Transcript
HzMChkm3PNw • Webinar Ecoedu.id Potensi Gempa Bumi di Indonesia
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EcoEduid/.shards/text-0001.zst#text/0049_HzMChkm3PNw.txt
Kind: captions Language: id Ya, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya ucapkan ee selamat bergabung untuk Bapak Ibu semua di webinar kita pada pagi hari ini mengenai potensi gempa bumi di Indonesia, Kamis, 26 Januari 2023 yang akan ee diselenggarakan dari pukul 10.00 hingga pukul 13.00 00 ee siang nanti ya. Sebelumnya perkenalkan ee nama saya Silvie. Saya yang akan menemani Bapak Ibu sekalian di webinar ini hingga pukul siang nanti. Ee dan untuk ee menambah keberkahan dari ee acara kita pada pagi hari ini, kita awali dengan berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Berdoa dimulai. Ya, berdoa dicukupkan ya untuk membuka ee pada pagi hari ini ee mari kita menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] ya sudah banyak sekali ya Bapak Ibu sekalian yang sudah hadir di webinar kali ini. Ee saya kembali ucapkan terima kasih dan selamat datang. Ee sebelumnya saya ingin ee berkenalan terlebih dahulu ya dengan Bapak Ibu semua karena ee sudah ada dari berbagai tempat ini di ee kolom chat juga sudah banyak ya yang ee katanya ada yang hadir dari Kalsel, dari Jatim mungkin. Ee saya ingin berkenalan ini dengan Bapak Dodi dari Tangsel. Selamat pagi, Pak Dodi. Ya, mungkin bisa di-unmute, Pak. Duh, ini enggak ada gua. Enggak ada speakernya, Ceng. Bentar, Bu. Ya, sudah terdengar, Pak. Selamat pagi, Pak. Bagaimana kabarnya, Pak? Alhamdulillah baik, Bu. Alhamdulillah baik, ya. Terima kasih ya, Pak, sudah hadir di webinar kali ini. Bagaimana, Pak, cuaca di Tangsel hari ini? Alhamdulillah cerah berawan. Oh, cerah berawan ya, Pak? Iya. Salam, Pak, untuk teman-teman di e Tangsel lainnya ya, Pak. Siap. Sama-sama, Bu. Iya. Lalu selanjutnya mungkin ini yang sudah ee on cam juga ya, ada ee Pak Gilang. Ya, selamat pagi, Pak Gilang. Selamat pagi. Iya, Pak. Ini ee Pak sudah berapa kali nih, Pak, untuk ikut webinar di Eko Eduk? Merah-merah aja, Pak. Baru pertama kali. Oh, baru pertama kali, ya. Selamat datang, ya, Pak, di webinar dari ini. Iya, ya. Bagaimana, Pak, keadaannya, Pak? Baik. Alhamdulillah baik. Alhamdulillah. Baik ya. Semoga selalu semangat ya, Pak, untuk mengikuti webinar kali ini sampai jam .00 siang nanti. Iya. Oke, selanjutnya ini yang sudah on cam juga ada dari ee DLH Bangkalan. Selamat siang, Ibu Maulina. Masih pagi ya. Selamat pagi. Jadi pagi, Mbak. Iya. Iya. Bagaimana kabarnya, Ibu? Alhamdulillah. Alhamdulillah baik. Sehat alhamdulillah ya. Ini ee pertama kali Bu untuk join di webinar atau sebelumnya mungkin sudah mungkin 10 kali lebih. Sudah 10 kali. 10 kali. Iya. Waduh. Peserta rutin ya, Bu? Berarti sudah rutin setiap Kamis ya. Kalau ada selalu join. Wah mantap Bu. Iya berarti ini sudah jadi keluarga Eko Eedu ini ya. Setiap hari Kamis sudah Iya. luangkan waktunya untukar juga. Oh, alumni juga. Iya. Waduh. Oke. Oke, Ibu semoga sehat selalu ya, Bu dan semangat untuk mengikuti webinarnya. Iya, sehat juga buat semuanya. Iya. Amin, Bu. Iya. Terus satu lagi mungkin saya akan berkenalan dengan Pak Gunawan ini jauh dari Bangka Belitung. Selamat pagi, Pak. Halo, Pak. Selamat pagi, Pak Gunawan dari Bangka Belitung. Lum. Iya, sudah, Pak. Sudah terdengar, Pak. tadi. Iya, sudah mungkin. Nah, iya sudah, Pak. Ada terdengar, Pak. Suaranya tadi, Pak. Tadi suruh dimatikan. Iya. Bagaimana, Pak, kabarnya di Bangka Belitung ini? Iya, mungkin Bapaknya ada kendala ya. Mungkin saya ingin berkenalan lagi ini dengan Pak Indrawan. Gak jelas suaranya. Halo, Pak. Iya. Halo. Iya. Bagaimana, Pak, kabarnya pagi hari ini? Alhamdulillah sehat. Iya. Dari mana, Pak? Dari Balikpapan, Kalimantan Timur. Oh, dari Balikpapan. Iya. Bagaimana apa kabarnya? Sehat. Sehat-sehat. Alhamdulillah. Sehat alhamdulillah. Iya. Salam ya, Pak untuk teman-teman di balik papan. Luar. Iya. ini untuk pertama kalinya, Pak, mengikuti webinar dari Ekoedu. Iya, baru pertama kali ini. Oke, pertama kali ya. Oke, mungkin ee karena kalau satu-satu tidak memungkinkan ya saya kenalannya, tapi semoga ee kita bisa berkenalan mungkin nanti di lain waktu secara offline gitu ya, Pak Bapak dan Ibu sekalian. Ee karena tadi setelah berkenalan mungkin ada yang baru pertama kali ee mengetahui Eko Edu kali ini, mungkin saya akan sedikit memperkenalkan mengenai Ekoed Edu ini. Oke, ya. Ekoido ini merupakan bagian dari proyek pelatihan di PTGIS ee yang merupakan platform pelatihan bersertifikat dan yang berfokus pada pelatihan lingkungan hidup. Nah, pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas sumber daya manusia baik secara individu maupun instansi. Nah, untuk pelatihan kami juga terbuka untuk perusahaan, pemerintah, perorangan, pemerhati lingkungan, dan pihak lain yang ingin meningkatkan kompetensinya di bidang lingkungan. Pelatihan kami juga diselenggarakan baik secara online maupun offline. Ee berikut ada empat kategori pelatihan yang ada di Ekoedu. Yang pertama yaitu penyusunan dokumen yang berupa dokumen KLHS dan RPPLH. Lalu yang selanjutnya ada pelatihan AMDAL yaitu ada dasar-dasar AMDALK air limbah, persetujuan teknis emisi udara, persetujuan teknis limbah B3. Lalu yang selanjutnya ada pelatihan mengenai sistem informasi geografis, yaitu ada eh SIG dasar dan SIG lanjutan dengan remote sensing. Lalu yang selanjutnya ada pelatihan pemodelan eh ada pelatihan sistem dinamik eh perhitungan emisi GRK, pemodelan kualitas air sungai dengan wasp dan qualtuk dan pemodelan dispersi udara dengan air mode kline dan high spate. Ya, berikut merupakan jadwal pelatihan kami hingga bulan Juli nanti, Juni nanti. Ee di bulan Maret kami akan ee membuka pelatihan di offline ya untuk offline. Jadi bagi Bapak Ibu yang berminat nih untuk join pelatihan offline di Ekoedu ee silakan mendaftar. Nah, berikut juga kami informasikan ee tiga pelatihan terdekat yang akan kami laksanakan. Ee yang pertama ini ada pelatihan penunjang dokumen AMDAL dan SLO persetujuan teknis untuk emisi udara di minggu nanti di 30 Januari hingga Februari. Lalu ada pelatihan dasar-dasar AMDAL di bulan Februari dan pelatihan ee pemodelan dispersi udara dengan air mode kline dan high split ee masih di bulan Februari juga. Jadi bagi Bapak Ibu yang ingin mendaftar untuk pelatihan kami, silakan kunjungi website kami di www.coedu. Ya. Baik, kembali ke ee judul webinar kita pada hari ini mengenai potensi gempa bumi di Indonesia. Mungkin kita masih ingat ya, Bapak, Ibu sekalian, akhir-akhir ini ee kita sering sekali ee mendapatkan berita mengenai gempa bumi di Indonesia. mungkin yang masih sangat diingat itu tentang ee gempa bumi di Cianjur ya, Pak, yang banyak ee menalan korban jiwa dan juga kerusakan. Nah, karena Indonesia ini memang berada di ee wilayah yang bisa dibilang rawan untuk gempa. Jadi ee kita sebagai warga negara Indonesia ini sepertinya harus tahu potensi gempa bumi yang ada di Indonesia. Nah, kita bahas di webinar kali ini dengan dua pemateri kita, ada Pak ee Astika dan ee Pak Irwan. Mungkin untuk yang ee pertama sesi pertama ini ee pemateri akan ee diisi oleh Pak Astika. Nah, karena pematerinya sudah ada di tengah-tengah kita, saya ingin sapa dulu. Selamat pagi, Pak Ast. Selamat pagi. Pagi, Mbak Silvi. Iya. Kedengaran ya suara saya? Sudah, Pak. Sudah terdengar. Oke. Iya. Bagaimana, Pak, kabarnya? Lumayan. Pernah lebih baik. Lumayan. Lebih baik ya, Pak? Iya. Mungkin ee peserta juga ini sudah tidak sabar, Pak, mengenai ee materinya, Pak. Jadi ee untuk mempersingkat waktu saya persilakan. Dan untuk ee peserta semua bagi Bapak Ibu yang ingin bertanya silakan tanya sebanyak-banyaknya melalui Slido yang nanti ee linknya akan kami bagikan di kolom chat. Ee jadi mari kita sama-sama menggali informasi ya mengenai potensi gempa bumi di Indonesia ini ya. Saya persilakan Pak untuk ee memaparkan materinya. Oke, sebentar ya. Ee saya coba share ee ininya mana ya? Sebentar. Oke. Ee baik. Nah, ini ee jadi pertama-tama perkenalkan dulu nama saya Astika Pakumpuni. Eh, saya staf di Teknik Geologi eh Institut Teknologi Bandung. Jadi sehari-hari ada di Bandung sebenarnya, tapi kebetulan hari ini lagi enggak di Bandung. Kemudian ee judul hari ini judul. Jadi sebenarnya lebih ke ee materi yang akan disampaikan atau yang kita sama-sama ee simak adalah mengenai bagaimana potensi gempa bumi di Indonesia, tapi mungkin lebih ke e gempa buminya saja gitu ya. Jadi sesuatu yang ee mungkin agak basic. Jadi semoga saya tidak menggarami lautan. Nanti kalau teman-teman yang sudah ee banyak atau sudah lebih mengerti ee mohon dikoreksi kalau saya ada yang tidak pas mungkin. Ee kemudian ee harapannya saya sebenarnya tidak terlalu banyak jadi saya dikasih waktu ee berapa tadi 1 seteng jam ya lumayan lama nih seperti kuliah satu sesi gitu ya. Ee tapi ee saya mungkin akan enggak terlalu panjang ee nanti silakan teman-teman kalau ada pertanyaan disampaikan. Jadi kita diskusi aja lebih santai begitu ya. Ee kalau ada pertanyaan nanti ee semoga saya bisa jawab. Jadi kalau enggak bisa jawab nanti ee mungkin Pak Irwan di sesi kedua bisa jawab atau ee ya saya mohon maaf nanti ya. Oke. Ee ee katanya lebih mudah mohon maaf daripada minta izin katanya. Ee nah pertanyaan pertama. Nah, ini ee nanti di akhir akhir ee sesi atau di di akhir presentasi mestinya ee kita bisa menjawab pertanyaan ini apakah ee bencana ee gempa bumi itu bisa dicegah gitu ya, terutama di Indonesia. Ee apakah kemudian itu bisa dicegah atau ee sudah enggak bisa gitu ya. Nah, itu nanti kita lihat. Oke. Ee ini slide perkenalannya malah selanjutnya ya. Jadi ee saya di sini ya sehari-hari di e Teknik Geologi ITB. Ee kemudian outline sedikit outline tentang apa yang akan saya sampaikan. Yang pertama adalah pendahuluan. Ini sebenarnya basic saja ee tentang apa itu gempa bumi, kemudian bagaimana gempa bumi bisa terbentuk dan juga ee di mana saja lokasinya mungkin ya. Kemudian bahayanya apa saja gitu ya. Jadi apakah kemudian apa sih yang sebenarnya banyak menyebabkan ee kerugian atau banyak menyebabkan ee korban jiwa itu apa saja? Ee kemudian karena saya dari geologi, ada sedikit tentang ee bumbu geologinya ya. ee itu ee kemudian yang pertama eeah jadi berdasarkan ee biasanya saya ee selalu berangkat dari sebuah ee apa ya definisi gitu ee di sini sebentar ini gimana ngilangin? Oh, ini ya. Oke. Jadi ee di Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 ini ee Undang-Undang tentang Penanggulangan Bencana. Ee ada definisi tentang bencana. Jadi, bencana di dalam definisi undang-undang itu adalah ee peristiwa ininya enggak kelihatan ya, tetapi ee yang jelas adalah bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang ee mengancam mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat. Kemudian ada faktor alam atau faktor manusia yang kuncinya adalah di sini. Jadi mengakibatkan timbulnya ee korban jiwa, kerusakan lingkungan, ee kerugian harta benda, dan juga ee dampak psikologis. Jadi ee ini yang harus di kita lihat sebagai satu definisi bencana. Nah, ee nanti kita lihat lebih detail ya, seperti apa sebenarnya ee apa yang lebih detail tentang bencana nih, seperti apa sih gitu. Jadi kalau lihat di gambar sebelah kiri ini di ee Lombok 2018 ya. Jadi di Lombok sebelum gempa Palu ada gempa Lombok. Ini beberapa rumah rusak di sini gitu ya. Tapi yang sebelahnya enggak gitu ya. Jadi tidak se kemudian serta-merta semua rusak misalnya ya. Nah nanti kita lihat kenapa sih yang satu bisa rusak, yang satu enggak misalnya. Oke. Ee sebelum berangkat ke sana ada beberapa ee istilah yang biasa dipakai di dalam ee apa namanya? Eh disaster risk reduction atau DRR atau pengurangan risiko eh bencana itu yang pertama adalah bahaya. Nah, bahaya ini kalau bahasa Inggrisnya hazard gitu ya. Nah, ee bahaya ini adalah suatu ee kejadian atau suatu ee hal gitu ya yang dapat atau yang potensial menyebabkan gangguan kepada masyarakat. Jadi masih potensial ee bisa jadi kemudian mengganggu gitu ya atau mengakibatkan kerugian dan lain sebagainya. Kemudian kita punya risiko ya. risiko ini adalah ee kalau bahaya itu terjadi berapa atau ee gangguannya apa saja misalnya begitu ya. Ee kemudian ada paparan ini adalah masyarakat atau kita ee kemudian aset kita misalnya ya aset negara atau ee bangunan dan segala macam yang ee terpapar gitu ya yang kemudian kemungkinan terkena dampak dari sebuah kejadian bahaya. Kemudian ada vulnerability. Ini kadang-kadang ditambahkan dengan ee atau ada dibagi dua begitu ya, menjadi vulnerability atau kerentanan dan juga kapasitas. Tapi ee sebenarnya itu suatu sama saja begitu ya. Ee sesuatu yang yang satu kalau kapasitasnya tinggi maka kerentanannya jadi rendah. Kira-kira begitu. Tapi ini adalah bagaimana kita ee atau suatu area, suatu bangunan misalnya ee dipersiapkan untuk menghadapi sebuah bencana atau sebuah bahaya begitu ya. Jadi kalau ee orangnya siap kemudian ee apa namanya? Bangunan fasilitasnya siap misalnya, ketika terjadi bahaya maka tidak terjadi bencana. Jadi sesuatu yang ee bagaimana kapasitas kita untuk ee menghadapi sebuah ee kejadian bahaya ya. Nah, yang terakhir adalah dampak. Dampak ini ketika sebuah kejadian bahaya atau suatu kejadian ee misalnya ada gempa gitu ya. Nah, ee dampaknya tadi oh ini ada rumah yang rusak atau ada yang ee rumahnya rubuh atau yangah tidak ada apa-apa misalnya. Nah, itu itu adalah dampaknya atau impact. Jadi dampak ini yang ee yang ngontrol adalah kita sebenarnya ya. Jadi kita bisa menentukan kalau ada sebuah kejadian apakah kita akan menjadi korban atau tidak itu kita yang menentukan. Oke. Nah, ee kemudian setelah atau pasca gempa ee Toh 111 itu ee kemudian ee negara-negara di dunia berkumpul dan ee kemudian menghasilkan satu eh apa ya? Kesepakatan gitu ya yang disebut sebagai Sendai Framework. Nah, Sendai frame broker ini ada empat. Ee jadi kalau kita lihat ada lingkarannya ya, 1 2 3 4. Nah, ee yang pertama yang harus dilakukan adalah yang paling penting sebenarnya kalau menurut saya ee itu adalah kita harus mengerti dengan baik ee risikonya. Nah, ee setelah itu baru gitu ya. Jadi resikonya apa sih daerah saya? Misalnya itu saya kalau ada di area A misalnya Bapak Ibu jadi bupati di area B gitu ya, di daerah atau di kota mana begitu ya, jadi walikota. Maka yang harus diketahui adalah risiko terhadap ee bencananya apa saja. Sellow ini saya berisiko ee gempa bumi, ada resiko longsor, ada, risiko banjir misalnya. Nah, itu harus diketahui dengan baik. ketika itu kemudian diketahui dengan baik baru ber lanjut ke 2 3 4 gitu ya. Ee yang kedua ini misalnya ee menguatkan bagaimana kita memanage ee tadi risikonya kita manage mana yang harus kita turunkan begitu ya, mana yang oh ini kayaknya masih bisa ditahan gitu ya. Nah, itu sesuatu yang kedua. Kemudian yang ketiga ee ketahanan gitu atau ketangguh ya tangguh. Resilien itu tangguh. Jadi sesuatu yang ee upaya yang kemudian membuat kalau ada kejadian disaster atau kejadian bencana itu ee tidak kemudian banyak korban dan segala macam gitu ya. Baru yang paling ee kemudian ini salah satu yang baru ee muncul gitu ya mungkin setelah 2011 adalah ini jadi build back. Jadi jangan sampai ketika sebuah bencana datang kemudian ee dibangun dengan yang sama seperti sebelumnya. Nah, itu jangan sampai jadi harus dibangun kembali ketika melakukan recovery, kemudian rehabilitasi, kemudian reconstruction. itu harus lebih bagus dari yang sebelumnya supaya kalau ada ee kejadian yang sama itu tidak terjadi ee apa namanya korbannya juga sama atau bahkan lebih banyak gitu ya ee sebagai bocoran gitu ya. Jadi kalau gempa itu biasanya berulang di tempat yang sama gitu ya. Jadi bukan sesuatu yang ee random gitu ya, tapi ada polanya. Ee kemudian kalau kita biasa di saya biasanya lihatin ini sebagai satu siklus ee mitigasi bencana begitu ya, di cornya atau di ee bagian yang harus ee dimengerti dengan baik adalah yang ini. Jadi mengerti dengan baik hazardnya atau bahayanya apa saja sih. Kemudian risikonya apa. Nah, setelah itu baru ee kita me lihat atau me ee melakukan bagaimana preparedness-nya, bagaimana kalau ada kejadian atau ada event responnya seperti apa, kemudian recovery-nya seperti apa. Jadi harus mengerti dengan baik yang ini. ee saya sering mengilustrasikan kalau kita tidak mengerti dengan baik bahayanya itu seperti kalau kita maju keit dan perang gitu ya atau ee apa ya misalnya tanding badminton gitu ya. Yang satu ee kita enggak tahu musuhnya siapa gitu ya. Kita PD aja gitu ternyata musuhnya Taufik Hidayat atau ee ee Jojo gitu ya. Kita sebenarnya ya sudah menyerah aja gitu ya. Kalau saya ee mungkin gitu ya. Tapi ee kalau ternyata oh ini ee apa namanya? Musuhnya saya tahu sama-sama teman saya nih sama-sama enggak bisa main. Nah, kita bisa latihan dulu atau apalah gitu ya supaya menang. Tapi kalau musuhnya adalah ee misalnya jujo gitu ah ya ya sudah saya enggak mau latihan juga pasti kalah gitu karena jam terbangnya jauh misalnya ya. Jadi mending saya e