WEBINAR ASN BELAJAR SERI 10 - HOW TO IMPROVE CHARACTERISTIC SELF POTENSIAL
AjuIcMzjf5M • 2022-03-10
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id unlist ya unlis eh power untuk menjadi seorang leader. Saya sudah lebih hampir 30 tahun di corporate ya. Saya sudah ee cukuplah ee makan asam garamnya kehidupan apakah itu sebagai pribadi atau sebagai orang di kantor. Tapi sampai hari ini pun saya masih merasa kurang. Hari ini terutama nanti dalam tanya jawab saya juga akan belajar ee power. Kenapa begitu? Untuk menjadi barangkali Anda memberikan tips kepada saya yang jauh lebih sesuai. sudah ee cukuplah ee makan asam garamnya kehidupan. Apakah itu sebagai pribadi atau sebagai orang di kant? Tapi sampai hari ini pun saya masih merasa kurang. hari ini terutama nanti dalam tanya jawab saya juga akan belajar power begitu untuk barangkang leader Anda memberikan tips kepada saya yang jauh lebih sesuai sudah cukuplah makan asam garamnya kehidupan apakah itu sebagai pribadi atau sebagai orang di ini tampaknya hanya satu pribadi tapi sampai hari ini pun saya masih merasa kurang pribadi hari ini terutama dalam tanya jawab juga akan belajar analis e power begitu untuk menjadi seorang leader. Anda memberikan tips kepada saya yang jauh lebih sesuai sudah jauh lebih cukuplah e makan asam garamnya kehidupan apakah itu sebagai pribadi atau sebagai orang dipaknya hanya satu pribadi pribadi kita tapi sampai hari ini pun saya masih merasa kurang hari ini tanya jawab saya juga belajar power begitu untuk menjadi seorang anda berikan tips kepada Jadi topik jauh lebih sesuai sudah jauh lebih ee cukuplah ee makan asam garamnya kehidupan berakah itu itu adalah salah satu eh tantangan pertama itu kenapa be a leader of yourself itu penting sebelum Anda bisa memimpin orang lain termasuk keluarga Anda yang paling gampang adalah memimpin anak-anak Anda karena mereka adalah anggota yang paling dekat dari organisasi terkecil yang bernama keluarga. Ini adalah saya, nama saya Mahe. Jadi, Anda kalau menemukan di internet, nama saya mungkin lengkap seperti itu. Tapi di internet juga ditemukan nama Mahe. That's me. Ya, saya orang Jogja. Jadi, Boso Jaowo juga biso ya. Kalau eh saya sering ke Surabaya, sering ke Jawa Timur ee asisnya dari Jogja. Tapi lebih daripada itu saya sudah merasa menjadi bagian dari Nusantara. Karena saya sudah lama juga meninggalkan tempat kelahiran saya. Saya ingin menjadi orang yang bermakna di setiap tempat di mana saya berada. Itu perjuangan yang panjang untuk saya mengeluarkan leadership itu di dalam diri saya. Ya, ini adalah eh you against you. Kenapa kok saya mengatakan eh dalam leadership self ya self leader awareness itu Anda melawan Anda sendiri karena peperangan yang paling besar ada di sana dan pastikan anda yang menang. Ya, Anda melawan Anda, pastikan Anda yang menang tuh, Teman-teman. Ya, ini adalah salah satu ee game yang sangat terkenal di Amerika. Mungkin di seluruh dunia. Di Indonesia pernah dimuat di salah satu televisi swasta untuk beberapa tahun. Saya tidak tahu apakah masih ada. Namanya Who wants to be a Millionaire. Teman-teman, Anda tahu ya permainan ini itu soalnya al tapi sekaligus menyatukan kepingan-kepingan di dalam diri kita supaya kompak pikiran kita, logika kita, common sense kita ya nurani kita, hasrat kita, ambisi kita kompak supaya kita punya kekuatan menjadi leader yang membuat keputusan tepat. Di dalam permainan Huansubi Millionire ini, ini unik sekali. Kalau di Amerika ya itu Anda memulai dengan ee angka-angka seperti ini. Lihat Anda akan ditanya hadiahnya kalau benar 1$.000 dolar. Anda menjawab benar. Anda ee ditantang ee mau enggak ee pertanyaan berikutnya hadiahnya 5.000 dolar. Kalau benar Anda dapat 5.000 dolar. Tapi kalau salah 10.000 Anda hilang. Coba pikirkan para sahabat ASN Jawa Timur pikirkan. di dalam 1.000 dolar menuju ke 5.000 dolar. Apakah tidak berkecamuk? Itu kepingan dalam diri Anda itu Anda menjawab benar. Apalagi kalau angkanya ee berapa itu li kali lipat ya dari 1000 menjadi ee 5.000 Anda sudah ada 1000 di tangan kalau Anda mundur. Tapi kalau Anda maju Anda kemungkinan dapat 4.000 lagi. Tapi kalau gagal yang 1000 pertama pun hilang. Anda baru akan aman mendapatkan angka. yang tidak akan hilang. Kalau Anda menjawab di ee pembicara ee kuis sesudahnya ada di angka Rp50.000. Saya lupa kalau di Indonesia angkanya berapa ya. Jadi kalau Anda berhasil mengunci angka Rp50.000 dan jawabannya benar, maka berikutnya hadiahnya adalah hadiahnya adalah Rp100.000. Bapak, Ibu, Saudara-saudari sekalian. R50.000 sudah ditangan. Anda ditantang untuk mendapatkan R50.000 lagi untuk pertanyaan atau kuis berikutnya. Anda ambil tidak? Sekali lagi, kepingan kecil-kecil di dalam diri Anda akan saling berperang. Ambil enggak ya? Padahal Anda diberi tiga kesempatan ya. Ada tiga kesempatan untuk bertanya teman ya. Ya, kadang-kadang ee Anda harus memilih pilihan itu tapi Anda berkecam berkecamuk. Ketika Anda mengambil Rp50.000 sudah ada di tangan ditawari Rp100.000. Ada dua jawaban yang kemungkinan terjadi. Anda akan mengatakan, "Sudah saya stop. Alasannya adalah kelise. Saya orang yang tidak serakah. R.000 sudah di tangan. Ya sudah saya ambil ini saja. Saya tidak akan lanjut ke 100.000 dolar." Jadi dia berhenti, tidak mengambil kesempatan untuk mendapatkan yang lebih baik yaitu 100.000 dolar. Atau yang kedua Anda mengatakan R50.000 memang sudah di tangan. Tapi kalau saya punya nyali maju satu kali lagi, siapa tahu saya dapat tambahan Rp50.000 lagi menjadi 100.000. Kalaupun saya kalah, gagal menjawab kuis dengan benar, saya kehilangan hanya angka kecil ya. Karena R50.000 sudah tidak mengambil kesempatan untuk mendapatkan yang lebih baik, yaitu 100.000. Anda mendapatkan Rp100.000. Anda mendapatkan Rp100.000. Pertanyaannya ditawari R200.000 mau enggak? Nah, di sinilah Bapak, Ibu yang saya bicara soal self leadership mulai diuji. Saya sudah memegang uang 500.000 di tangan. Kalau saya maju, kalau saya maju ke 200.000, kalau saya dapat, saya dapat tambahan Rp100.000 lagi. Tapi kalau saya gagal, saya hanya kembali ke Rp50.000. 100.000 yang sudah saya dapatkan hilang. Saya kehilangan Rp50.000 uang di tangan. Ya, sama. Kalau Anda ee mengatakan, "Sudahlah saya 100.000 enggak usah maju lagi, enggak usah kepengin R00.000." Anda punya alasan yang sangat kelise. Sudah dikasih Tuhan Rp00.000, kenapa serakah? Ya, tapi Anda punya alasan yang lain. Saya datang ke tempat ini ke kuis Huansubi Millionire dengan R0 atau 0 dolar. Kalaupun saya kalah, saya pulang dengan R.000 Ibu masih jauh lebih baik. Betul ya, Teman-teman ya. Nah, Teman-teman semua kadang-kadang hidup kita itu adalah soal nyali. Apakah seorang leader punya nyali? Punya. Kenapa? Karena seorang leader dituntut untuk membuat keputusan-keputusan bagi anggotanya, bagi keseluruhan sistem, bagi keseluruhan organisasi. Tapi hari ini kita bicara soal self leaders. Self leadership. Artinya apa? Kita harus membuat keputusan untuk setiap kepingan pribadi kecil-kecil ini yang ada di dalam pribadi kita untuk menjadi pribadi yang tunggal. Kalau dalam bahasa kerennya unity of life. Mahindra. Mahindra di sini di Jogja, di Jakarta, di Surabaya adalah Mahindra yang sama. Mahindra di Instagram, Mahindra di Facebook, Mahindra di Linkin, TikTok, YouTube adalah Mahindra yang sama. Bapak, Ibu akan menemui banyak orang menjadi pribadi yang berbeda di setiap platform berbeda. Si A menjadi orang yang lain di platform A. Begitu dia ada di platform B, si A tidak menjadi A. Dia akan menjadi B. Banyak orang yang tidak tidak tunggal kepribadiannya. Hari ini, Teman-teman, ini adalah awal ya. Saya pakai contoh Milioner adalah contoh untuk ayo teman-teman Anda punya nyalilah. kecil enggak apa-apa kecil dulu untuk memastikan Anda itu bisa mengatur kepingan-kepingan kecil dalam ee diri pribadi Anda. Ya, kita bicara soal leadership belum sampai ke leadership bagi orang lain. Leadership bagi diri kita sendiri dulu. Ya, mari kita lihat. Ini adalah ee politisi Irlandia yang mengatakan dalam ee bahasa Inggrisnya, bahasa Indonesianya ada di bawah. Hal sederhana yang dibutuhkan oleh setan untuk menang adalah saat orang-orang baik tidak berbuat apapun. Seorang suami yang baik, seorang ayah yang baik, seorang pekerja kantor yang baik, seorang pelayan publik seperti kita semua di sini yang baik, atau seorang manajer, seorang GM, seorang direktur, seorang kepala, seorang menteri, seorang presiden, ya orang-orang baik semua itu. Tapi saat kita tidak berbuat apapun, setan menang. Ya, itu namanya adalah dosa kealpaan. Harusnya kita melakukannya, tapi kita tidak melakukannya karena alpa. Di situlah setan menang. Kita tidak perlu menjadi penjahat yang brutal untuk menjadi menjadikan setan mengungguli kita. Ya, ini adalah ee idiom dari Irlandia, seorang politisi. Tentu konteksnya waktu itu adalah tentang politik di dalam negeri mereka. Tapi hari ini akan saya tarik, saya generalisasi ke dalam prinsip kita. Ayo kita semua di sini orang-orang baik ya dengan segala kekurangan kita sebagai umat yang atau sebagai manusia yang ee ya tidak sempurna ya tidak sempurna ada berdosa, ada buat kesalahan tapi kita pada dasarnya adalah orang-orang baik. Let's do something. Minimal Anda do something untuk Anda sendiri. Untuk membuat terobosan besar, untuk membuat hal yang baru. Mumpung 2022 baru mulai ya. Ini akhir dari kuartal pertama bulan Maret masih awal di tahun 2022. Kalau Anda punya mimpi di 2021 mau apa di 2022? Inilah saat yang tepat termasuk dalam proses belajar. Mari kita lihat. Anda lihat gambar ini. Kiri atas, kanan atas, kiri bawah, kanan bawah. Anda amati gambar itu sejenak 10 detik. Silakan. Bapak, Ibu, para sahabat ASN Jawa Timur. Ini adalah gambar sukacita orang-orang desa ya. Mereka baru panen hasil kebun. Ada yang panen kelapa, ada yang panen macam-macamlah ya. mereka pesta, pesta panen. Ini adalah gambaran tentang sebuah desa yang sangat istilahnya itu menerima ee karunia yang besar dari sang pencipta. Wah, kita enggak kelaparan. Tampaknya seperti gambar biasa. Tampaknya seperti gambar yang banyak sekali gambar seperti ini. Orang panen, orang pesta, orang bikin kenduri karena enggak ada hama, enggak ada bencana alam. Tapi kita lihat, mari. Ini diambil dari film Disney yang berjudul Moana. Sebagian besar dari Anda mungkin sudah menonton film ini. Suatu hari setelah pesta panen itu, Moana melintasi daerah-daerah di sekitar pulau itu yang belum dia eksplorasi. Dia masuk ke gua dan dia melihat ada ini gambar ini apa ya ini ya? Benda-benda apa ya ini? Bukankah ini adalah kapal? Bukankah ini adalah perahu, kapal layar? Kenapa ada di gua ini? Lalu dia merenung. Si Moana ini merenung. Kenapa ya kok kapal ini seharusnya ada di air? Harusnya sudah berada di laut. Harusnya mengarungi samudra mencari ikan. Akhirnya dia menyadari bahwa sesuatu salah dalam kehidupan di desa itu. Akhirnya nenek Tala digambarkan dalam film itu mengatakan, "Dulu nih ada kejadian ya, demi melindungi penduduk pulau maka berlayar ke laut lepas dilarang sejak saat itu. Ada kejadian buruk di masa lalu dan kita menjadi lupa siapa kita sebenarnya. Aku si nenek ini bilang kepada Moana ada di sana saat itu dan melihat samudra telah memilihmu. Teman-teman semua, ada yang salah dengan penduduk desa itu. Mereka hidup di tepi pantai. Kenapa mereka bercocok tanam? Film itu bercerita tentang ada sesuatu terobosan yang ingin dicapai oleh anak kecil yang bernama Moana ini. We don't belong to the land. Kami tidak, kami bukan orang daratan. Hidup kita itu dulu leluhur kita adalah pelaut-pelaut hebat. Salah kalau kita berkebun di tepi pantai. Kira-kira seperti itu pesannya. Itu adalah titik ketika Moana bicara dengan si nenek. Ya, kita menjadi lupa siapa kita sebenarnya. Hari ini, Teman-teman, mumpung hari ini nih, antara jam 09.00 sampai jam 12.00, Coba Anda eksplorasi lagi. Apakah Anda sudah dipilih semesta? Apakah Anda sudah diberi talenta oleh sang pencipta untuk menjadi explorer? Jangan-jangan kehidupan Anda yang Anda jalani ini belum seperti yang Anda mestinya jalani. Mau ana menyadari saya tidak bisa tinggal di daratan. Saya dilahirkan menjadi pelaut. Ya, kita menjadi lupa siapa kita sebenarnya. Dan siapa sebenarnya kita? Kita adalah makhluk yang memimpin. Hari ini kita ada di puncak rantai makanan dalam tanda petik. Ya, kita adalah makhluk yang paling cerdas di antara makhluk yang ada di planet bumi. Kita adalah makhluk yang punya alasan. Kita adalah makhluk yang punya hasrat, punya ambisi. Dan kita adalah makhluk yang diciptakan untuk bertumbuh. Kita tidak bisa menjadi kayak pohon. Diam gitu, tumbuh tapi diam. Di situ. Kita tidak bisa menjadi seor ee seekor binatang yang hidupnya atas belas kasihan alam. Cari makan apa yang ada di sekitarnya dia buruk. Yang punya alasan kita adalah manusia. Kita makhluk yang bisa menanam untuk masa depan untuk kita panen. Suatu saat kita bisa punya alasan untuk melakukan banyak hal atau tidak melakukan banyak hal. Nah, ini film yang mengajarkan kepada kita tujuan hidup kita itu sebenarnya apa. Direvisi ulang, diedefinisikan. Ya, kalau Anda tahu dalam film Moana itu, akhirnya film itu berbicara soal moana bukan petani, tapi moana yang menaklukkan lautan. Dia kembali ke apa ya istilahnya ke makna kenapa penduduk itu hidup di tepi pantai bukan di lireng gunung. Hm. Kita akan memulai perjalanan sampai jam 12.00 ini. Perjalanan kesadaran bahwa kita itu setiap pribadi, pribadi pribadi itu punya kepingan kecil-kecil di dalam setiap orang yang harus kita pimpin dulu. Nanti saya kasih tahu e apa itu maknanya. Kepemimpinan pertama adalah kepemimpinan atas diri sendiri, Teman-teman. Ya, kita harus benar-benar berani mengakui bahwa kita itu punya banyak anggota di dalam tubuh kita, dalam pribadi kita yang harus kita jaga biar rukun, biar punya integritas ya, biar menjadi Mahendra yang tunggal, yang bukan peragu, yang tidak mikir ini mikirnya terlalu lama, overthinking. Ya, ini adalah kepemimpinan atas diri sendiri. Kepimpinan yang pertama. Yang kedua, sebelum kita memimpin orang lain, benar ya, kita harus mampu menyatukan kepingan-kepingan itu supaya rukun di dalam diri kita. selalu you against you, Anda melawan Anda. Nanti dalam refleksi setelah sesi ini, ee Anda akan saya pandu dengan kebiasaan-kebiasaan yang mungkin saya sudah lakukan itu lama sekali bertahun-tahun ya dalam kesendirian dan saya lakukan itu untuk memberikan kepercayaan kepada diri saya bahwa saya bisa melakukannya. Tidak perlu opini orang lain untuk mengatakan saya bisa, tapi saya bisa melakukannya. Mari kita lihat. suatu malam jam 15 ya 814 malam ada tugas yang harus Anda serahkan ke atasan besok pagi jam 10 ya bayangkan jam 08 le4 malam Anda masih punya PR belum beres ada laporan yang harus Anda kerjakan untuk jam 10 sudah ada di meja atasan hati Anda menginginkan Anda mengerjakannya now sekarang Badan Anda masih ingin duduk di sofa. Pikiran Anda masih tertuju pada sinetron yang baru akan berakhir jam 21. Dan sebentar lagi ini ada siaran langsung Liga Inggris favorit Anda. Jam 21.30. Ada berapa hal? Ada berapa pihak yang harus Anda pimpin? Ya, ada hati, ada badan, ada pikiran. Belum lagi kalau pemainnya bertambah, Anda lagi stres atau Anda lagi bingung, Anda lagi galau, ya ada emosi yang lain ikut masuk ke situ. Pemainnya makin banyak di dalam pribadi Anda. Jadi dengan situasi itu jam 0814 malam ada pertengkaran antara hati melawan badan, melawan pikiran. Teman-teman, kepemimpinan pribadi Anda, setiap orang tuh punya benih ya. Setiap manusia dia makhluk yang paling paling dimuliakanlah oleh sang pencipta itu dikasih benih kepemimpinan pribadi. Ya, kepemimpinan pribadi Anda memutuskan untuk intervensi pertengkaran itu antara hati, badan, dan pikiran Anda sebagai wasit. Anda duduk 30 detik, Anda refresh, ini pertengkar ini harus segera kita tengahi ini supaya tidak bertengkar lagi dan rukun. Masalahnya adalah mana yang Anda menangkan menunjukkan kepemimpinan seperti apa yang Anda miliki. Ya, pilih dengan bijaksana para sahabat. Mana yang mau Anda menangkan? hati Anda, badan Anda, pikiran Anda. Pada saat itu ya case berbeda mungkin pertengah berbeda, materinya berbeda. Ingat, besok pagi jam 10. Anda harus bikin laporan serahkan kepada atasan Anda. Hati Anda menginginkannya kerjakan sekarang. Tapi pikiran kan besok bisa dikerjakan jam pagi, jam pagi bangun pagi. Atau badan Anda, aduh udah ngantuk habis ini pasti ngantuk. Apalagi pikiran mendukung ada sepak bola habis ini sampai jam 12 malam. Ya, tinggal hati ya, hati dan hati nurani Anda yang harus Anda menangkan. Ya, Teman-teman ini adalah gambaran bagaimana shf leadership itu penting bagi Anda. Di dalam filmana dikatakan di situ ada percakapan karakter yang kosong melompong adalah tempat bermain para setan. Karakter yang berisi tidak dikendalikan oleh angin ataupun keadaan. kamu memilih jalan hidupmu sendiri. Hari ini saya berbagi kepada Anda respon Anda terhadap sharing ini. Bukan terhadap Mahendra ya. Terhadap sharing-nya Mahendra ini adalah Anda yang memilih dan mengelola. Bagaimana supaya bisa sesuai dengan situasi dan kondisi Anda. Gimana memasaknya, mengolahnya ya, tapi jangan sampai karakternya kosong. Ya, ini meskipun kata-kata Disney tapi makes sense ya. Sangat masuk akal. Kalau kita enggak punya karakter itu orang lain ya akan mengisinya. Jangan biarkan hidup kita itu seperti kamar kos yang kosong. Orang lain masuk mengisi di situ ngacak-ngacak. Kalau yang masuk orangnya baik, kamar kita menjadi bersih, rapi, enak. Kalau kita salah orang yang masuk ke kamar kos kita, dalam pikiran kita dan hati kita, itu akan ngacak-ngacak hidup kita juga. Ya, jangan sampai kosong. Anda yang ngisi, jangan orang lain yang mengisi, apalagi opininya orang-orang terhadap Anda. Ya, ciri khas personal leadership atau leader in you yang pertama adalah proaktif secara positif. Dalam kasus ee nonton TV tadi itu misalnya adalah segera mengerjakan tugas yang harus dikumpulkan besok pagi. Butuh waktu saya bertahun-tahun untuk ee mengalami apa yang disebut heroic minute di pagi hari. Ya, saya menemukan banyak sekali sahabat saya memakai alarm di handphone-nya ciri khas personal leadership atau leader 5 menit bunyi 10 menit bunyi. Buat apa? Heroic minute adalah ketika alarm berbunyi Anda bangun tidak perlu ada snow, tidak perlu ada 5 menit lagi dibunyikan lagi, 10 menit lagi bunyi lagi. Enggak perlu. Dulu godaan saya seperti itu. Sekarang alam saya hanya berbunyi sekali. Begitu berbunyi saya harus bangun. Ya, cuci muka ya. Kalau ada kewajiban doa, Anda berdoa. Ada kewajiban lain-lain, Anda lakukan itu. Jangan balik ke kasur lagi. Karena wake up dan get up itu dua hal yang berbeda. Anda buka mata dan Anda bangkit dari kasur. Itu dua hal yang berbeda. Mana yang lebih heroik? Ya, proaktif secara positif. Untuk hal baik, Anda proaktif. Untuk hal buruk, Anda jangan proaktif. Yang kedua, sadar akan pentingnya belajar. Ya, kita bukan bicara soal belajar anak sekolah atau anak kuliahan, tapi belajar hal-hal baru yang mempermudah hidup kita, yang membuat hidup kita lebih bermakna, terutama bagi keluarga kita l kalau enggak bagi orang lain. Ya, kenapa begitu para sahabat? Karena tanpa belajar pertumbuhan kita akan dikendalikan oleh sekeliling kita. Oke. Pikirkan teman-teman. Kalau kita tidak belajar, ilmu kita misalnya sudah sampai 100%. yang lain sudah 101%, 105, 107 kita tetap mempertahankan 100% karena itu adalah KPI kita ya. Saya sudah belajar belajar kehidupan ya maksudnya ya. Ini sudah Mahindra yang sejati nih. Sementara sahabat-sahabat saya termasuk Mbak Kania sudah sampai 110, 115 akhirnya apa? Saya jadi kudet, kurang update. Saya jadi cooper, kurang pergaulan dan saya tidak belajar apapun dari dinamika perubahan yang terjadi sekarang ini. Pandemi ini hanya mempercepat. Tanpa pandemi perubahan juga cepat terjadi. Lalu akhirnya P Mahintra tertinggal jauh, enggak punya teman. Yang lain ngomongin sesuatu yang saya enggak paham. Yang lain ngobrolin ngajak ke tempat suatu event training bersama atau Zoom bersama. Saya ditinggal. Saya minum teh sendirian lalu menyesal. Kok saya dulu enggak ikut rombongan orang-orang pembelajar itu? Ya, tanpa belajar pertumbuhan kita akan stop. Dan kalau pertumbuhan kita stop, orang lain yang belajar lebih banyak akan mengendalikan lebih kita. Jadi pikir kok hidupku itu diatur orang lain ya? Kok setiap kali orang lain melakukan sesuatu dampaknya ke saya besar sekali. Jangan-jangan Anda tidak belajar. Dengan belajar lihat yang huruf biru. Anda berpotensi untuk membalikkan keadaan. Anda yang mengendalikan situasi Anda dan kondisi di sekeliling Anda. Minimal Anda punya peluang untuk itu. Tapi kalau Anda tidak belajar, zero chance. Anda tidak punya peluang sama sekali. Yang ketiga, sadar akan pentingnya waktu. Semua hal deadline ya, Bapak, Ibu ya. Semua hal itu ada batas waktunya dan kita makin menua ya. Ingat ya, banyak yang lupa kita itu makin menua. Kalau dulu 10 tahun yang lalu Anda bisa makan apapun, mungkin sekarang Anda sudah ngurangin yang pakai lemak-lemakan yang bikin darah tinggi, ya. Sang waktu itu brutal. Dia hanya bergerak ke depan. Anda mau berhenti atau Anda mau mundur, Anda akan ditinggal. Ya. Oke, kita lihat semua hal deadline. Misalnya apa? Jam 10. Anda harus ee menyerahkan laporan. Dalam kasus ee tadi laporan kepada atasan itu adalah deadline yang paling nyata karena disebutkan jelas. Pak Mahendra, besok pagi ya kamu lapor laporan ke saya. Dokumen sudah ada di meja saya jam 10. Pagi besok ada deadline-nya. Contoh yang paling gampang deadline di kehidupan sehari-hari. Misalnya Anda masih pacaran. Pacaran tuh ada deadline-nya loh. Kapan dikenalkan ke orang tua? Setelah dikenalkan orang tua enggak enggak cuma dikenalkan terus sampai 50 tahun kan. Ada kapan dilamar? Setelah dilamar ada deadline kapan menentukan hari pernikahan. Setelah Anda menikah Anda berdua diskusi. Kita harus deadline nih kapan kita punya anak paling telat. Kalau kita mau bersenang-senang dulu ya e enggak mau ada beban, ya itu keputusan pribadi-pribadi. Tapi harus ada deadline kapan kita akan punya anak atau mau punya anak. Semuanya ada deadline ya. orang pacaran atau orang dekat pun ee di PHP itu enggak bagus. Makanya harus ada deadline. Kita tuh pacaran enggak sih? Ya itu teman-teman semuanya yang paling sederhana. Yang keempat, mari kita lihat pantang menyerah. Si Moana anaknya kepala suku. Di dalam film itu kalau Anda lihat lagi ya, itu anaknya kepala suku. Dia memang punya ee benih di keluarga dididik sebagai pemimpin. Pada waktu dia dilarang sama kepala sukunya, si bapaknya, dia tidak boleh masuk ke tempat-tempat yang terlarang, yang pamali lah sebutnya atau yang bikin kamu akan sial di gua tadi itu. Moana tidak mau. Ada yang aneh dengan kehidupan di kampung kita. dia masuk ke tempat-tempat yang dilarang yang akhirnya menemukan ee itu ya kapal ternyata itu pelaut bukan petani. Film itu berakhir dengan semua penduduk desa menjadi pelaut kembali. Satu orang mengubah satu desa, Anda juga bisa. Kenapa? Jangan menyerah. Orang yang sukses itu menyerah tapi tidak berhenti. Tapi renergiz. Oke, saya berhenti dulu. saya ganti strategi atau saya ganti pendekatan saya akan mulai lagi besok pantang menyerah ya seperti tadi kata Pak Renat Kasali dalam sambutannya kalau kita tidak berubah apalagi kita bicara soal leadership diri kita, kita tidak menjadi relevan ya kalau kita tidak punya relevan kita tidak cocok lagi dengan zaman kita, kita tidak dipakai oleh zaman. Anda akan dijauhi orang-orang yang merasa Anda itu kuno banget. Anda akan dijauhi oleh rezeki. Rezeki hanya hadir pada orang yang disiapkan untuk mengambil rezeki itu dengan daya upaya dan ikhtiar. Ya, tapi karena Anda idle, Anda berhenti belajar, Anda tidak siap mengambil rezeki itu. Anda bahkan tidak punya tools, Anda tidak punya alat kelengkapan untuk mengambil rezeki itu. Ya, supaya kita tetap bermakna. Kalau Anda bermakna, Anda punya kontribusi, Anda punya manfaat, Anda punya nilai, zaman akan memakai Anda. Ya, mari kita lihat. Ini adalah gambaran bila Anda hidupnya idol. Dari lahir sampai sekarang, Anda punya ilmu dan ilmu Anda direfleksikan dalam gambar pukul besi atau palu ya. Bukan palunya Thor yang luar biasa. Anda saya punya senjata dalam kehidupan saya yang namanya Palu. Saya bisa menyelesaikan semua masalah. Tapi lihat pepatah ini. Jikalau alat yang kamu punya hanyalah palu, maka kamu akan berpikir bahwa setiap masalah adalah paku. Dulu teman-teman semua, zaman dulu nih, mungkin setiap masalah memang hanya paku. Mungkin hanya di mana-mana masalah itu paku. Tapi dunia berubah. 20 tahun lagi, 20 tahun lalu, 25 tahun yang lalu ada krisis moneter ya. Kris moneter sistem keuangan dunia itu paku. Hari ini yang disebut krisis ekonomi bukan hanya istilah monetara aja. Ada orang ditipu dengan misalnya kripto, ada orang ditipu dengan investasi yang salah. masalah dunia semuanya ya kasus-kasus di Indonesia ini ya ee salah ambil investasi ee misalnya maaf nih ya ada orang-orang yang jadi idola lalu memberikan gambar oh ini investasi yang bagus bukan hanya terjadi di Indonesia yang disebut krisis ekonomi bukan hanya is monar aja ada orang dengan misalnya kpto ada orang ditipu dengan investasi yang salah masalah dunia kita semuanya nya ya kasus-kasus di Indonesia ini ya ee salah ambil investasi yang ee misalnya maaf nih ada orangorang yang jadi idola lalu memberikan gambaran investasi yang bagus hanya punya tools jago berkomunikasi dengan lebih baik Anda harus punya tools untuk tetap rendah hati meskipun Anda tahu Anda paling pandai ya Anda harus punya tool untuk menyelesaikan masalah-masalah diri Anda sendiri dulu tanpa membuat masalah baru kayak pegadaian ya, menyelesaikan masalah tanpa masalah. Jadi, hari ini ada tools lain yang saya bagikan untuk Anda, yaitu bagaimana membuat kepingan-kepingan dalam diri Anda itu menyatu. Kalau kepingan Anda menyatu, Anda adalah Agus yang utuh, Bambang yang utuh, Murni yang utuh, Wati, Tuti, Nina yang utuh. Kalau Anda utuh, no one will break you. Kalau hidup Anda itu utuh dengan integritas yang tinggi, tidak ada yang bisa menghancurkan hidup Anda sampai berkeping-keping lagi. Anda punya palu, palu itu adalah diri Anda sendiri. Anda punya tools yang lebih banyak. Ya, tahukah Anda, Teman-teman, tidak ada orang yang terlalu sibuk. Pak Mahindra, hidup saya sehari-hari sudah sibuk di kantor, di rumah saya juga sibuk ngurusin rumah. Sabtu Minggu saya enggak bisa libur karena urusan rumah banyak sekali. Bersihin genting ee apa perbaiki genting itu hidup Anda itu sibuk. Anda membuat sebuah nubuatan weekend nanti saya sibuk. Dan apa yang terjadi di weekend Anda benar-benar sibuk karena Anda memilihnya. Pak Mahendra, saya sudah sibuk sekali malam ini saya enggak bisa untuk ee baca buku 15 menit. Malam yang terjadi adalah Anda tidak bisa membaca buku 15 menit karena sinetronnya 1 jam. Tidak ada orang yang sangat sibuk. Saya tidak percaya bahwa Anda tidak memiliki waktu. Saya saya kadang-kadang membohongi diri sendiri. Aduh, kok sibuk sekali ya? Tadi malam saya baru selesai kerja jam 12.00 lebih, sudah lewat tengah malam. Sudahah hari Kamis. Tapi saya tetap lakukan pekerjaan itu. Karena apa? Kalau saya mengizinkan diri saya untuk tidak disiplin satu saja, nanti akan ada yang kedua tergoda untuk yang ketiga. Godaannya banyak. Anda mulai merokok satu kali, Anda susah berhenti setelah itu. Ya, saya seumur hidup belum pernah merokok. Bukan berarti tidak merokok baik ya. Ee saya tidak ingin membanding-bandingkan. Tapi saya memilih supaya saya tidak keterusan ya. Saya memilih ada prioritas yang lebih lain yang bagi saya lebih penting ketimbang misalnya hobi tertentu ya. Tidak ada orang yang sibuk. Anda jangan menghukum diri Anda dengan mengatakan, "Aduh saya gabisan waktu. Saya sibuk. Tolak itu. Tolak pikiran seperti itu. Buang. Karena apa? Semuanya hanya terkait dengan prioritas. Kalau Anda punya prioritas sesibuk apapun, Anda akan luangkan waktu untuk itu. Ya, ini yang mengumpulkan kepingan-kepingan kecil itu supaya Anda menjadi satu termasuk membuat prioritas. Tadi belum ada kalau prioritas ikut ikut nonton TV itu ya prioritas juga pasti akan punya pendapat. Belum lagi berantem sama keluarga atau anak atau istri atau suami itu menambahin juga ikut nonton TV lagi di situ. Wah, makin banyak kepingan yang tercerai berai. Tugas Anda adalah menyatukan dulu menjadi Wan Mahendra, Wan Kania, Wan siapapun Anda. Ya, ini gambar yang sangat bagus. Sebelah kanan itu ada gambar orang memegang remote control. Apa gunanya Anda membeli TV kalau orang lain yang memegang remote controlnya? Apa gunanya Anda punya kamar kos di dalam otak Anda? Saya punya ruangan yang kosong, saya akan isi. Anda tinggal pilih siapa ee anak karakteristik anak kos yang akan Anda masukkan ke dalam ruangan Anda. Kalau atau ilmu apa yang akan Anda masukkan, prioritas apa yang akan Anda masukkan ke dalam benak Anda. Itu yang akan menentukan remote control itu pindah ke mana. Ya, jangan sampai Anda hidup dikendalikan oleh remote control-nya orang lain. Jangan sampai opini-opini orang lain terhadap Anda mempengaruhi apapun rencana Anda yang sedang Anda kerjakan. Ya, sangat penting bagi Anda untuk tetap memastikan it's my life, ini hidup saya ini harus saya pegang, saya harus selamatkan. Saya tidak boleh ini jatuh ke tangan orang lain, kecuali orang yang saya percaya. Misalnya ketika saya pulang dari kerja, rumah adalah misalnya saya ya, ratu saya adalah istri saya. Remote control ini saya berikan sebagian kepada istri saya karena she is the queen of the house. Jadi ngatur korden gimana mengatur rumah itu remote controlnya ada di dia. Saya tinggal mengikuti dengan sukarela dan happy. Ya, itu seperti itu. Kalau kita bicara soal eh self leadership, Anda lihat gambar itu. Itu semuanya gambar tentang kapten kapal ya. Ada yang kapalnya modelnya kapal finisi gitu ya, kapal layar. Ada yang kapal pesiar, ada kapal yang pengangkut kargo, ada yang kapal biasa. Tapi mereka melakukan hal yang sama. Mereka mempelajari laut, mempelajari angin, mempelajari cuaca, ya, lalu mempelajari jarak, mempelajari kemungkinan kita harus menghindari rute tertentu, ya. Tapi yang paling penting adalah para kapten itu, para leader itu mempelajari bagaimana saya tidak panik dalam situasi apapun. Dia sebelum memimpin kapalnya, dia mengemudikan dirinya sendiri pada titik di mana apapun yang terjadi, begitu saya lepas dari pelabuhan, begitu saya meninggalkan daratan, apapun yang terjadi, cuacanya, anginnya, arahnya, atau ada perang di situ, saya harus hindari. Bahan bakarnya kemungkinan habis di tengah jalan, saya tidak akan panik. Kalau saya panik, saya tidak punya waktu untuk berpikir jernih, ya. Saya tidak punya waktu untuk berpikir jernih. Itu penting, Teman-teman, ya. Kalau Anda ingin menjadi self mastery, menjadi self leader. Karena Anda harus menjadi ini dulu sebelum Anda bisa menguasai dunia orang lain. Ya, mari kita lihat. investasilah ee terhadap diri Anda. Rajinlah Anda membaca buku, rajinlah Anda melihat berita-berita yang positif. Kalau Anda tahu ee beberapa channel tertentu itu tidak baik buat Anda hindari, ya sesekali mungkin Anda lihat. Tapi jangan addicted, ya, jangan sampai ketagihan. Kalau Anda mkin nonton film sesekali silakan, tapi kalau Anda berteman, carilah teman-teman itu yang men-support Anda bertumbuh. Ya, kalau Anda lihat ada satu preman di ujung gang di tempat kampung Anda, dengan siapa dia berteman? Kira-kira sama dengan dia. Itu merefleksikan teman Anda adalah siapa Anda. Dalam pepatah bahasa Inggris ada ada kata-kata begini, "Tell me who your friends are and I will tell you who you are." Beritahu saya siapa teman-temanmu. Lalu saya akan tentukan kamu itu siapa sebenarnya. Jadi kami di corporate itu punya kebiasaan saya sering membantu ee wawancara dari CV-CV yang masuk untuk company kami. CV yang masuk itu indah sekali, Teman-teman. Waduh, ini sempurna ini, ya. E resume atau CVT ini sempurna sekali. Betul. Kita kita cek nama itu di Facebook, di Linkin, lalu di ee Instagram, di internet. Anak ini adalah orang berbeda di sosial media. Kami jadi ragu. Hal yang sederhana. Dia tidak jujur di awal. Kalau kita terima dia, mungkin dia pintar di bidangnya. Mungkin dia ahli di bidang yang akan kita butuhkan, tapi dia ada cacat. Dia tidak jujur. Dia tidak investasi. Dia tidak investasi di dalam brand portfolio yang namanya CV itu. Jadi, Teman-teman semua make sure Anda investasi yourself supaya kepingan-kepingan itu menjadi satu. Tidak hanya Anda rukun terhadap diri Anda sendiri, tapi Anda juga ee menjadi orang yang integritasnya itu baik ya. Invest in yourself ya. Kapan seseorang mulai kelihatan eh punya benih talenta leadership? Saya kurang lebih punya 9 menit eh 9 menit lebih ya. Oke. Kapan seseorang mulai kelihatan memiliki benih benih ya benih talenta leadership? Mari kita lihat saat ia fokus mengerjakan satu pekerjaan hingga benar-benar selesai dengan baik. Kalau Anda fokus mengerjakan sesuatu tapi tidak pernah selesai, bikin yang baru lagi enggak selesai lagi, benih itu enggak ada. Anda harus bikin benih itu ada dengan ngikutin training, dengan berjejaring dengan orang-orang yang punya benih supaya Anda ketularan. Ya. Yang kedua, jago bekerja sendirian sekaligus mampu berkontribusi bagi tim. Anda kerja sendiri, oke ya. Tapi Anda bekerja dalam tim pun Anda bisa berkontribusi. Berikutnya suka menghubung-hubungkan permasalahan yang dihadapi dengan peluang-peluang yang mungkin timbul. Itu yang disebut proaktif secara positif tadi itu. Ya, ini memang masalah. Kita sedang punya masalah nih, Pak Mahindra nih. Tapi saya juga melihat ada peluang ya. Salah satu contoh adalah bila Anda lapor kepada atasan Anda, Pak, kita kemarin ada masalah. Kalau Anda hanya melaporkan di pagi berikutnya Anda melaporkan masalah, Anda mungkin belum punya benih atau benih Anda belum tumbuh jadi tunas. Kecuali Anda datang, Anda coba ya, Anda datang kepada atasan Anda, "Pak, Bu, kemarin kita ada masalah ini, tapi kita sudah pikirkan ada tiga opsi solusi. Solusi satu, solusi dua, solusi 3. Menurut Bapak atau Ibu yang mana yang akan kita follow up itu benih yang baik. Jadi, Anda tidak hanya melaporkan masalah, tapi Anda melaporkan ada solusinya loh. Ada tiga kemungkinan yang bisa kita lakukan untuk menanggapi masalah ini. Ya. Oh, ada yang hilang ya nomor empatnya ya. Mampu melihat spesialisasi masing-masing anggota timnya dan membagi pendelegasiannya ya. Mampu melihat spesialisasi masing-masing anggota dalam ee self leadership. Anda mampu melihat spesialis spesialisasi masing-masing anggota yang bernama pikiran. Pikiran itu punya kecenderungan seperti ini. Pikiran saya punya k seperti ini. Benak saya punya kecenderungan seperti itu. Badan saya hobinya di sofa. Di sofa atau di tempat tidur. Ya. Lalu emosi saya hobinya bereaksi cepat. Istilahnya kalau senggol bacok ya. Belum apa-apa sudah kesenggol aja sudah bacok orang yang nyenggol. Padahal mungkin dia enggak sengaja. Ya, itu adalah spesialisasi di dalam kepingan-kepingan pribadi yang bernama Mahendra. Anda harus atur emosinya seperti apa. Harus ada keseimbangan badan Mahendra gimana supaya enggak ee jago di sofa atau di maka olahraga. Ya, saya mencoba setiap hari jalan paling enggak 3 3,5 km ya. Hari ini beberapa hari ini agak agak sulit karena hujan di tempat kami. Tapi coba pikirkan anggota Anda itu banyak loh. Meskipun Anda pribadi, anggota banyak, Anda harus atur itu spesialisasi masing apa? Delegasikan tugasnya. Ketika Anda akan bertemu dengan atasan, jangan, jangan yang main adalah badan, tapi yang main adalah hati sama tanggung jawab. Ya, hati dan tanggung jawab diberi tugas besok pagi bertemu atasan. Kalau Anda akan bertemu dengan anak, beda lagi. Kalau Anda akan menghadapi, Anda punya pendelegasian dalam kehidupan Anda. Itu ya mampu melihat tantangan-tantangan secara mikro atau detail. Kalau Anda melihat masalah, Anda melihat gambar besarnya, tapi Anda melihat jangan-jangan yang salah bukan ini. Jangan-jangan yang menyebabkan adalah hal lain atau tantangan ini sebenarnya adalah ini loh komponennya. Tidak hanya secara umum itu gitu ya, hal-hal kecil, detail Anda perhatikan. Anda mampu melakukan itu dan mampu mengkomunikasikan dengan baik hal-hal yang sifatnya informatif maupun instruktif kepada anggota timnya. Nah, ini kalau kita tarik ke dalam diri pribadi kita ya, kita berkomunikasi dengan diri kita sendiri. Kita ambil waktu 5 menit setelah Anda sembahyang yang pagi, Anda jangan langsung beraktivitas. Anda ambil 5 menit, 10 menit. Anda merenung. Hari ini saya melakukan apa? Yang kemarin saya lupa lakukan apa? Renungkan. Anda bicara dengan diri Anda sendiri ya, komunikasikan dengan diri Anda sendiri ya. Nah, captenship ini adalah seperti tadi nakoda kapal itu adalah leader plus. Kalau Anda bisa menguasai diri Anda sendiri, Anda sudah jadi kapten. Akan lebih mudah bagi Anda nanti kalau Anda sudah sampai lulus ini menjadi leader bagi yang lain. Ya, Anda spesialis. Ya, ini adalah ee salah satu lagi ciri khasnya adalah fokus. Ada nasihat ya ee mengapa banyak orang cenderung mengalami kegagalan. Tidak memiliki plan. Saya selalu membuat tanggal 31 Desember setiap tahun rencana untuk tahun depannya. Dan saya beritahukan kepada orang-orang terdekat saya, istri saya, mentor saya, ya atau sahabat saya. Saya ada sekitar li orang yang saya bagikan setiap tahun. Ini loh rencana saya tahun 2022 ya dan bentuknya visual bagus supaya apa? Saya selalu tertarik. Saya membuatnya lama itu ya. Orang banyak gagal kenapa? Tidak memiliki plan. Anda punya plan saja bisa gagal apalagi tidak memiliki plan. Yang kedua mungkin Anda sudah memiliki plan, sudah mempunyaai rencana tapi Anda tidak memiliki komitmen pada plan atau rencana hidup tersebut. Ya, sudah punya plan tapi tidak tidak komit. Yang ketiga, Anda tidak fokus. Nah, ini ya punya A dan punya B, tapi Anda tidak fokus buat apa? Nah, Teman-teman, jadi sebagai penutup dari sesi pertama ini saya akan bagikan kepada Anda. Ini loh yang namanya kita menjadi self leader ada banyak ya. Nanti di sesi berikutnya saya akan pecah-pecah lagi bagaimana kita mengeluarkan potensi diri kita itu supaya kita bisa mencapai tahap ini. Self leader ya, pemimpin dari dalam diri kita sendiri. Kira-kira seperti itu. Ee saya kembalikan waktunya kepada Mbak Kania. Moga-moga ini berken suka ngomporin ya. Semoga Anda terkena kompor saya. Thank you Mbak Kanania. Thank you teman-teman semua ya. Oke, terima kasih Pak Mahendra untuk pemaparan materi dan sharing pengalamannya. Wah, kalau kita lihat di chatbox nih, Pak, banyak sekali apresiasi dari para peserta webinar kita. Ada apresiasi dari Ibu Saidah yang mengatakan sangat menarik memotivasi, menggugah kita yang lengah, Pak. Terima kasih. Juga ada apresiasi dari Ibu Cika. Keren, materinya seru. Oh, terima kasih Bu Cika. Ya, ada juga dari Ibu Indah Sri Wahyuni yang mengatakan materinya sangat menarik dan sangat bermanfaat, Pak. Terima kasih. Ya. Ya, sepertinya banyak sekali respon positif dari peserta webinar kita hari ini ee Pak Mahendra. Dan untuk sesi berikutnya setelah kita mendengarkan pemaparan materi langsung dari Bapak Mahendra Datu di sesi ini ee kita akan membuka sesi interactive discussion. Jadi dalam sesi tanya jawab interaktif ini silakan sahabat ASN berkesempatan untuk menyampaikan pertanyaannya melalui kolom chat via Slido ataupun juga bisa rais hand ya, Pak ya, supaya kita bisa saling interaksi secara langsung. Oke. Namun karena mungkin peserta webinar ini sangat banyak, Pak, hampir 1000 orang, 1000 orang lebih malah dan memiliki antusiasme yang sangat besar, nantinya tim kami akan mengkurasi dan memilih beberapa pertanyaan yang akan langsung dijawab oleh Bapak Mahendra. Jadi sekali lagi saya ingatkan kepada Bapak dan Ibu, ayo manfaatkan kesempatan untuk menulis pertanyaannya ataupun menyampaikan secara langsung via Raise Hand dan kita akan mendiskusikannya bersama-sama dalam sesi ini. Oke, silakan menulis. Untuk tim panelis mungkin bisa diperbesar screen untuk pertanyaannya. Sudah banyak sekali pertanyaan yang disampaikan oleh para peserta di situ. Kita memanfaatkan fitur Slido. Tapi tampilannya cukup kecil ya, Pak Mahendra. He. Oke, terima kasih. Baik, Bapak. Nah, ini pertanyaan-pertanyaan nih, Pak. Mungkin kita pilih ee beberapa pertanyaan yang bisa kita diskusikan, Pak. Yang pertama dari Bapak Muhammad Arvian Kaidir. Apakah karakter jelek seseorang yang sudah dewasa tidak bisa diubah? Lalu bagaimana tips untuk kita sebagai pimpinan mengubah kebiasaan bawahannya yang jelek tersebut? Silakan Bapak Mahendra. Baik, terima kasih. Ee memang ada ee polemik atau argumentasi secara saintifik ya, secara ilmiah bahwa karakter sudah tidak bisa diubah pada usia tertentu. Katakan begitu mulai lepas usia 20 ya ee tin itu sampai ee 19 ya. ee begitu angka 20 karakter sudah relatif permanen. Ee ada pro kontras soal ini, tapi kalau karakter tidak bisa diubah mungkin habit bisa ditekan supaya menjadi untuk meng-cover atau meng-counter karakter. memang ee dari berbagai jurnal ilmiah ya, karena saya juga banyak ee bergerak di SDM memang karakter itu pada titik tertentu menjadi permanen. Hanya sedikit kasus di mana karakter seseorang yang sudah dewasa berubah karena pengalaman hidup yang sangat unik. Misalnya apa? Near death experience ya. seorang ee yang sombong, yang karakternya enggak mau belajar, ya karakternya enggak mau belajar ee tiba-tiba kecelakaan dan dia koma 1 bulan. Sebulan kemudian dia masih harus ee operasi sana sini sampai tubuhnya utuh kembali setelah kecelakaan itu. Lalu dia menyadari bahwa hidup dia itu sedang diingatkan Tuhan. Lalu dia berubah merubah cara pandang dia terhadap diri dia merubah akhirnya karakternya ikut berubah. dia menjadi manusia yang sama sekali baru sejak kejadian itu. Ada ya itu sulit dijelaskan apakah itu menjadi ee generalisasi untuk mengatakan bahwa sebenarnya karakter bisa berubah karena kasusnya tidak banyak ya. Tapi saya berdasarkan pertanyaan dari Pak Mukhtar Arfan ya. Apakah karakter jelek seseorang yang sudah dewasa tidak bisa diubah? Sulit. Saya tidak akan mengatakan impossible ya, karena bukti yang lain ada yang mengatakan masih bisa. Tapi menurut saya lebih baik ee orang-orang yang Anda hadapi seperti itu itu dilingkupi dengan rules ya. Karaktermu boleh jelek. Kamu bukan pribadi pembelajar enggak apa-apa. Tapi di kantor kamu harus belajar ya. ada ee rules atau tata aturan dan ee apa aturanlah yang harus membantu anak ini untuk hidup di dunia yang baru namanya kantor. Di luar sana terserah. Di luar sini disiplin di luar sini adalah Anda harus patuh pada peraturan. Direktur patuh Anda juga patuh. Semua ada sistem di luar sana terserah. Itu yang bisa ee ee ee membantu. Karena apa? Kita punya investasi waktu untuk memperbaiki orang yang karakternya jelek. Kita mengorbankan yang lain. Waktu kita makin menuah. Kita ngurusin satu orang yang jelek itu pun subjek ya sangat subjektif ya orang ini jelek menurut Mahendra. Belum tentu menurut orang lain lagi enggak jelek-jelek amat sih. Masih bisa diselamatkan. Mungkin cara komunikasinya diubah ya. Jadi selalu subjektif, tapi tadi itu saran saya dikelola dengan cara yang berbeda. Bahwa di kantor aturannya seperti ini. Mari kita sama-sama jaga. You bukan pembelajar di rumah enggak apa-apa. Tapi di sini you harus belajar aturan baru atau informasi tentang bagaimana melayani publik dengan lebih baik dengan teknologi, dengan aplikasi, dengan internet ya. Karena kita semua adalah pelayan publik dan publik itu dibanding ingin dilayani setiap hari lebih baik daripada kemarin. Lebih baik lagi. Kalau bisa enggak ada komplain. Publik menuntut itu. Ya, Anda harus ikuti lepas dari karakter Anda buruk atau tidak. Karena apa? Peraturan mengatakan harus itu. Anda harus relevan. Memang sulit ini. Ini ee ee psikologis ya. Ada beberapa kasus yang ee karakter itu bisa dibina ee karena tangan besi ya. Misalnya kalau di Rusia atau di China ya, pemerintahnya tangan besi. Karakter itu dibentuk di tempat sedemikian rupa sehingga akhirnya orangnya menjadi patuh. Jadi orang yang patuh compliance ya istilnya compliance tapi apa seperti itu yang kita inginkan? Kan enggak ya. Kira-kira seperti itu ya. Oh ada lagi pertanyaan. Bagaimana tips untuk sebagai pimpinan mengubah kebiasa? Oh ya itu sudah terjawab. Baik terima kasih, Pak Mahendra. Ada lagi nih Pak? Ya, ada pertanyaan dari Pak Bagus Hartono. Bagaimana ASN Muda menciptakan atau menumbuhkan karakter leadership di lingkungan kerja yang efektif dan efisien? Matur nuwun, Pak. Ee boleh diulangi lagi ya. Ee yang mana ya? Ee dari Pak Bagus Hartono. Bagaimana ASN Muda menciptakan atau menumbuhkan karakter leadership di lingkungan kerja yang efektif dan efisien? Heeh. Oke. Saya anggap atau saya asumsikan karakter muda ini ee ASN muda ini mungkin usia 25 tahun sampai 32 33 tahun ya, Mbak ya. Karena mereka mungkin sudah beberapa tahun bekerja setelah lulus kuliah. Anak-anak ee muda ini masuk menjadi ASN itu menghadapi senior mereka yang sudah lebih lama. harusnya kita bantu ya. Cara terbaik para senior membantu yang anak muda adalah dengan rendah hati. Adik-adik kita nih ya ee kalau mau belajar tentang pekerjaan ini karena kita sudah lebih dulu nih. Anda bisa belajar beberapa hal yang sifatnya sudah terjadi rutin. Tapi anak-anak muda ini ingat ya, anak-anak muda ini lahir di zaman yang berbeda di mana segala api karena ada unsur teknologi semuanya api. karena ada semua tercatat masih ada unsur tahapan-tahapan yang harus dilalui. Jadi ee mesti harus ada kerendahan hati dari senior. Anak-anak muda ini suka kok kalau direngkuh dengan cara yang khas. Bukan dihantam, bukan dikontra. Jadi saya kira ee yang terbaik adalah kita memulai dengan merengkuh mereka. Dan jangan lupa banyak hal kita bisa belajar dari mereka. Begitu kantor Pemprov di tiap kota atau di kantor wilayah sudah mulai memasukkan unsur teknologi dalam pekerjaan sehari-hari dalam melayani publik, anak-anak muda ini adalah yang akan membantu Anda. Ya, anak-anak muda juga jangan jumawa. Hanya karena Anda lebih tahu soal teknologi daripada yang tua, Anda masih belum merasakan asam garamnya bekerja melayani publik itu enggak mudah. Anda harus humble untuk menerima binaan dari yang tua. Karena apa? yang Anda hadapi itu manusia. Yang Anda hadapi itu manusia yang merasa berhak dilayani dengan baik karena mereka membayar pajak. Itu ya saya kira itu. Baik, terima kasih Pak Mahendra. Selanjutnya ada pertanyaan dari Ibu Eviana Yuliauti. Selamat pagi, Pak Mahendra dan Mbak. Saya sangat apresiasi sekali atas materi yang disampaikan karena menarik sekali. Pak Mahendra, saya mau bertanya. Gimana kita survive di lingkungan yang menolak untuk kita menjadi lebih baik sehingga diri kita sendiri juga susah untuk melangkah maju karena kondisi lingkungan yang seperti itu menurut Pak Mahendra, bagaimana kita menyikapi hal tersebut? Baik. Ee saya tidak tahu ee permasalahan detailnya seperti apa, tapi saran saya mungkin kita proaktif, kita mencari tahu sumber penolakannya itu apa. Mungkin bukan karena knowledge atau skill kita yang ditolak, tapi mungkin karena attitude kita atau cara kita berkomunikasi dengan mereka. Ya, ingat tadi ada slide yang mengatakan bahwa Anda harus memperhatikan hal-hal detail, hal-hal yang kecil. Jangan-jangan hanya kerikil nih yang menyebabkan ee penolakan itu bukan batu karang besar nih, bukan tembok yang kokoh, tapi hanya pasir kecil gitu ya yang mengganggu mereka karena ada kita. Apakah merasa tersaingi atau merasa tidak sejalan ya ee kita harus lihat di detail ya into details. Kenapa? Karena kalau kita hanya melihat gambar besarnya, kita akan ee sampai pada kesimpulan mereka tidak suka sama kita. Pertanyaannya adalah kenapa kok Anda sampai pada kesimpulan mereka tidak suka? Apa yang menyebabkan tidak suka? Anda gali lagi sampai detail-detailnya. Kalau orang yang tidak suka itu ee 100 orang, Anda mulai dengan satu orang, Anda dekati. Boleh bantu enggak? ee aku yang memberikan masukan kepada Anda. Anda sudah cukup untuk bisa, oh ternyata saya punya masalah ini. Anda yang mulai proaktif untuk mengubahnya. Kadang-kadang ee Anda harus mengorbankan sedikit hal untuk memenangkan hal yang lain, ya. Karena kalau sepintar Anda, apa, sepandai apapun Anda, kalau Anda tidak bisa memberikan kontribusi kepada tim yang lebih besar, Anda enggak relevan. Kalau Anda enggak relevan, cepat atau lambat Anda akan terdepak. Anda harus tahu Anda itu punya sesuatu apa yang bisa diberikan kepada yang lain dan yang lain bisa menerimanya. Oh, ini ada yang mengangkat tangan juga, Mbak. Pak Anhar ya kalau enggak salah ya. Semoga saya menjawab pertanyaan yang Ibu tadi ya. Baik, terima kasih Pak Mahendra. Baik, untuk peserta yang sudah mengangkat tangan untuk mengajukan pertanyaannya secara langsung, mungkin bisa dibantu oleh tim untuk diopen mic. Silakan Bapak. Saya boleh lihat juga ininya ee wajah Bapak yang bertanya bila berkenan. Tapi enggak harus ya sekalian kenalan kita ya, Pak ya. Kalau saya ke Jawa Timur. Silakan, Pak. Pak mana dulu? Ini ada dua Bapak nih. Pak Anhar dulu silakan Pak Anhar. Oh ee Pak Eko Nur Siswanto. Bapak eh Pak Eko silakan, Pak, kalau mau bertanya langsung. Bapak Eko Nur Siswanto silakan, Pak. Oh ya, kita ada 1000 orang ya, Mbak ya. Betul, Pak. Banyak sekali. Baik ya. Silakan Bapak ee untuk e memanfaatkan peluang Bapak dan Ibu sekalian untuk bertanya langsung dengan Pak Mahendra. Silakan mengaktifkan fitur rais hand atau menulis ee kolom pertanyaan dengan slido ada. Pak Eko dan Bu Anik silakan. Mana dulu? Silakan Pak Eko dan Bu Ani diopen mic Pak. Iya Zoom. Silakan Bapak sudah terdengar suaranya. Ya, silakan Pak Eko ya. Izin, Pak. Mau bertanya. He. Kadang-kadang kan gitu Pak, dalam satu organisasi ee ee ada tempat-tempat yang baru ee diposisi-posisikan yang baru. Nah, kadang-kadang kita kan perlu adaptasi nih, Pak. Adaptasi. Nah, ee kadang kita perlu ee motivasi yang tepat dalam posisi-posisi yang baru. Kan di di AS IN itu kan ada posisi-posisi yang baru ee berotasi dan lain-lain. Kadang-kadang kan kita perlu menimbulkan motivasi-motivasi yang terbaru itu kadang-kadang kalau kita sering ee hal-hal yang baru, akhirnya kita mesti tahu nih apa yang harus saya dalami dalam posisi-posisi tersebut. Nah, ee kadang pendukung hal itu perlu dengan pelatihan-pelatihan dan lain-lain. Nah, ee ee transfer ilmu itu kadang-kadang kalau kita sering ini, Pak, akhirnya ee berdiskusi dengan kerabat-kerabat yang ada di
Resume
Categories