Transcript
CKHyHy_XgdA • BANGKIT dari KEBANGKRUTAN dan kegagalan jadi AYAH dengan "KESADARAN"!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0518_CKHyHy_XgdA.txt
Kind: captions
Language: id
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Kita kedatangan tamu dari
Malang yaitu Mas Aris. Ini guru saya Mas
Sur ya. Oh gitu. Saya ikut workshop
beliau waktu itu break time Mas. Saya
jadinya bisa beristirahat karena ikut
break time. Oh iya break time itu di
tengah-tengah kencang itu harus ada
break time-nya. Nah ini Mas Aris ini kan
banyak ini Mas yang digelutin jenengan
kalau bagi yang untuk belum tahu ee
disebut apa sih Mas? Jenengan senang
disebut sebagai konsultan customer
experience karena memang kami
menjalankan profesi sebagai konsultan
gitu ya. Jadi punya sebuah perusahaan
konsultan customer experience namanya
dan alhamdulillah kami mendampingi
banyak perusahaan puluhan perusahaan di
Indonesia untuk bagaimana sih mereka
membangun culture perusahaan sampai
kemudian output dan outcome-nya itu bisa
memberikan customer experience yang baik
kepada customer. Dan siapapun perusahaan
semakin banyak dia itu melayani
customernya yang berhasil memenangkan
hati customernya ya perusahaannya akan
kemudian bisa memenangkan persaingan. Eh
konsultan customer experience. I saya
agak agak juga tidak familiar juga ya
Mas di Indonesia ya Mas. Mungkin
jenengan yang pertama kali ya kayaknya
gitu ya. Nah itu apa apa maksudnya
goal-nya seperti apa bagi teman-teman
kita pengusaha customer experience itu
sebenarnya sesuatu yang alamiah gitu ya.
Jadi kalau orang bicara strategi
marketing itu akan mengalami apa namanya
kayak pertumbuhan metodologi
macam-macam. Tapi sebenarnya yang paling
basic itu adalah bahwa customer itu
pengin menang banyak. customer itu
pengin dibahagiakan. Itu kan strategi
marketing yang paling basic dari sejak
zaman purba mungkin ya kalau sudah ada
perdagangan di zaman dulu gitu ya sampai
nanti mungkin sampai akhir zaman
menjelang hari kiamat. Kalau bahasa
orang Madura kiamat kurang sehari
tetap jualan. Tetap jualan dia. Artinya
customer itu suka dengan pembeli yang
baik. Customer suka enggak ditipu sama
pedagang gitu ya. Mulai dari bisnis yang
skala kecil, mulai dari kita jualan kaki
lima pun sebenarnya adalah customer
experience gitu. Mulai dari kita belanja
ke Lijau umumnya ya itu kayak tukang
sayur itu kalau tukang sayurnya itu apa
ya humble akrab menyenangkan, kalau
orang Jawa bilang suka aw-aw gitu ya
suka suka ngasih-ngasih bonus kan
customer senang dan kemudian akhirnya
jadi jadi langganan gitu sampai kemudian
kalau kita bicara perusahaan-perusahaan
besar seperti Amazon, seperti Zapos,
seperti Southwest Irelands, Hailow dan
apa Mart dan sebagainya itu adalah
perusahaan-perusahaan yang memang ee
fokus membangun customer experience.
Jadi sebenarnya kita mengembalikan
marketing itu ke bentuk yang alaminya
gitu. Bentuk customer itu happy
mendapatkan produk dari sebuah
perusahaan repeat dan juga
merekomendasikan. Itu kan bentuk yang
paling alami dari proses marketing itu
sendiri. Yang penting bikin customer
happy, maka dia akan senang mungkin bisa
cerita ke banyak orang dan belanja lagi
kan gitu. Konsepnya gitu berarti ya Mas
ya. Ya, sesederhana itu. Cuman enggak
sederhana ketika bisnis itu mulai
berkembang, karyawan mulai banyak,
cabang mulai mulai banyak gitu ya. Kita
handle salah satu perusahaan, ada rumah
sakit yang 500 karyawan. Kalau kita
ngomong ke tim gitu ya, oh ya nanti
teman-teman bikin pelayan yang bagus,
senyum kepada keluarga pasien atau ke
pasien gitu. Tapi bagaimana membuat 500
orang itu bisa melakukan hal yang
seperti itu kan sesuatu yang enggak jadi
enggak sederhana gitu. Oke. Nah, ketika
bisnis masih sendiri personal gitu,
Bwinnya jualan sendiri ya bisa. Tapi
ketika sudah dieliver ke tim ini kan
menjadi challenging yang berbeda. Bukan
lagi karakter personality dari ownernya,
tapi lebih ke culture dari perusahaan.
Contoh ya, Mas. Sini jenengan tadi
bilang katakanlah pada rumah sakit
dengan 500 karyawan. Nah, itu gimana
caranya bikin mereka tersenyum bareng
mereka senyumnya tulus ketika ada
komplain dari atau menghadapi pasien
begitu? Gimana, Mas? Iya, saya ada
sedikit filosofi atau metafora lah ya
dari salah satu gurunya istri saya yang
suka memelihara ikan. Kebetulan istri
saya suka memelihara ikan di akuarium
gitu. Gurunya itu sempat ngomong kayak
gini, memelihara ikan itu bukan dengan
cara memelihara ikannya langsung, tapi
dengan cara memelihara airnya. Ketika
air itu dipelihara, pH-nya dipelihara,
suhunya dipelihara, ekosistem dan
lingkuan dipelihara, maka kemudian
ekosistem itu yang merawat ikannya, air
itu yang kemudian merawat ikannya, gitu
ya. sama bisnis masih kita sendiri yang
handle ya itu enggak perlu culture
macam-macam karena kita sendiri yang
ngelakuin itu tergantung person dan
karakter dari buwer gitu ya. Tapi ketika
karya sudah banyak maka kita harus
menciptakan sebuah ekosistem, sebuah
lingkungan yang itu kemudian merawat
timnya gitu. Saya pakai filosofi dari
Disney kalau enggak salah ya, delight
customer by putting employees first
gitu. Jadi men-delight membahagiakan
customer itu justru dimulai dari
employees-nya dulu. Kalau employennya
itu enggak bahagia, mengut atau mereka
enggak nyaman karena banyak lingkungan
toksik di situ, enggak mungkin mereka
kemudian bisa eh men-deliver value ke
customer gitu. Kenapa? Kalau kita
kemarin belajar ada sikit tentang const
leadership, terus belajar tentang
membangun culture perusahaan ya karena
itu dulu yang harus dimulai itu
pondasinya baru kemudian kita bicara
skill-skill bagaimana tim melayani
pasiennya atau melayani customernya
gitu. Jadi kalau biasanya kami di
sentrik itu ada empat pendekatan. Jadi
kita membangun pertama soulset,
membangun jiwa karena mindset aja enggak
cukup termasuk jiwa ya Mas ya. Jiwa
contoh nih saya tahu kalau melayani
customer itu nanti customer bakal balik
lagi merekomendasikan mensetnya tahu.
He. Tapi kadang ketika melayaninya
karena enggak punya soulnya ya akhirnya
ya enggak bisa ya BB aja gitu. Hm. Jadi
dari soulset kita bangun, kemudian dari
mindsetnya juga kita bangun, dari skill
setnya kita bangun, dan dari terakhir
dari tool set-nya, kecerdasan sistemnya
ya. Kami mengembangkan teknologi namanya
OKR Plus sehingga apa namanya semua
aktivitas dari tim itu bisa diracking
real time dan bagaimana mendorong tim
itu untuk punya inisiatif dan
produktivitas yang lebih gitu. Ibaratnya
bagaimana tim itu bisa sprint, bisa
lari. Kebanyakan dari kita itu kan
jalannya itu lari terus, habis itu kayak
burn out gitu. Betul. Betul. Kayak
kebanyakan load beban gitu ya, burn out
jadinya. I atau yang justru lari maraton
larinya pelan pelan pelan pelan asal
kelakon gitu ya. Ee nyampai. Tapi kalau
kita pengin beyond pengin menjadi bagian
dari 5% populasi dunia artinya
ekstraordinary gitu yang yang
transcendence gitu ya. Kita harus sprint
tapi kemudian dibaringi dengan break.
Jadi sprint break, sprint break, sprint
break kayak Formula 1 gitu kan. Kencang
habis itu langsung masuk pitop dalam.
Kencang lagi masuk pitop. Nah, itu semua
harus dimonitoring dan kita ngembangkan
teknologi untuk itu gitu. Teknologi
untuk ee monitoring, teknologi untuk
bagaimana menumbuhkan
inisiatif-inisiatif dari tim dan empat
hal tadi itu souls, sets, mindset, skill
set, dan toolsnya itu adalah sebuah
keseluruhan gitu ya, sebuah paket gitu
ya. I yang kemudian membentuk experience
yang baik tadi itu. Yes, betul.
Outputnya customer experience. Heeh.
Tadi sih masalah mindset sama tools itu
relatif familiar gitu ya. Kalau soul,
jiwa itu rasanya masih yang kepikiran
sama saya abstrak itu bangun soulsit itu
ee ya bangunnya itu gimana, soul itu
gimana, untuk bisa membangkitkan itu
gimana, Mas Aris? Iya. Bicara tentang
konsep agama itu kita bergerak dari
ritual ke spiritual itu soulset. dari
ritual ke spiritual. Contoh namanya
kalau kita Oh, I kalau kita salat takbir
Allahu Akbar ritual kan itu ritual. Tapi
kalau kita meyakini bahwa Allah yang
maha besar, kita enggak kita enggak
boleh sombong, itu baru spiritual gitu.
Itu kalau dalam konteks memaknai ritual
itu jadinyalah spiritual gitu ya.
Spiritual itu membangun perusahaan itu
drivennya itu value. Untuk bisa
membangun soulset tadi itu juga harus
ada ritual-ritualnya. Ini bukan litural
bidah atau syirik kayaknya. Ini temannya
itu yang lagi viral apa ya? Siapa
namanya? Walid. Walid. Oh, walid. Iya. I
ya. Ya.
Jadi membangun ritual di company, di
perusahaan ya sehingga melakukan
internalisasi internalasi value tadi itu
sehingga kemudian bisa dipahami dan yang
paling penting itu sebenarnya adalah
pendekatan neuroscience gitu ya.
Neocortex, ada Mamal Brain, ada Lizard
Brain gitu yang yang membuat karakter
tim kita itu enggak baik. Itu kan
sebenarnya karena masalah pribadi yang
terjadi di masa lalu gitu ya, karena
mungkin di keluarganya, inerel,
macam-macam gitu. Nah, bagaimana
kemudian kita mengaktifkan human print
seseorang eh power-nya itu keluar gitu.
Lat-nya itu keluar atau bahasanya
conscious leadership-nya itu keluar.
Karena ketika itu keluar mereka akan
kemudian punya makna hidup yang berbeda.
H berarti dengan membangun kesadaran ya
Mas ya. Kesadaran kesadaran biar dia itu
bukan hanya ritual kalau bahasa agama
bahasa salatnya itu jadi menjadi
spiritual maknanya paham dia dan
akhirnya ya mendalami dan berdampak pada
kehidupan dia gitu ya. Insentrik itu
mengerjakan itu tadi itu ya Mas ya.
Kerjaan itu. Ngerjain itu ya. Berarti
dampingi perusahaan-perusahaan Mas. Iya.
kami ada pendampingan biasanya 1 tahun
gitu ya dari mulai setting dari awal
sampai kemudian tool set sampai
pengungkuran-pengungkurannya gitu kan
semuanya harus harus ada
pertumbuhan-pertumbuhan kan yang harus
diukur gitu. Perusahaan apa aja biasanya
yang ditangani? Kami banyak banget ya
mulai dari perusahaan-perusahaan seperti
di kesehatan ya kayak rumah sakit klinik
itu beberapa ada klinik estetik ada
klinik mata, ada klinik umum gitu. atau
juga di dunia riliner juga ada dan
kebetulan memang di digital kita juga
ada gitu ketika kita bicara tentang CRM
gitu ya. Jadi bangun customer
relationship dengan customer kan enggak
sekedar broadcast upselling cross
selling kan seperti itu ya. Nah itu kita
juga dampingi beberapa perusahaan
semacam kayak skincare yang gitu-gitu
gitu. Terus ada juga yang model
pembinaan reseller distributor
macam-macam. Jadi ee kompleks banget
yang kita tangani. Cuman kalau boleh
dibilang persentase terbanyaknya memang
di di bidang kesehatan. Oh. Oh,
kesehatan malah yang paling banyak
akhir-akhir ini. Iya. Yang paling banyak
di klinik, rumah sakit. Ya memang kalau
kita bicara customer experience kan yang
nampak kan yang face to face dengan
klien atau dengan pasien gitu kan Mas
ya. Kayak lebih terasa begitu ya. Iya.
Hotel gitu kan hotel hospital itah
bahasanya ya. I memang kalau online
nanti jatuhnya ke CRM itu ya, bagaimana
mengelola database biar makin dekat
dengan customer, biar makin loyal
gitu-gitu ya, Mas. Betul. Betul. He
kalau dari pengalamannya Mas Aris,
kesalahan paling umum itu apa sih, Mas,
di customer experience? Eh, menjadikan
customer sebagai objek bukan sebagai
subjek. Bedanya gimana itu? Ya,
menjadikan customer sebagai objek itu,
ini kalau yang eksternal ya, ke customer
ya. menjadikan customer sebagai objek
itu ya customer itu kayak hanya jadi
sapi perah gitu loh yang yang harus
dieksploitasi gitu ya bukan yang justru
diberikan value. Oke. Kalau perusahaan
customer centris itu adalah ee
perusahaan yang kemudian justru berfokus
sama customer, memahami problem
customer, berempati kepada customer, dan
kemungkinan besar untuk memenangkan hati
customer itu lebih besar karena lebih ke
customer ee sentris seperti itu. Oke.
Jadi itu yang kesalahan paling umum
kalau ke yang eksternal ya, ke customer.
Kalau yang ke internal karena kan ini
dua-duanya ee saling bersinggungan
antara employee experience sama customer
experience gitu ya. Sederhananya
menjadikan tim sebagai resource bukan
sebagai source, bukan sebagai sumber
mata air harus kan jadi kayak sumber itu
kayak kayak batu bara itu kan. Iya. Iya.
Habis terbakar nanti mereka. Iya. Tapi
kalau kita menjadikan tim sebagai
source, justru potensi, knowledge,
pengetahuan yang mereka miliki itu
kemudian akan diserahkan ke perusahaan.
Perbedaan yang lebih teknisnya resource
dan source itu tadi teknis kalau di
teknis mungkin kita pendekannya pakai
OKR ya, pakai objektif riset
dibandingkan dengan KPI. Kalau KPI kan
orang sudah diatur standarnya ya gini
gini gini. Ini ini bukan masalah ee mana
yang benar, mana yang enggak ya. Tapi
saya bicara tentang relevansi dengan
perkembangan ee psikologi manusia saat
ini dan seterusnya gitu. Jadi dengan OKR
atau objektif carisal. Jadi objektif eh
kalau enggak salah John Dur ya enggak
salah yang di Google itu dari puluhan
mungkin saya lupa baca e 20 atau 30
karyawan Google sampai sekarang ratusan
ribu gitu. Itu mulai dari OKR. Jadi, OKR
itu memberikan ruang ya, memberikan
ruang bagi tim untuk kemudian memberikan
inisiatif-inisiatif gitu. Tapi objektif
dan kirisatnya sudah kita kunci gitu.
Kiset itu artinya ukuran keberhasilannya
gitu. Dampak impactnya. Umpamanya omset
dari sekian ke sekian, dapat pelanggan
baru dari sekian ke sekian gitu. Itunya
sudah dikunci. Iya, dikunci. Tapi
kemudian activity-nya itu kita kasihkan
kesempatan bagi tim untuk ee mereka
punya inisiatif. beberapa perusahaan itu
ngeluh kepada saya, "Mas Haris, ini tim
itu kok enggak punya inisiatif gitu.
Mereka itu kalau enggak diopera-opera
enggak enggak gerak-gerak, Mas." Itu
umum banget sih. Umum biasanya bisnis
owner yang di kena ee yang dihadapi
kayak gitu. Akhirnya cuma disuruh ini
ngerjain itu, tapi enggak ada inisiatif,
enggak proaktif gitu ya. Ya, masalahnya
sekali inisiatif dibantain. Oh. Enggak
dikasih ruang untuk inisiatif gitu. Jadi
kadang kita itu menyalahkan objek yang
lain padahal sebenarnya yang salah itu
diri kita sendiri. Oke. Iya. Iya. He.
Bumi yang menyalahkan terjadinya gerhana
bulan gitu. Padahal sebenarnya karena
bayangan bumi itu sendiri gitu, posisi
buminya sendiri gitu. Nah, sama ada
leader yang ngomong lah kalau leadernya
itu narsis, leadernya itu toxic
controller, suka ngatur, detektor, terus
kemudian ngomong timnya, "Kau enggak
punya inisiatif?" Lah sekali mereka
punya inisiatif dibantahin, diinstruksi,
enggak dikasih ruang. Nah, itu yang
kadang ee ketika kita mendampingi
perusahaan-perusahaan itu ya hal-hal
seperti itu yang menjadi konsern kita
dan itu harus dimulai dari bisnis
ownernya gitu. Kalau dalam dunia saya
itu biasanya gini, Mas Haris, ini orang
kreatif tapi kok enggak kreatif ya. Ini
rekrut tim kreatif tapi enggak kreatif
kan mirip tadi. Jadi ee timnya enggak
inisiatif dan sebagainya. Kalau di
bidang kita kan bidangnya kan kreatif.
Jadi rekrut tim kreatif tapi orangnya
enggak kreatif. Enggak punya inisiatif.
bingung ini gimana e A ya udah A enggak
ada enggak ada improvisasi A+ atau A-kan
bagaimana baiknya kan gitu yang kita
harapkan kan seperti itu ya tim kreatif
itu kan gitu. Iya Mas Agung kan kita
sebenarnya sudah ngasih ruang tapi dia
kok enggak proaktif. Kalau yang kayak
gitu gimana Mas? Ya gini ada orang yang
mengatakan seperti ini. Kalau kalian
punya masalah di rumah jangan dibawa ke
kantor ya. Masalahnya kepalanya di
bawah. Iya sih enggak mungkinak
ditinggal tinggal gitu ya. harus selesai
dengan diri sendiri gitu. Jadi kalau
kemarin kayak yang di break time itu kan
kita ada pendekatan perspektif power
force ya yang David Hawkin itu. Jadi
karena memang mereka masih force,
energinya masih lemah gitu. Nah, seorang
pemimpin entah itu base owner, CEO dan
seterusnya itu enggak punya power yang
bisa menggerakkan, yang bisa
menentramkan, yang bisa kemudian membuat
tim itu lebih perform ya kan energinya
tadi energi yang negatif ya. Karena kan
kita pernah kan, Mas, ketemu sama orang
yang kalau ada dia itu kita semangat
kerja gitu. Ada juga yang malas karena
dia itu tongkrongan jadi enggak asik.
Ada dia itu padahal dia enggak
ngapa-ngapain. Enggak ngapa-ngapain itu.
I sebenarnya kalau yang materi backtime
itu kan materi pendampingan owner
sebenarnya Mas. Jadi kalau kami di
insentifik di perusahaan itu kita
mendampingi sampai tiga layer ownernya
didampingi kebetulan memang Owan sama
saya gitu terus ada yang si levelnya
yang manajerial biasanya ada Masana dan
tim sampai kan frontlinernya sampai
orang-orang yang di bawah kayak satpam
atau waiters atau kasir itu kita ada tim
sendiri yang mendampingi gitu. Nah,
ketika bunya itu yang bermasalah,
value-nya atau kesadarannya masih belum
tumbuh gitu, energinya masih lemah, aku
punya 200 karyawan, tapi kenapa ya
mereka sulit diatur ya? Saya biasanya
sampean pengin jawaban yang menyenangkan
atau jawaban yang sebenarnya. Iya.
Karena sampean belum punya energi untuk
bisa mengatur 200 orang itu. Kalau
sampean nonton One Piece, Anda belum
punya haki raja gitu. Wah, ini belum
punya haki ya nakama. Ini nakamanya
keluar.
Jenengan kan bangun insentrik ini kan
tahun 2002 berapa? 2020 3 tahun ini ya?
Berarti 2022 ya? Iya betul. Kok ada
ketemu di situ? Ketemu di customer
experience itu apa anunya pemantiknya?
Awalnya saya memulai bisnis ee di bidang
konsultan edukasi. Mulai belajar tahun
2019 ya. Termasuk orang yang lambat
belajar sebenarnya baru baru sadar baru
tahu ada istilah coaching, mentoring,
training itu 2019 gitu. sebelumnya kan
ya tadi saya pernah bangkrut lama hampir
10 tahun jadi bakul buah jadi kurir buah
setelah belajar itu kemudian saya
menemukan tentang flywhel marketing
waktu itu ya dan kemudian Hubspot yang
yang menolorkan metodologi itu baru
keluar tahun 2018 dan kebetulan di
Indonesia masih belum ada yang
ngembangin terus saya pelajari dan saya
kembangin awalnya ya sendiri gitu Mas
Agung dulu kalau enggak salah saya jadi
gurul marketing jadi enggak punya tim
gitu dulu sempat bikin tim gagal gitu.
Terus kemudian ya alhamdulillah
dipertemukan sama Allah dengan partner
saya Mas Yana ya Mas Yana Sandi. Jadi
kebetulan beliau 13 tahun tiis calton
tahu betul dan kita dipertemukan dengan
cara yang sangat ajaib gitu ya sangat
magic lah bahasanya gitu ya. Beliauah
yang ngisi puzzle kita tahunya dulu gitu
tahunya cuman ee skill mindset tapi
ternyata permasalahan utamanya di
culture ketika implementasi ke
perusahaan. Nah, dari pengalaman beliau
dari Skalon itu jadi tahu, oh gini toh
cara bangun culture gitu dan kemudian
kita jadikan framework ya customer exper
yang desain itu di Inentric sampai saat
ini ya terus berkembang gitu ya sampai
sekarang punya toolset, punya
teknologinya gitu. Jadi ee tahun ketiga
ini insyaallah kami lebih lengkap, lebih
powerful, lebih proper gitu ya. Mantap
gitu ya. Lebih mantap. Memang kalau
sudah jodoh tak akan ke mana Mas ketemu
di waktu yang indah gitu. Iya ya itu
bagian dari big magic saya sih Mas itu
evaluasi. Kenapa sih dulu bisnis kok
bermasalah terus bangkrut sampai 10
tahun gitu ya? Bangkrut 10 tahun 10
tahun teman-teman 3 4 tahun bangkit saya
kok lama banget ibarat murai itu tak
mohon maaf ini agak nak enggak naik
kelasnya lama Mas iya bangkr 10 tahun
Mas ya dulu di bisnis batubara Mas saya
trading dan mining juga nambang juga
walaupun skala kecil ya di Samarenda
Samarinda. Asli sana ya dulu ya? Eh
enggak saya Malang juga aslinya Malang.
Malang lulus kuliah ke Samarenda. Oh,
waktu itu saya mengalami titik mulai
menemukan titik kesadaran. Kenapa sih
kok saya bermasalah? Jadi saya enggak
akan menyalahkan teman-teman saya dulu
yang memungsuhi saya atau mungkin
bermasalah muamalah dengan saya. Karena
memang saya bermasalah. Sekitar tahun
2021 itu mulai mulai bertemu dengan
teman, baca buku tentang kesadaran. Ada
sebuah keadaan yang waktu itu anak saya,
Mas. Jadi waktu anak saya masih di
pondok di Boyolali gitu ya, saya kan
samarenda. Waktu saya ngantar anak saya
masih di SMP kelas 2, dia ngomong kayak
gini, "Pak, aku kok kayak enggak punya
orang tua ya? Bapak sibuk, Ibu juga
sibuk." Kebetulan istri saya waktu itu
kan ngurusin bisnis buah ya waktu itu
ya. Iya. Yang buah itu di watermelon
dulu kita berdua ngomong itu untuk
memperjuangkan anak padahal sebenarnya
anak enggak mendapatkan itu gitu. Nah,
omongan anak saya itu kemudian membuat
saya kayak di kampleng gitu loh, Mas.
Selama ini sosok ya anak yang kita
anggap itu suatu yang paling berharga
ternyata malah dia enggak mendapatkan
apa-apa. justru malah merasa kayak
dibuang di pondok itu, enggak
mendapatkan interaksi dari orang tua.
Saya langsung pulang ke Samarenda
langsung membuat keputusan mendadak. Wis
kita pindah aja kita balik Malang gitu.
Saya kerja istri biar punya waktu untuk
anak-anak. Nah, ee saya punya perspektif
yang berbeda mungkin Mas enggak tahu ini
e enggak tahu populer atau enggak gitu
ya. Jadi mungkin di bisnis saya sebagai
seorang coach, sebagai seorang konsultan
tuh kan maunya kita yang menonjol gitu
ya. Jadi biasanyaangitu sosok dewanya
lah yang kemudian menjadikan tim tadi
itu ya oh ya kan timku kon harus support
aku. Iya. I saya mematahkan semua ego
itu di sentrik. Jadi saya melihat tim
itu ee sebagai source. Saya rugi dong
kalau jadikan mereka sebagai resource
padahal mereka punya potensi, mereka
punya knowledge, mereka punya
pengetahuan, pemahaman yang itu harus
jadikan sebagai mata air gitu untuk
mengisi di tim gitu. Yang saya sukai itu
justru adalah bagaimana menumbuhkan tim
dan itu adalah outcome output yang saya
kejar. bagaimana tim bertumbuh. Ada Mas
Wahyu yang kemudian spesialis di CRM,
ada Mas Ronald yang spesialis di di
servis, Mas Jeffre di sales. Bagaimana
ee ketika saya ngarap insentifik ini ya
bintangnya adalah mereka gitu, bukan
bukan saya. Mas, tumbuhnya itu di sesuai
dengan visi perusahaan atau bisa tumbuh
terserah gitu ke manapun gitu. Gimana
itu, Mas? Iya. Jadi ee kita punya visi
ya, punya kesamaan visi, kesamaan value
gitu. Visi kami adalah membuat dunia itu
lebih baik ketika kita bisa membuat
banyak perusahaan itu yang memberikan ee
kebaikan di setiap transaksinya gitu,
Mas. Itu itu yang kita kejar dan prinsip
saya ketika saya mungkin sama kayak di
karena saya suka One Piece ya kayak
Kosim Lakama gitu. Jadi saya tanya
kepada tim saya yang gabung, "Apa sih
mimpimu?" Karena itu adalah pekerja
utama seorang CEO untuk men-support
timnya, mewujudkan mimpinya gitu. Jadi
kita punya sebuah mimpi bersama. Kalau
pesan di hadis itu ya ketika menciptakan
transaksi yang penuh dengan keridaan
gitu, keridauan gitu itu gol kita.
Mudah-mudahan Allah memudahkan gitu ya.
Ya, penginnya itu menjadi perusahaan
global gitu. Harapannya sih betul-betul
nanti akan berdampak seorang bis owner
itu bisa memberikan kebaikan kepada
timnya dan timnya itu bisa memberikan
kebaikan kepada customernya. Runot itu
Mas ya. Betul. Enggih. Enggih. Yang tadi
dikatakan bangkrut 10 tahun gitu loh.
Menarik itu. Iya. bangkrut 10 tahun itu
10 tahun bangkitnya atau 10 tahun itu
rugi terus atau gimana, Mas? 10 tahun
itu artinya bahwa aset yang dimiliki
lebih sedikit daripada beban yang
ditanggung itu sih, Mas. Oke. Jadi
memang kondisinya minus selama 10 tahun
itu karena kesombongan aja sih gitu.
Karena kesombongan, Mas. Karena
kesombongan. Iya. Enggak sadar kalau
ternyata dulu sangat selfie, sangat
egois gitu. Dulu mungkin saya
termasukkannya cepat banget, Mas. Jadi
habis kuliah itu saya main-main ke
Kalimantan, kebetulan orang tua saya di
sana pas main kok ketemu bisnis bisnis
ee limbah kayu waktu itu. Serbuk kayu
saya kirim via kontainer ke Surabaya dan
ya cepat. Jadi waktu saya usia 28 tahun
itu sudah punya del mobil, Mas. E di
waktu itu gitu ya di I karena kirim
serbuk kayu kontainer ke Surabaya tadi.
Oh plus plus batuanya juga. Oke. Plus
batu bara juga. Plus trading batu bara.
saya nyupport ke ee
perusahaan-perusahaan di Kalimantan juga
termasuk ngirim ke ke Jawa gitu, ke
Surabaya pakai kontainer gitu. Pasti
bisnya sudah skala besar gitu ya waktu
itu. Iya gitu. Kemudian ketika Allah
berkehendak gitu ya semuanya itu kayak
dibuat habis gitu Mas dalam waktu yang
sekejap 2010 ee saya ngomong tentang
riba gitu ya tentang ya emang riba
semuanya gitu ya. Utang wis hati
kemrungsung gitu loh Mas. Iya iya iya.
maunya ini ngembang ini. Dan kalau
invest di kayak di batu bara itu kan
kalau enggak kayak beli barang kan kalau
habis gali-gali barang mandek kan ya
selesai gitu. Jadi ee tambang diop
warga, banjirin warga terus jalan
holding diop ormas wis terus ditipu
buyer wis pokoknya enggak tahu 2010 itu
tiba-tiba semuanya gon gitu ya hilang
gitu ya e semuanya mandek cedak jadi
enggak bertahap langsung ambruk gitu ya.
Iya langsung ambruk. Ee sebenarnya kalau
tapi enggak boleh lauk kaca ya, enggak
boleh seandainya ya. Kalau waktu ma
jebret itu kemudian saya jualin semua
aset saya itu oke, Mas. Karena kan
argonya kan muter terus argo bank gitu.
Nah, tapi saya pengin nunggu momentum
sebulan ditunggu enggak datang momentum
5 bulan, 6 bulan Argo iya jalan jalan
terus setahun ambles enggak kawan-kawan
banyak dan seterusnya dan saya berusaha
untuk bangkit lagi jualan jamu, jualan
macam-macamlah jualan ya mulai bangkit
ketika jualan buah mulai aja sih 2016
itu bikin watermelon itu mulai bangkit
tapi betul-betul bangkit ya
2020 gitu ketika saya evaluasi apa
tipsnya bisa bangkit bukan karena
mungkin kayak orang kayak kerja keras
karena menemukan kesadaran aja. Walah
ternyata selama ini aku egois toh, aku
selfis toh gitu. Proses menemukan
kesadaran itu dengan apa, Mas Aris
jenengan? Iya, salah satunya tadi ya,
kejadiannya seperti anak saya ceritakan
tadi ketika anak saya Iya. Karena kalau
bisi jatuh kan kayak bola bekel, Mas.
Kalau keluarga bola keluarga bola kaca
kan jatuh pecah gitu pecah. Iya. Iya.
Nah, itu sekitar
202 itu mulai dipertemukan dengan
orang-orang hebat ya, yang justru malah
enggak terkenal. Orang-orang yang punya
energi power yang tinggi sekali, yang
punya wisdom, punya kebencanaan, tapi
malah bukan dari orang-orang yang yang
dikenal masyarakat. Guru-guru kehidupan
saya gitu. Saya punya seorang guru,
beliau pimpinan pondok pesantren di
Lamongan, punya 2000 santri gitu. He.
Tapi kalau beliau keluar tuh udah enggak
kayak kiai itu, Mas. Kayak wong jadi
sederhana banget. Sederhana banget. H.
Ya. Terus ketemu teman juga ya dulu di
bisnis saya kan dulu pokoknya e harus
gas gas gas gas gitu kan, Mas. Gitu.
Saya saya rekor saya yang belum
dipecahkan sama saya enggak pengin
memecahkan juga rekor itu ya itu
keliling 25 hari 19 Mas. dari kedua hari
kedua masuk rumah
sakit ngisi di sini malamnya jalan
pindah kota ngisi lagi jalan kita loka
terus ternyata saya kurang break tadi
itu saya kurang istirahat ngegas terus
burn out gitu akhirnya dengan bantuan
dari guru-guru tadi itu akhirnya
disadarkan dengan banyaknya
literasi-literasi buku-buku yang saya
baca akhirnya di disadarkan gitu
salatnya kalau boleh saya sebut ya
bukunya keep going-nya Aing Cleon itu
powerful banget. Bagaimana supaya kita
keep going? Ternyata ya justru kita
harus berhenti, berhenti dulu gitu.
Masuk pitstop dulu, ngisi bensin dulu,
makan sarapan dulu gitu. Jadi iya iya
iya. Perubahan mindset terbesarnya apa,
Mas dari sebelum itu terus akhirnya
menemukan kesadaran itu sebelumnya
gimana, setelah itu apa yang dilakukan?
Iya, yang penting sadar bahwa ternyata
dulu sangat egois, sangat self oriented
gitu ya. Sangat enggak mau kalah. Dulu
saya menyebalkan sekali, Mas. Bahkan
sekarang kalau saya melihat video-video
saya 4 tahun yang lalu gitu ya, lama itu
itu muak Mas. Oh, gitu ya. Tapi saya
berterima kasih sama diriku yang
berjuang dulu. Cuma sekarang kalau
diperlihatkan itu kayak aduh kok kayak
gitu saya dulu ya menjuengkelkan dulu
contoh simpel ya kalau ada materi itu
Mas seminar workshop gitu saya selalu
mendengar apa sih kesalahan dari
pembicara pas sesi bertanya Mas itu yang
saya tanyakan Mas semenyebalkan itu.
Jadi untuk ngetes atau menjatuhkan
bahkan yang kira-kira enggak bisa gitu
ya. Oke.
Ee enggak mau mendengar mungkin dengan
dengan keluarga, istri atau ibu dulu
sering konflik sama ibu terus meremehkan
orang lain, enggak mau mendengar, selalu
merasa superior. Padahal sebenarnya
bisnisnya juga hancur, tapi bisanya
hancur tapi egonya yang enggak hancur.
Jadi nalar sama ego itu tinggian ego
gitu loh, Mas. He heeh. Heeh. Dulu gitu
ya belum turun-turun itu ego. Iya. Kalau
sekarang ya kadang-kadang kalau sekarang
maksudnya dulu belum turun-turun gitu
loh. Masih tinggi dulu selalu tinggi
nalarnya selalu sehingga ketika ada
apa-apa yang kena egonya dulu bukan
nalarnya gitu. Nah sekarang
mudah-mudahan mudah-mudahan nalarnya
mulai naik egonya mulai turun. Tapi ya
kadang-kadang ya naik juga masonya. Iya.
Saya itu ada kenalan kayak gitu Mas
Aris. Jadi dia itu kalau ngomongin
ngasih tahu orang lain bijak banget.
Iya. Tapi sebenarnya hidupnya sendiri
itu berantakan. Tapi kalau dikasih tahu
enggak mau. Karena sebenarnya dia tahu
teorinya tapi tinggal enggak mau
ngaplikasiin. Saran dari Mas Aris nih
ngadapin orang yang kayak gitu atau Mas
Aris yang dulu kan gitu. Iya. Heeh. Kok
bisa akhirnya runtuh itu karena nasihat
apa sih, Mas? Beretemu orang-orang
dengan energi yang power. Berarti harus
ada yang lebih hebat dari dia. Harus
hebat dalam artian bukan hebat secara
materi ya, tapi secara energi di luar
konteks agama ya. Kalau kita lihat
Mahatma Gandhi gitu. Iya. itu sekali
ngomong aja itu seluruh orang orangor
India mau memboikot seluruh produk
Inggris dan kemudian membuat perseman
orang Inggris memerdekakan India gitu.
Artinya orang-orang yang punya energy
power, orang-orang yang guru kehidupan
lah. Kalau orang bilang alhamdulillahnya
itu memang Allah awalnya menemukan itu
dengan guru-guru itu. Dan kemudian yang
kalau saat ini itu saya jadikan
framework sih, Mas. Framework backtime
itu dengan beberapa peserta atau mungkin
pengalaman saya mendampingi para base
owner. Mereka enggak sadar kalau
ternyata masalahnya di mereka sendiri.
masalahnya adalah ego mereka sendiri
gitu. Nah, kemudian ketika kita mau
mendengar mereka dulu, terus kemudian
memahami dan menyentuh sisi-sisi
terdalam dalam kehidupannya, bantu
mereka menemukan meaning, menemukan
makna dalam kehidupannya gitu. Ee
sesimpel gini, Mas. Kalau saya tanya Mas
Surya mungkin, "Mas, apa sih keinginan
Mas Surya dalam hidup ini?" gitu. Saya
yakin Mas Surya enggak akan kesulitan
menjawabnya. Eh, aku pengin ini, pengin
ini, pengin ini. Tapi kalau saya tanya,
"Mas, apa sih yang Allah inginkan atas
hidup Anda?" Nah, itu ya tugas kita apa?
Iya. Peran yang Allah inginkan kita
hidup di dunia itu seperti apa sih? Itu
kan agak agak bingung jawabnya gitu.
Nah, sebenarnya ketika orang menemukan
meaning tadi itu, Mas. Menemukan
peran-peran tadi itu ya kesadarannya
mulai muncul gitu. Muncul. Berarti
framework-nya tadi apa aja, Mas? Siapa
tahu nanti kalau ketemu orang kayak gitu
atau saya sendiri ketika terpapar, ego
lagi tinggi itu kan juga bisa jadi
mitigasi ya, jadi barrier gitu nanti. Oh
aku mesti ingat-ingat ini frame brok-nya
seperti apa itu contoh kayaknya harus
ikut break time
deuitu enggak boleh dipel dikit-dikit
nih. Ini frameb-nya Juni Mas. Oh besok
Juni. Juni. Iya Juni di Malang berarti
ya. Ini alumni pertama loh pertama atau
I atau yang ikut di mana situ beda tapi
ya yang di founder beda ya? Iya sama
juga. Sama sama juga ya. Hm. Ya, tapi
simpel sederhana sih ketika human brain
kita, Mas itu bisa mengendalikan mamal
dan lizard brain kita, mengendalikan
pikiran bawa sadar kita yang dulu
mengalami luka-luka memar ibaratnya
karena perjalan kehidupan kita. I
mungkin marah dengan seseorang pengin
membuktikan dendam positif apa enggak
ada dendam yang positif semua dendam itu
negatif gitu ya. Yang orang Jawa bilang
kemrungsungnya itu itu kan semua dari
pikiran bawa sadar gitu. Nah, bagaimana
kita mengaktivasi otak di atas atau
neocortis atau human brain kita sehingga
menjadi lebih aktif. Jadi, ibarat ee
kata itu kayak neurotransmitternya
semakin aktif. Nah, itu nanti ada
metodologinya bagaimana kita terkoneksi
dengan alam, bagaimana kita tadi mulai
menggiring dimensi ee ritual menjadi
spiritual itu. Nah, proses-proses itu
mulai apa ya? Kayak
olahraga. Iya. istilahnya mulai
melakukan namanya ee guru saya
mengajakkan namanya Farmasi Mastery.
Bagaimana cara kita memproduksi
hormon-hormon positif untuk tubuh kita,
bagaimana ee kita itu ee menghasilkan
seretonin dan seterusnya gitu ya. Human
brain tadi itu semakin aktif. Akhirnya
kemudian tadi e kedudukannya berubah
dari ego yang Heeh. di apa? di atasnya
nalar berubah menjadi nalar di atasnya
ego. Bisa lebih sadar dulu baru kemudian
reaktif. gitu. Kalau kita kan bacanya
reaktif dulu baru sadar gitu. Baru sadar
telat akhirnya nyeselat. Nyesal gitu.
Kalau pas gini supaya nanti kita enggak
dikontrol sama ee itu simpelnya itu
biasanya ketika ada masalah ya apapun
juga ee masalah-masalah yang sulit atau
apa gitu. Ee saya biasa pendekatannya
pertama ada dua kita punya dua benteng.
Yang benteng pertama adalah perspektif.
Perspektif. Benteng kedua adalah
meaning. Meaning makna ya. Iya. Bukan
reaktif ya. Jadi ketika kita dapat kabar
apa gitu wah kompetitor buka cabang
dekat dengan cabang kita reaktif kan? I
panas itu reaktif. Itu reaktif ya. Maka
setiap reaktif harus segera disadari wah
ini reaktifku gitu. Maka harus dikirim
ke perspektif dulu benteng pertama
kemudian dikirim ke ke mana? Ke
meaningnya gitu. Perspektif itu
contohnya itu sebenarnya diajarkan sama
orang Jawa Mas. Ramanya ada orang
kecelakaan gitu ya terus kemudian
motornya rusak tapi orangnya selamat.
Jatuh selamat gitu ya. Ya Allah untung
wongnya selamat pas kan enggak untung
kanya kecelakaan. Nah itu perspektif.
Jadi eh saya pernah baca salah satu
perkataan orang Persia dulu ya zaman
dulu mengatakan I curse the fact that I
have no sus until I show the man who
have no fit gitu. Aku mengutuk atau aku
marah dengan keadaanku enggak punya
sepatu sampai kemudian aku melihat orang
enggak punya kaki gitu. Oh akhirnya dia
bersyukur. Akhirnya ya itu perspektif
awal sampai kemudian kenapa sih aku
enggak punya sepatu kan gitu. Nah, itu
pertama perspektif dulu gitu atau kalau
dalam acara Islam kan apa ya kalau engak
salahum ya lihatlah yang di bawah kamu
jangan melihat yang di di atas gitu itu
ketika perspektif gitu tapi kemudian
ketika setelah perspektif ditarik ke
meaning Mas dan meaning itu yang
kemudian membuatnya menjadi semakin
dalam gitu tadi contoh tadi ya ketika
dapat musibah kita melihat yang yang
bawah daripada yang atas tapi kemudian
digar ke mining kalaupun kita pengin
sukses
Sekay apun, sukses apun, maka bukan
karena melihat yang di atas, tapi tetap
karena melihat yang ke bawah. Artinya
aku pengin punya hopeful untuk apa?
Untuk membuat orang menjadi lebih baik.
E berkontribusi untuk rahmatan lil
alamin, untuk tumbuh-tumbuhan, untuk
hewan-hewan, untuk sesama manusia. Jadi
ketika sukses pun motivasinya adalah
ketika melihat di kontribusi yang ke
bawah. Iya. Itu itu orang sudah ketemu
meaning gitu. Nah, sebenarnya banyak
permasalahan-permasalahan hidup kita itu
karena kita gagal membaca meaning dari
kejadian yang ada gitu. Memang susah ya
membaca meaning itu ya agak butuh
kepekaan yang tinggi dan mungkin iya
perlu iqra ya iqra gitu kita membaca
gitu ee enggak semuanya bisa ya. Saya
kemarin ketika mendampingi pengalaman
mendampingi beberapa bis owner yang kami
dampingi perusahaannya gitu ya, ee dia
berpikir bahwa timnya itu adalah
resource untuk mewujudkan mimpi-mimpinya
dia. Aku bangun tim merekrut orang untuk
mewujudkan mimpi-mimpimiku. Nah,
sekarang diganti mininya, Mas. Dia
bangun perusahaan menjadi jauh lebih
besar karena dia ingin mewujudkan
mimpi-mimpi dari timnya itu. Timnya tadi
itu. Kalau saya nyebut nama pasti
jenengan tahu siapa beliau. Beliau
adalah Mas Surya. Oh, bukan ya. Jangan
disebut di sini. Enggak enak. ya sabar
kita ya sabar kita sabar kita di break
kemarin. Oh gitu ya. Jadi ketika ketemu
meaningnya energinya bakal peda banget.
Oh gitu ya. Meingnya Mas ketika bangun
pecah telur gitu ya. Kalau miningnya
cuma untuk dapat uang sama meaningnya
untuk memang peran pecah telur, perannya
Mas Agung dan tim untuk menginspirasi
banyak orang. Berapa juta orang yang
kemudian terinspirasi dari konten-konten
kita dan kita memang menjalani peran itu
dalam hidup kita gitu, Mas. Betul. Dan
kita melihat pemahaman bukan dari
kebanyakan society berpikir gitu, tapi
keberhasilan tadi kita melalui standar
yang pedalam mini yang kita miliki
sendiri itu kita bakal beda energinya.
Ya kadang walaupun on on ya e in out ya
Mas kadang-kadang in kadang-kadang out.
Dulu itu kadang-kadang gini Mas Aris e
maksudnya kadang-kadang kalau kita tahu
view-nya dikit itu kan agak ngerusul
nelongso. Tapi ada satu komen yang waktu
itu membuat tamparan yang mungkin relate
dengan meaning tadi ya. Entah dia
disengaj menyenangkan hati saya, tapi
kok enggak kenal saya kok menyenangkan
hati saya. Saya tuh bolak-balik cari
video loh yang sesuai dengan
permasalahan saya dan susah dan tadi
saya barusan mungkin salat apa dan buka
ini dan ketemu dengan yang saya cari.
Wah ternyata video ini sesuai yang dia
cari dan belum ketemu yang lain.
Walaupun view-nya sedikit saya kira kok
sudah terbeli gitu loh. Pivot saya itu
sudah kayak dibayar lunas gitu walaupun
secara operasional mungkin kayak kurang
dan sebagainya itu untuk jadi oh gitu
ya. Ada kepuasan. Ada kepuasan. Jadi
bukan semata-mata untuk cari uang ya.
lebih dari itu gitu. Dikuatkan juga di
brick time waktu itu
ya. Ini kok dari tadi nyemput brick time
ini apa itu gitu. Ini salah satu
eventnya Mas Haris yang dalam waktu
dekat diadakan kapan Mas Haris? Ini
batch keempat ya tiap-tiap 2 bulan gitu
ya. Alhamdulillah selalu selalu full
seat dan bahkan nolak peserta gitu ya.
Kemarin di PES 3 juga 28 29 Juni enggak
salah di Malang di Ponjokuso bersama Ibu
Mulyani dia siap. Oh Dia Begri.
Iya, powerful banget beliau
ya. Tempatnya juga di train centernya
beliau ya. Iya. Di itu lereng gunung
atau apa ya? Iya di Poncokusumo. Di
lereng bukit dan kalau pagi itu ada
kabut-kabutnya suasananya dingin banget.
Dekat dengan lenggah Lembah Bromo.
Lembah Bromo sungainya luar biasa. Hutan
pinesnya luar biasa. Kalau teman-teman
pas waktu longgar ikutlah bagus itu.
Sebenarnya sudah kebayang break tapi
secara konkretnya break time itu
sebenarnya apa sih? ya kita ngambil jeda
sejenak untuk kemudian menjadi lebih
jernih dalam menemukan meaning tadi itu
sih Mas dan di kelas itu nanti ee akan
dapat apa aja selain materi juga akan
mendapatkan experience jadi
praktik-praktik Brit itu seperti apa.
Jadi enggak cuman dapat meaning tapi
bagaimana kita bisa punya ritual baru
untuk ngisi energi kita gitu. Oke.
Karena e energi ini lebih besar ee
pengaruhnya daripada intelektual. Energi
lebih besar ya. Kita punya mobil Tesla
mamanya baterainya habis ya apa gunanya
habis. Oh iya sih gitu. Banyak orang
berpikir produktivitas itu adalah
tentang bagaimana aktivitas segala
aktivitas yang menghabiskan energi dan
kita enggak berpikir bahwa ngisi
energinya itu sendiri itu sesuatu yang
sangat powerful. Dan sebenarnya dalam
konteks agama Islam kita ya kita
diajarkan untuk itu dengan salat itu
break. Menjaga jarak dari objek itu juga
break. Berarti siapa sih yang kira-kira
membutuhkan ee break time ini? Sesuai
semua orang ya. Semua orang. Kalau saya
yang waktu itu langsung berpengaruh di
saya ya yang saya terapkan ya. Jadi
kadang-kadang kalau kita nyusun gol Mas
di tim itu dari income-nya atau
bahasanya di break time itu outcome-nya.
Out. He. Kadang-kadang outcome itu
faktornya banyak sekali tidak murni dari
ee input kita dan sebagainya. Nah,
akhirnya setelah dari itu saya berhenti
di output, Mas. Output. Betul. He ya.
Saya tidak lagi berpikir tentang
outcome, tapi outputnya apa begitu. Iya.
Outcome itu kan magic ya. Ya, magic
banyak hal yang faktornya banyak sekali
gitu. Dan kita kalau di situ stres, Mas.
Betul ya. Akhirnya saya itu kan rana
Allah dan malaikat
ikhtiar kita ya enggak ada hasil tidak
tidak ada kaitannya juga sama kita. Iya.
Ee banyak kopel gitu Mas suami istri
yang ikut best 2 itu hampir 70% suami
istri gitu. E kalau yang best 3 ini
kebanyakan para bisnis owner tim juga
sama timnya gitu ya. Dan alhamdulillah
ketika mereka pulang dari situ mulai
mulai sadar jadi mamanya manajer. Selama
ini mungkin oh aku melihat timku itu yo
anu sebagai apalah gitu. Tapi sekarang
melihat timnya itu sebagai amanah yang
Allah telah titipkan kepada dia untuk
dia ee apa ya? Dia tumbuh, dia
menjalankan peran keimamannya gitu. Itu
akan bakal beda banget. Dan nanti
outputnya ya customer experience,
outcome-nya ya nikmat rezeki dan
seterusnya gitu. Tapi secara
pelatihannya aja sudah enak, Mas.
Soalnya di tempatnya enak, makanannya
juga enak. Nah, itu terutama makanannya
makanannya bumul ada sop break time
anget-anget di masa dingin. W enak ya.
Iya. sesuai temanya tadi break gitu ya,
break time memang benar-benar break gitu
Masak ya kayak kita kayak wisata gitu
loh. Iya.
1 hari materi ee 1 hari activity 1 hari
setengah ya Mas ya 2 hari ya 2 hari 1
hari tapi kan sampai malam kan hitungnya
2 hari du hari i ini kan ini sengaja
untuk podcastnya pecah ini pecah kan di
Tulung Agung ini dibikin diitar biar
orang-orang Malang dekat ke sini salah
satunya Mas Aris kayaknya setelah ini
salah satu pemateri Breikt harus wajib
diundang ke sini de oh iya iya menarik
terima kasih ee teman-teman sudah nyimak
sampai akhir juga Masis terima kasih
sampai jumpa Jumpa di next episode
bersama pecah telur. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Alhamdulillah.
Dan kita sambut selanjutnya Mas P Muji.
[Tertawa]
[Musik]