Transcript
jKQE9RLxXGk • Midterm Election 2026: Tahun ‘BERDARAH’ atau Peluang Emas Terbesar Dekade Ini?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/AkelaTradingSystem/.shards/text-0001.zst#text/0297_jKQE9RLxXGk.txt
Kind: captions
Language: id
Koreksi September Oktober pada meem
election justru memberikan peluang buyat
penting.
Sahabat Akelan yang saya kasihi, ada
satu pola berulang atau cycle dan oleh
penemunya namanya Jeffre Hirs Sen
disebut sebagai Four Year Presidential
Election Cycle. Di Amerika itu ada dua
pemilu, yakni pemilu untuk memilih
presiden dan wakil presiden atau disebut
presidential election. Dan ini dilakukan
tiap 4 tahun sekali. Dan dengan demikian
tahun pada saat pemilu itu
diselenggarakan dikenal dengan sebutan
presidential election year. 1 tahun
sebelumnya disebut pre-election year dan
1 tahun sesudahnya disebut sebagai post
election year.
Selanjutnya 2 tahun sesudah presidential
election year disebut sebagai midterm
election year, yakni tahun di mana
Amerika menyelenggarakan pemilu untuk
memilih seluruh anggota House of
Representatives,
sepertiga anggota senat dan gubernur di
sebagian besar negara bagian di Amerika,
parlemen negara bagian, dan pejabat
lokal.
Dalam video ini saya tidak akan bahas
detail peta politik yang sedang
berlangsung di Amerika karena pembahasan
mengenai ini butuh satu video tersendiri
lagi. Begitu juga saya tidak akan bahas
tentang Operation Absolute Resolve yang
diluncurkan Trump untuk menangkap Maduro
dan istrinya karena bahas ini dalam
hubungannya dengan doktrine Monroe serta
penangkapan lima kapal tanker Rusia yang
bergerak dalam shadow fleet serta
kaitannya dengan revolusi masa yang
tengah berlangsung dan memuncak di Iran
saat ini. Itu juga butuh pembahasan
tersendiri. Harap dipahami channel Akela
ini adalah channel trading dan
investasi, bukan channel geopolitik.
Dan saya rasa juga sudah ada banyak
channel-channel lain yang jauh lebih
pakar urusan geopolitik ketimbang Akela.
Nah, sekarang ayo kembali fokus ke data.
Jadi dalam siklus 4 tahunan US
Presidential Election ada 4 tahun yang
berulang. yakni yang pertama US
Presidential Election Year, yakni tahun
diselenggarakannya Pemilu Presiden dan
Wakil Presiden. Yang kedua adalah post
election year setahun sesudah
presidential election. Yang ketiga
adalah midterm election year 2 tahun
sesudah presidential election year. Dan
yang keempat adalah pre-election year,
yakni setahun sebelum presidential
election year. Berdasarkan riset Jeffrey
HS secara statistik preelection year ini
menduduki peringkat pertama yakni tahun
yang paling konsisten bullish. Kemudian
peringkat kedua diduduki oleh election
year. Peringkat ketiganya itu adalah
post election year. Dan peringkat yang
terakhir diduduki oleh midterm election
year. ini adalah tahun yang paling
sering terjadi koreksi atau bahkan bare
market. Berhubung sentimen yang terjadi
di bursa Amerika ini seringki
mempengaruhi bursa saham lain di dunia,
maka di Bursa Efek Indonesia ini muncul
fenomena
setiap kali ada Piala Dunia sepak bola,
IHSG sering crash. Sahabat Akela ini
bukan karena big boys atau investor
besar pada mengalihkan duitnya buat
taruhan bola. ya. Namun lebih tepatnya
karena event Piala Dunia sepak bola itu
selalu jatuh pada midterm election year
dan midterm election year seringkiali
terjadi koreksi tajam hingga by market
sehingga efek negatif tersebut itu juga
berimbas ke IHSG. Kita tahu US
Presidential Election Ye yang lalu itu
berlangsung tahun 2024. Dengan demikian
tahun 2023 adalah pre-election year dan
2025 adalah post election year. Dan
dengan demikian tahun 2026 ini adalah
midterm election year. Sebagaimana saya
jelaskan tadi bahwa midterm election
year biar gampang ingat itu adalah tahun
di mana diselenggarakannya Piala Dunia
sepak bola di mana tahun ini Amerika dan
Meksiko itu jadi tuan rumahnya. Dan
berikut ini adalah klasifikasi grupnya.
Dan jangan lupa di samping Messi,
Mbappe, dan Ronaldo ada banyak sekali
bintang baru yang bersinar seperti Lamin
Yamal yang memperkuat tim Spanyol dan
Muhammad Salah yang memperkuat tim
Mesir. Eh, tapi tunggu. Perasaan ini
video mau bahas market analisis bukan
ya? Kok jadi ngomong sepak bola? Oke
oke. Kamera tolong cut cut cut cut.
Oke, ayo kita lanjutin ya. Sahabat Akela
yang saya kasihi. Di bulan September
2022 menjelang Q4 rally SNP 500 dan
NASDAK di 2022 yang berlanjut ke 2023,
saya mengunggah video di channel Akela
Trading System ini dan menampilkan data
statistik performa S&P 500 tiap midterm
election year dan pre-election year
sejak tahun 1950. Dan sekarang mari kita
update tabel ini dengan data yang
terbaru. Jadinya kayak gini, Sahabat
Akela bisa lihat betapa kontrasnya. Ada
8 beish year di midem election year, 10
bullish year dan 1 sideways. Dengan
demikian data ini menunjukkan ada 42%
tahun beish pada midem election sejak
tahun 1950 hingga sekarang. Sekarang
bandingkan dengan preection year. Ada 17
bullish year, tidak pernah ada beish
year dan dua sideways. Berarti ada 89%
bullish year pada pre-election year
sejak tahun 1950. Fenomena ini adalah
hasil temuan Jeffrey Hirs yang kemudian
dilanjutkan oleh anaknya Jeffre Hs Jr.
Stock Trader Almanak. Dan berdasarkan
stok trader aman tahun 2026, nampak
jelas pola ciklikel S&P 500 sejak tahun
1950 hingga tahun 2024 adalah adanya
pullback kecil di bulan Januari yang
kemudian dilanjutkan rally hingga bulan
April 2026. Kemudian terjadi pullback
tajam hingga koreksi di bulan April
hingga akhir Juni 2026.
Ada upaya rebound antara periode Juli
hingga Agustus. Namun kembali terjadi
koreksi tajam lagi hingga awal Oktober.
Akan tetapi harap diingat koreksi
September Oktober pada Meem election
justru memberikan peluang buyat
penting. Karena jika pasar masih
bergerak sesuai pola siklik ini di akhir
koreksi September Oktober ini akan
menjadi awal Q4 rally yang berlanjut
hingga preeleection year sesudahnya
berarti tahun 2027. Hal yang kurang
lebih sama juga terjadi di bulan Oktober
2022 hingga tahun 2023. Bullish strong
bullish bahkan berlanjut hingga election
year tahun 2024. Indeks Dow Jones
Industrial Leverage juga menunjukkan
pola yang mirip. Namun Nasdaq sedikit
berbeda. Sejak April hingga Oktober
NASDAQ cenderung diwarnai koreksi. Namun
sama di ujung koreksi tersebut kira-kira
di bulan Oktober akan tercipta peluang
buyensi
mengawali Q4 rally dan berpeluang
berlanjut hingga preelection year
sesudahnya.
Nah, sahabat Akela, semua ciklical
charts ini sumbernya dari stock traders
almanak edisi tahun 2026. Sahabat Akela
bisa mencarinya di Amazon atau Amazon
Kindle Shop atau jika ada subscribe
Kindle Unlimited, maka Anda bisa
mendapatkannya dengan harga nol alias
gratis. Selain itu, Anda juga bisa
langsung kunjungi website
www.stocktradersalmanak.com
stocktradersalmanak.com
dan sebaiknya jangan cari di marketplace
Tokopedia atau Shopee. Apalagi kalau di
sana dijual dengan harga sekitar
Rp26.140.
Saya bisa pastikan itu maaf bajakan.
By the way, Akela bukan afiliator atau
dapat referal fee dari stock traders
Almanak? Tidak sama sekali. Informasi
ini sepenuhnya sebagai bentuk respek
Akela kepada stock traders Almanak dan
Jeffre Hirs yang men-sharingkan hasil
research-nya untuk kita semua. Dan
tentunya juga saya menghormati sahabat
Akela semua masa disuruh nyari yang
bajakan gitu ya. Nah, ada satu prinsip
penting dalam menyikapi chart cyclical
seperti yang diberikan Jeffre Hs dalam
stock traders Almanak 2026 ini. Dan itu
adalah abaikan magnitudonya ya,
amplifikasinya ini besar kecil naik
turunnya itu diabaikan.
Ciklikel bukan berusaha memprediksi
seberapa besar naik atau turunnya,
melainkan berdasarkan data historis
secara statistik kapan indeks tersebut
rawan koreksi dan kapan indeks
berpeluang mencapai titik terendahnya.
Harap diingat juga bahwa kondisi makro
fundamental 2026 sangat berbeda dengan
2022. Tahun 2022 diawali dengan kondisi
inflasi Amerika yang sudah sangat tinggi
akibat def terlambat menghentikan
quantitatif easing-nya dan ini kemudian
diperparah dengan cost push inflation
akibat supply shock yang dipicu oleh
invasi Putin ke Ukraina di tahun 2026.
Sebagaimana sudah saya jelaskan dalam
video bagian pertama, inflasi Amerika
sudah turun hingga di bawah level 3%
menuju level inflasi ideal, yakni di
kisaran 2% year over year. Sahabat Akela
yang ketinggalan videonya bisa
menyimaknya di link yang ini. Beberapa
orang kemudian bilang bahwa pada tahun
2022 memang ada invasi Putin ke Ukraina,
tapi di tahun 2026 kan ada operasi
militer Absolute Resolve yang menculik
Maduro dan istrinya. Apakah ini tidak
menimbulkan supply shock?
Baik, ayo lihat charge ini. Ini adalah
charge NX Light Sweet Crude Oil futures.
Dan sebagaimana sahabat Akela bisa
lihat, tidak ada lonjakan kenaikan harga
crude oil yang signifikan pasca
Operation Absolute Resolve tersebut.
Bandingkan dengan pada saat terjadinya
invasi Putin ke Ukraina, crude oil
sempat membumbung naik hingga menembus
level 100 dolar per barrel. Dan coba
lihat apa yang terjadi pada harga crude
oil pasca operation absolute resolve.
Crude oil futures adem-adem aja.
Hal ini juga sejalan dengan January 1
days rules yang secara statistik dari 48
tahun di mana 5 hari pertamanya di bulan
Januari itu bullis. Jadi ada 48 tahun
sejak tahun 1950 ya. Ada 48 tahun yang 5
hari pertama di bulan Januari itu
bullish
dan dari 48 tahun tersebut ada 40 tahun
di mana SP 500 ditutup positif. Dengan
demikian berdasarkan data ini ada 83,3%
akurasi di mana ketika 5 hari pertama di
bulan Januari bullis, SNP 500 juga
berakhir positif di tahun tersebut. Jadi
ada volatilitas tinggi, koreksi tajam
yang menjadi ciri khas midterm election,
namun masih tetap positif di akhir
tahun. Nah, bagaimana dengan IHSG?
Berhubung sejak hit titik bottom-nya di
sekitar 5.883
di bulan April 2027, hingga sekarang ini
IHSG rally dan mencapai level 8.936,75
atau naik sebanyak 51,9%
dari titik bottom di bulan April 2025.
Maka secara teknikal IHSG kini berada
pada zone overboard. Dan dengan demikian
jika indeks SNP 500 dan Dow Jones
mengalami koreksi tajam apalagi crash,
IASG juga berpotensi terkena sentimen
negatif yang bisa memicu terjadinya
gelombang profit taking. Namun lagi-lagi
ini bukan berarti pasti harus trend
reversal menjadi beish. Jika tahun 2022
diwarnai dengan upaya defent menaikkan
suku bunga cepat-cepat guna menurunkan
inflasi di tahun 2026 hal semacam ini
tidak nampak. The FET justru berada
dalam fase memangkas suku bunga ke level
netral. Lagi-lagi ini sudah saya
jelaskan dalam video bagian yang
pertama. Oleh sebab itu, kendati pun
volatilitas tinggi akan mewarnai 2026
sebagaimana ciri khas midem election.
Namun ada peluang bahwa indeks saham
tidak seberish seperti tahun 2022.
Lantas bagaimana dengan Bitcoin dan
gold? Jeffre Hs tidak memberikan
cyclical study untuk Bitcoin maupun
gold. Namun kita bisa memperoleh yang
kita perlukan ini dari master sifu saya
dan siapa lagi kalau bukan the legendary
trader Larry Williams pencipta indikator
Williams per R. Kemudian Commitment of
Traders index atau COT index atau
commitment of traders indicators.
Dan masih banyak lagi indikator teknikal
lainnya. Dia juga adalah satu-satunya
legenda hidup CME World Cup Trading
Champions yang memegang rekor 10.000
menjadi 1,2 juta US DO dalam setahun.
Dan rekor ini belum ada yang memecahkan.
Dalam Larry Williams Forecast 2026,
Larry menunjukkan adanya 83% peluang
Bitcoin mulai rally di bulan Maret
hingga Juni 2026. Namun ini bukan
berarti longterm bull market, bukan
structural bull market karena itu tidak
berasal dari cycle low besar melainkan
lebih mirip b market rally sehingga ada
peluang Bitcoin kembali terkoreksi pada
periode Juni hingga Oktober sebelum
kembali rally hingga akhir tahun dan
selanjutnya. Yang berikutnya adalah
gold. Berdasarkan cyclical study, Larry
Williams melihat adanya 72% peluang gold
rally sepanjang April hingga Juni ada di
charge nomor 84. kemudian pullback tajam
dan kembali memberikan peluang rally
sejak pertengahan Juli. Namun ini bisa
jadi the last rally atau terminal rally
gold dan sesudahnya bisa masuk ke deep
correction atau multiyear sideways.
Cyclical study Bitcoin dan gold ini
sumbernya dari hasil riset Larry
Williams. By the way, saya juga bukan
affiliatornya Larry Williams. Kendati
pun saya adalah salah satu murid beliau.
Namun sebagai bentuk respek saya
terhadap Larry Williams, Anda bisa
menemukan Larry Williams Forecast 2026
ini selengkapnya melalui website resmi
Larry Williams, yakni www.irallyade.com.
Nah, sahabat Akela, selanjutnya ada
begitu banyak pertanyaan. Yang pertama
berasal dari narasi ekonomi Amerika yang
di ujung tanduk akibat fiskal defisit
Amerika dan kegedean utang. Di mana
utangnya yang kini sudah menembus 38,6
triliun US Do. Apakah Amerika bakal
bangkrut karena kegedean utang dan
enggak bisa bayar utangnya?
Kemudian kemungkinan terjadinya resesi
berdasarkan indicator some rules dan
inverted yield curve juga buffet
indicator yakni market value yang
mencapai 230%
rasio terhadap GDP mengindikasikan
potensi terjadinya resesi. Oke, saya
akan jelaskan semua ini secara mendetail
dan sepenuhnya berdasarkan data dan
fakta pada video bagian yang ketiga.
Oleh karena itu, supaya Anda tidak
ketinggalan videonya, pastikan Anda
sudah subscribe di channel ini. Dan jika
video ini bermanfaat untuk Anda, mohon
dukungannya dengan klik tombol like-nya.
Silakan share ke rekan-rekan Anda yang
membutuhkan dan pastikan tombol
alert-nya aktif supaya YouTube bisa
memberikan notifikasi kepada Anda setiap
kali Akela mengunggah video-video
terbarunya. Khusus bagi sahabat Akela
yang ingin diskusi mengenai portfolionya
baik saham IHSG, S&P 500 ataupun NASDAQ
juga berbagai komoditas seperti gold,
crude oil hingga Bitcoin dan berbagai
aset crypto lainnya. Silakan join Akela
live streaming setiap Kamis pukul 19.30
WIB di channel ini. Saya Haris Suanda
bersama dengan Hendra Martono Lim,
pencipta timu quantitatif Trading System
yang kita pakai di Akela siap hadir
untuk melayani Anda semua. Akela Trading
System solum secondum data veritas hanya
berdasarkan data dan fakta. Semoga
bermanfaat, sukses selalu dan sampai
jumpa di video berikutnya.
Bye bye.