ASN Belajar Seri 46 | 2025 - KORPRI: Bersatu dalam Pengabdian – Berpadu dalam Pelayanan
ZyvcurRuPx8 • 2025-11-27
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Jadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia emas.
ASN
belajar wujudkan
pemerintahan
berkelas dunia
tekad pantang menyerah
jadi ASN getar berkualitas
belajar juga
bukan tekad pantang menyerah
jadi
berkuit kita
belajar
Yeah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya.
Salam kebajikan. Saya ucapkan selamat
pagi kepada seluruh sobat ASN pada pagi
hari ini. Semoga kita semua dalam
keadaan yang sehat, berbahagia, dan
pastinya semangat untuk mengikuti
webinar ASN Belajar 2025 seri 46 pada
tahun ini. Tentu saja kita akan bertemu
di hari ini tepatnya 27 November 2025
untuk membahas mengenai topik-topik yang
tentunya menambah pengetahuan dan juga
bagaimana update untuk informasi terbaru
bagaimana kita bisa meningkatkan
kompetensi dan integritas sebagai ASN.
Tentu saja sangat berbahagia saya Stefan
Imelda hari ini akan membersamai Anda
dalam webinar dan tentunya izinkan saya
membuka webinar pada kesempatan kali ini
dengan sebuah pantun. Nanti boleh Anda
jawab cakep begitu ya. Ke pasar beli
bunga kenanga
cakep.
Warnanya indah, harum, semerbak.
Cakep.
Sinergi ASN jadi satu tenaga.
Pelayanan publik semakin bijak. Boleh
bersama kita berikan tepuk tangan.
Luar biasa. Semoga tepuk tangan pada
pagi hari ini menunjukkan semangat Anda,
optimis Anda untuk terus kita berkembang
dan bertumbuh bersama ASN. Dan pada
kesempatan kali ini tentu saja kita akan
membahas sebuah tema yang berkait dengan
sinergitas yakni Korpri Korps Pegawai
Republik Indonesia. Bersatu dalam
pengabdian, Berpadu dalam pelayanan.
Tema kali ini sangat spesial karena kita
mengerti ketika pengabdian kita satukan
lahirlah kekuatan. Ketika pelayanan kita
padukan, hadir pelayanan yang
memanusiakan. Hal ini menyadarkan bahwa
Korpri tugasnya bukan hanya sekedar
kewajiban, tetapi merupakan janji,
merupakan komitmen kita untuk setia,
berintegritas, dan terus menghadirkan
perubahan. Sehingga nantinya dalam
solidaritas yang tercipta, kita akan
menemukan arah. Kolaborasi akan
membangun harapan masyarakat karena ASN
akan berpadu, melayani lebih baik, lebih
cepat, dan pastinya lebih bermakna untuk
kesejahteraan masyarakat. Tentunya sobat
ASN yang berbahagia, pada kesempatan
kali ini sebelum kita akan memulai
secara lebih lanjut dan kita akan
mengetahui bagaimana pengetahuan baru
dari para informan, dari para speaker,
begitu akan kami ee ingatkan terlebih
dahulu untuk para peserta bisa
meregistrasi di Semesta Bangkom sebelum
kita akan melanjutkan pada webinar pada
kesempatan kali ini. tentunya sobat ASN
kita akan bersama menyimak terlebih
dahulu yakni opening speech dari Kepala
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur. Kepada yang kami
hormati Dr. Ramlianto, S.PME. Kami
persilakan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita sekalian.
Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat
bertemu kembali dalam webinar series ASN
Belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan Jatim
Corporate University, Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Hari ini Kamis tanggal 27 November 2025,
ASN Belajar telah memasuki seri yang
ke-46.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN belajar ini.
Sebagai bentuk terima kasih kami, kami
selalu berkomitmen dan terus berikhtiar
untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi yang menarik,
kekinian, dan tentu berdampak secara
nyata terhadap peningkatan kompetensi
dan kinerja aparatur sipil negara di
Indonesia.
Sobat ASN, ASN Belajar
seri ke-46 tahun 2025 hari ini
menyajikan salah satu topik dalam rangka
memberikan kontribusi pemikiran pada
hari ulang tahun KOPS Pegawai Republik
Indonesia yang ke-54 yang akan kita
peringati pada tanggal 29 November
2025 yang akan datang. sebuah momentum
yang mengajak kita kembali merenungi
jati diri kita sebagai aparatur sipil
negara. Bahwa pengabdian tidak lahir
dari seragam yang kita kenakan, tetapi
dari nilai yang kita hidupi. Dan
pelayanan tidak tumbuh dari jabatan yang
kita emban, tetapi dari kesungguhan hati
yang kita persembahkan kepada rakyat.
Momentum yang menegaskan bahwa
perjalanan panjang korpri selama 54
tahun bukan hanya rangkaian sejarah
organisasi, melainkan kisah keteduhan,
disiplin, dan solidaritas jutaan ASN
yang bekerja dalam diam, membangun
negeri dari kantor pelayanan, dari ruang
kebijakan, dan dari setiap titik
pengabdian di pelosok Nusantara.
momentum yang mengingatkan kita bahwa
Indonesia maju tidak hanya dibangun oleh
kebijakan yang visioner, tetapi juga
oleh karakter aparatur yang bersatu
dalam nilai, berdaulat dalam integritas,
dan berpadu dalam pelayanan. Sebagaimana
tema besar hari ulang tahun Korpi tahun
ini, bersatu berdaulat bersama Korpi
dalam mewujudkan Indonesia maju.
Sat ASN, karena tema ini sangat tepat
untuk kita elaborasi secara luas dan
mendalam, maka ASN Belajar seri ke-46
tahun 2025 ini mengangkat topik cororp
bersatu dalam pengabdian, berpadu dalam
pelayanan. Nah, sudah menjadi tradisi
akademik dalam OSN belajar bahwa topik
menarik ini akan kita bahas secara
intensif dari beragam perspektif bersama
para narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya.
SPAT ASN di seluruh tanah air dalam
dunia yang terus berubah cepat. Tugas
ASN sebagai anggota Korpri semakin
kompleks. Kita bekerja dalam ekspektasi
masyarakat yang makin meningkat dalam
tantangan digitalisasi, dalam arus
informasi yang tidak terbendung dan
dalam kebutuhan untuk adaptif,
profesional, dan sigap menghadirkan
solusi di masyarakat.
Di tengah semua itu, Korpri hadir
sebagai jangkar nilai menjaga
profesionalitas, memperkuat etika, dan
memastikan ASN tetap tegak memegang
integritas.
Korpri mengingatkan kita bahwa pelayanan
bukan sekedar output melainkan komitmen
moral. Bahwa tugas bukan sekedar target
melainkan janji kepada rakyat. Kekuatan
sebuah bangsa sangat ditentukan oleh
kualitas aparatur negaranya dan kualitas
aparatur negara sangat ditentukan oleh
kesatuan langkah, kematangan karakter,
dan keteladanan perilakunya.
Ketika ASN bersatu dalam nilai, maka
pelayanan menjadi lebih kuat. Ketika ASN
berpadu dalam etika, maka birokrasi
menjadi lebih dipercaya. Dan ketika ASN
teguh dalam pengabdian, maka bangsa ini
akan melaju dengan keyakinan.
Maka Sobat ASN, menjelang hari ulang
tahun Korpri ke-54 ini, marilah kita
teguhkan kembali bahwa kita adalah
bagian dari korps yang sangat besar.
Korps yang disatukan bukan oleh
kepentingan, tapi oleh pengabdian. Bukan
oleh jabatan, tapi oleh integritas.
bukan oleh kekuasaan, tapi oleh tanggung
jawab kepada rakyat dan negara.
Mari menjadikan Korpi bukan hanya simbol
organisasi, tetapi simbol keteladanan
dalam pelayanan publik. Simbol aparatur
yang bekerja dengan hati, yang melayani
dengan empati, yang berdiri tegak di
tengah perubahan, dan yang selalu
menempatkan kepentingan rakyat sebagai
cahaya dalam setiap keputusan.
Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air,
untuk membahas lebih lanjut topik
menarik ini, kami telah mengundang para
narasumber luar biasa yang sudah barang
tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada para narasumber hebat yang telah
berkenan hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada Sobat ASN di
seluruh tanah air.
Pertama kami menyampaikan terima kasih
dan apresiasi kepada Bapak Dr. Ir. Bima
Harya Wibisana Wakil Ketua Umum Dewan
Pengurus Korpri Nasional. Kedua, kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada Ibu Dranda Sri Wahyuni, MPP,
Ketua Forum Sekretaris Daerah seluruh
Indonesia. Dan ketiga, kami menyampaikan
terima kasih dan apresiasi kepada Bapak
Tomy Putra Pratama Gunawan, pegawai
teladan termuda Kemenpan RB tahun 2021.
Nah, sabat ASN di seluruh tanah air,
mari kita simak dengan seksama webinar
ASN belajar seri ke-46 tahun 2025.
Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Baik, terima kasih kepada Dr. Ramlianto,
SPMP. Terima kasih Bapak untuk
wejangannya dan pastinya untuk membuka
pada webinar seri ke-46. Pada kesempatan
kali ini tentunya sangat menarik kita
akan menyambut bersama HUT Korpri ke-54
di mana apa yang seperti disampaikan
beliau bahwa ASN harus bekerja dengan
hati dan penuh empati untuk
kesejahteraan masyarakat. Dan tentunya
pada kesempatan kali ini kita juga akan
segera menyapa, kita akan segera
memberikan kesempatan kepada narasumber
kita untuk memberikan materi. Namun
sebelum itu izinkan kami menyapa
terlebih dahulu narasumber pertama yakni
Ir. Bima Harya Wibisana, M.Si. S, PhD.
Selamat pagi, Bapak Bima. Oke,
Baik. Selamat pagi Bapak Bima.
Pagi, Pak.
Bagaimana kabarnya hari ini, Bapak?
Baik-baik, alhamdulillah
baik. Luar biasa. Terima kasih Bapak
telah berkenan untuk memberikan materi
pada kesempatan pagi ini yang sungguh
luar biasa untuk para sobat ASN tentunya
Sobat ASN beliau adalah wakil ketua umum
Dewan Pengurus Korp Nasional dan juga
menjabat sebagai analis kebijakan ahli
utama BKN tentunya sangat luar biasa
kita akan menyimak sekitar 30 menit ke
depan materi yang akan disampaikan
beliau dan tentu saja nanti di akhir
dari sesi materi kita akan ada sesi Q&A
di mana nanti Sobat ASN bisa menyiapkan
segala pertanya pertanyaan segala hal
yang perlu didiskusikan dengan pemateri
kita pada kesempatan kali ini. Karena
tentunya dari BPSDM Jawa Timur
menyiapkan merchandise untuk Anda,
spesial untuk Anda. Kalau begitu izinkan
kami mempersilakan Bapak Bima Harya
Wibisana untuk memberikan materi.
Silakan Bapak.
Makasih, Mbak Stefani. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera untuk kita semua. Om
swastiastu. Namo budhaya. Salam
kebajikan.
Yang saya hormati Pak Ramlianto, Kepala
BPSDM, Pak Stefani, dan teman-teman yang
hadir dalam acara webinar
pada pagi hari ini. Pertama-tama izinkan
saya mengucapkan syukur alhamdulillah ke
hadat Allah Subhanahu wa taala yang
selalu melimpahkan kita dengan rahmat,
hidayah, dan inayahnya sehingga kita
bisa bertemu bersilaturahim pada pagi
hari ini dalam keadaan sehat. Selamat
sejahtera. Insyaallah kita
ee saya kebetulan diminta untuk
menyampaikan mengenai
ee
bagaimana persatuan dan pelayanan
publik.
Tapi saya sebetulnya ingin mencoba
mengajak sebentar kita
revisited mengunjungi kembali sebetulnya
apa sih tugas-tugas ASN itu dan
bagaimana kemudian perubahan-perubahan
yang terjadi ini akan mewarnai
mempengaruhi tugas-tugas pelayanan
publik kita di masa depan. Saya akan
coba
sharing saja
presentasinya.
Oke. Ee jadi ini saya beri judul tugas
ASN dan Masa Depan Pelayanan Publik.
Nah, kita
mencoba meredefinisikan kembali apa
tugas-tugas konstitusional ASN atau
tugas legal formal ASN.
Maaf.
Kalau Anda membaca buku administrasi
publik itu tugas ASN di seluruh dunia
biasanya ada dua. Yang pertama adalah
tentu saja pelayanan publik. Itu kenapa
dalam bahasa Inggris PNS disebut juga
sebagai public servant karena tugas
utamanya adalah pelayanan publik.
Jadi tugas pelayanan publik ini adalah
tulang punggung dari sebetul sebetulnya
dari tugas-tugas yang dilakukan oleh
ASN.
Tugas yang kedua adalah dia terlibat
dalam kebijakan publik. Baik itu
merumuskan, melaksanakan,
memonitor, maupun mengevaluasi. Ini
adalah suatu siklus
tahapan dari kebijakan publik. Jadi,
bagi teman-teman yang jabatan
fungsionalnya analis kebijakan publik,
tentu sudah mengetahui bahwa
tahapan-tahapan kebijakan publik itu
mulai dari perencanaan sampai evaluasi.
Nah, yang ketiga ini spesifik Indonesia.
Jadi, kita punya 17.500 15 pulau kita
punya 300 etnis
kita punya 1350 suku yang hidup di
dalamnya dan kita punya 700
hampir 750 bahasa distinct language
bahasa suku yang sangat berbeda satu
dengan yang lainnya. Nah,
apa yang harus AS melakukan untuk ee
situasi yang seperti ini? Jadi kemudian
kita memperkenalkan bahwa ASN itu adalah
juga perekat dan penjaga integrasi
negara. Ini tidak ada di di teori
textbook konvensional atau mainstream
dari public asation ini spesifik
Indonesia.
Jadi jadi ASN itu merupakan berkat dan
integr dan dan penjaga integrasi bangsa.
How to state a nation together itu
dilakukan oleh ASN. Jadi ada tiga tugas
pelayan publik,
pelaksana kebijakan publik, maupun
berkat dan pencegaan integritas negara.
Nah,
tapi dunia berubah.
Ada tambahan-tahamaan tugas yang tadinya
tidak ada tapi sekarang menjadi penting
gitu ya. Apa saja itu? Yang pertama
policy influencer.
Sekarang ini policy influencer
didominasi oleh netizen.
Jadi pemerintah sangat memperhatikan itu
rupanya. Jadi kalau ada pasukan-masukan
dari medsos itu pemerintah merespon
dengan aktif gitu ya. Nah pertanyaannya
kalau netizen yang melakukan itu dari
mana informasinya? bisa jadi benar, bisa
jadi tidak benar, bisa jadi itu menipu
gitu ya atau hoa gitu ya. Nah, dan juga
dilakukan dengan interest, dengan
berbagai macam interest.
Dari sana sebagai metafor kemudian ada
pertanyaan,
kenapa tidak ASN-nya sendiri yang
menjadi policy influencer? Karena dia
memiliki informasi yang lebih baik. dia
terlibat dalam prosesnya. Dia ee
mendapatkan first hand information
karena
eh dia kenal, dia ada di dalam sistem
itu. Sehingga kalau dia yang menjadi
policy infensor tentunya akan lebih
akurat gitu. Nah, ini ini perlu dib
dibuka ruangnya. Jadi masukan-masukan
kritis itu baik secara hierarki
kelembagaan maupun
sebagai sebagai
ee semi semi netizen gitu ya. Dia dia di
dalam tapi boleh melakukan eh polosy
influence. Nah, yang kedua adalah
Guardian of Public Values. Jadi, dia
menjaga eh nilai-nilai publik, nilai
public valu itu dalam pelayan maaf saya
perlu.
Jadi, dalam pelayanan publik ada values
yang harus dijaga seperti efisiensi,
transparansi,
kemudian akuntabilitas. Tanya kenapa
perlu ada public values dan kenapa dia
perlu dijaga?
Kalau Anda belajar pelayanan publik itu
ada berbagai macam pelayanan publik.
Jadi ada pelayanan publik yang
dibutuhkan oleh masyarakat
murni.
Ada pelayanan publik yang justru
dibutuhkan oleh pemerintah. Loh, kok
ada, Pak? Ada. Ada pelayanan publik yang
dibutuhkan oleh pemerintah, bukan oleh
masyarakat
dan ada pelayan publik.
yang merupakan gabungan keduanya hibrid.
Nah, saya beri contoh pelayan publik
yang dibutuhkan oleh ee masyarakat itu
misalnya afirmasi untuk mencegah
kemiskinan atau ketimbangan sosial
dengan bantuan sosial BLT. Itu adalah
pelayan publik yang dibutuhkan oleh
masyarakat.
Lalu apa pelayan publik yang dibutuhkan
oleh pemerintah?
Anda pernah ee mencoba merenung enggak
sebetulnya KTP SIM itu kebutuhan
pemerintah atau kebutuhan masyarakat?
Saya merasa kalau saya tidak punya KTP
atau SIM oke-oke aja tuh gitu ya. Jadi
kenapa saya harus punya KTP dan SIM
gitu? enggak punya KTP dan enggak punya
SIM juga tidak masalah untuk saya.
Karena KTP dan SIM itu adalah kebutuhan
pemerintah untuk mengatur warganya. Jadi
dia masuk dalam kelompok itu kebutuhan
pemerintah.
Sehingga kalau kebutuhan pemerintah maka
segala hal yang berkaitan dengan
pelayanan publik dalam kelompok itu
harus betul-betul dilaksanakan oleh
pemerintah, bukan malah dibebankan
kepada masyarakat. Nah, ini ini falsafah
dalam pelayanan publik. Jadi, untuk KTP,
untuk SIM, untuk hal-hal yang menjadi
keputuan pemerintah itu pemerintah harus
betul-betul
menjaga kualitasnya. Jangan kemudian
dibebankan kepada masyarakat.
Saya ini cerita saja. Saya kebetulan SIM
A dan SIM C saya mati karena pada hari
yang sama pas ulang tahun saya expire.
Jadi saya harus ke kantor polisi untuk
memperbarui.
Nah, kemudian ditanya, "Bapak harus cek
kesehatan?" Oke.
Dikasih dua formulir. Nah, ini kok dua
formulir? Kenapa? Ini untuk SIM A, ini
untuk SIM C. Tes kesehatannya dua-duanya
harus dilakukan. Jadi, kan tidak masuk
akal. Pada saat yang sama saya harus
melakukan dua kali tes kesehatan. Jadi
saya protes kan hanya sekali saja untuk
tes kesehatan untuk A dan C karena
dilakukan pada saat yang sama. ee
setelah berdebat ya okelah Pak satu saja
tapi formulirnya tetap bayar dua. Nah,
ini yang seperti seperti ini ini harus
kita kita evaluasi kita evaluasi bahwa
kebutuhan akan pelayanan bagi
kepentingan pemerintah itu harus
dilakukan dengan
apa dengan valus yang yang tepat.
Nah, yang ketiga
dunianya berubah. birokrasi sekarang
tidak hanya prosedural, tapi juga
membutuhkan kompetensi
ASN yang lebih baik. Ya, perlu adaptif,
perlu kompeten, dan juga perlu berbasis
pada meritokrasi sehingga orang yang
naik betul-betul orang yang memiliki
kemampuan.
Nah,
pertanyaannya kenapa pelayanan publik
penting?
Yang pertama adalah pelayan publik. Itu
adalah wajah negara.
Negara memberikan pelayan publik karena
dia mendapatkan mandat
bagi pengelolaan sumber daya publik.
Jadi, jadi ada sense of publicness, ada
mandat publik di sana sehingga pelayan
publik itu menjadi suatu untuk wajah
negara. Kalau pelayanan publik buruk,
maka wajah negara juga buruk. legitimasi
negara untuk melakukan kegiatan yang
berhubungan dengan masyarakat menjadi
buruk. Jadi yang pertama dan penting
adalah bahwa pelayanan publik adalah
indikator utama di pasasi negara.
Yang kedua, pelayanan publik itu akan
menentukan tingkat kesejahteraan.
Jadi kualitas layanan seperti mortalita
ibu dan bayi,
kemudian ee tingkat pendidikan,
skor pisa kita ini menjadi salah satu
yang terendah di dunia ya dibandingkan
dengan 10 tahun yang lalu. Jadi semakin
menurun. Kalau kita
produktivitas tenaga kerja kita ini juga
tidak begitu baik sehingga banyak
investasi yang kemudian pergi ke luar
luar negeri. Kemudian usaha perizinan
banyak sekali aduan mengenai betapa
sulitnya mencari atau memperoleh izin
usaha di Indonesia dan banyak hal
lainnya. Jadi untuk bisa meningkatkan
kesejahteraan bangsa, pelayanan ini
harus harus harus menjadi lebih baik.
Yang kedua adalah menekankan menekan
ketimbangan.
Jadi afirmasi untuk redistribusi
kesejahteraan itu diperlukan.
subsidi, bantuan sosial, pendidikan
gratis, jaminan kesehatan dan berbagai
macam layan dasar itu
ya diperlukan untuk menjamin bahwa
setiap warga negara mendapatkan hak-hak
yang sama.
Yang keempat adalah untuk menjaga
stabilitas sosial politik. Nah, kalau
terjadi ketidakpuasan, terjadi ee gejala
sosial, maka kemudian proses pembangunan
juga akan terganggu. Nah, ini ini perlu
dihindari. Dan yang kelima, yang
terakhir adalah bahwa pelayan publik itu
merupakan eh konstitusional mandate.
Jadi, mandat konstitusional untuk
melindungi segenap bangsa dan majukan
secara umum. Ini semua ada di di apa? Di
Undang-Undang Dasar 45 atau di
konstitusi kita.
Nah, bagaimana pelayanan publik di masa
depan?
Sebetulnya banyak. Saya hanya
me me apa ingin menyampaikan beberapa
hal yang penting-penting saja dulu.
Pertama, digital by default. Ini akan
saya jelaskan
secara agak eh panjang setelah eh slide
berikut ini. Jadi, pertama digital by
default. Kedua, dia bersifat proaktif
dan bisa diprediksi.
Yang ketiga berbasis live event. Yang
keempat personalize atau customize. Yang
kelima, Omnel. Dan yang keenam
memiliki bentuk kolaborasi. Saya coba
jelaskan satu persatu.
Digital by default. Jadi
layanan digital ini akan menjadi pilihan
utama bukan alternatif.
