Transcript
EFr0gXMawGw • Illuminati? Rothschild? Here are the Historical Facts of the Birth of the Fiat Money System!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/AkelaTradingSystem/.shards/text-0001.zst#text/0266_EFr0gXMawGw.txt
Kind: captions
Language: id
Anda ingat ya, ini lagi-lagi adalah
dalil viser. Jumlah likuiditas yang
tersedia harus mampu mengimbangi
pertumbuhan ekonomi dunia. Karena itu
suplai uang itu enggak bisa dikunci oleh
money supply yang tidak fleksibel
seperti dalam gold standard. Apalagi
kalau difix dikunci mati. Jika difix itu
artinya ekonominya tidak boleh
bertumbuh.
Sahabat Akela, dalam video sebelumnya
saya sudah pernah menjelaskan tentang
Trump Liberation Day. Dan di akhir video
tersebut yang bagian pertama saya
menjelaskan tentang viss equation of
exchange. Nah, untuk mengawali video ini
saya kembali ke persamaan itu dalil
visers dan ini dia rumusnya m * v = p *
t. M itu adalah jumlah uang yang beredar
atau money supply. V itu adalah velocity
of money. P itu adalah tingkat harga
atau price level. dan t adalah volume
transaksi atau output real. Persamaan
ini menunjukkan bahwa nilai total
transaksi dalam ekonomi atau m * v =
nilai nominal barang dan jasa yang
dihasilkan atau p * t. Sekarang saya mau
membedahnya lebih dalam lagi dan kita
mulai dari sisi kanan yang terlebih
dahulu yakni P atau price level dan T
volume transaksi. Hasil kali keduanya
adalah total nilai nominal output barang
dan jasa atau dalam ekonomi seringkiali
kita sebut GDP. Kita juga tahu bahwa M
itu adalah jumlah total uang beredar
atau money supply. Sementara V adalah
velocity of money. Namun definisi
velocity of money ini seringki membuat
orang salah paham. Karena itu kali ini
saya mau menterjemahkannya
sebagai rata-rata frekuensi perputaran
uang dalam setahun ya. Rata-rata
frekuensi perputaran uang dalam ekonomi
dalam setahunnya. Jika rumus tersebut
saya tulis ulang, maka V = rasio atau
hasil bagi antara total nominal GDP
terhadap jumlah uang yang beredar.
V yang terlalu rendah misalnya hanya 0,8
di bawah 1 itu melambangkan uang yang
cenderung diam atau hanya
disimpan, hanya ditabung saja oleh
masyarakat. Karena uang yang beredar
tersebut berarti hanya dipakai kurang
dari sekali dalam setahun. Hal ini
biasanya mengindikasikan bahwa ekonomi
sedang lesu atau perilaku yang menabung
ekstrem. V yang terlalu tinggi
sebaliknya ya, V yang terlalu tinggi
misalnya di atas dua ini menandakan
perputaran uang yang sangat aktif. Namun
itu juga mengindikasikan masyarakat
cenderung langsung membelanjakan
uangnya. Begitu dapat duit langsung
habisin. Dapat duit langsung habisin.
Dan dengan demikian terjadilah tekanan
agrega demand yang sedemikian tinggi dan
itu artinya inflasi. Contoh kasus yang
sangat ekstrem contohnya adalah hyper
inflation yang terjadi di Venezuela.
Orang kehilangan kepercayaan akan mata
uang lokal sehingga begitu dapat duit
orang langsung cepat-cepat habiskan,
belanjakan sebelum uangnya ini
kehilangan
nilainya. M bahkan sudah tidak dicetak
terlalu banyak lagi, tapi uang lama ini
masih berputar sedemikian cepatnya.
Vengan demikian meroket bahkan hingga
8 dan inflasi itu naiknya sudah bukan
main. Idealnya V adalah 1 hingga 2 yang
menandakan bahwa setiap unit uang
berputar hanya 1 sampai dua kali per
tahunnya. Artinya masyarakat cukup aktif
membelanjakan uang tapi tidak dalam
kepanikan seperti yang terjadi pada
hyperinflation.
Nah, sekarang mari kita tetapkan dengan
demikian bahwa V nilainya berkisar
antara 1 hingga 2. Dan saya akan berikan
sekarang cerita ilustrasi singkat supaya
sahabat Akela bisa benar-benar memahami
dalil viser ini. Alkisah ya. Ini alkisah
berarti ilustrasi, fiksi. Konon kabarnya
ada sebuah negeri yang sangat indah.
Konoha namanya. Namun sebelum Anda
komentar, ingat ya, ini fiksi dan sama
sekali tidak ada hubungannya dengan
negeri kita tercinta ini, Indonesia.
Jadi, tolong jangan dihubung-hubungkan
sama Indonesia, enggak ada hubungannya.
Nama ini saya pinjam dari cerita Konoha
Gakure Nosato yang artinya desa yang
tersembunyi di balik daun dari dunia
Naruto karya Masashi Kishimoto. Nah, ayo
kita mulai ilustrasinya. Di negeri
Konoha ini alamnya sangat indah dan
kaya. penduduknya makmur dan sejahtera.
Dan sejak negeri ini berdiri, mereka
semua sudah sepakat ya, pendiri negeri
semua sudah sepakat untuk menetapkan
sistem keuangan negeri ini dengan
menggunakan satu-satunya mata uang yang
berlaku yakni Konoha Coin atau KNC.
Mereka tidak ingin suatu saat nilai mata
uang ini jadi turun. Sehingga untuk itu
mereka menetapkan bahwa jumlah mata uang
ini akan dicetak
terbatas maksimal hanya 21 juta KNC.
Enggak boleh lebih dari situ. Rakyat
Konoha adalah pekerja keras dan mereka
sangat kreatif dan pintar. Ekonomi
bertumbuh pesah 38% per tahunnya. Dan
singkat cerita, dalam kurun waktu 10
tahun, total output GDP Konoha berhasil
menembus angka 21 juta
KNC. Populasi Konoha juga berkembang dan
bertambah banyak. Dengan bertumbuhnya
ekonomi sedemikian pesatnya, frekuensi
uang beredar pun semakin tinggi. Dan
ingat, jika V naik bahkan melampaui
angka dua, maka timbul ancaman baru,
yakni uang yang sama. berarti
memperebutkan barang yang sama dan itu
berarti inflasi. Karena itu pemerintah
Konoha meluncurkan gerakan rajin
menabung dan mereka menetapkan suku
bunga yang tinggi sebagai insentif agar
masyarakat menabung. Namun karena
kapasitas produksi Konoha yang sudah
terlanjur bertumbuh besar dan
produktivitasnya juga pesat, tidak bisa
dihentikan, maka GDP Konoha tiap tahun
juga tetap bertumbuh 8% per tahun bahkan
lebih. Sehingga 10 tahun berikutnya
total GDP Konoha kini sudah melampaui 42
juta KNC. Namun jumlah KNC beredar itu
sudah difix sejak awal berdasarkan
undang-undang Konoha maksimal hanya 21
juta. Berarti tiap KNC itu sudah beredar
lebih dari dua kali dalam setahun. Pada
saat itu, kelebihan kapasitas produksi
barang dan jasa tidak lagi terserap.
Harga, barang-barang dan jasa akibat
kelebihan kapasitas produksi kini
mengalami downward spiral. Kenapa?
Karena barang yang tidak laku terjual
ini sekarang diobral. Banting harga
pabrik yang satu kompetitornya itu lawan
banting harga lagi. Jadi terjadi price
war. perusahaan yang satu banting harga
lagi, banting harga lagi, banting harga
lagi. Sehingga pada satu titik
pabrik-pabrik ini terpaksa tidak profit
dan mereka nombok. Ketika itu satu
persatu memutuskan untuk menutup
pabriknya dan tenaga kerjanya terpaksa
di PHK. Itulah yang disebut dengan
downward deflationary spiral. Muncullah
demo di
mana-mana. Sahabat Akela, membuat jumlah
suplai uang beredar menjadi fix 21 juta
adalah bertentangan dengan dalil visar
equation of exchange.
Pertanyaannya, apakah peristiwa seperti
ini sudah pernah terjadi dalam
sejarah? Jawabnya pernah, namun tidak
sepenuhnya persis sama kayak gitu.
Karena ratusan tahun yang lalu Amerika
sudah pernah menggunakan sistem moneter
yang supply-nya mendekati terbatas dan
itu adalah gold standard. Pengin tahu
ceritanya? Oke, sekarang kita tinggalkan
ilustrasi Konoha. Kita masuk ke fakta
sejarah. Lahirnya sistem uang
fiat. Pada akhir abad ke-19, Amerika
menggunakan sistem gold standard. Akhir
abad ke-19 sudah pakai gold standard.
sistem moneter di mana nilai mata uang
dolar Amerika diikat pada jumlah emas
tertentu sejak Coinage Act of
1873 yang oleh para pendukung perak
disebut sebagai crime of 73.
Amerika secara efektif menghapuskan
perak sebagai standar moneter dan hanya
menggunakan emas sebagai cadangan resmi
untuk uang kertas dan koin. Nilai dolar
Amerika difix pada satuan jumlah emas
tertentu dan dengan demikian jumlah uang
yang beredar di ekonomi secara langsung
bergantung pada cadangan emas yang
dimiliki oleh pemerintah.
Braska sebagai negara bagian agraris di
great plane sangat bergantung pada
sektor pertanian khususnya gandum,
jagung, dan ternak. Petani di Nebraska
menghadapi dampak langsung dari
keterbatasan gold standard karena
ekonomi mereka bergantung pada kemampuan
untuk menjual hasil panennya dan
membayar hutang. Pada akhir abad ke-19,
revolusi pertanian di Amerika didorong
oleh kemajuan teknologi, mesin panen,
dan perluasan jalur kereta api
mengakibatkan produktivitas pertanian
ini secara dramatis naik banyak sekali.
Nebraska dengan tanahnya yang subur
menjadi salah satu pusat produksi gandum
dan jagung. Namun, kelebihan produksi
ini memiliki dampak ekonomi. Yang
pertama penurunan harga komoditas.
Kelebihan pasokan, kelebihan suplly,
over supply gandum dan jagung di pasar
domestik dan global ini mengakibatkan
harga komoditas turun. Misalnya harga
gandum turun dari 1,19 per bus tahun
1870 menjadi hanya
0,6 ya separuhnya ya pada tahun 1890 dan
jagung pun juga mengalami penurunan yang
serupa. Yang kedua, persaingan global
petani Amerika termasuk di Nebraska ini
bersaing dengan petani-petani di negara
lain seperti Rusia, Argentina, dan
Kanada yang juga meningkatkan ekspor
pertanian mereka. sehingga memperburuk
tekanan pada harga. Memang pada akhir
abad 19 ekonomi Amerika berkembang pesat
dengan populasi yang meningkat dari 38
juta pada tahun 1870 melonjak menjadi 63
juta pada tahun 1890 dan produksi
pertanian serta industri itu juga
melonjak.
Namun pasokan emas dunia tidak bertambah
secepat pertumbuhan ekonomi ini.
Mengakibatkan ingat ya dalil viser sisi
yang sebelah kanan sekarang enggak
seimbang dengan yang sebelah kiri.
Akibatnya jumlah uang yang beredar ini
tidak cukup untuk mendukung kebutuhan
transaksi ekonomi yang ada. Ketika
jumlah uang terbatas, tapi produksi
barang seperti hasil pertanian ini
meningkat pesat, harga barang cenderung
turun alias deflasi. Dan deflasi ini
terlihat pada penurunan harga komoditas
pertanian yang mengakibatkan kerugian
besar pada petani. Banyak petani di
Debraska jadi kekurangan uang tunai gak
bisa beli benih baru, pupuk, peralatan,
bahkan membayar pajak. Karena uang yang
beredar terlalu sedikit dibandingkan
kebutuhan transaksi ekonomi yang mereka
perlukan. Memang ketika terjadi deflasi
yang diuntungkan siapa? Yang diuntungkan
adalah pemegang modal. Mereka berargumen
bahwa sistem ini menguntungkan kreditor,
bank, dan elit perkotaan di East Coast
seperti New York yang mendapat manfaat
dari nilai uang yang tinggi dan utang
yang lebih mudah ditagih karena
kejaminannya emas. Sebaliknya petani dan
debitor di wilayah agrar seperti
Nebraska jadi menderita karena deflasi
meningkatkan beban utangnya mereka.
Sebagai solusi alternatif, populis
mengusulkan bimetalisme, yaitu sistem
moneter yang menggunakan dua logam, emas
dan perak sebagai cadangan untuk uang.
Dalam sistem ini, pemerintah akan
mencetak uang berdasarkan cadangan emas
dan perak dengan rasio nilai tetap
misalnya 16 b 1 di mana 16 ons perak
setara dengan 1 ons emas. Perak yang
disebut sebagai lower grade metal
dibandingkan dengan emas karena lebih
melimpah suplainya dan nilainya juga
lebih rendah akan meningkatkan jumlah
uang yang beredar sehingga diharapkan
mampu mengatasi krisis likuiditas yang
mereka alami saat itu. Pada konvensi
populis di Lincoln Nebraska bulan Juli
tahun 1890, Free Silver menjadi salah
satu tuntutan utama. Platform Partai
Populis menyerukan peningkatan jumlah
uang yang beredar hingga setara dengan
dolar per orang yang hanya bisa dicapai
dengan cara mencetak uang yang berbasis
perak. Tuntutan ini mencerminkan
keyakinan bahwa deflasi yang terjadi
akibat gold standard adalah akar masalah
ekonomi petani. Kondisi deflasi ini juga
semakin diperparah oleh lahirnya
undang-undang baru pada tanggal 1
Oktober tahun 1890. Dan itu lagi-lagi
adalah undang-undang tarif Minle Tarif
Act of 1890 secara signifikan
meningkatkan tarif impor untuk
melindungi industri domestik.
Undang-undang ini diusulkan oleh William
McKinley, seorang anggota House of
Representatives dari Ohio yang kelak
menjadi presiden Amerika tahun 1897. Dan
ini adalah salah satu tokoh presiden
idolanya Trump.
Kondisi deflasi yang diperparah oleh
kebijakan tarif ini mengakibatkan
terjadinya krisis parah di tahun
1893 dan dikenal dengan sebutan panic of
1893. Panic of 1893 adalah salah satu
krisis ekonomi terparah dalam sejarah
Amerika Serikat pada abad ke-19 ditandai
oleh kepanikan perbankan, kebangkrutan
massal, pengangguran tinggi, dan depresi
ekonomi yang berlangsung hingga tahun
1897.
Krisis ini memiliki dampak luas bukan
hanya di Amerika tapi juga terjadi
secara global dan memperburuk ketegangan
ekonomi yang telah muncul selama krisis
tahun 1890 di Nebraska. Deflasi ini
ternyata tidak hanya mempengaruhi
Amerika tapi juga Eropa di mana petani
dan kelas pekerja menghadapi tekanan
ekonomi yang serupa. Di Jerman misalnya
yang bergabung dengan gold standard pada
tahun 1871, deflasi menekan sektor
agraris meningkatkan ketimpangan sosial
dan ketegangan politik. Negara-negara
seperti Amerika dan Prancis itu menimbun
emas. Sementara negara lain seperti
Jerman dan Austria Hongaria kekurangan
cadangan memaksa mereka untuk mengejar
kebijakan ekonomi agresif atau
terpaksa ekspansi imperialis untuk
memperoleh sumber daya baru. Ketegangan
moneter ini memperburuk persaingan
ekonomi antar negara Eropa. Jerman
misalnya berusaha memperkuat ekonominya
melalui industrialisasi dan ekspansi
kolonial untuk mengimbangi kekurangan
emas yang dengan demikian meningkatkan
rivalitasnya dengan negara dekat Inggris
dan Prancis.
Ini menjadi salah satu faktor yang
secara tidak langsung memicu terjadinya
imperialisme dan
militerisme. Dua pendorong utama
lahirnya perang dunia pertama. Pasca
perang dunia pertama, ekonomi Amerika
mengalami recovery di mana dekade tahun
1920-an ini dikenal sebagai The Roaring
20s. Ditandai oleh pertumbuhan ekonomi
yang sangat pesat. Di mana gold standard
saat itu memang memberikan kepercayaan
pada dolar pada awalnya ya. menarik
investasi asing. Indeks Dow Jones naik
dari level 100 pada tahun 1924 menjadi
381 naik 3,81 kali pada tahun
1929 didorong oleh spekulasi dan
pembelian saham pakai margin atau
leverage. Tapi ingat ya dalil vis
pertumbuhan ekonomi yang pesat. Jadi
kalau yang ruas kanan ini naik kencang,
maka yang sebelah kiri suplly moneternya
ini harus mampu mengimbangi. Kalau
sistem moneter tidak mampu mengimbangi
laju pertumbuhan ekonomi bisa
mengakibatnya berulang kembali krisis
likuiditas. Saat itu Amerika menggunakan
sistem lagi-lagi gold standard. Ini
mengakibatkan jumlah suplai uang kendati
pun tidak sepenuhnya fix. tapi juga
tidak fleksibel sehingga Amerika kembali
lagi mengalami deflationary spiral. Pada
Oktober
1929, gelembung pasar saham pecah.
Dikenal dengan peristiwa Black Thursday
dan Black Tuesday.
menghapus miliaran dolar dari nilai
pasar, memicu kepanikan perbankan, dan
menurunkan pengeluaran konsumen. Akan
tetapi, tidak belajar dari Minle Tarif
Act of
1890, pemerintah Amerika malah kembali
menerbitkan Undang-Undang
Proteksionisme.
Itu adalah Smooth Holy Tarif Act tahun
1930 di bawah Presiden Herbert
Hoover. Seperti Minly Tarif of 1890,
Smooth Holly bertujuan melindungi
ekonomi domestik. Namun akibatnya malah
memperburuk krisis perdagangan dunia
jadi anjlok, memperburuk kontraksi
ekonomi global. Gold Standard membatasi
kemampuan Bank Sentral Amerika dalam hal
ini Federal Reserve atau DEFET guna
mencetak uang yang diperlukan guna
penyelamatan bank antara tahun 1929
sampai 1933 jumlah uang beredar atau
money supply jadi turun sampai 33%
memperburuk
deflasi penurunan harga sampai 25%.
Depresi tahun 1929 ini dikenal dengan
sebutan The Great American Depression
dan saya sudah jelaskan detail ceritanya
pada video Trump Liberation Day bagian
yang
pertama. Jadi sampai tahap ini sudah dua
kali Dalil viser membuktikan gagalnya
gold standard sebagai sistem
moneter. Masih enggak yakin sama dalil
vis? Oke, tenang. Ada yang ketiga.
Menjelang berakhirnya Perang Dunia
Kedua, para pemimpin sekutu menyadari
perlunya sistem moneta internasional
yang stabil guna mendorong perdagangan
global dan mencegah krisis ekonomi pasca
perang. Sehingga pada bulan Juli tahun
1944 730 delegasi dari 44 negara sekutu
berkumpul di Breton Woods New Hampsire
Agreement. Saya rasa sahabat Akela sudah
tahu cerita komplitnya dari video
sebelumnya. Dan singkat cerita ini semua
melahirkan perjanjian Brighton Wood
System dan ada dua tokoh utamanya yang
berperan saat itu dalam perumusan
konsepnya dan itu adalah John Menet Kins
dari Inggris dan Harry Dexter White dari
Amerika.
Singkat cerita, dolar Amerika dijadikan
mata uang cadangan global atau the world
reserve currency. Nilai dolar Amerika
dipack pada emas dengan nilai tukar
tetap sebesar 35 US per ons dolar fully
convertible terhadap emas. Negara-negara
lain juga menautkan mata uang mereka
pada dolar Amerika bukan langsung pada
emas. Lagi-lagi sistem moneter yang
dipakai berarti adalah gold
standard. Dan kali ini ada satu orang
tokoh legendaris yang benar-benar
belajar dari fakta sejarah. Dia adalah
ekonomia Amerika, Robert Triffin
namanya.
Trivin mengungkapkan bahwa sistem ini
memiliki kelemahan struktural yang
dikenal sebagai Trivin dilema yang
pertama kali diungkapkan oleh Trivin
dalam bukunya judulnya Gold and the
Dollar Crisis tahun 1960 dan dalam
kesaksian yang dia buat di depan kongres
Amerika antara tahun 1959 sampai 1960.
Untuk mendukung perdagangan global,
dunia membutuhkan likuiditas yang cukup
dalam bentuk mata uang global dan itu
berarti dolar Amerika. Karena dolar
adalah global reserve
currency. Untuk menyediakan likuiditas
ini, Amerika harus menjalankan defisit
neraca pembayaran, yaitu mengeluarkan
lebih banyak dolar ke luar negeri
melalui
perdagangan, bantuan asing seperti
marshall plan atau investasi pada luar
negeri dibandingkan dengan yang mereka
terima.
Akan tetapi defisit ini akan semakin
melemahkan kepercayaan terhadap dolar
Amerika. Jadi kalau defisit
tambah-tambah tambah gede, tambah gede
akan melemahkan kepercayaan terhadap
dolar Amerika. Karena akan timbul
pertanyaan ekonomi globalnya tumbuh
pesat. Ingat dalil vis lagi, sisi yang
sebelah kanan naik banyak. Nah, Amerika
menerbitkan dolar. M-nya dinaikin, money
supplynya dinaikkan yang sebelah kiri.
Pertanyaannya, emangnya cadangan emasnya
Amerika cukup buat supply M ini ya,
money supply ini. Nah, jika
negara-negara lain mulai menukar dolar
mereka dengan emas, cadangan emas
Amerika bisa terkuras habis. Anda ingat
ya, ini lagi-lagi adalah dalil viser.
Jumlah likuiditas yang tersedia harus
mampu mengimbangi pertumbuhan ekonomi
dunia. Karena itu suplai uang itu enggak
bisa dikunci oleh money supply yang
tidak fleksibel seperti dalam gold
standard. Apalagi kalau difix dikunci
mati. Jika difix itu artinya ekonominya
tidak boleh bertumbuh.
Saya juga sudah menjelaskan mengenai
Trivin dilema ini pada video Trump
Liberation Day bagian pertama.
Peringatan Trivin ini akhirnya terbukti
pada tanggal 15 Agustus tahun 1971.
Presiden Richard M. Nixon mengambil
langkah drastis untuk mengatasi krisis
ini dalam video televisi nasional dan
mengumumkan tiga kebijakan utama yang
dikenal sebagai Nixon Shock. Saya hanya
jelaskan yang paling pertama yang utama
yakni penangguhan convertibility
terhadap emas. Nixon menutup jendela
emas menghentikan
convertibility dari dolar jadi emas oleh
bank sentral asing. Ini mengakhiri pilar
utama gold standard system brghten
Woods. Habislah sudah gold standard.
Terbukti Gold Standard tidak bisa
diaplikasikan untuk sistem mata uang
global karena bertentangan dengan dalil
viser. Nixon Shock sekaligus menandai
berakhirnya era gold standard dan
lahirnya sistem uang
fiat. Jadi, sahabat Akela yang saya
kasihi, demikianlah sejarahnya bagaimana
dunia menggunakan sistem uang fiat.
Bukannya enggak mau pakai gold standard,
apalagi yang fix. Gold standard ini
sudah dicoba tiga kali dan gagal total.
Mulai krisis populis tahun 1890, Great
Depression tahun 1929 hingga Nixon Shock
tahun 1971 tiga kali. Oh, satu lagi
hampir lupa. Selama periode tahun 1997
hingga tahun
2009, Zimbabwe mengalami hyper inflation
super parah sehingga pemerintahnya
bahkan menerbitkan mata uang pecahan 1
triliun dolar Zimbabwe. Di mana 1
triliun ini cuma cukup buat beli satu
buah roti aja. Mata uang ini praktis
enggak ada harganya. Pada tanggal 8
April 2024, Zimbabwe memperkenalkan mata
uang baru namanya Zimbabwe Gold atau Zig
yang diklaim didukung oleh cadangan emas
dolar Amerika dan logam mulia lain
senilai
629 juta US dar. Tujuannya adalah
menggantikan dolar Zimbabwe atau ZWL
yang terus terdepresiasi.
Zig diperkenalkan dengan nilai tukar
awal
13,56 zig per1 US. Namun apa yang
terjadi? Hingga bulan
Februari 2025, Zig sudah melemah
49% sejak pertama kali diluncurkan. Dan
sekarang ini di bulan April 2025 nilai
zig di pasar paralel itu hanya
3,7% dari nilai awalnya. Meskipun sejak
awal tahun harga emas dunia sebenarnya
kan naik lebih dari
25%. Berarti Zig itu sudah kehilangan
lebih dari
96% dari nilai awalnya di 13,56.
Sekarang jadi cuman
3,7%-nya. Nah, dengan demikian maka ini
adalah kegagalan gold standard yang
keempat kalinya yang saya benar-benar
takjub. Ternyata masih ada yang bilang
bahwa sistem uang fiat itu diciptakan
oleh Illuminati Freemason yang
dikendalikan oleh Rosit
Family. Pertanyaan selanjutnya, lantas
bagaimana dengan Bank Sentral Amerika
alias Federal Reserve alias The FEAT?
Jangan-jangan The Fat sebagai
satu-satunya lembaga independen di mana
Trump nampaknya nafsu banget nih pengen
pecat cermnya Jerome Powell dan sekarang
lagi sibuk mikirin celah-celah hukum
ngulik-ngulik supaya bisa pecat Fat
Chaman.
Jangan-jangan the fan ini juga kaki
tangannya
Illuminati Rosil sehingga begitu
powerfulnya sampai Presiden Amerika aja
enggak bisa pecat. Oke, pengin tahu
sejarah real-nya, fakta realnya? Komen
di bawah.
Nah, sahabat Akela, semoga video ini
bisa membantu Anda semua dalam memahami
sejarah lahirnya uang fiat dengan lebih
baik dan tidak terpengaruh teori
konstipasi eh kontrasepsi eh kontrasapi
eh teori konspirasi eh oh ya betul itu.
Dan jangan lupa khusus bagi subscriber
channel ini, Anda bisa konsultasi
sehubungan dengan investasi ataupun
trading Anda langsung dengan saya dan
Bapak Hendra Martono Lim, pencipta Timo
Quantitative Trading System melalui
Akela live streaming yang kami
selenggarakan tiap hari Kamis pukul
19.30 WIB di channel ini. Karena itu,
pastikan diri Anda sudah subscribe, klik
tombol like-nya, dan silakan share ke
teman-teman Anda yang membutuhkan.
Semoga bermanfaat semuanya. Sukses
selalu dan sampai jumpa.