WEBINAR ASN BELAJAR SERI 10 - HOW TO IMPROVE CHARACTERISTIC SELF POTENSIAL
AjuIcMzjf5M • 2022-03-10
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
unlist ya unlis eh power untuk menjadi
seorang leader. Saya sudah lebih hampir
30 tahun di corporate ya. Saya sudah ee
cukuplah ee makan asam garamnya
kehidupan apakah itu sebagai pribadi
atau sebagai orang di kantor. Tapi
sampai hari ini pun saya masih merasa
kurang. Hari ini terutama nanti dalam
tanya jawab saya juga akan belajar ee
power. Kenapa begitu? Untuk menjadi
barangkali Anda memberikan tips kepada
saya yang jauh lebih sesuai. sudah ee
cukuplah ee makan asam garamnya
kehidupan. Apakah itu sebagai pribadi
atau sebagai orang di kant?
Tapi sampai hari ini pun saya masih
merasa kurang. hari ini terutama nanti
dalam tanya jawab saya juga akan belajar
power begitu untuk barangkang leader
Anda memberikan tips kepada saya yang
jauh lebih sesuai sudah cukuplah makan
asam garamnya kehidupan apakah itu
sebagai pribadi atau sebagai orang di
ini tampaknya hanya satu pribadi
tapi sampai hari ini pun saya masih
merasa kurang pribadi
hari ini terutama dalam tanya jawab juga
akan belajar analis e power begitu untuk
menjadi seorang leader. Anda memberikan
tips kepada saya yang jauh lebih sesuai
sudah jauh lebih cukuplah e makan asam
garamnya kehidupan apakah itu sebagai
pribadi atau sebagai orang dipaknya
hanya satu pribadi pribadi kita
tapi sampai hari ini pun saya masih
merasa kurang hari ini tanya jawab saya
juga belajar power begitu untuk menjadi
seorang anda berikan tips kepada Jadi
topik jauh lebih sesuai sudah jauh lebih
ee cukuplah ee makan asam garamnya
kehidupan berakah itu
itu adalah salah satu eh tantangan
pertama itu kenapa be a leader of
yourself itu penting sebelum Anda bisa
memimpin orang lain termasuk keluarga
Anda yang paling gampang adalah memimpin
anak-anak Anda
karena mereka adalah anggota yang paling
dekat dari organisasi terkecil yang
bernama keluarga.
Ini adalah saya, nama saya Mahe. Jadi,
Anda kalau menemukan di internet, nama
saya mungkin lengkap seperti itu. Tapi
di internet juga ditemukan nama Mahe.
That's me. Ya, saya orang Jogja. Jadi,
Boso Jaowo juga biso ya. Kalau eh saya
sering ke Surabaya, sering ke Jawa Timur
ee asisnya dari Jogja. Tapi lebih
daripada itu saya sudah merasa menjadi
bagian dari Nusantara.
Karena saya sudah lama juga meninggalkan
tempat kelahiran saya. Saya ingin
menjadi orang yang bermakna di setiap
tempat di mana saya berada. Itu
perjuangan yang panjang untuk saya
mengeluarkan leadership itu di dalam
diri saya. Ya, ini adalah eh you against
you. Kenapa kok saya mengatakan eh dalam
leadership self ya self leader awareness
itu Anda melawan Anda sendiri karena
peperangan yang paling besar ada di sana
dan pastikan anda yang menang.
Ya, Anda melawan Anda, pastikan Anda
yang menang tuh, Teman-teman. Ya,
ini adalah salah satu ee game yang
sangat terkenal di Amerika. Mungkin di
seluruh dunia. Di Indonesia pernah
dimuat di salah satu televisi swasta
untuk beberapa tahun. Saya tidak tahu
apakah masih ada. Namanya Who wants to
be a Millionaire.
Teman-teman, Anda tahu ya permainan ini
itu soalnya al
tapi sekaligus menyatukan
kepingan-kepingan di dalam diri kita
supaya kompak
pikiran kita, logika kita, common sense
kita ya
nurani kita, hasrat kita, ambisi kita
kompak supaya kita punya kekuatan
menjadi leader yang membuat keputusan
tepat. Di dalam permainan Huansubi
Millionire ini, ini unik sekali. Kalau
di Amerika ya
itu Anda memulai dengan ee angka-angka
seperti ini. Lihat Anda akan ditanya
hadiahnya kalau benar 1$.000 dolar. Anda
menjawab benar. Anda ee ditantang ee mau
enggak ee pertanyaan berikutnya
hadiahnya 5.000 dolar. Kalau benar Anda
dapat 5.000 dolar. Tapi kalau salah
10.000 Anda hilang. Coba pikirkan para
sahabat ASN Jawa Timur pikirkan.
di dalam 1.000 dolar menuju ke 5.000
dolar. Apakah tidak berkecamuk? Itu
kepingan
dalam diri Anda itu Anda menjawab benar.
Apalagi kalau angkanya ee berapa itu li
kali lipat ya dari 1000 menjadi ee 5.000
Anda sudah ada 1000 di tangan kalau Anda
mundur. Tapi kalau Anda maju Anda
kemungkinan dapat 4.000 lagi. Tapi kalau
gagal yang 1000 pertama pun hilang. Anda
baru akan aman mendapatkan angka. yang
tidak akan hilang. Kalau Anda menjawab
di ee pembicara ee kuis sesudahnya ada
di angka Rp50.000. Saya lupa kalau di
Indonesia angkanya berapa ya. Jadi kalau
Anda berhasil mengunci angka Rp50.000
dan jawabannya benar, maka berikutnya
hadiahnya adalah
hadiahnya adalah Rp100.000.
Bapak, Ibu, Saudara-saudari sekalian.
R50.000 sudah ditangan. Anda ditantang
untuk mendapatkan R50.000 lagi untuk
pertanyaan atau kuis berikutnya. Anda
ambil tidak?
Sekali lagi, kepingan kecil-kecil di
dalam diri Anda akan saling berperang.
Ambil enggak ya?
Padahal Anda diberi tiga kesempatan ya.
Ada tiga kesempatan untuk bertanya teman
ya. Ya, kadang-kadang ee Anda harus
memilih pilihan itu tapi Anda berkecam
berkecamuk.
Ketika Anda mengambil Rp50.000
sudah ada di tangan ditawari Rp100.000.
Ada dua jawaban yang kemungkinan
terjadi. Anda akan mengatakan, "Sudah
saya stop. Alasannya adalah kelise. Saya
orang yang tidak serakah. R.000 sudah di
tangan. Ya sudah saya ambil ini saja.
Saya tidak akan lanjut ke 100.000
dolar." Jadi dia berhenti, tidak
mengambil kesempatan untuk mendapatkan
yang lebih baik yaitu 100.000 dolar.
Atau yang kedua
Anda mengatakan R50.000 memang sudah di
tangan. Tapi kalau saya punya nyali maju
satu kali lagi, siapa tahu saya dapat
tambahan Rp50.000 lagi menjadi 100.000.
Kalaupun saya kalah, gagal menjawab kuis
dengan benar, saya kehilangan hanya
angka kecil ya. Karena R50.000 sudah
tidak mengambil kesempatan untuk
mendapatkan yang lebih baik, yaitu
100.000. Anda mendapatkan Rp100.000.
Anda mendapatkan Rp100.000.
Pertanyaannya ditawari R200.000 mau
enggak? Nah, di sinilah Bapak, Ibu yang
saya bicara soal self leadership mulai
diuji. Saya sudah memegang uang 500.000
di tangan.
Kalau saya maju, kalau saya maju ke
200.000, kalau saya dapat, saya dapat
tambahan Rp100.000 lagi. Tapi kalau saya
gagal, saya hanya kembali ke Rp50.000.
100.000 yang sudah saya dapatkan hilang.
Saya kehilangan Rp50.000 uang di tangan.
Ya, sama. Kalau Anda ee mengatakan,
"Sudahlah saya 100.000 enggak usah maju
lagi, enggak usah kepengin R00.000."
Anda punya alasan yang sangat kelise.
