Transcript
ZyvcurRuPx8 • ASN Belajar Seri 46 | 2025 - KORPRI: Bersatu dalam Pengabdian – Berpadu dalam Pelayanan
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0281_ZyvcurRuPx8.txt
Kind: captions
Language: id
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Jadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia emas.
ASN
belajar wujudkan
pemerintahan
berkelas dunia
tekad pantang menyerah
jadi ASN getar berkualitas
belajar juga
bukan tekad pantang menyerah
jadi
berkuit kita
belajar
Yeah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya.
Salam kebajikan. Saya ucapkan selamat
pagi kepada seluruh sobat ASN pada pagi
hari ini. Semoga kita semua dalam
keadaan yang sehat, berbahagia, dan
pastinya semangat untuk mengikuti
webinar ASN Belajar 2025 seri 46 pada
tahun ini. Tentu saja kita akan bertemu
di hari ini tepatnya 27 November 2025
untuk membahas mengenai topik-topik yang
tentunya menambah pengetahuan dan juga
bagaimana update untuk informasi terbaru
bagaimana kita bisa meningkatkan
kompetensi dan integritas sebagai ASN.
Tentu saja sangat berbahagia saya Stefan
Imelda hari ini akan membersamai Anda
dalam webinar dan tentunya izinkan saya
membuka webinar pada kesempatan kali ini
dengan sebuah pantun. Nanti boleh Anda
jawab cakep begitu ya. Ke pasar beli
bunga kenanga
cakep.
Warnanya indah, harum, semerbak.
Cakep.
Sinergi ASN jadi satu tenaga.
Pelayanan publik semakin bijak. Boleh
bersama kita berikan tepuk tangan.
Luar biasa. Semoga tepuk tangan pada
pagi hari ini menunjukkan semangat Anda,
optimis Anda untuk terus kita berkembang
dan bertumbuh bersama ASN. Dan pada
kesempatan kali ini tentu saja kita akan
membahas sebuah tema yang berkait dengan
sinergitas yakni Korpri Korps Pegawai
Republik Indonesia. Bersatu dalam
pengabdian, Berpadu dalam pelayanan.
Tema kali ini sangat spesial karena kita
mengerti ketika pengabdian kita satukan
lahirlah kekuatan. Ketika pelayanan kita
padukan, hadir pelayanan yang
memanusiakan. Hal ini menyadarkan bahwa
Korpri tugasnya bukan hanya sekedar
kewajiban, tetapi merupakan janji,
merupakan komitmen kita untuk setia,
berintegritas, dan terus menghadirkan
perubahan. Sehingga nantinya dalam
solidaritas yang tercipta, kita akan
menemukan arah. Kolaborasi akan
membangun harapan masyarakat karena ASN
akan berpadu, melayani lebih baik, lebih
cepat, dan pastinya lebih bermakna untuk
kesejahteraan masyarakat. Tentunya sobat
ASN yang berbahagia, pada kesempatan
kali ini sebelum kita akan memulai
secara lebih lanjut dan kita akan
mengetahui bagaimana pengetahuan baru
dari para informan, dari para speaker,
begitu akan kami ee ingatkan terlebih
dahulu untuk para peserta bisa
meregistrasi di Semesta Bangkom sebelum
kita akan melanjutkan pada webinar pada
kesempatan kali ini. tentunya sobat ASN
kita akan bersama menyimak terlebih
dahulu yakni opening speech dari Kepala
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur. Kepada yang kami
hormati Dr. Ramlianto, S.PME. Kami
persilakan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita sekalian.
Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat
bertemu kembali dalam webinar series ASN
Belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan Jatim
Corporate University, Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Hari ini Kamis tanggal 27 November 2025,
ASN Belajar telah memasuki seri yang
ke-46.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN belajar ini.
Sebagai bentuk terima kasih kami, kami
selalu berkomitmen dan terus berikhtiar
untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi yang menarik,
kekinian, dan tentu berdampak secara
nyata terhadap peningkatan kompetensi
dan kinerja aparatur sipil negara di
Indonesia.
Sobat ASN, ASN Belajar
seri ke-46 tahun 2025 hari ini
menyajikan salah satu topik dalam rangka
memberikan kontribusi pemikiran pada
hari ulang tahun KOPS Pegawai Republik
Indonesia yang ke-54 yang akan kita
peringati pada tanggal 29 November
2025 yang akan datang. sebuah momentum
yang mengajak kita kembali merenungi
jati diri kita sebagai aparatur sipil
negara. Bahwa pengabdian tidak lahir
dari seragam yang kita kenakan, tetapi
dari nilai yang kita hidupi. Dan
pelayanan tidak tumbuh dari jabatan yang
kita emban, tetapi dari kesungguhan hati
yang kita persembahkan kepada rakyat.
Momentum yang menegaskan bahwa
perjalanan panjang korpri selama 54
tahun bukan hanya rangkaian sejarah
organisasi, melainkan kisah keteduhan,
disiplin, dan solidaritas jutaan ASN
yang bekerja dalam diam, membangun
negeri dari kantor pelayanan, dari ruang
kebijakan, dan dari setiap titik
pengabdian di pelosok Nusantara.
momentum yang mengingatkan kita bahwa
Indonesia maju tidak hanya dibangun oleh
kebijakan yang visioner, tetapi juga
oleh karakter aparatur yang bersatu
dalam nilai, berdaulat dalam integritas,
dan berpadu dalam pelayanan. Sebagaimana
tema besar hari ulang tahun Korpi tahun
ini, bersatu berdaulat bersama Korpi
dalam mewujudkan Indonesia maju.
Sat ASN, karena tema ini sangat tepat
untuk kita elaborasi secara luas dan
mendalam, maka ASN Belajar seri ke-46
tahun 2025 ini mengangkat topik cororp
bersatu dalam pengabdian, berpadu dalam
pelayanan. Nah, sudah menjadi tradisi
akademik dalam OSN belajar bahwa topik
menarik ini akan kita bahas secara
intensif dari beragam perspektif bersama
para narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya.
SPAT ASN di seluruh tanah air dalam
dunia yang terus berubah cepat. Tugas
ASN sebagai anggota Korpri semakin
kompleks. Kita bekerja dalam ekspektasi
masyarakat yang makin meningkat dalam
tantangan digitalisasi, dalam arus
informasi yang tidak terbendung dan
dalam kebutuhan untuk adaptif,
profesional, dan sigap menghadirkan
solusi di masyarakat.
Di tengah semua itu, Korpri hadir
sebagai jangkar nilai menjaga
profesionalitas, memperkuat etika, dan
memastikan ASN tetap tegak memegang
integritas.
Korpri mengingatkan kita bahwa pelayanan
bukan sekedar output melainkan komitmen
moral. Bahwa tugas bukan sekedar target
melainkan janji kepada rakyat. Kekuatan
sebuah bangsa sangat ditentukan oleh
kualitas aparatur negaranya dan kualitas
aparatur negara sangat ditentukan oleh
kesatuan langkah, kematangan karakter,
dan keteladanan perilakunya.
Ketika ASN bersatu dalam nilai, maka
pelayanan menjadi lebih kuat. Ketika ASN
berpadu dalam etika, maka birokrasi
menjadi lebih dipercaya. Dan ketika ASN
teguh dalam pengabdian, maka bangsa ini
akan melaju dengan keyakinan.
Maka Sobat ASN, menjelang hari ulang
tahun Korpri ke-54 ini, marilah kita
teguhkan kembali bahwa kita adalah
bagian dari korps yang sangat besar.
Korps yang disatukan bukan oleh
kepentingan, tapi oleh pengabdian. Bukan
oleh jabatan, tapi oleh integritas.
bukan oleh kekuasaan, tapi oleh tanggung
jawab kepada rakyat dan negara.
Mari menjadikan Korpi bukan hanya simbol
organisasi, tetapi simbol keteladanan
dalam pelayanan publik. Simbol aparatur
yang bekerja dengan hati, yang melayani
dengan empati, yang berdiri tegak di
tengah perubahan, dan yang selalu
menempatkan kepentingan rakyat sebagai
cahaya dalam setiap keputusan.
Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air,
untuk membahas lebih lanjut topik
menarik ini, kami telah mengundang para
narasumber luar biasa yang sudah barang
tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada para narasumber hebat yang telah
berkenan hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada Sobat ASN di
seluruh tanah air.
Pertama kami menyampaikan terima kasih
dan apresiasi kepada Bapak Dr. Ir. Bima
Harya Wibisana Wakil Ketua Umum Dewan
Pengurus Korpri Nasional. Kedua, kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada Ibu Dranda Sri Wahyuni, MPP,
Ketua Forum Sekretaris Daerah seluruh
Indonesia. Dan ketiga, kami menyampaikan
terima kasih dan apresiasi kepada Bapak
Tomy Putra Pratama Gunawan, pegawai
teladan termuda Kemenpan RB tahun 2021.
Nah, sabat ASN di seluruh tanah air,
mari kita simak dengan seksama webinar
ASN belajar seri ke-46 tahun 2025.
Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Baik, terima kasih kepada Dr. Ramlianto,
SPMP. Terima kasih Bapak untuk
wejangannya dan pastinya untuk membuka
pada webinar seri ke-46. Pada kesempatan
kali ini tentunya sangat menarik kita
akan menyambut bersama HUT Korpri ke-54
di mana apa yang seperti disampaikan
beliau bahwa ASN harus bekerja dengan
hati dan penuh empati untuk
kesejahteraan masyarakat. Dan tentunya
pada kesempatan kali ini kita juga akan
segera menyapa, kita akan segera
memberikan kesempatan kepada narasumber
kita untuk memberikan materi. Namun
sebelum itu izinkan kami menyapa
terlebih dahulu narasumber pertama yakni
Ir. Bima Harya Wibisana, M.Si. S, PhD.
Selamat pagi, Bapak Bima. Oke,
Baik. Selamat pagi Bapak Bima.
Pagi, Pak.
Bagaimana kabarnya hari ini, Bapak?
Baik-baik, alhamdulillah
baik. Luar biasa. Terima kasih Bapak
telah berkenan untuk memberikan materi
pada kesempatan pagi ini yang sungguh
luar biasa untuk para sobat ASN tentunya
Sobat ASN beliau adalah wakil ketua umum
Dewan Pengurus Korp Nasional dan juga
menjabat sebagai analis kebijakan ahli
utama BKN tentunya sangat luar biasa
kita akan menyimak sekitar 30 menit ke
depan materi yang akan disampaikan
beliau dan tentu saja nanti di akhir
dari sesi materi kita akan ada sesi Q&A
di mana nanti Sobat ASN bisa menyiapkan
segala pertanya pertanyaan segala hal
yang perlu didiskusikan dengan pemateri
kita pada kesempatan kali ini. Karena
tentunya dari BPSDM Jawa Timur
menyiapkan merchandise untuk Anda,
spesial untuk Anda. Kalau begitu izinkan
kami mempersilakan Bapak Bima Harya
Wibisana untuk memberikan materi.
Silakan Bapak.
Makasih, Mbak Stefani. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera untuk kita semua. Om
swastiastu. Namo budhaya. Salam
kebajikan.
Yang saya hormati Pak Ramlianto, Kepala
BPSDM, Pak Stefani, dan teman-teman yang
hadir dalam acara webinar
pada pagi hari ini. Pertama-tama izinkan
saya mengucapkan syukur alhamdulillah ke
hadat Allah Subhanahu wa taala yang
selalu melimpahkan kita dengan rahmat,
hidayah, dan inayahnya sehingga kita
bisa bertemu bersilaturahim pada pagi
hari ini dalam keadaan sehat. Selamat
sejahtera. Insyaallah kita
ee saya kebetulan diminta untuk
menyampaikan mengenai
ee
bagaimana persatuan dan pelayanan
publik.
Tapi saya sebetulnya ingin mencoba
mengajak sebentar kita
revisited mengunjungi kembali sebetulnya
apa sih tugas-tugas ASN itu dan
bagaimana kemudian perubahan-perubahan
yang terjadi ini akan mewarnai
mempengaruhi tugas-tugas pelayanan
publik kita di masa depan. Saya akan
coba
sharing saja
presentasinya.
Oke. Ee jadi ini saya beri judul tugas
ASN dan Masa Depan Pelayanan Publik.
Nah, kita
mencoba meredefinisikan kembali apa
tugas-tugas konstitusional ASN atau
tugas legal formal ASN.
Maaf.
Kalau Anda membaca buku administrasi
publik itu tugas ASN di seluruh dunia
biasanya ada dua. Yang pertama adalah
tentu saja pelayanan publik. Itu kenapa
dalam bahasa Inggris PNS disebut juga
sebagai public servant karena tugas
utamanya adalah pelayanan publik.
Jadi tugas pelayanan publik ini adalah
tulang punggung dari sebetul sebetulnya
dari tugas-tugas yang dilakukan oleh
ASN.
Tugas yang kedua adalah dia terlibat
dalam kebijakan publik. Baik itu
merumuskan, melaksanakan,
memonitor, maupun mengevaluasi. Ini
adalah suatu siklus
tahapan dari kebijakan publik. Jadi,
bagi teman-teman yang jabatan
fungsionalnya analis kebijakan publik,
tentu sudah mengetahui bahwa
tahapan-tahapan kebijakan publik itu
mulai dari perencanaan sampai evaluasi.
Nah, yang ketiga ini spesifik Indonesia.
Jadi, kita punya 17.500 15 pulau kita
punya 300 etnis
kita punya 1350 suku yang hidup di
dalamnya dan kita punya 700
hampir 750 bahasa distinct language
bahasa suku yang sangat berbeda satu
dengan yang lainnya. Nah,
apa yang harus AS melakukan untuk ee
situasi yang seperti ini? Jadi kemudian
kita memperkenalkan bahwa ASN itu adalah
juga perekat dan penjaga integrasi
negara. Ini tidak ada di di teori
textbook konvensional atau mainstream
dari public asation ini spesifik
Indonesia.
Jadi jadi ASN itu merupakan berkat dan
integr dan dan penjaga integrasi bangsa.
How to state a nation together itu
dilakukan oleh ASN. Jadi ada tiga tugas
pelayan publik,
pelaksana kebijakan publik, maupun
berkat dan pencegaan integritas negara.
Nah,
tapi dunia berubah.
Ada tambahan-tahamaan tugas yang tadinya
tidak ada tapi sekarang menjadi penting
gitu ya. Apa saja itu? Yang pertama
policy influencer.
Sekarang ini policy influencer
didominasi oleh netizen.
Jadi pemerintah sangat memperhatikan itu
rupanya. Jadi kalau ada pasukan-masukan
dari medsos itu pemerintah merespon
dengan aktif gitu ya. Nah pertanyaannya
kalau netizen yang melakukan itu dari
mana informasinya? bisa jadi benar, bisa
jadi tidak benar, bisa jadi itu menipu
gitu ya atau hoa gitu ya. Nah, dan juga
dilakukan dengan interest, dengan
berbagai macam interest.
Dari sana sebagai metafor kemudian ada
pertanyaan,
kenapa tidak ASN-nya sendiri yang
menjadi policy influencer? Karena dia
memiliki informasi yang lebih baik. dia
terlibat dalam prosesnya. Dia ee
mendapatkan first hand information
karena
eh dia kenal, dia ada di dalam sistem
itu. Sehingga kalau dia yang menjadi
policy infensor tentunya akan lebih
akurat gitu. Nah, ini ini perlu dib
dibuka ruangnya. Jadi masukan-masukan
kritis itu baik secara hierarki
kelembagaan maupun
sebagai sebagai
ee semi semi netizen gitu ya. Dia dia di
dalam tapi boleh melakukan eh polosy
influence. Nah, yang kedua adalah
Guardian of Public Values. Jadi, dia
menjaga eh nilai-nilai publik, nilai
public valu itu dalam pelayan maaf saya
perlu.
Jadi, dalam pelayanan publik ada values
yang harus dijaga seperti efisiensi,
transparansi,
kemudian akuntabilitas. Tanya kenapa
perlu ada public values dan kenapa dia
perlu dijaga?
Kalau Anda belajar pelayanan publik itu
ada berbagai macam pelayanan publik.
Jadi ada pelayanan publik yang
dibutuhkan oleh masyarakat
murni.
Ada pelayanan publik yang justru
dibutuhkan oleh pemerintah. Loh, kok
ada, Pak? Ada. Ada pelayanan publik yang
dibutuhkan oleh pemerintah, bukan oleh
masyarakat
dan ada pelayan publik.
yang merupakan gabungan keduanya hibrid.
Nah, saya beri contoh pelayan publik
yang dibutuhkan oleh ee masyarakat itu
misalnya afirmasi untuk mencegah
kemiskinan atau ketimbangan sosial
dengan bantuan sosial BLT. Itu adalah
pelayan publik yang dibutuhkan oleh
masyarakat.
Lalu apa pelayan publik yang dibutuhkan
oleh pemerintah?
Anda pernah ee mencoba merenung enggak
sebetulnya KTP SIM itu kebutuhan
pemerintah atau kebutuhan masyarakat?
Saya merasa kalau saya tidak punya KTP
atau SIM oke-oke aja tuh gitu ya. Jadi
kenapa saya harus punya KTP dan SIM
gitu? enggak punya KTP dan enggak punya
SIM juga tidak masalah untuk saya.
Karena KTP dan SIM itu adalah kebutuhan
pemerintah untuk mengatur warganya. Jadi
dia masuk dalam kelompok itu kebutuhan
pemerintah.
Sehingga kalau kebutuhan pemerintah maka
segala hal yang berkaitan dengan
pelayanan publik dalam kelompok itu
harus betul-betul dilaksanakan oleh
pemerintah, bukan malah dibebankan
kepada masyarakat. Nah, ini ini falsafah
dalam pelayanan publik. Jadi, untuk KTP,
untuk SIM, untuk hal-hal yang menjadi
keputuan pemerintah itu pemerintah harus
betul-betul
menjaga kualitasnya. Jangan kemudian
dibebankan kepada masyarakat.
Saya ini cerita saja. Saya kebetulan SIM
A dan SIM C saya mati karena pada hari
yang sama pas ulang tahun saya expire.
Jadi saya harus ke kantor polisi untuk
memperbarui.
Nah, kemudian ditanya, "Bapak harus cek
kesehatan?" Oke.
Dikasih dua formulir. Nah, ini kok dua
formulir? Kenapa? Ini untuk SIM A, ini
untuk SIM C. Tes kesehatannya dua-duanya
harus dilakukan. Jadi, kan tidak masuk
akal. Pada saat yang sama saya harus
melakukan dua kali tes kesehatan. Jadi
saya protes kan hanya sekali saja untuk
tes kesehatan untuk A dan C karena
dilakukan pada saat yang sama. ee
setelah berdebat ya okelah Pak satu saja
tapi formulirnya tetap bayar dua. Nah,
ini yang seperti seperti ini ini harus
kita kita evaluasi kita evaluasi bahwa
kebutuhan akan pelayanan bagi
kepentingan pemerintah itu harus
dilakukan dengan
apa dengan valus yang yang tepat.
