Transcript
DM18VuJB4n0 • Cara Menghitung Polimorfisme
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EnsiklopediaAhmadFauzi/.shards/text-0001.zst#text/0108_DM18VuJB4n0.txt
Kind: captions Language: id Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh di video-video Sebelumnya kita telah mempelajari bagaimana caranya menghitung frekuensi alel maupun frekuensi genotipe nah pada video kali ini Mari kita mempelajari bagaimana caranya menghitung polimorfisme Apa itu polimorfisme polimorfisme atau sering kali ditulis sebagai P kapital merupakan proporsi lokus polimorfik proporsi itu semacam persentase nah polimorfisme sendiri merupakan ukuran variasi genetik biasanya peneliti menggunakan perhitungan polimorfisme untuk mengetahui seberapa besar variasi genetik dari suatu spesies ataupun suatu populasi nah langkah awal dalam menghitung polimorfisme tentunya adalah menghitung lokus polimorfiknya terlebih dahulu kenapa Karena polimorfisme di sini didasarkan pada proporsi atau persentase keberadaan lokus polimorfik dari spesies atau populasi yang diamati Nah sekarang kita coba pelajari terlebih dahulu Bagaimana caranya menentukan suatu lokus itu polimorfik atau tidak Nah misalkan golongan darah golongan darah itu kalau kita pelajari di video sebelum nya ada beberapa macam ya Dan salah satu macam golongan darah atau sistem golongan darah yang sering digunakan selain sistem ABO adalah sistem MN nah sistem MN itu golongan darah seseorang bisa golongan darah m bisa golongan darah n ataupun golongan darah MN individu bergolongan darah m karena genotipenya lmlm individu bergolongan darah n karena genotipe ya LN LN sedangkan individu bergolongan darah MN karena genotipenya lmln Nah kenapa Kok bisa ada tiga variasi genotipe tersebut karena di lokus yang mengatur golongan darah ini terdapat tiga macam alel yaitu alel LM LN ataupun I Hanya dua ya mohon maaf alel LM dan alel LN nah Karena manusia itu diploid maka alel LM bisa berpasangan dengan alel LM juga alel LN bisa berpasangan dengan alel LN juga ataupun alel LM bisa berpasangan dengan alel LN sehingga memunculkan tiga variasi genotipe semacam ini selain itu pada derosopila melanogaster atau lalat buah kita mengenal salah satu lokus yang mengatur pigmentasi atau warna mata yaitu lokus nah di lokus w ini ada beberapa macam alel bisa alel w plus yang dapat menyebabkan warna mata menjadi merah kemudian ada Wa ini menyebabkan warna mata drosopila menjadi oran ataupun we yang bisa menyebabkan warna mata dari drosopila seperti Putih Tulang ada juga wn0 yang menyebabkan warna mata drosopila menjadi putih masih banyak alel-alel lain di lokus W dan tidak saya Sebutkan semuanya namun di sini bisa kita lihat dalam satu lokus alel itu tidak hanya dua macam namun bisa tiga macam empat macam ataupun lebih dari empat macam nah kemudian Bagaimana caranya menentukan apakah suatu lokus itu polimorfik atau tidak Nah sekarang kita coba perhatikan contoh kasus seperti ini misalkan kita mengamati dari suatu ulasi ya kemudian kita mengamati lokus a nah lokus A itu alelnya bisa a+ bisa juga a kemudian kita hitung nantinya misalkan kita mengamati 100 individu atau 50 individu kemudian kita hitung kemunculan alel a sama alel a+ kemudian kita hitung persentasenya ternyata alel a+ plus itu munculnya sebesar % sedangkan Al sebanyak 6% dari populasi yang kita amati tadi Nah di sini kita menyatakan bahwa lokus A itu polimorfik kemudian lokus B nah lokus B ini setelah kita amati di populasi tersebut ternyata ada macam alel B plus B1 B2 dan b kemudian kita hitung juga persentase kemunculan dari setiap alel dari populasi tersebut ternyata B plus itu munculannya 25%, B1 20%, B2 20% dan b 25%. maka lokus B juga dinyatakan sebagai lokus polimorfik kemudian lokus C nah ternyata lokus C ini di populasi yang kita amati hanya ada satu macam alel yaitu alel C sehingga persentase kemunculan alel C tentunya 100%. nah logus C ini dikatakan bukan lokus polimorfik dari sini kita bisa melihat salah satu kriteria apakah suatu lokus itu polimorfik atau tidak adalah ketika lokus tersebut terdiri atas lebih dari satu alel nah lokus C hanya ada satu alel maka dia bukan polimorfik lokus a ada dua alel dia dikatakan polimorfik lokus B dikatakan polimorfik karena ada empat macam alel namun ada kriteria lain Nah kita lihat sekarang ada lokus D Nah lokus D ini ternyata ada dua macam alel juga yang ditemukan dari populasi yang kita amati yaitu d+ dan D Nah d+ ini 96% sedangkan D itu 4% Nah di sini ada dua macam alel Namun ternyata lokus ini dikatakan bukan lokus polimorfik Kenapa karena kriteria lain yang sering digunakan peneliti untuk menentukan apakah suatu lokus itu polimorfik atau tidak adalah kemunculan alel yang mayoritas itu tidak lebih besar dari 95%. Nah di sini di lokus D ada dua macam alel yaitu d+ dan D d+ itu mayoritas karena banyak sedangkan D minoritas nah D Plus persentasenya lebih dari 95% yaitu 96% oleh Oleh karena itu meskipun lokus D terdiri atas dua macam alel namun lokus ini tidak dikatakan polimorfik Kenapa karena mayoritas alel alel mayoritas persentasenya lebih dari 95%. begitu ya Nah sekarang kita menjadi tahu bagaimana kriteria yang digunakan peneliti untuk menentukan suatu lokus itu polimorfik atau tidak yang pertama pertama adalah lokus tersebut harus ditemukan lebih dari satu alel bisa 2 3 4 dan seterusnya kemudian kriteria yang kedua adalah meskipun lebih dari satu alel frekuensi dari alel yang mayoritas tidak melebihi 95%. nah lokus polimorfik kita sudah mengetahui cara mengetahuinya cara menentukannya Sekarang mari kita lihat bagaimana cara menghitung polimorfismenya nah rumus dari polimorfisme adalah Jumlah lokus polimorfik dibagi dengan jumlah lokus yang diobservasi atau yang diamati Nah misalkan kita gunakan contoh data ini lagi saja ya misalkan tadi kita mengamati 100 orang Nah dari 100 orang itu kita amati empat lokusnya yaitu lokus a b c dan d hanya empat lokus ya sebetulnya ini datanya kurang bagus karena hanya empat lokus Namun karena kita apa belajar kita gunakan 4 lokus tidak masalah Nah di sini kita lihat jumlah lokus polimorfiknya ada berapa Nah ini ada dua yaitu lokus A dan lokus B sehingga kita tulis pembilangnya du kemudian jumlah lokus yang diobservasi ada EMP sehingga penyebutnya ada sehingga kita lakukan pembagian 2 4 sama dengan berapa 0,50 nah angka 0,50 inilah merupakan angka polimorfisme dari populasi yang kita amati tadi dan prinsipnya semakin tinggi angka polimorfisme maka dikatakan semakin bervariasi populasi tersebut variasi genetiknya semakin tinggi begitu pula sebaliknya Semin rendah angka polimorfismenya maka dikatakan variasi genetik dari populasi tersebut juga semakin kecil begitu ya jadinya cukup sederhana Bagaimana cara menghitung angka polimorfismenya namun bagian tersulit dari penghitungan polimorfismenya adalah Menentukan persentase ini nah Menentukan persentase dari setiap alel ini membutuhkan data data yang diambil dari lapang Nah untuk menentukan Apa saja macam AL alelnya nah itu yang butuh tantangan karena membutuhkan teknik molekuler tertentu Namun di video kali ini kita fokuskan hanya pada Bagaimana cara menentukan logus polimorfiknya dan bagaimana cara menghitung angka polimorfismenya Nah misalkan kita lihat lagi contoh Nah sekarang kita melibatkan beberapa populasi kita buat tabel seperti ini terlebih dahulu di headernya atau di kepala tabelnya ada populasi kemudian jumlah lokus ada jumlah lokus polimorfik dan jumlah lokus total Kemudian polimorfisme dari setiap populasi Nah kita melibatkan empat populasi kemudian kita melibatkan 30 lokus jadinya kita mengamati 30 lokus di populasi 1 2 3 dan 4 Nah di sini dari 30 lokus yang diamati di populasi 1 ada 18 lokus yang polimorfik di populasi 2 Ada 15 lokus polimorfik di populasi 3 ada 16 lokus polimorfik dan di populasi 4 ada 14 lokus polimorfik dari 30 lokus yang diamati Nah untuk mengetahui polimorfismenya caranya sama tadi jumlah lokus polimorfik dibangi jumlah total lokus yang diamati maka polimorf me populasi 1 adalah 18 / 30 yaitu sebesar 0,60 kemudian populasi 2 15 / 30 yaitu 0,50 populasi 3 16 / 30 yaitu 0,53 dan populasi keempat 14 / 30 yaitu 0,47 nah bila kita mengamati lebih dari satu populasi maka kita perlu mencari rerata polimorfismenya cara mencari raratananya mudah kita total saja polimorfisme Dari keempat populasi ini kemudian kita bagi 4 sehingga hasilnya adalah sebesar 0,525 nah angka 0,525 inilah merupakan angka polimorfisme dari empat populasi dari spesies yang kita amati tadi oke demikian penjelasan saya bagaimana caranya menghitung polimorfisme di video selanjutnya Mari kita bahas Bagaimana caranya menghitung heterozigositas salah satu perhitungan yang juga digunakan untuk menentukan seberapa tinggi variasi genetik dari suatu populasi atau suatu spesies terima kasih atas perhatiannya Mohon maaf bila ada kesalahan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh