Transcript
LDU550hu7V8 • IBU CERDAS! Manfaatkan Potensi Desa, Bisa Ekspor Ke Berbagai Negara Tanpa Internet!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0247_LDU550hu7V8.txt
Kind: captions Language: id harga gula itu kan tidak semanis rasanya gulanya itu manis Tapi kok harganya itu kok belum manis pas membentuk KWT terus KWT jadi terus kita membuat produk gula semut jadi saya tuh banyak sekali musuhnya susah potong dia itu siapa Kok berani beraninya kayak gini ini kan sudah berlangsung lama jangan-jangan dia itu punya kepentingan kayak gitu terus ndak apa-apa terus untuk modal itu kita juga enggak ada sama sekali Mas khususnya saya itu setiap suami itu gajian jantung minta buat modal gula bukan modal gula Kapan Balike gitu Kapan balik kok minta terus ya alhamdulillah itu ketemu dengan Bayer eh orang Korea jadi orang Korea itu kan murni bisnis nggeh tidak merasakan betapa susahnya petani mengambil Nira di pagi sore hujan Nah itu tiba-tiba mereka menghentikan karena kalau kerjasama itu jangan hanya satu ibaratnya kita berjalan pakai kaki satu kalau itu kesandung patah sudah nggak bisa berjalan lagi mau seperti anak muda yang online juga tidak bisa tidak ada sinyal it juga sama sekali pegang HP aja sama sekali tidak ada sinyal kalau sekarang itu banyak yang diabet dan sebagainya Itu kalau minum produk kita ini tidak mengobati Nggih tapi aman gitu loh [Musik] Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh nama saya Yuni Setyaningsih Kebetulan sehari-hari saya sebagai petani gula yang mengolah Nira menjadikan produk yang baik di Dusun semen rentan candimulyo Kabupaten Magelang pengolahan Nira ini menjadi gula cetak dan gula semut dengan kualitas yang sangat baik jadi Nira itu dihasilkan dari bunga kelapa yang disadap atau dideres oleh petani pendiri di tempat kami itu ada KWT yang kalau di Dusun semen sini sendiri 45 petani petani bendera yang kurang lebih satu orangnya itu 20 pohon jadi sekitar 900-an pohon di tahun 2012 itu kita membentuk wadah KWT yang mana untuk meningkatkan butuh produksi mutu kualitas dan kebersihan di produk yang dihasilkan karena sebelum-sebelumnya itu kurang higienis terus kita membentuk KWT Kebetulan juga kita dibina oleh dinas perinaker dan kita dimasukkan di salah satu produk unggulan yang ada di Kabupaten Magelang yaitu gula terus kita masuk di one fillette one proda tahun 2014 Nah terus di situ kita mendapat pembinaan petani juga mendapatkan pembinaan jadi sedikit demi sedikit pemikiran kita sebagai petani itu mulai terbuka kalau produk yang dihasilkan kita sebelumnya itu memang kurang bagus terus setelah kita mendapatkan pembinaan itu Alhamdulillah produk kita semakin bagus semakin bagus [Musik] saya sebetulnya rumahnya atau alamat sebelum ke sini itu Temanggung terus di kalau bapak ke sini menikah dengan Bapak di sini Nah di sini tuh sudah ada kegiatan atau produksi gula tersebut di awal-awal kita cuek aja kita nggak Saya kan orang baru jadi pokoknya Nira datang kita bantu olah terus nanti jadi terus dijual terus untuk alat atau wajan yang untuk masak itu tidak langsung dicuci Nanti sore kan datang lagi terus seperti itu Sampai wajahnya itu sampai berat karena ada sisa-sisa masak gula yang di situ itu terus di awal dari situ saya sudah berpikir Ya Allah ini seperti ini kok hasilnya dimakan seperti itu terus kita kebetulan punya ternak dulu setelah selesai memasak gula terus kita kasih air itu kan istilahnya kalau di sini air komboran deh ah itu bisa untuk minum ternak seperti itu Nah di situ terus kita cuci kita cuci untuk