Jualan Saking Murahnya, Dikira Merusak Harga Alat Pertanian Modern!
lKLTXdCDdkQ • 2025-10-15
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Kalau bisnis itu kan dalam keuntungan materi tidak perlu dicari dan kalau saya tidak saya jadikan prioritas itu sudah otomatis ya, Mas. Iya. Tapi non materi keuntungan kita banyak Mas. Kita itu senang melihat petani bisa miliki alat terbantu saat panen. Mindsetnya itu ya itu tadi Mas. Saya penginnya itu bisa bermanfaat bagi banyak orang. Tapi kalau di perusahaan kan bermanfaat bagi bosnya gitu kan. Kalau yang pengusaha itu ya penginnya tuh alayak luas. Yang namanya rusak harga Mas menurut saya itu kalau kita memang jualnya itu rugi. Pertanyaannya saya ngerusak harga apa yang sananya cari untung kebanyakan? Yo masa kalau orang namanya jualan kan carinya untung toh. Nah, kalau sudah untung saya masa yang rusah harga ya pertanyaan kan gitu dan itu meang terjadi Mas sebelum lebaran tahun ini kemarin saya diajak bacokan ya itu ngerusak harga sama ngerayah pasaran lah kalau bilang [Musik] asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Randi Bakhtiar Ridwan. Usaha saya di bidang alat-alat pertanian toko surga Alam Project. Lokasinya di Dusun Ngade, Desa Gogodeso, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Alasannya namanya surga itu diambil dari nama almarhum ayah saya gitu. Jadi namanya kan sebenarnya ayah saya Suryadi Lega di singkat surga. Untuk alamnya itu sudah almarhum. Sekaligus apresiasilah gitu. ini 2022. Daerah sini kan banyak pertanian toh, Mas. Terus saya lihat juga di ya umumnya Indonesia lah itu kan memang masih banyak yang manual. Jadi kita menyediakan mesin pertanian. Ada kultivator, mesin dangir, terus herk padi, terus alat sprayer-sprayer itu buat nyemprot itu. Oke, untuk kultivator ya. itu fungsinya untuk mengolah lahan sebelum penanaman ataupun sesudah panen. Itu ada yang diolah, ada juga yang khusus buat bedengan. Buat parit itu Mas, itu kalau kultivator. Kalau misalkan herk padi itu buat manen padi seperti itu. Kalau dangir jagung itu buat menghilangkan gulma-gulma yang ada di sekitar tanaman seperti itu. Untuk marketnya ya kita memang perlu pengenalan, Mas. Sebenarnya problemnya itu di sini tuh gini, Mas. Sebenarnya udah banyaklah orang yang tahulah, cuman karena mungkin faktor ekonomi dan juga SDM-nya ya kita memang pertama perlu pengenalan, sosialisasi dan juga tentunya menawarkan harga yang murah itu murahnya yang jelas di bawah harga pasaran Mas ya pasti beradi Mas, cuman kan untuk targetnya kita memang enggak ambil banyak lah ya. Enggak quantity, Mas. Maksudnya yang penting petani itu bisa terbantu saat mereka itu bertani gitu. Gini, Mas. Kalau bisnis itu kan dalam keuntungan materi tidak perlu dicari dan kalau saya tidak saya jadikan prioritas. Itu sudah otomatis ya, Mas. Iya. Tapi non materi keuntungan kita banyak, Mas. Kita itu senang melihat petani bisa miliki alat terbantu saat panen. Terus ya tentunya ya keberkahan yang kita carilah. Kadang kalau kita mendahulukan yang non materi untuk bermanfaatan secara luas itu kadang-kadang materi datang sendiri. pasti mengalami dan itu ya insyaallah saya pegang itu prinsipnya. Gini Mas, kalau skeptif ya untuk petani yang di sini itu memang ya itu tadi Mas perlu pengenalan dan juga sebenarnya mereka butuh juga loh Mas bukannya skettif yang kayak gimana gitu. Jadi begitu kita tawarkan itu