Transcript
r0gRlg1tRkI • Kitab Riyadush Shalihin #2.88: Hendaklah Kalian Memaafkan & Berlapang Dada
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2554_r0gRlg1tRkI.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi wab.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufiqi wumtinani ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarika lahu
takziman lisan wa asyhadu anna
muhammadan abduhu wa rasuluh daila
ridwan. Allahumma sholli alaihi wa ala
alihi wa ashabihi wa ikhwani.
Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Kita masih
melanjutkan dari bab al-afu wal i'rad
anil jahilin. Bab memaafkan dan
berpaling dari orang-orang jahil. Pada
pertemuan sebelumnya telah kita
sampaikan beberapa ayat dan kita
lanjutkan ee ayat berikutnya ya, yaitu
firman Allah Subhanahu wa taala waquluhu
taala walyafu walyasfahu ala tuhibbuna
ayagfirallahu lakum. Hendaknya mereka
memaafkan dan berlapang dada.
Tidakkah ee
kalian suka jika Allah mengampuni
kalian? Ini ayat terkait dengan kisah
hadisatul ifiq di mana Abu Bakar
Assiddiq radhiallahu taala anhu
memaafkan
ee
ee seorang sahabat yang mistah yang
menuduh Aisyah ee berzina. yang tadinya
mistah adalah kerabat dari Abu Bakar
yang Abu Bakar radhiallahu anhu
senantiasa memberikan kepada Mistah
ee nafkah karena dia miskin. Ternyata
Mistah kemudian menuduh Aisyah
radhiallahu anha berzina. Akhirnya
ketika turun ayat membela Aisyah, maka
Abu Bakar Assiddiq sempat marah.
Kemudian dia mengatakan, "Aku tidak akan
beri nafkah lagi kepada Mistah." Ya,
artinya selama ini dia beri nafkah
kepada Mistah, ternyata air susu dibalas
dengan air tuba. Ternyata Mistah malah
menuduh Aisyah berzina. Akhirnya Allah
turunkan ayat ini, "Walyafu wal yasfahu
ala tuhibbuna ayagfirallahu lakum." Kata
Allah, "Hendaknya mereka memaafkan dan
berlapang dada. Tidakkah kalian suka
jika Allah mengampuni kalian?"
Akhirnya Abu Bakar pun memaafkan Mistah.
Ya, di sini ee dalil bahwasanya siapa
yang memaafkan orang lain maka dia akan
dimaafkan oleh Allah Subhanahu wa taala.
Ya, siapa yang memaafkan orang lain dia
akan dimaafkan oleh Allah. Makanya Allah
mengatakan, "Ala tuhibbuna
ayyagfirallahu lakum." Tidakkah kalian
suka jika diampuni oleh Allah subhanahu
wa taala? Maka di antara cara agar kita
diampuni oleh Allah adalah kita
mengampuni, memaafkan orang lain. Ya,
dosa kita banyak ya. Kalau ada ternyata
kita ditakdirkan
ada orang menzalimi kita, menuduh kita
yang tidak-tid atau menjatuhkan ya hak
kita,
mengambil merampas hak kita, maka kalau
kita maafkan dia ini kesempatan bagi
kita untuk diampuni oleh Allah Subhanahu
wa taala. Maka Allah tawarkan dengan
perkataan Allah, "Ala tuhibbuna
ayyagfirallahu lakum." Tidakkah kalian
suka jika Allah mengampuni kalian?
Caranya gimana? Maafin orangor lain.
Aljaza minisil amal balasan sesuai
dengan perbuatan. Siapa yang mengampuni
orang lain, dia akan diampuni oleh Allah
subhanahu wa taala. Kemudian quluhu
taala ayat berikutnya.
Walinaas wallahu yuhibbul muhsinin.
Ketika Allah menyebutkan tentang eh
ciri-ciri orang bertakwa penghuni surga,
ayat sudah pernah kita bahas juga dalam
surat Al Imran. Kata Allah,
"Wasarifikumin
arduhawat
ardidil muttaqin." Bersegeralah kalian
menuju kepada ampunan Allah dan menuju
surga yang luasnya seluas langit dan
bumi yang Allah siapkan bagi orang-orang
yang bertakwa. Siapa orang bertakwa
tersebut? Kata Allah subhanahu wa
taala,inafiqu
wal min walinaas wallahu yuhibbul
muhsinin. Yaitu orang yang senantiasa
berinfak dalam kondisi lapang. Dia tetap
berinfak dalam kondisi sulit dia tetap
berinfak.
Wal minal ghait. Orang-orang yang
meredam amarah. Walina aninas. Dan
orang-orang yang memaafkan orang lain
yaitu orang lain yang menzalimi dia. Dia
maafkan. Kemudian Allah berfirman,
"Wallahu yuhibbul muhsinin." Allah
mencintai orang-orang yang berbuat
ihsan. Itu yang mencapai derajat tinggi
berbuat ihsan.
Karena ihsan derajatnya ee terkait
dengan
Allah Subhanahu wa taala dan ihsan
terkait dengan makhluk. Adapun terkait
dengan Allah Subhanahu wa taala itu
seorang beribadah kepada Allah
seakan-akan dia melihat Allah.
Anudallaha kaakaahu. Engkau beribadah
kepada Allah seakan-akan kau melihat
Allah subhanahu wa taala. Faam takun
tarahu fainnahu yar. Kalau kau tidak
bisa melihat Allah, yakinlah Allah
melihatmu. Yaitu seorang ketika ibadah
seakan-akan dia sedang berhadapan dengan
Allah, sedang melihat Allah. Sebagaimana
penghuni surga pada hari kiamat kelak di
surga melihat memandang wajah Allah
subhanahu wa taala di hadapan mereka.
Dan ketika mereka melihat Allah, maka
mereka mencintai Allah, mengharap dari
Allah dengan penuh harapan. Maka seorang
ketika beribadah seakan-akan dia sedang
berhadapan dengan Allah Subhanahu wa
taala. Seakan-akan dia melihat Allah,
ketika itu dia akan menghadirkan rasa
harapannya yang tinggi kepada zat yang
maha penyayang dan timbul rasa cintanya
kepada Allah sehingga dia beribadah
dengan khusyuk dan penuh hikmat kepada
Allah subhanahu wa taala. Yang kedua,
dia tidak mampu maka yakinlah Allah akan
Allah senantiasa melihatnya. Ini ihsan
terkait dengan Allah. Ketika seorang
beribadah
merasa melihat Allah atau kalau tidak
mampu merasa dilihat oleh Allah
subhanahu wa taala. Ihsan terkait dengan
makhluk yaitu berbuat baik kepada
makhluk ya dengan di antaranya bentuk
berbuat baik kepada makhluk adalah
memaafkan kesalahan orang lain. Ya. Dia
berbuat salah kita maafkan. Ya, orang
tidak bisa melakukan demikian kecuali
telah mencapai derajat ihsan. Ini
derajat yang tinggi karena tidak mudah
ya memaafkan orangorang lain. Manusia
kalau lagi disakiti, dizalimi, dia
berusaha untuk membalas kalau bisa.
Bahkan dia balas lebih daripada yang
dilakukan kepadanya. Tapi karena dia
telah mencapai derajat ihsan, maka dia
mudah memaafkan orang lain. Di sini
Allah mengatakan walina aninas. Walfin
adalah dalam bentuk isim fa'il. Kalau
isim fa'il itu kata Thahir bin Asyur
lebih kuat daripada fi'il mudhar'. Kalau
fi'il mudhar' ya itu menunjukkan ee
berulang-ulang suatu kegiatan ya. Tetapi
kalau
isim fa'il menunjukkan sajiah itu sifat
perangnya orangorang tersebut. Antum
enggak paham kan? Enggak tahu bahasa
Arab apa itu isim fa'il? Apa itu fi'il
mudhari? Makanya belajar ya. Saya
sampaiin aja lah ya. Isim fa'il itu
kalau dalam bahasa Inggris ada namanya
fi'il. Ada apa? Fi'il madhi itu past
tense. Kalau fi'il mudhar' yang
menunjukkan berkesinambungan apa
namanya? Present tense ya. Tetapi kalau
fi'il mudhar itu menunjukkan
berulang-ulang. Berulang-ulang dilakukan
lakukan lagi lakukan lagi. Tajaddudalul
ala tajaddudil fi'il berulang-ulang.
Tetapi kalau sudah isim fa'il seperti
sifat dia seperti ini pemaaf. Pemaaf
berarti dia senantiasa memaafkan ya.
senantiasa sudah menjadi perangai dia.
Ketika Allah datangkan dengan
isim fail walina aninas, orang-orang
yang memaafkan itu senantiasa memaafkan
orang yang ee berbuat zalim kepadanya.
Ini sangat sulit. Tetapi ee sebagian
orang ada yang seperti itu. Mencapai
derajat mudah memaafkan
dan dia telah mencapai derajat ihsan dan
dia dicintai oleh Allah subhanahu wa
taala. Maka seorang kalau ingin diampuni
oleh Allah maafkan orang. Ingin dicintai
oleh Allah maafkan orang.
Ya, cari muka sama Allah dengan
memaafkan orangorang lain. Memaafkan
orang lain kita dicintai oleh Allah
Subhanahu wa taala. Ayat berikutnya,
waman sharf
inzalika lamin azmil umur. Sungguh siapa
yang bersabar dan memaafkan maka itu
dari perkara yang sangat ditekankan. Ya,
perkara yang sangat ditekan itu perkara
ya min adimil umur, perkara besar ya.
Wama yulaqqoha illalladzina sharuu. Yang
tidak dilakukan kecuali orang-orang yang
sabar. orang-orang yang hebat. Jadi yang
bisa sabar dan mengampuni itu orang
hebat ya. Orang hebat yang bisa
melakukannya. Tidak semua orang bisa
bersabar dan mudah ee memaafkan.
Bab saya ee dalam kesempatan ini saya
ingin menyampaikan suatu kisah ya
tentang model orang maafkan zaman
sekarang.
Ee
kebetulan beberapa hari lalu saya sempat
ee berkunjung di kota Hail. Hail adalah
suatu provinsi di Arab Saudi sebelah
utara Arab Saudi. Ya, di Hail itu adalah
dua gunung namanya gunung pegunungan Aja
dan pegunungan Salma ya. Situ dengan
juga disebut Jabalut Thai. Di situ ada
kabilah terkenal namanya kabilah Thai.
Dan sahabat yang terkenal bernisbah
kepada kabilah tersebut yaitu Adi bin
Hatim at-Thai. Bapaknya terkenal Hatim
atha di masa jahiliyah terkenal sangat
dermawan. Kalau orang Saudi bicara
tentang kedermawanan,
orang Arab secara umum mereka pasti
sebut ini Hatim Atha. Kalau penduduk
Saudi bicara tentang kedermawanan,
mereka bilang penduduk hail. Sampai saya
ketemu dengan kemarin saya pas jalan
sama orang Saudi yang lain k mereka
terkenal penduduk hail adalah orang yang
dermawan. Maak aqillatilyad. Padahal
mereka bukan orang kaya tapi mereka apa?
Dermawan ya. Dan saya sudah buktikan
mereka dermawan. Kalau antum buktikan ke
sana ya.
Intinya saya ingin menyampaikan ada ada
kedermawan uang, ada kedermawanan. Sisi
lain kedermawanan terkait dengan ee
akhlak yang yang mulia.
Ee saya sempat berkunjung
di rumah seorang ee
namanya Hamud bin Nail bin Thauan
as-Yammari. Ya, Syamari salah satu akar
dari kabilah Tha. Ya, di sana ada
beberapa kabilah. Ada empat kabilah
besar kembali kepada kabilah Tha di
antaranya Syamar ya.
ee kisahnya. Jadi orangnya sudah tua
kemudian ee
sarapan ya kebetulan alhamdulillah kita
sarapan dia siapkan. Dia bilang, "Ayo
iftar, ayo sarapan." Cara ala badui ya.
Dia kemudian bakar roti, rotinya dibakar
di atas bara api. Saya makan roti Badui
kemudian ee kopi Badui. Kemudian ya tapi
saya tidak ingin bicara makan di sini
ya. Intinya yang ingin sampaikan orang
ini punya kisah besar di Arab Saudi
terjadi pada sekitar tahun ee 2009 ya
dan sempat masyhur di internet ya. Ini
sekarang saya sedang buka internet baca
tentang kisah beliau. Jadi beliau
namanya Hamud Nail bin Thauan
As-Yammari. Kisahnya bagaimana? Kisah
memaafkan yang luar biasa. Beliau punya
anak
ee
namanya Awat. Awat ini masih berusia 17
tahun kemudian senang main bola bahkan
dia dijadikan kapten bola karena hebat
main bola. Suatu hari mereka sedang main
bola di hail di lapangan pasir di sana
ya. Di sana lapangan pasir rata-rata ya
namanya di kampung. Kemudian mereka
main. Ketika mereka sedang main
tiba-tiba ada seorang pemuda masukin
mobil di dalam lapangan tersebut
kemudian main tafhit. Taf itu apa yang
cit gitu itu apa bahasa Indonesianya?
Trif.
Hah?
Drift pakai
drift.
Saya enggak pernah bikin begitu ya.
Makanya saya enggak tahu. Intinya dia
main-main gitu dia itu bahaya. Akhirnya
mereka halangi. Ah, kita lagi main bola
berhenti. Dia main terus dihalangi dua
kali dia main terus dihalangi tiga kali.
Akhirnya sang kapten Awat ini Awat bin
Hammud bin Nail bin Tauan Asyamari.
Kemudian dia datang kepada laki
tersebut, dia stopin mobil. Sudah
dinasihati, akhirnya keluar orang itu.
Keluar pergi
kemereka main lagi. Anak ini yang keluar
tadi datang lagi. Ketika datang mereka
kira dia mau main bola juga. Ayo main
diajak. Dia masuk lapangan tahu-tahu dia
dekati
awat ini kemudian dia cabut pisau, dia
tikam di sebelah kirinya.
Akhirnya terluka darah keluar di bagian
jantungnya.
Kemudian dia kabur. Yang pembunuh ini
kabur namanya Abdullah ya. Dia kabur.
Akhirnya kabur. Si Awat berusaha
mengejar tapi dia tidak kuat. Dia jatuh
akhirnya darah berlumuran darah kemudian
dibawa ke rumah sakit. Kemudian dia
berzikir dan sebelum meninggal dia
mengucapkan asyhadu alla ilahaillallah
wa asyhadu muhamadar rasulullah.
Kemudian meninggal meninggal dunia.
Akhirnya ramai kejadian ramai
saya apa namanya? Ee akhirnya bapaknya
Abdullah ini sini sebutin juga namanya
bapaknya, kakaknya yang laki-laki
di penjara.
Yang pembunuh di penjara ditangkap.
Bapak dan kakaknya juga dipenjara
khawatir diserang, khawatir ada
pembalasan supaya mereka berdua aman.
Yang membunuh Abdullah di penjara, kakak
dan bapaknya juga di penjara. Di ee
dipenjara supaya aman. takut ada
pembalasan. Subhanallah. Hamud ini,
kakek tua ini, Hamud bin Nail bin Thaau
Asssyamari ini tahu keluarganya.
Ternyata pembunuhnya itu adalah
tetangganya.
Jadi tetangga mereka sudah bertetangga
sekitar 16 tahun. Yang bunuh adalah anak
dari tetangganya. Ketika dia tahu
bahwasanya bapaknya dan kakaknya kakak
dari sang pembunuh di penjara, maka
Hamud ini segera pergi ke penjara. baru
baru dapat kabar anaknya meninggal
dunia, dia cek ternyata tetangganya juga
di penjara. Maka dia segera pergi menuju
penjara. Dia bilang, "Keluarkan
keluarkan ee bapaknya dan kakaknya.
Mereka tidak bersalah. Mereka tidak
bersalah. Keluarga mereka lagi nunggu.
Kasihan keluarin keluarin sampai
dilarang." Jangan. Karena polisi takut
ini akan terjadi pembalasan. Tapi
ditenangkan dak andak. Enggak ada
masalah keluarin-keluar. Kasihan ee
orang di rumah, istrinya, anak-anak
perempuannya lagi nunggu.
ini langsung maafkan. Padahal baru
beberapa jam anaknya di dibunuh,
akhirnya bapak dan kakaknya pun
dikeluarkan, dikembalikan ke rumah.
Mulailah hari itu. Kemudian setelah
dikuburkan
ee orang-orang datang takziah. Datang ke
rumahnya takziah
dan dia bilang gak ini semua qadarullah
ya. Dia bilang ini semua apa?
Qadarullah. Ini anak tidak salah ya. Ini
anak yang bunuh anak saya. tetangga
saya, dia tidak ada dendam sebelumnya.
Ini cuma lagi marah tiba-tiba kemudian
dia emosi. Dia pun gak ada sebelumnya
ada permasalahan. Mereka sering
berteman, mereka sering
telepon-teleponan, mereka sering main.
