Transcript
4NojvwvKMco • Forum Perangkat Daerah Bidang Pengembangan Kompetensi Tahun 2023
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0096_4NojvwvKMco.txt
Kind: captions
Language: id
untuk mengakses materi pembelajaran yang
dibutuhkan.
Ketersediaan aula sasana wiatap guna
mengakomodir kebutuhan acara berskala
besar maupun pembelajaran yang bersifat
umum. Aula dilengkapi dengan video tron,
audio conference, dan beberapa fasilitas
terkini.
Terdapat pula aula GPT di lantai 3 yang
dapat difungsikan sebagai ruang
seremonial acara maupun sebagai ruang
pembelajaran.
Ruang Pusparaja dan Comon Center
merupakan sarana untuk melakukan
pembelajaran daring ASN belajar dan
pembuatan konten online semacam podcast
dan talk show.
kelas internasional
ruang kelas kreatif Euang
kerja Widyaiswara BPSDM Jawa Timur
sekaligus ruang diskusi dan pembimbingan
para peserta dan WI.
Gedung kerja GPT
Ruang Perpustakaan BPSDM memiliki tempat
yang nyaman untuk mengerjakan tugas juga
menyediakan referensi buku-buku buku
terkini serta buku referensi kertas
kerja perubahan bagi para peserta yang
tengah menempuh pendidikan.
Ruang kesehatan dan laktasi
bagi peserta putri atau karyawati yang
membutuhkan.
Ruang laktasi juga menyediakan perawatan
kesehatan bagi para peserta pelatihan
dan karyawan atau karyawati BPSDM Jawa
Timur yang membutuhkan.
Fasilitas beribadah yang selalu dijaga
kebersihannya serta akses yang dekat
dengan asrama peserta membuat para
peserta nyaman untuk beribadah.
Tersedia rumah tamu yang menjadi transit
tamu VIP dengan fasilitas yang lengkap
dan memadai.
Bagi para peserta dari luar kota yang
menempuh pendidikan disediakan asrama
untuk menginap yaitu asrama Graha Utama,
Graha Eka Praja, asrama Dwi Praja,
asrama Tripra,
asrama catur praja, asrama panca prraja,
[Musik]
asrama Sapta Praja, dan integrasi.
[Musik]
Kita jujur, Ma. Minimart yang didirikan
dengan tujuan mengembangkan sikap
integritas bagi peserta pelatihan dan
karyawan ataupun karyawati BPSDM Jawa
Timur dengan melakukan belanja dan
pembayaran secara mandiri.
Bumi Nusantara. Ruang transit VIP yang
biasa diperuntukkan penerimaan tamu VIP
dari pusat maupun gubernur, Wagup
ataupun Sekda Provinsi Jawa Timur.
Ruang makan yang nyaman menjadi tempat
bertemunya seluruh peserta dari berbagai
pelatihan untuk dapat saling
berinteraksi, berbagi pengalaman dan
juga kesan pesan.
Cafe Outdoor yang mana para peserta dan
karyawan ataupun karyawan di BPSDM dapat
menikmati udara segar yang rindang
dengan spot pemandangan yang berbeda.
Kantin indoor yang dikelola DWP BPSDM
Jawa Timur ini menggunakan pendingin
ruangan sehingga pengunjung terhindar
dari polusi asap rokok. Tersedia banyak
ruang terbuka di BPSDM untuk melakukan
diskusi bercengkrama maupun berbagai
jenis kegiatan lain. Ruang Ide kreatif
cetar biasa digunakan untuk berdiskusi
atau sekedar bercengkerama.
Gazibu belakang kelas A.
[Musik]
Gezibu depan masjid.
[Musik]
Nama bakti satya. Selain untuk
berdiskusi, krapula digunakan sebagai
area pembelajaran luar kelas ataupun
fairwell party.
Kolam pancing menjadi area favorit bagi
yang memiliki hobi memancing untuk
melepas benar. Ruang alumni
didedikasikan bagi para alumni dekat
timnas yang telah melalui tahap
pendidikan serta menghasilkan inovasi
yang bermanfaat di tempat kerjanya.
[Musik]
Ruang bermain anak diperuntukkan bagi
putra atau putri dari karyawan ataupun
karyawati BPSDM Jawa Timur maupun
peserta pelatihan yang hendak menitipkan
anak sembari menempuh pendidikan di
BPSDM Jawa Timur.
Gedung yang dimanfaatkan sebagai tempat
arsip dokumen BPSDM Provinsi Jawa Timur
yang dikelola oleh arsiparis BPSDM Jawa
Timur juga sebagai tempat penyimpanan
barang pakai habis dan barang inventaris
BPSDM yang nantinya akan
didistribusikan.
Fasilitas karaoke yang disediakan
sebagai salah satu sarana hiburan bagi
para peserta pelatihan.
Untuk menjaga kebugaran tubuh, BBSDM
menyediakan berbagai sarana dan
prasarana olahraga.
sepeda
[Musik]
jogging track
[Musik]
voli,
[Musik]
senam pagi bersama instruktur
bulu tangkis
tenis meja.
tenis,
fitness center
[Musik]
dan tidak ketinggalan ruang sauna.
[Musik]
Gerbang 24
University SDGIS BPSDM Jawa Timur untuk
aparatur yang berkompeten, profesional,
berintegritas, dan melayani.
[Musik]
Menjadi ASN yang kompeten merupakan
tuntutan wajib di setiap pemerintah
daerah. Untuk itu, setiap ASN harus
mengikuti kegiatan pengembangan
kompetensi sebanyak 20 JP per tahun.
Namun beban kerja yang tinggi membuat
hal ini sulit terpenuhi.
Kini hadir aplikasi pengembangan
kompetensi mandiri Sibang Kodir.
[Musik]
Sibang Kodir adalah aplikasi yang
dikembangkan oleh BPSDM Provinsi Jatim
kolaborasi dengan BKD Provinsi Jatim dan
Dinas Komunikasi dan Informatika
Provinsi Jatim untuk membantu ASN dalam
memenuhi kebutuhan pengembangan
kompetensi sebanyak 20 JP per tahun.
Sibang Kodir tersedia dalam aplikasi
Android maupun website yang mudah
diakses di mana saja dan kapan saja.
Dengan aplikasi Sibang Kodir, target
indeks profesionalitas ASN dapat lebih
mudah tercapai.
[Musik]
Ayo dukung si Bang Kodir agar ASN makin
kompeten. ASN kompeten, ASN keren.
Informasi lebih lanjut, hubungi call
center 031. 7412278
dipersembahkan oleh
[Musik]
Saudara barangkali sering mendengar
tentang Fuka dan light walker. Fuka
adalah volatility, uncertainty,
complexity, dan ambiguity. Hari ini
orang ingin volatil, serba cepat. Tapi
saya harus sampaikan bahwa kecepatan
tanpa kesadaran itu adalah kehampaan.
So, kita bisa membuat volatil tetapi
tolong dengan kesadaran penuh. Lalu,
uncertainty, ketidakpastian, complexity,
kerumitan, dan ambiguity ketidakjelasan.
Itu kondisinya. Tetapi kita membutuhkan
sebuah atau seorang SDM yang bernama
light walker. Lightwer itu pekerja
cahaya yang berbeda dengan hanya yang
berorientasi fisik. Lightwer itu selalu
punya tiga. Satu, hidupnya penuh dengan
rasa kesyukuran. Bersyukur terhadap yang
dimiliki maupun yang tidak. Yang kedua,
orientasinya orientasi mulia. Mohon maaf
tidak hanya masalah perut ke bawah, tapi
juga perut ke atas. Dan yang ketiga,
selalu berpikir positif apapun
situasinya. Itu ciri-ciri light walker
yang pertama. Yang kedua, si Lightwalker
ini pasti dia orientasinya punya
Nawaitu, kemudian eh Nawa NMS. Jadi
niat, mimpi, dan strateginya hebat.
Tidak hanya masalah physically atau
financially, tapi dia more than that.
Lalu yang kedua, selalu buka pikiran
hati dan tangan dan dia selalu melakukan
proses merenung, berubah, bertindak. Ini
ciri kedua, light walker. Yang terakhir,
light worker itu pasti sangat
mendambahkan apapun berorientasi kepada
ketuhanan. Jadi intinya mari kita masuk
di era FUKA, masuk di era IT tetapi
harus dengan kesadaran penuh.
Indonesia mencanangkan
2025 birokrasi publik kita akan menjadi
birokrasi publik kelas dunia. Tetapi itu
bukanlah hal yang mudah karena kita
harus membangun kompetensi itu dari
landasan pertama sampai
kompetensi-kompetensi
yang paling tinggi. Sekaligus sebagai
landasan pertama peletakan moral dan
kompetensi maka Indonesia mencanangkan
lasar CPNS. Ada apa dengan lasar CPNS
kita? Lasar CPNS
telah meletakkan empat dimensi dari ASN
Indonesia. Yang pertama, mereka akan
dilatih untuk menjadi warga negara yang
baik melalui agenda peletakan sikap
perilaku wilayah negara. Dimensi kedua,
mereka dilatih menjadi seorang ASN yang
berintegritas dengan agenda ASN
berakhlak. Dan yang ketiga, dimensi
kepegawaian. Mereka akan dilatih menjadi
ASN yang smart, yang bisa mengikuti
perkembangan dunia digital. Dan yang
keempat, mereka bukanlah menjadi ASN
yang hanya bisa ada di Menara Gading,
tetapi mereka harus turun ke bumi di
dalam rangka mengimplementasikan agenda
1 2 3 tadi menjadi aktivitas nyata
sebagai ASN yang bertanggung jawab.
Lasar CBNS adalah peletakan moral dan
juga kompetensi ASN Indonesia.
Semenjak berdirinya BPSDM Jawa Timur,
kami telah secara progresif menciptakan
wadah untuk tumbuh kembangnya para ASN
Indonesia.
Ketika era digital dimulai, tumbuh
sebuah tekad kuat untuk menyelenggarakan
berbagai bentuk pengembangan kompetensi
nonasikal.
sebuah pembelajaran bagi ASN untuk
mengembangkan kemampuan mereka yang arah
geraknya berdampingan dengan teknologi.
Ee sangat luar biasa dan ini pengalaman
kami ee belajar dengan menggunakan
metode blended learning. Jadi secara
online maupun secara luring dan sistem
yang dikembangkan pembelajaran juga
sangat memudahkan bagi kami meskipun ini
baru bagi kami dan kami baru mengetahui
ee ada mekanisme pembelajaran yang luar
biasa seperti ini. bedah buku,
sharing, komunitas belajar, patok
banding, pelatihan jarak jauh,
pendampingan di tempat kerja, podcast,
dan webinar adalah kegiatan-kegiatan
pembelajaran yang telah sukses
diselenggarakan oleh BPSDM Jawa Timur.
webinar series ee yang diselenggarakan
BPSDM Provinsi ee Jawa Timur dengan ee
mengambil tema hari ini yang ditulis
tentang kehumasan ini merupakan sebuah
terobosan yang luar biasa. Ini adalah
merupakan sesuatu yang ee sangat
menggembirakan. Inilah merupakan tanda
tanda dimulainya sebuah era baru yaitu
era ASN ee belajar
BPSDM Provinsi Jawa Timur tentu akan
terus meng-update dan meng-upgrade
dirinya. Tentu kita menyiapkan mendidik
mendiklat bahwa yang sekarang dididik
didiklat adalah mereka yang akan bersiap
juga untuk berhadapan pada 4.0 sekaligus
5.0
meninggalkan sebuah legasi yaitu
government public relation academy.
Ini kan hal-hal yang mungkin orang tidak
terpikirkan bahwa ternyata BPSDM
itu bisa membuat banyak program-program
yang menarik untuk meningkatkan
kapasitas ASN. Kesuksesan BPSDM Jawa
Timur dalam pelaksanaan pengembangan
kompetensi non klasikal ini akan terus
kami pertahankan dan kembangkan menjadi
lebih baik lagi. ASN yang berpengetahuan
luas dan cakap adalah kebanggaan kami.
SDM unggul menuju Indonesia emas adalah
tujuan kami. Bersama BPSDM Jawa Timur,
ASN Indonesia berakhlak juara.
[Musik]
Sobat, kita semua sebagai manusia
dikarunia Allah lima sifat yang sama.
Setiap manusia lima sifat. Yang pertama
adalah kita dibekali oleh kecerdasan
emosional.
Kemudian kecerdasan spiritual,
kecerdasan sosial,
kecerdasan kinestetik, dan kiner
kecerdasan fisik. Semua orang modalnya
sama ya. Bagaimana kita ke depannya,
kita mau menjadi apa itu terserah
bagaimana kita mengelola lima kecerdasan
tadi. Kalau kita bisa mengelola lima
kecerdasan yang diberikan Allah kepada
kita dengan baik, niscaya kita akan
menjadi manusia yang sangat berguna,
manusia yang sangat bermanfaat untuk
manusia yang lain. Terima kasih.
[Musik]
Magister Kesehatan menjabat sebagai
Kepala Seksi Rekam Medis di Rumah Sakit
Umum Daerah Dr. Stomo. saat ini yang
mengikuti pelatihan kepimpinan pengawas
angkatan 2 tahun 2021. Dalam aksi
perubahan yang saya lakukan, saya
mengambil proyek perubahan dengan judul
Remind Me, yaitu penanggulangan atau
pencegahan adanya ketidaklengkapan
pengisian rekam medis elektronik yang
dilakukan oleh dokter dengan melakukan
notifikasi WhatsApp Gway yang saat ini
sedang kami terapkan di Rumah Sakit Umum
Daerah Dr. Stomo.
ini ee merupakan suatu metode melalui
digitalisasi di mana itu menggabungkan
antara dashboard yang merupakan output
dari aplikasi rekam medis yang sudah
berlaku. Kami gabungkan dengan
notifikasi WA gateway yang tersampaikan
kepada dokter sehingga dokter mempunyai
suatu notifikasi segera melengkapi rekam
medik elektronik yang beliau lakukan
agar pelengkapan dari rekam medik
elektronik yang beliau lakukan menjadi
lebih tepat waktu. Sehingga hal ini
membuat kelengkapan rekam medis
elektronik yang ada menjadi lebih
lengkap dan lebih terisi dengan baik dan
itu akan menjadi output ke manaun yang
akan kita lakukan sebagai dasar dari
mutu Rumah Sakit Dr. Sutomo. Adanya
remind me ini juga mempermudah kinerja
dari rekam medis untuk melakukan review
terhadap kelengkapan rekam medis
elektronik. Dan review itu merupakan
feedback kepada para dokter bagaimana
nilai kinerja dari dokter itu tersebut.
Dengan remin merupakan aksi perubahan
yang telah kami lakukan. Kami harapkan
menjadi suatu perubahan dari kinerja di
Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Sutomo
sehingga mutu Rumah Sakit Umum Daerah
Dr. Sutomo menjadi lebih baik dalam
performanya dan kinerjanya menjadi lebih
efektif dan efisien.
[Musik]
Hai, saya Eko Budono dari bagian
protokol dan komunikasi pimpinan
sekretariat daerah Kabupaten Magetan.
Saya peserta PKP angkatan 3 tahun 2021.
Saat ini saya mengajukan perubahan ee
aksi perubahan terkait dengan sistem
manajemen ee sistem manajemen informasi
perencanaan dan pelaporan melalui
Kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa
Timur, Bapak Adi Karo, AKS MAP.
Hadirin dimohon berdiri.
Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia
Raya.
[Musik]
He. He.
[Musik]
Hadirin disilakan duduk kembali.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya.
Salam kebajikan. Salam optimis.
Salam optimis
tim bangkit.
Salam optimis Jatim bangkit. Boleh kita
berikan tepuk tangan yang luar biasa
untuk Bapak dan Ibu.
Hari ini telah hadir bersama-sama kita
yang terhormat Sekretaris Daerah
Provinsi Jawa Timur Bapak Adi Karono AKS
MAP. Yang kami hormati Kepala BPSDM
Kementerian Dalam Negeri Republik
Indonesia Bapak Dr. Sugeng Haryono,
M.Pd.,
Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan
Kompetensi ASN Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia, Bapak Dr.
Muhammad Taufik DIE, Kepala BPSDM
Provinsi Jawa Timur, serta seluruh
hadirin tamu undangan yang berbahagia.
Setinggi puji dan sedalam rasa syukur ke
hadirat Allah Subhanahu wa taala Tuhan
yang maha pengasih pada hari ini, Selasa
di lembar ke-22 bulan Agustus tahun 2023
bertempat di gedung Sasanawiat Praja
BPSDM Provinsi Jawa Timur, kita dapat
mengikuti acara Forum Perangkat Daerah
bidang pengembangan kompetensi tahun
2023.
Bapak, Ibu hadirin yang kami hormati.
Untuk menyambut kehadiran seluruh tamu
undangan yang berkenan hadir pada hari
ini, izinkan kami mempersembahkan tarian
selamat datang, yaitu tari Galuh
prameswari. Galuh prameswari diartikan
sebagai ekspresi gambaran dari perempuan
yang anggun dan tangguh dalam karisma
budaya Jawa Timur. Dan tarian ini
diciptakan oleh Bapak Arif Rofik Widya
Iswara BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Bapak, Ibu, inilah tariamwari
[Musik]
ratu hayu mincil saking
ujung kalu
prameswaring
tuladane.
Para putri
cinandra
kurang candra
dinulu
[Musik]
sepet mati
[Musik]
ayuanteng ayu ning ora kecam
[Musik]
kembang mekar
Mentiungti
ora
ayu
kapati
ratu
niiro ayu
[Musik]
Lemah teles paribasane
setya
tuh
wag
Putri
galuh
pramiswari
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Ayo
anten
[Musik]
kangayune
ora
kejampak
[Musik]
Kembang
megar
[Musik]
pod
[Musik]
menung
sapa sing
kabti
[Musik]
ratu
Niro
ayu
[Musik]
peti
ratu
niiro
ayu
Nek godong janti
lek gering-gering
sampai mati
tak elingeling.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
kali gelon kali
timbang Pha
[Musik]
kabote.
Ya bapak-bapake
dhewe ya rama ramane dewe wong ayu sing
ayu dewe.
Wong manis
manise dewe.
[Musik]
Prameswari
[Musik]
wis wayahe Galuh prameswari dadi tep
palupi wong sak nuswantara. Setuju?
Setuju setuju setuju
[Musik]
Hadirin yang kami hormati, agar acara
pada pagi hari ini senantiasa membawa
keberkahan bagi kita sekalian. Marilah
kita bersama-sama memanjatkan doa kepada
Allah Subhanahu wa taala, Tuhan yang
maha kuasa. Dan dalam hal ini doa akan
dipimpin oleh Bapak Ahmalus Shihin,
S.H., M.M. Kami persilakan.
Auzubillahiminasyaitanirrajim.
Bismillahirrahmanirrahim.
Hamdas syakirin hamdan naimin. Hamda
yfiamahu wauki mazida. Ya rabbana lakal
hamdu kama yambagalali
wajikalim waimik.
Allahumma sholli wasallim ala sayyidina
Muhammad waa ali sayyidina Muhammad.
Allahumma ya Allah ya mujib sailin puji
syukur kami persembahkan kehadirat-Mu.
Berkat izin dan rida-Mu pada saat ini
kami telah melaksanakan forum perangkat
daerah tahun 2023. Kami dadahkan kedua
belahan tangan kami untuk mendapatkan
curahan rahmat dan kasih sayang-Mu.
Untuk itu ya Allah kiranya berkenan
memberkahi dan meridai acara yang kami
laksanakan ini. Ya Allah, berikanlah
kepada kami kecerdasan akal pikiran,
kecerdasan hati, dan kecerdasan rohani
sehingga forum ini akan dapat membuahkan
hasil yang baik dan berguna bagi
pengembangan kompetensi aparatur sipil
negara di Provinsi Jawa Timur. Ya Allah,
ya Tuhan kami, sesuai dengan petunjuk-Mu
untuk mencapai kemaslahatan dalam
urusan, haruslah kita musyawarahkan
terlebih dahulu untuk menyamakan dan
menyatukan silang pendapat sehingga
melalui forum ini kami dapat berdiskusi
tentang permasalahan peningkatan
kompetensi aparatur sipil negara untuk
reformasi birokrasi berdampak. Ya Allah
yang maha kuasa, Engkau amanatkan diak
kami sebagai birokrat di bumi persada
ini. Tunjukkanlah kepada kami bahwa yang
benar itu benar serta berikanlah kami
kekuatan untuk menjalankannya.
Dan tunjukkanlah pula kepada kami bahwa
yang salah itu tetap salah. Berilah kami
kemampuan untuk menjauhinya. Ya Allah,
Tuhan yang maha pengampun, ampunilah
dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua
kami, dan dosa para pemimpin-pemimpin
kami, serta kabulkanlah doa permohonan
kami. Rabbana atina fid dunya hasanah
wafil akhirati hasanah waqinazabanar.
Subhana
izma yasifun wasalamun alal mursalin
walhamdulillahbil
alamin.
Bapak, Ibu tamu undangan yang kami
hormati. Kegiatan pada hari ini
mengusung tema transformasi manajemen
ASN dan strategi pengembangan kompetensi
untuk reformasi birokrasi berdampak yang
diikuti oleh seluruh perangkat daerah di
lingkungan pemerintah provinsi Jawa
Timur dan kepala BKD kabupaten kota di
Jawa Timur. Untuk itu, marilah kita
dengarkan bersama laporan
penyelenggaraan yang akan disampaikan
oleh Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Yang kami hormati Bapak Dr. Ramlianto,
SPMP. Kami persilakan.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Selamat pagi, salam sehat, salam
sejahtera untuk kita sekalian.
Yang terhormat, yang kita banggakan dan
kita cintai bersama Bapak Sekretaris
Daerah Provinsi Jawa Timur, Bapak Adi
Karyono, KS MAP,
Pak Deputi, Pak Kaban, Pak Sekda ini
satu-satunya eslon 1 di Jawa Timur.
[Tepuk tangan]
Kalau di kementerian itu satu
kementerian 9 eslon 1, 9 Dirjen kaban
ses itu pegawainya 9.000. Bai ini
satu-satunya eslon 1 dengan pegawai
81.000 lebih. Mudah-mudahan beliau sehat
selalu. Kalau dijadikan satu dengan
seluruh provinsi itu sekitar seteng
juta, Pak, anak buah beliau ini. Jadi
sebenarnya sudah cukup kuat ya, Pak
Sekda sebenarnya
kalau mau ke panggung politik.
Itu baru ASN loh, Pak. belum siswa SMA
SMK yang berada di bawah kewenangan
beliau ini
ada 1,3 juta. Insyaallah saya masih
ingat.
Mudah-mudahan Pak Sekda sehat selalu di
tengah kesibukannya kami. Terima kasih
atas kehadiran Bapak dan nanti berkenan
memberikan arahan kepada kita semua.
Bapak Deputi Bidang Kebijakan
Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil
Negara Lembaga Infasi Negara, Bapak Dr.
Muhammad Taufik di IE. Matur nuwun Bapak
walaupun ee sekejap bisa mampir di Jawa
Timur dan nanti akan melanjutkan
perjalanan ke daerah-daerah lain di
Indonesia.
Yang kami hormati Bapak Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Kementerian Dalam Negeri Pak Dr. Sugeng
Haryono, M.Pd. Terima kasih. Matur nuwun
Bapak sudah berkenan rawuh dan mohon
maaf kami menghubungi agak mendadak
karena agak sulit menyesuaikan dengan
waktunya ee para pejabat kita yang ada
di Jawa Timur yang luar biasa
kesibukannya.
Yang kami hormati pula para widyaiswara
PPSDM Pro Jawa Timur. Hadir Pak
Koordinator Widyaiswara, Pak Dr. Afan,
disertai Widayiswara Utama dan Widiswara
Madia yang hadir.
Bapak, Ibu para kepala BKD, Kepala BKP,
Kepala BKPSDM kabupaten kota yang hadir
atau yang mewakili. Matur nuwun sanget
rawuhnya dan perhatiannya terhadap
kegiatan ini. Bapak, Ibu para pejabat
pengelola kepegawaian di lingkungan
perangkat daerah pemerintah Provinsi
Jawa Timur yang hadir. Terima kasih. Dan
seluruh undangan yang ee kami banggakan.
Puji syukur ke hadat Allah Subhanahu wa
taala. Pagi ini kegiatan
ee forum perangkat daerah bidang
pengembangan kompetensi tahun 2023 bisa
kita laksanakan. Semua semata-mata
karena izin dan rahmat dari Allah
Subhanahu wa taala. Bapak Sekretaris
Daerah yang kami banggakan.
Komitmen Ibu Gubernur Jawa Timur
terhadap pengembangan kompetensi ASN
sangat luar biasa dan telah terbukti
bahwa BPSDM Jawa Timur hattrik 3 tahun
berturut-turut dikukuhkan oleh lembaga
administrasi negara sebagai lembaga
pengembangan kompetensi terbaik pertama
tingkat nasional.
Sengaja di hadapan Pak Deputi, Pak
Sekda, dan Pak Kepala BPSDM kami pajang
itu piagamnya itu hatrick 3
berturut-turut. Tentu ini karena
komitmen Ibu Gubernur yang luar biasa,
arahan-arahan dari Pak Sekda dan tentu
bimbingan dari Lembaga Adventasi Negara
dan BPSDM Kemendagri yang selama ini
telah mendampingi kami dalam ee proses
pengembangan kompetensi di Jawa Timur.
Berbagai arahan Bapak Sekretaris Daerah
selaku Ketua Tim reformasi Birokrasi
Provinsi Jawa Timur telah kami
terjemahkan ke dalam program-program
strategis pengembangan kompetensi ASN.
Salah satunya pada tanggal 8 Agustus
2023 yang lalu, Ibu Gubernur yang
diwakili oleh Bapak Wakil Gubernur Jawa
Timur bersama Bapak Kepala Lembaga
Administrasi Negara telah m-launching
Pilot Project Integrasi Implementasi
Model Pengembangan Kompetensi ASN
berbasis corporate university dengan
reformasi birokrasi tematik. Khususnya
untuk tahun ini adalah reformasi
birokrasi tematik pengembangan
investasi.
Dalam rangka penajaman program dan
kegiatan serta arah pengembangan
kompetensi ASN berbasis reformasi
birokrasi tematik dimaksud, maka pada
hari ini diselenggarakan Forum perangkat
daerah bidang pengembangan kompetensi
ASN yang diikuti oleh para pemangku
kepentingan baik dari perangkat daerah
provinsi maupun dari kabupaten kota
seJawa Timur. berkenan hadir. Kami
laporkan Bapak Sekda untuk memberikan
pada arahan pada forum ini adalah Bapak
Dr. Muhammad Taufik Dia selaku Deputi
Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi
ASN Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia dan Bapak Dr. Sugeng Haryono,
M.Pd. selaku Kepala Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam
Negeri. Demikian yang dapat kami
laporkan. Selanjutnya mohon dengan
hormat kepada Bapak Sekretaris Daerah
untuk menyampaikan sambutan pengarahan
sekaligus membuka secara resmi kegiatan
ini. Terima kasih. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
yang kami hormati. Selanjutnya marilah
kita simak bersama sambutan serta
pembukaan kegiatan Forum Perangkat
Daerah Bidang Pengembangan Kompetensi
tahun 2023 secara resmi oleh Sekretaris
Daerah Provinsi Jawa Timur. Yang
terhormat Bapak Adi Karo AKS MAP. Kami
persilakan.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah.
Semangat pagi.
Salam optimis
Jatim Bangkit. Nah, biar kaget nih Pak
Deputi Pak Kaban ini.
Salam sejahtera untuk kita semua. Om
swastiastu. Namo buddhaya. Salam
kebajikan rahayu.
Yang terhormat Kepala BPSDMAGRI.
Ini sama kepala BPSDM-nya ya, Pak Sugeng
Haryono.
Selamat datang, Pak. Terima kasih sudah
hadir.
Dan yang kedua tamu kita dan guru saya
ini dosen saya di ST IAL, Deputi Bidang
Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN
LAN RI Pak Muhammad Taufik ya. Dua orang
ini hadir kemarin karena kesibukan
saya boleh
via Zoom meeting. Wah, kayaknya kualat
kalau saya zoom meeting. Maka saya
cancel satu acara pagi ini dan saya
harus hadir karena dua orang penting
ini. Ya.
Ya. Bagaimana tidak Kepala Badan PW SDM
dan Peningkatan Kompetensi SDM ada di
sini? Ini beruntung Bapak Ibu sekalian
forum ini dihadiri orang paling
pentingnya di tanah air.
Yang terhormat Kepala BPSDM Pak Ramli.
Bapak tidak perlu menyampaikan ya tiga
penghargaan ini sudah menunjukkan bahwa
ini benar-benar kawah candra di mukanya.
Pengembangan kualitas SDM bukan hanya
Jawa Timur tapi nasional. kita dikatnya
sudah tidak terbendung lagi. permintaan
dari luar banyak sekali dan ini
menunjukkan bahwa
ini adalah tempat untuk menghasilkan SDM
berkarakter dan pemimpin perubahan yang
memang sudah menjadi jargon bahwa untuk
reformasi birokrasi yang berdampak ya
untuk pelayan publik yang berdampak
langsung pada masyarakat tentu
memerlukan orang-orang yang inovatif,
berkarakter dan juga mempunyai jiwa
kepemimpinan untuk berubah. Bapak, Ibu
sekalian dalam hal ini juga pejabat
struktural dan subkoordinator PPSDM kami
yang kami hormati dan wabil khusus para
widwara utama, Bapak Koordinator, Pak
Afan dan rekan-rekan
dan seluruh peserta
baik dari BKD, BPSDM di kabupaten kota
dan yang online kami ucapkan terima
kasih. Puji syukur ke hadirat Allah
Subhanahu wa taala pada hari ini kita
bisa melaksanakan satu forum penting
yang memang itu menjadi agenda rutin
dari BPSDM dan tentu saja salam dari Ibu
Gubernur kita
betul-betul Jawa Timur itu fokus untuk
bisa reform, untuk bisa
pembangunan ini berjalan. Maka sumbernya
dari bagaimana pengembangan dari
kualitas SDM kita.
Alhamdulillah pada hari ini kita forum
perangkat daerah bidang pengembangan
kompetensi tahun 2003
ee bisa dilaksanakan
dan dua orang penting ini hadir khusus
dan itu anugerah buat kita semua.
Ee
Bapak, Ibu sekalian ingin sampai
sampaikan bahwa dalam forum kali ini
dengan tema transformasi manajemen ASN
dan strategi pengembangan kompetensi
untuk reformasi birokrasi berdampak,
tentu tema ini sejalan dengan arahan
presiden.
Mungkin 2 tahun ini 2021 kita tidak
sekedar reform ya. Kalau di Menpan itu
kita diminta untuk bagaimana mengukur
reformasi birokrasinya, kali ini semakin
tinggi levelnya. Jadi reformasi yang
dimaksud haruslah berdampak dan tematik.
Dan di tahun 2021, Jawa Timur dipilih
dari tiga provinsi untuk menjadi
piloting reformasi berdampak satu untuk
ee penurunan angka kemiskinan, yang
kedua untuk digitalisasi,
yang ketiga untuk investasi. kami jawab
tantangan tersebut salah satunya adalah
kami memperoleh award untuk e government
digital ya terkait dengan
ee pemanfaatan
SPBE untuk pelayan publik yang
berdampak. Jadi kita mendapatkan
penghargaan itu bukan karena digital dan
sistemiknya, tetapi betul-betul diukur
bahwa semua lain publik dengan
menggunakan transformasi digitalnya
menghasilkan dampak-dampak yang
diinginkan. Salah satunya kemiskinan
kita turun lebih cepat ya. Terbanyak di
Pulau Jawa ini 338.000.
Kemudian juga ee untuk investasinya kita
meningkat jauh di antara provinsi ya di
seluruh Pulau Jawa kalau kita Apple to
Apple. Kemudian semua terkait dengan
pertumbuhan ekonomi yang 5,2 di atas
nasional. Kemudian inflasi kita. Saya
lagi senang nih Pak Sugeng. Saya lagi
senang sekali. Biasanya setiap minggu
itu kita deg-degan. Pak Mendagri akan
mengabsen siapa provinsi maupun
kabupaten kota yang inflasinya tinggi.
Nah, kali ini saya bisa dalam 3 bulan
ini nyenyak tidur karena inflasi kita
mentumnya 0,15
sementara nasional 0,21.
Jadi selalu menjadi contoh dan sekarang
kami bisa bangga kenaikan dari investasi
kita mencapai 38%.
dan PMDA-nya, PMA-nya kita sudah 66%.
Jadi, perkembangan dari pasca COVID di
sini meroket sekali. Nah, dengan
pertumbuhan ekonomi yang di atas
rata-rata jauh di antara semua provinsi
di Jawa dengan pertumbuhan ekonomi dan
inflasinya juga terkendali dengan baik,
maka kami bisa menyatakan bahwa kita
lagi perform sekali secara government.
Namun demikian
yang kami lakukan di Jawa Timur adalah
bagaimana kita melanjutkan reformasi
birokrasi dengan transformasi
digitalnya. Tidak bisa tidak tantangan
ke depan dengan era digitalisasi.
kami terus bukan bersaing ya kalau
melihat Jawa Barat memang sudah hightech
ya hampir semua di dalam layanan publik
maupun dan birokrasinya sudah
menggunakan sistemik dan digital dan
kita akan merancang ke sana khusus untuk
transformasi digital ini kami perlu
untuk ee agak berpacuh sedikit ya untuk
mengatasi bagaimana ee reformasi secara
struktural kita sudah mulai bagaimana
penyed
organisasi sudah bergerak ketika Pak
Ramle masih di biro organisasi dari
struktur yang besar sekarang sudah
berkurang dan tahap berikutnya akan
menghilangkan betul-betul Weberian
menjadi ee profesional teknis. Kemudian
dari situ kami juga menggaris bawahi
terkait ee transformasi
ya secara sosial atau culture. Ini
penting banget bahwa ee sehebat apapun
kalau budaya kerja kita, lingkungan kita
belum mendukung ke arah bagaimana
transformasi kita mengadu, maka kita
juga harus memperhatikan itu. bagaimana
nilai-nilai ya dengan
core value berakhlaknya kita terapkan
dan menjadi sesuatu habit bahwa kinerja
itu bergerak dengan sesuatu yang bisa
kondusif. Dan selanjutnya tidak bisa
tidak rumusnya adalah bagaimana
peningkatan kualitas SDM, bagaimana ee
pengembangan SDM, bagaimana upskill,
bagaimana networking di dalam
pengembangan SDM. Alhamdulillah BPSDM
bukan hanya sekedar memang hatricknya,
tetapi betul-betul kita memberikan ee
tolok ukur bagi kabupaten kota yang
memang ingin maju, maka akan terlihat
dari bagaimana pengembangan SDM-nya. Dan
Bapak, Ibu sekalian,
ee kerja-kerja kami akhirnya
menghasilkan
apa yang namanya kita menerima tamu
untuk studi banding, studi tiru, studi
studi kloning. Ya, hampir setiap waktu
kami menerima tamu-tamu. ini menunjukkan
bahwa Jawa Timur menjadi barometer baik
di reformasi birokrasi
dan tentu untuk SDM setiap diklat
kepemimpinan,
diklat teknis maka sumber penarikan
pesertanya bukan hanya Jawa Timur. Jadi
Jawa Timur go nasional ya. Kemudian juga
BPSD mempelopori bagaimana
training-training di luar negeri. Jadi
Pak Ramli kayaknya kualat kalau Pak
Sugeng tidak diajak, Pak Topi tidak
diajak ini kan. Jadi setiap waktu kita
memberikan training ya kepada Bapenda,
BPKAD, kemudian kepada ee DPRD terutama
ya. Nah, saya saya harapkan bahwa BPSDM
Jawa Timur ini milik juga teman-teman
dari BKD, BPSDM, kabupaten kota.
Sehingga jika ada ya teman-teman ingin
juga pengembangan SDM melalui kurs atau
training luar negeri silakan dengan Pak
Ramli. Tapi biaya sendiri ya. Khusus
yang dua orang ini tamu kualat kalau
pakai biaya sendiri. kita biaya adalah
biaya dari kita ya. Saya sampaikan
begini ini bukan apa
basa-basi para melena Pak Dijen Kedah,
Dijen Bangda tantangannya sudah kami
jawab.
Jawa Timur memecahkan kebuntuhan yang
pernyataan enggak ada Sekda yang bisa
neraktir kami ke luar negeri. Ya, saya
buktikan Bapak mau berapa Pak Dian
Kedah.
tig lima lima saya kasih ya artinya kita
ini sama-sama kalau punya kesempatan
sama-sama hebatnya kita tentu hebat pula
karena dukungan dari kementerian di
pusat seperti itu. Tepuk tangan untuk ya
teman-teman di BPSDM dan
penyelenggaranya yang paling banyak
tentu tempatnya Pak Ramli ya. Monggo
kalau misalnya teman-teman dari BPSDM
kabupaten kota yang berminat dan
mempunyai kemampuan. Nah, kami juga ee
ditegur sebetulnya, Pak, oleh Pak
Sekjen. Pak Sekda tahu enggak yang
paling banyak ke luar negeri, baik
gubernur, Wakil Gubernur, bupati,
Walikota,
DPRD, staf itu nomor satu rankingnya
Jawa Timur. Oh.
Untung saja, Pak, di antara itu belum
ada Sekda ke luar negeri. Ayo.
Oh, i betul juga ya. Kan saya ngajak
Bapak juga belum bisa saya belum bisa
juga. Artinya
kita coba membuat positif ya karena kami
tempat untuk benchmaking, studi banding.
Lalu kami studi bandingnya ke mana, Pak?
Enggak mungkin saya ke provinsi lain,
maka kami studi bandingnya adalah ke
luar negeri karena standar kami sudah
internasional gitu loh. Ini jawaban yang
pas ya, tetapi karena juga menawarkan
beliau Bapak mau ke mana, maka ya bagus
jawabannya gitu kan.
Sekali lagi saya ucapkan terima kasih
BPSDM yang sudah sangat mewarnai ini
sejalan dengan ee arahan dari Ibu
Gubernur yang betul-betul fokus bahwa
untuk bisa maju maka sangat tergantung
man behind the gun. Oleh karena itu,
kualitas SDM lebih jauh kita akan bahas
terkait dengan kompetensi.
Kita masih mungkin melihat bagaimana
level jabatan. Kita masih melihat
bagaimana sekedar peta jabatan. Tetapi
sesungguhnya
reform ini sudah mulai sederhana, tidak
bisa terkotak-kotak begitu saja. Namun
untuk kompetensi kami sedang
menggalakkan, Pak, bagaimana kita
merekrut dan meng-upskill terutama
tenaga informasi komunikasi. Tenaga
titik kita masih sangat rendah. Untung
ternyata di level middle kita yang IT
minded, yang internet minded sudah
jalan. Sehingga reform itu mulai dari
tengah. Kami lalu ke atas untuk menteleh
komitmennya. Semua ini sangat tergantung
komitmen. Reform sangat tergantung
komitmen untuk bisa transformasi digital
luar biasa beratnya di Jawa Timur.
Sehingga kemarin jujur ya apa yang sudah
kita bangun setahun ini memang sudah
menggeliat. bagaimana semua layanan
aplikasi ya dengan inovasinya menjadi
settle dari mulai jos gandos ya untuk
urusan
eh single submission-nya untuk perizinan
dengan ee Siska Perbaponya untuk
mengetahui bagaimana perkembangan
bahan-bahan pokok harganya sehingga
inflasi kita bisa deteksi. Kemudian juga
untuk rumah sakit kita mungkin yang
pertama bisa melepaskan diri dari data
yang dipegang oleh pihak lain. Kami
dengan 3 bulan beroperasi untuk bisa
mengembalikan bahwa data itu milik kita
dan tersistem dengan baik dengan satu
sehat. Maka kita lebih murah, lebih
cepat dan bisa connect semua orang yang
akan ee mengakses ke rumah sakit.
Demikian juga dengan bagaimana lelang
kita dengan Jatim Bejo, Jatim online
belanja online ya dan tidak jat online
itu sudah memperoleh penghargaan dari
LKPP untuk yang terkait dengan jumlah
etalase yang terbanyak dan kita semua
akan galakkan untuk bagaimana cinta
buatan Indonesia. Semuanya adalah
digital.
Mau tidak mau ya kita harus mengarah
bagaimana sistemik dan digital untuk
bisa menghilangkan frud dan bagaimana
mendekatkan diri kepada layanan kepada
masyarakat dan semuanya ujungnya adalah
bagaimana meningkatkan layan kita yang
berdampak langsung kepada masyarakat di
anggaran perubahan ini kami juga kembali
untuk menukik apa yang harus kita
lakukan RAPBD perubahan kita harus bisa
menambah kualitas dan jangkauan terkait
dengan bantuan dan layanan kepada
masyarakat yang berdampak langsung
secara ekonomi. Maka dinas koperasi,
Dinas Sosial, Tenaga kerja ya, kemudian
kesehatan dan sebagainya itu menjadi
target kami untuk dipenuhi target
tambahan. Alhamdulillah tahun ini dari
32 triliun ya dengan penambahan sampai
35 triliun kita bisa ada pelampuan 1,4
triliun untuk bisa membangun apa. Dan
2024 kami sudah menyusun bagaimana
redesain itu anggaran itu dilanjutkan
2024 dan akhirnya kita mengurangi
belanja modal untuk membangun tower.
Tetapi yang kita lakukan adalah tower.
maksudnya adalah kantor-kantor dari OPD
kita yang tingkatnya 8, tingkat 9 saya
kurangi karena maintenancenya sangat
berat tetapi lebih kepada kalaupun
membangun adalah semua UPT layanan
publik yang harus kita benahi dan
selanjutnya sebagian kita gunakan untuk
peningkatan kualitas SDM. Karena ke
depan SDM yang unggul, SDM yang
berkarakter dan punya kompetensi yang
jelas ya itulah yang akan menyelamatkan
kita untuk bisa meraih Indonesia Emas
2045. Saya kira itu yang bisa kami
sampaikan. Sekali lagi terima kasih
kepada Pak Deputi dan Pak Kaban ya untuk
kehadirannya. manfaatkan dan teman-teman
sekalian
mudah-mudahan apa yang kita lakukan pada
saat ini dan seterusnya terkait SDM
betul-betul sinkron dengan reformasi
birokrasi yang diinginkan yaitu
berdampak bagi ee komitmen kita untuk
menurunkan kemiskinan, meningkatkan
investasi dan juga pengembangan
digitalisasi. Demikian yang bisa kami
sampaikan. Ini dibuka, Pak. Ya, dengan
mengucap bismillahirrahmanirrahim,
Forum Perangkat Daerah bidang
pengembangan kompetensi tahun 2023
secara resmi saya nyatakan dimulai.
Demikian mufalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
Baik Bapak dan Ibu, dengan demikian
telah kita ikuti rangkaian acara
pembukaan Forum Perangkat Daerah bidang
pengembangan kompetensi tahun 2023.
Terima kasih kami sampaikan kepada
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur
atas dukungan dan kehadirannya pada
acara pagi hari ini. Berikutnya akan
kita ikuti sesi foto bersama. Mohon
berkenan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa
Timur beserta seluruh tamu kehormatan
untuk dapat berfoto bersama seluruh
peserta yang hadir pada kesempatan hari
Ani. Dan bagi rekan-rekan fotografer,
kami persilakan mengambil gambar dari
atas panggung. Bagi Bapak Ibu kami
persilakan untuk dapat tetap berdiri di
tempat masing-masing
dan kami undang untuk seluruh tamu
kehormatan dapat bergabung di area
depan.
Mohon izin Bapak Ibu untuk dapat melihat
ke kamera.
1 2 3
Baik.
1 2 3.
Berikutnya salam optimis mungkin Bapak.
Salam optimis Jatim Bangkit. Baik.
1 2 3.
Baik, terima kasih. Sesi foto bersama
selesai. Berikutnya tanpa mengurangi
rasa hormat kami persilakan kepada
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur
untuk dapat melanjutkan kegiatan
berikutnya.
Mas tolong ini menasti
masyarakat agar teman-teman yang ada di
sini
ya nanti mungkin sekarang.
Baik Bapak Ibu, sembari menunggu
memasuki sesi selanjutnya, kami mohon
Bapak Ibu untuk dapat mengisi survei
kepuasan masyarakat yang barcode-nya
akan tertera di layar LED. Jadi kami
mohon untuk dapat
men-scan barcode yang tertera di layar
LED dan kami mohon Bapak Ibu untuk dapat
segera mengisi survei tersebut.
Baik Bapak dan Ibu, selanjutnya kita
akan memasuki sesi pemaparan materi oleh
narasumber yang luar biasa tentunya. Dan
pada sesi kali ini akan dipandu langsung
oleh moderator kita yakni Bapak Yudi
Jiwindrio, SSTP, MSOS, analis
kepegawaian ahli muda BKD Provinsi Jawa
Timur. kami persilakan
[Musik]
cek. Baik, terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam
kebajikan.
Shalom rahayu.
Yang terhormat Bapak Sekretaris Daerah
Provinsi Jawa Timur, Bapak Adi Karono.
Yang
kami hormati Bapak Deputi
Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi
ASN pada Lembaga Administrasi Negara,
Bapak Dr. Muhammad Taufik di E.
Yang kami hormati
Bapak Dr. Sugeng Haryono.
Beliau adalah Kepala Badan Pengembangan
SDM Kementerian Dalam Negeri. Yang kami
hormati Bapak Dr. Ramliamto, S.P., MP.,
Kepala BPSDM Kementerian Kepala BPSDM
Provinsi Jawa Timur. Nah, Bapak, Ibu
sekalian selamat datang di
gedung Wiata Praja BPSDM Provinsi Jawa
Timur.
Baik, terima kasih Bapak Sekretaris
Daerah Prov Jawa Timur berkenan hadir di
dalam forum perangkat daerah bidang
pengembangan kompetensi. Bapak, Ibu
sekalian, barangkali langsung saja kita
aturi untuk naik ke atas panggung untuk
Bapak Dr. Muhammad Taufik. Monggo Bapak
Dr. Sugeng langsung kami aturi untuk
naik ke atas panggung Bapak. Kita
berikan applaus yang sangat meriah Bapak
Ibu sekalian.
[Tepuk tangan]
[Musik]
Oke, Bapak, Ibu sekalian ee tentu di
kesempatan yang sangat berbahagia ini
kami akan ee menyapa terlebih dahulu
yang kami hormati para kepala BKPSDM,
Kepala
BKP, BKPPD yang ada di kabupaten kota
seluruh Jawa Timur. Saya lihat beberapa
beliau hadir. Dan yang kami hormati juga
teman-teman
saya di perangkat daerah pemerintah
provinsi Jawa Timur. Saya lihat ada
banyak administrator, pejabat pengawas
dan juga pengelola kepegawaian di
lingkup pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Nah, Bapak, Ibu sekalian, pagi ini kita
akan bersama-sama membahas tema yang
sangat ee
lagi in begitu ya di ee kalangan
pengembangan SDM aparatur. Nah, karena
banyak jokes yang ada di luar ee Bapak
para narasumber bahwa pada saat kita
diminta untuk merasionalisasi anggaran
misalnya yang paling banyak dipotong
adalah anggaran terkait dengan
pengembangan kompetensi. Betul begitu
ya?
Betul. Nah, maka dengan forum ini,
dengan forum yang sudah ter e yang sudah
dimulai semoga anggaran dan kebijakan
kaitan dengan pengembangan kompetensi di
SDM aparatur ini bisa menjadi ee
dioptimal dioptimalkan di masing-masing
perangkat daerah.
Dan Bapak Ibu sekalian, berbahagia
sekali pagi ini kita akan membahas tema
besar yaitu
strategi pengembangan kompetensi untuk
mewujudkan birokrasi
berdampak, reformasi birokrasi
berdampak. Bapak, Ibu sekalian,
barangkali saya akan berikan kesempatan
pertama untuk Bapak narasumber. Di
kesempatan pertama akan kami berikan
untuk Bapak Deputi Bidang
Pengembangan Kompetensi dari Lembaga
Administrasi Negara. Dan barangkali ee
sudah siap untuk paparan Bapak.
Baik. Nah, barangkali sebelum kita mulai
akan saya bacakan sedikit ee kurikulum
VITE dari beliau Bapak Ibu sangat luar
biasa sekali eh Bapak Dr. Muhammad
Taufik di I. Beliau lahir di Magelang
dan yang menarik juga beliau pernah
menempuh pendidikan sarjana di
Universitas Jember. Betul. Nggih, Bapak.
Nggih.
Luar biasa. Ternyata warga Jawa Timur
tapi lahirnya di Magelang, Bapak. Nggih.
Nggih. Nah, ternyata S2 dan S3 beliau di
Prancis di S3-nya yaitu di Institute
Theudes Politik The Bordeok Prancis.
Tepuk tangan untuk beliau, Bapak Ibu
sekalian.
Dan tentu kami sudah tidak sabar, Pak,
memberi ee mendengarkan insight yang
akan Bapak sampaikan kepada kami. Dan
tentu Bapak, Ibu boleh dicatat nanti
kaitan dengan ee materi beliau. kami
akan berikan kesempatan nanti untuk kita
perdalam di perbincangan dan diskusi
yang akan kami berikan kesempatan di
kesempatan berikutnya. Saya kira tidak
perlu berlama-lama lagi, monggo kami ee
persilakan Bapak Dr. Muhammad Taufik
untuk memberikan materi. Terima kasih.
Baik, saya berdiri aja biar kelihatan
semuanya. Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita
semuanya. Om swastiastu.
Namo buddhaya. Salam kebajikan.
Yang saya hormati Bapak Kepala BPSDM
Provinsi Jawa Timur yang sedang
pengantar. Pak Sekda yang saya hormati,
Pak Sugeng, sahabat saya, Mas Yudi, para
widyaiswara, para kepala PKP SDM seluruh
Jawa Timur dan para hadirin yang
berbahagia. Pertama-tama kita panjatkan
puji syukur kepada Allah Subhanahu wa
taala Tuhan yang maha esa, alhamdulillah
kita bisa bersilaturahmi.
Ee oh ya saya menyalami juga yang ikut
yang secara online, ada yang secara
online juga.
Ee kita bersyukur kita bisa silaturahmi
dalam keadaan sehat dan ee tak lupa kita
panjatkan selawat dan salam kepada
junjungan kita Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam serta para sahabat, para
keluarga dan semua pengikutnya. Bapak,
Ibu sekalian, saya akan menyampaikan
tadi menyambung apa yang disampaikan Pak
Sekda bahwa SDM ini adalah kunci
pembangunan.
Ini sama dengan yang disampaikan oleh
namanya Claus Swap ya, pemimpin buat
Economic Forum yang menyatakan bahwa
dunia ini sekarang sudah berubah ya. E
dia ngomong 2014
dia bilang the end of capitalism bahwa
dunia ini tidak digerakkan lagi dengan
namanya kapitalisme
tapi digerakkan namanya talentisme. Apa
bedanya? Peradaban ini digerakkan oleh
orang yang kemudian pembangunan yang
memuk modal ya. Orang selalu berusaha
ngomong tentang pertumbuhan ekonomi
karena kita pengin mengejar modal modal
yang menggerakkan peradaban ini. Nah,
era era sekarang kita bicara tentang
yang menggerakkan itu bukan uang, yang
menggerakkan adalah manusia itu sendiri
ya. Nah, makanya kita sudah lama ee
mengenal namanya kita bicara tentang
ekonomi apa ekonomi kita berbasis pada
pengetahuan dan di situ kuncinya adalah
media SDM-nya. Bapak Ibu sekalian ini
yang kemudian oleh Tofler. Tofler ini
nulis sudah mungkin sosiolog yang
meramalkan sudah lama sekali tahun 0-an
ya. Alvin Tofler ini dia bilang bahwa
kita di abad 21 ini nanti ke depan ini
di depan sekarang kita abad 21 perubahan
akan sangat cepat sekali dengan tadi
hasil karya manusia ya dan ini yang
menjadi sebuah dilem yaitu ketika
manusia bikin percepatan ee tadi dengan
peradaban yang ada ilmu pengetahuan
teknologi dan semuanya dan manusia
kemudian dihadapkan apa pada sebuah
problem ya pada sebuah problem yaitu
adaptasi. Bagaimana dia beradaptasi dan
perubahan yang diciptakannya sendiri.
Makanya Alvin Tler bilang bahwa
buta huruf orang disebut dengan buta
aksara di abad 21 ini bukan orang yang
tidak bisa baca tulis tapi yang orang
yang tidak bisa belajar atau yang
unlearn. Unlearn itu meninggalkan pola
pikir yang lama dan relearn yang
kemampuan kemudian belajar ulang
semuanya.
Ya, insinnya adalah belajar. Belajar hal
yang baru, belajar juga meninggalkan
pola pikir kebiasaan yang lama. Ini yang
berat karena manusia ini susah berubah,
beradaptasi. ya. Nah, Bapak Ibu sekalian
ee apa yang disampaikan Alvin Tover ini
ini menjadi sebuah perdebatan isu di
mana-mana karena kita diad pada sebuah
ee di di bidang SDM adalah adanya
pergeseran ya ketenagakerjaan. Lanjut.
Iya.
Nah, ini sampai 2025 saja ini
report yang ditulis oleh Watconic Forum
tahun 2020, laporan tahun 2020.
Dan ini bukan studi yang baru karena
kayak MEN sudah bikin surveinya 2017.
Apa yang dilihat adalah adanya sebuah
progres, ada ada perubahan yang besar
ketenagakerjaan
90 juta eh 85 juta pekerjaan hilang ya
kan. Ini yang kita belum pernah ngitung
sebenarnya jenis pekerjaan akan hilang
di birokrasi itu rilnya berapa sampai
tahun berapa. Dia ngitung nih 2025 85
pekerjaan hilang diganti 97 juta
pekerjaan baru. Nah, apa yang hilang
ini? Pekerjaan yang sifatnya manual,
yang sifatnya rutin, yang bisa namanya
low soft skill ya, yang tidak memerlukan
hubungan interaksi
manusia. Sifat yang administratif hilang
semuanya.
Nah, pekerjaan yang baru adalah yang
membutuhkan konseptual thinking,
kemampuan berpikir konseptual. Yang
kedua adalah menguasai teknologi. Dan
yang ketiga adalah kemampuan kita
mengelola hubungan antar manusia. Jadi
memang betul teknologi terutama dengan
EI, artificial intelligence membuat
perubahan sangat cepat sekali. Tapi ada
faktor human yang tidak bisa digantikan.
di Jepang ini memang betul ada robot
yang kemudian mulai bantu orang dan
sebagainya, tapi perawat-perawat
Indonesia masih diimport ke sana,
didatangkan ke sana karena robot tidak
bisa mengerjakan tadi diajak ngobrol,
diajak guyon segala macam, ya kan. Nah,
inilah ke depan ketika semuanya serba
otomatis, serba pakai artificial
intelligence, serba robot ya, nilai
kemanusiaan ini semakin kemudian semakin
tinggi derajatnya ya. Lanjut.
Nah, Bapak, Ibu sekalian, apa yang
menjadi konsern ini surveinya juga World
Economic Forum ini eh survei tahun ini
eh survei yang judul dulunya Future of
Job tahun ini dibuat apa yang kemudian
dihadapi oleh berbagai organisasi di
dunia.
Jadi mereka pertama kali untuk
menghadapi perubahan-perubahan besar
tadi yang pertama disiapkan adalah
learning and training and learning ya.
Learning and development. ini saya
terjemahkan dari reportnya. Silakan
di-download. Apa mereka sekarang trennya
investasi besar-besaran ya? Trennya
investasi besar-besaran di ee
pembelajaran dan pelatihan ya. Nah, jadi
ee mereka punya forum punya punya
rumusan ketika ee 2021 di Dafau mereka
kumpul, mereka punya hitungan bahwa yang
paling urgen itu adalah melakukan risk
killing. Dan ini kalau kita mau bisa
catch up dengan perubahan setelah COVID
sampai 2025 paling tidak mereka pegawai
itu 50% sudah mendapatkan keterampilan
baru, keterampilan digital, keterampilan
bagaimana mengelola model ee layanan
yang baru dan seterusnya. Poinnya adalah
bahwa ini semua seluruh dunia public eh
public sektor maupun private sektor
semua invest bareng-bareng di eh
training and learning tadi ya. Lanjut.
E. Nah, ini juga sama. Ini juga survei
tahun ini ee ini Deloit. Deloit ini
sebuah konsultan dunia yang sangat
terpandang bedanya SDM.
Dia bilang bahwa ini survei CEO CEO apa
yang menjadi prioritas. Jadi CEO CEO
adalah berpikir bahwa tadi seperti Pak
Adi ya sangat berpengaruh pengembangan
kompetensi sangat pengaruh untuk
organisasi beradaptasi. Ini alasannya
mengapa mereka harus invest ya nomor
prioritas nomor satu bukan invest
teknologi, bukan invest sarana
prasarana, bukan invest apa-apa, tapi
investin
training dulu. Kenapa? riskilling tadi
ini adalah kunci survive performance
organisasi bukan untuk saat ini mungkin
searang gak gak terasa tapi 5 tahun 10
tahun ke depan terasa mereka yang tidak
invest mereka akan kemudian ketinggalan
ya nah tadi yang sedihnya kita di
pemerintahan ini nganggap bahwa
pengeluaran bidang SDM itu ada sebuah
pengeluaran bukan pengeluaran ya artinya
bukan suatu yang dibuang-buang ya tetapi
ini sebuah investasi memang kelihatan
sekarang
gak berubah datang ya masih lucu ya kan
tapi 5 tahun ini dampaknya besar bagi
organisasi ya nah Bapak Ibu sekalian
lanjut
nah ini yang kemudian menjadi konsen
pemerintah dengan program transformasi
birokrasi sebenarnya ada tiga pilar ya
kita akan ambil satu pilar di dalam
forum ini transformasi organisasi yaitu
dengan kemarin ada kebijakan delayering
dan seterusnya dan sekarang kita lagi
bikin pedoman bagaimana membuat namanya
cara kerjanya ini cara kerja dari
organisasi model yang baru tadi ya
termasuk tadi SPBE dan seterusnya.
Kemudian yang kedua adalah SDM-nya. SDM
ini mulai dari ee mulai rekrutmennya,
kemudian mulai pemanfaatannya,
pengembangannya, gaji pensiun dan
sebagainya. Dan ini serentak kita lagi
nyusun mulai dari revisi undang-undang
ASN, revisi peraturan pemerintah ya
tentang ee PNS dan ASN dan P3K ini kita
gabung sampai ke peraturan menterinya
ini kita siapin semuanya ya kenapa kita
harus kebut ya. Kemudian yang ketiga
adalah pilar transformasi kerja. Ini
yang kita bicara tentang SPBE,
penggunaan otomatisasi, digitalisasi
pelayanan publik dan seterusnya. ini
berjalan tiga pilar ini beriringan.
Bapak, Ibu sekalian, kita akan fokus
pada yang tengah ini. Lanjut. Nah,
kemarin 1 seteng bulan yang lalu ya kita
di kantor Setapres
kita mulai mengerombak strategi kita
untuk melakukan namanya reformasi
birokrasi yang kemarin kita ini selalu
bicara tentang dokumen dan seterusnya.
kita bilang sekarang adalah bagaimana eh
menggerakkan reformasi birokrasi melalui
namanya human capital development plan.
Jadi kita menggerakkan reformasi
birokrasi bukan dengan pedoman-pedoman
tapi melalui kapasitas orang-orangnya
untuk melakukan perubahan. Nah, Bapak
Ibu sekalian ini menjawab apa yang
menjadi arahan Bapak Presiden. Birokrasi
ini enggak boleh hanya di atas kertas.
Birokrasi ini harus punya apa namanya?
mampu menghasilkan perubahan yang yang
real dinyatakan oleh masyarakat. Nah,
inilah yang kemudian ee apa mulai tahun
depan mainstreaming-nya bagaimana kita
reformasi birokrasi ini adalah kita
lihat sebagai bagian dari sebuah proses
belajar. Nah, ini saya kebetulan ketua
reformasi birokrasi di LAN ya. kita,
saya mungkin hampir 10 tahun ya kita
melakukan ee eksperimen-eksperimen
ya. Nah, sekarang kita buat eksperimen
lagi. Jadi kita ada ee tim ya, ada tim
yang kemudian kita bicara tentang ee
reformasi birokrasi tematik dan ada yang
general. Nanti kita akan jelaskan di
belakang. Nah, kemudiannya untuk apa?
Untuk kemudian dua tim tadi yang satu
keluar punya dampak keluar, yang satu
punya dampak ke dalam. Lanjut.
Nah, Bapak Ibu sekalian tadi saya
sampaikan untuk menjabarkan
pemikiran transformasi tadi yang pertama
kali undang-undangnya ya kan. Nah, ini
untuk pertama kali dalam sejarah
Undang-Undang Kepegawaian di Indonesia
ya. Kita atur satu bab khusus tentang
pembahan kompetensi ya. Apa bunyinya?
Ini yang menarik.
Tidak kita bilang pegawai itu berhak
dalam pengembangan kompetensi, tapi
wajib ya wajib melakukan pengembangan
kompetensi melalui pembelajaran secara
terus-menerus agar tetap relevan ya.
Kenapa? Nah, ini juga nanti kita
jelaskan di PP-nya, draf-nya
ini kita buat agar untuk memberhentikan
pegawai itu mudah ya. Kok sekarang kan
ada peringatan tertulis ya ya teguran
tertulis ya lisan tertulis dan
seterusnya panjang akhirnya lupa yang
negur lupa apalagi yang ditegur lupa
sama-sama lupa damai ya orang Indonesia
itu mudah maafkan ya kok pertama
ngamuk-ngamuk s 2 hari 3 hari 4 hari 5
hari katanya kok sunah rasul itu kok 3
hari enggak negur itu haram makanya
kemudian negur salaman wis damai ya nak
jadi dipecat ya kan sekarang ndak
peringatan 1 2 3 pecat ya ini drafnya
sudah kita nunggu begitu
undang-undangnya diketok tahun ini
diketok ya karena ini sudah masuk ke DPR
sudah ee mau paripurna jadi begitu ketok
PP-nya sudah jadi juga ya. Nah, apa ini
isinya? Konsekuensinya kalau kita bilang
di undang-undangnya ASN wajib belajar.
Kalau gak belajar kasih sanksi.
Masih bandel lagi kasih teguran. Teguran
lagi enggak bandel lagi ya was salam.
Ya, ini yang jadi apa namanya
implikasinya. Kalau implikasinya juga
wajib berarti penganggarannya juga
programnya kegiatannya harus ada gitu
ya. Nah, lanjut.
Nah, kemudian di PP-nya ini kita kunci
juga ya. Ini di PP-nya bagian
pengembangan kompetensi ini juga kita
atur di PP-nya. PP-nya draf-nya ya.
Drafnya ee setiap pegawai ASEN wajib
ikut belajar terus-menerus untuk
mengembangkan kompetensi dan
mengoptimalkan kapasitasnya.
Jadi kita bilang bahwa tidak kita bilang
bahwa tidak hanya mereka belajar tapi
kapasitas. kapas itu artinya impactnya
bagi organisasi itu dirasakan gitu. Jadi
kok dia belajar, belajar, belajar ya
tetapi enggak ada dampaknya ya gak gak
gak ada gunanya ya. Jadi maksud
kapasitas seperti itu. Nah, ini yang
menarik. Jadi
nanti ada pembelajaran yang ee diatur
secara sentralistik. T ada tiga jenis
pembelajaran sentralistik nanti dikelola
secara nasional. Ada yang instansi
dikeluar instansi pemerintah,
kementerian, lembaga, provinsi,
kabupaten, kota punya pengelolaan yang
disebut dengan corporate university dan
ada yang individu, pegawai juga ee
mengelola dirinya sendiri dengan
diberikan namanya learning wallet. Nah,
ini lagi ee pembahasan
progresnya cukup alot ya. Tetapi
prinsipnya Kementerian Keuangan setuju
semua mata anggaran yang namanya
pembahan kompetensi kita akan
kelompokkan dari belanja pegawai
kelihatan betul. Jadi gak ada kemudian
namanya macam-macam ada bintek ada sudi
banding semua itu bagian dari Bangkom ya
itu bagi subbagian dari belanja pegawai.
Sehingga kemudian kita bisa bilang oh
instansi bisa keluarkan berapa persen
dari belanjanya. Karena di BUMN di
perubahan perusahaan swasta dia bisa
jawab dengan mudah sekali. Berapa persen
Anda keluarkan untuk pemain kompansi?
Ya, di seluruh dunia itu rata-rata
antara 5 sampai 15%. Orang bisa jawab
gampang. Kok kita kesulitan ya? Saya
tanya Pak Ramli, Bu Dewi, berapa persen?
Waduh. Ya, itu hanya Allah yang
mengetahui karena itu tersebar di
berbagai OPD ya, namanya beda-beda.
Kemudian namanya tadi learning bolet.
Lanjut.
Nah, Bapak Ibu sekalian kita belajar
kita mengartikannya ini bukan lagi
kemudian tadi training, tapi kita
ngomong tentang learning di dalam
rumusan formulasi di dalam undang-undang
yang baru, revisinya, PP-nya,
permainnya, semua kita bicara tentang
learning ya. Apa? Training hanya salah
satu poin kecil saja dari training ya.
Nah, inilah yang mungkin perlu kita
penekanannya di sini. Learning ini harus
sifatnya kolaboratif ya. Enggak kemudian
kayak seperti ini ya model-model ceramah
gini ya bolehlah ya untuk silaturahmi.
Tapi yang learning ini kolaboratif ya.
Ada coach, mentor, ada community
practice namanya ya. E kolaboratif
fokusnya pada pembelajar. gaya
belajarnya beda-beda, kebutuhannya
beda-beda. Nak bisa kemudian kita
samakan semuanya. Nah, yang paling
penting adalah fleksibel ya. Di mana
saja, kapan saja dia bisa akses belajar
dan penekanannya pada bereksperimen,
coba hal yang baru ya mendorong inovasi
yang apa bisa bermanfaat bagi
organisasi. Ini learning orang itu.
Kemudian kita wadah jadi eh learning.
Implikasinya apa Bapak Ibu sekalian?
Training ini kayak event. Event itu apa?
Selalu ada pembukaan, penutupan,
kesimpulan, saran, konsumsi dan
sebagainya. Event ya. Learning gak ada
event. Event learning itu kita sebut
dengan sebuah proses yang embededes
yang menyatu dengan pekerjaan. Ini yang
kita apa tekankan di dalam eh desain
yang Jawa Timur sudah punya namanya
corporate university. Lanjut.
Nah, Bapak Ibu sekalian, ini tren dunia.
Tren dunia mungkin mohon bisa kelihatan
ya. Jadi ini tren dunia. Tren dunia
bagaimana pembahan kompetensi ya sejak
setelah COVID kita bilang trennya adalah
learning inflow of work ya. Sebelumnya
kita bangga ngomong oh sudah digital oh
banda kita sudah eh namanya blended
learning. Oke kita dari saya mulai dari
20 2020 kita alihkan ke blended learning
karena orang-orang enggak bisa belajar
dengan kondisi COVID. Ya, tapi sekarang
kita blended learning hanya bagian dari
untuk men-support namanya learning
inflow of work. Belajar sambil bekerja,
belajar secara sosial, belajar melalui
ada atasannya, koleganya, rekan
kerjanya, belajar sambil bekerja. Ini
yang kita sebut dengan learning inflow
of work. Ini menjadi tren ya dari 2022
sampai nanti ee berikutnya. Lanjut.
Nah, tadi yang apa penuangan
kebijakannya tren dari learning eh apa
learning in flow of work tadi di dalam
namanya corporate university ya. Nah,
corporate university apa? Sistem
pembelajaran terintegrasi ya yang tadi
ee mengintegrasikan klasikal dan
nonklasikal di tempat kerja ya. Nah,
lanjut. Nah, jadi tidak hanya sekedar
belajar, tapi dia menjabarkan rencana
strategis organisasi RPJMD ya kalau di
daerah baik provinsi maupun kabupaten
kota. Nah, ini di undang-undang dikunci
juga ini ya pembelajaran
ya dilakukan melalui sistem pembelajaran
terintegrasi.
Terintegrasi maksudnya apa? Terintegrasi
dengan pekerjaan
sebagai bagian penting saling terkait
dengan sistem manajemen ASN. dan
terhubung dengan pegawai lain lintas
instansi kolaboratif
ya. Nah, ini kok ini yang hadir ini
forum dari jawa Timur gak ada yang
misalnya di Jember belajarnya di Jember.
Jember belajarnya ya misalnya di
Jombang. Jombang nanti di Nganjuk
Nganjuk di mana? Pacitan dan seterusnya.
Nah, Bapak, Ibu sekalian, ini yang kita
kunci nanti kita harapkan e kemarin kita
senang ya ee di Jawa Timur tidak hanya
provinsi yang punya ee eh corporate
university, tapi beberapa kabupaten,
kota punya. Tapi kita harapkan tidak
hanya secara formal, tapi dengan
undang-undang yang baru nanti ini akan
menjadi sebuah sebuah kewajiban untuk
membentuk tadi corporate university.
Lanjut.
di RPP-nya juga kita kunci setiap
instansi pemerintah wajib memberikan
kesempatan dan akses belajar pada
pegawainya melalui sistem pembelajaran
terintegrasi kurung corporate university
ya ini di RPP-nya. Lanjut.
Nah, kita sudah menerbitkan. Nah, ini
ini ada sejarahnya ini. Jadi, Jawa Timur
sudah menterbitkan terlebih dahulu 2021
ya. Ya, 2021. Konsepnya dari dari sini
ya, tetapi ini karena kita ada dua eh
corporate university yaitu nasional dan
instansinya ya. Ini sudah terbit
peraturan LAN eh nomor 6 2023 tentang
corporate university. Lanjut. Nah, ini
yang saya maksud tadi ada dua level ya
yang disebut di dalam PP juga ada
pembelajaran secara tersentralisir
ya. ini ada corporate university
nasional menjabarkan talan manajemen
nasional ya yang mengakan kemudian
sekarang kita punya namanya di ASN
Talent Academy mungkin kalau pegawai
Bapak Ibu belum masuk silakan masuk
karena ini free ya free ya ee dan ini
modelnya beda. Nanti ada magang di
korporasi di perusahaan untuk apa? agar
ASN-ASN muda ini agile ya, artinya dia
lincah kayak enggak kalah dengan
kawan-kawannya yang di private sektor,
dimentori oleh kawan-kawan
direktur-direktur di private sektor ya.
E ini ini ee percobaan ya, tapi ini free
ya, masuk free. Kemudian Anda di Klarpim
ada digital campus ini kita kelola
secara nasional agar intinya mulai free
ya. Kita MOT, TOC ini mulai free ya.
kita bebaskan ya ee untuk belajar untuk
semua ee ASN. Kemudian ada setiap
instansi bikin yang bawah ya corporate
eh university instansi yang harus
nyambung dengan talent manajemennya.
Nah, ini untuk kabupaten kota ini bisa
didesain jadi terintegrasi ya ee di
bawah BKBSDM antara Manajemen dan ee
Corp University di masing-masing
kabupaten kota. Lanjut.
Nah, ini di Jawa Timur sudah ada ya dari
2021 ya. Isinya kurang lebih sama dengan
ee bagian di Perlan tadi tapi hanya
bagian di instansinya ya. Ee ini kita
harapkan model ini bisa digunakan. Saya
selalu sampaikan ke pemerintah daerah
yang lain udah gak usah repot-repot copy
paste dari Jawa Timur ya. ini apa
namanya modelnya corporate university
yang bisa dikanukan untuk ee di
pemerintahan daerah. Lanjut.
Nah, apa isinya? Itu kan ini di ini
bukan konsep juga tapi di pergup tadi
juga diatur ya 10 20 70%. Di PP-nya juga
kita atur 10 20 70% ya. Apa 10%-nya?
Namanya formal learning. Tatap muka
seperti ini namanya formal learning.
Terus struktur ada tempatnya, jadwalnya,
orangnya, pengajarnya namanya formal
learning termasuk penugasan belajar
mandiri. Kemudian ada social learning,
belajar dari orang lain, ada coaching,
mentoring ya, community of practice ya,
apa community of practice ya. Kemudian
ada experial learning belajar sambil
bekerja. Nah, kalau kita ngelihat 10,
20, 70 ini 20 + 70 90 adanya di tempat
kerja. Kalau di tempat kerja ini yang
tanggung jawab siapa?
Pimpinannya masing-masing. Nah, inilah
yang kelebihannya tadi yang kita sebut
dengan learning in flow of work. Belajar
sambil bekerja tadi pimpinannya harus
punya mindset mengembangkan. Nah,
lanjut. Nah, Bapak Ibu sekalian ini yang
sori ini juga hasil riset ya apa? E
bersin namanya. Jose bersin ini dia e
riset lama sekali. Apa sih pemanfaatan
pembahan kompetensi? Ada beberapa jenis
gitu ya. Ada pembahan kompetensi yang
level 1 instansi ini kebanyakan di sini.
Training kalau dibutuhkan ya misalnya
ada Prajap training ya, ada kebutuhan
barjas training ya sifatnya. Nah, ini
bagi individu training-training seperti
ini hanya
nyoba di ya kalau bermanfaat ya coba
kalau gak ya gak gitu dan seterusnya
gitu ya. Nah, bagi organisasi ya untuk
memenuhi kebutuhan tadi persyaratan
kepegawaian dan seterusnya. Level 2
adalah pelatihan pengembangan yang sudah
tertata dengan baik ya. Ini yang
biasanya sudah diakreditasinya sudah
baik. Nah, ini adalah bagi individu. Ini
juga manfaatnya bagi individual dia ya,
sekedar partisipasi ikut pelatihan. Nah,
bagi organisasi maknanya apa? Nah, ini
ada sebuah program ya, bisnis as usual
yang agak lebih
bagus adalah terintegrasi dengan
manajemen talenta. Ini maknanya training
tadi apa? Pengembangan kompetensi apa?
untuk syarat menduduki jabatan ya
pengembangan talenta tadi. Nah, kalau
bagi organisasi apa bagian dari strategi
ada manajemen talenta menyiapkan
talen-talent apa posisi-posisi kunci
critical occupation ya. Ee kemudian tadi
kita rekrut mengembangkan orang untuk
duduk kita. Yang paling advance, paling
advance yang yang kita pengin mau capai
dengan indikator ini adalah pengembangan
kompetensi yang level 4. Di mana
pengembangan kompetensi ini adalah
bagian dari proses berkelanjutan.
individu-individu
menganggap pengembangan kompetensi
adalah bagian dari untuk meningkatkan
kinerja secara berkelanjutan bagi
dirinya dan organisasinya. Nah, sekarang
pertanyaannya bagaimana menciptakan itu
level ini? Corporate university hanya
bisa jalan menghasilkan level 4 ini
kalau kemudian didukung dengan budaya.
Nah, budaya artinya pemimpinnya
menciptakan sebuah habit belajar ya.
Kemudian BKPSDM, BP ee Biro Kepegawaian
dan sebag menjadikan instrumen tadi agar
mereka belajar yang punya impact bagi
organisasinya. Ya, lanjut.
Nah, Bapak Ibu sekalian untuk membangun
budaya tadi ini peran sentralnya para
pemimpin ini. Lanjut.
Nah, ini kata Jaguar ini legendaris ya,
CEO-nya Jenderal Elektrik. Dia
nyelamatin perusahaan yang usia 300
tahun dari kebangkrutan dan dia punya
resep salah satunya adalah pengembangan
kompetensi.
Ya, dia bilang bahwa orang ini sebelum
jadi pemimpin, before you leader,
success is all about growing yourself.
Jadi sebelum kita menjadi pemimpin, Anda
dikatakan berhasil, sukses kalau Anda
berkembang terus, bisa ini, bisa itu dan
seterusnya. Tapi ketika menjadi
pemimpin, Anda dikatakan berhasil gagal
ketika Anda bisa mengembangkan orang
lain atau tidak gitu. Nah, inilah
mindset ini harus muncul ya. Karena
orang kalau ditanyain, "Oh, pengembangan
kan urusannya pusdiklat, urunnya,
urusannya BKPSDM, uruhnya BPSDM dan
seterusnya. Ini mindset yang salah ya.
Lanjut Bapak Ibu sekalian. Ini kita
kunci di undang-undang lagi ya. Jadi
kalau Bapak Ibu masih hafal bagian
namanya akuntabilitasnya JPT
administrator kita lombak di situ isinya
adalah bahwa jabatan pimpinan tinggi,
jabatan pimpinan administrator yang kota
atas dan bawah ini isinya sama.
bertanggung jawab dan berperan dalam
mengelola, memotivasi, dan mendukung
pengembangan pegawai ASN.
Ya. Nah, konsekuensinya apa? bagian dari
kinerjanya pimpinan dia. Kalau dia
enggak mengembangkan coret dia.
Ya. Nah, ini mungkin perhatian dari
Bapak Ibu pengelola SDM yang hadir dalam
forum ini. Tidak hanya ASN-nya yang
wajib, pimpinannya dulu yang wajib
menciptakan tadi learning culture tadi
ya. Jadi kalau Bapak Ibu punya corporate
university, pimpinannya gak punya budaya
belajar, enggak mendorong adanya budaya
belajar, ya hanya di atas kertas saja
namanya corporate university tadi ya.
Lanjut.
Baik, ini sudah jalan sambil nunggu
undang-undangnya. Permenpan yang baru,
Permenpan pengelolaan kinerja. Bapak,
Ibu sudah hafal semuanya. Bagaimana
ekspektasi pimpinan? Nah, ini penting
bagaimana pimpinan memberikan ekspektasi
kinerja. Ya, kok kita ngomong berdampak,
ngomong RB berdampak ya harus
berhubungan dengan tadi target
perubahan-perubahan yang diinginkan.
Tetapi nah ada tetapinya
di dalam Permenpan ini juga peran
pemimpin pimpinan setiap pimpinan adalah
juga memberikan ya bagaimana feedback
dialog atasan bawan, coaching mentoring
memberikan e apa namanya harapan
masukan, pengembangan kompetensi
keahlian dan keterampilan pegawai itu
apa? Untuk memenuhi ekspektasi
kinerjanya tadi ya. Jadi kita bilang
bukan lagi penilaian kinerja, tapi
pengelolaan kinerja, manajemen kinerja
yang intinya adalah mendorong individu
dalam organisasi untuk mengembangkan
potensinya yang berkontribusi pada
kinerja organisasi. Ya, lanjut.
Nah, ini dia
apa yang di harus ee dilakukan oleh
pimpinan yaitu dia bisa
mengerekomendasikan melalui corporate
university tadi setiap OPD harus
memberikan identifikasi pimpinannya
melalui coaching dialog atasan bawahan
yang diatur di Permenpan tadi. Ee orang
perlu kompetensi apa, kompetensi apa dan
sebagainya. Nah, ini pimpinannya sudah
apa? 10, 20, 70, 10 sudah kirim. Kalau
yang 10% kirim BPSDM bilang Pak Ramli ya
ikutin program sana ya. Nah, kemudian
yang lain-lainnya apa? Lanjut
20%. Nah, ini coaching wajib pemimpin
wajib memberikan coaching ya. Nah, ini
harus menjadi aturan dasar ya. Kalau
anak-anak latar ikut apa? Jobs doing ya.
Ini tinggal pakai keputusan sendiri ya.
Aduh ya untuk kembangkan tadi komunit
praktis ini untuk JF jabatan fungsional
pemimpin bisa rekomendasi oh kamu ikut
sana oh kok nak belum ada Pak namanya
jaab e apa komunity practice analis
kebijakan belum ada oh bentuk nanti ya
lapor Pak Ramli bentuk ya kan bagian
dari pengembangan tadi lanjut
70% ya ini belajar sambil kerja
pimpinannya lagi di sini ini ya ngasih
tugas kasih feedback ya nah Ada beberapa
penugasan yang disebut di dalam
undang-undang tadi yang belajar dengan
instansi lain, kirim magang. Nah, jadi
ini juga bisa dikelola bareng-bareng.
Magang apa sih yang terbaik di Jawa
Timur ini? Misalnya mau tentang UMKM
yang hebat di mana kirim ke Sidoarjo
misalnya. Oh, tentang anu apa namanya?
Industri kreatif di mana kirim
Banyuwangi misalnya. I kan untuk tadi
belajar dari ee apa namanya? Sambil
bekerja tadi ya.
