Pabrik Sudah Bangkrut Tiba-Tiba Ada Investor Beri Modal 24 Miliar
XDSVV5cr_Es • 2024-07-05
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Waktu itu saya enggak punya ilmu enggak punya teman ggak punya hal yang bisa jadikan belajar akhirnya makin makin dalam masalahnya jadi saya Alhamdulillah kita sempat dikasih kesempatan belajar itu kita punya kerugian sampai 60 miliar waktu itu mas karwan-karwan sudah 20 sampai 40 tahun waktu itu saya terpaksa harus bicara bahwa kalau pekan ini saya enggak dapat solusi e hari Senin pekan depan mungkin gizi harus saya tutup gitu dan ternyata Allah juga sudah nulis di isttilnya sudah menyampaikan di al-qur'an bahwa aku seperti yang hambaku persangkakan kan gitu jadi selama kita persangkakan hamba apa Allah negatif Ya Allah akanakukangatif kalau kita positif sama yang maha kuasa Insyaallah Allah akan memberikan hal yang positif itu sih Mas [Musik] Insyaallah jadi banyak teman-teman di yang baru mulai bisnis ini kan kadang mereka tujuannya mencari untung gitu Mas ya enggak salah sih gitu tapi apakah sekedar di situ saja tanpa mempedulikan cara-cara yang digunakan atau bagaimana melayani pelanggan-pelanggannya dengan produk-produk yang baik artinya tidak cuma sekedar butuh niat baik tapi kita juga harus menjalankannya dengan cara-cara yang baik juga [Musik] ya bismillah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh perkenalkan nama saya Sani saya generasi ketig dari pendiri PT giz Indonesia PT gizi Indonesia ini bergerak di bidang manufakturing kosmetik sudah berdiri sejak 1972 Jadi kalau tahun ini mungkin sudah 52 tahun ya Pak didirikan Kakek Nenek saya di Jakarta 14 Juni 19 dua karena kakek saya juga kayak ssei gitu jadi beliau meracik Apa obat sebelum membuat kosmetik itu beliau buidaya rumput laut di Sumba di budaya terus dikirim ke Prancis dan Jepang Nah setelah tahu bahwa bahan itu untuk bahan baku kosmetik terus kakek coba-coba meracik formula skinc waktu itu ya Kosmetik dengan bahan dasar rumput laut dan ditambah bahan-bahan tradisional Indonesia lainnya gitu ya jadi dulu Gusti Putri mangkuegaran keedelapan Kalau enggak salah beliau punya Mas salah sama kulitnya jadi dan selalu beli obatnya itu dari Amerika brandnya Secret of the Sea atu nenek tahu itu coba menawarkan Gusti Puti mangkegaraan untuk menggunakan produk itu lu belum ada namanya nah terus Alhamdulillah beliau cocok sembuh penyakitnya terus Gusti Putri manggunegaran menyarankan tak kasih nama gizi ya nah jadi awalnya nama gizi itu dari situ kan jadi karena diawali gizi itu isinya sayur-sayuran itu isinya betul-betul dibuat Made off bukan konent off kalau dulu Sanya gitu jadi memang gi ini cara meraciknya agak berbeda dengan pada umumnya karena kita memang mengolah dari Raw material rumput laut almond kacang kedele seperti itu beras sampai menghasilkan produk gizi super cream du brandnya tahun itu kan memang belum populer ya Mas kosmetik ngih Kakek Nenek saya cara mengenalkannya bikin aktivasi di PKK Dara wanita dan segala macamnya ngih terus kita menyebar Alhamdulillah diterima market dan juga dukungan dari Gusti mudri maon karena dulu di kemasan gizi itu ada tandah tangan beli privilege lah ya privilege dari beliau sehingga orang lebih mudah percaya sama gizi waktu itu tadi belum banyak pemain kita sempat kalau di Indonesia Mungkin tiga besar ya penjualan kosmetik zaman waktu itu sampai tahun 90-an akhir gitu tertinggi itu dicatat tahun 96 sampai 99 itu sempat menyetuh sebulan 12 hampir 12 juta pie itunya produksinya berbulan itu nah tapi average kalau kita lihat dari rata-rata ya sekitar 67 jutaan itu ada hal yang EE unik di gizi itu Pesan yang disampaikan adalah kita coba mengkempainkan cantik Ayu alami di sini kan punya pesan moral bahwa cantik itu bukan polesan gitu istilahnya cantik itu bukan bukan dibentuk tapi memang kita rawat Kecantikan itu Ya kita dulu bentuk iklan pertama di TVRI tahun 0-an itu bintangnya bukan perempuan Mas bintangnya dulu krisbiantoro beliau yang pertama kali jadi bintang kit lah isnya untuk menyampaikan itu jadi memang ada pesan yang Sekar sampai sekarang pun kita jaga bahwa mengolah lah kosmetik atau skinc yang kita buat itu punya ciri khas yang mungkin tidak banyak manufaktur mau melakukan itu gitu karena memang lebih effort lebih lama prosesnya Mas jadi dari kita beli bahan memilih bahan terus kita memproses bahan bakunya sampai setengah jadi baru kita mix dengan bahan-bahan lainnya G itu uniknya kita gitu bukan cuma proses pembuatan memang sebetulnya jadi ada cara distribusi yang tidak umum Mas jadi kakek saya itu kan karena relasinya banyak orang Tionghoa ya dengan distribusi gizi pada waktu itu beliau mencari partner distribusinya rekannya yang supplier alat tulis jadi gizi ini anomali dari mungkin saya belum menemui sampai sekarang ya berdistributor Kosmetik tapi yang mendistribusikan distributor alat tulis Kenapa kok kakek Saya memilih distributor alat tulis karena ternyata merekalah yang sampai ke istilahnya ke pelosokpelosok mendistribusikan ya alat tulis itu mas jadi zaman dulu kan tidak tidak masif ya kita ngomongin kosmetik sabun dan lain-lain tapi kalau tentang lem tadi alat tulis pensil dulu apa kapur sarjanaah zaman dulu n itu kan sampai ke semuanya n nah dulu bekerja sama sama rekan R kakek itu untuk mendistribusikan gizi sampai ke pelosok-pelosok itu kenapa gizi bisa sebesar itu karena memang kita Su change-nya baik Jadi bagaimana e orang terjauh Sekalipun kita bisa melayani gizi ada di situ dengan cara kita apa lewatkan distributor alat tulis tadi ng satu SKU backbound-nya produknya memang kizisam itu mas Tapi kalau kita bicara produk gizi lainnya ada ratusan SKU Cuma tidak dipasarkan dengan cara retail jadi kita dulu memproduksi parfum yang pertama kali punya lokal waktu itu bu Tin Tin suarto minta dibuatkan icon apa aromatik Indonesia akhirnya minta tolong e nenek saya akhirnya kita pelajari pembuatan aroma Wak itu dapat 12 macam aroma di apa diperkenalkannya di Taman Mini Indonesia Indah waktu itu ada Tan khusus yang diberikan Putin untuk menceritakan Indonesia itu punya aromatik n ini itu yang buat kakek saya terus setelah itu Alhamdulillah karena mungkin menurut butin cukup mewakili aroma Indonesia di akhirnya kita diminta untuk mensuplly semua maskapai penerbangan yang mendarat di Indonesia jadi dulu ada KLM Jal lutfansah dan lain-lainnya ya termasuk Garuda jadi Garuda parfum Garuda itu perama kali dari kamiitu sekarang sudah ler ya dulu apa dapat privilege bisa masuk ke sana dan semua maskapa itu Mas Jadi ada bagusnya dulu Pak Harto ada kebijakan yang boleh mendarat di Indonesia tapi juga yang kamu jual barang-barang dari Indonesia gitu kita sempat jadi market leader sampai 90an akhir itu justru kita meningkat pesat itu saat krismon jadi tahun 9798 waktu itu ada isu dolar naik di market juga ada beberapa perubahan nah kita Alhamdulillah diuntungkan karena kita source-nya dari lokal jadi kita tidak teru terpengaruh dengan harga Dolar waktu itu ng yang disayangkan ya bukan kayangkan ya artinya qadarallah tahun '99 Kakek saya terserang stroke jadi waktu itu kita akhirnya fokus ke kesehatan beliau gizi ini seperti enggak inilah ya enggak ada pemimpinnya seak itulah gizi mulai menurun Mas gitu jadi performanya karena enggak dijaga an pas di zaman itu juga banyak kompetitor atau banyak produk-produk lain yang menawarkan skinc seperti itu k ini kakek sambung saya Mas jadi kakek asli saya orang Jepang jadi nenek ini dua kali menikah ya waktu itu terus menikah sama nenek saya kebetulan waktu itu di dipanggil sama mejen Jenderal sngkono Jadi kalau siapa tentara Jepang yang mau bergabung ke TNI nah dikumpulkan di Kediri Mas Kediri jadi kita akek nenek pindah ke Kediri terus ditugaskan di Tulungagung Terus akhirnya beliau ditembak Belanda di Blitar jadi diakui dapat bintang jasa dari Pak Soekarno dan lain-lain lah gitu anak Nenek saya ada l orang terus menikah lagi dengan rekan waktu itu karena nenek saya juga pedagang ng menikah ke sayang China terus membuatlahadi pedagang rumput laut dan lain-lain akhirnya membuat lagizi gitu ceritanya seperti [Musik] itu memang masih Tradisional banget ya Mas perusahaan yang tradisional sangat kekeluargaan belum selesai Mang membuat manajemen yang baik ya 192 kita bikin shampo natur ya shampo natur yang masih ada sekarang masih di supermarket ya itu Punak sama jadi kalau di belakang sampo Natur ada foto kakek itu kakek saya natur itu kita setup-nya memang sudah dengan fasilitas modern manajemen modern ter dengan gizi belum sempatlah ya belum sempat untuk ditata ulang terus kadar allahah kakek keburu sakit tahun 2004 beliau meninggal dunia dan waktu 2004 itu dari orang tua sudah minta untuk ada yang meneruskan yang generasi muda gitu ya mas Nah Kebetulan saya itu bukan saya itu bukan termasuk apa apa putra mahkota itu bukan jadi harusnya ada yang lebih pantah dari saya jadi qadarallah enggak tahu kenapa pas itu nemunya cuma saya jadi saya yang disuruh ngewangi Bapak Ibu waktu itu gitu jadiin serius ya jadi benar-benar enggak sengaja ee waktu itu kakak saya sudah di Jepang terus saudara lainnya sudah dengan bidangnya masing-masing kebetulan yang suka jualan saya jadi saya Cang meang apa ee hobinya dulu jualan gitu Mas ke nenek ngelihat ya wis apa awakmu wae sing ngancani aku gitu i jadi waktu diajak bahasanya masih Neman ya masih saya masih masih enggak ngerti apa-apa terus orang tua pokoknya awakmu ngancani apa Belajar untuk diproduksi dulu gitu ng jadi kan yang karena itu utamanya kami kan di resep tradisional itu ya Sehingga Bapak tahun saya waktu itu bergabung 2006 Tiap hari hanya di manufaktur hanya di pabrik enggak enggak boleh ke kantor bahkan gitu engak poknya perama 4 tahun itu saya hanya suruh belajar meracik lah Ya belajar mengerti bahan belajar memformulasikan apa untuk produk-produk yang akan dibuat seperti itu nah yang membuat berat saya itu saat saya masih belajar sampai tahun 2010 belum mengerti banyak tentang market lah Ibu saya gentian kena stroke jadi 2010 bulan Februari lah ya yang pada itu minta beliau minta pulang ke Jogja gitu Jadi pada akhirnya saya ditinggalin sendiri sama nenek nenek yang sudah usia 80 sekian lah ya belumbum ngerti market segala macam wtu itu belum ngerti hanya tahunya ditugasin banyak di apa di pabrik udah pokoknya belajar Kok katanya ada nilai yang saya baru tahu Setelah saya banyak interaksi sama nenek itu dulu saya sering ini kan Mas ya khawatir saat lihat market gizi yang semakin turun terus saya enggak punya pengalaman saya enggak ngerti Bagaimana apa ya marketing sales lah segala macam enggak ngerti J Saya suka curhat ke nenek itu ini gimana aku gak saya enggak enggak mudeng gitu saya Engak enggak paham Bagaimana bisa bangkitin lagi Kis wis Poo Sing penting awakmu gelem sinau gitu Jadi udah panik tapi nenek saya ngomong gak Poo nger jadi Sing penting awakmu gelem sinau Pok dilakoke wae gitu ya itu yang membuat saya Oh di fase yang saya sendiri butuh dikuatkan ternyata nenek saya malah setenang itu gitu Mas ya Jadi tidak marah atau bagaimana tidak gitu malah men-support terus sampai saya Mengertilah seperti itu Nah sayangnya enggak lama juga jadi 2014 nenek saya meninggal J di fase lagi banyak menyerap ilmu ee pengin Belajar bisnis belajar berjualan kosmetik memproduksi akhirnya kan kita Coba menjalankan semampu kita semampu kita dan alhamdulillah Al kulihal saya knya makin buruk Mas Waktu itu saya enggak punya ilmu enggak punya teman enggak punya hal yang bisa jadikan belajar akhirnya makin makin dalam masalahnya jadi saya Alhamdulillah kita sempat dikasih kesempatan belajar itu kita punya kerugian sampai 60 miliar waktu itu mas dan enggak punya apa-apa gitu maksudnya sudah enggak ada harapan lagilah gitu ya jadi marketnya lagi berantakan terus kita hutang vendor sana sini terus juga ada masalah pajak W pokoknya Kompleks l Kenapa kita sulit bergerak saat kita kena beban tadi 60 miliar karena kita enggak punya inventory enggak ada yang men-support kami dari sisi inventory Jadi gini ya waktu kita produksi banyak kan sudah ke market semua Mas tapi qadarallah kan ternyata pelanggannya tidak terjadi akuisisi di market untuk itu kan kita menarik lagi mas i berarti barang ini banyak yang ada luar jadi prod gizi itu termasuk produk yang unik karena dari natural umurnya enggak panjang ya paling setahun Tok Itu sudah maksimal jadi setelah itu ya Otomatis kita harus tarik lagi ee enggak mungkin kita jual lagi toh Barang sudah rusak tapi kita kalau mau bikin lagi barang juga enggak punya modal ya akhirnya ya itu kita bersihkan lagi kita sanitasi lagi kita gunakan lagi untuk berjualan masih bisa yang penting kita secara standar kita sudah uji diqc untuk bakteri dan segala macamnya aman tapi kalau dos ya kita otomatis harus cetak ulang tapi kan harga dus enggak semahal harga pot yang yang dikorekin potnya potnya n potnya kalau isinya dibuang dibuang potnya kalau isi enggak bisa dipakai lagi kan gini Mas ya Jadi konsep gizi itu seperti kita masak jadi kalau sayuran makin lama kan yo berjamur ya apa terus e berubah warna nah gizi itu karena memang dibikinnya dari natural jadi memang akan berubah warna apa dan enggak menarik gitu [Musik] itu tempat kita 3 bulan enggak gajian Mas bahkan khas enggak ada l isnya gitu Ya nah tapi ada hal yang buat saya agak unik artinya saya Saya merasakan ini kok teman-teman masih mau temenin saya kita fight bareng untuk tetap berusaha e walaupun dengan keadaan mereka tidak dapat gaji gitu loh Apa ingat-ingat memang bonding atau apa ya kedekatan dulu keluarga saya dengan ya orang-orang yang bekerja sangat baik jadi mereka menyadari waktu dulu pernah merasakan Jaya ya saat sekarang keadaan sedang sulit ya mereka tetap mau menemani Jadi mungkin saya enggak punya uang tapi saya punya saudara saya banyak kan gitu dan sampai di titik Nadir itu di hari Selasa saya ingat dia bicara ke teman-teman yang senior karyawan-karyawan sudah 20 sampai 40 tahun waktu itu saya terpaksa harus bicara bahwa kalau pekan ini saya enggak dapat solusi ee hari Senin pekan depan mungkin gizi harus saya tutup gitu karena sudah sudah enggak ada pilihan makakin dalam atau ya semakin ada operasional makin dalam masyaallahnya di hari rabunya saya kedatangan tamu Mas Waktu itu saya pikir ya tamu biasa pengin kerja sama gitulah Ya hanya penjajakan dan saya sudah namanya lagi di posisi kan enggak mungkin orang Deal dalam waktu singkat ya Tak Tompo tamu ya karena kita normatif apa ada tamu datang kita harus menjamu ya Ya sudah kita ngobrol biasa sampai jam kira-kira jam 3.00 sore asar itu ee Ini bulan ibu ini pam pulang Pak boleh saya ngobrol-ngobrol setelah ini oh Monggo Bu saya bilang silakan nanti saya kita apa janjian akhirnya jam 5 sore itu waktu saya mau pulang ke rumah dari pabrik beliau nelepon tanya banyak hal tentang gizi Mas itu saya cerita padanya ni kadan lagi kita seperti ini seperti ini nah itu yang mengagitkan saya di pada akhir pembicaraan itu jam kira-kira jam 0.30 itu beliau Pak boleh enggak kalau kita kerja sama gizi untuk memproduksi barang-barang saya waktu itu beliau ini punya produk yang cukup laris di pasaran Mas jadi dulu omside beliau sampai 400-an miliar setahun gitu jadi kan kita k pikir berarti unitnya kan banyak ng itu saya pikir tapi namanya masih pesimis ee Iya tapi kan Berapa lama anda ya kan apa akan terjadi kerja sama itu saya sudah semepet ini gak sudah enggak ada waktu lagi gitu besok paginya Saya pikir sudah ya paling nanti ketemu lagi kapan bahas ini pagi-pagi jam ee mungkin .30 ya pokoknya enggak lama dari selesai subuh itu saya dari masjid beliau nelepon Pak bisa enggak Kalau hari ini kita transaksi transaksi ditulis tok duit kan masih nanti kananya namanya pikirnya yaunya masih Dowo lah ya sudah akirnya kita kamis itujanjian ketemu di notaris Nah kodarallahat itu notarisnya enggak bisa padahal saya kan kalau besok ini Jumat tetap enggak Pasti enggak ada uang saya senin sudah janji untuk harus bikin keputusan banget nih saya skan apa apa adanya ke ibu itu Bu kalau maaf kalau ini Jumat terus nanti enggak jelasan Saya mungkin membatalkan perjanjian ini sudah gini aja Mas Kalau meang gitu paginya saya transfer dulu baru kita janjian ke notaris jadi benar-benar pagi itu ibu itu ke bank untuk mentransfer sejumlah uang untuk diproduksi baru Setelah itu kita tangan notaris itu itu apa ya Mas ya apa hal-hal yang buat saya di luar di luar kuasa benar-benar enggak enggak nyangka ini dalam waktu 3 hari dapat nilai juga agak kecil mas 12 miliar beliau langsung masukkan mas ya untuk DP ya ya Alhamdulillah di ditketemukan orang yang sedang panik ada masalah produksi tempat lain Jadi ibu ibu itu pun juga harus segera dapat solusi jadi di sini ternyata saya perlu apa kepastian bisa memproduksi bisa ada pekerjaan di satu sisi at-ata ada Allah mempertemukan orang yang justru memerlukan orang yang dibantu untuk biar produksi dia enggak Terlambat gituya untuk di transaksi awal itu kan kita menetapkan di 50% Mas jadi ya berarti 24 miliar ya tapi alhamdulillah setelah itu terus rutin diproduksi oleh kami gitu nah di situlah saya mulai fokus untuk melayani bentuk maklon manufaturing jadi gara-gara ibu itu sebetulnya ya sampai sekarang kita masih melayani sekitar mungkin seribuan brand klinik ya Mas di Jawa Bali yang kita produksi gitu ya Mas Jadi ada hal juga yang setelah saya pelajari Bagaimana Kakek Nenek saya bisa Tempat membawa perusahaan ini besar diterima market segitu besar ternyata tidak sekedar kita membuat barang baik tapi juga yang terpenting sini Bagaimana menyampaikan pesannya Mas ya Jadi kalau kita mungkin bahas anak sekarang ngbrandingnya ya tadi yang saya sampaikan bahwa kita punya tagline cantik Ayu alami diimplementasikan apa secara gamblang yang mudah ditangkap oleh audiens kita buat beberapa Angle iklan itu memang kita komparasi ini bagaimana baknya perempuan yang Ayu alami sama perempuan yang cantik karena polesan seperti itu jadi cara kita memposisioningkan bahwa gizi ini sebetulnya bukan kosmetik tapi gizi ini adalah apa vitamin kulit gitunya masih yang menjaga atau merawat kecantikan wanita Indonesia kita juga pernah salah menyampaikan pesan waktu itu Jadi waktu tinggi-tingginya gizi sampai akhir tahun 90-an saat Kakek saya sakit tadi akan diteruskan sampus kan sama saudara-saudara yang lain nah rupanya konsep atau brand yang di apa ya yang sudah ditanamkan tentang gizi supergam ini bergeser jadi waktu itu karena kurang dalam memahami produk atau brand gizi kita sempat iklan itu waktu itu tahun 2001 se sudah bagus temanya hanya saja ada setelah kita pelajari Kenapa ini iklan waktu itu gagal ternyata Ee Kita enggak pernah itu mengkondisikan artis itu menjadi putih jadi gizi itu selalu saat kita syuting itu menampilkan artis itu senatural mungkin nah sedangkan waktu pada Pak Yani jangkaru orang tahu ini beliau Adventure dan sudah sering War TV begitu di kita iklankan kita bikin beliau Putih Enggak nyambung pesannya jadi gizi yang teklanya cantik Ayu alami tapi begitu diimplementasikan ke Mbak Riani jangkarunya kita salah memprofilekkan beliaunya gitu itu cukup tragis ya cukup tragis biasanya gini masgizi itu kenapa saya t bilang pernah R juta jadi setiap momen mau kita kampin besar kita produksinya sampai 12 sampai R juta waktu itu apa kita siapin stok kita kampen itu biasanya set habis barangnya gitu jadi modelnya dulu kita Yakin punya iklan yang Winning iklan yang Winning tapi kedarah pas waktu itu sudah diproduksi sekian puluh juta eh Diharapkan dengan mbak R jangkaru iklan yang ini sukses ternyata enggak sukses bar barangnya enggak jalan ya jadi jadi rupanya Ada Ada hal yangur Saya mungkin kita sharing di sini nilai dari sebuah brand itu sangat penting gitu dan itu tidak boleh bergeser ng karena begitu bergeser yang pertama kali protes ternyata ya pelanggan itu sendiri Eh kita pengin punya tujuan menyampaikan produk seperti ini dan itu saat itu sudah diterima market tapi ternyata kita enggak konsisten market pertama kali yang protes Kenapa kok diiklaninya begini ternyata seperti hampai seperti itu gu Maksudnya ya jadi artinya tidak kita harapin teman-teman yang membuat produk ini memperhatikan Sisi esensi dari sebuah brand gitu [Musik] sih setelah kita memfokuskan diri untuk membantu brand-brand atau produk-produk lokal yang bagaimana mereka bisa berkompit di market dengan produk yang berkualitas kita enggak bisa melayani semuanya karena memang kita punya keterbatasan gizi ini kan terbiasa sekali batch itu ratusan ribu atau juta an e waktu itu saat kita lihat di market ternyata yang tumbuh itu teman-teman yang baru merintis Nah untuk itu akhirnya kita berpikir keras nih Waduh kalau ikutin kapasitas kita kasihan mereka tapi kalau mereka kalau enggak dibantu artinya dengan suplai yang baik dengan kualitas barang yang baik ya kita juga masa punya punya dos lah ya kita punya pengalaman kita punya pengetahuan tapi kok enggak enggak bisa bantu teman-teman yang baru memulai kita juga tempat ada Keadaan yang kita berpikirnya akan jadi masalah nih baru ada perbaikan 2018 ke 2020 awal Terus qadarallah waktu itu ada covid ni waktu ada covid itu Pikiran kita kan Oh Iki lagi mulai bagus ya Terus ada covid yang katanya pembatasan segala macam ada kebayangan negatif n waktu itu n waktu itu masih beritanya masih di China ya masih akhir tahun tuh yang kita duga waktu itu di awal April sudah ada tren yang tiba-tiba apa datang ke kami itu banyak pengusaha-pengusaha baru yang ingin membuat Skincare ya Jadi ada salah satunya dari Cirebon Waktu itu ternyata kita enggak pernah kenal brandnya sudah omsetnya 20an miliar sebulan Mas ibu itu orang Bandung tapi e tempat produksi di Cirebon Tapi karena satu dan lain hal beliau kena isu pabriknya tidak terstandar ya jadi di waktu itu saya enggak tahu Mas Jadi kita pikir ya namanya manufaktur itu ya sudah sesuai regulasi baru kita boleh menerima klien gitu ya tapi ternyata banyak manufaktur yang hanya izin produksi Tapi beliau tidak punya izin tol manufactturing Sudah berani menerima maklon yang dirugikan terus terang di sini adalah pemilik produk brand jadi kasusnya waktu itu e Ibu ini maklun di Cirebon sudah mungkin setahun lebih omsetnya sudah 20 meretan sebulan kadar Allah pabriknya menggun gunakan merkuy gitu akhirnya sama BPOM kan diband nah yang jadi ini teman-teman Mungkin banyak yang enggak tahu ya kalau perusahaan itu enggak cpkb apapun brand yang didaftar atas nama PT itu termasuk dianggap bekerja sama Nah jadi ibu ini Enggak tahu apa-apa tapi dianggap ini bagian dari ya gitu akhirnya Ibu ini katanya kena sampai 17 miliar mas Nah waktu itu lagi kepanikan beliau ee sudahud harus diop terus m berususahan sama polisi akhirnya kebetulan itu teman kenal beliau menyarankan ke kami itu juga maklon nomor dua terbesar yang kita terima langsung 1 po itu miliar waktu itu pas awal-awal mau covid tuh Mas ppkmnya waktu itu datang minta cepat karena ah harus diop tapi ini mau lebaran W itu kan mulai ppkm itu hari pertama Ramadan mas saya masih ingat karena di hari itu juga bapak saya meninggal dunia gitu ya jadi ini yang yang bingungnya ituh mau senang atau mau sedih [Musik] ya Mas jadi setelah melihat market Ternyata banyak teman-teman yang perlu dilayani saat mereka lagi awal-awal ingin berbisnis skinc kami waktu itu kan dengan keterbatasan kami harus memutuskan untuk tidak bisa melayani waktu itu Waktu itu Masli dan Mas ro yang partner saya di maklon itu menyampaikan sama saya Pak ikan Kasihan teman-teman dong kalau enggak kita temani dalam prosesnya karena mereka sendiri pun banyak dengar cerita teman-teman banyak yang salah masuk pabrik baik dari kualitas regulasi standarisasi sampai juga waktu proses yang lama gitu untuk mendapatkan produk yang akan dijual gitu Artikan kebayang mereka sudah terbatas dananya terus menunggu hasilnya juga lama sehingga mau mulainya mungkin sudah habis-habisan semuanya sebelum mulai gitu artinya dari ide itu Inside itu ya Coba kita pelajari ya saya Intinya coba melihat ke apa yang sudah kita dapatkan at yang sudah kita miliki mungkin juga waktunya kita untuk bisa lebih berbagi ya Mas artinya tidak melulu tentang quantity yang besar ng karena ternyata banyak hal yang kami harus juga berikan ee Walaupun mungkin dari satu sisi bukan market yang sesungguhnya kami harapin tapi di sini mungkin kita dituntut untuk lebih berempati sama teman-teman yang baru mulai terus kita punya kemampuan kenapa enggak kita apa berikan pelayanan buat mereka juga begitulah kita dirikan PT dgh desisu gisihi harta yang tujuan utamanya kita men-support hal-hal yang diperlukan teman-teman yang sedang memulai bisnis ya tadi pertama kita coba launching tagline maklun tanpa mog terus kita percepat proses produksinya tidak butuh sampai berbulan-bulan jadi kita enggak sampai sebulan teman-teman sudah bisa mendapatkan barangnya ya sehingga kita harapin walaupun dengan keterbatasan kami bisa melayani teman-teman cukup dengan modal kecil waktunya enggak lama tapi juga produk-produknya sudah teregulasi artinya ada nomor ppomnya ya terus dengan pengujian keamanan dan segala macam jadi kita berharap hal yang kami lakukan ini bisa bermanfaat buat teman-teman yang baru memulai sehingga kita bisa saling bersinergi di bisnis skinc ini atau kosmetik ini di Indonesia yang kita tidak perlu takut serangan dari produk-produk dari luar seperti itu sih Mas yang selalu dipesankan orang tua saya Mas bahwa semua hal itu dimulai dari niat kita ng dulu saya kurang memahami itu apa yang dimaksud dengan niat gitu karena banyak juga kan kalau kita bicara niat baik tapi implementasinya juga salah juga enggak jadi apa-apa n ya sehingga eh dengan proses Saya belajar dig gizi ini dari pendahulu-pendahulu saya kita juga pernah mengalami kegagalan yang cukup berat lah ya buat kami kami simpulkan bahwa sebetulnya Kita ini hanya bisa berusaha n Danan Pak tanpa perlu berpikir harus jadi seperti apa G terus berkaitan dengan niat tadi ya selama niat kita baik dan kita menjalankan dengan sesuai cara yang sudah dituntunkan Ee yang maha kuasa Insyaallah juga Hasilnya akan baik segitu J jadi banyak teman-teman di yang baru mulai bisnis ini kan kadang mereka tujuannya mencari untung gitu Mas ya enggak salah sih gitu tapi apakah sekedar di situ saja tanpa mempedulikan cara-cara yang digunakan atau bagaimana melayani pelanggan-pelanggannya dengan produk-produk yang baik artinya tidak cuma sekedar butuh niat baik tapi kita juga harus menjalankannya dengan cara-cara yang baik juga itu mungkin yang yang saya dapatkan dari pengalaman kita bahwa semua itu juga tetap ada aturannya walaupun kita punya niat baik Kalau tidak sesuai aturan ya tetap tidak baik gitu Itu yang mungkin menjadi pelajaran saya yang saya alami [Musik] [Tertawa] Iya tadi saat kita mulai bisnis itu kan sebetulnya niatnya baik ni kita mulai bisnis untuk mencari penghidupan ya meni penghasilan tapi pada saat banyak teman-teman melakukan menjual produk-produk yang tidak aman ya atau bahkan cara pemasarannya juga tidak dengan yang baik pada akhirnya kanan ada yang dirugikan sehingga banyaklah kita melihat teman-teman yang sempat juga kerja sama-sama kita kita sudah berusaha untuk memberikan produk yang terstandar dan segala macamnya tapi ternyata cara mereka mengenalkan ke marketnya berlebihan gitu artinya apa overclaim lah ya claim nah sehingga marketnya mungkin sampai hanya setahun Terus sekarang sudah hilang yang akhirnya kita coba di sini juga enggak cuma kita berbisnis sama teman-teman entrepreneur yang muda-muda tapi kita juga pengin menyampaikan bahwa niat baik kita pengin berusaha pengin mendapatkan penghasilan dari e berbisnis kosmetik tapi juga tolong dengan cara yang baik ya Sehingga semoga jadi berkah ngaten jadi kalau kita saya simpulkan buat diri saya ni mas ya buat buat diri saya itu ada tiga hal yang yang menjadi dasar baik kita sebagai manusia yang bersosialisasi dengan sesama manusia dan bagaimana kita dengan Tuhan ya kita pertama menjaga komitmen atau apa amanah ya Terus yang kedua kita bagaimana kita bersyukur terhadap apa yang diberikan yang maha kuasa dan bagaimana saat kita sedang dalam proses belajar atau kita kita dikasih ujian kita belajar untuk bersabar gitu jadi tiga hal ini saya pikir tidak akan lepas Dar Dar Kita sebagai manusia walaupun kita sebagaimanapun menjaga komitmen menjaga amanah terkadang yang mahauasa masih menguji komitmen kita juga gitu ya Artinya disuruh bersabar juga tetaptetap ada hal yang kita enggak enggak langsung 100% aku niatkan untuk amanah nih tanpa diuji kayaknya enggak ada gitu Mas ya jadi justru di situlah Kami mencoba mensikapi bahwa kayaknya kami juga tidak melakukan hal yang buruk gitu ya kami tidak pernah melanggar aturan-aturan norma dari sisi regulasi negara ataupun masyarakat tapi kenapa kok waktu itu Allah sempat kasih kesempatan kita dengan keadaan yang begitu berat Ya ini yang yang akhirnya buat kita sendiri waktu itu memang ada pilihan Mas jadi memang terkadang kalau kita bicara ada bisikan-bisikan enggak baik ya jadi di masa kita sulit itu ada yang nawarin kita bikin produk dengan merkuy mas nilainya enggak main-main Mas 17 miliar Mas suplai ke Sumatera dan saya sempat datang ke sana sempat jari sampai akhirnya sama teman-teman Eh Alhamdulillah teman-teman masih masih ngingatin saya ojolah gitu Ya janganlah Takutnya nanti ini ke mana-mana kam kita hanya alasan atau kita berdalih kita butuh uang tapi pada akhirnya hancur semuanya ya akhirnya setelah bolak-balik ke Sumatera saya saya sampaikan ke apa yang memesan itu kita enggak bisa bikin [Musik] ya itu tidak mudah memang maksud saya pada akhirnya yang dituntut di diri kita memang belajar ya Mas ya mempelajari artinya sejauh mana Yang Mahakuasa memberikan batasan-batasan yang kita boleh lakukan dan kita alhamdulillahnya yang kita Ingatkan kalau tiap Jumat itu kan selalu diingatkan untuk bertawakal ya sedangkan tawakal ini kan bukan jalan yang mulus sebetulnya ya kan tawakal ini kan dulu sahabat Umar menceritakan seperti jalan di banyak Duri ya tapi bagaimana kita berhati-hati jalan di artinya setiap perjalanan untuk menuju kesabaran atau kita bertawakal ini ya pasti banyak ujian ya banyak ujian ya selama kita memahami itu dan itu memang sekali lagi tidak mudah di kondisi kita lagi butuh tapi kalau saya pesan yang utama yang buat saya yakin itu justru dari nenek saya bahwa bagaimana kita berhusnuson sama takdir kita gitu Itu itu yang sulit nih kadang kan kita keadaan ini kok masih suruh berhusnuson kan gitu udah susah kok suruh positif thinking itu kan satu hal yang apa tolak belakang ngih gitu tapi ya tadi sebetulnya kan kita saat kita enggak tahu takdir kita besok apa sekarang kita enggak punya makan enggak bisa jadi karyawan tapi bagaimana kita bershus-usun bahwa Ya sudah ini fase yang Allah akan sudah tetapkan takdir buat saya dan saya yakin takdir berikutnya akan lebih baik artinya kita sama-sama enggak tahu takdirnya Mas Ya enggak tahu takdir yang ditulis di tahul mahfuz katanya 50.000 tahun sebelum kita ciptakan jadi ya kita kenapa enggak kita positive thinking aja Enggak kok kita akan selesai masalah ini akan baik-baik saja kok itu kan hal yang perlu kita tanamkan ya dan ternyata Allah juga sudah nulis di istnya sudah menyampaikan di al-qur'an bahwa aku seperti yang hambaku persangkakan kan gitu jadi sama kita persangkakan hamba apa Allah negatif Ya Allah akanukan negatif kalau kita positif sama yang maha kuasa Insyaallah Allah akan memberikan hal yang positif itu sih Mas Insyaallah waktu memulai gizi itu nenek saya cerita mau makan itu kita Jual meja jual kursi karena modalnya semua sudah bikin untuk bikin kosmetik uangnya ah enggak punya uang lagi untuk makan lahanya untuk sehari-hari sampai Jual meja jual kursi jual tempat tidur cita beliau begitu tadi ya saya lihat struglenya beliau karena beliau yakin atau positif mindsetnya untuk bahwa satu saat pasti bisa berhasil gitu Kalau lihat dari saya pribadi merasa tidak pantas ya belum belum pantas untuk kita saya berbagi atau Saya menyampaikan pesan atau menasihati ya cuma ada hal yang enggak bisa kita pungkiri tadi saat ada takdir yang ditetapkan ke diri kita dan pasti ada hal yang harus kita tunaikan sehingga suka enggak suka Kita diciptakan untuk saling melengkapi saling berbagi sehingga hal ini yang membuat saya merasa harus apa ya menyampaikan bahwa Kenapa kita enggak berhusnuson sama takdir kita walaupun keadaan kita mungkin tidak baik-baik saja walaupun itu mungkin tidak mudah artinya saya pun juga masih belajar untuk memahami itu gitu ya saya sanir harjanto penurus PT giz Indonesia asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam wakuh
Resume
Categories