File TXT tidak ditemukan.
Transcript
XJ0qFVSxs08 • ASN Sehat dan Bugar 2025 - Peningkatan Performa ASN Melalui Cek Kesehatan
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0267_XJ0qFVSxs08.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Yeah.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Apa
[Musik]
kabar sobat SN di seluruh Indonesia?
Izinkan maya saya menyapa dengan penuh
kebahagiaan dan penuh sukacita.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam wabarakatuh.
Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya.
Salam kebajikan. Tentunya marilah kita
bersama-sama memanjatkan puja dan puji
syukur karena hari ini kita semua dalam
keadaan sehat tentunya bisa mengikuti
webinar sampai dengan selesai acara
nanti. Dan tentunya saya mengucapkan
terima kasih banyak kepada BPSDM Jatim
yang masih mempercaya saya sebagai host
sampai dengan hari ini. Luar biasa.
Masyaallah. Dan sebagai aparatur sipil
negara sebagai pelaksana utama kebijakan
publik dituntut memiliki kinerja
optimal. Salah satu faktor penunjang
performa ASN adalah kesehatan yang prima
dan asupan gizi yang tepat dan seimbang.
Namun banyak sekali ASN tiba-tiba sakit.
Ternyata untuk sehat dan bugar
diperlukan teknik-teknik tertentu dan
pemerintah ada program cek kesehatan
gratis. Jadi itu harus loh ya untuk
semua ASN agar lebih hebat.
Dan untuk hari ini UPTD LEPKESDA
Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan
BPSDM Provinsi Jawa Timur
menyelenggarakan webinar ASN Sehat dan
Bugar dengan tema peningkatan performa
ASN melalui cek kesehatan. Sekali lagi
mohon tepuk tangannya untuk teman-teman
yang ada di studio dan juga yang ada di
YouTube dan Zoom.
Hari ini di BPSDM Jatim di Jalan
Balongsari terselenggara acara di
YouTube channel-nya dan juga Zoom. Dan
tak lupa juga saya menyiapa dahulu
kepada yang terhormat opening speech
hari ini Bapak Dr. Lamblianto, SPMP
selaku Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Untuk narasumber yang pertama yakni
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Timur Prof. Dr. dr. Erwin Asta Triono,
S.P.Pd. KPTI Vinasim Mars dengan topik
kebijakan cek kesehatan. Narasumber kita
yang kedua adalah analis kesehatan UPT
Lebkesda Provinsi Jawa Timur NLPA
NLPA Putri Sariningrat SKM MSI Bunda
Putri dan topiknya pemeriksaan kesehatan
dini untuk produktivitas ASN. Luar biasa
kedua narsum ini narsum yang sangat luar
biasa. sangat bangga sekali karena hari
ini menjadi host Prof. Erwin.
Masyaallah. Dan kami informasikan bahwa
presensi sudah dapat diakses melalui
website semesta Bangkom seperti yang
tertera pada running atau chat Zoom.
Jangan lupa untuk mengisi survei serta
mengisi lembar monev. Maka sertifikat
akan muncul 1* 24 jam. Jangan lupa juga
dicek secara berkala. Untuk tata tertib
bertanya hari ini, sama seperti webinar
sebelumnya, sesi diskusi setelah materi
dari masing-masing narasumber hanya ada
dua penanya yang diberikan kesempatan
dan menyebutkan identitas nama serta
instansi Anda. Panitia yang akan memilih
dari peserta yang rais hand. Baik,
selanjutnya tetap supaya enggak tegang
dan semakin enjoy mengikuti webinar,
izinkan saya berpantun. Anak kecil ambil
pepaya,
jatuh.
Pepaya jatuh terkena kepala.
Jangan patah semangat ya karena ASN
semakin berjaya. Boleh tepuk tangannya
dong.
[Musik]
Ada yang kedua enggak afdol kalau enggak
dua. Lirik kanan, lirik kiri.
Satu.
Ikuti dengan nyaman webinarnya kali ini.
Luar biasa. Boleh tepuk tangannya.
Baik, Sobat ASN. Informasi hari ini
bertujuan memberikan pemahaman
pentingnya cek kesehatan dalam menunjang
performa kerja ASN. Karena untuk ASN
hebat harus sehat dan bugar. Mendukung
program pengembangan SDM melalui 3JPL
jam pelajaran latihan yang diakui
sebagai bagian dari peningkatan
kompetensi ASN. Selengkapnya akan
dibahas dalam webinar ASN Sehat dan
bugar dengan tema peningkatan performa
ASN melalui cek kesehatan.
[Musik]
SN untuk membuka webinar hari ini, mari
kita sambut bersama opening speech dari
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Provinsi Jawa Timur kepada yang
terhormat Bapak Dr. Lamlianto, S.P., MP.
Kami silakan.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN
di seluruh tanah air dengan penuh
semangat Corporate University, Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur kembali menyajikan
salah satu serial dari gerakan ASN Dahar
Ngopi. ASN tiada hari Tanpa Pengembangan
Kompetensi, yakni ASN Sehat dan Bugar
yang ditayangkan setiap hari Jumat.
sebuah ikhtiar untuk memberikan akses
informasi strategis bagi sobat ASN di
seluruh tanah air dalam rangka
meningkatkan kualitas kesehatan dan
kebugarannya sehingga diharapkan
berkontribusi nyata terhadap kinerja
unggul para sobat ASN di seluruh tanah
air. Sobat ASN di seluruh tanah air
dalam serial ASN Sehat dan Bugar kali
ini kita mengangkat tema peningkatan
performa ASN melalui cek kesehatan. Tema
ini selaras dengan kebijakan nasional
tentang cek kesehatan gratis yang
baru-baru ini digulirkan oleh pemerintah
Republik Indonesia. Kebijakan ini bukan
sekedar program medis, tapi sebuah
strategi besar nasional untuk meneguhkan
komitmen bahwa kesehatan rakyat termasuk
ASN adalah modal utama menuju Indonesia
Mars 2045.
Sobat TSN, kebijakan ini bukan sekedar
program medis, tetapi sebuah investasi
peradaban. Ia menegaskan bahwa kesehatan
adalah pondasi pembangunan, bahwa tubuh
yang kuat dan jiwa yang seimbang adalah
syarat mutlak lahirnya bangsa yang
berdaya saing tinggi. Kebijakan ini
bukan sekedar rutinitas pelayanan
publik, tetapi sebuah strategi
kebangsaan. Melalui kesehatan yang
prima, negara sedang menyiapkan sumber
daya manusia masyarakat Indonesia yang
tangguh dan produktif.
Masyarakat yang sehat adalah modal dasar
pembangunan. Mereka dapat belajar dengan
baik, bekerja dengan lebih giat, dan
berkontribusi nyata dalam roda ekonomi
bangsa. Tanpa kesehatan, segala visi
pembangunan hanya akan menjadi bayangan.
Dengan kesehatan, mimpi kolektif menjadi
nyata.
Tanpa kesehatan yang prima, pembangunan
hanyalah ilusi dan cita-cita besar
bangsa akan kehilangan pijakan.
Tubuh yang rapuh tidak mampu menopang
kerja. Jiwa yang letih tidak akan
sanggup menyalakan asa. Sebaliknya,
dengan kesehatan yang terjaga, lahirlah
masyarakat yang tangguh dan produktif
dan bangsa yang percaya diri menatap
masa depannya. Shabat ASN di seluruh
tanah air. Demikian juga kita aparatur
sipil negara. Kesehatan adalah pondasi
pengabdian.
Dengan tubuh yang sehat dan bugar, kita
mampu melayani rakyat dengan sepenuh
hati. Berpikir jernih dalam merumuskan
kebijakan, serta tangguh dalam
menghadapi dinamika zaman.
Tanpa kesehatan, integritas bisa rapuh,
inovasi terhambat, dan tentu pelayanan
publik akan kehilangan dayanya.
Tetapi dengan kesehatan yang terjaga,
ASN menjadi energi bangsa, bekerja
dengan semangat, berkarya dengan penuh
integritas, dan mengabdi dengan
ketulusan.
Sobat ASN, nah lalu apa peran cek
kesehatan untuk menjaga tubuh kita agar
tetap kelihatan prima?
Cek kesehatan adalah jendela yang
memberi kita kesempatan membaca tubuh
kita sendiri sebelum terlambat. Ia
adalah alarm yang mengingatkan sekaligus
peta yang menuntun kita menjaga
keseimbangan.
Melalui deteksi dini, kita bisa mencegah
penyakit, merawat kebugaran dan
memastikan bahwa energi pengabdian kita
tetap menyala. Bagi ASN, cek kesehatan
bukan sekedar prosedur medis, tapi ikrar
untuk menjaga diri. Demi bangsa. ASN
yang sadar akan pentingnya kesehatan
berarti sedang menyiapkan tubuh yang
kuat, pikiran yang jernih, dan jiwa yang
teguh untuk melayani masyarakat dengan
prima. Dengan demikian, cek kesehatan
bukan hanya menjaga individu, tapi juga
memperkuat birokrasi, meneguhkan
pelayanan publik, dan mengokohkan
perjalanan kita menuju Indonesia Emas
2045.
Oleh karena itu, kami menyampaikan
terima kasih dan apresiasi yang tulus
kepada Bapak Prof. Dr. dr. Erwin
Astatriono, S.P.Pd. KPTI, FINASIM Mars,
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Timur atas kolaborasi dan kerja sama
strategis ini. Terima kasih juga kami
sampaikan kepada Ibu NLPA Putri Saringa
Ningrat, SKM, M.Si.
analis penyelia kesehatan UPT Lapkesda
Provinsi Jawa Timur yang akan memberikan
penguatan wawasan kesehatan kepada kita
semuanya. Nah, Sobat ASN di seluruh
tanah air, mari kita simak dengan
seksama webinar ASN Sehat dan Bugar ini.
Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
Baik, Sobat SN sudah hadir di samping
saya Ibu Nilu Putu Ayu Putri
Sariningrat, SKM, MS. Beliau adalah
analis penyelia kebijakan UPT Labkesda
Provinsi Jawa Timur dan beliau menempuh
S2 Kedokteran dasar di Universitas
Erlangga Surabaya dan kali ini akan
menyampaikan peran ASN dalam cek
pemeriksaan gratis menjadi peloporan
kesadaran hidup sehat dan memanfaatkan
fasilitas tersebut untuk menjaga
kesehatan diri demi pelayanan publik
yang optimal. Nah, namun nanti pasti
akan dibahas secara tuntas. Langsung aja
menyapa Ibu Putri. Apa kabar? Sehat?
Ya cantik sekali. Enggak capek ini.
Cantik terus.
Terima kasih sudah dipuji nih pagi-pagi
semangat saya.
Iya. Kayaknya saya nanti harus e mencari
tahu tips dietnya nih dari Bu Putri.
Boleh. Boleh. Nanti kita kupas tuntas di
sini ya.
Mau diet-diet yang benar seperti apa.
Terima kasih. Baik. Luar biasa. Injih.
Tapi memang untuk fokusnya cek kesehatan
gratis ya Bu Putri ya untuk hari ini.
Nah, ini memang benar sekali karena
kalau kita tidak cek kesehatan secara
berkala dan secara apa ya pokoknya
enggak usah ceklah. Itu banyak sekali
ASN yang tiba-tiba ambruk sakit,
tiba-tiba tensinya 150, tiba-tiba ee
gulanya 300. Nah, itu
ya. Ini ini saja saya baru nerima nih e
kabar dari seorang teman ya. tetangganya
itu umur 40 tahun
itu tiba-tiba pingsan masuk rumah sakit
paginya terus langsung sudah
berpulang padahal umur 40 loh itu
umur 40
40 mungkin ee punya anak masih muda
mungkin ee apa namanya di pemerintah
bekerja juga sedang
maksimal-maksimalnya.
Nah, bagaimana ini anak dan istri gitu
loh. Nah, juga mungkin bekerja sebagai
ASN misalnya. Nah, ini kehilangan orang
profesional ini ya apa
kalau kita enggak peduli sama kesehatan
kita sendiri. Karena
kita itu berdiri di atas kaki sendiri
ini karena kita harus menjaga diri kita
sendiri. Kalau mau kita memberikan
pelayanan yang optimal gitu.
Betul. Betul banget Bu Putri. Jadi
memang harusnya itu tetap dicek apun
yang teradi karena pemerintah juga tidak
menyisir ASN saja tapi seluruh rakyat
Indonesia juga harusnya cek KG ya, cek
kesehatan gratis apalagi ASN tentunya
agar melayani masyarakat lebih optimal
maksimal optimal. Iya. Betul. Betul.
Baik, untuk selanjutnya langsung saja
kami persilakan untuk Bu Putri yang
cantik jelita memberikan materinya dan
tentunya Sobat ASN jangan lupa CKG di
Puskesmas setempat ya, cek kesehatan
gratis. Kami persilakan Bu Putri
memberikan materinya. Terima kasih, Mbak
May.
[Musik]
Ee, asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
I, Om swastiastu. Shalom. Ee, salam
sejahtera untuk kita semua. Baik, ee
pada kesempatan ini yang terhormat
Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur ee
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Timur. Kemudian perkenalkan saya tadi
sudah disampaikan Mbak Maya, saya
namanya panjang banget ini nih loh Putu
Ayu Putri Sariningat.
Panggil saja saya Putri. Ee pada
kesempatan ini saya mewakili UPT
Lapkesda Provinsi Jawa Timur. Heeh.
Dalam ee apa? materi pemeriksaan
kesehatan dini untuk produktivitas ASN.
Tadi sudah disampaikan saya pengin tahu
nih sebenarnya yang ASN yang hadir di
sini sudah cek kesehatan belum? Ayo.
Saya alhamdulillah sudah cek.
Oh, sudah ya. Luar biasa. Nah, tentunya
dengan cek kesehatan ini kita akan tahu
apakah kita sudah berisiko apa tidak.
Termasuk prap penyakit. Nah, saya ee
misalnya untuk hipertensi, prediabetes
itu kalau segera kita tahu kita segera
menindak i termasuk yang sudah nah
terkena langsung sudah didiagnosis
diabetes, sudah diagnosis hipertensi.
Kalau itu tidak mendapatkan ee dukungan
dari ee tenaga kesehatan, apa yang akan
terjadi? Seperti yang tadi saya
sampaikan. Oke, next, Mas.
Jadi pada kesempatan ini kita akan
membahas ee terkait dengan pendahuluan
sedikit ya peran UPT Lapkesda Provinsi
Jawa Timur. Yang belum kenal nih nanti
saya jelaskan nih ceritakan.
Heeh. Kemudian kita harus cek status
gizi ini sebenarnya paling mudah, paling
dasar yang bisa kita lakukan
sehari-hari. Heeh. Kemudian saya punya
data status kesehatan ASN. H
ini hasil kajian kami. Jadi kami itu
sebelum menjadi lapkesda mempunyai
labisi itu kita melakukan kajian
ee 2 tahun itu datanya nanti saya
sampaikan. Termasuk pola makan ASN piye
ki pola makannya kumpas ini yang
benarnya seperti apa yang harusnya kita
makan. Kemudan yang tidak jelas.
Nah itu mengapa perlu pendampingan ahli
ojok sendiri-sendiri pakai acara
sendiri. Sebenarnya didampingi itu akan
lebih baik. tahu yang mana yang benu
dibaiki termasuk apa sih kerja itu
sampai perlu pendampingan untuk mendampi
klien dietnya seperti apa yang benar
tipsnya menjalankan diet yang aman tuh
seperti apa gitu ya kita bahas itu ya
Mbak Maya ya hari ini ya
cocok ini saya
iya benar tah
iya tips diet ini.
Oke next
jadi ee peran ASN dalam ee cek CKG ini
jadi plopor. Jadi kita harus memulai
memberikan contoh untuk masyarakat,
untuk lingkungan, agen sosialisasi.
Karena kita menjadi contoh public figure
di masyarakat, tentunya kita yang harus
memulai. Pemerintah itu sebenarnya
kasihan sama masyarakatnya. Coba hampir
60% itu tidak pernah screening PTM. Coba
60% luar biasa.
Iya, 60% itu luar biasa banget. Kemudian
iya mengecek mengecek terkait lingkar
pinggang, kemudian terkait berat badan,
gula darah itu sangat-sangat rendah
sehingga nah sekarang ASN yang ada di
sini saya
kasih semangat ayo cek kesehatan. Sudah
cek kesehatan belum? Ini belum dijawab
ini sama audien teman-teman di chat bisa
siapa yang sudah. Nah, e kita juga bisa
memberikan masukan, dukungan dalam
pengembangan cek kesehatan gratis ini.
Oke, next.
Jadi ee mungkin ee ini cerita ASN. Saya
dulu ASN itu zaman dulu pun sudah
berjuang keras ya
untuk lulus itu loh. Nah, kita belajar
sudah sekolah akhirnya jadi ASN.
Sekarang jadi ASN harus melayani
masyarakat, harus berintegritas,
belajar, kemudian berorientasi
pelayanan. Kayak Mbak Maya ni sekarang
loyal, adaptif, kolaboratif,
profesional. Maka senang sekali nih ada
pro ya, MC pro ya, bertanggung jawab.
Kalau Mak Maya kira-kira pagi-pagi tadi
tiba ngeli apa bisa sekarang duduk di
sini?
Tidak mungkin karena
misalnya tidak sarapan gitu.
Betul, betul banget. Modalnya memang
harus sehat dulu baru bisa menjalani
apapun. Betul ya, Bu Putri?
Coba lihat kami punya ASN yang ih
cantik-cantik banget ya. Badannya ini
luar biasa langsing-langsing,
cantik-cantik, ganteng, sixpack. Nah,
betul.
Nah, bagaimana tetap menjaga kesehatan
dan bugar selamanya?
Betul. Betul.
Sampai walaupun pensiun sudah pensiun
tetap bisa.
Iya. Tetap bisa bikin konten, tetap bisa
tiktokan. Kan kan seperti itu banyak
yang sudah pensiun.
