ASN Sehat dan Bugar 2025 - Peningkatan Performa ASN Melalui Cek Kesehatan
XJ0qFVSxs08 • 2025-10-03
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Yeah.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Apa
[Musik]
kabar sobat SN di seluruh Indonesia?
Izinkan maya saya menyapa dengan penuh
kebahagiaan dan penuh sukacita.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam wabarakatuh.
Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya.
Salam kebajikan. Tentunya marilah kita
bersama-sama memanjatkan puja dan puji
syukur karena hari ini kita semua dalam
keadaan sehat tentunya bisa mengikuti
webinar sampai dengan selesai acara
nanti. Dan tentunya saya mengucapkan
terima kasih banyak kepada BPSDM Jatim
yang masih mempercaya saya sebagai host
sampai dengan hari ini. Luar biasa.
Masyaallah. Dan sebagai aparatur sipil
negara sebagai pelaksana utama kebijakan
publik dituntut memiliki kinerja
optimal. Salah satu faktor penunjang
performa ASN adalah kesehatan yang prima
dan asupan gizi yang tepat dan seimbang.
Namun banyak sekali ASN tiba-tiba sakit.
Ternyata untuk sehat dan bugar
diperlukan teknik-teknik tertentu dan
pemerintah ada program cek kesehatan
gratis. Jadi itu harus loh ya untuk
semua ASN agar lebih hebat.
Dan untuk hari ini UPTD LEPKESDA
Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan
BPSDM Provinsi Jawa Timur
menyelenggarakan webinar ASN Sehat dan
Bugar dengan tema peningkatan performa
ASN melalui cek kesehatan. Sekali lagi
mohon tepuk tangannya untuk teman-teman
yang ada di studio dan juga yang ada di
YouTube dan Zoom.
Hari ini di BPSDM Jatim di Jalan
Balongsari terselenggara acara di
YouTube channel-nya dan juga Zoom. Dan
tak lupa juga saya menyiapa dahulu
kepada yang terhormat opening speech
hari ini Bapak Dr. Lamblianto, SPMP
selaku Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Untuk narasumber yang pertama yakni
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Timur Prof. Dr. dr. Erwin Asta Triono,
S.P.Pd. KPTI Vinasim Mars dengan topik
kebijakan cek kesehatan. Narasumber kita
yang kedua adalah analis kesehatan UPT
Lebkesda Provinsi Jawa Timur NLPA
NLPA Putri Sariningrat SKM MSI Bunda
Putri dan topiknya pemeriksaan kesehatan
dini untuk produktivitas ASN. Luar biasa
kedua narsum ini narsum yang sangat luar
biasa. sangat bangga sekali karena hari
ini menjadi host Prof. Erwin.
Masyaallah. Dan kami informasikan bahwa
presensi sudah dapat diakses melalui
website semesta Bangkom seperti yang
tertera pada running atau chat Zoom.
Jangan lupa untuk mengisi survei serta
mengisi lembar monev. Maka sertifikat
akan muncul 1* 24 jam. Jangan lupa juga
dicek secara berkala. Untuk tata tertib
bertanya hari ini, sama seperti webinar
sebelumnya, sesi diskusi setelah materi
dari masing-masing narasumber hanya ada
dua penanya yang diberikan kesempatan
dan menyebutkan identitas nama serta
instansi Anda. Panitia yang akan memilih
dari peserta yang rais hand. Baik,
selanjutnya tetap supaya enggak tegang
dan semakin enjoy mengikuti webinar,
izinkan saya berpantun. Anak kecil ambil
pepaya,
jatuh.
Pepaya jatuh terkena kepala.
Jangan patah semangat ya karena ASN
semakin berjaya. Boleh tepuk tangannya
dong.
[Musik]
Ada yang kedua enggak afdol kalau enggak
dua. Lirik kanan, lirik kiri.
Satu.
Ikuti dengan nyaman webinarnya kali ini.
Luar biasa. Boleh tepuk tangannya.
Baik, Sobat ASN. Informasi hari ini
bertujuan memberikan pemahaman
pentingnya cek kesehatan dalam menunjang
performa kerja ASN. Karena untuk ASN
hebat harus sehat dan bugar. Mendukung
program pengembangan SDM melalui 3JPL
jam pelajaran latihan yang diakui
sebagai bagian dari peningkatan
kompetensi ASN. Selengkapnya akan
dibahas dalam webinar ASN Sehat dan
bugar dengan tema peningkatan performa
ASN melalui cek kesehatan.
[Musik]
SN untuk membuka webinar hari ini, mari
kita sambut bersama opening speech dari
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Provinsi Jawa Timur kepada yang
terhormat Bapak Dr. Lamlianto, S.P., MP.
Kami silakan.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN
di seluruh tanah air dengan penuh
semangat Corporate University, Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur kembali menyajikan
salah satu serial dari gerakan ASN Dahar
Ngopi. ASN tiada hari Tanpa Pengembangan
Kompetensi, yakni ASN Sehat dan Bugar
yang ditayangkan setiap hari Jumat.
sebuah ikhtiar untuk memberikan akses
informasi strategis bagi sobat ASN di
seluruh tanah air dalam rangka
meningkatkan kualitas kesehatan dan
kebugarannya sehingga diharapkan
berkontribusi nyata terhadap kinerja
unggul para sobat ASN di seluruh tanah
air. Sobat ASN di seluruh tanah air
dalam serial ASN Sehat dan Bugar kali
ini kita mengangkat tema peningkatan
performa ASN melalui cek kesehatan. Tema
ini selaras dengan kebijakan nasional
tentang cek kesehatan gratis yang
baru-baru ini digulirkan oleh pemerintah
Republik Indonesia. Kebijakan ini bukan
sekedar program medis, tapi sebuah
strategi besar nasional untuk meneguhkan
komitmen bahwa kesehatan rakyat termasuk
ASN adalah modal utama menuju Indonesia
Mars 2045.
Sobat TSN, kebijakan ini bukan sekedar
program medis, tetapi sebuah investasi
peradaban. Ia menegaskan bahwa kesehatan
adalah pondasi pembangunan, bahwa tubuh
yang kuat dan jiwa yang seimbang adalah
syarat mutlak lahirnya bangsa yang
berdaya saing tinggi. Kebijakan ini
bukan sekedar rutinitas pelayanan
publik, tetapi sebuah strategi
kebangsaan. Melalui kesehatan yang
prima, negara sedang menyiapkan sumber
daya manusia masyarakat Indonesia yang
tangguh dan produktif.
Masyarakat yang sehat adalah modal dasar
pembangunan. Mereka dapat belajar dengan
baik, bekerja dengan lebih giat, dan
berkontribusi nyata dalam roda ekonomi
bangsa. Tanpa kesehatan, segala visi
pembangunan hanya akan menjadi bayangan.
Dengan kesehatan, mimpi kolektif menjadi
nyata.
Tanpa kesehatan yang prima, pembangunan
hanyalah ilusi dan cita-cita besar
bangsa akan kehilangan pijakan.
Tubuh yang rapuh tidak mampu menopang
kerja. Jiwa yang letih tidak akan
sanggup menyalakan asa. Sebaliknya,
dengan kesehatan yang terjaga, lahirlah
masyarakat yang tangguh dan produktif
dan bangsa yang percaya diri menatap
masa depannya. Shabat ASN di seluruh
tanah air. Demikian juga kita aparatur
sipil negara. Kesehatan adalah pondasi
pengabdian.
Dengan tubuh yang sehat dan bugar, kita
mampu melayani rakyat dengan sepenuh
hati. Berpikir jernih dalam merumuskan
kebijakan, serta tangguh dalam
menghadapi dinamika zaman.
Tanpa kesehatan, integritas bisa rapuh,
inovasi terhambat, dan tentu pelayanan
publik akan kehilangan dayanya.
Tetapi dengan kesehatan yang terjaga,
ASN menjadi energi bangsa, bekerja
dengan semangat, berkarya dengan penuh
integritas, dan mengabdi dengan
ketulusan.
Sobat ASN, nah lalu apa peran cek
kesehatan untuk menjaga tubuh kita agar
tetap kelihatan prima?
