Transcript
3aoRo6b-ZCM • Hapus Pola Pikir Yang Bikin Kamu Tetap Miskin! Bongkar Alpha Telepati
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0554_3aoRo6b-ZCM.txt
Kind: captions
Language: id
suka sama uang
iya atau tidak?
Semua orang pasti suka uang sih, Mas.
Ngomongnya gitu, ketika sudah ngisi kuis
itu, kuis liner itu terlihat karena kan
muncul scoringnya berapa? Masih masuk
orang yang takut sama uang. Misalnya,
"Oh, aku tuh sudah kerja keras, sudah
bangun bisnis, sudah macam-macam, maaf
sudah rajin ibadah gitu ya, tapi kok
hidupku gak bisa punya rumah, gak bisa
punya ini."
Tapi jadian nikah sama jin?
Jadian tapi enggak ada orangnya, Mas.
Jadi itu ya jadi beneran dinikahkan
gitu, Mas?
Iya.
Katalog. Katalog jin
perempuan jin versinya orang itu jin ya.
Jadi kan katalog gitu ya.
Oke. Oke.
S yang mana gitu ini nih puasa dulu ya
sekian hari gini dia bilang ini
saya nikahkan Mas Firman gitu ya.
Iya. Iya dengan ini terus sudah itu
kamarnya kamu di situ kan ya.
Saya suruh masuk itu saya mulai mikir
iki si goblok sopo?
Oh ini kayaknya aku yang goblok deh gitu
ya.
Geser hujan ya ilmu apa lagi ni?
Geser hujan itu kalau bagi sean orang oh
susah harus pakai ini. Enggak. itu
gampang. Bahkan kalau di grupnya
teman-teman MC itu bilang geser hujan
tuh paling gampang katanya. Itu yang
buat saya juga makin takjub sama Allah
gitu bahwa ya Allah segininya engkau
gitu ya. Luar biasanya ngasih fitur ini.
Dan saya dulu suka dengan satu kata
namanya hidup adalah tantangan. Terus
saya ingat oh ini kenapa saya harus
mikir hidup itu tantangan? Berarti yang
salah bukan Allahnya yang salah program
di kepala saya.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Mas Firman selamat datang.
Iya, Mas. Waalaikumsalam.
Mas Firman ini juga dosen juga iya.
Praktisi, penulis juga iya. Pebisnis
juga, Mas.
Iya.
Nah, ee boleh dideskripsikan
secara singkat sebenarnya Mas Firman itu
seperti apa?
Ketika ditanya seperti itu mungkin saya
hanya jawab bahwa saya manusia gitu ya.
Karena ketika seorang manusia itu bisa
ada di banyak aktivitas.
Hanya seringkiali kita terdikotomi
dengan satu profesi saja.
Padahal kita bisa ada di banyak hal gitu
kan.
Jadi saya juga dosen, juga ada bapak
bisnis juga. Bahkan di kampus pun selain
dosen juga handle biro marketing juga
seperti itu di unit marketing di kampus.
Kemudian nulis juga gitu ya buku ini ya.
Iya nulis-nulis buku juga kemudian
di YouTube juga seperti itu.
Pada dasarnya manusia begitu ya. manusia
itu. Itu yang sebetulnya ee
menarik.
Saya juga sampaikan ke banyak orang
bahwa
kita manusia dan manusia itu adalah
sesuatu
makhluk yang diciptakan berbeda dengan
makhluk lainnya.
Oke.
Dan itu dicirikan dengan adanya kepala.
Berarti ada otak, ada pikiran.
Makanya juga di buku-bukunya Mas Firman
banyak yang membahas tentang pikiran ya,
Mas ya. Karena manusia tadi identik
dengan memiliki kepala dan pikiran. Ini
ada buku
10 keajaiban pikiran.
Betul.
Dan juga ini yang dibawa Alfa Alfa
Telepati. Tapi sebenarnya juga kalau
enggak salah saya lihat ee di beberapa
apa buku-buku yang Mas Suran terbitkan
tidak hanya dua ini kayaknya banyak ya.
Ada banyak. Jadi ada
ee kitab kunci penarik Rezeki, ada kitab
satu-satu kalimat sugesti juga.
Hm.
Dari situ,
Mas. Kenapa kok tertarik dengan pikiran,
Mas? Ada apa dengan pikiran manusia itu,
Mas?
Ah, ini pertanyaan yang bagus gitu ya.
Sebetulnya kenapa saya dengan itu ya,
Mas, ya? Karena ee sebagai muslim itu
saya banyak nemukan ayat di Al-Qur'an
tentang berpikir.
Hm.
Bahkan ada ayat yang mengatakan bahwa
untuk mengenali kebesaran Allah itu
hanya bagi orang-orang yang
berpikir. Nah,
berpikir itu kan ber dan pikir artinya
apa? Menggunakan pikiran. He he.
Berarti kalau menggunakan harus tahu how
toya, harus tahu caranya, harus tahu
betul pikan itu apa. Heeh. He he.
Nah, dari situlah saya kemudian ee
berpikir juga bahwa oh berarti Allah
menyuruh seperti ini.
H.
Nah, saya mulai menghubungkan itu dengan
saya basicnya di IT ternyata mirip-mirip
bahkan hampir sama.
He.
Karena definisinya adalah aku gak akan
ngubah nasib satu sebelum itu merubah
sendiri nasibnya. He.
Merubah apanya? Merubah pola pikirnya.
Hm.
Jadi dari kata merubah itu kemudian saya
hubungkan di hidup saya. Kemudian saya
coba buat rumusannya. Saya hubungkan
dengan teori yang saya dapatkan di
kuliah sebulnya kuliah informatika,
kuliah Telkom dulu. He he.
Ternyata gatuk gitu ya. Ternyata
nyambung.
H. Kemudian saya tertarik akhirnya
membahas itu. Kemudian, oh ternyata
semua dulu yang pernah saya lewati di
zona jahiliah itu
relate dengan pikiran itu.
Jadi pikiran itu kerangka berpikirnya
mirip dengan
Mas punya background yaitu IT begitu.
Betul.
Iya betul.
Kemiripannya di mana? Ini menarik.
Kemiripannya adalah
kan ee banyak istilah itu namanya main
programming,
pemrograman pikiran.
Oke.
Sudah jelas katanya adalah pemrograman.
Oke,
berarti kan basicnya adalah ilmu
programming.
Oke,
kan sama programming dengan programmer.
Berarti harus tahu bagaimana sintak mana
yang salah yang dirubah kemudian
merubahnya seperti apa. Nah, itu saya
mulai meng apa ya? Mencoba menganalisa
bahwa ternyata sama di situ.
Hmm.
Berarti main programming tuh ya sama
dengan kita software programming.
Heeh. Heeh. sehingga ketika itu
diprogram dirubah ya otomatis Allah pun
mengiyakan itu.
Contoh yang kesamaan atau contoh praktik
dalam merubah itu seperti apa sih, Mas?
Saya pertama kali lul saya lulus itu
2007. Kemudian saya bekerja di
perusahaan satelit waktu itu.
Saya bagian masang visat. Visat antena
itu.
Heeh. Heeh. He.
Waktu itu saya jatuh dari masang visat
itu di ATM saya jatuh. Waktu itu saya
jatuh sempat mungkin pingsan ya.
Kemudian saya bangun masih ngelihat
langit. Oh masih hidup gitu ya. Cuma
memang tinggi jatuhnya.
Iya. ATM itu masang Visard itu loh
antena Visat yang di ATM itu loh.
Di atas di atas ATM berarti ya mungkin
3 m eh 2 m atau 3 gitu ya. Betul kan?
Jadi ada teman yang bagian masang saya
yang bagian nyetting ke servernya itu
untuk pointing dan sebagainya. Nah saya
jatuh waktu itu.
Oke.
Kemudian masih melek. Oh, masih ngelihat
langit gitu ya. Nah, saat itu saya
muncul ee rasa marah sama Tuhan
sebetulnya. marah sama Allah di situ.
Kenapa saya marah? Karena saya merasa
bahwa aku tuh sudah rajin salat,
rajin puasa, tapi kok dibuat jatuh?
Hm.
Nah, saya itu ee saya marah waktu itu,
artinya marah secara personal ya, bahwa
kenapa sih gitu?
Sampai ketika saya nge-set server itu
waktu itu pakai Mikrotik ya, saya ng-set
server tiba-tiba muncul di kepala saya
bahwa kok yang kamu set hanya server
aja.
Dirimu juga sama harusnya.
Hm. harus di-set juga seperti kamu
meng-set server gitu.
Betul. Nah, di situ saya ingat bahwa
saya dulu suka dengan satu kata namanya
hidup adalah tantangan.
Eh,
terus saya ingat, "Oh, ini kenapa saya
harus mikir hidup itu tantangan?"
He,
berarti yang salah bukan Allahnya. Yang
salah program di kepala saya.
Dari kemudian jatuh akhirnya menyadari
bahwasanya kita salah, tidak memprogram
pikiran kita. Tapi waktu jatuh masih anu
Mas pikirannya masih
iya kanak
enggak kebentur gitu kan
jatuh ke bawah
sempat pokoknya teman-teman bilang kamu
tuh ini gitu tapi sebentar sih
saya masih mulai gitu. Nah di situ
kemudian
oh ternyata sama ya gitu jadi
oke ok oke
enggak pantas kalau ngeluh sama Allahnya
marah sama Allahnya gitu ya karena
ya itu pasti ada program di kepala kita
yang buat itu terjadi.
Iya. Iya. Apa ya cara programnya seperti
apa sih, Mas? Cara program pikiran itu
sih, Mas.
Iya. Tadi ketika kita tahu itu salah, ya
kita ubah aja maunya apa.
Jadi
tahu tahunya salah.
Tadi ketika saya merasa bahwa saya jatuh
itu karena maaf karena saya anggap
Allahnya ya yang buat saya jatuh ya.
Tapi ketika saya sadar bahwa karena saya
di semua waktu itu ya di semua buku
saya, di semua meja kantor itu saya
nulis hidup tuh tantangan.
Oke.
Terus saya mikir, kenapa harus
tantangan? Berarti kan kau tantangan
saya akan menarik yang namanya tantangan
juga.
Oh. Heeh.
Nah, itu saya tobat waktu itu artinya
Iya. Iya, iya.
Ya Allah, bukan kau yang salah.
Heeh. Heeh.
Aku yang salah.
Berarti statement hidup adalah tantangan
akhirnya dirubah salah itu ya.
I salah.
Yang benar sekarang berarti apa?
Ya maunya apa aja? Hidup tuh enak gitu
kan, menyenangkan.
Hmm.
Kalau saya pakai istilah di agama, hidup
itu nikmat. Karena kan ihdinasiratal
mustaqimatalladzina anamta alaihim.
orang-orang yang kau beri nikmat. Heeh.
Heeh. Heeh. Heeh. Siap. Siap.
Akhirnya saya, "Oh, berarti kalau gitu
Allahnya sudah maha baik. Allahnya sudah
sangat sayang sama kita." Heeh. He.
Hanya kita yang tidak kenal dirinya,
enggak tahu bahwa sudah dikasih yang
namanya pikiran dan oh ini mungkin waktu
saya mungkin yang namanya berpikir. He
he.
Sehingga kenal betul bahwa Allah itu
memang maha baik, memang maha besar, dan
maha penyayang.
Hmm. H nanti artinya kita harus
mengenali
ketika hal-hal yang terjadi itu bisa
jadi karena pikiran kita yang salah di
program sebelumnya.
Betul.
Dan itu harus dikenali apa yang salah
dan kemudian dibenerin gitu ya, Mas?
Dirubah. Iya.
Karena kan
kalau tadi ayatnya aku tidak akan
mengubah sebelum kamu merubah sendiri.
Kan merubah.
Kalau merubah maka harus ada yang
dirubah dirubah ke arah yang bagaimana.
Heeh. Heeh. Heeh. Heeh.
Berarti kan merubahnya. Oh, ini salah
saya rubah maunya apa? He.
Dan sudah jelas bahwa Allahnya juga
sudah pasti akan merubah di situ.
Heeh. Boleh dibocorin sedikit enggak,
Mas?
10 keajaiban pikiran ini mungkin dikasih
bocoran satu atau dua, Mas. Keajaiban
pikiran apa yang paling ee best di sini,
Mas?
Itu sudah banyak banget ya. yang yang
baca juga sudah banyak banget dan saya
banyak dapat
apa komentar juga ke handphone saya
bahwa
ya pikan itu sumber dari apapun dari
kita berbisnis, dari kita berkarir, dari
kita kesehatan, dari kita bangun
keluarga,
dari kita menarik rezekinya juga
semuanya dari pikiran.
Hm.
Dan ketika sudah diisi program yang
mengkayakan, ya otomatis Allahnya pun
men-support itu dan terjadi.
Heeh.
Karena kalau di kepalanya faktanya ini
ya saya bilang fakta karena saya buat
namanya kuis bakat kaya ini untuk
mengecek apakah orang itu suka sama uang
atau tidak.
Suka sama uang
iya atau tidak.
Semua orang pasti suka uang sih, Mas.
Ngomongnya gitu. Ngomongnya pasti gitu.
Oh gitu. di komen di komen youtuber juga
gitu bahkan di kelas juga gitu. Tapi
ketika sudah ngisi kuis itu, kuis liner
itu terlihat karena kan muncul
scoringnya berapa terlihat bahwa masih
masuk orang yang takut sama uang.
Oh, gitu ya.
Dan itu pasti relate dengan hidupnya.
Misalnya, "Oh, aku tuh sudah kerja
keras, sudah bangun bisnis, sudah
macam-macam, maaf, sudah rajin ibadah
gitu ya. Tapi kok hidupku gak bisa punya
rumah, gak bisa punya ini.
Saya sebetulnya ingin agar orang tidak
menyalahkan Allahnya. H
karena pasti ketika itu pasti akan
muncul di kepala sama saya, "Aku sudah
gini, Ya Allah. Aku sudah salat, aku
sudah salat duha, Ya Allah." Kok enggak
kaya-kaya?
Heeh.
Akhirnya apa? Tanpa sadar nganggap Allah
ini tidak mengkayakan. Padahal ketika di
ngecek pus bakat kayanya masih masuk
golongan orang yang takut sama uang.
Takut ya, Mas kategorinya malan ya. Jadi
saya buat tiga kategori dari skoring
itu.
Iya. Iya.
Yang pertama suka sama uang. Yang kedua
orang umum takut uang. Yang bawah itu
harus segera berubah gitu ya. Jadi saya
buat tiga scoring dari kuis itu untuk
melihat apakah masuk suka sama uang
ataukah takut sama uang ataukah memang
yang harus segera berubah. Contoh yang
takut sama uang itu gimana, Mas?
Eh, misalnya ketika ada orang yang ini
contoh Bapak hari yang lalu gitu ya, ada
seorang suami istri, dia ketemu saya
kemudian
istrinya tanpa sadar ngomong,
"Kalau suamiku banyak uang, Mas, nanti
dia selingkuh, Mas."
Oh,
iya iya.
Kalau suami banyak uang, nanti dia yang
di rumah. Heeh. Heeh.
Nah, itu kan tidak disadari ketika sajak
ngobrol kemudian
muncul itu.
Heeh. Heeh. Heeh.
Akhirnya dia juga sebenarnya tidak ingin
banyak uang suami
Betul. Iya.
Jadi ketika maaf suaminya kemudian
bangkrut ya ada
tarikan istrinya juga yang buat seperti
itu.
Oh oke oke oke oke.
Makanya ketika suami istri ee bagus
ketika itu selaras gitu ya kan kalau di
dulu belajar fisika ketika semuanya sama
maka akan teramplify sama kekuatan. Tapi
kalau suaminya mau A, istrinya mau B, ya
gak akan gaduh, gak akan ketemu di situ.
He.
Kayak gitu-gitu bisa di Mas Firman
misalnya kayak ada coaching atau apa
begitu bisanya?
Iya, makanya kan ee saya bantu orang di
situ di kelas AMC itu.
Oh,
kenapa di kelas itu saya buat tadi kuis
dulu? Saya suruh ngisi dulu semua. Semua
orang saya suruh ngisi dulu.
Heeh. Heeh. He.
Untuk membuktikan bahwa
kamu loh yang salah.
Heeh. He.
Ini loh salahmu jelas di sini. Kelihatan
kenapa kamu jawab ini? Akhirnya mereka
baru sadar, "Io ya, Mas Yok ini
jawabanku ya." Nah, titik itulah
sebetulnya titik di mana orang sadar
bahwa saya yang salah.
Kalau toh konteksnya juga bercanda juga
salah ya, Mas ya.
Sama aja,
sama aja ya. Sama aja.
Kelas AMC itu apa sih, Mas?
Ee singkatan dari Alfam Man Control ya.
Jadi itu saya buat rumusannya
itu saya buat jadi panduan untuk
mengenali, mengontrol, dan memaksimalkan
pikiran. Jadi di situ
saya coba merumuskan kurikulumnya dari
awal tadi bahwa ngisi kuis dulu bakat
kayanya kemudian nyadarkan bahwa kamu
tuh manusia yang punya pikiran makai
pikannya gimana, bagaimana merubahnya,
kemudian hubungannya dengan berdoa itu
seperti apa.
Kemudian tadi materi alfat telepati juga
masuk di situ.
Oh ini
di MC itu. Kemudian ada juga ee materi
yang setelah break itu biasanya saya
masukkan sahabat virtual juga. Ee saya
merumuskan dari IT itu bahwa oh ada
virtual drive berarti manusia juga sama
gitu ya.
Jadi persis sama dengan ee komputer dan
handphone sebetulnya
online itu atau offline?
Ada yang online ada yang offline juga.
Jadi offline kita biasanya ada reguler
itu yang kita jadwalin dan ada yang
privat juga biasanya yang teman-teman
yang memang butuh sendirian gitu ya sama
istrinya mungkin tuisnya privat. Kalau
yang online yang jauh-jauh dari
Surabaya mungkin bisa Papua biasanya
banyak yang online juga.
Kalau online sih kita satu persatu biar
lebih paham. Karena saya dosen tuh saya
ngerti engak karena kalau saya punya
masiswa banyak di kelas itu biasanya nih
yang paling belakang itu biasanya
ngantuk gitu. Iya, betul. Biasanya gitu.
Heeh. Jadi kalau kelasnya besar itu
nanti yang paling belakang itu enggak
ngerekam.
Makanya saya batasi yang kelasnya sama
kali yang online sih satu-satu supaya
apa ya ee pahamnya bagus,
lebih dalam juga ya.
Betul.
Kalau alfa telepati ini apa sih, Mas?
Sebenarnya
itu metode yang saya rumuskan dari
pengalaman pengalaman nakal mungkin ya,
Mas ya. Dulu waktu kita masih SMP, SMA
suka baca buku doa-doa.
Doa untuk mempengaruhi lawan jenis. Ada
kan? Tuh kan bukunya ada kan. Heeh.
Apa? Pengasihan.
Iya. Wis itu ada ada bukunya kan itu
macam-macam doa itu loh. Ada bacaan e
itu kan bahasa Arabnya lah.
Saya coba waktu itu saya coba kok ngefek
ya gitu.
Oh ngefek ya.
Ngefek kan. Oh saya coba sekarang
besoknya ngefek tiba-tiba si cewek itu
mendekat gitu kan.
Oh
ngefek ya gitu. Dulu saya percaya bahwa
yang buat ngefek bacaannya. Oke.
Sampai SMA saya coba itu ngefek, kuliah
juga coba ngefek gitu kan ya. Sampai di
kuliah itu saya
ee ketemu teman anak kedokteran yang dia
bawa buku bahwa di otak itu ada
gelombangnya.
Hm.
Dan bisa diukur gitu ya pakai IEGO
ternyata ada gelombangnya.
Karena saya kuliahnya di telekomunikasi,
teman saya itu di kedokteran. Akhirnya
saya
oh berarti kalau gitu kuliah saya di
Telkom itu kan gelombang itu ditumpangi
dengan pesan. Kalau bahasa kami di
Telkom sudah dimodulasi gitu ya, ditut
dengan pesan
dikirimkan. Heeh. Heeh.
Oh, berarti sama saja nih dulu yang saya
kerjakan seperti itu.
Hm.
Bukan maaf bacaannya, tapi karena itu
ada gelombangnya saya kirimi pesan ya.
Wis gitu.
Hmm. He.
Nah, saya coba hal yang sama tanpa baca
tadi, tanpa baca bacaannya itu. He
waktu itu ya saya kuliah in banget tu
saya ee akhir ta itu
saya coba maaf ke dosen gitu ya.
Heeh. He.
Besok nanyanya gampang-gampang gitu ya.
Heeh. He.
Ternyata benar pas saya ujian TA itu
nanyanya mereka tuh gampang-gampang ada
dan sambil ketawa gitu.
Hmm.
Akhirnya saya Oh, berarti benar nih yang
buat ngefek bukan bacaannya.
Heeh.
Tapi cara kita pesannya, kita kirimnya,
akhirnya saya buatlah rumusan ketika
saya mulai kerja, saya buatlah rumusan
buku alfat telepat gitu.
Iya. Jadi intinya itu kayak pikiran itu
mengeluarkan gelombang.
Iya.
Dan gelombang itu kemudian ditumpangi
sebuah pesan begitu ya.
Iya. Oh,
itu kan konsep telekomunikasi.
Iya, iya, iya. Tapi antar pikiran gitu
ya.
Betul.
Menarik ya.
Bisa ya reality-nya ya? bisa banyak
sudah sudah nerapin dan saya saya selalu
itu di hidup saya itu saya di kantor
saya di kampus saya pakai saya selalu
pakai tiap hari teman-teman juga ini
bahkan tadi ada yang baru WA saya gitu
ya Masman terima kasih ya suami saya
sudah kembali gitu kan
oh gitu kembali dari mana ini
kembali dari pergi gitu ya karena dia
bilang suaminya pergi entah ke mana gitu
ya kemudian dia terapin ternyata
suaminya bisa balik lag
pakai ilmu telepati itu.
Iya pakai ilmu telepati itu. Oh,
kan ini kan tangkah di channel pecah
telur ini konteksnya kan pebisnis Mas,
para pengusaha atau yang mau yang baru
merintis atau yang sudah gede.
Kalau kegunaan kayak telepati ini atau
program pemikiran ini kalau untuk
konteksnya pebisnis berarti apa gunanya,
Mas?
Oke. Kalau pebisnis maka tadi bisnis
ujung-ujungnya kan tentu pengin profit
ya, pengin uang kan berarti harus benar
dulu apakah mindsetnya suka sama uang
atau tidak.
Hm.
Karena
skoring tadi berarti ya.
Iya. Karena kalau itu maaf percuma
bangun bisnis tanpa pondasi suka sama
uang itu. H.
Nah, ketika sudah benar kemudian apa
berdoanya lalu telepatinya buat apa?
Buat ketika negosiasi kemudian ketika
narik customer.
Hm.
Juga juga ada banyak narik customer
karena juga ada Bapak teman-teman yang
belajar ya untuk sebagai dia pebisnis
apapun. Bahkan dari level UMKM dia
warung juga ada.
He.
Jadi bahkan dia WA saya itu ee yang
pelanggan yang lama datang lagi gitu ya
pakai alfa telepati gitu kan.
Itu sih buat saya bersyukur karena
artinya ee Allah itu sudah luar biasa
gitu ya ngasih kita alat, ngasih kita
fitur yang makainya gampang.
Hmm.
Berarti ini juga terle karena kita
sama-sama muslim ya, Mas ya.
Berarti terlepas juga dari
kesyirikan ya, Mas ya. ini
ee banyak seperti itu kayak kemarin tuh
ada seorang ustaz. Jadi banyak juga yang
belajar AMC itu ustaz ya.
Heeh. Heeh.
Ketika awal dia ee tanya-tanya seperti
itu di WA kemudian ketemu saya.
Selesai itu dia nangis. Nangisnya karena
ternyata luar biasa ya. Allah itu ngasih
kita pikiran bisa untuk apapun.
Justru saya habis ini saya makin kagum
sama Allahnya, makin takjub sama Allah.
Karena
ya inilah yang Allah sudah kasih gitu
ya.
Hm.
Berarti kan semakin kita makai semakin
bersyukur sama yang ngasih.
Oke.
Yang ngasih siapa? Ya Allahnya Tuhannya.
Berarti tetap bersandar atau tetap juga
dalam naungan Allah gitu ya.
Betul. Kenapa? Karena yang buat kan
Allah Mas.
Heeh. Heeh. Heeh.
Kan sama dengan tangan. Yang buat Allah
kan. Kita makai tangan
makai kaki kan sama dengan makai
pikiran.
Heeh. Heeh. Heeh.
Sama aja. Hanya selama ini seolah itu
dianggap sesuatu yang tabu gitu ya.
Padahal
Allah sudah banyak nyuruhnya tadi di
ayat Al-Qur'an tadi ya untuk berpikir
tadi ya. Betul.
Sindiran bagi Allah untuk kita itu ya.
Betul. Sebetulnya akhirnya itu yang buat
saya ini Mas. Oh. Dan ketika saya ketemu
banyak orang saya ini oh saya makin
kagum sama Allah juga dan teman-teman
juga makin bersyukur sama Allahnya bahwa
sudah dikasih itu sebagai bukti kalau
kita manusia. Saya bilang tadi itu bukti
kalau kita manusia gitu ya. dikasih alat
itu. Kemudian makainya gampang ternyata.
Gak perlu ngulang-ulang, gak perlu maaf
duduk bersila dan sebagainya gitu ya.
Gak perlu diaktivasi,
gak perlu dibuka-buka. Kenapa? Sudah ada
sudah aktif
selam asal dia sudah masih hidup ya kan
sudah aktif. Berarti terti juga banyak
pertanyaan ke saya, "Manman
ee saya merasa enggak aktif pikiran saya
gitu ya." Saya jawab, "Bapak masih bisa
bicara kan?" Ya bisa Mas ya berarti
sudah aktif dong Pak. Masa ngomong gak
pakai pikiran.
Ee tinggal seberapa persen mungkin ya
dia menggunakannya
tergantung tahu tidak makainya.
Oh how toya tadi?
How toya tadi saya bilang
itu ada di buku ini.
Iya.
Oh
jadi how toya itu sebetulnya itu yang
ingin saya share bahwa how to-nya itu
yang penting.
Hm.
Bahkan saya sering bilang itu enggak
butuh keyakinan. Selama how toya benar
maka itu berjalan
karena sudah fitur yang disematkan Allah
di situ.
Betul itu, Mas. Itu yang saya ingin
bawa. Jadi
itu fiturnya Allah.
He
yang Allah kasih fit
sunatullah bahasanya.
Nah, bahasa sunatullahnya.
Sunatullah.
Jadi kalau sudah sunatullah kan gak
butuh yakin.
Iya iya iya.
Karena itu fiturnya Allah di situ dan ya
kita pakai aja. E
saya jadi penasaran dengan
background-nya Mas Firman gitu loh. Kok
bisa merumuskan itu semua sebenarnya Mas
Firman ini dulunya seperti apa gitu loh.
Saya lahir di Blitar gitu ya.
Blitar. Wah. Tetangga berarti
di Blitar gitu ya. di Blitar. Tapi saya
besar di Bangkalan, Mas. Di Madura
sebesarnya.
Pindah ke sana?
Ee bukan, mama papa kerja di sana.
Jadi saya numpang lahir aja di rumahnya
yang di Blitar gitu ya.
Dan saya besar di sana.
Wah, sebenarnya aslinya Madura cuma
numpang lahir di Blitar gitu ya.
P itu mama yang di Blitar gitu ya.
Kemudian dosa di sana. Terus saya kuliah
itu di Bandung di Telkom itu di ST
Telkom di situ di Bandung.
H. He.
Nah, di situ sebulnya pas kuliah itu sih
saya ee apa ya? Saya bilang itu zona
jahiliah saya waktu itu. Artinya
zona jahiliah. Kenapa itu, Mas?
I karena saya waktu itu ee ada hutang
waktu itu 2004. Saya kuliah 2002 2004
itu ratusan juta lah waktu itu. Menurut
saya waktu itu besar banget gitu ya.
Karena saya enggak mungkin ngomong sama
papa saya dan sebagainya.
Saat kuliah memang besar. Uang R juta
dan
dan 2004 kan?
2004.
Iya. sekarang aja masih kelihatan gede
apalagi 2004 itu ya.
Iya. Kemudian
itu karena apa, Mas?
Waktu itu jadi ee saya dulu
mungkin kalau sekarang mirip-mirip sama
kayak kripto ada namanya egole waktu
itu. Jadi saya ee saya sendiri saya apa
ee investasi di Igul itu saya dapat
kemudian karena ada referal ya saya ajak
teman-teman saya gitu ya.
Heeh. Heeh.
Ke perusahaan itu ternyata dapat setahun
jalan tiba-tiba scam.
Hmm. H.
Nah, sekat teman yang terima itu bukan
saya. Emang ada juga yang enggak terima
gitu kan. Akhirnya ya sudahlah akhirnya
saya berusaha untuk menjelaskan dan
mengembalikan itu. Akhirnya saya sama
teman waktu itu pergi ke maaf ke
orang-orang
pintar waktu itu. Jadi suruh berendam di
sungai kemudian di kuburan, kemudian
maaf nikah sama jin dan
wedh
waktu itu ya artinya.
Tapi jadian nikah sama jin
ya? jadian tapi enggak ada orangnya,
Mas.
Jadi itu ya jadi benar beneran
dinikahkan gitu, Mas.
Iya. Jadi itu gini saya saya itu lucu
sekarang ya. Jadi kita dikasih katalog,
Mas.
Iya.
Katalog. Katalog jin.
Katalog perempuan jin versinya orang itu
ya. Jadi kan katalog gitu ya.
Oke. Oke.
S yang mana gitu. Ini ini nih. Ya udah
ini udah puasa dulu ya sekian hari gini.
Heeh. puasa. Kemudian iya tuh benar
kayak akad nikah itu dia bilang ini
saya nikahkan Mas Firman gitu ya.
Iya. Iya. Dengan ini terus sudah itu
kamarnya kamu di situ kan ya.
Saya ser masuk itu saya itu saya mulai
mikir iki si goblok sopo
goblok aku apa sopo gitu. Terus saya
mulai oh ini kayaknya aku yang goblok
deh gitu ya.
Karena waktu itu si orang itu ya bilang
ini kan istrimu
barang makhluk gaib ya. Sehingga
nafkahnya harus nafkah gaib. Oh,
jadi butuh converter dari nafkah
lahiriah jadi nafkah gaib. Nah, lewat
orang ini.
Oh, ada orangnya
bukan? Ada sih orangnya perantara yang
dukunnya tadi
iya betul.
Oh,
itu tuh k goblok aku
kok sampai melakukan itu karena mungkin
saking anunya karena itunya dan
sudah bingung enggak ada jalan gitu ya.
Heeh.
Oh,
jadi ya mulai ke kuburan dan sebagainya.
Tapi berendam juga tadi
berendam. Di mana, Mas? Berendamnya?
Di daerah Banten sana.
Sama di Jogja juga pernah gitu ya.
Bukan di gunung yang lagi ngetren
akhir-akhir ini sama Mas Jawin.
Gunung apa itu?
Di di Jogja pernah kemudian di
Oh
ya itulah saya makanya sebutnya itu
zaman jeliah gitu.
Berarti udah agak parah nih Mas ya. Agak
Iya. Jadi sudah toowo mungkin ya kalau
bahasa jawanya.
Tapi enggak selesai-selesai juga
waktu itu. Enggak selesai. Saya yang
buat sadar tuh waktu itu saya ke karena
saya di Bandung ya Mas ya. Saya ke DT ke
Dar Tauhid waktu itu.
Oh, Ustaz Aagim.
Iya, saya ke Aim. Terus saya sempat
ketemu beliau, saya cerita kemudian
beliau bilang bahwa itu dia
menggoblokkan saya gitu ya. Tapi saya
terima gobloknya gitu ya.
Semua ada di pikiranmu gitu. Coba
diubah. Nah, ketika saya rubah ternyata
dapat gitu ya. Jadi ada tawaran dari
teman-teman e Bapak Ibu dosen ngasih
saya project waktu itu kan. E ternyata
dapat gitu loh, Mas. itu itu yang
akhirnya mungkin dilihat dengan tadi
saya jatuh dari visa tadi gitu ya.
Heeh. Heeh.
Oh, ternyata mengubah itu hanya dulu tu
belum saya terlalu rumuskan. Oh,
ternyata
itu. Jadi ketika sekarang ada
teman-teman yang cerita habis dari ini
nih ya saya pernah ngalamin dan saya
tahu
saya tahu rasanya gitu.
Menarikmenarik. Ini
termasuk termasuk juga waktu itu saya
ingat narik uang gaib waktu itu.
Narik uang gaib Mas. Wah, ini menarik
juga itu jadi
menarik ya. Gimana itu di daerah Bogor
gitu ya. Jadi suruh puasa baca ini suruh
beli minyak gitu ya. Minyak itu harganya
waktu itu ya R,5 juta.
Mahal Mas waktu itu 2004 Mas.
Oh iya suruh masuk kamar Mas. Masuk
kamar gitu ya digelapin kamarnya. Terus
dia bilang nih seorang ini nanti ini ada
uang ada uang turun kamu ambil ya.
Jangan lampu pas gelap kamu ambil
masukkan ke kresek gitu.
Heeh. Heeh.
Udah pas digelapin emang jatuh, Mas,
uangnya.
Oke.
Saya masukin tuh uangnya kan enggak
kelihatan ya. Masuk bersih sudah kan
baru dinyalain.
Heeh.
Dipastikan hitam. Bukanya nanti di rumah
2 hari dari sekarang.
Oh,
sudah. Uang beneran memang saya tahu
uang beneran itu
sampai kosan
saya buka, Mas. Uang memang.
Heeh. Heeh.
Jumlahnya berapa? 1,4.
1,4 juta tadi saya beli minyak 2,5
2,5 masih untung kan?
Iya.
Rugi berarti.
Iya. Artinya orangnya masih untung kan
orangnya untung R1 juta.
Iya.
Iya iya iya iya. Oh pintar juga dia ya
marketing ya.
Dia lagi saya tanya ini kok segini
uangnya? Ya pasti dia bilang ini ada
yang kurang syaratmu dan sebagainya
seperti itu.
Oh pasti salahnya ke kita lagi. Akhirnya
suruh apa lagi gitu ya. Kalau kita
turutin pasti kita lagi yang rugi.
Tapi emang ya tadi ya emang itu gimiknya
kan.
Iya iya iya. Siap Mas. Jadi saya ee jadi
kepikiran maksudnya gini, ketika Mas
Firman pernah mengalami zona gelap lah
katakanlah yang susah untuk he
dibayar enggak bingung kan waktu itu.
Mungkin juga dari teman-teman kita
pendengar podcast juga
yang ada di fase itu yang hari ini juga
bingung cara mengembalikan hutangnya
bagi mereka yang berhutang kan gelap
gitu kan. Nah, waktu itu kan Mas Jan
berhasil merubah pola pikirnya, merubah
pikirannya. Nah,
ee itu yang dirubah apanya, Mas? ee pola
pikir apa gitu supaya teman-teman yang
berhutang juga bisa menirukan dari Mas
Firman gitu.
Ee kalau saya jadi mungkin tidak akan
sama Mas ya dengan yang lain gitu ya.
Oh beda-beda ya.
Karena kan program kita beda-beda sama
kayak
harus harus dikenali dulu ya.
Sama kayak dua flash disk atau ada lima
flash disk kan pasti beda-beda.
Heeh. Heeh. He he.
Dan itu sintaksnya beda-beda juga.
Artinya ketika ada bahkan ada dua orang
kembar pun
gak akan sama program di kepalanya. Oke.
Karena dia bertemu dengan orang berbeda,
situasi yang berbeda sehingga akan masuk
ke kepalanya berbeda di situ.
Kalau saya waktu itu yang saya ubah
adalah bahwa ini saya goblok gitu aja.
Heeh.
Saya goblok kenapa saya harus ke sana?
Saya minta aja sama Allah gitu.
Akhirnya itu tadi termasuk ketika
sekarang juga ya sama itu yang saya
terain bahwa ee Allahnya sudah ngasih
fitur, sudah ngasih kita perangkat dan
ya itu dipakai.
Hm.
Dan memang tiap orang akan berbeda-beda,
Mas. Jadi kayak tadi contohnya
si istri tadi kan ternyata programnya
istrinya kalau suamiku banyak uang nanti
selingkuh tadi ya. He
banyak hal lainnya yang itu mungkin
selama ini dianggap benar tapi ternyata
nyangkut gitu ee saksnya error. Kalau di
script itu kan kalau ada satu error gak
akan running.
Syeaksnya apa sih Mas?
Kalau di programming itu kan ada ada
apa? Sintak-sintak di
rumus rumus-rumus itu ya. Ah, ada script
itu kan itu kan banyak tuh.
Nah, kalau itu semuanya oke. Hijau semua
kok hijau semua itu di F9 jalan.
Oh, running TR
itu ketika ada satu yang merah itu akan
muncul di situ notif.
Berhenti di situ kan?
Berhenti di situ. Betul. I
ini errornya.
Nah, itu konsep yang saya buat di MC
sebetulnya bahwa
ketika itu enggak dirubah, apapun yang
dikerjakan
tidak akan
tidak akan menghasilkan sesuatu.
Iya. Iya. Jadi kita harus fokus mencari
yang merah itu.
Makanya itu mengenali diri. Kenapa saya
sebutnya mengenali kemudian mengubah,
mengotol dan memaksimalkan? Karena ya
itu yang yang perlu kita kerjakan, bukan
ngulang-ngulang sesuatu gitu.
Heeh. Heeh. Heeh. He.
Karena kalau kita ngulang-ulang enggak
ada gunanya. Selama programnya enggak
diubah, ngulang-ngulang apapun, baca
apapun ya kalau programnya salah enggak
dibasanya salah gitu.
Maksudnya ngolang-olang itu afirmasi.
Mungkin kan ada yang bilang seperti itu.
Oh. Oh, berarti kalau selama berarti
menurut pasan juga afirmasi kurang
berguna ketika yang yang merah tadi
enggak dibuat gitu ya.
Oh, karena banyak juga yang ya saya
sudah baca ini, maaf saya baca wiridan
ini beribu kali. Heeh. Heeh.
Ya kan tadi ketika ketemu oh ternyata
saya mikirnya ini gitu.
H
logikanya adalah ketika ada sebuah
hardisk kemudian ada file yang salah
dimasukkan file yang baru berkali-kali.
Heeh. He.
Gak akan ngubah file yang lama.
Heeh. yang ada hanya menimpa file yang
baru itu tadi. V lama akan tetap jalan.
Heeh. He he.
Sehingga yang harus diubah adalah file
lamanya diubah ya otomatis selesai.
Dan ini yang kadang orang tidak kenali
apa? Sibuk mencari kalimatnya apa? Apa
yang harus dibaca tiap pagi? Apa harus
dibaca tiap malam? Apa harus dibaca tiap
sore.
Heeh. Heeh. Heeh.
Hanya sibuk mencari kalimatnya apa yang
harus saya baca. Apa yang harus saya
ulang-ulang.
Heeh. Heeh. He.
Mencari kalimat apa?
Nah, cara mengubahnya itu dengan
ya kita kenal dulu kemudian ya ini
diubah ya. Kalau tadi misal tatangan ya
sudah berarti aku hidupku enak
menyenangkan
dan banyak lainnya.
Tapi artinya juga dilakukan afirmasi
tapi dengan ketika untuk mengobati yang
merah tadi begitu ya.
Iya. Afirmasi itu kan bahasa Inggrisnya
adalah affirmation Mas ya. Penegasan
bukan ngulang-ulang kan.
Iya. Oke.
Artinya kan kita tahu di situ salahnya
ya, kita ubah di situ. He.
Penegasan pun tidak akan berarti ketika
enggak tahu merahnya.
Betul. Iya.
Yang titik penting juga harus tahu
merahnya dan penegasannya untuk
mengobati merah itu kan gitu ya.
Iya. Betul. Betul. Kalau enggak tahu
apa yang mau diubah kan percuma.
Iya. Iya. Iya. I.
Makanya ya itu yang yang banyak terjadi
kan karena tadi karena saya basicnya IT
saya juga dosen informatika. Oh, berarti
yang harus tadi diubah dulu gitu ya. Ada
tahu sih di mana salahnya
diubah.
Iya. Berarti di dosennya itu dosen
informatika.
Dosen informatika. Saya dosen
informatika.
Oh, ini
saya saya ngajar programming
web sama eh so
sistem operasi.
Ee di mana, Mas? Di
di WK Wijak Kusuma Surabaya.
Oh, Masnya juga tinggal di Surabaya
sekarang.
Saya di Surabaya. Mungkin kalau orang
melihat sebelum melihat podcast ini gitu
ya,
itu kayak dunia yang berbeda kan.
Masnya kan mengajar informatika
tapi di sisi lain
nulis tentang kayak ini
e sebelum keajaban pikiran gitu. Kalau
orang enggak mendengarkan penjelasan
Mas, tapi realitanya
cara kerjanya mirip gitu ya.
Iya. Ee faktualnya mirip dan sama.
Makanya ee ada banyak teman-teman
psikologi yang ketemu saya gitu ya, dia
belajar, "Iya ya, Sak Jani sama ya
katanya. Ngapain harus dibuat dibuat
rumit gitu kan."
Heeh. Heeh.
Karena ketika belajar ternyata ada
relasi di situ. Dan sama
kan kalau saya sih mikirnya
yang nyiptakan handphone laptop itu
manusia. Yang menciptakan manusia Allah
kan.
Heeh. Heeh. Berarti artinya yang Allah
ciptakan itu tentu jauh lebih hebat
daripada apa yang manusia ciptakan.
Heeh. Heeh. Heeh.
Harusnya gitu kan.
Bukan harusnya emang harus emang seperti
itu kan.
Handphone aja sudah pintar apalagi
betul manusianya kan.
Manusianya harusnya lebih
betul. Makanya itu yang sering saya ini
bahwa ee ya lihatnya handphone. Kalau
handphone itu bisa ya manusia juga bisa.
Karena yang buat handphone manusia.
Heeh. Heeh. Heeh. Itu ya buah tangan
dari pikiran.
Betul. Iya. Buah tangan sih, buah karya.
Buah karya dari kita. Jadi dari manusia
buat handphone, buat laptop dan
ya ketika saya apa ngajarkan mahasiswa
kemudian dulu juga dosen saya juga ee
ada yang agak-agak menyinggung itu juga
bahwa ya itu sama dengan kerja manusia
dan oh saya terapkan ternyata benar
bahwa
sama
menyadari adanya ilmu pikiran itu
pemprograman pikiran. He.
Terus kalau diflashback ke belakang lagi
itu yang paling menurut Mas Firman
terbukti ya, Pak di
Oke.
Di kejadiannya yang Mas lakukan.
E tadi ketika saya kemudian itu habis
jatuh ya saya rubah dan saya itu mikir
gini, bisa enggak saya itu kerja tapi
enggak pakai absen?
Serius. Itu yang saya coba apa ya karena
memang saya orangnya gitu. Jadi saya
bisa enggak gitu ya saya mikir gitu.
Ternyata bisa, Mas. saya dipindah ke
divisi yang saya enggak harus absen.
Oh, gitu.
Terus saya nyoba lagi waktu itu, aku tuh
pengin S2 tapi gratis. Ya Allah, ya
gitu. Saya S2 gratis
terbukti juga.
Oh,
kemudian banyak lagi artinya ee saya
inget ini lagi nih. Saya ingat waktu itu
saya ee mau interview
di ITS. Kalau teman-teman minta ITS itu
dulu ITS ITS itu dari gerbang depan itu
ke dalam itu jalan.
Iya.
Enggak ada angkotan. Enggak ada angkot
sekarang itu jalan tuh dari depan itu
jalan panas ya. Itu saya mikir
kayaknya ya Allah ini panas nih. Aku
minta mobil kok saya bilang gitu.
Oke.
Habis tes saya pulang ke rumah papa saya
dapat mobil dinas baru. Mobil yang lama
itu bilang, "Dek, mobil ini pakai kamu
aja ya. Saya nangis waktu itu. Oh,
saya nangis waktu itu karena saya ingat
banget saya siang saya jalan itu saya
mau wawancara itu. Saya jalan dari
gerbang tas depan itu ketajaya itu
sampai ke dalam itu panas itu saya. Ya
Allah panas ya Allah aku minta mobil Pak
gitu.
E
sorenya sampai rumah saya kan di
Bangkalan. Saya pulang ke Bangkalan itu
papa saya dapat mobilitas baru. Mobil
yang sehari itu bilang papa yang
ngomong. Saya enggak enggak minta gitu
ya. Papa yang ngomong. belum sampaikan
tentang keluaranmu tadi ke papa juga
kan?
Iya. Enggak. Saya gak ngomong pas itu
bilang, "Dek, papa dapat mobil dias baru
yang ini pakai kamu ya." gitu.
Hm.
Langsung ya, Mas ya.
Iya. Itu saya dan saya itu buat saya
bahwa
Allah baik banget ya. Dan itu saya ke
hari-hari saya dan sebagainya gitu.
Sehingga
ketika apa ee sekarang juga itu tadi
termasuk dengan misalnya kemarin barusan
ini mungkin teman-teman dosen juga
pernah sering ngalami gitu ya. dosen itu
kan ee harus ada kenaikan jabatan
fungsional namanya. Nah, waktu itu saya
ee udahlah enggak malas ngurusnya gitu
ya. Tapi saya mikir lagi, tapi kalau ada
yang bantuin enak nih. Enggak lama, Mas,
teman saya tiba-tiba WA, "Om, kamu
enggak ngurus tak tah, Om, kenaikannya?
Wis, aku yang bantu. Wis, file-nya
kiriman ke aku semuanya." Astagfirullah.
Saya batu. Saya bilang, "Iya, Masin ya."
Iya, iya, iya, iya. ee bisa enggak misal
kayak langsung gede gitu atau hanya
ee gede itu maksudnya apa? Oh,
penginnya.
Iya,
bisa apa aja kan ee di MC itu saya buat
namanya saya kasih saya buat namanya
rumus keinginan gitu ya.
Heeh.
Ee framework ini saya buat untuk apapun
keinginannya.
Jadi ada step-stepnya rumusnya oh 1 2 3
4 5. Ya sudah apapun
saya bilang apapun. Jadi mau apapun
jabatan selama framework-nya benar itu
terjadi. H
karena tadi saya bilangnya itu
sunatullah gitu ya. Selama itu benar
caranya ya itu terjadi.
Hm.
Selama ini seperti itu. Enggak ada besar
kecil sih sebetulnya.
Gigih bisa gitu ya
selama ini bisa. Bahkan ee ada satu
mungkin ya kalau teman-teman yang suka
ilmu-ilmu aneh-aneh itu ini geser hujan
gitu ya. Geser hujan. Iya. Ilmu apalagi
nih? Geser hujan itu kalau bagi sean
orang, "Oh, susah harus pakai ini."
Betul. Enggak.
Itu gampang. Bahkan kalau di grupnya
teman-teman MC itu bilang geser hujan
tuh paling gampang katanya.
Oh,
itu yang buat saya juga makin takjub
sama Allah gitu. Bahwa, "Ya Allah, se
segininya engkau gitu ya." Oke. Oke.
Luar biasanya ngasih fitur ini dan ya
makai artinya gak butuh diaktivasi, gak
butuh
dibuka-buka apalah gitu ya. Ya sudah
makai dan itu untuk apapun bisnis dan
sebagainya.
Oke.
Itu yang ya karena salah satu tujuan
saya buat MC dan ee buat buku-buku itu
untuk membuat orang-orang sadar bahwa
Allah itu maha baik. Tuhan tuh maha
baik.
He
maha pengasih, maha penyayang.
sehingga ya namanya maha pengasih, maha
pengasih pas berarti sudah ngasih kita
fitur dan untuk membuat kita tadi ee
sesuai yang kita mau. Tujuannya itu sih
supaya
tidak berpasangka jelek sama Tuhan ya.
Am A-nya itu alfa ya, Mas. Alfa itu apa
sih, Mas? Alfa itu kalau bahasa ininya
kondisi di mana orang itu tenang dan
santai. Sebetulnya kalau bahasa agama
itu khusyuk sebetulnya atau ikhlas itu
alfa bahasa
di gelombang otak itu ada beta al
iya itu alfanya di situ bahwa itu
kondisi tenang dan santai.
Oke. Oke. Oke. Dan kalau saya hubungkan
di agama ya ketika apa salat berdoa
ketika doanya dengan santai dengan alfa
ya itu
teruk gitu ya.
Iya karena orang kadang salah
mendefinisikan kata khusyuk gitu ya.
Khusyuk itu santai tadi sebetulnya.
Oh gitu ya. Oh khusyuk itu sama dengan
santai.
Iya.
Oh
khusyuk itu santai. Sehingga kalau
bahasa itunya alfa ya.
Oh. Oh.
Sehingga ketika alfanya bisa every time
ya tadi
otomatis bisa ngontrol gitu ya.
Heeh. Sehingga kayak tadi misalnya hujan
kemudian
macet nyari parkir
itu ya teman-teman itu bisa gitu dan dan
memang ya itulah
Heeh. Heeh. yang semakin saya ngelihat
orang-orang menerapkan MC-nya, semakin
saya baca ini bahwa buat saya makin
makin bersyukur bahwa Allah itu memang
sudah luar biasa, Tuhannya sudah maha
baik di situ.
Oke, berarti harus alfa nih, Mas,
syaratnya ya, pikirannya ya
berarti gelombangnya ya. Oke,
menarikmenarik. Wah, itu harus banyak
bicara sama Mas Firman ini teman-teman.
Bagi teman-teman yang mungkin tertarik
ini gimana Mas ini bisa langsung misal
pengin tertarik sama MC AMC-nya itu.
Iya kan ee ada buku-bukunya kemudian ada
website saya juga ada.
Oke. Nah,
YouTube-nya ada bisa colab kita ada
YouTube di Cidupan itu YouTube
Masman sendiri yang di situ di YouTube
sendiri. Oh,
jadi saya biasanya ngasih apa penjelasan
materi seperti itu dan banyak
menyadarkan bahwa tadi bahwa
ee maaf usahamu jadi sia-sia kalau kamu
enggak makai pikiranmu.
Ee usahamu sia-sia kalau kamu enggak
meai pikiranmu. Karena banyak kan orang,
aku tuh sudah kerja keras, aku sudah
banting tulang dari pagi sampai sore,
sudah belajar bisnis strategi apapun
sudah apa, tapi selama dipikannya itu
tadi menolak untuk uangnya, takut
kayanya,
ya otomatis itu tidak sinkron tadi
program di kepalanya sehingga enggak
running.
He programnya tadi ada yang merah tadi
ya,
nanti di situ.
Betul. Dan jangan buru-buru nyalahkan
Allahnya gitu ya, nyalahkan Tuhannya
bahwa ini sudah
tadirnya Tuhan, ini sudah Tuhan yang
ini. Jadi kadang orang banyak gitu, Mas,
buru-buru nyalahkan Tuhan sama kayak aku
dulu gitu ya. Buru-buru nyalahkan
nyalahkan Allahnya.
Kalau teman-teman yang pernah
bersinggungan dengan Mas Firman, banyak
juga enggak yang menyalahkan Allah atas
keadaan tertentu gitu?
Banyak.
Hm. Ee saya pernah ada peserta itu orang
Jakarta.
Dia habis kelas itu
meluk.
Dia bilang bahwa sebelum kelas dia sudah
baca buku sebelum kipan pikiran.
Heeh.
Dan dia bilang bahwa selama ini saya
nyalakan Tuhan, Mas.
Selama ini saya nyalahkan Tuhan.
He.
Makasih ya, Mas, sudah buat saya sadar
enggak enggak lagi nyalahkan Tuhan.
Ternyata Tuhan tuh baik banget Tuhan.
Ini dia seingat saya bukan muslim.
Seingat saya. Tuhan tuh baik banget,
Mas. Ternyata ya. Saya yang salah. Saya
yang salah.
Dia meluk saya. Dia nangis waktu itu.
Saya juga nangis waktu itu.
Bukan Tuhan yang salah. Saya yang salah.
Saya dulu nyalahkan Tuhan, bilang Tuhan
hukum saya. Tuhan sedang nguji. Ternyata
enggak.
Hm.
Ternyata saya yang salah.
Oke. Ber akhirnya kemudian sadar ya,
Mas. Dan merubah. Sebenarnya yang paling
enak itu, Mas, kalau berdasarkan Mas
Firman yang paling enak itu mindset kita
ke Tuhan.
Apa? Allah sayang kepada kita atau apa?
Iya. Allahnya maha pengasih, maha
penyayang.
Oh ya itu aja ya. Padahal namanya Allah
ada 99 sebenarnya.
Betul.
Ada yang
dan semuanya baik kan?
Iya semuanya baik. Tapi yang yang
dipilih yang rahman rahim aja.
Karena tiap hari baca bismillah ya Mas
ya.
Kan tiap hari baca bismillah. Mau ke
mana baca bismillah? Minum baca
bismillah kan.
Iya iya iya iya iya.
Itu dulu yang waktu saya bilang ya di
titik hutang itu saya itu artinya saya
mengganti macetnya.
Jadi sampai sekarang pun yang saya
inikan bahwa itu dan ya itu yang kita
baca tiap hari kan. Jadi Allahnya maha
pengasih penyayang sehingga he
yang namanya penyayang maha penyayang
sehingga ya mustahil kemudian ngasih
sesuatu yang tidak enak gitu. He he he.
Pasti ada program di kepala kita yang
salah.
Hm. Heeh. Heeh.
Makanya kenapa saya buat e formula
AMC itu untuk menyadarkan orang bahwa di
kamu yang salah.
Heeh. Heeh. Jadi kembali lagi ke kita
ya. programnya lagi dibenahin.
Nah, makanya ketika ketemu di kelas
kemudian ngisi kuisnya dan ini, "Oh, I
ya, ternyata ini salah. Kenapa saya
mikir ini dirubah?" Ya, kemudian ya
selesai. Ada yang dia punya hutang 3
bulan lunas bahkan ada yang dia naik
jabatan awalnya maaf di apa
dihalang-halangi kemudian
He
dapat seminggu dia WA saya, "Mas, aku
dapat promosi jabatan" gitu ya. Ya, itu
buat saya
ya. Itu kan Allah gitu ya. Allah sudah
ngasih pikiran, kita belajar cara
makainya dan ya terjadi.
Bisa enggak, Mas? Misal katakanlah
teman-teman yang mungkin keterbatasan
secara finansial gitu kan kalau ikut
kelas kan ada
bayarnya kan.
Bisa enggak tanpa harus ikut kelas itu
secara pemrograman sendiri?
Bisa sih artinya ketika dia baca buku
yang sebelah kejapan itu bisa atau
mungkin nonton YouTube saya juga bisa.
Ada banyak kok yang sudah komentar di
YouTube itu bahwa sudah apa hidupnya
makin makin baik gitu ya. Kemudian ada
baik.
Jadi teman-teman yang mungkin ee itu
langsung ke YouTube-nya aja namanya
Cahaya Kehidupan.
Cahaya kehidupan. Heeh.
Nanti saya cantumkan juga di bawah.
Oke. Heeh. Gitu. Banyak sih. Dan ada
yang itu WA saya, dia tukang ngojek nih.
Dia tukang ngojek. Dia tiap ngojek itu
nonton eh dengerin saya kehidupan gitu
ya. Terus dia bilang, "Ini dapat
dapat." Tiba-tiba ada orang ngasih
tipsnya banyak gitu ya.
Hm.
Ya, itu buat saya bahwa ini jalan Allah
gitu ya untuk untuk apa ya ee membuat
orang makin
kenal sama Allahnya yang tadi
arrahmanirrahim.
Kenapa Mas Jman sangat semangat juga
menyebarkan ini? Kan ada YouTube-nya,
ada bukunya, ada kelas. Kenapa kok
sangat
ee
getetol sekali gitu loh? Sangat itu Mas
ya. Awal saya tadi karena saya pernah di
jahiliyah kemudian
saya tuh agak gimana ya kadang tuh agak
kadang sedih, kadang miris ketika ada
omongan aku sedang diuji sama Allah,
Allah sedang nguji kamu. Allah sedang
itu buat saya kadang nangis gitu rasanya
ketika ada nonton maaf YouTube ataupun
apapun yang mengatakan heeh
ini kamu sedang diuji sama Allah, kamu
sedang di ini sama Allah itu saya kadang
kayak enggak terima gitu ya. gitu loh.
Kena Allahnya gak gitu gitu loh. Itu
yang yang saya ini sebetulnya
zaman membela Allah gitu.
Saya enggak terima Allah diginiin biasa
gitu karena
kadang nangis Mas nangis itu.
Ee
kok gini ya gitu.
Padahal Allahnya kan baik banget itu.
Betul.
Eh
itu itu salah satu visi dakwah saya di
AMC bahwa saya enggak terima ketika
seperti itu nangis kadang saya di di apa
dan itu rasanya kayak
kok gini ya gitu.
Makanya di YouTube saya saya bilang
Allah itu baik banget dan ya maha baik
gitu. He
artinya ya sudahlah jangan lagi bilang
Allah sedang nguji saya, Allah sedang
hukum saya, Allah sedang apalagi itu ya
itulah pokoknya yang ini.
Jadi katakan aja Allah baik gitu ya.
Iya memang faktanya kan
memang gitu ya.
Iya memang gitu kan. Nah, makanya Allah
bilang untuk mengenali kebesaranku
hanya bagi orang-orang yang
berpikirikir.
Sudah jelas di situ.
Oke. Oke.
Berpikir sehingga kenal sama Allahnya
sehingga tadi ee enggak lagi ngomong
bahwa
aku sedang diuji.
Siap, Mas. Terima kasih. Ini closing
statement dari Mas Firman. Ini apa nih?
Ee ya mungkin tadi bahwa Allah itu maha
baik, Tuhan yang maha pengasih, maha
penyayang. sehingga apapun itu Allahnya
mustahil memberikan suatu yang negatif.
Semuanya itu
karena dari program yang salah di pikan
kita. Ketika kita kenali pikirannya,
kita ubah, kita gunakan, kita
maksimalkan, maka di situlah letak kita
betul-betul sadar Allahnya maha pengasih
dan maha penyayang.
Baik, mantap. Teman-teman, terima kasih
yang sudah nyimak. Jangan lupa nanti
kunjungi YouTube-nya Mas Firman di
Cahaya Kehidupan untuk materi-materi ini
yang semakin dalam nanti ada di
YouTube-nya beliau gitu ya, Mas ya.
Terima kasih teman-teman. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam
[Musik]