Transcript
lKLTXdCDdkQ • Jualan Saking Murahnya, Dikira Merusak Harga Alat Pertanian Modern!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0623_lKLTXdCDdkQ.txt
Kind: captions
Language: id
Kalau bisnis itu kan dalam keuntungan
materi tidak perlu dicari dan kalau saya
tidak saya jadikan prioritas itu sudah
otomatis ya, Mas. Iya. Tapi non materi
keuntungan kita banyak Mas. Kita itu
senang melihat petani bisa miliki alat
terbantu saat panen. Mindsetnya itu ya
itu tadi Mas. Saya penginnya itu bisa
bermanfaat bagi banyak orang. Tapi kalau
di perusahaan kan bermanfaat bagi bosnya
gitu kan. Kalau yang pengusaha itu ya
penginnya tuh alayak luas.
Yang namanya rusak harga Mas menurut
saya itu kalau kita memang jualnya itu
rugi. Pertanyaannya saya ngerusak harga
apa yang sananya cari untung kebanyakan?
Yo masa kalau orang namanya jualan kan
carinya untung toh. Nah, kalau sudah
untung saya masa yang rusah harga ya
pertanyaan kan gitu dan itu meang
terjadi Mas sebelum lebaran tahun ini
kemarin saya diajak bacokan ya itu
ngerusak harga sama ngerayah pasaran lah
kalau bilang
[Musik]
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Randi
Bakhtiar Ridwan. Usaha saya di bidang
alat-alat pertanian toko surga Alam
Project. Lokasinya di Dusun Ngade, Desa
Gogodeso, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Alasannya namanya surga itu diambil dari
nama almarhum ayah saya gitu. Jadi
namanya kan sebenarnya ayah saya Suryadi
Lega di singkat surga. Untuk alamnya itu
sudah almarhum. Sekaligus apresiasilah
gitu. ini
2022.
Daerah sini kan banyak pertanian toh,
Mas. Terus saya lihat juga di ya umumnya
Indonesia lah itu kan memang masih
banyak yang manual. Jadi kita
menyediakan mesin pertanian. Ada
kultivator, mesin dangir, terus herk
padi, terus alat sprayer-sprayer itu
buat nyemprot itu. Oke, untuk kultivator
ya.
itu fungsinya untuk mengolah lahan
sebelum penanaman ataupun sesudah panen.
Itu ada yang diolah, ada juga yang
khusus buat bedengan. Buat parit itu
Mas, itu kalau kultivator. Kalau
misalkan herk padi itu buat manen padi
seperti itu. Kalau dangir jagung itu
buat menghilangkan gulma-gulma yang ada
di sekitar tanaman seperti itu. Untuk
marketnya ya kita memang perlu
pengenalan, Mas. Sebenarnya problemnya
itu di sini tuh gini, Mas. Sebenarnya
udah banyaklah orang yang tahulah, cuman
karena mungkin faktor ekonomi dan juga
SDM-nya ya kita memang pertama perlu
pengenalan, sosialisasi dan juga
tentunya menawarkan harga yang murah itu
murahnya yang jelas di bawah harga
pasaran Mas ya pasti beradi Mas, cuman
kan untuk targetnya kita memang enggak
ambil banyak lah ya. Enggak quantity,
Mas. Maksudnya yang penting petani itu
bisa terbantu saat mereka itu bertani
gitu.
Gini, Mas. Kalau bisnis itu kan dalam
keuntungan materi tidak perlu dicari dan
kalau saya tidak saya jadikan prioritas.
Itu sudah otomatis ya, Mas.
Iya. Tapi non materi keuntungan kita
banyak, Mas. Kita itu senang melihat
petani bisa miliki alat terbantu saat
panen. Terus ya tentunya ya keberkahan
yang kita carilah. Kadang kalau kita
mendahulukan yang non materi untuk
bermanfaatan secara luas itu
kadang-kadang materi datang sendiri.
pasti mengalami dan itu ya insyaallah
saya pegang itu prinsipnya. Gini Mas,
kalau skeptif ya untuk petani yang di
sini itu memang ya itu tadi Mas perlu
pengenalan dan juga sebenarnya mereka
butuh juga loh Mas bukannya skettif yang
kayak gimana gitu. Jadi begitu kita
tawarkan itu mungkin ya pasti mikir
pastilah. Terus juga problemnya itu saat
ini pengoperasian kita pun juga
menyediakan operatornya. Tapi tentunya
dengan bimbingan dan didikan jika mereka
ingin menggunakannya sendiri dipastikan
bisa. Kalau yang sewa itu ya mungkin
yang uangnya belum cukup tapi kalau
kebanyakan yang mereka sudah mampu itu
pasti beli. Semua petani Mas. petani
padi, terus jagung, tebu, terus juga
petani yang kayak sayuran-sayuran itu
[Musik]
ya. Kita gimana biar sama-sama jalan
aja, Mas? Kalaupun harus kredit ya
enggak apa-apa. Sebenarnya kita
prioritasnya sih murah tapi cash itu.
Cuman kalau misalkan petani belum mampu
ya kita bantulah gitu. Sebenarnya saya
anak teknik teknik mesin. Saya di
Bekasi, Universitas Islam Bekasi. Saya
soalnya dulu sambil kerja, Mas, kuliah
di sana di pabrik gas, gas hidrogen ya.
Dulu memang penginnya kalau STM kan
rata-rata kerja, Mas, ya. Nah, setelah
saya amati mencari ilmu itu tetap
penting. Jadi, saya akhirnya memutuskan
untuk kerja sambil kuliah. Dulu
kebetulan memang ada rekrutnya tuh di
sana, Mas, di Bekasi. Jadinya ke sana.
Setelah lulus itu lulus 2013 ya 5
tahunan lah di sana, Mas. Ya, saya 33-an
lah, Mas. Awal itu dulu masih R juta
kurang sampai saya resign itu tekompe
hampir 5 D6 lah tekompenya ya enak
usahalah Mas kita bisa bebas waktu itu
yang penting kita bisa beli jam tapi
kita enggak bisa beli waktu terus ya
terpenting itu sama income mungkin ya
alhamdulillah Mas sejauh lahan makanya
Mas tadi bilang kok kecil banget gajinya
gitu kan
pertanyaannya gini apakah kita kalau
enggak jadi pengusaha kita enggak mikir.
Iya, saya malah justru malah yang saya
rasakan itu, Mas. Jadi, berpikirnya itu
malah yang positif-positif. Bagaimana
strategi hari ini dan juga pengantaran
apa hari ini belum nanti mengkondisikan
partner-partner kerja hari ini apa
apalagi yang perlu diobservasi lagi? Ya,
itu kan sudah tersistem toh masalah itu.
Gini, kalau yang di perusahaan atau ikut
orang ya itu kan mau sampai kapan gitu
loh. Sedangkan kan skill yang kita dapat
ya cuman itu-itu aja enggak enggak bisa
berkembang. Dulu pertama ya saya sudah
jenuh. Yang kedua pengin bersama orang
tua diitar. Yang ketiga ya pengin
bermanfaat lebih aja. Lah, Mas. Dulu
saat mulai itu ini, Mas, saya dropship,
reseller kayak gitu ya, kayak alat-alat
teknik itu untuk awal-awal mulai usaha
itu seperti itu. Terus ditelateni ya
akhirnya ya alhamdulillah punya cabang
terus juga bisa dapat partner lah. Itu
menjalankannya itu sebenarnya biasa Mas
ya kayak mungkin pada umumnya ya
pemasaran terus juga pelayanan dan
tentunya harga yang berkompetisilah gitu
kan kompetitif. Ya sudah itu aja ya. Ya
kalau media sosial ya kayak Facebook,
YouTube kayak gitu. Terus kalau mungkin
yang offline ya kanvasing terus tadi
pengenalan langsung ke lapangan dan
sebagainya. Itu yang signifikan sih dari
ini Mas mulut ke mulut. Misalkan ada
yang orang beli ya nanti tetangganya
tahu wah beli di mana? Ke sini kadang
diantterin tuh nanti dapat V yang
ngantar ke sini.
mindsetnya itu ya itu tadi Mas saya
penginnya itu bisa bermanfaat bagi
banyak orang tapi kalau di perusahaan
kan bermanfaat bagi bosnya gitu kan
kalau yang pengusaha itu ya penginnya
tuh kehalak luas
loh kadang saya pernah loh Mas itu saya
sampai tunjukin notanya iya kalauadang
orang sudah nawarnya mepet ya entah
dengan berbagai alas Mas duitku kurang
terus mungkin ngenteni panen
Terus juga masung adol wedus nilalah
rumah jauh ya siki pak sampan bateni
piro sak iklase sampeyan dan juga saya
dulu pernah ini ada promo kayak gitu
juga promonya yaitu apa kasih untung
seikhlasnya gitu kan kadang kalau wah
saya dapatnya segini Pak kan kadang
enggak percaya to itu pun sebenarnya
saya minus Mas soalnya kan yang tertera
di situ kan harga jualnya lah belum
ongkirnya ekspedisi kayak gitu kalau
barang berat kan ya lumayan ongkirnya
barang senilai R juta saya dikasih
untung kalau enggak salah Rp20.000.
Alhamdulillah Rp20.000 alhamdulillah ya
kan nasi pecel sudah sama minumnya
gorengannya sudah kenyang itu. Iya
serius ya memang kayak gitu Mas dunia
perdagangannya gini Mas ada prinsip juga
bahwa untuk berdagang itu kan gini
berlapang-lapanglah dalam menjual dan
berlapang-lapanglah dalam membeli.
Artinya kita sebagai penjual ya sebisa
mungkin kita ngasih harga murah. kita
sebagai pembeli yo lek nawar jangan
keterlaluan kan kayak gitu. Tapi kalau
mungkin mereka beralasan, "Wah ini saya
belum ada uang terus belum ada uang tapi
butuh banget gitu loh Mas." Ya sudah
sini Pak notanya segini silakan kasih
untung sekelasnya. Bahkan saya kadang
menawarkan bagi yang hobi jualan untuk
jadi reseller masih bisa, Mas, untuk
diulak lagi itu, Mas. Lah mosok toh, ya
sebelum ke sini bisa survei harga dulu.
Makanya kan sekarang kan untuk harga kan
bisa dilihat di marketplace, di Shopee
kan itu dengan merek yang sama mungkin
enggak apa-apa. Baik, yang namanya rusak
harga, Mas, menurut saya itu kalau kita
memang jualnya itu rugi. Pertanyaannya
saya ngerusak harga apa yang sananya
cari untung ke banyakan? Yo masa kalau
orang namanya jualan kan carinya untung
toh. Karena kalau sudah untung saya masa
yang ngusah harga ya pertanyaan kan gitu
dan itu meang terjadi sebelum lebaran
tahun ini kemarin saya diajak bacokan ya
itu ngerusak harga sama ngerayah pasaran
lah kalau bilang itu jadi sebelum
lebaran kemarin itu ada insiden itulah
Mas ya sesama pengrajin choper ya ada
choper ya ya mungkin pasarannya lagi
menurun atau apa ya enggak tahu saya ya
tiba-tiba ngvoice note seperti itu ya
besoknya saya langsung ke sana nyamper
ke bengkelnya tu terus ya saya
baik-baiklah kan karena suasananya puasa
ya apalagi 4 hari sebelum lebaran kan
saya ke sana penginnya apa ya sebnya ya
sebelum saya ke sana pun orangnya sudah
minta maaf cuman ya saya ke sana ya
dianya sudah minta maaf ya sudahlah
selesai kan tapi kan gini loh Mas kalau
kita jualan itu didasari rasa iman ya
bahwa rezeki itu sudah ada yang ngatur
kan ya kita mau kayak gimana kan sudah
rezeki itu sudah enggak tertukar kan
seperti itu tuh atau udah udah ditaker
lah dan enggak mungkin tertukar kan gitu
toh. Jadi ya sudahlah bismillah aja,
usaha apa terserah yang penting sesuai
dengan etika. Terus juga ya kalau
masalah harga kan ya enggak masalah toh
Mas. Itu sesuai dengan hukum yang
berlaku enggak masalah.
[Musik]
Iya peri sendiri
ada bengkelnya. pinggalnya ada. Cuman
sekarang saya bikin terpisah, Mas. Untuk
pengelasan, perakitan, stok, display,
Mas, pemasaran itu sendiri-sendiri. Di
daerah etan lah, Mas. Ada beberapa
tempat sih memang paling dekat itu
daerah Talun. Sebulan itu kalau untuk
yang kultivator itu ya kurang lebih ya
sekitar 50-an lah. Wah, banyak masalah
semua alat. Iya, ratusan semua alat
pertanian dan peternakan itu. Dan kita
soalnya seluruh Indonesia, Mas. Setiap
pengambilan JNT itu saya upload di
channel kita. Ada yang surga alam dan
mungkin WA status saya update itu. Jadi
setiap begitu pengambilan atau
pengantaran saya review, saya sebutkan
tanggal itu emang ada. Per sekali kirim
1 bulan itu Mas. Kalau yang kultivator
gitu loh. Kalau sekali kirim biasanya ya
15 18. Hari ini tadi aja yang choper ya.
Chopper itu sekitar 20-an sama
kultivator
lima. Ya, kurang lebih seperti itulah,
Mas. Hitung-hitungannya. Kita ada
garansi dari toko, ada garansi resmi
seperti itu. Kalau garansi toko itu
biasanya 1 bulan. Kalau garansi resmi
itu macam-macam, Mas. Kan ada tertera
yang di buku garansi kan ada yang 6
bulan, ada yang setahun kayak gitu.
Garansi ya. Untuk itu biasanya saya
arahkan ke bengkel terdekat. Nanti untuk
biaya penggantiannya itu saya ganti atau
kalau misalkan yang enggak bisa nanti
bisa via video call dipandu teknisi kita
seperti itu. Nah, kalaupun setelah masa
garansi habis biasanya kan ada sparep
yang perlu diganti, kita bisa kirim
langsung dari sini kalau misalkan memang
di sana enggak ada seperti itu. itu tadi
Mas sebelumnya kan ya itu karena saya
anak teknik terus juga ya
searching-searching di media sosial itu
sudah gampanglah k saya terus sama
kadang dikirimin supplier-suplier ada
mesin baru gitu saya ya Facebook YouTube
itu WA TikTok heeh Instagram enggak
enggak kepegang Instagram
kontennya itu ya edukasi Mas lebih ke
edukasi untuk penggunaan alatnya
fungsinya perawatannya ya bisa dilihat
langsung ke ini kok ke YouTube channel
saya berkah jenderal, surga hal, pure
semua edukasi ya. Kalau saya sebagai
marketing ya pasti bilang kayak gitu,
Mas. Cuman kan kembali lagi ke konsumen
untuk apa areanya itu ideal enggak kan
kayak gitu. kan saya barang baru masuk
wah ini alatnya elek iki gak enggak payu
nanti
ya senenge dapat untung bisa
berinteraksi dengan banyak orang
bermanfaat itu wis dan masih banyak
lagiah peternak saya sudah Mas iya itu
di belakang ada kambing domba tapi
kayaknya kalau bebarengan kayaknya
enggak enggak itu enggak bisa enggak
bisa ini deh maksimal harus memang fokus
salah satu kalau petani kayaknya saya
enggak bakat Mas terus petani pak gitu
untuk pakan ternak kayak gitu yang
semudah itu aja saya enggak bisa
ngerawat itu enggak telatan ngerawat
apalagi kalau yang misalnya kayak jagung
padi ya itu malah eh sera karo-karoan yo
sedihe yo ya pasti ada lah mas sedihnya
sedihnya itu mungkin lek pas lagi sepi
karena mungkin segmen pasar lagi ya
mungkin karena kayak COVID kemarin kalau
sepi itu biasanya mungkin tanggal tua
tanggal tua ya
rada sepi gitu.
Dulu awalnya tuh dari Bekasi, Mas.
Memang yang pas saya merantau itu kan
saya dulu tuh kalau tentang religi itu
memang kayak banknya tuh pengin selalu
belajar itu loh, Mas. Dulu pernah, Mas
di Bekasi itu ya ada musala yang
berdekatan. Kadang saya salatnya di
musala yang A kadang satu di B yang
kebetulan tuh apa ya? Mungkin kalau
orang kita ininya beda mazhab atau
gimana gitu loh, Mas. Beda tata cara
gitu loh, Mas. Saya sampai segitunya.
Kenapa kok mereka itu beda itu loh, Mas,
cara melakukan ibadahnya kan seperti
itu. Nah, di situ saya ya belajar
belajar belajar belajar ya ternyata
gimana ya Islam itu kan agamanya Gusti
Allah itu Mas dan Gusti Allah sudah
menunjuk seorang teladan yaitu Nabi
Muhammad kan gitu ya. Sebisa mungkin
kita ke san itu loh Mas. Saya belajarnya
itu yang benar-benar jadi pengin belajar
untuk meniru apa yang telah Allah
tetapkan, tauladannya itu seperti apa.
Alhamdulillah kalau kakek saya itu
walaupun orang jadul itu alhamdulillah
sudah agamanya baiklah, Mas. Itu loh
mengenal dulu awalnya ke fashion kan
saya suruh ngitungin duit aja kan
lama-lama ikut ke teknik saya suruh jadi
ngitungin duit akhirnya ya sudahlah
perlahan-lahan ikut sini. Banyak
sekarang, Mas, follow up konsumen, terus
juga pengaturan pengiriman. Saya yang
sekarang lebih mencari DD itu loh, Mas.
Tapi ya tetap saya pantau gitu. Terus
pembukuan iya dari relasi saya relasi ya
sambil belajarlah maksudnya
enggak ada Mas, enggak punya siasat ya.
Pokoknya jualan jualan aja. Yang saya
apa pegang itu dari 10 pintu rezeki ada
di berniaga. Sudah masalah payu gak payu
itu urusannya yang di atas Mas. Iya.
Saya kalau kalau pegang yang Mas tadi
bilang, "Wah, nanti le enggak payu piye
karena sudah konsumen sudah pada punya
gitu ya." Kurang lebihnya ya aku enggak
jadi jualan Mas kayak gitu berpikiran
seperti itu. Nah, itu mungkin salah satu
mindset yang Mas tanyakan tadi harus
dibuang seperti ketakutan gini kayak
kita marketing kayak ini kan kita hanya
ikhtiar toh Mas. Tapi yang memutuskan
untuk dianya beli atau enggak yang
menggarkan hati siapa? tetap Allah gitu
ya. Situ serius, Mas. Serius. Saya kalau
pegang itu, wah nanti pada orang punya
nek enggak payu piye enggak jalan Mas
ya? Pasti kalau itu, Mas. Contoh ini,
Mas engine ya. Ini kemarin baru nyampai
padahal stok masih banyak. Bismillah
saja ya. Itu mungkin salah satu mental
yang harus dibentuk seperti itu. Mental
mindset. Tapi kadang gini, Mas. Saya
juga menoleh ke belakang leh nik juga
kula anake alhamdulillah yo entek. Jadi
hanya semakin berani loh, Mas, untuk
itu. Wis, bismillah. C. Sebenarnya yang
jadi tantangan tuh bagaimana kita
istikamah dan juga usaha kita itu bisa
berlangsung lama. Itu mungkin targetnya
bisa anu 100 tahun atau 200 tahun.
Gimana caranya? Kalau masalah laku
enggak laku itu kalau saya malah
sekarang loh ya. Kalau awal-awal dulu
memang kayak gitulah dan kalau sekarang
sudah lewatlah itu. Alhamdulillah.
Hebatnya, Mas. Selain tenaga itu kita
mempercepat waktu. Yang jelas waktu kita
lebih cepat seharusnya misalkan nyangkul
berapa hektar mungkin ya dengan pakai
mesin sudah berapa. Itu yang pertama.
Yang kedua, lebih efisien di biaya.
Sekarang ya cari pekerja untuk nangir
manual nyangkul itu juga susah loh, Mas.
Tapi dengan kita punya mesin, kita bisa
mungkin kerjakan sendiri. yang manual
seharusnya butuh 10 orang bisa dipangkas
jadi dua orang seperti itu. Terus juga
ya itulah efisiensilah intinya Mas. Ada
yang 1 hektar kita bisa menyesuaikan Mas
kalau itu satu seru kan simpel toh Mas
kecil loh yang hektar-hektar itu kan
malah kita bisa menyesuaikan yang alat
besar atau itu bisa. Insyaallah bisa.
Sebenarnya kalau untuk alatnya itu kita
menyesuaikan order di importir itu Mas.
Kalau untuk yang custom itu mungkin
kayak aksesorisnya. Misalkan ada
kebutuhan roda besi yang ukuran besar,
kita bisa buatkan terus garu yang
seperti apa itu bisa. Ke depannya simpel
sih, Mas. Kalau itu penginnya sih
usahanya berkah, berlimpah w tok si Mas
muluk-muluk ya intinya ya itu tadilah
istikamah jualan, berbisnis untuk
hasilnya ya kita pasrahkan sama Allah.
Saya Randi Bahia Ridwan dari Surga Alam
Project yang beralamat di Dusun Ngade,
Desa Gogo Deso, Kabupaten Blitar, Jawa
Timur. Terima kasih. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.