ASN Belajar Seri 21 | 2025 - Bumi Kita, Tanggung Jawab Kita: Membangun Budaya Hijau Dilingkungan ASN
jVnbqSPe-i4 • 2025-06-05
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Zaman yang terus
bergerak, sambut dengan penuh
semangat. Saatnya kita
melangkah. Hadapi segala
tantangan. Tingkatkan setiap
kompetensi untuk pelayanan
berdampak. Bersama
ASN belajar.
Ciptakan SDM unggul
berprestasi selalu inisiatif dan
kolaboratif untuk inovasi yang
berkelanjutan. Jadi ASN berakhlak
mulia siap menyongsong Indonesia
emas. ASN belajar wujudkan
pemerintahan berkelas dunia. Satukan
tekad pantang
menyerah jadi ASN
[Musik]
tetas belajar
wujudkan
pemerintahan kelas
dunia bukan tekad pantang
menyerah jadi AS berkualitasku
[Musik]
Aku belajar
[Musik]
H
[Musik]
Yeah.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita
semua. Shalom. Om swastiastu. Namo
buddhaya. Salam kebajikan. Selamat pagi
sobat ASN. Senang sekali saya Dewi dapat
kembali menemani Sobat ASN dalam webinar
ASN Belajar seri 21 tahun 2025
persembahan Korpu SDGIS BBSDM Provinsi
Jawa Timur. Izinkan kami untuk menyapa
beberapa yang sudah bergabung dalam
webinar kali ini. Yang terhormat Kepala
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto, S.P.MP. Yang kami hormati
para narasumber Pokja Peningkatan
Kapasitas Masyarakat, Analis Pemberdaya
Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup,
Dr. Lita Permatasari, SKOM, M.Si.
Jurnalis lepas fotografer dan penulis
buku Ibu Regina Esafri, Sos, M.Si. SI,
dosen Sekolah Pasca Sarjana Universitas
Brawijaya, Dr. Rita Parmawati, S.P.,
M.E., M. IPU, ASEAN Eng dan semua sobat
ASN yang sudah bergabung dari seluruh
penjuru tanah air, baik yang bergabung
melalui Zoom meeting maupun YouTube
channel BPSDM Jatim TV serta yang hadir
di kelas internasional BPSDM Jatim.
Boleh applause dulu dong untuk semua
yang sudah bergabung.
Luar biasa kalau di tootal ya dari Zoom
Meeting dan juga yang sudah bergabung di
YouTube channel BPSDM Jatim TV serta
yang hadir di sini lebih dari 5.000
orang loh.
Wow sobat ASN memang ya karena memang
Sobat ASN di hari ini hari Kamis 5 Juni
2025 di 5 Juni ini bertepatan kita
memperingati sebagai hari Lingkungan
Hidup sedunia makanya saya pakai
hijau-hijau ya.
Pas sekali dengan tema hari ini yaitu
bumi kita, tanggung jawab kita membangun
budaya hijau di lingkungan ASN. Mengapa
kami mengambil tema ini? Karena sebagai
bentuk kepedulian dan juga komitmen
terhadap isi isu lingkungan. Jadi,
perubahan iklim, kemudian juga degradasi
lingkungan dan krisis ekologi global.
Ini menjadi tantangan yang cukup serius
yang memerlukan aksi nyata dari semua
pihak. Pemerintah sebagai penggerak
kebijakan dan juga pelayanan publik
memiliki peran strategis dalam membentuk
arah pembangunan yang berkelanjutan.
Nah, dalam konteks ini, Sobat ASN,
Aparatur Sipil Negara ini tidak hanya
dituntut untuk bekerja secara
profesional, tetapi juga memiliki
tanggung jawab moral untuk berkontribusi
dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Apa saja sih yang bisa dilakukan ASN
sehingga dapat menjadi teladan dalam
mewujudkan birokrasi yang peduli
lingkungan? Selengkapnya akan dibahas
dalam webinar ASN belajar seri 21 tahun
2025.
[Musik]
Dan untuk mengawali ASN belajar seri 21
tahun 2025 ini, mari kita simak bersama
opening speech yang akan disampaikan
oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber
Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Berikan applaus untuk Bapak Dr.
Ramlianto, SPMP.
[Tepuk tangan]
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita semuanya.
Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat
bertemu kembali dalam webinar series ASN
Belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan Jatim
Corporate University, Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa
Timur. Hari ini Kamis tanggal 5 Juni
2025 ASN Belajar telah memasuki seri
yang ke-21.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN belajar ini.
Sebagai bentuk terima kasih kami, kami
terus berkomitmen sekaligus selalu
berikhtiar untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi yang menarik,
kekinian, dan berdampak secara nyata
terhadap peningkatan kompetensi dan
kinerja aparatur sipil negara di
Indonesia.
Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri
ke-21 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu topik dalam rangka turut serta
menyemarakkan pemikiran dalam momen hari
lingkungan hidup sedunia yang jatuh pada
hari ini tanggal 5 Juni
2025. Perayaan Hari Lingkungan Hidup
Sedunia pertama kali digagas oleh
Lembaga Lingkungan Hidup Dunia atau
UNEP. 53 tahun yang lalu, yakni pada
tanggal 5 Juni 1972 bersamaan dengan
pembukaan konferensi PBB tentang
lingkungan hidup manusia di Stockholm,
Swedia. Karena itu ASN belajar seri
ke-21 tahun 2025 ini mengangkat topik
bumi kita, Tanggung jawab kita membangun
budaya hijau di lingkungan
ASN. Nah, Sobat ASN sudah menjadi
tradisi akademik dalam ASN belajar.
bahwa topik menarik ini akan kita bahas
secara intensif dari beragam perspektif
bersama para narasumber yang sangat
kompeten di
bidangnya. Sobat STN di seluruh tanah
air, hari ini di bawah langit biru yang
masih setia menaungi, kita berkumpul
dalam momen yang tidak hanya seremonial,
tetapi juga spiritual. Hari Lingkungan
Hidup sedunia.
Sebuah hari di mana dunia serentak
menyadari bahwa bumi yang kita pijak
bukan hanya tempat kita berdiri,
melainkan rahim kehidupan yang harus
kita rawat dengan penuh kasih dan
kesadaran. Di tengah pusaran perubahan
iklim, kehilangan keeragan, menghayati,
dan degradasi lingkungan hari ini adalah
panggilan untuk bangkit. Dari diam
menjadi sadar, dari sadar menjadi
bergerak.
Ilmu pengetahuan telah memberi kita
cermin bahwa bumi sedang demam, hutannya
tertebas, airnya tercemar, dan udaranya
penuh dengan
keluh. Laporan intergovernmental panel
on climate change atau IPCC yang terbaru
menegaskan bahwa batas ambang pemanasan
global kian mendekat. Namun tentu bukan
ketakutan yang ingin kita wariskan
kepada generasi mendatang, melainkan
harapan. Harapan bahwa masih ada waktu
meski sempit untuk memperbaiki dan bahwa
manusia dalam segala rasionalitas dan
empatinya adalah makhluk yang mampu
beradaptasi dan memperbaiki
jejaknya. Hari ini bukan hanya soal
menanam pohon, membersihkan sungai, atau
mengurangi plastik. Lebih dalam dari
itu, ini adalah soal membangun kesadaran
ekologis bahwa lingkungan hidup bukan
objek luar diri, melainkan bagian dari
eksistensi manusia itu sendiri. Kita
bukan penguasa atas alam, melainkan
bagian dari jejaring kehidupan yang
saling terkait. Seperti akar dan daun
yang saling menghidupi, seperti hujan
dan tanah yang saling mengerti. Dalam
semangat ini, peringatan hari lingkungan
hidup bukan hanya tanggung jawab lembaga
lingkungan, aktivis lingkungan atau
komunitas hijau. Ini adalah urusan semua
tanpa kecuali. Termasuk kita aparatur
sipil negara, punggung birokrasi yang
melayani, membentuk kebijakan dan
memberi teladan.
