Agrobisnis Terintegrasi: Sukses Ciptakan Surga Kebun Anggur di Dalam Pondok, Bisa Panen Sepuasnya
67euRuyB0Ac • 2024-11-17
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] setiap orang mungkin persepsinya berbeda-beda ya tapi kalau ingin mengabdi ingin memberikan sebagian hidupnya untuk orang lain itu tidak harus menunggu kaya berarti buah anggur ini adalah buah yang Mulia buah para raja-raja buah para nabi ya karena ada di kitab-kitab ada kitab-kitab Suci nah kami berpbat kalau kita bisa memuliakan pohon anggur Insyaallah kemuliaan pohon anggur itu juga bisa kita terima sebagai kemuliaan yang dari Allah nah ini kita sudah melihat itu [Musik] Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh saya Herianto dan di sebelah saya itu mas risat tabatala Kami adalah pemilik Kung anggur posisi kami ada di Bintaro Dan di Blitar nah di plitar ini di tanah keluarga di pondok pesantren maftahul Ulum Desa Jatinom kabupaten Blitar kami menanam anggur akibat dari adanya pandemi tepatnya 11 Juni 2021 akibat pandemi tidak ada pekerjaan yang kita bisa kerjakan sehingga kita ngulik-ngulik YouTube ketemulah soal anggur dan bisnis yang lain Nah akhirnya kami tertarik kami menanam anggur di Bintaro itu konsepnya Urban farming terus kemudian kita kembangkan beberapa bulan kemudian mengingat di Blitar ini ada tanah keluarga seluas Kurang lebih 3 hektar ya di pondok pesantren mabahul Ulum Blitar ini nah tujuan kami juga untuk menanam anggur Ini pertama kita akan mengembangkan agrob bisnis yang terintegrasi jadi ada tanaman anggur nantinya ada domba dan kambing ada ikan khususnya nanti ikan nila ya Nah kemudian apa yang dihasilkan ini nanti terintegrasi misalnya daun-daun anggur ini bisa jadi makanan kambing dan domba kemudian kotorannya bisa jadi bubuk Iya terus perputaran dari air air yang ada di kolam ikan bisa untuk penyiraman kurang lebihnya itu secara umum Nah kemudian kami menanam anggur di Blitar ini tanggal 22 Oktober tahun 2021 jadi 3 bulan setelah kami nanam di pintaro kami nanam di sini bersama dengan hari santri ya tujuan kami Kalau di pondok ini karena kita banyak santri harapan kami ini bisa menjadi tambahan keterampilan tambahan pembelajaran buat para santri kami sehingga nanti pada saat santri Kami selesai mondok di sini di samping punya bekal ilmu agama juga mempunyai bekal ilmu-ilmu yang sifatnya keterampilan yang bisa membantu menciptakan daya saingnya pada saat dia kembali di masyarakat di satu sisi hasil yang diharapkan nanti dikembangkan di sini juga bisa membantu kemandirian Pondok artinya biaya-biaya operasional yang ada di pondok ini kan cukup besar nah sementara kondisi santri kami kan memang harus banyak kami bantu nanti dari hasil yang kita kembangkan di sini mudah-mudahan bisa sangat membantu biaya operasional yang ada di pondok di satu sisi kami juga mimpi setelah meng ti anggur sekian lama kami juga tertarik ternyata potensinya luar biasa karena memang buah anggur ini ternyata semacam buah yang bukan endemi di Indonesia ini kan endeminya di subtropis jadi sementara ini yang kita makan ini di Indonesia itu adalah 100% dari impor jadi teman-teman senior kami yang mendahului kami mengenai bisnis budidaya anggur ini dimulai tahun 2011-2012 kami kan baru ya mengembangkan budidaya anggur ini nah ternyata setelah kita kaji Wah ini luar biasa dan impimport anggur itu nilainya sekarang ini lebih dari 7 triliun bahkan untuk mendalami bwa ini potensi benar Enggak ini potensi Nah kami berkesempatan untuk belajar di Thailand bersama Mas risat juga dan tim kami ya Kenapa Kami belajar ke Thailand karena Thailand lebih dulu dari kami artinya tanaman anggur ini kan endemis negara subtropis nah Thailand kan Hampir dengan sama dengan Indonesia tropis kan dua musim iklimnya mendekatiah Iya iklimnya mendekati I kan nah dia sudah belajar kalau kita belajar ke negara yang subtorpis kan kita adaptasinya kan terlalu jauh dan terlalu lama I kan Nah maka kita belajar aja ya copy paste lah dengan Thailand ya kita modifikasi sesuai dengan ini Ya alhamdulillah Mereka menerima dan kita diterima di kebun milik rajaan kebun milik Kementerian Pertanian Thailand dan masyarakat ya termasuk sop yang kita embangkan pun kita mengadopsi dari sop-nya mereka ya Nah mereka juga sudah belajar di Jepang sekian lama jadi daripada kita susah-susah ya Meskipun akhirnya kami bersama-sama mis puraja sama bubadariah Bulan September lalu kami berkesempatan untuk belajar di Jepang untuk pengembangan anggur kita enam kebun ya dan masing-masing kebun itu mempunyai kekhususan atau keistimewaan masing-masing kebutuhan masyarakat makan anggur di Indonesia sekarang ini kurang lebih sekitar e 125.000 ton setahun nanti tahun 2030 diproyeksikan itu 350.000 ton kalau seandainya 1 hektar itu 20 ton itu kita merlukan berapa ribu hektar untuk kita tanamin anggur Oleh karena itu pemerintah diskusi dengan kami dengan asosiasi penggiatan angguru Indonesia aspai ya Mencetuskan untuk substitusi impor di tahun 2030 Nah di sini tercetusnya waktu itu Pak wuamen sama Pak Dirjen hortiultura Mencetuskan bersama Bupati plitar ya tanggal 11 Desember 2023 yang lalu artinya pemerintah dan masyarakat penggiat anggur Indonesia aspai ya itu berkomitmen untuk substitusi buah anggur impor 20% dari kebutuhan masyarakat Artinya kita harus menyiapkan sekitar 60.000 ton setahun itu berarti kita harus menanam anggur lebih banyak lagi di Indonesia dan itu saya yakin itu prospeknya ya gitu mungkin dari pemerintahan sekarang kan salah satu tema yang sering digaungkan kan suasembad pangan Jadi kami harap apa yang inisiasi yang kita jalankan bersama teman-teman ya tentunya itu bisa sedikit banyak mendukung e salah satu inisiatif yang sedang digalakkan oleh pemerintah Salah satu wujud nyata kami ya untuk mendukung itu kami sedang mendaftarkan empat paritas sehingga empat paritas ini bisa menjadi produk nasional yang bisa diedarkan dan bisa dikembangkan di seluruh Indonesia nanti ada empat paritas ada paritas jatinoman ada Bukhori ada takriban sama ada gurdisom nama-nama ini tidak terlepas dari sej daah di pondok pesantren ini jadi Jatinom karena Desa ini kan dari janom takriban itu salah satu kitab yang dibahas oleh sejak Kakek buit kami kakek sama ayahenda kami ini 150 tahun yang lalu 150 tahun yang lalu Terus yang kedua gurdisom nah Kakek buit kami namanya Imam Bukhari ya ituu kalau zaman dulu orang ada stempelnya setiap surat itu dikasih stempel nah stempel Kakek buyit kami namanya gurdisom guru ngaji Desa Jatinom disingkat gurdisom kita dapatnya pun dari Belanda ini ee manuskripnya itu dari Belanda terus yang ketiga Bukhari ya itu sesuai dengan Mbah buit kami untuk apresiasi ya kita buat Bukhari ini yang ngasih nama adik kami yang mengasuh pondok pesantren di sini Gus Bobi ya Gus Bobi Iya gitu saya latar belakang saya tidak pondok pesantren saya di sekolah umum saya alumni univas seb Jaya Malang ya dan kemudian fakultasnya juga Fakultas Hukum bukan pertani bukan pertanian Jadi kalau teman-teman bercandanya sarjana humor katanya jadi itu terus kemudian ee menarik ya awalnya saya bekerja di satu perusahaan yang cukup besar kemudian saya keluar kemudian kita tertarik karena pandemi e kok ke agribisnis Nah kita pilih-pilih agribisis samp ini Ah ternyata jatuhnya di anggur kemudian nanti kita kembangkan kambing dan domba sama ikan Nah itu kita coba terintegrasi ya kita kembali ke alam kebetulan basicnya kita itu di pondok pesantren kita punya santri mudah-mudahan yang kita kembangkan ini bisa menjadi tempat latihan mereka idealisme kita di situ kalau santri di sinianya mondok Nah sekarang mondok plus bertani plus bereternak plus mengembangkan perikanan itu tujuan kami di samping hasilnya pun bisa untuk memaksimalkan untuk kegiatan-kegiatan pengembangan di pondok pesantren Jadi tidak kita tidak tergantung pembiayaan ini kepada pihak lain Kenapa tidak fokus untuk membangun dan mengembangkan pondok pesantrennya secara pengajaran ya ini benar menarik juga Jadi kami di keluarga itu bagi tugas Karang gak semua bisa ngaji karena semuanya gak bisa ngaji keman saya dan Mass sama adiknya Mas juga itu difokuskan kan untuk infrastruktur ya dan bisnis pengembangan bisnis untuk meningkatkan kemandirian pondok pesantren nah adik kami yang namanya Gus Bobi dan istri saya ini memang latar belakangnya e pondok pesantren jadi soal kurikulum Pondok pesantrenit kitab-kitab dan sebagainya seleksi guru dan sebagainya urusan beliau jadi itu wilayahnya kita sudah bagi tugas ya bagi tugas di beliau ya kan tetap kita bangun ini dalam bertahap kita juga membangun sarana prasarana proses belajar mengajar di pondok pesantren terus kemudian kami juga berproses untuk pengembangan saranaprasarana penunjangnya antara lain ada nanti ada kebun anggur kemudian nanti ada ternak kambing domba ternak kambing domba perikanan terus nanti ada pusat perbelanjaan juga ya jadi semacam toko-toko kelontong kebutuhan masyarakat setat maupun kebutuhan para santri itu nanti kita kembangkan tujuannya kita benar-benar untuk pelatihan santri kami terus kemudian nanti hasilnya bisa untuk membantu operasional kegiatan di pondok pesantren ini kan cukup besar jadi kegiatan pendidikan itu kan luar biasa sementara kita tahu kalau kita mengendalkan dari SPP aja enggak mungkin cukup nah sementara ini yang membantu adalah dari saweran keluarga semua Nah kita berpikir masing-masing keluarga dari keluarga besar kami kan punya tanggung jawab masing-masing maka yang kita kembangkan Pesantren ini punya sumber daya ada tanah ada lingkungan yang luar biasa Sung seb sumber air Luar biasa ini yang kita manfaatkan kita memanfaatkan apa yang ada Mas ada karena kebetulan ya lahannya cukup besar 2,7 hektar ee plus kita juga ada lahan juga di luar area pesantren ya kenapa enggak yang itu yang kita manfaatkan kurang lebih seperti itu ya dan ya DNA masyarakat di sini kan salah satunya pertanian ya Ya udah jadi itu yang kita coba gali Mas meskipun kita basicnya Pertanian Peternakan tapi kita berkonsep konsepnya pertama kita kan semuanya itu kembali apalagi kalau kita ingin mengembangkan ini secara masif ya kalau tidak ada hasil ngapain kita kembangkan Nah karena ini potensi hasilnya luar biasa termasuk nanti kambing dan domba ya maka kita kembangkan jadi tidak hanya untuk kami juga bisa menjadi percontohan bisa menjadi referensi buat masyarakat untuk meniru intinya gitu Jadi kita memberikan kesempatan Ya seperti ini nanti juga kita tidak hanya cukup mengembangkan di wilayah pondok pesantren e kita juga mengembangkan ee di luar wilayah pondok pesantren iya ee dengan membuat konsep-konsep kebun yang agrowisata peti Bua dan seterusnya dan seterusnya itu mimpi kami ke depan saya pikir visi-misi dari Pondok ini di bidang pendidikan serta visi-misi Kung anggur Ya itu bisa berkolaborasi sih dan bisa saling mutual ya jadi contohnya salah satu bukan salah satu ya Ada beberapa santri kami yang sudah sudah sempat kita magangkan di Thailand Ya selama 1 bulan lebih ada dua orang nah dari situ selain Dia belajar mengenai budidaya anggur di Thailand tapi di sisi lain dia juga bisa menyebarkan nilai-nilai yang dipercayai oleh Pesantren ini gitu jadi saya