Cek kesehatan adalah jendela yang
memberi kita kesempatan membaca tubuh
kita sendiri sebelum terlambat. Ia
adalah alarm yang mengingatkan sekaligus
peta yang menuntun kita menjaga
keseimbangan.
Melalui deteksi dini, kita bisa mencegah
penyakit, merawat kebugaran dan
memastikan bahwa energi pengabdian kita
tetap menyala. Bagi ASN, cek kesehatan
bukan sekedar prosedur medis, tapi ikrar
untuk menjaga diri. Demi bangsa. ASN
yang sadar akan pentingnya kesehatan
berarti sedang menyiapkan tubuh yang
kuat, pikiran yang jernih, dan jiwa yang
teguh untuk melayani masyarakat dengan
prima. Dengan demikian, cek kesehatan
bukan hanya menjaga individu, tapi juga
memperkuat birokrasi, meneguhkan
pelayanan publik, dan mengokohkan
perjalanan kita menuju Indonesia Emas
2045.
Oleh karena itu, kami menyampaikan
terima kasih dan apresiasi yang tulus
kepada Bapak Prof. Dr. dr. Erwin
Astatriono, S.P.Pd. KPTI, FINASIM Mars,
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Timur atas kolaborasi dan kerja sama
strategis ini. Terima kasih juga kami
sampaikan kepada Ibu NLPA Putri Saringa
Ningrat, SKM, M.Si.
analis penyelia kesehatan UPT Lapkesda
Provinsi Jawa Timur yang akan memberikan
penguatan wawasan kesehatan kepada kita
semuanya. Nah, Sobat ASN di seluruh
tanah air, mari kita simak dengan
seksama webinar ASN Sehat dan Bugar ini.
Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
Baik, Sobat SN sudah hadir di samping
saya Ibu Nilu Putu Ayu Putri
Sariningrat, SKM, MS. Beliau adalah
analis penyelia kebijakan UPT Labkesda
Provinsi Jawa Timur dan beliau menempuh
S2 Kedokteran dasar di Universitas
Erlangga Surabaya dan kali ini akan
menyampaikan peran ASN dalam cek
pemeriksaan gratis menjadi peloporan
kesadaran hidup sehat dan memanfaatkan
fasilitas tersebut untuk menjaga
kesehatan diri demi pelayanan publik
yang optimal. Nah, namun nanti pasti
akan dibahas secara tuntas. Langsung aja
menyapa Ibu Putri. Apa kabar? Sehat?
Ya cantik sekali. Enggak capek ini.
Cantik terus.
Terima kasih sudah dipuji nih pagi-pagi
semangat saya.
Iya. Kayaknya saya nanti harus e mencari
tahu tips dietnya nih dari Bu Putri.
Boleh. Boleh. Nanti kita kupas tuntas di
sini ya.
Mau diet-diet yang benar seperti apa.
Terima kasih. Baik. Luar biasa. Injih.
Tapi memang untuk fokusnya cek kesehatan
gratis ya Bu Putri ya untuk hari ini.
Nah, ini memang benar sekali karena
kalau kita tidak cek kesehatan secara
berkala dan secara apa ya pokoknya
enggak usah ceklah. Itu banyak sekali
ASN yang tiba-tiba ambruk sakit,
tiba-tiba tensinya 150, tiba-tiba ee
gulanya 300. Nah, itu
ya. Ini ini saja saya baru nerima nih e
kabar dari seorang teman ya. tetangganya
itu umur 40 tahun
itu tiba-tiba pingsan masuk rumah sakit
paginya terus langsung sudah
berpulang padahal umur 40 loh itu
umur 40
40 mungkin ee punya anak masih muda
mungkin ee apa namanya di pemerintah
bekerja juga sedang
maksimal-maksimalnya.
Nah, bagaimana ini anak dan istri gitu
loh. Nah, juga mungkin bekerja sebagai
ASN misalnya. Nah, ini kehilangan orang
profesional ini ya apa
kalau kita enggak peduli sama kesehatan
kita sendiri. Karena
kita itu berdiri di atas kaki sendiri
ini karena kita harus menjaga diri kita
sendiri. Kalau mau kita memberikan
pelayanan yang optimal gitu.
Betul. Betul banget Bu Putri. Jadi
memang harusnya itu tetap dicek apun
yang teradi karena pemerintah juga tidak
menyisir ASN saja tapi seluruh rakyat
Indonesia juga harusnya cek KG ya, cek
kesehatan gratis apalagi ASN tentunya
agar melayani masyarakat lebih optimal
maksimal optimal. Iya. Betul. Betul.
Baik, untuk selanjutnya langsung saja
kami persilakan untuk Bu Putri yang
cantik jelita memberikan materinya dan
tentunya Sobat ASN jangan lupa CKG di
Puskesmas setempat ya, cek kesehatan
gratis. Kami persilakan Bu Putri
memberikan materinya. Terima kasih, Mbak
May.
[Musik]
Ee, asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
I, Om swastiastu. Shalom. Ee, salam
sejahtera untuk kita semua. Baik, ee
pada kesempatan ini yang terhormat
Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur ee
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Timur. Kemudian perkenalkan saya tadi
sudah disampaikan Mbak Maya, saya
namanya panjang banget ini nih loh Putu
Ayu Putri Sariningat.
Panggil saja saya Putri. Ee pada
kesempatan ini saya mewakili UPT
Lapkesda Provinsi Jawa Timur. Heeh.
Dalam ee apa? materi pemeriksaan
kesehatan dini untuk produktivitas ASN.
Tadi sudah disampaikan saya pengin tahu
nih sebenarnya yang ASN yang hadir di
sini sudah cek kesehatan belum? Ayo.
Saya alhamdulillah sudah cek.
Oh, sudah ya. Luar biasa. Nah, tentunya
dengan cek kesehatan ini kita akan tahu
apakah kita sudah berisiko apa tidak.
Termasuk prap penyakit. Nah, saya ee
misalnya untuk hipertensi, prediabetes
itu kalau segera kita tahu kita segera
menindak i termasuk yang sudah nah
terkena langsung sudah didiagnosis
diabetes, sudah diagnosis hipertensi.
Kalau itu tidak mendapatkan ee dukungan
dari ee tenaga kesehatan, apa yang akan
terjadi? Seperti yang tadi saya
sampaikan. Oke, next, Mas.
Jadi pada kesempatan ini kita akan
membahas ee terkait dengan pendahuluan
sedikit ya peran UPT Lapkesda Provinsi
Jawa Timur. Yang belum kenal nih nanti
saya jelaskan nih ceritakan.
Heeh. Kemudian kita harus cek status
gizi ini sebenarnya paling mudah, paling
dasar yang bisa kita lakukan
sehari-hari. Heeh. Kemudian saya punya
data status kesehatan ASN. H
ini hasil kajian kami. Jadi kami itu
sebelum menjadi lapkesda mempunyai
labisi itu kita melakukan kajian
ee 2 tahun itu datanya nanti saya
sampaikan. Termasuk pola makan ASN piye
ki pola makannya kumpas ini yang
benarnya seperti apa yang harusnya kita
makan. Kemudan yang tidak jelas.
Nah itu mengapa perlu pendampingan ahli
ojok sendiri-sendiri pakai acara
sendiri. Sebenarnya didampingi itu akan
lebih baik. tahu yang mana yang benu
dibaiki termasuk apa sih kerja itu
sampai perlu pendampingan untuk mendampi
klien dietnya seperti apa yang benar
tipsnya menjalankan diet yang aman tuh
seperti apa gitu ya kita bahas itu ya
Mbak Maya ya hari ini ya
cocok ini saya
iya benar tah
iya tips diet ini.
Oke next
jadi ee peran ASN dalam ee cek CKG ini
jadi plopor. Jadi kita harus memulai
memberikan contoh untuk masyarakat,
untuk lingkungan, agen sosialisasi.
Karena kita menjadi contoh public figure
di masyarakat, tentunya kita yang harus
memulai. Pemerintah itu sebenarnya
kasihan sama masyarakatnya. Coba hampir
60% itu tidak pernah screening PTM. Coba
60% luar biasa.
Iya, 60% itu luar biasa banget. Kemudian
iya mengecek mengecek terkait lingkar
pinggang, kemudian terkait berat badan,
gula darah itu sangat-sangat rendah
sehingga nah sekarang ASN yang ada di
sini saya
kasih semangat ayo cek kesehatan. Sudah
cek kesehatan belum? Ini belum dijawab
ini sama audien teman-teman di chat bisa
siapa yang sudah. Nah, e kita juga bisa
memberikan masukan, dukungan dalam
pengembangan cek kesehatan gratis ini.
Oke, next.
Jadi ee mungkin ee ini cerita ASN. Saya
dulu ASN itu zaman dulu pun sudah
berjuang keras ya
untuk lulus itu loh. Nah, kita belajar
sudah sekolah akhirnya jadi ASN.
Sekarang jadi ASN harus melayani
masyarakat, harus berintegritas,
belajar, kemudian berorientasi
pelayanan. Kayak Mbak Maya ni sekarang
loyal, adaptif, kolaboratif,
profesional. Maka senang sekali nih ada
pro ya, MC pro ya, bertanggung jawab.
Kalau Mak Maya kira-kira pagi-pagi tadi
tiba ngeli apa bisa sekarang duduk di
sini?
Tidak mungkin karena
misalnya tidak sarapan gitu.
Betul, betul banget. Modalnya memang
harus sehat dulu baru bisa menjalani
apapun. Betul ya, Bu Putri?
Coba lihat kami punya ASN yang ih
cantik-cantik banget ya. Badannya ini
luar biasa langsing-langsing,
cantik-cantik, ganteng, sixpack. Nah,
betul.
Nah, bagaimana tetap menjaga kesehatan
dan bugar selamanya?
Betul. Betul.
Sampai walaupun pensiun sudah pensiun
tetap bisa.
Iya. Tetap bisa bikin konten, tetap bisa
tiktokan. Kan kan seperti itu banyak
yang sudah pensiun.
Sekarang next mungkin. Nah, pada saat
perjalanan waktu, next. Pada saat
perjalanan waktu ASN ini sudah mulai nah
hamil. Iya, betul.
Kemudian misal perempuan ya punya anak,
kemudian karirnya meningkat sekolah
lagi. Kemudian e dinas luar pekerjaan
mulai menumpuk, Mbak Maya.
Airnya begadang.
Oh, iya.
Heeh. Terus makannya gak teratur.
Olahraga kapan waktunya olahraga?
Hah? Memang ada waktunya olahraga itu
untuk kita ASN begitu sibuknya.
Lama-lama kalau misalnya makannya enggak
benar, seringan makannya sedikit,
komposisinya gak benar, lama-lama
timbangan ke kiri ke kiri terus itu juga
bahaya.
Underweight atau ke kanan ke kanan
jadinya gak ke kanan itu bertambah ke
jadinya obesitas, ke kiri jadinya
underweight. Nah, kalau misalnya ASN
sekarang ke kiri terus, ke kiri terus
akhirnya berat badannya kurus jadi kek.
Nah, itu jadi menghasilkan generasi
stunting nanti.
Oh,
kalau yang obes-obes ini. Nah, contoh
ini saya punya ada influencer yang cukup
artinya memberikan insight gitu ya.
Kalau kita naik 19 kilo sama dengan 1
galon. Wih air. Coba kalau kita tiga
galon saya tulis gambar di situ tiga
galon. Kira-kira kita bawa
itu ke mana-mana itu bawa galon tiga
galon itu gimana rasanya? Apakah kita
bisa naik tangga berlari cepat bergerak?
Bisakah?
Bisa.
ASN itu sekarang dituntut
siap, Bos. Betul. Betul.
Siap, Pak.
Iya, betul.
Siap, Bu. Besok aman. Semua kerjaan
beres, gitu. Tapi di rumah, Mama, aku
sakit gitu. Gimana?
Iya, benar. Benar.
Nah, artinya menyeimbangkan ini kalau
ASN tidak komitmen, saya harus sehat,
saya harus kuat, makan harus teratur,
minum harus cukup. tidur harus cukup.
Nah, itu nanti akan membuat kita jadi
sehat gitu ya. Next.
Jadi, CKG itu adalah salah satu rapot
yang bisa kita jadikan ee untuk rapot
kita. Kita itu sudah
termasuk di faktor risiko pra penyakit
atau sudah dengan penyakit itu sendiri.
Oh, faktor risiko ya, Bu?
Heeh. Jadi, ee mungkin di sini kita
sebagai UPT Lapkesda Jatim. Jadi ee ini
mungkin banyak enggak paham. Kenal
enggak sama UPT Lapkesda Jatim? Ada yang
kenal mungkin ee teman-teman di live
chat
ada yang kenal dengan Lapkesda. Jadi
iya karena memang Lapkesda ini asal mu
asal muasalnya itu dari sekolah pembantu
ahli gizi.
Jadi kami menghasilkan D1 gizi mulai
dari 1985 kemudian berubah jadi akademi
gizi. Ahli gizi kami itu tersebar di
seluruh provinsi ee Jawa Timur juga
mungkin di Indonesia.
Wus luar biasa.
Iya. Jadi ee kami itu dulu adalah ee
dosen-dosen gitu awalnya. Oh, awalnya
dosen-dosen.
Nah, ternyata ada undang-undang yang
menyampaikan bahwa
ee sudah pemerintah pusat maupun daerah
tuh tidak boleh lagi menyelenggarakan
pendidikan karena kami di bawah ee
pemerintah ee pusat ya, pemerintah
daerah ya.
Akhirnya kami berubah menjadi UPT
laboratorium gizi Provinsi Jawa Timur
berdasarkan Pergup 87 tahun 2019.
2019. Jadi diharapkan UPT kami ini ee
mendukung untuk percepatan permasalahan
gizi di Jawa Timur.
Berjalannya waktu ternyata Provinsi Jawa
Timur itu
satu-satunya ee salah satu yang belum
mempunyai laboratorium kesehatan daerah
TIR Tiga.
Makanya layanan gizinya tetap ada di
situ. Ditambahlah layanan-layanan yang
lain nanti saya jelaskan.
Luar biasa ya. dari tahun 5 saya umur
berapa itu angka next
next
sudah ada regulasi izin operasional
sudah ada
kita sudah banyak melayani masyarakat
kemudian dasar tarif juga sudah punya
tadi mungkin sudah di di awal sudah ada
videonya ya next
iya
kita sebagai tir 3 sekarang ini
posisinya kita harus membina
tir du tingkat dua tingkat satu tingkat
kedua itu ee di Provinsi Jawa Timur tuh
ada sekitar 32 yang harus kita bina
nanti sebagai tir 3. Kemudian ee yang
tiratnya itu 987
nanti FKTP yang harus kita bina ke
depannya. Jadi ini termasuk CKG ini
tentunya enggak boleh dong sampai ada
nanti peran kita di sana adalah membina.
Jadi mau mengupayakan gimana kita bisa
mendampingi ee apa namanya lab kesmaslab
kesmas TIR 1 maupun e TIR du. Kemudian
bagaimana untuk mendukung SDM-nya ee
misalnya ee apa namanya? Kebutuhan bahan
habis pakainya dan lain sebagainya.
Termasuk kita menerima rujukan nanti ke
depannya.
Oh ke depannya
karena ada beberapa yang memang harus
dirujuk pemeriksaannya tidak bisa
dilakukan oleh ee tir 2 maupun tir 1.
Jadi kita pusat rujukan nanti ke
depannya gitu ya.
Baik. Amin. Amin. Saya doakan
mudah-mudahan Mbak Maya. Nggih. Jadi
next.
Nah, kami itu di tahun 2024 kita sudah
membangun fisik karena berubah jadi
akademi gizi menjadi Lab Kesda. Ini
butuh bangunan baru, Mbak.
Jadi 2024 kami sudah menyelesaikan
beberapa bangunan untuk mendukung
layanan. Kami sudah membentuk instalasi
media regenserilisasi
kemudian instalasi mikrobiologi,
kemudian molekul instalasi patologi
klinik imunologi, kemudian instalasi
kesehatan lingkungan, vektor dan
binatang pembawa penyakit
K3 pengelolaan limbah biorepisitori.
