ASN Sehat dan Bugar 2025 - Peningkatan Performa ASN Melalui Cek Kesehatan
XJ0qFVSxs08 • 2025-10-03
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] Yeah. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Apa [Musik] kabar sobat SN di seluruh Indonesia? Izinkan maya saya menyapa dengan penuh kebahagiaan dan penuh sukacita. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam wabarakatuh. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Tentunya marilah kita bersama-sama memanjatkan puja dan puji syukur karena hari ini kita semua dalam keadaan sehat tentunya bisa mengikuti webinar sampai dengan selesai acara nanti. Dan tentunya saya mengucapkan terima kasih banyak kepada BPSDM Jatim yang masih mempercaya saya sebagai host sampai dengan hari ini. Luar biasa. Masyaallah. Dan sebagai aparatur sipil negara sebagai pelaksana utama kebijakan publik dituntut memiliki kinerja optimal. Salah satu faktor penunjang performa ASN adalah kesehatan yang prima dan asupan gizi yang tepat dan seimbang. Namun banyak sekali ASN tiba-tiba sakit. Ternyata untuk sehat dan bugar diperlukan teknik-teknik tertentu dan pemerintah ada program cek kesehatan gratis. Jadi itu harus loh ya untuk semua ASN agar lebih hebat. Dan untuk hari ini UPTD LEPKESDA Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan BPSDM Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan webinar ASN Sehat dan Bugar dengan tema peningkatan performa ASN melalui cek kesehatan. Sekali lagi mohon tepuk tangannya untuk teman-teman yang ada di studio dan juga yang ada di YouTube dan Zoom. Hari ini di BPSDM Jatim di Jalan Balongsari terselenggara acara di YouTube channel-nya dan juga Zoom. Dan tak lupa juga saya menyiapa dahulu kepada yang terhormat opening speech hari ini Bapak Dr. Lamblianto, SPMP selaku Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur. Untuk narasumber yang pertama yakni Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. dr. Erwin Asta Triono, S.P.Pd. KPTI Vinasim Mars dengan topik kebijakan cek kesehatan. Narasumber kita yang kedua adalah analis kesehatan UPT Lebkesda Provinsi Jawa Timur NLPA NLPA Putri Sariningrat SKM MSI Bunda Putri dan topiknya pemeriksaan kesehatan dini untuk produktivitas ASN. Luar biasa kedua narsum ini narsum yang sangat luar biasa. sangat bangga sekali karena hari ini menjadi host Prof. Erwin. Masyaallah. Dan kami informasikan bahwa presensi sudah dapat diakses melalui website semesta Bangkom seperti yang tertera pada running atau chat Zoom. Jangan lupa untuk mengisi survei serta mengisi lembar monev. Maka sertifikat akan muncul 1* 24 jam. Jangan lupa juga dicek secara berkala. Untuk tata tertib bertanya hari ini, sama seperti webinar sebelumnya, sesi diskusi setelah materi dari masing-masing narasumber hanya ada dua penanya yang diberikan kesempatan dan menyebutkan identitas nama serta instansi Anda. Panitia yang akan memilih dari peserta yang rais hand. Baik, selanjutnya tetap supaya enggak tegang dan semakin enjoy mengikuti webinar, izinkan saya berpantun. Anak kecil ambil pepaya, jatuh. Pepaya jatuh terkena kepala. Jangan patah semangat ya karena ASN semakin berjaya. Boleh tepuk tangannya dong. [Musik] Ada yang kedua enggak afdol kalau enggak dua. Lirik kanan, lirik kiri. Satu. Ikuti dengan nyaman webinarnya kali ini. Luar biasa. Boleh tepuk tangannya. Baik, Sobat ASN. Informasi hari ini bertujuan memberikan pemahaman pentingnya cek kesehatan dalam menunjang performa kerja ASN. Karena untuk ASN hebat harus sehat dan bugar. Mendukung program pengembangan SDM melalui 3JPL jam pelajaran latihan yang diakui sebagai bagian dari peningkatan kompetensi ASN. Selengkapnya akan dibahas dalam webinar ASN Sehat dan bugar dengan tema peningkatan performa ASN melalui cek kesehatan. [Musik] SN untuk membuka webinar hari ini, mari kita sambut bersama opening speech dari Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur kepada yang terhormat Bapak Dr. Lamlianto, S.P., MP. Kami silakan. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air dengan penuh semangat Corporate University, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur kembali menyajikan salah satu serial dari gerakan ASN Dahar Ngopi. ASN tiada hari Tanpa Pengembangan Kompetensi, yakni ASN Sehat dan Bugar yang ditayangkan setiap hari Jumat. sebuah ikhtiar untuk memberikan akses informasi strategis bagi sobat ASN di seluruh tanah air dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan dan kebugarannya sehingga diharapkan berkontribusi nyata terhadap kinerja unggul para sobat ASN di seluruh tanah air. Sobat ASN di seluruh tanah air dalam serial ASN Sehat dan Bugar kali ini kita mengangkat tema peningkatan performa ASN melalui cek kesehatan. Tema ini selaras dengan kebijakan nasional tentang cek kesehatan gratis yang baru-baru ini digulirkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Kebijakan ini bukan sekedar program medis, tapi sebuah strategi besar nasional untuk meneguhkan komitmen bahwa kesehatan rakyat termasuk ASN adalah modal utama menuju Indonesia Mars 2045. Sobat TSN, kebijakan ini bukan sekedar program medis, tetapi sebuah investasi peradaban. Ia menegaskan bahwa kesehatan adalah pondasi pembangunan, bahwa tubuh yang kuat dan jiwa yang seimbang adalah syarat mutlak lahirnya bangsa yang berdaya saing tinggi. Kebijakan ini bukan sekedar rutinitas pelayanan publik, tetapi sebuah strategi kebangsaan. Melalui kesehatan yang prima, negara sedang menyiapkan sumber daya manusia masyarakat Indonesia yang tangguh dan produktif. Masyarakat yang sehat adalah modal dasar pembangunan. Mereka dapat belajar dengan baik, bekerja dengan lebih giat, dan berkontribusi nyata dalam roda ekonomi bangsa. Tanpa kesehatan, segala visi pembangunan hanya akan menjadi bayangan. Dengan kesehatan, mimpi kolektif menjadi nyata. Tanpa kesehatan yang prima, pembangunan hanyalah ilusi dan cita-cita besar bangsa akan kehilangan pijakan. Tubuh yang rapuh tidak mampu menopang kerja. Jiwa yang letih tidak akan sanggup menyalakan asa. Sebaliknya, dengan kesehatan yang terjaga, lahirlah masyarakat yang tangguh dan produktif dan bangsa yang percaya diri menatap masa depannya. Shabat ASN di seluruh tanah air. Demikian juga kita aparatur sipil negara. Kesehatan adalah pondasi pengabdian. Dengan tubuh yang sehat dan bugar, kita mampu melayani rakyat dengan sepenuh hati. Berpikir jernih dalam merumuskan kebijakan, serta tangguh dalam menghadapi dinamika zaman. Tanpa kesehatan, integritas bisa rapuh, inovasi terhambat, dan tentu pelayanan publik akan kehilangan dayanya. Tetapi dengan kesehatan yang terjaga, ASN menjadi energi bangsa, bekerja dengan semangat, berkarya dengan penuh integritas, dan mengabdi dengan ketulusan. Sobat ASN, nah lalu apa peran cek kesehatan untuk menjaga tubuh kita agar tetap kelihatan prima? Cek kesehatan adalah jendela yang memberi kita kesempatan membaca tubuh kita sendiri sebelum terlambat. Ia adalah alarm yang mengingatkan sekaligus peta yang menuntun kita menjaga keseimbangan. Melalui deteksi dini, kita bisa mencegah penyakit, merawat kebugaran dan memastikan bahwa energi pengabdian kita tetap menyala. Bagi ASN, cek kesehatan bukan sekedar prosedur medis, tapi ikrar untuk menjaga diri. Demi bangsa. ASN yang sadar akan pentingnya kesehatan berarti sedang menyiapkan tubuh yang kuat, pikiran yang jernih, dan jiwa yang teguh untuk melayani masyarakat dengan prima. Dengan demikian, cek kesehatan bukan hanya menjaga individu, tapi juga memperkuat birokrasi, meneguhkan pelayanan publik, dan mengokohkan perjalanan kita menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tulus kepada Bapak Prof. Dr. dr. Erwin Astatriono, S.P.Pd. KPTI, FINASIM Mars, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur atas kolaborasi dan kerja sama strategis ini. Terima kasih juga kami sampaikan kepada Ibu NLPA Putri Saringa Ningrat, SKM, M.Si. analis penyelia kesehatan UPT Lapkesda Provinsi Jawa Timur yang akan memberikan penguatan wawasan kesehatan kepada kita semuanya. Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air, mari kita simak dengan seksama webinar ASN Sehat dan Bugar ini. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Baik, Sobat SN sudah hadir di samping saya Ibu Nilu Putu Ayu Putri Sariningrat, SKM, MS. Beliau adalah analis penyelia kebijakan UPT Labkesda Provinsi Jawa Timur dan beliau menempuh S2 Kedokteran dasar di Universitas Erlangga Surabaya dan kali ini akan menyampaikan peran ASN dalam cek pemeriksaan gratis menjadi peloporan kesadaran hidup sehat dan memanfaatkan fasilitas tersebut untuk menjaga kesehatan diri demi pelayanan publik yang optimal. Nah, namun nanti pasti akan dibahas secara tuntas. Langsung aja menyapa Ibu Putri. Apa kabar? Sehat? Ya cantik sekali. Enggak capek ini. Cantik terus. Terima kasih sudah dipuji nih pagi-pagi semangat saya. Iya. Kayaknya saya nanti harus e mencari tahu tips dietnya nih dari Bu Putri. Boleh. Boleh. Nanti kita kupas tuntas di sini ya. Mau diet-diet yang benar seperti apa. Terima kasih. Baik. Luar biasa. Injih. Tapi memang untuk fokusnya cek kesehatan gratis ya Bu Putri ya untuk hari ini. Nah, ini memang benar sekali karena kalau kita tidak cek kesehatan secara berkala dan secara apa ya pokoknya enggak usah ceklah. Itu banyak sekali ASN yang tiba-tiba ambruk sakit, tiba-tiba tensinya 150, tiba-tiba ee gulanya 300. Nah, itu ya. Ini ini saja saya baru nerima nih e kabar dari seorang teman ya. tetangganya itu umur 40 tahun itu tiba-tiba pingsan masuk rumah sakit paginya terus langsung sudah berpulang padahal umur 40 loh itu umur 40 40 mungkin ee punya anak masih muda mungkin ee apa namanya di pemerintah bekerja juga sedang maksimal-maksimalnya. Nah, bagaimana ini anak dan istri gitu loh. Nah, juga mungkin bekerja sebagai ASN misalnya. Nah, ini kehilangan orang profesional ini ya apa kalau kita enggak peduli sama kesehatan kita sendiri. Karena kita itu berdiri di atas kaki sendiri ini karena kita harus menjaga diri kita sendiri. Kalau mau kita memberikan pelayanan yang optimal gitu. Betul. Betul banget Bu Putri. Jadi memang harusnya itu tetap dicek apun yang teradi karena pemerintah juga tidak menyisir ASN saja tapi seluruh rakyat Indonesia juga harusnya cek KG ya, cek kesehatan gratis apalagi ASN tentunya agar melayani masyarakat lebih optimal maksimal optimal. Iya. Betul. Betul. Baik, untuk selanjutnya langsung saja kami persilakan untuk Bu Putri yang cantik jelita memberikan materinya dan tentunya Sobat ASN jangan lupa CKG di Puskesmas setempat ya, cek kesehatan gratis. Kami persilakan Bu Putri memberikan materinya. Terima kasih, Mbak May. [Musik] Ee, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. I, Om swastiastu. Shalom. Ee, salam sejahtera untuk kita semua. Baik, ee pada kesempatan ini yang terhormat Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur ee Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Kemudian perkenalkan saya tadi sudah disampaikan Mbak Maya, saya namanya panjang banget ini nih loh Putu Ayu Putri Sariningat. Panggil saja saya Putri. Ee pada kesempatan ini saya mewakili UPT Lapkesda Provinsi Jawa Timur. Heeh. Dalam ee apa? materi pemeriksaan kesehatan dini untuk produktivitas ASN. Tadi sudah disampaikan saya pengin tahu nih sebenarnya yang ASN yang hadir di sini sudah cek kesehatan belum? Ayo. Saya alhamdulillah sudah cek. Oh, sudah ya. Luar biasa. Nah, tentunya dengan cek kesehatan ini kita akan tahu apakah kita sudah berisiko apa tidak. Termasuk prap penyakit. Nah, saya ee misalnya untuk hipertensi, prediabetes itu kalau segera kita tahu kita segera menindak i termasuk yang sudah nah terkena langsung sudah didiagnosis diabetes, sudah diagnosis hipertensi. Kalau itu tidak mendapatkan ee dukungan dari ee tenaga kesehatan, apa yang akan terjadi? Seperti yang tadi saya sampaikan. Oke, next, Mas. Jadi pada kesempatan ini kita akan membahas ee terkait dengan pendahuluan sedikit ya peran UPT Lapkesda Provinsi Jawa Timur. Yang belum kenal nih nanti saya jelaskan nih ceritakan. Heeh. Kemudian kita harus cek status gizi ini sebenarnya paling mudah, paling dasar yang bisa kita lakukan sehari-hari. Heeh. Kemudian saya punya data status kesehatan ASN. H ini hasil kajian kami. Jadi kami itu sebelum menjadi lapkesda mempunyai labisi itu kita melakukan kajian ee 2 tahun itu datanya nanti saya sampaikan. Termasuk pola makan ASN piye ki pola makannya kumpas ini yang benarnya seperti apa yang harusnya kita makan. Kemudan yang tidak jelas. Nah itu mengapa perlu pendampingan ahli ojok sendiri-sendiri pakai acara sendiri. Sebenarnya didampingi itu akan lebih baik. tahu yang mana yang benu dibaiki termasuk apa sih kerja itu sampai perlu pendampingan untuk mendampi klien dietnya seperti apa yang benar tipsnya menjalankan diet yang aman tuh seperti apa gitu ya kita bahas itu ya Mbak Maya ya hari ini ya cocok ini saya iya benar tah iya tips diet ini. Oke next jadi ee peran ASN dalam ee cek CKG ini jadi plopor. Jadi kita harus memulai memberikan contoh untuk masyarakat, untuk lingkungan, agen sosialisasi. Karena kita menjadi contoh public figure di masyarakat, tentunya kita yang harus memulai. Pemerintah itu sebenarnya kasihan sama masyarakatnya. Coba hampir 60% itu tidak pernah screening PTM. Coba 60% luar biasa. Iya, 60% itu luar biasa banget. Kemudian iya mengecek mengecek terkait lingkar pinggang, kemudian terkait berat badan, gula darah itu sangat-sangat rendah sehingga nah sekarang ASN yang ada di sini saya kasih semangat ayo cek kesehatan. Sudah cek kesehatan belum? Ini belum dijawab ini sama audien teman-teman di chat bisa siapa yang sudah. Nah, e kita juga bisa memberikan masukan, dukungan dalam pengembangan cek kesehatan gratis ini. Oke, next. Jadi ee mungkin ee ini cerita ASN. Saya dulu ASN itu zaman dulu pun sudah berjuang keras ya untuk lulus itu loh. Nah, kita belajar sudah sekolah akhirnya jadi ASN. Sekarang jadi ASN harus melayani masyarakat, harus berintegritas, belajar, kemudian berorientasi pelayanan. Kayak Mbak Maya ni sekarang loyal, adaptif, kolaboratif, profesional. Maka senang sekali nih ada pro ya, MC pro ya, bertanggung jawab. Kalau Mak Maya kira-kira pagi-pagi tadi tiba ngeli apa bisa sekarang duduk di sini? Tidak mungkin karena misalnya tidak sarapan gitu. Betul, betul banget. Modalnya memang harus sehat dulu baru bisa menjalani apapun. Betul ya, Bu Putri? Coba lihat kami punya ASN yang ih cantik-cantik banget ya. Badannya ini luar biasa langsing-langsing, cantik-cantik, ganteng, sixpack. Nah, betul. Nah, bagaimana tetap menjaga kesehatan dan bugar selamanya? Betul. Betul. Sampai walaupun pensiun sudah pensiun tetap bisa. Iya. Tetap bisa bikin konten, tetap bisa tiktokan. Kan kan seperti itu banyak yang sudah pensiun. Sekarang next mungkin. Nah, pada saat perjalanan waktu, next. Pada saat perjalanan waktu ASN ini sudah mulai nah hamil. Iya, betul. Kemudian misal perempuan ya punya anak, kemudian karirnya meningkat sekolah lagi. Kemudian e dinas luar pekerjaan mulai menumpuk, Mbak Maya. Airnya begadang. Oh, iya. Heeh. Terus makannya gak teratur. Olahraga kapan waktunya olahraga? Hah? Memang ada waktunya olahraga itu untuk kita ASN begitu sibuknya. Lama-lama kalau misalnya makannya enggak benar, seringan makannya sedikit, komposisinya gak benar, lama-lama timbangan ke kiri ke kiri terus itu juga bahaya. Underweight atau ke kanan ke kanan jadinya gak ke kanan itu bertambah ke jadinya obesitas, ke kiri jadinya underweight. Nah, kalau misalnya ASN sekarang ke kiri terus, ke kiri terus akhirnya berat badannya kurus jadi kek. Nah, itu jadi menghasilkan generasi stunting nanti. Oh, kalau yang obes-obes ini. Nah, contoh ini saya punya ada influencer yang cukup artinya memberikan insight gitu ya. Kalau kita naik 19 kilo sama dengan 1 galon. Wih air. Coba kalau kita tiga galon saya tulis gambar di situ tiga galon. Kira-kira kita bawa itu ke mana-mana itu bawa galon tiga galon itu gimana rasanya? Apakah kita bisa naik tangga berlari cepat bergerak? Bisakah? Bisa. ASN itu sekarang dituntut siap, Bos. Betul. Betul. Siap, Pak. Iya, betul. Siap, Bu. Besok aman. Semua kerjaan beres, gitu. Tapi di rumah, Mama, aku sakit gitu. Gimana? Iya, benar. Benar. Nah, artinya menyeimbangkan ini kalau ASN tidak komitmen, saya harus sehat, saya harus kuat, makan harus teratur, minum harus cukup. tidur harus cukup. Nah, itu nanti akan membuat kita jadi sehat gitu ya. Next. Jadi, CKG itu adalah salah satu rapot yang bisa kita jadikan ee untuk rapot kita. Kita itu sudah termasuk di faktor risiko pra penyakit atau sudah dengan penyakit itu sendiri. Oh, faktor risiko ya, Bu? Heeh. Jadi, ee mungkin di sini kita sebagai UPT Lapkesda Jatim. Jadi ee ini mungkin banyak enggak paham. Kenal enggak sama UPT Lapkesda Jatim? Ada yang kenal mungkin ee teman-teman di live chat ada yang kenal dengan Lapkesda. Jadi iya karena memang Lapkesda ini asal mu asal muasalnya itu dari sekolah pembantu ahli gizi. Jadi kami menghasilkan D1 gizi mulai dari 1985 kemudian berubah jadi akademi gizi. Ahli gizi kami itu tersebar di seluruh provinsi ee Jawa Timur juga mungkin di Indonesia. Wus luar biasa. Iya. Jadi ee kami itu dulu adalah ee dosen-dosen gitu awalnya. Oh, awalnya dosen-dosen. Nah, ternyata ada undang-undang yang menyampaikan bahwa ee sudah pemerintah pusat maupun daerah tuh tidak boleh lagi menyelenggarakan pendidikan karena kami di bawah ee pemerintah ee pusat ya, pemerintah daerah ya. Akhirnya kami berubah menjadi UPT laboratorium gizi Provinsi Jawa Timur berdasarkan Pergup 87 tahun 2019. 2019. Jadi diharapkan UPT kami ini ee mendukung untuk percepatan permasalahan gizi di Jawa Timur. Berjalannya waktu ternyata Provinsi Jawa Timur itu satu-satunya ee salah satu yang belum mempunyai laboratorium kesehatan daerah TIR Tiga. Makanya layanan gizinya tetap ada di situ. Ditambahlah layanan-layanan yang lain nanti saya jelaskan. Luar biasa ya. dari tahun 5 saya umur berapa itu angka next next sudah ada regulasi izin operasional sudah ada kita sudah banyak melayani masyarakat kemudian dasar tarif juga sudah punya tadi mungkin sudah di di awal sudah ada videonya ya next iya kita sebagai tir 3 sekarang ini posisinya kita harus membina tir du tingkat dua tingkat satu tingkat kedua itu ee di Provinsi Jawa Timur tuh ada sekitar 32 yang harus kita bina nanti sebagai tir 3. Kemudian ee yang tiratnya itu 987 nanti FKTP yang harus kita bina ke depannya. Jadi ini termasuk CKG ini tentunya enggak boleh dong sampai ada nanti peran kita di sana adalah membina. Jadi mau mengupayakan gimana kita bisa mendampingi ee apa namanya lab kesmaslab kesmas TIR 1 maupun e TIR du. Kemudian bagaimana untuk mendukung SDM-nya ee misalnya ee apa namanya? Kebutuhan bahan habis pakainya dan lain sebagainya. Termasuk kita menerima rujukan nanti ke depannya. Oh ke depannya karena ada beberapa yang memang harus dirujuk pemeriksaannya tidak bisa dilakukan oleh ee tir 2 maupun tir 1. Jadi kita pusat rujukan nanti ke depannya gitu ya. Baik. Amin. Amin. Saya doakan mudah-mudahan Mbak Maya. Nggih. Jadi next. Nah, kami itu di tahun 2024 kita sudah membangun fisik karena berubah jadi akademi gizi menjadi Lab Kesda. Ini butuh bangunan baru, Mbak. Jadi 2024 kami sudah menyelesaikan beberapa bangunan untuk mendukung layanan. Kami sudah membentuk instalasi media regenserilisasi kemudian instalasi mikrobiologi, kemudian molekul instalasi patologi klinik imunologi, kemudian instalasi kesehatan lingkungan, vektor dan binatang pembawa penyakit K3 pengelolaan limbah biorepisitori. Kemudian sarana prasarana kalibrasi, teknologi tepat guna, kemudian instalasi gizinya tetap ada, layanan gizinya tetap ada, kemudian kita laani kimia pangan juga gitu ya. Jadi ini menjadi besar nanti kita mback up. Iya, betul. Jadi kami ini termasuk sudah semangat sekali karena pemerintah ternyata dukungannya luar biasa untuk kami ya. Tuh, next. Nah, ini yang layanan yang sudah bisa di ini dimanfaatkan. Tapi benar, Mbak Naya. Terusang konsulting konseling gizi kami, konsultasi gizi kami kurang populer. Coba tahun 2024 berapa orang? 2025. Aduh padahal masalah gizi banyak Mbak. Overwak sama karena mungkin satu mungkin sudah konsultasi gizi di puskesmas bisa jadi ya atau di rumah sakit. Tapi ee kami sebenarnya bisa untuk melayani. Jadi saya di sini itu istilahnya adalah untuk promosi atau nyeles gitu ya. nya cantik. Aduh nyeles gitu ya. Kemudian kita layani konsultasi produk e UMKM sudah kita layani. Terus serang kami sekarang lagi ee dapat proyek banyak ini jadi kimia ee jadi ee ee apa namanya untuk konsultasi produknya. Kemudian pengembangan resep. Baru-baru ini kami kerja sama dengan salah satu ee ee Pertamina, ada yang dari ee dari instalasi e dari apa organisasi dan lain sebagainya itu ngembangin resep resep lokal. itu mau jadi untuk misalnya untuk ibu hamil gimana cara pengembangannya biar jadi makanan yang memenuhi kebutuhan gizi kita layani bahkan edukasi pengemar resep ini cooking class cooking class kita sebenarnya tahun 2024 banyak sekali peminatnya sekarang karena efisiensi jadi iya turun jauh nah e kita juga sebagai narasumber di berbagai ee instalasi pemerintah swasta mau perusahaan jadi lumayan sasaran yang sudah kita iya sudah banyak ya dari tahun 2024 maupun 2025 ya lumayan banyak sekali. Nah, ini ee ini juga yang UMKM tadi saya bilang. Jadi kita bisa memeriksakan proksimat kadar air, kadar abuk, kadar protein, lemak, serat kasar, gula reduk besi, vitamin Z, zink, ee sat besi, tembaga ini sudah ada. Jadi kalau misalnya kepo terap harga, nah kepoin kita di Instagram. di Instagram ada sudah ada lengkap semua terkait dengan e perda tarifnya itu berapa. Jadi ee ini sudah banyak bahkan sekarang nih lagi sibuk-sibuknya di Kimia Paman nih karena banyak proyek kebetulan untuk bulan ini ya jadi kerja keras mereka jadi tetap kita layani sudah gitu ya. Next. Nah, ee kita juga sangat berbangga pada hari ini kita sudah dapat kita sudah punya sertifikat akreditasi kan. Saya tunggu nih kan ini berarti kalau IPAL Puskesmas bisa ini timbangan dewasa digital ojo sampai nimbang kok salah diagnose. Iya karena tidak tidak pernah dikalibrasi. Betul betul. timbangan dewasa mekanik, bayi digital, timbangan mekanik, analitik, tensimeter yang digital, yang Android sampai yang Android loh bisa ya. Jadi Heeh. Jadi ini kebanggaan kami. Jadi ee untuk kimia pangan juga nanti tahun 2007 2027 rencananya sudah harus terakreditasi gitu. Next. Nah, layanan lab klinis tadi sudah lihat ya, ruangannya masih kosong. Iya, betul. Nah, sekaranglah di tahun ini di tahun ini proses Ibu. Alhamdulillah. Kemudian regen-reennya nanti di akhir tahun ini mudah-mudahan jenis layanan kami hematologi bisa dilayani. Kimia klinis, imunologi, urinologi, toksikologi, mikrobiologi klinis banyak sudah kita bisa l karena kita tahun ee bulan Juni ini banyak dapat tenaga. Jadi lumayan untuk me-back up ini. Jadi kita pengin cepat-cepatlah melayani masyarakat di Jawa Timur gitu. mungkin masukan dari P3K dan juga ASN ya, Ibu ya. Iya. Heeh. Biar bisa nanti memanfaatkan layanan kami semakin banyak. Nggih. Betul. Nah, layanan mikr biologi lingkungan juga. Jadi, sampel air minum sudah kita bisa layani juga untuk ekolinya. Suhu suhu untuk perizinan perizinan IPA. Perijinan ini sudah bisa berarti Bu ya. Ini ini tapi kita untuk ee kan itu baru kalibrasinya saja. Kalibrasi saja. Jadi ini belum ini masih i jadi kita masih proses bahkan iya betul identifikasi nyamuk, uji resistensi inseksida, penyediaan telur yang I jadi kami juga ee di situ akan berperan. Next. Nah, ini layanan regensia 2026. Jadi kami juga ee 2026 nanti baru bisa yang ini. Jadi ada nutrien agar, brillian, green, lactus bile gitu atau laktus brut ya. ini memang ee layanan-layanan kami bisa nanti ee dengan harapan ee kami bisa me-backup CKG ini dengan baik gitu. Jadi, ini adalah usaha kami. Mungkin itu. Jadi, kita sekarang kembali bagaimana sih sebenarnya cek kesehatan yang paling mudah kita lakukan. Kita lanjut lagi ya. Oke. Jadi, saya sudah promosi. Monggo nanti dilayan dimanfaatkan layanan kami di UPT Lapkesda Provinsi Jawa Timur. Next. Nah, sebenarnya cek status gizi ini paling mudah loh, Mbak Maya. Iya. Kita timbang berat badan. Tiga tinggi badan itu rumusnya ada berat badan nggih. IMT tinggi badannya dalam meter dikalikan tinggi badan kali tinggi badan itu dibagi aja nanti ada hasilnya. Normal itu 18,5 sampai 25 kemudian gemuk itu lebih dari 25 sampai 27. Obesitas di bawah 27. Itu yang pakai ee standar Kemenkes. Di sebelahnya itu adalah standar WHO. WHO. Heeh. Agak berbeda sedikit. Tetapi di situ ada perbandingan antar lingkar perut. Nah, lingkar perutnya itu kalau di Indonesia itu laki-laki lebih dari 90 centti itu sudah termasuk obesitas sentral. Karena laki-laki itu biasanya banyak di ini ya. Heeh. Kalau perempuan itu kalau lebih dari 80 cent itu masuk obesitas sentral. Coba di situ dibaca ya di yang tabel sebelahnya. Peningkatan lingkar pinggang juga menjadi penanda peningkatan risiko meskipun berat badannya misalnya normal. Normal. Oh. Jadi lingkar pinggang ini juga salah satu risiko untuk bisa menjadi risiko kalau kita sudah satu risiko kira-kira untuk terkena penyakit diabetes, hipertensi, maupun jantung yang tadi saya bilang itu. Iya. Iya. Yang pertama tadi umur 40 tadi itu ya Bu Putri ya? Iya. Banyak. Saya punya kasus juga pasien umur 40 untung itu masih stroke ringan tapi akhirnya turunkan berat badan kita ajarkan dietnya cepat memperbaiki sembuh juga sehat juga. Artinya e penurunan berat badan secara bertahap itu bisa kok asal kita dampingi. Nah, ini yang mungkin hasil ee kajian kita sebelum kita menjadi ee Lapkesda ini. Jadi, kita ee keliling nih di Kota Surabaya ASN-nya ternyata cuma yang normal berapa persen coba Mbak Maya? 15%. 15%. Kemudian yang ee yang kedua itu 17%. 17% turun lagi 15%. Jadi yang lain itu sudah overweight obesitas 1, obesitas derajat du. Betul. Itu yang kita dapatkan. Sebenarnya kami sebagai ee UPT Lapesda kalau mau konseling banyak loh pasiennya dapat. Tapi tadi konselingnya berapa? Sedikit. Enggak ada yang mau konsul. Iya. Makanya ee ini ee kebetulan untuk yang ee ee apa namanya? Pemeriksaan gula darah acak dan asam urat. Untung masih ada untung. Kalau orang Indonesia masih ada untung sebagian besar masih baik. Hmm. Heeh. Tapi yang nah yang sebenarnya yang tinggi ini 11,5 ee gula darahnya atau yang asam uratnya 109% itu harus segera datang ke tempat pelayanan kesehatan sesegera mungkin. Karena itu adalah tadi untuk ngecek apakah kita sudah termasuk pra apa sudah dengan penyakit gitu loh. Nah, resiko atau tidak kita di tahun 2021 itu ngecek persentase lemak tubuh. Sekarang itu timbangan itu sudah canggih-canggih loh, Mbak. Hm. Ada tidak hanya berat badan, tinggi badan. Oh, zaman biyen. Iya. Sekarang ada sekarang apa dong? Ada viseral fat, total body fat. Iya, betul. Masa masa ototnya berapa? Kemudian masa tulangnya gimana, usia selnya? Saya pernah punya pasien umurnya sudah ee 57 tapi usia selnya berapa coba? 35. Padahal usianya sudah 50-an. Kenapa? Karena masa ototnya banyak dan itu menunjukkan metabolismanya itu bagus gitu loh. Bagus. Metabolisme bagus ya, Bu. Iya. Ngih. Next. Nah, kalau kita lihat survei data survei kesehatan Indonesia nih. Aduh, yang konsumsi makanan manis tuh ASN itu ya 57%. Ee kemudian yang makan asin 51,9, yang makan berlemak 55,6. Padahal kalau makanan-makanan berlemak harusnya makan buah dan sarunnya banyak. H eh ternyata apa? Satu sampai du porsi aja yang lebih banyak, Mbak. Padahal harusnya lebih dari 5 porsi per hari gitu loh. Buah dan sayur ya harus banyak konsumsi makanan berma porsi per hari lebih atau sama dengan ternyata cuma dua satu sampai dua ya. Opo iki bandel banget. Nah next. Nah apa alasannya banyak? Apa alasannya? Ternyata tidak ada buah. Nah ini siapa yang menyediakan? Saya enggak tahu nih. Mungkin Bapak Ibu ada yang ada gak yang punya alasan buahnya tidak ada. Tidak suka, tidak mampu, bosan, tidak ada manfaat. Nah, ini ada jawaban begitu ya. Itu satu. Nah, itu kan alasan. Alas itu ombo, Mbak. Tapi lebih ombo alasanmu. Keren ini. Keren ini, Teman-teman. Sobat ASN gaul bener ini, Bu Putri. Alas itu itu teman saya. Jadi, saya nancep banget di hati saya. Alas itu ombo tapi lebih ombo alasanmu tidak makan sayur itu 58,9. Tidak suka loh 59 makan sayur. Heeh. Saya pikir anaknya aja yang digoda supaya makan sayur. Tanya IN juga 59, Iya. Makanya aduh kan aktivitas fisiknya ya masih syukurlah masih banyak sudah beraktivitas fisik. Next. Baikbaik. Ya Allah. Nah, makanya sekarang kalau sudah pola-pola seperti itu kalau dari pengalaman saya sendiri sih banyak tidak makan pagi, tidak makan siang. Akhirnya makannya di pas jam makan banyakan. malah itu memicu untuk Heeh. kemudian jendela makan terlalu pendek, akhirnya makannya porsi banyak. Jadi selalu penginnya makan banyak terus gitu karena sudah perlu lambungnya sudah sering banyak diisi gitu kan. Heeh. Jadi penginnya tuh makan banyak, porsi makan berlebihan, terburu-buru. Oh terburu-buru juga berpengaruh. Baru saya dengar ini makan itu harus mindfulness. Jadi makan itu harus benar-benar fokus. Mengunyah itu the power of munyah. Teman saya ikut ikut itu ikut apa namanya? Salah satu pelatihan itu the power of mengunyah. Mengunyah. Mengunyah itu artinya harus dengan ee iya mengunyah terus dengan kunyan yang bagus. Kemudian dirasakan makanan itu manis apa enggak. Kalau makan sambal gini gini makan. Hmm. Sat du berapa yang sudah masuk? Banyak itu akhirnya nambah karena kurang karena enggak konsentrasi mengunya. Betul. Oh, e bahkan bahayanya kalau misalnya ee protein hewan kurang, sarbainya kurang, itu kan itu sebenarnya untuk cepat membuat rasa kenyang tuh dari protein loh, kasar buah itu loh juga. Dan makannya harus tidak terburu-buru. Heeh. Makan sambil kerja tuh sopo? Ayo siapa? atau punya alasan-alasan lain. Mungkin ada mungkin di sini yang ikut webinar ini ada yang pola makan apa yang bisa disampaikan nih yang bisa menyebabkan ee naik berat badan bisa di-share juga ya di di kolom ya. Makan berlebihan tidak dengan aktivitas segeralah mencari ahlinya. Betul. Hm. Gitu ya. Next. Kolom komentar. Jadi sebenarnya kalau sudah mencari ahli kita akan diajar, "Oh, oh kebutuhanmu ini, keinginanmu ini." Antara kebutuhan dan keinginan ini yang kadang-kadang aduh makannya kok kayak gitu sih? Maunya saya tuh kayak gini. Nah, aligisi nih aligisi yang akan oh gini sebaiknya makannya didampingi karena hidup itu pilihan. Kalau kita gak sekarang memilih mau sehat atau berisus k sakit itu sudah pilihan. sekarang pun di sini ada misalnya ada ada misalnya nasi dengan yang sehat atau yang kita memilih sekarang itu sudah sudah pilihan bahwa kita memilih yang sehat apa yang berisi sakit. Sebenarnya ee dari pengalaman saya sebagai konselor gizi yang dihadapi e seorang klien itu adalah menghadapi dirinya sendiri. Betul. Paling susah ya dia itu menghadapi diri sendiri bagaimana pengelolaan emosinya bagaimana dia mengatur biar nanti pola makannya itu sehat gitu. Next. Iya. Benar. lebih banyak keinginan itu tadi kalau I makanya Heeh. Jadi kita kalau ke alergisi itu kita detail, Mbak berat badannya sekarang apakah berat badan sekarang itu misalnya dia waktu masih kecil sudah obesitas mungkin saya lebih banyak ke obesitas dulu ya karena sebenarnya ayat saya itu kan banyak masalahnya tapi saya ke arah obesitas aja. Heeh. Jadi berat badan yang terbanyak sebenarnya berapa sih? Hm. Kemudian kapan dia mengalami berat badan yang berlebihan gini? Apa sebenarnya penyebab kita gali terus apalagi ada hasil CKG-nya itu akan lebih mantul. Karena misalnya diet misalnya obesitas dengan hipertensi beda lagi diet dengan hiperkolesterol beda lagi diet dengan diabetes beda lagi. Beda-beda ya berarti. Iya. Jadi penanganannya beda. Makanya CKG inilah sebagai dasar nanti untuk kita memberikan terapi gitu loh Mbak. kita gali makannya itu jumlahnya gimana, frekuensinya gimana, jenisnya gimana, kita gali sehingga akhirnya kita hitung kebutuhan setiap orang tuh beda-beda, Mbak. Jadi gak antem kromo makan cuma makan buah aja setiap hari itu juga enggak boleh ya. Enggak boleh makan buah tok kalau pengin cepat berat badannya turun. Jadi kita ajarkan, kita aturkan. Oh, aktivitasnya berat. Oh, dia begadangan. Terus ini gimana cara makannya, gimana? Berapa porsinya pagi, siang, sore? Kemudian gimana komposisinya? Gimana caranya biar gak bosan, biar gak mas kan masa makanan sit kan kadang-kadang makan ee roti penginnya penginnya jagung. Nah itu kita ajarkan daftar penukar bahan makanan. Nanti kita evaluasi target penurunan yang aman sebenarnya itu 12eng sampai 1 kilo per minggu tuh aman gitu ya. Jadi apalagi nanti kita cek lagi hasilnya. Oh ternyata sudah bau. Uh hebat kita ganti jempol 10. di sini kan banyak ada ee pemirsa jempolnya minta ya nanti ya kalau sudah ada yang mau ee cek cek CKG dulu lah. Betul betul betul Bu Putri harus cek harus next. Nah inilah kenapa kalau misalnya kita tidak menjaga dengan baik ya tadi saya bilang kalau misalnya kita terlalu ee makannya kurang kemudian ee aktivitasnya banyak akhirnya kita menjadi kurus. Kalau kita berlebihan, iya ee makan yang masuk berlebihan, yang dikeluarkan juga sedikit, akhirnya kita surplus kalaui. Nah, bagaimana kita tetap seimbang dengan berbagai kegiatan ASN, baik usulan keluarga maupun urusan di kantor gitu ya. Next. Sebenarnya diet itu kalau saya sih, Mbak ngajarin di itu mudah, Mbak. Yang susah itu adalah mindsetnya. Nah, itu makanya sekarang saya mengedukasi ini sebenarnya memperbaiki mindsetnya. Kalau sudah mindsetnya sudah benar, Mbak, saya tinggal ongkang-kang kaki aja gini lihat karena dia akan lapor, "Bu, saya sudah ini, saya sudah ini, saya sudah cari resepnya." Ternyata begini. Oh, saya prepare makanan sekarang saya bikin food prep. Puding. Iya, ini sekarang yang lagi viral tuh kan bikin food prep. Jadi makanan Sabtu Minggu tuh dia bikin makanan tata masukin freezer. Kemudian pagi setiap hari itu dia makan makanan daripada jajan itu. Jadi dia sendiri yang akan milanya. Iya, meal preparation. Jadi dia itu sendiri karena sebenarnya kan mudah mengurangi 500.000 kalori itu merem itu al gizi bisa merem loh. Iya karena sudah setiap hari kerjaannya. Tetapi mindsetnya itu yang perlu kita lebihkan. Jangan sampai macam dietnya sangat rendah kalori itu berbahaya. Kurang dari 800 kalori diet. Kalau misalnya diet itu didampingi ahlinya, dokter, ahli gizi gak apa-apa. Karena itu memang dietnya itu orang-orang yang mempunyai ee misalnya berat badan sudah berlebihan, sudah ada indikasi penyakit, dia sudah bolak-balik diet gak berhasil. Kita boleh ini tapi didampingi. Bahkan pemeriksaannya itu malah harus rutin biar tahu jangan sampai dia ee kelainan gizi nanti masalah gizi dari ee jadi misalnya setelah menjalankan diet ini makanya hati-hati yang rendah kalori misal pengurangan 500 sampai 1.000 ini masih aman. Tapi kalau berlebihan juga enggak boleh ya, Bu Putri ya. Iya. Nah, sebenarnya e pada saat menjalankan diet itu harus diimbangi dengan aktivitas aktivitas yang baik untuk orang yang mungkin kalau yang ee mungkin untuk kebugaran aja 150 menit per minggu oke. Tapi kalau yang menjalankan diet itu 200 sampai 300 kalori lah eh 300 menit lah per minggunya harus lebih banyak. Iya, harus lebih banyak. Next. Di samping itu ee dia juga harus memperbaiki manajemen perilakunya itu yang tadi konsistennya gimana. Kemudian pada saat menghadapi hari-hari hari raya heeh dia bisa tetap konsisten. Itu manajemen perilaku itu penting. Nah, itu sulit kalau hari raya pasti banyak kue kering. Nah, itu gak apa-apa makan kue kering boleh boleh yang penting olahraganya dulu dong. Apa? Oh, bayar. Bayar gitu. Cosut harus bayar enggak apa-apa harus bayar. Iya. keseimbangan energi tadi. Betul. Betul. Jadi sebenarnya pemerintah itu sudah ee punya model yang paling mudah. Jadi isi piringku untuk orang yang normal. Obesitas itu model T namanya. T. Heeh. Jadi kalau misalnya tidak datang ke ke alig gizi juga bisa pakai model ini. Jadi kalau misal si piringku kan setengahnya itu buah dan sayur. Sebelahnya itu kan 20% lauk pauk. He 30%-nya makanan pokok. Tetapi kalau yang sudah obesitas itu la hewani itu ee nabatinya itu 25%, nasinya 25% jadi 1/4at 1/4at gitu. Buah dan sayurnya lebih baik ya Bu Putriu. Masyaallah. Jadi bisa. Nah, makanya menjalankan diet itu harus juga cuci tangan, aktivitas tadi, minum air juga harus cukup, pantau berat badan juga, gula, garam, lemaknya harus diperbaiki. Next. Oh, iya iya i ya. Sip. Saya kayaknya nanti yang T itu deh. Semangat, Kakak. Nah, ini nih contoh. Kalau misalnya ini eh enggak boleh menyebut ini. Oh, iya enggak boleh sebut merek jadi lupa. Jadi mie yang sedang viral ini. Nah, kalau misalnya semisalnya Mbak Maya sudah tak konsultasi ya pada saat melihat mie gacoan, oh enggak apa-apa makan mie gacoan. I. Yang penting misalnya gini, gorengan-gorengan itu jangan ya di mya aja misal saya minta mya aja gitu. Berarti untuk yang e tehnya itu ganti pakai buah e misalnya buah dan sayur jusnya. Iya. Jusnya. Heeh. Karena itu gak ada sayurnya loh. Iya. Gak ada sayurnya sama sekali. Nah, lauknya kan kurang di situ. Lauknya kurang makanya boleh tambah lauknya. Oh, jadi itu yang orang yang sudah tak konsultasi gizi gitu loh. Padahal gizi itu semua. Makanya harusnya tuh ya kayak gini. Kami punya mie jamur sambal dabu-dabu ya. Itu menya tuh ada jamurnya, kemudian ada ee ada apa namanya? Tomatnya, kemudian itu ada lauknya juga. Jadi ada buahnya juga pakai jus gitu loh. Jadi ini yang akan kita ajarkan walaupun misalnya kondisi dia sedang di mie yang sedang makan di yang sedang viral itu dia dia jadinya bijaksana. Oh saya pesannya mie ee untuk ininya jusnya jus buah dan sayur aja. Oh lauknya ini kurang. itu cuma 16% aja lo lauknya persentase kita harusnya 24% loh. Keren loh ini 24 gr loh. Maaf 24 seah-olah kan makan di mie yang viral itu tapi sudah sehat dengan ini. Nah kan begitu. Iya harusnya ini yang seperti ini gitu ya. Jadi mie jamur tiram ini kan sehat jadi Iya. Ada sambal dabu-dabunya juga. Nah, belum pernah kan makan mie pakai sambal dabu-dabu. Nah, coba dulu dong. Pasti enak gitu kan. Next. Luar biasa ini. Nah, sebenarnya lingkungan kerja juga harus mendukung Mbak M. Siap. Jadi kayak tadi tuh ada Jumat Jumat olahraga ya tadi kan ee cek kesehatan bulanan. Kalau kami tuh ada cek kesehatan bulanan rutin olahraga bersama harian malah ada sekarang kita punya ruang kebugaran. Hm. Setiap hari. Nah, itu ada gambarnya tuh. Nah, itu gambarnya. Jadi ada juga yang teman-teman yang enggak mau di kebugaran jalan kaki dia. Betul. Heeh. Kemudian ee bawa bekal. Nah, tadi m milep itu. Nah, kantin sehat ini kebetulan kami belum punya. Tapi saya pernah mendapat satu kunjungan ke dinas itu memang dia punya kantin sehat. Jadi makanannya itu benar-benar makanan sehat. Jadi kami dihadirkan juga makanan sehat waktu itu. Mungkin ini juga salah satu yang bisa dilakukan oleh ee apa namanya? Instansi pemerintah. Next. Nah, ini tips-tipsnya. Makan tepat waktu pasti porsi makan sesuai kebutuhan. Makan dengan penuh kesadaran. Variasikan makanan biar gak bosan. Saat makan di luar porsinya diingat. Saat makan berlebihan dibayar pakai olahraga. Dibayar bayar dong. Makan dengan penuh kesadaran ini kayaknya mindset saya ini. Komitmen dan konsisten katanya paling sulit tuh saya gak bisa komitmen dan konsisten gitu. Sering itu musuh terbesar yang Bu. Jadi usaha tidak mengobohongi hasil ya. Next. Nah ikut funrun itu loh. Lari lari. Jangan lari dari kenyataan. Iya lari dari kenyataan. Ini banyak dari lemak ini lari dari lemak 10k itu banyak. Bahkan saya pernah ada seorang ibu itu sudah 65 tahun tapi badannya masih bagus makannya dia memang ibu ikut apa kok bisa seperti ini? Ternyata klub klub mendaki gunung sudah 65 tahun coba masih mendaki gunung. Masih mendaki gunung jadi saya benar-benar luar biasa. Iya. Oke. Nah, ikutilah selebgram yang hidupnya sehat. Luar biasa. H. Iya. Betul. Selegram itu langsing itu butuh upaya loh. Kadang-kadang olahraganya 2 jam sampaian sampai hah sampai olahraga seperti itu gak sih seperti itu. I kan kayak saya gitu loh teman-teman kalau di kantor tuh pagi-pagi baru datang itu sudah langsung jalan kaki ee olahraga dulu ya. Betul. Nah tutorial. Nah, kalau misalnya sekarang ada YouTube, TikTok, nah itu ikutlah yang jadi mau apa food prep ini loh. Banyak banyak yang sudah next lebih murah malah nggih kalau pakai foodpap itu. Jadi ee kesimpulannya ASN harus jadi pelopor i harus agen sosialisasi kemudian kita lapis sudah siap dan semangat. [Tertawa] Asik nih Bu Putri ASN juga harus pola hidup sehat ya mencari bantuan profesional. Bantuan profesional. I banyakisi di puskesmas, banyak gizi di rumah sakit. Manfaat kami. Baik kami biar gak jadi krik krik krik di ruang konsultasi. Pasien saya tadi berapa di konsultasi gizi? 1 tahun lima orang. Oh ya. Mudah-mudahan setelah ini semakin banyak. Iya. Saya jadi ee ini gimana ya? Mungkin bukan bukan belum belum promosi mungkin ya. Oke. Betul. Harus rutin rutin cek kesehatan lebih baik mencegah daripada mengobati. Next. Nah ini bisa kontak kami tadi kan sudah ada di videonya. Jadi 028214204553 ya. Ada juga situs web-nya, email-nya juga. Monggo kita dihubungi ya nanti ya. Jadi bisa telepon ke ini ke apa namanya itu ee ke kami sudah punya adminnya yang akan melayani gitu. Next. Untuk Instagram-nya dan TikTok-nya belum ada ada Instagramnya ee Lapkesda Provinsi Jatim juga. Oh gitu aja. Siap. Pasti teman-teman kan pengin langsung join karena pasti banyak informasi kesehatan di situ. Ada ada. Kami juga sudah memulai membuat video-video. Ternyata anak-anak Budha tuh enak loh. Banyak kita dapat 12 tuh hm kreatif-kreatif banget bikin video. Aduh kita yang sudah e ini nih e ya kita jadi pendukung saja. Oke next. Karena kan memang Genzi yang terbaik tadi Mbak Maya pantun ya. Iya boleh saya boleh pantun sekarang? Boleh bangetil saya minta cakepnya. Boleh ya? Boleh teman-teman cakepnya yang di ini Zoom sama YouTube channel juga jempolnya ya. Siap. Saat pagi makan buah cakep. Makan buahnya bersama teman cakep. Penyakit itu bisa dicegah? Cakep. Asal disiplin menjaga kesehatan. Luar biasa. Cakepnya. [Musik] Baik, Sobat SN di seluruh Indonesia. luar biasa sangat bersemangat sekali dengan Bu Putri. Dan untuk selanjutnya adalah segmen tanya jawab atau diskusi. Mungkin ada yang sudah rais hand atau mungkin sudah ada di live chat yang di YouTube. Monggo mungkin ada pertanyaan atau sharing cerita ya, tapi mungkin fokus ya. Jadi ee bertanya tapi tidak bercerita panjang lebar. Karena kadang kala itu lupa Bu Putri dia bercerita sampai beberapa menit akhirnya pertanyaannya ternyata cuman ini. Disilakan untuk teman-teman Sobat ASN yang ingin menanyakan sesuatu. Baik, luar biasa Bapak sebutkan. Kami minta tolong untuk disebutkan nama dan dari mana Anda berasal. Bapak I love Banyu. Banyu mana, Pak? Banyu Rip. Asalamualaikum, Bapak. Selamat pagi. Waalaikumsalam, Ibu. Injih. Dengan Bapak siapa? Bapak dari Bapak Shihin dalam dengan Bapak Sinten. Bapak mohon izin diulang. Dari Bapak Shihin. Bapak Shihin. Alhamdulillah luar biasa. Sehat Pak. Pak Sihin dari Banyuwangi. Mohon maaf Ibu dari Banyuwangi. Bapak Shihin. Betul. UPTD mana, Bapak? Dari Dinas Perpustakaan Kearsipan Banyuwangi. WS luar biasa. Dinas Perpustakaan. Monggo disilakan memberikan pertanyaannya kepada Ibu Putri. I terima kasih Ibu Putri. Salam sehat. Salam sehat, salam buat dan salam Jumat berkah. Iya. Yang pertama Ibu ee kami mohon maaf ee tadi sudah banyak Ibu paparkan terkait dengan peningkatan performance ASN melalui cek kesehatan. Ada dua pertanyaan yang mungkin perlu saya utarakan, Ibu. Karena ini memang kesehatan ini sangat penting untuk ASN dalam rangka untuk peningkatan kinerja sebagai ASN. Yang pertama, Bu dalam dampak kesehatan terhadap kinerja, Bu. Bagaimana kondisi fisik dan mental ASN yang prima dapat meningkatkan fokus energi dan efektivitas dalam melaksanakan tugas-tugasnya, Bu? Itu yang pertama. Kemudian pertanyaan yang kedua, Bu, terkait dengan manfaat detfeksi dini, penyakit, bagaimana cek kesehatan dapat membantu mendeteksi potensi penyakit atau masalah kesehatan sejak dini? Boleh memungkinkan memungkinkan ASN untuk mengambil langkah-langkah pencegahan atau pengobatan lebih awal. Bu, terima kasih. Dua pertanyaan itu aja, Bu. Baik, terima kasih Bapak. Disilakan. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Disilakan untuk langsung menjawab Bu Putri. Monggo. Ee jadi penginnya biar fokus gitu kan ya. Baik. Iya. Jadi pertama itu tubuh ini, Pak, biar bisa fokus itu harus dalam kondisi prima itu ee kayak kita ngisi bensin gitu loh. Ngisi bensin. Bensin mobil itu badan kita bensinnya itu harus full dulu. Nah, misalnya baru mau bekerja ini masih kosong. I kira-kira untuk karena yang kita makan itu airnya akan diubah menjadi glukosa untuk ke otak. Akhirnya kita bisa berpikir, bekerja, reaksi cepat untuk mengerjakan tugas. Coba misalnya perutnya kosong, terus ngerjain tugas gini gini gini gimana? Apa? Nah, itu salah satunya itu kita harus isi bensin kita dengan benar. Sama seperti HP juga harus dicas. Dicas. Casnya itu dengan makanan. Makan itu harus teratur. Pagi snack, snack pagi, siang, snack sore, dan makan malam. Itu upayakan teratur. Nah, kita sendiri menyesuaikan dengan diri kita sendiri. Gimana caranya? Walaupun misalnya misalnya seorang ASN enggak bisa makan di rumah, boleh makan di warung, tetapi pada saat tahu, oh ini makanan yang sehat untuk saya. Dipilih dipilih. Kemudian, oh porsi makan saya itu cukup misalnya dua entong misalnya untuk laki-laki ya. Lauknya satu potong, tempenya dua potong, sayurnya kira-kira 100 gitu 100 gram sekali makan sama buahnya. Coba itu dilakukan akan beda hasilnya. Kalau kita makan dengan rutin, kita memberikan yang terbaik. Coba misalnya kita punya mobil dikasih bensinnya tuh yang apalagi mobil baru, mobil ee bensin yang terbaik dikasih. Iya harusnya. Nah, tentunya juga kita sebagai ASN bekerja tiap tiap bulan nih menghasilkan uang ya masa dikasih makanan-makanan yang tidak bermanfaat, yang goreng-goreng semua gak ada sayurnya. Kemudian semua yang tidak bermanfaat untuk tubuh. Itu artinya apa? kita memasukkan sampah, makanya dibilang makan sampah ke tubuh kita sehingga makanan itu bekerja itu akan menghasilkan glukosa, menghasilkan asam amino, asam lemak, vitamin, mineral itu bekerja untuk biar kita fokus. Itu satu. Yang kedua, ternyata kalau kita olahraga rajin, coba dilakukan sederhana aja, memulai itu memang sulit, tapi mulailah dengan 10 menit dulu. Jalan kaki ajaalah ASN pagi-pagi. Jangan langsung duduk pegang HP ini. Jangan jalan kaki ajaalah dulu sambil digerakkan badannya sederhana aja sambil gerak-gerakkan gini itu akan membuat jantung itu memompa darah ke seluruh tubuh dengan kuat. Baik. Dengan kuat. Jadi pompa yang darah pembeluh darah itu kalau semua sudah terdistribusi dengan baik termasuk ke otak, ke badan, ke sel-sel kita jadinya gini fokus. Jadinya tidurnya juga harus cukup. Walaupun misalnya ada tugas yang harus misalnya dikerjakan sampai malam, ada waktunya misalnya tidur dulu kemudian nanti ee ee lanjutkan ke pagi bangun pagi hari dikerjakan lagi misal diatur seperti itu atau dilakukan dengan maksimal di kantor gimana caranya kita mengatur waktu sehingga tidur itu karena semua itu adalah judulnya luangkan waktu. Luangkan waktu luangkan waktu untuk diri ke jangan disuruh cari uang du aja. Tubuh suruh cari uang, tapi kita gak mau memperhatikan kondisi kesehatan kita. Tiap hari terus nyari uang aja. Tapi bagaimana kita memperlakukan diri kita sendiri? Apakah kita sudah melakukannya dengan baik? Betul. Makanya kalau kita tadi yang mau menjawab pertanyaan kedua, iya. Bagaimana sebenarnya ingin mendeteksi faktor risiko? Nah, padahal sudah-sudah obesitas itu tadi saya sudah bilang kalau berat badan aja walaupun normal lingkar pinggangnya bertambah sudah risiko. Pada saat kita datang misalnya ke petugas kesehatan, "Pak, Bapak sudah berisiko. Berarti harus sudah hati-hati dong. Sudah hati-hati. Jangan sampai sudah pra melewat pranya. Gak pernah juga ngecek pra sudah pra prehiertensi, prediabet, gak pernah juga periksa-periksa. Akhirnya tiba-tiba tadi saya banyak punya pasien yang artinya umur 30 tahun. Padahal pejabat nih. Pejabat nih. 30 tahun 30 tahun masih muda. Masih pengantin baru. Oh, masih pengantin baru tapi terkena diabetes. Itu gimana perasaannya? Nah, jangan sampai jadi dengan cek kesehatan ini faktor kita perbaiki semua karena lebih cepat di kita saat mencegah itu lebih cepat penanganannya daripada sudah dengan penyakit dengan obesitas. Obat. Kita nanti jangan sampai pegang obat ke mana-mana pegang obat jadi malah repot rempong nanti ngurusin makan obat belum lagi ngurus mungkin itu Pak yang bisa saya sampaikan. Baik. Iya. Manfaatnya gimana Bapak Shihin dari Banyuwangi sudah aman ya Pak? Jadi jangan lupa ya Pak atas Heeh. Heeh. Terima kasih sekali nggih Bapak matur nuun sanget sudah memberikan pertanyaannya luar biasa. Salam buat yang di Banyuwangi. N Pak Nggih. Luar biasa. Untuk selanjutnya yang sudah rais hand mungkin ada pertanyaan. disilakan untuk mengetikkan juga di kolom ee komentar ya. Dan yang di luar kota nih ya, mungkin kalau di Surabaya bisa langsung loh konsul ke Bu Putri di ee Lab Kesda Provinsi Jawa Timur. Bisa kepoin di Instagramnya, TikTok-nya juga ada, Facebook-nya juga ada. Asik biar nanti bertambah loh, Mbak. Masa konselingnya cuma lima lima. Nanti sama saya nanti selesai konseling. Aduh. Eh, konseling itu kita bisa online loh. Oh, gitu. bisa online juga. Iya. Jadi bayarnya jadi kan em karena pasien saya pernah dari Kupang pernah e dari Bojonegoro pernah jadi kita online kan enak ngobrol-ngobrol. I online. Baik. Jadi teman-teman untuk konseling ke Lab Kesda Provinsi Jawa Timur tidak hanya datang mungkin karena kejauhan di seluruh Jawa Timur bisa melalui online ya Bu Putri ya. Iya. plus dapat plus karena tadi yang saya sudah bilang sebenarnya klien itu butuh didampingi pada saat saya memberikan diet yang saya bilang merem itu langsung tak kasih merem pun bisa sudah tapi pada saat mereka menjalankan itu aduh saya kok gini ya teman saya loh tadi gini-gini makannya loh enak gini gimana caranya saya ee ee ini saya sedang diet kalau saya bilang misalnya Mbak Maya kumpul sama teman nih kalau Mbak Maya gak ikut makan-makanan yang mereka makan gimana h gaya sekali diet diet diet gitu Iya betulah kita aduh apaut aja maka
Resume
Categories