Midterm Election 2026: Tahun ‘BERDARAH’ atau Peluang Emas Terbesar Dekade Ini?
jKQE9RLxXGk • 2026-01-13
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Koreksi September Oktober pada meem election justru memberikan peluang buyat penting. Sahabat Akelan yang saya kasihi, ada satu pola berulang atau cycle dan oleh penemunya namanya Jeffre Hirs Sen disebut sebagai Four Year Presidential Election Cycle. Di Amerika itu ada dua pemilu, yakni pemilu untuk memilih presiden dan wakil presiden atau disebut presidential election. Dan ini dilakukan tiap 4 tahun sekali. Dan dengan demikian tahun pada saat pemilu itu diselenggarakan dikenal dengan sebutan presidential election year. 1 tahun sebelumnya disebut pre-election year dan 1 tahun sesudahnya disebut sebagai post election year. Selanjutnya 2 tahun sesudah presidential election year disebut sebagai midterm election year, yakni tahun di mana Amerika menyelenggarakan pemilu untuk memilih seluruh anggota House of Representatives, sepertiga anggota senat dan gubernur di sebagian besar negara bagian di Amerika, parlemen negara bagian, dan pejabat lokal. Dalam video ini saya tidak akan bahas detail peta politik yang sedang berlangsung di Amerika karena pembahasan mengenai ini butuh satu video tersendiri lagi. Begitu juga saya tidak akan bahas tentang Operation Absolute Resolve yang diluncurkan Trump untuk menangkap Maduro dan istrinya karena bahas ini dalam hubungannya dengan doktrine Monroe serta penangkapan lima kapal tanker Rusia yang bergerak dalam shadow fleet serta kaitannya dengan revolusi masa yang tengah berlangsung dan memuncak di Iran saat ini. Itu juga butuh pembahasan tersendiri. Harap dipahami channel Akela ini adalah channel trading dan investasi, bukan channel geopolitik. Dan saya rasa juga sudah ada banyak channel-channel lain yang jauh lebih pakar urusan geopolitik ketimbang Akela. Nah, sekarang ayo kembali fokus ke data. Jadi dalam siklus 4 tahunan US Presidential Election ada 4 tahun yang berulang. yakni yang pertama US Presidential Election Year, yakni tahun diselenggarakannya Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Yang kedua adalah post election year setahun sesudah presidential election. Yang ketiga adalah midterm election year 2 tahun sesudah presidential election year. Dan yang keempat adalah pre-election year, yakni setahun sebelum presidential election year. Berdasarkan riset Jeffrey HS secara statistik preelection year ini menduduki peringkat pertama yakni tahun yang paling konsisten bullish. Kemudian peringkat kedua diduduki oleh election year. Peringkat ketiganya itu adalah post election year. Dan peringkat yang terakhir diduduki oleh midterm election year. ini adalah tahun yang paling sering terjadi koreksi atau bahkan bare market. Berhubung sentimen yang terjadi di bursa Amerika ini seringki mempengaruhi bursa saham lain di dunia, maka di Bursa Efek Indonesia ini muncul fenomena setiap kali ada Piala Dunia sepak bola, IHSG sering crash. Sahabat Akela ini bukan karena big boys atau investor besar pada mengalihkan duitnya buat taruhan bola. ya. Namun lebih tepatnya karena event Piala Dunia sepak bola itu selalu jatuh pada midterm election year dan midterm election year seringkiali terjadi koreksi tajam hingga by market sehingga efek negatif tersebut itu juga berimbas ke IHSG. Kita tahu US Presidential Election Ye yang lalu itu berlangsung tahun 2024. Dengan demikian tahun 2023 adalah pre-election year dan 2025 adalah post election year. Dan dengan demikian tahun 2026 ini adalah midterm election year. Sebagaimana saya jelaskan tadi bahwa midterm election year biar gampang ingat itu adalah tahun di mana diselenggarakannya Piala Dunia sepak bola di mana tahun ini Amerika dan Meksiko itu jadi tuan rumahnya. Dan berikut ini adalah klasifikasi grupnya. Dan jangan lupa di samping Messi, Mbappe, dan Ronaldo ada banyak sekali bintang baru yang bersinar seperti Lamin Yamal yang memperkuat tim Spanyol dan Muhammad Salah yang memperkuat tim Mesir. Eh, tapi tunggu. Perasaan ini video mau bahas market analisis bukan ya? Kok jadi ngomong sepak bola? Oke oke. Kamera tolong cut cut cut cut. Oke, ayo kita lanjutin ya. Sahabat Akela yang saya kasihi. Di bulan September 2022 menjelang Q4 rally SNP 500 dan NASDAK di 2022 yang berlanjut ke 2023, saya mengunggah video di channel Akela Trading System ini dan menampilkan data statistik performa S&P 500 tiap midterm election year dan pre-election year sejak tahun 1950. Dan sekarang mari kita update tabel ini dengan data yang terbaru. Jadinya kayak gini, Sahabat Akela bisa lihat betapa kontrasnya. Ada 8 beish year di midem election year, 10 bullish year dan 1 sideways. Dengan demikian data ini menunjukkan ada 42% tahun beish pada midem election sejak tahun 1950 hingga sekarang. Sekarang bandingkan dengan preection year. Ada 17 bullish year, tidak pernah ada beish year dan dua sideways. Berarti ada 89% bullish year pada pre-election year sejak tahun 1950. Fenomena ini adalah hasil temuan Jeffrey Hirs yang kemudian dilanjutkan oleh anaknya Jeffre Hs Jr. Stock Trader Almanak. Dan berdasarkan stok trader aman tahun 2026, nampak jelas pola ciklikel S&P 500 sejak tahun 1950 hingga tahun 2024 adalah adanya pullback kecil di bulan Januari yang kemudian dilanjutkan rally hingga bulan April 2026. Kemudian terjadi pullback tajam hingga koreksi di bulan April hingga akhir Juni 2026. Ada upaya rebound antara periode Juli hingga Agustus. Namun kembali terjadi koreksi tajam lagi hingga awal Oktober. Akan tetapi harap diingat koreksi September Oktober pada Meem election justru memberikan peluang buyat penting. Karena jika pasar masih bergerak sesuai pola siklik ini di akhir koreksi September Oktober ini akan menjadi awal Q4 rally yang berlanjut hingga preeleection year sesudahnya berarti tahun 2027. Hal yang kurang lebih sama juga terjadi di bulan Oktober 2022 hingga tahun 2023. Bullish strong bullish bahkan berlanjut hingga election year tahun 2024. Indeks Dow Jones Industrial Leverage juga menunjukkan pola yang mirip. Namun Nasdaq sedikit berbeda. Sejak April hingga Oktober NASDAQ cenderung diwarnai koreksi. Namun sama di ujung koreksi tersebut kira-kira di bulan Oktober akan tercipta peluang buyensi mengawali Q4 rally dan berpeluang berlanjut hingga preelection year sesudahnya. Nah, sahabat Akela, semua ciklical charts ini sumbernya dari stock traders almanak edisi tahun 2026. Sahabat Akela bisa mencarinya di Amazon atau Amazon Kindle Shop atau jika ada subscribe Kindle Unlimited, maka Anda bisa mendapatkannya dengan harga nol alias gratis. Selain itu, Anda juga bisa langsung kunjungi website www.stocktradersalmanak.com stocktradersalmanak.com dan sebaiknya jangan cari di marketplace Tokopedia atau Shopee. Apalagi kalau di sana dijual dengan harga sekitar Rp26.140. Saya bisa pastikan itu maaf bajakan. By the way, Akela bukan afiliator atau dapat referal fee dari stock traders Almanak? Tidak sama sekali. Informasi ini sepenuhnya sebagai bentuk respek Akela kepada stock traders Almanak dan Jeffre Hirs yang men-sharingkan hasil research-nya untuk kita semua. Dan tentunya juga saya menghormati sahabat Akela semua masa disuruh nyari yang bajakan gitu ya. Nah, ada satu prinsip penting dalam menyikapi chart cyclical seperti yang diberikan Jeffre Hs dalam stock traders Almanak 2026 ini. Dan itu adalah abaikan magnitudonya ya, amplifikasinya ini besar kecil naik turunnya itu diabaikan. Ciklikel bukan berusaha memprediksi seberapa besar naik atau turunnya, melainkan berdasarkan data historis secara statistik kapan indeks tersebut rawan koreksi dan kapan indeks berpeluang mencapai titik terendahnya. Harap diingat juga bahwa kondisi makro fundamental 2026 sangat berbeda dengan 2022. Tahun 2022 diawali dengan kondisi inflasi Amerika yang sudah sangat tinggi akibat def terlambat menghentikan quantitatif easing-nya dan ini kemudian diperparah dengan cost push inflation akibat supply shock yang dipicu oleh invasi Putin ke Ukraina di tahun 2026. Sebagaimana sudah saya jelaskan dalam video bagian pertama, inflasi Amerika sudah turun hingga di bawah level 3% menuju level inflasi ideal, yakni di kisaran 2% year over year. Sahabat Akela yang ketinggalan videonya bisa menyimaknya di link yang ini. Beberapa orang kemudian bilang bahwa pada tahun 2022 memang ada invasi Putin ke Ukraina, tapi di tahun 2026 kan ada operasi militer Absolute Resolve yang menculik Maduro dan istrinya. Apakah ini tidak menimbulkan supply shock? Baik, ayo lihat charge ini. Ini adalah charge NX Light Sweet Crude Oil futures. Dan sebagaimana sahabat Akela bisa lihat, tidak ada lonjakan kenaikan harga crude oil yang signifikan pasca Operation Absolute Resolve tersebut. Bandingkan dengan pada saat terjadinya invasi Putin ke Ukraina, crude oil sempat membumbung naik hingga menembus level 100 dolar per barrel. Dan coba lihat apa yang terjadi pada harga crude oil pasca operation absolute resolve. Crude oil futures adem-adem aja. Hal ini juga sejalan dengan January 1 days rules yang secara statistik dari 48 tahun di mana 5 hari pertamanya di bulan Januari itu bullis. Jadi ada 48 tahun sejak tahun 1950 ya. Ada 48 tahun yang 5 hari pertama di bulan Januari itu bullish dan dari 48 tahun tersebut ada 40 tahun di mana SP 500 ditutup positif. Dengan demikian berdasarkan data ini ada 83,3% akurasi di mana ketika 5 hari pertama di bulan Januari bullis, SNP 500 juga berakhir positif di tahun tersebut. Jadi ada volatilitas tinggi, koreksi tajam yang menjadi ciri khas midterm election, namun masih tetap positif di akhir tahun. Nah, bagaimana dengan IHSG? Berhubung sejak hit titik bottom-nya di sekitar 5.883 di bulan April 2027, hingga sekarang ini IHSG rally dan mencapai level 8.936,75 atau naik sebanyak 51,9% dari titik bottom di bulan April 2025. Maka secara teknikal IHSG kini berada pada zone overboard. Dan dengan demikian jika indeks SNP 500 dan Dow Jones mengalami koreksi tajam apalagi crash, IASG juga berpotensi terkena sentimen negatif yang bisa memicu terjadinya gelombang profit taking. Namun lagi-lagi ini bukan berarti pasti harus trend reversal menjadi beish. Jika tahun 2022 diwarnai dengan upaya defent menaikkan suku bunga cepat-cepat guna menurunkan inflasi di tahun 2026 hal semacam ini tidak nampak. The FET justru berada dalam fase memangkas suku bunga ke level netral. Lagi-lagi ini sudah saya jelaskan dalam video bagian yang pertama. Oleh sebab itu, kendati pun volatilitas tinggi akan mewarnai 2026 sebagaimana ciri khas midem election. Namun ada peluang bahwa indeks saham tidak seberish seperti tahun 2022. Lantas bagaimana dengan Bitcoin dan gold? Jeffre Hs tidak memberikan cyclical study untuk Bitcoin maupun gold. Namun kita bisa memperoleh yang kita perlukan ini dari master sifu saya dan siapa lagi kalau bukan the legendary trader Larry Williams pencipta indikator Williams per R. Kemudian Commitment of Traders index atau COT index atau commitment of traders indicators. Dan masih banyak lagi indikator teknikal lainnya. Dia juga adalah satu-satunya legenda hidup CME World Cup Trading Champions yang memegang rekor 10.000 menjadi 1,2 juta US DO dalam setahun. Dan rekor ini belum ada yang memecahkan. Dalam Larry Williams Forecast 2026, Larry menunjukkan adanya 83% peluang Bitcoin mulai rally di bulan Maret hingga Juni 2026. Namun ini bukan berarti longterm bull market, bukan structural bull market karena itu tidak berasal dari cycle low besar melainkan lebih mirip b market rally sehingga ada peluang Bitcoin kembali terkoreksi pada periode Juni hingga Oktober sebelum kembali rally hingga akhir tahun dan selanjutnya. Yang berikutnya adalah gold. Berdasarkan cyclical study, Larry Williams melihat adanya 72% peluang gold rally sepanjang April hingga Juni ada di charge nomor 84. kemudian pullback tajam dan kembali memberikan peluang rally sejak pertengahan Juli. Namun ini bisa jadi the last rally atau terminal rally gold dan sesudahnya bisa masuk ke deep correction atau multiyear sideways. Cyclical study Bitcoin dan gold ini sumbernya dari hasil riset Larry Williams. By the way, saya juga bukan affiliatornya Larry Williams. Kendati pun saya adalah salah satu murid beliau. Namun sebagai bentuk respek saya terhadap Larry Williams, Anda bisa menemukan Larry Williams Forecast 2026 ini selengkapnya melalui website resmi Larry Williams, yakni www.irallyade.com. Nah, sahabat Akela, selanjutnya ada begitu banyak pertanyaan. Yang pertama berasal dari narasi ekonomi Amerika yang di ujung tanduk akibat fiskal defisit Amerika dan kegedean utang. Di mana utangnya yang kini sudah menembus 38,6 triliun US Do. Apakah Amerika bakal bangkrut karena kegedean utang dan enggak bisa bayar utangnya? Kemudian kemungkinan terjadinya resesi berdasarkan indicator some rules dan inverted yield curve juga buffet indicator yakni market value yang mencapai 230% rasio terhadap GDP mengindikasikan potensi terjadinya resesi. Oke, saya akan jelaskan semua ini secara mendetail dan sepenuhnya berdasarkan data dan fakta pada video bagian yang ketiga. Oleh karena itu, supaya Anda tidak ketinggalan videonya, pastikan Anda sudah subscribe di channel ini. Dan jika video ini bermanfaat untuk Anda, mohon dukungannya dengan klik tombol like-nya. Silakan share ke rekan-rekan Anda yang membutuhkan dan pastikan tombol alert-nya aktif supaya YouTube bisa memberikan notifikasi kepada Anda setiap kali Akela mengunggah video-video terbarunya. Khusus bagi sahabat Akela yang ingin diskusi mengenai portfolionya baik saham IHSG, S&P 500 ataupun NASDAQ juga berbagai komoditas seperti gold, crude oil hingga Bitcoin dan berbagai aset crypto lainnya. Silakan join Akela live streaming setiap Kamis pukul 19.30 WIB di channel ini. Saya Haris Suanda bersama dengan Hendra Martono Lim, pencipta timu quantitatif Trading System yang kita pakai di Akela siap hadir untuk melayani Anda semua. Akela Trading System solum secondum data veritas hanya berdasarkan data dan fakta. Semoga bermanfaat, sukses selalu dan sampai jumpa di video berikutnya. Bye bye.
Resume
Categories