dan sekolah ini nah ini gunakan APD
selalu timbang berat sampah yang
terdapat pada wadah atau kantong plastik
atau trashback yang sudah disediakan
terus catatan pada logo ada kolom
beratnya Nah kenapa masih bisa ditimbang
ini Bapak Ibu untuk ini
karena di kantor biasanya sampahnya juga
tidak terlalu banyak karena aktivitas di
kantor kan lebih banyak kepada aktivitas
untuk pekerjaan ya Bapak Ibu nah di
sekolah juga seperti itu Nah lalu
prosedur kerjanya juga sama dengan
sampling domestik nah kurang lebih sama
jadi setelah diambil sampahnya setelah
ditimbang nanti sampelnya
dibuka terus dimasukkan ke wadah yang 40
liter nah wadah sampling yang 40 liter
nah kecuali memang itu Kompleks
perkantoran Nah kalau Kompleks
perkantoran biasanya terdiri dari banyak
hal Nah kalau Kompleks perkantoran
Biasanya kita menggunakan wadah yang 500
liter bagi yang 500 liter akan tetapi
sangat jarang biasanya Bapak Ibu kalau
itu Kompleks perkantoran pun nanti
biasanya penentuannya ya Ya kantor mana
nih dijadikan sampel nah tidak terlalu
banyak karena biasanya setiap kantor
walaupun untuk Kompleks perkantoran
setiap
satu nama perusahaan atau kantor mereka
akan memiliki tempat sampah tersendiri
Nah setelah itu kembali lagi jatuhkan
kotak sebanyak tiga kali ini hanya untuk
kompaksi sesuai dengan peraturan di SNI
lalu Selanjutnya ya ukur tinggi lagi
untuk menghitung volumenya dan jangan
lupa catat pada lookupnya jadi jangan
yang perlu diingatkan nah ini biasanya
ada kebiasaan bahwa apa catat di catatan
kecil dulu nah padahal ini bisa jadi
nanti akan lupa Bapak Ibu jadi jangan
lupa nah selalu diingatkan kepada
surveyor Nah itu untuk membawa
notebooknya terus nah dan ada kan sudah
disediakan ya semacam apa ya tempat
untuk menyimpannya nah sehingga langsung
dicatat ketika udah ditimbang jangan
jangan menunda-nunda Nah karena ada
beberapa kali Kami menggunakan surveyor
juga sehingga nanti akan bermasalah
dalam perhitungan ada kesalahan dalam
penghitungan sehingga nanti malah harus
mengulang lagi nah ini tinggi volume dan
berat ini harus dicatat juga tanggalnya
dipastikan nah selalu terisi nah ini
sebelum berangkat sudah diisi oleh
surveyor untuk tanggalnya nah kode
sampel cukup di hari pertama kan sudah
sama ini Ini hari ke-1 kedua sampai ke-8
sudah jelas
tanggalnya juga bisa nah karena
berturut-turut selama 8 hari
cuman yang dikosongkan yang volume dan
tinggi dan juga berat tadi Nah terus
untuk komposisi juga sama pada umumnya
dengan sampah domestik tadi di rumah
tangga Bagaimana dibilah sesuai dengan
komponen yang sudah ditetapkan lalu
ditimbang nah dicatat pada lookbook
sesuai dengan beratnya Dan ini menjadi
data mentah Bapak Ibu karena biasanya
kalau untuk komposisi kan tidak langsung
berat tetapi nanti kepada kepada
persentasenya sehingga nanti kita akan
bahas untuk presentase ada di pengolahan
data nah Jadi intinya untuk yang kantor
dan sekolah ini kurang lebih sama dengan
domestik cuman nanti ada beberapa
catatan yang akan
perlu Nah perlu diingat Nah karena di
form sampling kadang tidak termasuk nah
ini yang perlu dilakukan survei
Saat survei perlu juga ditanyakan
Bagaimana timbulan dan komposisi nah ini
bergantung kepada jenis kantor dan
sekolahnya nah dan perlu ada catatannya
yaitu pencatatan data jumlah pegawai di
kantor tersebut jumlah siswa dan lainnya
ada guru ataupun ada pengelola kantin
ataupun dan lain sebagainya dia
operasional kantor juga perlu dilihat
dan jam operasional sekolah juga iya dan
aktivitas di kantor tersebut ataupun di
sekolah tersebut apa saja aktivitasnya
pada saat sampling ya Bapak Ibu ya
dulu ada kejadian nah saat sampling itu
tahu-tahu di hari kedua ketiga timbulan
sampahnya sampai tiga kali lipat Nah ini
kan kita harus tahu ada aktivitas apa di
situ nah Apa yang menyebabkan timbulan
sampahnya jadi meningkat beberapa kali
lipat ataupun nanti tau-tau jumlahnya
turun nah jangan-jangan seperti yang
pernah kita lakukan di saat ada yang bfh
ada yang wfo Nah ini kan juga perlu
sekarang untuk di
kita ketahui aktivitas Seperti apa di
kantor ataupun di sekolah selanjutnya
ada nggak ketersediaan kantin karena ini
juga berpengaruh terhadap timpulan
sampah organik anorganik dan lain
sebagainya nah dan lain-lain sebagainya
nanti ada catatannya lagi nah bapak ibu
oke nah Ini untuk di rumah makan
ini juga sama bapak ibu tapi untuk
menimbang berat sampah Biasanya kalau
dia di kantong plastik kalau Rumah Makan
Ada yang kantong plastik ada yang di box
biasanya sehingga ini saya Tampilkan ini
seperti yang di box ini Bapak Ibu
timbangannya lebih besar nah dan juga
sama setelah ditimbang nanti akan
dicatat pada lampu
dan yang perlu diketahui juga ada 40
liter dan 500 liter di sini ada opsional
karena kita
Sebelum kita melakukan sampling kan kita
survei dulu untuk lokasi dan kita sudah
tahu tadi ada jumlah karyawan berapa dan
lain sebagainya dan pengunjung ini rumah
makan besar atau tidak sehingga kita
sudah menyiapkan memperkirakan kotak
sampling berapa yang mau kita gunakan
500 liter ataupun 40 liter sama lagi
prosedurnya sampah yang ada di kantong
tersebut ataupun di
wadah yang sudah ada di rumah makan
nanti dimasukkan ke kotak sampling lalu
dijatuhkan sebanyak 3 kali dengan
ketinggian 20 cm agar sampah terkompaksi
maka diukurlah tingginya Nah kalau untuk
yang 500 liter ukuran panjang kali
lebarnya 100 kali 50 cm ketinggiannya
biasanya 100 cm tapi belum tentu ketika
melakukan sampling itu terisi semuanya
nah ketika melebihi itu nanti bisa
dilakukan dua kali untuk pengukurannya
bapak ibu nah tidak cukup 500 liter ya
dua kali penghitungan
ini langkah ini yang bisa dilakukan
selama 8 hari selanjutnya untuk
pengukuran komposisi kurang lebih sama
Nah kalau secara umum komposisi ini sama
Bapak Ibu Bagaimana memilah contohnya
Berdasarkan komponen yang telah
ditentukan Nah jadi sesuai dengan
kebutuhan Nah untuk timbangannya juga
nah lookupnya juga sama Jadi bagaimana
kita membuat
data mentah ini mudah untuk dipahami nah
sehingga inilah gunanya logbook Bapak
Ibu Oke next Pak hijrah
nah ini catatan-catatannya yang perlu
dicatat selain di look tadi Nah timbulan
dan komposisi sampah akan bergantung
pada jenis Rumah Makan contohnya yang
pernah kami lakukan karena kami
Jogjakarta antara rumah makan padang
dengan rumah makan yang gudeg itu
berbeda Bapak Ibu Nah karena berbeda
bahan bakunya nah ataupun nanti rumah
makan yang prasmanan juga berbeda nah
ini perlu dicatat juga terus jam
operasional rumah makan Nah itu hanya
pagi sore saja pagi sampai sore atau
pagi sampai malam atau 24 jam ini gak
perlu jadi pertimbangan ini yang bisa
nanti untuk menggambarkan di pengolahan
data jumlah pegawainya berapa Nah jam
kerja pegawainya berapa berapa lama nah
jumlah pengunjungnya karena ada Bapak
Ibu mungkin kita tidak sadar ya kalau
kita berkunjung itu ada khusus biasanya
ada karyawan yang mencatat dengan apa
counter itu pengunjung hari ini berapa
Mungkin kita bisa mendapatkan data itu
atau kalau tidak ada pengunjung jumlah
kursi atau meja yang ada di situ atau
nanti luasan luasan rumah makannya itu
juga bisa Oke next
selanjutnya di pasar Bapak Ibu ini juga
berbeda lagi nah
hal yang paling lumrah kita dapatkan di
Indonesia di sebelah pasar selalu ada
TPS nah
akan tetapi nah lebih baik nah lebih
baik itu kan Ada petugas ya Bapak Ibu ya
petugas kebersihan pasar sebelum
dimasukkan ke TPS sampahnya kita ambil
dulu
di biasanya mereka menggunakan ya saya
sebut merk aja karena yang paling mudah
itu menyebutkan merk itu tong sampah
kurang lebih 100 atau 200 liter untuk
merek Krisbow yang paling sering dibawa
Kalau ditempat kami nah itu nanti
dituangkan nah sampahnya di atas terpal
yang sudah disiapkan mungkin ada 4 atau
sampai 5 ini biasanya sekali
mengumpulkan itu bapak ibu Nah setelah
dituangkan nanti barulah di ini kan
dipilah-pilah next
nah seperti ini Bapak Ibu jadi karena
memang sampah pasar ini banyak Nah
sampah pasar ini banyak bapak ibu dari
sisi volume dan beratnya nah ini kita
bagi 4 Biasanya jadi di sampah yang
masuk itu yang terkumpul nanti
dikumpulkan dulu di atas terpal semuanya
diadu nah diaduk diratakan lalu dibagi 4
dan selanjutnya nanti diambil dua
bagiannya nah yang 2 bagian disisihkan
nah ini kita menganggap bahwa 2 bagian
ini Ini contohnya satu dan tiga kita
ambil 2 dan 4 kita buang nah lalu satu
dan tiga ini kita campur lagi nah ketika
dirasa masih banyak belum jadi kalau
Kami menganggap 100 inilah 100 kg lah ya
Nah 100 kg kalau belum 100 kg maka itu
kita bagi lagi bapak baru Nah kembali
lagi bagi
mungkin 1 dan 4 yang di sini diambil
atau dua dan tiga diambil Yang duanya
disisihkan lagi nah 1 dan 4 ini nanti
dicampur lagi diaduk lagi nah sehingga
rata nah ini gambarnya seperti ini
pemisahan-pemisahannya kira-kira 70-100
kg ini kenapa karena kebutuhan timbangan
biasanya 100 kg itu bapak ibu kalau
sudah lebih dari itu biasanya nanti akan
biaya operasional untuk timbangan saja
sudah banyak Nah karena kita harus
memiliki timbangan yang besar
Oke next Nah setelah ini yang dilakukan
selama 8 hari untuk pemilihan komposisi
kurang lebih juga sama Nah jadi sesuai
dengan
porsinya atau komponen yang sudah
ditentukan di awal untuk rumah untuk ini
untuk pasar nah mau 12 juga oke mau 9
juga nggak papa walaupun walaupun ya
Bapak Ibu ya di pasar biasanya hanya ada
beberapa komponen saja ya terutama ya
banyak ya sayur lah sayur sayur sampah
sayuran buah-buahan plastik Nah kalau
untuk yang B3 biasanya sangat jarang
akan tetapi ya enggak apa-apa kita
untuk logbooknya kita buat selengkap
mungkin Nah nanti data yang dimasukkan
ya data yang kita dapatkan di lapangan
ini catatannya Bapak Ibu timbulan sampah
di pasar juga dipengaruhi oleh jam
operasional pasar karena di pedesaan
biasanya pasarnya hanya mulai dari subuh
sampai dengan jam 9 atau jam 10 sudah
selesai dan jenis dagangan yang dijual
di Pasar tersebut jenis dagangannya ada
yang sayur-sayuran saja biasanya di
pasar tradisional lebih banyak itu ada
juga yang menjual pakaian dan lain
sebagainya dan jumlah lapaknya berapa
kategori lapaknya Seperti apa ada yang
lapak permanen ada yang biasanya lapak
yang hanya tidak ada pembatasnya tapi
cuman udah tahu Oh ini lapaknya si A si
B si c dan d si D Nah ini yang juga
perlu jadi catatan kita dalam mengambil
sampel sampah di di pasar sehingga kita
nanti bisa menghitung timbulan sampah
sekian atau per meter persegi luasan
pasar sekian ataupun
jenis dagangan sekian nah baik itu Pak
hijrah
ini
ringkasannya kalau untuk sampah non
domestik yang perlu data tambahan yang
kita perlukan kalau untuk toko
jenis-jenis aktivitas toko jumlah
pegawai dan jam operasional biasanya itu
yang kita butuhkan karena bisa jadi
nanti ada dibutuhkan data timbulans
sampah per aktivitas toko atau timbulan
sampah per jumlah pegawai ataupun tim
bulan sampah per jam operasional Nah
kalau memang dibutuhkan begitu ya dengan
sekolah ada tingkatan sekolahnya SD SMP
SMA dan lain sebagainya jumlah muridnya
Berapa banyak bahkan kita biasanya
