Transcript
N_vQ1B2Fzdo • Kiat-Kiat Agar Mempunyai Aset Istana di Surga - Ustad Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2654_N_vQ1B2Fzdo.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani
wasyukrulahu ala taufiqihi wamtinani
asadu alla ilahaillallah wahdahu la
syarikalahu
takiman wa ashadu anna muhammadan abduhu
wa rasuluh daila ridwan allahumma sholli
alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwani.
Hadirin hadirat bapak-bapak dan Ibu yang
dirahmati Allah subhanahu wa taala. Pada
kesempatan kali ini kita akan bahas ee
tematik dengan judul membangun istana di
surga ya.
Ini adalah salah satu dari pembahasan
tentang aliman bil yaumil akhir, tentang
hari akhirat.
Dan
di antara
orang yang paling cerdas adalah orang
yang paling banyak mengingat akhirat.
Ya,
oleh karenanya
Rasulullah sahu alaihi wasallam
menyuruh kita untuk sering mengingat
kematian. ya, agar kita lebih persiapkan
diri
untuk bertemu dengan hari akhirat.
Tentunya kita tidak ingin masuk pada
alam berikutnya
dengan kerugian, tapi kita ingin kita
masuk pada alam berikutnya dengan
kebahagiaan yang abadi. Ya, kita tahu
hidup dunia ini cuma
sebentar ya, paling panjang ya mungkin
100 mungkin kurang ya.
Setelah itu kita akan masuk pada
alam berikutnya. Kita sudah melewati
alam janin. Sekarang kita sedang di alam
dunia. Selanjutnya kita masuk alam
barzakh. Selanjutnya kita masuk pada
padang mahsyar. Setelah selanjutnya
adalah surga atau neraka. Sekarang
destinasi kita masih di alam dunia. Dan
di alam dunia kita semua bisa melihat
di depan mata kita bagaimana status
kita, status orang lain, status manusia
dengan
kemewahan yang masing-masing dimiliki
oleh mereka. Dan Allah menyebutkan ini
dalam Al-Qur'an. Kata Allah subhanahu wa
taala,"Umidu
haulai waulik
wika
mahdur unzur kaifa ba'al akiratu akbar
akbar." Dalam surat alisra Allah
berfirman, "Kull numidu haulai waula."
"Setiap mereka kami berikan harta."
Maksudnya orang beriman kami kasih,
orang kafir juga kami kasih.
mahdur. Dan sesungguhnya pemberian Allah
Subhanahu wa taala tidak ada yang bisa
menghalangi. Surat Al-Isra ayat 20 dan
seterusnya.
Kemudian kata Allah Subhanahu wa taala,
"Yau, kami kasih orang beriman, orang
kafir, kami kasih harta."
Unzur kaifa fadolna ba'dahum ala ba'.
Kata Allah, "Lihatlah bagaimana kami
menjadikan bertingkat-tingkat dalam
status dunia." Ya, ada yang rumahnya
kecil, ada rumahnya besar.
Ada yang mobilnya biasa, ada yang
mobilnya mewah, bertingkat-tingkat.
Status ekonomi pun demikian. Ada yang
sangat kaya, ada yang kaya ya. Yang ada
kaya biasa, ada yang sok kaya ya, ada
yang baru mau kaya ya,
ada yang miskin dan anak yang sangat
miskin. Jadi Allah mengatakan, "Kaifa
fadolna ba'dahum ala
ba'tingkat-tingkat."
Dan nanti bisa kita lihat dunia ini.
Kita tahu kita posisinya di mana,
tetangga kita seperti apa, kawan kita
seperti apa, kita bisa menilai.
Kemudian kata Allah Subhanahu wa taala,
walal akhiratu akbaru darajatin wa
akbaru tafdila. Di akhirat lebih lagi
daripada itu. Sebagaimana kita bisa
menilai, lihat tingkatan-tingkatan
berlevel-level di dunia, di akhirat
lebih banyak lagi levelnya.
Nah, kalau kita sudah nyaman di dunia
dengan level tertentu yang menurut kita
alhamdulillah ya. Maka jangan sampai
level di akhirat kita di bawah. Itu yang
bahaya.
Jangan sampai kita di di bawah. Dan itu
semuanya mungkin terjadi. Makanya Allah
Subhanahu wa taala berfirman di surat
Al-Waqi'ah kata Allah Subhanahu wa taala
eh khofid waqatil waqia'ah laisa
liwaqatiha kadibah khofidatur rofiah.
Rujil ardu raja. Kata Allah, "Jika tiba
hari kiamat, tidak ada yang bisa menolak
terjadinya hari kiamat." Kata Allah,
"Khofidatur rafi hari kiamat akan
merendahkan atau mengangkat." Apa yang
dimaksud merendahkan? Sebagian ahli
tafsir mengatakan, "Merendahkan orang
yang disangka tinggi ketika di dunia dan
mengangkat orang yang disangka rendah
ketika di dunia." Karena di hari akhirat
semua akan terungkap.
Ada ternyata di dunia di akhirat orang
waktu di dunia dia mungkin tinggi
jabatannya, mungkin dia kaya raya,
mungkin dia terkenal, tapi ketika dia di
akhirat ternyata levelnya sangat rendah.
Dan sebaliknya ada orang mungkin kita
remehkan mungkin sekedar tukang
sapu-sapu atau mungkin asisten rumah
tangga yang mungkin kita tidak pandang.
Tapi ternyata di akhirat levelnya sangat
sangat tinggi dan itu mungkin terjadi.
Saya sering sampaikan saya punya
misalnya saya punya pembantu asisten
rumah tangga dia kerja berbulan-bulan
bahkan bertahun-tahun. Setiap dia dapat
gaji dia kirim ke orang tuanya.
Maksudnya
kita mungkin tidak bisa seperti dia.
100% penghasilan kita kita kasih orang
tua. Ternyata ada orang yang mungkin
kita tidak pandang dia. Ternyata dia
kerja keras jadi rumah tangga diomelin
sama majikannya kemudian capek, letih,
kurang tidurnya. Ternyata hasilnya 100%
dia berikan pada orang tuanya. Mungkin
pandangan kita, dia rendah, tapi
ternyata di akhirat mungkin dia punya
istana yang hebat. Ya, oleh karenanya
kita harus mempersiapkan diri kita bukan
cuma di dunia. dunia kita perlu
persiapan silakan menikmati rezeki Allah
subhanahu wa taala tapi jangan lupa
persiapan lebih matang adalah pada
destinasi berikutnya yaitu alam barzakh
makanya Allah berfirman, "Man amila
shihan man kafaro faalaihi kufru waman
amila shihan falian falianfusihim
yamhadun
saya carikan ayatnya biar biar ada
catatannya
surat arrum ayat 46
surat arrum surah 30 ayat 44. Surah 30
ayat 44. Kata Allah, "Siapa yang kafir
maka kafir akan kembali kepada dia. Dia
yang rugi sendiri. Waman amila shihan."
Siapa yang beramal saleh falianfusihim
yamhadun, maka mereka sendirilah yang
menyiapkan tempat yang menyenangkan
untuk mereka sendiri.
Banyak salaf mengatakan itu di kuburan.
Di kuburan ya. Mahad ya. Jadi dari
Yamhadun dari kata mahad. Mahad itu
kalau anak bayi ee kita taruh mahat
yaitu tempat tidur dia kita nyamankan,
kita ee lembutkan sehingga ketika dia
tidur taruh situ dia nyaman tidur.
Karena anak bayi kalau enggak nyaman
dikit dia bangun maka kita siapkan yang
nyaman dia tidur. Ya. Maka kalau kita
beramal saleh sebenarnya kita juga
sedang menyiapkan tempat tidur kita di
alam barzakh. Karena di alam barzakh
kita bakalan lama. Bakalan lama
destinasi berikutnya sebelum di akhirat.
Maka
ini yang harus kita pikirkan.
Kehidup kita cuma sebentar 60 sampai 70
tahun.
Yang lebih dari 70 tahun tidak banyak.
Kalaupun sudah lebih 70 tahun, 80 hidup
dengan setengah mati dengan ardalul umur
dengan kehidupan yang repot ya. Sudah
mulai pikun, mulai lupa. Ya,
baru ngomong tanya lagi, "Dari mana
dia?" Ya, 5 menit lagi. Dari mana, Dek?
5 menit lagi kamu siapa? Ya,
sampai ada orang yang
suaminya datang kemudian istrinya usir.
Dia lupa kalau itu suami suaminya.
Subhanallah. Lupa ini siapa, lupa itu
siapa. Sudah salat masih disangka belum
salat. Sudah mulai pikun. Sudah lupa.
Kalaupun hidup semakin lama semakin
sulit dan menyulitkan orang di
sekitarnya. Dunia seperti itu. Dunia
seperti itu. Oleh karenanya
pembahasan kita kali ini sedang kita
bicarakan bagaimana menyiapkan istana di
surga. Istana dunia
mungkin bisa kita bangun, mungkin
enggak. Tapi kalau istana di surga semua
bisa bangun. Tidak susah.
Yang penting mau membangun istana di
surga. Oleh karena silakan kita
berhappy-happy di dunia, tapi jangan
lupa untuk siapkan diri agar bisa
bersenang-senang di akhirat akhirat
kelak. Kita bicara tentang istana di
surga.
Istana di surga
dalam hadis kata Rasulull sahu alaihi
wasallam tentang surga, aljannah binauha
labinatun min fiddah wabinatun minzahab.
Surga itu bangunannya batanya dari perak
dan batanya dari emas. Wamilatuha
almiskul adfar dan semennya atau
lengketnya dari minyak kesturi ya.
Minyak kesturi. Almisik itu minyak yang
diambil dari rusa. Rusak kalau dia
apa ee ada kayak gumpalan darah di
tubuhnya ya sehingga membentuk kantong
situ berkumpullah darah. Lama-lama
membuku darah tersebut lama-lama
menghitam. Kemudian kalau dia
gatal-gatal dia garuk-garukin. Dia
garuin kemudian kantong itu jatuh.
