ASN Belajar Seri 42 | 2025 - Open Governance, Active Citizen
lQC-if6jLbc • 2025-10-30
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [musik] Zaman yang [musik] terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. [musik] Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi [musik] selalu inisiatif dan kolaboratif untuk [musik] inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia. [musik] Siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas [musik] dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN [musik] getar berkualitas belajar wujud pemerintahan selalu dunia bukan tekad [musik] pantang menyerah jadi berkuita [musik] belajar semangat membara [musik] di era digital terus berkarya berkolaborasi [musik] inisiatif tinggi inovasi cempalak [musik] Jawa Timur terus melaju bersama BPSTI [musik] kita terus melesat untuk Indonesia emas [musik] prestasi hebat ASNU tiada yang tertinggal no [musik] one left behind. Kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi [musik] cemerlang Jawa Timur terus melaju. Bersama BPSDM Jatim kita terus [musik] melesat untuk Indonesia emas. Prestasi her [musik] aset unggur tiada yang tertinggal. No one left behind. Kita [musik] terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi [musik] cemelah Jawa Timur terus melaju. Bersama BPSDM Jatim kita terus [musik] melesat. Untuk Indonesia emas [musik] prestasi hebat bersama kampus satelit [musik] PPSM Jatim. No one left behind. I unggul [musik] dan berkualitas. Melesa tinggi Indonesia jaya. [musik] bersama membangun asa menuju cipta [musik] yang mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. [musik] Langkah pasti menitipi zaman dengan semangat [musik] pembaruan. Ilmu dedikasi dan harapan menjadi [musik] bekal masa depan. PPS Jatim Pusat unggulan [musik] tempat lahirnya insan berkualitas [musik] mencetak STM berkompetensi tangguh [musik] cerdas dan inovasi bersatu dalam visi [musik] yang terang menjawab tantangan jangan gemilang [musik] PPSDM Jawa Timur Center of Exens masa depan demil [musik] bersama membangun asa menuju cita yang mulia. Kami [musik] hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti [musik] mengiti zaman dengan semangat pembaruan ilmu dedikasi dan [musik] harapan menjadi bekal masa depan. BPSM [musik] Jatim pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas mencetat [musik] SDM berkompetensi tangguh cerdas penuh inovasi bersatu dalam visi yang terang [musik] menjawab tantangan jangan gemilang PPSDN Jawa Timur senter [musik] ofans masa depan [musik] Kami mencoba [musik] menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Marha kami [musik] junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. [musik] Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Memertaut melayani bangsa dengan akuntabilitas [musik] tinggi. Ho. Kami dari sini dengan hati tunjukkan [musik] kompetensi dalam harmoni. melayani bangsa loyal tanpa batasannya [musik] dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan [musik] untuk menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus [musik] membantu sesama dengan bangga kami melayani [musik] bangsa [musik] Kami dari sini tegas dengan hati. Tujukan kompetensi [musik] dalam harmoni. Lay bangsa loyal tanpa batasannya. Kalau adaptif [musik] dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan [musik] untuk menjadikan air yang lebih beragung mengerjas penuh hati [musik] tulus membantu tetap dibangan kami [musik] melayani kami melayani bilangan kami melayani [musik] B [musik] H [musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi sobat ASN di seluruh Indonesia. Senang sekali pada pagi hari ini saya Lukman Ali dapat kembali menyapa sobat ASN dalam acara webinar ASN belajar seri 42 tahun 2025 persembahan spesial Corpu SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Saya juga ingin menyapa untuk sobat ASN yang tengah menyaksikan acara ini melalui live YouTube BPSDM Jatim TV ataupun yang tengah menyaksikan acara ini melalui platform Zoom meeting. Semoga bisa mendapatkan inset yang bermanfaat untuk dapat diaplikasikan di unit kerja masing-masing. Sobat ASN di era tata kelola pemerintah modern paradigma pembangunan tidak hanya berpusat pada pemerintah semata, namun lebih dari itu juga menempatkan masyarakat sebagai mitra aktif dalam prosesnya. Di tahun 2011 sendiri terkenal sebuah prinsip open governance yang menjadi landasan penting bagi terciptanya pemerintah yang transparan, partisipatif, dan juga akuntabel. Tentunya prinsip ini menjadi salah satu upaya untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi dan sosial dan tentunya hingga memperbesar peluang ketercapaian target-target pembangunan melalui konsolidasi dari berbagai aktor pembangunan. Selengkapnya akan kita bahas di webinar ASN Belajar seri 42 tahun 2025. Open Governance Active Citizen mendorong sinergi pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan yang transparan dan berdampak. Baik, Sobat ASN. Untuk membuka webinar ASN Belajar seri 42, mari kita dengarkan bersama opening speech yang akan disampaikan oleh Dr. Ramlianto, SPMP selaku Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur. [musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air. Selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi aparatur sivil negara persembahan JM Corporate University Badan Pengembangan Sumber dan Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini Kamis tanggal 30 Oktober 2025, ASN belajar telah memasuki seri yang ke-42. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami, kami selalu berkomitmen sekaligus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri ke-42 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik yang sangat relate dengan arah perkembangan paradigma pemerintahan saat ini dan ke depan yakni terwujudnya transparansi dalam sebuah tatanan open governance. sebuah konsep yang bukan sekedar berbicara tentang keterbukaan informasi, tapi juga tentang cara baru memaknai hubungan antara pemerintah dengan masyarakat. Dari yang bersifat satu arah menjadi kolaboratif, dari yang sekedar memberi layanan menjadi bersama membangun sebuah perubahan. Karena tema ini sangat tepat untuk kita elaborasi secara luas dan mendalam, maka ASN belajar seri ke-42 tahun 2025 ini mengangkat topik open governance, active citizen, mendorong sinergi pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan yang transparan dan berdampak. Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam ASN belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sobat ASN di seluruh tanah air, sebagaimana yang kita tahu, open governance adalah manifestasi dari tiga pilar utama, yakni transparansi, partisipasi publik, dan kolaborasi lintas sektor. Ketiganya bukan berdiri sendiri, tetapi membentuk sebuah ekosistem pemerintahan yang hidup dan responsif. Transparansi memungkinkan masyarakat memahami arah kebijakan. Partisipasi memberi ruang bagi warga untuk berperan dalam pengambilan keputusan dan kolaborasi melahirkan inovasi yang tidak mungkin muncul dari satu sisi saja. Birokrasi yang modern adalah birokrasi yang membuka data, membuka hati, dan membuka ruang partisipasi publik secara bermakna. Karena transparansi bukan sekedar membagikan informasi, melainkan membangun kepercayaan tras yang menjadi mata uang utama pemerintahan modern. Namun transparansi tanpa partisipasi ibarat panggung tanpa penonton. Keterbukaan harus diikuti oleh keterlibatan. Inilah esensi active citizen, warga negara yang tidak sekedar menonton jalannya pemerintahan, tetapi ikut menulis bab demi bab dalam buku pembangunan. Ketika masyarakat diberi ruang untuk berpendapat, mengawasi, dan berkontribusi, pemerintahan menjadi milik bersama. Di situlah makna of the people, by the people, for the people. menemukan bentuk sejatinya bahwa pemerintahan bukan hanya dijalankan untuk rakyat, tetapi bersama dengan rakyat. Partisipasi yang bermakna akan mengubah warga dari objek pembangunan menjadi subjek peradaban dari penerima manfaat menjadi pencipta solusi. Sahabat ASN di seluruh tanah air, inovasi pelayanan publik misalnya tidak lahir dari ruang rapat semata, tetapi dari dialog, dari keterbukaan, dan dari kemauan untuk mendengarkan. Sinergi pemerintah dan masyarakat bukan hanya idealisme, melainkan keniscayaan bagi birokrasi yang berdampak. Program pembangunan akan lebih efektif ketika warga ikut merasa memiliki. Kebijakan akan lebih legitimate ketika publik ikut memahami dan mengawasinya. Dan kepercayaan sosial akan tumbuh ketika birokrasi menunaikan tugasnya dengan transparansi, akuntabilitas, dan empati. Inilah semangat open governance, active citizen. Menyatukan niat pemerintah yang melayani dengan semangat warga yang berpartisipasi agar pembangunan tidak hanya berjalan, tapi bermakna. Mari kita jadikan keterbukaan sebagai budaya, bukan sekedar slogan. Mari kita rawat partisipasi sebagai kekuatan bukan sekedar formalitas. Karena masa depan pemerintahan bukan tentang siapa yang memimpin, tapi bagaimana kita memimpin bersama. Sobat TSN di seluruh tanah air, untuk membahas lebih lanjut topik menarik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat ASN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Dr. Otok Kuswandaru, Sos, M.Si. Beliau adalah Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Kedua, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Edi Purwanto, S.Si, M.Si. Beliau adalah Ketua Komisi Informasi Jawa Timur. Dan ketiga, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Dr. Suko Widodo, M.Si. Beliau adalah akademisi dari FISIP Universitas Erlangga Surabaya. Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-42 tahun 2025 ini. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [musik] Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Ramlianto, SPMP selaku Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur atas opening speech yang telah disampaikan. Dan sobat ASN sebelum kita dengarkan materi dari narasumber pertama kita, mohon izin kami informasikan bahwasanya link presensi sudah dapat Anda akses melalui laman semestabangkom.id. Anda bisa lihat laman atau link ini melalui running tex yang tersedia di bawah dan mohon dipastikan untuk dapat mengisi presensi ini sebagai syarat untuk mendapatkan sertifikat dari pihak penyelenggara. Dan kami juga akan membagikan berbagai hadiah menarik untuk penanya-penanya selama sesi. Jadi, pastikan Anda mengikuti dan menyimak dengan baik-baik materi dari berbagai narasumber kita yang sangat luar biasa. Oke, kita akan masuk ke narasumber pertama kita kali ini. Kita akan mendengarkan materi secara langsung dari Ketua Komisi Informasi Jawa Timur, Bapak Edi Purwanto, S.Psi., M.Si. Si. [musik] I telah bergabung bersama dengan kami Bapak Edi Purwanto. Saya akan sapa beliau terlebih dahulu. Selamat pagi Pak Edi. Pagi, Pak Edi. Mohon izin apa terdengar baik. Mohon maaf Bapak, Ibu, Sobat ASN sekalian. Kami masih mencoba terhubung dengan narasumber kita di pagi hari ini. Untuk narasumber pertama dari Ketua Komisi Informasi Jawa Timur, Bapak Edi Purwanto, S.Psi., M.Si. Ya, sekali lagi kami izin untuk mengingatkan bahwasanya untuk link absensi ini Bapak, Ibu, Sobat ASN bisa akses melalui laman semestacom.id. Baik, saya sudah terhubung dengan Pak Edi. Saya ingin sapa beliau. Sekali lagi selamat pagi Pak Edi. Kabar baik. Selamat pagi Mas. Kabar baik Masman. Alhamdulillah sehat-sehat ya Pak ya. Baik Pak Edi. Nanti kita akan mendengarkan paparan materi dari Pak Edi kurang lebih selama 30 menit ya. Nanti kita juga akan buka sesi diskusi dan tanya jawab. Untuk Sobat TSN pastikan untuk menyimak nanti kita akan berikan hadiah menarik untuk Sobat ESN yang bertanya kepada narasumber. Baik tanpa perlu berlama-lama saya persilakan kepada Pak Edi untuk menyampaikan materinya. Silakan, Pak Edi. Baik, terima kasih ee Mas Ali. Selamat pagi dan selamat pagi juga Pak Akik. Ngapunten mengganggu waktunya saya duluan. Ng mudah. Salam kenal nih Pak Edi. Iya iya. Ee saya mencoba untuk share maaf share materi ya. Ee baik terima kasih. Ee jadi saya mau mencoba untuk menyampaikan sebagaimana disampaikan oleh moderator tadi bahwasanya ee kita memang ee hari ini membahas tentang active citizen, keaktifan masyarakat ya. Jadi saya akan mencoba untuk melihat perspektif ini dalam konteks Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik yaitu Undang-Undang 14 Tahun 2008. ee bahwasanya memang