Modal Resep dari Brosur! Ibu Rumah Tangga, Punya Omset Ratusan Juta
lw_VrGkqKTk • 2023-08-11
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Jalan salah satu-satunya itu cuman satu
lah Saya cuma berdoa aja berdoa Nggak
mungkinlah tatkala saya itu wajar ke
sana agar ke sini ke sini terus itu
nggak ada hasil
ndak mungkin saya nggak dapat hasil dari
yang lain itu dan saya percaya itu
mungkin mungkin saya bisa promosi ke
abcd abcd itu tidak ada yang pecah
misalkan
sama sekali tapi moro-moro itu ternyata
dari titik yang lain
[Musik]
dan selalu
mengedepankan bagaimana ternyata usaha
itu tidak lepas dari doa Bagaimana
kekuatan doa itu mulai saya awal dari
berusaha sampai saya seperti ini dan itu
merupakan kekuatan yang luar biasa dan
itu tidak bisa dipungkiri jadi saya
selalu menekankan bahwa untuk
teman-teman yang berwirausaha tetaplah
kita itu bekerja tidak hanya keras tapi
juga cerdas dan jangan sampai lupa untuk
selalu berdoa
[Musik]
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh nama saya Asna Rosida saya
adalah owner dari ketigadasari Alamat
saya di Jalan Salak nomor 53 Kelurahan
Karangsari Kota Blitar kalau usaha saya
ini di bidang
Ting Ting gede Kenapa anting gede karena
kalau anting itu orang memandang itu
biasanya orientasinya itu ke kacang aja
kalau enting-ting gede itu Enting kacang
sama wijen Jadi biasanya kalau orang
mengenal getih itu mesti ada wijen di
dalamnya
jadi tahun 2010 itu bisa menjadi pegawai
istilahnya saya awalnya itu malah
bergerak di bidang perlindungan karena
di sini kan saya waktu itu dapat
pelatihan dari Dinas Perindustrian dan
Perdagangan waktu itu tahun 2010 habis
itu pelatihan terkait dengan olahan
belimbing saya ngambil salah satunya
yaitu sari buah
setelah itu memang kalau namanya ilmu ya
ilmu itu kan tidak bisa di istilahnya
digelundung nih gitu Jadi kita harus
bagaimana kita itu terkait dengan jam
terbangnya latihannya itu kan juga harus
nanti mempengaruhi kualitas produk gitu
loh saya harus bekerja keras untuk
komposisi yang tepat di pertandingan itu
karena yang pertama yang sesuai dengan
ilmu yang saya dapat itu kadar alkohol
dari bimbing itu luar biasa Jadi
olahan-olahan yang sangat mudah
expired istilahnya mudah kedaluwarsa
karena belimbing itu yang alkoholnya
tinggi dipadu sama gula tentunya kalau
sari buah kan belimbing sama gulala itu
nanti akan membentuk fermentasi gampang
banget lah itu sudah saya jalani sekitar
2 tahun saya jungkir balik bagaimana
saya ini memproduksi sesuatu yang bisa
standart karena saya juga sambil
berproduksi itu saya juga mendapatkan
pelatihan-pelatihan terkait packagingnya
terkait dengan kualitas produknya
terkait dengan bagaimana meningkatkan
kapasitasnya lah itu ternyata memang
yang pertama terkait dengan kualitas
yaitu tadi belimbing itu sangat sulit
menyesuaikan antara resep yang pas
dengan nanti menghasilkan
expired yang kita inginkan karena kalau
tatkala produk itu nanti expirednya
pendek kita nggak bisa
untuk menjual karena kita kan ada rasa
kuatir nanti sampai ini expired nanti
expired ternyata memang seperti itu jadi
misalkan satu minggu aman dua minggu itu
dari satu kardus itu kan isinya 24 itu
ada yang sudah expired bocor ada lagi
yang masih utuh sampai 3 bulan nggak
papa ini saya harus mempelajari satu
persatu lah dari situ saya juga resah
ternyata ini ya kita juga keluar modal
kalau nanti expired juga mudah kita
hilang dan ini waktu itu kita juga belum
bisa hpp-nya berapa sih Terus tahunya