ASN harus formasi birokrasi hijau
mendorong penggunaan energi ramah
lingkungan, membangun sistem kerja yang
rendah emisi, dan merancang kebijakan
yang memihak
keberlanjutan. Kita bukan hanya
pelayanan publik, tapi juga pelindung
bumi dalam setiap keputusan yang kita
buat.
Mari kita maknai hari lingkungan hidup
sedunia ini bukan sebagai peringatan
tahunan belaka, tetapi sebagai momentum
kesadaran kolektif. Sebab menjaga
lingkungan bukan sekedar tugas moral,
melainkan amanah konstitusional, etis,
dan spiritual kita sebagai manusia dan
sebagai abdi negara.
Sobat TSN di seluruh tanah air, lalu
bagaimana ikhtiar kita pada momentum
hari lingkungan hidup sedunia ini agar
ASN sebagai elan vital bangsa mampu
menunjukkan peran-peran strategis untuk
turut serta menjaga kelestarian
lingkungan hidup. Nah, untuk membahas
cerdas dan tuntas topik ini, kami telah
mengundang para narasumber luar biasa
yang sudah barang tentu sangat kompeten
di bidangnya. Kami menyampaikan terima
kasih dan apresiasi kepada para
narasumber hebat yang telah berkenan
hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis tentang lingkungan
hidup kepada Sobat TSN di seluruh tanah
air. Pertama kami menyampaikan terima
kasih dan apresiasi kepada yang
terhormat Ibu Dr. Lita Permatasari,
SKOM, M.S. Beliau adalah analis
pemberdayaan masyarakat pada Pokja
Peningkatan Kapasitas Masyarakat
Kementerian Lingkungan Hidup Republik
Indonesia. Kedua, kami menyampaikan
terima kasih dan apresiasi kepada yang
terhormat Ibu Regina Esafri, Sos, M.Si.
Beliau adalah seorang jurnalis sekaligus
fotografer dan penulis buku dengan
tema-tema lingkungan hidup. Dan yang
ketiga kami menyampaikan terima kasih
kepada Ibu Dr. Rita Parwati, SP,M, IPU
Asian Engineering. Beliau adalah
akademisi dari Sekolah Pasarjana
Universitas Brawijaya Malang. Sahabat
ASN, mari kita simak dengan seksama
webinar ASN belajar seri ke-21 tahun
2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
Terima kasih Pak Ramli atas sambutannya.
Baik, Sobat ASN, sebelum kita menyimak
ee materi dari narasumber pertama, kami
ingin mengingatkan bahwa presensi sudah
dapat diakses melalui Semesta Bangkom.
Oke, semesta Bangkom. Jadi setelah Sobat
ASN mengisi presensi, kemudian juga
mengisi survei yang ada di sana serta
lembar monev, nantinya link sertifikat
akan muncul maksimal 1* 24 jam. Jadi
jangan lupa dicek secara berkala
ya. Baik, Sobat
[Musik]
ASN. Baik, Sobat SN. Dalam ESM Belajar
seri 21 ini akan ada tiga materi dari
tiga narasumber yang luar biasa.
Narasumber kita yang pertama merupakan
Pokja peningkatan kapasitas masyarakat
dan seorang analis pemberdaya masyarakat
Kementerian Lingkungan Hidup Republik
Indonesia. Dan di tahun 2015 beliau
pernah mendapatkan penghargaan Satya
rencana karya Satya 10 tahun yang
diberikan oleh Presiden RI. Siapakah
beliau? Langsung saja kita sambut
narasumber kita yang pertama dalam ASN
belajar seri 21 tahun 2025, Dr. Lita
Permatasari, SKOM, M.Si.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Asalamualaikum. Selamat
pagi, Bu Lita. Saya panggilnya Bu Lita
nih.
Selamat
maaf. Selamat pagi. Selamat pagi, Bu
Lita. Maaf ini ee baik audio maupun
videonya juga agak terputus-putus.
Apakah koneksinya di sana stabil, Bu
Lita? Iya, sebentar ya. Iya, bentar
sebentar. Kami setia menunggu Bu Lita.
ya.
Oke, Sobat. Iya nih soalnya lagi di
dalam.
Di dalam mana Bu
Lita? Oke, Sobat SN harap ee bersabar
menunggu ya, demi kita semua bisa
mendapatkan materi dari Bu Lita ini.
Sepertinya ee ada kesalahan teknis.
Sebentar kita akan cek jaringannya
apakah memang sudah stabil di sana.
Kemudian kita akan menghubungkan kembali
dengan Dr. Lita Permatasari, SKOM,
M.Si. Bu Lita ini juga sudah beberapa
kali ya menjadi narasumber di webinar
ASN belajar. Jadi mungkin ada ee sobat
ASN yang sudah pernah bertanya langsung.
Nanti pun juga setelah Bu Lita ee
memaparkan materinya, kami akan membuka
sesi tanya jawab tersendiri ya. setelah
materinya selesai disampaikan. Oke, kami
sudah terhubung kembali. Selamat pagi,
Bu
Lita. Halo. Halo, Bu Lita. Apa kabarnya
hari ini?
Oke. Halo. Iya. Waduh, ini seperti
Alhamdulillah baik sekali.
Alhamdulillah agak sedikit delay ya
sepertinya. Gimana teman-teman ee kru
kita lanjutkan atau kita stabilkan dulu
jaringannya? Enggak. Sudah, sudah. Oh,
sudah stabil ya. Oke. Sudah enggak delay
ya suara saya?
Oke, sudah kedengaran. Oke. Sip kalau
gitu.
Oke, Bu Lita dari CV Bu Lita ini luar
biasa menarik sekali dan yang paling
menarik ini ee boleh diceritakan sedikit
dong di tahun 202 eh 2015 pernah
mendapatkan penghargaan dari Presiden
Republik Indonesia ini. Bagaimana
ceritanya, Bu?
Oke. Ee baik. Karena ee sebagai ASN kita
memang ada tahap-tahap ya, di mana kita
sudah melakukan banyak karya dan banyak
kegiatan dan diapresiasi oleh Presiden
sebagai bagian dari karya seorang abdi
negara yang mungkin ee ada
catatan-catatan khusus di mana misalnya
bisa ee membuat ee apa ya membuat satu
ee satu apa satu ee terobosan inovasi,
inovasi gitu ya, inovasi yang bisa ee
membangkitkan semangat masyarakat yang
tadinya jadi ee yang tadinya biasa-biasa
saja jadi lebih tergerak untuk memahami
bahwa oh iya kita sekarang ee berada di
zaman baru di mana segala sesuatunya
baru, teknologinya baru, maka orangnya
pun juga harus upgrade gitu ya. Nah,
jadi ee ASN itu juga seperti software
harus di-upgrade.
Nah, jadi kalau misalnya kita tidak
mengupgrade diri ee ada sesuatu yang
enggak mismatch. Jadi, ada sesuatu yang
tidak pas pada saat kita, tetap menjadi
diri kita tapi tanpa
mengi tidak maka bisa menyesuaikan diri
atau adaptif dengan perubahan zaman.
Oke. Baik. Pas sekali ya dengan ASN
belajar ini memang merupakan sebuah
sarana untuk rekan-rekan ASN, Sobat SN
semuanya untuk lebih meng-upgrade lagi.
Oke, semoga nanti ee bisa menjadi
penerusnya Bu Lita ya, barangkali dapat
penghargaan yang apa gitu dari Presiden
juga. Amin. Oke, e kalau begitu tanpa
perlu berlama-lama lagi, kami juga sudah
tidak sabar untuk mendengarkan materi
dari Bu Lita. Ee nanti pemaparan
materinya judulnya apa, Bu Lita?
