Cuma Modal HP Pinjaman, Zulfa Lanang Punya 8 Juta Subscriber Dari Konten Mainan
1Gqqco8lDnM • 2025-07-01
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id konten-konten anak-anak sekarang tuh wah pada ngawur-ngawur gitu. Semuanya cari uang di sini. Gila enggak mementingkan dampaknya gitu loh, Mas. Oke. Banyak sekarang konten AI yang kemarin ramai tungtung sahur tapi ceritanya tentang ngeri-ngeri Mas. Pembunuhan inilah perampokan terus ini ini. Wah anak-anak sekarang kan lebih tanda kutip lebih toxic. Tim itu Mas yang sama-sama disepakati itu kita ke depannya mau jadi bapak loh. He betul betul. Masa gini nanti anak-anak kita gimana gitu. He enggak apaapa loh pakai Supra gitu loh. Tetap ada teman tetap aku malah lebih gengsi aku pakai Supra tapi standar sosialnya kita sama enggak jauh temannya itu enggak jauh sama yang motornya keren-keren gitu loh Mas. SMA full pakai Supra kuliah pun dikasih motor enggak mau Supra sampai lulus. Sampai sekarang saya belum beli motor lagi. Ee uang masuk itu tak anggap kayak bukan uangku gitu Mas. Oh gitu. Iya. Malah justru gini Mas. Kalau belum ada uangnya kita kan ada rasa pengin. Heeh. Tapi belum begitu uangnya masuk sudah enggak pengin Mas. kebutuhan kan mungkin maksimal ngekos di Jember itu e R3 juta lah itu paling boros waktu itu. Tapi uang masuk udah 9 R 10 juta gitu tiap bulan. Nah itu kayak udah ngerasa jenuh gitu, Mas. Jenuh. Jenuhnya apa? Kita kan kebutuhannya R juta nih aman. Masuk misal tu ketika naik itu baru senang Mas. Jadi di tujuh masuk itu sudah enggak ngerasa dapat uang. Oh ya itu kayak tapi pas turun Mas panik ternyata. He. Apa jangan-jangan yang di tingkat 1 M, 10 M, 1T itu apa kayak gini juga rasanya gitu. Kita cuma hidup berpatokan nominal tuh mungkin ke depannya di nominal berapa pun kayaknya mungkin kayak gini deh. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih kedatangannya Mas Zulfa. Ngih. Terima kasih juga sudah diizinkan main ke sini, Teman-teman. Zulfa ini adalah seorang YouTuber senior berarti ya, Mas ya. Lebih senior dari pecah dari pecah telur ya berarti ya. Sepertinya barengan. Sepertinya barengan ya. Mirip-mirip ya. Sepertinya barengan barengan. Startnya di 2021. Betul. Tapi subscribernya kok bisa R juta, Mas? Waduh. Kita mungkin karena marketnya berbeda aja. Iya ya. Nanti kita akan belajar bareng. Ini adalah seorang YouTuber yang luar biasa, masih muda, subscribernya Rp8 juta. Rumahnya Ngawi ya, Mas ya. Gigih, Mas. Asli Ngawi. Ngawi. Waktu dulu sering komunikasi masih di Jember ya? Masih kuliah di Jember. Oh. Jurusan apa kuliah? Jurusan pertanian, Mas. Pertanian. Iya, pertanian. Kok agak enggak begitunya? Jurusan pertanian. Iya, betul. Pertanian pertanian. Tapi sekarang ee bergelutnya di dunia peremerconan. Iya. Dan juga layang-layang. Kontennya jadi gimana? Lebih tepatnya ke permainan tradisional. Oh, gitu ya. Iya. Oh, berarti apa? Ada apa aja permainan tradisional ini? Nah, nanti ke depannya kita mau ke arah situ. Hm. Jadi, sementara yang emang yang fokusnya di layang-layang sama mercon aja. Oke. Tapi next akan ada arah untuk ke semua permainan tradisional gitu. Ee permulaan menjadi seorang YouTuber dulu awalnya itu kenalnya di waktu SMA sih, Mas. Kenalnya di 2017 dulu tapi kontennya masih cover-cover lagu kayak gitu. Jadi ya sekedar kenal, ngupload kayak gitu. Tapi udah monet. Tapi karena itu barengan dan enggak ada uangnya toh, Mas, kalau cover lagu tuh. Oh, enggak ada uangnya ya? Iya. Wong kita kan enggak dikenal, view-nya juga enggak ramai. Meskipun sudah monet tapi enggak ada adsennya. Kan ada Mas bagi hasil atau apa begitu loh kalau enggak salah. Iya, tapi kan RPM-nya juga kecil. Iya, kecil jadi ya kurang jalanlah. Kecil. Oke, oke, oke. Ya, jadi setelah itu mencoba untuk bikin channel sendiri gitu. Dulu channelnya teman berdua, sekarang bikin channel sendiri waktu lulus SMA 2019. Berarti 2019 bikin tapi ya masih enggak tahu mau bikin apa. Heeh. Heeh. Jadi ya semua dicobain tapi masih apa ya masih struggle belum ada yang nonton. H berarti di channel itu, di channel Zulfa Lanang itu. Iya. Sebenarnya itu channel yang spam itu, Mas. Channel fungsinya buat nontonin channel yang cover. Oh. ya karena dulu kan enggak tahu ya, jadi masih belum tahu cara mainnya gitu. Jadi setelah ujian kita coba belajar tonton-tonton tutorial di YouTube gitu tapi belum naik juga terus kepotong masuk kuliah. Tapi ya momennya itu masuk corona sih Mas gitu. Jadi mulai kuliah online kita pulang ke rumah ke Ngawi dan kuliah dari pagi sampai sore ngadap laptop itu kan bukan saya gitu loh Mas. Saya orangnya ya, saya orangnya yang lapangan. Orang lapangan gitu. Pertanian juga kan banyak praktiknya jadi lebih suka di situ. He. He. Tapi karena kuliah online ya kita di rumah nge-zoom-ngezoom kan capek. Jadi coba kita merintis lagi bikin konten-konten lagi. Waktu itu masih random dan alat yang digunakan juga masih ya masih seadanya Mas yang dipunya waktu itu Vivo Y55s. W sampai eling ya. Ya, tipenya itu masih ingat ituul sampai sekarang masih ada. Betul. Sayang sekali itu enggak ada, Mas. Dipinjam karyawannya Bapak dan HP-nya enggak enggak balik gitu. Waduh. Ini tolong ya karyawannya Bapak dikembalikan karena HP itu sangat amat punya sejarah. Sangat betul tuh. Terus pinjam HP-nya adik juga karena satu keluarga yang paling bagus kan HP-nya adik. Oh. Ya. Waktu itu Oppo berapa gitu loh. Nah, pakai itu. H itu berapa tahun ya? Berarti dari 2019 sampai 2021. Hm. Jadi sebelum itu kontennya I kontennya random. Hampir semua jenis konten yang naik pada waktu itu dicobain. Tapi fokusnya di YouTube. Heeh. Heeh. Jadi belum rambah ke TikTok, Instagram. Enggak. Fokusnya di YouTube panjang. Heeh. Heeh. Gitu. Terus kok ketemu menjurus ke permainan tradisional ini seperti apa? Ya itu karena semua dicobain ya, Mas. semua dicobain dan ya kebetulan saya dulu permainannya di rumah juga kayak gitu waktu kecil. Jadi iseng waktu itu puasa 2021 bikin konten meriam spirtus itu, Mas. Hm. Mercon meriam spirtus. Betul. Bikin konten itu belum ramai juga tapi setelah lebaran baru ada satu video yang naik. Hm. Nah, dari satu video itu terus baru te tap tap naik semua. Ketika ada satu yang naik itu, Mas Zulfa bikin konten serupa. Iya. Mirip-mirip. Oh, kata kuncinya juga mirip. Terus juga baru sadarnya itu di satu ngonten itu waktu naik sebelum-sebelumnya kan tetap belajar evaluasi tapi enggak ada yang ngeh gitu loh, Mas. He. Enggak ada yang ngeh. Ini harusnya gimana kok enggak ada yang nonton gitu. Karena selama 2 tahun itu subscribe cuma 100 biji, Mas. 100 orang. 