Transcript
AjuIcMzjf5M • WEBINAR ASN BELAJAR SERI 10 - HOW TO IMPROVE CHARACTERISTIC SELF POTENSIAL
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0017_AjuIcMzjf5M.txt
Kind: captions
Language: id
unlist ya unlis eh power untuk menjadi
seorang leader. Saya sudah lebih hampir
30 tahun di corporate ya. Saya sudah ee
cukuplah ee makan asam garamnya
kehidupan apakah itu sebagai pribadi
atau sebagai orang di kantor. Tapi
sampai hari ini pun saya masih merasa
kurang. Hari ini terutama nanti dalam
tanya jawab saya juga akan belajar ee
power. Kenapa begitu? Untuk menjadi
barangkali Anda memberikan tips kepada
saya yang jauh lebih sesuai. sudah ee
cukuplah ee makan asam garamnya
kehidupan. Apakah itu sebagai pribadi
atau sebagai orang di kant?
Tapi sampai hari ini pun saya masih
merasa kurang. hari ini terutama nanti
dalam tanya jawab saya juga akan belajar
power begitu untuk barangkang leader
Anda memberikan tips kepada saya yang
jauh lebih sesuai sudah cukuplah makan
asam garamnya kehidupan apakah itu
sebagai pribadi atau sebagai orang di
ini tampaknya hanya satu pribadi
tapi sampai hari ini pun saya masih
merasa kurang pribadi
hari ini terutama dalam tanya jawab juga
akan belajar analis e power begitu untuk
menjadi seorang leader. Anda memberikan
tips kepada saya yang jauh lebih sesuai
sudah jauh lebih cukuplah e makan asam
garamnya kehidupan apakah itu sebagai
pribadi atau sebagai orang dipaknya
hanya satu pribadi pribadi kita
tapi sampai hari ini pun saya masih
merasa kurang hari ini tanya jawab saya
juga belajar power begitu untuk menjadi
seorang anda berikan tips kepada Jadi
topik jauh lebih sesuai sudah jauh lebih
ee cukuplah ee makan asam garamnya
kehidupan berakah itu
itu adalah salah satu eh tantangan
pertama itu kenapa be a leader of
yourself itu penting sebelum Anda bisa
memimpin orang lain termasuk keluarga
Anda yang paling gampang adalah memimpin
anak-anak Anda
karena mereka adalah anggota yang paling
dekat dari organisasi terkecil yang
bernama keluarga.
Ini adalah saya, nama saya Mahe. Jadi,
Anda kalau menemukan di internet, nama
saya mungkin lengkap seperti itu. Tapi
di internet juga ditemukan nama Mahe.
That's me. Ya, saya orang Jogja. Jadi,
Boso Jaowo juga biso ya. Kalau eh saya
sering ke Surabaya, sering ke Jawa Timur
ee asisnya dari Jogja. Tapi lebih
daripada itu saya sudah merasa menjadi
bagian dari Nusantara.
Karena saya sudah lama juga meninggalkan
tempat kelahiran saya. Saya ingin
menjadi orang yang bermakna di setiap
tempat di mana saya berada. Itu
perjuangan yang panjang untuk saya
mengeluarkan leadership itu di dalam
diri saya. Ya, ini adalah eh you against
you. Kenapa kok saya mengatakan eh dalam
leadership self ya self leader awareness
itu Anda melawan Anda sendiri karena
peperangan yang paling besar ada di sana
dan pastikan anda yang menang.
Ya, Anda melawan Anda, pastikan Anda
yang menang tuh, Teman-teman. Ya,
ini adalah salah satu ee game yang
sangat terkenal di Amerika. Mungkin di
seluruh dunia. Di Indonesia pernah
dimuat di salah satu televisi swasta
untuk beberapa tahun. Saya tidak tahu
apakah masih ada. Namanya Who wants to
be a Millionaire.
Teman-teman, Anda tahu ya permainan ini
itu soalnya al
tapi sekaligus menyatukan
kepingan-kepingan di dalam diri kita
supaya kompak
pikiran kita, logika kita, common sense
kita ya
nurani kita, hasrat kita, ambisi kita
kompak supaya kita punya kekuatan
menjadi leader yang membuat keputusan
tepat. Di dalam permainan Huansubi
Millionire ini, ini unik sekali. Kalau
di Amerika ya
itu Anda memulai dengan ee angka-angka
seperti ini. Lihat Anda akan ditanya
hadiahnya kalau benar 1$.000 dolar. Anda
menjawab benar. Anda ee ditantang ee mau
enggak ee pertanyaan berikutnya
hadiahnya 5.000 dolar. Kalau benar Anda
dapat 5.000 dolar. Tapi kalau salah
10.000 Anda hilang. Coba pikirkan para
sahabat ASN Jawa Timur pikirkan.
di dalam 1.000 dolar menuju ke 5.000
dolar. Apakah tidak berkecamuk? Itu
kepingan
dalam diri Anda itu Anda menjawab benar.
Apalagi kalau angkanya ee berapa itu li
kali lipat ya dari 1000 menjadi ee 5.000
Anda sudah ada 1000 di tangan kalau Anda
mundur. Tapi kalau Anda maju Anda
kemungkinan dapat 4.000 lagi. Tapi kalau
gagal yang 1000 pertama pun hilang. Anda
baru akan aman mendapatkan angka. yang
tidak akan hilang. Kalau Anda menjawab
di ee pembicara ee kuis sesudahnya ada
di angka Rp50.000. Saya lupa kalau di
Indonesia angkanya berapa ya. Jadi kalau
Anda berhasil mengunci angka Rp50.000
dan jawabannya benar, maka berikutnya
hadiahnya adalah
hadiahnya adalah Rp100.000.
Bapak, Ibu, Saudara-saudari sekalian.
R50.000 sudah ditangan. Anda ditantang
untuk mendapatkan R50.000 lagi untuk
pertanyaan atau kuis berikutnya. Anda
ambil tidak?
Sekali lagi, kepingan kecil-kecil di
dalam diri Anda akan saling berperang.
Ambil enggak ya?
Padahal Anda diberi tiga kesempatan ya.
Ada tiga kesempatan untuk bertanya teman
ya. Ya, kadang-kadang ee Anda harus
memilih pilihan itu tapi Anda berkecam
berkecamuk.
Ketika Anda mengambil Rp50.000
sudah ada di tangan ditawari Rp100.000.
Ada dua jawaban yang kemungkinan
terjadi. Anda akan mengatakan, "Sudah
saya stop. Alasannya adalah kelise. Saya
orang yang tidak serakah. R.000 sudah di
tangan. Ya sudah saya ambil ini saja.
Saya tidak akan lanjut ke 100.000
dolar." Jadi dia berhenti, tidak
mengambil kesempatan untuk mendapatkan
yang lebih baik yaitu 100.000 dolar.
Atau yang kedua
Anda mengatakan R50.000 memang sudah di
tangan. Tapi kalau saya punya nyali maju
satu kali lagi, siapa tahu saya dapat
tambahan Rp50.000 lagi menjadi 100.000.
Kalaupun saya kalah, gagal menjawab kuis
dengan benar, saya kehilangan hanya
angka kecil ya. Karena R50.000 sudah
tidak mengambil kesempatan untuk
mendapatkan yang lebih baik, yaitu
100.000. Anda mendapatkan Rp100.000.
Anda mendapatkan Rp100.000.
Pertanyaannya ditawari R200.000 mau
enggak? Nah, di sinilah Bapak, Ibu yang
saya bicara soal self leadership mulai
diuji. Saya sudah memegang uang 500.000
di tangan.
Kalau saya maju, kalau saya maju ke
200.000, kalau saya dapat, saya dapat
tambahan Rp100.000 lagi. Tapi kalau saya
gagal, saya hanya kembali ke Rp50.000.
100.000 yang sudah saya dapatkan hilang.
Saya kehilangan Rp50.000 uang di tangan.
Ya, sama. Kalau Anda ee mengatakan,
"Sudahlah saya 100.000 enggak usah maju
lagi, enggak usah kepengin R00.000."
Anda punya alasan yang sangat kelise.
Sudah dikasih Tuhan Rp00.000, kenapa
serakah? Ya, tapi Anda punya alasan yang
lain. Saya datang ke tempat ini ke kuis
Huansubi Millionire dengan R0 atau 0
dolar. Kalaupun saya kalah, saya pulang
dengan R.000 Ibu masih jauh lebih baik.
Betul ya, Teman-teman ya. Nah,
Teman-teman semua
kadang-kadang hidup kita itu adalah soal
nyali.
Apakah seorang leader punya nyali?
Punya. Kenapa? Karena seorang leader
dituntut untuk membuat
keputusan-keputusan
bagi anggotanya, bagi keseluruhan
sistem, bagi keseluruhan organisasi.
Tapi hari ini kita bicara soal self
leaders. Self leadership. Artinya apa?
Kita harus membuat keputusan untuk
setiap kepingan pribadi kecil-kecil ini
yang ada di dalam pribadi kita untuk
menjadi pribadi yang tunggal.
Kalau dalam bahasa kerennya unity of
life. Mahindra. Mahindra di sini di
Jogja, di Jakarta, di Surabaya adalah
Mahindra yang sama. Mahindra di
Instagram, Mahindra di Facebook,
Mahindra di Linkin, TikTok, YouTube
adalah Mahindra yang sama.
Bapak, Ibu akan menemui banyak orang
menjadi pribadi yang berbeda di setiap
platform berbeda.
Si A menjadi orang yang lain di platform
A. Begitu dia ada di platform B, si A
tidak menjadi A. Dia akan menjadi B.
Banyak orang yang tidak tidak tunggal
kepribadiannya.
Hari ini, Teman-teman, ini adalah awal
ya. Saya pakai contoh Milioner adalah
contoh untuk ayo teman-teman Anda punya
nyalilah.
kecil enggak apa-apa kecil dulu untuk
memastikan Anda itu bisa mengatur
kepingan-kepingan kecil dalam ee diri
pribadi Anda. Ya, kita bicara soal
leadership belum sampai ke leadership
bagi orang lain. Leadership bagi diri
kita sendiri dulu. Ya, mari kita lihat.
Ini adalah ee politisi Irlandia yang
mengatakan dalam ee bahasa Inggrisnya,
bahasa Indonesianya ada di bawah. Hal
sederhana yang dibutuhkan oleh setan
untuk menang adalah saat orang-orang
baik tidak berbuat apapun. Seorang suami
yang baik, seorang ayah yang baik,
seorang pekerja kantor yang baik,
seorang pelayan publik seperti kita
semua di sini yang baik, atau seorang
manajer, seorang GM, seorang direktur,
seorang kepala, seorang menteri, seorang
presiden, ya orang-orang baik semua itu.
Tapi saat kita tidak berbuat apapun,
setan menang.
Ya, itu namanya adalah dosa kealpaan.
Harusnya kita melakukannya,
tapi kita tidak melakukannya karena
alpa. Di situlah setan menang. Kita
tidak perlu menjadi penjahat yang brutal
untuk menjadi menjadikan setan
mengungguli kita. Ya, ini adalah ee
idiom dari Irlandia, seorang politisi.
Tentu konteksnya waktu itu adalah
tentang politik di dalam negeri mereka.
Tapi hari ini akan saya tarik, saya
generalisasi ke dalam prinsip kita. Ayo
kita semua di sini orang-orang baik ya
dengan segala kekurangan kita sebagai
umat yang atau sebagai manusia yang ee
ya tidak sempurna ya tidak sempurna ada
berdosa, ada buat kesalahan tapi kita
pada dasarnya adalah orang-orang baik.
Let's do something. Minimal
Anda do something untuk Anda sendiri.
Untuk membuat terobosan besar, untuk
membuat hal yang baru. Mumpung 2022 baru
mulai ya. Ini akhir dari kuartal pertama
bulan Maret masih awal di tahun 2022.
Kalau Anda punya mimpi di 2021 mau apa
di 2022? Inilah saat yang tepat termasuk
dalam proses belajar. Mari kita lihat.
Anda lihat gambar ini. Kiri atas, kanan
atas, kiri bawah, kanan bawah. Anda
amati gambar itu sejenak 10 detik.
Silakan.
Bapak, Ibu, para sahabat ASN Jawa Timur.
Ini adalah gambar sukacita orang-orang
desa ya. Mereka baru panen hasil kebun.
Ada yang panen kelapa, ada yang panen
macam-macamlah ya. mereka pesta, pesta
panen.
Ini adalah gambaran tentang sebuah desa
yang sangat istilahnya itu menerima
ee karunia yang besar dari sang
pencipta. Wah, kita enggak kelaparan.
Tampaknya seperti gambar biasa.
Tampaknya seperti gambar yang
banyak sekali gambar seperti ini. Orang
panen, orang pesta, orang bikin kenduri
karena enggak ada hama, enggak ada
bencana alam. Tapi kita lihat, mari. Ini
diambil dari film Disney yang berjudul
Moana.
Sebagian besar dari Anda mungkin sudah
menonton film ini.
Suatu hari setelah pesta panen itu,
Moana melintasi daerah-daerah di sekitar
pulau itu yang belum dia eksplorasi.
Dia masuk ke gua dan dia melihat ada ini
gambar ini apa ya ini ya? Benda-benda
apa ya ini? Bukankah ini adalah kapal?
Bukankah ini adalah perahu, kapal layar?
Kenapa ada di gua ini? Lalu dia
merenung. Si Moana ini merenung.
Kenapa ya kok kapal ini seharusnya ada
di air? Harusnya sudah berada di laut.
Harusnya mengarungi samudra mencari
ikan.
Akhirnya dia menyadari bahwa
sesuatu salah dalam kehidupan di desa
itu. Akhirnya nenek Tala digambarkan
dalam film itu mengatakan,
"Dulu nih ada kejadian ya, demi
melindungi penduduk pulau maka berlayar
ke laut lepas dilarang sejak saat itu.
Ada kejadian buruk di masa lalu
dan kita menjadi lupa siapa kita
sebenarnya.
Aku si nenek ini bilang kepada Moana ada
di sana saat itu dan melihat samudra
telah memilihmu.
Teman-teman semua, ada yang salah dengan
penduduk desa itu. Mereka hidup di tepi
pantai. Kenapa mereka bercocok tanam?
Film itu bercerita tentang ada sesuatu
terobosan yang ingin dicapai oleh anak
kecil yang bernama Moana ini. We don't
belong to the land.
Kami tidak, kami bukan orang daratan.
Hidup kita itu dulu leluhur kita adalah
pelaut-pelaut hebat. Salah kalau kita
berkebun di tepi pantai. Kira-kira
seperti itu pesannya. Itu adalah titik
ketika Moana bicara dengan si nenek. Ya,
kita menjadi lupa siapa kita sebenarnya.
Hari ini, Teman-teman, mumpung hari ini
nih, antara jam 09.00 sampai jam 12.00,
Coba Anda eksplorasi lagi. Apakah Anda
sudah dipilih semesta?
Apakah Anda sudah diberi talenta oleh
sang pencipta untuk menjadi explorer?
Jangan-jangan kehidupan Anda yang Anda
jalani ini belum seperti yang Anda
mestinya jalani. Mau ana menyadari saya
tidak bisa tinggal di daratan. Saya
dilahirkan menjadi pelaut. Ya, kita
menjadi lupa siapa kita sebenarnya. Dan
siapa sebenarnya kita? Kita adalah
makhluk yang memimpin.
Hari ini kita ada di puncak rantai
makanan dalam tanda petik. Ya, kita
adalah makhluk yang paling cerdas di
antara makhluk yang ada di planet bumi.
Kita adalah makhluk yang punya alasan.
Kita adalah makhluk yang punya hasrat,
punya ambisi. Dan kita adalah makhluk
yang diciptakan untuk bertumbuh.
Kita tidak bisa menjadi kayak pohon.
Diam gitu, tumbuh tapi diam. Di situ.
Kita tidak bisa menjadi seor ee seekor
binatang
yang hidupnya atas belas kasihan alam.
Cari makan apa yang ada di sekitarnya
dia buruk. Yang punya alasan kita adalah
manusia. Kita makhluk yang bisa menanam
untuk masa depan untuk kita panen. Suatu
saat kita bisa punya alasan untuk
melakukan banyak hal atau tidak
melakukan banyak hal.
Nah, ini film yang mengajarkan kepada
kita tujuan hidup kita itu sebenarnya
apa. Direvisi ulang,
diedefinisikan.
Ya, kalau Anda tahu dalam film Moana
itu, akhirnya film itu berbicara soal
moana bukan petani, tapi moana yang
menaklukkan lautan. Dia kembali ke apa
ya istilahnya ke makna kenapa penduduk
itu hidup di tepi pantai bukan di lireng
gunung. Hm. Kita akan memulai perjalanan
sampai jam 12.00 ini. Perjalanan
kesadaran bahwa kita itu setiap pribadi,
pribadi pribadi itu punya kepingan
kecil-kecil di dalam setiap orang yang
harus kita pimpin dulu. Nanti saya kasih
tahu e apa itu maknanya.
Kepemimpinan pertama adalah kepemimpinan
atas diri sendiri, Teman-teman. Ya, kita
harus benar-benar berani mengakui bahwa
kita itu punya banyak anggota di dalam
tubuh kita, dalam pribadi kita yang
harus kita jaga biar rukun, biar punya
integritas
ya, biar menjadi Mahendra yang tunggal,
yang bukan peragu, yang tidak mikir ini
mikirnya terlalu lama, overthinking. Ya,
ini adalah kepemimpinan atas diri
sendiri. Kepimpinan yang pertama. Yang
kedua, sebelum kita memimpin orang lain,
benar ya, kita harus mampu menyatukan
kepingan-kepingan itu supaya rukun di
dalam diri kita.
selalu you against you, Anda melawan
Anda. Nanti dalam refleksi setelah sesi
ini, ee Anda akan saya pandu dengan
kebiasaan-kebiasaan yang mungkin saya
sudah lakukan itu lama sekali
bertahun-tahun ya dalam kesendirian
dan saya lakukan itu untuk memberikan
kepercayaan kepada diri saya bahwa saya
bisa melakukannya. Tidak perlu opini
orang lain untuk mengatakan saya bisa,
tapi saya bisa melakukannya. Mari kita
lihat.
suatu malam jam 15 ya 814 malam
ada tugas yang harus Anda serahkan ke
atasan besok pagi jam 10 ya bayangkan
jam 08 le4 malam Anda masih punya PR
belum beres ada laporan yang harus Anda
kerjakan untuk jam 10 sudah ada di meja
atasan
hati Anda menginginkan Anda
mengerjakannya now sekarang
Badan Anda masih ingin duduk di sofa.
Pikiran Anda masih tertuju pada sinetron
yang baru akan berakhir jam 21. Dan
sebentar lagi ini ada siaran langsung
Liga Inggris favorit Anda. Jam 21.30.
Ada berapa hal? Ada berapa pihak yang
harus Anda pimpin? Ya, ada hati, ada
badan, ada pikiran. Belum lagi kalau
pemainnya bertambah, Anda lagi stres
atau Anda lagi bingung, Anda lagi galau,
ya ada emosi yang lain ikut masuk ke
situ. Pemainnya makin banyak di dalam
pribadi Anda.
Jadi dengan situasi itu jam 0814 malam
ada pertengkaran antara hati melawan
badan, melawan pikiran.
Teman-teman,
kepemimpinan pribadi Anda, setiap orang
tuh punya benih ya. Setiap manusia dia
makhluk yang paling paling dimuliakanlah
oleh sang pencipta itu dikasih benih
kepemimpinan pribadi. Ya, kepemimpinan
pribadi Anda memutuskan untuk intervensi
pertengkaran itu antara hati, badan, dan
pikiran Anda sebagai wasit.
Anda duduk
30 detik, Anda refresh, ini pertengkar
ini harus segera kita tengahi ini supaya
tidak bertengkar lagi dan rukun.
Masalahnya adalah mana yang Anda
menangkan menunjukkan kepemimpinan
seperti apa yang Anda miliki. Ya, pilih
dengan bijaksana para sahabat. Mana yang
mau Anda menangkan? hati Anda, badan
Anda, pikiran Anda. Pada saat itu ya
case berbeda mungkin pertengah berbeda,
materinya berbeda. Ingat, besok pagi jam
10. Anda harus bikin laporan serahkan
kepada atasan Anda. Hati Anda
menginginkannya kerjakan sekarang. Tapi
pikiran kan besok bisa dikerjakan jam
pagi, jam pagi bangun pagi. Atau badan
Anda, aduh udah ngantuk habis ini pasti
ngantuk. Apalagi pikiran mendukung ada
sepak bola habis ini sampai jam 12
malam.
Ya, tinggal hati ya, hati dan hati
nurani Anda
yang harus Anda menangkan. Ya,
Teman-teman ini adalah gambaran
bagaimana shf leadership itu penting
bagi Anda.
Di dalam filmana dikatakan di situ ada
percakapan karakter yang kosong
melompong adalah tempat bermain para
setan. Karakter yang berisi tidak
dikendalikan oleh angin ataupun keadaan.
kamu memilih jalan hidupmu sendiri. Hari
ini saya berbagi kepada Anda respon Anda
terhadap sharing ini. Bukan terhadap
Mahendra ya. Terhadap sharing-nya
Mahendra ini adalah Anda yang memilih
dan mengelola. Bagaimana supaya bisa
sesuai dengan situasi dan kondisi Anda.
Gimana memasaknya, mengolahnya ya, tapi
jangan sampai
karakternya kosong.
Ya, ini meskipun kata-kata Disney tapi
makes sense ya. Sangat masuk akal. Kalau
kita enggak punya karakter itu orang
lain ya akan mengisinya.
Jangan biarkan hidup kita itu seperti
kamar kos yang kosong. Orang lain masuk
mengisi di situ ngacak-ngacak. Kalau
yang masuk orangnya baik, kamar kita
menjadi bersih, rapi, enak. Kalau kita
salah orang yang masuk ke kamar kos
kita, dalam pikiran kita dan hati kita,
itu akan ngacak-ngacak hidup kita juga.
Ya, jangan sampai kosong.
Anda yang ngisi, jangan orang lain yang
mengisi, apalagi opininya orang-orang
terhadap Anda.
Ya, ciri khas personal leadership atau
leader in you yang pertama adalah
proaktif secara positif. Dalam kasus ee
nonton TV tadi itu misalnya adalah
segera mengerjakan tugas yang harus
dikumpulkan besok pagi. Butuh waktu saya
bertahun-tahun untuk ee mengalami apa
yang disebut heroic minute di pagi hari.
Ya, saya menemukan banyak sekali sahabat
saya memakai alarm di handphone-nya ciri
khas personal leadership atau leader 5
menit bunyi 10 menit bunyi. Buat apa?
Heroic minute adalah ketika alarm
berbunyi Anda bangun tidak perlu ada
snow, tidak perlu ada 5 menit lagi
dibunyikan lagi, 10 menit lagi bunyi
lagi. Enggak perlu.
Dulu godaan saya seperti itu. Sekarang
alam saya hanya berbunyi sekali. Begitu
berbunyi saya harus bangun.
Ya, cuci muka ya. Kalau ada kewajiban
doa, Anda berdoa. Ada kewajiban
lain-lain, Anda lakukan itu. Jangan
balik ke kasur lagi.
Karena wake up dan get up itu dua hal
yang berbeda. Anda buka mata dan Anda
bangkit dari kasur. Itu dua hal yang
berbeda. Mana yang lebih heroik? Ya,
proaktif secara positif. Untuk hal baik,
Anda proaktif. Untuk hal buruk, Anda
jangan proaktif. Yang kedua,
sadar akan pentingnya belajar. Ya, kita
bukan bicara soal belajar anak sekolah
atau anak kuliahan, tapi belajar hal-hal
baru yang mempermudah hidup kita, yang
membuat hidup kita lebih bermakna,
terutama bagi keluarga kita l kalau
enggak bagi orang lain. Ya, kenapa
begitu para sahabat? Karena tanpa
belajar pertumbuhan kita akan
dikendalikan oleh sekeliling kita. Oke.
Pikirkan teman-teman. Kalau kita tidak
belajar, ilmu kita misalnya sudah sampai
100%.
yang lain sudah 101%, 105, 107
kita tetap mempertahankan 100% karena
itu adalah KPI kita ya. Saya sudah
belajar belajar kehidupan ya maksudnya
ya. Ini sudah Mahindra yang sejati nih.
Sementara sahabat-sahabat saya termasuk
Mbak Kania sudah sampai 110, 115
akhirnya apa? Saya jadi kudet, kurang
update. Saya jadi cooper, kurang
pergaulan dan saya tidak belajar apapun
dari dinamika perubahan
yang terjadi sekarang ini.
Pandemi ini hanya mempercepat. Tanpa
pandemi perubahan juga cepat terjadi.
Lalu akhirnya P Mahintra tertinggal
jauh, enggak punya teman. Yang lain
ngomongin sesuatu yang saya enggak
paham. Yang lain ngobrolin ngajak ke
tempat suatu event training bersama atau
Zoom bersama. Saya ditinggal. Saya minum
teh sendirian lalu menyesal. Kok saya
dulu enggak ikut rombongan orang-orang
pembelajar itu? Ya, tanpa belajar
pertumbuhan kita akan stop. Dan kalau
pertumbuhan kita stop, orang lain yang
belajar lebih banyak akan mengendalikan
lebih kita. Jadi pikir kok hidupku itu
diatur orang lain ya? Kok setiap kali
orang lain melakukan sesuatu dampaknya
ke saya besar sekali. Jangan-jangan Anda
tidak belajar.
Dengan belajar lihat yang huruf biru.
Anda berpotensi
untuk membalikkan keadaan. Anda yang
mengendalikan situasi Anda dan kondisi
di sekeliling Anda. Minimal Anda punya
peluang untuk itu. Tapi kalau Anda tidak
belajar, zero chance. Anda tidak punya
peluang sama sekali.
Yang ketiga, sadar akan pentingnya
waktu.
Semua hal deadline ya, Bapak, Ibu ya.
Semua hal itu ada batas waktunya
dan kita makin menua ya. Ingat ya,
banyak yang lupa kita itu makin menua.
Kalau dulu 10 tahun yang lalu Anda bisa
makan apapun, mungkin sekarang Anda
sudah ngurangin yang pakai lemak-lemakan
yang bikin darah tinggi, ya. Sang waktu
itu brutal. Dia hanya bergerak ke depan.
Anda mau berhenti atau Anda mau mundur,
Anda akan ditinggal. Ya. Oke, kita lihat
semua hal deadline. Misalnya apa? Jam
10. Anda harus ee menyerahkan laporan.
Dalam kasus ee tadi laporan kepada
atasan itu adalah deadline yang paling
nyata karena disebutkan jelas.
Pak Mahendra, besok pagi ya kamu lapor
laporan ke saya. Dokumen sudah ada di
meja saya jam 10. Pagi besok
ada deadline-nya.
Contoh yang paling gampang deadline di
kehidupan sehari-hari. Misalnya Anda
masih pacaran.
Pacaran tuh ada deadline-nya loh. Kapan
dikenalkan ke orang tua? Setelah
dikenalkan orang tua enggak enggak cuma
dikenalkan terus sampai 50 tahun kan.
Ada kapan dilamar?
Setelah dilamar ada deadline kapan
menentukan hari pernikahan. Setelah Anda
menikah Anda berdua diskusi. Kita harus
deadline nih kapan kita punya anak
paling telat. Kalau kita mau
bersenang-senang dulu ya e enggak mau
ada beban, ya itu keputusan
pribadi-pribadi. Tapi harus ada deadline
kapan kita akan punya anak atau mau
punya anak. Semuanya ada deadline
ya. orang pacaran atau orang dekat pun
ee di PHP itu enggak bagus. Makanya
harus ada deadline. Kita tuh pacaran
enggak sih? Ya itu teman-teman semuanya
yang paling sederhana. Yang keempat,
mari kita lihat pantang menyerah.
Si Moana anaknya kepala suku. Di dalam
film itu kalau Anda lihat lagi ya, itu
anaknya kepala suku. Dia memang punya ee
benih di keluarga dididik sebagai
pemimpin.
Pada waktu dia dilarang sama kepala
sukunya, si bapaknya,
dia tidak boleh masuk ke tempat-tempat
yang terlarang, yang pamali lah sebutnya
atau yang bikin kamu akan sial
di gua tadi itu.
Moana tidak mau. Ada yang aneh dengan
kehidupan di kampung kita. dia masuk ke
tempat-tempat yang dilarang yang
akhirnya menemukan ee itu ya kapal
ternyata itu pelaut bukan petani. Film
itu berakhir dengan semua penduduk desa
menjadi pelaut kembali. Satu orang
mengubah satu desa, Anda juga bisa.
Kenapa? Jangan menyerah.
Orang yang sukses itu
menyerah tapi tidak berhenti. Tapi
renergiz. Oke, saya berhenti dulu. saya
ganti strategi atau saya ganti
pendekatan saya akan mulai lagi besok
pantang menyerah
ya seperti tadi kata Pak Renat Kasali
dalam sambutannya kalau kita tidak
berubah apalagi kita bicara soal
leadership diri kita, kita tidak menjadi
relevan ya kalau kita tidak punya
relevan kita tidak cocok lagi dengan
zaman kita, kita tidak dipakai oleh
zaman. Anda akan dijauhi orang-orang
yang merasa Anda itu kuno banget. Anda
akan dijauhi oleh rezeki.
Rezeki hanya hadir pada orang yang
disiapkan untuk mengambil rezeki itu
dengan daya upaya dan ikhtiar.
Ya, tapi karena Anda idle, Anda berhenti
belajar, Anda tidak siap mengambil
rezeki itu. Anda bahkan tidak punya
tools, Anda tidak punya alat kelengkapan
untuk mengambil rezeki itu. Ya, supaya
kita tetap bermakna. Kalau Anda
bermakna, Anda punya kontribusi, Anda
punya manfaat, Anda punya nilai, zaman
akan memakai Anda. Ya,
mari kita lihat. Ini adalah gambaran
bila Anda hidupnya idol. Dari lahir
sampai sekarang, Anda punya ilmu dan
ilmu Anda direfleksikan dalam gambar
pukul besi atau palu ya. Bukan palunya
Thor yang luar biasa. Anda saya punya
senjata dalam kehidupan saya yang
namanya Palu. Saya bisa menyelesaikan
semua masalah.
Tapi lihat pepatah ini.
Jikalau alat yang kamu punya hanyalah
palu, maka kamu akan berpikir bahwa
setiap masalah adalah paku.
Dulu teman-teman semua, zaman dulu nih,
mungkin setiap masalah memang hanya
paku.
Mungkin hanya di mana-mana masalah itu
paku. Tapi dunia berubah.
20 tahun lagi, 20 tahun lalu, 25 tahun
yang lalu ada krisis moneter
ya. Kris moneter sistem keuangan dunia
itu paku. Hari ini yang disebut krisis
ekonomi bukan hanya istilah monetara
aja. Ada orang ditipu dengan misalnya
kripto, ada orang ditipu dengan
investasi yang salah. masalah dunia
semuanya ya kasus-kasus di Indonesia ini
ya ee salah ambil investasi
ee misalnya maaf nih ya ada orang-orang
yang jadi idola lalu memberikan gambar
oh ini investasi yang bagus bukan hanya
terjadi di Indonesia
yang disebut krisis ekonomi bukan hanya
is monar aja ada orang dengan misalnya
kpto ada orang ditipu dengan investasi
yang salah
masalah dunia kita semuanya nya ya
kasus-kasus di Indonesia ini ya ee salah
ambil investasi yang ee misalnya maaf
nih ada orangorang yang
jadi idola lalu memberikan gambaran
investasi yang bagus hanya punya tools
jago berkomunikasi dengan lebih baik
Anda harus punya tools untuk tetap
rendah hati meskipun Anda tahu Anda
paling pandai ya Anda harus punya tool
untuk menyelesaikan masalah-masalah diri
Anda sendiri dulu tanpa membuat masalah
baru kayak pegadaian ya, menyelesaikan
masalah tanpa masalah.
Jadi, hari ini ada tools lain yang saya
bagikan untuk Anda, yaitu bagaimana
membuat kepingan-kepingan dalam diri
Anda itu menyatu.
Kalau kepingan Anda menyatu, Anda adalah
Agus yang utuh, Bambang yang utuh, Murni
yang utuh, Wati, Tuti, Nina yang utuh.
Kalau Anda utuh, no one will break you.
Kalau hidup Anda itu utuh dengan
integritas yang tinggi, tidak ada yang
bisa menghancurkan hidup Anda sampai
berkeping-keping lagi.
Anda punya palu, palu itu adalah diri
Anda sendiri. Anda punya tools yang
lebih banyak.
Ya, tahukah Anda, Teman-teman, tidak ada
orang yang terlalu sibuk. Pak Mahindra,
hidup saya sehari-hari sudah sibuk di
kantor, di rumah saya juga sibuk
ngurusin rumah. Sabtu Minggu saya enggak
bisa libur karena urusan rumah banyak
sekali. Bersihin genting ee apa perbaiki
genting itu hidup Anda itu sibuk. Anda
membuat sebuah nubuatan
weekend nanti saya sibuk. Dan apa yang
terjadi di weekend Anda benar-benar
sibuk karena Anda memilihnya.
Pak Mahendra, saya sudah sibuk sekali
malam ini saya enggak bisa untuk ee baca
buku 15 menit. Malam yang terjadi adalah
Anda tidak bisa membaca buku 15 menit
karena sinetronnya 1 jam.
Tidak ada orang yang sangat sibuk. Saya
tidak percaya bahwa Anda tidak memiliki
waktu. Saya saya kadang-kadang
membohongi diri sendiri. Aduh, kok sibuk
sekali ya? Tadi malam saya baru selesai
kerja jam 12.00 lebih, sudah lewat
tengah malam. Sudahah hari Kamis.
Tapi saya tetap lakukan pekerjaan itu.
Karena apa? Kalau saya mengizinkan diri
saya untuk tidak disiplin satu saja,
nanti akan ada yang kedua tergoda untuk
yang ketiga. Godaannya banyak. Anda
mulai merokok satu kali, Anda susah
berhenti setelah itu. Ya, saya seumur
hidup belum pernah merokok. Bukan
berarti tidak merokok baik ya. Ee saya
tidak ingin membanding-bandingkan. Tapi
saya memilih supaya saya tidak keterusan
ya. Saya memilih ada prioritas yang
lebih lain yang bagi saya lebih penting
ketimbang misalnya hobi tertentu ya.
Tidak ada orang yang sibuk. Anda jangan
menghukum diri Anda dengan mengatakan,
"Aduh saya gabisan waktu. Saya sibuk.
Tolak itu. Tolak pikiran seperti itu.
Buang.
Karena apa? Semuanya hanya terkait
dengan prioritas. Kalau Anda punya
prioritas sesibuk apapun, Anda akan
luangkan waktu untuk itu. Ya,
ini yang mengumpulkan kepingan-kepingan
kecil itu supaya Anda menjadi satu
termasuk membuat prioritas.
Tadi belum ada kalau prioritas ikut ikut
nonton TV itu ya prioritas juga pasti
akan punya pendapat. Belum lagi berantem
sama keluarga atau anak atau istri atau
suami itu menambahin juga ikut nonton TV
lagi di situ. Wah, makin banyak kepingan
yang tercerai berai. Tugas Anda adalah
menyatukan dulu menjadi Wan Mahendra,
Wan Kania, Wan siapapun Anda. Ya,
ini gambar yang sangat bagus. Sebelah
kanan itu ada gambar orang memegang
remote control. Apa gunanya Anda membeli
TV kalau orang lain yang memegang remote
controlnya?
Apa gunanya Anda punya kamar kos di
dalam otak Anda? Saya punya ruangan yang
kosong, saya akan isi.
Anda tinggal pilih siapa ee anak
karakteristik anak kos yang akan Anda
masukkan ke dalam ruangan Anda. Kalau
atau ilmu apa yang akan Anda masukkan,
prioritas apa yang akan Anda masukkan ke
dalam benak Anda. Itu yang akan
menentukan remote control itu pindah ke
mana. Ya, jangan sampai Anda hidup
dikendalikan oleh remote control-nya
orang lain.
Jangan sampai opini-opini orang lain
terhadap Anda mempengaruhi apapun
rencana Anda yang sedang Anda kerjakan.
Ya, sangat penting bagi Anda untuk tetap
memastikan it's my life, ini hidup saya
ini harus saya pegang, saya harus
selamatkan. Saya tidak boleh ini jatuh
ke tangan orang lain, kecuali orang yang
saya percaya. Misalnya ketika saya
pulang dari kerja, rumah adalah misalnya
saya ya, ratu saya adalah istri saya.
Remote control ini saya berikan sebagian
kepada istri saya karena she is the
queen of the house. Jadi ngatur korden
gimana mengatur rumah itu remote
controlnya ada di dia. Saya tinggal
mengikuti dengan sukarela dan happy. Ya,
itu seperti itu.
Kalau kita bicara soal eh self
leadership,
Anda lihat gambar itu. Itu semuanya
gambar tentang kapten kapal ya. Ada yang
kapalnya modelnya kapal finisi gitu ya,
kapal layar. Ada yang kapal pesiar, ada
kapal yang pengangkut kargo, ada yang
kapal biasa.
Tapi mereka melakukan hal yang sama.
Mereka mempelajari laut, mempelajari
angin, mempelajari cuaca, ya, lalu
mempelajari jarak, mempelajari
kemungkinan kita harus menghindari rute
tertentu, ya. Tapi yang paling penting
adalah para kapten itu, para leader itu
mempelajari bagaimana saya tidak panik
dalam situasi apapun. Dia sebelum
memimpin kapalnya, dia mengemudikan
dirinya sendiri pada titik di mana
apapun yang terjadi, begitu saya lepas
dari pelabuhan, begitu saya meninggalkan
daratan, apapun yang terjadi, cuacanya,
anginnya, arahnya, atau ada perang di
situ, saya harus hindari. Bahan bakarnya
kemungkinan habis di tengah jalan, saya
tidak akan panik.
Kalau saya panik, saya tidak punya waktu
untuk berpikir jernih, ya. Saya tidak
punya waktu untuk berpikir jernih. Itu
penting, Teman-teman, ya. Kalau Anda
ingin menjadi self mastery, menjadi self
leader. Karena Anda harus menjadi ini
dulu sebelum Anda bisa menguasai dunia
orang lain. Ya, mari kita lihat.
investasilah ee terhadap diri Anda.
Rajinlah Anda membaca buku, rajinlah
Anda melihat berita-berita yang positif.
Kalau Anda tahu ee beberapa channel
tertentu itu tidak baik buat Anda
hindari, ya sesekali mungkin Anda lihat.
Tapi jangan addicted, ya, jangan sampai
ketagihan. Kalau Anda mkin nonton film
sesekali silakan, tapi kalau Anda
berteman, carilah teman-teman itu yang
men-support Anda bertumbuh.
Ya, kalau Anda lihat ada satu preman di
ujung gang di tempat kampung Anda,
dengan siapa dia berteman? Kira-kira
sama dengan dia. Itu merefleksikan teman
Anda adalah siapa Anda. Dalam pepatah
bahasa Inggris ada ada kata-kata begini,
"Tell me who your friends are and I will
tell you who you are." Beritahu saya
siapa teman-temanmu. Lalu saya akan
tentukan kamu itu siapa sebenarnya. Jadi
kami di corporate itu punya kebiasaan
saya sering membantu ee wawancara dari
CV-CV yang masuk untuk company kami. CV
yang masuk itu indah sekali,
Teman-teman. Waduh, ini sempurna ini,
ya. E resume atau CVT ini sempurna
sekali. Betul. Kita kita cek nama itu di
Facebook, di Linkin, lalu di ee
Instagram, di internet.
Anak ini adalah orang berbeda di sosial
media.
Kami jadi ragu. Hal yang sederhana. Dia
tidak jujur di awal. Kalau kita terima
dia, mungkin dia pintar di bidangnya.
Mungkin dia ahli di bidang yang akan
kita butuhkan, tapi dia ada cacat. Dia
tidak jujur. Dia tidak investasi. Dia
tidak investasi di dalam brand portfolio
yang namanya CV itu. Jadi, Teman-teman
semua make sure Anda investasi yourself
supaya kepingan-kepingan itu menjadi
satu. Tidak hanya Anda rukun terhadap
diri Anda sendiri, tapi Anda juga ee
menjadi orang yang integritasnya itu
baik ya. Invest in yourself ya. Kapan
seseorang mulai kelihatan eh punya benih
talenta leadership? Saya kurang lebih
punya 9 menit eh 9 menit lebih ya. Oke.
Kapan seseorang mulai kelihatan memiliki
benih benih ya benih talenta leadership?
Mari kita lihat
saat ia fokus mengerjakan satu pekerjaan
hingga benar-benar selesai dengan baik.
Kalau Anda fokus mengerjakan sesuatu
tapi tidak pernah selesai, bikin yang
baru lagi enggak selesai lagi, benih itu
enggak ada. Anda harus bikin benih itu
ada dengan ngikutin training, dengan
berjejaring dengan orang-orang yang
punya benih supaya Anda ketularan. Ya.
Yang kedua, jago bekerja sendirian
sekaligus mampu berkontribusi bagi tim.
Anda kerja sendiri, oke ya. Tapi Anda
bekerja dalam tim pun Anda bisa
berkontribusi.
Berikutnya suka menghubung-hubungkan
permasalahan yang dihadapi dengan
peluang-peluang yang mungkin timbul. Itu
yang disebut proaktif secara positif
tadi itu. Ya, ini memang masalah. Kita
sedang punya masalah nih, Pak Mahindra
nih. Tapi saya juga melihat ada peluang
ya. Salah satu contoh adalah bila Anda
lapor kepada atasan Anda, Pak, kita
kemarin ada masalah.
Kalau Anda hanya melaporkan di pagi
berikutnya Anda melaporkan masalah, Anda
mungkin belum punya benih atau benih
Anda belum tumbuh jadi tunas. Kecuali
Anda datang, Anda coba ya, Anda datang
kepada atasan Anda, "Pak, Bu, kemarin
kita ada masalah ini, tapi kita sudah
pikirkan ada tiga opsi solusi. Solusi
satu, solusi dua, solusi 3. Menurut
Bapak atau Ibu yang mana yang akan kita
follow up itu benih yang baik. Jadi,
Anda tidak hanya melaporkan masalah,
tapi Anda melaporkan ada solusinya loh.
Ada tiga kemungkinan yang bisa kita
lakukan untuk menanggapi masalah ini.
Ya.
Oh, ada yang hilang ya nomor empatnya
ya. Mampu melihat spesialisasi
masing-masing anggota timnya dan membagi
pendelegasiannya
ya. Mampu melihat spesialisasi
masing-masing anggota
dalam ee self leadership. Anda mampu
melihat spesialis spesialisasi
masing-masing anggota yang bernama
pikiran. Pikiran itu punya kecenderungan
seperti ini. Pikiran saya punya k
seperti ini. Benak saya punya
kecenderungan seperti itu. Badan saya
hobinya di sofa.
Di sofa atau di tempat tidur. Ya. Lalu
emosi saya hobinya bereaksi cepat.
Istilahnya kalau senggol bacok ya. Belum
apa-apa sudah kesenggol aja sudah bacok
orang yang nyenggol. Padahal mungkin dia
enggak sengaja. Ya, itu adalah
spesialisasi di dalam kepingan-kepingan
pribadi yang bernama Mahendra. Anda
harus atur emosinya seperti apa. Harus
ada keseimbangan badan Mahendra gimana
supaya enggak ee jago di sofa atau di
maka olahraga. Ya, saya mencoba setiap
hari jalan paling enggak 3 3,5 km ya.
Hari ini beberapa hari ini agak agak
sulit karena hujan di tempat kami. Tapi
coba pikirkan anggota Anda itu banyak
loh. Meskipun Anda pribadi, anggota
banyak, Anda harus atur itu spesialisasi
masing apa? Delegasikan tugasnya. Ketika
Anda akan bertemu dengan atasan, jangan,
jangan yang main adalah badan, tapi yang
main adalah hati sama tanggung jawab.
Ya, hati dan tanggung jawab diberi tugas
besok pagi bertemu atasan. Kalau Anda
akan bertemu dengan anak, beda lagi.
Kalau Anda akan menghadapi, Anda punya
pendelegasian dalam kehidupan Anda. Itu
ya mampu melihat tantangan-tantangan
secara mikro atau detail. Kalau Anda
melihat masalah, Anda melihat gambar
besarnya, tapi Anda melihat
jangan-jangan yang salah bukan ini.
Jangan-jangan yang menyebabkan adalah
hal lain atau tantangan ini sebenarnya
adalah ini loh komponennya. Tidak hanya
secara umum itu gitu ya, hal-hal kecil,
detail Anda perhatikan. Anda mampu
melakukan itu dan mampu
mengkomunikasikan dengan baik hal-hal
yang sifatnya informatif
maupun instruktif kepada anggota timnya.
Nah, ini kalau kita tarik ke dalam diri
pribadi kita ya, kita berkomunikasi
dengan diri kita sendiri. Kita ambil
waktu 5 menit setelah Anda sembahyang
yang pagi, Anda jangan langsung
beraktivitas.
Anda ambil 5 menit, 10 menit. Anda
merenung. Hari ini saya melakukan apa?
Yang kemarin saya lupa lakukan apa?
Renungkan. Anda bicara dengan diri Anda
sendiri ya, komunikasikan dengan diri
Anda sendiri ya.
Nah, captenship ini adalah seperti tadi
nakoda kapal itu adalah leader plus.
Kalau Anda bisa menguasai diri Anda
sendiri, Anda sudah jadi kapten. Akan
lebih mudah bagi Anda nanti kalau Anda
sudah sampai lulus ini menjadi leader
bagi yang lain. Ya, Anda spesialis.
Ya,
ini adalah ee salah satu lagi ciri
khasnya adalah fokus. Ada nasihat ya ee
mengapa banyak orang cenderung mengalami
kegagalan.
Tidak memiliki plan.
Saya selalu membuat tanggal 31 Desember
setiap tahun rencana untuk tahun
depannya. Dan saya beritahukan kepada
orang-orang terdekat saya, istri saya,
mentor saya, ya atau sahabat saya. Saya
ada sekitar li orang yang saya bagikan
setiap tahun. Ini loh rencana saya tahun
2022 ya dan bentuknya visual bagus
supaya apa? Saya selalu tertarik. Saya
membuatnya lama itu ya. Orang banyak
gagal kenapa? Tidak memiliki plan. Anda
punya plan saja bisa gagal apalagi tidak
memiliki plan. Yang kedua mungkin Anda
sudah memiliki plan, sudah mempunyaai
rencana
tapi Anda tidak memiliki komitmen pada
plan atau rencana hidup tersebut.
Ya, sudah punya plan tapi tidak tidak
komit. Yang ketiga, Anda tidak fokus.
Nah, ini ya punya A dan punya B, tapi
Anda tidak fokus buat apa? Nah,
Teman-teman, jadi sebagai penutup dari
sesi pertama ini saya akan bagikan
kepada Anda. Ini loh yang namanya kita
menjadi self leader ada banyak ya. Nanti
di sesi berikutnya saya akan pecah-pecah
lagi bagaimana kita mengeluarkan potensi
diri kita itu supaya kita bisa mencapai
tahap ini. Self leader ya, pemimpin dari
dalam diri kita sendiri. Kira-kira
seperti itu. Ee saya kembalikan waktunya
kepada Mbak Kania. Moga-moga ini berken
suka ngomporin ya. Semoga Anda terkena
kompor saya. Thank you Mbak Kanania.
Thank you teman-teman semua ya. Oke,
terima kasih Pak Mahendra untuk
pemaparan materi dan sharing
pengalamannya. Wah, kalau kita lihat di
chatbox nih, Pak, banyak sekali
apresiasi dari para peserta webinar
kita. Ada apresiasi dari Ibu Saidah yang
mengatakan sangat menarik memotivasi,
menggugah kita yang lengah, Pak.
Terima kasih.
Juga ada apresiasi dari Ibu Cika. Keren,
materinya seru.
Oh, terima kasih Bu Cika. Ya, ada juga
dari Ibu Indah Sri Wahyuni yang
mengatakan materinya sangat menarik dan
sangat bermanfaat, Pak.
Terima kasih. Ya. Ya,
sepertinya banyak sekali respon positif
dari peserta webinar kita hari ini ee
Pak Mahendra. Dan untuk sesi berikutnya
setelah kita mendengarkan pemaparan
materi langsung dari Bapak Mahendra Datu
di sesi ini ee kita akan membuka sesi
interactive discussion. Jadi dalam sesi
tanya jawab interaktif ini silakan
sahabat ASN berkesempatan untuk
menyampaikan pertanyaannya melalui kolom
chat via Slido ataupun juga bisa rais
hand ya, Pak ya, supaya kita bisa saling
interaksi secara langsung. Oke.
Namun karena mungkin peserta webinar ini
sangat banyak, Pak, hampir 1000 orang,
1000 orang lebih malah dan memiliki
antusiasme yang sangat besar, nantinya
tim kami akan mengkurasi dan memilih
beberapa pertanyaan yang akan langsung
dijawab oleh Bapak Mahendra.
Jadi sekali lagi saya ingatkan kepada
Bapak dan Ibu, ayo manfaatkan kesempatan
untuk menulis pertanyaannya ataupun
menyampaikan secara langsung via Raise
Hand dan kita akan mendiskusikannya
bersama-sama dalam sesi ini.
Oke,
silakan menulis.
Untuk tim panelis mungkin bisa
diperbesar screen untuk pertanyaannya.
Sudah banyak sekali pertanyaan yang
disampaikan oleh para peserta di situ.
Kita memanfaatkan fitur Slido. Tapi
tampilannya cukup kecil ya, Pak
Mahendra.
He.
Oke, terima kasih.
Baik, Bapak. Nah, ini
pertanyaan-pertanyaan nih, Pak.
Mungkin kita pilih ee beberapa
pertanyaan yang bisa kita diskusikan,
Pak. Yang pertama dari Bapak Muhammad
Arvian Kaidir. Apakah karakter jelek
seseorang yang sudah dewasa tidak bisa
diubah? Lalu bagaimana tips untuk kita
sebagai pimpinan mengubah kebiasaan
bawahannya yang jelek tersebut? Silakan
Bapak Mahendra. Baik, terima kasih. Ee
memang ada ee polemik atau argumentasi
secara saintifik ya, secara ilmiah bahwa
karakter sudah tidak bisa diubah pada
usia tertentu. Katakan begitu mulai
lepas usia 20 ya ee tin itu sampai ee 19
ya. ee begitu angka 20 karakter sudah
relatif permanen. Ee ada pro kontras
soal ini, tapi kalau karakter tidak bisa
diubah mungkin habit bisa ditekan supaya
menjadi untuk meng-cover atau
meng-counter karakter. memang ee dari
berbagai jurnal ilmiah ya, karena saya
juga banyak ee bergerak di SDM memang
karakter itu pada titik tertentu menjadi
permanen.
Hanya sedikit kasus di mana karakter
seseorang yang sudah dewasa berubah
karena pengalaman hidup yang sangat
unik. Misalnya apa? Near death
experience ya. seorang ee yang sombong,
yang karakternya enggak mau belajar,
ya karakternya enggak mau belajar ee
tiba-tiba kecelakaan dan dia koma 1
bulan. Sebulan kemudian dia masih harus
ee operasi sana sini sampai tubuhnya
utuh kembali setelah kecelakaan itu.
Lalu dia menyadari bahwa hidup dia itu
sedang diingatkan Tuhan. Lalu dia
berubah merubah cara pandang dia
terhadap diri dia merubah akhirnya
karakternya ikut berubah. dia menjadi
manusia yang sama sekali baru sejak
kejadian itu. Ada ya itu sulit
dijelaskan apakah itu menjadi ee
generalisasi untuk mengatakan bahwa
sebenarnya karakter bisa berubah karena
kasusnya tidak banyak ya. Tapi saya
berdasarkan pertanyaan dari Pak Mukhtar
Arfan ya. Apakah karakter jelek
seseorang yang sudah dewasa tidak bisa
diubah?
Sulit. Saya tidak akan mengatakan
impossible
ya, karena bukti yang lain ada yang
mengatakan masih bisa. Tapi menurut saya
lebih baik ee orang-orang yang Anda
hadapi seperti itu itu dilingkupi dengan
rules ya. Karaktermu boleh jelek. Kamu
bukan pribadi pembelajar enggak apa-apa.
Tapi di kantor kamu harus belajar ya.
ada ee rules atau tata aturan dan ee apa
aturanlah yang harus membantu anak ini
untuk hidup di dunia yang baru namanya
kantor.
Di luar sana terserah. Di luar sini
disiplin di luar sini adalah Anda harus
patuh pada peraturan. Direktur patuh
Anda juga patuh. Semua ada sistem di
luar sana terserah. Itu yang bisa ee ee
ee membantu. Karena apa?
Kita punya investasi waktu untuk
memperbaiki orang yang karakternya
jelek. Kita mengorbankan yang lain.
Waktu kita makin menuah. Kita ngurusin
satu orang yang jelek itu pun subjek ya
sangat subjektif ya orang ini jelek
menurut Mahendra. Belum tentu menurut
orang lain lagi enggak jelek-jelek amat
sih. Masih bisa diselamatkan. Mungkin
cara komunikasinya diubah ya. Jadi
selalu subjektif, tapi tadi itu saran
saya
dikelola dengan cara yang berbeda.
Bahwa di kantor aturannya seperti ini.
Mari kita sama-sama jaga.
You bukan pembelajar di rumah enggak
apa-apa. Tapi di sini you harus belajar
aturan baru atau informasi tentang
bagaimana melayani publik dengan lebih
baik dengan teknologi, dengan aplikasi,
dengan internet ya. Karena kita semua
adalah pelayan publik dan publik itu
dibanding ingin dilayani setiap hari
lebih baik daripada kemarin. Lebih baik
lagi. Kalau bisa enggak ada komplain.
Publik menuntut itu. Ya, Anda harus
ikuti lepas dari karakter Anda buruk
atau tidak. Karena apa? Peraturan
mengatakan harus itu. Anda harus
relevan. Memang sulit ini. Ini ee ee
psikologis ya. Ada beberapa kasus yang
ee karakter itu bisa dibina ee karena
tangan besi ya. Misalnya kalau di Rusia
atau di China ya, pemerintahnya tangan
besi. Karakter itu dibentuk di tempat
sedemikian rupa sehingga akhirnya
orangnya menjadi patuh.
Jadi orang yang patuh compliance ya
istilnya compliance tapi apa seperti itu
yang kita inginkan? Kan enggak ya.
Kira-kira seperti itu ya. Oh ada lagi
pertanyaan. Bagaimana tips untuk sebagai
pimpinan mengubah kebiasa? Oh ya itu
sudah terjawab.
Baik terima kasih, Pak Mahendra. Ada
lagi nih Pak? Ya,
ada pertanyaan dari Pak Bagus Hartono.
Bagaimana ASN Muda menciptakan atau
menumbuhkan karakter leadership di
lingkungan kerja yang efektif dan
efisien? Matur nuwun, Pak.
Ee boleh diulangi lagi ya.
Ee yang mana ya?
Ee dari Pak Bagus Hartono. Bagaimana ASN
Muda menciptakan atau menumbuhkan
karakter leadership di lingkungan kerja
yang efektif dan efisien?
Heeh. Oke. Saya anggap atau saya
asumsikan karakter muda ini ee ASN muda
ini mungkin usia 25 tahun sampai 32
33 tahun ya, Mbak ya. Karena mereka
mungkin sudah beberapa tahun bekerja
setelah lulus kuliah.
Anak-anak ee muda ini masuk menjadi ASN
itu menghadapi senior mereka yang sudah
lebih lama. harusnya kita bantu ya. Cara
terbaik para senior membantu yang anak
muda adalah dengan rendah hati.
Adik-adik kita nih ya ee kalau mau
belajar tentang pekerjaan ini karena
kita sudah lebih dulu nih. Anda bisa
belajar beberapa hal yang sifatnya sudah
terjadi rutin.
Tapi anak-anak muda ini ingat ya,
anak-anak muda ini lahir di zaman yang
berbeda di mana segala
api karena ada unsur teknologi semuanya
api. karena ada semua tercatat masih ada
unsur tahapan-tahapan yang harus
dilalui.
Jadi ee mesti harus ada kerendahan hati
dari senior. Anak-anak muda ini suka kok
kalau direngkuh dengan cara yang khas.
Bukan dihantam, bukan dikontra.
Jadi saya kira ee yang terbaik adalah
kita memulai dengan merengkuh mereka.
Dan jangan lupa banyak hal kita bisa
belajar dari mereka.
Begitu kantor Pemprov di tiap kota atau
di kantor wilayah sudah mulai memasukkan
unsur teknologi dalam pekerjaan
sehari-hari dalam melayani publik,
anak-anak muda ini adalah yang akan
membantu Anda.
Ya, anak-anak muda juga jangan jumawa.
Hanya karena Anda lebih tahu soal
teknologi daripada yang tua, Anda masih
belum merasakan asam garamnya bekerja
melayani publik itu enggak mudah.
Anda harus humble untuk menerima binaan
dari yang tua. Karena apa? yang Anda
hadapi itu manusia. Yang Anda hadapi itu
manusia yang merasa berhak dilayani
dengan baik karena mereka membayar
pajak. Itu ya saya kira itu.
Baik, terima kasih Pak Mahendra.
Selanjutnya ada pertanyaan dari Ibu
Eviana Yuliauti. Selamat pagi, Pak
Mahendra dan Mbak. Saya sangat apresiasi
sekali atas materi yang disampaikan
karena menarik sekali. Pak Mahendra,
saya mau bertanya. Gimana kita survive
di lingkungan yang menolak untuk kita
menjadi lebih baik sehingga diri kita
sendiri juga susah untuk melangkah maju
karena kondisi lingkungan yang seperti
itu menurut Pak Mahendra, bagaimana kita
menyikapi hal tersebut? Baik. Ee saya
tidak tahu ee permasalahan detailnya
seperti apa, tapi saran saya mungkin
kita proaktif, kita mencari tahu sumber
penolakannya itu apa.
Mungkin bukan karena knowledge atau
skill kita yang ditolak, tapi mungkin
karena attitude kita atau cara kita
berkomunikasi dengan mereka. Ya, ingat
tadi ada slide yang mengatakan bahwa
Anda harus memperhatikan hal-hal detail,
hal-hal yang kecil. Jangan-jangan hanya
kerikil nih yang menyebabkan ee
penolakan itu bukan batu karang besar
nih, bukan tembok yang kokoh, tapi hanya
pasir kecil gitu ya yang mengganggu
mereka karena ada kita. Apakah merasa
tersaingi
atau merasa tidak sejalan
ya ee kita harus lihat di detail ya into
details. Kenapa? Karena kalau kita hanya
melihat gambar besarnya, kita akan ee
sampai pada kesimpulan mereka tidak suka
sama kita.
Pertanyaannya adalah kenapa kok Anda
sampai pada kesimpulan mereka tidak
suka? Apa yang menyebabkan
tidak suka? Anda gali lagi sampai
detail-detailnya. Kalau orang yang tidak
suka itu ee 100 orang, Anda mulai dengan
satu orang, Anda dekati.
Boleh bantu enggak? ee aku yang
memberikan masukan kepada Anda. Anda
sudah cukup untuk bisa, oh ternyata saya
punya masalah ini. Anda yang mulai
proaktif untuk mengubahnya.
Kadang-kadang ee Anda harus mengorbankan
sedikit hal untuk memenangkan hal yang
lain, ya. Karena kalau sepintar Anda,
apa, sepandai apapun Anda, kalau Anda
tidak bisa memberikan kontribusi kepada
tim yang lebih besar, Anda enggak
relevan. Kalau Anda enggak relevan,
cepat atau lambat Anda akan terdepak.
Anda harus tahu Anda itu punya sesuatu
apa yang bisa diberikan kepada yang lain
dan yang lain bisa menerimanya.
Oh, ini ada yang mengangkat tangan juga,
Mbak. Pak Anhar ya kalau enggak salah
ya. Semoga saya menjawab pertanyaan yang
Ibu tadi ya.
Baik, terima kasih Pak Mahendra. Baik,
untuk peserta yang sudah mengangkat
tangan untuk mengajukan pertanyaannya
secara langsung, mungkin bisa dibantu
oleh tim untuk diopen mic. Silakan
Bapak.
Saya boleh lihat juga ininya ee wajah
Bapak yang bertanya bila berkenan. Tapi
enggak harus ya sekalian kenalan kita
ya, Pak ya. Kalau saya ke Jawa Timur.
Silakan, Pak.
Pak mana dulu? Ini ada dua Bapak nih.
Pak Anhar dulu silakan Pak Anhar.
Oh
ee Pak Eko Nur Siswanto.
Bapak eh Pak Eko silakan, Pak, kalau mau
bertanya langsung. Bapak Eko Nur
Siswanto silakan, Pak. Oh ya, kita ada
1000 orang ya, Mbak ya.
Betul, Pak. Banyak sekali.
Baik ya.
Silakan Bapak ee untuk e memanfaatkan
peluang Bapak dan Ibu sekalian untuk
bertanya langsung dengan Pak Mahendra.
Silakan mengaktifkan fitur rais hand
atau menulis ee kolom pertanyaan dengan
slido
ada.
Pak Eko dan Bu Anik silakan. Mana dulu?
Silakan Pak Eko dan Bu Ani diopen mic
Pak.
Iya
Zoom.
Silakan Bapak sudah terdengar suaranya.
Ya, silakan Pak Eko
ya. Izin, Pak. Mau bertanya.
He.
Kadang-kadang kan gitu Pak, dalam satu
organisasi ee
ee ada tempat-tempat yang baru ee
diposisi-posisikan yang baru. Nah,
kadang-kadang kita kan perlu adaptasi
nih, Pak.
Adaptasi. Nah, ee kadang kita perlu ee
motivasi yang tepat dalam posisi-posisi
yang baru. Kan di di AS IN itu kan ada
posisi-posisi yang baru ee berotasi dan
lain-lain. Kadang-kadang kan kita perlu
menimbulkan motivasi-motivasi yang
terbaru itu kadang-kadang kalau kita
sering ee hal-hal yang baru, akhirnya
kita mesti tahu nih apa yang harus saya
dalami dalam posisi-posisi tersebut.
Nah, ee kadang pendukung hal itu perlu
dengan pelatihan-pelatihan dan
lain-lain. Nah, ee
ee transfer ilmu itu kadang-kadang kalau
kita sering ini, Pak, akhirnya ee
berdiskusi dengan kerabat-kerabat yang
ada di sekitaran. Kalau itu yang yang
menjadi lebih lebih baik daripada kita
harus menggali diri sendiri gitu kan,
baca literasi dan lain-lain gitu ya.
Mohon izin ee pe
tambahan ilmunya, Pak. Selain selain itu
saya harus berdiskusi dan ee bagaimana
caranya ee ee hal-hal budaya diskusi itu
lebih lebih lebih apa ya lebih
banyak atau lebih akhirnya lebih lebih
baik daripada kita harus mencari
literasi-literasi.
Iya,
Pak. Terima kasih, Pak.
Terima kasih, Pak Eko. Ya, Pak Eko. Saya
punya saran pada Anda. Apa yang terjadi
di ASN atau di lingkungan pemerintahan
provinsi maupun di kantor-kantor
perwakilannya itu enggak beda dengan apa
yang terjadi di swasta. Saya sudah
hampir 30 tahun di swasta, di perusahaan
dari industri yang berbeda-beda ya. Oil
and cas pernah, mining pernah trading
pernah service pernah. Saya dulu di
Astra juga, Astra Internasional. setiap
kali saya ditempatkan atau dirotasi ee
di tempat yang baru, saya punya
kebiasaan mendahului atau curi start
untuk cari tahu kalau saya ditaruh di
sana itu ya saya akan mengerjakan apa.
Karena apa? Di dalam surat itu kadang
tidak diberitahukan ee tantangannya.
Saya hanya diber diberitahu peran saya
apa, fungsi saya apa, jobd saya apa.
Hanya itu saja. itu tidak cukup untuk
kita menggali saat kita berdiskusi. Jadi
saran saya Pak Eko ketika Anda akan di
tempat yang baru dan Anda akan
berdiskusi untuk cari tahu segala hal
tentang tempat baru itu, Anda jangan
datang dengan tangan kosong saat berdusi
dengan orang-orang yang Anda ee Anda
pilih. Anda catat sebelumnya dengan
blocknimana
meskipun sekarang zaman digital saya
masih bawa blocknote sama ballp. Ketika
saya nanti diskusi dengan Bapak Agus
misalnya ya yang akan e jadi pimpinan
saya di tempat yang baru, saya akan
menanyakan ini ini ya. Saya akan bikin
list pertanyaan.
Lalu saya akan ee bikin juga saya akan
ceritakan tentang saya sendiri di tempat
yang lama sebelumnya saya punya
pengalaman seperti ini, Pak. Menurut
Bapak apa yang bisa saya kembangkan? Ya,
kita itu harus ahead of time, harus ada
di depan jadwal, harus curi start ya
secara positif ya. curat dalam arti
positif. Kalau kita tahu kita
ditempatkan di suatu departemen atau
biro yang baru dan kita tahu
karakteristik pekerjaan di biro itu,
kita harus mendahului cari tahu tentang
biro itu dan orang-orangnya.
Ya,
cari tahunya apa? Anda bikin list. Jadi,
ketika Anda bertanya ee dengan mereka,
Anda tidak menghabiskan waktu mereka
untuk basa-basi.
Dan kalau orang itu atau calon atasan
Anda melihat Anda punya list, wow.
Mahindra ini orang yang sangat tertib.
Dia datang ke saya dengan list. Dia tahu
apa yang akan dia tanyakan. Ingat, orang
yang pandai itu bukan yang bisa menjawab
segala hal, tapi orang yang bisa
mempertanyakan hal yang tepat. If you
ask the right question,
kalau Anda mtanyakan pertanyaan yang
cerdas, itu Anda orang pintar,
bukan sekedar pengin tahu. Kan ada
pengin tahu aja atau pengin tahu banget
ya. Anda benar pengin mengetahuinya.
Kira-kira seperti itu, Pak Eko. Block
note ya, pensil. Lalu Anda siapkan list
apa yang Anda pengin ketahui dan Anda
juga harus ceritakan tentang diri Anda
di tempat lama. Saya punya kebiasaan
seperti ini, apa ada hal yang bisa dapat
masukan buat saya, Pak, Bu? gitu.
Seperti itu.
Kira-kira seperti itu, Pak. Pak Eko ya.
Enggak beda dengan ee kehidupan saya di
swasta.
Baik, Pak. Terima kasih banyak, Pak,
atas e tambahannya, Pak. Terima kasih.
Ya, sama-sama, Pak.
Baik, terima kasih, Pak Eko. Untuk ee
pertanyaan selanjutnya, silakan Bapak
dan Ibu bisa mengaktifkan fitur hand
ataupun juga menulis di kolom chat
BX-nya.
Sambil menunggu yang akan rais hand
lagi, Pak Mahendra, ada beberapa
pertanyaan di kolom chatbx, Pak,
ee dari Ibu Supinendar. Pak Mahendra,
saya hidup di keluarga yang patuh.
Kami jarang berkonfrontasi
ketika menjadi pemimpin. Ada anak buah
atau tim yang usianya lebih tua dari
saya mempengaruhi yang lain untuk
indisipliner.
Mohon tips santun menangani hal
tersebut, Pak.
Baik. Ee ini ee sensitif ya. Tapi baik
apa yang akan saya sampaikan ini
normatif. Artinya tidak hanya terjadi di
kantor ibu atau di ee tempat-tempat lain
yang di pemerintahan, tapi juga terjadi
di swasta.
Kita kadang-kadang melihat ee ketika
kita direkrut ada aturan yang harus kita
patuhi, tapi ketika kita masuk ternyata
ada atasan yang oh mereka tidak
menjalankan aturan ini. Akhirnya
membangun sebuah kultur di unit itu.
Anak buahnya enggak ada yang mulai
tertib kepada aturan. Dan Anda hadir
sebagai orang yang biasa hidup disiplin,
patuh ya. By the rule, by the book. Apa
yang harus saya lakukan? Oh, saya
mengalami itu ee Bapak Ibu, saya
kebetulan ya atas karunia anugerah sang
pencipta, saya boleh tinggal lama tidak
di Indonesia. Ketika saya kembali, saya
agak kaget ya. Saya kembali ke
Indonesia, saya kaget pertama soal
disiplin. Lalu ada ee sesuatu yang
disebut formalitas. Kontrak-kontrak ini
formalitas.
Saya sekarang baru menyadari, saya sudah
hampir ee belasan tahun sudah kembali ke
Indonesia lah ya. Tapi saya baru
menyadari bahwa saya tidak bisa mengubah
sendirian.
Di mana pun saya berada, saya harus
mulai bergerilia.
Ya, tidak usah menantang ee tidak usah
konfrontatif dengan orang lain, tapi
dengan berikan contoh bahwa apa yang
kita lakukan benar dan impactnya
berbeda. Jadi, Bapak Ibu jadilah orang
yang berprestasi dan kalau memenangkan
persaingan menangnya telak. Ibaratnya
kalau lari ya ada banyak sprinter hebat
di dunia. Dulu ada Carlis, sekarang e
ada siapa namanya yang dari Jamaika itu?
Hussein Bolt ya. Husin Bolt. Kalau Anda
menang juara 1 2 3 itu juara satunya itu
harus sekian meter di depannya atau
sekian detik selisihnya. Kenapa? Karena
tidak ada dispute. Kalau Anda bagus
sekali, kalau Anda menang telak dalam
persaingan berkinerja, tidak akan ada
orang yang keberatan untuk mengatakan,
"Oh, kamu itu memang orangnya hebat.
kamu kinerja bagus karena kamu mungkin
disiplin, kamu tertib, kamu on time,
punctual, kamu juga mengerjakan
sesuatunya dengan fokus. Enggak heran
kalau kamu berprestasi karena apa? Kamu
menangnya telak jauh dari yang nomor
dua. Ya, Teman-teman. Ayo, coba punya
pikiran seperti itu untuk hal yang
positif, ya. Kalau kalian akan
memenangkan pertempuran minimal dengan
diri Anda sendiri, menangnya telak.
Misalnya begini, hari ini saya bekerja
100%, besok saya harus 120%. Kalau cuma
101 102% kecil, enggak ada pertumbuhan.
Jadi kalau Anda akan mengalahkan diri
Anda sendiri hari ini untuk besok pagi,
Anda besok pagi harus lebih menang 20%
lebih banyak. Menang telak ya tanamkan
dari dalam diri kita itu kalau kita
membuat terobosan, terobosan yang telak,
terobosan yang besar, jangan kecil.
Kalau kecil namanya bukan terobosan ya,
Ibu. Jadi kalau misalnya Anda akan
berkonfrontasi dengan lingkungan Anda,
itu malah buruk buat Anda. Anda harus
berprestasi dengan sangat baik,
mengungguli yang lain jauh lebih unggul
ya. Dan Anda akan menjadi bintang baru
di situ. Yang lain akan follow. Ya, sama
kami di waktu saya bekerja di Astra,
saya belajar banyak hal dari Om Willem
almarhum ya, William Suryajaya.
Bekerjalah dengan baik. Jangan bekerja
mencari uang. Karena uang hanyalah
akibat, Teman-teman. Uang hanyalah
akibat, bukan yang kita cari. Kalau Anda
bekerja dengan baik, Anda dapat promosi,
Anda dapat kenaikan remunerasi. Ya, itu
mentalnya seperti itu. Ya, punya
mentalitas seperti itu. Jadi apa? Kita
setiap hari bangun itu kita akan do
something better.
Ya, ini Mahindra ini, ini Mahindra
banget nih. Kerja keras nih gue banget.
Kira-kira seperti itu ya. Kalau bos jawo
ya ngono-ngono ojo ngono artinya apa ya?
Anda tetap harus lebih daripada sekedar
ngono
tuh kira-kira menjawab ya. Moga-moga.
Baik, terima kasih Pak Mahendra.
Wah, karena antusiasmenya sangat besar
Pak, mungkin sebaiknya kita close dulu
untuk sesi interaktif discussion ini.
Nanti kita akan ada sesi selanjutnya
untuk bertanya jawab secara langsung
setelah pemaparan materi kedua, Pak
Mahindra.
Oh, baik-baik. Iya, terima kasih.
Baik, terima kasih Bapak dan Ibu
sekalian, Sobat ASN Belajar. Eh, terima
kasih untuk antusiasme dalam sesi
interactive discussion. Untuk
selanjutnya kita akan membuat suasana
sedikit lebih rileks sebelum kita akan
masuk ke pemaparan materi selanjutnya.
Jadi kami sudah mempersiapkan eh ice
breaking e games yang bersifat online
dan sangat seru untuk kita mainkan
bersama di lebih rileks.
Baik, dalam sesi ini eh kita cukup
menjawab
games yang bersifat online dan sangat
seru kita mainkan bersama
kita akan bermain tebak jingle dikenal
dengan istilah berpacu dalam cukup
menjawab ice breaking games yang
bersifat online dan sangat sering kita
mainkan bersama di
kita akan bermain tebak dalam sesi ini
dikenal dengan istilah dalam menjawab
Eh,
oke, mohon maaf ada sangat yang sering
kita mainkan bersama di
kita akan bermain dalam sesi ini dikenal
dalam
baik mohon maaf Bapak dan Ibu ada
sedikit kendala teknis suaranya menjadi
double. Eh, terima kasih untuk reminder
di kolom chat BX dari Ibu Ratna
Sugiarti. Ee baik untuk tim panelis ee
apakah kita sudah siap untuk masuk ke
sesi ice breaking? Ee seperti yang sudah
saya sampaikan sebelumnya, kita akan
bermain eh tebak jingle atau sering
dikenal dengan berpacu dalam melodi.
Jadi sebentar lagi kami akan memutarkan
beberapa jingle. Bapak dan Ibu silakan
menebak dengan cepat dan tepat setiap
pertanyaan, setiap jingle yang akan
didengar di kolom chat B.
Oke, silakan untuk jingle pertama.
untuk jingle pertama apakah sudah siap?
Jingle ini ee biasanya sering kita
dengar di beberapa iklan-iklan Bapak dan
Ibu. Jadi ee mungkin secara tidak sadar
kita sudah familiar dengan jingle-jingle
ini. Jadi silakan langsung saja ditebak
Jingle ini. EO
Ibu Lili sudah siap. Wow, Pak Deni
siapsiap. Mantap. Oke, kita langsung
mainkan saja untuk jingle pertama.
Silakan ditebak,
Pak Deni siapsiap. Mantap. Oke, kita
langsung mainkan saja untuk jingle
pertama.
Silakan ditebak.
[Tepuk tangan]
Oh, Pak Deni siap siap. Mantap. Oke,
kita langsung mainkan saja untuk jingle
pertama.
Silakan ditebak ya. Aqua.
Oh, Pak Deni siapsiap. Mantap.
Baik, terima kasih. Sudah betul
jawabannya Aqua. Bapak dan Ibu terima
kasih untuk atensinya. Untuk jingle
kedua wah kayaknya udah mulai familiar
nih. Siapsiapnya.
Baik, terima kasih. Sudah betul
jawabannya. Aqua Bapak dan Ibu terima
kasih untuk atensinya. Untuk jingle
kedua wah kayaknya sudah mulai familiar
nih. Ini siapnya.
Baik terima kasih. Sudah betul
jawabannya Aqua Bapak dan Ibu. Terima
kasih untuk atensinya. Untuk jingle
kedua wah kayaknya sudah mulai familiar
nih. Pak siap siapnya.
Baik terima kasih. Sudah betul
jawabannya Aqua Bapak dan Ibu. Terima
kasih untuk atensinya. Untuk jingle
kedua. Wah, kayaknya sudah mulai
familiar.
Baik, terima kasih. Sudah betul
jawabannya Aqua Bapak dan Ibu. Terima
kasih untuk untuk jel kedua. Wah,
kayaknya sudah miliar.
Baik, terima kasih. Sudah betul
jawabannya Aqua Bapak dan Ibu. Terima
kasih untuk
jungle kedua.
Oke, mohon maaf sekali lagi ada sedikit
kendala teknis untuk suara dobble tapi
jawaban dari peserta walaupun ada
kendala teknis. Pak Mahendra benar nih
untuk jingle kedua hampir semua peserta
menjawab teh Sariwangi.
Selamat Bapak dan Ibu yang sudah
menjawab dengan benar. Oke, semoga untuk
jingle berikutnya kita sudah tidak ada
kendala teknis lagi. Silakan menebak
untuk jingle ketiga
dan Ibu yang sudah menjawab dengan
benar. Oke, semoga untuk jingle
berikutnya kita sudah tidak ada kendala
teknis lagi. Silakan untuk jingle.
Untuk jingle ketiga masih kurang tepat
jawabannya. Ada yang menjawab walls, es
krim walls, sari roti,
Kampina,
pedle pop. Oke. Baik. Mungkin agak
sedikit bingung karena ada kendala
teknis di suara. Jadi ee sekedar
mengingatkan untuk jingle ketiga tadi
adalah susu bendera.
Semua berhubungan dengan makanan dan
minuman nih, Pak Mahyandra.
Karena waktunya coffee break ya, Pak,
kalau kita offline.
Baik. Oke, ee kita lanjutkan satu Jingle
lagi ya. Setelah itu kita akan mulai ee
masuk ke pemaparan materi berikutnya.
Semoga kalau kita untuk yang kali ini
bisa lebih jelas. Ee silakan untuk
jingle berikutnya.
E kalau kita untuk yang kali ini bisa
lebih jelas. E silakan untuk jingle
berikutnya.
[Musik]
[Tepuk tangan]
Oke. Wow, banyak sekali jawaban yang
sudah masuk di kolom chat box. Betul
Bapak dan Ibu, jawabannya adalah
Indomie.
Sangat eh familiar ya untuk Jingle
Indomie ini. Jadi hampir semua peserta
menjawab dengan benar. Baik, terima
kasih ee Bapak dan Ibu sahabat ASN
Belajar. Terima kasih. Semoga kita sudah
sedikit lebih rileks ee untuk ee siap
memasuki pemaparan materi selanjutnya.
Oke, selanjutnya kita akan ee izinkan
kami untuk memutarkan video testimoni
dan juga bumper. Ee sebelum kita masuk
ke lebih rileks
ee untuk
akan ee izinkan kami untuk memutarkan
video testimoni dan juga bantar sebelum
kita masuk ke rilicara
satu-satunya jalan untuk membuat ASN
berdaya
akan ee izinkan kami untuk mengarkan
video testimoni dan juga sebelum kita
masuk ke
satu-satunya jalan untuk membuat air
ebicara
satu-satunya jalan untuk membuat
ee kebijakan ASN belajar di BPSM Jawa
Timur ini adalah
e
satu-satunya jalan untuk membuat
ee kebijakan ASN belajar di BPSCM Jawa
Timur ini adalah ketua
ee
satu-satunya jalan untuk membuat
ee kebijakan ASN belajar di BPSM Jawa
Timur ini adalah
ee
satu-satunya jalan untuk membuat
ee kebijakan ASN belajar di BPSDM Jawa
Timur ini adalah
ee
satu-satunya jalan untuk membijakan
ASN belajar di BPSDM Jawa Timur ini
adalah
satu-satunya jalan untuk
ee kebijakan ASN belajar di BPSD Jawa
Timur ini adalah
Jangan
ee
ASN belajar di BPS Jawa Timur ini Ah
Bapak dan Ibu sekalian, mohon maaf
sekali lagi untuk trouble shoot di
audio. ee sekedar memastikan Bapak
Mahendra sudah bisa mendengar suara
saya, Pak? Cukup jelas. Terima kasih,
Pak Mahendra.
Baik, Pak. Kalau gitu ee mungkin kita
langsung ee masuk ke sesi berikutnya ya,
Pak ya. Karena banyak sekali antusiasme
dari para peserta. Terima kasih di kolom
chat BX-nya. Ada ada respon juga kalau
sudah normal. Terima kasih. Oke. Baik,
selanjutnya kita akan mulai masuk ke
sesi pemaparan materi kedua seperti sesi
sebelumnya. Dalam sesi ini kami juga
memperkenankan Bapak dan Ibu sekalian
untuk bertanya dengan menggunakan fitur
chat dan juga rais hand supaya lebih
interaksi seperti sesi sebelumnya ya,
Pak ya.
Dan bagi peserta terpilih nantinya kami
juga akan fasilitasi untuk open mic dan
bertanya langsung ke pemateri.
Baik, sesi kedua ini bertema Unless
Yourself Potential yang memaparkan
tentang langkah apa yang selanjutnya
diperlukan untuk membangun dan
menumbuhkan karakter seorang leader.
Materi ini adalah kesinambungan dari
materi pertama yang tadi memaparkan
tentang pentingnya mentalitas seorang
pemimpin yang berawal dari diri sendiri.
Namun kapabilitas leadership saja tentu
tidaklah cukup. Nah, untuk mendapatkan
pemahaman yang lebih komprehensif,
marilah kita menyimak kembali pemaparan
materi selanjutnya oleh Bapak Mahendra
Datuk. Silakan, Bapak. Waktu dan tempat
kami persilakan.
Terima kasih, Mbak Gania. Terima kasih,
Teman-teman. Wah, saya melihat ee apa
melihat chat ya. Ee luar biasa. Semoga
mumpung ini masih kuartal pertama ya
dari tahun 2022 ini Anda benar-benar
bersama saya nih. Eh, please be with me
ya. Ayo kita berperjalanan, teman
seperjalanan saya, kita maju menjadi
lebih baik, teman-teman. Pandemi ini
memang benar-benar ada berkahnya juga
sebenarnya ya. Tanpa mengurangi rasa
dukacita bagi orang yang terkenal atau
kehilangan keluarga, anggota keluarga.
Tapi dengan adanya pandemi ini tidak ada
yang menginginkan. Tapi kita ditempa
menjadi lebih solid lagi. Manusia itu
pemenang ya. Anda jangan menghukum diri
Anda sendiri dengan keluhan-keluhan yang
tidak perlu ya.
Sebelum saya memulai sesi kedua ini, ada
satu refleksi, tapi saya akan sharing
dulu. Saya dari Jogja, ayah saya guru.
Kalau Anda punya gambaran, zaman dulu
ketika saya masih kecil, seorang guru,
berapa sih penghasilannya? Ya, keluarga
kami keluarga yang saya tidak mengatakan
miskin, enggak. Saya anti mengatakan
itu. Tapi kami juga bukan keluarga yang
berlebih, bukan kaya raya gitu ya.
Artinya cukuplah untuk hidup ee
alhamdulillah semua dicukupkan.
Suatu hari ee waktu saya masih kuliah di
Gajah Mada, saya dapat kesempatan untuk
tinggal setahun di Kanada. Di Kanada ya.
Ee pertukaran mahasiswa.
Saya belum pernah melihat yang namanya
ibu kota Jakarta kayak apa di tahun itu.
Ya, di tahun itu saya belum tahu Jakarta
itu kayak apa. Padahal Surabaya, Jakarta
sama Jogja Jakarta. Saya dari Jogja
lebih dekat Jogja Jakarta. Tapi saking
udiknya, saking udiknya keluarga kami,
kami itu belum tahu yang namanya
Jakarta. Waktu saya mahasiswa. Akhirnya
saya berangkat ke Kanada mewakili
Provinsi DIY. Di Kanada saya pikir
karena hanya setahun kalau saya pulang
lalu saya akan kembali ke dalam sangkar
saya di Jogja sebagai orang udik, orang
kampung.
Saya akan selesai berjejaring dengan
dunia internasional. Ya, lalu selama di
Kanada saya mengikuti sebuah seleksi
terbuka di Universitas Victoria untuk
sebuah beasiswa di Amerika. Tapi
kebetulan penyelenggaranya di
ee Kanada, tapi beasiswanya untuk tahun
ke depan di Amer di Amerika.
Ada beberapa teman yang seperjalanan
kami di Kanada ikut seleksi itu. Lalu
sebelum kami pulang ke Indonesia, orang
tua saya menghubungi saya, "Ini kok ada
surat tapi dari Amerika."
Saya bilang, "Buka aja, Bu ya. Ibu saya
yang membuka. Buka aja isinya apa bahasa
Inggris. minta tolong kakak saya untuk
membacakan ya yang bisa bahasa Inggris
baca-baca bahasa Inggris hanya kakak
saya. Di situ tertulis congratulation
Mahendra diterima beasiswa untuk ke
Amerika selama 1 tahun. Semua biaya
hidup dicover, tuision dicover, bahkan
pesawat ee ee
akan dicover. Tapi ada tapinya nih.
Mahindra harus menyediakan ee uang
1$.000 dolar. Ya, itu yang harus dibayar
ke kami ya. 1$.000 10 dolar sebenarnya
enggak ada masalah sih untuk hidup di
setahun belajar juga gratis. Lalu kamu
harus membeli ee ee tiket sendiri Jogja,
Jakarta. Karena waktu itu ee Jogja bukan
international airport ya. Jadi harus ke
Jakarta atau ke Bali dulu. Saya bingung.
Dan kebetulan ada tiga teman saya yang
ee dua teman saya, kami bertiga yang
satu di Sumatera, satu di Kalimantan
mendapatkan kesempatan yang sama.
Congratulation kami diterima gitu untuk
ke Amerika. Dua teman saya yang lain
ketika kami saling kontak-kontakan nih
mau diapakan nih tawaran ini karena
tahun ee paling lambat 2 tahun lagi
harus dijalani. Kalau gak batal, hangus.
Dua teman saya mengatakan ini orang
kasih beasiswa kok enggak ikhlas. Saya
ulangi lagi teman-teman. Ini orang
Amerika ini kasih beasiswa enggak
ikhlas. Masih harus setor 1$.000 dolar.
Masih harus beli tiket pesawat yang
enggak murah. Waktu itu belum banyak
pilihan.
Saya bicara dengan ee Bapak Ibu saya,
saya enggak punya uang. Saya masih
mahasiswa. Kalau saya suruh cari 1.000
dolar enggak punya. Kalau suruh beli
tiket pesawat enggak enggak ada. Bapak
Ibu saya dengan uang yang terbatas
mengatakan, "Kamu berangkat kirim 1$000
dolar karena kamu sudah harus berangkat.
Ya, kamu sudah saya memilih tanggal yang
segera berangkat." Ya, saya sudah
kembali ke Indonesia. Maaf. Saya sudah
kembali ke Indonesia.
Lalu ibu saya ee kirim itu melalui Bank
BNI. Saya ingat sekali perlu waktu 14
hari untuk uang itu sampai ke Amerika.
Lalu papa saya bilang, "Oke, tiket
pesawat dari saya." Lalu saya bilang,
"Tapi saya kan juga perlu uang saku.
Enggak mungkin saya pergi tangan
kosong." Lalu entah bagaimana kedua
orang tua saya memberikan saya 2.000
dolar ketika saya mau berangkat.
Hari saya berangkat,
saya sampai di Amerika itu belum sampai
loh duit saya yang 1$.000 dolar dikirim
Bapak Ibu saya. Ya, saking lamanya
pengiriman uang zaman itu waktu saya
tiba di Amerika, saya ee ke kantor, ke
kantor administrasi di Amerika
itu saya dipanggil, "Kamu ke sini
Mahendra."
Lalu saya dikasih amplop dengan cash
1$.000. "Loh, ini apa ini? Saya
kembalikan duitmu." Loh, tadi bukannya
Mister bilang ya, kalau uang saya belum
sampai ke situ. Enggak masalah.
Saya hanya kami di Amerika hanya menguji
apakah Mahendra mau bekerja mencari uang
1$000 dolar itu untuk pergi ke Amerika.
Kami tidak butuh 1$000 dolar Anda. Kami
hanya tah hanya butuh tahu Mahendra itu
serius enggak menanggapi ee tawaran
kami, beasiswa kami. Jadi, Teman-teman
semua, 1$.000 dolar yang dikirim dari
Jogja itu belum sampai ke mereka. Mereka
sudah kembalikan ke saya uang 1$000
dolar cash jadi tambahan uang saku saya.
plus ditambah
saya dikasih catatan nanti direimbers ya
biaya tiketnya. Lalu saya dikasih tahu
setiap bulan kamu akan dapat uang sekian
dolar teman-teman. Habis itu saya
menghubungi dua teman saya yang lain
yang dari Sulawesi dan dari Kalimantan
karena mereka juga sama-sama beasiswa.
Mereka berdua menyesal.
Apa jadinya kalau saya mengikuti dua
orang teman itu berpikiran bahwa orang
kasih beasiswa kok enggak ikhlas? Mereka
ikhlas ternyata. Mereka hanya menguji
apakah Mahendra orang yang tepat untuk
diberi beasiswa. Singkat cerita, hari
ini saya berhadapan dengan Anda menjadi
orang yang confiden. Kenapa saya menjadi
orang yang confident? Saya akan share,
Teman-teman. Saya akan share sebuah
slide untuk memulai sesi kedua ini. Ini
adalah bekal bagi Anda semua ya. Apapun
unit Anda bekerja di Pempr, Anda harus
menjadi pribadi pemenang. Ini contohnya
ya.
Ee sebentar saya akan pindahkan dulu.
Ini adalah refleksi kita. Saya ajak
teman-teman
hari ini mengulangi lagi kejadian kurang
lebih 30 tahun ee 25 tahun yang lalu ya.
Refleksi, merenung ya. Anda sejenak
ikuti perjalanan Mahendra yang mungkin
menjadi perjalanan Anda juga hari ini.
Anda setiap pagi sebelum ke kantor atau
sebelum beraktivitas Anda pergi ke
wastaffel minimal ya Anda akan gosok
gigi. Gosok gigi di depan cermin di atas
wasffel.
Lalu setelah Anda selesai, Anda
kumur-kumur, selesai lalu Anda andukan.
Lalu Anda pergi dari wastaffel. Mulai
hari ini Anda putuskan setelah Anda
berada di depan cermin selesai gosok
gigi, Anda stay di sana. Pintu kamar
mandi tetap ditutup. Ambillah waktu
beberapa menit. Apa yang Anda lakukan?
Apa yang Mahendra lakukan?
Saya berhadapan dengan diri saya
sendiri.
Saya berhadapan dengan diri saya
sendiri. Tidak ada orang lain. Tidak ada
orang yang melihat. Lalu saya berbicara
dengan diri saya sendiri.
Kadang-kadang ya teman-teman semua, kita
perlu berbicara dengan seorang ahli yang
tahu tentang Mahendra.
Tanyakan kepada orang di cermin itu,
mau aku bawa ke mana hidupku ini? Apa
pendapat dia? Cari tahu apa pendapat
orang yang ada di balik cermin itu. Itu
yang saya lakukan bertahun
tahun, Teman-teman. Karena apa? Saya
perlu mendapatkan refleksi dari progres
saya sejauh ini dari orang lain yang ada
di balik cermin itu. Saya membangun rasa
percaya diri yang kuat. Mahindra anak
kampung, anak desa. Teman-teman semua
saya sudah lima benua saya kunjungi.
Saya sudah puas kalau diajak
jalan-jalan. Justru saya kalau
jalan-jalan saya kepengin ke Jawa Timur,
ke Jatim Park ya, ke Labuhan Bajo, ke
apa itu yang Raja Ampat. Saya pengin ke
situ. Saya belum pernah ke sana. Tapi
apa sih yang mengubah benih yang kecil?
Yang namanya Mahendra saya tuh pendek,
Teman-teman. Saya cuman 160 centti
tingginya. Ya, saya pendek. Tapi saya
sudah bisa mengklaim ke diri saya di
masa depan. Ya, itu tahun kejadiannya
tahun 94. 94. Berapa tahun setelah itu
saya masih bisa mengklaim bahwa saya
jauh lebih baik daripada saya tahun 94.
Kenapa? Karena saya berbicara dengan
ahlinya.
Ahlinya itu siapa? orang yang ada di
balik cermin itu. Yang mengetahui
tentang Mahindra hanya orang yang ada di
balik cermin itu. Ajak ngobrol
2 menit, 3 menit, 5 menit maksimal.
Karena Anda di kamar mandi sendirian ee
istri Anda atau suami Anda nanti akan
tanya, "Kok, ngapain lama banget di
kamar mandi." Ya, tapi intinya begini.
Anda ambil waktu untuk diskusi dengan
ahlinya,
dengan orang yang ada di balik cermin
itu. Ambil waktu itu apa yang akan Anda
diskusikan?
Apakah saya selalu berpikir kritis?
Apakah saya selalu berpikir lebih dalam
daripada apa yang ditampilkan kepada
mata saya atau telinga saya? Apa yang
saya lihat, apa yang saya dengar itu
apakah the real truth? Begitu saya
berpikir kritis, ada banyak pesan dari
apa yang saya lihat atau yang saya
dengar. Saya menjadi lebih peka terhadap
keadaan. Yang kedua,
apakah aku selalu melihat keterkaitan
antar peristiwa? Hari ini saya
berhadapan dengan Anda.
Kalau kita bicara soal saya berbagi
dengan Anda dalam satu event ASN
belajar. Bayangkan minggu depan saya ke
Surabaya. Apa saya enggak punya teman
1000 orang?
Kalau ada satu saja yang menghubungi
saya lewat sosial media saya, "Pak
Mendra kalau ke Surabaya temui saya
temui saya ya. Saya tinggal di daerah
sini." Oh, saya temui. Bila memungkinkan
saya temui. Hidup saya dari berjejaring.
Siapa yang menyarankan itu? Yang
menyarankan adalah orang di balik cermin
setiap pagi saya bicara.
Setiap pagi orang itu menasihatkan
banyak hal baru dan saya lakukan itu.
Yang kedua, yang ketiga,
aku selalu mencari tahu lebih banyak ee
soal informasi ketika saya bertemu
dengan Anda di Surabaya ya. Ya,
insyaallah dalam waktu dekat nih, ya.
Saya tidak hanya akan kita ngopi
bersama, ngobrol-ngobrol basa-basi. Kita
akan saling tahu apa yang menjadi
pergumulan kita. apa yang kita bisa
saling kasih pertumbuhan.
Bagaimana jejaring antara saya dan Anda
pada saat kita bertemu nanti
itu menjadi buah baru baik bagi saya
maupun bagi Anda. Bayangkan hanya dari
ketemuan di Zoom
lalu kita jadi sahabat lalu kita jadi
suatu yang mendobrak kehidupan kita
masing-masing. Anda menjadi pribadi
pemenang di kantor Anda, saya menjadi
pribadi pemenang di kantor saya hanya
gara-gara Zoom. ini mencari tahu lebih
banyak daripada sekedar informasi soal
saya akan tahu lebih banyak tentang
Anda-Anda semua sebagaimana Anda berhak
tahu lebih banyak tentang saya. Ya,
apalagi apakah saya selama ini kalau
saya bicara dengan cermin itu ya selalu
pakai strategi yang sama yang
sebelum-sebelumnya selalu berhasil.
Kecenderungannya adalah kalau strategi
ini selalu berhasil saya ada pada
comfort zone. Nyaman. Ah, enggak usah
dengan cara lainlah. Yang namanya motong
wortel atau motong ee apa namanya? Ee
kentang ya. pakai pisau dengan cara
seperti itu. Selama ini berhasil.
Ngapain repot-repot? Padahal ada banyak
cara untuk menyajikan hidangan dengan
wortel dan kentang. Prosesnya lebih
cepat dan mungkin lebih rapi dan lebih
higienis. Jangan bilang bahwa karena
strat selalu berhasil lalu Anda akan
pertahankan. Jangan. Anda harus coba
cari cara baru. Anda harus menjadi orang
yang melihat peluang baru, terobosan
baru.
Pagi ini saya gemes kalau Anda tidak
mengambil tindakan apapun. Ingat, setan
akan menang saat orang-orang baik tidak
melakukan apa-apa.
Ya, the only things eh setan will win is
when good men do nothing. Jangan.
Setan itu kadang-kadang indah sekali
bentuknya. Dalam bentuk waktu yang
terbuang karena sinetron, dalam bentuk
waktu yang terbuang sementara anak butuh
dibantu belajar. Setan itu datangnya
indah. Indah bagi mata kita, telinga
kita, atau badaniah kita. Tapi kita
harus lawan itu ya. Karena kita kan
makhluk yang paling cerdas nih, paling
punya hikmat ya. Nah, ini teman-teman
saya akan mulai masuk. Kenapa saya harus
mulai dengan refleksi itu dulu? Anda
bayangkan Anda setiap hari dicermin
pagi-pagi atau nanti malam sebelum tidur
Anda gosok gigi dicermin. Anda butuh
waktu lebih panjang daripada biasanya.
Renungkan. Tanya orang itu di dalam
cermin besok pagi you ma apa? Atau kalau
you bikin kesalahan nih hari ini ya
bilang sama orang tuh gara-gara kamu nih
salah nih gara-gara kamu nih misalnya
perut Anda buncit gagal diet gara-gara
kamu nih gara-gara boleh saja Anda harus
diskusi dengan dia. Itu waktu terbaik
saat kita bertumbuh saat kita berhenti
memikirkan yang lain. Berhenti dan mulai
memikirkan tentang diri kita. Dengan
siapa kita berbicara? Dengan ahlinya.
Ahlinya mana? Ada di balik cermin itu.
Ya. Kita masuk ke yang kedua. Unleash
your potential. Apa sih dampaknya?
Kenapa sih repot-repot ee kita harus
analisis? Itu artinya melepaskan buka
kandang gitu biar keluar binatangnya.
The beast-nya itu keluar ya. Kandang
macan, macan yang keluar. Kandang
burung, burung yang keluar. Yang akan
Anda keluarkan itu apa? Binatang yang
namanya potensial.
Dari mana, Pak Mahendra? Saya tahu saya
punya potensial. Anda tidak akan tahu
kalau Anda tidak berbicara dengan
ahlinya. Ya, kalau saya bicara Anda
bicara dengan ahlinya, Anda harus
bercermin. Hanya Anda yang tahu. Ahlinya
lebih tahu lagi. Ya, potensi saya apa
itu harus Anda renungkan, Anda harus
coba. Kalau gagal berarti itu bukan
potensi saya. Kalau ada benih berhasil,
nah mungkin ini benih potensi saya. Ya,
tadi di chatbox saya sudah sampaikan ee
bagi Anda yang pertanyaannya belum saya
jawab, Anda silakan tanya di inbox atau
messenger di sosial media saya. Kalau
Anda tidak ingin terkoneksi dengan saya
juga enggak apa-apa. Anda tetap bisa ee
inbox saya gitu ya untuk cara kita
berkomunikasi. Saya hadir di semua
platform ya. Saya sudah tua tapi saya
enggak mau kalah dengan yang muda-muda.
Nih ini contoh-contoh buat ee
Bapak Ibu di Pemprov Jatim ya. Anda
jangan kalah dengan yang muda. Yang muda
bantu kami yang tua untuk tetap up to
date ya. Jadi saya tetap aktif di semua
sosial media.
Ini adalah ee saya enggak bisa
mengucapkannya ya. Ee tapi saya bisa
bahasa Mandarin dikit-dikit. Saya pernah
tinggal di tempat yang mayoritas bahasa
Mandarin soalnya. Ya, intinya kira-kira
begini. Orang yang memburu dua kelinci
tak akan mendapatkan satuun. Kelinci itu
satu aja lincah. Begitu dua Anda bidik,
Anda harus memutuskan Anda bidik yang
mana. Kalau Anda pemburuh. Begitu Anda
mau keduanya, usaha mau keduanya, Anda
serakah. Kelinci itu pintar dalam grup.
Begitu mereka berlari, mereka berlari ke
dua arah yang berbeda. Anda amati,
mereka bisa menyebar gitu sampai kita
bingung kita mau nembak yang mana.
Karena apa? Kita ingin dua-duanya.
Kita fokus kita ada pada yang sana dan
yang sini. Serakah dan itu mematikan
potensi Anda. Unlease your potential
karena Anda enggak fokus. Ya. Jadi,
Teman-teman yang pertama kalau Anda
sedang ee melihat slide ini, Anda bisa
curahkan 100% perhatian kita pada slide
ini ya ee pada sharing ini supaya nanti
begitu Anda keluar jam 12.00 lebih nanti
ya, Anda bisa menyerap, bisa mencerna,
dan Anda bisa mulai terobosan-terobosan
itu hari ini. Jangan ditunda minggu
depan atau nanti pas liburan apapun ya
atau pas bulan puasa relatif lebih
gampang, Pak. saya nanti akan lakukan
pas saya di bulan Ramadan. Oh, jangan.
Anda bisa mulai nanti jam .00 terobosan
itu ya. Orang yang memburu dua kelinci
tak akan mendapatkan satu pun.
Ini adalah ruangan yang sedang ada di
dalam ruangan Zoom ini. Ada 1000 orang
termasuk saya dan Anda ya, yang punya
ruangan di dalam benak kita, ada di
dalam ee pikiran kita ya. Itu adalah
ruang terbesar di dunia. bukan aula,
bukan stadion gelora apa 10 November ee
atau kalau di Jakarta GBK ya, Gelora
Bung Karno bukan, bukan bandara bukan
apapun. Ruang terbesar
di dalam
di dunia adalah benak kita adalah ruang
untuk improvement di dalam diri kita.
Kita bisa memandang sesuatunya sangat
besar sekali atau sangat sempit sekali.
Anda mau memilih yang mana?
Kalau kita mau eh unlist your potential,
pastikan yang keluar dari kandang Anda
itu jaguar, singa, macan,
beruang gede yang galak, dinosaurus, ya.
Jangan marmut,
hamster. Aduh, sayang banget ya. Anda
ikut 3 jam hari ini, Anda akan
melepaskan dari kandang yang keluar
marmut atau hamster. Aduh, sia-sia.
Bapak, Ibu, para sahabat saya, pastikan
ketika Anda membangun kandang yang ada
di dalamnya itu adalah orang yang sangat
buas yang bernama Mahendra, Agus, Tuti,
Sofyan, Bambang, Nina, Wati, siapapun
nama Anda, itu yang keluar dan itu
adalah binatang buas yang siap
menaklukkan dunia Anda. Ya, saya
kadang-kadang merasa seperti Mario Teguh
ya. Tapi sebenarnya saya bukan
motivator. Saya orang corporate. Tapi
ketika saya berbicara, saya suka
ngomporin. Ya, saya suka ngomporin
karena di kantor kami, saya juga selalu
ee suka melakukan itu. Apalagi kalau
kami dalam masalah waduh kita masukkan
ke kandang itu seekor jaguar, kenapa
yang keluar hamster? Saya enggak mau
itu. Kalau bisa sebaliknya kita taruh
hamster yang keluar beruang. Ya, ini
adalah room for improvement. Hari ini
kita diberi kesempatan untuk improve,
membuat sesuatu yang lebih baik lagi.
Mari kita lihat. Ee saya akan putar
video. Saya tidak tahu apakah sinyal
akan berpengaruh di masing-masing
device, di handphone Anda, di tablet
atau komputer Anda. Tapi akan saya putar
bagaimanapun juga. Silakan Anda lihat.
Ini adalah yang namanya hukum karma.
Good morning.
Morning.
Good morning.
Oke, Bapak Ibu jelas enggak, Mbak? Mbak
jelas, Pak Mahendra walaupun suaranya
kurang terdengar, Pak. Eh, saya akan
kasih kesempatan ulangin sekali lagi
boleh silakan, Pak. Saya ulangi ya
supaya ada gambaran apa yang ini
coherently and
people
god people
influence
at university for teach people to be
articulate because that's the most
dangerous thing you can possibly
[Musik]
Oke,
Teman-teman semua ya, kira-kira ada
gambaran ya
kalau di dalam pepatah bahasa Inggris
itu what goes around comes around ya.
Apa yang Anda lemparkan itu akan kembali
lagi kepada Anda. Anda menabur kebaikan
nanti ada Anda memanen kebaikan bahkan
mungkin lebih besar. Anda menabur benih
kejahatan, Anda akan mendapatkan hal
yang sama bahkan mungkin lebih besar
lagi. Jadi kalau Anda ingin menabur ke
seseorang yang bernama diri Anda,
pastikan hal positif sebanyak mungkin
Anda lemparkan.
Rahardian atauintar
saya mau besok pagi kamu 22,7 m,
m
lalu anda olahraga sebelum bekerja
pada saat jam .00 tank bekerja kamu
segar pikiran, segar badan
mana yang
siap komandan saya bicara dengan orang
di dalam cermin itu dan besok pagi saya
harus memastikan bahwa badan saya,
pikiran saya, emosi saya, hati saya,
nurani saya, semuanya kompak mendukung
saya. Itu yang tadi sesi pertama
kepingan-kepingan yang membentuk
pribadinya Mahindra ini harus kompak,
kompak, kompak.
Jangan sampai besok pagi itu enggak
terjadi.
Yang saya pas gosok gigi malam hari
menjelang tidur saya katakan kepada si
ahli itu ya, Teman-teman. Kalau kita mau
unlist the power within, kekuatan besar
dari dalam diri kita yang selama ini
tersembunyi di dalam diri kita, kita
harus serius. Kita enggak bisa
main-main, ya.
Ini adalah contoh yang paling gampang.
Apalagi kalau Anda di yang bekerja
langsung di unit rekrutmen.
Untuk menutupi kekurangannya, banyak
orang menambahkan hal yang semuh di
dalam CV-nya, di dalam resumenya.
Kalau Anda melihat CV itu bagus sekali,
Anda harus kritis. Ingat ya, salah satu
e ciri khas leader, Anda harus kritis.
Tadi dalam refleksi juga apakah saya
berpikir kritis? Kenapa ee CV ini bagus
sekali ya? Bagi orang yang tidak tahu,
aduh, ini orang ini bagus banget nih.
Ayo kita rekrut, kita panggil wawancara.
Tunggu dulu teman-teman semua, segala
sesuatu yang berlebih Anda harus kritis.
Termasuk ada orang yang aduh, saya
enggak bisa apa-apa. Masa sih enggak
bisa ngapa-ngapa? Aduh, saya orangnya
jelek, saya bodoh. Hati-hati ya. Orang
ini mungkin punya potensi.
Jadi banyak hal semu terjadi di dalam
resume kehidupan kita dan itu kita
biarkan terjadi karena kita memilih
untuk menambahkan hal semu itu karena
kita kekurangan atau kita minder lalu
kita ceritakan hal yang lain yang bukan
tentang diri kita.
Kalau kita punya kebiasaan seperti itu,
pertanyaannya bagaimana mungkin Anda mau
menjadi list, membuka kandang yang
keluar Tiger, yang keluar jaguar dalam
diri dari diri Anda? Eh, enggak mungkin,
Teman-teman
percaya. Enggak mungkin. Tidak ada benih
buruk menghasilkan benih baik. Itu
enggak ada. Benih baik pun kadang-kadang
menghasilkan pohon yang buruk. Tapi
kalau benih sudah buruk, mengharapkan
sesuatu terjadi dengan baik, itu
kayaknya di dunia fantasi ya. Jadi,
Teman-teman, kalau kita memang punya
kekurangan, perbaiki. Akui, admit dengan
rendah hati aku. Oh, ini kekurangan
saya. saya harus perbaiki karena kalau
ini enggak saya lakukan dulu, proses
selanjutnya akan terhambat.
Sequens urutan.
Mari kita lihat.
Ini berbicara
soal apa yang harus Anda kerjakan ketika
Anda siap-siap membuka kandang dari
dalam diri Anda buka. Yang keluar adalah
singa, bukan hamster. Ya. Apalagi Anda
pihara. Sekarang tuh ada kebiasaan orang
memiara belalang mantis ee belalang
sembah ya. Saya lihat kalau di YouTube
tuh di Amerika itu anak-anak muda itu
sekarang miara gitu dilatih dilatih
kayak melatih binatang piaraan anjing
gitu ya. Coba Anda cari di YouTube aneh
piara kok belalang mantis gitu bahkan
diadu ada komput ada turnamennya.
Ketika Anda buka, pastikan yang keluar
adalah binatang itu. Hasle itu kerja
keras. Ayo kerja tanpa henti. Kerja
keraslah sampai you tidak harus
memperkenalkan siapa dirimu. Ingat
resume tadi itu CV. CV itu adalah cara
kita karena kita tidak percaya diri maka
CV itu dipakai untuk memperkenalkan diri
kita ya atau kartu nama ditulis direktur
atau manajer atau konsultan ya. Ee
karena Anda tidak punya nyali untuk
mengatakannya sendiri. Anda harus punya
kertas apakah itu kartu nama, bisnis
card atau CV ya. Padahal itu mungkin
tidak mewakili siapa sebenarnya Anda.
Tetapi kalau Anda orangnya berhasil,
Anda tidak perlu CV, Anda tidak perlu
kartu nama. Karena apa? Apa yang Anda
capai, apa yang Anda lakukan, itu sudah
bukti bahwa Anda punya ketenaran
sendiri. Ya, itu nasihatnya kalau saya
terjemahkan. Hasle. Bekerja keraslah
sampai kamu tidak harus memperkenalkan
dirimu sendiri. orang lain sudah kenal
Cristiano Ronaldo enggak perlu CV. Cara
dia mencetak gol, cara dia menenangkan
setiap klub di mana dia berada cukup
untuk kita mengenal dia. Tidak perlu ada
CV-nya. Ya, bayangkan kalau hidup Anda
itu dari hari ke hari mulai dikenal
karena kinerja Anda bagus, integritas
Anda terjaga, dan Anda punya moral yang
baik, etikanya terjaga juga. Lalu Anda
menjadi teman di kantor Anda, teman yang
baik, baik bagi senior maupun junior.
Sempurna tampaknya, tapi itu penting
bagi Anda. Ya, karena ketika Anda ingin
mengeluarkan binatang buas dari diri
Anda, Anda harus punya perencanaan
kerja.
Anda harus tahu dengan siapa Anda
berguru, dengan siapa saya
bereksperimen, situasi seperti apa yang
harus saya bikin supaya saya tergerak
untuk mengeluarkan singa itu suatu saat.
Ya, mari kita lihat
ini. Ee kalau saya terjemahkan ke dalam
bahasa Indonesia kira-kira seperti ini.
Hidupmu itu adalah pesan kepada dunia.
Jadikan hidup itu kisah yang legendaris
ya, mikit epik. Kalau kita bicara soal
Yulius Caesar ya di kekaisaran Romawi
atau Akiles ya kalau Anda menonton film
Troy. Jadi kehidupannya Akiles itu
sangat epik. Bukan hanya kehidupan yang
rata-rata yang orang lain juga mengalami
ya. Kalau kita bicara soal orang-orang
suci yang ada di kitab suci ya, kitab
suci ee masing-masing ya. Ada orang
tokoh-tokoh yang menjadi inspiratif.
Hidup mereka bukan hidup orang biasa.
hidup mereka justru orang yang epik
mengubah banyak orang, mengubah hidup
banyak orang menjadi lebih dekat kepada
Tuhan.
Kita bisa melakukan itu di tingkat yang
kecil dalam diri kita. Minimal kalau
Anda tidak bisa melakukan itu untuk
kantor Anda, untuk keluarga Anda,
jadikan anak-anak Anda itu bangga. Uh,
mama saya itu superhero. Papa saya itu
luar biasa. Papa saya guru, but he is my
superhero.
Ya, jadi jadikan itu hidup yang
benar-benar beda dari yang lain. Oke,
mari kita terus ya. Ini adalah refleksi
tadi ketika saya masuk ya.
Apakah saya memahami sampai di mana
sebenarnya limit saya? Kalau kita mau
membangun diri kita, kita harus tahu
dari mana kita bergerak. Saya punya
limit apa? Bisa enggak limit itu saya
stretch supaya saya punya potensi dikit
untuk lebih bergerak lebih baik. Apakah
saya punya bernyali? Nah, ini di bagian
pertama nyali itu penting. Nyali untuk
memimpin kepingan-kepingan diri kita.
Kita bawa sekarang untuk unl the power
within. Ya, kalau Anda enggak punya
nyali, belajarnya untuk untuk punya
nyali dulu. Jangan belajar yang lain.
Nyali itu adalah ee apa ya? Korek api
yang menyalakan sumbu dinamit.
Anda harus punya nyali untuk cek
nyalakan sumber dinamik ya. Lalu nyali
untuk apa? Nyali untuk mengakui kita ada
kekurangan.
Caranya gimana? Tolong beritahu saya
harus gimana kalau saya mau ingin
bergerak maju dan rendah hati untuk
meminta bantuan.
ya, banyak orang ee tidak cukup rendah
hati,
terlalu jumawa untuk mengakui bahwa saya
butuh bantuan orang lain. Ya. Yang
ketiga, apakah saya mampu mengambil
peran-peran yang berbeda tergantung
situasi?
Kalau saya di rumah, saya punya bawa
masalah kantor,
ee istri kita, orang tua kita, atau
suami kita akan langsung notice, "Wah,
ini di kantor pasti ada masalah nih." BT
baru diajak ngomong aja sudah
marah-marah. Ya, ingat di kantor kita
punya masalah sampai di rumah kita
enggak punya masalah. Masalah itu
ditinggal di kantor. Ingat teman-teman
ya. Masalah di kantor tinggal di kantor.
Ingat Anda adalah superhero di rumah.
Jangan sampai itu rusak. Image superhero
bagi anak-anak Anda itu rusak hanya
gara-gara masalah di kantor. Besok pagi
Anda selesaikan masalah itu kalau belum
tuntas hari ini. Ya, itu cara kita untuk
mengambil peran dalam situasi yang
berbeda. I superhero. I might not be
superhero today di kantor, but I still
superhero at home. Pertahankan itu. Ya,
ini dikatakan begini. Tanpa ada
perubahan tak akan ada inovasi, tidak
ada terobosan. Ya, siapapun yang memulai
perubahan akan punya peluang lebih baik.
Jadi hari ini Anda punya komitmen dulu
deh, Pak. Saya enggak bisa e sebesar
yang Pak Mahendra sarankan. Enggak
apa-apa. Tapi you start small ya. Anda
mulai dengan yang kecil. Anda bikin
janji kecilnya tulis di taruh di dompet.
Ini harus terjadi 5 hari lagi. Kalau
saya tanya, "Tahun depan Pak Bambang
pengin apa?" "Oh, saya pengin kaya
raya."
Saya enggak akan percaya itu terjadi
kecuali Bapak mengatakan tahun depan
saya pengin punya tabungan R miliar.
Saya akan dukung, saya akan aminkan di
spesifik ya. Kaya raya itu seperti apa?
Ada orang punya uang Rp100.000 sudah
merasa kaya raya karena sehari-hari cuma
punya R5.000.
Saya ingin punya tabungan R miliar.
Amin. Semesta mendukung.
Saya punya tips untuk kita ee unlist
potensial ya. Mulailah dengan kerendahan
hati tadi kan. Kalau kita rendah hati,
kita mau gitu loh, mau punya nyali
bertanya, "Aduh, saya enggak tahu nih,
saya memang lebih tua daripada ee Mbak
Kania misalnya ya. Saya sudah
bapak-bapak, udah udah opa lah, mungkin
saya omnya Mbak Kania ya. Tapi saya
tidak tahu ilmu ini. Yang tahu adalah
Mbak Kania ini. Ya, saya harus punya
kerendahan hati k Mbak Kania. Tolong
dong ajari saya, saya benar-benar blank
nih. Enggak tahu soal ini. Itu dulu ya.
Saya harus mulai dengan rendah hati.
Ya, Bapak, Ibu. Kalau saya boleh bikin
alegori nih, boleh kiasan nih, ya. Hari
ini fungsi saya itu seperti pelayan
restoran dengan serbet di tangan dan
botol air di dalam tangan ee tangan
kanan saya. Saya pelayan yang berdiri di
sudut ruangan. Saya tidak akan hadir ke
meja Anda untuk mengisi gelas Anda kalau
gelas Anda belum kosong. Jadi saya akan
tambahkan Aqua lagi kalau saya melihat
gelas Anda kosong. Tugas saya hanya
mengisi ketika gelas Anda kosong. Kalau
Anda tidak mengosongkan gelas Anda, saya
enggak akan hadir di situ. Nah, masih
ada airnya kok. Anda harus rendah hati
kosongkan gelas itu diminum biar ada
ruang kosong baru lagi untuk menerima
air baru. Itu yang penting. Ya,
meskipun rendah hati, Anda juga harus
percaya diri. Kenapa? Kalau Anda tidak
punya percaya diri bahwa Anda bisa
membuat perubahan besok pagi, enggak
usah lama-lama ya, dari hari ini ke
besok pagi Anda bisa buat perubahan
kecil. Anda tidak percaya diri, "Ah,
saya sudah bertahun-tahun kayak gini
selalu gagal."
Ya, Anda enggak bisa. Anda tetap selain
rendah hati tapi juga percaya diri bahwa
Anda bisa berproses, bahwa Anda punya
peluang meskipun kecil besok pagi sudah
lebih baik. Bahkan nanti malam pun sudah
lebih baik lagi. Yang ketiga, Anda harus
punya komitmen.
Yang keempat, Anda harus punya
konsistensi. empat ini adalah setiap
kali saya memberikan sharing seperti ini
selalu saya bawa. Kenapa? Anda harus
rendah hati untuk menerima hal baru. Itu
adalah pribadi pembelajar. Kalau bukan
pribadi pembelajar kemungkinan Anda
tidak rendah hati. Yang kedua, harus
punya percaya diri bahwa oh ada peluang
bagi saya mempelajari sesuatu dan saya
menjadi punya ilmu lebih banyak atau
punya skill lebih baik. Ya. Komitmen.
Komitmen itu anda perlukan untuk segera
memulai. Karena Anda rendah hati, Anda
percaya diri, tapi semuanya masih di
awang-awang. Anda tidak komit untuk
segera memulai perubahan itu. Percuma.
Nanti jam 12 selesai kurang lebih ya.
Anda bikin tulisan kecil, taruh di
dompet. Saya komit, saya akan mulai
berubah. Enggak usah yang ee
hebat-hebat, yang kecil saja. Misalnya
rokok satu bungkus 1 hari, besok saya
akan mulai merokok dua puntung saja, dua
dua batang saja. Hal yang sederhana
seperti itu ya. konsisten. Konsisten itu
adalah menjaga komen tetap terjaga
sampai terakhir proyek itu selesai.
Buka toko itu gampang loh. Anda tinggal
daftarkan isi toko. Tapi apakah bulan
depan masih buka itu hal yang lain. Anda
harus konsisten supaya apa yang Anda
mulai dengan komitmen itu accomplish
pada akhirnya terjadi, selesai, final.
Anda bikin komitmen baru untuk
pembelajaran baru lagi. Ya,
ini adalah keterangannya. Ya, Anda
jangan sok tahu ah yang akan diomongkan
Pak Mahendr ini saya sudah tahu. Anda
sudah mulai tidak rendah hati apa yang
diomongkan. Ee saya punya mentor
mengajari saya seperti itu. Saya tahu
yang diomongkan mentor saya sudah
diomongkan minggu lalu atau bulan lalu.
Saya akan tetap dengar karena mungkin
itu reminder ya. Jadi ee harus ee tetap
jangan sok tahu ya. Yang ada prinsip
lagi, kerendahan hati itu disukai
rezeki. Kalau kita tidak tahu, orang
berlomba-lomba memberitahu.
Orang berlomba-lomba memberitahu. Kalau
kita tidak rendah hati, satu pun enggak
ada yang datang. Enggak suka sama kita,
woh orangnya sok tahu, sombong. Tapi
kalau kita tidak tahu, bisa aja hari itu
10 orang datang memberitahu atau memberi
bantuan,
rezeki datang. Ya. Yang ketiga,
kerendahan hati beda dengan rendah diri.
Rendah diri itu minder. Kita tidak boleh
minder. Kita makhluk ciptaan yang yang
Tuhan itu desain untuk pemenang.
Ya, enggak mungkin kita menghina
pencipta kita dengan rendah diri. Ah,
aku cuma gini. Oh, Tuhan kalau
menciptakan ciptaannya pasti baik.
Enggak cuma, enggak ada kata cuma, cuma
segitu-gitu aja enggak. Kita menghina
sang pencipta. Maka kita harus
menghindari minder itu. Kita hormati
sang pencipta kita dengan memberikan
yang terbaik. Rendah hati ya, rendah
diri jangan ya. Rendah diri jangan. Itu
minder. Percaya diri. Apa sih percaya
diri? Ada lagu topi saya bundar ya. Topi
saya bundar. Bundar topi saya. Kalau
tidak bundar bukan topi saya. Pakai ini.
Aku pasti bisa. Pasti bisa aku. Kalau
tidak bisa pasti bukan aku. Oke. Kalau
tidak bisa pasti bukan aku. Katakan itu
pada orang di balik cermin. Aku pasti
bisa. Kalau tidak bisa, tidak bisa pasti
itu bukan aku. Ya. Oke. Selama ini ada
orang-orang yang enggan memacu
adrenalin. Adrenalin itu apa sih? Nyali
untuk mencoba sesuatu yang baru. Seorang
pelaut punya anak. cara dia ee cara dia
memberitahu anaknya ayo kita melaut
adalah dengan cara ee untuk melepaskan
kakinya dari tanah di pantai. Kalau kamu
tidak pernah melepaskan kakimu dari
tanah pasir di pantai ini, kamu tidak
akan pernah melihat sisi lain di ujung
cakrawala sana. Kamu harus lepaskan
tanah itu. Memang tanah itu nyaman, aman
ya dari ombak. Tapi kamu harus lepas
itu. Siapa tahu di ujung sana ada tanah
lain yang lebih indah.
Atau di tengah gelombang itu ada ikan
yang banyak, ada adrenalinnya. Iya. Tapi
look at what the opportunity ya
peluangnya. Wah, dapat ikan banyak,
pemandangannya lebih bagus dan mungkin
di pulau lain yang tidak kelihatan di
cakrawala begitu kita datangi. Oh, jauh
lebih bagus ya.