Sekarang next mungkin. Nah, pada saat
perjalanan waktu, next. Pada saat
perjalanan waktu ASN ini sudah mulai nah
hamil. Iya, betul.
Kemudian misal perempuan ya punya anak,
kemudian karirnya meningkat sekolah
lagi. Kemudian e dinas luar pekerjaan
mulai menumpuk, Mbak Maya.
Airnya begadang.
Oh, iya.
Heeh. Terus makannya gak teratur.
Olahraga kapan waktunya olahraga?
Hah? Memang ada waktunya olahraga itu
untuk kita ASN begitu sibuknya.
Lama-lama kalau misalnya makannya enggak
benar, seringan makannya sedikit,
komposisinya gak benar, lama-lama
timbangan ke kiri ke kiri terus itu juga
bahaya.
Underweight atau ke kanan ke kanan
jadinya gak ke kanan itu bertambah ke
jadinya obesitas, ke kiri jadinya
underweight. Nah, kalau misalnya ASN
sekarang ke kiri terus, ke kiri terus
akhirnya berat badannya kurus jadi kek.
Nah, itu jadi menghasilkan generasi
stunting nanti.
Oh,
kalau yang obes-obes ini. Nah, contoh
ini saya punya ada influencer yang cukup
artinya memberikan insight gitu ya.
Kalau kita naik 19 kilo sama dengan 1
galon. Wih air. Coba kalau kita tiga
galon saya tulis gambar di situ tiga
galon. Kira-kira kita bawa
itu ke mana-mana itu bawa galon tiga
galon itu gimana rasanya? Apakah kita
bisa naik tangga berlari cepat bergerak?
Bisakah?
Bisa.
ASN itu sekarang dituntut
siap, Bos. Betul. Betul.
Siap, Pak.
Iya, betul.
Siap, Bu. Besok aman. Semua kerjaan
beres, gitu. Tapi di rumah, Mama, aku
sakit gitu. Gimana?
Iya, benar. Benar.
Nah, artinya menyeimbangkan ini kalau
ASN tidak komitmen, saya harus sehat,
saya harus kuat, makan harus teratur,
minum harus cukup. tidur harus cukup.
Nah, itu nanti akan membuat kita jadi
sehat gitu ya. Next.
Jadi, CKG itu adalah salah satu rapot
yang bisa kita jadikan ee untuk rapot
kita. Kita itu sudah
termasuk di faktor risiko pra penyakit
atau sudah dengan penyakit itu sendiri.
Oh, faktor risiko ya, Bu?
Heeh. Jadi, ee mungkin di sini kita
sebagai UPT Lapkesda Jatim. Jadi ee ini
mungkin banyak enggak paham. Kenal
enggak sama UPT Lapkesda Jatim? Ada yang
kenal mungkin ee teman-teman di live
chat
ada yang kenal dengan Lapkesda. Jadi
iya karena memang Lapkesda ini asal mu
asal muasalnya itu dari sekolah pembantu
ahli gizi.
Jadi kami menghasilkan D1 gizi mulai
dari 1985 kemudian berubah jadi akademi
gizi. Ahli gizi kami itu tersebar di
seluruh provinsi ee Jawa Timur juga
mungkin di Indonesia.
Wus luar biasa.
Iya. Jadi ee kami itu dulu adalah ee
dosen-dosen gitu awalnya. Oh, awalnya
dosen-dosen.
Nah, ternyata ada undang-undang yang
menyampaikan bahwa
ee sudah pemerintah pusat maupun daerah
tuh tidak boleh lagi menyelenggarakan
pendidikan karena kami di bawah ee
pemerintah ee pusat ya, pemerintah
daerah ya.
Akhirnya kami berubah menjadi UPT
laboratorium gizi Provinsi Jawa Timur
berdasarkan Pergup 87 tahun 2019.
2019. Jadi diharapkan UPT kami ini ee
mendukung untuk percepatan permasalahan
gizi di Jawa Timur.
Berjalannya waktu ternyata Provinsi Jawa
Timur itu
satu-satunya ee salah satu yang belum
mempunyai laboratorium kesehatan daerah
TIR Tiga.
Makanya layanan gizinya tetap ada di
situ. Ditambahlah layanan-layanan yang
lain nanti saya jelaskan.
Luar biasa ya. dari tahun 5 saya umur
berapa itu angka next
next
sudah ada regulasi izin operasional
sudah ada
kita sudah banyak melayani masyarakat
kemudian dasar tarif juga sudah punya
tadi mungkin sudah di di awal sudah ada
videonya ya next
iya
kita sebagai tir 3 sekarang ini
posisinya kita harus membina
tir du tingkat dua tingkat satu tingkat
kedua itu ee di Provinsi Jawa Timur tuh
ada sekitar 32 yang harus kita bina
nanti sebagai tir 3. Kemudian ee yang
tiratnya itu 987
nanti FKTP yang harus kita bina ke
depannya. Jadi ini termasuk CKG ini
tentunya enggak boleh dong sampai ada
nanti peran kita di sana adalah membina.
Jadi mau mengupayakan gimana kita bisa
mendampingi ee apa namanya lab kesmaslab
kesmas TIR 1 maupun e TIR du. Kemudian
bagaimana untuk mendukung SDM-nya ee
misalnya ee apa namanya? Kebutuhan bahan
habis pakainya dan lain sebagainya.
Termasuk kita menerima rujukan nanti ke
depannya.
Oh ke depannya
karena ada beberapa yang memang harus
dirujuk pemeriksaannya tidak bisa
dilakukan oleh ee tir 2 maupun tir 1.
Jadi kita pusat rujukan nanti ke
depannya gitu ya.
Baik. Amin. Amin. Saya doakan
mudah-mudahan Mbak Maya. Nggih. Jadi
next.
Nah, kami itu di tahun 2024 kita sudah
membangun fisik karena berubah jadi
akademi gizi menjadi Lab Kesda. Ini
butuh bangunan baru, Mbak.
Jadi 2024 kami sudah menyelesaikan
beberapa bangunan untuk mendukung
layanan. Kami sudah membentuk instalasi
media regenserilisasi
kemudian instalasi mikrobiologi,
kemudian molekul instalasi patologi
klinik imunologi, kemudian instalasi
kesehatan lingkungan, vektor dan
binatang pembawa penyakit
K3 pengelolaan limbah biorepisitori.
Kemudian sarana prasarana kalibrasi,
teknologi tepat guna, kemudian instalasi
gizinya tetap ada, layanan gizinya tetap
ada, kemudian kita laani kimia pangan
juga
gitu ya. Jadi ini menjadi besar nanti
kita mback up. Iya, betul. Jadi kami ini
termasuk sudah semangat sekali karena
pemerintah ternyata dukungannya luar
biasa untuk kami ya. Tuh, next.
Nah, ini yang layanan yang sudah bisa di
ini dimanfaatkan. Tapi benar, Mbak Naya.
Terusang konsulting konseling gizi kami,
konsultasi gizi kami
kurang populer.
Coba tahun 2024 berapa orang?
2025. Aduh padahal masalah gizi banyak
Mbak.
Overwak sama
karena mungkin satu mungkin sudah
konsultasi gizi di puskesmas bisa jadi
ya atau di rumah sakit. Tapi ee kami
sebenarnya bisa
untuk melayani. Jadi saya di sini itu
istilahnya adalah untuk promosi atau
nyeles gitu ya.
nya cantik.
Aduh nyeles gitu ya. Kemudian kita
layani konsultasi produk
e UMKM sudah kita layani. Terus serang
kami sekarang lagi ee dapat proyek
banyak ini jadi kimia ee jadi ee ee apa
namanya untuk konsultasi produknya.
Kemudian pengembangan resep. Baru-baru
ini kami kerja sama dengan salah satu ee
ee Pertamina, ada yang dari ee dari
instalasi e dari apa organisasi dan lain
sebagainya itu ngembangin resep resep
lokal. itu mau jadi untuk misalnya untuk
ibu hamil gimana cara pengembangannya
biar jadi makanan yang memenuhi
kebutuhan gizi
kita layani bahkan edukasi pengemar
resep ini cooking class
cooking class kita sebenarnya tahun 2024
banyak sekali peminatnya
sekarang karena efisiensi jadi
iya turun jauh nah e kita juga sebagai
narasumber di berbagai ee instalasi
pemerintah swasta mau perusahaan jadi
lumayan sasaran yang sudah kita iya
sudah banyak ya dari tahun 2024 maupun
2025 ya lumayan
banyak sekali.
Nah, ini ee ini juga yang UMKM tadi saya
bilang. Jadi kita bisa memeriksakan
proksimat kadar air, kadar abuk, kadar
protein, lemak, serat kasar, gula reduk
besi, vitamin Z, zink, ee sat besi,
tembaga ini sudah ada. Jadi kalau
misalnya kepo terap harga, nah kepoin
kita di Instagram. di Instagram ada
sudah ada lengkap semua terkait dengan e
perda tarifnya itu berapa. Jadi ee ini
sudah banyak bahkan sekarang nih lagi
sibuk-sibuknya di Kimia Paman nih karena
banyak proyek kebetulan untuk bulan ini
ya jadi kerja keras mereka jadi tetap
kita layani sudah gitu ya. Next.
Nah, ee kita juga sangat berbangga
pada hari ini kita sudah dapat kita
sudah punya sertifikat akreditasi kan.
Saya tunggu nih kan ini berarti kalau
IPAL Puskesmas bisa ini
timbangan dewasa digital ojo sampai
nimbang kok salah diagnose.
Iya karena tidak tidak pernah
dikalibrasi. Betul betul. timbangan
dewasa mekanik, bayi digital, timbangan
mekanik, analitik, tensimeter yang
digital, yang Android
sampai yang Android loh bisa ya. Jadi
Heeh. Jadi ini kebanggaan kami. Jadi ee
untuk kimia pangan juga nanti tahun 2007
2027 rencananya sudah harus
terakreditasi gitu. Next.
Nah, layanan lab klinis tadi sudah lihat
ya, ruangannya masih kosong.
Iya, betul.
Nah, sekaranglah di tahun ini di tahun
ini proses Ibu. Alhamdulillah.
Kemudian regen-reennya nanti di akhir
tahun ini mudah-mudahan
jenis layanan kami hematologi bisa
dilayani. Kimia klinis, imunologi,
urinologi, toksikologi,
mikrobiologi klinis banyak sudah kita
bisa l
karena kita tahun ee bulan Juni ini
banyak dapat tenaga.
Jadi lumayan untuk me-back up ini. Jadi
kita pengin cepat-cepatlah melayani
masyarakat di Jawa Timur gitu. mungkin
masukan dari P3K dan juga ASN ya, Ibu
ya. Iya. Heeh. Biar bisa nanti
memanfaatkan layanan kami semakin
banyak.
Nggih. Betul. Nah, layanan mikr biologi
lingkungan juga. Jadi, sampel air minum
sudah kita bisa layani juga untuk
ekolinya.
Suhu suhu
untuk perizinan perizinan IPA. Perijinan
ini sudah bisa berarti Bu ya. Ini ini
tapi kita untuk ee kan itu baru
kalibrasinya saja.
Kalibrasi saja. Jadi ini belum ini masih
i jadi kita masih proses bahkan iya
betul
identifikasi nyamuk, uji resistensi
inseksida, penyediaan telur yang I jadi
kami juga ee di situ akan berperan.
Next.
Nah, ini layanan regensia 2026. Jadi
kami juga ee 2026 nanti baru bisa yang
ini. Jadi ada nutrien agar, brillian,
green, lactus bile gitu atau laktus brut
ya. ini memang ee layanan-layanan kami
bisa nanti ee dengan harapan ee kami
bisa me-backup CKG ini dengan baik gitu.
Jadi, ini adalah usaha kami. Mungkin
itu. Jadi, kita sekarang kembali
bagaimana sih sebenarnya cek kesehatan
yang paling mudah kita lakukan. Kita
lanjut lagi ya.
Oke. Jadi, saya sudah promosi. Monggo
nanti dilayan dimanfaatkan layanan kami
di UPT Lapkesda Provinsi Jawa Timur.
Next.
Nah, sebenarnya cek status gizi ini
paling mudah loh, Mbak Maya.
Iya. Kita timbang berat badan. Tiga
tinggi badan itu rumusnya ada
berat badan nggih. IMT tinggi badannya
dalam meter dikalikan tinggi badan kali
tinggi badan itu dibagi aja nanti ada
hasilnya. Normal itu 18,5 sampai 25
kemudian gemuk itu lebih dari 25 sampai
27. Obesitas di bawah 27. Itu yang pakai
ee standar Kemenkes. Di sebelahnya itu
adalah standar WHO. WHO. Heeh. Agak
berbeda sedikit. Tetapi di situ ada
perbandingan antar lingkar perut. Nah,
lingkar perutnya itu kalau di Indonesia
itu laki-laki lebih dari 90 centti itu
sudah termasuk obesitas sentral. Karena
laki-laki itu biasanya banyak di ini ya.
Heeh. Kalau perempuan itu kalau lebih
dari 80 cent itu masuk obesitas sentral.
Coba di situ dibaca ya di yang tabel
sebelahnya. Peningkatan lingkar pinggang
juga menjadi penanda peningkatan risiko
meskipun berat badannya misalnya normal.
Normal. Oh. Jadi lingkar pinggang ini
juga salah satu risiko untuk bisa
menjadi risiko kalau kita sudah
satu risiko
kira-kira untuk terkena penyakit
diabetes, hipertensi, maupun jantung
yang tadi saya bilang itu.
Iya. Iya. Yang pertama tadi
umur 40 tadi itu ya Bu Putri ya?
Iya. Banyak. Saya punya kasus juga
pasien umur 40 untung itu masih stroke
ringan tapi akhirnya turunkan berat
badan kita ajarkan dietnya cepat
memperbaiki
sembuh juga sehat juga. Artinya e
penurunan berat badan secara bertahap
itu bisa kok
asal kita dampingi. Nah, ini yang
mungkin hasil ee kajian kita sebelum
kita menjadi ee Lapkesda ini. Jadi, kita
ee keliling nih di Kota Surabaya
ASN-nya
ternyata
cuma yang normal berapa persen coba Mbak
Maya? 15%.
15%.
Kemudian yang ee yang kedua itu 17%.
17% turun lagi
15%. Jadi yang lain itu sudah overweight
obesitas 1, obesitas derajat du.
Betul.
Itu yang kita dapatkan. Sebenarnya kami
sebagai ee UPT Lapesda kalau mau
konseling banyak loh pasiennya dapat.
Tapi tadi konselingnya berapa?
Sedikit. Enggak ada yang mau konsul.
Iya. Makanya ee ini ee kebetulan untuk
yang ee ee apa namanya? Pemeriksaan gula
darah acak dan asam urat. Untung masih
ada untung. Kalau orang Indonesia masih
ada untung
sebagian besar masih baik.
Hmm.
Heeh. Tapi yang nah yang sebenarnya yang
tinggi ini 11,5 ee gula darahnya atau
yang asam uratnya 109% itu harus segera
datang ke tempat
pelayanan kesehatan sesegera mungkin.
Karena itu adalah tadi untuk ngecek
apakah kita sudah termasuk pra apa sudah
dengan penyakit gitu loh.
Nah,
resiko atau tidak
kita di tahun 2021 itu ngecek persentase
lemak tubuh.
Sekarang itu timbangan itu sudah
canggih-canggih loh, Mbak.
Hm. Ada
tidak hanya berat badan, tinggi badan.
Oh, zaman biyen.
Iya. Sekarang ada
sekarang apa dong? Ada viseral fat,
total body fat.
Iya, betul.
Masa masa ototnya berapa? Kemudian masa
tulangnya gimana, usia selnya? Saya
pernah punya pasien umurnya
sudah ee 57
tapi usia selnya berapa coba?
35.
Padahal usianya sudah 50-an. Kenapa?
Karena masa ototnya banyak dan itu
menunjukkan metabolismanya itu bagus
gitu loh.
Bagus. Metabolisme bagus ya, Bu.
Iya. Ngih. Next.
Nah, kalau kita lihat survei data survei
kesehatan Indonesia nih. Aduh, yang
konsumsi makanan manis tuh ASN itu ya
57%.
Ee kemudian yang makan asin 51,9, yang
makan berlemak 55,6.
Padahal kalau makanan-makanan berlemak
harusnya makan buah dan sarunnya banyak.
H
eh ternyata apa? Satu sampai du porsi
aja yang lebih banyak, Mbak. Padahal
harusnya lebih dari 5 porsi per hari
gitu loh.
Buah dan sayur ya harus banyak konsumsi
makanan berma porsi per hari lebih atau
sama dengan ternyata cuma dua satu
sampai dua ya. Opo iki
bandel banget.
Nah next.
Nah apa alasannya banyak?
Apa alasannya? Ternyata tidak ada buah.
Nah ini siapa yang menyediakan? Saya
enggak tahu nih. Mungkin Bapak Ibu ada
yang ada gak yang punya alasan buahnya
tidak ada.
Tidak suka, tidak mampu, bosan, tidak
ada manfaat. Nah, ini
ada jawaban begitu ya. Itu satu.
Nah, itu kan alasan.
Alas itu ombo, Mbak. Tapi lebih ombo
alasanmu.
Keren ini. Keren ini, Teman-teman. Sobat
ASN gaul bener ini, Bu Putri.
Alas itu itu teman saya. Jadi, saya
nancep banget di hati saya. Alas itu
ombo tapi lebih ombo alasanmu
tidak makan sayur itu 58,9.
Tidak suka loh 59 makan sayur.
Heeh.
Saya pikir anaknya aja yang digoda
supaya makan sayur. Tanya IN juga 59,
Iya. Makanya aduh kan aktivitas fisiknya
ya masih syukurlah masih banyak sudah
beraktivitas fisik. Next. Baikbaik.
Ya Allah.
Nah, makanya sekarang kalau sudah
pola-pola seperti itu kalau dari
pengalaman saya sendiri sih banyak tidak
makan pagi, tidak makan siang. Akhirnya
makannya di pas jam makan banyakan.
malah itu memicu untuk Heeh. kemudian
jendela makan terlalu pendek, akhirnya
makannya porsi banyak. Jadi selalu
penginnya makan banyak terus gitu karena
sudah perlu lambungnya sudah sering
banyak diisi gitu kan.
