Transcript
ybT5JrtK4s4 • WEBINAR ASN BELAJAR SERI 37 - PERSONAL BRANDING BAGI ASN, PENTING NGGAK YA?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0052_ybT5JrtK4s4.txt
Kind: captions
Language: id
di dalam pengurusan berkas-berkas yang
berkaitan dengan tugas pendidikan,
pengajaran, pelatihan yang ada di BPSDM
Jawa Timur sejak 2 tahun yang lalu. Paw
luar biasa.
didesain dengan konsep borderless,
self service, dan walking service. Maka
aplikasi Pawat bermanfaat dalam
menunjang pelaksanaan tugas Widya
Iswara, khususnya dalam pemenuhan angka
kredit, pembinaan Widya Iswara oleh
lembaga dan menunjang tertib
administrasi, pengajaran, dan keuangan.
Aplikasi PAON ini sebenarnya adalah
untuk memudahkan kegiatan widya iswara
sehingga lebih fokus pada kegiatan
belajar mengajar dan lebih efisien dalam
melakukan pelatihan.
[Musik]
Berdasarkan keluhan dari Widya Iswara,
mereka memiliki mobilitas tinggi karena
harus melayani hampir seluruh ASN di
Jawa Timur. Ditambah lagi mereka harus
membuat SPMT dan melengkapi administrasi
untuk perhitungan angka kredit. Hal
inilah yang mendasari BPSDM mengambil
langkah inovasi berupa aplikasi
pelayanan administrasi Widya Iswara
Online Paw. Apa itu Paw? Paw merupakan
aplikasi mobile yang diciptakan oleh
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur untuk mempermudah
administrasi Widya Iswara.
Dengan penyimpanan virtual, administrasi
menjadi lebih cepat, mudah, dan aman.
Melalui aplikasi ini kita dapat
mengetahui siapa yang sedang bertugas,
data untuk perhitungan angka kredit,
mendeteksi koordinat tempat bertugas,
memuat foto kegiatan real time, serta
meminimalkan kesalahan jadwal.
Selain itu, Paw juga dapat membantu
lembaga dalam penilaian setiap widya
Iswara dan sangat efektif di era pandemi
ini untuk meminimalkan mobilitas dalam
menekan penyebaran virus.
Mari dukung Paw demi administrasi yang
lebih mudah.
dipersembahkan oleh
[Musik]
BPSDM Provinsi Jawa Timur merupakan
lembaga pendidikan yang berkomitmen
dalam mencetak ASN unggul, berkualitas,
dan menjunjung tinggi integritas.
[Musik]
Komitmen ini diwujudkan dengan inovasi
layanan minimarket kita jujur mar ASN.
[Musik]
Minimarket yang berlandaskan kejujuran
pembeli memberikan kelonggaran dalam jam
operasional yang terbuka selama 24 jam.
Dengan mengusung konsep berbelanja self
service, para peserta pelatihan dan ASN
di BPSM Provinsi Jawa Timur dapat
memilih sendiri barang yang diinginkan
dan melakukan pembayaran secara mandiri.
Cara pembayaran yang praktis, mudah, dan
cepat menggunakan QR code Kris.
Selesaikan transaksi kapan saja, jam
berapa saja dengan cara yang mudah. Mau
praktis kita jujur Mar ASN bagi ASN
berintegritas.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Saat ini saya berada di
Kita Jujur Mat BPSDM Jawa Timur. Ini
adalah bentuk dari implementasi dari
sikap integritas yang wajib dimiliki
oleh ASN dan seluruh peserta pelatihan
yang ada di BPSDM Jawa Timur. tentunya
kita belajar integritas tidak hanya di
lingkungan pendidikan di dalam kelas,
tapi harus kita aktualisasikan dalam
kehidupan kita sehari-hari.
Kitamat ini diharapkan dapat mewujudkan
bagaimana karakter ASN yang sebenarnya.
Dengan pola 24 jam tanpa pelayan, tanpa
petugas, peserta dapat mengambil
langsung secara langsung dengan mandiri
seperti saya saat ini. Bayarnya juga
sangat simpel dengan menggunakan Qiart
atau kalau mereka tidak mempunyai
aplikasi Qiart, mereka bisa memejar
secara tunai dengan ada Dropbox yang
sudah disiapkan. Selamat berbelanja.
Mudah-mudahan dengan berbelanja dengan
pola integritas ini kita dapat
meneguhkan diri kita sebagai ASN yang
berakhlak. Sekian. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
BPSDM Jawa Timur hebat.
BPSDM Jawa Timur excellent. BKPSDM Jawa
Timur banget.
BPSDM Jawa Timur berjaya dalam inovasi.
BPSDM Jawa Timur hebat.
BPSDM Provinsi Jawa Timur jaya luar
biasa.
BPSDM Jatim keren.
BSDM Jawa Timur semakin
BPSDM Jawa Timur bangkit.
IPSDM Jawa Timur inspiratif terdepan.
BPSDM Jawa Timur mantap, sukses, eksil.
BPSDM Provinsi Jawa Timur keren.
BPSDM Jawa Timur jaya luar biasa.
BPSDM Jawa Timur unggul.
BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Pokoknya top.
BPSDM Provinsi Jawa Timur luar biasa.
BPSDM Jatim handal dan berkualitas.
BPSDM Jatim jaya luar biasa.
BPSDM Provinsi Jawa Timur memang keren.
BPSDM Jatim pancen top dan oke tenan.
BPSDM Jatim
BPSDM Provinsi Jawa Timur salam satu
jiwa
BPSDM Jatim mantap
BPSDM Jatim hebat
BKSDM top markop
BPSDM Jawa Timur luar biasa
BPSDM Provinsi Jawa Timur menjadi pusat
unggulan
BPS Jatim luar biasa
Saya saksinya bahwa BPSDM Jatim memang
hebat.
BPSDM Jawa Timur berjaya dalam inovasi.
apa yang sudah diinisiasi oleh BPSDM
dengan berbagai apresiasi yang sudah
didapatkan
dengan tugas dan mandat sebagai
corporate university. Tentu kita
berharap bahwa BPSDM
akan terus bisa memberikan layanan
terbaik bagi pengembangan kualitas SDM
aparatur sipil negara baik dari Jawa
Timur maupun dari berbagai daerah lain.
Selamat dan sukses kepada BPSDM Provinsi
Jawa Timur yang telah menerapkan
corporate university berbasis
sustainable development goals. Semoga
BPSDM Provinsi Jawa Timur mampu berperan
optimal untuk mewujudkan visi Provinsi
Jawa Timur. memberikan apresiasi penuh
kepada BPSDM Jawa Timur sebagai
corporate university yang mengusung tema
pembelajaran terkait dengan sustainable
development goals atau yang kita kenal
dengan SDGs.
Saya kira ini merupakan suatu terobosan
dalam pengembangan sumber daya manusia
dalam era globalisasi
ee semua ASN ini perlu sekali karena
apa? bahwa yang bisa mengikuti
perubahan-perubahan ini tentunya ee
tidak lepas dari pelatihan-pelatihan
ee ilmu-ilmu yang baru yang harus
diberikan kepada
ASN atau pejabat pemerintah. Ini penting
sekali.
Pemerintah Provinsi Timur sangat
komitmen untuk mendukung pencapaian
SDGIS atau tujuan pembangunan
berkelanjutan hingga 2030.
Hal ini dibuktikan dengan telah
tersusunnya rencana aksi daerah tujuan
pembangunan berkelanjutan melalui
Peraturan Gubernur nomor 83 tahun 2020.
Mengapa itu penting? Karena dengan
mengetahui isi dan arah SDGIS, maka
setiap pimpinan di lembaga apakah itu
pemerintahan, apakah itu kota, apakah
itu penyelenggaraan negara, mereka akan
tahu di mana letak-letak peran mereka
untuk men-support dan berpartisipasi
dalam mencukupkan standar-standar SDGIS
di dalam penyelenggaraan kegiatan
OPD-nya. Selamat dan sukses kepada BPSDM
Provinsi Jawa Timur yang telah
menerapkan Corporate University berbasis
Sustainable Development Goals.
Dengan ini men-support transformasi yang
diadakan di BPSDM Provinsi Jawa Timur,
terutama yang digagas oleh Bapak Aris
selaku Kepala BPSDM dalam rangka
mendorong ASN di Provinsi Jawa Timur
yang berwawasan SDGIS. karena ini
merupakan agenda global yang akan kita
capai bersama sampai tahun 2030.
Saya berharap insersi SDGIS ke dalam
kurikulum pelatihan ini akan
mengembangkan kompetensi ASN dalam
menyeimbangkan prinsip-prinsip people,
planet, prosperity, serta partnership
dan juga peace. Corporate University
sebagai sebuah pembelajaran strategis
yang menekankan pada metode kolaborasi
sangat dibutuhkan di dalam menggerakkan
SDG.
Dalam hal ini saya menilai BPSDM Jawa
Timur sudah sangat berhasil memerankan
diri bukan hanya sebagai pencetak
kader-kader inovasi inovatif di
Indonesia, tetapi justru juga memerankan
diri sebagai lembaga yang eh sangat
inovatif di Indonesia.
Sharing, fairness.
By leadership menentukan energi dari
sebuah organisasi yang kita
BPSDM Jawa Timur hebat.
Semakin berkembangnya ekosistem digital
saat ini membuat seluruh orang
berlomba-lomba membangun citra mereka di
hadapan publik.
Personal branding akhir-akhir ini sering
digaungkan dan dianggap sebagai hal yang
sangat penting sekali. Tak terkecuali
bagi ASN.
Lantas bagaimana ya cara untuk membangun
personal branding bagi ASN?
Yuk, jangan lewatkan webinar ASN belajar
kali ini.
BPSDM Jawa Timur berkolaborasi dengan
Mark Institute menyelenggarakan webinar
ASN Belajar seri 37. Personal branding
bagi ASN penting enggak ya?
Turut menghadirkan narasumber Ratu Agnia
Fadilah STSOM, SAB selaku eksklusif
fasilitator Markless Institute.
Catat tanggalnya
dan dapatkan merchandise menarik bagi
peserta beruntung.
[Musik]
Halo seluruh sobat Kota SN semua yang
ada di seluruh Indonesia. Selamat pagi,
good morning. Bersama dengan saya lagi
Lukman Ali yang tentunya akan menyapa
dan menemani Sobat ASN dalam acara
webinar ASN Belajar seri 37, personal
branding bagi ASN. Penting enggak ya?
Dan tentunya saya juga ingin menyapa
kepada seluruh sobat ASN yang sudah
tergabung baik melalui platform Zoom di
hari ini ataupun yang tengah menyaksikan
melalui kanal YouTube live streaming di
BPSDM Jatim TV. Juga saya ucapkan
selamat datang dalam acara webinar ASN
Belajar seri 37. Nah, bagi sobat ASN
yang sudah bergabung dalam acara di pagi
hari ini, ada beberapa informasi penting
yang harus saya sampaikan ya. Karena
BPSDM Jawa Timur ini memiliki banyak
sekali channel media sosial yang
tentunya informasi-informasi menarik ini
tidak boleh untuk Sobat ASN lewati ya.
Jadi, Sobat ASN bisa langsung follow dan
juga subscribe di media sosial yang kami
miliki. Ada di Facebook BPSDM Jawa
Timur, kemudian di Instagram
@bbsdmjatim,
ada juga di Twitter di @bbsdm_jatim
dan juga di YouTube BPSDM Jatim TV. Nah,
bagi sobat ASN yang sudah ng-follow dan
subscribe pastinya akan ee dapat banyak
sekali informasi-informasi menarik dan
penting ya terkait dengan
program-program menarik dari BPSDM Jawa
Timur. Namun bagi yang belum silakan
untuk bisa follow dan subscribe mulai
dari sekarang ya dan jangan lupa untuk
ee nyalakan lonceng notifikasinya. Nah,
sebelum kita mulai acara di pagi hari
ini, terlebih dahulu ada beberapa tata
tertib yang perlu untuk Sobat ASN
ketahui. Nah, kali ini kita akan
bersama-sama menyaksikan tayangan video
bumper tata tertib melalui tayangan
video berikut ini.
Iya, itu tadi adalah beberapa tata
tertib yang perlu untuk Sobat ASN ikuti
ya selama acara webinar ASN belajar seri
37 ini berlangsung. Dan sekali lagi saya
ingin menegaskan bahwasanya untuk kolom
chat Zoom ini hanya dipergunakan Anda
yang ingin mengajukan pertanyaan saat
sesi diskusi nanti berlangsung. Nah,
apabila Sobat ASN ini memiliki
kepentingan yang lain selama acara
berlangsung, Anda dapat menyampaikan
melalui chat private Zoom ya ee kepada
panitia yang standby di acara untuk hari
ini. Nah, Sobat ASN saya juga ingin
memberikan kabar gembira ee kepada Sobat
ASN semua di sini karena hari ini kita
juga akan membagikan
merchandise-merchandise menarik. Caranya
gampang banget, Sobat ASN bisa upload eh
story dari Instagram Sobat ASN semua
momen-momen menarik selama mengikuti
acara webinar di ee pagi hari ini. Dan
jangan lupa untuk tag di akun Instagram
kami di @bpsdmjatim ya. Nanti akan kami
pilih pemenang dengan story terbaik dan
paling menarik untuk mendapatkan
merchandise eksklusif dari BPSDM Jawa
Timur. Baik Sobat ASN, kita akan mulai
masuk ke acara berikutnya, yakni akan
ada keynote speech yang akan disampaikan
secara langsung oleh Dr. Jacky Musri
selaku CEO of Mark Institute berikut
ini. Kepada yang terhormat Bapak Aries
Agung Pawai, Kepala BPSDM Provinsi Jawa
Timur.
Kepada yang kami hormati Ibu Ratu Ahnia
Fadilah, rekan saya exclusive
facilitator Marplas Institute. Kepada
yang saya hormati Saudara Lukman Ali
selaku moderator serta kepada seluruh
peserta webinar ASN Belajar seri 37 yang
saya banggakan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita
semuanya. Shalom. Om swastiastu. Namo
buddhaya. dan salam kebajikan.
Saya mengucapkan selamat datang dalam
webinar ASN Belajar SDI 37 bertajuk
Personal Branding bagi ASN. Penting
enggak ya? yang terselenggara berkat
kolaborasi antara BPSDM Jawa Timur
dengan Markpl Institute.
Kalau berbicara mengenai personal
branding, sebenarnya kita dapat memahami
hal tersebut melalui tiga elemen, yaitu
positioning, differentiation, serta
brand.
Positioning berkaitan dengan janji yang
kita sampaikan kepada para pihak terkait
atau stakeholders yang merupakan target
market kita. Differentiation berkaitan
dengan bagaimana cara kita memenuhi
janji tersebut melalui berbagai taktik
pelaksanaan yang pada gilirannya
membentuk citra brand diri kita
sebagaimana yang kita inginkan.
Personal branding bagi ASN tidak sekadar
relevan sebatas individual saja, namun
secara agregat akan membentuk citra dari
institusi di mana para ASN tersebut
sedang bertugas.
Itulah sebabnya penting bagi ASN untuk
merefleksikan
berbagai nilai-nilai institusinya
masing-masing. Apalagi di era digital
saat ini, informasi dapat beredar secara
cepat dan seketika itu juga dikonsumsi
oleh masyarakat luas.
Oleh karena itu, setiap ASN sebagai
perpanjangan tangan dari institusinya
harus dapat menjaga citra yang baik dan
sekaligus menampilkan keunikan.
Setiap ASN perlu memahami dan menerapkan
sepenuhnya berbagai nilai-nilai atau
values secara konsisten yang kemudian
juga terkomunikasi melalui berbagai
platform media yang relevan. dan pada
gilirannya membentuk suatu persepsi yang
sangat positif bahkan menimbulkan
kepercayaan yang tinggi terhadap
institusinya.
Lantas apa saja yang dapat kita lakukan
sebagai seorang ASN untuk memiliki
personal branding yang baik?
Pertama, kita jangan lagi terjebak pada
pola pikir bahwa kita kan hanya pegawai.
Mental pegawai sudah harus berakhir. Dan
kita sebagai ASN harus bangga bahwa kita
ini adalah garda terdepan dalam upaya
transformasi di negara kita. ASN adalah
agen perubahan.
Namun kalau mau menjadi elemen
perubahan, maka perubahan harus dimulai
dari diri kita sendiri. Dalam lingkungan
yang sangat dinamis, kita tidak dapat
menggunakan cara-cara lama yang mungkin
sudah obsolit.
Kalau kita masih berkeras, bersih keras
menggunakan cara-cara lama tersebut,
maka kita akhirnya akan menjadi sosok
yang tidak kompeten, irelevan,
dan bahkan menurun manfaatnya bagi
banyak orang. Padahal kita semua tahu
bahwa sebaik-baiknya orang adalah yang
bermanfaat bagi banyak orang lain. Jadi,
ayolah kita bertransformasi.
Dan jika semua ASN bertransformasi ke
arah yang sama, maka coba bayangkan saja
dampak positif yang terjadi bagi
organisasi dan masyarakat luas.
Tentu kita semua tahu bahwa core values
ASN adalah berakhlak.
Yang pertama berorientasi pelayanan.
Pelayanan di sini bukan lagi dalam
konteks pasif atau mungkin reaktif,
tetapi lebih berorientasi pada
pendekatan yang apa ya? Care begitu atau
kepedulian.
Oleh karena itu, tunjukkanlah kepedulian
yang tulus kepada para stakeholders.
Selanjutnya akuntabel. Semua tugas harus
dapat diselesaikan sampai tuntas, tidak
tertunda, enggak pakai lama. Jangan
hanya dibatasi oleh jam kerja saja dan
berlindung dengan alasan profesional.
Zaman sekarang tidaklah cukup lagi
sekadar profesional, namun harus
solution oriented. ASN harus dapat
membentuk kepercayaan bahwa ASN adalah
orang-orang yang akuntabel dalam
memberikan solusi terbaik.
Kemudian harmonis, tunjukkan sikap
toleransi yang tinggi. Open minded dalam
menghadapi segala situasi. Jangan
baperan dan sering resisten terhadap
berbagai kritikan dan berbagai hal baru.
Lalu loyal.
Jika sudah memilih menjadi ASN, maka
haruslah loyal tanpa kompromi terhadap
negara. Itu wajib. Jangan menjadi ASN
hanya karena menumpang hidup saja.
Bekerja hanya untuk mengambil benefit
atau manfaat. Namun di balik itu
semuanya kadang justru menjelekkan
institusinya sendiri, mengeluh terus dan
bahkan tidak bangga terhadap institusi.
Adaptif seperti yang saya sudah sebutkan
tadi bahwa dalam lingkungan yang sangat
dinamis, penuh ketidakpastian, maka
setiap ASN harus terus bertransformasi.
Unlearn semua skill dan knowledge yang
sudah tidak valid. lalu learn atau
belajar hal-hal baru yang relevan. Kalau
perlu relearn, belajar dan belajar lagi
agar semakin mantap. Dan yang terakhir
adalah kolaboratif.
Kita tidak bisa menghadapi dunia yang
unforgiving tanpa ampun dan keras
seperti ini seorang diri saja.
Oleh karena itu, kita perlu terus
mengidentifikasi berbagai kesempatan,
bahkan mungkin menciptakan berbagai
kesempatan. Kemudian berani mengambil
risiko yang kalkulatif dan yang penting
kita harus terus membangun jejaring dan
memanfaatkan jejaring tersebut untuk
membangun kolaborasi.
Kolaborasi adalah kunci sukses agar kita
bisa survive menuju tahun 2030 dan
bahkan mencapai Indonesia emas 2045.
Harapan saya melalui webinar ASN belajar
seri 37 ini kita bersama-sama bisa
kembali mengevaluasi diri, meninjau
kembali visi pribadi kita. Apakah masih
sejalan dengan visi institusi dan
negara, melakukan perbaikan, pembaruan,
dan bahkan melahirkan kembali sosok diri
kita sebagai ASN yang berkaliber.
Inilah saatnya Indonesia. Inilah saatnya
ASN. Semoga yang saya sampaikan tadi
dapat sedikit memberi manfaat atau
setidaknya menginspirasi teman-teman
semuanya.
Lebih kurangnya saya mohon maaf. Selamat
mengikuti webinar ini. Salam sehat
selalu. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Om santi shanti shanti om.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Dr. Jack Musri
selaku CEO of Markless Institute atas
keynote speech yang telah diberikan.
Nah, Sobat ASM sebelum kita masuk ke
sesi yang sangat kita tunggu-tunggu di
hari ini terlebih dahulu mungkin banyak
sekali yang bertanya-tanya sebenarnya
apa sih merchandise eksklusif yang
dibagikan oleh BPSDM Jatim dan juga
Markplace Institute? Tenang ya, kita
punya banyak sekali varian merchandise
yang ada saat ini. Nah, aku akan spill
dulu salah satunya ini adalah ballp dan
juga flash disk ya, eksklusif dari BPSDM
Jawa Timur. Jadi, kita akan bagikan
sebanyak tiga ya. tiga aja. Ini
eksklusif banget soalnya kalau kalian
lihat ini modelnya kece-kece banget ya,
futuristik banget. Dan enggak hanya itu
aja, kita juga punya yang namanya buku
pengusaha juara. Ini karya dari e Mas
Ardi ee selaku CEO dari eh Mark
Institute juga ya. Jadi ee sembari ee
mengikuti webinar kali ini menambah
insight banyak sekali. Sobat ASN juga
bisa menambah ilmu lewat buku yang kami
bagikan. Dan enggak hanya itu aja, kita
juga punya di sebelah sini ada tumblr
dan juga ada headset ya eksklusif dari
BPSDM Jawa Timur. Jadi nanti selama
proses materi, Sobat ASN bebas banget ya
untuk bertanya apa saja terkait dengan
materi personal branding. Soalnya kalau
kita bicara masalah materi personal
branding ini apalagi di era digital ini
ee merupakan hal yang sangat penting
banget ya. Apalagi ee kadang kala media
sosial itu seringki kita salah gunakan
untuk hal-hal tertentu. Sedangkan kalau
kita bekerja ee di bawah naungan
institusi atau lembaga, kita juga turut
membawa nama institusi tersebut.
Sehingga penting sekali bagi kita
sebagai ASN ini untuk mengetahui
sebenarnya nilai-nilai apa yang
diterapkan di institusi tersebut dan
menerapkannya dalam diri kita untuk
refleksinya itu ee seperti apa kayak
gitu ya. Nah, kali ini kita akan
bersama-sama ee belajar secara langsung
dengan eksklusif fasilitator dari Marpl
Institute. Beliau ini dikenal sebagai
Ibu Ratu Agnia Fadila, ST, SKOM, SAB,
MBE, M.M. selaku eksklusif fasilitator
dari ML Institute. Mungkin dari tim bisa
di ee tampilkan untuk CV beliau. Oke.
Nah, kalau bicara masalah expertise dari
beliau ini banyak sekali ya. Salah
satunya adalah terkait dengan digital
marketing, ada juga teknopreneurship,
ada internet of things dan lain
sebagainya. Nah, kalau berbicara terkait
dengan work experiences-nya ini beliau
punya banyak sekali juga pengalaman.
Beliau ini sebagai founder and owner of
old security systems, juga sebagai
founder and CEO of PT Global Future
Technologies atau Glove Tech Group. Dan
masih banyak sekali
pengalaman-pengalaman dari beliau. Jadi
langsung saja saya persilakan. Ini dia
Ibu Ratu Agnia Fadila, eksklusif
fasilitator Marless Institute.
Selamat pagi, Bu Ratu.
Selamat pagi.
Halo. Bagaimana kabarnya, Ibu?
Baik, baik. Alhamdulillah baik.
Luar biasa banget ya. Kalau saya lihat
Bu Ratu ini mirip-mirip model-model di
Jakarta fashion Week kali ya.
Waduh,
apence-nya asik banget ini. Nah, ini kan
juga biasanya kalau bicara masalah
appearance grooming itu kan juga
merupakan salah satu implementasi dari
personal branding ya, Bu ya sebenarnya
ya.
Betul sekali.
Oke. Nah, kali ini kita akan
bersama-sama mendengarkan materi yang
sangat luar biasa dari Ibu Ratu. Jadi,
saya langsung saja persilakan Bu Ratu,
monggo untuk menyampaikan materinya.
Baik,
ya. Bisa minta tolong untuk disarkan.
I.
Oke, selamat pagi semuanya.
Semangat pagi ya, lebih tepatnya
semangat pagi semuanya. Terima kasih.
suatu kehormatan saya dipersediakan
untuk menjadi fasilitator di sini di
sesi ke37.
Baik ee terutama
yang saya hormati dari
BTSDM
Jawa Timur, lalu dari Bapak CEO Dr. Zaki
Musri dan ee Bapak Lukman Ali. Nah, ee
yang saya hormati juga para ASN di
seluruh Indonesia yang mengikuti sesi
ini. Sekarang kita masuk ke ee personal
branding bagi ASN penting enggak ya?
Saat ini kan sudah banyak ya sebenarnya
ASN yang sudah melakukan personal
branding. Nah, lalu banyak juga
pertanyaan
itu ee kita bertabrakan enggak ya dengan
peraturan? Nah, selain itu juga boleh
enggak ya kita melakukan personal
branding? Sebenarnya itu justru malah
menjadi sesuatu hal yang sangat penting
bagi ASN gitu. Tidak hanya personal
branding itu tidak hanya untuk seorang
wirausaha saja, tidak hanya untuk
orang-orang yang memang sebagai
fasilitator, sebagai moderator dan lain
sebagainya. Tapi bagi ASN terutama ee
bagi ASN atau misalkan buat ee ini BUMN
di mana pun yang bekerja gitu, itu
sangat penting gitu. terutama pengalaman
saya juga ee dulu sempat bekerja justru
yang membantu untuk meningkatkan potensi
saya dan meningkatkan penempatan saya
dalam pekerjaan, meningkatkan personal
branding itu sangat disorot sekali oleh
atasan kayak gitu. Baik, next.
Selanjutnya kita langsung masuk saja ke
sesi pertama
personal branding penting enggak ya?
Oke, next.
ya. Nah, untuk sekarang ini kita masuk
di personal branding mindset. Karena
untuk kita membuka personal branding
mindset itu tentu kita ee harus bisa
open minded dulu. Kenapa sih saya perlu
gitu untuk personal branding? Sementara
saat ini mungkin ee zonanya sudah nyaman
gitu, sudah cukup untuk saat ini gitu.
Lalu kenapa saya harus meningkatkan lagi
dari personal branding? Oke, mari kita
lanjut.
Next,
I. Next.
Ah,
baik. Nah, untuk pertama ini menurut
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang
ASN. Nah, di sini saya mengutip
sebentar ya. Aparatur sipil negara yang
selanjutnya disingkat ASN adalah profesi
bagi pegawai negeri sipil yang pegawai
pemerintah dengan perjanjian kerja yang
bekerja pada instansi pemerintahan
menurut pasal 1 angk. Lalu di sini yang
mungkin sangat penting, setiap pegawai
ASN memiliki hak dan kesempatan untuk
mengembangkan kompetensi. Nah, di sini
untuk meningkatkan personal branding
tentu harus meningkatkan kompetensi.
Apakah itu bertabrakan dengan peraturan?
Tidak tentunya. Justru malah ee di sini
punya hak dan kewajiban bagi para ASN
bahwa setiap ASN memiliki hak dan
kesempatan untuk mengembangkan
potensinya. Nah, di sini output-nya
manajemen ASN adalah pengelolaan ASN
untuk menghasilkan pegawai ASN yang
profesional, memiliki nilai dasar etika
profesi, bebas dari intervensi politik,
bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan
nepotisme. Menurut pasal 1 angkatan 5
UASN. Oke, next. Selanjutnya.
Nah, lalu dengan sekarang personal
branding ini yang sering dipertanyakan
itu kita bertabrakan enggak dengan kode
etik gitu sebagai ASN. Nah, di sini saya
mengutip kode etik dan kode perilaku ASN
di pasal 5 ayat 2 UU ASN. Hal-hal yang
harus diperhatikan oleh ASN dalam
melakukan personal branding yaitu
pertama menjaga kerahasiaan yang
menyangkut kebijakan negara. Yang kedua
memberikan informasi secara benar tidak
menyesatkan kepada pihak lain yang
memerlukan informasi terkait kepentingan
kedinasan. Lalu selanjutnya tidak
menyalahgunakan informasi internegara,
tugas, status, kekuasaan, dan jabatan
untuk mendapatkan atau mencari
keuntungan atau manfaat bagi diri
sendiri atau untuk orang lain. Lalu yang
terakhir, memegang teguh nilai dasar ASN
dan selalu menjaga reputasi dan
integrasi ASN. Nah, di luar dari ini
gitu dari dari selama kita tidak
bertabrakan dengan kode etik yang ada,
sah-sah saja untuk melakukan personal
branding di sini gitu. Jadi ee ini
merupakan jawaban sebenarnya bolehkah
untuk kami melakukan personal branding?
Misalkan saat ini tuh yang personal
branding tuh dengan multiannel dengan
kita itu tuh dengan sosial media ataukah
kita sekarang menulis gitu menulis di
sekarang kan menulis juga sudah sudah
melakukannya di website kayak gitu. Nah,
itu apakah bertabrakan enggak? Selama
tidak bertabrakan dengan kode etik ini
sah-sah saja untuk melakukan personal
branding. Justru malah itu sangat
dipentingkan sekali untuk saat ini. Oke,
next. Selanjutnya
ya ini infografis PNS pada Desember 2020
bahwa PNS saat itu ee wanita 52%
lalu pria 48% dengan jumlah 44.18.118.
Lalu next selanjutnya.
Nah, ini data Badan Kepegawaian Negara
BKN tahun 2022 ya. Sekarang sudah
mencapai 4,25
juta ASN di pusat dan daerah. Nah,
terbayang ya ASN ini cukup banyak gitu.
Lalu apa sih yang menjadikan pembeda
kita dengan ASN lainnya? Lalu bagaimana
cara kita untuk memperlihatkan bahwa
kita something yang unik yang bisa yang
ibaratkan punya kontribusi yang cukup
besar gitu untuk negara ini. Lalu untuk
diperlihatkan itu bagaimana? Nah, justru
di sinilah pentingnya adanya personal
branding. Karena kita seringki mengingat
seseorang dikarenakan personal
brandingnya yang memang cukup kuat kayak
gitu. Nah, di sini dari 4,25 juta 35%
masuk dalam kategori dead good. Kayu
mati memiliki kompetensi dan kinerja
yang sangat buruk umumnya berusia lebih
lebih
dari 51 tahun. Lalu selanjutnya ada
11,5%
masuk dalam kategori STAR. Memiliki
kompetensi dan kinerja yang baik dan
sangat baik. umumnya berusia di bawah 51
tahun. Lalu 7,5%-nya
masuk dalam kategori train. Memiliki
semangat bekerja keras sebagai abdi
negara dan masyarakat namun kompetensi
belum memadai. Nah, lalu selanjutnya 46%
masuk dalam kategori workhous. Memiliki
kompetensi yang baik namun malas bekerja
apalagi berinovasi. Nah, hal ini yang
perlu disiasati. Oke, next. Selanjutnya,
nah di sini personal branding itu apa?
Personal branding. Cara untuk
mempromosikan diri sendiri dan
mengkombinasikan keunikan dari
keterampilan, pengalaman, dan
kepribadian yang Anda inginkan agar
dunia melihat Anda. Hal ini adalah
cerita tentang kisah hidup Anda.
Bagaimana itu mencerminkan perilaku
Anda, kata-kata yang diucapkan, serta
tindakan atau sikap Anda. Sama halnya
seperti misalkan orang mengenal saya
sebagai apa? ketika orang bertanya kamu
siapa? Nah, ketika saya waktu dulu
ketika saya kerja, saya ditanya orang,
"Kamu sebagai apa?" "Saya bekerja
sebagai IT." Nah, tapi dia oke sebagai
IT di mana? Lalu apa yang kamu kerjakan?
Sama halnya dengan yang di PT ini. Nah,
biasanya pertanyaan-pertanyaan itu
muncul lalu selanjutnya dia mengingat
saya hanya misalkan nama saya dia
sebagai IT gitu. itu kan sebenarnya
dasar dari personal branding. Lalu
ketika ketika orang bertanya lagi ee
kamu ee sebagai apa? Oh, saya bekerja
sebagai ASN di dinas mana gitu. Nah,
sekarang yang bekerja sebagai ASN dalam
suatu dinas itu mungkin ada beberapa
orang, mungkin ada 12, ada 10, ada 20
gitu bahkan banyak. Nah, lalu apa sih
yang akan membuat orang selalu mengingat
kita dengan kita satu kali berkenalan?
Di situlah personal branding harus
dibuat. Oke, next. Selanjutnya.
Nah, di sini juga menurut peraturan
Permenpan RB nomor 7 tahun 2022, mungkin
sebelumnya sempat mendengar ya tentang
ini. Sistem kerja pada instansi
pemerintah untuk menyederhanakan
birokrasi. Kenapa di sini saya membahas
e membahas sedikitnya peraturan pada ASN
supaya ini tidak bertabrakan dengan
bagaimana ASN membangun personal
branding. Nah, di sini sistem kerja
adalah serangkaian prosedur dan tata
kerja yang membentuk suatu proses
aktivitas pelaksanaan tugas dan fungsi
organisasi. Nah, dalam melaksanakan
tugas kita lihat di pasal 6. di pasal 6
ini. Poin D, mengoptimalkan pemanfaatkan
teknologi informasi dan komunikasi. Nah,
tentu di sini juga sudah ada dalam
peraturan bahwa kita tidak
menyalahgunakan peraturan selama tidak
ee bertabrakan dengan kode etik tadi
gitu. Ibaratkan ee data negara kita open
gitu kayak gitu. Nah, selama itu hanya
untuk personal branding kita, bahkan
untuk beberapa gubernur kita mungkin
yang sudah diketahui ada yang punya
personal branding, dia sebagai orang
yang gaul dan humoris gitu. Nah, itu
sebenarnya untuk personal branding gitu.
tidak tidak menutup kemungkinan hanya
personal branding itu tuh justru apapun
yang kita sajikan informasi mungkin dari
instansi kita atau misalkan informasi di
daerah kita itu akan cepat ditanggapi
oleh masyarakat gitu. Karena apa? Karena
adanya trust dari masyarakat, adanya
kepercayaan gitu. Karena tahu, oh orang
ini selalu memberikan informasi yang
sangat tepat kayak gitu. Nah, sehingga
membangun kepercayaan atau kredibilitas
gitu. Nah, oke. Di sini mengoptimalkan
pemanfaatan teknologi informasi dan
komunikasi. Jadi, gimana sih caranya
untuk kita membangun personal branding?
nanti saya akan bahas. Nah, yang penting
sekarang kita sudah punya mindset bahwa
wah saya sebagai ASN ini sangat penting
sekali membangun dari personal branding
gitu dan itu memang menurut peraturan
juga sudah disahkan bahwa sekarang ini
itu harus mengoptimalkan pemanfaatkan
teknologi gitu, teknologi informasi ya.
Misalkan saya misalkan harus di sosial
media kah ataukah di mana kayak gitu.
Yang penting dari personal branding kita
itu suatu hal yang unik yang bisa
diterima gitu, yang bisa membantu
mungkin dari instansi maupun dari
masyarakat. Nah, supaya kita lebih
dikena lagi, agar kita gampang untuk
berkomunikasi juga terutama melayani
masyarakat seperti itu. Oke, next.
Selanjutnya
ya mungkin di sini juga dari Permenpan
RB nomor 7 tahun 2022. Nah, tahun 2022
ini sudah tidak asing lagi bahwa saat
ini di seluruh daerah selalu bilang
sistem pemerintahan berbasis elektronik
SPBE. Nah, jika kita untuk membangun
personal branding itu sangat-sangat
menjaga-jaga gitu ee takut salahlah atau
misalkan wah itu takut nanti bertabrakan
dengan kode etik lah. Sementara sekarang
ini sudah canggih yang katanya sudah
berbasis katanya smart city. Sementara
dalam smart city itu ada smart people
katanya. Lalu sekarang itu tuh kita
menggunakan sistem pemerintahan berbasis
elektronik. Bahkan sekarang itu tuh dari
dari ee masyarakat sendiri sudah ada
kayak keluhan atau apapun berbasis
elektronik seperti itu. Lalu ketika kita
tidak menyesuaikan dari UI dan UX gitu
kita itu tuh bagaimana gitu supaya kita
melayani masyarakat itu karena ibaratkan
masyarakat lebih lebih cepat tanggap
gitu dalam sosial media sistem dalam
sistem pemerintahan itu sendiri gitu.
Oleh karena itu kita harus bisa
mengikuti gitu, mengikuti dari ee
perkembangan saat ini kayak gitu.
Terutama selagi kita meningkatkan
personal branding, lalu kita juga
meningkatkan dari ee pengetahuan kita
terkait UIUX gitu dari sistem informasi
gitu. Nah, selagi berjalan personal
branding itu pasti akan meningkat gitu.
Terutama kita melayani masyarakat.
masyarakat bertanya apa kita paham
karena kita sebagai orang yang melakukan
itu gitu sebagai orang yang ngibaratkan
selama personal branding itu oh iya gitu
cepat tanggap gitu dalam UIUX ini sistem
impertahan
berbasis elektronik nah di sini
pemanfaat pemanfaatan teknologi
informasi dan komunikasi oke di sini
dalam pasal 20 instansi pemerintah
mengutamakan layanan administrasi
pemerintahan berbasis elektronik
melalui pemanfaatan aplikasi SPB. Nah,
coba deh saat ini untuk menyampaikan
adanya SPBE saja, adanya suatu sistem
informasi baru kayak gitu, adanya
aplikasi baru atau apapun itu. Bahkan
misalkan dalam satu instansi itu selalu
disajikan informasinya melalui sosial
medianya. Nah, kenapa sekarang semua
instansi memiliki sosial media? supaya
lebih gampang dikenal dalam instansi itu
sendiri. Nah, instansi saja memerlukan
branding. Lalu secara personal pun sama,
kita memerlukan branding, gitu. Nah,
ketika ada seorang ASN di dalam satu
lingkup ee organisasi atau satu lingkup
instansi, dia menyajikan informasi
karena orang-orang sudah mengetahui dia
misalkan ee dalam sosial medianya
followers-nya cukup banyak karena
dikenal dia sebagai penulis atau dia
dikenal sebagai ee seorang influencer
gitu. Bisa jadi kan karena banyak juga
sekarang sebagai aparatur negara gitu.
Bapak Sipil Negara itu yang menjadi
influencer seperti itu. Lalu ee dia juga
menyajikan informasi juga gitu di sosial
media dia gitu bahwa adanya ee SPBE ee
ee SPBE ke berapa gitu lalu adanya
sistem informasi yang baru gitu apa gitu
bahwa masyarakat bisa menyajikan bisa
misalkan menyampaikan keluhan via
aplikasi ini gitu. Nah, itu lebih cepat
sampai ke masyarakat kayak gitu. Karena
masyarakat mengenal si A ini sebagai apa
gitu dan dia itu sebagai seorang yang
selalu mengikuti orang ini gitu. Oke.
Lalu
di sini di pasal 21, pimpinan instansi
pemerintah memastikan setiap unit
organisasi menggunakan aplikasi umum
berbagi pakai sebagaimana yang dimaksud
dalam pasal 20 ayat 2 yang di sini
aplikasi SPBE sebagaimana dimaksud pada
ayat 1 berupa aplikasi umum berbagai
pakai. Nah, oleh karena itu saat ini
karena sudah berbasis elektronik ya,
semua juga harus bisa menyesuaikan gitu
dengan sekarang itu kita multi channel
ya semuanya ee dari mulai sosial media,
dari mulai sekarang sekarang menggunakan
aplikasi atau website kita sendiri gitu.
Nah, kita menyajikan informasi melalui
hal tersebut gitu. Kenapa? Untuk
membangun apa? Membangun brand. Nah,
kenapa sih setiap dinas itu selalu dia
membuat suatu aplikasi yang itu tuh
untuk mempermudah masyarakat misalkan
antara masyarakat dan ASN itu sendiri?
Karena di sini membangun brand
kepercayaan kepada masyarakat bahwa
adanya transparansi gitu. Nah, terutama
misalkan orang-orang dalam instansi
tersebut, ASN di sini menyajikan
informasi gitu dekat dengan masyarakat
dengan misalkan dia membangun sebagai
personal brandingnya itu tuh saya
sebagai orang yang ramah, sebagai orang
yang begitu cepat tanggap terhadap
masyarakat seperti itu. Nah, itu salah
satu personal branding. Lalu masyarakat
sendiri gampang untuk gampang untuk
mengenal gitu. Oh, di dinas ini adanya
aplikasi ini dan saya bertanyanya pasti
sama Pak ini karena dia sebagai
seseorang yang sangat ramah gitu yang
mau mendengarkan keluhan kami misalkan
seperti itu. Nah, itu cukup untuk bisa
ee membuat personal branding di tengah
masyarakat. Apalagi mungkin dalam
instansi itu sendiri pasti dari atasan
juga wah ini kepercayaan masyarakat ini
selalu ada pada melekat pada seorang ini
gitu misalkan. Oke next. Selanjutnya
ya, penerapan sistem pemerintahan
berbasis elektronik SPBE atau
e-goverment yaitu penyelenggaraan
pemerintahan yang memanfaatkan TIK untuk
memberikan layanan kepada instansi
pemerintah, aparatur sipil negara,
pelaku bisnis, masyarakat, dan
pihak-pihak lainnya. Seperti yang tadi
saya sempat jelaskan bahwa sistem
pemerintah berbasis elektronik ini atau
SPBE memang yang melakukan atau misalkan
yang merasakan dari SPBE ini kan semua
gitu. Bukan hanya pemerintah sendiri
yang membangun SPBE-nya, bahkan
masyarakat sendiri menggunakannya kayak
gitu. Jadi semua saling saling
berintegrasi di sana, saling
berkomunikasi di sana kayak gitu. Nah,
tapi kena ee misalkan loh sekarang ini
sudah berbasis elektronik, lalu masih
pentingkah misalkan personal branding?
Of course masih sangat penting gitu.
Kenapa? Karena di di balik dari sekarang
orang-orang menggunakan aplikasi masih
ada secara fisikal, masih ada ee
masyarakat itu tuh mempertanyakan
bagaimana sih cara menggunakan sistem
elektronik ini? bagaimana sih sistem
aplikasi ini bisa saya gunakan. Lalu dia
berinteraksi dengan siapa? Ya, dengan
ASN itu sendiri. Otomatis bagaimana sih
cara kita ee memperlihatkan
siapa kita dan apa sih yang bisa
masyarakat kenal dan melekat pada diri
kita. Oke, next. Selanjutnya
ya, di sini ada kompetensi atau
keahlian. Kompetensi atau keahlian yang
dimiliki oleh ASN itu tentu sangat
menunjang dari kinerja. Seperti tadi ada
peraturan bahwa ASN berhak untuk
meningkatkan kompetensi. Kenapa sih ASN
selalu ada beamtech, selalu ada ee
penambahan dari misalkan ee hard skill
yang ditambah gitu. misalkan tiba-tiba
sekarang lagi belajar untuk ee
infografis atau misalkan membuat dari ee
ini gitu dari desain. Ada juga misalkan
dia menggunakan tools-tools lainnya
gitu. Di sini untuk apa? Meningkatkan
kompetensi atau keahlian yang di mana
itu sangat menunjang sekali terhadap
kinerja. Nah, ketika kinerja ditunjang
oleh kompetensi, soft skill, dan hard
skill, di sini juga menghasilkan citra
atau reputasi institusi atau organisasi.
Jadi citra itu tuh yang melekat pada
kita itu tidak hanya melekat pada diri
kita saja. Di mana kita bekerja itu di
sangat melekat sekali ketika kadang suka
suka kita sering kali kan ada masyarakat
yang ih saya malas banget nih datang ke
sana gitu, datang ke dinas mana walaupun
untuk membuat membuat ini gitu. Kenapa?
Karena selalu ditanggapin dengan jutek
gitu. Padahal itu mungkin hanya satu
orang, tapi itu melekat sekali gitu.
Ketika satu orang bercerita terhadap 10
orang, apa yang terjadi? Ya, di sana
yang yang dibicarakan adalah institusi
atau organisasi itu sendiri gitu. Bukan
hanya secara personal branding-nya saja
yang dibuat gitu seperti itu. Tapi
citra dan reputasinya juga sangat
terpengaruh gitu dari personal branding
itu sendiri. Nah, dari tiga itu
menghasilkan personal branding. Lalu
saya mau dikenal sebagai apa di
institusi atau organisasi atau
organisasi itu mau dikenal dengan dengan
ASN-nya seperti apa gitu. Nah, di
sinilah personal branding mulai
dibuilding seperti itu. Oke, next.
Selanjutnya
ya untuk ee kompetensi selalu kita itu
tuh harus bertanya pada diri kita
sebelum kita membangun personal
branding. Ini juga salah satu ee
beberapa pertanyaan yang selalu saya
tanyakan bahkan setiap saat gitu.