Nah, sekarang kita masih bertumpu pada
mal pelayanan publik. Jadi ke depan
ketika infrastruktur
ee teknologi kita sudah menjadi sangat
bagus gitu ya,
mall pelayanan publik ini mungkin
akan banyak ditinggalkan ya. supaya
tidak ditinggalkan dia perlu untuk
menjadi
ee
di bisa di digunakan dalam bentuk lain
misalnya untuk pelatihan-pelatihan
ASN
untuk meningkatkan kemampuan penggunaan
teknologi informasinya.
Anda semua pasti sudah menggunakan E.
banyak sekali aplikasi-aplikasi
pemerintahan yang sudah mengerahkan
AI ini akan menjadi
keharusan
untuk pekerjaan-pekerjaan yang rutin dan
administratif.
Suka atau tidak suka pekerjaan rutin dan
administratif itu akan lebih cepat,
lebih murah, dan lebih baik kalau
dilakukan dengan teknologi.
Jadi ke depan pekerjaan-pekerjaan
administrasi pelayanan publik itu
mungkin sudah akan sudah akan banyak
ditinggalkan.
Kita perlu menggunakan data
terintegrasi. kita sudah mulai dengan
NIK sudah beberapa 20 tahun kita sudah
mengenai ini dan ini perlu terus
diperbaiki.
Jadi kita perlu belajar dari penggunaan
social se number di Amerika misalnya
yang sudah menggunakan NIK itu sebagai
ee bukan pilihan tapi menjadi keharusan
gitu untuk semua layanan publik di sana.
Nah, dengan adanya digital kita akan
banyak mengeliminasi
kerja kerja administratif sehingga one
stop service secara nasional itu bisa di
dilakukan. Nah, digital itu bukan
sekedar aplikasi, bukan teknologi, bukan
hanya infrastruktur, tapi transformasi
sistem, transformasi mindset, digital
mindset bagi setiap ASN itu perlu
dipahami.
Yang kedua
adalah proaktif dan prediktif. Jadi,
pelayanan publik di masa depan harus
bersifat antisipatif, gitu ya.
Jadi pemerintah justru yang proaktif
untuk mengurus pelayanan publik kepada
warganya, bukan warganya yang kemudian
komplain kepada pemerintah gitu ya. Jadi
ketika bayi lahir itu sudah ada langsung
sudah ada nomor induk kepegawaiannya,
sudah terdaftar di BPJS, otomatis dia
masuk ee dalam database nasional. Jadi
bukan kemudian menunggu dia mendaftarkan
diri karena kalau itu sangat terlambat
gitu ya ada beberapa jeda paling tidak
du 2 minggu dia tidak mendapatkan
pelayanan publik. Nah di negara-negara
maju begitu lahir itu sudah ada pekerja
sosial datang untuk mencatat semuanya
memasukkannya ke dalam sistem. Nah ini
tentu saja membutuhkan
integrasi data lintas instansi. Jadi
satu data nasional itu menjadi prasyarat
bagi kegiatan ini.
Berikutnya layanannya perlu berbasis
live event. Nah, jadi live event itu
begini. Kalau ada seorang menikah itu
pasti akan banyak urusan
administrasinya. Dia perlu update KK,
mungkin
pindah keluarga, perlu NPWP disatukan.
BJS-nya juga jadi satu, pindah rumah.
ini dia sekarang ini mengurus
sendiri-sendiri. Kenapa tidak satu
paket? Jadi live event ketika melahirkan
juga begitu. Daftar bayinya masukkan KK
dia apa dia mungkin pindah rumah dia
mulai usaha itu itu semua dalam dalam
satu paket ya. Sekarang ini masih
sendiri-sendiri. Jadi ke depan mungkin
kita perlu satukan basis life event eh
public services seperti itu karena ini
akan sangat memudahkan warga untuk
memperoleh ee pelayanan publik secara
utuh.
Nah, berikutnya adalah personalize. Ini
sudah di mana-mana sudah dilakukan. Jadi
sistem pelayan publiknya dipersonalize
sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya
secara individu, bukan secara kelompok,
secara individu.
Jadi, bagaimana pelayanan publik untuk
disabilitas, bagaimana untuk lansia,
bagaimana untuk UMKM. Tentu itu berbeda
dengan perusahaan.
Saya mencoba ke Puskesmas di tempat saya
ya. Tidak ada perbedaan antara lacia
dengan dengan yang muda disabel gitu ya.
Mungkin ada beberapa beberapa tugas yang
membantu tapi secara umum prasedurnya
tidak memadai untuk itu. Nah, jadi jadi
kita perlu mempersonalisasikan
karena ke depan
bahkan untuk membeli pakaian secara
online saja itu nanti tidak ada ukuran
LS M, XL gitu ya. Nanti akan customize
dengan badan kita. Jadi kita
menyampaikan ukuran kita kemudian kalau
dikirim sudah dengan customize brand
kita.
Nah, personalisasi ini akan meningkatkan
keadilan layanan dan juga kepuasan
publik.
Berikutnya adalah omni channel. Omni
omni itu banyak. Jadi semua
apa tata cara semua akses semua
instrumen itu bisa digunakan.
Dia bisa pakai aplikasi website,
chatboard, call center, bisa pakai
gravisi kelayan, keliling, bisa. Nah,
akan lebih bagus lagi kalau hanya satu
channel saja gitu, satu untuk semuanya.
Jadi dia tidak perlu masuk ke mana-mana.
Itu banyak dilakukan di negara-negara
Skandinavia maupun di di New Zealand.
Jadi, untuk pelayan publik itu hanya
satu klik saja. dia hanya klik situ dia
butuh apa,
apa back end-nya, back office-nya itu
yang akan
meneruskan gitu. Jadi dia tidak harus
mencari kalau line publik ini masuk ke
URL mana ya atau masuk ke aplikasi mana
ya, tidak ada pertanyaan seperti itu.
Jadi langsung semuanya dilakukan oleh ee
sistem.
Nah, yang terakhir untuk karakteristik
pelayan publik masa depan ini
kolaborasinya ini tidak bisa dilakukan
oleh pemerintah sendiri. Hampir tidak
mungkin karena pemerintah tidak bisa
secara akurat menangkap apa yang
diinginkan ke publik. Jadi, publik juga
masyarakat dan swasta juga perlu
terlibat dalam membangun suatu pelayanan
publik yang ee berkualitas dan
memuaskan.
Nah, oke. Kalau kita menghadapi
perubahan plan hobing di masa depan
seperti itu, apa yang harus dilakukan
oleh oleh ASN-nya?
Pertama, tentu kompetensinya perlu
ditingkatkan. Jadi kompetensi digital
ini bukan kompetensi tambahan, dia
kompetensi inti.
Jadi, ASN itu harus mampu menggunakan
sistem digital, dia harus mampu
melakukan data analisis. Nah, data
analisis ini penting sekali kalau kalau
Anda ingin menggunakan AI tanpa memahami
struktur datanya, ya pertanyaannya
promnya akan sangat sangat terbatas gitu
ya.
Yang juga perlu dilakukan kalau
sistemnya sudah digital adalah cyber
security
keamanan data. Ini bukan hanya dari
infrastrukturnya, tapi dari perilaku ya.
Saya banyak sekali melihat atasan itu
karena malas atau tidak mau ngasih
password-nya ke stafnya. Ya, ini saya
sesuaikanlah dengan password ini. Nah,
kalau seperti itu kalau digunakan oleh
orang yang tidak tidak apa tidak ee
memiliki otoritas, dia bisa akan merusak
sistemnya gitu. Jadi, keamanan data itu
bukan hanya sekedar sekedar
infrastruktur, tapi juga perilaku atau
attitude atau karakter.
Yang kedua adalah digital leadership.
Jadi kita sudah mulai mengubah mindset
dari manual jadi digital. Jadi kita
perlu punya evidence base gitu ya. Tidak
hanya tidak hanya ilusi, tidak hanya
judgement saja, tapi punya punya ee
koleksi data yang memadai.
