ASN Belajar Seri 21 | 2025 - Bumi Kita, Tanggung Jawab Kita: Membangun Budaya Hijau Dilingkungan ASN
jVnbqSPe-i4 • 2025-06-05
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Jadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia. Satukan tekad pantang menyerah jadi ASN [Musik] tetas belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia bukan tekad pantang menyerah jadi AS berkualitasku [Musik] Aku belajar [Musik] H [Musik] Yeah. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semua. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Selamat pagi sobat ASN. Senang sekali saya Dewi dapat kembali menemani Sobat ASN dalam webinar ASN Belajar seri 21 tahun 2025 persembahan Korpu SDGIS BBSDM Provinsi Jawa Timur. Izinkan kami untuk menyapa beberapa yang sudah bergabung dalam webinar kali ini. Yang terhormat Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, S.P.MP. Yang kami hormati para narasumber Pokja Peningkatan Kapasitas Masyarakat, Analis Pemberdaya Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup, Dr. Lita Permatasari, SKOM, M.Si. Jurnalis lepas fotografer dan penulis buku Ibu Regina Esafri, Sos, M.Si. SI, dosen Sekolah Pasca Sarjana Universitas Brawijaya, Dr. Rita Parmawati, S.P., M.E., M. IPU, ASEAN Eng dan semua sobat ASN yang sudah bergabung dari seluruh penjuru tanah air, baik yang bergabung melalui Zoom meeting maupun YouTube channel BPSDM Jatim TV serta yang hadir di kelas internasional BPSDM Jatim. Boleh applause dulu dong untuk semua yang sudah bergabung. Luar biasa kalau di tootal ya dari Zoom Meeting dan juga yang sudah bergabung di YouTube channel BPSDM Jatim TV serta yang hadir di sini lebih dari 5.000 orang loh. Wow sobat ASN memang ya karena memang Sobat ASN di hari ini hari Kamis 5 Juni 2025 di 5 Juni ini bertepatan kita memperingati sebagai hari Lingkungan Hidup sedunia makanya saya pakai hijau-hijau ya. Pas sekali dengan tema hari ini yaitu bumi kita, tanggung jawab kita membangun budaya hijau di lingkungan ASN. Mengapa kami mengambil tema ini? Karena sebagai bentuk kepedulian dan juga komitmen terhadap isi isu lingkungan. Jadi, perubahan iklim, kemudian juga degradasi lingkungan dan krisis ekologi global. Ini menjadi tantangan yang cukup serius yang memerlukan aksi nyata dari semua pihak. Pemerintah sebagai penggerak kebijakan dan juga pelayanan publik memiliki peran strategis dalam membentuk arah pembangunan yang berkelanjutan. Nah, dalam konteks ini, Sobat ASN, Aparatur Sipil Negara ini tidak hanya dituntut untuk bekerja secara profesional, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Apa saja sih yang bisa dilakukan ASN sehingga dapat menjadi teladan dalam mewujudkan birokrasi yang peduli lingkungan? Selengkapnya akan dibahas dalam webinar ASN belajar seri 21 tahun 2025. [Musik] Dan untuk mengawali ASN belajar seri 21 tahun 2025 ini, mari kita simak bersama opening speech yang akan disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Berikan applaus untuk Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. [Tepuk tangan] [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita semuanya. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corporate University, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini Kamis tanggal 5 Juni 2025 ASN Belajar telah memasuki seri yang ke-21. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami, kami terus berkomitmen sekaligus selalu berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri ke-21 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik dalam rangka turut serta menyemarakkan pemikiran dalam momen hari lingkungan hidup sedunia yang jatuh pada hari ini tanggal 5 Juni 2025. Perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pertama kali digagas oleh Lembaga Lingkungan Hidup Dunia atau UNEP. 53 tahun yang lalu, yakni pada tanggal 5 Juni 1972 bersamaan dengan pembukaan konferensi PBB tentang lingkungan hidup manusia di Stockholm, Swedia. Karena itu ASN belajar seri ke-21 tahun 2025 ini mengangkat topik bumi kita, Tanggung jawab kita membangun budaya hijau di lingkungan ASN. Nah, Sobat ASN sudah menjadi tradisi akademik dalam ASN belajar. bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sobat STN di seluruh tanah air, hari ini di bawah langit biru yang masih setia menaungi, kita berkumpul dalam momen yang tidak hanya seremonial, tetapi juga spiritual. Hari Lingkungan Hidup sedunia. Sebuah hari di mana dunia serentak menyadari bahwa bumi yang kita pijak bukan hanya tempat kita berdiri, melainkan rahim kehidupan yang harus kita rawat dengan penuh kasih dan kesadaran. Di tengah pusaran perubahan iklim, kehilangan keeragan, menghayati, dan degradasi lingkungan hari ini adalah panggilan untuk bangkit. Dari diam menjadi sadar, dari sadar menjadi bergerak. Ilmu pengetahuan telah memberi kita cermin bahwa bumi sedang demam, hutannya tertebas, airnya tercemar, dan udaranya penuh dengan keluh. Laporan intergovernmental panel on climate change atau IPCC yang terbaru menegaskan bahwa batas ambang pemanasan global kian mendekat. Namun tentu bukan ketakutan yang ingin kita wariskan kepada generasi mendatang, melainkan harapan. Harapan bahwa masih ada waktu meski sempit untuk memperbaiki dan bahwa manusia dalam segala rasionalitas dan empatinya adalah makhluk yang mampu beradaptasi dan memperbaiki jejaknya. Hari ini bukan hanya soal menanam pohon, membersihkan sungai, atau mengurangi plastik. Lebih dalam dari itu, ini adalah soal membangun kesadaran ekologis bahwa lingkungan hidup bukan objek luar diri, melainkan bagian dari eksistensi manusia itu sendiri. Kita bukan penguasa atas alam, melainkan bagian dari jejaring kehidupan yang saling terkait. Seperti akar dan daun yang saling menghidupi, seperti hujan dan tanah yang saling mengerti. Dalam semangat ini, peringatan hari lingkungan hidup bukan hanya tanggung jawab lembaga lingkungan, aktivis lingkungan atau komunitas hijau. Ini adalah urusan semua tanpa kecuali. Termasuk kita aparatur sipil negara, punggung birokrasi yang melayani, membentuk kebijakan dan memberi teladan. ASN harus formasi birokrasi hijau mendorong penggunaan energi ramah lingkungan, membangun sistem kerja yang rendah emisi, dan merancang kebijakan yang memihak keberlanjutan. Kita bukan hanya pelayanan publik, tapi juga pelindung bumi dalam setiap keputusan yang kita buat. Mari kita maknai hari lingkungan hidup sedunia ini bukan sebagai peringatan tahunan belaka, tetapi sebagai momentum kesadaran kolektif. Sebab menjaga lingkungan bukan sekedar tugas moral, melainkan amanah konstitusional, etis, dan spiritual kita sebagai manusia dan sebagai abdi negara. Sobat TSN di seluruh tanah air, lalu bagaimana ikhtiar kita pada momentum hari lingkungan hidup sedunia ini agar ASN sebagai elan vital bangsa mampu menunjukkan peran-peran strategis untuk turut serta menjaga kelestarian lingkungan hidup. Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas topik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis tentang lingkungan hidup kepada Sobat TSN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yang terhormat Ibu Dr. Lita Permatasari, SKOM, M.S. Beliau adalah analis pemberdayaan masyarakat pada Pokja Peningkatan Kapasitas Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Kedua, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yang terhormat Ibu Regina Esafri, Sos, M.Si. Beliau adalah seorang jurnalis sekaligus fotografer dan penulis buku dengan tema-tema lingkungan hidup. Dan yang ketiga kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Dr. Rita Parwati, SP,M, IPU Asian Engineering. Beliau adalah akademisi dari Sekolah Pasarjana Universitas Brawijaya Malang. Sahabat ASN, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-21 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Terima kasih Pak Ramli atas sambutannya. Baik, Sobat ASN, sebelum kita menyimak ee materi dari narasumber pertama, kami ingin mengingatkan bahwa presensi sudah dapat diakses melalui Semesta Bangkom. Oke, semesta Bangkom. Jadi setelah Sobat ASN mengisi presensi, kemudian juga mengisi survei yang ada di sana serta lembar monev, nantinya link sertifikat akan muncul maksimal 1* 24 jam. Jadi jangan lupa dicek secara berkala ya. Baik, Sobat [Musik] ASN. Baik, Sobat SN. Dalam ESM Belajar seri 21 ini akan ada tiga materi dari tiga narasumber yang luar biasa. Narasumber kita yang pertama merupakan Pokja peningkatan kapasitas masyarakat dan seorang analis pemberdaya masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Dan di tahun 2015 beliau pernah mendapatkan penghargaan Satya rencana karya Satya 10 tahun yang diberikan oleh Presiden RI. Siapakah beliau? Langsung saja kita sambut narasumber kita yang pertama dalam ASN belajar seri 21 tahun 2025, Dr. Lita Permatasari, SKOM, M.Si. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Asalamualaikum. Selamat pagi, Bu Lita. Saya panggilnya Bu Lita nih. Selamat maaf. Selamat pagi. Selamat pagi, Bu Lita. Maaf ini ee baik audio maupun videonya juga agak terputus-putus. Apakah koneksinya di sana stabil, Bu Lita? Iya, sebentar ya. Iya, bentar sebentar. Kami setia menunggu Bu Lita. ya. Oke, Sobat. Iya nih soalnya lagi di dalam. Di dalam mana Bu Lita? Oke, Sobat SN harap ee bersabar menunggu ya, demi kita semua bisa mendapatkan materi dari Bu Lita ini. Sepertinya ee ada kesalahan teknis. Sebentar kita akan cek jaringannya apakah memang sudah stabil di sana. Kemudian kita akan menghubungkan kembali dengan Dr. Lita Permatasari, SKOM, M.Si. Bu Lita ini juga sudah beberapa kali ya menjadi narasumber di webinar ASN belajar. Jadi mungkin ada ee sobat ASN yang sudah pernah bertanya langsung. Nanti pun juga setelah Bu Lita ee memaparkan materinya, kami akan membuka sesi tanya jawab tersendiri ya. setelah materinya selesai disampaikan. Oke, kami sudah terhubung kembali. Selamat pagi, Bu Lita. Halo. Halo, Bu Lita. Apa kabarnya hari ini? Oke. Halo. Iya. Waduh, ini seperti Alhamdulillah baik sekali. Alhamdulillah agak sedikit delay ya sepertinya. Gimana teman-teman ee kru kita lanjutkan atau kita stabilkan dulu jaringannya? Enggak. Sudah, sudah. Oh, sudah stabil ya. Oke. Sudah enggak delay ya suara saya? Oke, sudah kedengaran. Oke. Sip kalau gitu. Oke, Bu Lita dari CV Bu Lita ini luar biasa menarik sekali dan yang paling menarik ini ee boleh diceritakan sedikit dong di tahun 202 eh 2015 pernah mendapatkan penghargaan dari Presiden Republik Indonesia ini. Bagaimana ceritanya, Bu? Oke. Ee baik. Karena ee sebagai ASN kita memang ada tahap-tahap ya, di mana kita sudah melakukan banyak karya dan banyak kegiatan dan diapresiasi oleh Presiden sebagai bagian dari karya seorang abdi negara yang mungkin ee ada catatan-catatan khusus di mana misalnya bisa ee membuat ee apa ya membuat satu ee satu apa satu ee terobosan inovasi, inovasi gitu ya, inovasi yang bisa ee membangkitkan semangat masyarakat yang tadinya jadi ee yang tadinya biasa-biasa saja jadi lebih tergerak untuk memahami bahwa oh iya kita sekarang ee berada di zaman baru di mana segala sesuatunya baru, teknologinya baru, maka orangnya pun juga harus upgrade gitu ya. Nah, jadi ee ASN itu juga seperti software harus di-upgrade. Nah, jadi kalau misalnya kita tidak mengupgrade diri ee ada sesuatu yang enggak mismatch. Jadi, ada sesuatu yang tidak pas pada saat kita, tetap menjadi diri kita tapi tanpa mengi tidak maka bisa menyesuaikan diri atau adaptif dengan perubahan zaman. Oke. Baik. Pas sekali ya dengan ASN belajar ini memang merupakan sebuah sarana untuk rekan-rekan ASN, Sobat SN semuanya untuk lebih meng-upgrade lagi. Oke, semoga nanti ee bisa menjadi penerusnya Bu Lita ya, barangkali dapat penghargaan yang apa gitu dari Presiden juga. Amin. Oke, e kalau begitu tanpa perlu berlama-lama lagi, kami juga sudah tidak sabar untuk mendengarkan materi dari Bu Lita. Ee nanti pemaparan materinya judulnya apa, Bu Lita? Oke, ee saya akan bercerita tentang ee bagaimana membangun budaya hijau di era polikrisis. Jadi, kita sedang menghadapi berbagai macam krisis yang saling bersambung. He. Yaknya adalah nah bagaimana kita tetap menjadi manusia yang bahagia? He. Menjadi manusia yang sehat, menjadi ASN yang tetap memiliki kinerja yang baik. Walaupun di sekeliling kita sudah banyak krisis. Nah, itu jadi poinnya poinnya itu ya agar kita bisa tetap menjadi insan yang bahagia di tengah banyaknya krisis yang sedang melanda negara dan bangsa saat ini. Baik, kalau begitu sobat ASN ya nanti ee yang ingin bertanya boleh ditulis dulu pertanyaannya nanti kami akan buka sesi tanya jawab setelah pemaparan selesai. Dan untuk Bu Lita, kami berikan waktu 30 menit untuk menyampaikan materinya. Kemudian sesi tanya jawab akan ada sesi tersendiri setelah materi selesai disampaikan. Silakan Bu Lita. Baik. Ee bisa ditayangkan mungkin ya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. ASN belajar di mana pun berada. Saat ini kita kondisinya adalah belajar ya atau kepada nanti yang mungkin bisa Bapak Ibu ee share kembali kepada saya dalam bentuk ee pertanyaan yang mudah-mudahan bisa kita ee cari solusinya sama-sama di pagi ini. Senang sekali, saya bahagia karena hormon bahagia adalah hormon yang harus kita pelihara. Karena kita sedang menghadapi satu situasi dunia yang kata orang tidak baik-baik saja. Namun bagi saya ini adalah satu sinyal bahwa ASN harus di-upgrade, ASN harus berubah tidak hanya dalam pola pikir tapi juga dalam pola tindak. Ee judul pagi ini adalah membangun budaya hijau di tengah situasi krisis di era Fuka Bani. Nah, mungkin ee teman-teman juga sudah sangat ee tahu kalau misalnya budaya hijau itu identik dengan go green ya. Nah, kebetulan ee saya juga punya satu komunitas yang namanya komunitas Google, forum komunikasi yang saya buat dan saya himpun teman-teman di sana untuk tetap menjaga energi hijau kita agar tidak terpolarisasi oleh banyaknya krisis yang ada pada saat ini. Bisa dilanjutkan ke slide kedua. Ee rekan-rekan, kalau kita menghirup udara dan kita menggunakan air dan kita juga bisa makan, itu adalah satu situasi yang sangat normal. Dalam arti kata kita bisa menikmati hidup dengan baik. Namun di tengah semua kenormalan ini, ada satu situasi yang sebenarnya harus kita juga ingat bahwa kita mengalami satu situasi yang namanya polykrisis, yakni satu situasi yang terjadinya diakibatkan oleh yang ternyata ini dampaknya melebihi dari apa yang diperkirakan dan menyebabkan berbagai kebencanaan yang sebenarnya belum pernah terjadi sebelumnya. Nah, jadi ee kalau dulu kita mengenal ada krisis, ada megakrisis. Nah, sekarang kita ada satu lagi nih, polikrisis. Apa sih itu polikrisis? Nah, ini yang saya jelaskan ya. Jadi ee mungkin kita ada beban-beban ya dalam kehidupan di mana misalnya ada beban ekonomi, ada beban lingkungan yang misalnya kita melihat bahwa wah ini kok suhu bumi semakin panas menyebabkan kita juga jadi padahal sebenarnya mungkin di lingkungan kita pada saat itu tidak segera ini dan lain sebagainya. Nah, polikrisis ini akan ee menjadi satu hal yang membuat kita harus berubah gitu ya. tidak bisa lagi kita seperti saat ini. Bagaimana perubahannya? Bisa dilanjutkan di ee slide selanjutnya. Nah, ada seorang teman, dia adalah komisaris PLN kalau enggak salah orang Jawa Timur juga namanya Pak Eko Sulistio. Nah, Pak Eko Sulistio ini sangat kcern banget dengan masalah view eh food, energy and water atau view. Nah, dia membuat satu analisa bahwa negara-negara saat ini tidak hanya Indonesia itu sedang mengalami polikrisis dan dia menyebutnya sebagai ibu dari semua krisis. Poly Crisis ini ee banyak digunakan oleh ekonom dalam menghitung ee dampak-dampak kerugian lingkungan dan lain sebagainya yang sekarang terkoneksi dengan jaringan global. bahwa kalau kita melihat negara negara-negara bangsa ini kan sekarang sedang menuju pada situasi yang sangat mengkhawatirkan yang namanya perang ya di mana semua orang ee secara egosentris mempersiapkan nuklir-nuklirnya untuk nanti suatu saat dipergunakan kalau misalnya terjadi persengketaan ataupun ee ketidakcocokan dalam ee geopolitik gitu ya. Nah, ini kan sangat berbahaya sekali. Bahkan ee polikrisis ini sebenarnya merupakan satu hal yang ee bisa menghancurkan sendi kehidupan manusia dan teknologi menjadi satu yang lebih gitu ya. Maksudnya teknologi porsinya sangat sangat kuat untuk membentuk polikrisis. Ee sering berdirialah dengan teman-teman bahwa sebenarnya semangat green teknologi itu berbenturan. Kenapa? Karena teknologi itu akan menghasilkan sampah teknologi. Bahkan di China ada satu desa yang namanya des teknologi yang polusi masyarakatnya juga sampai ini ya ee banyak yang mengalami ee ee cacat dan lain sebagainya. Nah, itu adalah ee dampak dari teknologi. Teknologi itu akan menghasilkan sampah teknologi yang membuat kita juga jadi kayak semacam gimana ya ee oh ya ternyata teknologi itu sangat membantu manusia untuk lebih ee akseleratif, mempermudah, mempercepat. Tapi di satu sisi teknologi juga memiliki dampak di mana dia punya ee sampah teknologi yang ee sangat mengkhawatirkan. Dilanjutkan dulu slide-nya. Nah, sekarang kita working in the era of uncertainting. Universitas Brawijaya pernah membuat satu seminar dengan tema planning in the era of uncertainty. Semua sekarang serba uncertain, tidak pasti. Nah, jadi vokab adalah satu situasi di mana situasi yang tidak pasti. We are living in the era of uncertainty. Nah, kalau sudah seperti itu, maka apa yang harus kita lakukan? Kita melihat di sini bukti daripada ee kita hidup di era ketidakpastian itu adalah adanya akselerasi perubahan iklim. Ada bencana-bencana yang silih berganti di setiap daerah variatif bencananya. ada banjir, ada berbagai bencana yang inilah ya yang sering kita alami. Tapi itu tuh ee fluktuatif dan pada saat ini sepertinya sudah menjadi ee hal yang rutin terjadi. Nah, kalau bencana sudah rutin di tengah kehidupan apa itu namanya? Itu kan satu warning ya dari semesta ini bahwa kita harus berubah, bahwa kita harus adaptif terhadap bencana. Salah satu ee ee bukti bahwa ada hal lain ya yang ee terkait dengan masalah fukabani atau ketidakpastian ini adalah perebutan sumber daya alam. Kita sangat tahu kan yang namanya perebutan sumber daya alam itu seperti apa? Yang namanya ee apa ya? yang namanya kegiatan-kegiatan eksplorasi itu sudah sangat mengkhawatirkan. Bahkan teman-teman saya di Universitas Indonesia membuat sebuah riset ada hal yang tertutupi dari sebuah eksplorasi. yakni eksplorasi itu efek negatifnya adalah ee memunculkan disabilitas-disabilitas baru. Jadi ada orang-orang yang bekerja di bidang eksplorasi pertama nikel, batuara dan lain sebagainya itu ada karena kecelaka itu merekail disabilitas tapi itu tidak terpublikasi pasti. Yang terpublikasi adalah hal-hal terkait ee bagaimana ee apa namanya ekonomi kita maju karena pertambangan kita juga bergerak ee bagus gitu ya, harganya bagus dan lain sebagainya. Tapi tidak pernah diceritakan. tidak pernah diceritakan tentang kisah sedih dari eksplorasi yang membuat manusia Indonesia sampai ada yang mengalami disabilitas dan lain sebagainya karena kecelakaan kerja. Nah, itu contohnya. Kemudian ee saya bisa menjelaskan lagi bahwa perang proksi ini terkait dengan ee bagaimana ee kekuatan antar bangsa itu bisa terpublikasi lewat teknologi ya. Misalnya perang AI gitu ya, cyber war gitu ya. ee cyber ini perang cyber ini suatu saat ee dan harus kita kupas di satu sesi sendiri nih. Karena kalau kita bicara teknologi, kalau sekarang kita bicara artificial intelligence, kalau di zaman saya dulu saya bilangnya sistem pakar ya, sekarang sudah AI gitu ya. Nah, itu tuh ee harus ada sesi sendiri di apa di ee seri ASN belajar dengan sesi itu ya, sesi tentang bagaimana ee perang cyber ini akan membuat ee dunia kita juga menjadi beda banget, sangat berubah dan ee tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal yang luar biasa. Ee itu bisa menjadi satu tema sendiri di ASN Belajar. Kemudian salah satu yang penting dari ee era ketidakpastian ini adalah ee apa itu yang namanya institusi negara yang pada saat ini ee berubah fungsi sebagai juga ee pengantar informasi. Kalau dulu lembaga-lembaga negara itu fokus pada tugas rutin tidak pernah lembaga negara yang sangat aktif untuk menyampaikan misalnya ee informasi lewat YouTube dan lain sebagainya itu dulu. Tapi sekarang semua lembaga negara bahkan semua lembaga non negara juga sudah aktif untuk mengekspresikan apa yang mereka ee kerjakan sehari-hari lewat media sosial, lewat TV, lewat ee apa namanya? berbagai ee channel ee ini ya yang mereka buat. Nah, ini adalah satu ee apa ya? satu transformasi dalam ee bidang sumber daya manusia di mana setiap orang bisa memiliki panggungnya masing-masing. Setiap orang punya Instagram, setiap orang bisa ee posting tentang ee berbagai hal yang dia ee ingin kerjakan. Dan yang pasti ee setiap orang bisa menjadi ee apa? Figur atau raja bagi masing-masingnya karena punya panggung sendiri. Nah, ini adalah satu pergerakan, ini adalah satu pergeseran di era ketidakpastian. Tapi ee kalau misalnya kita melihat secara lebih spesifik, ini adalah sesuatu yang membuat ee setiap orang memiliki semangat dalam hidupnya. Selanjutnya, nah ee kita pernah mendengar eh society 5.0, society atau masyarakat 50 gitu ya. Nah, eh masyarakat 50 berbeda dengan masyarakat eh 4.0. Kalau 4.0 itu really bisnis gitu ya. Tapi pada saat kita bicara eh society 5.0 itu adalah peran yang sangat eh bertukar ee informasi antara manusia dengan mesin. Jadi kalau misalnya eh periode 5.0 itu really bisnis, kalau 5.0 Oh, ini human and eh technology yang bisa untuk bekerja bareng gitu ya. Jadi ee di era 5.0 itu bahkan kita sudah ee mulai mengenal spiritualitas 5.0, kemudian ada society 5.0, kemudian juga ada Pancasila 5.0 gitu ya. Itu adalah satu gejala di mana ee manusia Indonesia sudah paham bahwa semua manusia Indonesia pada saat ini harus meng-upgrade diri. Pertama karena kehadiran ee teknologi informasi yang sangat pesat sekali. Yang kedua, ada ee perubahan iklim dan krisis iklim yang membuat manusia harus adaptif. Dan yang ketiga yang paling penting adalah bahwa ee kita harus berhadapan dengan realitas ee maya atau realitas ee apa namanya? Kekuatan mesin sehingga kita harus hidup harmoni dengan mesin. Ee integritas manusia itu saat ini ee mungkin agak terganggu karena kehadiran ee apa namanya? apa itu yang namanya hasil dari rekayasa pemikiran AI sehingga kita kadang-kadang ee memiliki ee ketergantungan terhadap AI. Seperti misalnya saya, saya juga ngajar di salah satu universitas. Saya juga dengan ee mahasiswa sering berdialog bahwa mereka sangat ketergantungan dengan chat GPT misalnya begitu ya. Nah, ini adalah salah satu ee ruang yang kita ee manusia mesin di Society 5.0 itu sudah menjadi hal yang sangat normal gitu ya. Jadi kalau dulu kan orang agak takut-takut dengan ee handphone atau apa, tapi sekarang mereka tahu bahwa sebenarnya oh handphone itu mudah. Handphone itu adalah smartphone yang membantu banyak hal dan lain sebagainya. Kompleksitas isu-isu global telah menciptakan sebutan word for O yang kondisinya disebut dengan akronim Fuka. Fuka adalah singkatan dari volatility and certain complexity ambigus. Jadi udahlah itu udahlah itu mendadak atau misalnya spontan kemudian juga ee tidak pasti kemudian juga membuat tatanan dunia itu jadi berubah. Nah ee hal ini ini masih dalam kondisi dunia 4.0 dalam kita kenapa kita menyebutnya 4.0? Karena ya itu tadi di dalam eh apa c-nya itu adalah bisnis as usual. bisnis as usual itu adalah satu tindakan di mana semua berjalan masih normal. Jadi ee waktu masih berjalan normal, kemudian juga kitanya juga hidupnya normal gitu ya. Itu masih 4.0. Kita menuju 5.0 tadi yang saya bilang ada eh goncangan-goncangan yang membuat kita juga harus adaptif. Ee dilanjutkan lagi slide-nya. Nah, ee saya ingin menyampaikan bahwa warning saja kepada kita yang ee lagi-lagi saya bilang harus meng-upgrade diri seperti juga software ataupun ee apa ee aplikasi-aplikasi yang kita punya juga harus di-upgrade. kita juga harus di-upgrade gitu ya setiap saat karena kondisinya memang sudah sangat ber sekali ee dalam berpikir kita jangan jadul dalam bertindak kita juga jangan jadul dalam memanfaatkan situasi kita harus melihat ee secara ee perspektif yang holistik kita harus ngapain. Nah, ASN itu sebenarnya kan dia ee punya ee ee apa? Tugas pokok dan fungsi ya. Namun kalau dia melaksanakan tugas tugas pokok dan fungsinya saja, dia akan menjadi ASN yang diam di tempat. Jadi ASN yang bisa berhasil, ASN yang bisa open mind, open heart, open will itu adalah ASN yang punya inovasi. Nah, ASN yang punya inovasi adalah ASN yang dengan sadar menyampaikan kepada dunia bahwa dia adalah ASN yang telah meng-upgrade diri, gitu ya. Jadi tidak ada kata terlambat untuk mempelajari teknologi, tidak ada kata terlambat untuk menjadi ASN yang bernilai tinggi. Semuanya bisa direalisasikan asalkan kita punya semangat dan kita punya kepercayaan diri bahwa kita bisa seperti orang lain yang lebih baik dari kita. Nah, kondisi fuka ternyata sekarang diperparah dengan kondisi bani, yakni situasi yang lebih brittle, mudah remuk gitu ya. Kemudian juga ee ini dikhawatirkan ee menjadi satu situasi yang tidak konsisten sehingga ee dalam kondisi fukabani ini adalah kondisi mental yang terjadi dalam diri umat manusia sebagai akibat dari polikrisis. Ee kalau anak-anak sekarang mungkin ada yang sering dengar istilah NPD gitu ya atau misalnya ee satu situasi di mana dia merasa dirinya luar biasa. Dia apa-apa. Nah, ini adalah situasi yang sangat berbahaya sekali. Jadi ee kondisi ketidakpastian bisa membuat manusia juga menjadi tidak pasti dengan hidupnya. Bagaimana kalau ASN tidak pasti dengan hidupnya? Nah, bukankah budaya ee hijau yang kita canangkan sebagai salah satu amanat dari goals 17 ya atau eh SDG yang memiliki 17 goals lingkungan hijau atau go green. Nah, kalau misalnya manusianya tidak bisa adaptif dengan perubahan lingkungan yang sangat luar biasa ini, di mana kita menyelesaikan tujuan pembangunan berkelanjutan? Gimana asta cita bisa terwujud, gimana masyarakat kita bisa lebih baik di saat situasi krisis, gimana pendapatan kita bisa meningkat, gimana semangat kita bisa bagus kalau misalnya situasinya membuat kita menjadi lemah gitu ya. Nah, jadi ee seperti judul daripada ASN seri belajar ini di ASN seri belajar 21 tahun 2025 ini temanya adalah bumi kita, tanggung jawab kita membangun budaya hijau di lingkungan ASN. Nah, ini berarti konsep moral. Konsep moral yang harus disiapkan oleh ASN bahwa pertama harus adaptif, kedua harus mengupgrade diri dengan situasi terbaru, dan yang paling penting last and but not least adalah bahwa kita sadar sesadar-sadarnya bahwa bumi pada saat ini memang sedang berubah, tidak seperti dulu lagi dan kita harus tetap hidup. saya kenal yang saya tahu bahwa menyelamatkan makhluk hidup adalah hal paling utama. Jadi, dari setiap kegiatan, dari setiap program atau apapun itu oleh birokrasi menyelamatkan makhluk hidup sehingga yang lain-lain bisa nomor dua nomor tiga lah ya. Tapi keselamatan makhluk hidup adalah the number one. That is the principle. Itu yang harus menjadi prinsip dari birokrasi. Ee jadi kegiatannya ataupun program-programnya lebih ditujukan pada bagaimana menyelamatkan makhluk hidup. itu ee adalah satu apa ya prinsip yang memang tidak tidak secara hitam putih, tapi merupakan satu pegangan bagi kami birokrat untuk bertindak dan untuk melakukan banyak hal sesuai dengan amanat pengabdian ee dari panca prasatria Kri. ee dilanjutkan. Sudah lama tadi ee sudah banyak kita juga bicara dengan tentang polikrisis. Nah, pada saat kita mengalami sangat banyak krisis, kita harus manusia ini harus hidup, maka kita harus memiliki ketahanan hidup. Ketahanan hidup itu bisa kita siapkan dengan menyiapkan view in one. Ketahanan iklim berbasiskan ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan air. Karena tiga hal ini yang kita perlukan untuk hidup. Yang lain bisa minggir, tapi yang tiga ini tidak boleh dilewatkan. Bahkan dalam satu kesempatan rapapat dengan berbagai dari unsur lingkungan selalu menekankan ini. Anggaran apapun itu prioritaskan pada tiga hal ini. Food, energi and water. Pada saat tiga sumber ini, sumber daya pangan, sumber daya energi, dan sumber daya air tidak dirawat dengan baik, bagaimana kita bisa hidup dengan baik, gitu loh. Jadi memang tiga hal ini adalah kunci bahwa manusia Indonesia dan manusia di belahan negara lain bisa tetap hidup dan bisa tetap menjadi manusia yang bahagia dengan merawat few in food, energy, and water in one. Tiga serangkai penting yang perlu dijaga dalam kelanjutan adalah view inone. Pemerintah saat ini sedang sedang disibukkan dengan apa yang namanya efisiensi anggaran. Sebenarnya kalau menurut saya itu menjadi hal yang sangat sederhana pada saat kita mengecilkan konsep menjadi view inone. Jadi memang hal terpenting adalah menjaga ee apa namanya? Fungsi dasar dari kehidupan dulu. Di mana air, pangan, dan energi adalah prioritas yang sangat dasar. itu dulu yang dijaga, itu dulu yang dipenuhi, baru yang lain. Tapi kalau sekarang sih sebenarnya selain view inone, kita juga ee teringat bahwa komunikasi dan informasi juga hal yang seperti makanan sehari-hari bagi kita kan. sehingga teknologi informasi dan sekarang kalau kita ee memudahkannya mengatakan bahwa kita ee setiap hari perlu pulsa, perlu kuota gitu ya ee karena itu adalah bagian dari ee keseharian kita itu juga bisa menjadi hal yang ee sangat prinsip juga sebenarnya untuk diperbinjang di bahwa ini pertukaran informasi ini juga tidak kalah penting. penting di sini. Tapi memang betul itu tidak bisa dihindari karena kita memang berada di satu era di mana interconnected ya semuanya terkoneksi oleh jaringan. Dilanjutkan. Dunia sedang mengalami disrupsi berskala global. Di tengah proses disrupsi ini, kita juga mengalami perkembangan teknologi yang mencapai taraf penggunaan kecerdasan artifisial. Fenomena ini di satu sisi dapat memperlancar berbagai urusan manajemen jasa dan barang. Namun di pihak lain bisa juga menjadi bagian dari proses disrupsi itu sendiri. Renald Kasali dengan buku Disruptions-nya. Bapak Renal Kasali, guru besar UI telah mengingatkan kita semua bahwa akan sangat banyak sekali hal banyak sekali. Tapi bukan berarti ini sebuah ancaman, bisa jadi sebuah peluang. Nah, jadi disrupsi bisa menjadi ancaman, bisa juga menjadi peluang. pandai-pandai kita untuk ee menyaring disrupsi mana yang suatu saat bisa menjadi peluang. seperti misalnya kalau saat ini kita ee lihat ya banyak teman-teman yang sudah mulai ee memiliki aktivitas-aktivitas yang ee menyenangkan misalnya ya di media untuk memposting kegiatan-kegiatannya dan lain sebagainya itu juga bisa menjadi salah satu ehality yang membuat orang juga bisa tetap ee merasa ee oh iya ya saya juga bermanfaat bagi ee orang lain seperti misalnya pada saat terjadi kecelakaan atau pada saat terjadi bencana di man kemudian kita bisa melihat di media sosial ada yang ee peran masyarakat terhadap lingkungannya. Dilanjutkan. Oke. Ee di sini saya menyampaikan bahwa ee kita juga tidak perlu takut-takut amat dengan disrupsi karena manusia itu adalah makhluk yang terlahir sempurna. Makhluk yang terlahir dengan ee kompleksitas daya upaya yang ee sangat lengkap. Jadi ee manusia itu tidak mudah untuk dihancurkan dari berbagai macam hal yang menyulitkan. Manusia tetap bisa berdiri tegak. Jadi walaupun ada disrupsi ee manusia pasti punya solusi-solusi untuk menangani disrupsi dan bagaimanapun ee manusia akan selalu bisa berinovasi untuk keluar dari permasalahan hidupnya. Next, dilanjutkan. Eh, di sini saya ingin menyampaikan mungkin ada beberapa slide lagi ee kita tidak lagi berada dalam situasi bisnis asual, ya. Jadi, segala sesuatu itu pasti berpatokan tidak hanya pada ee rutinitas, pada program, pada SOP, ya. Nah, itu sekarang menjadi pertanyaan, SOP yang kita bikin itu masih relevan enggak dengan situasi krisis SOP yang kita buat standar operating eh prosedur itu kira-kira masih bisa digunakan enggak di era krisis? Apakah nanti akan menjadi pertanyaan bahwa kok birokrasi lambat banget ya? karena dia pegang SOPnya bukan bisnis asual maka kita juga harus punya pola pikir pikir crisis management sehingga SOP itu harus dibuat dengan berlandaskan mitigasi risiko dan crisis management. enggak bisa lagi. Misalnya ee kita pakai SOP yang kita pegang selama ini untuk melaksanakan tugas-tugas kita. Bisa pada saat kondisinya normal, tapi kan sekarang enggak. Waktu berjalan cepat, teknologi juga membuat segala sesuatu menjadi cepat. Bikin surat aja misalnya bisa 15 menit atau 10 menit. Ngirimnya juga bisa lewat email dan lain sebagainya. Ini kan satu percepatan yang membuat kita jadi gimana ya? Loh, ini cepat banget. Eh, satu surat yang berasal dari Papua bisa diterima oleh Jakarta di waktu yang sama. Mungkin e point to poinnya mungkin jedanya cuma berapa berapa detik gitu. Nah, ini kan satu situasi yang membuat kita jadi kayak seperti apa ya kalau misalnya ada salah informasi, misinasi, itu akan menyebabkan ee sangat banyak ee apa efek yang tidak kita inginkan. Nah, karena itu maka ini yang saya bilang tadi, SOP atau standar operating prosedure yang selama ini kita buat untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kita sehari-hari harus dilandasi dengan mitigasi risiko dan dengan pola pikir crisis managemen agar kita tidak dianggap sebagai birokrat yang lamban. Karena sangat banyak sekali informasi misalnya mengenai masalah bencana atau mengenai masalah satwa yang misalnya satwa itu misalnya sedang sakit atau apa. Kalau kita pakai SP-nya susah banget melakukan sesuatu yang lambat sementara orang lain sangat mengharapkan itu terjadi cepat gitu ya atau misalnya warga perlu bantuan nih gitu kan. Tapi kalau eh ASN-nya bilang, "Aduh, sesuai SOP dulu." Oke, SOP it's good. Tapi pada saat ini kita harus berpikir bahwa karena kita tidak berada di situasi yang baik-baik saja, kita harus mengintegrasikan SOP itu dengan pola pikir crisis managemen agar bisa berbuat cepat, bertindak tepat dengan mitigasi risiko yang juga dipikirkan. Nah, ini adalah salah satu akselerasi birokrasi yang sebenarnya sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat seluruh Indonesia. Baik dari pengaturan ee apa kependudukan, kesehatan, pendidikan, dan lain sebagainya. SOP kita harus akseleratif, SOP kita harus sesuai dengan kebutuhan zaman. Karena apa? Karena yang seperti di slide saya ini, kita sudah tidak berada di situasi bisnis as usual. kita berada di situasi yang oke saya tadi setelah jelaskan ada view inone food energy in water yang menjadi tiga serangkai penting dalam pembangunan berkelanjutan yang membuat manusia Indonesia tetap bisa bertahan ini adalah konsepnya next bisa untuk di terapkan kan di seluruh Indonesia bagaimana food, energy and water itu di setiap daerah tuh dicermati gitu ya. Oh, daerah saya sumber airnya ada enggak sih? Oh, daerah saya sumber pangannya ada enggak sih? Oh, daerah saya sumber energinya kira-kira bisa mini hidro, mikro hidro atau ee solar panel gitu ya. harus harus disiapkan seluruh daerah karena kita enggak bisa lagi mengharapkan ee apa namanya instruksi pusat atau bantuan pusat. Tidak. Seluruh daerah harus mandiri secara view inone. Next. Dikit lagi nih ya. Oke. Eh, saya bilang tadi view inone menjadi program kemitraan pentahelix yang perlu dikembangkan sehingga kebal disrupsi. Kemitraan pentahelix dengan dengan tema view inone perlu dirancang sebagai strategi kolektif dengan pendekatan terpadu antara sustainability dengan pelayanan publik. Kalau kita bilangnya pelayanan prima gitu ya. ee kita harus ee sebagai ASN sebenarnya saya senang kalau misalnya bisa untuk ee selalu berbagi, selalu cerah gitu ya, selalu senyum tapi kadang-kadang kita juga punya hal-hal yang membuat kita merasa dalam tekanan dan kita tidak bisa senyum sehingga pelayanan publik kita juga ee ee dipertanyakan orang dan lain sebagainya. Eh ee saran saya adalah ee hidup menjadi makna atau hidup menjadi Jadi walaupun kita ee kecil gitu ya kontribusinya ataupun kita sedang-sedang aja, sedang-sedang aja kontribusinya, tapi ee sebagai ASN pelayanan publik dan pelayanan prima itu adalah nomor satu. Apalagi saat ini kita berada di situ di mana ee orang juga ee kadang-kadang sering terpancing dengan kemarahan-kemarahan sehingga kita juga waduh nih gimana nih ya kita ASN kita harus ee berpenampilan prima, kita harus berpelayanan prima, tapi kita juga kadang menghadapi ee pihak pengusaha ataupun masyarakat yang kadang ee ee apa ya ee egoentrisnya timbul sehingga kita juga terpancing atau seperti apa. Saya sarankan jangan karena ee anggaplah semua tugas sebagai ee satu hobi. Saya begitu. Jadi tugas itu adalah hobi sehingga segala sesuatu bisa kita jalankan dengan baik. Ee kemitraan pentah helix maksudnya adalah ASN bisa berkoordinasi dan bekerja sama dengan siapapun. ASN bisa berkoordinasi, ASN bisa menjadi ee jembatan penghubung dengan siapapun tapi tanpa motif apapun. Di sini susahnya kadang-kadang kan kita ee punya jaringan dengan motif tertentu atau misalnya kita punya jaringan ee dengan harapan tertentu. Ee saya pikir ini adalah situasi yang keliru. Berjejaring, berjejaring aja kita ee saling berkomunikasi, berkomunikasi aja. Tapi kalau untuk yang namanya motif dan harapan saya kira enggak perlu. Karena apa? Karena kita udah udah di posisi ASN kan gitu ya, udah di posisi yang sangat lues untuk berkarya. Selanjutnya sedikit lagi ya. Ada berapa slide lagi kalau enggak salah ada dua apa tiga. Selanjutnya dilanjutkan. Nah, oke ini sudah tadi ya bisa dilanjutkan. Halo. Ini di ya. Oke. Baik. Ee demikian yang bisa ee saya sampaikan. Saya ingin berbagi semangat, saya ingin berbagi energi, saya ingin berbagi informasi, dan saya ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang ee kita sama-sama menjadi bagian dari negara ini, putra-putri dari Indonesia. kita harus mencintai tanah air kita dan dengan pengabdian yang kita berikan ee semoga kita bisa menjadi abdi negara yang diapresiasi karena pemikirannya, karena tindakannya, dan karena legasyinya. Ee itu aja yang ingin saya sampaikan. Saya ucapkan terima kasih kepada BPSDM Jatim dan seluruh kru yang sudah sangat baik sekali mempersiapkan acara ini. Ee dan saya merasa sangat terpanggil untuk menyampaikan ini karena kita harus menghadapi situasi krisis ini bersama-sama dan kita harus keluar sebagai pemenang. Terima kasih. Itu yang bisa saya sampaikan pagi ini. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Baik, Sobat TSN ya, materi sudah selesai disampaikan oleh Ibu Lita. Terima kasih banyak Bu Lita atas materi yang sudah disampaikan. Mohon berkenan untuk tetap di tempat karena sesi tanya jawab akan kita mulai sekarang. Jadi untuk sobat ASN yang ingin bertanya, untuk Anda yang bergabung lewat Zoom meeting, silakan ee menggunakan icon raise hand. Untuk Anda yang bergabung melalui YouTube channel BBSDM Jatim TV boleh menuliskan pertanyaannya melalui kolom chat. Oke, kita cek terlebih dahulu siapakah yang sudah rais hand atau ee menuliskan pertanyaannya. Sudah ada yang join di sini? Oke, selamat pagi. Saya dengan Sinta dari Ombusman Tok Pusat Jakarta. Oke, silakan Ibu Sinta. Pertanyaannya apa untuk Bu Lita? Terima kasih Ibu moderator. Saya sangat tertarik tadi dengan apa yang disampaikan Ibu Dr. Lita Permatasari. Eh, tadi ada menyinggung tentang ee krisis ee apa namanya ya? ee kondisi krisis kita yang kita hadapi ini ada narsistik segala NPD gitu kan dengan lingkungan hidup. Nah, yang saya ingin tanyakan nih, bagaimana kita menyikapi generasi yang saat ini nih yang katanya GENZI ini sangat rentan menghadapi ee tantangan-tantangan yang terjadi di ee kementerian lembaga ya. Jadi, ASN khususnya aparat ASN ini suka mendapat merasa mendapat tekanan dari sikap yang NPD. Nah, sementara kan tadi disampaikan bahwa ee kalau itu sikap yang ketidakpastian dapat mempengaruhi diri dan juga kondisi yang tidak stabil itu ee menyebabkan lingkungan juga tidak sehat. Nah, kekacauan diri kita ini bisa mempengaruhi lingkungan hidup. Nah, bagaimana nih kita menyikapi ee generasi-generasi Genzi ini yang ee mendapat tantangan dari adanya NPD yang sekarang banyak sekali terdengar ee bahwa kita punya atasan atau pimpinan itu yang sikapnya NPD. Mungkin seperti itu, Bu Lita. Terima kasih. Baik, langsung dijawab apa gimana nih? Ya, bisa langsung dijawab saja, Bu Lita. Oke, terima kasih ee Ibu dari Ombutsmen ya. Iya, Ibu. Wah, salam kenal. Salam kenal Ibu. Salam hormat. Salam hormat kepada kita masuk. Baik. Ee dalam hal ini Kementerian Lembaga lewat ee apa namanya? berkoordinasi selalu dengan Kemen ee Kementerian ee Pendayagunaan Aparatur Negara untuk mengatasi masalah ini. kita juga harus menjaga mood dan juga profesionalitas ASN kita sehingga ee ke depan mungkin akan dilaksanakan ee hal-hal terkait bagaimana ee penyiapan SDM ini di dalam ee instansi bisa siap menghadapi berbagai hal yang ee menurut kami itu memang mengganggu gitu ya, mengganggu mood dan mengganggu profesionalitas. Ada satu hal yang menarik ya, karena saya pada saat ini sedang mengikuti program LEM Hanas. Eh, ada satu hal yang menarik bahwa pada saat kita melaksanakan outbond gitu ya, di mana kita mengalami situasi-situasi yang berat dan kita laksanakan bersama itu terjadi kebersamaan. Sehingga ada teman yang sampai bilang kayaknya nih harus outbond nasional gitu ya. Pada saat kita melaksanakan outbond, kita seperti tidak menjadi diri sendiri, tapi kita menjadi bagian dari tim dan kita merasa bahwa oh ternyata kita enggak bisa ego sendiri nih ya. Ini masalah harus dikerjakan bareng. Oh, ini ada tujuan yang harus kita capai bersama. Itu salah satunya. Jadi menurut saya ee ada ada titik ee jenuh dari para ASN kita yang membuat ee terjadi ee mereka seperti masing-masing dalam melaksanakan tugasnya atau ee terganggu dengan ee masalah-masalah yang memang harus dihadapi sehari-hari. Tapi penyegaran penyegaran ee penyegaran jiwa dan penyegaran semangat AS itu salah satunya mungkin bisa dilaksanakan dengan ya itu karena kalau diskusi-diskusi di dalam ruang kelas itu sudah sangat sering. Bahkan saya nih 23 tahun jadi ASN diskusi seminar, diskusi seminar itu kan sering sekali gitu ya, tapi ee keluarnya kita jarang dalam arti kata kita keluar pada saat kita ada e apa namanya monitoring dan evaluasi saja sehingga ada ee ruang di mana kita tuh jenuh gitu ya. Kejenuhan ini kadang-kadang membuat profesionalis profesional profesionalitas kita menurun. pada saat profesionalitas kita menurun, maka pada saat kita berhadapan dengan publik dan menghadapi orang ataupun ee aktor yang aneh-aneh, kita jadi aduh gimana nih ya mengatasinya? Kita jadi bingung sendiri. ee bagi saya ASN harus siap menghadapi ee berbagai ee jenis varian dari ee apa ee subjek yang kita hadapi. Ee apalagi pada saat ini kan situasi situasinya juga ee sangat ini ya sangat rentan dalam arti kata ya seperti yang saya bilang tadi kadang kita menghadapi orang yang ee tidak satu frekuensi dengan kita sehingga kita juga agak terganggu. Tapi kalau misalnya saya lihat ee dengan kesiapan ASN ee dengan mood yang baik, dia tetap bisa meningkatkan profesionalitasnya dan dia juga bisa tetap fokus pada dirinya, pada tugasnya, pada targetnya apabila dia tahu bahwa oh ini saya sedang bekerja, saya sedang bertugas. Dan lagi-lagi saya bilang, saya bilang lebih baik kalau tugas itu dijadikan hobi. Karena kalau misalnya kita merasa bahwa tugas itu adalah hobi kita, tidak ada tekanan dari bos, saya merasa tidak ingin tertekan dalam hidup saya sehingga saya ee menganggap bos itu adalah sahabat saya, gitu kan. Ya udah kalau misalnya dapat tugas atau misaks kita bisa lebih cair dalam melihat situasi kita tetap bisa profesional kita bisa berpelayanan prima, tetap senyum, sapa salam gitu ya. Dan bagi saya ini adalah kenang-kenangan terindah selama 23 tahun saya menjadi ASN di Republik Indonesia tercinta. Demikian, Ibu. Iya. Terima kasih. Mungkin saya bisa ambil kesimpulan yang tadi Ibu sampaikan eh sebagai ASN kita harus fokus, siap menghadapi tantangan dalam bekerja juga. Pekerjaan itu menjadi hobi ya, Bu ya. Sehingga tidak menjadi beban dan sangat menyenangkan itu ya, Bu ya. Terima kasih banyak Ibu Lita, Ibu Dr. Lita. Salam kenal, sehat selalu. Terima kasih. Saya kembalikan ke moderator. Terima kasih ya, Ibu Bu Sinta atas pertanyaannya dan terima kasih Bu Lita sudah menjawab pertanyaan dari Sobat ASN dan mohon maaf untuk sesi tanya jawab kali ini kita batasi satu penanya karena keterbatasan waktu. Terang aja sobat yang ingin bertanya. Masih ada narasumber kedua dan ketiga. Terima kasih sekali lagi Bu Lita sudah menyempatkan waktunya untuk sharing, untuk berbagi ilmu kepada sobat ASN yang sudah bergabung di webinar ASN belajar seri 21 tahun 2025 ini. Kami persilakan Bu Lita untuk kembali beraktivitas ee melanjutkan schedul-nya yang semula. Terima kasih sekali lagi Bu Lita. E tapi tadi lancar aja ya jaringannya? Lancar. Alhamdulillah, Ibu. Oke, terima kasih. Alhamdulillah. Terima kasih. Ee salam hormat untuk seluruh tim yang telah bekerja dengan sangat baik menghasilkan produk terbaik pagi ini. Sip. Terima kasih banyak. Asalamualaikum Bu Lita. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih nih. Terima kasih. Oke, sahabat ASN ini baru ee narasumber yang pertama. Kami masih memiliki dua materi dari dua narasumber lagi. Jadi, jangan beranjak ke mana-mana. Tetap di webinar ASM Belajar Seri 21 tahun 2025. [Musik] Masih di ASN belajar seri 21 tahun 2025. Sobat ASN di segmen kali ini kita akan mendengarkan materi dari narasumber kita yang kedua. Beliau merupakan seorang jurnalis dan juga seorang fotografer yang sangat tertarik dengan isu lingkungan. Kalau sobat ASN yang suka membaca buku atau suka melihat-lihat foto book kemudian pernah melihat eh buku berjudul Hope A Quest for Harmony Between Humans and Wild Animal. Nah, itu tuh salah satu karya beliau. Kira-kira siapakah narasumber kita yang kedua? Langsung saja kita sapa Ibu Regina Septi Riani. Septiarini Safri Esos, M.Si. [Musik] Selamat pagi. Pagi. Pagi selamat pagi, Bu Regina. Sudah terdengar jelas. Mohon maaf, Ibu. Tadi saya sempat ee terselip lidah saya ya, Ibu Regina eh Septiarini Safri ya. Benar ya Bu ya. Oke. Karena kalau di flyer kan disingkat Ibu Safri. Waduh. Iya. Saya jarang pakai e yang tengah biasa cuma Regina Safri aja. Oke. Jadi saya panggilnya Ibu Regina Ibu Regina ya. Iya. Oke. Ibu Regina apa kabar hari ini, Ibu? Alhamdulillah sehat. Waduh. Bu Regina, sejauh ini sudah tujuh buku ya yang diluncurkan ya. Iya. Wow. Ini next akan ada karya lagi yang diterbitkan. Ee insyaallah. Tapi belum sih karena ee untuk Hope Hop kan baru aku launching tahun lalu. Jadi ee ini masih road show. Rencana rencananya mau 20 kota. Ini baru 14 kota. Wow. Sudah ke kota mana saja? sudah ke Medan, Aceh, ee Jakarta, Bandung, Jogja, Solo, Malang, Bali. Mem e mana lupa majalah juga? Ee mana lagi ya? Lupa. Wah, sudah keliling Indonesia. Luar biasa. Boleh tepuk tangan dulu dong untuk Ibu Regina. Tapi kalau sekarang sobat ASN yang bergabung justru dari seluruh Indonesia nih berkumpul semuanya di ASN belajar seri 21 kali ini dan kami juga sudah tidak sabar untuk mendengarkan materi dari Ibu Regina. Jadi Ibu Regina untuk kali ini kami akan berikan waktu 30 menit untuk pemaparan materi. Kemudian untuk tanya jawab akan ada sesi tersendiri setelah pemaparan materi selesai. Oke sobat ASN. Jadi nanti yang ingin bertanya nanti ya ee bisa tuliskan dulu pertanyaannya. Kemudian ketika pemaran materi selesai bisa menggunakan fature rais hand untuk yang ikut Zoom meeting. Kalau yang ikut melalui YouTube channel BPSDM Jatim TV silakan tuliskan pertanyaannya di kolom live chat. Tapi sekarang kita simak dulu pemaparan materi dari Ibu Regina Septiarini Safri Estos, M.Si. Silakan, Ibu. Terima kasih, Mbak Nisa. Eh, halo semua. Eh, sayangnya saya enggak bisa melihat orang-orang. Ee perkenalkan nama saya Regina Safri, saya biasa dipanggil Rerekenalkan tadi. Eh, mungkin sambil di next Mbak ee ya eh next lagi ya. Jadi saya ee ee apa ya? Saya dulu jurnalis di Kantor Berita Antara selama berapa? 13 tahun. Nah, lalu saya juga ee jadi selain jurnalis saya juga selain menulis saya juga ee fotografer. Nah, setelah dari antara saya sempat menjadi fotografernya Menteri Susi selama 4 tahun beliau beliau kan 5 tahun ya, jadi saya nempel beliau di tahun kedua sampai tahun ee berikut-berikutnya. Ee setelah itu saya freelance dan saya banyak di ee apa? di white life ya, di apa namanya? Di hutan gitu apa namanya? Tentang lingkungan dan ee konservasi dan kadang di laut juga. Next. Ee oke, next. Di sini saya ee saya seperti tadi dibilang saya sudah membuat tujuh buku. Sebenarnya buku-buku ini lebih banyak untuk ee sharing ya, mengedukasi gitu. Eh, sebenarnya bukan mengedukasi, sharing lah. Sharing ee pengalaman dan ee apa yang saya apa ya yang saya dapatkan selama perjalanan ee apa saya memotret dan jadi jurnalis. Next. Ee di antara tujuh buku ada tiga buku tentang ee konservasi satwa liar. Em di sini saya mungkin agak cepat aja nanti sharing-nya. Jadi saya akan slide show-foto yang pernah saya ambil dan mungkin karena sekolah saya kemarin ee S2 S2 saya juga tentang lingkungan. Jadi saya mengambil apa namanya ya hubungan antara konservasi white lab dengan isu sosial, ekonomi dan ee lingkunga
Resume
Categories