Ini anak enggak. Dia cuma emosi sesaat
kemudian dia bunuh anak saya. Kemudian
dia bilang, "Jangan ke rumah saya aja.
Pergi ke rumah tetangga juga. Kasihan
dia juga. Dia mengalami apa yang kita
rasakan. Musibah sama ya. Anak dia juga
sedang di dipenjara.
Akhirnya dia suruh orang-orang juga
pergi ke rumah pembunuh tadi.
Orang-orang akhirnya dari rumahnya pergi
ke rumah apa? Pembunuh takziah.
10 hari kemudian dia datang ke penjara
menuju ke sang pembunuh
dan dia bilang ee saya maafkan ee ini
dia ini ini enggak ada masalah. Dia cuma
emosi sesaat kemudian dia tikam anak
saya dan semua qadarullah. Dia tidak ada
kaitannya dengan terbunuhnya anak saya.
Semua dengan takdir Allah Subhanahu wa
taala. Mereka gak percaya. Dia bilang,
"Enggak, saya maafkan." Karena kalau dia
tidak maafkan akan dibunuh. Karena
membunuh akan juga di dibunuh.
Subhanallah. Kemudian mereka pastikan
untuk nulis semua apa namanya surat
resmi tulis semua akhirnya dimaafkan.
Keluar dari penjara.
Heboh Saudi karena dia maafkan tanpa
terima uang sedikit sededikit pun. ya.
Sampai kemudian ditulis di apa namanya
di Jaridah di waktu itu apa di internet
ramai tahun 2000 2009 ya. Saya akhirnya
ketemu dengan orang ini yang maafkan
tadi
seang saya diceritain kemudian ee teman
saya telepon kita ketemu sarapan
semua. Dia cuma ngomong zikir. Ketika
kita lagi makan, dia nahmadullah,
nasykurullah. Lafalnya kita puji Allah,
kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa
taala. Sampai dia ngomong, "Lihat, kita
enggak ngapa-ngapain, rezeki datang dari
Allah subhanahu wa taala. Kita enggak
ngapain, rezeki datang dari Allah
Subhanahu wa taala." Ya. Kemudian dia
bilang, "Lihat hewan-hewan keluar enggak
bisa apa-apa. Pulang sudah kenyang. Ada
ular enggak bisa lihat, kemudian keluar
makan, balik sudah dapat makanan." Ya
Allah yang kasih rezeki. Allah yang
kasih diulang-ulang ngomong gitu. Allah
kasih rezeki. Allah kasih rezeki. Ee
kemudian dia tanya kepada kawan saya,
kawan saya doktor ya di dosen di sana
tanya tentang apa namanya ee salat. Dia
tanya masalah fikih kemudian tanya
tentang salat dua rakaat sebelum subuh.
Maka teman saya jawab dia bilang salat
dua rakaat sebelum subuh ada beberapa
keutamaan. Ada berapa keistimewaan.
Yang pertama di antaranya Rasulullah
sahu alaihi wasallam tidak pernah
meninggalkannya meskipun safar maupun
tidak safar. Yang kedua beda dengan
salat rawatib lain Rasulullah
tinggalkan. Adapun salat dua rakaat
sebelum subuh Rasulull sahu alaihi
wasallam tidak tinggalkan. Yang kedua,
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
salatnya ringkas tidak lama. Karena
sunahnya adalah salat tidak tidak lama
tapi cepat. Yang ketiga, satu-satunya
salat. Kalau orang salat malam selesai
salat dua rakaat sebelum subuh
disunahkan untuk iftija untuk istirahat
sebentar karena capek tadi salat malam
kemudian ee tidur apa tidur sebentar
berbaring untuk siap salat ee salat
subuh. Kemudian di antara keutamaannya
bahwasanya pahalanya lebih baik pada
dunia dan seisinya. Ketika teman saya
bilang gitu, dia langsung tersenyum.
Masyaallah, katanya lebih baik dar dunia
dan seisinya.
Kemudian setelah kita ini sarapan
dia hidangkan juga susu kambing. Ini
susu kambing baru. Saya enggak berani
minum takut bermasalah ya. Karena saya
tidak biasa minum apa? Susu ya.
Ee kalau jahe saya minum ya.
Kita keluar teman saya cerita ya ini
kawan saya ini. Saya pernah apa namanya?
pergi ke keluar ke daratan sama dia. Ini
orang Badui. Jadi saya pernah ngajak ya
fulan ayo kita bikin kemah. Kita
bakar-bakar di sini bikin kemah. Kata
dia. Enggak enggak seru. Saya Badui
enggak biasa di sini. Kalau mau kemah
kita ke tengah padang pasir. Kita orang
Badui ke tengah padang pasir. Musim
dingin. Dingin sekali. Dan di hail kalau
dingin dingin sekali ya. Sangat dingin
sekali ya. Mungkin bisa 0 derajat bisa
di bawah 0 derajat. Kita dia bilang
orang badui tidak di sini. kita ke
tengah padang pasir teman saya ikut
akhirnya tengah padang pasir kata teman
saya kalau orang Badui tidur mereka
tidak tidur di kemah mereka galik tanah
seperti bikin kuburan kemudian mereka
pasang sesuatu kemudian mereka tidur di
atas sesuatu kalau enggak salah dikasih
penghangat atau bara api kemudian
dilapis sesuatu tidur jadi hangat jadi
bukan tidur di ee di kemah itu bukan
saya tidak ingin cerita bagaimana cara
orang Arab Baduhi cuma dia bilang ini
orang ya Firanda
kita bermalam di tengah malam-malam se
dia tetap salat malam malam. Dia bangun
tetap salat salat malam. Jadi,
Subhanallah yang menakjubkan bagaimana
dia bisa punya sifat memaafkan yang luar
luar biasa. Maafkan yang luar luar
biasa. Ya. Jadi,
anaknya umur 17 tahun dibunuh, dia bisa
langsung mema memaafkan. Dan dia bilang
semua takdir Allah Subhanahu wa taala.