kami punya mandat khusus untuk keterbukaan informasi, tapi memang ee isu sekarang sudah berkembang tidak apa itu ngomongin tentang OGP ya, open apa OG, open eh governance gitu kan. Nah, maka dari itu saya mau menyampaikan bahwasanya ini adalah ee keterbukaan dalam sebuah proses ee pembangunan atau dalam pemerintahan itu memang sebuah ee keniscayaan ya. ee ini memang menjadi pondasi awal dalam ee terciptanya good governance. Ini harus menjadi catatan awal bahwasanya tidak ada pemerintah yang baik yang kemudian tidak didasari rasa keterbukaan atau tidak didasari oleh prinsip-prinsip keterbukaan begitu. Karena keterbukaan ini nanti akan berdampak pada partisipasi. Partisipasi ini akan mendorong keaktifan masyarakat dalam memberikan inputan, memberikan masukan, memberikan ee apa namanya? inovasi-inovasi yang kemudian terciptanya sebuah akuntabilitas begitu. Nah, ee dalam konteks hari ini ee dalam proses pembangunan memang tantangannya tidak sekedar dalam hal perencanaan dan pendanaan. Perencanaan dan pendanaan itu sudah menjadi problem juga sih sebenarnya apalagi dalam hari ini kondisinya adalah efisiensi begitu. Ini menjadi tantangan. Tapi ee menurut saya adalah ada hal yang yang saya kira juga menjadi tantangan danut menjadi perhatian oleh pemerintah kita, yaitu terkait dengan transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas. Yaitu terkait dengan bagaimana sebenarnya masyarak, maaf pemerintah memberikan ruang yang lebih kepada masyarakat untuk ikut serta dalam proses ee pembangunan. Artinya apa? Masyarakat tidak mungkin bisa ikut terlibat dalam proses pembangunan ketika pemerintah itu tidak terbuka. Nah, open governance ini menjadi salah satu eh ruang satu metode yang kemudian ee bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bisa tetap berkolaborasi dan pemerintah ee memberi ee bisa memberikan ruang kepada masyarakat agar masyarakat ikut terlibat dalam proses-proses pengawasan, proses-proses penentuan, dan proses-proses dalam ee proses pembangunan itu. Nah, eh sebagaimana tadi yang saya sampaikan bahwasanya eh konsep open governance itu hadir sebagai ruang untuk sinergi antara masyarakat dengan pemerintah dalam konteks-konteks mulai dari hal perencanaan, pelaksanaan sampai proses pelaporan. Nah, ini ini memang ee selama ini belum banyak masyarakat terlibat walaupun toh kemudian memang ee ada beberapa ee orang tertentu atau kemudian kelompok tertentu yang sudah terlibat tapi secara keseluruhan masyarakat memang banyak belum terlibat terkait dengan ee proses-proses pembangunan yang ada itu. Nah, ee sebagaimana yang saya sampaikan di sini, konsep open governance itu adalah ee tadi juga disampaikan oleh ee beliau pada sambutan bahwasanya pemerintah yang terbuka, partisipatif, dan kolaboratif ini penting catatannya adalah jadi eh dengan paradigma open governance ini kita mendorong ee pemerintahan yang semakin terbuka. yang terbuka itu nanti akan berdampak pada apa saja informasi-informasi yang dimiliki atau kemudian data yang dimiliki atau kebijakan yang dimiliki oleh pemerintah itu dibuka kepada publik sehingga publik mengetahui, publik melakukan koreksi, publik melakukan ee apa itu analisis terhadap seluruh kebijakan atau seluruh ee ee pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah. Maka kemudian masyarakat atau publik akan ikut berperan serta dalam proses mengawasi. dia akan ee mengawasi, dia juga akan memberikan masukan-masukan yang baik. Nah, maka dari itu nanti akan terjadilah kolaborasi antara masyarakat dengan pemerintah. Nah, ini yang terpenting dalam proses open karena ee titik equal antara masyarakat dengan pemerintah itu adalah harapan kita semuanya yang kemudian penentu dari kebijakan atau penentu dari ee ee pembangunan yang ada di negara kita itu adalah ee penentunya adalah masyarakat. Melalui apa? melalui ee forum-forum warga yang kemudian diciptakan oleh pemerintah atau diciptakan secara mandiri oleh warga begitu ya. Nah, ee memang sebagaimana di dalam prinsip open governance itu tadi sudah saya sampaikan yaitu transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas. Hal ini tentu ee selaras dengan ee Undang-Undang 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi sekaligus juga ee Komisi Informasi juga menerbitkan peraturan Komisi Informasi nomor 1 tahun 2021 tentang standar layanan informasi publik. Yang ini juga menopang terkait dengan transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas. di mana seluruh informasi yang dimiliki oleh ee badan publik atau pemerintah mereka harus mengumumkan, mereka harus menyediakan informasi berkala dan kemudian mereka juga harus membuat pengecualian ketika misalnya ada informasi yang dikecualikan. Nah, ini tentu ee menjadi pondasi dalam ee terbentuknya open governance begitu ya. Nah, ee warga yang aktif itu sebenarnya yang seperti apa sih sebenarnya? Nah, kami mengidentifikasi bahwasanya ee warga yang aktif itu adalah warga yang kemudian selalu aktif, selalu kemudian memberikan masukan dalam konteks musang misalnya begitu. Karena tidak mungkin terjadi musang, tidak mungkin juga masukannya berkualitas tanpa didahului dari ketahuan mereka. Jadi ee masyarakat tahu terhadap informasi yang dimiliki oleh pemerintah, masyarakat baru kemudian bisa memberikan masukan kepada semuang. Kalau masyarakat tidak mengetahui informasi-informasi yang kemudian dipapar atau dimiliki oleh pemerintah, maka kemudian hampir bisa dipastikan masyarakat tidak memberikan data yang akurat terhadap ee musuh bank itu sendiri. Nah, masyarakat yang aktif lagi yang masyarakat yang seperti apa? masyarakat yang senantiasa menggunakan data-data atau informasi yang dimiliki oleh pemerintah dalam konteks ee pembangunan itu misalnya adalah daftar informasi publik yang dimiliki oleh ee pemerintah atau DIP termasuk laporan keuangan, termasuk juga program daerah. Nah, ini memang di beberapa kabupaten kota di Jawa Timur khususnya mohon maaf memang tidak banyak masyarakat yang kemudian melakukan ee analisa atau mengakses informasi-informasi yang ee dimiliki oleh pemerintah. Padahal sebenarnya pemerintah baik provinsi, kabupaten, maupun kota pun juga ee instansi-instansi vertikal yang ada di Jawa Timur itu mereka memiliki PPID, semuanya memiliki pejabat mengelola informasi dan dokumentasi yang kemudian menyediakan, mengumumkan beserta juga melakukan ee pelayanan terhadap pemohon informasi yang ada. Tapi kemudian memang belum banyak masyarakat yang ikut terlibat dalam proses ee permohonan informasi itu. Ini kami akui memang. Nah, masyarakat yang aktif lagi bagaimana? Masyarakat yang kemudian mereka ikut serta dalam proses pengawasan pelaksanaan proyek anggaran. Nah, ee bagaimana kemudian ini bisa dilaksanakan kalau toh kemudian pemerintahnya tidak terbuka. Maka dari itu, keterbukaan itu menjadi pondasi awal dalam konteks keaktifan masyarakat. Nah, masyarakat bisa memberikan inputan, masyarakat bisa memberikan ee pengawasan terhadap program dan ee pelaksanaan ee pembangunan yang ada itu dan kemudian bisa memberikan masukan-masukan ini kurangnya apa kira-kira korupsinya atau kira-kira ada penyelewengan di mana dan seterusnya. Nah, pengawasan ini menjadi penting karena ee ini akan berdampak pada kehati-hatian pemerintah dalam proses penganggaran sekaligus proses pelaksanaan pembangunan itu sendiri. Dan yang terpenting lagi adalah dalam konteks keaktifan warga itu adalah mendorong inovasi sosial. Jadi ee inovasi sosial itu memang tidak bisa hanya muncul ansih di dari pemerintah. Misalnya sekarang mungkin ee kita amati banyak sekali bertebaran ee maaf aplikasi-aplikasi yang kemudian itu katanya mempermudah gitu ya, mempermudah ee pelayanan misalnya begitu. Tapi kemudian ini ee tidak kenapa kemudian ini tidak selalu bisa dimanfaatkan secara maksimal karena memang aplikasi ini salah satu dugaan saya adalah ini tidak kemudian muncul dari kolaborasi dengan masyarakat gitu sehingga aplikasi-aplikasi ya ada semuanya inovasi-inovasi dalam bentuk aplikasi ada cuman itu tidak banyak dimanfaatkan oleh masyarakat karena apa karena memang ini tidak dibuat berdasarkan pada konsensus khusus antara masyarakat dengan pemerintah gitu kan. Jadi ee itu hanya ada tapi tidak bermanfaat secara lebih ee detail atau kemudian bermanfaat untuk perkembangan pengetahuan masyarakat karena memang ini tidak dibuat secara ee maaf tidak dibuat secara bersama-sama masyarakat, tidak ada dialog yang kemudian ada. Nah, maka dari itu sebenarnya ee harus ada konsensus yang baik atau kalau kemudian bikin aplikasi ya bikinlah aplikasi yang sebenarnya satu sistem sajalah dengan banyak ee pelayanan begitu. Tidak kemudian satu dinas bikin aplikasi, satu dinas bikin tiga aplikasi dan seterusnya. Yang itu justru tidak menginformasikan kepada masyarakat, justru itu membingungkan masyarakat. Untuk ngurusi akta ini harus aplikasi ini, untuk urusin ini harus e dan seterusnya. Itu membingungkan masyarakat. Nah, terkait dengan ee keaktifan warga dalam konteks pembangunan ini, saya kira ini adalah modal pembangunan yang sangat luar biasa yang dimiliki oleh pemerintah yang tentunya ini berdampak pada eh perbaikan dan good governance di negara kita ini. Nah, apa lantas apa itu maaf eh keterkaitan antara open governance dengan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik? Sebenarnya ini ada keterkaitan dan bahkan sebenarnya ada gabungan ya. Ini menjadi salah satu bagian saja yang kemudian ee menjadi tujuan kita di Undang-Undang 14 tahun 2008. Bahwasanya di Undang-Undang 14 tahun 2008 itu secara konstitusi secara konstitusi sudah dijamin bahwasanya setiap orang punya hak untuk tahu sebagaimana ini yang sebenarnya diturunkan dari Undang-Undang 1945 Pasal 28 huruf F gitu ya. yang kemudian juga di pasal 3. Jadi tujuan dari Undang-Undang KIP itu memang meningkatkan partisipasi masyarakat dan mendorong penyelenggaraan negara yang transparan. ini persis sebagaimana ini kongruen dengan apa yang sebenarnya di menjadi tujuan dari open governance tadi bahwasanya terciptanya masyarakat yang aktif, terjadinya kolaborasi antara masyarakat dengan negara, terciptanya ee inovasi sosial yang diciptakan antara masyarakat dan negara dan tentu ee inovasi masyarakat inovasi yang lahir dari masyarakat atau kolaborasi dengan masyarakat itu tidak mungkin terjadi tanpa adanya keterbuka gitu ya. Nah, maka dari itu juga di ee memang ee kalau kemudian kita mengacu pada Undang-Undang 14 Tahun 2008 ee ada kewajiban pemerintah dalam konteks keterbukaan yaitu menyediakan informasi publik yang akurat, mutakhir, dan mudah diakses. Ini ee menjadi menjadi kewajiban pemerintah ya atau kewajiban badan publik. dalam hal ini kita diskusi hari ini adalah pemerintah bahwasanya pemerintah punya kewajiban untuk menyediakan data yang akurat, mutakhir, dan mudah diakses. Kenapa demikian? Karena hari ini yang memiliki otoritas atas informasi yang dikeluarkan oleh pemerintah sebenarnya pemerintah. Kenapa Hari ini itu bermunculan banyak sekali? Karena bisa jadi salah satu sebabnya adalah pemerintah sebagai pemilik otoritas dari informasi itu tidak menginformasikan. pemerintah cenderung menutup informasi-informasi yang sebenarnya dibutuhkan oleh publik. Maka tidak heran, tidak mengherankan kalau banyak masyarakat yang tidak tahu harus mencari informasi ke mana sehingga informasi yang datang dianggap sebuah kebenaran. Dan kebenaran yang atau kebohongan yang dilakukan secara terus-menerus atau ha yang dilakukan atau disebarkan secara terus-menerus menjadi keyakinan dan menjadi kebenaran ini berbahaya. Nah, maka dari itu karena ini sudah di ee di apa itu di ada termaktub dalam undang-undang, maka kemudian memang pemerintah wajib memberikan data-data yang mutakhir, ya. Nah, selain itu juga di Undang-Undang 14 tahun 2008 ee pemerintah ya atau badan publik itu diwajibkan untuk membentuk yang namanya pejabat pengelola informasi dan dokumentasi dalam konteks ee memberikan pelayanan, memberikan ee melakukan apa itu klasifikasi terhadap informasi-informasi yang dimiliki, melakukan pendokumentasian, melakukan ee inovasi atau membuat inovasi-inovasi terhadap pelayanan informasi dan seterusnya Yang ini juga saya kira ini akan sangat sama sangat sangat amat untuk apa itu menjadi penentu juga dalam ee apa namanya open governance di daerah gitu ya. Nah ee berikutnya adalah terkait dengan pilihan sinergi ee masyarakat dan pemerintah. Ini penting. Tadi kita sudah berbincang tentang keterbukaan, kita ngomongin tentang partisipasi atau ngomongin bercerita tentang keaktifan masyarakat. Nah, ini kira-kira apa itu apa yang kemudian bisa dilakukan oleh ee masyarakat dan pemerintah. Satu adalah ini terkait dengan pemerintah yaitu pemerintah memang harus membuka datanya gitu ya. Jadi keterbukaan data dan informasi itu menjadi penting melalui portal-portal yang dimiliki oleh ee oleh pemerintah baik itu portal apa itu sosial media ataupun yang lainnya pun juga demikian. Tidak, tidak. Walaupun sudah zamannya zaman digital, kita tentu tidak bisa melupakan atau meninggalkan ee paparan-paparan informasi kepada masyarakat melalui forum apa melalui cara-cara yang konvensional yaitu forum warga, papan informasi dan seterusnya. Nah, ee juga berikutnya adalah terkait dengan kolaborasi kebijakan ee pemerintah dan masyarakat atau pemerintah harus menginisiasi forum-forum publik yang kemudian mempertemukan antara warga dengan pemerintah. Jadi tidak ee kalau kita lihat ee Musren bank, kita lihat forum-forum warga yang hari ini ada, barangkali kan kita masih melihat ini forum forumnya adalah forum elit warga masyarakat yang elit dengan pemerintah sehingga tidak bisa memberi menyerap informasi-informasi atau menyerap aspirasi-aspirasi dari kelompok-kelompok lain. Maka dari itu kolaborasi kebijak forum warga di sini yang saya maksudkan adalah forum warga yang itu beragam. Kalau misalnya ee kita pengin ngobrol sama teman-teman kelompok rentan, ya kita harus kumpulkan kelompok rentan itu mereka bisa berbincang apa dan kita dengarkan mereka. Kalau kemudian mereka kita campurkan jadi satu, mereka akan tersingkir. Atau kelompok laki-laki dan perempuan itu kalau misalnya dalam satu forum mereka akan banyak perempuan itu minder dan ee kelompok apa kelompok laki-laki yang kemudian akan dominan. Nah, maka kemudian kita harus bikinlah forum ee forum publik itu yang kemudian menspesifikasikan itu atau kemudian kelompok seniman sebenarnya mereka pengin ada forum forum kelompok seniman, ada forum anak muda, ada forum ee kelompok apa itu masyarakat yang sepuh atau anak-anak, forum anak yang kemudian itu bisa menjadi ruang-ruang yang kemudian memunculkan ee elaborasi atau memunculkan inovasi-inovasi sosial tertentu dan kita bisa mendengar seluruh kesah mereka apa dan treatmennya dari negara itu nanti atau dari pemerintah itu apa begitu ya. Nah, apa yang kemudian dilakukan oleh pemerintah lagi yaitu terkait dengan ee transparansi anggaran. Pemerintah harus mempublikasikan perencanaan sampai realisasi APBD termasuk juga laporan pembangunan ya. ini harus diumumkan di website atau di portal-portal yang dimiliki oleh ee pemerintah untuk informasi yang memang wajib diumumkan gitu dan disediakan oleh pemerintah ee di ee PPID masing-masing karena terkait dengan realisasi APBD, laporan pembangunan dan seterusnya ini bukan informasi yang dikecualikan dan justru ini adalah masuk dalam informasi yang terbuka. Nah, inovasi digital tadi sudah saya sampaikan ee pemerintah juga bisa membuat inovasi digital dalam bentuk misalnya EPID, aplikasi warga atau daspor keterbukaan. Aplikasi warga ini adalah aplikasi yang kemudian bisa mengambil atau menyerap informasi-informasi atau masukan-masukan dari warga. Ini contoh saja barangkali nanti bisa ada banyak sebenarnya inovasi-inovasi digital yang bisa dikolaborasikan antara yang bisa mempertemukan antara masyarakat dengan pemerintah. Ada Em Rembanglah atau apa dan seterusnya. Saya kira banyak ee kabupaten kota ataupun OPD di Jawa Timur yang sudah melakukan inovasi-inovasi terhadap ee pertemuan atau mempertemukan antara warga dengan pemerintah. Cuman yang butuh kita ee catat adalah sejauh mana sebenarnya inovasi digital ini mempermudah masyarakat bertemu dengan pemerintah atau negara gitu. sejauh mana sebenarnya ini bisa mewakili betul bisa berkomunikasi yang equal antara masyarakat dan negara ini yang butuh nanti kita apa namanya butuh kita diskusikan gitu ya. Terus kemudian yang kelima adalah butuh ee pemerintah harus atau ee butuh melakukan penguatan literasi publik. Jadi ee karena memang ee sebagaimana tadi saya sampaikan di awal bahwasanya ee kejelian e maaf keterlibatan masyarakat dalam mengakses informasi, keterlibatan masyarakat dalam proses melakukan analisis terhadap ee materi-materi yang kemudian dilakukan di pembangunan yang kemudian menjadi masukan kepada pemerintah itu memang partisipasinya masih rendah. Maka dari itu memang Mas pemerintah harus melakukan penguatan literasi kepada publik, kepada masyarakat terkait dengan pentingnya informasi, pentingnya mereka tahu terhadap proses-proses pembangunan mulai dari perencanaan sampai pada pelaksanaan gitu ya. Nah, ee ini saya mencoba untuk mensepil sedikit saja. Saya kira banyak ee kabupaten kota yang sudah melakukan inovasi-inovasi terkait dengan open governor. Ee saya mencoba untuk melihat di misalnya ini beberapa saja ya. Jadi ini tidak kemudian mengistimewakan yang di sini sebagai contoh, tapi kebetulan saya mengambil beberapa contoh ini. Satu adalah misalnya ee di Provinsi Jawa Timur. Jawa Timur itu sudah mencoba untuk melakukan inovasi dalam bentuk EPPID dengan ee daftar informasi yang tematik. Jadi ini sudah diinisiasi oleh ee Provinsi Jawa Timur. Maka kemudian saya kira itu bisa kita jadikan salah satu prototip terkait dengan bagaimana sebenarnya ee daftar informasi publik itu dibuat. daftar informasi itu dikelola dan daftar informasi publik itu benar-benar menjadi ee menu dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwasanya di badan atau di pemerintah atau kabupaten kota atau di Provinsi Jawa Timur itu yang dimiliki informasinya ABCD dan seterusnya. Nah, ini saya kira penting begitu. Yang kedua adalah di Surabaya. Surabaya itu ee memiliki aplikasi wargaku dan USB yang kemudian ini ee menginisiasi atau kemudian memberikan apa namanya pengungkit kepada masyarakat agar masyarakat bisa masuk di ruang itu. Nah, selain kemudian aplikasi-aplikasi ini, Surabaya juga ee melakukan ee model-model forum warga yang ee saya kira menarik. mereka sudah menspesifikasikan untuk kelompok muda ditemui secara mandiri sendiri, untuk kelompok ee perempuan, untuk kelompok rentan, untuk kelompok-kelompok divabel mereka buatkan forum-forum ters sendiri sehingga ee berbagai aspirasi, berbagai apa itu kegalauan atau berbagai keinginan yang kemudian diinginkan oleh masyarakat dalam segmen-segmen ee apa namanya masyarakat tadi itu bisa diterima dan kemudian ee nanti itu akan dimasukkan DE Musembang dan DE Musembang itu nanti masyarakat bisa memantau sejauh mana sebenarnya proses-proses itu dijalankan dan kemudian ditetapkan. Nah, ini saya kira contoh-contoh saja. Nah, kemudian juga di Bojonegoro ini beberapa tahun yang lalu saya mudah-mudahan di Bojonegoro masih ada ya forum apa itu OGP lokal yang kemudian mempertemukan antara ee pemerintah dengan pemerintah Kabupaten Bojonegoro dengan masyarakat yang dilakukan dengan cara-cara yang apa namanya dialog bareng, ngobrol bareng ee temu antara kabupaten e antara bupati dengan masyarakat yang kemudian tatap muka memberikan atau mendengarkan seluruh keluhan-keluhan warga terhadap berbagai pembangunan, masalah pribadi, masalah yang lain yang kemudian urusannya dengan ee apa itu pengantasan kemiskinan, urusannya tentang penurunan angka stunting, kemudian penurunan angka kemiskinan dan atau kemudian ee ee penurunan angka putus sekolah dan seterusnya itu menjadi ee forum yang kemudian mempertemukan antara pemerintah dengan masyarakat gitu ya. Baik. Ee ini yang kemudian beberapa hal yang ee kami rangkum dari ee manfaat dari open government satu adalah meningkatkan kepercayaan publik dan legitimasi pemerintah. Tentu ini karena apa? Karena masyarakat sudah tahu, masyarakat paham, masyarakat menganalisa, dan masyarakat akan memberikan masukan-masukan. Nah, dengan ee dengan masukan-masukan yang ada atau kemudian dengan keterbukaan ini tentu akan meningkatkan kepercayaan ee masyarakat. Masyarakat percaya, oh ternyata ee pemerintah itu mengelola keuangannya dengan benar. Oh, pemerintah itu benar-benar memiliki program yang baik yang kemudian untuk pengatasan kemiskinan misalnya. Begitu. Yang kedua adalah menurunkan potensi korupsi dan penyalahgunaan anggaran. Kenap? Nah, ini penting. Karena apa? karena masyarakat memantau karena kita sudah buka mulai dari proses perencanaan ya proses KUAPS itu sampai kemudian ee menjadi APBD sampai kemudian programnya apa saja dijalankan di mana saja, siapa saja pelaksana proyeknya, tendernya bagaimana perjalanannya sampai kemudian pelaporannya seperti apa. Masyarakat bisa memantau kalau kemudian pemerintah itu benar-benar membuka informasinya itu. Jadi ee potensi korupsi itu sangat kecil ya kalau misalnya itu dibuka secara blak begitu dan masyarakat aktif untuk memantau memberikan koreksi, memberikan masukan dan juga sekaligus melakukan analisis dan evaluasi terhadap proses pembangunan itu. Berikutnya adalah memperkuat efektivitas pembangunan berbasis kebutuhan nyata di masyarakat. Tentu karena memang sudah dibuka ee jadi apa namanya kesalahan treatment atau kemudian sasaran pembangunan ini benar-benar bisa menyesar menyasar kepada kelompok-kelompok yang diinginkan yaitu kelompok rentan, masyarakat miskin, kelompok-kelompok yang kemudian ee kekurangan secara sosial dan seterusnya. Ini kalau informasi itu dibuka gitu ya. Satu misal ee terkait dengan bansos gitu ya. Kalau dibuka masyarakat sama-sama bisa mengkoreksi siapa sebenarnya penerima manfaat itu. Loh, ini tetangga saya itu dia dalam ee dalam hal di masyarakat dia tidak masuk dalam kategori miskin kok dapat bantuan dan seterusnya. Nah, itu baru nanti ada korektif, upaya korektif dan perbaikan gitu ya. Nah, ee itu ee berikutnya adalah terkait dengan yang penting harus dilakukan terkait dengan keterbukaan dalam siklus pembangunan daerah. tadi saya sudah sampaikan juga. Jadi misalnya dalam hal perencanaan RPJMD itu memang harus dibuka disampaikan kepada masyarakat ini bahwasanya ini adalah rencana pembangunan jangka menengah daerah yang usianya 5 tahun. Tahun pertama mau ngapain? Tahun kedua mau ngapain, tahun ketiga sampai tahun kelima mau ngapain, visi misi dan strateginya seperti apa? Termasuk juga RKPD yang tahunan itu rencana kerja pemerintah daerah itu juga bukan informasi yang dirahasiakan. Renang, prioritas pembangunan AP dalam konteks penganggaran itu juga APBD. sumber dana alokasi program dari mana saja, apakah ini dari PAD atau dari apa itu ee ee dari APBN dalam bentuk apa namanya ee dalam bentuk ee keuangan dari apa sharing dan seterusnya atau kemudian dari pihak lain yang kemudian memang ee tidak mengikat yang kemudian memberikan bantuan kepada ee daerah tertentu begitu ya. ya. Nah, ini dalam konteks penganggaran, dalam konteks pelaksanaan proyek progres fisik, keuangan, kontraktor dan pelaksana itu ee juga ini menjadi informasi yang memang benar-benar harus buka karena ee belakangan memang ee agak ramai disampaikan terkait dengan open tender itu ya ee terkait dengan keterbukaan dalam konteks pengadaan barang dan jasa begitu. Karena selama ini harus ada itu. Kenapa? Karena selama ini ada beberapa pemerapa yang beberapa yang kemudian indikasinya ada penyelewengan kewenangan bahwasanya yang memenang tender adalah orang-orang itu saja yang kemudian dalam konteks pelaksanaan tender itu sudah diatur begitu. Maka kemudian ee kami juga di Komisi Informasi mengeluarkan peraturan Komisi Informasi nomor 1 tahun 2021 yang kemudian di dalamnya juga bercerita terkait dengan tender tadi itu ber ter ber ter ber terkait dengan pengadaan barang dan jasa yang kemudian seluruh prosesnya mulai dari awal sampai akhir itu masuk dalam informasi yang wajib diumumkan sehingga semua orang, semua masyarakat, semua pihak ketiga atau apa itu ee perusahaan-perusahaan yang kemudian pengin mau ngakses apa itu anggaran atau ingin berkompetisi dalam proses pengadaan barang dan jasa itu mereka sama-sama tahu gitu ya. Nah, berikut juga yang kemudian harus dibuka dalam konteks ee siklus pembangunan daerah yaitu terkait dengan evaluasi dan pelaporan, realisasi anggaran, capaian kinerja, hasil audit, dan beberapa hal yang lain. Jadi misalnya hasil audit yang sudah dilakukan oleh kabupaten tertentu, maka kemudian itu tidak sama sekali menjadi informasi yang dikecualikan. Loh, audit saya kan hasilnya jelek, ini disklaimer dan seterusnya. Walaupun disclaimer atau kemudian misalnya ee nilainya tidak begitu baik, enggak apa-apa sampaikan saja kepada masyarakat. Dengan demikian memang itu adalah hasil dari kinerja panjenengan dalam konteks 1 tahun anggaran begitu. Apapun hasilnya itu harus menjadi korektif. Itu pun harus diumumkan sehingga masyarakat paham sehingga bisa sehingga bisa menjadi upaya korektif terhadap proses perjalanan pembangunan. sekaligus aktor-aktor yang menjadi pelaksana pembangunan menjadi semakin berhati-hati dan ee mereka akan benar-benar mengerjakan projeknya sesuai dengan rencana yang sudah dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan sebagaimana ee yang telah menjadi perencanaan itu sehingga tidak ada satu rupiah pun ee anggaran itu yang ee terlempar atau kemudian nyasar ke tempat yang lain. Nah, ini beberapa hal yang kami tawarkan. Nah, yang pertama adalah ee kita harus mengintegrasikan keterbukaan informasi ke dalam perencanaan pembangunan baik di RPJMD maupun RENSRA. Jadi, keterbukaan informasi dan spirit of governance itu memang harus menjadi satu bagian dalam konteks ee pembentukan RPJMD atau visi misinya bupati ya atau walikota ataupun gubernur atau siapapun yang kemudian menjadi apa itu pimpinan badan publik, mereka harus menyertakan konteks keterbukaan informasi. Menurut saya ini penting gitu ya. Nah, yang kedua adalah ee kita atau kemudian pemerintah di seluruh sektor dari ee pemerintah provinsi sampai tingkat kelurahan ataupun desa mereka wajib membentuk PPID yang aktif. PPD yang kemudian tidak sekedar memaparkan informasinya saja, tapi kemudian dia juga aktif dalam melakukan melakukan edukasi literasi kepada masyarakat bahwasanya ini adalah informasi yang dimiliki oleh pemerintah. Maka, maka silakan Anda memanfaatkan informasi ini untuk pengembangan pengetahuan, untuk penelitian, untuk peningkatan kapasitas atau kemudian menambah ee energi ee dalam proses ee pembelajaran yang ada di daerah masing-masing gitu. Yang ketiga adalah membangun kanal digital. Tadi sudah saya sampaikan ada website, aplikasi, dan media sosial. Nah, ee yang terpenting lagi adalah mendorong warga menjadi pengguna dan pengawas informasi. Jadi, ee kalau saya melihat di Jawa Timur belum sepenuhnya masyarakat itu menjadi subjek atas apa itu subjek atas informasi itu sendiri. Jadi mereka ee apa namanya? hanya hanya sebagai objek saja bahwasanya dia yang diceritakan, tapi kemudian dia tidak sama sekali secara aktif untuk melihat, menelaah dan kemudian memberikan catatan terhadap informasi-informasi yang ada, gitu ya. Terus kemudian yang nomor lima adalah melakukan evaluasi keterbukaan informasi secara berkala. Ee bisa dalam bentuk indeks ya. Tapi ee sampai hari ini ee indeks keterbukaan informasi itu hanya diukur di level provinsi yang kemudian dilakukan oleh ee Komisi Informasi Pusat. Nah, ee sampai kita belum tahu nanti ke depan apakah diperlukan ee pengukuran indeks keterbukaan informasi di level kabupaten kota sehingga kita benar-benar bisa melihat sejauh mana sebenarnya keterbukaan informasi di kota A, kota B, dan kota C. Tapi walaupun tidak ada indeks keterbukaan informasi, kami melakukan sebagai komisi informasi di Jawa Timur melakukan monitoring dan evaluasi terhadap seluruh badan publik yang ada di Jawa Timur, baik kabupaten, kota, OPD termasuk juga instansi vertikal yang ada di Jawa Timur ee yang itu bisa menjadi indikator dan ee indikator dan evaluasi terhadap ee keberadaan badan publik tersebut. Baik. Ee sedikit lagi ya ee jadi keterbukaan dan dampaknya. Jadi kepercayaan publik itu meningkat, partisipasi marga juga semakin aktif, anggaran juga semakin tepat sasaran. Jadi yang sebelumnya kalau misalnya tidak menerapkan keterbukaan informasi publik ee maka anggaran banyak yang tidak terserap dan tidak tepat sasaran karena ee masyarakat tidak bisa mengkoreksi. Terus kemudian pengawasan masyarakat menjadi kuat gitu. Nah, ada beberapa tantangan yang kemudian menjadi catatan Komisi Informasi di Jawa Timur yaitu pertama adalah rendahnya literasi digital masyarakat. Ya, kita tahu di Jawa Timur sendiri mulai dari Pacitan sampai pada Banyuwangi ee mulai dari Bojonegoro sampai ee Sumenep itu tentu banyak sekali tantangan-tantangannya terkait dengan digitalisasi informasi. Maka dari itu ee pemerintah harus melakukan ee atau membuat program-program yang secara aktif melibatkan masyarakat yang ada di ee daerah-daerah terpencil itu. Entah modelnya ee seperti apa, tapi kemudian ini bisa dilakukan di masing-masing daerah melalui pemerintah ee provinsi sampai pada level kelurahan ataupun desa gitu ya. Nah, ee kami juga mencatat tantangan yang lain adalah ee kurangnya data yang terbuka di instansi di instansi. Jadi, ini umumnya adalah terkait dengan ee kepedulian ya. Jadi ee kepedulian, ketidaktahuan dan juga kemudian komitmen dari pimpinan gitu. Ini menjadi catatan kami juga. Solusinya adalah ee ini harus diintegrasikan sistem informasi antar OPD sehingga ee bisa saling check and balance satu sama yang lain. Nah, yang keempat adalah resistensi birokrasi. Nah, saya kira ini juga menjadi ee tantangan tersendiri karena tidak semua birokrasi yang ada di Jawa Timur atau pimpinan yang ada di Jawa Timur ini mereka mau terbuka. Ee tentu ini ee tergantung dari pimpinan yang ada. Kalau pimpinannya pengin terbuka dan kemudian mereka visioner pengin kolaborasi, pengin mendapatkan inovasi dari masyarakat yang banyak terkait ee dan kebijakannya itu benar-benar menyentuh masyarakat, maka pimpinannya harus punya komitmen untuk terbuka. Nah, ini ini tantangan betul yang ini. Terus kemudian yang terakhir adalah terkait dengan keterbatasan sumber daya manusia di PP. ini juga catatan kami ee dari hasil monitoring dan evaluasi yang kami lakukan beberapa tahun terakhir dan terakhir tahun 2025 ini kami sudah memfinishkan itu yaitu ee kami berharap bahwasanya seluruh ee pemerintah baik kabupaten, provinsi maupun pemerintah desa, kelurahan dan lain sebagainya harus benar-benar aktif untuk memberikan penguatan literasi tidak ada kepada masyarakat tapi kemudian juga kepada pejabat-pejabat pengelola informasi dan dokumentasi. yang mereka tidak belum begitu paham itu terkait dengan bagaimana mengklasifikasikan informasi, bagaimana memberikan pelayanan yang maksimal terhadap masyarakat, bagaimana mereka ee melakukan pengecualian terhadap informasi dan lain sebagainya. Saya kira itu ee saya kembalikan kepada Mas Lukman. Terima kasih. [musik] Baik, terima kasih Pak Edi untuk materinya yang sangat menarik sekali. Berarti pemerintah memang harus inklusif dan transparan, tapi masyarakat juga harus bertransformasi juga ya karena literasi kita masih rendah ya. Dan saat ini kita akan membuka untuk sesi tanya jawab. Silakan bagi sobat ASN yang ingin bertanya bisa mengacungkan atau mengaktifkan fature hand ataupun bisa drop question di kolom ee live chat YouTube BPSDM TV. Sebelum saya persilakan kepada Sobat ASN untuk bertanya sedikit ee pertanyaan dari saya, Pak Ei. Ee ini kan informasi yang diberikan oleh ee pemerintah seringki kita kaitkan juga dengan kemampuan literasi atau pemahaman masyarakat atas informasi tersebut. Apakah ada strategi yang dilakukan oleh pemerintah agar memastikan bahwa informasi itu mudah dimengerti oleh masyarakat yang memiliki tingkat literasi yang cenderung belum optimal, Pak Edi? Betul. Jadi memang ee konsep ee penyebaran informasi itu atau kemudian akses informasi itu memang ada prinsip namanya prinsip keadilan. Artinya begini, ee pemerintah harus adil memberikan layanan informasi kepada siapapun juga. Tidak peduli mereka ee kelompok rentan atau kelompok divabel atau kelompok yang lain. Maka pemerintah yang pertama harus dilakukan adalah satu membuat informasi yang super rumit itu semisal ee contohnya adalah APBD. ini tidak semua masyarakat ee bisa memahami APBD, maka pemerintah harus mengkemasnya menjadi hal yang menjadi informasi yang paling sederhana yang menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh masyarakat yang ini disampaikan dengan berbagai platform. Kalau platformnya sekarang misalnya ada TikTok dan seterusnya ya pemerintah harus mengcreate itu. Tapi kemudian tidak boleh juga meninggalkan ee platform-platform yang konvensional seperti forum warga yang saya kira itu juga lumayan masih efektif gitu ya atau papan-papan informasi dan seterusnya. Nah, maka yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah dalam konteks bagaimana mengkonstruksi atau membuat informasi ini lebih sederhana ee dipahami dan kemudian ee dijalankan oleh masyarakat. Maka pemerintah memang harus benar-benar kreatif untuk menterjemahkan seluruh informasi-informasi yang rumit itu menjadi informasi yang sederhana dan mudah dipahami. Heeh. Melalui berbagai platform yang dimiliki itu. Begitu, Mas. Baik, baik. Terima kasih Pak Edi untuk jawabannya yang sangat menjawab sekali ya pertanyaan saya tadi. Baik, saya akan undang untuk penanya kita yang sudah bergabung bersama dengan kami. Saya ingin sapa beliau terlebih dahulu. Selamat pagi Bapak. Pak Usmar. Mohon izin, Bapak untuk mik-nya masih terunmute. Boleh dibantu untuk Sudah. I oke sudah. I baik silakan Bapak boleh dibantu perkenalkan nama dan asal instansi sekaligus disampaikan pertanyaannya. Saya Usmar Hadiati dari PU Binomarga Provinsi Jawa Timur. Pak Edin, saya mau tanya yang pertama, bagaimanakah mengkolaborasikan, menyandingkan, dan memilah antara Undang-Undang 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik dengan panca prasetria korpin du yang menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara serta memegang teguh rahasia jabatan dan rahasia negara. Kedua, untuk masukan di Musering Bank banyak masyarakat tidak diikut sertakan dalam rapat. Bagaimana untuk menjaring aspirasi masyarakat? Mungkin itu, Pak Edi. Nggih. Nggih. Terima kasih. Gimana, Mas Lukman? Langsung atau gimana? Iya, langsung saja dijawab, Pak Edi. Silakan, Pak. Baik. Baik. Yang nomor dua dulu ya, Pak. Jadi yang nomor dua itu bagaimana sebenarnya atau kemudian apa yang harus dilakukan untuk menjaring seluruh aspirasi masyarakat begitu karena memang ee yang kita libatkan di Musang tidak mungkin semuanya begitu. Nah, maka dari itu sebenarnya memang harus dilakukan secara terstruktur. Yang pertama adalah kita harus menenjaring tadi sebagaimana tadi yang saya sampaikan di awal harus ada kelompok-kelompok yang harus yang didengar suaranya ya. ada forum warga untuk perempuan, forum warga untuk kelompok divabel, forum warga untuk kelompok-kelompok ee yang kemudian rentan atau kemudian kelompok-kelompok yang kemudian anak-anak, pemuda dan seterusnya itu memang harus di didengar semuanya informasi-informasi itu. Nah, baru kemudian setelah mereka melakukan apa me me apa namanya berembuk di masing-masing forum itu, masing-masing forum itu membawa usulannya untuk dibawa ke Musen bank. sehingga usulannya itu tidak berdasarkan pada keakuan karena saya bisa merasionalisasikan karena saya memiliki informasi ini dan merasa mewakili teman-teman sebelum mereka melakukan rembukan. Kadang kala yang terjadi kan begitu kadang kala yang ikut Mus Rembang itu merasa bahwasanya dia menyuarakan suaranya banyak orang tapi kemudian rupanya tidak dia tidak sadar kalau dia menyuarakan dirinya sendiri begitu kan. Nah, ini ini menjadi problem. Nah, lupa masyarakat kami masih mengalami kendala sinyal ya, Pak Edi. Masih mengalami kendala sinyal. Kami masih mencoba terhubung dengan narasumber kita untuk memandu di sesi tanya jawab. Pak Usmar ee mohon izin juga kami ingin menginformasikan bahwasanya jangan lupa untuk mengirim alamat domisili Bapak untuk pengiriman hadiah dari tim BPSDM Provinsi Jawa Timur. Baik, saya izin untuk undang kembali Pak Edi apakah sudah bergabung atau belum. Baik, masih belum bergabung dan sekali ee sekali lagi kami menginformasikan ya untuk sobat ASN semua bahwasanya untuk link presensi ini jangan lupa untuk diisi di laman semestacom.id ID untuk mendapatkan e-certificate dari BPSDM Provinsi Jawa Timur. Dan untuk link presensi ini akan kami tutup hingga pukul 12 siang waktu Indonesia Barat. Dan karena traffic presensi saat ini sedang tinggi, jadi nanti kami harapkan Sobat ASN bisa mencoba secara berkala laman ini untuk ee melakukan presensi. tadi menarik sekali apa yang sudah disampaikan oleh Pak Edi ya terkait dengan prinsip utama dari eh open governance ini adalah transparansi, partisipasi dan juga akuntabilitas. Jadi kita tidak hanya berfokus pada pemerintah saja, tapi baga
Resume
Categories