Transcript
mI0Wn-1hoic • Sukses Ternak Domba Dari 2 Ekor Jadi 1.000 Ekor Dengan Pakan Silase - Nusantara Jaya Farm
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0577_mI0Wn-1hoic.txt
Kind: captions
Language: id
[Tepuk tangan]
Soalnya saya sudah bingung, Mas, mau
usaha apa. Soalnya sudah saya coba semua
dari ayam, ternak kelinci, semua sudah
saya coba-cobain. Coba dunia kambing dan
domba ya. Itu yang kebanyakan faktor
mati banyak itu dari kambing Jawa.
Ternyata yang kambing Jawa saya tidak
cocok. Banyak yang mati gara-gara pakan
dulu. Modal dari jual mobil sama bikin
kandang Rp150 juta. Itu harta
satu-satunya itu mobil pribadi saya
lemparkan ke peternakan domba itu. Habis
itu domba penjualan ramai dari pertama
berawal dari du ekor dijual 1 bulan bisa
sampai laku 5 sampai 10 ekor. Itu sudah
alhamdulillah. Padahal punya karyawan
empat.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Oki
Toni Wirawan dari owner Farm Nusantara
Jaya Farm. Lokasi di alamat Blitar
Lingi, Desa Bening, Utara Rumah Sakit
Putih Resuden, pinggir jalan raya.
Sekarang usia 33 berdirinya Faminik
mulai 2022 jalan 4 tahun. sebelum e
sudah nikah sebelumnya saya usaha dari
perburungan, jualan burung mendatangkan
burung dari Kalimantan, dari Batam. Nah,
habis itu jualan burung sepi akhirnya
beralih ke domba. Karena faktor kemarin
kan ada corona jadi gantangan-gantangan
semuanya ditutup. Akhirnya ganti haluan
ke domba. Dulu masih dua ekor, Mas,
ternak domba itu dibuat iseng-iseng ya.
Terus habis itu domba penjualannya
bagus, akhirnya banding setir haluan di
burung 7 tahun jual beli morai kecil
sampai merambat sampai ke luar pulau
cari burung-burung dari sana dari
akhirnya saya ngepul. Akhirnya saya
sebagai supplier yang dikenal di Bitar
akhirnya punya nama akhirnya ya itu
langsung jualnya cepat lancar. Kalau
untuk domba sebenarnya buat iseng aja.
Kalau ndak kena Covid corona itu mungkin
masih jualan burung. Iya. Menjanjikan,
Mas. Alhamdulillah prospeknya bagus.
Waktu itu omset per bulan itu untuk
kotor bisa 1 M. Burung murai batu,
burung kacer, burung cucak rowo, burung
cucak ijau. Saya kan cuma agen ngepul
gitu, Mas. 1 bulan tuh soalnya sekali
datang itu langsung kanian, Mas. Ya,
langsung 500 ekor, 1000 ekor, 2.000
ekor. Nanti langsung ada banyak-banyak
bakul yang datang. penjualan cuma via
online dulu sempat sih saya tuh jualan
keliling ke pasar-pasar habis itu ada di
online ke itu Facebook akhirnya ramai
banyak bakul yang datang itu sekitar
kurang lebih R00 juta dari jualan burung
terus akhirnya usaha burung gulung tikar
gara-gara bukan gunung tikar sih
sebenarnya masih tetap sukses buat
bangun rumah habisnya itu. Jadi hasilnya
dari burung itu saya buat beli tanah,
saya bangun terus yang kedua saya mikir
kalau bangun pasti nanti rodalnya kan
selama-lama kan habis terus akhirnya
kena COVID juga akhirnya sampai kolap
saya akhirnya ternak domba itu iseng
harus banting setir ke dunia domba
mungkin ini dunia burung sudah sepi
dunia domba untuk kabak rugi mas cuma
habis untuk bangun rumah berarti tidak
ada kerugian berarti modalnya buat
bangun rumah habis diutang-utang tuh
pada tidak ada yang bayar kan saya
utang-utangkan dulu dulu, Mas, burungnya
itu sampai sekarang belum bayar
orang-orang. Iya, namanya usaha, Mas.
Soalnya kan anggapannya orang-orang
bilangnya itu mati tidak mau bayar. Ada
yang kabur enggak mau bayar. Mungkin
kurang lebih sekitaran R500 juta, Mas.
Tapi kan itu sudah untungnya. Dulu kan
saya cuma jualan itu kan ada yang modali
dari bosnya. Modalnya itu kan berawal
dari dua ekor, Mas. Ya, saya dua ekor
itu beli babon anak jenis crossel. Nah,
itu anaknya tumbuh besar. itu akhirnya
saya jual, saya belikan domba yang sudah
bunting lagi nambah uang gitu. Jadi
tetap dari dua ekor lagi tapi bunting
semua gitu. Lama-lama saya sambil jualan
dombanya saya kan ada modal sedikit toh
Mas. Saya habiskan beralih ke domba sama
mobil saya pribadi saya jual untuk
mengembangkan usaha domba. Itu pun masih
jatuh lagi. Karena faktor pertama belum
punya pengalaman di domba. Akhirnya
masalah pertama itu masalah kesehatan
domba belum tahu, masalah pemasaran juga
belum tahu. Akhirnya dipermainkan sama
bakul. E belinya mahal nanti jual lagi
ke orangnya diterima murah. Akhirnya
rugi sama kematian. Waktu itu saya itu
sekitaran 50 ekor domba. Habis 2 ekor
tuh 50 ekor domba langsung. Jadinya
total 25 ekor domba. Itu mati sekitaran
25 ekor 30 ekor separuh lebih. Karena
faktor pakan saya pakannya itu jadi
enggak menggunakan rumput langsung
menggunakan ide pribadi lihat-lihat dari
YouTube pakai fermentasi ditampuri tetes
tebu tampiri rumput pak dicoper akhirnya
busuk akhirnya ke domba sakit mati
keracunan jadi pengalamannya pemalahan
pribadi. Habis itu saya tanya-tanya ke
teman-teman, ke fam-F gimana cara
perawatan domba yang benar. Kita sambil
belajar pelan-pelan gini gini gini.
Kalau domba itu kalau masih kecil harus
dipakan, harus sulijaan, jangan dikasih
pakan-pakan kering nanti takutnya
mencret mati gitu, Mas. Akhirnya dari
kerugian banyak ya tiap hari ngarit cari
rumput. Waktu itu saya punya karyawan
Pak, total domba tinggal 25 30-an ekor
lah. Itu aja nanti buat bayar karyawan
apa bisa nanti? Saya akhirnya banting
setir ke enggak jadi ternak langsung
trading langsung penjualan. Saya jual
masih rugi. Ada yang cuma kerja bakti
pok pernah gitu, Mas. Tapi kan saya
pengalaman kalau harga domba itu gini
apa permainannya domba kayak gini. Saya
tetap berjuang lah intinya itu tetap
usaha ini harus maju. Iya bertahan.
Pengin coba utang bank ke mana-mana
enggak diac soalnya kan enggak punya
nama di dunia perbankan. Enggak punya
nama gitu loh, Mas. Saudara juga enggak
mendukung. Jadi cuma gimana ya tadi beli
jual beli jual gitu Mas. Jadi sampai
benar-benar berkembang
dari tahun 2022.
2022 itu mulai gencar-gencar dunia domba
diitar
itu. Karena aku lihat di YouTube-YouTube
kok peternakan kok apa menjanjikan
ternak domba daripada ayam. Ayam dulu
pernah sempat mati juga rugi. Tapi kan
itu hasil dari burung. Jadi coba-coba
Mas saya tuh semuanya hewan saya
coba-coba. Saya pelihara dulu pernah
dari ikan, ayam, burung, terus merambat
ke hewan-hewan yang agak langka-langka
tapi yang impor itu. Terus sama domba.
Cobalah ini domba ini bisa sukses apa
enggak gitu. Soalnya saya sudah bingung,
Mas, mau usaha apa. Soalnya sudah saya
coba semua dari ayam, ternak kelinci,
perikanan, ternak ikan koi, semua sudah
saya coba-cobain. Coba dunia kambing dan
domba ya. Itu yang kebanyakan faktor
mati banyak itu dari kambing Jawa. Jadi
dua dulu tuh saya pelihara dua jenis
dari domba sama kambing jawa. Ternyata
yang kambing jawa saya tidak cocok.
Banyak yang mati gara-gara pakan. Habis
itu jual ke orangnya lagi biar gak mati
banyak ternyata malah rugi besar. Dulu
modal dari jual mobil sama bikin kandang
Rp150 juta. Itu harga satu-satunya itu
mobil pribadi saya lemparkan ke
peternakan domba itu. Habis itu domba
penjualan ramai dari pertama berawal
dari du ekor dijual 1 bulan bisa sampai
laku 5 sampai 10 ekor. Itu sudah
alhamdulillah. Padahal punya karyawan
empat. Nanti kalau enggak laku jual ada
selaku-lakunya buat bayar karyawan.
Soalnya gimana sudah berani punya usaha
mengerjakan karyawan harus bisa
membayar. Alhamdulillah dari situ mulai
ramai dikenal saya akhirnya membentuk
kelompok domba di Mbitar intinya
sekarang jadi pelopornya lah di Kota
Mbitar. Akhirnya domba langsung ramai
viral di Kota Blitar dari membangun
kelompok saya mengadakan event kontes
didukung sama pihak kepala desa suruh
ngisi acara untuk memperkenalkan. Jadi
kontes pertama di Kota Mbitar saya yang
pencetusnya ya intinya yang ramaikan di
dunia kelompok domba di Mbitar. Akhirnya
orang-orang petani-petani langsung dari
fashbacknya penjual saya tambah ramai.
Banyak yang minta 10 ekor, 20 ekor. Saya
tarik DP saya kan model cuma kadang cuma
tinggal itu aja saya belanjakan kan
rata-rata domba itu yang banyak di
daerah Jember Banyuwangi ya Mas ya. Jadi
saya belanja di situ. Belanja cuma 10 20
ekor pulang besok belajar lagi. Mumpung
banyak pesanan ramai. Lama-lama saya
enak fokus trading daripadaing. Kalau
breading kan lama waktunya Mas. Kalau
trading nanti domba laku 20 ekor bisa
nambah lagi di 25 ekor keuntungannya.
Kalau kita breading akhirnya agak lama
lah 5 bulan sampai 6 bulan. Dari situ
sampai banyak banyak sampai di populasi
100 ekor akhirnya ada teman ngasih dana
lah investor lah itu membantu. Saya
akhirnya didukung sama beliau akhirnya
tambah banyak di 200 300 sampai sekarang
populasi bisa sampai 1000 teman lah
intinya dia tuh lihat saya itu kok
nelongso. Iya kok usahanya kok enggak
bisa maju. Habis dari situ kan dulu du
teman akrab lah. Habis itu di didukung
kasih modal nanti pembagian.
Alhamdulillah sekarang modal pribadi
dari populasi 50 ekor. Berawal dari 2
ekor tadi kan iseng sampai sekarang
sampai 1000 ekor. Kalau di sini jenis
dombanya jenis domba lokal, jenis domba
merino, jenis domba crossel sampai tekel
pulbat pun juga ada dari dorper, sulfog
semuanya ada, Mas. Garut ada. Jadi semua
saya jenis di sini saya kompliti. Jadi
mulai harga yang termurah termahal kita
readykan. Termurah di harga Rp500.000
itu cemple kecil. Iya. Kadang kan
orang-orang kan ada yang minta harga
murah. Usia lepas sape itu domba lokal
ya. Paling termahal harganya Rp0 juta.
Itu domba impor dari apa? Inggris
jenisnya sulfk sama beltek dari Belanda.
Domba tekstil full blood ya. Itu ada
kemarin laku cepat. Alhamdulillah itu
dari situ saya merambat ke impor.
Sebenarnya sih saya pengin fokusnya itu
domba lokal ngembangkan domba lokal.
Tapi kalau kita enggak mengikuti zaman,
enggak mengikuti arus di dunia bisnis
perdombaan, akhirnya nanti enggak
mungkin bisa besar. Saya silangkan.
Padahal di kelompok kita itu
mengunggulkan domba asli Indonesia. Tapi
kita tetap nanti disilangkan kan dengan
hasil anakannya kan bisa menurunkan
harga anakannya kualitasnya bagus. Di
domba itu berbedanya sih tambah sibuk
waktunya masih pola makannya itu Mas
tambah ribet tambah banyak. Iya. Kalau
dengan segi SOP ya, Mas, kalau domba itu
kasih pakan kering apa pakan silase
sudah cukup. Kalau kita cari rumput
dengan populasi banyak mungkin enggak
bisa, Mas. Kalau makanya di orang-orang
petani-petani domba populasinya di bawah
50 pasti bagus-bagus daripada yang 1000
ekor. Tapi 1000 ekor pun bisa menjamin
bagus juga. Kondisi sehat semua. Kalau
kita apa itu standar os opennya pakan
tercukupi, alhamdulillah dombanya
nyaman. Bal enggak mati. Saya ikut
umumnya orang-orang itu akhirnya Mas
pakai tebon jagung dicopoter dielase
cuma itu aja dikasih konsentrat enggak
neko-neko itu aja nanti per kilonya
ketemu cuma Rp2.000 R000 itu untuk domba
sudah cukup. Kalau untuk dua kali makan
sepagi dan sore mungkin di 4.000 sudah
cukup untuk ternak. Kalau kita pakan
pakai full hijauan yang cari rumputnya
yang susah, Mas. Iya. Yang kedua nanti
lebih mahal rumput itu lebih murah ke
pakan kering. Jadi kayak gitu ya.
Menurut saya itu Mas kadang ada
orang-orang beli pakan kering mahal
takutnya nanti dijual murah. Kalau kita
bisa memanajemen pakannya mungkin
insyaallah tidak.
F kuncinya kalau untuk ternak domba
dengan populasi besar ya itu Mas yang
kita harus bisa memanajemen pola
pakannya. Pakannya itu harus standar
kebutuhan domba sudah tercukupi itu
sudah aman Mas. Alhamdulillah. Kalau
untuk kesehatan saya belajar didat
pengalaman dari teman-teman cara nyuntik
domba gimana, cara perawatan gitu dengan
populasi sekian ini untuk kematian
alhamdulillah sekarang sudah berkurang
enggak terlalu banyaklah biar laku ya
saya bawa ke pasar dengan posting
ngonten gitu Mas. Dari situ saya pertama
ngundang untuk YouTube Sahabat Sapi.
Dari situ lama-lama dikenal sama orang,
banyak permintaan. Dari penjualan mulai
semakin banyak. Sampai hari ini pun
penjualan sudah mencapai 1000 ekor per
bulan keluar masuk domba. Permintaan ke
supplier-suplier, ke bakul-bakul gitu.
Saya soalnya kan kalau ngambil
keuntungan cuma sedikit, Mas. Yang
penting berputar uangnya biar cepat
berkembang. Kalau sama bakul itu
overnota itu cuma Rp50.000. Kalau sekali
ambil kadang 50 kadang 75 satu armada
kan 75 ekor Mas. Satu muatan cuma situ
saya tekuni Mas soalnya saya pikirnya
harus punya pasar dulu gitu Mas ya.
Nanti kalau keuntungan kita banyak itu
nanti dipikir belakangan, Mas. Yang
penting intinya kalau bisnis kan yang
penting harus siap berani rugi dulu.
Cari nama dulu, cari sebanyak mungkin
market di dunia domba punya pasar, habis
itu kita tinggal mainkan harga lagi
kembali. Kalau saya prinsipnya gitu
maksudnya, Mas. Sekarang tinggal cuma
jual domba aja sama pakan jandi aja.
Kalau di toko itu saya kasih produk
pakan jadi dari pabrik-pabrik sama
silase. Cuma itu aja. Jadi usahanya cuma
maton domba ini aja. Kalau per kilo
harga R.200 untuk silase. Ya, dari
petani itu dikirim ke sini cuma harga
Rp500, Rp600 gitu. Kita giling, kita
kemas, kita jual. Ini membutuhkan tim 8
orang
cukup ya, Mas ya?
Cukup ya. Itu pun setiap hari pasti ada
yang keluar domba kirim dari sekian
banyak tadi itu. Di sisi itu kan saya
juga punya mitra juga, Mas. Dari
kemitraan itu pun saya juga dapat modal.
Kadang kan orang-orang gengsi mau ternak
domba. Apalagi kaum pemuda-pemuda kalau
dilihat dari sisinya domba kan gengsi.
Kok sekolah setinggi-tinggi nanti kok
cuma usahanya ternak domba ngarit.
Kadang-kadang ada yang gengsi. Kalau
saya pikir yang penting kita bisa
memutarkan uang bisnis biar cepat
lancar. Itu aja sebenarnya. Saya cuma
kuliah tapi enggak lulus, cuma SMA aja.
Untuk ternak sama orang tua kalau ibu
di-support, cuma sama papa gak. Saya kan
keluarga Chines, Mas. Ibu saya Jawa,
papa saya Cina. Sama papa saya kan
enggak didukung karena ini kan kita pada
kayak menyiksa hewan lah. Papa saya kan
Buddha. Kalau mengurungi mengurungi
hewan kan namanya kan menyiksa. Nah,
artinya enggak didukung. Papa saya cuma
ya orang punya n di Kota Blitar tapi
tidak didukung sama sekali karena dia
usaha hewan. Dia enggak jelas tidak
maulah intinya memodalinya. Jadi saya
usaha sendiri ini bangkit dari
sendirinya gitu.
Termasuk burung tadi gak didukung apa?
Iya gak didukung soalnya kan burung ada
yang makanannya ulat. Ulat itu berapa
nyawa? Itu yang di dalam itu kan setiap
hari kan banyak berapa ekor yang kamu
matikan. Itu kan dia juga menyiksa
keyakinan agama lah intinya gitu. Saya
enggak didukung padahal dulu dikasih apa
itu modal besar. Kamu buka osorum mobil
kasih modal besar. Tapi saya dari kecil
sukanya hewan. Gimana lagi Mas? Dari
situ saya akhirnya usaha sendiri sampai
punya tanah apa punya rumah sendiri. Itu
pun orang tua tidak tahu sudah
meninggal, Mas. Jadi caranya itu pengin
nguahkan i loh anaknya sudah bisa sukses
tanpa bantuan tapi terlanjut sudah
meninggal dulu waktu baru-barunya corona
itu meninggalnya kena serangan jantung.
Saya dari kecil Islam terus kakak saya
juga gitu dia usaha showroom mobil yang
pertama kerja di rumah sakit ya dokter
yang satunya showroom mobil. Itu pun
semuanya enggak mendukung adiknya kan
usaha hewan ini kan enggak boleh di
dalam keluarga kalau ada yang usaha
hewan. Tapi saya pengin menciptakan
usaha sendiri tanpa meneruskan usaha
orang tua. Usaha orang tua dulu bengkes
sama showroom ya. Tapi namanya saya dari
kecil sukanya hewan, Mas. Monyet pun
saya pelihara dulu semuanya saya suka
hewan. Hewan apa-apa pun saya pelihara.
Sampai dulu pernah saya pelihara hewan
yang dilindungi ya kena polisi kan sudah
tergedi dulu, Mas. Iya. Kakak tua kayak
Jalak Bali, Crindrawis kan dilindungi.
Sekarang fokus ke ternak yang tidak
dilindungi sama oleh negara lah intinya
gitu, Mas. Pelihara yang aman-aman saja.
Tapi namanya cita-cita Mas, dari dulu
saya pengin punya kebun binatang sendiri
soalnya saya dulu sampai pernah ke Ivan
Hakim ke sana juga dulu ngantar burung
unta ke tempat temannya. Ada videonya
cuplikan ada juga sama Ivan Hakim. Saya
ngantar ke orang temannya sampai ke sana
ternyata mati satu. Saya mau ke tempate
Evan Hakim manggil dokternya biar nanti
aman. Ternyata tetap mati. Akhirnya sama
Evan Hakim dibikin konten. Ya dari Brung
itu saya penjualan banyak Mas. Pelihara
mulai kecil kan harga Rp15 juta
sepasang. Saya jual laku 75 laku cuma
pembesaran aja tadi belum cuma ternak
nelur itu laku 75 sampai R1 juta per
pasangnya itu. Itu saya buat bikin
rumah. Jadi semuanya tuh saya ambil alih
ke beli tanah dan rumah itu
habis-habisan pokoknya habis bangun itu.
Kalau di sini menurut saya ya, Mas ya,
itu cuma standar kenyamanan kandang.
Yang penting tinggi dari lantai. Ideal
kotorannya nanti biar di amoniaknya biar
enggak naik ke atas. Terus palungan
pakannya harus standar, kandang harus
pakai kayu. Terus yang terus atapnya ke
atas tingginya harus 2 m. Kayak gitulah
intinya, Mas. Saya kalau untuk SP
kandang segi hewan saya cari domba yang
yang penting sehat-sehat gitu. Cic hewan
sehat, Mas. Kalau waktu dikasih makan
pasti makan. Kalau dia dombanya cuma
diam berarti dombanya itu bermasalah.
Cuma itu aja, simpel aja itu. Kalau
masalah harus bersih, dicukur bulu habis
itu dimandikan nanti bomb populasi
banyak kan pasti ribet, Mas. Kalau
populasi segitu. Kalau populasi sedikit
mungkin bisa terawat bagus. Kalau
populasi banyak mending cuma cukur bulu
aja sudah cukup. Biasanya faktor pertama
itu domba itu kurang sehatnya karena
masuk angin apa dia kembung gitu, Mas.
Habis itu makanannya tidak bagus
akhirnya kan domba bisa sakit kayak
gitu. Ciri-ciri fisik yang penting itu
dombanya itu badannya gemuk, habis itu
raut wajahnya segar, habis itu bulunya
bersih. Cuma itu aja sih menurut saya,
Mas. Pokoknya enggak kena penyakit. Kan
penyakit yang sering terjadi di domba
kan penyakit memprengen. Mulutnya itu
luka itu loh, kena rumput basah apa-apa
itu cepat menular. Habis itu kena
penyakit gudik itu faktor kurang
kebersihan kandang. SC itu faktor
mencret itu yang cepat nular. Cuma
menurut saya itu Mas kendalanya. Kalau
sudah ambruk untuk angka hidup agak
sedikit nul kecil pasti kebanyakan mati.
Saya suntik pakai obat-obat herbal terus
habis itu kita suntik taspad. Gitu aja
sih, Mas. Kalau domba-domba yang kena
ambruk. Tapi kalau ternyata tetap tidak
bisa berhasil, ya udah gimana lagi, Mas?
Dikubur, Mas.
Gak bisa dibelh ya?
Gak bisa, Mas. Soalkan sudah menjadi
bangkai. Kalau masih sekarat masih bisa
disembelih. Kalau sudah mati enggak
ketahuan pasti membusuk di kubur masih
yakin menjanjikan? Karena ini salah satu
ketahanan pangan di Indonesia. Faktor
maksudnya itu orang-orang petani
rata-rata kan pelihara domba, sapi,
ayam. Cuma itu aja kan, Mas? Kalau kita
ke dunia burung pasti itu permainan
pasar, permainan hobi. Kalau domba
dibikin hobi bisa, dibikin kesibukan,
bisa dibikin pekerjaan, bisa. Kalau
domba sapi itu menurut saya itu, Mas.
Makanya saya yakin harga domba tetap
stabil lah ya sampai benar-benar dikenal
seluruh Nusantara. Kan namanya Nusantara
Mas Katanya. Iya. Ika usia 24. Jadi
istri itu ke mana-mana kalau belanja
selalu tak saya bawa Mas boyong. Dia
enggak berani tidur di rumah di
sendirian. Kadang sebenarnya dulu dari
dari kakak dari istri itu yang mendukung
usaha ternak domba. Dia kan pelihara
domba dititip-titipkan ke petani-petani
kayak caranya gado lah intinya gitu.
Terus saya punya ide lihat-lihat di
YouTube ternak domba itu gimana? Apa
perlu harus ngarit? Kalau dengan
populasi sedikit biar tidak rugi ya
ngarit. Apalagi punya karyawan waktu
saat itu sampai dilihat sama
orang-orang. Wong anaknya Bapak saya kan
Pak Hongli ya. Anaknya Pak Hongli kok
ngarit. Ya gimana lagi Mas? Namanya
usaha orang tua ya wis pikir bodoh yang
penting saya ngarit membuktikan bahwa
saya bisa sukses tanpa modal orang tua.
Lekaunya ya pernahlah dulu sampai
dibilang sama teman sama saudara kalau
usaha ternak domba itu apa mungkin bisa
maju apa mungkin bisa membuat kamu
sukses lah gitu. Saya tetap yakinlah
dari pendirian saya bahwa domba itu
nanti kalau kita rawat dengan bagus,
domba itu kasih pasti kasih saya rezekil
lah dari ternak kita sendiri itu dari
sini sekitaran 50 sampai Rp0 juta
pakannya aja itu soalnya kan dengan
populasi banyak tadi Mas per hari aja
habis sekitaran R1 juta lebih Mas untuk
populasi 1000 ekor. Sekarang saya kan
saya punya nama saya punya brand sendiri
nama akhirnya saya jual pasti
orang-orang pada tanya gitu. Nah, saya
kan juga punya kandang di Jember juga.
Jadi sana suruh carikan domba-domba.
Kalau sudah terkumpul ada saudara di
sana bawa langsung ke sini tinggal
lempar-lempar bakul. Untungnya bisa
banyak sekarang, Mas. Kalau dulu masih
untung sedikit saya lempar. Kalau
sekarang sudah untungnya lumayan ya
kurang lebih ya 1.200-an lah. Mas
kandang Blitar aja berapa berarti
ya 1000an. Di Jember cuma 200-an lah.
Soalnya kan kandang buat tampung aja Mas
ya. Nanti kalau sudah terkumpul bawa ke
sini gitu. Fokusnya ke penjualan. Saya
sekarang cari pasar sendiri sudah
dikenal. Jadi enggak perlu ke pasar,
Mas. Jadi bikin pasar sendiri di rumah
dari dunia YouTube itu tadi. Iya.
Perputaran cepat. Habis itu kan akhirnya
lama-lama kan bakul-bakul kan pada
tanya, "Sana loh murah, sana loh murah
gitu. Kita memainkan harga habis itu,
Mas. Kita jual buntingan. Untung-untung
juga banyak dari pejantan fullbat-bulbat
tadi kan disilangkan, Mas. Domba domba
lokal sama domba impor disilangkan.
Nanti kan keluarannya bagus. jual
paketan ada yang enggak enggak bisa beli
yang harga mahal nanti
silangan-silangannya itu saya bikin nama
nusantara ini ya gara-gara pengin
memajukan domba di seluruh Indonesia di
Nusantara gitu peternak-peternak itu
harus bisa maju dari nama situ saya
cepusan Nusantara itu tadi
ya ising-ising tetap lihatlah lebih lagi
ya kini masih masih belajar lagi Mas
kalau masalah market alhamdulillah sudah
tertata maksudnya untuk dunia domba
kalau mengenai kesehatan dan sebagainya
masih belajar lagi. Saya mulai fokus
trading kan sudah 2 tahun lebih ini Mas.
Kalau tahun pertama itu kan fokus
breading. Jadi masih perlu ilmu yang di
dipelajari lagi Mas. Masih perlu belajar
lah. Yang saya sampaikan, ya intinya
saya itu pengin orang tua itu kalau
mendukung anak itu jangan sampai
penginnya itu harus bisa punya usaha
sendiri biar papah itu biar tahu gitu
loh. Didukunglah anaknya itu sampai
kayak gini. Saya kan ya intinya ya orang
tua enggak ada ya termasuk nyeselah.
membuktikan kalau bahwa saya itu
benar-benar bisa tanpa orang tua gitu
loh. Kudu disepelekin disik itu buat
pacuan untuk seorang anak. Mungkin orang
tua didik mungkin kayak gitu, Mas. Iya
kan berbeda-beda. Jadi saya itu disuruh
kamu terjunnya semaksimal mungkin nanti
kalau benar-benar enggak bisa pasti
orang tua masti membantu. Jadi carane
anake dicul dishik Mas kon golek pangan
searep-arepe dishik. Tapi udah usaha
sudah mencampai jalan segini waktu
pembuktian orang tua yang enggak ada itu
merasa sedih lah intinya. Biar tahulah
orang tua itu tak biar tahu kalau
anaknya bisa berhasil punya usaha ini
gitu. Sama orang tua sudah terlanjur
tidak ada. Gimana lagi Mas? Ya intinya
kalau saya sih penginnya pemuda-pemuda
saat ini jangan malu beternak domba dan
sapi. Soal itu suatu usaha menciptakan
usaha sendiri tidak perlu kita kerja di
orang gituah intinya gitu. Mas harus
puncak lapangan kerja sendiri, harus
bisa semangatlah motivasinya untuk
peternak muda. Ngawalinya harus pertama
ya harus punya bank pakan kalau masih
baru ya Mas ya. Harus punya bank pakan
kandang sama lihat harga domba dulu.
Mengenali harga pasar dulu, Mas. Biar
nanti biar enggak terblonyok kayak saya
lah. Intinya kalah di awal. Harus tahu
cara kesehatannya domba gitu, Mas. Harus
benar-benar cara merawat domba itu harus
tahu dulu. Yang kedua baru marketnya.
Kalau sudah dipelajari monggo bisa beli
domba. beli dengan farm yang ternama.
Maksudnya itu beli farm yang jelas-jelas
recommended lah intinya itu yang
jelaslah, yang terpercaya lah intinya
gitu. Jangan beli asal ke yang lain-lain
nanti belum tahu marketnya, susah
penjualannya. Kebanyakan sih untuk
peternak pemula tuh bingung pasar
intinya gitu, Mas. C ngawalinya ya ya
itu belantik dulu kan cari pengalaman
dulu, Mas. Ke sana ada yang orang beli
domba kan akhirnya kan nanti punya
modal. Nah, ke sana dulu sama-sama
mengenal marketnya, Mas. Jangan langsung
dor-tudur kayak saya, langsung beli
banyak dihapusi bakul. Ya, akhirnya kan
rugi, Mas. Itu kan sambil belajar
market, sambil belajar perawatan. Oh,
domba nanti dikirim ke sana beli. Jadi
cuma modal nekad pun bisa juga untuk
ternak domba. Kami punya domba impor
yang jenis dari Inggris namanya sulfok.
Domba sulfok itu itu salah satu ikan di
Nusantara. Kenapa kok satu dari ikan
nusantara? harganya yang pertama mahal,
yang kedua itu adalah satu domba terbaik
di kota Mitar. Domba ekstrem lah intinya
gitu. Domba berat. Di situ kan saya
sering ikut kontes mengadakan event
untuk mendongkrak harga domba biar
baguslah. Saya tangan kedua, Mas. Saya
nempil. Kalau impor harus banyak
populasinya gitu, Mas. Jadi nempil satu
tapi yang benar-benar yang bagus itu
sampai ditawar harga Rp100 juta, Mas.
Itu yang satu ekor itu, Mas. Soalnya
sering apa itu ikut kontes. Iya. Yang
kedua, domba jenis tekstil itu yang dari
Belanda. Salah satu untuk merubah
genetik bagus peternak di Indonesia biar
dagingnya kualitasnya biar baguslah
intinya domba-dombanya biar unggul. Ada
sertifikatnya komplit semua ya. Domba
dorper. Domba dorper kan sudah mungkin
di seluruh farm kebanyakan sudah
menyebar kan yang agak jarang ini kan
domba tekstur fullb blood jenis sulfog
fullb blood itu masih jaranglah gitu.
Kalau dari saya sih yang penting intinya
ternak domba itu harus tekun, harus
tanggung jawab, harus hobi dulu, harus
konsisten, jangan bimbanglah intinya
gitu, Mas. Dipantau jadi cuma enggak
harus sekedar cuma kasih makan. Harus
kita itu kalau bisa lihat sekilaslah
untuk kasih makan dilihat dombanya itu
jadi biar ada interaksi antara tuannya
sama dombanya itu harus punya
interaksiah harus menyayangi. Insyaallah
itu mungkin bisa berhasil sukses untuk
peternak-peternak ya harus benar-benar
dijaga perawatannya. Harus punya bank
pakan harus disiapkan. Jangan menyerah,
pasti ada lika-liku. Semua butuh proses.
[Tepuk tangan]
Kalau untuk usaha ini awal-awal saya
bingung masalah limbahnya itu nanti
dibuang ke mana. Akhirnya saya kelola,
saya produksi. Jadi limbahnya itu dibuat
untuk pupuk pertanian. Alhamdulillah
banyak permintaan dari pertanian, dari
warga-warga yang cari pupuk dan
kebanyakan rata-rata diambil mentahnya
untuk limbah. Jadi enggak bingung
masalah koinya. Nah, ternyata untuk
domba itu koenya benar-benar bermanfaat
untuk pertanian.
Untuk permintaan koe alhamdulillah
meningkat draktis sampai bisa jual ke
luar kota, bisa sampai jual ke Batu itu
tempat wisata itu banyak. sana pertanian
membutuhkan kohe dari domba atau kambing
sampai orang-orang ambil ke sini
sendiri. Jadi belum sempat kirim sudah
banyak yang ambil untuk kotorannya domba
itu. Alhamdulillah saat ini usaha tetap
berjalan lancar sampai fokus ke
penjualan dombanya itu.
[Tepuk tangan]
[Musik]
Saya Oki Wirawan dari owner Nusantara
Jaya Farm beramat Wingi nomor HP
081234599407.
Terima kasih. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Yeah.