masak lagi itu hasilnya lebih terang tidak merah tidak gelap itu agak terang agak terang nah di situ saya tuh bilang sama tetangga Eh ini kalau dicuci hasilnya lebih bagus loh tak bilang gitu saya kan enggak berani langsung Del gitu ya karena saya orang baru selama-lama ya itu membentuk KWT untuk mengurusi karena ini kan di daerah lain tuh enggak ada gitu kan yang ada itu daerah tempat kita Magelang aja Enggak semua Magelang tuh punya produk ini punya Nira gitu terus ini produk yang bagus enak nah terus saya main ke ladang di sebelum sampai ladang tempat saya itu saya melihat di situ kan ada bumbu kok ada Sabunnya gitu ternyata mereka untuk menetralkan asamnya itu pakai sabun bahasanya itu pakai sabun kucing itu Saya melihat kok dicolek terus ditaruh di Bumbu masih pakai bumbu terus saya tanya Pak ini buat apa gitu ini untuk biar nggak asam gitu di kandungan sabun itu kan ada basange Jadi bisa apa menetralkan asamnya Oh begitu ya Iya terus saya di rumah itu mencerna Wah itu itu berarti sabun itu masuk terus kita makan gitu Wah ini ini tidak baik saya dengan ponakan itu terus Wah kita harus mulai untuk benar-benar produk yang bagus maksudnya dimakan itu aman walaupun kita enggak tahu ya maksudnya ada kandungan apa di situ tapi sabun itu kalau untuk mencuci kan kadang di tempat kita ini itu bisa melenting itu kan kok apalagi Kok dimakan kayak gitu terus saya dengan ponakan itu Mbak Mahmudah itu kita mulai merintis untuk menghilangkan sabun untuk produk yang higienis gitulah itu terus kita membentuk KWT itu sebetulnya kita tidak berpikir banyak berpikir tinggi ya cuman melihat itu sabun itu kan Kok bisa masuk ke tubuh kita nah saya yang tak saya takutkan di situ mungkin kalau satu dua hari sebulan dua bulan nggak apa-apa Tapi kalau menumpuk bertahun-tahun nah itu yang kita takutkan sabun itu kan bukan sesuatu yang layak dikonsumsi gitu cuman itu aja pikirannya Enggak belum bisa berpikir apa ya tinggi itu belum cuman itu aja itu kan kita jual kita konsumsi langsung deh kalau dulu itu di daerah kami itu memang jarang menggunakan gula putih kalau minum di pagi hari itu ya itu gula merah yang dicuit-cuir sama teh pahit Nah itu kan langsung langsung diminum kita gitu kok ada Sabunnya gitu sapotong dia itu siapa Kok berani-beraninya kayak gini ini kan sudah berlangsung lama dari nenek moyang kita eee jangan-jangan dia tuh punya kepentingan kayak gitu terus tapi saya itu dulu pas membentuk KWT terus KWT jadi terus kita membuat produk gula semut itu jadi saya tuh banyak sekali musuhnya terutama bakul bakul itu yang semula rodanya disetor ke mereka kan terus disetor ke tempat di kelompok itu kan jadi mereka tidak ada pemasukan gula yang masuk di warung mereka pas kalau saya lewat itu pasti banyak yang bilang macam-macam lah tapi saya nggak papa bismillah saja dan niatnya baik agar produk yang kita jual itu baik terus diminum itu sehat enggak berpikir yang macam-macam gitu [Musik] mereka mulai menerima itu di 2014 itu kan saya sama ponakan kebetulan mendapatkan pelatihan juga bola semut itu dan kita tahu bahwa produk yang kita hasilkan produk yang kita buat itu memang produk yang bagus tanpa bersentuhan dengan pabrik dengan kimia dan sebagainya terus kita bikin gula semut nah di situ kan ada selisihnya kalau gula cetak tuh kisaran selisihnya itu ketika itu 5000 dulu kan kita masih jual Keluar kita belum bisa menjual sendiri produk itu cuman kita menciptakan produk yang bagus gitu aja kita masih nge-sub dulu terus kita setor itu kan ada selisih-selisih dari penjualan gula cetak ke gula semut itu perkilonya itu Rp5.000 kita kasih tahu ini loh kalau kamu buat seperti ini ada selisihnya kamu sehari bikinnya berapa 5 kg nah 5 kg ada selisih 5000 kamu udah punya selisih 25.000 kan bisa untuk nyahoni anak dan sebagainya sudah bisa buat beli beras untuk sehari nah dari situ mereka gedok tular istilahnya njih Kalau di kampung itu ketok ular Ki aku bikin gula semut kok ada selisihnya lumayan loh seperti ini nah semakin banyak semakin banyak semakin banyak terus kita tiap bulan itu kita rutin pertemuan maksudnya Untuk apa meredam kemarahan gula yang ada di sini itu enggak apa-apa yang penting kita kan sekarang kalau belanja di mereka jenengan harus tetap belanja di mereka tapi kan bawanya uang tidak bawa gula lagi kalau bisa jenengan jangan ngutang Mbak bilang gitu selisih yang kita hasilkan itu untuk bisa menutup kebutuhan sehari-hari Terus setelah mereka merasakan itu baru mereka beralih ke gula semut karena gula cetak itu kan begitu diturunkan melalui proses pendinginan sebentar itu langsung sudah bisa dicetak kalau gula semut itu masih didinginkan agak lama terus nanti masih dipecah pakai pemecah Tempurung itu baru diayak Nah itu baru jadi beras semut kalau gula semut itu memang waktunya lebih lama dan Nira itu memang harus kualitas yang bagus Istilahnya ya great satu ya Gula semut itu memang membutuhkan Nira yang bagus kalau tidak bagus tidak bisa dikristalkan itu tidak bisa petani kita itu juga masih tetap membuat gula cetak kalau dibuat gula semut itu tidak bisa pengaruh di cuaca juga kalau cuacanya itu hujan panas hujan panas itu Mira akan keruh Nah itu kalau dibuat gula semut tidak akan jadi tetap kita buat gula cetak tapi gula cetak di sini kan dengan kualitas yang bagus sebelum kita bentuk KWT sebetulnya bagus juga mereka itu pengen membantu suami untuk bekerja di luar sebagai art tidak semua masyarakat di sini seperti itu hanya beberapa kebetulan beberapa tadi itu suaminya itu beresnya banyak sampai 25 pohon 30 pohon suami pulang tidak langsung diolah nanti nunggu selesai dari bekerja di luar padahal Nira itu kalau tidak langsung dimasak itu kan asapnya bertambah Nah itu tidak mungkin akan jadi dibuat produk gula gula cetak pun tidak jadi meler terus itu Saya melihat itu kan kasihan suaminya sudah capek-capek sudah pengin memberikan nafkah sama keluarga Kok tidak langsung disambut dari situ kita istilahnya memberikan pengertian kalau njenengan itu suami pulang langsung ini digarap diolah itu jenengan akan menghasilkan eee uang yang berlipat karena ini banyak ee dengan tanpa capek-capek ke sana anak juga urus Karena jenengan pekerjaannya di rumah tidak di luar rumah ya akhirnya 1 2 kita memberikan Apa pengertian belum langsung diterima gitu masih seperti itu akhirnya Oh iya Ternyata kalau kita olah itu kayak diopeni itu juga memberikan hasil diopeni yo nitik seperti itu Nah akhirnya sekarang sudah tidak ada lagi yang bekerja di luar gitu kadang anaknya belum diurus itu sudah ditinggal seperti itu kalau kalau dulu seperti itu [Musik] susah juga kita PR yang sangat-sangat sangat besar bagi kita pengurus nah ketika itu kita menjualnya itu masih ngesub di desa sebelah karena desa sebelah itu dimasukkan ke salah satu PT Nah kita ketika itu belum tahu menahun yang penting kita membuat produk yang bersih gitu aja yang bagus gitu aja terus kita masuk di situ ngesub di situ kita kayak teraniaya itu mas karena kita itu sudah merekrut ibu-ibu itu dengan susah payah setelah jadi produk yang bagus kita jual di situ selisihnya itu sedikit sekali bahkan kita itu kan musuhnya pakai motor selisihnya itu buat beli ban itu aja enggak cukup tapi enggak apa-apa lah memang baru berjuang Ya sudah terus saja nanti suatu saat pasti Allah itu akan memberikan jalan yang yang baik sesuai dengan usaha kita enggak bilang gitu wes ayo kita tetap aja terus berjalan kita kan malu Nggih kalau Wah sudah cuap-suap begini-begini kok tiba-tiba melempem gitu teruslah enggak apa-apa terus untuk modal itu kita juga nggak ada sama sekali Mas khususnya saya itu setiap suami itu gajian jantung minta buat modal gula buat modal gula Kapan Balike gitu Kapan balik kok minta terus ada ndak papa lah ini Pokoknya untuk modal dari sedikit-sedikit ya alhamdulillah kita itu anggotanya semakin banyak di Dusun lain desa lain juga ngikut ke kita kita keluar dari situ kita berani memutuskan untuk keluar selisihnya itu ya itu apalagi buat pengurus-pengurus itu sama sekali tidak mendapatkan apapun jadi udahlah Memang sekarang memang baru perjuangan nanti pasti akan ada hasilnya ada jalannya Allah pasti kasih jalan gitu benar terus kita berani keluar dari nge-sub tadi kita berpikir juga karena produk kita banyak Mas masuk terus kan ibu-ibunya baru seneng-senangnya itu bikin kebetulan dibikin juga mudah musimnya juga mendukung kita kebingungan itu kita mau pinjam siapa lagi gitu kan Ya alhamdulillah itu ketemu dengan buyer orang Korea nah produk kita dibeli beliau jadi produk kita kan masuk di Trio Plaza beliaunya ini datang ke Trio Plaza kebetulan menemukan produk kita nggak sengaja di produk kita itu kan ada nama dan nomor telepon beliaunya telepon terus cari di alamat tersebut nah sampailah di sini berlangsung dari 2014 sampai 2017 ee dari bayar itu datang ke sini di bawah sampel terus dikirim ke Korea di sampel kan di sana dengan organiknya sana dengan ketentuan yang ada di sana itu produk kita Alhamdulillah masuk ini produknya bagus tanpa pada kimia dan sebagainya gitu tapi alhamdulillah di kelompok kita kan langsung sudah berubah gitu di pembinaan itu kan dikasih kulit manggis nah kulit manggis sendiri itu bisa membuat membantu mengkristalkan itu kan getahnya getah kalau kita memakai getahnya itu lebih bagus untuk mengikuti jantungnya itu kulit manggisnya sendiri kan di era sekarang ini kan bagus juga untuk antioksidan dan sebagainya itu nah kita pakai itu sama kapur sirih tetap kita pakai kapur sirih Tetapi hanya airnya saja kalau endapannya tidak kita pakai kalau orang dulu kan kalau mau makai itu diaduk jadi endapannya itu ikut Nah yang tidak bagusnya di situ mereka berani ambil dengan perbulan itu permintaan mereka itu 20 ton tetapi kita tidak mau MOU ketika tidak mau memberikan 20 ton itu dengan anggota kita 100 orang ketika itu itu kita hanya bisa satu bulannya itu 6 ton 7 Ton itu paling banyak jadi kalau mau diambil ya Monggo tapi kalau kita harus menyediakan 20 ton kita tidak bisa kalau kita disuruhlah kita untuk mencarikan kita bisa mencari kebetulan ada asosiasi gula juga kita bisa mencari tetapi kita tidak berani menanggung kalau tidak dari binaan petani kita sendiri kita tidak tahu mereka itu seperti apa kita tidak berani Monggo produk kita memang Sekian dan tidak bisa menambah lagi kecuali kita menambah penderis gula itu kan tidak bisa disamakan dengan jenang dodol ya misalkan permintaannya banyak kita bisa memenuhi karena bahan bakunya kita bisa beli Tetapi kalau gula kan mboten memang jatahnya itu segitu ya kita olah segitu jadi ya biar diterimanya produk kita nonton 7 ton 5 ton itu sampai berlangsung sekitar 3 tahun lebih tua seneng juga jadi anggota KWT kita itu kan di situ kita menyerap tenaga kerja juga ada yang prosesor Tir Masnya sortir itu kan kita kan manual pakai kayu Kadang kita pas nyogok kayak gitu Ada arang yang meletik gitu masuk nah gitu kita pilih itu kotorannya baru jadi ibu-ibu KWT itu jadi ada kegiatan di KWT untuk Itu menyortir kotoran yang ada di produk tersebut eee 6 ton * ketika itu 27.500 uang yang salahnya banyak sekali Nah kita Store itu kita lakukan sendiri sampai kebetulan beliau orang Korea itu kan sudah lama di sini dia ekspor eee rempah-rempah dari sini ada Kapulaga ya impor ditambah produk kita itu jadi beliaunya itu punya pabrik di daerah Magelang Nah itu setelah dari sana kan beliau Langsung transfer barang matang uang kita dapat kita nggak mau besok-besok utang ini kan punya petani kan gitu nah di situ kita agak inilah mungkin jawaban selama ini gitu yang kita perjuangkan gitu saya sama anggota sama ya sama keponakan nah di situ kita pengurus itu mau mau minta gaji dari sini itu belum berani Mas beneran halal nggak ya gitu kan Ini usaha yang kita Rintis bareng-bareng kita ini gitu untuk mereka gitu terus kita untuk ini aja pengembangan guru biar bersih kalau dapur yang bersih itu kan paling enggak sudah lantai terus ada wastafelnya ada air mengalir ketika itu kita fasilitasi dengan sisa hasil usaha yang kita jual itu terus kita memfasilitasi dari kawit itu 20 petani ketika itu terus kita ee bangunkan semuanya dari KWT tukang bahan baku ya pokoknya semuanya mereka tinggal terima jadi terus mereka eee ngangsurnya itu potong kalau mereka setor program dapur bersih Iya anggota yang mau dan kita pilih anggota yang terparah gitu loh mereka menghasilkan banyak produk tetapi ininya kurang bersih [Musik] jadi orang Korea itu kan murni bisnis tidak merasakan betapa susahnya petani mengambil Nira di pagi sore Hujan tetap kita harus ambil Nah itu tiba-tiba mereka menghentikan karena mereka tidak apa mengimpor lagi gula karena Korea Utara Selatan itu Bentrok alasannya seperti itu ya sudah kita sudah ngeyel ya pokoknya ini kalau nggak dibeli Tolong carikan pembeli lagi dengan SDM kita yang sangat-sangat kurang kita nggak tahu luar enggak tahu dunia luar enggak punya link mana-mana paling kita mengadunya ke dinas dan orang dinas itu kalau membina itu memang bisa tapi kalau menjual itu kan enggak bisa eh mereka orang dinas juga berusaha menyambungkan menyambungkan ketika itu sangat-sangat terpuruk dan jatuh karena produk yang kita hasilkan banyak sementara keluar itu paling cuman satu pintal sudah ngoyo Mas Jadi uang yang kemarin kita hasilkan habis habis untuk bangun dapur Terus akhirnya anggota kita kan kita kumpulkan Nah untuk sementara ini Monggo panjenengan kembali ke cetak dulu sebelum kita bisa menjual karena bayar kita yang kemarin itu sudah tidak ambil lagi itu dengan berat hati itu masuk mengatakan seperti itu kita kan seperti apa ya memutus harapan ibu-ibu yang saya bikin renung itu ada anggota kita itu bisa pinjam ke kita itu untuk menikahkan putrinya Terus ada yang untuk bayar sekolah ada yang eee Ini putri saya tuh kan sudah menikah Kalau di kampung itu kan Nek Putri di bawah suaminya Tuh kan kita harus boyongi gitu mas Nah itu Terima kasih Bu kemarin saya pinjam uang bisa untuk boyonge anak anaknya Gitu Ee dari situ tuh bikin kita apa Ya terenyuh gitulah berarti perjuangan selama ini bisa untuk menolong mereka bisa merasakan mereka itu bisa merasakan dengan adanya kegiatan ini ketika itu kok langsung terputus tanpa keluar sama sekali Kan kita bingung juga kita nggak ada kenalan link dan sebagainya kan kita nggak ada Mas sebetulnya kita itu sudah dikasih tahu dengan dinas itu tolong kalau kerjasama itu jangan hanya satu ibaratnya kita berjalan pakai kaki satu kalau itu kesandung patah sudah gitu kita harus kerja sama bagaimana lagi Wong ini aja kita masih kurang gitu yang beliau minta kan banyak Nah sementara kita belum bisa memenuhi kalau nanti kita kerjasamanya dua atau tiga kan hasilnya dibagi jadi enggak maksimal kan seperti itu kita juga baru sadar ternyata berjalan pakai kaki satu itu tersandung patah sudah enggak bisa berjalan lagi kita berakhir tuh tahun 2017 mau seperti anak muda yang online juga tidak bisa tidak ada sinyal it juga sama sekali pegang HP aja no no no no no no sama sekali tidak ada sinyal setelah itu kebetulan ada PT PT dari Wates itu datang ke sini ya sudah sebagian anggota kita kita masukkan ke PT tersebut PT di Kulon Progo yang bergerak di gula juga tapi kalau untuk Kampung sini tetap masih di KWT [Musik] pergerakan lagi itu setelah Mbak Ela lulus Mbak Ela itu anak saya sebetulnya di peristiwa itu kan saya sering ngadu dengan mbak ilet itu mbak kan kuliah di Bogor itu mbak ini kok ibu mengalami kayak gini terus solusinya Bagaimana ya Coba Ibu cari buyer yang yang lain misalnya gimana Saya kan nggak tahu gitu nggak nggak ada saya juga udah berusaha sama BPP di kecamatan itu tapi ya tetap saja bisa menjualnya ya paling 50 kg 20 kg seperti itu Walaupun ada uang yang masuk tapi kan produk kita masih banyak terus Akhirnya Mbak Ela lulus itu di lingkan kita di linkan dengan dosen-dosen yang Baiklah kenal itu mulai kita kirim ke Unhas ke Jogja ke Jakarta mereka membeli produk kita tapi sebulannya itu cuman 50 kilo mereka exceller reseller nah semakin ke sini kebetulan sekolahnya itu kan ada program PKM PKM seperti itu Jadi bisa sangat membantu dengan kondisi kita yang ada ketika itu nah sampai sekarang alhamdulillah bukanya saya menyerahkan ke Mbak Ela tapi saya mohon sama Mbak Ela itu untuk menjualkan ini loh produk yang kita punya itu seperti ini Kebetulan Mbak Ela itu kan kimia terus oke kita lap kan Terus di lab Wah ini kandungan ini ininya sangat rendah kandungan gulanya rendah dan sebagainya saya kurang kurang begitu paham Nggih yang penting sudah sekarang ibu ngurusin petani dan produksi kamu Monggo eee untuk menjual eee di samping kita harus dapat hati atau laba njeh itu Ini Mbak produk kita tuh bagus Nah Monggo ini dijual agar banyak yang mengkonsumsi Kalau sekarang itu banyak yang diabet dan sebagainya Itu kalau minum produk kita ini tidak mengobati nggeh tapi aman gitu loh Alhamdulillah produk kita setiap hari itu saya mesti buat packing yang di shopee shopee seperti itu Mas sekarang banyak walaupun tidak partai yang besar tapi tiap hari itu pasti keluar ada ekspor juga ini Mbak Ella itu ekspor juga terus membuka cabang juga di Malaysia baru ini di Kalimantan yang mengurusi ekspor kemana-mana tuh Mbak Ela jadi saya hanya fokus untuk produksinya saja dari Mbak Ela ini terus berinovasi kebetulan ada tamu dari pokoknya dari luar negeri beliaunya ini pengin madu tapi yang dari madu nabati seperti itu nah terus Mbak Ela mengeletkan produk kita itu ternyata di situ ada kandungan madu nah itu yang namanya mekanik bar konektor itu prosesnya dimasak dengan suhu tertentu dengan kekentalan tertentu juga menjadi mekanikmal berinovasi lagi membuat wedang rempah ratoh Jogja itu dicampur dengan rempah-rempah serai ada pandan terus Kayu Manis terus jahe dan garam yang sudah diproduksi juga itu sama sebuah organik Nah kalau Seduh organik itu masih original dari gula semut yang dihasilkan oleh kita setelah di oven itu menjadi gula organik [Musik] Saya berharap besar dan berharap banyak dengan adanya produk kita ini agar terjual di samping Seperti yang saya bilang kita mendapatkan laba dan juga agar masyarakat atau orang ini mengkonsumsi produk kita jadi saya berharap besar sama Mbak Ella dan Mas Rendra ini untuk selalu mengeksplor produk kita ya biar orang-orang yang di sana jauh itu mengetahui bahwa produk yang kita hasilkan itu memang produk yang bagus bukan untuk diri kita sendiri Mas menyangkut hajat hidup orang banyak di Dusun kami ini terutama harga gula itu kan tidak semanis rasanya nih yang yang kita terima kemarin-kemarin seperti itu mas jadi gulanya itu manis Tapi kok harganya itu kok belum manisnya mungkin dengan adanya baila ini mungkin bisa yang kita harapkan semua untuk petani itu kan mendapatkan harga yang layak gitu yang pertama kita buat dengan manual tanpa bersentuhan dengan pabrik dan tanpa bersentuhan dengan kimia yang kedua gula yang dihasilkan ini memang sukrosanya itu sangat rendah kalau kita lihat di luar itu kan banyak sekali yang mengidap gula darah Nggih gula darah tinggi Nah itu Monggo untuk yang gula darah diabet itu beranela dengan gula yang sehat gula semut gula Vega nektar itu aman dikonsumsi terus-menerus aman setelah kita berhenti dari Korea itu kan kita pengen mengetahui kita itu punya Shu berapa khusus bertiga ini kita belum pernah mendapatkan apapun Maksudnya kita mengembangkan dulu kwtnya gitu di sini kita kan pengen mengetahui ya mas kita tuh punya Shu berapa seperti sisa hasil usaha yang kita kelola selama ini gitu itu tuh uangnya tuh sama sekali tidak ada Mas saya kebetulan ketuanya saya kan cuman sok ngecek aja itu anak ketika kita butuh itu uangnya itu nggak ada mas ya di situ susahnya kita di situ Jadi kemarin kita bangun lagi itu ya sama Mbak Ela sama Mas Rendra ada tabungan dari bapak pensiun itu kita mulai lagi Okelah Bunda apa-apa itu mungkin Baiklah bilang itu mungkin kemarin walaupun berat ini mungkin kurang berkah atau gimana Ndak apa-apa Bu sekarang kita mulai lagi Terus itu uang pensiun dari bapak itu kita minta untuk modal itu kita enggak enggak berani pinjam di Bank atau apa itu kita enggak kita Pinjam ke bapak aja Nah kita mulai merintis lagi ini lagi tapi itu anggota kita enggak tahu itu susahnya saya di situ jadi memang kerja selama ini khususnya pengurus itu sama sekali tidak merasakan walaupun kita tahu setiap kali ditransfer itu dengan banyak kita belum merasakan seperti itu Nah sekarang ini kita sudah mulai merasakan Jadi kalau sekarang kita itu langsung Master akhir bulan kita kan Tutup buku terus kita jumlah kita laba atau rugi kalau Papa berapa Kalau rugi Alhamdulillah belum pernah rugi Nggih terus kita bagi sesuai dengan potnya masing-masing ya dibimbing oleh Mbak Ella jadi ibu gini aja Bu Jangan jangan seperti kemarin gitu Harus jelas gitu Ini harus eh uang ini harus masuk sini ya harus masuk sini harus masuk sini jadi memang enak kalau sistemnya itu apa jelas seperti itu kan enak Alhamdulillah sekarang walaupun dikit-dikit itu kita sekarang udah bisa langsung merasakan dibina oleh eee Mbak Ela itu ini keuangannya seperti ini seperti ini seperti ini untuk misalkan ada yang berjuang itu di masyarakat enggak usah harus cari nama atau apa yang penting kita itu bismillah mudah-mudahan bisa berguna untuk orang banyak saya Yuni Setianingsih dari semen Terentang candimulyo sekian wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik]