File TXT tidak ditemukan.
Transcript
TYH71gYkHEg • Kunci Sukses Ternak 700 Sapi Dengan Sistem Integrated Farming
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0529_TYH71gYkHEg.txt
Kind: captions Language: id [Musik] Sekarang kalau ngomong privilege, kalau privileg-nya itu dari sisi materi, bahkan sampai sekolah pun tidak mampu, cuma sampai SMP itu dari sisi materi saya sama sekali tidak dapat. kita ada program untuk membantu warga-warga yang kurang mampu itu. Jadi kita tanam padi biasanya kita bagikan setiap bulan itu sekitar 1,5 ton beras sebulan kita bagikan ke warga-warga yang menurut kita kurang [Musik] mampu. Kalau Pak Prabowo beli di sini itu kebetulan ada tim dari kepresidenan untuk mencarikan hewan kurban. Mungkin ya dengar-dengar ada kandang di sini. Mungkin salah satunya dengar dari channel pecah telur juga kita kan enggak tahu. Tapi tiba-tiba ke sini nyari untuk Pak Prabowo. Dan itu suatu kebanggaan juga untuk peternak seperti saya ini orang nomor 1 RI bersedia ambil beli sapi korban di kandang kita. Sebenarnya kalau untuk Pak Prabowo enggak usah dibeli, diminta pun saya kasihkan. Iya. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nama saya Muhammad Rofiq selaku owner Irfai Group. Ini usahanya apa aja? Yang paling kelihatan kita di properti, Mas. Peternakan. peternakan yang kita integrasikan di perkebunan seperti yang pernah kita liput sebelumnya ya untuk mendukung propertinya kita untuk bahanbahan baku beberapa kita juga sudah bisa produksi sendiri contohnya kayak genteng galvalum puffing mesin pemecah batu juga kita sudah jalan doakan aja ini kita mau project baru untuk pembuatan gul gula merah lini usaha yang paling saya senangi itu perkebunan sama peternakan Mas kalau cuannya paling banyak di properti paling senang kita di peternakan sama perkebunan itu yang saya paling senang. Pasca Mas He. Apa yang dirasakan? Ee yang pasti yang pertama makin terkenal, Mas. Makin terkenal tapi jadi nambah kerjaan saya jenengan. Jadi saya malih sering disuruh ngisi di kampus-kampus diundang untuk ngasih pemaparan-pemaparan di seputar usaha peternakan sama perkebunan. Karena kebetulan banyak yang tertarik. Kenapa? Karena perkebunan dan peternakan ini saya integrasikan. Jadi ekosistemnya benar-benar saya bentuk biar enggak ada limbah lah, Mas. Jadi memang harus kita integrasikan antara perkebunan dan peternakan. Sakjane yo gak PD, Mas. Bayangkan loh kita sekolah lulusan SMP terus suruh ngasih materi ke mahasiswa-mahasiswa itu. Tapi ya saya sampaikan ya apa yang saya jalani bulu hilirnya. Jadi untuk limbah dari peternakan itu apa sih? Kan kotoran sapi. Nah itu kita manfaatkan, kita olah jadi produk pupuk cair organik itu kita bawa ke kebun untuk mupuk perkebunan nanas saya. Baliknya dari perkebunan setelah dipanen, limbah panen contohnya kayak pohonnya nanas itu kita kembalikan ke kandang untuk jadi pakan ternak lagi. Jadi benar-benar kita enggak ada limbah yang terbuang. semuanya kita manfaatkan dan di situ alhamdulillah bisa menekan biaya [Musik] perkebunan dulu apa peternakan dulu, Mas? Kita dulu peternakan dulu. peternakan. Terus aku mikir kalau cuma peternakan aja ini kurang optimal menurut saya. Akhirnya peternakan jalan 1 tahun enggak sampai 1 tahun mungkin 6 bulan kita bikin perkebunan. Dulu pakai rumput gajah. Rumput gajah kan kita tanam khusus untuk pakan sapi. Tapi kalau aku pakai bonggol nanas, buahnya nanas kan tetap ada nilai ekonominya. Jadi bisa mendapatkan dua manfaat saya gitu. Apa yang perbedaan paling signifikan? Perbedaan paling signifikan ya jelas di biaya, Mas. Karena kalau rumput kita kan lahan kita tanami ya sudah yang dipanen kan cuma rumputnya aja. Tapi kalau tak campur dengan nanas saya kan masih bisa panen nanasnya. Limbahnya nanas bisa untuk pakan sapi. Perbedaannya di situ. Terus