Nah, yang ketiga
dunianya berubah. birokrasi sekarang
tidak hanya prosedural, tapi juga
membutuhkan kompetensi
ASN yang lebih baik. Ya, perlu adaptif,
perlu kompeten, dan juga perlu berbasis
pada meritokrasi sehingga orang yang
naik betul-betul orang yang memiliki
kemampuan.
Nah,
pertanyaannya kenapa pelayanan publik
penting?
Yang pertama adalah pelayan publik. Itu
adalah wajah negara.
Negara memberikan pelayan publik karena
dia mendapatkan mandat
bagi pengelolaan sumber daya publik.
Jadi, jadi ada sense of publicness, ada
mandat publik di sana sehingga pelayan
publik itu menjadi suatu untuk wajah
negara. Kalau pelayanan publik buruk,
maka wajah negara juga buruk. legitimasi
negara untuk melakukan kegiatan yang
berhubungan dengan masyarakat menjadi
buruk. Jadi yang pertama dan penting
adalah bahwa pelayanan publik adalah
indikator utama di pasasi negara.
Yang kedua, pelayanan publik itu akan
menentukan tingkat kesejahteraan.
Jadi kualitas layanan seperti mortalita
ibu dan bayi,
kemudian ee tingkat pendidikan,
skor pisa kita ini menjadi salah satu
yang terendah di dunia ya dibandingkan
dengan 10 tahun yang lalu. Jadi semakin
menurun. Kalau kita
produktivitas tenaga kerja kita ini juga
tidak begitu baik sehingga banyak
investasi yang kemudian pergi ke luar
luar negeri. Kemudian usaha perizinan
banyak sekali aduan mengenai betapa
sulitnya mencari atau memperoleh izin
usaha di Indonesia dan banyak hal
lainnya. Jadi untuk bisa meningkatkan
kesejahteraan bangsa, pelayanan ini
harus harus harus menjadi lebih baik.
Yang kedua adalah menekankan menekan
ketimbangan.
Jadi afirmasi untuk redistribusi
kesejahteraan itu diperlukan.
subsidi, bantuan sosial, pendidikan
gratis, jaminan kesehatan dan berbagai
macam layan dasar itu
ya diperlukan untuk menjamin bahwa
setiap warga negara mendapatkan hak-hak
yang sama.
Yang keempat adalah untuk menjaga
stabilitas sosial politik. Nah, kalau
terjadi ketidakpuasan, terjadi ee gejala
sosial, maka kemudian proses pembangunan
juga akan terganggu. Nah, ini ini perlu
dihindari. Dan yang kelima, yang
terakhir adalah bahwa pelayan publik itu
merupakan eh konstitusional mandate.
Jadi, mandat konstitusional untuk
melindungi segenap bangsa dan majukan
secara umum. Ini semua ada di di apa? Di
Undang-Undang Dasar 45 atau di
konstitusi kita.
Nah, bagaimana pelayanan publik di masa
depan?
Sebetulnya banyak. Saya hanya
me me apa ingin menyampaikan beberapa
hal yang penting-penting saja dulu.
Pertama, digital by default. Ini akan
saya jelaskan
secara agak eh panjang setelah eh slide
berikut ini. Jadi, pertama digital by
default. Kedua, dia bersifat proaktif
dan bisa diprediksi.
Yang ketiga berbasis live event. Yang
keempat personalize atau customize. Yang
kelima, Omnel. Dan yang keenam
memiliki bentuk kolaborasi. Saya coba
jelaskan satu persatu.
Digital by default. Jadi
layanan digital ini akan menjadi pilihan
utama bukan alternatif.
Nah, sekarang kita masih bertumpu pada
mal pelayanan publik. Jadi ke depan
ketika infrastruktur
ee teknologi kita sudah menjadi sangat
bagus gitu ya,
mall pelayanan publik ini mungkin
akan banyak ditinggalkan ya. supaya
tidak ditinggalkan dia perlu untuk
menjadi
ee
di bisa di digunakan dalam bentuk lain
misalnya untuk pelatihan-pelatihan
ASN
untuk meningkatkan kemampuan penggunaan
teknologi informasinya.
Anda semua pasti sudah menggunakan E.
banyak sekali aplikasi-aplikasi
pemerintahan yang sudah mengerahkan
AI ini akan menjadi
keharusan
untuk pekerjaan-pekerjaan yang rutin dan
administratif.
Suka atau tidak suka pekerjaan rutin dan
administratif itu akan lebih cepat,
lebih murah, dan lebih baik kalau
dilakukan dengan teknologi.
Jadi ke depan pekerjaan-pekerjaan
administrasi pelayanan publik itu
mungkin sudah akan sudah akan banyak
ditinggalkan.
Kita perlu menggunakan data
terintegrasi. kita sudah mulai dengan
NIK sudah beberapa 20 tahun kita sudah
mengenai ini dan ini perlu terus
diperbaiki.
Jadi kita perlu belajar dari penggunaan
social se number di Amerika misalnya
yang sudah menggunakan NIK itu sebagai
ee bukan pilihan tapi menjadi keharusan
gitu untuk semua layanan publik di sana.
Nah, dengan adanya digital kita akan
banyak mengeliminasi
kerja kerja administratif sehingga one
stop service secara nasional itu bisa di
dilakukan. Nah, digital itu bukan
sekedar aplikasi, bukan teknologi, bukan
hanya infrastruktur, tapi transformasi
sistem, transformasi mindset, digital
mindset bagi setiap ASN itu perlu
dipahami.
Yang kedua
adalah proaktif dan prediktif. Jadi,
pelayanan publik di masa depan harus
bersifat antisipatif, gitu ya.
Jadi pemerintah justru yang proaktif
untuk mengurus pelayanan publik kepada
warganya, bukan warganya yang kemudian
komplain kepada pemerintah gitu ya. Jadi
ketika bayi lahir itu sudah ada langsung
sudah ada nomor induk kepegawaiannya,
sudah terdaftar di BPJS, otomatis dia
masuk ee dalam database nasional. Jadi
bukan kemudian menunggu dia mendaftarkan
diri karena kalau itu sangat terlambat
gitu ya ada beberapa jeda paling tidak
du 2 minggu dia tidak mendapatkan
pelayanan publik. Nah di negara-negara
maju begitu lahir itu sudah ada pekerja
sosial datang untuk mencatat semuanya
memasukkannya ke dalam sistem. Nah ini
tentu saja membutuhkan
integrasi data lintas instansi. Jadi
satu data nasional itu menjadi prasyarat
bagi kegiatan ini.
Berikutnya layanannya perlu berbasis
live event. Nah, jadi live event itu
begini. Kalau ada seorang menikah itu
pasti akan banyak urusan
administrasinya. Dia perlu update KK,
mungkin
pindah keluarga, perlu NPWP disatukan.
BJS-nya juga jadi satu, pindah rumah.
ini dia sekarang ini mengurus
sendiri-sendiri. Kenapa tidak satu
paket? Jadi live event ketika melahirkan
juga begitu. Daftar bayinya masukkan KK
dia apa dia mungkin pindah rumah dia
mulai usaha itu itu semua dalam dalam
satu paket ya. Sekarang ini masih
sendiri-sendiri. Jadi ke depan mungkin
kita perlu satukan basis life event eh
public services seperti itu karena ini
akan sangat memudahkan warga untuk
memperoleh ee pelayanan publik secara
utuh.
Nah, berikutnya adalah personalize. Ini
sudah di mana-mana sudah dilakukan. Jadi
sistem pelayan publiknya dipersonalize
sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya
secara individu, bukan secara kelompok,
secara individu.
Jadi, bagaimana pelayanan publik untuk
disabilitas, bagaimana untuk lansia,
bagaimana untuk UMKM. Tentu itu berbeda
dengan perusahaan.
Saya mencoba ke Puskesmas di tempat saya
ya. Tidak ada perbedaan antara lacia
dengan dengan yang muda disabel gitu ya.
Mungkin ada beberapa beberapa tugas yang
membantu tapi secara umum prasedurnya
tidak memadai untuk itu. Nah, jadi jadi
kita perlu mempersonalisasikan
karena ke depan
bahkan untuk membeli pakaian secara
online saja itu nanti tidak ada ukuran
LS M, XL gitu ya. Nanti akan customize
dengan badan kita. Jadi kita
menyampaikan ukuran kita kemudian kalau
dikirim sudah dengan customize brand
kita.
Nah, personalisasi ini akan meningkatkan
keadilan layanan dan juga kepuasan
publik.
Berikutnya adalah omni channel. Omni
omni itu banyak. Jadi semua
apa tata cara semua akses semua
instrumen itu bisa digunakan.
Dia bisa pakai aplikasi website,
chatboard, call center, bisa pakai
gravisi kelayan, keliling, bisa. Nah,
akan lebih bagus lagi kalau hanya satu
channel saja gitu, satu untuk semuanya.
Jadi dia tidak perlu masuk ke mana-mana.
Itu banyak dilakukan di negara-negara
Skandinavia maupun di di New Zealand.
Jadi, untuk pelayan publik itu hanya
satu klik saja. dia hanya klik situ dia
butuh apa,
apa back end-nya, back office-nya itu
yang akan
meneruskan gitu. Jadi dia tidak harus
mencari kalau line publik ini masuk ke
URL mana ya atau masuk ke aplikasi mana
ya, tidak ada pertanyaan seperti itu.
Jadi langsung semuanya dilakukan oleh ee
sistem.
Nah, yang terakhir untuk karakteristik
pelayan publik masa depan ini
kolaborasinya ini tidak bisa dilakukan
oleh pemerintah sendiri. Hampir tidak
mungkin karena pemerintah tidak bisa
secara akurat menangkap apa yang
diinginkan ke publik. Jadi, publik juga
masyarakat dan swasta juga perlu
terlibat dalam membangun suatu pelayanan
publik yang ee berkualitas dan
memuaskan.
Nah, oke. Kalau kita menghadapi
perubahan plan hobing di masa depan
seperti itu, apa yang harus dilakukan
oleh oleh ASN-nya?
Pertama, tentu kompetensinya perlu
ditingkatkan. Jadi kompetensi digital
ini bukan kompetensi tambahan, dia
kompetensi inti.
Jadi, ASN itu harus mampu menggunakan
sistem digital, dia harus mampu
melakukan data analisis. Nah, data
analisis ini penting sekali kalau kalau
Anda ingin menggunakan AI tanpa memahami
struktur datanya, ya pertanyaannya
promnya akan sangat sangat terbatas gitu
ya.
Yang juga perlu dilakukan kalau
sistemnya sudah digital adalah cyber
security
keamanan data. Ini bukan hanya dari
infrastrukturnya, tapi dari perilaku ya.
Saya banyak sekali melihat atasan itu
karena malas atau tidak mau ngasih
password-nya ke stafnya. Ya, ini saya
sesuaikanlah dengan password ini. Nah,
kalau seperti itu kalau digunakan oleh
orang yang tidak tidak apa tidak ee
memiliki otoritas, dia bisa akan merusak
sistemnya gitu. Jadi, keamanan data itu
bukan hanya sekedar sekedar
infrastruktur, tapi juga perilaku atau
attitude atau karakter.
Yang kedua adalah digital leadership.
Jadi kita sudah mulai mengubah mindset
dari manual jadi digital. Jadi kita
perlu punya evidence base gitu ya. Tidak
hanya tidak hanya ilusi, tidak hanya
judgement saja, tapi punya punya ee
koleksi data yang memadai.
Kemudian human center services. Human
center services ini
untuk meningkatkan user experience. Jadi
kita perlu menempatkan diri kita
dalam sebagai orang yang mendapatkan
pelayanan. Jadi untuk mereka supaya bisa
terlayani dengan baik, kita perlu
memikili memiliki empati gitu ya.
memiliki apa sih sebetulnya yang
diinginkan oleh masyarakat itu sehingga
kita bisa memberikan
ee pelan-pelan lebih baik.
Kemudian ada integritas dan etika
digital. Nah, ini ini bagaimana kita
perlu memahami bagaimana
ee bias algoritma karena di EA itu
banyak sekali algoritm bias gitu ya.
Kalau Anda belajar, kebetulan S2 saya
tentang AI. Saya mantan AI programmer 40
tahun yang lalu dan pernah bekerja di
Amerika sebagai AI programmer. Jadi
dalam AI itu banyak sekali algorithm
bias gitu ya. Bagaimana AI dalam
prediksinya itu bisa memanipulasi gitu.
Jadi itu kita perlu perlu perlu aturan
tentang integritas dan etika digital
itu.
Nah, yang lain adalah
yang itu bukan hanya IN-nya tapi juga
organisasinya.
ASN-nya diminta digital eh diminta Ile,
maaf, tapi organisasinya seperti itu
saja maka akan sulit. Itulah kenapa
dilakukan penyederhanaan birokrasi.
Untuk apa? agar organisasi mampu
beradaptasi dengan perubahan teknologi.
Jadi
itu sudah terjadi di mana-mana. Google,
Amazon,
apa, Apple, Tesla, eh Grab itu bekerja
tidak dalam hierarki struktural, tapi
dalam bentuk tim.
Nah, kemudian ada peran baru
ASN di era otomatisasi. Jadi ini beralih
dari dari administratif ke analisis, ke
planning, ke risk e manajemen, ke sistem
desain dan lain-lain. Jadi inilah yang
yang harus dipersiapkan oleh teman-teman
semua.
Nah, tantangan ke depan ini ada banyak.
Saya mungkin karena waktunya terbatas
tinggal 5 menit lagi. Saya hanya akan
mengurai sedikit saja. ini sudah saya
jelaskan dalam dalam ee slide-side
berikutnya. Jadi, Anda bisa membaca
saja.
Nanti akan diberikan ee file-nya
ee kepada Anda. Jadi, apa yang menjadi
tantangan?
Masih ada gap, capacity and
infrastructure. Jadi, masing-masing
daerah itu punya keterbatasan
kompetensi
di daerah-daerah terpencil. Kompetensi
untuk untuk melakukan pelayan publik itu
masih terbatas. Infasturnya terbatas,
orang-orangnya juga kompetensinya
terbatas.
Data-datanya masih terfragmentasi, masih
tersebar-sebar. Bukan data yang di
pusat, tapi data-data di masing-masing
dinas itu masih tidak ada yang menyatu,
gitu. Jadi harus cari ke sana, harus
cari ke sini gitu. Kalau ada yang
bisa memimpin untuk menyatukan data di
satu daerah itu akan lebih baik lagi.
Nah, yang lain adalah ini menjadi
menjadi challenge budaya karena banyak
sekali yang enggan berubah.
Saya sangat kesulitan ketika ada
perubahan itu orang tidak cepat mengubah
mindsetnya dari struktur menjadi jadi
menjadi jawatan pejabat fungsional.
Tapi ketika saya tanya kenapa kenapa
Anda apa yang menjadi apa yang menjadi
ee kegalauan atau
ee keresahan atau permasalahan ketika
Anda berubah dari struktural
kensusional? Nah, jawabannya lebih pada
interest pribadi ya. Fasilitasnya
hilang, Pak. Rumah saya, rumah dinas
saya enggak boleh lagi. Saya enggak
dapat kendaraan. Itu jadi bukan
pekerjaan, tapi lebih pada individu.
Ekspektasi publik meningkat. Sekarang
ini publik membandingkan
ee pelayanan pemerintah dengan pelayanan
yang biasa mereka dapatkan dari Gojek,
Grab gitu ya. Ini kalau saya pesan lewat
Gojek, lewat Grab ah bisa cepat. Kenapa
kalau berurusan sama pemerintah kok
lelet banget gitu. Nah, itu itu ada
komparasi.
Kenapa sih kok ngurus ngurus KTP enggak
kayak enggak kayak pakai kayak Gojek aja
gitu selesai gitu ya? Kenapa nunggu
surat aja enggak enggak bisa cepat gitu.
Nah, itu itu ada ekspektasi publik yang
meningkat karena mereka sekarang
memiliki alternatif.
Nah, keamanan cber dan etika digital ini
selain infrastrukturnya, selain
sistemnya di Indonesia ini ee Anda boleh
sewa internet dari berbagai macam
provider. Itu yang akan menyulitkan apa
ee keamanan cyber karena pintunya
terlalu banyak bisa masuk dari
mana-mana. Itu yang mungkin perlu perlu
di apa ya, perlu dijaga. Jadi kalau
daerah-daerah itu mau mau sewa internet
itu dari satu provider saja, jangan
terlalu banyak gitu. Sehingga kemudian
kontrol security-nya menjadi rumit.
Dan ketergantungan vendor. Nah, dengan
vendor ini biasanya vendor yang
mendiktate
perangkat seperti apa yang Anda
butuhkan, apa mereknya,
seperti apa kualitasnya, seperti apa
harganya dan lain-lain sebagainya. Nah,
jadi saya kira itu yang dapat saya
sampaikan. ee
Anda bisa baca
secara lebih apa detail dari apa yang
dari apa dokumen yang saya sampaikan
nanti dari file dan mudah-mudahan
apa yang saya sampaikan ini bisa
m-trigger ya m-trigger ee atau
memotivasi perubahan-perubahan yang akan
atau sedang Anda lakukan di di unit Anda
masing-masing. Saya kira demikian ee
atas
perhatiannya saya ucapkan terima kasih
dan saya kembalikan ke
ee Pak Stefan ya.
Baik, terima kasih untuk materi yang
telah disampaikan secara begitu detail
dan pastinya untuk membangun kita semua
menjadi ASN yang lebih baik. Begitu ya,
Sobat ASN. Terima kasih Bapak Bima Harya
Wibisana untuk materinya yang luar
biasa. Tentu saja Bapak ternyata kita
sudah menemukan beberapa penanya begitu
yang akan mempertanyakan sesuatu hal
begitu ya terkait dengan materi yang
beliau sampaikan. Silakan.
Baik. Selamat pagi.
Ya, boleh perkenalan dengan siapa dan
dari mana?
Di-mute.
Baik, silakan untuk pertanyaannya yang
akan disampaikan kepada Bapak Bima.
Eh, terima kasih Mbak Stefani, Bapak
Bima materinya ee dan kesempatan untuk
bertanya. Ee perkenalkan nama saya Eki.
Saya dari UPT
PPP Tamperan under Dinas Kelautan dan
Perikanan Provinsi Jawa Timur. Ee saya
mau bertanya terkait tugas tambahan ASN
yaitu sebagai policy influencer. Ee tadi
disebutkan bahwa ASN juga dituntut aktif
memberi masukan kritis berbasis data
kepada pejabat politik agar kebijakan
tepat masalah, tepat solusi, efektif
dalam implementasi, dan ee yang mana
dari resiko sosial, fiskal, dan
teknologi. Ee Pak, bagaimana supaya kami
ASN ini tetap dapat bersuara? Sedangkan
pada saat yang sama ee kami ASN ini
adalah pelaksana kebijakan di mana kami
juga tidak bisa ee secara belak-belakan
ee mengkritik pejabat publik terutama di
media sosial. Ee kami bahkan dihimbau
untuk ee lebih berhati-hati bagaimana
ya, Pak supaya ee kami bisa menjalankan
tugas tambahan sebagai polisi influencer
tetapi tetap sesuai dengan porsi ASN. Ee
kemudian mohon izin ee Pak, pertanyaan
kedua terkait AI. Ee kita semua pasti
sangat memahami bahwa AI ini memang
tuntutan teknologi ke depan ya, Pak.
Tapi beberapa waktu belakangan ini di
media sosial saya akhir-akhir ini muncul
info bahwa salah satu komponen AI ini
ada mesin server yang sangat besar dan
ee untuk mendinginkan mesin server ini
diperlukan air yang sangat banyak.
Kebetulan kemarin saya juga ada melihat
salah satu video di YouTube bahwa di
Amerika ini dampaknya sudah mulai terasa
ter tentang ee kekurangan air di
masyarakat karena lokasi penduduk itu
dekat dengan server AI. Ee bagaimana ya,
Pak, supaya kita tetap bisa sejalan
mengikuti perkembangan teknologi, tapi
kita juga tetap inline dalam menjaga
kestabilan lingkungan. Terima kasih.
Makasih Kak Eki untuk pertanyaan dari
UPT PPP Tamparan. Silakan Bapak Bima
berkenan untuk menanggapi pertanyaan
beliau.
Oke, langsung satu-satu ya.
Baik.
Eh, oke. Terima kasih pertanyaannya Mbak
Iki.
Ini
policy influencer.
Kita sebetulnya sudah menjadi polisi
influencer dalam skala yang terbatas di
masing-masing unitnya. Kita memberikan
masukan kepada atasan gitu ya. itu kalau
untuk bidang-bidang yang menjadi apa ya
menjadi
ee tanggung jawab kita itu akan dengan
mudah kita sampaikan ke atasan atau ke
atasannya lagi gitu ya kalau dalam
rapat-rapatnya. Tapi bagaimana misalnya
kalau kita ingin menyampaikan sesuatu
yang di luar bidangnya gitu ya, di luar
bidangnya tapi kita tahu informasinya
dan kita
ee punya analisis yang kuat di situ.
Nah, kita bisa saja membuat membuat
membuat konten gitu kan kan tidak
dilarang membuat konten gitu. Jadi
konten itu ee bisa untuk
memberikan
memberikan ee dimensi yang berbeda bagi
para pengambil keputusan itu untuk
melihat informasi yang informasi itu
sebagai salah satu instrumen pengambilan
keputusan gitu ya.
Saya saya setiap hari buat puisi. Jadi
saya bikin policy brief tapi dalam
bahasa puisi itu saya gunakan untuk
memberikan masukan kepada banyak orang
gitu ya. Ini loh apa ee yang saya
pikirkan, yang saya lihat sebagai
masalah gitu tanpa harus menggurui. Nah,
itu cara saya. Nah, caranya caranya
banyak gitu ya. Caranya banyak ya. Tentu
saja dengan bahasa yang sopan, tidak
menghujat, tidak memaki, gitu ya. itu
itu
ee umum kalau itu. Tapi kalau sebagai
seorang ASN kita bisa apa me me
memberikan
informasi-informasi itu secara ee
metodologis
memiliki kekuatan metodologi untuk
memberikan informasi itu. Jadi kita bisa
cerita ini loh sebetulnya apa yang yang
diinginkan masyarakat situasi sekarang
kita begini. Jadi ini yang diperlukan
untuk ke sana gitu. Jadi tiga tiga tiga
pertanyaan biasanya. Where are you
going? Where are you now? And how to get
itu tiga tiga pertanyaan untuk
memberikan eh
masukan-masukan dalam kebijakan dan
semua orang boleh. Semua orang boleh.
Ee
kalau ada yang mengatakan jangan dong,
ASN itu itu dunianya sudah berbeda ni
sekarang nih. Jadi masih banyak yang
menggunakan ee
tata krama atau norma-norma yang lama
untuk
permasalahan permasalahan yang sekarang.
Jadi ketika saya masih menjadi Kepala
BKN ini ada dua dua kelompok nih.
Kelompok yang milenial dan kelompok yang
kolonial. Ini sering sering enggak
nyambung nih. Sering enggak nyambung.
Jadi saya bilang sama teman-teman yang
yang seniar itu daripada mereka yang
belajar kita akan lebih mudah kalau kita
yang belajar mereka sehingga komunikasi
itu, kolaborasi itu kan menjadi menjadi
jadi lebih baik lagi. Dan saya kira
banyak pemimpin-pemimpin sekarang yang
muda mereka lebih paham gitu daripada
orang-orang yang yang
ee sudah senior gitu. Jadi itu bisa
dilakukan hanya saja dalam bahasa yang
baik. Dalam bahasa yang baik. Nah,
komplain yang tua-tua ini terhadap yang
beli ini bahasanya bahasa bahasa-bahasa
terlalu gaul gitu ya. Nah, itu
kadang-kadang juga
dirapat juga pakai bahasa bukan pakai
bahasa Indonesia baku itu pakai bahasa
Indonesia gaul. Jadi banyak yang banyak
yang sengit kadang-kadang. Nah, itu itu
bisa kita hindari kalau kita paham
bagaimana menyampaikan dengan baik.
AI
ee
rasa-rasanya penggunaan air itu tidak
seperti yang heboh kayak gitu ya. Karena
teknologi bisa di diselesaikan dengan
teknologi juga. Kalau itu butuh air,
mungkin airnya bisa didiringinkan dengan
teknologi lain sehingga tidak perlu
sebanyak itu, gitu. Jadi, jadi selalu
ada ada solusi. Apalagi kalau di Amerika
ya, di Amerika itu orang tidak percaya
penyelesaian masalah itu dengan
regulasi. Enggak percaya banget gitu.
Mereka lebih percaya kalau masalah itu
diselesikan dengan teknologi karena
semua orang bisa belajar dan teknologi
ini jauh lebih transparan daripada
regulasi. Jadi kalau ada masalah sosial
di sana itu karena kebetulan saya lama
tinggal di Amerika 15 tahun jadi ee
mereka selalu mencoba menyelesaikan
masalah-masalah sosial itu dengan
teknologi
bukan dengan regulasi. Itu bedanya
dengan di Indonesia. Jadi apalagi kalau
dengan apa server butuh air banyak itu
sepertinya mereka akan punya teknologi
untuk itu. Jadi mereka akan mendinginkan
air terlebih dulu sehingga tidak
diperlukan air yang besar sekali gitu
ya. Seperti seperti apa? Combusion
engine itu kan butuh radiator kan. Nah
sekarang dengan dengan adanya
elektricity
dia enggak butuh radiator lagi. Dia
enggak butuh apa ee pendingin lagi. Saya
kira itu yang bisa saya sampaikan.
Terima kasih, Paki.
Baik, terima kasih e Bapak Bima Harya
Wibisana untuk berkenan menjawab
pertanyaan dari Ibu Eki. Begitu ya.
Semoga terjawab. Terima kasih Ibu Eki
untuk pertanyaannya. Dan selanjutnya
kita akan lanjut pada penanya kedua yang
telah kami temukan. Begitu ya. Silakan.
Baik, selamat pagi.
Baik, mohon izin.
Sudah belum?
Baik. Baik, mohon izin untuk mic-nya
masih term-mute Bapak. Izin.
Masih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikum suara saya terdengar
baik terdengar. Iya, silakan Bapak untuk
berkenan memperkenalkan diri dan juga
memberikan pertanyaan kepada narasumber
kami.
Iya. Alham Kasiadi dari SMA Negeri 1
Ngoroh Mojokerto, Jawa Timur. Bapak
ya. Alhamdulillah tadi materinya luar
biasa dengan terkait adalah Korpi
bersatu dalam pengabdian, berpadu dalam
pelayanan. Di sini Bapak tadi saya ee
mencatat satu materi yang tertarik dari
saya yaitu tentang omni channel
konsistensi data dan inklusivitas
pelayanan e pemertaan pelayanan. Pak
yang saya tanyakan Bapak Dr. Ir. Bima
Harya yang pertama apa tantangan utama
Korpri dalam memastikan konsistensi data
di semua kanal pelayanan
Omni channel agar pengalaman pengguna
user experience tidak terputus, Pak? Ini
yang pertama. Yang kedua, strategi apa
yang dilakukan untuk menjamin bahwa
layanan inklusitivas tercapai khususnya
bagi masyarakat yang kesulitan mengakses
yaitu digitals atau mungkin kanal yang
ada dalam desa digital Bapak. Terima
kasih. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih
untuk pertanyaannya. Silakan Bapak Bima
berkenan untuk menanggapi.
Terima kasih, Pak. ini Pak Kasiadi ya
dari Mojokerto. Ee
kita mungkin perlu bedakan dulu antara
Korpi dengan pemerintah ya. KPRI ini
organisasi di dalam peningkasan sehingga
walaupun orang-orang yang sama dia tidak
punya kewenangan langsung terhadap
terhadap apa terhadap ee
kebijakan-kebijakan bisa mempengaruhi
karena yang melakukan juga dia juga tapi
tidak sebagai KPnya tapi sebagai pejabat
pemerintah. Oke.
ee teman-teman
di pemerintahan ya itu kalau di Kemerpan
Pak Oto itu pekerjaannya dari Pak Oto
saya sering diskusi dengan Pak Oto
bagaimana
me memberikan akses seluas-luasnya
kepada kepada masyarakat
di Indonesia ini
dengan begitu banyak keterbatasan,
begitu banyak ee perbedaan
level pembangunan ya kalau di di Papua
dengan dengan di Jawa itu tentu akan
berbeda sehingga kita belum bisa
sepenuhnya gitu ya menggunakan satu
instrumen saja untuk memberikan layanan.
Jadi perlu macam-macam tuh kalau ke
Papua Tengah atau ke Papua pegunungan
kebetulan saya juga sering ke sana gitu
ya. Kalau ingin memberi memberikan
pelayanan itu harus datang sendiri ke
kampung yang jauh terkecil. Bahkan
bahkan apa ee BKN kemarin memberikan
kenaikan pangkat luar biasa kepada bidan
di Sumatera Barat yang karena enggak ada
akses ke sana dia berenang melewati
sungai. Pernah pernah lihat ya? Pernah
lihat itunya videonya? Berenang melewati
sungai masuk ke hutan hanya untuk
memberikan pelayanan kesehatan di
masyarakat di sana. itu luar biasa. Itu
luar biasa. Jadi saya sangat menganggap
bahwa PNS ini pekerja keras.
Mereka kan tidak ada apalagi di Jakarta
ya, tidak ada ASN, tidak ada pekerja
yang datang ke kantor berangkat dari
rumah habis subuh kecuali PNS tu enggak
ada tuh ya. Jadi, jadi kalau dibilang eh
PNS malah palasya saya marah juga loh.
Enggak bisa. Mereka dari pagi sudah
berangkat dari
rumah ke kantor kok. bahwa mereka tidak
produktif itu salah di kantornya, kenapa
enggak dikasih kerjaan gitu kan. Nah,
itu yang harus kita perbaiki.
Jadi saya sering menyampaikan kepada
teman-teman Ibu, apakah Anda yakin bahwa
semua staf di kantor Anda itu paham apa
yang harus dia lakukan pada hari itu?
Paham apa yang dia kerjakan, seberapa
banyak dan dengan kualitas seperti apa?
Kadang-kadang ya saya enggak tahu, Pak.
Nah, itu dia masalahnya di sana. Jadi,
pengukuran kinerja itu mulai dari sana.
Nah, sistem-sistem omn channel supaya
ada inklusivitas itu adalah sebetulnya
lebih kepada bagaimana
will kita untuk mikan pelayanan publik
beyond the line of dutes ya. Karena
aturannya sangat umum gitu ya. ini kan
sangat sangat apa ya sangat sangat
tergantung pada si orang yang yang
memberikan layanan.
Kalau kemudian W itu ditangkap oleh
organisasi, oleh institusi yang membuat
sistem yang lebih baik, yang membuat
prasarana yang lebih baik, yang membuat
apa ee
ee kompetensi pelayan publiknya lebih
baik, itu akan lebih baik lagi gitu ya.
Tapi dari sistem sendiri seetulnya bisa.
Contohnya ketika saya membuat sistem
rekrutmen ASN
itu tadinya sangat manual, sangat korup
gitu ya. Tap begitu dirubah dengan
teknologi full teknologi bahkan saya
menggunakan AI sebagai shadow
application untuk menangkap orang-orang
yang berbuat curang gitu ya. Jadi kalau
ada curang dia pakai cat itu langsung
bisa ketangkap oleh AI AI yang menjadi
shadow application ya. Hasilnya
bisa menjadi inklusif. Semua orang bisa
menjadi ASN. Tadinya kan enggak bisa itu
ya. Nah, jadi kalau kita menginginkan
sesuatu coba deh kita secara gigih gitu
ya memperjuangkan itu pasti bisa gitu.
Jadi ya kita maunya gini, Pak, tapi
atasannya enggak mau atau ya udah kalau
itu enggak mau. Jangan gitu ya. Ada
perlu gigi untuk meyakinkan orang agar
pelayanan publik itu bisa dilakukan
dengan lebih baik lagi. Nah, akses
digital ini memang perlu ya,
infrastruktur kita belum belum belum
merata gitu ya. Bahkan kalau saya di
rumah ini
sangat diistimewakan karena daerah saya
5G kemudian semuanya sudah fiber optics.
Jadi saya tidak pernah punya masalah
dengan itu. Tapi ketika saya keluar
rumah bahkan di Jakarta pun tidak
semuanya bisa 5G gitu. Nah, ini akan
sangat mengganggu terutama karena saya
butuh bekerja dengan cepat gitu ya
apalagi di daerah. Nah, jadi akses
digital ini memang memang diperlukan. J
tinggal bagaimana pemerintah kemudian
mencoba
melakukan penetrasi
agar akses digital publik ini bisa bisa
dilakukan ya. Ya, kita tunggu saja. Saya
berharap teman-teman teman-teman saya di
Komigi sana atau dipan bisa bersama-sama
untuk menyegerakan gitu ya akses digital
mungkin itu Pak Kas. Mudah-mudahan bisa
bisa memuaskan jawaban saya. Makasih.
Terima kasih Bapak untuk jawabannya
mengenai pertanyaan Bapak Kasiadi dari
SMAN 1 Ngorom Mojokerto Jawa Timur.
Terima kasih semoga cukup menjawab dan
tentunya kepada dua penanya dalam sesi
kali ini juga nantinya akan mendapatkan
merchandise persembahan spesial dari
BPSDM Jawa Timur. Untuk itu terima kasih
Bapak untuk materi dan juga jawaban yang
telah disampaikan kepada Ir. Bima Harya
Wibisana, M.Si. PhD Wakil Ketua Umum
Dewan Pengurus Korpri Nasional dan juga
Analis Kebijakan ahli utama BKN. Terima
kasih sekali lagi Bapak. Semoga sehat
selalu.
Baik,
semoga sehat selalu dan selalu
menginspirasi Bapak.
Selamat pagi.
Baik, tentunya sobat ASN di mana pun
Anda berada, kita akan segera juga nanti
bertemu dengan narasumber lainnya begitu
dalam segmen selanjutnya. Namun juga
akan kami ingatkan kembali, kami remind
kembali bagi Anda yang belum registrasi
dalam semesta Bangkom, Anda bisa
registrasi segera ya. Dan tentunya
sampai berjumpa nanti di segmen
selanjutnya dalam ASM Belajar 2025 seri
46.
Uh. bersama membangun asa
menuju cipta yang mulia.
Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa
Timur yang berjaya.
Langkah pasti menitipi zaman
dengan semangat pembaruan.
Ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal masa depan.
PPS Jatim Pusat unggulan
tempat lahirnya insan berkualitas
mencetak STM berkompetensi
tangguh cerdas dan inovasi bersatu dalam
visi yang terang menjawab tantangan
jangan gemilang
PPSDM Jawa Timur Center of Exens masa
depan demil
bersama membangun asa
menuju cita yang mulia.
Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa
Timur yang berjaya.
Langkah pasti meniti zaman
dengan semangat pembaruan
ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal masa depan.
BPSM Japin pusat unggulan
tempat lahirnya insan berkualitas
mencetat SRM berkompetensi
tangguh cerdas penuh inovasi bersatu
dalam visi yang terang menjawab
tantangan dan jangan demiang
PPSDN Jawa Timur senter ofens masa depan
Baik, terima kasih masih setia bersama
kami dalam Webinar ASN Belajar 2025 seri
ke-46. Tentunya kita akan segera bertemu
dengan narasumber kedua kita dan akan
kita sambut bersama Bapak Tomi Putra
Pratama Gunawan Eskom.
Baik, selamat pagi Bapak Tommy.
Selamat pagi Mbak
apakah suara saya kadang-kadang dengan
jelas? Terdengar dengan jelas Bapak
Tomi. Terima kasih telah berkenan untuk
memberikan materi pada pagi hari ini.
Nantinya semoga berguna untuk seluruh
sobat ASN di manaun mereka berada.
Begitu ya. Beliau adalah pegawai teladan
termuda Kemenpan RB tahun 2021. Untuk
itu silakan Bapak Tomi untuk
menyampaikan materinya.
Baik, terima kasih Mbak Stefani. Ee
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi, salam
sejahtera untuk kita semua. Om
swastiastu, namo budhaya, salam
kebajikan.
Ee yang terhormat Bapak Ramlianto selaku
Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur,
kemudian Bapak eh Bima Harya Wiibusana
selaku Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus
Korp Nasional serta e Ibu Sri Wahyuni
yang nanti akan ee bergabung bersama
kita setelah ini. Ee beliau Ketua Forum
Sekdas Indonesia, Sekda Provinsi
Kalimantan Timur. terima kasih atas ee
undangannya kepada saya. ee saya sangat
apa ya sangat ee terharu sekali
sebenarnya ini ee bahwa ee capaian saya
pada tahun 2021 yang lalu ee dapat
mudah-mudahan dapat ee sharing gitu di
ee forum ini untuk ee menyampaikan
bagaimana sih apa sih yang ee terjadi
gitu ya di tahun 2021 sehingga ee saya
pribadi mendapatkan anugerah tersebut
dari instansi saya.
Ee saya izin share screen ya, Bapak Ibu.
Pada kesempatan ee pagi hari ini ee kita
sesuai dengan tema ya, tema yang kami
dapatkan yaitu Korpri, bersatu dalam
pengabdian, berpadu dalam pelayanan.
Eh tema ini sangat menarik sekali ya,
bahwa eh Corprix ini adalah suatu
perwujudan, suatu forum di antara kita
semua sebagai pegawai negeri sipil,
sebagai aparatur sipil negara untuk ee
bersatu padu bagaimana untuk memberikan
solusi, memberikan ee pelayanan terbaik
kepada masyarakat sekaligus juga
memperkuat ee komunitas kita gitu ya,
satu sama lain ee untuk saling sharing
bagaimana ee ee
kita dapat bekerja sama secara lintas
instansi seperti itu.
Sebelum ee masuk ke materi, mungkin tak
kenal maka tak sayang Bapak Ibu
sekalian. Ee perkenalkan kembali nama
saya Tomi Putra Pratama Gunawan. Ee
kebetulan saat ini baru saja
menginjakkan ee umur ke 31 tahun
sehingga jika ee kalau disebut pegawai
teladan termuda sepertinya sudah sedikit
tidak relevan ya saat ini. Namun ee
semangatnya masih sama seperti tahun
2021 lalu. Mungkin malah lebih ee lebih
lagi dari tahun 2021. Saya berasal dari
Kementerian PAN RB dan kemudian saya ee
sebelum ee tahun ini di tahun 2024 saya
ee bekerja ditugaskan di deputi bidang
pelayanan publik yang sangat relevan
tadi yang sudah di banyak disampaikan
oleh ee Pak Bima ee terkait pelayanan
publik ee mungkin akan sangat-sangat ee
bersinergi ya antara materi ee saya hari
ini dengan materi yang tadi sudah
disampaikan Pak Bima. Eh, saya selaku
pranata komputer pertama eh sebelumnya
saya saat saya CPNS saya ee jabatan saya
adalah jabatan pelaksana sebagai
analisis sistem informasi. Kemudian di
tahun 2020 ee 3 saya diangkat menjadi
pejabat fungsional ee ahli pertama ya,
yaitu pernata komputer ahli pertama.
Kurang lebih saya sudah bekerja di
Kemenpan RB selama 6 tahun 9 bulan. Dan
eh sebenarnya saat ini ee saya sedang ee
cuti tugas belajar. Ee saya sedang
berkuliah di e S2 Magister Teknologi
Informasi MTI UI ee dengan beasiswa dari
e LPDP. Bapak Ibu sekalian. Jadi ee satu
saat ini saya sedang ee ee di luar ee
pekerjaan seperti itu. Dan berikut
kontak saya jika Bapak, Ibu ee ke
depannya akan ee
ee berkomunikasi dengan ee saya.
Nah, Bapak Ibu ee selanjutnya ini adalah
eh salah satu riwayat saya Bapak, Ibu
ya. Ee saya mungkin mengambil tajuk From
Zero to crafting a manifesto gitu. Jadi
kalau biasanya mungkin orang nyebutnya
from Zero Hero ya, tapi eh saya merasa
belum sampai sehero itu. Sehingga apa
yang saat ini saya lakukan adalah ee
menjadikan pekerjaan saya ini sebagai
manifesto untuk ee berkolaborasi untuk
menciptakan sesuatu yang dapat berdampak
bagi ee instansi maupun ee secara tidak
langsung untuk masyarakat Bapak Ibu.
Nah, ini ee sebelum saya ada di tempat
ini, Bapak, Ibu ee dengan ee
anugerah yang diberikan kepada saya pada
saat itu, saya sebagai masyarakat biasa
Bapak, Ibu, sebagai ee
orang yang berlomba-lomba juga untuk
duduk ee sebagai ASN. saya ee masih
belum bisa melupakan ya saat itu ya
tahun 2018 tanggal 26 Oktober saat itu
adalah ee hari pertama ee seleksi CAT
senasional se-Indonesia saat itu untuk
tahun anggaran 2018. Saat itu ee saya ee
mengikuti tes hari pertama di kantor
Walikota Jakarta Selatan saat itu.
Ee riuh, ramai peserta saat itu masih
saya rasakan sehingga saat ini ee bahkan
saat itu ada kejadian bahwa saya itu ee
harusnya tes pukul 07.30. Namun ee
sempat agak ada kendala teknis hingga e
ujian tersebut diundur hingga jam ee
pukul 14.00. Nah, di situ apabila
saya merasa, "Oh, ini enggak worth
ithunggu gitu ya, lebih baik saya saat
itu saya sudah bekerja di swasta, apakah
saya kembali ke kantor ee untuk tidak
meneruskan? Mungkin ceritanya akan
berbeda hingga saat ini seperti itu."
Oh, iya. Eh,
saya seleksi CPNS ini juga di masa
baktinya Pak Bima Harya Wiwiisana. Jadi,
saya ingin sangat mengucapkan terima
kasih kepada
ee beliau bahwa saya menjadi salah satu
ASN yang memang ee diterima saat masa
bakti beliau dengan segala sistem yang
sangat transparan, sangat akuntabel. Eh,
jadi Bapak Ibu, saya ini adalah salah ee
ASN di keluarga saya. Satu-satunya ASN
di keluarga saya seperti itu. Jadi tidak
ada ee kakak, adik, paman, tante, semua
dari keluarga ibu, dari keluarga ayah
yang memang menjadi ASN seperti itu.
Hanya saya satu-satunya yang menjadi ASN
di keluarga besar saya gitu. se tahu
sepengetahuan saya hingga saat ini ee
tidak ada keluarga saya yang ee menjadi
ASN hingga saat ini seperti itu. Dan ini
membuktikan bahwa memang ee
menjadi ASN di tahun 2025 ini sudah
memang sudah bersih dari KKN, sudah
bersih dari hal-hal yang mungkin kita
mengetahui ee hal-hal ke belakang. Namun
saat ini dengan ee pembuktian saya bahwa
memang ee untuk menjadi seorang ASN
sudah menjadi ee sudah merit seperti itu
ya, bahwa memang mereka yang mampu untuk
ee melewati semua tes yang disiapkan
hingga menjadi seorang ASN
seperti itu. kemudian ee berjalan hingga
tahun 2021 bahwa saya
bekerja kemudian saya melakukan apa ya
mengikuti ee arahan pimpinan dan
lain-lain memberikan inovasi, memberikan
masukan dan kontribusi untuk kantor.
Hingga saat itu saya mengikuti seleksi
menjadi pegawai teladan saat itu 2021 di
tingkat ee pejabat fungsional ahli
pertama atau pelaksana dan saya ee
dianugerahkan untuk menjadi pemenang
saat itu. Dan saat itu saya dianugerahi
pegawai teladan Kementerian PAN RB oleh
ee almarhum Bapak Cahyo Kumolo.
Seperti itu, Bapak, Ibu. Dan ini
merupakan salah satu apa ya? Saya tidak
tidak pernah terpikirkan saat itu saat
saya berdiri saya saat saya duduk di
depan layar komputer CAT saat itu dengan
ribuan orang lainnya hingga saya menjadi
ee bisa berdampingan dengan Bapak
Menteri pada saat itu.
Nah, selanjutnya Bapak Ibu setelah saya
diterima menjadi aparatur sipil negara
saya belajar dan mengabdi menjadi
manusia baru Bapak Ibu.
Mengapa saya sebut sebagai manusia baru?
Karena saat itu dengan ee
pengamalan saya sebelumnya di di swasta,
saya sempat bekerja di swasta 4 sampai 5
tahun sebelumnya dan sudah terbiasa
dengan
ee budaya ya budaya kerja di swasta.
Saya cukup kaget saat ee
ee menjadi seorang ASN. Kagetnya itu
adalah bahwa e berbeda budayanya. Di
sini kita tidak melihat bahwa budaya
swasta lebih baik daripada budaya ee ASN
atau sebaliknya seperti itu. Tapi memang
kita perlu ee menyesuaikan dan
mengadaptasi dari ee tempat yang baru
gitu. Di mana tempat baru saya saat itu
ee lebih tertata dan lebih terstruktur
ya, Bapak, Ibu ya. Kita sudah jelas
untuk rantai komandonya dan ee segala
macamnya. Kemudian mulai dari
berkomunikasi bahwa kita harus
menyampaikan surat dan lain-lain itu
menjadi salah satu tantangan bagi saya.
Namun ee saya tidak melihatnya itu ee
sebagai tantangan, tapi memang itu sudah
sudah ee sebagai keharusan bagaimana
seorang ASN itu tetap tetap ada relnya.
Namun kita juga tetap agile gitu.
seperti tadi yang disampaikan ee Pak Bim
bahwa ee di dalam keteraturan tersebut
justru kita ee memiliki relativitas
seperti itu. Kenapa saya katakan seperti
itu? Karena dengan adanya rel sebenarnya
tujuan kita sudah sudah ada di depan
gitu. kita sudah bisa melihat ee
Renstra kemudian RPJM dan lain-lain.
Tinggal bagaimana kita menggodok e hal
tersebut dan berinovasi di situ gitu.
Jadi kalau misalkan orang eh
mengatakan eh think outside the box gitu
ya jangan. Menurut saya adalah kita
harus memanfaatkan kotak tersebut
menjadi eh sesuatu e real kita gitu.
Supaya kita tidak kabur ke mana-mana
gitu. supaya kita ee bisa memahami
konteks, supaya kita bisa ee apa ya apa
ya membuat kotak tersebut menjadi nyaman
seperti itu, Bapak, Ibu. Kemudian juga
saat itu saya selalu menjadi gelas yang
kosong ya, Bapak, Ibu. Eh maksudnya di
sini ee dengan pengalaman kerja ya saat
saat saya saat itu saya merasa bahwa ee
saya harus selalu kosong setiap saya ee
berhadapan dengan atasan saya, dengan
rekan kerja saya bahwa apa yang saya
sudah pelajari sebelumnya itu bisa itu
menjadi ee amunisi saya gitu dengan
konteks yang saat ini gitu. Jadi ee
kadang ee saya melihat bahwa ada
beberapa orang yang memang ee oh kalau
di saya sebelumnya begini, ini harus
begini begini begini. Tapi saya
menyesuaikan bagaimana saya pikiran saya
selalu kosong dan ee saya siap menerima
input dan arahan dari pimpinan. Dan
dengan pengalaman saya, saya berusaha
untuk ee mencapai tujuan tersebut
seperti itu hingga hari ini gitu. Jadi
saya selalu jika berhadapan dengan ee
pimpinan bahwa saya selalu menyampaikan
bahwa saya ee menerima arahan dan siap
ee berkontribusi dengan skill yang saya
punya seperti itu. Kemudian mengabdi dan
melayani di masa modern. Nah, seperti
tadi yang sudah disampaikan ee Pak Bima
bahwa memang ASN ini sudah bukan ee
yang generalis seperti itu ya, tapi
sudah mengarah ke spesialis terutama
dengan adanya ee kebijakan pejabat
fungsional saat ini, Bapak, Ibu. Jadi,
ASN itu adalah profesi yang profesional
terutama pada ee era disruptif teknologi
informasi saat ini gitu ya. Sudah ada
spesialis-spesialisnya seperti itu,
Bapak, Ibu. Dan memang ee ke sanalah
kita harus ee kejar supaya kalau
misalkan di ee swasta punya KPI gitu ya,
tentunya kita juga punya target-target
yang spesifik seperti itu yang terukur
sehingga ee ASN ini ee kalau misalkan di
sosial media oh kerjanya seperti ini A B
C tapi di dalam kita sendiri kita sudah
menyiapkan bahwa memang ASN sudah tidak
lagi seperti itu. seperti itu, Bapak,
Ibu. Jadi ee
selalu saya menempatkan diri bahwa ee
saya harus menjadi manusia yang baru,
menjadi gelas yang kosong untuk
menghadapi
segala ee tantangan yang ada di kantor.
Seperti itu. Di sini Bapak, Ibu saya
mungkin ee sharing sedikit bahwa saya
juga masih mengingat bahwa kapan pertama
kali saya menggunakan ee baju Corprix.
Nah, baju Corpi juga masih yang lama ya,
Bapak, Ibu ya. di sini masih ee sebelum
tahun 2022 dan saat ini kita sudah pakai
yang baru ya. Jadi saya tidak akan
pernah melupakan masa-masa saat itu dan
ke sanalah saya jika memang motivasi
saya turun di kantor saya mengingat
kembali bahwa oh ya ini saya yang yang
dulu saya perjuangkan saat itu dan saya
selalu menyimpan kenangan-kenangan
tersebut untuk ee ke depannya menjadi
motivisi saya gitu. Dan ini juga salah
satu pengalaman saya bahwa eh saya dulu
juga pernah menjadi peserta pelatihan
Latsar CPNS terbaik saat itu yang
diselenggarakan oleh Helan dan tidak
akan pernah saya lupakan supaya ee ke
depannya saya bisa mengingat hal yang
sebelumnya dan menjadi ee motivasi untuk
ke depannya.
Nah, eh
gimana sih Bapak Ibu saat itu saat saya
menjadi pegawai teladan di tahun 2021?
apa sih yang saya lakukan gitu sehingga
ee para pimpinan saat itu dewan juri
melihat sesuatu yang berbeda gitu dari
saya. Mungkin ini sedikit sharing dan
memang mungkin ee
bisa jadi tidak tidak
sama gitu dengan pengalaman orang lain.
Namun apa yang saya ee lakukan saat itu
cukup relevan di terutama di masa-masa
pandemi. Yang pertama adalah menjalin
komunikasi interpersonal. Jadi ee
saat-saat itu dengan kondisi pandemi
Covid-19 ya, Bapak, Ibu tahun 2021 masih
masih ee
cukup masif ya saat itu Bapak Ibu.
Eh, yang saya tekan, yang saya bekali
saat itu saat saya CPNS adalah kenalan
sama orang ini, kenalan dengan si A, si
B dari unit kerja A, unit kerja B.
Sehingga saat terjadi
apa ya saat fisik kita tidak bisa
bertemu di kantor, saya sudah mengenal
mereka dan bagaimana saya apa
menyelesaikan
ee pekerjaan lintas unit kerja itu sudah
dapat saya bekali gitu sejak saat itu.
Kemudian adaptasi di masa pandemi
tentunya di sini untuk meningkatkan
literasi digital sangat-sangat
dibutuhkan ya. Namun juga kita juga
harus siap bertugas seperti biasa juga
Bapak Ibu. Jadi saat itu ini ee salah
satu pengalaman saya saat itu sedang ada
ee Bapak Ibu mungkin mengetahui terkait
Kompetensi Inovasi Pelayan Publik Kipp.
Saat itu saya menjadi salah satu ee
panitia yang memang harus tetap ada di
kantor. Namun juga bagaimana sih ee kita
dapat berkomunikasi gitu ya dengan
dengan para peserta, para inovator gitu
ya, kepada ee para pimpinan dari
instansi dan lain-lain. Saat itu ee 2020
itu Zoom itu baru-baru ada, Bapak, Ibu.
Nah, bagaimana saat itu saya secara
cepat gitu ya mempelajari teknologi
Zoom, kemudian teknologi audio, video
dan lain-lain sehingga
ee
saya mengambil langkah cepat bagaimana
kompetisi ini bisa ee tetap
terselenggara seperti itu. Dan saat
itulah kemampuan saya sebagai yang
berlatar belakang TI saya tuangkan
dengan potensi dan minat bakat saya saya
tuangkan sehingga kemampuan saya tidak
saya simpan sendiri. Bapak, Ibu, mungkin
saat ini banyak ya ee diskursus yang
mengatakan bahwa ee oh di kantor jangan
kelihatan ya, jangan kelihatan ee kita
punya skill ini nanti dalam tanda kutip
nanti dimanfaatkan oleh kantor sehingga
kita lelah sendiri dan lain-lain. Namun
hal tersebut ee tidak saya tidak saya
apa ya, tidak saya iyakan gitu. Karena
memang menurut saya
apalagi menjadi seorang ASN bahwa kita
harus ya full tilt gitu Bapak Ibu. Kita
harus bisa menyampaikan apa yang kita
punya dengan bertanggung jawab tentunya
ya Bapak Ibu ya ee untuk ee menjadikan
ee kemampuan kita ini bermanfaat bagi ee
permasalahan-permasalahan yang ada di
kantor dan bagaimana untuk mencapai ee
apa namanya target-target di kantor
Bapak Ibu ya.
saya waktu itu ee memang ee hobi saya
ini adalah e musik ya, Bapak, Ibu. Jadi
saya mengetahui bagaimana multimedia itu
ee dapat digunakan dengan baik dan
lain-lain sehingga saya tuangkan di
kantor, saya interkoneksikan
perangkat-perangkat yang di kantor
sehingga kita bisa zoom dengan baik gitu
dengan ee para inovator saat itu. Dan
kemampuan tersebut ee tidak saya
tutup-tutupi gitu. Oh, ya udah karena
COVID juga ya udah kita kontribusinya ee
tidak maksimal seperti itu. Enggak
seperti itu, Bapak, Ibu. Jadi yang saya
yakini saat itu adalah bahwa kemampuan
yang kita punya ya harus kita sampaikan
ke kantor seperti itu. Kita sampaikan ke
rekan tim dan ee
ya dapat berkontribusi dengan baik untuk
kantor seperti itu, Bapak, Ibu. Dan maka
dari itu itulah yang mungkin saat itu
dewan juri melihat dari saya.
sehingga
ee apa yang saya lakukan ini ee berbeda
gitu dengan peserta yang lain.
Nah, Bapak Ibu, apa yang tadi
pengalaman-pengalaman yang saya ee
rasakan sebelum menjadi pegawai teladan,
hingga menjadi pegawai teladan ternyata
ee saat ini sudah diimplementasikan
secara keseluruhan ya, Bapak, Ibu dengan
adanya nilai berakhlak seperti itu. Jadi
ee dari pemikiran
ee saya kemudian dari ee
pengalaman-pengalaman
ee ASN yang lain kemudian ee oleh
Kementerian PAN RB dihimpun menjadi
salah satu ee
nilai berakhlak seperti itu. Di mana ee
orientasi pelayanan ini menjadi nom eh
nilai yang nomor satu ya, Bapak, Ibu
yang berorientasi pelayanan.
Jadi kita sudah tidak lagi ee bagaimana
sih gitu yang menjadi ASN teladan bagi
versi kita diri sendiri gitu ya. Bagi
kita sendiri sudah ada panduannya dalam
nilai berakhlak ini gitu. bagi bagi saya
kemudian bagi e Bapak Ibu sekalian bahwa
dengan mengikuti ee nilai ASN berakhlak
ini ya kita bisa juga gitu menjadi ee
ASN yang terbaik bagi diri kita sendiri
dan bagi unit kerja seperti itu. Mulai
dari berorientasi pelayanan, kemudian
akuntabel, kemudian kompeten, harmonis,
loyal, adaptif, dan kolaboratif. Ini eh
nilai yang memang selalu diulang-ulang
dan akhirnya terinternalisasi ya, Bapak,
Ibu. sehingga ee pengalaman-pengalaman
ee berbagai ASN yang sudah berprestasi,
yang sudah yang ASN yang memang baik
dituangkan dalam nilai ini gitu.
Sehingga Bapak, Ibu sekalian juga
tinggal mengikuti dan tinggal
menginternalisasikan di dalam ee
instansi Bapak Ibu sekalian.
Nah, Bapak, Ibu dengan ee nilai pertama
tadi ya, Bapak Ibu yang berorientasi
pelayanan.
Nah, apa pertanyaannya apakah kita sudah
ee melayani sesuai dengan kebutuhan
masyarakat? Padahal itu kan nilai yang
pertama ya, Bapak, Ibu. realitasnya saat
ini bahwa
user centricity kita itu rendah atau
memang eh kita lebih ee menekankan
pelayanan kita pada
SOP kemudian kepada eh governance yang
memang rigid. Tapi kita juga kita lupa
gitu bagaimana masyarakat merasakan
bagaimana ee merasakan pelayanan yang
sudah kita selenggarakan. Apakah mereka
kesulitan? apakah mereka ee susah untuk
mengaksesnya baik layanan fisik maupun
layanan digital. Kemudian
digitalisasinya masih parsial Bapak,
Ibu. Ee transformasi digital belum
menyeluruh ee dan belum menyentuh
redesain layanan gitu ya. Masih ee
sifatnya adalah digitasi ya seperti itu.
Belum menyentuh digitalisasi apalagi
transformasi digital. Jadi masih
memindahkan formulir yang ee formulir
kertas menjadi formulir
ee
daring seperti itu. Jadi ee digitalisasi
bukan sebatas itu, tapi bagaimana ee
mempercepat dan mengakselerasi dan
mengurangi langkah-langkah yang memang
sebenarnya tidak diperlukan gitu dalam
aktivitas dalam layanan fisik. Kemudian
minim layanan proaktif, layanan yang
memang kita jemput bola ke masyarakat
seperti layanan-layanan yang perlu
layanan inklusif ya Bapak Ibu. Bagaimana
kita dapat datang langsung, dapat hadir
langsung ke masyarakat yang tidak bisa
langsung ee mengakses layanan.
Kemudian juga partisipasi publik
terbatas. Ee saya yakin gitu ya,
partisipasi publik ini menjadi salah
satu ee apa ya? salah satu
amunisi kita ya Bapak Ibu untuk
memperbaiki ee layanan publik kita.
Karena
partisipasi publik ini dalam bentuk
aduan, dalam bentuk laporan dan
lain-lain ini adalah gift berupa hadiah
yang memang disampaikan ee masyarakat
kepada kita, Bapak, Ibu. Jadi jangan
sampai kita melihat partisipasi publik
ini menjadi ee
kritikan atau mungkin menakut-nakuti
kita seperti itu, Bapak, Ibu. Tapi kita
harus melihat bahwa ee aduan tersebut
memang menjadi ee
menjadi ya menjadi anugerah gitu untuk
kita bahwa masyarakat ini peduli loh
sama pemerintah gitu. Maka dari itu
mereka ee bisa menyampaikan ee aduannya.
Nah, tinggal bagaimana kita dapat
menyediakan kanal pengaduan yang memang
ee baik gitu ya, bukan bukan kanal
pengaduan yang memang ee menjadi bola
liar gitu seperti di sosial media dan
lain-lain. Kita perlu memiliki kanal
pengaduan yang sifatnya bisa omni
channel seperti itu, Bapak, Ibu, untuk
ee menerima aduan-aduan tersebut. Nah,
di sini ada lima global trend ya dalam
pelayanan publik yaitu berorientasi ke
masa depan dan dikembangkan secara
kolaboratif. Jadi tidak ada lagi ya
Bapak Ibu ya egosektoral bahwa ee ke
depannya kita diminta bahwa kita harus
bisa open ee data itu supaya ee
untuk mempercepat bagaimana ee solusi
dapat diberikan kepada masyarakat gitu
ya. data-data enggak enggak lagi
disimpan di masing-masing instansi ya,
Bapak, Ibu. Tapi juga harus diaya
gunakan gitu. Bagaimana kita juga tidak
perlu lagi mencari data ee data yang
lain seperti tadi disampaikan Pak Bima
bahwa kita bisa manfaatkan NIK gitu ya
untuk berbagai keperluan. Kemudian
digitalisasi dan inovasi pelayan publik,
layanan proaktif dan terpersonalisasi
yang tentunya berbasis data dan
pelibatan aktif masyarakat. Di sini kita
sudah punya ee framework-nya ya, Bapak,
Ibu ya, untuk bagaimana ee mendapatkan
kebutuhan masyarakat ya, Bapak, Ibu. Ada
lapor, ada SPATN lapor yang sudah
menjadi ee kanal pengaduan aplikasi umum
ya, aplikasi umum di bidang ee pengeluan
pengaduan yang kita bisa manfaatkan,
yang kita bisa gunakan secara berbagi
pakai. Kemudian ada ee mekanisme SKM
survei kepuasan masyarakat
yang datanya sudah ee kuantitatif ya
seperti itu Bapak Ibu sehingga ee bisa
diolah dengan cepat. Kemudian juga
terdapat forum komunikasi publik yang
sifatnya kualitatif gitu ya. Jadi
framework ini saling melengkapi Bapak
Ibu ya. mulai dari lapor, SKM, dan forum
konsultasi ee konsultasi publik
merupakan sebuah mixed method gitu ya,
Bapak, Ibu, untuk ee mendapatkan gift
tadi dari masyarakat untuk kita olah
untuk menjadi perbaikan kebijakan.
Kemudian tadi juga disampaikan eh
pendekatan live events bahwa layanan
kita ini tidak lagi harus berdiri
sendiri-sendiri ya seperti itu. Tapi
kita bisa melihat dari sisi ee kehidupan
masyarakat itu sendiri. Mulai dari bayi.
Bayi memerlukan apa sih, Bapak, Ibu?
Memerlukan ee perbaikan ee update K e KK
misalkan, kemudian penerbitan KIA,
kemudian dari sisi kesehatan harus
segera didaftarkan BPJS-nya.
ee kemudian nanti beranjak ke remaja,
bagaimana mendapatkan kesehatan,
pendidikan, dan lain-lain. Kita harus
bisa dapat melihat ee
pelayanan itu harus sifatnya itu ee
sektoral, Bapak, Ibu ya. Bukan lagi ee
bukan lagi ee masing-masing seperti itu
ya, hingga dewasa kemudian keluarga
hingga nantinya meninggal dunia. Jadi,
kita harus bisa melihat kebutuhan ee
masyarakat secara tematik ya, Bapak,
Ibu. Kemudian pemanfaatan Omni Channel.
Nah, ini eh Omni Channel ini menjadi eh
media ya, Bapak ya. Menjadi media bahwa
ee bahwa layanan yang kita berikan itu
memang harus dalam satu dalam satu apa
ya, satu data yang terintegrasi. Tapi
kita juga perlu bisa menyediakan opsi
gitu kepada masyarakat bagaimana mereka
jika ee datang langsung ke kantor
pelayanan. Kemudian bagaimana jika
pelayanan itu bergerak gitu ya,
menjemput seperti ee mobil keliling dan
lain-lain gitu ya. Kemudian pelayanan
mandiri bisa dilakukan e self service
gitu ya, seperti ee yang kita tahu
anjungan
apa tuh anjung duuk capil mandiri ya
Bapak Ibu ya bisa mengakses di situ atau
ee di perangkat-perangkat yang ada di
mall pelayanan publik. Kemudian juga
yang tentunya saat ini ee banyak ya
sedang implementasinya adalah
e-goverment atau ee melalui pelayanan
elektronik Bapak Ibu. Nah,
empat kanal ini tidak berdiri
sendiri-sendiri, Bapak, Ibu. Ya, memang
sifatnya omni channel, tapi datanya satu
seperti itu. Sehingga nantinya ee kita
gitu ya, dapat melayani masyarakat dan
masyarakat dapat memberikan input ke
kita itu dengan e prinsip no wrong door
policy gitu. sehingga masyarakat tidak
perlu tahu gitu ya siapa yang ee petugas
yang melayani atau unit mana yang
melayani. Tapi mereka bisa menyampaikan
input mereka dan kemudian dapat
disatukan di sistem dan nanti sistem
yang bisa ee meneruskan gitu ya
input-input dari masyarakat ke instansi
yang ee berwenang.
Nah, tadi Bapak, Ibu kita sudah membahas
terkait ee
kebutuhan masyarakat ya, bagaimana kita
melayani ee masyarakat sesuai dengan
kebutuhannya ya. Nah, ada salah satu
pendekatan yang memang ee sangat relevan
gitu ya dengan dengan studi kasus kita
ini adalah user centric approach gitu
ya. Nah, user cent approach ini eh
awalnya eh salah satunya ada
diimplementasikan dalam eh desain produk
ya, Bapak, Ibu.
Nah, di user centric approach ini adalah
bagaimana kita dapat mendesain ya
mendesain produk ataupun mendesain
layanan seperti itu ya Bapak Ibu dengan
menempatkan bahwa user itu adalah fokus
utamanya gitu ya. Jadi apa yang
disampaikan user ya itu yang kita buat
gitu Bapak Ibu ya. Bukan bukan lagi ee
kita membuat sesuai dengan ee alur yang
ada di kebijakan seperti itu. Itu
menjadi patokan tetap Bapak Ibu. Tapi
apa yang dirasakan pengguna tentunya ee
menjadi input bagi kita bagi. Nah,
bagaimana sih cara melakukannya gitu ya.
bagaimana Bapak, Ibu dapat mendesain
suatu layanan, mendesain suatu produk
yang memang ee sesuai dengan kebutuhan.
Yang pertama tentu saja gitu ya, fokus
awal pada pengguna dan kebutuhannya gitu
ya. Nah, apa sih kebutuhan ini digali
dari apa Bapak Ibu? Dapat dilihat dari
kognitifnya gitu ya, bagaimana perilaku
ee masyarakat gitu ya dalam mengakses
pelayanan. Kemudian juga ya lihat
kebutuhan penggunanya gitu ya.
Lihat ee kebutuhan pengguna ini bisa
diukur dari data-data yang empiris
seperti itu. Misalkan dari log aplikasi
misalkan aplikasinya wajib ya ada ada
log-nya bagaimana ee data ee layanan
saat itu gitu ya di suatu instansi gitu
ya berlangsung. mana sih layanan yang
paling diminati oleh masyarakat, mana
yang menurut ee SKM-nya itu paling
rendah dan lain-lain. Jadi ee
untuk menggali kebutuhan ini tidak hanya
kita melihat langsung, tapi harus based
on data gitu. Harus based on data
sehingga data itu memang menjadi penting
ee dalam ee penyelenggaraan layanan gitu
ya. Nah, data ini juga tadi ya sudah
kami sampaikan bahwa bisa dilihat dari
pengaduan, dari SKM ataupun dari FKP
yang bisa menjadi data primernya.
Kemudian ee yang terakhir adalah
rancangan iteratif bahwa produk atau
layanan publik yang dibuat itu tidak
sekali digulirkan sekali di launching
gitu ya kemudian selesai gitu ya tidak
tidak dilanjutkan atau tidak sustain
gitu tapi harus dirancang secara
iteratif dilakukan lagi e yang namanya
usability testing gitu kemudian
dilakukan lagi eh evaluasi-evaluasi
untuk melihat bagaimana sih ee
masyarakat painp sih gitu ya yang
dirasakan oleh masyarakat. Titik-titik
mana yang bisa kita ee perbaiki gitu.
Titik-titik layanan. Misalkan ee dalam
registrasi KTP misalkan saat ini
registrasi KTP mulai dari misalkan
masyarakat ee datang ke kantor
pelayanan. Nah, di situ sudah bisa kita
lihat gitu bagaimana ee kondisi kant ee
ruang pelayanannya gitu. Kemudian dari
sisi SDM yang melayaninya. Nah, di situ
kita bisa melihat eh painpinpoint apa
saja yang di ee rasakan oleh masyarakat
gitu. Kita bisa bikin matriksnya,
tahapan-tahapan
eh user journey-nya gitu ya, user
journey-nya dari eh masyarakat seperti
apa. Kemudian kita bisa catat
painpint-nya per masing-masing sehingga
itu menjadi sebuah data observasi gitu,
Bapak, Ibu. Nah, inilah yang disebut
dengan eh pendekatan user centric
approach seperti itu.
Nah, Bapak Ibu tadi kan kita sudah
membahas bagaimana kita memanfaatkan
data ya. Nah, di tahun 2025 ini sudah
menjadi AI-nya, eranya Gen AI ya seperti
itu, Bapak, Ibu. Bahwa ee data yang
begitu banyak gitu saat ini ee
perlu bagaimana diolah dengan cepat ya
seperti itu.
Contohnya saja Bu ya di ee kami di S di
SIPPN Sistem Informasi Pelayanan Publik
sudah mendata ada lebih dari 300.000
layanan. itu layanannya saja Bapak, Ibu
yang diselenggarakan di Indonesia. Itu
baru layanannya, belum transaksi per
masing-masing ee layanannya gitu. Nah,
Bapak Ibu bisa bayangkan seberapa lama
gitu ya, seberapa kuat mungkin ya
komputer kita, Excel kita gitu ya untuk
untuk ee memfilter gitu ya data-data dan
mencari insight yang kita butuhkan. Nah,
maka dari itu eh Gen AI menjadi salah
satu eh era baru gitu ya untuk terutama
bagi ASN ya untuk ee bagaimana mengolah
data agar menjadi evidence base gitu ya
untuk perbaikan kebijakan. Nah, di sini
saya mengambil beberapa sumber ya,
Bapak, Ibu ya ee yang valid dari
Kementerian Komdigi.
Kemudian dari Mikin juga bahwa di
Indonesia ini sudah ada gitu ya untuk
pedoman e etika ee kecerasan artificial.
Nanti Bapak Ibu mungkin bisa ee search
di Kemdiji untuk panduannya. Namun yang
bisa saya rangkum gitu ya dari bagaimana
sih kita ee meningkatkan literasi
digital terutama di bidang AI gitu ya.
Yang pertama adalah assistive AI usage.
Bahwa eh
AI itu digunakan untuk membantu kita,
untuk mengasistensi kita gitu ya ee
dalam ee
mencari insight-insight apa saja yang
ada di data gitu ya, Bapak, Ibu. Jadi
bukan sebagai ee
untuk menghasilkan keputusan strategis
yang langsung dioll out aja ya, langsung
disampaikan saja gitu ya ke ee publik.
Bukan seperti itu, tapi em digunakan
secara asistif ee
untuk meningkatkan produktivitas ya,
produktivitas untuk mencari apa ya ide
gitu ya, mencari inovasi gitu ya. apa
yang kurang, apa yang kita e luput, apa
yang kita ee lewati gitu ya dari data
yang kita miliki gitu ya. Jadi bukan
sebagai ee keputusan strategis gitu.
Misalkan buatkan ee keputusan ee
gubernur gitu ya tentang ini gitu ya.
Itu sangat-sangat
sangat-sangat apa ya bola liarah seperti
itu ya. Bahwa nantinya AI ee tidak akan
apa ya ee akan mencari dari berbagai
informasi gitu. sebagai sumber yang
tentunya ee siapa tahu gitu ya memang
tidak tidak relevan gitu. Tadi Pak ee
Bima menyampaikan ada algorit ada
algorithm bias ya. Algorithm bias ini eh
AI itu belum bisa gitu ya empati gitu ya
belum bisa ee memberikan empati terhadap
kelompok-kelompok yang memang tidak ada
di data tersebut gitu. justru kita yang
sebagai ee penggunanya itu yang harus
menyadari bahwa penggunaan AI ini harus
ee empatik gitu ya terhadap ee
masyarakat. Kemudian yang kedua, data
yang diolah. Tentunya pastikan data yang
diolah itu ee yang digunakan di GNA itu
adalah bukan data sensitif, bukan data
pribadi masyarakat dan instansi dan
data-data yang memang dilindungi
undang-undang, Bapak, Ibu. Jadi ee kita
perlu lagi melihat ee pada SPBE gitu ya,
apa saja kemudian dari
peraturan-peraturan terkait keamanan
informasi mungkin dari BSSN bisa melihat
apa data yang dikecualikan. Kemudian ee
dari Undang-Undang PDP juga data-data
pribadi itu yang bentuknya seperti apa
sehingga tidak menjadi makanannya AI
gitu ya, Bapak, Ibu ya. Makanannya AI ee
sehingga data-data pemerintah tetap
aman. yang terbaik memang adalah
mengimplementasikan AI on premise,
Bapak, Ibu. Jadi, menginstal eh apanya
ya? Mesin AI-nya, otak AI-nya di server
kita, gitu. Namun jika memang ee
anggarannya belum ada gitu ya, kita
tetap bisa menggunakan GNI yang yang
ada. Namun juga memperhatikan data yang
kita upload gitu ya, Excel yang kita
upload gitu ya atau PDF yang kita upload
ke eh GNI. Kemudian yang ketiga eh
triangulasi hasil ya, Bapak, Ibu. Jadi
setelah kita melakukan kita nge-prom
gitu ya, kita menyampaikan apa yang kita
butuhkan di AI tentunya kita tetap harus
melakukan validasi lagi gitu ya dengan
fakta, dengan kebijakan, pedoman gitu
data atau bahkan sumber akademik jika
ada gitu Bapak Ibu. Jadi jangan sampai
ee kita menalan mentah-mentah gitu apa
yang disampaikan GNAI ya gitu.
Eh, mungkin dulu kasusnya ya, Bapak,
Ibu. Kasus-kasus open AI waktu awal itu
saat saat kita meminta ee buatkan suatu
misalkan suatu gagasan pokok gitu ya,
dilengkapi dengan sumber. Nah, sumbernya
itu dibuat-buat seperti itu Bapak, Ibu
ya. Untuk sitasinya itu dibuat-buat
padahal sitasi itu ee tidak ada gitu
penelitiannya. Nah, ini hal-hal yang
memang harus kita hindari. Jadi memang
ee AI itu adalah tools untuk
meningkatkan produktivitas gitu ya,
bukan untuk ee apa ya, shortcut gitu ya.
Untuk shortcut ee menghasilkan ee
kebijakan yang memang kita sendiri
enggak tahu gitu ya kebijakannya apa.
Kemudian yang terakhir, yang keempat
tentunya meningkatkan kompetensi
penggunaan AI itu sendiri. Jadi kita ee
perlu Bapak Ibu untuk mengetahui
bagaimana sih ee etiknya gitu ya
menggunakan AI. Kemudian bagaimana ee
membuat prom yang berkualitas gitu ya,
memberikan ee instruksi yang berkualitas
dan juga bagaimana ee AI ini juga ee apa
ya menjadi ee asisten kita gitu ya
memang bukan menjadi pengganti kita gitu
ya kan Bapak Ibu juga kan tidak mau ya
digantikan oleh AI. Maka dari itu kita
yang harus dalam tanda kutip ya
menguasai AI gitu ya, bukan yang
dikuasain oleh AI seperti itu. Jadi ini
adalah ee empat ee tips gitu ya,
bagaimana untuk ee tetap relevan ee
untuk menggunakan ee Gen AI di tahun
2005 sebagai ASN.
Nah, selanjutnya Bapak Ibu terakhir
mungkin dari saya ee ini ee sedikit ee
tips gitu ya, bagaimana ee cara tetap
relevan gitu secara general. Jadi, tahun
ee yang pertama adalah memahami kondisi
ASN dan masyarakat di berbagai tempat di
Indonesia gitu ya. Bahwa ASN ini perlu
menempatkan prinsip inklusivitas
pelayanan baik pelayanan langsung maupun
digital. Jadi ee tidak semua gitu ya,
tidak semua masyarakat kita ee dapat
menggunakan perangkat teknologi seperti
itu. Contohnya ini ee saya mengambil
pengalaman saya saat saya
mensosialisasikan SPEN Lapor di ee
Banjarmasin seperti itu. Ada sungai
Apung gitu ya, pasar Sungai Apung
seperti itu yang memang masyarakatnya
bagaimana mau megang handphone gitu kan.
Kalau misalkan handphone-nya kecebur
gimana gitu ya. Tapi bagaimana kita bisa
ada apa ya perwakilan di sana gitu ya
yang ee bisa menerima. Contoh ini dalam
kasusnya pengaduan dapat ee menerima dan
dapat meng koleksi gitu ya
pengaduan-pengaduan yang mereka rasakan.
Apa yang mereka rasakan terkait
pelayanan publik, bagaimana mereka
berjualan di sana dan lain-lain.
Ee kita yang harus jemput bola gitu ke
masyarakat. Dan tentunya solusinya tidak
selalu teknologi informasi Bapak Ibu di
ee kompetisi inovasi pelayanan publik
yang ee diselenggarakan oleh Kemenpan RB
juga sudah ee menyatakan gitu ya bahwa
memang inovasi itu tidak hanya tidak
selalu dari bidang teknologi informasi
tapi bagaimana caranya dari tata kelola
kemudian dari bagaimana kita dapat
merangkul ee kelompok rentan seperti itu
ya Bu. Itu yang memang menjadi lebih
relevan di tahun 2025 gitu. kita sudah
mempelajari gitu ya, bagaimana membuat
aplikasi, bagaimana menghadirkan ee apa
namanya pelayanan digital gitu di
gadget, tapi bagaimana saatnya ee hal
tersebut menjadi salah satu tool saja
gitu ya, bukan menjadi tujuannya.
Kemudian yang kedua, kolaborasi lintas
unit kerja, instansi dan sektor. Di sini
saya merasakan apalagi saat ini saya
sedang ee berkuliah Bapak, Ibu. eh saya
sharing gitu ya dengan rekan-rekan yang
memang ternyata 99% satu kelas saya itu
isinya ASN semua gitu ya yang ee dari
berbagai instansi dan saya mendapatkan
banyak insight gitu yang bahkan mungkin
saya juga baru tahu gitu saat itu. Dan
ini yang menjadi ee apa ya poin penting
kita gitu. bagaimana kita tidak bekerja
sendiri, kita tidak terkungkung dalam
tempurung kita sendiri, tapi bagaimana
kita bisa melihat apa yang sudah
instansi lain kejar. Kita replikasi
Bapak Ibu, kita scaling up di tempat
kita gitu. Bagaimana ee inovasi tersebut
dapat dilakukan di tempat kita. Kemudian
peningkatan literasi digital. Nah, di
sini juga tadi Pak Bima juga
menyampaikan poin yang ee sama bahwa
literasi digital ini bukan hanya
penggunaan teknologi saja gitu ya, tapi
bagaimana teknologi tersebut bisa
menjadi solusi gitu dari permasalahan
dan dapat dipertanggungjawabkan gitu.
Jadi bukan hanya oh literasi digital
saya bisa pakai chat GPT gitu ya. Semua
orang juga bisa gitu pakai chat GPT.
Tapi bagaimana kita ee membuat konteks
ee penggunaan generative AI ini menjadi
ee apa namanya? Menjadi solusi gitu di
tempat kita. Dan yang terakhir adalah
lifelong learning gitu. Bagaimana ee
bukan lagi kita banyak-banyakan
ee apa namanya? bukan banyak-banyakan
mencari materi sana, mengikut ikut
seminar sana sini, tapi bagaimana kita
bisa mengikuti ee
perkembangan gitu ya, perkembangan zaman
gitu ya, dengan meningkatkan kompetensi
ASN dengan fokus gitu dengan ee tugas
ASN itu sendiri ee terkait literasi
digitalnya, terkait bagaimana
manajerialnya gitu, sosial kulturan,
kultural terhadap masyarakat dan
tentunya substansi jabatan gitu ya.
Kalau misalkan saya gitu ya di teknologi
informasi peran data komputer ya
substansi jabatan saya saya terus gali
di bagian teknologi informasi gitu dan
tentunya berbeda di tempat Bapak Ibu
sekalian sesuai dengan substansi
jabatannya. Jadi ada empat ya Bapak Ibu
literasi digital, manajerial, sosial
kultural dan substansi jabatannya.
Baik Bapak Ibu, ee ini sedikit dari saya
ee anugerah pegawai teladan bagi saya
saat itu bukan akhir tapi awal yang baik
ya Bapak Ibu untuk membuka cakrala saya
terhadap ee dunia ASN gitu. Dan dari
situ saya menjadi yang terbaik untuk
diri sendiri dan akan menjadi lebih e
bermanfaat lagi bagi instansi saya.
Demikian yang dapat saya sampaikan. Ee
mohon maaf jika ada ee kata-kata yang
kurang berkenan. Saya kembalikan ke Mbak
Stefani.
Ya. Baik, terima kasih Bapak Tomi Putra
Pratama Gunawan Eskom untuk materi yang
telah disampaikan. Tentu saja ini sangat
memotivasi kita. Semangat mudanya
sungguh terasa hingga saat ini. Begitu
ya. Luar biasa sekali. Tentu saja dengan
semangat muda ini, banyak sekali juga
penanya yang sudah menunggu-nunggu sesi
kali ini untuk bertanya kepada pegawai
teladan termuda Kemenpan RB tahun 2021.
Untuk itu silakan Bapak untuk berkenan
menanyakan dan mungkin boleh perkenalan
diri terlebih dahulu. Silakan.
Baik. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi menjelang siang. Ee yang
terhormat Bapak
apa namanya? Bapak Ton Putra Pratama
Gunawan. Selamat untuk bisa menikmati
dan untuk ee meraih ee pegawai teladan
termuda, Mas. Kemudian yang kedua saya
kenal sama ee Ibu Stefani yang selama
ini memandu acara bisa terlaksana dengan
baik.
Baik, ada beberapa hal yang termotivasi
bagi kami sebagai ASN khususnya ee kami
dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
Kabupaten Banyuwangi
ya bernama ee Bapak Shihin. Ada beberapa
hal yang perlu kami tanyakan. Yang
pertama adalah ee terkait dari bagaimana
kita sebagai pelayan masyarakat ee
kebetulan kami juga ASN ee bagaimana
kita bisa memfasilitasi dalam rangka
pelayanan yang terbaik kepada
masyarakat.
Seperti kita akui bersama bahwa
masyarakat air-air ini kan mungkin
membutuhkan ya apalagi ada
kemajuan-kemajuan yang disebut ee adalah
ee EI. Itu yang pertama. Kemudian yang
kedua, bagaimana mengembangkan pelayanan
terhadap masyarakat ini semakin ee
semakin cepat dan efektif sehingga apa
yang menjadi harapan dari masyarakat ee
pelayan kita sebagai ASN itu bisa
maksimal. Kemudian bagaimana memotivasi
kita sebagai pelayan ini supaya kita
melayani masyarakat itu dengan
pengabdian
sesuai dengan judulnya ee Korp bersatu
dalam pengabdian berpadu dalam
pelayanan. Ya, judulnya aja juga
sangat-sangat mulia menurut kami
sehingga kami juga harus bisa
memaksimalkan ee melayani kepada
masyarakat yang air-air ini sangat
membutuhkan. Ee yang terakhir adalah
bagaimana menangani konflik
dalam pelayanan. Kadang-kadang kan yang
namanya masyarakat itu maunya ee supaya
dilayani dengan maksimal. Ternyata apa
yang diharapkan oleh masyarakat itu
tidak sesuai dengan harapan masyarakat.
Terima kasih, Mas. Mas Toni.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Baik. Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih untuk
pertanyaannya Bapak Shihin. Silakan
untuk Bapak Tomi berkenan untuk
menanggapi.
Baik. Eh kalau saya tangkap ada empat
pertanyaan ya, Pak ya. terkait ee yang
pertama adalah bagaimana ee kita dapat
memfasilitasi masyarakat ya dengan
adanya AI. Nah, ee AI ini ee bisa kita
manfaatkan Pak gitu ya dalam dalam
berbagai sisi gitu ya dari secara
internal gitu. secara internal kita
tentunya tadi kita bisa memanfaatkan
data-data ee pengaduan gitu ya, data SKM
dan lain-lain gitu ya, serta ee
kebijakan-kebijakan kita yang sudah kita
selenggarakan sebelumnya gitu ya dalam
bentuk produk ee kebijakan gitu. produk
kebijakan seperti peraturan bupati gitu
ya, peraturan dan peraturan-peraturan
lainnya kita bisa input kei kan kalau
misalkan ee undang-undang itu kan
sifatnya atau ya undang-undang kebijakan
itu kan sifatnya umum ya, publik itu
bisa itu boleh gitu ya dimasukkan ke
dalam GNAI gitu ya karena memang bisa
dibaca publik dan kita nanti bisa
bandingkan gitu ya dengan hasil ee data
pengaduan data SKM yang kita sudah ee
apa kita sudah kita dapatkan. kita bisa
lihat gap-nya gitu ya, Pak ya, dengan
kebijakan yang kita punya, kemudian ee
dengan data yang memang dirasakan oleh
masyarakat seperti apa gitu. Kita bisa
menggali ee gap mana yang masih ee
kurang sehingga kita bisa memperbaiki ee
kebijakan seperti itu, gitu. Kemudian
dari sisi eksternalnya gitu ya, Ei ini
bisa dimanfaatkan memang meskipun ee
masih belum apa ya, masih belum murah
mungkin seperti itu Bapak, Ibu ya. kita
bisa manfaatkan untuk chatbot seperti
itu. Jadinya nanti masyarakat kita juga
terbantu gitu ya, kita juga terbantu
dengan ee dengan adanya hal tersebut
sehingga nanti masyarakat bisa ee
menanyakan gitu ya ke chatbot ee dengan
knowledge yang memang atau dengan ilmu
yang memang sudah kita tanamkan gitu di
AI tersebut. Nah, tentunya dengan ee
pengawasan juga ya dari kita. Kemudian
bagaimana caranya ee melakukan pelayanan
yang cepat dan efektif ya seperti itu
ya. Menurut saya kuncinya di data sih,
Pak ya. Lagi-lagi di data gitu ya.
Kadang pelayanan yang ee kurang efektif
ini adalah ee salah satunya
sumbangsihnya itu dari datanya sendiri
yang belum terintegrasi gitu. Jadi ee
integrasi data gitu ya antar antar dinas
ee saya rasa ee menjadi penting gitu ya.
Saya yakin sih kalau di Banyuwangi ya,
di Banyuwangi ee sudah eh datanya sudah
sangat sangat baik gitu ya, sudah sangat
baik dengan ee capaian SPBE yang baik.
Ee namun tidak hanya berhenti sampai ee
indeks gitu ya, namun juga dimanfaatkan
gitu data-datanya benar-benar
dimanfaatkan untuk ee perbaikan
pelayanan seperti itu. Di mana sih tadi
ee titik-titik masyarakat ee merasa
layanan tersebut kurang efektif gitu.
kita harus mengidentifikasi dulu gitu
layanan mana yang memang tidak efektif,
tahapan mana yang tidak efektifnya
seperti itu melalui ee data-data ee
pengaduan, data-data SKM yang dibantu
olahannya dengan II seperti itu, Pak.
Kemudian motivasi sebagai pelayan publik
mungkin kita perlu kembali lagi ya, Pak
ee ke motivasi kita gitu ya, saat
diangkat. Kemudian juga kita bisa
melihat juga saat kita ee dilantik gitu
ya dengan ee jabatan kita saat ini. Nah,
hal-hal tersebut yang memang perlu kita
ee recall kembali, kita ulang kembali ya
di dalam pikiran kita ya, Pak, bahwa
memang kita melayani ee untuk masyarakat
bahwa memang ee gaji yang kita terima
ini adalah memang ee dari hasil pajak
rakyat gitu ya, Pak. pajak-pajak
masyarakat yang memang ee harus kita
gunakan secara bertanggung jawab dalam
ee bentuk ya kita bagaimana kita bekerja
sebagai ASN seperti itu mungkin, Pak.
Kalau motivasi saya sendiri seperti itu.
Bahwa ee terutama istri saya pegawai
swasta gitu ya ee bayar pajak gitu ya
tentunya saya tidak mau gitu ya ee apa
yang dirasakan istri saya gitu sebagai
masyarakat sehari-hari tidak tercermin
gitu dari saya sendiri minimal dari diri
kita sendiri seperti itu, Pak. Kemudian
bagaimana gitu ya menangani konflik
dalam pelayanan. Nah, ee Pak kita bisa
ee apa ya berpatokan gitu ya, berpedoman
pada standar pelayanan. Maka dari itu
mengapa dari Kementerian PAN RB
khususnya di deputi Bidang Payanan
Publik sangat ee apa ya? sangat ee
mendorong instansi untuk ee memiliki
standar pelayanan dan juga ee
mengimplementasikan standar pelayanan
tersebut ya dan mengimplementasi dan
memperbaharui standar pelayanan sehingga
ee konflik-konflik dalam pelayanan ini
bisa teratasi gitu ya. Dilihat dari
misalkan biasanya mungkin dari konflik
yang dirasakan adalah dari durasi atau
waktu gitu ya. Nah, kita bisa atur gitu
ya standar pelayanan ee durasinya sesuai
dengan memang kemampuan penyelenggara
seperti itu dan memang sesuai dengan
amanat ee kebijakan. Dari situ
konflik-konflik yang memang dirasakan
oleh masyarakat kita kita pertemukan
gitu dengan standar pelayanan gitu.
Kemudian misalkan ada ee terkait
prosedur gitu masyarakat yang memang
sebenarnya memang kadang-kadang juga
masyarakat yang belum mengetahui
bagaimana prosedur yang harus ditempuh
sehingga terjadi konflik. Nah, itu juga
bisa diatasi melalui ee standar
pelayanan seperti itu, Pak. Gitu. Dari
poin misalkan ee pelayanan A gitu ya,
ada tujuh ee ee tahapan ya. kita
sampaikan keetujuh-tujuhnya seperti itu
kepada masyarakat dan kemudian
dibandingkan dan jika memang terdapat
apa terdapat ketidak ee apa ya samaan
seperti itu nanti bisa diperbaharui ya
standar pelayanannya gitu dalam forum
konsultasi publik yang memang ee standar
pelayanan ini minimal kan 2 tahun sekali
ya ee harus di-update seperti itu Bapak.
Mungkin demikian ee jawaban sementara
dari saya Pak. Terima kasih Mas Tomi.
Baik, terima kasih untuk Bapak Tomi dan
juga Bapak Solihin untuk pertanyaan dan
juga tanggapannya. Semoga cukup menjawab
begitu ya, Bapak.
Baik, selanjutnya karena begitu banyak
sekali antusias dari peserta, kita akan
pilih kembali begitu ya. Satu penanya
lagi.
Silakan
untuk dapat bergabung bersama kami.
Baik ya. Selamat pagi.
Baik, selamat pagi untuk penanya.
Selamat pagi. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Silakan Bapak untuk berken
memperkenalkan diri dan juga
menyampaikan pertanyaan kepada
narasumber.
Saya Joko Kusmar Henoto
eh PNS ASN di UPT Belk Singosari.
Saya appreciationing luar biasa tadi ee
pemateri ini ini kalau dengan saya jarak
masa kerjanya jauh banget
karena saya pada
PNS ini tinggal 1 hari.
Setelah itu masa punah tugas ini
mengikuti yang terakhir sebagai PNS ini
selama ini saya ngikuti. Ee menariknya
begini.
Luar biasa. Apa yang disampaikan tadi
telah dipraktikkan tentunya ya
dipraktikkan sebagai peraih teladan itu
luar biasa. Yang ingin saya tanyakan
bahwa
bagaimana kita menghadapi situasi yang
berbeda di kantor yang berbeda dengan
karakter pimpinan yang berbeda.
Karena
pimpinan itu selama ini saya mengamati
memiliki dua pasal pas
aturannya. Dua pasal. Pasal 1 pimpinan
tidak pernah salah. Pasal 2 kalau salah
kembali pada pasal 1. Itu aja.
Kadang-kadang kita punya pendapat, punya
kreasi, inovasi, itu belum tentu bisa
diterima dengan baik gitu.
Sehingga ya sudahlah daripada tinggin
masalah wis manut waah gitu kan. Di mana
saja kita ikut aja
ngestakan dawuh. Itulah bahasanya kan
gitu sehingga kurang berkembang saya
pikir ini
saya termasuk yang sudah mengalami hal
yang ketika kita sampaikan itu tidak pas
gitu ya. Ya. Pahit getirnya sebagai PNS
sudah kita rasakan dengan masa kerja
saya 39 tahun 10 bulan, Mas. Sudah ini
sudah dari tahun '86 mungkin ketika
panjenengan tadi sampaikan dari tahun
berapa ya? 2006 ya Mas.
saya 2019, Pak. 2019.
Semoga saya doakan ee terus meningkat
karirnya. Diharapkan ada banyak lagi
SN-SN yang bisa seperti panjenengan itu,
gitu. Berkarya saya tetap berkarya di
masa purna. Semangat tetap membara,
takkan sirna oleh waktu dan ee usia
gitu. Semangat saya begitu. Tetapi saya
presensi positif. Pertanyaan saya itu
tadi, Mas. Bagaimana cara kiat-kiat
panjenengan yang bisa kita tolarkan bila
menghadapi situasi di mana pimpinan itu
agak susah diberi masukan?
Apakah kita yesmen saja atau dengan
cara-cara yang trik yang menarik tetapi
pesan tersampaikan? Monggo, Pak. Itu aja
pertanyaan saya. Makasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Wah, tinggal satu hari lagi nih sebagai
ASN begitu ya, Bapak. Luar biasa sekali
dedikasinya. Silakan untuk Bapak Tomi
berkenan menanggap.
Baik, terima kasih ee Pak Joko atas
pertanyaannya. Saya juga mengucapkan
selamat mungkin ya, Pak ya. Selamat ee
Bapak sudah ee menjalani gitu ya masa
ee bekerja yang sungguh begitu lama y
Pak dibandingkan saya baru 6 tahun gitu
ya, Pak. Dibagi setengahnya pun belum
ya, Pak. Gitu ya. Belum sampai gitu.
Namun saya mengucapkan selamat atas ee
capaian Bapak juga ya selama ini gitu.
Nah, untuk pertanyaan Bapak juga ee
bagaimana menghadapi pimpinan yang
berbeda seperti itu. Nah, mungkin sesuai
dengan pengalaman saya yang mungkin ee
pergantian pimpinan saya tentunya
mungkin belum sebanyak yang Bapak alami
gitu ya hingga hari ini. Namun ada
beberapa hal yang memang ee
menjadi pengalaman saya gitu ya,
bagaimana berkomunikasi dengan pimpinan.
Karena memang, Pak, untuk menyampaikan
ide ini juga e kalau saya baca-baca gitu
ya, Pak, memang ada
caranya sendiri gitu ya, ada ilmunya
sendiri gitu ya, bagaimana kita dapat
mengemukakan ide gitu ya, mulai dari
bagaimana suasananya gitu, kemudian
bagaimana timingnya, bagaimana
urgensinya dan lain-lain gitu. Nah, ee
mungkin yang pernah saya alami gitu
hingga hari ini adalah bagaimana saya
gitu ya dapat memproyeksikan
ee ide saya gitu ya ke depannya seperti
apa gitu. Jadi bukan hanya ee
menyampaikan bagaimananya gitu ya ee ide
tersebut dilakukan, tapi nanti apa gitu
outcome yang bisa didapatkan gitu ya.
Jadi bisa juga memberikan seperti apa ya
capaian-capaian kecil gitu ya. Apa yang
akan kita capai gitu dari ide tersebut
kecilkecilnya gitu. Dengan tergambar
kecil-kecil
ee dulu ya pimpinan saya bisa lebih
mudah untuk ee mencerna dan bagaimana
untuk membayangkan ide saya ini
sebenarnya ee baik atau enggak gitu.
Kemudian juga memang dari kelapangan
hati kita juga ya, Pak ya, sebagai e
terutama mungkin sebagai saya saya
sebagai staf ya tentu menerima bagaimana
ee masukan dari pimpinan bahwa memang
mungkin ide saya ee belum sampai gitu,
belum sampai pada e dan memang ee
kapasitasnya memang masih belum gitu
seperti itu. Jadi ada ada dua ya, Pak
ya. Bagaimana kita cara memproyeksikan
ee capaian kita gitu ya. misalkan dalam
misalkan proyek pengembangan aplikasi
gitu ya, bagaimana sih aplikasi ini kita
bisa tampilkan dulu kurang lebih
bagaimana aplikasinya akan dibuat gitu
nanti penggunanya siapa gitu, kemudian
fiturnya apa saja dan lain-lain. Jadi
dijelaskan
ee sedetail mungkin namun juga dapat
memproyeksikan apa yang akan diperoleh
gitu ya ee di masa mendatang seperti
itu. mungkin ee pengalaman saya seperti
itu, Pak.
Oke, terima kasih Mas, atas
penjelasannya. Semoga bisa diikuti oleh
semua ASN di Indonesia ini. Ee saya juga
mengucapkan terima kasih kepada
penyelenggara
ee webinar ini karena ini adalah webinar
yang mungkin terakhir saya ikuti ya.
Selanjutnya saya akan masuk kelompok
pangsiunan.
Demikian pada terutama Pak Pak Bapak
Ramlianto yang senantiasa hadir ada awal
acara juga pada seluruh penyelenggara
mohon maaf lahir batin pada semuanya
terus berkarya untuk Indonesia tercinta.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Bapak Joko ya
dan terima kasih juga Bapak Tomi untuk
tanggapannya. Begitu karena kami di sini
mengintip dan melihat masih banyak
sekali antusias dari peserta yang ingin
juga berkomunikasi secara langsung
dengan Bapak Tommy ini. Luar biasa
pegawai teladan termuda Kemenpan RB
tahun 2025. Kita buka satu pertanyaan
lagi. Silakan bergabung bersama kami.
Baik, selamat pagi.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Silakan Ibu berkenan
memperkenalkan diri dan juga
menyampaikan pertanyaan.
Terima kasih kakak atas waktunya. Eh,
Pak Tomi, saya Nenek Mardi dari Lages
Maas Dinas Kesehatan Bojonegoro Jawa
Timur.
Yang pertama
kongrat buat Pak Tomi sebagai pegawai
teladan termuda. Ini yang luar biasa
buat Pak Ramli dan BPSDM yang beserta
tim yang selalu menghadirkan tokoh-tokoh
yang bisa memotivasi kami setiap waktu
di daerah. Bapak tentunya kami kan tidak
setiap saat ee kita itu selalu
fluktuasi. Kadang semangatnya muncul,
kadang tiba-tiba down. Tapi dengan
adanya tokoh-tokoh yang hadir ini,
terutama tema hari ini, Bapak ee ada
beberapa ada satu hal yang ingin kami
tanyakan dalam pelayanan publik di era
digital ini. Sebagai ASN tentunya tidak
pandang dari segi apapun itu kami harus
siap beradaptasi, bertransformasi.
Ee kemudian seperti yang Bapak Tomi
sampaikan tadi, kita harus selalu
menjadi kelas yang kosong, Pak, untuk
dapat mengadopsi hal-hal yang baru dalam
rangka peningkatan kompetensi digital.
Kemudian dalam pelayanan juga harus
profesional di era disrupsi teknologi
informasi. Nah, ini Pak untuk
tahapan-tahapan di atas trik-trik apa
ya, Pak? ya karena kami juga tentunya
kendalanya kami baik intern ekstern ya
dari diri pribadi yang kita gaptek
mendekati purna itu bukan enggak enggak
bisa jadi alasan kita harus tetap
mengikuti era sekarang kemudian dari ee
instansi seperti yang disampaikan Bapak
tadi juga dari segi pimpinan dan lain
sebagainya namun kami ingin fokus Pak
fokus pada tujuannya trik-trik apa ya
Pak agar ini kita mendapatkan ee outcome
yang bagus juga relevan setiap waktu
sehingga kami dapat continue approve
atau berkelanjutan. Mohon arahannya.
Terima kasih. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Baik, terima kasih Ibu untuk
pertanyaannya. Silakan Bapak Tomy
ya. Terima kasih ee Ibu atas
pertanyaannya. Makin sini pertanyaannya
makin susah ya Bu ya.
Iya. ee mungkin ee dengan pengalaman
saya mungkin yang terbatas juga ya Bu.
Mungkin ada beberapa hal yang ee sedikit
dari pengalaman gitu ya. melihat
bagaimana
di
apa namanya di daerah gitu. Kalau
misalkan saya ke daerah gitu melihat
bagaimana ee penggunaan teknologi yang
memang masih ee apa ya mengikuti ya
seperti itu ya belum menjadi belum
menjadi ee keseharian dan lain-lain juga
memang di Indonesia ini sangat beragam
ya Bu ya gitu ya dari Sabang sampai
Merauk kemampuan literasi digital gitu
ya ee tidak hanya melihat apa ya tidak
hanya melihat tempat tapi bahkan ee beda
umur gitu ya mungkin di seumuran saya
juga mungkin di di daerah yang mungkin
mungkin ee teknologinya masih kurang
juga mungkin belum bisa menggunakan
teknologi seperti saya gitu ya. Dan itu
ee tidak apa-apa gitu ya. Nah, namun
kiat-kiatnya gitu ya mungkin sebagai ee
sebagai ASN yang mungkin sudah lebih
senior ya dari saya mungkin Bu tetap
melihat apa ya tren gitu ya melihat tren
ee di ee sekitar kita ya gitu ya.
Mungkin paling ee mudah melihat di
sektor swasta gitu ya. apa yang bisa
mereka sudah capai saat ini gitu ya. Ee
bagaimana kita bisa ATM gitu ya, bisa
amati, tiru dan modifikasi gitu.
Kemudian juga ee bisa berkolaborasi ya
gitu Bu dengan dengan teman-teman yang
memang ee masih junior junior ya seperti
saya ya Bu itu bagaimana ee
kami gitu ya, kami-kami bisa dilibatkan
gitu ya dalam dalam ee pengambilan
keputusan seperti itu. Bagaimana ee
ya apalagi Bu ya yang lebih muda dari
saya gitu ya. Usia teman-teman yang
20-an pasti mereka lebih canggih lagi
dari saya gitu ya. ee
perangkat-perangkat yang digunakan gitu
ya, tools-tols yang digunakan lebih
beragam lagi. Jadi mungkin jangan ragu
untuk ee melibatkan kami gitu ya Bu ya.
Jangan ragu untuk melibatkan kami ee
dalam ee perumusan-perumusan kebijakan
seperti itu, Bu. Kemudian juga ee
jangan memperhatikan teknologi dulu ya,
Bu ya. Gitu. Jangan lihat teknologinya
dulu, gitu. Tapi apa yang apa yang ingin
dicapai gitu ya oleh ee kita gitu ya
melihat dengan kondisi masyarakat gitu.
Kita rumuskan dulu ee secara manual gitu
kemudian nanti kita ee bandingkan gitu
dengan teknologi yang sudah ada saat ini
ee seperti apa gitu misalkan ee
teknologi untuk misalkan pendaftaran
gitu. pendaftaran. Oh, saat ini ternyata
sudah ada face recognition gitu misalkan
seperti itu. Itu nanti bisa menjadi ee
bahan apa ya bahan kajian gitu di tempat
ee Ibu. Mungkin itu ya Bu ee dari saya
gitu. Ee intinya adalah jangan melihat
teknologinya dulu gitu ya. Jangan
melihat teknologinya dulu. Ee kemudian
juga bisa melibatkan ee rekan-rekan muda
gitu ya Bu untuk ee bisa berkontribusi
seperti itu gitu. Jadi jangan jangan ee
takut gitu seperti itu Bu. Mungkin
sedikit yang bisa saya sampaikan.
Ada ada tiga item ya Bapak ya yang
dicapai saat ini dari sektor swasta. Apa
yang bisa kita adopsi dan kita terapkan
tentunya dengan berkolaborasi sebagai
tim efektif, tim-tim kami yang fresh
yang masih muda untuk kami bisa
mengambil keputusan dan kebijakan dan
merumuskan yang manual dulu untuk baru
kita bandingkan dengan teknologi. Terima
kasih Bapak atas arahannya. Terima
kasih,
Kakak. Matur nuwun ngiami.
Nuwun terima kasih Ibu cukup menjawab
ya. Saya lihat sudah langsung dirangkum
begitu jawaban dari Pak Tomi. Semoga
membantu. Begitu ya. Baik terima kasih
Bapak Tommy Putra Pratama Gunawan Eskom
telah berkenan memberikan materi yang
begitu sangat membangun, memacu motivasi
terutama untuk ASN terus bertumbuh
begitu ya, terus memberikan terbaik
pelayanan untuk masyarakat. Terima kasih
sekali lagi Bapak. sehat selalu,
semangat selalu dalam bertugas dan
pastinya menyelesaikan studi tadi ya
untuk
magisternya kami doakan selalu. Terima
kasih pegawai teladan termuda Kemenpan
RB tahun 2021 dan tentunya sobat ASN
dari ketiga penyany tadi juga akan
mendapatkan merchandise spesial dari
BPSDM Jawa Timur. Jadi jangan lewatkan
ada satu lagi narasumber yang nanti bisa
kita nantikan bisa siapkan pertanyaannya
nanti kita akan tanyakan kepada
narasumber kita selanjutnya. Dan juga
kami remind kembali bagi yang mungkin
belum
meregister diri sendiri begitu ya dalam
semesta Bangkom silakan untuk register
yourself begitu dan sesaat lagi kita
akan bertemu di segmen selanjutnya
dengan narasumber yang berbeda. ya
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Marah kami junjung teguhkan diri
dan jadikan pedoman serta kekuatan.
Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan
tugas ke bangga negeri
melayani bangsa dengan akuntabilitas
tinggi.
Hong
kami di sini sukses dengan hati
tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Layani bangsa loyal tanpa batasannya
dan berkolaborasi
bergandeng tangan satu tujuan
menjadikan ASN lebih berakhlak
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami melayani
bangsa
Kami dari sini tugas dengan hati.
Tujukan kompetensi dalam harmoni.
Melayani bangsa loyal tanpa batasannya
adaptif dan berkolaborasi.
Bergandeng tangan satu tujuan untuk
menjadikan AS lebih beragung.
mengerdas penuh hati tulus membantu
sesama dengan kami melayani
dengan kami melayani
dengan bang kami melayani
bangsa
zaman yang terus bergerak.
Sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi.
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia emas.
ASM
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia
tekad pantang menyerah
jadi ASN getar berkualitas
belajar wujudkan
pemerintahan
selaku dunia
tekat pantang menyerah
jadi
berkualit
bersama membangun asa
menuju cipta yang mulia
kami hadir Kami berkarya untuk Jawa
Timur yang berjaya.
Langkah pasti menitipiti zaman
dengan semangat pembaruan.
Ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal masa depan.
PPS Temen Jatim Pusat unggulan.
Tempat lahirnya insan berkualitas.
Mencetak STM kompetensi
tangguh cerdas tangguh inovasi
bersatu dalam visi yang terang menjawab
tantangan jangan gemilang
PPSDM Jawa Timur Center of Sensilang
bersama membangun asa
menuju cita yang mulia.
Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa
Timur yang berjaya.
Langkah pasti mengiti zaman
dengan semangat pembaruan,
ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal masa depan.
BPSM Jatim pusat unggulan
tempat lahirnya insan berkualitas.
Mencet STM berkompetensi.
Tangguh cerdas penuh inovasi
bersatu dalam visi yang terang menjawab
tantangan dan jangan gemilang.
BPSDN Jawa Timur Center of Sans masa
depan gemilang L
Terima kasih masih setia untuk
membersamai kami dalam webinar ASN
Belajar seri ke-46. Tentu saja yang kita
tunggu-tunggu bersama, kita akan segera
bertemu dengan narasumber yakni
narasumber terakhir kita. Beliau adalah
ketua forum Sekda seluruh Indonesia yang
saat ini beliau menjabat sebagai Sekda
Provinsi Kalimantan Timur dan beliau
adalah Dranda Sri Wahyuni, MPP.
Baik, selamat siang Ibu Sri Wahyuni.
Baik, mohon izin kami menyapa kembali.
Selamat siang, Ibu Sri Wahyuni.
Eh, mohon izin, mohon maaf untuk suara
belum terdengar, Ibu.
Baik tentunya sobat ASN tadi kita sudah
mengikuti bersama tentunya rangkaian dan
juga pastinya kita sudah mendengar
materi-materi dari kedua dua narasumber
sebelumnya. Hal ini sangat menarik
karena tadi kita sudah sempat melihat
bagaimana seorang ASN ini harus bekerja
dengan hati, penuh juga dengan empati
dan juga kita mendapatkan motivasi juga
bahwa menjadi ASN ini adalah sebuah
pengabdian yang mana nanti setelah ini
kita juga akan bersama mendengarkan
begitu dari Ketua Forum Sekda seluruh
Indonesia bagaimana terkait dedikasi
beliau sebagai sekretaris daerah dan
pastinya ini merupakan role model untuk
ASN di seluruh Indonesia. kita akan
segera berbincang nantinya. Dan jangan
lupa juga siapkan pertanyaan terbaik
Anda, Sobat ASN karena nantinya pasti
kita juga akan membuka sesi Q&A dan
sangat menarik kita juga mendapatkan
merchandise dari BPSDM Provinsi Jawa
Timur. Baik, kami menyapa kembali Ibu
Sri Wahyuni. Apakah telah bergabung
bersama kami dan audio dapat terdengar
dengan jelas?
Baik, sepertinya belum terdengar. Mohon
izin, Ibu.
video tutorial video tutorial
saja untuk registrasi kami remind
kembali bagi para peserta sobat ASN yang
belum untuk meregis silakan saja untuk
register yourself tentu saja dengan
tutorial berikut ini.
Selamat siang.
Oke,
ya. Baik. Oke, kita akan mengundang
kembali Dr. Sriwahyuni, MPP. Selamat
siang, Ibu.
Selamat siang, Mbak Stefani.
Langsung terlihat cantiknya ini
siang-siang.
Terima kasih Ibu telah berkenan untuk
bergabung. Berkenan juga nanti akan
berbagi materi dan ilmu kepada sobat ASN
di mana pun mereka berada. Begitu, Ibu.
Silakan Ketua Forum Sekda Seluruh
Indonesia hari ini akan menyampaikan
materi untuk Anda. Silakan, Ibu.
Baik, terima kasih Mbak Stefani.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Pertama-tama
saya mengucapkan selamat kepada BPSDM ee
Jawa Timur yang telah ee
menyelenggarakan ASN Belajar seri 46
tahun 2025 ini. Dan di seri 46 ini ee
kami berkesempatan untuk sharing. Baik,
Bapak, Ibu, teman-teman semua. Ee tadi
mungkin sudah ee banyak disampaikan
terkait dengan bagaimana peran ASN,
bagaimana ASN itu ee bekerja di dalam
birokrasi. Nah, saya ingin menggambarkan
memberikan gambaran umum saja yang
sebenarnya kita sudah berada di
dalamnya. Ada empat ee bagian yang ingin
saya sampaikan. Yang pertama tentang
birokrasi, peran ASN dan birokrasi. Apa
sih yang jadi keinginan ASN dan apa
keinginan masyarakat terhadap ASN. Lalu,
bagaimana kita mewujudkan ee
profesionalisme ee ASN. Nah, bicara
tentang birokrasi kita yang sudah berada
di dalamnya tentu ee tidak asing dengan
situasi ini. Bahwa birokrasi itu adalah
sebuah sistem manajemen terstruktur. Di
dalamnya ada struktur organisasi, ada
spesialisasi kerja, aturan prosedur,
fasilitas pendukung, kepemimpinan dan
visi, misi, dan tujuan. Yang memang
bergeser sekarang adalah bahwa struktur
itu tidak lagi dominan karena sekarang
ASN juga diberikan ruang yang luas untuk
menjadi pejabat fungsional. Jadi, ada
yang namanya tim kerja, tim efektif, ee
tidak lagi seorang mengejar karir di
jabatan ee tidak hanya di jabatan
struktural. Nah, ada empat hal yang
menentukan kualitas birokrasi. Yang
pertama adalah SDM, sistem regulasi,
kepemimpinan dan organisasi. Nah, dari
berbagai sumber, empat faktor kualitas
birokrasi yang paling menentukan adalah
SDM yang profesional dan berintegritas.
Jadi, Bapak, Ibu, teman-teman kita
sebagai ASN inilah yang menjadi pemegang
kendali ee bagaimana kualitas birokrasi
ini bisa ee berjalan dengan baik. Nah,
mengapa ee perlu profesionalisme dan
integritas dari SDM? Yang pertama,
kebijakan struktur dan sistem itu tidak
bisa berjalan dengan baik kalau tidak
dijalankan oleh orang yang kompeten,
kebijakannya bagus, strukturnya bagus,
tetapi dalam implementasinya di tangan
orang-orang yang tidak kompeten, maka
ini juga tidak efektif. Kemudian
integritas. Nah, ini menentukan bersih
atau tidaknya ee birokrasi. Lalu
pelayanan publik ini ditentukan oleh
perilaku dan kualitas individu. ASN yang
menyampaikan ee yang menjadikan ee tugas
tanggung jawabnya itu sebagai ee bagian
dari ee dirinya tentu dia akan
memberikan dengan pelayan publik dengan
ramah. Kemudian juga pengambilan
keputusan yang tepat itu bergantung pada
kemampuan teknis dan etika pembuatnya.
Nah, di sini betapa ee peran dari ASN
itu menjadi sangat penting dalam sebuah
birokrasi. Nah, tentu untuk meningkatkan
kualitas birokrasi ada banyak hal yang
bisa dilakukan yang juga tentu sudah
dilakukan oleh e daerah-daerah ee di
antaranya memperkuat SDM ASN. Ee SDM ASN
itu harus profesional, kompeten,
berintegritas. ee bagaimana kemudian
struktur dan prosedur birokrasi itu
disederhanakan, membangun eh digital dan
data driven and government, kemudian
budaya organisasi yang berbasis layanan
publik, memperkuat kepemimpinan sistem
merit, transparansi pengawasan,
akuntabilitas, dan juga mengoptimalkan
peran pemenda dan desentralisasi yang
sehat. Nah, ee ini adalah aspek-aspek
yang akan menciptakan birokrasi yang ee
berkualitas. Mbak STI, Bapak, Ibu
sekalian, saya mohon maaf agak ee cepat
menyampaikan ini karena setelah ini saya
harus menghadiri rapat lagi. Tapi saya
coba siapkan waktu untuk mungkin ada
satu ada dua pertanyaan.
Nah, Bapak Ibu tentang birokrasi, mari
kita lihat bagaimana birokrasi yang
dekat saja negara-negara tetangga kita.
Bagaimana Indonesia dengan negara
tetangga yang ada ini. Kalau kita lihat
Bapak, Ibu, Singapura itu tertinggi dia
government effectiven itu eh 2,32.
Kemudian juga ee peringkat korupsinya
dia tuh 84 dari 100. Kemudian dari
government-nya government digitalnya itu
0,9. Nah, setelah Singapura ada eh
Malaysia, kemudian Vietnam. Nah,
Indonesia ini poinnya government
effectiveness itu 0,58.
Kemudian kita masih di atas eh Vietnam
ya, tapi di bawah Malaysia. Nah, hanya
di korupsi indeknya kita 37 kita di
bawah Vietnam. Kemudian tentang
pemerintahan digitalnya kita masih
urutan ee lima besar. Nah, ini tentu ee
kita semua berkontribusi untuk
menjadikan ee government di Indonesia
seperti ini. Tapi tentu kita ingin
meningkatkan daya saing Indonesia ee
lewat ee birokrasi yang lebih
berkualitas. Nah, kalau kita lihat juga
ini sumber dari Kemenpan RB dari tahun
2018 sampai 2024
indeks ee sistem pemerintahan berbasis
elektronik atau SPBE ini terus
meningkat. Kalau 2018 masih di bawah 2,
sekarang 2024 ini sudah 3,12.
Nah, banyak daerah sudah mungkin
mencapai 4 ee insyaallah ee kaltim juga
tahun ini mungkin mudah-mudahan bisa
mencapai 4,2. Kami melihat kementerian
yang paling tinggi itu 4,8. Nah,
mudah-mudahan daerah yang lain juga
semakin meningkatkan. Tapi ini sebuah ee
pertumbuhan yang baik untuk penerapan
sistem pemerintahan berbasis elektronik.
Kemudian terkait dengan skor e-goverment
ini juga menunjukkan sebuah pertumbuhan
meskipun kita masih harus mengejar
ketertinggalan kita dengan ee negara
lain. Nah, bagaimana dengan birokrasi di
daerah? Nah, ini dari berbagai sumber ee
kita melihat ee kalau di Kemenpang RB
indeks reformasi birokrasi di daerah itu
rata-rata ee meningkat ya dari 59,32
menjadi 69,46.
Jadi ada ee peningkatan. Kalau tadi
SPBE-nya juga tumbuh, ini indeks
reformasi birokrasi juga begitu tumbuh
untuk kabupaten kota. Untuk provinsi ini
juga naik lebih tinggi dari kabupaten
kota dari 69,71 poin menjadi 74,63 poin.
Nah, untuk kementerian lembaga ini lebih
tinggi lagi dari 76,81 menjadi 82,98.
Nah, sedangkan ee kepatuhan tentang
standar pelayangan publik di daerah ada
sebuah ee ee apa namanya? studi di
provinsi tertentu ya. Misalnya ini di
NTT. Studi ini menyatakan bahwa tahun
2020 itu ee sakit dan inovasi
pelayanannya meningkat. Ee namun dalam
survei berikut ditemukan penurunan
tingkat kepatuhan di beberapa aspek
layanan publik. Jadi ini juga masih
menjadi catatan. Kemudian terkait dengan
kasus ee korupsi atau penyalahgunaan
wewenang di salah satu studi di Jawa
Tengah misalnya sistem government di
kabupaten kota itu diklaim bisa membantu
kasus korupsi. ini menunjukkan bahwa
daerah yang sudah mengadopsi
digitalisasi itu lebih transparan dan ee
mampu bisa meningkatkan integritas
birokrasi di daerahnya. Nah, Bapak Ibu
ee kita yang sudah ee bekerja ya
meluangkan ee tenaga, pikiran, waktu
untuk birokrasi. Nah, ini ya peran yang
kita lakukan kita adalah ASN itu
pelaksana kebijakan publik. ASN adalah
pelayan publik. ASN adalah perekat dan
pemersatu bangsa. kita netral dalam ee
pemilu maupun pemilu KAD. Kemudian ASN
itu manajer dan pengelola administrasi
pemerintahan. ASN itu pemberi masukan
dalam perumusan kebijakan. ASN itu
menjaga akuntabilitas dan tata kelola
pemerintahan. Mungkin setiap kita
perannya ada satu atau dua ee dan
mungkin kita semua pernah mengalami
peran ini. Tetapi ini menunjukkan bahwa
ee mulai dari proses hulu perencanaannya
sampai dengan implementasi dan
evaluasinya ASN ee berada di sana. Nah,
Bapak Ibu ee mari kita lihat saya
mencoba dari berbagai sumber apa sih
yang menjadi keinginan ASN?
Mudah-mudahan ini ee apa namanya? Bapak,
Ibu juga memiliki irisan ya terkait
dengan keinginan ini. Yang pertama, ASN
itu tentu menginginkan kepastian karir
dan sistem merit yang adil. Karena itu
kita dukung ee manajemen talenta yang
sekarang ini sedang dibangun. Beberapa
daerah sudah melakukan sudah melakukan
MOU dengan ee BKN dengan manajemen
taleta, maka karir dan sistem merit yang
ada itu bisa terjamin. Kemudian
lingkungan kerja yang bebas tekanan
politik. ASN ingin berinovasi, ingin
bekerja, tapi kalau di bawah tekanan
politik ini semua ee membuat ASN tidak
bisa bekerja dengan nyaman. Nah, yang
ketiga tentu menjadi harapan kita semua
tunjangan kinerja dan kesejahteraan yang
layak ini manusiawi dan ee memang di
daerah di negara-negara lain ee
birokrasinya itu punya salari yang cukup
tinggi sehingga mereka tidak memikirkan
hal-hal yang lain. Kemudian beban kerja
yang proporsional. ada ASN yang harus
bekerja beban kerjanya dengan tunjangan
yang sama, beban kerjanya lebih banyak
dari rekannya. Nah, ini tentu
menimbulkan disparitas. Lalu, pemimpin
yang adil dan supportif. Pemimpin bagi
ASN ini tentu memberikan pengaruh karena
dari pemimpin ee ASN bisa belajar, dari
pemimpin ASN juga bisa menilai.
Lalu digitalisasi yang mempermudah bukan
membebani. Digital leadership ini,
digital government ini sudah menjadi
tanggung jawab kita, sudah menjadi
kewajiban kita. ini menjadi tantangan
tidak ada alasan untuk tidak melakukan
ini. Budaya kerja yang sehat dan
kolaboratif. Tentu ASN ingin bekerja di
lingkungan yang baik, bukan di
lingkungan yang toksik yang ee tidak
memberikan ee apa namanya? dukungan,
tetapi apa namanya ee membuat
merendahkan tidak nyaman begitu ya.
tentu kita tidak ingin ee budaya kerja
yang seperti itu. Nah, tentang
penghargaan dan apresiasi yang layak ee
ini juga hal yang ee layak ya, bahwa ASN
bekerja dengan prestasi yang dihadapkan
tentu mendapat penghargaan. Kami melihat
bahwa banyak daerah yang sudah membuat
ASN award. Ada juga kalau di KATIM kami
bikin ASN of the Year misalnya atau di
sekretar daerah. Kemudian juga banyak
program yang diberikan untuk ASN yang
berprestasi. Kemudian reformasi
birokrasi yang konsisten bukan sekedar
slogan. Nah, ini beberapa harapan ASN
yang ee kami coba rangkum. Nah,
sebaliknya kalau ASN punya harapan
demikian, lalu apa sih yang menjadi
keinginan masyarakat terhadap ASN? Nah,
masyarakat tentu menginginkan pelayanan
yang cepat, mudah, dan tidak berbelit.
ASN yang ramah, sopan, dan mau
mendengar. Karena tentu tidak semua
masyarakat memahami prosedurnya, tahu
bagaimana mekanismenya,
ee kemudian juga punya pandangan yang
berbeda. Kemudian kejujuran dan
integritas profesional dan kompeten,
perlakuan yang adil dan tidak
diskriminatif
karena ee karena ada ee korelasi atau
hubungan keluarga lalu mendahulukan ee
yang tidak antri. Begitu. Kemudian
transparansi dalam layanan proses
administrasi, pemanfaatan teknologi, dan
juga konsistensi dan kepastian layanan.
Nah, Bapak, Ibu, teman-teman semua jika
kita sudah memastikan bahwa ee delapan
keinginan masyarakat ini telah kita
penuhi, maka ee kita menjadi ee ASN yang
ee profesional yang membuat masyarakat
senang. Karena kita bekerja ini memang
untuk masyarakat. kita digaji oleh
negara, oleh daerah dalam rangka
memberikan pelayanan kepada ee
masyarakat. Nah, ada hambatan-hambatan
untuk profesionalisme ASN. Yang pertama
tentu intervensi politik dan budaya
peraturonanase. Biasanya ini per 5 tahun
ketika ada ee Pilkada ini biasanya ee
mulai ada blok-blok. Nah, ini kita
berharap ee kalau ASN netral tentu eh
intervensi politik dan budaya peratonase
ini eh tidak membumi. Kemudian yang
kedua, sistem merit yang belum
konsisten. Nah, itu di harapan ASN
adalah sistem merit yang konsisten, maka
dia menjadi hambatan kalau belum
konsisten. Kemudian, keterbatasan
kompetensi dan keterampilan. Saat ini
ASN minimal 20 jam pelajaran itu harus
dipenuhi. ee perubahan ee regulasi,
kemudian juga perkembangan zaman ini
membuat kita harus terus meningkatkan
kompetensi dan keterampilan. Lalu beban
administrasi yang berat dan tidak
efektif. Nah, ini membuat ee ASN menjadi
tidak produktif. Lalu, budaya kerja yang
tidak mendukung, kepemimpinan yang
lemah, kesejahteraan dan motivasi kerja
yang belum merata, serta kurangnya
pengawasan dan ketegasan sanksi. Ini
delapan hal ini akan menjadi hambatan
untuk mewujudkan ee ASN yang
profesional.
Nah, lalu bagaimana mewujudkan ASN yang
profesional ee dengan memperkuat sistem
merit dan transparansi, kemudian
kompetensi dan keterampilan,
menyederhanakan administrasi dan
memanfaat digitalisasi. Ini kembali lagi
bicara budaya kerja, kepemimpinan, ee
juga kesejahteraan, dan juga pengawasan.
Ini hal-hal yang memang ee tidak bisa
kita pungkiri ya. Ee kita menjadi
profesional ee itu karena ada ee reward
dan punishment. Kita profesional karena
kesejahteraan kita sudah terpenuhi. Kita
menjadi profesional karena kita
kompeten. Kita profesional karena
sistemnya menjamin transparansi. Kita
profesional karena prosesnya lewat
digital. Jadi kita profesional juga
karena ee apa ya ee kita memperkuat
pemilih yang melayani. Nah, inilah
hal-hal ee yang tentu harus kita ee
pupuk terus yang sudah kita lakukan agar
ee kita menjadi bangga sebagai ASN yaitu
ASN yang melayani. Oleh karena itu,
Bapak Ibu ee sebagaimana tema pada ee
hari ini, birokrasi ini adalah sebagai
sebuah rumah pengabdian bagi kita, bagi
ASN. ASN hadir untuk melayani masyarakat
dan birokrasi adalah rumah ASN untuk
bersatu dalam pengabdian dan berpadu
dalam pelayanan. Demikian dapat kami
sampaikan. Terima kasih atas
perhatiannya. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Ibu Sri
Wahyuni untuk berkenan memberikan materi
di tengah kegiatan yang begitu padat.
Tentu saja kita akan masuk pada sesi Q&A
dan di sini kita langsung intip dari
chatbx yang berada di YouTube. Saya akan
ambil satu. Begitu ini pertanyaan dari
Bapak Zaki dari ASN Malang. Begitu Ibu.
Izin kami menyampaikan pertanyaan beliau
kepada Ibu Sri Wahyuni. Yakni bagaimana
menciptakan budaya kerja yang membuat
ASN merasa bangga dan nyaman mengabdi di
birokrasi seperti itu, Ibu. Silakan.
Iya. Ee bagaimana menciptakan budaya
kerja? Nah, ini karena ini adalah sebuah
sistem satu kalau secara personal kita
sebagai ASN ee maka kita mulai dari diri
kita ya membangun budaya kerja ee respek
terhadap pimpinan kemudian bekerja tepat
waktu, transparan dan memang budaya
kerja ini salah satu ee pemicunya adalah
ketika leadernya, pemimpinnya bisa
membangun budaya kerja itu. Nah, secara
personal masing-masing ASN bisa
membangun untuk dirinya. Tetapi dalam
sebuah sistem sebagai sebuah individu
atau unit kerja ini memerlukan ee
dukungan dan keteladanan dari arahan
dari dari pemimpinnya agar budaya kerja
itu bisa ee terbangun. Nah,
mudah-mudahan ee pemimpinnya mendukung,
ASN-nya juga ee responsif untuk
membangun budaya kerja ini. Karena di
beberapa tempat juga saya melihat ada
beberapa ee unit kerja ketika ASN-nya
itu punya budaya kerja yang bagus. Nah,
ini malah ee membuat sungkan ee
pemimpinnya yang akhirnya dia ee
kemudian membangun bagaimana sistem
kerja di dalam unit kerjanya itu bisa ee
berjalan dengan baik. Ini memang sebuah
tantangan. Tapi paling tidak ee
teman-teman ASN mari kita terapkan dari
ee diri kita untuk ee menjalankan budaya
kerja yang baik sebagai ASN.
Sungguh luar biasa. Terima kasih Ibu Sri
Wahyuni tentu saja ini menjawab dan
mewakili seluruh pertanyaan dari ee
rekan-rekan Sobat ASN.
Baik, sekali lagi kami mengucapkan
terima kasih kepada Dr. Randa Sri Wahyun
MPP. Terima kasih Ibu telah berkenan
untuk hadir dan memberikan materi.
Semoga sehat selalu dan selamat bertugas
kembali.
Baikh atas ee waktunya. Salam sehat
selalu.
Salam sehat selalu. Terima kasih Ibu
tentu saja. Sobat ASN. Beliau adalah
narasumber terakhir kita pada webinar di
seri ke-46 ini. Tentu saja ee Ibu Sri
Wahyuni telah menyampaikan bagaimana
semangat untuk terus bekerja, terus
bersemangat mengabdi untuk masyarakat
menjadi ASN yang baik ke depannya. Tentu
saja kita telah mengikuti rangkaian
acara webinar pada kesempatan kali ini
dan izinkan kami menyimpulkan dari ee
banyaknya materi yang telah diberikan
yakni ketika pengabdian kita satukan
akan lahir kekuatan dan di mana
pelayanan kita padukan akan tumbuh
manfaat untuk seluruh masyarakat. Untuk
itu tetaplah berdedikasi tinggi,
tetaplah semangat dalam bertugas dan
pastinya saya Stefani Imelda mengucapkan
terima kasih untuk antusias Anda dan
kita akan bertemu kembali di seri
selanjutnya. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Zaman yang terus bergerak
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak
bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia.
Siap menyongsong Indonesia emas.
ASN belajar wujudkan
pemerintahan
berkelas dunia
tekad pantang menyerah
jadi ASN getar berkualitas.
belajar juga pemerintahan
kelas dunia
tekat pantang menyerah
jadi AS berkualit kita