ngambil sampai detail jumlah murid pria
wanita Nah itu juga laki-laki perempuan
terus juga guru dan pegawai sampai yang
berasal dari kantin dipisahkan Nah untuk
melihat komposisi ataupun timbunan
sampah di kantin itu biasanya berbeda
dengan yang yang di luar kantin untuk di
kantor juga sama jenis aktivitas kantor
jumlah pegawainya luasan area bangunan
dan tanahnya dan juga operasional
perkantoran bagian pasar ada jalan ada
rumah makan atau restoran ada hotel dan
penginapan juga iya dan fasilitas
kesehatan ini khusus untuk sampah
organiknya saja Biasanya kalau untuk ini
jenis faskesnya tapi kita harus catat
jenis faskesnya jumlah kamar atau tempat
tidurnya jumlah pegawai atau dokter dan
staf medis lainnya baik itu kita
lanjutkan Pak hijrah nah Baik terima
kasih Mas yebi Bapak Ibu mudah-mudahan
masih fokus ya karena banyak yang
disampaikan Berarti tadi kita sudah
masuk ke bagian yang kedua
domestik dan non domestik Jadi dua
bagian tersebut kita bicara tentang
sumber sampah sumber sampahnya baik itu
berasal dari rumah tangga maupun sampah
sejenis rumah tangga bagian yang
selanjutnya ini di slide 44 ini kita
bicara tentang aktivitas selanjutnya
yaitu yang lokasi pengolahan sampah
berbasis masyarakat ada bank sampah
kedua ada sedekah sampah dan ada TPS 3R
jadi kita masuk ke kelompok yang kedua
ya bank sampah sedekah sampah dan TPS 3R
Bapak Ibu dari data ditampilkan di dalam
slide ini jumlah bank sampah setiap hari
semakin bertambah gitu ya berarti minat
masyarakat untuk memilah sampah
menyetorkannya ke bank sampah semakin
hari semakin tinggi sehingga ada sebuah
kepentingan untuk melihat juga berapa
sebenarnya sampah yang bisa dikelola di
bank sampah tersebut nah Apa yang harus
dilakukan untuk menentukan jumlah
sampelnya pastinya kita butuh jumlah
bank sampah yang tersedia jumlah bank
sampah yang tersedia ini ada berapa bisa
kita sekunder dari dinas lingkungan
hidup setempat paguyuban Bank Sampah
sipsn juga ada bapak di bagian fasilitas
atau data lain yang Bapak Ibu memiliki
misalnya Dari jurnal penelitian yang
lain dan kemudian setelah kita dapat
bank sampah tersebut sesuai regulasi
bank sampah saat ini nomor 14 tahun 2021
kalau saya tidak salah ada disebutkan di
sana adalah bank sampah unit atau bsu
dan ada bank sampah induk BSI jadi ada
dua kategori bank sampah yang unik dan
induk Jadi kalau nanti diambil sampelnya
berarti harus ada dua-duanya kalau kota
atau Kabupaten tersebut memiliki kedua
jenis tersebut
jenis lain yang terkadang masuk bank
kategori bank sampah karena mungkin di
dlh atau di data lain punya keterbatasan
dalam pencatatan jaga hati-hati
programnya bisa saja adalah sedekah
sampah program sebelah bukan program
terkait dengan bansam dan yang kita
perlu cermati adalah tidak semua bank
sampah itu terdata aktif Bapak Ibu dari
segi jumlah besar tapi ternyata tidak
semuanya aktif berarti
dalam mengambil sampel kita harus bisa
melihat mana yang aktif mana yang tidak
aktif jadi faktor pengalinya nanti akan
berbeda contohnya ya Bapak Ibu yang kita
kalau di wilayah Sleman punya data dari
17 Kecamatan ya Mulai dari 1 sampai
ke-17 ini mana saja lokasi atau jumlah
lokasi bank sampah yang dimiliki
misalnya ada salah satu Kecamatan dengan
nilai bangsa yang tertinggi jadi dari
persentase nanti lokasi di kecamatan ini
pastinya memiliki porsi yang lebih
tinggi dibandingkan dengan kacamata yang
lain yang akan kita mengambil jumlah
sampelnya cara perhitungan sampelnya
juga sama Sebenarnya ya dengan cara
rumus penentuan sampel tadi baik
menggunakan nomor gram
slovin ya kemudian ataupun menggunakan
SNI atau ataupun jenis yang lain
bagaimana teknisnya masih Ebi akan
menjelaskan Lebih Detail karena memiliki
sedikit perbedaan dengan
sampling di Sumber sampah Monggo lanjut
lagi
masih di mid Oke terima kasih nah baik
Bapak Ibu nah ini dia
notebook sampling sampah untuk bank
sampah Bapak Ibu nanti
ada juga untuk sedekah sampah nanti kita
sama-sama melihat bentuknya nah di
looknya ada bank sampah satu dua tiga
empat dan lima ini karena keterbatasan
ya Bapak Ibu nanti boleh mungkin
menambahkan ya berapa Bang sampah yang
mau di sampling sehingga nanti
memudahkan Bapak Ibu untuk mengambil
data nah akan tetapi berbeda dengan
sampah
sampling sampah di
domestik dan non domestik untuk di bank
sampah ini biasanya sudah jelas Bapak
Ibu sampah yang akan di sampling itu
sesuai dengan sampah yang bagus Nah
biasanya mereka sudah memisahkan ada
kertas ada plastik ada logam nah ini
karena tidak buat di slide nya saya
Tampilkan saja yang kertas
terbagi lagi nah duplex kardus koran ada
arsip ada kertas buram ada kantong semen
Ada kemasan karton ada terus lain-lain
sebagainya sangat banyak biasanya Jadi
tergantung
yang ada di bank sampah tersebut nah
terus ada bank sampah 1 2 3 4 5 Nah ada
P1 P2 P3 ini P1 p2p3 ini Ini
penimbangan per Berapa lama Bapak Ibu
penyetoran ataupun nanti bisa jadi nah
bank sampah ini kan dikumpulkan nih
Bapak Ibu nah dikumpulkan sampahnya lalu
diambil oleh pengepul kan diambil
pengepul nggeh Nah jadi pengepul ini
menimbang ataupun kita boleh sebelum
ditimbang pengepul kita timbang nih nah
oh ternyata perbulan nah Berarti P1 ini
kami menggambar satu HP dua per dua
bulan atau per 3 bulan nanti
Jadi tergantung bank sampahnya ini
karena di tempat kami ada yang perbulan
per dua bulan atau per 3 bulan Nah untuk
menjual sampahnya sehingga itu yang kami
lakukan
pengambilan sampelnya nah terus bank
sampah kedua juga sama P1 P2 P3 bangsa
part 3 4 dan 5 begitu seterusnya Nah
untuk samplingnya Kenapa berbeda karena
di bank sampah biasanya tidak menerima
sampah organik kan Bapak Ibu nah
kalaupun ada mungkin itu itu
keistimewaan salah satu bangsa Pah
tersebut nah tetapi pada umumnya bank
sampah itu tidak menerima sampah organik
nah lebih kepada sampah-sampah yang
layak jual nah pengukuran komposisinya
seperti ini jadi Sudah ada sesuai dengan
kriteria bank sampahnya mereka sudah
memilah Seperti apa ada duplek kardus
koran arsip ini yang kita timbang dan
langsung dimasukkan ke logbook nah
berhati-hati menggunakan istilah tadi P1
P2 dan P3 sangat perlu dipastikan Nah
kepada pengelola bank sampah ini sudah
terkumpul Berapa hari Nah P1 P2 P3 ini
bisa ibu-ibu atau bapak-bapak ganti atau
mas-mas mbak mbak ganti sesuai dengan
berapa lama itu terkumpul karena bisa
jadi nanti kalau tidak memastikan itu
penimbangan pertama nanti ada dapat 10
kilo nah terus ada periode berikutnya
sampling dapat 100 kilo ini kan tidak
tahu kita nah sehingga apa yang perlu
dipastikan ini sampah ini sudah
dikumpulkan Berapa lama waktunya
sehingga nanti akan timbul bisa jadi per
hari atau pengumpulan nah begitu next
Pak hijrah
nah ini untuk sedekah sampah Pak hijrah
silahkan Oke Baik terima kasih Mas Gaby
Bapak Ibu yang kedua adalah sedekah
sampah ya yang tadi sudah ada bank
sampah dari Mas Sibi dengan bank sampah
kita sangat terbantu Bapak Ibu tidak
perlu mungkin ya sebagian besar datanya
tidak perlu lagi timbang-timbang sampah
jadi tinggal mengikuti data yang mereka
miliki gitu ya Jenis sampah yang mereka
miliki tinggal nanti menyesuaikan dengan
kebutuhan kita periode pengambilan tadi
betul sekali yang disampaikan Mashabi
itu sangat penting untuk menentukan
berapa sampah terkumpul dalam periode
tersebut nah program yang selanjutnya
yang sekarang juga sedang digandrungi
adalah sedekah sampah jadi semakin hari
semakin bertambah Misalnya ini ambil
dari gerakan sedekah sampah.id
kebetulan ini datanya via masjid ya tapi
gerakan-gerakan yang lain tempat-tempat
ibadah yang lain juga sudah mulai gitu
lewat program salah satunya adalah
gradasi semakin diminati ini mereka juga
sudah membuat kertas total kaca total
plastik dan seterusnya tapi ini direkap
secara nasional berarti tak perlu tahu
terlebih dahulu adalah lokasi sedekah
sampah di si yang akan kita ambil
sampelnya gitu ya di sebuah kota
tersebut atau kabupaten tersebut Berapa
banyak sedekah sampah yang ada dari
lokasi tersebut nanti akan menentukan
jumlah sampel yang akan kita lakukan nah
di sedekat sampah memang sedikit berbeda
dibandingkan dengan bank sampah terutama
dari Jenis sampah yang dikumpulkan nah
tidak mungkin sekompleks tanpa kemudian
juga kita akan menghadapi pencatatan ya
proses administrasi yang minim ini
menyebabkan mungkin kita perlu melakukan
jadi ikut serta dalam
syukur-syukur pengelolanya memiliki data
timbangan Nah jadi yang dijelaskan
sebentar lagi oleh Mas yebi terkait
dengan hal Bagaimana mengisi logbook Ya
baik Bapak Ibu ini yang look dengan yang
untuk sedekah sampah Nah sepertinya sama
dengan yang ini yang bank sampah tadi
Nah tetapi perlu dilihat ada sedekah
sampah 1 2 dan sebagai Seperti yang saya
sampaikan Pak hijrah bahwa sudah
ditentukan lokasi sampelnya di mana Nah
selanjutnya
sedekah sampah ini kan hanya ada kertas
plastik logam seperti bapak ibu lihat di
atas tadi bahwa lebih kepada
ada kertas total kaca ada plastik nah
kaleng elektronik dan lainnya nah ini
kami nah menyarankan kalau untuk
kebutuhan Ya dipisah sesuai dengan bank
sampah nah tapi kita membutuhkan
ya menimbang sendiri Bapak Ibu kalau
buang sampah tadi kan mungkin data sudah
tersedia kalau untuk sedekah sampah ini
Nah ya nanti kita sampling berdasarkan
periode lagi ini nah ini Prodi yang
penerimaan sampah penimbangan ini saya
ada saya buat ada per hari per minggu
atau per bulan pilih salah satu
berdasarkan apa
datanya ini atau tersedia kapan ini oleh
oleh pihak sedekah sampahnya umpamanya
Mereka menjual nanti per hari ada per
hari atau per minggu atau perbulan ya
kita ngikut itu Nah itu untuk
mempermudah sampling Bapak Ibu nah dan
juga menyesuaikan dengan Jenis sampah
yang diterima oleh sedekah sampah sekali
lagi untuk kategori sampah dan jenis
sampah di sedekah sampah ini sangat
bergantung kepada Jenis sampah yang
disediakan atau jenis apa yang diterima
oleh sedekah sampah tersebut karena apa
Karena memang
sampah ini nah adalah yang dinondasikan
biasanya ada yang bisa untuk
dimanfaatkan ataupun bernilai ekonomi
[Musik]
itu Pak hijrah Monggo Begini Nah Bapak
Ibu contohnya Ini contoh plastik yang
coba saya Tampilkan juga tadi ada kertas
ini plastik yang bisa dilihat
kalau di pada umumnya mereka hanya
mengumpulkan oplastik sudah nanti ada
yang mau beli ya sudah Nah Tetapi kalau
untuk kita mengambil data semakin banyak
semakin detail data yang kita ambil maka
akan semakin semakin bagus Nah ini
contohnya plastik ada kekerasan ada
putih kan ada bodong ada plastik pehd
ada plastik sabuk sablon Mika dan lain
sebagainya ini berdasarkan ini yang
pernah kami lakukan Bapak Ibu jadi nanti
tergantung Bapak Ibu menamakannya apa
ini ibaratnya sampling ini adalah
sampling
tulisan-tulisan ini adalah yang ada di
lapangan Nah kan plastik kerasaan itu
tidak ada pada umumnya Ya plastik sablon
terus
MPS kaca dan lain sebagai Aqua gelas ini
kan merek ya Nah akan tetapi ini untuk
mempermudah saja Bapak Ibu nah Supaya
apa surveyor kita mudah melakukan
pencatatan berat untuk sampah yang ada
di sedekah sampah Ya kembali lagi