Kemudian human center services. Human
center services ini
untuk meningkatkan user experience. Jadi
kita perlu menempatkan diri kita
dalam sebagai orang yang mendapatkan
pelayanan. Jadi untuk mereka supaya bisa
terlayani dengan baik, kita perlu
memikili memiliki empati gitu ya.
memiliki apa sih sebetulnya yang
diinginkan oleh masyarakat itu sehingga
kita bisa memberikan
ee pelan-pelan lebih baik.
Kemudian ada integritas dan etika
digital. Nah, ini ini bagaimana kita
perlu memahami bagaimana
ee bias algoritma karena di EA itu
banyak sekali algoritm bias gitu ya.
Kalau Anda belajar, kebetulan S2 saya
tentang AI. Saya mantan AI programmer 40
tahun yang lalu dan pernah bekerja di
Amerika sebagai AI programmer. Jadi
dalam AI itu banyak sekali algorithm
bias gitu ya. Bagaimana AI dalam
prediksinya itu bisa memanipulasi gitu.
Jadi itu kita perlu perlu perlu aturan
tentang integritas dan etika digital
itu.
Nah, yang lain adalah
yang itu bukan hanya IN-nya tapi juga
organisasinya.
ASN-nya diminta digital eh diminta Ile,
maaf, tapi organisasinya seperti itu
saja maka akan sulit. Itulah kenapa
dilakukan penyederhanaan birokrasi.
Untuk apa? agar organisasi mampu
beradaptasi dengan perubahan teknologi.
Jadi
itu sudah terjadi di mana-mana. Google,
Amazon,
apa, Apple, Tesla, eh Grab itu bekerja
tidak dalam hierarki struktural, tapi
dalam bentuk tim.
Nah, kemudian ada peran baru
ASN di era otomatisasi. Jadi ini beralih
dari dari administratif ke analisis, ke
planning, ke risk e manajemen, ke sistem
desain dan lain-lain. Jadi inilah yang
yang harus dipersiapkan oleh teman-teman
semua.
Nah, tantangan ke depan ini ada banyak.
Saya mungkin karena waktunya terbatas
tinggal 5 menit lagi. Saya hanya akan
mengurai sedikit saja. ini sudah saya
jelaskan dalam dalam ee slide-side
berikutnya. Jadi, Anda bisa membaca
saja.
Nanti akan diberikan ee file-nya
ee kepada Anda. Jadi, apa yang menjadi
tantangan?
Masih ada gap, capacity and
infrastructure. Jadi, masing-masing
daerah itu punya keterbatasan
kompetensi
di daerah-daerah terpencil. Kompetensi
untuk untuk melakukan pelayan publik itu
masih terbatas. Infasturnya terbatas,
orang-orangnya juga kompetensinya
terbatas.
Data-datanya masih terfragmentasi, masih
tersebar-sebar. Bukan data yang di
pusat, tapi data-data di masing-masing
dinas itu masih tidak ada yang menyatu,
gitu. Jadi harus cari ke sana, harus
cari ke sini gitu. Kalau ada yang
bisa memimpin untuk menyatukan data di
satu daerah itu akan lebih baik lagi.
Nah, yang lain adalah ini menjadi
menjadi challenge budaya karena banyak
sekali yang enggan berubah.
Saya sangat kesulitan ketika ada
perubahan itu orang tidak cepat mengubah
mindsetnya dari struktur menjadi jadi
menjadi jawatan pejabat fungsional.
Tapi ketika saya tanya kenapa kenapa
Anda apa yang menjadi apa yang menjadi
ee kegalauan atau
ee keresahan atau permasalahan ketika
Anda berubah dari struktural
kensusional? Nah, jawabannya lebih pada
interest pribadi ya. Fasilitasnya
hilang, Pak. Rumah saya, rumah dinas
saya enggak boleh lagi. Saya enggak
dapat kendaraan. Itu jadi bukan
pekerjaan, tapi lebih pada individu.
Ekspektasi publik meningkat. Sekarang
ini publik membandingkan
ee pelayanan pemerintah dengan pelayanan
yang biasa mereka dapatkan dari Gojek,
Grab gitu ya. Ini kalau saya pesan lewat
Gojek, lewat Grab ah bisa cepat. Kenapa
kalau berurusan sama pemerintah kok
lelet banget gitu. Nah, itu itu ada
komparasi.
Kenapa sih kok ngurus ngurus KTP enggak
kayak enggak kayak pakai kayak Gojek aja
gitu selesai gitu ya? Kenapa nunggu
surat aja enggak enggak bisa cepat gitu.
Nah, itu itu ada ekspektasi publik yang
meningkat karena mereka sekarang
memiliki alternatif.
Nah, keamanan cber dan etika digital ini
selain infrastrukturnya, selain
sistemnya di Indonesia ini ee Anda boleh
sewa internet dari berbagai macam
provider. Itu yang akan menyulitkan apa
ee keamanan cyber karena pintunya
terlalu banyak bisa masuk dari
mana-mana. Itu yang mungkin perlu perlu
di apa ya, perlu dijaga. Jadi kalau
daerah-daerah itu mau mau sewa internet
itu dari satu provider saja, jangan
terlalu banyak gitu. Sehingga kemudian
kontrol security-nya menjadi rumit.
Dan ketergantungan vendor. Nah, dengan
vendor ini biasanya vendor yang
mendiktate
perangkat seperti apa yang Anda
butuhkan, apa mereknya,
seperti apa kualitasnya, seperti apa
harganya dan lain-lain sebagainya. Nah,
jadi saya kira itu yang dapat saya
sampaikan. ee
Anda bisa baca
secara lebih apa detail dari apa yang
dari apa dokumen yang saya sampaikan
nanti dari file dan mudah-mudahan
apa yang saya sampaikan ini bisa
m-trigger ya m-trigger ee atau
memotivasi perubahan-perubahan yang akan
atau sedang Anda lakukan di di unit Anda
masing-masing. Saya kira demikian ee
atas
perhatiannya saya ucapkan terima kasih
dan saya kembalikan ke
ee Pak Stefan ya.
Baik, terima kasih untuk materi yang
telah disampaikan secara begitu detail
dan pastinya untuk membangun kita semua
menjadi ASN yang lebih baik. Begitu ya,
Sobat ASN. Terima kasih Bapak Bima Harya
Wibisana untuk materinya yang luar
biasa. Tentu saja Bapak ternyata kita
sudah menemukan beberapa penanya begitu
yang akan mempertanyakan sesuatu hal
begitu ya terkait dengan materi yang
beliau sampaikan. Silakan.
Baik. Selamat pagi.
Ya, boleh perkenalan dengan siapa dan
dari mana?
Di-mute.
Baik, silakan untuk pertanyaannya yang
akan disampaikan kepada Bapak Bima.
Eh, terima kasih Mbak Stefani, Bapak
Bima materinya ee dan kesempatan untuk
bertanya. Ee perkenalkan nama saya Eki.
Saya dari UPT
PPP Tamperan under Dinas Kelautan dan
Perikanan Provinsi Jawa Timur. Ee saya
mau bertanya terkait tugas tambahan ASN
yaitu sebagai policy influencer. Ee tadi
disebutkan bahwa ASN juga dituntut aktif
memberi masukan kritis berbasis data
kepada pejabat politik agar kebijakan
tepat masalah, tepat solusi, efektif
dalam implementasi, dan ee yang mana
dari resiko sosial, fiskal, dan
teknologi. Ee Pak, bagaimana supaya kami
ASN ini tetap dapat bersuara? Sedangkan
pada saat yang sama ee kami ASN ini
adalah pelaksana kebijakan di mana kami
juga tidak bisa ee secara belak-belakan
ee mengkritik pejabat publik terutama di
media sosial. Ee kami bahkan dihimbau
untuk ee lebih berhati-hati bagaimana
ya, Pak supaya ee kami bisa menjalankan
tugas tambahan sebagai polisi influencer
tetapi tetap sesuai dengan porsi ASN. Ee
kemudian mohon izin ee Pak, pertanyaan
kedua terkait AI. Ee kita semua pasti
sangat memahami bahwa AI ini memang
tuntutan teknologi ke depan ya, Pak.
