Transcript
AjuIcMzjf5M • WEBINAR ASN BELAJAR SERI 10 - HOW TO IMPROVE CHARACTERISTIC SELF POTENSIAL
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0017_AjuIcMzjf5M.txt
Kind: captions Language: id unlist ya unlis eh power untuk menjadi seorang leader. Saya sudah lebih hampir 30 tahun di corporate ya. Saya sudah ee cukuplah ee makan asam garamnya kehidupan apakah itu sebagai pribadi atau sebagai orang di kantor. Tapi sampai hari ini pun saya masih merasa kurang. Hari ini terutama nanti dalam tanya jawab saya juga akan belajar ee power. Kenapa begitu? Untuk menjadi barangkali Anda memberikan tips kepada saya yang jauh lebih sesuai. sudah ee cukuplah ee makan asam garamnya kehidupan. Apakah itu sebagai pribadi atau sebagai orang di kant? Tapi sampai hari ini pun saya masih merasa kurang. hari ini terutama nanti dalam tanya jawab saya juga akan belajar power begitu untuk barangkang leader Anda memberikan tips kepada saya yang jauh lebih sesuai sudah cukuplah makan asam garamnya kehidupan apakah itu sebagai pribadi atau sebagai orang di ini tampaknya hanya satu pribadi tapi sampai hari ini pun saya masih merasa kurang pribadi hari ini terutama dalam tanya jawab juga akan belajar analis e power begitu untuk menjadi seorang leader. Anda memberikan tips kepada saya yang jauh lebih sesuai sudah jauh lebih cukuplah e makan asam garamnya kehidupan apakah itu sebagai pribadi atau sebagai orang dipaknya hanya satu pribadi pribadi kita tapi sampai hari ini pun saya masih merasa kurang hari ini tanya jawab saya juga belajar power begitu untuk menjadi seorang anda berikan tips kepada Jadi topik jauh lebih sesuai sudah jauh lebih ee cukuplah ee makan asam garamnya kehidupan berakah itu itu adalah salah satu eh tantangan pertama itu kenapa be a leader of yourself itu penting sebelum Anda bisa memimpin orang lain termasuk keluarga Anda yang paling gampang adalah memimpin anak-anak Anda karena mereka adalah anggota yang paling dekat dari organisasi terkecil yang bernama keluarga. Ini adalah saya, nama saya Mahe. Jadi, Anda kalau menemukan di internet, nama saya mungkin lengkap seperti itu. Tapi di internet juga ditemukan nama Mahe. That's me. Ya, saya orang Jogja. Jadi, Boso Jaowo juga biso ya. Kalau eh saya sering ke Surabaya, sering ke Jawa Timur ee asisnya dari Jogja. Tapi lebih daripada itu saya sudah merasa menjadi bagian dari Nusantara. Karena saya sudah lama juga meninggalkan tempat kelahiran saya. Saya ingin menjadi orang yang bermakna di setiap tempat di mana saya berada. Itu perjuangan yang panjang untuk saya mengeluarkan leadership itu di dalam diri saya. Ya, ini adalah eh you against you. Kenapa kok saya mengatakan eh dalam leadership self ya self leader awareness itu Anda melawan Anda sendiri karena peperangan yang paling besar ada di sana dan pastikan anda yang menang. Ya, Anda melawan Anda, pastikan Anda yang menang tuh, Teman-teman. Ya, ini adalah salah satu ee game yang sangat terkenal di Amerika. Mungkin di seluruh dunia. Di Indonesia pernah dimuat di salah satu televisi swasta untuk beberapa tahun. Saya tidak tahu apakah masih ada. Namanya Who wants to be a Millionaire. Teman-teman, Anda tahu ya permainan ini itu soalnya al tapi sekaligus menyatukan kepingan-kepingan di dalam diri kita supaya kompak pikiran kita, logika kita, common sense kita ya nurani kita, hasrat kita, ambisi kita kompak supaya kita punya kekuatan menjadi leader yang membuat keputusan tepat. Di dalam permainan Huansubi Millionire ini, ini unik sekali. Kalau di Amerika ya itu Anda memulai dengan ee angka-angka seperti ini. Lihat Anda akan ditanya hadiahnya kalau benar 1$.000 dolar. Anda menjawab benar. Anda ee ditantang ee mau enggak ee pertanyaan berikutnya hadiahnya 5.000 dolar. Kalau benar Anda dapat 5.000 dolar. Tapi kalau salah 10.000 Anda hilang. Coba pikirkan para sahabat ASN Jawa Timur pikirkan. di dalam 1.000 dolar menuju ke 5.000 dolar. Apakah tidak berkecamuk? Itu kepingan dalam diri Anda itu Anda menjawab benar. Apalagi kalau angkanya ee berapa itu li kali lipat ya dari 1000 menjadi ee 5.000 Anda sudah ada 1000 di tangan kalau Anda mundur. Tapi kalau Anda maju Anda kemungkinan dapat 4.000 lagi. Tapi kalau gagal yang 1000 pertama pun hilang. Anda baru akan aman mendapatkan angka. yang tidak akan hilang. Kalau Anda menjawab di ee pembicara ee kuis sesudahnya ada di angka Rp50.000. Saya lupa kalau di Indonesia angkanya berapa ya. Jadi kalau Anda berhasil mengunci angka Rp50.000 dan jawabannya benar, maka berikutnya hadiahnya adalah hadiahnya adalah Rp100.000. Bapak, Ibu, Saudara-saudari sekalian. R50.000 sudah ditangan. Anda ditantang untuk mendapatkan R50.000 lagi untuk pertanyaan atau kuis berikutnya. Anda ambil tidak? Sekali lagi, kepingan kecil-kecil di dalam diri Anda akan saling berperang. Ambil enggak ya? Padahal Anda diberi tiga kesempatan ya. Ada tiga kesempatan untuk bertanya teman ya. Ya, kadang-kadang ee Anda harus memilih pilihan itu tapi Anda berkecam berkecamuk. Ketika Anda mengambil Rp50.000 sudah ada di tangan ditawari Rp100.000. Ada dua jawaban yang kemungkinan terjadi. Anda akan mengatakan, "Sudah saya stop. Alasannya adalah kelise. Saya orang yang tidak serakah. R.000 sudah di tangan. Ya sudah saya ambil ini saja. Saya tidak akan lanjut ke 100.000 dolar." Jadi dia berhenti, tidak mengambil kesempatan untuk mendapatkan yang lebih baik yaitu 100.000 dolar. Atau yang kedua Anda mengatakan R50.000 memang sudah di tangan. Tapi kalau saya punya nyali maju satu kali lagi, siapa tahu saya dapat tambahan Rp50.000 lagi menjadi 100.000. Kalaupun saya kalah, gagal menjawab kuis dengan benar, saya kehilangan hanya angka kecil ya. Karena R50.000 sudah tidak mengambil kesempatan untuk mendapatkan yang lebih baik, yaitu 100.000. Anda mendapatkan Rp100.000. Anda mendapatkan Rp100.000. Pertanyaannya ditawari R200.000 mau enggak? Nah, di sinilah Bapak, Ibu yang saya bicara soal self leadership mulai diuji. Saya sudah memegang uang 500.000 di tangan. Kalau saya maju, kalau saya maju ke 200.000, kalau saya dapat, saya dapat tambahan Rp100.000 lagi. Tapi kalau saya gagal, saya hanya kembali ke Rp50.000. 100.000 yang sudah saya dapatkan hilang. Saya kehilangan Rp50.000 uang di tangan. Ya, sama. Kalau Anda ee mengatakan, "Sudahlah saya 100.000 enggak usah maju lagi, enggak usah kepengin R00.000." Anda punya alasan yang sangat kelise. Sudah dikasih Tuhan Rp00.000, kenapa serakah? Ya, tapi Anda punya alasan yang lain. Saya datang ke tempat ini ke kuis Huansubi Millionire dengan R0 atau 0 dolar. Kalaupun saya kalah, saya pulang dengan R.000 Ibu masih jauh lebih baik. Betul ya, Teman-teman ya. Nah, Teman-teman semua kadang-kadang hidup kita itu adalah soal nyali. Apakah seorang leader punya nyali? Punya. Kenapa? Karena seorang leader dituntut untuk membuat keputusan-keputusan bagi anggotanya, bagi keseluruhan sistem, bagi keseluruhan organisasi. Tapi hari ini kita bicara soal self leaders. Self leadership. Artinya apa? Kita harus membuat keputusan untuk setiap kepingan pribadi kecil-kecil ini yang ada di dalam pribadi kita untuk menjadi pribadi yang tunggal. Kalau dalam bahasa kerennya unity of life. Mahindra. Mahindra di sini di Jogja, di Jakarta, di Surabaya adalah Mahindra yang sama. Mahindra di Instagram, Mahindra di Facebook, Mahindra di Linkin, TikTok, YouTube adalah Mahindra yang sama. Bapak, Ibu akan menemui banyak orang menjadi pribadi yang berbeda di setiap platform berbeda. Si A menjadi orang yang lain di platform A. Begitu dia ada di platform B, si A tidak menjadi A. Dia akan menjadi B. Banyak orang yang tidak tidak tunggal kepribadiannya. Hari ini, Teman-teman, ini adalah awal ya. Saya pakai contoh Milioner adalah contoh untuk ayo teman-teman Anda punya nyalilah. kecil enggak apa-apa kecil dulu untuk memastikan Anda itu bisa mengatur kepingan-kepingan kecil dalam ee diri pribadi Anda. Ya, kita bicara soal leadership belum sampai ke leadership bagi orang lain. Leadership bagi diri kita sendiri dulu. Ya, mari kita lihat. Ini adalah ee politisi Irlandia yang mengatakan dalam ee bahasa Inggrisnya, bahasa Indonesianya ada di bawah. Hal sederhana yang dibutuhkan oleh setan untuk menang adalah saat orang-orang baik tidak berbuat apapun. Seorang suami yang baik, seorang ayah yang baik, seorang pekerja kantor yang baik, seorang pelayan publik seperti kita semua di sini yang baik, atau seorang manajer, seorang GM, seorang direktur, seorang kepala, seorang menteri, seorang presiden, ya orang-orang baik semua itu. Tapi saat kita tidak berbuat apapun, setan menang. Ya, itu namanya adalah dosa kealpaan. Harusnya kita melakukannya, tapi kita tidak melakukannya karena alpa. Di situlah setan menang. Kita tidak perlu menjadi penjahat yang brutal untuk menjadi menjadikan setan mengungguli kita. Ya, ini adalah ee idiom dari Irlandia, seorang politisi. Tentu konteksnya waktu itu adalah tentang politik di dalam negeri mereka. Tapi hari ini akan saya tarik, saya generalisasi ke dalam prinsip kita. Ayo kita semua di sini orang-orang baik ya dengan segala kekurangan kita sebagai umat yang atau sebagai manusia yang ee ya tidak sempurna ya tidak sempurna ada berdosa, ada buat kesalahan tapi kita pada dasarnya adalah orang-orang baik. Let's do something. Minimal Anda do something untuk Anda sendiri. Untuk membuat terobosan besar, untuk membuat hal yang baru. Mumpung 2022 baru mulai ya. Ini akhir dari kuartal pertama bulan Maret masih awal di tahun 2022. Kalau Anda punya mimpi di 2021 mau apa di 2022? Inilah saat yang tepat termasuk dalam proses belajar. Mari kita lihat. Anda lihat gambar ini. Kiri atas, kanan atas, kiri bawah, kanan bawah. Anda amati gambar itu sejenak 10 detik. Silakan. Bapak, Ibu, para sahabat ASN Jawa Timur. Ini adalah gambar sukacita orang-orang desa ya. Mereka baru panen hasil kebun. Ada yang panen kelapa, ada yang panen macam-macamlah ya. mereka pesta, pesta panen. Ini adalah gambaran tentang sebuah desa yang sangat istilahnya itu menerima ee karunia yang besar dari sang pencipta. Wah, kita enggak kelaparan. Tampaknya seperti gambar biasa. Tampaknya seperti gambar yang banyak sekali gambar seperti ini. Orang panen, orang pesta, orang bikin kenduri karena enggak ada hama, enggak ada bencana alam. Tapi kita lihat, mari. Ini diambil dari film Disney yang berjudul Moana. Sebagian besar dari Anda mungkin sudah menonton film ini. Suatu hari setelah pesta panen itu, Moana melintasi daerah-daerah di sekitar pulau itu yang belum dia eksplorasi. Dia masuk ke gua dan dia melihat ada ini gambar ini apa ya ini ya? Benda-benda apa ya ini? Bukankah ini adalah kapal? Bukankah ini adalah perahu, kapal layar? Kenapa ada di gua ini? Lalu dia merenung. Si Moana ini merenung. Kenapa ya kok kapal ini seharusnya ada di air? Harusnya sudah berada di laut. Harusnya mengarungi samudra mencari ikan. Akhirnya dia menyadari bahwa sesuatu salah dalam kehidupan di desa itu. Akhirnya nenek Tala digambarkan dalam film itu mengatakan, "Dulu nih ada kejadian ya, demi melindungi penduduk pulau maka berlayar ke laut lepas dilarang sejak saat itu. Ada kejadian buruk di masa lalu dan kita menjadi lupa siapa kita sebenarnya. Aku si nenek ini bilang kepada Moana ada di sana saat itu dan melihat samudra telah memilihmu. Teman-teman semua, ada yang salah dengan penduduk desa itu. Mereka hidup di tepi pantai. Kenapa mereka bercocok tanam? Film itu bercerita tentang ada sesuatu terobosan yang ingin dicapai oleh anak kecil yang bernama Moana ini. We don't belong to the land. Kami tidak, kami bukan orang daratan. Hidup kita itu dulu leluhur kita adalah pelaut-pelaut hebat. Salah kalau kita berkebun di tepi pantai. Kira-kira seperti itu pesannya. Itu adalah titik ketika Moana bicara dengan si nenek. Ya, kita menjadi lupa siapa kita sebenarnya. Hari ini, Teman-teman, mumpung hari ini nih, antara jam 09.00 sampai jam 12.00, Coba Anda eksplorasi lagi. Apakah Anda sudah dipilih semesta? Apakah Anda sudah diberi talenta oleh sang pencipta untuk menjadi explorer? Jangan-jangan kehidupan Anda yang Anda jalani ini belum seperti yang Anda mestinya jalani. Mau ana menyadari saya tidak bisa tinggal di daratan. Saya dilahirkan menjadi pelaut. Ya, kita menjadi lupa siapa kita sebenarnya. Dan siapa sebenarnya kita? Kita adalah makhluk yang memimpin. Hari ini kita ada di puncak rantai makanan dalam tanda petik. Ya, kita adalah makhluk yang paling cerdas di antara makhluk yang ada di planet bumi. Kita adalah makhluk yang punya alasan. Kita adalah makhluk yang punya hasrat, punya ambisi. Dan kita adalah makhluk yang diciptakan untuk bertumbuh. Kita tidak bisa menjadi kayak pohon. Diam gitu, tumbuh tapi diam. Di situ. Kita tidak bisa menjadi seor ee seekor binatang yang hidupnya atas belas kasihan alam. Cari makan apa yang ada di sekitarnya dia buruk. Yang punya alasan kita adalah manusia. Kita makhluk yang bisa menanam untuk masa depan untuk kita panen. Suatu saat kita bisa punya alasan untuk melakukan banyak hal atau tidak melakukan banyak hal. Nah, ini film yang mengajarkan kepada kita tujuan hidup kita itu sebenarnya apa. Direvisi ulang, diedefinisikan. Ya, kalau Anda tahu dalam film Moana itu, akhirnya film itu berbicara soal moana bukan petani, tapi moana yang menaklukkan lautan. Dia kembali ke apa ya istilahnya ke makna kenapa penduduk itu hidup di tepi pantai bukan di lireng gunung. Hm. Kita akan memulai perjalanan sampai jam 12.00 ini. Perjalanan kesadaran bahwa kita itu setiap pribadi, pribadi pribadi itu punya kepingan kecil-kecil di dalam setiap orang yang harus kita pimpin dulu. Nanti saya kasih tahu e apa itu maknanya. Kepemimpinan pertama adalah kepemimpinan atas diri sendiri, Teman-teman. Ya, kita harus benar-benar berani mengakui bahwa kita itu punya banyak anggota di dalam tubuh kita, dalam pribadi kita yang harus kita jaga biar rukun, biar punya integritas ya, biar menjadi Mahendra yang tunggal, yang bukan peragu, yang tidak mikir ini mikirnya terlalu lama, overthinking. Ya, ini adalah kepemimpinan atas diri sendiri. Kepimpinan yang pertama. Yang kedua, sebelum kita memimpin orang lain, benar ya, kita harus mampu menyatukan kepingan-kepingan itu supaya rukun di dalam diri kita. selalu you against you, Anda melawan Anda. Nanti dalam refleksi setelah sesi ini, ee Anda akan saya pandu dengan kebiasaan-kebiasaan yang mungkin saya sudah lakukan itu lama sekali bertahun-tahun ya dalam kesendirian dan saya lakukan itu untuk memberikan kepercayaan kepada diri saya bahwa saya bisa melakukannya. Tidak perlu opini orang lain untuk mengatakan saya bisa, tapi saya bisa melakukannya. Mari kita lihat. suatu malam jam 15 ya 814 malam ada tugas yang harus Anda serahkan ke atasan besok pagi jam 10 ya bayangkan jam 08 le4 malam Anda masih punya PR belum beres ada laporan yang harus Anda kerjakan untuk jam 10 sudah ada di meja atasan hati Anda menginginkan Anda mengerjakannya now sekarang Badan Anda masih ingin duduk di sofa. Pikiran Anda masih tertuju pada sinetron yang baru akan berakhir jam 21. Dan sebentar lagi ini ada siaran langsung Liga Inggris favorit Anda. Jam 21.30. Ada berapa hal? Ada berapa pihak yang harus Anda pimpin? Ya, ada hati, ada badan, ada pikiran. Belum lagi kalau pemainnya bertambah, Anda lagi stres atau Anda lagi bingung, Anda lagi galau, ya ada emosi yang lain ikut masuk ke situ. Pemainnya makin banyak di dalam pribadi Anda. Jadi dengan situasi itu jam 0814 malam ada pertengkaran antara hati melawan badan, melawan pikiran. Teman-teman, kepemimpinan pribadi Anda, setiap orang tuh punya benih ya. Setiap manusia dia makhluk yang paling paling dimuliakanlah oleh sang pencipta itu dikasih benih kepemimpinan pribadi. Ya, kepemimpinan pribadi Anda memutuskan untuk intervensi pertengkaran itu antara hati, badan, dan pikiran Anda sebagai wasit. Anda duduk 30 detik, Anda refresh, ini pertengkar ini harus segera kita tengahi ini supaya tidak bertengkar lagi dan rukun. Masalahnya adalah mana yang Anda menangkan menunjukkan kepemimpinan seperti apa yang Anda miliki. Ya, pilih dengan bijaksana para sahabat. Mana yang mau Anda menangkan? hati Anda, badan Anda, pikiran Anda. Pada saat itu ya case berbeda mungkin pertengah berbeda, materinya berbeda. Ingat, besok pagi jam 10. Anda harus bikin laporan serahkan kepada atasan Anda. Hati Anda menginginkannya kerjakan sekarang. Tapi pikiran kan besok bisa dikerjakan jam pagi, jam pagi bangun pagi. Atau badan