setelah terpisah dipilah-pilah sesuai
dengan kebutuhan untuk
pengambilan sampel ditimbang satu-satu
lalu dicatat pada LookUp baik
silahkan dilanjutkan untuk TPS 3R
baik
Sudah Bapak Ibu sudah mengetahui bank
sampah sedekah sampah kemudian ada satu
lagi yang berbasis masyarakat juga yaitu
TPS 3R Jadi mirip seperti proses TPS
sampah masuk di angkut kemudian ada
proses pengolahan yang dilakukan Artinya
ada
lokasi-lokasi yang kita harus
identifikasi ya Misalnya di
kecamatan-kecamatan di wilayah kota atau
Kabupaten kita berapa nih jumlah TPS 3R
yang ada ya kemudian
data tersebut memang bisa dari data
sekunder dari dinas lingkungan hidup
kemudian boleh dikategorikan biasanya
untuk teman-teman mahasiswa ini yang mau
fokus penelitian lebih fokus ya tahun
operasional dari lama waktu berdiri gitu
ya kemudian jumlah pelanggan area kerja
aktivitas pengelolaan yang dilakukan
organik anorganik penanganan residu dan
pasti juga seperti bank sampah tadi
tidak semua TPS 3R itu dalam kondisi tif
gitu Jadi kita perlu tahu nah sedikit
berbeda di TPS 3R kita perlu tahu data
sampah masuk data sampah masuk ke sistem
tersebut berapa dan data sampah
keluarnya itu berapa jadi dengan
pengumpulan terpilah kita bisa tahu
persentasenya yang diangkut ke TPA juga
tahu persentasenya kemudian yang diolah
menjadi produk juga kita tahu agar salah
satunya bisa mengetahui
keefektifan dengan adanya TPS 3R
tersebut Nah kita akan lihat ya Apa
model pencatatan yang dapat dilakukan
lewat logbook yang ada tapi sengaja
memang membuat lovebird tersebut dan
akan menshare kepada Bapak Ibu semuanya
agar bisa dimodifikasi dipakai ya untuk
mempermudah proses sampling jadi
sampling itu agak sulit ya yang penting
kita bisa detail dan bisa melakukannya
secara periodik nah Monggo masih B
lanjut lagi Terima kasih Pak Hijrah ya
semoga Bapak Ibu tidak bosan ya melihat
kami bertukar-tukar seperti ini ya Ini
Bapak Ibu untuk TPS 3R biasanya
dilakukan dua kali sampling Nah kenapa
karena ini untuk kepahitan data Jadi
kami coba membuatkan logbook ada untuk
sampah masuk ada untuk sampah keluar Nah
ini untuk sampah masuk dulu bapak ibu
Nah ada nama TPS 3R ada alamatnya nah
terus hari sampling Ya seperti biasa 8
hari Terus waktu samplingnya ya ditulis
hari tanggal bahkan bisa jam juga nah
terus identifikasi nah ini kami menyebut
merk Kenapa karena ini memang kita
samplingnya waktu itu memang di Jogja
yang sebagian besar ini terus ada
kendaraan 1234 mama ataupun lebih boleh
nggak papa sesuai dengan kendaraan yang
ada di TPS 3R tersebut Nah ada estimasi
volume nah estimasi volume nanti volume
untuk sampah yang ada di
kendaraan tersebut Bapak Ibu nah terus
volume kotak sampling yang digunakan
berapa Nah kita biasanya menggunakan
Yang 500 liter Nah nanti baru kita ukur
yang kotak sampling berapa nanti ini nah
terus berat sampel nah Biasanya kita
menggunakan yang timbangan yang besar
tadi yang seperti Saya tunjukkan di awal
Nah baru komposisinya juga sama mau 9
atau 12 ini kembali lagi tergantung
kebutuhan
nah ini untuk sampah keluar nah sampah
keluar ini Bapak Ibu Nah ada organik ada
anorganik dan lain sebagainya sebetulnya
nah ini contohnya adalah yang organik
sampah keluar ini ada kompos ada maggot
nah ini beberapa TPS 3R kan ada mengolah
ya mengolah sampah organik menjadi
kompos dan juga beternak maggot nah
ataupun jenis lainnya Mungkin nah ini
bisa dilihat nah ini untuk penjualan
contohnya ada kompos ada maggot kan kita
tidak tahu nah ini biasanya bekerja sama
dengan TPS 3R mereka penjualannya
periodenya berapa kali mungkin ada yang
per minggu dicatat ada perbulan dicatat
ini untuk untuk kebutuhan data kita
kembali lagi
untuk jenis sampahnya tergantung sampah
apa yang dikelola yang diolah nah yang
diolah di TPS 3 TPS 3R tersebut dan juga
ini baru organik nanti ada anorganik
anorganik contohnya ya plastik nah
plastik jenis Apalagi nih ada botol yang
terjual pe atau pet terus ada juga
plastik film dan lain sebagainya bisa
jadi berbeda antara yang TPS 1 dengan
yang TPS 3r1 dengan yang lainnya dan
begitu juga yang residu nah yang sampah
keluar ini sudah jelas ada residu residu
yang perlu dicatat Bapak Ibu diangkut
per Berapa hari ini oleh pihak ketiga
ataupun biasanya oleh pemerintah kalau
TPS 3R di tempat kami itu bekerjasama
dengan pemerintah daerah yang mengangkut
residu ke menuju ke TPA nah berapa
banyak yang diangkut umpamanya per 3
hari 1 ton lumayan 1 ton itu untuk berat
nah volumenya berapa kira-kira kita bisa
perkirakan
oke nah Ini contoh untuk komposisinya
dan timbulnya sama dari
kendaraan nah kendaraan roda tiga kalau
TPS TR roda tiga Nanti sebelum di masuk
setelah masuk TPS 3R dibentangkan dulu
terpalnya lalu dituangkan di situ
semuanya sampah yang ada dari
kendaraan roda tiga tadi lalu sampahnya
dipilah kalau memang terlihat banyak dan
sepertinya Kalau yang ini sekali
pengangkutan pasti akan besar dari 100
kg karena timbangan kita ada segitu maka
kita pilih lagi nah kita pisah-pisah
lagi seperti yang di TPS tadi Nah
menjadi kurang lebih Nanti 70 sampai 100
kg barulah setelah itu Ya kita buat
komposisinya atau timbang dari situ kita
ukur komposisinya
ya Nah ini komposisinya nah Pilihlah
sampel sampah tadi berdasarkan komposisi
yang telah diterapkan yang kita tetapkan
kita butuhkan ini sama saja untuk
komposisi sampah pada umumnya lalu
ditimbang berdasarkan pemisahan yang
dilakukan Dan jangan lupa catat pada
logbooknya nah ini untuk yang sampah
masuk bapak ibu ya Nah sampah keluar dan
itu ya data dari TPS 3R yang perlu
diolah lagi ataupun nanti Bapak Ibu bisa
bisa disitu selama
periode tertentu untuk berdiskusi Nah
untuk mendapatkan data yang data-data
yang keluar baik dilanjutkan oleh Pak
hijrah untuk selanjutnya
Oke masih lebih Ya jadi yang tadi adalah
TPS 3R yang ada pengolahannya Nah
sekarang kita akan masuk ke sistem
pengelolaan sampah kota gitu jadi memang
Kompleks ya Dari ujung ke ujung agar
semuanya komprehensif ya kita sampaikan
yang berikutnya adalah TPS Bapak Ibu TPS
ini adalah
lokasinya perlu dilihat juga ya jumlah
TPS yang tersedia dari data sekunder
dari dinas dan bentuk-bentuknya
kapasitas jumlah jenis kendaraan
fasilitas pengelolaan ya kemudian ada
sektor informal yang ada di sana
ataupun dengan istilah-istilah yang lain
ya kemudian di istilah juga yang
menggunakan di beberapa daerah TPS ada
transfer Depo gitu ya dengan
istilah-istilah yang berbeda perlu
disepakati dulu mana lokasi yang akan
dijadikan lokasi
sampling yang akan kita lakukan ya kalau
misalnya punya di kota saya cuma hanya
satu TPS berarti tidak sampling tapi
sensus yang dilakukan jadi satu TPS
tersebut itu adalah yang akan dilakukan
proses pengambilan datanya Nah Bagaimana
teknisnya masih
Bapak Ibu untuk TPS Nah ada sedikit
perubahan di alat angkut nah kami buat
alat-alat 123 dan 4 ini ada nama tps-nya
ada alat angkutnya ini biasanya kalau
untuk TPS ada alat angkot yang roda tiga
atau pick up mobil pick up ya Bapak Ibu
ya minibus itu yang terus ataupun truk
atau dam truk nah ini yang perlu nanti
di ini di data Nah kenapa kita juga
perlu untuk Volume atau volume yang
sampai yang dia oleh alat angkut
tersebut nah dan kita juga harus ini
mengukur tingginya Nah ada volumenya ada
beratnya nah dan ada komposisinya nah
tetapi
volume ini nah ini berbeda TPS dengan
yang lainnya Bapak Ibu sampah diambil
seperti kita mengambil di ini di
TPS 3R ataupun tadi di TPS
nah seperti ini nah sampah diambil yang
kurang lebih ya penuh lah untuk 500
liter Bapak Ibu jadi sampah yang ada di
truk sampah Nah kalau di roda tiga kan
bisa kita pisahkan Ya nah tapi kalau
untuk yang di truk sampah biasanya
langsung 500 liter kita ambil nah
dituangkan di
terpal Nah kalau yang di VR tadi atau di
mobil motor roda tiga dituangkan di
sampah di terpal lalu dipisah-pisah lagi
menjadi 4 bagian sehingga didapatkan
kurang lebih ya sampahnya homogen 70-100
kg
seperti itu Nah nanti baru ditimbang nah
dan untuk Komponen komposisi yang telah
ditentukan ini kembali lagi ke
tergantung kebutuhan Bapak Ibu Nah untuk
sampahnya mau 12 kategori atau jenis
atau mau 9
dan juga di lomboknya
seperti itu juga dia ditimbang
berkomposisi nanti dicatat pada LookUp
beratnya berapa nanti baru diolah
pengolahan data jadi persen oke Pak
hijrah
Terima kasih TPS ya tadi muncul sekilas
di pertanyaan gimana kalau kota saya
nggak punya TPS dan TPS 3 ya berarti
tidak perlu sampling di sana gitu nanti
kalau diwajibkan sampling Di mana lokasi
TPS sama TPS 3r-nya begitu kan Nah kita
selanjutnya adalah TPS t ini juga
mungkin tidak semua kota memiliki TPS t
ya Tapi perlu kita sampaikan agar kita
bisa mengetahui di lokasi TPS t itu ada
terjadi pengolahan apa Nah di TPS
tingkatan pengolahannya pasti lebih
kompleks dibandingkan dengan TPS 3R tadi
TPS mungkin kompos dan seterusnya TPS t
harapannya bisa skalanya lebih besar
sehingga
tpst ini mungkin saja di satu kota
tersebut hanya punya satu lokasi tpst
saja nah bagaimana logbooknya ya kita
juga sudah sediakan Monggo masih untuk
baik nah ini lookupnya seperti ini Bapak
Ibu nah ini juga sama biasanya nah
sampai masuk ini Nah
dari truk nih kalau tps-nya dari truk
bapak ibu sehingga kita buat truk 1 2 3
4 ataupun kalau memang ada banyak
truknya monggo silahkan kalau mau di
sampling keseluruhan Nah kalau Kami
lebih kepada apa yang namanya sampling
kan tidak perlu sensus dan nah sensus
kalau ada 10 truk 10 truk diambil Kalau
bisa nanti dengan metode yang valid Ya
udah eee kita ambil sebanyak sesuai dari
perhitungan berapa sampel yang bisa
diambil nanti truknya berapa volumenya
dan nanti juga perlu volume dari kotak
sampah yang kita ambil sebagai untuk
kotak samplingnya jadi ada volume truk
ada volume sampah yang kita ambil Bapak
Ibu dan berat sampah dari dari follow
dari samplingnya nah sehingga apa kita
bisa mendapatkan berat ini nanti di
pengolahan data dari berat jenis
tersebut ada volume sampling ada berat
sampling nanti kita bisa menentukan
karena kita tahu volume truk nah volume
sampah yang bisa diangkut truk tersebut
kita akan mendapatkan
Berapa banyak berat sampah yang bisa
diangkut oleh truk tersebut dengan
komposisi tertentu Nah jadi seperti ini
pencatatannya next
nah ini untuk sampah keluar tadi sampah
masuk karena tpst ya Bapak Ibu Ya tpst
akan ada unit-unit pengolahannya Nah ada
organik ada anorganik lainnya jual ada
pengolahan residu residu biasanya ada
diolah juga nah Nggak tahu entah entah
itu masuk ke landfill dan lain
sebagainya nah atau ada residu berbagai
jenis residu yang dipisah-pisahkan
tergantung fasilitas yang ada di tpst
tersebut nah ini kembali lagi ada
fasilitas apa yang ada di tpst kita
hitung per periode Bapak Ibu jadi tidak
per hari tapi periode biasanya ada per
hari per minggu atau perbulan bisa
dipilih salah satu dan satuannya
biasanya KG Nah oke itu Pak hijrah
nah ini metodenya kurang lebih sama
dengan TPS 3R dan juga TPS tadi Nah
sampah yang dari truk nanti diambil nah
diambil lalu dimasukkan ke wadah yang
500 liter dan dipisahkan yang pertama Ya