Kita orang Islam beriman ini takdir
Allah Subhanahu wa taala. Makanya
sekarang kalau terjadi pembunuhan di
Arab Saudi sering disebutkan kisah ini
supaya ikut memaafkan.
kisah tentang si fulan ini ya.
Alhamdulillah saya sempat ketemu beliau
ee orangnya suka berzikir ya, rajin
ibadah. Tapi ini sekedar kisah tentang
orang yang maafkan di ee zaman sekarang.
Ternyata masih ada orang hebat di zaman
kita sekarang ini.
Tib. Ee
kita lanjutkan hadis yang pertama yang
disampaikan oleh Imam Nawawi
rahimahullahu taala. Ya, dari Aisyah
radhiallahu taala anha annaha qalat,
beliau berkata,
"Hal ataka hal ata alaika yaumun kana
asyadda min yaumi uhud."
Aisyah bertanya kepada Nabi, "Ya
Rasulullah, apakah pernah datang suatu
peristiwa yang lebih berat daripada
peristiwa perang Uhud?" Yaitu Aisyah
pengin tahu, adakah hari yang lebih
berat daripada peristiwa perang perang
Uhud? Kita tahu Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam ketika perang Uhud,
beliau mengalami kepayahan yang luar
biasa ya. Beliau sempat jatuh di sebuah
lubang yang disiapkan oleh kaum
musyrikin kemudian dipukul di pundak
beliau. Kemudian syjan Nabi sallallahu
alaihi wasallam, kepala wajah beliau
berdarah waqusat rabatuhu. Kemudian
giginya juga beliau patah sallallahu
alaihi wasallam. Fisik beliau juga ya
banyak mengalami darah sampai
dibersihkan oleh ee Fatimah dan Ali bin
Abi Thalib ya. Sampai ketika dibersihkan
dengan air tidak hilang-hilang, akhirnya
Ali atau Fatimah membakar bekas tikar
yang lama. Dibakar sampai jadi debu.
Kemudian ditempelkan di bekas wajah Nabi
sallallahu alaihi wasallam. baru
darahnya berhenti. Ya, Rasul Sallahu
Alaihi Wasallam sangat kepayahan ketika
itu. Apalagi selain itu ee banyak
sahabat yang meninggal ya 70 atau 72
sahabat meninggal dunia dan di antara
yang meninggal adalah pamannya Hamzah
bin Abdul Muthalib juga meninggal dan
itu adalah di antara paman Nabi yang
sangat disayang oleh Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Kenapa? Dari sisi umur,
umur mereka mirip cuma beda 2 tahun.
Kemudian selain itu Hamzah adalah paman
Nabi. Kemudian dia adalah paman Nabi
yang pertama masuk Islam. Hamzah.
Kemudian juga ee ee Hamzah adalah
saudara susuan Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Nabi dan Hamzah menyusu dari
Suwaibah. Jadi banyak hal yang
menjadikan Nabi sangat sayang kepada
Hamzah ya. Dia juga jagoan dalam
berperang sangat membela Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Beliau pernah
menghantam kepala Abu Jahal ya gara-gara
menghina Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Ternyata paman yang sangat
beliau sayangi tersebut meninggal dunia
bahkan di dicincang oleh musuh. Jadi ini
adalah hari yang sangat berat bagi Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Ya. Maka
Aisyah radhiallahu anha
ee tahu tentang kisah perang Uhud.
Karena Aisyah sudah menikah dengan Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Aisyah sudah
tahu tentang kisah menyedihkan yang
dialami oleh Nabi, baik secara fisik
maupun secara mental. Aisyah pengin
tahu, adakah peristiwa yang lebih berat
daripada ini? Maka beliau bertanya, "Hal
ata alaika yaumun kana asyadda min
yaumi?" Apakah pernah engkau mengalami
suatu hari atau peristiwa yang lebih
berat dari peristiwa perang Uhud?
Ternyata ada. Ya, ternyata ada.
Itu peristiwa ketika Nabi diusir dari
kota Thaif.
Maka Rasul wasallam berkata, "Laq laqitu
miniki wana asaditu minhum yaumal
aqabah."
Aku telah eh menghadapi gangguan dari
kaummu itu orang-orang orang Quraisy ya.
Kemudian orang-orang Arab secara umum
ya. Wana asad maqitu minhum yaumal
aqabah. Hari yang paling berat aku
hadapi dari mereka, gangguan dari mereka
adalah hari al-Aqabah. Al-Aqabah di sini
wallahuam adalah satu tempat di kota
Thaif, bukan Aqabah yang ada di Mina.
Wallahuam bisawab ya. Hari Aqabah. Id
aradu nafsi ala ibni abdin ya lail bin
Abdi Qulal. Ketika aku menawarkan
diriku, yaitu aku dakwahkan Islam kepada
Ibnu Abdinalail bin Abdi Qulal, yaitu di
Thaif. Falam yujibni ila ma aradu. Namun
dia tidak eh memberi jawaban sesuai
dengan yang aku inginkan.
Nanti perinciannya akan kita sebutkan.
Fantqtu wa ana mahmumun ala wajhi.
Karena aku saking sedihnya yaitu di
Thaif aku meninggalkan ee meninggalkan
kota Thaif dalam kondisi sangat
bersedih. Falam astafiq illa wa ana
biqarnib. Dan aku tidak sadar kecuali
aku sudah berada di suatu tempat namanya
Qarnut Ts'alib. Qarn maksudnya tempat
yang agak tinggi. Tsalif maksudnya ada
yang mengatakan karena tempat tersebut
tempat berkumpulnya serigala-serigala.
Ts'labah maksudnya serigala jamaknya.
Kalau mereka sudah makan, sudah kenyang
mereka nongkrong di ee pegunungan ini,
bukit ini. Farofsi, aku angkat kepalaku.
Waidza ana bhabatin qod adolatni.
Tiba-tiba di atasku ada awan yang telah
menaungiku.
Fadartu faid fiha Jibril. Aku lihat di
awan tersebut tiba-tiba ada Jibril
alaihalam. Fanadani. Kemudian Jibril
memanggilku. Faqala inallaha taala.
Sesungguhnya Allah telah mendengar
perkataan kaummu
kepadamu. W radu alaika. Dan bagaimana
jawaban mereka atasmu? Waq baika malakal
jibal. Allah telah mengirim kepada
engkau malaikat gunung. Litmurahu
bima fihim. Agar kau perintahkan
malaikat gunung ini melakukan apa yang
kau sukai terhadap para pengganggu
tersebut.
malakul jibal. Maka kemudian malaikat
gunung memanggilku dan berkata kepadaku,
fasalama alai mengucapkan salam
kepadaku.
Kemudian malaikat gunung berkata, "Ya
Muhammad inallahaka."
Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah telah
mendengar perkataan kaummu kepadamu.
Waakul jibal dan aku malaikat gunung.
Waq baika.
Allah telah mengutusku kepadamu
biamrika agar kau perintahkan kepada aku
dengan perintahm
apa yang kau kehendaki.
Insya
alaihim aksabain. Kalau kau mau saya
akan angkat dua gunung ya eh Qan dan
gunung Abu Qabis ya. Saya akan angkat
keduanya dan saya akan lemparkan kepada
mereka. Faqala Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Maka Nabi sallallahu alaihi
wasallam berkata, "Bal arju anukallahu
min aslabihim man ya'budullaha wahdahu
wala yusriku bihi." Jangan. Tapi aku
berharap agar Allah mengeluarkan dari
keturunan mereka orang-orang yang
beribadah kepada Allah semata dan tidak
berbuat syirik sama sama sekali. Hadis
ini kisah tentang ee kesulitan yang
dialami oleh Nabi ketika sedang
berdakwah di kota Thaif.
Ketika Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
mendakwahi tiga orang pembesar kota
Thaif, yaitu Abdun Yala ee di antaranya
Habib ee kemudian satu lagi saya lupa
namanya ya, tiga orang yang mereka
adalah pembesar kota kota Thaif dan
mereka ternyata menolak dakwah Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Dan itu
adalah hari yang paling berat bagi Nabi
lebih daripada apa yang Nabi rasakan
ketika di perang Uhud. Kenapa? Karena
itu terjadi pada tahun 10 kenabian dan
Nabi tidak ke Thaif kecuali setelah
beliau merasa sulit berdakwah di kota
Makkah. Dan ketika itu orang dua orang
yang sangat beliau cintai sudah
meninggal dunia. Khadijah radhiallahu
anha dan juga Abu Abu Thalib. Sehingga
para ulama menamakan tahun tersebut
dengan amul jamaah. Amul eh amul huz
disebut dengan amul huz yaitu tahun
kesedihan. Ini pernyataan para ulama
tentang tahun tersebut dengan amul huz
yaitu tahun kesedihan. Kenapa? Karena
Nabi sangat sedih.
Abu Thalib yang biasanya membela Nabi
kalau Nabi sedang berdakwah di luar
rumah meninggal dunia. Dan setelah Abu
Thalib meninggal mereka berani untuk
mengganggu Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Tidaklah Nabi diletakkan di
atasnya kotoran kecuali setelah ee Abu
Thalib meninggal dunia. Ketika Abu
Thalib masih meninggal, mereka enggak
berani. Kemudian kalau Nabi pulang ke
rumah, ada pelipur lara, yaitu Khadijah
radhiallahu anha juga meninggal
meninggal dunia. Duanya sangat dicintai
oleh Nabi. Nabi berbangga dengan
Khadijah dengan berkata, "Inni qod ruztu
hubbaha." Aku telah diberi anugerah oleh
Allah mencintai Khadijah atau Khadijah
mencintaiku adalah anugerah dari Allah
Subhanahu wa taala. Yang ini membuat
Aisyah cemburu. Ya, ketika Aisyah
cemburu, Rasulullah malah menekankan.
Seakan-akan Rasulullah berkata, "Aku ini
dapat anugerah bisa mencintai siapa?"
Khadijah.
Kemudian Abu Thalib juga sangat dicintai
oleh Nabi sampai Allah berfirman,
"Innaka la tahdi man ahbabta." Kau tidak
bisa beri petunjuk kepada orang yang kau
cintai. Sehingga Abu Thalib meninggal
dalam kondisi musyrik. J Abu Thalib
dicintai oleh Nabi secara tabiat karena
dia adalah paman Nabi dan kemudian juga
menyedihkan meninggal dalam kondisi
musyrik.
Dan ketika itu sulit berdakwah di kota
Makkah. Akhirnya Nabi punya ide untuk
berdakwah di luar Makkah. Maka beliau
ingin berdakwah di kota Thaif. Siapa
tahu suku lain selain Quraisy menerima
dakwah Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Maka berjalanlah beliau bersama ee Zaid
bin Haritah radhiallahu taala anhu
berdua menuju ke Thaif dengan harapan
siapa tahu ada yang terima dakwah Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Sampai di
sana Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
langsung menemui tiga pembesar ya kalau
enggak salah Abdun Yalail, Habib dan
Mas'ud ya. Ketika sampai sana dan ini
ide Nabi sallallahu alaihi wasallam
dengan harapan kalau para pembesar masuk
Islam maka anak buah semua akan apa?
Masuk Islam. Dalam kondisi sedih maka
Nabi berjalan menuju mereka bertiga.
Kemudian Nabi tawarkan tentang Islam
ternyata mereka menolak dengan perkataan
yang menyakitkan.
Ya, ada yang berkata, "Ama wajadallah
rasulan gira."
Apakah tidak ada rasul selain kamu Allah
dapatkan? Kok kamu yang jadi rasul? Ya,
ini penghinaan. Yaitu seakan-akan mereka
berkata, "Kok tidak pantas jadi rasul?"
Apa enggak ada orang lain? Kok kamu yang
jadi apa? Jadi rasul. Ini penghinaan
luar biasa ya. Maksudnya emang enggak
ada dai selain kau yang pantas jadi dai?
Emang kenapa kau yang bersedak? Masih
banyak orang bisa jadi dai. Kenapa kau
harus jadi dai? Ya ama wajadallahu
rasulan gira. Apakah Allah tidak
mendapati orang lain jadi rasul? Kok
kamu yang jadi rasul? Ini penghinaan
luar biasa merendahkan martabat Nabi
sallallahu alaihi wasallam ya.
Ee yang kedua ee
mereka ada yang berkata, "Kalau engkau
ee mending saya diam. Kalau engkau rasul
bahaya. Kalau kau bukan rasul, pendusta
bahaya. Mending saya enggak usah jawab,
ya."
Ya. Yang ketiga dia hina juga. Saya lupa
dia apa namanya ee saya akan merabek
keswah Ka'ba atau apa dia intinya
menghina Nabi. Tiga-tiganya tidak hanya
menolak tapi juga menghina Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Akhirnya
Rasul sahu alaihi wasallam berkata,
"Kalau memang kalian tidak terima faakfu
anni. Kalau kalian tidak terima dakwaku,
maka tolong sembunyikan kedatanganku.
Jangan sampai orang-orang Quraisy tahu.
Rasulullah tidak pengin jadi isu.
Muhammad sudah ditolak di Makkah,
kemudian ke Thaif ditolak juga. ini
bahan digoreng nanti sama Abu Jahal.
Jangan sampai berita ini ditangkap oleh
Abu Jahal kemudian digoreng oleh
orang-orang Quraisy. Nabi berusaha agar
tidak ee dakwah tidak tercemar, tidak
tercoreng. Ada kalau ada bahan bisa
digoreng maka jangan sampai digoreng.
Kata Rasul sahu alaihi wasallam,
"Faakhfu anni." Kalau gitu jangan
sebarkan berita kedatanganku kepada
kalian. Maka Rasul sahu alaihi wasallam
ketika pulang ternyata mereka menyiapkan
dua barisan. barisan anak kecil sama
barisan orang gila. Kemudian mereka
melempari Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Mereka melempari Nabi ya Zaid
bin Haritah radhiallahu anhu bersama
Nabi berusaha menangkis tapi akhirnya
terkena kaki. Kaki Nabi, kaki Nabi
berdarah. Di situlah Nabi sangat
bersedih. Seba luka yang dialami Nabi
tidak ada bandingannya dengan di Uhud.
Tetapi sikap mereka ini luar biasa. Jadi
mereka menghina Nabi. Yang kedua mereka
mengejek Nabi dengan menghadirkan
anak-anak kecil untuk ngelempar. Cuk
bayangkan kalau orang besar
berkelai-berkelai. Oke, ini anak kecil
lempar-lempar Nabi kan ini penghinaan.
Disambut dengan anak kecil orang gila
ngelempar apa Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam. Jadi benar-benar mereka
ingin menghinakan Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam. Maka di sini Rasulullah
sahu alaihi wasallam sangat sedih. Yang
sedihnya lebih berat daripada ketika
Rasulullah alami ketika di perang apa?
Uhud. Rasulullah tidak terhina ketika
itu hanya fisik. Tapi di sini mereka
menghina. Makanya ketika malaikat
gunung, ketika malaikat Jibril datang,
ya malaikat Jibril berkata, "Innallaha
taala qod sami qula qumika laka."
Sesungguhnya Allah telah mendengar
perkataan kaummu kepadamu, yaitu
penghinaan yang luar luar biasa. Sikap
yang mereka lakukan. Bukan hanya sekedar
menolak, disertai dengan penghinaan ya.
Apalagi yang dihina adalah al-Amin.
Orang Quraisy tidak ngomong seperti itu.
Orang Quraisy tidak ngomong gitu sama
Nabi karena mereka tahu Nabi adalah
orang hebat. Secara nasab, nasabnya
sangat tinggi. Secara akhlak mereka
pernah menggelari Nabi dengan apa?
Al-Amin.
Tapi ini orang-orang Thaif mereka bilang
apa? Enggak ada nabi selain kau enggak
ada orang lain kah jadi nabi? Kenapa kau
harus jadi nabi? Kenapa Allah utus
engkau masih banyak orang hebat? Ya
karena mungkin selain mereka tidak suka
sama Nabi, mereka juga mungkin hasad ya.
Karena Nabi dari Quraisy, mereka bukan
dari Quraisy ya. Mereka dari Tqif atau
dari Hawazin. Kabilah lain biasa dari
kabilah sama kabilah saling apa? saling
hasad ya sehingga mereka menghina Nabi.
Dan ini sangat menyakitkan Nabi
sallallahu alaihi wasallam belum lagi
ketika keluar disambut dengan anak-anak
kecil jadi bahan bahanan melempari Nabi
ya dengan kerikil-kerikil.
Maka saking sedihnya kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam,
"Fantolqtu wa ana mahmumun ala wajhi."
Maka saya berjalan sambil sedih,
sambil kalau bahasa kita mungkin agak
linglung, enggak tahu apa yang terlalu
bersedih. Tidak sadar. sampai nabi
berkata, "Falam astafi illa waqnilib."
Dan aku tidak sadar kecuali aku sudah
sampai di Qorn Talib. Karnali suatu
tempat dekat Kornel Manazil. Kornel
Manazil Sailul Kabir itu dekat tempat ee
miqatnya penduduk Thaf. Sudah pernah ke
sana? Belum. Belum kan? Iya. Saya pernah
ke sana ya. Jadi jaraknya cukup jauh
dari Thaif ke Qarnul Manazil atau Qarnus
Salim ini agak jauh ya. Puluhan kilo ya.
kilo. Thaif Madinah eh Thaif Makkah
sekitar 90 kilo 100 kilo. Artinya di
tengah perjalanan puluhan kilo
Rasulullah jalan puluhan kilo gak sadar
saking sedihnya. Rasulullah yang bilang
sendiri falam astafiq indqarni
waana inqarni. Aku tidak sadar kecuali
sudah sudah aku sudah tiba di kornib.
Tadi saya katakan disebut qarn thsali.
seperti bukit kecil seali karena banyak
serigala kumpul di situ. Kalau sudah
makan nongkrong di situ, kekenyangan
nongkrong di situ. Jadi Rasulullah jalan
puluhan kilo ya. Ya, memiliki kesidihan
yang luar luar biasa ya. Saking tidak
sampai tidak sadar, begitu sedih yang
bertumpuk-tumpuk sedih ee karena diusir
dari kota Makkah, dimusuhi oleh kaumnya
sendiri, kaum Quraisy. Sedih dengan
wafatnya Khadijah radhiallahu anha.
sedih dengan wafatnya Abu Thalib, sedih
dengan perlakuan kabilah Tsakif. Ya,
dihina luar biasa. Sedih dengan
dilempari oleh anak-anak.
Bertumpu-tumbuh kesedihan Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Sampai
bahasa kita tidak sadar, linglung,
sampai berjalan, Nabi sendiri yang
mengatakan, "Falam astafiq." Aku tidak
sadar kecuali aku sudah tiba di Qornut
Thasalb itu berjalan puluhan kilo entah
20 kilo, 30 kilo ya. Jalan, jalan,
jalan, jalan, jalan. Tiba-tiba sudah
sampai di Qut Thalib saking sedih yang
luar biasa.
Tiba-tiba
ada malaikat ada angin, ada awan di
atas. Tiba-tiba ada malaikat Jibril.
Jibril berkata, "Wahai Rasulullah, Allah
telah mendengar hinaan perkataan kaumu
kepadamu." Dan Allah kirim malaikat
malaikat gunung.
Kemudian malaikat guna mengatakan, "Ya
Rasulullah, aku diutus oleh Allah dan
Allah telah mendengar perkataan kaumu,
hinaan kaummu. Perintahkan aku apa yang
kau sukai. Kalau kau suka, aku
angkat-angkat dua gunung ini dan aku
timpakan kepada orang-orang tersebut,
kepada penduduk Makkah, kepada penduduk
Thaf semuanya sekaligus." Ya, selesai di
end. Selesai.
Kalau kita okelah kasih pelajaran
dikitlah.
Abu Jahal, Abu Lahab tadi tiga orang
tadi. Kasih pelajaran dikitlah biar tahu
siapa saya ya. Biar mereka tahu siapa
gua ya. Subhanallah. Tapi Rasulullah
tidak ya. K Rasulullah tidak. Di
saat-saat seperti sedih tersebut, di
puncak-puncak kesedihan malah Rasulullah
kemudian ma memaafkan. Kata Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam, "Ya, balju
an yukhrijallahu min aslabihim man
ya'budullaha wahdahu la yusriku bai."
Justru aku berharap
mereka tetap hidup dan punya anak-anak
yang kalau mereka tidak mau beriman
enggak ada masalah. Sampai Rasulullah
pikir panjang. Mungkin mereka beriman.
Tarulah mereka tidak bakalan beriman
mungkin anak-anak mereka yang beriman.
Kalaupun mereka tidak beriman sampai
mati enggak ada masalah. Mungkin
anak-anaknya yang yang beriman. Aku
berharap keluar dari keturunan mereka
orang-orang yang beribadah kepada Allah
semata dan tidak berbuat syirik sama
sama sekali. Dan benar ternyata harapan
Nabi terjadi. Banyak kabilah Sakif yang
luar biasa yang kemudian beriman menjadi
para pejuang membela Islam. Ya, bahkan
disebutkan ketika terjadi ayamur riddah,
ketika orang-orang banyak murtad. Ada
tiga kota yang tidak ada tidak ada ikut
murtad. Yaitu Makkah, Madinah, di
antaranya ee Thaif. Berapa menit lagi?
1 menit. Jadi intinya ee Rasulullah
Sallahu Alaihi Wasallam memaafkan dan
berpikir panjang ya. bahwasanya dakwah
ini ya ee butuh perjuangan, butuh
kesabaran ya. Bahkan Rasulullah tidak
ingin membunuh mereka ya. Dan ternyata
Rasulullah tidak ingin membunuh penduduk
Makkah maupun penduduk Madinah karena
berharap anak keturunan mereka nanti ada
yang beriman kepada Allah, berbuat
tauhid dan tidak berbuat syirik sama
sekali. Bahkan ternyata di antara mereka
pun ada yang beriman. Jangankan
anak-anak mereka, mereka juga ada yang
beriman. Tib sampai sini saja.
Insyaallah kita lanjutkan kesempatan
yang lain. Tib. Demikian saja. Wabillahi
taufikah. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.