Forum Konsultasi Pengembangan Kompetensi Community of Practice Jabfung Pranata Humas Jawa Timur 2025
Ek6AjepmrRQ • 2025-07-31
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Selamat siang kepada Bapak dan Ibu seluruh peserta Forum Konsultasi Pengembangan Kompetensi Community of Practice Jabatan Fungsional Perkata Humas Provinsi Jawa Timur tahun 2025. Sesaat lagi forum akan dimulai diharap untuk seluruh gadget yang dibawa di dalam keadaan hening. Baik. Oke, dimohon sekali lagi untuk seluruh peserta untuk mengaktifkan gadgetnya dalam mode senyap sehingga tidak mengganggu berjalannya acara. Terima kasih. Okay. Selamat datang kami ucapkan kepada kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. SP,MP. menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya hadirin dimohon berdiri lagu kebangsaan Indonesia Raya [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] darah-Mu di Allah ku berdiri dari pui Indonesia bangsa dan tanah airku. Kita berseru Indonesia bersatu. Hiduplah tanahku, negeriku, rakyatu semuanya jiwanya Indonesia Raya merdeka tanahku, negeriku yang Puj merdeka, merdeka. Hiduplah Indonesia Raya merdeka merdeka. Tanahku, negeriku yang kucintu. Indonesia Raya merdeka, merdeka. Hiduplah Indonesia Raya. [Musik] Hadirin disilakan duduk kembali. [Musik] Selamat siang dan selamat datang kepada Bapak dan Ibu tamu undangan yang kami hormati. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Salam sejahtera bagi kita semua. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Yang terhormat Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, S.P., MP. Yang kami hormati para narasumber, Kepala Pusat Pengembangan Aparatur Komunikasi dan Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Bapak Dr. Ir. Nuriza, M.S. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Ibu Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., MIP. Yang kami hormati Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Fungsional dan Sosial Kultural Ibu Amalia Pramudiansari, SSTP, M.M. Yang kami hormati moderator Bapak Dr. Zainal Muttaqin, SKOM, Mom, CPR. Yang kami hormati pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Provinsi Jawa Timur dan seluruh peserta forum konsultasi pengembangan kompetensi community of practice jabatan fungsional pranata humas Provinsi Jawa Timur. Alhamdulillahiabbil alamin. Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa taala atas anugerah-Nyaalah sehingga pada hari ini di hari Kamis 31 Juli 2025 kita diberi kesehatan yang sempurna dan kesempatan untuk dapat mengikuti acara forum konsultasi pengembangan kompetensi community of practice jabatan fungsional pranata humas Provinsi Jawa Timur tahun 2025. [Tepuk tangan] merupakan suatu kebanggaan bagi saya, Anisa Dewi dapat memandu berjalannya forum ini. Karena di dalam forum ini adalah ruang belajar bersama baik untuk peserta yang hadir di Sasana Wata Praja maupun peserta yang bergabung secara online sekaligus wahana kolaborasi antar sesama pejabat fungsional peranata humas dalam semangat berbagi praktik baik, menggali strategi pengembangan karir, dan memperkuat peran strategis dalam proses perencanaan pembangunan daerah dan diharapkan dapat terbentuk jejaring profesional yang aktif, saling mendukung, dan juga berkelanjutan yang pasti untuk mendorong kinerja yang semakin adaptif, solutif, dan kontributif terhadap pencapaian pembangunan di Jawa Timur. Sepertinya di siang hari ini semangatnya agak sedikit mengendor. Izinkan saya membaca sebuah pantun untuk membuka supaya seluruh peserta bisa menjadi lebih bersemangat lagi. Nanti bilang cakep ya. Pagi hari menyeruput kopi hangat ditemani roti isi yang manis rasanya. Hati senang bertemu sahabat dan rekan hebat di forum COP tempat berbagi ilmu dan cerita. Hadirin yang berbahagia, agar kegiatan di hari ini dapat berjalan dengan lancar dan penuh berkah, mari kita bersama-sama menundukkan kepala dan berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Pembacaan doa akan dipimpin oleh Bapak Muhammad Jufri. Kami persilakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bapak, Ibu, izinkan kami berdoa secara Islam. Mohon bagi yang beragama lain untuk menyelesaikan. Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma sholli wasallim ala sayyidina Muhammadin wa ala ali sayyidina Muhammad. Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma inna nas'aluka salamatan fiddin waatan fil jasadi waadatan fil ilmi wabaratan firqi watatan qoblal maut warahmatanal maut. Allahumma hawakaril maut minab. Allahumubana baitana wblanaadunka rahmatan inaka antal wah. Rbanaamna anfusana waillam tagfirlana watarhamna lanakunanna minal khasirin. Allahumfirlana waliwalida warhamhuma kama rbana atina fid dunya hasanah wafil akirati hasanah waqinazabanar. Subhanaka rabbika rabbil izzati amma yasifun. Wasalamun alal mursalin. Walhamdulillahi rabbil alamin. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Bapak dan Ibu, selanjutnya kita akan dengarkan laporan kegiatan yang akan disampaikan oleh Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Fungsional dan Sosial Kultural. Untuk itu kepada Ibu Amalia Pelamudiansari, SSTP,M kami persilakan. [Musik] Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang dan salam sejahtera bagi kita semua. Yang terhormat Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, mentor kita semua Bapak, Ibu, Bapak Dr. Ramlianto, S.Mp. Yang kami hormati narasumber yang hadir dari Jakarta hari ini meluangkan waktu untuk kita semua. Kepala Pusat Pengembangan Aparatur Komunikasi dan Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Selamat datang Bapak Dr. Ir. Nuriza, M.S. matur nuwun hadir kembali di BPSDM Provinsi Jawa Timur. Bapak yang kami hormati pula Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur Ibu Serlita Ratna Dewi Agustin, S.Si. MIP. Matur nuwun, Ibu berkenan hadir. Yang kami hormati pula bertindak selaku moderator hari ini dan welcome home Pak Zen, Kepala Bagian Materi dan Komunikasi Pimpinan MKP Biro ADPIM Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Zainal Muttaqin, SKOM, Mom, CPR. Terima kasih, Bapak. Ini eh reuni gitu ya, Pak Zen. Kembali ke PPSDM Bapak, Ibu. Para tamu undangan hadir di sini, seluruh JF Pranata Humas baik provinsi maupun kabupaten kota baik yang hadir di sasana wiat Praja ini ataupun hadir