tentu di homogenkan Terus kalau dirasa
memang beratnya belum 100 kilogram masih
sangat tinggi nah sedangkan ketersediaan
timbangan kita itu 100 kilo Nah maka
juga enggak apa-apa kecuali Bapak Ibu di
fasilitas TPS t-nya ada yang sampai bisa
menimbang satu ton sampahnya nah dan itu
boleh kok langsung dipindahkan akan
tetapi nanti petugas samplingnya memilah
sampah 1 ton itu akan sangat berat
Itulah kenapa kita lebih rekomendasikan
h70 sampai 100 kilo dengan catatan harus
di homogenkan dulu sampahnya di Villa
sesuai dengan kebutuhan nanti ditimbang
perkomposisi tadi per komponen-komponen
yang sudah dite kan lalu dicatat pada
notebook Nah untuk mendapatkan data
mentah yang yang valid Oke Pak hijrah
monggo
lanjutkan
nah ini bagian yang terakhir Bapak Ibu
ya dalam sistem pengolahan sampah kalau
kita lihat Ingat masih alur tadi bagian
terakhir setelah TPS tadi ada yang
menggunakan kotanya pasti setiap kota
kita punya yang namanya TPA TPA
perlu juga kita sampel sampling tapi
apakah seluruh lokasi kita perlu
sampling tentunya tidak sesuai dengan
kebutuhan kita Apakah sumber saja atau
Pak ataukah proses pengolahan yang ada
bank sampah sedekah sampah TPS 3R
ataupun tadi ada TPS tpst ataupun
TPA yang dilakukan sesuai dengan
kebutuhan dari aktivitas operasional
yang dilakukan Nah kalau TPA rasanya
bukan sampling namanya karena memang
hanya satu berarti harus dilakukan di
lokasi tersebut yang perlu
dipertimbangkan adalah sebenarnya adalah
Jumlah sampah yang masuk ya kuantitas
sampah yang masuk untuk menentukan
ritasi kendaraan yang ada jadi yang
diambil sampelnya bukan jumlah tpa-nya
tapi adalah jumlah kendaraan yang masuk
ke TPA tersebut jadi misalnya nih masuk
TPA TPA tersebut rata-rata 37 truk
perharinya nah yang kita ambil sampelnya
berapa nih ya misalnya dengan angka 10%
berarti 3,7 nanti akan digenapkan
menjadi 4 kendaraan yang akan kita
gunakan ya jadi data kendaraan itu
sangat diperlukan sebagai data awal
lokasi yang akan kita lakukan proses
sampel Nah setelah data kendaraan jelas
4 kendaraan misalnya yang akan dipilih
berarti kembali lagi ke aktivitas
Bagaimana
mencatat sampah yang masuk ke TPA
tersebut
kembali lagi ke notebook nah logbooknya
seperti ini Bapak Ibu
nama TPA sudah jelas tadi satu kabupaten
kota biasanya satu nah terus nanti
Alamatnya di mana juga harus dituliskan
hari 8 hari waktu sampling juga hari apa
tanggal berapa Jam berapa struknya juga
sama truk 1 Truk 2 truk 3 truk 4 ataupun
alat angkut 1 2 3 dan 4 boleh Nah kalau
di TPA Biasanya kami mencantumkan
platnya Kenapa karena hari berikutnya
juga akan sama kalau platnya a berarti
harus kurang a juga yang di sampling
Bapak Ibu enggak boleh juga nanti
truknya Plat A Terus besok hari kedua
plan B nah ini untuk apa untuk melihat
ini berdasarkan apa nanti areanya area
yang dilayani truk akan nanti akan
berbeda dengan truk b atau plat AD
ataupun plat B sehingga kita tahu
sampahnya berapa kalau ini Ada timbangan
nanti kita bisa mudah menimbangnya Bapak
Ibu beratnya berapa berat sampah kalau
ada timbangan di di sebelum masuk TPA ya
Nah Biasanya kan ada nih di TPA TPA
kalau secara kewajiban peraturan harus
ada tapi ada juga yang yang memang nggak
punya nih timbangan atau rusak lah
seperti itu Nah sehingga apa kita perlu
sampling Nah untuk truk ini nah sampling
ini next
nah ini tadi Nah seperti ini kita ambil
lagi 500 liter saja kita menganggap
bahwa ini sudah homogen kita ambil 500
liter kembali kita pisah-pisahkan Bapak
Ibu kalau ini di truk atau di pick up
karena Bapak Ibu bayangkan ini foto
adalah yang di ini yang saya ambil di
Bantar Gebang Kalau nggak salah ini itu
kapasitasnya kurang lebih itu dua berapa
ya 15 atau 2-20 meter kubik gitu nggak
mungkin kita mengambil sebanyak itu
sehingga kita ambil sampel 500 liternya
penuh lah box sampling kita 500 liter
nanti kita masukkan di
terpal lalu kita pisah-pisahkan sehingga
kurang lebih beratnya nanti sampai 70
sampai 100 kg baru Setelah itu kita buat
pisah menjadi komposisi-komposisi yang
sudah kita tetapkan di awal dan kita
timbang jadi kita dapatkan
timbulan sampah untuk sampling dan
komposisi sampah di sampling Nah dari
sini nanti kita bisa mengukur berat
jenisnya Nah dari berat jenis itu kita
secara teoritis kita bisa mengukur
timbunan sampah yang dibawa ataupun yang
diangkut oleh truk sampah tersebut Oke
next supaya
untuk sektor informal Oke Baik bapak ibu
tadi kita sudah lihat dari TPS tpst dan
TPA jadi polanya ada yang berbeda
kemudian ada yang sama gitu Jadi
pemahamannya kita harus bisa pisahkan
satu persen Nah bagian yang selanjutnya
adalah bapak ibu
saat kita lihat tadi diagram alirnya
sektor informal juga bekerja di dalam
sistem persamaan kita kita perlu sadar
bahwa ada sampah kita yang hilang yang
hilang yang mungkin tidak terdeteksi
selama ini tapi diambil oleh
saudara-saudara kita yang yang
berprofesi sebagai pemulung pengepul
Palapa dan seterusnya yang
ujung-ujungnya akan masuk ke industri
daur ulang Jadi kalau dipetakan sebuah
peta keberadaan sektor informal tersebut
mulai dari sumber sampah ada nih Bapak
Ibu yang pemulung yang ngambil sampah
tanpa membeli ada juga pengepul yang
keliling menggunakan kendaraan yang
membeli sampahnya kemudian proses
tersebut akan masuk ke proses lapak atau
pengepul kemudian juga dari TPS juga ada
pemulung dari TPA juga ada pemulung
kemudian akan berakhir ke dealer atau
Bandar yang lebih besar masuk ke bandara
yang besar lagi Kemudian berakhir di
industri pengolahan berarti kita perlu
data terkait dengan jumlah pemulung yang
ada di Sumber jumlah pemulung yang ada
di TPS jumlah pemulung yang ada di TPA
nah
tapi yang kita hadapi di lapangan
ternyata tidak semudah itu mendapatkan
data mereka akhirnya pola untuk
menentukan jumlah sampelnya berubah
menjadi pola Snowball sampling Bapak Ibu
jadi
samplingnya akan terus
mengikuti ya Jadi ketemu sampel yang
satu kita bertanya Oh ada nih temennya
lagi kita akan berakhir ke beralih ke
temennya yang kedua dari teman yang
kedua dapat informasi yang lain Jadi
terus saya jadi lakukan karena kita
belum mengetahui jumlah populasi yang
ada sehingga akan sedikit berbeda dalam
menentukan jumlah sampel yang ada
Walaupun ada beberapa penelitian yang
menyebutkan persentase dari sekian
persentase jumlah penduduk yang menjadi
sektor informal dan seterusnya tapi
kekuatan dari penelitian tersebut kita
menjadi pertimbangan untuk melakukan
jumlah menghitung jumlah sampel tersebut
nah Apa yang dilakukan di dalam sektor
informal ini pencatatan logbooknya
seperti yang ada pada gambar yang akan
dijelaskan oleh masih
mungkin ada kendala
Oke saya coba jelaskan sampai nanti
masih bergabung kembali Jadi ini masih
muda masih ada waktu ya Mbak Nisa ya
cukuplah untuk 20 menit
untuk sektor informal ya Ada lokasi satu
lokasi Dua tadi tergantung dari
jenis ya jenis dari
sektor informal yang ada misalnya Sumber
1 Sumber 2 Sumber 3 dan seterusnya nah
ini pemilahannya tadi ada kertas plastik
kaca logam yang kita coba buatkan di
dalam logbooknya ya ini jenis-jenisnya
tergantung dari yang ada jadi jenis ini
sengaja nanti kita buatkan dalam bentuk
Excel ini sesuaikan saja Bapak Ibu
dengan jenis yang mereka kumpulkan
karena kita tidak bisa juga memaksa
mereka harus mengumpulkan dengan nama
duplex nama kardus koran Mungkin dia
spesialisasi adalah plastik ya udah
kemudian di lokasi
12-5 ini jadi di dalam logbook ini bisa
untuk 5 sumber 5 sumber Nah kemudian ada
proses pemilahan apa pencatatan
berdasarkan sumber yang ada P1 P2 P3
seperti yang dijelaskan oleh Mas yebi
sebelumnya terus kemudian dicatat dan
selanjutnya ada plastik logam nah
prosesnya adalah sebenarnya tidak
terlalu menimbang ya jadi karena memang
mungkin mereka sudah punya data mungkin
ya tapi sektor informal yang biasa kita
hadapi di lapangan mereka tidak punya
data gitu ya jadi akhirnya kita
melakukan penimbangan setiap akhir jam
kerja mereka misalnya siang atau sore
dan seterusnya nah ini sepertinya masih
ini sudah online lagi ya
dilanjut tapi ini sekilas saya sudah
jelaskan tadi ya prosesnya di Sumber
kemudian ada pemulung atau sektor
informal di TPS dengan menggunakan tadi
Karena posisinya juga ada yang di TPS
tapi memang butuh ini ya masih ya lebih
cepat bekerjanya ya karena
sampah yang masuk di truk tidak lama
kemudian langsung angkut menuju ke tpst
atau ke TPA itu sehingga pencatatannya
hampir mirip ya
hampir mirip Nih Bapak Ibu pencetannya
ini untuk logbook sampling sampah sektor
informal ini untuk di TPS
lokasinya TPS apa Nah terus ada S1 S2 S3
S4 ini adalah sampel 1 2 3 dan 4 ini
adalah biasanya di situ ada pemulung Nah
kita nggak tahu pemulung yang keberapa
yang dijadikan sample nah lokasi satu
dua tiga empat Nah yang ini juga
timbulan rumahnya kan ada kertas
tergantung yang pemulung itu pilah Bapak
Ibu Nah apa dan di akhir Nah jadi kalau
di TPS ini beberapa tempat kami pahami
mereka ini ada jam kerjanya nah ini yang
perlu dicatat juga bapak ibu jadi jam
pagi sampai jam siang ini Syiah nanti
siang sampai sore si B jadi Sudah ada
pembagian bahkan bahkan untuk truknya
pun sudah diatur begitu dia untuk di TPA
nanti di TPA dan di TPS itu si A itu
sudah kebagian truk dari truk a plat
sekian truck B plat sekian jadi sudah
diatur nah ini yang perlu perlu
pendekatan nah pendekatan tadi yang
nanti di akhir Pak hijrah sampaikan
Bagaimana survei sosialnya Tetapi
walaupun kita melihat saat ini survei
sosial itu terpenting tapi kalau untuk
sektor informal terutama untuk di TPS
dan di TPA ini sangat perlu kita lakukan
Bapak Ibu untuk mendapatkan apa
mendapatkan data-data ini selesai mereka
bekerja atau selesai shiftnya itu kita
langsung bisa menimbang nah berbeda
mungkin kalau di Sumber kita bisa
pendekatan secara personal ya Pak ya
tapi kalau yang di TPS dan di TPA kita
butuh pendekatan-pendekatan yang memang
lebih intens lah seperti itu Jadi ada
dari pemulung tersebut selesai save
mereka kita timbang lalu masukkan ke
logok berdasarkan apa sampah yang
dikumpulkan oleh mereka Nah jadi memang
untuk yang di
logbook ini ini tergantung apa yang
mereka lakukan Bapak Ibu apa yang mereka
kumpulkan dan apa yang mereka dapatkan
oke itu Pak hijrah
sepertinya hampir mirip ya Pak ya
menjelaskan juga Jadi ada pemulung di
TPA dengan pola yang sama juga tapi
memang butuh pendekatan ya jadi secara
sampling sosialnya perlu ada
kesehatan lebih secara teknis sama Pak
Ebi ya
dan seterusnya nah kemudian kita akan
lanjut ke bagian selanjutnya Bapak Ibu
terkait dengan jumlah personil ya dan
waktu kerja yang ada gitu ya Pak Ebi
Apakah terputus nggak Pak
Dewi
tadi kita sempat singgung Bapak Ibu
untuk persiapan sampling Nah ada
perencanaan jumlah personil dan waktu
kerja ini kita bahas detail mungkin bisa
next Pak hijrah Nah dari SNI 19 Nah
tahun 1994 sebetulnya sudah ada
ketentuannya bahwa ada ketua tim yang
jumlahnya satu orang minimal nah terus
ada pelaksana utama dua orang per 100
sampel dan ada pekerja teknis 5-8 orang
per 100
ini adalah untuk mereka bekerja yang