Kantong itu jatuh maka itu diambil dan
di diolah menjadi minyak kesturi.
Asalnya minyak kesturi itu dari apa?
Dari darah rusak yang membeku ee di
salah satu kulitnya ya. Jadi mahal
mahal ya karena mencari tidak semua rusa
seperti itu. Disebut rusa yang punya ee
minyak kasturi. Dan itu sering
disebutkan oleh Nabi dalam
hadis-hadisnya almisik. Karena itulah
minyak yang paling minyak wangi yang
paling harum, yang paling mahal di zaman
tersebut. Ya. Maka Rasulullah
mengatakan, "Adapun surga batanya dari
perak, batanya dari emas, tempelannya
atau gampangnya semennya terbuat dari
minyak kasturi. Wahasbauha llu wal
yaqu." Dan adapun
kerikilnya terbuat dari mutiara dan eh
intan, berlian. Waturbatha zafaran. Dan
tanahnya dari zafaran. Zafaran apa tahu?
Yang yang halus bunga yang berwarna
kuning ya.
J sangat halus. Manadkuluha
yanam w yabas. Siapa yang masuk surga
dia pasti bahagia dan dia tidak akan
sengsara sama sekali.
La yamut dan dia akan kekal abadi dan
dia tidak akan mati. La tublaabuhum w
yafnaabuhum.
Pakaiannya tidak akan usang dan masa
mudanya tidak akan sirna. Yaitu
senantiasa mudah.
Ini adalah ee kenikmatan surga ya. Kalau
kita bicara rumah di surga ya. Ya, rumah
di surga seindah-indahnya
kita bangun ya juga kita tidak bisa
menikmati selamanya. Terah kita punya
rumah mewah, istana megah, istana mewah,
kita akan meninggal. Lihat banyak istana
yang ditinggal oleh para para raja ya.
Mereka bangun dengan setengah mati, ya.
Kemudian akhirnya mereka hanya tinggal
dalam waktu yang singkat. Setelah itu
mereka berpindah ke alam berikutnya.
Dan kalau kita bangun rumah, mungkin
kita semua punya rumah, kita itu
perhatian luar biasa ya. Kita pengin
rumah yang nyaman. Kalau kita punya
uang, kita akan bangun rumah
seindah-indahnya ya. Perhatian. Pilih
tanah yang strategis, tempat yang
nyaman, lokasi yang nyaman, kemudian b
apa namanya? Arsitek yang bagus. Kadang
kita rubah-rubah. Artinya perhatian
terhadap rumah itu luar luar biasa.
cari tanah lokasinya di mana. Kemudian
kalau perlu kita ngutang supaya bisa
rumah yang indah. Ya, toh kita hanya
tinggal tidak tidak lama.
Tidak lama. Kalaupun kita semakin tua,
kita tidak nyaman. Nikmat-nikmat dunia
mulai semakin sulit untuk kita rasakan.
Nah, sekarang kita bicara tentang
istana yang abadi. Hendaknya kita
persiapkan diri kita untuk membangun
istana di surga. Berikut ini ada
beberapa amalan
ya kalau bisa kita lakukan sebagiannya
sesuai dengan kemampuan kita agar kita
bisa punya istana di surga. Ya, perlu
kerja sama suami istri dalam hal ini ya.
Kita semua ingin bahagia bukan cuma di
dunia, bahagia juga di akhirat. Ya,
TB. Yang pertama di antara amalan
tersebut adalah membangun masjid.
Membangun masjid.
Kata Rasul sahu alaihi wasallam,
"Mambana lillahi masjidan
banallahu lahu baitan fil jannah."
Siapa yang membangun masjid karena
Allah, maka Allah akan bangunkan baginya
istana di di surga. Di sini ada perkara
yang harus kita ingat ya. Pertama, hadis
ini
di antara salah satu dari hadis
mutawatir ya. Addawudi berkata, "Mim
mimma tawatar haditu man kadab wambana
lillahi masjidan wahtasab." Di antara
hadis mutawatir adalah hadis, "Siapa
yang berdusta namaku, siapkan kaflingnya
di neraka." Di antara hadis mutawatir,
"Siapa yang bangun masjid karena Allah,
Allah bangunkan istana baginya di
surga." Hadis mutawatir maksudnya apa?
Diriwayatkan oleh sahabat lebih dari 10.
Diriwayatkan lebih dari 10 sahabat.
Ketika yang meriwayatkan sangat banyak
menunjukkan Nabi sering menyampaikan
hadis tersebut. Berarti Nabi sering
memotivasi untuk bangun masjid karena
Allah subhanahu wa taala. Artinya kalau
kau punya rezeki, punya uang, punya
kemampuan, bangunlah masjid. Karena kau
bangun masjid, kau akan dapat istana di
surga. Karena yang meriwayatkan hadis
lebih dari 10 sahabat menunjukkan Nabi
sering mengulang-ulangi motivasi
tersebut. Ya, makanya dalam kisah ketika
Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam datang
ke kota Madinah, Rasul Sallahu Alaih
Wasallam ingin bangun Masjid Nabawi,
maka Rasulam mendapati lokasi tanah
mirbat, yaitu tempat pengeringan kurma
milik dua anak yatim.
Maka ketika Rasulullah ingin bangun
masjid di situ karena Allah pilihkan
tempat di situ, maka mereka ingin wakaf.
Mereka pengin kasih Nabi tanah tersebut.
Nabi enggak mau. Nabi mengatakan,
"Taminuni
tawarlah aku berapa harganya."
Rasulullah ingin beli sendiri. Padahal
biasanya kalau ada yang sedekah
Rasulullah apa? Terima. Tapi kan untuk
bangun masjid Rasulullah gak mau.
Rasulullah pengin beli beli sendiri
karena dia pengin dia punya pahala di
situ.
Dia punya pahala di situ. Maka rasul
sahu alaihi wasallam beli. Rasulullah
kemudian bangun jadilah Masjid Nabawi ya
di sini. Jadi ketika Rasulullah sahu
alaihi wasallam sering menyampaikan
hadis ini, maka banyak sahabat yang
meriwayatkan lebih dari 10 sahabat. Kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Man
bana lillahi masjidan." Siapa yang
bangun masjid karena Allah? ini ada
syaratnya harus karena Allah. Harus
karena Allah. Kalau tidak karena Allah
maka gak ada faedahnya.
Oleh karenanya di antara hal yang rawan
diingatkan oleh Ibnu Hajar rahimahullah
ketika seorang bangun masjid kemudian
dia pasang namanya sendiri ya itu
sebenarnya bukan dakwat. Yang penting
ikhlas tapi rawan. Ketika misalnya saya
bangun masjid-masjid Viranda kan gimana
gimana gitu ya. Mau bilang ikhlas
kayaknya enggak juga enggak juga antara
ikhlas dan riak ya. Sehingga orang semua
tahu bahwasanya yang bangun adalah saya
ya. Ini hati-hati bukannya dilarang
tetapi waspada. Ini oleh Ibnu Hajar
rahimahullah karena masjid itu milik
Allah. Semua masjid adalah milik Allah.
Waal masajida lillah. Masjid semuanya
milik Allah. Makanya kalau kita bangun
masjid wakaf. Wakaf itu milik Allah,
bukan milik kita lagi. Mungkin kita
boleh mengelola sebagai DKM-nya, sebagai
yayasan pengelola. Tapi itu masjid milik
Allah, bukan milik kita lagi. Makanya
zaman dahulu masjid tanpa nama. Masjid
dulu masjid itu dinisbahkan kepada
lokasi untuk membedakan. Seperti Masjid
Quba karena dibangun di daerah Quba,
masjid Bani Zuraiq karena dibangun di
daerah Bani Zuraik, Masjid Nabawi karena
Nabi sallallahu alaihi wasallam yang ba
membangunnya ya langsung menangani
langsung ya. Jadi dulu nama-nama masjid
untuk pembeda ya. Jadi tidak dinamakan
dengan nama pembangunnya ya. tidak
dinamakan dengan apa? Pembangunnya tidak
dinamakan dengan karena masjid semuanya
milik siapa? Allah Subhanahu wa taala.
Ini poin yang sangat krusial, sangat
penting. Karena kita kalau bangun masjid
kita butuh duit yang sangat banyak.
Kalau ternyata kita tidak ikhlas rugi.
Rugi besar.
Seandainya kalau kita tidak ikhlas cuma
nol masih mending. Ternyata orang yang
riak bukan cuma nol, dia minus. Dia
diancam masuk neraka.
Ini ini bahayanya ria. Bahayanya riya.
Seandainya saya katakan kalau orang ri
dia pamer amal ibadah dia kemudian dia
hanya nol tidak dapat pahala masih
mending ya dia cuma rugi rugi duit rugi
capek ya rugi ee kerja setengah mati ya
tapi masalahnya kalau orang riak bukan
cuma nol bahkan dia minus dia diancam
dengan neraka jahanam ya maka hati-hati
ketika bangun masjid
ee harus karena Allah man bana lillahi
masjidan
Maka apa balasannya? Banallahuahu baitan
fil jannah. Maka Allah akan
bangunkan bagi dia rumah di surga. Rumah
maksudnya istana. Semua dalam hadis
kalau disebut rumah maksudnya apa?
Qasran. Maksudnya istana.
Istana. Tentu istana dunia tidak sama
dengan istana di akhirat. Sangat berbeda
berbeda jauh. Maka siapa yang diberi
kelebihan rezeki jangan lupa untuk
bangun masjid. Sebagian orang masyaallah
diberi kemudahan oleh Allah dan hobi
bangun masjid.
bangun sini, bangun sana, bangun
dia diberi kelapangan harta. Saya punya
kawan ada seperti itu. Bangun satu
masid bangun sudah puluhan miliar bangun
lagi puluhan miliar lagi bangun lag
sekarang lagi membangun masjid lagi.
