Webinar Ecoedu.id Potensi Gempa Bumi di Indonesia
HzMChkm3PNw • 2023-01-26
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Ya, asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Saya ucapkan ee selamat
bergabung untuk Bapak Ibu semua di
webinar kita pada pagi hari ini mengenai
potensi gempa bumi di Indonesia, Kamis,
26 Januari 2023 yang akan ee
diselenggarakan dari pukul 10.00 hingga
pukul 13.00 00 ee siang nanti ya.
Sebelumnya perkenalkan ee nama saya
Silvie. Saya yang akan menemani Bapak
Ibu sekalian di webinar ini hingga pukul
siang nanti. Ee dan untuk ee menambah
keberkahan dari ee acara kita pada pagi
hari ini, kita awali dengan berdoa
menurut agama dan kepercayaan
masing-masing. Berdoa dimulai.
Ya, berdoa dicukupkan ya untuk membuka
ee pada pagi hari ini ee mari kita
menyanyikan lagu Indonesia Raya
bersama-sama.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
ya sudah banyak sekali ya Bapak Ibu
sekalian yang sudah hadir di webinar
kali ini. Ee saya kembali ucapkan terima
kasih dan selamat datang. Ee sebelumnya
saya ingin ee berkenalan terlebih dahulu
ya dengan Bapak Ibu semua karena ee
sudah
ada dari berbagai tempat ini di ee kolom
chat juga sudah banyak ya yang ee
katanya ada yang hadir dari Kalsel, dari
Jatim mungkin. Ee saya ingin berkenalan
ini dengan Bapak Dodi dari Tangsel.
Selamat pagi, Pak Dodi.
Ya, mungkin bisa di-unmute, Pak.
Duh, ini enggak ada gua. Enggak ada
speakernya, Ceng. Bentar, Bu.
Ya, sudah terdengar, Pak.
Selamat pagi, Pak. Bagaimana kabarnya,
Pak?
Alhamdulillah baik, Bu.
Alhamdulillah baik, ya. Terima kasih ya,
Pak, sudah hadir di webinar kali ini.
Bagaimana, Pak, cuaca di Tangsel hari
ini?
Alhamdulillah cerah berawan.
Oh, cerah berawan ya, Pak?
Iya. Salam, Pak, untuk teman-teman di e
Tangsel lainnya ya, Pak.
Siap. Sama-sama, Bu.
Iya. Lalu selanjutnya mungkin ini yang
sudah ee on cam juga ya, ada ee Pak
Gilang.
Ya, selamat pagi, Pak Gilang.
Selamat pagi.
Iya, Pak. Ini ee Pak sudah berapa kali
nih, Pak, untuk ikut webinar di Eko
Eduk?
Merah-merah aja, Pak.
Baru pertama kali.
Oh, baru pertama kali, ya. Selamat
datang, ya, Pak, di webinar dari ini.
Iya,
ya. Bagaimana, Pak, keadaannya, Pak?
Baik.
Alhamdulillah baik.
Alhamdulillah. Baik ya. Semoga selalu
semangat ya, Pak, untuk mengikuti
webinar kali ini sampai jam .00 siang
nanti.
Iya.
Oke, selanjutnya ini yang sudah on cam
juga ada dari ee DLH Bangkalan. Selamat
siang, Ibu Maulina. Masih pagi ya.
Selamat pagi. Jadi
pagi, Mbak. Iya.
Iya. Bagaimana kabarnya, Ibu?
Alhamdulillah.
Alhamdulillah
baik.
Sehat alhamdulillah
ya. Ini ee pertama kali Bu untuk join di
webinar atau sebelumnya mungkin sudah
mungkin 10 kali lebih. Sudah 10 kali.
10 kali.
Iya.
Waduh. Peserta rutin ya, Bu? Berarti
sudah
rutin setiap Kamis ya. Kalau ada selalu
join.
Wah mantap Bu.
Iya berarti ini sudah jadi keluarga Eko
Eedu ini ya. Setiap hari Kamis sudah
Iya. luangkan waktunya untukar
juga.
Oh, alumni juga. Iya.
Waduh.
Oke.
Oke, Ibu semoga sehat selalu ya, Bu dan
semangat untuk mengikuti webinarnya.
Iya, sehat juga buat semuanya.
Iya. Amin, Bu. Iya. Terus satu lagi
mungkin saya akan berkenalan dengan Pak
Gunawan ini jauh dari Bangka Belitung.
Selamat pagi, Pak.
Halo, Pak. Selamat pagi, Pak Gunawan
dari Bangka Belitung.
Lum.
Iya, sudah, Pak. Sudah terdengar, Pak.
tadi.
Iya, sudah
mungkin. Nah, iya sudah, Pak. Ada
terdengar, Pak. Suaranya tadi, Pak.
Tadi suruh dimatikan.
Iya. Bagaimana, Pak, kabarnya di Bangka
Belitung ini?
Iya, mungkin Bapaknya ada kendala ya.
Mungkin saya ingin berkenalan lagi ini
dengan Pak Indrawan.
Gak jelas suaranya.
Halo, Pak.
Iya. Halo.
Iya. Bagaimana, Pak, kabarnya pagi hari
ini?
Alhamdulillah sehat.
Iya. Dari mana, Pak?
Dari Balikpapan, Kalimantan Timur.
Oh, dari Balikpapan. Iya. Bagaimana apa
kabarnya? Sehat. Sehat-sehat.
Alhamdulillah.
Sehat alhamdulillah. Iya. Salam ya, Pak
untuk teman-teman di balik papan. Luar.
Iya. ini untuk pertama kalinya, Pak,
mengikuti webinar dari Ekoedu.
Iya, baru pertama kali ini.
Oke, pertama kali ya.
Oke, mungkin ee karena kalau satu-satu
tidak memungkinkan ya saya kenalannya,
tapi semoga ee kita bisa berkenalan
mungkin nanti di lain waktu secara
offline gitu ya, Pak Bapak dan Ibu
sekalian. Ee karena tadi setelah
berkenalan mungkin ada yang baru pertama
kali ee mengetahui Eko Edu
kali ini, mungkin saya akan sedikit
memperkenalkan mengenai Ekoed Edu ini.
Oke, ya.
Ekoido ini merupakan bagian dari proyek
pelatihan di PTGIS ee yang merupakan
platform pelatihan bersertifikat dan
yang berfokus pada pelatihan lingkungan
hidup. Nah, pelatihan ini
diselenggarakan untuk meningkatkan
kinerja dan kualitas sumber daya manusia
baik secara individu maupun instansi.
Nah, untuk pelatihan kami juga terbuka
untuk perusahaan, pemerintah,
perorangan, pemerhati lingkungan, dan
pihak lain yang ingin meningkatkan
kompetensinya di bidang lingkungan.
Pelatihan kami juga diselenggarakan baik
secara online maupun offline.
Ee berikut ada empat kategori pelatihan
yang ada di Ekoedu. Yang pertama yaitu
penyusunan dokumen yang berupa dokumen
KLHS dan RPPLH. Lalu yang selanjutnya
ada pelatihan AMDAL yaitu ada
dasar-dasar AMDALK air limbah,
persetujuan teknis emisi udara,
persetujuan teknis limbah B3. Lalu yang
selanjutnya ada pelatihan mengenai
sistem informasi geografis, yaitu ada eh
SIG dasar dan SIG lanjutan dengan remote
sensing. Lalu yang selanjutnya ada
pelatihan pemodelan eh ada pelatihan
sistem dinamik eh perhitungan emisi GRK,
pemodelan kualitas air sungai dengan
wasp dan qualtuk dan pemodelan dispersi
udara dengan air mode kline dan high
spate.
Ya, berikut merupakan jadwal pelatihan
kami hingga bulan Juli nanti, Juni
nanti. Ee di bulan Maret kami akan ee
membuka pelatihan di offline ya untuk
offline. Jadi bagi Bapak Ibu yang
berminat nih untuk join pelatihan
offline di Ekoedu ee silakan mendaftar.
Nah, berikut juga kami informasikan ee
tiga pelatihan terdekat yang akan kami
laksanakan. Ee yang pertama ini ada
pelatihan penunjang dokumen AMDAL dan
SLO persetujuan teknis untuk emisi udara
di minggu nanti di 30 Januari hingga
Februari. Lalu ada pelatihan dasar-dasar
AMDAL di bulan Februari dan pelatihan ee
pemodelan dispersi udara dengan air mode
kline dan high split ee masih di bulan
Februari juga. Jadi bagi Bapak Ibu yang
ingin mendaftar untuk pelatihan kami,
silakan kunjungi website kami di
www.coedu.
Ya. Baik, kembali ke ee judul webinar
kita pada hari ini mengenai potensi
gempa bumi di Indonesia. Mungkin kita
masih ingat ya, Bapak, Ibu sekalian,
akhir-akhir ini ee kita sering sekali ee
mendapatkan berita mengenai gempa bumi
di Indonesia. mungkin yang masih sangat
diingat itu tentang ee gempa bumi di
Cianjur ya, Pak, yang banyak ee menalan
korban jiwa dan juga kerusakan. Nah,
karena Indonesia ini memang berada di ee
wilayah yang bisa dibilang rawan untuk
gempa. Jadi ee kita sebagai warga negara
Indonesia ini sepertinya harus tahu
potensi gempa bumi yang ada di
Indonesia. Nah, kita bahas di webinar
kali ini dengan dua pemateri kita, ada
Pak ee Astika dan ee Pak Irwan. Mungkin
untuk yang ee pertama sesi pertama ini
ee pemateri akan ee diisi oleh Pak
Astika. Nah, karena pematerinya sudah
ada di tengah-tengah kita, saya ingin
sapa dulu. Selamat pagi, Pak
Ast. Selamat pagi.
Pagi, Mbak Silvi.
Iya.
Kedengaran ya suara saya?
Sudah, Pak. Sudah terdengar.
Oke.
Iya. Bagaimana, Pak, kabarnya?
Lumayan. Pernah lebih baik.
Lumayan. Lebih baik ya, Pak? Iya.
Mungkin ee peserta juga ini sudah tidak
sabar, Pak, mengenai ee materinya, Pak.
Jadi ee untuk mempersingkat waktu saya
persilakan. Dan untuk ee peserta semua
bagi Bapak Ibu yang ingin bertanya
silakan tanya sebanyak-banyaknya melalui
Slido yang nanti ee linknya akan kami
bagikan di kolom chat. Ee jadi mari kita
sama-sama menggali informasi ya mengenai
potensi gempa bumi di Indonesia ini ya.
Saya persilakan Pak untuk ee memaparkan
materinya.
Oke, sebentar ya. Ee saya coba share
ee ininya mana ya? Sebentar.
Oke.
Ee
baik. Nah, ini ee jadi
pertama-tama perkenalkan dulu nama saya
Astika Pakumpuni.
Eh,
saya staf di Teknik Geologi eh Institut
Teknologi Bandung. Jadi sehari-hari ada
di Bandung sebenarnya, tapi kebetulan
hari ini lagi enggak di Bandung.
Kemudian ee
judul hari ini judul. Jadi sebenarnya
lebih ke ee materi yang akan disampaikan
atau yang kita sama-sama ee simak adalah
mengenai bagaimana potensi gempa bumi di
Indonesia, tapi mungkin lebih ke e gempa
buminya saja gitu ya. Jadi sesuatu yang
ee mungkin agak basic. Jadi semoga saya
tidak menggarami lautan. Nanti kalau
teman-teman yang sudah ee banyak atau
sudah lebih mengerti ee
mohon dikoreksi kalau saya ada yang
tidak pas mungkin. Ee kemudian ee
harapannya saya sebenarnya tidak terlalu
banyak jadi saya dikasih waktu ee berapa
tadi 1 seteng jam ya lumayan lama nih
seperti kuliah satu sesi gitu ya. Ee
tapi ee saya mungkin akan enggak terlalu
panjang ee nanti silakan teman-teman
kalau ada pertanyaan disampaikan. Jadi
kita diskusi aja lebih santai begitu ya.
Ee
kalau ada pertanyaan nanti ee semoga
saya bisa jawab. Jadi kalau enggak bisa
jawab nanti ee mungkin Pak Irwan di sesi
kedua bisa jawab atau ee ya saya mohon
maaf nanti ya. Oke. Ee
ee katanya lebih mudah mohon maaf
daripada minta izin katanya. Ee nah
pertanyaan pertama. Nah, ini ee nanti di
akhir akhir ee sesi atau di di akhir
presentasi mestinya ee kita bisa
menjawab pertanyaan ini apakah ee
bencana ee gempa bumi itu bisa dicegah
gitu ya, terutama di Indonesia. Ee
apakah kemudian itu bisa dicegah
atau ee sudah enggak bisa gitu ya. Nah,
itu nanti kita lihat. Oke. Ee
ini slide perkenalannya malah
selanjutnya ya. Jadi ee saya di sini ya
sehari-hari di e Teknik Geologi ITB.
Ee kemudian outline sedikit outline
tentang apa yang akan saya sampaikan.
Yang pertama adalah pendahuluan. Ini
sebenarnya basic saja ee tentang apa itu
gempa bumi, kemudian bagaimana gempa
bumi bisa terbentuk dan juga ee di mana
saja lokasinya mungkin ya. Kemudian
bahayanya apa saja gitu ya. Jadi apakah
kemudian apa sih yang sebenarnya banyak
menyebabkan ee kerugian atau banyak
menyebabkan ee korban jiwa itu apa saja?
Ee kemudian karena saya dari geologi,
ada sedikit tentang ee bumbu geologinya
ya.
ee
itu ee kemudian yang pertama eeah jadi
berdasarkan
ee biasanya saya ee selalu berangkat
dari sebuah ee apa ya definisi gitu ee
di sini
sebentar ini gimana ngilangin? Oh, ini
ya. Oke. Jadi ee
di
Undang-Undang Nomor
24 Tahun 2007 ini ee Undang-Undang
tentang Penanggulangan Bencana. Ee ada
definisi tentang bencana. Jadi, bencana
di dalam definisi undang-undang itu
adalah ee peristiwa ininya enggak
kelihatan ya, tetapi ee yang jelas
adalah bencana adalah peristiwa atau
rangkaian peristiwa yang ee mengancam
mengganggu kehidupan dan penghidupan
masyarakat. Kemudian ada faktor alam
atau faktor manusia
yang kuncinya adalah di sini. Jadi
mengakibatkan timbulnya
ee korban jiwa, kerusakan lingkungan, ee
kerugian harta benda, dan juga ee dampak
psikologis. Jadi ee
ini yang harus di kita lihat sebagai
satu definisi bencana. Nah, ee nanti
kita lihat lebih detail ya, seperti apa
sebenarnya ee
apa yang lebih detail tentang bencana
nih, seperti apa sih gitu. Jadi kalau
lihat di gambar sebelah kiri ini di ee
Lombok
2018 ya. Jadi di Lombok sebelum gempa
Palu ada gempa Lombok. Ini beberapa
rumah rusak di sini gitu ya. Tapi yang
sebelahnya enggak gitu ya. Jadi tidak se
kemudian serta-merta semua rusak
misalnya ya. Nah nanti kita lihat kenapa
sih yang satu bisa rusak, yang satu
enggak misalnya.
Oke. Ee sebelum berangkat ke sana ada
beberapa ee istilah yang biasa dipakai
di dalam ee apa namanya? Eh disaster
risk reduction atau DRR atau pengurangan
risiko eh bencana itu yang pertama
adalah bahaya. Nah, bahaya ini kalau
bahasa Inggrisnya hazard gitu ya. Nah,
ee bahaya ini adalah suatu
ee kejadian atau suatu ee hal gitu ya
yang dapat atau yang potensial
menyebabkan gangguan kepada masyarakat.
Jadi masih potensial ee bisa jadi
kemudian mengganggu gitu ya atau
mengakibatkan kerugian dan lain
sebagainya. Kemudian kita punya risiko
ya. risiko ini adalah ee
kalau bahaya itu terjadi berapa atau ee
gangguannya apa saja misalnya begitu ya.
Ee kemudian ada paparan ini adalah
masyarakat atau kita ee kemudian aset
kita misalnya ya aset negara atau ee
bangunan dan segala macam yang ee
terpapar gitu ya yang kemudian
kemungkinan terkena dampak dari sebuah
kejadian bahaya. Kemudian ada
vulnerability. Ini kadang-kadang
ditambahkan dengan ee atau ada dibagi
dua begitu ya, menjadi vulnerability
atau kerentanan dan juga kapasitas. Tapi
ee
sebenarnya itu suatu sama saja begitu
ya. Ee sesuatu yang yang satu kalau
kapasitasnya tinggi maka kerentanannya
jadi rendah. Kira-kira begitu. Tapi ini
adalah bagaimana kita ee atau suatu
area, suatu bangunan misalnya ee
dipersiapkan untuk menghadapi sebuah
bencana atau sebuah bahaya begitu ya.
Jadi kalau ee orangnya siap kemudian ee
apa namanya? Bangunan fasilitasnya siap
misalnya, ketika terjadi bahaya maka
tidak terjadi bencana. Jadi sesuatu yang
ee
bagaimana kapasitas kita untuk ee
menghadapi sebuah ee kejadian bahaya ya.
Nah, yang terakhir adalah dampak. Dampak
ini ketika sebuah kejadian bahaya atau
suatu kejadian ee misalnya ada gempa
gitu ya. Nah, ee dampaknya tadi oh ini
ada rumah yang rusak atau ada yang ee
rumahnya rubuh atau yangah tidak ada
apa-apa misalnya. Nah, itu itu adalah
dampaknya atau impact. Jadi dampak ini
yang ee
yang ngontrol adalah kita sebenarnya ya.
Jadi kita bisa menentukan kalau ada
sebuah kejadian apakah kita akan menjadi
korban atau tidak itu kita yang
menentukan. Oke. Nah, ee kemudian
setelah atau pasca gempa ee Toh 111 itu
ee kemudian ee negara-negara di dunia
berkumpul dan ee kemudian menghasilkan
satu eh apa ya? Kesepakatan gitu ya yang
disebut sebagai Sendai Framework. Nah,
Sendai frame broker ini ada empat. Ee
jadi kalau kita lihat ada lingkarannya
ya, 1 2 3 4. Nah, ee yang pertama yang
harus dilakukan adalah yang paling
penting sebenarnya kalau menurut saya ee
itu adalah kita harus mengerti dengan
baik
ee risikonya. Nah, ee setelah itu baru
gitu ya. Jadi resikonya apa sih daerah
saya? Misalnya itu saya kalau ada di
area A misalnya Bapak Ibu jadi bupati di
area B gitu ya, di daerah atau di kota
mana begitu ya, jadi walikota. Maka yang
harus diketahui adalah risiko terhadap
ee bencananya apa saja. Sellow ini saya
berisiko ee gempa bumi, ada resiko
longsor, ada, risiko banjir misalnya.
Nah, itu harus diketahui dengan baik.
ketika itu kemudian diketahui dengan
baik baru ber lanjut ke 2 3 4 gitu ya.
Ee yang kedua ini misalnya ee menguatkan
bagaimana kita memanage ee tadi
risikonya kita manage mana yang harus
kita turunkan begitu ya, mana yang oh
ini kayaknya masih bisa ditahan gitu ya.
Nah, itu sesuatu yang kedua. Kemudian
yang ketiga ee ketahanan gitu atau
ketangguh ya tangguh. Resilien itu
tangguh. Jadi sesuatu yang ee upaya yang
kemudian membuat kalau ada kejadian
disaster atau kejadian bencana itu ee
tidak kemudian banyak korban dan segala
macam gitu ya. Baru yang paling ee
kemudian ini salah satu yang baru ee
muncul gitu ya mungkin setelah 2011
adalah ini jadi build back. Jadi jangan
sampai ketika sebuah bencana datang
kemudian
ee dibangun dengan yang sama seperti
sebelumnya. Nah, itu jangan sampai jadi
harus dibangun kembali ketika melakukan
recovery,
kemudian rehabilitasi, kemudian
reconstruction. itu harus lebih bagus
dari yang sebelumnya supaya kalau ada ee
kejadian yang sama itu tidak terjadi ee
apa namanya korbannya juga sama atau
bahkan lebih banyak gitu ya ee
sebagai bocoran gitu ya. Jadi kalau
gempa itu biasanya berulang di tempat
yang sama gitu ya. Jadi bukan sesuatu
yang ee random gitu ya, tapi ada
polanya.
Ee kemudian kalau kita biasa di saya
biasanya lihatin ini sebagai satu siklus
ee mitigasi bencana begitu ya, di cornya
atau di ee bagian yang harus ee
dimengerti dengan baik adalah yang ini.
Jadi mengerti dengan baik hazardnya atau
bahayanya apa saja sih. Kemudian
risikonya apa. Nah, setelah itu baru ee
kita me lihat atau me
ee melakukan bagaimana preparedness-nya,
bagaimana kalau ada kejadian atau ada
event responnya seperti apa, kemudian
recovery-nya seperti apa. Jadi harus
mengerti dengan baik yang ini. ee saya
sering mengilustrasikan kalau kita tidak
mengerti dengan baik bahayanya itu
seperti kalau kita maju keit dan perang
gitu ya atau ee apa ya misalnya tanding
badminton gitu ya. Yang satu ee kita
enggak tahu musuhnya siapa gitu ya. Kita
PD aja gitu ternyata musuhnya Taufik
Hidayat atau ee ee Jojo gitu ya. Kita
sebenarnya ya sudah menyerah aja gitu
ya. Kalau saya ee mungkin gitu ya. Tapi
ee kalau ternyata oh ini ee apa namanya?
Musuhnya saya tahu sama-sama teman saya
nih sama-sama enggak bisa main. Nah,
kita bisa latihan dulu atau apalah gitu
ya supaya menang. Tapi kalau musuhnya
adalah ee
misalnya jujo gitu ah ya ya sudah saya
enggak mau latihan juga pasti kalah gitu
karena jam terbangnya jauh misalnya ya.
Jadi mending saya e W aja gitu. Mungkin
lebih ee apa ya lebih irit atau lebih
efisien daripada saya harus berlatih ee
2 kali 24 jam gitu ya. Ee
pasti kalah juga. Oke. Nah, di dalam
satu ee
apa? mitigasi bencana ee kita sering
melakukan atau ee biasanya ada
perhitungan risiko atau ee dampak itu di
hubungannya seperti ini kira-kira. Jadi
kalau kita punya bahaya misalnya sebuah
kejadian gempa,
kita harus dengan ee baik mengerti kalau
ada gempa di area A itu potensinya
berapa ee apakah lima atau enam
magnitude-nya atau tujuh misalnya ya ee
goncangan di permukaannya seperti apa.
Nah, itu perlu kita akses dengan baik eh
sharpnya supaya ee tadi kita bisa
menurunkan yang lain atau mengurangi
risikonya. risikonya ini yang kalau kita
mau menurunkan ini kan berarti
menurunkan kerentanan, menurunkan osure
atau menurunkan bahaya. Nah,
masalahnya bahaya ini biasanya enggak
bisa kita apa-apain. Jadi, misalnya
kalau gempa, oh ini potensi gempa di
sesar A misalnya atau di subduksi zona
subduksi A itu del. Oh, ini kita
kuranginlah di diskon jadi 6 gitu ya.
Nah, itu agak susah gitu sebenarnya.
Jadi ee potensi selalu ada gitu ya. yang
paling yang penting adalah kita bisa
menghitung dengan baik. Oh, ini
potensinya sekian.
Nah, kemudian osur atau paparan ini agak
berat ya. Ini juga agak susah bukan
mungkin hampir mustahil untuk kita
menurunkan
ee secara umum gitu ya. Walaupun
beberapa case mungkin bisa misalnya tadi
kalau di ee oh ini area yang sangat ee
berbahaya maka enggak boleh bangun rumah
dan segala macam di area itu. Itu salah
satu menurunkan eksposur tetapi secara
umum ee jumlah penduduk misalnya selalu
bertambah kemudian ee daerah berkembang,
pembangunan berkembang jadi osurnya akan
e cenderung meningkat. Penduduk dunia
juga bertambah apalagi penduduk
Indonesia. Nah, itu selalu bertambah.
Jadi, akan nambah terus. Kemudian ada
kerentanan. Nah, ini yang sebenarnya
paling sederhana bukan ya? Paling
sederhana ya, paling bisa diturunkan.
Jadi ee bahaya susah kita turunkan,
osure susah juga kita turunkan, maka
yang kita turunkan adalah ini. Jadi
salah satunya nanti kita lihat misalnya
ya, kalau bahayanya A misalnya, oh ini
ada area yang gempanya empat atau oh ya
empat mungkin ya. Biarin gitu ya. atau
bahayanya ini kemungkinan jumpainya
enam. Nah, bagaimana menurunkan
kerentanan misalnya salah satunya dari
segi struktur ya berarti kita harus
membangun rumah yang tahan dengan
magnitud 6 gitu ya atau tahan dengan
goncangan. Kalau ada goncangan di situ
magnitud 6, goncangan di permukaan
berapa, maka bangunannya harus tahan ya.
Bangunan tahan itu tidak harus mahal. ee
biasanya justru ee bangunan tradisional
itu lebih tahan dibanding bangunan batu
bata gitu ya. Oke. Nah, itu kemudian
bisa menurunkan risiko atau kalau
terjadi event-nya itu dampaknya mestinya
bisa lebih kecil. Nah, ee berdasarkan
Undang-Undang ee 24 2007 tadi gitu ya.
Jadi kalau dampaknya tidak ada itu
namanya bukan bencana begitu ya. Jadi
kalau ada gempa magnitude-nya enam
misalnya atau magnitudnya tujuh, kalau
tidak ada korban, tidak ada kerugian,
maka namanya bukan bencana. Jadi ya itu
kejadian geologi aja gitu ya atau
kejadian ee alam saja bukan sebagai
bencana. Itu sesuatu yang harus kita
pahami jawaban yang di depan tadi sudah
tahu ini di slide keelapan ya.
Oke, mengenai gempa bumi, kita berbicara
gempa ee hari ini ya.
Ee yang pertama kita lihat dulu ee
statistik gempa-gempa besar di dunia.
Jadi, kalau kita lihat gempa besar di
dunia, saya lupa ini tahunnya kalau
enggak salah saya ee ambil statistik di
atau 2019 gitu ya. Tapi yang kuning ini
adalah ee
Indonesia. Jadi kita punya Sumatera
2004,
kemudian ada ee Sumatera juga ini 8.6
ini di 2012. Kemudian ada Nias 2005, ee
Bandasi ini 1938.
Kemudian ada ini Padang kalau enggak
salah ya ee
ini 2007. Jadi ee paling enggak kita di
dalam statistik 20 kita sudah ada 1 2 3
4 5 ya lumayan gitu ya. Toh itu kemarin
ee di 2011 misalnya ada di urutan
keempat. Jadi ee kalau orang Jawa bilang
undang-undi ee Aceh yang paling besar
adalah Chile di 1960 9.5. Ini record
paling besar yang pernah dicatat ya.
Tsunaminya juga besar sekali. Oke.
Kemudian ee bagaimana dengan
ee korbannya? Jadi kalau kita lihat
bencana tadi kan bencana itu kalau
enggak ada korbannya ee namanya bukan
bencana ya. Jadi kita lihat apakah yang
nomor satu ini ee korbannya paling
banyak. Kita lihat ya. Ternyata
tidak ya. Jadi yang paling banyak ini
contohnya adalah ternyata di Cina
magnitudnya enggak sampai 9 cuma del.
Jadi kalau kita lihat magnitude-nya itu
yang korbannya paling banyak gempanya
enggak gede-gede amat ya, kecuali
Sumatera ya. Ini cukup banyak. Tapi
bahkan yang di Chile tadi ee 1960 itu
tidak termasuk di dalam ee 20 korban
terbanyak. Jadi tadi ya jadi mungkin ee
dapat gambaran bahwa kejadian besar itu
belum tentu menjadi bencana paling
besar. Jadi antara bahaya dan bencana
bedanya itu ya. Jadi kalau yang tadi ini
adalah bahaya,
kalau yang ini adalah bencananya. Jadi
ee atau mungkin lebih ke katastrofik
gitu ya. Jadi sesuatu yang ee mengontrol
adalah kita. Jadi kalau kita enggak ada
di situ ya enggak apa-apa gitu ya
begitu. Jadi kalau ee ada kejadian gempa
besar kalau enggak ada orang, enggak ada
bangunan, enggak ada yang rusak ya bukan
jadi bencana.
Oke. Ee kita lihat di Indonesia apa ee
yang terjadi kalau kita bandingkan
kejadian gempa bumi atau ini sebenarnya
bencana kalau ini ya ini sudah
kategorinya sebagai bencana
ee 2000 sampai 2020. Jadi cukup banyak
kejadian yang menyebabkan ada korban
gitu ya. Ada korban, ada kerugian itu
266. Tapi yang paling banyak ternyata
adalah banjir
kejadiannya ini mungkin karena tiap
tahun di tiap tempat ada banjir gitu ya.
Banjir ini juga sama ya. Jadi kalau
sungai itu hampir tiap tahun sebenarnya
banjir. Masalahnya yang satu membanjiri
rumah atau enggak gitu ya. Masalahnya
yang biasanya terjadi adalah rumahnya
datang belakangan. Nah, itu yang jadinya
ee bencananya jadi muncul ya. Oke. Ee
kemudian padahal sebenarnya kalau
awal-awal sih enggak jadi bencana ya. Ee
oke. Mana tadi ya?
Ee oke. Nah ee gunung api enggak terlalu
banyak, tsunami juga sedikit, tsunami
dan gempa bumi sedikit. Tetapi kalau
kita lihat korban meninggalnya yang
paling banyak adalah tsunami. Ini salah
satunya 2004 ya. Ini e paling banyak
gempa dan tsunami ini ada gempa sekian
gitu ya. Jadi ini Jogja misalnya
kejadian ee gempa bumi Jogja, terus
Palu, Lombok termasuk yang di sini.
Kemudian ini adalah yang Aceh yang
paling banyak. Nah, itu ee korban yang
meninggal paling banyak. Tetapi kalau
kita lihat yang terdampak ini di sini di
BNPB disebut sebagai menderita, tetap
yang paling banyak itu adalah banjir
yang terdampak karena harus mengungsi,
harus bersih-bersih rumah. Tadinya
rumahnya sudah bersih, sudah bagus,
sudah dipel gitu ya, ada banjir jadi
harus lumpurnya masuk. Nah, itu termasuk
yang menderita ya, termasuk ke situ. Ee
jadi ini ee bencana di situ ya. Jadi
bencana dan bahaya bedanya di situ.
Statistik dari tahun 2000 sampai 2020
kejadian bencana alam ee ini juga nanti
kita lihat sebenarnya bencana itu tidak
ada yang alamiah gitu ya. bencana selalu
ada manusianya. Jadi pasti enggak
alamnya. Jadi kalau kejadiannya kejadian
alam, tetapi
yang menentukan kita apakah dia menjadi
ee bencana
ee atau menjadi hanya bahaya saja. Jadi
kalau ee misalnya gitu ada longsor di
tengah ee gunung gitu ya, tengah hutan
enggak ada orang, enggak ada kita, ya
dia jadi kejadian alam saja atau
gempalah misalnya gempa di tempat yang
ternyata bangunannya tahan gempa ya
enggak apa-apa gitu ya, enggak jadi
apa-apa.
Ee sedikit ilustrasi misalnya ee ada
namanya gempa di 2010 di Thailand
gempanya 5,9
kalau enggak salah ya hampir sama dengan
gempa Jogja antara gempa Jogja dengan
gempa Cianjur.
Ee kejadiannya siang ee berbeda dengan
kejadian gempa
ee Jogja yang pagi-pagi. hampir sama
dengan kejadian e gempa Cianjur yang
siang-siang. Nah,
saya kalau enggak salah ingat itu 5,9
atau 5,8 gitu ya. Ada di utara Thailand.
Nah, gempa Jogja itu 50.000 orang eh
5.000 ya 5.000-an sekian saya lupa. 50
apa 5000 5.000. Kemudian ee Cianjur itu
ratusan orang yang ee harus jadi korban.
Di Thailand
itu hanya satu orang yang meninggal.
Padahal kalau dilihat dari magnitudnya
hampir sama, kedalamannya hampir sama di
10 sampai 15 kilo. Magnitud-nya ada di
tengah-tengah, tetapi yang meninggal
hanya satu. Itu pun bukan langsung ter
ee misalnya tertipa runtutan. Tidak. ee
tetapi ketika dia ee ada goncangan gempa
kemudian harus evakuasi gitu ya ee kena
serangan jantung sehingga kemudian
meninggal. Itu yang tercatat sebagai
korban. Jadi yang di Thailand tidak
menjadi bencana tapi yang di Cianjur dan
di Jogja adalah ee jadi katastrofi
bahkan gitu ya karena ee lebih dari
5.000 orang meninggal di Jogja. Ee
itu sesuatu yang mestinya bisa kita
hindari gitu. Jadi kita yang menentukan
kenapa misalnya kenapa di Thailand waktu
itu ee kok enggak ada korbannya? Yang
pertama salah satunya adalah kejadiannya
siang-siang. Jadi orang masih bangun.
Kalau di pagi di Jogja waktu itu ee
orang-orang ada banyak yang masih tidur
misalnya ya ee mungkin.
Kemudian
bangunannya itu yang sangat beda. Jadi
bangunan di Thailand itu kalau
teman-teman di Kalimantan mungkin
familiar dengan rumah yang ee kayu,
atapnya seng gitu ya. Atau mungkin
teman-teman di Sulawesi rumahnya
panggung. Kalimantan juga rumahnya
panggung biasanya ya. Walaupun sekarang
sudah bergeser kalau yang di ee kota
sudah mulai pakai tembok gitu ya. Tapi
ee biasanya rumahnya kayu bawahnya
dipakai untuk ee menyimpan ee apalah
padi atau kalau padi enggak juga sih. Di
ini babi biasanya kayu atau motor gitu
ya bahkan. Nah, di Thailand juga sama
sehingga ketika goncangan gempa terjadi
rumahnya rusak tapi tidak rubuh gitu ya.
Jadi ee tahan gempa itu bukan berarti
enggak boleh ee sedikit-sedikit ee rusak
itu ya enggak apa-apa gitu sebenarnya
enggak ada masalah. Yang penting adalah
tidak rubuh dan tidak mencederai orang
di dalamnya. Itu yang paling penting.
Nah, ee kalau kita lihat tren kembali ke
slide ini, ini malah ke mana-mana
ceritanya ya. Tapi ee kalau kita lihat
tren di sini ini ada beberapa ee cukup
tinggi 2017-28 gitu ya. ee kejadiannya
cukup banyak. Tadi ada banjir segala
macam ya. Ini semua bencana yang terkait
oleh ee natural hazard. Saya biasanya
lebih lebih ee sebutnya sebagai ee
natural hazard kalau bahasa Inggrisnya.
Jadi kalau bahasa Indonesia bahaya alam,
bahaya alamiah gitu ya yang disebabkan
oleh kejadian alam. Nah,
mungkin salah satunya adalah ini gitu
ya. Ini juga bisa gitu. Jadi kalau kita
lihat ee ini berdasarkan
ee enggak ada tulisan ya, World
Population kalau enggak salah, tapi eh
ternyata
karena banyak penduduknya
ini meningkat gitu ya, nambah. Nah,
kemudian satu lagi kalau teman-teman
perhatikan misalnya ya. Jadi kalau di
gempa di Jayapura setelah gempa Cianjur
misalnya itu ada gempa Jayapura yang ya
hampir salah gitu ya ee apa namanya
magnitude-nya. Tetapi yang satu jadi
berita nasional, yang satu mungkin
berita nasionalnya beberapa hari aja
yang satu jadi ee dalam tanda kutip
wisata bencana gitu ya. banyak orang
masuk ke Cianjur berbondong-bondong
begitu ya. Ee yang satu enggak karena
apa ya karena populasi akan ee lebih
banyak di Jawa sampai saat ini. Itu yang
kemudian ee perlu kita pahami juga. Jadi
eksposurnya jelas lebih tinggi yang di
sini. Jadi risikonya itu sudah jelas
lebih tinggi di Jawa dibandingkan
misalnya di ee Putusbau gitu ya di atas
sana atau di ee mana di Almahera
misalnya ya. itu ee tentu saja ee
osurnya lebih tinggi di Jawa sehingga
risikonya pasti lebih tinggi di Jawa
juga. Ee kemudian
oke. Nah, ini yang perlu dilihat. Jadi
seiring dengan meningkatnya eksposur
tadi jumlah itu, jumlah penduduk itu
selalu nambah gitu ya. Kelihatannya
enggak turun kecuali seperti Cina
kemudian eh one child policy gitu ya. Eh
keluarga enggak boleh punya anak lebih
dari satu gitu ya. Nah, itu jumlah
penduduknya mungkin bisa turun, tapi
kemungkinan besar akan selalu meningkat.
Nah, ee kemudian ternyata bukan ternyata
jadi kejadian bahaya itu berulang. Jadi,
kejadian ee alam itu punya siklus gitu
ya. Misalnya ini yang sebelah kiri ini
gempa palu ini punya siklus.
Ee
ini cerita menarik dari gambar yang
sebelah kiri ini ee lokasi di mana
ee
yang menyebabkan gempa palu salah
satunya ini ya. Nah, rumah ini ee rumah
ini adalah rumah yang sebelum ee
kejadian gempa itu enggak ada. Kemudian
2 minggu setelahnya kita lihat juga
enggak ada. Kemudian 2 bulan setelahnya
ini tiba-tiba ada rumahnya gitu ya. Woh,
kita kaget. Oh, ini ngapain bikin rumah
di sini nih, Pak? Gitu. Ya, pertama
adalah karena ketidaktahuan bahwa
ternyata di situ adalah area yang ee
jalur sesarnya gitu ya. Sehingga jadi
retakan-retakan ini adalah retakan yang
disebabkan oleh ee sesar gitu ya. Nanti
kita lihat bicara di belakang. Oke. Nah,
berbicara tentang ee gempa bumi salah
satunya yang gambar ini ya. ee apa sih
sebenarnya gempa bumi gitu. Nah, kalau
kita lihat di ini kamus bahasa, kamus
besar bahasa Indonesia, gempa bumi itu
adalah ini ya. Jadi ee goncangan atau
gerakan bumi. Jadi ee peristiwa alam ee
yang berupa getaran atau gerakan
bergelombang pada kulit bumi yang
ditimbulkan oleh ee endogen kalau bahasa
geologi atau di bagian ee tenaga yang
ada di dalam bumi atau gempa bumiah ya
sesuatu yang seperti itu. Nah, ini juga
sama ini gambar di Palu ee ini masjidnya
tepat di ee sesarnya sehingga ee
osurnya sangat tinggi. Yang ini mestinya
enggak bisa diapa-apain lagi gitu ya.
Jadi mestinya ya dipindahkan gitu.
Artinya enggak enggak di situ lagi
dibangunnya tapi ternyata dibangun di
situ lagi.
Ya sudah. Ee oke. Tapi itu hal yang
lain. Kemudian
ee apa sih yang menyebabkan gempa bumi
gitu? Kenapa bisa gempa bumi terjadi?
Kita lihat ya. Jadi gempa bumi uh sudah
hampir jam 11.00 ya. Ee
mungkin saya sampai jam 11.00 ya. Jadi
punya waktu setengah jam untuk tanya
jawab. Oke. Nah ee sebelum ke gempa
bumi. Jadi bumi itu bulat ya seperti
ini. Enggak bulat seperti itu banget.
Tapi ee kadang-kadang agak benjol-benjol
sedikit gitu ya. Di bagian tertentu ada
yang enggak bulat-bulat amat, tetapi ee
ini bulat kemudian di tengahnya padat,
di tengahnya agak keluar sedikit itu
agak liquid ya. Liquidnya enggak kayak
air ya, tetapi mungkin seperti dodol
gitu ya. Kemudian di luarnya agak ee
ee lebih kentel gitu ya. Nah, kemudian
di paling luar yang tipis itu. Nah, ini
kalau kita zoom di sini situ gitu ya.
Nah, ini adalah bagian di mana kita
tinggal. Nah, di sini ada yang paling ee
keras gitu ya, yang paling pecah-pecah
gitu ya. Nah, ini yang paling gampang
ini. Kalau di kontinental atau di benua,
di kerak benua istilahnya itu sampai 35
misalnya ya. Kemudian kita punya area
yang ee di oseani keras ini di ee
ya samudra tapi belum tentu laut ya.
Laut itu bisa jadi di sini ya. Tapi ee
ini Sambunderalah. Nah, ee yang paling
strong adalah yang ini 100 km pertama
ini yang ee muncul gempa, yang
menyebabkan gempa itu. Jadi, di
tengah-tengah sini ni enggak ada
gempanya. Ee karena tadi ya bentuknya
kayak dodol gitu ya, mungkin
nyonyot-nyonyot itu apa ya? Jadi kayak
plastisin gitu ya. Jadi kalau
ditekan-tekan itu dia enggak kemudian
jadi gempa.
Oke. Nah, itu ada layer-layer di bumi
ya. sehingga kalau kita lihat gempa ee
kenapa bisa tahu juga di bawah sini ada
yang padat ya itu karena gelombang gempa
karena bumi bulat jadi gempa di sini
bisa direkam di sana tetapi hanya
sebagian saja yang ee terlewat gitu ya.
Nah itu salah satunya ee
apa namanya? Bukti kalau bumi itu bulat.
Oke. Nah. Nah, ini kemudian oh ya ini
tektonik lempeng ya bukan ee ini bukan
ee lempeng. Kalau lempeng itu lurus.
Tapi ini tektonik lempeng. Nah.
Ee tadi kalau kita lihat lebih detail
ada beberapa tipe. Ada yang bentuknya
seperti ini ya, tadi kontinental atau ee
benua, kemudian ada yang samudra, ada
yang benua. Nah, ee lempeng-lempeng ini
berinteraksi. Jadi ini tebalnya tadi
berapa? 100 km ya, Bapak, Ibu ya. Ini
dari sini ke sini nih 100 km. Ini
mungkin 35 paling tebal. Ee yang tipis
di sini mungkin tadi ya 7 10 kilo tapi
tetap ya sampai sini nih hampir 100.
Nah, gempa-gempa itu terjadinya di situ
biasanya di bagian yang ini. Jadi, kalau
ini Pulau Jawa ada gunung api- Gunung
Api. Nah, ini ada eh Indian Ocean ya eh
apa namanya? Australia, India, Australia
lah masuk ke situ ke bawah Jawa. Nah,
kemudian gempa-gempanya ada di sini.
Nah, ee Aceh misalnya itu ini
Sumateranya di sini. Kemudian, n gempa
yang besarnya di sini 2004. Nah, itu
gempa besar. Tohoku juga sama. Nah, ini
yang disebut sebagai Megatras itu di
sini ya. Kalau
ee gempa-gempa yang lain di sini
biasanya gempanya dalam itu tidak
terlalu berbahaya walaupun magnetnya
besar itu goncangannya biasanya ya
kerasa luas tetapi tidak terlalu ee
keras. Kenapa? Karena semakin jauh ee
goncangan eh apa sumber gempa dengan
kita atau dengan ee permukaan, maka
gelombangnya itu dibagi karena bentuknya
bulat. Jadi dia menyebar ke mana aja
maka dia ee jadi lebih kecil ya.
Terasanya tidak terlalu kencang di
permukaan kira-kira gitu. Nah ee
lempeng-lempeng di dunia ini ee ada yang
batas kuning adalah batas ee lempeng ee
di bumi. Misalnya ini adalah Amerika
Selatan, ini ada saya lupa namanya ini
Pasifik. Kemudian ada Amerika Utara. di
tengah-tengah sini ada kecil-kecil ee
ee Kuba dan kawan-kawan ada di sini.
Kemudian ada Afrika, ini Asia misalnya.
Nah, ini misalnya antara ee Semenanjung
Arab dengan Afrika ini berpisah di
terpisah oleh Laut Merah gitu ya. Nah,
sebelumnya dia bertemu ya tapi ya
waktunya jutaan tahun yang lalu.
Kemudian mana lagi? Oh, Indonesia.
Indonesia di sini ternyata biasanya di
sebelah kanan ini di sebelah kiri ya.
Nah, di sebelah kiri ini kita punya
Indonesia
ruet gitu ya. Ini enggak kelihatan
gambarnya tapi kita punya kuning-kuning
nih di sini cukup lumayan ya. Nah,
ternyata yang kuning-kuning ini itu ber
ee korelasi atau bertumpuk dengan
lokasinya kok pas gitu ya, dengan yang
namanya lokasi gempa.
Kenapa bisa begitu? Nanti kita lihat ya.
Ee oke. Nah, di Indonesia kalau kita
zoom di Indonesia tadi ternyata begini
gitu. Jadi ini ada ee
ini adalah lempeng benua.
Keraknya benua jadi tebal yang kerasnya
tadi berapa? 35 plus sekian yang
sehingga ee plus minus jadi 100.
Yang ini ee lempeng yang samudra. Jadi
kalau kita lihat kenapa laut Jawa itu
enggak sampai 200 m? Tapi di ee sini nih
di utara Bali itu 100 meter ya, sehingga
ee kapal selam masuk sini enggak bisa
diangkut. Atau misalnya Adam R di ee
mana Makassar itu enggak bisa ketemu.
Tapi RA Asia di ujung sini cepat gitu ya
karena lebih dangkal lautnya lebih
dangkal. Nah, ini adalah Indonesia.
Jadi, bagian dari ee tektonik yang
kompleks. Kita punya ini ada Philippin,
ada Pasifik dan Caroline, kemudian ada
Australia, ada Ind Ocean, ada Asia. Dan
ini nemunya atau ketemunya di sini ya,
sehingga ruet banyak. Jadi kalau kita
lihat nanti gempanya, nah ini gempanya
banyak di sebelah timur ya. Di sini
banyak ini batas tadi yang satu menunjam
ke bawah.
Kemudian ee yang biru ini yang dalam,
yang merah itu yang dangkal ya. Merah
itu 0 sampai 30 ini kilm. Nah, di
sebelah timur ini banyak sekali
gempa-gempanya. Banyak sekali baik yang
di laut, di darat. Tapi kira-kira itu ya
sumbernya yang merah-merah ini.
Kalimantan ada enggak? Oh, ini ada ya.
Bisa dizoom ini kayaknya ya. Nah,
ternyata ada juga tuh di Kalimantan ya.
Kalimantan Utara apalagi ya? Tapi
Kalimantan Selatan biasanya di sini di
ee Kalimantan Barat ada beberapa tapi
tidak terlalu besar. Oke. Ee nah kalau
kita lihat ini yang merah kan di sebelah
selatan. Kemudian semakin ke sini
semakin biru gitu ya. Ini juga sama ini
merah sini ke hijau. Mungkin birunya
enggak ada. Ee di sini ada beberapa gitu
ya. Itu polanya begitu ternyata begini
bentuknya ya. Jadi kalau ini pulau Jawa
ah salah Jawanya di situ ya. Jawa ini
Surabaya di situ ini tadi ada dari
Bangkalan ini Madura ya. Nah ini ada
yang menunjam ini di ee apa namanya?
Samudera India masuk ke bawah Jawa. Nah
gempanya itu di sini nih. Nah yang
biru-biru itu yang ini di situ gitu ya.
Yang ini adalah 100 kilo pertama tadi
ya. Ini 35 tambah sekian jadi 100. Ini
10 + sekian jadi 100. Di sinilah. Nah
gempanya ada di sini. Nah, yang MRAS itu
yang bagian ujung sini tadi ya. Nah, ini
yang kemudian dampaknya kalau ee terjadi
itu potensinya magnitude-nya bisa besar
dan jaraknya dekat dengan permukaan
sehingga bisa jadi ada tsunami, kemudian
bisa juga ada ee kerusakan gara-gara
gempa karena goncangannya dekat itu jadi
lebih kerasa kira-kira gitu ya. Jadi
kalau ada yang teriak dari sebelah
telinga pasti lebih sakit kupingnya ya
daripada kalau teriaknya dari ee ujung
dunia gitu ya. Karena jauh enggak ya
mirip samalah gelombangnya sama gitu ya,
mediumnya aja yang berbeda dan sumbernya
berbeda.
Oke. Nah, apa yang menyebabkan gempa?
Jadi kenapa gempa terjadi? Nah,
kira-kira begini ya. Ini moga-moga
jalan. Nah, gift-nya jalan ya. Jadi
kalau kita tekan yang di sebelah utara
eh utara atas yang di atas ini kita
tekan ke kanan terus pelan-pelan
pelan-pelan pelan-pelan gitu ya. Maka
pada suatu ketika batasnya akan fail
atau akan ee enggak tahan kemudian ee
pecah gitu ya. Kemudian terjadilah
gempa. Nah, ketika ini eh ruptur itu
tadi gempa merambat gitu ya.
Kira-kira begini. Jadi ini sebelum
terjadi
atau kondisi nol gitu ya. Kemudian ini
ditekan yang di sini ke sini lama-lama
ee setelah gempa ini terjadi. Tapi ini
akan terus gitu ya karena yang nekan ini
terus tadi kembali lagi ke sini
misalnya. Nah ini tuh jalan terus gitu
ya jadi enggak berhenti udahlah ee 10
tahun aja lah enggak usah terus-terusan
gitu ya. Itu enggak bisa gitu. Bahkan
kita enggak bisa berhentiinnya enggak
tahu gitu ya. Walaupun ee pergerakannya
mungkin kecil ya, mungkin 10 7 mm per eh
7 cent mungkin kalau sini ya, per tahun
misalnya ya. Ee ya itu kan hitungannya
enggak kelihatan gitu. Tapi nanti
teman-teman bisa tanya Pak Irwan gimana
cara ngukurnya itu Pak Irwan yang ahli
mengukur. Nah ee
ini disebut sebagai sesar. Kalau bahasa
ininya sebenarnya sesar. Tapi beberapa
kadang-kadang menyebutkan sebagai
patahan. Sebenarnya enggak ada yang
patah ya. Ini rapture istilahnya apa ya?
Rapture itu sobek gitu ya. Bukan patah
juga. Nah ee ini ada beberapa macam.
Jadi ee ini dibilang
misalnya begini ya. Jadi ini adalah ee
bidang sesar tadi. Jadi kalau kita lihat
ini, ini bentuknya kayak gini. Jadi ini
ada satu lapisan A. Kemudian lapisan A
ini nyambung dengan lapisan A-nya yang
di sini gitu. Jadi tadinya horizontal
tiba-tiba kena sesar. Yang ini dia
bergeser ini kalau orang sendiri nih e
berapa ini ya? 6 m misalnya kan cukup
lumayan. Nah, ketika gempa terjadi
kemudian
nah ini misalnya ya
itu ini adalah ini rapture-nya enggak
gambarnya enggak pas jadi ee rapture-nya
segitulah ya. Jadi bergeser. Nah, ketika
itu kemudian muncul ee gempa. Kemudian
ada yang disebut sebagai center, ada
epicenter. Jadienter itu di
tengah-tengah di dalam sana gitu ya.
Episenter di permukaan ya atau proyeksi
ke permukaan. Nah, kemudian ada sobekan
permukaannya atau rapture istilahnya ya.
Ini tidak selalu ada. Jadi kalau
gempanya dalam ya enggak muncul ke
permukaan atau gempanya kecil juga
enggak muncul ke permukaan.
ee
itu yang menyebabkan gempa terjadi. Jadi
dari sini kemudian, nah gitu ya. Itu nah
itu ada gempa. Nah sumber gempa bumi ini
kemudian kita perlu beberapa hal yang ee
apa ya dibutuhkan gitu untuk kemudian me
melakukan ee mitigasi atau di karakter
bahaya tadi itu. Ini lokasinya di mana
sih gitu ya. Oh ini di A, ini di B.
Jadi, oh ini di sebelah rumah gitu ya
atau di sebelah sana? Kebetulan rumah
saya ya mirip kayak gini ya. Tapi
berapa? 600 m kayaknya. 500 m lah. 600.
Besok saya ukur lagilah biar pas. Ee
kemudian geometri. Jadi ini vertikal
miring ke sana kah atau miring ke sini.
Jadi di permukaan sama di bawah
permukaannya seperti apa? Nanti kita
lihat. Kemudian jenis mekanismenya
seperti apa gitu ya. Kemudian kita bisa
lihat atau bisa cari magnitude
maksimumnya. Kalau terjadi gempa ini
maksimumnya bisa sampai berapa sih tadi?
Ini untuk mengetahui bahayanya dulu
sehingga kita bisa menghitung nanti
resikonya seperti apa. Kemudian ada slip
rate. Slip rate itu tadi berapa
milimeter per tahun. Jadi pergerakan ini
pelan-pelan gitu. Jadi akumulasinya
berapa sehingga kemudian oh ini tiap 100
tahun sekali atau 500 tahun sekali oh
ini 1000 tahun sekali misalnya. Nah, itu
nanti dikonfirmasi dengan sejarah
kegempaan misalnya.
Kalau gempanya 100 50 tahun misalnya ya,
ini yang sering saya dengar nih. Oh nih
saya selama ini enggak pernah ada gempa
di sini gitu ya. Nah itu sebuah ee apa
ya? misconception kalau saya. Karena
kalau sepertinya gitu saya enggak pernah
enggak tahu apakah ada gempa yang ee
periode ulangnya gitu ya. Oh ini gempa
20 tahun yang lalu kemudian muncul lagi
gempanya di sekarang gitu ya. Jadi tiap
20 tahun gempa itu kayaknya jarang atau
mungkin enggak ada mungkin 100 tahun itu
sudah cepat. Jadi 100 tahun sekali itu
sudah cepat sekali. Jadi pasti ee agak
jarang gitu. Oh ini ee saya enggak
pernah ngerasain gempa. Nah itu sesuatu
ya. ya mungkin neneknya atau ee buyutnya
gitu ya yang merasakan dulu. Itu yang
agak ee sebaiknya tidak begitu karena
potensi ada walaupun kita belum
merasakan. Jadi jangan sampai merasakan
dulu baru bilang baru percaya. Oh iya
ada. Jangan ya. Ee
oke. Nah jenisnya ada macam-macam. Tadi
ada yang vertikal begini pergeserannya
ini mengiri ada juga sebaliknya misalnya
ya. Atau yang gini gitu ya. ini
miringnya ke sana gitu. Namanya secara
normal. Sesar kok normal ya. Nah, sesar
apa normal gitu. Kalau orang lahiran itu
sih ya lain lagi. Nah, ee ada yang naik
misalnya ada sesuatu yang kemudian ee
apa bedanya? Nanti kita lihat
biasanya beda-beda. Ada enggak ya?
Moga-moga ada di belakang ya. Nah, sesar
tadi ada yang masih aktif, masih
berpotensi untuk me menimbulkan gempa
lagi atau yang enggak. Nah, yang masih
aktif itu biasanya ee para ahli
sepepakat gitu ya. Jadi kalau di 10.000
terakhir, 10.000 tahun terakhir itu
pernah bergerak, maka ada kemungkinan
bergerak ke depan. Bayangin 10.000 tahun
gitu. Ada yang pernah ee hidup sampai
10.000 tahun? Kayaknya enggak ada ya. Ee
pasti umurnya sekarang berapa? 80 tahun
juga 90 tahun mungkin ya. Atau 100 tahun
mungkin yang ikut ee webinar. Enggak
mungkin ada yang 10.000 rib tahun ya ee
umurnya. Jadi kalau ada ee sesar yang
bergeraknya misalnya 9.000 tahun yang
lalu deh ya mungkin kita enggak punya
sejarahnya ya itu kemudian kita cari.
Oke. Ee ini salah satunya tadi ya
informasi apa saja yang dibutuhkan. Nah,
kejadian gempa ee tadi gelombang gempa
itu muncul di satu titik. Startnya di
mana? Kemudian dia merambat. Nah,
merambatnya ada dua. Ada yang istilahnya
body wave gitu ya. Jadi, merambatnya ini
enggak cuma ke situ aja sebenarnya ke
segala arah gitu. Tapi dia merambat di
ee batuan gitu ya. Di di ee tubuh batuan
itu ada gelombang P, ada gelombang S.
Ini kecepatannya berbeda. Nah, sehingga
kita bisa tahu. Jadi, kalau ada gempa P
sama S-nya jauh, berarti gempanya jauh
dari lokasi yang merekam. Kemudian ada
surface. Jadi ini gempa ini apa
gelombang ini muncul ke permukaan dan
dia merambat di permukaan itu namanya
surface. Ini goncangannya yang lebih
terasa itu. Jadi kalau Bapak Ibu
merasakan gempa biasanya yang pertama
muncul atau yang pertama kerasa gitu
satu kali enggak terlalu kencang gitu
ya. Kemudian ada jedak baru kerasa
kencang begitu ya. Nah biasanya yang
terakhir itu yang ini gitu ya. ee yang
pertama bisa P atau bisa S atau P ini
biasanya kecil enggak terlalu kerasa.
Ee kira-kira begitu. Jadi biasanya kalau
ada gempa oh ada gempa sedikit nih. Nah
sudah ini ada pasti ada susul eh bukan
ada gelombang selanjutnya gitu ya. Ini
surface wa F-nya belum datang. Tapi
kalau jedanya jauh w ini jauh dari kita
tenang ya. Tapi kalau enggak keras oh
ini kok terus-terusan ya itu sebenarnya
ininya nempel gitu. Artinya kita dekat
banget mungkin di situ. Oke. Di dalam
gempa ada beberapa ukuran ini kenapa
kosong ya?
Yang pertama adalah magnitudo, ada
intensity. Apa bedanya? Jadi ini mohon
maaf campur-campur ada bahasa Inggris,
bahasa Indonesia agak-agak enggak
jelasang ya. Ee
ada magnitudo. Jadi kalau magnitudo itu
adalah energi yang dilepaskan. Jadi satu
gempa itu punya satu magnitude
ya. Jadi tergantung dari berapa area
yang digerakkan gitu, energinya berapa.
Kalau bolam itu mungkin lebih ke jadi
kalau Ibu Bapak Ibu punya bola lampu
gitu ya. Nah eh
ini berapa watt-nya gitu ya. Itu momen
mar. Nah kemudian ada satu lagi yang
namanya intensity. Intensity itu adalah
seberapa besar goncangan yang kita
alami. Jadi misalnya gempa tohoku itu
magnitud 9,1.
Tetapi di kita enggak kerasa kan artinya
intensity di kita nol gitu
ya. Bukan nol mungkin satu karena enggak
kerasa ya di meter kerasa ee mungkin
begitu ya. Jadi satu enggak ada nol
soalnya satu. Jadi enggak kerasa sama
sekali buat kita. Nah ee itu bedanya.
Jadi kalau kita punya lampu 100 watt
yang satu dipasang di depan mata, yang
satu dipasangnya ee di mana? Di ujung
berung. Kalau orang misalnya di ujung
sana gitu ya, di ujung rumah yang satu
ya itu bisa jadi jelas lebih terang.
Tapi kalau jaraknya sama pasti sama-sama
100 watt ya pasti terangnya sama. Yang
satu 5 watt, yang satu 100 watt pasti
yang terang 5 ee yang 100 watt. Tetapi
kalau 100 watt-nya jarak 2 kil, 5
watt-nya di depan mata pasti lebih
terang yang 5 watt kan itu intensity
kira-kira gitu. Nah,
ee kemudian e jarak gitu ya. Nah, tadi
ya jarak dan intensitas. Jarak itu ee
termasuk jarak dari permukaan. Jadi,
kedalaman akan berpengaruh. Ini sebagai
contoh ee gemp, tapi kedalamannya 140
kilo. Jadi cuma 2 mm gitu ya. Magnitude
yang sama kedalamannya 10 km. Maka ini
isinya tuh intensity-nya tiga.
Kedalaman yang sama magnitude-nya ini ee
satu lebih satu itu berarti berapa? Ee
ini enggak enggak enggak dua kali lipat
ya di pangkat 10. Uh baterainya mau
habis sebentar.
Bentar ya. Moga-moga kekejar ini
batuknya mau habis.
Huh.
Itu.
Nah, sebentar ya. Baterainya lupa ini.
Enggak dicolokin tadi. Eh, mana? Lupa
nih sama laptop sendiri. Tukar. Oke.
Nah, moga-moga nyala enggak ya? Ah,
nyala. Aman. Oke. Ee saya lanjutkan.
Tadi sampai mana lupa. Oke. Jadi ya
kedalaman ini kedalamannya magnitud-nya
beda sedikit. Ee kedalamannya sama. Ini
juga beda ya. Ini 3 sampai 4 ini 3 aja.
Nah, ee goncangan itu selain dipengaruhi
oleh jarak, ternyata juga dipengaruhi
oleh kondisi geologi ee rumah kita
masing-masing di situ. Jadi, misalnya
ini ada gempa satu ee gempa ini ini yang
kuning istilahnya ee betrok ya, batuan
yang kerasnya sama maka goncangan itu
akan sama di sini. Tetapi ketika itu
muncul ke surface ini kadang-kadang oh
ini tanahnya tebal, tanahnya tipis,
batuannya di bawahnya enggak keras
misalnya.
Contohnya Jogja ya, Jogja itu Bantul dan
sekitarnya itu bawahnya adalah andapan
ee Merapi yang lepas-lepas gitu ya,
pasir lepas-lepas. Maka goncangan di
permukaannya jauh lebih terasa
dibandingkan yang ee di ee Wonosari atau
di Gunung Kidul ee kebanyakan karena
bawahnya adalah batuan yang jadi
kuningnya sampai sini misalnya ya. Nah,
itu ee kemudian akan berbeda. Kira-kira
ilustrasinya seperti ini. Jadi, kalau
kita punya batuan keras ini rumahnya
goyang-goyang aja. Ini ada kelihatan
enggak goyang-goyangnya.
Kemudian kalau yang ee sedimen
lepas-lepas ya lumayan gitu ya. Wah, ini
sedimen lepas-lepas ditambahin air udah
kacau ya. Itu gempa. Nah,
ini salah satu dampaknya adalah rumahnya
rusak gitu. Tapi apa sih dampak gempa
bumi yang kemudian kita ee rasakan?
Kalau kita lihat ada beberapa ada kita
bisa bedakan misalnya dua ya, langsung
dan tidak langsung. Langsung ini
misalnya tentu saja goncangan ya ee gemp
ya menggoncang kita gitu enggak bisa
berdiri. Ee kalau di lapangan sih enggak
apa-apa, tapi kalau kemudian di rumah,
nah itu jadi tidak langsung ada di
Kemudian ada sobekan permukaan tadi.
Nah, sobekan permukaan contoh yang
digambar tadi yang masjidnya kena
misalnya ee itu
enggak ada bangunan yang kemudian kuat
terhadap eh sobekan permukaan atau eh
surface rupture ini. Kenapa
ya? Bayangin kita punya pondasi sekuat
apapun pondasinya gitu ya, tapi satu
file-nya pindah ke sebelah gitu ya.
Enggak usah jauh-jauhlah 50 cent pasti
ke atasnya berantakan kan. Kebayang
kalau di Palu gitu ya maksimal sampai 6
m ya. Kebayangkan itu kamar mandinya
bisa pindah ke tetangga.
Nah ee itu ini yang pokoknya dihilangin
aja gitu ya. Jangan sampai ada exposur
di situ sebenarnya. Paling susah sih
memang gitu ya, tapi paling aman gitu,
enggak bisa diapa-apain. Mau bangun
seperti apa kuatnya tetap enggak akan
bisa melawan yang ini. Kemudian ada
likuifaksi. Ini masih bisa
di-engineering. Eh, kemudian ini
likuidifaksi salah satu contohnya di
Palu ya. Walaupun di Palu itu likuaksi
yang cukup kolosal gitu ya, cukup ee
katastrofik. Kalau yang biasa terjadi
misalnya di Jogja itu ada likuidfaksi,
di Lombok juga ada likuifaksi.
Kemudian ada batuan kalau ada tebing
kemudian kena goncangan tebingnya jatuh
gitu ya atau mungkin longsor gitu ya
kalau ee tanah atau batuan yang lebih
halus. Kemudian ada bangunannya rusak.
ini yang kemudian paling berat ya dan
ini yang paling mungkin sebenarnya kita
govern atau yang paling mungkin kita ee
apa ya kita lakukan untuk mengurangi
risiko. Kemudian secara tidak langsung
adalah ada tsunami, kemudian ada ee
ini longsoran gitu, tapi ada material
yang turun ke bawah gitu biasanya
turunnya belakangan jadi kayak banjir
bandang gitu ya. Ada juga longsoran yang
e belakangan.
Kemudian banjir kadang-kadang ee ini
terjadi kalau damnya jebol gitu ya.
Salah satu contohnya apa namanya ya? Oh,
tapi di Taiwan itu damnya enggak bikin
banjir juga. Kemudian ada kebakaran di
Kobe misalnya di ee California semp
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:09:00 UTC
Categories
Manage