di Zoom meeting dan juga streaming di YouTube BPSDM Jatim TV. yang berbahagia. Tentunya tiada ungkapan yang lebih indah kecuali rasa syukur kita ke hadirat Allah Subhanahu wa taala Tuhan yang maha esa atas kesehatan dan juga keselamatan serta peluang hari ini sehingga bisa hadir bersama di BPSDM Provinsi Jawa Timur dalam acara forum konsultasi COPJ Pranata Humas Provinsi Jawa Timur yang ee bahagia ini. Izin Pak Kaban melaporkan beberapa hal. Bapak, Ibu, hari ini COP ini merupakan yang keempat kalinya yang kita laksanakan. Yang pertama JF analis kebijakan, yang kedua JF Pranata Humas, yang ketiga tadi pagi dibuka oleh Pak Kaban yaitu JF Pemadam Kebakaran. Dan hari ini Bapak Ibu meluangkan waktu untuk acara yang luar biasa ini khusus untuk community of practice untuk JF Pranata Humas dan luar biasa antusias hari ini Pak Kaban boleh applause untuk Bapak Ibu sekalian hari ini full hadir semua dari Banyuwangi sampai Pacitan dan juga seluruh OPD baik secara luring maupun daring. Adapun tujuan hari ini tentunya Bapak Ibu kami ingin yang pertama nanti mendeklare atau mendeklarasikan hadirnya COP yang merupakan sejalan dengan SDGs kami ataupun corpu kami sehingga akan membentuk community of practice kelompok belajar yang tidak harus datang ke BPSDM namun ada nanti ee QR code yang Bapak Ibu bisa scan. Bapak, Ibu akan masuk menjadi kelompok dari COPJF Pranata Humas. Selain dideklarasikan nanti oleh perwakilan dan diketahui oleh Pak Kaban, kami ingin menyediakan ruang berbagi pengalaman, praktik baik, dan juga tantangan dalam pelaksanaan tugas kehumasan yang kita tahu sangat dinamis ya kalau terkait pranata humas ini. Kemudian meningkatkan pemahaman pranata humas terhadap peran strategis komunikasi publik serta mendorong kolaborasi antar pranata humas di lingkungan pemerintah provinsi maupun kabupaten kota seo tentunya Bapak Ibu untuk peserta hari ini Pak Kaban izin menyampaikan seluruh pranata humas baik pertama muda madya di lingkungan pemerintah provinsi Jawa Timur kemudian kabupaten kota seJawa Timur yang hadir hadir secara luring maupun daring. Narasumber hadir dari Komdigi tentunya akan memberikan informasi yang sangat update kepada Bapak Ibu sekalian. Dan juga eh selain Pak Dr. Ir. Nuriza, hadir pula Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Timur. Ini bestinya BBSDM Provinsi Jawa Timur. Dan juga pada hari ini tentunya Bapak Ibu tidak hanya sampai di sini kami akan bertemu atau kita akan bertemu di COP yang nantinya akan kita fasilitasi. Manakala ada hal-hal yang perlu kita bicarakan, kami akan fasilitasi insyaallah baik daring maupun bertemu secara luring seperti ini. Kemudian Bapak Ibu tentunya hari ini akan ee kita dengarkan bersama kami mohon dengan hormat Bapak Kaban untuk memberikan sambutan, arahan, motivasi kepada seluruh JF Pranata Humas yang sangat muda-muda ini juga Milenial dan Gensi juga ada. Baby boomer ee ada sedikit-sedikit gitu ya. Dan juga mohon dengan hormat untuk membuka secara resmi untuk Community of Practice JF Pranata Humas Provinsi Jawa Timur hari ini yang mungkin yang pertama di Indonesia ini Pak Kaban atas inisiasi beliau. Boleh applause untuk Pak Kaban. Bapak Ibu yang luar biasa memberikan ruang bagi Bapak Ibu ASN di Provinsi Jawa Timur para petarung ini untuk terus meningkatkan kompetensinya dan juga belajar bersama tidak hanya harus ke BPSDM Provinsi Jawa Timur. Mungkin itu, Pak Kaban dan Bapak Ibu sekalian. Nanti Bapak Ibu stay tune yang ada di YouTube juga atau di Zoom meeting sampai akhir dan silakan berdiskusi karena ini forum konsultasi JF Pranata Humas. Time is yours. Terima kasih. Jalan-jalan beli eselasi. Cukup sekian terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hadirin, selanjutnya kita saksikan bersama penandatanganan deklarasi dan berita acara pemenukan COP jabatan fungsional peranata humas Provinsi Jawa Timur tahun 2025 oleh perwakilan JF Pranata Humas Provinsi dan kabupaten kota Kepada perwakilan yang telah ditunjuk dimohon mengambil tempat. Selanjutnya mohon berkenan kepada Bapak Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur untuk mengambil tempat. Baik, penandatangan akan diawali dari perwakilan JF Pranata Humas kabupaten kota terlebih dahulu. Dilanjutkan oleh perwakilan JF Prarata Humas Provinsi Jawa Timur. Selanjutnya Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur. Baik, boleh minta applaus yang luar biasa Bapak dan Ibu seluruh peserta. Selanjutnya untuk pendokumentasian mohon berkenan untuk mengangkat deklarasi yang sudah ditandatangani. Baik rekan-rekan dokumentasi ya fotografer silakan. 3 2 1. Baik terima kasih kepada Bapak Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur kami persilakan untuk kembali ke tempat diikuti oleh perwakilan Jeff Pranata Humas kabupaten kota dan provinsi. Baik Bapak dan Ibu, selanjutnya kita akan dengarkan sambutan sekaligus membuka secara resmi Forum Konsultasi Pengembangan Kompetensi Community of Practice Jabatan Fungsional Perdata Humas Provinsi Jawa Timur tahun 2025 oleh Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur. Untuk itu kepada Bapak Dr. Ramlianto, SP,MP disilakan. [Musik] Dengan senantiasa mengharap rida Allah Subhanahu wa taala dan dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim pada hari ini, Kamis, 31 Juli 2025, kegiatan forum konsultasi pengembangan kompetensi community of practice untuk jabatan fungsional perta humas Provinsi Jawa Timur 2025 secara resmi saya nyatakan dibuka dan dimulai. [Tepuk tangan] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang, salam sejahtera untuk kita sekalian. Yang terhormat dan kami muliakan Bapak Kepala Pusat Pengembangan Aparatur Komunikasi dan Digital Kementerian Kominfo, Pak Dr. Ir. Nuriza, M.S. Terima kasih, Pak Kapus atas kehadirannya. Satu kehormatan bagi kami hari ini ee BPSDM Jawa Timur dan teman-teman Pranata Humas kehadiran Bapak dan nanti akan memberikan pencerahan kepada kami semua. Yang saya hormati Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pros Jawa Timur, Ibu Sharlita. Matur nuwun sangat support-nya luar biasa selama ini kepada BPSDM. banyak kegiatan kita yang berkolaborasi dengan ee Dinas Kominfo yang memang ee eranya sudah saatnya terkait dengan digital, artificial intelijen dan sebagainya dan kami banyak di-support oleh ee Dinas Kominfo. Yang saya hormati tuan rumah Dr. Zen. Eh, tuan rumah bukan. Oh, sudah pindah ya? Oh, sudah pindah. ee dari Biro Administrasi Pimpinan Provinsi Jawa Timur. Sebenarnya Bu Amel COP pertama itu ya humas diinisiasi oleh Pak Dr. Aris Agung waktu itu Kepala BPSM dan sekretarisnya Pak Dr. Zainal Muttaqin lalu lahirnya namanya GBR Academy Government Public Relation Academy. itu fenomenal dan alhamdulillah bisa kita rawat sampai sekarang kita sudah masuk GPR yang ketiga di situ tadi saya bertemu dengan Bu Deputi dari LAN bilang, "Pak, kita mau bikin ee project based learning untuk ee pelatihan ASN." Kayak apa, Bu? cerita loh kita sudah melakukan tahun 2023 di mana teman-teman Pranata Humas kumpul di GBR Akademi kemudian ee turun ke lapangan kemudian melakukan liputan pemotretan bikin press liris bikin berita, bikin postingan di medsos dan itu sebagai project based learning sudah kita lakukan semua. Insyaallah ee apa yang menjadi kebijakan nasional kita sudah ee linear. Yang saya hormati para pejabat struktural dan fungsional di lingkungan BPSDM Provinsi Jawa Timur dan tentu yang saya banggakan para peserta COP baik yang hadir secara ee hadirin dan hadir out hadirin itu yang di dalam hadir out itu yang di sana di Zoom maupun di YouTube. Jadi ee kita sangat bangga atas partisipasi teman-teman semua dalam kegiatan ee apa kolaborasi ini yang kemudian nanti tadi sudah melahirkan sebuah deklarasi kita akan mendirikan ee eh community of practice. Pak Kapus, Bu Kadis, dan Bapak Ibu sekalian yang saya banggakan. Tema besar pengembangan kompetensi ASN 2 tahun terakhir apa yang disebut sebagai kolaborative impactful learning. Tiga kata yang sangat powerful untuk mengemban amanah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang pengembangan tentang aparatur sipil negara. Undang-undang itu menyebutkan secara tegas kalau di undang-undang sebelumnya pengembangan kompetensi itu adalah hak. Di Undang-Undang 20 tahun 2023 disebut sebagai kewajiban. Bahkan kewajibannya agak ngeri. Di pasal 49 ayat 1 disebutkan seluruh pegawai ASN wajib melakukan pengembangan kompetensi secara terus-menerus. Jadi habis dari sini minta surat tugas lagi ikut diklat lagi. Nanti pulang dari diklat minta surat tugas lagi ikut diklat lagi. Karena harus belajar terus-menerus tentu tidak mungkin kemudian hadir secara langsung dalam kegiatan-kegiatan pelatihan yang formal dan terstruktur sehingga harus ada media-media baru untuk belajar. Salah satunya adalah lewat community. of practice itu unsur kolaboratifnya yang merupakan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 khususnya di pasal 49 ayat 1 dan 2. Yang kedua ada kata impactful teman-teman semua. Impakfil ini menunjukkan bahwa paradigma pengembangan kompetensi ASN sudah bergeser dari kompetensi based learning ke performance based learning. Slide saya kayaknya ada tuh. Saya hafal karena bikin sendiri. Terus, nah jadi kita sudah geser nih paradigmanya sudah geser enggak lagi ee kompetensi saja enggak cukup, tapi harus berpengaruh terhadap kinerja. Dan kata-kata itu, Bapak Ibu sekalian, ditulis secara resmi leksikal di undang-undang. Seluruh pegawai ASN wajib melakukan pengembangan kompetensi secara terus-menerus agar tetap relevan dengan bidang tugasnya. Agar tetap relevan dengan bidang tugasnya. Jadi nanti ditugaskan di mana pun ya relevan. Kondisinya kayak apapun ya relevan. Humas zaman dulu ketika masih musim koran diborong kalau ada berita enggak baik ya. Oh, tapi ini saya lihat generasi belakangan lah. Enggak ngerti cerita ini. Masih ya? Tuh, Bu Serlita masih tahu tuh. Jadi kalau dulu Pak Humas itu ditelepon oleh koran, "Pak, kami dari koran titik-titik kami akan beritakan ini malam ini, Pak. Sudah naik cetak nih, Pak." Aduh, jangan dong. Ya sudah kalau gitu beli aja koran kami semua. Oh, iya. I yang dibeli dan itu humas yang ngurusin. Sekarang eranya artificial intelligence di mana suara orang, suara Bu Gubernur, suara Pak Menteri, suara wagup bisa dienpsi kemudian muncul seakan-akan suate teman beliau itu humas lagi disuruh klarifikasi bahwa itu tidak benar. Nah, sehingga itulah makna dari kata impactful agar kita tetap relevan dengan bidang tugas kita. Kata yang ketiga adalah learning. Di mana learning ini kalau dalam pengertian filosofinya disebut process to learn how to learn something. Proses belajar bagaimana belajar sesuatu. Jadi artinya apa tuh? Learning adalah sebuah proses yang tidak pernah berhenti. Kalau istilah orang Jawa dari lahir hingga mati, dari lahir sampai liang lahad. Ini tiga kata yang sangat powerful dari undang-undang kita. Collaborative, impactful, learning. Kolaboratifnya enggak bisa lagi, Pak, BPSDM nangani pengembangan kompetensi. Saya kira Pak Kapus mengalami itu aparatur KOMDi di Indonesia berapa baik yang di baik dari kementerian maupun dinas-dinas terkait sangat banyak maka tidak ada lagi selain kita melakukan kolaborasi-kolaborasi. Bahkan secara berkelakar saya bilang kepada Pak Sekda, "Pak, kalau saya diberi waktu 5 tahun lagi jadi Kepala BPSDM, artinya sampai saya pensiun. Saya jamin BPSDM ketika saya pensiun sudah enggak ada lagi, Pak. Loh, kenapa? Iya, Pak. Sudah dibubarkan. Kok dibubarkan? Karena pembahan kompetensi tidak perlu lagi BPSDM. Pembelajaran sudah terjadi di semua perangkat daerah, terjadi di semua aparatur sipil. Sudah belajar sendiri-sendiri mereka. Buat apa, Pak, BPSDM? jadikan puskesmas saja. Ini itu kelakar-kelakar yang saya ingin menggambarkan betapa kolaborasi dalam pengembangan kompetensi punya kekuatan yang luar biasa. Punya kekuatan yang luar biasa. Sehingga saya sangat berterima kasih atas nama BPSDM, atas partisipasi Bapak Ibu sekalian, baik yang hadir in maupun hadir out. Hadirin dan hadirat. Yang kedua saya ingin sampaikan bahwa kenapa COP Halo, itu PNS P3K apa honorer yang jadi operatornya itu? Kalau Pak Pak Karwo gitu dulu ya nanyanya belum diangkat ya, Mas. Tolong yang cop slide kesekian. Nah, jadi kenapa COP kok bukan yang lain, Bapak, Ibu? Begini ceritanya. COP itu kan Jawa Timur ini Pemprop Jatim kan sudah punya Pergup tahun 2021, Pergup 59 tahun 2021 tentang BPSDM Jawa Timur eh tentang corporate university. Jadi corporate university itu korpunya eh universitasnya Jawa Timur tuh zaman Pak Zen sebagai sekretaris atau sebelumnya malah ya Pak Aris Pak Aris tapi waktu itu kepala BPSDM-nya adalah Pak Aris Agung. Kita