WEBINAR ASN BELAJAR SERI 37 - PERSONAL BRANDING BAGI ASN, PENTING NGGAK YA?
ybT5JrtK4s4 • 2022-09-22
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
di dalam pengurusan berkas-berkas yang
berkaitan dengan tugas pendidikan,
pengajaran, pelatihan yang ada di BPSDM
Jawa Timur sejak 2 tahun yang lalu. Paw
luar biasa.
didesain dengan konsep borderless,
self service, dan walking service. Maka
aplikasi Pawat bermanfaat dalam
menunjang pelaksanaan tugas Widya
Iswara, khususnya dalam pemenuhan angka
kredit, pembinaan Widya Iswara oleh
lembaga dan menunjang tertib
administrasi, pengajaran, dan keuangan.
Aplikasi PAON ini sebenarnya adalah
untuk memudahkan kegiatan widya iswara
sehingga lebih fokus pada kegiatan
belajar mengajar dan lebih efisien dalam
melakukan pelatihan.
[Musik]
Berdasarkan keluhan dari Widya Iswara,
mereka memiliki mobilitas tinggi karena
harus melayani hampir seluruh ASN di
Jawa Timur. Ditambah lagi mereka harus
membuat SPMT dan melengkapi administrasi
untuk perhitungan angka kredit. Hal
inilah yang mendasari BPSDM mengambil
langkah inovasi berupa aplikasi
pelayanan administrasi Widya Iswara
Online Paw. Apa itu Paw? Paw merupakan
aplikasi mobile yang diciptakan oleh
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur untuk mempermudah
administrasi Widya Iswara.
Dengan penyimpanan virtual, administrasi
menjadi lebih cepat, mudah, dan aman.
Melalui aplikasi ini kita dapat
mengetahui siapa yang sedang bertugas,
data untuk perhitungan angka kredit,
mendeteksi koordinat tempat bertugas,
memuat foto kegiatan real time, serta
meminimalkan kesalahan jadwal.
Selain itu, Paw juga dapat membantu
lembaga dalam penilaian setiap widya
Iswara dan sangat efektif di era pandemi
ini untuk meminimalkan mobilitas dalam
menekan penyebaran virus.
Mari dukung Paw demi administrasi yang
lebih mudah.
dipersembahkan oleh
[Musik]
BPSDM Provinsi Jawa Timur merupakan
lembaga pendidikan yang berkomitmen
dalam mencetak ASN unggul, berkualitas,
dan menjunjung tinggi integritas.
[Musik]
Komitmen ini diwujudkan dengan inovasi
layanan minimarket kita jujur mar ASN.
[Musik]
Minimarket yang berlandaskan kejujuran
pembeli memberikan kelonggaran dalam jam
operasional yang terbuka selama 24 jam.
Dengan mengusung konsep berbelanja self
service, para peserta pelatihan dan ASN
di BPSM Provinsi Jawa Timur dapat
memilih sendiri barang yang diinginkan
dan melakukan pembayaran secara mandiri.
Cara pembayaran yang praktis, mudah, dan
cepat menggunakan QR code Kris.
Selesaikan transaksi kapan saja, jam
berapa saja dengan cara yang mudah. Mau
praktis kita jujur Mar ASN bagi ASN
berintegritas.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Saat ini saya berada di
Kita Jujur Mat BPSDM Jawa Timur. Ini
adalah bentuk dari implementasi dari
sikap integritas yang wajib dimiliki
oleh ASN dan seluruh peserta pelatihan
yang ada di BPSDM Jawa Timur. tentunya
kita belajar integritas tidak hanya di
lingkungan pendidikan di dalam kelas,
tapi harus kita aktualisasikan dalam
kehidupan kita sehari-hari.
Kitamat ini diharapkan dapat mewujudkan
bagaimana karakter ASN yang sebenarnya.
Dengan pola 24 jam tanpa pelayan, tanpa
petugas, peserta dapat mengambil
langsung secara langsung dengan mandiri
seperti saya saat ini. Bayarnya juga
sangat simpel dengan menggunakan Qiart
atau kalau mereka tidak mempunyai
aplikasi Qiart, mereka bisa memejar
secara tunai dengan ada Dropbox yang
sudah disiapkan. Selamat berbelanja.
Mudah-mudahan dengan berbelanja dengan
pola integritas ini kita dapat
meneguhkan diri kita sebagai ASN yang
berakhlak. Sekian. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
BPSDM Jawa Timur hebat.
BPSDM Jawa Timur excellent. BKPSDM Jawa
Timur banget.
BPSDM Jawa Timur berjaya dalam inovasi.
BPSDM Jawa Timur hebat.
BPSDM Provinsi Jawa Timur jaya luar
biasa.
BPSDM Jatim keren.
BSDM Jawa Timur semakin
BPSDM Jawa Timur bangkit.
IPSDM Jawa Timur inspiratif terdepan.
BPSDM Jawa Timur mantap, sukses, eksil.
BPSDM Provinsi Jawa Timur keren.
BPSDM Jawa Timur jaya luar biasa.
BPSDM Jawa Timur unggul.
BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Pokoknya top.
BPSDM Provinsi Jawa Timur luar biasa.
BPSDM Jatim handal dan berkualitas.
BPSDM Jatim jaya luar biasa.
BPSDM Provinsi Jawa Timur memang keren.
BPSDM Jatim pancen top dan oke tenan.
BPSDM Jatim
BPSDM Provinsi Jawa Timur salam satu
jiwa
BPSDM Jatim mantap
BPSDM Jatim hebat
BKSDM top markop
BPSDM Jawa Timur luar biasa
BPSDM Provinsi Jawa Timur menjadi pusat
unggulan
BPS Jatim luar biasa
Saya saksinya bahwa BPSDM Jatim memang
hebat.
BPSDM Jawa Timur berjaya dalam inovasi.
apa yang sudah diinisiasi oleh BPSDM
dengan berbagai apresiasi yang sudah
didapatkan
dengan tugas dan mandat sebagai
corporate university. Tentu kita
berharap bahwa BPSDM
akan terus bisa memberikan layanan
terbaik bagi pengembangan kualitas SDM
aparatur sipil negara baik dari Jawa
Timur maupun dari berbagai daerah lain.
Selamat dan sukses kepada BPSDM Provinsi
Jawa Timur yang telah menerapkan
corporate university berbasis
sustainable development goals. Semoga
BPSDM Provinsi Jawa Timur mampu berperan
optimal untuk mewujudkan visi Provinsi
Jawa Timur. memberikan apresiasi penuh
kepada BPSDM Jawa Timur sebagai
corporate university yang mengusung tema
pembelajaran terkait dengan sustainable
development goals atau yang kita kenal
dengan SDGs.
Saya kira ini merupakan suatu terobosan
dalam pengembangan sumber daya manusia
dalam era globalisasi
ee semua ASN ini perlu sekali karena
apa? bahwa yang bisa mengikuti
perubahan-perubahan ini tentunya ee
tidak lepas dari pelatihan-pelatihan
ee ilmu-ilmu yang baru yang harus
diberikan kepada
ASN atau pejabat pemerintah. Ini penting
sekali.
Pemerintah Provinsi Timur sangat
komitmen untuk mendukung pencapaian
SDGIS atau tujuan pembangunan
berkelanjutan hingga 2030.
Hal ini dibuktikan dengan telah
tersusunnya rencana aksi daerah tujuan
pembangunan berkelanjutan melalui
Peraturan Gubernur nomor 83 tahun 2020.
Mengapa itu penting? Karena dengan
mengetahui isi dan arah SDGIS, maka
setiap pimpinan di lembaga apakah itu
pemerintahan, apakah itu kota, apakah
itu penyelenggaraan negara, mereka akan
tahu di mana letak-letak peran mereka
untuk men-support dan berpartisipasi
dalam mencukupkan standar-standar SDGIS
di dalam penyelenggaraan kegiatan
OPD-nya. Selamat dan sukses kepada BPSDM
Provinsi Jawa Timur yang telah
menerapkan Corporate University berbasis
Sustainable Development Goals.
Dengan ini men-support transformasi yang
diadakan di BPSDM Provinsi Jawa Timur,
terutama yang digagas oleh Bapak Aris
selaku Kepala BPSDM dalam rangka
mendorong ASN di Provinsi Jawa Timur
yang berwawasan SDGIS. karena ini
merupakan agenda global yang akan kita
capai bersama sampai tahun 2030.
Saya berharap insersi SDGIS ke dalam
kurikulum pelatihan ini akan
mengembangkan kompetensi ASN dalam
menyeimbangkan prinsip-prinsip people,
planet, prosperity, serta partnership
dan juga peace. Corporate University
sebagai sebuah pembelajaran strategis
yang menekankan pada metode kolaborasi
sangat dibutuhkan di dalam menggerakkan
SDG.
Dalam hal ini saya menilai BPSDM Jawa
Timur sudah sangat berhasil memerankan
diri bukan hanya sebagai pencetak
kader-kader inovasi inovatif di
Indonesia, tetapi justru juga memerankan
diri sebagai lembaga yang eh sangat
inovatif di Indonesia.
Sharing, fairness.
By leadership menentukan energi dari
sebuah organisasi yang kita
BPSDM Jawa Timur hebat.
Semakin berkembangnya ekosistem digital
saat ini membuat seluruh orang
berlomba-lomba membangun citra mereka di
hadapan publik.
Personal branding akhir-akhir ini sering
digaungkan dan dianggap sebagai hal yang
sangat penting sekali. Tak terkecuali
bagi ASN.
Lantas bagaimana ya cara untuk membangun
personal branding bagi ASN?
Yuk, jangan lewatkan webinar ASN belajar
kali ini.
BPSDM Jawa Timur berkolaborasi dengan
Mark Institute menyelenggarakan webinar
ASN Belajar seri 37. Personal branding
bagi ASN penting enggak ya?
Turut menghadirkan narasumber Ratu Agnia
Fadilah STSOM, SAB selaku eksklusif
fasilitator Markless Institute.
Catat tanggalnya
dan dapatkan merchandise menarik bagi
peserta beruntung.
[Musik]
Halo seluruh sobat Kota SN semua yang
ada di seluruh Indonesia. Selamat pagi,
good morning. Bersama dengan saya lagi
Lukman Ali yang tentunya akan menyapa
dan menemani Sobat ASN dalam acara
webinar ASN Belajar seri 37, personal
branding bagi ASN. Penting enggak ya?
Dan tentunya saya juga ingin menyapa
kepada seluruh sobat ASN yang sudah
tergabung baik melalui platform Zoom di
hari ini ataupun yang tengah menyaksikan
melalui kanal YouTube live streaming di
BPSDM Jatim TV. Juga saya ucapkan
selamat datang dalam acara webinar ASN
Belajar seri 37. Nah, bagi sobat ASN
yang sudah bergabung dalam acara di pagi
hari ini, ada beberapa informasi penting
yang harus saya sampaikan ya. Karena
BPSDM Jawa Timur ini memiliki banyak
sekali channel media sosial yang
tentunya informasi-informasi menarik ini
tidak boleh untuk Sobat ASN lewati ya.
Jadi, Sobat ASN bisa langsung follow dan
juga subscribe di media sosial yang kami
miliki. Ada di Facebook BPSDM Jawa
Timur, kemudian di Instagram
@bbsdmjatim,
ada juga di Twitter di @bbsdm_jatim
dan juga di YouTube BPSDM Jatim TV. Nah,
bagi sobat ASN yang sudah ng-follow dan
subscribe pastinya akan ee dapat banyak
sekali informasi-informasi menarik dan
penting ya terkait dengan
program-program menarik dari BPSDM Jawa
Timur. Namun bagi yang belum silakan
untuk bisa follow dan subscribe mulai
dari sekarang ya dan jangan lupa untuk
ee nyalakan lonceng notifikasinya. Nah,
sebelum kita mulai acara di pagi hari
ini, terlebih dahulu ada beberapa tata
tertib yang perlu untuk Sobat ASN
ketahui. Nah, kali ini kita akan
bersama-sama menyaksikan tayangan video
bumper tata tertib melalui tayangan
video berikut ini.
Iya, itu tadi adalah beberapa tata
tertib yang perlu untuk Sobat ASN ikuti
ya selama acara webinar ASN belajar seri
37 ini berlangsung. Dan sekali lagi saya
ingin menegaskan bahwasanya untuk kolom
chat Zoom ini hanya dipergunakan Anda
yang ingin mengajukan pertanyaan saat
sesi diskusi nanti berlangsung. Nah,
apabila Sobat ASN ini memiliki
kepentingan yang lain selama acara
berlangsung, Anda dapat menyampaikan
melalui chat private Zoom ya ee kepada
panitia yang standby di acara untuk hari
ini. Nah, Sobat ASN saya juga ingin
memberikan kabar gembira ee kepada Sobat
ASN semua di sini karena hari ini kita
juga akan membagikan
merchandise-merchandise menarik. Caranya
gampang banget, Sobat ASN bisa upload eh
story dari Instagram Sobat ASN semua
momen-momen menarik selama mengikuti
acara webinar di ee pagi hari ini. Dan
jangan lupa untuk tag di akun Instagram
kami di @bpsdmjatim ya. Nanti akan kami
pilih pemenang dengan story terbaik dan
paling menarik untuk mendapatkan
merchandise eksklusif dari BPSDM Jawa
Timur. Baik Sobat ASN, kita akan mulai
masuk ke acara berikutnya, yakni akan
ada keynote speech yang akan disampaikan
secara langsung oleh Dr. Jacky Musri
selaku CEO of Mark Institute berikut
ini. Kepada yang terhormat Bapak Aries
Agung Pawai, Kepala BPSDM Provinsi Jawa
Timur.
Kepada yang kami hormati Ibu Ratu Ahnia
Fadilah, rekan saya exclusive
facilitator Marplas Institute. Kepada
yang saya hormati Saudara Lukman Ali
selaku moderator serta kepada seluruh
peserta webinar ASN Belajar seri 37 yang
saya banggakan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita
semuanya. Shalom. Om swastiastu. Namo
buddhaya. dan salam kebajikan.
Saya mengucapkan selamat datang dalam
webinar ASN Belajar SDI 37 bertajuk
Personal Branding bagi ASN. Penting
enggak ya? yang terselenggara berkat
kolaborasi antara BPSDM Jawa Timur
dengan Markpl Institute.
Kalau berbicara mengenai personal
branding, sebenarnya kita dapat memahami
hal tersebut melalui tiga elemen, yaitu
positioning, differentiation, serta
brand.
Positioning berkaitan dengan janji yang
kita sampaikan kepada para pihak terkait
atau stakeholders yang merupakan target
market kita. Differentiation berkaitan
dengan bagaimana cara kita memenuhi
janji tersebut melalui berbagai taktik
pelaksanaan yang pada gilirannya
membentuk citra brand diri kita
sebagaimana yang kita inginkan.
Personal branding bagi ASN tidak sekadar
relevan sebatas individual saja, namun
secara agregat akan membentuk citra dari
institusi di mana para ASN tersebut
sedang bertugas.
Itulah sebabnya penting bagi ASN untuk
merefleksikan
berbagai nilai-nilai institusinya
masing-masing. Apalagi di era digital
saat ini, informasi dapat beredar secara
cepat dan seketika itu juga dikonsumsi
oleh masyarakat luas.
Oleh karena itu, setiap ASN sebagai
perpanjangan tangan dari institusinya
harus dapat menjaga citra yang baik dan
sekaligus menampilkan keunikan.
Setiap ASN perlu memahami dan menerapkan
sepenuhnya berbagai nilai-nilai atau
values secara konsisten yang kemudian
juga terkomunikasi melalui berbagai
platform media yang relevan. dan pada
gilirannya membentuk suatu persepsi yang
sangat positif bahkan menimbulkan
kepercayaan yang tinggi terhadap
institusinya.
Lantas apa saja yang dapat kita lakukan
sebagai seorang ASN untuk memiliki
personal branding yang baik?
Pertama, kita jangan lagi terjebak pada
pola pikir bahwa kita kan hanya pegawai.
Mental pegawai sudah harus berakhir. Dan
kita sebagai ASN harus bangga bahwa kita
ini adalah garda terdepan dalam upaya
transformasi di negara kita. ASN adalah
agen perubahan.
Namun kalau mau menjadi elemen
perubahan, maka perubahan harus dimulai
dari diri kita sendiri. Dalam lingkungan
yang sangat dinamis, kita tidak dapat
menggunakan cara-cara lama yang mungkin
sudah obsolit.
Kalau kita masih berkeras, bersih keras
menggunakan cara-cara lama tersebut,
maka kita akhirnya akan menjadi sosok
yang tidak kompeten, irelevan,
dan bahkan menurun manfaatnya bagi
banyak orang. Padahal kita semua tahu
bahwa sebaik-baiknya orang adalah yang
bermanfaat bagi banyak orang lain. Jadi,
ayolah kita bertransformasi.
Dan jika semua ASN bertransformasi ke
arah yang sama, maka coba bayangkan saja
dampak positif yang terjadi bagi
organisasi dan masyarakat luas.
Tentu kita semua tahu bahwa core values
ASN adalah berakhlak.
Yang pertama berorientasi pelayanan.
Pelayanan di sini bukan lagi dalam
konteks pasif atau mungkin reaktif,
tetapi lebih berorientasi pada
pendekatan yang apa ya? Care begitu atau
kepedulian.
Oleh karena itu, tunjukkanlah kepedulian
yang tulus kepada para stakeholders.
Selanjutnya akuntabel. Semua tugas harus
dapat diselesaikan sampai tuntas, tidak
tertunda, enggak pakai lama. Jangan
hanya dibatasi oleh jam kerja saja dan
berlindung dengan alasan profesional.
Zaman sekarang tidaklah cukup lagi
sekadar profesional, namun harus
solution oriented. ASN harus dapat
membentuk kepercayaan bahwa ASN adalah
orang-orang yang akuntabel dalam
memberikan solusi terbaik.
Kemudian harmonis, tunjukkan sikap
toleransi yang tinggi. Open minded dalam
menghadapi segala situasi. Jangan
baperan dan sering resisten terhadap
berbagai kritikan dan berbagai hal baru.
Lalu loyal.
Jika sudah memilih menjadi ASN, maka
haruslah loyal tanpa kompromi terhadap
negara. Itu wajib. Jangan menjadi ASN
hanya karena menumpang hidup saja.
Bekerja hanya untuk mengambil benefit
atau manfaat. Namun di balik itu
semuanya kadang justru menjelekkan
institusinya sendiri, mengeluh terus dan
bahkan tidak bangga terhadap institusi.
Adaptif seperti yang saya sudah sebutkan
tadi bahwa dalam lingkungan yang sangat
dinamis, penuh ketidakpastian, maka
setiap ASN harus terus bertransformasi.
Unlearn semua skill dan knowledge yang
sudah tidak valid. lalu learn atau
belajar hal-hal baru yang relevan. Kalau
perlu relearn, belajar dan belajar lagi
agar semakin mantap. Dan yang terakhir
adalah kolaboratif.
Kita tidak bisa menghadapi dunia yang
unforgiving tanpa ampun dan keras
seperti ini seorang diri saja.
Oleh karena itu, kita perlu terus
mengidentifikasi berbagai kesempatan,
bahkan mungkin menciptakan berbagai
kesempatan. Kemudian berani mengambil
risiko yang kalkulatif dan yang penting
kita harus terus membangun jejaring dan
memanfaatkan jejaring tersebut untuk
membangun kolaborasi.
Kolaborasi adalah kunci sukses agar kita
bisa survive menuju tahun 2030 dan
bahkan mencapai Indonesia emas 2045.
Harapan saya melalui webinar ASN belajar
seri 37 ini kita bersama-sama bisa
kembali mengevaluasi diri, meninjau
kembali visi pribadi kita. Apakah masih
sejalan dengan visi institusi dan
negara, melakukan perbaikan, pembaruan,
dan bahkan melahirkan kembali sosok diri
kita sebagai ASN yang berkaliber.
Inilah saatnya Indonesia. Inilah saatnya
ASN. Semoga yang saya sampaikan tadi
dapat sedikit memberi manfaat atau
setidaknya menginspirasi teman-teman
semuanya.
Lebih kurangnya saya mohon maaf. Selamat
mengikuti webinar ini. Salam sehat
selalu. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Om santi shanti shanti om.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Dr. Jack Musri
selaku CEO of Markless Institute atas
keynote speech yang telah diberikan.
Nah, Sobat ASM sebelum kita masuk ke
sesi yang sangat kita tunggu-tunggu di
hari ini terlebih dahulu mungkin banyak
sekali yang bertanya-tanya sebenarnya
apa sih merchandise eksklusif yang
dibagikan oleh BPSDM Jatim dan juga
Markplace Institute? Tenang ya, kita
punya banyak sekali varian merchandise
yang ada saat ini. Nah, aku akan spill
dulu salah satunya ini adalah ballp dan
juga flash disk ya, eksklusif dari BPSDM
Jawa Timur. Jadi, kita akan bagikan
sebanyak tiga ya. tiga aja. Ini
eksklusif banget soalnya kalau kalian
lihat ini modelnya kece-kece banget ya,
futuristik banget. Dan enggak hanya itu
aja, kita juga punya yang namanya buku
pengusaha juara. Ini karya dari e Mas
Ardi ee selaku CEO dari eh Mark
Institute juga ya. Jadi ee sembari ee
mengikuti webinar kali ini menambah
insight banyak sekali. Sobat ASN juga
bisa menambah ilmu lewat buku yang kami
bagikan. Dan enggak hanya itu aja, kita
juga punya di sebelah sini ada tumblr
dan juga ada headset ya eksklusif dari
BPSDM Jawa Timur. Jadi nanti selama
proses materi, Sobat ASN bebas banget ya
untuk bertanya apa saja terkait dengan
materi personal branding. Soalnya kalau
kita bicara masalah materi personal
branding ini apalagi di era digital ini
ee merupakan hal yang sangat penting
banget ya. Apalagi ee kadang kala media
sosial itu seringki kita salah gunakan
untuk hal-hal tertentu. Sedangkan kalau
kita bekerja ee di bawah naungan
institusi atau lembaga, kita juga turut
membawa nama institusi tersebut.
Sehingga penting sekali bagi kita
sebagai ASN ini untuk mengetahui
sebenarnya nilai-nilai apa yang
diterapkan di institusi tersebut dan
menerapkannya dalam diri kita untuk
refleksinya itu ee seperti apa kayak
gitu ya. Nah, kali ini kita akan
bersama-sama ee belajar secara langsung
dengan eksklusif fasilitator dari Marpl
Institute. Beliau ini dikenal sebagai
Ibu Ratu Agnia Fadila, ST, SKOM, SAB,
MBE, M.M. selaku eksklusif fasilitator
dari ML Institute. Mungkin dari tim bisa
di ee tampilkan untuk CV beliau. Oke.
Nah, kalau bicara masalah expertise dari
beliau ini banyak sekali ya. Salah
satunya adalah terkait dengan digital
marketing, ada juga teknopreneurship,
ada internet of things dan lain
sebagainya. Nah, kalau berbicara terkait
dengan work experiences-nya ini beliau
punya banyak sekali juga pengalaman.
Beliau ini sebagai founder and owner of
old security systems, juga sebagai
founder and CEO of PT Global Future
Technologies atau Glove Tech Group. Dan
masih banyak sekali
pengalaman-pengalaman dari beliau. Jadi
langsung saja saya persilakan. Ini dia
Ibu Ratu Agnia Fadila, eksklusif
fasilitator Marless Institute.
Selamat pagi, Bu Ratu.
Selamat pagi.
Halo. Bagaimana kabarnya, Ibu?
Baik, baik. Alhamdulillah baik.
Luar biasa banget ya. Kalau saya lihat
Bu Ratu ini mirip-mirip model-model di
Jakarta fashion Week kali ya.
Waduh,
apence-nya asik banget ini. Nah, ini kan
juga biasanya kalau bicara masalah
appearance grooming itu kan juga
merupakan salah satu implementasi dari
personal branding ya, Bu ya sebenarnya
ya.
Betul sekali.
Oke. Nah, kali ini kita akan
bersama-sama mendengarkan materi yang
sangat luar biasa dari Ibu Ratu. Jadi,
saya langsung saja persilakan Bu Ratu,
monggo untuk menyampaikan materinya.
Baik,
ya. Bisa minta tolong untuk disarkan.
I.
Oke, selamat pagi semuanya.
Semangat pagi ya, lebih tepatnya
semangat pagi semuanya. Terima kasih.
suatu kehormatan saya dipersediakan
untuk menjadi fasilitator di sini di
sesi ke37.
Baik ee terutama
yang saya hormati dari
BTSDM
Jawa Timur, lalu dari Bapak CEO Dr. Zaki
Musri dan ee Bapak Lukman Ali. Nah, ee
yang saya hormati juga para ASN di
seluruh Indonesia yang mengikuti sesi
ini. Sekarang kita masuk ke ee personal
branding bagi ASN penting enggak ya?
Saat ini kan sudah banyak ya sebenarnya
ASN yang sudah melakukan personal
branding. Nah, lalu banyak juga
pertanyaan
itu ee kita bertabrakan enggak ya dengan
peraturan? Nah, selain itu juga boleh
enggak ya kita melakukan personal
branding? Sebenarnya itu justru malah
menjadi sesuatu hal yang sangat penting
bagi ASN gitu. Tidak hanya personal
branding itu tidak hanya untuk seorang
wirausaha saja, tidak hanya untuk
orang-orang yang memang sebagai
fasilitator, sebagai moderator dan lain
sebagainya. Tapi bagi ASN terutama ee
bagi ASN atau misalkan buat ee ini BUMN
di mana pun yang bekerja gitu, itu
sangat penting gitu. terutama pengalaman
saya juga ee dulu sempat bekerja justru
yang membantu untuk meningkatkan potensi
saya dan meningkatkan penempatan saya
dalam pekerjaan, meningkatkan personal
branding itu sangat disorot sekali oleh
atasan kayak gitu. Baik, next.
Selanjutnya kita langsung masuk saja ke
sesi pertama
personal branding penting enggak ya?
Oke, next.
ya. Nah, untuk sekarang ini kita masuk
di personal branding mindset. Karena
untuk kita membuka personal branding
mindset itu tentu kita ee harus bisa
open minded dulu. Kenapa sih saya perlu
gitu untuk personal branding? Sementara
saat ini mungkin ee zonanya sudah nyaman
gitu, sudah cukup untuk saat ini gitu.
Lalu kenapa saya harus meningkatkan lagi
dari personal branding? Oke, mari kita
lanjut.
Next,
I. Next.
Ah,
baik. Nah, untuk pertama ini menurut
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang
ASN. Nah, di sini saya mengutip
sebentar ya. Aparatur sipil negara yang
selanjutnya disingkat ASN adalah profesi
bagi pegawai negeri sipil yang pegawai
pemerintah dengan perjanjian kerja yang
bekerja pada instansi pemerintahan
menurut pasal 1 angk. Lalu di sini yang
mungkin sangat penting, setiap pegawai
ASN memiliki hak dan kesempatan untuk
mengembangkan kompetensi. Nah, di sini
untuk meningkatkan personal branding
tentu harus meningkatkan kompetensi.
Apakah itu bertabrakan dengan peraturan?
Tidak tentunya. Justru malah ee di sini
punya hak dan kewajiban bagi para ASN
bahwa setiap ASN memiliki hak dan
kesempatan untuk mengembangkan
potensinya. Nah, di sini output-nya
manajemen ASN adalah pengelolaan ASN
untuk menghasilkan pegawai ASN yang
profesional, memiliki nilai dasar etika
profesi, bebas dari intervensi politik,
bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan
nepotisme. Menurut pasal 1 angkatan 5
UASN. Oke, next. Selanjutnya.
Nah, lalu dengan sekarang personal
branding ini yang sering dipertanyakan
itu kita bertabrakan enggak dengan kode
etik gitu sebagai ASN. Nah, di sini saya
mengutip kode etik dan kode perilaku ASN
di pasal 5 ayat 2 UU ASN. Hal-hal yang
harus diperhatikan oleh ASN dalam
melakukan personal branding yaitu
pertama menjaga kerahasiaan yang
menyangkut kebijakan negara. Yang kedua
memberikan informasi secara benar tidak
menyesatkan kepada pihak lain yang
memerlukan informasi terkait kepentingan
kedinasan. Lalu selanjutnya tidak
menyalahgunakan informasi internegara,
tugas, status, kekuasaan, dan jabatan
untuk mendapatkan atau mencari
keuntungan atau manfaat bagi diri
sendiri atau untuk orang lain. Lalu yang
terakhir, memegang teguh nilai dasar ASN
dan selalu menjaga reputasi dan
integrasi ASN. Nah, di luar dari ini
gitu dari dari selama kita tidak
bertabrakan dengan kode etik yang ada,
sah-sah saja untuk melakukan personal
branding di sini gitu. Jadi ee ini
merupakan jawaban sebenarnya bolehkah
untuk kami melakukan personal branding?
Misalkan saat ini tuh yang personal
branding tuh dengan multiannel dengan
kita itu tuh dengan sosial media ataukah
kita sekarang menulis gitu menulis di
sekarang kan menulis juga sudah sudah
melakukannya di website kayak gitu. Nah,
itu apakah bertabrakan enggak? Selama
tidak bertabrakan dengan kode etik ini
sah-sah saja untuk melakukan personal
branding. Justru malah itu sangat
dipentingkan sekali untuk saat ini. Oke,
next. Selanjutnya
ya ini infografis PNS pada Desember 2020
bahwa PNS saat itu ee wanita 52%
lalu pria 48% dengan jumlah 44.18.118.
Lalu next selanjutnya.
Nah, ini data Badan Kepegawaian Negara
BKN tahun 2022 ya. Sekarang sudah
mencapai 4,25
juta ASN di pusat dan daerah. Nah,
terbayang ya ASN ini cukup banyak gitu.
Lalu apa sih yang menjadikan pembeda
kita dengan ASN lainnya? Lalu bagaimana
cara kita untuk memperlihatkan bahwa
kita something yang unik yang bisa yang
ibaratkan punya kontribusi yang cukup
besar gitu untuk negara ini. Lalu untuk
diperlihatkan itu bagaimana? Nah, justru
di sinilah pentingnya adanya personal
branding. Karena kita seringki mengingat
seseorang dikarenakan personal
brandingnya yang memang cukup kuat kayak
gitu. Nah, di sini dari 4,25 juta 35%
masuk dalam kategori dead good. Kayu
mati memiliki kompetensi dan kinerja
yang sangat buruk umumnya berusia lebih
lebih
dari 51 tahun. Lalu selanjutnya ada
11,5%
masuk dalam kategori STAR. Memiliki
kompetensi dan kinerja yang baik dan
sangat baik. umumnya berusia di bawah 51
tahun. Lalu 7,5%-nya
masuk dalam kategori train. Memiliki
semangat bekerja keras sebagai abdi
negara dan masyarakat namun kompetensi
belum memadai. Nah, lalu selanjutnya 46%
masuk dalam kategori workhous. Memiliki
kompetensi yang baik namun malas bekerja
apalagi berinovasi. Nah, hal ini yang
perlu disiasati. Oke, next. Selanjutnya,
nah di sini personal branding itu apa?
Personal branding. Cara untuk
mempromosikan diri sendiri dan
mengkombinasikan keunikan dari
keterampilan, pengalaman, dan
kepribadian yang Anda inginkan agar
dunia melihat Anda. Hal ini adalah
cerita tentang kisah hidup Anda.
Bagaimana itu mencerminkan perilaku
Anda, kata-kata yang diucapkan, serta
tindakan atau sikap Anda. Sama halnya
seperti misalkan orang mengenal saya
sebagai apa? ketika orang bertanya kamu
siapa? Nah, ketika saya waktu dulu
ketika saya kerja, saya ditanya orang,
"Kamu sebagai apa?" "Saya bekerja
sebagai IT." Nah, tapi dia oke sebagai
IT di mana? Lalu apa yang kamu kerjakan?
Sama halnya dengan yang di PT ini. Nah,
biasanya pertanyaan-pertanyaan itu
muncul lalu selanjutnya dia mengingat
saya hanya misalkan nama saya dia
sebagai IT gitu. itu kan sebenarnya
dasar dari personal branding. Lalu
ketika ketika orang bertanya lagi ee
kamu ee sebagai apa? Oh, saya bekerja
sebagai ASN di dinas mana gitu. Nah,
sekarang yang bekerja sebagai ASN dalam
suatu dinas itu mungkin ada beberapa
orang, mungkin ada 12, ada 10, ada 20
gitu bahkan banyak. Nah, lalu apa sih
yang akan membuat orang selalu mengingat
kita dengan kita satu kali berkenalan?
Di situlah personal branding harus
dibuat. Oke, next. Selanjutnya.
Nah, di sini juga menurut peraturan
Permenpan RB nomor 7 tahun 2022, mungkin
sebelumnya sempat mendengar ya tentang
ini. Sistem kerja pada instansi
pemerintah untuk menyederhanakan
birokrasi. Kenapa di sini saya membahas
e membahas sedikitnya peraturan pada ASN
supaya ini tidak bertabrakan dengan
bagaimana ASN membangun personal
branding. Nah, di sini sistem kerja
adalah serangkaian prosedur dan tata
kerja yang membentuk suatu proses
aktivitas pelaksanaan tugas dan fungsi
organisasi. Nah, dalam melaksanakan
tugas kita lihat di pasal 6. di pasal 6
ini. Poin D, mengoptimalkan pemanfaatkan
teknologi informasi dan komunikasi. Nah,
tentu di sini juga sudah ada dalam
peraturan bahwa kita tidak
menyalahgunakan peraturan selama tidak
ee bertabrakan dengan kode etik tadi
gitu. Ibaratkan ee data negara kita open
gitu kayak gitu. Nah, selama itu hanya
untuk personal branding kita, bahkan
untuk beberapa gubernur kita mungkin
yang sudah diketahui ada yang punya
personal branding, dia sebagai orang
yang gaul dan humoris gitu. Nah, itu
sebenarnya untuk personal branding gitu.
tidak tidak menutup kemungkinan hanya
personal branding itu tuh justru apapun
yang kita sajikan informasi mungkin dari
instansi kita atau misalkan informasi di
daerah kita itu akan cepat ditanggapi
oleh masyarakat gitu. Karena apa? Karena
adanya trust dari masyarakat, adanya
kepercayaan gitu. Karena tahu, oh orang
ini selalu memberikan informasi yang
sangat tepat kayak gitu. Nah, sehingga
membangun kepercayaan atau kredibilitas
gitu. Nah, oke. Di sini mengoptimalkan
pemanfaatan teknologi informasi dan
komunikasi. Jadi, gimana sih caranya
untuk kita membangun personal branding?
nanti saya akan bahas. Nah, yang penting
sekarang kita sudah punya mindset bahwa
wah saya sebagai ASN ini sangat penting
sekali membangun dari personal branding
gitu dan itu memang menurut peraturan
juga sudah disahkan bahwa sekarang ini
itu harus mengoptimalkan pemanfaatkan
teknologi gitu, teknologi informasi ya.
Misalkan saya misalkan harus di sosial
media kah ataukah di mana kayak gitu.
Yang penting dari personal branding kita
itu suatu hal yang unik yang bisa
diterima gitu, yang bisa membantu
mungkin dari instansi maupun dari
masyarakat. Nah, supaya kita lebih
dikena lagi, agar kita gampang untuk
berkomunikasi juga terutama melayani
masyarakat seperti itu. Oke, next.
Selanjutnya
ya mungkin di sini juga dari Permenpan
RB nomor 7 tahun 2022. Nah, tahun 2022
ini sudah tidak asing lagi bahwa saat
ini di seluruh daerah selalu bilang
sistem pemerintahan berbasis elektronik
SPBE. Nah, jika kita untuk membangun
personal branding itu sangat-sangat
menjaga-jaga gitu ee takut salahlah atau
misalkan wah itu takut nanti bertabrakan
dengan kode etik lah. Sementara sekarang
ini sudah canggih yang katanya sudah
berbasis katanya smart city. Sementara
dalam smart city itu ada smart people
katanya. Lalu sekarang itu tuh kita
menggunakan sistem pemerintahan berbasis
elektronik. Bahkan sekarang itu tuh dari
dari ee masyarakat sendiri sudah ada
kayak keluhan atau apapun berbasis
elektronik seperti itu. Lalu ketika kita
tidak menyesuaikan dari UI dan UX gitu
kita itu tuh bagaimana gitu supaya kita
melayani masyarakat itu karena ibaratkan
masyarakat lebih lebih cepat tanggap
gitu dalam sosial media sistem dalam
sistem pemerintahan itu sendiri gitu.
Oleh karena itu kita harus bisa
mengikuti gitu, mengikuti dari ee
perkembangan saat ini kayak gitu.
Terutama selagi kita meningkatkan
personal branding, lalu kita juga
meningkatkan dari ee pengetahuan kita
terkait UIUX gitu dari sistem informasi
gitu. Nah, selagi berjalan personal
branding itu pasti akan meningkat gitu.
Terutama kita melayani masyarakat.
masyarakat bertanya apa kita paham
karena kita sebagai orang yang melakukan
itu gitu sebagai orang yang ngibaratkan
selama personal branding itu oh iya gitu
cepat tanggap gitu dalam UIUX ini sistem
impertahan
berbasis elektronik nah di sini
pemanfaat pemanfaatan teknologi
informasi dan komunikasi oke di sini
dalam pasal 20 instansi pemerintah
mengutamakan layanan administrasi
pemerintahan berbasis elektronik
melalui pemanfaatan aplikasi SPB. Nah,
coba deh saat ini untuk menyampaikan
adanya SPBE saja, adanya suatu sistem
informasi baru kayak gitu, adanya
aplikasi baru atau apapun itu. Bahkan
misalkan dalam satu instansi itu selalu
disajikan informasinya melalui sosial
medianya. Nah, kenapa sekarang semua
instansi memiliki sosial media? supaya
lebih gampang dikenal dalam instansi itu
sendiri. Nah, instansi saja memerlukan
branding. Lalu secara personal pun sama,
kita memerlukan branding, gitu. Nah,
ketika ada seorang ASN di dalam satu
lingkup ee organisasi atau satu lingkup
instansi, dia menyajikan informasi
karena orang-orang sudah mengetahui dia
misalkan ee dalam sosial medianya
followers-nya cukup banyak karena
dikenal dia sebagai penulis atau dia
dikenal sebagai ee seorang influencer
gitu. Bisa jadi kan karena banyak juga
sekarang sebagai aparatur negara gitu.
Bapak Sipil Negara itu yang menjadi
influencer seperti itu. Lalu ee dia juga
menyajikan informasi juga gitu di sosial
media dia gitu bahwa adanya ee SPBE ee
ee SPBE ke berapa gitu lalu adanya
sistem informasi yang baru gitu apa gitu
bahwa masyarakat bisa menyajikan bisa
misalkan menyampaikan keluhan via
aplikasi ini gitu. Nah, itu lebih cepat
sampai ke masyarakat kayak gitu. Karena
masyarakat mengenal si A ini sebagai apa
gitu dan dia itu sebagai seorang yang
selalu mengikuti orang ini gitu. Oke.
Lalu
di sini di pasal 21, pimpinan instansi
pemerintah memastikan setiap unit
organisasi menggunakan aplikasi umum
berbagi pakai sebagaimana yang dimaksud
dalam pasal 20 ayat 2 yang di sini
aplikasi SPBE sebagaimana dimaksud pada
ayat 1 berupa aplikasi umum berbagai
pakai. Nah, oleh karena itu saat ini
karena sudah berbasis elektronik ya,
semua juga harus bisa menyesuaikan gitu
dengan sekarang itu kita multi channel
ya semuanya ee dari mulai sosial media,
dari mulai sekarang sekarang menggunakan
aplikasi atau website kita sendiri gitu.
Nah, kita menyajikan informasi melalui
hal tersebut gitu. Kenapa? Untuk
membangun apa? Membangun brand. Nah,
kenapa sih setiap dinas itu selalu dia
membuat suatu aplikasi yang itu tuh
untuk mempermudah masyarakat misalkan
antara masyarakat dan ASN itu sendiri?
Karena di sini membangun brand
kepercayaan kepada masyarakat bahwa
adanya transparansi gitu. Nah, terutama
misalkan orang-orang dalam instansi
tersebut, ASN di sini menyajikan
informasi gitu dekat dengan masyarakat
dengan misalkan dia membangun sebagai
personal brandingnya itu tuh saya
sebagai orang yang ramah, sebagai orang
yang begitu cepat tanggap terhadap
masyarakat seperti itu. Nah, itu salah
satu personal branding. Lalu masyarakat
sendiri gampang untuk gampang untuk
mengenal gitu. Oh, di dinas ini adanya
aplikasi ini dan saya bertanyanya pasti
sama Pak ini karena dia sebagai
seseorang yang sangat ramah gitu yang
mau mendengarkan keluhan kami misalkan
seperti itu. Nah, itu cukup untuk bisa
ee membuat personal branding di tengah
masyarakat. Apalagi mungkin dalam
instansi itu sendiri pasti dari atasan
juga wah ini kepercayaan masyarakat ini
selalu ada pada melekat pada seorang ini
gitu misalkan. Oke next. Selanjutnya
ya, penerapan sistem pemerintahan
berbasis elektronik SPBE atau
e-goverment yaitu penyelenggaraan
pemerintahan yang memanfaatkan TIK untuk
memberikan layanan kepada instansi
pemerintah, aparatur sipil negara,
pelaku bisnis, masyarakat, dan
pihak-pihak lainnya. Seperti yang tadi
saya sempat jelaskan bahwa sistem
pemerintah berbasis elektronik ini atau
SPBE memang yang melakukan atau misalkan
yang merasakan dari SPBE ini kan semua
gitu. Bukan hanya pemerintah sendiri
yang membangun SPBE-nya, bahkan
masyarakat sendiri menggunakannya kayak
gitu. Jadi semua saling saling
berintegrasi di sana, saling
berkomunikasi di sana kayak gitu. Nah,
tapi kena ee misalkan loh sekarang ini
sudah berbasis elektronik, lalu masih
pentingkah misalkan personal branding?
Of course masih sangat penting gitu.
Kenapa? Karena di di balik dari sekarang
orang-orang menggunakan aplikasi masih
ada secara fisikal, masih ada ee
masyarakat itu tuh mempertanyakan
bagaimana sih cara menggunakan sistem
elektronik ini? bagaimana sih sistem
aplikasi ini bisa saya gunakan. Lalu dia
berinteraksi dengan siapa? Ya, dengan
ASN itu sendiri. Otomatis bagaimana sih
cara kita ee memperlihatkan
siapa kita dan apa sih yang bisa
masyarakat kenal dan melekat pada diri
kita. Oke, next. Selanjutnya
ya, di sini ada kompetensi atau
keahlian. Kompetensi atau keahlian yang
dimiliki oleh ASN itu tentu sangat
menunjang dari kinerja. Seperti tadi ada
peraturan bahwa ASN berhak untuk
meningkatkan kompetensi. Kenapa sih ASN
selalu ada beamtech, selalu ada ee
penambahan dari misalkan ee hard skill
yang ditambah gitu. misalkan tiba-tiba
sekarang lagi belajar untuk ee
infografis atau misalkan membuat dari ee
ini gitu dari desain. Ada juga misalkan
dia menggunakan tools-tools lainnya
gitu. Di sini untuk apa? Meningkatkan
kompetensi atau keahlian yang di mana
itu sangat menunjang sekali terhadap
kinerja. Nah, ketika kinerja ditunjang
oleh kompetensi, soft skill, dan hard
skill, di sini juga menghasilkan citra
atau reputasi institusi atau organisasi.
Jadi citra itu tuh yang melekat pada
kita itu tidak hanya melekat pada diri
kita saja. Di mana kita bekerja itu di
sangat melekat sekali ketika kadang suka
suka kita sering kali kan ada masyarakat
yang ih saya malas banget nih datang ke
sana gitu, datang ke dinas mana walaupun
untuk membuat membuat ini gitu. Kenapa?
Karena selalu ditanggapin dengan jutek
gitu. Padahal itu mungkin hanya satu
orang, tapi itu melekat sekali gitu.
Ketika satu orang bercerita terhadap 10
orang, apa yang terjadi? Ya, di sana
yang yang dibicarakan adalah institusi
atau organisasi itu sendiri gitu. Bukan
hanya secara personal branding-nya saja
yang dibuat gitu seperti itu. Tapi
citra dan reputasinya juga sangat
terpengaruh gitu dari personal branding
itu sendiri. Nah, dari tiga itu
menghasilkan personal branding. Lalu
saya mau dikenal sebagai apa di
institusi atau organisasi atau
organisasi itu mau dikenal dengan dengan
ASN-nya seperti apa gitu. Nah, di
sinilah personal branding mulai
dibuilding seperti itu. Oke, next.
Selanjutnya
ya untuk ee kompetensi selalu kita itu
tuh harus bertanya pada diri kita
sebelum kita membangun personal
branding. Ini juga salah satu ee
beberapa pertanyaan yang selalu saya
tanyakan bahkan setiap saat gitu.
Walaupun misalkan oke Ratuagnia ini
seorang dia seorang misalkan praktisi
dia seorang ee fasilitator dari maklus
dikenalnya di sana. Tapi tentu kita
harus selalu meng-upgrade apalagi
sekarang ini di zaman era digital saat
ini gitu. Society 5.0 gitu yang di mana
antara manusia dan teknologi ini saling
berdampingan, saling membutuhkan satu
sama lain kayak gitu. Lalu ee ketika
kita tidak meng-upgrade gitu potensi dan
kompetensi kita gitu, wah semakin
ketinggalan justru personal branding itu
tuh bisa saat terjadi saat itu kita
dikenal sebagai apa. Lalu karena kita
tidak membuilding itu, tidak kita tidak
mengupgrade itu, besoknya orang-orang
akan lupa gitu. Lalu kita lalu bagaimana
gitu. Nah, di sinilah kita harus selalu
bertanya sebenarnya apa sih keunggulan
saya gitu. Lalu apa target saya? apa
kekuatan saya, apa citra yang ingin
dibangun oleh saya? Nah, empat hal ini
yang kita tanya terhadap diri kita
itulah yang akan menjadi poin di mana
kita bisa membangun personal branding
kita. Misalkan apa keunggulan saya? Oh,
ternyata saya itu tuh unggul dalam hal
menulis. Nah, lalu di sini tuh ketika
saya punya keunggulan tahu, punya
keahlian, saya menulis gitu. Nah, kenapa
saya tidak bangun kompetensi saya tuh di
sini personal branding saya itu tuh ahli
dalam menulis. Bahkan misalkan saya itu
tuh tulisan-tulisan saya misalkan selalu
di-share bahwa itu terkait apa. Misalkan
terkait terkait inikah ilmuah atau
terkait misalkan sesuatu hal yang memang
kita dalami seperti itu. Lalu apa target
saya? Nah, ketika kita punya target,
target itu tidak hanya dalam hal tidak
hanya dalam hal branding atau apa. Pada
saat kita menjadi
seorang karyawan, terutama saya dulu
sebagai orang karyawan, saya tentu ingin
mempunyai target jenjang karir. Lalu
segitu banyaknya orang yang bekerja di
situ, bagaimana sih supaya saya itu tuh
bisa cepat untuk melakukan jenjang karir
tersebut ketika saya itu tuh dikenalnya
hanya sama halnya dengan orang lain?
Nah, itulah yang menjadi ee pemikiran
saya pada saat itu. Saya harus menggali
keunggulan saya di mana supaya saya
dinilai pantas untuk saya itu tuh bisa
meningkatkan ee diri saya gitu sebagai
jenjang karir di tempat tersebut. Nah,
targetnya itu lalu kita bangun dari apa
keunggulan saya, lalu apa target saya di
sana mulai dibuilding personal branding
kita. Lalu apa kekuatan saya? Pasti kan
orang juga akan mempunyai perbandingan
gitu, mempunyai misalkan pertimbangan.
Kalau orang ini ditempatkan di sini, apa
perbedaannya dengan yang lain? seperti
itu. Nah, hal ini yang harus kita lihat
lagi apa sih yang menjadi kekuatan saya
dibandingkan orang lain. Nah, di sini
juga saya harus terus menggali lagi,
menggali lagi seperti itu. Menggali lagi
dari personal brandingnya, menggali lagi
apa keunggulannya, kompetensi saya yang
saya punya tuh apa, lalu apa citra yang
ingin dibangun oleh saya. Untuk bisa
mencapai target tersebut, saya harus
dikenal sebagai apa? itu citra yang
harus dibangun. Nah, di sinilah kita
tahu arahnya ke mana personal branding
kita. Oke, next. Selanjutnya,
ya. Membangun personal branding ada
banyak cara.
Lalu di sini juga ada juga orang yang
ibaratkan ingin dikenal personal
brandingnya sebagai pembicara. Nah,
tidak hanya tidak hanya orang-orang
sebagai misalkan profesional atau
misalkan sebagai ee saya sebagai
fasilitator yang menjadi pembicara bahwa
seringkiali ASN ini suka menjadi
pembicara misalkan tidak hanya dalam
internal bahkan ee ada undangan atau
kunjungan atau misalkan perbandingan di
tempat ee kota kabupaten lain. Nah, di
sana juga pasti kita juga sebagai
pembicara wah gimana public speaking
kita. seperti itu. Nah, itu juga digali
gitu. Jadi dikenal, oh kalau misalkan
ada acara udah aja sama sama ini aja
gitu. Nah, oleh karena itu ada juga
orang yang membangun personal
brandingnya. Dia sebagai pembicara
sehingga dikenal oleh orang-orang. Nah,
tadi seperti saya yang pernah saya ee
bilang bahwa ada juga yang aktif menulis
karena dia keahliannya, keunggulannya
menulis. Nah, ada juga yang sebagai
pembuat konten gitu. Nah, banyak banget
saat ini itu tuh gubernur atau dia
sebagai bupati atau walikota. Bahkan
mungkin sekarang banyak juga tuh yang
sebagai kepala dinas yang dia dikenal
tapi dikenalnya itu tuh wah personal
brandingnya cukup kuat gitu. Dia itu tuh
ee sering jadi pembicara atau dia sering
membuat konten gitu. Kontennya tuh
terkait apa gitu. cukup lucu gitu
kontennya. Bahkan itu juga menjadi ilmu
sehingga masyarakat itu tuh punya punya
antusias untuk bisa merespon seperti
itu. Nah, lalu memanfaatkan sosial
media. Nah, ini mungkin yang seringki
kita dengar digital marketing yang
bahkan sekarang sudah sudah sangat
berkembang sekali. Tidak cukup hanya
dengan digital marketing saja gitu.
Digital marketing dengan berbagai
platform. kita juga misalkan ee kita
misalkan ada di Instagram, kita ada di
Facebook, bahkan mungkin kita juga
sebagai content creator di YouTube
misalkan seperti itu sah-sah saja gitu.
Bahkan itu akan menjadi satu keunggulan
dan seharusnya itu menjadi sesuatu hal
yang sangat di-support. Kenapa? Karena
ketika kita menyajikan contontator,
misalkan contonent kreatornya terkait
ASN atau contonent kreator itu berkaitan
ee misalkan ee di instansi tersebut.
Bagaimana sih misalkan instansi A itu
tuh melayani masyarakat hanya
konten-konten seperti itu tapi misalkan
punya antusias terhadap masyarakat di
sana siapa yang menyampaikan personal
branding-nya cukup meningkat tapi di
sini juga sangat meningkatkan sekali
dari personal dari brand dari branding
sebuah instansi atau organisasi jadi
saling berkaitan antara kita dan
instansi tempat kita bekerja seperti
itu. Jadi pemanfaatan sosial media,
pembuat konten atau kita menjadi
pembicara atau aktif menulis. Bagaimana
sih cara kita membangun personal
branding? Apa sih yang kita punya? Apa
sih kompetensi yang kita miliki di sana
kita curahkan? Kayak gitu. Itu di sana
tuh membangun mulai-mulai membangun
personal branding kayak gitu. Jadi
enggak perlu kita aduh membangun
personal branding saya pengin jadi
influencer ini gitu. Atau misalkan ee
saya pengin menjadi orang yang bikin
konten, tapi keunggulan kita di menulis
misalkan. Nah, sebenarnya sesuatu hal
branding itu melekat pada diri kita.
kita harus bertanya dulu kita sebagai
kita tuh keunggulannya apa, pengin
sebagai apa, seperti itu. Jadi kita
tidak perlu jauh-jauh hari untuk
misalkan harus loncat seperti A e
membutuhkan effort yang cukup panjang
kayak gitu. misalkan butuh 1 bulan
sampai 3 bulan, tapi kita bangun
personal branding itu dimulai dari
sekarang, dimulai dari keahlian yang
kita punya, dimulai dari hard skill,
soft skill yang kita punya seperti itu.
Kita bisa menulis, kita lakukan menulis
gitu. Lalu kita perkenalkan bahwa saya
seorang penulis seperti itu. Oke, next.
Selanjutnya
ya, mengapa personal branding penting?
Nah, personal branding itu kita pertama
memperluas network itu sudah pasti.
Ketika kita personal brandingnya sangat
kuat, orang juga cukup tertarik, bahkan
sangat tertarik gitu untuk bisa dealing
dengan kita, untuk bisa ee berinteraksi
dengan kita. Nah, di sana kita bisa
saling bertukar pikiran gitu, lalu
tukar-tukaran kontak gitu. ini sangat
memperluas sekali networking. Lalu
membuka berbagai peluang. Ketika
networking itu terbuka, tentu peluang
juga semakin bertambah. Nah, lalu
menciptakan kredibilitas. Nah, di sini
kepercayaan juga menciptakan
kredibilitas. Nah, selanjutnya jaminan
kerja. Kenapa? Karena ketika branding
kita cukup baik gitu, seperti yang tadi
sudah saya jelaskan, tentu kita bisa
mempromosikan secara personal kita bahwa
kita pantas untuk berada di sini, untuk
berada di A, berada di B, gitu. Karena
kita punya sesuatu hal yang kuat yang
bisa menunjang tempat tersebut kayak
gitu. Oke, next. Selanjutnya,
nah transformasi personal branding.
Mungkin di sini ee suatu contoh secara
sederhana ya, secara sederhana yang
mungkin nanti kita kaitkan dengan ASN di
sini. Ee seorang Dedy Kobuzer yang
dulunya dikenal sebagai
magician gitu. Lalu sekarang eh next
mulai dikenal sebagai seseorang gitu
yang wah influencer gitu. Influencer
yang cukup kuat yang bahkan semua opini
yang dia keluarkan itu tuh selalu
direspon gitu, selalu ada respon dari
netizen, dari masyarakat kayak gitu
sehingga cukup cukup cepat gitu
tanggapan dari opini yang dia keluarkan
kayak gitu. Oke, next. Selanjutnya.
Nah, oke. Next,
ya. Jika suatu hari Anda berkesempatan
bertemu dengan orang baru, bagaimana
Anda memperkenalkan diri Anda? Nah, di
sini cukup menarik gitu. Seperti yang
tadi saya sempat contohkan, ketika orang
nih ketemu dengan kita selalu bertanya,
"Kamu ini siapa?" gitu. Nah, kita
mengenalkannya sebagai apa di sana itu
tuh itu suatu hal yang mulai membangun
personal branding ketika kita bilangnya
bahwa saya seorang pegawai. Misalkan
pada saat dulu saya seorang pegawai.
Nah, something unik yang bisa membuat
orang tetap ingat kepada saya itu apa
gitu di sana. Oh, ketika saya membangun
suatu hal branding, bahwa saya orang
yang misalkan humoris, bahwa saya orang
yang misalkan sangat antusias terhadap
teknologi, orang itu mulai mengenal
gitu. Oh, begini ya. Oh, itu ratu yang
di sini gitu yang dia itu tuh ee dia
selalu di IT. Nah, ratu IT. Bahkan saat
ini saya sebagai orang yang selalu
memperkenalkan manajemen development,
orang tetap mengenal saya sebagai ratu
di bagian IT gitu loh. Karena personal
branding yang cukup kuat di IT pada saat
dulu gitu. Nah, jadi di sini penting
banget kita tuh mempertanyakan ketika
orang menanyakan saya, "Saya sebagai apa
ya?" gitu. Nah, itu juga kita ah saya
sebagai saya ASN di dinas mana gitu.
saya ASN di dinas mana? Lalu ketika eh
boleh enggak saya follow misalkan
Instagram-nya? Lalu di Instagram kita
ada misalkan ada konten kreator
berkaitan apa? Infografis terkait
instansi kita kah atau misalkan terkait
apa gitu konten-konten yang cukup cukup
antusias masyarakat tuh berkaitan apa
gitu. Nah, di sana juga orang mulai
mengenal, "Oh, Bapak ini ya dia ASN di
sini dan dia juga selalu nge-share
sesuatu hal yang cukup bikin saya
tertarik nih, gitu. Nah, itu satu hal ee
personal branding gitu, kayak gitu. Jadi
ee kita harus bisa mengingat kalau suatu
hari saya ditanya ee ketemu orang gitu
yang baru terutama misalkan dari daerah
lain. Nah, apalagi saya ngelihat nih di
sini itu tuh ternyata ASN-nya dari mana
saja ya? Ada dari Batam tadi saya lihat
ada dari Cirebon. Wah, banyak sekali ya
bukan hanya dari wilayah Jawa Timur
saja. Nah, lalu kita pasti saling
bertanya gitu, misalkan tukaran kontak
gitu atau kayak gimana gitu walaupun
kita sama-sama ASN. Nah, kita
memperkenalkannya kita sebagai apa gitu.
Nah, di sinilah personal branding yang
harus kita bangun gitu, kita building
gitu supaya ketika mengenalkan diri itu
ada sesuatu hal yang melekat dalam
ingatan seorang. Oke, next. Selanjutnya
ya dengan mengetahui siapa sebenarnya
Anda akan lebih mudah mengetahui
bagaimana persepsi orang lain mengenai
Anda. Tentu kan ketika orang itu
mengetahui kita tuh sebagai apa, kita
siapa,
persepsi itu tuh selalu bermunculan dari
tiap orang gitu. Nah, kita tuh akan tahu
gitu orang itu tuh berpersepsi kita tuh
sebagai apa sih gitu. mengenai kita itu
bagaimana sih dari misalkan negatif atau
positifnya seperti apa sih? Nah, di
sinilah kita ee perlu untuk misalkan
evaluasi bahkan kita itu tuh bisa
meningkatkan value di sana ketika orang
berpersepsi, wah persepsinya sebagai
influencer misalkan sebagai seseorang
yang selalu ramah, seorang yang selalu
apa gitu. Nah, di sini tuh value kita
meningkat. Bahkan mungkin ada suatu hal
yang wah kayaknya ini bagian ini,
persepsi orang nih ada yang bagian ini
nih kayaknya perlu ditingkatkan apanya
gitu keunggulan kita untuk supaya
persepsi ini berubah. Nah, hal seperti
ini jadi
penting sekali kita memperkenalkan kita
sebagai siapa kayak gitu. Banyak sekali
influencer yang dia itu tuh multi
misalkan dia itu tuh punya keahlian yang
multi gitu yang banyak gitu kan. Tapi
harus emang harus selalu ada yang
melekat gitu terhadap orang tersebut.
Enggak bisa dengan sekarang kita
kadang-kadang kita menjadi penyanyi,
kadang-kadang kita menjadi
motivator, kadang-kadang kita menjadi
seorang wirausaha, kadang menjadi apa.
Nah, terkadang persepsi orang tuh akan
bingung gitu di sana. Nah, itulah
pentingnya kita mempertanyakan goals
kita itu tuh sebagai branding itu apa,
personal brandingnya apa gitu. karena
itu akan membangun banyak persepsi dari
orang-orang untuk meningkatkan value.
Oke, next. Selanjutnya
ya,
next.
Sepertinya suaranya belum muncul ya.
Lihat paling menyenangkan dari pekerjaan
yang saya lakukan adalah ketika saya
bis
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:09 UTC
Categories
Manage