Walaupun misalkan oke Ratuagnia ini
seorang dia seorang misalkan praktisi
dia seorang ee fasilitator dari maklus
dikenalnya di sana. Tapi tentu kita
harus selalu meng-upgrade apalagi
sekarang ini di zaman era digital saat
ini gitu. Society 5.0 gitu yang di mana
antara manusia dan teknologi ini saling
berdampingan, saling membutuhkan satu
sama lain kayak gitu. Lalu ee ketika
kita tidak meng-upgrade gitu potensi dan
kompetensi kita gitu, wah semakin
ketinggalan justru personal branding itu
tuh bisa saat terjadi saat itu kita
dikenal sebagai apa. Lalu karena kita
tidak membuilding itu, tidak kita tidak
mengupgrade itu, besoknya orang-orang
akan lupa gitu. Lalu kita lalu bagaimana
gitu. Nah, di sinilah kita harus selalu
bertanya sebenarnya apa sih keunggulan
saya gitu. Lalu apa target saya? apa
kekuatan saya, apa citra yang ingin
dibangun oleh saya? Nah, empat hal ini
yang kita tanya terhadap diri kita
itulah yang akan menjadi poin di mana
kita bisa membangun personal branding
kita. Misalkan apa keunggulan saya? Oh,
ternyata saya itu tuh unggul dalam hal
menulis. Nah, lalu di sini tuh ketika
saya punya keunggulan tahu, punya
keahlian, saya menulis gitu. Nah, kenapa
saya tidak bangun kompetensi saya tuh di
sini personal branding saya itu tuh ahli
dalam menulis. Bahkan misalkan saya itu
tuh tulisan-tulisan saya misalkan selalu
di-share bahwa itu terkait apa. Misalkan
terkait terkait inikah ilmuah atau
terkait misalkan sesuatu hal yang memang
kita dalami seperti itu. Lalu apa target
saya? Nah, ketika kita punya target,
target itu tidak hanya dalam hal tidak
hanya dalam hal branding atau apa. Pada
saat kita menjadi
seorang karyawan, terutama saya dulu
sebagai orang karyawan, saya tentu ingin
mempunyai target jenjang karir. Lalu
segitu banyaknya orang yang bekerja di
situ, bagaimana sih supaya saya itu tuh
bisa cepat untuk melakukan jenjang karir
tersebut ketika saya itu tuh dikenalnya
hanya sama halnya dengan orang lain?
Nah, itulah yang menjadi ee pemikiran
saya pada saat itu. Saya harus menggali
keunggulan saya di mana supaya saya
dinilai pantas untuk saya itu tuh bisa
meningkatkan ee diri saya gitu sebagai
jenjang karir di tempat tersebut. Nah,
targetnya itu lalu kita bangun dari apa
keunggulan saya, lalu apa target saya di
sana mulai dibuilding personal branding
kita. Lalu apa kekuatan saya? Pasti kan
orang juga akan mempunyai perbandingan
gitu, mempunyai misalkan pertimbangan.
Kalau orang ini ditempatkan di sini, apa
perbedaannya dengan yang lain? seperti
itu. Nah, hal ini yang harus kita lihat
lagi apa sih yang menjadi kekuatan saya
dibandingkan orang lain. Nah, di sini
juga saya harus terus menggali lagi,
menggali lagi seperti itu. Menggali lagi
dari personal brandingnya, menggali lagi
apa keunggulannya, kompetensi saya yang
saya punya tuh apa, lalu apa citra yang
ingin dibangun oleh saya. Untuk bisa
mencapai target tersebut, saya harus
dikenal sebagai apa? itu citra yang
harus dibangun. Nah, di sinilah kita
tahu arahnya ke mana personal branding
kita. Oke, next. Selanjutnya,
ya. Membangun personal branding ada
banyak cara.
Lalu di sini juga ada juga orang yang
ibaratkan ingin dikenal personal
brandingnya sebagai pembicara. Nah,
tidak hanya tidak hanya orang-orang
sebagai misalkan profesional atau
misalkan sebagai ee saya sebagai
fasilitator yang menjadi pembicara bahwa
seringkiali ASN ini suka menjadi
pembicara misalkan tidak hanya dalam
internal bahkan ee ada undangan atau
kunjungan atau misalkan perbandingan di
tempat ee kota kabupaten lain. Nah, di
sana juga pasti kita juga sebagai
pembicara wah gimana public speaking
kita. seperti itu. Nah, itu juga digali
gitu. Jadi dikenal, oh kalau misalkan
ada acara udah aja sama sama ini aja
gitu. Nah, oleh karena itu ada juga
orang yang membangun personal
brandingnya. Dia sebagai pembicara
sehingga dikenal oleh orang-orang. Nah,
tadi seperti saya yang pernah saya ee
bilang bahwa ada juga yang aktif menulis
karena dia keahliannya, keunggulannya
menulis. Nah, ada juga yang sebagai
pembuat konten gitu. Nah, banyak banget
saat ini itu tuh gubernur atau dia
sebagai bupati atau walikota. Bahkan
mungkin sekarang banyak juga tuh yang
sebagai kepala dinas yang dia dikenal
tapi dikenalnya itu tuh wah personal
brandingnya cukup kuat gitu. Dia itu tuh
ee sering jadi pembicara atau dia sering
membuat konten gitu. Kontennya tuh
terkait apa gitu. cukup lucu gitu
kontennya. Bahkan itu juga menjadi ilmu
sehingga masyarakat itu tuh punya punya
antusias untuk bisa merespon seperti
itu. Nah, lalu memanfaatkan sosial
media. Nah, ini mungkin yang seringki
kita dengar digital marketing yang
bahkan sekarang sudah sudah sangat
berkembang sekali. Tidak cukup hanya
dengan digital marketing saja gitu.
Digital marketing dengan berbagai
platform. kita juga misalkan ee kita
misalkan ada di Instagram, kita ada di
Facebook, bahkan mungkin kita juga
sebagai content creator di YouTube
misalkan seperti itu sah-sah saja gitu.
Bahkan itu akan menjadi satu keunggulan
dan seharusnya itu menjadi sesuatu hal
yang sangat di-support. Kenapa? Karena
ketika kita menyajikan contontator,
misalkan contonent kreatornya terkait
ASN atau contonent kreator itu berkaitan
ee misalkan ee di instansi tersebut.
Bagaimana sih misalkan instansi A itu
tuh melayani masyarakat hanya
konten-konten seperti itu tapi misalkan
punya antusias terhadap masyarakat di
sana siapa yang menyampaikan personal
branding-nya cukup meningkat tapi di
sini juga sangat meningkatkan sekali
dari personal dari brand dari branding
sebuah instansi atau organisasi jadi
saling berkaitan antara kita dan
instansi tempat kita bekerja seperti
itu. Jadi pemanfaatan sosial media,
pembuat konten atau kita menjadi
pembicara atau aktif menulis. Bagaimana
sih cara kita membangun personal
branding? Apa sih yang kita punya? Apa
sih kompetensi yang kita miliki di sana
kita curahkan? Kayak gitu. Itu di sana
tuh membangun mulai-mulai membangun
personal branding kayak gitu. Jadi
enggak perlu kita aduh membangun
personal branding saya pengin jadi
influencer ini gitu. Atau misalkan ee
saya pengin menjadi orang yang bikin
konten, tapi keunggulan kita di menulis
misalkan. Nah, sebenarnya sesuatu hal
branding itu melekat pada diri kita.
kita harus bertanya dulu kita sebagai
kita tuh keunggulannya apa, pengin
sebagai apa, seperti itu. Jadi kita
tidak perlu jauh-jauh hari untuk
misalkan harus loncat seperti A e
membutuhkan effort yang cukup panjang
kayak gitu. misalkan butuh 1 bulan
sampai 3 bulan, tapi kita bangun
personal branding itu dimulai dari
sekarang, dimulai dari keahlian yang
kita punya, dimulai dari hard skill,
soft skill yang kita punya seperti itu.
Kita bisa menulis, kita lakukan menulis
gitu. Lalu kita perkenalkan bahwa saya
seorang penulis seperti itu. Oke, next.
Selanjutnya
ya, mengapa personal branding penting?
Nah, personal branding itu kita pertama
memperluas network itu sudah pasti.
Ketika kita personal brandingnya sangat
kuat, orang juga cukup tertarik, bahkan
sangat tertarik gitu untuk bisa dealing
dengan kita, untuk bisa ee berinteraksi
dengan kita. Nah, di sana kita bisa
saling bertukar pikiran gitu, lalu
tukar-tukaran kontak gitu. ini sangat
memperluas sekali networking. Lalu
membuka berbagai peluang. Ketika
networking itu terbuka, tentu peluang
juga semakin bertambah. Nah, lalu
menciptakan kredibilitas. Nah, di sini
kepercayaan juga menciptakan
kredibilitas. Nah, selanjutnya jaminan
kerja. Kenapa? Karena ketika branding
kita cukup baik gitu, seperti yang tadi
sudah saya jelaskan, tentu kita bisa
mempromosikan secara personal kita bahwa
kita pantas untuk berada di sini, untuk
berada di A, berada di B, gitu. Karena
kita punya sesuatu hal yang kuat yang
bisa menunjang tempat tersebut kayak
gitu. Oke, next. Selanjutnya,
nah transformasi personal branding.
Mungkin di sini ee suatu contoh secara
sederhana ya, secara sederhana yang
mungkin nanti kita kaitkan dengan ASN di
sini. Ee seorang Dedy Kobuzer yang
dulunya dikenal sebagai
magician gitu. Lalu sekarang eh next
mulai dikenal sebagai seseorang gitu
yang wah influencer gitu. Influencer
yang cukup kuat yang bahkan semua opini
yang dia keluarkan itu tuh selalu
direspon gitu, selalu ada respon dari
netizen, dari masyarakat kayak gitu
sehingga cukup cukup cepat gitu
tanggapan dari opini yang dia keluarkan
kayak gitu. Oke, next. Selanjutnya.
Nah, oke. Next,
ya. Jika suatu hari Anda berkesempatan
bertemu dengan orang baru, bagaimana
Anda memperkenalkan diri Anda? Nah, di
sini cukup menarik gitu. Seperti yang
tadi saya sempat contohkan, ketika orang
nih ketemu dengan kita selalu bertanya,
"Kamu ini siapa?" gitu. Nah, kita
mengenalkannya sebagai apa di sana itu
tuh itu suatu hal yang mulai membangun
personal branding ketika kita bilangnya
bahwa saya seorang pegawai. Misalkan
pada saat dulu saya seorang pegawai.
Nah, something unik yang bisa membuat
orang tetap ingat kepada saya itu apa
gitu di sana. Oh, ketika saya membangun
suatu hal branding, bahwa saya orang
yang misalkan humoris, bahwa saya orang
yang misalkan sangat antusias terhadap
teknologi, orang itu mulai mengenal
gitu. Oh, begini ya. Oh, itu ratu yang
di sini gitu yang dia itu tuh ee dia
selalu di IT. Nah, ratu IT. Bahkan saat
ini saya sebagai orang yang selalu
memperkenalkan manajemen development,
orang tetap mengenal saya sebagai ratu
di bagian IT gitu loh. Karena personal
branding yang cukup kuat di IT pada saat
dulu gitu. Nah, jadi di sini penting
banget kita tuh mempertanyakan ketika
orang menanyakan saya, "Saya sebagai apa
ya?" gitu. Nah, itu juga kita ah saya
sebagai saya ASN di dinas mana gitu.
saya ASN di dinas mana? Lalu ketika eh
boleh enggak saya follow misalkan
Instagram-nya? Lalu di Instagram kita
ada misalkan ada konten kreator
berkaitan apa? Infografis terkait
instansi kita kah atau misalkan terkait
apa gitu konten-konten yang cukup cukup
antusias masyarakat tuh berkaitan apa
gitu. Nah, di sana juga orang mulai
mengenal, "Oh, Bapak ini ya dia ASN di
sini dan dia juga selalu nge-share
sesuatu hal yang cukup bikin saya
tertarik nih, gitu. Nah, itu satu hal ee
personal branding gitu, kayak gitu. Jadi
ee kita harus bisa mengingat kalau suatu
hari saya ditanya ee ketemu orang gitu
yang baru terutama misalkan dari daerah
lain. Nah, apalagi saya ngelihat nih di
sini itu tuh ternyata ASN-nya dari mana
saja ya? Ada dari Batam tadi saya lihat
ada dari Cirebon. Wah, banyak sekali ya
bukan hanya dari wilayah Jawa Timur
saja. Nah, lalu kita pasti saling
bertanya gitu, misalkan tukaran kontak
gitu atau kayak gimana gitu walaupun
kita sama-sama ASN. Nah, kita
memperkenalkannya kita sebagai apa gitu.
Nah, di sinilah personal branding yang
harus kita bangun gitu, kita building
gitu supaya ketika mengenalkan diri itu
ada sesuatu hal yang melekat dalam
ingatan seorang. Oke, next. Selanjutnya
ya dengan mengetahui siapa sebenarnya
Anda akan lebih mudah mengetahui
bagaimana persepsi orang lain mengenai
Anda. Tentu kan ketika orang itu
mengetahui kita tuh sebagai apa, kita
siapa,
persepsi itu tuh selalu bermunculan dari
tiap orang gitu. Nah, kita tuh akan tahu
gitu orang itu tuh berpersepsi kita tuh
sebagai apa sih gitu. mengenai kita itu
bagaimana sih dari misalkan negatif atau
positifnya seperti apa sih? Nah, di
sinilah kita ee perlu untuk misalkan
evaluasi bahkan kita itu tuh bisa
meningkatkan value di sana ketika orang
berpersepsi, wah persepsinya sebagai
influencer misalkan sebagai seseorang
yang selalu ramah, seorang yang selalu
apa gitu. Nah, di sini tuh value kita
meningkat. Bahkan mungkin ada suatu hal
yang wah kayaknya ini bagian ini,
persepsi orang nih ada yang bagian ini
nih kayaknya perlu ditingkatkan apanya
gitu keunggulan kita untuk supaya
persepsi ini berubah. Nah, hal seperti
ini jadi
penting sekali kita memperkenalkan kita
sebagai siapa kayak gitu. Banyak sekali
influencer yang dia itu tuh multi
misalkan dia itu tuh punya keahlian yang
multi gitu yang banyak gitu kan. Tapi
harus emang harus selalu ada yang
melekat gitu terhadap orang tersebut.
Enggak bisa dengan sekarang kita
kadang-kadang kita menjadi penyanyi,
kadang-kadang kita menjadi
motivator, kadang-kadang kita menjadi
seorang wirausaha, kadang menjadi apa.
Nah, terkadang persepsi orang tuh akan
bingung gitu di sana. Nah, itulah
pentingnya kita mempertanyakan goals
kita itu tuh sebagai branding itu apa,
personal brandingnya apa gitu. karena
itu akan membangun banyak persepsi dari
orang-orang untuk meningkatkan value.
Oke, next. Selanjutnya
ya,
next.
Sepertinya suaranya belum muncul ya.
Lihat paling menyenangkan dari pekerjaan
yang saya lakukan adalah ketika saya
bisa bantu orang banyak.
Halo, nama saya Vina Muliana. Saya
merupakan seorang content kreator dan
seorang profesional karir di BUMN.
Sehari-hari saya bekerja sebagai seorang
HR spesialis di salah satu BUMN dan saya
juga merupakan seorang content kreator
yang memfokuskan diri untuk berbicara
soal karir, tips kerja, maupun membantu
mereka yang ingin masuk ke TUMN. Ketika
sesimpel dengan buat konten di media
sosial itu orang bisa mendapatkan ilmu
yang mungkin belum pernah mereka
dapatkan gitu. utamanya soal mencari
pekerjaan atau soal karir dan dunia
profesional. Banyak di antara
teman-teman online saya juga akhirnya
bilang ke saya curhat bahwa dengan
nonton konten yang saya buat, mereka
merasa akhirnya bisa menemukan nih apa
sih sebenarnya pekerjaan yang mereka
lakukan dan akhirnya mereka juga bisa
menemukan dan diterima di perusahaan
yang mereka impi-impikan.
Eh, kenapa saya menjadi seorang content
kreator adalah karena awalnya saya
melihat banyak sekali anak muda yang
waktu itu sering melampiaskan
kegundahgulanaan mereka dan merasakan
susahnya untuk mencari pekerjaan waktu
itu di media sosial. Media sosial yang
saya maksud sini adalah TikTok. Dan
kemudian ketika saya mencoba untuk
melihat gitu ya, apakah kemudian ada
juga konten yang bisa addressing atau
menjawab permasalahan tersebut kok
kiranya kayaknya enggak ada gitu.
Akhirnya saya mencoba untuk membuat
salah satu konten yang tujuannya adalah
membantu para pencari kerja untuk bisa
mendapatkan pekerjaan impian mereka dan
ternyata kontennya populer dan akhirnya
saya jalani terus hingga sekarang. Apa
nasihat terbaik yang pernah saya
dapatkan adalah ketika salah satu mentor
saya bilang yang namanya ketika kita
bekerja jangan hanya fokus untuk mencari
uang. Gimana caranya kita bekerja? Boleh
kita kerja keras, boleh kita ingin
sukses, boleh kita ingin punya semuanya,
tapi jangan lupa dan jangan pernah
sampai melalaikan kewajiban kita untuk
selalu memiliki hubungan yang baik
dengan Tuhan, dengan manusia, dan dengan
ee lingkungan. Kalau misalnya dari di
agama Islam disebutnya hablum minallah,
hablum minannas dan hablum minal alam
gitu ya. Kalau dalam bahasa Hindu
namanya trihitakarana. Dan itu yang saya
selalu ambil teguh dan saya terapkan
sampai sekarang saat saya berkarir.
[Musik]
Wow, menarik ya.
Ada seseorang yang bekerja ee di BUMN
tapi dia juga merekap sebagai contonent
kreator
kayak gitu. Nah, lalu dia juga menjadi
seseorang yang mempunyai personal
branding yang dikenal oleh orang-orang
banyak gitu, tapi melekatnya sebagai
content creator yang dia itu tuh
memperkenalkan juga gitu bagaimana sih
cara dia masuk ke ee BUMN gitu,
bagaimana sih untuk supaya bisa cepat ee
bekerja gitu. Nah, hal-hal seperti itu
gitu. Jadi ee tidak tidak hanya karena
kita fokus terhadap pekerjaan, terkadang
kita fokus terhadap pekerjaan gitu.
Tidak hanya sebagai seorang yang bekerja
saja, bahkan orangor yang memang sebagai
praktisi sendiri membangun perusahaan
kadang fokus saja, terlalu fokus
terhadap opportunity dalam pekerjaan
tersebut kayak gitu. Nah, tapi kita lupa
gitu untuk kita menawarkan sesuatu hal
bahkan kita itu tuh mempromosikan diri
kita sendiri, orang harus tahu dulu
bahwa secara branding ini kita mampu
untuk bisa ibaratkan dipercaya atau
tidak gitu. Kayak personal branding kita
cukup dikenal atau tidak oleh orang
tersebut. Nah, hal-hal seperti ini gitu
yang memang sebenarnya cukup membantu
gitu ketika kita bekerja dalam suatu
instansi lalu kita memiliki personal
branding yang kuat, kita juga punya
networking yang cukup ee besar gitu,
kita cepat gitu untuk dalam jenjang
karirnya hal-hal seperti ini gitu. Jadi,
personal branding tuh sangat-sangat
penting terutama bagi ASN kayak gitu.
Kebayang kan 4,25
juta itu yang terdata di tahun 2022.
Nah, bagaimana kita memperkenalkan gitu
diri kita something yang unik
dibandingkan dengan 4 juta orang
lainnya. He seperti itu. Oke. Dasar
personal branding terdapat empat
pertanyaan utama yang ditanyakan kepada
diri sendiri sebelum memulai personal
branding. Apa yang saya sukai? Nah, oke.
Lalu saya bagus dalam hal apa? Apa
sasaran personal brand saya? Apa yang
membuat saya dapat dipercaya? Nah, empat
hal ini juga pertanyaan yang sama halnya
dengan tadi. Empat pertanyaan yang tadi
membantu kita untuk untuk membangun
building gitu dasar personal branding
kita. Apa yang saya sukai? Sama halnya
seperti tadi itu apa keunggulan kita?
Apa yang saya sukai? Oh, ternyata saya
suka dalam misalkan dalam konten
kreator. Nah, content kreator orang tuh
ngenal TikTok biasanya apa? Joget-joget
kan ya gitu. Tapi ternyata dimanfaatkan
gitu cukup banyak dimanfaatkan. Ada
orang berjualan di sana, ada orang
memperkenalkan ee memperkenalkan
berita-berita gitu di sana. Ada orang
juga yang memperkenalkan ilmu marketing
di sana gitu. banyak hal yang
memanfaatkan ee sistem informasi saat
ini gitu dengan platform saat ini gitu,
apa yang dia suka tapi untuk membangun
brandingnya. Nah, di sini juga harus
ditanya apa yang saya sukai. Menulis
kah, membuat content creator kah gitu
atau misalkan ee sebagai apa atau
misalkan suka peaching kah gitu, suka
sebagai pembicara gitu. Nah, hal seperti
ini yang harus kita pertanyakan sebagai
dasar untuk personal branding. Saya
bagus dalam hal apa? Nah, saya bagus
dalam hal apa? Apa sasaran personal
brand saya? Gitu. Seperti yang tadi juga
sasarannya apa sih? Saya ingin ke mana
gitu. Targetnya apa gitu apa yang
membuat saya dapat dipercaya. Nah,
ketika kita membangun building personal
yang cukup bagus gitu dengan branding
yang cukup bagus, pasti orang juga cukup
percaya gitu terhadap kita gitu. Kita
ingin kita personal branding memang
sebagai seorang motivator, seorang
pembicara. Nah, ketika kita mau mengisi
suatu acara, orang sudah tidak akan
meragukan lagi karena kita dapat
dipercaya gitu. bahkan memberikan suatu
tanggung jawab dan kepercayaan gitu yang
ibaratkan itu untuk menjadi promotor
bahkan untuk diri kita sendiri. Wah,
kita dipercaya acara besar nih gitu.
Saya dipercaya acara besar nih gitu
untuk mengisi acara gitu. Suatu suatu
kepercayaan karena apa? Karena personal
branding kita membuat orang percaya
seperti itu. Oke, next. Selanjutnya,
nah apa yang saya sukai? Nah, di sini
kita bisa memilih misalkan tadi e kalau
di sini kan ada pecinta alam, makanan,
kegiatan sosial, olahraga, otomotif.
Mungkin kalau untuk konten kreator
memilihnya mau dari apa nih yang
dikenalkan gitu. Nah, tapi kan kita ee
apalagi di ASN coba coba digali lagi
gitu. Oh, saya ternyata suka desain nih,
gitu. Sebun saya ASN, saya suka desain
ya. Kenapa enggak kita menyajikan
misalkan infografis atau konten-konten
gitu kan yang lucu-lucu, tapi itu juga
sangat membantu atau memberikan
pengetahuan untuk masyarakat. Seperti
itu. Oke, next. Selanjutnya.
Nah, saya bagus dalam hal apa? Nah,
contohnya ada seseorang, kita sebutkan
saja Pak Ridwan Kamil. Dia dikenal
sebagai orang yang gaul dan humoris
gitu. Nah, terkadang itu suatu hal yang
unik yang mungkin melekat terhadap diri
seorang. Bahkan mungkin di lingkungan
kita sendiri suka ada ee pegawai yang
mungkin wah dia humoris banget nih, suka
banget ngobrol sama orang ini karena
lucu gitu, karena dia bisa membangkitkan
suasana. Nah, hal itu keunikan dalam
diri kita yang melekat gitu kan. Apakah
kita ee mudah untuk bernegosiasi, mudah
untuk ngobrol dengan orang gitu, suka
desain atau misalkan humoris. Itulah hal
yang bagus gitu yang kita itu tuh bina
dalam personal branding gitu kan. Enggak
hal sederhana, humoris tapi bisa
diterima oleh orang banyak gitu. Justru
itu hal yang bisa membangun personal
branding gitu. Next. Selanjutnya
lalu tadi yang ketiga, apa yang membuat
saya dapat dipercaya? Ya, oke, next. ee
membuat kita dapat dipercaya dari semua
hal yang kita bisa, dari semua hal yang
kita sajikan ke orang ee misalkan oh
saya tuh sebagai orang yang bisa
berbicara, saya sebagai orang content
creator atau saya sebagai penulis. Apa
yang membuat saya dapat dipercaya?
Karena orang tahu bahwa kita secara
personal kita mampu untuk melakukan hal
tersebut gitu. Itulah yang membuat orang
ee bisa dipercaya. Tapi dengan dipercaya
itu tuh banyak hal yang bisa kita capai
gitu ya. Banyak hal yang bisa kita
building. Contohnya kita bagaimana kita
mengejar penghargaan. Seringkiali kan
ASN mendapatkan penghargaan. Ee seperti
tadi di yang slide pertama saya sempat
ee ibaratkan memasukkan bahwa ee sempat
mendapatkan penghargaan nih di ini di
Jatim gitu untuk ASN. Nah, itu sesuatu
hal yang bisa ee membuat orang dapat
dipercaya. Wah, SM-nya ini cukup bagus
gitu. Sangat-sangat bisa dipercaya
sekali. Nah, lalu selanjutnya
sertifikasi dan training, gitu.
Sertifikasi dan training karena kita
punya peraturan di nomor di tahun 2014
tadi bahwa seorang ASN itu punya hak
gitu untuk meningkatkan kompetensinya
gitu. Jadi justru kan seringki oleh
instansi kita sendiri itu didukung gitu
untuk melakukan training dan
sertifikasi. Nah, ini dapat kita
manfaatkan gitu. Kita jangan lewatkan
hal-hal seperti ini karena itu bisa
membuat kita mampu dipercaya untuk
melakukan hal tersebut karena kita
mampu, karena kita bisa gitu. misalkan
sertifikasi atau training mengenai
desain karena kita menggali potensi hard
skill gitu, hard skill baru dalam diri
kita ketika kita ee kayaknya untuk acara
ini, untuk acara event ini saya bantu
untuk ini deh, untuk mengarahkan
desainnya. Nah, pasti kita dipercaya.
Kenapa? Karena orang tahu bahwa kita
pernah training, kita kita pernah kita
dapat sertifikasi dan bahkan kita itu
tuh mengerti gitu untuk membuat desain
tuh seperti apa. Itu cara untuk kita
membangun kepercayaan gitu, membuat saya
dapat dipercaya. Oke. Kredibilitas
diperlukan untuk mendapatkan kepercayaan
dari anggota komunitas
dan dapat dicapai melalui cerita
pengalaman hidup. Nah, pengalaman hidup
kan kita bisa juga gitu. saya bisa loh
content creator karena saya pernah
mengikuti training dan saya pernah dapat
sertifikasi bahkan saya pernah dapat
penghargaan dalam membuat konten ee
infografis apa misalkan seperti itu.
Nah, itu kan pengalaman hidup dan
menjadi suatu hal yang terngiang gitu
terhadap terhadap ee orang itu tuh yang
kita bilang bahwa kita pernah melakukan
training, kita pernah ee dapat
sertifikasi gitu di bidang itu gitu
sebagai content kreator. Jadi, wah si A
ini pintar banget tuh kontennya gitu.
Nah, hal-hal hal seperti itu juga sudah
menjadi personal branding. Oke, next.
Selanjutnya
ya. Lalu apa sasaran personal brand saya
di sini? Sasaran personal brand. Nah,
sebenarnya sasaran ini terutama sih
kalau bagi ASN itu tuh ingin sekali ya
yang meningkatkan awareness gitu.
meningkatkan awareness dari orang-orang
bahwa wah saya ini something nih, saya
seseorang yang ee unik nih, saya
seseorang yang sangat pandai dalam hal
ini nih, gitu. Kenapa? Karena untuk
meningkatkan kinerja kita gitu untuk kan
suatu hal yang ibaratkan kita dikenal
personal branding sebagai ASN yang
misalkan sangat rajin kita dapat pujian
kah atau misalkan kita bahkan
dipromosikah kita dipercaya suatu hal
pekerjaanah itu meningkatkan ee
kepercayaan juga terhadap diri kita gitu
meningkatkan sesuatu hal yang menjadikan
kita ee wah saya lebih semangat lagi
menjadi ASN gitu. itu kenapa? Karena
saya mendapatkan antusias dan saya juga
mendapatkan awareness, saya juga
mendapatkan sesuatu hal yang ibaratkan
ee dihargai gitu. Kenapa? Dari persona
branding tersebut. Oke. Lalu juga
sebagai ASN jangan lupa juga untuk
melakukan kolaborasi karena kita tahu
personal kita sisanya A, lalu ee rekan
kita juga secara personal brandingnya di
B, kita saling menunjang di dalam
pekerjaan. Nah, di sini juga melakukan
kolaborasi gitu, melakukan juga relasi
networking gitu kan di pihak internal
kayak gitu. Nah, seperti itu mungkin
sasaran personal brand gitu. Kita juga
harus punya sasaran. Oke, next.
selanjutnya.
Nah, ini refleksi mungkin nanti ee kita
bisa refleksi diri gitu bisa mungkin
after dari dari sini gitu kan atau
misalkan besoknya kadang juga malam
misalkan saya sering kali apa sih yang
saya sukai saya bagus dalam hal apa
sasaran personal brand saya dan apa yang
membuat saya dapat dipercaya. Kenapa?
Karena empat hal ini ketika
dipertanyakan terhadap diri kita, kita
mencoba untuk membangun personal
branding tersebut gitu. Kita m-building
dari awal nih, gitu. Mulainya dari mana
dulu? Kadang orang nanya, mulainya dari
mana dulu sih? Pengin kayak si A gitu.
Tapi kita saya harus belajar dulu di
bagian ini. Apa aja dulu yang kita bisa,
apa yang saya sukai, apa yang bagus
dalam diri kita gitu. lalu kita
lakukanlah gitu dari sekarang untuk
membangun personal branding tersebut.
Oke, next. Selanjutnya
ya, sesi pertama sudah cukup selesai
sampai sekarang. Nah, lalu jika ada
pertanyaan mungkin boleh dipertanyakan
lah ee sambil saat ini.
Oke, Pak.
Kita juga akan masuk setelah sesi
pertanyaan akan masuk ke coffee break
dulu ya sekitar 15 menit ya. Betul ya.
Oke gitu.
Oke sekali lagi terima kasih Bu Ratu ini
untuk materinya sangat luar biasa banget
ya. Dan ternyata emang benar ee personal
branding ini dari segi regulasi
pemerintah pun juga sudah diatur ya,
bahwasanya ASN ini bisa kok untuk
mempersonal brandingkan dirinya di
seluruh medium yang ada tapi dengan
menjaga kode etik-kode etik yang sudah
disebutkan tadi. Dan ada beberapa hal
juga yang perlu Sobat ASN ketahui ya,
bahwasanya sebelum kita membuat personal
branding, penting dulu untuk mengetahui
sebenarnya internal diri kita ini apa
sih yang kita sukai, apa sih kelebihan
kita, target kita maunya seperti apa.
Jadi itu harus linear untuk menciptakan
value-nya. Nah, sebelum saya masuk ke
sesi diskusi, mungkin saya ingin tanya
terlebih dahulu nih kepada Bu Rato. Bu
Ratu, misal nih ada sesosok ASN yang
mungkin dulu sebelum bekerja ee personal
brandingnya itu bertolak belakang dengan
ee citra institusi yang dia bawain saat
ini. Misal sebelum menjadi ASN yang
memang orientasinya harus memiliki
pelayanan yang baik. dia dulu ee bekerja
sebagai seorang dep collektor gitu ya,
yang punya ee citra e menagih hutang,
tegas, jahat kayak gitu. Nah, sebenarnya
gimana sih cara kita untuk bisa
melakukan rebranding ketika citra
tersebut, citra awal itu sudah terlalu
melekat dalam diri kita dan kita ingin
memberikan citra yang baru yang bertolak
belakang dengan citra awal tersebut.
Kalau menurut Bu Ratu, bagaimana, Bu?
Oke.
Sama halnya kayak tadi ya, saya sendiri
itu tuh dulu ee karena mungkin orang
mengenal saya sebagai IT konsultan. Ini
salah satu contoh juga saya sebagai IT
konsultan. Lalu saya pernah memenangi
secara skala nasional dan Asia Pasifik
gitu untuk inovasi IT. Alhasil orang
lain tuh selalu kadang ee ratu IT itu
ratu yang Bu Ratu IT. Bahkan kalau orang
nyari nyari ini nomor saya gitu banyak
juga tuh Ratu IT gitu. atau IT. Nah,
seperti itu. Nah, ketika citra saya
sekarang sebagai seorang yang misalkan
oh saya sebagai fasilitator di MA Plus,
saya sebagai seorang yang sekarang
menjadi eh seorang bisnis development,
seorang yang manajemen development,
digital marketing gitu. Orang yang
selalu mengenalkan hal tersebut. Nah,
bagaimana sih cara caranya untuk
menghilangkan yang tadi melekat gitu dia
sebagai depollektor lalu sekarang itu
sebagai seorang yang yang ada di
instansi pemerintahan gitu. Is it ok?
Karena gini, badai itu cepat berlalu itu
istilah lamanya. Tapi juga saat ini itu
tuh kadang ee nama kita bahkan personal
branding kita walaupun bagus sekalipun,
jangankan jelek, bagus sekalipun karena
kita tidak membuilding itu gitu. itu
bisa jadi lupa dengan sendirinya gitu,
bisa jadi sesuatu hal yang jadi ee yang
jadi suatu hal yang di belakang gitu.
Nah, ketika kita yang sebelumnya sebagai
seorang yang sangat cukup jahat gitu,
cukup yang wah bikin penindasan gitu,
bahkan mungkin melakukan rentisasi gitu
atau apa. Nah, lalu ketika kita menjadi
seorang ASN, menjadi seorang yang ada di
dinas itu sendiri, kita memperlihatkan
nih branding kita itu tuh wah sebagai
orang yang melayani masyarakat
terus-menerus gitu. Lalu juga kita juga
sering ee misalkan secara personal itu
tuh memperkenalkan misalkan di media
sosial tuh media sosial sebagai
seseorang ASN yang selalu gitu secara
citra itu tuh membantu masyarakat gitu
memberikan sesuatu hal yang misalkan
tadi dinasnya dinas misalkan diskominfo
lah kita itu tuh kan diskominfo kan
melekat sekali untuk untuk
memperkenalkan nih kepada masyarakat itu
tuh cara cara-cara untuk di SPBE gitu.
Nah, dia ibaratkan memperkenalkan secara
dirinya dalam sosial medianya itu tuh
bahwa dia ee mengajarkan terhadap
masyarakat tuh begini loh cara
mempergunakan aplikasi ini gitu secara
ramah gitu, secara ee sesuai dengan
ibaratkan ee SOP yang dia punya kayak
gitu. Nah, itu juga akan melekat
terhadap masyarakat karena ee kekuatan
netizen ini memang cukup sangat-sangat
ini gitu besar gitu impactnya
kayak gitu. Jadi yang dulu itu tuh saya
sering kali nih yang dulu yang dulu hal
yang dulu mungkin gitu kan sering orang
itu tuh berbicara hal yang buruk tapi
ketika itu tereplace dengan saat ini
gitu nah itu jadi malah yang melekatnya
yang saat ini karena orang itu akan
melihat tuh saat ini bukan yang lalu
gitu. Sama halnya sekarang saat ini kita
mengenal gubernur di Jawa Barat itu
sebagai apa sih gitu. Wih, gaul sekali
kan gitu. Tapi mungkin Heeh gitu dulu
itu tuh beliau dikenal sebagai seorang
gitu yang yang sangat melekat sekali
dengan dengan ini gitu dengan belajar
melekat sekali dengan ini gitu dengan
apa dengan membangun membangun ini
membangun
apa membangun ee misalkan gedung
membangun sesuatu hal gitu kan yang ini.
Nah, dulu dikenalnya di sana kok bisa
sih sekarang dikenal sebagai seorang
gitu seseorang yang yang dalam instansi
pemerintahan yang gaul, humoris, dan mau
melayani masyarakat. Jadi yang lalu itu
tuh bisa jadi dilupakan gitu karena yang
dilihat orang itu ya saat ini gitu. Jadi
ya santai aja gitu. kita enggak perlu
khawatir dengan saya padahal dulu ee
punya personal brandingnya saya ya orang
yang proyekkan kok sekarang saya gitu di
ASN gimana gitu. Apakah orang-orang akan
berpikir bahwa saya di ASN ini untuk
proyek gitu kan. Tidak gitu kan. Kita
membangun lagi nih personal branding ee
kita karena kita di mana kita tempat
berada gitu ya, di situlah personal
branding kita harus dibuilding seperti
itu.
The power of ya media sosial ya.
Iya betul gitu.
Eh, jadi walaupun kita sebenarnya dulu
punya citra yang bertolak belakang
dengan citra yang ingin kita tampilkan
saat ini, sebenarnya asal kita tahu dulu
nih value yang ada di ee institusi kita
dan kita melakukan itu dengan konsisten,
saya rasa apa yang dikatakan Bu Ratu
benar. Orang akan lupa dengan apa yang
kita lakukan dulu dan akan ingat yang
saat ini ya Bu Ratu ya kayak gitu ya.
Iya, betul betul.
Ada pertanyaan masuk Bu Ratu. Saya akan
bacakan pertanyaan pertama terlebih
dahulu. Oke, ini saya akan coba untuk
scroll.
Oke, pertanyaan pertama dari Idah
Rohyani dari instansi DPM TSP Daner
Kabupaten Sumenep. Pertanyaannya adalah
Bu Ratu, jika boleh personal branding
seperti apa sih yang bisa dilakukan oleh
ASN lewat media sosial? Karena kan kita
tahu nih Bu Ratu, core value dari ASN
itu kan berakhlak ya. Poin loyalnya itu
mempunyai perilaku untuk menjaga rahasia
jabatan dan juga negara. Oke. Jadi
sepertinya Bu Ida ini takut ketika
melakukan e personal branding ee secara
tidak langsung beliau ini juga
mengungkap rahasia jabatan dan negara
terkait dengan tupoksi yang ee beliau
emban saat ini. Bagaimana kalau menurut
pandangan Bu Ratu?
Sebenarnya selagi tidak menyalahi kode
etik yang ibaratkan rahasia negara
karena kan iibaratkan kita dikenal
sebagai seorang ASN gitu. Kita ibaratkan
jangankan di sosial media secara
personal aja kita mengenalkan wah saya
kerja sebagai ASN di dinas mana kayak
gitu gitu. Jadi itu bukan sesuatu hal
yang ibaratkan bersifat sesuatu hal yang
sensitif gitu bukan data negara gitu
yang kita keluarkan itu gitu. Jadi ee
misalkan tadi ee pertanyaannya gimana
sih gitu untuk untuk apa untuk saya bisa
me-branding gitu di sosial media supaya
ibaratkan saya sebagai ASN yang
berakhlak ibaratkan enggak membuka gitu,
enggak membuka secara ini gitu secara
rahasia negara. Sementara kan saya ini
kan punya ee kode etik sebagai ASN. Nah,
kalau misalkan kita gitu secara apa?
secara personal nih. Secara personal itu
memperkenalkan ee halo gitu. Halo. Saya
sebagai ee saya tuh saat ini sebagai ASN
nih. Saya ingin memberiahu bagaimana sih
untuk bisa masuk ke e sebagai ASN ini
atau saya saya pengin memberitahu nih
bagaimana gitu untuk etik kita gitu ee
di dinas di dinas kami ini seperti apa
gitu. Lalu misalkan ee oh ya saya punya
ini punya informasi nih masyarakat
misalkan yang mau ke DPMPTSP yang
misalkan ini bisa bisa melakukan hal
seperti ini gitu. Nah itu justru malah
jadi antusias untuk masyarakat gitu.
bukan sesuatu hal yang bertolak belakang
dengan ibaratkan bukan suatu hal yang
bertabrakan dengan tadi kode etik tadi
justru malah membantu instansi tersebut
selain personal branding kita untuk
menyampaikan gitu terhadap masyarakat
gitu kan. Lagian juga ee secara personal
branding kita sebagai ASN, kita
mengenalkan di sosial media ee kan harus
membangun kepercayaan tadi. Ketika
misalkan masyarakat ibaratkan kita kasih
tahu, "Halo, di dinas saya ada informasi
seperti ini." Tapi masyarakat tidak tahu
bahwa kita sebagai ASN yang bekerja di
instansi tersebut. Bagaimana masyarakat
akan percaya? Nah, hal seperti itu.
Jadi, enggak perlu dikhawatirkan apalagi
tadi sudah diatur oleh apa ya? Oleh ee
undang-undang ya, oleh undang-undang,
terus juga oleh peraturan dari Permen
PAN gitu tadi kan sudah diatur juga.
Nah, jadi ee enggak perlu dikhawatirkan
lagi gitu. Apalagi kan tadi kita juga
dituntut untuk meningkatkan potensi
gitu. Lalu di Permenpan gitu yang tahun
2022 nih baru gitu kita harus ee ee
mengikuti dari ee ibaratkan sistem
informasi dan komunikasi. Nah, sistem
informasi dan komunikasi saat ini kan
luas sekali kayak gitu. Itu ee kenapa
saya mencantumkan dari peraturan karena
ini selalu jadi kendala nih ASN ini
selalu takut gitu kan.
takut kalau misalkan saya ingin
membangun branding, tapi gimana nih
gitu. Saya takut dinyinyir netizen itu
lebih pedas daripada cabe gitu.
Benar. Benar. Tapi sebenarnya ee
menanggapi juga dari yang Bu Ratu
sampaikan tadi juga sempat dikasih
contoh ya di slide kita ada sosok eh Kak
Vinam ee juga yang bekerja di BUMN
sebagai seorang HR. Beliau itu tidak
menyajikan apa yang menjadi tupoksinya
beliau di BUMN, tapi beliau lebih
sharing ke hal-hal yang menjadi
expertise beliau di bagian HR gitu ya,
dengan tips eh screening CV, gimana cara
membuat CV yang bagus itu kan secara
tidak langsung lineere kan ya Bu ya
dengan kompetensi yang e beliau punya
saat ini gitu. Oke, thank you Rato untuk
jawabannya. Ini ada pertanyaan masuk
lagi dari e Bu Hesti Pangastuti dari
Dinas Koperasi dan UK Jabar.
Pertanyaannya adalah saya setuju dengan
pernyataan narsum. Yang ingin saya
tanyakan adalah bagaimana teknik atau
strategi menanamkan image personal kita
kepada publik? Karena personal branding
sangat terkait dengan image personality.
Bagaimana kalau menurut Bu Rato?
Coba diulang tadi gimana?
Ee terkait dengan strategi menanamkan
image personal Ibu kepada publik sebagai
seorang ASN. Oke.
Oke.
Personal terkait personal image ya.
Ya. Personal image.
Terhadap masyarakat.
I terhadap masyarakat. Benar. Publik.
He. Oke. Yang ditekankan di sini lebih
ke
strateginya. Bagaimana teknik
strateginya? Oke. Strateginya.
Strateginya untuk eh personal image ya.
Personal image.
Nah.
Heeh.
strategi untuk personal image ya seperti
tadi kan kita bisa aja gitu melalui
melalui banyak hal gitu. Bahkan saat ini
dari ASN itu sudah banyak personal image
yang mulai dibangun apakah itu dari
media, bahkan kan dari media untuk saat
ini terus-terusan kan ya mungkin ee kita
tahulah setiap event yang ada dalam yang
ada dalam ini lingkup instansi ASN itu
selalu diibaratkan itu ee dinaikkan
dalam media gitu saat ini. Itu kan salah
satu strategi gitu. Strategi dalam hal
apa? Penulisan. Lalu ee tadi kan
ibaratkan ada creative content. Ingat
ya, Pak, mungkin sesuatu hal yang harus
saya sampaikan. Ada banyak cara manusia
dan cara masyarakat kita itu tuh untuk
belajar. Ada yang dia itu tuh marketnya
itu tuh memang dia itu tuh suka untuk
membaca. Nah, mungkin di sini kita bisa
masukkan market ee yang membaca ini tuh
dengan strategi kita memperkenalkan
lewat tulisan gitu. bisa tulisan media
ee misalkan media misalkan kita sedang
melakukan event apa gitu dalam instansi
kita atau misalkan dalam ee kita sendiri
punya program apa seperti itu. Nah, bisa
juga lewat sosial media kita membuat
suatu tulisan kayak gitu. Nah, ada juga
yang dia itu secara auditory. Nah,
auditory di sini kita kan bisa bangun
creative konten itu tuh apakah kita
mengisi gitu misalkan kita itu membuat
suatu opini seperti itu lewat video
seperti itu. Nah, atau misalkan ketika
dalam suatu ee acara kan kita juga
sering nih misalkan acara dengan UMKM,
nah dengan masyarakat. Nah, hal-hal
seperti ini itu sebenarnya momentum
untuk memperkenalkan gitu kan,
memperkenalkan ee diri kita gitu sambil
kita juga memperkenalkan kayak gitu
acara tersebut. Nah, ini juga melekat di
masyarakat itu oh itu yang yang
pembicaranya itu ee siapa itu Pak ini
gitu atau misalkan Buya Ibu siapa gitu.
Nah, itu hal seperti itu melekat gitu
dalam orang-orang yang misalkan secara
belajarnya auditori. Jadi, kalau
misalkan strategi membangun personal
image gitu ee bisa dimulai dari sana
gitu. Nah, terutama melalui berbarengan
dengan program-program yang ada dalam
instansi kita sendiri gitu. Hal seperti
itu kan sambil berjalan bisa
dimanfaatkan gitu kan. Karena kan setiap
instansi saya tahu pasti ada event-nya
sendiri. Bahkan mungkin kalau bukan
event apalagi kayak DPMPTSP gitu yang
sering setiap hari gitu bisa ada
masyarakat datang atau misalnya Misduk
Capil gitu. Nah, ini kan kita keseringan
ketemu orang yang hadir gitu kan. Nah,
ini juga kita bisa membangun secara
image kita bertemu dengan orang halo
gitu kan. Misalkan ee saya ini misalkan
begini begini gini atau misalkan halo
Pak, ada keluhan apa? Bahkan kita hanya
bertanya selewat segitu aja orang bisa
melekat gitu mengenang atau mengetahui,
"Oh, apa itu ramah banget ya gitu."
Misalkan seperti itu. Oke. Ee ada yang
lebih lanjut?
Baik, makasih Bu Ratu. Jadi ee
sebetulnya ketika kita mau membangun
personal image itu kita juga harus tahu
sebenarnya target pasar mana sih yang
kita tuju tadi. Ee terkait dengan
jawaban Bu Ratu. Sebenarnya kalau
orangnya ini memang lebih suka terkait
dengan tulisan-tulisan ya, kita
sajikannya tulisan-tulisan yang lebih ee
banyak dan lebih bagus gitu ya. Kalau
orangnya lebih suka ke auditori ya kita
sajikan-sajikan konten-konten terkait
dengan audio yang enak untuk didengar ya
seperti itu ya. Baik Bu Ru ini ada
pertanyaan lagi dari Bu Arianti
Pujiastuti dari Dinas PMD Kabupaten
Trenggalek. Oke ee saya coba untuk
scroll ke bawah sebentar pertanyaannya.
Oke, bagaimana kiat kita menumbuhkan
kemauan yang kuat nih untuk membangun
personal branding? Karena terkadang yang
beda itu dianggap nyeleneh. Ini pikiran
orang-orang generasi-generasi sebelumnya
ya. ee terkadang berbeda itu dianggapnya
leneh dan tidak dianggap personal
branding. Jadi ee berbeda itu seringkali
dianggap oleh ASN lain ini kita merasa
nyaman dengan kondisi yang ada saat ini
meskipun ee sebenarnya berbeda itu bagus
gitu. Nah, gimana tuh menanggapi hal-hal
yang kayak gitu di masyarakat kita, Bu
Ratu?
Saya cukup mengenal salah satu ee salah
satu gubernur ya yang gitu ee tapi
mungkin saya enggak enggak akan tekankan
namanya di sini. beliau yang dikenal
oleh masyarakat gitu kan di sosial media
cukup nyeleneh gitu, cukup lucu gitu,
humoris tapi ketika dalam instansinya
cukup serius dalam pekerjaan seperti
itu. Jadi bukan hal yang dikhawatirkan
kita berbeda itu nyeleneh gitu karena
itu tergantung tanggapan. Mungkin kan
satu hal yang akan bisa bikin kita cepat
untuk dikenal orang karena uniknya itu
gitu. Mungkin kayak saya aja gitu ee
agak wah ini ee orang menjelaskan agak
sedikit kadang suka sambil ketawa gitu,
suka sambil apa itu juga akan jadi
sesuatu hal yang akan melekat seperti
itu. Ee tapi berbeda dengan orang yang
biasanya menjelaskan secara serius ya
kan. Nah
ee
apakah saya khawatir tidak. Kenapa?
karena itu membangun suatu hal citra
yang mungkin agak berbeda dengan yang
lain gitu. Jadi ketika misalkan ditanya
ee takut banget nih kalau misalkan sama
orang kan nanti disangkanya saya aneh
gitu kan. Ee kita mungkin agak agak agak
menggeser kata aneh ini dengan unik
gitu. Jadi mungkin ee kita bisa ee suatu
hal yang enggak perlu kita khawatirkan
di tempat kita bekerja. Kita bisa
bekerja sebagaimana mestinya. Tapi
memang ketika kita memperkenalkan suatu
hal yang memang berbeda dari diri kita,
apalagi memang itu kita sendiri gitu
kan. Tadi ditanyakan apa perbedaannya
kita dengan yang lain. Ternyata ada
sesuatu hal yang terpendam nih. Nah,
justru yang terpendam ini yang akan jadi
personal branding, ngajar aja gitu kan,
enggak perlu kita takut gitu. Who knows
gitu. Kita enggak personal branding itu
lebih ditekankan kepada pembeda ya, Bu
ya. Justru nyelenek itu bagus enggak
sih, Bu Rato?
Iya, betul gitu kan. Kalau coba kalau
misalkan kita gitu kan sama aja gitu kan
yang lain sambil kaku ayo kita gimana
bagaimana gitu kan sama gitu. Lalu pasti
kan di sini juga akan yang ibaratkan
pernah mengikuti beberapa ini gitu
beberapa acara eh ternyata kita ini di
sini banyak ketawanya gitu kan
banyak nyelenehnya akan ada sesuatu hal
yang melekat gitu. Nah ini mungkin salah
satu contoh gitu. Jadi enggak perlu
dikhawatirkan sesuatu hal yang unik itu
justru di situlah personal branding
dibangun gitu. Nah, saya ee kayak
misalkan coba deh kalau misalkan kita
lihat misalkan ee mungkin saya sebutkan
beberapa biar tidak kesannya satu orang
gitu. Ada Pak Ganjar yang dikenal sama
kita, ada Pak Ridwan Kamil, ada banyak
yang lainnya juga gitu, Pak Emil Dardak
gitu. mungkin orang-orang itu tuh
mengenal mereka itu tuh ee misalkan
orang yang sangat-sangat antusias
terhadap masyarakat bahkan secara media
sosial marketingnya cukup tinggi gitu
kan.
Tapi ke dengan kelucuannya, dengan
nyelenehnya, dengan kadang lucu-lucuan
gitu dalam setiap acara ketika mereka
dalam instansi mereka cukup serius untuk
menanggapi gitu untuk menanggapi suatu
suatu pekerjaan. Jadi ya kita tanggapi
pekerjaan kita gitu. Enggak tiba-tiba
kita nulis gitu kan. Nulis terus ketika
kita nulis tiba-tiba ketawa sendiri. Nah
kalau itu aneh gitu baru namanya. Tapi
ketika kita kerja ya is oke. Kita kerja
having fun gitu. I love my working gitu
kan. Jadi ibaratkan eh kita
sangat-sangat mencintai pekerjaan kita,
tapi kita juga memperkenalkan secara
personal branding terhadap orang. Oke,
aku orangnya seperti ininya itu sahsah
aja gitu.
Yes. Baik. Ee sekali lagi terima kasih
Bu Ratu untuk jawabannya yang sangat
luar biasa. Namun sebelum kita lanjut ke
sesi-sesi pertanyaan dan diskusi
selanjutnya ataupun materi sesi dua,
kita akan masuk terlebih dahulu ya,
Sobat ASN ke sesi break terlebih dahulu.
Jadi jangan lupa untuk Sobat ASN mengisi
link presensi yang nantinya akan kami
bagikan juga. Dan nanti kami juga akan
menyelenggarakan game Kahut. Jadi
pastikan bagi Sobat ASN mulai dari
sekarang siapkan device Anda untuk
bergabung dan mendapatkan hadiah spesial
dari BPS ee BPSDM Jawa Timur dan juga
Markplace Institute. Kita akan istirahat
selama 15 menit. Jadi nanti kita akan
bertemu kembali di pukul 10 le50 waktu
Indonesia Barat. Sampai bertemu di sesi
selanjutnya.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Allah
[Musik]
Iya. Halo, selamat siang sobat ASN. Anda
kembali lagi menyaksikan webinar ASN
Belajar seri 37 personal branding bagi
ASN. Penting enggak ya? Nah, untuk eh
sebelumnya sebelum kita masuk ke sesi
game kahut di siang hari ini terlebih
dahulu kepada beberapa penanya beruntung
yang tadi sempat saya bacakan di sesi
satu. Selamat Anda mendapatkan
merchandise menarik dari BPSDM Jawa
Timur dan juga Marpres Institute untuk
nanti akan kami berikan detail ee
terkait dengan pihak siapa saja yang
dapat Anda hubungi untuk konfirmasi
lebih lanjut ya. Nah, Sobat ASN sekalian
kita akan masuk ke sesi games yang
sangat kita tunggu-tunggu. Jadi ee Anda
bisa langsung mulai siapkan device Anda
dan masuk ke laman kah ya. Jadi bisa
diklik sekarang di Google Anda di mesin
pencarian Kahut K A H O T. Nah, kali ini
kita akan berikan terkait dengan kode
unik yang dapat Anda masukkan untuk
memulai kahut. Silakan tim bisa
ditampilkan.
Oke. Nah, untuk kodenya silakan masukkan
[Musik]
ya. Sekali lagi 362175
dan jangan lupa untuk pakai nama asli
yang ee Anda isi di link presensi tadi
juga ya. Jadi jangan pakai nama fiktif
ya. Pastikan Anda menggunakan nama asli
ya. Sobat ASN, kita akan tunggu sekitar
ee 1 sampai 2 menit ya untuk kita mulai
game S kahut berikut ini. Jadi gameahut
berikut ini ee merupakan games dari
materi-materi yang telah Bu Ratu
sampaikan di sesi sebelumnya. Jadi bagi
Anda Sobat ASN yang menyimak acara ini
dari awal sampai tadi pasti ee saya
jamin bisa menjawab seluruh soal yang
kami berikan. Oke, ini sudah ada 30
sekian orang. Oke. Waduh, ini sudah ada
lagi.
Oke.
Ee coba untuk diperbesar. Oke, ini ada
50 orang. Oke, masih tersisa 30 detik
lagi. Oke, silakan bagi Sobat ASN yang
masih belum bergabung bisa langsung
masukkan kode unik di 3622175
untuk Kahut ya. jangan sampai melewatkan
kesempatan ini karena cuma jawab soal
gampang-gampang
materinya udah ada tuh tadi diberikan
oleh Bu Rato ya terkait dengan personal
branding langsung dapat hadiah. Nah, itu
tadi saya lihat ada yang masukkan nomor
ya sebagai nama. Sekali lagi untuk nama
ini hanya kami perbolehkan menggunakan
nama asli ya, jangan sampai menggunakan
nama fiktif. Oke, saya akan hitung
mundur dari 10 9 8 7 6 5 4empat 3 2 sat.
Silakan dikunci terlebih dahulu tim.
Oke, kita akan mulai masuk ke pertanyaan
yang pertama.
Soalnya adalah ini adalah jawaban benar
atau salah. Personal branding dapat
memperluas network. Silakan Anda jawab.
Waktunya ada 20 detik ya. Sudah 50
jawaban terkumpul. Oke. Benar atau salah
ya? Personal branding dapat memperluas
network
dan jawabannya adalah
iya. Oke, jawabannya adalah benar. Oke,
masih ada yang jawab salah. 14 orang
masih salah tapi enggak apa-apa. Masih
ada semilan soal menanti Anda. Kita
langsung masuk ke pertanyaan berikutnya,
ya. Kristi masih memimpin. Oke,
pertanyaan berikutnya adalah
apa itu personal branding?
Oke, personal branding adalah cara untuk
menemukan percaya diri dalam diri Anda
atau cara mempromosikan diri dengan
mengkombinasikan keunikan yang dimiliki.
Kira-kira yang mana ya? Oke, tersisa 3
detik lagi. Jawaban yang benar adalah
betul. Cara mempromosikan diri dengan
mengkombinasikan keunikan ya. Ee sifat
asli dari personal branding adalah
diferensiasi. Oke, lanjut ke soal
berikutnya.
Kita lihat. Oke, Kristi. Oke, turun.
Jadi, Tiara ya yang ada di posisi
pertama. Oke, next tim.
Ini soal benar dan salah. What am I
good? Merupakan hal yang membedakan diri
Anda dengan orang lain atau keunikan.
Apakah itu termasuk benar atau salah?
120 jawaban. sudah terkumpul
5 detik lagi.
Oke, mayoritas sudah benar ya.
Jawabannya adalah benar. Kita langsung
masuk ke pertanyaan berikutnya.
Oke, posisi terus berubah. Di posisi
pertama ada Kak Doni. Silakan next tim.
Pertanyaan benar atau salah? Salah satu
cara untuk meningkatkan kredibilitas
Anda yaitu dengan cara mengikuti
sertifikasi.
Silakan. Apakah mengikuti sertifikasi
dapat meningkatkan kredibilitas Anda
dalam personal branding? Iya atau tidak?
Oke, tersisa 5 detik lagi
ya. Jawabannya adalah benar. Masih ada
25 orang yang salah. Jadi pastikan Anda
memperhatikan materi yang diberikan oleh
Bu Ratu ya, Sobat ASN semua. Oke, Kak
Doni masih e memimpin di nomor satu.
Next.
Oke. Soal benar atau salah personal
branding dapat menumbuhkan peluang
bisnis baru. Hm. Apa iya personal
branding dapat menumbuhkan peluang
bisnis baru. Kira-kira peluang bisnis
yang seperti apa ya? Benar atau salah?
Oke, 5 detik lagi
dan jawabannya adalah benar. Oke, lima
orang masih salah. Jadi, peluang bisnis
baru itu kita dapatkan ketika network
kita semakin luas juga ya. Oke, Kak Doni
masih memimpin ya di nomor satu. Kita
langsung lanjut lagi ke soal berikutnya.
Oke, ini pertanyaan kuis. Berikut
merupakan cara untuk membangun personal
branding kecuali oke ini belum diajarkan
materinya tapi kalau Anda sobat ASN tahu
Anda luar biasa sekali. Berikut
merupakan cara untuk membangun personal
branding kecuali oke
5 detik lagi.
Jawabannya adalah
uh ternyata 100 orang. Sudah benar. Ini
saya semakin yakin kalau orang-orang SN
itu adalah orang-orang yang
kompetensinya tinggi-tinggi banget ya.
Nanti kita juga akan bahas materi ini.
Oke, kita lihat. Wow. Aduh, ini ada nama
pengabdi pengabdi saset ini siapa ya?
Kalau misalnya nanti sampai menang,
biarkan MC yang mengambil alih hadiahnya
enggak apa-apa. Oke, kita next lagi.
Pertanyaan selanjutnya, benar atau
salah? Point of differentiation
merupakan poin pembanding diri Anda
dengan orang lain. Ingat ya, ada kata
highlight poin pembanding. Poin
pembanding apa benar atau salah?
140 jawaban sudah terkumpul.
Oke,
jawabannya adalah salah. Poin pembanding
itu bukan terminologi yang tepat, tapi
lebih tepatnya adalah poin pembeda. Oke,
kita masuk ke soal berikutnya.
Oke, Kak Doni turun masuk di Kak
Berliana sebagai peringkat nomor satu
sementara ini. Next.
Oke, kita masuk ke kuis. Berikut
merupakan elemen dalam diferensiasi
kecuali ini soal juga akan kami bahas di
sesi berikutnya. Jadi bagi Sobat ASN
yang bisa menjawab dengan benar, selamat
Anda dinyatakan sebagai orang yang
sangat pintar sekali. Oke. Konten
konteks kompetitif atau infrastruktur
2 detik lagi
jawabannya adalah oke 22 orang menjawab
benar kompetitif. Nanti akan kita bahas
di sesi kedua selanjutnya. Next.
Wow, Kak Berliana masih di posisi
pertama ya. Oke, kita akan lanjut ke
soal berikutnya.
Dua soal terakhir. Ketika value diri
Anda linear dengan positioning, maka
akan membentuk brand identity Anda.
Benar atau salah?
Oke, 100 orang sudah menjawab, tersisa
15 detik lagi.
Iya, benar atau salah?
5 detik lagi.
Jawabannya adalah benar. Nanti akan kita
bahas kenapa e value itu harus linear
dengan positioning ya dalam personal
branding. Oke, next. Soal terakhir Kak
Berliana masih ada di posisi pertama.
Soal selanjutnya soal terakhir
benar atau salah? Oke, ini double point
ya. Infrastruktur merupakan elemen dari
diferensiasi yang membuat teknologi SDM
dan fasilitas
benar atau salah.
10 detik lagi
5 detik lagi.
Jawabannya adalah
benar. Luar biasa. Para sobat ASN ini
sepertinya sudah paham terkait dengan
dasar dari personal branding dan
sekarang kita akan lihat siapakah yang
masuk ke dalam jajaran tiga besar
nantinya akan mendapatkan merchandise
eksklusif dari BPSDM Jawa Timur dan juga
Markplace Institute. Selamat kami
ucapkan kepada Kak. Hamka untuk
menempati posisi ketiga, Kak Muhammad
Sofyan sebagai peningkat dua dan juga
Kak Dengdeng
Kak Berliana. Ya, kami ucapkan selamat
untuk tiga orang pemenang. Nanti akan
kami berikan kontak yang dapat Anda
hubungi lebih lanjut untuk konfirmasi
hadiah. Oke deh, Sobat ASN sekalian
jangan lupa ya untuk yang menang ini
dicreenshot ya layarnya ya. Jadi nanti
dikirimkan sebagai tanda bukti ya ke tim
kami. Oke. Ee seperti yang tadi sudah
dibahas di sesi SAT sebelumnya tadi kita
sudah membahas banyak sekali terkait
dengan regulasi pemerintah. Apakah ee
ASN ini boleh untuk mempersonal
brandingkan dirinya di medium-medium
yang tersedia? Kemudian bagaimana cara
kita untuk mengetahui strength yang ada
dalam diri kita, target yang ingin kita
capai untuk personal branding kita
seperti apa. Nah, kali ini kita di sesi
kedua akan belajar kembali dengan Bu
Ratu terkait sebenarnya bagaimana sih
cara kita untuk membuat personal
branding itu yang kuat di target pasar
kita masing-masing. Jadi, langsung saja
saya persilakan. Ini dia Buuratu Agnia
Fadila selaku eksklusif fasilitator
Marles Institute.
Halo
ya. Baik Bu Ratu saya persilakan kembali
untuk menjelaskan materinya. Kalau tadi
kita membahas terkait ee dasar-dasar
dalam personal branding, kali ini ee Bu
Ratu akan menjelaskan Sobat ASN terkait
bagaimana cara untuk membangun dan
mempertahankan personal branding yang
kuat di target pasar kita masing-masing.
Silakan Bu Rato.
Oke, sebelumnya mungkin saya akan ee
menjadi pembuka dulu seperti ini ya.
Mungkin di sini akan masih banyak ya
kalau saya ngelihatnya masih banyak yang
bingung gitu. masih banyak yang bingung
antara personal branding sama ee yang
dibrandingkan itu apakah instansinya kah
ataukah yang atasah ataukah sendiri
gitu. Oke, gini ya. Di sini yang
ditekankan itu adalah personal branding.
Personal branding itu ya untuk diri kita
gitu. Nah, kita itu tuh secara personal
branding belum tentu kita akan akan
membrandingkan kitanya yang sebagai ASN
atau kitanya citranya yang sebagai
ibaratkan ee bekerja di instansi mana
belum tentu gitu. Nah, mungkin kita akan
memperkenalkan diri kitanya itu tuh
misalkan sebagai penulis ATK atau
misalkan sebagai contonent kreator. Baru
mungkin secara contontreator kita bilang
saya selain contentor saya juga sebagai
ASN. Misalkan kayak gitu. Nah, di
sinilah gitu yang sebenarnya ditekankan
itu adalah diri kitanya. Kenapa? Nah,
yang di kenapa tadi saya ibaratkan
mengaitkan dengan instansi? Mengaitkan
dengan instansi karena kita itu tuh
ibaratkan udah kayak aset gitu untuk
instansi tersebut. Bahkan kita sebagai
kalau misalkan harus bilang sebagai aset
negara gitu. Karena kita di sini sebagai
ASN itu tuh aparatur sipil negara itu ya
kita bekerja untuk negara gitu. Nah, ee
ketika kita secara personal branding
kuat, nah tentu itu akan menjadi satu
sorotan di mana ee kita bekerja dalam
suatu instansi. Tapi bukan berarti yang
kita brandingkan adalah instansi. Kalau
itu beda lagi. Itu adalah kita
membrandingkan instansi tersebut, brand
sebuah satu organisasi gitu. Nah, tapi
kalau misalkan personal branding adalah
kita memperkenalkan secara personal
kitanya gitu, mau dikenal orang sebagai
apa. Nah, kalau personal branding itu
yang menjadi sesuatu hal value di sini
adalah untuk diri kitanya. Bukan hanya
ibaratkan untuk instansinya, bahkan di
mana pun kita berada karena kita melekat
ee dalam diri kita tuh sebagai ee
personal branding yang cukup baik gitu
di mata orang-orang itu akan
meningkatkan mutu kita di semua
lingkungan. Bukan hanya dalam instansi
kita. Bahkan mungkin ketika kita
berpindah tempat atau kita kunjungan ke
kota kabupaten lain, nah itu juga
menjadi sesuatu hal yang akan melekat ee
yang akan membantu kita gitu untuk
ibaratkan lebih cepat berinteraksi
dengan orang gitu, value gitu dalam diri
kita gitu. Beda halnya kalau misalkan
kita membrandingkan ibaratkan ee satu
instansi itu brand kan. Nah, kalau
misalkan mranding suatu instansi itu ee
kalau misalkan sekarang kan kalau enggak
salah ada indeks pelayanan publik ya,
ada penilaian indeks pelayanan publik.
Nah, mungkin itu akan menambah value
dari sana gitu. Tapi di sini yang kita
tekankan adalah personal branding. Nah,
personal branding kalau misalkan apa sih
kaitannya sama instansi? Ketika personal
branding kita bagus, instansi itu akan
terbawa dengan sendirinya. Bahkan
mungkin kayak misalkan yang tadi saya
contohkan ada seorang gubernur. Nah, dia
gubernur mana? Wah, Jawa Tengah gitu.
Jawa ini Jawa Barat gitu. Instansi yang
dia tempat dia bekerja terbawa gitu.
Padahal dia di sini yang melekat
terhadap orang-orang ee secara personal
branding-nya yang sangat begitu lucu,
yang sangat begitu gaul kayak gitu. Nah,
hal-hal seperti itu. Jadi, ee itu
mungkin akan jadi satu hal karena tadi
saya cukup menyimak beberapa pertanyaan.
Nah, ee cukup banyak hal orang yang ee
masih bingung gitu antara apa sih yang
harus saya brandingkan kayak gitu.
Apakah saya harus menekankan terhadap
instansinya kah atau terhadap atasan
gitu atau apa gitu. Nah, tadi kan ada
empat pertanyaan terhadap diri kita. Ee
apa yang kita bisa, apa yang kita mau
gitu, terus ee keunggulan kita apa,
seperti itu. Jadi ee yang kita tekankan
di sini adalah personal branding. Lalu
ee tadi juga ada yang sempat
mempertanyakan
apa sih perbedaan ee kita personal
branding dengan tata krama? Itu suatu
hal yang sangat berbeda ya dengan manor
gitu. Nah, manor diatur dengan tadi
adanya dalam undang-undang bahwa ASN
harus seperti apa. Bahkan di sini ada
juga ee yang mengatur etika seorang ASN
itu harus bagaimana dengan dia tidak
membuka rahasia negara, dengan dia itu
tuh ibaratkan ee tidak aneh-aneh gitu.
Itu ee itu suatu hal etika gitu. Etika
sebagai seorang ASN. Nah, itu tata krama
seorang ASN. berbeda halnya dengan
personal branding. Kalau misalkan kita
mengaitkan personal branding tuh
citranya buruk loh gitu. Buruknya apa
gitu. Nah, misalkan ee ini karena memang
itu ee secara personal harus harus
mengenalkan sama orang-orang tuh apa?
Belum tentu kayak gitu. Belum tentu
semua orang itu tergantung sudut
pandangnya. Bahkan orang yang sudah kita
nilai secara bagus saja masih ada aja
yang nyinyirnya. Masih ada aja orang
yang ibaratkan negatifnya ya, namanya
dunia netizen Indonesia gitu, dunia
netizen plus 62 gitu. Jadi kita harus
siap dengan hal-hal seperti itu. Pasti
ada aja kan banyak hal yang harus kita
berpikir positif ketika ada yang
nyinyir. Apakah dia itu tuh punya apa
ya? Dia mungkin punya banyak maksud di
sana. Apakah benar dia mengkoreksi diri
kita ataukah dia sebagai musuh kita
ataukah dia memang hanya mengkritik
supaya untuk menjatuhkan kita? Banyak
faktor. Jadi kita tidak perlu ee terpaku
terhadap apa kata orang.
Tadi juga saya cukup banyak apa menyimak
bahwa gimana sih karena kan banyak juga
ee yang nyinyir gitu yang apa kita tidak
boleh terpakut terhadap orang yang
nyinyir karena gini ada istilah di mana
perbedaan orang yang sudah menikmati
hidup dan belum menikmati hidup adalah
ketika seseorang tersebut dia sudah
tidak mempedulikan lagi dengan
nyinyiran orang lain gitu. dia fokus
terhadap karyanya, dia fokus terhadap
karirnya. Jadi ya kita cukup fokus
terhadap karir kita sebagai ASN dan kita
juga building dari personal branding
kita untuk meningkatkan citra kita lebih
baik lagi gitu. Bukan hanya citra citra
kita sebagai ASN-nya, tapi secara
personal. Sehingga ketika ada disposisi
kita dipindahkan ke manaun karena
personal kita brandingnya cukup baik
gitu, kita siap untuk itu gitu. Nah,
mungkin output-nya larinya ke sana. Tapi
ini juga menjadi satu hal emas untuk
sebuah instansi ketika yang bekerja
dalam instansi tersebut punya punya
personal branding tuh yang cukup bagus.
Mungkin di sini ee ada ee enggak menutup
kemungkinan karena saya pernah beberapa
beberapa ini kota kabupaten yang saya
temuin dari dinas gitu dari dinas-dinas
yang ketika dia itu tuh memasarkan suatu
event dia menggunakan influencer. Betul?
Pernah dong ada gitu satu atau dua dua
satu atau dua yang pernah berpengalaman
menggunakan influencer apakah untuk
acara event di mana gitu dalam kota
kabupatennya atau misalkan untuk
membranding membantu UMKM misalkan
ibaratkan ee untuk mempromosikan dari
ininya gitu. Kenapa ee ibaratkan kita
mempercayakan terhadap influencer
terhadap seorang yang dia influencer di
TikTok gitu. influencer yang ada di ee
Instagram dikarenakan secara personal
brandingnya dia cukup kuat bahwa dia
punya masa di sana, punya orang-orang
yang mempercayai dia, orang-orang yang
nge-follow dia, orang-orang yang selalu
mengikuti dia gitu. Sehingga kita bisa
mempercayakan bahwa untuk meningkatkan
branding dari kota ini, meningkatkan
branding dari produk-produk UMKM kami
gitu menggunakan influencer, kita minta
bantuan influencer. Nah, di sini kan ada
personal branding yang kuat.
Kenapa enggak ketika ibaratkan contohnya
kayak gini, ada beberapa ee pejabat
negara yang dia itu sangat kuat sekali
brandingnya sehingga dia membantu untuk
saya saya menggratiskan untuk ee UMKM
untuk ibaratkan mempromosikan
mengenalkan produk UMKM-nya.
Nah, ini kan sesuatu hal keunggulan.
Kenapa? karena dia mampu untuk dipercaya
di tengah masyarakat, mampu untuk
dipercaya gitu sehingga dia itu tuh bisa
mempromosikan apapun yang dia bawa itu
sesuatu hal yang bisa diterima oleh
halayak umum seperti itu gitu. Jadi ada
suatu perbedaan yang sangat signifikan
antara personal branding dan brand dari
institusi itu gitu. Jadi ee mungkin itu
cukup menjawab dari beberapa pertanyaan
saya lihat tadi juga cukup banyak yang
sangat bingung gitu saya harus mulainya
dari mana? Apakah dari instansinya kah
atau misalkan dari ini gitu dari
atasannya kah gitu. Nah, ini ada suatu
perbedaan ya jelas ya yang kita tekankan
adalah value dalam diri kita gitu. Nah,
itu juga untuk siapa gitu yang ininya
yang merasakan manfaatnya ya diri kita
gitu. tidak hanya egoistik diri kita,
bahkan kita bisa membantu untuk
meningkatkan ibaratkan dari ee mutu dari
sebuah instansi tersebut karena dalam
instansi tersebut ada yang memiliki
personal branding yang sangat baik kayak
gitu. Oke, ee kita lanjut ke yang sesi
kedua. Nah, mungkin nanti jika ada
pertanyaan-pertanyaan karena di sesi
kedua ini kita masuk ke implementasi
bagaimana personal branding. Tadi sih
saya sudah cukup membuka bagaimana
implementasi gitu beberapa implementasi
untuk membuka personal branding dalam
diri kita. Nah, sekarang saya enggak
akan terlalu cukup banyak nanti kita
berinteraksi, kita saling tanya jawab
gitu. Jika ada pertanyaan-pertanyaan,
mari kita masuk ke sesi kedua. Oke.
Oke. Bagaimana membangun personal
branding? Next.
Oke,
ya.
Di sini bagaimana membangun personal
branding? Yang pertama menentukan posisi
sebagai strategi.
Bagaimana Anda ingin dipandang oleh
orang lain. Nah, ini sama ya seperti
seperti yang tadi ee kita itu untuk
membangun personal branding itu
macam-macam gitu motifnya. Apakah kita
hanya ingin untuk dilihat oleh
masyarakat? berarti ya mungkin masih ada
kaitannya kita melekatkan personal
branding kita dengan instansi kita gitu.
Tapi ketika kita ingin memperlihatkan
bahwa kita sebagai seorang yang dengan
mutu misalkan influencer atau kita
sebagai penulis tadi gitu ya, kita juga
harus menentukan posisi tersebut gitu
sehingga kita tidak salah strategi untuk
mengenalkan diri kita. Nah, di sini
brand integrity ya. Lalu apa yang
membedakan Anda dengan yang lain? Di
sini mencari pembeda, taktik inti. Nah,
ini mencari pembeda ini sama halnya
seperti yang tadi. Ketika kita
mengenalkan itu tuh atau misalkan
pantaskah kita dalam suatu ibaratkan
kepercayaan? Pasti yang akan ditanyakan
oleh orang lain ee apa ini apa sih
bedanya dengan orang itu? Apa sih beda
beda-bedanya gitu? Enggak bisa kita
misalkan orang lain yang membedakan
gitu, kita cuman ojo dibanding-banding k
gitu, enggak bisa gitu. Jadi intinya
ketika ketika orang membedakan kita itu
ya bisa siapapun bisa membedakan kita.
Nah, oleh karena itu karena memang orang
lain juga akan berpandangan apa yang
jadi pembeda kita dengan orang lain,
justru kita harus bisa melihat dari sisi
apa sih yang buat kita unik dibandingkan
orang lain sehingga kita bisa dikenalnya
lebih unggul. Gid itu. Oke. Ee di sini
juga untuk mencari brand image.
Oke, sebelum
ya. Nah, lalu selanjutnya dari brand
integrity, brand image tadi gitu kan ya.
Ini kan saling saling berhubungan satu
sama lain gitu. Lalu selanjutnya citra
gitu citra kita. Karena kenapa? Sering
ada orang yang bilang, "Wah, kayaknya
ini bangun pencitraan atau apa." Semua
hal yang berkaitan dengan personal
branding itu memang untuk membangun
sebuah citra. Jadi, lalu untuk apa kita
untuk memperhatikan masalah pencitraan
atau apa? Enggak semua pencitraan.
Kadang kita mengenalkan suatu hal
ibaratkan ee terkait kegiatan kita
niatnya bukan apa-apa, tapi hanya untuk
sebagai ini gitu. Ibaratkan ee oh ini
kegiatan kita sehari-hari gitu. Tapi
kadang orang melihatnya wah ini pencanan
apa, is it gitu. itu mungkin hanya satu
dari berapa orang yang memandang hal
seperti itu. Jadi enggak perlu lagi gitu
kayak misalkan ee terlalu ee ibaratkan
terpengaruh dengan netizen yang
ibaratkan nyinyir tadi gitu. Banyak
sekali tuh yang nanya kayak gitu. Nah,
karena citra ini sebagai indikator
sebenarnya sebagai nilai kayak gitu.
Nah, bagaimana Anda mengkomunikasikan
diri Anda kepada orang lain? Nah, justru
dengan citra inikah gitu kita bisa
mengkomunikasikan
gitu siapa sih diri kita? Oke, next.
Selanjutnya
ya. Nah, di sini positioning yang tadi
bagaimana kamu ingin dipandang oleh
orang lain, karakter yang ingin Anda
bentuk. Nah, tadi ada yang sempat
bertanya, apa sih bedanya personal
branding dengan manor?
ini justru malah gini ya sebenarnya
personal branding gitu enggak lekat apa
sih emang ada lekatnya juga sedikitnya
tentang tata krama kita. Ada juga orang
yang ibaratkan membangun brandingnya
dengan dia ee oke orang ini tuh
terkenalnya ramah, orang ini terkenal
yang sangat baik sekali gitu. Dia
melayani orang dengan sukacita gitu
dengan dengan sangat ramah, dengan
sangat baik gitu dengan penuh senyum.
Nah, hal seperti ini itu sesuatu hal
karakter yang dibentuk gitu. Nah, kalau
misalkan kita enggak perlu khawatir
dengan adanya aku personal branding
terus juga takutnya bertabrakan dengan
manor kan kita diatur dengan
undang-undang tadi dengan tadi juga ada
ee peraturan Permentan gitu. Jadi kita
juga di sana juga bisa melihat gitu apa
sih yang akan menjadi ganjalan kode etik
gitu dalam kita melakukan personal
branding. Nah, karena ada karakter yang
dibentuk yang karakter dalam kode etik
itu tidak boleh ibaratkan mencemarkan
dari institusi gitu. Enggak boleh
ibaratkan membuka rahasia negara. Nah,
ini kan karakter yang kita bentuk. Oke.
Ee saya membangun personal branding saya
sebagai seorang ASN yang saya kreatif
misalkan yang saya sangat-sangat ee yang
sangat-sangat ee suka gitu dalam
melayani masyarakat misalnya itu
karakter yang dibentuk gitu. Jadi ee
tidak perlu takut sama manor. Sama
halnya kayak tadi yang sempat ditanyakan
sama Pak Lukman bahwa eh gimana kalau
misalkan sebelum menjadi ASN ada
seseorang yang dia menjadi rentenir
gitu, menjadi seorang depollektor gitu,
dikenanya jahat. Itu kan sebenarnya
branding branding citra yang buruk gitu.
Nah, ini manor yang kurang bagus gitu.
Nah, oleh karena itu kita bangun citra
ee sebagai ibaratkan personal branding
yang baik dengan di sini positioningnya
membentuk karakter yang ingin yang ingin
dibentuk tapi dengan citra yang cukup
bagus gitu. Nah, di sini karakter yang
ingin dibentuk itu gimana sih cara kita
menilai karakter kita cukup baik? Itu
dengan kita mendengar gitu suara dari
masyarakat dengan ASN mendengar suara
dari masyarakat itu ee siapa kita gitu
kan. banyak persepsi gitu kan, banyak
persepsi. Ada yang positif, ada yang
negatif. Justru dengan positif itu
jadikan itu sebagai semangat yang
negatif. Oke. Apa yang perlu saya kaji
di sini? Apakah ada yang harus saya
rubah atau ini hanya sebuah nyinyiran?
Misalkan ee nyinyiran selewat. Karena
banyak sekali kan ee kalau misalkan kita
perlu bertanya ee banyak sekali
masyarakat yang kadang kepercayaannya
terhadap ASN itu kurang. Nah, di sini
kan kenapa? Karena secara branding yang
mereka tahu itu karakternya berbeda
dengan dengan ibaratkan secara internal
tuh mungkin ada banyak sekali ASN yang
cukup baik. Oleh karena itu secara
personal branding justru malah sangat
bagus ketika ASN membentuk karakter yang
baik gitu sehingga suara dari masyarakat
atau citra dari masyarakat meningkat
gitu. Indeks pelayanan publiknya ASN di
sini tuh baik, bagus, ramah seperti itu.
Oke, next. Selanjutnya,
nah ini ee apa suara masyarakat tentang
Anda sehingga mau mempercayakan
pelayanan mereka kepada Anda? Nah,
antara ASN dan masyarakat, antara
sekarang instansi pemerintah dengan
masyarakat itu sesuatu hal yang sekarang
itu saling saling berkaitan gitu. Bahkan
misalkan saya bukan ASN, tapi ketika
saya melakukan ibaratkan perizinan atau
saya melakukan ibaratkan ngurusin kartu
keluarga, KTP, terus terus terang saya
kan sangat membutuhkan sekali gitu. Ee
sangat membutuhkan sekali pelayanannya
juga pelayanan publik gitu, pelayanan
dari pemerintah gitu. Otomatis kan ee di
sini suara saya juga punya suara sebagai
masyarakat yang biasa misalkan seperti
itu. Nah, sementara saya juga enggak
bisa ibaratkan kayak ee saya enggak
butuh tuh karena gini-gini enggak enggak
begitu gitu. Mereka saling mereka
sangat-sangat membutuhkan dari pelayanan
dari ee aparatur sipil negara gitu dari
ASN dari instansi kayak gitu ya sebagai
masyarakat. Begituun juga ee dari
instansi gitu punya kewajiban punya
ibaratkan SOP untuk melayani sehingga
tadi ada indeks pelayanan publik tadi
kayak gitu. Oke. Ee next selanjutnya.
Oke. Tadi banyak sekali sih yang
bertanya ee lalu gimana sih cara kita
menerapkan gitu untuk ee personal
branding? personal branding, sementara
kita dituntut untuk menjadi ASN yang
berakhlak gitu. Nah, mungkin di sini ini
sudah sempat ee ini sudah sempat ee
sering sekali gitu ee ASN berakhlak, ASN
berakhlak gitu kan. Kita hanya sekedar
review saja di sini berakhlak
berorientasi pelayanan akuntabel,
kompeten, harmonis, loyal, adaptif,
kolaboratif. Dulu mungkin sering sekali
setiap tempat itu tuh punya slogan,
punya slogan masing-masing dari ASN tapi
sekarang punya satu slogan yaitu
berakhlak kayak gitu. Nah, kita review
dulu yang pertama berorientasi
pelayanan. Kami berkomitmen memberikan
pelayanan prima demi kepuasan pelanggan.
Lalu selanjutnya akuntabel. Kami
bertanggung jawab atas kepercayaan yang
diberikan. Oke. Lalu kompeten kami terus
belajar dan mengembangkan kapabilitas.
Lalu kolaboratif. Di sini kami membangun
kerja sama yang sinergis, ada harmonis.
Kami saling peduli dan menghargai
perbedaan adaptif. Kami terus berinovasi
dan antusias dan dalam menggerakkan
serta menghadapi perubahan loyal. kami
berdedikasi dan mengutamakan kepentingan
bangsa dan negara ini dalam ee dalam
ibaratkan berakhlak sini ini gitu metode
berakhlak di sini. Nah, yang sebenarnya
kita seringki mungkin ASN ini sangat
bertentangan gitu untuk melakukan
personal branding karena kan sekarang
dengan dengan ee society 5.0 ini ee
intinya ee berkaitan berakhlak ee selalu
bertentangan gitu. Wah, ini society 5.0
berkaitan tentang teknologi gitu. kita
berdampingan dengan teknologi, terutama
personal branding sekarang yang enggak
lepas dari ee sosial media. Lalu gimana
sih kalau misalkan kami itu tuh
sementara kami dituntut sebagai
berakhlak? Coba kita review di sini kan
berorientasi pelayanan. Nah, lalu ee
akuntabel gitu mentanggung jawab
kepercayaan yang diberikan kan
bertanggung jawab akuntable gitu. Nah,
adakah yang di sini bertentangan tidak
boleh adanya personal branding? enggak
ada. Bahkan di sini terus belajar
mengembangkan kapabilitas, gitu. Nah,
salah satu dari dari kepentingan
personal branding tadi, kita justru
malah jadi banyak mer-review apa sih
ibaratkan yang menonjol, yang unggul
dalam diri kita seperti itu. Nah, di
sini juga justru malah mendukung adanya
berakhlak di sini. Kenapa? Karena
mengembangkan kapabilitas gitu. Di sini
kan untuk berorientasi pelayanan. Nah,
yang biasanya mungkin ketika adanya
adanya orang-orang gitu kan yang emang
dia tuh dikenal sebagai influencer,
mungkin bukan influencer tapi orang yang
cukup ee antusias di tengah masyarakat
gitu kan, banyak followers-nya gitu,
tapi dia seorang ASN. justru malah di
sini dia bisa meningkatkan pelayanan
yang tadinya ee followers-nya itu tuh
mengetahuinya konten-kontennya, tapi dia
membantu untuk ee ibaratkan
menginformasikan adanya ee informasi
baru nih mengenai instansi atau di kota
kabupaten tersebut gitu, tempat dia
menjadi ASN kayak gitu. Nah, itu juga
jadi salah satu bentuk pelayanan seperti
itu. Nah, lalu akuntabel gitu. akuntabel
kepercayaan kan ini kan masalah
kepercayaan.
Nah, kepercayaan di sini kita untuk
meningkatkan personal branding, kita kan
harus meningkatkan juga kepercayaan
orang gitu. Dengan kita personal
branding aja kita sudah setingkat
menambah value untuk bisa dipercaya oleh
orang itu gitu. Nah, di sini justru
malah ini akan mendukung gitu. Akan
mendukung lalu kompeten, harmonis. Nah,
di sini masalah masalah kompeten dan
harmonis.
harmonis di sini saling peduli,
menghargai, perbedaan.
Tadi juga ada juga kan yang bilang
katanya
ketika saya menjadi seorang yang unik
itu akan menjadi seorang yang different,
yang berbeda gitu. Berbeda ini cukup
bagus tapi gimana ketika dipandangnya
itu adalah aneh. Tapi kan kita punya
berakhlak ini harmonis. Kami saling
peduli dan menghargai perbedaan. Jadi
ketika memang itu sudah ada dalam
slogannya, kenapa harus dikhawatirkan
gitu? Justru malah kita harus
mengingatkan orang yang memang mungkin
agak different gitu pikirannya ketika
dia bilang, "Wah, ini ee apa kok orang
ini agak berbeda ya? Ingat, kita harus
harmonis. Kami saling peduli dan
menghargai perbedaan gitu kan." Lalu di
sini ada loyal. Ketika kita menjadi
seorang punya personal branding yang
cukup kuat, bahwa kita punya sesuatu hal
yang unik dan kita punya ibaratkan
personal personal skill-nya itu tuh hard
skill dan soft skill yang bisa mendukung
terhadap instansi tersebut. Kita dikenal
gitu, wah dia contonent kreator yang
cukup baik. Dia juga seorang yang
desainer yang cukup baik. Nah, lalu kita
dengan seorang yang dikenal sebagai
desain yang baik, lalu kita membuatkan
desain gitu untuk untuk ee instansi kita
gitu. Nah, itu bentuk royal gitu,
berdedikasi gitu. Kepentingan. Nah,
kepentingannya wah wah saya pengin
pengin ini dong pengin apa? Pengin
menyajikan informasi nih. Kebetulan saya
bisa gitu untuk di bagian ini gitu untuk
bikin desain ini gitu. Saya juga
sekalian lah untuk follower saya mau mau
saya share nih terkait info ini gitu.
Nah, hal-hal seperti itu gitu itu jadi
bentuk loyal. Lalu ee di sini juga
adaptif kami terus berinovasi. Nah,
bukankah ketika kita membangun personal
branding, kita cukup berinovasi gitu,
terus-terusan adaptif gitu terhadap
perubahan-perubahan, terutama sekarang
society 5.0. Kebayang kan kalau misalkan
nanti semuanya itu sudah ee ini gitu,
sekarang aja konsep konsep katanya sudah
mau ke 6.0 katanya sekarang sedang
dikonsepkan bahwa adanya metavers.
Enggak kebayang kan ketika kita akan
menghadapi hal tersebut karena ASN itu
pasti ee akan digembor-gemborkan untuk
ibaratkan kita harus siap bahwa nanti
akan adanya ini gitu. Nah, bagaimana
cara kita menanggapi hal tersebut? Akan
adanya metavers kah gitu? Akan nanti ini
banyak hal gitu isu-isu global saat ini
gitu. Nah, siapkah kita jika kita untuk
saat ini dari industri 4.0 dan society
5.0 saja kita mau menggeser itu mau
mengikuti, adaptif gitu, tapi kita
menghalangi diri kita karena takut gitu.
Siapa yang tahu gitu kan? Siapa yang
tahu gitu ee kalau kita tidak
melakukannya kita enggak tahu. Kalau
misalkan kita enggak cari tahu kita juga
tidak tahu. Makanya tadi saya ee karena
karena mungkin ASN banyak sekali yang
saling wah saya takut, saya takut, saya
takut. Oleh karena itu saya lampirkan
beberapa peraturan yang memang itu cukup
mendukung dan di sini juga saya bahas
oke ASN berakhlak. Nah, ini akan sangat
membantu sekali karena di sini justru
malah konsepnya ee sangat membantu gitu
ketika kita membangun personal branding.
Lalu kolaboratif ketika kita menjadi
seorang yang sangat kreatif, dibutuhkan,
diperlukan, gitu. Lalu kita punya
keahlian kita di bidang A. Nah, kita mau
bangun suatu event nih buat buat ini
buat masyarakat misalkan event terkait
apa. Nah, kita justru malah harus
berkolaborasi gitu. berinteraksi dengan
dengan pihak internal sendiri. Bahkan
mungkin kalau misalkan dalam membangun
suatu event dalam kota atau kabupaten,
saya sering ngelihat beberapa dinas,
beberapa dinas itu berkolaborasi seperti
itu. Nah, penting sekali kalau misalkan
kita punya personal branding yang baik
gitu, kita akan membantu gitu kan loyal
gitu terhadap instansi tersebut gitu
dengan apa yang kita bisa. Jadi apakah
ini bertentangan? Justru tidak. Malah di
sini dengan berakhlak, dengan ASN
berakhlak banyak hal yang sangat
mendukung gitu. Akuntable kita harus
harmonis terus harus loyal, adaptif,
kolaboratif gitu. Berorientasi pelayanan
ya. Ketika kita memiliki suatu
keunggulan, kenapa enggak kita ibaratkan
ee coba untuk melakukan pelayanan publik
dengan apa yang kita bisa kayak gitu.
terutama dengan misalkan keunggulan kita
bantu untuk melayani masyarakat gitu.
Wah, luar biasa sekali. Oke, next.
Selanjutnya
ya.
Untuk menggerakkan percepatan
transformasi SDM aparatur, Presiden
sudah menetapkan Corvalius ASN yakni
berakhlak yang merupakan akronim dari
berorientasi pelayanan.
Kami berkomitmen
memberikan pelayanan prima demi kepuasan
masyarakat.
Panduan perilakunya adalah satu memahami
dan memenuhi kebutuhan masyarakat,
dua ramah, cekatan, solutif, dan dapat
diandalkan.
Tiga, melakukan perbaikan tiada henti.
Akuntabel.
Kami bertanggung jawab atas kepercayaan
yang diberikan.
Panduan perilakunya adalah satu,
melaksanakan tugas dengan jujur,
bertanggung jawab, cermat, disiplin, dan
berintegritas tinggi. Dua, menggunakan
kekayaan dan barang milik negara secara
bertanggung jawab, efektif, dan efisien.
Tiga, tidak menyalahgunakan kewenangan
jabatan.
Kompeten,
kami terus belajar dan mengembangkan
kapabilitas.
Panduan perilakunya adalah satu,
meningkatkan kompetensi diri untuk
menjawab tantangan yang selalu berubah.
Dua, membantu orang lain belajar. Tiga,
melaksanakan tugas dengan kualitas
terbaik.
Harmonis. Kami saling peduli dan
menghargai perbedaan.
Panduan perilakunya adalah satu,
menghargai setiap orang apapun latar
belakangnya. Dua, suka menolong orang
lain. Tiga, membangun lingkungan kerja
yang kondusif.
Loyal, kami berdedikasi
dan mengutamakan kepentingan bangsa dan
negara.
Panduan perilakunya adalah satu,
memegang teguh ideologi Pancasila
Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945,
setia kepada NKRI serta pemerintahan
yang sah. Dua, menjaga nama baik sesama
ASN, pimpinan instansi dan negara. Tiga,
menjaga rahasia jabatan dan negara.
adaptif. Kami terus berinovasi dan
antusias dalam menggerakkan serta
menghadapi perubahan.
Panduan perilakunya adalah satu cepat
menyesuaikan diri menghadapi perubahan.
Dua, terus berinovasi dan mengembangkan
kreativitas.
Tiga, bertindak proaktif,
kolaboratif.
[Musik]
Kami membangun kerja sama yang sinergis.
Panduan perilakunya adalah satu, memberi
kesempatan kepada berbagai pihak untuk
berkontribusi,
dua terbuka dalam bekerja sama untuk
menghasilkan nilai tambah.
Tiga, menggerakkan pemanfaatan berbagai
sumber daya untuk tujuan bersama.
Gimana?
Ternyata mendukung bukan? Kalau misalkan
tadi dari apa sih dari definisi dari
akhlak ini apa sih gitu? Ternyata kan
ini saling berkaitan gitu. tadi kita
harus selalu kreatif, selalu ngikutin
dari perubahan kayak gitu. Nah, sekarang
kalau misalkan kita tuh kalau sudah
bicara masalah personal branding itu
sebenarnya suatu hal yang
digembor-gemborkan sudah dari sejak lama
kayak gitu. Nah, kalau misalkan kita
tidak lakukan saat ini lalu mau kapan
seperti itu. Mungkin saat ini ada zona
nyamannya saya sudah cukup melakukan ee
apa? melakukan semua kegiatan saya dalam
instansi. Lalu, personal branding itu ee
untuk apa sih sebenarnya? Kalau misalkan
kita secara sederhananya kita
berpikirannya bukan untuk instansi saja,
tapi lebih tepatnya ketika orang mau
melakukan sesuatu pasti dia akan
bertanyanya itu keuntungan bagi saya
apa? Nah, keuntungannya cukup banyak
ketika kita membangun personal branding.
Bisa promosiah ataukah kita naiknya naik
suatu jabatanah atau kita dipercaya tadi
dipercaya suatu kegiatanah gitu. Nah,
banyak hal gitu. Atau misalkan karena
kita seorang yang dipercaya, kita lebih
banyak untuk ibaratkan kunjungan dinas
ee untuk bisa ibaratkan studi banding
dengan kota kabupaten lain seperti itu.
Banyak hal yang bisa kita bangun dari
personal branding kita yang dikenal
baik. Tidak hanya untuk masyarakat kita
membangun personal branding untuk
internal saja itu cukup bagus gitu.
Value-nya untuk diri kita sendiri kok,
bukan untuk yang lain gitu. Jadi jangan
hanya berpikiran kalau saya kan sudah
sudah berkontribusi untuk instansi, lalu
ketika saya dituntut oleh instansi untuk
personal branding apalagi gitu. Nah,
tidak seperti itu. Justru ini adalah
sajian personal branding itu untuk
siapa? Untuk diri kita. Karena ketika
kita personal brandingnya baik ya,
seperti yang tadi saya sempat bilang,
adanya disposisi, adanya kita ke tempat
mana, karena personal kita bagus, kita
bisa dipercaya dan kita bisa gitu untuk
melakukan apapun gitu ketika kita dalam
hal disposisi tersebut kayak gitu.
Kenapa? Karena personal branding kitanya
yang kuat dan itu value-nya untuk kita
yang lebih besar gitu. Nah, ee kebetulan
dengan personal branding kita yang cukup
baik itu membantu juga untuk ibaratkan
di instansi karena dikenalnya kita kerja
di instansi A gitu. Ee si orang itu tuh
bagus sekali loh gitu. Sangat-sangat
bagus dia sangat unik gitu. Nah, hal
seperti ini. Jadi, ee di mana kita
dipijak, ibaratkan kita mijak tempat
gitu, tempat itu juga akan terbawa
harumnya karena ibaratkan personal
branding kitanya yang sangat-sangat baik
kayak gitu. Jadi kalau misalkan ditanya
siapa sih yang ibaratkan yang
mendapatkan ininya gitu, mendapatkan
benefitnya ya kita gitu baru kita dengan
tapi dengan personal branding bagus yang
mendapatkan benefitnya tidak hanya kita.
instansi pun sama seperti itu. Oke, di
sini positioning membangun personal
branding dengan positioning.
Elemen pernyataan pemosisian yang
pertama adalah target market, target
pasar. Seperti tadi saya sempat
membicarakan juga terkait market karena
ee masyarakat kita ini kan ada yang
belajarnya dia secara auditori secara
dia juga secara reading ataukah mungkin
ada yang secara visual. Nah, kalau
misalkan kita membuat konten seperti ini
gitu, bukan hanya dia mendengarkan saja
yang orang yang audible, bahkan yang
secara visual belajar pun dia bisa ee
bisa belajar gitu dari situ bisa
mengenal gitu siapa sih kita seperti
itu. Target pasar adalah cerminan dari
target pasar mana yang ingin dituju.
Misalkan kita membangun personal
branding kita terhadap kota, kabupaten
kita. Nah, kenapa gitu? karena ada
target yang dituju gitu selain apa yang
menjadi posisi kita saat ini. Nah, oleh
karena itu kita juga harus melihat
market kita dalam kota kabupaten
tersebut bagaimana gitu. Mereka
perilakunya seperti apa dan mereka
antusiasnya terhadap hal apa. Oke, lalu
selanjutnya brand gitu kan. Brand ini
sama halnya terkait branding kan,
personal branding-nya. Jadi brand ini
tuh nama kitanya. kita dikenal nama ini
sebagai apa. Nah, kalau misalkan kita
mau me-review sebelum kita itu tuh
melakukan personal branding yang lebih
luas lagi, kita harus review saat ini
orang mengenal nama kita itu tuh sebagai
apa sih gitu. Oke, sebagai ASN atau
sebagai apa, gitu. Nah, hal ini ee
sebagai cerminan dari nilai yang
diajukan ditawarkan kepada target market
atau masyarakat.
Nah, ee oke.
Nah, selanjutnya adalah kerangka
kerangka acuan, kategori atau
spesifikasi karakteristik. Nah, di sini
spesifikasi atau kata karakteristik kita
gitu. Nah, di sini kan elemen pernyataan
pemosisian kita nih kerangka acuannya
itu tuh kita harus bisa mengkategorikan
kita spesifikasinya karakteristiknya
seperti apa. Kayak gitu. Seperti tadi
kan ibaratkan ee kita mau membangun
brand kita karakternya tuh bagaimana
kayak gitu. Lalu titik diferensiasi poin
pembeda diri kita ingin yang ingin
dibangun itu bagaimana. Nah, lalu
selanjutnya keunggulan kompetitifah
karena dari kerangka acuan spesifikasi
karakter kita yang unik, lalu juga poin
pembeda kita dengan yang lain tuh cukup
bagus gitu, cukup unggul. Nah, di sini
juga kita bisa berkompetitif dengan yang
lain gitu. Alasan untuk orang
mempercayai kita karena kita mampu untuk
berkompetitif di sini gitu. Karena
alasan sebagai pembeda kita yang cukup
unggul kayak gitu.
Oke, next. Selanjutnya
ya di sini ASN Positioning ASN berakhlak
bangga melayani bangsa. Nah, ini kan
sesuatu hal yang kita tuh ibaratkan
ee oke. Nah, di sini kan kita sebagai
ASN berakhlak bangga melayani bangsa.
Nah, bukan hanya kita berpacu terhadap
kita melayani bangsa saja atau melayani
masyarakat gitu. Nah, oke. Kenapa?
Karena kalau tadi ee banyak banget yang
bertanya ibaratkan oke saya personal
branding, saya di ini apa ditekankan
saya disuruh sama atasan apa saya
diminta sama instansi atau kayak gimana
gitu. Nah, jadi bingung gitu. Kenapa?
karena tidak bisa membedakan antara kita
yang sebagai pelayan publik gitu,
sebagai ee melayani masyarakat antara
itu dengan kita yang membangun personal
branding. Ingat, personal branding itu
value pertama ee itu diri kita yang
merasakan benefitnya. Oke. Lalu
positioning statement ASN sebagai abdi
negara yang berdedikasi dan berakhlak
menghadirkan pelayanan prima untuk
masyarakat Indonesia. Nah, oke. Lalu di
sini positioning
statement element. Nah, di sini kan yang
tadi ada target market, yaitu target
marketnya masyarakat. Lalu ada brand.
Brandnya itu tuh kita misalkan sebagai
ASN atau nama kita sendiri tadi kerangka
acuan. Kerangka acuannya sebagai apa?
Karakteristiknya kalau ASN ya sebagai
abdi negara. Kalau misalkan nama kita ee
misalkan orang mengenal kita tuh sebagai
seorang content creator e berarti ee
karakteristiknya kita unik dan ibaratkan
kita itu tuh sebagai seorang yang sangat
kreatif gitu. Terus titik diferensiasi
misalkan titik diferensi dari ASN tuh
ASN berakhlak tapi titik diferensi
misalkan dari kita itu tuh apa yang
menjadi pembeda kita dengan orang lain?
Oke, saya itu tuh pandai dalam sisi
misalkan content creator. Oke, lalu
selanjutnya kompetitif ASN yang
berdedikasi kalau misalkan dalam poin
ASN. Tapi kalau misalkan kita misalkan
sebagai contonen creator, nah di sini
juga ibaratkan ee kita ee
berkompetitifnya oke saya punya
keunggulan, saya keunggulannya sebagai
content creator. Oke, next. Selanjutnya
ya elemen yang diferensia elemen dalam
diferensiasi ya konten. Nah di sini ada
konten, konteks dan infrastruktur.
Konten nilai tambah apa yang ditawarkan
kepada target pasar. Bagian nyata dari
diferensiasi bagi target pasar. Lalu
penawaran utama yang ditawarkan pada
target pasar. output-nya bekerja dengan
sepenuh hati dan bekerja dengan jujur.
Misalkannya contohnya tuh mengedukasi
masyarakat dengan baik, berinovasi, dan
kreatif dalam bekerja. Nah, lalu
selanjutnya konteks. Bagaimana nilai
tambah disampaikan pada target pasar?
Bentuk tidak berwujud dari diferensiasi
bagi target pasar. Contohnya cara
berbicara dengan lugas dan ramah, lalu
berintegritas dalam bekerja. Oke. Lalu
infrastruktur faktor pendukung
terciptanya diferensiasi konten dan
konteks. Lalu merupakan acuan dari
diferensiasi penampilan, prestasi, dan
lain-lain. Nah, di sini sebagai contoh
berpenampilan secara profesional
menarik, dan wangi misalkan seperti itu.
Oke. Ee ini ee yang kedua terkait
diferensiasi apa sih yang menjadi
pembeda kita gitu. Nah, itu. Next.
Selanjutnya
ya ini sebuah ini ya, sebuah ilustrasi
positioning. Misalkan ASN berakhlak
bangga melayani bangsa. ASN sebagai abdi
negara yang berdedikasi dan berakhlak
menghadirkan pelayanan prima untuk
masyarakat Indonesia. Ini yang
dicontohkan misalkan Pak Budi sebagai
ASN karena dia membangun personal
brandingnya itu sebagai ASN. Oke. Brand
integrity. Lalu yang menjadi
diferensiasi itu kontennya bekerja
dengan sepenuh hati, bekerja dengan
jujur, mengedukasi masyarakat dengan
baik, berinovasi, kreatif dalam bekerja.
Konteksnya cara berbicara dengan lugas
dan ramah, berintegritas dalam bekerja.
Nah, secara infrastruktur berpenampilan
secara profesional, menarik, dan wangi.
Ini ilustrasi dari yang tadi berkaitan
tentang konten, konteks, dan
infrastruktur. Lalu di sini membangun
brand image dari brandnya Pak Budi
sebagai ASN mengimplementasikan
berakhlak kayak gitu. Nah, ini sebagai
brand identitasnya kayak gitu. Oke,
next. Selanjutnya,
nah implikasi personal branding.
Kalau misalkan kita bertanya, "Siapa sih
Elon Marx?" gitu, orang tuh akan tahu,
"Wah, dia yang mendirikan Tesla."
Padahal Elon Max ini tuh punya banyak
sekali dia ee karya-karya gitu sebelum
Tesla ini. Misalkan dia itu tuh
membangun dari yang ibaratkan pesawat
untuk keluar angkasa. pada saat itu dia
mencoba untuk itu. Terus ada beberapa
brand lain gitu sebelum adanya Tesla.
Tapi Tesla ini sangat melekat sekali di
Elon Max. Lalu selanjutnya gitu yang
kita enggak perlu jauh-jauh kita melihat
yang tadi saya sempat bilang Pak Ridwan
Kamil. Siapa sih yang enggak kenal Pak
Ridwan Kamil? Misalkan Pak Ridwan Kamil
dikenalnya itu sangat humoris dan gaul
bangetlah gitu. Pokoknya sangat gaul.
Tapi ya seperti yang tadi saya sampaikan
ketika beliau ee melakukan tugasnya gitu
sebagai ee sebagai ini gitu sebagai ee
apa ya sebagai ee ibaratkan gubernur dia
sangat-sangat antusias, sangat-sangat
penuh dengan dedikasi gitu, tegas gitu.
Beda halnya dengan yang masyarakat
ketika bersosial media, wah ini humoris.
Enggak, enggak. Ibaratkan tiba-tiba dia
ibarat melakukan pekerjaannya lalu
ketawa-ketawa enggak gitu. Dia sangat
serius melakukan pekerjaannya tapi dia
juga dikenal sebagai personal yang
bagaimana. Nah, ini sukses dinilai
sukses membangun personal branding. Nah,
alhasil dia mendapatkan penghargaan.
Nah, oleh karena itu karena memang di
sini didukung juga dengan Permenpan gitu
tidak menutup kemungkinan. Bahkan itu
kan menjadi suatu penghargaan ketika
personal branding ASN dalam suatu
kabupaten kota itu tuh cukup baik gitu.
Bahkan mungkin sangat-sangat melekat
sekali, sangat-sangat ee kencang sekali
personal branding dari para ASN gitu.
Oke. Influencer atau selebriti atau
pejabat publik yang memiliki pengaruh
pada dunia maya karena kreativitas gitu.
membentuk ekspresinya ide-ide yang
menjadi perhatian banyak netizen
sehingga konten dari media sosial milik
mereka memiliki
exposure publik yang cukup tinggi. Nah,
kita juga kalau misalkan ngelihat Pak
Ridwan Kamil dia sedang sedang men-share
opini sebuah opini gitu kan pasti
responnya langsung banyak tuh bahkan
bisa hitungan jutaan kayak gitu. Nah,
kenapa gitu? karena dia dikenal sebagai
personal branding yang memang wah ini eh
opininya cukup bisa dipercaya gitu
sehingga opininya selalu mendapatkan
respon. responnya tidak selalu baik. Ada
satu dua mungkin netizen. Tapi balik
lagi ya kita ini ee ibaratkan dalam
positioning bermasyarakat pasti ada saja
satu atau dua tapi di kita enggak tahu
juga dia ibaratkan niatnya untuk apa.
Apakah dia niatnya memang untuk ini gitu
untuk apa untuk menjatuhkan ataukah
memang dia mengkritik gitu. Nah, jadi
kita tidak perlu untuk menghiraukan
ketika memang kita melakukan yang
terbaik. Kita tetaplah untuk pada line
kita gitu. Kita lakukan yang terbaik.
Kita ibaratkan tetaplah berkarya gitu.
Enggak perlu kita hiraukan hal-hal
seperti itu. Oke, next. Selanjutnya
ya.
My name is Rey and I'm from St. Lewis,
but I've lived in New York for the last
13 years. I'm a comedian and an actor
and a writer. Plegia is a form of
dwarfism. It's the most common form. It
happens in one 25,000 births. It can
happen to anyone. Both my parents are
average height. I have one brother. He's
as big as I am small. Growing up is hard
anyway. And then you add something like
this, it's even harder. I got to the
point where I wouldn't want to go in
places cuz I was afraid that someone was
going to say something because someone
always does. And my mother let me stay
in the car once and then she made the
decision that that was never happening
again. She was like, "Nope, you got to
go out and face it. That's how you do
it. You just keep showing up. I have to
do everything everybody else does but
better. I have to be a better writer. I
have to tell better jokes. I have to do
everything better because everyone
already believes I can't do it. I'm a
female black little person. It's a lot
because it's
because you don't you kind of have
nowhere to
you know nowhere to turn. I cringe every
time I watch a comedian because I know
that a little person joke's coming and
that crowd always laughs. I'll never
forget Chris Rockw said Stevie Wonder
should get a pet midget to walk him
around. When you're blind and that rich,
you should have a pet midget to walk you
around. Your whole existence is joke.
Midget is the NW for little people. It
just is. There's a bug that's called a
midge and that's where it comes from. So
basically you're calling a human a bug.
I had a mother once. This mother pointed
to me and went, "Oh my god, look a
midget. A midget look." And I was
literally like standing right there. And
I said, "You know that's super rude and
really inappropriate." She was like,
"Well, damn. I just wanted them to see
you because they'd never seen one
before. I said, "One is a person. I'm
not an it." I get a lot of look at it.
Look at that midget. Not look at that
woman. Look at that midget. Is sex
regular? Do you have knees? Have you
ever had sex with a regular person? Do
you think that I live like in a hut with
my set my six friends? First of all,
we're in New York. Where would I get a
hut? It's like people can't even
believe. that I might have a normal
life, that I date people, I go to work,
I come home, I sit in my sweat pants and
eat from a bowl, I want to go to the
store and I want to get what I need and
I want to go home. And maybe I don't
want to have a conversation about why I
can't reach the butter. You don't have
to like have a conversation every time
you want to get butter. I do.
When you're thrown things and barriers
are put up, you have two options. You
can turn around and walk away from it or
you can push or climb over it. That is
the gift of being different. You end up
just with this strength. Yeah. I go and
cry. I have moments where I cry in my
room and then the next day I'm like,
"All right, how are you going to fix
this?" Because you can't just cry.
You've always had to fight. And if
you've always had to fight, then you
know how to fight and you know how to
survive.
[Musik]
I.
Oke, itu salah satu video mungkin ee
berani untuk tampil berbeda, berani
untuk ibaratkan memperlihatkan sesuatu
hal keunggulan dan perbedaan kita
dibandingkan yang lain gitu.
Differentnya tuh apa gitu. Itulah yang
menjadikan diri dia unik gitu sehingga
dia mudah dikenal untuk orang bagi orang
lain tuh sebagai apa. Oke, saat ini yang
sesi kedua saya sudah ee sesinya sudah
cukup. Mungkin ketika ada pertanyaan
boleh
ya
kita lanjut.
Baik, thank you banget Bu Rato untuk
materi sesi kedua ini ya. Sobat ASN,
tadi kita sudah dapatkan banyak sekali
insight dari Bu Rato bahwa sebenarnya
ketika Anda ingin membangun personal
branding itu Anda harus paham dulu tiga
elemennya. Yang pertama adalah
positioning-nya. bagaimana Anda
memposisikan diri di target pasar Anda,
poin diferensiasinya apa? Sehingga nanti
ketika positioning, diferensiasi ini
sudah tepat, maka akan membentuk eh
value yang tepat juga ee sesuai dengan
apa yang diinginkan oleh ee target dan
apa yang bisa kita janjikan juga kepada
target pasar kita. Baik, Bu Ratu, ini
ada pertanyaan masuk banyak sekali. kita
harus pilihan pertanyaan terbaik aja ya
Bu Ratu untuk sesi diskusi kita kali
ini. Ee pertanyaan pertama ini datang
dari Bu Kusnul Khattimah dari Kecamatan
Karangan, Trenggalek. Pertanyaannya
adalah ee Bu Ratu, apakah dalam
membangun personal branding itu harus
memiliki talenta dan hal apa saja sih,
Bu, yang harus dihindari ketika kita
membangun personal branding? Bagaimana
Bu Ratu? Apakah personal berani harus
selalu berkaitan dengan talenta atau ada
hal lain sebenarnya yang bisa kita
personal brandingkan kepada target kita?
Oke, personal branding itu tuh eh
sebenarnya talenta tuh salah satu ya
salah satu yang bisa kita promotekan
gitu. Tapi personal branding ya melekat
terhadap diri kita sendiri. Yang
maksudnya unggul dalam kita tuh apa?
Kadang ada orang tuh bukan hanya ee
tanpa disadari, wah ternyata dia pintar
sekali tuh dalam ee ini gitu dalam
public speaking seperti itu. Mungkin
dinilainya ee itu bukan sesuatu hal yang
signifikan talenta yang kayak tadi itu
tuh ada hard skill yang dibentuk seperti
apa gitu. Nah, jadi kalau misalkan kayak
tadi pertanyaannya apakah melekat sekali
terhadap talenta gitu? enggak selalu
dengan talenta, tapi talenta itu
menjadikan sesuatu hal yang mendukung
dari personal branding seperti itu.
Jadi, kan kalau misalkan talenta
contohnya gitu kan, wah dia dikenal
sebagai penyanyi gitu, talentanya
menyanyi, dia dikenal sebagai ee
ibaratkan sebagai orang yang suka public
speaking. Wah, berarti kan ee dia mulai
dikenalnya punya talenta di public
speaking, tapi tidak selalu di sana. Ada
juga yang ibaratkan berjalan dari mulai
dia itu tuh menjadi seorang ini, seorang
ibaratkan yang menjadi pengabdi negara.
Contohnya misalkan ee ee yang tadi saya
sempat ini misalkan sebagai ini sebagai
gubernur. Nah, lalu dia membangun
ibaratkan harmonisasi dengan masyarakat
gitu melalui media sosial gitu. Media
sosial. Nah, hal seperti ini juga bisa
membangun branding gitu. Jadi enggak
enggak selalu dari apa dari ini gitu
dari apa dari tadi talenta tadi seperti
itu. Lalu selanjutnya tadi Mas ee apa
ee terkait dengan hal apa saja yang
harus dihindari Bu Rato ketika kita
ingin membangun personal branding
ya terkait harus dihindari ya sebagai
personal branding mungkin kita harus
karena harus melihat dulu market kita
itu mau ke mana personalnya personal
brandingnya apakah dia kita mau secara
masyarakat luas atau secara sederhananya
masyarakat dalam kota kabupaten kita.
Nah, makanya kita harus perlu melihat
perilaku gitu, perilaku dari masyarakat
kita kalau memang ee kita menargetannya
hanya dalam lingkup ee kota, kabupaten,
tempat kita berada. Misalkan ee dari
perilaku ee masyarakat di sini itu dia
hal yang dia ibaratkan bertentangannya
apa gitu. Nah, berarti kita harus bisa
membangun itu gitu. bagaimana supaya
bisa masuk ke mereka tanpa harus
bertentangan dengan hal yang selalu
bertentangan dengan masyarakat sini
gitu. Karena biasanya tiap daerah
sendiri itu selalu punya ee suatu hal
yang ibaratkan masyarakat itu tuh ada
yang enggak suka seperti ini, ada yang
enggak suka seperti ini. Kalau memang
kita targetnya ke sana karena balik lagi
kita harus bisa melihat dari target
kita, gitu. Tapi kalau misalkan kita
secara masyarakat luas, kita cukup
berpacu ee dari ibaratkan personal kita
mau dikenalnya sebagai apa. Jadi kita
juga ibaratkan karena market itu kalau
misalkan secara luas misalkan
lingkupannya Indonesia. Indonesia ini
kan kita perilaku kan cukup unik, cukup
banyak gitu orang-orang. Jadi ya pasti
ada pro kontranya seperti itu. Jadi yang
harus kita perhatikan hanya dari sisi ee
manor tadi sempat ada yang nanyain
terkait tentang tata krama kita gitu.
Lalu misalkan supaya yang tadi sempat
saya bicarakan apa sih yang bertentangan
dengan ee apabila kita sebagai ASN terus
ee ibaratkan etikanya bagaimana ketika
kita men-share dalam publikasi gitu
bagaimana sih itu gitu. Nah, hal seperti
itu aja sih kurang lebih.
Baik.
ya. Baik, terima kasih Bu Ratu untuk
jawabannya. Jadi yang paling penting
ketika kita harus ee membangun personal
branding, yang pertama harus tahu target
pasar. Karena ee target pasar ini ee
juga bisa menentukan bagaimana sifat
kita ee terhadap personal branding
tersebut. Tadi yang sudah dikatakan oleh
Bu Ratu bahwasanya tiap daerah itu punya
socio culture yang beda-beda ya, Bu ya.
Jadi pendekatannya itu juga beda-beda
kayak gitu. Baik, terima kasih Bu Ratu.
Ini ada pertanyaan lanjut dari Bu Dian
ee Purmitasari dari UPT Puskesmas
Balesono Tulungagung. Ee izin bertanya
Bu Ratu ee bagaimana sebaiknya kita
memposisikan diri dan membangun personal
branding yang aman dari istilah
pencitraan di tempat kerja kita. Karena
sebagai pegawai baru, ASN baru gitu ya,
dengan semangat yang masih dalam
kategori ee bintang, kadang kala usaha
dan semangat kita untuk membangun
personal branding yang bagus justru
dianggap seperti mencari muka dan
selebihnya kadang malah menjadi bumerang
bagi kita karena terlihat menonjol.
Bagaimana kalau menurut Bu Ratu?
Tanggapan Bu Roh
yang namanya personal branding tuh
memang identik menonjol dan pasti ada
ada kontranya selalu gitu. Nah, makanya
memang harus siap dengan hal seperti itu
gitu. Jadi kalau misalkan ada hal-hal
yang seperti itu mungkin enggak enggak
selalu bisa dihindari. Ada saja satu
dua. Tapi kita balik lagi ke tujuan kita
gitu. Kita harus balik lagi ke tujuan
kita. Jadi ya enggak perlu terpengaruh
dengan apa. Kadang gini ya, niat kita A
aja bisa disalahgunakan dianggapnya B
gitu. Niat kita pengin membantu
tiba-tiba wah ini cari muka gitu kan.
Jadinya ya enggak bisa dihindari hal-hal
seperti ini. Jadi kalau misalkan kita
niat baik saja sudah ada aja yang
menilai salah karena mungkin syirik kah
atau misalkan dia kurang memadai kah
gitu. bedanya dengan kita ibaratkan kita
satu langkah gitu di depan dia gitu. Ada
aja hal seperti itu. Nah, lalu ketika
kita yang berniat baik pengin membangun,
kita terhalang dengan hal seperti itu,
siapa lagi yang akan membangun? Ya kan
kayak gitu. Jadi ya enggak perlu
terpengaruhlah. Nah, contohnya kayak
gini nih. Ee persaingan itu sangat ketat
bahkan bukan hanya di dalam negeri.
Dalam negeri lebih-lebih lebih-lebih
kelihatanlah menonjol gitu, tapi di luar
negeri pun sama. Nah, contohnya itu tuh
sekarang ada indeks nih e pencapaian
dari ASN di Jepang salah satunya sama di
Singapura gitu. Singapura itu masuk
peringkat ASN terbaik nomor du. Lalu di
Jepang itu peringkat nomor 20 di dunia
gitu. Dengan mereka itu tuh selalu
meng-upgrading bahkan secara personal
branding mereka cukup bagus gitu. Siapa
sih ketika kita mencari info-info
artikel luar negeri gitu selalu tuh ada
ada ibaratkan informasi-informasi ASN di
sana gitu tanpa kita sadari walaupun
kita tidak mengenal mereka gitu. Nah,
itu menjadi peringkat yang tinggi gitu,
menjadi sesuatu hal yang menunjang gitu
di sana gitu. Nah, kalau mereka gitu kan
masih kayak kita yang masih memikirkan
apa kata orang, lalu dia itu berpikirnya
kita itu tuh ee pencitraan tuh kayak
gimana, kapan kita akan memulainya,
kapan kita akan majunya? Karena
orang-orang seperti ini justru ibaratkan
ee bukan sebagai batu sandungan, tapi
hanya sebagai penghalang gitu untuk kita
selangkah lebih maju. Jadi, just do it
gitu. Kita enggak perlu terpengaruh
dengan itu gitu. bukanlah sebagai
pencitraan. Karena memang ujung-ujungnya
dalam semua personal branding itu ee
citra kita sebagai apa? Bukan
pencitraan. Pencitraan sesuatu hal yang
disengaja untuk menargetkan sesuatu.
Tapi kita di sini membangun citra baik
karena kita itu di kita beradab dalam
tempat yang baik. Kita harus punya
prinsip kita beradap dalam tempat yang
baik. Otomatis citra kita pun harus baik
gitu. Jadi bukan pencitraan melainkan
kita memang harus membangun citra baik
kayak gitu. Memang sebuah tuntutan.
Benar. Benar banget. Saya setuju banget
sama Bu Ratu. Ketika kita melakukan hal
baik, selalu aja ada yang namanya pro
dan kontra. Ya namanya manusia ya, Bu
ya. Tidak lepas dari rasa iri dan
dengki. Tapi yang berkaitan sama materi
Bu Ratu tadi, bagaimana cara kita bisa
tahu dulu nih target kita ini sebenarnya
mau apa sih dengan personal branding
yang kita bangun. Saya yakin kok ketika
kita sudah punya goals yang jelas
nantinya ada halangan apapun itu bisa
terlewati ya Bu Ratu ya.
Oh pasti. gitu. Fokus terhadap target
nih.
Yes, benar. Oke, ini ada pertanyaan
masuk lagi Bu R. Oke, saya coba untuk
pilih beberapa pertanyaan yang masuk
dulu karena pertanyaannya banyak banget
Bu ini, Bu.
Ini. Oke.
Nah, ini pertanyaan masuk dari ee Pak
Deadi Surya Dilagaj dari Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan Kota
Pasuruan. Oke, pertanyaannya sebentar
saya coba scroll lagi. Oke,
pertanyaannya adalah bagaimana kiat-kiat
jitu mengkolaborasikan
personal branding dengan visi misi
instansi kita? Bagaimana menyikapi
secara baik nih jika dalam posisi di
lingkungan mayoritas orang-orangnya itu
belum memahami pentingnya personal
branding bagi ASN. Padahal tujuan
akhirnya pun kita juga ingin support
nama baik instansi kita sendiri. Karena
kebanyakan menemui orang-orang yang
pesimis dengan personal branding bagi
ASN sehingga kadang kala kita juga
minder nih dalam berproses. Gimana tuh,
Bu, cara mengalignan antara personal
branding yang ingin kita bangun dengan
visi misi dari instansi yang kita naungi
gitu, Bu?
Oke. Pertama, ya kita align antara kita
personal branding dengan visi misi gitu.
Contohnya gini nih ya. Kalau ini di
dinas mana? dari dinas
dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
Perpustakaan dan Kearsipan.
Nah, salah satu contoh misalkan ada
sebelum Dinas Perpustakaan ada dinas
misalkan pariwisata punya punya misi
gitu untuk memperkenalkan gitu kan untuk
mengeksplore untuk supaya banyak
pengunjung terhadap suatu daerah. Lalu
para ASN-nya di sini selalu explore
dituntut untuk explore untuk
tempat-tempat wisata di daerahnya gitu.
Nah, lalu di sini ada perpustakaan dan
kearsipan gitu. Punya di sini juga punya
visi misi sendiri pastinya kan. Visi
misinya misalkan ee gimana sih cara kita
untuk ee misalkan untuk ini untuk
kearsipan supaya bisa lebih ini gitu
lebih apa ee enggak enggak bocor gitu
kearsipannya supaya lebih safety supaya
bisa apa gitu. Bagaimana cara kita
misalkan untuk sesuai dengan visi misi?
Visi misi sebenarnya kalau misalkan kita
personal branding, yang punya visi misi
personal branding itu tuh biasanya
daerah ya. Biasanya dari bupati itu tuh
selalu punya apa? Punya visi misi yang
di yang dituntut kepada para ibaratkan
instansi bawahnya biasanya untuk
ibaratkan ee daerah ini harus punya ini
gitu visinya tahun ini begini. Nah,
biasanya itu sangat berpengaruh sekali
terhadap instansi. Nah, kita harus bisa
melihat gitu, melihat bahwa wah ee ini
visi misinya di sini. Bagaimana cara
kita untuk misalkan membangun personal
branding? Misalkan visi misi di daerah
tersebut, wah ASN berakhlak misalkan.
Nah, kita ya fokus aja untuk membangun
citra tersebut tapi citranya tuh yang
berkaitan terkait visi misi. Jadi, visi
misi ini harus signifikan dulu gitu baru
kita menentukan dari personal
branding-nya kayak gitu. Karena ee kalau
misalkan memang kita tujuannya harus
sesuai dengan visi misi ya kita harus
melihat signifikannya dari visi misi
tersebut. Nah, baru kita menentukan ee
personal branding apa yang tepat supaya
ee ibaratkan sayanya dikenal tapi
mendukung visi misi juga. Lalu tadi
pertanyaan selanjutnya ada misalkan
gimana kalau misalkan di tempat saya ini
ee apa orang yang orang-orangnya itu tuh
tidak antusias terhadap personal
branding justru bagus gitu. Kenapa?
Karena ee ketika dalam satu tempat itu
enggak aware terhadap personal branding,
kita tidak perlu terpengaruh. Justru
kita contohkan personal branding yang
bagus itu bagaimana sehingga orang lain
akan mencontoh karena ibaratkan kita
punya suatu promosi, suatu hal yang
ibaratkan karena ee ibaratkan personal
branding kita bagus sehingga yang lain
akan melihat ih dia caranya kayak gimana
ya gitu. Lalu kita kenalkan personal
brandingnya kayak gini. Jadi secara
personal gua gampang dipercaya nih,
gampang dikenal karena ini ini, ini
misalkan. Nah, ini justru malah
setingkat menambah awareness gitu,
menambah ibaratkan ee oh penting
ternyata ya ee masalah personal branding
ini sehingga semua juga nanti bisa
sama-sama untuk membangun personal
branding gitu. Jadi bukan sesuatu hal
yang dikhawatirkan justru malah sesuatu
hal yang harus kita kenalkan gitu
melalui siapa. Karena ibaratkan ketika
orang tidak mengenal atau tidak memulai
ya siapa yang mulai ya berarti kita yang
memulainya kayak gitu.
Betul. harus menjadi agent of change ya.
Betul.
Dan kalau berkaitan sama visi misi tadi
otomatis kita juga harus menyesuaikan
sebenarnya value yang kita punya dengan
value dari instansi tersebut. Mana sih
yang match himpunannya yang mana sih?
Jadi enggak semua bisa kita akomodasi
ya, Bu ya. Sebenarnya.
Iya, betul. Harus harus spesifik nih,
gitu. Oke. Baik. Eh, Bu Ratu sebelum
kita akhiri sesi eh webinar kali ini,
mungkin saya ingin persilakan kepada Bu
Ratu sampaikan closing statement kepada
seluruh Sobat ASN yang sudah hadir saat
ini terkait dengan personal branding,
intisari dari seluruh materi yang Ibu
sampaikan di sesi 1 hingga sesi du, Ibu.
Silakan, Ibu.
Oke, ya. Ee mungkin masih banyak
pertanyaan tapi tidak terakomodir karena
mungkin waktunya yang sudah cukup ya, Bu
ya.
Nanti mungkin apa saya juga ngelihat
juga via YouTube juga banyak juga ya
yang nanya ya.
Iya banyak banget Bu yang masuk.
Oke. Oke. Ya, mungkin seperti itu yang
namanya kita balik lagi masalah personal
branding ini penting enggak ya?
Sangat-sangat penting sekali. Terus juga
enggak perlu dikhawatirkan lagi
berkaitan tadi masalah ee kita harus
jadi ASN berakhlak. Apakah ini
bertentangan atau tidak? Terus juga
misalkan ini didukung sama pemerintah
atau tidak atau jangan-jangan saya nanti
malah jadi kona etik gitu sebagai ASN
gitu. Nah, tadi kan saya sudah
menyampaikan bahwa justru malah ini
sesuatu hal yang didukung oleh
pemerintah. Apalagi dalam skema
berakhlak ini kita dituntut untuk
adaptif, harus siap dalam perubahan,
harus selalu ibaratkan kreatif. Nah,
justru malah di sini kita sangat
mendukung dari slogan itu, gitu. Oleh
karena itu, jadi enggak perlu
dikhawatirkan lagi. Nah, balik lagi tadi
banyak yang kita dalam ya masyarakat
kita memang masih sangat ibaratkan
antusias sekali terhadap ee gimana kalau
ada ibaratkan tanggapan yang buruk itu
tidak perlu ditanggapi. Karena gini,
mungkin dalam suatu lingkungan pasti ada
aja yang nyinyir atau misalkan dari satu
dari 10 ada s ada sembilan yang
mendukung dan satu orang ibaratkan yang
nyinyir. Pasti misalkan ada hal seperti
itu. Lalu apakah kita mau ibaratkan
menyerah saja dengan satu orang padahal
ada sembilan orang yang mendukung kita?
Nah, justru karena itu kita harus bisa
melihat kaca pandang yang lebih luas
lagi. Dan selain itu kita harus bisa ee
punya ibaratkan punya pemikiran bahwa
personal branding ini keuntungannya
untuk diri saya sendiri. Bukan ibaratkan
saya dituntut oleh instansi. Dituntut
oleh instansi ibaratkan ada peraturan
atau apa. Itu justru malah jadi sesuatu
hal yang ibaratkan benefit untuk saya.
Kenapa? karena ternyata saya melakukan
personal branding tidak bertentangan
dengan peraturan di sini gitu. Nah,
justru itu menjadi satu hal ee akomodasi
pendukung gitu seperti itu. Mungkin itu
saja gitu. Oke. Gimana Pak Lukman? Baik,
terima kasih Bu Ratu untuk closing
statement-nya. Sekali lagi ee semoga ee
seluruh materi yang disampaikan oleh Bu
Ratu ini bisa memberikan manfaat dan
juga barokah ya untuk seluruh Sobat ASN
yang hadir di webinar ASN belajar seri
37 ini. Bu Ratu terima kasih sekali
lagi. Salam sehat selalu. Kita ketemu
lagi di event-event selanjutnya ya, Ibu
ya. See you, Ibu.
Iya. See you. Terima kasih semuanya.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Baik, Sobat ASN, sebelum
kita tutup ee sesi webinar ASN Belajar
seri 37 ini, terlebih dahulu saya ingin
mengumumkan terhadap pemenang story
terbaik ya yang sudah masuk di Instagram
kami. Jadi untuk empat pemenang terbaik
ini nantinya akan mendapatkan hadiah
eksklusif dari BPSDM Jawa Timur dan juga
Markless Institute. Saya akan bacakan.
Untuk user yang pertama kami ucapkan
selamat kepada @sama.dkun
ya. Selamat kepada
Ummul Mukminati.
Kami ucapkan selamat juga kepada
Diopam
dan juga kami ucapkan selamat kepada
@wijirus
ya. Selamat kepada empat pemenang
beruntung, pemenang story terunik dan
terbaik di Instagram Story Challenge
webinar ASN Belajar seri 37 ini. Dan
sekali lagi saya ingin mengucapkan
terima kasih kepada seluruh sobat ASN
yang sudah mengikuti rangkaian acara
webinar ASN kali ini dari awal hingga
akhir. Sekali lagi semoga mendapatkan
banyak sekali insight-insite menarik
terkait dengan personal branding bagi
ASN dan saya Lukman Ali beserta tim yang
bertugas ee hari ini pamit undur diri.
Terima kasih. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Sampai
bertemu di webinar ASN belajar seri
berikutnya. Bye bye.
[Musik]
Cakrawala emas penuh harapan
memaju diri melangkah
seroman gemuru hati merimpia
seolah akan berhamba-Mu
[Tepuk tangan]
menerjang meneku
melumpuhkan daya jua
macam
kehancuran
pernah terbawaskan
[Musik]
adakah
di sini seberat
berar
harapan
kita
menyerah bukannya
kawanku juga ingatlah
kuos
berlalu
lelah jiwa raga melawan duka
[Musik]
rasa dan bingung menyatu
[Musik]
mencut membelasa keangkuran manusia
inikah akhir dunia
[Musik]
yang khusyuk meretas
di petunjuk
asku masuk
[Musik]
adalah penindas
coba
ribuan
tahun
mengapa
kali ini
[Musik]
berutuh
kita
menyerahkan
[Musik]
kawanku
nyatan
terus bilang bagai pasti
berlalu
Batu
kita
menyerahmu
[Musik]
kawanku
dan hark
[Musik]
bersama kita pasti bisa
berjajah
[Musik]
menyerahkanlah
pilihan
kawanku
Coba ingatlah
Bung Eros badai pasti
berlalu. Ayo bangkitlah
menyerahkanlah
pilihan
kawanku angkat harkat-Mu.
Bersama kita pasti bisa
berjaya.
ye
[Musik]
berkuatlah
bermand suara satukan semangat satukan
kekuatan
berkuatlah
berlandas nurani belajar Ar berdiri
berjalan dan berlari berkuat langasukan
semangat satukan kekuatan
berkuatlah
berlandas
belajar berdiri berjalan dan berlari
berkuatlah malam berlandas nurani.
semangat satukan kekuatan
[Tepuk tangan]
yang terbunit
wujudkan anggu,
berkuatlah
berlandaskan
semangat satukan kekuatan
[Tepuk tangan]
yang terburni
pujikanku.
Janganlah menyerah.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]