sudah punya nih slide sebelumnya. Jadi kita sudah punya nih bahwa ee Jatim itu Corpu, Corporate University. sudah punya universitas lah kira-kira gitu. Nah, salah satu program corpu itu adalah apa yang disebut social learning. Jadi pembelajaran itu kan ada tiga nih. Ada pembelajaran terstruktur, ada pembelajaran sosial, ada pembelajaran di tempat kerja atau biasa disebut self learning, kemudian social learning, eh maaf social learning, kemudian eh formal learning, dan kemudian yang ketiga adalah eh on the job train on the job. Nah, tiga itu fiturnya harus ada semua di Korpu. Maka tahun 2022 kalau enggak salah dibentuklah bergabunglah para pranata humas untuk membuat namanya GPR Academy yang itu merupakan ee benih dari eh COP atau eh apa namanya? Community of practice-nya Pranata Humas. baru hari ini deklarasinya dilakukan itu. Sehingga kita berharap melalui COP ini teman-teman bersekutu antara sesama pranata humas bersekutu kemudian untuk apa? Istilah Bu Gubernur sangat keren untuk terus melakukan update dan upgrade itu terus saya kampanyekan karena itu powerful bagi PPSDM untuk mengajak teman-teman seluruh ASN di Indonesia agar kita terus melakukan apa yang disebut update dan upgrade. dan update dan upgrade mengikuti perkembangan terus sama meningkatkan kompetensi dan kualitas kita enggak cukup melalui pembelajaran formal yang paling efektif itu dua itu social learning melalui eh community of practice maupun on the job learning. Kalau kita mengikuti pendekatan korpu itu 10, 20, 10% itu pembelajaran terstruktur ikut kelas gitu, baik kelas daring maupun luring. Kemudian 20% itu social learning itu karena pembelajaran dengan atasan, dengan teman sejawat, dengan sesama profesi pranata humas dan sebagainya. Yang ketiga, yang 70 itu adalah on the job learning. Community of practice itu sudah dapat 90-nya. 20 dia pembelajaran sosial, 70 dia pembelajaran dalam praktik, dalam pekerjaan atau yang disebut sebagai on the job learning. Jadi COP itu keren dapat 90-nya. Apalagi kalau diundang oleh Bu Amel selaku Kabit untuk ada pelatihannya lah. Itu sudah dapat 100. 10-nya pembelajaran terstruktur, 20-nya belajar sesama teman, 70-nya belajar di dalam pelaksanaan tugasnya dapat 100. Itulah community of practice. Kekuatannya luar biasa. mereka bersekutu untuk terus melakukan apa yang istilahnya Bu Gubernur update dan upgrade. Ada lagi sih di sebelahnya kalau community of practice itu sesama profesi, sesama praktik kerjanya sama. Ada lagi di sebelahnya namanya community of interest. komunitas ASN yang memiliki minat yang sama terhadap satu isu. Misalnya sekarang lagi eranya artificial intelligence, Dinas Kominfo memfasilitasi terbentuknya anak-anak muda ASN yang itu suka belajar tentang AI, mengikuti perkembangan AI dan seterusnya misalnya kayak gitu. Itu yang kedua ingin saya sampaikan. Betapa powerful-nya community of practice. Berapa betapa powerful-nya community of interest? Dia dapatnya 90 minimal. Kalau ditambah dengan pelatihan formal dia dapatnya 100 dari 10, 20, 70 tadi. Yang terakhir saya ingin sampaikan Bapak Ibu sekalian ee pengembangan kompetensi ASN itu tidak lagi menjadi tanggung jawab penuh lembaga penyelenggara pelatihan. saya, Pak Kapus dan BPSDM kabupaten kota maupun kementerian lembaga itu hanya mengisi ruang-ruang kosong yang tidak diisi oleh ee komunitas-komunitas itu. Sehingga memang Bapak Ibu kita berharap kemarin 2 minggu yang lalu kita sudah menandatangani baik dengan Sekda Provinsi maupun kepala perangkat daerah disaksikan langsung oleh Pak Sekda penandatanganan komitmen bersama untuk melakukan pengembangan kompetensi secara terintegrasi. Jadi agak ringan BPSDM karena memang secara kapabilitas enggak mungkin kita menangani sebuah ee semua pengembangan upaya pengembangan kompetensi di Indonesia. Terakhir sekali saya ingin menyampaikan betapa Pranata Humas ini punya peran luar biasa. Sejak 2023 saya dan Pak Sen sudah mendeklarasikan sebuah komitmen kuat untuk Pranata Humas bahwa pekerja humas pemerintah adalah penjaga reputasi negeri. Saya mau cerita dua hal terakhir tapi panjang. Mohon izin, Pak Kapus. Saya baru saja terlibat diskusi tentang MBG. Humas-humas nih tahu enggak MBG itu apa? Kalau saya dan Bu Serlita MBG itu bukan makan bergizi gratis, makan bergizi Grahadi. Nah, karena kalau sudah ke Grahadi oh sajiannya eh mulai salmon mozzarella sampai rawon dengkul itu ada. Makanya kami kalau ke sana apa nih? MBG makan bergizi Grahadi makan bergizi gratis. Kami terlibat diskusi sangat intensif dan salah satu narasumber kami waktu itu adalah dari Badan Intelijen Negara. Ini of the record tidak diliput nih kata beliau bukan kata saya. Kenapa, Pak? Kan BIN itu kan punya alat yang canggih untuk mengambil data-data gitu ya. ketemulah satu kesimpulan ditarik dari berbagai media sosial yang ada, dari berbagai berita yang ada, dari berbagai informasi yang ada, 95% opini tentang MWG itu negatif. Setelah ditarik data itu, beliau sampaikan, "Ini enggak akan kami laporkan ke presiden secara langsung. Persoalannya harus dicari dulu." Kenapa? Kami belajar di Korea tentang MBG luar biasa dampaknya. Kami belajar ke Jepang tentang MBG luar biasa dampaknya. Kami belajar ke Brazil tentang MBG dampaknya luar biasa dan keren persepsinya. Kenapa tiba di Indonesia 95% negatif? Apa kata orang BIN? Itu pasti humasnya kurang keren loh. Kan humas lagi yang kena. Jadi apa dong ee telahan staf kita ke presiden? Ya, humasnya harus dikuatin. Coba MBG merupakan salah satu program prioritas nasional, Bapak, Ibu semuanya. Mengerahkan anggaran R triliun, 200-an triliun dan akan melibatkan jutaan siswa dan pekerja. Opininya bergantung kepada humas. Pin mengatakan itu humasnya kurang keren. Jadi siapa dong kalau begitu penjaga reputasi negeri ini? Angkat tangan. Siap enggak jadi penjaga reputasi negeri? Yang kedua, saya diskusi sepanjang perjalanan dari Malang ke Surabaya tadi karena kami pagi ada kegiatan dengan deputi dari LAN di kampus Malang. Saya terlibat diskusi Zoom dengan ee Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya bicara soal matinya ilmu ekonomi. Kenapa? Ya, karena datanya enggak sama dengan realitanya. Tadi saya ambil tema pilih data atau realita, pilih fakta atau algoritma. Katanya stok pupuk melimpah. Kok petani sulit dapat pupuk? Oh, karena petani enggak ngerti kalau ada pupuk yang melimpah. Enggak ngerti ee pupuk itu harus dibeli di mana dengan prosedur apa. Apa dong solusinya? itu humasnya kurang keren. Humas lagi katanya stok BBM meningkat apa banyak cukup. Kenapa Jember? Kris BBM. Oh, orang Jember enggak ngerti kalau stoknya banyak sehingga panik buying itu pasti humasnya kurang humas lagi. Lalu siapa kalau begitu penjaga reputasi negeri ini? Teman-teman, humas luar biasa andalah penjaga reputasi negeri ini. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Baik, selanjutnya adalah sesi berfoto bersama. Mohon berkenan untuk Bapak dan Ibu dapat berdiri dari tempatnya masing-masing. Kita akan mengambil foto bersama-sama. Dan untuk tim fotografer boleh mengambil posisi dari atas panggung supaya dapat terlihat semua yang hadir pada forum ini. Baik, untuk tamu VIP boleh berada di paling depan di baris paling depan. Baik, sebentar kita cek terlebih dahulu tim fotografer apakah sudah terlihat semuanya? Sudah ya terlihat semuanya ya. Baik, kita akan berfoto dua pose. Yang pertama pose formal terlebih dahulu. Baik, lihat kameraman yang di tengah di atas panggung. 3 2 1 Oke. Baik. Yang kedua, boleh tangan kanannya dikepalkan. Optimis Jatim bangkit ya. 3 2 1. Baik, apakah sudah cukup? Luar biasa. Terima kasih. Boleh minta applaus untuk semuanya. Kalau begini memang benar-benar optimis ya. Karena melewati forum ini pun kita bisa meng-update dan meng-upgrade supaya Jatim bisa lebih bangkit lagi. Optimis Jatim bangkit. Baik, demikian tadi sudah kita ikuti seremonial pembukaannya. Dan sebelum kita beranjak ke sesi materi, kami ingin mengingatkan untuk seluruh peserta untuk dapat men-scan barcode presensi. Baik, apakah ada yang belum men-scan barcode presensinya? Seperti yang tertera di layar yang di depan boleh dican terlebih dahulu. Kemudian juga ada barcode layanan kepuasan serta ada barcode untuk bergabung ke grup WhatsApp COP jabatan fungsional perata humas Provinsi Jawa Timur. Baik, jadi di sini materinya nanti pun juga ada ya. Jadi silakan untuk dican. Sudah dican semuanya. Oke. Baiklah sebelum kita memasuki sesi materi supaya tidak mengantuk ya siang hari ini sepertinya sudah makan siang ini jam-jamnya boci eh jangan ya. Kita harus jauh lebih bersemangat lagi karena ada dua narasumber luar biasa yang akan sharing ilmunya bersama dengan kita semua di siang hari ini. Kalau begitu saya akan berikan pantun sekali lagi. Bilang cakepnya yang kencang ya. Belum, belum pantunnya belum. Burung merpati terbang tinggi, menyusuri langit luas membentang. Mari kita belajar dan berbagi demi kompetensi penerata humas yang terus berkembang. [Tepuk tangan] Baik, hadirin yang kami hormati. Selanjutnya kita akan memasuki sesi diskusi bersama dua narasumber yang sangat luar biasa. Kepala Pusat Pengembangan Aparatur Komunikasi dan Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Bapak Dr. Ir. Nuriza, M.S., serta bersama dengan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Ibu Sherlita Ratna Dewi Agustin, SSIP, MIP. Dan untuk sesi kali ini akan dipandu oleh Bapak moderator Bapak Dr. Zainal Muttaqin, SKOM, Mom, CPR. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Selamat siang. Siang. Selamat siang. Siang. Sekali lagi ya. Selamat siang. Siang. Baiklah, terima kasih Kak MC. Tadi belum kenalan namanya siapa Kak MC? Saya dengan Anisa Dewi. Tadi sudah kenalan loh, Pak. Aduh, Bapak. Terima kasih K MC sudah memandu acara ini dengan luar biasa. Sekarang kita ee seperti tadi yang disampaikan oleh KK MC, kita akan mulai ee sesi diskusi dengan narasumber yang luar biasa. Namun sebelumnya saya ingin menyapa yang terhormat Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur Bapak Humas Indonesia. Kita nobatkan ya Bapak Humas Indonesia beliau ya Bapak Dr. H. Ramlianto, SPMP. Beliau ee tadi sambutan dalam sambutannya sebenarnya sudah luar biasa sekali, sudah cukup, tidak perlu dilanjutkan nampaknya saya mewakili para narasumber dalam hatinya sudah menyampaikan seperti itu. Terima kasih, Bapak. Luar biasa komitmennya untuk membangun dan mengembangkan ee kita semua ee teman-teman yang berprofesi sebagai garda terdepan penjaga kredibilitas dan menjaga reputasi pemerintah. Khususnya dalam forum ini adalah untuk pemerintah provinsi Jawa Timur dan kabupaten kota se Jawa Timur. Sekali lagi terima kasih Bapak Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur. Yang kami hormati Kepala Pusat Pengembangan Aparatur Komunikasi dan Digital Bapak Dr. Ir. Nuriza, M.S. Terima kasih, Bapak. Kemudian yang kami hormati juga Ibu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Ibu Serlita Ratna Dewi Agustin, SSI. FIP yang nanti juga beliau berdoa akan menjadi narasumber kita. Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Fungsional Ibu Amel yang luar biasa sudah berapa COP ini yang hari ini tadi dilaksanakan? Saya kira hari ini hanya pranata humas saja ternyata paralel ya. Luar biasa ini ya. Ini harus juara satu ini. Para mungkin ada Widya Iswara BPSDM Jawa Timur yang hadir para pranata humas dan seluruh hadirin dan hadir out tadi yang disampaikan Pak Kaban. yang di Zoom tadi terpantau tidak kurang dari 120 orang. Tadi sebenarnya masih bertambah terus. Luar biasa. Tepuk tangan untuk kita semua. Senang sekali saya Zainal Muttaqin dalam kesempatan kali ini diminta untuk menjadi moderator sekaligus kembali ke rumah katanya Bu Amel tadi sambil nostalgia. Ee sebenarnya kalau tadi disinggung Bapak Kepala BPSDM ini adalah ee apa? pentasbihan GPR Akademi yang lalu sudah pernah diselenggarakan tahun 2023 dan 2012. Sebenarnya memang sangat tepat sekali. Kalau ini diabsen aja mungkin ini mayoritas alumni GPR Akademi 2023 lalu. Boleh angkat tangan dong yang dulu pernah ikut GPR Akademi baik 2023 maupun 2024. Nah, luar biasa memang teman-teman Pranata Humas ini antusiasmenya luar biasa dan karena mungkin satu lain hal yang 100 sekian tadi di apa di Zoom itu sebenarnya juga pengin ikut gabung ke sini Pak Kaban dan Bapak Ibu sekalian. Alhamdulillah. Jadi ee Bapak Ibu sekalian ini merupakan luar biasa COP untuk Pranata Humas ini. Semoga nanti ke depan akan semakin berkembang lagi. Sebenarnya tadi juga saya ee ingin flashback lagi bahwa GPR Academy itu juga sudah menggabungkan antara COP dan COI COI ya. Karena di dalam GPR Akademi yang dulu kita apa laksanakan bersama itu tidak hanya pejabat fungsional peranata humas, tapi siapapun yang punya interest untuk menjaga kredibilitas pemerintahan. Ini yang juga perlu kita ee apa kita beri perhatian juga, Pak Kabar. Nanti mungkin lebih dikembangkan lagi ke depannya. Izinkan saya membuka sesi diskusi ini dengan sebuah pantun ya, Teman-teman sekalian. Saya mikir sudah sehari semalam ini tadi. Semoga sesuai nanti. Ke sawah pagi-pagi membawa galah, pulangnya membawa seikat padi. Humas masa kini tak cukup ramah, harus adaptif, inovatif di era digital ini. Tepuk tangan untuk kita semua. Baik, langsung saja kita panggil ya. kita minta untuk bergabung ke atas panggung yang narasumber pertama Bapak Dr. Ir. Nuriza, M.S. yang luar biasa. Beliau adalah Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi ee Aparatur Komunikasi dan Digital. Silakan Bapak. Terima kasih, Bapak. Kemudian narasumber kedua kita Ibu Serlita Ratna Dewi Agustin, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika. Saya yakin semuanya ini enggak enggak asing dengan beliau berdua narasumber kita yang luar biasa ini. Baik, nanti kita akan banyak berdiskusi dengan beliau, namun waktu akan kita efektifkan. Nanti kita akan menerima pemaparan materi dari narasumber kita. Monggo silakan mikrofonnya Bapak Ibu sekalian. Sebelum kita mulai ada sedikit yang perlu Bapak Ibu sekalian ketahui. Pertama saya ingin mengucapkan selamat dulu kepada Bapak Kapus yang baru saja menyelesaikan program doktoralnya. Selamat Pak Kapus. Boleh tepuk tangan. Nanti insyaallah teman-teman semua dan kita semua ketika nanti ee sudah menempuh ada yang sedang S2 juga ini kayaknya banyak ada yang S3 ada yang sedang S3 juga Mas Eko ya Bu perlu disebut namanya anggap aja namanya Eko. Enggak selesai-selesai ini gimana kata Bu Kadisanyakan humas mah gitu ya. Baik, semoga semuanya teman-teman yang sedang menempuh e pendidikan diberikan kelancaran dan segera lulus dan mendapatkan hasil terbaik. Amin ya rabbal alamin. Kemudian Bu Serlita sehat, Ibu? Alhamdulillahirabbil alamin. Ee kita doakan Ibu Serlita, Ibu Kepala Dinas Kominfo yang kata kata Pak Kaban kerjanya memang 24 jam 7 hari 1 bulan, 1 tahun tidak ada henti-hentinya. ini seperti teman-teman sekalian beliau kita doakan selalu sehat walafiat dan diberikan pertolongan perlindungan oleh Allah subhanahu wa taala. Baik teman-teman sekalian ee langsung saja untuk materi yang pertama nanti akan disampaikan oleh Pak Kapus dulu. Beliau akan mengulas tentang pengembangan kompetensi peranata humas yang inovatif dan adaptif di era digital. Waktu kurang lebih maksimal 30 menit, Bapak. Misal nanti seandainya ingin ee lebih cepat juga tidak masalah. Bapak bisa menyampaikannya dengan efektivitas waktu tersebut. Silakan Bapak Kapus. Ya. Baik, mohon izin berdiri Pak Moderator. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Selamat siang, salam bahagia, salam sejahtera. Terima kasih di sini kesempatan sehingga kami bisa hadir di sini. Yang kami hormati Bapak Dr. Ramlianto, Kepala Badan Pengembangan SDM Provinsi ee Jawa Timur. Kemudian yang kami hormati juga Ibu Sarlita Kadis Kominfo Provinsi Jawa Timur, kemudian Bapak Dr. Zainal, kemudian Ibu Amels. Ya, izinkan saya menyampaikan materi ya sesuai dengan apa yang menjadi bahasan. Jadi kami tulis judulnya seperti ini ya. Mohon izin next slide, Mas. Ini sekilas ee apa yang ingin kami sampaikan. Ee berikutnya Mas. Nah, ini kami mencoba ee bentar bentar ya. Sudah benar ya. Ini Ibu Bapak semua, rekan-rekan pranata humas. Karena rekan-rekan humas ini apa menghadapi tadi kami mendapatkan banyak sekali learning lah pembelajaran dari apa yang disampaikan oleh Bapak Dr. Ramlianto tadi. Terima kasih Pak tadi. Terus terang itu memberikan saya pencerahan banget. tadi saya rekam Pak sampai Pak apa yang Bapak sampaikan tadi Pak karena ada pembelajaran ada sosial ada on the job learning dan sebagainya itu bisa menjadi bekal buat buat kami. Nah rekan-rekan semua ee tadi Pak Ramli menyampaikan betapa humas itu memiliki posisi yang strategis ya artinya humaslah yang bisa membangun atau memanding atau yang memberikan pemahaman kepada publik gitu ya. Nah, tetapi sejauh mana kepentingan humas? Nah, ini kami coba sarikan ke dalam ee peta timeline ini ya. Timeline. Tapi ini bukan rencana ya, Ibu Bapak semuanya ya. Bukan apa namanya ee bukan roadmap ya. Wah, enggak kelihatan ya. Oke, Ibu Bapak semua di sini kita lihat bahwa yang pertama yang paling atas kita lihat di sini adanya ee jadi saya ingin cerita Ibu Bapak semua betapa humas itu punya peran yang bagus. Tadi Pak Ramli itu sudah menyampaikan MBG itu kenapa di Indonesia 95% ya kan apa namanya ibaratnya ya sentimennya itu tidak bagus. Kenapa itu negatif gitu ya? Tadi disampaikan bahwa itu karena humasnya yang belum bergerak, belum kinerja membangun image mengenai MBG tersebut. Nah, ini kami sampaikan ini saya juga mengal kami bikin ini karena saya juga mengalami beberapa kondisi yang ada. Di Februari 2016 Pak Presiden memanggil para humas kementerian lembaga BUMN yang ada di Jakarta. Beliau menyampaikan ya kan ini pemerintah menghadapi kondisi yang tidak biasa-biasa saja di mana media sosial begitu cepat pengamat begitu euforia memberikan komen di mana-mana bagaimana sosial media ibu bapak semua konten-konten negatif komen-komen negatif begitu banyak nah di mana peran humas di mana kecepatan humas Pak Presiden menyampaikan kan saya ngerti humas-humas ini usianya banyak yang sudah tua-tua senior-senior itu 2016 gitu. Tapi kalau kita bicara humas sekarang justru berbalik banyak yang muda-muda yang kemarin 2016 disampaikan Pak Presiden tua-tua tadi itu sudah banyak yang sudah tidak lagi ada di humas. Jadi, rekan-rekan humas ini berbahagia karena rekan-rekan humas ini banyak generasi-generasi baru. Nah, Pak Presiden menyampaikan, nah, betapa pentingnya humas itu dibutuhkan. Nah, Pak Presiden menyampaikan bahwa banyak sekali program pemerintah yang tidak diketahui oleh publik, oleh masyarakat. Nah, antara 2016 kemudian 2017 yang yang 11 ini arahan Presiden 2017 kepada para menteri yaitu rapat paripurna presiden kepada para menteri saat itu hampir mirip penyampaiannya. Kata kuncinya Pak Presiden begini, rakyat itu kerja keras dari pagi sampai sore gitu kan ya. Rakyat kerja keras, tapi rakyat tidak tahu informasi apa yang berkembang, apa yang dikerjakan oleh pemerintah. Meskipun rakyat itu kerja keras dan sebagainya, harusnya dia tetap mendapatkan informasi dari pemerintah. Nah, ini humas belum bergerak. Nah, ini ketika saat itu. Nah, betapa pentingnya kehumasan itu. Presiden memberikan penekanan-penekanan. Nah, ini ee boleh dikatakan akhirnya Pak Presiden menyampaikan di 2015 itu ada impress mengenai GPR ini. Pak Presiden mengatakan kalau begitu humas itu harus memiliki kecepatan dalam respon dan ketepatan dalam respon. Tidak hanya kecepatan tapi harus ketepatan. Kenapa? Kalau tidak tepat itu bisa membikin blunder. Humas tidak boleh kalah sama pengamat. Nah, nanti ada berikutnya. Nah, ini Pak Presiden. Tetapi kita lihat ketika Oktober 2020 ketika ada undang-undang apa namanya cipta Kerja terjadilah permasalahan kehumasan. Akhirnya Pak Presiden tidak puas. Karena apa? Karena image mengenai kebijakan cipta kerja. Kenapa tidak diedukasi kepada publik? Nah, ini terjadi juga di pemerintahan Pak Prabowo dan juga Pak Prabowo menginginkan agar humas itu terus bagaimana memiliki kinerja, memiliki kecepatan, dan juga ketepatan di dalam respon. Nah, ini sebenarnya timeline ini menunjukkan betapa pentingnya strategiknya humas. Jadi berbahagialah, banggalah ibu bapak semua menjadi pranata humas karena rekan-rekan pranata humas itu sebenarnya menduduki garda terdepan ya kan. Kenapa? Karena setiap penyelesaian tadi ketika terjadi krisis yang menyesuaikan Ibu Bapak semua contohnya beberapa kali terjadi krisis di Kementerian Kominfo saat itu. Saya masih ingat 2000 setiap bulan Mei itu ada. Jadi setiap saya ke Jogja itu ada gitu. Ada masalah lagi, ada masalah lagi. Makanya saya keluar Jogja itu pasti wah ini pasti balik lagi. Itu benar gitu kan. Itu terjadi dua kali serangan mallware virus ya ransomware. Ini gimana Pak Nuriza? Nah coba bayangin long weekend misalnya Direktorat Jenderal yang menangani juga enggak ada orangnya. Jadi kita humasalah yang terdepan gitu kan. Begitu selesai kita undang semuanya barulah Dijen yang tadiani hadir ke sana. Kenapa? Karena itu crisis. Kita juga enggak bisa. Kenapa kamu enggak ada? Ya memang lagi crisis tidak diduga sebelumnya. Tiba-tiba hari Sabtu terjadi ransomware di mana-mana. Nah, kebetulan saja long weekend sehingga kalau Senin tidak langsung hidupin komputer, kita bisa masih bersosialisasi seperti itu. Slide berikutnya, Mas. Nah, ini kami rangkum apa yang disampaikan oleh Pak Presiden adalah pada saat ini Presiden yang sebelumnya mohon maaf ya itu kecepatan respon, ketepatan respon, kawal terus dan perkuat posisi, konsolidasi, hindari polemik, berorientasi pada outcome atau dampak. Nah, kami juga menyampaikan tadi yang presiden sekarang Pak Prabowo tadi di timeline kelihatan gitu. Yang berikutnya, nah kalau tadi Pak Ramli bahwa humas itu menduduki peran penting untuk menjaga posisi, untuk menjaga branding, tidak hanya nasional, tapi global itu ada di sebelah kanan. Nah, kalau ini sebenarnya representasi dari diagram tadi bahwa kita harus menginformasikan secepatnya kepada masyarakat. berikutnya. Nah, ini GPR. Nah, tadi ada GPR Academy itu saya bagus banget. Saya apresiasi dari apa yang disimpan oleh Bapak Dr. Ramlianto tadi adanya GPR Akademi berikutnya. Nah, kalau kita bicara mengenai tantangan dan permasalahan, mungkin Ibu Bapak semua sangat memahami bahwa humas itu mempunyai tantangan seperti apa. Tadi Bapak moderator juga menyampaikan di dalam pantunnya artinya harus adaptif, harus cepat di dunia yang digital. Nah, ini tantangan-tantangannya di mana tuntutannya adalah bagaimana mengintegrasikan semua, mengkolaborikan semua. Kalau tadi Pak Ramli juga menyampaikan bahwa pelatihan dan juga learning itu sebenarnya apa yang dikerjakan di sini adalah mengkolaborasikan dari semua potensi yang ada. Yang berikutnya, nah ini kami coba sampaikan SDM humas sebagai aktor komunikasi strategis. Nah, di sini sejauh mana di satu sisi humas alus memiliki karakteristik yang inherent, punya keahlian, punya keterampilan, dan di sisi lain apa yang harus diampu untuk bisa mengamalkan, untuk bisa mewujudkan, mengimplementasikan kompetensi yang dimiliki. yang berikutnya. Nah, ini kalau kita bicara mengenai kompetensi, kalau bicara standar itu kan ada kompetensi teknis, manajerial, sosiokultural yang itu Ibu Bapak sudah pahami semuanya. yang berikutnya. Nah, ini kalau bicara mengenai bagaimana menyampaikan pesan, bagaimana mengoperasikan atau ee mengimplementasikan pola komunikasi. Misalnya ada above the line, below the line. Ini biasanya dipelajari di kampus-kampus di ilmu komunikasi. Saya dapat ilmu ini dari juga ahli komunikasi Ibu Niken Widiastuti. Beliau direktur Utama RRI kemudian Dirjen IKP. Nah, ketika jadi Dirjen IKP beliau menyampaikan ini kami ambil. Nah, intinya pada saat itu ketika ee Kominfo saat itu menginterpretasikan apa yang diikan oleh Presiden saat itu, bagaimana harus disampaikan kepada publik harus sederhana, mudah dimengerti, kreatif. kreatif di sini harus menyentuh emosi. Kalau perlu harus ada ceritanya, kemudian harus ada partisipasi publiknya. Nah, partisipasi publik ini penting karena apa? Karena kadang kita berpikir humas ini menyampaikan. Nah, banyak sekali hal-hal yang disampaikan itu sering membosankan. Satu kali, dua kali, lama-lama tidak efektif. Nah, waktu itu ketika saya jadi humas, menteri saya Pak Rudiantara secara khusus memanggil saya. Eh, bukan memanggil lagi jalan berdua ngobrol gitu kan. Beliau cerita begini, "Pak Nur, ngapain ngomong?" Gitu sebagai kepala humas saya digituin, "Pak Nur, ngapain ngomong?" Tapi saya tahu Pak Rudiantara mau ngasih wejangan apa. Jadi gimana Pak Menteri, Pak Nuriza, kalau kita ngomong satu dua itu namanya wiclaim. Ternyata belum ngasih pelajaran. We claim. Nah, kalau kita klaim klaim maka dampaknya atau outcome-nya, impaknya itu cuman kecil. Kita harus gain, gain, gain. Nah, gitu. Nah, cuman bahasa Pak Rudiantara gennya itu saya harus terjemahin lagi karena beliau ngomongin cuman gen. Nah, gen itu artinya begini. Artinya kita harus mendapatkan testimonial eviden yang nyata di lapangan. Yang testimonial eviden itulah yang lebih lebih terasa di publik tadi. Nah, itu makanya ada istilah bercerita tadi dan partisipasi publik. Berikutnya, Mas. Nah, bagaimana prosesnya? Ibu Bapak semua tentu sudah terbiasa ya bagaimana mengolah seperti ini. Nah, saya cari teori gain itu enggak ketemu adanya earn media. Saya cari itu n media. Ternyata gain itu beda beda dari itu. Hanya teknik penyampaian. Berikutnya, nah ini kebetulan ee secara teoritis aja bagaimana komunikasi kita itu bagus atau tidak bagus. Tetapi kalau kita bicara mengenai komunikasi yang bagus, sebenarnya di sini ada empat area yang perlu kita tangani sebenarnya yang harus kita nilai sebenarnya. Yang pertama itu strateginya bagus apa tidak, implementasinya bagus apa tidak, integrasinya bagus apa tidak, supportnya bagus apa tidak. Tapi ini saya enggak usah jelaskan. Ibu Bapak semua bisa download teori ini, yaitu Julia Kofman. Ada dua Jul Kohman punya tulisan 2004 audit communication 2010 itu audit communication for media sosial atau sosial media. Ibu Bapak bisa download itu dapat yang lebih jelas nantinya. Nah, berikutnya. Nah, ini sebenarnya penjelasan dari Julia Kohman. Saya tidak perlu perjelas. Ibu Bapak bisa pelajari sebagai ahli humas itu Julia Kohmen bikin artikel itu tidak banyak tetapi mengena. Kalau kita belajar ilmu humas pakai buku tebal-tebal kan susah banget. Nah, pakai Julia komen itu langsung dapat cepat banget. Oke, berikutnya Mas. Terus skip lagi, skip lagi, skip lagi sampai kepada diagram. Nah, ini sebenarnya ee ada praktisi media sosial ya. Waktu itu saya ketemu mantan bos saya. Mantan bos saya itu direktur utama apa? Hotel Indonesia kalau enggak salah. Pak Nur, anak saya itu ahli media sosial. Dia bilang gitu. Kalau gitu hadirkan ke kami, Pak. Nah, terus Mas media sosial Kominfo ini saya lihat kok kurang. yang bagus itu Kemendikbud itu tahun 2016 Ibu Bapak semua Kemendikbud bagus PUPR bagus kita kalah terus beliau aku minta waktu seminggu Pak Nuriza saya analisis gitu nah terus berikutnya kami minta beliau presentasi beliau menyampaikan bahwa media sosial itu mempunyai peranan yang sifatnya ada tingkatan-tingkatannya misalnya yang pertama Ibu Bapak suka ngelihat sosial kalau Kalau TikTok kan cuman listening aja, ngelihat aja kan ya. Ya, dulu kan suka ngelihat Facebook dan lain sebagainya gitu. Nah, yang kedua social influencing. Apabila kita bisa mampu mempengaruhi, memberikan pengaruh. Nah, social networking kemudian sampai converting atau bagaimana mengalihkan eh audiens atau masyarakat sehingga yakin kepada kita sehingga kita bisa ambil ini. Kalau kita dalam ilmu politik, dalam ilmu marketing yang bawah itu artinya kita bisa membikin yang namanya efek yang namanya bandwagen. Bandwagen effect itu apabila ada satu orang, dua orang kok banyak orang. begitu banyak orang yang lainnya ngikut aja. Itu namanya Bandwagen Effect. Nah, nah makanya di sini ada beberapa polanya. Yang berikutnya, nah ini yang ingin kami jelaskan ee terkait sejauh mana Ibu Bapak semua ketika berkomunikasi itu betul-betul apakah tadi kalau Pak Dr. Ramlianto menyampaikan impakful. Apakah betul komunikasi kita itu memiliki hasil yang bagus? Kita selalu berpikir bahwa komunikasi itu kita menyampaikan kepada masyarakat bahwa kita itu seakan-akan menjadi humasnya, kita itu menjadi speakernya, gitu. Nah, padahal ternyata komunikasi itu banyak areanya. Kalau di dalam sebuah organisasi, Ibu Bapak boleh menjadi pranata humas, tapi sebenarnya komunikator humas itu harus inherent di setiap ASN gitu. Karena ASN itu harus bisa menjadi humas bagi instansi, lembaga, provinsi, kementerian, dan lain sebagainya. Sebagai gambaran adalah ini ya. Sebenarnya kita berhadapan sebuah blackbox seperti ini. Ini kami coba gambarkan ya kan. Nah, yang pertama di bawah itu adalah organisasi internal yang berikutnya adalah eksternal. Kita sering berpikiran bahwa humas, pranata humas memang posisinya di eksternal, tetapi secara kehumasan bahwa setiap individu ASN itu adalah humas, harus menjadi komunikator. Tidak hanya untuk eksternal, tetapi untuk internal. Tanpa ada komunikasi yang kuat di internal, keeksternalnya ini pasti kurang bagus. Coba aja kalau enggak percaya, ada sebuah program kita humas mau ngomong, tapi di dalamnya ternyata belum banyak yang tahu, ternyata persiapannya gak bagus, belum ada perintah dari pimpinan. Kita sudah mau ngomong gak? Nah, ketika ditanya konfirmasi, kenapa tadi disampaikan itu? Ternyata kita belum siap. Nah, ini yang kami coba jabarkan. Ini baru kemarin kami coba bikin empat kotak. Artinya bahwa communication itu sangat diperlukan untuk konsolidasi dan komunikasi internal. Bagaimana pimpinan kepada bawahan, bagaimana kopasi bawahan terjadi, bagaimana visi misi itu harus dibangun. Nah, di sini gerak level pimpinan sehingga yang bawah bisa bergerak mengetahui itu sangat penting. Nah, kalau bawah mengetahui ketika ada yang bertanya maka individu juga bisa menjadi penyampai yang baik sesuai dengan kompetensi dan ruang lingkupnya. Nah, kemudian kalau bicara public relation, public communication. Nah, kita sering bicara tadi humas itu lebih ke public communication, komunikasi kepada publik ya. Tetapi public relation itu hubungan kepada yang lainnya, stakeholder lainnya. Nah, kenapa ini saya gambarkan? Karena gini, sebagai contoh, semua operasi kehumasan sudah dijalankan semua. Ini saya coba pelajari ada yang namanya NSPR. NSPR itu eh nasional ee National PR Association kalau enggak salah ya. Itu ada di Amerika. dia itu ee asosiasi PR untuk sekolah-sekolah SD. Sekolah SD di Amerika tuh sekolah apa ya? Dasar dan menengah lebarnya begitu ya kalau di sini. Jadi anggotanya ya dinas-dinas dan lain sebagainya. Nah, nanti dari dinas-dinas minta sejauh mana sekolah itu punya kemampuan PR yang bagus. Nah, bahkan sekolah yang bagus pun juga minta diaudit oleh NSPR itu. Nah, ini ada satu contoh di sebuah wilayah di Florida. kami sudah laksanakan semua terus dicek cek semua, dilaksanakan semua gitu komunikasinya. Oh, kepada orang tua sudah disampaikan. Sudah disampaikan yang tadi Pak Presiden sudah disampaikan ternyata setelah diaudit yang disampaikan tadi misalnya kalau zaman dulu kan pakai letter, pakai email gitu ya. Itu sampai kepada orang tuanya tetapi sama orang tuanya ya tinggal ditaruh saja. Kenapa begitu? Karena orang tuanya itu pekerja. Kalau di Amerika pekerja itu sudah dari jam .00 pagi sampai jam 8.00 malam. Drgerous ibaratnya kalau orang sana bilang itu dgerous. Pekerja keras, pekerja kasar tapi keras gitu ya. Nah, dia enggak ada waktu lagi untuk membaca. Nah, bagaimana info
Resume
Categories