Tapi beberapa waktu belakangan ini di
media sosial saya akhir-akhir ini muncul
info bahwa salah satu komponen AI ini
ada mesin server yang sangat besar dan
ee untuk mendinginkan mesin server ini
diperlukan air yang sangat banyak.
Kebetulan kemarin saya juga ada melihat
salah satu video di YouTube bahwa di
Amerika ini dampaknya sudah mulai terasa
ter tentang ee kekurangan air di
masyarakat karena lokasi penduduk itu
dekat dengan server AI. Ee bagaimana ya,
Pak, supaya kita tetap bisa sejalan
mengikuti perkembangan teknologi, tapi
kita juga tetap inline dalam menjaga
kestabilan lingkungan. Terima kasih.
Makasih Kak Eki untuk pertanyaan dari
UPT PPP Tamparan. Silakan Bapak Bima
berkenan untuk menanggapi pertanyaan
beliau.
Oke, langsung satu-satu ya.
Baik.
Eh, oke. Terima kasih pertanyaannya Mbak
Iki.
Ini
policy influencer.
Kita sebetulnya sudah menjadi polisi
influencer dalam skala yang terbatas di
masing-masing unitnya. Kita memberikan
masukan kepada atasan gitu ya. itu kalau
untuk bidang-bidang yang menjadi apa ya
menjadi
ee tanggung jawab kita itu akan dengan
mudah kita sampaikan ke atasan atau ke
atasannya lagi gitu ya kalau dalam
rapat-rapatnya. Tapi bagaimana misalnya
kalau kita ingin menyampaikan sesuatu
yang di luar bidangnya gitu ya, di luar
bidangnya tapi kita tahu informasinya
dan kita
ee punya analisis yang kuat di situ.
Nah, kita bisa saja membuat membuat
membuat konten gitu kan kan tidak
dilarang membuat konten gitu. Jadi
konten itu ee bisa untuk
memberikan
memberikan ee dimensi yang berbeda bagi
para pengambil keputusan itu untuk
melihat informasi yang informasi itu
sebagai salah satu instrumen pengambilan
keputusan gitu ya.
Saya saya setiap hari buat puisi. Jadi
saya bikin policy brief tapi dalam
bahasa puisi itu saya gunakan untuk
memberikan masukan kepada banyak orang
gitu ya. Ini loh apa ee yang saya
pikirkan, yang saya lihat sebagai
masalah gitu tanpa harus menggurui. Nah,
itu cara saya. Nah, caranya caranya
banyak gitu ya. Caranya banyak ya. Tentu
saja dengan bahasa yang sopan, tidak
menghujat, tidak memaki, gitu ya. itu
itu
ee umum kalau itu. Tapi kalau sebagai
seorang ASN kita bisa apa me me
memberikan
informasi-informasi itu secara ee
metodologis
memiliki kekuatan metodologi untuk
memberikan informasi itu. Jadi kita bisa
cerita ini loh sebetulnya apa yang yang
diinginkan masyarakat situasi sekarang
kita begini. Jadi ini yang diperlukan
untuk ke sana gitu. Jadi tiga tiga tiga
pertanyaan biasanya. Where are you
going? Where are you now? And how to get
itu tiga tiga pertanyaan untuk
memberikan eh
masukan-masukan dalam kebijakan dan
semua orang boleh. Semua orang boleh.
Ee
kalau ada yang mengatakan jangan dong,
ASN itu itu dunianya sudah berbeda ni
sekarang nih. Jadi masih banyak yang
menggunakan ee
tata krama atau norma-norma yang lama
untuk
permasalahan permasalahan yang sekarang.
Jadi ketika saya masih menjadi Kepala
BKN ini ada dua dua kelompok nih.
Kelompok yang milenial dan kelompok yang
kolonial. Ini sering sering enggak
nyambung nih. Sering enggak nyambung.
Jadi saya bilang sama teman-teman yang
yang seniar itu daripada mereka yang
belajar kita akan lebih mudah kalau kita
yang belajar mereka sehingga komunikasi
itu, kolaborasi itu kan menjadi menjadi
jadi lebih baik lagi. Dan saya kira
banyak pemimpin-pemimpin sekarang yang
muda mereka lebih paham gitu daripada
orang-orang yang yang
ee sudah senior gitu. Jadi itu bisa
dilakukan hanya saja dalam bahasa yang
baik. Dalam bahasa yang baik. Nah,
komplain yang tua-tua ini terhadap yang
beli ini bahasanya bahasa bahasa-bahasa
terlalu gaul gitu ya. Nah, itu
kadang-kadang juga
dirapat juga pakai bahasa bukan pakai
bahasa Indonesia baku itu pakai bahasa
Indonesia gaul. Jadi banyak yang banyak
yang sengit kadang-kadang. Nah, itu itu
bisa kita hindari kalau kita paham
bagaimana menyampaikan dengan baik.
AI
ee
rasa-rasanya penggunaan air itu tidak
seperti yang heboh kayak gitu ya. Karena
teknologi bisa di diselesaikan dengan
teknologi juga. Kalau itu butuh air,
mungkin airnya bisa didiringinkan dengan
teknologi lain sehingga tidak perlu
sebanyak itu, gitu. Jadi, jadi selalu
ada ada solusi. Apalagi kalau di Amerika
ya, di Amerika itu orang tidak percaya
penyelesaian masalah itu dengan
regulasi. Enggak percaya banget gitu.
Mereka lebih percaya kalau masalah itu
diselesikan dengan teknologi karena
semua orang bisa belajar dan teknologi
ini jauh lebih transparan daripada
regulasi. Jadi kalau ada masalah sosial
di sana itu karena kebetulan saya lama
tinggal di Amerika 15 tahun jadi ee
mereka selalu mencoba menyelesaikan
masalah-masalah sosial itu dengan
teknologi
bukan dengan regulasi. Itu bedanya
dengan di Indonesia. Jadi apalagi kalau
dengan apa server butuh air banyak itu
sepertinya mereka akan punya teknologi
untuk itu. Jadi mereka akan mendinginkan
air terlebih dulu sehingga tidak
diperlukan air yang besar sekali gitu
ya. Seperti seperti apa? Combusion
engine itu kan butuh radiator kan. Nah
sekarang dengan dengan adanya
elektricity
dia enggak butuh radiator lagi. Dia
enggak butuh apa ee pendingin lagi. Saya
kira itu yang bisa saya sampaikan.
Terima kasih, Paki.
Baik, terima kasih e Bapak Bima Harya
Wibisana untuk berkenan menjawab
pertanyaan dari Ibu Eki. Begitu ya.
Semoga terjawab. Terima kasih Ibu Eki
untuk pertanyaannya. Dan selanjutnya
kita akan lanjut pada penanya kedua yang
telah kami temukan. Begitu ya. Silakan.
Baik, selamat pagi.
Baik, mohon izin.
Sudah belum?
Baik. Baik, mohon izin untuk mic-nya
masih term-mute Bapak. Izin.
Masih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikum suara saya terdengar
baik terdengar. Iya, silakan Bapak untuk
berkenan memperkenalkan diri dan juga
memberikan pertanyaan kepada narasumber
kami.
Iya. Alham Kasiadi dari SMA Negeri 1
Ngoroh Mojokerto, Jawa Timur. Bapak
ya. Alhamdulillah tadi materinya luar
biasa dengan terkait adalah Korpi
bersatu dalam pengabdian, berpadu dalam
pelayanan. Di sini Bapak tadi saya ee
mencatat satu materi yang tertarik dari
saya yaitu tentang omni channel
konsistensi data dan inklusivitas
pelayanan e pemertaan pelayanan. Pak
yang saya tanyakan Bapak Dr. Ir. Bima
Harya yang pertama apa tantangan utama
Korpri dalam memastikan konsistensi data
di semua kanal pelayanan
Omni channel agar pengalaman pengguna
user experience tidak terputus, Pak? Ini
yang pertama. Yang kedua, strategi apa
yang dilakukan untuk menjamin bahwa
layanan inklusitivas tercapai khususnya
bagi masyarakat yang kesulitan mengakses
yaitu digitals atau mungkin kanal yang
ada dalam desa digital Bapak. Terima
kasih. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih
untuk pertanyaannya. Silakan Bapak Bima
berkenan untuk menanggapi.
Terima kasih, Pak. ini Pak Kasiadi ya
dari Mojokerto. Ee
kita mungkin perlu bedakan dulu antara
Korpi dengan pemerintah ya. KPRI ini
organisasi di dalam peningkasan sehingga
walaupun orang-orang yang sama dia tidak
punya kewenangan langsung terhadap
terhadap apa terhadap ee
kebijakan-kebijakan bisa mempengaruhi
karena yang melakukan juga dia juga tapi
tidak sebagai KPnya tapi sebagai pejabat
pemerintah. Oke.
ee teman-teman
di pemerintahan ya itu kalau di Kemerpan
Pak Oto itu pekerjaannya dari Pak Oto
saya sering diskusi dengan Pak Oto
bagaimana
me memberikan akses seluas-luasnya
kepada kepada masyarakat
di Indonesia ini
dengan begitu banyak keterbatasan,
begitu banyak ee perbedaan
level pembangunan ya kalau di di Papua
dengan dengan di Jawa itu tentu akan
berbeda sehingga kita belum bisa
sepenuhnya gitu ya menggunakan satu
instrumen saja untuk memberikan layanan.
Jadi perlu macam-macam tuh kalau ke
Papua Tengah atau ke Papua pegunungan
kebetulan saya juga sering ke sana gitu
ya. Kalau ingin memberi memberikan
pelayanan itu harus datang sendiri ke
kampung yang jauh terkecil. Bahkan
bahkan apa ee BKN kemarin memberikan
kenaikan pangkat luar biasa kepada bidan
di Sumatera Barat yang karena enggak ada
akses ke sana dia berenang melewati
sungai. Pernah pernah lihat ya? Pernah
lihat itunya videonya? Berenang melewati
sungai masuk ke hutan hanya untuk
memberikan pelayanan kesehatan di
masyarakat di sana. itu luar biasa. Itu
luar biasa. Jadi saya sangat menganggap
bahwa PNS ini pekerja keras.
Mereka kan tidak ada apalagi di Jakarta
ya, tidak ada ASN, tidak ada pekerja
yang datang ke kantor berangkat dari
rumah habis subuh kecuali PNS tu enggak
ada tuh ya. Jadi, jadi kalau dibilang eh
PNS malah palasya saya marah juga loh.
Enggak bisa. Mereka dari pagi sudah
berangkat dari
rumah ke kantor kok. bahwa mereka tidak
produktif itu salah di kantornya, kenapa
enggak dikasih kerjaan gitu kan. Nah,
itu yang harus kita perbaiki.
Jadi saya sering menyampaikan kepada
teman-teman Ibu, apakah Anda yakin bahwa
semua staf di kantor Anda itu paham apa
yang harus dia lakukan pada hari itu?
Paham apa yang dia kerjakan, seberapa
banyak dan dengan kualitas seperti apa?
Kadang-kadang ya saya enggak tahu, Pak.
Nah, itu dia masalahnya di sana. Jadi,
pengukuran kinerja itu mulai dari sana.
Nah, sistem-sistem omn channel supaya
ada inklusivitas itu adalah sebetulnya
lebih kepada bagaimana
will kita untuk mikan pelayanan publik
beyond the line of dutes ya. Karena
aturannya sangat umum gitu ya. ini kan
sangat sangat apa ya sangat sangat
tergantung pada si orang yang yang
memberikan layanan.
Kalau kemudian W itu ditangkap oleh
organisasi, oleh institusi yang membuat
sistem yang lebih baik, yang membuat
prasarana yang lebih baik, yang membuat
apa ee
ee kompetensi pelayan publiknya lebih
baik, itu akan lebih baik lagi gitu ya.
Tapi dari sistem sendiri seetulnya bisa.
Contohnya ketika saya membuat sistem
rekrutmen ASN
itu tadinya sangat manual, sangat korup
gitu ya. Tap begitu dirubah dengan
teknologi full teknologi bahkan saya
menggunakan AI sebagai shadow
application untuk menangkap orang-orang
yang berbuat curang gitu ya. Jadi kalau
ada curang dia pakai cat itu langsung
bisa ketangkap oleh AI AI yang menjadi
shadow application ya. Hasilnya
bisa menjadi inklusif. Semua orang bisa
menjadi ASN. Tadinya kan enggak bisa itu
ya. Nah, jadi kalau kita menginginkan
sesuatu coba deh kita secara gigih gitu
ya memperjuangkan itu pasti bisa gitu.
Jadi ya kita maunya gini, Pak, tapi
atasannya enggak mau atau ya udah kalau
itu enggak mau. Jangan gitu ya. Ada
perlu gigi untuk meyakinkan orang agar
pelayanan publik itu bisa dilakukan
dengan lebih baik lagi. Nah, akses
digital ini memang perlu ya,
infrastruktur kita belum belum belum
merata gitu ya. Bahkan kalau saya di
rumah ini
sangat diistimewakan karena daerah saya
5G kemudian semuanya sudah fiber optics.
Jadi saya tidak pernah punya masalah
dengan itu. Tapi ketika saya keluar
rumah bahkan di Jakarta pun tidak
semuanya bisa 5G gitu. Nah, ini akan
sangat mengganggu terutama karena saya
butuh bekerja dengan cepat gitu ya
apalagi di daerah. Nah, jadi akses
digital ini memang memang diperlukan. J
tinggal bagaimana pemerintah kemudian
mencoba
melakukan penetrasi
agar akses digital publik ini bisa bisa
dilakukan ya. Ya, kita tunggu saja. Saya
berharap teman-teman teman-teman saya di
Komigi sana atau dipan bisa bersama-sama
untuk menyegerakan gitu ya akses digital
mungkin itu Pak Kas. Mudah-mudahan bisa
bisa memuaskan jawaban saya. Makasih.
Terima kasih Bapak untuk jawabannya
mengenai pertanyaan Bapak Kasiadi dari
SMAN 1 Ngorom Mojokerto Jawa Timur.
Terima kasih semoga cukup menjawab dan
tentunya kepada dua penanya dalam sesi
kali ini juga nantinya akan mendapatkan
merchandise persembahan spesial dari
BPSDM Jawa Timur. Untuk itu terima kasih
Bapak untuk materi dan juga jawaban yang
telah disampaikan kepada Ir. Bima Harya
Wibisana, M.Si. PhD Wakil Ketua Umum
Dewan Pengurus Korpri Nasional dan juga
Analis Kebijakan ahli utama BKN. Terima
kasih sekali lagi Bapak. Semoga sehat
selalu.
Baik,
semoga sehat selalu dan selalu
menginspirasi Bapak.
Selamat pagi.
Baik, tentunya sobat ASN di mana pun
Anda berada, kita akan segera juga nanti
bertemu dengan narasumber lainnya begitu
dalam segmen selanjutnya. Namun juga
akan kami ingatkan kembali, kami remind
kembali bagi Anda yang belum registrasi
dalam semesta Bangkom, Anda bisa
registrasi segera ya. Dan tentunya
sampai berjumpa nanti di segmen
selanjutnya dalam ASM Belajar 2025 seri
46.
Uh. bersama membangun asa
menuju cipta yang mulia.
Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa
Timur yang berjaya.
Langkah pasti menitipi zaman
dengan semangat pembaruan.
Ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal masa depan.
PPS Jatim Pusat unggulan
tempat lahirnya insan berkualitas
mencetak STM berkompetensi
tangguh cerdas dan inovasi bersatu dalam
visi yang terang menjawab tantangan
jangan gemilang
PPSDM Jawa Timur Center of Exens masa
depan demil
bersama membangun asa
menuju cita yang mulia.
Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa
Timur yang berjaya.
Langkah pasti meniti zaman
dengan semangat pembaruan
ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal masa depan.
BPSM Japin pusat unggulan
tempat lahirnya insan berkualitas
mencetat SRM berkompetensi
tangguh cerdas penuh inovasi bersatu
dalam visi yang terang menjawab
tantangan dan jangan demiang
PPSDN Jawa Timur senter ofens masa depan
Baik, terima kasih masih setia bersama
kami dalam Webinar ASN Belajar 2025 seri
ke-46. Tentunya kita akan segera bertemu
dengan narasumber kedua kita dan akan
kita sambut bersama Bapak Tomi Putra
Pratama Gunawan Eskom.
Baik, selamat pagi Bapak Tommy.
Selamat pagi Mbak
apakah suara saya kadang-kadang dengan
jelas? Terdengar dengan jelas Bapak
Tomi. Terima kasih telah berkenan untuk
memberikan materi pada pagi hari ini.
Nantinya semoga berguna untuk seluruh
sobat ASN di manaun mereka berada.
Begitu ya. Beliau adalah pegawai teladan
termuda Kemenpan RB tahun 2021. Untuk
itu silakan Bapak Tomi untuk
menyampaikan materinya.
Baik, terima kasih Mbak Stefani. Ee
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi, salam
sejahtera untuk kita semua. Om
swastiastu, namo budhaya, salam
kebajikan.
Ee yang terhormat Bapak Ramlianto selaku
Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur,
kemudian Bapak eh Bima Harya Wiibusana
selaku Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus
Korp Nasional serta e Ibu Sri Wahyuni
yang nanti akan ee bergabung bersama
kita setelah ini. Ee beliau Ketua Forum
Sekdas Indonesia, Sekda Provinsi
Kalimantan Timur. terima kasih atas ee
undangannya kepada saya. ee saya sangat
apa ya sangat ee terharu sekali
sebenarnya ini ee bahwa ee capaian saya
pada tahun 2021 yang lalu ee dapat
mudah-mudahan dapat ee sharing gitu di
ee forum ini untuk ee menyampaikan
bagaimana sih apa sih yang ee terjadi
gitu ya di tahun 2021 sehingga ee saya
pribadi mendapatkan anugerah tersebut
dari instansi saya.
Ee saya izin share screen ya, Bapak Ibu.
Pada kesempatan ee pagi hari ini ee kita
sesuai dengan tema ya, tema yang kami
dapatkan yaitu Korpri, bersatu dalam
pengabdian, berpadu dalam pelayanan.
Eh tema ini sangat menarik sekali ya,
bahwa eh Corprix ini adalah suatu
perwujudan, suatu forum di antara kita
semua sebagai pegawai negeri sipil,
sebagai aparatur sipil negara untuk ee
bersatu padu bagaimana untuk memberikan
solusi, memberikan ee pelayanan terbaik
kepada masyarakat sekaligus juga
memperkuat ee komunitas kita gitu ya,
satu sama lain ee untuk saling sharing
bagaimana ee ee
kita dapat bekerja sama secara lintas
instansi seperti itu.
Sebelum ee masuk ke materi, mungkin tak
kenal maka tak sayang Bapak Ibu
sekalian. Ee perkenalkan kembali nama
saya Tomi Putra Pratama Gunawan. Ee
kebetulan saat ini baru saja
menginjakkan ee umur ke 31 tahun
sehingga jika ee kalau disebut pegawai
teladan termuda sepertinya sudah sedikit
tidak relevan ya saat ini. Namun ee
semangatnya masih sama seperti tahun
2021 lalu. Mungkin malah lebih ee lebih
lagi dari tahun 2021. Saya berasal dari
Kementerian PAN RB dan kemudian saya ee
sebelum ee tahun ini di tahun 2024 saya
ee bekerja ditugaskan di deputi bidang
pelayanan publik yang sangat relevan
tadi yang sudah di banyak disampaikan
oleh ee Pak Bima ee terkait pelayanan
publik ee mungkin akan sangat-sangat ee
bersinergi ya antara materi ee saya hari
ini dengan materi yang tadi sudah
disampaikan Pak Bima. Eh, saya selaku
pranata komputer pertama eh sebelumnya
saya saat saya CPNS saya ee jabatan saya
adalah jabatan pelaksana sebagai
analisis sistem informasi. Kemudian di
tahun 2020 ee 3 saya diangkat menjadi
pejabat fungsional ee ahli pertama ya,
yaitu pernata komputer ahli pertama.
Kurang lebih saya sudah bekerja di
Kemenpan RB selama 6 tahun 9 bulan. Dan
eh sebenarnya saat ini ee saya sedang ee
cuti tugas belajar. Ee saya sedang
berkuliah di e S2 Magister Teknologi
Informasi MTI UI ee dengan beasiswa dari
e LPDP. Bapak Ibu sekalian. Jadi ee satu
saat ini saya sedang ee ee di luar ee
pekerjaan seperti itu. Dan berikut
kontak saya jika Bapak, Ibu ee ke
depannya akan ee
ee berkomunikasi dengan ee saya.
Nah, Bapak Ibu ee selanjutnya ini adalah
eh salah satu riwayat saya Bapak, Ibu
ya. Ee saya mungkin mengambil tajuk From
Zero to crafting a manifesto gitu. Jadi
kalau biasanya mungkin orang nyebutnya
from Zero Hero ya, tapi eh saya merasa
belum sampai sehero itu. Sehingga apa
yang saat ini saya lakukan adalah ee
menjadikan pekerjaan saya ini sebagai
manifesto untuk ee berkolaborasi untuk
menciptakan sesuatu yang dapat berdampak
bagi ee instansi maupun ee secara tidak
langsung untuk masyarakat Bapak Ibu.
Nah, ini ee sebelum saya ada di tempat
ini, Bapak, Ibu ee dengan ee
anugerah yang diberikan kepada saya pada
saat itu, saya sebagai masyarakat biasa
Bapak, Ibu, sebagai ee
orang yang berlomba-lomba juga untuk
duduk ee sebagai ASN. saya ee masih
belum bisa melupakan ya saat itu ya
tahun 2018 tanggal 26 Oktober saat itu
adalah ee hari pertama ee seleksi CAT
senasional se-Indonesia saat itu untuk
tahun anggaran 2018. Saat itu ee saya ee
mengikuti tes hari pertama di kantor
Walikota Jakarta Selatan saat itu.
Ee riuh, ramai peserta saat itu masih
saya rasakan sehingga saat ini ee bahkan
saat itu ada kejadian bahw
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:00 UTC
Categories
Manage