Sahm Rules : Tanda Bahaya Ekonomi Amerika Sudah Mulai Resesi?
fLQg4pP7Cg0 • 2024-08-13
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Mengapa indikator-indikator Resesi ini
menjadi false positif ya karena data
pada saat covid-19 itu adalah outl yang
sangat ekstrem
[Musik]
Oke ini adalah
Claudia Dia adalah seorang peneliti
makroekonomi dan lebih dari satu
dasawarsa claudiaam ini menduduki
berbagai posisi penting termasuk kepala
bagian di divisi urusan konsumen dan
komunitas di theet ketika bekerja di
theet Claudia Sam merasa perlunya sebuah
tools guna mengidentifikasi Resesi
secara Real
Time kudia Saya menyadari bahwa metode
tradisional untuk mendeklarasikan Resesi
seringkiali terlambat sehingga
menyulitkan pembuat kebijakan dalam hal
ini the fet untuk merespon secara
efektif dan cepat hal ini sangat
diperlukan mengingat Apa yang dilakukan
theet pada dasarnya adalah mengelola
keseimbangan antara risiko inflasi dan
tingkat pengangguran ini tercermin pada
sumpah jabatan Semua pejabat theet dan
dikenal dengan sebutan dual Mandate of
the economy yakni price stability dan
Maximum
employment hubungan antara agregat price
level atau tingkat inflasi dengan
tingkat pengangguran dalam makroekonomi
digambarkan dengan menggunakan kurva
Philips ini ketika ekonomi bertumbuh
maka angka pengangguran turun dari U1 ke
U2 akibatnya semakin banyak orang yang
bekerja kebutuhan akan barang dan jasa
otomatis meningkat sehingga tingkat
inflasi jadi naik dari I1 ke I2 ketika
inflasi naik jauh melampaui target
inflasi theet yakni Core pce inflation
stabil di level 2% year over year maka
theet akan mengeluarkan kebijakan
pengetatan likuiditas atau quantitative
tightening Yakni dengan menaikkan suku
bunga acuan fet fund rate tujuannya
jelas adalah Dengan berkurangnya jumlah
uang beredar maka agregat demand atau
agreg permintaan barang-barang dan jasa
secara keseluruhan melambat bahkan turun
penurunan agregat demand berakibat
turunnya inflasi disertai perlambatan
ekonomi seringki theet harus jeli dalam
hal timing penghentian kebijakan
quantitative titening atau pengetatan
likuiditas ini dan segera memangka suku
bunga acuan kembali ke level normal
karena jika hal ini sampai terlambat
dilakukan maka perlambatan ekonomi yang
terjadi menjadi terlampau besar
berakibat ekonomi jadi terpaksa terpuruk
kembali ke jurang Resesi yang sebetulnya
tidak perlu Berdasarkan riset yang
dilakukannya Claudia Sam menemukan
indikator Resesi yang selama ini sangat
akurat some rules Indicator namanya
secara sederhana some rules menyatakan
bahwa jika rata-rata tingkat
pengangguran selama 3 bulan terakhir
naik 0,5% atau lebih diband dengan titik
terendahnya dalam 12 bulan terakhir maka
Resesi ekonomi di Amerika berarti sudah
dimulai sekarang Coba perhatikan chart
some rules ini sahabat akela bisa
melihatnya di website The Fat Sin Loui
linknya saya berikan di
deskripsi dari chart ini nampak bahwa
three months Moving Average atau
rata-rata pergerakan angka pengangguran
selama 3 bulan terakhir alias Rul
Indicator jika Gambarkan Maka hasilnya
cenderung stabil sehingga suatu ketika
ketika tiba-tiba terjadi lonjakan samru
syndicator maka ekonomi dengan demikian
masuk ke dalam periode Resesi seperti
yang nampak terjadi pada tahun
1990 tahun 2001 dan tahun
2008 pada hari Jumat tanggal 5 agustus
2024 Lalu seperti biasa buo of label
statistic merilis angka nonfarm peroll
di mana pada hari itu bls juga merilis
data angka pengangguran dan angkanya
adalah sebesar
4,3%. angka pengangguran 4,3% ini
sesungguhnya masih di bawah level nairu
nonacelerated inflationary rate of
unemployment angka pengangguran yang
tidak mengakibatkan terjadinya
akselerasi inflasi itu adalah angka
pengangguran ambang batasnya theet akan
tetapi angka pengangguran 4,3% ini
mengakibatkan some rules Indicator kini
berada di level
0,53% dan ini berarti sudah melampaui
ambang batas
0,5% dan ini berarti ekonomi Amerika
sudah mulai Resesi dan dengan demikian
ini sudah hard landing alias The Fat
terlambat memangkat suku bunga sehingga
berakibat ekonomi Amerika kini sudah
terpuruk ke dalam Resesi namun anehnya
ada banyak indikator ekonomi lainnya
yang tidak menunjukkan hal itu ada
begitu banyak perdebatan mengenai hal
ini sehingga supaya tidak simpang siur
maka kita sebaiknya Dengar langsung saja
dari sang penciptanya Claudia Sam
sendiri So do I think we are in a
recession right now no Claudia Sam
sangat jelas mengatakan bahwa saat ini
ekonomi tidak sedang berada dalam Resesi
lantas Apakah dengan demikian kenaikan
angka pengangguran yang secara konsisten
berlangsung terus dari bulan Maret dari
level 3,8% menjadi 4,3% di bulan Juli
2024 ini berarti finefine aja dan tidak
ada yang perlu dikhawatirkan simak lagi
penjelasan Claudia Sam
Claudia menjelaskan bahwa jika tidak
diambil tindakan maka dia khawatir
kondisi ini bisa mengarah menjadi Resesi
lantas Mengapa jika selama ini setiap
kali samrul Indicator naik melampaui
level
0,5% ekonomi Amerika berarti sudah mulai
masuk Resesi Kenapa kok sekarang enggak
perihal ini Claudia menjelaskan bahwa
samrul Indicator bisa jadi memberikan
sinyal false positif akibat adanya
distorsi ekonomi berkepanjangan pasca
pandemi
covid-19 dia juga sempat berargumen
bahwa ada indikator Resesi lainnya
contohnya Resesi terjadi jika quarterly
GDP negatif selama dua Kuartal
berturut-turut dan ini sudah terjadi di
Tahun 2022 namun kenyataannya Resesi tak
kunjung tiba malahan pada periode
berikutnya GDP kembali bertumbuh positif
indikator Resesi lainnya yang nampaknya
juga memberikan sinyal false positif
adalah inverted yield Curve dan ini
adalah kurva selisih imbal hasil
obligasi tenor 10 tahun dengan tenor 3
bulan dalam kondisi normal obligasi
tenor 10 tahun tentu memberikan imbal
hasil yang lebih tinggi dibandingkan
obligasi dengan tenor lebih pendek
contohnya obligasi tenor 3 bulan ini nah
adakanya kondisi ini justru terbalik
sehingga selisih imbal hasil obligasi
tenor 10 tahun dikurangi imbal hasil
obligasi tenor 3 bulan itu hasilnya jadi
negatif kondisi ini populer dikenal
dengan sebutan inverted yield Curve dan
selama ini inverted yield Curve selalu
memberikan sinyal akan terjadinya Resesi
ekonomi sejak Juli 2022 saya sudah
menjelaskan bahwa inverted y Curve ini
bisa jadi diakibatkan oleh adanya
inflation
backwardadation dan dengan demikian maka
ada kemungkinan yang terjadi malah soft
landing bukan hard landing Anda bisa
menyimaknya pada video yang ini kemudian
juga video yang ini di bulan April 2023
dan video yang ini di bulan September
2023 Jika Anda ketinggalan video-video
ini anda bisa menyimaknya nanti sesudah
video ini nih link saya berikan semuanya
di deskripsi dan supaya tidak
ketinggalan lagi maka tips dari saya
pastikan diri Anda sudah subscribe di
channel ini pastikan tombol alertnya
sudah aktif dan bilamana video ini
bermanfaat akela sangat berterima kasih
atas dukungan anda dengan cara pencet
tombol like-nya juga oke Anda bisa
mengakses kurva Yi Curve ini melalui
website resmi The Fat district New York
link saya juga berikan di deskripsi
berdasarkan data ini New York Fed hanya
memberikan peluang sebesar
55,83% bahwa ekonomi Amerika akan mulai
Resesi mungkin pada bulan Mei
2025 ya tapi baru peluang ya
55,83% namun harap diperhatikan angka
itu juga berarti ada kemungkinan sebesar
44,17% yang terjadi bukan Resesi
melainkan Sof landing alias perlambatan
ekonomi namun tidak ada
Resesi jadi ada tiga indikator Resesi
yang hingga saat ini memberikan sinyal
false positif yakni nomor satu adalah
some rules kemudian GDP ne- 2 kartal
berturut-turut sudah terjadi Tahun 2022
dan inverted Y Curve sudah terjadi sejak
lama mulai dari
2022 Pertanyaan selanjutnya adalah Lah
kok bisa begitu guna menjelaskan
fenomena ini khususnya Sam rules maka
saya memperkenalkan seorang tokoh
bernama John Taki John Taki adalah
seorang ahli statistik dan matematikawan
Amerika yang terkenal karena
kontribusinya yang signifikan dalam
bidang statistik analisis data dan ilmu
komputasi Kalau Anda pernah melakukan
riset dan mengolah data menggunakan
software yang namanya SPSS maka anda
akan familiar dengan yang namanya box
plot bentuknya adalah seperti ini notasi
box plot ini ditemukan oleh John Taki
dan Coba lihat ketika kita berhadapan
dengan sejumlah data maka box plot akan
menggambarkan rentang data mulai dari
nilai minimum hingga nilai maksimum
kemudian tepat di tengah itu ada yang
namanya median atau nilai Tengah dan di
antara median dan nilai maksimum ada
kuartil teratas atau disebut quarle dan
antara median dan nilai minimum ada
kuartil terendah atau disebut juga first
quartile Namun coba perhatikan di luar
nilai maksimum dan minimum ada yang
disebut
outlier dalam statistik outlier ini
adalah titik data atau observasi yang
secara
signifikan berbeda atau menyimpang dari
sebagian besar data lainnya dalam suatu
kumpulan data dengan kata lain outlier
adalah nilai yang tampak tidak biasa
atau ekstrem jika dibandingkan dengan
pola umum data analogi sederhananya
adalah jika misalkan ada seorang
mahasiswa yang sedang melakukan
penelitian mengenai rata-rata nilai
kekayaan masyarakat di Jakarta Dia
kemudian mengambil sampling data dari
beberapa lokasi di Jakarta
tuh namun dari data sampling yang
diambil ya muncul satu nama yakni Bapak
Prayogo Pangestu misalnya dengan total
nilai kekayaan sebesar
rp854 triliun maka jelas data ini adalah
outliers data yang sangat ekstrem di
luar range data yang berhasil
dihimpunnya Nah sekarang Coba lihat dari
chartge US unemployment rate sejak tahun
1948 nampak jelas bahwa angka
pengangguran yang terjadi pada saat
covid tahun
2020 yakni angka pengangguran mencapai
14,9% itu adalah
outlier jika ada di antara Anda yang
masih mempertanyakan bahwa Apakah benar
nih angka pengangguran 14,9% ini adalah
outlier maka John Taki mendefinisikan
outlier itu sebagai semua data yang
berada 1 Seteng kali
interquar range atau iqr di atas third
quar untuk itu kita perlu ke website The
Fat Sin Louis guna download data us
unemployment rate klik download anda
akan mendapatkan data dalam bentuk
file.csv buka datanya sekarang pakai
Microsoft Excel dan muncul data mulai
dari Tahun
1948 langsung Urutkan pakai tombol short
ascending dari yang paling kecil sampai
yang paling besar sesudah itu langsung
Scroll down dan anda bisa langsung
menemukan angka Med dengan ketik sama
dengan median buka kurung masukkan range
datanya kemudian di bawahnya masukkan
first quartile dengan cara ketik
quartile.exc buka kurung masukkan range
yang sama kali ini koma 1 gitu tutup
kurung kemudian third Kuartal atau
Kuartal 3 ketik
quarex kemudian buka kurung masukkan
range yang sama tadi itu kemudian koma
angka 3 sekarang tutup kurung Kemudian
iqr-nya Anda gampang hitung dari selnya
q3 sama Q1 itu kurangkan itu ya jadi q3
- Q1 itu ketemu interquartile
range sekarang hitung
upper Bound atau batas atas itu adalah
q3 D 1,2 *
iqr ketemunya angkanya 10,15
dengan demikian maka ini berarti semua
angka pengangguran yang angkanya tuh di
atas
10,1 itu berarti adalah
outlier berikutnya jika kita perhatikan
some rules Indicator pada bulan Januari
2020 itu sempat mencapai level
9,43% dan ini lagi-lagi ini adalah
outlier tidak hanya itu saja The V Louis
juga sempat menayangkan kurva beverage
atau beverage Curve ini adalah
representasi grafis yang menggambarkan
hubungan terbalik antara tingkat
pengangguran dan tingkat lowongan
pekerjaan atau job vacancy rate dalam
suatu perekonomian kurva ini dinamakan
berdasarkan penemunya yakni ekonom
Inggris namanya William beveridge yang
pertama kali mengamati hubungan ini pada
tahun
1944 coba perhatikan selama ini beverage
Curve itu selalu terjadi dalam range
yang saya lingkari merah ini namun
ketika pandemi terjadi theet itu segera
melakukan quantitative easing secara
masif guna menghindari depresi ekonomi
akibat colaps-nya agregat Demand dan
agregat supply akibatnya ketika ekonomi
mulai dibuka kembali Pasa covid
terjadilah lonjakan lowongan kerja
sehingga beverage Curve itu bergerak di
luar range yang selama ini terjadi dan
kurva Berikut ini adalah analisa data
atas semua grafik kecuali tahun
2020 atas angka pengangguran menjelang
terjadinya Resesi hingga National bureau
Of Economic research atau nber secara
resmi menyatakan Resesi telah
dimulai silakan bandingkan dengan apa
yang terjadi di tahun 2020 sahabat akela
bisa lihat jelas bahwa apa yang terjadi
di tahun 2020 ini benar-benar merupakan
outlier yang sangat
ekstrem Mengapa indikator-indikator
Resesi ini menjadi false positif ya
karena data pada saat covid-19 itu
adalah outl yang sangat ekstrem Kemudian
pada saat pemulihan Pasa covid
terjadilah ketidakseimbangan demand and
supply raksasa dahsyat gede banget
akibat bullweip effect sebagaimana yang
sudah saya jelaskan dalam video berjudul
ekonomi Indonesia mulai deflasi Anda
bisa menyimaknya pada video yang ini
Akibat dari semua nya ini muncul peluang
bahwa theet akan memangkat suku bunga
langsung 50 basis po pada fmc yang akan
datang yakni fumc 18 September
2024 tidak berhenti di situ saja The Fed
juga berpeluang Terus memangka suku
bunga acuan pada setiap fumc hingga
mencapai target suku bunga normal di
level 325 hingga 350 pada pertengahan
tahun 2025 Adakah di antara Anda yang
ingin belajar atau konsultan mengenai
trading atau investasi anda Baik itu di
saham bursa f Indonesia saham bursa
Amerika atau barangkali Forex berbagai
komoditas seperti gold crud oil dan juga
Bitcoin serta aset kripto lainnya maka
silakan join pada acara akela live
streaming di channel ini setiap hari
Kamis pukul 19.30 WIB Pertanyaan
selanjutnya jadi hard landing atau soft
landing nih Saya masih melihat bahwa
theet masih memiliki peluang besar untuk
berhasil menurunkan inflasi tanpa
mengakibatkan ekonomi Resesi alias soft
landing inflasi turun tanpa
mengakibatkan ekonomi Resesi Bagaimana
pendapat anda ketik di kolom komentar Ya
lantas jika demikian Mengapa s&p 500 dan
nasdaq melanjutkan penurunannya pada
hari Senin 5 agustus 2024 nah jawaban
atas yang satu ini ada pada video
berikutnya yakni japanesian Carry trade
bagaimana
misi SW B mengguncang dunia semoga
bermanfaat sukses selalu dan sampai
jumpa
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 01:55:33 UTC
Categories
Manage