sesuai tepat waktu bekerjanya sehingga
apa dalam waktu
3-4 jam ataupun setengah hari ini bisa
dilakukan nah ataupun sesuai jam kerja 8
jam kerja lah ini kira-kira
ketua tim tugasnya memimpin persiapan
dan koordinasi Nanti biasanya ini yang
akan sebelum melakukan sampling dia
ketua tim yang akan melakukan apa
pertama sudah jelas koordinasi di awal
sebelum berangkat sampling dan mengawasi
proses sampling jadi melihat dan
memeriksa data serta mengkaji keakuratan
data nah ini biasanya ya orang yang
mengerti 100% tentang seluk beluk
sampling mulai dari logbook sampai ke
area sampling di mana Nah dan juga
data-data itu dia yang mengumpulkan nah
terus ada pelaksana utama minimal dua
orang yaitu pengukuran volume dan berat
pengumpulan dan pencatatan data sampling
sama penyusunan laporan nanti Nah bisa
jadi sampai laporan di akhir nah ini
pengumpulan dan pencatatan data ini
mereka tahu apa
logbook Nah cara penggunaan logbook
Bapak Ibu untuk petugas utama ini nah
Jenderal volume ada untuk mengukur
volume dan berat nah pekerja teknis ini
yang mengumpulkan sampah dan memisahkan
contoh sampah jadi dia harus tahu apa
komposisi sampahnya pengumpulan dan
pemisahannya yaitu titik-titik
samplingnya mereka sudah tahu nah terus
penanganan sampah setelah sampling kan
setelah sampling ini harus dikemanakan
Apakah dibiarkan begitu saja atau
dibuang ke TPS atau TPS 3R atau TPS atau
ktpa nah ini pekerja teknis yang yang
nanti bekerja jadi setelah dilakukan
sampling nah pelaksanaan utama langsung
melakukan pengumpulan dan pengolahan
datanya Nah nanti setelah itu saat itu
juga setelah jadi datanya ketua tim
langsung memeriksa data Nah jadi setiap
hari diusahakan selalu ada monitoring
dan evaluasi Bapak Ibu karena ini
bekerjanya hanya 8 hari dan Menurut kami
itu tidak terlalu sulit dilakukan setiap
hari untuk melakukan monitoring dan
evaluasi ini setidaknya ketika untuk 100
sampel butuh 5-8 orang pekerja teknis
nah dan dua pekerja pelaksanaan utama
ketua tim bisa jadi satu tim untuk satu
kabupaten juga nggak masalah tetapi
kalau untuk sampel kami rasa seperti ini
tapi kebanyakan nah kebanyakan ini
biasanya bisa jadi hanya 2 orang atau
tiga orang untuk satu kabupaten
kebanyakan biasanya untuk karena
pembiayaan dan lain sebagainya Nah
inilah Kenapa kami melakukan
webinar ini bagaimana kita
kita menginginkan data yang akurat yang
baik tetapi
fasilitas untuk mendapatkan data itu
tidak maksimal kita sediakan jadi mari
mungkin sama-sama Bapak Ibu ya Mari kita
bangunlah ya untuk mendapatkan data yang
bagus tentu kita juga melakukan
persiapan yang baik nah persiapannya
salah satunya ya petugas samplingnya
setidaknya mereka tahu bagaimana cara
sampling yang baik dan benar mereka tahu
tugas mereka nah mereka tahu apa hak dan
kewajiban mereka itu kira-kira Pak
hijrah untuk petugas sampling nah ini
juga persiapan sampling Nah jadi Kami
memang sampling itu 8 hari tapi kalau
Kami biasanya menyempatkan waktu untuk
melebihkan tiga harinya Bapak Ibu dua
hari sebelum sampling yaitu apa
pendekatan sosial yang harus dilakukan
berdekatan sosial bahkan bisa Jadi kalau
kami dulu pernah itu satu minggu atau
bahkan 2 minggu sebelum sampling kami
sudah ke lapangan untuk pendekatan
sosial untuk persiapan faktor yang X
yang paling berpengaruh dalam sampling
adalah pendekatan sosial ketika
masyarakat ujug-ujug diberikan tong
sampah dan dikatakan mau sampling sampah
mereka pasti tidak akan terima lalu apa
yang dilakukan ya pendekatan sosial dulu
mungkin ke stakeholder terdekat
desa dari desa atau kelurahan ke tingkat
Dusun RT RW untuk menyampaikan apa bahwa
kita ada melakukan sampling persampahan
Nah untuk mengetahui timbulan sampah
yang ada di lokasi tersebut Nah setelah
ada persiapan di awal nah barulah
sampling sampah dilakukan selama 8 hari
dan seharinya biasanya untuk briefing
ataupun monitoring dan evaluasi
keseluruhan data sampling nah oke next
Pak hijrah
nah ini contoh pengaturan waktu sampling
Bapak Ibu ini yang bisa dijadikan acuan
oleh surveyor Bapak Ibu yang stakeholder
bisa menyiapkan Oh ada persiapan itu
hari ke 0 bisa jadi nol ini bisa 3 hari
4 hari atau bahkan satu minggu sebelum
kegiatan sudah dilakukan ini nah yang
jelas satu hari sebelum ini sebelum
terjun ke lapangan nah sebelum
pengambilan sampah satu hari sebelumnya
sudah diberikan kepada responden
trashback pertama nah pada hari pertama
ini lalu dikumpul diambil oleh petugas
sampling nah lalu apa yang dilakukan
pengukurannya apa ada timbulan ada
komposisi begitu selanjutnya sampai hari
ke-8 Nah trashback ketika pengambilan
pengumpulan hari ketujuh itu trashback
ke terakhir diberikan untuk diambil di
hari berikutnya dan selalu diukur
timbulan dan komposisinya Nah ada
keterangan di situ pengecekan alat
sampling perizinan dan penjelasan teknis
pengumpulan sampah kepada responden ini
poin 1 ada saya bintangi Bapak Ibu nah
dan pengambilan sampah diresponden dan
dilanjutkan dengan analisa yang
diinginkan itu yang poin 9 Jadi
bagaimana
sebetulnya ada yang bertanya Tadi kenapa
sampling sampahnya 8 hari ini sebetulnya
untuk untuk fakta valilitan data Jadi
kita melihat satu hari ya tetapi
sebetulnya tidak hanya 8 hari Bapak Ibu
kalau dilihat survei sosialnya bisa jadi
berbulan-bulan karena kita pernah
mengerjakan bahkan 1 tahun ya Pak Hijrah
ya 1 tahun untuk mengumpulkan data
domestik non domestik sektor formal dan
informal ini kira-kira ringkasnya untuk
pengaturan waktu dan jadwal sampling Oke
silahkan Pak hijrah dilanjutkan
Saya setuju tapi balik lagi ke tujuan
kita ya melakukan sampling itu untuk apa
Jadi Bapak Ibu sudah punya tujuan dulu
baru kemudian merencanakan dengan baik
jadi SNI menyampaikan 8 hari
berturut-turut untuk lokasi domestik
lokasi yang lain Silahkan untuk
disesuaikan nah bagian yang keempat
adalah kita akan masuk ke sampling
karakteristik sampah Bapak Ibu jadi
kalau tadi kuantitas dan komposisi
komposisi itu adalah kertas plastik kaca
logam dan seterusnya nah saat ini kita
akan bicara karakteristik jadi
karakteristik itu apa secara umum dibagi
menjadi dua jadi ada karakteristik fisik
ya kemudian ada karakteristik kimia kita
sering mendengar istilah densitas sampah
atau berat jenis sampah kadar air kadar
volatil kemudian karbon tetap kadar Abu
nilai kalor sampai ke Pada ukuran
partikel ya kemudian yang kimianya ada
seorganik and organik total fosfor
ataupun senyawa-senyawa kimia yang lain
yang dibutuhkan atau unsur ya c h o n s
p kemudian klorin dan seterusnya
tergantung dari kebutuhan
sampling yang akan dilakukan ini
biasanya lebih kepada teknologi
pengolahan yang akan dipilihnya kita
akan lihat salah satu contohnya adalah
densitas Bapak Ibu densitas ini
sebenarnya
dapat kita ketahui lewat pengukuran yang
sudah kita lakukan tadi jadi bolak-balik
masih Happy tadi bilang kan ditimbang
dapat data berat kemudian dihentakkan
tiga kali dengan jarak 20 cm sebenarnya
itu adalah untuk mendapatkan data volume
karena ini sampah berbeda dengan air
ataupun air limbah jadi dengan menimbang
dan mengukur volume kita sudah dapat dua
data berat dan volume jadi
dengan perbandingan tersebut Ton dan
meter kubik tadi ya kita bisa
mendapatkan data densitas karena
densitas sampah ini
seiring perjalanannya sampah tersebut ya
di Sumber sampah kemudian di alat
pengangkutan sampai ke TPA memiliki
densitas yang sama kalau air kan kita
sudah tahu ya 1000 kg per meter kubiknya
tapi kalau sampah akan berbeda data ini
cukup penting karena tidak semua TPA
memiliki timbangan sampah jadi konversi
dari
volume kubikasinya ya
menuju ke tonasenya itu menjadi hal yang
penting jadi perlu dipertimbangkan bahwa
densitas ini adalah
salah satu dari karakteristik fisik yang
kita sudah tahu tanpa harus pengujian
laboratorium nah ini ada data Silahkan
Bapak Ibu juga Acu dari Profesor
Damanhuri ya Andri Damanhuri Profesor di
bidang pengolahan sampah terus kemudian
terkait dengan data yang lain
karakteristik salah satunya adalah
Misalnya kadar air kadar polatil fix
karbon dan ada satu lagi nilai kalor nah
sebenarnya
kadar air solar dan seterusnya kalau di
dalam perkuliahan saya sering
menampilkan grafik ini ya Ini juga
Kebetulan saya ngambil juga Kak Henry
Damanhuri kadar basah jadi berat basah
itu adalah
volatil persentase berat kering kemudian
ada kadar Abu dengan pemanasan 550 dan
ada yang menguap tersebut adalah kadar
air gitu Jadi kalau dijumlah sebenarnya
itu adalah
100% yang sebelumnya harus dilakukan
berbagai macam para pengolahan pemisahan
fase padat kemudian ada pelindian
mineralisasi ekstraksi tapi itu
dikerjakan di laboratorium Sama halnya
dengan proses pengujian Ultimate
analisis kalau ini kita sebut sebagai
maksimal ini adalah Ultimate Ultimate
itu adalah unsur per unsur
chno dan seterusnya dan ini adalah
berbagai macam metode yang dilakukan di
laboratorium tersebut jadi ini biasanya
ya kita tinggal nyiapin sampel ya
butuhnya berapa gram kemudian kita
masukkan di dalam laboratorium atau
teman-teman mahasiswa atau bapak ibu
peneliti ini juga bisa dilakukan Jadi
tidak kita Jelaskan secara detail karena
sudah ada
standar-standarnya sendiri baik
menggunakan astm ataupun dengan metode
yang lain karena ada beberapa misalnya
kadar air volatil fix karbon ini juga
sudah memiliki SNI
Nah selanjutnya kita akan masuk ke dalam
bagian yang tidak kalah penting karena
ini paling penting dalam proses
pengambilan sampel adalah bagaimana
mengolah data yang cukup banyak tadi
lokasi kemudian selama 8 hari bagaimana
diolahnya Jadi mohon izin Mbak Anisa
mungkin nanti kita akan
panjangkan sedikit 10 menit lah ya biar
masih Ebi bisa menjelaskan secara detail
karena nanti bagian terakhir ada
hubungannya dengan QX dan data sosial
Monggo masih untuk melanjutkan baik
Bapak Ibu Nah setelah dilakukan sampling
Bapak Ibu nah hal yang paling penting
adalah penyajian data
nah data yang kita dapatkan hanya data
mentah pada notebook tadi Nah tapi
biasanya yang dibutuhkan nah yang
dibutuhkan untuk perencanaan ataupun
pengelolaan pengolahan persampahan
secara garis besar kan ada ada ini ya
hasil olahan datanya Nah ini contohnya
Bapak Ibu untuk pengolahan data untuk di
rumah tetangga Nah itu total jumlah
orang data dasarnya nah unit timbulnya
setidaknya kita mendapatkan data kg per
orang Per hari atau liter per orang Per
hari unit timbulnya kalau untuk di Toko
Nah ini ada juga
kg per karyawan perhari atau kilogram
per meter persegi perhari bisa juga
kilogram ini jadi liter Nah jadi volume
jadi satuannya volume Twitter atau meter
kubik nah kantor juga sama kg per
karyawan perhari luas area kilogram per
meter persegi per hari kalau murid juga
sama ada satuan-satuan massa ada volume
nah ini yang paling
diingat Bapak Ibu Bagaimana itulah
pentingnya untuk data tadi ada berat ada
volume timbul bulan sampah Nah jadi
kalau untuk restoran atau rumah makan
tadi yang saya contohkan ada kg per meja
per hari kilogram perkusi per hari
kilogram per karyawan per hari atau
nanti bisa jadi per pengunjung per hari
dan kilogram per meter persegi per hari
itu per areanya ataupun liter ataupun
juga meter kubik per satuan meja kursi
karyawan atau luasan per harinya nah
penyajian datanya bisa dalam bentuk
tabel sederhana bisa pecah atau barcar
atau lancar yang bisa digunakan diolah
menggunakan Excel nah oke next
nah ini beberapa contoh Bapak Ibu yang
coba kami Tampilkan bahwa hasil sampling
tadi bisa dikelola dengan cara model
sederhana dengan tabel Nah ada volume
sampah ada berat sampah kita dapatkan
berat jenisnya nah terus ada juga
menggunakan
barchart nah yang di bawah itu yang ada
biru dan warna abu-abu kita bisa melihat
ada volume ada beratnya nah sehingga
orang yang melihat data ini ini nanti
akan
Kalau sekarang itu tampilan luar itu
lebih menggoda daripada isinya Nah itu
kata orang jadi kita ingin mencoba juga
walaupun yang kita kelola sampah tapi
tampilan juga harus bagus Bapak Ibu nah
begitu juga contohnya Ini yang di bagian
sebelah kanan layar bapak ibu ada
distribusi nilai timbulan sampahnya kg
per orang Per hari bisa dilihat
pendapatan tinggi pendapatan sedang dan
rendah nah begitu juga untuk itu berat
ada yang volume Nah kita tampilkan juga
pendapatan tinggi sedang dan rendah ada
satuannya liter per orang Per hari Nah
ini untuk timbunan sampah Nah untuk
komposisi selanjutnya Pak hijrah ada
contoh tampilan juga untuk pengolahan
data nah ini yang kanan atas itu yang
yang paling sederhana yang sering kita
dapatkan di s ipsn
is ipsn ada gelas kaca logam plastik
kain tekstil kertas kardus ataupun
data-data lainnya lah ya nah bapak ibu
tapi mungkin bisa juga dengan variasi
seperti ini yang di kiri bawah nah ada
sterofoam ada organik ada tempurung
kelapa ini Kebetulan ini yang di pantai
ini Pak hijrah saya ambil waktu kita
sampling yang di pantai dulu ini
Kebetulan 2017 kami lakukan lain-lain
ada kayu ada plastik ternyata plastik
ini kita pisahkan lagi ada botol plastik
ada plastik kemasan kardus kertas juga
sama ada terus ada kertas makan untuk
kawasan di pantai jadi tampilannya
bagaimana membuat orang tertarik Bapak
Ibu semuanya kalau untuk pengolahan data
yang penting pengolahan datanya dulu nih
Nah itu sudah ada excelnya yang tadi
saya coba disampaikan Pak hijrah Oke
next Fahira saya serahkan kembali ke Pak
ejra Oh enggak Oh ini masih ada satu
neraca terakhir tampilan terakhir nih
Bapak Ibu tampilan akhir tujuan dari
sampling sampah dari mulai domestik non
domestik sampai ke sektor informal
adalah ini puncaknya Bapak Ibu jadi kita
mengetahui dari sumber Ada sampah 100%
sumber tadi ada domestik non domestik
lalu apa yang dilakukan apakah dia
dibuang ke lingkungan berapa persen
dibuang lingkungan Mohon maaf ini
angka-angkanya saya tutupin karena ini
menyangkut lokasi tertentu nah terus
Apakah dia masuk bank sampah unit ini
sekian persen contohnya Apakah dia masuk
bank sa induk atau dia langsung menuju
ke TPA Sekian banyak Apakah dia masuk ke
TPS 3R industri daur ulang dan lain
sebagainya
jadi seperti ini kira-kira tampilan
akhir kalau kita melakukan sampling
sampah keseluruhan mulai dari sektor
formal mulai dari yaitu tadi domestik
non domestik dan juga dari sektor
informal
dilanjutkan Oke terima kasih Mas jadi
sangat komprehensif ya dari awal sampai
akhir namun balik lagi ke kebutuhan kita
bersama gitu ya Nah selanjutnya adalah
Giliran saya menyampaikan sedikit karena
seperti dari waktunya tinggal 6 menit
atau 7 menit lagi gitu ya sementara
slide masih ada gitu cuma hampir hampir
selesai
Bapak Ibu dalam sampling Sampah juga
kita harapkan ada kisinya itu adalah
untuk memastikan rangkaian rencana kita
jumlah personil waktu lokasi itu dapat
berjalan dengan baik sesuai dengan
standar kaidah yang ada jadi makanya
kita sampaikan tadi pengolahan di awal
itu sangat penting untuk menjamin bahwa
data yang kita akan dapatkan itu memang
berkualitas Kemudian yang kedua adalah
isi-isi itu adalah quality control untuk
memastikan data yang hasil sampling tadi
itu dapat gitu jelas gitu ya dapat
dipertanggungjawab contoh ya Bapak Ibu
saya Tampilkan tabel gitu ya yang
kira-kira berwarna apa ini ya warna
orange kah atau merah kah ini ya Ini
adalah data-data yang perlu kita coba
cek kembali gitu ya karena dia di luar
range yang ada mungkin ya lokasi rumah
tersebut di hari-hari tertentu itu ada
misalnya hajatan ya nikahan sehingga
jumlah sampahnya meningkat atau jumlah
sampahnya menurun jadi ini menjadi
perhatian kita sebagai kontrol kita agar
kita tidak langsung serta-merta
merata-ratakan menjumlah sehingga akan
mempengaruhi nilai akhir nanti dari
proses pengolahan tersebut jadi ini
menjadi quality control kita ataupun
dalam bentuk yang sudah dijelaskan oleh
masehi tadi sudah dalam bentuk
cacar ya grafik misalnya kita bisa lihat
bahwa lokasi di Desa lima Ini ya di desa
nomor 5 Kenapa dia paling tinggi gitu Ya
ada apa untuk skala rumah makan
sementara di lokasi yang lain tidak jadi
tidak serta merta kita
apa ya 100% mengambil data yang diambil
oleh surveyor tadi karena ya Bisa saja
kesalahan pencatatan atau kesalahan
dalam melakukan
aktivitas sampling itu terjadi jadi di
situ proses kontrol yang harus dilakukan
sebenarnya kontrol ini sangat sangat
tergantung kepada
poin nomor 7 ini juga bapak ibu jadi
perlu dilengkapi dengan survei sosial
budaya sebagai pelengkap data karena apa
jadi saat kita melakukan survei bulan
sampai ini ini akan sangat menentukan ya
Jadi ada satu rumah pendapatan tinggi
tapi dia menerapkan sistem
Lifestyle dia sudah mengurangi sampah
sehingga pendapatan tidak lagi
signifikan berpengaruh terhadap
sampah yang dihasilkan ataupun dia
melakukan food combining ya jadi dia
lebih banyak makan buah sayur sehingga
sampah organiknya menjadi lebih tinggi
ya Sehingga sampah organiknya 80%
dibandingkan dengan sampah yang lain
Jadi pertimbangan itu harus kita lakukan
atau dengan adanya pertumbuhan bank
sampah di lokasi tersebut ada bank
sampah sehingga ada pemakluman untuk
mengkonsumsi jumlah sampah jumlah produk
yang menghasilkan sampah anorganik yang
lebih banyak ataupun prosesnya adalah
produk berkemasan jadi banyak sekali
konsumsi konsumsi dari produk-produk
yang berkemasan kemudian kemasan
biodegradable saat kita sampling yang
plastik dari singkong jagung ini masuk
kategori atau masuk kategori organik
jadi ada pertimbangan data tersebut dan
yang paling terakhir yang saat ini
muncul adalah kebiasaan adaptasi baru ya
jadi
sampah masker sampah bekas hand
sanitizer ini muncul ya di dalam
sampling sampah kita dan itu masuk dalam
kategori mana ini menjadi pertimbangan
kita selain apa yang kita harus lengkapi
adalah data responden jumlah anggota
keluarga jenis pekerjaan ya jumlah
pekerja luas bangunan dan seterusnya
kemudian perilaku responden ya ini harus
kita lakukan survei juga untuk
melengkapi data kita Dia tidak punya
sampah organik ternyata dia melakukan
pengomposan atau sampah organiknya
memang tinggi tapi tidak dibuang tapi
dilakukan pengomposan sehingga
mempengaruhi data sipsn yang ada
kemudian jumlah responden kemudian
rencana pengelolaan yang ada nah ini
menjadi hal yang ditimbang Sehingga
dalam webinar ini kami mencoba untuk
menampilkan ini ada beberapa contoh yang
bisa dilakukan tapi bukan berarti yang
terbaik tidak bapak ibu ada contoh di
kuisioner yang bisa dilakukan untuk
sumber sampah di rumah Gitu ya atau di
Sumber non domestik kemudian ada contoh
form survey untuk sektor informal di TPA
hubungan dengan aktivitas psbm ya
pengelolaan sampah berbasis masyarakat
sedekah sampah bank sampah yang TPS 3R
termasuk sektor informal yang ada di
berbagai macam lokasi tadi Nah itu semua
karena kami sadar bahwa waktu untuk
penyampaian ini tidak cukup secara
Kompleks sebenarnya yang kita inginkan
dari a sampai z gitu ya jadi kita
hadirkan lewat ini apa berbagai macam
file yang bisa membantu bapak ibu jadi
logbook-lockbook tadi boleh Bapak Ibu
pakai secara langsung dari nomor 1
sampai nomor 11 nih dari sektor domestik
dari rumah tangga sampai sektor informal
bentuknya tinggal print ya tinggal print
tinggal dicatat dan disesuaikan dengan
surveyor atau Bapak Ibu mau ngubah bisa
juga nih ada Master
lokasi misal jenis sampahnya beda boleh
juga kemudian ada Perhitungan jumlah
sampel ya yang dibutuhkan
SNI slovin dan kemudian ada sedikit
template olah yang sudah disediakan oleh
Mas yb tadi kemudian ada pedoman waktu
sampling nah tidak ketinggalan kita
menyertakan juga form pendataan baik itu
non domes jumlah pasar toko dan
seterusnya wawancara pemulung di TPA
mewawancara untuk pengelolaan sampah
berbasis masyarakat dan sektor informal
dan juga ada kuesioner sosial ekonomi
budaya plus bapak ibu dapat bonus Nih
ada video ya video
yang kami buat khusus memang untuk
menghadirkan ada penjelasan terhadap
spesifikasi alat kemudian pengukuran
timbul dan Sampah pengukuran komposisi
sampah lagi ini sebenarnya untuk
membantu kita semuanya melakukan metode
dan teknik sampling paling tidak kita
tahu dan kita tidak lagi malu untuk
menampilkan data yang kita dapatkan jadi
sekali lagi tujuan kita adalah untuk
kebaikan bersama untuk melakukan
apa pendataan sampling sampah dengan
baik ya yang bisa kita lakukan baik dari
adik-adik mahasiswa peneliti maupun di
sektor pemerintahan sehingga data yang
kita dapatkan data yang komprehensif
mungkin itu bapak ibu yang kami bisa
sampaikan dari
106 slide ini kami mohon maaf agak lewat
sedikit 12 menit dari waktu yang
disediakan oleh Mbak Anisa terima kasih
atas perhatiannya tentunya dan
mudah-mudahan bisa bermanfaat begitu ya
Mas Ebi ya Terima kasih Bapak Ibu
mohon maaf jika banyak kekurangan
wabillahi Taufik aja ya Wassalamualaikum
warahmatullahi
[Musik]
wabarakatuh baik itu tadi penyampaian
materi dari kedua pemateri kita hari ini
yaitu bapak hijrah dan bapak yebi yang
sangat luar biasa sekali ya Bapak Ibu
sekalian Wah kalau dilihat juga ternyata
sudah ada banyak sekali nih pertanyaan
dari bapak ibu peserta webinar di kolom
chat nih tapi sebelumnya saya ingin
menginformasikan terlebih dahulu kepada
para peserta yang mungkin menginginkan
materi pada webinar kita pada hari ini
yang banyak sekali ya bonusnya tadi ya
itu dapat request materi terlebih dahulu
melalui Link yang telah admin kami
kirimkan di kolom Chat Zoom ya Bapak Ibu
sekalian
untuk acara selanjutnya sebelum kita
masuk ke sesi tanya jawab kita akan
melakukan sesi foto bersama terlebih
dahulu ya Bapak
untuk sesi foto bersama kali ini saya
akan dibantu oleh akun
Oke terima kasih Mbak Anisa
mungkin untuk mempersingkat waktu Ibu
dan Bapak dan teman-teman Mahasiswa juga
mungkin bisa mengaktifkan kameranya
terlebih dahulu
kita mulai saja prosesnya seperti ini ya
bisa diikuti
Dalam hitungan ketiga ya
Terima kasih saya kembalikan ke mbak
Terima kasih untuk admin yang sudah
membantu sesi foto bersama kita pada
hari ini Kemudian untuk acara
selanjutnya yaitu sesi tanya jawab dan
disini kita juga sudah bantu untuk
merangkumkan pertanyaan Bapak Ibu
sekalian yang telah Bapak Ibu Tuliskan
di kolom chat
yah baik untuk bapak hijrah dan Bapak
yebi Mungkin saya akan membacakan