100 biji ya. Itu pun orang yang kita suruh subscribe mungkin ya. Tetangga. Oh, enggak juga. Saya senyap, Mas. Saya kan malu. Oh, gitu. Berarti murni orang lain ya? Enggak tahu. Wis pokok kita upload-upload aja enggak pernah nge-share, enggak pernah bikin status karena ya malu. Heeh. He. Sebelumnya kan cover lagu mungkin ada beberapa teman yang tahu tapi kayak enggak berhasil. Jadi agak wah kita harus senyap aja ini ya. Nanti aja kalau sudah jadi baru baru tahu sendiri mereka. Iya. Betul gitu. Nah, Mas apa yang menjagamu kayak kan lama yo dari dulu dari sebelum Zulfa Lanang kan cover-cover lagu. Terus Zulfalan pun dari 19 juga sampai tahun 2021 kan lama prosesnya. Apa yang menjaga kayak konsisten tetap ada gitu, tetap semangat di sektor ini gitu kan. Kan harusnya segitu tahun kan wis patah itu loh semangatnya wis patah. Opo sing membuatmu kok uh aku panggah neng kene ngono. Waktu itu saya enjoy aja sih Mas. Mengalir aja. Jadi saya enggak pernah ekspektasi apapun dan enggak tahu ya Mas. pokok suka aja gitu loh. Jadi kalau mungkin waktu itu teman-teman itu hiburannya nontonnya di YouTube mungkin stand up terus musik, hiburan-hiburan konten hiburan kayak gitu tapi aku lebih terhibur nonton tutorial, Mas. Nah. Nah, itu enggak tahu. Jadi belajarnya bukan belajar yang oh dicatat ini algoritma begini gini gini. Enggak. Enggak belajar teori enggak pokok dengerin santai tidur, dengerin santai tidur. Jadi enggak yang kayak belajar banget gitu loh, Mas. I karena memang enggak menaruh ekspektasi apapun. Tapi waktu itu memang ekspektasinya mau menghasilkan uang atau hanya sekedar untuk melampiaskan kesenangan? Ke kesenangan aja sih, Mas. Ke kesenangan. Tapi tahu kan ada uangnya. Tapi ya kayak beberapa tahun enggak ada hasil ya udahlah kita coba konten-konten aja kayak gitu. Oh. Jadi ya bisa dibilang ya kita ngalir aja enggak ada ekspektasi apapun. Pokok senang sih Mas kuncinya kayaknya. Karena kalau enggak senang kayaknya sudah patah. Iya. segitu tahun loh, Mas. Enggak senang terus enggak ada hasil effort terus kan walaupun ngonten-ngonten seadanya kan butuh tenaga, butuh pemikiran kan. Betul sekali dan alatnya juga masih yang sangat sederhana, terbatas bisa dibilangkan kayak gitu. Gajian pertama dari YouTube. Gajian pertama bulan Juni 2021. Oh. I itu gajian pertama. Banyak nominalnya. Nominalnya berapa ya? Ya, bisa dibilang UMR Ngawi lah waktu itu. Wah, itu sudah senang pol itu, Mas. Senang pol itu, Mas. Langsung beli HP meskipun belum cair. Ya, pinjam dulu orang tua. Ini ketok moto arep metu duit ini. Betul. Pinjam orang tua. Pinjam orang tua beli HP juga belinya masih mampunya kan Oppo karena masih UMR kan Mas Rp2 juta berapa itu beli Oppo lagi karena sebelumnya pakai HP-nya adik kan sudah nyaman. Heeh. He he. Kita beli lagi yang Oppo dulu. Terus habis itu ngonten mercon itu kan selesai tuh Ramadan, Mas. Masuk Juni sepi merconnya. Sepi. Wah, bingung ini gimana ini. Terus coba ke layang-layang juga. Sebenarnya alasannya sama, Mas, kayak oh dulu aku suka layang-layang gitu. Jadi base ke suka aja. He gitu. Main layang-layang. Nah, waktu ituupload layangnya beberapa enggak ada yang naik juga, Mas. Ternyata emang harus dicari apa ya celahnya. kita enggak bisa asal main. Mungkin orang awam lihatnya kayak, "Wah, gampang ngonten bermain layang-layang, banyak yang nonton." He. Awalnya juga pusing, Mas. Jadi kayak ini kan tempatnya daerah Ngawi. Ee pengrajin layang-layang itu jarang dan saya kan channel-nya masih kecil jadi kuliah online juga jadi belum ke Jember. Kalau di Jember kan layang-layang sudah besar-besar, bagus-bagus. Jadi kalau persaingan konten kalau layangan yang bagus tuh pasti sudahud kalah. Sudah. Heeh. He. Layan besar juga kalah. Kita enggak bisa bikin layan besar, bahannya juga enggak bisa. Aku pun basicnya sebenarnya enggak enggak bisa-bisa banget gitu loh, Mas. Bikin layangan. Pokok bisa bikin terbang gitu aja. Jadi kita cari celahnya. Waktu itu yang aku analisis itu waktu ini layangan itu sebenarnya ditunggu-tunggu itu apanya toh gitu. Ternyata yang ditunggu-tunggu itu waktu terbangnya, Mas. Oh, gitu. Jadi ketika sudah terbang di atas mungkin 1 menit, maksimal 2 menit lah itu sudah dikip. Hm. Gitu. proses mumbule iku ya. Iya, proses mumbulnya aja kan. Jadi PR-nya gimana caranya proses mumbulnya itu diulang-ulang dalam satu video. Oh, gitu. Itu rumusan pertama. Jadi solusi yang pertama jang berarti kita harus ada minimal dua atau tiga layangan di satu video meskipun tuh layangannya jelek ya gitu. Atau enggak kalau cuma punya satu layangan. Nah, kita bikinnya dari ini, Mas. ee proses-proses bikin awal. He. Nah, jadi itu konsepnya setting perdana. Jadi layangan itu ketika diterbangkan enggak semuanya bisa langsung terbang. Oh, iya. Tapi yang di-upload kebanyakan kreator waktu itu, itu semua yang sudah bisa terbang. Jadi keren-kerenan gitu-gitu mereka lupa konten di prosesnya. Oke, gitu. Ada yang tutorial, tapi kan saya enggak jago, Mas, bikin tutorial. Jadi, bukan ranah saya. Jadi, saya ambil tengah-tengahnya. Ada tutorial, ada yang keren-kerenan, saya ambil yang prosesnya. Heeh. He. Jadi saya bikin layangan dari proses ya cuma cuplik-cuplikan kayak gitu. Nah, nanti waktu menerbangkan kita bikin ee setting perdana kayak gitu. Itu kan semua orang tahu. Enggak mungkin e jaranglah yang bisa langsung terbang. H. Jadi terbangan pertama gagal. Nah, itu satu kali terbang berarti berarti nanti coba lagi kita perbaiki setting lagi. Enggak terbang lagi, enggak terbang lagi gitu. Jadi kemiringan, kurang bandul gitu. Betul. Jadi awalnya itu dikenal channel layangan, tapi enggak pernah ada yang terbang, Mas. Sampai akhir video pun ya enggak tahu kita gitu. Ada yang benar-benar emang ini kok gimana toh enggak bisa terbang gitu. Kan emang saya juga pemula Mas di lay-lay yang jadi base senang aja gitu. Nah, justru dari situ kan retensinya ditontonnya lebih tinggi ya berarti. Nah, dari situ mulai ramai dan ternyata yang disukai penonton itu keseruannya. Hm. Bukan cuma adu gengsi layangan yang bagus dan ini, enggak. Ternyata emang keseruan kontennya. Nah, dari situ baru paham. H gitu. Proses menemukan itu gimana maksudnya? Kayak oh ternyata proses layangan yang paling diati adalah waktu naiknya. Heeh. Proses yang paling dinikmati juga keseruannya. Jadi proses menemukan sesuatu yang diminati itu dari apanya, Mas? Sampan biasanya saya waktu itu ya riset itu, Mas. Hampir semua konten layangan yang mungkin view-nya lumayan ya. He terus saya tontoni mungkin 3 hari 3 malam ya Mas 3 hari 3 malam ditontoni semua kayak ini apane toh yang bikin ramai itu kita kan penasaran tuh Mas sama-sama ngonten layangan sama kok ada yang ramai ada yang enggak ada yang mungkin device-nya bagus ada yang enggak ada yang ini. Tapi itu kan ee alat cuma fasilitas. Nah aku penasaran apa toh yang bikin ramai itu. Kita coba terus nanti dirangkum dianalisa. Tapi saya kan base-nya enggak orang yang nulis ya Mas. Jadi semua disimpan di sini. Wis sok pikir dewe ngono ya. diamati gitu capek besok lagi gitu sempat enggak tidur juga sih sampai ngono yo sampai enggak turu ya penasaran soalnya Mas kan kita kalau penasarannya tinggi itu kayak ya udah lupa. Iya iya ngulik ya. Iya betul kok bisa gitu loh. Tapi akhir setelah itu bisa tinggi view-nya. Habis itu bisa tinggi Mas. Jadi lahang-lang itu yang ngangkat mercon mungkin awal-awal aja sampai 10.000 subscribernya. Nah setelah layang-layang tuh bisa sampai R0.000-an. Oh, karena layang-layang durasinya agak panjang. Kalau Ramadan kan cuma 1 bulan dan waktu itu saya kan kelewat ramainya setelah lebaran. Kalau layang-layang bisa sampai 3 4 bulan. Hm. Gitu. Terus habis itu katakanlah kan tadi 1 bulan mercon Ramadan. Katanglah 4 bulan kemudian setelahnya layang-layang. Layang-layang kan masih banyak bulan yang lain. Itu diisi apa? Itu mercon kan sampai bulan Juni tuh, Mas. Layang-layang mulai Juli. Juli, Agustus, September, Oktober mungkin. He. Nah, Oktober ini sudah beralih ke mercon lagi. Oh, persiapan untuk mercon gitu. Iya, persiapan juga karena kan momennya cuma 1 bulan nih, Mas. Kalau kita ngonten cuma 1 bulan ya kurang maksimal hasilnya gitu. Jadi, jadi persiapan sebelum H- berapa gitu sudah mulai. Iya, kita sudah ngupload-ngupload. Jadi, nanti harapannya panennya di bulan Ramadan tapi kita produksinya mungkin 3 bulan sebelumnya. Berarti yang 2021 sekarang 2025 4 tahun ya, Mas. 4 tahun konten seperti itu tetap diminati ya, Mas ya. 4 tahun. Alhamdulillah masih ada Mas. Mungkin kalau menurutku bisa dibilang konten yang evergreen malah malahan ya. Iya kan? Itu selama di offline ya Mas, selama di offline tuh ada peminatnya. Anak-anak masih main terus musim masih berganti. Apalagi kalau Ramadan tuh kan kayak semua orang, semua anak-anak lah. Karena marketnya anak-anak ya. Jadi semua anak-anak itu kayaknya fokusnya ke mercon kalau Ramadan. Iya, kayak mancing apa yang lain mungkin udah agak Iya agak di karena kan momen 1 bulan sekali nih. Nah, saya masuknya di situ. Jadi yang optimis tuh mercon. Kalau layang-layang tuh masih ada pengaruh dari musim. Hm. Jadi anginnya gimana, musim ini, tahun ini. Jadi tiap tahun tuh lain-lain berbeda keramaiannya, minatnya masyarakat juga beda. Ada juga waktu musim la-layan ada yang hobi mancing. Nah, itu terpecah lagi tuh. Karena ternyata Mas selama beberapa tahun ini tuh dunia online sama offline tuh nyambung, Mas. Heeh. Heeh. Karena butuh kata relate tadi. Iya. Iya, iya. Gitu. Berarti kalau yang yang merchan sudah pasti optimis winning gitu ya? Iya. Optimis. Alhamdulillah juga langsung ibaratnya kalau positioning sudah di atas gitu, Mas. Untuk market anak-anak ya. Heeh. Gitu. Percaya sih, Mas. Tadi aku kan anu apa salat sama Mas Zulfa di masjid bocil langsung nyaut. I katanya tadi Mas Danang. Mas Danang salah. Salah. Tapi minimal harus hafal wajahnya itu hafal. Habis itu tapi tahu Mas Zulfalan artinya marketnya menyebar di mana-mana ya Mas ya. Betul. Ya, selama ini ya pengalaman ke main beberapa kota itu biasanya pasti ketemu yang kayak gitu. Entah dia penasaran kayak oh ini mirip apa iya enggak kia gitu-gitu cuma lihat aja. Tapi kan gelagatnya kayak kayak kenal gitu. Iya iya gitu. Saya yang selalu main Mas Zulfa terus yang selalu main jadi aktor di video itu ya yang selalu main ya dari awal karena saya kan bangun channel tuh sendiri toh Mas sendiri mungkin kameramen dibantu teman bar tapi enggak enggak yang ada tim gitu loh Mas sendiri sampai 2024 September baru bangun tim baru bikin tim karena dulu kesalahan saya gini Mas kayak saya tuh pengin nunjukkan kalau sendiri itu bisa gitu dulu egonya kan masih tinggi ya Mas tinggi kayak mungkin dengar kreator lain yang mungkin mirip-mirip sama terus dia ngetim tuh kayak ah ngetim gitu bahasanya gitu bahasanya karena belum tahu ah remeh aku bisa sendiri nih gitu dulu ternyata mentok Mas ya mentok jadi sudah mentok sudah maksimal ya peluangnya banyak ya Mas tapi kan badannya cuma satu iya iya jadi kalau mau e ke sana ke sana wah udah capek masa dari mikir ngedit semu ngupload semua sendiri properti wah ternyata ya ada mentoknya gitu. Kita kalau mau berkembang lagi ternyata butuh butuh tim. Iya, butuh yang lain. Sebelum kita ngulik timnya Mas Zulfa, Mas, kalau pendapatannya seorang YouTuber kayak Mas Zulfa gitu ya. Waduh, pendapatan aman enggak ini sampai ini? Gimana ini? Gimana? Gimana pendapatannya dari segi apa ini, Mas? Gimana maksudnya pendapatan? Dari misal dari AdSen gitu. Adsen dulu? Heeh. Dari AdSen ini apa? Langsung nominal apa gimana? Ini boleh kalau enggak apa-apa. Agak riskan kayak Mas. Agak risken. Tapi lumayan ya, Mas ya. Alhamdulillah lumayan, Mas. Ya, selama kan patokannya mungkin orang yang awam lihatnya oh subscribernya tinggi juta kan. Heeh. Betul. Tapi bukan itu kan yang dinilai yang uangnya. Betul. Viewer meskipun subscribernya tinggi tapi kalau viewers-nya sekarang kecil ya pendapatannya menyesuaikan turun juga. Jadi fluktuatif jawabannya Mas. Fluktuatif ya. Kadang naik kadang turun ya. Tergantung kitanya aja. produktif apa enggak, terus ramai apa enggak kontennya gitu. Bisa sampai 3 digit. Ee pernah. Hm. Tapi pernah average-nya enggak sampai ya? Ee kalau rata-ratanya enggak sampai, Mas. Enggak sampai. Tapi pernah gitu. Iya. Mirip-miri pecah telur lah berarti ya. Weh. Oke, nanti kita belajar juga ini. Waduh, aku sih belajar kok. Suhu ini suhu. Nah, kalau endos kayak gitu apa ada, Mas? Endor yang masuk. Aduh, kalau ini masih pertanyaan sampai sekarang, Mas. Di market anak-anak itu endorse wah. Enggak tahu ya apakah saya yang kurang belajar atau saya kurang fokus di situ. Jadi endorse tuh wah jarang banget Mas. Jarang ya Mas ya. Jarang banget. Adapun ya mungkin lebih di TikTok sih, Mas. Tapi pun juga jarang. He he gitu. Nah saya masih bertanya-tanya tuh entah nanti kita belajar ke pecah telur juga bisa. Kalau pecah telur karena marketnya bukan anak-anak kan. Nah apakah itu? Tapi ada juga kayak ee produk-produk anak-anak itu sebenarnya banyak toh, Mas? Heeh. He. Nah, itu saya juga penasaran. Hm. Nah, ini celahnya gimana gitu. Masih proses belajar juga. Berarti selain Adsen apa lagi pendapatannya? Selain AdSen kita coba di ini, Mas. Penjualan merchandis. Hm. Kayak kaos, gelang, stiker. Terus layang-layang juga pernah jualan. Ada juga pernah jualan baju koko anak gitu. Tapi ternyata itu ada tantangan tersendiri, Mas. Apa itu? Ee kan kita audiensnya marketnya anak-anak, tapi kalau kita jualan itu daya belinya di orang tua, Mas. Oh, iya. Yang menentukan beli enggaknya kan? Iya. Jadi ada challenge kedua ini. Nah, ini lagi proses memecahkan yang itu. Gimana toh caranya orang tuanya itu gampang gitu loh. Heeh. Ma, minta ini. Oh, Mas Zulfa nih. Itu loh. Nah, itu loh yang dicari tuh. Iya, iya iya. Harus penat terasi ke market orang-orang tua berarti ya. Betul. Nah. Nah. Kalau di platform lain, Mas enggak? Di TikTok ada sih, Mas. Di TikTok tuh affiliate, tapi itu masih sendiri. Sekarang lagi booming lah nih. Affiliate. Affiliate kayak gini ya. Mas maksudnya sendiri Mas Zulfa sendiri atau ya bukan tim maksudnya bukan tim karena masih ya dikerjakan sendiri gitu bukan masuk ke tim. Heeh. He he. Itu jadi masih sendiri ya. Itu alhamdulillah kadang malah dari AdSen lebih besaran affiliate-nya. Oh gitu ya. Malah gitu ya. Iya. Berapa bulan ini ya? Hmm. Affilate-nya random atau spesifik? Kalau saya, saya kan fokusnya di YouTube, Mas. He. Kalau mau random tuh butuh riset yang cukup melelahkan kalau di affiliate. Karena kan affiliate itu tergantung traffic produk juga katanya. Jadi harus riset cari produk yang viral gitu. Saya enggak enggak terlalu bisa konsen di situ. Jadi saya sudah dapat satu produk parfum. He. Dan ya udah kenal juga sama ee sellernya. Jadi ya udah fokus itu aja selama masih masih bisa ada I gitu. sempat coba-coba tapi yang lain tapi ya enggak karena enggak fokus jadi enggak enggak naik juga. Fokus di konten atau live juga affiliate-nya? Ee baru 2 bulan ini mungkin ada yang live tapi orang lain. Oh kalau freelance ya saya full konten konten. H itu lebih gede daripada AdSen berarti ya. Ya kadang-kadang lebih besaran affiliate padahal ya kadang ngonten seminggu sekali tapi buat di-upload beberapa hari gitu. Oh berarti banyak ya. Alhamdulillah aku belajar lek. Waduh sama-sama belajar ya. Mantap. Berarti pendapatan dari affiliate, dari AdSen apalagi? Iya, dari kaos. Oh, kaos dar Merchandes tadi ya. Mercedes tadi Merchandis kencang juga ya? Ee itu bulan puasa itu kayak ya udah kita bikin konten ya udah setiap konten kita masukin promosi gitu aja. Jadi setiap bikin konten pakai kaos dan nanti ada call to action-nya lah bahasanya kayak ya ini kaosnya bisa dibeli di sini kayak gitu. Nah, itu yang enggak nyangka juga waktu puasa ini terakhir 2025 itu Adsen sama kaos tuh mirip-mirip. Oh, berarti tinggi ya, Mas ya? Iya. Nah, itu enggak tahu ya. Ya, tiba-tiba jadi ke depannya mau fokus juga ke situ ini. Tapi habis lebaran enggak digarap lagi kaosnya? Ee masih sih, Mas. Tapi karena habis lebaran kita kemarin sempat off mungkin 1 seteng bulan ya waktu itu ee ini kendalanya bukan liburan sih, Mas. Waktu itu kan saya sakit kena DB. Oh ya. Karena nah ini kelemahannya kalau channel yang muncul satu orang ya, Mas. Iya. Saya sakit ada kena DB pemuliannya itu lama kan kayak masih pusing, masih ini linu-linu. Jadi ngonten apalagi ngonten mikir aja enggak enggak bisa ya. Enggak bisa jadi ya 1 seteng bulan hampir enggak upload konten itu enggak ada konten sama sekali segitu. Engak ada sama sekali. Tapi ya alhamdulillah kayak ee konten-konten enaknya di YouTube kan yang bulan-bulan kemarin naik kan masih dapat gitu. Tapi ketika kamu balik lagi ke YouTube, kalau setelah 1 bulan setengah enggak upload masih bagus view-nya? View-nya masih aman sih, Mas. Tapi itu kembali lagi ke relate tadi loh, Mas. H. Jadi kemarin nih hasil riset kemarin tuh kita kan puasa merconan ramai tuh video panjang mungkin minimal Rp150.000 ada yang R2 juta, ada yang R1 juta. Itu banyak waktu puasa konten yang sama. Nah, kemarin waktu puasa Idul Adha kita bikin lagi dua konten. Itu kan ada puasa 2 hari tuh. Nah, kita targetnya itu kita bikin dua konten yang menurutku kualitasnya malah lebih bagus daripada video-video konten yang puasa kemarin. He. Ternyata yang nonton cuma Rp2.000, Mas. Hm. Lah, kenapa kok dikit? Mungkin audiensnya sudah enggak relate. Hm. Kayak udah enggak banyak anak-anak yang main mercon setiap hari. Jadi, kayak ya enggak tahu sebenarnya apa yang terjadi di algoritma. Maksudnya subscriber R juta, Mas. Iya. Kemarin traffic bagus pas puasa. Apa karena saya off 2 bulan itu apa karena apa itu wah mas view-nya. Tapi kalau kita upload layang-layang kemarin, wah langsung naik. Karena mungkin ya masih wah karena aku kayak sok tahu ya saring-saring aja sama konten kreator kan. Siap. Karena market yang dolanan yang mainan mercon waktu Idul Adha enggak sebanyak yang Idul Fitri kan, Mas? Nah, betul gitu. Jadi jumlah orang ketertarikan audiensnya sudah berbeda. Iya. berarti ya kembali mungkin ke relate tadi mereka karena enggak main sehari-hari jadi kurang tertarik mungkin. He. Jadi kita tetap harus ternyata harus mengikuti musim. Iya. Relate ya harus sesuai musim. Betul. Kalau Mas Zulfa sendiri berarti sudah menganggap atau menjadikan konten kreator ini sebagai sebuah kegiatan atau usaha yang akan diteruskan sampai nanti ya Mas ya berarti ya. Iya. Sekarang sudah full time content creator dari desa ya. Sudah sama Mas. Kita juga dari desa Tulungagung. Heeh. Sama berarti ya. He kita Pak Dew anu ya Mas gimana buat perkumpulan? Weh siap itu. Semangat saya Mas. Perkumpulan buat perkumpulan anu Mas konten kreator desa boleh. Menarik enggak? Menarik. Jadi nanti kalau teman-teman mau silakan komen mau nanti kita bikin. Siap. Kayaknya banyak juga Mas yang butuh Mas yang butuh banyak juga sebenarnya pelakunya itu sebenarnya banyak Mas. Tapi karena mencar dan kurang komunikasi dan belum ada yang meraketkan gitu loh, Mas. Belum ada yang mengawali atau bikin apa gitu. Jadi ya sebatas kenal kalau enggak lihat-lihat gitu-gitu. He. Jadi ya menarik ya, Mas ya. Mungkin biar orang-orang desa seperti kita lebih terperdaya. Betul. Kenapa kembali ke desa? Karena ya tujuannya nanti ya untuk desanya juga sih, Mas. Iya. Nah, sekarang malah menurutku anu, Mas, eranya era di desa itu menguntungkan. Oke. Orang tinggal di desa itu menguntungkan karena apa? Jadi kan hari ini kalau kita lihat kan persaingan semakin banyak. Betul. Di desa sama di kota lebih survive-nya itu masih tinggi di desa. Iya. Iya kan? Ibarat kita bikin tim OMR-nya rendah. Oke. Gaya hidup kita juga rendah dibanding dengan di kota. Jadi ibarat tahan-tahanan ketahanan ketahanan orang desa itu lebih tinggi daripada orang kota. Oke. Oke. Dan peluangnya sama. Nah, itu tadi loh, Mas. Peluangnya sama. tinggal mau apa enggak itu loh, Mas. Jadi sekarang tuh agak apa ya khawatir bukan khawatir keresahan itu kayak gini ee teman-teman seumuran kan banyak yang merantau nih. He. Tapi kalau ditanya sebenarnya mereka merantau tujuannya apa? Kan tujuannya untuk orang rumah kan sebenarnya sama bertahan hidup. He. Jadi ada pertanyaan kalau misal pulang di rumah atau merantau dengan penghasilan sama mereka pilih di rumah pasti Mas. He gitu. Jadi kita coba bikin itulah penginnya sih ke arah situ supaya apalagi seperti kalau sudah Mas Zulfa ini mungkin sama yang yang lungo tadi yang apa merantau tadi sama penghasilannya Mas Zulfa lebih gedean Mas Zulfa sekarang. Alhamdulillah. Amin. Mas Iya iya iya iya. Jadi ya pengin ngajak teman-teman yang merantau gitu tapi kan kalau kita ngajak aja kan enggak bisa. Kita harus punya sesuatulah minimal untuk membantu mereka karena butuh bertahan hidup kan. Usia berapa sih, Mas? 24 saya, Mas. Oh, masih baru ya? Masih baru. Masih muda. Sor sori. Masih muda maksudnya, Mas. Sudah belum berkeluarga kan? Belum. Oh, belum. Masih single. Masih single. Siap. Iya. Nah, Mas kalau ke depan Mas dalam waktu singkat mungkin apa yang akan Mas Zulfa lakukan untuk menunjang konten atau apa? Terobosannya apa lagi ini? Oke, kalau sekarang lebih fokus ke timnya dulu sih, Mas. Karena tim kemarin terbentuk dan itu sudah dekat dengan Ramadan. He. Jadi kita fokusnya ngejar Ramadannya, enggak sempat mikir tim ini bagiannya apa, ini apa. Jadi kelemahannya sekarang tuh masih di internal. Jadi kayak semuanya tuh masih pusat satu orang, Mas. H masain sendiri semua. Iya. Jadi statusnya tim itu masih membantu gitu-gitu. Dan saya kan enggak ada pengalaman bekerja sama orang ya, Mas. He. Belum pernah bekerja. Terus di organisasi SMA kuliah kayak gitu belum pernah jadi ketua ibaratnya pemimpin kayak itu enggak pernah. He. Nah, sekarang saya harus berhadapan dengan situasi yang kayak gini. Mau enggak mau saya kan leadernya. He. Terus saya juga harus tahu posisi mereka ikut saya itu kayak gimana ini. Jadi, masih banyak banget yang perlu dipelajari dari saya pribadi dan juga dari tim kita masih ibaratnya kalau bisa dibilang kalau tim tuh masih ya urut-urut ke sana, urut-turut sana belum ada ya jobd yang jelas pembagian. Kemarin sudah mulai tertata tapi kita masih belajar-belajar lagi gitu, Mas. Mantap. Ini tadi timnya juga ikut di belakang ya. Jadi sambil kita omongin mereka ya Mas ya. Betul. Iya. Jadi biar mereka ada referensi gitu loh Mas diajak itu. Nah maksudnya dulu waktu mengangkat tim itu atau merekrut tim itu apa basicnya atau dasar pengambilan oh ini untuk tim ini untuk tim ini itu apa? Dulu kebutuhan aja sih Mas kayak oh aku sekarang pengin ngetim apa waktu yang paling banyak menyita kayak gitu. Jadi editor kita cari editor dulu terus waktu itu properti masa mau ngen aku harus bikin sendiri gitu-gitu itu kan bisa di di diwakilkan orang iya kita bikin properti kayak gitu terus kalau kameraman kan pasti kalau dulu masih pakai tripod Mas sering ya jadi kayak ditinggal gitu kita lari-lari gitu ya iya betul kita kalau main mercon kan di diam kalau layang-layang saya yang jadi kameramennya malahan gitu yang main siapa berarti orang lain ee kalau di rumah bocil-bocil tak suruh nerbangin. Tapi kalau keluar event-event ya tinggal saya dokumentasi event baru nanti diedit sendiri. He. Terus diupload. Jadi fokusnya ke tim sih, Mas. Jadi itu kan enggak ada dasar untuk merekrut sana nanti ke depannya gimana kan belum ada. Nah, sekarang kita coba bareng-bareng. Heeh. Mantap. Jadi memang kalau tim di kreatif itu agak anu sih, Mas ya, apa berbeda-beda tiap-tiap perusahaan apa tiap-tiap kreator itu berbeda-beda. Betul, Mas. menyesuaikan dengan kebutuhan juga. Enggak yang bisa yang dipasti gini-gini gitu. Kayak sempat belajar teori, oh bikin tim gini-gini. Oh, ternyata emang harus penyesuaian. Enggak bisa. Meskipun sama-sama contonent kreatornya di sana sudah ada tim kita belajar pulang ya enggak bisa langsung diplug and play gitu dicopy paste. Jadi harus diadjust juga dengan kebutuhan kita. Kalau ini timu ini berangkat dari teman-temanmu atau orang luar? Teman-teman semua kayaknya hampir semua. Satu yang lewat rekrutmen. Oh cuma satu. Karena kita enggak dapat editor, enggak dapat-dapat ya kita open recruitment. Ternyata cuma beda dusun apa beda desa. Oh, satu kecamatan. Jadi dekat semua. Heeh. He he. Paling jauh 5 menit mungkin dari rumah. 