Sudah dikasih Tuhan Rp00.000, kenapa
serakah? Ya, tapi Anda punya alasan yang
lain. Saya datang ke tempat ini ke kuis
Huansubi Millionire dengan R0 atau 0
dolar. Kalaupun saya kalah, saya pulang
dengan R.000 Ibu masih jauh lebih baik.
Betul ya, Teman-teman ya. Nah,
Teman-teman semua
kadang-kadang hidup kita itu adalah soal
nyali.
Apakah seorang leader punya nyali?
Punya. Kenapa? Karena seorang leader
dituntut untuk membuat
keputusan-keputusan
bagi anggotanya, bagi keseluruhan
sistem, bagi keseluruhan organisasi.
Tapi hari ini kita bicara soal self
leaders. Self leadership. Artinya apa?
Kita harus membuat keputusan untuk
setiap kepingan pribadi kecil-kecil ini
yang ada di dalam pribadi kita untuk
menjadi pribadi yang tunggal.
Kalau dalam bahasa kerennya unity of
life. Mahindra. Mahindra di sini di
Jogja, di Jakarta, di Surabaya adalah
Mahindra yang sama. Mahindra di
Instagram, Mahindra di Facebook,
Mahindra di Linkin, TikTok, YouTube
adalah Mahindra yang sama.
Bapak, Ibu akan menemui banyak orang
menjadi pribadi yang berbeda di setiap
platform berbeda.
Si A menjadi orang yang lain di platform
A. Begitu dia ada di platform B, si A
tidak menjadi A. Dia akan menjadi B.
Banyak orang yang tidak tidak tunggal
kepribadiannya.
Hari ini, Teman-teman, ini adalah awal
ya. Saya pakai contoh Milioner adalah
contoh untuk ayo teman-teman Anda punya
nyalilah.
kecil enggak apa-apa kecil dulu untuk
memastikan Anda itu bisa mengatur
kepingan-kepingan kecil dalam ee diri
pribadi Anda. Ya, kita bicara soal
leadership belum sampai ke leadership
bagi orang lain. Leadership bagi diri
kita sendiri dulu. Ya, mari kita lihat.
Ini adalah ee politisi Irlandia yang
mengatakan dalam ee bahasa Inggrisnya,
bahasa Indonesianya ada di bawah. Hal
sederhana yang dibutuhkan oleh setan
untuk menang adalah saat orang-orang
baik tidak berbuat apapun. Seorang suami
yang baik, seorang ayah yang baik,
seorang pekerja kantor yang baik,
seorang pelayan publik seperti kita
semua di sini yang baik, atau seorang
manajer, seorang GM, seorang direktur,
seorang kepala, seorang menteri, seorang
presiden, ya orang-orang baik semua itu.
Tapi saat kita tidak berbuat apapun,
setan menang.
Ya, itu namanya adalah dosa kealpaan.
Harusnya kita melakukannya,
tapi kita tidak melakukannya karena
alpa. Di situlah setan menang. Kita
tidak perlu menjadi penjahat yang brutal
untuk menjadi menjadikan setan
mengungguli kita. Ya, ini adalah ee
idiom dari Irlandia, seorang politisi.
Tentu konteksnya waktu itu adalah
tentang politik di dalam negeri mereka.
Tapi hari ini akan saya tarik, saya
generalisasi ke dalam prinsip kita. Ayo
kita semua di sini orang-orang baik ya
dengan segala kekurangan kita sebagai
umat yang atau sebagai manusia yang ee
ya tidak sempurna ya tidak sempurna ada
berdosa, ada buat kesalahan tapi kita
pada dasarnya adalah orang-orang baik.
Let's do something. Minimal
Anda do something untuk Anda sendiri.
Untuk membuat terobosan besar, untuk
membuat hal yang baru. Mumpung 2022 baru
mulai ya. Ini akhir dari kuartal pertama
bulan Maret masih awal di tahun 2022.
Kalau Anda punya mimpi di 2021 mau apa
di 2022? Inilah saat yang tepat termasuk
dalam proses belajar. Mari kita lihat.
Anda lihat gambar ini. Kiri atas, kanan
atas, kiri bawah, kanan bawah. Anda
amati gambar itu sejenak 10 detik.
Silakan.
Bapak, Ibu, para sahabat ASN Jawa Timur.
Ini adalah gambar sukacita orang-orang
desa ya. Mereka baru panen hasil kebun.
Ada yang panen kelapa, ada yang panen
macam-macamlah ya. mereka pesta, pesta
panen.
Ini adalah gambaran tentang sebuah desa
yang sangat istilahnya itu menerima
ee karunia yang besar dari sang
pencipta. Wah, kita enggak kelaparan.
Tampaknya seperti gambar biasa.
Tampaknya seperti gambar yang
banyak sekali gambar seperti ini. Orang
panen, orang pesta, orang bikin kenduri
karena enggak ada hama, enggak ada
bencana alam. Tapi kita lihat, mari. Ini
diambil dari film Disney yang berjudul
Moana.
Sebagian besar dari Anda mungkin sudah
menonton film ini.
Suatu hari setelah pesta panen itu,
Moana melintasi daerah-daerah di sekitar
pulau itu yang belum dia eksplorasi.
Dia masuk ke gua dan dia melihat ada ini
gambar ini apa ya ini ya? Benda-benda
apa ya ini? Bukankah ini adalah kapal?
Bukankah ini adalah perahu, kapal layar?
Kenapa ada di gua ini? Lalu dia
merenung. Si Moana ini merenung.
Kenapa ya kok kapal ini seharusnya ada
di air? Harusnya sudah berada di laut.
Harusnya mengarungi samudra mencari
ikan.
Akhirnya dia menyadari bahwa
sesuatu salah dalam kehidupan di desa
itu. Akhirnya nenek Tala digambarkan
dalam film itu mengatakan,
"Dulu nih ada kejadian ya, demi
melindungi penduduk pulau maka berlayar
ke laut lepas dilarang sejak saat itu.
Ada kejadian buruk di masa lalu
dan kita menjadi lupa siapa kita
sebenarnya.
Aku si nenek ini bilang kepada Moana ada
di sana saat itu dan melihat samudra
telah memilihmu.
Teman-teman semua, ada yang salah dengan
penduduk desa itu. Mereka hidup di tepi
pantai. Kenapa mereka bercocok tanam?
Film itu bercerita tentang ada sesuatu
terobosan yang ingin dicapai oleh anak
kecil yang bernama Moana ini. We don't
belong to the land.
Kami tidak, kami bukan orang daratan.
Hidup kita itu dulu leluhur kita adalah
pelaut-pelaut hebat. Salah kalau kita
berkebun di tepi pantai. Kira-kira
seperti itu pesannya. Itu adalah titik
ketika Moana bicara dengan si nenek. Ya,
kita menjadi lupa siapa kita sebenarnya.
Hari ini, Teman-teman, mumpung hari ini
nih, antara jam 09.00 sampai jam 12.00,
Coba Anda eksplorasi lagi. Apakah Anda
sudah dipilih semesta?
Apakah Anda sudah diberi talenta oleh
sang pencipta untuk menjadi explorer?
Jangan-jangan kehidupan Anda yang Anda
jalani ini belum seperti yang Anda
mestinya jalani. Mau ana menyadari saya
tidak bisa tinggal di daratan. Saya
dilahirkan menjadi pelaut. Ya, kita
menjadi lupa siapa kita sebenarnya. Dan
siapa sebenarnya kita? Kita adalah
makhluk yang memimpin.
Hari ini kita ada di puncak rantai
makanan dalam tanda petik. Ya, kita
adalah makhluk yang paling cerdas di
antara makhluk yang ada di planet bumi.
Kita adalah makhluk yang punya alasan.
Kita adalah makhluk yang punya hasrat,
punya ambisi. Dan kita adalah makhluk
yang diciptakan untuk bertumbuh.
Kita tidak bisa menjadi kayak pohon.
Diam gitu, tumbuh tapi diam. Di situ.
