Transcript
ybT5JrtK4s4 • WEBINAR ASN BELAJAR SERI 37 - PERSONAL BRANDING BAGI ASN, PENTING NGGAK YA?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0052_ybT5JrtK4s4.txt
Kind: captions Language: id di dalam pengurusan berkas-berkas yang berkaitan dengan tugas pendidikan, pengajaran, pelatihan yang ada di BPSDM Jawa Timur sejak 2 tahun yang lalu. Paw luar biasa. didesain dengan konsep borderless, self service, dan walking service. Maka aplikasi Pawat bermanfaat dalam menunjang pelaksanaan tugas Widya Iswara, khususnya dalam pemenuhan angka kredit, pembinaan Widya Iswara oleh lembaga dan menunjang tertib administrasi, pengajaran, dan keuangan. Aplikasi PAON ini sebenarnya adalah untuk memudahkan kegiatan widya iswara sehingga lebih fokus pada kegiatan belajar mengajar dan lebih efisien dalam melakukan pelatihan. [Musik] Berdasarkan keluhan dari Widya Iswara, mereka memiliki mobilitas tinggi karena harus melayani hampir seluruh ASN di Jawa Timur. Ditambah lagi mereka harus membuat SPMT dan melengkapi administrasi untuk perhitungan angka kredit. Hal inilah yang mendasari BPSDM mengambil langkah inovasi berupa aplikasi pelayanan administrasi Widya Iswara Online Paw. Apa itu Paw? Paw merupakan aplikasi mobile yang diciptakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur untuk mempermudah administrasi Widya Iswara. Dengan penyimpanan virtual, administrasi menjadi lebih cepat, mudah, dan aman. Melalui aplikasi ini kita dapat mengetahui siapa yang sedang bertugas, data untuk perhitungan angka kredit, mendeteksi koordinat tempat bertugas, memuat foto kegiatan real time, serta meminimalkan kesalahan jadwal. Selain itu, Paw juga dapat membantu lembaga dalam penilaian setiap widya Iswara dan sangat efektif di era pandemi ini untuk meminimalkan mobilitas dalam menekan penyebaran virus. Mari dukung Paw demi administrasi yang lebih mudah. dipersembahkan oleh [Musik] BPSDM Provinsi Jawa Timur merupakan lembaga pendidikan yang berkomitmen dalam mencetak ASN unggul, berkualitas, dan menjunjung tinggi integritas. [Musik] Komitmen ini diwujudkan dengan inovasi layanan minimarket kita jujur mar ASN. [Musik] Minimarket yang berlandaskan kejujuran pembeli memberikan kelonggaran dalam jam operasional yang terbuka selama 24 jam. Dengan mengusung konsep berbelanja self service, para peserta pelatihan dan ASN di BPSM Provinsi Jawa Timur dapat memilih sendiri barang yang diinginkan dan melakukan pembayaran secara mandiri. Cara pembayaran yang praktis, mudah, dan cepat menggunakan QR code Kris. Selesaikan transaksi kapan saja, jam berapa saja dengan cara yang mudah. Mau praktis kita jujur Mar ASN bagi ASN berintegritas. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saat ini saya berada di Kita Jujur Mat BPSDM Jawa Timur. Ini adalah bentuk dari implementasi dari sikap integritas yang wajib dimiliki oleh ASN dan seluruh peserta pelatihan yang ada di BPSDM Jawa Timur. tentunya kita belajar integritas tidak hanya di lingkungan pendidikan di dalam kelas, tapi harus kita aktualisasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Kitamat ini diharapkan dapat mewujudkan bagaimana karakter ASN yang sebenarnya. Dengan pola 24 jam tanpa pelayan, tanpa petugas, peserta dapat mengambil langsung secara langsung dengan mandiri seperti saya saat ini. Bayarnya juga sangat simpel dengan menggunakan Qiart atau kalau mereka tidak mempunyai aplikasi Qiart, mereka bisa memejar secara tunai dengan ada Dropbox yang sudah disiapkan. Selamat berbelanja. Mudah-mudahan dengan berbelanja dengan pola integritas ini kita dapat meneguhkan diri kita sebagai ASN yang berakhlak. Sekian. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] BPSDM Jawa Timur hebat. BPSDM Jawa Timur excellent. BKPSDM Jawa Timur banget. BPSDM Jawa Timur berjaya dalam inovasi. BPSDM Jawa Timur hebat. BPSDM Provinsi Jawa Timur jaya luar biasa. BPSDM Jatim keren. BSDM Jawa Timur semakin BPSDM Jawa Timur bangkit. IPSDM Jawa Timur inspiratif terdepan. BPSDM Jawa Timur mantap, sukses, eksil. BPSDM Provinsi Jawa Timur keren. BPSDM Jawa Timur jaya luar biasa. BPSDM Jawa Timur unggul. BPSDM Provinsi Jawa Timur. Pokoknya top. BPSDM Provinsi Jawa Timur luar biasa. BPSDM Jatim handal dan berkualitas. BPSDM Jatim jaya luar biasa. BPSDM Provinsi Jawa Timur memang keren. BPSDM Jatim pancen top dan oke tenan. BPSDM Jatim BPSDM Provinsi Jawa Timur salam satu jiwa BPSDM Jatim mantap BPSDM Jatim hebat BKSDM top markop BPSDM Jawa Timur luar biasa BPSDM Provinsi Jawa Timur menjadi pusat unggulan BPS Jatim luar biasa Saya saksinya bahwa BPSDM Jatim memang hebat. BPSDM Jawa Timur berjaya dalam inovasi. apa yang sudah diinisiasi oleh BPSDM dengan berbagai apresiasi yang sudah didapatkan dengan tugas dan mandat sebagai corporate university. Tentu kita berharap bahwa BPSDM akan terus bisa memberikan layanan terbaik bagi pengembangan kualitas SDM aparatur sipil negara baik dari Jawa Timur maupun dari berbagai daerah lain. Selamat dan sukses kepada BPSDM Provinsi Jawa Timur yang telah menerapkan corporate university berbasis sustainable development goals. Semoga BPSDM Provinsi Jawa Timur mampu berperan optimal untuk mewujudkan visi Provinsi Jawa Timur. memberikan apresiasi penuh kepada BPSDM Jawa Timur sebagai corporate university yang mengusung tema pembelajaran terkait dengan sustainable development goals atau yang kita kenal dengan SDGs. Saya kira ini merupakan suatu terobosan dalam pengembangan sumber daya manusia dalam era globalisasi ee semua ASN ini perlu sekali karena apa? bahwa yang bisa mengikuti perubahan-perubahan ini tentunya ee tidak lepas dari pelatihan-pelatihan ee ilmu-ilmu yang baru yang harus diberikan kepada ASN atau pejabat pemerintah. Ini penting sekali. Pemerintah Provinsi Timur sangat komitmen untuk mendukung pencapaian SDGIS atau tujuan pembangunan berkelanjutan hingga 2030. Hal ini dibuktikan dengan telah tersusunnya rencana aksi daerah tujuan pembangunan berkelanjutan melalui Peraturan Gubernur nomor 83 tahun 2020. Mengapa itu penting? Karena dengan mengetahui isi dan arah SDGIS, maka setiap pimpinan di lembaga apakah itu pemerintahan, apakah itu kota, apakah itu penyelenggaraan negara, mereka akan tahu di mana letak-letak peran mereka untuk men-support dan berpartisipasi dalam mencukupkan standar-standar SDGIS di dalam penyelenggaraan kegiatan OPD-nya. Selamat dan sukses kepada BPSDM Provinsi Jawa Timur yang telah menerapkan Corporate University berbasis Sustainable Development Goals. Dengan ini men-support transformasi yang diadakan di BPSDM Provinsi Jawa Timur, terutama yang digagas oleh Bapak Aris selaku Kepala BPSDM dalam rangka mendorong ASN di Provinsi Jawa Timur yang berwawasan SDGIS. karena ini merupakan agenda global yang akan kita capai bersama sampai tahun 2030. Saya berharap insersi SDGIS ke dalam kurikulum pelatihan ini akan mengembangkan kompetensi ASN dalam menyeimbangkan prinsip-prinsip people, planet, prosperity, serta partnership dan juga peace. Corporate University sebagai sebuah pembelajaran strategis yang menekankan pada metode kolaborasi sangat dibutuhkan di dalam menggerakkan SDG. Dalam hal ini saya menilai BPSDM Jawa Timur sudah sangat berhasil memerankan diri bukan hanya sebagai pencetak kader-kader inovasi inovatif di Indonesia, tetapi justru juga memerankan diri sebagai lembaga yang eh sangat inovatif di Indonesia. Sharing, fairness. By leadership menentukan energi dari sebuah organisasi yang kita BPSDM Jawa Timur hebat. Semakin berkembangnya ekosistem digital saat ini membuat seluruh orang berlomba-lomba membangun citra mereka di hadapan publik. Personal branding akhir-akhir ini sering digaungkan dan dianggap sebagai hal yang sangat penting sekali. Tak terkecuali bagi ASN. Lantas bagaimana ya cara untuk membangun personal branding bagi ASN? Yuk, jangan lewatkan webinar ASN belajar kali ini. BPSDM Jawa Timur berkolaborasi dengan Mark Institute menyelenggarakan webinar ASN Belajar seri 37. Personal branding bagi ASN penting enggak ya? Turut menghadirkan narasumber Ratu Agnia Fadilah STSOM, SAB selaku eksklusif fasilitator Markless Institute. Catat tanggalnya dan dapatkan merchandise menarik bagi peserta beruntung. [Musik] Halo seluruh sobat Kota SN semua yang ada di seluruh Indonesia. Selamat pagi, good morning. Bersama dengan saya lagi Lukman Ali yang tentunya akan menyapa dan menemani Sobat ASN dalam acara webinar ASN Belajar seri 37, personal branding bagi ASN. Penting enggak ya? Dan tentunya saya juga ingin menyapa kepada seluruh sobat ASN yang sudah tergabung baik melalui platform Zoom di hari ini ataupun yang tengah menyaksikan melalui kanal YouTube live streaming di BPSDM Jatim TV. Juga saya ucapkan selamat datang dalam acara webinar ASN Belajar seri 37. Nah, bagi sobat ASN yang sudah bergabung dalam acara di pagi hari ini, ada beberapa informasi penting yang harus saya sampaikan ya. Karena BPSDM Jawa Timur ini memiliki banyak sekali channel media sosial yang tentunya informasi-informasi menarik ini tidak boleh untuk Sobat ASN lewati ya. Jadi, Sobat ASN bisa langsung follow dan juga subscribe di media sosial yang kami miliki. Ada di Facebook BPSDM Jawa Timur, kemudian di Instagram @bbsdmjatim, ada juga di Twitter di @bbsdm_jatim dan juga di YouTube BPSDM Jatim TV. Nah, bagi sobat ASN yang sudah ng-follow dan subscribe pastinya akan ee dapat banyak sekali informasi-informasi menarik dan penting ya terkait dengan program-program menarik dari BPSDM Jawa Timur. Namun bagi yang belum silakan untuk bisa follow dan subscribe mulai dari sekarang ya dan jangan lupa untuk ee nyalakan lonceng notifikasinya. Nah, sebelum kita mulai acara di pagi hari ini, terlebih dahulu ada beberapa tata tertib yang perlu untuk Sobat ASN ketahui. Nah, kali ini kita akan bersama-sama menyaksikan tayangan video bumper tata tertib melalui tayangan video berikut ini. Iya, itu tadi adalah beberapa tata tertib yang perlu untuk Sobat ASN ikuti ya selama acara webinar ASN belajar seri 37 ini berlangsung. Dan sekali lagi saya ingin menegaskan bahwasanya untuk kolom chat Zoom ini hanya dipergunakan Anda yang ingin mengajukan pertanyaan saat sesi diskusi nanti berlangsung. Nah, apabila Sobat ASN ini memiliki kepentingan yang lain selama acara berlangsung, Anda dapat menyampaikan melalui chat private Zoom ya ee kepada panitia yang standby di acara untuk hari ini. Nah, Sobat ASN saya juga ingin memberikan kabar gembira ee kepada Sobat ASN semua di sini karena hari ini kita juga akan membagikan merchandise-merchandise menarik. Caranya gampang banget, Sobat ASN bisa upload eh story dari Instagram Sobat ASN semua momen-momen menarik selama mengikuti acara webinar di ee pagi hari ini. Dan jangan lupa untuk tag di akun Instagram kami di @bpsdmjatim ya. Nanti akan kami pilih pemenang dengan story terbaik dan paling menarik untuk mendapatkan merchandise eksklusif dari BPSDM Jawa Timur. Baik Sobat ASN, kita akan mulai masuk ke acara berikutnya, yakni akan ada keynote speech yang akan disampaikan secara langsung oleh Dr. Jacky Musri selaku CEO of Mark Institute berikut ini. Kepada yang terhormat Bapak Aries Agung Pawai, Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur. Kepada yang kami hormati Ibu Ratu Ahnia Fadilah, rekan saya exclusive facilitator Marplas Institute. Kepada yang saya hormati Saudara Lukman Ali selaku moderator serta kepada seluruh peserta webinar ASN Belajar seri 37 yang saya banggakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semuanya. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. dan salam kebajikan. Saya mengucapkan selamat datang dalam webinar ASN Belajar SDI 37 bertajuk Personal Branding bagi ASN. Penting enggak ya? yang terselenggara berkat kolaborasi antara BPSDM Jawa Timur dengan Markpl Institute. Kalau berbicara mengenai personal branding, sebenarnya kita dapat memahami hal tersebut melalui tiga elemen, yaitu positioning, differentiation, serta brand. Positioning berkaitan dengan janji yang kita sampaikan kepada para pihak terkait atau stakeholders yang merupakan target market kita. Differentiation berkaitan dengan bagaimana cara kita memenuhi janji tersebut melalui berbagai taktik pelaksanaan yang pada gilirannya membentuk citra brand diri kita sebagaimana yang kita inginkan. Personal branding bagi ASN tidak sekadar relevan sebatas individual saja, namun secara agregat akan membentuk citra dari institusi di mana para ASN tersebut sedang bertugas. Itulah sebabnya penting bagi ASN untuk merefleksikan berbagai nilai-nilai institusinya masing-masing. Apalagi di era digital saat ini, informasi dapat beredar secara cepat dan seketika itu juga dikonsumsi oleh masyarakat luas. Oleh karena itu, setiap ASN sebagai perpanjangan tangan dari institusinya harus dapat menjaga citra yang baik dan sekaligus menampilkan keunikan. Setiap ASN perlu memahami dan menerapkan sepenuhnya berbagai nilai-nilai atau values secara konsisten yang kemudian juga terkomunikasi melalui berbagai platform media yang relevan. dan pada gilirannya membentuk suatu persepsi yang sangat positif bahkan menimbulkan kepercayaan yang tinggi terhadap institusinya. Lantas apa saja yang dapat kita lakukan sebagai seorang ASN untuk memiliki personal branding yang baik? Pertama, kita jangan lagi terjebak pada pola pikir bahwa kita kan hanya pegawai. Mental pegawai sudah harus berakhir. Dan kita sebagai ASN harus bangga bahwa kita ini adalah garda terdepan dalam upaya transformasi di negara kita. ASN adalah agen perubahan. Namun kalau mau menjadi elemen perubahan, maka perubahan harus dimulai dari diri kita sendiri. Dalam lingkungan yang sangat dinamis, kita tidak dapat menggunakan cara-cara lama yang mungkin sudah obsolit. Kalau kita masih berkeras, bersih keras menggunakan cara-cara lama tersebut, maka kita akhirnya akan menjadi sosok yang tidak kompeten, irelevan, dan bahkan menurun manfaatnya bagi banyak orang. Padahal kita semua tahu bahwa sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat bagi banyak orang lain. Jadi, ayolah kita bertransformasi. Dan jika semua ASN bertransformasi ke arah yang sama, maka coba bayangkan saja dampak positif yang terjadi bagi organisasi dan masyarakat luas. Tentu kita semua tahu bahwa core values ASN adalah berakhlak. Yang pertama berorientasi pelayanan. Pelayanan di sini bukan lagi dalam konteks pasif atau mungkin reaktif, tetapi lebih berorientasi pada pendekatan yang apa ya? Care begitu atau kepedulian. Oleh karena itu, tunjukkanlah kepedulian yang tulus kepada para stakeholders. Selanjutnya akuntabel. Semua tugas harus dapat diselesaikan sampai tuntas, tidak tertunda, enggak pakai lama. Jangan hanya dibatasi oleh jam kerja saja dan berlindung dengan alasan profesional. Zaman sekarang tidaklah cukup lagi sekadar profesional, namun harus solution oriented. ASN harus dapat membentuk kepercayaan bahwa ASN adalah orang-orang yang akuntabel dalam memberikan solusi terbaik. Kemudian harmonis, tunjukkan sikap toleransi yang tinggi. Open minded dalam menghadapi segala situasi. Jangan baperan dan sering resisten terhadap berbagai kritikan dan berbagai hal baru. Lalu loyal. Jika sudah memilih menjadi ASN, maka haruslah loyal tanpa kompromi terhadap negara. Itu wajib. Jangan menjadi ASN hanya karena menumpang hidup saja. Bekerja hanya untuk mengambil benefit atau manfaat. Namun di balik itu semuanya kadang justru menjelekkan institusinya sendiri, mengeluh terus dan bahkan tidak bangga terhadap institusi. Adaptif seperti yang saya sudah sebutkan tadi bahwa dalam lingkungan yang sangat dinamis, penuh ketidakpastian, maka setiap ASN harus terus bertransformasi. Unlearn semua skill dan knowledge yang sudah tidak valid. lalu learn atau belajar hal-hal baru yang relevan. Kalau perlu relearn, belajar dan belajar lagi agar semakin mantap. Dan yang terakhir adalah kolaboratif. Kita tidak bisa menghadapi dunia yang unforgiving tanpa ampun dan keras seperti ini seorang diri saja. Oleh karena itu, kita perlu terus mengidentifikasi berbagai kesempatan, bahkan mungkin menciptakan berbagai kesempatan. Kemudian berani mengambil risiko yang kalkulatif dan yang penting kita harus terus membangun jejaring dan memanfaatkan jejaring tersebut untuk membangun kolaborasi. Kolaborasi adalah kunci sukses agar kita bisa survive menuju tahun 2030 dan bahkan mencapai Indonesia emas 2045. Harapan saya melalui webinar ASN belajar seri 37 ini kita bersama-sama bisa kembali mengevaluasi diri, meninjau kembali visi pribadi kita. Apakah masih sejalan dengan visi institusi dan negara, melakukan perbaikan, pembaruan, dan bahkan melahirkan kembali sosok diri kita sebagai ASN yang berkaliber. Inilah saatnya Indonesia. Inilah saatnya ASN. Semoga yang saya sampaikan tadi dapat sedikit memberi manfaat atau setidaknya menginspirasi teman-teman semuanya. Lebih kurangnya saya mohon maaf. Selamat mengikuti webinar ini. Salam sehat selalu. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Om santi shanti shanti om. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Dr. Jack Musri selaku CEO of Markless Institute atas keynote speech yang telah diberikan. Nah, Sobat ASM sebelum kita masuk ke sesi yang sangat kita tunggu-tunggu di hari ini terlebih dahulu mungkin banyak sekali yang bertanya-tanya sebenarnya apa sih merchandise eksklusif yang dibagikan oleh BPSDM Jatim dan juga Markplace Institute? Tenang ya, kita punya banyak sekali varian merchandise yang ada saat ini. Nah, aku akan spill dulu salah satunya ini adalah ballp dan juga flash disk ya, eksklusif dari BPSDM Jawa Timur. Jadi, kita akan bagikan sebanyak tiga ya. tiga aja. Ini eksklusif banget soalnya kalau kalian lihat ini modelnya kece-kece banget ya, futuristik banget. Dan enggak hanya itu aja, kita juga punya yang namanya buku pengusaha juara. Ini karya dari e Mas Ardi ee selaku CEO dari eh Mark Institute juga ya. Jadi ee sembari ee mengikuti webinar kali ini menambah insight banyak sekali. Sobat ASN juga bisa menambah ilmu lewat buku yang kami bagikan. Dan enggak hanya itu aja, kita juga punya di sebelah sini ada tumblr dan juga ada headset ya eksklusif dari BPSDM Jawa Timur. Jadi nanti selama proses materi, Sobat ASN bebas banget ya untuk bertanya apa saja terkait dengan materi personal branding. Soalnya kalau kita bicara masalah materi personal branding ini apalagi di era digital ini ee merupakan hal yang sangat penting banget ya. Apalagi ee kadang kala media sosial itu seringki kita salah gunakan untuk hal-hal tertentu. Sedangkan kalau kita bekerja ee di bawah naungan institusi atau lembaga, kita juga turut membawa nama institusi tersebut. Sehingga penting sekali bagi kita sebagai ASN ini untuk mengetahui sebenarnya nilai-nilai apa yang diterapkan di institusi tersebut dan menerapkannya dalam diri kita untuk refleksinya itu ee seperti apa kayak gitu ya. Nah, kali ini kita akan bersama-sama ee belajar secara langsung dengan eksklusif fasilitator dari Marpl Institute. Beliau ini dikenal sebagai Ibu Ratu Agnia Fadila, ST, SKOM, SAB, MBE, M.M. selaku eksklusif fasilitator dari ML Institute. Mungkin dari tim bisa di ee tampilkan untuk CV beliau. Oke. Nah, kalau bicara masalah expertise dari beliau ini banyak sekali ya. Salah satunya adalah terkait dengan digital marketing, ada juga teknopreneurship, ada internet of things dan lain sebagainya. Nah, kalau berbicara terkait dengan work experiences-nya ini beliau punya banyak sekali juga pengalaman. Beliau ini sebagai founder and owner of old security systems, juga sebagai founder and CEO of PT Global Future Technologies atau Glove Tech Group. Dan masih banyak sekali pengalaman-pengalaman dari beliau. Jadi langsung saja saya persilakan. Ini dia Ibu Ratu Agnia Fadila, eksklusif fasilitator Marless Institute. Selamat pagi, Bu Ratu. Selamat pagi. Halo. Bagaimana kabarnya, Ibu? Baik, baik. Alhamdulillah baik. Luar biasa banget ya. Kalau saya lihat Bu Ratu ini mirip-mirip model-model di Jakarta fashion Week kali ya. Waduh, apence-nya asik banget ini. Nah, ini kan juga biasanya kalau bicara masalah appearance grooming itu kan juga merupakan salah satu implementasi dari personal branding ya, Bu ya sebenarnya ya. Betul sekali. Oke. Nah, kali ini kita akan bersama-sama mendengarkan materi yang sangat luar biasa dari Ibu Ratu. Jadi, saya langsung saja persilakan Bu Ratu, monggo untuk menyampaikan materinya. Baik, ya. Bisa minta tolong untuk disarkan. I. Oke, selamat pagi semuanya. Semangat pagi ya, lebih tepatnya semangat pagi semuanya. Terima kasih. suatu kehormatan saya dipersediakan untuk menjadi fasilitator di sini di sesi ke37. Baik ee terutama yang saya hormati dari BTSDM Jawa Timur, lalu dari Bapak CEO Dr. Zaki Musri dan ee Bapak Lukman Ali. Nah, ee yang saya hormati juga para ASN di seluruh Indonesia yang mengikuti sesi ini. Sekarang kita masuk ke ee personal branding bagi ASN penting enggak ya? Saat ini kan sudah banyak ya sebenarnya ASN yang sudah melakukan personal branding. Nah, lalu banyak juga pertanyaan itu ee kita bertabrakan enggak ya dengan peraturan? Nah, selain itu juga boleh enggak ya kita melakukan personal branding? Sebenarnya itu justru malah menjadi sesuatu hal yang sangat penting bagi ASN gitu. Tidak hanya personal branding itu tidak hanya untuk seorang wirausaha saja, tidak hanya untuk orang-orang yang memang sebagai fasilitator, sebagai moderator dan lain sebagainya. Tapi bagi ASN terutama ee bagi ASN atau misalkan buat ee ini BUMN di mana pun yang bekerja gitu, itu sangat penting gitu. terutama pengalaman saya juga ee dulu sempat bekerja justru yang membantu untuk meningkatkan potensi saya dan meningkatkan penempatan saya dalam pekerjaan, meningkatkan personal branding itu sangat disorot sekali oleh atasan kayak gitu. Baik, next. Selanjutnya kita langsung masuk saja ke sesi pertama personal branding penting enggak ya? Oke, next. ya. Nah, untuk sekarang ini kita masuk di personal branding mindset. Karena untuk kita membuka personal branding mindset itu tentu kita ee harus bisa open minded dulu. Kenapa sih saya perlu gitu untuk personal branding? Sementara saat ini mungkin ee zonanya sudah nyaman gitu, sudah cukup untuk saat ini gitu. Lalu kenapa saya harus meningkatkan lagi dari personal branding? Oke, mari kita lanjut. Next, I. Next. Ah, baik. Nah, untuk pertama ini menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN. Nah, di sini saya mengutip sebentar ya. Aparatur sipil negara yang selanjutnya disingkat ASN adalah profesi bagi pegawai negeri sipil yang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintahan menurut pasal 1 angk. Lalu di sini yang mungkin sangat penting, setiap pegawai ASN memiliki hak dan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi. Nah, di sini untuk meningkatkan personal branding tentu harus meningkatkan kompetensi. Apakah itu bertabrakan dengan peraturan? Tidak tentunya. Justru malah ee di sini punya hak dan kewajiban bagi para ASN bahwa setiap ASN memiliki hak dan kesempatan untuk mengembangkan potensinya. Nah, di sini output-nya manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Menurut pasal 1 angkatan 5 UASN. Oke, next. Selanjutnya. Nah, lalu dengan sekarang personal branding ini yang sering dipertanyakan itu kita bertabrakan enggak dengan kode etik gitu sebagai ASN. Nah, di sini saya mengutip kode etik dan kode perilaku ASN di pasal 5 ayat 2 UU ASN. Hal-hal yang harus diperhatikan oleh ASN dalam melakukan personal branding yaitu pertama menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara. Yang kedua memberikan informasi secara benar tidak menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan. Lalu selanjutnya tidak menyalahgunakan informasi internegara, tugas, status, kekuasaan, dan jabatan untuk mendapatkan atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau untuk orang lain. Lalu yang terakhir, memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan integrasi ASN. Nah, di luar dari ini gitu dari dari selama kita tidak bertabrakan dengan kode etik yang ada, sah-sah saja untuk melakukan personal branding di sini gitu. Jadi ee ini merupakan jawaban sebenarnya bolehkah untuk kami melakukan personal branding? Misalkan saat ini tuh yang personal branding tuh dengan multiannel dengan kita itu tuh dengan sosial media ataukah kita sekarang menulis gitu menulis di sekarang kan menulis juga sudah sudah melakukannya di website kayak gitu. Nah, itu apakah bertabrakan enggak? Selama tidak bertabrakan dengan kode etik ini sah-sah saja untuk melakukan personal branding. Justru malah itu sangat dipentingkan sekali untuk saat ini. Oke, next. Selanjutnya ya ini infografis PNS pada Desember 2020 bahwa PNS saat itu ee wanita 52% lalu pria 48% dengan jumlah 44.18.118. Lalu next selanjutnya. Nah, ini data Badan Kepegawaian Negara BKN tahun 2022 ya. Sekarang sudah mencapai 4,25 juta ASN di pusat dan daerah. Nah, terbayang ya ASN ini cukup banyak gitu. Lalu apa sih yang menjadikan pembeda kita dengan ASN lainnya? Lalu bagaimana cara kita untuk memperlihatkan bahwa kita something yang unik yang bisa yang ibaratkan punya kontribusi yang cukup besar gitu untuk negara ini. Lalu untuk diperlihatkan itu bagaimana? Nah, justru di sinilah pentingnya adanya personal branding. Karena kita seringki mengingat seseorang dikarenakan personal brandingnya yang memang cukup kuat kayak gitu. Nah, di sini dari 4,25 juta 35% masuk dalam kategori dead good. Kayu mati memiliki kompetensi dan kinerja yang sangat buruk umumnya berusia lebih lebih dari 51 tahun. Lalu selanjutnya ada 11,5% masuk dalam kategori STAR. Memiliki kompetensi dan kinerja yang baik dan sangat baik. umumnya berusia di bawah 51 tahun. Lalu 7,5%-nya masuk dalam kategori train. Memiliki semangat bekerja keras sebagai abdi negara dan masyarakat namun kompetensi belum memadai. Nah, lalu selanjutnya 46% masuk dalam kategori workhous. Memiliki kompetensi yang baik namun malas bekerja apalagi berinovasi. Nah, hal ini yang perlu disiasati. Oke, next. Selanjutnya, nah di sini personal branding itu apa? Personal branding. Cara untuk mempromosikan diri sendiri dan mengkombinasikan keunikan dari keterampilan, pengalaman, dan kepribadian yang Anda inginkan agar dunia melihat Anda. Hal ini adalah cerita tentang kisah hidup Anda. Bagaimana itu mencerminkan perilaku Anda, kata-kata yang diucapkan, serta tindakan atau sikap Anda. Sama halnya seperti misalkan orang mengenal saya sebagai apa? ketika orang bertanya kamu siapa? Nah, ketika saya waktu dulu ketika saya kerja, saya ditanya orang, "Kamu sebagai apa?" "Saya bekerja sebagai IT." Nah, tapi dia oke sebagai IT di mana? Lalu apa yang kamu kerjakan? Sama halnya dengan yang di PT ini. Nah, biasanya pertanyaan-pertanyaan itu muncul lalu selanjutnya dia mengingat saya hanya misalkan nama saya dia sebagai IT gitu. itu kan sebenarnya dasar dari personal branding. Lalu ketika ketika orang bertanya lagi ee kamu ee sebagai apa? Oh, saya bekerja sebagai ASN di dinas mana gitu. Nah, sekarang yang bekerja sebagai ASN dalam suatu dinas itu mungkin ada beberapa orang, mungkin ada 12, ada 10, ada 20 gitu bahkan banyak. Nah, lalu apa sih yang akan membuat orang selalu mengingat kita dengan kita satu kali berkenalan? Di situlah personal branding harus dibuat. Oke, next. Selanjutnya. Nah, di sini juga menurut peraturan Permenpan RB nomor 7 tahun 2022, mungkin sebelumnya sempat mendengar ya tentang ini. Sistem kerja pada instansi pemerintah untuk menyederhanakan birokrasi. Kenapa di sini saya membahas e membahas sedikitnya peraturan pada ASN supaya ini tidak bertabrakan dengan bagaimana ASN membangun personal branding. Nah, di sini sistem kerja adalah serangkaian prosedur dan tata kerja yang membentuk suatu proses aktivitas pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi. Nah, dalam melaksanakan tugas kita lihat di pasal 6. di pasal 6 ini. Poin D, mengoptimalkan pemanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Nah, tentu di sini juga sudah ada dalam peraturan bahwa kita tidak menyalahgunakan peraturan selama tidak ee bertabrakan dengan kode etik tadi gitu. Ibaratkan ee data negara kita open gitu kayak gitu. Nah, selama itu hanya untuk personal branding kita, bahkan untuk beberapa gubernur kita mungkin yang sudah diketahui ada yang punya personal branding, dia sebagai orang yang gaul dan humoris gitu. Nah, itu sebenarnya untuk personal branding gitu. tidak tidak menutup kemungkinan hanya personal branding itu tuh justru apapun yang kita sajikan informasi mungkin dari instansi kita atau misalkan informasi di daerah kita itu akan cepat ditanggapi oleh masyarakat gitu. Karena apa? Karena adanya trust dari masyarakat, adanya kepercayaan gitu. Karena tahu, oh orang ini selalu memberikan informasi yang sangat tepat kayak gitu. Nah, sehingga membangun kepercayaan atau kredibilitas gitu. Nah, oke. Di sini mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Jadi, gimana sih caranya untuk kita membangun personal branding? nanti saya akan bahas. Nah, yang penting sekarang kita sudah punya mindset bahwa wah saya sebagai ASN ini sangat penting sekali membangun dari personal branding gitu dan itu memang menurut peraturan juga sudah disahkan bahwa sekarang ini itu harus mengoptimalkan pemanfaatkan teknologi gitu, teknologi informasi ya. Misalkan saya misalkan harus di sosial media kah ataukah di mana kayak gitu. Yang penting dari personal branding kita itu suatu hal yang unik yang bisa diterima gitu, yang bisa membantu mungkin dari instansi maupun dari masyarakat. Nah, supaya kita lebih dikena lagi, agar kita gampang untuk berkomunikasi juga terutama melayani masyarakat seperti itu. Oke, next. Selanjutnya ya mungkin di sini juga dari Permenpan RB nomor 7 tahun 2022. Nah, tahun 2022 ini sudah tidak asing lagi bahwa saat ini di seluruh daerah selalu bilang sistem pemerintahan berbasis elektronik SPBE. Nah, jika kita untuk membangun personal branding itu sangat-sangat menjaga-jaga gitu ee takut salahlah atau misalkan wah itu takut nanti bertabrakan dengan kode etik lah. Sementara sekarang ini sudah canggih yang katanya sudah berbasis katanya smart city. Sementara dalam smart city itu ada smart people katanya. Lalu sekarang itu tuh kita menggunakan sistem pemerintahan berbasis elektronik. Bahkan sekarang itu tuh dari dari ee masyarakat sendiri sudah ada kayak keluhan atau apapun berbasis elektronik seperti itu. Lalu ketika kita tidak menyesuaikan dari UI dan UX gitu kita itu tuh bagaimana gitu supaya kita melayani masyarakat itu karena ibaratkan masyarakat lebih lebih cepat tanggap gitu dalam sosial media sistem dalam sistem pemerintahan itu sendiri gitu. Oleh karena itu kita harus bisa mengikuti gitu, mengikuti dari ee perkembangan saat ini kayak gitu. Terutama selagi kita meningkatkan personal branding, lalu kita juga meningkatkan dari ee pengetahuan kita terkait UIUX gitu dari sistem informasi gitu. Nah, selagi berjalan personal branding itu pasti akan meningkat gitu. Terutama kita melayani masyarakat. masyarakat bertanya apa kita paham karena kita sebagai orang yang melakukan itu gitu sebagai orang yang ngibaratkan selama personal branding itu oh iya gitu cepat tanggap gitu dalam UIUX ini sistem impertahan berbasis elektronik nah di sini pemanfaat pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi oke di sini dalam pasal 20 instansi pemerintah mengutamakan layanan administrasi pemerintahan berbasis elektronik melalui pemanfaatan aplikasi SPB. Nah, coba deh saat ini untuk menyampaikan adanya SPBE saja, adanya suatu sistem informasi baru kayak gitu, adanya aplikasi baru atau apapun itu. Bahkan misalkan dalam satu instansi itu selalu disajikan informasinya melalui sosial medianya. Nah, kenapa sekarang semua instansi memiliki sosial media? supaya lebih gampang dikenal dalam instansi itu sendiri. Nah, instansi saja memerlukan branding. Lalu secara personal pun sama, kita memerlukan branding, gitu. Nah, ketika ada seorang ASN di dalam satu lingkup ee organisasi atau satu lingkup instansi, dia menyajikan informasi karena orang-orang sudah mengetahui dia misalkan ee dalam sosial medianya followers-nya cukup banyak karena dikenal dia sebagai penulis atau dia dikenal sebagai ee seorang influencer gitu. Bisa jadi kan karena banyak juga sekarang sebagai aparatur negara gitu. Bapak Sipil Negara itu yang menjadi influencer seperti itu. Lalu ee dia juga menyajikan informasi juga gitu di sosial media dia gitu bahwa adanya ee SPBE ee ee SPBE ke berapa gitu lalu adanya sistem informasi yang baru gitu apa gitu bahwa masyarakat bisa menyajikan bisa misalkan menyampaikan keluhan via aplikasi ini gitu. Nah, itu lebih cepat sampai ke masyarakat kayak gitu. Karena masyarakat mengenal si A ini sebagai apa gitu dan dia itu sebagai seorang yang selalu mengikuti orang ini gitu. Oke. Lalu di sini di pasal 21, pimpinan instansi pemerintah memastikan setiap unit organisasi menggunakan aplikasi umum berbagi pakai sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 20 ayat 2 yang di sini aplikasi SPBE sebagaimana dimaksud pada ayat 1 berupa aplikasi umum berbagai pakai. Nah, oleh karena itu saat ini karena sudah berbasis elektronik ya, semua juga harus bisa menyesuaikan gitu dengan sekarang itu kita multi channel ya semuanya ee dari mulai sosial media, dari mulai sekarang sekarang menggunakan aplikasi atau website kita sendiri gitu. Nah, kita menyajikan informasi melalui hal tersebut gitu. Kenapa? Untuk membangun apa? Membangun brand. Nah, kenapa sih setiap dinas itu selalu dia membuat suatu aplikasi yang itu tuh untuk mempermudah masyarakat misalkan antara masyarakat dan ASN itu sendiri? Karena di sini membangun brand kepercayaan kepada masyarakat bahwa adanya transparansi gitu. Nah, terutama misalkan orang-orang dalam instansi tersebut, ASN di sini menyajikan informasi gitu dekat dengan masyarakat dengan misalkan dia membangun sebagai personal brandingnya itu tuh saya sebagai orang yang ramah, sebagai orang yang begitu cepat tanggap terhadap masyarakat seperti itu. Nah, itu salah satu personal branding. Lalu masyarakat sendiri gampang untuk gampang untuk mengenal gitu. Oh, di dinas ini adanya aplikasi ini dan saya bertanyanya pasti sama Pak ini karena dia sebagai seseorang yang sangat ramah gitu yang mau mendengarkan keluhan kami misalkan seperti itu. Nah, itu cukup untuk bisa ee membuat personal branding di tengah masyarakat. Apalagi mungkin dalam instansi itu sendiri pasti dari atasan juga wah ini kepercayaan masyarakat ini selalu ada pada melekat pada seorang ini gitu misalkan. Oke next. Selanjutnya ya, penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik SPBE atau e-goverment yaitu penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan TIK untuk memberikan layanan kepada instansi pemerintah, aparatur sipil negara, pelaku bisnis, masyarakat, dan pihak-pihak lainnya. Seperti yang tadi saya sempat jelaskan bahwa sistem pemerintah berbasis elektronik ini atau SPBE memang yang melakukan atau misalkan yang merasakan dari SPBE ini kan semua gitu. Bukan hanya pemerintah sendiri yang membangun SPBE-nya, bahkan masyarakat sendiri menggunakannya kayak gitu. Jadi semua saling saling berintegrasi di sana, saling berkomunikasi di sana kayak gitu. Nah, tapi kena ee misalkan loh sekarang ini sudah berbasis elektronik, lalu masih pentingkah misalkan personal branding? Of course masih sangat penting gitu. Kenapa? Karena di di balik dari sekarang orang-orang menggunakan aplikasi masih ada secara fisikal, masih ada ee masyarakat itu tuh mempertanyakan bagaimana sih cara menggunakan sistem elektronik ini? bagaimana sih sistem aplikasi ini bisa saya gunakan. Lalu dia berinteraksi dengan siapa? Ya, dengan ASN itu sendiri. Otomatis bagaimana sih cara kita ee memperlihatkan siapa kita dan apa sih yang bisa masyarakat kenal dan melekat pada diri kita. Oke, next. Selanjutnya ya, di sini ada kompetensi atau keahlian. Kompetensi atau keahlian yang dimiliki oleh ASN itu tentu sangat menunjang dari kinerja. Seperti tadi ada peraturan bahwa ASN berhak untuk meningkatkan kompetensi. Kenapa sih ASN selalu ada beamtech, selalu ada ee penambahan dari misalkan ee hard skill yang ditambah gitu. misalkan tiba-tiba sekarang lagi belajar untuk ee infografis atau misalkan membuat dari ee ini gitu dari desain. Ada juga misalkan dia menggunakan tools-tools lainnya gitu. Di sini untuk apa? Meningkatkan kompetensi atau keahlian yang di mana itu sangat menunjang sekali terhadap kinerja. Nah, ketika kinerja ditunjang oleh kompetensi, soft skill, dan hard skill, di sini juga menghasilkan citra atau reputasi institusi atau organisasi. Jadi citra itu tuh yang melekat pada kita itu tidak hanya melekat pada diri kita saja. Di mana kita bekerja itu di sangat melekat sekali ketika kadang suka suka kita sering kali kan ada masyarakat yang ih saya malas banget nih datang ke sana gitu, datang ke dinas mana walaupun untuk membuat membuat ini gitu. Kenapa? Karena selalu ditanggapin dengan jutek gitu. Padahal itu mungkin hanya satu orang, tapi itu melekat sekali gitu. Ketika satu orang bercerita terhadap 10 orang, apa yang terjadi? Ya, di sana yang yang dibicarakan adalah institusi atau organisasi itu sendiri gitu. Bukan hanya secara personal branding-nya saja yang dibuat gitu seperti itu. Tapi citra dan reputasinya juga sangat terpengaruh gitu dari personal branding itu sendiri. Nah, dari tiga itu menghasilkan personal branding. Lalu saya mau dikenal sebagai apa di institusi atau organisasi atau organisasi itu mau dikenal dengan dengan ASN-nya seperti apa gitu. Nah, di sinilah personal branding mulai dibuilding seperti itu. Oke, next. Selanjutnya ya untuk ee kompetensi selalu kita itu tuh harus bertanya pada diri kita sebelum kita membangun personal branding. Ini juga salah satu ee beberapa pertanyaan yang selalu saya tanyakan bahkan setiap saat gitu. Walaupun misalkan oke Ratuagnia ini seorang dia seorang misalkan praktisi dia seorang ee fasilitator dari maklus dikenalnya di sana. Tapi tentu kita