5 menit. Iya. Itu dekat, Mas. Heeh. Berarti anu ya, Mas ya, berbeda sekali dengan saya ya. Oh, gitu ya. Kalau saya tidak ada orang terdekat. Jadi Heeh. Jauh-jauh dan murni orang lain. Jadi rekrutmen semua. Oh, karena biasanya kan saya belum punya apa ya, belum punya keberanian rekrut orang karena saya enggak tahu kayak orang ini datang ke sini kerja itu harus saya apain. Maksudnya menjamunya ininya kan saya belum profesional, Mas. Kalau saya ngerekrut orang-orang yang mungkin memang benar-benar niat kerja dan dia sudah tahu profesional, mungkin dapat leader kayak saya juga malas, Mas. Kayak ya kan enggak tahu mau ngapain gitu loh, Mas. Enggak jugal lah. Masa malas kayak Oh, mungkin dia kan tahu profesional. Oh, leader itu harusnya gini gini gini lah. Kan saya belum tahu, Mas. Saya kan masih belajar. Jadi saya rekrut teman-teman sekitar yang saya ajak ee ini kalau di sini kita bareng-bareng kalau cuma cari duit ya ini mungkin masih standar enggak bisa. Tapi kalau mau belajar pengin tumbuh bareng makanya saya cari yang mungkin masih seumuran lah. Mas ee lebih enak juga ya. Dan masa depannya masih panjang juga. Betul. Betul. Karena emangnya penginnya bareng-bareng gitu loh, Mas. Enggak yang sendiri gitu. Cuma challenge-nya karena channel-nya sudah besar ya kita gap-nya itu loh Mas. Timnya kan baru tunggu nih tapi channelnya sudah besar kan kayak kejar-kejaran gitu Mas. I kayak gitu. Itu bahasa organisanya tergopoh-gopoh. Nah itu dia. Oke. Enam orang ya berarti enam orang sama host Life dua orang berarti delapan. Apa tadi yang dua orang? Host left. Oh host live yang affiliate. Betul. Aku malah penasaran sebenarnya Mas Zulfa ini itu dulu dari keluarga seperti apa. Oh, background-nya gitu ya. Background-nya itu dulu keluarganya mungkin cukup ya, Mas. Karena Bapak kerjanya di pasar tradisional jualan pakaian. Oh, ya. Jualan pakaian ya sandang pangan gitu loh, Mas. Eh, kok sandang pangan? Sandangan. Sandangan. I sandang baju semua. Kain juga ada. Pulaknya dari Solo. Kalau ibunya penjahit. Oh, penjahit di rumah. Tapi penjahitnya bukan dijual di pasar. hasil jahitannya. Tapi ada yang datang itu loh, Mas. Penjahit-penjahit rumahan. Berarti antara Bapak dan Ibu tadi bukan di bidang yang sama. Maksudnya bidang yang sama yang jahit ibu, yang jual Bapak bukan ya? Bukan, bukan. Jadi beda-beda kayak gitu. Jadi Ibu menjahit pakaian untuk orang lain, Bapak mengambil pakaian dari Solo. Betul. Dari Solo kayak gitu. Jadi kalau finansial ya alhamdulillah cukup kayak gitu. Tapi karena e mungkin didikan orang tua ya, Mas. Jadi dulu itu kayak semuanya dipresin gitu. Mungkin karena aku lihat basicnya orang tahu juga hemat-hemat gitu loh, Mas. Iya. Iya. Iya. Mungkin kalau bisa saya bilang Bapak itu mungkin terlalu hemat mungkin karena maksudnya penjual baju ya Mas. Bajunya ropek loh. Enggak diganti, Mas. Tetap dipakai kadang gitu. Cobek dikit terus kadang ada ini disuruh jahit ibunya. Enggak yang orang yang mudah beli gitu loh, Mas. Ee jadi benar-benar ditekan kayak gitu. dulu awal ee SMP kan kita dikasih motor, dibeliin motor lah buat sekolah gitu. Jadi enggak dibilangin mau beli motor minta apa gitu, enggak. Tiba-tiba udah datang aja Supra, Mas. Supra ya? Supra 12 25. Nah, tapi kan sebagai anak muda waktu dulu ya, Mas. Waktu itu kan minimal kalau dianggap keren itu kan Jupiter waktu dulu. Iya. Kalau paling keren kan Satria Fu. Tapi kita dikasih Supra gitu. Jadi kayak wah ini Supra buat orang-orang ngarit kayak gitu kan bahasanya. Minimal bat lah minimal tapi ya sudah dikasihnya disuruh pakai gitu. Jadi mementingkan fungsi. Oke. Itu masih sempat ada penolakan tuh waktu SMP kayak ah enggak maulah ngc aja gitu enggak mau pakai. Tapi akhir-akhir karena sudah kelas 3 ada les ya pakai iya pakai. Tapi setelah lulus SMP. Nah waktu itu baru ngertinya di situ. Apa itu? Oh, ternyata kayak enggak apa-apa loh pakai Supra gitu loh. Tetap ada teman tetap ya kayak ya hidup normal aja enggak harus yang ngikutin yang lain. Motornya dipreteli, di ini beli segala macam, enggak. Jadi dipres kayak gitu. Nah, Supranya itu sampai sekarang masih Mas. Jadi SMP, SMA itu sudah ketagihan Supra kayak ee gengsinya itu sudah enggak ada, Mas. Kayak aku malah lebih gengsi aku pakai Supra, tapi standar sosialnya kita sama. Enggak jauh temannya itu. Enggak jauh sama yang motornya keren-keren gitu loh, Mas. Berarti kan bukan motornya, tapi orangnya. Nah, saya malah lebih semangatnya di situ. Jadi, SMA full pakai Supra, kuliah pun dikasih motor enggak mau Supra sampai lulus. Sampai sekarang saya belum beli motor lagi. Masih pakai Supra. Tapi beli mobil lah ya. Amin. Soalnya pakai ke sini kan pakai mobil. Iya. Itu mobilnya Bapak. Iya. Jadi masih kayak gitu. Uang saku bareng juga pun dipres juga sih, Mas. Oke. Oke. Sebenarnya dikasih, tapi kan saya enggak berani minta. Dikasihin kalau kurang minta, tapi saya enggak berani minta gitu. Jadi mungkin didikan dari situ jadi sampai sekarang masih kebawa gitu. Berapa bersaudara sampean? Dua, Mas. Hm. Sama adik? Sama adik. Iya. Iya. Gitu. Berarti memang dari keluarga ya biasa-biasa aja begitu ya. Iya. Justru dari situ malah mungkin jadi kayak sekarang gitu loh, Mas. Enggak yang kuat begitu ya anunya mentalnya kuat. Iya. Eng enggak yang kalau pegang uang tuh enggak langsung keluar gitu loh, Mas. Ibaratnya karena kan ee waktu itu gaji UMR gitu terus naik naik naik gitu kan kayak mungkin ee beberapa temanku kalau dapat uang banyak kan keluarnya cepat gitu Mas. Iya. Iya. Gitu. Jadi wah alhamdulillah masih aman enggak yang langsung beli-beli apa gitu. Pengelolaan keuanganmu berarti gimana? Ee sekarang atau dulu nih Mas? Dulu dan sekarang. Oh iya. Kalau dulu itu ee uang masuk itu tak anggap kayak bukan uangku gitu, Mas. Oh, gitu. Iya. Malah justru gini, Mas. Kalau belum ada uangnya kita kan ada rasa pengin. Heeh. Tapi belum begitu uangnya masuk sudah enggak pengin, Mas. Gitu ya. Iya. Enggak tahu ya kenapa senang aja gitu loh. Uang masuknya sudah senang. Jadi rasa keinginannya sudah sudah hilang tergantikan dengan uang masuk itu. Terganti uang yang masuk itu gitu. Terus uangnya di ditaruh di ATM atau di rekening gitu aja? I di ATM karena belum paham apa-apa kan, Mas. ditaruh di situ gitu. Jadi masih senang aja gitu gitu. Dan ada di titik kayak gini, Mas. Kebutuhan kan mungkin maksimal ngekos di Jember itu ee Rp3 juta lah. Itu paling boros waktu itu. Tapi uang masuk sudah R10 juta gitu tiap bulan. Nah, itu kayak sudah ngerasa jenuh gitu, Mas. Hm. Jenuh? Jenuhnya apa ya? Kayak ee kita kan kebutuhannya R juta nih, aman. masuk misal tu ee stabil tuh. Nah, ketika naik itu baru senang, Mas. Jadi di tuju masuk itu sudah enggak ngerasa dapat uang. Oh, itu kayak ini ya wis kadang malah lupa tanggal ini ya. Karena kan enggak butuh kayak seolah-olah enggak butuh gitu. He masih ada yang kemarin. Iya, masih ada juga. Jadi enggak enggak ada tanggal gajin, enggak apa enggak tahu pokok masuk-masuk jadi flat gitu. Nah, begitu naik baru senang. He. Baru muncul senangnya. Weh, naik kayak gini. Tapi pas turun Mas panik ternyata. Kenapa ya itu? Nah, aku bertanya-tanya itu. Kenapa ya kok gini iniominal segini loh. Apa jangan-jangan yang di tingkat 1 M, 10 M, 1T itu apa? Kayak gini juga rasanya gitu. Iya. Iya. Nah, dari situ saya bertanya-tanya, "Oh, ternyata kalau dari nominal kita cuma hidup berpatokan nominal tuh mungkin ke depannya di nominal berapa pun kayaknya mungkin kayak gini deh. Oke, gitu. Itu pemahaman saya ya pribadinya. Iya, bagus itu, Mas. Aku sangat menarik pemahaman baru itu. Kayak gitu. Iya. Lanjutkan, Mas. Heeh. Jadi dari situ, wah ternyata enggak bisa loh cari nominal sampai berapap pun sampai kerja mati-matian pun. Kalau patokannya cuma nominal ya kayak hampa gitu loh, Mas ya. Kayak tadi stabil hampa, naik senang, kalau turun panik. Betul. Iya. Jadi ya enggak maulah aku kayak gini. Jadi aku cari kesenangan yang lain gitu. Ternyata ketemunya di kayak, "Oh, ternyata aku orangnya pengin bermanfaat gitu loh, Mas." Hm. Pengin ya enggak hanya sekedar uang. Uang tetap penting ya, Mas. Tetap penting kita mengejar ya. Tetap pentinglah. Heeh. Semua orang juga mengakui itu penting. Tapi kalau dari saya lebih utama ke manfaat gitu loh, Mas. Jadi kalau misal nih kan kan tadi flat. Heeh. Kalau naik senang, kalau turun kan panik. Supaya turunnya ini enggak panik, minimal waktu turun kita sudah ngerasa wah sudah bermanfaat ini, sudah berguna, sudah ini. Jadi ya tetap senang aja. Sama ini Mas kita ngasih 1.000 sama kita ngasih 1.000 itu kalau saya pribadi ya senangnya sama, Mas. Heeh. Nah, itu yang oh ternyata enggak butuh yang jadi saat kita down itu kita ngasih 1000 kita senang ngasih Rp100.000 kita juga senang gitu. Jadi enggak berpatokan di nominal. Nah, sekarang kalau keuangannya di situ pegangannya. Berarti oke berarti di-hifting ke manfaat ya biar betul ke ketergantungan kita kepada nominal itu berkurang gitu ya. Iya gitu. Enggak yang wah ambisius tapi lupa apa ya enggak. Manfaat apa sing kemudian bisa kok deskripsikan di minum dulu, Mas? Oke. Oke. Siap. Tak forsir pertanyaan terus ya. Oke. Nah, kan manfaat nih, Mas. Jadi saya ee amazing pemahaman tentang keuangan tadi yang kemudian kita berpatokan pada nominal itu juga saya rasakan. Oh, gitu. Iya. Dan aku cukup Oh, ya betul juga ya. Dan ee misal kayak gini, kita berpatokan angka sekian. Ketika dapat angka sekian, ya memang rasanya sudah enggak ada karena kita sudah biasa dapat sekian. Heeh. Tapi kalau turun w wah kayak panik. Apalagi kita seorang entrepreneur ya, pengusaha apalagi seorang konten kreator. Enggak pasti. Iya. Bahkan sempat dulu aku kayak di masa-masa yang turunnya itu sangat terus-menerus, Mas. Oh, turun. Jadi turun turun turun turun turun. Kita apakah ini akhir dari channel ini ya gitu ya. Apakah ini apakah kita harus berganti ke yang lain ya gitu. Oke. Padahal mungkin secara apa ya secara dompet atau secara kita kehidupan juga masih biasa. Betul. masih bisa hidup gitu loh. Cuma betul future-nya itu sudah wah pikiran juga kacau. Iya kacau itu jadi overthinking berarti. Betul. Nah tapi kayaknya bagus juga itu di shifting ke manfaat dan saya juga melakukan itu. Oh iya. Jadi misal kayak kita sudah bikin video kan effort ya Mas ya. Betul. Seharian dua hari itu bikin satu video ternyata view-nya sedikit enggak ngover kan untuk operasional ini kan. Betul operasional waktu juga kan waktu juga. Terus tapi kadang-kadang ada yang komen gitu kan, "Alhamdulillah ini video yang saya cari bermanfaat dengan keadaanku atau aku sudah nyari beberapa video tentang ini kok enggak ada tapi ketemunya di sini." Nah, kayak itu kan sudah kayak wis terbayar gitu, Mas. Betul. Yo sebenarnya juga nelongso tapi ketika enek sing ngono kuwi malih rada ketambahanan minimal ada semangat lagiah. Semangat lagi gitu. Soalnya kan sebenarnya sudah aman ya tadi sudahudah aman karena sebenarnya enggak yang kita khawatirkan future kan. Betul ya. Kalau untuk hari-hari mungkin berapa bulan ke depan kan sudah aman. Masih aman ya kayak gitu. Terus jadi kalau berhubungan dengan manfaat tadi pertanyaan manfaat manfaat yang nyata atau yang sekarang mau diambil gitu ya Mas. Nih kalau ee secara pribadi ini ada dua kan Mas pribadi sama akun nih. Kan kita kalau follower sudah segitu kan kayak minimal oh ternyata omongannya itu didengar kayak gitu-gitu loh Mas. Betul. Betul. Jadi kita kalau pribadi itu lebih itu tadi kenapa kok ke desa gitu? Karena kalau ke kota mungkin nilai manfaatku enggak mungkin sebesar kalau aku pulang ke desa gitu. Jadi mau ngapain di kota gitu? Mungkin networking semua, akses dan lain mungkin lebih cepat dan lebih cepat besar ya. Tapi nilai manfaatnya itu kalau mungkin aku ngerasa bakal lebih manfaat ketika di desa. Hm. Gitu. Sekarang mungkin belum ya, Mas. Karena kita masih fokus ke sendiri dulu. next-nya mau penginnya itu ya minimal lingkungan lah. Lingkungan nanti mungkin bisa melebar-melebar kayak gitu. Itu kalau yang pribadi. Heeh. He gitu. Terus yang untuk channel mungkin lebih ke ini sih sekarang Mas ee ada keresahan juga kayak weh konten-konten anak-anak sekarang tuh wah pada ngawur-ngaur gitu. Aku lihat wah semuanya cari uang di sini. H gila enggak mementingkan dampaknya gitu loh Mas. Oke. Banyak sekarang konten AI Heeh. yang kemarin ramai tungtung saur tapi ceritanya tentang wah ngeri-ngeri Mas pembunuhan inilah perampokan terus ini ini. Wah kayak wah enggak bagus nih kayak dampaknya Mas kalau dampaknya bahaya gitu ya. Iya kalau nominal gitu apalagi anak-anak tuh Mas. Anak-anak kan masih panjang. Iya pikirannya juga kan masih iya masih labil masih gampang di pengaruhi juga dimasuki juga dan weh kalau tontonnya kayak gini nanti gimana gitu. Dan sekarang kan sudah beberapa kejadian juga kan. Anak-anak sekarang kan lebih tanda kutip, lebih toksik. He bicaraannya lebih ini ada beberapa yang baik juga ketemu juga ada unggah-ungguh baik tapi banyak gitu loh, Mas. H. Jadi sekarang penginnya lebih ke konten anak-anak tetap karena emang marketnya di anak-anak tapi kita coba pengin yang lebih positif gitu. Heeh. Heeh. Meskipun ya kelihatan cuma bermain gitu, tapi kita ada sisi-sisi positif yang kita coba gaungkan di sini. Entah sesimpel makasih, minta tolong, terus sopan santun kayak gitu. penginnya ke arah situ sekarang dan kita coba mengangkat permainan tradisional. Jadi itu jadi combo yang mungkin kita coba agar berdepan ya. Tapi ya tantangannya Heeh. banyak juga. Apakah diterima ya kita coba juga. Iya. Itu sebuah challenge yang besar, Mas. Karena betul ee apa ya? Karena yang biasanya yang asik-asyik yang kayak gitu kan mudah diterima. Tapi misimu itu gede gitu ya. pengin mengembalikan mainan tradisional dan mengedukasi anak-anak, menanamkan karakter yang baik. Betul. Luar biasa. Betul. Gitu, Mas. Karena ya kita yang tim itu, Mas yang sama-sama disepakati itu kita ke depannya mau jadi Bapak loh. He betul. Betul. Masa sekarang anak-anak dibuat kayak gini, nanti anak-anak kita gimana gitu. Itu minimal kita coba menanamkan kebaikan lah, Mas. Tapi view apa grafik kan tetap dikejar. Tapi dengan kita coba shifting ke agak yang lebih positif kita tipis-tipis gitu sih, Mas. Heeh. He gitu. Mantap, Mas. Keren. Ternyata Mas Zulfat berpikirnya sangat panjang gitu ya. Keren. Keren. Kalau anu Mas ya minum dulu. Kemarin kayak sempat juga berkolaborasi dengan Mas Deni Caknan ya. Wah itu 2023. Oh 2023 ya. 2023 apa 2024 ya? Aduh, enggak lupa aku, Mas. Puasa pokok waktu itu. Oh, ya. Waktu itu dikontak sama teman juga. Teman yang dekat sama Mas Deni. Oh, teman. Jadi, ayo main video klip butuh tel ini. Karena kebetulan tema musiknya itu Ramadan. Oh. Dan ada scene ngabuburit kayak gitu loh. He. Jadi mungkin ee yang temanku enggak tahu gimana, aku enggak tahu proses kreatifnya. Mungkin aku cocok gitu loh. Mungkin. Nah, waktu itu diajak itu sebenarnya kabol kayak Deni Caknan fat youtuber Ngawi gitu, Mas. Dan kita dari Ngawi. Mas Deni itu coba mewadai itu. Heeh. Mas Deni Ngawi juga kan? Ngawi juga. Cuma Mas Deni kota saya di desa. Desa I. Kayak di Ngawi itu juga apa? Adakah perkumpulan YouTuber begitu? Ada sih, Mas. Ada grupnya juga ada yang main anak-anak juga ada sih, Mas. Konten anak-anak juga banyak yang dapat gold silver juga udah banyak sebenarnya. Tapi mainnya short. Kalau saya kan video panjang juga. He. Kalau video panjang dikonten anak-anak di Ngawi dua. Hm. Saya sama Mas Yoga Gembul itu termasuk guru saya lah. Oh. Tinggi juga subscribernya. Subscribernya 2 jutaan. H. Itu dua channel 2 juta semua kayaknya. Hm. Siap gitu. Mantap. Kalau Iya minum dulu, Mas. Kalau short juga anu ramai juga, Mas secara income? Ee secara income juga bagus sih, Mas. I kalau short tu menurut kalau yang saya lakukan ya, Mas, saya kan fokusnya rata-rata ke kayak kualitas gitu loh, Mas. Bukan yang upload banyak gitu loh. Upload mungkin sehari satu atau enggak seminggu berapa gitu. Tapi yang menurut saya itu wah ini harus ramai nih. Hm. Gitu. Jadi waktu short tuh meledak saya di 2023 sih, Mas. Hm. Nah, itu gara-gara itu juga R juta itu mungkin kemaikan dari short. Dari short ya? Iya. Ada satu video short saya itu yang subscribe-nya sampai 2 juta, Mas. Satu video aja. Satu video. Oh. Oh, video itu ditonton berapa juta? Berapa ya? Mungkin eh berapa? Lupa aku. 80 apa berapa? R juta. Sekitar segitulah. Main layang-layang mercon waktu itu. Iya. Layang-layang juga ada tapi enggak sampai yang R jutaan. Mungkin R juta itu ada mungkin. Memang naiknya subber itu dari short, Mas. Hm. Jadi, I adanya short tuh mungkin kayak wah subber besar, subnya besar gitu. Tapi emang itu jalurnya lewat short. Hm. Gitu. Tapi saya kan main satu channel main dua jalur short main panjangnya juga main gitu kan ada juga yang berpikiran atau paradigma yang mengatakan kalau short akan menggantikan apa bukan menggantikan ya kalau yang video panjang aktif kemudian kalau short juga aktif akan kayak disaingi gitu loh apa heeh kayak ya pasti kalah salah satu gitu ya kalah kalah salah satu benar enggak seperti itu itu aku dulu sempat kepikiran juga kayak gitu jadi dulu saatku enggak jarang upload ya berapa paling masih lima atau 10 tak biarin aku fokus video panjang ternyata dari lima itu meledak Mas. Hm. View-nya naik terus kencang. Ya udahlah kita upload short gitu. Nah, puncaknya di 2023 itu aku upload dua-duanya. Bahkan video panjang itu seminggu sekali, Mas. He. Tapi tiap hari itu upload short. Hm. Tapi video-video panjangnya itu ramai juga, Mas. Sampai jutaan 500, Rp300.000 gitu. Mungkin karena musim juga waktu itu, musim layangan meledak di tahun 2023 itu. H. He. Jadi dapatnya banyak dari situ dan itu jalan dua-duanya. Shortnya jalan, panjangnya jalan. Dan kelebihannya Mas, short itu bisa marketing video panjang gitu loh. Ya, kayak nanti pengin kalau yang pengin panjang lihat yang panjang gitu ya. Betul. Jadi kita bikin cuplikan tapi bukan yang marketing banget. Kita tetap kayak ini harus seru, ini harus ramai tapi kayak ada call to action aja lah kayak ee ini full-nya nanti di sini ya. Bukan yang di setengah-setengah nanti di-cut full-nya di sini. Enggak. Itu penonton mungkin kecewa ya kalau itu yang saya rasakan. Hm. malah enggak maksimal gitu. Tetap satu video saja harus menghibur, harus ini, harus puaslah penonton. Setelah puas nanti dikasih aja kalau full-nya di sini gitu. Entah mereka nonton apa enggak ya. Kita kan sudah dapat dari short nih. Iya, betul. View-nya, pendapatannya juga sudah dapat. Jadi itu bisa combo. Apalagi sekarang ada affiliate juga di YouTube, Mas. Iya, di Shopee kan. Nah, betul. Itu kan short-nya juga bisa affiliate juga. Nah, affiliate-nya itu kaosnya produknya sendiri ya. Jadi, kita coba muter-muter di situ aja. Heeh. Kerenkeren. Oke, Mas. Ini sudah hampir sejam juga. I closing statement dari Mas Zulfa. Waduh, apa nih? Closing statement. Terakhir, terakhir mungkin untuk pesan-pesan teman-teman yang masih muda ya, Mas, gitu. Jadi ee coba yang masih belum menemukan dirinya itu ada di mana coba dicari dulu. H selesaikan dulu dengan diri sendiri. saya sudah menemukan, oh diri saya cocoknya di sini dan ternyata jalannya meskipun banyak tantangan itu kita masih kuat gitu, Mas. Tapi ada kayak sedikit eh kenapa enggak dari dulu gitu carinya? Kenapa enggak dari dulu nemunya? Misal dari SMP, dari ini, itu kan kita bakal lebih gede lagi tuh. Heeh. Nah, tapi ini bukan yang telat ya, karena mungkin yang seumuran itu masih masih panjang perjalanannya ya, Mas. He. Nah, itu mungkin bisa dicari jati dirinya sebenarnya di mana, sukanya di mana, gitu. Kalau sukanya bekerja, ya bekerja sungguh-sungguh gitu. Dan jangan lupa belajar setiap hari. Baik gitu. Terima kasih. Perlu tentang uang tapi tetap belajar nanti uang mengik
Resume
Categories