Anda, aduh udah ngantuk habis ini pasti ngantuk. Apalagi pikiran mendukung ada sepak bola habis ini sampai jam 12 malam. Ya, tinggal hati ya, hati dan hati nurani Anda yang harus Anda menangkan. Ya, Teman-teman ini adalah gambaran bagaimana shf leadership itu penting bagi Anda. Di dalam filmana dikatakan di situ ada percakapan karakter yang kosong melompong adalah tempat bermain para setan. Karakter yang berisi tidak dikendalikan oleh angin ataupun keadaan. kamu memilih jalan hidupmu sendiri. Hari ini saya berbagi kepada Anda respon Anda terhadap sharing ini. Bukan terhadap Mahendra ya. Terhadap sharing-nya Mahendra ini adalah Anda yang memilih dan mengelola. Bagaimana supaya bisa sesuai dengan situasi dan kondisi Anda. Gimana memasaknya, mengolahnya ya, tapi jangan sampai karakternya kosong. Ya, ini meskipun kata-kata Disney tapi makes sense ya. Sangat masuk akal. Kalau kita enggak punya karakter itu orang lain ya akan mengisinya. Jangan biarkan hidup kita itu seperti kamar kos yang kosong. Orang lain masuk mengisi di situ ngacak-ngacak. Kalau yang masuk orangnya baik, kamar kita menjadi bersih, rapi, enak. Kalau kita salah orang yang masuk ke kamar kos kita, dalam pikiran kita dan hati kita, itu akan ngacak-ngacak hidup kita juga. Ya, jangan sampai kosong. Anda yang ngisi, jangan orang lain yang mengisi, apalagi opininya orang-orang terhadap Anda. Ya, ciri khas personal leadership atau leader in you yang pertama adalah proaktif secara positif. Dalam kasus ee nonton TV tadi itu misalnya adalah segera mengerjakan tugas yang harus dikumpulkan besok pagi. Butuh waktu saya bertahun-tahun untuk ee mengalami apa yang disebut heroic minute di pagi hari. Ya, saya menemukan banyak sekali sahabat saya memakai alarm di handphone-nya ciri khas personal leadership atau leader 5 menit bunyi 10 menit bunyi. Buat apa? Heroic minute adalah ketika alarm berbunyi Anda bangun tidak perlu ada snow, tidak perlu ada 5 menit lagi dibunyikan lagi, 10 menit lagi bunyi lagi. Enggak perlu. Dulu godaan saya seperti itu. Sekarang alam saya hanya berbunyi sekali. Begitu berbunyi saya harus bangun. Ya, cuci muka ya. Kalau ada kewajiban doa, Anda berdoa. Ada kewajiban lain-lain, Anda lakukan itu. Jangan balik ke kasur lagi. Karena wake up dan get up itu dua hal yang berbeda. Anda buka mata dan Anda bangkit dari kasur. Itu dua hal yang berbeda. Mana yang lebih heroik? Ya, proaktif secara positif. Untuk hal baik, Anda proaktif. Untuk hal buruk, Anda jangan proaktif. Yang kedua, sadar akan pentingnya belajar. Ya, kita bukan bicara soal belajar anak sekolah atau anak kuliahan, tapi belajar hal-hal baru yang mempermudah hidup kita, yang membuat hidup kita lebih bermakna, terutama bagi keluarga kita l kalau enggak bagi orang lain. Ya, kenapa begitu para sahabat? Karena tanpa belajar pertumbuhan kita akan dikendalikan oleh sekeliling kita. Oke. Pikirkan teman-teman. Kalau kita tidak belajar, ilmu kita misalnya sudah sampai 100%. yang lain sudah 101%, 105, 107 kita tetap mempertahankan 100% karena itu adalah KPI kita ya. Saya sudah belajar belajar kehidupan ya maksudnya ya. Ini sudah Mahindra yang sejati nih. Sementara sahabat-sahabat saya termasuk Mbak Kania sudah sampai 110, 115 akhirnya apa? Saya jadi kudet, kurang update. Saya jadi cooper, kurang pergaulan dan saya tidak belajar apapun dari dinamika perubahan yang terjadi sekarang ini. Pandemi ini hanya mempercepat. Tanpa pandemi perubahan juga cepat terjadi. Lalu akhirnya P Mahintra tertinggal jauh, enggak punya teman. Yang lain ngomongin sesuatu yang saya enggak paham. Yang lain ngobrolin ngajak ke tempat suatu event training bersama atau Zoom bersama. Saya ditinggal. Saya minum teh sendirian lalu menyesal. Kok saya dulu enggak ikut rombongan orang-orang pembelajar itu? Ya, tanpa belajar pertumbuhan kita akan stop. Dan kalau pertumbuhan kita stop, orang lain yang belajar lebih banyak akan mengendalikan lebih kita. Jadi pikir kok hidupku itu diatur orang lain ya? Kok setiap kali orang lain melakukan sesuatu dampaknya ke saya besar sekali. Jangan-jangan Anda tidak belajar. Dengan belajar lihat yang huruf biru. Anda berpotensi untuk membalikkan keadaan. Anda yang mengendalikan situasi Anda dan kondisi di sekeliling Anda. Minimal Anda punya peluang untuk itu. Tapi kalau Anda tidak belajar, zero chance. Anda tidak punya peluang sama sekali. Yang ketiga, sadar akan pentingnya waktu. Semua hal deadline ya, Bapak, Ibu ya. Semua hal itu ada batas waktunya dan kita makin menua ya. Ingat ya, banyak yang lupa kita itu makin menua. Kalau dulu 10 tahun yang lalu Anda bisa makan apapun, mungkin sekarang Anda sudah ngurangin yang pakai lemak-lemakan yang bikin darah tinggi, ya. Sang waktu itu brutal. Dia hanya bergerak ke depan. Anda mau berhenti atau Anda mau mundur, Anda akan ditinggal. Ya. Oke, kita lihat semua hal deadline. Misalnya apa? Jam 10. Anda harus ee menyerahkan laporan. Dalam kasus ee tadi laporan kepada atasan itu adalah deadline yang paling nyata karena disebutkan jelas. Pak Mahendra, besok pagi ya kamu lapor laporan ke saya. Dokumen sudah ada di meja saya jam 10. Pagi besok ada deadline-nya. Contoh yang paling gampang deadline di kehidupan sehari-hari. Misalnya Anda masih pacaran. Pacaran tuh ada deadline-nya loh. Kapan dikenalkan ke orang tua? Setelah dikenalkan orang tua enggak enggak cuma dikenalkan terus sampai 50 tahun kan. Ada kapan dilamar? Setelah dilamar ada deadline kapan menentukan hari pernikahan. Setelah Anda menikah Anda berdua diskusi. Kita harus deadline nih kapan kita punya anak paling telat. Kalau kita mau bersenang-senang dulu ya e enggak mau ada beban, ya itu keputusan pribadi-pribadi. Tapi harus ada deadline kapan kita akan punya anak atau mau punya anak. Semuanya ada deadline ya. orang pacaran atau orang dekat pun ee di PHP itu enggak bagus. Makanya harus ada deadline. Kita tuh pacaran enggak sih? Ya itu teman-teman semuanya yang paling sederhana. Yang keempat, mari kita lihat pantang menyerah. Si Moana anaknya kepala suku. Di dalam film itu kalau Anda lihat lagi ya, itu anaknya kepala suku. Dia memang punya ee benih di keluarga dididik sebagai pemimpin. Pada waktu dia dilarang sama kepala sukunya, si bapaknya, dia tidak boleh masuk ke tempat-tempat yang terlarang, yang pamali lah sebutnya atau yang bikin kamu akan sial di gua tadi itu. Moana tidak mau. Ada yang aneh dengan kehidupan di kampung kita. dia masuk ke tempat-tempat yang dilarang yang akhirnya menemukan ee itu ya kapal ternyata itu pelaut bukan petani. Film itu berakhir dengan semua penduduk desa menjadi pelaut kembali. Satu orang mengubah satu desa, Anda juga bisa. Kenapa? Jangan menyerah. Orang yang sukses itu menyerah tapi tidak berhenti. Tapi renergiz. Oke, saya berhenti dulu. saya ganti strategi atau saya ganti pendekatan saya akan mulai lagi besok pantang menyerah ya seperti tadi kata Pak Renat Kasali dalam sambutannya kalau kita tidak berubah apalagi kita bicara soal leadership diri kita, kita tidak menjadi relevan ya kalau kita tidak punya relevan kita tidak cocok lagi dengan zaman kita, kita tidak dipakai oleh zaman. Anda akan dijauhi orang-orang yang merasa Anda itu kuno banget. Anda akan dijauhi oleh rezeki. Rezeki hanya hadir pada orang yang disiapkan untuk mengambil rezeki itu dengan daya upaya dan ikhtiar. Ya, tapi karena Anda idle, Anda berhenti belajar, Anda tidak siap mengambil rezeki itu. Anda bahkan tidak punya tools, Anda tidak punya alat kelengkapan untuk mengambil rezeki itu. Ya, supaya kita tetap bermakna. Kalau Anda bermakna, Anda punya kontribusi, Anda punya manfaat, Anda punya nilai, zaman akan memakai Anda. Ya, mari kita lihat. Ini adalah gambaran bila Anda hidupnya idol. Dari lahir sampai sekarang, Anda punya ilmu dan ilmu Anda direfleksikan dalam gambar pukul besi atau palu ya. Bukan palunya Thor yang luar biasa. Anda saya punya senjata dalam kehidupan saya yang namanya Palu. Saya bisa menyelesaikan semua masalah. Tapi lihat pepatah ini. Jikalau alat yang kamu punya hanyalah palu, maka kamu akan berpikir bahwa setiap masalah adalah paku. Dulu teman-teman semua, zaman dulu nih, mungkin setiap masalah memang hanya paku. Mungkin hanya di mana-mana masalah itu paku. Tapi dunia berubah. 20 tahun lagi, 20 tahun lalu, 25 tahun yang lalu ada krisis moneter ya. Kris moneter sistem keuangan dunia itu paku. Hari ini yang disebut krisis ekonomi bukan hanya istilah monetara aja. Ada orang ditipu dengan misalnya kripto, ada orang ditipu dengan investasi yang salah. masalah dunia semuanya ya kasus-kasus di Indonesia ini ya ee salah ambil investasi ee misalnya maaf nih ya ada orang-orang yang jadi idola lalu memberikan gambar oh ini investasi yang bagus bukan hanya terjadi di Indonesia yang disebut krisis ekonomi bukan hanya is monar aja ada orang dengan misalnya kpto ada orang ditipu dengan investasi yang salah masalah dunia kita semuanya nya ya kasus-kasus di Indonesia ini ya ee salah ambil investasi yang ee misalnya maaf nih ada orangorang yang jadi idola lalu memberikan gambaran investasi yang bagus hanya punya tools jago berkomunikasi dengan lebih baik Anda harus punya tools untuk tetap rendah hati meskipun Anda tahu Anda paling pandai ya Anda harus punya tool untuk menyelesaikan masalah-masalah diri Anda sendiri dulu tanpa membuat masalah baru kayak pegadaian ya, menyelesaikan masalah tanpa masalah. Jadi, hari ini ada tools lain yang saya bagikan untuk Anda, yaitu bagaimana membuat kepingan-kepingan dalam diri Anda itu menyatu. Kalau kepingan Anda menyatu, Anda adalah Agus yang utuh, Bambang yang utuh, Murni yang utuh, Wati, Tuti, Nina yang utuh. Kalau Anda utuh, no one will break you. Kalau hidup Anda itu utuh dengan integritas yang tinggi, tidak ada yang bisa menghancurkan hidup Anda sampai berkeping-keping lagi. Anda punya palu, palu itu adalah diri Anda sendiri. Anda punya tools yang lebih banyak. Ya, tahukah Anda, Teman-teman, tidak ada orang yang terlalu sibuk. Pak Mahindra, hidup saya sehari-hari sudah sibuk di kantor, di rumah saya juga sibuk ngurusin rumah. Sabtu Minggu saya enggak bisa libur karena urusan rumah banyak sekali. Bersihin genting ee apa perbaiki genting itu hidup Anda itu sibuk. Anda membuat sebuah nubuatan weekend nanti saya sibuk. Dan apa yang terjadi di weekend Anda benar-benar sibuk karena Anda memilihnya. Pak Mahendra, saya sudah sibuk sekali malam ini saya enggak bisa untuk ee baca buku 15 menit. Malam yang terjadi adalah Anda tidak bisa membaca buku 15 menit karena sinetronnya 1 jam. Tidak ada orang yang sangat sibuk. Saya tidak percaya bahwa Anda tidak memiliki waktu. Saya saya kadang-kadang membohongi diri sendiri. Aduh, kok sibuk sekali ya? Tadi malam saya baru selesai kerja jam 12.00 lebih, sudah lewat tengah malam. Sudahah hari Kamis. Tapi saya tetap lakukan pekerjaan itu. Karena apa? Kalau saya mengizinkan diri saya untuk tidak disiplin satu saja, nanti akan ada yang kedua tergoda untuk yang ketiga. Godaannya banyak. Anda mulai merokok satu kali, Anda susah berhenti setelah itu. Ya, saya seumur hidup belum pernah merokok. Bukan berarti tidak merokok baik ya. Ee saya tidak ingin membanding-bandingkan. Tapi saya memilih supaya saya tidak keterusan ya. Saya memilih ada prioritas yang lebih lain yang bagi saya lebih penting ketimbang misalnya hobi tertentu ya. Tidak ada orang yang sibuk. Anda jangan menghukum diri Anda dengan mengatakan, "Aduh saya gabisan waktu. Saya sibuk. Tolak itu. Tolak pikiran seperti itu. Buang. Karena apa? Semuanya hanya terkait dengan prioritas. Kalau Anda punya prioritas sesibuk apapun, Anda akan luangkan waktu untuk itu. Ya, ini yang mengumpulkan kepingan-kepingan kecil itu supaya Anda menjadi satu termasuk membuat prioritas. Tadi belum ada kalau prioritas ikut ikut nonton TV itu ya prioritas juga pasti akan punya pendapat. Belum lagi berantem sama keluarga atau anak atau istri atau suami itu menambahin juga ikut nonton TV lagi di situ. Wah, makin banyak kepingan yang tercerai berai. Tugas Anda adalah menyatukan dulu menjadi Wan Mahendra, Wan Kania, Wan siapapun Anda. Ya, ini gambar yang sangat bagus. Sebelah kanan itu ada gambar orang memegang remote control. Apa gunanya Anda membeli TV kalau orang lain yang memegang remote controlnya? Apa gunanya Anda punya kamar kos di dalam otak Anda? Saya punya ruangan yang kosong, saya akan isi. Anda tinggal pilih siapa ee anak karakteristik anak kos yang akan Anda masukkan ke dalam ruangan Anda. Kalau atau ilmu apa yang akan Anda masukkan, prioritas apa yang akan Anda masukkan ke dalam benak Anda. Itu yang akan menentukan remote control itu pindah ke mana. Ya, jangan sampai Anda hidup dikendalikan oleh remote control-nya orang lain. Jangan sampai opini-opini orang lain terhadap Anda mempengaruhi apapun rencana Anda yang sedang Anda kerjakan. Ya, sangat penting bagi Anda untuk tetap memastikan it's my life, ini hidup saya ini harus saya pegang, saya harus selamatkan. Saya tidak boleh ini jatuh ke tangan orang lain, kecuali orang yang saya percaya. Misalnya ketika saya pulang dari kerja, rumah adalah misalnya saya ya, ratu saya adalah istri saya. Remote control ini saya berikan sebagian kepada istri saya karena she is the queen of the house. Jadi ngatur korden gimana mengatur rumah itu remote controlnya ada di dia. Saya tinggal mengikuti dengan sukarela dan happy. Ya, itu seperti itu. Kalau kita bicara soal eh self leadership, Anda lihat gambar itu. Itu semuanya gambar tentang kapten kapal ya. Ada yang kapalnya modelnya kapal finisi gitu ya, kapal layar. Ada yang kapal pesiar, ada kapal yang pengangkut kargo, ada yang kapal biasa. Tapi mereka melakukan hal yang sama. Mereka mempelajari laut, mempelajari angin, mempelajari cuaca, ya, lalu mempelajari jarak, mempelajari kemungkinan kita harus menghindari rute tertentu, ya. Tapi yang paling penting adalah para kapten itu, para leader itu mempelajari bagaimana saya tidak panik dalam situasi apapun. Dia sebelum memimpin kapalnya, dia mengemudikan dirinya sendiri pada titik di mana apapun yang terjadi, begitu saya lepas dari pelabuhan, begitu saya meninggalkan daratan, apapun yang terjadi, cuacanya, anginnya, arahnya, atau ada perang di situ, saya harus hindari. Bahan bakarnya kemungkinan habis di tengah jalan, saya tidak akan panik. Kalau saya panik, saya tidak punya waktu untuk berpikir jernih, ya. Saya tidak punya waktu untuk berpikir jernih. Itu penting, Teman-teman, ya. Kalau Anda ingin menjadi self mastery, menjadi self leader. Karena Anda harus menjadi ini dulu sebelum Anda bisa menguasai dunia orang lain. Ya, mari kita lihat. investasilah ee terhadap diri Anda. Rajinlah Anda membaca buku, rajinlah Anda melihat berita-berita yang positif. Kalau Anda tahu ee beberapa channel tertentu itu tidak baik buat Anda hindari, ya sesekali mungkin Anda lihat. Tapi jangan addicted, ya, jangan sampai ketagihan. Kalau Anda mkin nonton film sesekali silakan, tapi kalau Anda berteman, carilah teman-teman itu yang men-support Anda bertumbuh. Ya, kalau Anda lihat ada satu preman di ujung gang di tempat kampung Anda, dengan siapa dia berteman? Kira-kira sama dengan dia. Itu merefleksikan teman Anda adalah siapa Anda. Dalam pepatah bahasa Inggris ada ada kata-kata begini, "Tell me who your friends are and I will tell you who you are." Beritahu saya siapa teman-temanmu. Lalu saya akan tentukan kamu itu siapa sebenarnya. Jadi kami di corporate itu punya kebiasaan saya sering membantu ee wawancara dari CV-CV yang masuk untuk company kami. CV yang masuk itu indah sekali, Teman-teman. Waduh, ini sempurna ini, ya. E resume atau CVT ini sempurna sekali. Betul. Kita kita cek nama itu di Facebook, di Linkin, lalu di ee Instagram, di internet. Anak ini adalah orang berbeda di sosial media. Kami jadi ragu. Hal yang sederhana. Dia tidak jujur di awal. Kalau kita terima dia, mungkin dia pintar di bidangnya. Mungkin dia ahli di bidang yang akan kita butuhkan, tapi dia ada cacat. Dia tidak jujur. Dia tidak investasi. Dia tidak investasi di dalam brand portfolio yang namanya CV itu. Jadi, Teman-teman semua make sure Anda investasi yourself supaya kepingan-kepingan itu menjadi satu. Tidak hanya Anda rukun terhadap diri Anda sendiri, tapi Anda juga ee menjadi orang yang integritasnya itu baik ya. Invest in yourself ya. Kapan seseorang mulai kelihatan eh punya benih talenta leadership? Saya kurang lebih punya 9 menit eh 9 menit lebih ya. Oke. Kapan seseorang mulai kelihatan memiliki benih benih ya benih talenta leadership? Mari kita lihat saat ia fokus mengerjakan satu pekerjaan hingga benar-benar selesai dengan baik. Kalau Anda fokus mengerjakan sesuatu tapi tidak pernah selesai, bikin yang baru lagi enggak selesai lagi, benih itu enggak ada. Anda harus bikin benih itu ada dengan ngikutin training, dengan berjejaring dengan orang-orang yang punya benih supaya Anda ketularan. Ya. Yang kedua, jago bekerja sendirian sekaligus mampu berkontribusi bagi tim. Anda kerja sendiri, oke ya. Tapi Anda bekerja dalam tim pun Anda bisa berkontribusi. Berikutnya suka menghubung-hubungkan permasalahan yang dihadapi dengan peluang-peluang yang mungkin timbul. Itu yang disebut proaktif secara positif tadi itu. Ya, ini memang masalah. Kita sedang punya masalah nih, Pak Mahindra nih. Tapi saya juga melihat ada peluang ya. Salah satu contoh adalah bila Anda lapor kepada atasan Anda, Pak, kita kemarin ada masalah. Kalau Anda hanya melaporkan di pagi berikutnya Anda melaporkan masalah, Anda mungkin belum punya benih atau benih Anda belum tumbuh jadi tunas. Kecuali Anda datang, Anda coba ya, Anda datang kepada atasan Anda, "Pak, Bu, kemarin kita ada masalah ini, tapi kita sudah pikirkan ada tiga opsi solusi. Solusi satu, solusi dua, solusi 3. Menurut Bapak atau Ibu yang mana yang akan kita follow up itu benih yang baik. Jadi, Anda tidak hanya melaporkan masalah, tapi Anda melaporkan ada solusinya loh. Ada tiga kemungkinan yang bisa kita lakukan untuk menanggapi masalah ini. Ya. Oh, ada yang hilang ya nomor empatnya ya. Mampu melihat spesialisasi masing-masing anggota timnya dan membagi pendelegasiannya ya. Mampu melihat spesialisasi masing-masing anggota dalam ee self leadership. Anda mampu melihat spesialis spesialisasi masing-masing anggota yang bernama pikiran. Pikiran itu punya kecenderungan seperti ini. Pikiran saya punya k seperti ini. Benak saya punya kecenderungan seperti itu. Badan saya hobinya di sofa. Di sofa atau di tempat tidur. Ya. Lalu emosi saya hobinya bereaksi cepat. Istilahnya kalau senggol bacok ya. Belum apa-apa sudah kesenggol aja sudah bacok orang yang nyenggol. Padahal mungkin dia enggak sengaja. Ya, itu adalah spesialisasi di dalam kepingan-kepingan pribadi yang bernama Mahendra. Anda harus atur emosinya seperti apa. Harus ada keseimbangan badan Mahendra gimana supaya enggak ee jago di sofa atau di maka olahraga. Ya, saya mencoba setiap hari jalan paling enggak 3 3,5 km ya. Hari ini beberapa hari ini agak agak sulit karena hujan di tempat kami. Tapi coba pikirkan anggota Anda itu banyak loh. Meskipun Anda pribadi, anggota banyak, Anda harus atur itu spesialisasi masing apa? Delegasikan tugasnya. Ketika Anda akan bertemu dengan atasan, jangan, jangan yang main adalah badan, tapi yang main adalah hati sama tanggung jawab. Ya, hati dan tanggung jawab diberi tugas besok pagi bertemu atasan. Kalau Anda akan bertemu dengan anak, beda lagi. Kalau Anda akan menghadapi, Anda punya pendelegasian dalam kehidupan Anda. Itu ya mampu melihat tantangan-tantangan secara mikro atau detail. Kalau Anda melihat masalah, Anda melihat gambar besarnya, tapi Anda melihat jangan-jangan yang salah bukan ini. Jangan-jangan yang menyebabkan adalah hal lain atau tantangan ini sebenarnya adalah ini loh komponennya. Tidak hanya secara umum itu gitu ya, hal-hal kecil, detail Anda perhatikan. Anda mampu melakukan itu dan mampu mengkomunikasikan dengan baik hal-hal yang sifatnya informatif maupun instruktif kepada anggota timnya. Nah, ini kalau kita tarik ke dalam diri pribadi kita ya, kita berkomunikasi dengan diri kita sendiri. Kita ambil waktu 5 menit setelah Anda sembahyang yang pagi, Anda jangan langsung beraktivitas. Anda ambil 5 menit, 10 menit. Anda merenung. Hari ini saya melakukan apa? Yang kemarin saya lupa lakukan apa? Renungkan. Anda bicara dengan diri Anda sendiri ya, komunikasikan dengan diri Anda sendiri ya. Nah, captenship ini adalah seperti tadi nakoda kapal itu adalah leader plus. Kalau Anda bisa menguasai diri Anda sendiri, Anda sudah jadi kapten. Akan lebih mudah bagi Anda nanti kalau Anda sudah sampai lulus ini menjadi leader bagi yang lain. Ya, Anda spesialis. Ya, ini adalah ee salah satu lagi ciri khasnya adalah fokus. Ada nasihat ya ee mengapa banyak orang cenderung mengalami kegagalan. Tidak memiliki plan. Saya selalu membuat tanggal 31 Desember setiap tahun rencana untuk tahun depannya. Dan saya beritahukan kepada orang-orang terdekat saya, istri saya, mentor saya, ya atau sahabat saya. Saya ada sekitar li orang yang saya bagikan setiap tahun. Ini loh rencana saya tahun 2022 ya dan bentuknya visual bagus supaya apa? Saya selalu tertarik. Saya membuatnya lama itu ya. Orang banyak gagal kenapa? Tidak memiliki plan. Anda punya plan saja bisa gagal apalagi tidak memiliki plan. Yang kedua mungkin Anda sudah memiliki plan, sudah mempunyaai rencana tapi Anda tidak memiliki komitmen pada plan atau rencana hidup tersebut. Ya, sudah punya plan tapi tidak tidak komit. Yang ketiga, Anda tidak fokus. Nah, ini ya punya A dan punya B, tapi Anda tidak fokus buat apa? Nah, Teman-teman, jadi sebagai penutup dari sesi pertama ini saya akan bagikan kepada Anda. Ini loh yang namanya kita menjadi self leader ada banyak ya. Nanti di sesi berikutnya saya akan pecah-pecah lagi bagaimana kita mengeluarkan potensi diri kita itu supaya kita bisa mencapai tahap ini. Self leader ya, pemimpin dari dalam diri kita sendiri. Kira-kira seperti itu. Ee saya kembalikan waktunya kepada Mbak Kania. Moga-moga ini berken suka ngomporin ya. Semoga Anda terkena kompor saya. Thank you Mbak Kanania. Thank you teman-teman semua ya. Oke, terima kasih Pak Mahendra untuk pemaparan materi dan sharing pengalamannya. Wah, kalau kita lihat di chatbox nih, Pak, banyak sekali apresiasi dari para peserta webinar kita. Ada apresiasi dari Ibu Saidah yang mengatakan sangat menarik memotivasi, menggugah kita yang lengah, Pak. Terima kasih. Juga ada apresiasi dari Ibu Cika. Keren, materinya seru. Oh, terima kasih Bu Cika. Ya, ada juga dari Ibu Indah Sri Wahyuni yang mengatakan materinya sangat menarik dan sangat bermanfaat, Pak. Terima kasih. Ya. Ya, sepertinya banyak sekali respon positif dari peserta webinar kita hari ini ee Pak Mahendra. Dan untuk sesi berikutnya setelah kita mendengarkan pemaparan materi langsung dari Bapak Mahendra Datu di sesi ini ee kita akan membuka sesi interactive discussion. Jadi dalam sesi tanya jawab interaktif ini silakan sahabat ASN berkesempatan untuk menyampaikan pertanyaannya melalui kolom chat via Slido ataupun juga bisa rais hand ya, Pak ya, supaya kita bisa saling interaksi secara langsung. Oke. Namun karena mungkin peserta webinar ini sangat banyak, Pak, hampir 1000 orang, 1000 orang lebih malah dan memiliki antusiasme yang sangat besar, nantinya tim kami akan mengkurasi dan memilih beberapa pertanyaan yang akan langsung dijawab oleh Bapak Mahendra. Jadi sekali lagi saya ingatkan kepada Bapak dan Ibu, ayo manfaatkan kesempatan untuk menulis pertanyaannya ataupun menyampaikan secara langsung via Raise Hand dan kita akan mendiskusikannya bersama-sama dalam sesi ini. Oke, silakan menulis. Untuk tim panelis mungkin bisa diperbesar screen untuk pertanyaannya. Sudah banyak sekali pertanyaan yang disampaikan oleh para peserta di situ. Kita memanfaatkan fitur Slido. Tapi tampilannya cukup kecil ya, Pak Mahendra. He. Oke, terima kasih. Baik, Bapak. Nah, ini pertanyaan-pertanyaan nih, Pak. Mungkin kita pilih ee beberapa pertanyaan yang bisa kita diskusikan, Pak. Yang pertama dari Bapak Muhammad Arvian Kaidir. Apakah karakter jelek seseorang yang sudah dewasa tidak bisa diubah? Lalu bagaimana tips untuk kita sebagai pimpinan mengubah kebiasaan bawahannya yang jelek tersebut? Silakan Bapak Mahendra. Baik, terima kasih. Ee memang ada ee polemik atau argumentasi secara saintifik ya, secara ilmiah bahwa karakter sudah tidak bisa diubah pada usia tertentu. Katakan begitu mulai lepas usia 20 ya ee tin itu sampai ee 19 ya. ee begitu angka 20 karakter sudah relatif permanen. Ee ada pro kontras soal ini, tapi kalau karakter tidak bisa diubah mungkin habit bisa ditekan supaya menjadi untuk meng-cover atau meng-counter karakter. memang ee dari berbagai jurnal ilmiah ya, karena saya juga banyak ee bergerak di SDM memang karakter itu pada titik tertentu menjadi permanen. Hanya sedikit kasus di mana karakter seseorang yang sudah dewasa berubah karena pengalaman hidup yang sangat unik. Misalnya apa? Near death experience ya. seorang ee yang sombong, yang karakternya enggak mau belajar, ya karakternya enggak mau belajar ee tiba-tiba kecelakaan dan dia koma 1 bulan. Sebulan kemudian dia masih harus ee operasi sana sini sampai tubuhnya utuh kembali setelah kecelakaan itu. Lalu dia menyadari bahwa hidup dia itu sedang diingatkan Tuhan. Lalu dia berubah merubah cara pandang dia terhadap diri dia merubah akhirnya karakternya ikut berubah. dia menjadi manusia yang sama sekali baru sejak kejadian itu. Ada ya itu sulit dijelaskan apakah itu menjadi ee generalisasi untuk mengatakan bahwa sebenarnya karakter bisa berubah karena kasusnya tidak banyak ya. Tapi saya berdasarkan pertanyaan dari Pak Mukhtar Arfan ya. Apakah karakter jelek seseorang yang sudah dewasa tidak bisa diubah? Sulit. Saya tidak akan mengatakan impossible ya, karena bukti yang lain ada yang mengatakan masih bisa. Tapi menurut saya lebih baik ee orang-orang yang Anda hadapi seperti itu itu dilingkupi dengan rules ya. Karaktermu boleh jelek. Kamu bukan pribadi pembelajar enggak apa-apa. Tapi di kantor kamu harus belajar ya. ada ee rules atau tata aturan dan ee apa aturanlah yang harus membantu anak ini untuk hidup di dunia yang baru namanya kantor. Di luar sana terserah. Di luar sini disiplin di luar sini adalah Anda harus patuh pada peraturan. Direktur patuh Anda juga patuh. Semua ada sistem di luar sana terserah. Itu yang bisa ee ee ee membantu. Karena apa? Kita punya investasi waktu untuk memperbaiki orang yang karakternya jelek. Kita mengorbankan yang lain. Waktu kita makin menuah. Kita ngurusin satu orang yang jelek itu pun subjek ya sangat subjektif ya orang ini jelek menurut Mahendra. Belum tentu menurut orang lain lagi enggak jelek-jelek amat sih. Masih bisa diselamatkan. Mungkin cara komunikasinya diubah ya. Jadi selalu subjektif, tapi tadi itu saran saya dikelola dengan cara yang berbeda. Bahwa di kantor aturannya seperti ini. Mari kita sama-sama jaga. You bukan pembelajar di rumah enggak apa-apa. Tapi di sini you harus belajar aturan baru atau informasi tentang bagaimana melayani publik dengan lebih baik dengan teknologi, dengan aplikasi, dengan internet ya. Karena kita semua adalah pelayan publik dan publik itu dibanding ingin dilayani setiap hari lebih baik daripada kemarin. Lebih baik lagi. Kalau bisa enggak ada komplain. Publik menuntut itu. Ya, Anda harus ikuti lepas dari karakter Anda buruk atau tidak. Karena apa? Peraturan mengatakan harus itu. Anda harus relevan. Memang sulit ini. Ini ee ee psikologis ya. Ada beberapa kasus yang ee karakter itu bisa dibina ee karena tangan besi ya. Misalnya kalau di Rusia atau di China ya, pemerintahnya tangan besi. Karakter itu dibentuk di tempat sedemikian rupa sehingga akhirnya orangnya menjadi patuh. Jadi orang yang patuh compliance ya istilnya compliance tapi apa seperti itu yang kita inginkan? Kan enggak ya. Kira-kira seperti itu ya. Oh ada lagi pertanyaan. Bagaimana tips untuk sebagai pimpinan mengubah kebiasa? Oh ya itu sudah terjawab. Baik terima kasih, Pak Mahendra. Ada lagi nih Pak? Ya, ada pertanyaan dari Pak Bagus Hartono. Bagaimana ASN Muda menciptakan atau menumbuhkan karakter leadership di lingkungan kerja yang efektif dan efisien? Matur nuwun, Pak. Ee boleh diulangi lagi ya. Ee yang mana ya? Ee dari Pak Bagus Hartono. Bagaimana ASN Muda menciptakan atau menumbuhkan karakter leadership di lingkungan kerja yang efektif dan efisien? Heeh. Oke. Saya anggap atau saya asumsikan karakter muda ini ee ASN muda ini mungkin usia 25 tahun sampai 32 33 tahun ya, Mbak ya. Karena mereka mungkin sudah beberapa tahun bekerja setelah lulus kuliah. Anak-anak ee muda ini masuk menjadi ASN itu menghadapi senior mereka yang sudah lebih lama. harusnya kita bantu ya. Cara terbaik para senior membantu yang anak muda adalah dengan rendah hati. Adik-adik kita nih ya ee kalau mau belajar tentang pekerjaan ini karena kita sudah lebih dulu nih. Anda bisa belajar beberapa hal yang sifatnya sudah terjadi rutin. Tapi anak-anak muda ini ingat ya, anak-anak muda ini lahir di zaman yang berbeda di mana segala api karena ada unsur teknologi semuanya api. karena ada semua tercatat masih ada unsur tahapan-tahapan yang harus dilalui. Jadi ee mesti harus ada kerendahan hati dari senior. Anak-anak muda ini suka kok kalau direngkuh dengan cara yang khas. Bukan dihantam, bukan dikontra. Jadi saya kira ee yang terbaik adalah kita memulai dengan merengkuh mereka. Dan jangan lupa banyak hal kita bisa belajar dari mereka. Begitu kantor Pemprov di tiap kota atau di kantor wilayah sudah mulai memasukkan unsur teknologi dalam pekerjaan sehari-hari dalam melayani publik, anak-anak muda ini adalah yang akan membantu Anda. Ya, anak-anak muda juga jangan jumawa. Hanya karena Anda lebih tahu soal teknologi daripada yang tua, Anda masih belum merasakan asam garamnya bekerja melayani publik itu enggak mudah. Anda harus humble untuk menerima binaan dari yang tua. Karena apa? yang Anda hadapi itu manusia. Yang Anda hadapi itu manusia yang merasa berhak dilayani dengan baik karena mereka membayar pajak. Itu ya saya kira itu. Baik, terima kasih Pak Mahendra. Selanjutnya ada pertanyaan dari Ibu Eviana Yuliauti. Selamat pagi, Pak Mahendra dan Mbak. Saya sangat apresiasi sekali atas materi yang disampaikan karena menarik sekali. Pak Mahendra, saya mau bertanya. Gimana kita survive di lingkungan yang menolak untuk kita menjadi lebih baik sehingga diri kita sendiri juga susah untuk melangkah maju karena kondisi lingkungan yang seperti itu menurut Pak Mahendra, bagaimana kita menyikapi hal tersebut? Baik. Ee saya tidak tahu ee permasalahan detailnya seperti apa, tapi saran saya mungkin kita proaktif, kita mencari tahu sumber penolakannya itu apa. Mungkin bukan karena knowledge atau skill kita yang ditolak, tapi mungkin karena attitude kita atau cara kita berkomunikasi dengan mereka. Ya, ingat tadi ada slide yang mengatakan bahwa Anda harus memperhatikan hal-hal detail, hal-hal yang kecil. Jangan-jangan hanya kerikil nih yang menyebabkan ee penolakan itu bukan batu karang besar nih, bukan tembok yang kokoh, tapi hanya pasir kecil gitu ya yang mengganggu mereka karena ada kita. Apakah merasa tersaingi atau merasa tidak sejalan ya ee kita harus lihat di detail ya into details. Kenapa? Karena kalau kita hanya melihat gambar besarnya, kita akan ee sampai pada kesimpulan mereka tidak suka sama kita. Pertanyaannya adalah kenapa kok Anda sampai pada kesimpulan mereka tidak suka? Apa yang menyebabkan tidak suka? Anda gali lagi sampai detail-detailnya. Kalau orang yang tidak suka itu ee 100 orang, Anda mulai dengan satu orang, Anda dekati. Boleh bantu enggak? ee aku yang memberikan masukan kepada Anda. Anda sudah cukup untuk bisa, oh ternyata saya punya masalah ini. Anda yang mulai proaktif untuk mengubahnya. Kadang-kadang ee Anda harus mengorbankan sedikit hal untuk memenangkan hal yang lain, ya. Karena kalau sepintar Anda, apa, sepandai apapun Anda, kalau Anda tidak bisa memberikan kontribusi kepada tim yang lebih besar, Anda enggak relevan. Kalau Anda enggak relevan, cepat atau lambat Anda akan terdepak. Anda harus tahu Anda itu punya sesuatu apa yang bisa diberikan kepada yang lain dan yang lain bisa menerimanya. Oh, ini ada yang mengangkat tangan juga, Mbak. Pak Anhar ya kalau enggak salah ya. Semoga saya menjawab pertanyaan yang Ibu tadi ya. Baik, terima kasih Pak Mahendra. Baik, untuk peserta yang sudah mengangkat tangan untuk mengajukan pertanyaannya secara langsung, mungkin bisa dibantu oleh tim untuk diopen mic. Silakan Bapak. Saya boleh lihat juga ininya ee wajah Bapak yang bertanya bila berkenan. Tapi enggak harus ya sekalian kenalan kita ya, Pak ya. Kalau saya ke Jawa Timur. Silakan, Pak. Pak mana dulu? Ini ada dua Bapak nih. Pak Anhar dulu silakan Pak Anhar. Oh ee Pak Eko Nur Siswanto. Bapak eh Pak Eko silakan, Pak, kalau mau bertanya langsung. Bapak Eko Nur Siswanto silakan, Pak. Oh ya, kita ada 1000 orang ya, Mbak ya. Betul, Pak. Banyak sekali. Baik ya. Silakan Bapak ee untuk e memanfaatkan peluang Bapak dan Ibu sekalian untuk bertanya langsung dengan Pak Mahendra. Silakan mengaktifkan fitur rais hand atau menulis ee kolom pertanyaan dengan slido ada. Pak Eko dan Bu Anik silakan. Mana dulu? Silakan Pak Eko dan Bu Ani diopen mic Pak. Iya Zoom. Silakan Bapak sudah terdengar suaranya. Ya, silakan Pak Eko ya. Izin, Pak. Mau bertanya. He. Kadang-kadang kan gitu Pak, dalam satu organisasi ee ee ada tempat-tempat yang baru ee diposisi-posisikan yang baru. Nah, kadang-kadang kita kan perlu adaptasi nih, Pak. Adaptasi. Nah, ee kadang kita perlu ee motivasi yang tepat dalam posisi-posisi yang baru. Kan di di AS IN itu kan ada posisi-posisi yang baru ee berotasi dan lain-lain. Kadang-kadang kan kita perlu menimbulkan motivasi-motivasi yang terbaru itu kadang-kadang kalau kita sering ee hal-hal yang baru, akhirnya kita mesti tahu nih apa yang harus saya dalami dalam posisi-posisi tersebut. Nah, ee kadang pendukung hal itu perlu dengan pelatihan-pelatihan dan lain-lain. Nah, ee ee transfer ilmu itu kadang-kadang kalau kita sering ini, Pak, akhirnya ee berdiskusi dengan kerabat-kerabat yang ada di sekitaran. Kalau itu yang yang menjadi lebih lebih baik daripada kita harus menggali diri sendiri gitu kan, baca literasi dan lain-lain gitu ya. Mohon izin ee pe tambahan ilmunya, Pak. Selain selain itu saya harus berdiskusi dan ee bagaimana caranya ee ee hal-hal budaya diskusi itu lebih lebih lebih apa ya lebih banyak atau lebih akhirnya lebih lebih baik daripada kita harus mencari literasi-literasi. Iya, Pak. Terima kasih, Pak. Terima kasih, Pak Eko. Ya, Pak Eko. Saya punya saran pada Anda. Apa yang terjadi di ASN atau di lingkungan pemerintahan provinsi maupun di kantor-kantor perwakilannya itu enggak beda dengan apa yang terjadi di swasta. Saya sudah hampir 30 tahun di swasta, di perusahaan dari industri yang berbeda-beda ya. Oil and cas pernah, mining pernah trading pernah service pernah. Saya dulu di Astra juga, Astra Internasional. setiap kali saya ditempatkan atau dirotasi ee di tempat yang baru, saya punya kebiasaan mendahului atau curi start untuk cari tahu kalau saya ditaruh di sana itu ya saya akan mengerjakan apa. Karena apa? Di dalam surat itu kadang tidak diberitahukan ee tantangannya. Saya hanya diber diberitahu peran saya apa, fungsi saya apa, jobd saya apa. Hanya itu saja. itu tidak cukup untuk kita menggali saat kita berdiskusi. Jadi saran saya Pak Eko ketika Anda akan di tempat yang baru dan Anda akan berdiskusi untuk cari tahu segala hal tentang tempat baru itu, Anda jangan datang dengan tangan kosong saat berdusi dengan orang-orang yang Anda ee Anda pilih. Anda catat sebelumnya dengan blocknimana meskipun sekarang zaman digital saya masih bawa blocknote sama ballp. Ketika saya nanti diskusi dengan Bapak Agus misalnya ya yang akan e jadi pimpinan saya di tempat yang baru, saya akan menanyakan ini ini ya. Saya akan bikin list pertanyaan. Lalu saya akan ee bikin juga saya akan ceritakan tentang saya sendiri di tempat yang lama sebelumnya saya punya pengalaman seperti ini, Pak. Menurut Bapak apa yang bisa saya kembangkan? Ya, kita itu harus ahead of time, harus ada di depan jadwal, harus curi start ya secara positif ya. curat dalam arti positif. Kalau kita tahu kita ditempatkan di suatu departemen atau biro yang baru dan kita tahu karakteristik pekerjaan di biro itu, kita harus mendahului cari tahu tentang biro itu dan orang-orangnya. Ya, cari tahunya apa? Anda bikin list. Jadi, ketika Anda bertanya ee dengan mereka, Anda tidak menghabiskan waktu mereka untuk basa-basi. Dan kalau orang itu atau calon atasan Anda melihat Anda punya list, wow. Mahindra ini orang yang sangat tertib. Dia datang ke saya dengan list. Dia tahu apa yang akan dia tanyakan. Ingat, orang yang pandai itu bukan yang bisa menjawab segala hal, tapi orang yang bisa mempertanyakan hal yang tepat. If you ask the right question, kalau Anda mtanyakan pertanyaan yang cerdas, itu Anda orang pintar, bukan sekedar pengin tahu. Kan ada pengin tahu aja atau pengin tahu banget ya. Anda benar pengin mengetahuinya. Kira-kira seperti itu, Pak Eko. Block note ya, pensil. Lalu Anda siapkan list apa yang Anda pengin ketahui dan Anda juga harus ceritakan tentang diri Anda di tempat lama. Saya punya kebiasaan seperti ini, apa ada hal yang bisa dapat masukan buat saya, Pak, Bu? gitu. Seperti itu. Kira-kira seperti itu, Pak. Pak Eko ya. Enggak beda dengan ee kehidupan saya di swasta. Baik, Pak. Terima kasih banyak, Pak, atas e tambahannya, Pak. Terima kasih. Ya, sama-sama, Pak. Baik, terima kasih, Pak Eko. Untuk ee pertanyaan selanjutnya, silakan Bapak dan Ibu bisa mengaktifkan fitur hand ataupun juga menulis di kolom chat BX-nya. Sambil menunggu yang akan rais hand lagi, Pak Mahendra, ada beberapa pertanyaan di kolom chatbx, Pak, ee dari Ibu Supinendar. Pak Mahendra, saya hidup di keluarga yang patuh. Kami jarang berkonfrontasi ketika menjadi pemimpin. Ada anak buah atau tim yang usianya lebih tua dari saya mempengaruhi yang lain untuk indisipliner. Mohon tips santun menangani hal tersebut, Pak. Baik. Ee ini ee sensitif ya. Tapi baik apa yang akan saya sampaikan ini normatif. Artinya tidak hanya terjadi di kantor ibu atau di ee tempat-tempat lain yang di pemerintahan, tapi juga terjadi di swasta. Kita kadang-kadang melihat ee ketika kita direkrut ada aturan yang harus kita patuhi, tapi ketika kita masuk ternyata ada atasan yang oh mereka tidak menjalankan aturan ini. Akhirnya membangun sebuah kultur di unit itu. Anak buahnya enggak ada yang mulai tertib kepada aturan. Dan Anda hadir sebagai orang yang biasa hidup disiplin, patuh ya. By the rule, by the book. Apa yang harus saya lakukan? Oh, saya mengalami itu ee Bapak Ibu, saya kebetulan ya atas karunia anugerah sang pencipta, saya boleh tinggal lama tidak di Indonesia. Ketika saya kembali, saya agak kaget ya. Saya kembali ke Indonesia, saya kaget pertama soal disiplin. Lalu ada ee sesuatu yang disebut formalitas. Kontrak-kontrak ini formalitas. Saya sekarang baru menyadari, saya sudah hampir ee belasan tahun sudah kembali ke Indonesia lah ya. Tapi saya baru menyadari bahwa saya tidak bisa mengubah sendirian. Di mana pun saya berada, saya harus mulai bergerilia. Ya, tidak usah menantang ee tidak usah konfrontatif dengan orang lain, tapi dengan berikan contoh bahwa apa yang kita lakukan benar dan impactnya berbeda. Jadi, Bapak Ibu jadilah orang yang berprestasi dan kalau memenangkan persaingan menangnya telak. Ibaratnya kalau lari ya ada banyak sprinter hebat di dunia. Dulu ada Carlis, sekarang e ada siapa namanya yang dari Jamaika itu? Hussein Bolt ya. Husin Bolt. Kalau Anda menang juara 1 2 3 itu juara satunya itu harus sekian meter di depannya atau sekian detik selisihnya. Kenapa? Karena tidak ada dispute. Kalau Anda bagus sekali, kalau Anda menang telak dalam persaingan berkinerja, tidak akan ada orang yang keberatan untuk mengatakan, "Oh, kamu itu memang orangnya hebat. kamu kinerja bagus karena kamu mungkin disiplin, kamu tertib, kamu on time, punctual, kamu juga mengerjakan sesuatunya dengan fokus. Enggak heran kalau kamu berprestasi karena apa? Kamu menangnya telak jauh dari yang nomor dua. Ya, Teman-teman. Ayo, coba punya pikiran seperti itu untuk hal yang positif, ya. Kalau kalian akan memenangkan pertempuran minimal dengan diri Anda sendiri, menangnya telak. Misalnya begini, hari ini saya bekerja 100%, besok saya harus 120%. Kalau cuma 101 102% kecil, enggak ada pertumbuhan. Jadi kalau Anda akan mengalahkan diri Anda sendiri hari ini untuk besok pagi, Anda besok pagi harus lebih menang 20% lebih banyak. Menang telak ya tanamkan dari dalam diri kita itu kalau kita membuat terobosan, terobosan yang telak, terobosan yang besar, jangan kecil. Kalau kecil namanya bukan terobosan ya, Ibu. Jadi kalau misalnya Anda akan berkonfrontasi dengan lingkungan Anda, itu malah buruk buat Anda. Anda harus berprestasi dengan sangat baik, mengungguli yang lain jauh lebih unggul ya. Dan Anda akan menjadi bintang baru di situ. Yang lain akan follow. Ya, sama kami di waktu saya bekerja di Astra, saya belajar banyak hal dari Om Willem almarhum ya, William Suryajaya. Bekerjalah dengan baik. Jangan bekerja mencari uang. Karena uang hanyalah akibat, Teman-teman. Uang hanyalah akibat, bukan yang kita cari. Kalau Anda bekerja dengan baik, Anda dapat promosi, Anda dapat kenaikan remunerasi. Ya, itu mentalnya seperti itu. Ya, punya mentalitas seperti itu. Jadi apa? Kita setiap hari bangun itu kita akan do something better. Ya, ini Mahindra ini, ini Mahindra banget nih. Kerja keras nih gue banget. Kira-kira seperti itu ya. Kalau bos jawo ya ngono-ngono ojo ngono artinya apa ya? Anda tetap harus lebih daripada sekedar ngono tuh kira-kira menjawab ya. Moga-moga. Baik, terima kasih Pak Mahendra. Wah, karena antusiasmenya sangat besar Pak, mungkin sebaiknya kita close dulu untuk sesi interaktif discussion ini. Nanti kita akan ada sesi selanjutnya untuk bertanya jawab secara langsung setelah pemaparan materi kedua, Pak Mahindra. Oh, baik-baik. Iya, terima kasih. Baik, terima kasih Bapak dan Ibu sekalian, Sobat ASN Belajar. Eh, terima kasih untuk antusiasme dalam sesi interactive discussion. Untuk selanjutnya kita akan membuat suasana sedikit lebih rileks sebelum kita akan masuk ke pemaparan materi selanjutnya. Jadi kami sudah mempersiapkan eh ice breaking e games yang bersifat online dan sangat seru untuk kita mainkan bersama di lebih rileks. Baik, dalam sesi ini eh kita cukup menjawab games yang bersifat online dan sangat seru kita mainkan bersama kita akan bermain tebak jingle dikenal dengan istilah berpacu dalam cukup menjawab ice breaking games yang bersifat online dan sangat sering kita mainkan bersama di kita akan bermain tebak dalam sesi ini dikenal dengan istilah dalam menjawab Eh, oke, mohon maaf ada sangat yang sering kita mainkan bersama di kita akan bermain dalam sesi ini dikenal dalam baik mohon maaf Bapak dan Ibu ada sedikit kendala teknis suaranya menjadi double. Eh, terima kasih untuk reminder di kolom chat BX dari Ibu Ratna Sugiarti. Ee baik untuk tim panelis ee apakah kita sudah siap untuk masuk ke sesi ice breaking? Ee seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, kita akan bermain eh tebak jingle atau sering dikenal dengan berpacu dalam melodi. Jadi sebentar lagi kami akan memutarkan beberapa jingle. Bapak dan Ibu silakan menebak dengan cepat dan tepat setiap pertanyaan, setiap jingle yang akan didengar di kolom chat B. Oke, silakan untuk jingle pertama. untuk jingle pertama apakah sudah siap? Jingle ini ee biasanya sering kita dengar di beberapa iklan-iklan Bapak dan Ibu. Jadi ee mungkin secara tidak sadar kita sudah familiar dengan jingle-jingle ini. Jadi silakan langsung saja ditebak Jingle ini. EO Ibu Lili sudah siap. Wow, Pak Deni siapsiap. Mantap. Oke, kita langsung mainkan saja untuk jingle pertama. Silakan ditebak, Pak Deni siapsiap. Mantap. Oke, kita langsung mainkan saja untuk jingle pertama. Silakan ditebak. [Tepuk tangan] Oh, Pak Deni siap siap. Mantap. Oke, kita langsung mainkan saja untuk jingle pertama. Silakan ditebak ya. Aqua. Oh, Pak Deni siapsiap. Mantap. Baik, terima kasih. Sudah betul jawabannya Aqua. Bapak dan Ibu terima kasih untuk atensinya. Untuk jingle kedua wah kayaknya udah mulai familiar nih. Siapsiapnya. Baik, terima kasih. Sudah betul jawabannya. Aqua Bapak dan Ibu terima kasih untuk atensinya. Untuk jingle kedua wah kayaknya sudah mulai familiar nih. Ini siapnya. Baik terima kasih. Sudah betul jawabannya Aqua Bapak dan Ibu. Terima kasih untuk atensinya. Untuk jingle kedua wah kayaknya sudah mulai familiar nih. Pak siap siapnya. Baik terima kasih. Sudah betul jawabannya Aqua Bapak dan Ibu. Terima kasih untuk atensinya. Untuk jingle kedua. Wah, kayaknya sudah mulai familiar. Baik, terima kasih. Sudah betul jawabannya Aqua Bapak dan Ibu. Terima kasih untuk untuk jel kedua. Wah, kayaknya sudah miliar. Baik, terima kasih. Sudah betul jawabannya Aqua Bapak dan Ibu. Terima kasih untuk jungle kedua. Oke, mohon maaf sekali lagi ada sedikit kendala teknis untuk suara dobble tapi jawaban dari peserta walaupun ada kendala teknis. Pak Mahendra benar nih untuk jingle kedua hampir semua peserta menjawab teh Sariwangi. Selamat Bapak dan Ibu yang sudah menjawab dengan benar. Oke, semoga untuk jingle berikutnya kita sudah tidak ada kendala teknis lagi. Silakan menebak untuk jingle ketiga dan Ibu yang sudah menjawab dengan benar. Oke, semoga untuk jingle berikutnya kita sudah tidak ada kendala teknis lagi. Silakan untuk jingle. Untuk jingle ketiga masih kurang tepat jawabannya. Ada yang menjawab walls, es krim walls, sari roti, Kampina, pedle pop. Oke. Baik. Mungkin agak sedikit bingung karena ada kendala teknis di suara. Jadi ee sekedar mengingatkan untuk jingle ketiga tadi adalah susu bendera. Semua berhubungan dengan makanan dan minuman nih, Pak Mahyandra. Karena waktunya coffee break ya, Pak, kalau kita offline. Baik. Oke, ee kita lanjutkan satu Jingle lagi ya. Setelah itu kita akan mulai ee masuk ke pemaparan materi berikutnya. Semoga kalau kita untuk yang kali ini bisa lebih jelas. Ee silakan untuk jingle berikutnya. E kalau kita untuk yang kali ini bisa lebih jelas. E silakan untuk jingle berikutnya. [Musik] [Tepuk tangan] Oke. Wow, banyak sekali jawaban yang sudah masuk di kolom chat box. Betul Bapak dan Ibu, jawabannya adalah Indomie. Sangat eh familiar ya untuk Jingle Indomie ini. Jadi hampir semua peserta menjawab dengan benar. Baik, terima kasih ee Bapak dan Ibu sahabat ASN Belajar. Terima kasih. Semoga kita sudah sedikit lebih rileks ee untuk ee siap memasuki pemaparan materi selanjutnya. Oke, selanjutnya kita akan ee izinkan kami untuk memutarkan video testimoni dan juga bumper. Ee sebelum kita masuk ke lebih rileks ee untuk akan ee izinkan kami untuk memutarkan video testimoni dan juga bantar sebelum kita masuk ke rilicara satu-satunya jalan untuk membuat ASN berdaya akan ee izinkan kami untuk mengarkan video testimoni dan juga sebelum kita masuk ke satu-satunya jalan untuk membuat air ebicara satu-satunya jalan untuk membuat ee kebijakan ASN belajar di BPSM Jawa Timur ini adalah e satu-satunya jalan untuk membuat ee kebijakan ASN belajar di BPSCM Jawa Timur ini adalah ketua ee satu-satunya jalan untuk membuat ee kebijakan ASN belajar di BPSM Jawa Timur ini adalah ee satu-satunya jalan untuk membuat ee kebijakan ASN belajar di BPSDM Jawa Timur ini adalah ee satu-satunya jalan untuk membijakan ASN belajar di BPSDM Jawa Timur ini adalah satu-satunya jalan untuk ee kebijakan ASN belajar di BPSD Jawa Timur ini adalah Jangan ee ASN belajar di BPS Jawa Timur ini Ah Bapak dan Ibu sekalian, mohon maaf sekali lagi untuk trouble shoot di audio. ee sekedar memastikan Bapak Mahendra sudah bisa mendengar suara saya, Pak? Cukup jelas. Terima kasih, Pak Mahendra. Baik, Pak. Kalau gitu ee mungkin kita langsung ee masuk ke sesi berikutnya ya, Pak ya. Karena banyak sekali antusiasme dari para peserta. Terima kasih di kolom chat BX-nya. Ada ada respon juga kalau sudah normal. Terima kasih. Oke. Baik, selanjutnya kita akan mulai masuk ke sesi pemaparan materi kedua seperti sesi sebelumnya. Dalam sesi ini kami juga memperkenankan Bapak dan Ibu sekalian untuk bertanya dengan menggunakan fitur chat dan juga rais hand supaya lebih interaksi seperti sesi sebelumnya ya, Pak ya. Dan bagi peserta terpilih nantinya kami juga akan fasilitasi untuk open mic dan bertanya langsung ke pemateri. Baik, sesi kedua ini bertema Unless Yourself Potential yang memaparkan tentang langkah apa yang selanjutnya diperlukan untuk membangun dan menumbuhkan karakter seorang leader. Materi ini adalah kesinambungan dari materi pertama yang tadi memaparkan tentang pentingnya mentalitas seorang pemimpin yang berawal dari diri sendiri. Namun kapabilitas leadership saja tentu tidaklah cukup. Nah, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif, marilah kita menyimak kembali pemaparan materi selanjutnya oleh Bapak Mahendra Datuk. Silakan, Bapak. Waktu dan tempat kami persilakan. Terima kasih, Mbak Gania. Terima kasih, Teman-teman. Wah, saya melihat ee apa melihat chat ya. Ee luar biasa. Semoga mumpung ini masih kuartal pertama ya dari tahun 2022 ini Anda benar-benar bersama saya nih. Eh, please be with me ya. Ayo kita berperjalanan, teman seperjalanan saya, kita maju menjadi lebih baik, teman-teman. Pandemi ini memang benar-benar ada berkahnya juga sebenarnya ya. Tanpa mengurangi rasa dukacita bagi orang yang terkenal atau kehilangan keluarga, anggota keluarga. Tapi dengan adanya pandemi ini tidak ada yang menginginkan. Tapi kita ditempa menjadi lebih solid lagi. Manusia itu pemenang ya. Anda jangan menghukum diri Anda sendiri dengan keluhan-keluhan yang tidak perlu ya. Sebelum saya memulai sesi kedua ini, ada satu refleksi, tapi saya akan sharing dulu. Saya dari Jogja, ayah saya guru. Kalau Anda punya gambaran, zaman dulu ketika saya masih kecil, seorang guru, berapa sih penghasilannya? Ya, keluarga kami keluarga yang saya tidak mengatakan miskin, enggak. Saya anti mengatakan itu. Tapi kami juga bukan keluarga yang berlebih, bukan kaya raya gitu ya. Artinya cukuplah untuk hidup ee alhamdulillah semua dicukupkan. Suatu hari ee waktu saya masih kuliah di Gajah Mada, saya dapat kesempatan untuk tinggal setahun di Kanada. Di Kanada ya. Ee pertukaran mahasiswa. Saya belum pernah melihat yang namanya ibu kota Jakarta kayak apa di tahun itu. Ya, di tahun itu saya belum tahu Jakarta itu kayak apa. Padahal Surabaya, Jakarta sama Jogja Jakarta. Saya dari Jogja lebih dekat Jogja Jakarta. Tapi saking udiknya, saking udiknya keluarga kami, kami itu belum tahu yang namanya Jakarta. Waktu saya mahasiswa. Akhirnya saya berangkat ke Kanada mewakili Provinsi DIY. Di Kanada saya pikir karena hanya setahun kalau saya pulang lalu saya akan kembali ke dalam sangkar saya di Jogja sebagai orang udik, orang kampung. Saya akan selesai berjejaring dengan dunia internasional. Ya, lalu selama di Kanada saya mengikuti sebuah seleksi terbuka di Universitas Victoria untuk sebuah beasiswa di Amerika. Tapi kebetulan penyelenggaranya di ee Kanada, tapi beasiswanya untuk tahun ke depan di Amer di Amerika. Ada beberapa teman yang seperjalanan kami di Kanada ikut seleksi itu. Lalu sebelum kami pulang ke Indonesia, orang tua saya menghubungi saya, "Ini kok ada surat tapi dari Amerika." Saya bilang, "Buka aja, Bu ya. Ibu saya yang membuka. Buka aja isinya apa bahasa Inggris. minta tolong kakak saya untuk membacakan ya yang bisa bahasa Inggris baca-baca bahasa Inggris hanya kakak saya. Di situ tertulis congratulation Mahendra diterima beasiswa untuk ke Amerika selama 1 tahun. Semua biaya hidup dicover, tuision dicover, bahkan pesawat ee ee akan dicover. Tapi ada tapinya nih. Mahindra harus menyediakan ee uang 1$.000 dolar. Ya, itu yang harus dibayar ke kami ya. 1$.000 10 dolar sebenarnya enggak ada masalah sih untuk hidup di setahun belajar juga gratis. Lalu kamu harus membeli ee ee tiket sendiri Jogja, Jakarta. Karena waktu itu ee Jogja bukan international airport ya. Jadi harus ke Jakarta atau ke Bali dulu. Saya bingung. Dan kebetulan ada tiga teman saya yang ee dua teman saya, kami bertiga yang satu di Sumatera, satu di Kalimantan mendapatkan kesempatan yang sama. Congratulation kami diterima gitu untuk ke Amerika. Dua teman saya yang lain ketika kami saling kontak-kontakan nih mau diapakan nih tawaran ini karena tahun ee paling lambat 2 tahun lagi harus dijalani. Kalau gak batal, hangus. Dua teman saya mengatakan ini orang kasih beasiswa kok enggak ikhlas. Saya ulangi lagi teman-teman. Ini orang Amerika ini kasih beasiswa enggak ikhlas. Masih harus setor 1$.000 dolar. Masih harus beli tiket pesawat yang enggak murah. Waktu itu belum banyak pilihan. Saya bicara dengan ee Bapak Ibu saya, saya enggak punya uang. Saya masih mahasiswa. Kalau saya suruh cari 1.000 dolar enggak punya. Kalau suruh beli tiket pesawat enggak enggak ada. Bapak Ibu saya dengan uang yang terbatas mengatakan, "Kamu berangkat kirim 1$000 dolar karena kamu sudah harus berangkat. Ya, kamu sudah saya memilih tanggal yang segera berangkat." Ya, saya sudah kembali ke Indonesia. Maaf. Saya sudah kembali ke Indonesia. Lalu ibu saya ee kirim itu melalui Bank BNI. Saya ingat sekali perlu waktu 14 hari untuk uang itu sampai ke Amerika. Lalu papa saya bilang, "Oke, tiket pesawat dari saya." Lalu saya bilang, "Tapi saya kan juga perlu uang saku. Enggak mungkin saya pergi tangan kosong." Lalu entah bagaimana kedua orang tua saya memberikan saya 2.000 dolar ketika saya mau berangkat. Hari saya berangkat, saya sampai di Amerika itu belum sampai loh duit saya yang 1$.000 dolar dikirim Bapak Ibu saya. Ya, saking lamanya pengiriman uang zaman itu waktu saya tiba di Amerika, saya ee ke kantor, ke kantor administrasi di Amerika itu saya dipanggil, "Kamu ke sini Mahendra." Lalu saya dikasih amplop dengan cash 1$.000. "Loh, ini apa ini? Saya kembalikan duitmu." Loh, tadi bukannya Mister bilang ya, kalau uang saya belum sampai ke situ. Enggak masalah. Saya hanya kami di Amerika hanya menguji apakah Mahendra mau bekerja mencari uang 1$000 dolar itu untuk pergi ke Amerika. Kami tidak butuh 1$000 dolar Anda. Kami hanya tah hanya butuh tahu Mahendra itu serius enggak menanggapi ee tawaran kami, beasiswa kami. Jadi, Teman-teman semua, 1$.000 dolar yang dikirim dari Jogja itu belum sampai ke mereka. Mereka sudah kembalikan ke saya uang 1$000 dolar cash jadi tambahan uang saku saya. plus ditambah saya dikasih catatan nanti direimbers ya biaya tiketnya. Lalu saya dikasih tahu setiap bulan kamu akan dapat uang sekian dolar teman-teman. Habis itu saya menghubungi dua teman saya yang lain yang dari Sulawesi dan dari Kalimantan karena mereka juga sama-sama beasiswa. Mereka berdua menyesal. Apa jadinya kalau saya mengikuti dua orang teman itu berpikiran bahwa orang kasih beasiswa kok enggak ikhlas? Mereka ikhlas ternyata. Mereka hanya menguji apakah Mahendra orang yang tepat untuk diberi beasiswa. Singkat cerita, hari ini saya berhadapan dengan Anda menjadi orang yang confiden. Kenapa saya menjadi orang yang confident? Saya akan share, Teman-teman. Saya akan share sebuah slide untuk memulai sesi kedua ini. Ini adalah bekal bagi Anda semua ya. Apapun unit Anda bekerja di Pempr, Anda harus menjadi pribadi pemenang. Ini contohnya ya. Ee sebentar saya akan pindahkan dulu. Ini adalah refleksi kita. Saya ajak teman-teman hari ini mengulangi lagi kejadian kurang lebih 30 tahun ee 25 tahun yang lalu ya. Refleksi, merenung ya. Anda sejenak ikuti perjalanan Mahendra yang mungkin menjadi perjalanan Anda juga hari ini. Anda setiap pagi sebelum ke kantor atau sebelum beraktivitas Anda pergi ke wastaffel minimal ya Anda akan gosok gigi. Gosok gigi di depan cermin di atas wasffel. Lalu setelah Anda selesai, Anda kumur-kumur, selesai lalu Anda andukan. Lalu Anda pergi dari wastaffel. Mulai hari ini Anda putuskan setelah Anda berada di depan cermin selesai gosok gigi, Anda stay di sana. Pintu kamar mandi tetap ditutup. Ambillah waktu beberapa menit. Apa yang Anda lakukan? Apa yang Mahendra lakukan? Saya berhadapan dengan diri saya sendiri. Saya berhadapan dengan diri saya sendiri. Tidak ada orang lain. Tidak ada orang yang melihat. Lalu saya berbicara dengan diri saya sendiri. Kadang-kadang ya teman-teman semua, kita perlu berbicara dengan seorang ahli yang tahu tentang Mahendra. Tanyakan kepada orang di cermin itu, mau aku bawa ke mana hidupku ini? Apa pendapat dia? Cari tahu apa pendapat orang yang ada di balik cermin itu. Itu yang saya lakukan bertahun tahun, Teman-teman. Karena apa? Saya perlu mendapatkan refleksi dari progres saya sejauh ini dari orang lain yang ada di balik cermin itu. Saya membangun rasa percaya diri yang kuat. Mahindra anak kampung, anak desa. Teman-teman semua saya sudah lima benua saya kunjungi. Saya sudah puas kalau diajak jalan-jalan. Justru saya kalau jalan-jalan saya kepengin ke Jawa Timur, ke Jatim Park ya, ke Labuhan Bajo, ke apa itu yang Raja Ampat. Saya pengin ke situ. Saya belum pernah ke sana. Tapi apa sih yang mengubah benih yang kecil? Yang namanya Mahendra saya tuh pendek, Teman-teman. Saya cuman 160 centti tingginya. Ya, saya pendek. Tapi saya sudah bisa mengklaim ke diri saya di masa depan. Ya, itu tahun kejadiannya tahun 94. 94. Berapa tahun setelah itu saya masih bisa mengklaim bahwa saya jauh lebih baik daripada saya tahun 94. Kenapa? Karena saya berbicara dengan ahlinya. Ahlinya itu siapa? orang yang ada di balik cermin itu. Yang mengetahui tentang Mahindra hanya orang yang ada di balik cermin itu. Ajak ngobrol 2 menit, 3 menit, 5 menit maksimal. Karena Anda di kamar mandi sendirian ee istri Anda atau suami Anda nanti akan tanya, "Kok, ngapain lama banget di kamar mandi." Ya, tapi intinya begini. Anda ambil waktu untuk diskusi dengan ahlinya, dengan orang yang ada di balik cermin itu. Ambil waktu itu apa yang akan Anda diskusikan? Apakah saya selalu berpikir kritis? Apakah saya selalu berpikir lebih dalam daripada apa yang ditampilkan kepada mata saya atau telinga saya? Apa yang saya lihat, apa yang saya dengar itu apakah the real truth? Begitu saya berpikir kritis, ada banyak pesan dari apa yang saya lihat atau yang saya dengar. Saya menjadi lebih peka terhadap keadaan. Yang kedua, apakah aku selalu melihat keterkaitan antar peristiwa? Hari ini saya berhadapan dengan Anda. Kalau kita bicara soal saya berbagi dengan Anda dalam satu event ASN belajar. Bayangkan minggu depan saya ke Surabaya. Apa saya enggak punya teman 1000 orang? Kalau ada satu saja yang menghubungi saya lewat sosial media saya, "Pak Mendra kalau ke Surabaya temui saya temui saya ya. Saya tinggal di daerah sini." Oh, saya temui. Bila memungkinkan saya temui. Hidup saya dari berjejaring. Siapa yang menyarankan itu? Yang menyarankan adalah orang di balik cermin setiap pagi saya bicara. Setiap pagi orang itu menasihatkan banyak hal baru dan saya lakukan itu. Yang kedua, yang ketiga, aku selalu mencari tahu lebih banyak ee soal informasi ketika saya bertemu dengan Anda di Surabaya ya. Ya, insyaallah dalam waktu dekat nih, ya. Saya tidak hanya akan kita ngopi bersama, ngobrol-ngobrol basa-basi. Kita akan saling tahu apa yang menjadi pergumulan kita. apa yang kita bisa saling kasih pertumbuhan. Bagaimana jejaring antara saya dan Anda pada saat kita bertemu nanti itu menjadi buah baru baik bagi saya maupun bagi Anda. Bayangkan hanya dari ketemuan di Zoom lalu kita jadi sahabat lalu kita jadi suatu yang mendobrak kehidupan kita masing-masing. Anda menjadi pribadi pemenang di kantor Anda, saya menjadi pribadi pemenang di kantor saya hanya gara-gara Zoom. ini mencari tahu lebih banyak daripada sekedar informasi soal saya akan tahu lebih banyak tentang Anda-Anda semua sebagaimana Anda berhak tahu lebih banyak tentang saya. Ya, apalagi apakah saya selama ini kalau saya bicara dengan cermin itu ya selalu pakai strategi yang sama yang sebelum-sebelumnya selalu berhasil. Kecenderungannya adalah kalau strategi ini selalu berhasil saya ada pada comfort zone. Nyaman. Ah, enggak usah dengan cara lainlah. Yang namanya motong wortel atau motong ee apa namanya? Ee kentang ya. pakai pisau dengan cara seperti itu. Selama ini berhasil. Ngapain repot-repot? Padahal ada banyak cara untuk menyajikan hidangan dengan wortel dan kentang. Prosesnya lebih cepat dan mungkin lebih rapi dan lebih higienis. Jangan bilang bahwa karena strat selalu berhasil lalu Anda akan pertahankan. Jangan. Anda harus coba cari cara baru. Anda harus menjadi orang yang melihat peluang baru, terobosan baru. Pagi ini saya gemes kalau Anda tidak mengambil tindakan apapun. Ingat, setan akan menang saat orang-orang baik tidak melakukan apa-apa. Ya, the only things eh setan will win is when good men do nothing. Jangan. Setan itu kadang-kadang indah sekali bentuknya. Dalam bentuk waktu yang terbuang karena sinetron, dalam bentuk waktu yang terbuang sementara anak butuh dibantu belajar. Setan itu datangnya indah. Indah bagi mata kita, telinga kita, atau badaniah kita. Tapi kita harus lawan itu ya. Karena kita kan makhluk yang paling cerdas nih, paling punya hikmat ya. Nah, ini teman-teman saya akan mulai masuk. Kenapa saya harus mulai dengan refleksi itu dulu? Anda bayangkan Anda setiap hari dicermin pagi-pagi atau nanti malam sebelum tidur Anda gosok gigi dicermin. Anda butuh waktu lebih panjang daripada biasanya. Renungkan. Tanya orang itu di dalam cermin besok pagi you ma apa? Atau kalau you bikin kesalahan nih hari ini ya bilang sama orang tuh gara-gara kamu nih salah nih gara-gara kamu nih misalnya perut Anda buncit gagal diet gara-gara kamu nih gara-gara boleh saja Anda harus diskusi dengan dia. Itu waktu terbaik saat kita bertumbuh saat kita berhenti memikirkan yang lain. Berhenti dan mulai memikirkan tentang diri kita. Dengan siapa kita berbicara? Dengan ahlinya. Ahlinya mana? Ada di balik cermin itu. Ya. Kita masuk ke yang kedua. Unleash your potential. Apa sih dampaknya? Kenapa sih repot-repot ee kita harus analisis? Itu artinya melepaskan buka kandang gitu biar keluar binatangnya. The beast-nya itu keluar ya. Kandang macan, macan yang keluar. Kandang burung, burung yang keluar. Yang akan Anda keluarkan itu apa? Binatang yang namanya potensial. Dari mana, Pak Mahendra? Saya tahu saya punya potensial. Anda tidak akan tahu kalau Anda tidak berbicara dengan ahlinya. Ya, kalau saya bicara Anda bicara dengan ahlinya, Anda harus bercermin. Hanya Anda yang tahu. Ahlinya lebih tahu lagi. Ya, potensi saya apa itu harus Anda renungkan, Anda harus coba. Kalau gagal berarti itu bukan potensi saya. Kalau ada benih berhasil, nah mungkin ini benih potensi saya. Ya, tadi di chatbox saya sudah sampaikan ee bagi Anda yang pertanyaannya belum saya jawab, Anda silakan tanya di inbox atau messenger di sosial media saya. Kalau Anda tidak ingin terkoneksi dengan saya juga enggak apa-apa. Anda tetap bisa ee inbox saya gitu ya untuk cara kita berkomunikasi. Saya hadir di semua platform ya. Saya sudah tua tapi saya enggak mau kalah dengan yang muda-muda. Nih ini contoh-contoh buat ee Bapak Ibu di Pemprov Jatim ya. Anda jangan kalah dengan yang muda. Yang muda bantu kami yang tua untuk tetap up to date ya. Jadi saya tetap aktif di semua sosial media. Ini adalah ee saya enggak bisa mengucapkannya ya. Ee tapi saya bisa bahasa Mandarin dikit-dikit. Saya pernah tinggal di tempat yang mayoritas bahasa Mandarin soalnya. Ya, intinya kira-kira begini. Orang yang memburu dua kelinci tak akan mendapatkan satuun. Kelinci itu satu aja lincah. Begitu dua Anda bidik, Anda harus memutuskan Anda bidik yang mana. Kalau Anda pemburuh. Begitu Anda mau keduanya, usaha mau keduanya, Anda serakah. Kelinci itu pintar dalam grup. Begitu mereka berlari, mereka berlari ke dua arah yang berbeda. Anda amati, mereka bisa menyebar gitu sampai kita bingung kita mau nembak yang mana. Karena apa? Kita ingin dua-duanya. Kita fokus kita ada pada yang sana dan yang sini. Serakah dan itu mematikan potensi Anda. Unlease your potential karena Anda enggak fokus. Ya. Jadi, Teman-teman yang pertama kalau Anda sedang ee melihat slide ini, Anda bisa curahkan 100% perhatian kita pada slide ini ya ee pada sharing ini supaya nanti begitu Anda keluar jam 12.00 lebih nanti ya, Anda bisa menyerap, bisa mencerna, dan Anda bisa mulai terobosan-terobosan itu hari ini. Jangan ditunda minggu depan atau nanti pas liburan apapun ya atau pas bulan puasa relatif lebih gampang, Pak. saya nanti akan lakukan pas saya di bulan Ramadan. Oh, jangan. Anda bisa mulai nanti jam .00 terobosan itu ya. Orang yang memburu dua kelinci tak akan mendapatkan satu pun. Ini adalah ruangan yang sedang ada di dalam ruangan Zoom ini. Ada 1000 orang termasuk saya dan Anda ya, yang punya ruangan di dalam benak kita, ada di dalam ee pikiran kita ya. Itu adalah ruang terbesar di dunia. bukan aula, bukan stadion gelora apa 10 November ee atau kalau di Jakarta GBK ya, Gelora Bung Karno bukan, bukan bandara bukan apapun. Ruang terbesar di dalam di dunia adalah benak kita adalah ruang untuk improvement di dalam diri kita. Kita bisa memandang sesuatunya sangat besar sekali atau sangat sempit sekali. Anda mau memilih yang mana? Kalau kita mau eh unlist your potential, pastikan yang keluar dari kandang Anda itu jaguar, singa, macan, beruang gede yang galak, dinosaurus, ya. Jangan marmut, hamster. Aduh, sayang banget ya. Anda ikut 3 jam hari ini, Anda akan melepaskan dari kandang yang keluar marmut atau hamster. Aduh, sia-sia. Bapak, Ibu, para sahabat saya, pastikan ketika Anda membangun kandang yang ada di dalamnya itu adalah orang yang sangat buas yang bernama Mahendra, Agus, Tuti, Sofyan, Bambang, Nina, Wati, siapapun nama Anda, itu yang keluar dan itu adalah binatang buas yang siap menaklukkan dunia Anda. Ya, saya kadang-kadang merasa seperti Mario Teguh ya. Tapi sebenarnya saya bukan motivator. Saya orang corporate. Tapi ketika saya berbicara, saya suka ngomporin. Ya, saya suka ngomporin karena di kantor kami, saya juga selalu ee suka melakukan itu. Apalagi kalau kami dalam masalah waduh kita masukkan ke kandang itu seekor jaguar, kenapa yang keluar hamster? Saya enggak mau itu. Kalau bisa sebaliknya kita taruh hamster yang keluar beruang. Ya, ini adalah room for improvement. Hari ini kita diberi kesempatan untuk improve, membuat sesuatu yang lebih baik lagi. Mari kita lihat. Ee saya akan putar video. Saya tidak tahu apakah sinyal akan berpengaruh di masing-masing device, di handphone Anda, di tablet atau komputer Anda. Tapi akan saya putar bagaimanapun juga. Silakan Anda lihat. Ini adalah yang namanya hukum karma. Good morning. Morning. Good morning. Oke, Bapak Ibu jelas enggak, Mbak? Mbak jelas, Pak Mahendra walaupun suaranya kurang terdengar, Pak. Eh, saya akan kasih kesempatan ulangin sekali lagi boleh silakan, Pak. Saya ulangi ya supaya ada gambaran apa yang ini coherently and people god people influence at university for teach people to be articulate because that's the most dangerous thing you can possibly [Musik] Oke, Teman-teman semua ya, kira-kira ada gambaran ya kalau di dalam pepatah bahasa Inggris itu what goes around comes around ya. Apa yang Anda lemparkan itu akan kembali lagi kepada Anda. Anda menabur kebaikan nanti ada Anda memanen kebaikan bahkan mungkin lebih besar. Anda menabur benih kejahatan, Anda akan mendapatkan hal yang sama bahkan mungkin lebih besar lagi. Jadi kalau Anda ingin menabur ke seseorang yang bernama diri Anda, pastikan hal positif sebanyak mungkin Anda lemparkan. Rahardian atauintar saya mau besok pagi kamu 22,7 m, m lalu anda olahraga sebelum bekerja pada saat jam .00 tank bekerja kamu segar pikiran, segar badan mana yang siap komandan saya bicara dengan orang di dalam cermin itu dan besok pagi saya harus memastikan bahwa badan saya, pikiran saya, emosi saya, hati saya, nurani saya, semuanya kompak mendukung saya. Itu yang tadi sesi pertama kepingan-kepingan yang membentuk pribadinya Mahindra ini harus kompak, kompak, kompak. Jangan sampai besok pagi itu enggak terjadi. Yang saya pas gosok gigi malam hari menjelang tidur saya katakan kepada si ahli itu ya, Teman-teman. Kalau kita mau unlist the power within, kekuatan besar dari dalam diri kita yang selama ini tersembunyi di dalam diri kita, kita harus serius. Kita enggak bisa main-main, ya. Ini adalah contoh yang paling gampang. Apalagi kalau Anda di yang bekerja langsung di unit rekrutmen. Untuk menutupi kekurangannya, banyak orang menambahkan hal yang semuh di dalam CV-nya, di dalam resumenya. Kalau Anda melihat CV itu bagus sekali, Anda harus kritis. Ingat ya, salah satu e ciri khas leader, Anda harus kritis. Tadi dalam refleksi juga apakah saya berpikir kritis? Kenapa ee CV ini bagus sekali ya? Bagi orang yang tidak tahu, aduh, ini orang ini bagus banget nih. Ayo kita rekrut, kita panggil wawancara. Tunggu dulu teman-teman semua, segala sesuatu yang berlebih Anda harus kritis. Termasuk ada orang yang aduh, saya enggak bisa apa-apa. Masa sih enggak bisa ngapa-ngapa? Aduh, saya orangnya jelek, saya bodoh. Hati-hati ya. Orang ini mungkin punya potensi. Jadi banyak hal semu terjadi di dalam resume kehidupan kita dan itu kita biarkan terjadi karena kita memilih untuk menambahkan hal semu itu karena kita kekurangan atau kita minder lalu kita ceritakan hal yang lain yang bukan tentang diri kita. Kalau kita punya kebiasaan seperti itu, pertanyaannya bagaimana mungkin Anda mau menjadi list, membuka kandang yang keluar Tiger, yang keluar jaguar dalam diri dari diri Anda? Eh, enggak mungkin, Teman-teman percaya. Enggak mungkin. Tidak ada benih buruk menghasilkan benih baik. Itu enggak ada. Benih baik pun kadang-kadang menghasilkan pohon yang buruk. Tapi kalau benih sudah buruk, mengharapkan sesuatu terjadi dengan baik, itu kayaknya di dunia fantasi ya. Jadi, Teman-teman, kalau kita memang punya kekurangan, perbaiki. Akui, admit dengan rendah hati aku. Oh, ini kekurangan saya. saya harus perbaiki karena kalau ini enggak saya lakukan dulu, proses selanjutnya akan terhambat. Sequens urutan. Mari kita lihat. Ini berbicara soal apa yang harus Anda kerjakan ketika Anda siap-siap membuka kandang dari dalam diri Anda buka. Yang keluar adalah singa, bukan hamster. Ya. Apalagi Anda pihara. Sekarang tuh ada kebiasaan orang memiara belalang mantis ee belalang sembah ya. Saya lihat kalau di YouTube tuh di Amerika itu anak-anak muda itu sekarang miara gitu dilatih dilatih kayak melatih binatang piaraan anjing gitu ya. Coba Anda cari di YouTube aneh piara kok belalang mantis gitu bahkan diadu ada komput ada turnamennya. Ketika Anda buka, pastikan yang keluar adalah binatang itu. Hasle itu kerja keras. Ayo kerja tanpa henti. Kerja keraslah sampai you tidak harus memperkenalkan siapa dirimu. Ingat resume tadi itu CV. CV itu adalah cara kita karena kita tidak percaya diri maka CV itu dipakai untuk memperkenalkan diri kita ya atau kartu nama ditulis direktur atau manajer atau konsultan ya. Ee karena Anda tidak punya nyali untuk mengatakannya sendiri. Anda harus punya kertas apakah itu kartu nama, bisnis card atau CV ya. Padahal itu mungkin tidak mewakili siapa sebenarnya Anda. Tetapi kalau Anda orangnya berhasil, Anda tidak perlu CV, Anda tidak perlu kartu nama. Karena apa? Apa yang Anda capai, apa yang Anda lakukan, itu sudah bukti bahwa Anda punya ketenaran sendiri. Ya, itu nasihatnya kalau saya terjemahkan. Hasle. Bekerja keraslah sampai kamu tidak harus memperkenalkan dirimu sendiri. orang lain sudah kenal Cristiano Ronaldo enggak perlu CV. Cara dia mencetak gol, cara dia menenangkan setiap klub di mana dia berada cukup untuk kita mengenal dia. Tidak perlu ada CV-nya. Ya, bayangkan kalau hidup Anda itu dari hari ke hari mulai dikenal karena kinerja Anda bagus, integritas Anda terjaga, dan Anda punya moral yang baik, etikanya terjaga juga. Lalu Anda menjadi teman di kantor Anda, teman yang baik, baik bagi senior maupun junior. Sempurna tampaknya, tapi itu penting bagi Anda. Ya, karena ketika Anda ingin mengeluarkan binatang buas dari diri Anda, Anda harus punya perencanaan kerja. Anda harus tahu dengan siapa Anda berguru, dengan siapa saya bereksperimen, situasi seperti apa yang harus saya bikin supaya saya tergerak untuk mengeluarkan singa itu suatu saat. Ya, mari kita lihat ini. Ee kalau saya terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia kira-kira seperti ini. Hidupmu itu adalah pesan kepada dunia. Jadikan hidup itu kisah yang legendaris ya, mikit epik. Kalau kita bicara soal Yulius Caesar ya di kekaisaran Romawi atau Akiles ya kalau Anda menonton film Troy. Jadi kehidupannya Akiles itu sangat epik. Bukan hanya kehidupan yang rata-rata yang orang lain juga mengalami ya. Kalau kita bicara soal orang-orang suci yang ada di kitab suci ya, kitab suci ee masing-masing ya. Ada orang tokoh-tokoh yang menjadi inspiratif. Hidup mereka bukan hidup orang biasa. hidup mereka justru orang yang epik mengubah banyak orang, mengubah hidup banyak orang menjadi lebih dekat kepada Tuhan. Kita bisa melakukan itu di tingkat yang kecil dalam diri kita. Minimal kalau Anda tidak bisa melakukan itu untuk kantor Anda, untuk keluarga Anda, jadikan anak-anak Anda itu bangga. Uh, mama saya itu superhero. Papa saya itu luar biasa. Papa saya guru, but he is my superhero. Ya, jadi jadikan itu hidup yang benar-benar beda dari yang lain. Oke, mari kita terus ya. Ini adalah refleksi tadi ketika saya masuk ya. Apakah saya memahami sampai di mana sebenarnya limit saya? Kalau kita mau membangun diri kita, kita harus tahu dari mana kita bergerak. Saya punya limit apa? Bisa enggak limit itu saya stretch supaya saya punya potensi dikit untuk lebih bergerak lebih baik. Apakah saya punya bernyali? Nah, ini di bagian pertama nyali itu penting. Nyali untuk memimpin kepingan-kepingan diri kita. Kita bawa sekarang untuk unl the power within. Ya, kalau Anda enggak punya nyali, belajarnya untuk untuk punya nyali dulu. Jangan belajar yang lain. Nyali itu adalah ee apa ya? Korek api yang menyalakan sumbu dinamit. Anda harus punya nyali untuk cek nyalakan sumber dinamik ya. Lalu nyali untuk apa? Nyali untuk mengakui kita ada kekurangan. Caranya gimana? Tolong beritahu saya harus gimana kalau saya mau ingin bergerak maju dan rendah hati untuk meminta bantuan. ya, banyak orang ee tidak cukup rendah hati, terlalu jumawa untuk mengakui bahwa saya butuh bantuan orang lain. Ya. Yang ketiga, apakah saya mampu mengambil peran-peran yang berbeda tergantung situasi? Kalau saya di rumah, saya punya bawa masalah kantor, ee istri kita, orang tua kita, atau suami kita akan langsung notice, "Wah, ini di kantor pasti ada masalah nih." BT baru diajak ngomong aja sudah marah-marah. Ya, ingat di kantor kita punya masalah sampai di rumah kita enggak punya masalah. Masalah itu ditinggal di kantor. Ingat teman-teman ya. Masalah di kantor tinggal di kantor. Ingat Anda adalah superhero di rumah. Jangan sampai itu rusak. Image superhero bagi anak-anak Anda itu rusak hanya gara-gara masalah di kantor. Besok pagi Anda selesaikan masalah itu kalau belum tuntas hari ini. Ya, itu cara kita untuk mengambil peran dalam situasi yang berbeda. I superhero. I might not be superhero today di kantor, but I still superhero at home. Pertahankan itu. Ya, ini dikatakan begini. Tanpa ada perubahan tak akan ada inovasi, tidak ada terobosan. Ya, siapapun yang memulai perubahan akan punya peluang lebih baik. Jadi hari ini Anda punya komitmen dulu deh, Pak. Saya enggak bisa e sebesar yang Pak Mahendra sarankan. Enggak apa-apa. Tapi you start small ya. Anda mulai dengan yang kecil. Anda bikin janji kecilnya tulis di taruh di dompet. Ini harus terjadi 5 hari lagi. Kalau saya tanya, "Tahun depan Pak Bambang pengin apa?" "Oh, saya pengin kaya raya." Saya enggak akan percaya itu terjadi kecuali Bapak mengatakan tahun depan saya pengin punya tabungan R miliar. Saya akan dukung, saya akan aminkan di spesifik ya. Kaya raya itu seperti apa? Ada orang punya uang Rp100.000 sudah merasa kaya raya karena sehari-hari cuma punya R5.000. Saya ingin punya tabungan R miliar. Amin. Semesta mendukung. Saya punya tips untuk kita ee unlist potensial ya. Mulailah dengan kerendahan hati tadi kan. Kalau kita rendah hati, kita mau gitu loh, mau punya nyali bertanya, "Aduh, saya enggak tahu nih, saya memang lebih tua daripada ee Mbak Kania misalnya ya. Saya sudah bapak-bapak, udah udah opa lah, mungkin saya omnya Mbak Kania ya. Tapi saya tidak tahu ilmu ini. Yang tahu adalah Mbak Kania ini. Ya, saya harus punya kerendahan hati k Mbak Kania. Tolong dong ajari saya, saya benar-benar blank nih. Enggak tahu soal ini. Itu dulu ya. Saya harus mulai dengan rendah hati. Ya, Bapak, Ibu. Kalau saya boleh bikin alegori nih, boleh kiasan nih, ya. Hari ini fungsi saya itu seperti pelayan restoran dengan serbet di tangan dan botol air di dalam tangan ee tangan kanan saya. Saya pelayan yang berdiri di sudut ruangan. Saya tidak akan hadir ke meja Anda untuk mengisi gelas Anda kalau gelas Anda belum kosong. Jadi saya akan tambahkan Aqua lagi kalau saya melihat gelas Anda kosong. Tugas saya hanya mengisi ketika gelas Anda kosong. Kalau Anda tidak mengosongkan gelas Anda, saya enggak akan hadir di situ. Nah, masih ada airnya kok. Anda harus rendah hati kosongkan gelas itu diminum biar ada ruang kosong baru lagi untuk menerima air baru. Itu yang penting. Ya, meskipun rendah hati, Anda juga harus percaya diri. Kenapa? Kalau Anda tidak punya percaya diri bahwa Anda bisa membuat perubahan besok pagi, enggak usah lama-lama ya, dari hari ini ke besok pagi Anda bisa buat perubahan kecil. Anda tidak percaya diri, "Ah, saya sudah bertahun-tahun kayak gini selalu gagal." Ya, Anda enggak bisa. Anda tetap selain rendah hati tapi juga percaya diri bahwa Anda bisa berproses, bahwa Anda punya peluang meskipun kecil besok pagi sudah lebih baik. Bahkan nanti malam pun sudah lebih baik lagi. Yang ketiga, Anda harus punya komitmen. Yang keempat, Anda harus punya konsistensi. empat ini adalah setiap kali saya memberikan sharing seperti ini selalu saya bawa. Kenapa? Anda harus rendah hati untuk menerima hal baru. Itu adalah pribadi pembelajar. Kalau bukan pribadi pembelajar kemungkinan Anda tidak rendah hati. Yang kedua, harus punya percaya diri bahwa oh ada peluang bagi saya mempelajari sesuatu dan saya menjadi punya ilmu lebih banyak atau punya skill lebih baik. Ya. Komitmen. Komitmen itu anda perlukan untuk segera memulai. Karena Anda rendah hati, Anda percaya diri, tapi semuanya masih di awang-awang. Anda tidak komit untuk segera memulai perubahan itu. Percuma. Nanti jam 12 selesai kurang lebih ya. Anda bikin tulisan kecil, taruh di dompet. Saya komit, saya akan mulai berubah. Enggak usah yang ee hebat-hebat, yang kecil saja. Misalnya rokok satu bungkus 1 hari, besok saya akan mulai merokok dua puntung saja, dua dua batang saja. Hal yang sederhana seperti itu ya. konsisten. Konsisten itu adalah menjaga komen tetap terjaga sampai terakhir proyek itu selesai. Buka toko itu gampang loh. Anda tinggal daftarkan isi toko. Tapi apakah bulan depan masih buka itu hal yang lain. Anda harus konsisten supaya apa yang Anda mulai dengan komitmen itu accomplish pada akhirnya terjadi, selesai, final. Anda bikin komitmen baru untuk pembelajaran baru lagi. Ya, ini adalah keterangannya. Ya, Anda jangan sok tahu ah yang akan diomongkan Pak Mahendr ini saya sudah tahu. Anda sudah mulai tidak rendah hati apa yang diomongkan. Ee saya punya mentor mengajari saya seperti itu. Saya tahu yang diomongkan mentor saya sudah diomongkan minggu lalu atau bulan lalu. Saya akan tetap dengar karena mungkin itu reminder ya. Jadi ee harus ee tetap jangan sok tahu ya. Yang ada prinsip lagi, kerendahan hati itu disukai rezeki. Kalau kita tidak tahu, orang berlomba-lomba memberitahu. Orang berlomba-lomba memberitahu. Kalau kita tidak rendah hati, satu pun enggak ada yang datang. Enggak suka sama kita, woh orangnya sok tahu, sombong. Tapi kalau kita tidak tahu, bisa aja hari itu 10 orang datang memberitahu atau memberi bantuan, rezeki datang. Ya. Yang ketiga, kerendahan hati beda dengan rendah diri. Rendah diri itu minder. Kita tidak boleh minder. Kita makhluk ciptaan yang yang Tuhan itu desain untuk pemenang. Ya, enggak mungkin kita menghina pencipta kita dengan rendah diri. Ah, aku cuma gini. Oh, Tuhan kalau menciptakan ciptaannya pasti baik. Enggak cuma, enggak ada kata cuma, cuma segitu-gitu aja enggak. Kita menghina sang pencipta. Maka kita harus menghindari minder itu. Kita hormati sang pencipta kita dengan memberikan yang terbaik. Rendah hati ya, rendah diri jangan ya. Rendah diri jangan. Itu minder. Percaya diri. Apa sih percaya diri? Ada lagu topi saya bundar ya. Topi saya bundar. Bundar topi saya. Kalau tidak bundar bukan topi saya. Pakai ini. Aku pasti bisa. Pasti bisa aku. Kalau tidak bisa pasti bukan aku. Oke. Kalau tidak bisa pasti bukan aku. Katakan itu pada orang di balik cermin. Aku pasti bisa. Kalau tidak bisa, tidak bisa pasti itu bukan aku. Ya. Oke. Selama ini ada orang-orang yang enggan memacu adrenalin. Adrenalin itu apa sih? Nyali untuk mencoba sesuatu yang baru. Seorang pelaut punya anak. cara dia ee cara dia memberitahu anaknya ayo kita melaut adalah dengan cara ee untuk melepaskan kakinya dari tanah di pantai. Kalau kamu tidak pernah melepaskan kakimu dari tanah pasir di pantai ini, kamu tidak akan pernah melihat sisi lain di ujung cakrawala sana. Kamu harus lepaskan tanah itu. Memang tanah itu nyaman, aman ya dari ombak. Tapi kamu harus lepas itu. Siapa tahu di ujung sana ada tanah lain yang lebih indah. Atau di tengah gelombang itu ada ikan yang banyak, ada adrenalinnya. Iya. Tapi look at what the opportunity ya peluangnya. Wah, dapat ikan banyak, pemandangannya lebih bagus dan mungkin di pulau lain yang tidak kelihatan di cakrawala begitu kita datangi. Oh, jauh lebih bagus ya. Kita hanya bisa melihat apa yang ada di e ini ya. Cara bila kita mulai mendayung ke tengah, bila kita punya nyali ya saya itu dinasihatkan sama mentor saya ya. Beliau sudah tua. Setiap tahun minimal kamu tuh satu kali naik roller coaster Mahendra ya. Roller coaster di Indonesia mungkin ada beberapa tempat lah di perumahan-perumahan sekarang sudah mulai banyak ya di kompleks-kompleks. Kenapa roller coaster itu tampaknya hanya terjadi 1 menit atau 1 seteng menit tapi kita macuk adrenalin. Kalau kita bisa rutin setiap tahun macuk adrenalin itu hidup kita akan baik-baik saja. Karena apa? Ketakutan terbaik eh ketakutan ee terbesar manusia pertama adalah fisik. Takut luka ya. takut terluka, takut patah tulang ya. Padahal seharusnya ketakutan terbesar kita adalah kita tidak punya masa depan karena kita tidak bisa memenangkan ee kehidupan. Harusnya yang takut bukan fisiknya dulu, tapi secara alamiah kita takut luka. Itu aja ya. Anda Mahindra, kamu setahun sekali naiklah roller coaster. Kalau Anda punya kesempatan ke Singapura, ke mana ya naiklah roller coaster. Saya naik roller coaster setiap kali saya berkunjung ke tempat yang ada roller coasternya. Lalu hanya kita yang benar-benar bisa menolong diri kita. Maka bicaralah dengan ekspert itu di balik cermin. Diskusikan apa rencana kita, apa kekurangan kita yang akan kita cover. Ya, bekerja bekerja samalah dengan dia, dengan si eksert itu supaya Anda bisa bertumbuh. Komitmen. Nah, komitmen diperlukan untuk segera memulai. Jangan hanya wacana, cuman omdo, omong doang. Jangan ya. Komit mulai kapan? Habis ini ya nekat. Habis ini mulai misalnya baca buku. Saya sekarang setiap hari akan baca buku 15 menit atau 10 halaman. Baca. Tanpa komitmen kita tidak akan benar-benar serius memulainya. Tanpa konsistensi kita tidak akan berhasil menyelesaikannya. Cuman mulai doang sampai enggak tahu kapan rumah ini selesai, bangunan ini selesai. ya. Jadikan kebiasaan baru ya. Ini nanti akan saya bagikan ee melalui ee Mbak Kania. Tadi ada yang bertanya di chatbox, apakah materinya boleh dibagikan? Boleh ya. Kalau saya membagikan ini itu artinya ee saya punya teman seperjalanan dalam mengembangkan diri. Ya, senang kalau 1000 orang ini dapat materi ini. Sama-sama kita berjalan bersama. Efek personal itu apa? Ada psikis, emosi, intelektual, spiritual, dan fisik. Tuh, fisik di terakhir kan? Karena apa? Kalau hidup kita di nomor 1 2 3 termasuk hubungan kita dengan sang pencipta, dengan Tuhan, dengan Allah, ya itu baik. Fisik itu mengikuti kok. Mungkin bentuknya enggak menarik tapi sehat ya. Anda mungkin tetap gemuk tapi gemuk yang sehat. Jadi apa? Langsing ramping tapi enggak sehat buat apa? Ya itu kadang-kadang kita lupa bahwa efek dari potensi diri dilepaskan itu adalah lima hal itu. Ya, saya akan skip di sini ya. Saya akan skip di keterangannya masing-masing ya. Nanti Anda akan mendapatkan karena ini naratif ya, ada intelektual, ada spiritual, lalu ada fisik. Doa ya ini spiritual lalu ada fisik badaniah ragawi. Tadi saya sudah sampaikan ya. Kalau 1 2 3 4 itu selesai kita lakukan dan itu menjadi habit kita. Nomor lima itu datang sendiri bonus ya. Hidup kita itu fisik kita itu menjadi menarik ya. Ini yang saya perlukan dari Anda. Ya, yang saya perlukan dari Anda adalah keinginan yang kuat untuk mulai berubah. Kecil saja enggak apa-apa ya. Tahu enggak barang-barang kecil itu bisa mengubah Anda menjadi orang baik atau orang jelek? Kriminal yang besar, ya, koruptor besar yang mungkin nyurinya triliunan itu enggak sekali pertama kali nyuri langsung triliunan. Dia nyuri dulu 1000 perak, 5.000 perak. Akhirnya karena enggak ketangkap jadi 1 miliar 1 triliun ya. Hal-hal kecil itu dampaknya besar bisa untuk menjadi yang baik atau menjadi yang buruk. Si nenek ini kalau saya pikirkan ya ee wajah seperti itu pasti mendekati 80 atau mungkin malah lebih. Tapi dia memiliki keinginan kuat untuk tetap menjadi sehat. Menua itu keniscayaan. Kita semua akan menua tapi menjadi tetap sehat bersahaja. Itu pilihan. Ya, kita semua akan menua ya. Setiap 1 jam lewat kita menua 1 jam, 1 hari lewat kita menua 1 hari. Anda mau lawan dengan apa? Tapi Anda punya pilihan yang Anda bisa lakukan. Meski tua Anda tidak pikun. Meski tua Anda tetap sehat. Meski tua Anda dijauhkan dari obat-obatan ya jarang sakit. Anda punya pilihan itu will power anda kemauan yang kuat ya untuk melakukan perubahan itu. Bagaimana Anda tahu bahwa Anda telah mencapai kemajuan? Caranya ngecek gimana dalam proses ini? Unlist the power within. Ya, Anda wajib membuat catatan latihan. Itu yang tadi saya bilang sudah zaman teknologi, handphone, laptop, tablet, ya. Saya masih punya blocke, ya. Blogne kecil ya. Saya bisa tunjukkan nih ya. Saya block kecil tipis. setiap hari saya bawa dengan ballpo saya catat kalau saya naik ee kereta api ee KRL ya ee kereta dalam kota atau bus e Trans Jakarta, saya catat kejadian-kejadian di dalam ruangan kabin itu orang ngomongin apa? Ada isu apa yang sedang hype ya, sedang hit. Saya catat, saya tulis untuk kompas. Saya diberi kompas ee apa? Kolom untuk dua hal. Yang pertama tentang tentang ee kemandirian sebuah bangsa. Yang satu lagi profesi saya, saya di teknologi, saya diberi kolom yang namanya futurism. Cari saya di Kompas.com. Ya, saya banyak menulis tentang teknologi, tentang kemajuan zaman gitu. Ee dan apa yang harus kita lakukan untuk mempersiapkannya. Itu saya bikin catatan. Ketika Anda mencatat, Anda mengingat dua kali. Anda, tangan Anda mengingat, otak Anda mengingat. Ya, jadi Anda mencatat ee dua kali. Biasakan itu. Itu baik sekali mencatat manual itu. Yang kedua, Anda harus mengeksplorasi atau bereksperimen dengan solusi. Misalnya hal yang sederhana saja. Kalau malam ini jam 15 saya ada pilihan nih nonton sinetron lanjut bola atau mengerjakan buat besok. Kalau saya lakukan akhirnya saya memilih saya mengerjakan buat besok. Anda eksperimen. Oh ternyata paginya saya lebih tenang sudah beres. Saya bisa lebih produktif. Pagi bangun senang karena tidak ada hutang, tidak ada hutang kerjaan. Eksperimen. Kalau hal ini pola yang sama ini saya lakukan untuk hal-hal yang lain, mungkin hidup saya akan menjadi lebih bahagia. Ya, eksperimen ya. Wah, kan saya ini ya. Lalu timear tadi saya bercerita soal kesadaran akan waktu. Ingat waktu itu eh ada pepatah yang mengatakan time exist and expires at the same time. Waktu itu ada dan tiada saat bersamaan. Ketika saya bicara 1 detik 2 detik sudah lewat ya. Jadi waktu itu ada dan tiada. Anda berhenti, waktu tetap berjalan. Anda berjalan, waktu berjalan. Anda berlari, waktu tetap berjalan. Seperti yang konsisten adalah waktu. Yang tidak konsisten adalah kita. Jadi kita harus tahu setiap hal yang kita bikin dalam perencanaan hidup kita akan potensial itu ada deadline-nya. Misalnya begini, bulan ini saya akan fokus, saya akan ee potensi saya untuk hidup disiplin saya akan garap bulan ini. Saya enggak akan lain-lain satu ini aja deh. Bulan depan saya ingin ee bagaimana saya berjejaring. Bulan depannya saya akan menghubungi orang-orang yang saya anggap bisa membantu saya. saya akan berjejaring. Oh, saya akan berjaring dengan Pak Mahendra, saya akan berj Pak Kania, saya akan berjaring dengan Pak Renat Kasali. Ya, ya beliau termasuk mentor sayalah untuk bidang-bidang e terkait disrupsi. Ya, berjejaringlah dan jadikan itu projek hidup Anda. Jangan Anda hidup sendiri menikmati YouTube, menikmati apapun game, jangan. Hiduplah berjejaring. Itu yang membantu Anda membesarkan hamster di dalam hidup Anda menjadi singa atau jaguar ketika Anda buka kandangnya. Hm. Time aware ya. Nah, ini adalah ada satu batu sandungan nih. Berbeda dengan binatang apalagi tumbuhan ya. Manusia itu adalah satu-satunya makhluk hidup yang bisa membenci waktu. Kita masih bicara soal time aware ya, kesadaran akan waktu ya. Atau sebaliknya sangat ekstrem mencintainya. Ada orang pengusaha yang time is money. Jadi semua hidupnya dicurahkan untuk mengisi setiap menit itu dengan pundi-pundi baru. Lupakan keluarganya, lupakan kesehatannya sendiri, lupakan kehidupan sosialnya, lupakan kehidupan spiritualnya, tidak berterima kasih kepada Tuhan. Ya, ada yang ekstrem mencintainya atau membencinya. Siapa yang benci hari Senin? Banyak. I hate Mondays. Saya dulu sempat berpikir gitu. Setelah saya pikir, I hate Mandai Friday juga ternyata ya. Ternyata Senin sampai Jumat itu saya enggak suka soalnya kerjaannya banyak. Tapi saya punya kesadaran akan waktu. Kalau saya saya punya masalah di hari Senin, saya tunda kerjakan di hari Selasa. Masalah di hari Selasa saya tunda di hari Rabu atau Kamis. Saya hanya mengumpulkan masalah baru. Anda harus mencintai setiap hari sebagai kesempatan untuk ee pertama bertumbuh ya. Setiap hari adalah kesempatan baru untuk bertumbuh. Yang kedua adalah untuk mengoreksi kesalahan-kesalahan atau kekeliruan kita. Setiap hari itu kita punya kesempatan untuk membuat sesuatu lebih baik atau memperbaiki yang kemarin buruk. Jangan idle, jangan, jangan seperti pohon gitu loh. Bertumbuh tapi cuma di tempat itu. Itu pun yang menumbuhkan bukan dia sendiri. Yang menumbuhkan adalah tanah dan nutrisi beserta airnya, bukan pohon itu sendiri. Kita punya kehendak bebas untuk bertumbuh dan tidak bertumbuh. kita mau pilih yang mana ya. Orang-orang yang ee sadar waktu itu adalah orang-orang yang biasanya komit karena sadar bahwa saya menua. Orang yang sedang berhadapan dengan saya pun juga menua. Yang bagi dia urgensi misalnya ada orang butuh donor darah, bagi dia urgensi, bagi saya ya saya nolongnya nanti ya saya carikan teman ya saya blas di grup WA saya ya. Siapa tahu ada yang punya darah yang sama. Wow itu orang yang enggak komit. Kita harus pikirkan orang itu dia butuh darah itu hitungannya detik. Setiap detik berlalu itu resiko kematian orang yang butuh darah itu. Kita harus menempatkan diri itu. Nah, orang yang bisa seperti itu, orang yang punya komitmen itu kan untuk sukses. Sukses lebih tinggi. Ya, ini adalah hal yang harus Anda hindari. Setiap alarm, apakah itu di jam tangan Anda, di handphone Anda, jamwak Anda, ada fasilitas yang namanya snus. Teman-teman, stop pakai itu. Jangan pernah dipakai lagi ya. Jangan pernah dipakai lagi. Karena apa? Begitu Anda snose supaya nanti 5 menit lagi berbunyi, Anda sudah loose. When you snoose, you lose. Ya, jadi kalau Anda main-main dengan waktu, Anda akan kehilangan waktu. Baik, saya akan akhiri di sini. Saya akan buka dengan tanya jawab. Mungkin masih ada. Saya masih ada beberapa slide yang akan saya tayangkan nanti seturut dengan perkembangan diskusinya ya. Masih ada beberapa slide saya akan tutup, Mbak. Saya kembalikan waktunya kepada Mbak Kania untuk tanya jawab. Baik, terima kasih Pak Mahendra untuk pemaparan materinya ya. Sangat-sangat menginspirasi sekali Pak. Terima kasih pesan dan pesan dari para peserta di kolom chat BX itu sangat menginspirasi sekali. Baik, untuk ee sesi ini mungkin kita bisa memilih dua pertanyaan ya, Pak Mahendra. Heeh. Eh, yang pertama itu dari eh Ibu Bertianda Ayu Waskita. Beliau bertanya, "Pak Mahendra, bagaimana individu dapat memunculkan si ahli dalam dirinya agar mampu unl her or his potential?" Oke. Dan bagaimana dapat mtain tersebut agar selalu konsisten dan melekat dalam diri kita sehari-hari? Oke, Ibu. Ee Ibu siapa tadi namanya ya? Ibu Bu Bertianda. Ibu Bertianda ee pertama kali saya melakukan ini sudah bertahun-tahun yang lalu, sudah lama ya, karena ini saya ambil dari pelatihan yang saya ikuti itu sulit sekali untuk mengakui bahwa ada ert di dalam hidup kita. Seolah-olah are you fo uh bego banget lu Mahendra ee apa kayakkayak gitu dilakukan gitu ya. Lalu saya menyadari bahwa orang yang bisa membantu diri saya sendiri adalah saya sendiri. yang paling jujur terhadap diri saya sendiri adalah saya sendiri. Ada beberapa hal yang saya sembunyikan dari mentor saya. Ada beapa hal yang sifatnya private saya sembunyikan dari mentor saya. Tapi dengan orang ekspert pertama kita harus mengakui eksistensi si expert itu sendiri di dalam cermin itu. Bahwa itu dia ada, bahwa dia ada di depan kita. Lalu dia orang yang paling tahu tentang rahasia saya. Saya mau rendah hati, dia tahu. Saya tidak rendah hati pun dia tetap tahu. Saya mau sembunyikan, oh, dia tetap tahu kok. Jadi pertama adalah mengakui, karena ini seperti role playay ya, kita roleplay tapi sendirian. Mengakui bahwa ada orang lain dalam kehidupan kita, yaitu si ekspert itu di dalam cermin. Bagaimana kita bisa memanfaatkan ee momen itu ketika kita sedang berdua bersama si ekspert itu. Nomor satu, akui bahwa dia eksis. Ya, jangan Anda wah saya berhalusinasi, saya berilusi. Kalau Anda lakukan itu di tempat umum, orang akan bilang seperti itu. Ini masalahnya di kamar mandi kok. Ya, ini adalah latihan pribadi ya. Anda itu adalah saat terbaik ketika Anda berbicara dengan orang di balik cermin itu. Itu adalah saat terbaik untuk mengapresiasi, memberikan respectek terhadap diri Anda sendiri. Kalau itu lakukan di tempat umum, Anda baru bego. Kalau Anda lakukan itu di tempat yang aneh-aneh gitu ya, terbuka, wah mahendra ini udah sakit jiwa nih. Ya, seperti itu ya. Tapi bukan maksud saya untuk mengatakan ee bahwa ini adalah latihan paling paling tepat bukan, tapi Anda cobalah. Karena apa? Saat terbaik untuk mengenali diri kita sendiri adalah saat kita diam. Tidak diganggu dengan opini orang lain. Diam. kita hanya berdiskusi dengan orang di balik cermin itu ya. Pertama dia kita harus sadari bahwa dia eksis apa bahasa lain dari si dia itu? Bahasa lain dari identitas si ekspert itu. Bahasa sehari-harinya adalah hati nurani. Ya, yang ada di balik cermin itu lebih jujur daripada kita, lebih genuin daripada kita. Saat kita ragu, kita akan melakukan suatu kejahatan kecil. Ngambil enggak? Ngambil enggak ya? Ngambil duit enggak ya? Ketika kita berbicara di depan cermin itu, orang cermin itu akan mengingatkan kepada kita, "No, jangan ya." Jadi dengan mengakui bahwa dia ada, bahwa hati nurani ada, si ekspert itu yang ada di balik cermin itu ada, kita sudah selangkali maju daripada orang-orang lain. Ya, itu adalah latihan diri kita terhadap diri kita sendiri. Tentu harus di tempat yang tertutup ya, tetap yang hanya ada kita dan dia dalam tanda petik. Yang kedua, ada empat hal yang harus Anda bawa. Kalau Anda masih ingat, apa empat hal itu? Satu, Anda harus rendah hati. Dua, Anda harus confidence. Tiga, Anda harus punya komitmen sekaligus konsistensi. Komitmen untuk memulainya, konsistensi untuk menyelesaikannya. Tapi Anda harus mulai dengan kerendahan hati. Kalau Anda rendah hati, pikiran untuk mengambil uang di kantor atau ee apa istilahnya? Curang, berbuat curang, kalau Anda punya keran hati, ada ruang yang luas untuk orang di balik cermin itu mengatakan tidak. Itu adalah nurani kita. Ya. Jadi, Anda harus mengakui bahwa itu ada hati nurani itu ada alter ego kita itu ada. Dan saat terbaik untuk menyadari itu adalah saat kita berbicara dengan diri kita sendiri di dalam cermin. ini adalah latihan kepemimpinan pribadi. Yang kedua, Anda harus punya keempat senjata itu. Kira-kira begitu, Ibu, ya. Anda bisa mulai latihan ini kapanpun, ya. Dan Anda tidak harus lakukan setiap hari. Anda bisa lakukan itu ee di bilaana Anda merasa perlu. Anda butuh expert talk, ya. Anda butuh seorang ahli untuk bicara dengan Anda. Itu ada, Mbak, ada yang ee ada bertanya itu, "Tolong pertanyaan saya ee dijawab karena penting buat anak saya. Ee boleh itu, Mbak, ada kayaknya yang menanyakan kayaknya ada urgensi ya." Baik. Saya tidak tahu dari siapa ya. Boleh dibantu atas nama siapa ya, Pak? Atas nama Ibu Kristin Fliana ya. Ibu minta tolong pertanyaan saya ditanyakan ya, Mbak, karena sangat penting buat anak saya. Apa ya pertanyaannya? Mungkin ada e scroll up sebelumnya ya. Boleh diulangi kali ya, Bu ya? Diketik ulang Bu supaya ada di bagian paling bawah atau mungkin Ibu Kristin bisa kita undang untuk open mic yang mana Ibu Kristin mungkin bisa kita ee buka aksesnya untuk bertanya langsung ya, Pak Mahendra. Silakan. Silakan. Monggo, Bu. Silakan, Ibu Kristin. Oke, sembari menunggu dari tim untuk ee membuka akses Ibu Kristin Fliana. Sambil menunggu Pak, ada satu pertanyaan lagi ya, Pak di kolom chat. Sebenarnya banyak, tapi kita karena keterbatasan waktu dan kita mengkurasi beberapa pertanyaan, Pak. Jadi untuk pertanyaan berikutnya dari Bapak Hendro Prastio. Ee Bapak apa sajakah tips rutinitas untuk dapat menstabilkan integritas atau kualitas diri dengan pribadi yang sering up and down? Oke. Atau karena dampak lingkungan yang tidak support sistem? Hm. Atau adakah special treatment untuk upgrade diri? Hmm. Baik, langsung saya jawab ya, Mbak ya. Baik. Eh, Pak ee saya lupa lagi namanya Bapak siapa tadi ya? Mohon maaf. Bapak Hendro. Pak Hendro. Pak Hendro ee ada tips yang sederhana sebelum kita memutuskan untuk meng-upgrade melihat lingkungan kita, mungkin kita ee pakai eksperimen, Pak. Anda catat ee katakan 3 bulan terakhir lah, enggak usah panjang-panjang. Atau kalau Anda mau yang lebih panjang ya 1 tahun terakhir. Hal-hal apa yang membuat Anda ragu-ragu? Ya, ini sangat bagus latihan ini. Saya biasa biasanya mencatat beberapa kasus karena saya rajin menjurnal baik di kantor maupun di pribadi. Saya rajin menjurnal. Kalau Anda lihat di handphone saya di kalender ya saya pakai Android ada kalender Android itu penuh sekali. Saya rajin menjurnal. Jadi kalau saya mau tarik mundur tanggal sekian ada kejadian apa atau dalam peristiwa apa saya berhubungan dengan siapa. Saya catat kapan terjadi di mana Mahendra ragu dan ee apa yang menyebabkan keraguan. Ingat di dalam diri kita itu ada banyak pribadi-pribadi kecil-kecil ya yang tadi saya sebutkan. Ada emosi kita, ada preferensi kita, ada hasrat kita, ada ambisi, ada hati nurani ya. Ada hati yang ya yang ya hati biasa ya bukan nurani ya. Ada lagi keinginan badaniah kita. Di dalam hidup kita sendiri itu ada banyak ee ada banyak teman kita yang harus kita satukan itu. Kita cek pada saat sebulan yang lalu saya saya ragu mengambil suatu keputusan penting di kantor. Itu apa ya faktor apa yang membuat saya ragu? Saya catat, saya selidiki. Lalu pada saat ada kasus baru lagi, Anda pakai yang harus saya redam adalah si anak ini, anak ini dalam diri kita. Anda harus punya ee sensor yang ada di dalam diri kita itu ya anak-anak kecil itu yang namanya hati, ambisi, hasrat semuanya itu itu harus kita balance ya. Jadi cara saya yang ee terbaik adalah mencatat kapan saya menjadi peragu. Kenapa? Karena kalau kita itu tidak ee belajar untuk menjadi tidak peragu, kita akan susah move on. Dikit-dikit ragu-ragu apa kebanyakan pertimbangan. beberapa hal mungkin perlu pertimbangan lebih panjang, tapi peragu itu adalah kebiasaan. Untuk hal yang kecil pun mikirnya lama gitu, padahal sesuatu yang urgen. Ya, kira-kira seperti itu, Pak. Apakah sudah menjawab? Kurang lebihnya itu adalah latihan paling mudah. Ingat dalam peristiwa apa saja, katakan lima peristiwa ee yang lalu ee saya ada dalam posisi ragu-ragu. Siapa dari pribadi saya yang membuat ragu-ragu? Apakah soal moral saya atau apa gitu yang membuat saya menjadi ragu waktu itu apa? Kira-kira seperti itu ya, Pak Hendro ya. Baik, terima kasih Pak Mahendra. Ee sembari menunggu Ibu Kristin, silakan Ibu langsung menulis pertanyaannya kembali di kolom chat BX. Lalu mungkin ada satu pertanyaan lagi ya, Pak ya. Boleh saya sampaikan dari ee Ibu Supartini Sukendar. Menarik sekali berbicara tentang waktu. Saya termasuk orang yang kurang time aware. Misalnya saya ingin memulai sesuatu pada jam yang ditentukan, tapi tiba waktunya saya tiba-tiba beralih menganggap hal itu bukan penting lagi bagi saya. Heeh. Dan sering ini saya sesali. Mohon tip menganggap peran diri, rencana diri penting ketimbang yang lain, Pak. Oh, oke. Ee Ibu ee mungkin seringsering mendengar istilah beyond time ya. Be on time itu ayolah mbok yang tepat waktu, rapat tepat waktu. Orang Indonesia itu dikenal ya saya kadang-kadang malu ya. Tapi sebenarnya enggak juga sih. Di Singapura, di Malaysia mereka juga punya masalah yang sama ya. Selalu ada bumper gitu. Tapi nasihat terbaik di zaman sekarang ini bukan be on time tapi PBBT. Please be time. Kalau Anda jam kerja jam 0.00, Anda datang jam 0.00 absen, Anda masih sah disebut tidak terlambat. Tapi apakah Anda puas dengan cara seperti itu? Itu Anda menipu diri Anda sendiri yang ingin mengunlis jaguar dari badan Anda. Please be time itu adalah Anda datang sebelum waktu yang di ee yang diminta. Ya, misalnya yang paling paling gampang adalah besok rapat jam 10. Ya, Anda jam 10 kur 10 kurang sudah ada di situlah. Jadi kalau Anda ada hal yang belum beres masih punya waktu ee 10 15 menit. Jadi ketika jam 10 semua orang sudah siap untuk memulai rapat ya. Anda cuma berkorban tambahan 5 menit, 10 menit saja untuk PBBT. Please be time. Jangan be on time lagi. Karena be on time terbukti eh disalahgunakan dan disalah artikan. Ya. Anda bekerja jam 0.00 itu artinya Anda mulai bekerja bukan jempolnya di mesin absen. Kira-kira seperti itu ya Ibu. Baik. Terima kasih, Pak. Eh, nah ini sudah ada pertanyaan dari Ibu Kristinal. Saya bacakan ya, Pak. Bagaimana caranya menaikkan kepercayaan diri anak? di mana orang tua mempunyai nama besar di bidang itu karena si anak merasa dibanding-bandingkan. Memang ada beberapa orang yang membanding-bandingkan dan saya sebenarnya risih juga, tapi kita tidak bisa menyalahkan semua orang, tapi mindset kita yang harus dirubah. Mohon petunjuk, Bapak. Oh, baikbaik. Oh, berarti ini yang ee ini yang tadi saya sempat sampaikan di sesi pertama ini, Mbak, ya. Jadi, opini orang lain itu yang menentukan pertumbuhan anak ini. Benar enggak? Karena kan yang membanding-bandingkan bukan ibu bapaknya kan, tapi orang-orang lain. Karena orang lain mengenal orang tuanya punya nama besar. Betul. Boleh dikoreksi ya kalau enggak salah. Seperti itu tulisannya ya. Saya pengin tahu yang membanding-bandingkan itu kata orang-orang lain atau dari keluarganya. Kalau itu dari keluarganya sendiri ya stop. It's not wise. Itu bukan sesuatu yang bijaksana. Stop. Ya, setiap orang tuh punya keunikan. nama besar ee tidak harus sama di bidang yang sama atau di preferensi yang sama. Mungkin dia akan menciptakan nama besar yang lain untuk bidang yang lain atau preferensi dia atau dia tidak butuh nama besar ya. Dia hanya butuh aktualisasi diri. Saya bisa memberi manfaat kepada pertumbuhan diri saya dan memberi manfaat bagi orang lain. Ya kalau itu opini orang lain. Ah orang tua nih peran nih. Orang tua perlu berperan. Kalau anak ini mendengar opini orang lain, suka banding-bandingkan dia dengan orang tuanya. Ah, ini kesempatan terbaik untuk anak ini. Nanti di-share jugalah ee diterjemahkan dengan lebih baik materi saya ke dia. Bahwa kita itu jangan ee ee membesarkan ketika kita memasukkan dalam pertumbuhan ya marmut kecil menjadi marmut besar. Jangan. Kalaupun kita hanya taruh hamster di badan kita dengan pertumbuhan kita, nanti ketika kandang diri kita kita buka yang keluar jaguar itu tujuan kita. Ya kadang-kadang ee hidup kita itu terlalu dikendalikan oleh opini orang lain. Gambar remote control tadi itu benar sekali. Kita yang punya kehidupan, orang lain yang mengontrol kita karena opini kita. Kamu enggak bisa Mahendra. Kalau saya amini, saya enggak bisa beneran. Masalahnya apa? Saya lawan. Semakin orang bilang enggak bisa, wah saya akan saya akan pastikan saya bisa. Saya tidak perlu membuktikan di depan dia, tapi cukup membuktikan pada diri sendiri bahwa apa yang dia katakan itu angin lalu. Ya, hanya angin lalu. Kita itu enggak enak loh ya, Ibu Kristin ya, hidup dari opininya orang lain. Oh ya, saya ingin kasih tahu semua yang ada di sini ada 1000 orang nih kayak hidup mengalir seperti air. Kita itu hidup mengalir saja seperti air. Jangan dulu enggak apa-apa. Kita harus yang membentuk ke mana air pergi. Kalau hidup seperti air, pipanya atau lekuk sungainya itu membawa kita ke tempat yang enggak enak, kecomberan atau keeg. Aduh, jangan. Jadilah kita yang mengalirkan air itu ke mana tempat memberi manfaat paling banyak. Jadilah kita itu bendungan mengalirkan air ke sawah. Jadilah kita itu ee mesin pompa air mengalirkan air ke setiap kamar mandi dan basah staffel. Jadi, kita itu memberi manfaatnya itu jelas. Ya. Jadi untuk si kecil Anda bisa japri saya di sosial media saya silakan kalau nanti misalnya mau minta kepada Mbak Kania misalnya mau minta nomor nomor WA saya juga silakan saya kasih akses. Untuk sesuatu yang sangat spesifik ini kita bisa ngobrol atau melalui eh Messenger. Silakan. Saya tidak bisa ee memberikan jawaban yang pasti karena ini hanya pemahaman saya mengenai pertanyaan itu. Tapi kira-kira jangan sampai hidup kita apalagi hidup si kecil anak ee anak ee Anda itu dipengaruhi oleh opininya orang-orang. Nanti hidup dia akan menjadi apa yang orang-orang desain buat dia. Suatu saat orang ini sudah besar, anak kita sudah menjadi besar, dia masih akan membawa desain itu. Kasihan banget. Jangan ya. Mumpung masih bisa ada waktu, ayo kita beri dia kebesaran hati untuk memelihara hamster yang kecil itu. Suatu saat jadi beruang, jadi jaguar. Ya, kira-kira seperti itu. Tapi ini hanya jawaban generik dan normatif ya. Saya harus perlu tahu ee kasus detailnya seperti apa. Kira-kira seperti itu, Ibu, ya, Bu Kristin. Baik, terima kasih, Pak Mahendra. Eh, pertanyaan dari Ibu KR sekaligus menutup sesi Q& kita, Bapak. di sesi kedua ini. Ee sebelum kami menutup webinar ini, apakah masih ada slide yang ingin dibagikan kepada kami, Pak Mahendra? Ee ada sedikit saya akan bagikan kurang lebih 5 menit, ya. Boleh, silakan, Pak. Ee semoga ee ini adalah ee saran saya bagi supaya hidup kita itu real. Ayo kita hidup to live a life, menghidupi kehidupan yang nyata. Ya, jadilah nyata. Jangan hidup di awang-awang. Apa yang saya katakan ini tadi adalah pengalaman hidup saya dan pengalaman orang-orang yang lain. Kebanyakan hal yang comen yang masuk akal bukan sesuatu yang tidak bisa tidak dilakukan ya. E tidak bisa dilakukan. Artinya ini itu yang doable. Hiduplah yang real tidak diwang-awang. Jangan bermimpi tanpa bangun. Bangunlah ya. Bicaralah berdasarkan realita dan data. Kalau Anda tidak tahu, rendah hatilah untuk cari tahu, untuk tanya. Kalau belum bisa, cari bantuan supaya jadi bisa. Ya, hidup kita itu dibentuk sebagian besar oleh kemampuan kita untuk rendah hati, mencari pertolongan. Ya, kecil kita enggak bisa jalan. Orang tu orang tu kita nangis karena lapar, kita disusui oleh ibu kita. Semuanya dari kerendahan hati kita. Ayo kita kembali ke zaman itu saat kita itu menjadi tidak bisa apa-apa. hidup dari ee kemurahan hati orang tua kita, saudara-saudaranya orang tua kita waktu kita masih kecil dan kita bertumbuh pun sahabat kita banyak. Saya jadi sahabat Anda, Anda jadi sahabat saya hari ini. Ya, kita saling memberikan bantuan. Ya, bereaksilah dengan nurani dan logika. Yang namanya nurani itu adalah orang yang sedang Anda bic adalah the expert yang saya maksud ee ketika Anda sedang berbicara dengan dia. Karena apa? Keputusan dia terhadap saya, terhadap kita. itu pasti yang terbaik. Karena apa? Karena dia menyatukan semua hal kehidupan emosional, spiritual kita, moral, etika itu kita dapatkan saat kita berbicara dengan Dia. Ya. Lalu pikirlah jauh melampaui akibat-akibatnya. Ya, ini saya bicara soal kisah Maria Ventura. Saya akan tutup dengan potongan film ini. Film ini ee sudah diputar lama. Kalau Anda ingin lihat, Anda cari harus cari lagi di internet ya. Maria Ventura yang diperankan oleh Jennifer Lopez ini hanyalah seorang pelayan housekeeper di sebuah hotel. Suatu hari ada tamu penting nih, seorang wanita yang ee gaunya kayaknya eh queen ya, anak kerajaan lah. Lalu diam-diam karena dia tinggal lama ya, si orang ini tinggal lama di hotel itu dan yang sehari-hari membersihkan kamar itu adalah si Maris Ventura. Dia sesekali memakai gaunnya si putri ini untuk keluar curi ya, curi-curi untuk pakai itu. Dan berkenalan dengan seorang bangsawan, bangsawan beneran lah. Bangsawan ini mengira si Maris Ventura ini adalah seorang princess, seorang putri kerajaan atau orang kaya raya ya, aristokrat. Akhirnya jatuh cintalah si bangsawan laki ini kepada si Maris Ventura. Dia makin ketakutan. Hubungan hubunganku makin dekat. Kalau saya takut kalau dia menemukan siapa saya sebenarnya. Lalu si Maris Aventura bicara kepada atasannya, atasannya orang baik. Dan dia jujur, "Ini loh, kasus saya seperti ini, saya harus bagaimana?" Karena si laki-laki ini sudah jatuh cinta dengan saya dan kami, saya juga senang sama dia. Lalu masalahmu apa? Si atasannya tanya kepada eh si Maris Aventura, "Look, sir." Atasannya seorang laki-laki, bapak-bapak tua. "Sir, I am only a servant. Saya kan bukan putri. Saya hanya memalsukan diri saya ya. Saya hanyalah seorang servan, housekeeper ya, pelayan pembersih kamar hotel. Lalu si bapak itu atasannya dia mengatakan, "Eh, hati-hati." Dia mengatakan begini, "To serve doesn't make you a servant." Dengan melayani tidak menjadikanmu sebagai budak pelayan tak ofityat kedua. Bapak, Ibu baca lagi foto kalau perlu pakai handphone Anda. It takes a lot of dignity to serve. Butuh suatu martabat yang luar biasa untuk melayani. Anda adalah pelayan publik. Yang Anda layani itu queen and kings karena mereka merasa berhak untuk dilayani Anda dengan baik. Dan Anda itu tidak menjadikan Anda budak pelayan. Karena apa? Anda adalah orang-orang yang bahkan mengeluarkan upaya martabat setinggi itu untuk melayani publik. Saya akan tutup ee dengan pesan mulailah berubah. Mulailah berubah dari sekarang. Hal kecil enggak apa-apa. Tapi jangan idle, jangan tidak melakukan apa-apa. Jangan kita obesitas secara profesional. Kita gemuk menjadi pemalas. Terima kasih semua, sukses. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih banyak, Pak Mahendra untuk pemaparan dan inspirasi nyata bagi kami semua. Baik, Bapak dan Ibu peserta ASN Belajar, terima kasih untuk partisipasi aktif dalam sesi webinar kita pada pagi hari ini. Semoga materi training ini dapat memberikan banyak sekali manfaat bagi kita semua dan juga masyarakat di sekitar kita. Sebelum kita menutup webinar hari ini, kami mohon Bapak dan Ibu sekalian dapat memberikan feedback dan juga evaluasi pelaksanaan webinar kita hari ini. Untuk link materi juga sudah ada di layar. Caranya Bapak Ibu cukup men-scan QR code ataupun mengetik link bit.le yang sudah tampil di layar. Silakan waktu dan tempat kami berikan. Baik, sebagai sesi penutup sembari Bapak dan Ibu mengisi monitoring, evaluasi, dan juga mungkin men-download link materi yang sudah dibagikan oleh Pak Mahendra, izinkan kami mengingatkan Bapak dan Ibu untuk mendapatkan e-sertificate setelah webinar ini selesai. Dan jangan lupa untuk mengikuti webinar seri 11 selanjutnya yang jadwalnya akan terus di-update di sosial media BPSDM Jatim. Sebelum kita menutup sesi webinar ini, izinkan saya eh untuk memberikan key takeaway webinar eh sebagai closing statement dari eh materi yang sudah disampaikan oleh Bapak Mahendra kepada kita semua hari ini. Baik, Bapak dan Ibu, organisasi pemerintah memang menghadapi berbagai tantangan disrupsi di era saat ini. Hal ini juga turut mengubah tatanan sosial antara institusi pemerintah, dan juga aparatur sipil negara. Dan demi menjaga relevansi dalam pelayanan publik yang prima, penyesuaian diri dalam organisasi, serta perbaikan berkelanjutan membutuhkan transformasi leadership dan mindset dari kita semua. Dan tentu saja ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk mengawal sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Indonesia. Terima kasih kami ucapkan kepada pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya webinar ini. Terima kasih sekali kepada Bapak AC Mahindra Kadatu selaku narasumber kami di webinar hari ini, Pak. Terima kasih untuk knowledge dan eh pengalaman serta inspirasi nyata, Pak. Ya, terima kasih yang sudah ee pada follow up saya eh follow saya punya sosial media, saya akan follow balik, ya. Terima kasih ya. Terima kasih, Pak. Kita selalu berhubungan dan berinteraksi setelah webinar ini selesai, Pak. I dan tentunya terima kasih juga kepada seluruh peserta webinar ASN Belajar seri 10. Saya mewakili seluruh tim Rumah Perubahan memohon maaf jika ada kekurangan dalam pelaksanaan webinar kita hari ini. Cukup sekian dari kami. Salam sehat dari saya Kania Titi Makna Putri. Selamat siang dan wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. dalam pelaksanaan webinar kita hari ini. Cukup sekian dari kami. Salam sehat dari saya Titi Makna Putri. Selamat siang dan wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Kita hari ini. Cukup sekian dari kami. Salam sehat dari saya Putri. Selamat siang dan wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. kita hari ini. Cukup sekian dari kami. Salam sehat dari saya. Selamat siang dan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.