Resume
jVnbqSPe-i4 • ASN Belajar Seri 21 | 2025 - Bumi Kita, Tanggung Jawab Kita: Membangun Budaya Hijau Dilingkungan ASN
Updated: 2026-02-12 02:05:03 UTC

Berikut adalah rangkuman komprehensif dari Webinar ASN Belajar Series 21 Tahun 2025 berdasarkan transkrip yang telah disediakan.


Webinar ASN Belajar Seri 21: Mewujudkan Birokrasi Hijau dan Berkelanjutan di Era Polikrisis

Inti Sari (Executive Summary)

Webinar ASN Belajar Series 21 Tahun 2025 diselenggarakan oleh Korpu SDGIS BBSDM Provinsi Jawa Timur dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Acara ini mengangkat tema "Bumi kita, tanggung jawab kita membangun budaya hijau di lingkungan ASN" dengan menghadirkan tiga narasumber ahli. Diskusi mencakup pentingnya adaptasi ASN di era polikrisis melalui penguatan ketahanan pangan, energi, dan air (FEW), serta upaya konservasi satwa liar dan implementasi konsep Green Office dan ekonomi sirkuler untuk menciptakan birokrasi yang ramah lingkungan dan efisien.

Poin-Poin Kunci (Key Takeaways)

  • Era Polikrisis: ASN dituntut untuk "upgrade" diri, beradaptasi, dan mengubah SOP berbasis mitigasi risiko krisis yang saling terkoneksi.
  • Ketahanan FEW: Fokus pada ketahanan Pangan (Food), Energi (Energy), dan Air (Water) menjadi kunci survival dan kebahagiaan masyarakat.
  • Konservasi Satwa: Perlunya harmoni antara manusia dan satwa liar melalui penguatan kearifan lokal dan penegakan hukum yang tegas terhadap perburuan.
  • Green Office: Implementasi kantor hijau bukan hanya tren, tapi kewajiban moral ASN untuk efisiensi anggaran, pengurangan jejak karbon, dan peningkatan produktivitas.
  • Peran ASN: ASN harus berperan sebagai agent of change yang proaktif, kolaboratif (Pentahelix), dan menjadi teladan dalam perilaku ramah lingkungan sehari-hari.

Rincian Materi (Detailed Breakdown)

1. Pembukaan dan Konteks Acara

Webinar dibuka oleh host dan Dr. Ramlianto (Kepala BPSDM Prov. Jatim) pada Kamis, 5 Juni 2025. Acara ini diikuti oleh lebih dari 5.000 peserta melalui Zoom dan YouTube. Tema dipilih sebagai bentuk kepedulian terhadap krisis iklim dan komitmen pemerintah untuk mewujudkan Green Bureaucracy. ASN tidak hanya dipandang sebagai pelayan masyarakat, tetapi juga sebagai pelindung bumi.

2. Membangun Budaya Hijau di Era Polikrisis (Dr. Lita Permatasari)

Narasumber pertama, Dr. Lita Permatasari (Kementerian Lingkungan Hidup RI), membahas tantangan global saat ini:
* Polikrisis: Diidentifikasi sebagai "ibu dari semua krisis" yang saling terkoneksi secara global. Teknologi membantu akselerasi namun juga menciptakan sampah teknologi.
* Era Ketidakpastian: Perubahan iklim menyebabkan bencana yang rutin terjadi. Manusia harus adaptif atau akan tertinggal.
* Transformasi ASN: ASN harus menghindari pola pikir "jadul". Sukses ASN ditentukan oleh Open Mind, Open Heart, Open Will. Kondisi mental saat ini adalah Fukabani (Fragile, Brittle, Anxious, Non-linear, Incomprehensible).
* Prinsip FEW: Ketahanan hidup didasarkan pada Food (Pangan), Energy (Energi), dan Water (Air). Setiap daerah harus memetakan potensi sumber dayanya untuk kemandirian.
* Inovasi SOP: SOP lama tidak relevan dengan krisis saat ini. Birokrasi harus dipercepat dengan integrasi manajemen krisis dan mitigasi risiko.
* Kolaborasi Pentahelix: ASN harus menjalin jejaring dengan semua pihak tanpa transaksional. Menjadikan pekerjaan sebagai hobi adalah kunci menghindari burnout dan memberikan pelayanan prima.

3. Harmoni Manusia dan Satwa Liar (Regina Safri)

Narasumber kedua, Regina Safri (Jurnalis dan Penulis Buku), berbagi pengalaman lapangan mengenai konservasi:
* Kisah Satwa: Memperlihatkan kedekatan genetika orangutan dengan manusia (97%), memori kuat gajah Sumatera, dan kelangkaan badak Sumatera.
* Ancaman Nyata: Perburuan liar untuk dagang (kulit, tulang, cakar, kumis harimau) masih marak. Snare (jerat besi) menjadi ancaman fatal bagi satwa seperti gajah dan harimau.
* Konflik Lahan: Penyempitan ekosistem dataran rendah (tempat tinggal 90% satwa besar) akibat konversi lahan menyebabkan konflik manusia-satwa yang hampir harian terjadi, seperti di Aceh Selatan.
* Kehilangan Kearifan Lokal: Generasi muda yang kecanduan gadget kehilangan empati dan koneksi dengan alam serta budaya luhur (misalnya tradisi menanam sebelum mengambil dari hutan).
* Hoaks & Edukasi: Video kawin campur manusia-monyet adalah hoaks. Regina menekankan bahwa mengembalikan satwa ke habitat aslinya sulit jika habitatnya sudah hancur.
* Tips Mencintai Bumi: Kurangi penggunaan gadget, perbanyak interaksi fisik dengan alam (tanah, air, tanaman) sejak kecil untuk menumbuhkan rasa memiliki.

4. Green Office dan Ekonomi Sirkuler (Dr. Rita Parmawati)

Narasumber ketiga, Dr. Rita Parmawati (Dosen Universitas Brawijaya), membahas implementasi lingkungan di sektor perkantoran:
* Dampak Kantor: Sektor perkantoran menyumbang limbah B3 yang signifikan (baterai, tinta printer, bahan kimia). Banyak kantor pemerintah yang belum mengelola limbah dengan baik dibandingkan sektor swasta.
* Urgensi Green Office:
* Etik & Moral: ASN harus menjadi panutan pencapaian SDGs.
* Efisiensi Anggaran: Menghemat energi, air, dan kertas dapat mengurangi biaya operasional (misal: mengganti air mineral botolan dengan dispenser).
* Tata Kelola: Praktik ramah lingkungan mencerminkan Good Governance.
* Peran ASN:
* Sebagai Agent of Change yang mempraktikkan kebiasaan baik (mematikan AC/lampu, menggunakan soft copy, memilah sampah).
* Tidak hanya sebagai pengawas, tetapi teladan dalam perilaku sehari-hari.
* Kolaborasi lintas sektor (akademisi, media, masyarakat, swasta).
* Prinsip Green Office: Efisiensi energi dan air, minimasi sampah (3R: Reduce, Reuse, Recycle), penggunaan material berkelanjutan, serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat untuk meningkatkan produktivitas.
* Ekonomi Sirkuler: Mengelola limbah (terutama organik) menjadi sesuatu yang berguna (seperti kompos atau pakan ternak) sehingga tidak menumpuk menjadi bencana.

Kesimpulan & Pesan Penutup

Webinar ditutup dengan ajakan tegas bagi seluruh ASN untuk tidak bersikap pasif menghadapi krisis lingkungan. Implementasi Green Office dan budaya hijau harus dimulai dari langkah kecil namun konsisten dalam kehidupan sehari-hari. ASN diharapkan tidak hanya melayani masyarakat, tetapi juga menjaga bumi sebagai amanah untuk generasi mendatang. Panitia menyampaikan terima kasih kepada narasumber dan peserta, mengingatkan bahwa e-sertifikat tersedia maksimal 1x24 jam, serta mengucapkan selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah.

Sampai jumpa di seri berikutnya!

Prev Next