Kunci Sukses Ternak 700 Sapi Dengan Sistem Integrated Farming
TYH71gYkHEg • 2025-05-30
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Sekarang kalau ngomong privilege, kalau
privileg-nya itu dari sisi materi,
bahkan sampai sekolah pun tidak mampu,
cuma sampai SMP itu dari sisi materi
saya sama sekali tidak dapat.
kita ada program untuk membantu
warga-warga yang kurang mampu itu. Jadi
kita tanam padi biasanya kita bagikan
setiap bulan itu sekitar 1,5 ton beras
sebulan kita bagikan ke warga-warga yang
menurut kita kurang
[Musik]
mampu. Kalau Pak Prabowo beli di sini
itu kebetulan ada tim dari kepresidenan
untuk mencarikan hewan kurban. Mungkin
ya dengar-dengar ada kandang di sini.
Mungkin salah satunya dengar dari
channel pecah telur juga kita kan enggak
tahu. Tapi tiba-tiba ke sini nyari untuk
Pak Prabowo. Dan itu suatu kebanggaan
juga untuk peternak seperti saya ini
orang nomor 1 RI bersedia ambil beli
sapi korban di kandang kita. Sebenarnya
kalau untuk Pak Prabowo enggak usah
dibeli, diminta pun saya kasihkan.
Iya.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Nama saya Muhammad Rofiq
selaku owner Irfai Group. Ini usahanya
apa aja? Yang paling kelihatan kita di
properti, Mas. Peternakan. peternakan
yang kita integrasikan di perkebunan
seperti yang pernah kita liput
sebelumnya ya untuk mendukung
propertinya kita untuk bahanbahan baku
beberapa kita juga sudah bisa produksi
sendiri contohnya kayak genteng galvalum
puffing mesin pemecah batu juga kita
sudah jalan doakan aja ini kita mau
project baru untuk pembuatan gul gula
merah lini usaha yang paling saya
senangi itu perkebunan sama peternakan
Mas kalau cuannya paling banyak di
properti paling senang kita di
peternakan sama perkebunan itu yang saya
paling senang. Pasca Mas He. Apa yang
dirasakan?
Ee yang pasti yang pertama makin
terkenal, Mas. Makin terkenal tapi jadi
nambah kerjaan saya jenengan. Jadi saya
malih sering disuruh ngisi di
kampus-kampus diundang untuk ngasih
pemaparan-pemaparan di seputar usaha
peternakan sama perkebunan. Karena
kebetulan banyak yang tertarik. Kenapa?
Karena perkebunan dan peternakan ini
saya integrasikan. Jadi ekosistemnya
benar-benar saya bentuk biar enggak ada
limbah lah, Mas. Jadi memang harus kita
integrasikan antara perkebunan dan
peternakan. Sakjane yo gak PD, Mas.
Bayangkan loh kita sekolah lulusan SMP
terus suruh ngasih materi ke
mahasiswa-mahasiswa itu. Tapi ya saya
sampaikan ya apa yang saya jalani bulu
hilirnya. Jadi untuk limbah dari
peternakan itu apa sih? Kan kotoran
sapi. Nah itu kita manfaatkan, kita olah
jadi produk pupuk cair organik itu kita
bawa ke kebun untuk mupuk perkebunan
nanas saya. Baliknya dari perkebunan
setelah dipanen, limbah panen contohnya
kayak pohonnya nanas itu kita kembalikan
ke kandang untuk jadi pakan ternak lagi.
Jadi benar-benar kita enggak ada limbah
yang terbuang. semuanya kita manfaatkan
dan di situ alhamdulillah bisa menekan
biaya
[Musik]
perkebunan dulu apa peternakan dulu,
Mas? Kita dulu peternakan dulu.
peternakan. Terus aku mikir kalau cuma
peternakan aja ini kurang optimal
menurut saya. Akhirnya peternakan jalan
1 tahun enggak sampai 1 tahun mungkin 6
bulan kita bikin perkebunan. Dulu pakai
rumput gajah. Rumput gajah kan kita
tanam khusus untuk pakan sapi. Tapi
kalau aku pakai bonggol nanas, buahnya
nanas kan tetap ada nilai ekonominya.
Jadi bisa mendapatkan dua manfaat saya
gitu. Apa yang perbedaan paling
signifikan? Perbedaan paling signifikan
ya jelas di biaya, Mas. Karena kalau
rumput kita kan lahan kita tanami ya
sudah yang dipanen kan cuma rumputnya
aja. Tapi kalau tak campur dengan nanas
saya kan masih bisa panen nanasnya.
Limbahnya nanas bisa untuk pakan sapi.
Perbedaannya di situ. Terus untuk
produksi susunya juga kita kasih pakan
cuma rumput sama kita mix dengan rumput
odot gajah atau sejenisnya itu dengan
pohon nanas. itu hasil susunya lebih
bagus yang dicampur dengan pohon nanas.
Kalau untuk sapi potong ADG-nya juga
lebih bagus karena kebetulan seratnya
dinanas itu tinggi sekali jadi lebih
bagus dicampur bonggol nanas. Iya. Jadi
untuk kebutuhan lain kita tetap kasih
pakan tambahan ya. Tetap kita kasih
konsentrat, tetap kita kasih bubur
jagung. Jadi kalau biasanya sapi itu
cuma dikasih limbah jagungnya, kalau di
sini enggak, Mas. Biji jagungnya. Jadi
saya tanam jagung itu khusus untuk pakan
tambahan sapi. Jadi kita
olahnya biji jagungnya itu nanti kita
masak jadi seperti mirip nasi ampok.
Nah, itu kita kasih ini sapi juga. Dan
itu untuk pertambahan ADG-nya sama
kualitas dagingnya bagus dengan saya
coba-coba pakai jagung itu komposisinya
selain pakan hijauan ya. Hijuan itu tadi
terdiri dari bonggol nanas sama rumput
gajah. Kita kasih pakan tambahan berupa
konsentrat, terus gamblong. Gamblong itu
apa ya nyebutnya? Onggok. Ampas singkong
itu loh, Mas. E terus sama jagung itu
tadi. Saat ini kita ada 700 ekor
termasuk sapi perahnya. Dan doakan aja
kita ada projek lagi untuk penambahan
populasi sapi perah. Harapan kita akhir
tahun nanti kita mau impor 1000 ekor
sapi perah dari Australia. Nanti kita
impor. Kebetulan dibantu juga dari
Dirjen Peternakan. bagi waktunya.
Sebenarnya kalau saya sih fleksibel aja
sih, Mas. Jadi, karena kebetulan di
setiap lini usaha itu ada orang-orang
kepercayaan saya. Jadi, mungkin saya
kalau enggak sempat datang kontrolnya ya
tinggal tanya lewat WA atau telepon gitu
sih. Jadi, ya enggak terlalu ribet juga
sebenarnya. Sing nyawang ribet, sing
ngelakoni ya biasa sebenarnya. Kalau
pergebunan berapa luas, Mas, yang
dikelola? Kita sekarang kelola sekitar
350 hektaran, Mas. Sebagian besar sewa
mungkin yang punya sendiri sekitar 40
atau 50 hektaran aja sih. Lainnya sewa.
Belum lama ini kan kena wabah lagi ya.
Iya. PMK
kita alhamdulillah ya terdampak tapi
kecil sekali sih dampaknya. Dari sekian
ratus populasi saya itu yang terdampak
cuma 3 ekor kok Mas. Itu pun enggak
sampai mati. Jadi kita sudah ada
tanda-tanda segera kita obati sudah
teratasi sih
treatmentnya ya. E begitu ada indikasi
sakit, indikasi PMK ya kita segera
dokter untuk ngasih pengobatan kita
sendirikan diobati secara intensif.
[Musik]
Menurut saya itu ya yang setelah saya
menjalani ya memang entah itu kecil
ataupun besar itu memang harus
benar-benar terintegrasi itu Mas
kuncinya. Jadi kenapa saya bilang gitu?
Jadi kalau misal kotoran sapi yang
harusnya tidak ada nilainya, kalau kita
taruh di kebun jadi tanaman jadi ada
nilainya. Limbah panen entah apapun mau
misalnya tanam jagung atau apapun itu
limbah panennya kita punya peternakan
yang harusnya tidak terpakai jadi bisa
untuk pakan sapi. Jadi menurut saya
kalau peternakan itu memang harus
terintegrasi dengan pertanian. Selain
itu kan saya itu punya keinginan kita
itu ee ngurangi penggunaan pupuk kimia
jadi organik biar hasil panennya juga
aman dikonsumsi, lahannya juga tetap
subur, unsur haranya tetap terjaga.
Kenapa tetap saya bertahan di pertanian
sama peternakan ini? Ya, karena memang
untungnya lumayan. Sekarang contoh
sederhana saja. Misal jenengan punya 10
ekor sapi perah yang semuanya laktasi,
enggak usah banyak-banyak. Misalnya
setiap ekor itu bisa menghasilkan 15
liter sehari. Kalau dikali 10 sudah 150
lit. Dengan harga susu saat ini Rp8.000.
150 * R8.000 itu sudah
Rp1.200. Mungkin kos pakannya per ekor
taruhlah
Rp50.500. Biaya lain-lain berapa? 200
atau masih ada untungnya. Itu Bu kalau
misalnya kita cuma fokus di sapi perah
to. Belum lagi kalau nanti ternyata
jenengan ada pertanian juga limbahnya
bisa untuk di pertanian yang harusnya
pertaniannya jenengan beli pupuk ini
pembelian pupuk jadi berkurang dengan
hasil panen yang lebih bagus. E menurut
saya di bisnis pangan, pertanian,
peternakan ini kan itu bagus, Mas.
Sebenarnya kalau di harian kita susu ini
harian ini kita pasti dapat. Penjualan
pupuk harian kita dapat. Kalau di
bulanan, jadi setiap bulan itu kan kita
di sapi pedagingnya ada yang kita
keluarkan. Jadi pemasukan harian,
bulanan kita ada. Nanti bulanan lagi
dari panen. Panen kan. Jadi selain tanam
nanas, saya kan juga tanam padi, tanam
jagung, semua pertanian saya lagi coba
untuk kembangkan. Tapi kalau untuk yang
tanaman padi, Mas, kita enggak jual
karena kita ada program untuk membantu
warga-warga yang kurang mampu itu. Jadi,
kita tanam padi biasanya kita bagikan
setiap bulan itu sekitar 1,5 ton beras
sebulan kita bagikan ke warga-warga yang
menurut kita kurang mampu. Jadi, kalau
marketingnya mau sepintar apapun kamu
marketing, kalau produkmu jelek, orang
mungkin beli sekali. Jadi marketing kita
itu kita memperbaiki hasil produksi,
kita mengoptimalkan hasil sapi kita.
Gimana caranya orang beli dipotong hasil
dagingnya bagus pasti mereka kembali
lagi. Jadi yang sudah langganan di sini
itu sudah lama-lama, Mas. Jadi memang
kita optimalkan di kualitasnya. Jadi
menurut saya ini ya sepandai-pandainya
marketing kalau kualitas barang yang
dijual itu jelek ya mungkin laku sekali
dua kali habis itu orang enggak kembali
lagi. Marketing kita itu dari semua
usaha saya fokuskan di hasil
produksinya. Jadi saya berprinsip kalau
kualitas produksi kita bagus orang pasti
cari. Selain treatmen pakan apalagi yang
dilakukan sapi harus nyaman. Nyamannya
dari mana? Dari kebersihan kandang.
kebersihan sapi. Jadi sapi ini sehari
mandi dua kali, Mas. Mungkin sampeannya
sekali paling. Jadi sehari kita mandikan
dua kali pagi dan sore. Kandang juga
kita bersihkan sehari dua kali pagi dan
sore. Itu salah satu upaya kita untuk
mengoptimalkan hasil produksi. Tujuannya
biar sapinya nyaman.
Media sosial juga ada, cuma kebanyakan
ini kita dari mulut ke mulut. Kayak
misalnya sekarang-sekarang ini mendekati
hari raya Idul Adha. Jadi pembeli kita
itu yang tahun lalu beli 100% kembali
lagi beli. Dari situ kan sampean sudah
bisa menilai. Kalau mungkin tahun lalu
mereka enggak puas dengan ee hasil
pembelian di kandang saya, ya pasti
enggak kembali lagi. Jadi saya lihat
data tahun-tahun lalu yang ambil di sini
tahun ini beli lagi. Berarti dari situ
saya bisa menganalisa mereka puas dengan
hasil ternak kami. Kalau Pak Prabowo
beli di sini itu kebetulan ada tim dari
kepresidenan untuk mencarikan hewan
kurban. Mungkin ya dengar-dengar ada
kandang di sini. Mungkin salah satunya
dengar dari channel pecah telur juga
kita kan enggak tahu. Tapi tiba-tiba ke
sini nyari untuk Pak Prabowo. Kenapa kok
Pak Prabowo akhirnya menjatuhkan pilihan
di sini? Ya, mungkin saman tahu
sendirilah kalau untuk kepresidenan kan
lebih detail ya untuk pemilihan sapi.
Jadi, alhamdulillah kita terpilih
mungkin karena ya speknya sesuai dengan
yang diinginkan dan itu suatu kebanggaan
juga untuk peternak seperti saya ini
orang nomor 1 RI bersedia ambil beli
sapi korban di kandang kita. Sebenarnya
kalau untuk Pak Prabowo enggak usah
dibeli, diminta pun saya kasihkan. Iya.
Dibelinya di harga Rp100 juta dengan
bobot sekitar 900 lebih lah. Karena
memang jenis sapi PO itu disuruh
beratnya banyak kayak sapi simenta,
limosin itu memang enggak bisa.
Kebetulan juga itu sapi kesayangane anak
saya. Jadi dibeli itu nangis dia nangis
3 hari nangis
itu dari di sisi peternakan kita
berupaya nyari nilai tambah itu dengan
memanfaatkan hasil kandang kita. Apa
dari pupuk tadi sudah kita manfaatkan?
Apalagi yang bisa tak manfaatkan? Saya
mikir, akhirnya saya manfaatkan susunya,
Mas. Susu itu kita olah sendiri, terus
kita jual sendiri. Jadi dengan kita olah
sendiri, kita jual sendiri,
alhamdulillah kita ada peningkatan
pendapatan. Daripada kita jual susu
mentah, kita olah sendiri ada kenaikan
10%, Mas. Kan lumayan. Dan ini 100%
murni, Mas. Enggak ada campuran air atau
apa, cuma kita kasih tambahan gula.
Tambahan gula pun kita enggak terlalu
banyak. Kita cuma kasih gulanya 5%. Dan
ini kita pastikan 100% susu segar.
[Musik]
Kebetulan ya saya saya ucapkan terima
kasih juga sama channel pecah telur ini.
Setahun yang lalu kalau enggak saya kita
liputan itu kebetulan ada salah satu
pabrikan besar di Indonesia produsen
selai itu mengajukan kerja sama ke kita
untuk suplai bahan baku selai dalam
bentuk pulp nanas. Terus beliaunya ke
sini ngajukan kerja sama dan kita deal
sudah jalan 8 bulan ini Mas. Kita mikir
lagi danah dari nanas itu apa. Akhirnya
kita produksi lagi berupa minuman sari
nanas yang seperti ini yang yang ini
juga pure air nanas tanpa campuran
apapun tanpa gula, tanpa pengawet. Jadi
pure air nanas. Jadi ini benar-benar
pure. Banyak juga yang sudah coba.
biasanya kadal kolesterolnya tinggi,
asam uratnya tinggi, jadi sudah bisa
stabil dengan rutin minum ini. Termasuk
ibu saya, mertua saya sudah asam urat,
kolesterol, stabil ya gara-gara air
nanas ini. Dan alhamdulillah dengan kita
divertifikasi produk seperti ini kita
bisa menyerap lapangan pekerjaan lagi,
bisa timbul lapangan pekerjaan lagi.
Contohnya dari palp nanas itu kita bisa
menyerap 30 orang lebih loh, Mas. Orang
sekitar sini dari olahan susu ini
meskipun masih baru sudah bisa terserap
lima orang kan lumayan Mas. Kalau untuk
nasai ini karena ini produk tanpa
pengawet jadi kita simpan dalam kondisi
beku biar bisa bertahan lama
berbulan-bulan. Tapi kalau misalnya
disimpan di dalam suhu kulkas yang biasa
itu dia kuat 7 hari. Di luar ruangan dia
cuma kuat 1 hari. Karena kita memang
tidak mau mengurangi manfaatnya, tidak
mau mengurangi kandungan-kandungan
vitamin, mineralnya, apa itu. Jadi kita
memang sengaja tidak mau tambahkan
pengawet meskipun resikonya
penyimpanannya jadi sedikit lebih ribet.
Jadi saya ini enggak bisa diam karena
saya ini pengin bisa bantu orang. bantu
orangnya gimana dengan menciptakan
lapangan pekerjaan. Mungkin orang
lihatnya opo enggak kesal? Enggak.
Karena kita kalau melakukan hal yang
kita senangi itu enggak kesal, Mas. Jadi
dengan saya bisa buka lagi lapangan
pekerjaan itu senang saya. Jadi capeknya
hilang. Kalau untuk usaha turunan,
kebetulan saya dibantu sama istri, Mas.
Ini jadi untuk yang ngelola istri. untuk
hitung-hitungan uang juga harus misalnya
ambil susu di kandang juga harus bayar
di kandang. Ambil nanas di pabrik juga
harus tetap bayar ke pabrik. Jadi ee
memang benar-benar saya sistem manajemen
putus. Jadi meskipun istri saya juga
tetap harus bayar ke saya. Ya memang
harus seperti itu, Mas. Biar enggak
campur aduk. Jadi kita harus bisa
membedakan mana urusan keluarga, mana
urusan bisnis. Jadi sistemnya ya istri
saya pinjam dari saya dulu dan itu juga
harus ngembalikan. Bahkan istri saya
misalnya bangun ini kayak pabrik nanas
ya, saya yang bangunkan. Tapi nanti saya
hitung nilainya berapa dari hasilnya
dia, dia harus ngangsur setiap bulan.
Bukan tega itu kita mengajari bisnis
yang sesungguhnya ya seperti itu.
Artinya kenapa? Biar dia juga tidak
menggampangke, tidak menyepelekkan, biar
lebih serius untuk usahanya. Karena kan
dia harus mengembalikan pinjaman
modalnya ke saya. Bahkan untuk e
hasilnya pun saya juga harus dikasih.
Jadi pembagiannya fifty-fifty bagi
[Musik]
hasilnya. Sebenarnya kalau sampan tanya
kok selalu berinovasi terus, kok selalu
buka usaha terus, Sak Jani tujuannya
apa? Saya sebenarnya enggak punya
tujuan, Mas. Usaha itu juga bukan yang
saya rencanakan nanti saya harus begini,
harus begitu. Enggak. Ya, tiba-tiba aja
muncul ide, tiba-tiba aja ada
kesempatan. Ya, seperti itu, mengalir
seperti itu. Jadi, saya coba maksimalkan
kesempatan yang ada dengan harapan bisa
terbuka lapangan pekerjaan. Sesimpel itu
sih sebenarnya tujuan saya. Karena kalau
ngomong
egois-egoisan sebenarnya kalau untuk
saya hidup, anak-anak saya hidup itu
saya wis cukup, Mas. Mandek wae wis
cukup. Tapi kan enggak enggak bisa
seperti itu saya. Jadi nek sampai saya
mandek lah gimana nanti semua yang sudah
kerja bareng kita itu banyak loh Mas.
itu lebih dari 2.500 orang dari
keseluruhan usaha saya itu yang kita
kerja bareng itu. Jadi kalau saya mandek
gimana ya mikirnya kenapa kok terus
berinovasi, kenapa kok terus itu ya
karena saya enggak memikirkan diri saya
sendiri. Jadi biar tetap mereka-mereka
itu ya juga tetap ada pemasukan, ada
pekerjaan seperti itu sih, Mas. Jadi
yang menyemangati diri saya sendiri itu
saya itu sebenarnya hanya melakukan apa
yang saya sukai. Kenapa saya bilang
gitu? Saya melakukan hal yang saya
sukai. Saya memang suka bisa bantu
orang. Saya memang suka membuka lapangan
pekerjaan. Jadi enggak perlu disemangati
karena saya melakukan hal yang memang
saya sukai. Kayak contohne jenengan
misale hobi main sepak bola, enggak usah
disuruh pasti berangkat sendiri karena
hobi, karena senang kan seperti itu.
Sekarang kalau ngomong privilege, kalau
privileg-nya itu dari sisi materi kita
sudah pernah bahas, kita sudah pernah
cerita latar belakang saya bahkan sampai
sekolah pun tidak mampu, cuma sampai
SMP. Itu dari sisi materi saya sama
sekali tidak dapat. Tapi dari sisi
pendidikan, dari sisi cara wong jawone
ya pitutur dari orang tua itu yang
mengena. Jadi privilegen-nya itu ya
mungkin kita dididik dari kecil seperti
ini sama orang
[Musik]
tua. Nasihat dari saya untuk anak-anak
muda ya. Jadi ayolah hidup kita itu
harus punya manfaat. Seenggak-enggaknya
kalau enggak bisa banyak orang, ya
silakanlah berapa orang dulu. Tapi pada
intinya kita harus berusaha gimana
caranya hidup kita itu ada manfaatnya
dan tidak menjadi beban untuk orang
lain, entah itu orang tua atau saudara.
Syukur-syukur kita bisa bantu keluarga.
Jadi mohon maaf kalau kita itu enggak
punya prinsip seperti itu sampai tua
juga seperti itu, Mas. Jadi memang ee
karakter itu harus harus segera dibentuk
dari muda. Karakter untuk senang
membantu, karakter untuk sering berbagi
itu memang harus dibentuk dari muda.
Karena kalau enggak percuma kita hidup
kalau enggak ada manfaatnya.
Faktor sukses jenengan itu saya
melihatnya pesugihan syariah.
Pesugihan syariah mungkin juga ya, Mas
ya. Jadi, tapi sebenarnya kita kok bukan
terus berbagi biar dapat yang lebih itu
enggak ada tujuan seperti itu. Ya,
memang kita inginnya berbagi. Contohnya
ya itu kita tiap bulan itu bagi-bagi
sembakau ke warga-warga yang kurang
beruntung ya. Itu lumayan itu ada lebih
dari 500 orang. Di tiap hari Jumat kita
juga menyediakan sarapan gratis di
beberapa titik. Ada di empat titik, ada
di Nganjuk, di Kediri, di Pare, terus di
Plosok Kelaten sini. Jadi ya memang
kalau mungkin pesugihan syariah mungkin
juga, tapi dalam artian gini, saya itu
tidak ada keinginan dengan berbagi
seperti itu biar diganti biar lebih
banyak. Enggak sebenarnya ya memang
kebetulan kita ada kita mau berbagi.
Seperti itu aja sih. Banyak janda-janda
yang sudah tua-tua itu tiap tanggal 5
biasanya Mas kita kasih kartu gitu yang
bisa ditukarkan sama kebutuhan pokok
termasuk biaya kesehatannya juga. Jadi
yang sudah kita data itu mungkin lebih
dari 500 orang itu termasuk dari
sembako. Selain sembako itu ya. Jadi
kalau dia ada enggak enak badane atau
butuh obat itu kita bantu, kita
gratiskan. Jadi kita sudah nunjuk dokter
khusus yang nanganin itu nanti biayanya
rembes ke kita.
[Musik]
Saya Muhammad Rofiq, owner dari Irfai
Group. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:31:57 UTC
Categories
Manage