mungkin ya pasti mikir pastilah. Terus juga problemnya itu saat ini pengoperasian kita pun juga menyediakan operatornya. Tapi tentunya dengan bimbingan dan didikan jika mereka ingin menggunakannya sendiri dipastikan bisa. Kalau yang sewa itu ya mungkin yang uangnya belum cukup tapi kalau kebanyakan yang mereka sudah mampu itu pasti beli. Semua petani Mas. petani padi, terus jagung, tebu, terus juga petani yang kayak sayuran-sayuran itu [Musik] ya. Kita gimana biar sama-sama jalan aja, Mas? Kalaupun harus kredit ya enggak apa-apa. Sebenarnya kita prioritasnya sih murah tapi cash itu. Cuman kalau misalkan petani belum mampu ya kita bantulah gitu. Sebenarnya saya anak teknik teknik mesin. Saya di Bekasi, Universitas Islam Bekasi. Saya soalnya dulu sambil kerja, Mas, kuliah di sana di pabrik gas, gas hidrogen ya. Dulu memang penginnya kalau STM kan rata-rata kerja, Mas, ya. Nah, setelah saya amati mencari ilmu itu tetap penting. Jadi, saya akhirnya memutuskan untuk kerja sambil kuliah. Dulu kebetulan memang ada rekrutnya tuh di sana, Mas, di Bekasi. Jadinya ke sana. Setelah lulus itu lulus 2013 ya 5 tahunan lah di sana, Mas. Ya, saya 33-an lah, Mas. Awal itu dulu masih R juta kurang sampai saya resign itu tekompe hampir 5 D6 lah tekompenya ya enak usahalah Mas kita bisa bebas waktu itu yang penting kita bisa beli jam tapi kita enggak bisa beli waktu terus ya terpenting itu sama income mungkin ya alhamdulillah Mas sejauh lahan makanya Mas tadi bilang kok kecil banget gajinya gitu kan pertanyaannya gini apakah kita kalau enggak jadi pengusaha kita enggak mikir. Iya, saya malah justru malah yang saya rasakan itu, Mas. Jadi, berpikirnya itu malah yang positif-positif. Bagaimana strategi hari ini dan juga pengantaran apa hari ini belum nanti mengkondisikan partner-partner kerja hari ini apa apalagi yang perlu diobservasi lagi? Ya, itu kan sudah tersistem toh masalah itu. Gini, kalau yang di perusahaan atau ikut orang ya itu kan mau sampai kapan gitu loh. Sedangkan kan skill yang kita dapat ya cuman itu-itu aja enggak enggak bisa berkembang. Dulu pertama ya saya sudah jenuh. Yang kedua pengin bersama orang tua diitar. Yang ketiga ya pengin bermanfaat lebih aja. Lah, Mas. Dulu saat mulai itu ini, Mas, saya dropship, reseller kayak gitu ya, kayak alat-alat teknik itu untuk awal-awal mulai usaha itu seperti itu. Terus ditelateni ya akhirnya ya alhamdulillah punya cabang terus juga bisa dapat partner lah. Itu menjalankannya itu sebenarnya biasa Mas ya kayak mungkin pada umumnya ya pemasaran terus juga pelayanan dan tentunya harga yang berkompetisilah gitu kan kompetitif. Ya sudah itu aja ya. Ya kalau media sosial ya kayak Facebook, YouTube kayak gitu. Terus kalau mungkin yang offline ya kanvasing terus tadi pengenalan langsung ke lapangan dan sebagainya. Itu yang signifikan sih dari ini Mas mulut ke mulut. Misalkan ada yang orang beli ya nanti tetangganya tahu wah beli di mana? Ke sini kadang diantterin tuh nanti dapat V yang ngantar ke sini. mindsetnya itu ya itu tadi Mas saya penginnya itu bisa bermanfaat bagi banyak orang tapi kalau di perusahaan kan bermanfaat bagi bosnya gitu kan kalau yang pengusaha itu ya penginnya tuh kehalak luas loh kadang saya pernah loh Mas itu saya sampai tunjukin notanya iya kalauadang orang sudah nawarnya mepet ya entah dengan berbagai alas Mas duitku kurang terus mungkin ngenteni panen Terus juga masung adol wedus nilalah rumah jauh ya siki pak sampan bateni piro sak iklase sampeyan dan juga saya dulu pernah ini ada promo kayak gitu juga promonya yaitu apa kasih untung seikhlasnya gitu kan kadang kalau wah saya dapatnya segini Pak kan kadang enggak percaya to itu pun sebenarnya saya minus Mas soalnya kan yang tertera di situ kan harga jualnya lah belum ongkirnya ekspedisi kayak gitu kalau barang berat kan ya lumayan ongkirnya barang senilai R juta saya dikasih untung kalau enggak salah Rp20.000. Alhamdulillah Rp20.000 alhamdulillah ya kan nasi pecel sudah sama minumnya gorengannya sudah kenyang itu. Iya serius ya memang kayak gitu Mas dunia perdagangannya gini Mas ada prinsip juga bahwa untuk berdagang itu kan gini berlapang-lapanglah dalam menjual dan berlapang-lapanglah dalam membeli. Artinya kita sebagai penjual ya sebisa mungkin kita ngasih harga murah. kita sebagai pembeli yo lek nawar jangan keterlaluan kan kayak gitu. Tapi kalau mungkin mereka beralasan, "Wah ini saya belum ada uang terus belum ada uang tapi butuh banget gitu loh Mas." Ya sudah sini Pak notanya segini silakan kasih untung sekelasnya. Bahkan saya kadang menawarkan bagi yang hobi jualan untuk jadi reseller masih bisa, Mas, untuk diulak lagi itu, Mas. Lah mosok toh, ya sebelum ke sini bisa survei harga dulu. Makanya kan sekarang kan untuk harga kan bisa dilihat di marketplace, di Shopee kan itu dengan merek yang sama mungkin enggak apa-apa. Baik, yang namanya rusak harga, Mas, menurut saya itu kalau kita memang jualnya itu rugi. Pertanyaannya saya ngerusak harga apa yang sananya cari untung ke banyakan? Yo masa kalau orang namanya jualan kan carinya untung toh. Karena kalau sudah untung saya masa yang ngusah harga ya pertanyaan kan gitu dan itu meang terjadi sebelum lebaran tahun ini kemarin saya diajak bacokan ya itu ngerusak harga sama ngerayah pasaran lah kalau bilang itu jadi sebelum lebaran kemarin itu ada insiden itulah Mas ya sesama pengrajin choper ya ada choper ya ya mungkin pasarannya lagi menurun atau apa ya enggak tahu saya ya tiba-tiba ngvoice note seperti itu ya besoknya saya langsung ke sana nyamper ke bengkelnya tu terus ya saya baik-baiklah kan karena suasananya puasa ya apalagi 4 hari sebelum lebaran kan saya ke sana penginnya apa ya sebnya ya sebelum saya ke sana pun orangnya sudah minta maaf cuman ya saya ke sana ya dianya sudah minta maaf ya sudahlah selesai kan tapi kan gini loh Mas kalau kita jualan itu didasari rasa iman ya bahwa rezeki itu sudah ada yang ngatur kan ya kita mau kayak gimana kan sudah rezeki itu sudah enggak tertukar kan seperti itu tuh atau udah udah ditaker lah dan enggak mungkin tertukar kan gitu toh. Jadi ya sudahlah bismillah aja, usaha apa terserah yang penting sesuai dengan etika. Terus juga ya kalau masalah harga kan ya enggak masalah toh Mas. Itu sesuai dengan hukum yang berlaku enggak masalah. [Musik] Iya peri sendiri ada bengkelnya. pinggalnya ada. Cuman sekarang saya bikin terpisah, Mas. Untuk pengelasan, perakitan, stok, display, Mas, pemasaran itu sendiri-sendiri. Di daerah etan lah, Mas. Ada beberapa tempat sih memang paling dekat itu daerah Talun. Sebulan itu kalau untuk yang kultivator itu ya kurang lebih ya sekitar 50-an lah. Wah, banyak masalah semua alat. Iya, ratusan semua alat pertanian dan peternakan itu. Dan kita soalnya seluruh Indonesia, Mas. Setiap pengambilan JNT itu saya upload di channel kita. Ada yang surga alam dan mungkin WA status saya update itu. Jadi setiap begitu pengambilan atau pengantaran saya review, saya sebutkan tanggal itu emang ada. Per sekali kirim 1 bulan itu Mas. Kalau yang kultivator gitu loh. Kalau sekali kirim biasanya ya 15 18. Hari ini tadi aja yang choper ya. Chopper itu sekitar 20-an sama kultivator lima. Ya, kurang lebih seperti itulah, Mas. Hitung-hitungannya. Kita ada garansi dari toko, ada garansi resmi seperti itu. Kalau garansi toko itu biasanya 1 bulan. Kalau garansi resmi itu macam-macam, Mas. Kan ada tertera yang di buku garansi kan ada yang 6 bulan, ada yang setahun kayak gitu. Garansi ya. Untuk itu biasanya saya arahkan ke bengkel terdekat. Nanti untuk biaya penggantiannya itu saya ganti atau kalau misalkan yang enggak bisa nanti bisa via video call dipandu teknisi kita seperti itu. Nah, kalaupun setelah masa garansi habis biasanya kan ada sparep yang perlu diganti, kita bisa kirim langsung dari sini kalau misalkan memang di sana enggak ada seperti itu. itu tadi Mas sebelumnya kan ya itu karena saya anak teknik terus juga ya searching-searching di media sosial itu sudah gampanglah k saya terus sama kadang dikirimin supplier-suplier ada mesin baru gitu saya ya Facebook YouTube itu WA TikTok heeh Instagram enggak enggak kepegang Instagram kontennya itu ya edukasi Mas lebih ke edukasi untuk penggunaan alatnya fungsinya perawatannya ya bisa dilihat langsung ke ini kok ke YouTube channel saya berkah jenderal, surga hal, pure semua edukasi ya. Kalau saya sebagai marketing ya pasti bilang kayak gitu, Mas. Cuman kan kembali lagi ke konsumen untuk apa areanya itu ideal enggak kan kayak gitu. kan saya barang baru masuk wah ini alatnya elek iki gak enggak payu nanti ya senenge dapat untung bisa berinteraksi dengan banyak orang bermanfaat itu wis dan masih banyak lagiah peternak saya sudah Mas iya itu di belakang ada kambing domba tapi kayaknya kalau bebarengan kayaknya enggak enggak itu enggak bisa enggak bisa ini deh maksimal harus memang fokus salah satu kalau petani kayaknya saya enggak bakat Mas terus petani pak gitu untuk pakan ternak kayak gitu yang semudah itu aja saya enggak bisa ngerawat itu enggak telatan ngerawat apalagi kalau yang misalnya kayak jagung padi ya itu malah eh sera karo-karoan yo sedihe yo ya pasti ada lah mas sedihnya sedihnya itu mungkin lek pas lagi sepi karena mungkin segmen pasar lagi ya mungkin karena kayak COVID kemarin kalau sepi itu biasanya mungkin tanggal tua tanggal tua ya rada sepi gitu. Dulu awalnya tuh dari Bekasi, Mas. Memang yang pas saya merantau itu kan saya dulu tuh kalau tentang religi itu memang kayak banknya tuh pengin selalu belajar itu loh, Mas. Dulu pernah, Mas di Bekasi itu ya ada musala yang berdekatan. Kadang saya salatnya di musala yang A kadang satu di B yang kebetulan tuh apa ya? Mungkin kalau orang kita ininya beda mazhab atau gimana gitu loh, Mas. Beda tata cara gitu loh, Mas. Saya sampai segitunya. Kenapa kok mereka itu beda itu loh, Mas, cara melakukan ibadahnya kan seperti itu. Nah, di situ saya ya belajar belajar belajar belajar ya ternyata gimana ya Islam itu kan agamanya Gusti Allah itu Mas dan Gusti Allah sudah menunjuk seorang teladan yaitu Nabi Muhammad kan gitu ya. Sebisa mungkin kita ke san itu loh Mas. Saya belajarnya itu yang benar-benar jadi pengin belajar untuk meniru apa yang telah Allah tetapkan, tauladannya itu seperti apa. Alhamdulillah kalau kakek saya itu walaupun orang jadul itu alhamdulillah sudah agamanya baiklah, Mas. Itu loh mengenal dulu awalnya ke fashion kan saya suruh ngitungin duit aja kan lama-lama ikut ke teknik saya suruh jadi ngitungin duit akhirnya ya sudahlah perlahan-lahan ikut sini. Banyak sekarang, Mas, follow up konsumen, terus juga pengaturan pengiriman. Saya yang sekarang lebih mencari DD itu loh, Mas. Tapi ya tetap saya pantau gitu. Terus pembukuan iya dari relasi saya relasi ya sambil belajarlah maksudnya enggak ada Mas, enggak punya siasat ya. Pokoknya jualan jualan aja. Yang saya apa pegang itu dari 10 pintu rezeki ada di berniaga. Sudah masalah payu gak payu itu urusannya yang di atas Mas. Iya. Saya kalau kalau pegang yang Mas tadi bilang, "Wah, nanti le enggak payu piye karena sudah konsumen sudah pada punya gitu ya." Kurang lebihnya ya aku enggak jadi jualan Mas kayak gitu berpikiran seperti itu. Nah, itu mungkin salah satu mindset yang Mas tanyakan tadi harus dibuang seperti ketakutan gini kayak kita marketing kayak ini kan kita hanya ikhtiar toh Mas. Tapi yang memutuskan untuk dianya beli atau enggak yang menggarkan hati siapa? tetap Allah gitu ya. Situ serius, Mas. Serius. Saya kalau pegang itu, wah nanti pada orang punya nek enggak payu piye enggak jalan Mas ya? Pasti kalau itu, Mas. Contoh ini, Mas engine ya. Ini kemarin baru nyampai padahal stok masih banyak. Bismillah saja ya. Itu mungkin salah satu mental yang harus dibentuk seperti itu. Mental mindset. Tapi kadang gini, Mas. Saya juga menoleh ke belakang leh nik juga kula anake alhamdulillah yo entek. Jadi hanya semakin berani loh, Mas, untuk itu. Wis, bismillah. C. Sebenarnya yang jadi tantangan tuh bagaimana kita istikamah dan juga usaha kita itu bisa berlangsung lama. Itu mungkin targetnya bisa anu 100 tahun atau 200 tahun. Gimana caranya? Kalau masalah laku enggak laku itu kalau saya malah sekarang loh ya. Kalau awal-awal dulu memang kayak gitulah dan kalau sekarang sudah lewatlah itu. Alhamdulillah. Hebatnya, Mas. Selain tenaga itu kita mempercepat waktu. Yang jelas waktu kita lebih cepat seharusnya misalkan nyangkul berapa hektar mungkin ya dengan pakai mesin sudah berapa. Itu yang pertama. Yang kedua, lebih efisien di biaya. Sekarang ya cari pekerja untuk nangir manual nyangkul itu juga susah loh, Mas. Tapi dengan kita punya mesin, kita bisa mungkin kerjakan sendiri. yang manual seharusnya butuh 10 orang bisa dipangkas jadi dua orang seperti itu. Terus juga ya itulah efisiensilah intinya Mas. Ada yang 1 hektar kita bisa menyesuaikan Mas kalau itu satu seru kan simpel toh Mas kecil loh yang hektar-hektar itu kan malah kita bisa menyesuaikan yang alat besar atau itu bisa. Insyaallah bisa. Sebenarnya kalau untuk alatnya itu kita menyesuaikan order di importir itu Mas. Kalau untuk yang custom itu mungkin kayak aksesorisnya. Misalkan ada kebutuhan roda besi yang ukuran besar, kita bisa buatkan terus garu yang seperti apa itu bisa. Ke depannya simpel sih, Mas. Kalau itu penginnya sih usahanya berkah, berlimpah w tok si Mas muluk-muluk ya intinya ya itu tadilah istikamah jualan, berbisnis untuk hasilnya ya kita pasrahkan sama Allah. Saya Randi Bahia Ridwan dari Surga Alam Project yang beralamat di Dusun Ngade, Desa Gogo Deso, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Resume
Categories