WEBINAR ASN BELAJAR SERI 14 - METODOLOGI PENULISAN PENGEMBANGAN PROFESI BAGI PEJABAT FUNGSIONAL
aKQBA4VNpzc • 2022-04-07
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [musik] Halo, sobat ASN. BPSDM Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan webinar seri 14 [musik] ASN belajar dengan tema metodologi penulisan pengembangan profesi [musik] bagi pejabat fungsional. menghadirkan para pembicara yang menarik di antaranya Ibu Prof. [musik] Dr. Sarmini, M.Hum. Universitas Negeri Surabaya, Bapak Prof. Dr. M. Ali Humaidi, MAG, [musik] M.Hum. Badan Riset dan Inovasi Nasional serta keynote [musik] Speaker Bapak Aris Agung Payawai, Kepala BPSDM [musik] Jawa Timur. Webinar seri 14 ini akan dimoderatori oleh Bapak Dr. Ir. H. Joni Haryanto, [musik] MDM. Sebelum memulai, peserta webinar harap mematuhi beberapa tata tertib webinar seri [musik] 14 ini. Satu, diharapkan hadir 10 menit sebelum acara dimulai. Dua, menggunakan nama sesuai format. Nama lengkap diikuti dengan asal [musik] instansi. Tiga, wajib mengaktifkan kamera dan menonaktifkan mikrofon selama acara untuk kenyamanan peserta. Empat, [musik] pertanyaan dapat diajukan langsung dalam room Zoom 1 melalui fitur raise hand atau melalui kolom chat. Lima. Posisikan kamera secara landscape, memperlihatkan wajah, [musik] dan kenakan pakaian sopan selama acara berlangsung. Enam, gunakan virtual background yang telah disediakan. Tujuh, link presensi [musik] dan materi akan diberikan sesaat menjelang acara beracir. Delan, [musik] siapkan koneksi internet yang stabil dan alat tulis selama acara [musik] berlangsung. Selamat dan semangat dalam mengikuti webinar seri 14. [musik] Acara ini dipersembahkan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. [musik] Ye. Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahirabbil alamin. La haula wala quwwata illa billah. Amma ba'du. Selamat pagi Bapak, Ibu, Saudara sekalian. Ee Bapak, Ibu yang tergabung di seluruh link kita. dan selamat datang di webinar ASN Belajar BPSDM Jawa Timur. Dan hari ini kita memasuki proses yang kesekian kali. Tapi sebelumnya izinkan saya sebagai moderator mengajak Bapak Ibu untuk melakukan applause secara virtual. Monggo applause kita secara virtual Bapak Ibu. Oke. Saya percaya format pembelajaran akan tetap mengikuti satu. Your motion will influencing your emotion. gerakan akan berpengaruh pada emosi. Baik, jadi webinar ASN belajar saya akan kutipkan dulu opening statement dari tiga orang. Yang pertama dari prahalat. Pertama adalah if you don't learn, you don't change. And if you don't change, you will die. Kalau Anda tidak belajar, Anda tidak berubah. Anda tidak berubah, Anda mati. Pasti mati kita secara pikiran dan pasti secara hati. Yang kedua, apabila perubahan di luar dirimu lebih cepat dari perubahan di dalam dirimu, nasibmu akan sangat mengenaskan. Jadi, biarlah perubahan di dalam diri kita, proses di mind, help and hand itu lebih cepat dari perubahan di luar. Dan yang ketiga, kita selalu mengikuti hukum pantare di luar sono. Jadi, perubahan itu sangat cepat dan terus tidak ada yang berhenti kecuali perubahan itu sendiri. Baik, kita hari ini akan menghadirkan dua narasumber. Yang pertama mungkin nanti Lady First, Ibu Prof. Dr. Sarmini, M.Hum. Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya. Dan kalau dibaca biodata beliau akan sangat panjang, tetapi izinkan saya nanti melakukan interaksi langsung dengan beliau. Selamat datang Ibu Prof. Dr. Sarmini, MHum. Saya terima kasih, Mas. Iya. Oke. Baik. Jadi, beliau akan menjadi panelis satu kan untuk proses diskusi kita. Yang kedua akan kita sapa Prof. Dr. M. Ali Humaidi, MAG, M.Hum. Selamat pagi, Profesor. Selamat pagi, Pak. Asalamualaikum semuanya. Salam. Salam kenal. Salam kenal. [tertawa] peneliti ahli utama dari Pusat Riset Masyarakat dan Budaya Organis Riset Rasional Humaniora, Badan Riset dan Inovasi Nasional atau Brin BRNN. Dan kedua, beliau akan mengisi topik kita metodologi penulisan pengembangan profesi bagi pejabat fungsional. Jadi, Teman-teman sekali lagi berbahagialah kita pejabat fungsional mendapat masukan narasumber yang hebat. Tetapi saya ingin kutipkan dulu ini sejarahnya berawal dari Amerika sono. Jadi Amerika di Pittsburg, Pennsylvania bilang begini, "A man die, a nation can rise and false, but an idea must live on. An idea have endurance without times restriction." Jadi, kira-kira dalam bahasa Maduranya seperti ini, bahasa Indonesianya adalah manusia boleh mati, lalu negara boleh runtuh. Tetapi idea itu ide ide gagasan kita akan tetap hidup dan melampaui batasan usia. Itu catatan pertama dari Amerika. Yang kedua saya harus kutipkan juga dari orang-orang Romawi kuno mereka bilang begini, "Kok gitu Ergosam? Aku berpikir maka aku ada." Tapi tidak cukup. Mereka bilang juga verbaan skriptamanon. Jadi apa yang ditulis itu abadi tetapi yang diucap akan hilang. Nah, untuk substansi ketiga inilah konklusinya akan disampaikan secara rancak dulu. Dan untuk kesempatan pertama saya mohon Ibu Prof. Dr. Sarmini, MHum untuk menyampaikan presentasinya selama kurang lebih 45 menit sebagai panelis 1 disambung oleh Bapak Prof. Dr. M. Ali Humaidi, MAG, MHum. Nanti selama 45 menit baru kita adakan diskusi dengan para ee dari anggota-anggota diskusi kita sehingga akan menjadi panelis 1 dan panelis du secara runtut. Ibu Prof. Sarmini disilakan. I eh terima kasih Bapak Dr. Ir. H. Joni Haranto, MDM. Ee mohon izin Bapak Ibu yang saya hormati untuk share screen. Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Puji syukur mari kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa taala yang telah melimpahkan seluruh rahmat, taufik, dan hidayah sehingga kita bisa hadir dalam ruang virtual ini dalam kondisi sehat walafiat ee dalam kondisi kita menjalankan ibadah puasa. Mudah-mudahan ee ibadah puasa kita berjalan lancar dan diterima oleh Allah subhanahu wa taala. Yang saya hormati ee Kepala Badan Pengembang Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur Bapak Aris Agung Pawai. Yang saya hormati e rekan narasumber pada kesempatan pagi hari ini yaitu Bapak Prof. Dr. M. Ali Humaidi, MAG, M.Hum. Yang saya hormati tentu saja Bapak Dr. Ir. Hajuni eh Haryanto, MDM. Yang saya hormati seluruh panitia kegiatan dan Bapak Ibu jabatan fungsional dan pemerhati peningkatan kompetensi ASN di seluruh wilayah Jawa Timur khususnya maupun seluruh Indonesia. Karena tadi ee kita cek di kolom chat ada beberapa teman yang berasal dari Kalimantan dan provinsi yang lain. Bapak, Ibu yang saya hormati, hari ini saya mendapatkan materi terkait dengan ee strategi penulisan dan publikasi karya ilmiah pengembangan profesi jabatan fungsional. Nah, Bapak, Ibu yang saya hormati, tampaknya jabatan fungsional ini menjadi seksi dibicarakan karena ini sesungguhnya meletakkan teman-teman ASN kemudian sejajar dengan teman-teman yang lebih dulu ee memiliki jabatan fungsional dari sisi ee pendidik misalkan guru dan dosen. Ee lalu kemudian ee teman-teman yang semula memiliki jabatan yang disebut sebagai jabatan fungsional tertentu. Nah, ee kita kemudian akan mendudukkan dulu yang disebut sebagai jabatan fungsional di sini adalah sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan fungsional yang berdasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu. Kemudian yang disebut sebagai pejabat fungsional adalah pegawai ASN yang menduduki jabatan fungsional pada instansi pemerintah. Nah, dasar hukum yang pertama yang terkait dengan kedudukan jabatan fungsional itu kita melihat di dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 ini di dalam ASN ada tiga ee kategori, yaitu jabatan pimpinan tinggi. Ee di situ ada tiga komponen. Jabatan pimpinan tinggi utama, pimpinan tinggi madya, pimpinan tinggi pratama, lalu kemudian jabatan administrasi ee kemudian jabatan administrator, jabatan pengawas dan jabatan pelaksana. Kemudian jabatan fungsional, ada jabatan fungsional keahlian, kemudian ahli utama, ahli madya, ahli muda, dan ahli pertama. Kemudian jabatan keterampilan yaitu penyelia, mahir, terampil, dan pemula. Kemudian terkait dengan penyetaraan jabatan fungsional ini ee terdapat nomenklatur yang jika kita pelajari betul dari nomor ini, nomklatur jabatan fungsional diatur di dalam Permen PAN RP nomor 41 tahun 2018. di mana di dalam lampiran jabatan fungsional yang ada di Permenpan itu ada tiga komponen di dalam lampirannya dan jumlahnya atau nama jabatan fungsional itu begitu banyak dan masing-masing memiliki peraturan sendiri, memiliki Permen sendiri untuk tindak lanjut dari jabatan fungsional tersebut. Nah, di dalam pasal 4 dari Permenpan nomor 41 tahun 2018 di dalam nomenklatur jabatan pelaksana digunakan sebagai acuan bagi instansi pemerintah untuk penyusunan dan penetapan kebutuhan, untuk penentuan pangkat dan jabatan, kemudian pengembangan karir, pengembangan kompetensi, penilaian kinerja, penggajian, dan tunjangan serta pemberhentian. Nah, Bapak Ibu yang saya hormati. Tadi saya sampaikan bahwa setiap jabatan fungsional memiliki peraturan tersendiri sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing. Misalkan ketika kita cek Permen PAN RB nomor 29 tahun 2020 mengatur tentang jabatan fungsional pengelola pengadaan barang dan jasa. misalkan seperti itu. Jadi masing-masing memiliki Permen sendiri terkait dengan jabatan fungsionalnya. Nah, di dalam permen tersebut monggo nanti Bapak Ibu langsung mirsani permen sesuai dengan jabatan fungsional yang dimiliki. Jadi di dalam Permen tersebut berisi tentang bagaimana tugas pokok, bagaimana pengembangan karir, bagaimana penilaian kinerja, bagaimana angka kredit masing-masing dari jabatan fungsional itu. Oleh karena itu, di dalam kesempatan pagi hari ini ee kami tidak akan melihat ee secara satu-satu tetapi kita ambil secara garis besar yang pada keseluruhan jabatan fungsional memiliki hal tersebut yaitu terkait dengan penulisan karya inovatif. Nah, Bapak, Ibu yang saya hormati, ada ketentuan untuk kenaikan pangkat terkait dengan jabatan fungsional. Yang pertama adalah memenuhi angka kredit kumulatif kenaikan pangkat. Yang kedua adalah telah 2 tahun dalam pangkat terakhir. Kemudian yang ketiga adalah penilaian prestasi kerja bernilai baik dalam 2 tahun terakhir. Yang ini diambil dari SKP dan perilaku kerja dari setiap tahun. Nah, Bapak, Ibu yang saya hormati. Mengapa kemudian pejabat fungsional harus menulis ee publikasi karya ilmiah? Bapak, Ibu yang saya hormati, jika kita mirsani, jika kita melihat Permenpan yang mengatur jabatan fungsional tersebut, ada tiga komponen yang melahirkan angka kredit atau yang dinilai ee memiliki angka kredit. Pertama adalah jabatan fungsional. yang terkait dengan tugasnya. Jadi, tugas dari jabatan fungsional tersebut. Jadi misalkan ketika kita melihat di pasal 8 Permenpan RB nomor 29 tahun 2020 terkait dengan jabatan fungsional pengadaan barang dan jasa, di situ sudah ada tugas pokok dari BPJ ahli pertama, BPC ahli muda, dan BPD ahli madya. Jadi komponen tugas dari jabatan fungsional ini dinilai sebagai angka kredit. Deskripsinya sesuai dengan Permenpan yang mengatur jabatan fungsional masing-masing. Berikutnya adalah yang kedua, kegiatan pengembangan profesi jabatan fungsional. Dan di sini nanti kita akan melihat di sini letaknya ee diskusi pada kesempatan hari ini yaitu karya inovatif dalam rangka pengembangan profesi jabatan fungsional. Di situ macamnya banyak sekali sesuai dengan jabatan fungsional juga yang dimiliki. Demikian juga terkait dengan kegiatan penunjang. kegiatan yang dilakukan di dalam menunjang kegiatan tugas ee ee pokok dari jabatan fungsional dan rambu-rambunya sudah diatur secara rinci dalam lampiran masing-masing Permen PAN RB yang mengatur jabatan fungsional tersebut. Nah, Bapak Ibu yang saya hormati, setiap jabatan fungsional sekali lagi memiliki peraturannya sendiri. Kita akan mencoba melihat sebagai contoh. Sebagai contoh saja ini adalah kita ambil dari Permenpan RB nomor 29 tahun 2020 terkait dengan jabatan fungsional pengelolaan pengadaan barang dan jasa. Nah, di sini terkait dengan tugas dan pokok seperti tadi saya sampaikan di komponen angka kredit yang pertama diambil dari tugas dan pokok sesuai dengan Permenpannya. Lalu pengembangan profesi ini ada beberapa komponen. Yang pertama adalah perolehan ijazah atau gelar melalui pendidikan formal ini. Kemudian yang B ini pembuatan karya ilmiah di bidang masing-masing. Kebetulan dictoh ini bidang pengadaan barang dan jasa. Jadi komponen B ini setiap fungsional memiliki atau bertanggung jawab di dalam mengembangkan diri sesuai dengan ee karya inovatif sesuai dengan bidangnya masing-masing. Oleh karena itu, yang pertama kali yang harus dipahami adalah di sini tugas jafungnya, tugas pokok jafungnya. Karena dari tugas pokok jafung itu akan melahirkan buku, akan melahirkan artikel-artikel, akan melahirkan penelitian-penelitian sebagai bentuk dari inovasi. Nah, Bapak Ibu yang saya hormati. Saya yakin dalam kesempatan yang akan datang bukan hanya karya inovatif yang akan kita belajar bersama, tetapi juga bagaimana menerjemahkan buku atau menyusun buku, bagaimana menyusun ee SOP atau pedoman atau petunjuk pelaksanaan dan seterusnya. Jadi ini adalah bagian dari pengembangan profesi. Oleh karena itu, jika kita tandaskan sekali lagi bahwa angka kredit jabatan fungsional terdiri dari tiga komponen. Yang pertama adalah tugas pokok yang diambil dari Permenpan masing-masing. Kemudian kegiatan pengembangan profesi ini juga sudah diatur di dalam Permenpan masing-masing. kegiatan penunjang. Baik, Bapak Ibu yang saya hormati, kita akan mencoba melihat karya inovatif yang akan kita pahami pada kesempatan pagi hari ini. Tentu tidak bisa keseluruhan karena waktu yang sangat terbatas. Kita akan memperkenalkan dulu bahwa karya inovatif itu ada artikel kemudian ada buku di dalam Perminnya. artikel itu kita bisa menuliskan di dalam jurnal, kemudian kita bisa menuliskan di dalam proseding. Jurnal itu kita bisa jurnal nasional, ada jurnal juga jurnal internasional proseding atau kita mengikuti seminar juga seminar nasional maupun seminar internasional. Kemudian buku kita ketemu ada buku referensi, ada book chapter, ada monograf. Nah, ini kita bisa menerbitkan dalam bentuk cetak maupun dalam bentuk elektronik atau ecetak. Bapak, Ibu yang saya hormati, ketika kita menuliskan karya inovatif ini, kita bisa melakukan secara berkelompok. Jika saya menuliskan dengan satu teman, jadi artikel atau tulisan itu dituliskan berdua, maka penulis pertama memiliki angka kredit 60%. Penulis kedua angka kredit 40%. Jika kita menuliskan tiga orang, maka penulis pertama 50 50% dari nilai angka kredit buku tersebut atau artikel tersebut. Lalu penulis kedua dan penulis ketiga masing-masing adalah 25%. Nah, jika kita menuliskan kelompok berempat maka di situ 40% untuk penulis pertama. Sedangkan penulis kedua, ketiga, dan keempat masing-masing adalah 20%. Nah, ini adalah ketentuan-ketentuannya. Oleh karena itu ee kami yakin Bapak Ibu dari jabatan fungsional tidak ada hal ee yang tidak kita bisa lakukan karena kita bisa menuliskan secara berkelompok dan yang kita tulis adalah tentunya seputar dengan tugas-tugas yang terkait dengan tugas pokok dari jabatan fungsional. Bapak, Ibu, Bapak, Ibu yang saya hormati, bagaimana caranya kita membuat karya ilmiah? tentunya kita akan memulai di sini. Pertama karya yang kita publikasikan itu bisa diambil dari hasil penelitian. Jadi dari hasil penelitian nanti bagaimana ee ee apa namanya dari hasil penelitian itu bagaimana meneliti dan seterusnya akan disampaikan oleh ee rekan kami. Kemudian yang berikutnya adalah berdasarkan pengalaman ketika kita melakukan kegiatan penunjang juga boleh. Jadi ide-ide kreatif ketika kita melakukan kegiatan penunjang. Kemudian berikutnya kita juga bisa memberikan atau menuliskan hasilnya ee terkait dengan hasil pokok pemikiran kita. Bagi Bapak Ibu yang suka sekali dengan membaca, jadi memainkan studi literatur di sini dipakai sebagai ide kreatif bagaimana meningkatkan kualitas pelayanan ASN. Kemudian Bapak Ibu bisa menuliskan ide-ide itu di dalam karya inovatifnya. Jadi sekali lagi sumbernya kita antara lain ada tiga ini. Jadi hasil penelitian penelitian ini bisa penelitian kualitatif, bisa penelitian kuantitatif, bisa ya panjenengan pakai match, bisa pengalaman hasil kegiatan penunjang ketika panjenengan melakukan kegiatan-kegiatan yang menunjang ee kegiatan panjenengan dari ee Permempan itu kemudian dituliskan di dalam bentuk ee artikel bisa ide pemikiran. Jadi ada tiga komponen itu. Nah, Bapak Ibu yang saya hormati, ee kerangka artikel atau kerangka tulisan itu selalu dimulai dari pendahuluan, kemudian ee metode, kemudian hasilnya apa, kemudian simpulan, beberapa jurnal memberikan template ucapan terima kasih ee termasuk beberapa proseding memberikan ruang untuk menuliskan terima kasih. Terima kasih. Ini ee terkait dengan pendanaan dan kesempatan, kemudian referensi. Nanti kita akan bahas satu-satu terkait dengan ee komponen-komponen berikut. Nah, bagaimana caranya menyusun ee karya ilmiah yang dipublikasikan? Kita akan melihat di sini ee terkait dengan tulisan. Yang pertama, tulisan kita tentang apa? Jadi, tulisan kita ini sesungguhnya berbicara tentang apa? Satu, mengapa kemudian kita menuliskan lingkupnya apa? Kemudian makna terpentingnya apa, noveltinnya bagaimana? Menjawab pertanyaan apa? Jadi kalau kita urutkan kemudian tulisan kita ini tentang apa, menjawab apa, kemudian bagaimana orang lain sudah melakukan itu, lalu ruang lingkupnya seberapa, maknanya apa, urgensinya apa, kita akan melakukan tulisan ini atau me-publish ini. Kemudian kebaruannya ada di mana? Nah, Bapak Ibu yang saya hormati, karya inovatif itu merupakan deseminasi. sifatnya artinya adalah memberikan sesuatu yang baru yang kita temukan agar dibaca, agar dicermati, agar bisa digunakan oleh orang lain yang memiliki jabatan fungsional yang sama atau orang-orang yang memperhati jabatan fungsional tersebut. Ketika yang kedua itu berarti tulisan panjenengan difungsikan sebagai pijakan. Sebagai pijakan. Nah, Bapak, Ibu yang saya hormati, ini adalah komponen dari pendahuluan. Kita akan melihat menunjukkan pengetahuan yang melatar belakangi penelitian. Jadi, pengetahuan yang melatar belakangi penelitian. Mengapa publikasi atau mengapa hal ini harus kita lakukan? Kemudian yang kedua, apa yang sudah dilakukan ahli tentang ini? Kemudian bagaimana ee gap-nya, bagaimana datanya, data-data yang terkait apa yang kita tulis, kemudian bagaimana temuannya untuk kemajuan dari pengetahuan terkini di bidang tersebut. Jadi kalau kita misalkan menulis terkait dengan pengadaan barang dan jasa, apa yang baru kemudian dari penelitian panjenengan itu terkait dengan jabatan fungsional ee pengadaan barang dan jasa. Sehingga ada dua di sini yang kita bisa catat. Apa yang sudah dilakukan orangor lain terkait dengan apa yang kita lakukan kemudian mengapa kita melakukan. Jadi ini kemudian komponen-komponen yang harus ada di dalam pendahuluan. Nah, sehingga Bapak Ibu yang saya hormati di dalam pendahuluan kita akan menjawab beberapa pertanyaan. Ada lima pertanyaan yang akan kita jawab di dalam komponen pendahuluan itu. Apakah masalah ini dapat terpecahkan? Lalu kemudian apakah ada solusi kekinian yang kita bisa tawarkan? Lalu kemudian apakah itu yang terbaik? Kemudian apakah ee apa batasan utamanya? ya. Jadi ini ruang lingkup ee tulisan itu. Lalu apa yang dilakukan untuk mencapai hal yang diinginkan? Ee Bapak Ibu yang saya hormati, beberapa hal untuk menilai kualitas tulisan di dalam pendahuluan. Orang menggunakan enam komponen ini. Apakah pertanyaan penelitiannya jelas atau substansi penelitiannya jelas? Lalu apakah cukup berbeda di antara abstrak dengan pendahuluan itu? Karena seringki kita temukan kalimat pertama di dalam abstrak sering kita copy dari pendahuluan. Apakah cukup berbeda? Kemudian yang ee yang ketiga, apa yang kemudian saya rujuk di dalam pembahasan ini? Jadi di dalam pembahasan itu apa yang dirujuk? Lalu apakah realitas dalam pendahuluan saya sesuai dengan roadmap untuk memahami penelitian saya? Kemudian apakah saya perlu menyebutkan pembaca yang sesuai dengan penelitian yang saya lakukan? Jadi ini diperuntukkan untuk siapa? Apakah saya telah menjelaskan secara runtut, jelas, dan padat? Ada yang mengatakan, "Apakah saya cukup menjelaskan urut, runtut logis, sistematis?" Artinya adalah di dalam pendahuluan itu mengalir sesuai dengan pendekatan penulisan yang Bapak Ibu gunakan. Apakah menggunakan pendekatannya dengan deduktif ataupun induktif? Mana yang dipilih monggo, tetapi yang penting adalah tidak melompat atau tidak loncat. Nah, Bapak Ibu yang saya hormati, berikutnya adalah di dalam pendahuluan itu kita akan menuliskan tujuan tujuan untuk beberapa ee karya itu kemudian sinergi dengan rumusan masalah di dalam penelitian. atau problem statement yang akan kita bahas. Ada beberapa kata awal kata kerja yang kita gunakan. Misalkan menganalisis, misalkan membandingkan, kemudian menjelaskan, kemudian memperkuat, mengidentifikasi, menginvestigasi, me-review, dan seterusnya. Nah, kata-kata operasional ini tentu sangat sesuai dengan tulisan panjenengan semua. Jadi ee Bapak Ibu bisa memilih mana kata kerja yang digunakan di dalam tujuan atau problem statement-nya di dalam karya ilmiah. Nah, ini adalah contoh. Jadi, contoh di dalam salewati tidak saya bahas secara satu-satu. Nanti kita bisa lihat ini ee ketika materi ini disampaikan oleh Bapak Ibu ketika dibagikan. Jadi ini di mana ee terkait dengan problem pentingnya kemudian state of the di tulisan. Jadi kekiniannya, kebaruannya itu dilatar belakang harus bisa dirujuk secara jelas di mana posisi urgensinya dan seterusnya. Ini ee contoh-contoh. Nah, Bapak Ibu yang saya hormati, kita akan melihat sekarang bagaimana kemudian ee kesalahan umum dalam menuliskan pendahuluan. Yang pertama adalah memberikan informasi dalam latar belakang yang tidak perlu. ini ee sering sekali kita temukan bagi penulis-penulis ee awal ya. Penulis awal yang menulis karena sebagai penulis awal seringki memberikan tulisannya kurang padat. Jadi ee artinya ngobro-ngomro kalau bahasa jawanya adalah menuliskan hal-hal yang seharusnya tidak perlu kemudian perlu. Kemudian berikutnya adalah melebih-lebihkan fenomena yang sedang diteliti. Artinya kurang fokus menuliskan substansi yang diteliti. Kemudian gagal menjelaskan makna pertanyaan penelitian. Ini sering sekali kita temukan baik pada ee tulisan-tulisan yang kaliber untuk kenaikan pangkat maupun lomba. Ee kadang-kadang antara substansi yang digagas atau substansi yang ingin dibahas dengan pembahasan itu sedikit geset. Nah, Bapak Ibu yang saya hormati, itu menjadi penting untuk dicek kembali. Nah, Bapak Ibu yang saya hormati, berikutnya kita masuk ke kategori yang kedua, yaitu terkait dengan metode penelitian. Di dalam sebuah karya ilmiah, di dalam artikel kita menempatkan metode penelitian biasanya pada pada sub B atau sub yang kedua. Sedangkan subpendahuluan terdiri dari tiga komponen, yaitu latar belakang, problem statement, kemudian tujuan, kemudian ee teori. Seringki masuk di situ kalau kita menggunakan teori. Lalu kemudian yang kedua adalah metode penelitian. Apa yang harus ada di dalam metode penelitian? Di dalam metode penelitian kita akan mendeskripsikan bagaimana hasil penelitian itu telah didapatkan. Jadi, Bapak, Ibu yang saya hormati, ketika kita menuliskan karya inovatif yang akan dipublikasikan, maka di situ berarti penelitiannya sudah selesai. Sehingga di dalam metodenya harus kita jelaskan terkait dengan bagaimana data itu telah kita dapatkan. Jadi bukan akan didapatkan. Sehingga harus terinci dengan jelas. Kalau kita melakukan wawancara, wawancaranya menggunakan wawancara mendalam atau wawancara biasa, hal-hal apa yang diwawancarakan, komponennya apa, lalu kemudian di situ kepada siapa diwawancarai, kapan mewawancarai. Jadi sudah jelas karena ini sekali lagi kalau publikasi itu adalah sifatnya diseminasi. Kemudian berikutnya adalah tidak selalu memerlukan langkah secara eksplisit. Jadi, Bapak, Ibu yang saya hormati, ee karakteristik metode penelitian di dalam penulisan sebuah karya ilmiah ketika publikasi kita akan sekali lagi ngecek terkait dengan ee template atau budaya selingkung dari jurnal yang kita tuju. Ada jurnal yang menghendaki secara eksplisit. Jadi misalkan kita menuliskan desainnya apa, kemudian fokusnya apa, ee teknik dan alat pengumpulan datanya apa secara jelas, teknik analisis datanya secara jelas. Ada yang meminta seperti itu, ada yang meminta menuliskannya secara mengalir tetapi komponen-komponen dari metode penelitian terjawab. Jadi, jadi ee untuk gaya penulisan itu ee terserah kepada Bapak Ibu sesuai dengan jurnal atau ee proseding yang dituju. Tetapi komponen yang harus ada adalah desain penelitian, lalu kemudian ee subjeknya siapa, kemudian fokusnya apa, teknik dan alat pengumpulan datanya seperti apa, teknik analisis datanya seperti apa. itu terkait dengan metode. Nah, oleh karena itu metode yang baik akan menggambarkan empat komponen ini. Apa yang dilakukan? Jadi, apa yang dilakukan pengumpulan data terkait dengan bla bla bla. Bagaimana itu dilakukan? Dilakukan dengan menggunakan kuisioner misalkan. Kemudian di situ memastikan bahwa betul membuktikan desainnya terkait sesuai dengan fenomena yang diteliti. Jadi mengapa menggunakan studi kasus? Mengapa menggunakan eksploratif? Mengapa menggunakan ee eksperimen atau kuasi eksperimen? Mengapa menggunakan expos factur? Jadi alasan-alasan menggunakan metode ee terjawab jelas di dalam metode tersebut. Kemudian seperti yang saya sampaikan tadi di dalam metode harus menggambarkan terkait dengan subjek kemudian teknik pengumpulan data dan analisis data yang digunakan. Berapa alineia di dalam menuliskan metode ini sesuai dengan template yang jurnal yang dituju. Memintanya berapa halaman dari jurnal tersebut biasanya kita akan menggunakan persentase. Ada yang 30, 20, 40, 10. ada yang persentase di metode 10 dan seterusnya tergantung dari jumlah ee halaman yang harus dipenuhi di dalam di dalam template jurnal tersebut dan juga ketentuan ee deskripsi dari metode karena masing-masing jurnal atau masing-masing publikasi ee tujuan publikasi memiliki karakteristik yang berbeda. N Bapak Ibu yang saya hormati, ini bagian-bagian yang harus ee menjawab pertanyaan ini untuk metode. Siapa yang saya teliti itu menunjukkan subjek. Jadi, lalu di mana saya melakukan penelitian ini menunjukkan e lokasi. Apakah saya di Jember, apakah saya di Kalimantan, apakah saya di Tresik, apakah saya di Sidoarjo. Berapa banyak yang saya ukur? Berapa jumlahnya? informannya, mengapa, berapa sampelnya, mengapa, bagaimana saya memperlakukan fokus penelitian ini? Artinya bagaimana panjenengan melakukan penelitiannya waktu itu. Komponen apa saja yang saya butuhkan di dalam penelitian ini terkait dengan identifikasi hal-hal yang menunjang di dalam kegiatan penelitian, terkait dengan pelaksanaan penelitian, bagaimana saya caranya mengumpulkan dan menganalisis data. Nah, ini adalah ketika semua pertanyaan ini terjawab di dalam tulisan panjenengan terkait dengan metode ee penelitian, maka tulisan terkait dengan metode penelitian di dalam karya ilmiah panjenengan saya yakin sudah aman. Nah, Bapak Ibu yang saya hormati, berikutnya kita masuk di dalam ee paparan terkait dengan hasil. Ada beberapa tips ketika kita menyusun hasil pembahasan dan simpulan ini ee kalau di dalam penelitian menuliskan bagian dari pelaksanaan peneliti, bagian dari apa yang data kita gunakan. Nah, Bapak Ibu yang saya hormati, ada beberapa garis atau hal yang harus dijaga. Betul. Ketika kita memaparkan memaparkan hasil, maka ada hal yang perlu diingat paradigma yang digunakan di dalam penelitian panjenengan sebelumnya itu apa? Apakah saya menggunakan paradigma positivistik? Apakah saya menggunakan paradigma interpretif? Ataukah saya akan menggunakan paradigma fenomenologi atau paradigma-paradigma yang lain? Apa gunanya kita kemudian mencermati penggunaan paradigma itu? Nah, Bapak Ibu yang saya hormati, penggunaan paradigma ada yang menuliskan secara eksplisit. Tulisan ini dicermati dari perspektif paradigma bla bla bla bla bla bla. Tetapi banyak juga penggunaan paradigma dilakukan secara implisit. Artinya tulisan mengalir. Tetapi jika kita bisa mencermati dengan baik, kita bisa melihat paradigma yang digunakan oleh sang penulis. Bapak, Ibu yang saya hormati, penggunaan paradigma tadi akan signifikan dengan sub-subbagian yang akan digunakan di dalam penjelasan dari hasil penelitian. Oleh karena itu, jika kita menggunakan positivistik misalkan, maka subnya akan berbeda dengan fenomenologi. Subnya di bab 4. Tetapi dari keseluruhan penggunaan tadi ada benang merahnya yaitu fokus yang diteliti. apapun paradigmanya, maka penggunaan sub-sub di bab hasil ini sesuai dengan fokus penelitian. Dari mana fokus penelitian itu diambil? Tentu dari problem statement, dari rumusan masalah penelitian itu. Di dalam rumusan masalah kita akan ketemu definisi operasional bagaimana bagaimana masalah ini dioperasionalkan di dalam pengambilan data. Maka dari konsep akan kita ubah menjadi kata operasional. Maka di situ akan ketemu fokus. fokusnya misalkan saya akan melakukan tulisan bagaimana menyusun HPS yang efektif dan efisien kata efektivitas maka kemudian dilihat dari unsurnya apa misalkan bagaimana kemudian kenaikan pangkat itu akan ee berjalan dengan cepat kita menyusun atau membangun sistem maka kemudian ee upaya membangun sistem pentahapannya seperti Apa? Berarti itu ee yang disebut sebagai fokus. Maka fokus di bab 4 sinergi dengan substansi yang dibahas di bab 3, sinergi dengan problem statement di pendahuluan. Jadi pertama kali adalah mencermati kembali apa yang menjadi fokus penelitian, mencermati kembali perspektif atau paradigma yang digunakan. Kemudian ketemu benang merah, naskah yang harus disiapkan. Ini biasanya kita akan menuliskan Bapak, Ibu yang saya hormati, kita membuat kerangka kerangka di awal ya. Kalau ee apa saya pribadi selalu kita memetakan membuat pemetaannya itu ee sebelum kita datang ke lapangan ada pemetaan yang kita susun klop dengan lapangan ada yang harus kita ubah. Tetapi rambu-rambu ketika kita dari fokus itu seorang peneliti atau seorang penulis, kita harus memiliki kira-kira saya akan menuliskan bagian ini seperti apa gitu. Kemudian Bapak Ibu yang saya hormati karena bagian hasil ini adalah jumlah alineanya atau jumlah ee apa namanya? halamannya banyak. Maka kemudian Bapak Ibu harus mencermati sekali lagi seperti yang saya sampaikan template-nya berapa ini jumlah ee template ee berapa halaman kira-kira untuk pembahasan ini berapa berapa alinea? Nah ee ini biasanya ketika kita menuliskan satu spasi, menuliskan dua spasi, menuliskan alinea yang pantas isinya misalkan 8 sampai 12. baris dan seterusnya. Kita akan merancang dulu ini biasanya kita rancang betul agar tidak ada yang kurang dan tidak kelebihan. Jadi ee melebihi dari fokus. Kemudian tunjukkan betul state of the art-nya, tunjukkan betul novelty-nya mana yang baru dari sini bagian-bagian analisis dari hal yang kita bahas itu. Nah, Bapak Ibu yang ee saya hormati. Simpulan dan implikasi dari ee hasil riset ini terkait dengan saran, terkait dengan hasilnya dari hasil tadi hasil dari paparan hasil di bab hasil maka kita akan menjawab beberapa pertanyaan ini. Apakah tujuan risetnya sudah tercapai? Jadi, apakah rumusan masalahnya sudah terjawab semua? Apakah tidak mengulang? mana yang pernyataan yang generalisasi, mana yang pernyataan yang memiliki keterbatasan, kemudian pernyataannya yang ringkas, pernyataan yang mudah dibaca, kemudian ee sarannya terkait dengan hasil penelitian ini saran terkait dengan saran praktis. Jadi saran yang dari hasil penelitian ini yang bisa digunakan. Kemudian saran secara teoritis itu menjadi manfaat teoritis. Kemudian penelitian ini kalau mau dilanjutkan seperti apa? Lalu bagaimana ini ee biasanya kita akan memunculkan hal-hal semacam ini adalah di bagian simpulan. Oleh karena itu, simpulan selalu dikatakan adalah abstraksi dari hasil yang kita peroleh. Bapak, Ibu yang ee perlu diperhatikan di dalam penyusunan hasil dan pembahasan serta kesimpulan. Pertama adalah apakah kesesuaian? Jadi, kita cek kesesuaian dengan tujuan antara tujuan dan simpulan. kesesuaian adanya kesinambungan antara masalah paradigma dan hasil. Jadi, Bapak Ibu mohon dicek kembali ketika kita melakukan di posisi ee hasil kemudian simpulan itu ada keruntutan antara apa yang ada. Nanti kita akan cek di sini Bapak Ibu keruntutannya. keruntutannya antara apa yang ada di dalam rumusan masalah problem statement, kemudian di metode penelitian, kemudian di hasil, lalu disimpulan. Nah, di dalam membuat simpulan jangan melebihi dari apa yang dibahas. Demikian juga di dalam membuat saran, kita tidak boleh menyer menyarankan melebihi apa yang kita bahas. Nah, Bapak, Ibu yang saya hormati, ini adalah contoh dari yang simpulan. Jadi mana nanti yang terbaik? Nanti kita bisa juga cek jurnal-jurnal yang terbit di indeks ee yang tinggi, jurnal-jurnal yang memiliki kualifikasi bagus. Jadi contoh-contoh membuat simpulan. Lalu ee ini adalah hasil pembahasan yang digabung kalau dengan interpretasi. Jadi analisis dan hasilnya ee kalau digabung itu ee memang sederhana tetapi kurang jelas ee ketika kita memaparkan di bab hasil dan pembahasan itu ada yang jurnal meminta digabung, ada jurnal yang meminta dipisah sehingga hasil penelitian kemudian B-nya pembahasan. Jadi Bapak Ibu itu semuanya adalah memiliki keuntungan dan kelemahan. Tetapi sekali lagi kita menuliskannya sesuai dengan permintaan dari template itu. Nah, Bapak Ibu hati-hati dengan paparan di dalam hasil itu. Pertama ee kita harus cek kesesuaian dengan metodenya, nggih. Lalu berikutnya terkait dengan ilustrasi, terkait dengan gambar, terkait dengan foto, terkait dengan diagram, penggunaan tabel grafik foto diagram, mohon betul-betul kemudian diberikan pembahasan sesuai dengan substansi dari tabel grafik foto dan diagram. Nah, foto yang diambil di sini adalah atau foto yang dicantumkan adalah foto terkait dengan data penelitian, bukan foto dalam pelaksanaan kegiatan, tetapi foto terkait dengan data ini. Kemudian ee dibahas dibahas sesuai dengan interpretasi Bapak, Ibu. Interpretasinya menggunakan teori apa? atau menggunakan aturan apa atau menggunakan patokan apa interpretasinya. Karena di dalam melakukan interpretasi kita bisa menggunakan pendekatan teoritis, kita bisa menggunakan pendekatan undang-undang, kita bisa menggunakan pendekatan nilai tergantung dari substansi yang kita bahas sehingga alur penelaahannya secara utuh akan seperti ini. Yang pertama kita akan berbicara terkait dengan pendahuluan. Jadi pendahuluan pendahuluan ada kunci terkait dengan state of the art-nya, acuan mutakhir yang digunakan. Lalu kemudian di sini apa yang ditawarkan dari pendahuluan ini yang baru nanti apa yang baru kira-kira dari penelitian ini jika dibandingkan dengan penelitian yang lain sehingga ketika kajian state of the art kita kemudian akan melihat beberapa ahli beberapa ee peneliti lain melakukan hal yang sama dengan apa yang kita teliti. Bapak, Ibu yang saya hormati. Di sini sekaligus kita menunjukkan bahwa reading bacaan Bapak Ibu sekaligus akan memperlancar di dalam menyusun pendahuluan ini. Di waktu yang sama jika kita kurang membaca jurnal-jurnal sebelumnya, tulisan-tulisan sebelumnya, kurang membaca aturan-aturan sebelumnya, maka terkait dengan state of the art ini kadang-kadang lemah gitu. Jadi ini tampak sekali nanti di dalam latar belakang itu akan sangat kelihatan bagaimana bacaan-bacaan kita. Lalu berikutnya adalah tujuan penelitian. Tujuan penelitian ini ada di state of the di bagian terakhir di pendahuluan. Di bagian pendahuluan ini orang menyebut sebagai problem statement seperti saya ee sampaikan tadi ada yang menyebut tujuan ee dari penulisan ini adalah apa gitu. Lalu kemudian metode. Kemudian setelah metode adalah bab pembahasan. Di dalam setelah itu kemudian di dalam pembahasan kita cek sesuai dengan fokus, sesuai dengan paradigma yang kita gunakan. Lalu kita membuka simpulan, menuliskan simpulan. Kesimpulan ini kita cek lagi beberapa pertanyaan apakah semua problem statement kita sudah terjawab lalu hasilnya seperti apa dari jawaban ee rumusan masalah kita atau problem statement kita. Lalu kemudian mengapa hasilnya seperti itu? Lalu kemudian kita akan menuliskan abstraknya kemudian kita masuk ke judul atau ee bagaimana mengemas. Jadi ee dalam judulnya. Nah, bolehkah kemudian dibalik kita menyusun judul dulu baru yang lain? Monggo. Yang tidak boleh adalah kita tidak melakukan tulisan atau tidak menulis publikasi di alur ini kita bisa memulai dari mana saja. Jika kita sudah piawai, kita langsung ke problem statement dulu kemudian masuk metode kita peneliti. Kemudian seiring juga berjalan menuliskan di pendahuluan. Jadi monggo saja dari mana alur ini. Nah, ee Bapak Ibu yang saya hormati ee ada beberapa yang biasanya kita pakai sebagai komponen untuk penilaian dalam sebuah publikasi ya. penyajiannya jelas, penekanan pada temuannya juga jelas, uji statistiknya juga ada, lalu kebenaran analisisnya, kebenaran analisis itu memadai dan lengkap. Ada data penting yang ditampilkan. Jadi, Bapak, Ibu yang saya hormati, ketika kita menggunakan data kualitatif sekalipun, maka data primer yang ditampilkan adalah data yang terkait dengan substansi yang kita bahas, gitu. Jadi data-data yang sifatnya introduction, wawancara, data awal wawancara kita selalu memberikan simbol titik tiga di dalam penulisan itu artinya adalah data ini dipotong dari data yang tidak sesuai dengan rumusan masalah dengan data ee komplemen data pelengkapnya gitu. Lalu berikutnya datanya konsisten dan akurat. mendekati konsist konsisten dan akurat. Konsisten itu apa? Akurat itu apa? Nanti ketika kita meneliti di dalam penelitian kualitatif, kita akan bisa melihat betul penelitian kualitatif. Misalkan data wawancara asli yang kita lakukan antar subjek sangat dipengaruhi oleh background subjek tersebut. Oleh karena itu, jika kita kemudian memalsu itu maka akan jelas tampak ungkapan dan bahasa yang digunakan pasti berbeda. Profini mohon maaf waktunya hampir habis kurang 3 menit. Nggih. Siap. Nggih. Ya. Siap. Siap. Nggih. Ya. Bapak Ibu yang saya hormati ada ini adalah ilustrasi grafis ya. Ilustrasi grafis. Jadi mudah-mudahan waktunya tepat. ini kurang sedikit sekali. Ilustrasi grafis nanti mohon dibaca sendiri yang ilustrasi grafis. Lalu ee ini hal-hal penting ketika kita akan melakukan publikasi yang harus diperhatikan juga. Lalu ini adalah contoh dari narasi ilustrasi yang mana yang baik dan mana yang kurang baik. Lalu ee berikutnya ada tiga yang harus saya sampaikan. Pertama adalah abstrak. di sini abstrak ee ditulis secara utuh sesuai dengan menggambarkan esensi isi keseluruhan. Kemudian ee dirangkum dengan keakuratan isi. Ada metode yang disampaikan, ada fokusnya, ada hasilnya, ada rekomendasinya. Lalu berikutnya ucapan terima kasih itu di dalam tulisan harus disampaikan kepada pihak yang memberikan dana atau pihak yang memberikan kesempatan kita untuk melakukan publikasi. Jadi ucapan terima kasih itu harus ada. Jika kita memang diberi dana silakan menyebutkan ee SK pendanaan itu. Lalu kemudian berikutnya adalah daftar referensi. Ini yang terakhir. Ini adalah daftar referensi yang diacu sesuai dari latar belakang hingga pembahasan. Ada beberapa yang meminta mengurutkan sesuai dengan sitasi. Ada yang meminta mengurutkan sesuai dengan abjat. Tetapi yang penting adalah semua dokumen yang ada di daftar referensi ketika kita cek di artikel, di tulisan maka betul adanya telah disitasi. Jadi di sini harus skop. Kalau di depan kita ketemu sitasi jumlahnya 20, di belakang ketemu 20. Kira-kira seperti itu. Kecuali nanti ada beberapa satu jurnal yang diulang di dalam melakukan sitasi. Nah, Bapak Ibu yang saya hormati, ini gaya penyuntingan saja. Jadi, nanti kita bisa di ee membaca sendiri ini penyuntingan makro di dalam sebuah jurnal menggunakan konsep ABCD, akurat, brief, clear, dan mikro. Eh, itu jadi ee biasanya digunakan oleh teman-teman reviewer ketika kita melakukan review terkait dengan artikel yang Bapak, Ibu kirimkan. Oke, ini adalah beberapa jurnal yang kita bisa acu, yang kita bisa tuju untuk jurnal-jurnal di tingkat ee apa? Jurnal nasional yang terakreditasi di Ristek Dikti di Sinta. Tetapi Bapak, Ibu juga bisa menuliskan mengirimkan ke jurnal-jurnal internasional baik internasional biasa maupun internasional yang berputasi. Baik, mungkin itu Bapak Ibu yang bisa saya sampaikan. Mudah-mudahan kita bisa belajar lebih jauh lagi di dalam kesempatan ini maupun kesempatan yang lain. Waktu berikutnya saya kembalikan kepada moderator. Terima kasih. Baik, terima kasih Prof. Sarmini dan kepada Bapak, Ibu, Saudara, teman-teman peserta webinar. Kita berikan applause kepada beliau dan untuk kita semua secara virtual. Baik, kita akan berlanjut ke narasumber berikutnya, tetapi mungkin ada sedikit jeda untuk memberikan persiapan dan juga mungkin beberapa teman untuk memutarkan beberapa hal e sifatnya informatif. Yang kedua nanti adalah Prof. Dr. M. Ali Humaidi, MAG, M.Hum. Selamat siang, Profesor. Selamat siang, Pak. Selamat siang. Sehat, I Prof. Ngh Sehat, alhamdulillah. Oke, saya akan mencoba berdiskusi sebentar sebelum panjenengan masuk di sesi kedua. Kalau melihat latar belakang dari Prof. Ali Humaidi ini cukup banyak karyanya dan panjenengan, Bapak ada di Pusat Riset Masyarakat dan Budaya Organisasi Riset Sosial Humaniora di Badan Riset dan Inovasi Nasional. Mungkin bisa diceritakan sekilas, Prof. tentang lembaganya dan nanti apa pesan yang akan disampaikan kepada para pejabat fungsional. Silakan, Prof. Ee mohon maaf, masih ada suara menyanyikan lagu Indonesia Raya itu loh, Pak. Ya, secara kantor ini sebentar. Oke. Baik. Ee terima kasih. Mohon maaf tadi ada suara Indonesia Raya rupanya di kantor baru ada tradisi menyanyikan lagu Indonesia Raya di jam 950 gitu. Nah, tadi ada pertanyaan yang cukup menarik bahwa ee bagaimana dengan lembaga kami? Lembaga kami itu sebenarnya saya sendiri awalnya di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia jadi LIPI dahulu. Lalu kemudian berdasarkan keputusan presiden ee ee undang-undang dan sebagainya kemudian dilebur menjadi Badan Riset dan Inovasi ee Nasional Brin. Jadi ada sekitar eh empat lembaga utama kemudian didukung oleh lembaga LDBank dari berbagai kementerian dan sebagainya. Jadi sekarang pegawainya hampir ee 15.000 orang. 15.000 orang yang awalnya kalau di LIPI hanya 3.000 orang dan seterusnya. Nah, ee kalau di LIP dahulu ee ilmu sosial ada di kedeputian ilmu sosial dan kemanusiaan. Tetapi sekarang ketika diin ilmu sosial terpecah menjadi tiga. Ee ilmu sosial humaniora, kemudian tata kelola dan kemudian ee or arkeologi, bahasa, dan sastra. Jadi ada tiga e ranah ilmu sosial. Selebihnya adalah ilmu-ilmu alam ee ee nuklir dan sebagainya. begitu, Pak. Baik. Dan dengan adanya badan riset dan inovasi nasional atau BRIN ini ee bagaimana kira-kira prospek jabatan fungsional, Prof. supaya kita yang ada di daerah, di provinsi, kabupaten, kota bisa mempunyai spirit dan semangat yang sama bahwa ini not the end of the career, gitu. Silakan, Prof. Iya. ee tentu ketika ee semua jabatan fungsional peneliti dikumpulkan di apa di BRIN, maka rencana ke depannya itu kan ada yang namanya brida badan riset dan inovasi daerah. Itu seperti bapedanya yang di apa dibuat oleh ee tingkat pemerintah daerah. Tetapi kemudian ee fungsional-fungsional lain juga banyak misalnya analisis kebijakan, perencanaan hukum undang-undang dan seterusnya. Nah, potensinya sebenarnya akan akan berkembang ke depannya. Jadi, ee selama ini kan kita hanya ke start atau kemudian ke struktural, tetapi kemudian ketika dialihkan ke fungsional dinamika berorganisasi itu semakin kencang, Pak. Semakin kuat dan seterusnya. Nah, salah satu syarat dari kita mampu menapaki jenjang fungsional itu adalah kemampuan meneliti, kemampuan menulis sebagaimana yang tadi Ibu Sarmini ee Prof. Sar mini itu sampaikan itu menjadi poin penting menurut saya. Oke. Baik. Dengan pesan singkat yang akan disampaikan kira-kira apa nanti, Prof. supaya kita punya brief history terhadap pesan yang mau disampaikan Prof. Ali Humaidi. Silakan. ya ee apapun jabatan fungsional kita baik peneliti, perencana, analisis kebijakan dan sebagainya, kalau saya selalu mempersyaratkan ada tiga kemahiran, ada tiga hal yang modal modal modal dasar dari seorang pejabat fungsional. pertama adalah sensitivitas yang tinggi, kepekaan. Kepekaan terhadap suatu situasi yang ada berkembang di sekeliling kita. Itu yang pertama. Kemudian yang kedua adalah kemampuan ee mencari dan menggali data. Menggali data itu penting karena itu menjadi basis ee data apapun. Bisa untuk karya tulis, bisa untuk analisis kebijakan dan sebagainya. Lalu yang ketiga itu adalah keterampilan menulis. Ini yang sering kita lupa keterampilan menulis. Seolah-olah ya mungkin Bapak Ibu yang selama ini sebelumnya itu adalah pejabat struktural di suatu tempat dan sebagainya. Kemahiran menulis itu seringki dilupakan. Tetapi ketika Bapak Ibu dipaksa untuk menjadi pejabat fungsional, maka mau tidak mau keterampilan menulis itu menjadi prasyarat utama untuk kenaikan jabatan fungsional Bapak, Ibu semuanya ataupun untuk menjadi sesuatu yang berbeda atau seseorang yang berbeda dari orang lain yang mungkin kerjaannya tidak menulis dan sebagainya. Seperti itu menurut saya. Ee kuatkan tiga modal dasar itu ee di dalam perjalanan karir Bapak Ibu semuanya. Oke, menarik sekali yang disampaikan Prof. Ali Humaidi. Teman-teman panitia, mungkin ada yang mau ditayangkan secara sekilas untuk mengilustrasi atau kita lanjut saja? Oke. Baik, kalau kita lanjut, Prof. disilakan untuk menyampaikan materinya kurang lebih 45 menit. Disilakan, Prof. sebagai panelis dua. Baik. ee Bapak Ibu. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang saya muliakan ee Bap ee Kepala BPSDM Jawa Timur ee Bapak Aries eh saya sulit pawa ya, Pak. Kemudian eh Bapak Moderator Pak Joni. Kemudian Ibu Prof. Sarmini eh MHum ee selaku rekan narasumber. Jadi terima kasih atas ee kesempatan yang diberikan kepada saya untuk memberikan paparan mengenai ee metode penyusunan rancangan dan pelaksanaan penelitian pengembangan profesi jabatan fungsional. Sebenarnya ini adalah ee beberapa kali mungkin saya sudah menyampaikan ee poin-poinnya tetapi kemudian ada kekhususan pada aspek-aspek terentu ee ini saya ee Prof. Dr. M. Alhumedi di Brin. Kemudian terima kasih tadi sudah saya sebutkan kepada Bapak Aris Agung Pawai sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber DAUSA Provinsi Jawa Timur. Ibu Prof. Dr. Sarmini, Bapak Prof. eh Dr. Ins. H. Joni Haryanto, MDM. Para peserta dan panitia kegiatan yang saya muliakan. Ee ada tiga hal yang ingin saya sampaikan. pertama adalah ee mohon maaf kalau sedikit bersombong nanti tentang inspirasi mencapai prestasi melalui penelitian dan penulisan sebagai buah ee sebagai apa pemantik buat Bapak Ibu semuanya untuk ee apa terpacu di dalam ee proses penelitian dan penulisan. Kemudian kedua adalah penyusunan rancangan penelitian dan ketiga adalah teknik pelaksanaan untuk mendukung pasokan data tulisan. Jadi, Bapak, Ibu inspirasi mencapai tulis apa mencapai prestasi ee ini saya gambarkan seperti ini. Saya menjadi PNS itu tahun 2008 tetapi kemudian mendapatkan SK eh profesor riset dari presiden itu adalah 1 Juli 2016. Jadi dalam waktu 8 tahun ee saya mencapai eh jenjang tertinggi itu ada 1300 yang saya ajukan tetapi kemudian yang apa yang tersimpan itu masih ada 156 poin. Ini saya mendapatkan SK Presiden itu adalah ketika saya berada di golongan 3D. 3D baru 3D. Selanjutnya baru kemudian berproses menjadi ee apa ee 4A, 4B, dan 4C. Sekarang ada ini karya-karya sendi ee yang saya lakukan. Jurnal internasional 4 artikel, buku internasional standar PBB 2 buah, chapter buku internasional satu artikel, proseding internasional dan sebagainya. Jurnal nasional tak akreditasi hampir 85 artikel dan seterusnya. Nah, cadangannya itu sampai sekarang sampai tahun 2021 akhir itu adalah 125 poin. Sayangnya di dalam tradisi ilmu pengetahuan itu tidak ada namanya sodqah ee angka kredit. Itu menjadi menjadi ini menjadi hal yang ee kita ee tetapkan di dalam kode etik ee apa kode etik akademik, kemudian yang lain-lain confidential paper untuk presiden dan sebagainya. Nah, penelitian yang saya lakukan selama ee perjalanan karir saya sampai 2021 adalah penelitian internasional 5 judul ee mendapatkan dana 7,2 miliar, penelitian nasional 22 judul sekitar 12, miliar, kerja sama program kegiatan 4 miliar dan sebagainya. Total pendapatan yang saya terima ee di dalam proses pengajuan proposal penelitian itu adalah 24,2 miliar. Uang itu diserahkan ke lembaga untuk kegiatan penelitian dan program. Nah, apa sebenarnya ee ketika kita misalnya ee melakukan penelitian dan penulisan itu tadi ee Ibu Profesor Sarmini sudah jelas memberikan apa ee secara gamblang memberikan ee apa paparan mengenai tujuan penulisan itu. Tetapi poin yang paling penting adalah bahwa tujuan meneliti dan menulis itu ada enam minimal. Pertama adalah untuk angka kredit kenaikan jabatan fungsional, untuk pengembangan ilmu pengetahuan. itu yang biasalah itu ee bagian dari tanggung jawab akademi kita. Lalu pelancar seleksi jabatan open biding. Kalau kita mengikuti seleksi jabatan itu ketika kita mampu melakukan penelitian dan penulisan yang bagus insyaallah dipermudahkan. Laporan kegiatan, bentuk komitmen pelaksanaan tugas dan seterusnya. Kemudian sebagai bentuk eksistensi diri menjaga martabat, memuaskan pimpinan dan sebagainya itu estimate eh kebutuhan eksistensi. Lalu pencapaian akhir studi dan seterusnya. ini yang berhubungan dengan studi. Tetapi di dalam proses itu kita ada kelemahan. Kelemahannya itu mungkin Bapak Ibu merasakan kelemahannya adalah sulit menulis, ada rasa kurang percaya diri, sulit meneliti, mudah bosan. Kita coba duduk di meja 1 jam, kuat enggak untuk menulis ee tiga halaman? Kalau kuat, insyaallah Bapak, Ibu bisa berlanjut menjadi ee 3 jam, 5 jam ee untuk menulis ee apapun di dalam ee dalam setiap harinya dan seterusnya. Sulit bergaul, sulit atau telat berpikir dan sebagainya. Itu yang kemudian menjadi kendala di dalam proses penulisan kita. Lalu mengukur kelebihan. Apakah kita kemudian mampu berpikir sistematis, mau
Resume
Categories