pertanyaannya terlebih dahulu kemudian
bisa langsung dijawab seperti itu ya pak
ya
Ini pertanyaan
Ini pertanyaan pertama dari Kak Amel
Marda pertanyaannya Bagaimana kondisi
sampah dari rumah sakit yang medical non
nuklir dan bagaimana pengelolaannya
Terima kasih Mbak Anisa sebenarnya tanpa
mengurangi rasa hormat saya kepada Pak
Amil atau Bu Amil ya
bagaimana pengelolaannya sebenarnya kita
butuh satu webinar lagi untuk
menjelaskan
pengelolaannya tapi topik hari ini
sebenarnya bagaimana kita mengambil
sampah dari rumah sakit tersebut ya
dengan penjelasan yang disampaikan oleh
Mas Ebi tadi terkait dengan
Apa sumber sampahnya di lokasi mana saja
begitu ya di titik mana saja terus
kemudian kita bisa ambil baik itu yang
sifatnya medis maupun yang sifatnya
adalah sampah sejenis rumah tangga
karena di rumah sakit pun juga punya
sampah sejenis rumah tangga misalnya
dari Instalasi Gizi dari kantin itu bisa
kita ambil nah bagaimana pengelolaannya
sekilas untuk yang medis pasti harus ada
aktivitas yang beda dengan pengolahan
yang domestik kira-kira begitu ya
Oke kita lanjut ya baik Pertanyaan
selanjutnya ada dari bapak sumaryanto
pertanyaannya seperti halnya umur SNI
yang perlu diupdate Dalam penggunaannya
Di mana biasanya yang menjadi subjek
mempunyai
karakteristik yang berbeda-beda sehingga
menghasilkan data lapangan yang
bervariasi berkaitan dengan hal tersebut
kira-kira Berapa umur efektif terhadap
hasil penelitian di lapangan untuk
menjadi data dalam sebuah SKPD atau
lembaga
[Musik]
silahkan masih ini sebetulnya merefektif
ini tergantung keperluan ya Pak
sumaryanto Nah jadi seperti yang saya
sampaikan tadi ketika melakukan sampling
sebetulnya ya Kenapa 5 tahun saya
sampaikan 5 tahun ini tergantung
bergantung kepada perencanaan karena ada
jangka pendek menengah dan jangka
panjang bisa jadi itu dilakukan jangka
pendek untuk 5 tahun biasanya kan jangka
menengah itu 10 tahun jangka panjang 20
tahun nanti di Setelah 5 tahun mungkin
bisa dilakukan review Bapak nah itu itu
kenapa Prima tahun tapi kalau memang
dari sisi pendanaan cukup Kalau kami
ditanya kapan ya kalau bisa setiap tahun
ada data sehingga apa Data series ini
sangat diperlukan untuk apa untuk
pembangunan berkelanjutan ataupun untuk
pemenuhan yaitu tadi sustainable
Development Goals yang kita selalu ya
targetnya 2030 ya kita bebas dari sampah
seperti itu siapa hijrahnya
mungkin pak hijrah bisa menambahkan
rasanya cukup sih
saya lihat di komen Pak sumaryanto terus
kemudian menyampaikan boleh nih webinar
tentang perhitungan retribusi ya ini hal
menjadi hal yang menarik saat ini Pak
sumaryanto betul sekali karena
permendagrinya baru keluar dan
tantangannya belum semua daerah memahami
prosesnya yang boleh dibilang dengan
tanda kutip sangat rumit tapi
alhamdulillah Mas yebi dan saya tahun
ini sedang mengerjakan beberapa
pekerjaan hubungannya dengan retribusi
ya jadi mudah-mudahan di 2023 kita punya
tantangan nih dari Pak sumaryanto untuk
mengadakan webinar perhitungan
retribusinya mudah-mudahan bisa
terlaksana Oke kita lanjut Mbak Anisa
Ya baik kemudian selanjutnya ini ada
pertanyaan dari kak Riska Devi
pertanyaannya apabila kita akan membuat
PPSP di suatu kabupaten atau kota untuk
melakukan sampling komposisi sampah di
TPS wilayah tersebut apakah untuk
ketentuannya sampling ini di semua TPS
atau hanya beberapa TPS saja sudah bisa
mewakili
sepertinya Giliran saya nih
kalau semua berarti namanya sensus
Apakah harus semua ya kembali lagi ke
tujuan kita tapi kalau misalnya ada
keterbatasan dari segi pembiayaan
pastinya gitu ya berarti tidak semua
Berarti ada TPS yang terpilih dari
jumlah sampel yang memenuhi syarat
tersebut jadi Hanya beberapa saja dan
dari beberapa tadi bisa kita lihat dari
kategorinya ya besar kecil misalnya kita
ambil yang besar yang sedang yang kecil
dari jumlah sampah yang masuk begitu
[Musik]
Oke next
selanjutnya ini ada pertanyaan dari Kak
Tanu Apakah ada Thor atau Kak untuk
kegiatan uji timbulan sampah ini
termasuk RAB pembiayaan sehingga dapat
digunakan pemerintah daerah untuk
bekerjasama dengan pihak kedua
baik ini kalau untuk di lapangan Nah
untuk di lapangan ya Pak Ini Pak karena
sebetulnya lebih mengetahui daripada
kita ini
Nah kalau karena kalau kalau Pak Renu
mungkin seperti itu Nah kalau kami Kalau
kami sebagai pihak ketiga ada Pak renung
akan tetapi kan bergantung wilayah untuk
kegiatan uji timbulans
pembiayaan biasanya tergantung kebutuhan
Nah ya seperti apa nanti wilayahnya
Kalau kami Biasanya seperti itu Mbah
renung Jadi tergantung kebutuhan pihak
daerah
Berapa banyak ini
lokasinya luasan lokasinya terus nanti
kita bisa melihat populasinya berapa dan
sampelnya yang ada berapa dan kita akan
bisa memutuskan butuh personal Berapa
banyak dan butuh alat seperti alat
angkut ataupun alat dan bahan alat-alat
untuk sampling Seperti apa Biasanya kita
sampai ke sana untuk penentuan RAB
ataupun untuk pembiayaannya kalau untuk
tor dan kakaknya tergantung permintaan
Pak renung Nah Pak renung bisa mungkin
lebih mengetahui begitu kira-kira mbak
Anisa mungkin pak hijrah
kemudian Pertanyaan selanjutnya ada dari
bapak Syahrudin ada dua pertanyaan nih
pak yang pertama untuk sampah rumah
tangga Berapa persentase unit rumah
terhadap jumlah rumah pada suatu kawasan
misalnya kawasan RW atau Dusun kemudian
pertanyaan kedua yaitu Berapa persentase
jumlah titik sampling terhadap jumlah
seluruh keseluruhan jumlah unit bangunan
misalnya rumah tangga kantor pasar
sekolah dan lain-lain seperti itu Pak
Oke Baik terima kasih Pak Syekh ini
Suatu kehormatan Pak renung ini rutin
sekali mengikuti aktivitas webinar ya
matur nuwun mudah-mudahan saling sharing
kita bersama gitu terkait dengan centase
seperti yang tadi dijelaskan salah
satunya bisa menggunakan rumus ya rumus
SNI rumus slovin untuk menghitung
persentase misalnya tadi dari contoh
perhitungan satu juta jiwa kemudian
ketemu sampai 200 rumah dan 200 rumah
ini bisa dibuat dengan
ter strata yang pendapatan tinggi sedang
dan rendah gitu Jadi tergantung dari
jumlah perhitungan tersebut untuk lokasi
kita random saja gitu ya Karena tidak
semua lokasi juga mudah kita dapatkan
jadi tinggal persebaran wilayahnya saja
begitu juga dengan aktivitas non
domestik jadi sangat tergantung dari
jumlah
sampel yang kita hitung tadi ya Ada juga
yang memang menggunakan misalnya angka
10% gitu ya tapi balik lagi 10% nanti
tidak berdasar metode ilmiah tertentu
jadi kita balik lagi kepada
rumus-rumusan matematika dalam
perhitungan jumlah sampel tersebut
begitu mudah-mudahan Pak Syekh terjawab
ya
sudah detail itu dari Pak hijrah
kemudian selanjutnya ini ada pertanyaan
dari ibu
pertanyaannya untuk presentasi jenis
rumah permanen semi permanen dan non 25%
30% dan 45% didapatkannya dari mana ya
Pak apakah itu ketentuan dari SNI
baik
sangat detail berarti ini menyimak nih
lumayan ya angka-angka tadi betul sekali
itu adalah contoh dari SNI yang kita
ambil di dalam slide tadi ingat yang
perlu kita ingat adalah contoh gitu Jadi
boleh diambil itu atau kita mencari data
yang lain Bu Mayang jadi dari data
misalnya survei sosial ekonomi ya profil
ekonomi wilayah yang dilakukan oleh
misalnya BPS dan seterusnya namun Kalau
tidak ada kita bisa
bisa asumsikan asumsikan misalnya yang
mau dibuat sama dengan persentase yang
sama 30 30 40 juga boleh jadi ini hanya
asumsi kita bahwa rumah yang ada gitu ya
tingkat pendapatan yang ada terbagi
dalam persebaran tersebut Tapi tidak
mengurangi jumlah sampel yang ada hanya
persebarannya saja begitu mudah-mudahan
terjawab
kemudian Pertanyaan selanjutnya ada dari
ibu Syahna Munawaroh pertanyaannya izin
bertanya apabila ingin sampling pada
kawasan wisata Apakah sama saja atau
memiliki ketentuan khusus Pak
[Musik]
sebetulnya kalau untuk sampling bukan
untuk komposisi kurang lebih sama ya Bu
Syahna Ya tapi kalau untuk
pengambilan datanya memang ada beberapa
hal yang perlu di ini dipertimbangkan
Kalau kami dulu pertama adalah lokasinya
Lokasi wisatanya kawasan apa dulu
kawasan wisatanya ini kawasan wisata
alam wisata religi ataupun berbagai
macam lah wisata pendidikan jadi kan
sekarang banyak nih tipe-tipenya bapak
ibu dan juga nanti lebih kompresinya
tidak mengikuti jenis kawasannya Nah
kalau untuk beberapa wisata Contohnya
adalah kawasan wisata alam untuk di
pantai umpamanya berarti kita lihat ini
jumlah lapak pedagangnya berapa
terus pengunjung bisa kita lihat dari
apa dari karcis biasanya karcis masuk
wilayah kawasan wisata tersebut Nah
kalau untuk pantai wisata pantai atau
wisata lainnya Dan setelah itu nanti di
akhir ya timbunan sampah di airnya kita
bisa
ukur Nah ada nggak di situ TPS kalau
memang sudah ada TPS nya berarti di TPS
nya saja tapi kalau bisa di Sumber ya di
Sumber kalau untuk wisata pantai Kan ada
rumah makan dan lain sebagainya ya kalau
untuk wisata pendidikan biasanya nanti
ada foodcourt dan lain sebagainya ya
kita lakukan
samplingnya nah mau sensus atau sampling
tergantung kalau memang di sana di situ
hanya ada 3 atau 4 warung ya mungkin itu
sensus tapi kalau ada puluhan atau
bahkan ratusan kalau di pantai contohnya
bisa sampai bahkan di pantai itu ada
sampai 40 atau 50 ya 50 warung Nah
berarti kita bisa melakukan sampling
ataupun nanti di TPS Kalau kami dulu
kami kami lakukan kalau untuk di wisata
tertentu ada di Sumber ada di TPS kami
kami lakukan sampling ini untuk melihat
keakuratan data nah tapi kalau untuk si
survey komposisi itu sama pada umumnya
begitu kira-kira mbak Anisa
kalau terkait dengan kawasan wisata tadi
seperti dijelaskan oleh Mas yebi Memang
kita harus tahu ya aktivitas di dalamnya
itu apa misalnya salah satunya adalah
contoh wawasan wisata pantai ya pantai
ini akan sangat dipengaruhi oleh makanan
yang tersedia contoh adalah yang kita
dapatkan dulu beratnya sangat berat yang
salah satunya adalah karena ada degan
jadi degan itu kelapa ya jadi sisa
kelapanya terus kemudian masuk menjadi
sampah nah ini pertimbangan yang kita
harus tahu secara detail di kawasan
wisata tersebut menunya apa yang akan
mempengaruhi komposisi sampahnya mungkin
itu tambahan saya Mbak Nisa
Ya baik terima kasih Pak kemudian ini
selanjutnya pertanyaan dari bapak
Muhammad Husin pertanyaannya Saya ingin
mengetahui tentang timbulan limbah B3
yang berasal dari rumah tangga kira-kira
apa yang harus dipersiapkan agar
mendapat data sepalit mungkin yang
mungkin data ini akan digunakan untuk
membuat suatu perencanaan Depo
penyimpanan limbah B3 di rumah B3 rumah
tangga
sedikit ya apa hijrah nanti mungkin
tambah Pak hijrah
terkait limbah B3 apa ya kita ya mungkin
ada ini
perbedaan mungkin pemahaman terutama di
masyarakat bahwa seperti
baterai itu bukan limbah B3 kadang masih
banyak ketika kami bersosialisasi dengan
masyarakat kami melihat baterai dibuang
begitu saja Terus apa bola lampu dibuat
dan juga nanti ada lagi yang
ini wadah-wadah untuk apa anti nyamuk
itu nah saya sebut saja nah
wadah-wadahnya yang semprotan itu nah
atau bahkan yang sejenisnya lah ya Nah
itu dibuang begitu saja atau bahkan
dijadikan wadah lagi nah ada juga nah
ini yang yang perlu diketahui berarti
kita harus melihat dulu lokasi sampel
kita ini orang yang kita sampling pihak
yang kita sampling juga harus tahu apa
yang harus dipisahkan itu untuk
kepahitan data atau yang dikumpulkan
ataupun nanti melalui survei sosial yang
bisa dilakukan di awal disampaikan bahwa
kami membutuhkan data-data tentang
sampah ini jadi bapak juga harus tahu
dulu list sampah apa yang sampah B3 atau
limbah B3 apa yang ada dari rumah tangga
nah kadang juga kalau surveyor ya harus
kita beri pengertian Oh ini yang
termasuk limbah B3 seperti yang Kami
buatkan tadi Oh limbah B3 adalah ini nih
ada
desinfektan ataupun apa bukan
desinfektan Apa itu ya untuk nyamuk lah
ya Nah dan lain-lain sebagainya jadi
memang harus di ada dulu listnya baru
bisa kita mendapatkan data sebalin
mungkin untuk timbulannya Oke mungkin
pak hijrah bisa menambahkan
sudah cukup mantap
list itu juga apa sangat penting ya
karena data timbulan sampah B3 di rumah
tangga masih sangat minim Datanya ada
yang bilang 2% ada yang bilang 3% tetapi
secara detail masih sangat terbatas
peneliti yang melakukan hal tersebut
baik kemudian kita lanjut ke Pertanyaan
selanjutnya yaitu dari Kak Doni Pratama
pertanyaannya Apa yang dibutuhkan dalam
penempatan titik sampel
keterwakilan mungkin ya keterwakilan
karena kita bicara random sampling untuk
mempertanggungjawabkan random tersebut
berarti
keterwakilan wilayah itu penting
keterwakilan katagori itu penting jadi
untuk mengimbangi random yang kita akan
lakukan
penempatan tadi ya kategori bisa
persebaran wilayah utara selatan barat
tengah itu menjadi menjadi penting salah
satunya itu saya rasa
yang baik mungkin Bapak Yati ingin
menambahkan
baik selanjutnya
catur bagus pertanyaannya ada dua nih
pak yang pertama Bagaimana
sampah yang masuk di TPS 3 di mana alat
pengumpul sampah itu menggunakan Tossa
atau gerobak kemudian yang
kedua Kenapa waktu pengambil
yang pertama sudah terjawab tadi ya Ada
cara sampling untuk di TPS 3R sudah
jelas Bagaimana caranya yang kedua
Kenapa di pagi hari ini masalah jam
kerja sebetulnya apa catur bagus ketika
sampah diambil sore hari apakah pekerja
kita akan bekerja malam hari untuk
melakukan itu nah ini pertama
pertimbangannya Kenapa di pagi hari jadi
diambil pagi hari setelah itu mereka kan
tentu melakukan penimbangan pemilahan
dan pengolahan data setelah itu nah
setidaknya data mentah itu sudah teror
sehingga nanti
atasannya sudah mudah untuk mengolahnya
itu kenapa pagi hari Nah yang kedua
biasanya di pagi hari ini orang sebelum
berangkat bekerja sampah sudah
dikumpulkan ini sampai ini sampah masih
fresh ini ibaratnya kalau di sore hari
kalau sampah dikeluarkan pagi hari bisa
saja nanti di Sumber itu ada sektor
informal tadi yang disebut Pak hijrah
ada pemulung yang mengambil jadi caranya
bisa jadi nanti jadi ada yang bisa
dibilang dalam tanda kutip tidak valid
sehingga perlu ada ada juga pertanyaan
lagi ini ada pemulung atau tidak Nanti
ini tapi kalau pagi hari sudah sampahnya
masih terikat biasanya di depan rumah
itu yang kita ambil atau kita sudah
pesan untuk terikat tapi kalau diambil
dari sore hari orang biasanya
mengeluarkan sampah itu Pagi hari saat
berangkat ke kantor ini pertimbangannya
sih dari kami untuk apa pengambilan
sampel itu di pagi hari dari sisi jam
kerja dan juga dari sisi
data-data yang valid Kenapa karena
sampahnya masih baru dikeluarkan dari
rumah seperti itu Mbak bisa
Ya baik kemudian lanjut ke pertanyaan
Ibu
pertanyaan pertama untuk kota kecil
dengan jumlah penduduk masih di angka
169000 jiwa apakah ada minimal jumlah
sampling agar hasil yang didapatkan
representatif karena berdasarkan
perhitungan rumus tadi hasilnya sedikit
sekali kemudian pertanyaan kedua Apakah
sewaktu sampling sampah yang dikumpulkan
di pagi hari dilakukan pemilahan
langsung di lokasi tempat pengambilan
atau boleh dibawa ke lokasi tempat
pemilihan yang sudah disepakati kemudian
pertanyaan yang ketiga yaitu Bagaimana
dengan penentuan jumlah sampel sampah
sampah kantor pada sampah non domestik
yang ada di perkantoran Kawasan Industri
seperti itu
komplit pertanyaannya Ini
mantap untuk nomor satu
mungkin ya tapi saya belum ngitung juga
ya kayaknya perkiraan sekitar 50 sampai
40-50 rumah gitu ya untuk
169000 tersebut tapi rasanya untuk
kondisi tersebut sudah cukup jadi jangan
jangan dianggap sedikit gitu 50 rumah
sampling Lumayan lah gitu ya kan
dibayangkan untuk 8 hari jadi kalau di
SNI sendiri misalnya angka
3000-500.000 tadi kan
30-70 jadi kalau saya hitung sekilas 40
sampai 50 rumah rasanya cukup jadi tidak
terlalu sedikit Kemudian yang kedua
adalah terkait dengan waktu sewaktu
sampling ya Misalnya dikumpulkan di pagi
hari dilakukan pemilihan langsung di
lokasi tempat pengambilan atau Boleh
boleh saja Sesuai dengan kesepakatan ya
Misalnya tidak bisa dilakukan di tempat
itu langsung dibawa ke satu lokasi tapi
masih MP tadi menjelaskan bahwa harus
ada pelebalan yang jelas ya jadi
sumbernya dari mana dihasilkan di hari
apa agar tidak tertukar dengan lokasi
yang lain walaupun sebenarnya isinya
sampah kan nggak masalah tertukar tapi
datanya nanti akan jadi random kemudian
yang ketiga jumlah sampel sampah di
kantor pada sampah non domestik yang ada
di kawasan industri ya jadi di kawasan
industri perlu kita ketahui dulu
populasinya berapa gitu ya jumlah kantor
yang ada di sana berapa barulah kemudian
menentukan jumlah sampel kalau memang
terlalu sedikit dia cenderung ke sensus
ya Misalnya ada 10 gitu mungkin
mendekati angka tersebut
9 atau 8 untuk menentukan jumlah sampel
yang ada mungkin seperti itu
[Musik]
dia baik mungkin pak RB ada tambahan ya
cukup sih Mbak
[Musik]
kemudian masuk ke pertanyaan Oh masih
ada pertanyaan lanjutannya ternyata nih
pak
pertanyaan keempatnya yaitu Apakah
sampling harus dilakukan di semua elemen
sumber sampah domestik dan non domestik
pasar kantor Hotel resto dan lain-lain
karena berhubungan dengan biaya
pelaksanaannya Apakah bisa dilakukan
dulu untuk sampah domestik saja kalau
bisa Apakah hasilnya dapat
merepresentasi
pastikan kuantitas dan kualitas sampah
dari suatu kota atau Kabupaten kemudian
yang kelima Apakah harus
kemudian yang kelima
Apakah harus melakukan sampling sampah
domestik sampah non-domestik bank sampah
sedekah sampah tab s3r dan lain-lain
untuk mendapatkan data kuantitas dan
kualitas sampah yang representative agar
bisa hanya dari
sampling sampah domestik
baik Nah kalau sampling tergantung ke
tujuannya Bu inaka tadi kan nah di akhir
tadi saya ada menampilkan data
pengolahan data bagaimana kita
mengetahui alur-alur pengelolaan sampah
di kabupaten atau kota atau suatu tempat
ketika ingin mengetahui keseluruhan
berarti kan seluruhnya harus di sampling
harus didapatkan datanya tergantung lagi
nah kalau memang
kalau ditanya kami Apakah semuanya harus
di sampling Iya untuk apa untuk
mengetahui
alur pengelolaan sampah yang ada ya Ini
juga berpengaruh terhadap apa ketika
hari ini domestik bulan ini domestik
terus bulan berikutnya nometik bisa jadi
nanti data yang didapatkan ini tidak
akan representatif Bapak Ibu Nah itulah
Kenapa kita harus komprehensif dalam
melakukan sampling sampah untuk apa
untuk supaya data yang didapatkan dari
sisi kualitas dan kuantitas data itu
representatif dan juga akan mendukung
Bapak Ibu terutama di pemerintahan
perencanaan dalam ptmp biasanya
perencanaan teknis manajemen
persembahan ya nah jadi bagaimana
data yang didapatkan representatif
perencanaan juga jangka pendek menengah
dan jangka panjang juga akan lebih lebih
representative juga nah begitu kira-kira
mbak
kemudian lanjut ke satu pertanyaan
terakhir ini dari dari KN di Sulistiawan
pertanyaannya jika sampling sampah di
bank sampah unit dan induk apa tidak
akan terjadi data ganda karena unit akan
setor ke induk
menarik nih Kang Endi ya kayaknya udah
lama banget nggak ketemu tadi saya
sekilas melihat
apa pas open kamera gitu betul sekali
jadi di awal tadi saya sempat
menyampaikan harus ada identifikasi yang
jelas mana unit mana induk gitu agar
kita bisa memetakan induknya Berasal
dari unit-unit mana saja jadi salah satu
saja karena nanti akan terjadi double
data jadi jumlah data sampah yang
terkumpul jadi banyak banget padahal
hanya ngirim pindah tempat saja kan dari
unit ke Indo gitu padahal
tidak seperti yang kita buat jadi harus
ada identifikasi di awal agar tidak
terjadi double Terima kasih Mas Hendy
yang sudah
menghighlight ini dan menjadi perhatian
kita mungkin begitu mbak Anisa
Ya baik itu tadi pertanyaan terakhir
dari Bapak Eni sekaligus menjadi
pertanyaan penutup dari sesi tanya jawab
kita pada hari ini saya ucapkan terima
kasih untuk Bapak Ibu sekalian yang
sudah aktif bertanya dan mohon maaf
apabila ada pertanyaannya yang belum
terjawab karena waktu kita yang sangat
terbatas sekali ya Bapak Ibu sekalian
baik seperti janji saya di awal tadi
saya juga sudah mengantongi nih
nama-nama pemenang yang beruntung pagi
ini untuk mendapatkan door prize jadi
untuk bapak ibu yang beruntung
dipersilakan untuk menghubungi admin
kami melalui WhatsApp untuk
mengkonfirmasi hadiahnya
selamat untuk Ibu Mayang Kamil dan kak
Riska Devi
selamat bapak ibu mendapatkan door prize
Silahkan hubungi panitia bapak ibu
Iya baik kita telah sampai di akhir
acara nih Bapak Ibu sekalian dan
Alhamdulillah hari ini kita sudah
belajar banyak sekali mengenai metode
dan teknik sampling sampah yang
disampaikan oleh kedua pemateri kita
hari ini yaitu bapak hijrah dan Bapak
Edi kemudian
terakhir
kami juga meminta kesediaan Bapak Ibu
sekalian untuk mengisi kuesioner yang
udah share di kolom chat supaya kegiatan
kami selanjutnya itu bisa lebih baik
lagi jadi Bapak Ibu sekalian bisa
memberikan saran dan masukannya di link
kuesioner tersebut
dan Sekali lagi saya izin mengingatkan
kepada Bapak Ibu sekalian yang mungkin
ingin request materi tapi belum sempat
mengisi Link yang telah admin kami
kirimkan itu bisa sekali
untuk mengisi Link yang sudah admin kami
kirimkan di kolom chat hari akhir saya
juga ucapkan terima kasih kepada
pemateri kita hari ini yaitu bapak
dokter hijrah Pertama Putra SMA
yang telah menyempatkan waktunya untuk
berbagi dan sharing materi bersama kami
pada pagi hari
kemudian tidak lupa juga kami ucapkan
terima kasih kepada ketua Prodi teknik
lingkungan Universitas Islam Indonesia
Yaitu Bapak dokter engineering awal
juga tidak lupa saya ucapkan terima
kasih kepada panitia dan peserta yang
telah berkontribusi dan sangat antusias
Semoga kita semua masih bisa bertemu di
webinar webinar selanjutnya di tahun
depan ya Bapak Ibu sekalian Akhir kata
saya selaku MC sekaligus moderator
memohon maaf sebesar-besarnya apabila
setelah memandu acara ini terdapat
kesalahan kata atau perbuatan saya Anisa
Luna pamitmen wassalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
[Musik]
Terima kasih Bapak Ibu semuanya Makasih
semuanya Bapak Ibu
sampai ketemu lagi kegiatan berikutnya