Kita tidak bisa menjadi seor ee seekor
binatang
yang hidupnya atas belas kasihan alam.
Cari makan apa yang ada di sekitarnya
dia buruk. Yang punya alasan kita adalah
manusia. Kita makhluk yang bisa menanam
untuk masa depan untuk kita panen. Suatu
saat kita bisa punya alasan untuk
melakukan banyak hal atau tidak
melakukan banyak hal.
Nah, ini film yang mengajarkan kepada
kita tujuan hidup kita itu sebenarnya
apa. Direvisi ulang,
diedefinisikan.
Ya, kalau Anda tahu dalam film Moana
itu, akhirnya film itu berbicara soal
moana bukan petani, tapi moana yang
menaklukkan lautan. Dia kembali ke apa
ya istilahnya ke makna kenapa penduduk
itu hidup di tepi pantai bukan di lireng
gunung. Hm. Kita akan memulai perjalanan
sampai jam 12.00 ini. Perjalanan
kesadaran bahwa kita itu setiap pribadi,
pribadi pribadi itu punya kepingan
kecil-kecil di dalam setiap orang yang
harus kita pimpin dulu. Nanti saya kasih
tahu e apa itu maknanya.
Kepemimpinan pertama adalah kepemimpinan
atas diri sendiri, Teman-teman. Ya, kita
harus benar-benar berani mengakui bahwa
kita itu punya banyak anggota di dalam
tubuh kita, dalam pribadi kita yang
harus kita jaga biar rukun, biar punya
integritas
ya, biar menjadi Mahendra yang tunggal,
yang bukan peragu, yang tidak mikir ini
mikirnya terlalu lama, overthinking. Ya,
ini adalah kepemimpinan atas diri
sendiri. Kepimpinan yang pertama. Yang
kedua, sebelum kita memimpin orang lain,
benar ya, kita harus mampu menyatukan
kepingan-kepingan itu supaya rukun di
dalam diri kita.
selalu you against you, Anda melawan
Anda. Nanti dalam refleksi setelah sesi
ini, ee Anda akan saya pandu dengan
kebiasaan-kebiasaan yang mungkin saya
sudah lakukan itu lama sekali
bertahun-tahun ya dalam kesendirian
dan saya lakukan itu untuk memberikan
kepercayaan kepada diri saya bahwa saya
bisa melakukannya. Tidak perlu opini
orang lain untuk mengatakan saya bisa,
tapi saya bisa melakukannya. Mari kita
lihat.
suatu malam jam 15 ya 814 malam
ada tugas yang harus Anda serahkan ke
atasan besok pagi jam 10 ya bayangkan
jam 08 le4 malam Anda masih punya PR
belum beres ada laporan yang harus Anda
kerjakan untuk jam 10 sudah ada di meja
atasan
hati Anda menginginkan Anda
mengerjakannya now sekarang
Badan Anda masih ingin duduk di sofa.
Pikiran Anda masih tertuju pada sinetron
yang baru akan berakhir jam 21. Dan
sebentar lagi ini ada siaran langsung
Liga Inggris favorit Anda. Jam 21.30.
Ada berapa hal? Ada berapa pihak yang
harus Anda pimpin? Ya, ada hati, ada
badan, ada pikiran. Belum lagi kalau
pemainnya bertambah, Anda lagi stres
atau Anda lagi bingung, Anda lagi galau,
ya ada emosi yang lain ikut masuk ke
situ. Pemainnya makin banyak di dalam
pribadi Anda.
Jadi dengan situasi itu jam 0814 malam
ada pertengkaran antara hati melawan
badan, melawan pikiran.
Teman-teman,
kepemimpinan pribadi Anda, setiap orang
tuh punya benih ya. Setiap manusia dia
makhluk yang paling paling dimuliakanlah
oleh sang pencipta itu dikasih benih
kepemimpinan pribadi. Ya, kepemimpinan
pribadi Anda memutuskan untuk intervensi
pertengkaran itu antara hati, badan, dan
pikiran Anda sebagai wasit.
Anda duduk
30 detik, Anda refresh, ini pertengkar
ini harus segera kita tengahi ini supaya
tidak bertengkar lagi dan rukun.
Masalahnya adalah mana yang Anda
menangkan menunjukkan kepemimpinan
seperti apa yang Anda miliki. Ya, pilih
dengan bijaksana para sahabat. Mana yang
mau Anda menangkan? hati Anda, badan
Anda, pikiran Anda. Pada saat itu ya
case berbeda mungkin pertengah berbeda,
materinya berbeda. Ingat, besok pagi jam
10. Anda harus bikin laporan serahkan
kepada atasan Anda. Hati Anda
menginginkannya kerjakan sekarang. Tapi
pikiran kan besok bisa dikerjakan jam
pagi, jam pagi bangun pagi. Atau badan
Anda, aduh udah ngantuk habis ini pasti
ngantuk. Apalagi pikiran mendukung ada
sepak bola habis ini sampai jam 12
malam.
Ya, tinggal hati ya, hati dan hati
nurani Anda
yang harus Anda menangkan. Ya,
Teman-teman ini adalah gambaran
bagaimana shf leadership itu penting
bagi Anda.
Di dalam filmana dikatakan di situ ada
percakapan karakter yang kosong
melompong adalah tempat bermain para
setan. Karakter yang berisi tidak
dikendalikan oleh angin ataupun keadaan.
kamu memilih jalan hidupmu sendiri. Hari
ini saya berbagi kepada Anda respon Anda
terhadap sharing ini. Bukan terhadap
Mahendra ya. Terhadap sharing-nya
Mahendra ini adalah Anda yang memilih
dan mengelola. Bagaimana supaya bisa
sesuai dengan situasi dan kondisi Anda.
Gimana memasaknya, mengolahnya ya, tapi
jangan sampai
karakternya kosong.
Ya, ini meskipun kata-kata Disney tapi
makes sense ya. Sangat masuk akal. Kalau
kita enggak punya karakter itu orang
lain ya akan mengisinya.
Jangan biarkan hidup kita itu seperti
kamar kos yang kosong. Orang lain masuk
mengisi di situ ngacak-ngacak. Kalau
yang masuk orangnya baik, kamar kita
menjadi bersih, rapi, enak. Kalau kita
salah orang yang masuk ke kamar kos
kita, dalam pikiran kita dan hati kita,
itu akan ngacak-ngacak hidup kita juga.
Ya, jangan sampai kosong.
Anda yang ngisi, jangan orang lain yang
mengisi, apalagi opininya orang-orang
terhadap Anda.
Ya, ciri khas personal leadership atau
leader in you yang pertama adalah
proaktif secara positif. Dalam kasus ee
nonton TV tadi itu misalnya adalah
segera mengerjakan tugas yang harus
dikumpulkan besok pagi. Butuh waktu saya
bertahun-tahun untuk ee mengalami apa
yang disebut heroic minute di pagi hari.
Ya, saya menemukan banyak sekali sahabat
saya memakai alarm di handphone-nya ciri
khas personal leadership atau leader 5
menit bunyi 10 menit bunyi. Buat apa?
Heroic minute adalah ketika alarm
berbunyi Anda bangun tidak perlu ada
snow, tidak perlu ada 5 menit lagi
dibunyikan lagi, 10 menit lagi bunyi
lagi. Enggak perlu.
Dulu godaan saya seperti itu. Sekarang
alam saya hanya berbunyi sekali. Begitu
berbunyi saya harus bangun.
Ya, cuci muka ya. Kalau ada kewajiban
doa, Anda berdoa. Ada kewajiban
lain-lain, Anda lakukan itu. Jangan
balik ke kasur lagi.
Karena wake up dan get up itu dua hal
yang berbeda. Anda buka mata dan Anda
bangkit dari kasur. Itu dua hal yang
berbeda. Mana yang lebih heroik? Ya,
proaktif secara positif. Untuk hal baik,
Anda proaktif. Untuk hal buruk, Anda
jangan proaktif. Yang kedua,
sadar akan pentingnya belajar. Ya, kita
bukan bicara soal belajar anak sekolah
atau anak kuliahan, tapi belajar hal-hal
baru yang mempermudah hidup kita, yang
membuat hidup kita lebih bermakna,
terutama bagi keluarga kita l kalau
enggak bagi orang lain. Ya, kenapa
begitu para sahabat? Karena tanpa
belajar pertumbuhan kita akan
dikendalikan oleh sekeliling kita. Oke.
Pikirkan teman-teman. Kalau kita tidak
belajar, ilmu kita misalnya sudah sampai
100%.
yang lain sudah 101%, 105, 107
kita tetap mempertahankan 100% karena
itu adalah KPI kita ya. Saya sudah
belajar belajar kehidupan ya maksudnya
ya. Ini sudah Mahindra yang sejati nih.
Sementara sahabat-sahabat saya termasuk
Mbak Kania sudah sampai 110, 115
akhirnya apa? Saya jadi kudet, kurang
update. Saya jadi cooper, kurang
pergaulan dan saya tidak belajar apapun
dari dinamika perubahan
yang terjadi sekarang ini.
Pandemi ini hanya mempercepat. Tanpa
pandemi perubahan juga cepat terjadi.
Lalu akhirnya P Mahintra tertinggal
jauh, enggak punya teman. Yang lain
ngomongin sesuatu yang saya enggak
paham. Yang lain ngobrolin ngajak ke
tempat suatu event training bersama atau
Zoom bersama. Saya ditinggal. Saya minum
teh sendirian lalu menyesal. Kok saya
dulu enggak ikut rombongan orang-orang
pembelajar itu? Ya, tanpa belajar
pertumbuhan kita akan stop. Dan kalau
pertumbuhan kita stop, orang lain yang
belajar lebih banyak akan mengendalikan
lebih kita. Jadi pikir kok hidupku itu
diatur orang lain ya? Kok setiap kali
orang lain melakukan sesuatu dampaknya
ke saya besar sekali. Jangan-jangan Anda
tidak belajar.
Dengan belajar lihat yang huruf biru.
Anda berpotensi
untuk membalikkan keadaan. Anda yang
mengendalikan situasi Anda dan kondisi
di sekeliling Anda. Minimal Anda punya
peluang untuk itu. Tapi kalau Anda tidak
belajar, zero chance. Anda tidak punya
peluang sama sekali.
Yang ketiga, sadar akan pentingnya
waktu.
Semua hal deadline ya, Bapak, Ibu ya.
Semua hal itu ada batas waktunya
dan kita makin menua ya. Ingat ya,
banyak yang lupa kita itu makin menua.
Kalau dulu 10 tahun yang lalu Anda bisa
makan apapun, mungkin sekarang Anda
sudah ngurangin yang pakai lemak-lemakan
yang bikin darah tinggi, ya. Sang waktu
itu brutal. Dia hanya bergerak ke depan.
Anda mau berhenti atau Anda mau mundur,
Anda akan ditinggal. Ya. Oke, kita lihat
semua hal deadline. Misalnya apa? Jam
10. Anda harus ee menyerahkan laporan.
Dalam kasus ee tadi laporan kepada
atasan itu adalah deadline yang paling
nyata karena disebutkan jelas.
Pak Mahendra, besok pagi ya kamu lapor
laporan ke saya. Dokumen sudah ada di
meja saya jam 10. Pagi besok
ada deadline-nya.
Contoh yang paling gampang deadline di
kehidupan sehari-hari. Misalnya Anda
masih pacaran.
Pacaran tuh ada deadline-nya loh. Kapan
dikenalkan ke orang tua? Setelah
dikenalkan orang tua enggak enggak cuma
dikenalkan terus sampai 50 tahun kan.
Ada kapan dilamar?
Setelah dilamar ada deadline kapan
menentukan hari pernikahan. Setelah Anda
menikah Anda berdua diskusi. Kita harus
deadline nih kapan kita punya anak
paling telat. Kalau kita mau
bersenang-senang dulu ya e enggak mau
ada beban, ya itu keputusan
pribadi-pribadi. Tapi harus ada deadline
kapan kita akan punya anak atau mau
punya anak. Semuanya ada deadline
ya. orang pacaran atau orang dekat pun
ee di PHP itu enggak bagus. Makanya
harus ada deadline. Kita tuh pacaran
enggak sih? Ya itu teman-teman semuanya
yang paling sederhana. Yang keempat,
mari kita lihat pantang menyerah.
Si Moana anaknya kepala suku. Di dalam
film itu kalau Anda lihat lagi ya, itu
anaknya kepala suku. Dia memang punya ee
benih di keluarga dididik sebagai
pemimpin.
Pada waktu dia dilarang sama kepala
sukunya, si bapaknya,
dia tidak boleh masuk ke tempat-tempat
yang terlarang, yang pamali lah sebutnya
atau yang bikin kamu akan sial
di gua tadi itu.
Moana tidak mau. Ada yang aneh dengan
kehidupan di kampung kita. dia masuk ke
tempat-tempat yang dilarang yang
akhirnya menemukan ee itu ya kapal
ternyata itu pelaut bukan petani. Film
itu berakhir dengan semua penduduk desa
menjadi pelaut kembali. Satu orang
mengubah satu desa, Anda juga bisa.
Kenapa? Jangan menyerah.
Orang yang sukses itu
menyerah tapi tidak berhenti. Tapi
renergiz. Oke, saya berhenti dulu. saya
ganti strategi atau saya ganti
pendekatan saya akan mulai lagi besok
pantang menyerah
ya seperti tadi kata Pak Renat Kasali
dalam sambutannya kalau kita tidak
berubah apalagi kita bicara soal
leadership diri kita, kita tidak menjadi
relevan ya kalau kita tidak punya
relevan kita tidak cocok lagi dengan
zaman kita, kita tidak dipakai oleh
zaman. Anda akan dijauhi orang-orang
yang merasa Anda itu kuno banget. Anda
akan dijauhi oleh rezeki.
Rezeki hanya hadir pada orang yang
disiapkan untuk mengambil rezeki itu
dengan daya upaya dan ikhtiar.
Ya, tapi karena Anda idle, Anda berhenti
belajar, Anda tidak siap mengambil
rezeki itu. Anda bahkan tidak punya
tools, Anda tidak punya alat kelengkapan
untuk mengambil rezeki itu. Ya, supaya
kita tetap bermakna. Kalau Anda
bermakna, Anda punya kontribusi, Anda
punya manfaat, Anda punya nilai, zaman
akan memakai Anda. Ya,
mari kita lihat. Ini adalah gambaran
bila Anda hidupnya idol. Dari lahir
sampai sekarang, Anda punya ilmu dan
ilmu Anda direfleksikan dalam gambar
pukul besi atau palu ya. Bukan palunya
Thor yang luar biasa. Anda saya punya
senjata dalam kehidupan saya yang
namanya Palu. Saya bisa menyelesaikan
semua masalah.
Tapi lihat pepatah ini.
Jikalau alat yang kamu punya hanyalah
palu, maka kamu akan berpikir bahwa
setiap masalah adalah paku.
Dulu teman-teman semua, zaman dulu nih,
mungkin setiap masalah memang hanya
paku.
Mungkin hanya di mana-mana masalah itu
paku. Tapi dunia berubah.
20 tahun lagi, 20 tahun lalu, 25 tahun
yang lalu ada krisis moneter
ya. Kris moneter sistem keuangan dunia
itu paku. Hari ini yang disebut krisis
ekonomi bukan hanya istilah monetara
aja. Ada orang ditipu dengan misalnya
kripto, ada orang ditipu dengan
investasi yang salah. masalah dunia
semuanya ya kasus-kasus di Indonesia ini
ya ee salah ambil investasi
ee misalnya maaf nih ya ada orang-orang
yang jadi idola lalu memberikan gambar
oh ini investasi yang bagus bukan hanya
terjadi di Indonesia
yang disebut krisis ekonomi bukan hanya
is monar aja ada orang dengan misalnya
kpto ada orang ditipu dengan investasi
yang salah
masalah dunia kita semuanya nya ya
kasus-kasus di Indonesia ini ya ee salah
ambil investasi yang ee misalnya maaf
nih ada orangorang yang
jadi idola lalu memberikan gambaran
investasi yang bagus hanya punya tools
jago berkomunikasi dengan lebih baik
Anda harus punya tools untuk tetap
rendah hati meskipun Anda tahu Anda
paling pandai ya Anda harus punya tool
untuk menyelesaikan masalah-masalah diri
Anda sendiri dulu tanpa membuat masalah
baru kayak pegadaian ya, menyelesaikan
masalah tanpa masalah.
Jadi, hari ini ada tools lain yang saya
bagikan untuk Anda, yaitu bagaimana
membuat kepingan-kepingan dalam diri
Anda itu menyatu.
Kalau kepingan Anda menyatu, Anda adalah
Agus yang utuh, Bambang yang utuh, Murni
yang utuh, Wati, Tuti, Nina yang utuh.
Kalau Anda utuh, no one will break you.
Kalau hidup Anda itu utuh dengan
integritas yang tinggi, tidak ada yang
bisa menghancurkan hidup Anda sampai
berkeping-keping lagi.
Anda punya palu, palu itu adalah diri
Anda sendiri. Anda punya tools yang
lebih banyak.
Ya, tahukah Anda, Teman-teman, tidak ada
orang yang terlalu sibuk. Pak Mahindra,
hidup saya sehari-hari sudah sibuk di
kantor, di rumah saya juga sibuk
ngurusin rumah. Sabtu Minggu saya enggak
bisa libur karena urusan rumah banyak
sekali. Bersihin genting ee apa perbaiki
genting itu hidup Anda itu sibuk. Anda
membuat sebuah nubuatan
weekend nanti saya sibuk. Dan apa yang
terjadi di weekend Anda benar-benar
sibuk karena Anda memilihnya.
Pak Mahendra, saya sudah sibuk sekali
malam ini saya enggak bisa untuk ee baca
buku 15 menit. Malam yang terjadi adalah
Anda tidak bisa membaca buku 15 menit
karena sinetronnya 1 jam.
Tidak ada orang yang sangat sibuk. Saya
tidak percaya bahwa Anda tidak memiliki
waktu. Saya saya kadang-kadang
membohongi diri sendiri. Aduh, kok sibuk
sekali ya? Tadi malam saya baru selesai
kerja jam 12.00 lebih, sudah lewat
tengah malam. Sudahah hari Kamis.
Tapi saya tetap lakukan pekerjaan itu.
Karena apa? Kalau saya mengizinkan diri
saya untuk tidak disiplin satu saja,
nanti akan ada yang kedua tergoda untuk
yang ketiga. Godaannya banyak. Anda
mulai merokok satu kali, Anda susah
berhenti setelah itu. Ya, saya seumur
hidup belum pernah merokok. Bukan
berarti tidak merokok baik ya. Ee saya
tidak ingin membanding-bandingkan. Tapi
saya memilih supaya saya tidak keterusan
ya. Saya memilih ada prioritas yang
lebih lain yang bagi saya lebih penting
ketimbang misalnya hobi tertentu ya.
Tidak ada orang yang sibuk. Anda jangan
menghukum diri Anda dengan mengatakan,
"Aduh saya gabisan waktu. Saya sibuk.
Tolak itu. Tolak pikiran seperti itu.
Buang.
Karena apa? Semuanya hanya terkait
dengan prioritas. Kalau Anda punya
prioritas sesibuk apapun, Anda akan
luangkan waktu untuk itu. Ya,
ini yang mengumpulkan kepingan-kepingan
kecil itu supaya Anda menjadi satu
termasuk membuat prioritas.
Tadi belum ada kalau prioritas ikut ikut
nonton TV itu ya prioritas juga pasti
akan punya pendapat. Belum lagi berantem
sama keluarga atau anak atau istri atau
suami itu menambahin juga ikut nonton TV
lagi di situ. Wah, makin banyak kepingan
yang tercerai berai. Tugas Anda adalah
menyatukan dulu menjadi Wan Mahendra,
Wan Kania, Wan siapapun Anda. Ya,
ini gambar yang sangat bagus. Sebelah
kanan itu ada gambar orang memegang
remote control. Apa gunanya Anda membeli
TV kalau orang lain yang memegang remote
controlnya?
Apa gunanya Anda punya kamar kos di
dalam otak Anda? Saya punya ruangan yang
kosong, saya akan isi.
Anda tinggal pilih siapa ee anak
karakteristik anak kos yang akan Anda
masukkan ke dalam ruangan Anda. Kalau
atau ilmu apa yang akan Anda masukkan,
prioritas apa yang akan Anda masukkan ke
dalam benak Anda. Itu yang akan
menentukan remote control itu pindah ke
mana. Ya, jangan sampai Anda hidup
dikendalikan oleh remote control-nya
orang lain.
Jangan sampai opini-opini orang lain
terhadap Anda mempengaruhi apapun
rencana Anda yang sedang Anda kerjakan.
Ya, sangat penting bagi Anda untuk tetap
memastikan it's my life, ini hidup saya
ini harus saya pegang, saya harus
selamatkan. Saya tidak boleh ini jatuh
ke tangan orang lain, kecuali orang yang
saya percaya. Misalnya ketika saya
pulang dari kerja, rumah adalah misalnya
saya ya, ratu saya adalah istri saya.
Remote control ini saya berikan sebagian
kepada istri saya karena she is the
queen of the house. Jadi ngatur korden
gimana mengatur rumah itu remote
controlnya ada di dia. Saya tinggal
mengikuti dengan sukarela dan happy. Ya,
itu seperti itu.
Kalau kita bicara soal eh self
leadership,
Anda lihat gambar itu. Itu semuanya
gambar tentang kapten kapal ya. Ada yang
kapalnya modelnya kapal finisi gitu ya,
kapal layar. Ada yang kapal pesiar, ada
kapal yang pengangkut kargo, ada yang
kapal biasa.
Tapi mereka melakukan hal yang sama.
Mereka mempelajari laut, mempelajari
angin, mempelajari cuaca, ya, lalu
mempelajari jarak, mempelajari
kemungkinan kita harus menghindari rute
tertentu, ya. Tapi yang paling penting
adalah para kapten itu, para leader itu
mempelajari bagaimana saya tidak panik
dalam situasi apapun. Dia sebelum
memimpin kapalnya, dia mengemudikan
dirinya sendiri pada titik di mana
apapun yang terjadi, begitu saya lepas
dari pelabuhan, begitu saya meninggalkan
daratan, apapun yang terjadi, cuacanya,
anginnya, arahnya, atau ada perang di
situ, saya harus hindari. Bahan bakarnya
kemungkinan habis di tengah jalan, saya
tidak akan panik.
Kalau saya panik, saya tidak punya waktu
untuk berpikir jernih, ya. Saya tidak
punya waktu untuk berpikir jernih. Itu
penting, Teman-teman, ya. Kalau Anda
ingin menjadi self mastery, menjadi self
leader. Karena Anda harus menjadi ini
dulu sebelum Anda bisa menguasai dunia
orang lain. Ya, mari kita lihat.
investasilah ee terhadap diri Anda.
Rajinlah Anda membaca buku, rajinlah
Anda melihat berita-berita yang positif.
Kalau Anda tahu ee beberapa channel
tertentu itu tidak baik buat Anda
hindari, ya sesekali mungkin Anda lihat.
Tapi jangan addicted, ya, jangan sampai
ketagihan. Kalau Anda mkin nonton film
sesekali silakan, tapi kalau Anda
berteman, carilah teman-teman itu yang
men-support Anda bertumbuh.
Ya, kalau Anda lihat ada satu preman di
ujung gang di tempat kampung Anda,
dengan siapa dia berteman? Kira-kira
sama dengan dia. Itu merefleksikan teman
Anda adalah siapa Anda. Dalam pepatah
bahasa Inggris ada ada kata-kata begini,
"Tell me who your friends are and I will
tell you who you are." Beritahu saya
siapa teman-temanmu. Lalu saya akan
tentukan kamu itu siapa sebenarnya. Jadi
kami di corporate itu punya kebiasaan
saya sering membantu ee wawancara dari
CV-CV yang masuk untuk company kami. CV
yang masuk itu indah sekali,
Teman-teman. Waduh, ini sempurna ini,
ya. E resume atau CVT ini sempurna
sekali. Betul. Kita kita cek nama itu di
Facebook, di Linkin, lalu di ee
Instagram, di internet.
Anak ini adalah orang berbeda di sosial
media.
Kami jadi ragu. Hal yang sederhana. Dia
tidak jujur di awal. Kalau kita terima
dia, mungkin dia pintar di bidangnya.
Mungkin dia ahli di bidang yang akan
kita butuhkan, tapi dia ada cacat. Dia
tidak jujur. Dia tidak investasi. Dia
tidak investasi di dalam brand portfolio
yang namanya CV itu. Jadi, Teman-teman
semua make sure Anda investasi yourself
supaya kepingan-kepingan itu menjadi
satu. Tidak hanya Anda rukun terhadap
diri Anda sendiri, tapi Anda juga ee
menjadi orang yang integritasnya itu
baik ya. Invest in yourself ya. Kapan
seseorang mulai kelihatan eh punya benih
talenta leadership? Saya kurang lebih
punya 9 menit eh 9 menit lebih ya. Oke.
Kapan seseorang mulai kelihatan memiliki
benih benih ya benih talenta leadership?
Mari kita lihat
saat ia fokus mengerjakan satu pekerjaan
hingga benar-benar selesai dengan baik.
Kalau Anda fokus mengerjakan sesuatu
tapi tidak pernah selesai, bikin yang
baru lagi enggak selesai lagi, benih itu
enggak ada. Anda harus bikin benih itu
ada dengan ngikutin training, dengan
berjejaring dengan orang-orang yang
punya benih supaya Anda ketularan. Ya.
Yang kedua, jago bekerja sendirian
sekaligus mampu berkontribusi bagi tim.
Anda kerja sendiri, oke ya. Tapi Anda
bekerja dalam tim pun Anda bisa
berkontribusi.
Berikutnya suka menghubung-hubungkan
permasalahan yang dihadapi dengan
peluang-peluang yang mungkin timbul. Itu
yang disebut proaktif secara positif
tadi itu. Ya, ini memang masalah. Kita
sedang punya masalah nih, Pak Mahindra
nih. Tapi saya juga melihat ada peluang
ya. Salah satu contoh adalah bila Anda
lapor kepada atasan Anda, Pak, kita
kemarin ada masalah.
Kalau Anda hanya melaporkan di pagi
berikutnya Anda melaporkan masalah, Anda
mungkin belum punya benih atau benih
Anda belum tumbuh jadi tunas. Kecuali
Anda datang, Anda coba ya, Anda datang
kepada atasan Anda, "Pak, Bu, kemarin
kita ada masalah ini, tapi kita sudah
pikirkan ada tiga opsi solusi. Solusi
satu, solusi dua, solusi 3. Menurut
Bapak atau Ibu yang mana yang akan kita
follow up itu benih yang baik. Jadi,
Anda tidak hanya melaporkan masalah,
tapi Anda melaporkan ada solusinya loh.
Ada tiga kemungkinan yang bisa kita
lakukan untuk menanggapi masalah ini.
Ya.
Oh, ada yang hilang ya nomor empatnya
ya. Mampu melihat spesialisasi
masing-masing anggota timnya dan membagi
pendelegasiannya
ya. Mampu melihat spesialisasi
masing-masing anggota
dalam ee self leadership. Anda mampu
melihat spesialis spesialisasi
masing-masing anggota yang bernama
pikiran. Pikiran itu punya kecenderungan
seperti ini. Pikiran saya punya k
seperti ini. Benak saya punya
kecenderungan seperti itu. Badan saya
hobinya di sofa.
Di sofa atau di tempat tidur. Ya. Lalu
emosi saya hobinya bereaksi cepat.
Istilahnya kalau senggol bacok ya. Belum
apa-apa sudah kesenggol aja sudah bacok
orang yang nyenggol. Padahal mungkin dia
enggak sengaja. Ya, itu adalah
spesialisasi di dalam kepingan-kepingan
pribadi yang bernama Mahendra. Anda
harus atur emosinya seperti apa. Harus
ada keseimbangan badan Mahendra gimana
supaya enggak ee jago di sofa atau di
maka olahraga. Ya, saya mencoba setiap
hari jalan paling enggak 3 3,5 km ya.
Hari ini beberapa hari ini agak agak
sulit karena hujan di tempat kami. Tapi
coba pikirkan anggota Anda itu banyak
loh. Meskipun Anda pribadi, anggota
banyak, Anda harus atur itu spesialisasi
masing apa? Delegasikan tugasnya. Ketika
Anda akan bertemu dengan atasan, jangan,
jangan yang main adalah badan, tapi yang
main adalah hati sama tanggung jawab.
Ya, hati dan tanggung jawab diberi tugas
besok pagi bertemu atasan. Kalau Anda
akan bertemu dengan anak, beda lagi.
Kalau Anda akan menghadapi, Anda punya
pendelegasian dalam kehidupan Anda. Itu
ya mampu melihat tantangan-tantangan
secara mikro atau detail. Kalau Anda
melihat masalah, Anda melihat gambar
besarnya, tapi Anda melihat
jangan-jangan yang salah bukan ini.
Jangan-jangan yang menyebabkan adalah
hal lain atau tantangan ini sebenarnya
adalah ini loh komponennya. Tidak hanya
secara umum itu gitu ya, hal-hal kecil,
detail Anda perhatikan. Anda mampu
melakukan itu dan mampu
mengkomunikasikan dengan baik hal-hal
yang sifatnya informatif
maupun instruktif kepada anggota timnya.
Nah, ini kalau kita tarik ke dalam diri
pribadi kita ya, kita berkomunikasi
dengan diri kita sendiri. Kita ambil
waktu 5 menit setelah Anda sembahyang
yang pagi, Anda jangan langsung
beraktivitas.
Anda ambil 5 menit, 10 menit. Anda
merenung. Hari ini saya melakukan apa?
Yang kemarin saya lupa lakukan apa?
Renungkan. Anda bicara dengan diri Anda
sendiri ya, komunikasikan dengan diri
Anda sendiri ya.
Nah, captenship ini adalah seperti tadi
nakoda kapal itu adalah leader plus.
Kalau Anda bisa menguasai diri Anda
sendiri, Anda sudah jadi kapten. Akan
lebih mudah bagi Anda nanti kalau Anda
sudah sampai lulus ini menjadi leader
bagi yang lain. Ya, Anda spesialis.
Ya,
ini adalah ee salah satu lagi ciri
khasnya adalah fokus. Ada nasihat ya ee
mengapa banyak orang cenderung mengalami
kegagalan.
Tidak memiliki plan.
Saya selalu membuat tanggal 31 Desember
setiap tahun rencana untuk tahun
depannya. Dan saya beritahukan kepada
orang-orang terdekat saya, istri saya,
mentor saya, ya atau sahabat saya. Saya
ada sekitar li orang yang saya bagikan
setiap tahun. Ini loh rencana saya tahun
2022 ya dan bentuknya visual bagus
supaya apa? Saya selalu tertarik. Saya
membuatnya lama itu ya. Orang banyak
gagal kenapa? Tidak memiliki plan. Anda
punya plan saja bisa gagal apalagi tidak
memiliki plan. Yang kedua mungkin Anda
sudah memiliki plan, sudah mempunyaai
rencana
tapi Anda tidak memiliki komitmen pada
plan atau rencana hidup tersebut.
Ya, sudah punya plan tapi tidak tidak
komit. Yang ketiga, Anda tidak fokus.
Nah, ini ya punya A dan punya B, tapi
Anda tidak fokus buat apa? Nah,
Teman-teman, jadi sebagai penutup dari
sesi pertama ini saya akan bagikan
kepada Anda. Ini loh yang namanya kita
menjadi self leader ada banyak ya. Nanti
di sesi berikutnya saya akan pecah-pecah
lagi bagaimana kita mengeluarkan potensi
diri kita itu supaya kita bisa mencapai
tahap ini. Self leader ya, pemimpin dari
dalam diri kita sendiri. Kira-kira
seperti itu. Ee saya kembalikan waktunya
kepada Mbak Kania. Moga-moga ini berken
suka ngomporin ya. Semoga Anda terkena
kompor saya. Thank you Mbak Kanania.
Thank you teman-teman semua ya. Oke,
terima kasih Pak Mahendra untuk
pemaparan materi dan sharing
pengalamannya. Wah, kalau kita lihat di
chatbox nih, Pak, banyak sekali
apresiasi dari para peserta webinar
kita. Ada apresiasi dari Ibu Saidah yang
mengatakan sangat menarik memotivasi,
menggugah kita yang lengah, Pak.
Terima kasih.
Juga ada apresiasi dari Ibu Cika. Keren,
materinya seru.
Oh, terima kasih Bu Cika. Ya, ada juga
dari Ibu Indah Sri Wahyuni yang
mengatakan materinya sangat menarik dan
sangat bermanfaat, Pak.
Terima kasih. Ya. Ya,
sepertinya banyak sekali respon positif
dari peserta webinar kita hari ini ee
Pak Mahendra. Dan untuk sesi berikutnya
setelah kita mendengarkan pemaparan
materi langsung dari Bapak Mahendra Datu
di sesi ini ee kita akan membuka sesi
interactive discussion. Jadi dalam sesi
tanya jawab interaktif ini silakan
sahabat ASN berkesempatan untuk
menyampaikan pertanyaannya melalui kolom
chat via Slido ataupun juga bisa rais
hand ya, Pak ya, supaya kita bisa saling
interaksi secara langsung. Oke.
Namun karena mungkin peserta webinar ini
sangat banyak, Pak, hampir 1000 orang,
1000 orang lebih malah dan memiliki
antusiasme yang sangat besar, nantinya
tim kami akan mengkurasi dan memilih
beberapa pertanyaan yang akan langsung
dijawab oleh Bapak Mahendra.
Jadi sekali lagi saya ingatkan kepada
Bapak dan Ibu, ayo manfaatkan kesempatan
untuk menulis pertanyaannya ataupun
menyampaikan secara langsung via Raise
Hand dan kita akan mendiskusikannya
bersama-sama dalam sesi ini.
Oke,
silakan menulis.
Untuk tim panelis mungkin bisa
diperbesar screen untuk pertanyaannya.
Sudah banyak sekali pertanyaan yang
disampaikan oleh para peserta di situ.
Kita memanfaatkan fitur Slido. Tapi
tampilannya cukup kecil ya, Pak
Mahendra.
He.
Oke, terima kasih.
Baik, Bapak. Nah, ini
pertanyaan-pertanyaan nih, Pak.
Mungkin kita pilih ee beberapa
pertanyaan yang bisa kita diskusikan,
Pak. Yang pertama dari Bapak Muhammad
Arvian Kaidir. Apakah karakter jelek
seseorang yang sudah dewasa tidak bisa
diubah? Lalu bagaimana tips untuk kita
sebagai pimpinan mengubah kebiasaan
bawahannya yang jelek tersebut? Silakan
Bapak Mahendra. Baik, terima kasih. Ee
memang ada ee polemik atau argumentasi
secara saintifik ya, secara ilmiah bahwa
karakter sudah tidak bisa diubah pada
usia tertentu. Katakan begitu mulai
lepas usia 20 ya ee tin itu sampai ee 19
ya. ee begitu angka 20 karakter sudah
relatif permanen. Ee ada pro kontras
soal ini, tapi kalau karakter tidak bisa
diubah mungkin habit bisa ditekan supaya
menjadi untuk meng-cover atau
meng-counter karakter. memang ee dari
berbagai jurnal ilmiah ya, karena saya
juga banyak ee bergerak di SDM memang
karakter itu pada titik tertentu menjadi
permanen.
Hanya sedikit kasus di mana karakter
seseorang yang sudah dewasa berubah
karena pengalaman hidup yang sangat
unik. Misalnya apa? Near death
experience ya. seorang ee yang sombong,
yang karakternya enggak mau belajar,
ya karakternya enggak mau belajar ee
tiba-tiba kecelakaan dan dia koma 1
bulan. Sebulan kemudian dia masih harus
ee operasi sana sini sampai tubuhnya
utuh kembali setelah kecelakaan itu.
Lalu dia menyadari bahwa hidup dia itu
sedang diingatkan Tuhan. Lalu dia
berubah merubah cara pandang dia
terhadap diri dia merubah akhirnya
karakternya ikut berubah. dia menjadi
manusia yang sama sekali baru sejak
kejadian itu. Ada ya itu sulit
dijelaskan apakah itu menjadi ee
generalisasi untuk mengatakan bahwa
sebenarnya karakter bisa berubah karena
kasusnya tidak banyak ya. Tapi saya
berdasarkan pertanyaan dari Pak Mukhtar
Arfan ya. Apakah karakter jelek
seseorang yang sudah dewasa tidak bisa
diubah?
Sulit. Saya tidak akan mengatakan
impossible
ya, karena bukti yang lain ada yang
mengatakan masih bisa. Tapi menurut saya
lebih baik ee orang-orang yang Anda
hadapi seperti itu itu dilingkupi dengan
rules ya. Karaktermu boleh jelek. Kamu
bukan pribadi pembelajar enggak apa-apa.
Tapi di kantor kamu harus belajar ya.
ada ee rules atau tata aturan dan ee apa
aturanlah yang harus membantu anak ini
untuk hidup di dunia yang baru namanya
kantor.
Di luar sana terserah. Di luar sini
disiplin di luar sini adalah Anda harus
patuh pada peraturan. Direktur patuh
Anda juga patuh. Semua ada sistem di
luar sana terserah. Itu yang bisa ee ee
ee membantu. Karena apa?
Kita punya investasi waktu untuk
memperbaiki orang yang karakternya
jelek. Kita mengorbankan yang lain.
Waktu kita makin menuah. Kita ngurusin
satu orang yang jelek itu pun subjek ya
sangat subjektif ya orang ini jelek
menurut Mahendra. Belum tentu menurut
orang lain lagi enggak jelek-jelek amat
sih. Masih bisa diselamatkan. Mungkin
cara komunikasinya diubah ya. Jadi
selalu subjektif, tapi tadi itu saran
saya
dikelola dengan cara yang berbeda.
Bahwa di kantor aturannya seperti ini.
Mari kita sama-sama jaga.
You bukan pembelajar di rumah enggak
apa-apa. Tapi di sini you harus belajar
aturan baru atau informasi tentang
bagaimana melayani publik dengan lebih
baik dengan teknologi, dengan aplikasi,
dengan internet ya. Karena kita semua
adalah pelayan publik dan publik itu
dibanding ingin dilayani setiap hari
lebih baik daripada kemarin. Lebih baik
lagi. Kalau bisa enggak ada komplain.
Publik menuntut itu. Ya, Anda harus
ikuti lepas dari karakter Anda buruk
atau tidak. Karena apa? Peraturan
mengatakan harus itu. Anda harus
relevan. Memang sulit ini. Ini ee ee
psikologis ya. Ada beberapa kasus yang
ee karakter itu bisa dibina ee karena
tangan besi ya. Misalnya kalau di Rusia
atau di China ya, pemerintahnya tangan
besi. Karakter itu dibentuk di tempat
sedemikian rupa sehingga akhirnya
orangnya menjadi patuh.
Jadi orang yang patuh compliance ya
istilnya compliance tapi apa seperti itu
yang kita inginkan? Kan enggak ya.
Kira-kira seperti itu ya. Oh ada lagi
pertanyaan. Bagaimana tips untuk sebagai
pimpinan mengubah kebiasa? Oh ya itu
sudah terjawab.
Baik terima kasih, Pak Mahendra. Ada
lagi nih Pak? Ya,
ada pertanyaan dari Pak Bagus Hartono.
Bagaimana ASN Muda menciptakan atau
menumbuhkan karakter leadership di
lingkungan kerja yang efektif dan
efisien? Matur nuwun, Pak.
Ee boleh diulangi lagi ya.
Ee yang mana ya?
Ee dari Pak Bagus Hartono. Bagaimana ASN
Muda menciptakan atau menumbuhkan
karakter leadership di lingkungan kerja
yang efektif dan efisien?
Heeh. Oke. Saya anggap atau saya
asumsikan karakter muda ini ee ASN muda
ini mungkin usia 25 tahun sampai 32
33 tahun ya, Mbak ya. Karena mereka
mungkin sudah beberapa tahun bekerja
setelah lulus kuliah.
Anak-anak ee muda ini masuk menjadi ASN
itu menghadapi senior mereka yang sudah
lebih lama. harusnya kita bantu ya. Cara
terbaik para senior membantu yang anak
muda adalah dengan rendah hati.
Adik-adik kita nih ya ee kalau mau
belajar tentang pekerjaan ini karena
kita sudah lebih dulu nih. Anda bisa
belajar beberapa hal yang sifatnya sudah
terjadi rutin.
Tapi anak-anak muda ini ingat ya,
anak-anak muda ini lahir di zaman yang
berbeda di mana segala
api karena ada unsur teknologi semuanya
api. karena ada semua tercatat masih ada
unsur tahapan-tahapan yang harus
dilalui.
Jadi ee mesti harus ada kerendahan hati
dari senior. Anak-anak muda ini suka kok
kalau direngkuh dengan cara yang khas.
Bukan dihantam, bukan dikontra.
Jadi saya kira ee yang terbaik adalah
kita memulai dengan merengkuh mereka.
Dan jangan lupa banyak hal kita bisa
belajar dari mereka.
Begitu kantor Pemprov di tiap kota atau
di kantor wilayah sudah mulai memasukkan
unsur teknologi dalam pekerjaan
sehari-hari dalam melayani publik,
anak-anak muda ini adalah yang akan
membantu Anda.
Ya, anak-anak muda juga jangan jumawa.
Hanya karena Anda lebih tahu soal
teknologi daripada yang tua, Anda masih
belum merasakan asam garamnya bekerja
melayani publik itu enggak mudah.
Anda harus humble untuk menerima binaan
dari yang tua. Karena apa? yang Anda
hadapi itu manusia. Yang Anda hadapi itu
manusia yang merasa berhak dilayani
dengan baik karena mereka membayar
pajak. Itu ya saya kira itu.
Baik, terima kasih Pak Mahendra.
Selanjutnya ada pertanyaan dari Ibu
Eviana Yuliauti. Selamat pagi, Pak
Mahendra dan Mbak. Saya sangat apresiasi
sekali atas materi yang disampaikan
karena menarik sekali. Pak Mahendra,
saya mau bertanya. Gimana kita survive
di lingkungan yang menolak untuk kita
menjadi lebih baik sehingga diri kita
sendiri juga susah untuk melangkah maju
karena kondisi lingkungan yang seperti
itu menurut Pak Mahendra, bagaimana kita
menyikapi hal tersebut? Baik. Ee saya
tidak tahu ee permasalahan detailnya
seperti apa, tapi saran saya mungkin
kita proaktif, kita mencari tahu sumber
penolakannya itu apa.
Mungkin bukan karena knowledge atau
skill kita yang ditolak, tapi mungkin
karena attitude kita atau cara kita
berkomunikasi dengan mereka. Ya, ingat
tadi ada slide yang mengatakan bahwa
Anda harus memperhatikan hal-hal detail,
hal-hal yang kecil. Jangan-jangan hanya
kerikil nih yang menyebabkan ee
penolakan itu bukan batu karang besar
nih, bukan tembok yang kokoh, tapi hanya
pasir kecil gitu ya yang mengganggu
mereka karena ada kita. Apakah merasa
tersaingi
atau merasa tidak sejalan
ya ee kita harus lihat di detail ya into
details. Kenapa? Karena kalau kita hanya
melihat gambar besarnya, kita akan ee
sampai pada kesimpulan mereka tidak suka
sama kita.
Pertanyaannya adalah kenapa kok Anda
sampai pada kesimpulan mereka tidak
suka? Apa yang menyebabkan
tidak suka? Anda gali lagi sampai
detail-detailnya. Kalau orang yang tidak
suka itu ee 100 orang, Anda mulai dengan
satu orang, Anda dekati.
Boleh bantu enggak? ee aku yang
memberikan masukan kepada Anda. Anda
sudah cukup untuk bisa, oh ternyata saya
punya masalah ini. Anda yang mulai
proaktif untuk mengubahnya.
Kadang-kadang ee Anda harus mengorbankan
sedikit hal untuk memenangkan hal yang
lain, ya. Karena kalau sepintar Anda,
apa, sepandai apapun Anda, kalau Anda
tidak bisa memberikan kontribusi kepada
tim yang lebih besar, Anda enggak
relevan. Kalau Anda enggak relevan,
cepat atau lambat Anda akan terdepak.
Anda harus tahu Anda itu punya sesuatu
apa yang bisa diberikan kepada yang lain
dan yang lain bisa menerimanya.
Oh, ini ada yang mengangkat tangan juga,
Mbak. Pak Anhar ya kalau enggak salah
ya. Semoga saya menjawab pertanyaan yang
Ibu tadi ya.
Baik, terima kasih Pak Mahendra. Baik,
untuk peserta yang sudah mengangkat
tangan untuk mengajukan pertanyaannya
secara langsung, mungkin bisa dibantu
oleh tim untuk diopen mic. Silakan
Bapak.
Saya boleh lihat juga ininya ee wajah
Bapak yang bertanya bila berkenan. Tapi
enggak harus ya sekalian kenalan kita
ya, Pak ya. Kalau saya ke Jawa Timur.
Silakan, Pak.
Pak mana dulu? Ini ada dua Bapak nih.
Pak Anhar dulu silakan Pak Anhar.
Oh
ee Pak Eko Nur Siswanto.
Bapak eh Pak Eko silakan, Pak, kalau mau
bertanya langsung. Bapak Eko Nur
Siswanto silakan, Pak. Oh ya, kita ada
1000 orang ya, Mbak ya.
Betul, Pak. Banyak sekali.
Baik ya.
Silakan Bapak ee untuk e memanfaatkan
peluang Bapak dan Ibu sekalian untuk
bertanya langsung dengan Pak Mahendra.
Silakan mengaktifkan fitur rais hand
atau menulis ee kolom pertanyaan dengan
slido
ada.
Pak Eko dan Bu Anik silakan. Mana dulu?
Silakan Pak Eko dan Bu Ani diopen mic
Pak.
Iya
Zoom.
Silakan Bapak sudah terdengar suaranya.
Ya, silakan Pak Eko
ya. Izin, Pak. Mau bertanya.
He.
Kadang-kadang kan gitu Pak, dalam satu
organisasi ee
ee ada tempat-tempat yang baru ee
diposisi-posisikan yang baru. Nah,
kadang-kadang kita kan perlu adaptasi
nih, Pak.
Adaptasi. Nah, ee kadang kita perlu ee
motivasi yang tepat dalam posisi-posisi
yang baru. Kan di di AS IN itu kan ada
posisi-posisi yang baru ee berotasi dan
lain-lain. Kadang-kadang kan kita perlu
menimbulkan motivasi-motivasi yang
terbaru itu kadang-kadang kalau kita
sering ee hal-hal yang baru, akhirnya
kita mesti tahu nih apa yang harus saya
dalami dalam posisi-posisi tersebut.
Nah, ee kadang pendukung hal itu perlu
dengan pelatihan-pelatihan dan
lain-lain. Nah, ee
ee transfer ilmu itu kadang-kadang kalau
kita sering ini, Pak, akhirnya ee
berdiskusi dengan kerabat-kerabat yang
ada di 
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:08 UTC
Categories
Manage