File TXT tidak ditemukan.
Hapus Pola Pikir Yang Bikin Kamu Tetap Miskin! Bongkar Alpha Telepati
3aoRo6b-ZCM • 2025-07-08
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id suka sama uang iya atau tidak? Semua orang pasti suka uang sih, Mas. Ngomongnya gitu, ketika sudah ngisi kuis itu, kuis liner itu terlihat karena kan muncul scoringnya berapa? Masih masuk orang yang takut sama uang. Misalnya, "Oh, aku tuh sudah kerja keras, sudah bangun bisnis, sudah macam-macam, maaf sudah rajin ibadah gitu ya, tapi kok hidupku gak bisa punya rumah, gak bisa punya ini." Tapi jadian nikah sama jin? Jadian tapi enggak ada orangnya, Mas. Jadi itu ya jadi beneran dinikahkan gitu, Mas? Iya. Katalog. Katalog jin perempuan jin versinya orang itu jin ya. Jadi kan katalog gitu ya. Oke. Oke. S yang mana gitu ini nih puasa dulu ya sekian hari gini dia bilang ini saya nikahkan Mas Firman gitu ya. Iya. Iya dengan ini terus sudah itu kamarnya kamu di situ kan ya. Saya suruh masuk itu saya mulai mikir iki si goblok sopo? Oh ini kayaknya aku yang goblok deh gitu ya. Geser hujan ya ilmu apa lagi ni? Geser hujan itu kalau bagi sean orang oh susah harus pakai ini. Enggak. itu gampang. Bahkan kalau di grupnya teman-teman MC itu bilang geser hujan tuh paling gampang katanya. Itu yang buat saya juga makin takjub sama Allah gitu bahwa ya Allah segininya engkau gitu ya. Luar biasanya ngasih fitur ini. Dan saya dulu suka dengan satu kata namanya hidup adalah tantangan. Terus saya ingat oh ini kenapa saya harus mikir hidup itu tantangan? Berarti yang salah bukan Allahnya yang salah program di kepala saya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mas Firman selamat datang. Iya, Mas. Waalaikumsalam. Mas Firman ini juga dosen juga iya. Praktisi, penulis juga iya. Pebisnis juga, Mas. Iya. Nah, ee boleh dideskripsikan secara singkat sebenarnya Mas Firman itu seperti apa? Ketika ditanya seperti itu mungkin saya hanya jawab bahwa saya manusia gitu ya. Karena ketika seorang manusia itu bisa ada di banyak aktivitas. Hanya seringkiali kita terdikotomi dengan satu profesi saja. Padahal kita bisa ada di banyak hal gitu kan. Jadi saya juga dosen, juga ada bapak bisnis juga. Bahkan di kampus pun selain dosen juga handle biro marketing juga seperti itu di unit marketing di kampus. Kemudian nulis juga gitu ya buku ini ya. Iya nulis-nulis buku juga kemudian di YouTube juga seperti itu. Pada dasarnya manusia begitu ya. manusia itu. Itu yang sebetulnya ee menarik. Saya juga sampaikan ke banyak orang bahwa kita manusia dan manusia itu adalah sesuatu makhluk yang diciptakan berbeda dengan makhluk lainnya. Oke. Dan itu dicirikan dengan adanya kepala. Berarti ada otak, ada pikiran. Makanya juga di buku-bukunya Mas Firman banyak yang membahas tentang pikiran ya, Mas ya. Karena manusia tadi identik dengan memiliki kepala dan pikiran. Ini ada buku 10 keajaiban pikiran. Betul. Dan juga ini yang dibawa Alfa Alfa Telepati. Tapi sebenarnya juga kalau enggak salah saya lihat ee di beberapa apa buku-buku yang Mas Suran terbitkan tidak hanya dua ini kayaknya banyak ya. Ada banyak. Jadi ada ee kitab kunci penarik Rezeki, ada kitab satu-satu kalimat sugesti juga. Hm. Dari situ, Mas. Kenapa kok tertarik dengan pikiran, Mas? Ada apa dengan pikiran manusia itu, Mas? Ah, ini pertanyaan yang bagus gitu ya. Sebetulnya kenapa saya dengan itu ya, Mas, ya? Karena ee sebagai muslim itu saya banyak nemukan ayat di Al-Qur'an tentang berpikir. Hm. Bahkan ada ayat yang mengatakan bahwa untuk mengenali kebesaran Allah itu hanya bagi orang-orang yang berpikir. Nah, berpikir itu kan ber dan pikir artinya apa? Menggunakan pikiran. He he. Berarti kalau menggunakan harus tahu how toya, harus tahu caranya, harus tahu betul pikan itu apa. Heeh. He he. Nah, dari situlah saya kemudian ee berpikir juga bahwa oh berarti Allah menyuruh seperti ini. H. Nah, saya mulai menghubungkan itu dengan saya basicnya di IT ternyata mirip-mirip bahkan hampir sama. He. Karena definisinya adalah aku gak akan ngubah nasib satu sebelum itu merubah sendiri nasibnya. He. Merubah apanya? Merubah pola pikirnya. Hm. Jadi dari kata merubah itu kemudian saya hubungkan di hidup saya. Kemudian saya coba buat rumusannya. Saya hubungkan dengan teori yang saya dapatkan di kuliah sebulnya kuliah informatika, kuliah Telkom dulu. He he. Ternyata gatuk gitu ya. Ternyata nyambung. H. Kemudian saya tertarik akhirnya membahas itu. Kemudian, oh ternyata semua dulu yang pernah saya lewati di zona jahiliah itu relate dengan pikiran itu. Jadi pikiran itu kerangka berpikirnya mirip dengan Mas punya background yaitu IT begitu. Betul. Iya betul. Kemiripannya di mana? Ini menarik. Kemiripannya adalah kan ee banyak istilah itu namanya main programming, pemrograman pikiran. Oke. Sudah jelas katanya adalah pemrograman. Oke, berarti kan basicnya adalah ilmu programming. Oke, kan sama programming dengan programmer. Berarti harus tahu bagaimana sintak mana yang salah yang dirubah kemudian merubahnya seperti apa. Nah, itu saya mulai meng apa ya? Mencoba menganalisa bahwa ternyata sama di situ. Hmm. Berarti main programming tuh ya sama dengan kita software programming. Heeh. Heeh. sehingga ketika itu diprogram dirubah ya otomatis Allah pun mengiyakan itu. Contoh yang kesamaan atau contoh praktik dalam merubah itu seperti apa sih, Mas? Saya pertama kali lul saya lulus itu 2007. Kemudian saya bekerja di perusahaan satelit waktu itu. Saya bagian masang visat. Visat antena itu. Heeh. Heeh. He. Waktu itu saya jatuh dari masang visat itu di ATM saya jatuh. Waktu itu saya jatuh sempat mungkin pingsan ya. Kemudian saya bangun masih ngelihat langit. Oh masih hidup gitu ya. Cuma memang tinggi jatuhnya. Iya. ATM itu masang Visard itu loh antena Visat yang di ATM itu loh. Di atas di atas ATM berarti ya mungkin 3 m eh 2 m atau 3 gitu ya. Betul kan? Jadi ada teman yang bagian masang saya yang bagian nyetting ke servernya itu untuk pointing dan sebagainya. Nah saya jatuh waktu itu. Oke. Kemudian masih melek. Oh, masih ngelihat langit gitu ya. Nah, saat itu saya muncul ee rasa marah sama Tuhan sebetulnya. marah sama Allah di situ. Kenapa saya marah? Karena saya merasa bahwa aku tuh sudah rajin salat, rajin puasa, tapi kok dibuat jatuh? Hm. Nah, saya itu ee saya marah waktu itu, artinya marah secara personal ya, bahwa kenapa sih gitu? Sampai ketika saya nge-set server itu waktu itu pakai Mikrotik ya, saya ng-set server tiba-tiba muncul di kepala saya bahwa kok yang kamu set hanya server aja. Dirimu juga sama harusnya. Hm. harus di-set juga seperti kamu meng-set server gitu. Betul. Nah, di situ saya ingat bahwa saya dulu suka dengan satu kata namanya hidup adalah tantangan. Eh, terus saya ingat, "Oh, ini kenapa saya harus mikir hidup itu tantangan?" He, berarti yang salah bukan Allahnya. Yang salah program di kepala saya. Dari kemudian jatuh akhirnya menyadari bahwasanya kita salah, tidak memprogram pikiran kita. Tapi waktu jatuh masih anu Mas pikirannya masih iya kanak enggak kebentur gitu kan jatuh ke bawah sempat pokoknya teman-teman bilang kamu tuh ini gitu tapi sebentar sih saya masih mulai gitu. Nah di situ kemudian oh ternyata sama ya gitu jadi oke ok oke enggak pantas kalau ngeluh sama Allahnya marah sama Allahnya gitu ya karena ya itu pasti ada program di kepala kita yang buat itu terjadi. Iya. Iya. Apa ya cara programnya seperti apa sih, Mas? Cara program pikiran itu sih, Mas. Iya. Tadi ketika kita tahu itu salah, ya kita ubah aja maunya apa. Jadi tahu tahunya salah. Tadi ketika saya merasa bahwa saya jatuh itu karena maaf karena saya anggap Allahnya ya yang buat saya jatuh ya. Tapi ketika saya sadar bahwa karena saya di semua waktu itu ya di semua buku saya, di semua meja kantor itu saya nulis hidup tuh tantangan. Oke. Terus saya mikir, kenapa harus tantangan? Berarti kan kau tantangan saya akan menarik yang namanya tantangan juga. Oh. Heeh. Nah, itu saya tobat waktu itu artinya Iya. Iya, iya. Ya Allah, bukan kau yang salah. Heeh. Heeh. Aku yang salah. Berarti statement hidup adalah tantangan akhirnya dirubah salah itu ya. I salah. Yang benar sekarang berarti apa? Ya maunya apa aja? Hidup tuh enak gitu kan, menyenangkan. Hmm. Kalau saya pakai istilah di agama, hidup itu nikmat. Karena kan ihdinasiratal mustaqimatalladzina anamta alaihim. orang-orang yang kau beri nikmat. Heeh. Heeh. Heeh. Heeh. Siap. Siap. Akhirnya saya, "Oh, berarti kalau gitu Allahnya sudah maha baik. Allahnya sudah sangat sayang sama kita." Heeh. He. Hanya kita yang tidak kenal dirinya, enggak tahu bahwa sudah dikasih yang namanya pikiran dan oh ini mungkin waktu saya mungkin yang namanya berpikir. He he. Sehingga kenal betul bahwa Allah itu memang maha baik, memang maha besar, dan maha penyayang. Hmm. H nanti artinya kita harus mengenali ketika hal-hal yang terjadi itu bisa jadi karena pikiran kita yang salah di program sebelumnya. Betul. Dan itu harus dikenali apa yang salah dan kemudian dibenerin gitu ya, Mas? Dirubah. Iya. Karena kan kalau tadi ayatnya aku tidak akan mengubah sebelum kamu merubah sendiri. Kan merubah. Kalau merubah maka harus ada yang dirubah dirubah ke arah yang bagaimana. Heeh. Heeh. Heeh. Heeh. Berarti kan merubahnya. Oh, ini salah saya rubah maunya apa? He. Dan sudah jelas bahwa Allahnya juga sudah pasti akan merubah di situ. Heeh. Boleh dibocorin sedikit enggak, Mas? 10 keajaiban pikiran ini mungkin dikasih bocoran satu atau dua, Mas. Keajaiban pikiran apa yang paling ee best di sini, Mas? Itu sudah banyak banget ya. yang yang baca juga sudah banyak banget dan saya banyak dapat apa komentar juga ke handphone saya bahwa ya pikan itu sumber dari apapun dari kita berbisnis, dari kita berkarir, dari kita kesehatan, dari kita bangun keluarga, dari kita menarik rezekinya juga semuanya dari pikiran. Hm. Dan ketika sudah diisi program yang mengkayakan, ya otomatis Allahnya pun men-support itu dan terjadi. Heeh. Karena kalau di kepalanya faktanya ini ya saya bilang fakta karena saya buat namanya kuis bakat kaya ini untuk mengecek apakah orang itu suka sama uang atau tidak. Suka sama uang iya atau tidak. Semua orang pasti suka uang sih, Mas. Ngomongnya gitu. Ngomongnya pasti gitu. Oh gitu. di komen di komen youtuber juga gitu bahkan di kelas juga gitu. Tapi ketika sudah ngisi kuis itu, kuis liner itu terlihat karena kan muncul scoringnya berapa terlihat bahwa masih masuk orang yang takut sama uang. Oh, gitu ya. Dan itu pasti relate dengan hidupnya. Misalnya, "Oh, aku tuh sudah kerja keras, sudah bangun bisnis, sudah macam-macam, maaf, sudah rajin ibadah gitu ya. Tapi kok hidupku gak bisa punya rumah, gak bisa punya ini. Saya sebetulnya ingin agar orang tidak menyalahkan Allahnya. H karena pasti ketika itu pasti akan muncul di kepala sama saya, "Aku sudah gini, Ya Allah. Aku sudah salat, aku sudah salat duha, Ya Allah." Kok enggak kaya-kaya? Heeh. Akhirnya apa? Tanpa sadar nganggap Allah ini tidak mengkayakan. Padahal ketika di ngecek pus bakat kayanya masih masuk golongan orang yang takut sama uang. Takut ya, Mas kategorinya malan ya. Jadi saya buat tiga kategori dari skoring itu. Iya. Iya. Yang pertama suka sama uang. Yang kedua orang umum takut uang. Yang bawah itu harus segera berubah gitu ya. Jadi saya buat tiga scoring dari kuis itu untuk melihat apakah masuk suka sama uang ataukah takut sama uang ataukah memang yang harus segera berubah. Contoh yang takut sama uang itu gimana, Mas? Eh, misalnya ketika ada orang yang ini contoh Bapak hari yang lalu gitu ya, ada seorang suami istri, dia ketemu saya kemudian istrinya tanpa sadar ngomong, "Kalau suamiku banyak uang, Mas, nanti dia selingkuh, Mas." Oh, iya iya. Kalau suami banyak uang, nanti dia yang di rumah. Heeh. Heeh. Nah, itu kan tidak disadari ketika sajak ngobrol kemudian muncul itu. Heeh. Heeh. Heeh. Akhirnya dia juga sebenarnya tidak ingin banyak uang suami Betul. Iya. Jadi ketika maaf suaminya kemudian bangkrut ya ada tarikan istrinya juga yang buat seperti itu. Oh oke oke oke oke. Makanya ketika suami istri ee bagus ketika itu selaras gitu ya kan kalau di dulu belajar fisika ketika semuanya sama maka akan teramplify sama kekuatan. Tapi kalau suaminya mau A, istrinya mau B, ya gak akan gaduh, gak akan ketemu di situ. He. Kayak gitu-gitu bisa di Mas Firman misalnya kayak ada coaching atau apa begitu bisanya? Iya, makanya kan ee saya bantu orang di situ di kelas AMC itu. Oh, kenapa di kelas itu saya buat tadi kuis dulu? Saya suruh ngisi dulu semua. Semua orang saya suruh ngisi dulu. Heeh. Heeh. He. Untuk membuktikan bahwa kamu loh yang salah. Heeh. He. Ini loh salahmu jelas di sini. Kelihatan kenapa kamu jawab ini? Akhirnya mereka baru sadar, "Io ya, Mas Yok ini jawabanku ya." Nah, titik itulah sebetulnya titik di mana orang sadar bahwa saya yang salah. Kalau toh konteksnya juga bercanda juga salah ya, Mas ya. Sama aja, sama aja ya. Sama aja. Kelas AMC itu apa sih, Mas? Ee singkatan dari Alfam Man Control ya. Jadi itu saya buat rumusannya itu saya buat jadi panduan untuk mengenali, mengontrol, dan memaksimalkan pikiran. Jadi di situ saya coba merumuskan kurikulumnya dari awal tadi bahwa ngisi kuis dulu bakat kayanya kemudian nyadarkan bahwa kamu tuh manusia yang punya pikiran makai pikannya gimana, bagaimana merubahnya, kemudian hubungannya dengan berdoa itu seperti apa. Kemudian tadi materi alfat telepati juga masuk di situ. Oh ini di MC itu. Kemudian ada juga ee materi yang setelah break itu biasanya saya masukkan sahabat virtual juga. Ee saya merumuskan dari IT itu bahwa oh ada virtual drive berarti manusia juga sama gitu ya. Jadi persis sama dengan ee komputer dan handphone sebetulnya online itu atau offline? Ada yang online ada yang offline juga. Jadi offline kita biasanya ada reguler itu yang kita jadwalin dan ada yang privat juga biasanya yang teman-teman yang memang butuh sendirian gitu ya sama istrinya mungkin tuisnya privat. Kalau yang online yang jauh-jauh dari Surabaya mungkin bisa Papua biasanya banyak yang online juga. Kalau online sih kita satu persatu biar lebih paham. Karena saya dosen tuh saya ngerti engak karena kalau saya punya masiswa banyak di kelas itu biasanya nih yang paling belakang itu biasanya ngantuk gitu. Iya, betul. Biasanya gitu. Heeh. Jadi kalau kelasnya besar itu nanti yang paling belakang itu enggak ngerekam. Makanya saya batasi yang kelasnya sama kali yang online sih satu-satu supaya apa ya ee pahamnya bagus, lebih dalam juga ya. Betul. Kalau alfa telepati ini apa sih, Mas? Sebenarnya itu metode yang saya rumuskan dari pengalaman pengalaman nakal mungkin ya, Mas ya. Dulu waktu kita masih SMP, SMA suka baca buku doa-doa. Doa untuk mempengaruhi lawan jenis. Ada kan? Tuh kan bukunya ada kan. Heeh. Apa? Pengasihan. Iya. Wis itu ada ada bukunya kan itu macam-macam doa itu loh. Ada bacaan e itu kan bahasa Arabnya lah. Saya coba waktu itu saya coba kok ngefek ya gitu. Oh ngefek ya. Ngefek kan. Oh saya coba sekarang besoknya ngefek tiba-tiba si cewek itu mendekat gitu kan. Oh ngefek ya gitu. Dulu saya percaya bahwa yang buat ngefek bacaannya. Oke. Sampai SMA saya coba itu ngefek, kuliah juga coba ngefek gitu kan ya. Sampai di kuliah itu saya ee ketemu teman anak kedokteran yang dia bawa buku bahwa di otak itu ada gelombangnya. Hm. Dan bisa diukur gitu ya pakai IEGO ternyata ada gelombangnya. Karena saya kuliahnya di telekomunikasi, teman saya itu di kedokteran. Akhirnya saya oh berarti kalau gitu kuliah saya di Telkom itu kan gelombang itu ditumpangi dengan pesan. Kalau bahasa kami di Telkom sudah dimodulasi gitu ya, ditut dengan pesan dikirimkan. Heeh. Heeh. Oh, berarti sama saja nih dulu yang saya kerjakan seperti itu. Hm. Bukan maaf bacaannya, tapi karena itu ada gelombangnya saya kirimi pesan ya. Wis gitu. Hmm. He. Nah, saya coba hal yang sama tanpa baca tadi, tanpa baca bacaannya itu. He waktu itu ya saya kuliah in banget tu saya ee akhir ta itu saya coba maaf ke dosen gitu ya. Heeh. He. Besok nanyanya gampang-gampang gitu ya. Heeh. He. Ternyata benar pas saya ujian TA itu nanyanya mereka tuh gampang-gampang ada dan sambil ketawa gitu. Hmm. Akhirnya saya Oh, berarti benar nih yang buat ngefek bukan bacaannya. Heeh. Tapi cara kita pesannya, kita kirimnya, akhirnya saya buatlah rumusan ketika saya mulai kerja, saya buatlah rumusan buku alfat telepat gitu. Iya. Jadi intinya itu kayak pikiran itu mengeluarkan gelombang. Iya. Dan gelombang itu kemudian ditumpangi sebuah pesan begitu ya. Iya. Oh, itu kan konsep telekomunikasi. Iya, iya, iya. Tapi antar pikiran gitu ya. Betul. Menarik ya. Bisa ya reality-nya ya? bisa banyak sudah sudah nerapin dan saya saya selalu itu di hidup saya itu saya di kantor saya di kampus saya pakai saya selalu pakai tiap hari teman-teman juga ini bahkan tadi ada yang baru WA saya gitu ya Masman terima kasih ya suami saya sudah kembali gitu kan oh gitu kembali dari mana ini kembali dari pergi gitu ya karena dia bilang suaminya pergi entah ke mana gitu ya kemudian dia terapin ternyata suaminya bisa balik lag pakai ilmu telepati itu. Iya pakai ilmu telepati itu. Oh, kan ini kan tangkah di channel pecah telur ini konteksnya kan pebisnis Mas, para pengusaha atau yang mau yang baru merintis atau yang sudah gede. Kalau kegunaan kayak telepati ini atau program pemikiran ini kalau untuk konteksnya pebisnis berarti apa gunanya, Mas? Oke. Kalau pebisnis maka tadi bisnis ujung-ujungnya kan tentu pengin profit ya, pengin uang kan berarti harus benar dulu apakah mindsetnya suka sama uang atau tidak. Hm. Karena skoring tadi berarti ya. Iya. Karena kalau itu maaf percuma bangun bisnis tanpa pondasi suka sama uang itu. H. Nah, ketika sudah benar kemudian apa berdoanya lalu telepatinya buat apa? Buat ketika negosiasi kemudian ketika narik customer. Hm. Juga juga ada banyak narik customer karena juga ada Bapak teman-teman yang belajar ya untuk sebagai dia pebisnis apapun. Bahkan dari level UMKM dia warung juga ada. He. Jadi bahkan dia WA saya itu ee yang pelanggan yang lama datang lagi gitu ya pakai alfa telepati gitu kan. Itu sih buat saya bersyukur karena artinya ee Allah itu sudah luar biasa gitu ya ngasih kita alat, ngasih kita fitur yang makainya gampang. Hmm. Berarti ini juga terle karena kita sama-sama muslim ya, Mas ya. Berarti terlepas juga dari kesyirikan ya, Mas ya. ini ee banyak seperti itu kayak kemarin tuh ada seorang ustaz. Jadi banyak juga yang belajar AMC itu ustaz ya. Heeh. Heeh. Ketika awal dia ee tanya-tanya seperti itu di WA kemudian ketemu saya. Selesai itu dia nangis. Nangisnya karena ternyata luar biasa ya. Allah itu ngasih kita pikiran bisa untuk apapun. Justru saya habis ini saya makin kagum sama Allahnya, makin takjub sama Allah. Karena ya inilah yang Allah sudah kasih gitu ya. Hm. Berarti kan semakin kita makai semakin bersyukur sama yang ngasih. Oke. Yang ngasih siapa? Ya Allahnya Tuhannya. Berarti tetap bersandar atau tetap juga dalam naungan Allah gitu ya. Betul. Kenapa? Karena yang buat kan Allah Mas. Heeh. Heeh. Heeh. Kan sama dengan tangan. Yang buat Allah kan. Kita makai tangan makai kaki kan sama dengan makai pikiran. Heeh. Heeh. Heeh. Sama aja. Hanya selama ini seolah itu dianggap sesuatu yang tabu gitu ya. Padahal Allah sudah banyak nyuruhnya tadi di ayat Al-Qur'an tadi ya untuk berpikir tadi ya. Betul. Sindiran bagi Allah untuk kita itu ya. Betul. Sebetulnya akhirnya itu yang buat saya ini Mas. Oh. Dan ketika saya ketemu banyak orang saya ini oh saya makin kagum sama Allah juga dan teman-teman juga makin bersyukur sama Allahnya bahwa sudah dikasih itu sebagai bukti kalau kita manusia. Saya bilang tadi itu bukti kalau kita manusia gitu ya. dikasih alat itu. Kemudian makainya gampang ternyata. Gak perlu ngulang-ulang, gak perlu maaf duduk bersila dan sebagainya gitu ya. Gak perlu diaktivasi, gak perlu dibuka-buka. Kenapa? Sudah ada sudah aktif selam asal dia sudah masih hidup ya kan sudah aktif. Berarti terti juga banyak pertanyaan ke saya, "Manman ee saya merasa enggak aktif pikiran saya gitu ya." Saya jawab, "Bapak masih bisa bicara kan?" Ya bisa Mas ya berarti sudah aktif dong Pak. Masa ngomong gak pakai pikiran. Ee tinggal seberapa persen mungkin ya dia menggunakannya tergantung tahu tidak makainya. Oh how toya tadi? How toya tadi saya bilang itu ada di buku ini. Iya. Oh jadi how toya itu sebetulnya itu yang ingin saya share bahwa how to-nya itu yang penting. Hm. Bahkan saya sering bilang itu enggak butuh keyakinan. Selama how toya benar maka itu berjalan karena sudah fitur yang disematkan Allah di situ. Betul itu, Mas. Itu yang saya ingin bawa. Jadi itu fiturnya Allah. He yang Allah kasih fit sunatullah bahasanya. Nah, bahasa sunatullahnya. Sunatullah. Jadi kalau sudah sunatullah kan gak butuh yakin. Iya iya iya. Karena itu fiturnya Allah di situ dan ya kita pakai aja. E saya jadi penasaran dengan background-nya Mas Firman gitu loh. Kok bisa merumuskan itu semua sebenarnya Mas Firman ini dulunya seperti apa gitu loh. Saya lahir di Blitar gitu ya. Blitar. Wah. Tetangga berarti di Blitar gitu ya. di Blitar. Tapi saya besar di Bangkalan, Mas. Di Madura sebesarnya. Pindah ke sana? Ee bukan, mama papa kerja di sana. Jadi saya numpang lahir aja di rumahnya yang di Blitar gitu ya. Dan saya besar di sana. Wah, sebenarnya aslinya Madura cuma numpang lahir di Blitar gitu ya. P itu mama yang di Blitar gitu ya. Kemudian dosa di sana. Terus saya kuliah itu di Bandung di Telkom itu di ST Telkom di situ di Bandung. H. He. Nah, di situ sebulnya pas kuliah itu sih saya ee apa ya? Saya bilang itu zona jahiliah saya waktu itu. Artinya zona jahiliah. Kenapa itu, Mas? I karena saya waktu itu ee ada hutang waktu itu 2004. Saya kuliah 2002 2004 itu ratusan juta lah waktu itu. Menurut saya waktu itu besar banget gitu ya. Karena saya enggak mungkin ngomong sama papa saya dan sebagainya. Saat kuliah memang besar. Uang R juta dan dan 2004 kan? 2004. Iya. sekarang aja masih kelihatan gede apalagi 2004 itu ya. Iya. Kemudian itu karena apa, Mas? Waktu itu jadi ee saya dulu mungkin kalau sekarang mirip-mirip sama kayak kripto ada namanya egole waktu itu. Jadi saya ee saya sendiri saya apa ee investasi di Igul itu saya dapat kemudian karena ada referal ya saya ajak teman-teman saya gitu ya. Heeh. Heeh. Ke perusahaan itu ternyata dapat setahun jalan tiba-tiba scam. Hmm. H. Nah, sekat teman yang terima itu bukan saya. Emang ada juga yang enggak terima gitu kan. Akhirnya ya sudahlah akhirnya saya berusaha untuk menjelaskan dan mengembalikan itu. Akhirnya saya sama teman waktu itu pergi ke maaf ke orang-orang pintar waktu itu. Jadi suruh berendam di sungai kemudian di kuburan, kemudian maaf nikah sama jin dan wedh waktu itu ya artinya. Tapi jadian nikah sama jin ya? jadian tapi enggak ada orangnya, Mas. Jadi itu ya jadi benar beneran dinikahkan gitu, Mas. Iya. Jadi itu gini saya saya itu lucu sekarang ya. Jadi kita dikasih katalog, Mas. Iya. Katalog. Katalog jin. Katalog perempuan jin versinya orang itu ya. Jadi kan katalog gitu ya. Oke. Oke. S yang mana gitu. Ini ini nih. Ya udah ini udah puasa dulu ya sekian hari gini. Heeh. puasa. Kemudian iya tuh benar kayak akad nikah itu dia bilang ini saya nikahkan Mas Firman gitu ya. Iya. Iya. Dengan ini terus sudah itu kamarnya kamu di situ kan ya. Saya ser masuk itu saya itu saya mulai mikir iki si goblok sopo goblok aku apa sopo gitu. Terus saya mulai oh ini kayaknya aku yang goblok deh gitu ya. Karena waktu itu si orang itu ya bilang ini kan istrimu barang makhluk gaib ya. Sehingga nafkahnya harus nafkah gaib. Oh, jadi butuh converter dari nafkah lahiriah jadi nafkah gaib. Nah, lewat orang ini. Oh, ada orangnya bukan? Ada sih orangnya perantara yang dukunnya tadi iya betul. Oh, itu tuh k goblok aku kok sampai melakukan itu karena mungkin saking anunya karena itunya dan sudah bingung enggak ada jalan gitu ya. Heeh. Oh, jadi ya mulai ke kuburan dan sebagainya. Tapi berendam juga tadi berendam. Di mana, Mas? Berendamnya? Di daerah Banten sana. Sama di Jogja juga pernah gitu ya. Bukan di gunung yang lagi ngetren akhir-akhir ini sama Mas Jawin. Gunung apa itu? Di di Jogja pernah kemudian di Oh ya itulah saya makanya sebutnya itu zaman jeliah gitu. Berarti udah agak parah nih Mas ya. Agak Iya. Jadi sudah toowo mungkin ya kalau bahasa jawanya. Tapi enggak selesai-selesai juga waktu itu. Enggak selesai. Saya yang buat sadar tuh waktu itu saya ke karena saya di Bandung ya Mas ya. Saya ke DT ke Dar Tauhid waktu itu. Oh, Ustaz Aagim. Iya, saya ke Aim. Terus saya sempat ketemu beliau, saya cerita kemudian beliau bilang bahwa itu dia menggoblokkan saya gitu ya. Tapi saya terima gobloknya gitu ya. Semua ada di pikiranmu gitu. Coba diubah. Nah, ketika saya rubah ternyata dapat gitu ya. Jadi ada tawaran dari teman-teman e Bapak Ibu dosen ngasih saya project waktu itu kan. E ternyata dapat gitu loh, Mas. itu itu yang akhirnya mungkin dilihat dengan tadi saya jatuh dari visa tadi gitu ya. Heeh. Heeh. Oh, ternyata mengubah itu hanya dulu tu belum saya terlalu rumuskan. Oh, ternyata itu. Jadi ketika sekarang ada teman-teman yang cerita habis dari ini nih ya saya pernah ngalamin dan saya tahu saya tahu rasanya gitu. Menarikmenarik. Ini termasuk termasuk juga waktu itu saya ingat narik uang gaib waktu itu. Narik uang gaib Mas. Wah, ini menarik juga itu jadi menarik ya. Gimana itu di daerah Bogor gitu ya. Jadi suruh puasa baca ini suruh beli minyak gitu ya. Minyak itu harganya waktu itu ya R,5 juta. Mahal Mas waktu itu 2004 Mas. Oh iya suruh masuk kamar Mas. Masuk kamar gitu ya digelapin kamarnya. Terus dia bilang nih seorang ini nanti ini ada uang ada uang turun kamu ambil ya. Jangan lampu pas gelap kamu ambil masukkan ke kresek gitu. Heeh. Heeh. Udah pas digelapin emang jatuh, Mas, uangnya. Oke. Saya masukin tuh uangnya kan enggak kelihatan ya. Masuk bersih sudah kan baru dinyalain. Heeh. Dipastikan hitam. Bukanya nanti di rumah 2 hari dari sekarang. Oh, sudah. Uang beneran memang saya tahu uang beneran itu sampai kosan saya buka, Mas. Uang memang. Heeh. Heeh. Jumlahnya berapa? 1,4. 1,4 juta tadi saya beli minyak 2,5 2,5 masih untung kan? Iya. Rugi berarti. Iya. Artinya orangnya masih untung kan orangnya untung R1 juta. Iya. Iya iya iya iya. Oh pintar juga dia ya marketing ya. Dia lagi saya tanya ini kok segini uangnya? Ya pasti dia bilang ini ada yang kurang syaratmu dan sebagainya seperti itu. Oh pasti salahnya ke kita lagi. Akhirnya suruh apa lagi gitu ya. Kalau kita turutin pasti kita lagi yang rugi. Tapi emang ya tadi ya emang itu gimiknya kan. Iya iya iya. Siap Mas. Jadi saya ee jadi kepikiran maksudnya gini, ketika Mas Firman pernah mengalami zona gelap lah katakanlah yang susah untuk he dibayar enggak bingung kan waktu itu. Mungkin juga dari teman-teman kita pendengar podcast juga yang ada di fase itu yang hari ini juga bingung cara mengembalikan hutangnya bagi mereka yang berhutang kan gelap gitu kan. Nah, waktu itu kan Mas Jan berhasil merubah pola pikirnya, merubah pikirannya. Nah, ee itu yang dirubah apanya, Mas? ee pola pikir apa gitu supaya teman-teman yang berhutang juga bisa menirukan dari Mas Firman gitu. Ee kalau saya jadi mungkin tidak akan sama Mas ya dengan yang lain gitu ya. Oh beda-beda ya. Karena kan program kita beda-beda sama kayak harus harus dikenali dulu ya. Sama kayak dua flash disk atau ada lima flash disk kan pasti beda-beda. Heeh. Heeh. He he. Dan itu sintaksnya beda-beda juga. Artinya ketika ada bahkan ada dua orang kembar pun gak akan sama program di kepalanya. Oke. Karena dia bertemu dengan orang berbeda, situasi yang berbeda sehingga akan masuk ke kepalanya berbeda di situ. Kalau saya waktu itu yang saya ubah adalah bahwa ini saya goblok gitu aja. Heeh. Saya goblok kenapa saya harus ke sana? Saya minta aja sama Allah gitu. Akhirnya itu tadi termasuk ketika sekarang juga ya sama itu yang saya terain bahwa ee Allahnya sudah ngasih fitur, sudah ngasih kita perangkat dan ya itu dipakai. Hm. Dan memang tiap orang akan berbeda-beda, Mas. Jadi kayak tadi contohnya si istri tadi kan ternyata programnya istrinya kalau suamiku banyak uang nanti selingkuh tadi ya. He banyak hal lainnya yang itu mungkin selama ini dianggap benar tapi ternyata nyangkut gitu ee saksnya error. Kalau di script itu kan kalau ada satu error gak akan running. Syeaksnya apa sih Mas? Kalau di programming itu kan ada ada apa? Sintak-sintak di rumus rumus-rumus itu ya. Ah, ada script itu kan itu kan banyak tuh. Nah, kalau itu semuanya oke. Hijau semua kok hijau semua itu di F9 jalan. Oh, running TR itu ketika ada satu yang merah itu akan muncul di situ notif. Berhenti di situ kan? Berhenti di situ. Betul. I ini errornya. Nah, itu konsep yang saya buat di MC sebetulnya bahwa ketika itu enggak dirubah, apapun yang dikerjakan tidak akan tidak akan menghasilkan sesuatu. Iya. Iya. Jadi kita harus fokus mencari yang merah itu. Makanya itu mengenali diri. Kenapa saya sebutnya mengenali kemudian mengubah, mengotol dan memaksimalkan? Karena ya itu yang yang perlu kita kerjakan, bukan ngulang-ngulang sesuatu gitu. Heeh. Heeh. Heeh. He. Karena kalau kita ngulang-ulang enggak ada gunanya. Selama programnya enggak diubah, ngulang-ngulang apapun, baca apapun ya kalau programnya salah enggak dibasanya salah gitu. Maksudnya ngolang-olang itu afirmasi. Mungkin kan ada yang bilang seperti itu. Oh. Oh, berarti kalau selama berarti menurut pasan juga afirmasi kurang berguna ketika yang yang merah tadi enggak dibuat gitu ya. Oh, karena banyak juga yang ya saya sudah baca ini, maaf saya baca wiridan ini beribu kali. Heeh. Heeh. Ya kan tadi ketika ketemu oh ternyata saya mikirnya ini gitu. H logikanya adalah ketika ada sebuah hardisk kemudian ada file yang salah dimasukkan file yang baru berkali-kali. Heeh. He. Gak akan ngubah file yang lama. Heeh. yang ada hanya menimpa file yang baru itu tadi. V lama akan tetap jalan. Heeh. He he. Sehingga yang harus diubah adalah file lamanya diubah ya otomatis selesai. Dan ini yang kadang orang tidak kenali apa? Sibuk mencari kalimatnya apa? Apa yang harus dibaca tiap pagi? Apa harus dibaca tiap malam? Apa harus dibaca tiap sore. Heeh. Heeh. Heeh. Hanya sibuk mencari kalimatnya apa yang harus saya baca. Apa yang harus saya ulang-ulang. Heeh. Heeh. He. Mencari kalimat apa? Nah, cara mengubahnya itu dengan ya kita kenal dulu kemudian ya ini diubah ya. Kalau tadi misal tatangan ya sudah berarti aku hidupku enak menyenangkan dan banyak lainnya. Tapi artinya juga dilakukan afirmasi tapi dengan ketika untuk mengobati yang merah tadi begitu ya. Iya. Afirmasi itu kan bahasa Inggrisnya adalah affirmation Mas ya. Penegasan bukan ngulang-ulang kan. Iya. Oke. Artinya kan kita tahu di situ salahnya ya, kita ubah di situ. He. Penegasan pun tidak akan berarti ketika enggak tahu merahnya. Betul. Iya. Yang titik penting juga harus tahu merahnya dan penegasannya untuk mengobati merah itu kan gitu ya. Iya. Betul. Betul. Kalau enggak tahu apa yang mau diubah kan percuma. Iya. Iya. Iya. I. Makanya ya itu yang yang banyak terjadi kan karena tadi karena saya basicnya IT saya juga dosen informatika. Oh, berarti yang harus tadi diubah dulu gitu ya. Ada tahu sih di mana salahnya diubah. Iya. Berarti di dosennya itu dosen informatika. Dosen informatika. Saya dosen informatika. Oh, ini saya saya ngajar programming web sama eh so sistem operasi. Ee di mana, Mas? Di di WK Wijak Kusuma Surabaya. Oh, Masnya juga tinggal di Surabaya sekarang. Saya di Surabaya. Mungkin kalau orang melihat sebelum melihat podcast ini gitu ya, itu kayak dunia yang berbeda kan. Masnya kan mengajar informatika tapi di sisi lain nulis tentang kayak ini e sebelum keajaban pikiran gitu. Kalau orang enggak mendengarkan penjelasan Mas, tapi realitanya cara kerjanya mirip gitu ya. Iya. Ee faktualnya mirip dan sama. Makanya ee ada banyak teman-teman psikologi yang ketemu saya gitu ya, dia belajar, "Iya ya, Sak Jani sama ya katanya. Ngapain harus dibuat dibuat rumit gitu kan." Heeh. Heeh. Karena ketika belajar ternyata ada relasi di situ. Dan sama kan kalau saya sih mikirnya yang nyiptakan handphone laptop itu manusia. Yang menciptakan manusia Allah kan. Heeh. Heeh. Berarti artinya yang Allah ciptakan itu tentu jauh lebih hebat daripada apa yang manusia ciptakan. Heeh. Heeh. Heeh. Harusnya gitu kan. Bukan harusnya emang harus emang seperti itu kan. Handphone aja sudah pintar apalagi betul manusianya kan. Manusianya harusnya lebih betul. Makanya itu yang sering saya ini bahwa ee ya lihatnya handphone. Kalau handphone itu bisa ya manusia juga bisa. Karena yang buat handphone manusia. Heeh. Heeh. Heeh. Itu ya buah tangan dari pikiran. Betul. Iya. Buah tangan sih, buah karya. Buah karya dari kita. Jadi dari manusia buat handphone, buat laptop dan ya ketika saya apa ngajarkan mahasiswa kemudian dulu juga dosen saya juga ee ada yang agak-agak menyinggung itu juga bahwa ya itu sama dengan kerja manusia dan oh saya terapkan ternyata benar bahwa sama menyadari adanya ilmu pikiran itu pemprograman pikiran. He. Terus kalau diflashback ke belakang lagi itu yang paling menurut Mas Firman terbukti ya, Pak di Oke. Di kejadiannya yang Mas lakukan. E tadi ketika saya kemudian itu habis jatuh ya saya rubah dan saya itu mikir gini, bisa enggak saya itu kerja tapi enggak pakai absen? Serius. Itu yang saya coba apa ya karena memang saya orangnya gitu. Jadi saya bisa enggak gitu ya saya mikir gitu. Ternyata bisa, Mas. saya dipindah ke divisi yang saya enggak harus absen. Oh, gitu. Terus saya nyoba lagi waktu itu, aku tuh pengin S2 tapi gratis. Ya Allah, ya gitu. Saya S2 gratis terbukti juga. Oh, kemudian banyak lagi artinya ee saya inget ini lagi nih. Saya ingat waktu itu saya ee mau interview di ITS. Kalau teman-teman minta ITS itu dulu ITS ITS itu dari gerbang depan itu ke dalam itu jalan. Iya. Enggak ada angkotan. Enggak ada angkot sekarang itu jalan tuh dari depan itu jalan panas ya. Itu saya mikir kayaknya ya Allah ini panas nih. Aku minta mobil kok saya bilang gitu. Oke. Habis tes saya pulang ke rumah papa saya dapat mobil dinas baru. Mobil yang lama itu bilang, "Dek, mobil ini pakai kamu aja ya. Saya nangis waktu itu. Oh, saya nangis waktu itu karena saya ingat banget saya siang saya jalan itu saya mau wawancara itu. Saya jalan dari gerbang tas depan itu ketajaya itu sampai ke dalam itu panas itu saya. Ya Allah panas ya Allah aku minta mobil Pak gitu. E sorenya sampai rumah saya kan di Bangkalan. Saya pulang ke Bangkalan itu papa saya dapat mobilitas baru. Mobil yang sehari itu bilang papa yang ngomong. Saya enggak enggak minta gitu ya. Papa yang ngomong. belum sampaikan tentang keluaranmu tadi ke papa juga kan? Iya. Enggak. Saya gak ngomong pas itu bilang, "Dek, papa dapat mobil dias baru yang ini pakai kamu ya." gitu. Hm. Langsung ya, Mas ya. Iya. Itu saya dan saya itu buat saya bahwa Allah baik banget ya. Dan itu saya ke hari-hari saya dan sebagainya gitu. Sehingga ketika apa ee sekarang juga itu tadi termasuk dengan misalnya kemarin barusan ini mungkin teman-teman dosen juga pernah sering ngalami gitu ya. dosen itu kan ee harus ada kenaikan jabatan fungsional namanya. Nah, waktu itu saya ee udahlah enggak malas ngurusnya gitu ya. Tapi saya mikir lagi, tapi kalau ada yang bantuin enak nih. Enggak lama, Mas, teman saya tiba-tiba WA, "Om, kamu enggak ngurus tak tah, Om, kenaikannya? Wis, aku yang bantu. Wis, file-nya kiriman ke aku semuanya." Astagfirullah. Saya batu. Saya bilang, "Iya, Masin ya." Iya, iya, iya, iya. ee bisa enggak misal kayak langsung gede gitu atau hanya ee gede itu maksudnya apa? Oh, penginnya. Iya, bisa apa aja kan ee di MC itu saya buat namanya saya kasih saya buat namanya rumus keinginan gitu ya. Heeh. Ee framework ini saya buat untuk apapun keinginannya. Jadi ada step-stepnya rumusnya oh 1 2 3 4 5. Ya sudah apapun saya bilang apapun. Jadi mau apapun jabatan selama framework-nya benar itu terjadi. H karena tadi saya bilangnya itu sunatullah gitu ya. Selama itu benar caranya ya itu terjadi. Hm. Selama ini seperti itu. Enggak ada besar kecil sih sebetulnya. Gigih bisa gitu ya selama ini bisa. Bahkan ee ada satu mungkin ya kalau teman-teman yang suka ilmu-ilmu aneh-aneh itu ini geser hujan gitu ya. Geser hujan. Iya. Ilmu apalagi nih? Geser hujan itu kalau bagi sean orang, "Oh, susah harus pakai ini." Betul. Enggak. Itu gampang. Bahkan kalau di grupnya teman-teman MC itu bilang geser hujan tuh paling gampang katanya. Oh, itu yang buat saya juga makin takjub sama Allah gitu. Bahwa, "Ya Allah, se segininya engkau gitu ya." Oke. Oke. Luar biasanya ngasih fitur ini dan ya makai artinya gak butuh diaktivasi, gak butuh dibuka-buka apalah gitu ya. Ya sudah makai dan itu untuk apapun bisnis dan sebagainya. Oke. Itu yang ya karena salah satu tujuan saya buat MC dan ee buat buku-buku itu untuk membuat orang-orang sadar bahwa Allah itu maha baik. Tuhan tuh maha baik. He maha pengasih, maha penyayang. sehingga ya namanya maha pengasih, maha pengasih pas berarti sudah ngasih kita fitur dan untuk membuat kita tadi ee sesuai yang kita mau. Tujuannya itu sih supaya tidak berpasangka jelek sama Tuhan ya. Am A-nya itu alfa ya, Mas. Alfa itu apa sih, Mas? Alfa itu kalau bahasa ininya kondisi di mana orang itu tenang dan santai. Sebetulnya kalau bahasa agama itu khusyuk sebetulnya atau ikhlas itu alfa bahasa di gelombang otak itu ada beta al iya itu alfanya di situ bahwa itu kondisi tenang dan santai. Oke. Oke. Oke. Dan kalau saya hubungkan di agama ya ketika apa salat berdoa ketika doanya dengan santai dengan alfa ya itu teruk gitu ya. Iya karena orang kadang salah mendefinisikan kata khusyuk gitu ya. Khusyuk itu santai tadi sebetulnya. Oh gitu ya. Oh khusyuk itu sama dengan santai. Iya. Oh khusyuk itu santai. Sehingga kalau bahasa itunya alfa ya. Oh. Oh. Sehingga ketika alfanya bisa every time ya tadi otomatis bisa ngontrol gitu ya. Heeh. Sehingga kayak tadi misalnya hujan kemudian macet nyari parkir itu ya teman-teman itu bisa gitu dan dan memang ya itulah Heeh. Heeh. yang semakin saya ngelihat orang-orang menerapkan MC-nya, semakin saya baca ini bahwa buat saya makin makin bersyukur bahwa Allah itu memang sudah luar biasa, Tuhannya sudah maha baik di situ. Oke, berarti harus alfa nih, Mas, syaratnya ya, pikirannya ya berarti gelombangnya ya. Oke, menarikmenarik. Wah, itu harus banyak bicara sama Mas Firman ini teman-teman. Bagi teman-teman yang mungkin tertarik ini gimana Mas ini bisa langsung misal pengin tertarik sama MC AMC-nya itu. Iya kan ee ada buku-bukunya kemudian ada website saya juga ada. Oke. Nah, YouTube-nya ada bisa colab kita ada YouTube di Cidupan itu YouTube Masman sendiri yang di situ di YouTube sendiri. Oh, jadi saya biasanya ngasih apa penjelasan materi seperti itu dan banyak menyadarkan bahwa tadi bahwa ee maaf usahamu jadi sia-sia kalau kamu enggak makai pikiranmu. Ee usahamu sia-sia kalau kamu enggak meai pikiranmu. Karena banyak kan orang, aku tuh sudah kerja keras, aku sudah banting tulang dari pagi sampai sore, sudah belajar bisnis strategi apapun sudah apa, tapi selama dipikannya itu tadi menolak untuk uangnya, takut kayanya, ya otomatis itu tidak sinkron tadi program di kepalanya sehingga enggak running. He programnya tadi ada yang merah tadi ya, nanti di situ. Betul. Dan jangan buru-buru nyalahkan Allahnya gitu ya, nyalahkan Tuhannya bahwa ini sudah tadirnya Tuhan, ini sudah Tuhan yang ini. Jadi kadang orang banyak gitu, Mas, buru-buru nyalahkan Tuhan sama kayak aku dulu gitu ya. Buru-buru nyalahkan nyalahkan Allahnya. Kalau teman-teman yang pernah bersinggungan dengan Mas Firman, banyak juga enggak yang menyalahkan Allah atas keadaan tertentu gitu? Banyak. Hm. Ee saya pernah ada peserta itu orang Jakarta. Dia habis kelas itu meluk. Dia bilang bahwa sebelum kelas dia sudah baca buku sebelum kipan pikiran. Heeh. Dan dia bilang bahwa selama ini saya nyalakan Tuhan, Mas. Selama ini saya nyalahkan Tuhan. He. Makasih ya, Mas, sudah buat saya sadar enggak enggak lagi nyalahkan Tuhan. Ternyata Tuhan tuh baik banget Tuhan. Ini dia seingat saya bukan muslim. Seingat saya. Tuhan tuh baik banget, Mas. Ternyata ya. Saya yang salah. Saya yang salah. Dia meluk saya. Dia nangis waktu itu. Saya juga nangis waktu itu. Bukan Tuhan yang salah. Saya yang salah. Saya dulu nyalahkan Tuhan, bilang Tuhan hukum saya. Tuhan sedang nguji. Ternyata enggak. Hm. Ternyata saya yang salah. Oke. Ber akhirnya kemudian sadar ya, Mas. Dan merubah. Sebenarnya yang paling enak itu, Mas, kalau berdasarkan Mas Firman yang paling enak itu mindset kita ke Tuhan. Apa? Allah sayang kepada kita atau apa? Iya. Allahnya maha pengasih, maha penyayang. Oh ya itu aja ya. Padahal namanya Allah ada 99 sebenarnya. Betul. Ada yang dan semuanya baik kan? Iya semuanya baik. Tapi yang yang dipilih yang rahman rahim aja. Karena tiap hari baca bismillah ya Mas ya. Kan tiap hari baca bismillah. Mau ke mana baca bismillah? Minum baca bismillah kan. Iya iya iya iya iya. Itu dulu yang waktu saya bilang ya di titik hutang itu saya itu artinya saya mengganti macetnya. Jadi sampai sekarang pun yang saya inikan bahwa itu dan ya itu yang kita baca tiap hari kan. Jadi Allahnya maha pengasih penyayang sehingga he yang namanya penyayang maha penyayang sehingga ya mustahil kemudian ngasih sesuatu yang tidak enak gitu. He he he. Pasti ada program di kepala kita yang salah. Hm. Heeh. Heeh. Makanya kenapa saya buat e formula AMC itu untuk menyadarkan orang bahwa di kamu yang salah. Heeh. Heeh. Jadi kembali lagi ke kita ya. programnya lagi dibenahin. Nah, makanya ketika ketemu di kelas kemudian ngisi kuisnya dan ini, "Oh, I ya, ternyata ini salah. Kenapa saya mikir ini dirubah?" Ya, kemudian ya selesai. Ada yang dia punya hutang 3 bulan lunas bahkan ada yang dia naik jabatan awalnya maaf di apa dihalang-halangi kemudian He dapat seminggu dia WA saya, "Mas, aku dapat promosi jabatan" gitu ya. Ya, itu buat saya ya. Itu kan Allah gitu ya. Allah sudah ngasih pikiran, kita belajar cara makainya dan ya terjadi. Bisa enggak, Mas? Misal katakanlah teman-teman yang mungkin keterbatasan secara finansial gitu kan kalau ikut kelas kan ada bayarnya kan. Bisa enggak tanpa harus ikut kelas itu secara pemrograman sendiri? Bisa sih artinya ketika dia baca buku yang sebelah kejapan itu bisa atau mungkin nonton YouTube saya juga bisa. Ada banyak kok yang sudah komentar di YouTube itu bahwa sudah apa hidupnya makin makin baik gitu ya. Kemudian ada baik. Jadi teman-teman yang mungkin ee itu langsung ke YouTube-nya aja namanya Cahaya Kehidupan. Cahaya kehidupan. Heeh. Nanti saya cantumkan juga di bawah. Oke. Heeh. Gitu. Banyak sih. Dan ada yang itu WA saya, dia tukang ngojek nih. Dia tukang ngojek. Dia tiap ngojek itu nonton eh dengerin saya kehidupan gitu ya. Terus dia bilang, "Ini dapat dapat." Tiba-tiba ada orang ngasih tipsnya banyak gitu ya. Hm. Ya, itu buat saya bahwa ini jalan Allah gitu ya untuk untuk apa ya ee membuat orang makin kenal sama Allahnya yang tadi arrahmanirrahim. Kenapa Mas Jman sangat semangat juga menyebarkan ini? Kan ada YouTube-nya, ada bukunya, ada kelas. Kenapa kok sangat ee getetol sekali gitu loh? Sangat itu Mas ya. Awal saya tadi karena saya pernah di jahiliyah kemudian saya tuh agak gimana ya kadang tuh agak kadang sedih, kadang miris ketika ada omongan aku sedang diuji sama Allah, Allah sedang nguji kamu. Allah sedang itu buat saya kadang nangis gitu rasanya ketika ada nonton maaf YouTube ataupun apapun yang mengatakan heeh ini kamu sedang diuji sama Allah, kamu sedang di ini sama Allah itu saya kadang kayak enggak terima gitu ya. gitu loh. Kena Allahnya gak gitu gitu loh. Itu yang yang saya ini sebetulnya zaman membela Allah gitu. Saya enggak terima Allah diginiin biasa gitu karena kadang nangis Mas nangis itu. Ee kok gini ya gitu. Padahal Allahnya kan baik banget itu. Betul. Eh itu itu salah satu visi dakwah saya di AMC bahwa saya enggak terima ketika seperti itu nangis kadang saya di di apa dan itu rasanya kayak kok gini ya gitu. Makanya di YouTube saya saya bilang Allah itu baik banget dan ya maha baik gitu. He artinya ya sudahlah jangan lagi bilang Allah sedang nguji saya, Allah sedang hukum saya, Allah sedang apalagi itu ya itulah pokoknya yang ini. Jadi katakan aja Allah baik gitu ya. Iya memang faktanya kan memang gitu ya. Iya memang gitu kan. Nah, makanya Allah bilang untuk mengenali kebesaranku hanya bagi orang-orang yang berpikirikir. Sudah jelas di situ. Oke. Oke. Berpikir sehingga kenal sama Allahnya sehingga tadi ee enggak lagi ngomong bahwa aku sedang diuji. Siap, Mas. Terima kasih. Ini closing statement dari Mas Firman. Ini apa nih? Ee ya mungkin tadi bahwa Allah itu maha baik, Tuhan yang maha pengasih, maha penyayang. sehingga apapun itu Allahnya mustahil memberikan suatu yang negatif. Semuanya itu karena dari program yang salah di pikan kita. Ketika kita kenali pikirannya, kita ubah, kita gunakan, kita maksimalkan, maka di situlah letak kita betul-betul sadar Allahnya maha pengasih dan maha penyayang. Baik, mantap. Teman-teman, terima kasih yang sudah nyimak. Jangan lupa nanti kunjungi YouTube-nya Mas Firman di Cahaya Kehidupan untuk materi-materi ini yang semakin dalam nanti ada di YouTube-nya beliau gitu ya, Mas ya. Terima kasih teman-teman. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam [Musik]
Resume
Categories