WEBINAR ASN BELAJAR SERI 37 - PERSONAL BRANDING BAGI ASN, PENTING NGGAK YA?
ybT5JrtK4s4 • 2022-09-22
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id di dalam pengurusan berkas-berkas yang berkaitan dengan tugas pendidikan, pengajaran, pelatihan yang ada di BPSDM Jawa Timur sejak 2 tahun yang lalu. Paw luar biasa. didesain dengan konsep borderless, self service, dan walking service. Maka aplikasi Pawat bermanfaat dalam menunjang pelaksanaan tugas Widya Iswara, khususnya dalam pemenuhan angka kredit, pembinaan Widya Iswara oleh lembaga dan menunjang tertib administrasi, pengajaran, dan keuangan. Aplikasi PAON ini sebenarnya adalah untuk memudahkan kegiatan widya iswara sehingga lebih fokus pada kegiatan belajar mengajar dan lebih efisien dalam melakukan pelatihan. [Musik] Berdasarkan keluhan dari Widya Iswara, mereka memiliki mobilitas tinggi karena harus melayani hampir seluruh ASN di Jawa Timur. Ditambah lagi mereka harus membuat SPMT dan melengkapi administrasi untuk perhitungan angka kredit. Hal inilah yang mendasari BPSDM mengambil langkah inovasi berupa aplikasi pelayanan administrasi Widya Iswara Online Paw. Apa itu Paw? Paw merupakan aplikasi mobile yang diciptakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur untuk mempermudah administrasi Widya Iswara. Dengan penyimpanan virtual, administrasi menjadi lebih cepat, mudah, dan aman. Melalui aplikasi ini kita dapat mengetahui siapa yang sedang bertugas, data untuk perhitungan angka kredit, mendeteksi koordinat tempat bertugas, memuat foto kegiatan real time, serta meminimalkan kesalahan jadwal. Selain itu, Paw juga dapat membantu lembaga dalam penilaian setiap widya Iswara dan sangat efektif di era pandemi ini untuk meminimalkan mobilitas dalam menekan penyebaran virus. Mari dukung Paw demi administrasi yang lebih mudah. dipersembahkan oleh [Musik] BPSDM Provinsi Jawa Timur merupakan lembaga pendidikan yang berkomitmen dalam mencetak ASN unggul, berkualitas, dan menjunjung tinggi integritas. [Musik] Komitmen ini diwujudkan dengan inovasi layanan minimarket kita jujur mar ASN. [Musik] Minimarket yang berlandaskan kejujuran pembeli memberikan kelonggaran dalam jam operasional yang terbuka selama 24 jam. Dengan mengusung konsep berbelanja self service, para peserta pelatihan dan ASN di BPSM Provinsi Jawa Timur dapat memilih sendiri barang yang diinginkan dan melakukan pembayaran secara mandiri. Cara pembayaran yang praktis, mudah, dan cepat menggunakan QR code Kris. Selesaikan transaksi kapan saja, jam berapa saja dengan cara yang mudah. Mau praktis kita jujur Mar ASN bagi ASN berintegritas. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saat ini saya berada di Kita Jujur Mat BPSDM Jawa Timur. Ini adalah bentuk dari implementasi dari sikap integritas yang wajib dimiliki oleh ASN dan seluruh peserta pelatihan yang ada di BPSDM Jawa Timur. tentunya kita belajar integritas tidak hanya di lingkungan pendidikan di dalam kelas, tapi harus kita aktualisasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Kitamat ini diharapkan dapat mewujudkan bagaimana karakter ASN yang sebenarnya. Dengan pola 24 jam tanpa pelayan, tanpa petugas, peserta dapat mengambil langsung secara langsung dengan mandiri seperti saya saat ini. Bayarnya juga sangat simpel dengan menggunakan Qiart atau kalau mereka tidak mempunyai aplikasi Qiart, mereka bisa memejar secara tunai dengan ada Dropbox yang sudah disiapkan. Selamat berbelanja. Mudah-mudahan dengan berbelanja dengan pola integritas ini kita dapat meneguhkan diri kita sebagai ASN yang berakhlak. Sekian. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] BPSDM Jawa Timur hebat. BPSDM Jawa Timur excellent. BKPSDM Jawa Timur banget. BPSDM Jawa Timur berjaya dalam inovasi. BPSDM Jawa Timur hebat. BPSDM Provinsi Jawa Timur jaya luar biasa. BPSDM Jatim keren. BSDM Jawa Timur semakin BPSDM Jawa Timur bangkit. IPSDM Jawa Timur inspiratif terdepan. BPSDM Jawa Timur mantap, sukses, eksil. BPSDM Provinsi Jawa Timur keren. BPSDM Jawa Timur jaya luar biasa. BPSDM Jawa Timur unggul. BPSDM Provinsi Jawa Timur. Pokoknya top. BPSDM Provinsi Jawa Timur luar biasa. BPSDM Jatim handal dan berkualitas. BPSDM Jatim jaya luar biasa. BPSDM Provinsi Jawa Timur memang keren. BPSDM Jatim pancen top dan oke tenan. BPSDM Jatim BPSDM Provinsi Jawa Timur salam satu jiwa BPSDM Jatim mantap BPSDM Jatim hebat BKSDM top markop BPSDM Jawa Timur luar biasa BPSDM Provinsi Jawa Timur menjadi pusat unggulan BPS Jatim luar biasa Saya saksinya bahwa BPSDM Jatim memang hebat. BPSDM Jawa Timur berjaya dalam inovasi. apa yang sudah diinisiasi oleh BPSDM dengan berbagai apresiasi yang sudah didapatkan dengan tugas dan mandat sebagai corporate university. Tentu kita berharap bahwa BPSDM akan terus bisa memberikan layanan terbaik bagi pengembangan kualitas SDM aparatur sipil negara baik dari Jawa Timur maupun dari berbagai daerah lain. Selamat dan sukses kepada BPSDM Provinsi Jawa Timur yang telah menerapkan corporate university berbasis sustainable development goals. Semoga BPSDM Provinsi Jawa Timur mampu berperan optimal untuk mewujudkan visi Provinsi Jawa Timur. memberikan apresiasi penuh kepada BPSDM Jawa Timur sebagai corporate university yang mengusung tema pembelajaran terkait dengan sustainable development goals atau yang kita kenal dengan SDGs. Saya kira ini merupakan suatu terobosan dalam pengembangan sumber daya manusia dalam era globalisasi ee semua ASN ini perlu sekali karena apa? bahwa yang bisa mengikuti perubahan-perubahan ini tentunya ee tidak lepas dari pelatihan-pelatihan ee ilmu-ilmu yang baru yang harus diberikan kepada ASN atau pejabat pemerintah. Ini penting sekali. Pemerintah Provinsi Timur sangat komitmen untuk mendukung pencapaian SDGIS atau tujuan pembangunan berkelanjutan hingga 2030. Hal ini dibuktikan dengan telah tersusunnya rencana aksi daerah tujuan pembangunan berkelanjutan melalui Peraturan Gubernur nomor 83 tahun 2020. Mengapa itu penting? Karena dengan mengetahui isi dan arah SDGIS, maka setiap pimpinan di lembaga apakah itu pemerintahan, apakah itu kota, apakah itu penyelenggaraan negara, mereka akan tahu di mana letak-letak peran mereka untuk men-support dan berpartisipasi dalam mencukupkan standar-standar SDGIS di dalam penyelenggaraan kegiatan OPD-nya. Selamat dan sukses kepada BPSDM Provinsi Jawa Timur yang telah menerapkan Corporate University berbasis Sustainable Development Goals. Dengan ini men-support transformasi yang diadakan di BPSDM Provinsi Jawa Timur, terutama yang digagas oleh Bapak Aris selaku Kepala BPSDM dalam rangka mendorong ASN di Provinsi Jawa Timur yang berwawasan SDGIS. karena ini merupakan agenda global yang akan kita capai bersama sampai tahun 2030. Saya berharap insersi SDGIS ke dalam kurikulum pelatihan ini akan mengembangkan kompetensi ASN dalam menyeimbangkan prinsip-prinsip people, planet, prosperity, serta partnership dan juga peace. Corporate University sebagai sebuah pembelajaran strategis yang menekankan pada metode kolaborasi sangat dibutuhkan di dalam menggerakkan SDG. Dalam hal ini saya menilai BPSDM Jawa Timur sudah sangat berhasil memerankan diri bukan hanya sebagai pencetak kader-kader inovasi inovatif di Indonesia, tetapi justru juga memerankan diri sebagai lembaga yang eh sangat inovatif di Indonesia. Sharing, fairness. By leadership menentukan energi dari sebuah organisasi yang kita BPSDM Jawa Timur hebat. Semakin berkembangnya ekosistem digital saat ini membuat seluruh orang berlomba-lomba membangun citra mereka di hadapan publik. Personal branding akhir-akhir ini sering digaungkan dan dianggap sebagai hal yang sangat penting sekali. Tak terkecuali bagi ASN. Lantas bagaimana ya cara untuk membangun personal branding bagi ASN? Yuk, jangan lewatkan webinar ASN belajar kali ini. BPSDM Jawa Timur berkolaborasi dengan Mark Institute menyelenggarakan webinar ASN Belajar seri 37. Personal branding bagi ASN penting enggak ya? Turut menghadirkan narasumber Ratu Agnia Fadilah STSOM, SAB selaku eksklusif fasilitator Markless Institute. Catat tanggalnya dan dapatkan merchandise menarik bagi peserta beruntung. [Musik] Halo seluruh sobat Kota SN semua yang ada di seluruh Indonesia. Selamat pagi, good morning. Bersama dengan saya lagi Lukman Ali yang tentunya akan menyapa dan menemani Sobat ASN dalam acara webinar ASN Belajar seri 37, personal branding bagi ASN. Penting enggak ya? Dan tentunya saya juga ingin menyapa kepada seluruh sobat ASN yang sudah tergabung baik melalui platform Zoom di hari ini ataupun yang tengah menyaksikan melalui kanal YouTube live streaming di BPSDM Jatim TV. Juga saya ucapkan selamat datang dalam acara webinar ASN Belajar seri 37. Nah, bagi sobat ASN yang sudah bergabung dalam acara di pagi hari ini, ada beberapa informasi penting yang harus saya sampaikan ya. Karena BPSDM Jawa Timur ini memiliki banyak sekali channel media sosial yang tentunya informasi-informasi menarik ini tidak boleh untuk Sobat ASN lewati ya. Jadi, Sobat ASN bisa langsung follow dan juga subscribe di media sosial yang kami miliki. Ada di Facebook BPSDM Jawa Timur, kemudian di Instagram @bbsdmjatim, ada juga di Twitter di @bbsdm_jatim dan juga di YouTube BPSDM Jatim TV. Nah, bagi sobat ASN yang sudah ng-follow dan subscribe pastinya akan ee dapat banyak sekali informasi-informasi menarik dan penting ya terkait dengan program-program menarik dari BPSDM Jawa Timur. Namun bagi yang belum silakan untuk bisa follow dan subscribe mulai dari sekarang ya dan jangan lupa untuk ee nyalakan lonceng notifikasinya. Nah, sebelum kita mulai acara di pagi hari ini, terlebih dahulu ada beberapa tata tertib yang perlu untuk Sobat ASN ketahui. Nah, kali ini kita akan bersama-sama menyaksikan tayangan video bumper tata tertib melalui tayangan video berikut ini. Iya, itu tadi adalah beberapa tata tertib yang perlu untuk Sobat ASN ikuti ya selama acara webinar ASN belajar seri 37 ini berlangsung. Dan sekali lagi saya ingin menegaskan bahwasanya untuk kolom chat Zoom ini hanya dipergunakan Anda yang ingin mengajukan pertanyaan saat sesi diskusi nanti berlangsung. Nah, apabila Sobat ASN ini memiliki kepentingan yang lain selama acara berlangsung, Anda dapat menyampaikan melalui chat private Zoom ya ee kepada panitia yang standby di acara untuk hari ini. Nah, Sobat ASN saya juga ingin memberikan kabar gembira ee kepada Sobat ASN semua di sini karena hari ini kita juga akan membagikan merchandise-merchandise menarik. Caranya gampang banget, Sobat ASN bisa upload eh story dari Instagram Sobat ASN semua momen-momen menarik selama mengikuti acara webinar di ee pagi hari ini. Dan jangan lupa untuk tag di akun Instagram kami di @bpsdmjatim ya. Nanti akan kami pilih pemenang dengan story terbaik dan paling menarik untuk mendapatkan merchandise eksklusif dari BPSDM Jawa Timur. Baik Sobat ASN, kita akan mulai masuk ke acara berikutnya, yakni akan ada keynote speech yang akan disampaikan secara langsung oleh Dr. Jacky Musri selaku CEO of Mark Institute berikut ini. Kepada yang terhormat Bapak Aries Agung Pawai, Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur. Kepada yang kami hormati Ibu Ratu Ahnia Fadilah, rekan saya exclusive facilitator Marplas Institute. Kepada yang saya hormati Saudara Lukman Ali selaku moderator serta kepada seluruh peserta webinar ASN Belajar seri 37 yang saya banggakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semuanya. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. dan salam kebajikan. Saya mengucapkan selamat datang dalam webinar ASN Belajar SDI 37 bertajuk Personal Branding bagi ASN. Penting enggak ya? yang terselenggara berkat kolaborasi antara BPSDM Jawa Timur dengan Markpl Institute. Kalau berbicara mengenai personal branding, sebenarnya kita dapat memahami hal tersebut melalui tiga elemen, yaitu positioning, differentiation, serta brand. Positioning berkaitan dengan janji yang kita sampaikan kepada para pihak terkait atau stakeholders yang merupakan target market kita. Differentiation berkaitan dengan bagaimana cara kita memenuhi janji tersebut melalui berbagai taktik pelaksanaan yang pada gilirannya membentuk citra brand diri kita sebagaimana yang kita inginkan. Personal branding bagi ASN tidak sekadar relevan sebatas individual saja, namun secara agregat akan membentuk citra dari institusi di mana para ASN tersebut sedang bertugas. Itulah sebabnya penting bagi ASN untuk merefleksikan berbagai nilai-nilai institusinya masing-masing. Apalagi di era digital saat ini, informasi dapat beredar secara cepat dan seketika itu juga dikonsumsi oleh masyarakat luas. Oleh karena itu, setiap ASN sebagai perpanjangan tangan dari institusinya harus dapat menjaga citra yang baik dan sekaligus menampilkan keunikan. Setiap ASN perlu memahami dan menerapkan sepenuhnya berbagai nilai-nilai atau values secara konsisten yang kemudian juga terkomunikasi melalui berbagai platform media yang relevan. dan pada gilirannya membentuk suatu persepsi yang sangat positif bahkan menimbulkan kepercayaan yang tinggi terhadap institusinya. Lantas apa saja yang dapat kita lakukan sebagai seorang ASN untuk memiliki personal branding yang baik? Pertama, kita jangan lagi terjebak pada pola pikir bahwa kita kan hanya pegawai. Mental pegawai sudah harus berakhir. Dan kita sebagai ASN harus bangga bahwa kita ini adalah garda terdepan dalam upaya transformasi di negara kita. ASN adalah agen perubahan. Namun kalau mau menjadi elemen perubahan, maka perubahan harus dimulai dari diri kita sendiri. Dalam lingkungan yang sangat dinamis, kita tidak dapat menggunakan cara-cara lama yang mungkin sudah obsolit. Kalau kita masih berkeras, bersih keras menggunakan cara-cara lama tersebut, maka kita akhirnya akan menjadi sosok yang tidak kompeten, irelevan, dan bahkan menurun manfaatnya bagi banyak orang. Padahal kita semua tahu bahwa sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat bagi banyak orang lain. Jadi, ayolah kita bertransformasi. Dan jika semua ASN bertransformasi ke arah yang sama, maka coba bayangkan saja dampak positif yang terjadi bagi organisasi dan masyarakat luas. Tentu kita semua tahu bahwa core values ASN adalah berakhlak. Yang pertama berorientasi pelayanan. Pelayanan di sini bukan lagi dalam konteks pasif atau mungkin reaktif, tetapi lebih berorientasi pada pendekatan yang apa ya? Care begitu atau kepedulian. Oleh karena itu, tunjukkanlah kepedulian yang tulus kepada para stakeholders. Selanjutnya akuntabel. Semua tugas harus dapat diselesaikan sampai tuntas, tidak tertunda, enggak pakai lama. Jangan hanya dibatasi oleh jam kerja saja dan berlindung dengan alasan profesional. Zaman sekarang tidaklah cukup lagi sekadar profesional, namun harus solution oriented. ASN harus dapat membentuk kepercayaan bahwa ASN adalah orang-orang yang akuntabel dalam memberikan solusi terbaik. Kemudian harmonis, tunjukkan sikap toleransi yang tinggi. Open minded dalam menghadapi segala situasi. Jangan baperan dan sering resisten terhadap berbagai kritikan dan berbagai hal baru. Lalu loyal. Jika sudah memilih menjadi ASN, maka haruslah loyal tanpa kompromi terhadap negara. Itu wajib. Jangan menjadi ASN hanya karena menumpang hidup saja. Bekerja hanya untuk mengambil benefit atau manfaat. Namun di balik itu semuanya kadang justru menjelekkan institusinya sendiri, mengeluh terus dan bahkan tidak bangga terhadap institusi. Adaptif seperti yang saya sudah sebutkan tadi bahwa dalam lingkungan yang sangat dinamis, penuh ketidakpastian, maka setiap ASN harus terus bertransformasi. Unlearn semua skill dan knowledge yang sudah tidak valid. lalu learn atau belajar hal-hal baru yang relevan. Kalau perlu relearn, belajar dan belajar lagi agar semakin mantap. Dan yang terakhir adalah kolaboratif. Kita tidak bisa menghadapi dunia yang unforgiving tanpa ampun dan keras seperti ini seorang diri saja. Oleh karena itu, kita perlu terus mengidentifikasi berbagai kesempatan, bahkan mungkin menciptakan berbagai kesempatan. Kemudian berani mengambil risiko yang kalkulatif dan yang penting kita harus terus membangun jejaring dan memanfaatkan jejaring tersebut untuk membangun kolaborasi. Kolaborasi adalah kunci sukses agar kita bisa survive menuju tahun 2030 dan bahkan mencapai Indonesia emas 2045. Harapan saya melalui webinar ASN belajar seri 37 ini kita bersama-sama bisa kembali mengevaluasi diri, meninjau kembali visi pribadi kita. Apakah masih sejalan dengan visi institusi dan negara, melakukan perbaikan, pembaruan, dan bahkan melahirkan kembali sosok diri kita sebagai ASN yang berkaliber. Inilah saatnya Indonesia. Inilah saatnya ASN. Semoga yang saya sampaikan tadi dapat sedikit memberi manfaat atau setidaknya menginspirasi teman-teman semuanya. Lebih kurangnya saya mohon maaf. Selamat mengikuti webinar ini. Salam sehat selalu. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Om santi shanti shanti om. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Dr. Jack Musri selaku CEO of Markless Institute atas keynote speech yang telah diberikan. Nah, Sobat ASM sebelum kita masuk ke sesi yang sangat kita tunggu-tunggu di hari ini terlebih dahulu mungkin banyak sekali yang bertanya-tanya sebenarnya apa sih merchandise eksklusif yang dibagikan oleh BPSDM Jatim dan juga Markplace Institute? Tenang ya, kita punya banyak sekali varian merchandise yang ada saat ini. Nah, aku akan spill dulu salah satunya ini adalah ballp dan juga flash disk ya, eksklusif dari BPSDM Jawa Timur. Jadi, kita akan bagikan sebanyak tiga ya. tiga aja. Ini eksklusif banget soalnya kalau kalian lihat ini modelnya kece-kece banget ya, futuristik banget. Dan enggak hanya itu aja, kita juga punya yang namanya buku pengusaha juara. Ini karya dari e Mas Ardi ee selaku CEO dari eh Mark Institute juga ya. Jadi ee sembari ee mengikuti webinar kali ini menambah insight banyak sekali. Sobat ASN juga bisa menambah ilmu lewat buku yang kami bagikan. Dan enggak hanya itu aja, kita juga punya di sebelah sini ada tumblr dan juga ada headset ya eksklusif dari BPSDM Jawa Timur. Jadi nanti selama proses materi, Sobat ASN bebas banget ya untuk bertanya apa saja terkait dengan materi personal branding. Soalnya kalau kita bicara masalah materi personal branding ini apalagi di era digital ini ee merupakan hal yang sangat penting banget ya. Apalagi ee kadang kala media sosial itu seringki kita salah gunakan untuk hal-hal tertentu. Sedangkan kalau kita bekerja ee di bawah naungan institusi atau lembaga, kita juga turut membawa nama institusi tersebut. Sehingga penting sekali bagi kita sebagai ASN ini untuk mengetahui sebenarnya nilai-nilai apa yang diterapkan di institusi tersebut dan menerapkannya dalam diri kita untuk refleksinya itu ee seperti apa kayak gitu ya. Nah, kali ini kita akan bersama-sama ee belajar secara langsung dengan eksklusif fasilitator dari Marpl Institute. Beliau ini dikenal sebagai Ibu Ratu Agnia Fadila, ST, SKOM, SAB, MBE, M.M. selaku eksklusif fasilitator dari ML Institute. Mungkin dari tim bisa di ee tampilkan untuk CV beliau. Oke. Nah, kalau bicara masalah expertise dari beliau ini banyak sekali ya. Salah satunya adalah terkait dengan digital marketing, ada juga teknopreneurship, ada internet of things dan lain sebagainya. Nah, kalau berbicara terkait dengan work experiences-nya ini beliau punya banyak sekali juga pengalaman. Beliau ini sebagai founder and owner of old security systems, juga sebagai founder and CEO of PT Global Future Technologies atau Glove Tech Group. Dan masih banyak sekali pengalaman-pengalaman dari beliau. Jadi langsung saja saya persilakan. Ini dia Ibu Ratu Agnia Fadila, eksklusif fasilitator Marless Institute. Selamat pagi, Bu Ratu. Selamat pagi. Halo. Bagaimana kabarnya, Ibu? Baik, baik. Alhamdulillah baik. Luar biasa banget ya. Kalau saya lihat Bu Ratu ini mirip-mirip model-model di Jakarta fashion Week kali ya. Waduh, apence-nya asik banget ini. Nah, ini kan juga biasanya kalau bicara masalah appearance grooming itu kan juga merupakan salah satu implementasi dari personal branding ya, Bu ya sebenarnya ya. Betul sekali. Oke. Nah, kali ini kita akan bersama-sama mendengarkan materi yang sangat luar biasa dari Ibu Ratu. Jadi, saya langsung saja persilakan Bu Ratu, monggo untuk menyampaikan materinya. Baik, ya. Bisa minta tolong untuk disarkan. I. Oke, selamat pagi semuanya. Semangat pagi ya, lebih tepatnya semangat pagi semuanya. Terima kasih. suatu kehormatan saya dipersediakan untuk menjadi fasilitator di sini di sesi ke37. Baik ee terutama yang saya hormati dari BTSDM Jawa Timur, lalu dari Bapak CEO Dr. Zaki Musri dan ee Bapak Lukman Ali. Nah, ee yang saya hormati juga para ASN di seluruh Indonesia yang mengikuti sesi ini. Sekarang kita masuk ke ee personal branding bagi ASN penting enggak ya? Saat ini kan sudah banyak ya sebenarnya ASN yang sudah melakukan personal branding. Nah, lalu banyak juga pertanyaan itu ee kita bertabrakan enggak ya dengan peraturan? Nah, selain itu juga boleh enggak ya kita melakukan personal branding? Sebenarnya itu justru malah menjadi sesuatu hal yang sangat penting bagi ASN gitu. Tidak hanya personal branding itu tidak hanya untuk seorang wirausaha saja, tidak hanya untuk orang-orang yang memang sebagai fasilitator, sebagai moderator dan lain sebagainya. Tapi bagi ASN terutama ee bagi ASN atau misalkan buat ee ini BUMN di mana pun yang bekerja gitu, itu sangat penting gitu. terutama pengalaman saya juga ee dulu sempat bekerja justru yang membantu untuk meningkatkan potensi saya dan meningkatkan penempatan saya dalam pekerjaan, meningkatkan personal branding itu sangat disorot sekali oleh atasan kayak gitu. Baik, next. Selanjutnya kita langsung masuk saja ke sesi pertama personal branding penting enggak ya? Oke, next. ya. Nah, untuk sekarang ini kita masuk di personal branding mindset. Karena untuk kita membuka personal branding mindset itu tentu kita ee harus bisa open minded dulu. Kenapa sih saya perlu gitu untuk personal branding? Sementara saat ini mungkin ee zonanya sudah nyaman gitu, sudah cukup untuk saat ini gitu. Lalu kenapa saya harus meningkatkan lagi dari personal branding? Oke, mari kita lanjut. Next, I. Next. Ah, baik. Nah, untuk pertama ini menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN. Nah, di sini saya mengutip sebentar ya. Aparatur sipil negara yang selanjutnya disingkat ASN adalah profesi bagi pegawai negeri sipil yang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintahan menurut pasal 1 angk. Lalu di sini yang mungkin sangat penting, setiap pegawai ASN memiliki hak dan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi. Nah, di sini untuk meningkatkan personal branding tentu harus meningkatkan kompetensi. Apakah itu bertabrakan dengan peraturan? Tidak tentunya. Justru malah ee di sini punya hak dan kewajiban bagi para ASN bahwa setiap ASN memiliki hak dan kesempatan untuk mengembangkan potensinya. Nah, di sini output-nya manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Menurut pasal 1 angkatan 5 UASN. Oke, next. Selanjutnya. Nah, lalu dengan sekarang personal branding ini yang sering dipertanyakan itu kita bertabrakan enggak dengan kode etik gitu sebagai ASN. Nah, di sini saya mengutip kode etik dan kode perilaku ASN di pasal 5 ayat 2 UU ASN. Hal-hal yang harus diperhatikan oleh ASN dalam melakukan personal branding yaitu pertama menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara. Yang kedua memberikan informasi secara benar tidak menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan. Lalu selanjutnya tidak menyalahgunakan informasi internegara, tugas, status, kekuasaan, dan jabatan untuk mendapatkan atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau untuk orang lain. Lalu yang terakhir, memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan integrasi ASN. Nah, di luar dari ini gitu dari dari selama kita tidak bertabrakan dengan kode etik yang ada, sah-sah saja untuk melakukan personal branding di sini gitu. Jadi ee ini merupakan jawaban sebenarnya bolehkah untuk kami melakukan personal branding? Misalkan saat ini tuh yang personal branding tuh dengan multiannel dengan kita itu tuh dengan sosial media ataukah kita sekarang menulis gitu menulis di sekarang kan menulis juga sudah sudah melakukannya di website kayak gitu. Nah, itu apakah bertabrakan enggak? Selama tidak bertabrakan dengan kode etik ini sah-sah saja untuk melakukan personal branding. Justru malah itu sangat dipentingkan sekali untuk saat ini. Oke, next. Selanjutnya ya ini infografis PNS pada Desember 2020 bahwa PNS saat itu ee wanita 52% lalu pria 48% dengan jumlah 44.18.118. Lalu next selanjutnya. Nah, ini data Badan Kepegawaian Negara BKN tahun 2022 ya. Sekarang sudah mencapai 4,25 juta ASN di pusat dan daerah. Nah, terbayang ya ASN ini cukup banyak gitu. Lalu apa sih yang menjadikan pembeda kita dengan ASN lainnya? Lalu bagaimana cara kita untuk memperlihatkan bahwa kita something yang unik yang bisa yang ibaratkan punya kontribusi yang cukup besar gitu untuk negara ini. Lalu untuk diperlihatkan itu bagaimana? Nah, justru di sinilah pentingnya adanya personal branding. Karena kita seringki mengingat seseorang dikarenakan personal brandingnya yang memang cukup kuat kayak gitu. Nah, di sini dari 4,25 juta 35% masuk dalam kategori dead good. Kayu mati memiliki kompetensi dan kinerja yang sangat buruk umumnya berusia lebih lebih dari 51 tahun. Lalu selanjutnya ada 11,5% masuk dalam kategori STAR. Memiliki kompetensi dan kinerja yang baik dan sangat baik. umumnya berusia di bawah 51 tahun. Lalu 7,5%-nya masuk dalam kategori train. Memiliki semangat bekerja keras sebagai abdi negara dan masyarakat namun kompetensi belum memadai. Nah, lalu selanjutnya 46% masuk dalam kategori workhous. Memiliki kompetensi yang baik namun malas bekerja apalagi berinovasi. Nah, hal ini yang perlu disiasati. Oke, next. Selanjutnya, nah di sini personal branding itu apa? Personal branding. Cara untuk mempromosikan diri sendiri dan mengkombinasikan keunikan dari keterampilan, pengalaman, dan kepribadian yang Anda inginkan agar dunia melihat Anda. Hal ini adalah cerita tentang kisah hidup Anda. Bagaimana itu mencerminkan perilaku Anda, kata-kata yang diucapkan, serta tindakan atau sikap Anda. Sama halnya seperti misalkan orang mengenal saya sebagai apa? ketika orang bertanya kamu siapa? Nah, ketika saya waktu dulu ketika saya kerja, saya ditanya orang, "Kamu sebagai apa?" "Saya bekerja sebagai IT." Nah, tapi dia oke sebagai IT di mana? Lalu apa yang kamu kerjakan? Sama halnya dengan yang di PT ini. Nah, biasanya pertanyaan-pertanyaan itu muncul lalu selanjutnya dia mengingat saya hanya misalkan nama saya dia sebagai IT gitu. itu kan sebenarnya dasar dari personal branding. Lalu ketika ketika orang bertanya lagi ee kamu ee sebagai apa? Oh, saya bekerja sebagai ASN di dinas mana gitu. Nah, sekarang yang bekerja sebagai ASN dalam suatu dinas itu mungkin ada beberapa orang, mungkin ada 12, ada 10, ada 20 gitu bahkan banyak. Nah, lalu apa sih yang akan membuat orang selalu mengingat kita dengan kita satu kali berkenalan? Di situlah personal branding harus dibuat. Oke, next. Selanjutnya. Nah, di sini juga menurut peraturan Permenpan RB nomor 7 tahun 2022, mungkin sebelumnya sempat mendengar ya tentang ini. Sistem kerja pada instansi pemerintah untuk menyederhanakan birokrasi. Kenapa di sini saya membahas e membahas sedikitnya peraturan pada ASN supaya ini tidak bertabrakan dengan bagaimana ASN membangun personal branding. Nah, di sini sistem kerja adalah serangkaian prosedur dan tata kerja yang membentuk suatu proses aktivitas pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi. Nah, dalam melaksanakan tugas kita lihat di pasal 6. di pasal 6 ini. Poin D, mengoptimalkan pemanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Nah, tentu di sini juga sudah ada dalam peraturan bahwa kita tidak menyalahgunakan peraturan selama tidak ee bertabrakan dengan kode etik tadi gitu. Ibaratkan ee data negara kita open gitu kayak gitu. Nah, selama itu hanya untuk personal branding kita, bahkan untuk beberapa gubernur kita mungkin yang sudah diketahui ada yang punya personal branding, dia sebagai orang yang gaul dan humoris gitu. Nah, itu sebenarnya untuk personal branding gitu. tidak tidak menutup kemungkinan hanya personal branding itu tuh justru apapun yang kita sajikan informasi mungkin dari instansi kita atau misalkan informasi di daerah kita itu akan cepat ditanggapi oleh masyarakat gitu. Karena apa? Karena adanya trust dari masyarakat, adanya kepercayaan gitu. Karena tahu, oh orang ini selalu memberikan informasi yang sangat tepat kayak gitu. Nah, sehingga membangun kepercayaan atau kredibilitas gitu. Nah, oke. Di sini mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Jadi, gimana sih caranya untuk kita membangun personal branding? nanti saya akan bahas. Nah, yang penting sekarang kita sudah punya mindset bahwa wah saya sebagai ASN ini sangat penting sekali membangun dari personal branding gitu dan itu memang menurut peraturan juga sudah disahkan bahwa sekarang ini itu harus mengoptimalkan pemanfaatkan teknologi gitu, teknologi informasi ya. Misalkan saya misalkan harus di sosial media kah ataukah di mana kayak gitu. Yang penting dari personal branding kita itu suatu hal yang unik yang bisa diterima gitu, yang bisa membantu mungkin dari instansi maupun dari masyarakat. Nah, supaya kita lebih dikena lagi, agar kita gampang untuk berkomunikasi juga terutama melayani masyarakat seperti itu. Oke, next. Selanjutnya ya mungkin di sini juga dari Permenpan RB nomor 7 tahun 2022. Nah, tahun 2022 ini sudah tidak asing lagi bahwa saat ini di seluruh daerah selalu bilang sistem pemerintahan berbasis elektronik SPBE. Nah, jika kita untuk membangun personal branding itu sangat-sangat menjaga-jaga gitu ee takut salahlah atau misalkan wah itu takut nanti bertabrakan dengan kode etik lah. Sementara sekarang ini sudah canggih yang katanya sudah berbasis katanya smart city. Sementara dalam smart city itu ada smart people katanya. Lalu sekarang itu tuh kita menggunakan sistem pemerintahan berbasis elektronik. Bahkan sekarang itu tuh dari dari ee masyarakat sendiri sudah ada kayak keluhan atau apapun berbasis elektronik seperti itu. Lalu ketika kita tidak menyesuaikan dari UI dan UX gitu kita itu tuh bagaimana gitu supaya kita melayani masyarakat itu karena ibaratkan masyarakat lebih lebih cepat tanggap gitu dalam sosial media sistem dalam sistem pemerintahan itu sendiri gitu. Oleh karena itu kita harus bisa mengikuti gitu, mengikuti dari ee perkembangan saat ini kayak gitu. Terutama selagi kita meningkatkan personal branding, lalu kita juga meningkatkan dari ee pengetahuan kita terkait UIUX gitu dari sistem informasi gitu. Nah, selagi berjalan personal branding itu pasti akan meningkat gitu. Terutama kita melayani masyarakat. masyarakat bertanya apa kita paham karena kita sebagai orang yang melakukan itu gitu sebagai orang yang ngibaratkan selama personal branding itu oh iya gitu cepat tanggap gitu dalam UIUX ini sistem impertahan berbasis elektronik nah di sini pemanfaat pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi oke di sini dalam pasal 20 instansi pemerintah mengutamakan layanan administrasi pemerintahan berbasis elektronik melalui pemanfaatan aplikasi SPB. Nah, coba deh saat ini untuk menyampaikan adanya SPBE saja, adanya suatu sistem informasi baru kayak gitu, adanya aplikasi baru atau apapun itu. Bahkan misalkan dalam satu instansi itu selalu disajikan informasinya melalui sosial medianya. Nah, kenapa sekarang semua instansi memiliki sosial media? supaya lebih gampang dikenal dalam instansi itu sendiri. Nah, instansi saja memerlukan branding. Lalu secara personal pun sama, kita memerlukan branding, gitu. Nah, ketika ada seorang ASN di dalam satu lingkup ee organisasi atau satu lingkup instansi, dia menyajikan informasi karena orang-orang sudah mengetahui dia misalkan ee dalam sosial medianya followers-nya cukup banyak karena dikenal dia sebagai penulis atau dia dikenal sebagai ee seorang influencer gitu. Bisa jadi kan karena banyak juga sekarang sebagai aparatur negara gitu. Bapak Sipil Negara itu yang menjadi influencer seperti itu. Lalu ee dia juga menyajikan informasi juga gitu di sosial media dia gitu bahwa adanya ee SPBE ee ee SPBE ke berapa gitu lalu adanya sistem informasi yang baru gitu apa gitu bahwa masyarakat bisa menyajikan bisa misalkan menyampaikan keluhan via aplikasi ini gitu. Nah, itu lebih cepat sampai ke masyarakat kayak gitu. Karena masyarakat mengenal si A ini sebagai apa gitu dan dia itu sebagai seorang yang selalu mengikuti orang ini gitu. Oke. Lalu di sini di pasal 21, pimpinan instansi pemerintah memastikan setiap unit organisasi menggunakan aplikasi umum berbagi pakai sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 20 ayat 2 yang di sini aplikasi SPBE sebagaimana dimaksud pada ayat 1 berupa aplikasi umum berbagai pakai. Nah, oleh karena itu saat ini karena sudah berbasis elektronik ya, semua juga harus bisa menyesuaikan gitu dengan sekarang itu kita multi channel ya semuanya ee dari mulai sosial media, dari mulai sekarang sekarang menggunakan aplikasi atau website kita sendiri gitu. Nah, kita menyajikan informasi melalui hal tersebut gitu. Kenapa? Untuk membangun apa? Membangun brand. Nah, kenapa sih setiap dinas itu selalu dia membuat suatu aplikasi yang itu tuh untuk mempermudah masyarakat misalkan antara masyarakat dan ASN itu sendiri? Karena di sini membangun brand kepercayaan kepada masyarakat bahwa adanya transparansi gitu. Nah, terutama misalkan orang-orang dalam instansi tersebut, ASN di sini menyajikan informasi gitu dekat dengan masyarakat dengan misalkan dia membangun sebagai personal brandingnya itu tuh saya sebagai orang yang ramah, sebagai orang yang begitu cepat tanggap terhadap masyarakat seperti itu. Nah, itu salah satu personal branding. Lalu masyarakat sendiri gampang untuk gampang untuk mengenal gitu. Oh, di dinas ini adanya aplikasi ini dan saya bertanyanya pasti sama Pak ini karena dia sebagai seseorang yang sangat ramah gitu yang mau mendengarkan keluhan kami misalkan seperti itu. Nah, itu cukup untuk bisa ee membuat personal branding di tengah masyarakat. Apalagi mungkin dalam instansi itu sendiri pasti dari atasan juga wah ini kepercayaan masyarakat ini selalu ada pada melekat pada seorang ini gitu misalkan. Oke next. Selanjutnya ya, penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik SPBE atau e-goverment yaitu penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan TIK untuk memberikan layanan kepada instansi pemerintah, aparatur sipil negara, pelaku bisnis, masyarakat, dan pihak-pihak lainnya. Seperti yang tadi saya sempat jelaskan bahwa sistem pemerintah berbasis elektronik ini atau SPBE memang yang melakukan atau misalkan yang merasakan dari SPBE ini kan semua gitu. Bukan hanya pemerintah sendiri yang membangun SPBE-nya, bahkan masyarakat sendiri menggunakannya kayak gitu. Jadi semua saling saling berintegrasi di sana, saling berkomunikasi di sana kayak gitu. Nah, tapi kena ee misalkan loh sekarang ini sudah berbasis elektronik, lalu masih pentingkah misalkan personal branding? Of course masih sangat penting gitu. Kenapa? Karena di di balik dari sekarang orang-orang menggunakan aplikasi masih ada secara fisikal, masih ada ee masyarakat itu tuh mempertanyakan bagaimana sih cara menggunakan sistem elektronik ini? bagaimana sih sistem aplikasi ini bisa saya gunakan. Lalu dia berinteraksi dengan siapa? Ya, dengan ASN itu sendiri. Otomatis bagaimana sih cara kita ee memperlihatkan siapa kita dan apa sih yang bisa masyarakat kenal dan melekat pada diri kita. Oke, next. Selanjutnya ya, di sini ada kompetensi atau keahlian. Kompetensi atau keahlian yang dimiliki oleh ASN itu tentu sangat menunjang dari kinerja. Seperti tadi ada peraturan bahwa ASN berhak untuk meningkatkan kompetensi. Kenapa sih ASN selalu ada beamtech, selalu ada ee penambahan dari misalkan ee hard skill yang ditambah gitu. misalkan tiba-tiba sekarang lagi belajar untuk ee infografis atau misalkan membuat dari ee ini gitu dari desain. Ada juga misalkan dia menggunakan tools-tools lainnya gitu. Di sini untuk apa? Meningkatkan kompetensi atau keahlian yang di mana itu sangat menunjang sekali terhadap kinerja. Nah, ketika kinerja ditunjang oleh kompetensi, soft skill, dan hard skill, di sini juga menghasilkan citra atau reputasi institusi atau organisasi. Jadi citra itu tuh yang melekat pada kita itu tidak hanya melekat pada diri kita saja. Di mana kita bekerja itu di sangat melekat sekali ketika kadang suka suka kita sering kali kan ada masyarakat yang ih saya malas banget nih datang ke sana gitu, datang ke dinas mana walaupun untuk membuat membuat ini gitu. Kenapa? Karena selalu ditanggapin dengan jutek gitu. Padahal itu mungkin hanya satu orang, tapi itu melekat sekali gitu. Ketika satu orang bercerita terhadap 10 orang, apa yang terjadi? Ya, di sana yang yang dibicarakan adalah institusi atau organisasi itu sendiri gitu. Bukan hanya secara personal branding-nya saja yang dibuat gitu seperti itu. Tapi citra dan reputasinya juga sangat terpengaruh gitu dari personal branding itu sendiri. Nah, dari tiga itu menghasilkan personal branding. Lalu saya mau dikenal sebagai apa di institusi atau organisasi atau organisasi itu mau dikenal dengan dengan ASN-nya seperti apa gitu. Nah, di sinilah personal branding mulai dibuilding seperti itu. Oke, next. Selanjutnya ya untuk ee kompetensi selalu kita itu tuh harus bertanya pada diri kita sebelum kita membangun personal branding. Ini juga salah satu ee beberapa pertanyaan yang selalu saya tanyakan bahkan setiap saat gitu. Walaupun misalkan oke Ratuagnia ini seorang dia seorang misalkan praktisi dia seorang ee fasilitator dari maklus dikenalnya di sana. Tapi tentu kita harus selalu meng-upgrade apalagi sekarang ini di zaman era digital saat ini gitu. Society 5.0 gitu yang di mana antara manusia dan teknologi ini saling berdampingan, saling membutuhkan satu sama lain kayak gitu. Lalu ee ketika kita tidak meng-upgrade gitu potensi dan kompetensi kita gitu, wah semakin ketinggalan justru personal branding itu tuh bisa saat terjadi saat itu kita dikenal sebagai apa. Lalu karena kita tidak membuilding itu, tidak kita tidak mengupgrade itu, besoknya orang-orang akan lupa gitu. Lalu kita lalu bagaimana gitu. Nah, di sinilah kita harus selalu bertanya sebenarnya apa sih keunggulan saya gitu. Lalu apa target saya? apa kekuatan saya, apa citra yang ingin dibangun oleh saya? Nah, empat hal ini yang kita tanya terhadap diri kita itulah yang akan menjadi poin di mana kita bisa membangun personal branding kita. Misalkan apa keunggulan saya? Oh, ternyata saya itu tuh unggul dalam hal menulis. Nah, lalu di sini tuh ketika saya punya keunggulan tahu, punya keahlian, saya menulis gitu. Nah, kenapa saya tidak bangun kompetensi saya tuh di sini personal branding saya itu tuh ahli dalam menulis. Bahkan misalkan saya itu tuh tulisan-tulisan saya misalkan selalu di-share bahwa itu terkait apa. Misalkan terkait terkait inikah ilmuah atau terkait misalkan sesuatu hal yang memang kita dalami seperti itu. Lalu apa target saya? Nah, ketika kita punya target, target itu tidak hanya dalam hal tidak hanya dalam hal branding atau apa. Pada saat kita menjadi seorang karyawan, terutama saya dulu sebagai orang karyawan, saya tentu ingin mempunyai target jenjang karir. Lalu segitu banyaknya orang yang bekerja di situ, bagaimana sih supaya saya itu tuh bisa cepat untuk melakukan jenjang karir tersebut ketika saya itu tuh dikenalnya hanya sama halnya dengan orang lain? Nah, itulah yang menjadi ee pemikiran saya pada saat itu. Saya harus menggali keunggulan saya di mana supaya saya dinilai pantas untuk saya itu tuh bisa meningkatkan ee diri saya gitu sebagai jenjang karir di tempat tersebut. Nah, targetnya itu lalu kita bangun dari apa keunggulan saya, lalu apa target saya di sana mulai dibuilding personal branding kita. Lalu apa kekuatan saya? Pasti kan orang juga akan mempunyai perbandingan gitu, mempunyai misalkan pertimbangan. Kalau orang ini ditempatkan di sini, apa perbedaannya dengan yang lain? seperti itu. Nah, hal ini yang harus kita lihat lagi apa sih yang menjadi kekuatan saya dibandingkan orang lain. Nah, di sini juga saya harus terus menggali lagi, menggali lagi seperti itu. Menggali lagi dari personal brandingnya, menggali lagi apa keunggulannya, kompetensi saya yang saya punya tuh apa, lalu apa citra yang ingin dibangun oleh saya. Untuk bisa mencapai target tersebut, saya harus dikenal sebagai apa? itu citra yang harus dibangun. Nah, di sinilah kita tahu arahnya ke mana personal branding kita. Oke, next. Selanjutnya, ya. Membangun personal branding ada banyak cara. Lalu di sini juga ada juga orang yang ibaratkan ingin dikenal personal brandingnya sebagai pembicara. Nah, tidak hanya tidak hanya orang-orang sebagai misalkan profesional atau misalkan sebagai ee saya sebagai fasilitator yang menjadi pembicara bahwa seringkiali ASN ini suka menjadi pembicara misalkan tidak hanya dalam internal bahkan ee ada undangan atau kunjungan atau misalkan perbandingan di tempat ee kota kabupaten lain. Nah, di sana juga pasti kita juga sebagai pembicara wah gimana public speaking kita. seperti itu. Nah, itu juga digali gitu. Jadi dikenal, oh kalau misalkan ada acara udah aja sama sama ini aja gitu. Nah, oleh karena itu ada juga orang yang membangun personal brandingnya. Dia sebagai pembicara sehingga dikenal oleh orang-orang. Nah, tadi seperti saya yang pernah saya ee bilang bahwa ada juga yang aktif menulis karena dia keahliannya, keunggulannya menulis. Nah, ada juga yang sebagai pembuat konten gitu. Nah, banyak banget saat ini itu tuh gubernur atau dia sebagai bupati atau walikota. Bahkan mungkin sekarang banyak juga tuh yang sebagai kepala dinas yang dia dikenal tapi dikenalnya itu tuh wah personal brandingnya cukup kuat gitu. Dia itu tuh ee sering jadi pembicara atau dia sering membuat konten gitu. Kontennya tuh terkait apa gitu. cukup lucu gitu kontennya. Bahkan itu juga menjadi ilmu sehingga masyarakat itu tuh punya punya antusias untuk bisa merespon seperti itu. Nah, lalu memanfaatkan sosial media. Nah, ini mungkin yang seringki kita dengar digital marketing yang bahkan sekarang sudah sudah sangat berkembang sekali. Tidak cukup hanya dengan digital marketing saja gitu. Digital marketing dengan berbagai platform. kita juga misalkan ee kita misalkan ada di Instagram, kita ada di Facebook, bahkan mungkin kita juga sebagai content creator di YouTube misalkan seperti itu sah-sah saja gitu. Bahkan itu akan menjadi satu keunggulan dan seharusnya itu menjadi sesuatu hal yang sangat di-support. Kenapa? Karena ketika kita menyajikan contontator, misalkan contonent kreatornya terkait ASN atau contonent kreator itu berkaitan ee misalkan ee di instansi tersebut. Bagaimana sih misalkan instansi A itu tuh melayani masyarakat hanya konten-konten seperti itu tapi misalkan punya antusias terhadap masyarakat di sana siapa yang menyampaikan personal branding-nya cukup meningkat tapi di sini juga sangat meningkatkan sekali dari personal dari brand dari branding sebuah instansi atau organisasi jadi saling berkaitan antara kita dan instansi tempat kita bekerja seperti itu. Jadi pemanfaatan sosial media, pembuat konten atau kita menjadi pembicara atau aktif menulis. Bagaimana sih cara kita membangun personal branding? Apa sih yang kita punya? Apa sih kompetensi yang kita miliki di sana kita curahkan? Kayak gitu. Itu di sana tuh membangun mulai-mulai membangun personal branding kayak gitu. Jadi enggak perlu kita aduh membangun personal branding saya pengin jadi influencer ini gitu. Atau misalkan ee saya pengin menjadi orang yang bikin konten, tapi keunggulan kita di menulis misalkan. Nah, sebenarnya sesuatu hal branding itu melekat pada diri kita. kita harus bertanya dulu kita sebagai kita tuh keunggulannya apa, pengin sebagai apa, seperti itu. Jadi kita tidak perlu jauh-jauh hari untuk misalkan harus loncat seperti A e membutuhkan effort yang cukup panjang kayak gitu. misalkan butuh 1 bulan sampai 3 bulan, tapi kita bangun personal branding itu dimulai dari sekarang, dimulai dari keahlian yang kita punya, dimulai dari hard skill, soft skill yang kita punya seperti itu. Kita bisa menulis, kita lakukan menulis gitu. Lalu kita perkenalkan bahwa saya seorang penulis seperti itu. Oke, next. Selanjutnya ya, mengapa personal branding penting? Nah, personal branding itu kita pertama memperluas network itu sudah pasti. Ketika kita personal brandingnya sangat kuat, orang juga cukup tertarik, bahkan sangat tertarik gitu untuk bisa dealing dengan kita, untuk bisa ee berinteraksi dengan kita. Nah, di sana kita bisa saling bertukar pikiran gitu, lalu tukar-tukaran kontak gitu. ini sangat memperluas sekali networking. Lalu membuka berbagai peluang. Ketika networking itu terbuka, tentu peluang juga semakin bertambah. Nah, lalu menciptakan kredibilitas. Nah, di sini kepercayaan juga menciptakan kredibilitas. Nah, selanjutnya jaminan kerja. Kenapa? Karena ketika branding kita cukup baik gitu, seperti yang tadi sudah saya jelaskan, tentu kita bisa mempromosikan secara personal kita bahwa kita pantas untuk berada di sini, untuk berada di A, berada di B, gitu. Karena kita punya sesuatu hal yang kuat yang bisa menunjang tempat tersebut kayak gitu. Oke, next. Selanjutnya, nah transformasi personal branding. Mungkin di sini ee suatu contoh secara sederhana ya, secara sederhana yang mungkin nanti kita kaitkan dengan ASN di sini. Ee seorang Dedy Kobuzer yang dulunya dikenal sebagai magician gitu. Lalu sekarang eh next mulai dikenal sebagai seseorang gitu yang wah influencer gitu. Influencer yang cukup kuat yang bahkan semua opini yang dia keluarkan itu tuh selalu direspon gitu, selalu ada respon dari netizen, dari masyarakat kayak gitu sehingga cukup cukup cepat gitu tanggapan dari opini yang dia keluarkan kayak gitu. Oke, next. Selanjutnya. Nah, oke. Next, ya. Jika suatu hari Anda berkesempatan bertemu dengan orang baru, bagaimana Anda memperkenalkan diri Anda? Nah, di sini cukup menarik gitu. Seperti yang tadi saya sempat contohkan, ketika orang nih ketemu dengan kita selalu bertanya, "Kamu ini siapa?" gitu. Nah, kita mengenalkannya sebagai apa di sana itu tuh itu suatu hal yang mulai membangun personal branding ketika kita bilangnya bahwa saya seorang pegawai. Misalkan pada saat dulu saya seorang pegawai. Nah, something unik yang bisa membuat orang tetap ingat kepada saya itu apa gitu di sana. Oh, ketika saya membangun suatu hal branding, bahwa saya orang yang misalkan humoris, bahwa saya orang yang misalkan sangat antusias terhadap teknologi, orang itu mulai mengenal gitu. Oh, begini ya. Oh, itu ratu yang di sini gitu yang dia itu tuh ee dia selalu di IT. Nah, ratu IT. Bahkan saat ini saya sebagai orang yang selalu memperkenalkan manajemen development, orang tetap mengenal saya sebagai ratu di bagian IT gitu loh. Karena personal branding yang cukup kuat di IT pada saat dulu gitu. Nah, jadi di sini penting banget kita tuh mempertanyakan ketika orang menanyakan saya, "Saya sebagai apa ya?" gitu. Nah, itu juga kita ah saya sebagai saya ASN di dinas mana gitu. saya ASN di dinas mana? Lalu ketika eh boleh enggak saya follow misalkan Instagram-nya? Lalu di Instagram kita ada misalkan ada konten kreator berkaitan apa? Infografis terkait instansi kita kah atau misalkan terkait apa gitu konten-konten yang cukup cukup antusias masyarakat tuh berkaitan apa gitu. Nah, di sana juga orang mulai mengenal, "Oh, Bapak ini ya dia ASN di sini dan dia juga selalu nge-share sesuatu hal yang cukup bikin saya tertarik nih, gitu. Nah, itu satu hal ee personal branding gitu, kayak gitu. Jadi ee kita harus bisa mengingat kalau suatu hari saya ditanya ee ketemu orang gitu yang baru terutama misalkan dari daerah lain. Nah, apalagi saya ngelihat nih di sini itu tuh ternyata ASN-nya dari mana saja ya? Ada dari Batam tadi saya lihat ada dari Cirebon. Wah, banyak sekali ya bukan hanya dari wilayah Jawa Timur saja. Nah, lalu kita pasti saling bertanya gitu, misalkan tukaran kontak gitu atau kayak gimana gitu walaupun kita sama-sama ASN. Nah, kita memperkenalkannya kita sebagai apa gitu. Nah, di sinilah personal branding yang harus kita bangun gitu, kita building gitu supaya ketika mengenalkan diri itu ada sesuatu hal yang melekat dalam ingatan seorang. Oke, next. Selanjutnya ya dengan mengetahui siapa sebenarnya Anda akan lebih mudah mengetahui bagaimana persepsi orang lain mengenai Anda. Tentu kan ketika orang itu mengetahui kita tuh sebagai apa, kita siapa, persepsi itu tuh selalu bermunculan dari tiap orang gitu. Nah, kita tuh akan tahu gitu orang itu tuh berpersepsi kita tuh sebagai apa sih gitu. mengenai kita itu bagaimana sih dari misalkan negatif atau positifnya seperti apa sih? Nah, di sinilah kita ee perlu untuk misalkan evaluasi bahkan kita itu tuh bisa meningkatkan value di sana ketika orang berpersepsi, wah persepsinya sebagai influencer misalkan sebagai seseorang yang selalu ramah, seorang yang selalu apa gitu. Nah, di sini tuh value kita meningkat. Bahkan mungkin ada suatu hal yang wah kayaknya ini bagian ini, persepsi orang nih ada yang bagian ini nih kayaknya perlu ditingkatkan apanya gitu keunggulan kita untuk supaya persepsi ini berubah. Nah, hal seperti ini jadi penting sekali kita memperkenalkan kita sebagai siapa kayak gitu. Banyak sekali influencer yang dia itu tuh multi misalkan dia itu tuh punya keahlian yang multi gitu yang banyak gitu kan. Tapi harus emang harus selalu ada yang melekat gitu terhadap orang tersebut. Enggak bisa dengan sekarang kita kadang-kadang kita menjadi penyanyi, kadang-kadang kita menjadi motivator, kadang-kadang kita menjadi seorang wirausaha, kadang menjadi apa. Nah, terkadang persepsi orang tuh akan bingung gitu di sana. Nah, itulah pentingnya kita mempertanyakan goals kita itu tuh sebagai branding itu apa, personal brandingnya apa gitu. karena itu akan membangun banyak persepsi dari orang-orang untuk meningkatkan value. Oke, next. Selanjutnya ya, next. Sepertinya suaranya belum muncul ya. Lihat paling menyenangkan dari pekerjaan yang saya lakukan adalah ketika saya bis
Resume
Categories