Webinar Ecoedu.id Potensi Gempa Bumi di Indonesia
HzMChkm3PNw • 2023-01-26
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Ya, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya ucapkan ee selamat bergabung untuk Bapak Ibu semua di webinar kita pada pagi hari ini mengenai potensi gempa bumi di Indonesia, Kamis, 26 Januari 2023 yang akan ee diselenggarakan dari pukul 10.00 hingga pukul 13.00 00 ee siang nanti ya. Sebelumnya perkenalkan ee nama saya Silvie. Saya yang akan menemani Bapak Ibu sekalian di webinar ini hingga pukul siang nanti. Ee dan untuk ee menambah keberkahan dari ee acara kita pada pagi hari ini, kita awali dengan berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Berdoa dimulai. Ya, berdoa dicukupkan ya untuk membuka ee pada pagi hari ini ee mari kita menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] ya sudah banyak sekali ya Bapak Ibu sekalian yang sudah hadir di webinar kali ini. Ee saya kembali ucapkan terima kasih dan selamat datang. Ee sebelumnya saya ingin ee berkenalan terlebih dahulu ya dengan Bapak Ibu semua karena ee sudah ada dari berbagai tempat ini di ee kolom chat juga sudah banyak ya yang ee katanya ada yang hadir dari Kalsel, dari Jatim mungkin. Ee saya ingin berkenalan ini dengan Bapak Dodi dari Tangsel. Selamat pagi, Pak Dodi. Ya, mungkin bisa di-unmute, Pak. Duh, ini enggak ada gua. Enggak ada speakernya, Ceng. Bentar, Bu. Ya, sudah terdengar, Pak. Selamat pagi, Pak. Bagaimana kabarnya, Pak? Alhamdulillah baik, Bu. Alhamdulillah baik, ya. Terima kasih ya, Pak, sudah hadir di webinar kali ini. Bagaimana, Pak, cuaca di Tangsel hari ini? Alhamdulillah cerah berawan. Oh, cerah berawan ya, Pak? Iya. Salam, Pak, untuk teman-teman di e Tangsel lainnya ya, Pak. Siap. Sama-sama, Bu. Iya. Lalu selanjutnya mungkin ini yang sudah ee on cam juga ya, ada ee Pak Gilang. Ya, selamat pagi, Pak Gilang. Selamat pagi. Iya, Pak. Ini ee Pak sudah berapa kali nih, Pak, untuk ikut webinar di Eko Eduk? Merah-merah aja, Pak. Baru pertama kali. Oh, baru pertama kali, ya. Selamat datang, ya, Pak, di webinar dari ini. Iya, ya. Bagaimana, Pak, keadaannya, Pak? Baik. Alhamdulillah baik. Alhamdulillah. Baik ya. Semoga selalu semangat ya, Pak, untuk mengikuti webinar kali ini sampai jam .00 siang nanti. Iya. Oke, selanjutnya ini yang sudah on cam juga ada dari ee DLH Bangkalan. Selamat siang, Ibu Maulina. Masih pagi ya. Selamat pagi. Jadi pagi, Mbak. Iya. Iya. Bagaimana kabarnya, Ibu? Alhamdulillah. Alhamdulillah baik. Sehat alhamdulillah ya. Ini ee pertama kali Bu untuk join di webinar atau sebelumnya mungkin sudah mungkin 10 kali lebih. Sudah 10 kali. 10 kali. Iya. Waduh. Peserta rutin ya, Bu? Berarti sudah rutin setiap Kamis ya. Kalau ada selalu join. Wah mantap Bu. Iya berarti ini sudah jadi keluarga Eko Eedu ini ya. Setiap hari Kamis sudah Iya. luangkan waktunya untukar juga. Oh, alumni juga. Iya. Waduh. Oke. Oke, Ibu semoga sehat selalu ya, Bu dan semangat untuk mengikuti webinarnya. Iya, sehat juga buat semuanya. Iya. Amin, Bu. Iya. Terus satu lagi mungkin saya akan berkenalan dengan Pak Gunawan ini jauh dari Bangka Belitung. Selamat pagi, Pak. Halo, Pak. Selamat pagi, Pak Gunawan dari Bangka Belitung. Lum. Iya, sudah, Pak. Sudah terdengar, Pak. tadi. Iya, sudah mungkin. Nah, iya sudah, Pak. Ada terdengar, Pak. Suaranya tadi, Pak. Tadi suruh dimatikan. Iya. Bagaimana, Pak, kabarnya di Bangka Belitung ini? Iya, mungkin Bapaknya ada kendala ya. Mungkin saya ingin berkenalan lagi ini dengan Pak Indrawan. Gak jelas suaranya. Halo, Pak. Iya. Halo. Iya. Bagaimana, Pak, kabarnya pagi hari ini? Alhamdulillah sehat. Iya. Dari mana, Pak? Dari Balikpapan, Kalimantan Timur. Oh, dari Balikpapan. Iya. Bagaimana apa kabarnya? Sehat. Sehat-sehat. Alhamdulillah. Sehat alhamdulillah. Iya. Salam ya, Pak untuk teman-teman di balik papan. Luar. Iya. ini untuk pertama kalinya, Pak, mengikuti webinar dari Ekoedu. Iya, baru pertama kali ini. Oke, pertama kali ya. Oke, mungkin ee karena kalau satu-satu tidak memungkinkan ya saya kenalannya, tapi semoga ee kita bisa berkenalan mungkin nanti di lain waktu secara offline gitu ya, Pak Bapak dan Ibu sekalian. Ee karena tadi setelah berkenalan mungkin ada yang baru pertama kali ee mengetahui Eko Edu kali ini, mungkin saya akan sedikit memperkenalkan mengenai Ekoed Edu ini. Oke, ya. Ekoido ini merupakan bagian dari proyek pelatihan di PTGIS ee yang merupakan platform pelatihan bersertifikat dan yang berfokus pada pelatihan lingkungan hidup. Nah, pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas sumber daya manusia baik secara individu maupun instansi. Nah, untuk pelatihan kami juga terbuka untuk perusahaan, pemerintah, perorangan, pemerhati lingkungan, dan pihak lain yang ingin meningkatkan kompetensinya di bidang lingkungan. Pelatihan kami juga diselenggarakan baik secara online maupun offline. Ee berikut ada empat kategori pelatihan yang ada di Ekoedu. Yang pertama yaitu penyusunan dokumen yang berupa dokumen KLHS dan RPPLH. Lalu yang selanjutnya ada pelatihan AMDAL yaitu ada dasar-dasar AMDALK air limbah, persetujuan teknis emisi udara, persetujuan teknis limbah B3. Lalu yang selanjutnya ada pelatihan mengenai sistem informasi geografis, yaitu ada eh SIG dasar dan SIG lanjutan dengan remote sensing. Lalu yang selanjutnya ada pelatihan pemodelan eh ada pelatihan sistem dinamik eh perhitungan emisi GRK, pemodelan kualitas air sungai dengan wasp dan qualtuk dan pemodelan dispersi udara dengan air mode kline dan high spate. Ya, berikut merupakan jadwal pelatihan kami hingga bulan Juli nanti, Juni nanti. Ee di bulan Maret kami akan ee membuka pelatihan di offline ya untuk offline. Jadi bagi Bapak Ibu yang berminat nih untuk join pelatihan offline di Ekoedu ee silakan mendaftar. Nah, berikut juga kami informasikan ee tiga pelatihan terdekat yang akan kami laksanakan. Ee yang pertama ini ada pelatihan penunjang dokumen AMDAL dan SLO persetujuan teknis untuk emisi udara di minggu nanti di 30 Januari hingga Februari. Lalu ada pelatihan dasar-dasar AMDAL di bulan Februari dan pelatihan ee pemodelan dispersi udara dengan air mode kline dan high split ee masih di bulan Februari juga. Jadi bagi Bapak Ibu yang ingin mendaftar untuk pelatihan kami, silakan kunjungi website kami di www.coedu. Ya. Baik, kembali ke ee judul webinar kita pada hari ini mengenai potensi gempa bumi di Indonesia. Mungkin kita masih ingat ya, Bapak, Ibu sekalian, akhir-akhir ini ee kita sering sekali ee mendapatkan berita mengenai gempa bumi di Indonesia. mungkin yang masih sangat diingat itu tentang ee gempa bumi di Cianjur ya, Pak, yang banyak ee menalan korban jiwa dan juga kerusakan. Nah, karena Indonesia ini memang berada di ee wilayah yang bisa dibilang rawan untuk gempa. Jadi ee kita sebagai warga negara Indonesia ini sepertinya harus tahu potensi gempa bumi yang ada di Indonesia. Nah, kita bahas di webinar kali ini dengan dua pemateri kita, ada Pak ee Astika dan ee Pak Irwan. Mungkin untuk yang ee pertama sesi pertama ini ee pemateri akan ee diisi oleh Pak Astika. Nah, karena pematerinya sudah ada di tengah-tengah kita, saya ingin sapa dulu. Selamat pagi, Pak Ast. Selamat pagi. Pagi, Mbak Silvi. Iya. Kedengaran ya suara saya? Sudah, Pak. Sudah terdengar. Oke. Iya. Bagaimana, Pak, kabarnya? Lumayan. Pernah lebih baik. Lumayan. Lebih baik ya, Pak? Iya. Mungkin ee peserta juga ini sudah tidak sabar, Pak, mengenai ee materinya, Pak. Jadi ee untuk mempersingkat waktu saya persilakan. Dan untuk ee peserta semua bagi Bapak Ibu yang ingin bertanya silakan tanya sebanyak-banyaknya melalui Slido yang nanti ee linknya akan kami bagikan di kolom chat. Ee jadi mari kita sama-sama menggali informasi ya mengenai potensi gempa bumi di Indonesia ini ya. Saya persilakan Pak untuk ee memaparkan materinya. Oke, sebentar ya. Ee saya coba share ee ininya mana ya? Sebentar. Oke. Ee baik. Nah, ini ee jadi pertama-tama perkenalkan dulu nama saya Astika Pakumpuni. Eh, saya staf di Teknik Geologi eh Institut Teknologi Bandung. Jadi sehari-hari ada di Bandung sebenarnya, tapi kebetulan hari ini lagi enggak di Bandung. Kemudian ee judul hari ini judul. Jadi sebenarnya lebih ke ee materi yang akan disampaikan atau yang kita sama-sama ee simak adalah mengenai bagaimana potensi gempa bumi di Indonesia, tapi mungkin lebih ke e gempa buminya saja gitu ya. Jadi sesuatu yang ee mungkin agak basic. Jadi semoga saya tidak menggarami lautan. Nanti kalau teman-teman yang sudah ee banyak atau sudah lebih mengerti ee mohon dikoreksi kalau saya ada yang tidak pas mungkin. Ee kemudian ee harapannya saya sebenarnya tidak terlalu banyak jadi saya dikasih waktu ee berapa tadi 1 seteng jam ya lumayan lama nih seperti kuliah satu sesi gitu ya. Ee tapi ee saya mungkin akan enggak terlalu panjang ee nanti silakan teman-teman kalau ada pertanyaan disampaikan. Jadi kita diskusi aja lebih santai begitu ya. Ee kalau ada pertanyaan nanti ee semoga saya bisa jawab. Jadi kalau enggak bisa jawab nanti ee mungkin Pak Irwan di sesi kedua bisa jawab atau ee ya saya mohon maaf nanti ya. Oke. Ee ee katanya lebih mudah mohon maaf daripada minta izin katanya. Ee nah pertanyaan pertama. Nah, ini ee nanti di akhir akhir ee sesi atau di di akhir presentasi mestinya ee kita bisa menjawab pertanyaan ini apakah ee bencana ee gempa bumi itu bisa dicegah gitu ya, terutama di Indonesia. Ee apakah kemudian itu bisa dicegah atau ee sudah enggak bisa gitu ya. Nah, itu nanti kita lihat. Oke. Ee ini slide perkenalannya malah selanjutnya ya. Jadi ee saya di sini ya sehari-hari di e Teknik Geologi ITB. Ee kemudian outline sedikit outline tentang apa yang akan saya sampaikan. Yang pertama adalah pendahuluan. Ini sebenarnya basic saja ee tentang apa itu gempa bumi, kemudian bagaimana gempa bumi bisa terbentuk dan juga ee di mana saja lokasinya mungkin ya. Kemudian bahayanya apa saja gitu ya. Jadi apakah kemudian apa sih yang sebenarnya banyak menyebabkan ee kerugian atau banyak menyebabkan ee korban jiwa itu apa saja? Ee kemudian karena saya dari geologi, ada sedikit tentang ee bumbu geologinya ya. ee itu ee kemudian yang pertama eeah jadi berdasarkan ee biasanya saya ee selalu berangkat dari sebuah ee apa ya definisi gitu ee di sini sebentar ini gimana ngilangin? Oh, ini ya. Oke. Jadi ee di Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 ini ee Undang-Undang tentang Penanggulangan Bencana. Ee ada definisi tentang bencana. Jadi, bencana di dalam definisi undang-undang itu adalah ee peristiwa ininya enggak kelihatan ya, tetapi ee yang jelas adalah bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang ee mengancam mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat. Kemudian ada faktor alam atau faktor manusia yang kuncinya adalah di sini. Jadi mengakibatkan timbulnya ee korban jiwa, kerusakan lingkungan, ee kerugian harta benda, dan juga ee dampak psikologis. Jadi ee ini yang harus di kita lihat sebagai satu definisi bencana. Nah, ee nanti kita lihat lebih detail ya, seperti apa sebenarnya ee apa yang lebih detail tentang bencana nih, seperti apa sih gitu. Jadi kalau lihat di gambar sebelah kiri ini di ee Lombok 2018 ya. Jadi di Lombok sebelum gempa Palu ada gempa Lombok. Ini beberapa rumah rusak di sini gitu ya. Tapi yang sebelahnya enggak gitu ya. Jadi tidak se kemudian serta-merta semua rusak misalnya ya. Nah nanti kita lihat kenapa sih yang satu bisa rusak, yang satu enggak misalnya. Oke. Ee sebelum berangkat ke sana ada beberapa ee istilah yang biasa dipakai di dalam ee apa namanya? Eh disaster risk reduction atau DRR atau pengurangan risiko eh bencana itu yang pertama adalah bahaya. Nah, bahaya ini kalau bahasa Inggrisnya hazard gitu ya. Nah, ee bahaya ini adalah suatu ee kejadian atau suatu ee hal gitu ya yang dapat atau yang potensial menyebabkan gangguan kepada masyarakat. Jadi masih potensial ee bisa jadi kemudian mengganggu gitu ya atau mengakibatkan kerugian dan lain sebagainya. Kemudian kita punya risiko ya. risiko ini adalah ee kalau bahaya itu terjadi berapa atau ee gangguannya apa saja misalnya begitu ya. Ee kemudian ada paparan ini adalah masyarakat atau kita ee kemudian aset kita misalnya ya aset negara atau ee bangunan dan segala macam yang ee terpapar gitu ya yang kemudian kemungkinan terkena dampak dari sebuah kejadian bahaya. Kemudian ada vulnerability. Ini kadang-kadang ditambahkan dengan ee atau ada dibagi dua begitu ya, menjadi vulnerability atau kerentanan dan juga kapasitas. Tapi ee sebenarnya itu suatu sama saja begitu ya. Ee sesuatu yang yang satu kalau kapasitasnya tinggi maka kerentanannya jadi rendah. Kira-kira begitu. Tapi ini adalah bagaimana kita ee atau suatu area, suatu bangunan misalnya ee dipersiapkan untuk menghadapi sebuah bencana atau sebuah bahaya begitu ya. Jadi kalau ee orangnya siap kemudian ee apa namanya? Bangunan fasilitasnya siap misalnya, ketika terjadi bahaya maka tidak terjadi bencana. Jadi sesuatu yang ee bagaimana kapasitas kita untuk ee menghadapi sebuah ee kejadian bahaya ya. Nah, yang terakhir adalah dampak. Dampak ini ketika sebuah kejadian bahaya atau suatu kejadian ee misalnya ada gempa gitu ya. Nah, ee dampaknya tadi oh ini ada rumah yang rusak atau ada yang ee rumahnya rubuh atau yangah tidak ada apa-apa misalnya. Nah, itu itu adalah dampaknya atau impact. Jadi dampak ini yang ee yang ngontrol adalah kita sebenarnya ya. Jadi kita bisa menentukan kalau ada sebuah kejadian apakah kita akan menjadi korban atau tidak itu kita yang menentukan. Oke. Nah, ee kemudian setelah atau pasca gempa ee Toh 111 itu ee kemudian ee negara-negara di dunia berkumpul dan ee kemudian menghasilkan satu eh apa ya? Kesepakatan gitu ya yang disebut sebagai Sendai Framework. Nah, Sendai frame broker ini ada empat. Ee jadi kalau kita lihat ada lingkarannya ya, 1 2 3 4. Nah, ee yang pertama yang harus dilakukan adalah yang paling penting sebenarnya kalau menurut saya ee itu adalah kita harus mengerti dengan baik ee risikonya. Nah, ee setelah itu baru gitu ya. Jadi resikonya apa sih daerah saya? Misalnya itu saya kalau ada di area A misalnya Bapak Ibu jadi bupati di area B gitu ya, di daerah atau di kota mana begitu ya, jadi walikota. Maka yang harus diketahui adalah risiko terhadap ee bencananya apa saja. Sellow ini saya berisiko ee gempa bumi, ada resiko longsor, ada, risiko banjir misalnya. Nah, itu harus diketahui dengan baik. ketika itu kemudian diketahui dengan baik baru ber lanjut ke 2 3 4 gitu ya. Ee yang kedua ini misalnya ee menguatkan bagaimana kita memanage ee tadi risikonya kita manage mana yang harus kita turunkan begitu ya, mana yang oh ini kayaknya masih bisa ditahan gitu ya. Nah, itu sesuatu yang kedua. Kemudian yang ketiga ee ketahanan gitu atau ketangguh ya tangguh. Resilien itu tangguh. Jadi sesuatu yang ee upaya yang kemudian membuat kalau ada kejadian disaster atau kejadian bencana itu ee tidak kemudian banyak korban dan segala macam gitu ya. Baru yang paling ee kemudian ini salah satu yang baru ee muncul gitu ya mungkin setelah 2011 adalah ini jadi build back. Jadi jangan sampai ketika sebuah bencana datang kemudian ee dibangun dengan yang sama seperti sebelumnya. Nah, itu jangan sampai jadi harus dibangun kembali ketika melakukan recovery, kemudian rehabilitasi, kemudian reconstruction. itu harus lebih bagus dari yang sebelumnya supaya kalau ada ee kejadian yang sama itu tidak terjadi ee apa namanya korbannya juga sama atau bahkan lebih banyak gitu ya ee sebagai bocoran gitu ya. Jadi kalau gempa itu biasanya berulang di tempat yang sama gitu ya. Jadi bukan sesuatu yang ee random gitu ya, tapi ada polanya. Ee kemudian kalau kita biasa di saya biasanya lihatin ini sebagai satu siklus ee mitigasi bencana begitu ya, di cornya atau di ee bagian yang harus ee dimengerti dengan baik adalah yang ini. Jadi mengerti dengan baik hazardnya atau bahayanya apa saja sih. Kemudian risikonya apa. Nah, setelah itu baru ee kita me lihat atau me ee melakukan bagaimana preparedness-nya, bagaimana kalau ada kejadian atau ada event responnya seperti apa, kemudian recovery-nya seperti apa. Jadi harus mengerti dengan baik yang ini. ee saya sering mengilustrasikan kalau kita tidak mengerti dengan baik bahayanya itu seperti kalau kita maju keit dan perang gitu ya atau ee apa ya misalnya tanding badminton gitu ya. Yang satu ee kita enggak tahu musuhnya siapa gitu ya. Kita PD aja gitu ternyata musuhnya Taufik Hidayat atau ee ee Jojo gitu ya. Kita sebenarnya ya sudah menyerah aja gitu ya. Kalau saya ee mungkin gitu ya. Tapi ee kalau ternyata oh ini ee apa namanya? Musuhnya saya tahu sama-sama teman saya nih sama-sama enggak bisa main. Nah, kita bisa latihan dulu atau apalah gitu ya supaya menang. Tapi kalau musuhnya adalah ee misalnya jujo gitu ah ya ya sudah saya enggak mau latihan juga pasti kalah gitu karena jam terbangnya jauh misalnya ya. Jadi mending saya e W aja gitu. Mungkin lebih ee apa ya lebih irit atau lebih efisien daripada saya harus berlatih ee 2 kali 24 jam gitu ya. Ee pasti kalah juga. Oke. Nah, di dalam satu ee apa? mitigasi bencana ee kita sering melakukan atau ee biasanya ada perhitungan risiko atau ee dampak itu di hubungannya seperti ini kira-kira. Jadi kalau kita punya bahaya misalnya sebuah kejadian gempa, kita harus dengan ee baik mengerti kalau ada gempa di area A itu potensinya berapa ee apakah lima atau enam magnitude-nya atau tujuh misalnya ya ee goncangan di permukaannya seperti apa. Nah, itu perlu kita akses dengan baik eh sharpnya supaya ee tadi kita bisa menurunkan yang lain atau mengurangi risikonya. risikonya ini yang kalau kita mau menurunkan ini kan berarti menurunkan kerentanan, menurunkan osure atau menurunkan bahaya. Nah, masalahnya bahaya ini biasanya enggak bisa kita apa-apain. Jadi, misalnya kalau gempa, oh ini potensi gempa di sesar A misalnya atau di subduksi zona subduksi A itu del. Oh, ini kita kuranginlah di diskon jadi 6 gitu ya. Nah, itu agak susah gitu sebenarnya. Jadi ee potensi selalu ada gitu ya. yang paling yang penting adalah kita bisa menghitung dengan baik. Oh, ini potensinya sekian. Nah, kemudian osur atau paparan ini agak berat ya. Ini juga agak susah bukan mungkin hampir mustahil untuk kita menurunkan ee secara umum gitu ya. Walaupun beberapa case mungkin bisa misalnya tadi kalau di ee oh ini area yang sangat ee berbahaya maka enggak boleh bangun rumah dan segala macam di area itu. Itu salah satu menurunkan eksposur tetapi secara umum ee jumlah penduduk misalnya selalu bertambah kemudian ee daerah berkembang, pembangunan berkembang jadi osurnya akan e cenderung meningkat. Penduduk dunia juga bertambah apalagi penduduk Indonesia. Nah, itu selalu bertambah. Jadi, akan nambah terus. Kemudian ada kerentanan. Nah, ini yang sebenarnya paling sederhana bukan ya? Paling sederhana ya, paling bisa diturunkan. Jadi ee bahaya susah kita turunkan, osure susah juga kita turunkan, maka yang kita turunkan adalah ini. Jadi salah satunya nanti kita lihat misalnya ya, kalau bahayanya A misalnya, oh ini ada area yang gempanya empat atau oh ya empat mungkin ya. Biarin gitu ya. atau bahayanya ini kemungkinan jumpainya enam. Nah, bagaimana menurunkan kerentanan misalnya salah satunya dari segi struktur ya berarti kita harus membangun rumah yang tahan dengan magnitud 6 gitu ya atau tahan dengan goncangan. Kalau ada goncangan di situ magnitud 6, goncangan di permukaan berapa, maka bangunannya harus tahan ya. Bangunan tahan itu tidak harus mahal. ee biasanya justru ee bangunan tradisional itu lebih tahan dibanding bangunan batu bata gitu ya. Oke. Nah, itu kemudian bisa menurunkan risiko atau kalau terjadi event-nya itu dampaknya mestinya bisa lebih kecil. Nah, ee berdasarkan Undang-Undang ee 24 2007 tadi gitu ya. Jadi kalau dampaknya tidak ada itu namanya bukan bencana begitu ya. Jadi kalau ada gempa magnitude-nya enam misalnya atau magnitudnya tujuh, kalau tidak ada korban, tidak ada kerugian, maka namanya bukan bencana. Jadi ya itu kejadian geologi aja gitu ya atau kejadian ee alam saja bukan sebagai bencana. Itu sesuatu yang harus kita pahami jawaban yang di depan tadi sudah tahu ini di slide keelapan ya. Oke, mengenai gempa bumi, kita berbicara gempa ee hari ini ya. Ee yang pertama kita lihat dulu ee statistik gempa-gempa besar di dunia. Jadi, kalau kita lihat gempa besar di dunia, saya lupa ini tahunnya kalau enggak salah saya ee ambil statistik di atau 2019 gitu ya. Tapi yang kuning ini adalah ee Indonesia. Jadi kita punya Sumatera 2004, kemudian ada ee Sumatera juga ini 8.6 ini di 2012. Kemudian ada Nias 2005, ee Bandasi ini 1938. Kemudian ada ini Padang kalau enggak salah ya ee ini 2007. Jadi ee paling enggak kita di dalam statistik 20 kita sudah ada 1 2 3 4 5 ya lumayan gitu ya. Toh itu kemarin ee di 2011 misalnya ada di urutan keempat. Jadi ee kalau orang Jawa bilang undang-undi ee Aceh yang paling besar adalah Chile di 1960 9.5. Ini record paling besar yang pernah dicatat ya. Tsunaminya juga besar sekali. Oke. Kemudian ee bagaimana dengan ee korbannya? Jadi kalau kita lihat bencana tadi kan bencana itu kalau enggak ada korbannya ee namanya bukan bencana ya. Jadi kita lihat apakah yang nomor satu ini ee korbannya paling banyak. Kita lihat ya. Ternyata tidak ya. Jadi yang paling banyak ini contohnya adalah ternyata di Cina magnitudnya enggak sampai 9 cuma del. Jadi kalau kita lihat magnitude-nya itu yang korbannya paling banyak gempanya enggak gede-gede amat ya, kecuali Sumatera ya. Ini cukup banyak. Tapi bahkan yang di Chile tadi ee 1960 itu tidak termasuk di dalam ee 20 korban terbanyak. Jadi tadi ya jadi mungkin ee dapat gambaran bahwa kejadian besar itu belum tentu menjadi bencana paling besar. Jadi antara bahaya dan bencana bedanya itu ya. Jadi kalau yang tadi ini adalah bahaya, kalau yang ini adalah bencananya. Jadi ee atau mungkin lebih ke katastrofik gitu ya. Jadi sesuatu yang ee mengontrol adalah kita. Jadi kalau kita enggak ada di situ ya enggak apa-apa gitu ya begitu. Jadi kalau ee ada kejadian gempa besar kalau enggak ada orang, enggak ada bangunan, enggak ada yang rusak ya bukan jadi bencana. Oke. Ee kita lihat di Indonesia apa ee yang terjadi kalau kita bandingkan kejadian gempa bumi atau ini sebenarnya bencana kalau ini ya ini sudah kategorinya sebagai bencana ee 2000 sampai 2020. Jadi cukup banyak kejadian yang menyebabkan ada korban gitu ya. Ada korban, ada kerugian itu 266. Tapi yang paling banyak ternyata adalah banjir kejadiannya ini mungkin karena tiap tahun di tiap tempat ada banjir gitu ya. Banjir ini juga sama ya. Jadi kalau sungai itu hampir tiap tahun sebenarnya banjir. Masalahnya yang satu membanjiri rumah atau enggak gitu ya. Masalahnya yang biasanya terjadi adalah rumahnya datang belakangan. Nah, itu yang jadinya ee bencananya jadi muncul ya. Oke. Ee kemudian padahal sebenarnya kalau awal-awal sih enggak jadi bencana ya. Ee oke. Mana tadi ya? Ee oke. Nah ee gunung api enggak terlalu banyak, tsunami juga sedikit, tsunami dan gempa bumi sedikit. Tetapi kalau kita lihat korban meninggalnya yang paling banyak adalah tsunami. Ini salah satunya 2004 ya. Ini e paling banyak gempa dan tsunami ini ada gempa sekian gitu ya. Jadi ini Jogja misalnya kejadian ee gempa bumi Jogja, terus Palu, Lombok termasuk yang di sini. Kemudian ini adalah yang Aceh yang paling banyak. Nah, itu ee korban yang meninggal paling banyak. Tetapi kalau kita lihat yang terdampak ini di sini di BNPB disebut sebagai menderita, tetap yang paling banyak itu adalah banjir yang terdampak karena harus mengungsi, harus bersih-bersih rumah. Tadinya rumahnya sudah bersih, sudah bagus, sudah dipel gitu ya, ada banjir jadi harus lumpurnya masuk. Nah, itu termasuk yang menderita ya, termasuk ke situ. Ee jadi ini ee bencana di situ ya. Jadi bencana dan bahaya bedanya di situ. Statistik dari tahun 2000 sampai 2020 kejadian bencana alam ee ini juga nanti kita lihat sebenarnya bencana itu tidak ada yang alamiah gitu ya. bencana selalu ada manusianya. Jadi pasti enggak alamnya. Jadi kalau kejadiannya kejadian alam, tetapi yang menentukan kita apakah dia menjadi ee bencana ee atau menjadi hanya bahaya saja. Jadi kalau ee misalnya gitu ada longsor di tengah ee gunung gitu ya, tengah hutan enggak ada orang, enggak ada kita, ya dia jadi kejadian alam saja atau gempalah misalnya gempa di tempat yang ternyata bangunannya tahan gempa ya enggak apa-apa gitu ya, enggak jadi apa-apa. Ee sedikit ilustrasi misalnya ee ada namanya gempa di 2010 di Thailand gempanya 5,9 kalau enggak salah ya hampir sama dengan gempa Jogja antara gempa Jogja dengan gempa Cianjur. Ee kejadiannya siang ee berbeda dengan kejadian gempa ee Jogja yang pagi-pagi. hampir sama dengan kejadian e gempa Cianjur yang siang-siang. Nah, saya kalau enggak salah ingat itu 5,9 atau 5,8 gitu ya. Ada di utara Thailand. Nah, gempa Jogja itu 50.000 orang eh 5.000 ya 5.000-an sekian saya lupa. 50 apa 5000 5.000. Kemudian ee Cianjur itu ratusan orang yang ee harus jadi korban. Di Thailand itu hanya satu orang yang meninggal. Padahal kalau dilihat dari magnitudnya hampir sama, kedalamannya hampir sama di 10 sampai 15 kilo. Magnitud-nya ada di tengah-tengah, tetapi yang meninggal hanya satu. Itu pun bukan langsung ter ee misalnya tertipa runtutan. Tidak. ee tetapi ketika dia ee ada goncangan gempa kemudian harus evakuasi gitu ya ee kena serangan jantung sehingga kemudian meninggal. Itu yang tercatat sebagai korban. Jadi yang di Thailand tidak menjadi bencana tapi yang di Cianjur dan di Jogja adalah ee jadi katastrofi bahkan gitu ya karena ee lebih dari 5.000 orang meninggal di Jogja. Ee itu sesuatu yang mestinya bisa kita hindari gitu. Jadi kita yang menentukan kenapa misalnya kenapa di Thailand waktu itu ee kok enggak ada korbannya? Yang pertama salah satunya adalah kejadiannya siang-siang. Jadi orang masih bangun. Kalau di pagi di Jogja waktu itu ee orang-orang ada banyak yang masih tidur misalnya ya ee mungkin. Kemudian bangunannya itu yang sangat beda. Jadi bangunan di Thailand itu kalau teman-teman di Kalimantan mungkin familiar dengan rumah yang ee kayu, atapnya seng gitu ya. Atau mungkin teman-teman di Sulawesi rumahnya panggung. Kalimantan juga rumahnya panggung biasanya ya. Walaupun sekarang sudah bergeser kalau yang di ee kota sudah mulai pakai tembok gitu ya. Tapi ee biasanya rumahnya kayu bawahnya dipakai untuk ee menyimpan ee apalah padi atau kalau padi enggak juga sih. Di ini babi biasanya kayu atau motor gitu ya bahkan. Nah, di Thailand juga sama sehingga ketika goncangan gempa terjadi rumahnya rusak tapi tidak rubuh gitu ya. Jadi ee tahan gempa itu bukan berarti enggak boleh ee sedikit-sedikit ee rusak itu ya enggak apa-apa gitu sebenarnya enggak ada masalah. Yang penting adalah tidak rubuh dan tidak mencederai orang di dalamnya. Itu yang paling penting. Nah, ee kalau kita lihat tren kembali ke slide ini, ini malah ke mana-mana ceritanya ya. Tapi ee kalau kita lihat tren di sini ini ada beberapa ee cukup tinggi 2017-28 gitu ya. ee kejadiannya cukup banyak. Tadi ada banjir segala macam ya. Ini semua bencana yang terkait oleh ee natural hazard. Saya biasanya lebih lebih ee sebutnya sebagai ee natural hazard kalau bahasa Inggrisnya. Jadi kalau bahasa Indonesia bahaya alam, bahaya alamiah gitu ya yang disebabkan oleh kejadian alam. Nah, mungkin salah satunya adalah ini gitu ya. Ini juga bisa gitu. Jadi kalau kita lihat ee ini berdasarkan ee enggak ada tulisan ya, World Population kalau enggak salah, tapi eh ternyata karena banyak penduduknya ini meningkat gitu ya, nambah. Nah, kemudian satu lagi kalau teman-teman perhatikan misalnya ya. Jadi kalau di gempa di Jayapura setelah gempa Cianjur misalnya itu ada gempa Jayapura yang ya hampir salah gitu ya ee apa namanya magnitude-nya. Tetapi yang satu jadi berita nasional, yang satu mungkin berita nasionalnya beberapa hari aja yang satu jadi ee dalam tanda kutip wisata bencana gitu ya. banyak orang masuk ke Cianjur berbondong-bondong begitu ya. Ee yang satu enggak karena apa ya karena populasi akan ee lebih banyak di Jawa sampai saat ini. Itu yang kemudian ee perlu kita pahami juga. Jadi eksposurnya jelas lebih tinggi yang di sini. Jadi risikonya itu sudah jelas lebih tinggi di Jawa dibandingkan misalnya di ee Putusbau gitu ya di atas sana atau di ee mana di Almahera misalnya ya. itu ee tentu saja ee osurnya lebih tinggi di Jawa sehingga risikonya pasti lebih tinggi di Jawa juga. Ee kemudian oke. Nah, ini yang perlu dilihat. Jadi seiring dengan meningkatnya eksposur tadi jumlah itu, jumlah penduduk itu selalu nambah gitu ya. Kelihatannya enggak turun kecuali seperti Cina kemudian eh one child policy gitu ya. Eh keluarga enggak boleh punya anak lebih dari satu gitu ya. Nah, itu jumlah penduduknya mungkin bisa turun, tapi kemungkinan besar akan selalu meningkat. Nah, ee kemudian ternyata bukan ternyata jadi kejadian bahaya itu berulang. Jadi, kejadian ee alam itu punya siklus gitu ya. Misalnya ini yang sebelah kiri ini gempa palu ini punya siklus. Ee ini cerita menarik dari gambar yang sebelah kiri ini ee lokasi di mana ee yang menyebabkan gempa palu salah satunya ini ya. Nah, rumah ini ee rumah ini adalah rumah yang sebelum ee kejadian gempa itu enggak ada. Kemudian 2 minggu setelahnya kita lihat juga enggak ada. Kemudian 2 bulan setelahnya ini tiba-tiba ada rumahnya gitu ya. Woh, kita kaget. Oh, ini ngapain bikin rumah di sini nih, Pak? Gitu. Ya, pertama adalah karena ketidaktahuan bahwa ternyata di situ adalah area yang ee jalur sesarnya gitu ya. Sehingga jadi retakan-retakan ini adalah retakan yang disebabkan oleh ee sesar gitu ya. Nanti kita lihat bicara di belakang. Oke. Nah, berbicara tentang ee gempa bumi salah satunya yang gambar ini ya. ee apa sih sebenarnya gempa bumi gitu. Nah, kalau kita lihat di ini kamus bahasa, kamus besar bahasa Indonesia, gempa bumi itu adalah ini ya. Jadi ee goncangan atau gerakan bumi. Jadi ee peristiwa alam ee yang berupa getaran atau gerakan bergelombang pada kulit bumi yang ditimbulkan oleh ee endogen kalau bahasa geologi atau di bagian ee tenaga yang ada di dalam bumi atau gempa bumiah ya sesuatu yang seperti itu. Nah, ini juga sama ini gambar di Palu ee ini masjidnya tepat di ee sesarnya sehingga ee osurnya sangat tinggi. Yang ini mestinya enggak bisa diapa-apain lagi gitu ya. Jadi mestinya ya dipindahkan gitu. Artinya enggak enggak di situ lagi dibangunnya tapi ternyata dibangun di situ lagi. Ya sudah. Ee oke. Tapi itu hal yang lain. Kemudian ee apa sih yang menyebabkan gempa bumi gitu? Kenapa bisa gempa bumi terjadi? Kita lihat ya. Jadi gempa bumi uh sudah hampir jam 11.00 ya. Ee mungkin saya sampai jam 11.00 ya. Jadi punya waktu setengah jam untuk tanya jawab. Oke. Nah ee sebelum ke gempa bumi. Jadi bumi itu bulat ya seperti ini. Enggak bulat seperti itu banget. Tapi ee kadang-kadang agak benjol-benjol sedikit gitu ya. Di bagian tertentu ada yang enggak bulat-bulat amat, tetapi ee ini bulat kemudian di tengahnya padat, di tengahnya agak keluar sedikit itu agak liquid ya. Liquidnya enggak kayak air ya, tetapi mungkin seperti dodol gitu ya. Kemudian di luarnya agak ee ee lebih kentel gitu ya. Nah, kemudian di paling luar yang tipis itu. Nah, ini kalau kita zoom di sini situ gitu ya. Nah, ini adalah bagian di mana kita tinggal. Nah, di sini ada yang paling ee keras gitu ya, yang paling pecah-pecah gitu ya. Nah, ini yang paling gampang ini. Kalau di kontinental atau di benua, di kerak benua istilahnya itu sampai 35 misalnya ya. Kemudian kita punya area yang ee di oseani keras ini di ee ya samudra tapi belum tentu laut ya. Laut itu bisa jadi di sini ya. Tapi ee ini Sambunderalah. Nah, ee yang paling strong adalah yang ini 100 km pertama ini yang ee muncul gempa, yang menyebabkan gempa itu. Jadi, di tengah-tengah sini ni enggak ada gempanya. Ee karena tadi ya bentuknya kayak dodol gitu ya, mungkin nyonyot-nyonyot itu apa ya? Jadi kayak plastisin gitu ya. Jadi kalau ditekan-tekan itu dia enggak kemudian jadi gempa. Oke. Nah, itu ada layer-layer di bumi ya. sehingga kalau kita lihat gempa ee kenapa bisa tahu juga di bawah sini ada yang padat ya itu karena gelombang gempa karena bumi bulat jadi gempa di sini bisa direkam di sana tetapi hanya sebagian saja yang ee terlewat gitu ya. Nah itu salah satunya ee apa namanya? Bukti kalau bumi itu bulat. Oke. Nah. Nah, ini kemudian oh ya ini tektonik lempeng ya bukan ee ini bukan ee lempeng. Kalau lempeng itu lurus. Tapi ini tektonik lempeng. Nah. Ee tadi kalau kita lihat lebih detail ada beberapa tipe. Ada yang bentuknya seperti ini ya, tadi kontinental atau ee benua, kemudian ada yang samudra, ada yang benua. Nah, ee lempeng-lempeng ini berinteraksi. Jadi ini tebalnya tadi berapa? 100 km ya, Bapak, Ibu ya. Ini dari sini ke sini nih 100 km. Ini mungkin 35 paling tebal. Ee yang tipis di sini mungkin tadi ya 7 10 kilo tapi tetap ya sampai sini nih hampir 100. Nah, gempa-gempa itu terjadinya di situ biasanya di bagian yang ini. Jadi, kalau ini Pulau Jawa ada gunung api- Gunung Api. Nah, ini ada eh Indian Ocean ya eh apa namanya? Australia, India, Australia lah masuk ke situ ke bawah Jawa. Nah, kemudian gempa-gempanya ada di sini. Nah, ee Aceh misalnya itu ini Sumateranya di sini. Kemudian, n gempa yang besarnya di sini 2004. Nah, itu gempa besar. Tohoku juga sama. Nah, ini yang disebut sebagai Megatras itu di sini ya. Kalau ee gempa-gempa yang lain di sini biasanya gempanya dalam itu tidak terlalu berbahaya walaupun magnetnya besar itu goncangannya biasanya ya kerasa luas tetapi tidak terlalu ee keras. Kenapa? Karena semakin jauh ee goncangan eh apa sumber gempa dengan kita atau dengan ee permukaan, maka gelombangnya itu dibagi karena bentuknya bulat. Jadi dia menyebar ke mana aja maka dia ee jadi lebih kecil ya. Terasanya tidak terlalu kencang di permukaan kira-kira gitu. Nah ee lempeng-lempeng di dunia ini ee ada yang batas kuning adalah batas ee lempeng ee di bumi. Misalnya ini adalah Amerika Selatan, ini ada saya lupa namanya ini Pasifik. Kemudian ada Amerika Utara. di tengah-tengah sini ada kecil-kecil ee ee Kuba dan kawan-kawan ada di sini. Kemudian ada Afrika, ini Asia misalnya. Nah, ini misalnya antara ee Semenanjung Arab dengan Afrika ini berpisah di terpisah oleh Laut Merah gitu ya. Nah, sebelumnya dia bertemu ya tapi ya waktunya jutaan tahun yang lalu. Kemudian mana lagi? Oh, Indonesia. Indonesia di sini ternyata biasanya di sebelah kanan ini di sebelah kiri ya. Nah, di sebelah kiri ini kita punya Indonesia ruet gitu ya. Ini enggak kelihatan gambarnya tapi kita punya kuning-kuning nih di sini cukup lumayan ya. Nah, ternyata yang kuning-kuning ini itu ber ee korelasi atau bertumpuk dengan lokasinya kok pas gitu ya, dengan yang namanya lokasi gempa. Kenapa bisa begitu? Nanti kita lihat ya. Ee oke. Nah, di Indonesia kalau kita zoom di Indonesia tadi ternyata begini gitu. Jadi ini ada ee ini adalah lempeng benua. Keraknya benua jadi tebal yang kerasnya tadi berapa? 35 plus sekian yang sehingga ee plus minus jadi 100. Yang ini ee lempeng yang samudra. Jadi kalau kita lihat kenapa laut Jawa itu enggak sampai 200 m? Tapi di ee sini nih di utara Bali itu 100 meter ya, sehingga ee kapal selam masuk sini enggak bisa diangkut. Atau misalnya Adam R di ee mana Makassar itu enggak bisa ketemu. Tapi RA Asia di ujung sini cepat gitu ya karena lebih dangkal lautnya lebih dangkal. Nah, ini adalah Indonesia. Jadi, bagian dari ee tektonik yang kompleks. Kita punya ini ada Philippin, ada Pasifik dan Caroline, kemudian ada Australia, ada Ind Ocean, ada Asia. Dan ini nemunya atau ketemunya di sini ya, sehingga ruet banyak. Jadi kalau kita lihat nanti gempanya, nah ini gempanya banyak di sebelah timur ya. Di sini banyak ini batas tadi yang satu menunjam ke bawah. Kemudian ee yang biru ini yang dalam, yang merah itu yang dangkal ya. Merah itu 0 sampai 30 ini kilm. Nah, di sebelah timur ini banyak sekali gempa-gempanya. Banyak sekali baik yang di laut, di darat. Tapi kira-kira itu ya sumbernya yang merah-merah ini. Kalimantan ada enggak? Oh, ini ada ya. Bisa dizoom ini kayaknya ya. Nah, ternyata ada juga tuh di Kalimantan ya. Kalimantan Utara apalagi ya? Tapi Kalimantan Selatan biasanya di sini di ee Kalimantan Barat ada beberapa tapi tidak terlalu besar. Oke. Ee nah kalau kita lihat ini yang merah kan di sebelah selatan. Kemudian semakin ke sini semakin biru gitu ya. Ini juga sama ini merah sini ke hijau. Mungkin birunya enggak ada. Ee di sini ada beberapa gitu ya. Itu polanya begitu ternyata begini bentuknya ya. Jadi kalau ini pulau Jawa ah salah Jawanya di situ ya. Jawa ini Surabaya di situ ini tadi ada dari Bangkalan ini Madura ya. Nah ini ada yang menunjam ini di ee apa namanya? Samudera India masuk ke bawah Jawa. Nah gempanya itu di sini nih. Nah yang biru-biru itu yang ini di situ gitu ya. Yang ini adalah 100 kilo pertama tadi ya. Ini 35 tambah sekian jadi 100. Ini 10 + sekian jadi 100. Di sinilah. Nah gempanya ada di sini. Nah, yang MRAS itu yang bagian ujung sini tadi ya. Nah, ini yang kemudian dampaknya kalau ee terjadi itu potensinya magnitude-nya bisa besar dan jaraknya dekat dengan permukaan sehingga bisa jadi ada tsunami, kemudian bisa juga ada ee kerusakan gara-gara gempa karena goncangannya dekat itu jadi lebih kerasa kira-kira gitu ya. Jadi kalau ada yang teriak dari sebelah telinga pasti lebih sakit kupingnya ya daripada kalau teriaknya dari ee ujung dunia gitu ya. Karena jauh enggak ya mirip samalah gelombangnya sama gitu ya, mediumnya aja yang berbeda dan sumbernya berbeda. Oke. Nah, apa yang menyebabkan gempa? Jadi kenapa gempa terjadi? Nah, kira-kira begini ya. Ini moga-moga jalan. Nah, gift-nya jalan ya. Jadi kalau kita tekan yang di sebelah utara eh utara atas yang di atas ini kita tekan ke kanan terus pelan-pelan pelan-pelan pelan-pelan gitu ya. Maka pada suatu ketika batasnya akan fail atau akan ee enggak tahan kemudian ee pecah gitu ya. Kemudian terjadilah gempa. Nah, ketika ini eh ruptur itu tadi gempa merambat gitu ya. Kira-kira begini. Jadi ini sebelum terjadi atau kondisi nol gitu ya. Kemudian ini ditekan yang di sini ke sini lama-lama ee setelah gempa ini terjadi. Tapi ini akan terus gitu ya karena yang nekan ini terus tadi kembali lagi ke sini misalnya. Nah ini tuh jalan terus gitu ya jadi enggak berhenti udahlah ee 10 tahun aja lah enggak usah terus-terusan gitu ya. Itu enggak bisa gitu. Bahkan kita enggak bisa berhentiinnya enggak tahu gitu ya. Walaupun ee pergerakannya mungkin kecil ya, mungkin 10 7 mm per eh 7 cent mungkin kalau sini ya, per tahun misalnya ya. Ee ya itu kan hitungannya enggak kelihatan gitu. Tapi nanti teman-teman bisa tanya Pak Irwan gimana cara ngukurnya itu Pak Irwan yang ahli mengukur. Nah ee ini disebut sebagai sesar. Kalau bahasa ininya sebenarnya sesar. Tapi beberapa kadang-kadang menyebutkan sebagai patahan. Sebenarnya enggak ada yang patah ya. Ini rapture istilahnya apa ya? Rapture itu sobek gitu ya. Bukan patah juga. Nah ee ini ada beberapa macam. Jadi ee ini dibilang misalnya begini ya. Jadi ini adalah ee bidang sesar tadi. Jadi kalau kita lihat ini, ini bentuknya kayak gini. Jadi ini ada satu lapisan A. Kemudian lapisan A ini nyambung dengan lapisan A-nya yang di sini gitu. Jadi tadinya horizontal tiba-tiba kena sesar. Yang ini dia bergeser ini kalau orang sendiri nih e berapa ini ya? 6 m misalnya kan cukup lumayan. Nah, ketika gempa terjadi kemudian nah ini misalnya ya itu ini adalah ini rapture-nya enggak gambarnya enggak pas jadi ee rapture-nya segitulah ya. Jadi bergeser. Nah, ketika itu kemudian muncul ee gempa. Kemudian ada yang disebut sebagai center, ada epicenter. Jadienter itu di tengah-tengah di dalam sana gitu ya. Episenter di permukaan ya atau proyeksi ke permukaan. Nah, kemudian ada sobekan permukaannya atau rapture istilahnya ya. Ini tidak selalu ada. Jadi kalau gempanya dalam ya enggak muncul ke permukaan atau gempanya kecil juga enggak muncul ke permukaan. ee itu yang menyebabkan gempa terjadi. Jadi dari sini kemudian, nah gitu ya. Itu nah itu ada gempa. Nah sumber gempa bumi ini kemudian kita perlu beberapa hal yang ee apa ya dibutuhkan gitu untuk kemudian me melakukan ee mitigasi atau di karakter bahaya tadi itu. Ini lokasinya di mana sih gitu ya. Oh ini di A, ini di B. Jadi, oh ini di sebelah rumah gitu ya atau di sebelah sana? Kebetulan rumah saya ya mirip kayak gini ya. Tapi berapa? 600 m kayaknya. 500 m lah. 600. Besok saya ukur lagilah biar pas. Ee kemudian geometri. Jadi ini vertikal miring ke sana kah atau miring ke sini. Jadi di permukaan sama di bawah permukaannya seperti apa? Nanti kita lihat. Kemudian jenis mekanismenya seperti apa gitu ya. Kemudian kita bisa lihat atau bisa cari magnitude maksimumnya. Kalau terjadi gempa ini maksimumnya bisa sampai berapa sih tadi? Ini untuk mengetahui bahayanya dulu sehingga kita bisa menghitung nanti resikonya seperti apa. Kemudian ada slip rate. Slip rate itu tadi berapa milimeter per tahun. Jadi pergerakan ini pelan-pelan gitu. Jadi akumulasinya berapa sehingga kemudian oh ini tiap 100 tahun sekali atau 500 tahun sekali oh ini 1000 tahun sekali misalnya. Nah, itu nanti dikonfirmasi dengan sejarah kegempaan misalnya. Kalau gempanya 100 50 tahun misalnya ya, ini yang sering saya dengar nih. Oh nih saya selama ini enggak pernah ada gempa di sini gitu ya. Nah itu sebuah ee apa ya? misconception kalau saya. Karena kalau sepertinya gitu saya enggak pernah enggak tahu apakah ada gempa yang ee periode ulangnya gitu ya. Oh ini gempa 20 tahun yang lalu kemudian muncul lagi gempanya di sekarang gitu ya. Jadi tiap 20 tahun gempa itu kayaknya jarang atau mungkin enggak ada mungkin 100 tahun itu sudah cepat. Jadi 100 tahun sekali itu sudah cepat sekali. Jadi pasti ee agak jarang gitu. Oh ini ee saya enggak pernah ngerasain gempa. Nah itu sesuatu ya. ya mungkin neneknya atau ee buyutnya gitu ya yang merasakan dulu. Itu yang agak ee sebaiknya tidak begitu karena potensi ada walaupun kita belum merasakan. Jadi jangan sampai merasakan dulu baru bilang baru percaya. Oh iya ada. Jangan ya. Ee oke. Nah jenisnya ada macam-macam. Tadi ada yang vertikal begini pergeserannya ini mengiri ada juga sebaliknya misalnya ya. Atau yang gini gitu ya. ini miringnya ke sana gitu. Namanya secara normal. Sesar kok normal ya. Nah, sesar apa normal gitu. Kalau orang lahiran itu sih ya lain lagi. Nah, ee ada yang naik misalnya ada sesuatu yang kemudian ee apa bedanya? Nanti kita lihat biasanya beda-beda. Ada enggak ya? Moga-moga ada di belakang ya. Nah, sesar tadi ada yang masih aktif, masih berpotensi untuk me menimbulkan gempa lagi atau yang enggak. Nah, yang masih aktif itu biasanya ee para ahli sepepakat gitu ya. Jadi kalau di 10.000 terakhir, 10.000 tahun terakhir itu pernah bergerak, maka ada kemungkinan bergerak ke depan. Bayangin 10.000 tahun gitu. Ada yang pernah ee hidup sampai 10.000 tahun? Kayaknya enggak ada ya. Ee pasti umurnya sekarang berapa? 80 tahun juga 90 tahun mungkin ya. Atau 100 tahun mungkin yang ikut ee webinar. Enggak mungkin ada yang 10.000 rib tahun ya ee umurnya. Jadi kalau ada ee sesar yang bergeraknya misalnya 9.000 tahun yang lalu deh ya mungkin kita enggak punya sejarahnya ya itu kemudian kita cari. Oke. Ee ini salah satunya tadi ya informasi apa saja yang dibutuhkan. Nah, kejadian gempa ee tadi gelombang gempa itu muncul di satu titik. Startnya di mana? Kemudian dia merambat. Nah, merambatnya ada dua. Ada yang istilahnya body wave gitu ya. Jadi, merambatnya ini enggak cuma ke situ aja sebenarnya ke segala arah gitu. Tapi dia merambat di ee batuan gitu ya. Di di ee tubuh batuan itu ada gelombang P, ada gelombang S. Ini kecepatannya berbeda. Nah, sehingga kita bisa tahu. Jadi, kalau ada gempa P sama S-nya jauh, berarti gempanya jauh dari lokasi yang merekam. Kemudian ada surface. Jadi ini gempa ini apa gelombang ini muncul ke permukaan dan dia merambat di permukaan itu namanya surface. Ini goncangannya yang lebih terasa itu. Jadi kalau Bapak Ibu merasakan gempa biasanya yang pertama muncul atau yang pertama kerasa gitu satu kali enggak terlalu kencang gitu ya. Kemudian ada jedak baru kerasa kencang begitu ya. Nah biasanya yang terakhir itu yang ini gitu ya. ee yang pertama bisa P atau bisa S atau P ini biasanya kecil enggak terlalu kerasa. Ee kira-kira begitu. Jadi biasanya kalau ada gempa oh ada gempa sedikit nih. Nah sudah ini ada pasti ada susul eh bukan ada gelombang selanjutnya gitu ya. Ini surface wa F-nya belum datang. Tapi kalau jedanya jauh w ini jauh dari kita tenang ya. Tapi kalau enggak keras oh ini kok terus-terusan ya itu sebenarnya ininya nempel gitu. Artinya kita dekat banget mungkin di situ. Oke. Di dalam gempa ada beberapa ukuran ini kenapa kosong ya? Yang pertama adalah magnitudo, ada intensity. Apa bedanya? Jadi ini mohon maaf campur-campur ada bahasa Inggris, bahasa Indonesia agak-agak enggak jelasang ya. Ee ada magnitudo. Jadi kalau magnitudo itu adalah energi yang dilepaskan. Jadi satu gempa itu punya satu magnitude ya. Jadi tergantung dari berapa area yang digerakkan gitu, energinya berapa. Kalau bolam itu mungkin lebih ke jadi kalau Ibu Bapak Ibu punya bola lampu gitu ya. Nah eh ini berapa watt-nya gitu ya. Itu momen mar. Nah kemudian ada satu lagi yang namanya intensity. Intensity itu adalah seberapa besar goncangan yang kita alami. Jadi misalnya gempa tohoku itu magnitud 9,1. Tetapi di kita enggak kerasa kan artinya intensity di kita nol gitu ya. Bukan nol mungkin satu karena enggak kerasa ya di meter kerasa ee mungkin begitu ya. Jadi satu enggak ada nol soalnya satu. Jadi enggak kerasa sama sekali buat kita. Nah ee itu bedanya. Jadi kalau kita punya lampu 100 watt yang satu dipasang di depan mata, yang satu dipasangnya ee di mana? Di ujung berung. Kalau orang misalnya di ujung sana gitu ya, di ujung rumah yang satu ya itu bisa jadi jelas lebih terang. Tapi kalau jaraknya sama pasti sama-sama 100 watt ya pasti terangnya sama. Yang satu 5 watt, yang satu 100 watt pasti yang terang 5 ee yang 100 watt. Tetapi kalau 100 watt-nya jarak 2 kil, 5 watt-nya di depan mata pasti lebih terang yang 5 watt kan itu intensity kira-kira gitu. Nah, ee kemudian e jarak gitu ya. Nah, tadi ya jarak dan intensitas. Jarak itu ee termasuk jarak dari permukaan. Jadi, kedalaman akan berpengaruh. Ini sebagai contoh ee gemp, tapi kedalamannya 140 kilo. Jadi cuma 2 mm gitu ya. Magnitude yang sama kedalamannya 10 km. Maka ini isinya tuh intensity-nya tiga. Kedalaman yang sama magnitude-nya ini ee satu lebih satu itu berarti berapa? Ee ini enggak enggak enggak dua kali lipat ya di pangkat 10. Uh baterainya mau habis sebentar. Bentar ya. Moga-moga kekejar ini batuknya mau habis. Huh. Itu. Nah, sebentar ya. Baterainya lupa ini. Enggak dicolokin tadi. Eh, mana? Lupa nih sama laptop sendiri. Tukar. Oke. Nah, moga-moga nyala enggak ya? Ah, nyala. Aman. Oke. Ee saya lanjutkan. Tadi sampai mana lupa. Oke. Jadi ya kedalaman ini kedalamannya magnitud-nya beda sedikit. Ee kedalamannya sama. Ini juga beda ya. Ini 3 sampai 4 ini 3 aja. Nah, ee goncangan itu selain dipengaruhi oleh jarak, ternyata juga dipengaruhi oleh kondisi geologi ee rumah kita masing-masing di situ. Jadi, misalnya ini ada gempa satu ee gempa ini ini yang kuning istilahnya ee betrok ya, batuan yang kerasnya sama maka goncangan itu akan sama di sini. Tetapi ketika itu muncul ke surface ini kadang-kadang oh ini tanahnya tebal, tanahnya tipis, batuannya di bawahnya enggak keras misalnya. Contohnya Jogja ya, Jogja itu Bantul dan sekitarnya itu bawahnya adalah andapan ee Merapi yang lepas-lepas gitu ya, pasir lepas-lepas. Maka goncangan di permukaannya jauh lebih terasa dibandingkan yang ee di ee Wonosari atau di Gunung Kidul ee kebanyakan karena bawahnya adalah batuan yang jadi kuningnya sampai sini misalnya ya. Nah, itu ee kemudian akan berbeda. Kira-kira ilustrasinya seperti ini. Jadi, kalau kita punya batuan keras ini rumahnya goyang-goyang aja. Ini ada kelihatan enggak goyang-goyangnya. Kemudian kalau yang ee sedimen lepas-lepas ya lumayan gitu ya. Wah, ini sedimen lepas-lepas ditambahin air udah kacau ya. Itu gempa. Nah, ini salah satu dampaknya adalah rumahnya rusak gitu. Tapi apa sih dampak gempa bumi yang kemudian kita ee rasakan? Kalau kita lihat ada beberapa ada kita bisa bedakan misalnya dua ya, langsung dan tidak langsung. Langsung ini misalnya tentu saja goncangan ya ee gemp ya menggoncang kita gitu enggak bisa berdiri. Ee kalau di lapangan sih enggak apa-apa, tapi kalau kemudian di rumah, nah itu jadi tidak langsung ada di Kemudian ada sobekan permukaan tadi. Nah, sobekan permukaan contoh yang digambar tadi yang masjidnya kena misalnya ee itu enggak ada bangunan yang kemudian kuat terhadap eh sobekan permukaan atau eh surface rupture ini. Kenapa ya? Bayangin kita punya pondasi sekuat apapun pondasinya gitu ya, tapi satu file-nya pindah ke sebelah gitu ya. Enggak usah jauh-jauhlah 50 cent pasti ke atasnya berantakan kan. Kebayang kalau di Palu gitu ya maksimal sampai 6 m ya. Kebayangkan itu kamar mandinya bisa pindah ke tetangga. Nah ee itu ini yang pokoknya dihilangin aja gitu ya. Jangan sampai ada exposur di situ sebenarnya. Paling susah sih memang gitu ya, tapi paling aman gitu, enggak bisa diapa-apain. Mau bangun seperti apa kuatnya tetap enggak akan bisa melawan yang ini. Kemudian ada likuifaksi. Ini masih bisa di-engineering. Eh, kemudian ini likuidifaksi salah satu contohnya di Palu ya. Walaupun di Palu itu likuaksi yang cukup kolosal gitu ya, cukup ee katastrofik. Kalau yang biasa terjadi misalnya di Jogja itu ada likuidfaksi, di Lombok juga ada likuifaksi. Kemudian ada batuan kalau ada tebing kemudian kena goncangan tebingnya jatuh gitu ya atau mungkin longsor gitu ya kalau ee tanah atau batuan yang lebih halus. Kemudian ada bangunannya rusak. ini yang kemudian paling berat ya dan ini yang paling mungkin sebenarnya kita govern atau yang paling mungkin kita ee apa ya kita lakukan untuk mengurangi risiko. Kemudian secara tidak langsung adalah ada tsunami, kemudian ada ee ini longsoran gitu, tapi ada material yang turun ke bawah gitu biasanya turunnya belakangan jadi kayak banjir bandang gitu ya. Ada juga longsoran yang e belakangan. Kemudian banjir kadang-kadang ee ini terjadi kalau damnya jebol gitu ya. Salah satu contohnya apa namanya ya? Oh, tapi di Taiwan itu damnya enggak bikin banjir juga. Kemudian ada kebakaran di Kobe misalnya di ee California semp
Resume
Categories