harus selalu meng-upgrade apalagi sekarang ini di zaman era digital saat ini gitu. Society 5.0 gitu yang di mana antara manusia dan teknologi ini saling berdampingan, saling membutuhkan satu sama lain kayak gitu. Lalu ee ketika kita tidak meng-upgrade gitu potensi dan kompetensi kita gitu, wah semakin ketinggalan justru personal branding itu tuh bisa saat terjadi saat itu kita dikenal sebagai apa. Lalu karena kita tidak membuilding itu, tidak kita tidak mengupgrade itu, besoknya orang-orang akan lupa gitu. Lalu kita lalu bagaimana gitu. Nah, di sinilah kita harus selalu bertanya sebenarnya apa sih keunggulan saya gitu. Lalu apa target saya? apa kekuatan saya, apa citra yang ingin dibangun oleh saya? Nah, empat hal ini yang kita tanya terhadap diri kita itulah yang akan menjadi poin di mana kita bisa membangun personal branding kita. Misalkan apa keunggulan saya? Oh, ternyata saya itu tuh unggul dalam hal menulis. Nah, lalu di sini tuh ketika saya punya keunggulan tahu, punya keahlian, saya menulis gitu. Nah, kenapa saya tidak bangun kompetensi saya tuh di sini personal branding saya itu tuh ahli dalam menulis. Bahkan misalkan saya itu tuh tulisan-tulisan saya misalkan selalu di-share bahwa itu terkait apa. Misalkan terkait terkait inikah ilmuah atau terkait misalkan sesuatu hal yang memang kita dalami seperti itu. Lalu apa target saya? Nah, ketika kita punya target, target itu tidak hanya dalam hal tidak hanya dalam hal branding atau apa. Pada saat kita menjadi seorang karyawan, terutama saya dulu sebagai orang karyawan, saya tentu ingin mempunyai target jenjang karir. Lalu segitu banyaknya orang yang bekerja di situ, bagaimana sih supaya saya itu tuh bisa cepat untuk melakukan jenjang karir tersebut ketika saya itu tuh dikenalnya hanya sama halnya dengan orang lain? Nah, itulah yang menjadi ee pemikiran saya pada saat itu. Saya harus menggali keunggulan saya di mana supaya saya dinilai pantas untuk saya itu tuh bisa meningkatkan ee diri saya gitu sebagai jenjang karir di tempat tersebut. Nah, targetnya itu lalu kita bangun dari apa keunggulan saya, lalu apa target saya di sana mulai dibuilding personal branding kita. Lalu apa kekuatan saya? Pasti kan orang juga akan mempunyai perbandingan gitu, mempunyai misalkan pertimbangan. Kalau orang ini ditempatkan di sini, apa perbedaannya dengan yang lain? seperti itu. Nah, hal ini yang harus kita lihat lagi apa sih yang menjadi kekuatan saya dibandingkan orang lain. Nah, di sini juga saya harus terus menggali lagi, menggali lagi seperti itu. Menggali lagi dari personal brandingnya, menggali lagi apa keunggulannya, kompetensi saya yang saya punya tuh apa, lalu apa citra yang ingin dibangun oleh saya. Untuk bisa mencapai target tersebut, saya harus dikenal sebagai apa? itu citra yang harus dibangun. Nah, di sinilah kita tahu arahnya ke mana personal branding kita. Oke, next. Selanjutnya, ya. Membangun personal branding ada banyak cara. Lalu di sini juga ada juga orang yang ibaratkan ingin dikenal personal brandingnya sebagai pembicara. Nah, tidak hanya tidak hanya orang-orang sebagai misalkan profesional atau misalkan sebagai ee saya sebagai fasilitator yang menjadi pembicara bahwa seringkiali ASN ini suka menjadi pembicara misalkan tidak hanya dalam internal bahkan ee ada undangan atau kunjungan atau misalkan perbandingan di tempat ee kota kabupaten lain. Nah, di sana juga pasti kita juga sebagai pembicara wah gimana public speaking kita. seperti itu. Nah, itu juga digali gitu. Jadi dikenal, oh kalau misalkan ada acara udah aja sama sama ini aja gitu. Nah, oleh karena itu ada juga orang yang membangun personal brandingnya. Dia sebagai pembicara sehingga dikenal oleh orang-orang. Nah, tadi seperti saya yang pernah saya ee bilang bahwa ada juga yang aktif menulis karena dia keahliannya, keunggulannya menulis. Nah, ada juga yang sebagai pembuat konten gitu. Nah, banyak banget saat ini itu tuh gubernur atau dia sebagai bupati atau walikota. Bahkan mungkin sekarang banyak juga tuh yang sebagai kepala dinas yang dia dikenal tapi dikenalnya itu tuh wah personal brandingnya cukup kuat gitu. Dia itu tuh ee sering jadi pembicara atau dia sering membuat konten gitu. Kontennya tuh terkait apa gitu. cukup lucu gitu kontennya. Bahkan itu juga menjadi ilmu sehingga masyarakat itu tuh punya punya antusias untuk bisa merespon seperti itu. Nah, lalu memanfaatkan sosial media. Nah, ini mungkin yang seringki kita dengar digital marketing yang bahkan sekarang sudah sudah sangat berkembang sekali. Tidak cukup hanya dengan digital marketing saja gitu. Digital marketing dengan berbagai platform. kita juga misalkan ee kita misalkan ada di Instagram, kita ada di Facebook, bahkan mungkin kita juga sebagai content creator di YouTube misalkan seperti itu sah-sah saja gitu. Bahkan itu akan menjadi satu keunggulan dan seharusnya itu menjadi sesuatu hal yang sangat di-support. Kenapa? Karena ketika kita menyajikan contontator, misalkan contonent kreatornya terkait ASN atau contonent kreator itu berkaitan ee misalkan ee di instansi tersebut. Bagaimana sih misalkan instansi A itu tuh melayani masyarakat hanya konten-konten seperti itu tapi misalkan punya antusias terhadap masyarakat di sana siapa yang menyampaikan personal branding-nya cukup meningkat tapi di sini juga sangat meningkatkan sekali dari personal dari brand dari branding sebuah instansi atau organisasi jadi saling berkaitan antara kita dan instansi tempat kita bekerja seperti itu. Jadi pemanfaatan sosial media, pembuat konten atau kita menjadi pembicara atau aktif menulis. Bagaimana sih cara kita membangun personal branding? Apa sih yang kita punya? Apa sih kompetensi yang kita miliki di sana kita curahkan? Kayak gitu. Itu di sana tuh membangun mulai-mulai membangun personal branding kayak gitu. Jadi enggak perlu kita aduh membangun personal branding saya pengin jadi influencer ini gitu. Atau misalkan ee saya pengin menjadi orang yang bikin konten, tapi keunggulan kita di menulis misalkan. Nah, sebenarnya sesuatu hal branding itu melekat pada diri kita. kita harus bertanya dulu kita sebagai kita tuh keunggulannya apa, pengin sebagai apa, seperti itu. Jadi kita tidak perlu jauh-jauh hari untuk misalkan harus loncat seperti A e membutuhkan effort yang cukup panjang kayak gitu. misalkan butuh 1 bulan sampai 3 bulan, tapi kita bangun personal branding itu dimulai dari sekarang, dimulai dari keahlian yang kita punya, dimulai dari hard skill, soft skill yang kita punya seperti itu. Kita bisa menulis, kita lakukan menulis gitu. Lalu kita perkenalkan bahwa saya seorang penulis seperti itu. Oke, next. Selanjutnya ya, mengapa personal branding penting? Nah, personal branding itu kita pertama memperluas network itu sudah pasti. Ketika kita personal brandingnya sangat kuat, orang juga cukup tertarik, bahkan sangat tertarik gitu untuk bisa dealing dengan kita, untuk bisa ee berinteraksi dengan kita. Nah, di sana kita bisa saling bertukar pikiran gitu, lalu tukar-tukaran kontak gitu. ini sangat memperluas sekali networking. Lalu membuka berbagai peluang. Ketika networking itu terbuka, tentu peluang juga semakin bertambah. Nah, lalu menciptakan kredibilitas. Nah, di sini kepercayaan juga menciptakan kredibilitas. Nah, selanjutnya jaminan kerja. Kenapa? Karena ketika branding kita cukup baik gitu, seperti yang tadi sudah saya jelaskan, tentu kita bisa mempromosikan secara personal kita bahwa kita pantas untuk berada di sini, untuk berada di A, berada di B, gitu. Karena kita punya sesuatu hal yang kuat yang bisa menunjang tempat tersebut kayak gitu. Oke, next. Selanjutnya, nah transformasi personal branding. Mungkin di sini ee suatu contoh secara sederhana ya, secara sederhana yang mungkin nanti kita kaitkan dengan ASN di sini. Ee seorang Dedy Kobuzer yang dulunya dikenal sebagai magician gitu. Lalu sekarang eh next mulai dikenal sebagai seseorang gitu yang wah influencer gitu. Influencer yang cukup kuat yang bahkan semua opini yang dia keluarkan itu tuh selalu direspon gitu, selalu ada respon dari netizen, dari masyarakat kayak gitu sehingga cukup cukup cepat gitu tanggapan dari opini yang dia keluarkan kayak gitu. Oke, next. Selanjutnya. Nah, oke. Next, ya. Jika suatu hari Anda berkesempatan bertemu dengan orang baru, bagaimana Anda memperkenalkan diri Anda? Nah, di sini cukup menarik gitu. Seperti yang tadi saya sempat contohkan, ketika orang nih ketemu dengan kita selalu bertanya, "Kamu ini siapa?" gitu. Nah, kita mengenalkannya sebagai apa di sana itu tuh itu suatu hal yang mulai membangun personal branding ketika kita bilangnya bahwa saya seorang pegawai. Misalkan pada saat dulu saya seorang pegawai. Nah, something unik yang bisa membuat orang tetap ingat kepada saya itu apa gitu di sana. Oh, ketika saya membangun suatu hal branding, bahwa saya orang yang misalkan humoris, bahwa saya orang yang misalkan sangat antusias terhadap teknologi, orang itu mulai mengenal gitu. Oh, begini ya. Oh, itu ratu yang di sini gitu yang dia itu tuh ee dia selalu di IT. Nah, ratu IT. Bahkan saat ini saya sebagai orang yang selalu memperkenalkan manajemen development, orang tetap mengenal saya sebagai ratu di bagian IT gitu loh. Karena personal branding yang cukup kuat di IT pada saat dulu gitu. Nah, jadi di sini penting banget kita tuh mempertanyakan ketika orang menanyakan saya, "Saya sebagai apa ya?" gitu. Nah, itu juga kita ah saya sebagai saya ASN di dinas mana gitu. saya ASN di dinas mana? Lalu ketika eh boleh enggak saya follow misalkan Instagram-nya? Lalu di Instagram kita ada misalkan ada konten kreator berkaitan apa? Infografis terkait instansi kita kah atau misalkan terkait apa gitu konten-konten yang cukup cukup antusias masyarakat tuh berkaitan apa gitu. Nah, di sana juga orang mulai mengenal, "Oh, Bapak ini ya dia ASN di sini dan dia juga selalu nge-share sesuatu hal yang cukup bikin saya tertarik nih, gitu. Nah, itu satu hal ee personal branding gitu, kayak gitu. Jadi ee kita harus bisa mengingat kalau suatu hari saya ditanya ee ketemu orang gitu yang baru terutama misalkan dari daerah lain. Nah, apalagi saya ngelihat nih di sini itu tuh ternyata ASN-nya dari mana saja ya? Ada dari Batam tadi saya lihat ada dari Cirebon. Wah, banyak sekali ya bukan hanya dari wilayah Jawa Timur saja. Nah, lalu kita pasti saling bertanya gitu, misalkan tukaran kontak gitu atau kayak gimana gitu walaupun kita sama-sama ASN. Nah, kita memperkenalkannya kita sebagai apa gitu. Nah, di sinilah personal branding yang harus kita bangun gitu, kita building gitu supaya ketika mengenalkan diri itu ada sesuatu hal yang melekat dalam ingatan seorang. Oke, next. Selanjutnya ya dengan mengetahui siapa sebenarnya Anda akan lebih mudah mengetahui bagaimana persepsi orang lain mengenai Anda. Tentu kan ketika orang itu mengetahui kita tuh sebagai apa, kita siapa, persepsi itu tuh selalu bermunculan dari tiap orang gitu. Nah, kita tuh akan tahu gitu orang itu tuh berpersepsi kita tuh sebagai apa sih gitu. mengenai kita itu bagaimana sih dari misalkan negatif atau positifnya seperti apa sih? Nah, di sinilah kita ee perlu untuk misalkan evaluasi bahkan kita itu tuh bisa meningkatkan value di sana ketika orang berpersepsi, wah persepsinya sebagai influencer misalkan sebagai seseorang yang selalu ramah, seorang yang selalu apa gitu. Nah, di sini tuh value kita meningkat. Bahkan mungkin ada suatu hal yang wah kayaknya ini bagian ini, persepsi orang nih ada yang bagian ini nih kayaknya perlu ditingkatkan apanya gitu keunggulan kita untuk supaya persepsi ini berubah. Nah, hal seperti ini jadi penting sekali kita memperkenalkan kita sebagai siapa kayak gitu. Banyak sekali influencer yang dia itu tuh multi misalkan dia itu tuh punya keahlian yang multi gitu yang banyak gitu kan. Tapi harus emang harus selalu ada yang melekat gitu terhadap orang tersebut. Enggak bisa dengan sekarang kita kadang-kadang kita menjadi penyanyi, kadang-kadang kita menjadi motivator, kadang-kadang kita menjadi seorang wirausaha, kadang menjadi apa. Nah, terkadang persepsi orang tuh akan bingung gitu di sana. Nah, itulah pentingnya kita mempertanyakan goals kita itu tuh sebagai branding itu apa, personal brandingnya apa gitu. karena itu akan membangun banyak persepsi dari orang-orang untuk meningkatkan value. Oke, next. Selanjutnya ya, next. Sepertinya suaranya belum muncul ya. Lihat paling menyenangkan dari pekerjaan yang saya lakukan adalah ketika saya bisa bantu orang banyak. Halo, nama saya Vina Muliana. Saya merupakan seorang content kreator dan seorang profesional karir di BUMN. Sehari-hari saya bekerja sebagai seorang HR spesialis di salah satu BUMN dan saya juga merupakan seorang content kreator yang memfokuskan diri untuk berbicara soal karir, tips kerja, maupun membantu mereka yang ingin masuk ke TUMN. Ketika sesimpel dengan buat konten di media sosial itu orang bisa mendapatkan ilmu yang mungkin belum pernah mereka dapatkan gitu. utamanya soal mencari pekerjaan atau soal karir dan dunia profesional. Banyak di antara teman-teman online saya juga akhirnya bilang ke saya curhat bahwa dengan nonton konten yang saya buat, mereka merasa akhirnya bisa menemukan nih apa sih sebenarnya pekerjaan yang mereka lakukan dan akhirnya mereka juga bisa menemukan dan diterima di perusahaan yang mereka impi-impikan. Eh, kenapa saya menjadi seorang content kreator adalah karena awalnya saya melihat banyak sekali anak muda yang waktu itu sering melampiaskan kegundahgulanaan mereka dan merasakan susahnya untuk mencari pekerjaan waktu itu di media sosial. Media sosial yang saya maksud sini adalah TikTok. Dan kemudian ketika saya mencoba untuk melihat gitu ya, apakah kemudian ada juga konten yang bisa addressing atau menjawab permasalahan tersebut kok kiranya kayaknya enggak ada gitu. Akhirnya saya mencoba untuk membuat salah satu konten yang tujuannya adalah membantu para pencari kerja untuk bisa mendapatkan pekerjaan impian mereka dan ternyata kontennya populer dan akhirnya saya jalani terus hingga sekarang. Apa nasihat terbaik yang pernah saya dapatkan adalah ketika salah satu mentor saya bilang yang namanya ketika kita bekerja jangan hanya fokus untuk mencari uang. Gimana caranya kita bekerja? Boleh kita kerja keras, boleh kita ingin sukses, boleh kita ingin punya semuanya, tapi jangan lupa dan jangan pernah sampai melalaikan kewajiban kita untuk selalu memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan, dengan manusia, dan dengan ee lingkungan. Kalau misalnya dari di agama Islam disebutnya hablum minallah, hablum minannas dan hablum minal alam gitu ya. Kalau dalam bahasa Hindu namanya trihitakarana. Dan itu yang saya selalu ambil teguh dan saya terapkan sampai sekarang saat saya berkarir. [Musik] Wow, menarik ya. Ada seseorang yang bekerja ee di BUMN tapi dia juga merekap sebagai contonent kreator kayak gitu. Nah, lalu dia juga menjadi seseorang yang mempunyai personal branding yang dikenal oleh orang-orang banyak gitu, tapi melekatnya sebagai content creator yang dia itu tuh memperkenalkan juga gitu bagaimana sih cara dia masuk ke ee BUMN gitu, bagaimana sih untuk supaya bisa cepat ee bekerja gitu. Nah, hal-hal seperti itu gitu. Jadi ee tidak tidak hanya karena kita fokus terhadap pekerjaan, terkadang kita fokus terhadap pekerjaan gitu. Tidak hanya sebagai seorang yang bekerja saja, bahkan orangor yang memang sebagai praktisi sendiri membangun perusahaan kadang fokus saja, terlalu fokus terhadap opportunity dalam pekerjaan tersebut kayak gitu. Nah, tapi kita lupa gitu untuk kita menawarkan sesuatu hal bahkan kita itu tuh mempromosikan diri kita sendiri, orang harus tahu dulu bahwa secara branding ini kita mampu untuk bisa ibaratkan dipercaya atau tidak gitu. Kayak personal branding kita cukup dikenal atau tidak oleh orang tersebut. Nah, hal-hal seperti ini gitu yang memang sebenarnya cukup membantu gitu ketika kita bekerja dalam suatu instansi lalu kita memiliki personal branding yang kuat, kita juga punya networking yang cukup ee besar gitu, kita cepat gitu untuk dalam jenjang karirnya hal-hal seperti ini gitu. Jadi, personal branding tuh sangat-sangat penting terutama bagi ASN kayak gitu. Kebayang kan 4,25 juta itu yang terdata di tahun 2022. Nah, bagaimana kita memperkenalkan gitu diri kita something yang unik dibandingkan dengan 4 juta orang lainnya. He seperti itu. Oke. Dasar personal branding terdapat empat pertanyaan utama yang ditanyakan kepada diri sendiri sebelum memulai personal branding. Apa yang saya sukai? Nah, oke. Lalu saya bagus dalam hal apa? Apa sasaran personal brand saya? Apa yang membuat saya dapat dipercaya? Nah, empat hal ini juga pertanyaan yang sama halnya dengan tadi. Empat pertanyaan yang tadi membantu kita untuk untuk membangun building gitu dasar personal branding kita. Apa yang saya sukai? Sama halnya seperti tadi itu apa keunggulan kita? Apa yang saya sukai? Oh, ternyata saya suka dalam misalkan dalam konten kreator. Nah, content kreator orang tuh ngenal TikTok biasanya apa? Joget-joget kan ya gitu. Tapi ternyata dimanfaatkan gitu cukup banyak dimanfaatkan. Ada orang berjualan di sana, ada orang memperkenalkan ee memperkenalkan berita-berita gitu di sana. Ada orang juga yang memperkenalkan ilmu marketing di sana gitu. banyak hal yang memanfaatkan ee sistem informasi saat ini gitu dengan platform saat ini gitu, apa yang dia suka tapi untuk membangun brandingnya. Nah, di sini juga harus ditanya apa yang saya sukai. Menulis kah, membuat content creator kah gitu atau misalkan ee sebagai apa atau misalkan suka peaching kah gitu, suka sebagai pembicara gitu. Nah, hal seperti ini yang harus kita pertanyakan sebagai dasar untuk personal branding. Saya bagus dalam hal apa? Nah, saya bagus dalam hal apa? Apa sasaran personal brand saya? Gitu. Seperti yang tadi juga sasarannya apa sih? Saya ingin ke mana gitu. Targetnya apa gitu apa yang membuat saya dapat dipercaya. Nah, ketika kita membangun building personal yang cukup bagus gitu dengan branding yang cukup bagus, pasti orang juga cukup percaya gitu terhadap kita gitu. Kita ingin kita personal branding memang sebagai seorang motivator, seorang pembicara. Nah, ketika kita mau mengisi suatu acara, orang sudah tidak akan meragukan lagi karena kita dapat dipercaya gitu. bahkan memberikan suatu tanggung jawab dan kepercayaan gitu yang ibaratkan itu untuk menjadi promotor bahkan untuk diri kita sendiri. Wah, kita dipercaya acara besar nih gitu. Saya dipercaya acara besar nih gitu untuk mengisi acara gitu. Suatu suatu kepercayaan karena apa? Karena personal branding kita membuat orang percaya seperti itu. Oke, next. Selanjutnya, nah apa yang saya sukai? Nah, di sini kita bisa memilih misalkan tadi e kalau di sini kan ada pecinta alam, makanan, kegiatan sosial, olahraga, otomotif. Mungkin kalau untuk konten kreator memilihnya mau dari apa nih yang dikenalkan gitu. Nah, tapi kan kita ee apalagi di ASN coba coba digali lagi gitu. Oh, saya ternyata suka desain nih, gitu. Sebun saya ASN, saya suka desain ya. Kenapa enggak kita menyajikan misalkan infografis atau konten-konten gitu kan yang lucu-lucu, tapi itu juga sangat membantu atau memberikan pengetahuan untuk masyarakat. Seperti itu. Oke, next. Selanjutnya. Nah, saya bagus dalam hal apa? Nah, contohnya ada seseorang, kita sebutkan saja Pak Ridwan Kamil. Dia dikenal sebagai orang yang gaul dan humoris gitu. Nah, terkadang itu suatu hal yang unik yang mungkin melekat terhadap diri seorang. Bahkan mungkin di lingkungan kita sendiri suka ada ee pegawai yang mungkin wah dia humoris banget nih, suka banget ngobrol sama orang ini karena lucu gitu, karena dia bisa membangkitkan suasana. Nah, hal itu keunikan dalam diri kita yang melekat gitu kan. Apakah kita ee mudah untuk bernegosiasi, mudah untuk ngobrol dengan orang gitu, suka desain atau misalkan humoris. Itulah hal yang bagus gitu yang kita itu tuh bina dalam personal branding gitu kan. Enggak hal sederhana, humoris tapi bisa diterima oleh orang banyak gitu. Justru itu hal yang bisa membangun personal branding gitu. Next. Selanjutnya lalu tadi yang ketiga, apa yang membuat saya dapat dipercaya? Ya, oke, next. ee membuat kita dapat dipercaya dari semua hal yang kita bisa, dari semua hal yang kita sajikan ke orang ee misalkan oh saya tuh sebagai orang yang bisa berbicara, saya sebagai orang content creator atau saya sebagai penulis. Apa yang membuat saya dapat dipercaya? Karena orang tahu bahwa kita secara personal kita mampu untuk melakukan hal tersebut gitu. Itulah yang membuat orang ee bisa dipercaya. Tapi dengan dipercaya itu tuh banyak hal yang bisa kita capai gitu ya. Banyak hal yang bisa kita building. Contohnya kita bagaimana kita mengejar penghargaan. Seringkiali kan ASN mendapatkan penghargaan. Ee seperti tadi di yang slide pertama saya sempat ee ibaratkan memasukkan bahwa ee sempat mendapatkan penghargaan nih di ini di Jatim gitu untuk ASN. Nah, itu sesuatu hal yang bisa ee membuat orang dapat dipercaya. Wah, SM-nya ini cukup bagus gitu. Sangat-sangat bisa dipercaya sekali. Nah, lalu selanjutnya sertifikasi dan training, gitu. Sertifikasi dan training karena kita punya peraturan di nomor di tahun 2014 tadi bahwa seorang ASN itu punya hak gitu untuk meningkatkan kompetensinya gitu. Jadi justru kan seringki oleh instansi kita sendiri itu didukung gitu untuk melakukan training dan sertifikasi. Nah, ini dapat kita manfaatkan gitu. Kita jangan lewatkan hal-hal seperti ini karena itu bisa membuat kita mampu dipercaya untuk melakukan hal tersebut karena kita mampu, karena kita bisa gitu. misalkan sertifikasi atau training mengenai desain karena kita menggali potensi hard skill gitu, hard skill baru dalam diri kita ketika kita ee kayaknya untuk acara ini, untuk acara event ini saya bantu untuk ini deh, untuk mengarahkan desainnya. Nah, pasti kita dipercaya. Kenapa? Karena orang tahu bahwa kita pernah training, kita kita pernah kita dapat sertifikasi dan bahkan kita itu tuh mengerti gitu untuk membuat desain tuh seperti apa. Itu cara untuk kita membangun kepercayaan gitu, membuat saya dapat dipercaya. Oke. Kredibilitas diperlukan untuk mendapatkan kepercayaan dari anggota komunitas dan dapat dicapai melalui cerita pengalaman hidup. Nah, pengalaman hidup kan kita bisa juga gitu. saya bisa loh content creator karena saya pernah mengikuti training dan saya pernah dapat sertifikasi bahkan saya pernah dapat penghargaan dalam membuat konten ee infografis apa misalkan seperti itu. Nah, itu kan pengalaman hidup dan menjadi suatu hal yang terngiang gitu terhadap terhadap ee orang itu tuh yang kita bilang bahwa kita pernah melakukan training, kita pernah ee dapat sertifikasi gitu di bidang itu gitu sebagai content kreator. Jadi, wah si A ini pintar banget tuh kontennya gitu. Nah, hal-hal hal seperti itu juga sudah menjadi personal branding. Oke, next. Selanjutnya ya. Lalu apa sasaran personal brand saya di sini? Sasaran personal brand. Nah, sebenarnya sasaran ini terutama sih kalau bagi ASN itu tuh ingin sekali ya yang meningkatkan awareness gitu. meningkatkan awareness dari orang-orang bahwa wah saya ini something nih, saya seseorang yang ee unik nih, saya seseorang yang sangat pandai dalam hal ini nih, gitu. Kenapa? Karena untuk meningkatkan kinerja kita gitu untuk kan suatu hal yang ibaratkan kita dikenal personal branding sebagai ASN yang misalkan sangat rajin kita dapat pujian kah atau misalkan kita bahkan dipromosikah kita dipercaya suatu hal pekerjaanah itu meningkatkan ee kepercayaan juga terhadap diri kita gitu meningkatkan sesuatu hal yang menjadikan kita ee wah saya lebih semangat lagi menjadi ASN gitu. itu kenapa? Karena saya mendapatkan antusias dan saya juga mendapatkan awareness, saya juga mendapatkan sesuatu hal yang ibaratkan ee dihargai gitu. Kenapa? Dari persona branding tersebut. Oke. Lalu juga sebagai ASN jangan lupa juga untuk melakukan kolaborasi karena kita tahu personal kita sisanya A, lalu ee rekan kita juga secara personal brandingnya di B, kita saling menunjang di dalam pekerjaan. Nah, di sini juga melakukan kolaborasi gitu, melakukan juga relasi networking gitu kan di pihak internal kayak gitu. Nah, seperti itu mungkin sasaran personal brand gitu. Kita juga harus punya sasaran. Oke, next. selanjutnya. Nah, ini refleksi mungkin nanti ee kita bisa refleksi diri gitu bisa mungkin after dari dari sini gitu kan atau misalkan besoknya kadang juga malam misalkan saya sering kali apa sih yang saya sukai saya bagus dalam hal apa sasaran personal brand saya dan apa yang membuat saya dapat dipercaya. Kenapa? Karena empat hal ini ketika dipertanyakan terhadap diri kita, kita mencoba untuk membangun personal branding tersebut gitu. Kita m-building dari awal nih, gitu. Mulainya dari mana dulu? Kadang orang nanya, mulainya dari mana dulu sih? Pengin kayak si A gitu. Tapi kita saya harus belajar dulu di bagian ini. Apa aja dulu yang kita bisa, apa yang saya sukai, apa yang bagus dalam diri kita gitu. lalu kita lakukanlah gitu dari sekarang untuk membangun personal branding tersebut. Oke, next. Selanjutnya ya, sesi pertama sudah cukup selesai sampai sekarang. Nah, lalu jika ada pertanyaan mungkin boleh dipertanyakan lah ee sambil saat ini. Oke, Pak. Kita juga akan masuk setelah sesi pertanyaan akan masuk ke coffee break dulu ya sekitar 15 menit ya. Betul ya. Oke gitu. Oke sekali lagi terima kasih Bu Ratu ini untuk materinya sangat luar biasa banget ya. Dan ternyata emang benar ee personal branding ini dari segi regulasi pemerintah pun juga sudah diatur ya, bahwasanya ASN ini bisa kok untuk mempersonal brandingkan dirinya di seluruh medium yang ada tapi dengan menjaga kode etik-kode etik yang sudah disebutkan tadi. Dan ada beberapa hal juga yang perlu Sobat ASN ketahui ya, bahwasanya sebelum kita membuat personal branding, penting dulu untuk mengetahui sebenarnya internal diri kita ini apa sih yang kita sukai, apa sih kelebihan kita, target kita maunya seperti apa. Jadi itu harus linear untuk menciptakan value-nya. Nah, sebelum saya masuk ke sesi diskusi, mungkin saya ingin tanya terlebih dahulu nih kepada Bu Rato. Bu Ratu, misal nih ada sesosok ASN yang mungkin dulu sebelum bekerja ee personal brandingnya itu bertolak belakang dengan ee citra institusi yang dia bawain saat ini. Misal sebelum menjadi ASN yang memang orientasinya harus memiliki pelayanan yang baik. dia dulu ee bekerja sebagai seorang dep collektor gitu ya, yang punya ee citra e menagih hutang, tegas, jahat kayak gitu. Nah, sebenarnya gimana sih cara kita untuk bisa melakukan rebranding ketika citra tersebut, citra awal itu sudah terlalu melekat dalam diri kita dan kita ingin memberikan citra yang baru yang bertolak belakang dengan citra awal tersebut. Kalau menurut Bu Ratu, bagaimana, Bu? Oke. Sama halnya kayak tadi ya, saya sendiri itu tuh dulu ee karena mungkin orang mengenal saya sebagai IT konsultan. Ini salah satu contoh juga saya sebagai IT konsultan. Lalu saya pernah memenangi secara skala nasional dan Asia Pasifik gitu untuk inovasi IT. Alhasil orang lain tuh selalu kadang ee ratu IT itu ratu yang Bu Ratu IT. Bahkan kalau orang nyari nyari ini nomor saya gitu banyak juga tuh Ratu IT gitu. atau IT. Nah, seperti itu. Nah, ketika citra saya sekarang sebagai seorang yang misalkan oh saya sebagai fasilitator di MA Plus, saya sebagai seorang yang sekarang menjadi eh seorang bisnis development, seorang yang manajemen development, digital marketing gitu. Orang yang selalu mengenalkan hal tersebut. Nah, bagaimana sih cara caranya untuk menghilangkan yang tadi melekat gitu dia sebagai depollektor lalu sekarang itu sebagai seorang yang yang ada di instansi pemerintahan gitu. Is it ok? Karena gini, badai itu cepat berlalu itu istilah lamanya. Tapi juga saat ini itu tuh kadang ee nama kita bahkan personal branding kita walaupun bagus sekalipun, jangankan jelek, bagus sekalipun karena kita tidak membuilding itu gitu. itu bisa jadi lupa dengan sendirinya gitu, bisa jadi sesuatu hal yang jadi ee yang jadi suatu hal yang di belakang gitu. Nah, ketika kita yang sebelumnya sebagai seorang yang sangat cukup jahat gitu, cukup yang wah bikin penindasan gitu, bahkan mungkin melakukan rentisasi gitu atau apa. Nah, lalu ketika kita menjadi seorang ASN, menjadi seorang yang ada di dinas itu sendiri, kita memperlihatkan nih branding kita itu tuh wah sebagai orang yang melayani masyarakat terus-menerus gitu. Lalu juga kita juga sering ee misalkan secara personal itu tuh memperkenalkan misalkan di media sosial tuh media sosial sebagai seseorang ASN yang selalu gitu secara citra itu tuh membantu masyarakat gitu memberikan sesuatu hal yang misalkan tadi dinasnya dinas misalkan diskominfo lah kita itu tuh kan diskominfo kan melekat sekali untuk untuk memperkenalkan nih kepada masyarakat itu tuh cara cara-cara untuk di SPBE gitu. Nah, dia ibaratkan memperkenalkan secara dirinya dalam sosial medianya itu tuh bahwa dia ee mengajarkan terhadap masyarakat tuh begini loh cara mempergunakan aplikasi ini gitu secara ramah gitu, secara ee sesuai dengan ibaratkan ee SOP yang dia punya kayak gitu. Nah, itu juga akan melekat terhadap masyarakat karena ee kekuatan netizen ini memang cukup sangat-sangat ini gitu besar gitu impactnya kayak gitu. Jadi yang dulu itu tuh saya sering kali nih yang dulu yang dulu hal yang dulu mungkin gitu kan sering orang itu tuh berbicara hal yang buruk tapi ketika itu tereplace dengan saat ini gitu nah itu jadi malah yang melekatnya yang saat ini karena orang itu akan melihat tuh saat ini bukan yang lalu gitu. Sama halnya sekarang saat ini kita mengenal gubernur di Jawa Barat itu sebagai apa sih gitu. Wih, gaul sekali kan gitu. Tapi mungkin Heeh gitu dulu itu tuh beliau dikenal sebagai seorang gitu yang yang sangat melekat sekali dengan dengan ini gitu dengan belajar melekat sekali dengan ini gitu dengan apa dengan membangun membangun ini membangun apa membangun ee misalkan gedung membangun sesuatu hal gitu kan yang ini. Nah, dulu dikenalnya di sana kok bisa sih sekarang dikenal sebagai seorang gitu seseorang yang yang dalam instansi pemerintahan yang gaul, humoris, dan mau melayani masyarakat. Jadi yang lalu itu tuh bisa jadi dilupakan gitu karena yang dilihat orang itu ya saat ini gitu. Jadi ya santai aja gitu. kita enggak perlu khawatir dengan saya padahal dulu ee punya personal brandingnya saya ya orang yang proyekkan kok sekarang saya gitu di ASN gimana gitu. Apakah orang-orang akan berpikir bahwa saya di ASN ini untuk proyek gitu kan. Tidak gitu kan. Kita membangun lagi nih personal branding ee kita karena kita di mana kita tempat berada gitu ya, di situlah personal branding kita harus dibuilding seperti itu. The power of ya media sosial ya. Iya betul gitu. Eh, jadi walaupun kita sebenarnya dulu punya citra yang bertolak belakang dengan citra yang ingin kita tampilkan saat ini, sebenarnya asal kita tahu dulu nih value yang ada di ee institusi kita dan kita melakukan itu dengan konsisten, saya rasa apa yang dikatakan Bu Ratu benar. Orang akan lupa dengan apa yang kita lakukan dulu dan akan ingat yang saat ini ya Bu Ratu ya kayak gitu ya. Iya, betul betul. Ada pertanyaan masuk Bu Ratu. Saya akan bacakan pertanyaan pertama terlebih dahulu. Oke, ini saya akan coba untuk scroll. Oke, pertanyaan pertama dari Idah Rohyani dari instansi DPM TSP Daner Kabupaten Sumenep. Pertanyaannya adalah Bu Ratu, jika boleh personal branding seperti apa sih yang bisa dilakukan oleh ASN lewat media sosial? Karena kan kita tahu nih Bu Ratu, core value dari ASN itu kan berakhlak ya. Poin loyalnya itu mempunyai perilaku untuk menjaga rahasia jabatan dan juga negara. Oke. Jadi sepertinya Bu Ida ini takut ketika melakukan e personal branding ee secara tidak langsung beliau ini juga mengungkap rahasia jabatan dan negara terkait dengan tupoksi yang ee beliau emban saat ini. Bagaimana kalau menurut pandangan Bu Ratu? Sebenarnya selagi tidak menyalahi kode etik yang ibaratkan rahasia negara karena kan iibaratkan kita dikenal sebagai seorang ASN gitu. Kita ibaratkan jangankan di sosial media secara personal aja kita mengenalkan wah saya kerja sebagai ASN di dinas mana kayak gitu gitu. Jadi itu bukan sesuatu hal yang ibaratkan bersifat sesuatu hal yang sensitif gitu bukan data negara gitu yang kita keluarkan itu gitu. Jadi ee misalkan tadi ee pertanyaannya gimana sih gitu untuk untuk apa untuk saya bisa me-branding gitu di sosial media supaya ibaratkan saya sebagai ASN yang berakhlak ibaratkan enggak membuka gitu, enggak membuka secara ini gitu secara rahasia negara. Sementara kan saya ini kan punya ee kode etik sebagai ASN. Nah, kalau misalkan kita gitu secara apa? secara personal nih. Secara personal itu memperkenalkan ee halo gitu. Halo. Saya sebagai ee saya tuh saat ini sebagai ASN nih. Saya ingin memberiahu bagaimana sih untuk bisa masuk ke e sebagai ASN ini atau saya saya pengin memberitahu nih bagaimana gitu untuk etik kita gitu ee di dinas di dinas kami ini seperti apa gitu. Lalu misalkan ee oh ya saya punya ini punya informasi nih masyarakat misalkan yang mau ke DPMPTSP yang misalkan ini bisa bisa melakukan hal seperti ini gitu. Nah itu justru malah jadi antusias untuk masyarakat gitu. bukan sesuatu hal yang bertolak belakang dengan ibaratkan bukan suatu hal yang bertabrakan dengan tadi kode etik tadi justru malah membantu instansi tersebut selain personal branding kita untuk menyampaikan gitu terhadap masyarakat gitu kan. Lagian juga ee secara personal branding kita sebagai ASN, kita mengenalkan di sosial media ee kan harus membangun kepercayaan tadi. Ketika misalkan masyarakat ibaratkan kita kasih tahu, "Halo, di dinas saya ada informasi seperti ini." Tapi masyarakat tidak tahu bahwa kita sebagai ASN yang bekerja di instansi tersebut. Bagaimana masyarakat akan percaya? Nah, hal seperti itu. Jadi, enggak perlu dikhawatirkan apalagi tadi sudah diatur oleh apa ya? Oleh ee undang-undang ya, oleh undang-undang, terus juga oleh peraturan dari Permen PAN gitu tadi kan sudah diatur juga. Nah, jadi ee enggak perlu dikhawatirkan lagi gitu. Apalagi kan tadi kita juga dituntut untuk meningkatkan potensi gitu. Lalu di Permenpan gitu yang tahun 2022 nih baru gitu kita harus ee ee mengikuti dari ee ibaratkan sistem informasi dan komunikasi. Nah, sistem informasi dan komunikasi saat ini kan luas sekali kayak gitu. Itu ee kenapa saya mencantumkan dari peraturan karena ini selalu jadi kendala nih ASN ini selalu takut gitu kan. takut kalau misalkan saya ingin membangun branding, tapi gimana nih gitu. Saya takut dinyinyir netizen itu lebih pedas daripada cabe gitu. Benar. Benar. Tapi sebenarnya ee menanggapi juga dari yang Bu Ratu sampaikan tadi juga sempat dikasih contoh ya di slide kita ada sosok eh Kak Vinam ee juga yang bekerja di BUMN sebagai seorang HR. Beliau itu tidak menyajikan apa yang menjadi tupoksinya beliau di BUMN, tapi beliau lebih sharing ke hal-hal yang menjadi expertise beliau di bagian HR gitu ya, dengan tips eh screening CV, gimana cara membuat CV yang bagus itu kan secara tidak langsung lineere kan ya Bu ya dengan kompetensi yang e beliau punya saat ini gitu. Oke, thank you Rato untuk jawabannya. Ini ada pertanyaan masuk lagi dari e Bu Hesti Pangastuti dari Dinas Koperasi dan UK Jabar. Pertanyaannya adalah saya setuju dengan pernyataan narsum. Yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana teknik atau strategi menanamkan image personal kita kepada publik? Karena personal branding sangat terkait dengan image personality. Bagaimana kalau menurut Bu Rato? Coba diulang tadi gimana? Ee terkait dengan strategi menanamkan image personal Ibu kepada publik sebagai seorang ASN. Oke. Oke. Personal terkait personal image ya. Ya. Personal image. Terhadap masyarakat. I terhadap masyarakat. Benar. Publik. He. Oke. Yang ditekankan di sini lebih ke strateginya. Bagaimana teknik strateginya? Oke. Strateginya. Strateginya untuk eh personal image ya. Personal image. Nah. Heeh. strategi untuk personal image ya seperti tadi kan kita bisa aja gitu melalui melalui banyak hal gitu. Bahkan saat ini dari ASN itu sudah banyak personal image yang mulai dibangun apakah itu dari media, bahkan kan dari media untuk saat ini terus-terusan kan ya mungkin ee kita tahulah setiap event yang ada dalam yang ada dalam ini lingkup instansi ASN itu selalu diibaratkan itu ee dinaikkan dalam media gitu saat ini. Itu kan salah satu strategi gitu. Strategi dalam hal apa? Penulisan. Lalu ee tadi kan ibaratkan ada creative content. Ingat ya, Pak, mungkin sesuatu hal yang harus saya sampaikan. Ada banyak cara manusia dan cara masyarakat kita itu tuh untuk belajar. Ada yang dia itu tuh marketnya itu tuh memang dia itu tuh suka untuk membaca. Nah, mungkin di sini kita bisa masukkan market ee yang membaca ini tuh dengan strategi kita memperkenalkan lewat tulisan gitu. bisa tulisan media ee misalkan media misalkan kita sedang melakukan event apa gitu dalam instansi kita atau misalkan dalam ee kita sendiri punya program apa seperti itu. Nah, bisa juga lewat sosial media kita membuat suatu tulisan kayak gitu. Nah, ada juga yang dia itu secara auditory. Nah, auditory di sini kita kan bisa bangun creative konten itu tuh apakah kita mengisi gitu misalkan kita itu membuat suatu opini seperti itu lewat video seperti itu. Nah, atau misalkan ketika dalam suatu ee acara kan kita juga sering nih misalkan acara dengan UMKM, nah dengan masyarakat. Nah, hal-hal seperti ini itu sebenarnya momentum untuk memperkenalkan gitu kan, memperkenalkan ee diri kita gitu sambil kita juga memperkenalkan kayak gitu acara tersebut. Nah, ini juga melekat di masyarakat itu oh itu yang yang pembicaranya itu ee siapa itu Pak ini gitu atau misalkan Buya Ibu siapa gitu. Nah, itu hal seperti itu melekat gitu dalam orang-orang yang misalkan secara belajarnya auditori. Jadi, kalau misalkan strategi membangun personal image gitu ee bisa dimulai dari sana gitu. Nah, terutama melalui berbarengan dengan program-program yang ada dalam instansi kita sendiri gitu. Hal seperti itu kan sambil berjalan bisa dimanfaatkan gitu kan. Karena kan setiap instansi saya tahu pasti ada event-nya sendiri. Bahkan mungkin kalau bukan event apalagi kayak DPMPTSP gitu yang sering setiap hari gitu bisa ada masyarakat datang atau misalnya Misduk Capil gitu. Nah, ini kan kita keseringan ketemu orang yang hadir gitu kan. Nah, ini juga kita bisa membangun secara image kita bertemu dengan orang halo gitu kan. Misalkan ee saya ini misalkan begini begini gini atau misalkan halo Pak, ada keluhan apa? Bahkan kita hanya bertanya selewat segitu aja orang bisa melekat gitu mengenang atau mengetahui, "Oh, apa itu ramah banget ya gitu." Misalkan seperti itu. Oke. Ee ada yang lebih lanjut? Baik, makasih Bu Ratu. Jadi ee sebetulnya ketika kita mau membangun personal image itu kita juga harus tahu sebenarnya target pasar mana sih yang kita tuju tadi. Ee terkait dengan jawaban Bu Ratu. Sebenarnya kalau orangnya ini memang lebih suka terkait dengan tulisan-tulisan ya, kita sajikannya tulisan-tulisan yang lebih ee banyak dan lebih bagus gitu ya. Kalau orangnya lebih suka ke auditori ya kita sajikan-sajikan konten-konten terkait dengan audio yang enak untuk didengar ya seperti itu ya. Baik Bu Ru ini ada pertanyaan lagi dari Bu Arianti Pujiastuti dari Dinas PMD Kabupaten Trenggalek. Oke ee saya coba untuk scroll ke bawah sebentar pertanyaannya. Oke, bagaimana kiat kita menumbuhkan kemauan yang kuat nih untuk membangun personal branding? Karena terkadang yang beda itu dianggap nyeleneh. Ini pikiran orang-orang generasi-generasi sebelumnya ya. ee terkadang berbeda itu dianggapnya leneh dan tidak dianggap personal branding. Jadi ee berbeda itu seringkali dianggap oleh ASN lain ini kita merasa nyaman dengan kondisi yang ada saat ini meskipun ee sebenarnya berbeda itu bagus gitu. Nah, gimana tuh menanggapi hal-hal yang kayak gitu di masyarakat kita, Bu Ratu? Saya cukup mengenal salah satu ee salah satu gubernur ya yang gitu ee tapi mungkin saya enggak enggak akan tekankan namanya di sini. beliau yang dikenal oleh masyarakat gitu kan di sosial media cukup nyeleneh gitu, cukup lucu gitu, humoris tapi ketika dalam instansinya cukup serius dalam pekerjaan seperti itu. Jadi bukan hal yang dikhawatirkan kita berbeda itu nyeleneh gitu karena itu tergantung tanggapan. Mungkin kan satu hal yang akan bisa bikin kita cepat untuk dikenal orang karena uniknya itu gitu. Mungkin kayak saya aja gitu ee agak wah ini ee orang menjelaskan agak sedikit kadang suka sambil ketawa gitu, suka sambil apa itu juga akan jadi sesuatu hal yang akan melekat seperti itu. Ee tapi berbeda dengan orang yang biasanya menjelaskan secara serius ya kan. Nah ee apakah saya khawatir tidak. Kenapa? karena itu membangun suatu hal citra yang mungkin agak berbeda dengan yang lain gitu. Jadi ketika misalkan ditanya ee takut banget nih kalau misalkan sama orang kan nanti disangkanya saya aneh gitu kan. Ee kita mungkin agak agak agak menggeser kata aneh ini dengan unik gitu. Jadi mungkin ee kita bisa ee suatu hal yang enggak perlu kita khawatirkan di tempat kita bekerja. Kita bisa bekerja sebagaimana mestinya. Tapi memang ketika kita memperkenalkan suatu hal yang memang berbeda dari diri kita, apalagi memang itu kita sendiri gitu kan. Tadi ditanyakan apa perbedaannya kita dengan yang lain. Ternyata ada sesuatu hal yang terpendam nih. Nah, justru yang terpendam ini yang akan jadi personal branding, ngajar aja gitu kan, enggak perlu kita takut gitu. Who knows gitu. Kita enggak personal branding itu lebih ditekankan kepada pembeda ya, Bu ya. Justru nyelenek itu bagus enggak sih, Bu Rato? Iya, betul gitu kan. Kalau coba kalau misalkan kita gitu kan sama aja gitu kan yang lain sambil kaku ayo kita gimana bagaimana gitu kan sama gitu. Lalu pasti kan di sini juga akan yang ibaratkan pernah mengikuti beberapa ini gitu beberapa acara eh ternyata kita ini di sini banyak ketawanya gitu kan banyak nyelenehnya akan ada sesuatu hal yang melekat gitu. Nah ini mungkin salah satu contoh gitu. Jadi enggak perlu dikhawatirkan sesuatu hal yang unik itu justru di situlah personal branding dibangun gitu. Nah, saya ee kayak misalkan coba deh kalau misalkan kita lihat misalkan ee mungkin saya sebutkan beberapa biar tidak kesannya satu orang gitu. Ada Pak Ganjar yang dikenal sama kita, ada Pak Ridwan Kamil, ada banyak yang lainnya juga gitu, Pak Emil Dardak gitu. mungkin orang-orang itu tuh mengenal mereka itu tuh ee misalkan orang yang sangat-sangat antusias terhadap masyarakat bahkan secara media sosial marketingnya cukup tinggi gitu kan. Tapi ke dengan kelucuannya, dengan nyelenehnya, dengan kadang lucu-lucuan gitu dalam setiap acara ketika mereka dalam instansi mereka cukup serius untuk menanggapi gitu untuk menanggapi suatu suatu pekerjaan. Jadi ya kita tanggapi pekerjaan kita gitu. Enggak tiba-tiba kita nulis gitu kan. Nulis terus ketika kita nulis tiba-tiba ketawa sendiri. Nah kalau itu aneh gitu baru namanya. Tapi ketika kita kerja ya is oke. Kita kerja having fun gitu. I love my working gitu kan. Jadi ibaratkan eh kita sangat-sangat mencintai pekerjaan kita, tapi kita juga memperkenalkan secara personal branding terhadap orang. Oke, aku orangnya seperti ininya itu sahsah aja gitu. Yes. Baik. Ee sekali lagi terima kasih Bu Ratu untuk jawabannya yang sangat luar biasa. Namun sebelum kita lanjut ke sesi-sesi pertanyaan dan diskusi selanjutnya ataupun materi sesi dua, kita akan masuk terlebih dahulu ya, Sobat ASN ke sesi break terlebih dahulu. Jadi jangan lupa untuk Sobat ASN mengisi link presensi yang nantinya akan kami bagikan juga. Dan nanti kami juga akan menyelenggarakan game Kahut. Jadi pastikan bagi Sobat ASN mulai dari sekarang siapkan device Anda untuk bergabung dan mendapatkan hadiah spesial dari BPS ee BPSDM Jawa Timur dan juga Markplace Institute. Kita akan istirahat selama 15 menit. Jadi nanti kita akan bertemu kembali di pukul 10 le50 waktu Indonesia Barat. Sampai bertemu di sesi selanjutnya. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Allah [Musik] Iya. Halo, selamat siang sobat ASN. Anda kembali lagi menyaksikan webinar ASN Belajar seri 37 personal branding bagi ASN. Penting enggak ya? Nah, untuk eh sebelumnya sebelum kita masuk ke sesi game kahut di siang hari ini terlebih dahulu kepada beberapa penanya beruntung yang tadi sempat saya bacakan di sesi satu. Selamat Anda mendapatkan merchandise menarik dari BPSDM Jawa Timur dan juga Marpres Institute untuk nanti akan kami berikan detail ee terkait dengan pihak siapa saja yang dapat Anda hubungi untuk konfirmasi lebih lanjut ya. Nah, Sobat ASN sekalian kita akan masuk ke sesi games yang sangat kita tunggu-tunggu. Jadi ee Anda bisa langsung mulai siapkan device Anda dan masuk ke laman kah ya. Jadi bisa diklik sekarang di Google Anda di mesin pencarian Kahut K A H O T. Nah, kali ini kita akan berikan terkait dengan kode unik yang dapat Anda masukkan untuk memulai kahut. Silakan tim bisa ditampilkan. Oke. Nah, untuk kodenya silakan masukkan [Musik] ya. Sekali lagi 362175 dan jangan lupa untuk pakai nama asli yang ee Anda isi di link presensi tadi juga ya. Jadi jangan pakai nama fiktif ya. Pastikan Anda menggunakan nama asli ya. Sobat ASN, kita akan tunggu sekitar ee 1 sampai 2 menit ya untuk kita mulai game S kahut berikut ini. Jadi gameahut berikut ini ee merupakan games dari materi-materi yang telah Bu Ratu sampaikan di sesi sebelumnya. Jadi bagi Anda Sobat ASN yang menyimak acara ini dari awal sampai tadi pasti ee saya jamin bisa menjawab seluruh soal yang kami berikan. Oke, ini sudah ada 30 sekian orang. Oke. Waduh, ini sudah ada lagi. Oke. Ee coba untuk diperbesar. Oke, ini ada 50 orang. Oke, masih tersisa 30 detik lagi. Oke, silakan bagi Sobat ASN yang masih belum bergabung bisa langsung masukkan kode unik di 3622175 untuk Kahut ya. jangan sampai melewatkan kesempatan ini karena cuma jawab soal gampang-gampang materinya udah ada tuh tadi diberikan oleh Bu Rato ya terkait dengan personal branding langsung dapat hadiah. Nah, itu tadi saya lihat ada yang masukkan nomor ya sebagai nama. Sekali lagi untuk nama ini hanya kami perbolehkan menggunakan nama asli ya, jangan sampai menggunakan nama fiktif. Oke, saya akan hitung mundur dari 10 9 8 7 6 5 4empat 3 2 sat. Silakan dikunci terlebih dahulu tim. Oke, kita akan mulai masuk ke pertanyaan yang pertama. Soalnya adalah ini adalah jawaban benar atau salah. Personal branding dapat memperluas network. Silakan Anda jawab. Waktunya ada 20 detik ya. Sudah 50 jawaban terkumpul. Oke. Benar atau salah ya? Personal branding dapat memperluas network dan jawabannya adalah iya. Oke, jawabannya adalah benar. Oke, masih ada yang jawab salah. 14 orang masih salah tapi enggak apa-apa. Masih ada semilan soal menanti Anda. Kita langsung masuk ke pertanyaan berikutnya, ya. Kristi masih memimpin. Oke, pertanyaan berikutnya adalah apa itu personal branding? Oke, personal branding adalah cara untuk menemukan percaya diri dalam diri Anda atau cara mempromosikan diri dengan mengkombinasikan keunikan yang dimiliki. Kira-kira yang mana ya? Oke, tersisa 3 detik lagi. Jawaban yang benar adalah betul. Cara mempromosikan diri dengan mengkombinasikan keunikan ya. Ee sifat asli dari personal branding adalah diferensiasi. Oke, lanjut ke soal berikutnya. Kita lihat. Oke, Kristi. Oke, turun. Jadi, Tiara ya yang ada di posisi pertama. Oke, next tim. Ini soal benar dan salah. What am I good? Merupakan hal yang membedakan diri Anda dengan orang lain atau keunikan. Apakah itu termasuk benar atau salah? 120 jawaban. sudah terkumpul 5 detik lagi. Oke, mayoritas sudah benar ya. Jawabannya adalah benar. Kita langsung masuk ke pertanyaan berikutnya. Oke, posisi terus berubah. Di posisi pertama ada Kak Doni. Silakan next tim. Pertanyaan benar atau salah? Salah satu cara untuk meningkatkan kredibilitas Anda yaitu dengan cara mengikuti sertifikasi. Silakan. Apakah mengikuti sertifikasi dapat meningkatkan kredibilitas Anda dalam personal branding? Iya atau tidak? Oke, tersisa 5 detik lagi ya. Jawabannya adalah benar. Masih ada 25 orang yang salah. Jadi pastikan Anda memperhatikan materi yang diberikan oleh Bu Ratu ya, Sobat ASN semua. Oke, Kak Doni masih e memimpin di nomor satu. Next. Oke. Soal benar atau salah personal branding dapat menumbuhkan peluang bisnis baru. Hm. Apa iya personal branding dapat menumbuhkan peluang bisnis baru. Kira-kira peluang bisnis yang seperti apa ya? Benar atau salah? Oke, 5 detik lagi dan jawabannya adalah benar. Oke, lima orang masih salah. Jadi, peluang bisnis baru itu kita dapatkan ketika network kita semakin luas juga ya. Oke, Kak Doni masih memimpin ya di nomor satu. Kita langsung lanjut lagi ke soal berikutnya. Oke, ini pertanyaan kuis. Berikut merupakan cara untuk membangun personal branding kecuali oke ini belum diajarkan materinya tapi kalau Anda sobat ASN tahu Anda luar biasa sekali. Berikut merupakan cara untuk membangun personal branding kecuali oke 5 detik lagi. Jawabannya adalah uh ternyata 100 orang. Sudah benar. Ini saya semakin yakin kalau orang-orang SN itu adalah orang-orang yang kompetensinya tinggi-tinggi banget ya. Nanti kita juga akan bahas materi ini. Oke, kita lihat. Wow. Aduh, ini ada nama pengabdi pengabdi saset ini siapa ya? Kalau misalnya nanti sampai menang, biarkan MC yang mengambil alih hadiahnya enggak apa-apa. Oke, kita next lagi. Pertanyaan selanjutnya, benar atau salah? Point of differentiation merupakan poin pembanding diri Anda dengan orang lain. Ingat ya, ada kata highlight poin pembanding. Poin pembanding apa benar atau salah? 140 jawaban sudah terkumpul. Oke, jawabannya adalah salah. Poin pembanding itu bukan terminologi yang tepat, tapi lebih tepatnya adalah poin pembeda. Oke, kita masuk ke soal berikutnya. Oke, Kak Doni turun masuk di Kak Berliana sebagai peringkat nomor satu sementara ini. Next. Oke, kita masuk ke kuis. Berikut merupakan elemen dalam diferensiasi kecuali ini soal juga akan kami bahas di sesi berikutnya. Jadi bagi Sobat ASN yang bisa menjawab dengan benar, selamat Anda dinyatakan sebagai orang yang sangat pintar sekali. Oke. Konten konteks kompetitif atau infrastruktur 2 detik lagi jawabannya adalah oke 22 orang menjawab benar kompetitif. Nanti akan kita bahas di sesi kedua selanjutnya. Next. Wow, Kak Berliana masih di posisi pertama ya. Oke, kita akan lanjut ke soal berikutnya. Dua soal terakhir. Ketika value diri Anda linear dengan positioning, maka akan membentuk brand identity Anda. Benar atau salah? Oke, 100 orang sudah menjawab, tersisa 15 detik lagi. Iya, benar atau salah? 5 detik lagi. Jawabannya adalah benar. Nanti akan kita bahas kenapa e value itu harus linear dengan positioning ya dalam personal branding. Oke, next. Soal terakhir Kak Berliana masih ada di posisi pertama. Soal selanjutnya soal terakhir benar atau salah? Oke, ini double point ya. Infrastruktur merupakan elemen dari diferensiasi yang membuat teknologi SDM dan fasilitas benar atau salah. 10 detik lagi 5 detik lagi. Jawabannya adalah benar. Luar biasa. Para sobat ASN ini sepertinya sudah paham terkait dengan dasar dari personal branding dan sekarang kita akan lihat siapakah yang masuk ke dalam jajaran tiga besar nantinya akan mendapatkan merchandise eksklusif dari BPSDM Jawa Timur dan juga Markplace Institute. Selamat kami ucapkan kepada Kak. Hamka untuk menempati posisi ketiga, Kak Muhammad Sofyan sebagai peningkat dua dan juga Kak Dengdeng Kak Berliana. Ya, kami ucapkan selamat untuk tiga orang pemenang. Nanti akan kami berikan kontak yang dapat Anda hubungi lebih lanjut untuk konfirmasi hadiah. Oke deh, Sobat ASN sekalian jangan lupa ya untuk yang menang ini dicreenshot ya layarnya ya. Jadi nanti dikirimkan sebagai tanda bukti ya ke tim kami. Oke. Ee seperti yang tadi sudah dibahas di sesi SAT sebelumnya tadi kita sudah membahas banyak sekali terkait dengan regulasi pemerintah. Apakah ee ASN ini boleh untuk mempersonal brandingkan dirinya di medium-medium yang tersedia? Kemudian bagaimana cara kita untuk mengetahui strength yang ada dalam diri kita, target yang ingin kita capai untuk personal branding kita seperti apa. Nah, kali ini kita di sesi kedua akan belajar kembali dengan Bu Ratu terkait sebenarnya bagaimana sih cara kita untuk membuat personal branding itu yang kuat di target pasar kita masing-masing. Jadi, langsung saja saya persilakan. Ini dia Buuratu Agnia Fadila selaku eksklusif fasilitator Marles Institute. Halo ya. Baik Bu Ratu saya persilakan kembali untuk menjelaskan materinya. Kalau tadi kita membahas terkait ee dasar-dasar dalam personal branding, kali ini ee Bu Ratu akan menjelaskan Sobat ASN terkait bagaimana cara untuk membangun dan mempertahankan personal branding yang kuat di target pasar kita masing-masing. Silakan Bu Rato. Oke, sebelumnya mungkin saya akan ee menjadi pembuka dulu seperti ini ya. Mungkin di sini akan masih banyak ya kalau saya ngelihatnya masih banyak yang bingung gitu. masih banyak yang bingung antara personal branding sama ee yang dibrandingkan itu apakah instansinya kah ataukah yang atasah ataukah sendiri gitu. Oke, gini ya. Di sini yang ditekankan itu adalah personal branding. Personal branding itu ya untuk diri kita gitu. Nah, kita itu tuh secara personal branding belum tentu kita akan akan membrandingkan kitanya yang sebagai ASN atau kitanya citranya yang sebagai ibaratkan ee bekerja di instansi mana belum tentu gitu. Nah, mungkin kita akan memperkenalkan diri kitanya itu tuh misalkan sebagai penulis ATK atau misalkan sebagai contonent kreator. Baru mungkin secara contontreator kita bilang saya selain contentor saya juga sebagai ASN. Misalkan kayak gitu. Nah, di sinilah gitu yang sebenarnya ditekankan itu adalah diri kitanya. Kenapa? Nah, yang di kenapa tadi saya ibaratkan mengaitkan dengan instansi? Mengaitkan dengan instansi karena kita itu tuh ibaratkan udah kayak aset gitu untuk instansi tersebut. Bahkan kita sebagai kalau misalkan harus bilang sebagai aset negara gitu. Karena kita di sini sebagai ASN itu tuh aparatur sipil negara itu ya kita bekerja untuk negara gitu. Nah, ee ketika kita secara personal branding kuat, nah tentu itu akan menjadi satu sorotan di mana ee kita bekerja dalam suatu instansi. Tapi bukan berarti yang kita brandingkan adalah instansi. Kalau itu beda lagi. Itu adalah kita membrandingkan instansi tersebut, brand sebuah satu organisasi gitu. Nah, tapi kalau misalkan personal branding adalah kita memperkenalkan secara personal kitanya gitu, mau dikenal orang sebagai apa. Nah, kalau personal branding itu yang menjadi sesuatu hal value di sini adalah untuk diri kitanya. Bukan hanya ibaratkan untuk instansinya, bahkan di mana pun kita berada karena kita melekat ee dalam diri kita tuh sebagai ee personal branding yang cukup baik gitu di mata orang-orang itu akan meningkatkan mutu kita di semua lingkungan. Bukan hanya dalam instansi kita. Bahkan mungkin ketika kita berpindah tempat atau kita kunjungan ke kota kabupaten lain, nah itu juga menjadi sesuatu hal yang akan melekat ee yang akan membantu kita gitu untuk ibaratkan lebih cepat berinteraksi dengan orang gitu, value gitu dalam diri kita gitu. Beda halnya kalau misalkan kita membrandingkan ibaratkan ee satu instansi itu brand kan. Nah, kalau misalkan mranding suatu instansi itu ee kalau misalkan sekarang kan kalau enggak salah ada indeks pelayanan publik ya, ada penilaian indeks pelayanan publik. Nah, mungkin itu akan menambah value dari sana gitu. Tapi di sini yang kita tekankan adalah personal branding. Nah, personal branding kalau misalkan apa sih kaitannya sama instansi? Ketika personal branding kita bagus, instansi itu akan terbawa dengan sendirinya. Bahkan mungkin kayak misalkan yang tadi saya contohkan ada seorang gubernur. Nah, dia gubernur mana? Wah, Jawa Tengah gitu. Jawa ini Jawa Barat gitu. Instansi yang dia tempat dia bekerja terbawa gitu. Padahal dia di sini yang melekat terhadap orang-orang ee secara personal branding-nya yang sangat begitu lucu, yang sangat begitu gaul kayak gitu. Nah, hal-hal seperti itu. Jadi, ee itu mungkin akan jadi satu hal karena tadi saya cukup menyimak beberapa pertanyaan. Nah, ee cukup banyak hal orang yang ee masih bingung gitu antara apa sih yang harus saya brandingkan kayak gitu. Apakah saya harus menekankan terhadap instansinya kah atau terhadap atasan gitu atau apa gitu. Nah, tadi kan ada empat pertanyaan terhadap diri kita. Ee apa yang kita bisa, apa yang kita mau gitu, terus ee keunggulan kita apa, seperti itu. Jadi ee yang kita tekankan di sini adalah personal branding. Lalu ee tadi juga ada yang sempat mempertanyakan apa sih perbedaan ee kita personal branding dengan tata krama? Itu suatu hal yang sangat berbeda ya dengan manor gitu. Nah, manor diatur dengan tadi adanya dalam undang-undang bahwa ASN harus seperti apa. Bahkan di sini ada juga ee yang mengatur etika seorang ASN itu harus bagaimana dengan dia tidak membuka rahasia negara, dengan dia itu tuh ibaratkan ee tidak aneh-aneh gitu. Itu ee itu suatu hal etika gitu. Etika sebagai seorang ASN. Nah, itu tata krama seorang ASN. berbeda halnya dengan personal branding. Kalau misalkan kita mengaitkan personal branding tuh citranya buruk loh gitu. Buruknya apa gitu. Nah, misalkan ee ini karena memang itu ee secara personal harus harus mengenalkan sama orang-orang tuh apa? Belum tentu kayak gitu. Belum tentu semua orang itu tergantung sudut pandangnya. Bahkan orang yang sudah kita nilai secara bagus saja masih ada aja yang nyinyirnya. Masih ada aja orang yang ibaratkan negatifnya ya, namanya dunia netizen Indonesia gitu, dunia netizen plus 62 gitu. Jadi kita harus siap dengan hal-hal seperti itu. Pasti ada aja kan banyak hal yang harus kita berpikir positif ketika ada yang nyinyir. Apakah dia itu tuh punya apa ya? Dia mungkin punya banyak maksud di sana. Apakah benar dia mengkoreksi diri kita ataukah dia sebagai musuh kita ataukah dia memang hanya mengkritik supaya untuk menjatuhkan kita? Banyak faktor. Jadi kita tidak perlu ee terpaku terhadap apa kata orang. Tadi juga saya cukup banyak apa menyimak bahwa gimana sih karena kan banyak juga ee yang nyinyir gitu yang apa kita tidak boleh terpakut terhadap orang yang nyinyir karena gini ada istilah di mana perbedaan orang yang sudah menikmati hidup dan belum menikmati hidup adalah ketika seseorang tersebut dia sudah tidak mempedulikan lagi dengan nyinyiran orang lain gitu. dia fokus terhadap karyanya, dia fokus terhadap karirnya. Jadi ya kita cukup fokus terhadap karir kita sebagai ASN dan kita juga building dari personal branding kita untuk meningkatkan citra kita lebih baik lagi gitu. Bukan hanya citra citra kita sebagai ASN-nya, tapi secara personal. Sehingga ketika ada disposisi kita dipindahkan ke manaun karena personal kita brandingnya cukup baik gitu, kita siap untuk itu gitu. Nah, mungkin output-nya larinya ke sana. Tapi ini juga menjadi satu hal emas untuk sebuah instansi ketika yang bekerja dalam instansi tersebut punya punya personal branding tuh yang cukup bagus. Mungkin di sini ee ada ee enggak menutup kemungkinan karena saya pernah beberapa beberapa ini kota kabupaten yang saya temuin dari dinas gitu dari dinas-dinas yang ketika dia itu tuh memasarkan suatu event dia menggunakan influencer. Betul? Pernah dong ada gitu satu atau dua dua satu atau dua yang pernah berpengalaman menggunakan influencer apakah untuk acara event di mana gitu dalam kota kabupatennya atau misalkan untuk membranding membantu UMKM misalkan ibaratkan ee untuk mempromosikan dari ininya gitu. Kenapa ee ibaratkan kita mempercayakan terhadap influencer terhadap seorang yang dia influencer di TikTok gitu. influencer yang ada di ee Instagram dikarenakan secara personal brandingnya dia cukup kuat bahwa dia punya masa di sana, punya orang-orang yang mempercayai dia, orang-orang yang nge-follow dia, orang-orang yang selalu mengikuti dia gitu. Sehingga kita bisa mempercayakan bahwa untuk meningkatkan branding dari kota ini, meningkatkan branding dari produk-produk UMKM kami gitu menggunakan influencer, kita minta bantuan influencer. Nah, di sini kan ada personal branding yang kuat. Kenapa enggak ketika ibaratkan contohnya kayak gini, ada beberapa ee pejabat negara yang dia itu sangat kuat sekali brandingnya sehingga dia membantu untuk saya saya menggratiskan untuk ee UMKM untuk ibaratkan mempromosikan mengenalkan produk UMKM-nya. Nah, ini kan sesuatu hal keunggulan. Kenapa? karena dia mampu untuk dipercaya di tengah masyarakat, mampu untuk dipercaya gitu sehingga dia itu tuh bisa mempromosikan apapun yang dia bawa itu sesuatu hal yang bisa diterima oleh halayak umum seperti itu gitu. Jadi ada suatu perbedaan yang sangat signifikan antara personal branding dan brand dari institusi itu gitu. Jadi ee mungkin itu cukup menjawab dari beberapa pertanyaan saya lihat tadi juga cukup banyak yang sangat bingung gitu saya harus mulainya dari mana? Apakah dari instansinya kah atau misalkan dari ini gitu dari atasannya kah gitu. Nah, ini ada suatu perbedaan ya jelas ya yang kita tekankan adalah value dalam diri kita gitu. Nah, itu juga untuk siapa gitu yang ininya yang merasakan manfaatnya ya diri kita gitu. tidak hanya egoistik diri kita, bahkan kita bisa membantu untuk meningkatkan ibaratkan dari ee mutu dari sebuah instansi tersebut karena dalam instansi tersebut ada yang memiliki personal branding yang sangat baik kayak gitu. Oke, ee kita lanjut ke yang sesi kedua. Nah, mungkin nanti jika ada pertanyaan-pertanyaan karena di sesi kedua ini kita masuk ke implementasi bagaimana personal branding. Tadi sih saya sudah cukup membuka bagaimana implementasi gitu beberapa implementasi untuk membuka personal branding dalam diri kita. Nah, sekarang saya enggak akan terlalu cukup banyak nanti kita berinteraksi, kita saling tanya jawab gitu. Jika ada pertanyaan-pertanyaan, mari kita masuk ke sesi kedua. Oke. Oke. Bagaimana membangun personal branding? Next. Oke, ya. Di sini bagaimana membangun personal branding? Yang pertama menentukan posisi sebagai strategi. Bagaimana Anda ingin dipandang oleh orang lain. Nah, ini sama ya seperti seperti yang tadi ee kita itu untuk membangun personal branding itu macam-macam gitu motifnya. Apakah kita hanya ingin untuk dilihat oleh masyarakat? berarti ya mungkin masih ada kaitannya kita melekatkan personal branding kita dengan instansi kita gitu. Tapi ketika kita ingin memperlihatkan bahwa kita sebagai seorang yang dengan mutu misalkan influencer atau kita sebagai penulis tadi gitu ya, kita juga harus menentukan posisi tersebut gitu sehingga kita tidak salah strategi untuk mengenalkan diri kita. Nah, di sini brand integrity ya. Lalu apa yang membedakan Anda dengan yang lain? Di sini mencari pembeda, taktik inti. Nah, ini mencari pembeda ini sama halnya seperti yang tadi. Ketika kita mengenalkan itu tuh atau misalkan pantaskah kita dalam suatu ibaratkan kepercayaan? Pasti yang akan ditanyakan oleh orang lain ee apa ini apa sih bedanya dengan orang itu? Apa sih beda beda-bedanya gitu? Enggak bisa kita misalkan orang lain yang membedakan gitu, kita cuman ojo dibanding-banding k gitu, enggak bisa gitu. Jadi intinya ketika ketika orang membedakan kita itu ya bisa siapapun bisa membedakan kita. Nah, oleh karena itu karena memang orang lain juga akan berpandangan apa yang jadi pembeda kita dengan orang lain, justru kita harus bisa melihat dari sisi apa sih yang buat kita unik dibandingkan orang lain sehingga kita bisa dikenalnya lebih unggul. Gid itu. Oke. Ee di sini juga untuk mencari brand image. Oke, sebelum ya. Nah, lalu selanjutnya dari brand integrity, brand image tadi gitu kan ya. Ini kan saling saling berhubungan satu sama lain gitu. Lalu selanjutnya citra gitu citra kita. Karena kenapa? Sering ada orang yang bilang, "Wah, kayaknya ini bangun pencitraan atau apa." Semua hal yang berkaitan dengan personal branding itu memang untuk membangun sebuah citra. Jadi, lalu untuk apa kita untuk memperhatikan masalah pencitraan atau apa? Enggak semua pencitraan. Kadang kita mengenalkan suatu hal ibaratkan ee terkait kegiatan kita niatnya bukan apa-apa, tapi hanya untuk sebagai ini gitu. Ibaratkan ee oh ini kegiatan kita sehari-hari gitu. Tapi kadang orang melihatnya wah ini pencanan apa, is it gitu. itu mungkin hanya satu dari berapa orang yang memandang hal seperti itu. Jadi enggak perlu lagi gitu kayak misalkan ee terlalu ee ibaratkan terpengaruh dengan netizen yang ibaratkan nyinyir tadi gitu. Banyak sekali tuh yang nanya kayak gitu. Nah, karena citra ini sebagai indikator sebenarnya sebagai nilai kayak gitu. Nah, bagaimana Anda mengkomunikasikan diri Anda kepada orang lain? Nah, justru dengan citra inikah gitu kita bisa mengkomunikasikan gitu siapa sih diri kita? Oke, next. Selanjutnya ya. Nah, di sini positioning yang tadi bagaimana kamu ingin dipandang oleh orang lain, karakter yang ingin Anda bentuk. Nah, tadi ada yang sempat bertanya, apa sih bedanya personal branding dengan manor? ini justru malah gini ya sebenarnya personal branding gitu enggak lekat apa sih emang ada lekatnya juga sedikitnya tentang tata krama kita. Ada juga orang yang ibaratkan membangun brandingnya dengan dia ee oke orang ini tuh terkenalnya ramah, orang ini terkenal yang sangat baik sekali gitu. Dia melayani orang dengan sukacita gitu dengan dengan sangat ramah, dengan sangat baik gitu dengan penuh senyum. Nah, hal seperti ini itu sesuatu hal karakter yang dibentuk gitu. Nah, kalau misalkan kita enggak perlu khawatir dengan adanya aku personal branding terus juga takutnya bertabrakan dengan manor kan kita diatur dengan undang-undang tadi dengan tadi juga ada ee peraturan Permentan gitu. Jadi kita juga di sana juga bisa melihat gitu apa sih yang akan menjadi ganjalan kode etik gitu dalam kita melakukan personal branding. Nah, karena ada karakter yang dibentuk yang karakter dalam kode etik itu tidak boleh ibaratkan mencemarkan dari institusi gitu. Enggak boleh ibaratkan membuka rahasia negara. Nah, ini kan karakter yang kita bentuk. Oke. Ee saya membangun personal branding saya sebagai seorang ASN yang saya kreatif misalkan yang saya sangat-sangat ee yang sangat-sangat ee suka gitu dalam melayani masyarakat misalnya itu karakter yang dibentuk gitu. Jadi ee tidak perlu takut sama manor. Sama halnya kayak tadi yang sempat ditanyakan sama Pak Lukman bahwa eh gimana kalau misalkan sebelum menjadi ASN ada seseorang yang dia menjadi rentenir gitu, menjadi seorang depollektor gitu, dikenanya jahat. Itu kan sebenarnya branding branding citra yang buruk gitu. Nah, ini manor yang kurang bagus gitu. Nah, oleh karena itu kita bangun citra ee sebagai ibaratkan personal branding yang baik dengan di sini positioningnya membentuk karakter yang ingin yang ingin dibentuk tapi dengan citra yang cukup bagus gitu. Nah, di sini karakter yang ingin dibentuk itu gimana sih cara kita menilai karakter kita cukup baik? Itu dengan kita mendengar gitu suara dari masyarakat dengan ASN mendengar suara dari masyarakat itu ee siapa kita gitu kan. banyak persepsi gitu kan, banyak persepsi. Ada yang positif, ada yang negatif. Justru dengan positif itu jadikan itu sebagai semangat yang negatif. Oke. Apa yang perlu saya kaji di sini? Apakah ada yang harus saya rubah atau ini hanya sebuah nyinyiran? Misalkan ee nyinyiran selewat. Karena banyak sekali kan ee kalau misalkan kita perlu bertanya ee banyak sekali masyarakat yang kadang kepercayaannya terhadap ASN itu kurang. Nah, di sini kan kenapa? Karena secara branding yang mereka tahu itu karakternya berbeda dengan dengan ibaratkan secara internal tuh mungkin ada banyak sekali ASN yang cukup baik. Oleh karena itu secara personal branding justru malah sangat bagus ketika ASN membentuk karakter yang baik gitu sehingga suara dari masyarakat atau citra dari masyarakat meningkat gitu. Indeks pelayanan publiknya ASN di sini tuh baik, bagus, ramah seperti itu. Oke, next. Selanjutnya, nah ini ee apa suara masyarakat tentang Anda sehingga mau mempercayakan pelayanan mereka kepada Anda? Nah, antara ASN dan masyarakat, antara sekarang instansi pemerintah dengan masyarakat itu sesuatu hal yang sekarang itu saling saling berkaitan gitu. Bahkan misalkan saya bukan ASN, tapi ketika saya melakukan ibaratkan perizinan atau saya melakukan ibaratkan ngurusin kartu keluarga, KTP, terus terus terang saya kan sangat membutuhkan sekali gitu. Ee sangat membutuhkan sekali pelayanannya juga pelayanan publik gitu, pelayanan dari pemerintah gitu. Otomatis kan ee di sini suara saya juga punya suara sebagai masyarakat yang biasa misalkan seperti itu. Nah, sementara saya juga enggak bisa ibaratkan kayak ee saya enggak butuh tuh karena gini-gini enggak enggak begitu gitu. Mereka saling mereka sangat-sangat membutuhkan dari pelayanan dari ee aparatur sipil negara gitu dari ASN dari instansi kayak gitu ya sebagai masyarakat. Begituun juga ee dari instansi gitu punya kewajiban punya ibaratkan SOP untuk melayani sehingga tadi ada indeks pelayanan publik tadi kayak gitu. Oke. Ee next selanjutnya. Oke. Tadi banyak sekali sih yang bertanya ee lalu gimana sih cara kita menerapkan gitu untuk ee personal branding? personal branding, sementara kita dituntut untuk menjadi ASN yang berakhlak gitu. Nah, mungkin di sini ini sudah sempat ee ini sudah sempat ee sering sekali gitu ee ASN berakhlak, ASN berakhlak gitu kan. Kita hanya sekedar review saja di sini berakhlak berorientasi pelayanan akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, kolaboratif. Dulu mungkin sering sekali setiap tempat itu tuh punya slogan, punya slogan masing-masing dari ASN tapi sekarang punya satu slogan yaitu berakhlak kayak gitu. Nah, kita review dulu yang pertama berorientasi pelayanan. Kami berkomitmen memberikan pelayanan prima demi kepuasan pelanggan. Lalu selanjutnya akuntabel. Kami bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan. Oke. Lalu kompeten kami terus belajar dan mengembangkan kapabilitas. Lalu kolaboratif. Di sini kami membangun kerja sama yang sinergis, ada harmonis. Kami saling peduli dan menghargai perbedaan adaptif. Kami terus berinovasi dan antusias dan dalam menggerakkan serta menghadapi perubahan loyal. kami berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara ini dalam ee dalam ibaratkan berakhlak sini ini gitu metode berakhlak di sini. Nah, yang sebenarnya kita seringki mungkin ASN ini sangat bertentangan gitu untuk melakukan personal branding karena kan sekarang dengan dengan ee society 5.0 ini ee intinya ee berkaitan berakhlak ee selalu bertentangan gitu. Wah, ini society 5.0 berkaitan tentang teknologi gitu. kita berdampingan dengan teknologi, terutama personal branding sekarang yang enggak lepas dari ee sosial media. Lalu gimana sih kalau misalkan kami itu tuh sementara kami dituntut sebagai berakhlak? Coba kita review di sini kan berorientasi pelayanan. Nah, lalu ee akuntabel gitu mentanggung jawab kepercayaan yang diberikan kan bertanggung jawab akuntable gitu. Nah, adakah yang di sini bertentangan tidak boleh adanya personal branding? enggak ada. Bahkan di sini terus belajar mengembangkan kapabilitas, gitu. Nah, salah satu dari dari kepentingan personal branding tadi, kita justru malah jadi banyak mer-review apa sih ibaratkan yang menonjol, yang unggul dalam diri kita seperti itu. Nah, di sini juga justru malah mendukung adanya berakhlak di sini. Kenapa? Karena mengembangkan kapabilitas gitu. Di sini kan untuk berorientasi pelayanan. Nah, yang biasanya mungkin ketika adanya adanya orang-orang gitu kan yang emang dia tuh dikenal sebagai influencer, mungkin bukan influencer tapi orang yang cukup ee antusias di tengah masyarakat gitu kan, banyak followers-nya gitu, tapi dia seorang ASN. justru malah di sini dia bisa meningkatkan pelayanan yang tadinya ee followers-nya itu tuh mengetahuinya konten-kontennya, tapi dia membantu untuk ee ibaratkan menginformasikan adanya ee informasi baru nih mengenai instansi atau di kota kabupaten tersebut gitu, tempat dia menjadi ASN kayak gitu. Nah, itu juga jadi salah satu bentuk pelayanan seperti itu. Nah, lalu akuntabel gitu. akuntabel kepercayaan kan ini kan masalah kepercayaan. Nah, kepercayaan di sini kita untuk meningkatkan personal branding, kita kan harus meningkatkan juga kepercayaan orang gitu. Dengan kita personal branding aja kita sudah setingkat menambah value untuk bisa dipercaya oleh orang itu gitu. Nah, di sini justru malah ini akan mendukung gitu. Akan mendukung lalu kompeten, harmonis. Nah, di sini masalah masalah kompeten dan harmonis. harmonis di sini saling peduli, menghargai, perbedaan. Tadi juga ada juga kan yang bilang katanya ketika saya menjadi seorang yang unik itu akan menjadi seorang yang different, yang berbeda gitu. Berbeda ini cukup bagus tapi gimana ketika dipandangnya itu adalah aneh. Tapi kan kita punya berakhlak ini harmonis. Kami saling peduli dan menghargai perbedaan. Jadi ketika memang itu sudah ada dalam slogannya, kenapa harus dikhawatirkan gitu? Justru malah kita harus mengingatkan orang yang memang mungkin agak different gitu pikirannya ketika dia bilang, "Wah, ini ee apa kok orang ini agak berbeda ya? Ingat, kita harus harmonis. Kami saling peduli dan menghargai perbedaan gitu kan." Lalu di sini ada loyal. Ketika kita menjadi seorang punya personal branding yang cukup kuat, bahwa kita punya sesuatu hal yang unik dan kita punya ibaratkan personal personal skill-nya itu tuh hard skill dan soft skill yang bisa mendukung terhadap instansi tersebut. Kita dikenal gitu, wah dia contonent kreator yang cukup baik. Dia juga seorang yang desainer yang cukup baik. Nah, lalu kita dengan seorang yang dikenal sebagai desain yang baik, lalu kita membuatkan desain gitu untuk untuk ee instansi kita gitu. Nah, itu bentuk royal gitu, berdedikasi gitu. Kepentingan. Nah, kepentingannya wah wah saya pengin pengin ini dong pengin apa? Pengin menyajikan informasi nih. Kebetulan saya bisa gitu untuk di bagian ini gitu untuk bikin desain ini gitu. Saya juga sekalian lah untuk follower saya mau mau saya share nih terkait info ini gitu. Nah, hal-hal seperti itu gitu itu jadi bentuk loyal. Lalu ee di sini juga adaptif kami terus berinovasi. Nah, bukankah ketika kita membangun personal branding, kita cukup berinovasi gitu, terus-terusan adaptif gitu terhadap perubahan-perubahan, terutama sekarang society 5.0. Kebayang kan kalau misalkan nanti semuanya itu sudah ee ini gitu, sekarang aja konsep konsep katanya sudah mau ke 6.0 katanya sekarang sedang dikonsepkan bahwa adanya metavers. Enggak kebayang kan ketika kita akan menghadapi hal tersebut karena ASN itu pasti ee akan digembor-gemborkan untuk ibaratkan kita harus siap bahwa nanti akan adanya ini gitu. Nah, bagaimana cara kita menanggapi hal tersebut? Akan adanya metavers kah gitu? Akan nanti ini banyak hal gitu isu-isu global saat ini gitu. Nah, siapkah kita jika kita untuk saat ini dari industri 4.0 dan society 5.0 saja kita mau menggeser itu mau mengikuti, adaptif gitu, tapi kita menghalangi diri kita karena takut gitu. Siapa yang tahu gitu kan? Siapa yang tahu gitu ee kalau kita tidak melakukannya kita enggak tahu. Kalau misalkan kita enggak cari tahu kita juga tidak tahu. Makanya tadi saya ee karena karena mungkin ASN banyak sekali yang saling wah saya takut, saya takut, saya takut. Oleh karena itu saya lampirkan beberapa peraturan yang memang itu cukup mendukung dan di sini juga saya bahas oke ASN berakhlak. Nah, ini akan sangat membantu sekali karena di sini justru malah konsepnya ee sangat membantu gitu ketika kita membangun personal branding. Lalu kolaboratif ketika kita menjadi seorang yang sangat kreatif, dibutuhkan, diperlukan, gitu. Lalu kita punya keahlian kita di bidang A. Nah, kita mau bangun suatu event nih buat buat ini buat masyarakat misalkan event terkait apa. Nah, kita justru malah harus berkolaborasi gitu. berinteraksi dengan dengan pihak internal sendiri. Bahkan mungkin kalau misalkan dalam membangun suatu event dalam kota atau kabupaten, saya sering ngelihat beberapa dinas, beberapa dinas itu berkolaborasi seperti itu. Nah, penting sekali kalau misalkan kita punya personal branding yang baik gitu, kita akan membantu gitu kan loyal gitu terhadap instansi tersebut gitu dengan apa yang kita bisa. Jadi apakah ini bertentangan? Justru tidak. Malah di sini dengan berakhlak, dengan ASN berakhlak banyak hal yang sangat mendukung gitu. Akuntable kita harus harmonis terus harus loyal, adaptif, kolaboratif gitu. Berorientasi pelayanan ya. Ketika kita memiliki suatu keunggulan, kenapa enggak kita ibaratkan ee coba untuk melakukan pelayanan publik dengan apa yang kita bisa kayak gitu. terutama dengan misalkan keunggulan kita bantu untuk melayani masyarakat gitu. Wah, luar biasa sekali. Oke, next. Selanjutnya ya. Untuk menggerakkan percepatan transformasi SDM aparatur, Presiden sudah menetapkan Corvalius ASN yakni berakhlak yang merupakan akronim dari berorientasi pelayanan. Kami berkomitmen memberikan pelayanan prima demi kepuasan masyarakat. Panduan perilakunya adalah satu memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat, dua ramah, cekatan, solutif, dan dapat diandalkan. Tiga, melakukan perbaikan tiada henti. Akuntabel. Kami bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan. Panduan perilakunya adalah satu, melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin, dan berintegritas tinggi. Dua, menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif, dan efisien. Tiga, tidak menyalahgunakan kewenangan jabatan. Kompeten, kami terus belajar dan mengembangkan kapabilitas. Panduan perilakunya adalah satu, meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah. Dua, membantu orang lain belajar. Tiga, melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik. Harmonis. Kami saling peduli dan menghargai perbedaan. Panduan perilakunya adalah satu, menghargai setiap orang apapun latar belakangnya. Dua, suka menolong orang lain. Tiga, membangun lingkungan kerja yang kondusif. Loyal, kami berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. Panduan perilakunya adalah satu, memegang teguh ideologi Pancasila Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, setia kepada NKRI serta pemerintahan yang sah. Dua, menjaga nama baik sesama ASN, pimpinan instansi dan negara. Tiga, menjaga rahasia jabatan dan negara. adaptif. Kami terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan serta menghadapi perubahan. Panduan perilakunya adalah satu cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan. Dua, terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas. Tiga, bertindak proaktif, kolaboratif. [Musik] Kami membangun kerja sama yang sinergis. Panduan perilakunya adalah satu, memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi, dua terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah. Tiga, menggerakkan pemanfaatan berbagai sumber daya untuk tujuan bersama. Gimana? Ternyata mendukung bukan? Kalau misalkan tadi dari apa sih dari definisi dari akhlak ini apa sih gitu? Ternyata kan ini saling berkaitan gitu. tadi kita harus selalu kreatif, selalu ngikutin dari perubahan kayak gitu. Nah, sekarang kalau misalkan kita tuh kalau sudah bicara masalah personal branding itu sebenarnya suatu hal yang digembor-gemborkan sudah dari sejak lama kayak gitu. Nah, kalau misalkan kita tidak lakukan saat ini lalu mau kapan seperti itu. Mungkin saat ini ada zona nyamannya saya sudah cukup melakukan ee apa? melakukan semua kegiatan saya dalam instansi. Lalu, personal branding itu ee untuk apa sih sebenarnya? Kalau misalkan kita secara sederhananya kita berpikirannya bukan untuk instansi saja, tapi lebih tepatnya ketika orang mau melakukan sesuatu pasti dia akan bertanyanya itu keuntungan bagi saya apa? Nah, keuntungannya cukup banyak ketika kita membangun personal branding. Bisa promosiah ataukah kita naiknya naik suatu jabatanah atau kita dipercaya tadi dipercaya suatu kegiatanah gitu. Nah, banyak hal gitu. Atau misalkan karena kita seorang yang dipercaya, kita lebih banyak untuk ibaratkan kunjungan dinas ee untuk bisa ibaratkan studi banding dengan kota kabupaten lain seperti itu. Banyak hal yang bisa kita bangun dari personal branding kita yang dikenal baik. Tidak hanya untuk masyarakat kita membangun personal branding untuk internal saja itu cukup bagus gitu. Value-nya untuk diri kita sendiri kok, bukan untuk yang lain gitu. Jadi jangan hanya berpikiran kalau saya kan sudah sudah berkontribusi untuk instansi, lalu ketika saya dituntut oleh instansi untuk personal branding apalagi gitu. Nah, tidak seperti itu. Justru ini adalah sajian personal branding itu untuk siapa? Untuk diri kita. Karena ketika kita personal brandingnya baik ya, seperti yang tadi saya sempat bilang, adanya disposisi, adanya kita ke tempat mana, karena personal kita bagus, kita bisa dipercaya dan kita bisa gitu untuk melakukan apapun gitu ketika kita dalam hal disposisi tersebut kayak gitu. Kenapa? Karena personal branding kitanya yang kuat dan itu value-nya untuk kita yang lebih besar gitu. Nah, ee kebetulan dengan personal branding kita yang cukup baik itu membantu juga untuk ibaratkan di instansi karena dikenalnya kita kerja di instansi A gitu. Ee si orang itu tuh bagus sekali loh gitu. Sangat-sangat bagus dia sangat unik gitu. Nah, hal seperti ini. Jadi, ee di mana kita dipijak, ibaratkan kita mijak tempat gitu, tempat itu juga akan terbawa harumnya karena ibaratkan personal branding kitanya yang sangat-sangat baik kayak gitu. Jadi kalau misalkan ditanya siapa sih yang ibaratkan yang mendapatkan ininya gitu, mendapatkan benefitnya ya kita gitu baru kita dengan tapi dengan personal branding bagus yang mendapatkan benefitnya tidak hanya kita. instansi pun sama seperti itu. Oke, di sini positioning membangun personal branding dengan positioning. Elemen pernyataan pemosisian yang pertama adalah target market, target pasar. Seperti tadi saya sempat membicarakan juga terkait market karena ee masyarakat kita ini kan ada yang belajarnya dia secara auditori secara dia juga secara reading ataukah mungkin ada yang secara visual. Nah, kalau misalkan kita membuat konten seperti ini gitu, bukan hanya dia mendengarkan saja yang orang yang audible, bahkan yang secara visual belajar pun dia bisa ee bisa belajar gitu dari situ bisa mengenal gitu siapa sih kita seperti itu. Target pasar adalah cerminan dari target pasar mana yang ingin dituju. Misalkan kita membangun personal branding kita terhadap kota, kabupaten kita. Nah, kenapa gitu? karena ada target yang dituju gitu selain apa yang menjadi posisi kita saat ini. Nah, oleh karena itu kita juga harus melihat market kita dalam kota kabupaten tersebut bagaimana gitu. Mereka perilakunya seperti apa dan mereka antusiasnya terhadap hal apa. Oke, lalu selanjutnya brand gitu kan. Brand ini sama halnya terkait branding kan, personal branding-nya. Jadi brand ini tuh nama kitanya. kita dikenal nama ini sebagai apa. Nah, kalau misalkan kita mau me-review sebelum kita itu tuh melakukan personal branding yang lebih luas lagi, kita harus review saat ini orang mengenal nama kita itu tuh sebagai apa sih gitu. Oke, sebagai ASN atau sebagai apa, gitu. Nah, hal ini ee sebagai cerminan dari nilai yang diajukan ditawarkan kepada target market atau masyarakat. Nah, ee oke. Nah, selanjutnya adalah kerangka kerangka acuan, kategori atau spesifikasi karakteristik. Nah, di sini spesifikasi atau kata karakteristik kita gitu. Nah, di sini kan elemen pernyataan pemosisian kita nih kerangka acuannya itu tuh kita harus bisa mengkategorikan kita spesifikasinya karakteristiknya seperti apa. Kayak gitu. Seperti tadi kan ibaratkan ee kita mau membangun brand kita karakternya tuh bagaimana kayak gitu. Lalu titik diferensiasi poin pembeda diri kita ingin yang ingin dibangun itu bagaimana. Nah, lalu selanjutnya keunggulan kompetitifah karena dari kerangka acuan spesifikasi karakter kita yang unik, lalu juga poin pembeda kita dengan yang lain tuh cukup bagus gitu, cukup unggul. Nah, di sini juga kita bisa berkompetitif dengan yang lain gitu. Alasan untuk orang mempercayai kita karena kita mampu untuk berkompetitif di sini gitu. Karena alasan sebagai pembeda kita yang cukup unggul kayak gitu. Oke, next. Selanjutnya ya di sini ASN Positioning ASN berakhlak bangga melayani bangsa. Nah, ini kan sesuatu hal yang kita tuh ibaratkan ee oke. Nah, di sini kan kita sebagai ASN berakhlak bangga melayani bangsa. Nah, bukan hanya kita berpacu terhadap kita melayani bangsa saja atau melayani masyarakat gitu. Nah, oke. Kenapa? Karena kalau tadi ee banyak banget yang bertanya ibaratkan oke saya personal branding, saya di ini apa ditekankan saya disuruh sama atasan apa saya diminta sama instansi atau kayak gimana gitu. Nah, jadi bingung gitu. Kenapa? karena tidak bisa membedakan antara kita yang sebagai pelayan publik gitu, sebagai ee melayani masyarakat antara itu dengan kita yang membangun personal branding. Ingat, personal branding itu value pertama ee itu diri kita yang merasakan benefitnya. Oke. Lalu positioning statement ASN sebagai abdi negara yang berdedikasi dan berakhlak menghadirkan pelayanan prima untuk masyarakat Indonesia. Nah, oke. Lalu di sini positioning statement element. Nah, di sini kan yang tadi ada target market, yaitu target marketnya masyarakat. Lalu ada brand. Brandnya itu tuh kita misalkan sebagai ASN atau nama kita sendiri tadi kerangka acuan. Kerangka acuannya sebagai apa? Karakteristiknya kalau ASN ya sebagai abdi negara. Kalau misalkan nama kita ee misalkan orang mengenal kita tuh sebagai seorang content creator e berarti ee karakteristiknya kita unik dan ibaratkan kita itu tuh sebagai seorang yang sangat kreatif gitu. Terus titik diferensiasi misalkan titik diferensi dari ASN tuh ASN berakhlak tapi titik diferensi misalkan dari kita itu tuh apa yang menjadi pembeda kita dengan orang lain? Oke, saya itu tuh pandai dalam sisi misalkan content creator. Oke, lalu selanjutnya kompetitif ASN yang berdedikasi kalau misalkan dalam poin ASN. Tapi kalau misalkan kita misalkan sebagai contonen creator, nah di sini juga ibaratkan ee kita ee berkompetitifnya oke saya punya keunggulan, saya keunggulannya sebagai content creator. Oke, next. Selanjutnya ya elemen yang diferensia elemen dalam diferensiasi ya konten. Nah di sini ada konten, konteks dan infrastruktur. Konten nilai tambah apa yang ditawarkan kepada target pasar. Bagian nyata dari diferensiasi bagi target pasar. Lalu penawaran utama yang ditawarkan pada target pasar. output-nya bekerja dengan sepenuh hati dan bekerja dengan jujur. Misalkannya contohnya tuh mengedukasi masyarakat dengan baik, berinovasi, dan kreatif dalam bekerja. Nah, lalu selanjutnya konteks. Bagaimana nilai tambah disampaikan pada target pasar? Bentuk tidak berwujud dari diferensiasi bagi target pasar. Contohnya cara berbicara dengan lugas dan ramah, lalu berintegritas dalam bekerja. Oke. Lalu infrastruktur faktor pendukung terciptanya diferensiasi konten dan konteks. Lalu merupakan acuan dari diferensiasi penampilan, prestasi, dan lain-lain. Nah, di sini sebagai contoh berpenampilan secara profesional menarik, dan wangi misalkan seperti itu. Oke. Ee ini ee yang kedua terkait diferensiasi apa sih yang menjadi pembeda kita gitu. Nah, itu. Next. Selanjutnya ya ini sebuah ini ya, sebuah ilustrasi positioning. Misalkan ASN berakhlak bangga melayani bangsa. ASN sebagai abdi negara yang berdedikasi dan berakhlak menghadirkan pelayanan prima untuk masyarakat Indonesia. Ini yang dicontohkan misalkan Pak Budi sebagai ASN karena dia membangun personal brandingnya itu sebagai ASN. Oke. Brand integrity. Lalu yang menjadi diferensiasi itu kontennya bekerja dengan sepenuh hati, bekerja dengan jujur, mengedukasi masyarakat dengan baik, berinovasi, kreatif dalam bekerja. Konteksnya cara berbicara dengan lugas dan ramah, berintegritas dalam bekerja. Nah, secara infrastruktur berpenampilan secara profesional, menarik, dan wangi. Ini ilustrasi dari yang tadi berkaitan tentang konten, konteks, dan infrastruktur. Lalu di sini membangun brand image dari brandnya Pak Budi sebagai ASN mengimplementasikan berakhlak kayak gitu. Nah, ini sebagai brand identitasnya kayak gitu. Oke, next. Selanjutnya, nah implikasi personal branding. Kalau misalkan kita bertanya, "Siapa sih Elon Marx?" gitu, orang tuh akan tahu, "Wah, dia yang mendirikan Tesla." Padahal Elon Max ini tuh punya banyak sekali dia ee karya-karya gitu sebelum Tesla ini. Misalkan dia itu tuh membangun dari yang ibaratkan pesawat untuk keluar angkasa. pada saat itu dia mencoba untuk itu. Terus ada beberapa brand lain gitu sebelum adanya Tesla. Tapi Tesla ini sangat melekat sekali di Elon Max. Lalu selanjutnya gitu yang kita enggak perlu jauh-jauh kita melihat yang tadi saya sempat bilang Pak Ridwan Kamil. Siapa sih yang enggak kenal Pak Ridwan Kamil? Misalkan Pak Ridwan Kamil dikenalnya itu sangat humoris dan gaul bangetlah gitu. Pokoknya sangat gaul. Tapi ya seperti yang tadi saya sampaikan ketika beliau ee melakukan tugasnya gitu sebagai ee sebagai ini gitu sebagai ee apa ya sebagai ee ibaratkan gubernur dia sangat-sangat antusias, sangat-sangat penuh dengan dedikasi gitu, tegas gitu. Beda halnya dengan yang masyarakat ketika bersosial media, wah ini humoris. Enggak, enggak. Ibaratkan tiba-tiba dia ibarat melakukan pekerjaannya lalu ketawa-ketawa enggak gitu. Dia sangat serius melakukan pekerjaannya tapi dia juga dikenal sebagai personal yang bagaimana. Nah, ini sukses dinilai sukses membangun personal branding. Nah, alhasil dia mendapatkan penghargaan. Nah, oleh karena itu karena memang di sini didukung juga dengan Permenpan gitu tidak menutup kemungkinan. Bahkan itu kan menjadi suatu penghargaan ketika personal branding ASN dalam suatu kabupaten kota itu tuh cukup baik gitu. Bahkan mungkin sangat-sangat melekat sekali, sangat-sangat ee kencang sekali personal branding dari para ASN gitu. Oke. Influencer atau selebriti atau pejabat publik yang memiliki pengaruh pada dunia maya karena kreativitas gitu. membentuk ekspresinya ide-ide yang menjadi perhatian banyak netizen sehingga konten dari media sosial milik mereka memiliki exposure publik yang cukup tinggi. Nah, kita juga kalau misalkan ngelihat Pak Ridwan Kamil dia sedang sedang men-share opini sebuah opini gitu kan pasti responnya langsung banyak tuh bahkan bisa hitungan jutaan kayak gitu. Nah, kenapa gitu? karena dia dikenal sebagai personal branding yang memang wah ini eh opininya cukup bisa dipercaya gitu sehingga opininya selalu mendapatkan respon. responnya tidak selalu baik. Ada satu dua mungkin netizen. Tapi balik lagi ya kita ini ee ibaratkan dalam positioning bermasyarakat pasti ada saja satu atau dua tapi di kita enggak tahu juga dia ibaratkan niatnya untuk apa. Apakah dia niatnya memang untuk ini gitu untuk apa untuk menjatuhkan ataukah memang dia mengkritik gitu. Nah, jadi kita tidak perlu untuk menghiraukan ketika memang kita melakukan yang terbaik. Kita tetaplah untuk pada line kita gitu. Kita lakukan yang terbaik. Kita ibaratkan tetaplah berkarya gitu. Enggak perlu kita hiraukan hal-hal seperti itu. Oke, next. Selanjutnya ya. My name is Rey and I'm from St. Lewis, but I've lived in New York for the last 13 years. I'm a comedian and an actor and a writer. Plegia is a form of dwarfism. It's the most common form. It happens in one 25,000 births. It can happen to anyone. Both my parents are average height. I have one brother. He's as big as I am small. Growing up is hard anyway. And then you add something like this, it's even harder. I got to the point where I wouldn't want to go in places cuz I was afraid that someone was going to say something because someone always does. And my mother let me stay in the car once and then she made the decision that that was never happening again. She was like, "Nope, you got to go out and face it. That's how you do it. You just keep showing up. I have to do everything everybody else does but better. I have to be a better writer. I have to tell better jokes. I have to do everything better because everyone already believes I can't do it. I'm a female black little person. It's a lot because it's because you don't you kind of have nowhere to you know nowhere to turn. I cringe every time I watch a comedian because I know that a little person joke's coming and that crowd always laughs. I'll never forget Chris Rockw said Stevie Wonder should get a pet midget to walk him around. When you're blind and that rich, you should have a pet midget to walk you around. Your whole existence is joke. Midget is the NW for little people. It just is. There's a bug that's called a midge and that's where it comes from. So basically you're calling a human a bug. I had a mother once. This mother pointed to me and went, "Oh my god, look a midget. A midget look." And I was literally like standing right there. And I said, "You know that's super rude and really inappropriate." She was like, "Well, damn. I just wanted them to see you because they'd never seen one before. I said, "One is a person. I'm not an it." I get a lot of look at it. Look at that midget. Not look at that woman. Look at that midget. Is sex regular? Do you have knees? Have you ever had sex with a regular person? Do you think that I live like in a hut with my set my six friends? First of all, we're in New York. Where would I get a hut? It's like people can't even believe. that I might have a normal life, that I date people, I go to work, I come home, I sit in my sweat pants and eat from a bowl, I want to go to the store and I want to get what I need and I want to go home. And maybe I don't want to have a conversation about why I can't reach the butter. You don't have to like have a conversation every time you want to get butter. I do. When you're thrown things and barriers are put up, you have two options. You can turn around and walk away from it or you can push or climb over it. That is the gift of being different. You end up just with this strength. Yeah. I go and cry. I have moments where I cry in my room and then the next day I'm like, "All right, how are you going to fix this?" Because you can't just cry. You've always had to fight. And if you've always had to fight, then you know how to fight and you know how to survive. [Musik] I. Oke, itu salah satu video mungkin ee berani untuk tampil berbeda, berani untuk ibaratkan memperlihatkan sesuatu hal keunggulan dan perbedaan kita dibandingkan yang lain gitu. Differentnya tuh apa gitu. Itulah yang menjadikan diri dia unik gitu sehingga dia mudah dikenal untuk orang bagi orang lain tuh sebagai apa. Oke, saat ini yang sesi kedua saya sudah ee sesinya sudah cukup. Mungkin ketika ada pertanyaan boleh ya kita lanjut. Baik, thank you banget Bu Rato