untuk produksi susunya juga kita kasih pakan cuma rumput sama kita mix dengan rumput odot gajah atau sejenisnya itu dengan pohon nanas. itu hasil susunya lebih bagus yang dicampur dengan pohon nanas. Kalau untuk sapi potong ADG-nya juga lebih bagus karena kebetulan seratnya dinanas itu tinggi sekali jadi lebih bagus dicampur bonggol nanas. Iya. Jadi untuk kebutuhan lain kita tetap kasih pakan tambahan ya. Tetap kita kasih konsentrat, tetap kita kasih bubur jagung. Jadi kalau biasanya sapi itu cuma dikasih limbah jagungnya, kalau di sini enggak, Mas. Biji jagungnya. Jadi saya tanam jagung itu khusus untuk pakan tambahan sapi. Jadi kita olahnya biji jagungnya itu nanti kita masak jadi seperti mirip nasi ampok. Nah, itu kita kasih ini sapi juga. Dan itu untuk pertambahan ADG-nya sama kualitas dagingnya bagus dengan saya coba-coba pakai jagung itu komposisinya selain pakan hijauan ya. Hijuan itu tadi terdiri dari bonggol nanas sama rumput gajah. Kita kasih pakan tambahan berupa konsentrat, terus gamblong. Gamblong itu apa ya nyebutnya? Onggok. Ampas singkong itu loh, Mas. E terus sama jagung itu tadi. Saat ini kita ada 700 ekor termasuk sapi perahnya. Dan doakan aja kita ada projek lagi untuk penambahan populasi sapi perah. Harapan kita akhir tahun nanti kita mau impor 1000 ekor sapi perah dari Australia. Nanti kita impor. Kebetulan dibantu juga dari Dirjen Peternakan. bagi waktunya. Sebenarnya kalau saya sih fleksibel aja sih, Mas. Jadi, karena kebetulan di setiap lini usaha itu ada orang-orang kepercayaan saya. Jadi, mungkin saya kalau enggak sempat datang kontrolnya ya tinggal tanya lewat WA atau telepon gitu sih. Jadi, ya enggak terlalu ribet juga sebenarnya. Sing nyawang ribet, sing ngelakoni ya biasa sebenarnya. Kalau pergebunan berapa luas, Mas, yang dikelola? Kita sekarang kelola sekitar 350 hektaran, Mas. Sebagian besar sewa mungkin yang punya sendiri sekitar 40 atau 50 hektaran aja sih. Lainnya sewa. Belum lama ini kan kena wabah lagi ya. Iya. PMK kita alhamdulillah ya terdampak tapi kecil sekali sih dampaknya. Dari sekian ratus populasi saya itu yang terdampak cuma 3 ekor kok Mas. Itu pun enggak sampai mati. Jadi kita sudah ada tanda-tanda segera kita obati sudah teratasi sih treatmentnya ya. E begitu ada indikasi sakit, indikasi PMK ya kita segera dokter untuk ngasih pengobatan kita sendirikan diobati secara intensif. [Musik] Menurut saya itu ya yang setelah saya menjalani ya memang entah itu kecil ataupun besar itu memang harus benar-benar terintegrasi itu Mas kuncinya. Jadi kenapa saya bilang gitu? Jadi kalau misal kotoran sapi yang harusnya tidak ada nilainya, kalau kita taruh di kebun jadi tanaman jadi ada nilainya. Limbah panen entah apapun mau misalnya tanam jagung atau apapun itu limbah panennya kita punya peternakan yang harusnya tidak terpakai jadi bisa untuk pakan sapi. Jadi menurut saya kalau peternakan itu memang harus terintegrasi dengan pertanian. Selain itu kan saya itu punya keinginan kita itu ee ngurangi penggunaan pupuk kimia jadi organik biar hasil panennya juga aman dikonsumsi, lahannya juga tetap subur, unsur haranya tetap terjaga. Kenapa tetap saya bertahan di pertanian sama peternakan ini? Ya, karena memang untungnya lumayan. Sekarang contoh sederhana saja. Misal jenengan punya 10 ekor sapi perah yang semuanya laktasi, enggak usah banyak-banyak. Misalnya setiap ekor itu bisa menghasilkan 15 liter sehari. Kalau dikali 10 sudah 150 lit. Dengan harga susu saat ini Rp8.000. 150 * R8.000 itu sudah Rp1.200. Mungkin kos pakannya per ekor taruhlah Rp50.500. Biaya lain-lain berapa? 200 atau masih ada untungnya. Itu Bu kalau misalnya kita cuma fokus di sapi perah to. Belum lagi kalau nanti ternyata jenengan ada pertanian juga limbahnya bisa untuk di pertanian yang harusnya pertaniannya jenengan beli pupuk ini pembelian pupuk jadi berkurang dengan hasil panen yang lebih bagus. E menurut saya di bisnis pangan, pertanian, peternakan ini kan itu bagus, Mas. Sebenarnya kalau di harian kita susu ini harian ini kita pasti dapat. Penjualan pupuk harian kita dapat. Kalau di bulanan, jadi setiap bulan itu kan kita di sapi pedagingnya ada yang kita keluarkan. Jadi pemasukan harian, bulanan kita ada. Nanti bulanan lagi dari panen. Panen kan. Jadi selain tanam nanas, saya kan juga tanam padi, tanam jagung, semua pertanian saya lagi coba untuk kembangkan. Tapi kalau untuk yang tanaman padi, Mas, kita enggak jual karena kita ada program untuk membantu warga-warga yang kurang mampu itu. Jadi, kita tanam padi biasanya kita bagikan setiap bulan itu sekitar 1,5 ton beras sebulan kita bagikan ke warga-warga yang menurut kita kurang mampu. Jadi, kalau marketingnya mau sepintar apapun kamu marketing, kalau produkmu jelek, orang mungkin beli sekali. Jadi marketing kita itu kita memperbaiki hasil produksi, kita mengoptimalkan hasil sapi kita. Gimana caranya orang beli dipotong hasil dagingnya bagus pasti mereka kembali lagi. Jadi yang sudah langganan di sini itu sudah lama-lama, Mas. Jadi memang kita optimalkan di kualitasnya. Jadi menurut saya ini ya sepandai-pandainya marketing kalau kualitas barang yang dijual itu jelek ya mungkin laku sekali dua kali habis itu orang enggak kembali lagi. Marketing kita itu dari semua usaha saya fokuskan di hasil produksinya. Jadi saya berprinsip kalau kualitas produksi kita bagus orang pasti cari. Selain treatmen pakan apalagi yang dilakukan sapi harus nyaman. Nyamannya dari mana? Dari kebersihan kandang. kebersihan sapi. Jadi sapi ini sehari mandi dua kali, Mas. Mungkin sampeannya sekali paling. Jadi sehari kita mandikan dua kali pagi dan sore. Kandang juga kita bersihkan sehari dua kali pagi dan sore. Itu salah satu upaya kita untuk mengoptimalkan hasil produksi. Tujuannya biar sapinya nyaman. Media sosial juga ada, cuma kebanyakan ini kita dari mulut ke mulut. Kayak misalnya sekarang-sekarang ini mendekati hari raya Idul Adha. Jadi pembeli kita itu yang tahun lalu beli 100% kembali lagi beli. Dari situ kan sampean sudah bisa menilai. Kalau mungkin tahun lalu mereka enggak puas dengan ee hasil pembelian di kandang saya, ya pasti enggak kembali lagi. Jadi saya lihat data tahun-tahun lalu yang ambil di sini tahun ini beli lagi. Berarti dari situ saya bisa menganalisa mereka puas dengan hasil ternak kami. Kalau Pak Prabowo beli di sini itu kebetulan ada tim dari kepresidenan untuk mencarikan hewan kurban. Mungkin ya dengar-dengar ada kandang di sini. Mungkin salah satunya dengar dari channel pecah telur juga kita kan enggak tahu. Tapi tiba-tiba ke sini nyari untuk Pak Prabowo. Kenapa kok Pak Prabowo akhirnya menjatuhkan pilihan di sini? Ya, mungkin saman tahu sendirilah kalau untuk kepresidenan kan lebih detail ya untuk pemilihan sapi. Jadi, alhamdulillah kita terpilih mungkin karena ya speknya sesuai dengan yang diinginkan dan itu suatu kebanggaan juga untuk peternak seperti saya ini orang nomor 1 RI bersedia ambil beli sapi korban di kandang kita. Sebenarnya kalau untuk Pak Prabowo enggak usah dibeli, diminta pun saya kasihkan. Iya. Dibelinya di harga Rp100 juta dengan bobot sekitar 900 lebih lah. Karena memang jenis sapi PO itu disuruh beratnya banyak kayak sapi simenta, limosin itu memang enggak bisa. Kebetulan juga itu sapi kesayangane anak saya. Jadi dibeli itu nangis dia nangis 3 hari nangis itu dari di sisi peternakan kita berupaya nyari nilai tambah itu dengan memanfaatkan hasil kandang kita. Apa dari pupuk tadi sudah kita manfaatkan? Apalagi yang bisa tak manfaatkan? Saya mikir, akhirnya saya manfaatkan susunya, Mas. Susu itu kita olah sendiri, terus kita jual sendiri. Jadi dengan kita olah sendiri, kita jual sendiri, alhamdulillah kita ada peningkatan pendapatan. Daripada kita jual susu mentah, kita olah sendiri ada kenaikan 10%, Mas. Kan lumayan. Dan ini 100% murni, Mas. Enggak ada campuran air atau apa, cuma kita kasih tambahan gula. Tambahan gula pun kita enggak terlalu banyak. Kita cuma kasih gulanya 5%. Dan ini kita pastikan 100% susu segar. [Musik] Kebetulan ya saya saya ucapkan terima kasih juga sama channel pecah telur ini. Setahun yang lalu kalau enggak saya kita liputan itu kebetulan ada salah satu pabrikan besar di Indonesia produsen selai itu mengajukan kerja sama ke kita untuk suplai bahan baku selai dalam bentuk pulp nanas. Terus beliaunya ke sini ngajukan kerja sama dan kita deal sudah jalan 8 bulan ini Mas. Kita mikir lagi danah dari nanas itu apa. Akhirnya kita produksi lagi berupa minuman sari nanas yang seperti ini yang yang ini juga pure air nanas tanpa campuran apapun tanpa gula, tanpa pengawet. Jadi pure air nanas. Jadi ini benar-benar pure. Banyak juga yang sudah coba. biasanya kadal kolesterolnya tinggi, asam uratnya tinggi, jadi sudah bisa stabil dengan rutin minum ini. Termasuk ibu saya, mertua saya sudah asam urat, kolesterol, stabil ya gara-gara air nanas ini. Dan alhamdulillah dengan kita divertifikasi produk seperti ini kita bisa menyerap lapangan pekerjaan lagi, bisa timbul lapangan pekerjaan lagi. Contohnya dari palp nanas itu kita bisa menyerap 30 orang lebih loh, Mas. Orang sekitar sini dari olahan susu ini meskipun masih baru sudah bisa terserap lima orang kan lumayan Mas. Kalau untuk nasai ini karena ini produk tanpa pengawet jadi kita simpan dalam kondisi beku biar bisa bertahan lama berbulan-bulan. Tapi kalau misalnya disimpan di dalam suhu kulkas yang biasa itu dia kuat 7 hari. Di luar ruangan dia cuma kuat 1 hari. Karena kita memang tidak mau mengurangi manfaatnya, tidak mau mengurangi kandungan-kandungan vitamin, mineralnya, apa itu. Jadi kita memang sengaja tidak mau tambahkan pengawet meskipun resikonya penyimpanannya jadi sedikit lebih ribet. Jadi saya ini enggak bisa diam karena saya ini pengin bisa bantu orang. bantu orangnya gimana dengan menciptakan lapangan pekerjaan. Mungkin orang lihatnya opo enggak kesal? Enggak. Karena kita kalau melakukan hal yang kita senangi itu enggak kesal, Mas. Jadi dengan saya bisa buka lagi lapangan pekerjaan itu senang saya. Jadi capeknya hilang. Kalau untuk usaha turunan, kebetulan saya dibantu sama istri, Mas. Ini jadi untuk yang ngelola istri. untuk hitung-hitungan uang juga harus misalnya ambil susu di kandang juga harus bayar di kandang. Ambil nanas di pabrik juga harus tetap bayar ke pabrik. Jadi ee memang benar-benar saya sistem manajemen putus. Jadi meskipun istri saya juga tetap harus bayar ke saya. Ya memang harus seperti itu, Mas. Biar enggak campur aduk. Jadi kita harus bisa membedakan mana urusan keluarga, mana urusan bisnis. Jadi sistemnya ya istri saya pinjam dari saya dulu dan itu juga harus ngembalikan. Bahkan istri saya misalnya bangun ini kayak pabrik nanas ya, saya yang bangunkan. Tapi nanti saya hitung nilainya berapa dari hasilnya dia, dia harus ngangsur setiap bulan. Bukan tega itu kita mengajari bisnis yang sesungguhnya ya seperti itu. Artinya kenapa? Biar dia juga tidak menggampangke, tidak menyepelekkan, biar lebih serius untuk usahanya. Karena kan dia harus mengembalikan pinjaman modalnya ke saya. Bahkan untuk e hasilnya pun saya juga harus dikasih. Jadi pembagiannya fifty-fifty bagi [Musik] hasilnya. Sebenarnya kalau sampan tanya kok selalu berinovasi terus, kok selalu buka usaha terus, Sak Jani tujuannya apa? Saya sebenarnya enggak punya tujuan, Mas. Usaha itu juga bukan yang saya rencanakan nanti saya harus begini, harus begitu. Enggak. Ya, tiba-tiba aja muncul ide, tiba-tiba aja