Kemudian sarana prasarana kalibrasi,
teknologi tepat guna, kemudian instalasi
gizinya tetap ada, layanan gizinya tetap
ada, kemudian kita laani kimia pangan
juga
gitu ya. Jadi ini menjadi besar nanti
kita mback up. Iya, betul. Jadi kami ini
termasuk sudah semangat sekali karena
pemerintah ternyata dukungannya luar
biasa untuk kami ya. Tuh, next.
Nah, ini yang layanan yang sudah bisa di
ini dimanfaatkan. Tapi benar, Mbak Naya.
Terusang konsulting konseling gizi kami,
konsultasi gizi kami
kurang populer.
Coba tahun 2024 berapa orang?
2025. Aduh padahal masalah gizi banyak
Mbak.
Overwak sama
karena mungkin satu mungkin sudah
konsultasi gizi di puskesmas bisa jadi
ya atau di rumah sakit. Tapi ee kami
sebenarnya bisa
untuk melayani. Jadi saya di sini itu
istilahnya adalah untuk promosi atau
nyeles gitu ya.
nya cantik.
Aduh nyeles gitu ya. Kemudian kita
layani konsultasi produk
e UMKM sudah kita layani. Terus serang
kami sekarang lagi ee dapat proyek
banyak ini jadi kimia ee jadi ee ee apa
namanya untuk konsultasi produknya.
Kemudian pengembangan resep. Baru-baru
ini kami kerja sama dengan salah satu ee
ee Pertamina, ada yang dari ee dari
instalasi e dari apa organisasi dan lain
sebagainya itu ngembangin resep resep
lokal. itu mau jadi untuk misalnya untuk
ibu hamil gimana cara pengembangannya
biar jadi makanan yang memenuhi
kebutuhan gizi
kita layani bahkan edukasi pengemar
resep ini cooking class
cooking class kita sebenarnya tahun 2024
banyak sekali peminatnya
sekarang karena efisiensi jadi
iya turun jauh nah e kita juga sebagai
narasumber di berbagai ee instalasi
pemerintah swasta mau perusahaan jadi
lumayan sasaran yang sudah kita iya
sudah banyak ya dari tahun 2024 maupun
2025 ya lumayan
banyak sekali.
Nah, ini ee ini juga yang UMKM tadi saya
bilang. Jadi kita bisa memeriksakan
proksimat kadar air, kadar abuk, kadar
protein, lemak, serat kasar, gula reduk
besi, vitamin Z, zink, ee sat besi,
tembaga ini sudah ada. Jadi kalau
misalnya kepo terap harga, nah kepoin
kita di Instagram. di Instagram ada
sudah ada lengkap semua terkait dengan e
perda tarifnya itu berapa. Jadi ee ini
sudah banyak bahkan sekarang nih lagi
sibuk-sibuknya di Kimia Paman nih karena
banyak proyek kebetulan untuk bulan ini
ya jadi kerja keras mereka jadi tetap
kita layani sudah gitu ya. Next.
Nah, ee kita juga sangat berbangga
pada hari ini kita sudah dapat kita
sudah punya sertifikat akreditasi kan.
Saya tunggu nih kan ini berarti kalau
IPAL Puskesmas bisa ini
timbangan dewasa digital ojo sampai
nimbang kok salah diagnose.
Iya karena tidak tidak pernah
dikalibrasi. Betul betul. timbangan
dewasa mekanik, bayi digital, timbangan
mekanik, analitik, tensimeter yang
digital, yang Android
sampai yang Android loh bisa ya. Jadi
Heeh. Jadi ini kebanggaan kami. Jadi ee
untuk kimia pangan juga nanti tahun 2007
2027 rencananya sudah harus
terakreditasi gitu. Next.
Nah, layanan lab klinis tadi sudah lihat
ya, ruangannya masih kosong.
Iya, betul.
Nah, sekaranglah di tahun ini di tahun
ini proses Ibu. Alhamdulillah.
Kemudian regen-reennya nanti di akhir
tahun ini mudah-mudahan
jenis layanan kami hematologi bisa
dilayani. Kimia klinis, imunologi,
urinologi, toksikologi,
mikrobiologi klinis banyak sudah kita
bisa l
karena kita tahun ee bulan Juni ini
banyak dapat tenaga.
Jadi lumayan untuk me-back up ini. Jadi
kita pengin cepat-cepatlah melayani
masyarakat di Jawa Timur gitu. mungkin
masukan dari P3K dan juga ASN ya, Ibu
ya. Iya. Heeh. Biar bisa nanti
memanfaatkan layanan kami semakin
banyak.
Nggih. Betul. Nah, layanan mikr biologi
lingkungan juga. Jadi, sampel air minum
sudah kita bisa layani juga untuk
ekolinya.
Suhu suhu
untuk perizinan perizinan IPA. Perijinan
ini sudah bisa berarti Bu ya. Ini ini
tapi kita untuk ee kan itu baru
kalibrasinya saja.
Kalibrasi saja. Jadi ini belum ini masih
i jadi kita masih proses bahkan iya
betul
identifikasi nyamuk, uji resistensi
inseksida, penyediaan telur yang I jadi
kami juga ee di situ akan berperan.
Next.
Nah, ini layanan regensia 2026. Jadi
kami juga ee 2026 nanti baru bisa yang
ini. Jadi ada nutrien agar, brillian,
green, lactus bile gitu atau laktus brut
ya. ini memang ee layanan-layanan kami
bisa nanti ee dengan harapan ee kami
bisa me-backup CKG ini dengan baik gitu.
Jadi, ini adalah usaha kami. Mungkin
itu. Jadi, kita sekarang kembali
bagaimana sih sebenarnya cek kesehatan
yang paling mudah kita lakukan. Kita
lanjut lagi ya.
Oke. Jadi, saya sudah promosi. Monggo
nanti dilayan dimanfaatkan layanan kami
di UPT Lapkesda Provinsi Jawa Timur.
Next.
Nah, sebenarnya cek status gizi ini
paling mudah loh, Mbak Maya.
Iya. Kita timbang berat badan. Tiga
tinggi badan itu rumusnya ada
berat badan nggih. IMT tinggi badannya
dalam meter dikalikan tinggi badan kali
tinggi badan itu dibagi aja nanti ada
hasilnya. Normal itu 18,5 sampai 25
kemudian gemuk itu lebih dari 25 sampai
27. Obesitas di bawah 27. Itu yang pakai
ee standar Kemenkes. Di sebelahnya itu
adalah standar WHO. WHO. Heeh. Agak
berbeda sedikit. Tetapi di situ ada
perbandingan antar lingkar perut. Nah,
lingkar perutnya itu kalau di Indonesia
itu laki-laki lebih dari 90 centti itu
sudah termasuk obesitas sentral. Karena
laki-laki itu biasanya banyak di ini ya.
Heeh. Kalau perempuan itu kalau lebih
dari 80 cent itu masuk obesitas sentral.
Coba di situ dibaca ya di yang tabel
sebelahnya. Peningkatan lingkar pinggang
juga menjadi penanda peningkatan risiko
meskipun berat badannya misalnya normal.
Normal. Oh. Jadi lingkar pinggang ini
juga salah satu risiko untuk bisa
menjadi risiko kalau kita sudah
satu risiko
kira-kira untuk terkena penyakit
diabetes, hipertensi, maupun jantung
yang tadi saya bilang itu.
Iya. Iya. Yang pertama tadi
umur 40 tadi itu ya Bu Putri ya?
Iya. Banyak. Saya punya kasus juga
pasien umur 40 untung itu masih stroke
ringan tapi akhirnya turunkan berat
badan kita ajarkan dietnya cepat
memperbaiki
sembuh juga sehat juga. Artinya e
penurunan berat badan secara bertahap
itu bisa kok
asal kita dampingi. Nah, ini yang
mungkin hasil ee kajian kita sebelum
kita menjadi ee Lapkesda ini. Jadi, kita
ee keliling nih di Kota Surabaya
ASN-nya
ternyata
cuma yang normal berapa persen coba Mbak
Maya? 15%.
15%.
Kemudian yang ee yang kedua itu 17%.
17% turun lagi
15%. Jadi yang lain itu sudah overweight
obesitas 1, obesitas derajat du.
Betul.
Itu yang kita dapatkan. Sebenarnya kami
sebagai ee UPT Lapesda kalau mau
konseling banyak loh pasiennya dapat.
Tapi tadi konselingnya berapa?
Sedikit. Enggak ada yang mau konsul.
Iya. Makanya ee ini ee kebetulan untuk
yang ee ee apa namanya? Pemeriksaan gula
darah acak dan asam urat. Untung masih
ada untung. Kalau orang Indonesia masih
ada untung
sebagian besar masih baik.
Hmm.
Heeh. Tapi yang nah yang sebenarnya yang
tinggi ini 11,5 ee gula darahnya atau
yang asam uratnya 109% itu harus segera
datang ke tempat
pelayanan kesehatan sesegera mungkin.
Karena itu adalah tadi untuk ngecek
apakah kita sudah termasuk pra apa sudah
dengan penyakit gitu loh.
Nah,
resiko atau tidak
kita di tahun 2021 itu ngecek persentase
lemak tubuh.
Sekarang itu timbangan itu sudah
canggih-canggih loh, Mbak.
Hm. Ada
tidak hanya berat badan, tinggi badan.
Oh, zaman biyen.
Iya. Sekarang ada
sekarang apa dong? Ada viseral fat,
total body fat.
Iya, betul.
Masa masa ototnya berapa? Kemudian masa
tulangnya gimana, usia selnya? Saya
pernah punya pasien umurnya
sudah ee 57
tapi usia selnya berapa coba?
35.
Padahal usianya sudah 50-an. Kenapa?
Karena masa ototnya banyak dan itu
menunjukkan metabolismanya itu bagus
gitu loh.
Bagus. Metabolisme bagus ya, Bu.
Iya. Ngih. Next.
Nah, kalau kita lihat survei data survei
kesehatan Indonesia nih. Aduh, yang
konsumsi makanan manis tuh ASN itu ya
57%.
Ee kemudian yang makan asin 51,9, yang
makan berlemak 55,6.
Padahal kalau makanan-makanan berlemak
harusnya makan buah dan sarunnya banyak.
H
eh ternyata apa? Satu sampai du porsi
aja yang lebih banyak, Mbak. Padahal
harusnya lebih dari 5 porsi per hari
gitu loh.
Buah dan sayur ya harus banyak konsumsi
makanan berma porsi per hari lebih atau
sama dengan ternyata cuma dua satu
sampai dua ya. Opo iki
bandel banget.
Nah next.
Nah apa alasannya banyak?
Apa alasannya? Ternyata tidak ada buah.
Nah ini siapa yang menyediakan? Saya
enggak tahu nih. Mungkin Bapak Ibu ada
yang ada gak yang punya alasan buahnya
tidak ada.
Tidak suka, tidak mampu, bosan, tidak
ada manfaat. Nah, ini
ada jawaban begitu ya. Itu satu.
Nah, itu kan alasan.
Alas itu ombo, Mbak. Tapi lebih ombo
alasanmu.
Keren ini. Keren ini, Teman-teman. Sobat
ASN gaul bener ini, Bu Putri.
Alas itu itu teman saya. Jadi, saya
nancep banget di hati saya. Alas itu
ombo tapi lebih ombo alasanmu
tidak makan sayur itu 58,9.
Tidak suka loh 59 makan sayur.
Heeh.
Saya pikir anaknya aja yang digoda
supaya makan sayur. Tanya IN juga 59,
Iya. Makanya aduh kan aktivitas fisiknya
ya masih syukurlah masih banyak sudah
beraktivitas fisik. Next. Baikbaik.
Ya Allah.
Nah, makanya sekarang kalau sudah
pola-pola seperti itu kalau dari
pengalaman saya sendiri sih banyak tidak
makan pagi, tidak makan siang. Akhirnya
makannya di pas jam makan banyakan.
malah itu memicu untuk Heeh. kemudian
jendela makan terlalu pendek, akhirnya
makannya porsi banyak. Jadi selalu
penginnya makan banyak terus gitu karena
sudah perlu lambungnya sudah sering
banyak diisi gitu kan.
Heeh. Jadi penginnya tuh makan banyak,
porsi makan berlebihan, terburu-buru.
Oh terburu-buru juga
berpengaruh. Baru saya dengar ini
makan itu harus mindfulness. Jadi makan
itu harus benar-benar fokus. Mengunyah
itu the power of munyah. Teman saya ikut
ikut itu ikut apa namanya? Salah satu
pelatihan itu the power of mengunyah.
Mengunyah. Mengunyah itu artinya harus
dengan ee iya mengunyah terus dengan
kunyan yang bagus. Kemudian dirasakan
makanan itu manis apa enggak. Kalau
makan sambal gini
gini makan. Hmm. Sat du berapa yang
sudah masuk?
Banyak itu akhirnya nambah karena kurang
karena enggak konsentrasi mengunya.
Betul. Oh,
e bahkan bahayanya kalau misalnya ee
protein hewan kurang, sarbainya kurang,
itu kan itu sebenarnya untuk cepat
membuat rasa kenyang tuh dari protein
loh, kasar buah itu loh juga.
Dan makannya harus tidak terburu-buru.
Heeh. Makan sambil kerja tuh sopo? Ayo
siapa? atau punya alasan-alasan lain.
Mungkin ada mungkin di sini yang ikut
webinar ini ada yang pola makan apa yang
bisa disampaikan nih yang bisa
menyebabkan ee naik berat badan bisa
di-share juga ya di di kolom ya. Makan
berlebihan tidak dengan aktivitas
segeralah mencari ahlinya.
Betul. Hm.
Gitu ya. Next.
Kolom komentar. Jadi sebenarnya kalau
sudah mencari ahli kita akan diajar,
"Oh, oh kebutuhanmu ini, keinginanmu
ini." Antara kebutuhan dan keinginan ini
yang kadang-kadang aduh makannya kok
kayak gitu sih? Maunya saya tuh kayak
gini. Nah, aligisi nih aligisi yang akan
oh gini sebaiknya makannya
didampingi karena hidup itu pilihan.
Kalau kita gak sekarang memilih mau
sehat atau berisus k sakit itu sudah
pilihan. sekarang pun di sini ada
misalnya ada ada misalnya nasi dengan
yang sehat atau yang kita memilih
sekarang itu sudah sudah pilihan bahwa
kita memilih yang sehat apa yang berisi
sakit.
Sebenarnya ee dari pengalaman saya
sebagai konselor gizi
yang dihadapi e seorang klien itu adalah
menghadapi dirinya sendiri.
Betul. Paling susah ya
dia itu menghadapi diri sendiri
bagaimana pengelolaan emosinya bagaimana
dia mengatur biar nanti pola makannya
itu sehat gitu. Next.
Iya. Benar.
lebih banyak keinginan itu tadi kalau I
makanya Heeh. Jadi kita kalau ke
alergisi itu kita detail, Mbak berat
badannya sekarang apakah berat badan
sekarang itu misalnya dia waktu masih
kecil sudah obesitas mungkin saya lebih
banyak ke obesitas dulu ya karena
sebenarnya ayat saya itu kan banyak
masalahnya tapi saya ke arah obesitas
aja. Heeh. Jadi
berat badan yang terbanyak sebenarnya
berapa sih? Hm.
Kemudian kapan dia mengalami berat badan
yang berlebihan gini? Apa sebenarnya
penyebab kita gali terus apalagi ada
hasil CKG-nya itu akan lebih mantul.
Karena misalnya diet misalnya obesitas
dengan hipertensi beda lagi diet dengan
hiperkolesterol beda lagi diet dengan
diabetes beda lagi.
Beda-beda ya berarti.
Iya. Jadi penanganannya beda. Makanya
CKG inilah sebagai dasar nanti untuk
kita memberikan terapi gitu loh Mbak.
kita gali makannya itu jumlahnya gimana,
frekuensinya gimana, jenisnya gimana,
kita gali sehingga akhirnya kita hitung
kebutuhan setiap orang tuh beda-beda,
Mbak.
Jadi gak antem kromo makan cuma makan
buah aja setiap hari
itu juga enggak boleh ya.
Enggak boleh makan buah tok kalau pengin
cepat berat badannya turun.
Jadi kita ajarkan, kita aturkan. Oh,
aktivitasnya berat. Oh, dia begadangan.
Terus ini gimana cara makannya, gimana?
Berapa porsinya pagi, siang, sore?
Kemudian gimana komposisinya? Gimana
caranya biar gak bosan, biar gak mas kan
masa makanan sit kan kadang-kadang makan
ee roti penginnya penginnya jagung. Nah
itu kita ajarkan daftar penukar bahan
makanan. Nanti kita evaluasi target
penurunan yang aman sebenarnya itu 12eng
sampai 1 kilo per minggu tuh aman
gitu ya. Jadi apalagi nanti kita cek
lagi hasilnya. Oh ternyata sudah bau. Uh
hebat kita ganti jempol 10. di sini kan
banyak ada ee pemirsa jempolnya minta ya
nanti ya kalau sudah ada yang mau ee cek
cek CKG dulu lah.
Betul betul betul Bu Putri harus cek
harus next. Nah inilah kenapa kalau
misalnya kita
tidak menjaga dengan baik ya tadi saya
bilang kalau misalnya kita terlalu ee
makannya kurang kemudian ee aktivitasnya
banyak akhirnya kita menjadi kurus.
Kalau kita berlebihan,
iya
ee makan yang masuk berlebihan, yang
dikeluarkan juga sedikit, akhirnya kita
surplus kalaui. Nah, bagaimana kita
tetap seimbang dengan berbagai kegiatan
ASN, baik usulan keluarga maupun urusan
di kantor gitu ya.
Next.
Sebenarnya diet itu kalau saya sih, Mbak
ngajarin di itu mudah, Mbak.
Yang susah itu adalah mindsetnya.
Nah, itu
makanya sekarang saya mengedukasi ini
sebenarnya memperbaiki mindsetnya. Kalau
sudah mindsetnya sudah benar, Mbak, saya
tinggal ongkang-kang kaki aja gini lihat
karena dia akan lapor, "Bu, saya sudah
ini,
saya sudah ini, saya sudah cari
resepnya." Ternyata begini. Oh, saya
prepare makanan sekarang saya bikin food
prep.
Puding. Iya, ini
sekarang yang lagi viral tuh kan bikin
food prep. Jadi makanan Sabtu Minggu tuh
dia bikin makanan tata masukin freezer.
Kemudian pagi setiap hari itu dia makan
makanan daripada jajan
itu. Jadi dia sendiri yang akan milanya.
Iya, meal preparation.
Jadi dia itu sendiri karena sebenarnya
kan mudah mengurangi 500.000 kalori itu
merem itu al gizi bisa
merem
loh. Iya karena sudah setiap hari
kerjaannya. Tetapi mindsetnya itu yang
perlu kita lebihkan. Jangan sampai macam
dietnya sangat rendah kalori itu
berbahaya. Kurang dari 800 kalori diet.
Kalau misalnya diet itu didampingi
ahlinya, dokter, ahli gizi gak apa-apa.
Karena itu memang dietnya itu
orang-orang yang mempunyai ee misalnya
berat badan sudah berlebihan, sudah ada
indikasi penyakit, dia sudah bolak-balik
diet gak berhasil. Kita boleh ini tapi
didampingi. Bahkan pemeriksaannya itu
malah harus rutin
biar tahu jangan sampai dia ee kelainan
gizi nanti masalah gizi dari ee jadi
misalnya setelah menjalankan diet ini
makanya hati-hati yang rendah kalori
misal pengurangan 500 sampai 1.000 ini
masih aman. Tapi kalau berlebihan juga
enggak boleh ya, Bu Putri ya.
Iya. Nah, sebenarnya e pada saat
menjalankan diet itu harus diimbangi
dengan aktivitas
aktivitas yang baik untuk orang yang
mungkin kalau yang ee mungkin untuk
kebugaran aja 150 menit per minggu oke.
Tapi kalau yang menjalankan diet itu 200
sampai 300 kalori lah eh 300 menit lah
per minggunya
harus lebih banyak.
Iya, harus lebih banyak. Next.
Di samping itu ee dia juga harus
memperbaiki manajemen perilakunya itu
yang tadi konsistennya gimana. Kemudian
pada saat menghadapi hari-hari hari raya
heeh dia bisa tetap konsisten. Itu
manajemen perilaku itu penting.
Nah, itu sulit kalau hari raya pasti
banyak kue kering.
Nah, itu gak apa-apa makan kue kering
boleh
boleh yang penting olahraganya dulu
dong. Apa?
Oh,
bayar. Bayar gitu.
Cosut
harus bayar enggak apa-apa harus bayar.
Iya. keseimbangan energi tadi. Betul.
Betul.
Jadi sebenarnya pemerintah itu sudah ee
punya model yang paling mudah. Jadi isi
piringku untuk orang yang normal.
Obesitas itu model T namanya.
T.
Heeh. Jadi kalau misalnya tidak datang
ke ke alig gizi juga bisa pakai model
ini. Jadi kalau misal si piringku kan
setengahnya itu buah dan sayur.
Sebelahnya itu kan 20% lauk pauk. He
30%-nya makanan pokok. Tetapi kalau yang
sudah obesitas itu la hewani itu ee
nabatinya itu 25%,
nasinya 25% jadi 1/4at 1/4at gitu.
Buah dan sayurnya lebih baik ya Bu
Putriu. Masyaallah.
Jadi bisa. Nah, makanya menjalankan diet
itu harus juga cuci tangan, aktivitas
tadi, minum air juga harus cukup, pantau
berat badan juga, gula, garam, lemaknya
harus diperbaiki. Next.
Oh, iya iya i ya. Sip.
Saya kayaknya nanti yang T itu deh.
Semangat, Kakak.
Nah, ini nih contoh. Kalau misalnya
ini
eh enggak boleh menyebut ini.
Oh, iya enggak boleh sebut merek jadi
lupa.
Jadi mie yang sedang viral ini. Nah,
kalau misalnya semisalnya Mbak Maya
sudah tak konsultasi ya pada saat
melihat mie gacoan, oh enggak apa-apa
makan mie gacoan. I.
Yang penting misalnya gini,
gorengan-gorengan itu jangan ya di mya
aja misal saya minta mya aja gitu.
Berarti untuk yang e tehnya itu ganti
pakai buah e misalnya buah dan sayur
jusnya.
Iya. Jusnya.
Heeh. Karena itu gak ada sayurnya loh.
Iya. Gak ada sayurnya sama sekali.
Nah, lauknya kan kurang di situ. Lauknya
kurang makanya boleh tambah lauknya.
Oh,
jadi itu yang orang yang sudah tak
konsultasi gizi gitu loh. Padahal gizi
itu semua.
Makanya harusnya tuh ya kayak gini. Kami
punya mie jamur sambal dabu-dabu ya. Itu
menya tuh ada jamurnya, kemudian ada ee
ada apa namanya? Tomatnya, kemudian itu
ada lauknya juga. Jadi ada buahnya juga
pakai jus gitu loh. Jadi ini yang akan
kita ajarkan walaupun misalnya kondisi
dia sedang di mie yang sedang makan di
yang sedang viral itu dia dia jadinya
bijaksana. Oh saya pesannya mie ee untuk
ininya jusnya jus buah dan sayur aja.
Oh lauknya ini kurang. itu cuma 16% aja
lo lauknya persentase kita harusnya 24%
loh.
Keren loh ini
24 gr loh. Maaf 24
seah-olah kan makan di mie yang viral
itu tapi sudah sehat dengan ini. Nah kan
begitu.
Iya harusnya ini yang seperti ini gitu
ya.
Jadi mie jamur tiram ini kan sehat jadi
Iya. Ada sambal dabu-dabunya juga.
Nah, belum pernah kan makan mie pakai
sambal dabu-dabu.
