Transcript
cs5wxV469jg • Mengapa perlu Diversifikasi?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/AkelaTradingSystem/.shards/text-0001.zst#text/0181_cs5wxV469jg.txt
Kind: captions Language: id orang yang hidupnya penuh kekhawatiran akan investasi atau tradingnya kemungkinan besar karena yang bersangkutan tidak melakukan diversifikasi dengan benar atau trading tanpa disertai manajemen risiko yang memadai sehingga setiap hari berusaha memprediksi aset yang dibelinya itu akan bergerak naik atau turun [Musik] Oke video kali ini ada hubungannya dengan video yang sudah pernah saya unggah di channel ini dan judulnya adalah investasi trading atau gambling jika anda baru pertama kali ketemu video ini di kanal YouTube maka Saran saya nonton video itu dulu ya Anda bisa temukan videonya di Link yang ini saya sertakan juga di kolom deskripsi dan Supaya Anda tidak ketinggalan video-video terbaru dari kami Saran saya pastikan diri Anda sudah subscribe di channel ini aktifkan tombolnya dan kami akan sangat berterima kasih atas dukungannya dengan Klik tombol like kali ini saya akan menjelaskan satu prinsip penting dalam dunia trading maupun investasi dan itu adalah diversifikasi saya akan mengawalinya Dengan pemahaman dasar tentang uang dulu banyak orang yang bekerja keras sepanjang hari guna menukarkan tenaga skill dan waktu yang dimilikinya guna memperoleh uang namun sesungguhnya yang kita butuhkan adalah daya beli yang terkandung dalam uang tersebut analogi sederhananya adalah seperti baterai ini ada banyak perangkat elektronik yang membutuhkan energi yang terkandung dalam baterai kita memang seringkali hanya lihat kulit luarnya baterai namun sesungguhnya yang kita butuhkan adalah energinya energi yang terkandung dalam baterai tersebut uang juga begitu yang kita butuhkan sebenarnya adalah percasing powernya atau daya beli yang terkandung dalam uang tersebut masalahnya sama seperti baterai yang jika Anda Diamkan maka energi yang terkandung di dalam baterai tersebut secara perlahan dan pasti akan terus menurun uang juga sama secara perlahan dan pasti daya beli yang terkandung dalam uang juga secara perlahan akan menurun dalam dunia ekonomi penurunan daya beli uang ini dikenal dengan istilah inflasi Oleh karena itu kini tidak cukup bagi kita bekerja menghasilkan uang Namun kita juga harus membuat bagaimana uang tersebut bisa bekerja dan menghasilkan return yang lebih tinggi dari tingkat inflasi tersebut sehingga daya beli yang kita kumpulkan tidak perlu berkurang melainkan Seiring dengan berjalannya waktu malah terus bertambah Solusinya antara lain adalah berinvestasi dan atau trading Perhatikan ya investasi dan trading itu beda saya sudah jelaskan detailnya pada video yang ini Saya harap anda semua teliti soal ini karena baik investasi maupun trading adalah aktivitas yang mengandung resiko karena itu ada strategi dan tools yang khusus untuk investasi sementara ada strategi dan tools yang khusus dibuat untuk trading jika anda campur adukan keduanya Maka timbul lah potensi risiko yang kemungkinan berkembang jadi sulit atau bahkan tidak bisa ditanggulangi lagi Jika anda sudah paham perbedaan mendasar antara trading dan investasi maka anda juga berarti sudah paham bahwa keduanya sebagaimana saya katakan tadi mengandung resiko nah video ini adalah menjelaskan kepada kalian satu prinsip penting guna mengelola risiko tersebut dan itu adalah diversifikasi Pernahkah Anda dengar kata-kata don't Put all of your ex in one basket Jangan taruh semua telur anda dalam satu keranjang kedatipun kata-kata ini seringkali dikaitkan dengan Warren buffet namun sesungguhnya kata-kata ini sudah ada Jauh sebelum era Warren buffet dan kalimat ini sesungguhnya mengandung makna diversifikasi yang pada dasarnya adalah prinsip menyebarkan risiko pada berbagai jenis aset sehingga risiko investasi kita tidak terkonsentrasi pada satu jenis aset saja dalam dunia investasi di pasar modal jika Benjamin Graham dikenal sebagai bapak value investing kemudian Charles sebagai Bapak teknikal analisis maka diversifikasi dalam investasi mulai diperkenalkan oleh hari marcoids di tahun 1950 melalui karya legendarisnya modern portfolio theory atas karyanya ini pada tahun 1990 markowiz memenangkan hadiah Nobel di bidang ekonomi bersama-sama dengan Merton Miller dan William Shark mvt adalah sebuah Framework matematis yang bertujuan memaksimalkan expected return suatu portfolio untuk suatu level risiko yang sudah ditentukan sebelumnya dimana diversifikasi adalah salah satu konsep penting dalam modern portfolio teori supaya mudah saya akan berikan sebuah skenario aja suatu ketika sebut saja di tahun 2018 atau 5 tahun yang lalu ada seseorang yang mulai menyadari bahwa dia harus membuat agar uang yang dihasilkannya bisa bekerja dengan tingkat return lebih tinggi dari inflasi saat itu di tahun 2018 inflasi negara kita berada di Kisaran 3% Yeon Dia kemudian memutuskan untuk berinvestasi di Bursa Efek Indonesia untuk pemilihan sahamnya anggap aja dia memilih saham berdasarkan apa yang dia kenal dalam kehidupan sehari-harinya saya pertama yang dia pilih adalah produsen makanan favoritnya Indomie goreng pake telor ceplok Oke PT Indofood cbp Sukses Makmur tikar sahamnya icbp selanjutnya berhubung sehari-hari dia selalu berkomunikasi menggunakan kartu Simpati maka saham kedua yang dipilihnya adalah PT Telkom Tbk Kemudian untuk sektor perbankan pilihannya jatuh pada satu Bank BCA tikar bbca dan Bank BRI tikar BRI dan untuk sektor pertambangan Dia memutuskan untuk berinvestasi pada PT Aneka Tambang Tbk antm Antam Dia kemudian membagi rata dana yang tersedia di akunnya ambil gampang aja sehingga dengan demikian ada 20% icbp 20% tlkm 20% bbca 20% bbri dan sisanya 20% Antam sesudah berjalan 5 tahun sejak dia mulai berinvestasi ternyata saham Telkom naik 10,32% saham icbp naik 25,71% saham bbca naik 83,6% saham bbri naik 79,67% dan saham Antam naik 145,91% secara keseluruhan portfolionya bertumbuh 69,04% dalam kurun waktu 5 tahun saja pertanyaannya adalah Apakah dia sudah melakukan diversifikasi dan berhasilkah dia mencapai goalnya membuat uangnya bekerja menghasilkan pertumbuhan yang lebih tinggi dari tingkat inflasi sepintas memang nampaknya dia sudah melakukan diversifikasi karena di dalam portfolionya ada saham sektor konsumen staple sektor telekomunikasi perbankan dan sektor pertambangan Namun kita akan bahas mengenai ini secara lebih detail nanti coba periksa portfolionya ini bertumbuh 69% dalam kurun waktu 5 tahun dan dengan demikian jika kita rata-rata bagi 5 average berarti adalah 13,8% per tahun sementara berdasarkan data tingkat inflasi negara kita berkisar antara 3% hingga sampai titik tertinggi di level 6% Yeon yang dibuat dengan cara sangat sederhana ini ternyata berhasil mengungguli tingkat inflasi akan tetapi coba perhatikan apa yang terjadi di tahun 2020 ketika terjadi akibat covid seluruh komponen dalam portfolio ini mengalami potensi kerugian yang sangat signifikan dan kecuali Antam seluruh saham lainnya hingga akhir 2020 belum ada yang recovery memang jika isi portfolio kita masih berada dalam satu bursa misalkan dalam hal ini Bursa Efek Indonesia maka diversifikasinya itu berarti masih sangat terbatas saya akan ajak anda untuk mencoba melakukan diversifikasi menggunakan saham di bursa Amerika pertanyaannya Kenapa bursa Amerika kok bukan bursa lainnya di Asia jamnya adalah karena kita butuh bursa lain yang kinerjanya lebih baik dibandingkan Bursa Efek Indonesia coba lihat data ini sejak tahun 2018 Hingga Akhir Tahun 2022 kinerja Bursa Efek Indonesia adalah +10,12% hanya sedikit di bawah indeks Nike Jepang di level 13,94 persen namun lebih baik dibandingkan kinerja bursa Singapura yang minus 3,97% atau bahkan Shanghai yang minus 6.3% dan bursa Malaysia minus 15.04% yang terburuk adalah hanseng minus 33.12% Oleh karena itu Coba sekarang bandingkan dengan indeks SNMPTN yakni indeks saham yang berisikan 500 saham unggulan bursa Amerika dan yang berisikan 100 saham teknologi terbesar di Bursa nazda nampak jelas bahwa SMP 5 akhir 2022 berada di level plus 43.09% atau 4,3 kali lebih unggul dibandingkan kinerja ihsg dan Nasda plus 50,38% atau 5 kali lebih unggul dibandingkan kinerja ihsg jika misalkan ke dalam portfolio tersebut kita ambil Nggak usah banyak-banyak 20% saja dan investasi di dua saham di bursa Amerika maka Apa yang terjadi Oke dengan demikian Kini portfolio kita adalah 16% saham Telkom 16% icbp 16% bbri 16% bbca dan 16% saham Antam sisanya 20% kita belikan dollar dan invest di dua saham bursa Amerika misalkan yang pertama kita pilih saham Microsoft produknya kita kenal baik kan Microsoft Windows Microsoft Office semua orang di seluruh dunia pakai produknya saham yang kedua misalkan kita pilih saham Apple in corporate kita juga kenal berbagai produknya dengan baik ada making tos ada iPhone iPad dan seterusnya jika anda menambahkan dua saham Amerika ini ke dalam portfolio anda maka selama 5 tahun terakhir saham Microsoft menguat 207, 2% sementara aapl atau Apple in corporated menguat 221,7% di luar deviden misalkan kita invest 10% di Microsoft dan 10% di Apple maka kinerja portfolio tersebut dalam 5 tahun terakhir kini naik menjadi 98,17% atau meningkat 42% dibandingkan portfolio awal tanpa diversifikasi lintas negara anda perhatikan hanya dengan menambahkan diversifikasi 20% saja ke saham bursa lain yang kinerjanya lebih unggul kita berhasil meningkatkan kinerja portfolio kita hingga 42% ketimbang sebelumnya Bagaimana jika misalnya ke dalam portfolio ini ditambahkan satu aset lagi yang jauh lebih beresiko volatilitas atau tingkat fluktuasinya jauh lebih tinggi dari saham Timur saya Indonesia maupun bursa Amerika anda mungkin heran loh bukannya dengan demikian malah nambahin risiko well mungkin kelihatannya begitu namun menurut hasil tesis hari marcoid semuanya harus diuji terlebih dahulu karena dengan menambahkan sedikit atau proses kecil aset yang jauh lebih beresiko dan tidak memiliki korelasi positif dengan total portfolio maka resiko keseluruhan bisa jadi malah turun karena itu Bagaimana jika masing-masing aset ini kita turunkan lagi holdingnya sebanyak 5% sehingga tersedia case sebanyak 5% dan Sisa dana 5% ini kita belikan Bitcoin ingat ya cukup 5% aja dari total portfolio dan Ayo kita lihat apa yang terjadi berbeda dengan saham perusahaan Bitcoin adalah aset spekulatif bukan aset produktif saya sudah menjelaskan perihal perbedaan ini pada video sebelumnya tentang investasi trading atau gambling Anda bisa menyimaknya pada Link yang ini karena volatilitasnya yang luar biasa besar maka saya membatasi hanya maksimal 5% dari total portfolio mengenai ini bukan angka pasti dan Anda bisa melakukan adjustment sesuai profil Resiko yang sesuai dengan anda Bitcoin sejak 5 tahun lalu telah bertumbuh dengan return 313% sehingga dengan menambahkan Bitcoin hanya sebanyak 5% saja portfolio Anda ini kini kinerjanya naik dari 38.7% menjadi 108,91% jangan lupa Bitcoin ini pernah naik hingga melampaui 800% Bagaimana jika Anda paham juga bahwa Bitcoin ini adalah aset spekulatif dan kinerjanya sangat terpengaruh kebijakan moneter The Fate dan ketika zerom power mulai meninggalkan narasi transitorynya dan hendak mulai menghentikan program Cui dan mulai melakukan pengetan di akhir 2021 Anda profit packing Bitcoin maka dengan hanya 5% Bitcoin dalam portfolio Anda return portfolio tersebut kini menjadi 133,26% alias ketambahan Buser growth sebanyak 35% daripada sebelumnya Jika ada yang kemudian berkomentar jika demikian Kenapa kok tidak 100% aja Bitcoin kan kinerjanya jadi jauh lebih bagus well Iya kalau sesudah anda beli Bitcoin bitcoinnya jadi naik Jika ternyata habis anda beli dan ternyata bitcoinnya malah downtrend sepanjang tahun seperti apa yang terjadi di Tahun 2022 terus gimana ingat ya George dalam bukunya di Alchemy of Finance menjelaskan bahwa segala sesuatu yang booming pada saatnya akan bass karena itu dia menyebutnya sebagai Boom bass cycle coba perhatikan saya sering menemukan orang yang hidupnya tiap hari bertanya koin atau saham yang dibelinya akan bergerak naik atau turun orang yang hidupnya penuh kekhawatiran akan investasi atau tradingnya kemungkinan besar karena yang bersangkutan tidak melakukan diversifikasi dengan benar atau trading tanpa disertai manajemen risiko yang memadai sehingga setiap hari berusaha memprediksi aset yang dibelinya itu akan bergerak naik atau turun perihal ini Master CPU Saya dari William terkenal sekali dengan kata-katanya people how make the living looking in the crystal balls team to eat Broken Glass kesimpulan ya dengan menambahkan sejumlah prosentase kecil aset lain dalam hal ini lintas negara dan lintas aset kelas Anda sudah menyebar risiko ke berbagai aset dan sekaligus meningkatkan kinerja portfolio secara signifikan anda ingin belajar melakukan diversifikasi trading atau investasi Anda ke bursa saham Amerika atau aset kripto juga trading komoditas seperti go crudel hingga Forex silahkan kunjungi akan menyelenggarakan webinar trading nyantai profit keren yang sekaligus mendemokan Timur kuantitatif trading System yang saya pakai info dan jadwal lengkapnya Anda bisa simak pada website trading nyantai link saya berikan di deskripsi gunakan voucher Aqila 50 untuk mendapatkan diskon 50.000 serta mendapatkan bonus akses 4 buah ibu yang 3 diantaranya telah diterbitkan oleh Gramedia pusaka utama dan LX media komputer semoga bermanfaat sukses selalu dan sampai jumpa [Musik]