Heeh. Jadi penginnya tuh makan banyak,
porsi makan berlebihan, terburu-buru.
Oh terburu-buru juga
berpengaruh. Baru saya dengar ini
makan itu harus mindfulness. Jadi makan
itu harus benar-benar fokus. Mengunyah
itu the power of munyah. Teman saya ikut
ikut itu ikut apa namanya? Salah satu
pelatihan itu the power of mengunyah.
Mengunyah. Mengunyah itu artinya harus
dengan ee iya mengunyah terus dengan
kunyan yang bagus. Kemudian dirasakan
makanan itu manis apa enggak. Kalau
makan sambal gini
gini makan. Hmm. Sat du berapa yang
sudah masuk?
Banyak itu akhirnya nambah karena kurang
karena enggak konsentrasi mengunya.
Betul. Oh,
e bahkan bahayanya kalau misalnya ee
protein hewan kurang, sarbainya kurang,
itu kan itu sebenarnya untuk cepat
membuat rasa kenyang tuh dari protein
loh, kasar buah itu loh juga.
Dan makannya harus tidak terburu-buru.
Heeh. Makan sambil kerja tuh sopo? Ayo
siapa? atau punya alasan-alasan lain.
Mungkin ada mungkin di sini yang ikut
webinar ini ada yang pola makan apa yang
bisa disampaikan nih yang bisa
menyebabkan ee naik berat badan bisa
di-share juga ya di di kolom ya. Makan
berlebihan tidak dengan aktivitas
segeralah mencari ahlinya.
Betul. Hm.
Gitu ya. Next.
Kolom komentar. Jadi sebenarnya kalau
sudah mencari ahli kita akan diajar,
"Oh, oh kebutuhanmu ini, keinginanmu
ini." Antara kebutuhan dan keinginan ini
yang kadang-kadang aduh makannya kok
kayak gitu sih? Maunya saya tuh kayak
gini. Nah, aligisi nih aligisi yang akan
oh gini sebaiknya makannya
didampingi karena hidup itu pilihan.
Kalau kita gak sekarang memilih mau
sehat atau berisus k sakit itu sudah
pilihan. sekarang pun di sini ada
misalnya ada ada misalnya nasi dengan
yang sehat atau yang kita memilih
sekarang itu sudah sudah pilihan bahwa
kita memilih yang sehat apa yang berisi
sakit.
Sebenarnya ee dari pengalaman saya
sebagai konselor gizi
yang dihadapi e seorang klien itu adalah
menghadapi dirinya sendiri.
Betul. Paling susah ya
dia itu menghadapi diri sendiri
bagaimana pengelolaan emosinya bagaimana
dia mengatur biar nanti pola makannya
itu sehat gitu. Next.
Iya. Benar.
lebih banyak keinginan itu tadi kalau I
makanya Heeh. Jadi kita kalau ke
alergisi itu kita detail, Mbak berat
badannya sekarang apakah berat badan
sekarang itu misalnya dia waktu masih
kecil sudah obesitas mungkin saya lebih
banyak ke obesitas dulu ya karena
sebenarnya ayat saya itu kan banyak
masalahnya tapi saya ke arah obesitas
aja. Heeh. Jadi
berat badan yang terbanyak sebenarnya
berapa sih? Hm.
Kemudian kapan dia mengalami berat badan
yang berlebihan gini? Apa sebenarnya
penyebab kita gali terus apalagi ada
hasil CKG-nya itu akan lebih mantul.
Karena misalnya diet misalnya obesitas
dengan hipertensi beda lagi diet dengan
hiperkolesterol beda lagi diet dengan
diabetes beda lagi.
Beda-beda ya berarti.
Iya. Jadi penanganannya beda. Makanya
CKG inilah sebagai dasar nanti untuk
kita memberikan terapi gitu loh Mbak.
kita gali makannya itu jumlahnya gimana,
frekuensinya gimana, jenisnya gimana,
kita gali sehingga akhirnya kita hitung
kebutuhan setiap orang tuh beda-beda,
Mbak.
Jadi gak antem kromo makan cuma makan
buah aja setiap hari
itu juga enggak boleh ya.
Enggak boleh makan buah tok kalau pengin
cepat berat badannya turun.
Jadi kita ajarkan, kita aturkan. Oh,
aktivitasnya berat. Oh, dia begadangan.
Terus ini gimana cara makannya, gimana?
Berapa porsinya pagi, siang, sore?
Kemudian gimana komposisinya? Gimana
caranya biar gak bosan, biar gak mas kan
masa makanan sit kan kadang-kadang makan
ee roti penginnya penginnya jagung. Nah
itu kita ajarkan daftar penukar bahan
makanan. Nanti kita evaluasi target
penurunan yang aman sebenarnya itu 12eng
sampai 1 kilo per minggu tuh aman
gitu ya. Jadi apalagi nanti kita cek
lagi hasilnya. Oh ternyata sudah bau. Uh
hebat kita ganti jempol 10. di sini kan
banyak ada ee pemirsa jempolnya minta ya
nanti ya kalau sudah ada yang mau ee cek
cek CKG dulu lah.
Betul betul betul Bu Putri harus cek
harus next. Nah inilah kenapa kalau
misalnya kita
tidak menjaga dengan baik ya tadi saya
bilang kalau misalnya kita terlalu ee
makannya kurang kemudian ee aktivitasnya
banyak akhirnya kita menjadi kurus.
Kalau kita berlebihan,
iya
ee makan yang masuk berlebihan, yang
dikeluarkan juga sedikit, akhirnya kita
surplus kalaui. Nah, bagaimana kita
tetap seimbang dengan berbagai kegiatan
ASN, baik usulan keluarga maupun urusan
di kantor gitu ya.
Next.
Sebenarnya diet itu kalau saya sih, Mbak
ngajarin di itu mudah, Mbak.
Yang susah itu adalah mindsetnya.
Nah, itu
makanya sekarang saya mengedukasi ini
sebenarnya memperbaiki mindsetnya. Kalau
sudah mindsetnya sudah benar, Mbak, saya
tinggal ongkang-kang kaki aja gini lihat
karena dia akan lapor, "Bu, saya sudah
ini,
saya sudah ini, saya sudah cari
resepnya." Ternyata begini. Oh, saya
prepare makanan sekarang saya bikin food
prep.
Puding. Iya, ini
sekarang yang lagi viral tuh kan bikin
food prep. Jadi makanan Sabtu Minggu tuh
dia bikin makanan tata masukin freezer.
Kemudian pagi setiap hari itu dia makan
makanan daripada jajan
itu. Jadi dia sendiri yang akan milanya.
Iya, meal preparation.
Jadi dia itu sendiri karena sebenarnya
kan mudah mengurangi 500.000 kalori itu
merem itu al gizi bisa
merem
loh. Iya karena sudah setiap hari
kerjaannya. Tetapi mindsetnya itu yang
perlu kita lebihkan. Jangan sampai macam
dietnya sangat rendah kalori itu
berbahaya. Kurang dari 800 kalori diet.
Kalau misalnya diet itu didampingi
ahlinya, dokter, ahli gizi gak apa-apa.
Karena itu memang dietnya itu
orang-orang yang mempunyai ee misalnya
berat badan sudah berlebihan, sudah ada
indikasi penyakit, dia sudah bolak-balik
diet gak berhasil. Kita boleh ini tapi
didampingi. Bahkan pemeriksaannya itu
malah harus rutin
biar tahu jangan sampai dia ee kelainan
gizi nanti masalah gizi dari ee jadi
misalnya setelah menjalankan diet ini
makanya hati-hati yang rendah kalori
misal pengurangan 500 sampai 1.000 ini
masih aman. Tapi kalau berlebihan juga
enggak boleh ya, Bu Putri ya.
Iya. Nah, sebenarnya e pada saat
menjalankan diet itu harus diimbangi
dengan aktivitas
aktivitas yang baik untuk orang yang
mungkin kalau yang ee mungkin untuk
kebugaran aja 150 menit per minggu oke.
Tapi kalau yang menjalankan diet itu 200
sampai 300 kalori lah eh 300 menit lah
per minggunya
harus lebih banyak.
Iya, harus lebih banyak. Next.
Di samping itu ee dia juga harus
memperbaiki manajemen perilakunya itu
yang tadi konsistennya gimana. Kemudian
pada saat menghadapi hari-hari hari raya
heeh dia bisa tetap konsisten. Itu
manajemen perilaku itu penting.
Nah, itu sulit kalau hari raya pasti
banyak kue kering.
Nah, itu gak apa-apa makan kue kering
boleh
boleh yang penting olahraganya dulu
dong. Apa?
Oh,
bayar. Bayar gitu.
Cosut
harus bayar enggak apa-apa harus bayar.
Iya. keseimbangan energi tadi. Betul.
Betul.
Jadi sebenarnya pemerintah itu sudah ee
punya model yang paling mudah. Jadi isi
piringku untuk orang yang normal.
Obesitas itu model T namanya.
T.
Heeh. Jadi kalau misalnya tidak datang
ke ke alig gizi juga bisa pakai model
ini. Jadi kalau misal si piringku kan
setengahnya itu buah dan sayur.
Sebelahnya itu kan 20% lauk pauk. He
30%-nya makanan pokok. Tetapi kalau yang
sudah obesitas itu la hewani itu ee
nabatinya itu 25%,
nasinya 25% jadi 1/4at 1/4at gitu.
Buah dan sayurnya lebih baik ya Bu
Putriu. Masyaallah.
Jadi bisa. Nah, makanya menjalankan diet
itu harus juga cuci tangan, aktivitas
tadi, minum air juga harus cukup, pantau
berat badan juga, gula, garam, lemaknya
harus diperbaiki. Next.
Oh, iya iya i ya. Sip.
Saya kayaknya nanti yang T itu deh.
Semangat, Kakak.
Nah, ini nih contoh. Kalau misalnya
ini
eh enggak boleh menyebut ini.
Oh, iya enggak boleh sebut merek jadi
lupa.
Jadi mie yang sedang viral ini. Nah,
kalau misalnya semisalnya Mbak Maya
sudah tak konsultasi ya pada saat
melihat mie gacoan, oh enggak apa-apa
makan mie gacoan. I.
Yang penting misalnya gini,
gorengan-gorengan itu jangan ya di mya
aja misal saya minta mya aja gitu.
Berarti untuk yang e tehnya itu ganti
pakai buah e misalnya buah dan sayur
jusnya.
Iya. Jusnya.
Heeh. Karena itu gak ada sayurnya loh.
Iya. Gak ada sayurnya sama sekali.
Nah, lauknya kan kurang di situ. Lauknya
kurang makanya boleh tambah lauknya.
Oh,
jadi itu yang orang yang sudah tak
konsultasi gizi gitu loh. Padahal gizi
itu semua.
Makanya harusnya tuh ya kayak gini. Kami
punya mie jamur sambal dabu-dabu ya. Itu
menya tuh ada jamurnya, kemudian ada ee
ada apa namanya? Tomatnya, kemudian itu
ada lauknya juga. Jadi ada buahnya juga
pakai jus gitu loh. Jadi ini yang akan
kita ajarkan walaupun misalnya kondisi
dia sedang di mie yang sedang makan di
yang sedang viral itu dia dia jadinya
bijaksana. Oh saya pesannya mie ee untuk
ininya jusnya jus buah dan sayur aja.
Oh lauknya ini kurang. itu cuma 16% aja
lo lauknya persentase kita harusnya 24%
loh.
Keren loh ini
24 gr loh. Maaf 24
seah-olah kan makan di mie yang viral
itu tapi sudah sehat dengan ini. Nah kan
begitu.
Iya harusnya ini yang seperti ini gitu
ya.
Jadi mie jamur tiram ini kan sehat jadi
Iya. Ada sambal dabu-dabunya juga.
Nah, belum pernah kan makan mie pakai
sambal dabu-dabu.
Nah, coba dulu dong. Pasti enak gitu
kan. Next.
Luar biasa ini.
Nah, sebenarnya lingkungan kerja juga
harus mendukung Mbak M. Siap.
Jadi kayak tadi tuh ada Jumat Jumat
olahraga ya tadi kan
ee cek kesehatan bulanan. Kalau kami tuh
ada cek kesehatan bulanan rutin olahraga
bersama harian malah ada sekarang kita
punya ruang kebugaran.
Hm. Setiap hari.
Nah, itu ada gambarnya tuh. Nah, itu
gambarnya. Jadi ada juga yang
teman-teman yang enggak mau di kebugaran
jalan kaki dia.
Betul.
Heeh. Kemudian ee bawa bekal. Nah, tadi
m milep itu.
Nah, kantin sehat ini kebetulan kami
belum punya. Tapi saya pernah mendapat
satu kunjungan ke dinas itu memang dia
punya kantin sehat.
Jadi makanannya itu benar-benar makanan
sehat. Jadi kami dihadirkan juga makanan
sehat waktu itu. Mungkin ini juga salah
satu yang bisa dilakukan oleh
ee apa namanya? Instansi pemerintah.
Next.
Nah, ini tips-tipsnya. Makan tepat waktu
pasti porsi makan sesuai kebutuhan.
Makan dengan penuh kesadaran. Variasikan
makanan biar gak bosan. Saat makan di
luar porsinya diingat. Saat makan
berlebihan dibayar pakai olahraga.
Dibayar bayar dong.
Makan dengan penuh kesadaran ini
kayaknya mindset saya ini.
Komitmen dan konsisten katanya paling
sulit tuh saya gak bisa komitmen dan
konsisten gitu. Sering
itu musuh terbesar yang Bu.
Jadi usaha tidak mengobohongi hasil ya.
Next.
Nah ikut funrun itu loh. Lari
lari.
Jangan lari dari kenyataan.
Iya lari dari kenyataan. Ini banyak dari
lemak ini lari dari lemak 10k itu
banyak. Bahkan saya pernah ada seorang
ibu itu sudah 65 tahun
tapi badannya masih bagus
makannya dia memang
ibu ikut apa kok bisa seperti ini?
Ternyata klub klub mendaki gunung sudah
65 tahun coba
masih mendaki gunung.
Masih mendaki gunung jadi saya
benar-benar luar biasa.
Iya.
Oke. Nah, ikutilah selebgram yang
hidupnya sehat. Luar biasa. H. Iya.
Betul. Selegram itu langsing itu butuh
upaya loh. Kadang-kadang olahraganya 2
jam sampaian
sampai hah sampai olahraga seperti itu
gak sih seperti itu. I kan kayak saya
gitu loh teman-teman kalau di kantor tuh
pagi-pagi baru datang itu sudah langsung
jalan kaki ee olahraga dulu ya.
Betul. Nah tutorial. Nah, kalau misalnya
sekarang ada YouTube, TikTok, nah itu
ikutlah yang jadi mau apa food prep ini
loh.
Banyak banyak yang sudah next
lebih murah malah nggih kalau pakai
foodpap itu.
Jadi ee kesimpulannya ASN harus jadi
pelopor
i
harus agen sosialisasi kemudian kita
lapis sudah siap dan semangat.
[Tertawa]
Asik nih Bu Putri
ASN juga harus pola hidup sehat ya
mencari bantuan profesional. Bantuan
profesional. I banyakisi di puskesmas,
banyak gizi di rumah sakit. Manfaat
kami. Baik
kami biar gak jadi krik krik krik
di ruang konsultasi. Pasien saya tadi
berapa di konsultasi gizi? 1 tahun lima
orang.
Oh
ya. Mudah-mudahan setelah ini semakin
banyak.
Iya. Saya jadi ee ini gimana ya? Mungkin
bukan bukan belum belum promosi mungkin
ya. Oke.
Betul. Harus rutin
rutin cek kesehatan lebih baik mencegah
daripada mengobati. Next.
Nah ini bisa kontak kami tadi kan sudah
ada di videonya. Jadi 028214204553
ya. Ada juga situs web-nya, email-nya
juga. Monggo kita dihubungi ya nanti ya.
Jadi bisa telepon ke ini ke apa namanya
itu ee ke kami sudah punya adminnya yang
akan melayani gitu. Next.
Untuk Instagram-nya dan TikTok-nya belum
ada
ada Instagramnya ee Lapkesda Provinsi
Jatim juga.
Oh gitu aja. Siap. Pasti teman-teman kan
pengin langsung join karena pasti banyak
informasi kesehatan di situ.
Ada ada. Kami juga sudah memulai membuat
video-video. Ternyata anak-anak Budha
tuh enak loh. Banyak kita dapat 12 tuh
hm kreatif-kreatif banget bikin video.
Aduh kita yang sudah
e ini nih e ya kita jadi pendukung saja.
Oke next.
Karena kan memang Genzi yang terbaik
tadi Mbak Maya pantun ya.
Iya boleh
saya boleh pantun sekarang?
Boleh bangetil saya minta cakepnya.
Boleh ya?
Boleh teman-teman cakepnya yang di ini
Zoom sama YouTube channel juga jempolnya
ya. Siap. Saat pagi makan buah
cakep.
Makan buahnya bersama teman
cakep.
Penyakit itu bisa dicegah?
Cakep.
Asal disiplin menjaga kesehatan.
Luar biasa. Cakepnya.
[Musik]
Baik, Sobat SN di seluruh Indonesia.
luar biasa sangat bersemangat sekali
dengan Bu Putri. Dan untuk selanjutnya
adalah segmen tanya jawab atau diskusi.
Mungkin ada yang sudah rais hand atau
mungkin sudah ada di live chat yang di
YouTube. Monggo mungkin ada pertanyaan
atau sharing cerita ya, tapi mungkin
fokus ya. Jadi ee bertanya tapi tidak
bercerita panjang lebar. Karena kadang
kala itu lupa Bu Putri dia bercerita
sampai beberapa menit akhirnya
pertanyaannya ternyata cuman ini.
Disilakan untuk teman-teman Sobat ASN
yang ingin menanyakan sesuatu.