ada kesempatan. Ya, seperti itu, mengalir seperti itu. Jadi, saya coba maksimalkan kesempatan yang ada dengan harapan bisa terbuka lapangan pekerjaan. Sesimpel itu sih sebenarnya tujuan saya. Karena kalau ngomong egois-egoisan sebenarnya kalau untuk saya hidup, anak-anak saya hidup itu saya wis cukup, Mas. Mandek wae wis cukup. Tapi kan enggak enggak bisa seperti itu saya. Jadi nek sampai saya mandek lah gimana nanti semua yang sudah kerja bareng kita itu banyak loh Mas. itu lebih dari 2.500 orang dari keseluruhan usaha saya itu yang kita kerja bareng itu. Jadi kalau saya mandek gimana ya mikirnya kenapa kok terus berinovasi, kenapa kok terus itu ya karena saya enggak memikirkan diri saya sendiri. Jadi biar tetap mereka-mereka itu ya juga tetap ada pemasukan, ada pekerjaan seperti itu sih, Mas. Jadi yang menyemangati diri saya sendiri itu saya itu sebenarnya hanya melakukan apa yang saya sukai. Kenapa saya bilang gitu? Saya melakukan hal yang saya sukai. Saya memang suka bisa bantu orang. Saya memang suka membuka lapangan pekerjaan. Jadi enggak perlu disemangati karena saya melakukan hal yang memang saya sukai. Kayak contohne jenengan misale hobi main sepak bola, enggak usah disuruh pasti berangkat sendiri karena hobi, karena senang kan seperti itu. Sekarang kalau ngomong privilege, kalau privileg-nya itu dari sisi materi kita sudah pernah bahas, kita sudah pernah cerita latar belakang saya bahkan sampai sekolah pun tidak mampu, cuma sampai SMP. Itu dari sisi materi saya sama sekali tidak dapat. Tapi dari sisi pendidikan, dari sisi cara wong jawone ya pitutur dari orang tua itu yang mengena. Jadi privilegen-nya itu ya mungkin kita dididik dari kecil seperti ini sama orang [Musik] tua. Nasihat dari saya untuk anak-anak muda ya. Jadi ayolah hidup kita itu harus punya manfaat. Seenggak-enggaknya kalau enggak bisa banyak orang, ya silakanlah berapa orang dulu. Tapi pada intinya kita harus berusaha gimana caranya hidup kita itu ada manfaatnya dan tidak menjadi beban untuk orang lain, entah itu orang tua atau saudara. Syukur-syukur kita bisa bantu keluarga. Jadi mohon maaf kalau kita itu enggak punya prinsip seperti itu sampai tua juga seperti itu, Mas. Jadi memang ee karakter itu harus harus segera dibentuk dari muda. Karakter untuk senang membantu, karakter untuk sering berbagi itu memang harus dibentuk dari muda. Karena kalau enggak percuma kita hidup kalau enggak ada manfaatnya. Faktor sukses jenengan itu saya melihatnya pesugihan syariah. Pesugihan syariah mungkin juga ya, Mas ya. Jadi, tapi sebenarnya kita kok bukan terus berbagi biar dapat yang lebih itu enggak ada tujuan seperti itu. Ya, memang kita inginnya berbagi. Contohnya ya itu kita tiap bulan itu bagi-bagi sembakau ke warga-warga yang kurang beruntung ya. Itu lumayan itu ada lebih dari 500 orang. Di tiap hari Jumat kita juga menyediakan sarapan gratis di beberapa titik. Ada di empat titik, ada di Nganjuk, di Kediri, di Pare, terus di Plosok Kelaten sini. Jadi ya memang kalau mungkin pesugihan syariah mungkin juga, tapi dalam artian gini, saya itu tidak ada keinginan dengan berbagi seperti itu biar diganti biar lebih banyak. Enggak sebenarnya ya memang kebetulan kita ada kita mau berbagi. Seperti itu aja sih. Banyak janda-janda yang sudah tua-tua itu tiap tanggal 5 biasanya Mas kita kasih kartu gitu yang bisa ditukarkan sama kebutuhan pokok termasuk biaya kesehatannya juga. Jadi yang sudah kita data itu mungkin lebih dari 500 orang itu termasuk dari sembako. Selain sembako itu ya. Jadi kalau dia ada enggak enak badane atau butuh obat itu kita bantu, kita gratiskan. Jadi kita sudah nunjuk dokter khusus yang nanganin itu nanti biayanya rembes ke kita. [Musik] Saya Muhammad Rofiq, owner dari Irfai Group. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik]