Transcript
YAzWRjIA5iA • Katanya The Fed QE 125 Miliar, tapi Bitcoin & Crypto bukan TO THE MOON kok malah CRASH??
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/AkelaTradingSystem/.shards/text-0001.zst#text/0294_YAzWRjIA5iA.txt
Kind: captions
Language: id
Yang pertama berasal dari media social
X. The Federal Reserve quietly, oke
diam-diam injected roughly 125 billion
dollars in just 5 days into US banks via
overnight repo Operation.
Oke, sahabat Akela yang saya kasihi.
Minggu lalu saya mengunggah video
berjudul Crypto Winter Dimulai Bitcoin
dan MSTR sedang Ulangi Sejarah 2021.
Sesudah itu ada banyak komentar dan
pertanyaan yang nampaknya didasarkan
atas berbagai informasi yang banyak
sekali bertebaran di media sosial X
YouTube, TikTok dan berbagai sosmet
lainnya. Sebelumnya saya perlu
menjelaskan terlebih dahulu bahwa
sebagai analis saya ini terikat oleh
kode etik dan standar profesi analis
efek bersertifikat.
yang diterbitkan oleh TIKMI di Indonesia
Capital Market Institute dan diatur
dengan rujukan ke nomor 1 peraturan OJK
nomor 67/POJK04/2020
tentang lembaga sertifikasi profesi di
sektor pasar modal dan yang kedua
standar kompetensi kerja nasional
Indonesia atau SKKNI
bidang pasar modal.
Nah, berdasarkan kode etik di atas, maka
saya diwajibkan untuk selalu menjaga
integritas,
independensi,
objektivitas, dan profesionalisme dalam
melaksanakan kegiatan analis efek.
Sehubungan dengan itu, saya perlu
jelaskan dulu salah satu musuh besar
seorang analis dan itu adalah cognitive
bias alias bias kognitif. Cognitive bias
adalah kesalahan sistematis dalam cara
otak manusia memproses informasi
sehingga kita tidak selalu berpikir
secara rasional, objektif, dan logis.
Bias ini terjadi secara otomatis,
alamiah, dan tidak disadari dan
mempengaruhi cara kita dalam hal menilai
data, membuat keputusan, mengingat
informasi, atau menafsirkan situasi
kondisi yang sedang kita analisa. Dengan
kata lain, cognitive bias adalah pola
pikir keliru atau error yang terbentuk
dari dorongan psikologisnya
manusia, bukan berdasarkan data dan
fakta. Nah, mengapa hal ini bisa
terjadi? Bias kognitif muncul karena
otak manusia kita semua memiliki
kecenderungan untuk menggunakan mental
shortcuts atau dalam bahasa psikologinya
disebut huristik
guna menghemat waktu dan energi saat
mengambil keputusan. Dalam hal analisa
aset yang diperdagangkan di pasar modal,
bias kognitif ini paling lazim terjadi
dalam bentuk expectation bias atau bias
ekspektasi dan confirmation bias.
Expectation bias terjadi ketika seorang
melihat, mendengar, atau menilai sesuatu
sesuai dengan apa yang mereka harapkan
akan terjadi,
bukan apa yang sebenarnya sedang
terjadi. Bias ini bisa muncul secara
tidak sadar dan mempengaruhi pengambilan
keputusan, interpretasi data atau
penilaian ilmiah. Expectation bias
muncul karena otak manusia berusaha
mengkonfirmasi pola dan prediksi untuk
menghemat energi kognitif.
Dalam ilmu neuropsikologi,
otak bekerja dengan model prediksi
internal atau predictive coding sehingga
kita lebih cenderung memperhatikan
informasi yang sesuai
dengan ekspektasi dan mengabaikan yang
bertentangan. Expectation bias
seringkiali menjadi bibit awal dari
cognitive bias berikutnya yakni
confirmation bias. Bias konfirmasi
adalah suatu kecenderungan mencari,
mengingat, dan menilai informasi yang
mendukung keyakinan atau pandangan yang
sudah ada sambil mengabaikan yang
bertentangan.
Salah satu pemicu utama dan bahan bakar
yang paling banyak terjadi dalam
memperkuat expectation bias dan
confirmation bias ini adalah kurangnya
literasi
yang berakibat lack of knowledge saat
seseorang tidak memiliki pengetahuan
yang cukup yang mendalam tentang suatu
topik misalnya ekonomi makro, cara kerja
defet atau valuasi aset krip kripto
misalnya, mereka akan cenderung mencari
jalan pintas alias heuristik otak kita
tidak suka ketidakpastian. Daripada
pusing mempelajari data suku bunga yang
kompleks, jauh lebih mudah untuk percaya
pada narasi sederhana. Contohnya adalah
teori konspirasi.
The FT dikendalikan oleh elit global
yang dipimpin oleh Rosil Family. Karena
itu, The Fed pasti akan memangk suku
bunganya dan melakukan quantitative
easing kembali alias Q. ketimbang ribet
mempelajari mekanisme defend, mending
percaya saja bahwa Jerome Powell akan
dipecat oleh Trump dan digantikan orang
kepercayaannya yang akan memangkas suku
bunga dan kembali melaksanakan Q
sehingga Bitcoin dan crypto kembali
bullish to the moon. sehingga kita semua
yang pegang kripto jadi tajir melintir.
Jika ada orang yang berpikir seperti itu
tanpa dia sadari dia sudah masuk ke
dalam perangkap jebakan expectation
bias. Sejak itu yang bersangkutan hanya
akan menonton video yang mendukung
ekspektasinya tersebut dan mengabaikan
yang lainnya. Dia semakin rajin
memberikan ombol like pada video-video
yang sesuai dengan ekspektasinya secara
perlahan yang bersangkutan semakin dalam
masuk pada bias konfirmasi atau
confirmation bias. Algoritma YouTube dan
sosial media akan semakin menyodorkan
video-video yang sejenis dengan yang dia
like. Karena algoritma sosial media
tidak didasarkan atas rasionalitas dan
kebenaran informasi atau konten
berdasarkan data dan fakta, melainkan
didasarkan atas like and share, maka
semua sosial media yang digunakan
semakin menyodorkan video-video yang
sejenis yang dilike tanpa disadari yang
bersangkutan masuk dalam rabbit hole
proses yang membawanya nya semakin dalam
dan semakin dalam jurang yang semakin
ekstrem secara perlahan. Bias-bias
kognitif ini membawa yang bersangkutan
menjadi seorang yang ekstrem fanatik
dan maaf berpotensi kehilangan
rasionalitasnya.
Sahabat Akela, Anda bisa lihat prosesnya
mulai dari kurangnya literasi berakibat
lack of knowledge sehingga mulai
mengalami bias ekspektasi. mengalami
bias confirmation sehingga masuk ke
rabbit hole proses. Nah, pertanyaannya
lantas bagaimana solusinya? Oke, coba
perhatikan semua ini berawal dari mana?
Dari kurangnya literasi. Jadi jika
topiknya adalah mekanisme defet, ya
berhenti cari jalan pintas dengan
dengerin teori-teori konspirasi. Namun
mulai belajar menggali data ke sumber
datanya langsung. Untuk menjawab apakah
defend akan memangkas suku bunga pada
FOMC 10 Desember 2025 yang akan datang,
jangan tanya ke influencer.
Emangnya anggota The Fed yang ambil
keputusan bakal ngasih bocoran ke
influencer? Faktanya bahkan Jerome
Powell sendiri pun tidak bisa tahu
dengan pasti apakah pada FOMC berikutnya
The Fat akan pangkas suku bunga atau
tidak. Loh, kok bisa begitu? Ya, karena
the Fed ini beranggotakan 19 orang dan
dari 19 orang ini hanya 12 orang yang
saat itu setiap FOMC dia memiliki hak
suara atas kebijakan FF policy yang
diambil pada FOMC tersebut. Kita
menyebut 12 orang ini sebagai active
member. Tiap FOMC bulan Maret, Juni,
September, dan Desember, The Fed akan
merilis summary of Economic Projection
atau disingkat SEP. Berdasarkan SEP yang
terakhir, yakni SEP September 2025, The
Fed memproyeksikan Fed Fund Rate sebesar
3,6. Di mana perhatikan angka 3,6 ini
adalah angka median.
Berarti dari 19 orang member tersebut
tidak semuanya memiliki pendapat yang
sama, melainkan dari ke-19 data yang
dihimpun mediannya ketemu di angka 3,6
alias 350 hingga 375 basis poin.
Berhubung Fed fundrid saat ini berada di
level 375 hingga 400 basis poin, maka
ekspektasi banyak orang def kembali
memangkas suku bunga sebesar 25 basis
poin pada FOMC 10 Desember yang akan
datang. Namun coba perhatikan
berdasarkan data CME Fedw Tools, kini
peluang the Fed akan kembali memangkas
suku bunga pada FOMC 10 Desember turun
signifikan menjadi hanya di kisaran
55,9%
pada saat presentasi ini saya buat. Bagi
sahabat Akela yang sejak lama menyimak
analisa Akela menjelang FOMC, sahabat
Akela bisa lihat bahwa menjelang FOMC
biasanya jika The Fat akan memangkas
suku bunga atau bertahan di level
tertentu, maka peluang pada level
tersebut sudah naik tinggi hingga
melampaui 80%.
Namun kali ini bank-bank di Amerika
hanya mengantisipasi adanya 55,9%
peluang defet akan memangkas suku bunga
menjadi 350 hingga 375 pada FUMC 10
Desember 2025 yang akan datang. Lah kok
bisa begitu? Oke, jawabnya yang pertama
adalah karena dalam jumpa persnya pasca
FOMC 29 Oktober 2025 lalu, Jerem Paul
secara tegas menjelaskan bahwa a
December rate card is not a foregone
conclusion atau kalau saya terjemahkan
pemangkasan suku bunga pada bulan
Desember bukanlah suatu kesimpulan yang
sudah bisa dipastikan.
The Fed melalui Powel dan pejabatnya
memberi sinyal bahwa pemangkasan suku
bunga dalam waktu dekat akan bergantung
pada data,
bukan sudah dijadwalkan otomatis. Pasti
begitu. Artinya jika kondisi menunjukkan
inflasi masih cukup kuat atau tinggi dan
belum ada indikasi angka pengangguran
yang mengkhawatirkan
maka mereka bisa menunda pemangkasan
mengingat sudah dua kali berturut-turut
memangkas suku bunga 25 basis poin
masing-masing ya. Nah, kemudian muncul
komentar. Ingat Mei 2026 Jerome Powell
diganti, maka suku bunga akan diturunkan
lagi oleh Trump. Oke. Sebagaimana sudah
pernah saya jelaskan dalam video-video
sebelumnya, masa jabatan Jerem Paul
sebagai fat chairman memang akan
berakhir pada tanggal 15 Mei 2026. Namun
harap diingat masa jabatannya sebagai
anggota dewan gubernur FET itu baru akan
berakhir pada tanggal 31 Januari 2028
dan wewenang pemangkasan suku bunga itu
ada di The Fed The Fed adalah lembaga
independen yang tidak tunduk di bawah
otoritas presiden Amerika. Dulu pada
saat Jerem Paul menggantikan Janet
Yellen sebagai Fat Cham, Yellen itu
kembali menduduki jabatannya sebagai Fed
Governor. Dia baru resign dari Fed
Governor sesudah diminta menjadi US
Tracer Secretary dalam pemerintahan Joe
Biden. harap diingat sebagai fat
governor maupun sebagai fat chairman hak
suara powel dalam FOMC itu tetap sama
suaranya dihitung satu. Jadi jika Trump
berhasil menempatkan orangnya sebagai
Fat Chairman, pasar retail mungkin akan
antusias. Namun itu tidak akan
berlangsung lama karena realitanya itu
enggak ngefek terhadap Fund policy.
Karena ganti jabatan bukan berarti
kehilangan voting rights-nya di FOMC.
Ini semua sebenarnya sudah saya jelaskan
dalam video-video di channel ini sejak
lama. Mulai dari video tentang upaya
Trump, pecat power sehubungan dengan
renovasi gedung The Fat hingga Jackson
Hall Symposium dan masih banyak lagi
video-video lainnya. Harap dipahami
bahwa secara struktur DEF ini adalah
lembaga negara yang tidak berada di
bawah pemerintah alias independen.
The FET terdiri atas 12 distrik de yang
tersebar di seluruh Amerika meliputi
Boston, New York, Philadelphia,
Cleveland, Richmond dan coba perhatikan
ini ada tanda bintang di sebelah selatan
kota Baltimore. itu adalah Washington DC
dan di situ adalah kantor pusatnya The
Fed Gubernur termasuk Jerem Pawel dia
ngantor di situ. Kemudian sedikit ke
barat ada Chicago, ada Sin Louis,
Minneapolis, Kansas City hingga San
Francisco di West Coast. Kemudian di
bagian selatan ada distrik Dallas dan
Atlanta. Totalnya ada 12 distrik dan
masing-masing distrik itu dipimpin oleh
seorang F presiden ada 12. Sehingga
kalau ditambah dengan 7 orang Fat
governor, jadi totalnya semua ada 19
orang, 7 F governor dan 12 orang F
presiden dari masing-masing distrik.
Setiap kali mereka sidang FOMC namanya
Federal Open Market Committee, hanya 12
orang yang memiliki hak suara untuk
menentukan Fedfund Policy. Dalam semua
sidang FOMC, tujuh orang Fed Governor
termasuk Jerem Powell baik sebagai Fed
Chaman ataupun Fed Governor gak ada beda
itu memiliki posisi tetap selalu hadir
dalam setiap FOMC dan masing-masing
memiliki satu hak suara sama baik Fed
Governor maupun Fed Chaman sama hak
suaranya satu. Di samping tujuh orang
Fed Governor, Fed Presiden New York juga
anggota tetap selalu memiliki hak suara
sama satu juga dalam setiap FOMC.
Keempat Fed Presiden lainnya tiap tahun
itu dirotasi dari ke-11 distrik The Fed
selain New York itu dirotasi. Nah, Trump
memang berhasil memasukkan orangnya ke
dalam tubuh The Fat, yakni Stephen Man,
yang kini menduduki sebagai salah satu
fed governor. Namun ini karena ada satu
orang fat governor pada waktu itu yakni
Adriana di Kugler yang mengundurkan diri
karena dia ingin kembali ke dunia
akademik. Adriana ini adalah professor
of public policy and economics di
Georgetown University Makeout School of
Public Policy. Dan Stephen Moran hanya
mengisi kekosongan yang ditinggalkan
Adriana Kugler sampai batas masa
jabatannya Adriana Kugler nanti 31
Januari 2026 selesai itu jabatannya
Stepen Meran. Detailnya sudah pernah
saya jelaskan juga dalam video Paul
tersingkir. Trump siapkan kuda hitam.
jadi ketua Fed berikutnya. Bagi yang
ketinggalan videonya, Anda bisa
menontonnya di link yang ini. Nah,
sekarang saya akan menjeringkan bias
ekspektasi dan bias konfirmasi yang
paling banyak beredar di dunia crypto
akhir-akhir ini dan itu adalah QE
quantitative easing atau lebih akurat
sebetulnya saya sebut sebagai QE
illusion. Illusi QE yang pertama berasal
dari media social X. The Federal Reserve
quietly, oke diam-diam injected roughly
125 billion dollars in just 5 days into
US banks via overnight repo
the largest short term liquidity boost
since 2020.
Anda perhatikan di sinilah
saya mendeteksi adanya bias ekspektasi.
Kenapa? Karena yang diperhatikan hanya
injected roughly billion in just 5 days.
Sementara selanjutnya itu kata-kata
overnight repo operation itu diabaikan.
Oke. Nah, yang kedua adalah berasal dari
artikel Reloio yang juga ada di platform
X. Judulnya Stimulating Into a Bubble.
Did you see the fat announcement that it
will stop QT and begin QE? Oke, sahabat
Akela, sekarang teliti satu-satu.
Overnight repo itu apa?
Overnight repo sederhananya adalah bank
meminjam duit ke The Fed dengan
menyerahkan Treasury bills-nya sebagai
jaminan.
Besoknya karena ada kata-kata overnight
itu berarti cuma 1 hari ya. Overnight
besoknya bank membayar kembali lunas
pinjaman itu ditambah bunga harian.
Pertanyaannya masa yang kayak gitu
disebut Q.
Qi itu adalah singkatan dari
quantitative easing. Ini terjadi apabila
the menginjeksikan
likuiditas baru ke sistem ekonomi dan
berlangsung bertahun-tahun.
Bukan cuman semalam kayak begini tuh
kemudian besoknya dibayar lunas. Kalau
cuman semalam likuiditas apa yang
bertambah di ekonomi?
Nah, berikutnya ayo kita teliti
artikelnya Dalio. Pernyataan Dio ini
langsung disambar oleh komunitas kripto
sebagai sinyal bull market
besar-besaran. Tapi kalau kita baca
artikelnya dengan teliti, Redalio
sendiri mengakui, dia jelasin itu bahwa
Qi yang ia maksud bukan Qi yang menambah
uang baru, menambah likuiditas baru,
melainkan sekedar penghentian. QT.
Oke, supaya lebih jelas gini. Pada saat
The Fed melakukan QT atau quantitative
tightening, maka The Fed membiarkan
treasury bonds yang dimilikinya mencapai
maturity atau jatuh tempo dan enggak
pakai di rollover. sehingga pemerintah
karena kan yang pegang treasury
bonds-nya obligasinya adalah defed
sementara itu adalah obligasinya
pemerintah. Maka pemerintah Amerika
sekarang membayar pokok pinjaman ke The
Fed sebesar face value atau nilai pokok
treasury bonds tersebut ke defend.
Akibatnya cash-nya defend nambah dan
jumlah uang beredarnya jadi berkurang.
Makanya disebut quantitative tightening.
Nah, sekarang the FATET akan mengakhiri
QT. Artinya apa? Ketika ada treasury
bonds yang mendekati maturity atau jatuh
tempo, the akan melakukan rollover uang
hasil pencairan treasury bonds yang
jatuh tempo itu sekarang dibelikan aset
treasury lagi sehingga cash yang masuk
ke the pemerintah ini dibelanjakan lagi.
Kan itu kan artinya bukan uang baru,
bukan likuiditas baru yang dipakai buat
belanja, melainkan uang hasil bonds yang
jatuh tempo itu tadi. Nah, supaya Anda
jelas, lihat grafik Fed Balance sheet
ini. periode di mana The Fend
mengakumulasi aset treasury dengan
likuiditas baru seperti periode 2009
sampai 2015 ini contohnya itu adalah QE.
Kemudian ketika Fed membiarkan treasury
bonds tersebut mature tanpa rollover,
maka cash def naik dan aset treasury
bonds-nya jadi menurun. Itulah namanya
QT atau quantitative tightening.
Contohnya periode 2018 sampai 2019 yang
saya kotakin merah ini. Kemudian guna
mencegah great depression akibat
COVID-19 supaya ekonominya enggak hancur
parah. Coba perhatikan The Fed kemudian
mengakumulasi aset treasury secara masif
sejak tahun 2020
hingga awal 2022. berhenti.
Dan sesudah itu the kembali membiarkan
aset treasury-nya ini jatuh tempo tanpa
melakukan pembelian aset treasury
kembali alias QT atau quantitatif
tightening mulai dari tahun 2022 sampai
tahun 2025.
Kini The Fed menghentikan QT-nya, tapi
juga bukan mengakumulasi Treasury Bonds
dengan likuiditas baru, melainkan hanya
menggunakan uang dari bons yang jatuh
tempo dibayar nih utangnya sama
pemerintah. Nah, utang itu dipakai lagi
buat beli bonds yang baru. Dengan
demikian, The Fed hanya menjaga total
aset treasury-nya tetap stabil, tidak
naik seperti Qi dan juga tidak turun
seperti QT. hanya flat aja ditahan di
situ. Pertanyaannya, masa rollover kayak
begitu disebut Qi.
Kalau The Fed hanya memakai uang dari
bons yang jatuh tempo untuk membeli bons
baru, itu bukan cetak uang, itu bukan
stimulus, dan jelas bukan Qi. Menyamakan
tindakan sederhana seperti rollover
dengan QI itu berarti kita sedang
melihat gejala Q illusion. Ada Fat
Morgana kebijakan moneter yang muncul
karena orang terlalu haus berharap bull
market sampai bayangan kecil apapun
terlihat seperti danau segar di padang
gurun tuh kayak orang yang jalan
kehausan di padang gurun dia lihat
bayang-bayang di ujung sana tuh tuh
namanya Fatamorgana begitu didekati
hilang airnya engak ada tidak ada
likuiditas baru yang ada hanyalah ilusi.
ASI QI diam-diam ini juga sama yang
terjadi itu bukan QI bukan injeksi uang
baru melainkan sekedar menjaga neraca
tetap stabil. Jadi menyebut rollover
sebagai Q itu sama aja seperti melihat
ilusi oase di tengah padang pasir
kelihatannya itu segar banget padahal
kering kerontang. Itulah Q illusion
fatta Morgana moneter yang lahir dari
penyakit bias ekspektasi dan bias
konfirmasi bukan dari data dan fakta.
Sahabat Akela, channel ini lahir dengan
falsafah solum sekundum data adveritas
hanya berdasarkan data dan fakta.
Misinya adalah menjadi terang bagi
sahabat Akela semua membawa banyak orang
meninggalkan ilusi dan fat morgana dan
hidup dalam terang yang berdasarkan data
dan fakta. Bagi yang merasa telah
terjangkit gejala-gejala penyakit bias
ekspektasi dan bias konfirmasi sehingga
kehilangan rasionalitasnya atau
berpotensi kehilangan rasionalitasnya
khususnya mengenai def. Ketahuilah kami
di Akela mengasihi Anda semua. Mulailah
dengan melatih diri mempelajari data dan
fakta seputar mekanisme defet dimulai
dari video yang ini. Nah, Sahabat Akela,
Anda ingin konsultasi bagaimana
menghadapi potensi terjadinya gejolak
volatilitas pasar kembali? Tenang,
khusus bagi subscriber channel ini, Anda
bisa konsultasi sehubungan dengan
investasi ataupun trading Anda langsung
dengan saya dan Bapak Hendra Matonolim,
pencipta timu quantitative Trading
System melalui Akela live streaming yang
kami selenggarakan tiap hari Kamis pukul
19.30 WIB di channel ini. Semoga
bermanfaat semuanya. Sukses selalu dan
sampai jumpa.
Yeah.