Transcript
PlkhOVPWI6Q • Bisa Ngomset 7 Miliar Berkat Ngonten di TikTok! Rutin Sedekah 800 Kg Beras!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0528_PlkhOVPWI6Q.txt
Kind: captions
Language: id
Nabi Muhammad dulu kan bilang bahwa kamu
rajin-rajin silaturahim nanti rezekimu
akan tambah. Tambah. Salah satu yang
saat ini untuk menjalani silaturahim
adalah sosial media. Perumpamaan yang
bagus ngonten adalah silaturahim.
Silaturahim. Saya pernah juga ditanya
sama beberapa vendor, "Ke gak isin
tiktokan wong wis tuwek ngono loh." Aku
isin nek gak duit aku. Iya. itu mungkin
sama tetangga itu enggak terlalu
berbaur, tapi saya enggak pernah
mengganggu gitu loh. Tapi kalau ada
tetangga yang kesusahan, saya siap
bantu. Orang yang sukses itu bukan orang
yang bekerja keras, tapi orang yang
beruntung. Berpikir seperti itu berarti
alah sukses berarti cuman keuntungan.
Cuman beruntung diusahain. Iya. Ternyata
tuh beruntung itu ada rumusnya. Mas
berarti anu ya kalau kalau ditanya gitu
kan ada ada orang tanya, "Mas, berarti
rumus FYB itu apa?" Itu jawabnya gimana?
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Kembali lagi di segmen
Guayeng Pecah Telur dengan tamu spesial
kita Pak Kik. Eh, Pak apa Mas? Iki Mas
Khalik aja ya. Tengah-tengah boleh Om
gitu. Oh, iya. Om KH dari Malang. Beliau
jenengan berarti sebutannya apa, Mas?
Pengusaha videotron ya atau apa? Malang.
Iya, pengusaha videotron mungkin lebih
bahasa resminya sebenarnya LED screen
atau LED display. ee pengusaha LED
display. Iya, betul. Kalau istilah
resminya internasional LED display.
Display. Kalau orang Indonesia nyebutnya
Videotron. Videron. Padahal sebenarnya
Videotron itu adalah nama perusahaan
telekomunikasi dan TV di Kanada. Oh
kayak Sanyo gitu ya mungkin ya. Sanyoiki
gitu yang aqua gitu ya. Asal usul ya.
Biasanya kalau dulunya awal saya kan di
event tahunya LED namanya. H. Nah, lalu
ada istilah di pertengahan tahun 2012
saya pernah diminta untuk pengadaan ee
bisa enggak eventmu ada videoon lah.
Video Tron itu apa? Kita searching
ternyata LED lah. Itu sebutan itu muncul
saya dengar di tahun 2012. Wah. Tapi
dulunya saya kenalnya LED. LED. Dan itu
menjadi berkah sendiri. Kenapa saya
tetap mengambil kata videotron? Karena
videodon adalah area jangkauannya
Indonesia yang nyebutnya cuman di
Indonesia ini salah kaprah tapi ya jadi
bisa jangkauan kalau kita ambil ee
hashag videotron pasti Indonesia. Oh oh
hanya di
Indonesia liar nanti mana-mana. Iya
kalau LED wah views pun nanti banyak
orang Mexico yang lihat juga kan enggak
tahu ini kalau videoon pasti orang
Indonesia yang nyebut dan yang spesial
dari Mas Klek ini karena viral di TikTok
gitu ya Mas ya. Iya, pernah viral dulu.
Oh, sekarang kan juga sekarang viral
enggak sekarang? Ya kadang-kadang viral
kadang-kadang gak itu karena apa? Kalau
dulu sering viral kenapa? Kenapa, Mas?
Karena jarang pekerjaan. Kalau sekarang
kenapa jarang viral? Ya karena sibuk
pekerjaan. Oh, jarang karena jarang
ngonten. Ya peranya pernah ditanya
seperti ini, "Mas, kenapa kok sudah
sering enggak ngonten?" Oh, berarti saya
kerja harus ngumpulkan portofolio dulu
baru setelah agak segang baru saya
ngonten. Iya. Iya. Iya. Itu lah. Karena
sering jeda-jeda itu mungkin sudah
enggak begitu ini ya, enggak begitu apa
ee konsisten. Akhirnya view-nya mungkin
akan turun. Berarti dikerjakan sendiri
ya, Mas ya? Masih dikerjakan sendiri.
Dulu pernah punya tim tapi timnya gak
kuat karena terlalu banyak nganggurnya.
Karena semua konsep masih dari saya.
Jadi semua ide kemudian skripnya dari
saya, Mas. Berarti itu tim kreatif yang
tidak kreatif, Mas. Iya, karena menunggu
perintah gitu kan. Dan mungkin karena
pengetahuan tentang videoon kan enggak
semua orang tahu gitu loh. Padahal
sebenarnya kita bisa menggali materi
dari sesuatu hal yang mereka enggak
tahu. Iya. Apa sih ini bisa jadikan
konten gitu ya? Biasanya seperti ini.
Apakah LED atau videotron itu kalau di
malam hari itu biasa ganggu pengendara
jaran karena silau lah. Itu apakah bisa
di-setting ke caranya? Ya, ternyata bisa
lah pertanyaan-pertanyaan dari netizen
itu sebenarnya kita gali lalu dijadikan
konten. Oke. Kebanyakan seperti kalau
saya waktu itu ee ibaratnya
idenya kosong baru saya cari komen-komen
yang bisa dijadikan konten gitu. Oh,
cara nyari idenya dari situ ya.
Oh, gitu. Nah, dan termasuk anu Mas
kelebihannya ini sudah sampai ke
mana-mana ya, Mas ya? Paling jauh ke
mana? Saya paling jauh itu di Wamina.
Wamena. Jan di Wamena. Wamena itu masuk
Papua pegunungan kalau enggak salah.
Papua pegungan dari Malang sampai Papua
loh. Iya. Jadi perjalanan kalau ke naik
pesawat itu dari Surabaya transit
Makassar dulu kemudian transit Jayapura
baru Jayapura Wamena. Wamena itu alatnya
di alatnya dari Surabaya diangkut dari
ee sori dari Surabaya diangkut pakai
kapal sekitar 1 bulan. Habis itu dari
Jayapura baru di angkat angkut enggak
bisa darat. Harus pakai udara. Iya,
pakai udara ke Wamina. Orang Papa enggak
ada yang pengusaha tron, Mas. Order ke
Malang itu diron belum ada. Belum ada.
Kalau kalau rental sudah ada. Jadi yang
kebetulan yang beli itu adalah pemilik
hotel. Waktu itu ada acara KPU yang
debat-debat untuk Pilkada kan dari
aturan KPU mewajibkan pakai videotron.
Dia mendatangkan dari Jayapura. ongkos
sewanya fantastis karena harus pakai
pesawat juga kan di situ. Kemudian dia
berpikir bahwa wah hotel ini kalau
dibeli atau dipasang videoon permanen di
situ mungkin lebih banyak ee minat dari
orang yang mau sewa itu lebih banyak ya
daripada kalau sewa kan di situ enggak
ada pengusaha di Wamena itu. Makanya dia
inisiatif untuk beli sekalian beli
akhirnya sekalian beli ya dipasang
permaren di situ. Itu tahunya juga dari
TikTok apa dari mana Mas waktu itu? Iya
dari sosial media tahunnya.
Awalnya, Mas. Awalnya gimana ini? Kok
tertarik di dunia videoon atau yang
jenengan sebut LED itu gimana asal
muasalnya? Asal muasalnya saya tuh dulu
kuliah sudah semester 10 dan semester 10
ini sama orang tua sudah sudah enggak
usah. Kamu harus kerja kalau mau lulus
semester sisanya harus bayar sendiri. H
akhirnya ada peluang saya Mas kerja ikut
orang Chinese di bidang event organizer
dan mereka butuh memang orang yang bisa
ngedit video untuk ditayangkan di
event-nya. Lah kebiasaan orang yang ee
video pasti akan berpikir bahwa
dokumentasi ternyata video yang saya
bikin ini untuk acaranya. Jadi saya
bikinnya itu pra pra acara kayak yang
ditampilin waktu event itu ya. Iya.
bumper opening, lalu nanti bumper
launching dan sebagainya itu berarti
memang background-nya suka ngedit
berarti ya? Background-nya saya suka
ngedit dan kuliah saya di DKV. Oke,
cocoklah ya. Cocok ya, masih nyambung
gitu. Nah, terus di situ baru ternyata
tahu kalau ada yang namanya LED itu. Oh.
Di event tersebut itu berlanjut sampai
tahun 2015.
2015 saya resign kemudian saya berpikir
bahwa kalau saya bisa dengan keahlian
ini saya bisa bantu IO-i lain juga
enggak harus ke sini. Jadi saya jadi
independen lah freelancer atau vendor
tapi khusus untuk bikin konten-konten
yang tayang di LED tersebut. Tapi waktu
desa sudah bagus kondisi keuangannya gak
bagus. Gak bagus. Iya sempat ya waktu
itu saya malah jadi jadi apa ya? pintar
dalam menjual gitu. Dalam seller tuh
saya pintar sekali. Jadi ada TV saya
jual kemudian apa kulkas saya jual gitu.
Jadi langsung itu jualan iya langsung
jualan pintar gitu. Pintar itu jadi
omset sama dengan untung itu
karena barangnya sendiri. Barang sendiri
itu langsung untuk bertahan hidup.
Karena waktu itu ternyata saya berkeluar
tidak semudah itu. Hm. He untuk
meyakinkan bahwa ee orang tuh atau waktu
itu memang kondisi LED itu masih masih
jarang pemainnya dan dianggap bahwa
event yang ada LED-nya itu adalah event
yang mewah. Waktu itu tahun 2012 menuju
2017 masih dianggap mewah karena harga
sewanya mahal dan saya juga kalau bikin
visualnya juga ee lumayanlah untuk V-nya
V-nya. Jadi dengan kondisi yang
segmented ini kan memang kadang sebulan
ada, sebulan berikutnya 3 bulan gak ada.
Sebulan ada, 3 bulan enggak ada. Enggak
ada. Oh masih kok berani resign Mas? Apa
yang membuatmu berani untuk? Karena
kondisi waktu itu di keluarga. Jadi
saya mementingkan anak salah satu anak
yang barepnya itu space delay. Heeh. Nah
space delay. Lalu saya izin keluar untuk
tiap pagi itu ngantar sekolah lalu
pulangnya diterapi ya gitu. Oh, speak
delay-nya sampai waktu itu TK terus
sudah SD ya sudah lancar. Jadi sekitar 2
tahun lah saya terapi bolak-balik
seperti itu. Baru kerasa ee apa ya?
Kerasa normalnya. Jadi sudah ini sebulan
dapat berapanya di tahun
ke tahun 2017 itu baru tahu. Oh
kerasanya kalau setiap 1 bulan itu ada
minimal ada 4 L event lah yang bisa saya
pegang untuk pembuatan konten. Jadi
konten saya itu bekerja itu tir lapis
ketiga. Yang pertama kalau di event yang
pertama adalah backdrop. Oke backdrop
yang statis yang konvensional itu ya.
Yang kedua, tiik kedua itu videotron.
yang dua itu. Nah, baru saya muncul di
situ. Bisa jadi video tron cuma nayangin
dari kamera atau dari panitia sudah ada
yang bikin. Kalau belum ada itu semua
baru saya kerja baru. Nah, itu sampai
2019 pik-piknya di 2019 Desember sampai
saya berangkat ke Singapura juga untuk
ngisi event di sana. Berarti ngisi
desain ininya. Iya. Sampai berangkat
sampai berangkat ke Singapura. Weh,
berarti terkenal ya, Mas ya? Maksudnya
sudah sampai Singapura ya? terkenal
karena getuk tular lah dari ini sampai
mulut ke mulut terus akhirnya ee
berlanjut dan cocok ya sudah dipakai.
Awalnya juga ke Singapura itu cuman
kirim file dulu. Hm. Terus ada event
yang besar dan mereka enggak sanggup
untuk ngoperatori. Saya berangkat ke
Singapura. Oh memang susah ya Mas
ngoperatori gitu? Susah kalau yang belum
tahu. Tapi akhirnya ya itu setelah
ketemu kalau eventmu gede seperti ini
aku harus berangkat ya nanti yang di
rumah kacau. Maksudnya pekerjaan yang di
Malang gimana? saya ajari biar saya
kirim file aja atau harganya sama ini
berarti masih posisi freelance tadi
masih freelance loh berarti maksudnya
prosesnya progresnya positif banget tu
positif tiap tahun alhamdulillah 2017
sampai 2019 revenue-ya menaik terus heeh
he baru kejadian di 2020 ya itu kan
pandem pandemi Maret heeh terus kenapa
dengan pandemi itu dengan pandemi itu ya
ibaratnya event kan gak ada kan saya
pemasukan di event semua Oh, enggak ada
event enggak ada event. Yang punya
videoon aja atau punya LED aja enggak
kerja apalagi saya. Mau tak desain di
mana itu tayangan saya enggak ada enggak
ada medianya ya? Medianya. Iya di situ.
Heeh. Terus akhirnya waktu itu berpindah
ke apa di 2020? 2020 sempat jualan bebek
saya. Iya. Jualan bebek goreng lah.
Kebetulan saya penyuka bebek goreng. Itu
beloknya kok jauh sekali. Jauh. Itu
bukan lagi untuk wis bukan masalah
keahlian tapi kebutuhan. harus makan kan
itu maksudnya itu anu buka warung itu
atau apa ya enggak sampai buka warung
sih karena saat itu kan riskan ya karena
juga daya belinya juga orang membatasi
untuk pengalaman iya dikirim dari
kenalan-kenalan ataupun buka onlinean
secara ekonomi juga turun banget ya
turun banget dan waktu itu
sempat ngambil rumah kan ngambil rumah
kok diac-nya pas pandem h akhirnya
ngejual mobil h Sudah ini jadi selama
pandemi itu ya punya Vario aja dengan
anak empat itu
anak empat. Eh waktu itu lima ya? Lima
punya anak lima. Sekarang enam ya Mas
ya? Sekarang alhamdulillah enam.
Alhamdulillah malah pandemi nambah satu
lagi. Ya memang pandemi cocok nambah
anak sih. Iya karena ya kesibukannya
banyak di rumah ya kan. Iya iya iya itu.
S tapi bisa terlewati itu ya maksudnya
dengan apa terlewati masa-masa susah
itu? masa-masa susah ya saya ndak pernah
yang istilahnya itu ngerepoti teman.
Saya ndak paling suka ngerepoti teman.
Apa yang bisa saya usahakan semaksimal
mungkin ya tadi itu apa yang ada harga
jual jualan BP. Kemudian ada juga kita
perhiasan atau investasi emas ini kita
jual iya pintar jualan lah ya waktu itu
pint jualan waktu itu jualan banget
gitu. Jadi kalau saya seminim mungkin
atau semok-mentok, aku enggak mau minjam
apa-apa ke teman. Ee gitu. Di situlah
opo sing aku duwe iki tak usahakan di
sini. Berarti artinya kan enggak sampai
habis ya. Enggak sampai habis tapi ya
minus lah ya. Ada minusnya juga.
Minusnya berarti dari mana? Kan enggak
minjam kan dari bank itu kan masih ada
kan apa ee pinjaman rumah itu. Oh iya
cicil tiap bulan nyicil juga waktu itu
ya berarti ya? ya sempat ada program
keringanan tapi itu pun di saat varian
Delta di varian Delta parah. Jadi waktu
itu kalau saya merasakan bahwa COVID itu
ada itu di varian Delta karena sudah di
komunitas kita di event
keluarga-keluarga terdekat event tuh
sudah ada yang kena. He yang sebelumnya
saya ngerasa bahwa ya ini masih jauh ini
masalah COVID atau gak ada itu ee 50%
50% percaya atau dendaknya itu ternyata
waktu di Delta benar-benar di ee di
orang terdekat itu tetangga itu ada yang
meninggal mana itu jadi setelah waktu
Delta itu aku pikirnya gini sudah wis
aku enggak kerja 2 3 bulan gak masalah
yang penting aku hidup setelah saya
hidup saya bisa kerja lagi. Jadi aku wis
benar-benar semedi aku di rumah di rumah
aja wis rumah aja. Oh wis kalau yang itu
yang masalah tanggungan-tangguhan itu
bisa dinego. Jadi bisa alhamdulillah
bisa terlewati dan 2021 akhir bisa
bangkit lagi dengan Zoom online yang itu
event-event online. Oh mulai mulai ada
event Zoom online itu. Iya sebenarnya
sudah dimulai tahun 2020 pertengahan
sudah ada. Cuman ramainya setelah varian
Delta karena digiatkan lagi untuk yang
online sebelum varian Delta itu masih
ada yang istilahnya hybrid. Nah, ada
yang kumpul lalu ada yang online gitu.
Nah, di situlah untuk kalau kita ngomong
Zoom itu apakah bisa ee
meningkatkan strata ekonomi? Ya enggak,
Mas. ya cukup cukup buat bertahan
bertahan karena nilainya enggak gede.
Lalu operasional juga banyak kayak kita
harus pinjam kamera perlengkapan seperti
ee ini mixer lalu green screen lalu mic
dan sebagainya kan kita harus invest
juga. Heeh. Berarti sebagai pembicara
Mas di Zoom itu sebagai operator. Oh
sebagai operator ya? Iya. Yang host-nya
lah. Host-nya seperti Mas-masid depan
ini. Heeh. Oh, yang handle itu berarti
buka jasa seperti itu gitu ya? Iya,
jasa. Jasa event online. Event berarti
itu perlu keliling apa bisa di rumah aja
sih? Kalau pernah di rumah saja pernah.
Jadi ada acara webinar di Kalimantan
acara yang cukup nasional. Hostnya di
rumah saya. Jadi kayak moderatornya
bukan ya, bukan moderatornya ya, malah
operatornya. Adminnya itu loh, Mas. Kan
ada Zoom itu ada adminnya itu ya. Ad.
Oh, kita nanti ngpin hostnya, kemudian
pembicara kita pin, kita masukkan dalam
satu frame gitu. Oh, gitu. Merangkap
gitu ternyata enggak ya. Waktu pandemi
kayak cukup viral ya apa jasa itu. Iya.
Dan masih ada di saat ini seperti itu
untuk bukan masalah menghindari COVID
ya, tapi kayak ee pembicaranya enggak
bisa datang. Iya sih. Itu nanti ya acara
isi materinya lewat Zoom dan itu masih
sekarang masih berlanjut. Masih
berlanjut jalanin itu juga. Oh, enggak.
Ya, kalau sekarang gak karena karena
sudah kalau sekarang sudah tak
kesampingan fokus ke benar-benar ke
videoon videoon kenalannya sama videoon
itu piyeik. Oh, boleh boleh minum dulu
boleh boleh turing turing ini katanya
untu kering untuk garing. Untung garing.
Oh iya. Iya.
Ee ada event yang sering saya handle tuh
acarnya Poles. H dari Poles Malang.
biasa dia sewa di tempat saya walaupun
waktu itu saya belum punya belum punya
barangnya untuk disewa itu belum punya
lah kok sewa gimana berarti mereka
percaya kalau saya bisa ini karena
kadang kan orang
gini saya gak punya barang sudah
teritahu saya enggak punya barang tapi
kalau kamu yang handle aman gitu jadi
kamu bertanggung jawab ngejob ke
orangnya yang punya lalu kamu jagain
barangnya sampai nyala sampai acara
selesai itu kadang dari beberapa Orang
masih berbeda seperti itu. Walaupun tahu
kalau aku tahu kalau kamu punya barang,
tapi kamu bisa handle semua. Ada
kebutuhan-kebutuhan mendadak itu bisa
di-handle. He. Kalau eh nambah sound,
nambah sound datangkan daripada dari
pihak ee yang punya acara harus sewa ke
mana karena kan kadang enggak kenal
ataupun enggak percaya ke nanti ketipu
gitu ya. Iya seperti itu. Barangnya
enggak bagus atau apa lah. Nanti jadi
masalah di situ. Makanya saya dipercaya
untuk itu tiap hampir kegiatan untuk
acara Kapolda, acara ee Polri kalau ada
butuh koordinasi memakai Zoom dan wajib
pakai videotron. Waktu itu pakai LED
karena untuk layar besar gitu. Nah,
bolak-balik sewa, bolak-balik sewa.
Kapolresoresnya inisiatif untuk masang
di aulanya. Oh, jadi beli waktu itu
ditantang. Saya enggak berani, saya
belum bisa. Ya wis saya tanya orang
Jakarta aja. Tanya orang Jakarta.
Harganya lumayan waktu itu di R00 juta
pasangnya. Oh berapa meter itu? R juta
itu 8 m. 8 m². Oh mahal ya memang ya.
Teral mahal. Waktu itu masih mahal.
Terus bisa enggak kamu? Enggak usah
dibawanya disamakan aja gak apa-apa. Oh,
yang penting ada kamu nanti yang jaga
ini. Ada apa-apa garas ini kasih yang
lama biar nanti kalau ada apa-apa kamu
bisa backup. Heeh. Ya udah saya coba
cari referensi ibaratnya referensi
maksudnya ngesup lah. Oh maksud gitu ya.
vendor vendor la cari vendor la
referensi ada ketemu orang Surabaya itu
untuk saya masang di situ. Sudah saya
dapat video-videonya cara masang seperti
apa gini tapi belum punya pikiran kalau
saya nanti buka ini. Masih belum cuman
tak koleksi aja videonya gini gini gini
gini udah sudah sudah selesai sudah
serah terima, sudah lunas semua, sudah
dapat untung walaupun enggak sebanyak
itu kan. Jadi kan kadang hampir
marginnya ada yang tipis-tipis yang
penting tembus itu sudah. Oke. Setelah
itu ini di bulan Februari April itu baru
pas waktu puasa kan pekerjaan kalau
puasa event kan turun. Iya nganggur.
Iseng-iseng diedit saya posting lah. Kok
viral? Itu video pertama kali ya? Video
pertama di TikTok yang sebelumnya ya aku
cuman konten-konten sama anak-anak main
ke mana, terus makan di mana kayak gitu
untuk konten keluarga aja. Kalau yang di
TikTok, kalau yang di IG memang untuk
usaha. Heeh. Lah lalu FYP, wah banyak
yang tanya saya komen, banyak yang DM
saya balas, banyak yang WA saya balas
sampai sahur. Sampai sahur sampai sahur
istri saya itu sebum mijitin tengkuk
saya ini karena sudah pegel waktu itu.
Karena karena memang prinsip kerja saya
kalau ada yang tanya harus sudah saya
jawab fast respon itu sampai sekarang.
Eh, tapi sudah saya pilah-pilah. Kalau
sudah tahu ya remuk Mas. Kalau yang
komen di apa di TikTok dan DM si mau
dibalasin ya remuk gitu ya. Remuk itu
konten apa, Mas? Pertama ingat enggak?
Di Pores itu jadi tentang cara kerjanya
gitu ya. Cara ee masih hard selling
banget waktu itu. Jadi Oh ini videoon
kualitasnya seperti ini. Lalu ukuran
seperti ini. Kalau mau butuh ke tempat
saya hubungi saya gitu. Ini masih waktu
itu masih hard selling banget dan itu
FYP karena belum ada. Waktu itu memang
belum ada yang mau mengblow up seperti
itu. Oh, padahal hard selling aja bisa
sampai viral di 2021 ya. 2022 22 memang
sangat sedikit Mas. TikTok masih sangat
jarang yang bermain gak seperti sekarang
ya semua orang punya TikTok. Betul.
Terus akhirnya banyak yang tanya
pertanyaan pun enggak bisa saya jawab
langsung karena saya pengetahuannya
minim ya. saya cari referensi, cara-cari
tanya yang vendor yang dulu atau
pemain-pemain yang sudah ee tahu ataupun
cari di internet, habis itu saya jawab.
H. Terus ya dari
situlah kok ini tak tekuni aja gimana
yang ini mumpung gitu loh. Mulai
kepikiran itu setelah setelah dari
TikTok yang FYP setelah berapa hari
setelah FYP? Ee setelah lebaran atau
langsung? Oh setelah lebaran. Iya
setelah lebaran itu di ada masalah lagi
sebenarnya. Jadi rumah saya yang di
Magelang itu kan saya aslinya Magelang.
Nah, dijual sama Bapak karena ada
masalah. Magelang. Heeh. Dan kok ini
kudu bangkit iki. Hm. Terus Bapak
kan tak boyong ke Malang akhirnya. Oh,
tak boyong ke Malang. Sudah, Pak.
Tinggal sini aja. Gak usah dipikir masa
rumah
itu ya. Walaupun waktu itu belum punya
pegangan yang kuat untuk bisa ini untuk
bisa bisa menghidupi itu ya. Iya. boyong
itu. Tapi PD karena kekuatan di sosmet
itu lumayan kalau untuk saat ini. Heeh.
Heeh. Kalau boleh saya menganalogikan
tuh kalau Nabi Muhammad dulu kan bilang
bahwa kamu rajin-rajin silaturahim.
Heeh. Nanti rezekimu akan tambah.
Tambah. Betul. Nah, salah satu yang saat
ini untuk menjalin silaturahim adalah
sosial media. Oh, iya. Perumpamaan yang
bagus ngonten adalah silaturahim.
Silaturahim. Karena orang itu akan
merasa dekat dengan kita walaupun belum
kenal. Iya. Betul. Betul. Iya. Sepakat
sih, Mas. Heeh. Iya. Heeh. Jadi orang
tahu kalau silaturahim mungkin dulu apa
mungkin ya kita berkunjung terus
bercerita sekarang kamu apa? Aku
sekarang aku dagang unta mungkin. Wah
sok aku nek butuh unto neng. Nah, itu
kan mungkin di situlah nyambung
rezekinya mungkin di situ ataupun rezeki
yang lain mungkin rezeki secara
kesehatan ataupun yang lain itu kan
berbeda lagi. Tapi saya menganalogikan
seperti itu untuk saat ini cara
menyambung selim
yang mudah ya pakai efektif sosial
media. Iya, ini aku baru kepikiran
sekarang kepikiran tentang itu ternyata
main blowing ya bisa dipakai buat ibadah
juga. Ternyata bikin konten itu ibadah
karena bisa masuk silaturahim kalau
diniati kayak gitu. Iya. Iya. Pokok
gatuk ya, Mas. Tapi, tapi ya enggak kep
sebenarnya kalau ternyata bisa dilihat
dari sudut pandang itu berarti baru
setelah itu fokus akhirnya fokus.
Akhirnya fokusnya pun tetap belum punya
strategi. Jadi masih asal sekedar kita
bikin konten. Tapi sudah ada orang yang
mau beli atau sewa, Mas? Sudah. Waktu
itu setelah FYP tuh wah sehari itu kalau
bikin penawaran minimal tiga. Tiga
penawaran yang yang keluar yang saya
buat. Jadi ya gimana ya orang tanya
langsung saya tanggapi orang saya
tanggapi dulu itu kalau untuk sekarang
ini mulai tahun 2024 ada yang tanya
sudah saya detailkan kebetulan berapa
meter lokasi di mana, kota mana he sudah
itu habis itu saya bilang ee nanti sore
atau nanti malam saya kasih R-nya. He.
Oke. Kalau dia sore atau malam nanya
berarti ini serius baru saya bikinkan.
Tapi kalau gak ya sudah berarti dia cuma
tanya-tanya doang. Tanya-tanya doang.
Kalau dulu wah dulu langsung bl gitu.
Capek berarti Mas semua dibuatin ya
cuapek itu. Dan waktu itu aku saya masih
kadang nerima job untuk yang
dan waktu itu pegawai saya baru satu
yang backup ini yang satu ee bikin
visual tetap yang satunya freelan.
Akhirnya setelah kalau saya ngedit video
habis itu sama ngedit word sudah ambadul
gitu. Akhirnya gak fokus, saya nambah
pegawai lagi untuk yang visual ini
sekarang tiga orang. Jadi saya pure
untuk visual sudah saya lepas. Jadi saya
enggak pegang laptop saya itu sekarang
isinya ya yang sering dibuka Excel. Hm.
Penawaran. Penawaran RB. LB kalau kalau
dulu edit editing ya. Iya. Adob Premier
atau After Effect itu sekarang sudah
Adob itu sudah saya delete semua.
Delete. Iya. Di uninstall. Uninstall.
Iya. He Mas berarti anu ya kalau kalau
ditanya gitu kan ada ada orang tanya,
"Mas, berarti rumus FYB itu apa?" Itu
jawabnya gimana? Tiap tahun beda-beda
ya, Mas beda-beda. Untuk saat ini kan
tetap main di retensi ya, tetap di mana
kita ee video atau konten kita ini
dilihat sampai utuh. He. Nah, sekarang
ini ya pintar-pintar main di hook
kemudian bangun biar orang tuh selalu
awet lihat video kita gitu. Di situlah
sekarang tantangannya di situ. Tapi ee
kalau menurut saya ada sisi baiknya
views kita itu sedikit. Ternyata kalau
dulu saya lihat di TikTok itu semua
disebar. Jadi kamu tertarik dengan video
drone gak? Kasih lihat semua. Jadi
view-nya kelihatan tinggi karena
disebar. Kalau yang sekarang ini orang
yang berminat di videoon atau yang di
dunia yang kita maini itu yang langsung
disebar ke situ. Jadi f-nya angkanya
sedikit tapi listnya tetap banyak
tersegmen gitu ya. Tersegmen. Betul. Dan
untuk saat ini tahun 2024.
Iya tahun 2025. Kalau tahun lalu itu
sekitar 400 RAB yang saya keluarkan. 400
400 dalam setahun. Dan RAB itu iya
penawaran tadi RAB. Oke. Saya nyebutnya
lebih suka RAB. RAB karena saya enggak
pernah menawarkan. Oh gitu ya. I ini
nanti tak ceritakan kenapa saya enggak
pernah menawarkan tadi lah RAB untuk
untuk Mei ini sudah 300-an RAB. Oh
hampir terpenuhi ya. Hampir terpenuhi
selama hampir sama dengan bulan tahun
lalu padahal baru setengah tahun. Tahun
lalu padahal view-nya saya visnya jauh
lebih dikit. Jauh lebih dikit. Oh gitu
lah. Kenapa saya enggak suka menyebut
penawaran? Karena dalam bisnis saya,
saya enggak pernah nawari ke orang.
Engak pernah nawari sebutannya apa? Jadi
misalkan gini, saya ketemu teman atau
orang ini loh saya punya videoon. Heeh.
Saya punya jasa pemasangan atau rental.
Kalau ada event atau butuh videoon ke
tempat saya. Saya enggak pernah seperti
itu dalam bisnis. Walaupun teman dekat,
walaupun teman saya itu kerja di
pemerintahan, walaupun pernah enggak
pernah saya menawarkan pernah kenapa?
Memang apa ada pantangan atau enggak?
Karena saya mental saya enggak bisa
seperti itu. Oh. Karena di saat saya
ditawari misalkan mobil, saya itu enggak
butuh tapi tawari mobil saya kerasa
enggak enak itu. H lah begitu juga saya
terapkan semisal ada teman saya enggak
butuh videoon saya tawari videoon. Heeh.
Ngerasa enggak enak juga gitu loh. Ya ya
ya yo engkok engk tapi ternyata yo gak
gitu. Nah akhirnya saya bikin
itu di sosial media ini akhirnya aku
bisa mengakali. Oke. Seperti itu karena
saya enggak nawarkan ke orang. Jadi
otomatis yang masuk ke saya itu adalah
semua orang yang butuh. He. Bukan suatu
hal yang saya tawarkan. Jadi lebih tepat
sasaran nanti. Iya. Terus makanya saya
lebih nyebut RAB. Kalau penawaran aku
enggak nawari kok. Lo singkatannya apa?
Rencana anggaran belanja. Oh berarti
sudah kalau ada yang tanya baru dikirim
RAB gitu ya. Iya gitu. Berarti orang
tanya karena dia butuh atau kepo gitu
ya? Butuh. Nah, kita enggak tahu.
Makanya kita saya kasih waktu jedu. Iya.
Nanti kalau dia tanya lagi, berarti ini
butuh. Entah itu nanti cuma sebagai
pembanding ya nanti enggak tahu. Tapi
kalau memang sudah minat pasti saya
diundang untuk presentasi. Heeh. Zoom
presentasi ataupun sekedar Zoom meeting
nanti biar menjelaskan kenapa harganya
sekian lah gitu. Di antara 400 RAB yang
di tahun 2024, Mas, yang closing sampai
berapa persen? 25. ee 25 project berarti
sekitar 5% lebih ya? 5% lebih. Oh ya
setahun 25 project ya? Iya 25 project
enggak ya enggak banyak gitu tapi
nilainya gede-gede ya. Iya saya ngambil
yang gede-gede aja. Ini boleh dibocorin
enggak sampai berapa projek-projek yang
ditanganin? Sekitar 320 m yang saya
pasang khusus untuk pembelian
320 m yang saya pasang. Kalau rupiahnya
di kisaran berapa itu, Mas?
Hampir 7 M. Oh, 7. Itu satu project ya?
Bukan. Enggak. Itu total setahun tadi.
Total setahun yang total setahun yang
dikerjakan 700. Dan itu pembelian.
Pembelian yang visual sama itu enggak
saya itu belum sewa. Belum sewa dan juga
yang lain belum sewa dan lain. Kaya
berarti sampeannya ya, Mas ya? Tidak
masih ada yang lebih kaya biasa
aja. Kalau untuk tahun ini sampai Mei
sudah 280 m. Oh, hampir mendekati.
Padahal masih Mei. Padahal masih Mei.
Iya. Dan masih ada projek. Biasanya
kalau untuk projek pengadaan seperti itu
paling banter di semester kedua. Oh,
berarti ada potensi yang semester du ini
lebih tinggi ya? Lebih tinggi. Itu
pengalaman 3 tahunan saya seperti itu.
Siap-siap. Nanti kalau ada yang dari
pecah telur ya komisilah ya berarti ya.
Aman.
Eh, tapi enggak saya enggak menawar gak
mau. Oh, iya enggak menawarkan. Sungkan
yang yang enggak menawarkan kan Mang
Salwarin pecah telur.
Oke. Oke. Bercanda bercanda. Kalau anu
Mas kalau orderan paling gede satu
project itu sampai berapa meter? 96 m.
96 m. Iya. Di tahun 2023 ada projek di
tambang itu 4 titik satu titiknya 24 m.
Gede loh, Mas. 24 m itu ya? Besar. Iya.
20 m itu 6* 4 biasa standar untuk
dipasang di alun-alun atau di man ya kan
yang gede-gede itu kan ya iya itu 6* 96
m totalnya projeknya nilainya berapa
kalau boleh tahu 3,4 w gede 3 miliar
lebih dan itu projek kita kerjakan dalam
waktu 1 tahun lebih itu lama ya lama
karena ya saya kan minim pengalaman juga
di area tambang ternyata tidak bisa
lembur kemudian kalau hujan harus
berhent jadi ee K3-nya ketatlah lah di
situ. Oh, proses-proses. Jadi yang
memang requestnya dari sana berarti ya.
Iya, memang ee di tambang seperti itu.
Beda kalau kita di tempat lain yang
pekerjaan bisa lembur. He. Kemudian
kalau gerimis pun tetap bisa kerja kayak
gitu. Kalau standarnya misal, Mas kayak
pengerjaan yang gede itu berapa hari?
Kalau yang standar di 3 minggu
sebenarnya selesai satu titik ya. Satu
titik 3 minggu titik. Kalau tadi empat
titik ya berarti sekitar 2,5 bulan lah.
2,5 bulan atau 3 bulan maksimal 3 bulan
selesai. Hm. Yang lama itu konstruksinya
itu hampir setahun di situ. Konstruksin
konstruksinya kayak bajanya. Iya. Kita
ngecok lalu bikin tempat LED-nya intinya
kan. Iya. Itu yang lama. Waktu
pemasangan satu titiknya cuma 3 hari.
Hmm.
Berarti kayak jenengan ya sak ngecore
bareng ya Mas ya? Iya. Semua strukturnya
juga sampai kelistrikan juga semuanya.
kayak bangun konstruk konstruksi ya apa
berarti ya sebutnya i sipilnya itu sipil
menantang yang di situ itu Mas ditambah
ditambang paling menantang di situ. Iya
paling dan itu malah di awal-awal itu
2023 pertengahan 20023 pertengahan.
Kalau alurnya alur kerja dengan klien
itu, Mas, itu apakah nanti dibayar lunas
di awal atau harus ee nalangi dulu? Apa
gimana kalau biasanya? Iya. Punyanya Mas
Kik. Kalau waktu 2023 dulu kan saya
bangun masih ya beberapa orang kan gak
tahu mungkin sik masih masih
sekedar belum seperti saat ini ya. He
masih bangun. Masih bangun kan ya. Jadi
saya juga hati-hati milih klien. Ee jadi
saya harus DP dulu waktu itu sekitar 50%
karena nilainya kan lumayan gede banget
Mas 50% dan modal saya ya enggak segede
itu 50%. Jadi waktu itu kenapa 2023
sebenarnya projek saya sedikit cuman 12
project di 2023 karena saya datangin ee
dari luar negeri kan impor sendiri impor
sendiri itu sekitar 2 bulan baru nyampai
jadi Oh si usernya harus nunggu gitu
jadi misal ada deal project itu
datangkan aja 2 bulan ya iya 2 bulan dan
itu kita kok kebetulan ya memang custom
jadi enggak ada yang jualan di ee
marketplace di Indonesia yang model
seperti itu. Jadi ada yang bermain
lengkung sudut waktu itu memang belum
ada orang yang nyetok. Jadi saya harus
pesan ke pabrikan, diproduksi dulu baru
dikirim. Dari mana, Mas? Dari Cina. Cina
ya? Iya. Cina. Terus akhirnya ya karena
kelamaan nunggu itulah dari projek saya
gakitu.
Kalau saat ini dirubah ada teman yang
selaku sekarang supplier yang siap
support. Jadi dia nyetok karena tapi dia
bukan pemain ya. Jadi bukan pemain
project. Dia memang akhirnya jualan
ecer. Jualan ecer dia ngelayani beberapa
orang seperti saya juga ada. Hm. Cuman
lah ini di-support sama teman saya.
Sebenarnya enggak teman sih. Jadi saya
lebih suka itu pekerjaan atau kita
bisnis dimulai bukan dari teman atau
dari saudara. Heeh. Tapi dari pekerjaan
akhirnya jadi teman. Jadi teman. Oh. Itu
lebih awet biasanya. Lebih awet. Iya.
Jadi saya kenal dia karena pekerjaan itu
akhirnya sekarang jadi kayak teman. Nah
terus
kalau sekarang pekerjaan mau DP nol yang
penting ada SPK resmi berangkat. Berani
berani dan itu langsung 3 hari setelah
SPK keluar langsung berangkat gitu. H
yang penting barang sampai lokasi
material onset dibayar
nanti 30% atau 50% nanti setelah terima
baru pelunasan. Berarti harus pakai
modal sendiri dulu waktu pengadaan ya.
Kalau kalau tahun 2023 ya sebagian Oh
kalau sekarang teman tadi. Teman tadi
sekarang ya. Jadi ibaratnya dapat
pinjamannya dari situ. Iya. Bawa dulu
nanti bayar. itu 2024 ya. 2025 sudah
saya bayar karena sungkan. Oh 2025
uangnya sudah banyak daripada direkening
mending untuk bayar. Iya daripada
muter-muter enggak jelas ya. 2026 bisa
jadi punya toko gitu toko seb. Tapi
selama ada temannya kan mending diputar
di tempat yang lain ya. Iya betul. Kalau
yang proyek sewa sama proyek penjualan
lebih banyak porsinya lebih besar mana
sekarang Mas? Kalau sekarang ini lebih
banyak di penjualan. Penjualan ya, Pak?
Iya. Karena di daerah Jawa Timur
terutama mungkin yang teman-teman belum
tahu bahwa persewaan videotron paling
murah se-Indonesia itu ada di Jawa
Timur. Oke, ya. Karena sudah banyaknya
sekali vendor-vendor
yang ee punya usaha seperti itu. Lalu
juga karena dia
vendor-vendor yang pemain itu kadang
gini, kalau dulu ya per meter berapa?
Harga per meter Rp500.000 ataupun
Rp750.000.
Sekarang gak, Mas. Saya mau sewa ukuran
sekian seekian kali sekian budgetmu
piro? Sudah gitu mainnya. Oh, gitu.
Sudah main budget. Jadi persaingan
banyak, lalu banting-banting harga itu
sudah banyak untuk persewaan lah.
Terutama kalau yang sekarang tapi kenapa
saya jualnya tetap masih di angka yang
lumayan lah. Heeh. Heeh. Untuk ee
enduser saya di 500 di R500.000 per
meter di end user itu kita tetap jaga
karena saya enggak ngandalkan beberapa
reseller karena saya dapat langsung end
user di bermain sosm itu kan orang tahu
langsung gitu. Kalau ee reseller itu
semacam misalkan ini ada orang sound
ditanya sama yang punya acara, "Mas,
kalian sak videoon gitu." Akhirnya orang
sound ke saya kan itu harga reseller
akhirnya itu kadang ditekan
dari user budgetnya 400 kita harus
ngeduk lagi biar si seorang sound itu
punya dapat itu kan itu lah akhirnya kan
kita enggak tahu budgetnya berapa kan
enggak tahu juga he e strateginya yang
jenengan terapkan apa di biar FYP atau
biar terus atau strategi apa yang
jenengan maksud tadi strategi ngonten
atau strategi bisnis kalau yang sekarang
Ini saya membangun bahwa menaikkan lagi
bahwa video Tron ini suatu hal yang
segmented tetap yang segmented. Ada
beberapa contonent kreator yang
pemain-pemain seperti saya bangun bahwa
video tron itu murah. Oh, brand
image-nya itu ya? Brand image dimurahkan
gitu. Dimurahkan. Nah, kalau itu jadi
bumerang nantinya ke belakangnya. Dan
sekarang ini untuk kita kenapa mahal?
karena kita mulai impornya resmi. Hm.
Jadi memang faktur bisa keluar. Kemudian
dari faktur dari kita ada misalkan nanti
dari ee pembeli juga bayar pajaknya juga
itu bisa ada semua. Jadi kenapa kita
mahal? Karena untuk perpajakan nantinya.
Heeh. Heeh. Nah, kalau kita bangun
image-nya saya sendiri ini tak murahkan
nanti jadi bumurang ke legesinya saya.
Kalau harga videuton sudah murah, murah
murah dan harga ataupun nilai jual angka
nilai uang itu kan turun terus. Iya.
Nanti penerus saya itu dapat apa gitu.
Nah, untuk bangun image itu memang harus
agak rodok sombong titik memang. He. He.
Jadi ee pekerjaan-pekerjaan saya
tampilkan di konten tu selalu yang
gede-gede, yang kecil-kecil enggak saya
tampilkan. He he. Bukan berarti meremeh
kan gak cuman untuk membangun di bisnis
saya kesan image-nya. Iya. Oh, eklusif
begitu ya. Oke, Mas. Ee kan mahal tapi
realitanya juga banyak yang pesan gitu
loh. Makanya itu apa yang menjadi value
selain selain itu tadi ya? Yang menjadi
valuemu itu apa? ya karena ini value
saya ini sebenarnya di ee after sale.
Jadi after sale-nya saya itu tak
panjangin dan saya jamin fast respon
dan itu semua ada komplain-komplain gak
bakal masuk ke langsung ke anak buah
tapi ke saya langsung langsung ke saya.
Jadi nomor-nomor kalau misalkan ya
mungkin user-user saya ada yang tanya
nomor ke tim yang pasang silakan tapi
kalau ada ketidak ee responnya dari tim
saya ya itu kesalahan mereka sendiri.
Kalau kalau Anda respon apa maksudnya
ada trouble lalu hubungi saya langsung
pasti fast respon. Hm.
Pernah kejadian miss-nya itu di Bali.
Ada klien saya punya toko tas, dia lapor
kalau video saya trouble. Video yang
trouble itu wajar ya. Enggak wajar tuh
kalau udah trouble dibiarin saja sama
vendornya. Karena itu video enggak kayak
TV ini pada umumnya ya. I kita langsung
bisa di kalau itu perlu ada
sambung-sambung kabel ataupun perakitan
ada sentuhan tangan manusia lagi. Jadi
ada trouble itu pasti ada nantinya ke
belakangnya lah. Tinggal dari vendor
yang masang itu ee komponen-komponennya
sudah sesuai pabrikan atau gak atau dia
ngakali lah. Itu yang akhirnya jadi
bedot itu awet atau gak lah. Yang di
Bali itu ada yang trouble ee korosi.
Jadi korosi karena korosi itu apa? korsi
karena tempatnya lembab atau apa gitu
atau kena panas yang terlalu ee terlalu
ekstrem ya itu ya bisa karena cuacalah
itu korosi.
Direspon saya ngomong ke anak buah saya
tolong dikomuniskan dengan tim sana
gimana sudah direspon bahwa suruh ganti
sparep kan sudah kita sediakan. Heeh.
suruh ganti lah. Ternyata si anak buah
mereka enggak ngomong ke atasannya kalau
saya itu enggak berani ganti gitu loh.
Nah, kalau enggak berani ganti aku punya
solusi. Saya suruh teman saya
vendor-vendor Bali juga ada untuk
me-replace itu. Akhirnya setelah 1 bulan
baru ownernya bilang, "Mas, ini belum
dibetulin toh?" Loh, kemarin saya sudah
info ke anak buahnya. Oh, ya wis gimana
solusinya ini? Atau perlu saya bayar gak
apa-apa. itu belum ada setahun jalan 9
bulan lah gitu. Enggak apa-apa wis nanti
malam setelah toko tutup saya perbaiki
sudah tim saya ee teman saya berangkat
setengah jam selesai terus dia ya
sama-sama minta maaflah dia. Saya minta
maaf karena ada kesalahpahaman dan
mereka juga menyadari ternyata anak
buahnya juga gak ngomong ke bapaknya
kalau dia enggak berani dan ganti gitu
loh. Dipikir ini kok dibiarin saja sama
saya. Setelah chatnya itu ya sudahudah
nanti lantai du ini sudah habis sewa
kontraknya nanti mau saya pasang juga.
Oh jadinya malah order lagi? Iya. Jadi
itu ya yang jadi spesial after sales-nya
ya. Jadi bertanggung jawab sampai berapa
tahun kayak gitu? Saya 3 tahun. Wah lama
ya 3 tahun padahal standar pabrik itu 1
sampai 2 tahun. Jan kasih lebih sampai 3
tahun. Sampai 3 tahun. Jadi selama 3
tahun ada trouble bisa menghubungi
vendor. Itu pun saya jual sudah harga
mahal. Ada juga yang lebih mahal dari
saya juga ada. Hmm. Ya, ya tengah-tengah
lah ya. Iya, tengah-tengah. Maksudnya
mahal sama murah itu cuman angka. Tapi
kalau servis dan kepercayaan itu ya.
Weh, itu yang awet lah. Bangun itu kan
enggak enggak enggak sebentar lama. Dan
saya baru 3 tahun untuk membangun
kepercayaan itu kan juga lama. Tapi
kalau saya salah sat salah berbuat itu
aja sudah jadi bumerang dan itu langsung
meruntuhkan yang saya bangun tadi itu.
Makanya tetap saya jaga itu walaupun di
daerah Wamena dan sebagainya kita tetap
bisa mengasih apa ya ngasih servis.
Servis lebih. Servis lebih. Tadi aja
makanya waktu datang aja sudah telepon
mau masuk telepon berarti kan kelihatan
respon respon time-nya masih di-handle
semuanya sendiri. Iya masih di-handle
saya sendiri. Iya. Apa enggak pusing,
Mas? Ee lebih pusing kalau enggak punya
pekerjaan. I benar juga. Kalau mending
stres banyak kerjaan daripada stres
enggak ada kerjaan. Nah, itu karena
pernah ngalami semua stres enggak ada
kerjaan. Iya. Ya. Kalau ini Mas terkait
masih terkait TikTok ee
kalau buat pengusaha
UMKM apalagi kalau zaman sekarang kan
kayaknya wajib ya ee main di sosial
media untuk makin memperkenalkan produk
atau jasa kita. Heeh. Kalau tips buat
pemula
ee ngubah gimana PD ngomong di kamera,
gimana nanti itu naruh produknya? Kalau
tips dari jenengan gimana? Jadi salah
satu teman saya yang di Surabaya itu dia
sempat ya dia punya punya usaha yang
sama kayak saya. Kode itu sudah
kelasnya ee nasional lah. Oh nasional
juga. Tapi masalah sosmet memang dia
ngakui saya lebih he lebih majuah di
sosmet di TikTok terutama. Dan setelah
dia kepo-kepo ke beberapa orang akhirnya
bocor. Heeh. Bocor. Kenapa kok saya bisa
seperti itu lah. Salah satunya saya
dulunya itu aktif di dunia peran
dulunya. Oh. Sering manggung. Saya
pernah tembus di audisi pelawak TPI
waktu itu di sampai Jakarta saya pernah.
Oh. Oh. Oh berarti zamannya bajai apaapa
itu di bawahnya di tahun 2008 sebelumnya
itu malah ya season 4. Iya lebih senior
berarti sampan ya enggak di bawah di
bawahnya oh di bawahnya maksudnya
setelahnya setelahnyaah iya di tahun
setelahnya terus tahun 2012 saya aktif
di stand up komedi juga Heeh. Terus
sampai tahun 2016 karena saya harus
bangun bisnis itu saya vakum sudah. Wah,
gitu. Jadi ngonsep, nulis, kemudian
bikin humor sedikit-sedikit itu sudah
sudah biasa. Sudah biasa ya. Sudah biasa
lah. Mungkin ya untuk kepercayaan diri
itu dibangun tuh enggak seketika. Heeh.
Tapi kalau tipsnya misalkan aku malu kan
kondisi malu. Saya pernah juga ditanya
sama beberapa vendor, "Kowe enggak isin
tiktokan wong wis tuwek ngono aku isin
nek gak duit aku iya." Jadi itu jadi
saya orang yang mungkin sama tetangga
itu enggak terlalu berbaur tapi saya
enggak pernah mengganggu gitu loh. Tapi
kalau ada tetangga yang kesusahan saya
siap bantu. Oke. Nah, tapi ya makanya
itu kalau saya ndak di duit engko isin
nek gak iso ngewangi kalau ada gitu.
Jadi gitulah. Jadi lebih baik saya mal
dicap enggak duwe scenein di depan
kamera atau apa. Karena memang basicnya
saya adalah seperti itu. Kalau beberapa
orang yang kenal kok PD yo. Heeh. PD ya.
Karena dulunya saya aktif di dunia peran
di panggung itu sudah kelilingan. Jadi
ndak malu. Cuman kalau untuk ngadap
kamera atau ngonsep jangan sekali-kali
langsung apa ya kalau bikin konten itu
ee enggak terkonsep. Harus dikonsep,
ditulis dulu. Oh, berarti enggak
spontanitas sebenarnya kontennya
jenengan itu enggak spontanitas ya. Ada
konsepnya. Ada konsepnya. Hm. Saya
konsep saya tulis seperti saya kan kenal
akhirnya kenal Bu Dendi gitu. Bu Dendi
itu tanya, "Om, punyam gitu rek gawe
konten di kanu ya, di konsep." Iya, saya
konsep. Kalau aku langsung gitu loh.
Tapi seperti sekarang sudah Bu Dedi
sudah sudah terkonsep bagus sekarang.
Sudah bagus. Heeh. Kalauok mungkin ya
itu kan dari karakter orang
masing-masing kan dia bisa spontan
bagus. Kalau saya ndak ndak bisa karena
sudah enggak terlatih yang dulu waktu di
panggung. Iya tes tes tes nimpali opo
langsung isok-isok gitu. Karena sudah
lama vakum lebih ke desain lebih akeh
menenge gak akeh ngomonge ya itu
akhirnya harus dilatih lagi dari awal
tapi dasarnya tetap ada. Kalau ngomongin
tentang konsepnya sendiri sebenarnya apa
sih yang ditulis Mas? Apa skrip lengkap
apa poin-poin kalau jenengan model yang
gimana? Pertama saya di poin-poin dulu.
Oke. Jadi hook-nya apa? Kemudian nanti
bahas apa, terus ending-nya itu harus
yang puncak. Endingnya itu benar-benar
bisa ee ngasih bukan puncaknya itu bukan
ngasih kesimpulan, tapi ngasih
pertanyaan lagi biar apa? Biar banyak
komen. Oh. Jadi saya enggak akan ngasih
solusi yang sudah pasti tapi solusinya
ngambang. biar terjadi perdebatan di
komen-komen itu. Akhirnya kontennya bisa
naik karena ada engement ada komen-komen
itu. Oh, jadi kalau bisa ngundang
kontroversi lah di Iya. Dikit-dikit.
Iya. Seperti saya pernah bikin konten
tentang kenapa saya enggak menyewakan
untuk acara Soundhwork gitu loh. Heeh.
Lah itu saya jelaskan ya karena pasar
saya enggak di situ dan sebagainya saya
jelaskan dan ini juga bisa merusak
barang saya kalau gini gini gini gini.
Itu pun kalau kita
ngomong fans soundk sama yang pro sama
kontra kan sering serang-serangan. Nah,
itu ya sudah saya lihat mereka dikomen
serang-serangan aja wis. Oh, jadi yang
ramai apa? Hek terus horek dipakai buat
konten itu bisa relevan sama kita apa
produk kita apa. Betul. Iya. Sebenarnya
enggak harus kita jualan di kita terus
itu malah enggak jadi sesuatu yang
ngikut sama gelombang yang sekarang. apa
misalkan nanti ada yang viral misalkan
penahanan ijazah yang dulu itu misalkan
kita bisa bikin konten tentang videoon
tapi soal itu contohnya gimana Mas kalau
misalnya yang terakhir kan memang
tentang ijazah itu ditahan kalau
dihubungin sama videoon kan aku enggak
kebayang videoon sama ijazah ditahan iya
kan dari kru kan bisa Heeh jadi sekarang
konten itu enggak harus si owner atau
ngundang beberapa artis jadi brand
ambassadornya ini Oke. Tapi sekarang
usaha-usahai malah dari pegawai-pegawai
sendiri yang ikut ngonten. Jadi kru kita
diajak bahwa nanti dibikin sebuah skrip
semacam
ee apa? Drama ya. Ngelamar kerja di
videoon seperti apa. Heeh. Itu jadi
ijazahnya nanti disimpan buat apa itu
masih bisa nyambung nantinya. Oh. Jadi
tetap ada ini crow videoon. Nah gitu
ngelamar kerjaan ngelamar kerjaan gitu.
akhirnya bisa ikut tren algoritma tren
tentang ijazah itu juga keluar juga di
situ. Iya. Oh. Memanfaatkan tren itu
juga ya meskipun enggak enggak langsung
nyambung enggak langsung sama
videoonnya. Langsung oke oke oke oke.
Tipsnya untuk yang masih malu atau kagok
apa ya ngomong di depan kamera itu? Iya.
Kalau saya ngomong di depan orang
mungkin sudah terlatih ya di panggung.
Tapi pernah saya ikut audisi dan ngomong
di depan kamera canggung banget malah
ndak wah teng plekot l mas bahasane arep
noto omong opo iku gak iso ngomong opo
enggak iso akhirnya ya itu cari-cari
referensi gimana ngomong di depan kamera
lancar ternyata tuh ada aplikasinya oh
ada aplikasinya gimana itu iya ada yang
namanya teleprompter gitu loh lah kita
tulis ketikan di situ dan kita menghadap
langsung seakan-akan kita tuh ngadap di
kamera dan itu sebenarnya baca itu
awal-awal saya ngonton seperti itu. Hm.
Jadi pakai teleprompter sekarang yang di
CapCut sudah ada itu teleprompter.
Teleprompter itu. Tapi sudah sekarang
sudah malah jarang pakai karena sudah
terbiasa. Iya, sudah terbiasa. Tapi
awalnya bisa dilatih mulai pakai telet
prompter itu. Iya, justru di kamera jauh
lebih hasilnya maksimal. Karena apa?
Karena kita ngomong di kamera salah
sedikit kita bisa ulang. Iya. kita bisa
edit, kita bisa potong, kita sempurnakan
jeda-jeda yang ee itu bisa hilang semua
itu. Makanya dengan ngonten sosial media
ini just mendukung kita untuk
meningkatkan bisnis itu sangat sangat
menunjang dengan adanya keberadaan
sosial media ini. K harus sering ngonten
dengan kambing, Mas. Biar orang tahu
saya jualan kambing, Mas. Iya. I I ya i.
Oke oke oke oke. Nanti kadang-kadang anu
Mas kalau pas podcast ini bawa kambing
di sini. Iya.
Ya, Mbak-mbak, Mbak-mb. Enggak apao wis
kambing. Tapi kalau lebih enak pakai
satenya. Oh, iya. Oh, iya. Itu bisa
juga. Itu bisa juga. Ide bagus. Ide
bagus. Sayangnya sekarang belum
ada. I ya, ya. Benar, oke, Mas. Terima
kasih sudah mampir. Semoga usahanya
makin berkah. Amin. Nanti teman-teman
apa nama akunnya Mas kalau mau
berkunjung di kalau di TikTok di
Khaliksan, kalau di Instagram di Singham
Multimedia atau akun pribadi saya juga
ada barusan netas barusan pecah telur
pecah telur pecah telur. Iya nanti akan
kita tulis juga di deskripsi. Makasih,
Teman-teman. Ee sem artinya apa ya Mas?
Mas Khaliq ini dari apa? Dari tadi apa?
B sebatangkara bahasanya jenengan ya?
Iya sebatang. Batangkara bisa berubah
dengan sosial media TikTok yang hari ini
lagi in, YouTube juga bisa jadi tidak
ada alasan untuk tidak bergerak ya
maksudnya ya. He gitu Mas Kik ya. Iya
betul. Sama kata-kata e sama apa ini ya?
Jadi saya tuh pernah seliworan di FYP.
Dokter siapa? Ryu Hasan. Oh drkter Ryu
Hasan ya. Pernah bilang bahwa orang yang
sukses itu bukan orang yang bekerja
keras tapi orang yang beruntung. Oke.
Nah, tapi kalau kita berpikir seperti
itu berarti alah sukses berarti cuman
keuntungan cuman beruntung bisa
diusahain tuh. Iya. Ternyata tuh
beruntung itu ada rumusnya. Oh ya
keberuntungan atau privilege dari Tuhan
kan. Keberuntungan berarti privilege
dari Tuhan. Berarti Tuhan memberikan
privilege kita itu apa? Satu, mungkin
kita rajin ibadah, mungkin kita rajin
sedekah, kita enggak ngelawan orang tua,
kita enggak ganggu tetangga atau enggak
ngusik orang lain, tidak merkan orang
lain. Itu bisa jadi privilege kita yang
setelah kita berusaha ternyata dapat
keberuntungan tadi. Keberuntungan
ya. Jadi ada ilmunya keberuntungan. Jadi
keberuntungan itu enggak random tapi
bisa diusahakan sebenarnya. Bisa
diusahakan. Kalau keberuntungan
versisnya Mas Kolik. Nah, kalau coba
di-review di flashback apa? yang bikin
beruntung. Kunci keberuntungannya, Mas
K. Kunci keberuntungan. Kunci
beruntungan
mungkin. Ah, ini saya disupport sama
istri satu. Oke. Istrinya masuk free.
Masuk free. Istrinya di luar ya. Jadi
supportnya bukan di pekerjaan, tapi
setidaknya tidak mengganggu pekerja itu
sudah men-support. Oh, jadi saya bisa
fokus untuk bekerja lalu fokus untuk
metime ya. Jadi kadang pria itu tidak
bercerita tapi diam-diam pegang stik PS
ya mancing stik PS berarti kalau
membiarkan suami main PS itu sebenarnya
men-support suami menupport karena
sumpek sumpek kerja semakin sering
megang PS itu berarti lagi
sumpek-sumpeknya pertanda berarti masih
sering hobi main PS sampai sekarang
masih dulu saya sempat punya rental PS
juga tapi kukut
oke oke oke oke okoke itu membuktikan
bahwa hobi tidak bisa dibuat pekerjaan
itu ya. Iya, benar juga itu
keberuntungan terus mungkin ya itu
sedekah gitu. Sedekah juga ya. Iya.
Walaupun sedekah tidak jadikan acuan
kalau kita aku harus nyumbang sekian
nanti saya harus minta ke Allah sekian
gak. Tapi sedekah itu untuk me saya
berpikir sedekah bukan untuk untuk
menambah rezeki tapi untuk mengamankan
saya dari bala karena pekerjaan saya ini
penuh resiko. Oh, gitu. Iya. baik di
saya maupun di tim saya. Resikonya apa?
Kalau resikonya ya ketipu ataupun tidak
gagal bayar ataupun di pengadaannya ada
kasus. Lalu juga timnya kan penekan
sering naik ya namanya resiko kecelakaan
kerja walaupun sudah pakai APD itu juga
pasti ada gitu. Jadi saya tetap rajin
itu. Itu kata Gus saya dulu sedekah itu
ya salah satunya menolak bala. Bala itu
walaupun jangan beranggapan kau rajin
sedekah terus kowe tambah sukses ojok.
Heeh. Heeh. Heeh. Heeh. Tapi saya lebih
yakin kalau sedekah itu untuk menolak
bala. Menolah bala. Caranya seperti apa
kalau yang biasa dilakukan oleh Mas
Klik? Saya itu terinspirasi dari teman
waktu event di Blitar. dia cerita kalau
di Blitar itu
ada pengusaha yang tiap bulan
mengeluarkan sampai berapa ton beras
dikirim ke orang-orang yang enggak
mampu. Setelah itu saya tahun 2022 waktu
bisnis mulai lumayanlah, event mulai
ada, coba saya saya mem mulai terapkan
di tetangga sekitar sekitar 4 K rumah
yang 5 kiloan itu. He. Sekarang sudah
sampai 800 kilo sebulan. W banyak ya,
Mas? Belum. Sama beberapa minyak sama
sembakau lainnya lah. Itu saya terapkan
di situ. Dan kalau bilang kepaksa ya
harus dipaksa. H. Karena kalau sedekah
nunggu ikhlas itu anu ndak
sedekah-sedekah.
Karena saya alhamdulillah sudah dapat
peningkatan rezeki ya harus dibagi gitu
ya. Berarti konstan terus atau seperti
apa atau pas lagi ada omset gede sem
dinaikkan atau gimana? Pernah waktu
tahun eh tahun lalu itu waktu sepi itu
enggak ada untuk dikeluarkan ya.
Akhirnya kita jual aset untuk sedekah.
Untuk tetap ngeluarin sampai jual aset
untuk sedekah. Iya. Jual emas. Kita jual
emas yang penting sedekahnya lancar. He
dipaksakan gitu. Heeh. Tapi piye cara
makso kan sampai jual aset itu jadi ya
karena yang rutin itu jadi kebiasaan.
Yang kebiasaan itu kalau ditinggalkan
jadi enggak enak gitu kan. Oh iya ono
sing kurang aneh ya rasane kurang. Kita
doakan semoga Mas Khal makin sukses
tambah banyak yang tambah banyak yang
disedekahkan ke orang-orang tetangganya.
Sampai syukur-sukur sampai Mitar sini ya
Mas ya.
Tapi ada ongkirnya.
Terima kasih teman-teman sudah nyimak
sesi bersama Mas Kholik. Semoga
teman-teman bisa mengambil hikmahnya.
Sampai jumpa di next episode.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah.
[Musik]
Yeah.