WEBINAR ASN BELAJAR SERI 14 - METODOLOGI PENULISAN PENGEMBANGAN PROFESI BAGI PEJABAT FUNGSIONAL
aKQBA4VNpzc • 2022-04-07
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[musik]
Halo, sobat ASN. BPSDM Provinsi Jawa
Timur menyelenggarakan webinar seri 14
[musik]
ASN belajar dengan tema metodologi
penulisan pengembangan profesi [musik]
bagi pejabat fungsional. menghadirkan
para pembicara yang menarik di antaranya
Ibu Prof. [musik]
Dr. Sarmini, M.Hum. Universitas Negeri
Surabaya, Bapak Prof. Dr. M. Ali
Humaidi, MAG, [musik] M.Hum. Badan Riset
dan Inovasi Nasional serta keynote
[musik] Speaker Bapak Aris Agung
Payawai, Kepala BPSDM [musik] Jawa
Timur.
Webinar seri 14 ini akan dimoderatori
oleh Bapak Dr. Ir. H. Joni Haryanto,
[musik] MDM.
Sebelum memulai, peserta webinar harap
mematuhi beberapa tata tertib webinar
seri [musik] 14 ini. Satu, diharapkan
hadir 10 menit sebelum acara dimulai.
Dua, menggunakan nama sesuai format.
Nama lengkap diikuti dengan asal [musik]
instansi. Tiga, wajib mengaktifkan
kamera dan menonaktifkan mikrofon selama
acara untuk kenyamanan peserta. Empat,
[musik] pertanyaan dapat diajukan
langsung dalam room Zoom 1 melalui fitur
raise hand atau melalui kolom chat.
Lima. Posisikan kamera secara landscape,
memperlihatkan wajah, [musik] dan
kenakan pakaian sopan selama acara
berlangsung. Enam, gunakan virtual
background yang telah disediakan. Tujuh,
link presensi [musik] dan materi akan
diberikan sesaat menjelang acara
beracir. Delan, [musik] siapkan koneksi
internet yang stabil dan alat tulis
selama acara [musik] berlangsung.
Selamat dan semangat dalam mengikuti
webinar seri 14. [musik]
Acara ini dipersembahkan oleh Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur.
[musik]
Ye.
Baik. Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Alhamdulillahirabbil
alamin. La haula wala quwwata illa
billah. Amma ba'du. Selamat pagi Bapak,
Ibu, Saudara sekalian. Ee Bapak, Ibu
yang tergabung di seluruh link kita. dan
selamat datang di webinar ASN Belajar
BPSDM Jawa Timur. Dan hari ini kita
memasuki proses yang kesekian kali. Tapi
sebelumnya izinkan saya sebagai
moderator mengajak Bapak Ibu untuk
melakukan applause secara virtual.
Monggo applause kita secara virtual
Bapak Ibu. Oke. Saya percaya format
pembelajaran akan tetap mengikuti satu.
Your motion will influencing your
emotion. gerakan akan berpengaruh pada
emosi. Baik, jadi webinar ASN belajar
saya akan kutipkan dulu opening
statement dari tiga orang. Yang pertama
dari prahalat. Pertama adalah if you
don't learn, you don't change. And if
you don't change, you will die. Kalau
Anda tidak belajar, Anda tidak berubah.
Anda tidak berubah, Anda mati. Pasti
mati kita secara pikiran dan pasti
secara hati. Yang kedua, apabila
perubahan di luar dirimu lebih cepat
dari perubahan di dalam dirimu, nasibmu
akan sangat mengenaskan. Jadi, biarlah
perubahan di dalam diri kita, proses di
mind, help and hand itu lebih cepat dari
perubahan di luar. Dan yang ketiga, kita
selalu mengikuti hukum pantare di luar
sono. Jadi, perubahan itu sangat cepat
dan terus tidak ada yang berhenti
kecuali perubahan itu sendiri. Baik,
kita hari ini akan menghadirkan dua
narasumber. Yang pertama mungkin nanti
Lady First, Ibu Prof. Dr. Sarmini,
M.Hum.
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum
Universitas Negeri Surabaya. Dan kalau
dibaca biodata beliau akan sangat
panjang, tetapi izinkan saya nanti
melakukan interaksi langsung dengan
beliau. Selamat datang Ibu Prof. Dr.
Sarmini, MHum. Saya
terima kasih, Mas. Iya.
Oke. Baik. Jadi, beliau akan menjadi
panelis satu kan untuk proses diskusi
kita. Yang kedua akan kita sapa Prof.
Dr. M. Ali Humaidi, MAG, M.Hum. Selamat
pagi, Profesor.
Selamat pagi, Pak. Asalamualaikum
semuanya. Salam. Salam kenal.
Salam kenal. [tertawa]
peneliti ahli utama dari Pusat Riset
Masyarakat dan Budaya Organis Riset
Rasional Humaniora, Badan Riset dan
Inovasi Nasional atau Brin BRNN. Dan
kedua, beliau akan mengisi topik kita
metodologi penulisan pengembangan
profesi bagi pejabat fungsional. Jadi,
Teman-teman sekali lagi berbahagialah
kita pejabat fungsional mendapat masukan
narasumber yang hebat. Tetapi saya ingin
kutipkan dulu ini sejarahnya berawal
dari Amerika sono. Jadi Amerika di
Pittsburg, Pennsylvania bilang begini,
"A man die, a nation can rise and false,
but an idea must live on. An idea have
endurance without times restriction."
Jadi, kira-kira dalam bahasa Maduranya
seperti ini, bahasa Indonesianya adalah
manusia boleh mati, lalu negara boleh
runtuh. Tetapi idea itu ide ide gagasan
kita akan tetap hidup dan melampaui
batasan usia. Itu catatan pertama dari
Amerika. Yang kedua saya harus kutipkan
juga dari orang-orang Romawi kuno mereka
bilang begini, "Kok gitu Ergosam? Aku
berpikir maka aku ada." Tapi tidak
cukup. Mereka bilang juga verbaan
skriptamanon. Jadi apa yang ditulis itu
abadi tetapi yang diucap akan hilang.
Nah, untuk substansi ketiga inilah
konklusinya akan disampaikan secara
rancak dulu. Dan untuk kesempatan
pertama saya mohon Ibu Prof. Dr.
Sarmini, MHum untuk menyampaikan
presentasinya selama kurang lebih 45
menit sebagai panelis 1 disambung oleh
Bapak Prof. Dr. M. Ali Humaidi, MAG,
MHum. Nanti selama 45 menit baru kita
adakan diskusi dengan para ee
dari anggota-anggota diskusi kita
sehingga akan menjadi panelis 1 dan
panelis du secara runtut. Ibu Prof.
Sarmini disilakan.
I eh terima kasih Bapak Dr. Ir. H. Joni
Haranto, MDM. Ee mohon izin Bapak Ibu
yang saya hormati untuk share screen.
Baik. Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam. Puji syukur mari kita
panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa
taala yang telah melimpahkan seluruh
rahmat, taufik, dan hidayah sehingga
kita bisa hadir dalam ruang virtual ini
dalam kondisi sehat walafiat ee dalam
kondisi kita menjalankan ibadah puasa.
Mudah-mudahan ee ibadah puasa kita
berjalan lancar dan diterima oleh Allah
subhanahu wa taala. Yang saya hormati ee
Kepala Badan Pengembang Sumber Daya
Manusia Provinsi Jawa Timur Bapak Aris
Agung Pawai. Yang saya hormati e rekan
narasumber pada kesempatan pagi hari ini
yaitu Bapak Prof. Dr. M. Ali Humaidi,
MAG, M.Hum. Yang saya hormati tentu saja
Bapak Dr. Ir. Hajuni eh Haryanto, MDM.
Yang saya hormati seluruh panitia
kegiatan dan Bapak Ibu jabatan
fungsional dan pemerhati peningkatan
kompetensi ASN di seluruh wilayah Jawa
Timur khususnya maupun seluruh
Indonesia. Karena tadi ee kita cek di
kolom chat ada beberapa teman yang
berasal dari Kalimantan dan provinsi
yang lain. Bapak, Ibu yang saya hormati,
hari ini saya mendapatkan materi terkait
dengan ee strategi penulisan dan
publikasi karya ilmiah pengembangan
profesi jabatan fungsional. Nah, Bapak,
Ibu yang saya hormati, tampaknya jabatan
fungsional ini menjadi seksi dibicarakan
karena ini sesungguhnya meletakkan
teman-teman ASN kemudian sejajar dengan
teman-teman yang lebih dulu ee memiliki
jabatan fungsional dari sisi ee pendidik
misalkan guru dan dosen. Ee lalu
kemudian ee teman-teman yang semula
memiliki jabatan yang disebut sebagai
jabatan fungsional tertentu. Nah, ee
kita kemudian akan mendudukkan dulu yang
disebut sebagai jabatan fungsional di
sini adalah sekelompok jabatan yang
berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan
pelayanan fungsional yang berdasarkan
pada keahlian dan keterampilan tertentu.
Kemudian yang disebut sebagai pejabat
fungsional adalah pegawai ASN yang
menduduki jabatan fungsional pada
instansi pemerintah. Nah, dasar hukum
yang pertama yang terkait dengan
kedudukan jabatan fungsional itu kita
melihat di dalam Undang-Undang Nomor 5
Tahun 2014 ini di dalam ASN ada tiga ee
kategori, yaitu jabatan pimpinan tinggi.
Ee di situ ada tiga komponen. Jabatan
pimpinan tinggi utama, pimpinan tinggi
madya, pimpinan tinggi pratama, lalu
kemudian jabatan administrasi
ee kemudian jabatan administrator,
jabatan pengawas dan jabatan pelaksana.
Kemudian jabatan fungsional, ada jabatan
fungsional keahlian,
kemudian ahli utama, ahli madya, ahli
muda, dan ahli pertama. Kemudian jabatan
keterampilan yaitu penyelia, mahir,
terampil, dan pemula. Kemudian terkait
dengan penyetaraan jabatan fungsional
ini ee terdapat nomenklatur yang jika
kita pelajari betul dari nomor ini,
nomklatur jabatan fungsional diatur di
dalam Permen PAN RP nomor 41 tahun 2018.
di mana di dalam lampiran jabatan
fungsional yang ada di Permenpan itu ada
tiga komponen di dalam lampirannya dan
jumlahnya atau nama jabatan fungsional
itu begitu banyak dan masing-masing
memiliki peraturan sendiri, memiliki
Permen sendiri untuk tindak lanjut dari
jabatan fungsional tersebut. Nah, di
dalam pasal 4 dari Permenpan nomor 41
tahun 2018 di dalam nomenklatur jabatan
pelaksana digunakan sebagai acuan bagi
instansi pemerintah untuk penyusunan dan
penetapan kebutuhan, untuk penentuan
pangkat dan jabatan, kemudian
pengembangan karir, pengembangan
kompetensi, penilaian kinerja,
penggajian, dan tunjangan serta
pemberhentian. Nah, Bapak Ibu yang saya
hormati. Tadi saya sampaikan bahwa
setiap jabatan fungsional
memiliki peraturan tersendiri sesuai
dengan jabatan fungsional masing-masing.
Misalkan ketika kita cek Permen PAN RB
nomor 29
tahun 2020 mengatur tentang jabatan
fungsional pengelola pengadaan barang
dan jasa. misalkan seperti itu. Jadi
masing-masing memiliki Permen sendiri
terkait dengan jabatan fungsionalnya.
Nah, di dalam permen tersebut
monggo nanti Bapak Ibu langsung mirsani
permen sesuai dengan jabatan fungsional
yang dimiliki. Jadi di dalam Permen
tersebut berisi tentang bagaimana
tugas pokok, bagaimana pengembangan
karir, bagaimana penilaian kinerja,
bagaimana angka kredit masing-masing
dari jabatan fungsional itu. Oleh karena
itu, di dalam kesempatan pagi hari ini
ee kami tidak akan melihat ee secara
satu-satu tetapi kita ambil secara garis
besar yang pada keseluruhan jabatan
fungsional memiliki hal tersebut yaitu
terkait dengan
penulisan karya inovatif. Nah, Bapak,
Ibu yang saya hormati, ada ketentuan
untuk kenaikan pangkat terkait dengan
jabatan fungsional. Yang pertama adalah
memenuhi angka kredit kumulatif kenaikan
pangkat. Yang kedua adalah telah 2 tahun
dalam pangkat terakhir. Kemudian yang
ketiga adalah penilaian prestasi kerja
bernilai baik dalam 2 tahun terakhir.
Yang ini diambil dari SKP dan perilaku
kerja dari setiap tahun. Nah, Bapak, Ibu
yang saya hormati. Mengapa kemudian
pejabat fungsional harus menulis ee
publikasi karya ilmiah? Bapak, Ibu yang
saya hormati, jika kita mirsani, jika
kita melihat Permenpan yang mengatur
jabatan fungsional tersebut, ada tiga
komponen yang
melahirkan angka kredit atau yang
dinilai ee memiliki angka kredit.
Pertama adalah jabatan fungsional. yang
terkait dengan tugasnya.
Jadi, tugas dari jabatan fungsional
tersebut. Jadi misalkan ketika kita
melihat di pasal 8
Permenpan RB nomor 29 tahun 2020 terkait
dengan jabatan fungsional pengadaan
barang dan jasa, di situ sudah ada tugas
pokok
dari
BPJ ahli pertama,
BPC
ahli muda, dan BPD
ahli madya.
Jadi komponen tugas dari jabatan
fungsional ini dinilai sebagai angka
kredit. Deskripsinya sesuai dengan
Permenpan yang mengatur jabatan
fungsional masing-masing.
Berikutnya adalah yang kedua,
kegiatan pengembangan profesi jabatan
fungsional. Dan di sini nanti kita akan
melihat di sini letaknya ee diskusi pada
kesempatan hari ini yaitu karya inovatif
dalam rangka pengembangan profesi
jabatan fungsional. Di situ macamnya
banyak sekali sesuai dengan jabatan
fungsional juga yang dimiliki.
Demikian juga terkait dengan kegiatan
penunjang. kegiatan yang dilakukan di
dalam menunjang kegiatan tugas ee ee
pokok dari jabatan fungsional
dan rambu-rambunya sudah diatur secara
rinci dalam lampiran masing-masing
Permen PAN RB yang mengatur jabatan
fungsional tersebut. Nah, Bapak Ibu yang
saya hormati, setiap jabatan fungsional
sekali lagi memiliki peraturannya
sendiri. Kita akan mencoba melihat
sebagai contoh. Sebagai contoh saja ini
adalah kita ambil dari Permenpan RB
nomor 29 tahun 2020 terkait dengan
jabatan fungsional pengelolaan pengadaan
barang dan jasa. Nah, di sini terkait
dengan tugas dan pokok seperti tadi saya
sampaikan di komponen angka kredit yang
pertama diambil dari tugas dan pokok
sesuai dengan Permenpannya. Lalu
pengembangan profesi ini ada beberapa
komponen. Yang pertama adalah perolehan
ijazah atau gelar melalui pendidikan
formal ini. Kemudian yang B ini
pembuatan karya ilmiah di bidang
masing-masing. Kebetulan dictoh ini
bidang pengadaan barang dan jasa. Jadi
komponen B ini setiap
fungsional memiliki atau bertanggung
jawab di dalam mengembangkan diri sesuai
dengan ee karya inovatif sesuai dengan
bidangnya masing-masing. Oleh karena
itu, yang pertama kali yang harus
dipahami adalah di sini tugas jafungnya,
tugas pokok jafungnya. Karena dari tugas
pokok jafung itu akan melahirkan buku,
akan melahirkan artikel-artikel,
akan melahirkan penelitian-penelitian
sebagai bentuk dari inovasi.
Nah, Bapak Ibu yang saya hormati. Saya
yakin dalam kesempatan yang akan datang
bukan hanya karya inovatif yang akan
kita belajar bersama, tetapi juga
bagaimana menerjemahkan buku atau
menyusun buku, bagaimana menyusun ee SOP
atau pedoman atau petunjuk pelaksanaan
dan seterusnya. Jadi ini adalah bagian
dari pengembangan profesi. Oleh karena
itu, jika kita tandaskan sekali lagi
bahwa angka kredit jabatan fungsional
terdiri dari tiga komponen. Yang pertama
adalah tugas pokok yang diambil dari
Permenpan masing-masing. Kemudian
kegiatan pengembangan profesi ini juga
sudah diatur di dalam Permenpan
masing-masing. kegiatan penunjang.
Baik, Bapak Ibu yang saya hormati, kita
akan mencoba melihat karya inovatif
yang akan kita pahami pada kesempatan
pagi hari ini. Tentu tidak bisa
keseluruhan karena waktu yang sangat
terbatas. Kita akan memperkenalkan dulu
bahwa karya inovatif itu ada artikel
kemudian ada buku di dalam Perminnya.
artikel itu kita bisa menuliskan di
dalam jurnal,
kemudian kita bisa menuliskan di dalam
proseding.
Jurnal itu kita bisa jurnal nasional,
ada jurnal juga jurnal internasional
proseding atau kita mengikuti seminar
juga seminar nasional maupun seminar
internasional.
Kemudian buku kita ketemu ada buku
referensi, ada book chapter, ada
monograf. Nah, ini kita bisa menerbitkan
dalam bentuk cetak maupun dalam bentuk
elektronik atau ecetak. Bapak, Ibu yang
saya hormati, ketika kita menuliskan
karya inovatif ini, kita bisa melakukan
secara berkelompok.
Jika saya menuliskan dengan satu teman,
jadi artikel atau tulisan itu dituliskan
berdua, maka
penulis pertama memiliki angka kredit
60%.
Penulis kedua angka kredit 40%.
Jika kita menuliskan
tiga orang, maka penulis pertama 50 50%
dari nilai angka kredit buku tersebut
atau artikel tersebut. Lalu penulis
kedua dan penulis ketiga masing-masing
adalah 25%.
Nah, jika kita menuliskan kelompok
berempat
maka di situ 40% untuk penulis pertama.
Sedangkan penulis kedua, ketiga, dan
keempat masing-masing adalah 20%.
Nah, ini adalah ketentuan-ketentuannya.
Oleh karena itu ee kami yakin Bapak Ibu
dari jabatan fungsional tidak ada hal ee
yang tidak kita bisa lakukan karena kita
bisa menuliskan secara berkelompok dan
yang kita tulis adalah tentunya seputar
dengan tugas-tugas yang terkait dengan
tugas pokok dari jabatan fungsional.
Bapak, Ibu, Bapak, Ibu yang saya
hormati, bagaimana caranya kita membuat
karya ilmiah? tentunya kita akan memulai
di sini. Pertama karya yang kita
publikasikan
itu bisa diambil dari hasil penelitian.
Jadi dari hasil penelitian nanti
bagaimana ee ee apa namanya dari
hasil penelitian itu bagaimana meneliti
dan seterusnya akan disampaikan oleh ee
rekan kami. Kemudian yang berikutnya
adalah berdasarkan pengalaman ketika
kita melakukan kegiatan penunjang juga
boleh. Jadi ide-ide kreatif ketika kita
melakukan kegiatan penunjang. Kemudian
berikutnya kita juga bisa memberikan
atau menuliskan hasilnya ee terkait
dengan hasil pokok pemikiran kita. Bagi
Bapak Ibu yang suka sekali dengan
membaca, jadi memainkan studi literatur
di sini dipakai sebagai ide kreatif
bagaimana meningkatkan kualitas
pelayanan ASN. Kemudian Bapak Ibu bisa
menuliskan ide-ide itu di dalam karya
inovatifnya. Jadi sekali lagi sumbernya
kita antara lain ada tiga ini. Jadi
hasil penelitian penelitian ini bisa
penelitian kualitatif, bisa penelitian
kuantitatif, bisa ya panjenengan pakai
match, bisa pengalaman hasil kegiatan
penunjang ketika panjenengan melakukan
kegiatan-kegiatan yang menunjang ee
kegiatan panjenengan dari ee Permempan
itu kemudian dituliskan di dalam bentuk
ee artikel bisa ide pemikiran. Jadi ada
tiga komponen itu. Nah, Bapak Ibu yang
saya hormati, ee kerangka artikel atau
kerangka tulisan itu selalu dimulai dari
pendahuluan,
kemudian ee metode, kemudian hasilnya
apa, kemudian simpulan, beberapa jurnal
memberikan template ucapan terima kasih
ee termasuk beberapa proseding
memberikan ruang untuk menuliskan terima
kasih. Terima kasih. Ini ee terkait
dengan pendanaan dan kesempatan,
kemudian referensi. Nanti kita akan
bahas satu-satu terkait dengan ee
komponen-komponen berikut. Nah,
bagaimana caranya menyusun ee karya
ilmiah yang dipublikasikan? Kita akan
melihat di sini ee terkait dengan
tulisan. Yang pertama, tulisan kita
tentang apa? Jadi, tulisan kita ini
sesungguhnya berbicara tentang apa?
Satu, mengapa kemudian kita menuliskan
lingkupnya apa?
Kemudian
makna terpentingnya apa, noveltinnya
bagaimana? Menjawab pertanyaan apa? Jadi
kalau kita urutkan kemudian tulisan kita
ini tentang apa, menjawab apa,
kemudian bagaimana orang lain sudah
melakukan itu, lalu ruang lingkupnya
seberapa,
maknanya apa, urgensinya apa, kita akan
melakukan tulisan ini atau me-publish
ini. Kemudian kebaruannya ada di mana?
Nah, Bapak Ibu yang saya hormati, karya
inovatif itu merupakan deseminasi.
sifatnya artinya adalah memberikan
sesuatu yang baru yang kita temukan agar
dibaca, agar dicermati, agar bisa
digunakan oleh orang lain yang memiliki
jabatan fungsional yang sama atau
orang-orang yang memperhati jabatan
fungsional tersebut. Ketika yang kedua
itu berarti tulisan panjenengan
difungsikan sebagai pijakan. Sebagai
pijakan. Nah, Bapak, Ibu yang saya
hormati, ini adalah komponen dari
pendahuluan.
Kita akan melihat menunjukkan
pengetahuan yang melatar belakangi
penelitian.
Jadi, pengetahuan yang melatar belakangi
penelitian.
Mengapa publikasi atau mengapa hal ini
harus kita lakukan?
Kemudian yang kedua, apa yang sudah
dilakukan ahli tentang ini?
Kemudian bagaimana ee gap-nya,
bagaimana datanya, data-data yang
terkait apa yang kita tulis, kemudian
bagaimana temuannya untuk kemajuan dari
pengetahuan terkini di bidang tersebut.
Jadi kalau kita misalkan menulis terkait
dengan pengadaan barang dan jasa, apa
yang baru kemudian dari penelitian
panjenengan itu terkait dengan jabatan
fungsional ee pengadaan barang dan jasa.
Sehingga ada dua di sini yang kita bisa
catat. Apa yang sudah dilakukan orangor
lain terkait dengan apa yang kita
lakukan kemudian mengapa kita melakukan.
Jadi ini kemudian komponen-komponen
yang harus ada di dalam pendahuluan.
Nah, sehingga Bapak Ibu yang saya
hormati di dalam pendahuluan kita akan
menjawab beberapa pertanyaan. Ada lima
pertanyaan yang akan kita jawab di dalam
komponen pendahuluan itu. Apakah masalah
ini dapat terpecahkan? Lalu kemudian
apakah ada solusi kekinian yang kita
bisa tawarkan? Lalu kemudian apakah itu
yang terbaik?
Kemudian apakah ee apa batasan utamanya?
ya. Jadi ini ruang lingkup ee tulisan
itu. Lalu apa yang dilakukan untuk
mencapai hal yang diinginkan?
Ee Bapak Ibu yang saya hormati,
beberapa hal untuk menilai kualitas
tulisan di dalam pendahuluan. Orang
menggunakan enam komponen ini. Apakah
pertanyaan penelitiannya jelas atau
substansi penelitiannya jelas? Lalu
apakah cukup berbeda di antara abstrak
dengan pendahuluan itu? Karena seringki
kita temukan kalimat pertama di dalam
abstrak sering kita copy dari
pendahuluan. Apakah cukup berbeda?
Kemudian yang ee yang ketiga, apa yang
kemudian saya rujuk di dalam pembahasan
ini? Jadi di dalam pembahasan itu apa
yang dirujuk? Lalu apakah realitas dalam
pendahuluan saya sesuai dengan roadmap
untuk memahami penelitian saya?
Kemudian apakah saya perlu menyebutkan
pembaca yang sesuai dengan penelitian
yang saya lakukan? Jadi ini
diperuntukkan untuk siapa? Apakah saya
telah menjelaskan secara runtut, jelas,
dan padat? Ada yang mengatakan, "Apakah
saya cukup menjelaskan urut, runtut
logis, sistematis?" Artinya adalah di
dalam pendahuluan itu mengalir
sesuai dengan pendekatan penulisan yang
Bapak Ibu gunakan. Apakah menggunakan
pendekatannya dengan deduktif ataupun
induktif? Mana yang dipilih monggo,
tetapi yang penting adalah tidak
melompat atau tidak loncat. Nah, Bapak
Ibu yang saya hormati, berikutnya adalah
di dalam pendahuluan itu kita akan
menuliskan tujuan tujuan untuk beberapa
ee karya itu kemudian sinergi dengan
rumusan masalah di dalam penelitian.
atau problem statement yang akan kita
bahas. Ada beberapa kata awal kata kerja
yang kita gunakan. Misalkan
menganalisis, misalkan membandingkan,
kemudian menjelaskan, kemudian
memperkuat, mengidentifikasi,
menginvestigasi, me-review, dan
seterusnya. Nah, kata-kata operasional
ini tentu sangat sesuai dengan tulisan
panjenengan semua. Jadi ee Bapak Ibu
bisa memilih mana kata kerja yang
digunakan di dalam tujuan atau problem
statement-nya di dalam karya ilmiah.
Nah, ini adalah contoh. Jadi, contoh di
dalam salewati tidak saya bahas secara
satu-satu. Nanti kita bisa lihat ini ee
ketika materi ini disampaikan oleh Bapak
Ibu ketika dibagikan. Jadi ini di mana
ee terkait dengan problem pentingnya
kemudian state of the di tulisan. Jadi
kekiniannya, kebaruannya itu dilatar
belakang harus bisa dirujuk secara jelas
di mana posisi urgensinya dan
seterusnya. Ini ee contoh-contoh.
Nah, Bapak Ibu yang saya hormati, kita
akan melihat sekarang bagaimana kemudian
ee kesalahan umum dalam menuliskan
pendahuluan. Yang pertama adalah
memberikan informasi dalam latar
belakang yang tidak perlu. ini ee sering
sekali kita temukan bagi penulis-penulis
ee awal ya. Penulis awal yang menulis
karena sebagai penulis awal seringki
memberikan tulisannya kurang padat. Jadi
ee artinya ngobro-ngomro kalau bahasa
jawanya adalah menuliskan hal-hal yang
seharusnya tidak perlu kemudian perlu.
Kemudian berikutnya adalah
melebih-lebihkan fenomena yang sedang
diteliti. Artinya kurang fokus
menuliskan substansi yang diteliti.
Kemudian gagal menjelaskan makna
pertanyaan penelitian. Ini sering sekali
kita temukan baik pada ee
tulisan-tulisan yang kaliber untuk
kenaikan pangkat maupun lomba. Ee
kadang-kadang antara substansi yang
digagas atau substansi yang ingin
dibahas dengan pembahasan itu sedikit
geset. Nah, Bapak Ibu yang saya hormati,
itu menjadi penting untuk dicek kembali.
Nah, Bapak Ibu yang saya hormati,
berikutnya kita masuk ke kategori yang
kedua, yaitu terkait dengan metode
penelitian. Di dalam sebuah karya
ilmiah, di dalam artikel kita
menempatkan metode penelitian biasanya
pada pada sub B atau sub yang kedua.
Sedangkan subpendahuluan terdiri dari
tiga komponen, yaitu latar belakang,
problem statement, kemudian tujuan,
kemudian ee teori. Seringki masuk di
situ kalau kita menggunakan teori. Lalu
kemudian yang kedua adalah metode
penelitian. Apa yang harus ada di dalam
metode penelitian?
Di dalam metode penelitian kita akan
mendeskripsikan
bagaimana hasil penelitian itu telah
didapatkan. Jadi, Bapak, Ibu yang saya
hormati, ketika kita menuliskan karya
inovatif yang akan dipublikasikan,
maka di situ berarti penelitiannya sudah
selesai. Sehingga di dalam metodenya
harus kita jelaskan terkait dengan
bagaimana data itu telah kita dapatkan.
Jadi bukan akan didapatkan. Sehingga
harus terinci dengan jelas. Kalau kita
melakukan wawancara, wawancaranya
menggunakan wawancara mendalam
atau wawancara biasa, hal-hal apa yang
diwawancarakan,
komponennya apa, lalu kemudian di situ
kepada siapa diwawancarai, kapan
mewawancarai. Jadi sudah jelas
karena ini sekali lagi kalau publikasi
itu adalah sifatnya diseminasi.
Kemudian berikutnya adalah tidak selalu
memerlukan langkah secara eksplisit.
Jadi, Bapak, Ibu yang saya hormati, ee
karakteristik metode penelitian di dalam
penulisan sebuah karya ilmiah ketika
publikasi kita akan sekali lagi ngecek
terkait dengan ee
template atau budaya selingkung dari
jurnal yang kita tuju. Ada jurnal yang
menghendaki secara eksplisit. Jadi
misalkan kita menuliskan desainnya apa,
kemudian fokusnya apa, ee teknik dan
alat pengumpulan datanya apa secara
jelas, teknik analisis datanya secara
jelas. Ada yang meminta seperti itu, ada
yang meminta menuliskannya secara
mengalir tetapi komponen-komponen dari
metode penelitian terjawab.
Jadi, jadi ee untuk gaya penulisan itu
ee terserah kepada Bapak Ibu sesuai
dengan jurnal atau ee proseding yang
dituju. Tetapi komponen yang harus ada
adalah desain penelitian, lalu kemudian
ee subjeknya siapa, kemudian fokusnya
apa, teknik dan alat pengumpulan datanya
seperti apa, teknik analisis datanya
seperti apa. itu terkait dengan metode.
Nah,
oleh karena itu metode yang baik akan
menggambarkan empat komponen ini. Apa
yang dilakukan? Jadi, apa yang dilakukan
pengumpulan data terkait dengan bla bla
bla. Bagaimana itu dilakukan? Dilakukan
dengan menggunakan kuisioner misalkan.
Kemudian di situ memastikan bahwa betul
membuktikan desainnya terkait sesuai
dengan fenomena yang diteliti. Jadi
mengapa menggunakan studi kasus? Mengapa
menggunakan eksploratif? Mengapa
menggunakan ee eksperimen atau kuasi
eksperimen? Mengapa menggunakan expos
factur? Jadi alasan-alasan menggunakan
metode ee terjawab jelas di dalam metode
tersebut.
Kemudian seperti yang saya sampaikan
tadi di dalam metode harus menggambarkan
terkait dengan subjek kemudian teknik
pengumpulan data dan analisis data yang
digunakan. Berapa alineia di dalam
menuliskan metode ini sesuai dengan
template yang jurnal yang dituju.
Memintanya berapa halaman dari jurnal
tersebut biasanya kita akan menggunakan
persentase. Ada yang 30, 20, 40, 10. ada
yang persentase di metode 10 dan
seterusnya tergantung dari jumlah ee
halaman yang harus dipenuhi di dalam di
dalam template jurnal tersebut dan juga
ketentuan ee deskripsi dari metode
karena masing-masing jurnal atau
masing-masing publikasi ee tujuan
publikasi memiliki karakteristik yang
berbeda. N
Bapak Ibu yang saya hormati, ini
bagian-bagian yang harus ee menjawab
pertanyaan ini untuk metode.
Siapa yang saya teliti itu menunjukkan
subjek. Jadi, lalu di mana saya
melakukan penelitian ini menunjukkan
e lokasi. Apakah saya di Jember, apakah
saya di Kalimantan, apakah saya di
Tresik, apakah saya di Sidoarjo. Berapa
banyak yang saya ukur? Berapa jumlahnya?
informannya, mengapa, berapa sampelnya,
mengapa,
bagaimana saya memperlakukan fokus
penelitian ini? Artinya bagaimana
panjenengan melakukan penelitiannya
waktu itu. Komponen apa saja yang saya
butuhkan di dalam penelitian ini terkait
dengan identifikasi hal-hal yang
menunjang di dalam kegiatan penelitian,
terkait dengan pelaksanaan penelitian,
bagaimana saya caranya mengumpulkan dan
menganalisis data. Nah, ini adalah
ketika semua pertanyaan ini terjawab di
dalam tulisan panjenengan terkait dengan
metode ee penelitian, maka tulisan
terkait dengan metode penelitian di
dalam karya ilmiah panjenengan saya
yakin sudah aman. Nah, Bapak Ibu yang
saya hormati, berikutnya kita masuk di
dalam ee paparan terkait dengan hasil.
Ada beberapa tips ketika kita menyusun
hasil pembahasan dan simpulan ini ee
kalau di dalam penelitian menuliskan
bagian dari pelaksanaan peneliti, bagian
dari apa yang data kita gunakan. Nah,
Bapak Ibu yang saya hormati, ada
beberapa garis atau hal yang harus
dijaga. Betul. Ketika kita memaparkan
memaparkan hasil, maka ada hal yang
perlu diingat paradigma yang digunakan
di dalam penelitian panjenengan
sebelumnya
itu apa?
Apakah saya menggunakan paradigma
positivistik?
Apakah saya menggunakan paradigma
interpretif?
Ataukah saya akan menggunakan paradigma
fenomenologi atau paradigma-paradigma
yang lain? Apa gunanya kita kemudian
mencermati penggunaan paradigma itu?
Nah, Bapak Ibu yang saya hormati,
penggunaan paradigma ada yang menuliskan
secara eksplisit. Tulisan ini dicermati
dari perspektif paradigma bla bla bla
bla bla bla. Tetapi banyak juga
penggunaan paradigma dilakukan secara
implisit. Artinya tulisan mengalir.
Tetapi jika kita bisa mencermati dengan
baik, kita bisa melihat paradigma yang
digunakan oleh sang penulis. Bapak, Ibu
yang saya hormati, penggunaan paradigma
tadi akan signifikan dengan
sub-subbagian
yang akan digunakan di dalam penjelasan
dari hasil penelitian. Oleh karena itu,
jika kita menggunakan positivistik
misalkan, maka subnya akan berbeda
dengan fenomenologi. Subnya di bab 4.
Tetapi dari keseluruhan penggunaan tadi
ada benang merahnya yaitu fokus yang
diteliti. apapun paradigmanya,
maka penggunaan sub-sub di bab hasil ini
sesuai dengan fokus penelitian.
Dari mana fokus penelitian itu diambil?
Tentu dari problem statement,
dari rumusan masalah penelitian itu. Di
dalam rumusan masalah kita akan ketemu
definisi operasional bagaimana bagaimana
masalah ini dioperasionalkan
di dalam pengambilan data. Maka dari
konsep akan kita ubah menjadi kata
operasional. Maka di situ akan ketemu
fokus. fokusnya misalkan saya akan
melakukan tulisan bagaimana menyusun HPS
yang efektif dan efisien kata
efektivitas maka kemudian dilihat dari
unsurnya apa misalkan bagaimana kemudian
kenaikan pangkat itu akan ee berjalan
dengan cepat kita menyusun atau
membangun sistem maka kemudian ee upaya
membangun sistem pentahapannya seperti
Apa? Berarti itu ee yang disebut sebagai
fokus. Maka fokus di bab 4 sinergi
dengan substansi yang dibahas di bab 3,
sinergi dengan problem statement di
pendahuluan. Jadi pertama kali adalah
mencermati kembali apa yang menjadi
fokus penelitian, mencermati kembali
perspektif atau paradigma yang
digunakan.
Kemudian ketemu benang merah, naskah
yang harus disiapkan. Ini biasanya kita
akan menuliskan Bapak, Ibu yang saya
hormati, kita membuat kerangka kerangka
di awal ya. Kalau ee apa saya pribadi
selalu kita memetakan membuat
pemetaannya
itu ee sebelum kita datang ke lapangan
ada
pemetaan yang kita susun klop dengan
lapangan ada yang harus kita ubah.
Tetapi rambu-rambu ketika kita dari
fokus itu seorang peneliti atau seorang
penulis, kita harus memiliki kira-kira
saya akan menuliskan bagian ini seperti
apa gitu. Kemudian Bapak Ibu yang saya
hormati karena bagian hasil ini adalah
jumlah alineanya atau jumlah ee apa
namanya? halamannya banyak. Maka
kemudian Bapak Ibu harus mencermati
sekali lagi seperti yang saya sampaikan
template-nya berapa ini jumlah ee
template ee berapa halaman kira-kira
untuk pembahasan ini berapa berapa
alinea? Nah ee ini biasanya ketika kita
menuliskan satu spasi, menuliskan dua
spasi, menuliskan alinea yang
pantas isinya misalkan 8 sampai 12.
baris dan seterusnya. Kita akan
merancang dulu ini biasanya kita rancang
betul agar tidak ada yang kurang dan
tidak kelebihan. Jadi ee melebihi dari
fokus. Kemudian tunjukkan betul state of
the art-nya, tunjukkan betul novelty-nya
mana yang baru dari sini bagian-bagian
analisis dari hal yang kita bahas itu.
Nah, Bapak Ibu yang ee saya hormati.
Simpulan dan implikasi dari ee hasil
riset ini terkait dengan saran,
terkait dengan hasilnya dari hasil tadi
hasil dari paparan hasil di bab hasil
maka kita akan menjawab beberapa
pertanyaan ini. Apakah tujuan risetnya
sudah tercapai? Jadi, apakah rumusan
masalahnya sudah terjawab semua?
Apakah tidak mengulang?
mana yang pernyataan yang generalisasi,
mana yang pernyataan yang memiliki
keterbatasan,
kemudian pernyataannya yang ringkas,
pernyataan yang mudah dibaca, kemudian
ee sarannya terkait dengan hasil
penelitian ini saran terkait dengan
saran praktis. Jadi saran yang dari
hasil penelitian ini yang bisa
digunakan. Kemudian saran secara
teoritis itu menjadi manfaat teoritis.
Kemudian penelitian ini kalau mau
dilanjutkan seperti apa? Lalu bagaimana
ini ee biasanya kita akan memunculkan
hal-hal semacam ini adalah di bagian
simpulan. Oleh karena itu, simpulan
selalu dikatakan adalah abstraksi dari
hasil yang kita peroleh.
Bapak, Ibu yang ee perlu diperhatikan di
dalam penyusunan hasil dan pembahasan
serta kesimpulan. Pertama adalah apakah
kesesuaian? Jadi, kita cek kesesuaian
dengan tujuan
antara tujuan dan simpulan. kesesuaian
adanya kesinambungan antara masalah
paradigma dan hasil. Jadi, Bapak Ibu
mohon dicek kembali ketika kita
melakukan di posisi ee hasil kemudian
simpulan itu ada keruntutan
antara apa yang ada. Nanti kita akan cek
di sini Bapak Ibu keruntutannya.
keruntutannya antara apa yang ada di
dalam rumusan masalah problem statement,
kemudian di metode penelitian,
kemudian di hasil, lalu disimpulan. Nah,
di dalam membuat simpulan jangan
melebihi dari apa yang dibahas. Demikian
juga di dalam membuat saran, kita tidak
boleh menyer menyarankan melebihi apa
yang kita bahas. Nah, Bapak, Ibu yang
saya hormati, ini adalah contoh dari
yang simpulan. Jadi mana nanti yang
terbaik? Nanti kita bisa juga cek
jurnal-jurnal yang terbit di indeks ee
yang tinggi, jurnal-jurnal yang memiliki
kualifikasi bagus. Jadi contoh-contoh
membuat simpulan. Lalu ee ini adalah
hasil pembahasan yang digabung kalau
dengan interpretasi. Jadi analisis dan
hasilnya ee kalau digabung itu ee memang
sederhana tetapi kurang jelas ee ketika
kita memaparkan di bab hasil dan
pembahasan itu ada yang jurnal meminta
digabung, ada jurnal yang meminta
dipisah sehingga hasil penelitian
kemudian B-nya pembahasan. Jadi Bapak
Ibu itu semuanya adalah memiliki
keuntungan dan kelemahan. Tetapi sekali
lagi kita menuliskannya sesuai dengan
permintaan dari template itu. Nah, Bapak
Ibu hati-hati dengan paparan di dalam
hasil itu. Pertama ee kita harus cek
kesesuaian dengan metodenya, nggih. Lalu
berikutnya terkait dengan ilustrasi,
terkait dengan gambar, terkait dengan
foto, terkait dengan diagram, penggunaan
tabel grafik foto diagram, mohon
betul-betul kemudian diberikan
pembahasan sesuai dengan substansi dari
tabel grafik foto dan diagram. Nah, foto
yang diambil di sini adalah atau foto
yang dicantumkan adalah foto terkait
dengan data penelitian, bukan foto dalam
pelaksanaan kegiatan, tetapi foto
terkait dengan data ini. Kemudian ee
dibahas dibahas sesuai dengan
interpretasi Bapak, Ibu. Interpretasinya
menggunakan teori apa? atau menggunakan
aturan apa atau menggunakan patokan apa
interpretasinya. Karena di dalam
melakukan interpretasi kita bisa
menggunakan pendekatan teoritis, kita
bisa menggunakan pendekatan
undang-undang, kita bisa menggunakan
pendekatan nilai tergantung dari
substansi yang kita bahas sehingga alur
penelaahannya
secara utuh akan seperti ini. Yang
pertama kita akan berbicara terkait
dengan pendahuluan. Jadi pendahuluan
pendahuluan
ada kunci terkait dengan state of the
art-nya, acuan mutakhir yang digunakan.
Lalu kemudian di sini apa yang
ditawarkan dari pendahuluan ini yang
baru nanti apa yang baru kira-kira dari
penelitian ini jika dibandingkan dengan
penelitian yang lain sehingga ketika
kajian state of the art kita kemudian
akan melihat beberapa ahli beberapa ee
peneliti lain melakukan hal yang sama
dengan apa yang kita teliti. Bapak, Ibu
yang saya hormati. Di sini sekaligus
kita menunjukkan bahwa
reading bacaan Bapak Ibu sekaligus akan
memperlancar di dalam menyusun
pendahuluan ini. Di waktu yang sama jika
kita kurang membaca jurnal-jurnal
sebelumnya, tulisan-tulisan sebelumnya,
kurang membaca aturan-aturan sebelumnya,
maka terkait dengan state of the art ini
kadang-kadang lemah gitu. Jadi ini
tampak sekali nanti di dalam latar
belakang itu akan sangat kelihatan
bagaimana bacaan-bacaan kita. Lalu
berikutnya adalah tujuan penelitian.
Tujuan penelitian ini ada di state of
the di bagian terakhir di pendahuluan.
Di bagian pendahuluan ini orang menyebut
sebagai problem statement seperti saya
ee sampaikan tadi ada yang menyebut
tujuan ee dari penulisan ini adalah apa
gitu. Lalu kemudian metode.
Kemudian setelah metode adalah bab
pembahasan. Di dalam setelah itu
kemudian di dalam pembahasan kita cek
sesuai dengan fokus, sesuai dengan
paradigma yang kita gunakan. Lalu kita
membuka simpulan, menuliskan simpulan.
Kesimpulan ini kita cek lagi beberapa
pertanyaan apakah semua problem
statement kita sudah terjawab lalu
hasilnya seperti apa dari jawaban ee
rumusan masalah kita atau problem
statement kita. Lalu kemudian mengapa
hasilnya seperti itu? Lalu kemudian kita
akan menuliskan abstraknya kemudian kita
masuk ke judul atau ee bagaimana
mengemas. Jadi ee dalam judulnya. Nah,
bolehkah kemudian
dibalik kita menyusun judul dulu baru
yang lain? Monggo. Yang tidak boleh
adalah kita tidak melakukan tulisan atau
tidak menulis publikasi di alur ini kita
bisa memulai dari mana saja. Jika kita
sudah piawai, kita langsung ke problem
statement dulu kemudian masuk metode
kita peneliti. Kemudian seiring juga
berjalan menuliskan di pendahuluan. Jadi
monggo saja dari mana alur ini.
Nah, ee Bapak Ibu yang saya hormati ee
ada beberapa yang biasanya kita pakai
sebagai komponen untuk penilaian dalam
sebuah publikasi ya. penyajiannya jelas,
penekanan pada temuannya juga jelas, uji
statistiknya juga ada, lalu kebenaran
analisisnya,
kebenaran analisis itu memadai dan
lengkap.
Ada data penting yang ditampilkan. Jadi,
Bapak, Ibu yang saya hormati, ketika
kita menggunakan data kualitatif
sekalipun, maka data primer yang
ditampilkan adalah data yang terkait
dengan substansi yang kita bahas, gitu.
Jadi data-data yang sifatnya
introduction,
wawancara, data awal wawancara kita
selalu memberikan simbol titik tiga di
dalam penulisan itu artinya adalah data
ini dipotong dari data yang tidak sesuai
dengan rumusan masalah dengan data ee
komplemen data pelengkapnya gitu. Lalu
berikutnya datanya konsisten dan akurat.
mendekati
konsist
konsisten dan akurat. Konsisten itu apa?
Akurat itu apa? Nanti ketika kita
meneliti di dalam penelitian kualitatif,
kita akan bisa melihat betul penelitian
kualitatif. Misalkan data wawancara asli
yang kita lakukan antar subjek sangat
dipengaruhi oleh background subjek
tersebut. Oleh karena itu, jika kita
kemudian memalsu itu maka akan jelas
tampak ungkapan dan bahasa yang
digunakan pasti berbeda.
Profini mohon maaf waktunya hampir habis
kurang 3 menit. Nggih.
Siap. Nggih. Ya. Siap. Siap. Nggih. Ya.
Bapak Ibu yang saya hormati
ada ini adalah ilustrasi grafis ya.
Ilustrasi grafis. Jadi mudah-mudahan
waktunya tepat. ini kurang sedikit
sekali. Ilustrasi grafis nanti mohon
dibaca sendiri yang ilustrasi grafis.
Lalu ee ini hal-hal penting ketika kita
akan melakukan publikasi yang harus
diperhatikan juga. Lalu ini adalah
contoh dari narasi ilustrasi yang mana
yang baik dan mana yang kurang baik.
Lalu ee berikutnya ada tiga yang harus
saya sampaikan. Pertama adalah abstrak.
di sini abstrak ee ditulis secara utuh
sesuai dengan menggambarkan esensi isi
keseluruhan. Kemudian ee dirangkum
dengan keakuratan isi. Ada metode yang
disampaikan, ada fokusnya, ada hasilnya,
ada rekomendasinya.
Lalu berikutnya ucapan terima kasih itu
di dalam tulisan harus disampaikan
kepada pihak yang memberikan dana atau
pihak yang memberikan kesempatan kita
untuk melakukan publikasi. Jadi ucapan
terima kasih itu harus ada. Jika kita
memang diberi dana silakan menyebutkan
ee SK pendanaan itu. Lalu kemudian
berikutnya adalah daftar referensi. Ini
yang terakhir. Ini adalah daftar
referensi yang diacu sesuai dari latar
belakang hingga pembahasan.
Ada beberapa yang meminta mengurutkan
sesuai dengan sitasi.
Ada yang meminta mengurutkan sesuai
dengan abjat. Tetapi yang penting adalah
semua dokumen
yang ada di daftar referensi ketika kita
cek di artikel, di tulisan maka betul
adanya telah disitasi. Jadi di sini
harus skop. Kalau di depan kita ketemu
sitasi jumlahnya 20, di belakang ketemu
20. Kira-kira seperti itu. Kecuali nanti
ada beberapa satu jurnal yang diulang di
dalam melakukan sitasi. Nah, Bapak Ibu
yang saya hormati, ini gaya penyuntingan
saja. Jadi, nanti kita bisa di ee
membaca sendiri ini penyuntingan makro
di dalam sebuah jurnal menggunakan
konsep ABCD, akurat, brief, clear, dan
mikro. Eh, itu jadi ee biasanya
digunakan oleh teman-teman reviewer
ketika kita melakukan review terkait
dengan artikel yang Bapak, Ibu kirimkan.
Oke, ini adalah beberapa jurnal yang
kita bisa acu, yang kita bisa tuju untuk
jurnal-jurnal di tingkat ee apa? Jurnal
nasional yang terakreditasi di Ristek
Dikti di Sinta. Tetapi Bapak, Ibu juga
bisa menuliskan mengirimkan ke
jurnal-jurnal internasional baik
internasional biasa maupun internasional
yang berputasi.
Baik, mungkin itu Bapak Ibu yang bisa
saya sampaikan. Mudah-mudahan kita bisa
belajar lebih jauh lagi di dalam
kesempatan ini maupun kesempatan yang
lain. Waktu berikutnya saya kembalikan
kepada moderator. Terima kasih.
Baik, terima kasih Prof. Sarmini dan
kepada Bapak, Ibu, Saudara, teman-teman
peserta webinar. Kita berikan applause
kepada beliau dan untuk kita semua
secara virtual. Baik,
kita akan berlanjut ke narasumber
berikutnya, tetapi mungkin ada sedikit
jeda untuk memberikan persiapan dan juga
mungkin beberapa teman untuk memutarkan
beberapa hal e sifatnya informatif. Yang
kedua nanti adalah Prof. Dr. M. Ali
Humaidi, MAG, M.Hum. Selamat siang,
Profesor.
Selamat siang, Pak.
Selamat siang.
Sehat, I Prof.
Ngh Sehat, alhamdulillah.
Oke, saya akan mencoba berdiskusi
sebentar sebelum panjenengan masuk di
sesi kedua. Kalau melihat latar belakang
dari Prof. Ali Humaidi ini cukup banyak
karyanya dan panjenengan, Bapak ada di
Pusat Riset Masyarakat dan Budaya
Organisasi Riset Sosial Humaniora di
Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Mungkin bisa diceritakan sekilas, Prof.
tentang lembaganya dan nanti apa pesan
yang akan disampaikan kepada para
pejabat fungsional. Silakan, Prof.
Ee mohon maaf, masih ada suara
menyanyikan lagu Indonesia Raya itu loh,
Pak. Ya, secara kantor ini sebentar.
Oke.
Baik. Ee terima kasih. Mohon maaf tadi
ada suara Indonesia Raya rupanya di
kantor baru ada tradisi menyanyikan lagu
Indonesia Raya di jam 950 gitu. Nah,
tadi ada pertanyaan yang cukup menarik
bahwa ee bagaimana dengan lembaga kami?
Lembaga kami itu sebenarnya saya sendiri
awalnya di Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia jadi LIPI dahulu. Lalu
kemudian
berdasarkan keputusan presiden ee ee
undang-undang dan sebagainya kemudian
dilebur menjadi Badan Riset dan Inovasi
ee Nasional Brin. Jadi ada sekitar
eh empat lembaga utama kemudian didukung
oleh lembaga LDBank dari berbagai
kementerian dan sebagainya. Jadi
sekarang pegawainya
hampir ee 15.000 orang. 15.000 orang
yang awalnya kalau di LIPI hanya 3.000
orang dan seterusnya. Nah, ee kalau di
LIP dahulu ee ilmu sosial ada di
kedeputian ilmu sosial dan kemanusiaan.
Tetapi sekarang ketika diin ilmu sosial
terpecah menjadi tiga. Ee ilmu sosial
humaniora, kemudian tata kelola dan
kemudian ee
or arkeologi, bahasa, dan sastra. Jadi
ada tiga e ranah ilmu sosial. Selebihnya
adalah ilmu-ilmu alam ee ee nuklir dan
sebagainya. begitu, Pak.
Baik. Dan dengan adanya badan riset dan
inovasi nasional atau BRIN ini ee
bagaimana kira-kira prospek jabatan
fungsional, Prof. supaya kita yang ada
di daerah, di provinsi, kabupaten, kota
bisa mempunyai spirit dan semangat yang
sama bahwa ini not the end of the
career, gitu. Silakan, Prof.
Iya. ee tentu ketika ee semua jabatan
fungsional peneliti dikumpulkan di apa
di BRIN, maka rencana ke depannya itu
kan ada yang namanya brida badan riset
dan inovasi daerah. Itu seperti
bapedanya yang di apa dibuat oleh ee
tingkat pemerintah daerah. Tetapi
kemudian ee fungsional-fungsional lain
juga banyak misalnya analisis kebijakan,
perencanaan hukum undang-undang dan
seterusnya. Nah, potensinya sebenarnya
akan akan berkembang ke depannya. Jadi,
ee selama ini kan kita hanya ke start
atau kemudian ke struktural, tetapi
kemudian ketika dialihkan ke fungsional
dinamika berorganisasi itu semakin
kencang, Pak. Semakin kuat dan
seterusnya. Nah, salah satu syarat dari
kita mampu menapaki jenjang fungsional
itu adalah kemampuan meneliti, kemampuan
menulis sebagaimana yang tadi Ibu
Sarmini ee Prof. Sar mini itu sampaikan
itu menjadi poin penting menurut saya.
Oke. Baik. Dengan pesan singkat yang
akan disampaikan kira-kira apa nanti,
Prof. supaya kita punya brief history
terhadap pesan yang mau disampaikan
Prof. Ali Humaidi. Silakan.
ya ee apapun jabatan fungsional kita
baik peneliti, perencana, analisis
kebijakan dan sebagainya, kalau saya
selalu mempersyaratkan ada tiga
kemahiran, ada tiga hal yang modal modal
modal dasar dari seorang pejabat
fungsional. pertama adalah sensitivitas
yang tinggi, kepekaan. Kepekaan terhadap
suatu situasi yang ada berkembang di
sekeliling kita. Itu yang pertama.
Kemudian yang kedua adalah kemampuan ee
mencari dan menggali data. Menggali data
itu penting karena itu menjadi basis ee
data apapun. Bisa untuk karya tulis,
bisa untuk analisis kebijakan dan
sebagainya. Lalu yang ketiga itu adalah
keterampilan menulis. Ini yang sering
kita lupa keterampilan menulis.
Seolah-olah ya mungkin Bapak Ibu yang
selama ini sebelumnya itu adalah pejabat
struktural di suatu tempat dan
sebagainya. Kemahiran menulis itu
seringki dilupakan. Tetapi ketika Bapak
Ibu dipaksa untuk menjadi pejabat
fungsional, maka mau tidak mau
keterampilan menulis itu menjadi
prasyarat utama untuk kenaikan jabatan
fungsional Bapak, Ibu semuanya ataupun
untuk menjadi sesuatu yang berbeda atau
seseorang yang berbeda dari orang lain
yang mungkin kerjaannya tidak menulis
dan sebagainya. Seperti itu menurut
saya. Ee kuatkan tiga modal dasar itu ee
di dalam perjalanan karir Bapak Ibu
semuanya.
Oke, menarik sekali yang disampaikan
Prof. Ali Humaidi. Teman-teman panitia,
mungkin ada yang mau ditayangkan secara
sekilas untuk mengilustrasi atau kita
lanjut saja?
Oke. Baik, kalau kita lanjut, Prof.
disilakan untuk menyampaikan materinya
kurang lebih 45 menit. Disilakan, Prof.
sebagai panelis dua.
Baik. ee Bapak Ibu.
Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Yang saya muliakan ee Bap ee Kepala
BPSDM
Jawa Timur ee Bapak Aries eh
saya sulit pawa ya, Pak. Kemudian eh
Bapak Moderator Pak Joni. Kemudian Ibu
Prof. Sarmini eh MHum ee selaku rekan
narasumber. Jadi terima kasih atas ee
kesempatan yang diberikan kepada saya
untuk memberikan paparan mengenai ee
metode penyusunan rancangan dan
pelaksanaan penelitian pengembangan
profesi jabatan fungsional. Sebenarnya
ini adalah ee beberapa kali mungkin saya
sudah menyampaikan ee poin-poinnya
tetapi kemudian ada kekhususan pada
aspek-aspek terentu
ee ini saya ee Prof. Dr. M. Alhumedi di
Brin. Kemudian terima kasih tadi sudah
saya sebutkan kepada Bapak Aris Agung
Pawai sebagai Kepala Badan Pengembangan
Sumber DAUSA Provinsi Jawa Timur. Ibu
Prof. Dr. Sarmini, Bapak Prof. eh Dr.
Ins. H. Joni Haryanto, MDM. Para peserta
dan panitia kegiatan yang saya muliakan.
Ee ada tiga hal yang ingin saya
sampaikan. pertama adalah ee mohon maaf
kalau sedikit bersombong nanti tentang
inspirasi mencapai prestasi melalui
penelitian dan penulisan sebagai buah ee
sebagai apa pemantik buat Bapak Ibu
semuanya untuk ee apa terpacu di dalam
ee proses penelitian dan penulisan.
Kemudian kedua adalah penyusunan
rancangan penelitian dan ketiga adalah
teknik pelaksanaan untuk mendukung
pasokan data tulisan. Jadi, Bapak, Ibu
inspirasi mencapai tulis apa mencapai
prestasi ee ini saya gambarkan seperti
ini. Saya menjadi PNS itu tahun 2008
tetapi kemudian mendapatkan SK eh
profesor riset dari presiden itu adalah
1 Juli 2016. Jadi dalam waktu 8 tahun ee
saya mencapai eh jenjang tertinggi itu
ada 1300 yang saya ajukan tetapi
kemudian yang apa yang tersimpan itu
masih ada 156 poin. Ini saya mendapatkan
SK Presiden itu adalah ketika saya
berada di golongan 3D. 3D baru 3D.
Selanjutnya baru kemudian berproses
menjadi ee apa ee 4A, 4B, dan 4C.
Sekarang ada ini karya-karya sendi ee
yang saya lakukan. Jurnal internasional
4 artikel, buku internasional standar
PBB 2 buah, chapter buku internasional
satu artikel, proseding internasional
dan sebagainya. Jurnal nasional tak
akreditasi hampir 85 artikel dan
seterusnya. Nah, cadangannya itu sampai
sekarang sampai tahun 2021 akhir itu
adalah 125 poin. Sayangnya di dalam
tradisi ilmu pengetahuan itu tidak ada
namanya sodqah ee angka kredit. Itu
menjadi menjadi ini menjadi hal yang ee
kita ee tetapkan di dalam kode etik ee
apa kode etik akademik, kemudian yang
lain-lain confidential paper untuk
presiden dan sebagainya. Nah, penelitian
yang saya lakukan selama ee perjalanan
karir saya sampai 2021 adalah penelitian
internasional 5 judul ee mendapatkan
dana 7,2 miliar, penelitian nasional 22
judul sekitar 12, miliar, kerja sama
program kegiatan 4 miliar dan
sebagainya. Total pendapatan yang saya
terima ee di dalam proses pengajuan
proposal penelitian itu adalah 24,2
miliar. Uang itu diserahkan ke lembaga
untuk kegiatan penelitian dan program.
Nah, apa sebenarnya ee ketika kita
misalnya ee melakukan penelitian dan
penulisan itu tadi ee Ibu Profesor
Sarmini sudah jelas memberikan apa ee
secara gamblang memberikan ee apa
paparan mengenai tujuan penulisan itu.
Tetapi poin yang paling penting adalah
bahwa tujuan meneliti dan menulis itu
ada enam minimal. Pertama adalah untuk
angka kredit kenaikan jabatan
fungsional, untuk pengembangan ilmu
pengetahuan. itu yang biasalah itu ee
bagian dari tanggung jawab akademi kita.
Lalu pelancar seleksi jabatan open
biding. Kalau kita mengikuti seleksi
jabatan itu ketika kita mampu melakukan
penelitian dan penulisan yang bagus
insyaallah dipermudahkan. Laporan
kegiatan, bentuk komitmen pelaksanaan
tugas dan seterusnya. Kemudian
sebagai bentuk eksistensi diri menjaga
martabat, memuaskan pimpinan dan
sebagainya itu estimate eh kebutuhan
eksistensi. Lalu pencapaian akhir studi
dan seterusnya. ini yang berhubungan
dengan studi. Tetapi di dalam proses itu
kita ada kelemahan. Kelemahannya itu
mungkin Bapak Ibu merasakan kelemahannya
adalah sulit menulis, ada rasa kurang
percaya diri, sulit meneliti, mudah
bosan. Kita coba duduk di meja 1 jam,
kuat enggak untuk menulis ee tiga
halaman? Kalau kuat, insyaallah Bapak,
Ibu bisa berlanjut menjadi ee 3 jam, 5
jam ee untuk menulis ee apapun di dalam
ee dalam setiap harinya dan seterusnya.
Sulit bergaul, sulit atau telat berpikir
dan sebagainya. Itu yang kemudian
menjadi kendala di dalam proses
penulisan kita. Lalu mengukur kelebihan.
Apakah kita kemudian mampu berpikir
sistematis, mau
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:10 UTC
Categories
Manage