Berikut adalah rangkuman komprehensif dan terstruktur mengenai acara Forum Konsultasi Pengembangan Kompetensi Community of Practice (COP) Jabatan Fungsional Pranata Humas Provinsi Jawa Timur Tahun 2025.
Transformasi Pranata Humas Jawa Timur: Kolaborasi, Inovasi, dan Penguatan Reputasi di Era Digital
Inti Sari (Executive Summary)
Forum Konsultasi Pengembangan Kompetensi Community of Practice (COP) Jabatan Fungsional Pranata Humas Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 diselenggarakan untuk membentuk aliansi profesional yang kuat di kalangan Pranata Humas. Acara ini menekankan pergeseran paradigma pembelajaran menuju performance-based learning, pentingnya adaptasi teknologi (terutama AI), serta peran strategis humas sebagai "penjaga reputasi negeri" dalam menghadapi tantangan komunikasi di era digital.
Poin-Poin Kunci (Key Takeaways)
- Deklarasi COP JF Pranata Humas: Pembentukan komunitas resmi Pranata Humas Jawa Timur sebagai wadah berbagi praktik baik (best practices) dan pembelajaran seumur hidup.
- Paradigma Baru ASN: Pengembangan kompetensi bukan lagi hak, melainkan kewajiban bagi ASN (UU No. 20 Tahun 2023), dengan fokus pada hasil (impact) dan kinerja.
- Peran Kunci Humas: Pranata Humas dituntut menjadi garda terdepan dalam menjaga reputasi pemerintah dengan kecepatan, akurasi, dan strategi komunikasi yang adaptif terhadap isu sensitif.
- Transformasi Digital & AI: Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan media sosial menjadi krusial. Humas perlu beralih dari sekadar "pembicara" menjadi pencipta dampak melalui content creation dan analisis data.
- Kolaborasi Antar Lembaga: Pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan kementerian untuk memperkuat narasi tunggal dan penanganan krisis.
Rincian Materi (Detailed Breakdown)
1. Pembukaan Acara dan Deklarasi COP
Acara berlangsung secara hybrid di Sasana Wata Praja dan via Zoom/YouTube pada Kamis, 31 Juli 2025. Hadir tokoh-tokoh kunci seperti Kepala BPSDM Prov. Jatim (Dr. Ramlianto), perwakilan Kementerian Kominfo (Dr. Ir. Nuriza), dan Kepala Dinas Kominfo Jatim (Sherlita Ratna Dewi Agustin).
* Deklarasi: Dilakukan penandatanganan berita acara dan deklarasi COP JF Pranata Humas secara berjenjang (perwakilan kabupaten/kota, provinsi, hingga Kepala BPSDM).
* Tujuan: Membangun jejaring profesional yang aktif dan berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman mengenai peran komunikasi publik yang strategis.
2. Paradigma Pembelajaran dan Urgensi Kompetensi (Dr. Ramlianto)
Dalam sambutannya, Kepala BPSDM Jatim menyoroti pentingnya learning organization.
* Konsep Belajar: Pembelajaran adalah proses seumur hidup (from cradle to grave). COP mencakup 90% metode pembelajaran efektif (20% sosial dan 70% on the job).
* Regulasi Baru: Mengutip UU No. 20 Tahun 2023, pengembangan kompetensi ASN kini adalah kewajiban. Terjadi pergeseran dari Competence Based Learning menjadi Performance Based Learning (berorientasi pada dampak/kinerja).
* Tantangan Reputasi: Menggunakan contoh program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang sempurna di negara lain namun mendapat sentimen negatif (95%) di Indonesia, beliau menegaskan bahwa kegagalan komunikasi adalah masalah utama. Pranata Humas adalah "penjaga reputasi negeri".
3. Strategi Humas di Era Digital (Dr. Ir. Nuriza, M.S.)
Narasumber dari Kementerian Kominfo memaparkan sejarah dan tantangan humas pemerintah.
* Arahan Presiden: Sejak 2015 hingga kini (era Presiden Prabowo), presiden selalu menekankan kecepatan, akurasi, dan konsolidasi humas untuk menghindari polemik.
* Pendekatan Komunikasi: Pesan harus sederhana, kreatif, emosional, dan melibatkan partisipasi publik. Konsep "Gain" (mendapatkan bukti di lapangan) lebih penting daripada "Claim" (mengklaim prestasi).
* Tingkat Pemanfaatan Medsos: Humas harus melewati tahapan listening, influencing, networking, hingga converting.
* Internal vs Eksternal: Setiap ASN adalah komunikator. Komunikasi internal yang kuat adalah fondasi keberhasilan komunikasi eksternal.
4. Adaptasi Teknologi dan Kecerdasan Buatan (AI)
Diskusi melanjutkan ke bagaimana humas harus beradaptasi dengan AI.
* Ancaman & Peluang: Laporan WEF menyatakan 86% bisnis terpengaruh AI. ASN memiliki dua pilihan: Augmentation (meningkatkan kemampuan melalui upskilling) atau Automatization (tergantikan mesin).
* Inovasi Lokal: Disampaikan contoh karya AI anak bangsa dari ITS (analisis saham), ITB (pertanian), dan BINUS (kesehatan).
* Kekurangan AI: AI bisa tidak akurat dan terlalu memuji. Humas tetap harus melakukan verifikasi informasi dan tidak menjadikan AI sebagai satu-satunya sumber.
5. Implementasi Digital di Jawa Timur (Kadis Kominfo Jatim)
Kepala Dinas Kominfo Jatim membagikan data dan strategi konkret di provinsi.
* Data Konsumsi Media: Penetrasi internet di Jatim hampir 82%. Masyarakat beralih ke media online (84%) dan TV (9%), membuat website pemerintah perlu dioptimalkan.
* Pertumbuhan Kanal Digital: Kanal YouTube Kominfo Jatim mengalami kenaikan view hingga 150% dan watch time >350% pada tahun 2024.
* Program Cerdik Digital: Pelatihan AI untuk ASN dan masyarakat umum (bekerjasama dengan Microsoft, Google, dll).
* Strategi Akun Ganda: Menggunakan akun utama untuk formalitas dan akun kedua (seperti "Jatim Pempr" yang meniru gaya "Indonesia Baik") untuk konten yang lebih santai, trendy, dan menjangkau audiens muda dengan engagement lebih tinggi.
6. Sesi Tanya Jawab dan Diskusi
Peserta aktif mengajukan isu strategis:
* Menangani Komentar Negatif: Disarankan untuk tidak memblokir atau panik (baper), tetapi membanjiri media dengan konten positif yang produktif agar narasi negatif tenggelam.
* Prosedur Pelatihan: Diakui adanya kendala administrasi surat undangan pelatihan yang harus melalui Sekda, namun diupayakan percepatan alur informasi.
* Ketegangan dengan Pimpinan: Humas kadang berbeda pandangan dengan pimpinan soal penanganan isu. Narasumber mencontohkan instansi dengan humas solid seperti Kemenkeu dan PUPR yang memiliki control room dan sistem insentif yang baik.
Kesimpulan & Pesan Penutup
Acara ditutup dengan pengumuman pemenang kuis dan penyerahan hadiah, serta ajakan kolaborasi yang kuat. Pesan utama yang disampaikan adalah bahwa Pranata Humas tidak bisa bekerja sendiri. Di era di mana kecepatan informasi menentukan reputasi, humas pemerintah wajib menguasai teknologi, memahami algoritma media sosial, dan membangun kolaborasi lintas sektor. Forum ini menjadi tonggak awal bagi terbentuknya ekosistem komunikasi pemerintahan Jawa Timur yang kredibel, adaptif, dan berdampak nyata.
Optimis Jatim Bangkit!