pikir kesempatan itu tidak akan datang jika kita enggak belajar anggur ya gitu Jadi saya pikir ini adalah simbiosis mutualisme ya antara kegiatan pendidikan dan kegiatan produktif di budidaya anggur ini gitu termasuk membukan wawasan ya masih sa wawasan kan akhirnya yang tadinya mungkin D lingkup litar lah KAD di sini ya kan dia sudah sekarang minimal woh saya akan menjadi ini Iya kan ya di luar itu juga kan santri-santri sekarang sudah mulai sering ya untuk mengantar pesanan bibit anggur ke daerah-daerah lain Jadi dia bisa melihat dunia dengan lebih luas lah bahkan tadi ya ke Thailand segala macam dan setiap kali kita pulang dari daerah lain yang kita belajar di Jepang kita juga ceritakan ke mereka juga petani-petani di sana tuh hidupnya juga sangat layak ya sangat layak sekali ya dan di atas rata-rata ya di atas rata-rata gitu kita bisa lihat dari propertinya mereka dari kendaraan mereka gitu terus apa resto-resto yang punya dia punya toko-toko yang punya kan bagus ya iya bukan berarti harus yang besar yang masif gitu Padahal dari skala rumahan aja kan banyak kebun-kebun di sana mungkin hanya cuman setengah hektar tidak bukan yang lahannya masif gitu ya tapi mereka bisa mengemas dengan baik packaging mereka bagus nah dari situ harapannya sih kita bisa ada yang bisa kita tiru Dar ya Minimal kita sudah punya gambaran ke depan itu akan kita seperti apa kebunang di Indonesia dan itu bisa kita tularkan ke teman-teman lain kalau santri semua yang bergerak di Kung anggur saat ini ada delan orang tapi ada beberapa santri yang sudah pengkaderan Ya sudah kader sudah kader ini ada empat orang di bawahnya lagi nanti begitu dia lulus dia pengabdian di sini sekaligus kita minta untuk bisa kuliah ya Kuliah sehingga bekal akademisnya pun kita kembangkan ya keterampilannya juga kita kembangkan termasuk tadi yang disampaikan ke Mas risatu itu tidak n anggur kita juga magangkan para santri senior ya ke Jogja untuk khusus belajar domba dan kambing selama S bulan juga Iya di 78 Farm Mas Bayu 78 Farm Jogja termasuk kita juga belajar dengan Garum PAM untuk mengembangkan ini J ini memang kita bertabat pertama kita fokus di anggur nanti sekarang sudah mulai belajar di pengembangan domba dan kambing kar Shing dengan perjalanan waktu kan pengelolaan budidaya anggur ini kan menghasilkan limbah berupa daun yang cukup banyak Mas Jadi kita pikir mubazir kalau selama ini limbah hanya kita buang begitu saja gitu dari situ kita pikir bagaimana kita kita bisa ngolah biar ada nilai tambahnya lah gitu dari yang awalnya daun hanya kita buang atau mungkin ee tahapan yang lebih baik kita jadikan kompos cuman kan untuk nilai yang lebih baik Wah kalau kita jadikan pakan untuk ternak kan lebih baik gitu apalagi kan kita juga dengan jumlah populasi pohon yang luar biasa kan kita butuh pupuk kandang kan juga luar biasa kan nah dari situ kita pikir wah ini kayaknya kita coba kelola ternak domba aja meskipun dengan skala yang masih terbatas ya baru Mungkin sekitar 30 ekor gitu ya tapi alhamdulillah minimal masalah soal limbah kita sudah teratasi dan kebutuhan kita akan kohe koton heran sudah terpenuhi kita enggak bel lagi kohe ya jadi ongkos produksi kita bisa ditekana bisa ditekan kurang begitu Kami sampai saat ini sudah memiliki 187 paritas dari 17 negara nah yang sudah dari sekian itu ada beberapa paritas yang sudah berhasil kami buahkan sekitar 120-an paritas ya kemudian sebagian paritas pernah kita buahkan beberapa kali kita diskusikan dengan tim ya Oh ini kita parkir tidak kita kembangkan jadi ada beberapa varitas nanti bisa kita lihat ya salah satu contohnya ada varitas dari Jepang namanya Samurai terus ada varitas dari India terus kemudian ada varitas dari Amerika