Katanya The Fed QE 125 Miliar, tapi Bitcoin & Crypto bukan TO THE MOON kok malah CRASH??
YAzWRjIA5iA • 2025-11-16
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Yang pertama berasal dari media social X. The Federal Reserve quietly, oke diam-diam injected roughly 125 billion dollars in just 5 days into US banks via overnight repo Operation. Oke, sahabat Akela yang saya kasihi. Minggu lalu saya mengunggah video berjudul Crypto Winter Dimulai Bitcoin dan MSTR sedang Ulangi Sejarah 2021. Sesudah itu ada banyak komentar dan pertanyaan yang nampaknya didasarkan atas berbagai informasi yang banyak sekali bertebaran di media sosial X YouTube, TikTok dan berbagai sosmet lainnya. Sebelumnya saya perlu menjelaskan terlebih dahulu bahwa sebagai analis saya ini terikat oleh kode etik dan standar profesi analis efek bersertifikat. yang diterbitkan oleh TIKMI di Indonesia Capital Market Institute dan diatur dengan rujukan ke nomor 1 peraturan OJK nomor 67/POJK04/2020 tentang lembaga sertifikasi profesi di sektor pasar modal dan yang kedua standar kompetensi kerja nasional Indonesia atau SKKNI bidang pasar modal. Nah, berdasarkan kode etik di atas, maka saya diwajibkan untuk selalu menjaga integritas, independensi, objektivitas, dan profesionalisme dalam melaksanakan kegiatan analis efek. Sehubungan dengan itu, saya perlu jelaskan dulu salah satu musuh besar seorang analis dan itu adalah cognitive bias alias bias kognitif. Cognitive bias adalah kesalahan sistematis dalam cara otak manusia memproses informasi sehingga kita tidak selalu berpikir secara rasional, objektif, dan logis. Bias ini terjadi secara otomatis, alamiah, dan tidak disadari dan mempengaruhi cara kita dalam hal menilai data, membuat keputusan, mengingat informasi, atau menafsirkan situasi kondisi yang sedang kita analisa. Dengan kata lain, cognitive bias adalah pola pikir keliru atau error yang terbentuk dari dorongan psikologisnya manusia, bukan berdasarkan data dan fakta. Nah, mengapa hal ini bisa terjadi? Bias kognitif muncul karena otak manusia kita semua memiliki kecenderungan untuk menggunakan mental shortcuts atau dalam bahasa psikologinya disebut huristik guna menghemat waktu dan energi saat mengambil keputusan. Dalam hal analisa aset yang diperdagangkan di pasar modal, bias kognitif ini paling lazim terjadi dalam bentuk expectation bias atau bias ekspektasi dan confirmation bias. Expectation bias terjadi ketika seorang melihat, mendengar, atau menilai sesuatu sesuai dengan apa yang mereka harapkan akan terjadi, bukan apa yang sebenarnya sedang terjadi. Bias ini bisa muncul secara tidak sadar dan mempengaruhi pengambilan keputusan, interpretasi data atau penilaian ilmiah. Expectation bias muncul karena otak manusia berusaha mengkonfirmasi pola dan prediksi untuk menghemat energi kognitif. Dalam ilmu neuropsikologi, otak bekerja dengan model prediksi internal atau predictive coding sehingga kita lebih cenderung memperhatikan informasi yang sesuai dengan ekspektasi dan mengabaikan yang bertentangan. Expectation bias seringkiali menjadi bibit awal dari cognitive bias berikutnya yakni confirmation bias. Bias konfirmasi adalah suatu kecenderungan mencari, mengingat, dan menilai informasi yang mendukung keyakinan atau pandangan yang sudah ada sambil mengabaikan yang bertentangan. Salah satu pemicu utama dan bahan bakar yang paling banyak terjadi dalam memperkuat expectation bias dan confirmation bias ini adalah kurangnya literasi yang berakibat lack of knowledge saat seseorang tidak memiliki pengetahuan yang cukup yang mendalam tentang suatu topik misalnya ekonomi makro, cara kerja defet atau valuasi aset krip kripto misalnya, mereka akan cenderung mencari jalan pintas alias heuristik otak kita tidak suka ketidakpastian. Daripada pusing mempelajari data suku bunga yang kompleks, jauh lebih mudah untuk percaya pada narasi sederhana. Contohnya adalah teori konspirasi. The FT dikendalikan oleh elit global yang dipimpin oleh Rosil Family. Karena itu, The Fed pasti akan memangk suku bunganya dan melakukan quantitative easing kembali alias Q. ketimbang ribet mempelajari mekanisme defend, mending percaya saja bahwa Jerome Powell akan dipecat oleh Trump dan digantikan orang kepercayaannya yang akan memangkas suku bunga dan kembali melaksanakan Q sehingga Bitcoin dan crypto kembali bullish to the moon. sehingga kita semua yang pegang kripto jadi tajir melintir. Jika ada orang yang berpikir seperti itu tanpa dia sadari dia sudah masuk ke dalam perangkap jebakan expectation bias. Sejak itu yang bersangkutan hanya akan menonton video yang mendukung ekspektasinya tersebut dan mengabaikan yang lainnya. Dia semakin rajin memberikan ombol like pada video-video yang sesuai dengan ekspektasinya secara perlahan yang bersangkutan semakin dalam masuk pada bias konfirmasi atau confirmation bias. Algoritma YouTube dan sosial media akan semakin menyodorkan video-video yang sejenis dengan yang dia like. Karena algoritma sosial media tidak didasarkan atas rasionalitas dan kebenaran informasi atau konten berdasarkan data dan fakta, melainkan didasarkan atas like and share, maka semua sosial media yang digunakan semakin menyodorkan video-video yang sejenis yang dilike tanpa disadari yang bersangkutan masuk dalam rabbit hole proses yang membawanya nya semakin dalam dan semakin dalam jurang yang semakin ekstrem secara perlahan. Bias-bias kognitif ini membawa yang bersangkutan menjadi seorang yang ekstrem fanatik dan maaf berpotensi kehilangan rasionalitasnya. Sahabat Akela, Anda bisa lihat prosesnya mulai dari kurangnya literasi berakibat lack of knowledge sehingga mulai mengalami bias ekspektasi. mengalami bias confirmation sehingga masuk ke rabbit hole proses. Nah, pertanyaannya lantas bagaimana solusinya? Oke, coba perhatikan semua ini berawal dari mana? Dari kurangnya literasi. Jadi jika topiknya adalah mekanisme defet, ya berhenti cari jalan pintas dengan dengerin teori-teori konspirasi. Namun mulai belajar menggali data ke sumber datanya langsung. Untuk menjawab apakah defend akan memangkas suku bunga pada FOMC 10 Desember 2025 yang akan datang, jangan tanya ke influencer. Emangnya anggota The Fed yang ambil keputusan bakal ngasih bocoran ke influencer? Faktanya bahkan Jerome Powell sendiri pun tidak bisa tahu dengan pasti apakah pada FOMC berikutnya The Fat akan pangkas suku bunga atau tidak. Loh, kok bisa begitu? Ya, karena the Fed ini beranggotakan 19 orang dan dari 19 orang ini hanya 12 orang yang saat itu setiap FOMC dia memiliki hak suara atas kebijakan FF policy yang diambil pada FOMC tersebut. Kita menyebut 12 orang ini sebagai active member. Tiap FOMC bulan Maret, Juni, September, dan Desember, The Fed akan merilis summary of Economic Projection atau disingkat SEP. Berdasarkan SEP yang terakhir, yakni SEP September 2025, The Fed memproyeksikan Fed Fund Rate sebesar 3,6. Di mana perhatikan angka 3,6 ini adalah angka median. Berarti dari 19 orang member tersebut tidak semuanya memiliki pendapat yang sama, melainkan dari ke-19 data yang dihimpun mediannya ketemu di angka 3,6 alias 350 hingga 375 basis poin. Berhubung Fed fundrid saat ini berada di level 375 hingga 400 basis poin, maka ekspektasi banyak orang def kembali memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada FOMC 10 Desember yang akan datang. Namun coba perhatikan berdasarkan data CME Fedw Tools, kini peluang the Fed akan kembali memangkas suku bunga pada FOMC 10 Desember turun signifikan menjadi hanya di kisaran 55,9% pada saat presentasi ini saya buat. Bagi sahabat Akela yang sejak lama menyimak analisa Akela menjelang FOMC, sahabat Akela bisa lihat bahwa menjelang FOMC biasanya jika The Fat akan memangkas suku bunga atau bertahan di level tertentu, maka peluang pada level tersebut sudah naik tinggi hingga melampaui 80%. Namun kali ini bank-bank di Amerika hanya mengantisipasi adanya 55,9% peluang defet akan memangkas suku bunga menjadi 350 hingga 375 pada FUMC 10 Desember 2025 yang akan datang. Lah kok bisa begitu? Oke, jawabnya yang pertama adalah karena dalam jumpa persnya pasca FOMC 29 Oktober 2025 lalu, Jerem Paul secara tegas menjelaskan bahwa a December rate card is not a foregone conclusion atau kalau saya terjemahkan pemangkasan suku bunga pada bulan Desember bukanlah suatu kesimpulan yang sudah bisa dipastikan. The Fed melalui Powel dan pejabatnya memberi sinyal bahwa pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat akan bergantung pada data, bukan sudah dijadwalkan otomatis. Pasti begitu. Artinya jika kondisi menunjukkan inflasi masih cukup kuat atau tinggi dan belum ada indikasi angka pengangguran yang mengkhawatirkan maka mereka bisa menunda pemangkasan mengingat sudah dua kali berturut-turut memangkas suku bunga 25 basis poin masing-masing ya. Nah, kemudian muncul komentar. Ingat Mei 2026 Jerome Powell diganti, maka suku bunga akan diturunkan lagi oleh Trump. Oke. Sebagaimana sudah pernah saya jelaskan dalam video-video sebelumnya, masa jabatan Jerem Paul sebagai fat chairman memang akan berakhir pada tanggal 15 Mei 2026. Namun harap diingat masa jabatannya sebagai anggota dewan gubernur FET itu baru akan berakhir pada tanggal 31 Januari 2028 dan wewenang pemangkasan suku bunga itu ada di The Fed The Fed adalah lembaga independen yang tidak tunduk di bawah otoritas presiden Amerika. Dulu pada saat Jerem Paul menggantikan Janet Yellen sebagai Fat Cham, Yellen itu kembali menduduki jabatannya sebagai Fed Governor. Dia baru resign dari Fed Governor sesudah diminta menjadi US Tracer Secretary dalam pemerintahan Joe Biden. harap diingat sebagai fat governor maupun sebagai fat chairman hak suara powel dalam FOMC itu tetap sama suaranya dihitung satu. Jadi jika Trump berhasil menempatkan orangnya sebagai Fat Chairman, pasar retail mungkin akan antusias. Namun itu tidak akan berlangsung lama karena realitanya itu enggak ngefek terhadap Fund policy. Karena ganti jabatan bukan berarti kehilangan voting rights-nya di FOMC. Ini semua sebenarnya sudah saya jelaskan dalam video-video di channel ini sejak lama. Mulai dari video tentang upaya Trump, pecat power sehubungan dengan renovasi gedung The Fat hingga Jackson Hall Symposium dan masih banyak lagi video-video lainnya. Harap dipahami bahwa secara struktur DEF ini adalah lembaga negara yang tidak berada di bawah pemerintah alias independen. The FET terdiri atas 12 distrik de yang tersebar di seluruh Amerika meliputi Boston, New York, Philadelphia, Cleveland, Richmond dan coba perhatikan ini ada tanda bintang di sebelah selatan kota Baltimore. itu adalah Washington DC dan di situ adalah kantor pusatnya The Fed Gubernur termasuk Jerem Pawel dia ngantor di situ. Kemudian sedikit ke barat ada Chicago, ada Sin Louis, Minneapolis, Kansas City hingga San Francisco di West Coast. Kemudian di bagian selatan ada distrik Dallas dan Atlanta. Totalnya ada 12 distrik dan masing-masing distrik itu dipimpin oleh seorang F presiden ada 12. Sehingga kalau ditambah dengan 7 orang Fat governor, jadi totalnya semua ada 19 orang, 7 F governor dan 12 orang F presiden dari masing-masing distrik. Setiap kali mereka sidang FOMC namanya Federal Open Market Committee, hanya 12 orang yang memiliki hak suara untuk menentukan Fedfund Policy. Dalam semua sidang FOMC, tujuh orang Fed Governor termasuk Jerem Powell baik sebagai Fed Chaman ataupun Fed Governor gak ada beda itu memiliki posisi tetap selalu hadir dalam setiap FOMC dan masing-masing memiliki satu hak suara sama baik Fed Governor maupun Fed Chaman sama hak suaranya satu. Di samping tujuh orang Fed Governor, Fed Presiden New York juga anggota tetap selalu memiliki hak suara sama satu juga dalam setiap FOMC. Keempat Fed Presiden lainnya tiap tahun itu dirotasi dari ke-11 distrik The Fed selain New York itu dirotasi. Nah, Trump memang berhasil memasukkan orangnya ke dalam tubuh The Fat, yakni Stephen Man, yang kini menduduki sebagai salah satu fed governor. Namun ini karena ada satu orang fat governor pada waktu itu yakni Adriana di Kugler yang mengundurkan diri karena dia ingin kembali ke dunia akademik. Adriana ini adalah professor of public policy and economics di Georgetown University Makeout School of Public Policy. Dan Stephen Moran hanya mengisi kekosongan yang ditinggalkan Adriana Kugler sampai batas masa jabatannya Adriana Kugler nanti 31 Januari 2026 selesai itu jabatannya Stepen Meran. Detailnya sudah pernah saya jelaskan juga dalam video Paul tersingkir. Trump siapkan kuda hitam. jadi ketua Fed berikutnya. Bagi yang ketinggalan videonya, Anda bisa menontonnya di link yang ini. Nah, sekarang saya akan menjeringkan bias ekspektasi dan bias konfirmasi yang paling banyak beredar di dunia crypto akhir-akhir ini dan itu adalah QE quantitative easing atau lebih akurat sebetulnya saya sebut sebagai QE illusion. Illusi QE yang pertama berasal dari media social X. The Federal Reserve quietly, oke diam-diam injected roughly 125 billion dollars in just 5 days into US banks via overnight repo the largest short term liquidity boost since 2020. Anda perhatikan di sinilah saya mendeteksi adanya bias ekspektasi. Kenapa? Karena yang diperhatikan hanya injected roughly billion in just 5 days. Sementara selanjutnya itu kata-kata overnight repo operation itu diabaikan. Oke. Nah, yang kedua adalah berasal dari artikel Reloio yang juga ada di platform X. Judulnya Stimulating Into a Bubble. Did you see the fat announcement that it will stop QT and begin QE? Oke, sahabat Akela, sekarang teliti satu-satu. Overnight repo itu apa? Overnight repo sederhananya adalah bank meminjam duit ke The Fed dengan menyerahkan Treasury bills-nya sebagai jaminan. Besoknya karena ada kata-kata overnight itu berarti cuma 1 hari ya. Overnight besoknya bank membayar kembali lunas pinjaman itu ditambah bunga harian. Pertanyaannya masa yang kayak gitu disebut Q. Qi itu adalah singkatan dari quantitative easing. Ini terjadi apabila the menginjeksikan likuiditas baru ke sistem ekonomi dan berlangsung bertahun-tahun. Bukan cuman semalam kayak begini tuh kemudian besoknya dibayar lunas. Kalau cuman semalam likuiditas apa yang bertambah di ekonomi? Nah, berikutnya ayo kita teliti artikelnya Dalio. Pernyataan Dio ini langsung disambar oleh komunitas kripto sebagai sinyal bull market besar-besaran. Tapi kalau kita baca artikelnya dengan teliti, Redalio sendiri mengakui, dia jelasin itu bahwa Qi yang ia maksud bukan Qi yang menambah uang baru, menambah likuiditas baru, melainkan sekedar penghentian. QT. Oke, supaya lebih jelas gini. Pada saat The Fed melakukan QT atau quantitative tightening, maka The Fed membiarkan treasury bonds yang dimilikinya mencapai maturity atau jatuh tempo dan enggak pakai di rollover. sehingga pemerintah karena kan yang pegang treasury bonds-nya obligasinya adalah defed sementara itu adalah obligasinya pemerintah. Maka pemerintah Amerika sekarang membayar pokok pinjaman ke The Fed sebesar face value atau nilai pokok treasury bonds tersebut ke defend. Akibatnya cash-nya defend nambah dan jumlah uang beredarnya jadi berkurang. Makanya disebut quantitative tightening. Nah, sekarang the FATET akan mengakhiri QT. Artinya apa? Ketika ada treasury bonds yang mendekati maturity atau jatuh tempo, the akan melakukan rollover uang hasil pencairan treasury bonds yang jatuh tempo itu sekarang dibelikan aset treasury lagi sehingga cash yang masuk ke the pemerintah ini dibelanjakan lagi. Kan itu kan artinya bukan uang baru, bukan likuiditas baru yang dipakai buat belanja, melainkan uang hasil bonds yang jatuh tempo itu tadi. Nah, supaya Anda jelas, lihat grafik Fed Balance sheet ini. periode di mana The Fend mengakumulasi aset treasury dengan likuiditas baru seperti periode 2009 sampai 2015 ini contohnya itu adalah QE. Kemudian ketika Fed membiarkan treasury bonds tersebut mature tanpa rollover, maka cash def naik dan aset treasury bonds-nya jadi menurun. Itulah namanya QT atau quantitative tightening. Contohnya periode 2018 sampai 2019 yang saya kotakin merah ini. Kemudian guna mencegah great depression akibat COVID-19 supaya ekonominya enggak hancur parah. Coba perhatikan The Fed kemudian mengakumulasi aset treasury secara masif sejak tahun 2020 hingga awal 2022. berhenti. Dan sesudah itu the kembali membiarkan aset treasury-nya ini jatuh tempo tanpa melakukan pembelian aset treasury kembali alias QT atau quantitatif tightening mulai dari tahun 2022 sampai tahun 2025. Kini The Fed menghentikan QT-nya, tapi juga bukan mengakumulasi Treasury Bonds dengan likuiditas baru, melainkan hanya menggunakan uang dari bons yang jatuh tempo dibayar nih utangnya sama pemerintah. Nah, utang itu dipakai lagi buat beli bonds yang baru. Dengan demikian, The Fed hanya menjaga total aset treasury-nya tetap stabil, tidak naik seperti Qi dan juga tidak turun seperti QT. hanya flat aja ditahan di situ. Pertanyaannya, masa rollover kayak begitu disebut Qi. Kalau The Fed hanya memakai uang dari bons yang jatuh tempo untuk membeli bons baru, itu bukan cetak uang, itu bukan stimulus, dan jelas bukan Qi. Menyamakan tindakan sederhana seperti rollover dengan QI itu berarti kita sedang melihat gejala Q illusion. Ada Fat Morgana kebijakan moneter yang muncul karena orang terlalu haus berharap bull market sampai bayangan kecil apapun terlihat seperti danau segar di padang gurun tuh kayak orang yang jalan kehausan di padang gurun dia lihat bayang-bayang di ujung sana tuh tuh namanya Fatamorgana begitu didekati hilang airnya engak ada tidak ada likuiditas baru yang ada hanyalah ilusi. ASI QI diam-diam ini juga sama yang terjadi itu bukan QI bukan injeksi uang baru melainkan sekedar menjaga neraca tetap stabil. Jadi menyebut rollover sebagai Q itu sama aja seperti melihat ilusi oase di tengah padang pasir kelihatannya itu segar banget padahal kering kerontang. Itulah Q illusion fatta Morgana moneter yang lahir dari penyakit bias ekspektasi dan bias konfirmasi bukan dari data dan fakta. Sahabat Akela, channel ini lahir dengan falsafah solum sekundum data adveritas hanya berdasarkan data dan fakta. Misinya adalah menjadi terang bagi sahabat Akela semua membawa banyak orang meninggalkan ilusi dan fat morgana dan hidup dalam terang yang berdasarkan data dan fakta. Bagi yang merasa telah terjangkit gejala-gejala penyakit bias ekspektasi dan bias konfirmasi sehingga kehilangan rasionalitasnya atau berpotensi kehilangan rasionalitasnya khususnya mengenai def. Ketahuilah kami di Akela mengasihi Anda semua. Mulailah dengan melatih diri mempelajari data dan fakta seputar mekanisme defet dimulai dari video yang ini. Nah, Sahabat Akela, Anda ingin konsultasi bagaimana menghadapi potensi terjadinya gejolak volatilitas pasar kembali? Tenang, khusus bagi subscriber channel ini, Anda bisa konsultasi sehubungan dengan investasi ataupun trading Anda langsung dengan saya dan Bapak Hendra Matonolim, pencipta timu quantitative Trading System melalui Akela live streaming yang kami selenggarakan tiap hari Kamis pukul 19.30 WIB di channel ini. Semoga bermanfaat semuanya. Sukses selalu dan sampai jumpa. Yeah.
Resume
Categories