Transcript
fnfQzqKhZhA • Webinar 116 Program Energi Nuklir Indonesia dalam Target Program NZE dan Pembangunan Berkelanjutan
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EcoEduid/.shards/text-0001.zst#text/0150_fnfQzqKhZhA.txt
Kind: captions
Language: id
pengalaman
[Musik]
memberikan pengalaman langsung dengan
praktikum
dan e-learning yang dapat diakses di
manapun.
Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan
Eco Edun ini memang dari grup-grup di
alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut
pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh
bisa dianggap menarik ya, karena mereka
pengetahuan mereka tentang yang pengin
mereka ketahui itu meningkat gitu ya.
Kemudian skill-skill yang dihasilkan
dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa
dilihat begitu ya, terasa gitu
manfaatnya di kami terutama untuk e para
konsultan yang memerlukan tenaga-tenaga
ahli sehingga saya memilih Eco Edu dan
sempat mengikuti pelatihannya juga dan
itu terbukti benar gitu. Nah, saya lihat
Instagram itu ada Edu yang akan
menyenggarakan pelatihan. Nah, di sini
juga saya banyak baca terlebih dahulu ya
terkait tentang informasi yang diselu.
Nah, menurut saya itu menjadi hal yang
membuat tertarik untuk ikut pelatihan
gitu. Jadi, saya sering lihat di
Instagram gitu bagaimana Ibu
menyampaikan informasinya. Eko edu itu
bagus karena
itu selalu tergini terus mengikuti zaman
dan juga pelatihnya apa yang itu
bagus-bagus dan terbaiklah kejutannya.
[Musik]
Iya. Ee yang pertama memang tentu saja
ini meningkatkan dan maksimalkan
skill-skill yang saya harapkan begitu
ya. ter dalam penyusunan dokumen AMD e
punya saya jadi bisa lebih produktif,
lebih efektif juga ee punya update gitu
ya, update-update persoalan-persoalan
dalam jurusan AMD terkini dari ahlinya
langsing di lapangan begitu yang
pengalamannya tidak diragukan. Menurut
saya pelatihan yang disediakan Eduidu
ini sangat bermanfaat sekali dan mudah
untuk aksesnya gitu. Jadi ada teknologi
terbaru yang saya dapat itu di
e-learning ya. Itu luar biasa ee
pembelajarannya juga mudah sekali untuk
dipahami. Alhamdulillah bisa mengikuti
dan juga menambah ilmu pengetahuan yang
banyak banget.
[Musik]
Eh, e-learning ini memang di memang
sangat diperlukan sekali ya, terutama
untuk kita yang dengan keterbatasan
pengetahuan kemudian juga waktu mungkin
ee itu memberikan kita kesempatan untuk
kembali mengingat, kembali mendengarkan
paparan-paparan yang mungkin kurang
jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang
sesering mungkin yang kita inginkan.
Kita juga bisa review kembali sehingga
belajar kita bisa lebih efektif dan
efisien.
itu membantu sekali ketika pada saat
penyampaian materi ada yang ketinggalan
gitu ya. Jadi ee saya bisa lihat materi
itu di
sangat membantu Mbak. Jadi saya ee ambil
materi terus lihat video yang bisa
diakses kapan aja dan di mana aja.
Juta dengan informasi yang kami peroleh
itu jauh dari atas padan sebenarnya.
Jadi apa namanya ya kalau saya bilang
terlalu murah itu jadi sepadanlah.
Jadi menurut saya padan Bu karena memang
e pelatihannya itu pun sangat membantu
ya dalam menyelesaikan satu pekerjaan
yang ada di e sekitar lingkungan saya
sendiri gitu. E saya kira sepat
sesuailah dengan apa yang didapatkan.
[Musik]
E-KTP
efektif, tepat, dan profesional. Hemat,
cermat, dan hebat, keren, profesional
dan juga keginian.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi Bapak, Ibu,
dan rekan-rekan sekalian. Selamat datang
kembali di webinar ke-116.
Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak
dan Ibu semuanya yang selalu setia untuk
mengikuti acara webinar Ekoedu ini. Dan
hari ini webinar Ekoedu akan mengangkat
tema program energi nuklir Indonesia
dalam target program NZE
dan pembangunan berkelanjutan Indonesia.
Baik, perkenalkan saya Dini yang akan
bertugas sebagai moderator pada acara
ini.
Kepada Bapak dan Ibu semuanya, sebelum
kita mulai webinar pada siang ini,
alangkah baiknya kita berdoa
bersama-sama sesuai dengan agama dan
kepercayaan masing-masing. Berdoa
dipersilakan.
Berdoa dicukupkan untuk selanjutnya.
Kita akan menyanyikan lagu Indonesia
Raya secara bersama-sama. Diharapkan
kepada Bapak dan Ibu untuk duduk tegak.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Baik, untuk selanjutnya di sini izinkan
saya untuk mempromosikan tiga pelatihan
dalam waktu dekat ini yang akan
diselenggarakan oleh kami, yaitu yang
pertama terdapat pelatihan perhitungan
emisi gas rumah kaca dan perdagangan
karbon yang akan dilaksanakan minggu
depan yakni tanggal 23 hingga 27 Juni
2025.
Lalu dilanjutkan lagi pada tanggal 30
Juni hingga 2 Juli 2025 kami akan
mengadakan dua pelatihan yaitu pelatihan
penyusunan laporan pemantauan lingkungan
atau RKL RPL dan juga pelatihan dan
sertifikasi operasional pengelolaan
limbah bahan berbahaya dan beracun atau
biasa disingkat dengan OPL B3.
Namun ketika Bapak Ibu melakukan
pembayaran pada pelatihan GRK dan juga
RKLRPL pada HAM-IN1 pelatihan akan
mendapatkan diskon yakni 10% yaitu Bapak
dan Ibu cukup membayar investasi sebesar
Rp3.600.000.
Ee baik, untuk informasi lebih lanjut ee
Bapak Ibu dapat menghubungi admin kami
yaitu Riris Danisa ataupun Bapak Ibu
dapat juga mengunjungi sosial media kami
yaitu ada Instagram, YouTube, channel,
Facebook
dan juga Bapak Ibu bisa mengakses
mengakses website resmi kami yaitu di
www.ecoedu.co.id ecoedu.cco.id
ataupun jika Bapak Ibu langsung tertarik
untuk mendaftar bisa saja langsung
mengakses ke pendaftaran.coedu.co.id.
Nah, selain itu juga kami di sini
terdapat inhouse training yang dapat
dilakukan secara offline maupun online
sesuai dengan permintaan dari instansi
atau perusahaan Bapak dan Ibu semuanya.
Nah, untuk selanjutnya di sini kita akan
langsung saja masuk pada kegiatan utama
kita di mana webinar kali ini kita akan
berdiskusi mengenai program energi
nuklir Indonesia dalam target program
NZE dan pembangunan berkelanjutan
Indonesia. Dan di sini juga kami telah
menghadirkan narasumber yang sangat
kompeten di bidangnya untuk memberikan
materi dan wawasan yang bermanfaat ini.
Baik, langsung saja. Perkenankan saya
untuk memperkenalkan narasumber kita
hari ini yaitu Prof. Dr. Eng. Ir. Sidik
Permana, S.Si.,
M., MBA. Beliau merupakan guru besar dan
ketua kelompok keahlian fisika nuklir
dan biofisika di Institut Teknologi
Bandung.
Dan kebetulan beliau sudah hadir di pada
Zoom meeting ini ya. Selamat siang,
Prof. Sidi.
Ee selamat siang, Mbak. Iya. Bagaimana
kabarnya, Pak, siang hari ini?
Alhamdulillah, siang menjelang pagi
menjelang siang ya. Oke. Iya. Ya. Baik,
Prof. Mohon izin sebentar sebelum
dimulai saya akan menyampaikan terlebih
dahulu beberapa teknis. yaitu yang
pertama untuk pemaparan nanti akan
dilaksanakan selama 1,eng jam lalu
kemudian dilanjutkan lagi dengan sesi
tanya jawab dengan menggunakan aplikasi
Slidu dan juga akan dilanjutkan lagi
dengan tanya jawab secara langsung.
Untuk mengefektifkan waktu saya serahkan
ruangan Zoom ini kepada Prof. Sidik dan
kepada Bapak dan Ibu semuanya. Selamat
mengikuti acara webinar ini.
Baik, ee
langsung kita mulai aja ya, Mbak ya.
Baik. Ee selamat pagi menjelang siang.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Ee suara saya terdengar jelas, ya?
Terdengar, Prof. Baik,
saya coba share.
slide-nya
sebentar.
Ini
ee berkelanjutan.
Apakah bisa terlihat
slide-nya? Ya sudah terlihat Prof.
Sidik.
Oke.
Baik. Ee ya ee terima kasih ya kepada
panitia yang telah mengundang saya untuk
sharing ee pada pagi hari ini di terkait
dengan
ee energi nuklir ya di Indonesia
yang memang
ee sebagai bagian dari energi baru
terbarukan
ee baruan energi
bisa masuk untuk mencapai program eh NZE
ya, Net Zero Emission di Indonesia dan
juga
ee satu kata kunci yang memang kadang ee
lupa ataupun mungkin di ujung biasanya
itu berkelanjutan.
Artinya setiap aktivitas kehidupan
termasuk dengan pemanfaatan energi juga
harus bisa
ee less eh eh carbon emission dan juga
berkelanjutan eh sehingga itu juga
bagian penting dari ee program-program
sekarang ya ee SDG misalkan.
Baik, eh saya Sidik Permana dari ITB.
Seperti tadi disampaikan,
saya mengajar di
ee pasca apa di sarjana dan pasa sarjana
program fisika. Lalu di program pasar
sarjana
ee ilmu dan rekayasa nuklir.
Saya juga tergabung di ee Pusat Riset
Energi Baru Terbarukan ITB dan juga
Pusat ee Ilmu ee Teknologi dan Inovasi
Nuklir di ITB.
Baik, sebagai bagian dari overview
emm diskusi ya, bahwa memang kita tidak
bisa eh rely atau depend on
teknologi ataupun satu energi resources,
tapi kita harus bauran karena kita juga
punya keterbatasan ya, di mana memang
ee ke depan ee dari keterbatasan itu
harus disubsidi. Nah, dalam ini memang
ada sebuah revolusi ya, di mana dari eh
demand eh site kita perlu meningkatkan
ee industri, terus kemudian ee kehidupan
sehari-hari di ee services pemerintahan
gitu ya. Terus kemudian bisnis termasuk
residensial juga memerlukan energi. Nah,
ketika
ee apa generasi fosil fuel yang memang
mendominasi harus ada
ee yang menggantikan ya ee
karena memang terbatas juga
resource-nya. Yang kedua memang ada ee
efek lain ya, terutama dalam hal
greenhouse case emission yang memang itu
ee apa mau tidak mau itu dikaitkan
dengan fosil fuel.
Jadi ke depan pengembangan itu memang
sebagai alternatif energi pengembangan
ee energi terbarukan dan juga energi
nuklir. Nah, kita bisa lihat di tabel
kanan itu ada estimated
em
apa eh sustainability lah atau
keberlangsungan
ee ee bahan ee energi ya. Jadi misalkan
ini oil and gas, coal, terus kemudian
nuklir, renewable dan eh technologi
advance nuklir. Yang kita bisa lihat di
sini ada apa tanda panah ya.
Jadi eh
recycle, reuse eh reduce teknologi,
terus kemudian e breeder eh technologi
plus vision nuclear vision technology
dikembangkan sehingga trennya kita bisa
mengekend dari kebutuhan energi dari
resource-nya.
Nah, ini ya.
Lalu efek dari aktivitas pemanfaatan
energi tidak terlepas adalah eh
greenhouse skills eh emission salah
satunya eh CO2 ya yang tentunya ini
semakin naik. Dan yang saya ingin ee
sampaikan di sini beberapa sumber yang
memang cukup ee besar ya, salah satunya
dari energy supply. Selain itu ada
forestry
eh agriculture industri gitu ya,
residensial juga. yang memang dari
bahan-bahan greenhouse gas yang paling
banyak yaitu CO2 ya
hampir 60% yang memang itu dikeluarkan
dari fosil fuel.
Oke.
Ah, ini ee apa eh background kenapa
sekarang NZE di semua negara itu mulai
bergeliat meskipun pemerintahan baru
muncul ada yang memang tetap konsisten
ataupun dia mencabut ya tidak ikut lagi
karena pertimbangan sangat pragmatis
memang karena ada ee apa investasi yang
perlu dimasukkan ataupun resource base
yang memang dia punyai ya ee dan itu ee
ya ee eh national interest itu eh hal
yang wajar sebetulnya seperti halnya
Indonesia sebetulnya kita tidak perlu
harus ya keharusan untuk mengikuti
global
ee meskipun itu sebagai reference tapi
kita juga harus kuat juga di national
interest. Jadi kepentingan nasional kita
juga harus juga ee kita pentingkan.
Selain memang kita tidak berdiri sendiri
ya, kita komunitas global ee terus
bahu-membahu untuk ee semakin lebih baik
ee apa ee bumi ini.
Nah, kalau kita lihat dari target net
zero emission
ya, beberapa memang lebih cepat ya,
Swedia, Jerman misalkan 2045.
Sedangkan yang lain umumnya 2050
ee 2060 ada juga Cina gitu kan,
Indonesia. Nah, ee lebih telat lagi
India. Nah, itu tidak terlepas dari
national interest dan juga road map-nya
untuk
pencapaiannya itu.
Tapi secara umum rata-rata dunia di 2000
ee 50 ya tentunya ini tidak terlepas
dari target-target
ee berbagai negara yang di ee
dicanangkan ya atau dideklarasikan.
Tapi yang jelas net zero emission ini
sendiri kan bukan CO2-nya nol tetapi
jumlah dari awal akhirnya itu ee tidak
lebih dari kondisi ee apa saat ini.
Em sehingga memang dominasi EBT ada,
tetapi fosil fuel juga masih tetap
muncul ya meskipun mungkin dengan porsi
yang lebih sedikit. Misalkan di 2060
sumber denergi nasional masih tetap ada
batu bara minyak desbagini. Ini di 2022
mungkin di 2024 ada revisi terutama di
ee RUKN atau ee sekarang yang terbaru
sudah muncul RU PTL ya.
Nah, ee program yang lain ya sebenarnya
NZ itu hampir samalah dengan
dekarbonisasi yang sebetulnya telah
terjadi juga di Eropa dan ini kita bisa
lihat dari data ee apa pengurangan
pemanfaatan fosil ee yang cukup efektif
untuk mengurangi ee apa
CO2 ya, emisi CO2 terutama ini ee contoh
kasus di Eropa. Ya. Jadi kalau ee
misalkan di sini ada Poland, Netherland
ya, Belanda, Itali, Jerman, ada EU
rata-rata ya. Ini dari 70-an sampai ke
2021. Nah, kita bisa lihat dari data
statistik
yang secara drastik ee menurunkan
pemanfaatan fosil dan mengurangi CO2-nya
adalah Prancis hampir 80% ya dalam 10
tahun. Jadi dekarbonisasi
itu terjadi gitu yang paling cepat.
Kenapa demikian? Karena memang ee maaf
kita bisa lihat Prancis itu memanfaatkan
ee PLTN teknologi nuklir untuk listrik
itu lebih dari 70%.
Jadi memang ee apa
ee program yang sangat cepat ya dalam 10
tahun 80% dekarbonisasi bisa terjadi.
Lalu seperti halnya di judul kita
berkaitan dengan sustainability
tidak terlepas dengan konsep SDG ya.
Jadi sini ada 17 goals
dari mulai no property gitu kan, zero
hunger sampai ke justice gitu ya,
partnership
eh dan juga ada di sini di kita quot
affordable energy eh dan clean energy
yang nomor 7
yang tentunya diharapkan ini sebagai
contribution
ee nomor 7uh ini bisa m-backup yang
lain.
Sebagai contoh misalkan
ee energi yang dihasilkan
affordable bisa dibeli ya konsumsi dan
juga bersih sehingga dengan demikian
ekonomi naik
ee pengurangan terhadap properti ya ee
kemiskinan itu bisa tercapai.
hunger juga karena memang
ee bahan pangan yang bisa kita dapatkan
karena lingkungan yang clean, bersih
ya. Tentunya untuk memproses ee makanan
sekarang kan perlu energi juga. Nah,
kalau ee energinya affordable bisa
dibeli ya ee apa kita bisa makan
dan lain sebagainya. Infrastruktur,
climate action gitu ya. yang itu juga
menjadi eh konsep dasar main apa energy
driven for SDG gitu ya. itu juga bisa
dilakukan. Termasuk misalkan di sini
kaitan dengan energi food air. Karena
mau tidak mau ini akan saling beririsan
dan mungkin bersaing ya. eh ada food to
energy, water to energy, dan lain
sebagainya yang saling keterkaitan
sehingga kita harus hati-hati dalam
pemanfaatan ee energi yang tidak ee
merusak lingkungan terutama ee ee ke air
dan juga ke makanan.
Eh, sustainability juga tidak terlepas
dari tiga pilar eh social, environmental
ya, lingkungan, sosial, dan juga
ekonomik. Ini tidak mau tidak mau harus
bisa beririsan yang optimal
dan tentunya ini menjadi latar belakang
base idea untuk ee UNDG ya. ee
karena setiap aplikasi ataupun
pemanfaatan teknologi khususnya energi
itu pasti bersinggungan dengan bagaimana
masalah sosial.
Misalkan masalah lahan, konflik lahan,
deforestrasi
ee apa pemangku adat sekitar gitu ya dan
sebagainya yang memang beririsan nanti
dengan lingkungan. Misalkan banyak
pemanfaatan lahan yang memang akhirnya
terbengkalai.
untuk ee aktivitas energi dan juga
affordability
akses terhadap pemanfaatan energi di
faktor ekonomi dan ini saling
keterkaitan. Lalu kemudian ada tenaga
kerja yang bisa juga dibuka setiap
aktivitas industri.
Nah, hal-hal itu menjadi ee
pertimbangan sehingga memang setiap
aktivitas ee energi itu harus
mempertimbangkan juga pembangunan
berkelanjutan.
Ya, memang tidak harus 17 dalam saat
bersamaan, tapi ada efek domino ataupun
paralel efek atau serial effect
kegiatan yang lain. Ini saling terkait
di 17 goals ini.
Nah, kalau kita lihat dari teknologi
tren ya ini data 2023
memang ee
ee
asosiasi ataupun startup yang muncul itu
di dikaitkan dengan tren clean energy
ya.
Lalu nukleir teknologi sebagai clean
energy sebagai nuklir medicine. Nah, ini
penting di kesehatan kita pun kita bisa
menggunakan teknologi nuklir yaitu
menggunakan ee
ee radio isotop, radiofarmaka ya
tentunya itu dengan ee isotop yang
khusus ee dengan energi yang ee tertentu
ya
ee sebagai ee aspek untuk ee diagnostik
gitu kan. Begitu pula dengan terapi lalu
dikaitkan dengan artificial intelligence
semiconductor. Yang keduanya juga perlu
database dan proses yang memerlukan
listrik yang cukup besar dan stabil
gitu ya. beberapa startup ataupun
perusahaan AI gitu, semikonduktor juga
mempertimbangkan bagaimana stabilitas
baselad energy yang dihasilkan itu salah
satunya mempertimbangkan pemanfaatan
teknologi nuklir khususnya SMR ya, semua
modular reaktor. Lalu propolsion
tchnologi ini untuk submarine ataupun
untuk ee kapal laut baik militer ataupun
ee sipil yang memang didorong oleh ee
nuklir juga. ada eh top yang lain ketika
accumulated eh waste ataupun spend field
itu eh menjadi eh pokok bahasan untuk
bagaimana meage secara efektif
recycle, reuse, dan reduce secara volume
dan radio toksicity untuk nuclear
waste-nya. Nah, ini persentase yang
paling banyak kenapa muncul sebagai top
10 ee dari trennya.
ee ada dua mata uang apa sisi mata uang
ya. Semua teknologi itu pasti muncul.
Jadi kalau kita punya pisau itu pisau
bisa kita gunakan untuk
ee memotong daging, memotong ee sayur
dan sebagainya. Bisa juga untuk melukai
seseorang atau mengancam.
Jadi tetap ada benefit dan risiko.
Bagaimana kita mengoptimalkan benefit
dan juga meminimasi
dan saat bersamaan memitigasi dari
risiko
risiko terhadap keamanan, keselamatan,
dan perdamaian.
Benefit juga harus dioptimalkan terhadap
kebutuhan manusia,
ee kesejahteraan dan juga keberadaban
ya, kultur manusia.
Nah, ee
ide yang perlu kita ee kembangkan bahwa
ee
semua teknologi tidak hanya a single eh
product ataupun a single eh benefit,
tapi diupayakan sebagai multi eh benefit
ya atau utilisasi.
Misalkan di sini saya membahas e nuklir
ee untuk energi dan non energi. Nah,
salah satunya ya ini juga menjadi
program ya kontribusi terhadap NZE yaitu
untuk kelistrikan
dan juga kogenerasi atau exess heat
utilization. Jadi kalau kelistrikan kita
gunakan untuk survei listrik ataupun
kalau perlu baterai ya
kita gunakan storage.
Lalu kemudian access heat.
eh high temperatur, low temperatur untuk
desalinasi,
eh heat storage, AOR, enhan oil recovery
eh sampai ke hidrogen dan
gasifikasirifaksi
dari batuara.
atau sisi yang lain yang non energy
seperti yang saya tadi e bahas radio
isotop
eh pemanfaatannya untuk basic riset eh
industry applied untuk menukir baterai
eh RTG
eh iron steel technology eh industry
logging tracing radio eh medical farmasi
dan livestock ya makanan dan animal
Jadi kalau kita inikan misalkan ini ee
apa sumber lalu kemudian kita ee apa
proses
ee lalu pemanfaatannya ee menghasilkan
satu teknologi yang ee apa hirisasinya
gitu ya. Lalu kemudian eh usernya kita
bisa manfaatkan cukup banyak ya di sini
ee apakah untuk transportasi kelistrikan
atau e special energy eh utilization
gitu atau bisa juga ke industrial use.
Ee mohon maaf ini jadi panahnya cukup
banyak ya panah memanahnya
ee karena ada kaitan ee irisan yang
sangat potensial untuk saling melengkapi
gitu ya. terutama
bahwa eh elektricity use dan juga
nonctrici use juga harus dioptimalkan
sehingga satu sumber energi bisa
men-supplai multiple ee pemanfaatannya
termasuk mungkin ee dalam hal ini
biasanya kalau listrik untuk
presidensial gitu ya
ee atau misalkan industri tetapi bisa
macam-macam
termasuk ee beberapa
exess heat yang digunakan. Jadi kalau
nuklir PLTn misalkan
eh commercialize light water reactor
sekarang efisiensi sekitar 303%
berarti ada sepertiga 2/3 exess yang
dibuang. Nah, exess sheet itu bisa
dimanfaatkan
untuk proses-proses yang lain yang
tentunya memang nanti bisa di ee
kombinasikan dengan elektriknya. Jadi ee
apa exess sheet yang ee bisa digunakan
untuk kogenerasi. Selain itu, radiosotop
yang dihasilkan juga bisa kita pilih
untuk beberapa aplikasi
baterai gitu ya sampai ke medical ee
aplikasi.
Ee
kalau kita berbicara pemanfaatan energi
tidak terlepas dari ada risiko
sehingga kita ee meminimasi dan
memitigasi risiko.
Nah, kita bisa lihat dari data eh
perbandingan dari kematian ya akibat
kecelakaan dan polusi dan juga eh apa
rilis dari greenhouse gas dari setiap eh
aktivitas e pembangkit ya batubara
ee minyak, gas, biomass
eh apa ini PLTA gitu, air, nuklir, wind,
angin gitu ya, PLTB atau solar. ee PTES.
Em. Nah, kita bisa bandingkan bagaimana
laju ee apa accident ya dan e polusi
dikaitkan dengan laju kematian sepanjang
sejarah. Terus kemudian greenhouse gas.