ya New York maskat misalnya jadi kajian kami ada kajian teknis budidaya Ada kajian ekonomisnya kalau kedua-dua ini enggak ketemu ngapain kita lanjutkan jadi kita parkirlah tapial kita punya pengalaman nah tapi kita sudah pengalaman jadi bukan katanya lagi nah sampai saat ini kalau ada yang meskipun kami Baru 3 tahun ya mengembangkan anggur tapi kalau ada teman-teman yang akan membangun kebun anggur skala agrobisnis misalnya maupun skala hobi kita sudah bisa mereferensikan paritas-paritas apa yang perlu ditanam perlu ditanam kalau paritas ini yang sekarang banyak beredar di Indonesia untuk anggur meja atau table grab ini atau Anggur konsumsi ini itu ada dari Ukraina ada dari Jepang Amerika Itali Korea India Cina ya beberapa negara Prancis Jerman Itali Ya nah ini kalau saya lihat sebagian besar yang ditanam itu kebanyakan dari Ukraina bagus-bagus ukraain tapi untuk skala nanti produksi itu lebih bagus nanti kita tanam paritas-paritas yang dari Jepang dia harganya premium ya kan punya ciri khas tidak hanya manis tapi juga beraroma ya itu pasar di luar itu lebih tertarik tapi kalau untuk pemula Itu paritas Peres dari Ukraina itu enggak apa-apa untuk proses pembelajaran dan dari Ukraina ini kalau untuk skala hobi skala uji coba itu bagus lebih mudah dalam perawatan juga perawatan Nanti kalau sudah Advance mau mengembangkan lebih luas nah ini kita harus pilih ini Oh yang dari Amerika Jepang Nah itu perlu dipertimbangkan salah satunya yang kita daftarkan di pemerintah yaitu jadi noman nah itu nanti bisa para pemirsa ya kalau mau mengembangkan ini salah satu paritas yang kita rekomendasikan dan dia adalah kakek buyut dari paritas Sain moskat jadi nan ini ada nama aslinya ya terus kemudian dikembangkan dengan moskat Alexandria dan beberapa varitas lagi nah timbullah yang namanya sa moscat bahkan kita ke Jepang kemarin ada generasi terbaru dari Sain moskat ya Iya namanya kalau di Jepang istilahnya maskat satin atau maskat tertin di Jepang sendiri ini belum banyak ditanam ya masat ya Nah di Indonesia pertama kali membawa e maskat satin itu kami bahkan banyak penggiat anggur pun dengar namanya aja belum apalagi merasakan buahnya kami sudah dan itu cukup bagus ya Mas ya Jadi cukup besar manis dan ada aromanya aroma dan secara visual juga cankual menarik rasanya juga menarik pokoknya semuanya menarik ya bahkan kalau kita kur karena itu satu buah di Jepang saat ini itu antara 40 sampai Rp50.000 [Musik] Rp50.000 Ini tadi yang yang jadi noman ini nanti rencananya ini kita tanam baru tanggal 18 Juni nanti ini sekitar akhir Desember kita buahkan ini sistem para-para dengan konsep duri ikan ya terus ini konsep teralis dengan konsep vertikal ya Model vertikal ini ada 18 pohon nanti Desember sudah kita buakan untuk menyambut lebaran Jadi kami ini meskipun baru belajar tapi Insyaallah unik ee anggur ini ya di Indonesia ini yang tadinya kalau di negara aslinya kan pada musim panas dia panennya panen setahun sekali di sini mau kita panen kapan aja Wah kita kita bisa atur waktunya kelebihannya di situ sebenarnya ini ya Justru malah ke strategi Marketing kita ya kita ingin setting kita panen Kapan sedangkan khusus untuk kondisi Kami biasanya banyak itu ketika musim lebaran nanti dari situ kita tinggal tarik mundur Mas kan kita sudah tahu nih masing-masing varietas kita perlu Berapa lama untuk pembuahan jadi ketika Tadi katanya Pak Heri kita mau menargetkan di lebaran n berarti persiapannya udah dari sekarang nih 4 5 bulan 6 bulan Nah itu kita sudah mulai persiapan dari sekarang gitu Terus yang kedua dari sisi lokasi Kita juga bisa atur Mas Jadi nanti bulan 1 sampai bulan 3 Misalkan kita panen di sektor a gitu ya di area a Nanti bulan 345 di area berikutnya berikutnya berikutnya jadi nanti ke depannya kita harap sepanjang tahun itu kita bisa panen gitu jadi memang mungkin dari segi volumenya lebih baik di musim-musim liburan tapi di luar itu pun kita tetap ada lokasi untuk panen gitu susahnya ini kan bukan tanaman endemi Indonesia ini kan tanaman baru di Indonesia kita memang ada anggur di bulelang apa namanyaingo polinggo he Palu misalnya itu ini kan sejarahnya kan dibawa dari Belanda dulu Portugal juga ya Portugal ya kan nah itu yang sekarang ada namanya Probolinggo biru Kediri kuning kemudian ada Prabu Bestari ada terakhir Yan etes nah nah itu baritas-pitas yang lama karena dia sudah lama di Indonesia sudah beradaptasi malah sekarang menjadi rustok batang bawah jadi seperti ini ya Nah ini kan kita sambung ini batang bawahnya ini ada rustok dari luar juga tapi ada yang kita sebut lokal sebenarnya dari luar juga tapi karena sudahusan tahun ratusan tahun ya 1800-an Mak ke sini dia dat Nah ini baru kita ambilkan dari yang impor tadi Nah ini Ini salah satu contohnya Jadi waktu kami ke Thailand belajar itu bagi kami itu pelajaran yang luar biasa mereka mendoktrinkan itu sesuatu hal yang sederhana menurut kami tapi itu filosofinya tinggi pertama misalnya menanam anggur kata mereka lima tahapan ya yang pertama yang penting kita nanam hidup sederhana kan untuk bisa hidup berarti kan harus kita siram e Bagaimana cara menyiramnya bagaimana memilih bibitnya Bagaimana menyiapkan media tanamnya kan belajar jadi belajarnya bertahap yang kedua Bagaimana pohon itu bisa hidup dengan subur dan baik berarti kita sudah mulai mengerti tentang pemupukan bisa mencegah dan menanggulangi hama dan penyakit jika ada ya kan sederhana kan konsepnya yang ketiga a yang penting kita bisa membuahkan dan bisa kita penen kita makan udah itu aja dulu gitu I kan Artinya kita Oh Bagaimana cara membuahkan treatmennya Seperti apa akhirnya kan kita akrab Nah baru setelah ketiga hal ini kita lakukan baru tahap keempat tahap empat kan kita sudah punya ilmunya nan ini tinggal advance-nya Bagaimana produktivitas Bagaimana kualitas Bagaimana efisiensi itu tahap keempat Jangan nanti yang satu dua kita sudah bicara beg ini enggak akan ketemu tahap kelima apa baru kita bicara pemasaran penjualan kita dapat duitnya lah gitu nah ini kita ini sekarang ini sudah mulai di fase keempat menuju keelima jadi kita sudah bicara kualitas produktivitas efisiensi konsistensi juga ya jangan lupa jangan sampai nanti di panen pertama kualitasnya Baik nanti panen kedua kisut atau batangnya tiba-tiba jadi kurus dan dia enggak mau panen lagi itu kan repot ya jadi konsistensi juga penting ya Iya karena nanti panen berikut ya nanti buahnya tidak seperti padahal usia anggur ini seperti kita di Jepang ya di beberapa kebun itu rata-rata sudah diatas 20 tahun bahkan ada yang 50 tahun Iya dan ukuran batangnya tuh udah kayak batang pisang ya jadi besar banget gitu nah itu yang kita belum pernah lihat di Indonesia ya gitu Jadi mereka bisa memuliakan setiap tanaman pohon anggur ini hingga Uh udah di atas 30 tahun ya Pak Yaya Ben gitu dan ya itu yang kita mau kejar ke sana juga [Musik] gitu Kenapa kok terus kita memilih anggur domba dan kambing Ya anggur domba dan kambing itu ada di al-qur'an ada di kitab bahkan kitabkitab agama lain pun disebutkan itu mesti ada ada sesuatu hal yang menarik Jadi kami berpikiran khususnya saya ya berarti buah anggur ini adalah buah yang mulia buah para raja-raja buah para nabi ya karena ada di kitab-kitab ada kitab-kitab Suci nah kami berpapat kalau kita bisa memuliakan pohon anggur Insyaallah kemuliaan pohon anggur itu juga bisa kita terima sebagai kemuliaan yang dari Allah nah ini kita sudah melihat itu kita sudah melihat itu itu filosofisnya jadi kita sungguh-sungguh kenapa kita juga berpayah-paya bersusahbaya juga meny siakan waktu untuk keliling ke daerah-daerah yang lain untuk sosialisasi bahwa anggur ini layak untuk dijadikan alternatif sebagai pengembangan agribisnis di Indonesia itu kita Jelaskan yang penting Sekarang kita punya kurang lebih ada delapan Ya terus di Jakarta ada dua ya ya alhamdulillah teman-teman enggak pernah telat bulanannya lah gitu terus kita secara berkara juga mengirim mereka kayak kemarin kita ngirim mereka ke Thailand dari teman-teman bahkan seluruh karyawan kita ya 95% itu kita kuliahkan Mas dari apa namanya perputaran uang yang ada di usaha kegiatan anggur ini sebagian kita kembalikan ke operasional Pondok terus sebagian kita Sisakan untuk perputaran kegiatannya sendiri nah sebagian juga kita alokasikan untuk beasiswa teman-teman yang bantu kita di sini dan yang menariknya mayoritas itu linear dengan kegiatan yang kita lakukan di sini jadi mayoritas itu di peternakan sama pertanian perkebunan ya kalau UN jurusan e untuk yang teman-teman yang di Kung anggur mereka semuanya malah ya itu di pertanian gitu terus untuk kegiatan sampingan kita di di kambing domba ada sekarang ada lima orang itu yang tiga ini masuk tahun kedua mereka di peternakan Nah yang satu e baru mau kuliah tahun depan Nah terus yang satunya lagi dia masih SMA Mas tapi ternyata dia diam-diam di luar pengetahuan saya mereka mendekati tim kami yang sudah kulhat tadi dan diminta untuk dilibatkan Justru malah kita bukan yang minta tapi dia justru minta untuk dilibatkan ini yang bikin tadi kan Mas akor nanya kenapa kita semangat ya Jadi kalau saya pribadi yang bikin saya semangat itu tidak hanya melihat perkembangan dari domba atau dari anggur yang kita tanam tapi perkembangan dari teman-teman juga gitu kalau kita lihat sama tahun lalu dibanding dengan tahun ini ya alhamdulillah perkembangan mereka bagus banget ya mereka udah berani untuk nerima customer mereka datang terus ngejelasin Oh ini varian ini nanamnya seperti ini terus kita secara rutin juga untuk pengiriman-pengiriman yang di luar kota mereka udah berani untuk asistensi Oh ini tanaman ini Kang ini Nah itu saya pikir soft skill yang luar biasa ya buat mereka ya termasuk di sini sudah jadikan tempat magang ya beberapa dari Pondok Pesantren maupun dari tempat-tempat lain magang di sini I seminggu 2 minggu mereka yang ngajarin Bagaimana mengatur media tanam memilih bibit yang baik pupuknya apa pas generatif Bagaimana ini di sini dilatih Nah nanti para pemeriksa pun kalau ada yang berminat untuk magang Monggo silakan ya kita terbuka I Kalau ada mau konsultasi untuk Bagaimana mengembangkan agrobisnis di bidang anggur kita pun siap i ya Ya dengan senang hati Iya setiap orang mungkin persepsinya berbeda-beda ya tapi kalau ingin mengabdi ingin memberikan sebagian hidupnya untuk orang lain itu tidak harus menunggu kaya apapun dan alhamdulillah saya zaman Mahasiswa juga sudah mencoba bagaimana hidup kita bisa bermanfaat untuk orang lain saya mengembangkan koperasi mahasiswa saya juga alhamdulillah pernah dapat Anugerah kehormatan dapat pengarkan dari Pak Presiden Soeharto lembaga saya juga diakui oleh pemerintah dapat penggarkan dari Pak Presiden Soeharto Ya itu salah satu pengabdian kita jadi memang jiwa itu tidak bisa sekonyong-konyong muncul itu enggak itu kita latih prosesnya panjang termasuk kita dulu zaman saya ikut kegiatan pramuka ikut organisasi dan sebagainya Itu membantu membentuk karakter kita membentuk Bagaimana kita bisa hidup bersama Bagaimana kita bisa hidup bergotong-royong bagaimana kita hidup penuh kekeluargaan dengan masyarakat di sekitarnya itu aja itu berjalan ya mengalir gitu aja