W aja gitu. Mungkin lebih ee apa ya lebih irit atau lebih efisien daripada saya harus berlatih ee 2 kali 24 jam gitu ya. Ee pasti kalah juga. Oke. Nah, di dalam satu ee apa? mitigasi bencana ee kita sering melakukan atau ee biasanya ada perhitungan risiko atau ee dampak itu di hubungannya seperti ini kira-kira. Jadi kalau kita punya bahaya misalnya sebuah kejadian gempa, kita harus dengan ee baik mengerti kalau ada gempa di area A itu potensinya berapa ee apakah lima atau enam magnitude-nya atau tujuh misalnya ya ee goncangan di permukaannya seperti apa. Nah, itu perlu kita akses dengan baik eh sharpnya supaya ee tadi kita bisa menurunkan yang lain atau mengurangi risikonya. risikonya ini yang kalau kita mau menurunkan ini kan berarti menurunkan kerentanan, menurunkan osure atau menurunkan bahaya. Nah, masalahnya bahaya ini biasanya enggak bisa kita apa-apain. Jadi, misalnya kalau gempa, oh ini potensi gempa di sesar A misalnya atau di subduksi zona subduksi A itu del. Oh, ini kita kuranginlah di diskon jadi 6 gitu ya. Nah, itu agak susah gitu sebenarnya. Jadi ee potensi selalu ada gitu ya. yang paling yang penting adalah kita bisa menghitung dengan baik. Oh, ini potensinya sekian. Nah, kemudian osur atau paparan ini agak berat ya. Ini juga agak susah bukan mungkin hampir mustahil untuk kita menurunkan ee secara umum gitu ya. Walaupun beberapa case mungkin bisa misalnya tadi kalau di ee oh ini area yang sangat ee berbahaya maka enggak boleh bangun rumah dan segala macam di area itu. Itu salah satu menurunkan eksposur tetapi secara umum ee jumlah penduduk misalnya selalu bertambah kemudian ee daerah berkembang, pembangunan berkembang jadi osurnya akan e cenderung meningkat. Penduduk dunia juga bertambah apalagi penduduk Indonesia. Nah, itu selalu bertambah. Jadi, akan nambah terus. Kemudian ada kerentanan. Nah, ini yang sebenarnya paling sederhana bukan ya? Paling sederhana ya, paling bisa diturunkan. Jadi ee bahaya susah kita turunkan, osure susah juga kita turunkan, maka yang kita turunkan adalah ini. Jadi salah satunya nanti kita lihat misalnya ya, kalau bahayanya A misalnya, oh ini ada area yang gempanya empat atau oh ya empat mungkin ya. Biarin gitu ya. atau bahayanya ini kemungkinan jumpainya enam. Nah, bagaimana menurunkan kerentanan misalnya salah satunya dari segi struktur ya berarti kita harus membangun rumah yang tahan dengan magnitud 6 gitu ya atau tahan dengan goncangan. Kalau ada goncangan di situ magnitud 6, goncangan di permukaan berapa, maka bangunannya harus tahan ya. Bangunan tahan itu tidak harus mahal. ee biasanya justru ee bangunan tradisional itu lebih tahan dibanding bangunan batu bata gitu ya. Oke. Nah, itu kemudian bisa menurunkan risiko atau kalau terjadi event-nya itu dampaknya mestinya bisa lebih kecil. Nah, ee berdasarkan Undang-Undang ee 24 2007 tadi gitu ya. Jadi kalau dampaknya tidak ada itu namanya bukan bencana begitu ya. Jadi kalau ada gempa magnitude-nya enam misalnya atau magnitudnya tujuh, kalau tidak ada korban, tidak ada kerugian, maka namanya bukan bencana. Jadi ya itu kejadian geologi aja gitu ya atau kejadian ee alam saja bukan sebagai bencana. Itu sesuatu yang harus kita pahami jawaban yang di depan tadi sudah tahu ini di slide keelapan ya. Oke, mengenai gempa bumi, kita berbicara gempa ee hari ini ya. Ee yang pertama kita lihat dulu ee statistik gempa-gempa besar di dunia. Jadi, kalau kita lihat gempa besar di dunia, saya lupa ini tahunnya kalau enggak salah saya ee ambil statistik di atau 2019 gitu ya. Tapi yang kuning ini adalah ee Indonesia. Jadi kita punya Sumatera 2004, kemudian ada ee Sumatera juga ini 8.6 ini di 2012. Kemudian ada Nias 2005, ee Bandasi ini 1938. Kemudian ada ini Padang kalau enggak salah ya ee ini 2007. Jadi ee paling enggak kita di dalam statistik 20 kita sudah ada 1 2 3 4 5 ya lumayan gitu ya. Toh itu kemarin ee di 2011 misalnya ada di urutan keempat. Jadi ee kalau orang Jawa bilang undang-undi ee Aceh yang paling besar adalah Chile di 1960 9.5. Ini record paling besar yang pernah dicatat ya. Tsunaminya juga besar sekali. Oke. Kemudian ee bagaimana dengan ee korbannya? Jadi kalau kita lihat bencana tadi kan bencana itu kalau enggak ada korbannya ee namanya bukan bencana ya. Jadi kita lihat apakah yang nomor satu ini ee korbannya paling banyak. Kita lihat ya. Ternyata tidak ya. Jadi yang paling banyak ini contohnya adalah ternyata di Cina magnitudnya enggak sampai 9 cuma del. Jadi kalau kita lihat magnitude-nya itu yang korbannya paling banyak gempanya enggak gede-gede amat ya, kecuali Sumatera ya. Ini cukup banyak. Tapi bahkan yang di Chile tadi ee 1960 itu tidak termasuk di dalam ee 20 korban terbanyak. Jadi tadi ya jadi mungkin ee dapat gambaran bahwa kejadian besar itu belum tentu menjadi bencana paling besar. Jadi antara bahaya dan bencana bedanya itu ya. Jadi kalau yang tadi ini adalah bahaya, kalau yang ini adalah bencananya. Jadi ee atau mungkin lebih ke katastrofik gitu ya. Jadi sesuatu yang ee mengontrol adalah kita. Jadi kalau kita enggak ada di situ ya enggak apa-apa gitu ya begitu. Jadi kalau ee ada kejadian gempa besar kalau enggak ada orang, enggak ada bangunan, enggak ada yang rusak ya bukan jadi bencana. Oke. Ee kita lihat di Indonesia apa ee yang terjadi kalau kita bandingkan kejadian gempa bumi atau ini sebenarnya bencana kalau ini ya ini sudah kategorinya sebagai bencana ee 2000 sampai 2020. Jadi cukup banyak kejadian yang menyebabkan ada korban gitu ya. Ada korban, ada kerugian itu 266. Tapi yang paling banyak ternyata adalah banjir kejadiannya ini mungkin karena tiap tahun di tiap tempat ada banjir gitu ya. Banjir ini juga sama ya. Jadi kalau sungai itu hampir tiap tahun sebenarnya banjir. Masalahnya yang satu membanjiri rumah atau enggak gitu ya. Masalahnya yang biasanya terjadi adalah rumahnya datang belakangan. Nah, itu yang jadinya ee bencananya jadi muncul ya. Oke. Ee kemudian padahal sebenarnya kalau awal-awal sih enggak jadi bencana ya. Ee oke. Mana tadi ya? Ee oke. Nah ee gunung api enggak terlalu banyak, tsunami juga sedikit, tsunami dan gempa bumi sedikit. Tetapi kalau kita lihat korban meninggalnya yang paling banyak adalah tsunami. Ini salah satunya 2004 ya. Ini e paling banyak gempa dan tsunami ini ada gempa sekian gitu ya. Jadi ini Jogja misalnya kejadian ee gempa bumi Jogja, terus Palu, Lombok termasuk yang di sini. Kemudian ini adalah yang Aceh yang paling banyak. Nah, itu ee korban yang meninggal paling banyak. Tetapi kalau kita lihat yang terdampak ini di sini di BNPB disebut sebagai menderita, tetap yang paling banyak itu adalah banjir yang terdampak karena harus mengungsi, harus bersih-bersih rumah. Tadinya rumahnya sudah bersih, sudah bagus, sudah dipel gitu ya, ada banjir jadi harus lumpurnya masuk. Nah, itu termasuk yang menderita ya, termasuk ke situ. Ee jadi ini ee bencana di situ ya. Jadi bencana dan bahaya bedanya di situ. Statistik dari tahun 2000 sampai 2020 kejadian bencana alam ee ini juga nanti kita lihat sebenarnya bencana itu tidak ada yang alamiah gitu ya. bencana selalu ada manusianya. Jadi pasti enggak alamnya. Jadi kalau kejadiannya kejadian alam, tetapi yang menentukan kita apakah dia menjadi ee bencana ee atau menjadi hanya bahaya saja. Jadi kalau ee misalnya gitu ada longsor di tengah ee gunung gitu ya, tengah hutan enggak ada orang, enggak ada kita, ya dia jadi kejadian alam saja atau gempalah misalnya gempa di tempat yang ternyata bangunannya tahan gempa ya enggak apa-apa gitu ya, enggak jadi apa-apa. Ee sedikit ilustrasi misalnya ee ada namanya gempa di 2010 di Thailand gempanya 5,9 kalau enggak salah ya hampir sama dengan gempa Jogja antara gempa Jogja dengan gempa Cianjur. Ee kejadiannya siang ee berbeda dengan kejadian gempa ee Jogja yang pagi-pagi. hampir sama dengan kejadian e gempa Cianjur yang siang-siang. Nah, saya kalau enggak salah ingat itu 5,9 atau 5,8 gitu ya. Ada di utara Thailand. Nah, gempa Jogja itu 50.000 orang eh 5.000 ya 5.000-an sekian saya lupa. 50 apa 5000 5.000. Kemudian ee Cianjur itu ratusan orang yang ee harus jadi korban. Di Thailand itu hanya satu orang yang meninggal. Padahal kalau dilihat dari magnitudnya hampir sama, kedalamannya hampir sama di 10 sampai 15 kilo. Magnitud-nya ada di tengah-tengah, tetapi yang meninggal hanya satu. Itu pun bukan langsung ter ee misalnya tertipa runtutan. Tidak. ee tetapi ketika dia ee ada goncangan gempa kemudian harus evakuasi gitu ya ee kena serangan jantung sehingga kemudian meninggal. Itu yang tercatat sebagai korban. Jadi yang di Thailand tidak menjadi bencana tapi yang di Cianjur dan di Jogja adalah ee jadi katastrofi bahkan gitu ya karena ee lebih dari 5.000 orang meninggal di Jogja. Ee itu sesuatu yang mestinya bisa kita hindari gitu. Jadi kita yang menentukan kenapa misalnya kenapa di Thailand waktu itu ee kok enggak ada korbannya? Yang pertama salah satunya adalah kejadiannya siang-siang. Jadi orang masih bangun. Kalau di pagi di Jogja waktu itu ee orang-orang ada banyak yang masih tidur misalnya ya ee mungkin. Kemudian bangunannya itu yang sangat beda. Jadi bangunan di Thailand itu kalau teman-teman di Kalimantan mungkin familiar dengan rumah yang ee kayu, atapnya seng gitu ya. Atau mungkin teman-teman di Sulawesi rumahnya panggung. Kalimantan juga rumahnya panggung biasanya ya. Walaupun sekarang sudah bergeser kalau yang di ee kota sudah mulai pakai tembok gitu ya. Tapi ee biasanya rumahnya kayu bawahnya dipakai untuk ee menyimpan ee apalah padi atau kalau padi enggak juga sih. Di ini babi biasanya kayu atau motor gitu ya bahkan. Nah, di Thailand juga sama sehingga ketika goncangan gempa terjadi rumahnya rusak tapi tidak rubuh gitu ya. Jadi ee tahan gempa itu bukan berarti enggak boleh ee sedikit-sedikit ee rusak itu ya enggak apa-apa gitu sebenarnya enggak ada masalah. Yang penting adalah tidak rubuh dan tidak mencederai orang di dalamnya. Itu yang paling penting. Nah, ee kalau kita lihat tren kembali ke slide ini, ini malah ke mana-mana ceritanya ya. Tapi ee kalau kita lihat tren di sini ini ada beberapa ee cukup tinggi 2017-28 gitu ya. ee kejadiannya cukup banyak. Tadi ada banjir segala macam ya. Ini semua bencana yang terkait oleh ee natural hazard. Saya biasanya lebih lebih ee sebutnya sebagai ee natural hazard kalau bahasa Inggrisnya. Jadi kalau bahasa Indonesia bahaya alam, bahaya alamiah gitu ya yang disebabkan oleh kejadian alam. Nah, mungkin salah satunya adalah ini gitu ya. Ini juga bisa gitu. Jadi kalau kita lihat ee ini berdasarkan ee enggak ada tulisan ya, World Population kalau enggak salah, tapi eh ternyata karena banyak penduduknya ini meningkat gitu ya, nambah. Nah, kemudian satu lagi kalau teman-teman perhatikan misalnya ya. Jadi kalau di gempa di Jayapura setelah gempa Cianjur misalnya itu ada gempa Jayapura yang ya hampir salah gitu ya ee apa namanya magnitude-nya. Tetapi yang satu jadi berita nasional, yang satu mungkin berita nasionalnya beberapa hari aja yang satu jadi ee dalam tanda kutip wisata bencana gitu ya. banyak orang masuk ke Cianjur berbondong-bondong begitu ya. Ee yang satu enggak karena apa ya karena populasi akan ee lebih banyak di Jawa sampai saat ini. Itu yang kemudian ee perlu kita pahami juga. Jadi eksposurnya jelas lebih tinggi yang di sini. Jadi risikonya itu sudah jelas lebih tinggi di Jawa dibandingkan misalnya di ee Putusbau gitu ya di atas sana atau di ee mana di Almahera misalnya ya. itu ee tentu saja ee osurnya lebih tinggi di Jawa sehingga risikonya pasti lebih tinggi di Jawa juga. Ee kemudian oke. Nah, ini yang perlu dilihat. Jadi seiring dengan meningkatnya eksposur tadi jumlah itu, jumlah penduduk itu selalu nambah gitu ya. Kelihatannya enggak turun kecuali seperti Cina kemudian eh one child policy gitu ya. Eh keluarga enggak boleh punya anak lebih dari satu gitu ya. Nah, itu jumlah penduduknya mungkin bisa turun, tapi kemungkinan besar akan selalu meningkat. Nah, ee kemudian ternyata bukan ternyata jadi kejadian bahaya itu berulang. Jadi, kejadian ee alam itu punya siklus gitu ya. Misalnya ini yang sebelah kiri ini gempa palu ini punya siklus. Ee ini cerita menarik dari gambar yang sebelah kiri ini ee lokasi di mana ee yang menyebabkan gempa palu salah satunya ini ya. Nah, rumah ini ee rumah ini adalah rumah yang sebelum ee kejadian gempa itu enggak ada. Kemudian 2 minggu setelahnya kita lihat juga enggak ada. Kemudian 2 bulan setelahnya ini tiba-tiba ada rumahnya gitu ya. Woh, kita kaget. Oh, ini ngapain bikin rumah di sini nih, Pak? Gitu. Ya, pertama adalah karena ketidaktahuan bahwa ternyata di situ adalah area yang ee jalur sesarnya gitu ya. Sehingga jadi retakan-retakan ini adalah retakan yang disebabkan oleh ee sesar gitu ya. Nanti kita lihat bicara di belakang. Oke. Nah, berbicara tentang ee gempa bumi salah satunya yang gambar ini ya. ee apa sih sebenarnya gempa bumi gitu. Nah, kalau kita lihat di ini kamus bahasa, kamus besar bahasa Indonesia, gempa bumi itu adalah ini ya. Jadi ee goncangan atau gerakan bumi. Jadi ee peristiwa alam ee yang berupa getaran atau gerakan bergelombang pada kulit bumi yang ditimbulkan oleh ee endogen kalau bahasa geologi atau di bagian ee tenaga yang ada di dalam bumi atau gempa bumiah ya sesuatu yang seperti itu. Nah, ini juga sama ini gambar di Palu ee ini masjidnya tepat di ee sesarnya sehingga ee osurnya sangat tinggi. Yang ini mestinya enggak bisa diapa-apain lagi gitu ya. Jadi mestinya ya dipindahkan gitu. Artinya enggak enggak di situ lagi dibangunnya tapi ternyata dibangun di situ lagi. Ya sudah. Ee oke. Tapi itu hal yang lain. Kemudian ee apa sih yang menyebabkan gempa bumi gitu? Kenapa bisa gempa bumi terjadi? Kita lihat ya. Jadi gempa bumi uh sudah hampir jam 11.00 ya. Ee mungkin saya sampai jam 11.00 ya. Jadi punya waktu setengah jam untuk tanya jawab. Oke. Nah ee sebelum ke gempa bumi. Jadi bumi itu bulat ya seperti ini. Enggak bulat seperti itu banget. Tapi ee kadang-kadang agak benjol-benjol sedikit gitu ya. Di bagian tertentu ada yang enggak bulat-bulat amat, tetapi ee ini bulat kemudian di tengahnya padat, di tengahnya agak keluar sedikit itu agak liquid ya. Liquidnya enggak kayak air ya, tetapi mungkin seperti dodol gitu ya. Kemudian di luarnya agak ee ee lebih kentel gitu ya. Nah, kemudian di paling luar yang tipis itu. Nah, ini kalau kita zoom di sini situ gitu ya. Nah, ini adalah bagian di mana kita tinggal. Nah, di sini ada yang paling ee keras gitu ya, yang paling pecah-pecah gitu ya. Nah, ini yang paling gampang ini. Kalau di kontinental atau di benua, di kerak benua istilahnya itu sampai 35 misalnya ya. Kemudian kita punya area yang ee di oseani keras ini di ee ya samudra tapi belum tentu laut ya. Laut itu bisa jadi di sini ya. Tapi ee ini Sambunderalah. Nah, ee yang paling strong adalah yang ini 100 km pertama ini yang ee muncul gempa, yang menyebabkan gempa itu. Jadi, di tengah-tengah sini ni enggak ada gempanya. Ee karena tadi ya bentuknya kayak dodol gitu ya, mungkin nyonyot-nyonyot itu apa ya? Jadi kayak plastisin gitu ya. Jadi kalau ditekan-tekan itu dia enggak kemudian jadi gempa. Oke. Nah, itu ada layer-layer di bumi ya. sehingga kalau kita lihat gempa ee kenapa bisa tahu juga di bawah sini ada yang padat ya itu karena gelombang gempa karena bumi bulat jadi gempa di sini bisa direkam di sana tetapi hanya sebagian saja yang ee terlewat gitu ya. Nah itu salah satunya ee apa namanya? Bukti kalau bumi itu bulat. Oke. Nah. Nah, ini kemudian oh ya ini tektonik lempeng ya bukan ee ini bukan ee lempeng. Kalau lempeng itu lurus. Tapi ini tektonik lempeng. Nah. Ee tadi kalau kita lihat lebih detail ada beberapa tipe. Ada yang bentuknya seperti ini ya, tadi kontinental atau ee benua, kemudian ada yang samudra, ada yang benua. Nah, ee lempeng-lempeng ini berinteraksi. Jadi ini tebalnya tadi berapa? 100 km ya, Bapak, Ibu ya. Ini dari sini ke sini nih 100 km. Ini mungkin 35 paling tebal. Ee yang tipis di sini mungkin tadi ya 7 10 kilo tapi tetap ya sampai sini nih hampir 100. Nah, gempa-gempa itu terjadinya di situ biasanya di bagian yang ini. Jadi, kalau ini Pulau Jawa ada gunung api- Gunung Api. Nah, ini ada eh Indian Ocean ya eh apa namanya? Australia, India, Australia lah masuk ke situ ke bawah Jawa. Nah, kemudian gempa-gempanya ada di sini. Nah, ee Aceh misalnya itu ini Sumateranya di sini. Kemudian, n gempa yang besarnya di sini 2004. Nah, itu gempa besar. Tohoku juga sama. Nah, ini yang disebut sebagai Megatras itu di sini ya. Kalau ee gempa-gempa yang lain di sini biasanya gempanya dalam itu tidak terlalu berbahaya walaupun magnetnya besar itu goncangannya biasanya ya kerasa luas tetapi tidak terlalu ee keras. Kenapa? Karena semakin jauh ee goncangan eh apa sumber gempa dengan kita atau dengan ee permukaan, maka gelombangnya itu dibagi karena bentuknya bulat. Jadi dia menyebar ke mana aja maka dia ee jadi lebih kecil ya. Terasanya tidak terlalu kencang di permukaan kira-kira gitu. Nah ee lempeng-lempeng di dunia ini ee ada yang batas kuning adalah batas ee lempeng ee di bumi. Misalnya ini adalah Amerika Selatan, ini ada saya lupa namanya ini Pasifik. Kemudian ada Amerika Utara. di tengah-tengah sini ada kecil-kecil ee ee Kuba dan kawan-kawan ada di sini. Kemudian ada Afrika, ini Asia misalnya. Nah, ini misalnya antara ee Semenanjung Arab dengan Afrika ini berpisah di terpisah oleh Laut Merah gitu ya. Nah, sebelumnya dia bertemu ya tapi ya waktunya jutaan tahun yang lalu. Kemudian mana lagi? Oh, Indonesia. Indonesia di sini ternyata biasanya di sebelah kanan ini di sebelah kiri ya. Nah, di sebelah kiri ini kita punya Indonesia ruet gitu ya. Ini enggak kelihatan gambarnya tapi kita punya kuning-kuning nih di sini cukup lumayan ya. Nah, ternyata yang kuning-kuning ini itu ber ee korelasi atau bertumpuk dengan lokasinya kok pas gitu ya, dengan yang namanya lokasi gempa. Kenapa bisa begitu? Nanti kita lihat ya. Ee oke. Nah, di Indonesia kalau kita zoom di Indonesia tadi ternyata begini gitu. Jadi ini ada ee ini adalah lempeng benua. Keraknya benua jadi tebal yang kerasnya tadi berapa? 35 plus sekian yang sehingga ee plus minus jadi 100. Yang ini ee lempeng yang samudra. Jadi kalau kita lihat kenapa laut Jawa itu enggak sampai 200 m? Tapi di ee sini nih di utara Bali itu 100 meter ya, sehingga ee kapal selam masuk sini enggak bisa diangkut. Atau misalnya Adam R di ee mana Makassar itu enggak bisa ketemu. Tapi RA Asia di ujung sini cepat gitu ya karena lebih dangkal lautnya lebih dangkal. Nah, ini adalah Indonesia. Jadi, bagian dari ee tektonik yang kompleks. Kita punya ini ada Philippin, ada Pasifik dan Caroline, kemudian ada Australia, ada Ind Ocean, ada Asia. Dan ini nemunya atau ketemunya di sini ya, sehingga ruet banyak. Jadi kalau kita lihat nanti gempanya, nah ini gempanya banyak di sebelah timur ya. Di sini banyak ini batas tadi yang satu menunjam ke bawah. Kemudian ee yang biru ini yang dalam, yang merah itu yang dangkal ya. Merah itu 0 sampai 30 ini kilm. Nah, di sebelah timur ini banyak sekali gempa-gempanya. Banyak sekali baik yang di laut, di darat. Tapi kira-kira itu ya sumbernya yang merah-merah ini. Kalimantan ada enggak? Oh, ini ada ya. Bisa dizoom ini kayaknya ya. Nah, ternyata ada juga tuh di Kalimantan ya. Kalimantan Utara apalagi ya? Tapi Kalimantan Selatan biasanya di sini di ee Kalimantan Barat ada beberapa tapi tidak terlalu besar. Oke. Ee nah kalau kita lihat ini yang merah kan di sebelah selatan. Kemudian semakin ke sini semakin biru gitu ya. Ini juga sama ini merah sini ke hijau. Mungkin birunya enggak ada. Ee di sini ada beberapa gitu ya. Itu polanya begitu ternyata begini bentuknya ya. Jadi kalau ini pulau Jawa ah salah Jawanya di situ ya. Jawa ini Surabaya di situ ini tadi ada dari Bangkalan ini Madura ya. Nah ini ada yang menunjam ini di ee apa namanya? Samudera India masuk ke bawah Jawa. Nah gempanya itu di sini nih. Nah yang biru-biru itu yang ini di situ gitu ya. Yang ini adalah 100 kilo pertama tadi ya. Ini 35 tambah sekian jadi 100. Ini 10 + sekian jadi 100. Di sinilah. Nah gempanya ada di sini. Nah, yang MRAS itu yang bagian ujung sini tadi ya. Nah, ini yang kemudian dampaknya kalau ee terjadi itu potensinya magnitude-nya bisa besar dan jaraknya dekat dengan permukaan sehingga bisa jadi ada tsunami, kemudian bisa juga ada ee kerusakan gara-gara gempa karena goncangannya dekat itu jadi lebih kerasa kira-kira gitu ya. Jadi kalau ada yang teriak dari sebelah telinga pasti lebih sakit kupingnya ya daripada kalau teriaknya dari ee ujung dunia gitu ya. Karena jauh enggak ya mirip samalah gelombangnya sama gitu ya, mediumnya aja yang berbeda dan sumbernya berbeda. Oke. Nah, apa yang menyebabkan gempa? Jadi kenapa gempa terjadi? Nah, kira-kira begini ya. Ini moga-moga jalan. Nah, gift-nya jalan ya. Jadi kalau kita tekan yang di sebelah utara eh utara atas yang di atas ini kita tekan ke kanan terus pelan-pelan pelan-pelan pelan-pelan gitu ya. Maka pada suatu ketika batasnya akan fail atau akan ee enggak tahan kemudian ee pecah gitu ya. Kemudian terjadilah gempa. Nah, ketika ini eh ruptur itu tadi gempa merambat gitu ya. Kira-kira begini. Jadi ini sebelum terjadi atau kondisi nol gitu ya. Kemudian ini ditekan yang di sini ke sini lama-lama ee setelah gempa ini terjadi. Tapi ini akan terus gitu ya karena yang nekan ini terus tadi kembali lagi ke sini misalnya. Nah ini tuh jalan terus gitu ya jadi enggak berhenti udahlah ee 10 tahun aja lah enggak usah terus-terusan gitu ya. Itu enggak bisa gitu. Bahkan kita enggak bisa berhentiinnya enggak tahu gitu ya. Walaupun ee pergerakannya mungkin kecil ya, mungkin 10 7 mm per eh 7 cent mungkin kalau sini ya, per tahun misalnya ya. Ee ya itu kan hitungannya enggak kelihatan gitu. Tapi nanti teman-teman bisa tanya Pak Irwan gimana cara ngukurnya itu Pak Irwan yang ahli mengukur. Nah ee ini disebut sebagai sesar. Kalau bahasa ininya sebenarnya sesar. Tapi beberapa kadang-kadang menyebutkan sebagai patahan. Sebenarnya enggak ada yang patah ya. Ini rapture istilahnya apa ya? Rapture itu sobek gitu ya. Bukan patah juga. Nah ee ini ada beberapa macam. Jadi ee ini dibilang misalnya begini ya. Jadi ini adalah ee bidang sesar tadi. Jadi kalau kita lihat ini, ini bentuknya kayak gini. Jadi ini ada satu lapisan A. Kemudian lapisan A ini nyambung dengan lapisan A-nya yang di sini gitu. Jadi tadinya horizontal tiba-tiba kena sesar. Yang ini dia bergeser ini kalau orang sendiri nih e berapa ini ya? 6 m misalnya kan cukup lumayan. Nah, ketika gempa terjadi kemudian nah ini misalnya ya itu ini adalah ini rapture-nya enggak gambarnya enggak pas jadi ee rapture-nya segitulah ya. Jadi bergeser. Nah, ketika itu kemudian muncul ee gempa. Kemudian ada yang disebut sebagai center, ada epicenter. Jadienter itu di tengah-tengah di dalam sana gitu ya. Episenter di permukaan ya atau proyeksi ke permukaan. Nah, kemudian ada sobekan permukaannya atau rapture istilahnya ya. Ini tidak selalu ada. Jadi kalau gempanya dalam ya enggak muncul ke permukaan atau gempanya kecil juga enggak muncul ke permukaan. ee itu yang menyebabkan gempa terjadi. Jadi dari sini kemudian, nah gitu ya. Itu nah itu ada gempa. Nah sumber gempa bumi ini kemudian kita perlu beberapa hal yang ee apa ya dibutuhkan gitu untuk kemudian me melakukan ee mitigasi atau di karakter bahaya tadi itu. Ini lokasinya di mana sih gitu ya. Oh ini di A, ini di B. Jadi, oh ini di sebelah rumah gitu ya atau di sebelah sana? Kebetulan rumah saya ya mirip kayak gini ya. Tapi berapa? 600 m kayaknya. 500 m lah. 600. Besok saya ukur lagilah biar pas. Ee kemudian geometri. Jadi ini vertikal miring ke sana kah atau miring ke sini. Jadi di permukaan sama di bawah permukaannya seperti apa? Nanti kita lihat. Kemudian jenis mekanismenya seperti apa gitu ya. Kemudian kita bisa lihat atau bisa cari magnitude maksimumnya. Kalau terjadi gempa ini maksimumnya bisa sampai berapa sih tadi? Ini untuk mengetahui bahayanya dulu sehingga kita bisa menghitung nanti resikonya seperti apa. Kemudian ada slip rate. Slip rate itu tadi berapa milimeter per tahun. Jadi pergerakan ini pelan-pelan gitu. Jadi akumulasinya berapa sehingga kemudian oh ini tiap 100 tahun sekali atau 500 tahun sekali oh ini 1000 tahun sekali misalnya. Nah, itu nanti dikonfirmasi dengan sejarah kegempaan misalnya. Kalau gempanya 100 50 tahun misalnya ya, ini yang sering saya dengar nih. Oh nih saya selama ini enggak pernah ada gempa di sini gitu ya. Nah itu sebuah ee apa ya? misconception kalau saya. Karena kalau sepertinya gitu saya enggak pernah enggak tahu apakah ada gempa yang ee periode ulangnya gitu ya. Oh ini gempa 20 tahun yang lalu kemudian muncul lagi gempanya di sekarang gitu ya. Jadi tiap 20 tahun gempa itu kayaknya jarang atau mungkin enggak ada mungkin 100 tahun itu sudah cepat. Jadi 100 tahun sekali itu sudah cepat sekali. Jadi pasti ee agak jarang gitu. Oh ini ee saya enggak pernah ngerasain gempa. Nah itu sesuatu ya. ya mungkin neneknya atau ee buyutnya gitu ya yang merasakan dulu. Itu yang agak ee sebaiknya tidak begitu karena potensi ada walaupun kita belum merasakan. Jadi jangan sampai merasakan dulu baru bilang baru percaya. Oh iya ada. Jangan ya. Ee oke. Nah jenisnya ada macam-macam. Tadi ada yang vertikal begini pergeserannya ini mengiri ada juga sebaliknya misalnya ya. Atau yang gini gitu ya. ini miringnya ke sana gitu. Namanya secara normal. Sesar kok normal ya. Nah, sesar apa normal gitu. Kalau orang lahiran itu sih ya lain lagi. Nah, ee ada yang naik misalnya ada sesuatu yang kemudian ee apa bedanya? Nanti kita lihat biasanya beda-beda. Ada enggak ya? Moga-moga ada di belakang ya. Nah, sesar tadi ada yang masih aktif, masih berpotensi untuk me menimbulkan gempa lagi atau yang enggak. Nah, yang masih aktif itu biasanya ee para ahli sepepakat gitu ya. Jadi kalau di 10.000 terakhir, 10.000 tahun terakhir itu pernah bergerak, maka ada kemungkinan bergerak ke depan. Bayangin 10.000 tahun gitu. Ada yang pernah ee hidup sampai 10.000 tahun? Kayaknya enggak ada ya. Ee pasti umurnya sekarang berapa? 80 tahun juga 90 tahun mungkin ya. Atau 100 tahun mungkin yang ikut ee webinar. Enggak mungkin ada yang 10.000 rib tahun ya ee umurnya. Jadi kalau ada ee sesar yang bergeraknya misalnya 9.000 tahun yang lalu deh ya mungkin kita enggak punya sejarahnya ya itu kemudian kita cari. Oke. Ee ini salah satunya tadi ya informasi apa saja yang dibutuhkan. Nah, kejadian gempa ee tadi gelombang gempa itu muncul di satu titik. Startnya di mana? Kemudian dia merambat. Nah, merambatnya ada dua. Ada yang istilahnya body wave gitu ya. Jadi, merambatnya ini enggak cuma ke situ aja sebenarnya ke segala arah gitu. Tapi dia merambat di ee batuan gitu ya. Di di ee tubuh batuan itu ada gelombang P, ada gelombang S. Ini kecepatannya berbeda. Nah, sehingga kita bisa tahu. Jadi, kalau ada gempa P sama S-nya jauh, berarti gempanya jauh dari lokasi yang merekam. Kemudian ada surface. Jadi ini gempa ini apa gelombang ini muncul ke permukaan dan dia merambat di permukaan itu namanya surface. Ini goncangannya yang lebih terasa itu. Jadi kalau Bapak Ibu merasakan gempa biasanya yang pertama muncul atau yang pertama kerasa gitu satu kali enggak terlalu kencang gitu ya. Kemudian ada jedak baru kerasa kencang begitu ya. Nah biasanya yang terakhir itu yang ini gitu ya. ee yang pertama bisa P atau bisa S atau P ini biasanya kecil enggak terlalu kerasa. Ee kira-kira begitu. Jadi biasanya kalau ada gempa oh ada gempa sedikit nih. Nah sudah ini ada pasti ada susul eh bukan ada gelombang selanjutnya gitu ya. Ini surface wa F-nya belum datang. Tapi kalau jedanya jauh w ini jauh dari kita tenang ya. Tapi kalau enggak keras oh ini kok terus-terusan ya itu sebenarnya ininya nempel gitu. Artinya kita dekat banget mungkin di situ. Oke. Di dalam gempa ada beberapa ukuran ini kenapa kosong ya? Yang pertama adalah magnitudo, ada intensity. Apa bedanya? Jadi ini mohon maaf campur-campur ada bahasa Inggris, bahasa Indonesia agak-agak enggak jelasang ya. Ee ada magnitudo. Jadi kalau magnitudo itu adalah energi yang dilepaskan. Jadi satu gempa itu punya satu magnitude ya. Jadi tergantung dari berapa area yang digerakkan gitu, energinya berapa. Kalau bolam itu mungkin lebih ke jadi kalau Ibu Bapak Ibu punya bola lampu gitu ya. Nah eh ini berapa watt-nya gitu ya. Itu momen mar. Nah kemudian ada satu lagi yang namanya intensity. Intensity itu adalah seberapa besar goncangan yang kita alami. Jadi misalnya gempa tohoku itu magnitud 9,1. Tetapi di kita enggak kerasa kan artinya intensity di kita nol gitu ya. Bukan nol mungkin satu karena enggak kerasa ya di meter kerasa ee mungkin begitu ya. Jadi satu enggak ada nol soalnya satu. Jadi enggak kerasa sama sekali buat kita. Nah ee itu bedanya. Jadi kalau kita punya lampu 100 watt yang satu dipasang di depan mata, yang satu dipasangnya ee di mana? Di ujung berung. Kalau orang misalnya di ujung sana gitu ya, di ujung rumah yang satu ya itu bisa jadi jelas lebih terang. Tapi kalau jaraknya sama pasti sama-sama 100 watt ya pasti terangnya sama. Yang satu 5 watt, yang satu 100 watt pasti yang terang 5 ee yang 100 watt. Tetapi kalau 100 watt-nya jarak 2 kil, 5 watt-nya di depan mata pasti lebih terang yang 5 watt kan itu intensity kira-kira gitu. Nah, ee kemudian e jarak gitu ya. Nah, tadi ya jarak dan intensitas. Jarak itu ee termasuk jarak dari permukaan. Jadi, kedalaman akan berpengaruh. Ini sebagai contoh ee gemp, tapi kedalamannya 140 kilo. Jadi cuma 2 mm gitu ya. Magnitude yang sama kedalamannya 10 km. Maka ini isinya tuh intensity-nya tiga. Kedalaman yang sama magnitude-nya ini ee satu lebih satu itu berarti berapa? Ee ini enggak enggak enggak dua kali lipat ya di pangkat 10. Uh baterainya mau habis sebentar. Bentar ya. Moga-moga kekejar ini batuknya mau habis. Huh. Itu. Nah, sebentar ya. Baterainya lupa ini. Enggak dicolokin tadi. Eh, mana? Lupa nih sama laptop sendiri. Tukar. Oke. Nah, moga-moga nyala enggak ya? Ah, nyala. Aman. Oke. Ee saya lanjutkan. Tadi sampai mana lupa. Oke. Jadi ya kedalaman ini kedalamannya magnitud-nya beda sedikit. Ee kedalamannya sama. Ini juga beda ya. Ini 3 sampai 4 ini 3 aja. Nah, ee goncangan itu selain dipengaruhi oleh jarak, ternyata juga dipengaruhi oleh kondisi geologi ee rumah kita masing-masing di situ. Jadi, misalnya ini ada gempa satu ee gempa ini ini yang kuning istilahnya ee betrok ya, batuan yang kerasnya sama maka goncangan itu akan sama di sini. Tetapi ketika itu muncul ke surface ini kadang-kadang oh ini tanahnya tebal, tanahnya tipis, batuannya di bawahnya enggak keras misalnya. Contohnya Jogja ya, Jogja itu Bantul dan sekitarnya itu bawahnya adalah andapan ee Merapi yang lepas-lepas gitu ya, pasir lepas-lepas. Maka goncangan di permukaannya jauh lebih terasa dibandingkan yang ee di ee Wonosari atau di Gunung Kidul ee kebanyakan karena bawahnya adalah batuan yang jadi kuningnya sampai sini misalnya ya. Nah, itu ee kemudian akan berbeda. Kira-kira ilustrasinya seperti ini. Jadi, kalau kita punya batuan keras ini rumahnya goyang-goyang aja. Ini ada kelihatan enggak goyang-goyangnya. Kemudian kalau yang ee sedimen lepas-lepas ya lumayan gitu ya. Wah, ini sedimen lepas-lepas ditambahin air udah kacau ya. Itu gempa. Nah, ini salah satu dampaknya adalah rumahnya rusak gitu. Tapi apa sih dampak gempa bumi yang kemudian kita ee rasakan? Kalau kita lihat ada beberapa ada kita bisa bedakan misalnya dua ya, langsung dan tidak langsung. Langsung ini misalnya tentu saja goncangan ya ee gemp ya menggoncang kita gitu enggak bisa berdiri. Ee kalau di lapangan sih enggak apa-apa, tapi kalau kemudian di rumah, nah itu jadi tidak langsung ada di Kemudian ada sobekan permukaan tadi. Nah, sobekan permukaan contoh yang digambar tadi yang masjidnya kena misalnya ee itu enggak ada bangunan yang kemudian kuat terhadap eh sobekan permukaan atau eh surface rupture ini. Kenapa ya? Bayangin kita punya pondasi sekuat apapun pondasinya gitu ya, tapi satu file-nya pindah ke sebelah gitu ya. Enggak usah jauh-jauhlah 50 cent pasti ke atasnya berantakan kan. Kebayang kalau di Palu gitu ya maksimal sampai 6 m ya. Kebayangkan itu kamar mandinya bisa pindah ke tetangga. Nah ee itu ini yang pokoknya dihilangin aja gitu ya. Jangan sampai ada exposur di situ sebenarnya. Paling susah sih memang gitu ya, tapi paling aman gitu, enggak bisa diapa-apain. Mau bangun seperti apa kuatnya tetap enggak akan bisa melawan yang ini. Kemudian ada likuifaksi. Ini masih bisa di-engineering. Eh, kemudian ini likuidifaksi salah satu contohnya di Palu ya. Walaupun di Palu itu likuaksi yang cukup kolosal gitu ya, cukup ee katastrofik. Kalau yang biasa terjadi misalnya di Jogja itu ada likuidfaksi, di Lombok juga ada likuifaksi. Kemudian ada batuan kalau ada tebing kemudian kena goncangan tebingnya jatuh gitu ya atau mungkin longsor gitu ya kalau ee tanah atau batuan yang lebih halus. Kemudian ada bangunannya rusak. ini yang kemudian paling berat ya dan ini yang paling mungkin sebenarnya kita govern atau yang paling mungkin kita ee apa ya kita lakukan untuk mengurangi risiko. Kemudian secara tidak langsung adalah ada tsunami, kemudian ada ee ini longsoran gitu, tapi ada material yang turun ke bawah gitu biasanya turunnya belakangan jadi kayak banjir bandang gitu ya. Ada juga longsoran yang e belakangan. Kemudian banjir kadang-kadang ee ini terjadi kalau damnya jebol gitu ya. Salah satu contohnya apa namanya ya? Oh, tapi di Taiwan itu damnya enggak bikin banjir juga. Kemudian ada kebakaran di Kobe misalnya di ee California sempat kemudian kebakarannya banyak karena pipa gasnya e bocor kemudian atau lagi pada masak ee kemudian goncang-goncang ee jadi kebakaran. Nah, yang ke terakhir ini kontaminasi zat beracun atau ee toksik ini di tohoku misalnya ee bahkan sampai air lautnya itu mengandung ee radiasi gitu karena ee air pendingin reaktornya ke mana-mana ya. Kita lihat contohnya. Jadi ini di Lombok misalnya ini ee rumahnya hampir sama mungkin ya. Ini enggak jauh beda ya jaraknya enggak jauh beda. Yang ini biasa aja, yang ini rusak, yang ini juga biasa aja. Salah satunya ternyata bawahnya batuannya keras, yang satu bawahnya batuannya enggak teras. Jadi enggak selalu begitu ya. Tapi ini bawahnya tanahnya lepas-lepas, yang ini tanahnya keras. Jadi bangunannya rusak atau enggak rusak salah satunya bisa jadi itu. Kemudian ini sampai permukaan ini di Palu ee di Pembuno namanya. Jadi dari Palu ke selatan cukup berapa kilo gitu ya, lupa. Tapi ini sampai 6 hampir 6 m ya ee hampir 6 m per kira. Jadi jalannya di situ geser gitu ya. Ee ya ini pas rumahnya di situ. Tapi lihat rumah sebelah kiri kanannya enggak apa-apa gitu ya. Ya rumah yang pas aja. Jadi kalau ini 20 m ke sana, 20 m ke sini ya sebenarnya enggak masalah. ini sebagai permukaan yang lain secara vertikal ini sama masih di Palu ini lebih dari 3,5 m ee paling gak ini Pak Dani Hilman mungkin ee 1,6 atau 1,7 gitu ya ee lebih dari dua kali lipat ini tadinya juga lurus jadi e belok gitu ya. Nah, ini likuidaksi yang terjadi di Lombok. Jadi ada retakan sedikit kemudian muncul air bersama pasir ketika gempa setelah itu hilang atau kadang-kadang ada semacam singhul atau yang ini yang paling parah ya. Ini parah sekali kalau yang ini ya. Ini ada flowing-nya. Jadi bahkan yang viral itu eh tower ee selulernya jalan-jalannya. Kemudian ada rockfall tadi ya, jatuhan, longsoran gitu ya, tergantung materialnya seperti apa. Nah, ee kemudian bagaimana sih kita melihat potensinya gitu ya. Jadi kalau kita lihat jadi ee sudah ada pemetaan tentang ee bahaya bahayanya ya. Jadi bukan risikonya tapi bahayanya yang dilakukan oleh Pusken di 2017. Mestinya sih diperbaharui di 2022 2000 eh 2003 ya mungkin ya. eh 2023 duanya hilang. Ini ee beberapa yang ee hasil dari ini salah satu petanya hasil dari PusGen di 2017. Kalau kita lihat ini yang merah adalah potensial tinggi gitu ya. Jadi ini di ee tampilkan sebagai PGA. Jadi PGA itu bigroad acceleration. Jadi goncangan di eh Petrok istilahnya di batuan kerasnya. Jadi kalau di yang bagian yang apa namanya ee di permukaan itu tergantung ya. Bisa jadi kalau tanahnya tebal ya bisa jadi lebih tinggi. Tapi kalau di atas permukaannya ee keras ya mungkin sama dengan ini. Nah, apa yang dilakukan? Ee salah satunya ini. Jadi ee dari kalau saya dari geologi itu ini yang kemudian harus dilakukan. Jadi, kita harus mengerti ee hazard dari gempa dan risikonya seperti apa. Nah, untuk mengetahui itu salah satunya adalah ya assesment dari hazard-nya. potensinya seperti apa, di mana sih ee goncangannya, sumbernya di mana gitu ya. Dan itu ee kemudian salah satu atau yang terakhir ada di sini gitu ya. Ee ini di Indonesia ini Kalimantannya enggak keplot ya padahal ada di sini. Cak di sini mestinya ada. Ee tetapi ini ternyata belum semua. Jadi kalau kita lihat ada misalnya mana ya waktu itu ya ee di tengah-tengah sini ada Kali Bening, ada Cianjur kemarin misalnya ini masih belum clear. Apakah dia C Mandiri atau yang lain misalnya nanti mungkin Pak Irwan akan lebih jelas. Kemudian ada gempa NTT 7,5 kemarin di sini ya. Itu juga belum terdefine ee dengan baik sumbernya di mana, kemudian mana yang lain masih banyak ya. Jadi ini ee masih sesuatu yang ee tidak kemudian bahwa ini 100% benar. Artinya harus di-update setiap tahun. dengan data yang baru, maka datanya akan lebih akurat, ya. Oke. Nah, ee apa saja sih dari sumber gempa itu yang kemudian kita lihat? Ee yang pertama tentu saja lokasinya di mana? Jadi ini contohnya ini salah satu pabrik MI di ee Palu. Jadi kalau kita lihat yang lain aman rumahnya kan? Rumah yang ini rusak ternyata lihat jalannya belok ya. Nah, ini ternyata adalah sesarnya. Jadi yang bergeser tadi yang sampai 6 m itu di sini. Kalau di sini bisa kita ee apa? sterilkan gitu ya, tidak ada bangunan mungkin sebenarnya bisa mengurangi ee dampaknya. Jadi ini mengurangi tadi apa-nya kita kurangin ya. Jadi kalau kita tahu posisi di mana sih yang berpotensi bergerak rapture ini berapa sentialnya 50 cent lah. Nah itu di mana sih? Nah, itu kalau kita tahu itu maka kita bisa petakan istilahnya mungkin jadi kayak sempadan besar gitu ya. Kalau sempadan sungai kan enggak boleh di apaain. Nah, ini sempadan ses nih misalnya ya tadinya begitu jadi gu ya. Kemudian ee tadi miringnya ke mana, posisinya di mana? Kalau ada gempa sih kira-kira di mana sih? Nah, goncangannya mana, panjangnya berapa, kedalamannya berapa gitu ya. Nah, itu juga perlu kita lihat. Nah, ini panjangnya. tadi kalau panjang itu nanti ke magnitude maksimum, kemudian pergeseran totalnya berapa nanti kita bisa hitung slip rate-nya. Kemudian rapture areanya berapa kita hitung magnitudnya. Nah, kenapa miring lurus ee miring ke sana miring ke kiri itu jadi berpengaruh kira-kira begini gitu ya. Tapi kita punya secara vertikal goncangan paling besar pasti akan di situ gitu ya. K kira-kira gini episenternya di sini maka goncangannya di situ ya. Di sini mungkin MMA-nya agak jauh ya. Ini jaraknya enggak ada skalanya ya. Mungkin di sini 10 kilo gitu atau 5 kilak. Tapi kalau miringnya ke selatan ya gempanya ada di sini. Mungkin ee sesarnya di situ, tapi gempanya di sini. Misalnya apa? Sesar ee di utara, di Subang segala macam misalnya ya. Sesarnya di situ. Tapi gempanya banyak di selatan ya. 15 kilo dari ee garis sesarnya misalnya karena miringnya 45 derajat. Kedalaman gempanya 15 kilo ya di atas 15 kilo ya segitu. Atau kalau miringnya ke sana jadi di sebelah sana gitu-gitu ya. ee ini kira-kira gambarannya. Nah, kalau dari ee geologi apa yang dilihat biasanya begitu ya di petakaan secara aktif dari permukaan dari ee apa namanya? Dari morfologi gitu ya. Kita lihat kemudian di gali kadang-kadang di e lihat pakai subsurface e sampai kita tahu sejarah kegempannya kira-kira bagaimana. Kira-kira ilustrasinya begini ya. Kita punya dari permukaan ada remote sensing-nya gitu ya. Kemudian dari eh bawah permukaan ada yang dangkal gitu ya. Ini ada GPR, geolistrik dan lain-lain. Kemudian ada yang dalam ini biasanya seik refleksi tomografi. Atau mungkin di permukaan juga sekarang pakai drone lebih jelas gitu ya bisa muncul. Nah, apa sih ee ininya pentingnya gitu ya? Salah satunya misalnya ini. Jadi kalau sepanjang ini aja nih 70 kilo itu mungkin magnitude maksimumnya oh 70 kilo ya mungkin 6 sekian lah gitu ya. Ternyata kalau diterusin sampai sana 140 kilo. Oh ini magnitudnya jadi 7,5 atau 7,7 misalnya. Nah itu agak jadi berbeda. Jadi itu penting. Oke ringkasannya. Ah ini ini sebenarnya sesuatu yang ini ya ringkasan aja kok ada masih ada yang lain ini apa yang lain? Sebentar. Apa ini? Oke, ini kelihatan lingkasannya ke salah tempatnya. [Musik] Tapi okelah ya. Ee sebentar. Oh, ini tadi ya enggak ketukar nih. Harusnya di belakang. Kenapa di depan? Ini contoh ee data. Kemudian sesarnya di mana gitu ya kelihatan. Jadi kalau dia ke bawah permukaan sampai 15 kilo. Ke sana ini mungkin datanya mungkin enggak sampai 15 kilo. Biasanya mungkin hanya 2 3 kilo gitu ya. Ke bawah sana seperti apa. Kita bisa hitung pergeserannya ini tadinya sama dengan ini misalnya di permukaan kita bisa gali ini kerjaan geologis biasanya gali-gali gini ya. Nah urusannya sama tanah-tanah. Hasilnya biasanya seperti itu. Oke. Nah kemudian ringkasannya tadi mana ringkasannya? Ya, ini ada beberapa parameter. Kemudian kalau ee kejadian kepa biasanya berulang maka ya tadi ya yang paling gampang adalah menurunkan vulnerability atau kerentanannan kita turunkan dengan menaikkan kapasitas atau kosurnya lah kalau untuk ee sesar. Oke. Nah, ini satu quote yang ee saya suka ee pakai. Jadi masyarakat gitu atau society ee yang yang menentukan ee apakah kita terekspos terhadap sesuatu yang berbahaya atau dangerous gitu ya dibandingkan alam. Jadi alam itu dari dulu sudah ada gitu ya istilahnya yang kemudian bikin rumah di lokasi A, lokasi B, lokasi C itu kan kita yang menentukan ya ee bukan alam gitu. Jadi ee ya sebenarnya kita yang menentukan apakah kita bisa ee apa mendekati bahaya atau menjauhi atau satu yang lain ini eh hazard itu bahaya itu alamiah. Bahaya itu alamiah. Tetapi bencana itu tidak alamiah. Jadi bencana itu ada di masyarakat. Jadi karena kitalah ada bencana. Kalau enggak ada kita, enggak ada bencana. Jadi pertanyaan ke depan eh di depan tadi bisa enggak sebenarnya kita me apa tadi pertanyaannya saya jadi lupa ee bisa enggak bencana itu dicegah? Nah, ini mestinya harusnya jawabannya ya bisa bencananya bisa gempa buminya enggak bisa kita kejadian gempa buminya enggak bisa kita apa-apain gitu ya tapi bencananya bisa kita cegah jangan sampai kalau ada kejadian bencana eh kejadian gempa bumi jadi bencana itu yang bisa dilakukan kira-kira ya. Oke, ee itu saja mungkin dari saya. Ee saya kembalikan ke Mbak Silvi karena pertanyaannya lewatnya mana ini mungkin silakan. Oke. I banyak juga ya ternyata banyak juga saya. Iya. Ee asik ya, Pak untuk materi yang disampaikannya. Ee jadi tidak kerasa ya, Pak. Waktunya sudah menunjukkan pukul 11.19. Ee kami juga sudah membaca ini beberapa pertanyaan yang ada di ee yang sudah dikirimkan oleh peserta di Slidu. Mungkin ee Bapaknya boleh stop. Iya, betul, Pak. Saya akan tampilkan ya, Pak. Beberapa pertanyaan yang sudah dipilih ini banyak sekali tapi kita pilih yang mungkin bisa dibahas di sini ya. Ini Pak yang pertama. Bagaimana sebaiknya mitigasi bencana yang baik dilakukan di lingkungan sekitar dan keluarga. ee bencana terjadi kapan saja tapi meminimalisir ee resikonya. Oke, ini jawabnya satu-satu atau Iya, Pak. Silakan satu-satu ya. Satu. Oke. Yang pertama ee tadi ya, jadi ee mitigasi bencana yang paling pertama yang harus kita tahu adalah resikonya apa saja sih? Jadi kalau kita punya rumah ee ditinggal di suatu area, maka harus kita lihat apa saja sih potensi bahayanya di area itu atau di tempat itu. Itu yang harus kita tahu. Pertama, kalau kita sudah tahu, maka kita bisa ambil langkah selanjutnya. misalnya karena saya tinggal di beberapa ratus meter dari sumber gempa misalnya, maka saya harus oh ini kalau saya ee saya bikin rumah harus yang ee paling tidak ee tahan gempa lah gitu ya. Seminimal mungkin kalau ada gempa kerusakannya membahayakan kita misalnya itu. Jadi itu yang penting. Nah, salah satu yang bisa kita lakukan adalah ee buka Inaris namanya. Inaris kalau enggak salah ya. Ee aplikasinya BNPB itu namanya Inaris. Kita bisa lihat di situ posisi kita ada di mana. Ee kita lihat dari gempa bumi, merah, hijau, kuning, atau abu-abu gitu ya. Nah, itu bisa dilihat ee atau ee banjir atau apa segala macam itu bisa kita lihat. Nah, ee kalau sudah mengerti itu, kemudian langkah selanjutnya bisa dipilih gitu ya. Ee jangan sampai tadi, "Oh, ini rumah saya katanya dekat sumber gempa nih," gitu ya. Pakai katanya ya. Oh, kata tetangga sumber. Wah, ini bangun rumah yang betonnya ee 1 m* 1 m misalnya ya. Nah, itu kan jadi mahal. Ternyata oh ini sumber gempanya enggak ada nih, jauh banget gitu misalnya ya. Nah, itu jangan sampai seperti itu. Nah, itu yang kemudian ee perlu kita perhatikan. Jadi kalau kita mengetahui sumber bahayanya, jadi bahayanya apa saja? kita bisa dalam skala kecil kita bisa menghitung ee resikonya seperti apa. Setelah itu baru ya misalnya ada yang lain ya, tetapi ee misalnya tadi kalau gempa bumi yang paling berbahaya adalah bangunan yang kemudian runtuh, kemudian ada longsor misalnya. Nah, itu yang perlu kita antisipasi. Oke, semoga menjawab ya. Ini pertanyaannya dari ee siapa? Ikhwan ya. Oke, moga-moga menjawab. Yang kedua ini ee dalam 2 bulan terakhir Kota Jayapura ada gempa ee kecil-kecil ya. Ee ada gempa utamanya. Jadi ee kalau biasanya memang ada namanya gempa susulan ya. Gempa susulan itu bukan karena dia telat. Kalau ujian susulan biasanya ujiannya telat gitu. Jadi kemudian ujian susulan tapi ee istilahnya after shock. Jadi ee ketika tadi ada bidang satu bidang yang bergerak itu biasanya diikutin. Jadi dia untuk settle down gitu ya. Kayak misalnya kita menggeser apa ya? Menggeser lemari gitu ya. Kita geser lemari pertama kita geser mungkin banyak tapi pas di ujung sudah hampir dekat posisinya kan kita gesernya kecil-kecil ya dikit-dikit gitu ya. Oh ini pas posisinya sudah pas atau belum. Nah, kira-kira ilustrasinya seperti itu. Jadi, sesuatu yang secara ee posisi ee apa mestinya umumnya ee setelah gempa besar itu diikuti oleh gempa-gempa ee kecil yang ee lebih banyak daripada gempa besar. Tetapi secara energi secara energi itu jauh lebih kecil walaupun dikumpulin ya misalnya ada 600 gempa kecil dengan satu gempa pertamanya kalau enggak salah 5 sekian gitu ya. itu pasti masih lebih besar yang 1 kom sekian karena eh skalanya itu logaritmik. Jadi ee 10 sama 10^ 2 10^ 3 gitu ya. Jadi magnitud 3 itu pangkatnya 10^ sekian. Nah itu yang ee jadinya beda ee walaupun oh ini ratusan gitu ya tapi gempanya kok ee yang satu magnitude-nya li misalnya ya, yang satu magnitude susulannya empat nih. Jadi 4 * 10 gempa mungkin gitu ya. Nah, itu baru ya enggak terlalu masih lebih gede yang skalanya lima energinya secara energi. Semoga menjawab ya. Jadi ada namanya after yang selanjutnya dari siapa? Aprilia. Ee wah ini Sulawesi ini ya. Oke. Jadi kalau Sulawesi secara umum ee justru bersatu gitu. Jadi, jadi harusnya solid gitu ya. Jadi bukan terpisah. Dan kemudian kalau tadi cerita saya di depan ee Afrika dengan Arab itu tadinya bersatu kemudian berpisah ya terjadinya tidak seperti film San Andreas misalnya yang dalam satu kali gempa tiba-tiba 20 m lebih gitu ya. Terpisah jauh enggak? Pasti ee itu skalanya ribuan tahun gitu. Jadi bukan sesuatu yang kemudian harus secepat itu mestinya begitu ya. Jadi ee jadi Sulawesi memang kumpulan macam-macam gitu ya. Ada yang dari misalnya Sulawesi bagian barat, kemudian ada Buton dan Kendari dan Buton dan Kendari bahkan itu dua hal yang ee berbeda gitu ya secara secara tektonik dua hal yang berbeda tapi dia dijadikan satu. Tadinya bisnis-bisis kecil-kecil kemudian dijadikan satu jadi Sulawesi gitu ya. Walaupun Buton namanya bukan Sulawesi, tapi situlah ya. Ee jadi ee justru jadi satu. Jadi yang terbentuk adalah pegunungan. Jadi nambah tinggi mungkin bahkan ya. Kalau berbisa sih enggak. Ee semoga menjawab juga. Kemudian yang selanjutnya ini apa nih dari Ahmad Rifki? Apa yang dapat dilakukan minimal untuk meminimalkan dampak kerugian? Oke. Ee yang pertama adalah kalau bangun rumah harus sesuai, harus bagus. Bagus. Ini dalam artian kuat ya. Jadi misalnya saya saya sering lihat banyak sekali rumah-rumah di ee Jawa terutama itu yang tidak pakai ee kalau rumahnya tembok gitu ya, tembok itu bisa pakai bata ringan atau pakai bata batak atau bata merah itu tidak pakai ee kolom apa istilahnya tilang tiang kolom gitu ya. Enggak pakai. Jadi di pas di pojokan itu ee cuma di ee tumpang susun gitu ya. Jadi sesuatu yang tidak sesuai dengan ee kaidah ee sipil lah gitu ya. Ee struktur di sipil itu kemudian sangat berbahaya. Nah, paling gampang adalah yang paling simpel adalah ya pakai material yang seringan mungkin. Jadi kalau kita berada di area yang ee dari inaris itu warnanya merah dari gempa bumi, ya bikin rumah yang seringan mungkin. misalnya atapnya jangan jenteng yang cor misalnya atapnya cukup ee pakai galvalum ad malah ngiklan nanti ya misalnya atau seng atau apalah ya yang lebih lebih ringan itu jauh lebih ee apa namanya murah dari genteng cor misalnya ya ee tapi bisa juga jadi lebih mahal jadi tergantung pilihannya ya tapi bisa seperti itu. Jadi ee rumah tahan gempa itu bukan berarti rumah yang mahal. Saya ee mencurate sebenarnya setelah beberapa tahun gitu ya melihat ee kejadian-kejadian gempa di Indonesia, saya berpikiran bahwa rumah batu bata itu tidak cocok untuk rumah di Indonesia, terutama di area yang kalau di Inaris itu merah kuning gitu ya. Ee karena berat jadi tembok itu berat jadi e kayu akan lebih lentur dan lebih ee ringan. Ee tapi kalau sekarang kalau di Jawa mahal mungkin ya, di Kalimantan mungkin masih oke ya. Mungkin bambu jadi alternatif ee tapi itu menjadi sesuatu yang justru akan menyelamatkan. Jadi rumah itu boleh rusak ketika gempa tapi enggak boleh mencelakakan istilahnya gitu ya. Ya, setelah gempa kita beresin rumah masih mending daripada setelah gempa kita enggak bisa beresin rumah gitu karena sudah ketemu malaikat misalnya ya. Kira-kira begitu. Jadi ee kalau itu meminimalkan dampak. Jadi ee bagusnya itu ya sebelum kejadian itu yang perlu kita benar-benar lakukan itu adalah sebelum kejadian. Kalau sudah setelah kejadian ya itu ee bagian teman-teman yang tanggap bencana dan ee apa namanya? tanggap daruratlah ya. Jadi ee bukan saya bukan ahlinya di situ. Tapi ee kalau dari teman-teman sipil itu ya begitu kira-kira ya. intinya adalah rumah itu seringan mungkin dan selentur mungkin dan juga sekuat mungkin. Ringan, kuat, lentur ya. Paling benar tuh sebenarnya kayu memang gitu. Cocoknya di Indonesia itu rumahnya kayu ya. Ya, kalau sekarang mungkin ada apa yang tengahnya fo itu ada sandwich panel atau segala macam gitu ya. Ee atau ada risa misalnya yang ee diikat satu sama lain gitu ya. Itu lebih tahan gempa dan tidak harus mahal. Jadi kalau kita bikin cor-coran ya jadi mahal. Kemudian Edman ini dari Maluku ya, bagaimana potensi penemuan enam gunung bawah laut di banda? Oh ini kemarin saya salah satu yang lihat gitu. Bukan sampai saya ee teman saya bilang gitu ya. W saya dilihatin teman saya dilihatin teman saya ini ada ee gunung api baru gitu. Sebenarnya gunung bawah gunung api ee bawah laut secara ee tektonik atau secara hazard itu relatif lebih kecil daripada gunung api yang sudah muncul ke permukaan. Karena biasanya erupsinya enggak sebesar kayak ee anak Krakatau itu erupsinya sebenarnya kan enggak besar tapi jadi tsunami karena dia sudah muncul di permukaan. Kalau dia gunungnya di bawah permukaan kayak ada gunung apa ya? yaitu banyak gunung api di bawah permukaan itu eh relatif tidak terlalu besar sebenarnya kalau enggak salah ya. Ini tolong dikoreksi kalau saya salah. Saya bukan orang gunung api soalnya ya. Semoga menjawab ya. Ee kemudian selanjutnya kegempan erat dengan konstruksi. Oke betul. Ee ya hampir sama jawabannya dengan yang tadi ya ee dengan Ahmad Ri tadi pertanyaannya. Jadi rumah kecil rumah RSS gitu ya. konstruksi yang ee minimal tadi ya. Jadi kalau kita punya bangunan tembok itu jangan sampai temboknya bisa copot kalau ada goncangan. Nah, itu biasanya ada rule of th-nya. Jadi, 9 m² itu sudah harus ada ring bulk-nya, ada kolomnya, ada eh pedestalnya, ada bagian bawahnya ada. Jadi dikelilingin oleh ee cor gitu ya kalau batu batak. Tapi kalau kayu ya mungkin kayu aja gitu enggak apa-apa enggak harus pakai dicor gitu ya. Em kemudian apaagi ee [Musik] apakah alasan di Pulau Jawa pemasangan kabel listrik di atas bukan ditanam di bawah tanah disebabkan oleh potensi gempa sebenarnya karena lebih murah di atas bukan di bawah tanah. di bawah tanah itu mahal ya kalau enggak salah begitu kira-kira saya enggak tahu pastinya tetapi ee beberapa kabel listrik besar pun yang eh high voltageed juga ada di bawah tanah ya tetapi secara umum kalau di atas permukaan lebih murah ya narik tiang itu lebih murah daripada ee pakai apa namanya di dalam tanah gitu ya. Oke. Ee selanjutnya anonymus selanjutnya ini ee Semangko. Ini Sumatera sebenarnya ya ee SAR Sumatera ya. Sebenarnya ini terbelahnya terbelah apa ya? Terbelah oleh sesar. Iya gitu. Tapi enggak kemudian jadi laut di tengah-tengahnya sepertinya enggak ya. Jadi ee karena memang dari Teluk Semangko sampai ujung di Aceh sana ya ee satu sesar. Jadi kayak di garis sesar gitu. Jadi seakan-akan terpisah oleh garis tapi bukan ee bentuknya bukan terus jadi laut di tengah-tengah ya. Dan kalaupun ee apa ya bergerak itu enggak kemudian bareng gitu ya dari ujung sampai ujung barengan. Wah kalau itu rada heboh nanti kayak film San Andreas. Tapi enggak seperti itu ya. itu ee adaimus yang kedua. Kemudian sesar Baribis Kendeng, sesar aktif dan melintasi Jakarta sampai sekarang. Nah, ini ee Baribis Kendeng atau di sebenarnya di bagian utara Jawa gitu ya, kita ada beberapa sesar aktif yang menerus dari sebelah Jawa Timur sampai Jawa Barat. Tapi apakah melewati Jakarta sampai Serang? Nah, itu perlu di ini ya ee perlu dilihat lebih detail posisi pastinya ada di mana. Ee kemudian gempa bumi di Maluku Tenggara. Maluku Tenggara itu ee Tanimbar dan sekitarnya ya. Oke. Kemudian ada pulau yang muncul. Oke. Ini pertanyaannya apa ini Pak Petrus ya? Belum belum selesai nih pertanyaannya kayaknya ya. Jadi di beberapa kejadian ee gempa memang kemudian memicu munculnya ee pulau yang seperti ada di Tanimbar kemarin gitu ya. Ee jadi gempanya sebenarnya cukup dalam kalau ditanimbar kemarin, tetapi yang muncul di permukaan itu adalah ee mat vulkeno. E dalam apa yang saya lihat gitu ya, sepertinya cenderung ke mat vulkeno. Mat Vulkeno itu apa ya? Lumpur yang muncul gu ya kayak di karena di bawah sana digencet ee gencetannya atau ee tekanannya berubah gitu ya. Jadi lebih tergencet. Nah, ini kayak kita makan apa ya mungkin ya? Jadi kita punya ee sesuatu lumpur yang di dalam satu plastik kemudian plastiknya ada bolong di atas sedikit. Nah, pas ditekan biasa ya dia enggak enggak keluar gitu. Tapi tekanannya kita tambah sedikit mungkin dia akan muncul. Nah, itulah ee kemudian muncul pulau baru gitu ya. Nah, sebenarnya banyak pulau-pulau di ee Tanimbar itu yang pembentukannya seperti itu gitu ya. Ee tapi pembentukannya sudah cukup lama. Jadi saya pikir itu sesuatu yang ee sejarahnya ada gitu ya. Bisa jadi seperti itu. Jadi kalau apa yang saya ee lihat atau saya pikirkan sepertinya seperti itu ya. Jadi ee lebih cenderung ke matulo. Saya sendiri enggak datang enggak mengamati langsung di lapangan. ee tapi dari foto yang ada kemudian dari sampel batuan yang ada di foto gitu juga terlihat sepertinya cenderung ke ee Mat Vulkeno yang jadi pulau baru yang kemarin di ee sekitar Tanimbar ya di utara Tanimbar. Kira-kira itu ee ada yang lain enggak nih, Mbak ee Silvi atau sudah? Ya, mungkin e karena keterbatasan waktu juga ya, Pak. Ee jadi pertanyaannya di ee sesi pertama ini dicukupkan. Ee ya sekali lagi ee terima kasih kepada Bapak Ibu semua yang sudah bertanya. Namun mohon maaf mungkin tidak bisa kami jawab semuanya ya, Pak karena ini banyak sekali pertanyaannya. Ee iya, terima kasih juga ee Pak atas ee materinya yang tadi kita sudah membahas panjang lebar ya, Pak mengenai ee bagaimana proses terjadinya gempa bumi dan ternyata kita tidak bisa menghindari ya. Namun kita juga ee dengan adanya pemetaan ee di titik-titik yang berbahaya itu kita bisa menghindarinya, mencegah untuk ee terjadinya kerusakan, korban jiwa dan lain sebagainya. Oke, ee sebelum meninggalkan ee ruangan Zoom meeting ini, mungkin mari kita ee foto dulu ya dengan pemateri kita pada sesi pertama ini. Untuk Bapak Ibu semua yang bisa menyalakan kameranya dipersilakan. Oke, ya. Saya mulai dari slide pertama. 1 2 3. Slide selanjutnya. Oke, ya. Ee sekali lagi terima kasih banyak ya Bapak atas pemateriannya di sini. ee sudah tergabung ee di webinar kali ini 509 orang ya, Pak. Iya. Ditambah juga dengan yang ee join di live streaming YouTube kami. Iya, betul Pak ya. Semoga ee materi yang tadi disampaikan oleh Bapak dapat bermanfaat ya untuk kita semua yang mendengarkan ya. Ee terima kasih banyak Pak atas waktunya. Mungkin ee boleh meninggalkan Zoom meeting atau lanjut juga ee menyaksikan pematerian yang kedua. Ya, terima kasih. Iya, terima kasih banyak. Selamat siang, Teman-teman semua. Selamat siang. Salam kenal, Pak. Salam kenal, Pak. Izin izin langsung live ya, soalnya ada ini yang lain nih. Iya, silakan, Pak, ya. I oke. Terima kasih. Sampai ketemu ee di lain kesempatan. Terimah. Iya. Baik, Pak. I untuk ee sebelum memasuki ee sesi pematerian yang kedua, mungkin saya kembali akan memperkenalkan ee mengenai Ekoed Edu. Pengembangan sumber daya manusia adalah bagian dari proses Iya. Baik, setelah selesai di pematerian pertama ee sekarang kita akan memasuki untuk ee sesi kedua. Nah, setelah tadi pematerian yang disampaikan oleh ee Pak Astika yang merupakan dosen Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB yang pemateri kita kedua juga ini sama-sama dari ITB ada Pak Irwan eh yang merupakan Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB. Ee pemateri kita yang kedua ini sudah hadir di tengah-tengah kita. Ee saya mau sapa dulu. Selamat siang, Pak Irwan. Selamat siang. Heeh. Terima kasih. Iya, Pak. Bagaimana, Pak, kabarnya hari ini, Pak? Alhamdulillah baik. Terima kasih untuk undangannya. Iya, alhamdulillah baik ya. Sepertinya peserta juga sudah ee menantikan, Pak, untuk ee sesi kedua ini karena tadi juga ee banyak sekali yang ee bertanya ya untuk sesi pertama. Pembahasannya juga ee sangat-sangat menarik apalagi ini yang pemateri kedua. Jadi, langsung saja ee saya persilakan Pak untuk menyampaikan pemateriannya. Baik ee baik. Selamat siang Bapak Ibu sekalian. Ee terima kasih untuk undangan yang diberikan. Izinkan saya untuk ee memulai presentasi. Mohon diinformasikan apabila layarnya sudah terlihat atau apabila kesulitan juga mohon diberikan responnya. Apakah screen yang ee ingin saya tampilkan sudah terlihat? Iya, sudah, Pak. Atau apabila ukurannya tidak sesuai mohon diinfo informasikan. Iya, sudah, Pak. Oke. Baik, mudah-mudahan sekarang lebih baik. Ee selamat pagi menjelang siang, Bapak, Ibu sekalian. Ee mudah-mudahan saya bisa memberikan materi tidak terlalu lama sehingga ee kita punya banyak waktu untuk diskusi. Saya yakin bagian yang penting sudah dijelaskan oleh ee dr. Prastika. Mastiko. Izinkan saya untuk menjelaskan potensi gempa di Indonesia dengan ee memberikan penekanan pada pembelajaran dari kasus gempa Cianjur. Jadi, saya akan menjelaskan konsep mengenai ee beberapa ee beberapa potensi gempa di wilayah kita, tapi saya akan memberikan penekanan diskusi mengenai gempa Cianjur. Ee ini kesimpulan yang ingin saya sampaikan bahwa dalam dua dekade terakhir kita mengalami kerugian ekonomi yang sangat signifikan akibat gempa bumi. Kemudian saya akan memberikan tekanan lebih serius mengenai ee Pulau Jawa, suatu wilayah yang kebanyakan dari kita tinggal di mana kita kemudian mendapatkan fakta dalam beberapa tahun terakhir mulai dari gempa Jogja 2006, kemudian gempa Jawa Barat 2009 dan kemudian terakhir adalah gempa Cianjur November 2022. kita melihat peningkatan kegempaan di Pulau Jawa dan memberikan dampak kerugian yang sangat serius. Dan yang ketiga bahwa ee berdasarkan model yang kita definisikan ee kita bisa melihat bahwa potensi gempa di Indonesia bisa mengakibatkan dampak yang sangat serius terhadap aktivitas tidak hanya tidak kita harapkan korban jiwa, tapi juga mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat signifikan. Jadi tiga hal tersebut merupakan ee kesimpulan dari pembahasan yang ingin saya sampaikan hari ini. Saya akan memulai dengan bagian yang pertama. Bapak, Ibu sekalian ee ini adalah data yang kami kumpulkan dalam 42 tahun terakhir. Ee grafik ini bercerita dampak kerugian akibat bencana di Indonesia. Jadi kalau Bapak, Ibu ada yang bertanya sebetulnya bencana apa yang mengakibatkan kerugian ekonomi paling besar? Maka Bapak Ibu bisa melihat di bagian yang grafik yang paling kiri yaitu gempa bumi dan tsunami. Jadi kalau kita lihat kerugian per tahun, jadi ini adalah kerugian yang dihitung per tahun dirata-ratakan selama 42 tahun. setiap tahunnya kalau kita buat dalam bentuk rata-rata kita mengakibatkan kerugian ekonomi e kita e terdampak dan mengalami kerugian ekonomi sampai 6,16 triliun akibat gempa dan tsunami. Dan ada satu bencana yang kemudian semakin sering dalam beberapa tahun terakhir yaitu kebakaran hutan. itu nomor dua. Dan nomor tiga adalah banjir. Jadi berdasarkan urutan ee kerugian dalam konteks data historis di masa lalu, yang pertama adalah gempa bumi tsunami yang pertama. Yang kedua adalah kebakaran hutan, dan yang ketiga adalah banjir. Setelah itu baruusan gunung api, baru longsor, kekeringan dan seterusnya. Dalam konteks frekuensi mungkin banjir dan longsor lebih sering. Tetapi dalam konteks kerugian ekonomi, gempa bumi, dan kebakaran hutan ee menepati urutan yang awal. menjadi penyebab kerugian ekonomi. Nah, dan hal yang menarik bahwa apabila tadi kan data 40 tahun, kalau saya bagi setiap dekade, setiap 10 tahun dari dekade ee 80-an, dekade 90-an, dekade 2000-an sampai tahun 2010 kita melihat bahwa polanya semakin lama semakin meningkat. Dari hanya 1,7 triliun naik 16,6 16,6 triliun. Kemudian di dekade 2000-an sampai di atas 20 triliun per tahun. Jadi kerugian ekonomi akibat bencana semakin signifikan dan ini menunjukkan korelasi yang sama juga dengan dampak kerusakannya tentu saja. Dan kita akan membahas mengenai gempa bumi. Bapak Ibu sekalian saat ini ee pertanyaan yang sering disampaikan, apakah kemudian kita bisa mengetahui ee atau keinginan kita untuk memprediksi gempa bumi sebaik prediksi cuaca? Bayangkan di masa depan kita bisa mengetahui ee potensi gempa bumi seperti sebaik potensi ee memperkirakan cuaca. Misalnya Bapak Ibu sekalian, besok pukul .00 pagi akan ada gempa Magitudo 3 di sekitar Bekasi misalnya atau di Lombok ada Magitud 2,5. Mirip dengan curah hujan. Itu harapan kita semua. Tetapi kenyataannya tidak demikian. Saat ini prediksi gempa belum bisa dilakukan. Sehingga para peneliti seperti yang kami lakukan Pak Dr. Astika lakukan yang kita lakukan adalah kita memahami potensi gempa. Jadi riset yang terbaik yang dilakukan saat ini adalah mengkuantifikasi potensi dan laju kejadian gempa jangka panjang. Jadi long term expected rate. Jadi kita mengetahui potensi gempa di masa depan. Kemudian kita pun bisa mengestimasi nilai percepatan goncangan gempa yang mungkin terjadi di masa depan. Pertanyaannya adalah apakah kedua informasi tersebut bermanfaat? Jadi kalau kita tidak mampu memprediksi kapan gempa seperti layaknya prediksi cuaca, apakah mengetahui potensi di masa depan itu sesuatu yang bermanfaat? Jawabannya iya. Karena dengan mengetahui potensi goncangan di masa depan, maka kita bisa melakukan upaya-upaya terbaik untuk mengurangi dampak gempa di masa depan. Jadi kemudian kalau kita mengetahui misalnya di Kota Bandung ada potensi gempa akibat Lembang dengan kemungkinan 10% dalam 50 tahun mengakibatkan goncangan. Satuan goncangan itu adalah persentasi gravitasi 0,3g. Maka apabila kita membangun infrastruktur tadi dalam pertanyaan dan diskusi sudah sangat baik ee dijelaskan oleh Mas Niko, kita bisa membangun infrastruktur yang disesuaikan dengan potensinya. Jadi kemudian saya yang termasuk meyakini bahwa gempa itu bukan bencana. Jadi gempa itu bukan bencana. Gempa akan jadi bencana apabila kita tidak punya kemampuan untuk bertahan pada saat goncangan gempa terjadi dan mengakibatkan kerusakan. Jadi kalau kita sudah mengetahui potensinya maka kita bisa melakukan upaya untuk mengurangi dampak gempa. Dengan cara apa? tadi dalam diskusi saya perhatikan ee Mas Tikus sudah menjelaskan dengan sangat baik misalnya dengan membangun infrastruktur dengan perencanaan wilayah sudah bisa kita lakukan. Jadi dua informasi ini sudah cukup untuk sebetulnya untuk mengurangi dampak gempa di masa depan. Nah, Bapak Ibu sekalian dalam bidang gempa bumi yang kami pelajari, jadi bidang saya adalah memahami potensi gempa bumi dengan data geodetik. Maka ada beberapa data yang diperlukan. data geologi tadi dijelaskan oleh Mas Tiko atau data geoditik bidang kepakaran saya atau data kegempaan, data seesmologi. Nah, kemudian data-data tersebut dikumpulkan untuk menjawab empat pertanyaan penting. Jadi kalau misalnya ada yang bertanya apa arti pentingnya mengetahui potensi gempa? Potensi gempa sangat penting untuk diketahui. Karena dengan mengetahui potensi gempa, kita bisa menjawab empat pertanyaan penting Bapak Ibu sekalian. yaitu pertanyaan di mana pertanyaan pertama adalah lokasi terjadinya gempa, kemudian besarnya magnitudo gempa, yang ketiga adalah periodisasi gempa, dan yang keempat adalah mekanisme gempa. Jadi keempat hal tersebut bisa diketahui dalam batasan probabilistik, dalam batasan kemungkinan yang kita ketahui nilai probabilitasnya. Jadi, ee bidang kami yang mempelajari potensi gempa mendefinisikan keempat hal tersebut dalam konteks probabilistik. Misalnya Bapak, Ibu sekalian, misalnya potensi gempa dan tsunami di selatan Jawa. Kita mengetahui di mana lokasi sumber gempanya. Di selatan Jawa Barat di dekat dengan zona subduksi. Kemudian kita pun bisa mengetahui kekuatan dari ee kekuatan dari sumber gempa yaitu magnitudenya yaitu magnitudonya berkisar antara 8,7 sampai 9,1. Itu maksimum magnitud yang mungkin. Kemudian dampak gempanya kita bisa mengetahui. Jadi bisa menghasilkan tsunami dengan ketinggian tertentu. Ini adalah contoh informasi potensi gempa. Dan informasi potensi gempa tersebut kita miliki untuk seluruh wilayah di Indonesia Bapak, Ibu sekalian. Jadi misalnya di pantai barat Sumatera, pantai selatan Jawa, kemudian ada hal yang menarik misalnya di bagian utara dari kita sebut dengan back di utara Bali, utara Lombok, utara Nusa Tenggara terus sampai Tanibar Alor Wetar sampai ketemu dengan Pulau Ambon di Utara. Kemudian di utaranya Papua ada di Sangi Hita ada yang kita kenal dengan zona subduksi ganda. Kemudian di utara Sulawesi dan seterusnya. Ini adalah data-data potensi gempa di Indonesia. Nah, Bapak Ibu sekalian, mari kita coba lihat misalnya di Jawa Barat, maaf di Pulau Jawa. Pulau Jawa adalah pulau yang sangat ee unik kegempannya. Kenapa? karena ee berbeda dengan Sumatera yang memiliki gempa-gempa dangkal dan sering di daratan selain juga di lautan. Tetapi di Jawa walaupun gempanya dangkal tetapi periodisasinya lebih jarang dan juga magnitudo gempanya tidak lebih besar daripada di Sumatera. Tetapi sekali terjadi dampaknya bisa lebih besar. Ini adalah ee kegempaan di Pulau Jawa yang saya kumpulkan dalam beberapa puluh tahun terakhir dan kita bisa melihat ini paling tidak dalam 60 tahun terakhir untuk gempa-gempa dangkal ee di di Jawa Barat. Dan sementara itu di masa lalu di Pulau Jawa juga pernah terjadi gempa. Jadi yang ee tadi gambar yang menunjukkan ada titik warna merah adalah gempa-gempa yang pernah terjadi di Jawa Barat dalam rentang waktu 60 tahun terakhir. Tetapi Bapak Ibu sekalian di Pulau Jawa ada hal yang menarik bahwa di masa lalu kita mengumpulkan data-data dari ee tahun 1600-an. Kita telah menemukan beberapa gempa di Pulau Jawa di masa lalu. Misalnya ada gempa 5 Januari 1699, ada gempa 22 Januari 1780, ada gempa 10 Juni 1867. Misalnya salah satu contoh ee gempa yang cukup penting adalah 1834 yang kabarnya sampai beberapa wilayah di utara Batavia di selatan Batavia dan utara Bogor itu sampai mengalami kerusakan atau di di selatan Jakarta mengalami kerusakan. Ini adalah e data gempa di masa lalu dan data gempa di masa lalu menjadi dasar bagi kami untuk mendefinisikan potensi di masa depan. Kenapa? Karena gempa bumi berulang. Jadi yang pernah terjadi di masa lalu seringki kemudian menjadi sumber gempa kembali di masa depan. Tidak kita harapkan. Tapi faktanya demikian. Nah, Bapak Ibu sekalian apabila kita plot gempa-gempa di masa lalu ditunjukkan dengan mohon maaf apabila terlihat kurang jelas dalam slide ini, ditunjukkan dengan lingkaran yang berwarna hitam. Jadi, lingkaran yang berwarna hitam adalah lokasi gempa yang pernah terjadi di masa lalu. Bapak, Ibu bisa melihat mungkin kalau cukup jeli misalnya melihat di dekat dengan Surabaya, dekat dengan Semarang, dekat dengan Jakarta, dekat dengan Bogor, dekat dengan Bandung, kemudian ee dekat dengan bagian utara, kota-kota di ee di Jawa Tengah, bagian selatan juga di Jogja. Bapak, Ibu bisa melihat kejadian gempa di masa lalu dengan lingkaran yang berwarna hitam. Nah, sementara yang berwarna merah itu menunjukkan penduduk saat ini, Bapak, Ibu sekalian. Jadi, cerita yang ingin saya sampaikan adalah bahwa lokasi yang pernah daerah yang pernah mengalami gempa di masa lalu ternyata kemudian menjadi daerah yang padat penduduknya di masa kini. Jadi, yang semakin merah penduduknya semakin banyak. Ini yang menarik bagi kami bahwa daerah yang pernah menjadi lokasi gempa di masa lalu ditunjukkan dengan lingkaran yang berwarna hitam adalah daerah yang kemudian berkembang menjadi sebuah kota dan penduduknya padat. Ee saat ini tidak kita harapkan tetapi kemudian ee kita lihat dampaknya pada saat gempa Cianjur 21 November 2022. Ini adalah lokasi gempa Cianjur 21 November 2022. Kenapa saya ingin gunakan gempa Cianjur sebagai referensi diskusi kita hari ini dalam konteks e memahami sumber gempa sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana. Karena gempa Cihanjur, Cianjur adalah gempa yang sangat unik, sangat khas. Di mana magnitudo gempanya tidak terlalu besar. Jadi 5,6 itu termasuk bukan gempa besar ya. Tetapi dampak kerusakannya sangat dahsyat. Jadi ee Bapak Ibu yang paham wilayah di Pulau Jawa yang garis berwarna hitam putus-putus adalah lokasi sechac mandiri yang kita kenal. Sementara yang berwarna merah bulat-bulat kalau ngelihat ada merah bulet-bulet adalah lokasi gempa susulan. Kemudian yang warna bintang adalah yang kami plot lokasi gempa utamanya. Nah, Bapak Ibu sekalian seperti yang tadi kami diskusikan bahwa magnitudo gempa Cianjur hanya 5,6 tapi kerusakannya dahsyat. Bapak, Ibu sekalian. Jadi ini adalah sebuah grafik yang kami kumpulkan ee dari sebuah literatur Bilham 2010 yang menyatakan hubungan antara magnitudo gempa dengan jumlah korban. Jadi, secara statistik dikumpulkan di seluruh dunia dan kita bisa melihat bahwa gempa Cianjur yang berwarna merah ini gempanya tidak terlalu banyak, tidak terlalu besar dalam konteks magnitudo, tapi korbannya banyak. Bahkan sekarang dilaporkan sampai lebih dari 600 jiwa. Jadi, Bapak Ibu bisa melihat bahwa gempa dengan magnitudo yang sama, bahkan ada gempa yang magnitudonya lebih besar, jumlah korbannya tidak sebesar gempa Cianjur. Untuk itu, maka gempa Cianjur sangat penting untuk kita pelajari dengan lebih detail. Dan pada saat kami survei di sekitar Cianjur misalnya ini adalah di SDN Limbangansari, kita bisa melihat banyak sekali kerusakan di bangunan sekolah. ee kerusakan baik kerusakan yang struktur maupun ataupun yang tidak struktur ini adalah bangunan yang reinforce masonry. Jadi kemudian bangunan batu bata yang diperkuat. Jadi kita bisa melihat ee untuk bangunan batu bata yang diperkuat ee dengan tulangan pun itu mengalami kerusakan walaupun kerusakan yang ringan dan ini dibangun tahun 33. Kemudian ada SD yang lain dibangun tahun 53 dua tingkat. Ini pakai konkrit kemudian jadi konkrit itu pakai semen. Diperkuat juga ee rusaknya rusak sedang. Jadi tahun '3 rusaknya sedang. Ini ada bangunan tahun '64 ini mengalami rusak berat. Jadi ini bangunan yang dibangun setelah era kemerdekaan. Tadi yang 33 itu sebelum era kemerdekaan rusaknya ringan. Yang ini yang ee mengalami rusak yang cukup berat. Kemudian ini ada SD Ciberem. Bapak, Ibu yang paham wilayah tersebut. Ini dibangun tahun '7. Jadi ini termasuk dibangun di era Orde Baru mungkin pada saat zaman-zaman eh Inpres Instruksi Presiden banyak sekali dibangun SD waktu itu dan mengalami kerusakan yang ee berat. Masih banyak beberapa bukti kerusakan yang lain. Ini bangun tahun 2009 juga bangunan baru juga mengalami kerusakan. Jadi kalau kami ee memplot jadi banyak sekali wilayah sekolah yang mengalami kerusakan di wilayah Cianjur dan ini kemudian memberikan kita ee ee peringatan ataupun alarm yang sangat serius bagi kita yang tinggal di Indonesia bahwa tidak perlu gempa dengan magnitudo besar yang bisa memberikan dampak kerusakan. Gempa dengan skala yang tidak terlalu besar pun dengan jumlah penduduk yang semakin padat kerusakannya bisa sangat signifikan. mengingat bahwa wilayah kita memiliki sumber gempa yang sangat signifikan yang tadi kami sampaikan ini adalah sumber gempa yang ada di ee sumber gempa yang ada di zona subduksi di Indonesia dan apalagi plus kalau Bapak Ibu bisa melihat ee ada garis berwarna hitam di ee data kegempaan ini adalah data sumber-sumber gempa yang ada di daratan yang sudah kita ketahui dan kita masih ee memiliki beberapa sumber gempa bahkan yang belum kita ketahui pun sebenarnya jumlahnya masih cukup banyak. Nah, Bapak, Ibu sekalian, pembelajaran apa yang bisa kita ambil dari gempa Cianjur? Kami membuat sebuah model, Bapak, Ibu sekalian. Jadi, kami membuat model sumber gempa. Jadi, kita asumsikan apabila ada gempa di selatan Pulau Jawa tidak kita harapkan mangitudunya delan, maka goncangannya akan sekitar seperti apa gitu ya. Ee ini model yang kami buat kami buat untuk seluruh wilayah Indonesia. Tapi untuk keperluan diskusi ini kami akan coba tampilkan untuk wilayah Jawa Barat. Tidak kita harapkan ada sebuah gempa yang menggoncang di selatan Jawa Barat 8. Maka kita bisa melihat beberapa wilayah di selatan pantai mengalami goncangan yang sangat keras. Bahkan goncangannya bisa lebih dari 0,7G. 0,7G itu dua kali kekuatan goncangan dari gempa Jogja ya. Jadi bayangkan gempa Jogja saja 0,3 kekuatan goncangannya ini sampai 0,7 berarti sangat keras. Dan ini mungkin tiga kali dari goncangan yang dialami di Cianjur saat gempa yang lalu. Dan kita bisa melihat bahwa wilayah yang cukup luas di ee selatan, di Pulau Jawa, di Jawa Barat mengalami dampak akibat goncangan tersebut. Tidak kita harapkan. Ini model gempa yang kami buat. Jadi, dengan estimasi kejadian gempanya adalah 10% dalam 50 tahun. Mari kita lihat apabila gempa terjadi tidak kita harapkan bagaimana dengan fasilitas kesehatan kita. Jadi kami memodelkan untuk beberapa ee beberapa bangunan termasuk fasilitas kesehatan, termasuk fasilitas pendidikan dan kita melihat bagaimana dampak dari gempa yang kami modelkan terhadap fasilitas kesehatan. Maka ini beberapa kesimpulan yang kami dapatkan bahwa banyak sekali fasilitas kesehatan yang terdampak gempa sangat serius. Jadi, Bapak, Ibu bisa melihat di ee di bagian ee Sukabumi ee dampaknya cukup ee signifikan. Sukabumi, kemudian Cianjur itu pun mengalami goncangan yang berwarna merah adalah tingkat kerusakan yang cukup ee signifikan. Kemudian di wilayah Jakarta pun ini mengalami dampak kerusakan yang ee cukup signifikan. Begitu pula tidak kita harapkan beberapa wilayah di Kota Bandung juga mengalami dampak kerusakan yang signifikan. ini berdasarkan model yang ee kita buat ee dampak gempa terhadap fasilitas kesehatan. Bapak, Ibu sekalian, saya akan lanjutkan ee beberapa slide lagi yaitu terkait dengan jadi tadi kami bicara mengenai sumber gempa, kemudian dampak kerusakan dengan melihat fakta dari ee dampak dari gempa Cianjur dan saya akan ee coba menampilkan hasil survei kami di Palu, Bapak Ibu sekalian. Jadi kami sesudah kejadian gempa 2018 kami survei ke masyarakat, kami bertanya pada masyarakat, Bapak, Ibu sekalian. Jadi, pertanyaan yang kami berikan adalah ee sebelum bulan September sebelum kejadian gempa 2018, apakah Bapak, Ibu mengetahui adanya potensi gempa, potensi tsunami, dan potensi likuivaksi di sekitar Palu? Jadi kami bertanya kepada masyarakat yang sudah terdampak, tapi kami bertanya, eh sebetulnya Bapak Ibu tahu enggak sih di tempat Bapak Ibu tinggal ini punya potensi gempa? Dan jawabannya adalah 95% dari masyarakat tidak mengetahui daerahnya memiliki potensi gempa. 84% tidak mengetahui bahwa daerahnya berpotensi tsunami. 71% tidak mengetahui bahwa daerahnya memiliki potensi likuidaksi. Jadi kebanyakan masyarakat tidak mengetahui daerahnya berpotensi bencana. Ada sebagian yang mengetahui. Dari sebagian yang mengetahui, kami tanya dari mana Bapak Ibu bisa mengetahui darahnya memiliki potensi bencana? Jawabannya adalah ee belajar dari media ada 2%. Ee yang paling banyak adalah pernah merasakan sebelumnya gitu. Itu angkanya cukup banyak 16%. Kebanyakan tidak tahu. Tapi ada yang tahu ketika kami tanya kok bisa tahu? Oh, ternyata pernah merasakan sebelumnya karena 40 tahun sebelum gempa Palu pernah terjadi gempa yang mirip dengan gempa Palu. Jadi, ada beberapa generasi yang umurnya cukup senior mungkin di atas 50, di atas 60 tahun pernah merasakannya dan mereka tahu ada potensi gempa. Tapi itu angkanya sedikit sekali. Nah, 66% pernah mendengar cerita. Ada yang pernah cerita terus ke mereka dengar, oh ternyata kita pernah punya gempa loh di masa lalu itu 6%. Dan membuat yang membuat kami cukup surprise hanya 2% yang kemudian mengetahui karena belajar dari sekolah. Jadi kemudian kami melihat bahwa ternyata sedikit sekali masyarakat yang mengetahui karena mereka belajar dari sekolah. Bisa jadi karena kemudian tidak mendapatkan informasi dari sekolahnya ataupun kemudian sekolah pun tidak mengetahui sehingga informasi tidak diberikan. Tapi ini ee menjadi diskusi penting bagi kami bahwa ternyata hanya sedikit sekali masyarakat yang mengetahui potensi gempa dari melalui proses pendidikan. Bagaimana dengan Cianjur Bapak Ibu sekalian? Jadi tadi grafik ini adalah untuk ee untuk Palu dan bagaimana untuk Cianjur. Untuk Cianjur ee misalnya kami bertanya apakah ee kepada masyarakat pandangan tempat tinggal merupakan daerah yang rawan gempa. Jadi kami tanya apakah Bapak Ibu sekalian merasakan daerahnya itu rawan gempa atau tidak? 100% menjawab tidak rawan gempa. Jadi mereka berpendapat bahwa daah mereka itu sebetulnya daerah yang aman dari gempa bumi sampai kemudian gempa terjadi. Jadi ketika kami survei ke masyarakat yang ada di daerah pengungsian, kami tanya apakah menurut Bapak Ibu daerah mereka rawan gempa? Enggak. 100% menjawab tidak rawan gempa. Mereka tidak pernah mendapatkan informasi ee adanya potensi gempa. Kemudian kami pun bertanya lagi, apakah ee setelah gempa kemarin apakah akan ee daerah Bapak, Ibu mungkin tidak mengalami ee risiko kerusakan akibat gempa di masa depan? Jadi, karena sudah masa depan mungkin enggak nih kena gempa lagi gitu ya. Kami tanya dan hanya 29% yang menjawab. Iya. Walaupun sudah mengalami ya kayaknya sih cuman kemarin aja lah ke depannya enggak akan lagi gitu ya. Ini dibuktikan bahwa 45% menjawab tidak. Yang lain sisanya tidak memberikan jawaban apapun. Kemudian ee ee jadi ketika kami ee bertanya ee pada masyarakat misalnya kami tanya apakah gempa bumi itu bencana? Mereka menjawab iya bahwa gempa bumi itu bencana. ee tapi mereka ee merasa bahwa wilayah mereka tidak mungkin terdampak gempa sampai gempa gempa betul-betul terjadi. Dan ee kami bertanya juga apakah masyarakat biasa untuk mengambil tindakan ataupun kesiapsiagaan untuk gempa bumi? Jawabannya 95% tidak. Jadi mereka tidak menyiapkan ee untuk gempa bumi. Kira-kira hal yang sama juga kami temukan pada saat kami bertanya sesudah gempa Lombok 2018. Jadi kebanyakan dari kita tuh tidak mempercayai bahwa wilayahnya berpotensi mengalami gempa sampai gempa betul-betul terjadi. Bapak, Ibu sekalian dan ini ee slide ee slide terakhir ee untuk membuka diskusi. Seandainya masih ada. ee kami memahami bahwa untuk mengurangi risiko bencana, tujuan kita di akhir di sebelah kanan, maka kita memerlukan penelitian sumber gempa. Jadi kita memerlukan ee riset yang baik akan sumber gempa dan potensi gempa. Tetapi itu tidak bisa berjalan secara maksimal tanpa kemudian adanya kebijakan pemerintah yang kuat untuk upaya bersama mengurangi resiko bencana. Dan kebijakan pemerintah tersebut harus bertemu dengan pengetahuan lokal di masyarakat. harus mengakomodir pengetahuan lokal di masyarakat. Sehingga kemudian kajian risiko bencana merupakan suatu proses yang melibatkan peneliti di satu sisi, pemerintah di sisi yang lain di atas dan kemudian masyarakat. Nah, sesudah itu baru dilakukan dialog dialog antara ee yang melibatkan komunitas, masyarakat, ee media, LSM dan akhirnya kita bisa mengurangi risiko bencana. Dan ini saya kembalikan lagi kepada kesimpulan yang di awal. Ee terima kasih Bapak, Ibu sekalian ee untuk ee untuk bisa mendengarkan diskusi ini dan juga untuk waktu yang telah diberikan. Selamat siang, ya. Baik. Ee terima kasih, Pak, atas pemateriannya. Ini menarik sekali ya. Kita menemukan fakta bahwa ternyata masih banyak ini yang belum mengetahui potensi gempa di ee wilayahnya masing-masing ya, Pak. Ee lalu mungkin ada ee pertanyaan ini dari peserta yang akan kami tampilkan. Iya. Ini Pak pertanyaannya. Baik. Ee terima kasih. ee saya ee mencoba menjawab pertanyaan satu persatu Bapak Ibu sekalian. Ada pertanyaan yang pertama. Apakah gempa tektonik maupun vulkanik yang ter di Indonesia sering keterkaitan gempa yang satu dengan yang lain? Jadi apakah satu gempa kemudian terkait dengan gempa yang lain? Ee jawabannya adalah iya untuk kasus tertentu dan tidak untuk kasus yang lain. Sebagai ilustrasi begini, Bapak Ibu sekalian. Bapak, Ibu mungkin masih mengingat ada gempa di Lombok ee yaitu di Lombok terjadi gempa ee dari mulai bulan Juli sampai Agustus ya. Jadi deretan beapa gempa dan sempat terjadi empat kali gempa dengan mangitudo ee enam masing-masing ee yang selangnya 1 minggu. Jadi satu gempa kemudian memicu gempa kedua, gempa kedua memicu gempa ketiga, gempa ketiga memicu gempa keempat gitu ya. Jadi habis pertama minggu depan ada lagi gempa, minggu depan lagi ada gempa lagi, terus ada lagi gempa lagi. Nah, itu yang kemudian satu gempa punya keterkaitan satu sama lain. Kita sebagai ee kita sebut sebagai picuan gempa. Satu gempa memicu gempa yang lain itu bisa terjadi. Ada juga gempa di Sumatera yang kemudian kalau tidak salah itu gempa ee ee 11 12 September tahun 2009. Jadi ada ada terjadi ee dua kali gempa. Gempa pertama kemudian memicu gempa yang kedua. Jadi ada satu gempa yang terkait satu sama lain. Tapi tidak selalu Bapak Ibu sekalian. Kebanyakan tidak. Kebanyakan ya gempa adalah aktivitas yang independen. Independen. Jadi ada satu sumber gempa yang tertentu yang memang gempanya hanya terjadi di wilayah tersebut tetapi kemudian ada gempa yang terjadi di wilayah yang lain. Ee mudah-mudahan saya menjawab peran yang pertama. Kemudian apakah studi aktivitas patahan di wilayah Tangerang Selatan ee terkait publikasi aktivitas seik di Pasarbo beberapa bulan lalu oleh BMKG ya. Ee ee ini pertanyaan yang sangat penting ee sampai saat ini di dalam peta sumber dan bahaya gempa Indonesia yang diterbitkan secara resmi oleh Pusat Studi Gempa Nasional ataupun Pusgen dan ini menjadi bagian dari SNI 1726 2019 ee mengenai bangunan tahan gempa di mana lampirannya adalah peta gempa Indonesia. kita belum pernah memasukkan ada sumber gempa yang masuk ke daratan di ee wilayah ee DKI. Jadi kemudian sumber gempa yang kita ketahui hanya ada di Jawa Barat yang di daratannya. Begitu masuk ke wilayah DKI itu kita belum memasukkan. Tetapi kemudian fakta-fakta gempanya ada gitu ya. Jadi kemudian ada ee gempa-gempanya terjadi ee padahal sumber gempanya belum didefinisikan. Nah, sekarang ee tim sedang bekerja kemudian untuk mendefinisikan sumber-sumber gempa tersebut. Kenapa? Karena fakta gempanya sudah ada. Harusnya kemudian kita punya memiliki penjelasan bagaimana dengan sumber gempanya. Jadi, menjawab pertanyaan tersebut ee betul sekali bahwa sekarang ee riset ee sedang berlanjut. Ada beberapa sidah publikasi yang menunjukkan bahwa sumber gempa dari sistem sesar dari Bendeng juga memasuki bagian selatan dari ee DKI dan mungkin termasuk dengan apa yang disampaikan dalam ee pertanyaan ee tersebut. Kemudian ada pertanyaan selanjutnya mengenai pulau Kalimantan e tidak ada gunung berapi apakah bisa ada potensi gempa juga ee di wilayah Kalimantan ya. potensi gempa di Kalimantan itu ada ya. Ee dan mungkin ee Bapak Ibu para ee peserta diskusi hari ini dari ee Eko Edu pasti paham mungkin pernah merasakan ataupun melihat berita ada beberapa gempa di Kalimantan. Jadi potensi gempa di Kalimantan itu ada terutama di Kalimantan bagian timur. Jadi di Kalimantan bagian timur itu cukup banyak ee gempanya walaupun tidak terlalu besar. Jadi potensi gempanya ada tetapi magnitudonya tidak besar. Itu mudah-mudahan tetap seperti itu ya. Jadi ee magnitudonya tidak terlalu besar. Jadi kami belum pernah ee paling tidak dalam data yang kami kumpulkan, kami tidak belum pernah memiliki ee data gempa di Kalimantan yang di atas enam gitu ya. Jadi kalaupun ada ya ee mudah-mudahan gempanya hanya seperti sekarang di bawah Mayitud 26 hanya 3 kom sekian atau 4 sekian yang ee tidak berdampak signifikan dan tidak merusak. Kemudian pertanyaan selanjutnya, salam sejahtera. Salam sejahtera kembali. Izin bertanya, apakah pembangunan bendungan raksasa akan memicu pergeseran sesar terhadap suatu kawasan? Terima kasih. Ini pertanyaan yang sangat penting dan menarik. ee mengingat bahwa gempa itu adalah proses ee dibangun dari proses akumulasi energi dan rilis gitu ya. Jadi ada teori sederhana yang disebut ee teori ee kalau dalam bidang kami bidang gempa bumi yaitu teori elastic rebor namanya. Jadi teori sederhana tersebut menggambarkan bahwa gempa terjadi karena ada akumulasi yang terkumpul untuk waktu yang panjang kemudian tiba-tiba lepas rebound, akumulasi rebound gitu ya. Nah, ketika ee dibangun sebuah struktur yang besar misalnya struktur ee bendungan, maka bendungan tersebut itu akan mengakumulasi regangan. Jadi tekanan dari air itu akan membuat ee ee tegangan dan regangan itu meningkat pada saat variasi airnya kemudian misalnya airnya surut maka kemudian akan berubah pada saat naik berubah. Jadi kemudian perubahan tekanan itu diduga memicu eh yang kita sebut dengan injus seicity kegempaan dan itu biasa terjadi tetapi kabar baiknya magnitudonya tidak besar. Jadi, gempa-gempa-gempa kecil, gempa-gempa mikro yang kemudian bisa berdampak signifikan apabila ada sumber gempa dekat dengan bendungan. Jadi, bisa terjadi ee ada perubahan tekanan tidak kita harapkan tidak kita harapkan menghasilkan gempa-gempa mikro tetapi tidak berbahaya sebetulnya. Hanya saja apabila ada sumber gempa yang utama dan itu biasanya dihindari pada saat proses pembangunannya. Ee jadi biasanya pers pembangunan suatu infrastruktur strategis apalagi ee bendungan itu kemudian menghindari ee adanya ee ee adanya ee struktur yang besar. Oh, maaf ee mudah-mudahan menjawab. Tapi sebelumnya ada ee pertanyaan dari Mas Fadil, Pak Fadil 27. Apakah ke depannya ada teknologi yang memprediksi gempa secara pasti mengingat ke depannya perkembangan ilmu dan teknologi akan semakin berkembang? Jadi saat ini ee prediksi gempa itu belum bisa pasti ya. Jadi ee kemudian kalau kami biasanya para periset itu ee ee mengatakan biasanya kita tidak mau mengatakan prediksi gempa, kita menyebutnya dengan potensi gempa. Tapi saya termasuk yang yakin bahwa suatu saat di masa depan dengan kemampuan teknologi mungkin kita bisa memprediksi gempa dengan lebih baik. Jadi kalau sekarang itu potensi gempa itu dikategorikan sebagai medium term prediction. Jadi prediksi dalam jangka menengah. Jadi bisa mengetahui potensi dalam arti probabilitas gitu ya. Jadi kita menghindari mengatakan prediksi kita menyebutnya potensi probabilitas. Nah, suatu saat apabila datanya semakin baik, apabila data pengamatan semakin lengkap, kemudian historisnya semakin lengkap, kemungkinan kita akan memasuki short term probability dan mungkin akan semakin mendekati prediksi. Eh, tahapan riset tersebut sekarang terus berkembang. Kemudian ada pertanyaan terkait berapa jarak aman bangunan dari sobekan permukaan atau survei rakyat. Ini pertanyaan yang sangat penting Bapak Ibu sekalian. Ee beberapa yang kami rekomendasikan misalnya kami terlibat ee ee ketika diskusi dengan tim untuk membahas daerah yang aman untuk sesar Palukoro misalnya kami ee rekomendasikan 15 m di kiri, 15 m di kanan. Jadi ee kenapa itu perlu dikasih koridor 15 m? Jadi jangan ya enggak enggak usah terlalu jauh juga gitu ya, cukup 15 m di kiri, 15 m di kanan itu perlu ada karena yang kita khawatirkan kalau gempanya besar ya. Kalau gempa besar kita bisa mengakibat ee bisa mengalami apa yang disebut dengan robekan di permukaan atau surface structure. Jadi kalau eh banyak gempa yang tidak ada surface structure-nya pun banyak juga. Biasanya kalau gempa di atas enam itu ada robekannya atau 6,5 ada robekan di permukaannya. Kalau mengacu pada pengalaman beberapa negara ya. Jadi kalau ada gempa di atas 6 atau 6,5 biasanya ada robekan di permukaan. Itu yang kita hindari sehingga kemudian kita buat apa yang disebut dengan buffer zone. Ini contohnya misalnya di ee Palukoro memang gempa di atas 7 kan 7,4. Nah, baru kita kasih buffer zone. Ee kemudian ada pertanyaan mengenai ee dari Saudara ee Zulina Siifaul. ee tolong berikan penjelasan mengenai kegiatan yang harus dilakukan pasca gempa bumi. Jadi dalam konteks eh respon dan recovery ya ee ini bukan bidang kepakaran saya, tapi dari beberapa pengalaman kami pada saat ee terlibat untuk ee penanggulangan bencana di beberapa daerah yang paling pertama itu kan rescue itu pasti. Jadi kalau biasanya kami kalau tim riset itu mundur dulu di belakang. Yang pertama itu respon tuh yang pertama rescue. Dan agar responnya baik dan rescue-nya baik maka ee kita harus melakukan upaya untuk ee memberikan pengetahuan bagaimana melakukan respon dengan yang baik. Jadi ee kami sering menemukan fakta bahwa masyarakat misalnya tidak sempat menolong tetangganya yang di sebelah kiri atau di sebelah kanan karena mereka tidak memiliki pengetahuan bagaimana untuk menyelamatkan ee warga di tengah reruntuhan. Jadi banyak sekali yang kemudian tidak sempat terselamatkan. Ee kadang-kadang gempa terus ada isu tsunami orangnya kabur padahal tidak ada tsunami dan mereka tidak sempat menolong tetangganya. Nah, jadi salah satu yang penting itu adalah kemampuan untuk merespon dan mer-rescue. Itu menurut saya sangat penting dan strategis untuk dimiliki. Nah, sesudah itu baru kemudian ee pada saat ee setelah itu baru ee kita mengajak masyarakat untuk membangun ee hunian sementara. Itu pun perlu dipersiapkan karena banyak sekali kualitas hunian sementara yang ee tidak maksimal. Kadang-kadang hunian sementara itu kualitasnya beda-beda tergantung siapa yang ngebantu ngebangun gitu ya. Jadi kalau NGO yang ngbangunnya bagus, bagus. Tapi kalau yang dibangunnya NGO yang tidak kuat ya enggak bagus, itu kadang-kadang kami cukup prihatin. Nah, sesudah. Nah, tapi ee saya rasa bahwa ee proses respon ee rescue, rehabilitasi, rekonstruksi ini sangat penting dan strategis dan ee kita pun harus melakukan hal tersebut. Selain juga pemerintah kemudian harus melakukannya dengan secara sistematis. Ee selamat siang. Eh, ada pertanyaan dari Pak Petrus ee ahli K3 Migas. Sosialisasi dan mitigasi bencana alam ee gempa bumi dan tsunami bagi masyarakat pesisir pantai perlu dua kali dalam 1 tahun. Ya, saya rasa itu menjadi sangat penting apabila apalagi kalau ini kan persoalan model yang sangat khas Indonesia Bapak Ibu sekalian ya. Jadi ee ee ee bisa jadi kemudian model mitigasi bencana untuk tsunami di wilayah Indonesia kita tidak bisa kemudian ngikut aja dengan model yang dikembangkan negara lain gitu ya. Misalnya model yang dikembangkan di Jepang bisa jadi tidak cocok di wilayah kita. Kenapa? Karena potensinya berbeda. Sebagai ilustrasi yang berbeda itu adalah misalnya di wilayah kita itu banyak sekali potensi tsunami yang dekat. kita sebut dengan nearfield tsunami yang waktu kedatangan tsunaminya bisa jadi lebih pendek dari 10 menit 15 menit. itu beda dengan model tsunami yang kemudian di pantai misalnya di Jepang, pantai timur Jepang yang jaraknya dari sumber gempa ke wilayah pantai itu bisa lebih dari 200 kilo tapi wilayah kita biasanya sumber gempanya sangat dekat sehingga yang disampaikan oleh Pak Petrus itu sangat baik bahwa kemudian kita harus bisa melakukan upaya mitigasi dan sal rutin dilakukan dan itu modelnya harus khas Indonesia. ee parameter apa yang dilakukan oleh para ahli untuk menentukan daerah rawan bencana. Ini poin yang sangat baik dari Pak Iwan. Untuk konteks gempa bumi yang pertama adalah memahami adanya sumber gempa. Parameter dari sumber gempa itu adalah tadi maksimum magnitude, kemudian lokasi, kemudian panjang, lebar, dan bidang. Ee ingat bahwa gempa bukan sebuah titik, tapi adalah sebuah bidang. Yang selanjutnya adalah parameter geometri dari bidangnya. miringnya ke mana, diep-nya berapa. Kemudian parameter mekanisme bagaimana arah dari gempanya, apakah dia deep slip naik ke atas atau turun ke bawah eh eh trusting ataukah secara geser mendatar sinistral kemudian dekstral. Itu yang pertama sumber gempa. Yang kedua setelah kita mengetahui sumber gempa, kemudian kita memodelkan dampak goncangan dari sumber gempa tersebut di permukaan. Jadi kemudian simulasikan ada gempa, kemudian kita lihat goncangannya. Setelah kita melihat dampak goncangan, kita kemudian melihat dampak goncangan terhadap struktur. Nah, dari sana baru kita bisa melihat daerah mana yang memiliki risikonya tinggi dan risikonya rendah. Demikian, Pak Iwan. Bapak, Ibu sekalian mudah-mudahan saya menjawab ee pertanyaannya. Terima kasih. Mohon maaf apabila ada kekurangan. Iya. Baik, ya. Terima kasih, Pak, atas ee jawaban dari pertanyaan-pertanyaannya. Ee kita masih memiliki waktu beberapa menit kembali. Mungkin ee bagi Bapak Ibu semua yang masih ingin bertanya ee bisa menggunakan fitur rise hand-nya karena pertanyaan di Slidu ee sudah terjawab semuanya. Ada lagi mungkin Bapak Ibu yang ingin bertanya? Ada yang Oh, ternyata ini masih ada satu pertanyaan lagi, Pak, yang ada di slide. Mungkin kami akan tampilkan kembali. Iya. Ee baik, ada pertanyaan yang sangat baik. Ee sebenarnya jika ada gempa lebih baik diam, berlindung di bawah meja, beralih keluar. Ee Bapak, Ibu sekalian, ada ee beberapa model yang dikembangkan di berbagai negara. Jadi, misalnya ee hold and cover gitu ya. Jadi kalau ada gempa wah bertahan terus kemudian berlindung gitu ya. Itu cocok untuk beberapa situasi Bapak Ibu sekalian sebagai ilustrasi. Kalau Bapak Ibu misalnya di bangunan ee bangunan Bapak Ibu di bangunan ee lantai tinggi misalnya. Jadi kalau Bapak Ibu di bangunan di atas ee lantai 3 ke atas ee saya biasanya kalau ee ee keluar kota kemudian tinggal di dekat dengan ee pantai yang saya tahu ada potensi gempa ee saya akan memilih untuk tinggal di lantai atas. Kenapa? Karena aman dari tsunami. Dan kemudian ee pada saat kita di lantai atas, pada saat gempa terjadi itu tidak ke mana-mana bertahan. kita berlindung misalnya di bawah meja dengan tujuan tidak kena pecahan kaca. Ee karena seringkiali pengalaman kami survei di lapangan bahwa bangunan lantai tinggi ketika terjadi goncangan itu enggak akan lantai 5 kemudian jadi miring jatuh gitu enggak ya? Lantai 5 jadi lantai satu enggak lantai 5 jadi lantai 4 gitu. Kenapa lantai dasar itu banyak sekali rusak ee fondasinya rusak kemudian turun ke bawah gitu ya. Jadi lantai atas terus turun ke bawah. ini kami banyak sekali menemukan fakta ketika gempa Palu, gempa Lombok, gempa ee Padang 2009 jadi seperti itu gitu ya. Jadi Bapak Ibu kalau di lantai atas ya bertahan saja jangan ke mana-mana. Nah, pertanyaannya adalah bagaimana kalau kita di lantai satu? Apakah kemudian kita akan ee bertahan? Nah, ada beberapa saran dari beberapa pakar di luar negeri yang bertahan enggak usah keluar. Tapi pertanyaannya adalah seberapa kuat bangunan kita? Kan? Jadi asumsinya kita bertahan itu bahwa bangunannya tidak tidak roboh, tidak ada kerusakan struktur. Jadi kerusakannya hanya kerusakan arsitektural gitu ya, kerusakan plafon jatuh gitu ya. Tetapi kalau misalnya kami ini pun sering melihat bangunan dari fakta kami survei ke lapangan. Kalau memang bangunannya kita bangunan ee beberapa lantai tapi tidak kuat ee dan Bapak Ibu melihat ada peluang untuk keluar itu keluar kalau di lantai satu ya. Tapi kalau lananti atas tuh sebaiknya tidak ke mana-mana, tetap bertahan. Karena seringki orang menjadi korban itu di tangga. Jadi saya menemukan ini mohon maaf ee saya teringat ee survei di sebuah hotel di ee di di utara Kota Palu, di sekitar pantai yang kemudian banyak ee kami menemukan banyak korban di tangga karena orang yang danti atas pun berusaha lari ke bawah kemudian numpuk di tangga. Tangganya ah colollaps dan banyak korban di situ. Kami pun menemukan banyak korban di lantai satu. Kenapa? Karena yang tadinya lima lantai jadi empat lantai, lantai satunya hilang, lantai dua jadi lantai satu gitu, bruk gitu turun. Jadi mereka yang ada di lantai 2, 3, 4, 5 enggak apa-apa gitu ya. Yang lantai satu kemudian hilang. Jadi ee memang itu tidak mudah dan tidak ada ee makanya saya sampaikan ini bisa jadi persoalannya itu khas kita khas Indonesia dan tidak bisa kita buat model umum. Eh, hold duck and cover itu cocok kalau bangunan satu lantai eh bertahan di bawah meja kalau memang kemudian kita merasa bahwa bangunannya tidak akan rubuh gitu ya. Jadi bertahan di bawah meja itu ideal. Tapi tidak selalu demikian apabila dan kami menemukan banyak bukti kemudian bangunannya kemudian collapse. Mudah-mudahan saya menjawab pertanyaannya. Terima kasih. Iya, tadi Pak ada yang ee rise hand ya, Pak Fibra. Mungkin boleh disampaikan Pak untuk pertanyaannya. Halo. Iya, Pak. Sudah terdengar? Iya. Selamat siang. Saya eh Vibra Satyagraha dari Noken Live Media Lokal di Papua. Ee saya ingin bertanya, Pak ee tentang terkait hampir setiap hari kita pantau laman BMKG di Papua ini semenjak 3 Januari itu hampir setiap hari terjadi gempa kecil. Ee pernah dengar salah satu ahli bilang justru ee terjadi gempa kecil lebih sering itu lebih baik gitu karena terjadi pelepasan energi secara perlahan. Mungkin mohon penjelasannya, Pak. Terima kasih. Iya. Ee terima kasih Mbak ee Fibra. Salam kenal. Mudah-mudahan ee diberikan kesehatan di Papua. Ee jadi menjawab pertanyaan Ibu, apakah gempa kecil itu baik kemudian melepaskan energi? Ada dua hal, Bu. Yang pertama bahwa gempa kecil itu adalah indikasi adanya potensi gempa. Jadi kemudian kalau kami yang bekerja di bidang gempa bumi, salah satu melihat eh daerah ini punya potensi gempa tidak. Yaitu kita melihat adanya gempa-gempa kecil. Nah, gempa kecil itu biasanya kami plot ini bidang gempanya mana gitu ya. Oh, ternyata gempa-gempa kecil tersebut membangun sebuah ee sebuah pola yang ee pola yang kemudian sistematis. yang kita simpulkan, oh ini bidang gempanya misalnya bidang gempanya adalah sebuah bidang ee timur barat misalnya melewati sebuah kota tertentu. Oh, ternyata bidangnya segini gitu. Nah, kemudian kita hitung gempa kecil itu jumlahnya berapa, yang lepas berapa. Nah, sesudah kita hitung yang lepas berapa, maka keseluruhan yang belum lepas itu berapa, gitu. Nah, bisa jadi yang lepas itu tidak signifikan dengan potensi sesungguhnya. Jadi menjawab pertanyaan Ibu bahwa apabila potensi gempanya misalnya potensi gempanya lima Bu ya kemudian di sana ada gempa skala dua skala 3 gitu gempa skala dan dua dan 3 yang banyak itu akan mengurangi potensi gempa lima secara signifikan. Jadi kemudian ah kalau gitu nanti enggak akan terlalu besar nih karena yang besarnya aja lima tapi ini belum datang tapi du dan tiganya sudah datang kan jadi hilang pelan-pelan. Yang jadi persoalan adalah potensi gempanya tujuh misalnya, tetapi yang datang baru du dan 3 yang artinya yang tujuh ini masih cukup besar terakumulasi. Yang dua dan 3 itu tidak mengurangi gempa tuuh secara signifikan, Bu. Jadi ee menjawab pertanyaan Ibu itu bisa jadi memang betul, tapi satu hal yang harus kita pas pastikan dulu potensi gempa sesungguhnya itu berapa gitu ya. Nah, ee seperti ee seperti layaknya tadi saya menggunakan contoh gempa Lombok, Bu. Gempa Lombok itu begitu muncul pertama kali itu gempanya enam pertama kali. Terus karena saya tahu bahwa potensi sesungguhnya di sana itu ee eh maaf pertama tuh 5,9 karena ee potensi gempa sungai itu adalah tuuh. Jadi begitu ada media tanya 5,9 dalam hati, "Oh, saya senang nih berarti berarti kan potensi gempanya ternyata udah keluar gitu ya." Eh ternyata enggak. Habis 5,6 tu beberapa minggu kemudian ada magnitudo 6,2. Jadi ternyata karena potensi gempa sesungguhnya lebih besar dan ee 5,6 di Lombok yang di awal itu tidak mengurangi potensi gempa sesungguhnya. Jadi secara signifikan tentunya berkurang tapi berkurangnya tidak signifikan. Jadi menjawab pertanyaan Ibu bahwa ee betul mengurangi tetapi kita harus lihat dengan jeli sebetulnya potensi gempa sesungguhnya itu berapa baru kita bisa melihat pengurangan akibat gempa kecil itu berapa. Jangan-jangan tidak signifikan atau bisa juga signifikan. Terima kasih. Iya. Baik. Eh berikutnya Pak ada pertanyaan dari Pak Ricky Candra. Mungkin Pak Ricky boleh menyampaikan ee pertanyaannya, Pak. Ya. Ee, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ya, ee sebagaimana ee saya ingin bertanya Pak tentang gempa ini kan yang kita dengar kan ee dampaknya memang banyak potensi negatifnya ya kepada lingkungan. Nah, apakah saat ini ada teknologi, Pak? Kita memanfaatkan getaran gempa ini untuk memetakan kondisi topografi bawah tanah. Nah, ini kan mungkin akan bermanfaat kita untuk bisa mendeteksi ee aliran air tanah ataupun lain sebagainya. Saat ini kan itu di bawah tanah itu masih satu hal yang misterius. Nah, nah jika itu memang ada, apakah ee sudah diterapkan saat iniitu? Makasih, Pak. Iya. Ee terima kasih, Pak Riki. Ee iya betul sekali, Pak. Bahwa ee kalau saya termasuk yang meyakini bahwa gempa itu bukan bencana, Pak. Ya. Jadi gempa itu bukan bencana. Gempa adalah sebuah proses alami yang memang harus terjadi seperti layaknya letusan gunung api. Jadi ketika akumulasi energinya magma sudah sampai ke ke dekat permukaan, ya dia harus meletus. Begitu pula gempa bumi ketika proses tektonik yang berlangsung ratusan bahkan jutaan tahun sudah berlangsung dengan lama, maka suatu saat itu harus dilepaskan sebagai sebuah gempa bumi. Pulau Jawa yang bergerak 2 centti ee setiap tahun ke arah timur, Australia yang bergerak 7 centti ke utara setiap tahun itu akan mengakumulasi energi dan kemudian pasti menjadi gempa. gempa menjadi bencana ee pada saat kemudian tadi ee disampaikan pada saat kita tidak siap untuk kemudian membangun infrastruktur yang untuk menahan potensi goncangan tersebut. Apakah kemudian ee gempa tersebut memberikan manfaat? Tentu saja yang disampaikan Parik itu betul. Jadi yang sekarang pun kita menggunakan gempa untuk melihat citra tiga dimensi dari bumi kita. apa yang terjadi di kedalaman 100 kilo. Bahkan kita bisa mengetahui kedalaman lebih dalam dari 500 kilo itu dari data gempa. Karena gelombang gempa itu melewati lapisan struktur ee batuan. Bahkan Bapak Ibu sekalian bahkan ee untuk keperluan eksplorasi kita menciptakan dalam tanda kutip gempa gitu ya. Kita menciptakan getaran agar gelombang gempeksi untuk melihat ini kayaknya ada minyak di mana nih. Ini kelihatannya ada potensi gas di mana nih? gitu ya. Itu malah kita bikin dalam tanda kutip gempa ya, gempa yang kecil yang terkontrol. Kita berikan getaran ee kita gunakan untuk melihat struktur di bawah bumi. Pak Riki, mudah-mudahan saya menjawab pertanyaannya. Terima kasih. Iya. Selanjutnya, Pak yang ingin bertanya kembali yaitu Pak Agus. Silakan Pak Agus untuk menyampaikan pertanyaannya. Iya. Terima kasih, Bu. Saya dari Pak Agus ingin bertanya, Pak. Ini Pak, saya ingin tahu potensi gempa di Gunung Muria di wilayah Kudus. Apakah itu gunungnya tidur atau ada potensinya? Hanya itu aja. Terima kasih, Pak. Terima kasih, Pak Agus. Ee salam kenal, Pak Agus. Mudah-mudahan ee Pak Agus diberikan kesehatan. Ee ee Pak Agus, jadi ee kami pernah melakukan riset di sekitar MURIA. Ee ee dan yang pertama mungkin menjawab pertanyaan Bapak bahwa dalam konteks ee vulkanik di wilayah MURIA adalah gunung api yang tidak aktif, Pak. Ya. Jadi tidak ada bukti ee aktivitas ee vulkanism yang signifikan dalam beberapa puluh tahun. Jadi menjawabkan Bapak itu tidak aktif. Ee bagaimana dengan sumber gempa? Sumber gempa itu ada di bagian selatannya, Pak. Jadi ada beberapa sesar aktif yang kami duga ee ee sebentar saya coba carikan slide atau tidak apa-apa. Jadi ada beberapa sumber gempa yang ada ee ee ada sesar Lasem di sana Pak ee kemudian mungkin terlalu jauh ya ada sesar Bumi Ayu kalau tidak salah. Ee ee kelanjutan dari sesar kendeng badi bis juga ada di bagian selatan. Ee mudah-mudahan saya menjawab pertanyaan Bapak yang pertama dalam konteks ee ee Gunung Api ee tidak ada bukti ke tingkat aktivitas Gunung Api tapi dalam konteks sumber gempa ada, tapi kemudian cukup jauh Pak Agus di bagian selatan. Semoga saya menjawab pertanyaan Bapak. Terima kasih. Iya. Selanjutnya ada yang masih ingin bertanya juga ini Pak dari Pak ee Pak atau Ibu ini ya ee Radiatul Marah silakan. Ya, Pak Radiatul Marah mungkin boleh untuk ee mengunmute ya, mungkin masih ada kendala. Ee kita langsung saja lanjut ke Pak Murdiman. Silakan, Pak. sepertinya. Terima kasih. Ee tanya sebentar. Apakah ada korelasi antara skala gempa dengan radius yang ditimbulkan? atau ada ada kepastian ketika skala misalnya 5R itu berarti radiusnya 7 kilo atau ada ee hal-hal yang mendasar yang menjadi perubah atau misalnya di situ karena struktur ee di bawahnya batuan ataupun ee pasir ataupun lembut atau keras itu. Ee itu tadi pertanyaan yang pertama. Terus yang kedua ee karena kami sering di dalam tugas ee ee infrastruktur yang penting misalnya di pinggiran pantai ee apa yang bisa kami sarankan terhadap ee apa pelaku usaha atau industri ataupun apapun yang khususnya yang dirawat bencana sehingga mereka juga memiliki semacam mitigasi, adaptasi ataupun juga termasuk ketika mereka membangun infrastruktur yang ee ee diperlukan sehingga meminimalkan keteg bisa menjadi bencana. Terima kasih. Terima kasih, Pak Murdiman. Ee semoga selalu diberikan kesehatan, Pak. Senang sekali bisa bertemu dengan Bapak, Ibu di ee pertemuan Eko Edu. Ee menjawab pertanyaan yang Bapak ee mungkin ee saya ingin bercerita sedikit bahwa kita sering mendengar magnitudo gempa, Pak. Ya, itu menyatakan kekuatan gempa dalam bidang sumbernya. Dan rumus menghitung magitud gempa itu sederhana, Pak. Yaitu ee panjang bidang gempa dikalikan dengan lebar bidang gempa dikalikan slip terus dikalikan dengan kondisi batuan, kita sebut dengan rigiditas. Kita bisa menghitung magnitudo dari gempa. Itu ee rumusnya. Dan magnitudo gempa itu kita tidak lagi menggunakan magnitudo skala rers gitu ya. Kita sering mendengar ada orang bicara gempa 5,6 skala rers itu tidak ada lagi karena skala rure itu sudah tidak digunakan dalam perhitungan magnitudo sekarang. Itu yang pertama Pak. Jadi, magnitudo itu menggambarkan bagaimana kekuatan gempa di sumbernya dan sumbernya itu bisa kedalamannya 5 kilo, bisa kedalamannya 100 kilo, bisa kedalaman lebih dalam lagi. Nah, kemudian ada yang disebut dengan intensitas gempa. Nah, intensitas gempa itu adalah dampak goncangan di permukaan. Jadi, ada magnitudo, ada dampak goncangan. Nah, jadi yang Bapak sampaikan itu benar sekali bahwa apabila magnitudenya tertentu ada rumusan empiris sederhana, maka dampak goncangannya itu sebesar apa gitu ya. Jadi kalau magnitudo 2 dan 3 ya goncangannya itu harusnya sangat lokal dan goncangannya pun tidak terlalu keras. Jadi dampaknya lokal, goncangannya pun tidak keras. itu magnitud eh 2 dan 3 begitu 4 dan 5 ya lebih luas lagi dan lebih keras lagi. Jadi ada rumus empiris sederhana Pak yang bisa menghubungkan antara ee magnitud dengan dampak goncangan atau intensitas. Tapi tadi Bapak betul sekali juga ada daerah-daerah yang kemudian mendapatkan goncangan lebih besar dibandingkan dengan magnitudonya. Jadi, eh kok harusnya sih intensitas atau dampak guncangan itu enggak besar? Kenapa? Karena magitudonya enggak besar, jaraknya pun enggak dekat-dekat amat gitu ya. Nah, itu yang kemudian kita sebut kemudian ee yang kita sebut sebagai daerah yang teramplifikasi, daerah yang diperkuat goncangannya. Jadi, ada daerah yang kemudian tingkat goncangannya diperkuat atau diamplifikasi. Nah, seperti apakah daerah yang diamplifikasi atau diperkuat guncangannya? Yaitu misalnya daerah-daerah yang banyak kemudian tanah lunaknya. Jadi, tanah-tanah sedimen lunak seperti misalnya produk vulkanik. Kalau Bapak masih ingat ketika terjadi gempa di ee di Bantul di selatan Jogja sesar opak, maka ada beberapa daerah seperti daerah Bantul itu goncangannya lebih kuat dibandingkan daerah Kulon Progo misalnya. Kenapa? Karena di situ dihasilkan daerah yang dihasilkan dari ee daerah yang lunak sebagai produk dari Merapi. Produk vulkanik. Makin numpuk makin numpuk hampir 2 seteng tahun sekali kan Merapi meletus tanahnya tuh makin lunaknya makin tebal. Itu yang kemudian memperkuat guncangan. Nah, mudah-mudahan pertanyaan pertama bisa terjawab. Nah, pertanyaan yang kedua ini penting sekali apalagi mungkin Bapak Ibu yang bertemu dengan masyarakat. Saya termasuk yang meyakini bahwa kita bisa selamat atau kita bisa ee bisa terhindar dari dampak goncangan gempa. Caranya bagaimana? Cara yang pertama adalah kita pahami risikonya Bapak, Ibu sekalian. Jadi ngobrol kita hari ini itu di antaranya untuk melihat risikonya seperti apa. Ada tadi disampaikan juga oleh Mas Tiko bisa lihat dari informasinya dari BNPB, dari Inaris untuk melihat oh di tempat kita itu resikonya seperti apa gitu. Nah, itu yang kemudian didialogkan bersama Pak Bapak Ibu. Nah, yang kedua adalah ee cara yang sederhana itu bangun kesadaran. Jadi risiko memahami risiko itu membangun pengetahuan, literasi. Yang kedua, bangun kesedaran. Bagaimana cara membangun kesedaran? Yaitu dengan misalnya dengan membuat jalur evakuasi bersama. Karena pada saat kita membuat jalur evakuasi ee bersama-sama, kita perlu dialog dengan masyarakat kan ya. Nah, pada saat kita membangun evakuasi, kita kemudian membangun kesepahaman dengan masyarakat. Jadi kalau ada kelompok petani, kelompok nelayan, kelompok pengajian, eh kita harus bicara nih mengenai potensi gempa di ee di kota kita nih. Kita harus bikin jalur evakuasi. Jadi kalau ada tsunami kita mau evakuasi ke mana? Enggak mungkin kan setiap orang evakuasinya beda-beda gitu. Jual evakuasi itu harus bersama-sama dan disepakati. Itu cara kita kemudian untuk mendialogan dan membangun awareness bersama. Siapa yang harus menyelamatkan? Siapa? ada orang tua yang harus diselamatkan lebih awal itu harus kemudian didialogkan. Ee itu langkah praktis yang biasanya saya sarankan, Pak Murtiman. Mudah-mudahan saya menjawab pertanyaan Bapak. Iya. Baik, selanjutnya ada pertanyaan ini dari Pak Setiama. Mungkin bisa disampaikan, Pak Pertanyaannya. Silakan Pak Stiang. Halo. Iya, Pak. Sudah terdengar. Oh, iya. Oke. Ee baik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ee izin nanya nih, Pak Irwan. Ee yang ingin saya tanyakan, apakah ada pengaruh ee antara gempa di suatu tempat ee dengan ee tempat yang lain yang dilalui oleh zona vulkanik maupun tektong gitu kan. Terus yang kedua, apakah ada ee solu apa ee kembangkan atau kita implementasikan kepada masyarakat mengenai struktur bangunan yang harus dibikin di masyarakat agar ee ketika ee suatu saat ada gempa itu meminimalisir ee korban-korban yang ada di keruntuhan bangunan. Seperti itu, Pak. Terima kasih, Pak Irwan. Iya, terima kasih, Pak Setiama. Eh, mudah-mudahan Bapak dan keluarga dalam keadaan sehat. Ee untuk pertanyaan yang pertama ee ee apakah ada kaitan antara satu gempa dengan gempa yang lain? Ee iya betul Pak. Ee apabila dia berada dalam satu sistem sesar yang sama itu sangat berkaitan. ee bisa jadi kemudian memiliki periodisasi yang sama ataukah kemudian satu gempa pun bisa memicu gempa yang sama eh gempa yang berdekatan seperti yang tadi saya ilustrasikan sebagai gempa di Lombok yang memicu banyak gempa-gempa lain di lokasi yang sama di Lombok Utara. Tapi ada juga yang tidak ada kaitannya, Pak. Misalnya antara gempa Lombok dengan gempa Palu tidak ada kaitannya. antara gempa Papalu dengan Mamuju Majene, antara Mamuju Majene dengan gempa Ambon tidak ada kaitannya karena memang ada mereka berada dalam sistem tektonik yang berbeda. Nah, kemudian pertanyaan yang kedua terkait dengan bangunan. Ee ini poin yang sangat penting juga Pak. Tadi saya ee terlewat untuk disampaikan ke Pak Murdiman bahwa ee kan sebetulnya ya Pak Setiama, Bapak Ibu sekalian, Pak Murdiman, kita itu adalah bangsa besar yang punya sejarah yang panjang, Pak. Ya, jadi ee ee ee saya pernah berkunjung ke banyak tempat. Misalnya orang Aceh itu sudah punya bangunan khas di wilayahnya, orang Padang sudah punya bangunan di khas di daerahnya, Rumah Gadang misalnya, orang Sulawesi Selatan, orang Lampung, orang Jawa Barat, orang Banten, Jawa Tengah mereka punya punya kekhasan sendiri. Dan itu bangunan yang memang dibangun oleh nenek moyang kita cocok dengan lingkungan kita yang punya potensi gempa, Pak. Jadi sebetulnya kalau kita ikut dengan nenek moyang kita zaman dulu dan kemudian tidak silow dengan konsep modernisasi yang artinya rumah seperti rumah sekarang gitu ya, rumah batu bata yang diekspor dari negara yang enggak ada gempa, insyaallah sebetulnya dampaknya tidak akan dahsyat. Tetapi kan persoalannya membuat rumah kayu itu sekarang belum tentu lebih murah daripada rumah batu bata kan, Pak? Ya. Jadi kadang-kadang ya mahal juga gitu. Dan pertanyaannya apakah nanti aman enggak dari kebakaran, aman enggak dari maling gitu ya. Nah, sebetulnya ada kaidah-kaidah membangun bangunan. Saya bukan pakar mengenai struktur, Pak. Tapi ada berdasarkan pengalaman survei kami di lapangan, kita bisa mengadopsi nenek moyang kita dulu. Itu yang pertama. Tapi kalau itu tidak bisa kita lakukan, kita kemudian oke membangun bangunan dengan ee batu bata atau beton, tapi perhatikan misalnya ee strukturnya yang baik. Jadi kami sering menemukan misalnya ee kalau ada rekan yang struktur paham ini kayaknya sih ee apa tulangannya enggak cukup gitu ya. Besinya harusnya ukuran berapa inci malah pakai berapa inci. Terus ikatannya pun enggak betul gitu. Jadi kalau ingin membangun dengan bangunan ee batu bata ataupun dengan semen itu silakan dan itu oke. Tapi perhatikan fondasinya harus sesuai ik ee jenis bahannya pun harus baik, ikatannya yang baik, detailing-nya pun diterapkan dengan baik. Jadi ee sebetulnya bisa Pak ee kita lakukan ee sekarang pun ada beberapa model-model yang diperkenalkan oleh Kementerian PU mengenai bangunan tahan gempa. Ee itu pun kita bisa ikuti. Mudah-mudahan menjawab pertanyaannya Pak Setio. Iya. Sekali lagi terima kasih, Pak, atas jawabannya dan terima kasih juga kepada ee Bapak Ibu semua yang sudah bertanya. Mungkin untuk sesi pertanyaannya ee kita cukupkan saja ya, Pak. Ee karena waktu sudah menunjukkan pukul 12.50. Mungkin ee terakhir Pak Irwan ee ada yang ingin disampaikan mungkin ee untuk closing statement-nya ya. Ee terima kasih Bapak Ibu sekalian. Ee ini merupakan kesempatan yang baik ee kita bisa bertemu. Ee saya sangat senang untuk bisa berdiskusi dengan Bapak Ibu sekalian. Seperti yang saya tadi sampaikan bahwa ee kita sebagai sebuah bangsa yang besar ee harusnya tangguh akan menghadapi bencana. Kita pernah punya sejarah yang panjang bagaimana nenek moyang kita bertahan dalam kondisi bencana dengan membangun bangunan yang tepat itu pun harus kita lakukan. Dan apalagi sekarang kita ditambah dengan teknologi untuk mengetahui potensi gempa. Jadi potensi bencananya sudah diketahui. Dan kemudian salah satu yang saya rasa sangat penting adalah meningkatkan literasi kita, meningkatkan pemahaman kita akan potensi bencana. Mudah-mudahan upaya Eko Edu ini bisa berlanjut meningkatkan literasi kita bersama untuk ee tahan dan tangguh menghadapi bencana. Sekali lagi terima kasih. Wasalamualaikum. warahmatullahi wabarakatuh. Ya, waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ya, untuk mengakhiri sesi ee kedua sekaligus sesi terakhir di webinar kali ini mungkin ee melakukan dulu sesi dokumentasi. Jadi, bagi Bapak Ibu yang bisa mengaktifkan kameranya, silakan untuk ee oncam ya. Saya mulai dari slide pertama. 1 2 3. Slide selanjutnya 1 du. Iya, mungkin dicukupkan untuk sesi dokumentasinya. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Ibu semua. ee kepada Pak Irwan juga yang sudah ee memaparkan pemateriannya ya, memaparkan materinya yang sangat ee menarik ini. Ee semoga ee dari webinar kita kali ini dapat ee meningkatkan awareness ya ee terhadap kita semua untuk ee kembali mencari informasi mengenai potensi gempa yang ada di ee masing-masing daerah khususnya yang ee daerah yang terdekat dengan kita ya. Terima kasih, Pak atas waktunya. ee mungkin ee silakan jika ingin meninggalkan ee Zoom meeting dan semoga kita bertemu kembali ya, Pak. Mungkin nanti di offline ya, Pak. Terima kasih banyak ya. Saya ucapkan terima kasih banyak kepada Bapak, Ibu semua yang sudah ee mengikuti webinar dari awal hingga akhir. Dan saya mengingatkan kembali untuk link presensinya sudah ada ee di kolom chat dan akan kami tutup di pukul 13.15 15 nanti dan ee isian presensi tersebut sebagai ee syarat untuk mendapatkan e-sertifikat dan e-sertifikatnya akan kami share ke email Bapak Ibu masing-masing ee 2 sampai 3 hari setelah ee webinar ini berakhir. Saya tutup. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Persetujuan teknis limbah P3 penyusunan dokumen [Musik]