Kita bisa lihat ya umumnya energi baru
terbarukan eh sangat kecil ya dibanding
dengan fosil viul. Nah, kalau kita
bandingkan di antara EBT
ya di sini comparable lah nuclear
energy.
Kalau greenhouse gas emission-nya yang
paling rendah ya.
Kalau kematiannya di sini ya related eh
rendah juga dibanding
ee biomas atau fosil fuing
yang lainnya ee lebih tinggi. Nah, ini
ee dikaitkan dengan potensi risiko. Lalu
kemudian ee pemanfaatan land atau ee
tanah ya. Jadi
ee dari perbandingan ini kita bisa lihat
ee dari fosil apa nuklir natural gas
sampai ke biomas pemanfaatan
perbandingan pemanfaatan
ee apa tan len use-nya
ya terutama di sini eh bisa juga l use
karena aktivitas sport plant
atau pemanfaat karena fuel mining dan
generating eh apa power plan-nya lah
footprintnya.
Jadi digabungkan sehingga muncul menurut
referensi ini ee apa scalability dari
semua pembangkit atau sumber energi ee
seberapa besar memanfaatkan
ee apa lahannya ya. Dan itu juga menjadi
penting untuk evaluasi
ee
emisi e greenhouse gas dikaitkan dengan
pemanfaatan ee lahan.
Nah, berbicara dengan
status ya ee PLTN di dunia
dan juga eh
under construction negara mana yang
memang saat ini lagi ngebut ya
memproduksi.
Dan data terakhir yang paling ngebut itu
China di 5 40 tahunahun terakhir dia
bisa membangun sampai 50 4 atau 55
nuclear power plan.
Jadi 1 koma sekian ya 1,5 mungkin ya 1,3
eh giga per tahun gitu ya atau 1 sampai
2 unit per tahun bisa dibangun secara
statistik.
Lalu kemudian India,
India juga saat ini sedang under
construction. Mohon maaf saya minum dulu
ya.
Ada Turki sekarang sudah membangun
empat.
Eh, South Korea under Construction.
Eh, sebelumnya dia juga sudah punya
banyak ya 30% dari atau sampai 40% dari
kontribusi
bahan energinya.
Unders construction UK. UK pengin
mengembalikan industri nuklirnya. Dulu
dia industri pertama untuk jualan PLTN
di dunia. Terus kemudian turun. Nah,
sekarang pengin revitalisasi seperti
itu. Sebenarnya Amerika juga sama dengan
ee apa kebijakan Trump sekarang ingin
mengembalikan industri nuklirnya.
Ee
UEA sudah beroperasi empat ya. Ee
Turki sekarang masuk ke tahap dua. Lalu
Jepan sekarang ee sudah direstart dari
50an.
diotdown
di eeoperasikan kembali mungkin lebih
dari 10 ya target 20 sampai 30% baruan
energinya.
Oke, Bangladesh juga sudah mulai dan
yang lainnya ada Mesir gitu ya dan
negara tetangga kita di Asia Tenggara
juga mulai ee masuk.
Oke, ini ee landscape dari profil tadi
sudah ini. Tapi yang ingin saya tekankan
eh lebih dari setengah populasi dunia
itu hidup di negara nuklir. Artinya PLTN
beroperasi apalagi ratusan eh retoriset.
Kalau kita tambahkan USA, Cina, Prancis
itu aja udah dengan Brazil misalnya
sudah setengah penduduk dunia ya. dan
semuanya itu mempunyai Pelten.
Nah, ini kalau misalkan kita lihat
India, US gitu ya dan yang lain-lain di
sini. Nah, Indonesia yang keempat ee
Cina, India, USA, Indonesia ya.
Dan itu udah separuh dunia dan Indonesia
belum ee mempunyai PLTN. Sedangkan yang
saya merah ini semua adalah negara
negara yang sudah mengoperasikan secara
komersial PLT.
Nah, Indonesia bukan newcer tapi late
commer ya. Kenapa? Karena kita jangan
salah R& itu tahun '4 sudah terjadi
tahun '5 kita punya oriset di Bandung
yang hampir bersamaan dengan Jepang,
India gitu ee Korea Selatan.
Mereka maju di komersial
ee Korea misalnya tahun -an
Afrika, Brazil, Cina juga sih memang ini
late ya
lebih duluan kita. Apalagi
maaf uae ya
itu
ee tidak ada R&D work
langsung komersial.
Luar biasa ya. Itu tergantung dari
kebijakannya.
Nah, kita punya untuk PLTN itu tahun '2
sebuah komite ya namanya komite
pelaksana program PLTN atau eh let's say
itu Nepio
dengan harapan tahun 0 dibangun dengan
estimasi 8 unit
itu di MURA ya targetnya itu.
Lalu kemudian, nah ini target
komersialnya tahun 0-an. Tapi di situ
kan kita masih booming the golden age of
oil ya 80-an, 7080.
Jadi ee tidak ada alasan kuat untuk
membangun karena cukup dari minyak.
Sedangkan sekarang kita sudah lama masuk
net importir ya minyak.
Nah, ini tidak jadi
tahun ee
2015 juga tidak jadi.
Sedangkan di UA ini 2023 itu sudah 4
unit. 2024 semuanya sudah beroperasi.
Ah, kita masuk di NZE program
ee 2032 reaktor pertama COD ya
beroperasi targetnya seperti itu di
RUPTL. Mudah-mudahan lancar dan Nepio
juga dari tahun 2024 belum muncul ya.
nanti saya jelaskan PO ee pokoknya tim
akselerasi ataupun adog untuk ee
pembangunan PLTN
di 2000 ee 24 2025 sekarang ee menunggu
penandatanganan ya ee berupa kepres atau
seperti apa.
Nah, ini eh kalau kita bisa lihat
ya, kita bukan newer lah, tapi late
cammer gitu ya, terlalu lama untuk
menunggu
ee nah ini highlight eh PLTN yang
dibangun
di dua atau 3 tahun ke belakang
dan juga jenis dan negara
ee PLTN itu.
Terus kemudian lama ee membangun.
Lalu kapasitasnya. Jadi kapasitasnya di
sini 1 GW electric class ya di atas 1
gig.
2023 juga sama.
Ini yang besar-besar ada yang kecil di
sini Slovakia tapi ini Vir dan cukup
lama ya terbengkalai
ee yang cepat-cepat. seperti Cina
7 tahun. Ada yang lebih cepat ini
Pakistan ya. Oh, ada 6 tahun yang ee
Cina.
Nah, bagaimana Indonesia
kembali lagi memang perlu
ee leader ya yang kuat untuk mengatakan
gonuklir
sehingga dibutuhkan roadmap ataupun ee
lini massa untuk bisa
mengimplementasikan meskipun memang
tidak mudah karena perlu investasi dan
kerja sama lintas rektoral.
Jadi kita bisa lihat misalkan ee SUAS
Manda Energi
itu juga menjadi program penting
ya seiring dengan program NZE ya.
Nah, kalau kita lihat di Asta Cita
ee pemerintah sekarang itu masuk di SAS
Sembada pangan, energi air, ekonomi
kreatif dan lain sebagainya. Ini Asasita
yang ke berapa nih? 1 DU ya.
Ee di 17 program prioritas juga masuk di
program pertama yaitu Swasada pangkat,
energi dan air.
Jadi inline dengan program pemerintah
yang memang dicanangkan sebagai bagian
penting dari ee program nasional.
ee ya tentunya ini tidak terlepas dari
ee kepemimpinan ya ee will karena bisa
juga ada ee pemimpin ataupun di level
bawahnya yang memang tidak awar tapi
kalau kuat maka yang bawah akan ada efek
domino akan mengikuti dari arahan
ataupun ee tugas penugasan ya yang
memang secara efektif perlu dilakukan
lakukan ee
jadi
firm terus kemudian strong leadership
itu yang menjadi penting ya. Tidak hanya
dari ee nuklir juga dari program energi
yang lain ataupun teknologi yang lain
juga sampai ke hilirisasi itu penting
dari segi leadership.
Nah, jadi memang kita harus ee juga
seiring dengan penguatan SDM ya. Semua
teknologi perlu SDM, saintech
juga pendidikan ya yang nanti juga ee
dikaitkan dengan bagaimana produktivitas
kehidupan dari bangsa ini di kesehatan
gitu. Jangan sampai warganya sakit-sakit
live ee apa ee
apa
ee lama hidup di negara ini juga pendek
gitu. kita bisa ee menyiapkan generasi
yang lebih sehat, lebih panjang umur,
dan tentunya lebih sejahtera. Ya, itu ee
target yang diinginkan dari salah
satunya adalah SWASPAD Energi.
Nah, ini disusun ee target RUPTL ya ee
dan ini dikoreksi secara bertahap
sehingga RUPTL telah memenuhi target
bangunan energi dan ee program yang
diinginkan sebagai subad energi juga
menjadi penting di apa ee
institusionalisasi
ee dan secara konsisten berkelanjutan
itu dijalankan. jangan sampai ee tidak
terkontrol ataupun ee
apa merusak tatanan sosial ataupun
lingkungan yang ada. Jadi memang ee
swasbada energi yang berkelanjutan itu
menjadi kata kunci.
Nah, kalau kita lihat ini di ASEAN ya.
Jadi status em
beberapa studi ya di sini ya. ada 1 2 3
4 5 6 stud
derajat Celcius skenario
ee bauran energi itu dicapai dengan
berapa persen kontribusi masing-masing?
Di sini disimulasikan
ee minyak dengan with CCS, carbon
captest storage atau minyak dengan
without CCS, hydro coal dengan without
CCS,
nuklir wind, gas with CCS, biomass with
CCS, solar.
Eh ya ini biomas karena CO2-nya juga
masih tinggi.
Jadi eh perlu juga e CCS ya, carbon
capture storage, gas without CCS,
biomass without CCS atau eh
energi apa renewable energy yang lain.
Nah, di sini ada skenario
dikaitkan dengan nuklir.
Nah, kita anggaplah ini high skenario
dari studi image dan message itu sekitar
40 sampai 48% di 2050
dan 2070 itu sekitar 55 sampai 65%.
Ini bersarang ASEAN climate change
report.
Nah, ini high skenario berdasarkan dua
ee studi. Nah, studi yang lain low
skenario kita anggaplah ini di ASEAN itu
5 sampai 16%
dan 2070 4 sampai 13%.
Nah, sebetulnya ee RUPTL tuh berapa ya
sekarang? Itu kurang lebih ya sekitar 14
sampai 15%. Jadi masuk di low skenario
sampai 2000
60.
Ee
ah ee tentunya ini tergantung dari
bagaimana seberapa efektif eh intervensi
atau kontribusi dari bauran energi yang
ada. Karena mungkin sebagai bahan ee
evaluasi kontribusi terakhir dari
renewable energy target 23%
2025 mungkin agak sedikit
ee susah karena baru sampai berapa? 19
ya atau 15. Jadi masih ada gap sehingga
mungkin perlu dievaluasi apakah dari
sektor mana kontribusi ee energi
terbarukan tidak bisa fit dengan ee
target ya atau mungkin perlu juga
ditingkatkan
ee kontribusi yang lain salah satunya
mungkin lewat nuklir gitu ya.
Nah, itu beberapa diskusi dari evaluasi
sepanjang 10 tahun terakhir.
Nah, yang tidak kalah pentingnya
dalam implementasi ya public acceptance.
Jadi kalau misalnya di ASEAN
ee ada beberapa negara yang di survei ya
2022 ini. Nah, Indonesia lumayanlah
75%-an
yang setuju
ini nasional ya.
Lalu yang paling tinggi ini the
Philippines. 90%
Filipina ingin membangun.
Jadi ee
public acceptance. Nah, eh studi yang
lain
ee ini nasional juga ya.
Ee
ini berapa ya? 4 4.000 orang responden
dari 300 desa perkelurahan, 34 provinsi,
51% laki-laki, 49% perempuan.
Nah, yang menyatakan setuju
77,5%.
Ee ya ini ada rincian alasannya tidak
ada pemadaman listrik, harga listrik
lebih murah, terbuka lapangan kerja,
ahli teknologi dan sebagainya. Indonesia
mampu gitu, tidak mengeluarkan polusi
itu ada persentase
tapi yang menarik
mungkin di beberapa desa ataupun ya kita
juga mengalami ada ya
itu yang menjadi konsennya hampir 44%.
Selain itu 40 1% harga listrilik. Nah,
itu dua itu yang menjadi konsen
masyarakat. Ya, memang ada risiko di
sini 22,5% yang tidak setuju. Resiko
kecelakaan, limbah radioaktif,
ketidaksiapan SDM, senjata nuklir, biaya
pembangunan mal dan sebagainya itu
menjadi konsen yang ee bahan
pertimbangan sosialisasi
untuk menjelaskan bagaimana manajemen
wage radioaktif,
bahan eh apa ee SDM misalkan. Lalu
nonprohibasi teliti untuk
tidak untuk senjata.
Lalu kemudian
ee
nah ini ee gap analisis untuk sumber
energi lain masih mencukupi. Pada
praktiknya
tidak seperti itu juga. Jadi perlu
optimasi dari pemanfaatan
ee teknologi bauran energi yang ee sama
lah ya secara ee apa pemanfaatan. Lalu
biaya pembangunan ee mahal
ee ya ini relatif sebetulnya ya karena
untuk PLTN
ee pembangunan eh operasional 60 tahun
sampai 80 tahun maka konstruksi
strukturnya juga akan lama gitu ya.
termasuk untuk safety eh feature-nya
yang juga harus eh firm anti gempa gitu
kan tsunami dan sebagainya. Ee tapi
bahan bakar operational maintenance
lebih kecil sehingga ya ada threshold
harga yang kompetitif dengan bahan bakar
yang lain.
Baik. Nah, ini di masyarakat dunia
terutama di Eropa ya, public acceptance
p masyarakat juga bervariasi ya. ini
dari misalkan
ee ya ini CO emission CO2 emission em di
Eropa ya misalkan ini Germany terus eh
yang nuclear country dan noncllear
country itu kita bisa lihat secara data
termasuk apa ee
ee yang support atau tidak support
nuklir itu ee mengalami perubahan sampai
di
2022-2023
kita lihat mungkin ee ada survei yang
terbaru paling tidak karena memang
pragmatisme tadi
ee apa kekurangan energi ataupun
eh affordability
eh jadi mahal
dan juga ini eh CO2 emission yang
mungkin kalau masih konsen itu menjadi
cikal bakal perubahan dari public
accept.
Oke, ini tadi udah ya eh jadi Prancis
yang ee relatively berhasil dalam 10
tahun untuk dekarbonisasi
dan 80% e pengurangan.
Ee bagaimana dengan kebijakan nasional?
Ee kita juga ada demand side bahwa kita
pengin ada
energi mix yang mengurangi fosil ya.
dari 84%
di 2025 ke 26%
di 2060. Fosil ini tentunya ada
batu bara gitu ya
ee ada gas
ee minyak gitu ya. Nah, tentunya nanti
baurannya untuk mengurangi
CO2 bisa ditambah CCS.
lalu meningkatkan bauran dari 16% EBT
ya, EBET
ee sampai 74% di 2060.
Nah, ini secara umumnya
EB, SRE PR ya, variable renewable
energy.
Apa ini? Stable renewable energy. EB
energi baru
24% dan nuklir masuk di energi baru.
Sini
ee yang fosil tadi tentunya ditambah
dengan CCS.
Ee nah puncak emisinya itu ya tentunya
di 2003
2 ketika memang e NZ diberlakukan kalau
BU ya bisnis as usual ini akan naik
terus eh maaf ini tuh
ya ee kalau BAU tanpa adanya ee NJT
program atau RN di sini ini ee akan naik
terus
Ya, tentunya ini diharapkan ee penurunan
bisa sampai
ee
100%. Bukan tidak ada CO2 tapi
dibandingkan baseline-nya itu menjadi
sama atau difference-nya nol tidak naik.
Terus
memang agak ambigu
kalau zero emission ya nol gitu. Padahal
di sini ada net gitu ya, net zero. Jadi
ee ada total ya.
Nah, ini dikaitkan dengan pertumbuhan
penduduk ee pertumbuhan ekonomi target
8% di 2029
ee yang ee ditargetkan pemerintah ya.
Jadi saat ini kalau ee dicoba
ee berdasarkan bisnis as usual-nya di
5,2% misal, tapi bisa dirive
eh naik di 2025 terus kemudian
accelerated
eh sehingga GDP
eh naik di 4%
ya. Di sini ada demand side yang muncul,
industrialisasi, hidisasi dan
sebagainya.
ee dibanding dengan ee pertumbuhan
secara alami ya seperti ini gitu. Jadi
ada nanti ee program-program yang
diinikan khusus untuk ee menaikkan GDP
ya sampai 8%.
Nah, ini juga penting karena mau tidak
mau setiap aktivitas ekonomi harus
menjadi bahan pertimbangan.
Nah, peluang investasi untuk pembangkit
cukup besar ya. Jadi sini kita bagi ada
yang PLN milik negara, ada yang swasta
IPP
independent power producer
yang memang cukup besar ya, tiga kali
lipatlah peluang investasi
ee
sehingga kita perlu
ee servis untuk prosedur
ee perizinan dan sebagainya yang lebih
baik lagi. Nah, EBT cukup besar ya, 1300
triliun, non EBT 200-an.
Nah, PLN sendiri ee diestimasi
sekitar 560 triliun ya untuk investasi
emm
apa ee program ini ya, program energi
nasional.
Ya, jadi target 2.134 R34 triliun
investasi sampai 34 2034
ee ya kapasitasnya bisa diestimasi total
65 pembangunan baru ya
di mana PLN 20 gig, IP
dan kebutuhan investasi masing-masing
seperti itu.
Dan yang tidak kalah pentingnya
bagaimana pemanfaatan
ee
atau pembangunan
energi ini ee bisa menyerap
tenaga kerjanya. Ya, tentunya ini
penting bagaimana ee sektor ee
ketenagakerjaan juga bisa diserap
khususnya dalam negeri. Ya, mungkin
kalau untuk yang level supervisor yang
memang belum ada kita bisa mendatangkan
dari luar dengan
ee kontrak terbatas baru sekian tahun
kemudian harus ada yang lokal. Begitu
pula di level ee manajer dan sebagainya
ke bawah itu ee prioritas itu dari dalam
negeri. Nah, ini penting untuk
penyediaan lapangan kerja yang tidak
hanya setahun 2 tahun tapi ini ee
roadmap itu bisa puluhan tahun 50 tahun
gitu kan. Bahkan mungkin 100 tahun kita
bisa estimasi berapa persen tenaga kerja
yang diserap di sektor energi.
Nah, ini kalau dibreakdown
dari berbagai ini misalnya nuklir gitu
kan estimasi dari SDM sekitar hampir
7.000. PLTS ini cukup banyak ya karena
memang ee skater dan perlu manpower
untuk peitas
energinya tersebar sehingga manp-nya
lebih banyak
yang kita sebut ini se
green job lah ya ee sebagai bagian
penting dari ee program energi ini.
Nah, lalu kemudian di man yang paling
besar tentunya di Jawa yang harus
dipenuhi Sumatera yang kedua,
Kalimantan, Sulawesi semakin menaik.
Kenapa? Karena memang banyak
industri-industri hilirisasi
di sana.
Baik IPP ataupun dengan PLN,
NTB, NTT, Maluku, Papua juga seiring
ini naik sampai 200% ya. ee demand-nya
itu di 2034
jadi sekitar 511 terw
hours
listrik yang dibelukkan untuk beberapa
aktivitas
ee
industri ya.
Ya, bisa juga di sini aktivitas lainnya
data center
e kompor listrik, hilisasi sawit IKN ada
muncul sini dan juga maritim pariwisata
tergantung sektor mana yang akan
disuplai
ee listriknya atau demand yang
diperlukan.
Nah, secara gradual ee timeline ee
demandnya itu berdasarkan sektor
industri, publik, bisnis, rumah tangga,
ee lalu kemudian konsumsi per kapita ya.
Ee ya target di 2060
ini sekitar
5.000.
Jadi
ya ee target ini sebenarnya beralasan
karena nanti ee target listrik di 2060
sekitar 1800.
Ee apakah nanti akan naik atau turun
tergantung dari bagaimana
ee industri yang akan dibuat ya di
era-era saat ini ataupun ke depan.
Jadi ada special economic zone, smelter,
marine feries center, touris gitu ya.
termasuk mungkinasi
industrialisasi yang juga digenjot dan
itu perlu banyak listrik termasuk
sekarang AI data center itu perlu energi
yang stabil
yang men-drive eh zaman sekarang ya
zaman era AI yang tentunya kita harus
punya energi yang masif cukup tinggi dan
stabil
tidak bisa tiba-tiba biar pet ataupun
hilang daya ya naik turun. Jadi perlu
energi yang stabil.
Nah, kontribusinya yang paling banyak
memang diharapkan
menaikkan industri ya.
Ee ya tentunya rumah tangga seiring
dengan naiknya penduduk juga akan naik,
bisnis publik juga akan kenaikan karena
memang yang harus diservis juga cukup ee
banyak.
Nah, ini ee rencana transisi
ee
bahwa nanti pengurangan
batu bara gitu ya. Misalkan di sini
tidak ada lagi pembangunan batuara,
lalu meningkatkan kapasitas renewable
atau energi baru. Lalu polusi penyiapan
ya energi baru hindia nuklir
eh DMA eh goal met eh coal metan gas
liquid
coal gitu ya. untuk tahap 1, tahap 2
sampai tahap 4 2024 2045 ya ini dari Pak
Venas sehingga kita bisa lihat bagaimana
proses ee industrialisasi satu persatu
sampai ke
ee proses ekspansi bahkan maturity
ataupun kemandirian ya energi baik dari
sumber suplly maupun teknologi itu bisa
dicapai ee dari ya 2045 lah misalnya 100
tahun Indonesia Merdeka.
Nah, ini ee breakdown ee rincian ya,
berapa ee install capacity yang
diperlukan.
Ee di sini ada nuklir ya 30 GW.
Sebetulnya ini yang listrik saja. Ada
juga nuklirus ee untuk hidrogen nambah
jadi sekitar 54 gig. Jadi ee
install capacity yang diperlukan sekitar
54.
Kalau listrik saja 35.
Nah, tentunya dari teknologi apa saja
yang bisa kita kembangkan ya, baik dari
large scale eh PLTn ataupun small
modular PLTN reaktor ee yang
dikembangkan. Nah, ini ee saat ini
memang di 2000
35 misalkannya itu ee sudah ada sekitar
0,5 giga ya, 500 me target dengan
operasional di 2032. Jadi accumulated
2035 mungkin sudah kelihatan ya muncul
di RUPTL.
Nah, ini jadi ee
tahapan secara rinci di tahap dua. Kalau
tahap satu ini konstruksi dan preparasi,
tahap dua operasional,
tahap 3 ekspansi eh up bisa besar atau
kecil, ataupun tahap 5 target ke
bagaimana transfer teknologi dan TKDN
yang lebih banyak lagi untuk ee
kemandirian ee teknologi.
Nah, ee kalau dikaitkan dengan supply
demand
ini memang ee tidak terlepas dari bisa
demand eh naturally created atau memang
eh intervensi dari pemerintah. Nah, saat
bersamaan eh konsekuensi logisnya kalau
demand ada muncul expected apa estimated
eh supply-nya juga harus disiapkan.
Jangan sampai demand ada, suplai enggak
ada, ya enggak akan muncul juga
industri.
atau suplly dulu disiapkan baru
berdatangan
ininya gitu ya industrinya yaitu kayak
telur sama ayam
duluan mana gitu ya ya bagusnya ya
seiring lah ya dan ee apa sinergi ya
saling melengkapi antar suplai demand
nah nuklir itu bisa masuk di 2000
mana tuh enggak kelihatan ya.
Sebenarnya ini di periode 2031-2032
ya ee
250 di ee RUPTL 250 * 2.
ee lalu kemudian
fase di 2040
kita bisa
ee
membangun yang lebih besar lagi karena
targetnya ini cukup besar ya, ambisius
ee 8 sampai 8 GW.
Lalu kemudian
target 21 sampai 30
di ee sampai tahun 41 sampai 50 dalam 10
tahun.
Dan di 2060
50 45 sampai 54 seperti yang tadi saya
sebutkan.
cuma ini ee transisi yang apa ee
diestimasikan
untuk beberapa skenario
eh
nah sustainability tidak terlepas dari
ee beberapa filosofi ya. pertama memang
dikaitkan dengan security
eh karena kita sustain
eh fuel eh source tapi belum belum tentu
secure.
Artinya misalkan sumber air
ee matahari gitu ya, angin itu ada terus
maksudnya ada terus tidak hilang tetapi
adanya kapan? Nah, itu aspek
intermitensi.
Misalkan kalau matahari kan daytime gitu
ya, ee pada pagi, siang, sore rata-rata
mungkin 4 sampai 6 jam lah. Nah, di
sebelum dan setelah itu gimana gitu.
Nah, itu menjadi konsern oh dengan
baterai misalkan atau covering areanya
lebih besar lagi karena kan perlu untuk
ee meng-cover dari 4 jam ya kita
misalkan 24 jam operasional
berarti ada sisanya 20 jam itu seperti
apa. Nah, itu dikaitkan dengan energy
security.
Nah, environmental sustainability
ini juga penting bagaimana
ee row material yang digunakan
misalkan untuk sol panel baterai itu kan
tentunya dengan eh metal-metal atau
critical material yang memang diperlukan
nel base misal litium base atau sekarang
rare ya tanah jarang juga yang digunakan
untuk beberapa aplikasi kelistrikan kan
elektronik. Nah, ini penting untuk di
jaga sebenarnya dari negara ya. Eh,
energy security, environmental
sustainability itu harus juga di level
kementerian
stability-nya itu ke sistemnya
kelistrikan.
Eh, lalu kemudian ke BMN misalkan label
praktis diersialisasi ada financial
terakhir ya mungkin ini juga ya. untuk
membantu bagaimana secara ekonomi
program-program
strategis ketegelistrikan itu bisa
berjalan lancar.
Oke. Nah, ini beberapa option yang tadi
saya ee sampaikan
implementasinya bisa semua modular
reaktor. Kenapa semua modular reaktor?
ini adalah reaktor modular yang dayanya
itu ee relatif lebih kecil. Jadi kalau
di nuklir itu ada spesifikasi small itu
di bawah 300 MW elektrik,
medium itu 300 sampai 700 MW elektrik
dan large atau big power itu di atas
700. Sekarang kan yang bangun sampai
1600 MW. Jadi 1,62 1,6 GW elektrik.
Nah, kalau yang small pertama memang eh
affordability bisa ini jadi investasi
awal kan lebih rendah daripada yang
besar.
Modularity multimodule kita bisa
membangun part by part sehingga seperti
Lego gitu ya. ee dibangun ee secara
efektif bisa mengurangi biaya konstruksi
dan juga eh maintenance.
Lalu flexible application untuk small eh
remote region, small grid gitu ya.
Terus footprint
ee tentunya penggunaan lahan itu jadi
semakin lebih kecil dan disiapkan untuk
mengganti ee
pembangkit listrik fosil gitu ya yang
sudah tua.
Yang tugas utama fosil itu kan baselad.
Nah, bisa diganti oleh baselot-nya
nuklir.
Ee tentunya ini bisa mengurangi CO2 ya,
emisi CO2 dengan nuklir. Memang sekarang
ada ide call to nuklir ya, e retrofit
program. Jadi mengganti boilernya
ee turbin, steam line dan sebagainya
itu masih ada sehingga hanya mengganti
boiler menjadi ee nuklir gitu ya. Itu
masih dalam tahap kajian itu
memungkinkan. Tapi ee prioritas awal
memang ee PLTN dulu dibangun secara
keseluruhan sehingga kita bisa melihat
operasionalnya seperti apa sehingga bisa
me match dengan yang teknologi fosil
yang sisanya ya ee yang dari boy apa
eh nonlear island-nya
SMR juga potensi untuk hybrid sinergi
dengan renewable.
Jadi pada saat misalkan belot
lalu mulai siang ada angin eh ee surya
terus ada angin, maka kita bisa kurangi
daya dari basel-nya dari PLTN. Nah,
mulai masuk dari eh renewable ya.
Lalu kemudian ketika turun tidak ada
daya dari renewable
mulai naikin lagi ee daya dari basel
dari PLTN. Nah, itu sebenarnya yang
terjadi di program desisalisasi
ee mengurangi kebergantungan dari diesel
tapi tetap diesel sebagai
apa? Eh, penunjang utama ya. Pas siang
atau ada listrik dari renewable baru
dikurangi sehingga masuk eh renewable.
Tapi pas kemudian intermitensi muncul
disuplai dengan diesel lagi.
Nah, ini untuk dayanya dan programnya
itu bervariasi. Ini bisa kita lihat
lihat dari ee berbagai modul. misalkan
untuk land base yang small atau mungkin
nah ini ada target ya sekitar ini sudah
lewat tapi 2028 mungkin di kita capai
atau small island remote region ini yang
eh very small atau micro ya micro power
atau marine base eh floating. Nah, kita
mungkin terkenal dengan tol laut ya.
Nah, itu ee bahan bakarnya masih minyak
gitu ya, diesel.
Nah, kalau misalkan propulsinya diganti
dengan eh PLTN seperti apa gitu, marine
base atau floating power untuk
transportasi dari seluruh
kepulauan kita.
Bisa juga kombinasi turbin yang untuk
ee memutar propulsi, bisa juga turbin
untuk
apa? Ee menghasilkan listrik. Jadi, dua
dua side ya. Bisa juga ini yang ploting
eh power plant.
Nah, ini ee
jadi sinergi dengan renewable dan juga
produksi kogenerasi
yang dihasilkan oleh satu unit ee
pembangkit.
ee tentunya ini perlu smart cre atau ee
optimisasi dari ee jaringannya
ee dari skala global market ee
ya ada ee sangat potensial untuk
meningkatkan bisnis. Eh, di sini kita
bisa lihat market size-nya itu naik ya
eh growth nya itu. Lalu kalau regional
analisis memang North Amerika memang
cukup banyak ya, Amerika dengan Kanada
eh yang sekarang naik mulai Asia
Pasifik, Erop, Europe juga banyak ya ee
PLTN yang dibangun situ.
Tapi ada aplikasi di sini ada yang
energy defense juga karena nuklir tidak
terlepas dari e pertahanan juga atau
aplikasi yang lain.
Eh nah ini PLTN ada radiation management
eh size dari global nuklirnya ada
konstruksi services sampai ke spend fuel
reprocessing.
eh ini beberapa non energy application
nucle teknologi dan juga estimasi dari
global marketnya dan growth-nya eh cukup
banyak ya. Jadi untuk aplikasi food
irradiation,
ionizing radiation equipment. Jadi kita
ingin membersihkan alat-alat apapunlah,
alat kesehatan atau sehari-hari dengan
ionizing radiation, MRI untuk terap eh
ya radioterapy sistem, X-ray, medis,
radio farmasi,
e pengobatan ya, deteksi, dos management
sampai ke service apa eh device ya eh
radiasi terapi. Nah, ini ee yang non
energi ya, yang aplikasinya untuk
kesehatan, kedokteran kesehatan.
Nah, ee balik lagi tadi ke target RUKn
ya.
Em, nuklir itu di 2060
punyai target
sekitar 15%
345 TW
atau ini juga hampir sama dengan 15,4%
atau 354 terwrik
dari solar.
Nah, memang di sini ada ee peningkatan
ya dari RUKN itu sekitar 2.300 TW yang
diinginkan
dan diharapkan ini bisa di berkontribusi
dari berbagai energi baru terbarukan.
Jadi dari 2024 naik terus di sini dan
terjadi pengurangan di call ya yang
disisakan nanti CCS col yang ada CCS
eh gas juga yang ada CCS ya misalkan di
sini yang ini.
lalu muncul hidrogen di sini sebagai
baik apa proses ya karir ee
apa yang dihasilkan dari ee proses
selanjutnya gitu ya.
Nah, ini ee kalau kita berbicara mapping
demand ataupun kebutuhan
ee apa kapasitas.
Lalu gridnya dari Kalimantan ke Jawa ini
ya ada
rencana disambungkan.
Lalu di
ini jauh apa? Selat Sunda.
Lalu dari sini dari Bangka Belitung
masuk ke Sumatera dii Jawa Bali dan
sebagainya. Nah, ini investasinya cukup
besar ya.
Nah, nuklir di mana ini? Banyaknya di ee
Kalimantan.
Ee ini Sumatera 15. Nah,
di Jawa sekitar 10
Jamali ya. Terus kalau yang lain
di sini enggak ada Sulawesi
3.
Nah, total jadi 35 tadi yang ee
RUKN-nya.
Nah, ini yang ee
Nah, ini agak beda ya. Ee sebentar. Oh,
ini ee tahun 2024.
bukan update yang terakhir ya, tapi ini
juga ada ee estimasi yang ini lebih
optimistik dibanding yang sekarang RUPTL
ini 45 sampai 54
tetap tapi ee pembangunan pertama itu di
2050 MW elektrik eh di 2032 dengan daya
250 tetapi di RUPTL ditambah satu lagi
250 di dua site yang berbeda. Tidak.
Satu di Bangka kalau enggak salah ya,
satu lagi di Kalimantan Barat.
Jadi tapaknya tadi saya sebutkan Kalimah
Bangka Barat ini potensial tapak
pertama. Yang kedua di Bangkayang sini
Kalimantan Barat.
Cuma di area ini juga potensi selain
yang sudah agak komplit,
paling komplit lah eh side
evaluation-nya itu ya Bangka sama
Jepara. Jepara juga potensi ee dibangun
cukup tinggi. Nah, ini beberapa road map
pendahuluan sehingga mencapai target 45
sampai 54.
ee
ya ini em pertumbuhan ya pertumbuhan
kenapa
ee energi dicanangkan lebih banyak di
misalkan di luar Jawa gitu karena memang
pertumbuhannya cukup besar terutama di
Sulawesi ya. Sulawesi hampir tujuh ya
tujuan ya. Papua lebih dari tujuh
ee Sumatera ya 6 gitu.
Jadi kita bisa lihat memang di manite
bisa dicreate ataupun secara alamiah
muncul
di area-area luar Jawa sehingga
pemenuhan energi harus disiapkan di luar
Jawa. Meskipun demikian, Jawa juga area
yang services bisnis gitu ya. Sebagian
ada industri
itu juga tetap harus dipenuhi ya selain
memang penduduk yang semakin banyak.
Nah, ini ee
serpihan-serpihan kebutuhan energi per
provinsi.
Misalkan di Jawa ini Banten, Jawa Barat,
Jawa Tengah dan sebagainya. Kalimantan
juga
maaf ini di 2024
eh 95 gig. Nah, di 2060 target 440 gig.
atau sekitar 100 eh 1000 hampir 2.000
terw.
Nah, ini disebar di
ee
semua provinsi ya. Dan ini warna-warna
ini ee dikaitkan dengan kontribusi ee
energinya apa. Nah, nuklir ini yang apa
ini? Ungu ya. Nuklir ungu. Nah, ini yang
ungu-ungu. Area mana estimasi misalkan
yang bisa dibangun? Misalnya Bangka
Belitung misalnya 16 di Sumatera Utara
eh maaf Bangka Belitung sini ya.
Ini di mana ya?
Ee
terus kemudian di Jawa juga lumayan nih
cukup tinggi juga ya
atau Jawa Lampung nih 30 giga.
Ee
Kalimantan
terus Kalimantan
Timur, Kalimantan Barat, di Sulawesi
juga ada. Nah, di daerah ini belum ada
ee proyeksi untuk pembangunan ee PLTN.
Jadi, nuklir berkontribusi sekitar 14%
dari listrik tadi ya. Tapi ada yang
menarik juga kalau insall capacity
sekitar
8%.
Artinya listrik yang dibangun dengan ini
bisa
dua kalinya ee untuk listrik yang ada
dibanding dengan yang lain. Misalkan ee
ini yang
kuning itu solar gitu ya 24
pers lebih gitu ya. Nah, listriknya itu
berkomisi 8%.
Nah, saya coba ee
simulasi ya berdasarkan
ee beberapa reference di 2021 sebenarnya
target 46 gig misalkan tadi kan 54
eh 45 sampai 54 ya. Tolah
kalau kita membutuhkannya sekitar 46
gig. Nah, ini ee sharing demand-nya itu
seperti ini. Di Jawa sekian tadi kan
sekitar 30 ya. Di Sumatera juga kayaknya
lebih besar ya, Kalimantan juga. Nah,
ini skaternya bisa seperti ini kalau
misalkan kita berbasis demand site dan
nuklir bisa masuk di beberapa area.
Termasuk ini penting juga eh spesial
industrial yang dicadangkan pemerintah
di Kementerian ee Industri juga banyak
sekali muncul di sini sehingga perlu
energi Kepulauan Ria, Sumatera Utara,
Sumatera Barat, Jawa Barat, Banten dan
sebagainya. seluruh Indonesia termasuk
di sini ada beberapa daerah khusus
ee
dari Sabang sampai Merauke ya. Nah, ini
usulan 27 kawasan industri di PRJM
sampai 2024 mungkin 2025 seterusnya juga
akan Nah, bagaimana potensial ee SMR ya
semua model rektor bisa
diimplementasikan.
Saya coba mapping.
Nah, ini dengan daya 10 300 gitu kan.
Ini demand-nya yang ada di sana beberapa
daerah. Sehingga kita memilih
scalability dari oh ini eh very small
reaktor, ini SMR, small reaktor, ini
medium, small reaktor gitu. Kalau yang
1000 ini kurang lebih ya large reaktor
lah gitu ya atau multiple unit reaktor
yang kita bisa supply berdasarkan
demand-nya. Demand side-nya itu ini
berdasarkan industrial zone. Yang
lainnya misalkan tadi disebut eh demand
untuk desisilisasi karena saat ini
kebergantungan terhadap diesel cukup
banyak ya. Ee bisa dibayangkan Bapak Ibu
5.200 unit diesel terdistribusi di 2100
lokasi di Indonesia. Ini titik-titik ini
bukan penyakit ini ya, bentol atau dan
sebagainya apa
ee gatel-gatel ya. Tapi ini titik-titik
unit diesel yang diimpan.
Nah, ee rentangnya itu sekitar
ee 0,6
e megaw.
atau 600 kilo
sampai 550. Yang paling banyak memang di
area Maluku.
Sekarang di tahap pertama itu
menggunakan PLTS ya. PLTS dengan baterai
atau tanpa baterai tapi tetap diavling
dengan
ee diesel. Mengurangi kebergantungan
diesel lumayan mungkin sekian persen
sekian jam menggunakan ee PLTS. Terus
kemudian sisanya tetap dengan diesel.
Nah, nuklir juga mungkin bisa juga yang
skala-skala yang kecil yang mikroreaktor
juga bisa masuk.
Saya coba ini di 2024 sebelumnya
ini data di 2024 terakhir.
Jadi potensi yang ada sekitar 400.
sekarang sudah dikoreksi sampai jadi
3.000 ya kalau enggak salah. Solar
panelnya itu jadi 3.000-an jadi 200
ya solar panel solar ee eh energi ya.
Ada koreksi di 2024 akhir.
Nah, kita coba hitung ya. Saya ini
buat simulasi sederhana.
Lalu kita gunakan CF capacity faktor
ee masing-masing pembangkit. Nah, ini
kan potensinya 100%
kalau kita gunakan ya di Indonesia.
Geothermal, solar, wind dan sebagainya.
Total 43 pada 32. Saya hitung listriknya
berdasarkan capacity
ini sekitar 11509
1200 lah.
Sedangkan jadi misalnya geothermal 23 GW
Dikali
capacity factor dikali
annual time transmission loss misalnya
10% mungkin kurang ya. Nah, kurang lebih
ya segini 129 terw hours solar dari 207
GW elektrik menghasilkan 400an terw
hour. Nah, dijumlahkan dari semua
renewable seperti ini. Sedangkan kita
butuh 1800 maka di sini ada gap ya. Jadi
di side-nya itu ada gap sekitar 640.
Nah, saya coba simulasikan
ya gap itu bisa di ee suplly dengan
fosil
atau tambahan kombinasi dengan nuklir
atau memang 100% nuklir untuk memenuhi
target ini. Jadi, kita bisa ee variabel
kombinasi ketika memang gapnya ini
muncul ini e 100%. Jadi kalau 100%
masing-masing dari renewable energy
kontribusi.
Nah, ini jadi eh gap analisis yang kita
bisa lihat bagaimana energi mix salah
satunya bisa di menjadi bahan
pertimbangan.
Eh, ini potensial side-nya saya coba
percepat banyak ya. Sebenarnya ada 20-an
ee side atau tapak yang potensial
dibangun PLTN.
Nah, ini beberapa tugas untuk membangun
PLTN dari setting, desain approval
konstruksi sampai decomissioning
operational.
Nah, ini proyeksi ee apa? PLTN yang
terpasang.
Strateginya, proyeksi pengembangannya
dari 2032.
Lalu kelembagaannya untuk pengoperasian
ee termasuk struktur satgas akselerasi
ya, tim percepatan atau bisa kita sebut
nepionnya.
termasuk tim
ee Pokja ya yang ini lebih operasional
mudah-mudahan tidak jadi birokrat tetapi
untuk adhak yang lebih fleksibel dan
bekerja cepat ya
karena ini
udah tahap komersial komersial ya harus
profesi
mohon maaf.
Nah, seperti itu mungkin waktunya pas
ee 1 seteng jam. Terima kasih Nuclear
Force Prosperity and People. Terima
kasih. Saya kembalikan ke moderator.
Silakan.
Baik, terima kasih kepada Prof. Sidi
atas ee pemaparannya dan kita akan
melanjutkan pada sesi selanjutnya yaitu
tanya jawab dari aplikasi Slidu.
Di sini saya akan menampilkan terlebih
dahulu.
Oke, di sini sudah ada delapan
pertanyaan
yang bisa langsung saja oleh Prof. Sidik
ee jawab. Ee kita mulai dari pertanyaan
pertama yaitu ee tentang bagaimana
ekosistem pengelolaan nuklir khususnya
pembangkit listrik yang ramah lingkungan
di Indonesia.
masih di-mute ya. Jadi
ee ekosistem pengan nuklir.
Mm ya sebetulnya ini seperti halnya
pembangkit yang lain ee dari proses awal
emm
jadi ditentukan tapak ee ada AMDALnya
gitu ya ee prinsip
ee
lalu kemudian evaluasi tapak dari segi
kegempan sism geoteknik dan sebagainya
operasional ee sampai ke ee eh
decomissioning itu sudah diate dari
awal. Nah, terkait dengan ramah
lingkungan
yang pertama eh PLTn itu kan dia close
ini ya ee
eh activity.
Jadi semua itu berada di dalam satu ee
fasilitas yang tidak mungkin dia keluar
dari fasilitas itu.
Jadi misalkan eh yang jelas tidak ada
greenhouse gas emission ya, CO2, nox,
Sox eh dan sebagainya tidak ada dari
nuklir.
eh nol ya dari e proses ee bahan bakar
yang mungkin ada muncul
greenhouse gas effectud yang non eh
operasional reaktor misalkan untuk
menambang uranium
untuk ful fabrikasi
yang itu memerlukan listrik dan
listriknya atau ee memerlukan
transportasi yang bahan bakarnya mungkin
bahan bakar dari ee diesel misal atau
dari bensin yang tentunya itu CO2. Tapi
secara operasional PLTN tidak akan
mengeluarkan CO2 ataupun eh greenhouse
gas. Nah, mungkin yang menjadi ken
bagaimana dengan waste management
mungkin ya. Nah, ee
jadi untuk menghasilkan 1 GW elektrik
kelas ee reaktor, nuklir itu
ee mengeluarkan sekitar 30 ton bahan
bakar bekas.
Yang dari 30 ton itu
ee kita bisa mecycle 95 sampai 97%. Jadi
ee mensisakan 3% produk PC dan itu ada
eh fuel management-nya untuk recycle-nya
eh untuk di eh manfaatkan bahan bakar
baru. Salah satunya jenis MOX ya, mix
oxide fuel yang secara komersial di
Prancis sudah membangun dan beberapa
reaktor sudah digunakan. Jadi bahan
bakar bekas itu masih ada 95%
97% uranium, plutonium atau aktind minor
yang secara komersial terutama sekarang
uranium pluton itu sudah digunakan
menjadi bahan bakar kembali.
Jadi ee sangat sedikit eh spend fel yang
ee nanti dikeluarkan dan dari 3% itu
kita bisa eh olah ada yang long lif eh
eh produk visi, ada yang shortlift, ada
yang high radio toksicity, ada yang low
nanti di di disimpan ee itu sebetulnya
di dekat reaktor. baru kalau misalkan
penyimpanan lestari geological deep deep
eh eh repository misalkan di bawah itu
itu yang eh
apa itu yang long lif ya ratusan tahun
itu kita bisa kristalisasi terus dan
sebagainya. Jadi dan itu tidak bisa di
keluar gu ke tempat umum jadi sangat ee
diprotect sekali ya. Nah itu terkait
dengan ee kaitan dengan ramah lingkungan
ya. ya. Di Indonesia juga sama ee ee apa
beberapa lokasi mungkin bisa potensial
untuk bisa ee operasional reaktor.
Begitu pula dengan penyimpanan sementara
ee apa bahan bakar bekas.
Nah, untuk roadmap
ee yang menarik ini roadmap itu
tarik-menarik kepentingan ya.
Nah, sekarang sudah diadopsi dan di
diapresiasi
bahwa nuklir bisa masuk ee seiring
dengan renewable energy juga yang
sekarang juga digenjot.
Eh,
nah dari roadmap itu yang menjadi konsen
eh mungkin dari konsistensi bagaimana
pemerintah mendorong dan juga regulasi
ya investasi tentu ya seiring ya. Tapi
investasi selama ini yang saya ketahui
beberapa teknologi provider
vendor itu udah mulai berdatangan dan
siap membawa investasi dengan
teknologinya.
Nah, tinggal bagaimana regulasi
pemerintah yang secara ketat untuk bisa
meregulasi
ee apa potensi ee implementasi komersial
dari PLTN di Indonesia.
Ee juga mungkin ee yang menjadi konsen
sosialisasi dan ee publik ya. Tapi
publik setiap tahun public aset itu
disurvei
termasuk di area
tempat PLTN yang akan
maaf ee yang akan dibangun. Jadi itu
sosialisasi
ee edukasi terhadap masyarakat sekitar
termasuk potensi ekonomi yang harus di
ee berikan pencerahan dan juga
lingkungan ya. Jadi ee termasuk mungkin
ee subsidi listrik yang harus menjadi
prioritas di lokal ini. Jadi jangan
sampai kalau kita ngebangun pembangkit
di sekitar lokasi, nah masyarakat di
situ tidak tumbuh ekonominya, tidak
merasakan ee manfaatnya gitu. Bila perlu
listrik di sekitar pembangkit,
masyarakat pembangkit itu harusnya
diskon 50% atau bahkan gratis ee ee apa
infrastruktur dan sebagainya itu sebagai
bagian penting dari em apa e
implementasi ya. Tentunya roadmap-nya
juga perlu lebih detail ya karena
roadmap masih general harus dibreakdown
satu persatu.
Eh, lalu apa yang membuat sebenarnya kok
sulit tertunda terus di betul? Ee
sebenarnya
karena nuklir itu kan masuk di apa eh
teknologi strategis ya, geopolitiknya
cukup kental, maka harus strong
leadership di manapun. Apalagi yang eh
the first eh nucle power plan ya eh
construction ataupun implementasi itu
harus memang eh ggment
to bukan bisnis B2B eh bisnis asual
tidak bisa
eh jadi memang strong leadership harus
kuat baru menggelinding baru setelah
beberapa unit berjalan 10 unit ya oke
itu sudah kuat sistemnya baru bisnis eh
siswa jual bisa jalan. Tapi kalau untuk
pertama kali itu memang harus garansi
dari ee negara. Kalau negara sudah hadir
saya pikir tidak sulit ya. Ya, kalaupun
memang ada penolakan ataupun keberatan
ya tinggal dijelaskan saja. Tetapi kan
terustas ya ee kepercayaan masyarakat
terhadap regulasi, terhadap pemerintah
itu juga penting sehingga pasosialisasi
atau penjelasan juga lebih mudah ee
karena teras ya kepercayaan.
apa negara kita dapat mendapat ini
mengingat faktor keraban gempa. Oke. Ee
Indonesia itu ee punya tiga riset
reaktor ya ee tahun '5
eh
87 di Serpong.
ee itu sebelumnya yang Kartini ee di
Jogja semuanya beroperasi sampai saat
ini
masih aman
ee dikaitkan dengan ee apa gempa ya
ee ya kita ee di daerah gempa tetapi kan
gempa itu bukan di semua daerah
artinya di Jawa pun kalau lihat di
data-data data statistik itu kan di Jawa
bagian selatan
seismic ee activity itu ee ee besar ya
sehingga gempa dan tsunami muncul. Tapi
kalau Jawa Utara misalkan seperti Jepara
itu penting dilihat itu seiknya
lebih sedikit. Ada juga site di Banten
itu size RVPT-nya juga sedikit dan itu
potensi untuk dibangun. Jadi di tempat
kita, di bawah kaki kita misalnya di
manapun kita tetap ada sicing activity.
Mau satu skalar hiter dua sekali mungkin
yang baru kerasa itu empat ya atau tiga
atau empat heater baru kerasa goyangan.
Tapi bukan berarti tidak ada dua atau
satu gitu ya. Karena gerakan e lempeng
bumi itu terus bergerak tapi bukan
berarti kita tidak membangun apa-apa.
konstruksi bangunan sampai 100 tingkat
dan sebagainya ya enggak akan dibangun
kalau kita hanya khawatir sekedar itu.
Tinggal kita meminimasi bagaimana lokasi
itu jangan sampai berada dalam ee jalur
ee frcture apa retakannya gitu ya. Itu
ada teknologi dan peraturannya ya. Sama
seperti kita mau membangun
yang kemarin kejadian ee depot ee minyak
zaman dulu itu kan 3 sampai 5 km tidak
boleh ada orang hidup eh apa tinggal di
ee pelumpung misalkan ya tiba-tiba kan
meledak ya terus kena ke masyarakat.
Nah dulu ya kalaupun meledak tiga sampai
ini enggak ada orang ya akan enggak ada
masalah. Sekarang kan orang masuk-masuk
sampai dekat bukan lagi 3 sampai 5 km
tapi mungkin sudah berbatasan langsung
di itu gitu 1 kilo. Nah, itu kan
akhirnya karena kekurang tahuan dan
ketegasan untuk melarang tinggal di sana
ya masyarakat mendekat akhirnya
disalahin kan operator. Padahal
seharusnya dari awalnya itu lingkungan
harus free ee terhadap itu karena ada
potensi ledakan yang sekitarnya. Nah,
hal-hal itu sebetulnya penting ee
termasuk ee nuklir juga ada ee apa eh
area preparedness ya untuk ee evakuasi
dan sebagainya. Ada radius 1 kilo, 2
kilo, 3 kilo itu juga harus
dipertahankan dan secara ketat di ini
gitu. Jadi enggak sembarangan karena
sudah muncul PLTN banyak industri
masyarakat pada datang. itu terjadi di
Jepang di di daerah Tokimura. Saya
pernah tinggal 3 tahun di sana 50 km lah
dari Fukusima ya. Dulunya hutan gitu kan
karena ada industri PLTN terus industri
e apa ee riset nuklir ada turunannya
maka pada datang ke situ jadi ramai.
Jadi problemnya tidak hanya dari
teknologi tapi kesiaps kesiapan dari
regulasi. yang tetap kuat harus bisa ee
melindungi masyarakat sekitar
termasuk gempa ya ee yang lebih aman
mungkin Kalimantan tapi Kalimantan kan
demandnya masih sedikit ya jadi Jawa
bisa masih bisa dibangun bagian utara
Sumatera juga Sumatera bukan yang bagian
barat yang penuh gempa tapi di bagian
selatan di atasnya itu Kalimantan masih
bagus Sulawesi juga di tenggara selatan
itu potensial untuk di ini. Jadi, sizmik
hazatnya itu kan di Kalimantan Tengah ke
atas eh sori ee Sulawesi Tengah ke
utara.
Di lainnya itu sesmikaz-nya sedikit.
Jadi ee banyak potensi ee tapak yang
bisa dibangun.
Baik. Ee mohon share rileksi
dari NUTI yang ada di Indonesia.
Ah
ee dalam RUPTL dicanangkan 2032
itu COD-nya. Jadi mudah-mudahan on
grade-nya juga di tahun itu.
Ee jadi
eh roadmap-nya sudah ada dan ee
target masuk ke grid itu di 2032.
itu pun masih 250 + 250 jadi 500 M. Nah,
tiga resiset reaktor di sini karena dia
tidak berupa daya untuk listrik, dia
hanya daya untuk termal saja. Jadi tidak
dikonversi ke listrik. Jadi masih nol
lah kalau saat ini.
Ee seperti itu ee data ril-nya.
Bisakah energi nuklir menjadi solusi
transisi tanpa mencipta kegergantungan
baru, peniman baru? Betul. Ee
nah ini menarik juga karena isunya kan
kita harus bisa ee kemandiran energi
terus kemudian swasmada.
Nah, ee nanti muncul ke kebijakan TKDN
ya, bagaimana teknologi dalam negeri
masuk ataupun ee apa ee inovasi dari
dalam negeri. Nah, 100% mungkin tidak
bisa ya. Makanya di sekitar 40% misalkan
itu kita bisa masuk ee ya
kebergantungannya lebih sedikitlah ya.
Karena teknologi apapun, pembangkit
apapun ee masih ada komponen impor yang
cukup besar ya di Indonesia itu. Makanya
memang harus perketat di inovasi. Kita
harus masuk ke industrialisasi.
Inovasi ke industrasi teknologi apapun
termasuk pembangkit. Jadi kita tidak
boleh lagi bergantung misalkan di atas
60%, 70%
apalagi 100%. ee sebagian besar
teknologi
ee apa ee negara-negara yang punya PLTN
itu untuk bahan bakar. Lalu beberapa
komponen itu memang impor ya. Jepang dia
tidak punya ee uranium Jepang
Korea gitu ya.
Emm dan kalaupun yang punya misalkan ada
India, Cina,
ee Amerika, Kanada ya ada sebagian dari
dia ee terus kemudian ee dia masih impor
dari luar atau ee Australia misalkan
Australia memang tidak ada PLTN tapi
resource uraniumnya itu paling banyak di
dunia tetapi ee produksi uranium
terbesar itu Kajakstan.
eh dia tidak bisa mengenage,
mengayakkan uranium, tapi punya
resource, tapi dia kasih ke ee
perusahaan di ee negara lain untuk
nge-entriage, terus balikin lagi. Jadi
sekarang itu bisnis itu udah cross
border ya, global, tinggal bagaimana
kebergantungan kita tidak terlalu
banyak. Jadi, sustainability ataupun
security of supply, security of apa itu
logistic itu bukan karena oh dia orang
lain, tapi kita bisa make sure bahwa dia
men-supplai dengan baik ke kita meskipun
itu dari orang luar. Karena bisa jadi
kita menguasai
ya, tetapi tidak ee apa
tidak memberi, tidak bisa dieksploitasi.
Nah, itu problem security kan tidak bisa
men-supplai. Jadi intinya memang nanti
di financial scheme sama logistik yang
harus eh kuat. Baik. Eh, lalu
bisakah solusi tanpa Oke, tadi sudah ya
mudah-mudahan. Jadi nanti dari sektor
teknologi, sumber daya sampai ke ee
teknologi turunannya juga ee
kebergantungannya semakin minimal.
Lalu kemudian
apakah negara kita sudah memungkinkan
membangun reaktor nuklear fusi mengingat
negara ini
ee
reaktor fusi
eh update terakhir kan ada international
global eh collaboration dier ya kadaras
Prancis itu kayaknya mengalami delay
target 2030 mungkin digeser lagi untuk
demo ya.
Ya, komersialisasi masih 2050 mungkin
itu negara-negara maju ya. Jadi ee masih
ee beberapa inilah dekade ke depan. Nah,
Indonesia ya mungkin kita bisa
berpartisipasi untuk beberapa desain.
Beberapa peneliti kita juga mendesain
ee beberapa material ya, materialisi
eh fusi yang juga berkontribusi misalkan
di fasilitas ee reaktor fusi kecil di
Jepang misalkan. Jadi ee nah kalau
sekarang untuk RnD mungkin bisa kita
masuk di fusi, tapi untuk komersialisasi
itu masih jauh. Jadi kita masih
prioritaskan di ee visi ya, reaktor visi
ee ee selain kita juga bahan bakar fisi
ada uranium, torium juga ada ya belum
dieksploitasi.
Nanti mungkin pada saatnya bisa
dieksploitasi setelah beberapa reaktor
mungkin sudah 10 reaktor itu bisa kita
eksploitasi gitu ya karena sudah ada
pasarnya untuk memanfaatkan
ee bahan bakar fusi itu ya di laut ya
itu ada ee deterium
atau dari spenfiolnya itu ada tritium.
Nah, itu ee bisa kita guna. Jadi tidak
hanya di Indonesia yang punya laut itu
bisa menjadi bahan bakar reaktor fusi
yang secara efektif. ee selain mungkin
ada blanket-blanket yang dari litium dan
sebagainya itu beberapa ee skema ataupun
ee desain dari reaktor fusi. Jadi masih
eh text time lah untuk fusi. Jadi
prioritas komersialnya kita di PC, tapi
kalau R&D kita bisa mulai masuk juga
mungkin demo kecil, reaktor, ataupun ya
fasilitas yang terkait material, high
temperature, corrosion, high temperatur
plasma dan sebagainya mungkin kita bisa
masuk di RnD reaktor fusi.
Ee mudah-mudahan kejawab.
Lalu
pada pemanfaatan er nuklir,
kriteria dan parameter
ke ruangan apa diperlukan? Kita akan
mengembangkan reaktor nuklis sebagai
sumber
en baru ramah lingkungan. Misal
ke ruangan.
Oh, ruang misalnya atau gimana nih?
Keuangan atau ke ruangan. Oke.
Ee ya
pertama untuk ramah lingkungan itu
ee
emisi ya kita zero emisi eh greenhoh.
Kedua itu spentul gimana ya? Spentul
kita bukan dibuang seperti tempat sampah
seperti biasa. Tidak. itu ditempatkan
khusus, ada kolam khusus dan kita
treatment untuk mengurangi
radioactricity, half life-nya berkurang
sehingga ee lebih apa
ee apa eh volume reduction-nya juga akan
eh berubah gitu ya. dan itu disimpan di
sekitar reaktor. Maksudnya ada spend
viel facility yang memang itu didesain.
Nah, kalau mau coba perbandingan ya ee
PLTN di Amerika itu sekitar 100 pernah
sampai 100 ee lebih dari 100 ya 105
misalnya atau bahkan mungkin pernah jadi
120 sebelum beberapa D ini kan. Sekarang
masih sekitar kurang lebih 100-an.
PNP selama 60 tahun kalau itu di
kumpulkan
itu sebesar
ee laporan bola.
Jadi kalau misalkan 100 unit kalau
satunya 1 gig berarti kan 100 GW
elektrik.
Eh,
discharge fuel itu sekitar 1,eng tahun
taruhlah 60 tahun berarti kan 30 kali ya
disch.
Nah, itu disimpannya itu tidak lebih
dari sebesar lapangan bola
untuk spend viel. Jadi dan itu enggak
enggak dibiarkan begitu saja. Pasti ada
bangunan khusus, treatment khusus yang
tidak membuat leakage ataupun
terkondaminasi ke luar. Dan itu pun
tergantung kebijaksanaan kebijaksanaan
pemerintah. Apakah itu mau di seperti
itu disimpan atau nanti di eh reviewing
ya reproses maaf bukan reviewing
diproses
untuk diambil bahan bakar yang masih
bisa dipakai seperti uranium, plutonium
itu bisa digunakan sebagai bahan bakar
baru. Sisanya ya yang 3% 5% itu di apa
eh maintain sebagai spenul yang enggak
bisa digunakan bahan bakar. Nah, itu
juga ee bagian dari sircular ekonomi ya.
Karena turunan dari manajemen bahan
bakar itu adalah bahan bakar bekas,
radiosotop
itu ee industrinya lain lagi gitu ya.
Terutama kalau misalnya farmasi itu dari
produk Visi yang useful itu bisa
digunakan untuk eh radiation eh apa
teknologi dan itu bagian penting dari ee
energi nuklir ya. Jadi tidak hanya
pembangkitan. Nah, tadi juga saya sebut
ada ee hidrogen production, E, lain
sebagainya eh disalinasi gitu eh heat
distrik termasuk sekarang eh produk Visi
untuk radiofarmaka, radiarmasi untuk
kesehatan.
Seperti itu ee jawaban dari saya.
Mudah-mudahan bisa menjawab semua.
Apakah ada yang kurang tadi
pertanyaannya?
Ee sudah, Pak. Sudah, ya. Sudah cukup,
ya. Ee untuk selanjutnya kita di sini
akan ee melakukan tanya jawab secara
langsung dengan para
partisipan di sini. Mungkin dari Bapak
dan Ibu semuanya yang hadir barangkali
ada yang ingin ditanyakan ataupun
didiskusikan
ee dapat langsung saja untuk raise hand.
Mangga silakan. Iya dipersilakan kepada
Bapak Radit Tegu untuk langsung saja.
Kalau penjelasan terima kasih banyak mau
melanggar Sidik Permana dan Bu Dini
mohon izin bertanya atas kesempatan yang
berharga ini Bapak Ibu. Silakan yang
mana yang eh pertama begini Pak Sidik
kalau boleh saya dijelaskan, Pak, kan
segala sesuatu yang berkaitan dengan
energi itu kita terikat dengan pemukaan
energi Pak, gitu ya, Pak. Ya, mungkin ee
bisa dijelaskan sedikit, Pak mengenai
nuklir ini sebagai salah satu alternatif
gitu ya, Pak ya. Ee kalau kita ee nanti
kan pasti ada limbahnya, ada sampahnya,
ada reduksinya, Pak. Gitu ya. Jangan
ketinggian. sisi teknik saya yakin
banyak ee apa referensi yang bisa
mengupasi itu. Tapi kalau boleh
digambarkan Pak, apakah ya gitu ya
secara cost benefit dan hukuman ee hukum
bekekalan energi Pak jadi keputusannya
tetap ada itu dimungkinkan bahwa ee
limbah tadi itu juga mendukung proses ee
reservasi lingkungan kita gitu, Pak.
Karena kita tahu kan kalau untuk
mengurai suatu limbah atau reduksi dari
suatu aktivitas pasti juga diperlukan
energi lain gitu, Pak. Gitu ya, Pak. Ya,
Bapak. Nah, itu mohon dijelaskan
sedikit, Pak. Terima kasih, Pak Sidik.
Mungkin nanti bisa menjadi suatu apa ee
pelengkap dari e visibility atas
pembangunan nuklir. Terima kasih banyak,
Pak Sid. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
I terima kasih, Pak Radit.
Ya, ini ee menjadi bagian penting dari
ee
proses bersinambungan ya. ya, konsep
dari ee kalan energi ataupun ee apa
istilahnya tuh ee massa ya, kalan massa.
Jadi kalau di ee
reaksi Visi memang ada ee energi yang
dirilase
ee dalam bentuk ee
apa ee konsep itu ya eh relativistic
Einstein ya. delta M-nya itu jadi massa
yang digunakan langsung di ee konversi
dalam bentuk energi ya. Ee tentunya
berbeda dengan reaksi kimia.
Ee kimia itu kalau secara skala ee
energinya itu kan kurang lebih
3 sampai 4 elektron volt gitu ya.
misalkan batu bara ya dibakar sekitar
itu. Nah, kalau nuklir itu kan sekitar
50 juta kalinya.
Kalau kita berbicara ke konversi ee
energi secara efisiensi
ee
1 gram itu bisa menghasilkan 1 MW day.
Eh,
ya 1 gr 1 kg berarti kan 1 GW
ee 1 hari. ee tentunya
ee sisa
si apa sampahnya
ya jadinya ee kecil atau misalnya gini
praktically ya sekarang itu di industri
1000 MW elektrik menghasilkan dalam 2
tahun itu 30 giga eh 30 ton. 30 ton itu
kalau kita masukkan
ee drum
itu yang karena kan densitasnya cukup
tinggi ya ee uranium torium itu.
Jadi
ya bisa kita masukkan ee satu atau
beberapa drum ya ee spend fuel yang
memang itu pure langsung diambil.
Tetapi dari 30 ton ee
itu kan ee bisa kita ambil lagi ee di
recycle sekitar 97%.
Jadi taruhlah 3% sisa dari 30 ya 900
kilo gitu ya. Itu juga bisa dipadatkan
dari produk VC itu. Nah, problemnya
untuk sular ekonomi itu perlu listrik
ya. Ya, sirkular ekonomi di nuklir
misalkan.
Ee betul ee sekali. Jadi nanti listrik
makanya kalau di powerpl itu kan ada
memang eh gross eh
listrik ya pembangkit ada yang net
biasanya ada sekitar 5 sampai 10%
digunakan untuk inhouse-nya. Nah, itu
macam-macamlah untuk operasional, untuk
apa listriknya termasuk mungkin juga
untuk ee beberapa fasilitas ee
di penyimpanan ya, penyimpanan spend
fel.
Eh, begitu Pal kalau misalkan itu proses
partisioning
dipisahkan itu selain listrik perlu juga
reaksi kimia ya. Misalkan uranium,
plutonium dipisah misalkan dengan ee
purex gitu ya. diekstraksi, plutonum
ekstraksi ee itu ee perlu ee aktivasi
misalkan dari reaksi kimia. Ee jadi ee
tentunya ya memang itu di luar dari
sistem pembangkit tapi listriknya bisa
dipakai dari yang dikeluarkan.
Ya mungkin nanti reaksi kimianya perlu
ee tambahan dan sebagainya. Jadi ya
secara umum ya ee perlu energi balance
ya. Ee tapi saya pikir dari produksi ee
pembangkitnya bisa cukup juga kalau
memang listriknya ya keksi kimianya
mungkin bisa ee ini gitu ya. Itu salah
satu bahan pertimbangan mungkin untuk
FS. Bagaimana ini spent viel ya? spend
viol e kita bisa keep selama operasional
reaktor itu ee beroperasi 60 tahun, 80
tahun ya spend viel di situ. Jadi enggak
bisa ke ee ke mana-mana di situ. Kecuali
setelah dicomissioning spend viol ini
gimana?
Apakah diycle atau di
simpan di tempat khusus untuk eh
geological repository gitu kan? itu
tergantung dari kebijakan pemerintah.
Yang jelas tidak secara sembarangan ke
lingkungan ya, itu tetap di secara ini
dan tidak hanya ee nasional, regional
sekitar internasional pasti akan ikut
mengawasi. Jadi enggak sembarangan
seperti itu. Mudah-mudahan bisa
menjawab, Pak. Kalau mungkin ada
tambahan pertanyaan yang
belum kejawab, silakan
atau mungkin ada bagaimana, Pak Radit?
Apakah jawabannya sudah cukup?
Alhamdulillah. Terima kasih banyak Bu
Dini, Pak Siddiq. Alhamdulillah
mudah-mudahan menjadi apa? penjawab
kegusaran kami dari sisi lingkungannya
gitu, Pak Siddiq. Terima kasih banyak
Pak. Asalamualaikum. Terima kasih Pak.
Alhamdulillah.
Baik, untuk selanjutnya mungkin untuk
sesi tanya jawab kita cukupkan karena
waktunya sudah menunjukkan jam 12.00
siang. Dan terima kasih kepada Bapak,
Ibu semuanya yang sudah berpartisipasi
untuk menutup acara webinar ini. Kepada
Prof. Sidik mungkin untuk memberikan
closing statement-nya.
I. Baik. Ee
saya tadi ini yang terakhir ya.
Jadi ee jangan khawatir
dengan apa nuklir ini itu bukan untuk
perang ya.
Jadi Powerpiece karena kita nandatangani
NPT nonporasi yang memang ditujukan
untuk eh keperluan sipil ataupun
keperluan ee perdamaian. Yang kedua ya
tentunya prosperity kita ingin naik
kelas juga ya jangan medal income trap
karena negara-negara maju yang sekarang
mulai ee oh kita harus green energy
green ya dia udah menggunakan call
banyak dan juga udah menggunakan PLTN ee
banyak juga gitu. Nah, ketika kita mau
menggunakan ee naik kelas ke atas ee
banyak yang mempermasalahkan, banyak
yang menolak dan sebagainya. Kenapa?
karena memang ee beberapa aspek terkait
dengan ekonomi, affordability, eh green
eh technologi ya bisa di overcome
ataupun di ini diintroduce dengan PLTN
gitu. Jadi pasti ini geopolitiknya
tinggi dan untuk people ya masyarakat
ini juga penting karena semuanya itu kan
untuk ee kemakmuran rakyat ya.
Cabang-cabang produksi yang penting
untuk negara semuanya untuk kepentingan
rakyat gitu ya. kemakmuran ee rakyat.
Artinya ee semua teknologi itu bukan
untuk kepentingan segelintir investor
gitu punya modal. Karena sekarang juga
kita harus hati-hati pemberi modal itu
akan mengindup ke mana gitu ya. Ee dan
itu ee apa national interest ataupun ee
kepentingan nasional ataupun ee
kembandirian kita akan menjadi poin yang
paling utama. Tentu partner global kita
penting, investor global kita penting,
teknologi provider kita penting, tapi
jangan sampai mengorbankan kepentingan
nasional untuk masyarakat kita. Itu saja
mungkin ya ee sebagai bahan ee renungan
kita bersama. Terima kasih saya tutup.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat siang. I
waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Ya, terima kasih banyak
kepada Prof. Sidi atas pemateriannya
yang sangat luar biasa bermanfaat ini.
Namun untuk Prof. ini sebelum
meninggalkan ruangan Zoom, kita akan
melakukan dokumentasi terlebih dahulu di
sini kepada Bapak dan Ibu semuanya yang
dapat mengaktifkan kameranya
dipersilakan.
Saya akan melakukan perhitungan mundur
dimulai dari angka 3.1
ya sekali lagi 3 2 1.
Oke, dokumentasi sudah terekam
dan saya ucapkan sekali lagi kepada
Prof. Sidik atas pemaparannya yang
sangat menarik dan luar biasa ini. Dan
kepada Prof. Sidi, mudah-mudahan kita
dapat bertemu lagi di lain kesempatan.
dipersilakan kepada Prof. Sidik apabila
sudah ingin meninggalkan ruangan Zoom.
Baik, saya izin ini ya, Lif ya.
Baik.
Oke,
baik Bapak Ibu semuanya, berakhir sudah
acara webinar di hari ini. Dan bagi
Bapak Ibu yang ingin mendapatkan
e-sertifikat,
Bapak Ibu dapat mengisi link presensi
kehadiran yang tertera di layar ini. Dan
pastikan juga ketika mengisi presensi
pastikan nama dan email sudah diketik
dengan benar karena hal ini akan
mempengaruhi pengiriman e-sertifikatnya.
Baik, saya akhiri kegiatan webinar hari
ini. Mohon maaf apabila saya ada salah
sikap dan ucap. Wabillahi taufik wal
hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat siang dan selamat
melanjutkan aktivitas lainnya.