Kita hanya bisa melihat apa yang ada di
e ini ya. Cara bila kita mulai mendayung
ke tengah, bila kita punya nyali ya saya
itu dinasihatkan sama mentor saya ya.
Beliau sudah tua. Setiap tahun minimal
kamu tuh satu kali naik roller coaster
Mahendra ya. Roller coaster di Indonesia
mungkin ada beberapa tempat lah di
perumahan-perumahan sekarang sudah mulai
banyak ya di kompleks-kompleks. Kenapa
roller coaster itu tampaknya hanya
terjadi 1 menit atau 1 seteng menit tapi
kita macuk adrenalin. Kalau kita bisa
rutin setiap tahun macuk adrenalin itu
hidup kita akan baik-baik saja. Karena
apa? Ketakutan terbaik eh ketakutan ee
terbesar manusia pertama adalah fisik.
Takut luka ya. takut terluka, takut
patah tulang ya. Padahal seharusnya
ketakutan terbesar kita adalah kita
tidak punya masa depan karena kita tidak
bisa memenangkan ee kehidupan.
Harusnya yang takut bukan fisiknya dulu,
tapi secara alamiah kita takut luka. Itu
aja ya. Anda Mahindra, kamu setahun
sekali naiklah roller coaster. Kalau
Anda punya kesempatan ke Singapura, ke
mana ya naiklah roller coaster. Saya
naik roller coaster setiap kali saya
berkunjung ke tempat yang ada roller
coasternya.
Lalu hanya kita yang benar-benar bisa
menolong diri kita. Maka bicaralah
dengan ekspert itu di balik cermin.
Diskusikan apa rencana kita, apa
kekurangan kita yang akan kita cover.
Ya, bekerja bekerja samalah dengan dia,
dengan si eksert itu supaya Anda bisa
bertumbuh.
Komitmen. Nah, komitmen diperlukan untuk
segera memulai. Jangan hanya wacana,
cuman omdo, omong doang. Jangan ya.
Komit mulai kapan? Habis ini ya nekat.
Habis ini mulai misalnya baca buku. Saya
sekarang setiap hari akan baca buku 15
menit atau 10 halaman. Baca. Tanpa
komitmen kita tidak akan benar-benar
serius memulainya.
Tanpa konsistensi kita tidak akan
berhasil menyelesaikannya.
Cuman mulai doang sampai enggak tahu
kapan rumah ini selesai, bangunan ini
selesai. ya.
Jadikan kebiasaan baru ya. Ini nanti
akan saya bagikan ee melalui ee Mbak
Kania. Tadi ada yang bertanya di
chatbox, apakah materinya boleh
dibagikan? Boleh ya. Kalau saya
membagikan ini itu artinya ee saya punya
teman seperjalanan dalam mengembangkan
diri. Ya, senang kalau 1000 orang ini
dapat materi ini. Sama-sama kita
berjalan bersama. Efek personal itu apa?
Ada psikis, emosi, intelektual,
spiritual, dan fisik. Tuh, fisik di
terakhir kan? Karena apa? Kalau hidup
kita di nomor 1 2 3 termasuk hubungan
kita dengan sang pencipta, dengan Tuhan,
dengan Allah, ya itu baik. Fisik itu
mengikuti kok. Mungkin bentuknya enggak
menarik tapi sehat ya. Anda mungkin
tetap gemuk tapi gemuk yang sehat. Jadi
apa? Langsing ramping tapi enggak sehat
buat apa? Ya itu kadang-kadang kita lupa
bahwa efek dari potensi diri dilepaskan
itu adalah lima hal itu.
Ya, saya akan skip di sini ya. Saya akan
skip di keterangannya masing-masing ya.
Nanti Anda akan mendapatkan karena ini
naratif ya, ada intelektual, ada
spiritual, lalu ada fisik. Doa ya ini
spiritual lalu ada fisik badaniah
ragawi. Tadi saya sudah sampaikan ya.
Kalau 1 2 3 4 itu selesai kita lakukan
dan itu menjadi habit kita. Nomor lima
itu datang sendiri bonus ya. Hidup kita
itu fisik kita itu menjadi menarik ya.
Ini yang saya perlukan dari Anda. Ya,
yang saya perlukan dari Anda adalah
keinginan yang kuat untuk mulai berubah.
Kecil saja enggak apa-apa ya. Tahu
enggak barang-barang kecil itu bisa
mengubah Anda menjadi orang baik atau
orang jelek?
Kriminal yang besar, ya, koruptor besar
yang mungkin nyurinya triliunan itu
enggak sekali pertama kali nyuri
langsung triliunan. Dia nyuri dulu 1000
perak, 5.000 perak. Akhirnya karena
enggak ketangkap jadi 1 miliar 1 triliun
ya. Hal-hal kecil itu dampaknya besar
bisa untuk menjadi yang baik atau
menjadi yang buruk. Si nenek ini kalau
saya pikirkan ya ee wajah seperti itu
pasti mendekati 80 atau mungkin malah
lebih. Tapi dia memiliki keinginan kuat
untuk tetap menjadi sehat. Menua itu
keniscayaan. Kita semua akan menua tapi
menjadi tetap sehat bersahaja. Itu
pilihan. Ya, kita semua akan menua ya.
Setiap 1 jam lewat kita menua 1 jam, 1
hari lewat kita menua 1 hari. Anda mau
lawan dengan apa? Tapi Anda punya
pilihan yang Anda bisa lakukan. Meski
tua Anda tidak pikun. Meski tua Anda
tetap sehat. Meski tua Anda dijauhkan
dari obat-obatan ya jarang sakit. Anda
punya pilihan itu will power anda
kemauan yang kuat ya untuk melakukan
perubahan itu.
Bagaimana Anda tahu bahwa Anda telah
mencapai kemajuan? Caranya ngecek gimana
dalam proses ini?
Unlist the power within. Ya, Anda wajib
membuat catatan latihan. Itu yang tadi
saya bilang sudah zaman teknologi,
handphone, laptop, tablet, ya. Saya
masih punya blocke, ya. Blogne kecil ya.
Saya bisa tunjukkan nih ya. Saya block
kecil tipis. setiap hari saya bawa
dengan ballpo saya catat kalau saya naik
ee kereta api ee KRL ya ee kereta dalam
kota atau bus e Trans Jakarta, saya
catat kejadian-kejadian di dalam ruangan
kabin itu orang ngomongin apa?
Ada isu apa yang sedang hype ya, sedang
hit. Saya catat, saya tulis untuk
kompas. Saya diberi kompas ee apa? Kolom
untuk dua hal. Yang pertama tentang
tentang ee kemandirian sebuah bangsa.
Yang satu lagi profesi saya, saya di
teknologi, saya diberi kolom yang
namanya futurism. Cari saya di
Kompas.com. Ya, saya banyak menulis
tentang teknologi, tentang kemajuan
zaman gitu. Ee dan apa yang harus kita
lakukan untuk mempersiapkannya. Itu saya
bikin catatan. Ketika Anda mencatat,
Anda mengingat dua kali. Anda, tangan
Anda mengingat, otak Anda mengingat. Ya,
jadi Anda mencatat ee dua kali. Biasakan
itu. Itu baik sekali mencatat manual
itu. Yang kedua,
Anda harus mengeksplorasi atau
bereksperimen dengan solusi.
Misalnya hal yang sederhana saja. Kalau
malam ini jam 15 saya ada pilihan nih
nonton sinetron lanjut bola atau
mengerjakan buat besok. Kalau saya
lakukan akhirnya saya memilih saya
mengerjakan buat besok. Anda eksperimen.
Oh ternyata paginya saya lebih tenang
sudah beres.
Saya bisa lebih produktif. Pagi bangun
senang karena tidak ada hutang, tidak
ada hutang kerjaan.
Eksperimen. Kalau hal ini pola yang sama
ini saya lakukan untuk hal-hal yang
lain,
mungkin hidup saya akan menjadi lebih
bahagia.
Ya, eksperimen ya.
Wah, kan saya ini ya. Lalu timear tadi
saya bercerita soal kesadaran akan
waktu. Ingat waktu itu eh ada pepatah
yang mengatakan time exist and expires
at the same time. Waktu itu ada dan
tiada saat bersamaan. Ketika saya bicara
1 detik 2 detik sudah lewat ya. Jadi
waktu itu ada dan tiada. Anda berhenti,
waktu tetap berjalan. Anda berjalan,
waktu berjalan. Anda berlari, waktu
tetap berjalan. Seperti yang konsisten
adalah waktu. Yang tidak konsisten
adalah kita. Jadi kita harus tahu setiap
hal yang kita bikin dalam perencanaan
hidup kita akan potensial itu ada
deadline-nya. Misalnya begini, bulan ini
saya akan fokus, saya akan ee potensi
saya untuk hidup disiplin saya akan
garap bulan ini. Saya enggak akan
lain-lain satu ini aja deh. Bulan depan
saya ingin ee bagaimana saya
berjejaring. Bulan depannya saya akan
menghubungi orang-orang yang saya anggap
bisa membantu saya. saya akan
berjejaring. Oh, saya akan berjaring
dengan Pak Mahendra, saya akan berj Pak
Kania, saya akan berjaring dengan Pak
Renat Kasali. Ya, ya beliau termasuk
mentor sayalah untuk bidang-bidang e
terkait disrupsi. Ya, berjejaringlah dan
jadikan itu projek hidup Anda. Jangan
Anda hidup sendiri menikmati YouTube,
menikmati apapun game, jangan. Hiduplah
berjejaring. Itu yang membantu Anda
membesarkan hamster di dalam hidup Anda
menjadi singa atau jaguar ketika Anda
buka kandangnya.
Hm. Time aware ya.
Nah, ini adalah ada satu batu sandungan
nih. Berbeda dengan binatang apalagi
tumbuhan ya. Manusia itu adalah
satu-satunya makhluk hidup yang bisa
membenci waktu. Kita masih bicara soal
time aware ya, kesadaran akan waktu ya.
Atau sebaliknya sangat ekstrem
mencintainya. Ada orang pengusaha yang
time is money. Jadi semua hidupnya
dicurahkan untuk mengisi setiap menit
itu dengan pundi-pundi baru. Lupakan
keluarganya, lupakan kesehatannya
sendiri, lupakan kehidupan sosialnya,
lupakan kehidupan spiritualnya, tidak
berterima kasih kepada Tuhan. Ya, ada
yang ekstrem mencintainya atau
membencinya. Siapa yang benci hari
Senin? Banyak. I hate Mondays. Saya dulu
sempat berpikir gitu. Setelah saya
pikir, I hate Mandai Friday juga
ternyata ya. Ternyata Senin sampai Jumat
itu saya enggak suka soalnya kerjaannya
banyak. Tapi saya punya kesadaran akan
waktu.
Kalau saya saya punya masalah di hari
Senin, saya tunda kerjakan di hari
Selasa. Masalah di hari Selasa saya
tunda di hari Rabu atau Kamis. Saya
hanya mengumpulkan masalah baru.
Anda harus mencintai setiap hari sebagai
kesempatan untuk ee pertama bertumbuh
ya. Setiap hari adalah kesempatan baru
untuk bertumbuh. Yang kedua adalah untuk
mengoreksi kesalahan-kesalahan atau
kekeliruan kita. Setiap hari itu kita
punya kesempatan untuk membuat sesuatu
lebih baik atau memperbaiki yang kemarin
buruk.
Jangan idle, jangan, jangan seperti
pohon gitu loh. Bertumbuh tapi cuma di
tempat itu. Itu pun yang menumbuhkan
bukan dia sendiri. Yang menumbuhkan
adalah tanah dan nutrisi beserta airnya,
bukan pohon itu sendiri. Kita punya
kehendak bebas untuk bertumbuh dan tidak
bertumbuh. kita mau pilih yang mana ya.
Orang-orang yang ee sadar waktu itu
adalah orang-orang yang biasanya komit
karena sadar bahwa saya menua. Orang
yang sedang berhadapan dengan saya pun
juga menua. Yang bagi dia urgensi
misalnya ada orang butuh donor darah,
bagi dia urgensi, bagi saya ya saya
nolongnya nanti ya saya carikan teman ya
saya blas di grup WA saya ya. Siapa tahu
ada yang punya darah yang sama. Wow itu
orang yang enggak komit. Kita harus
pikirkan orang itu dia butuh darah itu
hitungannya detik. Setiap detik berlalu
itu resiko kematian orang yang butuh
darah itu. Kita harus menempatkan diri
itu. Nah, orang yang bisa seperti itu,
orang yang punya komitmen itu kan untuk
sukses. Sukses lebih tinggi. Ya,
ini adalah hal yang harus Anda hindari.
Setiap alarm, apakah itu di jam tangan
Anda, di handphone Anda, jamwak Anda,
ada fasilitas yang namanya snus.
Teman-teman, stop pakai itu. Jangan
pernah dipakai lagi ya. Jangan pernah
dipakai lagi. Karena apa? Begitu Anda
snose supaya nanti 5 menit lagi
berbunyi, Anda sudah loose. When you
snoose, you lose. Ya, jadi kalau Anda
main-main dengan waktu, Anda akan
kehilangan waktu. Baik, saya akan akhiri
di sini. Saya akan buka dengan tanya
jawab. Mungkin masih ada. Saya masih ada
beberapa slide yang akan saya tayangkan
nanti seturut dengan perkembangan
diskusinya ya. Masih ada beberapa slide
saya akan tutup, Mbak. Saya kembalikan
waktunya kepada Mbak Kania untuk tanya
jawab.
Baik, terima kasih Pak Mahendra untuk
pemaparan materinya
ya.
Sangat-sangat menginspirasi sekali Pak.
Terima
kasih
pesan dan pesan dari para peserta di
kolom chat BX itu sangat menginspirasi
sekali. Baik, untuk ee sesi ini mungkin
kita bisa memilih dua pertanyaan ya, Pak
Mahendra.
Heeh. Eh, yang pertama itu dari eh
Ibu Bertianda Ayu Waskita. Beliau
bertanya,
"Pak Mahendra, bagaimana individu dapat
memunculkan si ahli dalam dirinya agar
mampu unl her or his potential?"
Oke.
Dan bagaimana dapat mtain tersebut agar
selalu konsisten dan melekat dalam diri
kita sehari-hari?
Oke,
Ibu. Ee Ibu siapa tadi namanya ya? Ibu
Bu Bertianda. Ibu Bertianda ee pertama
kali saya melakukan ini sudah
bertahun-tahun yang lalu, sudah lama ya,
karena ini saya ambil dari pelatihan
yang saya ikuti itu sulit sekali untuk
mengakui bahwa ada ert di dalam hidup
kita.
Seolah-olah are you fo uh bego banget lu
Mahendra ee apa kayakkayak gitu
dilakukan gitu ya. Lalu saya menyadari
bahwa orang yang bisa membantu diri saya
sendiri adalah saya sendiri.
yang paling jujur terhadap diri saya
sendiri adalah saya sendiri.
Ada beberapa hal yang saya sembunyikan
dari mentor saya. Ada beapa hal yang
sifatnya private saya sembunyikan dari
mentor saya. Tapi dengan orang ekspert
pertama kita harus mengakui eksistensi
si expert itu sendiri di dalam cermin
itu. Bahwa itu dia ada, bahwa dia ada di
depan kita. Lalu dia orang yang paling
tahu tentang rahasia saya.
Saya mau rendah hati, dia tahu. Saya
tidak rendah hati pun dia tetap tahu.
Saya mau sembunyikan, oh, dia tetap tahu
kok. Jadi pertama adalah mengakui,
karena ini seperti role playay ya, kita
roleplay tapi sendirian. Mengakui bahwa
ada orang lain dalam kehidupan kita,
yaitu si ekspert itu di dalam cermin.
Bagaimana kita bisa memanfaatkan ee
momen itu ketika kita sedang berdua
bersama si ekspert itu. Nomor satu, akui
bahwa dia eksis.
Ya, jangan Anda wah saya berhalusinasi,
saya berilusi. Kalau Anda lakukan itu di
tempat umum, orang akan bilang seperti
itu. Ini masalahnya di kamar mandi kok.
Ya, ini adalah latihan pribadi ya. Anda
itu adalah saat terbaik ketika Anda
berbicara dengan orang di balik cermin
itu. Itu adalah saat terbaik untuk
mengapresiasi, memberikan respectek
terhadap diri Anda sendiri.
Kalau itu lakukan di tempat umum, Anda
baru bego. Kalau Anda lakukan itu di
tempat yang aneh-aneh gitu ya, terbuka,
wah mahendra ini udah sakit jiwa nih.
Ya, seperti itu ya. Tapi bukan maksud
saya untuk mengatakan ee bahwa ini
adalah latihan paling paling tepat
bukan, tapi Anda cobalah. Karena apa?
Saat terbaik untuk mengenali diri kita
sendiri adalah saat kita diam. Tidak
diganggu dengan opini orang lain. Diam.
kita hanya berdiskusi dengan orang di
balik cermin itu ya. Pertama dia kita
harus sadari bahwa dia eksis
apa bahasa lain dari si dia itu? Bahasa
lain dari identitas si ekspert itu.
Bahasa sehari-harinya adalah hati
nurani.
Ya, yang ada di balik cermin itu lebih
jujur daripada kita, lebih genuin
daripada kita. Saat kita ragu, kita akan
melakukan suatu kejahatan kecil. Ngambil
enggak? Ngambil enggak ya? Ngambil duit
enggak ya? Ketika kita berbicara di
depan cermin itu, orang cermin itu akan
mengingatkan kepada kita, "No, jangan
ya."
Jadi dengan mengakui bahwa dia ada,
bahwa hati nurani ada, si ekspert itu
yang ada di balik cermin itu ada, kita
sudah selangkali maju daripada
orang-orang lain. Ya, itu adalah latihan
diri kita terhadap diri kita sendiri.
Tentu harus di tempat yang tertutup ya,
tetap yang hanya ada kita dan dia dalam
tanda petik.
Yang kedua, ada empat hal yang harus
Anda bawa. Kalau Anda masih ingat, apa
empat hal itu? Satu, Anda harus rendah
hati. Dua, Anda harus confidence. Tiga,
Anda harus punya komitmen sekaligus
konsistensi. Komitmen untuk memulainya,
konsistensi untuk menyelesaikannya.
Tapi Anda harus mulai dengan kerendahan
hati. Kalau Anda rendah hati,
pikiran untuk mengambil uang di kantor
atau ee apa istilahnya? Curang, berbuat
curang, kalau Anda punya keran hati, ada
ruang yang luas untuk orang di balik
cermin itu mengatakan tidak. Itu adalah
nurani kita.
Ya. Jadi, Anda harus mengakui bahwa itu
ada hati nurani itu ada alter ego kita
itu ada. Dan saat terbaik untuk
menyadari itu adalah saat kita berbicara
dengan diri kita sendiri di dalam
cermin. ini adalah latihan kepemimpinan
pribadi. Yang kedua, Anda harus punya
keempat senjata itu. Kira-kira begitu,
Ibu, ya. Anda bisa mulai latihan ini
kapanpun, ya. Dan Anda tidak harus
lakukan setiap hari. Anda bisa lakukan
itu ee di bilaana Anda merasa perlu.
Anda butuh expert talk, ya. Anda butuh
seorang ahli untuk bicara dengan Anda.
Itu ada, Mbak, ada yang ee ada bertanya
itu, "Tolong pertanyaan saya ee dijawab
karena penting buat anak saya. Ee boleh
itu, Mbak, ada kayaknya yang menanyakan
kayaknya ada urgensi ya."
Baik.
Saya tidak tahu dari siapa ya.
Boleh dibantu atas nama siapa ya, Pak?
Atas nama Ibu Kristin Fliana
ya. Ibu
minta tolong pertanyaan saya ditanyakan
ya, Mbak, karena sangat penting buat
anak saya. Apa ya pertanyaannya? Mungkin
ada e scroll up sebelumnya ya.
Boleh diulangi kali ya, Bu ya? Diketik
ulang Bu supaya ada di bagian paling
bawah
atau mungkin Ibu Kristin bisa kita
undang untuk open mic
yang mana
Ibu Kristin mungkin bisa kita ee buka
aksesnya untuk bertanya langsung ya, Pak
Mahendra.
Silakan. Silakan. Monggo, Bu.
Silakan, Ibu Kristin.
Oke, sembari menunggu dari tim untuk ee
membuka akses Ibu Kristin Fliana. Sambil
menunggu Pak, ada satu pertanyaan lagi
ya, Pak di kolom chat. Sebenarnya
banyak, tapi kita karena keterbatasan
waktu dan kita mengkurasi beberapa
pertanyaan, Pak. Jadi untuk pertanyaan
berikutnya dari Bapak Hendro Prastio. Ee
Bapak apa sajakah tips rutinitas untuk
dapat menstabilkan integritas atau
kualitas diri dengan pribadi yang sering
up and down?
Oke.
Atau karena dampak lingkungan yang tidak
support sistem?
Hm.
Atau adakah special treatment untuk
upgrade diri?
Hmm. Baik, langsung saya jawab ya, Mbak
ya. Baik. Eh, Pak ee saya lupa lagi
namanya Bapak siapa tadi ya? Mohon maaf.
Bapak
Hendro.
Pak Hendro. Pak Hendro ee ada tips yang
sederhana sebelum kita memutuskan untuk
meng-upgrade melihat lingkungan kita,
mungkin kita ee pakai eksperimen, Pak.
Anda catat ee katakan 3 bulan terakhir
lah, enggak usah panjang-panjang. Atau
kalau Anda mau yang lebih panjang ya 1
tahun terakhir. Hal-hal apa yang membuat
Anda ragu-ragu?
Ya, ini sangat bagus latihan ini. Saya
biasa biasanya mencatat beberapa kasus
karena saya rajin menjurnal baik di
kantor maupun di pribadi. Saya rajin
menjurnal. Kalau Anda lihat di handphone
saya di kalender ya saya pakai Android
ada kalender Android itu penuh sekali.
Saya rajin menjurnal. Jadi kalau saya
mau tarik mundur tanggal sekian ada
kejadian apa atau dalam peristiwa apa
saya berhubungan dengan siapa. Saya
catat kapan terjadi di mana Mahendra
ragu
dan ee apa yang menyebabkan keraguan.
Ingat di dalam diri kita itu ada banyak
pribadi-pribadi kecil-kecil ya yang tadi
saya sebutkan. Ada emosi kita, ada
preferensi kita, ada hasrat kita, ada
ambisi, ada hati nurani ya. Ada hati
yang ya yang ya hati biasa ya bukan
nurani ya. Ada lagi keinginan badaniah
kita. Di dalam hidup kita sendiri itu
ada
banyak ee ada banyak teman kita yang
harus kita satukan itu. Kita cek pada
saat sebulan yang lalu saya saya ragu
mengambil suatu keputusan penting di
kantor. Itu apa ya faktor apa yang
membuat saya ragu? Saya catat, saya
selidiki.
Lalu pada saat ada kasus baru lagi, Anda
pakai yang harus saya redam adalah si
anak ini, anak ini dalam diri kita.
Anda harus punya ee sensor
yang ada di dalam diri kita itu ya
anak-anak kecil itu yang namanya hati,
ambisi, hasrat semuanya itu itu harus
kita balance ya.
Jadi cara saya yang ee terbaik adalah
mencatat kapan saya menjadi peragu.
Kenapa? Karena kalau kita itu tidak ee
belajar untuk menjadi tidak peragu, kita
akan susah move on. Dikit-dikit
ragu-ragu apa kebanyakan pertimbangan.
beberapa hal mungkin perlu pertimbangan
lebih panjang, tapi peragu itu adalah
kebiasaan.
Untuk hal yang kecil pun mikirnya lama
gitu, padahal sesuatu yang urgen. Ya,
kira-kira seperti itu, Pak. Apakah sudah
menjawab? Kurang lebihnya itu adalah
latihan paling mudah. Ingat dalam
peristiwa apa saja, katakan lima
peristiwa ee yang lalu ee saya ada dalam
posisi ragu-ragu. Siapa dari pribadi
saya yang membuat ragu-ragu?
Apakah soal moral saya
atau apa gitu yang membuat saya menjadi
ragu waktu itu apa?
Kira-kira seperti itu ya, Pak Hendro ya.
Baik, terima kasih Pak Mahendra. Ee
sembari menunggu Ibu Kristin, silakan
Ibu langsung menulis pertanyaannya
kembali di kolom chat BX.
Lalu mungkin ada satu pertanyaan lagi
ya, Pak ya. Boleh saya sampaikan dari ee
Ibu Supartini Sukendar.
Menarik sekali berbicara tentang waktu.
Saya termasuk orang yang kurang time
aware. Misalnya saya ingin memulai
sesuatu pada jam yang ditentukan, tapi
tiba waktunya saya tiba-tiba beralih
menganggap hal itu bukan penting lagi
bagi saya.
Heeh.
Dan sering ini saya sesali. Mohon tip
menganggap peran diri, rencana diri
penting ketimbang yang lain, Pak. Oh,
oke. Ee Ibu ee mungkin seringsering
mendengar istilah beyond time ya. Be on
time itu ayolah mbok yang tepat waktu,
rapat tepat waktu. Orang Indonesia itu
dikenal ya saya kadang-kadang malu ya.
Tapi sebenarnya enggak juga sih. Di
Singapura, di Malaysia mereka juga punya
masalah yang sama ya. Selalu ada bumper
gitu. Tapi nasihat terbaik di zaman
sekarang ini bukan be on time tapi PBBT.
Please be time.
Kalau Anda jam kerja jam 0.00, Anda
datang jam 0.00 absen, Anda masih sah
disebut tidak terlambat.
Tapi apakah Anda puas dengan cara
seperti itu? Itu Anda menipu diri Anda
sendiri yang ingin mengunlis
jaguar dari badan Anda.
Please be time itu adalah Anda datang
sebelum waktu yang di ee yang diminta.
Ya, misalnya yang paling paling gampang
adalah besok rapat jam 10.
Ya, Anda jam 10 kur 10 kurang sudah ada
di situlah. Jadi kalau Anda ada hal yang
belum beres masih punya waktu ee 10 15
menit. Jadi ketika jam 10 semua orang
sudah siap untuk memulai rapat ya. Anda
cuma berkorban tambahan 5 menit, 10
menit saja untuk PBBT. Please be time.
Jangan be on time lagi. Karena be on
time terbukti
eh disalahgunakan dan disalah artikan.
Ya. Anda bekerja jam 0.00 itu artinya
Anda mulai bekerja bukan jempolnya di
mesin absen.
Kira-kira seperti itu ya Ibu.
Baik. Terima kasih, Pak. Eh, nah ini
sudah ada pertanyaan dari Ibu Kristinal.
Saya bacakan ya, Pak.
Bagaimana caranya menaikkan kepercayaan
diri anak?
di mana orang tua mempunyai nama besar
di bidang itu karena si anak merasa
dibanding-bandingkan.
Memang ada beberapa orang yang
membanding-bandingkan dan saya
sebenarnya risih juga, tapi kita tidak
bisa menyalahkan semua orang,
tapi mindset kita yang harus dirubah.
Mohon petunjuk, Bapak.
Oh, baikbaik. Oh, berarti ini yang ee
ini yang tadi saya sempat sampaikan di
sesi pertama ini, Mbak, ya. Jadi, opini
orang lain itu yang menentukan
pertumbuhan anak ini. Benar enggak?
Karena kan yang membanding-bandingkan
bukan ibu bapaknya kan, tapi orang-orang
lain. Karena orang lain mengenal orang
tuanya punya nama besar. Betul. Boleh
dikoreksi ya kalau enggak salah. Seperti
itu tulisannya
ya. Saya pengin tahu yang
membanding-bandingkan itu kata
orang-orang lain atau dari keluarganya.
Kalau itu dari keluarganya sendiri ya
stop. It's not wise. Itu bukan sesuatu
yang bijaksana. Stop. Ya, setiap orang
tuh punya keunikan. nama besar ee tidak
harus sama di bidang yang sama atau di
preferensi yang sama. Mungkin dia akan
menciptakan nama besar yang lain untuk
bidang yang lain atau preferensi dia
atau dia tidak butuh nama besar ya. Dia
hanya butuh aktualisasi diri. Saya bisa
memberi manfaat kepada pertumbuhan diri
saya dan memberi manfaat bagi orang
lain. Ya kalau itu opini orang lain. Ah
orang tua nih peran nih. Orang tua perlu
berperan. Kalau anak ini mendengar opini
orang lain, suka banding-bandingkan dia
dengan orang tuanya. Ah, ini kesempatan
terbaik untuk anak ini. Nanti di-share
jugalah ee diterjemahkan dengan lebih
baik materi saya ke dia. Bahwa kita itu
jangan ee ee membesarkan ketika kita
memasukkan dalam pertumbuhan ya marmut
kecil menjadi marmut besar. Jangan.
Kalaupun kita hanya taruh hamster di
badan kita dengan pertumbuhan kita,
nanti ketika kandang diri kita kita buka
yang keluar jaguar itu tujuan kita. Ya
kadang-kadang ee hidup kita itu terlalu
dikendalikan oleh opini orang lain.
Gambar remote control tadi itu benar
sekali. Kita yang punya kehidupan, orang
lain yang mengontrol kita karena opini
kita. Kamu enggak bisa Mahendra. Kalau
saya amini, saya enggak bisa beneran.
Masalahnya apa? Saya lawan. Semakin
orang bilang enggak bisa, wah saya akan
saya akan pastikan saya bisa.
Saya tidak perlu membuktikan di depan
dia, tapi cukup membuktikan pada diri
sendiri bahwa apa yang dia katakan itu
angin lalu. Ya, hanya angin lalu. Kita
itu enggak enak loh ya, Ibu Kristin ya,
hidup dari opininya orang lain.
Oh ya, saya ingin kasih tahu semua yang
ada di sini ada 1000 orang nih
kayak hidup mengalir seperti air. Kita
itu hidup mengalir saja seperti air.
Jangan dulu enggak apa-apa. Kita harus
yang membentuk ke mana air pergi.
Kalau hidup seperti air, pipanya atau
lekuk sungainya itu membawa kita ke
tempat yang enggak enak, kecomberan atau
keeg. Aduh, jangan. Jadilah kita yang
mengalirkan air itu ke mana tempat
memberi manfaat paling banyak. Jadilah
kita itu bendungan mengalirkan air ke
sawah. Jadilah kita itu ee mesin pompa
air mengalirkan air ke setiap kamar
mandi dan basah staffel. Jadi, kita itu
memberi manfaatnya itu jelas.
Ya. Jadi untuk si kecil Anda bisa japri
saya di sosial media saya silakan kalau
nanti misalnya mau minta kepada Mbak
Kania misalnya mau minta nomor nomor WA
saya juga silakan saya kasih akses.
Untuk sesuatu yang sangat spesifik ini
kita bisa ngobrol atau melalui eh
Messenger. Silakan. Saya tidak bisa ee
memberikan jawaban yang pasti karena ini
hanya pemahaman saya mengenai pertanyaan
itu. Tapi kira-kira jangan sampai hidup
kita apalagi hidup si kecil anak ee anak
ee Anda itu dipengaruhi oleh opininya
orang-orang.
Nanti hidup dia akan menjadi apa yang
orang-orang desain buat dia.
Suatu saat orang ini sudah besar, anak
kita sudah menjadi besar, dia masih akan
membawa desain itu. Kasihan banget.
Jangan ya. Mumpung masih bisa ada waktu,
ayo kita beri dia kebesaran hati untuk
memelihara hamster yang kecil itu. Suatu
saat jadi beruang, jadi jaguar. Ya,
kira-kira seperti itu. Tapi ini hanya
jawaban generik dan normatif ya. Saya
harus perlu tahu ee kasus detailnya
seperti apa. Kira-kira seperti itu, Ibu,
ya, Bu Kristin.
Baik, terima kasih, Pak Mahendra. Eh,
pertanyaan dari Ibu KR sekaligus menutup
sesi Q& kita, Bapak. di sesi kedua ini.
Ee sebelum kami menutup webinar ini,
apakah masih ada slide yang ingin
dibagikan kepada kami, Pak Mahendra?
Ee ada sedikit saya akan bagikan kurang
lebih 5 menit, ya.
Boleh, silakan, Pak.
Ee semoga ee ini adalah ee saran saya
bagi supaya hidup kita itu real. Ayo
kita hidup to live a life, menghidupi
kehidupan yang nyata. Ya, jadilah nyata.
Jangan hidup di awang-awang. Apa yang
saya katakan ini tadi adalah pengalaman
hidup saya dan pengalaman orang-orang
yang lain. Kebanyakan hal yang comen
yang masuk akal bukan sesuatu yang tidak
bisa tidak dilakukan ya. E tidak bisa
dilakukan. Artinya ini itu yang doable.
Hiduplah yang real tidak diwang-awang.
Jangan bermimpi tanpa bangun. Bangunlah
ya. Bicaralah berdasarkan realita dan
data. Kalau Anda tidak tahu, rendah
hatilah untuk cari tahu, untuk tanya.
Kalau belum bisa, cari bantuan supaya
jadi bisa. Ya, hidup kita itu dibentuk
sebagian besar oleh kemampuan kita untuk
rendah hati, mencari pertolongan. Ya,
kecil kita enggak bisa jalan. Orang tu
orang tu kita nangis karena lapar, kita
disusui oleh ibu kita. Semuanya dari
kerendahan hati kita. Ayo kita kembali
ke zaman itu saat kita itu menjadi tidak
bisa apa-apa. hidup dari ee kemurahan
hati orang tua kita, saudara-saudaranya
orang tua kita waktu kita masih kecil
dan kita bertumbuh pun sahabat kita
banyak. Saya jadi sahabat Anda, Anda
jadi sahabat saya hari ini. Ya, kita
saling memberikan bantuan. Ya,
bereaksilah dengan nurani dan logika.
Yang namanya nurani itu adalah orang
yang sedang Anda bic adalah the expert
yang saya maksud ee ketika Anda sedang
berbicara dengan dia. Karena apa?
Keputusan dia terhadap saya, terhadap
kita. itu pasti yang terbaik. Karena
apa? Karena dia menyatukan semua hal
kehidupan emosional, spiritual kita,
moral, etika itu kita dapatkan saat kita
berbicara dengan Dia. Ya.
Lalu pikirlah jauh melampaui
akibat-akibatnya. Ya, ini saya bicara
soal kisah Maria Ventura. Saya akan
tutup dengan potongan film ini. Film ini
ee sudah diputar lama. Kalau Anda ingin
lihat, Anda cari harus cari lagi di
internet ya. Maria Ventura yang
diperankan oleh Jennifer Lopez ini
hanyalah seorang pelayan housekeeper di
sebuah hotel. Suatu hari ada tamu
penting nih, seorang wanita yang ee
gaunya kayaknya eh queen ya, anak
kerajaan lah. Lalu diam-diam karena dia
tinggal lama ya, si orang ini tinggal
lama di hotel itu dan yang sehari-hari
membersihkan kamar itu adalah si Maris
Ventura. Dia sesekali memakai gaunnya si
putri ini untuk keluar curi ya,
curi-curi untuk pakai itu. Dan
berkenalan dengan seorang bangsawan,
bangsawan beneran lah. Bangsawan ini
mengira si Maris Ventura ini adalah
seorang princess, seorang putri kerajaan
atau orang kaya raya ya, aristokrat.
Akhirnya jatuh cintalah si bangsawan
laki ini kepada si Maris Ventura. Dia
makin ketakutan. Hubungan hubunganku
makin dekat. Kalau saya takut kalau dia
menemukan siapa saya sebenarnya. Lalu si
Maris Aventura bicara kepada atasannya,
atasannya orang baik. Dan dia jujur,
"Ini loh, kasus saya seperti ini, saya
harus bagaimana?" Karena si laki-laki
ini sudah jatuh cinta dengan saya dan
kami, saya juga senang sama dia.
Lalu masalahmu apa? Si atasannya tanya
kepada
eh si Maris Aventura, "Look, sir."
Atasannya seorang laki-laki, bapak-bapak
tua. "Sir, I am only a servant.
Saya kan bukan putri. Saya hanya
memalsukan diri saya ya. Saya hanyalah
seorang servan, housekeeper ya, pelayan
pembersih kamar hotel. Lalu si bapak itu
atasannya dia mengatakan, "Eh,
hati-hati." Dia mengatakan begini, "To
serve doesn't make you a servant."
Dengan melayani tidak menjadikanmu
sebagai budak pelayan tak ofityat
kedua. Bapak, Ibu baca lagi foto kalau
perlu pakai handphone Anda. It takes a
lot of dignity to serve. Butuh suatu
martabat yang luar biasa untuk melayani.
Anda adalah pelayan publik.
Yang Anda layani itu queen and kings
karena mereka merasa berhak untuk
dilayani Anda dengan baik.
Dan Anda itu tidak menjadikan Anda budak
pelayan. Karena apa? Anda adalah
orang-orang yang bahkan mengeluarkan
upaya martabat setinggi itu untuk
melayani publik. Saya akan tutup
ee dengan pesan mulailah berubah.
Mulailah berubah dari sekarang. Hal
kecil enggak apa-apa. Tapi jangan idle,
jangan tidak melakukan apa-apa. Jangan
kita obesitas secara profesional. Kita
gemuk menjadi pemalas. Terima kasih
semua, sukses. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih banyak, Pak
Mahendra untuk pemaparan dan inspirasi
nyata bagi kami semua.
Baik, Bapak dan Ibu peserta ASN Belajar,
terima kasih untuk partisipasi aktif
dalam sesi webinar kita pada pagi hari
ini. Semoga materi training ini dapat
memberikan banyak sekali manfaat bagi
kita semua dan juga masyarakat di
sekitar kita. Sebelum kita menutup
webinar hari ini, kami mohon Bapak dan
Ibu sekalian dapat memberikan feedback
dan juga evaluasi pelaksanaan webinar
kita hari ini. Untuk link materi juga
sudah ada di layar. Caranya Bapak Ibu
cukup men-scan QR code ataupun mengetik
link bit.le yang sudah tampil di layar.
Silakan waktu dan tempat kami berikan.
Baik, sebagai sesi penutup sembari Bapak
dan Ibu mengisi monitoring, evaluasi,
dan juga mungkin men-download link
materi yang sudah dibagikan oleh Pak
Mahendra,
izinkan kami mengingatkan Bapak dan Ibu
untuk mendapatkan e-sertificate setelah
webinar ini selesai. Dan jangan lupa
untuk mengikuti webinar seri 11
selanjutnya yang jadwalnya akan terus
di-update di sosial media BPSDM Jatim.
Sebelum kita menutup sesi webinar ini,
izinkan saya eh untuk memberikan key
takeaway webinar eh sebagai closing
statement dari eh materi yang sudah
disampaikan oleh Bapak Mahendra kepada
kita semua hari ini. Baik, Bapak dan
Ibu, organisasi pemerintah memang
menghadapi berbagai tantangan disrupsi
di era saat ini. Hal ini juga turut
mengubah tatanan sosial antara institusi
pemerintah, dan juga aparatur sipil
negara. Dan demi menjaga relevansi dalam
pelayanan publik yang prima, penyesuaian
diri dalam organisasi, serta perbaikan
berkelanjutan membutuhkan transformasi
leadership dan mindset dari kita semua.
Dan tentu saja ini merupakan tanggung
jawab kita bersama untuk mengawal
sekaligus memberikan pelayanan terbaik
kepada masyarakat Indonesia.
Terima kasih kami ucapkan kepada
pihak-pihak yang telah mendukung
terselenggaranya webinar ini. Terima
kasih sekali kepada Bapak AC Mahindra
Kadatu selaku narasumber kami di webinar
hari ini, Pak. Terima kasih untuk
knowledge dan eh pengalaman serta
inspirasi nyata, Pak.
Ya, terima kasih yang sudah ee pada
follow up saya eh follow saya punya
sosial media, saya akan follow balik,
ya. Terima kasih ya.
Terima kasih, Pak. Kita selalu
berhubungan dan berinteraksi setelah
webinar ini selesai, Pak. I
dan tentunya terima kasih juga kepada
seluruh peserta webinar ASN Belajar seri
10. Saya mewakili seluruh tim Rumah
Perubahan memohon maaf jika ada
kekurangan dalam pelaksanaan webinar
kita hari ini. Cukup sekian dari kami.
Salam sehat dari saya Kania Titi Makna
Putri. Selamat siang dan wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
dalam pelaksanaan webinar kita hari ini.
Cukup sekian dari kami. Salam sehat dari
saya Titi Makna Putri. Selamat siang dan
wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
Kita hari ini. Cukup sekian dari kami.
Salam sehat dari saya Putri. Selamat
siang dan wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
kita hari ini. Cukup sekian dari kami.
Salam sehat dari saya.
Selamat siang dan asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.