Resume
xaMLe38VDFU • WEBINAR ASN BELAJAR SERI 18 - GURU PENGGERAK MENTRANSFORMASIKAN MERDEKA BELAJAR
Updated: 2026-02-12 02:05:13 UTC

Berikut adalah rangkuman komprehensif dan terstruktur dari konten video webinar "Guru Penggerak Mentransformasikan Merdeka Belajar".


Transformasi Pendidikan di Era Merdeka Belajar: Peran Strategis Guru Penggerak dan Kurikulum Merdeka

Inti Sari (Executive Summary)

Webinar ini diselenggarakan oleh BPSDM Provinsi Jawa Timur dalam rangkaian "ASN Belajar" untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN). Pembahasan berfokus pada peran kunci Guru Penggerak dan Sekolah Penggerak dalam mentransformasikan sistem pendidikan Indonesia melalui implementasi Kurikulum Merdeka. Narasumber, Prof. Dr. Sarmini dan Prof. Dr. Djoko Saryono, menguraikan secara mendalam mengenai pembelajaran berdiferensiasi, Profil Pelajar Pancasila, serta filosofi pendidikan sebagai sarana pembebasan manusia yang bertujuan menciptakan ekosistem belajar yang adaptif, inklusif, dan humanis.

Poin-Poin Kunci (Key Takeaways)

  • Inisiatif ASN Belajar: Program pembinaan ASN oleh BPSDM Jawa Timur untuk meningkatkan kompetensi menghadapi perubahan era industri 4.0 dan 5.0.
  • Peran Guru Penggerak: Bukan hanya pengajar, melainkan pemimpin pembelajaran, mentor, dan agen transformasi yang berfokus pada pertumbuhan holistik siswa (Profil Pelajar Pancasila).
  • Kurikulum Merdeka: Kurikulum yang berfokus pada materi esensial, fleksibel, dan berorientasi pada * differentiated learning* (pembelajaran berdiferensiasi) untuk mengakomodasi keberagaman siswa.
  • P5 (Profil Pelajar Pancasila): Implementasi karakter dilakukan melalui proyek kokurikuler yang mengintegrasikan 6 dimensi utama karakter.
  • Filosofi Pendidikan: "Merdeka Belajar" adalah bentuk pembebasan (humanisasi) dari sistem yang menindas, menuntut guru dan siswa untuk mandiri, berani, dan berbasis pada kontrak belajar yang saling menghargai.

Rincian Materi (Detailed Breakdown)

1. Pembukaan & Konteks ASN Belajar

  • Tujuan Program: Webinar ini merupakan bagian dari inisiatif "Corporate University" BPSDM Jawa Timur untuk membangun kapasitas ASN melalui virtual learning.
  • Dukungan Tokoh: Menerima dukungan dari berbagai figur seperti Ginanjar Agustian (ESQ), Hermawan Kartajaya, Rhenald Kasali, dan Das'ad Latif, yang menekankan pentingnya continuous learning agar tidak ketinggalan zaman.
  • Tema Webinar: "Guru Penggerak Mentransformasikan Merdeka Belajar" dengan narasumber utama Prof. Dr. Sarmini (Unesa) dan Prof. Dr. Djoko Saryono (UM).

2. Sekolah Penggerak & Guru Penggerak

  • Visi Pendidikan: Mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui Profil Pelajar Pancasila (beriman, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, kreatif).
  • Sekolah Penggerak: Bukan sekolah "unggulan" elit, melainkan fokus pada peningkatan kualitas human resources (HR) dan proses pembelajaran yang holistik. Terdapat 5 intervensi utama, termasuk penguatan SDM dan digitalisasi sekolah.
  • Definisi Guru Penggerak:
    • Program pelatihan selama 9 bulan untuk membentuk pemimpin pendidikan masa depan.
    • Metode On the Job Learning (OJT) dan Professional Learning Community (PLC).
    • Perbedaan Guru Biasa vs. Guru Penggerak: Guru Penggerak tidak hanya mengajar di kelasnya sendiri tetapi juga berperan sebagai mentor dan role model yang mempengaruhi ekosistem sekolah secara luas (scaling up).

3. Evolusi & Esensi Kurikulum Merdeka

  • Sejarah Singkat: Indonesia telah mengalami 10x perubahan kurikulum. Kurikulum Merdeka (resmi 2022) hadir sebagai jawaban atas kebutuhan era baru dan pengalaman selama pandemi (Kurikulum Darurat).
  • Perubahan Mendasar:
    • Fokus pada materi esensial yang dirangkum dalam dokumen Capaian Pembelajaran.
    • Penghapusan peminatan dini di SMA (siswa fleksibel memilih mapel).
    • Fleksibilitas: Sekolah diberikan kewenangan lebih besar dalam mengelola pembelajaran.
  • Pilihan Kurikulum: Sekolah dapat memilih menggunakan Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat, atau Kurikulum Merdeka sesuai kesiapan.

4. Pembelajaran Berdiferensiasi & Profil Pelajar Pancasila (P5)

  • Pembelajaran Berdiferensiasi: Pendekatan yang menyesuaikan proses belajar dengan kebutuhan individu siswa (Kesiapan, Minat, dan Profil Belajar). Guru bertindak sebagai fasilitator yang mengatur konten, proses, dan produk belajar.
  • 6 Dimensi Profil Pelajar Pancasila:
    1. Beriman, Bertakwa, dan Berakhlak Mulia.
    2. Berkebinekaan Global.
    3. Gotong Royong.
    4. Mandiri.
    5. Bernalar Kritis.
    6. Kreatif.
  • Implementasi P5: Dilakukan melalui kegiatan kokurikuler berbasis proyek yang relevan dengan isu kontekstual (lingkungan, budaya, sosial).

5. Filosofi "Merdeka Belajar" sebagai Pembebasan

  • Landasan Filosofis: Pendidikan pada hakikatnya adalah pembebasan (liberation) dan humanisasi. Konsep ini sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara (manusia merdeka) dan Paulo Freire.
  • Dua Jenis Kebebasan:
    • Freedom from: Bebas dari rezim lama dan pola pikir kaku.
    • Freedom to: Kebebasan untuk menciptakan kebaikan, kemajuan, dan adaptasi terhadap zaman.
  • Prakondisi: Diperlukan otonomi, kemandirian, dan keberanian dari guru dan siswa. Contoh kontekstual: penyesuaian jam belajar di Papua berbeda dengan Jakarta karena geografis.

6. Tantangan & Implementasi di Lapangan

  • Kritik Sumber Belajar: Menolak buku yang seragam ("gaya hamburger") dari pusat. Pembelajaran harus relevan dengan konteks lokal (bahasa daerah, budaya setempat).
  • Profil Guru Merdeka:
    • Profesional, mandiri mengambil keputusan, dan tidak hanya menjadi "aktor" yang menjalankan skrip.
    • Menghindari kekerasan verbal dan mengedepankan empati.
    • Melihat kesalahan siswa sebagai bagian dari proses belajar.
  • Kontrak Belajar: Pentingnya membuat perjanjian belajar antara guru-siswa dan sekolah-masyarakat untuk mencapai tujuan bersama, mengingat setiap anak memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda.

7. Penutup & Ajakan Bertindak

  • Implementasi Penuh: Kurikulum Merdeka dijadwalkan implementasi penuh pada tahun 2024.
  • Pesan Akhir: "Merdeka Belajar" bukanlah pemberian (grant), melainkan buah perjuangan yang harus diraih. Guru diharapkan menjadi "Guru Penggerak" yang bahagia, tidak tertekan administrasi, dan mampu membangun harapan (pedagogy of hope).
  • Penutup Acara: Moderator menutup sesi, mengumumkan pemenang door prize, dan mengingatkan peserta untuk mengisi absensi serta mengunduh materi dan sertifikat yang tersedia.

Kesimpulan & Pesan Penutup

Webinar ini menegaskan bahwa transformasi pendidikan melalui Kurikulum Merdeka dan Guru Penggerak adalah keniscayaan untuk menciptakan generasi masa depan yang berkarakter dan kompeten. Keberhasilan transformasi ini bergantung pada kemampuan guru untuk beradaptasi, berinovasi dalam pembelajaran berdiferensiasi, dan memahami pendidikan sebagai sarana pembebasan yang humanis. Mari dukung terus inisiatif ASN Belajar dan wujudkan pendidikan Indonesia yang lebih merdeka dan bermartabat.

Prev Next