Cara Menghitung Polimorfisme
DM18VuJB4n0 • 2020-12-29
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh di video-video Sebelumnya
kita telah mempelajari bagaimana caranya
menghitung frekuensi alel maupun
frekuensi genotipe nah pada video kali
ini Mari kita mempelajari bagaimana
caranya menghitung
polimorfisme Apa itu
polimorfisme polimorfisme atau sering
kali ditulis sebagai P kapital merupakan
proporsi lokus polimorfik
proporsi itu
semacam
persentase nah polimorfisme sendiri
merupakan ukuran variasi genetik
biasanya peneliti menggunakan
perhitungan polimorfisme untuk
mengetahui seberapa besar variasi
genetik dari suatu spesies ataupun suatu
populasi nah langkah awal dalam
menghitung polimorfisme tentunya adalah
menghitung lokus polimorfiknya terlebih
dahulu kenapa Karena polimorfisme di
sini didasarkan pada proporsi atau
persentase keberadaan lokus polimorfik
dari spesies atau populasi yang
diamati Nah sekarang kita coba pelajari
terlebih dahulu Bagaimana caranya
menentukan suatu lokus itu polimorfik
atau tidak Nah misalkan golongan darah
golongan darah itu kalau kita pelajari
di video sebelum nya ada beberapa macam
ya Dan salah satu macam golongan darah
atau sistem golongan darah yang sering
digunakan selain sistem ABO adalah
sistem MN nah sistem MN itu golongan
darah seseorang bisa golongan darah m
bisa golongan darah n ataupun golongan
darah
MN individu bergolongan darah m karena
genotipenya
lmlm individu bergolongan darah n karena
genotipe ya LN LN sedangkan individu
bergolongan darah MN karena genotipenya
lmln Nah kenapa Kok bisa ada tiga
variasi genotipe tersebut karena di
lokus yang mengatur golongan darah ini
terdapat tiga macam alel yaitu alel LM
LN ataupun I Hanya dua ya mohon maaf
alel LM dan alel LN nah Karena manusia
itu diploid maka alel LM bisa
berpasangan dengan alel LM juga alel LN
bisa berpasangan dengan alel LN juga
ataupun alel LM bisa berpasangan dengan
alel LN sehingga memunculkan tiga
variasi genotipe semacam
ini selain itu pada derosopila
melanogaster atau lalat buah kita
mengenal salah satu lokus yang mengatur
pigmentasi atau warna mata yaitu lokus
nah di lokus w ini ada beberapa macam
alel bisa alel w plus yang dapat
menyebabkan warna mata menjadi merah
kemudian ada Wa ini menyebabkan warna
mata drosopila menjadi
oran ataupun we yang bisa menyebabkan
warna mata dari drosopila seperti Putih
Tulang ada juga wn0 yang menyebabkan
warna mata drosopila menjadi putih masih
banyak alel-alel lain di lokus W dan
tidak saya Sebutkan semuanya namun di
sini bisa kita lihat dalam satu lokus
alel itu tidak hanya dua macam namun
bisa tiga macam empat macam ataupun
lebih dari empat macam nah
kemudian Bagaimana caranya menentukan
apakah suatu lokus itu polimorfik atau
tidak Nah sekarang kita coba perhatikan
contoh kasus seperti ini misalkan kita
mengamati dari suatu ulasi ya kemudian
kita mengamati lokus a nah lokus A itu
alelnya bisa a+ bisa juga a kemudian
kita hitung nantinya misalkan kita
mengamati 100 individu atau 50 individu
kemudian kita hitung kemunculan alel a
sama alel a+ kemudian kita hitung
persentasenya ternyata alel a+ plus itu
munculnya sebesar
% sedangkan Al sebanyak 6% dari populasi
yang kita amati tadi Nah di sini kita
menyatakan bahwa lokus A itu
polimorfik kemudian lokus B nah lokus B
ini setelah kita amati di populasi
tersebut ternyata ada macam alel B plus
B1 B2 dan b kemudian kita hitung juga
persentase kemunculan dari setiap alel
dari populasi tersebut ternyata B plus
itu munculannya 25%, B1 20%, B2 20% dan
b
25%. maka lokus B juga dinyatakan
sebagai lokus
polimorfik kemudian lokus C nah ternyata
lokus C ini di populasi yang kita amati
hanya ada satu macam alel yaitu alel C
sehingga persentase kemunculan alel C
tentunya 100%. nah logus C ini dikatakan
bukan lokus
polimorfik dari sini kita bisa melihat
salah satu
kriteria apakah suatu lokus itu
polimorfik atau tidak adalah ketika
lokus tersebut terdiri atas lebih dari
satu alel nah lokus C hanya ada satu
alel maka dia bukan polimorfik lokus a
ada dua alel dia dikatakan polimorfik
lokus B dikatakan polimorfik karena ada
empat macam alel namun ada kriteria lain
Nah kita lihat sekarang ada lokus D Nah
lokus D ini ternyata ada dua macam alel
juga yang ditemukan dari populasi yang
kita amati yaitu d+ dan D Nah d+ ini
96% sedangkan D itu 4% Nah di sini ada
dua macam alel Namun ternyata lokus ini
dikatakan bukan lokus