Baik, luar biasa Bapak sebutkan. Kami
minta tolong untuk disebutkan nama dan
dari mana Anda berasal. Bapak I love
Banyu. Banyu mana, Pak? Banyu Rip.
Asalamualaikum, Bapak. Selamat pagi.
Waalaikumsalam,
Ibu. Injih. Dengan Bapak siapa? Bapak
dari Bapak Shihin
dalam dengan Bapak Sinten. Bapak mohon
izin diulang.
Dari Bapak Shihin.
Bapak Shihin. Alhamdulillah luar biasa.
Sehat Pak. Pak Sihin
dari Banyuwangi.
Mohon maaf Ibu
dari Banyuwangi. Bapak Shihin. Betul.
UPTD mana, Bapak?
Dari Dinas Perpustakaan Kearsipan
Banyuwangi.
WS luar biasa.
Dinas Perpustakaan. Monggo disilakan
memberikan pertanyaannya kepada Ibu
Putri.
I terima kasih Ibu Putri.
Salam sehat.
Salam sehat, salam buat dan salam Jumat
berkah. Iya.
Yang pertama Ibu ee kami mohon maaf ee
tadi sudah banyak Ibu paparkan terkait
dengan peningkatan performance ASN
melalui cek kesehatan.
Ada dua pertanyaan yang mungkin perlu
saya utarakan, Ibu. Karena ini memang
kesehatan ini sangat penting untuk ASN
dalam rangka untuk peningkatan kinerja
sebagai ASN. Yang pertama, Bu dalam
dampak kesehatan terhadap kinerja, Bu.
Bagaimana kondisi fisik dan mental ASN
yang prima dapat meningkatkan fokus
energi dan efektivitas dalam
melaksanakan tugas-tugasnya, Bu? Itu
yang pertama.
Kemudian pertanyaan yang kedua, Bu,
terkait dengan manfaat detfeksi dini,
penyakit,
bagaimana cek kesehatan dapat membantu
mendeteksi potensi penyakit atau masalah
kesehatan sejak dini? Boleh
memungkinkan memungkinkan ASN untuk
mengambil langkah-langkah pencegahan
atau pengobatan lebih awal. Bu, terima
kasih. Dua pertanyaan itu aja, Bu.
Baik, terima kasih Bapak. Disilakan.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Disilakan untuk langsung
menjawab Bu Putri. Monggo.
Ee jadi penginnya biar fokus gitu kan
ya. Baik. Iya.
Jadi pertama itu tubuh ini, Pak, biar
bisa fokus itu harus dalam kondisi prima
itu ee kayak kita ngisi bensin gitu loh.
Ngisi bensin.
Bensin mobil itu badan kita bensinnya
itu harus full dulu.
Nah, misalnya baru mau bekerja ini masih
kosong.
I
kira-kira untuk karena yang kita makan
itu airnya akan diubah menjadi glukosa
untuk ke otak. Akhirnya kita bisa
berpikir, bekerja, reaksi cepat untuk
mengerjakan tugas. Coba misalnya
perutnya kosong, terus ngerjain tugas
gini gini gini gimana? Apa? Nah, itu
salah satunya itu kita harus isi bensin
kita dengan benar. Sama seperti HP juga
harus dicas.
Dicas.
Casnya itu dengan makanan. Makan itu
harus teratur. Pagi snack, snack pagi,
siang, snack sore, dan makan malam. Itu
upayakan teratur. Nah, kita sendiri
menyesuaikan dengan diri kita sendiri.
Gimana caranya? Walaupun misalnya
misalnya seorang ASN enggak bisa makan
di rumah,
boleh makan di warung, tetapi pada saat
tahu, oh ini makanan yang sehat untuk
saya.
Dipilih
dipilih. Kemudian, oh porsi makan saya
itu cukup misalnya dua entong misalnya
untuk laki-laki ya. Lauknya satu potong,
tempenya dua potong, sayurnya kira-kira
100 gitu 100 gram sekali makan sama
buahnya. Coba itu dilakukan akan beda
hasilnya. Kalau kita makan dengan rutin,
kita memberikan yang terbaik. Coba
misalnya kita punya mobil dikasih
bensinnya tuh yang apalagi mobil baru,
mobil ee bensin yang terbaik dikasih.
Iya harusnya.
Nah, tentunya juga kita sebagai ASN
bekerja tiap tiap bulan nih menghasilkan
uang ya masa dikasih makanan-makanan
yang tidak bermanfaat,
yang goreng-goreng semua gak ada
sayurnya. Kemudian semua yang tidak
bermanfaat untuk tubuh. Itu artinya apa?
kita memasukkan sampah, makanya dibilang
makan sampah
ke tubuh kita
sehingga makanan itu bekerja itu akan
menghasilkan glukosa, menghasilkan asam
amino, asam lemak, vitamin, mineral itu
bekerja untuk biar kita fokus.
Itu satu.
Yang kedua, ternyata kalau kita olahraga
rajin, coba dilakukan sederhana aja,
memulai itu memang sulit,
tapi mulailah dengan 10 menit dulu.
Jalan kaki ajaalah ASN pagi-pagi. Jangan
langsung duduk pegang HP ini. Jangan
jalan kaki ajaalah dulu sambil
digerakkan badannya sederhana aja sambil
gerak-gerakkan gini itu akan membuat
jantung itu memompa darah ke seluruh
tubuh dengan kuat.
Baik. Dengan kuat.
Jadi pompa yang darah pembeluh darah itu
kalau semua sudah terdistribusi dengan
baik termasuk ke otak, ke badan, ke
sel-sel kita jadinya gini
fokus. Jadinya
tidurnya juga harus cukup.
Walaupun misalnya ada tugas yang harus
misalnya dikerjakan sampai malam, ada
waktunya misalnya tidur dulu kemudian
nanti ee ee lanjutkan ke pagi bangun
pagi hari dikerjakan lagi misal diatur
seperti itu atau dilakukan dengan
maksimal di kantor gimana caranya kita
mengatur waktu sehingga tidur itu karena
semua itu adalah judulnya luangkan
waktu.
Luangkan waktu
luangkan waktu untuk diri ke jangan
disuruh cari uang du aja.
Tubuh suruh cari uang, tapi kita gak mau
memperhatikan kondisi kesehatan kita.
Tiap hari terus nyari uang aja. Tapi
bagaimana kita memperlakukan diri kita
sendiri? Apakah kita sudah melakukannya
dengan baik?
Betul.
Makanya kalau kita tadi yang mau
menjawab pertanyaan kedua,
iya.
Bagaimana sebenarnya ingin mendeteksi
faktor risiko? Nah, padahal sudah-sudah
obesitas itu tadi saya sudah bilang
kalau berat badan aja walaupun normal
lingkar pinggangnya bertambah sudah
risiko. Pada saat kita datang misalnya
ke petugas kesehatan, "Pak, Bapak sudah
berisiko.
Berarti harus sudah hati-hati dong.
Sudah hati-hati.
Jangan sampai sudah pra melewat pranya.
Gak pernah juga ngecek pra sudah pra
prehiertensi, prediabet, gak pernah juga
periksa-periksa. Akhirnya tiba-tiba tadi
saya banyak punya pasien yang
artinya umur 30 tahun. Padahal pejabat
nih. Pejabat nih.
30 tahun
30 tahun masih muda.
Masih pengantin baru.
Oh, masih pengantin baru
tapi terkena diabetes.
Itu gimana perasaannya?
Nah, jangan sampai jadi dengan cek
kesehatan ini faktor kita perbaiki semua
karena lebih cepat di kita saat mencegah
itu lebih cepat penanganannya daripada
sudah dengan
penyakit dengan obesitas.
Obat. Kita nanti jangan sampai pegang
obat ke mana-mana pegang obat jadi malah
repot rempong nanti ngurusin makan obat
belum lagi ngurus mungkin itu Pak
yang bisa saya sampaikan.
Baik. Iya. Manfaatnya gimana Bapak
Shihin dari Banyuwangi sudah aman ya
Pak?
Jadi jangan lupa ya Pak atas
Heeh. Heeh. Terima kasih sekali nggih
Bapak matur nuun sanget sudah memberikan
pertanyaannya luar biasa. Salam buat
yang di Banyuwangi. N Pak Nggih. Luar
biasa. Untuk selanjutnya yang sudah rais
hand mungkin ada pertanyaan. disilakan
untuk mengetikkan juga di kolom ee
komentar ya. Dan yang di luar kota nih
ya, mungkin kalau di Surabaya bisa
langsung loh konsul ke Bu Putri di ee
Lab Kesda Provinsi Jawa Timur. Bisa
kepoin di Instagramnya,
TikTok-nya juga ada, Facebook-nya juga
ada.
Asik
biar nanti bertambah loh, Mbak. Masa
konselingnya cuma lima lima. Nanti sama
saya nanti selesai konseling.
Aduh. Eh, konseling itu kita bisa online
loh.
Oh, gitu. bisa online juga.
Iya. Jadi bayarnya jadi kan em karena
pasien saya pernah dari Kupang pernah e
dari Bojonegoro pernah
jadi kita online kan enak
ngobrol-ngobrol. I
online. Baik. Jadi teman-teman untuk
konseling ke Lab Kesda Provinsi Jawa
Timur tidak hanya datang mungkin karena
kejauhan di seluruh Jawa Timur bisa
melalui online ya Bu Putri ya.
Iya. plus dapat plus karena tadi yang
saya sudah bilang sebenarnya klien itu
butuh didampingi
pada saat saya memberikan diet yang saya
bilang merem itu langsung tak kasih
merem pun bisa sudah
tapi pada saat mereka menjalankan itu
aduh saya kok gini ya teman saya loh
tadi gini-gini makannya loh enak gini
gimana caranya saya ee ee ini saya
sedang diet kalau saya bilang misalnya
Mbak Maya kumpul sama teman nih
kalau Mbak Maya gak ikut makan-makanan
yang mereka makan gimana
h gaya sekali diet diet diet gitu Iya
betulah
kita aduh apaut aja makan tapi ingat
tos dulu dong tos dulu.
Jadi jangan lupa teman-teman Sobat ASN
yang suka makanan manis, yang suka cake,
suka ngopi segala macam terumah
cowok-cowok ya, cowok-cowok,
cowok-cewek. Nah, ini yang suka
macam-macam makanan yang kurang sehat
itu biasakanlah bayar, Bro. Gitu ya, Ibu
ya. kita itu ee kita saya terusang
senang sekali kalau ada yang ee nanya
atau apa kita aduh memang ee dia sudah
datang ke kita itu berarti butuh
bantuanul butuh bantuan
jadi itu aja sudah saya syukur alam
makanya saya di di kami kita kasih dua
pendampingan free online.
Oh dua pendampingan
Rp50.000 itu loh.
Iya itu diberikan free online. Coba
kurang apa tapi belum ada yang datang.
Aman, Bunda. Habis ini nanti lebih
banyak lagi. Karena bayar itu yang
dimaksud bayar tadi bukan bayar apa ya,
Teman-teman Sobat ASN, tapi membayar
dengan berolahraga. Betul ya, Bu Putri
ya. Jadi olahraga itu misalnya kalau
kita minum kopi nih satu gelas bayarnya
itu saya pernah dengar, saya pernah
mendengar apakah ini benar ya, Ibu ya.
Minum kopi satu gelas jadi bayarnya
harus air putih dua gelas. Kalau minum
teh satu gelas bayarnya air putih satu
gelas plus olahraga. Apakah betul itu,
Bu Putri? Kalau seperti itu.
Nah, kopinya itu kan sekarang lihat dulu
kopinya pakai gula apa enggak.
Kalau pakai gula kan bahayanya itu ngopi
itu pakai gulanya itu loh yang
menyebabkan berapa satu hari bisa
berapa. Kalau kopinya aja kan gak
masalah misalnya gitu ya.
Benar. Ini untuk sobat ASN yang Genzi
yang saya ucapkan selamat baru saja
keterima mungkin PNS ataupun P3K. Jadi
memang untuk ngopi ngopi sore itu masih
ok lah. Ngopi pagi mungkin teman-teman
yang di sini juga pasti ngopi ya. Tapi
jangan lupa bayar juga karena ada
gulanya. Bayar kopinya plus bayar
olahraganya. Mungkin begitu ya, Bu
Putri.
Luar biasa. Aduh, luar biasa. Ini kalau
Bu Putri kalau sudah
kita ee apa ngopi itu biasanya sama
ngerjakan sesuatu dan nanti makan
makanan pendampingnya itu juga kita
enggak enggak penuh kesadaran.
Mindfulness katanya anak-anak sekarang.
Saya juga harus ikut dengan apa
istilah-istilah mereka.
Jadi makan itu dikunyah itu dengan
kunyahan tahu. Oh, saya makan nasi, oh
saya makan protein. Saya makan sayur. Oh
rasanya enak, manis, rasanya asin,
gurih. Kunyahlah. Kalau kalau di dokter
gigi berapa kali kunyan? 32.
32 kali. Kalau anak sekarang enggak
mungkin. Padahal itu juga
coba rasakan bedanya.
Hmm. Baik. Baik. Karena itu kalau kita
secara kesehatan ya,
enzim lipase eh amilase di sini itu
bekerja dengan baik. Jadi makanan itu
dikunyah masuk ke lambung itu nanti kan
dia kecil kan ininya airnya volume
karena halus jadi cepat diproses cepat
ke otak dan cepat oh saya sudah kenyang
tapi kalau makannya hmm langsung plung
plung plung plung di sini kan masih
dalam butuh diproses lama untuk ke otak
itu masih lama dia ee jadi kita sudah
merasa belum kenyang akhirnya minum
manis apa apa jadi masuk lagi masuk lag
makanya dengan kunyahan pelan-pelan
kemudian kita mengunyah dengan baik
fokus segala macam itu akhirnya otak pun
juga gitu karena ada hormon yang namanya
hormon leptin, hormon grelin itu
hormon-hormon rasa lapar, rasa kenyang.
Jadi kalau misalnya orang tadi saya
bilang makannya terlalu jauh jaraknya ya
hormon gradnya terlalu tinggi
dia itu kayak aduh saya mau makan yang
mana nih makan makan biar cepat karena
rasa laparnya terlalu tinggi itu hormon
grelinnya terlalu tinggi gitu
hormon grealin ya namanya
iya namanya hormon lapar it
hormon lapar waduh ini saya baru dengar
kan
ada hormon kenyang juga leptin namanya
oh kenyang
kalau jadi kalau kita sudah kenyang itu
ee adalah hormon yang keluar oh saya
sudah kenyang gitu
baik luar biasa alhamdulillah ada
penanya Berikutnya kami persilakan Bapak
dari mana Bapak berasal dari UPTD mana
dan dengan Pak siapa? Asalamualaikum
Bapak. Selamat pagi.
Selamat pagi. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Dengan siapa Bapak? Mohon
izin.
Dengan Pak Joko dari Blk Singosari.
Dengan Pak Sinten. Mohon izin
Pak Joko.
Pak Joko Gusmarinoto ya. Jok.
Iya. Dari
ingin bertanya di usia yang sudah
mendekat 60 tahun. Iya, Pak Jok.
Saya ini penyintas ee apa namanya?
Diabet tipe 2, ya.
Oh.
Apakah saya pernah mendapatkan info dari
ee dokter enternis
tidak boleh makan buah
karena buah itu akan diakan diabet
meningkat. Apakah betul seperti itu?
Terus bagaimana ee pola makan kita dalam
usia sudah menjelang 60 dan kondisi ee
yang setulkan tajib? Mohon penjelasan.
Terima kasih.
Sama-sama. Bapak Pak Joko, terima kasih
sekali. Baik, kami persilakan langsung
dengan Bu Putri untuk memberikan
jawabannya, Bu.
Oke. Siap. Jadi ee pasien diabetes itu
sebenarnya mengalami permasalahan
terkait insulinnya itu tidak bisa
bekerja dengan baik, baik dari jumlahnya
maupun sensitivitasnya. Jadi, yang
mengantarkan makanan masuk ke sel itu
bermasalah gitu kan. Sebenarnya itu bisa
diperbaiki dengan pola makan ini.
Kembali ke pola makan, makan yang
teratur. Kemudian porsinya, kemudian ee
apa namanya? Jam-jamnya kita atur,
porsinya kita atur, jenisnya juga kita
atur. Tadi kalau misalnya buah, buah itu
memang sumber karbohidrat ya, tetap juga
meningkatkan gula. Tapi dengan
pengaturan, makanya ini pengaturan
jangan sampai takut. Kadang-kadang ada
pasien takut makan karena yang diabetes
kemarin itu pasien saya sampai takut
makan nasi.
Iya. Takut
makan kentang doang.
Oh.
Terus lauk-lauknya sedikit, semua serah
sedikit. Saking takutnya saking takut.
Sebenarnya gak harus seperti itu. Kalau
kita tahu aturan porsinya ee berapa
kebutuhan Bapak, kita hitungkan. Jadi,
Bapak itu umurnya berapa sekarang? 60.
Jenis kelamin laki-laki. Kita cek
aktivitasnya sedang ringan berat.
Kemudian adakah penyakit yang lain
dengan CKG misal, oh ada hipertensi. Oh,
beda lagi DM dengan hipertensi beda
terapinya.
Oh, ada infeksi lagi beda lagi
terapinya. Kita hitung itu. Kita hitung
kemudian kita jadikan menu sehari. Pagi
makan berapa? Pagi makan itu kita
lengkapi ada makanan pokok, hewani,
nabati, sayur, dan buah. Buahnya itu
kita atur berapa gramnya. Jangan takut
karena sudah ada aturan kalorinya.
Oh, betul.
Karena sebenarnya insulin itu setiap 3
jam hormon insulin, hormon insulin
kemudian ee asam lambung itu bekerja
setiap 3 jam. Dia dengan adanya makanan
itu sesuai dengan kebutuhan itu akan
memperbaiki sensitivitas juga. Termasuk
tadi olahraga.
Iya.
Bapak coba olahraga, Bapak konsultasi
gizi aja ke ahli gizi nanti diajarkan
makan paginya berapa, makan siang
berapa, makan malam berapa. Coba Bapak
atur seperti itu. Nanti beda hasilnya.
Bahkan pasien saya ini
sudah ee setahun sudah tidak pernah
konsultasi gizi lagi. Tiba-tiba WA saya,
"Bu, saya sekarang sudah tanpa obat."
Betul. Cuma pola makan sama kebetulan
masih muda orangnya
dan juga baru baru aja terdeteksi dan
cepat penanganan. Saya cuma pola hidup
aja, pola makan yang bagus sama
aktivitas saya sudah bebas obat. Coba
apakah sebagai seorang konselor betapa
senangnya?
Iya betul.
Nah, makanya sekarang Bapak coba cari ee
dokter internnya dulu nanti kerja sama.
Kami namanya tim asuhan gizi biasanya
kalau di rumah sakit itu jadi kami
dengan dokter bekerja sama menentukan
kalori mendampingi pasien nanti kita
lihat pantau makanannya seperti apa,
pantau berat badannya seperti apa,
pantau hasil cek tadi pasti gula darah,
HBA 1C dan lain sebagainya. Nanti Bapak
jangan khawatir karena HBA 1C itu
menunjukkan bahwa bagaimana profil gula
darah selama 3 bulan terakhir.
Betul. Bapak gak usah takut. Nanti akan
terlihat di situ kalau misalnya lebih
dari 6,5. Oh, berarti konsumsinya ada
yang salah nih karbohidratnya terutama.
Heeh. Karena dia mendeteksi kebiasaan
makan 3 bulan terakhir. Luar biasa. Baik
Bapak. Bapak Joko apakah sudah ini ya
sudah jelas dengan penjelasan dari Bu
Putri? Mohon izin, Bapak.
Ee terima kasih penjelasannya.
Iya.
Saya begini.
Iya. Monggo. Monggo. Monggo. Bu Putri.
Iya. Sedikit saya sampaikan ini
pengalaman pribadi bahwa
saya menemukan dari internet waktu
membaca untuk menurunkan gula darah ya
alhamdulillah sudah mulai terkontrol itu
dengan minum rebusan daun belimbing
wuluh.
Nah, ini dengan minum rebusan daun
apakah betul ya Ibu Putri ya? Monggo.
Saya minum itu ternyata mampu saya
rasakan badan lebih enak dan mampu apa
menurunkan kadar gula darah saya. Oh,
memang aktivitas saya ini banyak depan
komputer, depan komputer
ee aktivitas fisik. Tapi kalau setiap
Jumat kan ada senam tuh di kantor tuh
saya ikut senang kemudian jalan pagi
ikut cariday itu itu yang saya lakukan
gitu.
Jadi ee
apa ya apa yang Ibu sampaikan saya ikuti
memang itu benar sekali gitu loh.
Cuman kita ini terus terang gak tertib,
kurang tertib di dalam menjaga pola
makan itu masalahnya
pola tertib.
Kalau saya makan di atas jam . malam itu
bermasalah pasti itu gitu.
Oh iya iya iya betul banget.
Itu rasanya enggak enak bangun tidur itu
enggak enak gitu. Itu pengalaman kami
itu barangkali juga bisa dipakai yang
lain ee manfaat dan belum minggu itu
bisa di internet itu ada dan itu untuk
menemukan gula darah.
Oh injih matur sangat loh Bapak untuk
sarannya juga. Jadi hari ini bertanya
juga menginformasikan ya Ibu ya. Aduh
mantap banget memang apa yang
disampaikan Bu Putri memang ee harus
berolahraga dan kita punya teknik cara
bayar ya Pak ya. Makan banyak boleh,
tapi juga tetap harus bayar berolahraga.
Baik, terima kasih Pak Joko. Matur nuhun
sanget. Terima kasih. Semoga bermanfaat
nggih Bapak. Nggih. Dan tidak terasa
Oh, masih ada satu ya ternyata ada satu
penanya lagi. Kayaknya saking
bersemangatnya Bu Putri ini luar biasa
nih. Saya langsung punya idola baru nih,
Teman-teman dari Kesda Provinsi Jawa
Timur. Dengan siapa? Halo.
Asalamualaikum. Selamat pagi. Dengan
siapa? Dari mana? agar dengan jelas ya
untuk menyebutkan data dirinya karena
saya tadi mencatat agak susah. Dengan
Kak siapa, Kak?
Ibu, selamat pagi.
Pagi. Dengan Kak siapa, Kak? Mohon izin
ya. Salam sehat. Selamat pagi. Sehatarat
Bu dengan Trio, Bu dari RSUD Lawang.
Kak Trio nggih, Kak Trio RSUD Lawang ya.
RSUD
Lawang. Baik, silakan. Ada pertanyaan
apa yang ingin ditanyakan? Monggo,
Putri. Izin. Jadi sebelumnya saya mau
cerita sebentar. Ee kami di RSW itu
melakukan kegiatan regas pemeriksaan
kesehatan karyawan. Nah, kita beralih
nih ADOP dulu. Awalnya kita memeriksakan
faktor-faktor risiko infeksi di karyawan
kami. Nah, saat ini kita berfokus ke
terkait dengan kebugaran. Jadi, kita
memanfaatkan aplikasi SIBGAR dari
Kementerian Kesehatan. salah satunya
memeriksa kolesterol sama gula darah
puasa. Nah, di situ kita juga melakukan
kegiatan yang namanya robot. Jalan ada
yang 1,6 sesuai indikasi.
Nah, mohon petunjuk Bu dari sini apakah
langkah kami sudah tepat? Karena kita
menemukan fenomena juga nih dari
beberapa karyawan kami itu ditemukan
walaupun badannya kurus nih suka jalan
ternyata kolesterolnya tinggi,
ternyata gula darahnya tinggi.
Iya. Betul.
Nah, itu fenomennya. fenomena yang
pertama itu. Kemudian ada lagi tiga
karyawan kami itu ada yang ternyata ada
yang tidak suka makan nasi, sukanya mie
terus kemudian tidak suka minum air
putih, dia malah pen-fen aja Bu gitu.
Jadi kondisi pemeriksaannya malah
normal, dia juga suka olahraga,
aktivitas fisiknya juga oke. Nah, ini
suatu fenomena yang buat kami ee agak
aneh, Bu. Mohon petunjuk terkait hal
ini. Terima kasih, Bu Putri. Ngih.
Oke. Baik, terima kasih. untuk Mas Trio,
Kak Trio dari ee Lawang ya, dari Lawang
kami persilakan untuk dijawab Putri.
Monggo.
Baik. Ee memang ee saya juga punya
pasien seperti ini. Jadi ee kalau kita
lihat sih badannya itu normal status
gizinya.
I normal.
Ee ternyata kalau dilihat cek ee
kolesterolnya tinggi
tinggi.
He.
Jadi kalau ini kita ee ee lihat akan
kita lebih fokus ke makanan-makanan yang
kita namanya tadi kan saya recall
namanya. itu mengecek kebiasaan makannya
24 jam terakhir atau 1 bulan terakhir.
Kira-kira yang mendukung dia sampai
kolesterol tinggi itu apa?
Jadi itu yang nanti kita upayakan ee
kita gali sehingga nanti ketemu ketemu
nih oh ternyata makanan ini yang
pemicunya.
Nah gitu. Jadi nanti kita cobalah ke
alig gizi di RSUD Lawang pasti ada alig
gizi lah.
Iya betul betul.
e teritnya
karena itu bisa diperbaiki karena
sebenarnya memperbaiki kolesterol itu
juga ee di samping dengan memperbaiki
pola makan, makan-makanan tinggi
kolesterol itu kayak jeroan misalnya
hati ya gitu ya apa namanya itu kayak ee
usus-us ginjal segala macam apalagi
digoreng terus kan. Nah itu yang kita
harus apalagi kayak gini kaldu-kaldu
gitu juga termasuk Iya termasuk juga.
Heeh. Makanya nanti kita perbaiki terus
ee di samping itu nanti kita ee ee apa
namanya? aktivitas fisik ternyata juga
bisa untuk memperbaiki itu. Ee jadi
olahraganya contoh yang cepat lambat,
cepat lambat itu juga termasuk bisa
untuk apa namanya itu untuk memperbaiki
kadar kolesterol cepat dia untuk
pemecahan gitu di di pembuluh darah itu.
Jadi ee teman-teman ini kalau saya ee
karena kan setiap orang kondisi fisiknya
khusus kan ee kebutuhannya begus. Jadi
saya sarankan ini kan secara umum aja
saya sampaikan datanglah ke ahli gizi
tadi ke profesionalnya. Kemudian e kalau
masalah yang satu dia cuma makan nasi
aja, mie. Ee nasi dan mie itu sebenarnya
walaupun makan mie gak masalah karena
itu sumber karbohidrat.
Karbo semua.
He. Kalau makan jagung juga gak masalah.
Itu juga sumber karbohidrat.
Kalau misalnya digoreng-goreng terus
semua itu menjadi masalah tadi bisa
jadi. Heeh. Jadi iya kolesterol dan lain
sebagainya. Nah, kenapa dia ee ininya
normal? Coba dicek yang mana dulu. Kalau
dia makan nasi proteinnya kurang, coba
cek HB-nya.
Hm.
Nah, makanya kan kita gak bisa e Mas
misalnya di sini e menyampaikan asam
urat, kolesterol, dan lain sebagainya.
Coba ditanya kalau dia komposisi makan
protein apalagi ee misalnya orang
obesitas, kondisi protein juga tidak
diperbaiki, itu bahaya karena
kemungkinan dia akan menemukan masalah
baru, mungkinan anemia.
Bisa jadi begitu.
Iya. Iya. Makanya kalau di sini kan ee
pemeriksaannya sudah bagus, keren. Ini
rumah sakit ini sudah melakukan
pengecekan. Heeh. Nanti coba di Karena
memang makanya sekarang kalau misalnya
ee RSUD ee kita di di apa namanya sudah
punya cek kesehatan gratis ini kita
manfaatkan karena nanti pemeriksaan HB
bisa di-support, pemeriksaan yang
lain-lain itu di-support sehingga
akhirnya nanti secara umum semua terkait
darah semua tuh kita cek. Jadi ee
kesimpulan kita terhadap individu tuh
gak setengah-setengah juga.
Betul. Tidak hanya dasar ya Bu ya karena
tidak ditemukan.
Heeh. Belum belum ee belum tentu dia
tidak bermasalah gitu loh. Apalagi
misalnya dia makan nasi doang minya
sedikit kok bisa belum tentu. Karena
kita akan gali setiap orang tuh
individual. Makanya kayak Mas ini
misalnya saya akan Mas ee saya akan gali
terus sampai ke dalam. Saya pernah
punya pasien
betul. Iya.
Dia tuh obesitas.
Terus dia bilang, "Saya sudah makan
sedikit." Makanya lu sedikit.
Kadang-kadang cuma apa? Terus apa yang
menyebabkan obesitas?
Nah, ini
kita gali ibu suka ee apaagi kira-kira
ini kira-kira? Gak nak dak minuman manis
enggak? Ibu suka cake? Oh iya, cake satu
kali duduk itu bisa empat sampai 5
potong.
Nah, ini kan kaget saya
hanya karena cake gitu jadi obesitas.
Iya. Pernah juga saya juga enggak
nyangka ee anaknya ini minum-minuman
manis sudah diet,
sudah ini terus apa? Tapi itu Bu setiap
minum itu sukanya minuman manis. Nah.
Nah, ini sama sama tadi temannya tadi.
Jadi kita tuh harus benar-benar kalau
datang kok seorang aligisi
ya
kita akan gali sedalam-dalamnya. 1 bulan
terakhir tuh makannya kayak apa?
24 jam terakhir makannya apa? Kita akan
cek bagaimana pola apalagi orang sudah
diet, sudah pernah diet apa aja,
sudah pernah makan obat apa aja.
Uh, sampai detail begitu.
Karena itu akan memberikan kita, "Oh,
kalau orang yang obesitas misalnya biasa
makan 3.000 kalori, saya pernah ada
4.000 kalori, pernah
h
kita langsung suruh diet 1500, 1200
enggak gini dia langsung
enggak bisa."
Iya, betul. Harus bertahap ya, Ibu ya.
Orang obesitas walaupun saya biasa
dietnya sudah sedikit makannya. Oh aman.
Oh tenang tenang cuma komposisinya tak
perbaiki.
Itu masalah lebih enak alergisnya
tenang. Tapi yang dari 4.000 ke 1500
1200 tuh
gimana ini? Karena dia menghadapi
dirinya sendiri sulitah.
Nah saya bilang tadi
musuhmu adalah dirimu sendiri kayak
gitu. Jadi kami datang ke teman-teman
ini bagaimana caranya menghadapi
kebutuhan keinginan kebutuhan keinginan
kebutuhan keinginan gitu.
Jadi untuk komposisinya ya saya mungkin
saya ini ya Ibu ya komposisinya dan
harus ditelisik lebih lanjut untuk Kak
Trio ya. Jadi mungkin bisa kerja sama
dengan ahli gizinya yang berada di SUD.
Iya atau mungkin nanti konsolin lagi
nyeles
konsul lagi di LKUSDA Provinsi Jawa
Timur kan ikut Jawa Timur juga SUD
Lawang. Oh ikut Malang ya. ikut Malang
ya. Iya. Jadi memang harus ditelisi.
Jangan-jangan yang suka mie, yang suka
gula ini nanti bermasalah. Betul ya Ibu.
Kita harus telisik.
Injih. Mantap dan sangat Bu Putri.
Pripun untuk Kak Trio? Sudah aman? Sudah
puas dengan jawaban Ibu Putri.
Iya. Baikbaik. Alhamdulillah. Terima
kasih. Baik. Saya ucapkan terima kasih.
Salam dengan teman-teman yang berada di
sana. Baik. Tak terasa sudah ee waktunya
sudah hampir berakhir padahal saya masih
sangat-sangat antusias ini dengan materi
dari Bu Putri. semangat sekali termasuk
teman-teman karena kita juga suka ngopi,
jarang olahraga lah ini berbahayanya di
situ. Baik, terima kasih Bu Putri atas
kehadirannya di BPSDM Jawa Timur.
Mudah-mudahan bisa
konsul online bisa mampir ke sana saya
sendiri dan tentunya sobat ASN di
seluruh Indonesia J. Lepkesda Provinsi
Jawa Timur. Ini keren-keren loh. BBSDN
Jatim ini membuka semuanya yang
sesungguhnya kita perlukan, termasuk cek
kesehatan gratis untuk ASN semuanya.
[Musik]
Yeah.
[Musik]
Yeah.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Baik, Sobat Sm di seluruh Indonesia
telah berada dengan luar biasa. Beliau
di samping saya adalah dr. Waritsa
Sukarjiah,
Ibu dr. Warj, Kabit Kesehatan
Masyarakat. Selamat datang, Ibu. Apa
kabar?
Masyaallah. Ya, salam kenal juga. Dan
alhamdulillah dengan sangat berbangga
sekali saya bisa berdampingan dengan
Ibu. Luar biasa Ibu Kepala Bidang
Kesehatan Masyarakat Dinas Provinsi ee
Jawa Timur ya. Dinas Kesehatan betul
nggih. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Timur dan beliau ini sebagai kepala
bidang ya Ibu ya. Dan sekarang ini lagi
marak ee untuk ee dari
kantor saya sendiri itu CKG CKG CKG.
Nah, cek kesehatan gratis ini kan memang
paling penting sekali karena untuk
mendeteksi apakah kita yang sudah
dijelaskan oleh Bu Putri tadi apakah
kita terkena nggih Ibu nggih atau kita
masih baik-baik saja atau
atau sudah
iya atau sudah ya atau dengan aduh
banyak sekali dan khususnya untuk sobat
ASN ya karena ASN itu sekarang sudah
harus satset wetbet gek endang gek
endang gek endang betul begitu ya Ibu
jadi tidak ada betul tidak ada yang slow
Shle itu enggak ada. Sekarang harus
satsat wbot tapi tepat. Dan untuk
selengkapnya akan dibahas ee dari Ibu
Warit ng Ibu Ibu Dr. Warid enak banget
manggilnya persis sahabat saya Bu Warit.
Langsung saja monggo untuk disampaikan
materinya. Monggo, Ibu.
I terima kasih Mbak Maya.
Baik terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam war
Selamat pagi. Salam sejahtera, salam
sehat untuk kita semua.
Yang saya hormati Kepala BPSDM Provinsi
Jawa Timur. Yang saya hormati UPT ee
Lapkesda Provinsi Jawa Timur yang
menyelenggarakan kegiatan pada hari ini.
Kemudian yang saya hormati dan saya
banggakan Bapak Ibu peserta
ee ASN Sehat Bugar. Insyaallah kita hari
ini selalu sehat dan bugar
begitu ya Mbak M. I. Siap.
Izin saya menyampaikan beberapa hal
terkait kebijakan pelaksanaan
Yes. kebijakan
pemeriksaan kesehatan gratis atau PKG.
Tapi ee kalau bahasa strategi
komunikasinya begitu kita sampaikan
adalah
cek kesehatan gratis atau CKG.
Jadi ada beberapa hal yang mungkin tadi
juga sudah banyak disampaikan oleh Bu
Putri. Kemudian pertanyaan dari ee para
peserta ASN di seluruh Jawa Timur. Apa
sih pentingnya begitu ya CKG ini? Kok
ujuk-ujuk Pak Presiden
ee melakukan kegiatan cek kesehatan
gratis yang menjadi program prioritas
atau quickin begitu ya untuk ee Bapak
Presiden Prabowo Subianto ya. Lanjut
lanjut saja.
Lanjut
monggo.
Iya. Jadi
inilah yang menjadi kebijakan Bapak Ibu.
Jadi memang menjadi visi misi Presiden
terpilih Bapak Bapak Presiden Prabowo
Subianto
untuk tahun 2024-29.
Jadi dalam program 8 program hasil
terbaik cepat atau quick queen kesehatan
menjadi program utama juga yaitu
penyelenggaraan
pemeriksaan kesehatan gratis. ini yang
menjadi ee dasar cek kesehatan gratis
yang sudah kita lakukan di tahun 2025
ini.
Betul.
Apa sih ee manfaatnya? Nanti kita lihat
kenapa perlu cek kesehatan gratis.
Jadi banyak hal Mbak Maya yang
ee mempengaruhi. Lanjut saja.
ini terkait transformasi begitu ya. Di
ee Kementerian Kesehatan kita ada enam
transformasi
untuk ee kesehatan. Yang pertama adalah
transformasi layanan primer itu yang ada
di tingkat masyarakat atau komunitas.
Kemudian ada transformasi layanan
rujukan, sistem ketahanan kesehatan.
Mungkin yang menjadi masalah juga ya
bagi teman-teman ASN kita adalah
bagaimana sih sistem pembiayaan
kesehatan.
Betul. Betul. seberapa jauh sih gitu ya
ditanggung begitu. Kemudian
SDM kesehatan yang mungkin yang
disenangi oleh para ee ini ASN yang
generasi milenial atau gensi adalah
teknologi kesehatan. Karena ini yang
menjadi perhatian dari ee Kementerian
Kesehatan untuk ee tahun 5 tahun ke
depan ya Bapak Ibu. Tapi fokus untuk cek
kesehatan gratis
itu adalah transformasi layanan primer.
Jadi memang kita memperkuat di tingkat
masyarakat untuk
mau
mampu begitu ya.
Betul.
Dan
ngih
ini ma jadi sadar tuh
tahu, mau mampu ini yang mungkin ee
promosi kita. Jadi tahu dulu,
mau dulu, terus mampu untuk
itu yang menjadi permasalahan ya terkait
program-program yang ada di kesehatan
ya. Lanjut.
Ini yang menjadi permasalahan. Mungkin
Bapak Ibu ee para ASN di Jawa Timur
memahami ternyata ada penyakit yang
menjadi penyebab kematian tertinggi ya
dan menimbulkan beban pembiayaan besar.
Iya. Jadi BPJS sekarang ini menanggung
gitu ya, menanggung biaya yang begitu
besar tambah besar
karena apa? Ternyata banyak didominasi
adalah dari penyakit metabolik.
Metabolik itu yang tadi disampaikan oleh
Bu Putri ya terkait DM begitu ya,
kolesterol, hipertensi dan lain-lain
gitu ya. Itu termasuk penyakit tersebut.
Yang kedua adalah penyakit yang mungkin
sekarang trennya meningkat
baik bagi perempuan dan laki-laki.
Keganasan, kanker tapi bukan kantong
kering ya.
Betul. Kanker asli ya, Ibu.
Kanker asli gitu ya.
Jadi ee kanker ini atau keganasan mulai
trennya meningkat.
Apa sih menyebabkan? Kalau dulu kanker
kayaknya usia-usia tua begitu ya, usia
50 tahun ke atas. Sekarang usia muda pun
sudah mulai kena. Terus yang ketiga
adalah penyakit infeksi.
Infeksi
ini yang menjadi perhatian kita
prioritas ini yang sekarang adalah
terkait TBC.
Kenapa sih Indonesia kok enggak
lepas-lepas dari TBC begitu ya?
Ya, karena memang ee kumannya ini hidup
di daerah-daerah tropis begitu ya.
Inilah yang menyebabkan kita harus ee
tetap menjadi perhatian untuk penyakit
TBC.
Kemudian yang perlu diperhatikan juga
adalah kesehatan ibu dan anak. Ya,
ini yang mungkin tetap menjadi ee
permasalahan ya untuk
kita di Indonesia dan Jawa Timur.
Iya.
Makanya ee kalau Pak Kadinkes ee
menyampaikan
ayolah kita berubah begitu. Bagaimana
pembiayaan itu bukan ke arah kuratif
atau pengobatan tapi mulailah kita geser
ke arah promotif preventif. Tadi yang
disampaikan Bu Putri tadi ya itu sudah
sejalan begitu. anggaran kita lebih
banyak memang terbesar ternyata ee BPJS
mengeluarkan untuk biaya untuk
penyakit-penyakit yang tadi ya, penyakit
jantung, kanker, stroke gitu. Itu
banyak gitu penyakit ginjal mungkin kan
ee ini menjadi permasalahan kita Bapak
Ibu. Lanjut
lah. Nih yang penting ini sebenarnya
gitu ya. Program di kesehatan itu sudah
lama sekali Mbak Maya. Betul.
Apa kegiatan germas
geras?
Saya merasakan beberapa tahun lalu
begitu ya kalau kita pergi ke hotel.
Iya.
Coba kalau hadir ke pertemuan
pernah saya ibu pernah.
Adakah makanan beberapa ya 3 tahun
sebelum COVID lah gitu ya?
Iya. Sebelum Covid
itu mesti yang disuguhi snacknya adalah
makanan manis.
Mesti ada gak? Mesti ada buah begitu ya.
Buah ada. tidak ada snack-snack yang
berkarbo tinggi begitu.
Ini yang perlu kita budayakan lagi
budaya GERMAS ini.
Jadi Germas ini adalah gerakan
masyarakat hidup sehat.
Apa saja sih gitu ya di ruang
lingkupnya? Tadi sudah disampaikan
peningkatan aktivitas fisik.
Jadi olahraga rutin setiap hari.
Nah ini setiap hari
hari. Tadi Bu Putri 10 menit ya jalan
dulu gitu. Tapi sebaiknya Bapak, Ibu
memang dalam ee sehari itu 30 menit
peri hari 30 menit
jalan aja.
Hm.
Jadi jalan-jalan santai begitu ya.
Kemudian yang kedua tadi terkait
penyediaan pangan sehat dan percepatan
perbaikan gizi. Ini yang menjadi
ee permasalahan. Mungkin kesalahan ini
ya Bapak Ibu. kita dari kecil lahir.
Memang bayi lahir itu dikasih ASI gitu
ya sampai 6 bulan.
Betul. Tapi benarkah sekarang ee ibu-ibu
yang geni gen milenial begitu memberikan
memberikan ASI sampai bayinya usia 6
bulan secara eksklusif baru habis itu
kita mengenalkan makanan pendamping ASI
yang sesuai dengan kelompok usianya dan
harus beragam
beragam jenis. Jadi coba dulu mungkin
kalau ee
Bapak Ibu pahami anak-anak kita tuh
tidak tahu rasa asin manis gitu ya. Ini
yang berlemak atau dak punya rasa ya
tidak punya rasa tidak seperti kita yang
dewasa. Oh enggak enak wis sudah gak
makan. Tadi disampaikan ee kalau kerja
ini teman-teman kita yang di sini juga
tadi sambil makan gitu ya
teman-teman. Jadi memang harus mulai
dikenalkan. Kemudian perbaik peningkatan
kualitas lingkungan ini
ee permasalahannya ya lingkungan kita
lingkungan yang sehat atau tidak.
Betul.
Mulai dari sisi udara kita nih kan
bernafas ya gratis gitu ya. Kalau tadi
katanya makan bayar
dengan olahraga.
Betul.
Sekarang kita bernafas
gratis. Sudah
gratis gak usah bayar begitu kan. Jadi
bagaimana kita menciptakan lingkungan
lingkungan yang sehat ya. lingkungan
yang sehat khususnya di tempat kerja.
Bapak, Ibu mohon maaf apakah kita
ini kan soalnya pakai ini ya AC terus ya
di dalam ruangan. Sekali-sekali Bapak
Ibu
dibuka dulu kalau pagi ya jendelanya.
Betul. Ada sirkulasi ada sirkulasi udara
pergantian udara
terus pencahayaannya
jangan terlalu gelap begitu ya. Itu
kalau tempat kerja itu yang penting dan
yang terpenting adalah antara meja dan
kursi. Ini kira-kira Mas sudah
sesuai
ergonomis
ergonomis. Jadi kita menciptakan sumber
menciptakan semua yang enak begitu ya.
Jadi biar iya. Kemudian peningkatan
perilaku hidup sehat. Inilah tantangan
kita tadi. Dalam 24 jam berapa sehari
kita untuk beraktivitas? Berapa kali
untuk makan? Berapa kali untuk
istirahat?
Ya
itu memang harus diatur. Ini
pintar-pintar kalau ahli gizi
duduknya mungkin ya Ibu ya. Duduk
berdirinya.
Iya. seperti itu. Makanya ee saya mohon
izin apakah di setiap ee Bapak Ibu
tempat kerja harusnya jam 10.00 dan jam
.00 siang itu harus ada peregangan.
Peregangan itu
ya senang peregangan. Pokoknya tidak
perlu harus yang semangat cukup di
tempat duduk pun bisa begitu ya. Berdiri
pun bisa begitu. Jadi itu Bapak Ibu jadi
diupayakan setiap jam 10. pagi sampai
jam eh mohon maaf dan jam siang
itu kita mulailah ee untuk peregangan
apalagi ee anak-anak sekarang ya
adik-adik itu kan di depan laptop semua
ya.
Iya betul.
Nah ini yang perlu lihatlah mata
pandangan keluar makanya jendela nih
harus yang transparan
biar melihat yang hijau-hijau.
Betul betul betul
jangan yang merah-merah ya
begitu ya.
Yang merah di sini Bu.
Yang merah di sini yang hijau-hijau aja
yang dilihat. Jadi biar ee mata juga
relaksasi.
Nah, yang terpenting ini yang kaitannya
dengan cek kesehatan gratis germas itu
peningkatan pencegahan dan deteksi dini
penyakit. I
ini yang memang ee kita lakukan mulai
dari
tahun 2025 ini. Mudah-mudahan nanti
sebenarnya kegiatan ini cek kesehatan
kreatif itu sudah ada sebenarnya di
program kami. Jadi dulu tuh ada namanya
standar pelayanan minimal bidang
kesehatan di mana minimal
minimal
satu kali dalam setahun kita harus tahu
status kesehatan kita itu sudah ada.
Kalau anak sekolah itu kan ada tuh
bias itu
ee bukan namanya penjaringan kesehatan.
begitu ya, madrasah
lah. Ini itu sudah ada sebenarnya, cuma
kita tidak memanfaatkan itu Mbak May.
Dan terakhir adalah peningkatan edukasi
hidup sehat. Ini ya tugasnya sekarang
ini bentuk edukasi ya yang
diselenggarakan oleh Lapkesda Provinsi
Jawa Timur. Jadi bagaimana kita
memberikan ee edukasi terkait kesehatan
khususnya untuk ee status kesehatan para
ASN di Jawa Timur. Oke, lanjut.
Jadi tujuan dan sasaran Bapak Ibu untuk
cek kesehatan gratis tujuannya ada tiga.
Satu identifikasi faktor risiko
agar masyarakat tetap sehat. Jadi yang
sehat ini tahu bahwa dia tetap sehat
tidak ada penyakit begitu ya. Itu yang
pertama. Yang kedua, kalau kondisinya
sekarang punya penyakit, prapenyakit
ini agar tidak menjadi penyakit itu apa?
Tadi sudah disampaikan oleh Bu Putri
kiat-kiatnya seperti apa.
Kemudian yang ketiga, kalau kita sudah
memang sudah punya penyakit yang sudah
agak berat begitu ya,
itu kita cegah sampai tidak menjadi
penyakit yang lebih berat lagi dan
sampai meninggal. Itu intinya dari cek
kesehatan gratis. I.
Saya memang berharap mudah-mudahan nanti
para ASN di Jawa Timur ee memahami apa
sih manfaatnya kita. Ternyata besar
banget. Tapi satu permasalahannya Mbak
Maya.
Kalau sudah kita dicek
Iya.
Tahu penyakitnya
malah itu pikirannya. Tadi kan bilang Bu
Putri mindset kita nih yang ini seperti
apa begitu ya. terkait sasaran ini mulai
dari bayi baru lahir sampai lansia ini
sudah mulai berjalan dan kebetulan
memang bulan Agustus kemarin baru kita
launchingkan untuk anak sekolah dan
remaja. Kalau untuk ee dewasa lansia ini
sebenarnya sudah mulai dari bulan ee
Februari kemarin ya sudah jalan begitu.
Lanjut
ini tadi ya ee situasinya gitu ya. Saya
hanya menyampaikan ternyata kondisi di
Indonesia dan Jawa Timur khususnya angka
stunting ini masih cukup menjadi PR kita
walaupun Jawa Timur tahun kalau ini
Indonesia ya stunting 21,5% Indonesia
tapi kalau Jawa Timur sudah di angka
14,7% kemarin
ee memang belum mencapai target karena
targetnya di tahun 2024 kemarin 14% kita
masih lebihlah 0,7%hamdulillah.
Alhamdulillah. Tapi PR-nya masih banyak,
B.
Masih banyak. Semangat, Ibu.
Jadi bukan hanya stunting sih yang
masalah. Jadi anak sekarang trennya
berubah mulai dari berat badan kurang,
kemudian kurus begitu. Dan yang menjadi
masalah trennya itu dari survei
yang dilakukan oleh pemerintah.
Iya.
Itu obesitas yang mulai meningkat di
usia anak
anak-anak itu pada rem sudah mulai
obesitas,
sudah mulai obesitas seperti itu ya.
Karena itu salah satunya tadi mager ya
gitu ya,
ada goceng, ada segala macam itu yang
bikin terus yang menjadi permasalahan
ternyata dari hasil CKG kemarin Mbak
Maya,
Iya.
Anemia pada anak sekolah ini cukup
banyak
cukup memprihatinkan.
15,6%
begitu ya. Ini kan survei ya. Tapi hasil
CKG kemarin
itu lebih
setelah di CKG malah lebih.
Malah lebih. Jadi rata-rata di satu
sekolah, saya tidak perlu disebutkan
sekolahnya.
Iya. Di Jawa Timur tentunya.
Di Jawa Timur tentunya ternyata sekitar
40 sampai 50%
remaja kita itu anemia. Yang
memprihatinkan adalah
anemia
pada remaja putri. Karena ini nanti
calon-calon penerus.
Iya. Calonal
bahasa yang menghasilkan generasi emas
kita gitu ya. ini yang kemudian juga
yang menjadi perhat jiwa mungkin Mbak
Maya beberapa waktu lalu pada waktu MPLS
tahulah tentang
ada kejadian ee perbulian begitu ya.
Iya. Sering sekali sekarang mendengar
tentang perbulian gitu.
Iya. Itu ternyata juga faktor kesehatan
mental juga menjadi permasalahan.
Jadi hasil dari CKG memang bukan anak
suat sekolah tapi ke dewasa lansia.
Ternyata Bapak Ibu kasus depresi dan
kecemasan itu sudah mulai meningkat
lebih dari ini ya berarti
ee sebenarnya enggak gak lebih ini masih
kecil ya karena kita kan masih sekitar
16% ya yang di CKG
ee 16% ada sekitar 0,7%
ya lumayan begitu ya
harusnya kan happy-happy aja
harusnya happy ya mudah-mudahan kita
termasuk ee jiwa yang sehat dan amin
Bukan hanya fisiknya yang sehat, tapi
jiwanya juga sehat.
Kemudian pada permasalahan dewasa dan
lansia itu ternyata obesitas ini sudah
menjadi permasalahan.
Obesitas semua ya.
Obesitas semua. Hipertensi ini bukan
hanya pada dewasa dan lansia Bapak Ibu.
Mulai anak remaja juga sudah mulai
dan penyakit ini ya ee apa ee diabetes
melitis juga sudah
mulai
sudah tadi sudah disampaikan Bu Putri
ya. Ternyata e makanan pendamping kita
waktu bekerja itu lebih banyak yang
berbahaya.
Berbahaya gitu ya. Iya, Bu Putri.
GGL gitu ya, Bu Putri ya.
Pokoknya jangan lupa dibayar aja, bayar
olahraga.
Pokoknya pokoknya sudah berbasis garam,
gula, dan lemak.
Gul lemak. Betul. Garam, gula, lemak.
Itulah inilah yang mungkin perlu kita
cegah. Makanya ee cek kesehatan gratis
ini sangat diperlukan sekali Bapak, Ibu.
Mohon nanti para ASN di Jawa Timur untuk
ee berkenan begitu ya. Nanti datang ke
Puskesmas
sekarang gampang aksesnya. Cukup lewat
HP.
Iya. Ada I downloadlah SAT Sehat Mobile.
Insyaallah sudah bisa terakses nanti
dengan layanan yang Bapak Ibu ee
inginkan. Begitu. Lanjut.
Ini bentuk-bentuk pemeriksaannya. Saya
tidak perlu menyebutkan satu persatu,
tapi intinya mulai dari bayi baru lahir,
bayu baru lahir
sampai balita,
anak prasekolah, dewasa lansia, semuanya
kita cek. Kalau dulu mungkin hanya fokus
hanya di beberapa jenis pemeriksaan,
tapi sekarang pemerintah ee ini
meningkatkan khususnya untuk bayi baru
lahir. Kalau dulu hanya satu ya untuk
bayi baru lahir. Screening hipotiro
kongenital. Ternyata sekarang
ada enam, Ibu ya.
Ada enam. He.
Lebih banyak lagi ini yang kami
butuhkan. Tapi kalau minat pada bayi
baru lahir ini cukup besar.
Karena sekarang ee syaratnya setiap ibu
yang melahirkan itu harus diperiksa
bayinya.
Betul. Iya, betul.
Kalau enggak tidak bisa diklaim dengan
BPJS.
Nah, itu keren itu. Mau enggak mau ya,
Ibu ya.
Mau enggak mau pasti akan dilik.
Memang dulu sulit sekali.
Sulit sekali. Tapi karena sekarang kalau
ee tidak diperiksa
ee pada bayi baru lahirnya tidak bisa
tuh.
B Iya. BPJS-nya ditarik bisa
dipending begitu ya.
Betul. Betul.
Terus yang balita anak sekolah ternyata
yang menjadi perhatian kalau dulu belum
ada pemeriksaan ee darah ya Mbak May
tapi ini ada pemeriksaan talasemia.
Ternyata
baru ini yang talasemia Ibu.
Iya. Ini memang baru karena untuk ini ya
ee ternyata banyak faktor-faktor resiko
juga pada balita ini yang perlu kita ee
periksa lebih kuat. Teruman juga gula
darah gitu ya. Ini juga kita periksa
dewasa lansia banyak sekali ya yang mau
diperiksa. Monggo Bapak Ibu para ASN
Jawa Timur.
Nah ini pasti dewasa mulai dari merokok
begitu ya.
Siapa yang enggak ngerokok nih? Enggak
mungkin.
Ayo, siapa yang di sini yang tidak
merokok nanti dikasih ee hadiah dari
Lapkesda Jawa Timur.
Kemudian aktivitas fisik sekarang lebih
lengkap lagi ee untuk jenis-jenis
pemeriksaan memang
jadi ekspektasi teman-teman ini Mbak
Maya untuk cek kesehatan gratis. Alah
kok periksanya cuma gitu aja sih? Cuma
ditanya doang gitu kan. Memang kita
namanya screening gitu ya. Screening itu
hanya ada instrumen-instrumen dulu. baru
ada faktor risiko. Oh, ini nih ada
faktor risiko ini. Barulah teman-teman
nanti Puskesmas akan memeriksa lebih
lengkap seperti itu. Jadi tidak semuanya
karena saya paham ada beberapa kegiatan
kemarin di beberapa OPD begitu
lah periksanya kok seperti ini gitu ya.
Jadi Bapak Ibu cek ini ada screening
awal setelah ada ee suspek begitu ya,
curiga gitu ya ke satu barulah kita
rujuk.
Lanjutan dirujuk ya Ibu ya.
ke puskesmas atau ke faskes rujukan atau
rumah sakit ya. Lanjut.
Luar biasa. Kalau di Puskesmas ada
instal integrasi layanan primer. Betul
ya, Ibu ya?
Iya, betul. Jadi kalau dulu tuh kan
masih poli ya,
poli umum gitu ya, poli KIA. Kalau
sekarang Bapak Ibu kluster. Jadi kluster
dua itu fokusnya adalah di kesehatan ibu
dan anak. Anak sampai usia 18 tahun.
18 tahun.
yang klaster 3 itu dewasa lansia. Jadi
18 tahun ke atas sampai lansia. Jadi
karena memang ada ee perbedaan begitu
ya. Jadi jenis-jenis pemeriksaan Mbak
Maya
yang anak sekolah ini mulai berjalan.
Saya terima kasih ini kabupaten kota di
Jawa Timur alhamdulillah ee dengan
adanya CKG anak sekolah peningkatan
capaian kita lumayan.
Saya berharap
100% lah 6,3 juta
sasaran
di Jawa Timur mudah-mudahan tercapai ya,
Ibu ya. Ternyata Bapak, Ibu dari cek
kesehatan gratis yang di sekolah. Nah,
nih ada tes kebugaran
yang tadi disampaikan Bu Putri.
Ternyata temik-adik kita tuh banyak yang
tidak bugar atau kurang bugar
setelah dites ya, Ibu ya.
Setelah dites ternyata gak kuat ini satu
eh kalau Iya. Satu ini bukan putaran
jadi 1000 m gitu ya.
untuk anak-anak yang di bawah 15 tahun
begitu
itu sudah enggak kuat
tes kebugaran tuh memilih jalan mungkin
ya Ibu
sudah ngos-ngosan apalagi kita nih mohon
izin mungkin ee kami di Dinas Kesehatan
Provinsi Jawa Timur ini alhamdulillah
setiap
iya
3 bulan sekali kita melakukan tes
kebugaran gampang Bapak Ibu itu loh
sebenarnya adalah di sini yang
aplikasinya kita hanya jalan ee
km atau 1600
Berapa sih berapa menit yang kita capai
ini? Nanti ada umur sekian nanti
seharusnya
ada menitnya. Mungkin nanti Mbak Maya
bisa men-download ya. Ada banyak sekali
ya untuk aplikasi-aplikasi yang terkait
tes kebugaran seperti itu.
1000 1600 ya Bu.
Iya. Paling enggak kita ee sehari itu
bukan sehari ya dalam tes itu 1,6 kilo
atau 1600 m.
1,6 kilo.
Iya. Itu untuk ee dewasa ya. itu coba
kita berapa ada ininya sudah ee data apa
ya normal seperti apa begitu kurang
gugang
ini sudah ada luar biasa ini aplikasi
atau di web-nya dinas provinsi
teras ee sebenarnya tadi yang
disampaikan oleh dari RSUD Lawang begitu
ya itu terkait SIBGAR itu sebenarnya ee
aplikasi yang dilaku yang dipunyai oleh
Kemenkes
untuk ee tes kebugaran supaya bisa di di
anu diownload begitu ya. Ada seperti itu
ya. Lanjut.
Ini apa sih yang perlu kita tindak
lanjuti? Ini yang menjadi masalah. Mesti
teman-teman akan bertanya kalau kita
sudah diperiksa terus kita mau diapakan?
Perlu dipahami ya Bapak Ibu. Ee cek
kesehatan gratis memang. Tapi gitu ya,
setelah Bapak, Ibu di
dapat hasil begitu dan menunjukkan ke
arah satu kondisi penyakit atau
prapyakit
ini yang berbayar. Berbayar itu kalau
kita punya jaminan kesehatan
baru bisa gratis ya, Ibu ya. Kalau BPJS
BPJS tapi ASN kan insyaallah sudah punya
jaminan kesehatan semuanya sudah punya
ASN.
Tapi ada masyarakat kita yang
masih
belum mempunyai jaminan kesehatan. Ini
yang menjadi permasalahan. Mungkin ini
yang menjadi ee permasalahan kenapa
masyarakat kita belum mau mengakses cek
kesehatan kreatis ini di Puskesmas.
Seperti itu, Mbak Maya.
Karena memang takutnya ad nanti aku
diapain?
Nah, nanti kok sudah bayar gitu kan
gitu. Setelah diketahuin kok tambah
bayar begitu ya. karu-karuan ini. Nah,
harapan kita memang nanti seluruh
masyarakat di Jawa Timur mempunyai
pembiayaan kesehatan baik itu secara
mandiri maupun yang disubsidi oleh
pemerintah. Jadi kalau normal-normal
saja tidak perlu. Tadi sudah banyak yang
disampaikan Bu Putri,
ayo melakukan pola hidup yang sehat
begitu ya. Kemudian kalau sudah ada
faktor risiko apa yang harus dilakukan?
Oh, konseling ini datanglah ke lapkesda
begitu ya. konseling begitu
ditunggu sampai
ditunggu begitu ya. Jadi kalau yang apa
overweight obese begitu ya seperti saya
gitu
saya juga Bu
ini yang perlu menjaga begitu ya. Terus
kalau sudah ada prakondisi penyakit ya
jadi sudah ketahuan nih punya
hipertensi,
diabet atau obesitas apa. Jadi sudah
nanti mungkin dari hasil konseling itu
ada tata laksana yang harus kita ikuti
begitu. Dan memang ini tantangan saya
merasakan Bapak Ibu saya mencoba dengan
jenis-jenis berbagai macam diet begitu
ya. Ternyata memang satu memang
tergantung dari mindset kita.
Mindsetnya. Iya saya juga karena
izin ya
Mas-mas yang di sini.
Satu lingkungan kerja ya itu
mempengaruhi
mempengaruhi. Jadi kalau temannya satu
makan gorengan kok enak ya gitu.
Iya pasti pasti ngikut. mesti akan
ngikut gitu. Itu akan berlaku. Ini
teman-teman kami kalau di kantor yang
tak lihat gitu ya, loh kok tambah gemuk
kamu selama di sini gitu kan. Berarti
karena makan gorengan setiap hari
ada pola hidup yang ee mungkin yang
keliru begitu ya yang kita ikuti.
Kemudian kalau dia sudah dinyatakan
penyakit lah ini yang tadi ya mungkin
yang dari Bapak tadi ya dari Singosari.
Oh saya sudah punya diabet
terus saya harus ngapain? memang secara
rutin harus ee kontrol begitu ya ke
fasilitas pelayanan kesehatan baik itu
di puskesmas atau klinik pertama atau ke
rumah sakit. Ini yang menjadi tantangan
memang kalau sudah suruh kontrol mau
enggak rutin minum obat gitu lah. Ini
ada ada sambungannya itu kan
ada sambungannya. Ini tantangan kita
terkait tindak lanjut ee pemeriksaan
kesehatan gratis ya. Lanjut.
daripada-dipada ya, Ibu ya, daripada
langsung bleksek seperti yang
diceritakan Bu Putri, mending cek
kesehatan gratis. Betul.
Mungkin ini
Mbak Maya
ternyata ee kondisi sekarang mungkin
Bapak Ibu
ee mungkin teman-teman kita kok dia gak
punya penyakit begitu ya.
Iya.
Tapi kok tiba-tiba mohon maaf
tiba-tiba kok ee
ya ee meninggal secara mendadak begitu.
Itu banyak sekali. He.
Dan mohon izin mungkin ee kita mengukur
ya Bapak Ibu kalau mau beraktivitas
fisik itu ukurlah dengan kemampuan kita.
Kalau memang enggak mampu melakukan
olahraga yang
berat
berat ya sudahlah gak usah memaksakan.
Oh ya.
Karena memang ini banyak kejadian
seperti itu. Jadi oh saya ikut e ini aja
deh. Ee sekarang yang lagi apa lagi
padle ya?
Iya. Eh,
yang ini juga yang ng-drum itu, Ibu apa
itu namanya?
Jadi, tolonglah disesuaikan
yang seperti itulah. Jadi,
tolong kondisi kita tahu kondisi kita
apakah kita mampu untuk melakukan
aktivitas tersebut. Betul.
Betul. Menyesuaikan ya, Bu.
Menyesuaikan.
Saya harap kita selalu sehat ya.
Amin. Amin ya rabbal alamin. Insyaallah.
I lanjut. Ini ini yang tadi saya
sampaikan. Jadi, Jawa Timur masih
capaiannya 16,17%.
ini kabupaten kota yang terbanyak.
Monggo Bapak Ibu bisa lihat. Saya terima
kasih kepada Kota Mojokerto, Bojonegoro
begitu ya, Banyuwangi, Surabaya gitu ya,
Sidoarjo yang sudah capaiannya ya cukup
baguslah e untuk Jawa Timur sangat
berkontribusi. Saya berharap nanti
kabupaten yang di bawahnya juga semangat
gitu ya untuk
biar lebih naik lagi
untuk melakukan CKG. Ternyata
permasalahan di kelompok usia yang
terbanyak itu yang layanan memang di
kelompok usia dewasa perempuan ternyata.
perempuan ternyata
yang aktif gitu ya
kita ya
yang mengakses layanan kesehatan para
perempuan gitu ya. Terima kasih ibu-ibu,
para ASN, Mbak-mbak gitu ya, Mbak Sis
yang sudah ee melakukan mengakses untuk
CKG ini.
Jadi memang ee laki-laki dan perempuan
ini
berbeda ya, Ibu ya.
Berbeda ya motivasinya. Saya gak tahu
nih
untuk ngeklik aja lebih malasnya laki
sepertinya. Tapi kalau perempuan lebih
semangat.
Iya. Sama kalau kegiatan posandu yang
hadir siapa?
Ibunya
bapaknya jarang.
Bapaknya jarang karena kerja loh
sekarang
mau laki perempuan ya sama-sama bekerja
begitu kan.
Inilah ee saya mohon nanti Bapak-bapak
tetap memotivasi ayo akses ke layanan
kesehatan tidak perlu lama.
Insyaallah ee layanan kesehatan sekarang
bisa mengakses lewat online. Bisa jadi
tidak perlu antri lama begitu.
Lebih cepat
lebih cepat
efektivitasnya akan semakin terasa. Ini
lanjut
kasus yang tertinggi. Kalau tadi
disampaikan Bu Putri diabet begitu ya
kasus ini ternyata benar. Tapi yang
terbanyak Bapak Ibu
Iya.
Ini masalah yang ini ternyata
masalah gigi.
Oh masyaallah. Jadi karias pada gigi ya.
Kita ee perlu pahami apakah kita ke
dokter gigi minimal paling tidak setahun
sekaliah gitu ya. Cek kesehatan giginya.
Ternyata kasus karies terus gigi hilang.
Ayo siapa yang giginya ompong?
Iya karena minuman panas itu
ini yang terjadi masalah ya. Terus yang
kedua hipertensi.
Oh hipertensi.
Yang ketiga diabet.
Malah nomor tiga ya diabetnya.
Iya. Ternyata kalau giginya enggak ada
nanti enggak enak ngunyahnya begitu ya.
Tadi Bu Putri bilang 32 kali kita harus
nguny kali dan
tapi kalau giginya enggak ada,
nah ini makanya jadi
makanya kan tidak dikunyah gitu ya,
langsung ditelan
ya. Inilah Bapak Ibu ee kami berharap
karena ini menjadi salah satu hasil gitu
ya dari CKG kita, monggo Bapak Ibu cek
ya, cek benar enggak sih ee kesehatan
gigi kita sudah bagus atau dak gitu ya.
Hipertensi jelaslah ini karena pola
hidup yang
ee bukan pola makan aja tapi pola hidup.
Pola hidupnya baik atau tidak, makanan
yang dimakannya apa, kegiatannya apa.
Betul. ee itu juga mempengaruhi termasuk
juga di diabetes militis ini yang ee
penyakit gula.
Lanjut.
Siap.
Ini yang tadi disebutkan
Bu Putri ya. Ternyata memang
orang gemuk sekarang banyak gitu. Sudah
obesitas 13,81%.
Yang kurus wah cuma 3% saja ya.
Nah, ini yang yang menjadi masalah.
Lingkar perut. Wah, ternyata yang
gemuk-gemuk di sentral itu ya di perut
kita ya, Bapak, Ibu itu ternyata 35%
dan memang masalah gizi ini mengalami
perubahan tren ya. Kalau dulu ee IMT
yang normal lebih banyak, sekarang
IMT yang kurang normal. Yang
normal kurang normal.
Kurang normal ya. Kurang normal itu yang
mungkin yang obes begitu ya, yang
overweight seperti itu. Itu yang banyak
menimbulkan masalah. Walaupun tadi
disebutkan yang kurus kok juga
bermasalah gitu ya. Tapi kolesterol itu
ada juga.
Nah, yang seperti itu. Itulah Bapak, Ibu
ya. Ee tapi kita perlu sadari bahwa
dengan cek kesehatan gratis ini
insyaallah kita akan tahu kondisi
kesehatan kita. Jadi, ayo datanglah
ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Wis, luar biasa.
Iya, lanjut.
Lanjut. Ini yang dukungan Lapkesmas
begitu ya. Lapkesmas itu salah satunya
Lapkesda Profesi Jawa Timur. Ee selalu
membantu kami di Dinas Kesehatan. kita
selalu berkolaborasi bukan hanya di CKG
saja, tapi di program-program lain pun
teman-teman di Lapkesda Provinsi Jawa
Timur membantu untuk program kesehatan
dengan sebutan baru ya, Ibu ya. Dulu
lapkes nanti jadi lap kesmas tingkat
berapa berapa berapa gitu ya, Bu ya?
Iya. Ee jadi gini, Lapkesmas itu
Iya.
Ada ee tingkatannya. Lapkesmas Tir 1 itu
yang ada di Puskesmas.
Puskesmas, betul.
Lapkesmas Tir 2 itu yang ada di ee
kabupaten kota.
Kota. Iya. Kita hanya punya 32.
Hm.
Padahal tiga kabupatennya 38. Jadi ada
enam kabupaten yang belum punya gitu ya.
Belum punya semoga bisa tahun ini.
Lapkes pastir 3 ini yang lapkesda
provinsi Jawa Timur. Insyaallah kami
juga nanti ada nih
lapkesda
materia medika yang ada di Kota Batu.
Oh.
Nah, jadi nanti ee ada mudah-mudahan
nanti bisa membantu teman-teman ya ee di
seluruh Jawa Timur dengan adanya
lapkesmas ini
ee seluruh kegiatan program khususnya
CKG dan mungkin sekarang ee spill-spil
sedikit
MBG begitu ya.
itu
MBG yang kemarin
walaupun ini CKG tapi
MBG juga di lapkesnya juga bisa membantu
untuk
dicek juga di L Kesmas ng Bu
Iya untuk pangannya begitu ya betulnya
roda-bnya bagaimana metinl
bagaimana baik siap
ya itulah ee insyaallah layanan di
Lapkesmas itu banyak jadi bukan hanya ee
bukan hanya ini Mbak Maya apa hanya
klinis atau gizi saja tapi juga
kesehatan masyarakat yang terkait
penyakit-penyakit ee menular juga bisa
begitu ya. Kalau ada ee kejadian luar
biasa begitu KLB
seperti MBG
saya tidak anu ya
ya. Iya
itu
bisa juga dicek ya bisa membantu juga
teman-teman di Lapkesda Provinsi Jawa
Timur
ya. Lanjut.
Ini yang ee dilakukan karena Lapkesda
Jawa Timur adalah Lapesda Tir 3 gitu ya.
Jadi tingkat tiga itu pemeriksaannya
lebih lebih banyak lagi. Jadi rujukan
dari ee teman-teman dari kabupaten kota
begitu ya. Tapi izin memang kami masih
baru ya masih berproses. Insyaallah
nanti LKESDA Provinsi Jawa Timur mungkin
2026 begitu ya akan sudah bisa
memberikan layanan yang lebih lengkap
lagi begitu. ini karena sekarang kita
masih menguatkan untuk SDM, pemenuhan
SDM dan sarana prasarananya.
Betul.
Lanjut.
Ini yang menjadi permasalahan. Mesti ada
tantangannya apa sih di CKG ini? CKG
ya. Yang pertama adalah promosi dan
sosialisasi. Izin, ini salah satu yang
dibantu oleh teman-teman Lapesda
Provinsi Jawa Timur.
terkait sosialisasi
karena belum semua ee OPD begitu ya ASN
di Jawa Timur mengakses informasi
terkait CKG. Terima kasih ya kepada
Lapkesda Provinsi Jawa Timur dan ee
difasilitasi oleh BPSDM Provinsi Jawa
Timur.
Ya, kolaborasi ini yang kita butuhkan
begitu ya.
Mudah-mudahan nanti BBSDM juga membantu
ee promosi dan sosialisasi
program-program kesehatan yang lainnya.
Amin. Amin.
Kemudian yang kedua, minat masyarakat
tadi ya. Itu kalau sudah
ketahuan
ketahuan mereka tambah takut
ini harus gimana?
Harus gimana saya gitu ya. Tambah nanti
mindsetnya kok aku jadi sakit ya aku loh
sehat gitu ya.
Oh enggak ngapa-ngapain kok. Iya seperti
itu Mbak Ba. Ini yang menjadi
permasalahan. Tapi harapan kami ee
masyarakat nanti mohon dari ASN seluruh
Jawa Timur nanti mengajak ya mengajak
keluarga, kerabat, tetangga begitu ya.
Ayo pergi ke ee fasilitas pelayanan
kesehatan, puskesmas maupun ee rumah
sakit untuk periksa begitu ya. Cek
kesehatan gratis. Memang sekarang masih
di
ee ini Mbak Maya masih di tingkat
Puskesmas begitu ya. Cuma kita dibantu
ya nanti dibantu oleh teman-teman dari
Faskesjukan memang.
Kemudian yang ketiga lain-lain. Nah, ini
yang kemarin kita lihat begitu ya pada
waktu libur panjang.
Iya.
Gak ada tuh yang pada waktu lebaran itu.
Iya, betul. yang capaiannya turun
begitu.
Turun karena kan tidak ada yang cek ya,
Ibu ya.
Iya. Padahal kita sudah berupaya di rest
area.
Oh. Sampai seperti itu,
sampai kita ayo cek kesehatan gratis
sekalian ee rehat begitu ya. Tapi memang
ee tantangannya kalau sudah libur
panjang ini juga mempengaruhi begitu ya
cakupan dari cek kesehatan gratis.
Kemudian yang jadi masalah mungkin akses
internet karena memang perlu kita pahami
bersama pakai
ee karena ini men
apa ya servernya itu dari Kemenkes
begitu ya di pusat
kadang-kadang
aksesnya ya agak lemot dikit begitu ya
merambat gitu ya. Ini tantangan
tersendiri memang khususnya mungkin
teman-teman kita yang ada di di
Kepulauan begitu ya, baik itu yang di
Sumenep, di
Gersik, di Sampang atau di ini ee ada
lagi kita di Probolinggo ya yang
mempunyai kepulauan-kepulauan. Inilah
yang mungkin yang menjadi permasalahan
kita. Mudah-mudahan nanti dari ee akses
layanan yang sudah
baik. Iya, Bu.
Insyaallah Kemenkes sudah memperbaiki,
Bapak, Ibu. Mudah-mudahan tetap bisa
mengakses lewat ee aplikasi SSM.
Jadi satu sehat mobile begitu.
SSM
I SSM gitu terlalu mobile
cobalah di-download
wajib ya untuk rakyat Indonesia.
Wajib nanti tinggal milih mau di pusmas
mana begitu. Di mana pun bisa, tidak
harus berdasarkan KTP gitu ya.
Itu yang mungkin ee menjadi perhatian
kita untuk tantangan dan upaya yang akan
kita lakukan. Jadi kita sekarang sudah
merambah ke komunitas ee Mbak Maya.
Jadi kemarin ee dari Polda juga ee
membantu begitu ya. Ada kegiatan di
Taman Bungkul
ya cek kesan gratis. Kemudian para
mahasiswa di beberapa
ee institusi pendidikan perguruan tinggi
juga. Kemudian kita mau merambah ini
kemarin dari dewan masjid begitu ya juga
mulai tertarik untuk ee melakukan cek
kesehatan gratis begitu. Mudah-mudahan
dari bantuan Bapak Ibu semua begitu
insyaallah nanti capaian CKG di Jawa
Timur akan meningkat.
Meningkat lagi
oke lanjut. Ini yang terakhir.
Siap. Per
ini yang kita butuhkan. Jadi mohon izin
ya, bukan hanya OPD ini gitu ya, tapi ee
seluruh mitra mau itu mitra pemerintah,
ormas ee baik itu lembaga ee keagamaan
begitu ya ee NGO juga itu semuanya
berperan untuk meningkatkan CKG.
CKG.
Jadi ini hanya salah satunya ya yang
kita sampaikan BPPEDA karena BPPEDA yang
memberikan anggaran gitu ya.
Tapi yang lainnya juga masih banyak ya
Bu ya. Terus peran Dinas Pendidikan
Kanwil Kanwil Agama ini juga kan karena
punya sasaran Kom Info yang selalu ee
memberikan apa ya ee promosi begitu ya
terkait program-program kesehatan.
Ini BPSDM Provinsi Jawa Timur belum
masuk ini Bu.
Nah, ini salah ini belum masuk makanya
mohon maaf begitu ya. Belum semuanya
kita sampaikan sebenarnya sudah banyak
yang sudah membantu gitu ya Bapak Ibu.
Ini mungkin yang bisa kami sampaikan
ee Mbak Maya. Mudah-mudahan dengan
ee sosialisasi CKG ini nanti capaian CKG
di Jawa Timur
I
tinggal 3 bulan lagi ke depan
mudah-mudahan seluruhnya bisa
tercapai
tercapai dan khususnya ASN di Jawa Timur
semuanya harus CKG karena nanti harus
masuk dimaster ya. Iya, wajib.
Mungkin kalau ada teknik lebih wajib
lagi mungkin sepertinya meluangkan waktu
langsung. Apalagi yang cowok-cowok itu,
Ibu.
Baik, Ibu. Terima
kasih.
[Musik]
Baik, sahabat ASN yang luar biasa.
Terima kasih masih di webinar hari ini.
Je, sehat dan bugar tentunya tetap harus
sehat. tadi sudah gerak-gerak dikit
enggak seperti ini? Kan kita tadi
mungkin ee ngelihatnya ada yang sambil
duduk, ada yang sambil ini ya, Ibu ya,
Bu Warit. Dan kami persilakan untuk
sobat ASN sekali lagi menginformasikan
jangan lupa bahwa presensi sudah dapat
diakses melalui website semesta Bangkong
seperti yang tertera pada rounding atau
chat Zoom. Jangan lupa mengisi survei
dan mengisi lembar monev. Jangan lupa
juga selalu gerak aktivitas fisik,
makanan manis boleh, tapi bayar
olahraga.
Luar biasa. Langsung saja saya buka sesi
tanya jawab. Jadi dari teman-teman yang
ingin bertanya terkait mungkin ee ASN
ya, salah satu kebijakannya tadi. Bu,
aku mau tanya ini. Ibu sebetulnya
seperti ini. Nah, itu boleh disilakan
bertanya. Dan saya informasikan lagi
untuk Lab Kesda Provinsi Jawa Timur tadi
ada Instagram-nya dan bisa melayani
secara online. Dari ini tadi juga ee ada
L apa tadi, Bu? GGL istilah ya, Bu ya?
GGL.
GGL. Kalau saya punya GGN. Kalau saya
ngajar ngajar itu GGN. Grogi, gugup,
nervous. Jadi public speaking itu grogi,
gugup, nervous. Ini GGL. Gura gal. Garam
dulu ya, Ibu ya.
Garam, gula, lemak. Nah, ini
di seblak ada semuanya.
Jadi kalau teman-teman ASN yang baru
saja keterima nih P3K maupun PNS luar
biasa ini anak muda-muda Bu Warid. Jadi
otomatis mereka ini kan sepertinya haus
ya. House untuk informasi ini dan kalau
untuk diajak berolahraga
pasti paling demen lah. Mungkin ada tips
kiat khusus untuk ASN Genz supaya lebih
fight dalam bekerja. Enggak tengok
kanan, tengok kiri, tengok kopi, tengok
sebelah gitu maksudnya. Begitu Bu.
Izin mungkin ini sharing saja. Jadi kami
di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur
Bapak Ibu. Jadi
ee ASN yang baru
betul betul
itu kita wajibkan gitu ya.
Iya. tes kebugaran yang secara rutin
kita evaluasi.
Alhamdulillah. Siap-siap.
Kalau gak ikut harus ikut.
Harus ya.
Ini kebetulan memang setiap minggu ini
kita bagi Mbak Maya.
Setiap minggu per bidang kita bagi. Ini
harusnya nih hari ini jatahnya bidang
kami nih. Jadi saya harinya ke sini gak
bisa ikut ee ini ya tes kebugaran. Itu
fungsinya apa? Untuk melihat
ee berapa sih kebugaran
tim kita begitu ya. Monggo. Mudah saja
Bapak Ibu. Nanti kalau memang ee dari
OPD-PD ini tertarik begitu ya, nanti
bisa
ee hubungi kami begitu. Nanti kami kasih
akses ee tim kami untuk menyampaikan
tes kebugaran ini.
Berguna sekali. Tadi yang disampaikan
tadi pertanyaan yang pertama tadi
bagaimana sih
dari mana ya? Dari Pak
Kawang tadi ya bukan
bukan yang Pak Shihin dari mana ya? Oh,
Pak Sang dari Banyuwangi. Betul. Itu
bagaimana sih kita harus kita harus tahu
melakukan tes kebugaran. Kebetulan
ini jadi promosi ya.
Gak apa-apa Ibu untuk kesehatan
ee kami melakukan kegiatan virtual F
sport.
Virtual F sport. Insyaallah ee ini
sampai bulan ini ya Oktober ini sudah
terakhir begitu. Karena memang ee 2
bulan kita harus ee tahu kondisi
ee kesehatan kita, kebugaran kita.
Hm. H.
Jadi dimulai kemarin di bulan September
begitu ya.
Jadi secara daring atau pripun? Virtual
SP?
Jadi virtual SP tuh tinggal ini
klik aja nggih.
Sebenarnya sudah iniak ini kegiatan kami
di Dinas Kesehatan sudah kita kasih
akses gitu ya kita
lombakan sebenarnya. keren nih.
Insyaallah nanti pada waktu hari
kesehatan nasional ee tahun 2018 nanti
di bulan November insyaallah nanti kami
umumkan siapa gitu ya yang bugar.
Oh.
Ee ini ada tahapannya tahapan paling Bu
paling tidak melakukan aktivitas tadi
setiap hari 30 menit
kayak GERMAS. Kembali lagi ke Germas
tadi ya Bu ya melakukan
betul sebenarnya ada aktivitas. Oh,
kalau saya mau bersepeda, saya mau
berenang, saya boleh begitu seperti 30
menit. Enggih, nggih. 30 menit
sampai kita ukur nanti. Jadi sekarang
kondisinya misalnya ya, sekarang
kondisinya
ini
ee berat badan berapa begitu ya.
Ee
aktivitas kita tuh diukur begitu ya.
Seberapa sih kekuatan berat badan,
tinggi badan gitu. Waduh, saya kena itu
langsung
harus Iya, harus
harus ditek. Iya. Insyaallah nanti kalau
ini memang bagus, banyak peminatnya.
Kebetulan kami memang ee karena sedikit
di dilombakan begitu ya,
memang kita batasi gitu ya. Tapi
insyaallah kalau ini berhasil nanti kita
kembangkan bukan hanya untuk dilombakan
saja,
tapi menjadi ee budaya ya,
kebiasaan kita untuk
ee beraktivitas fisik yang
baik. Begitu ya, Bapak, Ibu. Berarti
virtual Fun Sport ini tahapannya tadi
melakukan aktivitas sama step-step yang
lain ya, Ibu ya. Berarti ada aplikasinya
seperti itu, Ibu.
Oh, keren ini seharusnya. Tapi saya
belum dengar Ibu nanti saya ikut deh
loh.
Baik, ini sepertinya sama dengan cerdik
itu ya, Bu ya. Cek kesehatan, enyakan
asap rokok. L saya masih hafal.
Istirahat cukup diatlah yang seimbang.
Nah, itu kalau nanti diterusin saya
malu, Bu. Boleh tepuk tangan dong
teman-teman dong.
[Tepuk tangan]
Cerdik.
Iya. Jadi cerdik itu apa tadi, Bu? C-nya
ee cek kesehatan. Kalau E-nya enyahkan
asap rokok.
Nah, ini saya langsung lirik ke siapa
ini? Enyahkan asap rokok. Nah, itu
memang nyahkan asap rokok. Terus ee
R-nya itu apa, Ibu? Saya lupa. Rajin
olahraga.
Terus dietlah yang seimbang, istirahat
cukup, kelola stres. Ya, Ibu.
Keren, keren, keren.
Yang penting terakhir mungkin kelola
stres.
Nah, ini kalau sudah enggak kelola stres
dengan baik, Sobat ASN semuanya nanti
lebur yang depan-depannya ya. Kalau
sudah orang stres tuh semua penyakit
muncul. Dan untuk sobat ASN jangan lupa
tetap harus sehat dan bugar karena itu
adalah salah satu kunci untuk Anda
bekerja secara fokus seperti Bu Putri
tadi menyampaikan ya, Ibu ya. Jadi kalau
sudah fokus itu segalanya berlanjut
lancar. Sekali lagi saya menunggu dari
teman-teman yang ingin bertanya yang
rais hand ada pertanyaan selanjutnya ba
nanti langsung bisa dijawab oleh Ibu
Putri. Luar biasa Ibu. Langsung saja
boleh saya ini ya Ibu Ibu kan selaku ini
nggih Ibu nggih ngapunten Ibu Kepala
Bidang Kesehatan Masyarakat adakah
kesulitan dalam penanganan dalam bidang
kesehatan masyarakat paling sulit?
Pengalaman paling sulit yang pertama dan
mungkin bisa diceritakan pengalaman
paling mudah dan membahagiakan memorable
di manapun. Ibu ada cerita enggak Ibu?
Disilakan.
Kalau yang paling sulit ya namanya ini
kan masyarakat komunitas yang beragam
dengan budaya yang berbeda-beda.
Betul.
Jadi
tinggal satu. Apakah masyarakat kita ini
sudah tahu?
Oh, sudah tahu.
Sudah tahu enggak dengan program kita
gitu kan.
Nah. Iya. Iya. Betul. Kemudian kalau
sudah tahu ng apakah mau?
Oh itu kesulitannya ini ya Bu ya.
Sama nih bukan hanya ee masyarakat tapi
kita juga ya di tenaga kesehatan.
Apakah teman-teman
oh sudah pintar-pintar semua kok.
Hmm
ya kan Mbak Mayah.
Habis itu
mau enggak melakukan
apa amanat yang dibebankan kepada kita
tahu mau ya Ibu ya.
Terus habis itu mampulah. Nah, ini itu
kesulitan ya, Ibu ya. Kesulitannya luar
biasa.
Kesulitannya. Jadi kalau terkait promosi
ya ini kan
Ih, betul. Ini mau, tahu, mau, mampu.
Nah, untuk yang paling memorable nih
sebah ibu sebagai Ibu Kabit kesehatan
masyarakat yang paling diingat dan
sangat apa ya? Aku sukses nih pokoknya
yang ini nih waktu di kesehatan
masyarakat gitu, Ibu. Saya itu ee merasa
ee
kita itu berhasil
giih
kalau kita dibantu oleh seluruh
mitra kalau kita nyampaikan adalah mitra
potensial.
Mitra potensial. Masyaallah.
Baik itu yang pemerintah maupun non
pemerintah.
Oh, luar biasa biasa.
Ee kegiatan sekarang organisasi
kemasyarakatan banyak, organisasi
keagamaan juga banyak.
sering membantu
ya membantu program-program kita itu
yang akhirnya banyak
yang
peduli begitu ya terhadap program
kesehatan itu Mbak Maya.
Masyaallah luar biasa. Terima kasih Bu
Warit. Sukses selalu kagem Bu Warid.
Matur sanget terima kasih sudah
meluangkan waktunya bertemu saya sangat
spesial sekali Ibu. Semoga bisa bertemu
kembali. Alhamdulillahirabbil alamin.
Dan teman-teman itu tadi juga harus
tetap diingat ya.
Tahu dulu mampu dan terakhir apa tadi,
Ibu?
Mau.
Mau tahu, mampu, mau. Jadi kalau memang
sudah mau pasti sehat. Kalau sudah punya
keinginan ini, ini, ini pasti nanti jadi
istilahnya begitu ya, Ibu ya. Sukses Ibu
untuk ke depannya dan terima kasih sobat
ASN tidak terasa juga ke penghujung
acara. Jadi ee sebetulnya pengin masih
bertanya-tanya Ibu ya. Saya banyak
sekali pertanyaan saya. Terima kasih
sekali untuk BPSDM juga. Saya ada kata
mutiara Ibu untuk hari ini. Kebaikan dan
keburukan akan kembali kepada pelakunya.
Aduh, ibarat kebaikan seperti investasi
akan kembali dengan kebaikan. Sedangkan
perbuatan buruk seperti berhutang akan
kembali kepada pelaku dengan keburukan
pula. Oleh karena itu, jangan pernah
lelah berbuat baik dan stop berbuat
buruk. Boleh tepuk tangannya dong,
Teman-teman dong.
Saya ucapkan terima kasih kepada
LPKESDAda Provinsi Jawa Timur, Dinas
Kesehatan Kota Provinsi Jawa Timur, dan
juga BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sukses
selalu dan teman-teman sobat ASN jangan
lupa sehat dan bugar setiap saat. Tapi
belum saya closing ini Bu. Belum
ada pantun. Boleh cakep. Terakhir
pandang pertama dengan pacar baru.
Cakep.
Makin dipandang makin rindu.
Cakep.
webinar ini selalu ditunggu
cakep.
Namun kami harus pamit dulu. Cepet.
Saya mohon maaf bila ada kesalahan saya
perbuat baik sengaja ataupun tidak.
Tidak, Ibu. Saya mohon maaf. Saya Maya
Santia pamit undur diri. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]