Transcript
fLQg4pP7Cg0 • Sahm Rules : Tanda Bahaya Ekonomi Amerika Sudah Mulai Resesi?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/AkelaTradingSystem/.shards/text-0001.zst#text/0235_fLQg4pP7Cg0.txt
Kind: captions Language: id Mengapa indikator-indikator Resesi ini menjadi false positif ya karena data pada saat covid-19 itu adalah outl yang sangat ekstrem [Musik] Oke ini adalah Claudia Dia adalah seorang peneliti makroekonomi dan lebih dari satu dasawarsa claudiaam ini menduduki berbagai posisi penting termasuk kepala bagian di divisi urusan konsumen dan komunitas di theet ketika bekerja di theet Claudia Sam merasa perlunya sebuah tools guna mengidentifikasi Resesi secara Real Time kudia Saya menyadari bahwa metode tradisional untuk mendeklarasikan Resesi seringkiali terlambat sehingga menyulitkan pembuat kebijakan dalam hal ini the fet untuk merespon secara efektif dan cepat hal ini sangat diperlukan mengingat Apa yang dilakukan theet pada dasarnya adalah mengelola keseimbangan antara risiko inflasi dan tingkat pengangguran ini tercermin pada sumpah jabatan Semua pejabat theet dan dikenal dengan sebutan dual Mandate of the economy yakni price stability dan Maximum employment hubungan antara agregat price level atau tingkat inflasi dengan tingkat pengangguran dalam makroekonomi digambarkan dengan menggunakan kurva Philips ini ketika ekonomi bertumbuh maka angka pengangguran turun dari U1 ke U2 akibatnya semakin banyak orang yang bekerja kebutuhan akan barang dan jasa otomatis meningkat sehingga tingkat inflasi jadi naik dari I1 ke I2 ketika inflasi naik jauh melampaui target inflasi theet yakni Core pce inflation stabil di level 2% year over year maka theet akan mengeluarkan kebijakan pengetatan likuiditas atau quantitative tightening Yakni dengan menaikkan suku bunga acuan fet fund rate tujuannya jelas adalah Dengan berkurangnya jumlah uang beredar maka agregat demand atau agreg permintaan barang-barang dan jasa secara keseluruhan melambat bahkan turun penurunan agregat demand berakibat turunnya inflasi disertai perlambatan ekonomi seringki theet harus jeli dalam hal timing penghentian kebijakan quantitative titening atau pengetatan likuiditas ini dan segera memangka suku bunga acuan kembali ke level normal karena jika hal ini sampai terlambat dilakukan maka perlambatan ekonomi yang terjadi menjadi terlampau besar berakibat ekonomi jadi terpaksa terpuruk kembali ke jurang Resesi yang sebetulnya tidak perlu Berdasarkan riset yang dilakukannya Claudia Sam menemukan indikator Resesi yang selama ini sangat akurat some rules Indicator namanya secara sederhana some rules menyatakan bahwa jika rata-rata tingkat pengangguran selama 3 bulan terakhir naik 0,5% atau lebih diband dengan titik terendahnya dalam 12 bulan terakhir maka Resesi ekonomi di Amerika berarti sudah dimulai sekarang Coba perhatikan chart some rules ini sahabat akela bisa melihatnya di website The Fat Sin Loui linknya saya berikan di deskripsi dari chart ini nampak bahwa three months Moving Average atau rata-rata pergerakan angka pengangguran selama 3 bulan terakhir alias Rul Indicator jika Gambarkan Maka hasilnya cenderung stabil sehingga suatu ketika ketika tiba-tiba terjadi lonjakan samru syndicator maka ekonomi dengan demikian masuk ke dalam periode Resesi seperti yang nampak terjadi pada tahun 1990 tahun 2001 dan tahun 2008 pada hari Jumat tanggal 5 agustus 2024 Lalu seperti biasa buo of label statistic merilis angka nonfarm peroll di mana pada hari itu bls juga merilis data angka pengangguran dan angkanya adalah sebesar 4,3%. angka pengangguran 4,3% ini sesungguhnya masih di bawah level nairu nonacelerated inflationary rate of unemployment angka pengangguran yang tidak mengakibatkan terjadinya akselerasi inflasi itu adalah angka pengangguran ambang batasnya theet akan tetapi angka pengangguran 4,3% ini mengakibatkan some rules Indicator kini berada di level 0,53% dan ini berarti sudah melampaui ambang batas 0,5% dan ini berarti ekonomi Amerika sudah mulai Resesi dan dengan demikian ini sudah hard landing alias The Fat terlambat memangkat suku bunga sehingga berakibat ekonomi Amerika kini sudah terpuruk ke dalam Resesi namun anehnya ada banyak indikator ekonomi lainnya yang tidak menunjukkan hal itu ada begitu banyak perdebatan mengenai hal ini sehingga supaya tidak simpang siur maka kita sebaiknya Dengar langsung saja dari sang penciptanya Claudia Sam sendiri So do I think we are in a recession right now no Claudia Sam sangat jelas mengatakan bahwa saat ini ekonomi tidak sedang berada dalam Resesi lantas Apakah dengan demikian kenaikan angka pengangguran yang secara konsisten berlangsung terus dari bulan Maret dari level 3,8% menjadi 4,3% di bulan Juli 2024 ini berarti finefine aja dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan simak lagi penjelasan Claudia Sam Claudia menjelaskan bahwa jika tidak diambil tindakan maka dia khawatir kondisi ini bisa mengarah menjadi Resesi lantas Mengapa jika selama ini setiap kali samrul Indicator naik melampaui level 0,5% ekonomi Amerika berarti sudah mulai masuk Resesi Kenapa kok sekarang enggak perihal ini Claudia menjelaskan bahwa samrul Indicator bisa jadi memberikan sinyal false positif akibat adanya distorsi ekonomi berkepanjangan pasca pandemi covid-19 dia juga sempat berargumen bahwa ada indikator Resesi lainnya contohnya Resesi terjadi jika quarterly GDP negatif selama dua Kuartal berturut-turut dan ini sudah terjadi di Tahun 2022 namun kenyataannya Resesi tak kunjung tiba malahan pada periode berikutnya GDP kembali bertumbuh positif indikator Resesi lainnya yang nampaknya juga memberikan sinyal false positif adalah inverted yield Curve dan ini adalah kurva selisih imbal hasil obligasi tenor 10 tahun dengan tenor 3 bulan dalam kondisi normal obligasi tenor 10 tahun tentu memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan obligasi dengan tenor lebih pendek contohnya obligasi tenor 3 bulan ini nah adakanya kondisi ini justru terbalik sehingga selisih imbal hasil obligasi tenor 10 tahun dikurangi imbal hasil obligasi tenor 3 bulan itu hasilnya jadi negatif kondisi ini populer dikenal dengan sebutan inverted yield Curve dan selama ini inverted yield Curve selalu memberikan sinyal akan terjadinya Resesi ekonomi sejak Juli 2022 saya sudah menjelaskan bahwa inverted y Curve ini bisa jadi diakibatkan oleh adanya inflation backwardadation dan dengan demikian maka ada kemungkinan yang terjadi malah soft landing bukan hard landing Anda bisa menyimaknya pada video yang ini kemudian juga video yang ini di bulan April 2023 dan video yang ini di bulan September 2023 Jika Anda ketinggalan video-video ini anda bisa menyimaknya nanti sesudah video ini nih link saya berikan semuanya di deskripsi dan supaya tidak ketinggalan lagi maka tips dari saya pastikan diri Anda sudah subscribe di channel ini pastikan tombol alertnya sudah aktif dan bilamana video ini bermanfaat akela sangat berterima kasih atas dukungan anda dengan cara pencet tombol like-nya juga oke Anda bisa mengakses kurva Yi Curve ini melalui website resmi The Fat district New York link saya juga berikan di deskripsi berdasarkan data ini New York Fed hanya memberikan peluang sebesar 55,83% bahwa ekonomi Amerika akan mulai Resesi mungkin pada bulan Mei 2025 ya tapi baru peluang ya 55,83% namun harap diperhatikan angka itu juga berarti ada kemungkinan sebesar 44,17% yang terjadi bukan Resesi melainkan Sof landing alias perlambatan ekonomi namun tidak ada Resesi jadi ada tiga indikator Resesi yang hingga saat ini memberikan sinyal false positif yakni nomor satu adalah some rules kemudian GDP ne- 2 kartal berturut-turut sudah terjadi Tahun 2022 dan inverted Y Curve sudah terjadi sejak lama mulai dari 2022 Pertanyaan selanjutnya adalah Lah kok bisa begitu guna menjelaskan fenomena ini khususnya Sam rules maka saya memperkenalkan seorang tokoh bernama John Taki John Taki adalah seorang ahli statistik dan matematikawan Amerika yang terkenal karena kontribusinya yang signifikan dalam bidang statistik analisis data dan ilmu komputasi Kalau Anda pernah melakukan riset dan mengolah data menggunakan software yang namanya SPSS maka anda akan familiar dengan yang namanya box plot bentuknya adalah seperti ini notasi box plot ini ditemukan oleh John Taki dan Coba lihat ketika kita berhadapan dengan sejumlah data maka box plot akan menggambarkan rentang data mulai dari nilai minimum hingga nilai maksimum kemudian tepat di tengah itu ada yang namanya median atau nilai Tengah dan di antara median dan nilai maksimum ada kuartil teratas atau disebut quarle dan antara median dan nilai minimum ada kuartil terendah atau disebut juga first quartile Namun coba perhatikan di luar nilai maksimum dan minimum ada yang disebut outlier dalam statistik outlier ini adalah titik data atau observasi yang secara signifikan berbeda atau menyimpang dari sebagian besar data lainnya dalam suatu kumpulan data dengan kata lain outlier adalah nilai yang tampak tidak biasa atau ekstrem jika dibandingkan dengan pola umum data analogi sederhananya adalah jika misalkan ada seorang mahasiswa yang sedang melakukan penelitian mengenai rata-rata nilai kekayaan masyarakat di Jakarta Dia kemudian mengambil sampling data dari beberapa lokasi di Jakarta tuh namun dari data sampling yang diambil ya muncul satu nama yakni Bapak Prayogo Pangestu misalnya dengan total nilai kekayaan sebesar rp854 triliun maka jelas data ini adalah outliers data yang sangat ekstrem di luar range data yang berhasil dihimpunnya Nah sekarang Coba lihat dari chartge US unemployment rate sejak tahun 1948 nampak jelas bahwa angka pengangguran yang terjadi pada saat covid tahun 2020 yakni angka pengangguran mencapai 14,9% itu adalah outlier jika ada di antara Anda yang masih mempertanyakan bahwa Apakah benar nih angka pengangguran 14,9% ini adalah outlier maka John Taki mendefinisikan outlier itu sebagai semua data yang berada 1 Seteng kali interquar range atau iqr di atas third quar untuk itu kita perlu ke website The Fat Sin Louis guna download data us unemployment rate klik download anda akan mendapatkan data dalam bentuk file.csv buka datanya sekarang pakai Microsoft Excel dan muncul data mulai dari Tahun 1948 langsung Urutkan pakai tombol short ascending dari yang paling kecil sampai yang paling besar sesudah itu langsung Scroll down dan anda bisa langsung menemukan angka Med dengan ketik sama dengan median buka kurung masukkan range datanya kemudian di bawahnya masukkan first quartile dengan cara ketik quartile.exc buka kurung masukkan range yang sama kali ini koma 1 gitu tutup kurung kemudian third Kuartal atau Kuartal 3 ketik quarex kemudian buka kurung masukkan range yang sama tadi itu kemudian koma angka 3 sekarang tutup kurung Kemudian iqr-nya Anda gampang hitung dari selnya q3 sama Q1 itu kurangkan itu ya jadi q3 - Q1 itu ketemu interquartile range sekarang hitung upper Bound atau batas atas itu adalah q3 D 1,2 * iqr ketemunya angkanya 10,15 dengan demikian maka ini berarti semua angka pengangguran yang angkanya tuh di atas 10,1 itu berarti adalah outlier berikutnya jika kita perhatikan some rules Indicator pada bulan Januari 2020 itu sempat mencapai level 9,43% dan ini lagi-lagi ini adalah outlier tidak hanya itu saja The V Louis juga sempat menayangkan kurva beverage atau beverage Curve ini adalah representasi grafis yang menggambarkan hubungan terbalik antara tingkat pengangguran dan tingkat lowongan pekerjaan atau job vacancy rate dalam suatu perekonomian kurva ini dinamakan berdasarkan penemunya yakni ekonom Inggris namanya William beveridge yang pertama kali mengamati hubungan ini pada tahun 1944 coba perhatikan selama ini beverage Curve itu selalu terjadi dalam range yang saya lingkari merah ini namun ketika pandemi terjadi theet itu segera melakukan quantitative easing secara masif guna menghindari depresi ekonomi akibat colaps-nya agregat Demand dan agregat supply akibatnya ketika ekonomi mulai dibuka kembali Pasa covid terjadilah lonjakan lowongan kerja sehingga beverage Curve itu bergerak di luar range yang selama ini terjadi dan kurva Berikut ini adalah analisa data atas semua grafik kecuali tahun 2020 atas angka pengangguran menjelang terjadinya Resesi hingga National bureau Of Economic research atau nber secara resmi menyatakan Resesi telah dimulai silakan bandingkan dengan apa yang terjadi di tahun 2020 sahabat akela bisa lihat jelas bahwa apa yang terjadi di tahun 2020 ini benar-benar merupakan outlier yang sangat ekstrem Mengapa indikator-indikator Resesi ini menjadi false positif ya karena data pada saat covid-19 itu adalah outl yang sangat ekstrem Kemudian pada saat pemulihan Pasa covid terjadilah ketidakseimbangan demand and supply raksasa dahsyat gede banget akibat bullweip effect sebagaimana yang sudah saya jelaskan dalam video berjudul ekonomi Indonesia mulai deflasi Anda bisa menyimaknya pada video yang ini Akibat dari semua nya ini muncul peluang bahwa theet akan memangkat suku bunga langsung 50 basis po pada fmc yang akan datang yakni fumc 18 September 2024 tidak berhenti di situ saja The Fed juga berpeluang Terus memangka suku bunga acuan pada setiap fumc hingga mencapai target suku bunga normal di level 325 hingga 350 pada pertengahan tahun 2025 Adakah di antara Anda yang ingin belajar atau konsultan mengenai trading atau investasi anda Baik itu di saham bursa f Indonesia saham bursa Amerika atau barangkali Forex berbagai komoditas seperti gold crud oil dan juga Bitcoin serta aset kripto lainnya maka silakan join pada acara akela live streaming di channel ini setiap hari Kamis pukul 19.30 WIB Pertanyaan selanjutnya jadi hard landing atau soft landing nih Saya masih melihat bahwa theet masih memiliki peluang besar untuk berhasil menurunkan inflasi tanpa mengakibatkan ekonomi Resesi alias soft landing inflasi turun tanpa mengakibatkan ekonomi Resesi Bagaimana pendapat anda ketik di kolom komentar Ya lantas jika demikian Mengapa s&p 500 dan nasdaq melanjutkan penurunannya pada hari Senin 5 agustus 2024 nah jawaban atas yang satu ini ada pada video berikutnya yakni japanesian Carry trade bagaimana misi SW B mengguncang dunia semoga bermanfaat sukses selalu dan sampai jumpa [Musik]