tiba-tiba pas pandemi kok ada anggur W setelah kita buka-buka Wah anggur ini Ternyata menarik ini makanya kita sampaikan ke pemerintah he pemerintah Ini penting ini loh daripada kita import terus ya kan mengurangi devisa Bagaimana kalau kita sosialisasikan Minimal kita mengurangi Deva lah minimal yang tadinya kita beli anggur di supermarket ya sekarang sudah enggak lagi merasakan anggur kita termasuk nanti dari pecah telur nanti Kapan ulang tahunnya kita setting nanti kita bisa testing mau pas ulang tahun misalnya ya Ini ngomong tapi bisa kita buktikan misalnya Oh saya pengin pas ulang tahun pecah telur makan buah angguremp warna 25 paritas 25 paritas sambil metik sambil kita makan kita bisa kita bisa ciptakan itu juga mungkin di Eropa satu halaman besar itu anggur tapi kan hanya satu parian dua parian kan paritas ya kan di Jepang kemarin kita paling satu kebun tuh enggak lebih dari 10 paritas ya kan Nah kalau di sini mumpung kita masih banyak varitas [Musik] ini ini dulu waktu kami nanam pertama saya enggak ada yang bantu di bintaru itu konsepnya kan Urban farming ya kita semua di pot itu saya nyiram sendiri mupuk sendiri nyemprot untuk pengan sendiri enggak ada temannya itu kan tahun 2 21 sebenarnya lag lagi covid ya sebenarnya kondisi kita waktu itu juga lagi enggak baik juga sih karena kan kita engak bisa keluar bisnis juga kegiatan kita juga terganggu jadi malah sebenarnya mutual ya jadi kita enggak perlu nunggu di tahapan segini untuk bisa ngasih segini atau melakukan ini tapi justru malah kita mulai waktu kondisi kita lagi enggak bagus justru waktu tahun 2021 kan kondisi kita enggak bagus ya Justru malah ini yang menyelamatkan mental kita kali ya kalau enggak ada ini ping kita ada kegiatan sampingan yang refreshing lah tadi kita lagi pusing-pusingnya justru waktu itu kalau kita boleh cerita ya satu sisi kita punya klien ya minta ini harus diselesaikan sementara kita enggak bisa ketemu tatap Mak denganer yang terlibatlah ya I kita rapat terbatas hanya Zoom padahal beberapa rapat enggak bisa ee lewat Zoom harus dijelaskan ini kita mau survei lokasi ya untuk menganalisa ini terbatas waktunya ba Kita bahkan untuk sekedar meeting internal kan kita juga fisiknya terbatas kan justru ee kalau ditanya di titik apa untuk melakukan apa Justru kita memulai ini ketika kondisi kita lagi enggak baik-baik aja W gitu dan saat ini pun tadi ya manfaatnya kan tadi kita bicaraan untuk santri ini untuk masyarakat misalnya ada beberapa pondok pesantren datang ke sini tolong dilatih ya kita latih bahkan enggak punya cukup dana Ya sudah mau bebit Berapa luas tanahmu seberapa kita bantu kita sudah sudah enggak hitung-hitungan S mungkin ini Mas ya kalau ngomong secara teknis ya terlepas satu usaha itu masih dalam kondisi rugi atau sudah untung yang paling penting dicatat sih Mas Jadi kita bisa tahu nih kita ruginya sudah sejauh apa Dan kalau kita posisi masih rugi Kita harus melakukan apa untuk membalikkan kan Jadi mungkin yang orang-orang atau bangkan mungkin kita saya gitu suka lupa kita lupa untuk mencatat gitu Nah yang penting tuh mencatat ya terlepas Untung sudah untung atau masih rugiat yang penting dicatat gitu [Musik] saya Herianto dari Kung anggur domisilinya ada di Bintaro Dan di Blitar Saya risad dari Kung anggur juga Bintaro dan Blitar alamat kami itu di pondok pesantren maftahul Ulum Desa Jatinom Kanigoro Blitar dan kalau di Bintaro itu di pila Bintaro regensi Pondok Aren ya Tangerang Selatan terima kasih atas perhatian dan waktunya mudah-mudahan apa yang kita diskusikan hari ini bisa menambah wawasan dan referensi buat kita semuanya dan bermanfaat buat kita semuanya amin salamikum warahmatullah wabarakat peem PE [Musik]
Resume
Categories