untuk materi sesi kedua ini ya. Sobat ASN, tadi kita sudah dapatkan banyak sekali insight dari Bu Rato bahwa sebenarnya ketika Anda ingin membangun personal branding itu Anda harus paham dulu tiga elemennya. Yang pertama adalah positioning-nya. bagaimana Anda memposisikan diri di target pasar Anda, poin diferensiasinya apa? Sehingga nanti ketika positioning, diferensiasi ini sudah tepat, maka akan membentuk eh value yang tepat juga ee sesuai dengan apa yang diinginkan oleh ee target dan apa yang bisa kita janjikan juga kepada target pasar kita. Baik, Bu Ratu, ini ada pertanyaan masuk banyak sekali. kita harus pilihan pertanyaan terbaik aja ya Bu Ratu untuk sesi diskusi kita kali ini. Ee pertanyaan pertama ini datang dari Bu Kusnul Khattimah dari Kecamatan Karangan, Trenggalek. Pertanyaannya adalah ee Bu Ratu, apakah dalam membangun personal branding itu harus memiliki talenta dan hal apa saja sih, Bu, yang harus dihindari ketika kita membangun personal branding? Bagaimana Bu Ratu? Apakah personal berani harus selalu berkaitan dengan talenta atau ada hal lain sebenarnya yang bisa kita personal brandingkan kepada target kita? Oke, personal branding itu tuh eh sebenarnya talenta tuh salah satu ya salah satu yang bisa kita promotekan gitu. Tapi personal branding ya melekat terhadap diri kita sendiri. Yang maksudnya unggul dalam kita tuh apa? Kadang ada orang tuh bukan hanya ee tanpa disadari, wah ternyata dia pintar sekali tuh dalam ee ini gitu dalam public speaking seperti itu. Mungkin dinilainya ee itu bukan sesuatu hal yang signifikan talenta yang kayak tadi itu tuh ada hard skill yang dibentuk seperti apa gitu. Nah, jadi kalau misalkan kayak tadi pertanyaannya apakah melekat sekali terhadap talenta gitu? enggak selalu dengan talenta, tapi talenta itu menjadikan sesuatu hal yang mendukung dari personal branding seperti itu. Jadi, kan kalau misalkan talenta contohnya gitu kan, wah dia dikenal sebagai penyanyi gitu, talentanya menyanyi, dia dikenal sebagai ee ibaratkan sebagai orang yang suka public speaking. Wah, berarti kan ee dia mulai dikenalnya punya talenta di public speaking, tapi tidak selalu di sana. Ada juga yang ibaratkan berjalan dari mulai dia itu tuh menjadi seorang ini, seorang ibaratkan yang menjadi pengabdi negara. Contohnya misalkan ee ee yang tadi saya sempat ini misalkan sebagai ini sebagai gubernur. Nah, lalu dia membangun ibaratkan harmonisasi dengan masyarakat gitu melalui media sosial gitu. Media sosial. Nah, hal seperti ini juga bisa membangun branding gitu. Jadi enggak enggak selalu dari apa dari ini gitu dari apa dari tadi talenta tadi seperti itu. Lalu selanjutnya tadi Mas ee apa ee terkait dengan hal apa saja yang harus dihindari Bu Rato ketika kita ingin membangun personal branding ya terkait harus dihindari ya sebagai personal branding mungkin kita harus karena harus melihat dulu market kita itu mau ke mana personalnya personal brandingnya apakah dia kita mau secara masyarakat luas atau secara sederhananya masyarakat dalam kota kabupaten kita. Nah, makanya kita harus perlu melihat perilaku gitu, perilaku dari masyarakat kita kalau memang ee kita menargetannya hanya dalam lingkup ee kota, kabupaten, tempat kita berada. Misalkan ee dari perilaku ee masyarakat di sini itu dia hal yang dia ibaratkan bertentangannya apa gitu. Nah, berarti kita harus bisa membangun itu gitu. bagaimana supaya bisa masuk ke mereka tanpa harus bertentangan dengan hal yang selalu bertentangan dengan masyarakat sini gitu. Karena biasanya tiap daerah sendiri itu selalu punya ee suatu hal yang ibaratkan masyarakat itu tuh ada yang enggak suka seperti ini, ada yang enggak suka seperti ini. Kalau memang kita targetnya ke sana karena balik lagi kita harus bisa melihat dari target kita, gitu. Tapi kalau misalkan kita secara masyarakat luas, kita cukup berpacu ee dari ibaratkan personal kita mau dikenalnya sebagai apa. Jadi kita juga ibaratkan karena market itu kalau misalkan secara luas misalkan lingkupannya Indonesia. Indonesia ini kan kita perilaku kan cukup unik, cukup banyak gitu orang-orang. Jadi ya pasti ada pro kontranya seperti itu. Jadi yang harus kita perhatikan hanya dari sisi ee manor tadi sempat ada yang nanyain terkait tentang tata krama kita gitu. Lalu misalkan supaya yang tadi sempat saya bicarakan apa sih yang bertentangan dengan ee apabila kita sebagai ASN terus ee ibaratkan etikanya bagaimana ketika kita men-share dalam publikasi gitu bagaimana sih itu gitu. Nah, hal seperti itu aja sih kurang lebih. Baik. ya. Baik, terima kasih Bu Ratu untuk jawabannya. Jadi yang paling penting ketika kita harus ee membangun personal branding, yang pertama harus tahu target pasar. Karena ee target pasar ini ee juga bisa menentukan bagaimana sifat kita ee terhadap personal branding tersebut. Tadi yang sudah dikatakan oleh Bu Ratu bahwasanya tiap daerah itu punya socio culture yang beda-beda ya, Bu ya. Jadi pendekatannya itu juga beda-beda kayak gitu. Baik, terima kasih Bu Ratu. Ini ada pertanyaan lanjut dari Bu Dian ee Purmitasari dari UPT Puskesmas Balesono Tulungagung. Ee izin bertanya Bu Ratu ee bagaimana sebaiknya kita memposisikan diri dan membangun personal branding yang aman dari istilah pencitraan di tempat kerja kita. Karena sebagai pegawai baru, ASN baru gitu ya, dengan semangat yang masih dalam kategori ee bintang, kadang kala usaha dan semangat kita untuk membangun personal branding yang bagus justru dianggap seperti mencari muka dan selebihnya kadang malah menjadi bumerang bagi kita karena terlihat menonjol. Bagaimana kalau menurut Bu Ratu? Tanggapan Bu Roh yang namanya personal branding tuh memang identik menonjol dan pasti ada ada kontranya selalu gitu. Nah, makanya memang harus siap dengan hal seperti itu gitu. Jadi kalau misalkan ada hal-hal yang seperti itu mungkin enggak enggak selalu bisa dihindari. Ada saja satu dua. Tapi kita balik lagi ke tujuan kita gitu. Kita harus balik lagi ke tujuan kita. Jadi ya enggak perlu terpengaruh dengan apa. Kadang gini ya, niat kita A aja bisa disalahgunakan dianggapnya B gitu. Niat kita pengin membantu tiba-tiba wah ini cari muka gitu kan. Jadinya ya enggak bisa dihindari hal-hal seperti ini. Jadi kalau misalkan kita niat baik saja sudah ada aja yang menilai salah karena mungkin syirik kah atau misalkan dia kurang memadai kah gitu. bedanya dengan kita ibaratkan kita satu langkah gitu di depan dia gitu. Ada aja hal seperti itu. Nah, lalu ketika kita yang berniat baik pengin membangun, kita terhalang dengan hal seperti itu, siapa lagi yang akan membangun? Ya kan kayak gitu. Jadi ya enggak perlu terpengaruhlah. Nah, contohnya kayak gini nih. Ee persaingan itu sangat ketat bahkan bukan hanya di dalam negeri. Dalam negeri lebih-lebih lebih-lebih kelihatanlah menonjol gitu, tapi di luar negeri pun sama. Nah, contohnya itu tuh sekarang ada indeks nih e pencapaian dari ASN di Jepang salah satunya sama di Singapura gitu. Singapura itu masuk peringkat ASN terbaik nomor du. Lalu di Jepang itu peringkat nomor 20 di dunia gitu. Dengan mereka itu tuh selalu meng-upgrading bahkan secara personal branding mereka cukup bagus gitu. Siapa sih ketika kita mencari info-info artikel luar negeri gitu selalu tuh ada ada ibaratkan informasi-informasi ASN di sana gitu tanpa kita sadari walaupun kita tidak mengenal mereka gitu. Nah, itu menjadi peringkat yang tinggi gitu, menjadi sesuatu hal yang menunjang gitu di sana gitu. Nah, kalau mereka gitu kan masih kayak kita yang masih memikirkan apa kata orang, lalu dia itu berpikirnya kita itu tuh ee pencitraan tuh kayak gimana, kapan kita akan memulainya, kapan kita akan majunya? Karena orang-orang seperti ini justru ibaratkan ee bukan sebagai batu sandungan, tapi hanya sebagai penghalang gitu untuk kita selangkah lebih maju. Jadi, just do it gitu. Kita enggak perlu terpengaruh dengan itu gitu. bukanlah sebagai pencitraan. Karena memang ujung-ujungnya dalam semua personal branding itu ee citra kita sebagai apa? Bukan pencitraan. Pencitraan sesuatu hal yang disengaja untuk menargetkan sesuatu. Tapi kita di sini membangun citra baik karena kita itu di kita beradab dalam tempat yang baik. Kita harus punya prinsip kita beradap dalam tempat yang baik. Otomatis citra kita pun harus baik gitu. Jadi bukan pencitraan melainkan kita memang harus membangun citra baik kayak gitu. Memang sebuah tuntutan. Benar. Benar banget. Saya setuju banget sama Bu Ratu. Ketika kita melakukan hal baik, selalu aja ada yang namanya pro dan kontra. Ya namanya manusia ya, Bu ya. Tidak lepas dari rasa iri dan dengki. Tapi yang berkaitan sama materi Bu Ratu tadi, bagaimana cara kita bisa tahu dulu nih target kita ini sebenarnya mau apa sih dengan personal branding yang kita bangun. Saya yakin kok ketika kita sudah punya goals yang jelas nantinya ada halangan apapun itu bisa terlewati ya Bu Ratu ya. Oh pasti. gitu. Fokus terhadap target nih. Yes, benar. Oke, ini ada pertanyaan masuk lagi Bu R. Oke, saya coba untuk pilih beberapa pertanyaan yang masuk dulu karena pertanyaannya banyak banget Bu ini, Bu. Ini. Oke. Nah, ini pertanyaan masuk dari ee Pak Deadi Surya Dilagaj dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pasuruan. Oke, pertanyaannya sebentar saya coba scroll lagi. Oke, pertanyaannya adalah bagaimana kiat-kiat jitu mengkolaborasikan personal branding dengan visi misi instansi kita? Bagaimana menyikapi secara baik nih jika dalam posisi di lingkungan mayoritas orang-orangnya itu belum memahami pentingnya personal branding bagi ASN. Padahal tujuan akhirnya pun kita juga ingin support nama baik instansi kita sendiri. Karena kebanyakan menemui orang-orang yang pesimis dengan personal branding bagi ASN sehingga kadang kala kita juga minder nih dalam berproses. Gimana tuh, Bu, cara mengalignan antara personal branding yang ingin kita bangun dengan visi misi dari instansi yang kita naungi gitu, Bu? Oke. Pertama, ya kita align antara kita personal branding dengan visi misi gitu. Contohnya gini nih ya. Kalau ini di dinas mana? dari dinas dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Perpustakaan dan Kearsipan. Nah, salah satu contoh misalkan ada sebelum Dinas Perpustakaan ada dinas misalkan pariwisata punya punya misi gitu untuk memperkenalkan gitu kan untuk mengeksplore untuk supaya banyak pengunjung terhadap suatu daerah. Lalu para ASN-nya di sini selalu explore dituntut untuk explore untuk tempat-tempat wisata di daerahnya gitu. Nah, lalu di sini ada perpustakaan dan kearsipan gitu. Punya di sini juga punya visi misi sendiri pastinya kan. Visi misinya misalkan ee gimana sih cara kita untuk ee misalkan untuk ini untuk kearsipan supaya bisa lebih ini gitu lebih apa ee enggak enggak bocor gitu kearsipannya supaya lebih safety supaya bisa apa gitu. Bagaimana cara kita misalkan untuk sesuai dengan visi misi? Visi misi sebenarnya kalau misalkan kita personal branding, yang punya visi misi personal branding itu tuh biasanya daerah ya. Biasanya dari bupati itu tuh selalu punya apa? Punya visi misi yang di yang dituntut kepada para ibaratkan instansi bawahnya biasanya untuk ibaratkan ee daerah ini harus punya ini gitu visinya tahun ini begini. Nah, biasanya itu sangat berpengaruh sekali terhadap instansi. Nah, kita harus bisa melihat gitu, melihat bahwa wah ee ini visi misinya di sini. Bagaimana cara kita untuk misalkan membangun personal branding? Misalkan visi misi di daerah tersebut, wah ASN berakhlak misalkan. Nah, kita ya fokus aja untuk membangun citra tersebut tapi citranya tuh yang berkaitan terkait visi misi. Jadi, visi misi ini harus signifikan dulu gitu baru kita menentukan dari personal branding-nya kayak gitu. Karena ee kalau misalkan memang kita tujuannya harus sesuai dengan visi misi ya kita harus melihat signifikannya dari visi misi tersebut. Nah, baru kita menentukan ee personal branding apa yang tepat supaya ee ibaratkan sayanya dikenal tapi mendukung visi misi juga. Lalu tadi pertanyaan selanjutnya ada misalkan gimana kalau misalkan di tempat saya ini ee apa orang yang orang-orangnya itu tuh tidak antusias terhadap personal branding justru bagus gitu. Kenapa? Karena ee ketika dalam satu tempat itu enggak aware terhadap personal branding, kita tidak perlu terpengaruh. Justru kita contohkan personal branding yang bagus itu bagaimana sehingga orang lain akan mencontoh karena ibaratkan kita punya suatu promosi, suatu hal yang ibaratkan karena ee ibaratkan personal branding kita bagus sehingga yang lain akan melihat ih dia caranya kayak gimana ya gitu. Lalu kita kenalkan personal brandingnya kayak gini. Jadi secara personal gua gampang dipercaya nih, gampang dikenal karena ini ini, ini misalkan. Nah, ini justru malah setingkat menambah awareness gitu, menambah ibaratkan ee oh penting ternyata ya ee masalah personal branding ini sehingga semua juga nanti bisa sama-sama untuk membangun personal branding gitu. Jadi bukan sesuatu hal yang dikhawatirkan justru malah sesuatu hal yang harus kita kenalkan gitu melalui siapa. Karena ibaratkan ketika orang tidak mengenal atau tidak memulai ya siapa yang mulai ya berarti kita yang memulainya kayak gitu. Betul. harus menjadi agent of change ya. Betul. Dan kalau berkaitan sama visi misi tadi otomatis kita juga harus menyesuaikan sebenarnya value yang kita punya dengan value dari instansi tersebut. Mana sih yang match himpunannya yang mana sih? Jadi enggak semua bisa kita akomodasi ya, Bu ya. Sebenarnya. Iya, betul. Harus harus spesifik nih, gitu. Oke. Baik. Eh, Bu Ratu sebelum kita akhiri sesi eh webinar kali ini, mungkin saya ingin persilakan kepada Bu Ratu sampaikan closing statement kepada seluruh Sobat ASN yang sudah hadir saat ini terkait dengan personal branding, intisari dari seluruh materi yang Ibu sampaikan di sesi 1 hingga sesi du, Ibu. Silakan, Ibu. Oke, ya. Ee mungkin masih banyak pertanyaan tapi tidak terakomodir karena mungkin waktunya yang sudah cukup ya, Bu ya. Nanti mungkin apa saya juga ngelihat juga via YouTube juga banyak juga ya yang nanya ya. Iya banyak banget Bu yang masuk. Oke. Oke. Ya, mungkin seperti itu yang namanya kita balik lagi masalah personal branding ini penting enggak ya? Sangat-sangat penting sekali. Terus juga enggak perlu dikhawatirkan lagi berkaitan tadi masalah ee kita harus jadi ASN berakhlak. Apakah ini bertentangan atau tidak? Terus juga misalkan ini didukung sama pemerintah atau tidak atau jangan-jangan saya nanti malah jadi kona etik gitu sebagai ASN gitu. Nah, tadi kan saya sudah menyampaikan bahwa justru malah ini sesuatu hal yang didukung oleh pemerintah. Apalagi dalam skema berakhlak ini kita dituntut untuk adaptif, harus siap dalam perubahan, harus selalu ibaratkan kreatif. Nah, justru malah di sini kita sangat mendukung dari slogan itu, gitu. Oleh karena itu, jadi enggak perlu dikhawatirkan lagi. Nah, balik lagi tadi banyak yang kita dalam ya masyarakat kita memang masih sangat ibaratkan antusias sekali terhadap ee gimana kalau ada ibaratkan tanggapan yang buruk itu tidak perlu ditanggapi. Karena gini, mungkin dalam suatu lingkungan pasti ada aja yang nyinyir atau misalkan dari satu dari 10 ada s ada sembilan yang mendukung dan satu orang ibaratkan yang nyinyir. Pasti misalkan ada hal seperti itu. Lalu apakah kita mau ibaratkan menyerah saja dengan satu orang padahal ada sembilan orang yang mendukung kita? Nah, justru karena itu kita harus bisa melihat kaca pandang yang lebih luas lagi. Dan selain itu kita harus bisa ee punya ibaratkan punya pemikiran bahwa personal branding ini keuntungannya untuk diri saya sendiri. Bukan ibaratkan saya dituntut oleh instansi. Dituntut oleh instansi ibaratkan ada peraturan atau apa. Itu justru malah jadi sesuatu hal yang ibaratkan benefit untuk saya. Kenapa? karena ternyata saya melakukan personal branding tidak bertentangan dengan peraturan di sini gitu. Nah, justru itu menjadi satu hal ee akomodasi pendukung gitu seperti itu. Mungkin itu saja gitu. Oke. Gimana Pak Lukman? Baik, terima kasih Bu Ratu untuk closing statement-nya. Sekali lagi ee semoga ee seluruh materi yang disampaikan oleh Bu Ratu ini bisa memberikan manfaat dan juga barokah ya untuk seluruh Sobat ASN yang hadir di webinar ASN belajar seri 37 ini. Bu Ratu terima kasih sekali lagi. Salam sehat selalu. Kita ketemu lagi di event-event selanjutnya ya, Ibu ya. See you, Ibu. Iya. See you. Terima kasih semuanya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Baik, Sobat ASN, sebelum kita tutup ee sesi webinar ASN Belajar seri 37 ini, terlebih dahulu saya ingin mengumumkan terhadap pemenang story terbaik ya yang sudah masuk di Instagram kami. Jadi untuk empat pemenang terbaik ini nantinya akan mendapatkan hadiah eksklusif dari BPSDM Jawa Timur dan juga Markless Institute. Saya akan bacakan. Untuk user yang pertama kami ucapkan selamat kepada @sama.dkun ya. Selamat kepada Ummul Mukminati. Kami ucapkan selamat juga kepada Diopam dan juga kami ucapkan selamat kepada @wijirus ya. Selamat kepada empat pemenang beruntung, pemenang story terunik dan terbaik di Instagram Story Challenge webinar ASN Belajar seri 37 ini. Dan sekali lagi saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh sobat ASN yang sudah mengikuti rangkaian acara webinar ASN kali ini dari awal hingga akhir. Sekali lagi semoga mendapatkan banyak sekali insight-insite menarik terkait dengan personal branding bagi ASN dan saya Lukman Ali beserta tim yang bertugas ee hari ini pamit undur diri. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sampai bertemu di webinar ASN belajar seri berikutnya. Bye bye. [Musik] Cakrawala emas penuh harapan memaju diri melangkah seroman gemuru hati merimpia seolah akan berhamba-Mu [Tepuk tangan] menerjang meneku melumpuhkan daya jua macam kehancuran pernah terbawaskan [Musik] adakah di sini seberat berar harapan kita menyerah bukannya kawanku juga ingatlah kuos berlalu lelah jiwa raga melawan duka [Musik] rasa dan bingung menyatu [Musik] mencut membelasa keangkuran manusia inikah akhir dunia [Musik] yang khusyuk meretas di petunjuk asku masuk [Musik] adalah penindas coba ribuan tahun mengapa kali ini [Musik] berutuh kita menyerahkan [Musik] kawanku nyatan terus bilang bagai pasti berlalu Batu kita menyerahmu [Musik] kawanku dan hark [Musik] bersama kita pasti bisa berjajah [Musik] menyerahkanlah pilihan kawanku Coba ingatlah Bung Eros badai pasti berlalu. Ayo bangkitlah menyerahkanlah pilihan kawanku angkat harkat-Mu. Bersama kita pasti bisa berjaya. ye [Musik] berkuatlah bermand suara satukan semangat satukan kekuatan berkuatlah berlandas nurani belajar Ar berdiri berjalan dan berlari berkuat langasukan semangat satukan kekuatan berkuatlah berlandas belajar berdiri berjalan dan berlari berkuatlah malam berlandas nurani. semangat satukan kekuatan [Tepuk tangan] yang terbunit wujudkan anggu, berkuatlah berlandaskan semangat satukan kekuatan [Tepuk tangan] yang terburni pujikanku. Janganlah menyerah. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik]