File TXT tidak ditemukan.
Transcript
x--CwLnhreo • Dari Sewa Lahan Jadi Juragan Pisang 30 Hektar! Semakin Bagus Pisang, Semakin Mahal
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0560_x--CwLnhreo.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Pisang ABC itu ada gridnya, Mas. Ketika
dia mulus, dia masuk grid A itu harganya
lebih mahal. Kalau dia ada bentik kotor
kayak gitu, dia harganya murah bahkan
enggak laku.
Untuk kefisan KW di sini untuk market
emang harus khusus, Mas. Jadi harus
punya brand itu ada titiknya. Jadi harga
itu bisa stabil di ada printnya di situ.
Banyak di komentar itu kan kadang mitra
itu cuma dibeli murah kayak gitu hasil
panen itu dibeli murah. Sebenarnya kan
pisang K di kita jualan kulit Mas
kulitnya pisang itu bagaimana itu harga
mahal itu kulitnya mulus. Nah itu
tinggal petaninya sendiri dia itu mau
merawat atau enggak gitu.
Asalamualaikum. Nama saya Arifin. Saya
di sini sebagai pengelola pisang
munking. Itu nama brandnya, Mas. Jadi
pisang ini variannya pisang Cavendis.
Mungking itu kita awalnya kan kita tuh
tanam, Mas. Tanam itu kan kita emang
melihat market dulu lah. Dari awal itu
kita melihat market dulu dari segi buah.
Jadi pangan, Mas. Kita nyasarnya ke
pangan. Pokoknya kita pangan. Dari situ
kita fokuskan ke buah. buah itu kita
cari mana yang pengelolaannya itu bisa
terkontrol gitu, Bos. Dari situ kita
coba untuk tanam itu di 1000 man. Justru
yang di awal itu tanam pisang itu pisang
raja. Dari pisang raja itu kita tanam di
1000 m ya. Kita di situ belajar, Mas.
Belajar dari tanam sampai penjualan di
situ. Dari situ kita sampai panen, Mas.
Sampai panen itu ternyata untuk pisang
raja itu kita panen tuh pas enggak
musimnya susah jual kayak gitu. Dulu itu
kita di jarak agak renggang sih, mungkin
untuk jumlahnya kurang paham sih, Mas.
Tapi untuk dari situ kan kita tahu gitu
kalau pisang raja itu pisang musiman.
Jadi kok gini kalau kita pas panen kok
harganya anjlo kayak gitu loh, Mas. Dari
situ kita melihat untuk kita harus
pisang apa sih yang bisa stabil dan dari
tahun ke tahun itu harga enggak berubah
gitu. Kita ketemu di pisang kavis karena
kita ya misinya kita untuk pangan sih
Mas. bisnis dipangkan kayak gitu. Untuk
ke depannya kita yakin sih untuk bisa
besar gitu.
Sekarang total berapa yang dikelola?
Itu sekitar 30 hektar pisang Avendi
semua, Mas. Tersebar, Mas. Kita ada di
Klaten dan Cilacap. Jadi untuk pisang
ini, Mas. Jadi kan kalau untuk 3 kita
enggak tanam langsung besar itu enggak.
Kita dari 1.000 m itu kita lompat itu ke
1 hektar. dari 1 hektar itu kita belajar
lagi karena kan untuk pengelolaan pisang
kecil jumlah sedikit sama besar itu beda
jauh Mas. Jadi dari 1 hektar itu kita
kuasai dulu kita mampu enggak nguasai
itu untuk 1 hektar itu ya dari
penanaman, perawatan, pembuangan kita
kuasai kita berani lebar melebar-melebar
terus kayak gitu. Dan ternyata untuk
pisang ini untuk kita bikin aplikasi
untuk komputerisasi itu bisa, Mas. Jadi
kalau penanaman seperti ini kita bisa
untuk target marketnya. Jadi kita tanam
sekarang terus kita olah, kita perawatan
kita tuh sudah tahu untuk berapa sih 3
bulan ke depan kita panen, berapa
tonasennya, berapa untuk gridnya itu
sudah kelihatan semua Mas. Jadi dari
situ kita bisa penyiapan untuk marketnya
ke mana aja kayak gitu sudah tersistem.
Jadi kita cari tahu dari dikit-dikit itu
mulai ketemu semua. Dari situ kita mulai
berani untuk banyak. Untuk Win di sini
untuk market emang harus khusus, Mas.
Jadi harus punya brand itu ada titiknya.
Jadi harga itu bisa stabil di ada
brandnya di situ. Jadi makanya kita
bikin brand kita branding untuk kita
sekitaran Kelantan dulu. Kelaten kita
jalan kita rambah ke Jogja. Jogja
ternyata marketnya kurang makanya kita
tanam lagi. Kita coba masuk ke Jakarta.
Ternyata pasarnya lebih luas lagi. Kita
tanam lagi. Jadi kita ngikut untuk
marketnya dulu baru kita buatkan kayak
gitu. Kita sekitaran di Solo, Klaten,
Jogja dan Sabertik. Kita kan juga sur
market. Jadi kita kan penasaran juga
untuk semua untuk e hasil pertanian itu
tertujuan di sana. Jadi kita ke pasar
induk satu dan satunya kayak gitu. Kita
kenalan untuk pedagang-pedagangnya. Dari
situ kita nyari tahu untuk kebutuhannya
seberapa sih kayak gitu. Sonya besar
banget Mas di sana. Kita itu kalau
supermarket kita beli. Kalau pedagang
itu dibeli pedagangannya dia mau
bercerita gitu, Mas. Kalau kita cuma
tanya-tanya kalau kepedagangan, sungkan
juga. Untuk pedagangnya juga mesti
mood-nya juga enggak enak gitu. 1
hektarnya antara 2.000 sampai 2.400
pohon. Kalau luasan itu cuma untuk
kebutuhan, Mas. Kita tuh mau suplly itu
per bulan kah atau 2 bulan sudah habis
kayak gitu. Kalau untuk pendanaan kita
hitung itu per HPP per pohon, Mas. Per
titik itu kita hitung kita detail. Jadi
per pohon itu kita ngasil tonase berapa
biaya yang dikeluarkan untuk satu pohon
itu berapa kayak gitu. Jadi itu kita
tinggal ngali aja. Kalau kita mau luasan
itu susah, Mas. Jadi kadang-kadang untuk
petani-petani yang biasa mungkin enggak
ada hitungan di situ. Jadi kita untuk
pisang ini enak. Jadi pupuk itu kita
tebar itu ada gramasinya untuk per
titiknya kayak jadi detail di situ. Jadi
satu pohon itu ngasilin tonase berapa
kayak gitu. Kita mau 1 itu mau tanam
berapa, kita butuh benih itu berapa. Nah
itu kan ketemu per A itu berapa kan.
Terus olah lahan kita bagi untuk
populasinya lagi. Jadi bagi-bagi terus
kayak gitu, Mas. Jadi kayak untuk motong
daun kan bungkus kayak itu kita hitung
tuh bagi untuk populasinya untuk per
hari itu pekerja itu dapat berapa itu
ketemu nanti untuk per A-nya berapa jadi
panen nanti ada sampling untuk sampling
lahan itu untuk pertandanya itu
rata-rata tonas berapa kayak gitu jadi
ketemu untuk harga jual dan harga
modalnya berapa BP satu pohon untuk
tanam awal mungkin Rp40.000 Cukup 1
tahun. Untuk kafe di sini kan 9 bulan
panen, Mas. Memang untuk pisang ini
modal awal itu berat karena harus puasa
itu 9 bulan. Tapi setelah 9 bulan kita
ada rank untuk pemanenan itu cuma 3
bulan, 3 bulan kayak gitu. Jadi lebih
pendek. Jadi untung nanti besar itu di
kedua, ketiga dan seterusnya gitu.
Masa panennya per 3 bulan sekali ya,
Mas?
Per 3 bulan sekali karena ada indo,
anak, nanti ada cucu kayak gitu kan. Kan
ada jaraknya Mas. Ini enggak kita anam
tanam awal lagi kan.
Kalau kita untuk tandan itu untuk market
itu biasa di harga itu R5.500 per kilo.
Tapi kan itu tipis, Mas, kalau mentah.
Makanya kita untuk branding juga dari
situ kita ke kayak tandan 13 kilo itu
kita jual market itu bisa R200.000
lebih. Untuk menjaga kestabilan market
kita emang jalan itu pelan-pelan. Kita
jaga untuk market satu itu kita jaga
terus untuk per wilayah kita jaga terus.
Jadi kita enggak berani untuk lompat
ketika itu untuk market yang lokal itu
enggak aman itu enggak berani. Itu
Jakarta di situ. Untuk ketahanan pisang
itu ada ranknya, Mas. Jadi pisang AV di
sini bisa panen untuk mentah. Jadi ada
ranknya setelah pembungkusan itu ada
jarak 8 minggu sampai 12 minggu. ada
rank per minggunya itu kita bisa pilih
mau panen 9 minggu kah minggu itu ada
rank di situ ketika panen kita bisa
simpan di precalling kayak gitu col
state kayak gitu kita tahan lagi di
situ. Jadi untuk stok kita kan juga ada
komputerisasi tadi aplikasi kayak tadi
kita sudah arahnya buangnya ke mana
sudah ketemu semua kayak gitu. Yang
terpenting buah itu enggak boleh matang
di pohon itu jadi harus mentah ada ada
umurnya. Makanya kita hitung umur. Jadi
kita udah udah uji coba juga untuk
segini kita simpan bagaimana untuk tua
kita simpan bagaimana kayak gitu udah
trail semua kayak gitu. Jadi ketemu
untuk spare-nya itu umers gitu kayak
gitu sterilkan kita cuci kita simpan di
ruangan bersuhu kayak gitu. Jadi suhu
itu kita juga trail juga. Ini untuk suhu
segini untuk ketahanan berapa lama sih
kayak gitu. Kita ada trail semua di situ
Mas. Jadi ketemu kita ketemu sendiri.
Bayangan aja Mas itu 30 hektar itu kalau
enggak ada hitungan itu kalau itu panen
bisa berjangga. Kalau serentak itu kan
pasti pusing juga. Market juga putus.
Makanya kita panen itu bisa continue
terus. Itu per minggu ada pemanan. Jadi
ada kurvanya kayak gitu kita bisa
stabilkan di situ. Kalau ton belum
detail banget. Kalau untuk panen raya
kemarin per minggu bisa 2.000 tandan,
Mas. Itu selera sih, Mas. Konsumen itu.
Oke. Oh, ada seleranya.
Ada seleranya. Kadangkan kita pisang itu
market tuh enggak satu titik merata itu
enggak ada yang untuk pasar tradisional,
untuk toko buah yang menengah, kalau
untuk yang market modern kayak
swalan-soalan kayak gitu. Terus itu dari
marketnya dari nanti tingkat kemulusan
kulitnya kayak gitu, Mas. Jadi kulit itu
ada marketnya sendiri-sendiri dari step.
Kalau pisang kab ini bisa diukur, Mas.
Jadi bisa dihitung juga step kematangan.
Step kematangan itu kalau agak mentah
itu kan kurang manis. Banyak orang
bilang kafe di kurang manis karena itu
belum mentok untuk kematangannya. Yang
kurang manis itu diperuntukkan untuk
yang diabetes. Kayak untuk yang orang
sakit kayak gitu dia cocok untuk yang
kurang manis. Nanti step yang lanjut ke
step tujuh kayak gitu dia paling manis
dan antioksidannya paling tinggi.
Ciri-cirinya di pisang kafe dengan kadar
gula yang rendah itu secara fisik
agak-agak mentah Mas. dia kuningnya
belum belum full. Jadi kuning-kuning
biasa kayak gitu. Kalau yang paling
manis itu kuning ada bitik-bitiknya
hitam kayak gitu paling manis. Perawatan
pohon ya kita rutin untuk yang penting
kan kita tanah dulu kita olah terus kita
tanam terus nanti untuk daun gitu kita
kelola Mas dari daun itu yang paling
penting. Jadi ada 2 minggu sekali gitu
ada penyemprotan untuk daunnya kayak
gitu. Terus untuk buah kita juga ada
semprot terus untuk pembungkusan kayak
gitulah. Pupuk itu sebulan sekali kita
pupuk. Kita kan tinggal ukur aja, Mas,
kebutuhan satu pohon itu berapa sih?
Kayak gitu kan beda sama padi, Mas. Padi
kan sebar. Kalau untuk pisangnya satu
titik. Jadi, kita ukur gramasinya
kebutuhan dia per bulan itu berapa sih
untuk nutrisinya kayak gitu. Apakah dia
masih di pertumbuhan atau pembentukan
buah? Jadi, ada umur-umur ciri-ciri
tertentu di pohon itu. Oh, untuk semprot
daun. Semprot daun kita pakai drone.
Kenapa pakai drone, Mas?
Karena dari awal kita hitung-hitungan
ya, Mas. Jadi, drone itu lebih e
efektif, efisien, dan murah ketemunya.
Iya, karena lahannya kecil, Mas. Iya.
Kita datangkan drone dengan lahan 1000 m
pasti kecil. Tapi kalau itu bentuk
kelompok kayak kelompok tani dia
dikumpulkan lahan itu berhektar-hektar
itu lebih murah sebenarnya. Jadi orang
itu mikirkan untuk satu lahannya aja,
dia enggak berpikir untuk kelompoknya
kayak gitu. Kalau kelompok kan drone kan
sekali jalan itu Mas, jadi lebih hemat.
Sekarang kan juga banyak untuk penyewaan
drone kayak gitu.
Atnya jenengan sendiri tuh.
Iya sendiri, Mas. Pisang itu bisa
ditanam di tanah manaun. Tapi yang
paling bagus itu tanah yang berpasir.
Tanah yang kita genggam itu enggak bisa
bentuk bola kayak gitu, Mas. Jadi
berpasir kayak gitu. Itu paling bagus di
situ. J nanti pergerakan akar bonggol
itu lebih lueluasa gitu. Untuk
penyerapan air lebih bagus, nutrisi
bagus.
Kita tanam pisang kan itu buah
masing-masnya pangan yang buah dan bisa
busuk. Jadi bisnis pisang ini dipaksa
untuk cepat putaran cepat gitu. Kita
harus jual cepat kita nyediaannya ya
cepat kayak gitu. kayak katering kita
penyiapan katering itu ya harus untuk
tanggal A untuk siap makan ya harus ada.
Jadi untuk penyiapan kayak gitu harus
disiplin lah. Iya karena untuk spare itu
kan ada untuk perencanaan untuk panen
kayak gitu sudah ada market sudah
tersedia semua. Senangnya lebih enak Mas
di kebun kita jam itu lebih enak bisa
jalan-jalan ke mana-mana enggak sepaneng
itu, Mas. Kalau di kebun itu lebih
asyiklah. Kalau menurut saya sih kalau
putaran uang kita gimana, Mas ya? kita
uang itu cuma untuk pelebaran aja sih.
Kita masih step untuk pelebaran kayak
gitu. Jadi enggak ada yang beku itu.
Enggak ada. Kita putar terus gitu. Jadi
kayak kita kan juga untuk ran besar
kayak kita untuk menggandeng mitra yang
dicelacap kayak gitu kita jalan diputar
terus kayak gitu. Ada mitra juga Mas?
Kita ada mitra di Cilacap. Iya banyak di
komentar itu kan kadang mitra itu cuma
dibeli murah kayak gitu hasil panen itu
dibeli murah. Sebenarnya kan pisang kafe
di sin kita jualan kulit, Mas. Kulitnya
pisang itu bagaimana? Itu harga mahal
itu kulitnya mulus. Nah, itu tinggal
petaninya sendiri dia itu mau merawat
atau enggak gitu. Kalau itu pisang
dirawat pasti bersih, Mas. Enggak
mungkin kotor kayak gitu. Kadang orang
itu cuma minta penginnya nanam terus
panen hasil besar kayak gitu kan. Enggak
bisa kayak gitu. Di pertanian kita, kita
rawat tumbuhan ya hidup gitu ya. Harus
dirawat untuk yang ngasilin dia juga
gitu. Pisang AB di situ ada gridnya,
Mas. Ketika dia mulus, dia masuk grade A
itu harganya lebih mahal. Kalau dia ada
bentik kotor kayak gitu dia harganya
murah bahkan enggak laku. Mungkin yang
dipersepsikan untuk petani-petani itu
dia masuk ke yang greit reject kayak
gitu. Kita lihat aja di swalayan kalau
pisang yang dipajang itu pisang yang
paling bagus. Enggak pisang yang ada
bintiknya kotor kayak gitu. Pastikan
kalau itu ada brand lain yang mulus
kuning terus satunya bintik pasti yang
dibeli yang mulus. Enggak mungkin juga
yang itu ya dibeli kan enggak mungkin
ya. Makanya untuk mitra kadang dia
dibeli murah, dibeli murah itu spek
pisangnya seperti apa kayak gitu. Kita
beli juga sesuai spek kayak gitu. Kayak
kita yang untuk jilap itu ada MOU-nya
juga, Mas. Untuk perjanjian kayak gitu
kita terangkan di awal ya. Kadang kan
orang itu berambisi besar dan di akhir
kurang untuk perawatan. Sebenarnya
simpel, Mas. Untuk untuk ketika jantung
itu kita ada injeksi untuk disinfektang
eh untuk inseksisidanya
biar nanti kan kalau jantung itu
biasanya ada namanya ular graya, Mas.
Dia nyerang itu waktu jantung belum buka
kayak gitu. Jadi kita insektis dari
situ. Jadi ulat itu enggak mendekat.
Habis itu muncul buah. Biasanya nyerang
jamur kita kasih bungi. Habis mentok
untuk buah sudah muncul semua kita
bungkus biar serangga itu enggak masuk.
Sebenarnya sesimpel itu. Kadang orang
kan malas untuk lakuin kayak gitu. Tapi
kan untuk 30 hektar itu kan kita juga
untuk penyeraman tenaga kerja Mas untuk
yang sekitar kayak gitu. Kita punya
pekerja itu di 50 orang. Jadi untuk
tinggal pekerjaannya Mas. Jadi
pekerjanya fokus untuk bungkus, untuk
beda-beda untuk daun aja kayak gitu.
Kita fokusinya beda-beda. Kita untuk
lahan ini kekurangan di pekerjaan apa
kita plotkan di situ? Belum ada, Mas.
Kita fokus di buah saja.
Alasannya apa Mas?
Karena kalau produk turunan enggak ada,
Mas. Karena untuk kalau buah kita
maksimalkan kejual semua, Mas. Enggak
ada yang untuk reject. Kita tata kelola
memang harus jual semua. Jadi dipaksa
bagaimana pisang itu bisa masuk untuk
penjualan. Jangan sampai, Mas, kita
masak mau rejectnya berapa kayak gitu
kan. Nanti arahnya ke situ. Daun enggak
bisa dijual karena daun kafenis ini
lebih tipis, Mas, ya, daripada pisang
lainnya. Karena umurumur panen kan
paling cepat untuk kafe di sini.
Kenapa kafendis, Mas?
Ya itu Mas, kita kan untuk tanam itu
lihat marketnya dulu. Market di luar itu
apa aja gitu lah. Kafe di sini bisa
masuk di mana saja, Mas. Ekspor,
swalayan, pasar Indo, toko buah sampai
pasar tradisional masuk semua, Mas. Kan
kita jarang dengar juga untuk pisang
raja ekspor di swalayan pisang raja
kayak gitu kan jarang Mas Pisang raja ya
musim kayak gitu loh. Jadi untuk pilihan
bisnis untuk tan pangan itu sebenarnya
sangat masuk Mas. Jadi ke depan itu kan
kalau bisnis pangan itu enggak mungkin
tersingkirkan gitu loh. Mas itu bakal
dibutuhkan terus dan ke depan-ke depan
makin banyak untuk populasinya dan
serapannya makin banyak juga. Harga
mungkin enggak mungkin jatuh Mas. Pasti
akan naik terus. Kalau untuk perawatan
kita kan juga bukan mitra kayak gitu
kita ada pendampingan di situ. Kalau
memang bingung kita bisa dampingi kayak
gitu untuk kayak ada orang untuk bingung
tanam pisang terus nanti jualnya ke mana
kita bisa bantu juga untuk penjualan.
Jadi kemitraan itu kita ajarin untuk
nanam dan jualnya ke kita juga dan itu
fair di depan kita ada MOU di depan
kayak gitu enggak asal kita aja terus
kita tinggal itu enggak
buka kemitraan juga
kita buka kemitraan Mas
hubunginya ke ke nomoran langsung atau
Iya ke nomor WA mungkin Mas ya
jadi kita kan juga ada penjamin Mas jadi
bibit kita keluarkan dari kita kayak
gitu bibit dari kita kita jari nanam
nanti waktu panen kita tinggal potong
harga bibit tersebut. Iya, kita ajari
untuk merawat pisang dengan tonasi yang
paling baik itu. Saya Arifin, pengelola
pisang M King dari Klaten. Terima kasih
telah menonton video ini.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Uh