Oke, ee saya akan bercerita tentang ee
bagaimana membangun budaya hijau di era
polikrisis. Jadi, kita sedang menghadapi
berbagai macam krisis yang saling
bersambung. He. Yaknya adalah
nah bagaimana kita tetap menjadi manusia
yang bahagia? He. Menjadi manusia yang
sehat, menjadi ASN yang tetap memiliki
kinerja yang baik. Walaupun di
sekeliling kita sudah banyak krisis.
Nah, itu jadi poinnya poinnya itu ya
agar kita bisa tetap menjadi insan yang
bahagia di tengah banyaknya krisis yang
sedang melanda negara dan bangsa saat
ini. Baik, kalau begitu sobat ASN ya
nanti ee yang ingin bertanya boleh
ditulis dulu pertanyaannya nanti kami
akan buka sesi tanya jawab setelah
pemaparan selesai. Dan untuk Bu Lita,
kami berikan waktu 30 menit untuk
menyampaikan materinya. Kemudian sesi
tanya jawab akan ada sesi tersendiri
setelah materi selesai disampaikan.
Silakan Bu Lita.
Baik. Ee bisa ditayangkan mungkin
ya. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. ASN belajar di mana pun
berada. Saat ini kita kondisinya adalah
belajar ya
atau
kepada nanti yang mungkin bisa Bapak Ibu
ee share kembali kepada saya dalam
bentuk ee pertanyaan yang mudah-mudahan
bisa kita ee cari solusinya sama-sama di
pagi ini. Senang sekali, saya bahagia
karena hormon bahagia adalah hormon yang
harus kita pelihara. Karena kita sedang
menghadapi satu situasi dunia yang kata
orang tidak baik-baik saja. Namun bagi
saya ini adalah satu sinyal bahwa ASN
harus di-upgrade, ASN harus berubah
tidak hanya dalam pola pikir tapi juga
dalam pola tindak. Ee judul pagi ini
adalah membangun budaya hijau di tengah
situasi krisis di era Fuka Bani. Nah,
mungkin ee teman-teman juga sudah sangat
ee tahu kalau misalnya budaya hijau itu
identik dengan go green ya. Nah,
kebetulan ee saya juga punya satu
komunitas yang namanya komunitas Google,
forum komunikasi yang saya buat dan saya
himpun teman-teman di sana untuk tetap
menjaga energi hijau kita agar tidak
terpolarisasi oleh banyaknya krisis yang
ada pada saat ini. Bisa dilanjutkan ke
slide kedua.
Ee
rekan-rekan, kalau kita menghirup udara
dan kita menggunakan air dan kita juga
bisa makan, itu adalah satu situasi yang
sangat normal. Dalam arti kata kita bisa
menikmati hidup dengan baik.
Namun di tengah semua kenormalan ini,
ada satu situasi yang sebenarnya harus
kita juga ingat bahwa kita mengalami
satu situasi yang namanya
polykrisis, yakni satu situasi yang
terjadinya diakibatkan
oleh yang ternyata ini dampaknya
melebihi dari apa yang diperkirakan dan
menyebabkan berbagai kebencanaan yang
sebenarnya belum pernah terjadi
sebelumnya. Nah, jadi ee kalau dulu kita
mengenal ada krisis, ada megakrisis.
Nah, sekarang kita ada satu lagi nih,
polikrisis. Apa sih itu polikrisis? Nah,
ini yang saya jelaskan ya. Jadi ee
mungkin kita ada beban-beban ya dalam
kehidupan di mana misalnya ada beban
ekonomi, ada beban lingkungan yang
misalnya kita melihat bahwa wah ini kok
suhu bumi semakin panas menyebabkan kita
juga
jadi padahal sebenarnya mungkin di
lingkungan kita pada saat itu tidak
segera ini dan lain sebagainya. Nah,
polikrisis ini akan ee menjadi satu hal
yang membuat kita harus berubah gitu ya.
tidak bisa lagi kita seperti saat ini.
Bagaimana perubahannya? Bisa dilanjutkan
di ee slide
selanjutnya. Nah, ada seorang teman, dia
adalah komisaris PLN kalau enggak salah
orang Jawa Timur juga namanya Pak Eko
Sulistio. Nah, Pak Eko Sulistio ini
sangat kcern banget dengan masalah view
eh food, energy and water atau view.
Nah, dia membuat satu analisa bahwa
negara-negara saat ini tidak hanya
Indonesia itu sedang mengalami
polikrisis dan dia menyebutnya sebagai
ibu dari semua krisis.
Poly Crisis ini ee banyak digunakan oleh
ekonom dalam menghitung ee dampak-dampak
kerugian lingkungan dan lain sebagainya
yang sekarang terkoneksi dengan jaringan
global. bahwa kalau kita melihat negara
negara-negara bangsa ini kan sekarang
sedang menuju pada situasi yang sangat
mengkhawatirkan yang namanya
perang ya di mana semua orang ee secara
egosentris mempersiapkan
nuklir-nuklirnya untuk nanti suatu saat
dipergunakan kalau misalnya terjadi
persengketaan ataupun ee ketidakcocokan
dalam ee geopolitik gitu ya. Nah, ini
kan sangat berbahaya sekali.
Bahkan ee polikrisis ini sebenarnya
merupakan satu hal yang ee bisa
menghancurkan sendi kehidupan manusia
dan teknologi menjadi satu yang lebih
gitu ya. Maksudnya teknologi porsinya
sangat sangat kuat untuk membentuk
polikrisis. Ee sering berdirialah dengan
teman-teman bahwa sebenarnya semangat
green teknologi itu berbenturan. Kenapa?
Karena teknologi itu akan menghasilkan
sampah teknologi. Bahkan di China ada
satu desa yang namanya
des teknologi
yang polusi masyarakatnya juga sampai
ini ya ee banyak yang mengalami ee ee
cacat dan lain sebagainya. Nah, itu
adalah ee dampak dari teknologi.
Teknologi itu akan menghasilkan sampah
teknologi yang membuat kita juga jadi
kayak semacam gimana ya ee oh ya
ternyata teknologi itu sangat membantu
manusia untuk lebih ee akseleratif,
mempermudah, mempercepat. Tapi di satu
sisi teknologi juga memiliki dampak di
mana dia punya ee sampah teknologi yang
ee sangat mengkhawatirkan. Dilanjutkan
dulu slide-nya.
Nah, sekarang kita working in the era of
uncertainting. Universitas Brawijaya
pernah membuat satu seminar dengan tema
planning in the era of
uncertainty. Semua sekarang serba
uncertain, tidak pasti. Nah, jadi vokab
adalah satu situasi di
mana situasi yang tidak pasti. We are
living in the era of uncertainty. Nah,
kalau sudah seperti itu, maka apa yang
harus kita lakukan?
Kita melihat di sini bukti daripada ee
kita hidup di era ketidakpastian itu
adalah adanya akselerasi perubahan
iklim. Ada bencana-bencana yang silih
berganti di setiap daerah variatif
bencananya. ada banjir, ada berbagai
bencana yang inilah ya yang sering kita
alami. Tapi itu tuh ee fluktuatif dan
pada saat ini sepertinya sudah menjadi
ee hal yang rutin terjadi. Nah, kalau
bencana sudah rutin di tengah kehidupan
apa itu
namanya? Itu kan satu warning ya dari
semesta ini bahwa kita harus berubah,
bahwa kita harus adaptif terhadap
bencana.
Salah satu ee ee bukti bahwa ada hal
lain ya yang ee terkait dengan masalah
fukabani atau ketidakpastian ini adalah
perebutan sumber daya alam. Kita sangat
tahu kan yang namanya perebutan sumber
daya alam itu seperti apa? Yang namanya
ee apa ya? yang
namanya
kegiatan-kegiatan
eksplorasi itu sudah sangat
mengkhawatirkan. Bahkan teman-teman saya
di Universitas Indonesia membuat sebuah
riset ada hal yang tertutupi dari sebuah
eksplorasi. yakni eksplorasi
itu efek negatifnya
adalah ee memunculkan
disabilitas-disabilitas
baru. Jadi ada orang-orang yang bekerja
di bidang eksplorasi pertama nikel,
batuara dan lain sebagainya itu ada
karena kecelaka itu merekail disabilitas
tapi itu tidak terpublikasi pasti. Yang
terpublikasi adalah hal-hal terkait ee
bagaimana ee apa namanya ekonomi kita
maju karena pertambangan kita juga
bergerak ee bagus gitu ya, harganya
bagus dan lain sebagainya. Tapi tidak
pernah diceritakan. tidak pernah
diceritakan tentang kisah sedih dari
eksplorasi yang membuat manusia
Indonesia sampai ada yang mengalami
disabilitas dan lain sebagainya karena
kecelakaan kerja. Nah, itu contohnya.
Kemudian ee saya bisa menjelaskan lagi
bahwa perang proksi ini terkait dengan
ee bagaimana ee kekuatan antar bangsa
itu bisa terpublikasi lewat teknologi
ya. Misalnya perang AI gitu ya, cyber
war gitu ya. ee cyber ini perang cyber
ini suatu saat ee dan harus kita kupas
di satu sesi sendiri nih. Karena kalau
kita bicara teknologi, kalau sekarang
kita bicara artificial intelligence,
kalau di zaman saya dulu saya bilangnya
sistem pakar ya, sekarang sudah AI gitu
ya. Nah, itu tuh ee harus ada sesi
sendiri di apa di ee seri ASN belajar
dengan sesi itu ya, sesi tentang
bagaimana ee perang cyber ini akan
membuat ee dunia kita juga menjadi beda
banget, sangat berubah dan ee tidak
menutup kemungkinan akan terjadi hal
yang luar
biasa. Ee itu bisa menjadi satu tema
sendiri di ASN Belajar. Kemudian salah
satu yang penting dari ee era
ketidakpastian ini
adalah ee apa itu yang namanya institusi
negara yang pada saat ini ee berubah
fungsi sebagai juga ee pengantar
informasi. Kalau dulu lembaga-lembaga
negara itu fokus pada tugas
rutin tidak
pernah lembaga negara yang sangat aktif
untuk menyampaikan misalnya ee informasi
lewat YouTube dan lain sebagainya itu
dulu. Tapi sekarang semua lembaga negara
bahkan semua lembaga non negara juga
sudah aktif untuk mengekspresikan apa
yang mereka ee kerjakan sehari-hari
lewat media sosial, lewat TV, lewat ee
apa namanya? berbagai ee channel ee ini
ya yang mereka buat. Nah, ini adalah
satu ee apa ya? satu
transformasi dalam ee bidang sumber daya
manusia di mana setiap orang bisa
memiliki panggungnya masing-masing.
Setiap orang punya Instagram, setiap
orang bisa ee posting tentang ee
berbagai hal yang dia ee ingin kerjakan.
Dan yang pasti ee setiap orang bisa
menjadi ee apa? Figur atau raja bagi
masing-masingnya karena punya panggung
sendiri.
Nah, ini adalah satu pergerakan, ini
adalah satu pergeseran di era
ketidakpastian. Tapi ee kalau misalnya
kita melihat secara lebih spesifik, ini
adalah sesuatu yang membuat ee setiap
orang memiliki semangat dalam hidupnya.
Selanjutnya, nah ee kita pernah
mendengar eh society
5.0, society atau
masyarakat 50 gitu ya. Nah, eh
masyarakat 50 berbeda dengan masyarakat
eh 4.0. Kalau 4.0 itu really bisnis gitu
ya. Tapi pada saat kita bicara eh
society
5.0 itu adalah peran yang sangat
eh bertukar ee informasi antara manusia
dengan mesin. Jadi kalau misalnya eh
periode 5.0 itu really bisnis, kalau 5.0
Oh, ini human and eh technology yang
bisa untuk bekerja bareng gitu ya. Jadi
ee di era 5.0 itu bahkan kita sudah ee
mulai mengenal
spiritualitas
5.0, kemudian ada society 5.0, kemudian
juga ada Pancasila 5.0 gitu ya. Itu
adalah satu gejala di mana ee manusia
Indonesia sudah paham bahwa semua
manusia Indonesia pada saat ini harus
meng-upgrade diri. Pertama karena
kehadiran ee teknologi informasi yang
sangat pesat sekali. Yang kedua, ada ee
perubahan iklim dan krisis iklim yang
membuat manusia harus adaptif. Dan yang
ketiga yang paling penting adalah bahwa
ee kita harus berhadapan dengan
realitas ee maya atau realitas ee apa
namanya? Kekuatan mesin sehingga kita
harus hidup harmoni dengan mesin. Ee
integritas manusia itu saat ini ee
mungkin agak terganggu karena kehadiran
ee apa namanya? apa itu yang namanya
hasil dari rekayasa pemikiran AI
sehingga kita kadang-kadang ee memiliki
ee ketergantungan terhadap AI. Seperti
misalnya saya, saya juga ngajar di salah
satu universitas. Saya juga dengan ee
mahasiswa sering berdialog bahwa mereka
sangat ketergantungan dengan chat GPT
misalnya begitu ya. Nah, ini adalah
salah satu ee ruang
yang kita
ee manusia mesin di Society 5.0 itu
sudah menjadi hal yang sangat normal
gitu ya. Jadi kalau dulu kan orang agak
takut-takut dengan ee handphone atau
apa, tapi sekarang mereka tahu bahwa
sebenarnya oh handphone itu mudah.
Handphone itu adalah smartphone yang
membantu banyak hal dan lain
sebagainya. Kompleksitas isu-isu global
telah menciptakan sebutan word for O
yang kondisinya disebut dengan akronim
Fuka. Fuka adalah singkatan dari
volatility and certain complexity
ambigus. Jadi udahlah itu udahlah itu
mendadak atau misalnya spontan kemudian
juga ee tidak pasti kemudian juga
membuat tatanan dunia itu jadi berubah.
Nah ee hal ini ini masih dalam kondisi
dunia
4.0 dalam kita kenapa kita menyebutnya
4.0? Karena ya itu tadi di dalam eh apa
c-nya itu adalah bisnis as usual.
bisnis as usual itu adalah satu tindakan
di mana semua berjalan masih normal.
Jadi
ee waktu masih berjalan normal, kemudian
juga kitanya juga hidupnya normal gitu
ya. Itu masih 4.0. Kita menuju 5.0 tadi
yang saya bilang ada eh
goncangan-goncangan yang membuat kita
juga harus adaptif. Ee dilanjutkan lagi
slide-nya.
Nah, ee saya ingin menyampaikan bahwa
warning saja kepada kita yang ee
lagi-lagi saya bilang harus meng-upgrade
diri seperti juga software ataupun ee
apa ee aplikasi-aplikasi yang kita punya
juga harus di-upgrade. kita juga harus
di-upgrade gitu ya setiap saat karena
kondisinya memang sudah sangat ber
sekali ee dalam berpikir kita jangan
jadul dalam bertindak kita juga jangan
jadul dalam memanfaatkan situasi kita
harus melihat ee secara ee perspektif
yang holistik kita harus ngapain. Nah,
ASN itu sebenarnya kan dia ee punya ee
ee apa? Tugas pokok dan fungsi ya. Namun
kalau dia melaksanakan tugas tugas pokok
dan fungsinya saja, dia akan menjadi ASN
yang diam di
tempat. Jadi ASN yang bisa berhasil, ASN
yang bisa open mind, open heart, open
will itu adalah ASN yang punya inovasi.
Nah, ASN yang punya inovasi adalah ASN
yang dengan sadar menyampaikan kepada
dunia bahwa dia adalah ASN yang telah
meng-upgrade
diri, gitu ya. Jadi tidak ada kata
terlambat untuk mempelajari teknologi,
tidak ada kata terlambat untuk menjadi
ASN yang bernilai tinggi. Semuanya bisa
direalisasikan asalkan kita punya
semangat dan kita punya kepercayaan diri
bahwa kita bisa seperti orang lain yang
lebih baik dari kita. Nah, kondisi fuka
ternyata sekarang diperparah dengan
kondisi bani, yakni situasi yang lebih
brittle, mudah remuk gitu ya. Kemudian
juga ee ini dikhawatirkan ee menjadi
satu situasi yang tidak konsisten
sehingga ee dalam kondisi fukabani ini
adalah kondisi mental yang terjadi dalam
diri umat manusia sebagai akibat dari
polikrisis.
Ee kalau anak-anak sekarang mungkin ada
yang sering dengar istilah NPD gitu ya
atau misalnya ee satu situasi di mana
dia merasa dirinya luar biasa.
Dia apa-apa. Nah, ini adalah situasi
yang sangat berbahaya sekali.
Jadi ee kondisi ketidakpastian bisa
membuat manusia juga menjadi tidak pasti
dengan hidupnya. Bagaimana kalau ASN
tidak pasti dengan hidupnya?
Nah, bukankah budaya ee hijau yang kita
canangkan sebagai salah satu amanat dari
goals 17 ya atau eh SDG yang memiliki 17
goals lingkungan hijau atau go green.
Nah, kalau misalnya manusianya tidak
bisa adaptif dengan perubahan lingkungan
yang sangat luar biasa ini, di mana kita
menyelesaikan tujuan pembangunan
berkelanjutan? Gimana asta cita bisa
terwujud, gimana masyarakat kita bisa
lebih baik di saat situasi krisis,
gimana pendapatan kita bisa meningkat,
gimana semangat kita bisa bagus kalau
misalnya situasinya membuat kita menjadi
lemah gitu ya. Nah, jadi ee seperti
judul daripada ASN seri belajar ini di
ASN seri belajar 21 tahun 2025
ini temanya adalah bumi kita, tanggung
jawab kita membangun budaya hijau di
lingkungan ASN. Nah, ini berarti konsep
moral.
Konsep moral yang harus disiapkan oleh
ASN bahwa pertama harus adaptif, kedua
harus mengupgrade diri dengan situasi
terbaru, dan yang paling penting last
and but not least adalah bahwa kita
sadar
sesadar-sadarnya bahwa bumi pada saat
ini memang sedang berubah, tidak seperti
dulu lagi dan kita harus tetap hidup.
saya kenal yang saya tahu bahwa
menyelamatkan makhluk hidup adalah hal
paling
utama. Jadi, dari setiap kegiatan, dari
setiap program atau apapun itu oleh
birokrasi menyelamatkan makhluk hidup
sehingga yang lain-lain bisa nomor dua
nomor tiga lah ya. Tapi keselamatan
makhluk hidup adalah the number one.
That is the
principle. Itu yang harus menjadi
prinsip dari birokrasi. Ee jadi
kegiatannya ataupun program-programnya
lebih ditujukan pada bagaimana
menyelamatkan makhluk hidup. itu ee
adalah satu apa ya prinsip yang memang
tidak tidak secara hitam putih, tapi
merupakan satu pegangan bagi kami
birokrat untuk bertindak dan untuk
melakukan banyak hal sesuai dengan
amanat pengabdian ee dari panca
prasatria Kri. ee
dilanjutkan. Sudah lama tadi ee sudah
banyak kita juga bicara dengan tentang
polikrisis. Nah, pada saat kita
mengalami sangat banyak krisis, kita
harus manusia ini harus hidup, maka kita
harus memiliki ketahanan hidup.
Ketahanan hidup itu bisa kita siapkan
dengan menyiapkan view in one. Ketahanan
iklim berbasiskan ketahanan pangan,
ketahanan energi, dan ketahanan air.
Karena tiga hal ini yang kita perlukan
untuk hidup. Yang lain bisa minggir,
tapi yang tiga ini tidak boleh
dilewatkan.
Bahkan dalam satu
kesempatan rapapat dengan
berbagai dari unsur lingkungan selalu
menekankan ini. Anggaran apapun itu
prioritaskan pada tiga hal ini. Food,
energi and water. Pada saat tiga sumber
ini, sumber daya pangan, sumber daya
energi, dan sumber daya
air
tidak dirawat dengan baik, bagaimana
kita bisa hidup dengan baik, gitu loh.
Jadi memang tiga hal ini adalah kunci
bahwa manusia Indonesia dan manusia di
belahan negara lain bisa tetap hidup dan
bisa tetap menjadi manusia yang bahagia
dengan merawat few in food, energy, and
water in one. Tiga serangkai penting
yang perlu dijaga dalam kelanjutan
adalah view
inone. Pemerintah saat ini sedang sedang
disibukkan dengan apa yang namanya
efisiensi anggaran.
Sebenarnya kalau menurut saya itu
menjadi hal yang sangat sederhana pada
saat kita mengecilkan konsep menjadi
view inone. Jadi memang hal terpenting
adalah
menjaga ee apa namanya? Fungsi dasar
dari kehidupan dulu. Di mana air,
pangan, dan energi adalah prioritas yang
sangat dasar. itu dulu yang dijaga, itu
dulu yang dipenuhi, baru yang lain. Tapi
kalau sekarang sih sebenarnya selain
view inone, kita juga ee teringat bahwa
komunikasi dan informasi juga hal yang
seperti makanan sehari-hari bagi kita
kan. sehingga teknologi informasi dan
sekarang kalau kita ee
memudahkannya mengatakan bahwa kita ee
setiap hari perlu pulsa, perlu kuota
gitu ya ee karena itu adalah bagian dari
ee keseharian kita itu juga bisa menjadi
hal yang ee sangat prinsip juga
sebenarnya untuk
diperbinjang di
bahwa ini pertukaran informasi ini juga
tidak kalah penting. penting di sini.
Tapi memang betul itu tidak bisa
dihindari karena kita memang berada di
satu era di mana interconnected ya
semuanya terkoneksi oleh jaringan.
Dilanjutkan. Dunia sedang mengalami
disrupsi berskala global. Di tengah
proses disrupsi ini, kita juga mengalami
perkembangan
teknologi yang mencapai taraf penggunaan
kecerdasan artifisial. Fenomena ini di
satu sisi dapat memperlancar berbagai
urusan manajemen jasa dan barang. Namun
di pihak lain bisa juga menjadi bagian
dari proses disrupsi itu sendiri. Renald
Kasali dengan buku
Disruptions-nya. Bapak Renal Kasali,
guru besar UI telah mengingatkan kita
semua bahwa akan sangat banyak sekali
hal banyak sekali. Tapi bukan berarti
ini sebuah ancaman, bisa jadi sebuah
peluang. Nah, jadi disrupsi bisa menjadi
ancaman, bisa juga menjadi peluang.
pandai-pandai kita untuk ee
menyaring disrupsi mana yang suatu saat
bisa menjadi peluang. seperti misalnya
kalau saat ini kita ee lihat ya banyak
teman-teman yang sudah mulai ee memiliki
aktivitas-aktivitas yang ee menyenangkan
misalnya ya di media untuk memposting
kegiatan-kegiatannya dan lain sebagainya
itu juga bisa menjadi salah satu
ehality yang membuat orang juga bisa
tetap ee merasa ee oh iya ya saya juga
bermanfaat bagi ee orang lain seperti
misalnya pada saat terjadi kecelakaan
atau pada saat terjadi bencana di man
kemudian kita bisa melihat di media
sosial ada
yang ee peran masyarakat terhadap
lingkungannya.
Dilanjutkan.
Oke.
Ee di sini saya menyampaikan bahwa ee
kita juga tidak perlu takut-takut amat
dengan disrupsi karena manusia itu
adalah makhluk yang terlahir
sempurna. Makhluk yang terlahir dengan
ee kompleksitas daya upaya yang ee
sangat lengkap. Jadi ee manusia itu
tidak mudah untuk
dihancurkan dari berbagai macam hal yang
menyulitkan. Manusia tetap bisa berdiri
tegak. Jadi walaupun ada disrupsi ee
manusia pasti punya solusi-solusi untuk
menangani disrupsi dan bagaimanapun ee
manusia akan selalu bisa berinovasi
untuk keluar dari permasalahan hidupnya.
Next, dilanjutkan.
Eh, di sini saya ingin menyampaikan
mungkin ada beberapa slide lagi ee kita
tidak lagi berada dalam situasi bisnis
asual, ya. Jadi, segala sesuatu itu
pasti berpatokan tidak hanya pada ee
rutinitas, pada program, pada SOP, ya.
Nah, itu sekarang menjadi
pertanyaan, SOP yang kita bikin itu
masih relevan enggak dengan situasi
krisis SOP yang kita
buat standar operating eh prosedur itu
kira-kira masih bisa digunakan enggak di
era
krisis? Apakah nanti akan menjadi
pertanyaan bahwa kok birokrasi lambat
banget ya? karena dia pegang
SOPnya bukan bisnis
asual maka kita juga harus punya pola
pikir pikir crisis management sehingga
SOP itu harus dibuat dengan berlandaskan
mitigasi risiko dan crisis management.
enggak bisa lagi. Misalnya ee kita pakai
SOP yang kita pegang selama ini untuk
melaksanakan tugas-tugas kita. Bisa pada
saat kondisinya normal, tapi kan
sekarang enggak. Waktu berjalan cepat,
teknologi juga membuat segala sesuatu
menjadi cepat. Bikin surat aja misalnya
bisa 15 menit atau 10 menit. Ngirimnya
juga bisa lewat email dan lain
sebagainya. Ini kan satu percepatan yang
membuat kita jadi gimana ya? Loh, ini
cepat banget. Eh, satu surat yang
berasal dari Papua
bisa diterima oleh Jakarta di waktu yang
sama. Mungkin e point to poinnya mungkin
jedanya cuma berapa berapa detik gitu.
Nah, ini kan satu situasi yang membuat
kita jadi kayak seperti apa ya kalau
misalnya ada salah informasi, misinasi,
itu akan menyebabkan ee sangat banyak ee
apa efek yang tidak kita inginkan. Nah,
karena itu maka ini yang saya bilang
tadi, SOP atau standar operating
prosedure yang selama ini kita buat
untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan
kita
sehari-hari harus dilandasi dengan
mitigasi risiko dan dengan pola pikir
crisis managemen agar kita tidak
dianggap sebagai birokrat yang lamban.
Karena sangat banyak sekali informasi
misalnya mengenai masalah bencana atau
mengenai masalah satwa yang misalnya
satwa itu misalnya sedang sakit atau
apa. Kalau kita pakai
SP-nya susah
banget melakukan sesuatu yang lambat
sementara orang lain sangat mengharapkan
itu terjadi cepat gitu ya atau misalnya
warga perlu bantuan nih gitu kan. Tapi
kalau eh ASN-nya bilang, "Aduh, sesuai
SOP dulu." Oke, SOP it's good. Tapi pada
saat ini kita harus berpikir bahwa
karena kita tidak berada di situasi yang
baik-baik saja, kita harus
mengintegrasikan SOP itu dengan pola
pikir crisis managemen agar bisa berbuat
cepat, bertindak
tepat dengan mitigasi risiko yang juga
dipikirkan. Nah, ini adalah salah satu
akselerasi birokrasi yang sebenarnya
sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat
seluruh
Indonesia. Baik dari pengaturan ee apa
kependudukan, kesehatan, pendidikan, dan
lain sebagainya. SOP kita harus
akseleratif, SOP kita harus sesuai
dengan kebutuhan zaman. Karena apa?
Karena yang seperti di slide saya
ini, kita sudah tidak berada di situasi
bisnis as usual. kita berada di situasi
yang oke saya tadi setelah jelaskan ada
view inone food energy in water yang
menjadi tiga serangkai penting dalam
pembangunan berkelanjutan yang membuat
manusia Indonesia tetap bisa bertahan
ini adalah konsepnya next bisa untuk di
terapkan kan di seluruh Indonesia
bagaimana food, energy and water itu di
setiap daerah tuh dicermati gitu ya. Oh,
daerah saya sumber airnya ada enggak
sih? Oh, daerah saya sumber pangannya
ada enggak sih? Oh, daerah saya sumber
energinya kira-kira bisa mini hidro,
mikro hidro atau ee solar panel gitu ya.
harus harus disiapkan seluruh daerah
karena kita enggak bisa lagi
mengharapkan ee apa namanya instruksi
pusat atau bantuan pusat. Tidak. Seluruh
daerah harus mandiri secara view inone.
Next. Dikit lagi nih
ya. Oke.
Eh, saya bilang tadi view inone menjadi
program kemitraan pentahelix yang perlu
dikembangkan sehingga kebal disrupsi.
Kemitraan pentahelix dengan dengan tema
view inone perlu dirancang sebagai
strategi kolektif dengan pendekatan
terpadu antara sustainability dengan
pelayanan publik. Kalau kita bilangnya
pelayanan prima gitu ya.
ee kita harus ee sebagai ASN sebenarnya
saya senang kalau misalnya bisa untuk ee
selalu berbagi, selalu cerah gitu ya,
selalu senyum tapi kadang-kadang kita
juga punya hal-hal yang membuat kita
merasa dalam tekanan dan kita tidak bisa
senyum sehingga pelayanan publik kita
juga ee ee dipertanyakan orang dan lain
sebagainya. Eh ee saran saya adalah ee
hidup menjadi makna atau hidup
menjadi Jadi walaupun kita ee kecil gitu
ya kontribusinya ataupun kita
sedang-sedang aja, sedang-sedang aja
kontribusinya, tapi ee sebagai ASN
pelayanan publik dan pelayanan prima itu
adalah nomor satu.
Apalagi saat ini kita berada di situ di
mana ee orang juga ee kadang-kadang
sering terpancing dengan
kemarahan-kemarahan sehingga kita juga
waduh nih gimana nih ya kita ASN kita
harus ee berpenampilan prima, kita harus
berpelayanan prima, tapi kita juga
kadang menghadapi ee pihak pengusaha
ataupun masyarakat yang kadang ee ee apa
ya ee egoentrisnya timbul sehingga kita
juga terpancing atau seperti apa. Saya
sarankan jangan karena ee anggaplah
semua tugas sebagai ee satu hobi. Saya
begitu. Jadi tugas itu adalah hobi
sehingga segala sesuatu bisa kita
jalankan dengan baik. Ee kemitraan
pentah helix maksudnya adalah ASN bisa
berkoordinasi dan bekerja sama dengan
siapapun. ASN bisa berkoordinasi, ASN
bisa menjadi ee jembatan penghubung
dengan siapapun tapi tanpa motif
apapun. Di sini susahnya kadang-kadang
kan kita ee punya jaringan dengan motif
tertentu atau misalnya kita punya
jaringan ee dengan harapan tertentu. Ee
saya pikir ini adalah situasi yang
keliru. Berjejaring, berjejaring aja
kita ee saling berkomunikasi,
berkomunikasi aja. Tapi kalau untuk yang
namanya motif dan harapan saya kira
enggak perlu. Karena apa? Karena kita
udah udah di posisi ASN kan gitu ya,
udah di posisi yang sangat lues untuk
berkarya. Selanjutnya sedikit lagi ya.
Ada berapa slide lagi kalau enggak salah
ada dua apa
tiga. Selanjutnya dilanjutkan. Nah, oke
ini sudah tadi ya bisa dilanjutkan.
Halo. Ini di ya. Oke. Baik. Ee demikian
yang bisa ee saya sampaikan. Saya ingin
berbagi semangat, saya ingin berbagi
energi, saya ingin berbagi
informasi, dan saya ingin menyampaikan
kepada seluruh masyarakat Indonesia yang
ee kita sama-sama menjadi bagian dari
negara ini, putra-putri dari Indonesia.
kita harus mencintai tanah air kita dan
dengan pengabdian yang kita berikan ee
semoga kita bisa menjadi abdi negara
yang
diapresiasi karena pemikirannya, karena
tindakannya, dan karena
legasyinya. Ee itu aja yang ingin saya
sampaikan. Saya ucapkan terima kasih
kepada BPSDM Jatim dan seluruh kru yang
sudah sangat baik sekali mempersiapkan
acara ini. Ee dan saya merasa sangat
terpanggil untuk menyampaikan ini karena
kita harus menghadapi situasi krisis ini
bersama-sama dan kita harus keluar
sebagai
pemenang. Terima kasih. Itu yang bisa
saya sampaikan pagi ini. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
Baik, Sobat TSN ya, materi sudah selesai
disampaikan oleh Ibu Lita. Terima kasih
banyak Bu Lita atas materi yang sudah
disampaikan. Mohon berkenan untuk tetap
di tempat karena sesi tanya jawab akan
kita mulai sekarang. Jadi untuk sobat
ASN yang ingin bertanya, untuk Anda yang
bergabung lewat Zoom meeting, silakan ee
menggunakan icon raise hand. Untuk Anda
yang bergabung melalui YouTube channel
BBSDM Jatim TV boleh menuliskan
pertanyaannya melalui kolom chat. Oke,
kita cek terlebih dahulu siapakah yang
sudah rais hand atau ee menuliskan
pertanyaannya. Sudah ada yang join di
sini?
Oke, selamat pagi.
Saya dengan Sinta dari Ombusman Tok
Pusat Jakarta. Oke, silakan Ibu Sinta.
Pertanyaannya apa untuk Bu Lita? Terima
kasih Ibu moderator. Saya sangat
tertarik tadi dengan apa yang
disampaikan Ibu Dr. Lita
Permatasari. Eh, tadi ada menyinggung
tentang ee krisis ee apa namanya ya? ee
kondisi krisis kita yang kita hadapi ini
ada narsistik segala NPD gitu kan dengan
lingkungan hidup. Nah, yang saya ingin
tanyakan nih, bagaimana kita menyikapi
generasi yang saat ini nih yang katanya
GENZI ini sangat rentan menghadapi ee
tantangan-tantangan yang terjadi di ee
kementerian lembaga ya. Jadi, ASN
khususnya aparat ASN ini suka mendapat
merasa mendapat tekanan dari sikap yang
NPD. Nah, sementara kan tadi disampaikan
bahwa ee kalau itu sikap yang
ketidakpastian dapat mempengaruhi diri
dan juga kondisi yang tidak stabil itu
ee menyebabkan lingkungan juga tidak
sehat. Nah, kekacauan diri kita ini bisa
mempengaruhi lingkungan hidup. Nah,
bagaimana nih kita menyikapi ee
generasi-generasi Genzi ini yang ee
mendapat tantangan dari adanya NPD yang
sekarang banyak sekali terdengar ee
bahwa kita punya atasan atau pimpinan
itu yang sikapnya NPD. Mungkin seperti
itu, Bu Lita. Terima kasih.
Baik, langsung dijawab apa gimana nih?
Ya, bisa langsung dijawab saja, Bu Lita.
Oke, terima kasih ee Ibu dari Ombutsmen
ya. Iya, Ibu. Wah, salam kenal. Salam
kenal Ibu. Salam hormat. Salam hormat
kepada
kita
masuk. Baik. Ee dalam hal ini
Kementerian Lembaga lewat ee apa
namanya? berkoordinasi selalu dengan
Kemen ee Kementerian ee Pendayagunaan
Aparatur Negara untuk mengatasi masalah
ini. kita juga harus menjaga mood dan
juga profesionalitas ASN kita sehingga
ee ke depan mungkin akan dilaksanakan ee
hal-hal terkait bagaimana ee penyiapan
SDM ini di dalam ee instansi bisa siap
menghadapi berbagai hal yang ee menurut
kami itu memang mengganggu gitu ya,
mengganggu mood dan mengganggu
profesionalitas. Ada satu hal yang
menarik ya, karena saya pada saat ini
sedang mengikuti program LEM Hanas. Eh,
ada satu hal yang menarik bahwa pada
saat kita melaksanakan outbond gitu ya,
di mana kita mengalami situasi-situasi
yang berat dan kita laksanakan bersama
itu terjadi
kebersamaan. Sehingga ada teman yang
sampai bilang kayaknya nih harus outbond
nasional gitu ya. Pada saat kita
melaksanakan outbond, kita seperti tidak
menjadi diri sendiri, tapi kita menjadi
bagian dari tim dan kita merasa bahwa oh
ternyata kita enggak bisa ego sendiri
nih ya. Ini masalah harus dikerjakan
bareng. Oh, ini ada tujuan yang harus
kita capai bersama. Itu salah satunya.
Jadi menurut saya ee ada ada titik ee
jenuh dari para ASN kita yang membuat ee
terjadi ee mereka seperti masing-masing
dalam melaksanakan tugasnya atau ee
terganggu dengan ee masalah-masalah yang
memang harus dihadapi sehari-hari. Tapi
penyegaran penyegaran ee penyegaran jiwa
dan penyegaran semangat AS itu salah
satunya mungkin bisa dilaksanakan
dengan ya itu karena kalau
diskusi-diskusi di dalam ruang kelas itu
sudah sangat sering. Bahkan saya nih 23
tahun jadi ASN diskusi seminar, diskusi
seminar itu kan sering sekali gitu ya,
tapi ee keluarnya kita jarang dalam arti
kata kita keluar pada saat kita ada e
apa namanya monitoring dan evaluasi saja
sehingga ada ee ruang di mana kita tuh
jenuh gitu ya. Kejenuhan ini
kadang-kadang membuat profesionalis
profesional profesionalitas kita
menurun. pada saat profesionalitas kita
menurun, maka pada saat kita berhadapan
dengan publik dan menghadapi orang
ataupun ee aktor yang aneh-aneh, kita
jadi aduh gimana nih ya mengatasinya?
Kita jadi bingung sendiri. ee bagi saya
ASN harus siap menghadapi ee berbagai ee
jenis varian dari ee apa ee subjek yang
kita hadapi. Ee apalagi pada saat ini
kan situasi situasinya juga ee sangat
ini ya sangat rentan dalam arti kata ya
seperti yang saya bilang tadi kadang
kita menghadapi orang yang ee tidak satu
frekuensi dengan kita sehingga kita juga
agak terganggu. Tapi kalau misalnya saya
lihat ee dengan kesiapan ASN ee dengan
mood yang baik, dia tetap bisa
meningkatkan profesionalitasnya dan dia
juga bisa tetap fokus pada dirinya, pada
tugasnya, pada targetnya apabila dia
tahu bahwa oh ini saya sedang bekerja,
saya sedang bertugas. Dan lagi-lagi saya
bilang, saya bilang lebih baik kalau
tugas itu dijadikan hobi. Karena kalau
misalnya kita merasa bahwa tugas itu
adalah hobi kita, tidak ada tekanan dari
bos, saya merasa tidak ingin tertekan
dalam hidup saya sehingga saya ee
menganggap bos itu adalah sahabat saya,
gitu kan.
Ya udah kalau misalnya dapat tugas atau
misaks kita bisa lebih cair dalam
melihat situasi kita tetap bisa
profesional kita bisa berpelayanan
prima, tetap senyum, sapa salam gitu ya.
Dan bagi saya ini adalah kenang-kenangan
terindah selama 23 tahun saya menjadi
ASN di Republik Indonesia tercinta.
Demikian, Ibu. Iya. Terima kasih.
Mungkin saya bisa ambil kesimpulan yang
tadi Ibu sampaikan eh sebagai ASN kita
harus fokus, siap menghadapi tantangan
dalam bekerja juga. Pekerjaan itu
menjadi hobi ya, Bu ya. Sehingga tidak
menjadi beban dan sangat menyenangkan
itu ya, Bu ya. Terima kasih banyak Ibu
Lita, Ibu Dr. Lita. Salam kenal, sehat
selalu. Terima kasih. Saya kembalikan ke
moderator. Terima kasih ya, Ibu Bu Sinta
atas pertanyaannya dan terima kasih Bu
Lita sudah menjawab pertanyaan dari
Sobat ASN dan mohon maaf untuk sesi
tanya jawab kali ini kita batasi satu
penanya karena keterbatasan waktu.
Terang aja sobat yang ingin bertanya.
Masih ada narasumber kedua dan ketiga.
Terima kasih sekali lagi Bu Lita sudah
menyempatkan waktunya untuk sharing,
untuk berbagi ilmu kepada sobat ASN yang
sudah bergabung di webinar ASN belajar
seri 21 tahun 2025 ini. Kami persilakan
Bu Lita untuk kembali beraktivitas ee
melanjutkan schedul-nya yang semula.
Terima kasih sekali lagi Bu Lita. E tapi
tadi lancar aja ya jaringannya? Lancar.
Alhamdulillah, Ibu. Oke, terima kasih.
Alhamdulillah. Terima kasih. Ee salam
hormat untuk seluruh tim yang telah
bekerja dengan sangat baik menghasilkan
produk terbaik pagi ini. Sip. Terima
kasih banyak. Asalamualaikum Bu Lita.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih nih. Terima
kasih. Oke, sahabat ASN ini baru ee
narasumber yang pertama. Kami masih
memiliki dua materi dari dua narasumber
lagi. Jadi, jangan beranjak ke
mana-mana. Tetap di webinar ASM Belajar
Seri 21 tahun 2025.
[Musik]
Masih di ASN belajar seri 21 tahun 2025.
Sobat ASN di segmen kali ini kita akan
mendengarkan materi dari narasumber kita
yang kedua. Beliau merupakan seorang
jurnalis dan juga seorang fotografer
yang sangat tertarik dengan isu
lingkungan. Kalau sobat ASN yang suka
membaca buku atau suka melihat-lihat
foto book kemudian pernah melihat eh
buku berjudul Hope A Quest for Harmony
Between Humans and Wild Animal. Nah, itu
tuh salah satu karya beliau. Kira-kira
siapakah narasumber kita yang kedua?
Langsung saja kita sapa Ibu Regina Septi
Riani. Septiarini Safri Esos, M.Si.
[Musik]
Selamat pagi.
Pagi. Pagi selamat pagi, Bu Regina.
Sudah terdengar jelas. Mohon maaf, Ibu.
Tadi saya sempat ee terselip lidah saya
ya, Ibu Regina eh Septiarini Safri ya.
Benar ya Bu ya. Oke. Karena kalau di
flyer kan disingkat Ibu Safri. Waduh.
Iya. Saya jarang pakai e yang tengah
biasa cuma Regina Safri aja. Oke. Jadi
saya panggilnya Ibu Regina Ibu Regina
ya. Iya. Oke. Ibu Regina apa kabar hari
ini, Ibu? Alhamdulillah sehat. Waduh. Bu
Regina, sejauh ini sudah tujuh buku ya
yang diluncurkan ya. Iya. Wow. Ini next
akan ada karya lagi yang diterbitkan.
Ee insyaallah. Tapi belum sih karena ee
untuk Hope Hop kan baru aku launching
tahun lalu. Jadi ee ini masih road show.
Rencana rencananya mau 20 kota. Ini baru
14 kota. Wow. Sudah ke kota mana saja?
sudah ke Medan, Aceh, ee Jakarta,
Bandung, Jogja, Solo, Malang, Bali. Mem
e mana lupa majalah juga? Ee mana lagi
ya? Lupa. Wah, sudah keliling
Indonesia. Luar biasa. Boleh tepuk
tangan dulu dong untuk Ibu Regina.
Tapi kalau sekarang sobat ASN yang
bergabung justru dari seluruh Indonesia
nih berkumpul semuanya di ASN belajar
seri 21 kali ini dan kami juga sudah
tidak sabar untuk mendengarkan materi
dari Ibu Regina. Jadi Ibu Regina untuk
kali ini kami akan berikan waktu 30
menit untuk pemaparan materi. Kemudian
untuk tanya jawab akan ada sesi
tersendiri setelah pemaparan materi
selesai. Oke sobat ASN. Jadi nanti yang
ingin bertanya nanti ya ee bisa tuliskan
dulu pertanyaannya. Kemudian ketika
pemaran materi selesai bisa menggunakan
fature rais hand untuk yang ikut Zoom
meeting. Kalau yang ikut melalui YouTube
channel BPSDM Jatim TV silakan tuliskan
pertanyaannya di kolom live chat. Tapi
sekarang kita simak dulu pemaparan
materi dari Ibu Regina Septiarini Safri
Estos, M.Si. Silakan, Ibu.
Terima kasih, Mbak Nisa.
Eh, halo semua. Eh, sayangnya saya
enggak bisa melihat orang-orang. Ee
perkenalkan nama saya Regina Safri, saya
biasa dipanggil
Rerekenalkan tadi. Eh, mungkin sambil di
next Mbak ee ya eh next lagi ya. Jadi
saya
ee ee apa ya? Saya dulu jurnalis di
Kantor Berita Antara selama berapa? 13
tahun. Nah, lalu saya juga ee jadi
selain jurnalis saya juga selain menulis
saya juga ee fotografer. Nah, setelah
dari antara saya sempat menjadi
fotografernya Menteri Susi selama 4
tahun beliau beliau kan 5 tahun ya, jadi
saya nempel beliau di tahun kedua sampai
tahun ee
berikut-berikutnya. Ee setelah itu saya
freelance dan saya banyak di ee apa? di
white life ya, di apa namanya? Di hutan
gitu apa namanya? Tentang lingkungan dan
ee konservasi dan kadang di laut juga.
Next. Ee oke, next. Di sini saya ee saya
seperti tadi dibilang saya sudah membuat
tujuh buku. Sebenarnya buku-buku ini
lebih banyak untuk ee sharing ya,
mengedukasi gitu. Eh, sebenarnya bukan
mengedukasi, sharing lah. Sharing ee
pengalaman dan ee apa yang saya apa ya
yang saya dapatkan selama perjalanan ee
apa saya memotret dan jadi jurnalis.
Next. Ee di antara tujuh buku ada tiga
buku tentang ee konservasi satwa liar.
Em di sini saya mungkin agak cepat aja
nanti sharing-nya. Jadi saya akan slide
show-foto yang pernah saya ambil dan
mungkin karena sekolah saya kemarin ee
S2 S2 saya juga tentang lingkungan. Jadi
saya mengambil apa namanya ya hubungan
antara konservasi white lab dengan isu
sosial, ekonomi dan ee lingkunga
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:03 UTC
Categories
Manage