Nah, lanjut.
Nah, Bapak Ibu sekalian ini kaitannya
dengan tematik yang sekarang ini sesuai
dengan tema ee pertemuan ini kita ada
perubahan besar ya sesuai dengan
Permenpan 3 2023 di mana reformasi
birokrasi tidak lagi bicara area, tapi
kita pisah menjadi ada dua dimensi yaitu
tematik. tematik tadi adalah untuk
peningkatan investasi, pengentasan
kemiskinan, digitalisasi
dan prioritas presiden yang lainnya.
Tetapi ada yang namanya general.
Jenderal itu masih melanjutkan apa yang
Bapak Ibu lakukan terkait dengan area
ya. Di sini yang e kaitannya ada
beberapa indikator baru. Intinya apa?
yang tematik itu dampak langsung ke
eksternal stakeholder-nya
ya
terkait dengan tadi tema-tema yang
menjadi prioritas yang general ini yang
yang di dalam tadi tata laksana kemudian
ada ee apa namanya pengatan organisasi
regulasi dan seterusnya dan seterusnya
ya. Nah, di kami kalau saya kita
pisahkan tugas fungsi kita instansinya
apa. Ini kita taruh di tematiknya ya.
Kami misalnya di LAN ini ada ee pemban
kompetensi dan inovasi serta
transformasi ee administrasi ya. Nah,
ini menjadi linya supporting-nya kita
tuangkan dalam RB general ini. Nah, ini
gak harus kaku area. Contoh ya, di kami
RB Jeneral ini ada namanya ee apa
namanya? Organizational marketing and
branding. Bagaimana kita nge-branding
organisasi kita mengembangkan
komunikasi, kerja sama eh kolaborasi
dengan stakeholder
ya. di samping tadi ada yang yang delan
area. Nah, delan area ini kita payungi
di dalam corporate university-nya LAN.
Jadi, penataan organisasi, kelembagaan,
pelayanan, ee akuntabilitas kita jadikan
sebagai sebuah proses belajar, ya. Jadi,
kita ee dengan cara ini apa
perbedaannya? Perbedaannya adalah semua
orang tertarik untuk kemudian join di
program RB kok dulu gak ee ketika bikin
program RB ya bikin ada panitia orang
yang yang terlibat ya kalau yang masuk
di SK sekarang gak orang pengin pengin
join. Oh saya pengin memperbaiki saya
pengin belajar cara memperbaiki ee apa
namanya ee bisnis proses tata laksananya
dan seterusnya. Dan satu hal lagi ini
yang kita bikin eksperimen.
Penggeraknya siapa? Penggeraknya
anak-anak muda ini. Milenial kita.
Jangan lupa di birokrasi kita ini paling
besar adalah sekarang milenial. Ini kita
sebagai bentuk tadi belajar mengkader
orang ya. mempersiapkan tadi pemimpin
harus bisa mengembangkan orang lain.
Nah, kita berikan kesempatan pada
anak-anak muda untuk mengelola tadi ya
kita yang senior-senior menjadi mentor,
menjadi coach-nya dan seterusnya. Jadi
ini sebuah sebuah cara bahwa reform
esensinya adalah sebuah collective
learning. Belajar secara bersama-sama
dan tidak sekedar belajar tapi belajar
yang berdampak. ini untuk merespon
tuntutan ee sekarang pembahan kompetensi
adalah kunci bagi semua organisasi untuk
melakukan perubahan. Demikian yang bisa
sampaikan, kurangnya mohon maaf.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
[Tepuk tangan]
Bapak, Ibu sekalian luar biasa sekali ee
tentu insek yang kita dapatkan dari
paparan Pak Deputi. Nah, Bapak Ibu
sekalian yang menarik tadi ya, ternyata
Pak Deputi juga sempat memberikan
bocoran begitu, bocoran tentang RUU ASN
yang barangkali saat ini sedang viral
juga di kalangan ee teman-teman SDM. ada
beberapa revisi-revisi yang di ee
rencanakan oleh pemerintah pusat, cuman
kadang yang paling banyak disoroti
adalah terkait dengan pengangkatan
tenaga honorer biasanya. Tapi kalau di
sesi ini tadi kita lihat luar biasa.
Suatu saat nanti ee saat Undang-Undang
ASN ini divisi, pengembangan kompetensi
menjadi barang wajib yang harus kita
laksanakan. Jadi saya juga sempat
kepikiran tadi Bapak, Ibu. Mohon izin
Pak Ramlianto, Bapak Kaban. Kalau
namanya sekarang masih ASN belajar,
barangkali nanti diganti ASN wajib
belajar begitu ya. ASN wajib belajar
seri 1 sampai yang terakhir 48.
Guyon Bapak Ibu nggih. Ngapunten. Nah,
untuk Bapak Ibu sekalian tadi juga di ee
berikan penekanan-penekanan bahwa talent
is
ee kapital yang sesungguhnya. Begitu.
Jadi kapitalisme dalam arti modal
sekarang sudah harusnya kalau kita punya
talent yang luar biasa mestinya ini juga
menjadi potensi kita untuk mengembangkan
ee organisasi ini di masa yang akan
datang. Bapak, Ibu sekalian ee kalau
tadi sudah disinggung dan dibahas secara
luas kaitan dengan konseptual
pengembangan kompetensi baik dari sisi
aturan dan kebijakan, maka di materi
yang berikutnya yang akan disampaikan
oleh Bapak Dr. Sugeng Haryono, M.Pd.,
Beliau nanti akan membahas berkaitan
dengan implementasi
kebijakan ee pengembangan kompetensi
untuk mewujudkan
ee reformasi birokrasi berdampak. Tentu
nanti pembahasannya akan lebih detail
berkaitan dengan data dan lain
sebagainya. Baik, Ibu sekalian ee
sedikit akan saya sampaikan ee kurikulum
VITE beliau sedikit saja untuk kita
lebih mengenal beliau yang luar biasa.
Beliau pernah mendapatkan piagam kumlout
dari UGM. Betul Bapak. Nggih. Tepuk
tangan dong, Bapak, Ibu.
Dan jabatan, pengalaman jabatan beliau
sempat dan pernah menjadi Kepala Biro
Perencanaan Hukum Kerja sama BNPP,
kemudian Kepala Puslitbank Kemendagri,
dan terakhir belum lama ini juga sempat
beliau menjadi ee Plt. Dirjen Bina
Bangda Kemendagri. Sangat luar biasa
sekali. Dan akhirnya barangkali eh kami
persilakan untuk Bapak Dr. Sugeng
Haryono untuk menyampaikan materi dan
paparan kepada kami. Terima kasih.
Baik, terima kasih Pak Yudi. Boleh
sambil berdiri ya? I Mas.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah.
Selamat siang. Salam sejahtera untuk
kita sekalian. Shalom. Om swastiastu,
namo budhaya dan salam kebajikan, salam
sehat untuk kita semua. Yang saya
hormati Mas Duputi, kolega saya ini Pak
Taufik, Kepala BPSDM Provinsi Jawa
Timur, Pak Ramlianto, dan Bapak Ibu
sekalian
dari OPD, dari kabupaten kota yang
terkait dengan pengembangan sumber daya
manusia.
Kalau tadi Pak Taufik sudah banyak
menyinggung tentang RB karena memang
beliau ini suhunya RB.
Saya sekarang nanti akan lebih fokus
kepada beberapa hal yang tindak lanjut
dari arahan Pak Taufik tadi.
Bapak, Ibu sebelum sampai ke sana
izinkan nanti kami untuk menyampaikan
beberapa arahan nasional yang terbaru,
terutama terkait dengan rancangan
teknokratik RPJPN 2025-2045.
Coba langsung ke paparan halaman 5.
Saya agak lompat-lompat karena saya
berusaha manfaatkan waktu paling lama
sampai jam 11.00 nggih. Nanti sisanya
karena tadi diwarning Mas Yudi 11.30
sudah selesai, maka mudah-mudahan
setengah jam sisanya kita bisa
manfaatkan untuk tanya jawab. Ya, Bapak,
Ibu sekalian,
kita sudah punya arah yang jelas, sudah
punya visi di 2045
seringkiali sebut sebagai Indonesia
emas. Tadi Pak Sekda dalam sambutannya
juga menyampaikan seperti itu ya.
Indonesia 2045 kalau dihitung dari waktu
kita tinggal punya 22 tahun dari
sekarang.
Mudah-mudahan kita semua masih
sampai ke titik itu ya. Yang menarik
adalah 2045 sebagai acuan itu kita 100
tahun merayakan kemerdekaan di 2045.
Ada sejumlah indikator
yang bisa menjadi alat ukur apakah kita
di 2045 itu betul-betul sudah menjadi
Indonesia emas atau belum. Kita bisa
lihat di sana misalnya terkait dengan
indikator pendapatan per kapita yang
sudah 46.900. Jadi dikalikan saja dengan
angka flat misalnya 15.000 saat ini.
Mudah-mudahan 22 tahun kita bisa
menikmati angka itu. Meskipun tahun
depan sudah naik 8% ya.
Dan ada janji juga tunggir kita
kemungkinan juga naik lagi
dihitung-hitung ini ya. Naik maksimal
20% katanya. kita lihat nanti. Tapi yang
jelas kalau gaji pokok sudah naik 8%,
kalau pensiunan 12%. Ya. Baik. Di RU
APBN
Bapak Ibu sekalian lanjut coba ke
halaman berikutnya ya.
Saya yakin Bapak Ibu sudah mengenali
foto di depan ini ya.
Ini adalah foto ketika KTTG7
ya, Group on seven countries atau
government 7 di Hiroshima 2 bulan yang
lalu.
Dan yang menarik Bapak Ibu, presiden
kita diundang hadir di KT G7.
Coba foto berikutnya.
Oke. Atau yang sebelumnya tadi yang di
ya. Ya, di sini Bapak Ibu dalam sesi
foto presiden kita. Kita lihat di sini
ini. Oke. A di sini ya. Dalam sesi foto,
Presiden kita ditempatkan di
tengah-tengah baris paling depan.
Hanya dua baris di sana. Dan coba lihat
yang ada di belakang Pak Jokowi sebelah
kanannya. Bukang belakang persis ya.
Sisi kirinya Pak Jokowi di belakang yang
pakai dasi warna biru muda rambutnya
putih. Siapa itu Bu?
yang ada di belakang Pak Jokowi yang
biru muda jaznya, dasinya biru muda,
rambutnya putih. Siapa itu?
Joe Biden.
Ya, oke. Terima kasih. Kita lihat
internasional paling enggak di KTTG7 ya,
tujuh negara besar dunia memberikan
apresiasi pada negara kita.
Bahkan seorang presiden Amerika Serikat
ketika berfoto diposisikan di baris
kedua di sisi kiri Pak Jokowi. Ini tidak
ada maksud apapun, tetapi kita sudah
punya milestone yang luar biasa. Tinggal
kita 22 tahun untuk sampai Indonesia Mas
2045. Nanti kita akan sampaikan sejumlah
data yang menjadi tantangan kita untuk
mewujudkan birokrasi berdampak dengan
empat hal sebagai sasarannya. Oke,
lanjut.
ini untuk menunjukkan cacat terus ya.
Oke. Sebelum ee di RPJPN kita ini sudah
diluncurkan 15 Juni yang lalu. Bapak
Presiden sudah m-launching
rancangan Undang-Undang tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Nasional
2025-2045.
Bapak, Ibu, tahun depan 14 Februari 2024
kita bersama akan melaksanakan pemilu
untuk memilih Presiden dan Wakil
Presiden, anggota DPR, DPD, dan DPRD.
Siapapun Presiden terpilih akan
menetapkan Perpres tentang RPJMN yang
pertama dari RPJPN 2025-2045.
siapapun presiden terpilih itu tonggak
yang pertama dari RPJPN kita adalah
nanti di Perpres tentang RPJMN
di dalam RPJPN rancangan teknokratik
yang mudah-mudahan sebentar lagi ini Pak
Jokowi menjanjikan waktu e melaunching
insyaallah dalam waktu dekat
akan disahkan menjadi undang-undang
kemungkinan di bulan September.
Di sana ada empat angka keramat ya. Yang
pertama adalah delapan agenda
pembangunan. Nanti bisa kita buka apa
saja. Agenda pembangunan. Yang jelas
pengembangan sumber daya manusia
reformasi birokrasi agenda paling atas.
17 arah pembangunan
itu jabaran dari 8 ke dalam 17 arah dan
kemudian 45 indikator
untuk mengukur capaian keberhasilan
pembangunan kita.
Dan yang menarik adalah dari angka 8,
17, dan 45 kemudian muncul tiga
prasyarat
agar 8 agenda bisa dilaksanakan,
17 arah mencapai sasaran, dan 40 45
indikator terbukti di lapangan, maka
dibutuhkan tiga prasyarat.
Prasyarat itu yang pertama adalah adanya
stabilitas nasional yang terjaga.
kondusif.
Yang kedua, adanya kesinambungan, adanya
keberlanjutan
terutama antar dokumen perencanaan
program dan kegiatan nasional dengan di
tingkat daerah
RPJPN
yang nanti sebentar lagi menjadi
undang-undang di tingkat daerah akan
kita jabarkan dalam Perda RPJPD
2025-2045.
Dan menariknya adalah tahun yang sama
2045 eh 2024 di tanggal 27 November 2024
kita akan melaksanakan pemilihan kepala
daerah serentak nasional
37 gubernur dan wakil gubernur karena
kalau Yogyakarta tidak dipilih dari 38
semua kabupaten kota,
bupati, walikota, dan wakilnya kecuali
yang di DKI.
Karena DKI adalah sifatnya administratif
akan dipilih serentak.
Di sinilah prasyarat yang kedua
dimaksudkan adanya kesinambungan. Begitu
pusat sudah punya RPJPN, daerah akan
punya RPJPD. Presiden yang terpilih
nanti
ya saat pemilu 14 Februari kemudian
kemungkinan di Oktober katakanlah
pelantikan terbentuk kabinet ya
akan punya RPJMN. Maka siapapun kepala
daerah, siapapun Gubernur Jawa Timur,
Bupati, Walikota seJawa Timur dan
se-Indonesia akan menjabarkannya di
dalam RPJMD, Perda RPJMD paling lama 6
bulan setelah pelantikan
dan mengacu semuanya ke empat angka ini
8, 175 dan 3 prasyarat. Inilah
kesinambungan dan keberlanjutan.
Kemudian syarat yang ketiga dari
prasyarat ini adalah dan ini PR kita
semua ini Pak Ramli punya PR berat di
Jawa Timur. Prasyarat yang ketiga adalah
tersedianya sumber daya manusia yang
berkualitas.
Ini prasyarat yang mutlak kalau kita
ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Lanjut. Kita lihat yang coba bendera ee
yang 8 40 ee 20 negara kemudian 12 ya.
Mundur dulu sekarang. Mundur dulu.
Mundur dulu. Setback sedikit ya. Oke.
Yang halaman bukan bukan ini yang
mundur. Terus terus lagi.
Terus terus terus. Ah di sini Bapak Ibu.
Salah satu indikator yang agak mudah
untuk kita lihat daripada kita
menggunakan ukuran-ukuran yang matematis
ya. Kita pakai ukuran yang gampang saja.
Existing saat ini kita ada di posisi
G20.
Kalau kita lihat dari 20 bendera negara
ini, kita salah satunya.
Tahun kemarin bahkan kita memegang
sebagai keketuaan presidensi G20. Tahun
ini India.
Tahun kemarin kita sebagai presidensi
G20 melaksanakan KTT di Bali
dan tahun ini G7 kita belum masuk di
sana. Tapi kita punya target 2045
sekurang-kurangnya kita adalah bagian
dari G8.
Kita akan menggusur salah satu negara di
G8. Kita gantikan dengan negara kita.
Syukur-syukur kita masuk dalam kotak G7.
Jadi kalau dimerch, kalau dirampingkan
dari 20 menjadi 12 menjadi 8 menjadi 7,
kira-kira kita ada di kotak yang paling
ini. Kita akan menggusur salah satu
negara target besar kita
dan ini tinggal 22 tahun. Dan
alhamdulillahnya tadi kami sampaikan
dalam KTT Hiroshima untuk G7, presiden
kita sudah diundang sebagai tamu
kehormatan ya yang pernah memegang
presidensi G20. Tentu diundangnya
Presiden karena ada sejumlah data
keberhasilan.
Salah satunya adalah bagaimana
pengendalian COVID yang luar biasa,
recovery-nya yang sangat cepat dan
termasuk di dalamnya adalah bagaimana
pertumbuhan ekonomi kita yang jauh lebih
cepat bahkan dibandingkan dengan
beberapa negara G7.
Namun kita juga sangat lengah ada
sejumlah masalah yang nanti izin saya
akan sampaikan kepada Bapak Ibu termasuk
masalah yang ada di Jawa Timur dan
kabupaten kotanya ya. Tapi target besar
kita ke sana ya. Ketika tahun 2045
kita bisa menggantikan salah satu dari
tujuh negara yang ada di sini, maka saat
itulah berarti indikator keberhasilan
pembangunan terbukti 2045. Itu ukuran
yang paling mudah
tetapi justru paling sulit dicapai.
Tidak mudah. Oke, lanjut.
Iya.
Terus saja ya. Terus
ya. Ini Bapak Ibu saya lewat saja ini
2024 tinggal tahun depan sudah habis ya
tinggal setahun. Saya lebih ingin
mengajak Bapak Ibu untuk memforecast
yang ke depan. Lanjut saja
ya, Bapak, Ibu. Dalam mewujudkan 2045
tadi sebagai target besar kita
ya, seringki dalam era sekarang masih
4.0 atau sudah 5.0 ini
dari 4 menuju ke li ya. Ya, dengan
artificial intelligence-nya tetapi harus
humanis. Kita seringkiali mendengar
istilah fuka,
tetapi coba kita harus konversi fuka
dalam pandangan yang pesimistik kita
menjadi sulit sekali kayak bergeraknya.
Bagaimana fuka itu V-nya adalah
volatility
ya, kecepatan, tempo perubahan yang
sangat cepat sepertinya kita sulit untuk
mengimbangi.
Maka V yang volatility ini volatile ini
harus kita konversi menjadi vision punya
arah yang jelas.
Dan alhamdulillahnya
arah 20 tahun ke depan kita sudah punya
dengan ukuran kinerjanya.
Dalam fuka yang pesimistik, O-nya itu
adalah uncertainty, penuh
ketidakpastian.
Maka kita harus bisa mengkonversi
melalui RB kita yang U itu menjadi
understanding. Kita paham betul target
kita. Visi jangka panjang, roadmap
menuju ke sana. rencana yang harus kita
lakukan termasuk ukurannya apa. Itulah
understanding. Kita paham apa yang harus
dilakukan tahun ini, tahun depan dan
seterusnya.
C di dalam fuka itu seringki dipahami
sebagai complexity. Banyak variabel yang
mempengaruhi sampai bingung kita. Jak
usah bingung kalau kita sudah punya visi
Indonesia emas, sudah punya pemahaman
langkah menuju ke sana. Kemudian C itu
kita clarity.
Ya, kita perjelas, kita pertegas bahkan
tidak cukup 5 tahunan. Tahun depan
berbuat apa, per triwulan berbuat apa,
maka kita punya SKP yang nanti
KemaPAN RB ya akan menjadi makin
elaboratif untuk mengukur kinerja kita,
mengklarifikasi bahwa setiap satuan
kerja berkontribusi untuk capaian target
di tingkat daerah, di tingkat
kementerian, di tingkat negara. Dan yang
terakhir
dalam fuka a-nya itu adalah ambiguity.
Membingungkan. Ambigu. Enggak usah
bingung. Kalau sudah punya visi, sudah
paham langkahnya, sudah mempertegas,
memperjelas menuju ke sana effort kita,
maka kita harus agile, ada agility, ada
kelincahan kita dalam bentuk organisasi.
maka salah satunya adalah konversi RB
yang sebelumnya bersifat prosedural
melengkapi dokumen terbentuk tim ada
delapan area perubahan prosedural
ya yang penting dokumen-dokumen
di-upload ya berubahlah menjadi tema
yang ada dampaknya harus lincah termasuk
bagaimana dari jabatan-jabatan
administrasi administrator pengawas
dikonversi ke jabatan fungsional itu
adalah upaya untuk organisasi pemerintah
menyesuaikan lincah dengan perubahan ke
depan.
Bagaimana layanan tadi? Pak Sekda
mengatakan sudah dengan OSS online
single submission tidak ada ceritanya
investor harus datang ke DPMPTSP Kota
Surabaya ke Jawa Timur cukup dari
negaranya masing-masing dengan
Undang-Undang Cipta Kerja sudah bisa
diproses dan seterusnya. Baik Bapak Ibu,
inilah yang ee
menjadi target besar kita. Bagaimana
kita sudah punya visi, tetapi tantangan
terbesar kita adalah mewujudkan visi itu
melalui RB yang berdampak. Coba sekarang
ke halaman 14
ya. Kita lihat di sini Bapak Ibu
IPM kita ya.
Indi indeks pembangunan manusia, human
development index rerata nasional adalah
72,91.
Jawa Timur posisi di mana ya?
2021 ini Pak Ramli kita di 72,14
2022 di 72,75
ya mendekatilah rerata nasional tapi
masih sedikit di bawah ya. Kita harus
melaju lebih cepat ini untuk IPM kita.
ya masih paling tinggi ya kita lihat DKI
Jakarta dan seterusnya Jawa Timur kami
tandai dengan kotak yang di
tengah-tengah ya Pak Ramli dengan
teman-teman Bapak Ibu para kepala BKPSDM
kabupaten kota kita punya PR yang nanti
kita lihat datanya per kabupaten kota
seJawa Timur ya
ada saudara kita yang paling belakang
itu Papua dan Papua Barat ya ini alat
untuk mengukur sejauh mana keberhasilan
kita dalam mengembangkan sumber daya
manusia, membangun sumber daya manusia
melalui IPM, pendidikan, kesehatan, dan
terkait dengan lapangan kerja, daya
beli.
Berikutnya kita lihat lagi data ini
seJawa Timur. Mohon maaf Bapak Ibu kalau
ada angka Bapak Ibu yang ada di kanan
paling kanan atau mendekati kanan ya.
Ini data saja secara objektif kita lihat
ya. Saya enggak akan membacakan datanya,
tapi Bapak Ibu bisa lihat di sini IPM
yang paling tinggi di mana, titik tengah
di mana, dan yang paling belakang di
mana.
Bapak, Ibu dari
daerah ya, dari kabupaten kota, kita
bisa sama-sama simak di sini. Tadi dari
Rerata Jawa Timur sedikit saja kurangnya
0 kom sekian 0,2 untuk sampai ke posisi
rerata nasional. Dan dari Jawa Timur itu
kita lihat sekarang
perkabupaten kota ya. Di mana posisi
Bapak Ibu? Ada yang Sampang di sini
ya? Ada yang kota Surabaya pasti ada di
sini ya. Ya, ini data Bapak Ibu ya.
Tugas kita adalah memastikan bahwa
program kebijakan, penganggarannya,
pelaksanaannya betul-betul sinergi kita
untuk bisa naik IPM kita. Tidak sekedar
di atas rerata nasional, tapi kita harus
equal dengan syukur-syukur negara-negara
G8
ya, tidak cukup lagi dengan negara G20.
Syukur-syukur acuan kita sudah negara G8
untuk IPM nasional yang tadi rerata kita
72,7
sekian. Baik, lanjut lagi. Kita lihat
data berikutnya ya. Ini hasil RB kemarin
dari Kemenpan RB, realisasi RB. Saya
enggak akan bacakan ya. Saya yakin Bapak
Ibu kabupaten kota termasuk Provinsi
Jawa Timur sudah, sudah selesai 100%.
Ya, yang 103 pasti ada di dalamnya juga
kabupaten kota sejawaja. Yang 63 juga
pasti ada se Jawa Timur. Ya, saya ingin
itu kami akan bacakan datanya data
capaian-capaian RP. Lanjut kita lihat
data berikutnya.
Terus saja sudah dijelaskan Pak Taufik
ini arahan dari Bapak Presiden dan telah
muncul dalam dokumen ee kebijakan
nasional untuk reformasi birokrasi
berdampak.
Keberhasilan reformasi birokrasi kita
tidak lagi diukur sekali lagi by
dokumen. Evidensinya dokumen. Tapi
evidensya adalah bagaimana masyarakat
merasakan outcome,
kemanfaatan, dampak langsung bahwa
birokrasi sudah berubah.
Terutama layanan. tadi sangat bagus
kalau Jawa Timur mengurangi anggaran
kebijakan untuk tower dalam arti
membangun gedung-gedung pemerintah
tetapi yang diperkuat adalah
layanan-layanan publik sehingga
masyarakat memiliki rasa bahwa
pemerintah betul-betul hadir, bahwa
pemerintah betul-betul bekerja.
Kita lihat dari kemiskinan, investasi,
kemudian digitalisasi ya kita lihat
angka-angkanya ya, PR kita seperti apa.
Lanjut coba kita lihat angka kemiskinan.
terus saja ya. Ya, ini saya paparkan
dulu bagaimana kebijakan kita untuk
pengalokasian anggaran. Lapor ke Pak
Kepala BPSDM Provinsi ini saya dan Bapak
Ibu sekalian. Insyaallah di dalam
Permendagri tentang pedum APBD 2024 yang
akan datang
kewajiban mengalokasikan
sekurang-kurangnya 0,34%
dari total belanja di APBD provinsi dan
0,16%
dari total belanja di APBD kabupaten
kota itu hanya untuk pengembangan
kompetensi dan uji kompetensi, tidak
termasuk untuk gaji pegawai dan belanja
pemeliharaan.
sudah kita keluarkan. Alhamdulillah
sudah diparaf. Mudah-mudahan nanti
ketika harmonisasi tidak bergeser
kebijakan itu sehingga mudah-mudahan
memadai bagi Bapak Ibu. Kami kawal betul
di Permendagri tentang pedoman umum
penyusunan APBD. Selama ini kelihatannya
besar tapi di dalamnya ada gaji pegawai
dan pemeliharaan. Maka kami keluarkan ya
untuk supaya data ini di 2024 yang akan
datang kalau kita rakor lagi di sini
sudah terkoreksi luar biasa. Nanti kita
lihat nanti ya. Lanjut
ya. Terus saja ini masih data yang tadi.
Kita lihat sekarang penduduk miskin ini.
Mohon maaf lagi-lagi kita harus
introspeksi diri. Kemiskinan ekstrem
secara nasional rata kita adalah 9,57%.
Artinya apa? Dari total penduduk kita
9,57%
di antaranya berada di posisi miskin
ekstrem.
Kalau dari hitung-hitungan statistik itu
artinya desil 1. Desil 1 itu mohon maaf
titik paling bawah 10% paling bawah
masyarakat kita itulah kemiskinan
ekstrem.
Biasanya ukurannya adalah 1,9 US Do
setara. ada ya beli puring powerity
ya kalau dikonversi sekitar 34.000
sehari per orang
di Jawa Timur mohon maaf lagi-lagi saya
harus berikan tanda di tengah-tengah
Jawa Timur 10,49%
yang masih ada di kemiskinan ekstrem
nasional 9,57,
Jawa Timur 10,49%.
Target kita tinggal setahun dari
sekarang harus 0%.
Mohon nanti Pak Ramli bisa dilaporkan
kepada
Ibu Gubernur melalui Pak Sekda ini
target kita masih cukup banyak 10,49%
untuk 0% di tahun depan. Ini tantangan
pertama RB kita.
Masyarakat akan melihat RB berhasil atau
tidak ketika kemiskinan ekstrem di Jawa
Timur menjadi 0% tahun depan. Posisi
existing saat ini sekali lagi 10,49%
ada di tengah-tengah, Pak. Masih ada
jauh lebih tinggi. Tapi kita enggak
perlu lihat angka kanan kiri. Kita lihat
saja rerata nasional dan target yang
akan datang. Targetnya 0%.
Apa yang harus dilakukan? Nanti di
bagian terakhir saya akan sampaikan.
Coba lihat data berikutnya lagi. Terus
terkait dengan stunting ya. Stunting
target nasional kita 2024 adalah
maksimal 14%.
Rerata nasional saat ini adalah 21,6%.
Jawa Timur 19,2%.
Nanti kalau mau dizoom per kabupaten
kota juga kita bisa sampaikan. Tapi
karena waktu saya coba langsung lompat
saja ya.
Wah, masih banyak PR ini Pak Ramli
dengan teman-teman para kepala BKP SDM
ini ya. RB yang berdampak yang kedua
adalah ketika stunting di Jawa Timur
sekurang-kurangnya
ke angka 14% dari posisi 19,2%
dan tinggal punya waktu 1 tahun.
Bagaimana 5%? Katakanlah kita bikin rata
aja. Rata-rata kabupaten kota seJawa
Timur harus menurunkan angka stunting
5%. dalam waktu 12 bulan ke depan
misalnya.
Kalau dibuat rata-rata nanti per
bulannya tinggal dibagi saja bagi 12 ya.
Bagaimana RB melakukan nanti kita lihat
kita lihat lagi data berikutnya.
Realisasi investasi.
2024 kita punya target investasi sebesar
realisasinya R.600 triliun.
Tahun terakhir realisasi kita. masih
sekitar 4 35% baru 500 552 triliun dari
target 1600 dan Jawa Timur ada di angka
65 sekian triliun
ya cukup bagus kalau kita bandingkan
bandingkan dengan provinsi yang lain
yang mengalahkan adalah DKI Jakarta
kemudian Jawa Barat
yang mengalahkan kita ya DKI Jakarta dan
Jawa Barat selebihnya ini luar biasa
realisasi investasi. Kita berikan
applause kepada kita semua seJawa Timur
ya. Angka yang membanggakan dari tiga
tadi IPM, kemiskinan ekstrem, stunting.
Nah, itu enggak ada tepuk tangan tadi
ya.
Karena kalau angkat tadi tepuk tangan
bahaya nanti ya. Yang perlu tepuk tangan
angkat sini cukup bagus untuk realisasi
investasi ya.
Ini yang tadi RB berdampak kita salah
satunya adalah peningkatan angka
investasi melalui apa? Layanan yang
cepat di DPMPTSP misalnya OSS kita
termasuk untuk persetujuan bangunan
gedung perubahan dari IMB
ya.
Alhamdulillah data kali ini luar biasa
untuk Jawa Timur. Kita lihat lagi data
berikutnya
ya. indeks SPBE
sistem pemerintahan berbasis elektronik
dari angka 1 sampai 4 Jawa Timur ada di
posisi 3,3 bahkan target nasional 2,6.
Jawa Timur jauh di atas target. Applause
lagi ini ya.
Meskipun kita lihat dengan Jawa Barat
ini, Jawa Barat di angka berapa itu?
3,37
lebih 0,07
dari Jawa Timur. Jangan kalah nih Pak
Ramli ini ya.
Iya.
SPBE tadi Pak Sekda mengatakan, "Wah,
sekarang Jawa Timur banyak kedatangan
tamu untuk studi banding." Saya dibilang
tadi studi tiru. Saya bilang karena yang
dibandingkan adalah keberhasilan untuk
ditiru di tempat lain. ATM
amati, tiru, dan modifikasi ya. Salah
satunya kelihatan dari SPBE kita yang
3,3.
Alhamdulillah pada titik ini sudah untuk
TRK. Syukur-syukur nanti mendekati angka
empat atau bahkan sampai ke angka empat
angka tertingginya.
Tapi sudah cukup bagus karena rerata
nasional masih 2,7
dan kita sekali lagi sudah jauh di atas
rerata nasional 3,3
ya. PL lagi untuk kita ini. Luar biasa
ini. Alhamdulillah. Kita lihat lagi data
berikutnya. Terus ah sekarang
enggak boleh tepuk tangan ini. Iya ini
terkait dengan data inflasi yang kami
tarik minggu kemarin, hari Senin
kemarin. Mohon maaf
saya enggak enggak berani membacakan
angka ini. Tapi untungnya Pak Seda
enggak di sini ya. Sebagai ketua TAPD
ini sebagai ketua tim untuk pengendalian
inflasi daerah ya TPID ya. Nanti
laporkan Pak kepada Pak Sekda ini
angkanya.
ya, year on year ya. Perbandingkan dari
tahun lalu ke tahun sekarang. Dari 10
provinsi yang tertinggi masih ada Jawa
Timur di sana. Kita lihat kabupaten
kotanya. Jangan nyalain provinsi,
kabupaten kota juga kontribusi ini ya.
Mohon maaf ada dari Jember di sini
3,73,
ada dari Banyuwangi 3,32.
Kita lihat yang di bawah ya, 10 kota
yang tertinggi salah satunya Surabaya
4,46.
Dan ini betul tadi Pak Sekda setiap hari
Senin jam .00 pagi Bapak Menteri Dalam
Negeri sesuai perintah dari Presiden.
Kenapa kok Pak Mendagri yang diperintah
bukan Menteri Keuangan, bukan e Menteri
BAPENAS? Karena Mendagri sebagai
korbinmas, koordinator pembinaan dan
pengawasan penyelenggaraan pemerintahan
daerah. Yang kedua selaku pembina dan
pengawas umum untuk 10 aspek
penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Salah satu aspeknya adalah keuangan
daerah. Aspek lainnya adalah pembangunan
daerah. Maka diperintahlah kepada
Mendaki dan setiap hari Senin jam .00
pagi trakor inflasi bagi daerah dengan
inflasi tinggi langsung. Kenapa kok
tinggi? Apa penyebabnya? Apa upayanya?
Maka pasti hadir dari kementerian dan
lembaga terkait
ya.
Baik, ini data yang terakhir yang harus
kita bisa ubah melalui reformasi
birokrasi. Kenapa kok RB yang kemudian
menjadi tumpuan?
Bapak, Ibu coba buka di Undang-Undang
Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN. Ada tiga
fungsi ASN.
Fungsi nomor satu itu sangat penting
yaitu pelaksana kebijakan publik.
kebijakan publik sudah ditentukan.
Misalnya tadi stunting secara nasional
di RPJMN sudah ditentukan 2024 tahun
terakhir RPJMN kita 14%. Itulah
kebijakan publik kita.
Kemiskinan ekstrem sudah ditentukan di
RPJMN
2024 0%.
Investasi sudah ditentukan. 2024 target
kita R.600 triliun. Itulah kebijakan
publiknya.
Baik itu di Undang-Undang Dasar, di
Undang-Undang PP, Perpres, Perda, itulah
kebijakan publik yang melaksanakan
siapa? ASN.
Dalam bahasa lain birokrasi.
Sehebat apapun Jawa Timur punya RPJPD,
RPJMD, punya Renstra di semua perangkat
daerah, punya RKPD, punya RENJA, punya
DPA, eksekutornya kemudian
menentukan keberhasilannya yaitu
birokrasi ASN.
Maka yang perlu direform adalah
pelaksana kebijakan publiknya.
Jadi di sini terjawab kok kenapa kok
birokrasi? Kenapa bukan dunia usaha?
Kenapa bukan masyarakat? Kenapa bukan
partai politik? Karena fungsi nomor satu
birokrasi ASN itu adalah pelaksana
kebijakan publik. Kebijakannya sudah
ditentukan.
Tinggal pelaksananya comply enggak
dengan kebijakan itu. Yang kedua, fungsi
ASN sekedar mengingatkan di dalam
Undang-Undang 5 2014 adalah sebagai
pelayan publik.
Maka tadi
RB dikatakan berhasil ketika masyarakat
merasa terlayani langsung dari reform
itu. Buahnya adalah layanan yang makin
cepat, makin mudah, makin murah, makin
canggih.
Misalnya terkait apa? Kemiskinan,
terkait apa stunting, terkait apa
investasi dan seterusnya
ya.
Oke, lanjut. Sekarang coba ke halaman
18.
Saya agak lompat-lompat ya di sini. Oke,
halaman 18
ya. Ini tadi terus saja terus.
Oke, coba ke halaman 34 sekarang. 34
ya.
Baik Bapak Ibu, untuk mengatasi semua
tadi melalui pendekatan pengembangan
kompetensi reformasi birokrasi yang
dilakukan oleh kita di BPSDM, BKPSDM
atau sebutan lainnya pasti pendekatannya
adalah pengembangan kompetensi atau
sertifikasi kompetensi.
Izin Bapak Ibu untuk mengingatkan kalau
kita bicara untuk pengembangan sumber
daya manusia maka sekurang-kurangnya
treatmen kita itu melalui pengembangan
kompetensi. Apakah itu namanya diklat,
bimtek, sosialisasi, workshop, dan
bentuk lainnya. Dan jangan lupa
tambahkan juga dengan sertifikasi
kompetensi, pengakuan sudah kompeten
atau belum. Ini kami mengingatkan di
dalam Undang-Undang Cipta Kerja,
Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 yang
kita menyebutnya sebagai Omnibus Law
gitu ya.
Di sana dikatakan bahwa setiap lembaga,
setiap orang yang bekerja di jasa
konstruksi harus memiliki sertifikasi
kompetensi. Ini Undang-Undang Cipta
Kerja.
Dan sertifikasi kompetensi itu kemudian
kita pakai standarnya sudah
internasional.
Apalagi kita yang ASN sebagai pelaksana
pelaksana kebijakan publik, pelayan
publik, maka tolong nanti diprogramkan
di Pak Ramli dan teman-teman di daerah
kabupaten kota. Selain kita
mengembangkan
berbagai kompetensi, empat kompetensi,
apa itu kompetensi teknis, kompetensi
manajerial, sosial, kultural, dan
kompetensi pemerintahan, maka perlu juga
kita lakukan sertifikasi kompetensi
termasuk misalnya sertifikasi kompetensi
pemerintahan.
Misalnya begini,
ini tadi saya dapat bisik-bisik dari Pak
Sekda ya, lagi untuk pengisian jabatan
di provinsi misalnya. Bagaimana orang
yang akan duduk menjadi kepala OPD
misalnya,
Kepala Dinas PU punya latar belakang
pendidikan teknis sipil misalnya. Oke.
Kompetensi teknis enggak diragukan lagi.
Manajerial sudah keliling ke berbagai
titik cukup bagus ya. Sosial kultural
wah syukur dia paham budaya setempat.
Tapi satu hal lagi kompetensi
pemerintahan harus dia kuasai supaya
misalnya apa? jalan rusak. Kemudian
dia tidak tahu itu kewajiban siapa.
Bagaimana hubungan antara OPD dengan
DPRD, bagaimana hubungan antara
pemerintah daerah dengan pemerintah
pusat, bagaimana
hubungan antar aktor di dalam Forgo
BIMDA? Bagaimana etika pemerintahan?
Bagaimana keuangan daerah, domin antara
APBN, APBD provinsi, APBD kabupaten
kota?
Siapa yang mesti bertanggung jawab? Ini
contoh saja bahwa kompetensi
pemerintahan menyasar seperti itu.
Selain pendidikan pelatihannya, maka
juga ada sertifikasi kompetensi
pemerintahan. Itu silakan nanti kita cek
di Undang-Undang Pemerintahan Daerah 23
Tahun 2014 di pasal 233.
Oleh karena itu di bagian terakhir izin
kami menyampaikan bahwa yang perlu kita
lakukan di jajaran BPSDM, BKPSDM
termasuk kami dan di LAN di Mas Taufik
coba ke halaman 41
ya. Yang perlu kita lakukan adalah
sekurang-kurang empat siklus ini. Siklus
yang nomor satu kita paham betul apa
yang dibutuhkan oleh semua ASN, semua
OPD di daerah kita.
Pak Ramlianto misalnya berapa OPD yang
di Jawa Timur sini?
Kalau boleh tahu semua OPD itulah kita
perlu tahu apa kebutuhan pengembangan
kompetensi
per OPD itulah pada layer organisasi.
Per jabatan itulah level jabatan, job
untuk kebutuhan pembelajarannya,
kebutuhan pengembangan kompetensi sampai
bahkan kalau sanggup per individu
ya. Sehingga yang kita berikan tidak
lagi sifatnya generik
ya. Semua orang dipukul rata perlu
diklat ini. Padahal belum tentu. Semua
jabatan perlu itu. Belum tentu.
Bahkan kalau sanggup tadi per individu,
kalau enggak per jabatan, minimal per
organisasi apa yang dibutuhkan?
Itulah di analisis kebutuhan
pengembangan kompetensi. Termasuk
analisis kebutuhan untuk sertifikasi
kompetensi
ini kita harus petakan.
yang kemudian dari situ kalau sudah kita
lakukan apakah pada level individu nanti
ini ada uraiannya satu persatu ya atau
coba halaman berikutnya ya
ini yang untuk analisis kebutuhan ee
pengembangan kompetensi dan sertifikasi
kompetensi kita bisa mengetahui
tergantung pada layernya syukur-syukur
kalau bisa sudah pada level individu.
Apa yang dibutuhkan sini tentu saja
bukan sekedar daftar keinginan dari
orang peror setiap pejabat atau setiap
organisasi. Bukan daftar keinginan,
daftar kebutuhan.
Dari mana menentukan kebutuhannya? Di
situlah kita turunkan dari target yang
ada di RPJMD,
target yang ada di Renstra setiap OPD
yang kemudian dijabarkan dalam sasaran
kinerja setiap jabatan
dalam indikator kinerja.
Jadi tidak lagi mohon maaf shopping list
daftar keinginan kami perlunya diklat
ini betul perlu itu. Enggak. Jangan
jangan karena itu keinginannya kami
perlu diklat bahasa Inggris. Kenapa?
Karena akan dikirim keluar oleh Pak
Ramli. Bukan itu. Kalau itu nanti
kebutuhan individu subjektif tetapi yang
melekat dengan jabatan Anda, dengan
posisi Anda saat ini apa yang
dibutuhkan?
Kita turunkan salah satunya dari
prioritas tugas pokok fungsi. di dari
prioritas program yang ada di RPJMD yang
ada di Renstra ya masing-masing
perangkat daerah ini kita bisa
identifikasi ya sehingga kita akan
mengetahui nanti kebutuhan spesifik per
orang, per jabatan dan per instansi atau
per OPD.
PPR kita yang pertama kita petakan
dan tentu saja tadi sesuai dengan
masalahnya misalnya mohon maaf tadi kita
lihat IPM dari paling tinggi sampai
paling rendah seJawa Timur tadi datanya
nanti silakan Bapak Ibu bisa buka
kembali mana kabupaten yang paling
rendah kabupaten yang paling rendah
titik IPM-nya tentu kebutuhan
pembelajarannya berbeda dengan kabupaten
yang IPM-nya sudah paling tinggi.
kabupaten dengan angka stunting yang
sudah bagus berdekati 14% dengan
kabupaten yang angka stuntingnya tinggi
kebutuhan RB-nya berbeda.
Kabupaten kemiskinan ekstrem yang tinggi
di atas 0% makin menjauh dari angka nol
dengan yang mendekati angka nol pasti
kebutuhan pengembangan kompetisinya
berbeda.
Maka tugas kita berkumpul di sini adalah
memastikan mapping kebutuhan program
kegiatan dan subkegiatan baik
pengembangan kompetensi maupun
sertifikasi based on kebutuhan based on
program yang spesifik dengan tugas
fungsi jabat
spesifik dengan prioritas di dalam RPJMD
dan Renstra. Tadi kita sudah sampaikan
angka 8 17 45 dan 3 prasyaratnya.
Langkah berikutnya setelah kita berhasil
melakukan mapping seperti ini adalah
kemudian kita melakukan apa disebut
sebagai instructional development.
Lanjut. Yaitu pengembangan instruksional
dalam bentuk mulai nyusun modul, mulai
nyusun ee bahan ajar ya, ada nyusun SOP,
langkah kerja dan seterusnya.
Karena tidak selalu ada di dalam kelas
bisa juga dalam bentuk magang.
Oh, jangan-jangan ini dibutuhkan bukan
lagi belajar di dalam kelas ini langsung
belajar dari praktiknya.
Kita cangkokkan saja ke daerah yang
sudah berhasil.
Daerah dengan IPM yang rendah
menjadi mentor untuk daerah dengan IPM
yang eh IPM yang tinggi, mohon maaf
menjadi mentor untuk daerah dengan IPM
yang rendah. Mungkin tidak perlu
pembelajaran
yang perlu kita buat apa? Manualnya,
langkah-langkahnya sampai ke sana. Itu
tugas kita. Maka namanya sekarang bukan
badan diklat, badan pengembangan sumber
daya manusia. kita tidak lagi cukup
mendidik dan melatih dimensinya jauh
lebih luas
gitu. In itulah kita ke ee instructional
development
ya. Lanjut lagi. Kemudian langkah yang
paling sering kita lakukan adalah lalu
empat kita langsung langkah yang ketiga
yang namanya training delivery. Training
tidak selalu dalam arti pendidikan dan
pelatihan. katakanlah kita sebut sebagai
ee pengembangan kompetensi dan
sertifikasi kompetensi tadi dengan
segala metodenya, mau klasikal, mau
blended, mau murni, online itu metode
saja bahkan bisa pemagangan dan
seterusnya. Tetapi kita tidak boleh lagi
orientasi kita hanya ke aspek lompat
langsung ke pelaksanaan pengembangan
kompetensi tanpa didahului tadi dengan
dua langkah sebelumnya. baik itu mapping
program kegiatan subkegiatannya sesuai
kebutuhan dan yang kedua adalah setelah
tahu mapping-nya kemudian ada
instructional development dan yang
terakhir kemudian adalah langkah kita
adalah evaluasi
kita mengevaluasi dari tiga langkah itu
titik mana yang perlu kita perbaiki
titik mana kekurangan kita untuk menjadi
bahan masukan dari segala upaya-upaya
kita ke depan dan ini sekali lagi harus
dikaitkan dengan empat target untuk RB
berd Dampak tadi seperti tadi
angka-angka tadi kita silakan nanti cek
ya posisi kita ada di mana, berarti kita
harus menuju ke mana, apa langkah kita
sampai ke sana. Instrumen yang kita
gunakan adalah dua reformasi birokrasi,
yang kedua adalah pengembangan
kompetensi dan sertifikasi kompetensi.
Saya pikir demikian, saya kembalikan
kepada Pak Yudi. Terima kasih.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[Tepuk tangan]
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. luar biasa ee paparan
disampaikan oleh Pak Dr. Sugeng. Bapak,
Ibu sekalian ee sedikit barangkali saya
review sebelum kita akan sampai di ee
sesi diskusi begitu. Barangkali kita
perlu pedalaman-perdalaman terhadap
materi sudah disampaikan. Bapak, Ibu
sekalian tadi disampaikan bahwa data
secara data yang dipaparkan oleh Pak Dr.
Sugeng sangat menarik. Ada beberapa
area-area di antara empat area yang
memang disasar oleh Bapak Presiden
khususnya berkaitan dengan
penanggulangan kemiskinan, peningkatan
investasi, kemudian digitalisasi
ee pemerintahan dan juga secara tematik
barangkali di ee area penanggulangan ee
stunting ee ada beberapa area yang masih
membutuhkan perhatian utama kita dan
tentu nanti di dua area yang barangkali
menjadi catatan tadi ada di kemiskinan
inflasi dan juga stunting ini semestinya
menjadi dasar kita di dalam menentukan
ee kebutuhan diklat atau kebutuhan
pengembangan kompetensi aparatur. Maka
perlu ee dulu pernah ada namanya AKPA,
analisis kebutuhan pengembangan
aparatur. ini yang artinya data-data
yang disampaikan oleh Pak ee Kepala
BPSDM ee Kemendagri mestinya ini menjadi
dasar kita dalam proses merencanakan
kebutuhan pengembangan kompetensi ASN.
Bapak, Ibu sekalian ee
kita tiba di sesi ee diskusi. Bapak, Ibu
kami persilakan barangkali setelah ini
yang ingin mengajukan pertanyaan untuk
tunjuk tangan dulu. Kemudian akan kami
persilakan dan mohon menyebutkan nama
dan juga ee asal instansi Bapak Ibu.
Kemudian mohon izin ee pertanyaan
ditujukan kepada narasumber ee satu atau
narasumber dua begitu ke Pak Dr. ee
Muhammad Taufik atau Pak Dr. Sugang.
Baik. Barangkali dari sisi kiri saya
dulu, Pak.
[Musik]
Setiap pertanyaan harus ada pantun ya,
Pak ya.
Enggak jadi nanya boten. Ee silakan di
Terima kasih
loh dari Oh, silakan Bapak. Nggih.
Terima kasih.
Silakan Pak.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Saya Muzamil dari Rumah Sakit Haji
Surabaya di unit LDBank di Diklit ya. ee
di tempat kami alhamdulillah
insyaallah sudah difasilitasi untuk
pengembangan kompetensi ya. Jadi
acara-acara untuk kediklatan dan
penelitian sudah sangat membudaya dan
mungkin yang kami butuhkan adalah
roadmap ke depan. Cuman yang kami kadang
bingung kira-kira pertanyaan ini buat
Pak Dr. Sugeng kira-kira
kami mulai dari peran individu atau dari
organisasi?
Karena kalau di top menuju dan
itu nanti jatuhnya
kadang kurang jelas apa namanya
indikator kinerja individunya
itu kadang kurang terarah.
Maksudnya begini, ketika kita ambil peta
dari Renstra, kadang Renstra itu enggak
mengacu pada titik fokus yang diharapkan
ketika mengerucut ke atas ke Jatim
misalkan, anggaplah kami dari rumah
sakit. Tentunya goal dari prioritas
pelayanan kami itu nanti akan mendukung
didukung oleh unit-unit yang paling
bawah.
Karena yang kami ketahui
untuk suksesnya sebuah
organisasi ketika ada mapping yang jelas
kemudian didukung oleh sampai kinerja
individu yang jelas maka itu bisa
terlaksana.
Jadi yang yang kami butuhkan
sebetulnya
kinerja kami dari yang paling bawah itu
supaya kena ke tujuan RENTRA yang
diharapkan dan itu menjadi prioritas
utama agar indikator organisasi itu
tercapai. Kira-kira
pihak-pihak mana saja yang mungkin dari
awal bisa membuat kesepakatan bersama
yang nanti akan membuat roadmap untuk
pengembangan kompetensi selanjutnya
nanti didukung ke seluruh ASN yang
menjadi pelaksana unit. Mungkin itu,
Pak. Terima kasih.
Baik, terima kasih. Ee Bapak, mohon maaf
diulang namanya, Pak.
Muzamil, Pak.
Pak Muzamil.
Iya. Oh, baik. Pak Musamil dari Rumah
Sakit Haji. Betul ya, Pak? Ya.
Iya, betul. Nggih. Baik. Eh, kemudian
kita lanjut ke pertanyaan kedua.
Oh, Bapak yang di depan monggo kami
persilakan. Ee teman-teman panitia mohon
dibantu.
Terima kasih. Saya Kustoro Widya Iswara
dari WPSDM Widyaiswara Mya.
Eh, saya tertarik dengan eh model dio
tadi ya, learning in eh flow of work ya.
Saya coba kaitkan dengan ee reformasi
birokrasi yang dikaitkan dengan Bapak
Kepala BPSDM tadi berkaitan dengan
parameter-parameter yang apa terkait
dengan kinerja. Apalagi kita di sini
sebagai corporate university, Pak. Nah,
kira-kira di dalam menterjemahkan
itu dalam konteks training need
analysis-nya seperti apa, Pak? Supaya
ada sebuah panduan yang jelas ee dalam
proses penetapan ee pelatihan yang akan
dilaksanakan ke learning fokus-nya,
learning infrastructure-nya, learning eh
apa arsitekturnya, learning source-nya.
ini barangkali tentu saja juga dikaitkan
dengan kemampuan dari ee tenaga kita ya
dalam konteks untuk memenuhi ee
kebutuhan di daerah. Itu saja Bu mungkin
saya Pak yang saya ingin saya sampaikan.
Jadi bagaimana mencoba mengintegrasikan
dalam strategi pembelajarannya.
Terima kasih, Pak.
Nggih. Terima kasih, Pak Bapak Kustoro
ee WI madya di BPSDM Jatim. Nggih,
terima kasih. Barangkali satu lagi Bapak
Ibu di ee sisi kanan ee Ibu yang pakai
batik kuning barangkali nggih. Kami
silakan ee sampaikan nama kemudian dari
instansi mana dan pertanyaan ditujukan
kepada siapa.
Oke, terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Saya Nuril
dari RSUD Dausada.
Ee mohon maaf agak
pelan dan agak
kencang sedikit suaranya.
Saya Nuril dari RSUD Dahahus Kediri.
Ee mohon izin bertanya. Tadi Dr. Sugeng
sudah menjelaskan bahwa ee beberapa poin
salah satunya kemiskinan yaitu dengan
membuka lapangan pekerjaan.
Saya juga tertarik dengan eh statement
dari dr. Taufik bahwa dalam tren global
disrupsi teknologi dan perubahan dari
segi pekerjaan nanti itu akan memangkas
miliar pekerja di Indonesia untuk
menjadi untuk tidak digunakan lagi
karena sudah menuju era digitalisasi
untuk membuka lapangan kerjaan dengan
adanya era digitalisasi itu seperti apa
implementasinya. Itu yang pertama. Untuk
yang kedua,
pada era digital ini kan memang ee
nantinya akan menggunakan teknologi AAI
yang 1000 kali lebih pintar daripada
manusia.
Selain pengembangan SDM, kira-kira
strategi apaagi yang bisa digunakan
supaya manusia bisa bertahan daripada
robot? Terima kasih.
Enggih, terima kasih eh Ibu Nuril dari
Kediri dan barangkali ee pertanyaan
lebih banyak diarahkan ke Dr. Sugeng.
Jadi di kesempatan pertama kami
persilakan Pak Dr. Sugeng untuk
menanggapi pertanyaan. Ee nanti apabila
ada beberapa area yang barangkali ingin
ditkan, kami juga persilakan kepada
Bapak Dr. Muhammad Taufik. Ngih. Kami
persilakan, Pak.
Baik, terima kasih. Pertama, Pak
Muzamin. Mohon maaf kalau salah menyebut
nama.
Training need analysis atau training
need assessment. Jadi yang kita ukur
sekali lagi adalah kebutuhan bukan
keinginan.
Bagaimana cara memastikan
apakah ini kebutuhan atau keinginan?
Maka sebelumnya kita harus sudah punya
dulu acuannya.
Ada opsi-opsinya. Jadi opsinya itu bukan
opsi terbuka lagi, tapi opsinya bisa
tertutup.
Misalnya kita turunkan dari kalau Bapak
Ibu buka izin di dalam RPJMD kita yang
existing dan termasuk nanti ke depan
ya pasti ada satu bab judulnya adalah
prioritas program. Kalau dulu kalau dulu
bab ini menyatu prioritas program dan
indikasi pendanaan. Saya yakin Bapak Ibu
yang pernah tergabung apakah di Pansus
ataukah di BPEDA pasti masih ingat ya
ada satu bab di RPJMD judulnya adalah
prioritas program dan Indikasi
Pendanaan. Sekarang sudah dipecah ee
menjadi dua bab tersendiri
karena di RPJMD sudah bicara prioritas
program dan prioritas program ini nanti
ada mengacunya terutama adalah dari 32
urusan pemerintahan konkuren
berbasis kepada kewenangan.
Kemudian di setiap renstra perangkat
daerah pasti juga ada bab tentang
indikator ee ada bab tentang prioritas
program perangkat daerah. Coba cek di
dalam RENSTRA Bapak Ibu. Dan ada juga
bab di Renstra kita tentang indikasi
pendanaan.
Menarik lagi di RPJMD ada bab terakhir
sebelum penutup namanya indikator
kinerja daerah dan di Renstra ada
indikator kinerja perangkat daerah. Ini
bukan dua dokumen yang saling terpisah
karena Renstra per OPD adalah jabaran
dari RPJMD. Itu dulu sebagai target
kita. orang opsionalnya adalah sesuai
dengan yang sudah ditargetkan baik itu
di dalam RPJMD kemudian turunannya ke
dalam RENSTRA. Dari Renstra kita
menurunkan kemudian di dalam ee sasaran
kinerja kita sasaran kinerja per OPD.
Makanya izin di awal tahun anggaran
pasti semua kepala OPD tanda tangan
perjanjian kinerja dengan kepala daerah.
Yang diperjanikan apa? bahwa kita dalam
1 tahun sanggup untuk mewujudkan sasaran
yang sudah ditulis itu dituangkan dari
mana itu dari tadi RPJMD ada bab
prioritas program di Renstra ada
prioritasnya diturunkan kemudian ke
dalam
perjanjian kinerja kita setiap kepala
OPD Pak Ramli tanda tangan kepala BPSDM
beliau kan enggak kerja sendiri
dijabarkanlah ini kemudian ke dalam SKP
kita masing-masing orang yang bekerja di
PPSDM
membantu Pak Ramlianto untuk mencapai
target sasaran kinerja BPSDM yang
diturunkan tadi dari Renstranya. Baru
kemudian ada indikator kinerjanya sudah
ada alat ukurnya pelaksanaan kinerja
terakhir baru pelaporan kinerja barulah
menentukan nanti dapat tukin enggak ini
100% enggak tunjangan kinerjanya
bulanannya seperti itu ya. Baik jadi
mulainya dari sana. Jadi apakah nanti
ini individu atau organisasi? Kalau bisa
dan ini ideal per individu karena
kebutuhan pengembangan kompetensi per
individu itu beda. Mohon maaf kalau mau
jujur nih Bapak Ibu ketika Bapak Ibu
dilantik atau mendapatkan SK jabatan
tertentu,
pernah enggak instansi memberikan
katakanlah pengembangan kompetensi untuk
melaksanakan tugas dan fungsi itu?
Ada enggak? Mohon maaf ini sedikit
curhat. Ketika saya dulu saya pernah
menjadi inspektur, saya tidak punya
latar belakang pengalaman pendidikan
pelatihan di bidang pemeriksaan.
Tiba-tiba saya harus menjadi penanggung
jawab pemeriksaan di
lima komponen di Kemendagri, tujuh
provinsi di Indonesia.
Apa yang terjadi? Secara instinktif saya
belajar dan saya yakin ini terjadi di
Bapak Ibu. Tapi mudah-mudahan Jawa Timur
enggak seperti itu ya. instinktif saya
belajar sendiri. Anak buah saya ada
pengawas pemerintahan, ada auditor
yang memang sejak awal berpuluh tahun
mereka menggeluti itu. Kita sebagai
inspektur harus bisa menyalib kecepatan
mereka. Karena apa? Kita mengarahkan.
Sasaran kinerja pengawasan harus kita
yang mengoreksi bahkan sampai dengan
temuan harus kita ikut mengoreksi.
Bayangkan, mohon maaf, untuk melakukan
tugas ini tanpa dibekali dengan
kemampuan kompetensi tertentu.
Oke. Kemudian saya pernah bergeser
menjadi kepala pusat data dan sistem
informasi. Ini contoh saja pengalaman
pribadi ya. Kalau dalam istilah Pak
Deputi Pak Tobek itu adalah tit
knowledge-nya ya. Sebagai kepala pusat
data sistem informasi saya enggak paham
betul tentang arsitektur sistem
informasi.
Insyaallah paham menggunakan komputer,
tapi enggak paham bahasa program.
Sementara tugas dan fungsi saya adalah
terkait dengan sistem informasi, kepala
pusat data dan sistem informasi
sekementerian dalam negeri.
Apa yang terjadi? Instinktif saya harus
belajar lagi.
Ya, saya paham istilah silo dan
seterusnya. Oh, dari situ saya
bahan-bahasa aplikasi sampai saya coba
diisplay.
Tapi ini kan setiap orang menjadi
berbeda-beda pendekatannya. Maka tugas
dari kita BPSDM dan BKPSDM
memastikan seseorang yang diberikan
amanah jabatan karena mohon maaf tidak
ada lagi namanya jabatan staf.
Coba buka di Undang-Undang Nomor 5 Tahun
2014 ada tiga jenis jabatan ASN.
Jabatan pimpinan tinggi, jabatan
administrasi, jabatan fungsional.
Jabatan pimpinan tinggi utama madya
pratama. Administrasi administrator
pengawas pelaksana fungsional keahlian
keterampilan lalu di mana staf enggak
ada lagi. Semua orang punya jabatan.
Bahkan tahun pertama dilantik sebagai
CPNS sudah punya jabatan sebagai PNS.
Maka tugas kita adalah melengkapi
kemampuan kompetensi kepada setiap
pegawai untuk melaksanakan tugas jabatan
itu. Yang uraian sasaran kinerjanya
dijabarkan tadi dari RPJMD besarannya
ya. RPJMD tentu saja ngambil dari RPJPD,
ngambil juga dari RPJPN tapi terlalu
tinggi. Kita tak ambil saja RPJMD
jabarkan ke dalam RENSRA tadi terutama
pada bab tentang prioritas program dan
indikator kinerja. Kemudian dijabarkan
itu ke dalam perjanjian kinerja. Setiap
kepala OPD diturunkan dalam sasaran
kinerja. Bagaimana kita memastikan
setiap pegawai bisa mewujudkan sasaran
kinerja yang diberikan kepada dia. Kalau
kita enggak memberikan kepada mereka
tools alat bekerja yang namanya
kompetensi.
Kompetensi pun enggak cukup. Maka harus
ada sertifikasi kompetensi pengakuan.
Kayak begini, Bapak, Ibu. Bapak, Ibu
sudah membeli mobil nih, ya. mobil itu
Bapak, Ibu atau motor nih mohon maaf
ikut kursus mengemudi
ya. Apakah setelah selesai kursus
pengemudi Bapak Ibu sudah bisa bawa
mobil di jalan atau motor? Belum bisa.
Perlu apalagi SIM
ya. Karena kursus mengemudi adalah untuk
memberikan kompetensi kepada dia supaya
kompeten. Paham menggunakan peralatan
paham dengan rambu-rambu. Tapi apakah
yang bersangkutan betul-betul bisa
mengemudi enggak? Maka perlu SIM,
pengakuan kompetensi kepada seseorang
untuk layak membawa kendaraan. Itu pun
ada kualifikasi mau A, mau SIM C dan
seterusnya ya. Maka kalau melanggar di
jalan, polisi bertanya dulu kursus di
mana? Enggak tanya itu punya SIM enggak?
Masih berlaku tidak. Itulah sertifikasi
kompetensi, pengakuan kompetensi.
Setelah seseorang dinyatakan lulus punya
STTPP, kita perlu uji lagi. Sudah
kompeten belum?
Jangan-jangan aktif hadir di kelas,
nilainya bagus, tetapi suruh menerapkan
enggak bisa,
maka target kita harus sampai kompeten.
Dan kompetensi ini kalau katakanlah kita
bicarakan ada dua layer ya, untuk
jabatan fungsional dan untuk kompetensi
pemerintahan. Paling enggak sampai saat
ini di situ. Katakanlah di Kementerian
Dalam Negeri ada tujuh jabatan
fungsional. Salah satunya yang baru
lahir adalah pranata perjinan.
siapapun menjadi pranata perizinan sudah
diberikan ilmunya lulus dia terima STTP.
Tetapi apakah yang bersangkutan bisa
mempraktikkan ilmu itu atau tidak?
Itulah standar kompetensi kita sampai
kompeten. Maka idealnya per individu
kalau bisa. Bagaimana caranya? Akan
sangat bagus. Siapa tahu saya yakin
kalau Jawa Timur ini kan resarch-nya
unlimited ini ya. W-nya luar biasa ya.
Teknologinya luar biasa. tadi kan yang
bisa mengalahkan SPBE Jawa Timur hanya
ada dua, DKI dan Jawa Barat. Kalau mau
belajar hanya dua tempat, maka
belajarnya keluar ya.
Maka bisa kita buat opsi. Misalnya di
dalam website-nya ee BPSDM Provinsi Jawa
Timur kita ada opsi-opsi belajar yang
setiap orang bisa memilih opsi itu.
Ya, opsi itu yang sudah kita buat
mungkin tidak harus dalam satu pelatihan
modul tertentu. Saya untuk pelatihan X
tidak semua modul perlu saya baca. Saya
hanya perlu mempelajari ini saja. Maka
kita ngambil itu setelah dia merasa
bisa, dia datang ke asesor, tolong saya
diuji.
Apakah saya sudah menguasai enggak
kompetensi ini? Misalnya ini orang yang
bekerja di BPPEDA, ada pelatihan tentang
analisis data. Ya, tekniknya kita sudah
paham, tapi yang saya belum paham adalah
menggunakan aplikasi ini. Belajar aja
itu. Setelah paham datang ke asesor ada
dites, diuji kompeten atau belum. persis
dengan kita datang ke polisi untuk
kemudian ke Samsat untuk dites lolos SIM
atau tidak. Ya, jadi idealnya adalah per
individu. Tapi kalau ini terlalu banyak,
Pak, pegawai kami per jabatan. Jabatan
dirumpunkan tadi kan rumpunannya kalau
sesuai jabatan ASN kan cuma tiga,
pimpinan tinggi, administrasi,
fungsional klusternya tiga. Masuk
jabatan mana nih jabatan fungsional
fungsional yang mana keahlian. keahlian
jenis jabatannya apa? Jadi per kluster.
Kalaupun enggak sanggup, ya sudah
perganisasi lebih mudah lagi gitu.
Setiap orang yang bekerja di Papeda maka
Pak Ramli akan membuat programnya secara
generik. Siapapun bekerja di PapPeda
perlu pengembangan kompetensi ini.
Siapapun bekerja di Dinas Pertanian
perlu pengembangan kompetensi ini.
Itu paling dalam tanda petik paling
mudah ya. Tapi kalau bisa per individu.
Kemudian yang kedua tadi mohon maaf
kalau salah sebut nama Pak Kuswaro ee
ya hampir sama dengan yang pertama
training rate analisis atau training
assessment itu
tadi sebagai langkah yang pertama dalam
pengembangan kompetensi maka tentu saja
kita membutuhkan resource. resource kita
selain dalam bentuk orang, resource kita
dalam bentuk dokumen.
Dokumennya pasti kita membutuhkan tadi
dokumen RPJMD, kita membutuhkan dokumen
Renstra, kita membutuhkan dokumen yang
namanya sasaran kinerja, kita
membutuhkan dokumen tadi perjanjian
kinerja, sasaran kinerja dan seterusnya.
Itu sebagai
ee
shortlist-nya
ya. Jadi tidak berikan open menu kepada
setiap orang menentukan kebutuhannya,
tapi sudah kita tentukan short list-nya.
Kemudian ah ini tenaga pengajar, tenaga
pendidik pun sudah harus berubah.
Berubah kita misalnya menjadi mentor,
menjadi pelaksana untuk coaching klinik,
pendamping, fungsi-fungsi pendampingan
yang tidak selalu dalam arti mengajar di
dalam kelas. Karena kebutuhan setiap
orang untuk pengembangan kompetensi
belum tentu harus kita jawab dengan ikut
kelas pelatihan. Jangan-jangan bukan
pelatihan tapi langsung ke praktiknya.
Bagaimana mengoperasikan model OSS.
Mungkin ilmunya sebentar tetapi begitu
coba dipraktikkan.
Misalnya contoh ini
ketika melihat dokumen tata ruang usulan
dari daerah. Saya pernah sebentar di
Direktorat Jenderal Bina Pembangunan
Daerah saya belajar, oh ternyata kalau
ada rencana detail tata ruang dari satu
provinsi di ujukan ke Kemendagri,
bagaimana caranya kami mer-review secara
cepat dokumen ini. Apa yang terjadi?
Kita overlaykan dengan target nasional.
Bagaimana caranya? Ini jangan-jangan
enggak perlu pelatihan, praktikkan
langsung mentoring, coaching klinik
lebih mudah, lebih cepat. langsung kita
lihat langkah-langkah kerjanya
dibanding dengan kita di dalam kelas
kemudian ilmunya dapat tetapi
penerapannya agak kurang. Tentu idealnya
punya ilmunya sampai bisa menerapkan.
Kemudian ee
ini seperti kalau Bapak Ibu mohon maaf
menggunakan marketplace.
Setiap orang punya pilihan mohon maaf
ini saya enggak mempromosikan
marketplace tertentu misalnya kita mau
makan kebutuhan. Saya suka makan
gado-gado dan saya membutuhkan makanan
itu misalnya. Maka berbeda dengan Pak
Taufik yang ternyata pilihannya sate kan
berbeda. Satenya pun spesifik ke sate
kambing yang masih muda katanya. Ya. Ya.
Tapi mau cepat pulang nanti
ya. Opsi inilah opsi yang dipilih setiap
orang dan tugas kita di BPSDM, BKBSDM
memastikan terjawab opsi ini.
Ya, sekarang kalau merdeka belajar kan
seperti itu sebetulnya semangatnya.
Setiap orang merdeka untuk menentukan
pilihan belajarnya. Sama halnya setiap
ASN merdeka menentukan pilihan
belajarnya. Tapi sekali lagi yang
dipilih adalah sesuai dengan tugas
fungsi sesuai dengan tadi mulai RPJMD,
Renstar dan seterusnya ke bawah.
Tapi opsi itu secara klaster sudah kita
buat dan tugas nanti Widya Iswara dan
teman-teman fungsional menjadi lebih
complicated. Tidak lagi sekedar mendidik
melatih di depan kelas, tetapi sampai
bagaimana memastikan mereka kompeten di
lapangan. Terakhir Bu Nurul, saya pikir
nanti ini juga bisa dijawab oleh Pak
Deputi, Pak Taufik. Tapi sedikit saya
menekankan mungkin agak sedikit keluar
upaya mengatasi kemiskinan itu
tidak bisa terus-menerus kita hanya
dengan cara charity
ya. Bagaimana memindahkan ya kalau kami
BTT setiap ABD pasti ada BT ya dana BTT
umumnya nanti dipakai pada saat keadaan
tertentu paksa untuk ke sana. Program
ini boleh untuk sesuatu yang sifatnya
instan dalam waktu dekat, tapi dalam
jangka panjang adalah harus dengan
membuka lapangan kerja. Dan sebetulnya
kebijakan secara nasional dengan
hilirisasi kalau Bapak Ibu ikuti kita
sudah melarang untuk mengekspor bahan
baku. Minimal yang kita ekspor adalah
setengah jadi atau bahan jadi.
Misalnya ini paling mudah dulu pertama
kali kita rotan. Kalau dikirim dalam
bentuk rotan, nanti suatu saat kita akan
mengimpor mebel yang bagus dari rotan.
Padahal rotannya dari kita. Bayangkan
berapa lapangan kerja terbuka dengan
hilirisasi. Memang untuk hilirisasi
salah satu tantangannya selain tantangan
lingkungan limbah, maka tantangan yang
salah satu utama adalah sumber daya
manusia, hilirisasi. Dan mudah-mudahan
nanti Pak Kepala BPSDM Jawa Timur, Pak
Ramli sudah bisa melihat hilirisasi yang
ada di Jawa Timur, terutama industri dan
bagaimana kita mempersiapkan tenaga
kerja kita untuk komply dengan
hilirisasi itu.
Ya, kalau sekarang lagi ramai kita
bagaimana dengan nikel dan kita dihadang
dua lembaga dunia ya, WTO dan IMF
ya ketika kita hilirisasi. Tapi
hilirisasi ini selain meningkatkan nilai
tambah dari suatu komoditi juga membuka
lapangan kerja tetapi dengan satu syarat
tenaga kerja harus kompeten. Maka di
dalam Undang-Undang Cipta Kerja sudah
dipersyaratkan memenuhi persyaratan
kompetensi sertifikasi kompetensi. Mohon
maaf dan ini PR dari kita semua untuk
memastikan bahwa mengatasi kemiskinan
jangka panjang tidak lagi program
charity tapi harus melalui pendekatan
pengembangan kompetensi. Saya pikir ini
Mas Yudi saya kembalikan ke Pak
Boleh satu Pak Sugeng
boleh satu Pak Cik. Ee barangkali ee
terakhir Bapak nggih satu pertanyaan
terakhir ini ee dari
Oh gak kaitannya dengan Pak Sugeng tadi
bicara.
Oh baik baik monggo Bapak. Nggih,
makasih. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Saya tertarik Pak Sugeng karena ini
memang eranya
cuma pertanyaan saya kaitannya dengan
penilaian kinerja
dan untuk jabatan fungsional itu ada
dupa angka kredit. Nah, sekarang ini kan
sedang digaungkan untuk dijadikan satu.
Karena mohon maaf untuk weda iswara itu
angka kreditnya itu pelit, Pak.
0,0 koma jadi setengah mati itu, Pak.
Nah, saya hanya tanya bagaimana menurut
Pak Sugeng kaitan jabatan fungsional itu
antara Dupak dan kinerja.
Matur nuwun, Pak Sugeng. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Mudah-mudahan ini terakhir.
Mudah-mudahan
baikh, matur nuwun. Ini Pak Koordinator
WI kita ini. Applaus untuk beliau ini
sesepuh kita.
Terima kasih. Jadi begini.
sebetulnya dengan Permen RB masih ada
angka kredit enggak sekarang?
Iya. Ya, sudah dikonversi ya. Kita mulai
dari tadi
perjanjian kinerjanya Kepala BPSDM ya,
kemudian kesasaran kinerja individu,
perjabatan yang ada di bawahnya dan yang
dibutuhkan. Kemudian kan kita sebetulnya
setiap jabatan fungsional pasti ada
Permenpannya. Satu jabatan fungsional,
satu Permenpan. Permenpan itu judulnya
sangat generik paling enggak sampai saat
ini misalnya Permenpan nomor sekian
tahun sekian tentang jabatan fungsional
wida ispwara dan angka kreditnya
selalu itu generik yang membedakan nama
jabatan fungsionalnya saja tapi judulnya
pasti sama nomornya beda-beda tergantung
kapan lahirnya
karena setiap jabatan fungsinya diatur
dalam satu Permenpan maka di dalamnya
pasti ada uraian tugasnya baik yang
sifatnya pokok maupun penunjang. Ya,
ini sebagai gambaran. Saya dulu ketika
menjadi inspektur anak buah saya. Jadi
di Kemendagri satu-satunya unit kerja
eslon 2 yang tidak punya eslon 3 dan
sudah puluhan tahun adalah inspektur.
Saya dulu tidak pernah punya jabatan
struktural di bawah inspektur. Langsung
fungsional semua para auditor dan
pengawas pemerintahan
fungsional semua.
Suatu saat saya tugaskan mereka ikut
jadi rapat.
rapat antara APIB dengan APH.
Selalu mereka tanya surat tugas saya
perintah. Kemudian mereka dokumentasikan
secara lengkap daftar hadir, nutulensi
rapat dan seterusnya ya. Untuk apa tadi
sebutannya angka kredit evidence dan
semua ada konversinya. Dan ternyata
Bapak Ibu, mohon maaf untuk widyaiswara
mengajar di depan kelas itu angka
kreditnya paling kecil dibanding
misalnya terlibat dalam satu karya
ilmiah berkontribusi merumuskan
kebijakan.
Jadi mohon maaf Bapak Ibu misalnya
menjadi WI jangan wah saya enggak bisa
ngomong di depan kelas jangan takut.
Karena nilai angka kredit yang paling
besar bukan di situ. Justru ketika
Bapak, Ibu terlibat dalam perumusan
kebijakan, memberikan masukan kebijakan
tinggi, misalnya ini Pak Ramli tiba-tiba
menugaskan para WI untuk ikut terlibat
di dalam Raperda tentang RPJMD Jawa
Timur 2025-2030.
Nilainya tinggi ya. Apalagi kemudian
ternyata Bapak bisa memberikan
polis paper kepada gubernur. Wah, lebih
tinggi lagi ini. Ini sebagai evidence
dibanding mohon maaf sekedar kita wah
widar kan mengajar bukan gitu. Itu yang
seringkiali hanya berapa mengajar 0,08
ya atau 0,06
per JP. Artinya untuk dapat nilai 8
angka kredit perlu 100 jam pelajaran 100
JP sehari berapa JP? 10 JP. berarti
perlu berdiri di depan kelas 10 hari
full mungkin enggak? Enggak mungkin
hanya untuk delapan angka kredit. Enggak
mungkin. Kenapa enggak shortcut ke tugas
yang lain? Tapi tentu saja ada
evidence-nya, ada bukti penugasannya.
Nah, ini yang ee saya yakin kita tidak
hanya karena sekarang ya jabatan
fungsional makin variatif ya. Ada
analisis kebijakan ini yang paling
banyak ini di Jawa Timur saya yakin
paling banyak analisis kebijakan,
analisis kepegawaian semua OPD ada.
perencana ada, perancang ada perancang
perundang-undangan ya dan seterusnya.
Yang kemudian dibutuhkan adalah bahwa
setiap penugasan harus bisa dikonversi
apa kaitannya dengan tugas dan fungsi.
Kemudian ada evidensnya dan seterusnya
dan ternyata kalau dilihat sekali lagi
di dalam bobot tugas-tugas yang pokok
mana yang lebih besar konversinya itu
yang harus kita bantu untuk dalam tanda
pik untuk naik pangkat, naik jencang dan
seterusnya. Dan tidak kalah pentingnya
adalah untuk naik jencang nanti
dibutuhkan juga tadi sertifikasi
kompetensi. Tidak sekedar
pelatihan-pelatihan dengan evidence STTP
tapi juga sampai dinyatakan kompeten
untuk level tertentu. Saya pikir itu Pak
Judi. Terima kasih. Ini sudah ada Pak
Taufik ya.
Nggih. Terima kasih. Ee selanjutnya
mungkin ee tanggapan dari Bapak Deputi
ee barangkali karena waktunya juga sudah
di ujung acara Bapak sekalian mungkin
kalau berkenan saya mohon untuk closing
statement dari Pak Deputi untuk
menanggapi pertanyaan kemudian eh
closing statement. Baik.
[Musik]
Baik, terima kasih tadi ee Pak Muzani
tadi ya sudah dijelaskan
ee kita dengan Permen PAN 6 2022 ee
sudah berganti SKP-nya ya kan tadi
nyambungnya nanti dengan Permen PAN 6
2022 adalah pengelolaan kinerja termasuk
nanti untuk yang Permen ee jabatan
fungsional juga sudah diganti semua.
basisnya adalah ekspektasi pimpinan.
Tadi sudah dijelaskan Pak Sugeng dari
apa Rensra segala macam. Nah, nanti
fungsi dari ekspektasi pimpinan adalah
men-setting targetnya dan ini enggak
seperti yang model kemarin ada negonya
ya. bisa nego ya. nego. Artinya inilah
fungsi tadi kewajiban setiap pimpinan
dipastikan melakukan coaching mentoring.
Coaching tadi fungsinya untuk
men-setting tadi apa ekspektasinya pada
setiap ee ee pegawai dan ini yang
penting apa yang kemudian ekspektasi
pimpinan terhadap kompetensi yang harus
dimiliki pegawai. Nah, ini bisa
memberikan tugas tadi saya sampaikan.
Oke, karena kurang komunikasinya, coba
kamu kembangkan kompetensinya. Coba ini
gitu. Kalau misalnya pimpinannya
kemudian, oh punya anggaran ya dibikin
ada anggarannya. Kok enggak ada ya
bikinlah kegiatan misalnya bentuknya
penugasan dan sebagainya. Nah, Bapak Ibu
sekalian ini sebuah hal yang menjadi
sebuah tren di luar sana. artinya di
private sektor di BUMN para manajer itu
harus punya kompetensi atau kemampuan
dalam namanya pengembangan SDM ya. Ini
yang penting ya tidak kemudian hanya
makai saja. Ini sebuah paradigma baru
dan ini sebuah keharusan ya. Keseharusan
minimal misalnya memberikan coaching
mentoring. Coaching mentoring itu apa?
Feedback. Men-setting ekspektasi
bareng-bareng dengan tadi bawahannya
dalam bentuk tadi dialog atasan bawahan.
ini wajib ya, ini wajib untuk kemudian
dilakukan oleh setiap pimpinan. Nah,
tanpa itu maka akan kesulitan
men-setting tadi kan selama ini kok kita
anu e ini yang kita lakukan juga ee Pak
buah nyusun SKP kemudian kita tinggal
tanda tangan gak ngerti sebenarnya yang
disusun itu apa. Kenapa? Karena ini
bersenjang direktur rumah sakit ya kan
punya target dia. Oke. Kalau kita punya
target misalnya kalau di rumah sakit
mungkin saya pakai balance scorecard
gitu kan ya. Target keuangan berapa,
target pelayanan berapa ya kan. Kemudian
target pengembangan berapa ya. Nah
target perbaikan ee bisnis proses
seperti apa? Kemudian ini yang akan
kemudian kita turunkan target tadi
kepada anak buah kita ya, direktur,
kepada kepala-kepala bidang di situ,
kepala bidang turun lagi ke bawahnya
sampai pada staf masing-masing harus
melakukan coaching mentoring. Ini yang
sangat penting karena esensinya adalah
bukan kita ngukur kinerja. Ngukur
kinerja ini tugasnya bagian kepegawaian.
Pimpinan itu namanya mengelola kinerja.
Performance management beda dengan
performance measurement. Performance
measurement bagian kepegawaian. You
di-etting targetnya berapa dinilai
kepegawaian keluarlah tuninnya ya. Nah,
pimpinan adalah dia manage performance
tadi. Apa manage tadi? Setting
ekspektasi ya. Kemasih motivasi, ngasih
feedback, ngasih identifikasi
pengembangan dan seterusnya ya. Nah, ini
ini pendekatan yang ee tadi yang baru
Pak Toro ya tadi bagaimana desainin flow
of work tadi. Nah, sebenarnya ini yang
belum jalan gitu ya. Mengapa? Karena
kita memang terus terang agak agak
lambat ee mengeluarkan ee pedoman corpor
corporate university meskipun
substansinya sudah kita share ke
mana-mana untuk kemudian menjadi contoh
bagaimana nyusun peraturan tentang
corporate university. Jadi bareng dengan
corporate university itu satu kita suruh
rubah
bukan rubah total tapi kita menambahkan
peran widya iswara itu di perlan 8
tentang ee ee peran ee apa para
widyaiswara sebagai pendamping
pengembangan kompetensi di tempat kerja.
Mau jadi mentor, mau jadi coach, menjadi
pendamping, mau menjadi apa itu kita ada
angka kreditnya. Ya, sekali lagi kita
enggak pakai angka kritis seperti
kemarin dengan Permenpan 1 2023 tadi.
Ekspektasi dari siapa? Dari Pak Ramri.
Pak Ramri tugaskan ya kan. Nah, di dalam
payungnya corporate University Jawa
Timur ini kepala BPSDM itu namanya Chief
of Learning Officer, koordinator
pembelajaran ya. Artinya bagaimana
UPD-UPD
mendesain menjabarkan pembelajaran
sesuai dengan RPJMD ya kan. Kemudian ada
RKPD-nya. RKPD ini kemudian harus
dijabarkan apa prioritas tahun depan ini
anggarannya apa saja. Ini diputuskan di
namanya di depan pengarahnya di dalam
Pergup 59
2021 ya. Nah, ee di kabupaten kota
seperti apa? sama harus dipimpin
langsung oleh kepala daerah memutuskan
langsung anggaran sisisir semua UPD-UPD
biasanya itu pengemban kompetensi itu
kelihatannya kecil sebenarnya besar
kenapa dia nempel di kegiatan ada
namanya sosialisasi ada namanya bintek
ada namanya studi banding ada namanya
macam-macam nah ini yang kemudian tadi
perlu dikumpulkan nah poinnya adalah
bagaimana mendesain tadi ee apa namanya
ee inflow of work tadi inflow of itu
artinya bahwa kemudian setiap pimpinan
OPD kalau kita melihat di dalam
corporate university, saya enggak tahu
mungkin ee kemarin kita sudah
bareng-bareng nyusun pedoman teknisnya
di situ ada jadwalnya, Pak. Kapan
identifikasi kebutuhan pengembangan
kompetensi saya sampaikan oleh Pak
Sugeng tadi di setiap OPD
kemudian naik dikoordinir oleh ee ee
Kepala BPSDM ya kemudian ditentukan yang
prioritas di dalam rapat bersama dengan
kepala daerah atau yang mewakili nanti
untuk menetuskan langsung berapa
anggarannya ya. Ini mohon maaf
kadang-kadang ada daerah-daerah yang
enggak bukan daerah miskin ya di daerah
Jawa ini yang tidak menganggarkan lasar
kan kebangetan itu ya. Anda kemudian
tidak menganggarkan pelatihan keminan
padahal jelas-jelas itu wajib.
Mengapa? Karena kemudian untuk prioritas
yang lainnya. Nah, ini kepala daerah
harus kemudian putuskan di situ ya.
Kalau di kementerian ini Bu Menteri, Bu
Menteri Keuangan duduk langsung mimpin
setiap tahun rapat mengarahkan apa yang
prioritas tadi ya, terutama untuk
pengembangan talenta. Nah, tadi analisis
kebutuhan tadi kemudian nanti kita akan
tetapkan
mana yang cukup dikerjakan secara tadi
yang 20 atau 70%
ya. Ini yang disebut dengan inflow of
work tadi. Bekerja sambil belajar, ada
coaching, mentoring, penugasan dan
seterusnya. mana yang 10% untuk yang
mandatori yang wajib tadi lacer
pelatihan kepemimpinan, macam-macam ya.
Nah, jadi kok nah bagaimana desain yang
influ of work tergantung dari bagaimana
kemudian ee pimpinan OPD-nya akan
mendesain. Nah, kita punya namanya
jabatan fungsional baru yang akan bantu
desain yang tepat namanya analis
pengembangan kompetensi ya. Nah,
tugasnya apa? tugasnya bantu desain tadi
yang custom. Custom itu yang sesuai
kebutuhan untuk setiap OPD iniya PU
tugasnya apa? Yuk, magang-magang di
jalan misalnya kan ee bareng-bareng
lihat di jalan apa ee buat jalan
misalnya seperti itu ya kan. Nah, jadi
ee desainnya seperti itu. Nah,
sebelum ini bisa jalan siapa yang bantu?
Kawan-kawan widayiswara bisa bantu tadi
ya. Tapi prinsipnya tadi apa namanya ee
ada 2070%. Nah, Bapak Ibu kalau
kepegawaian sini sudah punya N box
grade. NB box grade saya pikir semua
pasti punya ya. Di situ nanti kita akan
akan bisa ee tulis di situ ya. Ada saya
yakin semua paham ya. Kotak bok ini
cocoknya programnya Bangkomnya apa?
Kotak kotak nomor 7 apa? Kotak nomor 8
apa? Kotak nomor 6 apa? Ini yang kita
lakukan. Oke, sebenarnya cukup misalnya
tadi katakan Pak Sugeng tadi job
rotation ya putar aja dia. Kenapa?
Problemnya bukan di kompetensi,
kinerjanya kurang. Mengapa? Enggak cocok
dia ya background-nya tuh SH tapi
ngurusin urusan apa tadi ya sawah dan
sebagainya. Jadi, nah ini yang kemudian
tadi namanya job rotation bagian dari
kompetensi. Nah, kawan-kawan kepegawaian
paham. lihat N box grid tadi kita akan
tetapkan tadi mana problemnya di kinerja
atau kompetensinya dia kalau kinerja
tambahin dia kayak mungkin tak kasih
coaching mentoring kasih special
assignment misalnya ya kan ee kasih
misalnya ee kesempatan untuk ee ada di
penugasan di tempat instansi yang lain
secondment misalnya. Nah, inilah yang
kemudian desain-desain tadi yang
sebenarnya kita enggak enggak
mengeksplore ke sana dan itu gak pakai
biaya gitu. Misalnya coaching,
mentoring, pengarahan, bikin community
practice i kan misalnya kita bikin
namanya WI ada community practice, ada
analisis kebijakan bikin communit
practice dan sebagainya. Nah, Bapak Ibu
sekalian yang lain adalah tadi info of
work tadi sebenarnya perlu ada sebuah
sistem yang bantu agar ee pegawai itu
nak meninggalkan pekerjaan. Makanya
kemudian kita sekarang punya Bapak Ibu
lihat mau lasar pelatan pimpinan semua
ada emosinya. Mengapa tadi bisa jalan
inflow of work-nya? Dia belajar sambil
bekerja meskipun kadang-kadang
kadang-kadang sambil nyolong-nyolong
karena tadi kadang-kadang ditugasi dan
sebagainya. Nah, jadi sistem informasi
memungkinkan orang belajar kapan saja,
di mana saja ketika sambil kerja ngecek
dia ya ngecek dan sebagainya. Nah, kita
punya namanya platform sekarang yang
baru namanya talentan academy ya. Itu
prinsipnya adalah yang kita sebut
namanya multi exit, multi entry. Multiit
multi entry itu pertama adalah orang
bisa masuk di mana saja, belajar apa
saja di situ dan dia keluar kapan saja.
Kok kalau sekarang kan enggak ikut
misalnya latar ya? Ya harus ber sampai
selesai dia selesai. Kalau gak gak dapat
sertifikat ya. Kok ini gak dia ya di
situ ada empat kluster. Kluster
kepemimpinan, kluster namanya eh life
skill, digital skill, kemudian
innovation skill. Kita punya empat
kluster di dalam. Silakan nanti dibuka
di website kami ASN Talent Academy ya.
Nah, memang ini kita lagi migrasi sistem
karena sistem yang pakai Anda masih
pakai model. Moodle ini agak kawan-kawan
harus daftar dulu baru. Nah, ke depan
gak perlu daftar. Bapak, Ibu punya NIP
masukin aja belajar di situ ya. Nah,
jadi ini akan terus berkembang
model-model seperti ini ya kan yang apa
namanya free access ya. Ais itu ASN
boleh masuk gak perlu kemudian dia
ngomong karena peserta latsar atau ke
peserta pelatihan pimpinan dan
sebagainya. Nah, Bapak Ibu sekalian,
jadi ini model-model pembahan kompetensi
tadi inflow of work tadi ya. Orang
belajar itu gak perlu menjadi sebuah
event khusus gitu ya. Artinya sebuah
peristiwa khusus yang ee tapi ini ee
berjalan sambil bekerja tadi. Kemudian
ee ee tadi Pak Sutoro silakan nanti cek
eh Perlan 8 2021 itu peran mungkin Pak
Ramli ini perlu mulai kita exercise
untuk corporate university-nya Jawa
Timur.
Apa namanya Pak Afan dan kawan-kawan ini
yang senior-senior bisa langsung kita
terjunkan ya UPD-UPD.
Nah, ini yang nanti ada tayangan satu
lagi coba Mas kita jawab bagaimana
desain tadi untuk ee RB-nya. Ini yang
kita praktikkan di Kalimantan Utara dan
ee hari Kamis
ini kita PKN 2-nya modelnya pakai ini,
Pak.
Jadi kita exercise bikin kluster
misalnya Jawa Timur itu punya tanggung
jawab salah satu daerah yang ee punya
tanggung jawab untuk RB kemiskinan
ekstrem di program Menpan ya. Nah, tadi
sudah sampaikan ee datanya oleh Pak
Sugeng ini targetnya gimana ngeroyoknya?
Contoh kalau di ini kita di Kalimantan
Utara
kita exercise seperti ini. OPD terkait
kita kumpulkan ya dikoordinir oleh
BKPSDM sesuai dengan kluster penanggung
jawabnya. Kemiskinan kalau di daftarnya
Menpan itu siapa yang tanggung jawab
kemiskinan? Duk capil. Kemudian
kesehatan ada pendidikan ya ee Dinas
Sosial ya ee ada tujuh kalau enggak
salah masuk dalam kluster kemiskinan.
Nanti untuk investasi masuk di klaster
investasi ada UMKM, perindustrian,
perdagangan dan seterusnya masuk ke
situ. Nah,
ini kok kita kalau Bapak Ibu di ee
BPKPSD punya PKP PKM di koordin Pak
Ramli ya kan ini bisaercise seperti ini.
Contoh di Banten. Jadi proyek
perubahannya ada dua e bukan dua, ada
dua. Satu memang proyek perubahan ini
itu kita awal waktu nanti hari eh hari
ini pembukaan besok kita akan kumpulkan
peserta yang masuk di kluster kemiskinan
nanti proyek perubahannya mengacu ke
sana ya. Nah, kemudian yang kedua ketika
stula kalau PKPPA mereka harus bikin
rekomendasi yang kemudian kita petakan
sesuai klusternya tadi ya kan. Nah, jadi
dengan cara ini melalui kita bisa
memberikan kontribusi dari melalui
pelatihan kepimpinannya. Kemudian, wah
kok enggak punya pelatihan keminan
gimana? Contoh bulungan. Bulungan ini
gak punya dia ya, enggak
menyelenggarakan dia. Nah, gimana
caranya? Bikin aja Pak Bupati bikin ya
kan ee membuat kluster seperti ini.
OPD-UPD penanggung jawabnya. Kepala
dinasnya datang pembukaan aja gak
apa-apa yang penting ada tim. timnya
datang sampai hari ini masih coaching
mentoring dengan kita secara online ya.
Nah, ini yang kemudian ee apa namanya
bisa dixercise bahwa intinya
pengembangan ini pengembangan
kompetensinya di mana, Pak? Pengembangan
kompetensinya bareng-bareng memecahkan
problem bagaimana mendongkrak ee tadi
angka menurunkan angka kemiskinan
ekstrem di Bulungan. Nah, caranya
gimana? Mereka belajar bagaimana
mengintegrasikan anggaran mereka.
Anggarannya betul, Pak. Kita sisir itu
anggarannya sebagian besar tidak ada
hubungannya dengan kemiskinan tadi.
Satu. Yang kedua, OPD 1 dengan yang lain
gak enggak nge-klop dia. Tiga, dia hanya
berputar pada masalah birokrasi ya. UPD,
UPD, UPD ya. Masyarakatnya enggak
diajak, potensi-potensi ee di luar
birokrasi enggak diajak. Keempat, gak
ada bahasa yang sama. Kenapa datanya
beda? Nah, mereka dari situ belajar oh
cara menyamakan data gimana caranya? Di
Banten ini, Ibu-ibu PKK kita libatkan.
Kenapa? Pembelajaran ini inklusif dengan
stakeholder gitu kan ya. Untuk apa?
Cleansing data. Data apa? Data stunting.
Nah, ini juga penting bagaimana
masyarakat kita libatkan untuk ikut
belajar. Wakil-wakil masyarakat tadi
belajar. Gimana caranya ya mereka
ikutikut Zoom dan seterusnya. Di Banten
ini menarik karena daerah yang gak
stunting mereka mengajukan diri sebagai
stunting. Makanya stuntingnya enggak
turun-turun. Anggarannya berapa enggak
turun. Kenapa? Karena ngelihat
tetangganya kok stunting kok enak dapat
susu, beras, ya kan roti, endok dan
sebagainya. Nah, makanya Pak, aku
stunting juga Pak. Loh, kamu di tinggi
aku maunya stunting katanya. Nah, jadi
Ibu BPKK gerak dia artinya pembelajaran
ini kolaboratif tadi ya. Kemudian Mbak
Nurul di mana tadi ee apa namanya ee
untuk pengetasan kemiskinan digitalisasi
tadi ini yang dilakukan adalah
sebenarnya saya enggak tahu apakah
kawan-kawan ikut program. Jadi
beberapa tempat misalnya saya kemarin
kalau enggak salah Kota Batu dapat
penghargaan ee ikut program namanya DLA
Digital Leader Academy sama DTS Digital
Talent Scholarship. Apa yang dilakukan?
Bantu kawan-kawan untuk kemudian ee
melakukanembantu transformasi digital
melek digital dulu. Nah, kalau ke
misalnya nanti mungkin Pak Ramli bisa ee
dengan Pak Hari Kepala BPSDM-nya ee di
Kemenfo, Komenfo untuk bikin program
nanti yang untuk penguatan misalnya
transformasi UMKM-nya ya kan. Atau kita
buka tadi misalnya ini yang kemarin
memenangkan award di Kota Batu. Ide
anak-anak masuk di program tadi ya di
program tadi untuk kemudian mencoba
menciptakan inovasi dengan aplikasi tadi
dibimbing oleh namanya Amazon Web
Service AWS ya. Nah, itu gratis
ya. silakan nanti mungkin dikoordinir ee
dari BPSDM
gak perlu kalau digital gak perlu setiap
kota punya sendiri-sendiri bisa
bareng-bareng ee dalam apa namanya
dikoordinir BPSDM. Nah, apa yang
kemudian perlu? Nah, mungkin ini
bagaimana kita membuat mereka punya
akses pasar dan bisa kemudian ikut di
dalam apa kegiatan ekonomi tadi entah di
UMKM-nya ya. Nah,
AWS tadi Amazon Web Service ngajari
literasi digital misalnya, "Yuk jual
barang." Tapi ketika barangnya sendiri
gak bermutu, gimana caranya? Enggak kita
hubungkan ya dengan namanya Dinas
Koperasi. Sor ada yang dari Malang, ada
dari Malang ya. Ada dari Malang ada
namanya forum jagong bareng ya. Dan
jagong bareng g kan e itu apa namanya
untuk nyari solusi bareng gimana ya?
Nah, Mak ini yang kemudian tadi saya
pikir bisa menyentuh ee kawan-kawan yang
membutuhkan tadi bagaimana ee intinya
kemiskinan ini gak bisa kemudian hanya
dengan bantuan tunai, bantuan beras,
tapi pembahan kompetensi tadi ya
bentuknya voucher misalnya, oh dia mau
jualan apa dan seterusnya dibantu. Nah,
kemudian di samping itu ee beberapa
tempat juga ee kerja sama dengan ee
marketplace kayak Shopee, ee Tokopedia,
Tokopedia sudah masuk Papua untuk bantu
marketingkan dia produk-produk dari ee
apa dari masyarakat kesenian,
obat-obatan dan sebagainya. Nah, ini
yang kemudian kita bisa lihat bagaimana
potensinya kawan-kawan punya pekerjaan
menghasilkan tadi melalui akses digital
tadi ya. Nah, kemudian tadi ee bagaimana
tadi pengembangan apa namanya manusia
yang unggul ya yang di luar dengan ee
pengembangan kompetensi ini seperti apa.
Nah, Bapak Ibu sekalian tadi yang potret
yang mungkin ee agak asing bagi kita ya
tadi yang ee level pengembangan
kompetensi manfaatnya bagi organisasi.
Pengembangan kompetensi ini sebenarnya
butuh sebuah
apa namanya? tidak agar tidak menjadi
sekedar kegiatan ya, tapi menjadi sebuah
hal yang bermanfaat, punya dampak
langsung harus menjadi budaya. Nah,
budayanya melalui tadi tadi sampaikan
kepemimpinan yang baik, menciptakan
iklim dialog, memberikan contoh,
coaching, mentoring, yang mau dikritik
terbuka ya kan untuk e dialog, diskusi
dan sebagainya. Ini sangat penting untuk
kemudian orang merasa perlu untuk
belajar. Ketika pimpinannya selalu hanya
bahasanya memberikan arahan dan teguran,
maka orang gak perlu belajar. Saya
nunggu ahan pimpinan dan menghindari
caranya tidak ditegur ya kan. Tapi
ketika pimpinan kemudian memberikan
challenge tantangan, yuk kita bikin
terobosan. Kita dengar apa namanya ee
masukan dari kawan-kawan rapim ini kita
gunakan untuk dengerin ide-ide tadi.
Pimpinan tugasnya untuk memberikan
kemudian penghargaan. Oh, bagus. Semua
bagus ya. Kayak Pak Toro kok ngajar, Pak
Afan ngajar itu kan. Oh, bagus bagus.
Orang
merasa dihargai. Besok saya belajar
lagi. Tapi kok kamu ngomong apa enggak
jelas kok sudah besok lagi enggak mau
belajar dia ya. Nah, jadi iklim
organisasi tadi yang sangat penting tadi
untuk membuat orang kemudian tadi
menjadi unggul di samping tadi ada
program-program peman kompetensi. Tugas
pimpinan adalah menciptakan sebuah
budaya unggul. budaya menghargai semua
orang punya potensi. Makasih.
I eh baik, terima kasih ee Pak Deputi.
Sangat menarik ee di kaitan dengan
ide-ide tadi disampaikan ee tadi saya
juga mengamati begitu. Bapak banyak
menotice Bapak Kepala BPSDM Jatim.
Tantangan beliau cukup berat dengan
tantangan yang luar biasa dengan ide-ide
bahkan. Dan barangkali mohon berkenan ee
Pak Dr. Ramlianto, S.P., MP untuk
menanggapi, Pak. Karena saya dengar
berkali-kali nama Bapak disebut di dalam
forum diskusi ini. Monggo kami
persilakan, Pak.
Iya. Orang daerah itu kalau diperintah
pusat bilangnya harus siap.
Tapi saya laporkan Pak Deputi, Pak Kaban
tanggal 18 Agustus kemarin seperti yang
saya laporkan ke Pak Sekda tadi, PSDM
Jawa Timur sudah memulai.
Jadi
pengembangan kompetensi kaitannya dengan
RB tematik itu kita sudah mulai, timnya
Bu Dewi sudah mulai. Kita kan ada
namanya ee
tim reformasi birokrasi Jawa Timur.
Di dalamnya itu ada Pokja, Pak,
sesuai tema. ada pokja ee untuk
kemiskinan,
ada pokja untuk ee apa? investasi. Nah,
tahun ini bukan tahun ini ya, sisa tahun
ini
karena saya di sini baru 1 bulan yang
lalu, Pak. Jadi, sisa tahun ini itu kita
akan manfaatkan untuk uji coba ee
penerapan model corporate university
untuk RB tematik investasi.
Kita sudah MOU dengan Dinas Koperasi,
Dinas Perindak, Biro Perekonomian, Biro
AP, DPMPTSP.
Kita akan menggali bersama kompetensi
gap-nya. Kita akan menyusun bersama
jenis pelatihannya, jenis pengembangan
kompetensinya. Kita akan susun bersama
kurikulumnya, kita akan susun bersama
modul-modulnya. Lalu kita akan tanam di
sebuah learning management system.
sehingga siapapun yang ingin belajar
tentang bagaimana mengembangkan ASN
mengembangkan kompetensinya di bidang
untuk peningkatan investasi ada di situ.
Nah, dari situ kemudian kita juga akan
ee siapkan ee modul-modul untuk memandu
mereka apa inovasi-inovasi yang bisa
dilakukan oleh ASN dalam rangka
meningkatkan investasi itu. Itu sudah di
launching, Pak. Kebetulan Pak Kepala LAN
yang mlauning dan Pak Wagub tanggal 8
Agustus kemarin. Insyaallah sudah kami
respon. Nah, tentu nanti kalau ini sudah
ketemu model yang paling baik untuk
investasi, kita akan lanjut untuk ee
digitalisasi dan kemiskinan serta yang
lain. Kenapa kemarin milih investasi?
Karena kita ingin memperseiringkan
dengan temanya PKN 2, Pak Deputi.
Kebetulan PKN 2 yang angkatan ke-30
2 itu temanya tentang pembahan investasi
sehingga ee integrasi Korpo ke RB
tematik kita ambil tema yang sama.
Demikian Pak Deputi laporan kami.
Baik
cek. Baik terima kasih tepuk tangan yang
meriah untuk kita semuanya Bapak Ibu.
Rasanya waktunya kurang nggih Bapak Ibu
nggih. Tapi saya paham masih banyak
mungkin yang Bapak Ibu ingin sampaikan
kepada kami. Nanti boleh pertanyaan yang
masih tersisa diclek oleh teman-teman
panitia di belakang. Bapak Ibu sekalian,
kita sudah tiba di penghujung acara.
Terima kasih atas perhatian Bapak Ibu
sekalian. Terima kasih luar biasa untuk
para narasumber, Pak Deputi matur numah
nuwun, Pak Kepala PSDMRI terima kasih.
Ee terima kasih juga Bapak Kepala PSDM
Provinsi Jawa Timur eh Pak Mujib Afan,
Bapak Koordinator Widya Iswara, Bapak
Ibu pejabat administrator, pengawas dan
juga fungsional yang ada di Pemerintah
Provinsi Jawa Timur. Bapak, Ibu para
kepala BKD, BKPPD, BKPSDM, matur nembah
nuwun rawuhnya dalam ee forum yang luar
biasa ini. Semoga nanti Bapak Ibu
sekalian kita bisa bertemu, berjumpa di
forum-forum dan perbincangan yang akan
luar biasa setelah momen-momen hari ini.
Bapak, Ibu,
sekian dan terima kasih. Mohon maaf
apabila ada yang kurang berkenan atas ee
saya dalam memimpin jalannya diskusi
pada siang hari ini. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
Baik Bapak dan Ibu boleh kita berikan
tepuk tangan sekali lagi untuk para
narasumber yang luar biasa tentunya.
Baik, dengan demikian telah kita ikuti
sesi pemaparan materi yang telah
disampaikan oleh para narasumber yang
luar biasa tentunya. Dan pada rangkaian
acara yang terakhir, Bapak dan Ibu akan
kita ikuti sosialisasi inventarisasi
usulan Bangkom melalui aplikasi Sibang
Qodir yang akan disampaikan oleh tim
BPSDM Provinsi Jawa Timur. Namun sebelum
itu kami mohon Bapak dan Ibu yang belum
melakukan survei kepuasan masyarakat
untuk dapat mengisi survei terlebih
dahulu tentunya melalui scan QR code
yang tertera di layar.
Jadi kami persilakan sembari menanti
memasuki sesi berikutnya. Bagi Bapak dan
Ibu yang belum mengisi survei kepuasan
masyarakat dapat melakukan scan QR code
yang tertera pada layar terlebih dahulu.
Baik, berikutnya Bapak Bapak, Ibu yang
telah mengisi survei kepuasan
masyarakat, berikutnya kami mohon untuk
dapat mengisi daftar hadir dan monev
melalui link yang akan ditampilkan pada
layar berikut ini. Jadi kami mohon Bapak
Ibu sebelum acara berakhir nantinya
harapannya seluruh peserta yang hadir
pada kesempatan hari ini telah mengisi
daftar hadir dan monev melalui link yang
tertera berikut ini.
Karena ini ada kaitannya dengan
penyediaan e-sertifikat yang nantinya
Bapak Ibu dapatkan.
Oke, asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Masih semangat nggih Bapak Ibu? Nggih.
Setelah materi yang luar biasa dari
narasumber yang masyaallah kali ini kami
akan melanjutkan ke sesi yang tidak
kalah penting, Bapak Ibu. Jadi ee kami
berdua akan menyampaikan sosialisasi
tentang Infus Bangk yaitu inventarisasi
usulan pengembangan kompetensi via
aplikasi Sibang Kodir. Jadi next
paparannya.
Oh, masih materi dan daftar hadir ya.
sedikit previs Bapak Ibu nggih. Mungkin
selama ini mendengar tentang aplikasi
Sibang Kodir cuma selama ini untuk
implementasinya
masih diperuntukkan untuk OPD PEMPR.
Jadi untuk KAP kota masih belum
menggunakan aplikasi Sibang Godir. Nah,
pada tahun ini kami menanggapi isu-isu
yang berkembang. kami mengembangkan ee
infus Bangkom BPSJM ini yaitu
inventarisasi usulan pengembangan
kompetensi via aplikasi Cibang Kodir.
Next.
Ee jadi ini tampilannya nanti ke
depannya. Next.
Aplikasi ini merupakan ee integrasi data
penunjang pelaksanaan kebijakan
pengembangan kompetensi. Karena itu
nanti yang berperan dalam pelaksanaan
Infus Bangkom ini adalah pengelola
kepegawaian yang ada di Kapota maupun
BKD ataupun BKPSDM di Kapkota. Jadi ini
merupakan penambahan fungsi SIBANG kode
dalam implementasi kebijakan
pengembangan kompetensi. Untuk itu akan
diadakan perluasan user si bankoder
sesuai dengan karakteristik pemanfaatan.
Pada saat ini kami masih dalam level
inventarisasi usulan pengembangan
kompetensi. Next.
ee garis besar pemanfaatnya nanti ee
penyusunan usulan kegiatan pengembangan
kompetensi itu ee tidak hanya pelatihan
juga ada evaluasi juga ada kegiatan
penunjang lainnya juga ee
informasi nanti juga tentang ee berbagai
pelayanan yang diselenggarakan oleh
BPSDM. Informasi nanti juga tentang
tarif pelayanan juga yang
diselenggarakan oleh BPSDM. Nanti di
dalamnya juga akan ada fitur tanya
tarif. Ini salah satu hal yang penting.
Jadi nanti Bapak Ibu apabila ingin
melaksanakan kegiatan di BPSDM, bingung
tarifnya seperti apa, nanti bisa
ditanyakan melalui aplikasi ini. Ee
untuk lebih jelasnya mengingat waktu
yang sudah jam kritis, kami silakan ke
Mas Hendrik untuk menyampaikan teknik
aplikasi. Silakan, Mas.
Tes.
Baik, terima kasih Bu Nurul.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Melanjutkan dari paparannya Ibu Nurul,
saya akan langsung menyajikan ee slide.
Mohon operator menampilkan slide-nya.
Oke, aplikasi Infus Bangkom ini
ya mohon izin ee saya berdiri. Ee
aplikasi Infus Bangcom ini adalah satu
aplikasi yang berbasis web online. Jadi
nanti Bapak Ibu sekalian yang menjadi
user nanti akan diberi hak akses. Untuk
hak aksesnya nanti bisa koordinasi
dengan teman-teman di BPSDM. Lanjut.
Nah, singkat saja saya akan menerangkan
pendahuluan operasional aplikasi dan
penutup. Lanjut, Mas.
Untuk pendahuluan ada dua topik yaitu
posisi infus Bangkom dengan si Bangodir.
Biar ee Bapak Ibu sekalian gak terlalu
ee bingung nanti karena ada di sini
mungkin yang tidak menggunakan ee Sibang
Kodir
dan kedua persiapan dan ketentuan. Eeah
pada topik ini nanti akan saya jelaskan.
Lanjut Mas.
Nah, posisi Sibang Koding dan Infus
Bankcom ini adalah ee pengembangan dari
Sibang Kodir itu sendiri. Di mana Sibang
Kodir sudah berjalan sekian tahun dan
sudah ee pada posisinya ee integrasi
dengan E-Master di BKD Jawa Timur. Nah,
saat ini di Infus Bangkom itu ee user
aplikasinya sudah dikembangkan dari
Sibang Kodir di mana ee usernya ada
admin OPD,
kemudian super admin, dan yang baru ini
adalah user kabupaten kota.
Nah, di sini letak perbedaannya. Kalau
di aplikasi Sibang Kodir, penggunanya
atau entitasnya itu adalah user ASN
seluruh Provinsi Jawa Timur yang di
bawah naungan provinsi. Kemudian
subadmin OPD juga selain superadmin dan
BPSDM itu sendiri. Kemudian ada link di
E-Master BKD Provinsi. Nah, Infus
Bangkom ini adalah pengembangannya saja.
Jadi ee menambung dari inventarisasi
usulan
di situ letaknya. Oke, next.
Nah, Infus Bankom bisa diakses melalui
browser baik dari PC, laptop, maupun
smartphone. Untuk user OPD dan kabupaten
kota dengan alamat sebagai berikut yang
di bawah itu eh
sibangkodir.bpsdm.jatim.go.id/infusbangkok.
go.id/infusbangom
di mana nanti akan eh ada tampilan yang
sudah ditunjukkan dari paparannya Bu
Nurul tadi. Kemudian untuk upload file.
Upload file surat pengantar yang
diizinkan maksimal 1 MB. 1 MB dalam
bentuk PDF saja. Nah, ini ee mengacu
bahwa keterbatasan server kita nanti ee
juga ada
ee semacam kemarin yang di Sibang Kodir
itu upload PDF-nya sampai 2 mega lebih
ee akan terjadi
penumpukan data di server di seluruh ASN
itu kurang lebih dari Rp50.000.
Nah, kemudian periode usulan hanya
dibuka yang masih aktif saja saat itu.
Bapak, Ibu mungkin bisa mengusulkan ee
inventarisasinya nanti pada posisi super
admin dikumpulkan di sana. User bisa
melakukan input edit, hapus, upload saat
masih periode usulan aktif. Nah, ini
ketentuannya seperti itu, Bu.
Lanjut.
Nah, sekarang cara singkat saja
operasional aplikasi di mana user nanti
adalah cara loginnya input, edit, dan
hapus. Lanjut.
Nah, alamat perlu diketahui nanti bisa
diakses di
sibangkodir.psd.jatimprov.go.id/infusbangcom.
Pakai v ya infus infusbangkom.
di sana nanti loginnya sesuai dengan ee
yang teman-teman BPSDM bagikan nanti.
Lanjut.
Nah, ketika masuk sudah login dashboard
nanti tampilannya sederhana. Kita memang
buat sederhana. Bagaimana bisa menginput
aja nanti. Lanjut.
Nah, di bagian kiri itu ada menu input
usulan. Nah, di sini di input usulan ini
nanti ee yang pojok bagian hijau bagian
kanan atas itu ee Bapak Ibu sekalian
bisa langsung klik saja. Lanjut.
Kemudian ada tiga tahap di sini. Tiga
tahap di sini input usulan kemudian
ngisi P-nya
nama dan alamat dan sebagainya. kemudian
baru upload surat ee pengantar seperti
itu. Tahap pertama kita input usulan
dulu. Lanjut yang di bagian bawah itu
pojok kanan bawah ada klik proses ee
isi. Lanjut Mas Submit. Nah, sederhana
sekali ini sisinya mungkin agak enggak
kelihatan. Nah, di sana nanti ada
beberapa
inputan yang Bapak Ibu bisa pilih. Nah,
di sini di zoom in. Nah, di situ ada
isian periode, kemudian jenis kegiatan,
aktivitas, kemudian penyusunan, jenis
pembiayaan, uraian kegiatan,
agak ke scroll ke bawah, Mas,
ya. target group, kemudian jumlah
output, satuan output di mana di situ
sudah menjadi variabel atau parameter
dari teman-teman BPSDM untuk
mengkalkulasi
atau menginventarisasi usulan tersebut.
Nah, di sini tidak ada upload apa-apa,
hanya milih dan ngisi.
Nah, kemudian di-submit ada tombol
bagian bawah itu klik submit. Next, Mas.
Di zooom.
Nah, di sini akan tersimpan. Ketika ada
sudah sukses menyimpan, maka akan
terdata di usulan. Nah, di sini nanti
secara otomatis bisa lebih dari satu
usulan, dua atau tiga, monggo terserah.
sesuai diisi lagi. Kemudian setelah
diisi,
Bapak Ibu pilih ada sebelah kiri ada
centang itu. Jika ada dua atau tiga
lebih diblok aja dicentang 1 2 3.
Kemudian diisi PIC-nya sebelah kanan
bawah itu ada isi PIC. Lanjut PIC.
Nah, ini ya di situ. Kemudian
next, Mas. Lanjut.
Nah, ketika diblok seperti itu lagi.
Lanjut.
Nah, di sini diisi P-nya.
P diisi sesuai dengan
variabel-variabelnya.
Ada nama, telepon, email, jabatan, dan
seterusnya. Bisa lebih dari satu.
Begitu. Tahap selanjutnya ini adalah
tahap isi PIC. Kemudian lanjut pada
surat pengantar.
Next. Nah, di sini Bapak Ibu diizinkan
untuk ee upload ee dalam bentuk PDF
maksimal 1 Mega. Nanti bisa di jika di
MSWD dikonversi ke PDF. Nah, dari situ
dipersilakan untuk klik setelah upload
dari ee perangkat Bapak Ibu bisa di
simpan. Next.
Nah, setelah disimpan ternyata ada
kesalahan atau perlu diedit Bapak Ibu
sekalian yang sebelah kanan nanti ada
tombol ee edit sama hapus. bisa diedit
seperti itu
dari uraian singkat ini. Next, Mas.
Nah, cukup singkat Bapak Ibu sekalian
supaya dimudahkan bahwa aplikasi ini
bisa merangkum dari seluruh usulan ee
inventarisasi untuk dikoordinasikan
dengan teman teman di BPSDM. Nah, untuk
itu ee apabila lebih dan kurangnya kami
mohon maaf. Saya kembalikan ke Bu Nurul.
Terima kasih.
I, terima kasih Mas Hendrik. Eh, jadi
Bapak Ibu nanti jangan khawatir akan ada
video tutorial yang kami sertakan pada
link materi. Mungkin nanti penyampaian
dari Mas Hendrik-nya terlalu cepat.
Insyaallah nanti di video tutorial akan
ada ee penjelasannya. sedikit menambahi
apa yang disampaikan oleh Mas Hendrik
tadi. Ee next ke paparan saya.
Di dalam Infus Bangkom ini, Bapak Ibu,
nanti kami akan menampilkan tarif. Di
dalamnya tuh ada dua jenis tarif. Tarif
yang sudah dalam bentuk baku pelatihan.
Ada satu lagi itu tarif yang berupa
semacam indeks. Nah, indeks ini nanti
berguna untuk kegiatan pada umumnya
pelatihan teknis dan fungsional. Ini
saya berikan salah satu contohnya. Jadi,
Kabupaten A akan melaksanakan kegiatan
pelatihan kompetensi teknis selama 5
hari di BPSM Provinsi Jawa Timur, kampus
Surabaya untuk 30 orang peserta dengan
studi lapangan di Provinsi Jawa Timur
selama 2 hari. Nah, bagaimana cara
menghitung indeks tarifnya? Ini kalau
dilihat di tarif yang kami tampilkan
tidak ada Bapak Ibu, tapi ada harga
satuannya itu sudah ditampilkan. Jadi
misalkan ee ini kan 5 hari di di 5 hari
itu ada 2 hari untuk OL-nya. Jadi untuk
kegiatan di BBSDM selama 3 hari itu
indeksnya adalah Rp800.000 per hari.
Jadi untuk pelatihan di BPSDM 3 harinya
itu tarifnya Rp2.400.
Sedangkan untuk pelaksanaan orientasi
lapangan 2 hari yang dilaksanakan di
dalam provinsi itu indeksnya per hari
Rp2.600.
Jadi untuk 2 hari indeksnya nanti akan
5,2 juta. Secara keseluruhan tarif
perang nanti jatuhnya akan 2,4 juta +
5,2 juta akhirnya 7,6 juta. Ini contoh
penghitungan tarif, Bapak Ibu. Jadi
nanti matriksnya bisa dilihat ee
disesuaikan dengan kondisi pelatihan
yang diinginkan. Apakah pelaksanaannya
di BPSDM Jatim ataukah di hotel ataukah
itu nanti ada OL-nya atau tidak. nanti
bisa disesuaikan, ada keterangannya
nanti bisa dipilih. Jadi ini saya
misalkan anggaran pelatihan untuk 30
orang peserta nanti totalnya akan
dibutuhkan anggaran sebesar R28
juta. Jadi untuk pelatihan kompetensi
teknis selama 5 hari yang dilaksanakan
di BPSDM Provinsi Jawa Timur dengan 2
hari orientasi lapangan yang
dilaksanakan di Prof. Jatim anggarannya
sebesar R28 juta. Tapi Bapak Ibu jangan
khawatir, nanti di dalam fitur Infus
Bangkok ini juga kami sudah menambahkan
fitur tanya tarif. Jadi misalkan nanti
Bapak Ibu ee tinggal milih jenis
kegiatan apa yang mau ditanyakan. Ada
sembilan jenis kalau enggak salah itu
nanti tinggal dipilih. Misalkan untuk
pelatihan teknis tinggal dipilih aja
dekat teknis. Nanti silakan diketik
Bapak Ibu kondisi seperti apa. Jadi
misalkan saya ingin melaksanakan
pelatihan fungsional pesertanya sekian
dilaksanakan di sini di sini mohon anu
dibantu berapa tarifnya nanti tinggal
kirim akan kami sampaikan kepada bidang
pengelola Bapak Ibu. Jadi akan kami
sampaikan jadi Bapak Ibu nanti mungkin
kebingungan tarifnya ini berapa karena
di matriks kami tidak muncul. Nanti di
Infus Bangkom akan kami sampaikan kami
tambahkan fitur tanya tarif untuk
membantu Bapak Ibu dalam menghitung
tarif. Ngaten nggih Bapak Ibu nggih.
Insyaallah bisa nggih. Next.
Nah, ini tindak lanjut Bapak Ibu. Jadi
ee untuk pembukaan fase usulan untuk
penyusulan APBD tahun 2024 insyaallah
akan mulai kami buka mulai tanggal 28
Agustus hingga 1 September. Jadiemb ee
hanya kami buka 1 minggu ya Bapak Ibu.
Untuk itu mulai dari sekarang mungkin
nanti pada saat kembali mulai dibu mulai
disusun usulan kegiatan pengembangan
kompetensi yang dibutuhkan, PIC yang
ditunjuk serta surat pengantar. Untuk
penggunaan Infus Bankom ini karena sudah
terintegrasi dengan si bank kode yang
sudah berjalan. Jadi untuk OPD PEMPR
sudah ada username-nya sesuai dengan
admin nggih Bapak Ibu. Sedangkan untuk
Kapkota nanti kami akan mengedarkan
surat Bapak Ibu dari BKD dan BKPSDM
Kapkota. Nanti intinya adalah Bapak Ibu
diwajibkan untuk mengisi berita acara
dulu karena ini terkait manajemen
aplikasi sesuai arahan dari Dinas
Kominfo Prof Jatim. Apabila Bapak, Ibu
sudah mengisi berita acara dan sudah
dikirimkan ke kami, nanti akan kami
kirimkan username dan password sehingga
bisa mengakses. Jadi, apabila nanti
tidak mengirimkan berita acara, mohon
maaf sekali tidak kami berikan akses
untuk bisa ee masuk ke Infus Bangkom. Ee
dari paparan ini monggo kami lanjutkan
ke sesi tanya jawab. Ee kami batasi
hanya satu.
Monggo. Ee petugas mik-nya ada yang
tanya. Oh, ada dua yang belakang. Satu
mbaknya sama Bapak yang tadi angkat
tangan ya, Pak ya. Gigih. Monggo.
Petugas mik-nya mohon dibantu.
Sebelah kanan eh kiri ya. Di sana ya.
Ee terima kasih atas kesempatannya Bu.
Saya dari Visnia Dinas Perhubungan. Ada
dua hal yang ingin saya tanyakan terkait
ee si bank Kodirnya. Ee jadi ini ada
beberapa pegawai yang belum masuk di
aplikasi Sibang Kodir, yaitu empat
pegawai dari pola pembibitan CPNS STTD.
Kemarin kita sudah laporkan ke Bu Novi
katanya ada programmernya dan ini
kebetulan ada programnya saya laporkan
karena mereka mau menginput ee di KLAT
itu belum bisa. Lalu yang kedua untuk
P3K apakah juga mengisi aplikasi Sibang
Kodir karena juga datanya belum masuk di
aplikasi Sibang Kodir Dinas Perhubungan.
Terima kasih.
Terima kasih Bu Fnya. Monggo Bapak yang
tadi sekalian kami jawab pertanyaannya.
Baik, terima kasih. Mohon izin, nama
saya Prahara dari Biro Pengadaan Barang
Jasa. Ee izin tanya ee untuk pengusulan
diklat apakah langsung bisa difasilitasi
atau menunggu tahun depannya?
Ya, mungkin ada diklat yang sebelumnya
tidak direncanakan, namun ee ada
anggaran kemudian kita langsung usulkan.
Apakah langsing bisa difasilitasi?
Begitu saja pertanyaannya. Terima kasih.
I
ada pertanyaan lain mungkin yang ketiga
depan.
Oh ya sudah ya sudah satu sama.
Baik izin
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Izin saya perio dari Kabupaten Kediri ee
terkait dengan
inventarasi inventarisasi usulan bagi
kabupaten kota itu yang diinput itu
adalah ee usulan diklat yang akan
difasilitasi oleh BPSDM Jatim ataukah
juga ee pelatihan ataupun diklat yang
bisa diikuti di BPSDM BPSDM Jatim ya
ataukah antara tadi ya antara yang
difasilitasi atau yang diikuti di PPSD
dan Jatim. Terima kasih.
Nggih. Yang terakhir tadi sayap kanan
ada satu ya
atau sudah?
Nggih. Baik, matur nuwun atas pertanyaan
diberikan. Yang pertama dari Bu Wisnia
Disbu
untuk si Bang Kodir saat ini posisinya
memang kami masih ini ee dalam proses
SSO dengan Emaster BKD. Jadi untuk
ada CPNS ataupun TIP P3K yang belum
masuk insyaallah nanti ee dalam waktu
dekat nggih Mas Hendrik nggih akan
segera bisa masuk karena sudah
terintegrasi dengan e-master. Jadi kalau
memang ee integrasi ini sudah berhasil,
insyaallah nanti ee P3K ataupun CPNS
otomatis bisa langsung masuk dan ee
sesuai dengan amanat IPSN ini bahwa IPSN
itu diperuntukkan ASN kan ada PNS dan
anu nggih PNS ee PNS dan P3K ngunten.
Jadi semuanya nginput Bu, nggih. Nah,
itu yang pertanyaan pertama. Yang kedua
dari Biro Barjas tadi ee
memang ini Bapak, jadi intinya kami di
sini itu untuk melaksanakan
inventarisasi usulan dulu terkait
difasilitasi atau tidak memang ada
tahapan yang akan ditempuh. Kalaupun
nanti misalkan ada pelatihan yang urgen
itu memang ada ini ya mekanisme sendiri.
Kalaupun ee apalagi sekarang dengan
adanya SIPD untuk memasukkan pelatihan
itu tidak sewaktu-waktu.
Sebagaimana kita ketahui untuk merubah
dokumen perencanaan itu dokumen anggaran
tidak bisa sewaktu-waktu. Karena itu
nanti kan tadi saya sudah sampaikan
bahwa Infos Bankom nanti yang dibuka ee
minggu depan itu akan digunakan sebagai
database penyusunan perencanaan tahun
2024 itu, Pak. Nggih. Jadi kalaupun
nanti ada hal yang urgen apalagi ini
sesama Pempr mungkin gitu ya, Pak ya,
mungkin nanti bisa berkomunikasi,
berkonsultasi mungkin di luar mekanisme
ini karena yang ada di mekanisme
investom adalah yang sesuai prosedur
Bapak. Jadi masuk ke dokumen
perencanaan, masuk ke renja, masuk ke
itu Pak. Jadi kalau minta yang ee apa
namanya? instan langsung ada PR yang
kemarin itu sepertinya belum bisa
diakomodir Bapak ngapunten di Infus
Bankkom ini. Terus yang pertanyaan
terakhir dari Pak Priedi matur nuwun
Bapak atas ketelitiannya. Jadi ee
pelatihan yang ditawarkan di ee
pelatihan yang diinventarisir ini ada
dua Bapak nanti pada saat masuk itu ada
dua jenis pembiayaan. Yang pertama oleh
APBD Pemprov, yang kedua oleh APBD
instansi pengirim. Karena itu tadi saya
sedikit menjelaskan tentang tarif ee
pelayanan. Jadi nanti misalkan dari
Kediri ada pelatihan yang berharap
difasilitasi oleh BPSDM anggarannya
Pempr itu nanti ee pembiayaannya dipilih
APBD Pempr kalau itu berasal dari
kebutuhan ee KP Kediri sendiri. Jadi
mengirim ke kami nanti diisi aja APBD
instansi pengirim dan ditentukan tarif
berapa yang diputuskan nanti gitu nggih
Pak? Nggih.
Ee Bapak Ibu masih ada pertanyaan lagi
atau cukup sekian?
Cukup. Nggih. Nggih. Demikian Bapak Ibu.
Demikian Bapak Ibu sedikit penyampaian
dari kami terkait INV Bangkom. kami
tunggu partisipasi dan ee apa namanya?
Sambutan dari Bapak Ibu semua nggih.
Karena ini pada dasarnya untuk ee
menunjang pelaksanaan kebijakan
pengembangan kompetensi di Pempr Jatim
ini. Ini merupakan suatu amanah yang
harus kami emban karena memang ee sudah
suatu tuntutan bahwa untuk melaksanakan
perencanaan itu memang harus berdasarkan
dokumen yang reliable. Nggih. Nggih.
Demikian yang kami sampaikan. Ee atas
kurang lebihnya kami mohon maaf. Waktu
kami kembalikan ke teman-teman MC.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah.
Baik, Bapak Ibu hadirin yang kami
hormati. Dengan demikian usai sudah
serangkaian acara Forum Perangkat Daerah
bidang pengembangan kompetensi tahun
2023. Saya Jordan selaku pembawa acara
pamit undur diri. Terima kasih. Selamat
siang. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam.
kami informasikan kepada Bapak Bapak Ibu
untuk
kiri ada QR code untuk materi yang telah
dipaparkan oleh para narasumber. Jadi,
kami persilakan Bapak, Ibu untuk dapat
meluangkan waktu mengisi daftar hadir
karena ini berkaitan dengan e-sertifikat
yang akan Bapak Ibu dapatkan. Demikian
informasi dari kami. Terima kasih.
Iya.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Salam sejahtera untuk kita semua. Para
narasumber yang saya hormati,
seluruh
peserta ASN belajar BPSDM Provinsi Jawa
Timur di mana saja semuanya yang saya
hormati.
Alhamdulillah
inisiasi dari BPSDM
Provinsi Jawa Timur yang menjadi PALT
Project Corporate University
diharapkan akan terus bisa memberikan
pembelajaran,
penguatan,
pengembangan kapasitas, pengembangan
wawasan, pengembangan kompetensi
lewat berbagai forum.
berbagai metode dan berbagai momentum.
Salah satu yang menurut saya bisa
memberikan referensi pembelajaran
dengan narasumber-narasumber yang luar
biasa adalah ASN belajar yang
dilaksanakan secara virtual ini. Saya
berharap bahwa ASN di seluruh Indonesia
yang mengikuti proses pembelajaran
secara virtual ini tidak akan pernah
berhenti untuk terus meningkatkan
kapasitasnya,
meningkatkan kompetensinya,
meningkatkan seluruh jejaringnya melalui
berbagai proses-proses pembelajaran yang
diharapkan
akan ketemu sinkronisasi dengan
kebutuhan kebutuhan faktual di lapangan.
Seluruh proses yang kita lakukan tentu
akan terus beradapan pada berbagai
perubahan-perubahan ekosistem.
Era 4.0, 5.0, 6.0
memberikan dampak terhadap disrupsi
terhadap banyak hal. Kita pun di
lingkungan pemerintahan
juga harus melakukan berbagai
percepatan-percepatan
adaptasi.
Kita juga diharapkan
bisa merespon secara cepat,
menyelesaikan berbagai persoalan
persoalan yang mungkin relatif lebih
kompleks dan kita diharapkan bisa
melakukan format-format yang out of the
box, tidak berjalan linear, tapi
melakukan berbagai lompatan-lompatan
pemikiran, lompatan-lompatan
karya-karya nyata dan lompatan-lompatan
prestasi yang bisa memberikan manfaat
bagi peningkatan kesejahteraan
masyarakat di mana pun kita bertugas.
Mudah-mudahan ASN belajar ini akan terus
bisa mengembangkan seluruh proses di
antara seluruh peserta ASN belajar.
bahwa jejaring secara nasional bisa kita
lakukan tentu menjadi bagian penting
untuk bisa merajut kebersatuan di antara
kita semua, kebersaudaraan di antara
kita semua dalam bingkai Negara Kesatuan
Republik Indonesia. Kepada seluruh
narasumber saya menyampaikan banyak
terima kasih dan seluruh peserta ASN
belajar. Saya juga menyampaikan terima
kasih. Mudah-mudahan akan terus bisa
memberikan penguatan bagi bakti dan
dedikasi seluruh ASN di seluruh
Indonesia. Terima kasih semuanya.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita
semua.
[Musik]
Semenjak berdirinya BPSDM Jawa Timur,
kami telah secara progresif menciptakan
wadah untuk tumbuh kembangnya para ASN
Indonesia.
Ketika era digital dimulai, tumbuh
sebuah tekad kuat untuk menyelenggarakan
berbagai bentuk pengembangan kompetensi
non klasikal.
sebuah pembelajaran bagi ASN untuk
mengembangkan kemampuan mereka yang arah
geraknya berdampingan dengan teknologi.
Ee sangat luar biasa dan ini pengalaman
kami ee belajar dengan menggunakan
metode blended learning. Jadi secara
online maupun secara luring dan sistem
yang dikembangkan pembelajaran juga
sangat memudahkan bagi kami meskipun ini
baru bagi kami dan kami baru mengetahui
ee ada mekanisme pembelajaran yang luar
biasa seperti ini. bedah buku,
sharing, komunitas belajar, patok
banding, pelatihan jarak jauh,
pendampingan di tempat kerja, podcast,
dan webinar adalah kegiatan-kegiatan
pembelajaran yang telah sukses
diselenggarakan oleh BPSDM Jawa Timur.
webinar series ee yang diselenggarakan
BPSDM Provinsi ee Jawa Timur dengan ee
mengambil tema hari ini yang ditulis
tentang kehumasan ini merupakan sebuah
terobosan yang luar biasa. Ini adalah
merupakan sesuatu yang ee sangat
menggembirakan. Inilah merupakan tanda
tanda dimulainya sebuah era baru yaitu
era ASN ee belajar
BPSDM Provinsi Jawa Timur tentu akan
terus meng-update dan meng-upgrade
dirinya. Tentu kita menyiapkan mendidik
mendiklat bahwa yang sekarang dididik
didiklat adalah mereka yang akan bersiap
juga untuk berhadapan pada 4.0 sekaligus
5.0
meninggalkan sebuah legasi yaitu
government public relation academy.
Ini kan hal-hal yang mungkin orang tidak
terpikirkan bahwa ternyata BPSDM
itu bisa membuat banyak program-program
yang menarik untuk meningkatkan
kapasitas ASN. Kesuksesan BPSDM Jawa
Timur dalam pelaksanaan pengembangan
kompetensi non klasikal ini akan terus
kami pertahankan dan kembangkan menjadi
lebih baik lagi. ASN yang berpengetahuan
luas dan cakap adalah kebanggaan kami.
SDM unggul menuju Indonesia Emas adalah
tujuan kami. Bersama BPSDM Jawa Timur,
ASN Indonesia berakhlak juara.