Hobi mau di mana? Hobi alhamdulillah
kalau bangun masjid enggak pengin enggak
pengin dikenal sama orang ya pengin
dikenal sama orang
kasih kemudahan ya. Ada orang dibukakan
ke lapangan hati untuk membangun rumah
Allah subhanahu wa taala. Ya. Dan
bagaimana Allah tidak perhatian sama dia
kalau dia perhatian sama rumah Allah.
Lihatlah kisah tentang wanita yang
berkulit hitam yang dia tukang sapu di
masjid. Ketika wanita ini meninggal
dunia, Rasulullah tanya, "Mana si
Fulanah?"
Kata mereka, "Sudah meninggal, sudah
kami kuburkan." Kata Rasulullah,
ahalantumuni.
Kenapa kalian tidak kasih tahu saya
kalau dia meninggal?
Kata perawi, sahabat seakan-akan
menganggap tidak perlu karena ini orang
biasa. Ngapain kasih tahu Nabi bikin
pusing Nabi. Jadi mereka gak lapor sama
Nabi. Tapi bagi Nabi ini perempuan bukan
orang biasa. Karena dia suka nyapu mas
masjid dia ada perhatian sama rumah
Allah.
Maka Rasulullah mengatakan, "Duluni ala
qobriha." Tunjukkan kepadaku mana
kuburannya. Maka Rasulullah datang,
Rasulullah salat. jenazah terhadap
wanita tersebut yang mungkin di mata
kalau dia ada di zaman kita mungkin gak
kita pandang berkulit hitam cuma
nyapu-nyapu masjid.
Tapi bagi Nabi bukan wanita sembarang,
dia wanita spesial. Kenapa? Karena dia
ngurus rumah Allah Subhanahu wa taala.
Oleh karenanya
ee
ini sangat penting ya. Kalau yang punya
rezeki jangan lupa untuk bangun masjid.
Mul pertanyaan ustaz apa masjid harus
puluhan miliar? Enggak. Enggak puluhan
miliar. Di mana aja ada tempat-tempat
murah kalau kita punya uang yang ratusan
juta sudah jadi masjid ada. Ya, kalau
kita mau cari ya kita mau cari.
Karena dalam lafal yang lain
ee dalam hadis Ibnu Majah qala
sallallahu alaihi wasallam rasul sahu al
wasallam bersabda man bana lillahi
masjidan walau kamafsi qatin banallahu
lahu baitan fil jannah.
Siapa yang bangun masjid meskipun mafhas
qatat, qatad itu semacam burung merpati.
Dia kalau mau bertelur dia pergi ke
tanah kemudian mafas dari faasfas itu
mencari bahas. Dia cari-cari ya itu dia
lubang-lubangin tanahnya tempat yang
pantas layak baru dia bertelur. Baru dia
bertelur. Untuk untuk telur kan cuma
butuh berapa tempat kecil ya ukurannya
paling 10 cent 10 cent untuk tempat
bertelur. Gampangannya siapa yang bangun
masjid meskipun seukuran tempat bertelur
dalam riwayat yang au asgar bahkan lebih
kecil maka Allah bangun baginya istana
di surga. Ini ada dua tafsiran.
Tafsiran pertama bahwasanya
ini adalah mubalagah. Itu hiperbola dari
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya itu
kau bangun masjid-masjid apa saja yang
penting masjid. Seandainya ada masjid
seukuran 10* 10 cent bisa dibuat salat
kau akan dibangunkan istana di surga.
Apa susahnya bagi Allah kasih kau
istana? Yang penting kau bangunkan
masjid, rumah Allah subhanahu wa taala.
Tentunya tidak dimaksud kita bikin
masjid ukuran 10* 10 namanya hiperbola.
Artinya kalau kau ternyata bisa bangun
masjid atau musala, musala itu
sebenarnya kan masjid juga tidak harus
sampai musala. Ada musala mungkin 10* 10
m, 7* 7 m. Itu kan musim musala itu
masjid tidak dijadikan salat, tidak
dijadikan salat Jumat. Tapi orang salat
situ ya lima waktu. Jadi kalau bisa
bangun masjid meskipun kecil ya, maka
tetap dibangunkan baginya istana di
surga. Ini motivasi. Motivasi. Ini salah
satu tafsiran. Jadi seorang berusaha
bangun masjid yang dia mampu. Kalau dia
punya uang banyak cari masjid yang
besar. Kalau tidak mampu ya semampunya.
Masjid di mana, ada kebutuhan di desa
mana meskipun sederhana dia kemudian
diperbaiki sedikit demi sedikit. Dia
perhatian sama masjid tersebut. Kalau
dia perhatian seterus sesungguhnya dia
sedang perhatian terhadap istananya di
surga. Ya, dia perhatian dia ini diaah
kalau punya uang. Uang banyak buat apa
juga uang ini kita orang punya uang
misalnya 10 miliar ya nikmati ya cuma
sedikit sehari-harinya. Yang satunya
sisanya dia cuma senang aja lihat
ATM-nya ada 10 miliar dia bahagia terus
sudah dia makan juga sedikit-sedikit
apalagi lagi diet.
Maaf ya. Uang banyak juga ya. Cuma
tenang aja tapi enggak dinikmati juga
ya. Uang banyak sudah. Mending kita
untuk persiapan di akhirat ya. Kalau
enggak punya uang ya sudahlah. Ini
maksudnya kalau yang punya yang punya
uang
ya. Ini tafsiran pertama bahwasanya
bangun masjid meskipun kecil ya ee maka
akan dapat istana di surga. Tafsiran
kedua maksudnya siapa yang ikut
musahamah, ikut andil dalam bangunan
masjid ya meskipun sedikit ya mungkin
cuma dia beli satu bata insyaallah dia
ada kebagian istana di surga tentunya
istana satu berbeda dengan istana yang
yang lain. Tapi kemampuan dia untuk ikut
andil punya saham dalam membangun masjid
ya. Jadi kalau bisa kita bangun sendiri
itu yang terbaik. Tapi kalau enggak
mungkin kita seberapa yang bisa kita
kasih ya.
Silakan.
seberapa yang bisa kita kasih.
Oleh karenanya ee ini salah satu amal
saleh yang luar biasa yang butuh
pengorbanan yang luar biasa, sedekah
besar karena membangun masjid
membutuhkan biaya yang besar apalagi
zaman zaman sekarang ya. Tanah mahal
bangunan juga mahal ya. Tentunya kita
enggak pengin masjid bikin masjid ala
kadarnya. Kalau kita punya uang, kita
pengin masjid yang yang baik.
Tayib. Ini pertama
ya. Makanya saya tujukan kepada
mereka-mereka yang punya kelebihan
rezeki. Maka
di antara infak terbaik,
sedekah terbaik pada tempatnya yaitu
untuk membangun masjid.
Tib di antara amal berikutnya.
Amal berikutnya ya
membaca surah al-Ikhlas ya 10 kali ya.
Qala sallallahu alaihi wasallam alaihi
wasallam bersabda man qa qul huallahu
ahad asr marat banallahu lahu baitan fil
jannah. Siapa yang baca qulhuallahu ahad
10 kali maka Allah bangunkan baginya di
surga. Ya, dalam riwayat yang lain,
manqraa qul huallahu ahad hatta
yaktimaha asr marrat banallahu lahu
qosron fil jannah. Siapa yang bangun,
siapa yang baca al-Ikhlas, surah
al-Ikhlas 10 kali sampai khatam, maka
Allah bangunkan baginya istana di surga.
Hadis ini tentu ada perselisihan di
kalangan para ulama. Ada yang mengatakan
hadisnya hasan, ada yang mengatakan
hadisnya diif. Tapi kita bilang
fadullahi wasi karunia Allah luas. Apa
susannya bagi Allah memberi ganjaran
besar karena amalan yang sepeleeh? Kita
tahu baca Al-Ikhlas mudah ya, kita sudah
sering baca juga ya. E mudah-mudahan
kebagian ya dapat istana di surga
gara-gara baca surat apa? Al-Ikhlas.
Ya,
Ustaz, saya pengin yang ini aja yang
bangun masjid. Enggak ya. Pelit namanya
kalau punya uang.
Dua-duanya ya. Tentu istana. Istana
tidak sama dengan istana. Istana
bermacam-macam, rumah bermacam-macam.
Ya, kalau seorang tidak mampu ya silakan
baca surah Al-Ikhlas. Berusaha memahami
maknanya dengan baik bukannya sekedar me
membaca. Makanya Al-Ikhlas tak dilusulus
Al-Qur'an. Surah Al-Ikhlas maknanya ee
dia sepertiga Al-Qur'an. Sepertiga
Al-Qur'an dan disebut Al-Ikhlas. Padahal
dalam surah Al-Ikhlas tidak ada lafal
al-Ikhlas. Coba surat Al-Ikhlas bunyinya
bagaimana? Qulhuallahu ahad, Allahusad,
lam yalid walam yulad. Lam yakul lahu
kufan ahad. Enggak ada kata al-Ikhlas.
Kalau surah Albaqarah ada kata
Albaqarah. Surah Al Imran ada tentang
Ali Imran ya. Imrata Imrana ya ada dan
hampir semua surat ada lafaz tersebut.
Al-Ikhlas
dinamakan surat ikhlasnya khullisat
karena surat tersebut dimurnikan untuk
berbicara tentang sifat-sifat Allah.
Makanya disebutkan tentang sebab
nuzulnya
orang-orang musyrikin datang kepada
Nabi. Dia berkata, "Ya Muhammad, sif
lana rabbak." Ya Muhammad, jelaskan
kepada kami sifat-sifat Rabbmu. Maka
turunlah surah Al-Ikhlas. Surah
Al-Ikhlas ini surat benar-benar tentang
Allah Subhanahu wa taala yang kalau mau
kita sederhanakan ini surat tentang
syarat Tuhan. Tuhan itu harus bagaimana?
Ya, sesuai dengan surat Al-Ikhlas. Kalau
tidak memenuhi syarat Tuhan dalam surat
Al-Ikhlas itu bukan Tuhan. Qul huallahu
ahad. Tuhan harus e esa. Allahusad yaitu
tidak butuh dan semuanya butuh kepada
dia. Tidak butuh sama sekali. Allahusad.
Lam yelid walam yulad. Dia tidak
melahirkan dan juga tidak dilahirkan.
Walam yakullahu kufanah dan tidak
sesuatu yang setara dengan dia. Ini
syarat Tuhan. Empat dalam empat ayat
syarat Tuhan. Harus Maha Esa. Dia tidak
butuh kepada siapapun dan semuanya butuh
kepada Dia. Dia tidak melahirkan dan
tidak dilahirkan dan tidak ada pun
setara dengan Dia. Kalau ada dianggap
Tuhan ternyata tidak menunui empat
persyaratan ini maka dia bukan tu Tuhan.
Makanya ketika Nabi Isa dianggap sebagai
Tuhan, terjadi diskusi Nasrara Najran
dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam
dalam sebagian riwayat. Maka di antara
logika Rasul sahu alaihi wasallam kalau
memang Nabi Isa Tuhan
maka dia harus mirip dengan bapaknya.
Karena kalau bapak harus mirip dengan
apa? Anaknya ya.
Makanya dalam Al-Qur'an qul inana
lirrahmani waladun faana aalul abidin.
Seandainya Allah punya anak, saya akan
nyembah anak tersebut kalau memang Allah
punya anak. Karena anak harus sama
dengan apa? Bapaknya mirip ya. Ternyata
Nabi Isa gak. Nabi Isa makan, Nabi Isa
tidur, Nabi Isa sakit, Nabi Isa
ketakutan, Nabi Isa dikejar-kejar, dia
tidak bisa menyelamatkan dirinya. Ketika
dikejar Romawi sama ee Yahudi, akhirnya
Allah selamatkan dia. Ya, maka Allah
ketika membantah orang Nasra yang
menganggap Nabi Isa sebagai Tuhan, Allah
cuma mengatakan kana dari dua dua ayat.
Yang pertama, inna matsala isallahi
kamali adam khalaqahu min turabin tumma
kh fayakun. Perempuan Isa di sisi Allah
seperti Adam. Apa bedanya? Bahkan Adam
lebih dahsyat. Adam diciptakan tanpa
ayah dan ibu. Nabi Isa masih pakai ibu.
Maka lebih dahsyat mana? Adam atau Hawa?
Adam. Ini bantaan pertama. Jelas orang
yang punya logika akan ngerti. Nabi Isa
tidak pantas menjadi Tuhan karena kalau
dari sisi dia tidak punya bapak, Adam
lebih lebih dahsyat tanpa ayah dan tanpa
ibu. Yang kedua, Allah membantah. Allah
mengatakan kana yaakulani thaam. Isa dan
ibunya makan-makanan. Selesai.
Termasa Tuhan makan. Jadi Tuhan
membutuhkan suatu untuk dimasukkan dalam
zatnya, maka tidak pantas dia menjadi
tuhan. Selesai. Maka kita ketika baca
surah Al-Ikhlas dengan penuh penghayatan
bahwasanya Islam adalah agama tauhid
yang kita sembah benar-benar
itulah Tuhan yang sesungguhnya. Adapun
selain Allah Subhanahu wa taala maka
tidak pantas menjadi Tuhan. Qul huallahu
ahad. Tuhan harus esa. Tidak boleh
berbilang. Allahusad. Semua butuh kepada
dia dan dia tidak butuh kepada siapapun.
Adapun Tuhan butuh makan, Tuhan butuh
istirahat, Tuhan butuh teman-teman untuk
melindunginya, Tuhan gak lam yalid. Dia
tidak melahirkan. Kalau dia melahirkan
maka dia tidak esa lagi dan anaknya akan
mirip dengan dia. Dia butuh anak walam
yulad. Dan dia tidak dilahirkan. Kalau
dilahirkan berarti dia tidak. Kalau dia
dilahirkan berarti dulu tidak ada.
Kemudian ada. Ini butuh kepada ayah dan
ibu. Yang terakhir walam yakun lahu
kufuwan ahad. Tidak ada suatuun yang
serupa dengannya. Baca dengan menghayati
10 kali. Mudah-mudahan kita dibangunkan
istana di surga oleh Allah Subhanahu wa
taala.
Boleh kita baca sebentar 5 menit? Boleh
ya? Biar kita mudah-mudahan dapat surga.
Ayo kita baca sendiri dalam hati
masing-masing ya. Sini sini
Allahu
ahad Allahu
Tayib kita lanjutkan. Semoga kita
dibangunkan istana di surga. Amin ya
rabbal alamin.
H karena istana kita di dunia seadanya.
Gitu-gitu aja
kita bangun istana seindah-indahnya.
Masih orang istanya lebih indah daripada
istana istana kita.
Kecuali kalau kita qanaah. Ya.
Tib. Kita lanjutkan.
Amalan ketiga yang bisa membantu kita
agar Allah bangunkan istana di surga
adalah memuji Allah dan istirja. Istirja
itu innillahi wa ilaihi rajiun. Ketika
musibah mengenai anak itu yang kita
cintai ya.
Kita tidak pengin tapi ya semuanya
keputusan Allah Subhanahu wa taala.
Nabi sallallahu alaihi wasallam
bersabda, mata waladul abdi qallahu
taala malaikatih. Kalau anak seseorang
meninggal dunia, maka Allah berkata
kepada para malaikat, qadum walada abdi.
Apa kalian telah mencabut nyawa anak
dari hambaku?
Fayakuluna naam. Kata malaikat, "Benar
ya Allah, kami telah mencabut nyawa anak
hambamu." Fakul qumamadii
apa kalian telah mencabut nyawa buah
hatinya? Maksudnya anak itu disebut buah
hati oleh Allah Subhanahu wa taala. Ya,
makanya Allah mengatakan, "Alalu
waluninatulun."
Anak-anak dan harta adalah perhiasan
dunia. Ya, seorang sangat sayang kepada
anaknya. Kata kata Allah qabattum
tsamarat fuadihi kalian telah mencabut
nyawa buah hati hambaku.
Fayakuluna naam kata malaikat benar ya
Allah. Fakul maqala abdi. Apa yang
dikatakan hambaku ketika anaknya dicabut
nyawanya keti anaknya meninggal?
Fayquuluna hamidaka wasarjaaka.
Sesungguhnya hambamu memujimu dan
mengucapkan inn lillahi wa inna ilaihi
rojiun. yaitu hambamu mengatakan
alhamdulillah ala kulli hal segala puji
bagi Allah atas segala keputusan
kemudian wasarjaaka dengan mengatakan
innalillah kami ini semua milik Allah
rumah kami milik Allah diri kami milik
Allah keluarga kami milik Allah anak
kami milik Allah harta kami semua milik
Allah wa inna ilaina wa inna ilaihi
rojiun dan kita akan kembali kepada
Allah cepat atau lambat kita di luaran
atau istri kita atau suami kita atau
anak kita atau harta kita apapun akan
kembali kepada Allah karena semuanya
milik Allah subhanahu wa taala dia
berhak melakukan Lakukan apa yang dia
kehendaki bagi hamba-hambanya. Toh semua
kita hanyalah makhluk ciptaan Allah
Subhanahu wa taala.
Fuakulullah
ini hamba yang hebat. Ketika terkena
musibah dia mengatakan
alhamdulillah al kullial innillahi wa
inna ilaihijiun.
Maka Allah berkatau li abdi baitan fil
jannah. Bangunkan bagi hambaku tersebut
istana di surga. Wasammuhu baital hamdi.
Dan namakan istana tersebut dengan
istana pujian. Istana pujian. Kenapa?
Ketika dia terkena musibah dia
mengucapkan alhamdulillah ala kullial.
Tetap memuji Allah subhanahu wa taala.
Ini adalah salah satu
amalan yang luar biasa.
Nasnya datang dalam anak yang meninggal.
Ini tentu sangat berat.
namanya anak ee yang kita cintai
kemudian meninggal. Oleh karena Nabi
sallallahu alaihi wasallam diuji dengan
ujian ini. Rasul sahu alaihi wasallam
punya anak tujuh enam semuanya
meninggal.
Anaknya siapa? Abdullah, Qasim, Alqasim,
Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu
Kultsum, Fatimah, Ibrahim. Fatimah yang
meninggal belakangan tapi semuanya enam.
yaitu selain Fatimah, Qasim, Abdullah,
Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, Ibrahim
semuanya meninggal di zaman Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Bahkan anak
yang terakhir Ibrahim masih usia di
bawah 2 tahun meninggal di pangkuan Nabi
sampai Nabi menangis. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Innalqba
lahzan wa innal ainaadma." Sungguh hati
ini sedih mata mengeluarkan air mata.
Wala naqulu illa bima yurdibana. Namun
kami tidak mengucapkan kata-kata kecuali
yang mendatangkan keridaan Allah. Wa
inna bqika ya Ibrahim ya Ibrahimu
lamahzunun. Sungguh kami sangat sedih
dengan kepergianmu wahai putraku
Ibrahim.
Oleh karenanya namanya kehilangan anak
adalah ujian yang sangat sangat besar.
Tetapi orang ini ketika anaknya diambil
oleh Allah Subhanahu wa taala dia
mengatakan apa? Alhamdulillah ala kulli.
Tapi ini memang berat ya. Saya kenal
seseorang dulu di UGM ya. Orang sering
ke masjid dia ngurus masjid. Dia punya
anak sema mata wayang satu kuliah di
kedokteran.
Subhanallah. Diuji
diuji anaknya tersebut sudah lulus entah
sudah qaah saya lupa. Meninggal setelah
lulus
satu-satunya.
Luar biasa gimana beratnya. Tapi orang
bilang alhamdulillah la kulli innalillah
ilaiji Allah lebih sayang kepada anak
kita daripada kita sendiri.
Saya juga ada kerabat juga begitu.
Anaknya hafiz Quran, sekolah di UIM. Dia
sudah menikah, sudah punya anak juga
masih kemudian sakit bertahun-tahun
kemudian meninggal dunia. Saya waktu
datang situ ya e saya bilang ya kita
enggak tahu apa yang terbaik bagi dia.
Dia sakit-sakit bertahun-tahun. Bisa
jadi Allah pindahkan dia ke alam lain
yang di situ dia sangat bahagia.
Luar biasa ya. ee bagaimana kehilangan
orang yang sangat kita cintai.
Oleh karenanya begitulah dunia ini.
Dunia ini kaidahnya semakin kita cinta
sesuatu semakin berat waktu
perpisahannya nanti.
Kalau enggak cinta berpisah enggak ada
masalah. Kalau cinta berat. Makanya
Jibril datang kepada Nabi, dia berkata,
"Ya Muhammad, ya wahai Rasulullah ya eh
ista fainnaka mayit." Hiduplah yang kau
mau, kau bakalan meninggal dunia, kau
pasti meninggal. Kemudian kata kata
Jibril, "Wa ahbib manta fnaka mufariqu."
Cintalah siapa yang kau sukai, kau pasti
berpisah dari darinya. Cintailah siapa
yang kau sukai, kau pasti berpisah
darinya. Dan semakin kita mencintai
seseorang, semakin berat ketika kita
berpisah. Makanya Nabi sallallahu alaihi
wasallam diuji dengan orang-orang yang
dia cintai. Di antara yang sangat dia
cintai adalah Khadijah radhiallahu taala
anha. Makanya ketika Khadijah meninggal,
Rasul sahu alaihi wasallam sangat berat.
Bahkan tahun wafatnya Khadijah disebut
dengan amul huzni oleh para ahli sejarah
disebut tahun kesedihan. Rasul sahu
alaihi wasallam kehilangan sosok yang
selama ini menenangkan hatinya ketika
dia pulang ke rumah yaitu Khadijah yang
berkorban dengan hartanya dan raganya
untuk Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Maka demikian ya selalu sayang semakin
berat. Tapi kalau kita berpisah dari
orang yang sang cintai pahalanya juga
sangat besar.
Makanya ketika terkena uji terkena
musibah seperti kehilangan orang yang
kita cintai kita bilang apa?
Alhamdulillah ala kullial. Maksudnya
kita mengucapkan itu untuk merenungkan
bahwasanya di balik ini pasti ada hikmah
yang kita enggak tahu. Kenapa anak kita
diambil, kenapa istri kita diambil dulu,
kenapa suami kita diambil, kenapa ibu
kita diambil pasti ada hikmah. Allah
yang lebih tahu. Yakinlah Allah lebih
sayang kepada hambanya daripada ki kita.
Oleh karenanya kita mengucapkan
alhamdulillah ala kullial. Kemudian kita
juga bilang inn lillahi wa inna ilaihi
rojiun. Kita semua tah akan kembali
suatu saat cepat atau lambat ibu kita,
istri kita, suami kita, anak kita akan
kembali dalam waktu yang telah Allah
tentukan. Makanya di antara cerita hebat
tentang kisah ini kisah Ummu Sulaim.
Ummu Sulaim radhiallahu anha wanita yang
luar biasa. Ketika dia punya anak
dikenal dengan Abu Umair dalam hadis
Rasul sahu alaihi wasallam menghibur Abu
Umair. Kata Rasulullah, "Ya Aba Umair ma
fa'al nughair." Abu Umair nih saudari
tirinya Anas. Anas bin Malik punya ibu
Ummu Sulaim. Bapaknya Malik mati kafir.
Kemudian ibunya Ummu Sulaim menikah
dengan Abu Thalhah. Kemudian punya anak
adik tirinya Anas namanya Abu Umair.
Pernah Abu Umair punya peliharaan burung
kemudian mati masih kecil. Rasulullah
datang Rasulullah hibur dia. Kata
Rasulullah, "Apa yang dialami oleh
burung burung pelung peliharaanmu wahai
Abu Umair?" Nah, Abu Ubair ini akhirnya
sakit.
sakit. Akhirnya selalu diperhatikan sama
bapaknya Abu Thalha. Cek gimana anakku?
Setiap dia pulang gimana anakku?
Akhirnya anaknya meninggal sebelum Abu
Thalhah pulang. Ketika anaknya meninggal
maka Ummu Sulaim
dia kafankan kemudian dia kuburkan tanpa
tunggu bapaknya. Ya. Ketika bapaknya
datang, Ummu Sulaim berhias dengan untuk
ee agar bisa digauli oleh suaminya. Dia
kasih makan, siapin makan yang enak.
Begitu datang bapaknya tanya Abu
Thalhah, "Gimana anak kita?" Kata Ummu
Sulaim, "Lebih tenang daripada
sebelumnya."
Dipikir sama bapaknya lebih sehat,
ternyata lebih sudah meninggal selesai.
Udah enggak teriak-teriak sakit lagi.
Yang saya heran nih, yang ini perempuan
biasanya perempuan yang susah untuk apa?
menghadapi ujian. Sampai sebagian wanita
saya marah-marah karena sudah meninggal
anaknya, dia masih taruh bonekanya di
kamarnya. Itu gimana mau hilang sediaan?
Tiap hari lihat boneka anaknya,
terus apa namanya? statusnya anaknya,
wallpaper HP-nya juga anaknya ya enggak
bisa hilang kalau begitu ya. Sehingga
dia menjebak dirinya untuk bersedih
terus-menerus.
Dan itu tidak boleh seperti itu. Gak
boleh kita bersedih 3 hari setelah itu
ya kita berusaha sabar kalau datang.
Tapi kita menyengaja menjebak diri kita
untuk bersedih, mengingat itu enggak
boleh. Ya, makanya Allah mengatakan ee
apa namanya dalam Al-Qur'an hazan jangan
sedih, jangan sedih banyak. Ya, intinya
ketika Abu Thalhah datang maka dia
bilang, "E, gimana anak kita lebih
tenang?" Akhirnya dia kasih makan
sehingga hilang. Kemudian dia berhias
sehingga suaminya pun berhasrat akhirnya
menggaulinya. Setelah selesai sudah
makan, hasrat syahwatnya pun sudah
disalurkan. Maka Ummu Sulaim baru
berbicara, "Wahai Abu Thalha, wahai
suamiku, menurutmu kalau ada orang
menjamin kita suatu barang terus kita
pakai,
suatu saat barang itu diambil lagi sama
dia, kita kasih kembali enggak?" Kata
Abu Thalib, "Kasihlah itu barang dia."
"Nah, anakmu adalah titipan dari Allah."
Ah, di situ Abu Thulha marah. "Kenapa
enggak bilang?"
"Mah, saya Subhanallah, ada perempuan
luar biasa malah apa? Mensabarkan
suaminya." Biasanya suaminya yang
sabarin apa? Istrinya ini istrinya kara
tangguh dalam menghadapi ujian-ujian
hidup ya. Jadi kalau berat makanya
kalau teori sih mudah ya, tetapi kalau
begitu kita yang mengalami ya berat ya.
Tapi makanya kalau kita terkena musibah
langsung jangan ngomong yang lain
langsung bilang apa? Inn lillahi wa inna
ilaihi rojiun. Alhamdulillah kullial.
Ngomong itu berulang-ulang agar kita
tahu bahwasanya kita ini milik Allah dan
Allah akan ambil kita kapan saja. Mau
rumah kita diambil, mau harta kita mau
diambil, anak kita, istri kita, suami
kita dan kita bilang alhamdulillah alal
segala puji pasti yang Allah takdirkan
itu yang terbaik bagi kita, bagi anak
kita. Kita anak sudah besar belum tentu
kita belum bisa kita rawat
fitnah di mana-mana ya belum. Oleh
karenanya kalau ada yang yang kita
cintai diambil Allah, kita bilang inn
lillahi wa inna ilaihi rojiun.
Alhamdulillah kul.
Ya, itu yang saya juga hibur diri ketika
ibu saya juga meninggal bertahun-tahun
lebih dari 10 tahun mungkin kena gula.
Saya bilang alhamdulillah meninggal pas
COVID insyaallah yang terbaik.
Sedih-sedih tapi ya kita bilang
alhamdulillah al kuli ha.
Allah yang pilihkan yang terbaik.
Segala puji
atas bagi Allah atas segala kondisi.
Tentunya ucapan ini dalam segala
musibah. Musibah apapun bukan hanya
kehilangan orang tercinta. musibah
apapun ya
musibah apapun kita meng alhamdulillah
la kulihal ini hidup kita ini tidak ada
tanpa musibah semuanya kena musibah
semakin dicintai oleh Allah semakin
banyak musibahnya
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam
innallaha idza ahaba quuman ibtalahum
kalau Allah sudah mencipta satu kaum
Allah akan uji dia mereka makanya orang
yang paling banyak ujiannya para nabi
dan para salihin
cuma ada orang-orang saleh kalau diuji
enggak bunyi
sebag Pengin orang sedikit diuji sedikit
bikin status itu masalahnya
bikin status ganti wallpaper apalah ya
uji besar tenang aja karena dia
kembalikan semua kepada Allah dia tahu
itu konsekuensi cinta Allah kepada
hamb-Nya orang-orang yang dicintai Allah
pasti diuji
TB yang ketiga tadi jadi kalau orang
diuji dengan kehilangan anak dia
mengucapkan alhamdulillah kulihal inna
ilaihi rajiun maka dia akan bangunkan
Sebagainya istana dengan istana spesial
namanya Baitul Hamdi, istana pujian.
Untuk mengenang apa? Bagaimana dia ini
di saat yang sulit dia tetap memuji
Allah subhanahu wa taala.
Kemudian juga di antara
amal saleh yang juga bisa
menyebabkan seorang mendapat isah yang
di surga ya
doa masuk pasar ini pun khilaf di dalam
para ulama tentang hadisnya sahih atau
tidak. Namun Syekh Albani menghasankan
sebaihaifkan tapi kita bacakan aja.
Rasulullah berkata kepada eh manakala su
siapa yang masuk pasar faqala pasar tuh
banyak ya ada pasar rakyat mall pasar
atau bukan
pasar ya di pasar banyak setan enggak
banyak ya
makhluk gelap eh makhluk halus sama
makhluk enggak halus ya banyak setan ya
maka faqala dia masuk pasar kemudian dia
berdoa lailahaillallah wahdahu la
syarikalah lahul mulku Walahul hamdu
yuhyi wa yumitu wahua hayyun la yamut.
Ada tambahin aja. Lailahaillallah
syarik. Kita sudah hafal kan laillah
syarika lahu mulk hamdu yuhyi wa yumit.
Ada tambah wahua hayyun la yamut
biyadihil khair. Wahua hayyun la yamut
biadil khair. Wahua ala kulliin qodir.
Kataballahu dia kalau baca doa tersebut
kataballahu lahu alfa alfa hasanatin wu
alfa alfaah. Maka Allah akan catat bagi
dia sejuta kebaikan dan Allah hapus
darinya sejuta keburukan.
alfa darajah dan Allah angkat sejuta
derajat wahuitan jannah dan Allah
bangunkan baginya istana di surga. Saya
katakan tadi hadis ini ada ada khilaf
para ulama tapi gak ada salahnya kita
membaca hadis ini karena sebagian ulama
menghasankan. Coba dihafal doanya ada
tambahan tadi. Wahua hayyun la yamut
biyadihil khair. Ya. Wahua hayyun la
yamut biyadihi alkhair. Coba
lailahaillallah
wahdahu la syarikalah.
Lahul hamdu
lahul mulku walahul hamdu
yuhyi waumit. Nah, di sini ada tambahan.
Wahua hayyun la yamut. Wahua hayyun la
yamut biyadihil khair. Baru wahua ala
kulliin qadir. Ada tambahan itu aja.
Karena kita biasanya kita hafal la ilaha
la syarika lahu mulk wam hamdu wahua
kulli qadir. Ada tambahan di tengahnya.
La ilahaillallah wahdahu la syarikalah
lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa
yumitu wahua hayyun la yamut biyadihil
khair wahua ala kulliin qodir.
Nah, ini ibu-ibu penting ini karena
ibu-ibu sering ke pasar.
Sering ke pasar ya.
Yang kelima, di antara amalan yang
mungkin menjadikan seorang bisa dapat
isan di surga adalah menutupi kalau ada
celah dalam saf. Rasul sahu al wasallam
bersabda, "Man sadda furjatan lahu
baitan fil jannah war darajah." Siapa
yang menutupi
longgar atau apa ada celah dalam saf,
maka Allah akan bangun-bangun bagi dia
istana di surga dan Allah angkat
derajatnya.
Orang bilang, "Ya, Ustaz, gampang
sekali. Terserah Allah lah, enggak usah
protes. Allah mau kasih istana.
Surga itu sangat luas. Surga sangat
luas. Allah bikin istana besar, istana
kecil, terserah Allah Subhanahu wa
taala. Penting ada amal kita kerjakan.
Jadi kalau kita lagi saf, terutama
bapak-bapak lagi saf ada saf kosong,
kita
suruh minggir dikit-dikit baru kita
masuk di di tengah." Ya, tapi kalau
sudah sempit jangan paksa ya.
Saya masih ingat kalau di Masjid Nabawi
semua orang pengin di saf pertama
ya kadang-kadang ya mungkin masih masuk
terkadang dia sudah badan besar dia
gini-gini iya
lubangnya sudah kecil akhirnya salat
susah akhirnya salat kita jadi begini
semua kalau dia kurus gini dia masuk
gitu tapi dia sudah badan besar cuma
tangannya gini tapi ini lebarnya tetap
aja jadi
kadang-kadang rebutan kalau ingat
rebutan saf pertama luar biasa ya saya
pernah nunggu saf kedua saf kedua saf
pertama saya lagi nunggu Nunggu orangnya
mau keluar nih. Begitu dia keluar, saya
mau masuk. Tahu-tahu ada yang ngelempar
sorban.
Waduh. Ya sudahlah.
Iya. Ya, artinya kalau ada ada celah
masuk, tapi kalau sudah sempit jangan
mak jangan maksa. Ini mengganggu orang
namanya. Orang tidak jadi khusyuk ya.
Tapi kalau memang longgar api sebanyak
longgarnya ya. Insyaallah. Tapi jangan
maksa. Artinya yang wajar ya kita dengan
halus ee tolong ke kanan dikit kiri
dikit kita masuk.
bangunkan istana di surga.
Tentu saf ibu-ibu juga kalau lagi salat
berusaha dirapikan ya karena Allah
subhanahu wa taala. Linu
baina aidi ikhwanikum wujan.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Lembutlah di tangan-tangan saudara
kalian itu. Kalau dia mau masuk silakan
ya. Kalau dia mau masuk silakan. Jangan
biarkan celah buat apa? Setan." Dan
Allah mengatakan tafsahuahum
buka tempat Allah akan kasih kelonggaran
bagimu.
Yaahu
apa kalau kalian beri beri kelapangan
yafsahillahuakum maka Allah akan berikan
kelapangan bagi kalian. Di antara kata
para ulama majelis ilmu kalau ada orang
masuk masih bisa kasih longgar kita
masukkan.
Demikian juga kalau kita hari salat
Jumat padat terus masih ada longgar,
kita berusaha eh sini sini panggil
insyaallah kita dapat pahala. Kita
membantu dia juga untuk menutup apa?
Cela dan kita akan diberi kelapangan
hati. Orang seperti itu hatinya lapang
dia. Eh silaksilakang berarti dia sayang
sama kaum muslimin. Dia merelakan
mungkin agak sempit sedikit demi kaum
muslimin. Ya hatinya lapang. N kalau
sudah lapang bukan cuma di hatinya aja.
Nanti Allah lapangkan di kuburan, Allah
lapangkan di akhirat.
Tapi coba ada orang mau masuk langsung
dia buka kakinya.
Kok masuk enggak jadi. Tadi dilonggar
coba masuk dia enggak mau dia buka
kakinya. Waduh ini gimana ini? Allah
sempitkan hatinya langsung ketika itu
langsung berubah hatinya sempit
karena dia dia pikir masjid-masjid
bapaknya.
Kalau kadang-kadang orang bikin
sajadah yang gede-gede itu enggak boleh
orang injak sajadah dia. Ini
kadang-kadang enggak boleh seperti ini.
Sadnya ya saja seukuran okelah. Tapi
sadanya gede terus dia ini di arah
kekuasaan saya. Enggak boleh enggak
boleh ya. Ya. Akhirnya saf jadi
lubang-lubang jadi bolong-bolong.
Janganlah saf berusaha untuk rapat. Jadi
maksudnya kita berusaha kalau ada lubang
kita masuk. Kalau kita merasa lubang
kita panggil orang.
orang membantu dia untuk apa? Bisa
menutupi celah tersebut. Semoga kita
juga dapat pahala. Kita cari pahala
dalam segala cara. Kesempatan apapun ada
pahala kita berusaha dapat pahala.
Jangan meremehkan kebaikan sedikit pun.
Walau ak meskipun hanya tersenyum ketika
ketemu saudara. Jangan remehkan ya. Kita
hidup terbatas, kesempatan beramal juga
terbatas. Waktu untuk dunia terlalu
banyak. Untuk baca berita yang tidak ada
fing terlalu banyak.
sehingga kalau ada kesempatan berpahala
kita lakukan.
Kemudian yang berikutnya almwadabah ala
asunan rawatib. Di antara
ee di antara amal saleh yang bisa kita
lakukan keseharian adalah
kontinue dalam salat sunah sunah
rawatib.
Dari Ummu Habibah, Ummi Habibah Ramlah
binti Abu Sufyan istri Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Beliau meriwayatkan
dari Nabi sallallahu alaihi wasallam.
jannah atauun jannah. Hadis riwayat
Muslim.
Siapa yang salat sehari semalam 12
rakaat, Allah akan bangunkan baginya di
istana di surga. Subhanallah. Siapa yang
salat 12 rakaat sehari semalam, yaitu
selain salat fardu, Allah bangunkan bagi
isnya di surga. Tiib. 12 rakaat itu apa?
empat rakaat sebelum su sebelum zuhur.
Empat rakaat sebelum zuhur, dua rakaat
setelah zuhur, dua rakaat setelah
magrib, dua rakaat setelah isya, dua
rakaat sebelum su subuh. 12 ya saya
ulangi dari zuhur 4 rakaat sebelum
zuhur, dua rakaat setelah zuhur, dua
rakaat setelah magrib, dua rakaat
setelah isya, dua rakaat sebelum subuh.
Kata Ummu Habibah, "Ma tarokunna mzuunna
minan Nabi sallallahu alaihi wasallam."
Kata Ummu Habibah, istri Nabi, "Sejak
saya dengar Nabi pernah nyampaikan hadis
ini, saya tidak pernah meninggalkan 12
rakaat."
Dan saya sering sampaikan masalah salat
rawatib ini yang lebih mudah
meninggalkan adalah para wanita. Beda
kalau laki-laki ke masjid, mereka
terkondisikan. Mereka datang azan, maka
mereka salat qobliah. Habis salat mereka
ba'diyah. Terkondisikan karena semua
orang juga salat. Tapi ibu-ibu yang
tidak terkondisikan.
Ya, nanti salat cuma salat fardunya aja
ya. Itu pun kalau salat zuhur menjelang
asar,
salat asar menjelang magrib, salat
magrib menjelang isya, salat Isya
menjelang apa? Subuh.
Sehingga tidak sempat qabliah, tidak
sempat apa? Ba'diah. Padahal hadis yang
meriwayatkan tentang salat 12 rakaat ini
seorang wanita Ummu Habibah. Dan dia
mengatakan, "Saya semenjak dengar ini
dari Nabi sallallahu alaihi wasallam,
saya tidak pernah meninggalkannya."
Kemudian perawi setelahnya kalau enggak
salah namanya Ambasah, tabiin. Dia
berkata, "Saya pun tidak pernah
meninggalkan 12 rakaat semenjak saya
mendengar dari Ummu Habibah." Terus
perawi lagi setelah kalau enggak salah
namanya Amr bin Aus. Dia mengatakan,
"Saya pun tidak pernah meninggalkan
12 rakaat semenjak saya mendengar dari
ambasah." Perawi setelahnya kalau enggak
salah namanya Nu'man bin Salim dia
mengatakan, "Saya pun tidak pernah
meninggalkan 12 rakaat semenjak saya
mendengar dari Amr bin A."
Jadi ini silsilah hadis ini diriwayatkan
dan yang meriwayatkan tidak pernah
meninggal 12 rakaat. Apa ustaznya kita
kita sibuk apa kita enggak ada yang
sibuk. Kita sok sibuk doang ya. K bilang
sok sibuk kalau waktunya nonton berita
sampai berjam-jam bisa. Salat dua rakaat
enggak bisa. Tapi kalau baca berita
ijazah ijazah waktu cukup panjang. Tapi
kalau salat dua rakaat enggak bisa.
Enggak. Sebenarnya kita enggak ada
alasan. Waktu ada.
itu ada
tinggal mau atau tidak
khilaf di kalangan para ulama apa setiap
kita salat 12 rakaat Allah bangunkan
istana atau harus kontinu karena zahir
dari hadis Ummu Habibah mengatakan siapa
yang salat sehari semalam 12 rakaat
tanpa ada isyarat harus berkes
kesinambungan artinya setiap hari kalau
kita 12 rakaat dapat istana baru setiap
dapat istana baru. Istana semakin megah,
semakin megah, semakin megah. Sehingga
satu hari jangan sampai lewat 12 rakaat.
Ini ada pendapat seperti itu. Jadi
setiap kita salat 12 rakaat, Allah
bangunkan lagi istana lagi. Setiap 12
rakaat besok lagi bangunkan lagi istana.
Kalau kita terbiasa ketika kita safar
kita enggak salat qbliah ba'diyah
kecuali qabliah fajar. Tetap kita dapat
pahala. Karena Allah mencatat pahala
seorang musafir seperti kebiasaannya
ketika tidak sa safar. Hidup cuma
sebentar. Pengin beramal saleh semampu
kita.
Ya, pendapat lain mengatakan harus
kontinue. Hadis kontinue. Kenapa? Dan
dalam hadis yang lain dari Aisyah
radhiallahu anha rasul sahu al wasam
berkata
rakah min eh minasana banallahu lahu
atau minasunah banallahu lahu baitan fil
jannah. Siapa yang bersabar itu kontinue
dalam salat 12 rakaat salat sunah Allah
bangunkan baginya istana di surga. Ini
riwayat Aisyah menunjukkan harus
kontinue. Tapi riwayat Ummu Habibah
menunjukkan tidak. Karena Rasulullah
mengatakan fi yaumin wailah dalam satu
satu hari. Wallahu alam bawab. Intinya
seorang berusaha kontinue tidak
meninggalkan
12 rakaat sehari semalam sebisa mungkin.
Ya, oleh karenanya salat ee rawatib ini
bisa diqada. Bisa diqada. Seorang tidak
sempat salat qabliah, dia salat nanti
setelah salat ba'diyah boleh, setelah
salat zuhur boleh.
Boleh diqada. Ya, bahkan Rasul sahu
alaihi wasallam pernah mengqada salat
ba'diyah zuhur setelah salat asar.
Rasulullah pernah salat badda zuhur ada
tamu. Rasulullah tidak sempat. Sehingga
akhir masuk asar Rasulullah salat asar.
Habis asar Rasulullah salat dua rakaat
lagi qada salat ba'diyah yang tidak
sempat beliau kerjakan. Menjah Rasulull
sahu alaihi wasallam perhatian terhadap
salat salat ini ya.
Ya, semampu kitalah. Mungkin semua orang
sibuk dan sok sibuk ya insyaallah ada
waktu kita salat ya masalah kebiasaan
aja masalah kebiasaan
tayib.
Dan saya suruh perhatian terhadap salat
sunah. Karena Rasulullah mengatakan
awalu mau bihil abdu min amal salat.
Yang pertama kali nanti kita dihisab
adalah salat. Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam.
Kalau dia ternyata salatnya baik, maka
dia selamat.
Kalau rusak
maka dia akan merugi. Dalam riwayat yang
lain
kalau salatnya baik yang amal lain juga
baik.
Wa fasudat. Kalau salatnya buruk yang
lain juga buruk. Ini menunjukkan
barometer parameter itu salat. Allah
lihat dulu. Nah, Allah suruh malaikat
cek bagaimana salat hamba ini ya. Dan
tidak ada salat kita yang sempurna. Kita
salat pasti melamun ke sana, mikir ke
sana, mikir ke sini. Maka di antara cara
untuk menambal kekurangan tersebut,
Allah bertanya kepada malaikat, "Hal
abdi minin?" Coba cek hambaku punya
salat sunah enggak? Punya, ya Allah,
tambal kekurangannya. Jadi, di antara
fungsi salat rawatib ini menambal
kekurangan salat fardu fardu kita.
Oleh karenanya
jangan disepelekkan. Jangan sebisa
mungkin kita salat. Ini namanya kita
manusia ada malasnya ya. Tapi sebisa
mungkin kita salat. Apa susahnya dua
rakaat? Apa susahnya? Enggak ada cuma 3
menit 2 menit bismillah salat.
Baik. Disebut dalam riwayat ee
disebutkan oleh Ibnu Rajab al-Hambali
dalam kitabnya Ahwalul Kubur. Ada
seorang ulama salaf. Dia ke kuburan
kemudian dia ngantar seorang meninggal
dunia. dia kuburkan setu dia pulang dia
salat sedikit salat cepat-cepat mungkin
ada keperluan dia salatnya santai tidak
tidak serius kurang serius terus dia
tidur dia mimpi. Di mimpi dia ketemu
dengan penghuni kubur tadi. Penghuni
kubur tadi bilang fulan tadi kau salat
enggak serius ya?
Iya enggak serius.
Kalau saya bisa hidup saya pengin salat
seperti engkau. Meskipun tidak serius
yang penting bisa sa salat.
Maksudnya jangan malas. Kita salat-salat
aja loh. Masalah khusyuk ya kita
usahakan. Tapi kita enggak bisa jamin
kita khusyuk. Yang penting jangan ma
jangan maas. Mumpung kita masih bisa
salat.
Salat aja ya.
Salat aja. Bismillah. Allahu Akbar. Ya
berusaha khusyuk. Cuma kita ya namanya
kita gimana mau khusyuknya tapi kita
berusaha. Kata dia dua rakaat yang kuk
kerjakan seadanya itu lebih saya cintai
daripada dunia dan seisinya. Kalau saya
bisa hidup saya akan salat meskipun dua
rakaat yang kurang baik tadi.
Apalagi kalau dua rakaat yang in indah.
Ya masih hidup kita mau apa saja bisa.
Ya, makanya semangatin diri ya.
Semangatin diri.
Nah, ini pentingnya ibu-ibu semangatin
bapak-bapak. Mas, sudah salat rawatib
belum?
Cuma karena ibunya juga enggak salat,
dia juga enggak tegur.
Sama-sama enggak salat. Harusnya saling
menegur. Eh, sudah salat belum? Ayo
salat dulu. Eh, mau istana di surga
enggak? Istana gini bentar lagi hancur
kita mati. Ya, mau istana gede-gede kita
mati duluan. Apa kata penyair? Lidu lil
maut wabnu lil kharab. Lahirlah kalian
menuju kematian. Bangunlah menuju pada
kehancuran. Ini bangun pasti hancur
suatu saat. Kalau enggak hancur bangunan
kita yang hancur di luar. Di luar ya gak
ada hidup yang kalaupun kita tidak mati
hidup susah umur 70, 80 90 sudah gak
bisa menikmati hidup lagi. Malah
merepotkan orang hidup dengan
kesengsaraan.
ya.
Di antara sebab ya,
di antara sebab dibangunkan Islam di
surga adalah meninggalkan perdebatan
meskipun dalam kebenaran. Dia enggak
pengin ribut.
Dalam hadis ya ada tiga di sini yaitu
amal tiga amal meninggalkan perdebatan
meskipun dia benar karena Allah.
meninggalkan dusta meskipun bercanda.
Yang ketiga, berusaha memiliki akhlak
yang baik. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Anaimunitin
jannah liman mirana muhiqan." Aku
menjamin istana di pinggiran surga bagi
orang yang meninggalkan perdebatan
meskipun dia yang benar. Ketika debat
dengan teman, tahu-tahu temannya angkat
suara sudahlah enggak usah dilanjutin.
Sudahah mungkin ada diskusi sama
pasangan, istri-istri, suami satu angkat
suara. Ud enggak usah dilanjutin.
Percuma
menang debat sama suami juga ngapain?
Menang debat lewat mak-mak juga ngapain.
Sudahlah
teman ketika bicara sudah tidak
terkontrol mulai diangkat suara ini
berarti sudah ada ego. Jangan
dilanjutin.
Kita kadang bicara dengan bisa dengan
kepala dingin, bisa tukar pikiran, bisa
ng oke lanjutin. Meskipun perdebatannya
sengit itu biasa kita lakukan. Tapi
kalau sudah angkat suara udah ah ini ini
udah ego udah jangan dilanjutkan karena
Allah bangunkan istana
maka tidak semua perdebatan kita layani.
Kalau perdebatannya positif menuju pada
hasil yang kita inginkan diskusi oke.
Kalau enggak jangan jangan dilanjutin
meskipun kita yang benar.
Karena manusia orang kalau sudah masuk
perdebatan dia menunjukkan dirinya dia
ego, dia harus jagoan, dia harus lebih
pintar. Kalau kalau dia kalah dia
seakan-akan harga dirinya jatuh. Maka di
situ egonya bermain. Kalau dia ego
bermain sudah pasti angkat suara dan
yang lain. Yang berikutnya meninggalkan
dusta meskipun bercanda. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Ana zaimun
bitti bibaitin
fi watatil jannah
liman tarakal
kadib
wainana mazihan." Dan aku menjamin
istana di tengah surga bagi yang
meninggalkan dusta. meskipun bercanda
gak boleh kita bercanda.
Maka Rasul Sallahu Alaihi Wasallam kalau
bercanda pun tanpa dus dusta. Seperti
ada seorang datang kepada Nabi, "Ya
Rasulullah, dia mau jihad. Ya
Rasulullah, saya minta tunggangan. Saya
enggak punya tunggangan. Mau jihad butuh
tunggangan." Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Inna hamiluka ala waladin
naqah." Kau punya tunggangan. Kalau gitu
kau pengin tunggangan. Kalau gitu saya
akan kasih kau angkutan berupa anak
unta. Kata dia, "Anak unta gimana mau
jalan perang pakai naik unta?
Kata dia Rasulullah, "Gimana anak unta?"
Kata Rasulullah, "Bukankah semua unta
pasti punya ibu?
Meskipun dia sudah gede, dia juga anak
unta." Maksudnya Rasulullah bercanda.
Jadi, ketika Nabi bilang in hamil aal
naq, saya akan kasih kau angkutan berupa
anak unta. Dia pikir anak unta masih
kecil. Bagaimana? Apa yang dilakukan
anak unta Rasulullah? Rasul semua unta
pasti punya ibu. Pasti juga anak
meskipun sudah gede. Rasulullah
bercanda.
Ini menunjukkan kalau bercanda kita
enggak boleh bohong ya. Enggak boleh
bohong.
Orang yang bercanda dengan kebohongan
tuh yang dia kurang kreatif dalam
bercanda sehingga bohong-bohong. Ya,
makanya hati-hati kalau bohong bercanda,
hati-hati. Jangan sampai jatuh apa prank
ya. Apa prank ya April M apa itu
ngeri-nger itu bercanda
bohong bikin takut-takut orang bikin e
itu gak boleh. Islam mengajarkan adab.
Bercanda tidak boleh bohong.
Tidak boleh bohong.
Saya pernah bercanda sama Ustaz Abu Saad
rahimahullah. Kebetulan ada keluarga
datang ke rumah
dia statusnya itu tante istri statusnya
derajatnya.
Saya bilang, "Ustaz, Abu Saad, ada tante
istri di rumah buka baju menari-nari di
ruang tamu.
Saya Ciranda kok bisa tante istri masih
umur 3 tahun.
Saya bercanda aja, dia pikir tante
betulan.
Tapi apa statusnya apa tante." Cuma dia
umurnya masih apa? Kecil.
Sakit apa gila, Ustaz? Enggak. Masih
umur 3 tahun, Ustaz. buka baju dari nari
di
ingat tadi apa namanya
Tib. Jadi jangan jangan bercanda mesti
bikin lucu jangan bercanda ya. Jangan
bohong bikin lucu jangan bohong ya. Ya
tadi begini mengarang-ngarang cerita
sehingga semakin menarik gak boleh
cerita yang ada. Kalau enggak gak boleh
ditambah-tambahin. Enggak boleh
ditambah-tambahin. Dibuat narasi
seakan-akan lucu sekali. Indah enggak
boleh. Itu namanya bohong. meskipun
tujuannya baik untuk bercanda boleh ya.
Bahkan ada ancaman khusus orang
berbohong untuk membuat orang tertawa.
Ya Rasulullah mengatakan, "Wailun liman
kadaba,
wailun liman haddasa fayakbuil
wailun
wailun lahu." Celaka bagi orang yang
berbicara kepada orang lain kemudian dia
berdosa supaya buat mereka tertawa.
Celaka baginya. Celaka baginya. Dia
niatnya baik bikin orang tertawa tapi
dia bohong. Kata Nabi, "Celaka, celaka,
celaka."
Apalagi orang menjadikan ini sebagai apa
namanya? Ee sumber mata pencahariannya
dengan bohong kemudian buat candaan.
Maka gak boleh.
Yang berikutnya orang yang membaguskan
akhlaknya.
Kata
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam,
"Ana zaimun bibaitin fial jannah liman
hasan khuluqahu." Aku menjamin istana di
bagian atas surga bagi orang yang
perindah akhlaknya. Dalam riwayat liman
hasuna khuluk bagi orang akhlaknya baik
atau yang perindah akhlaknya. Ini dalil
bahwasanya akhlak itu bisa diusahakan.
Maka seorang silakan dia ngecek dirinya.
Kalau ada kekurangan akhlaknya, dia
berusaha perbaiki. Tapi kalau dia tidak
ngecek, dia merasa dirinya selalu
sempurna. Dan sangat penting bagi dia
untuk bertanya kepada kawannya yang
nasih, yang baik untuk menegur dia,
"Saya ada kekurangan apa? Tolong dikasih
tahu." Karena teman yang baik adalah
teman yang tahu kekurangan kita. Lantas
dia nasihati kita. Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Almukmin miratun
liakhihi." Bahwasanya seorang mukmin
adalah cermin bagi saudaranya. Apa
maksudnya cermin bagi saudaranya? Kita
enggak bisa lihat ada aib di wajah kita
kecuali kita bercermin. Nah, teman kita,
saudara kita seperti cermin sehingga apa
yang tidak bisa kita lihat dari aib
kita, dia bisa lihat. Maka kita harus
membuka diri siap untuk dinasihati.
Itu akhlak yang mulia. Sip nasih
sehingga kalau nasihati kita terima ya
kita terima. Nah, agar kita bisa
memperbaiki diri diri kita kan tidak ada
yang sempurna. Akhlak kita ada yang
pelit, ada yang medit ya, ada yang
bakhil sama aja semua ya. Pelit, medit,
bakhil sama semua.
Ada yang temperamental, ada yang
sombong, ada yang angkuh, ada yang
mungkin mubadir, ada yang israf
berlebih-lebihan dalam kehidupan. Ini
nasihati. Ada teman nasihati, "Ya sudah
kayaknya ini berlebihan enggak baik ini
bisa menimbulkan kesombongan." Ini
dengar aja nasihat kita terima nasihat.
Tapi kalau teman kita gak mau nasihati,
"Wah, nanti ribut sama dia, ini teman
enggak baik. Dia mau senang-senang aja
dengan kita, dia tidak mau nasihati
kita." Ya, saya punya kawan orang Arab,
punya bos orang Asia.
Bosnya ini kalau tanya gimana saya ada
kekurangan enggak, teman-teman? Bagus,
bagus, Bos. Bagus, Bos. Teman saya
enggak. Satu saat teman saya, teman
dua-dua teman saya satunya salah. Teman
saya orang Arab tegur. Katanya kata dia,
"Bos, ente enggak benar. Ente ada salah
begini-begini. Saya tahu saya pegawai,
saya pegawai antum. Antum mau
berhentikan saya terserah." Tapi itu
begini begini begini. Saya niat karena
Allah. maksudnya bagus. Jadi tidak pekew
untuk nyampaikan meskipun bosnya sini,
meskipun ada kemungkinan dia bakalan di
berhentikan tapi akhirnya malah
disayang. Disayang sama teman saya
satunya itu. Teman-teman yang lain
enggak ada semuanya. Bos oke bos.
Tukang hore semua penggembira bos
janganlah.
Iya. Jadi kalau kita tahu ada akhlak
kita kurang baik dengan kita mengecek
diri sendiri saya kok begini ya atau ada
yang menginformasikan maka kita
berusaha. Kalau kita berusaha perbaiki
akhlak kita, maka kita dapat istana di
atas surga lebih daripada yang sebelum
yang sebelumnya. Coba aku menjamin
istana di pinggiran surga bagi orang
yang mengalah dalam perdebatan meskipun
dia yang benar. Ini dapat pinggiran
surga, istana pinggiran surga. Yang
kedua, aku jamin istana di tengah surga
bagi orang yang meninggalkan dusta
meskipun berc bercandi. Lebih afdal
lagi, aku jamin istana di bagian atas
surga bagi orang yang memperindah
akhlaknya. Jadi akhlak bisa diusahakan.
Rasulullah mengatakan, "Innamal hilmu b
tahallum." Sesungguhnya orang itu pemaaf
tidak cepat karena dengan belajar
berusaha. Kata Rasul sahu alaihi
wasallam, "Wamanasabbar yusbirhullah."
Siapa yang latih diri untuk bersabar dia
akan jadi penyabar. Manusia misal orang
yang pelit berusaha untuk dermawan, bisa
jadi dermawan bisa ya karena akhlak itu
bisa diusahakan. Dan siapa yang bisa
memperbaiki akhlaknya diang isnya
baginya di surga.
Tayib. Ini mungkin ee beberapa amal
saleh yang mungkin bisa kita lakukan
sesuai dengan apa yang Allah mudahkan
bagi kita dan semoga kita semua
dibangunkan istana di surga oleh Allah
Subhanahu wa taala. Demikian saja apa
yang saya sampaikan.
Saya mohon maaf. Wabillahi taufik
hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.