Nah, coba dulu dong. Pasti enak gitu
kan. Next.
Luar biasa ini.
Nah, sebenarnya lingkungan kerja juga
harus mendukung Mbak M. Siap.
Jadi kayak tadi tuh ada Jumat Jumat
olahraga ya tadi kan
ee cek kesehatan bulanan. Kalau kami tuh
ada cek kesehatan bulanan rutin olahraga
bersama harian malah ada sekarang kita
punya ruang kebugaran.
Hm. Setiap hari.
Nah, itu ada gambarnya tuh. Nah, itu
gambarnya. Jadi ada juga yang
teman-teman yang enggak mau di kebugaran
jalan kaki dia.
Betul.
Heeh. Kemudian ee bawa bekal. Nah, tadi
m milep itu.
Nah, kantin sehat ini kebetulan kami
belum punya. Tapi saya pernah mendapat
satu kunjungan ke dinas itu memang dia
punya kantin sehat.
Jadi makanannya itu benar-benar makanan
sehat. Jadi kami dihadirkan juga makanan
sehat waktu itu. Mungkin ini juga salah
satu yang bisa dilakukan oleh
ee apa namanya? Instansi pemerintah.
Next.
Nah, ini tips-tipsnya. Makan tepat waktu
pasti porsi makan sesuai kebutuhan.
Makan dengan penuh kesadaran. Variasikan
makanan biar gak bosan. Saat makan di
luar porsinya diingat. Saat makan
berlebihan dibayar pakai olahraga.
Dibayar bayar dong.
Makan dengan penuh kesadaran ini
kayaknya mindset saya ini.
Komitmen dan konsisten katanya paling
sulit tuh saya gak bisa komitmen dan
konsisten gitu. Sering
itu musuh terbesar yang Bu.
Jadi usaha tidak mengobohongi hasil ya.
Next.
Nah ikut funrun itu loh. Lari
lari.
Jangan lari dari kenyataan.
Iya lari dari kenyataan. Ini banyak dari
lemak ini lari dari lemak 10k itu
banyak. Bahkan saya pernah ada seorang
ibu itu sudah 65 tahun
tapi badannya masih bagus
makannya dia memang
ibu ikut apa kok bisa seperti ini?
Ternyata klub klub mendaki gunung sudah
65 tahun coba
masih mendaki gunung.
Masih mendaki gunung jadi saya
benar-benar luar biasa.
Iya.
Oke. Nah, ikutilah selebgram yang
hidupnya sehat. Luar biasa. H. Iya.
Betul. Selegram itu langsing itu butuh
upaya loh. Kadang-kadang olahraganya 2
jam sampaian
sampai hah sampai olahraga seperti itu
gak sih seperti itu. I kan kayak saya
gitu loh teman-teman kalau di kantor tuh
pagi-pagi baru datang itu sudah langsung
jalan kaki ee olahraga dulu ya.
Betul. Nah tutorial. Nah, kalau misalnya
sekarang ada YouTube, TikTok, nah itu
ikutlah yang jadi mau apa food prep ini
loh.
Banyak banyak yang sudah next
lebih murah malah nggih kalau pakai
foodpap itu.
Jadi ee kesimpulannya ASN harus jadi
pelopor
i
harus agen sosialisasi kemudian kita
lapis sudah siap dan semangat.
[Tertawa]
Asik nih Bu Putri
ASN juga harus pola hidup sehat ya
mencari bantuan profesional. Bantuan
profesional. I banyakisi di puskesmas,
banyak gizi di rumah sakit. Manfaat
kami. Baik
kami biar gak jadi krik krik krik
di ruang konsultasi. Pasien saya tadi
berapa di konsultasi gizi? 1 tahun lima
orang.
Oh
ya. Mudah-mudahan setelah ini semakin
banyak.
Iya. Saya jadi ee ini gimana ya? Mungkin
bukan bukan belum belum promosi mungkin
ya. Oke.
Betul. Harus rutin
rutin cek kesehatan lebih baik mencegah
daripada mengobati. Next.
Nah ini bisa kontak kami tadi kan sudah
ada di videonya. Jadi 028214204553
ya. Ada juga situs web-nya, email-nya
juga. Monggo kita dihubungi ya nanti ya.
Jadi bisa telepon ke ini ke apa namanya
itu ee ke kami sudah punya adminnya yang
akan melayani gitu. Next.
Untuk Instagram-nya dan TikTok-nya belum
ada
ada Instagramnya ee Lapkesda Provinsi
Jatim juga.
Oh gitu aja. Siap. Pasti teman-teman kan
pengin langsung join karena pasti banyak
informasi kesehatan di situ.
Ada ada. Kami juga sudah memulai membuat
video-video. Ternyata anak-anak Budha
tuh enak loh. Banyak kita dapat 12 tuh
hm kreatif-kreatif banget bikin video.
Aduh kita yang sudah
e ini nih e ya kita jadi pendukung saja.
Oke next.
Karena kan memang Genzi yang terbaik
tadi Mbak Maya pantun ya.
Iya boleh
saya boleh pantun sekarang?
Boleh bangetil saya minta cakepnya.
Boleh ya?
Boleh teman-teman cakepnya yang di ini
Zoom sama YouTube channel juga jempolnya
ya. Siap. Saat pagi makan buah
cakep.
Makan buahnya bersama teman
cakep.
Penyakit itu bisa dicegah?
Cakep.
Asal disiplin menjaga kesehatan.
Luar biasa. Cakepnya.
[Musik]
Baik, Sobat SN di seluruh Indonesia.
luar biasa sangat bersemangat sekali
dengan Bu Putri. Dan untuk selanjutnya
adalah segmen tanya jawab atau diskusi.
Mungkin ada yang sudah rais hand atau
mungkin sudah ada di live chat yang di
YouTube. Monggo mungkin ada pertanyaan
atau sharing cerita ya, tapi mungkin
fokus ya. Jadi ee bertanya tapi tidak
bercerita panjang lebar. Karena kadang
kala itu lupa Bu Putri dia bercerita
sampai beberapa menit akhirnya
pertanyaannya ternyata cuman ini.
Disilakan untuk teman-teman Sobat ASN
yang ingin menanyakan sesuatu.
Baik, luar biasa Bapak sebutkan. Kami
minta tolong untuk disebutkan nama dan
dari mana Anda berasal. Bapak I love
Banyu. Banyu mana, Pak? Banyu Rip.
Asalamualaikum, Bapak. Selamat pagi.
Waalaikumsalam,
Ibu. Injih. Dengan Bapak siapa? Bapak
dari Bapak Shihin
dalam dengan Bapak Sinten. Bapak mohon
izin diulang.
Dari Bapak Shihin.
Bapak Shihin. Alhamdulillah luar biasa.
Sehat Pak. Pak Sihin
dari Banyuwangi.
Mohon maaf Ibu
dari Banyuwangi. Bapak Shihin. Betul.
UPTD mana, Bapak?
Dari Dinas Perpustakaan Kearsipan
Banyuwangi.
WS luar biasa.
Dinas Perpustakaan. Monggo disilakan
memberikan pertanyaannya kepada Ibu
Putri.
I terima kasih Ibu Putri.
Salam sehat.
Salam sehat, salam buat dan salam Jumat
berkah. Iya.
Yang pertama Ibu ee kami mohon maaf ee
tadi sudah banyak Ibu paparkan terkait
dengan peningkatan performance ASN
melalui cek kesehatan.
Ada dua pertanyaan yang mungkin perlu
saya utarakan, Ibu. Karena ini memang
kesehatan ini sangat penting untuk ASN
dalam rangka untuk peningkatan kinerja
sebagai ASN. Yang pertama, Bu dalam
dampak kesehatan terhadap kinerja, Bu.
Bagaimana kondisi fisik dan mental ASN
yang prima dapat meningkatkan fokus
energi dan efektivitas dalam
melaksanakan tugas-tugasnya, Bu? Itu
yang pertama.
Kemudian pertanyaan yang kedua, Bu,
terkait dengan manfaat detfeksi dini,
penyakit,
bagaimana cek kesehatan dapat membantu
mendeteksi potensi penyakit atau masalah
kesehatan sejak dini? Boleh
memungkinkan memungkinkan ASN untuk
mengambil langkah-langkah pencegahan
atau pengobatan lebih awal. Bu, terima
kasih. Dua pertanyaan itu aja, Bu.
Baik, terima kasih Bapak. Disilakan.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Disilakan untuk langsung
menjawab Bu Putri. Monggo.
Ee jadi penginnya biar fokus gitu kan
ya. Baik. Iya.
Jadi pertama itu tubuh ini, Pak, biar
bisa fokus itu harus dalam kondisi prima
itu ee kayak kita ngisi bensin gitu loh.
Ngisi bensin.
Bensin mobil itu badan kita bensinnya
itu harus full dulu.
Nah, misalnya baru mau bekerja ini masih
kosong.
I
kira-kira untuk karena yang kita makan
itu airnya akan diubah menjadi glukosa
untuk ke otak. Akhirnya kita bisa
berpikir, bekerja, reaksi cepat untuk
mengerjakan tugas. Coba misalnya
perutnya kosong, terus ngerjain tugas
gini gini gini gimana? Apa? Nah, itu
salah satunya itu kita harus isi bensin
kita dengan benar. Sama seperti HP juga
harus dicas.
Dicas.
Casnya itu dengan makanan. Makan itu
harus teratur. Pagi snack, snack pagi,
siang, snack sore, dan makan malam. Itu
upayakan teratur. Nah, kita sendiri
menyesuaikan dengan diri kita sendiri.
Gimana caranya? Walaupun misalnya
misalnya seorang ASN enggak bisa makan
di rumah,
boleh makan di warung, tetapi pada saat
tahu, oh ini makanan yang sehat untuk
saya.
Dipilih
dipilih. Kemudian, oh porsi makan saya
itu cukup misalnya dua entong misalnya
untuk laki-laki ya. Lauknya satu potong,
tempenya dua potong, sayurnya kira-kira
100 gitu 100 gram sekali makan sama
buahnya. Coba itu dilakukan akan beda
hasilnya. Kalau kita makan dengan rutin,
kita memberikan yang terbaik. Coba
misalnya kita punya mobil dikasih
bensinnya tuh yang apalagi mobil baru,
mobil ee bensin yang terbaik dikasih.
Iya harusnya.
Nah, tentunya juga kita sebagai ASN
bekerja tiap tiap bulan nih menghasilkan
uang ya masa dikasih makanan-makanan
yang tidak bermanfaat,
yang goreng-goreng semua gak ada
sayurnya. Kemudian semua yang tidak
bermanfaat untuk tubuh. Itu artinya apa?
kita memasukkan sampah, makanya dibilang
makan sampah
ke tubuh kita
sehingga makanan itu bekerja itu akan
menghasilkan glukosa, menghasilkan asam
amino, asam lemak, vitamin, mineral itu
bekerja untuk biar kita fokus.
Itu satu.
Yang kedua, ternyata kalau kita olahraga
rajin, coba dilakukan sederhana aja,
memulai itu memang sulit,
tapi mulailah dengan 10 menit dulu.
Jalan kaki ajaalah ASN pagi-pagi. Jangan
langsung duduk pegang HP ini. Jangan
jalan kaki ajaalah dulu sambil
digerakkan badannya sederhana aja sambil
gerak-gerakkan gini itu akan membuat
jantung itu memompa darah ke seluruh
tubuh dengan kuat.
Baik. Dengan kuat.
Jadi pompa yang darah pembeluh darah itu
kalau semua sudah terdistribusi dengan
baik termasuk ke otak, ke badan, ke
sel-sel kita jadinya gini
fokus. Jadinya
tidurnya juga harus cukup.
Walaupun misalnya ada tugas yang harus
misalnya dikerjakan sampai malam, ada
waktunya misalnya tidur dulu kemudian
nanti ee ee lanjutkan ke pagi bangun
pagi hari dikerjakan lagi misal diatur
seperti itu atau dilakukan dengan
maksimal di kantor gimana caranya kita
mengatur waktu sehingga tidur itu karena
semua itu adalah judulnya luangkan
waktu.
Luangkan waktu
luangkan waktu untuk diri ke jangan
disuruh cari uang du aja.
Tubuh suruh cari uang, tapi kita gak mau
memperhatikan kondisi kesehatan kita.
Tiap hari terus nyari uang aja. Tapi
bagaimana kita memperlakukan diri kita
sendiri? Apakah kita sudah melakukannya
dengan baik?
Betul.
Makanya kalau kita tadi yang mau
menjawab pertanyaan kedua,
iya.
Bagaimana sebenarnya ingin mendeteksi
faktor risiko? Nah, padahal sudah-sudah
obesitas itu tadi saya sudah bilang
kalau berat badan aja walaupun normal
lingkar pinggangnya bertambah sudah
risiko. Pada saat kita datang misalnya
ke petugas kesehatan, "Pak, Bapak sudah
berisiko.
Berarti harus sudah hati-hati dong.
Sudah hati-hati.
Jangan sampai sudah pra melewat pranya.
Gak pernah juga ngecek pra sudah pra
prehiertensi, prediabet, gak pernah juga
periksa-periksa. Akhirnya tiba-tiba tadi
saya banyak punya pasien yang
artinya umur 30 tahun. Padahal pejabat
nih. Pejabat nih.
30 tahun
30 tahun masih muda.
Masih pengantin baru.
Oh, masih pengantin baru
tapi terkena diabetes.
Itu gimana perasaannya?
Nah, jangan sampai jadi dengan cek
kesehatan ini faktor kita perbaiki semua
karena lebih cepat di kita saat mencegah
itu lebih cepat penanganannya daripada
sudah dengan
penyakit dengan obesitas.
Obat. Kita nanti jangan sampai pegang
obat ke mana-mana pegang obat jadi malah
repot rempong nanti ngurusin makan obat
belum lagi ngurus mungkin itu Pak
yang bisa saya sampaikan.
Baik. Iya. Manfaatnya gimana Bapak
Shihin dari Banyuwangi sudah aman ya
Pak?
Jadi jangan lupa ya Pak atas
Heeh. Heeh. Terima kasih sekali nggih
Bapak matur nuun sanget sudah memberikan
pertanyaannya luar biasa. Salam buat
yang di Banyuwangi. N Pak Nggih. Luar
biasa. Untuk selanjutnya yang sudah rais
hand mungkin ada pertanyaan. disilakan
untuk mengetikkan juga di kolom ee
komentar ya. Dan yang di luar kota nih
ya, mungkin kalau di Surabaya bisa
langsung loh konsul ke Bu Putri di ee
Lab Kesda Provinsi Jawa Timur. Bisa
kepoin di Instagramnya,
TikTok-nya juga ada, Facebook-nya juga
ada.
Asik
biar nanti bertambah loh, Mbak. Masa
konselingnya cuma lima lima. Nanti sama
saya nanti selesai konseling.
Aduh. Eh, konseling itu kita bisa online
loh.
Oh, gitu. bisa online juga.
Iya. Jadi bayarnya jadi kan em karena
pasien saya pernah dari Kupang pernah e
dari Bojonegoro pernah
jadi kita online kan enak
ngobrol-ngobrol. I
online. Baik. Jadi teman-teman untuk
konseling ke Lab Kesda Provinsi Jawa
Timur tidak hanya datang mungkin karena
kejauhan di seluruh Jawa Timur bisa
melalui online ya Bu Putri ya.
Iya. plus dapat plus karena tadi yang
saya sudah bilang sebenarnya klien itu
butuh didampingi
pada saat saya memberikan diet yang saya
bilang merem itu langsung tak kasih
merem pun bisa sudah
tapi pada saat mereka menjalankan itu
aduh saya kok gini ya teman saya loh
tadi gini-gini makannya loh enak gini
gimana caranya saya ee ee ini saya
sedang diet kalau saya bilang misalnya
Mbak Maya kumpul sama teman nih
kalau Mbak Maya gak ikut makan-makanan
yang mereka makan gimana
h gaya sekali diet diet diet gitu Iya
betulah
kita aduh apaut aja maka
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:14 UTC
Categories
Manage