polimorfik Kenapa karena kriteria lain
yang sering digunakan peneliti untuk
menentukan apakah suatu lokus itu
polimorfik atau tidak adalah kemunculan
alel yang mayoritas itu tidak lebih
besar dari
95%. Nah di sini di lokus D ada dua
macam alel yaitu d+ dan D d+ itu
mayoritas karena banyak sedangkan D
minoritas nah D Plus persentasenya lebih
dari 95% yaitu 96% oleh Oleh karena itu
meskipun lokus D terdiri atas dua macam
alel namun lokus ini tidak dikatakan
polimorfik Kenapa karena mayoritas alel
alel mayoritas persentasenya lebih dari
95%. begitu ya
Nah sekarang kita menjadi tahu bagaimana
kriteria yang digunakan peneliti untuk
menentukan suatu lokus itu polimorfik
atau tidak yang pertama pertama adalah
lokus tersebut harus ditemukan lebih
dari satu alel bisa 2 3 4 dan
seterusnya kemudian kriteria yang kedua
adalah meskipun lebih dari satu alel
frekuensi dari alel yang mayoritas tidak
melebihi
95%. nah lokus polimorfik kita sudah
mengetahui cara mengetahuinya cara
menentukannya Sekarang mari kita lihat
bagaimana cara menghitung
polimorfismenya nah rumus dari
polimorfisme adalah Jumlah lokus
polimorfik dibagi dengan jumlah lokus
yang diobservasi atau yang
diamati Nah misalkan kita gunakan contoh
data ini lagi saja ya misalkan tadi kita
mengamati 100 orang Nah dari 100 orang
itu kita amati empat lokusnya yaitu
lokus a b c dan d hanya empat lokus ya
sebetulnya ini datanya kurang bagus
karena hanya empat lokus Namun karena
kita apa belajar kita gunakan 4 lokus
tidak masalah Nah di sini kita
lihat jumlah lokus polimorfiknya ada
berapa Nah ini ada dua yaitu lokus A dan
lokus B sehingga kita tulis pembilangnya
du kemudian jumlah lokus yang
diobservasi ada EMP sehingga penyebutnya
ada
sehingga kita lakukan pembagian 2 4 sama
dengan berapa
0,50 nah angka 0,50 inilah merupakan
angka polimorfisme dari populasi yang
kita amati
tadi dan prinsipnya semakin tinggi angka
polimorfisme maka dikatakan semakin
bervariasi populasi tersebut variasi
genetiknya semakin tinggi begitu pula
sebaliknya Semin rendah angka
polimorfismenya maka dikatakan variasi
genetik dari populasi tersebut juga
semakin
kecil begitu ya jadinya cukup sederhana
Bagaimana cara menghitung angka
polimorfismenya namun bagian tersulit
dari penghitungan polimorfismenya adalah
Menentukan persentase ini nah Menentukan
persentase dari setiap alel ini
membutuhkan data
data yang diambil dari lapang Nah untuk
menentukan Apa saja macam AL alelnya nah
itu yang butuh tantangan karena
membutuhkan teknik molekuler tertentu
Namun di video kali ini kita fokuskan
hanya pada Bagaimana cara menentukan
logus polimorfiknya dan bagaimana cara
menghitung angka
polimorfismenya Nah misalkan kita lihat
lagi contoh Nah sekarang kita melibatkan
beberapa
populasi kita buat tabel seperti ini
terlebih dahulu di headernya atau di
kepala tabelnya ada populasi kemudian
jumlah lokus ada jumlah lokus polimorfik
dan jumlah lokus total Kemudian
polimorfisme dari setiap populasi Nah
kita melibatkan empat populasi
kemudian kita melibatkan 30 lokus
jadinya kita mengamati 30 lokus di
populasi 1 2 3 dan 4 Nah di sini dari 30
lokus yang diamati di populasi 1 ada 18
lokus yang polimorfik di populasi 2 Ada
15 lokus polimorfik di populasi 3 ada 16
lokus polimorfik dan di populasi 4 ada
14 lokus polimorfik dari 30 lokus yang
diamati Nah untuk mengetahui
polimorfismenya caranya sama tadi jumlah
lokus polimorfik dibangi jumlah total
lokus yang diamati maka polimorf me
populasi 1 adalah 18 / 30 yaitu sebesar
0,60 kemudian populasi 2 15 / 30 yaitu
0,50 populasi 3 16 / 30 yaitu
0,53 dan populasi keempat 14 / 30 yaitu
0,47 nah bila kita mengamati lebih dari
satu populasi maka kita perlu mencari
rerata polimorfismenya
cara mencari raratananya mudah kita
total saja polimorfisme Dari keempat
populasi ini kemudian kita bagi 4
sehingga hasilnya adalah sebesar
0,525 nah angka 0,525 inilah merupakan
angka polimorfisme dari empat populasi
dari spesies yang kita amati tadi
oke demikian penjelasan saya bagaimana
caranya menghitung
polimorfisme di video selanjutnya Mari
kita bahas Bagaimana caranya menghitung
heterozigositas salah satu perhitungan
yang juga digunakan untuk menentukan
seberapa tinggi variasi genetik dari
suatu populasi atau suatu spesies terima
kasih atas perhatiannya Mohon maaf bila
ada kesalahan asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:11:11 UTC
Categories
Manage