kita hanya rugi rugi dan rugi itu
terkait dengan kualitas yang kedua
terkait dengan kapasitas saya baru sadar
bahwa ternyata kalau kita itu
berhubungan dengan bahan baku yang
istilahnya ada musiman itu sulit
tatkala Blimbing ndak musim dan cahaya
ini harus memproduksi dalam jumlah besar
bahan bakunya nggak ada karena belimbing
di sini ini di Kelurahan Karangsari ini
sebenarnya ada ribuan bahkan puluhan
ribu pohon belimbing tapi kalau itu
nanti musimnya sudah bukan panen raya
itu cari belimbing kira-kira 1 gitu aja
saya Kelurahan sulit Padahal di sini itu
komunitasnya terbesar itu harus dikirim
dalam bentuk buah lah sayang ngambilnya
itu dari survei-sortir yang kualitas c
itu saya beli untuk olahan yang habis
sudah nanti buat komoditinya buah di
supermarket ini tapi belimbing sulit
yang kualitasnya pun itu ikut dikirim
juga jadi saya kesulitan bahan bakar
jadi saya berpikir Aduh kalau seperti
ini terus gimana dan ini sudah ini juga
dialami oleh teman-teman karena saya
juga ketua paguyuban UMKM Kelurahan
Karangsari yang Kotabumi olahan
belimbing itu ya dialami sampai sekarang
kondisi seperti itu Jadi tetap kalah
kita dapat pesanan full ternyata
terkadang bahan bakunya Pas enggak ada
lah itu saya juga jenuh dengan situasi
seperti itu akhirnya ya mungkin saya itu
setelah
saya resign dari pekerjaan itu kan saya
doa saya itu cuma satu
Bagaimana saya bisa bekerja tanpa
terikat waktu bisa tetap ngopi keluarga
tapi apa itu saya itu yang tidak tahu
tapi yang penting bukan perbandingan ini
gitu
semoga Rasulullah
bapaknya dulu kan ketua RT di sini
sering didatangi sama orang-orang yang
sponsor sponsor itu loh kayak panci
serbaguna Nah itu datang nyari ketua
rt-nya itulah kebetulan waktu itu ada
promosi tentang panci serbaguna namanya
wong saya itu yo gampangan ini ya yo
kasihan lah tak kasih tempat untuk
promosian Akhirnya saya beli dan di situ
saya menemukan resep ting-ting ini saya
lihat karena dulu di
packaging dari brosurnya panci itu itu
kan mesti dikasih toh yang ini ada
resep-resepnya kalau pakai panci ini
bikin gini-gini loh iya bisa bikin ini
gitu Terus saya beli pancingan Habis itu
saya coba Saya kasih kalau sekarang gitu
mungkin ilmunya tes pasar ya kalau dulu
saya hanya memberikan tester tester itu
ke temen tetangga saudara enak enak enak
enak semua kok bilang enak gitu saya
gini ya bismillah lah tak carikan
rezeki saya yang istilahnya itu bukan
hanya untuk sementara tapi mungkin untuk
seterusnya itu memang saya sudah nekat
Mas saya belum punya belum punya
pandangan ini mau tak kemas apa belum
punya ilmu sama sekali ilmunya cuma
perlindungan kan enggak nyambung buah
sama camilan nggak nyambung sama sekali
Habis itu saya carikan
saya mikir kalau sudah
berarti ini harus saya katakan Saya
pasarkan saya kalau ke pusat oleh-oleh
yang istilahnya etek-etek di Kota Blitar
Saya nggak lah saya coba ke di sini ada
satu pusat oleh-oleh yang terbesar di
Kota Blitar itu Saya memberanikan diri
untuk membawa tester saya ini ke sana
waktu itu saya ketemu sama anggota
asosiasi makanan dan minuman Waktu itu
saya belum menjadi apa-apa di situ
teman-temannya tahunya saya masih
produksi aneka olahan belimbing saya
bawa contoh itu ke salah satu pusat oleh
sama teman saya itu diginikan Bu itu
contoh apa Ting Ting Ting Ting Ting gede
apa tak jenenge kayak gitu anu loh kok
kemasane ngomong nggak iso Bu kemasanne
kudu yang cantik ini aku mau ini
dirasani dulu sama yang punya kok
misalkan yang punya sudah y sama rasane
nanti tak kemas opo aku sih belum punya
pandangan yang namanya rezeki ya Mas
Saya memberanikan diri Mbah Mohon maaf
saya punya ini tapi saya mohon maaf saya
tidak tahu ini di gimana karena saya
tahunya cuma memproduksi aja aku
misalkan di sini masuk Rasanya nanti
saya mau disuruh ngemasi apa Saya manut
Rasanya nggak punya pandangan untuk
takkan emas Seperti apa habis itu
dirasane masak itu sama ownernya itu
setelah itu saya itu cuman
disuruh ngerasane karyawannya apa gimana
jawabannya gimana mbak ini produknya
Saman ini anu loh
ndak ada lho di sini bilang gitu rasane
iki yo lain daripada yang lain
diterima di sini Ya Allah Mas saya itu
pengennya itu ingin bersujud bahwa
ternyata apa yang saya lakukan itu
mendapat apresiasi dan benar-benar
diterima di pusat oleh terbesar di kota
Blitar
[Musik]
saya bisanya saat Mas toples toples itu
kan yang pertama saya nggak ribet
tinggal memasukkan yang kedua saya mampu
dengan harga waktu itu 8000 pentingnya
6000 toplesnya 2000 saya setor setiap
minggu itu satu dosen cuman terus ini
dengan perkembangan waktu saya kan juga
ikut pelatihan packaging packaging gitu
dari dinas kan sudah terdaftar menjadi
anggota ikm menjadi anggotanya aurat
yang asosiasi usaha makanan minuman saya
disuruh saya ke dinas memperkenalkan
produk saya disuruh ke ketuanya Atau
ketuanya waktu itu ketua om aja nanti
bisa dimasukkan nanti bisa ikut
latihan-latihan Oke saya ikut latihan
latihan Akhirnya saya menemukan
packaging yang kuncir yang
dikuncit-kuncit kayak gitu kemasan murah
di plastik penjualan saya itu terutama
di pusat oleh-oleh terbesar itu tadi
istilahnya naiknya hampir 200% yang
seminggu biasanya cuman satu dosen itu
seminggu sudah mulai 50 PC 100 pcs dan
sampai saat ini satu bulan di pusat
oleh-oleh itu saja omset Saya tidak
kurang dari 10 juta per bulan
karena kenapa yang pertama saya menjadi
PD tatkala Habib saya jadi turun kan
dulu waktu di toples itu kan saya setor
ke dia itu 8000 dengan berat itu cuma
1,75 gram karena memenuhi toples terus
saya dengan ganti kemasan kunci itu
harga jual Dari saya itu tinggal
6750 karena kenapa tidak mau di toples
dengan berat yang lebih besar lagi 200
gram dan dia menjualnya dengan harga
juga yang lebih rendah Jadi lebih
bersaing dengan produk yang lain
[Musik]
saya waktu itu berpikir seperti ini
segmen pasarnya Tepat Jadi di pusat
oleh-oleh dan perlu kemasan yang tidak
perlu mahal karena kenapa orang di pusat
oleh-oleh itu kan pinginnya beli
macam-macam jadi harga ecer itu maksimal
ini hanya 10 ribu saya lihat itu
oleh-oleh yang termasuk oleh favorit
sampai rekan-rekan saya seperti
pelanggan-pelangganan itu kalau ngundang
saya waktu ada hajatan atau apa itu
tidak pernah memberi Nama saya itu
kepada Asna Rosidah tidak pernah Kepada
yang terhormat Geti kuncit seperti itu
Jadi saya lebih suka seperti ternyata
ini bisa membranding
didasari di orang-orang bahwa Kalau cari
kunyit ya berarti
[Musik]
saya merambah ke pusat oleh-oleh Kota
Blitar Blitar Raya Kabupaten Blitar juga
di makam Bung Karno itu kan hampir
semuanya yang di situ ada gerak
oleh-oleh itu semua menjadi istilahnya
pelanggan saya untuk memasarkan produk
Saya dari berbagai macam harga jadi
harga saya Menteng kalau di pusat
oleh-oleh seperti itu di kelasnya MBK
maka Bung Karno dari saya 7000 tujuannya
9000 atau mungkin dari saya ada yang
6.500 Bahkan nanti disitujuannya 15.000
dapat 2 di bendring kayak gitu Kediri
Trenggalek Tulungagung karena saya punya
asosiasi di provinsi salah satu teman
ada buka Pusat oleh-oleh di Kediri saya
mengisi hampir semua oleh-oleh di situ
dari Twitter saya bawa ke sana dari
jaringan itu ternyata mereka kirimnya
juga ke Surabaya Terus saya punya
jaringan lagi dari teman saya itu juga
ke Jakarta terus saya punya jaringan
sendiri orang cari saya itu saya Kok
bisa ya ke sini atas nama gede nyarinya
gede gede Sari Oh saya dari Google ini
ternyata saya cari gede yang muncul
ketika Sari itu Akhirnya sampai ke Bima
[Musik]
Saya itu punya kayak strategi gitu
strategi yang saya jalankan bayi
pengalaman kalau di pusat oleh-oleh itu
karena letak ini juga banyak yang itu
teman-teman saya itu titip tapi kalau
tatkala dibawa reseller reseller itu
istilahnya meskipun pakai merk saya itu
dia Bu ini mau saya bawa misalkan ke
Surabaya ya ini ya itu saya harus
harganya tentunya nggak sama dengan
harga titip itu saya
luar Jawa cash Jakarta cash yang
jauh-jauh sama saya semua cash semua
jadi saya punya keseimbangan antara ke
10 Saya tetap jalan yang nitip ini tetap
jalan gitu loh karena di pusat oleh-oleh
ini biasanya kalau memang sudah punya
nama kalau cash itu tidak mau tapi saya
gini kalau nggak Belum kenapa gitu loh
yang penting itu jalan dan itu
perputarannya itu bagus itu ini kok kita
enggak Rugi kok karena kenapa kita punya
ring harga sendiri antara nitip sama
yang cash gitu loh jadi bagaimana kita
cash flow itu tetap stabil ini bisa
untuk nutup yang titik ini padahal yang
nitip ini sebenarnya kalau misalkan
dihitungkan dengan penjualan gas itu
secara laba atau kenaikan HPP itu lutut
karena kenapa kita memang Kita bedakan
tapi reseller kita menanya gini ini
harus gas ya tapi ada minimal ordernya
misalkan saya ke Bima ini minimal order
harus minimal misalkan Rp2 juta ini 2
juta setengah dan dan selama ini mohon
maaf saya tidak punya kendala untuk
orang itu menghindari untuk cash gitu
loh yang terutama yang luar Jawa itu
saya juga akan belilah gitu loh Apa
karena mungkin sudah saya sudah punya
branding karena begitu misalkan dia
lihat di map atau di Google itu sudah
muncul dan ini mungkin ulasannya bagus
atau seperti apa nyatanya contohnya yang
kemarin itu aja kemarin itu saya punya
Pasar Balikpapan itu pengambilan hampir
10 juta pengambilan pertama itu saya
suruh cash ndak ada tolakan sama sekali
mengalir malah malah gini Bu ini nanti
totalnya berapa sih Tolong notanya
segera difoto nanti tatkala Ibu ini
sudah siap saya sudah transfer saya juga
enggak tahu ya Karena mungkin kalau yang
sudah bisnis mungkin mempunyai insting
bisnis barang Ini mesti laku lah nanti
kalau saya bawa ini Dia tidak sedang
segan untuk ngasih saya cash meskipun
itu masih pengambilan yang pertama iya
[Musik]
awalnya sendiri nah sekarang saya lihat
juga sudah banyak kan Iya
perkembangannya Seperti apa dari sisi
SDM yang pertama Dulu tahun 2012 saya
mengawali saya cuma berdua sama suami
karena suami dulu masih bertahan di
pekerjaan dan saya dulu yang resign saya
memulai produksi itu nanti kalau suami
saya sudah istirahat setelah isya saya
produksi entah itu rambut saya sampai
nanti jam 02.00 jam 03.00 pagi saya
enggak enggak peduli Yang penting saya
bisa melayani pelanggan Karena saya
belum bisa kuat untuk bayari orang gitu
ya Nah itu permintaan sebenarnya semakin
banyak tatkala saya kerjakan sama suami
saja Ndak nututi waktunya Nah itu saya
berani mengambil karyawan satu satu
waktu itu adik saya sendiri setelah itu
seiring dengan promosi saya yang jalan
yang saya jalankan ternyata dari
mulut-mulut waktu itu juga sosmed belum
ke booming ini ya Mas Itu saya ngambil
lagi dua empat enam terus sampai
sekarang ini 3 bulan sebelum puasa Saya
memang merekrut karyawan totalnya 22
karena ya untuk memenuhi pesanan yang
tahun lalu masih 4 ton sekarang ini saya
hitung dalam jangka waktu satu setengah
bulan nih satu setengah bulan itu saya
harus menyelesaikan 8 Pon deadline nanti
7 hari sebelum lebaran sebenarnya kan
ring harga itu saya kan mulai harga
reseller ecer agen sama harga konsumen
itu sebenarnya kan bervariasi Ya mulai
42 habis itu 45 50 sampai ke 60 itu
nanti kalau dirata saya bikinnya itu
biasanya 45 45 Jadi omsetnya tinggal
ngitung 8 ton * 45.000 per kilonya bisa
menjadi penopang ya penopang ekonomi
tetangga-tetangga yang mungkin dulu
Enggak punya pekerjaan memang kota Beni
itu ya nganggur lah istilahnya
istilahnya membangkitkan sedikit
mengurangi pengangguran memberikan Satu
tambah nilai ekonomi untuk mereka ini ya
inilah nikmatnya jadi wirausaha ya bisa
membantu
yang pertama yang saya lakukan itu
mungkin saya itu orangnya memang
dasarnya basic saya itu mungkin senang
kok organisasi ya jadi mulai dulu saya
ceritakan saya menjadi anggota staf jadi
asosiasi usaha makanan minuman Aom itu
habis itu sampai saat ini saya
sebelumnya terus jadi sekretarisnya
hampir 9 tahun terus 1 tahun yang lalu
itu saya terpilih menjadi ketua Lha itu
memang dari asosiasi itu bayangkan Saya
mempunyai 88 orang anggota Lha itu semua
saya promosikan untuk semua berani
berjualan penting saya ngambil aja Nanti
bayar kalau sudah laku
dan bayangkan 88 mulut misalkan ya habis
itu nanti dia itu juga punya pasar
selain itu saya juga misalkan dari satu
pusat oleh-oleh biasanya kan dari pusat
oleh-oleh itu orang yang misalkan Pusat
oleh-oleh yang baru itu biasanya
surveinya ke tempat oleh-oleh yang lama
beberapa pusat oleh-oleh itu datang ke
saya bilangnya seperti ini Bu tahunya
dari mana Dari pusat oleh-oleh Ah gitu
katanya ini termasuk bisa jalan kan
terlaris yang dicari ini yang
orang-orang luar kota Makanya saya cari
Habis itu saya cari di Google setelah
itu akhirnya beberapa pusat oleh-oleh
itu datang ke saya sendiri dan akhirnya
dia istilahnya kalau dia ngambil itu
saya sudah enggak nitip lagi itu dia mau
cash karena dia yang membutuhkan lain
kalau saya yang datang untuk menitipkan
lah itu ceritanya seperti itu selain
dari anggota-anggota saya punya circle
dari mulai kota sampai ke provinsi
bagaimana itu saya jadikan itu sebagai
jaringan bisnis yang mungkin awalnya
habis itu perkenalan produk yang
akhirnya bisa mempunyai jaringan bisnis
yang yang istilahnya nanti Antara
provinsi dan ternyata
juga kirim ke sana lah ini produk saya
teman-teman Saya itu punya produk
sendiri Contoh misalkan sambel lari ke
Jakarta karena karena saya waktu kirim
sama pecel ini dikatutkan ternyata oke
ya saya mau ya Dan ini kan ini juga
membantu daripada dia kirim sambal pecel
doang terus misalnya satu minggu harus
ditarget satu pickup kalau nunggu sambal
pecel kok itu nanti mungkin ringnya lama
karena sambal 1 ton misalkan habisnya 1
bulan tapi dengan sambut separuh
2 minggu habis perputarannya dia juga
diuntungkan jadi jadi ada simbiosis
mutualisme di situ dia dapat untung dari
penjualan gede terus habis itu
perputarannya semakin cepat Nah ini kan
teman rasanya seperti itu ini jaringan
yang saya untuk secara offline ya jadi
saya pertemanan asosiasi jaringan saya
untuk jaringan dari situ meskipun
awalnya sosial jadi kepercayaan
bagaimana kita itu menanamkan
kepercayaan bahwa kualitas produk kita
selalu Bagus selalu diminati dan selalu
menjaga kualitas mungkin seperti itu
Jadi kalau saya ya ternyata selama ini
tuh yang jalan Kenapa kita bisa
istilahnya gelinding meskipun yang dulu
yang soro-soro diceritakannya itu cuma
sekilas ternyata dari yang soro-soro itu
nanti kita gelindingnya kalau sudah
otomatis gitu loh otomatis itu
istilahnya pasar itu kita diem datang
sendiri gitu loh
dateng-datang-datang siapa Dari mana Oh
dari sana dari sana terus selain juga
saya itu selalu care dengan ini ya
orang-orang yang ingin untuk souvenir
acara souvenir nikahan khitanan itu
Misalkan saya melihat di mana-mana itu
ada budget tertentu
sekian kalau saya Pringsewu selalu
menyesuaikan koceknya mereka Monggo mau
mempunyai 5000 Oke 5000 ya 5000 dan di
situ nanti saya nunut branding saya di
situ bayangkan orang kalau misalkan
hajatan tuh tidak kurang dari 500
Menerima nomor telepon saya di situ ya
pastinya di sini ya itu saya dengan
bahkan saya menerima bon terkadang itu
mau punya hajat tapi budgetnya nipis
Bung bisa nggak ya untuk software ini
saya Bom dulu nanti setelah acara gitu
kamu Monggo saya enggak apa-apa enggak
apa-apa saya juga ini kok terbantu
dengan promosi saya karena yang kalau
misalnya terkait dengan acara itu yang
nerima enggak mungkin satu dua orang
mesti ratusan orang
[Musik]
menarik di usaha ini bu ya
kalau terkait dengan pengalaman keuangan
akan Alhamdulillah ya terkait dengan
yang Bonbon itu saya saya selalu
berpositif thinking dan itu tidak ada
kendala saya terkait dengan pun macet
nggak ada apapun itu terkait dengan
souvenir terkait dengan yang nitip-nitip
itu tidak ada tidak ada sama sekali
malah Yang kendala saya itu marketing
itu kendala kalau kendala yang
kecil-kecil itu sudah biasa atau Mas
ditolak itu sudah biasa misalkan kita
mau masuk ke agen gitu oh ibu ini saya
sudah ini sudah biasa Menurut saya itu
bukan merupakan kendala ini memang yang
harus dihadapi di lapangan ya seperti
itulah ditolak itu resiko Ditolak biasa
terlaksana sini sudah biasa tapi kalau
sekarang saya sudah stay di sini dan itu
kendala saya sekarang malah di alat
Bagaimana saya bisa mempunyai peralatan
itu yang tentunya yang kayak permen
enggak perlu saya dibungkus satu-satu
ini perlu Tena ga banyak meskipun itu
nanti saya tetap dimasukkan kayak permen
Ting Ting Ting yang
otomatis itu
[Musik]
Corona itu kan muncul kan akhir Maret ya
2020 dan waktu itu saya Januari sampai
Maret itu saya sudah bikin stok Mas 2
ton stok saya waktu itu
saya tinggal membuang ternyata
ada ppkm ini jadi toko saya yang nota
benih biasanya ada yang satu toko satu
ton itu nol tidak order sama sekali
Habis itu bisa oleh-oleh nol Setelah itu
saya juga mikir dua teknik mau saya
buang kemana Selain itu temen-temen tuh
semua itu kalaunya ke saya Bu ini gimana
kalau kue kering saya sudah ada 1000
toples Oppa gamis saya sudah ada 8000
bungkus Saya sudah punya opak Gambir 1
ton Waktu itu saya sama temen-temen
asosiasi saya bikin foto produk Saya
tawarkan ke semua termasuk ke
dinas-dinas please saya minta tolong
karena ini yang tidak terimbas ini hanya
ASN pendapatannya nggak NSC dipotong
kabeh jangan teman-teman ini butuh
pertolongan Saya yakin kalau nanti saya
menolong teman-teman saya yakin saya ini
dulu saya sakit dulu karena
saya ini saya yakin nanti biasanya itu
selain customer customer saya yang
berupa toko berupa Pesantren itu
konsumen yang langsung itu belum ada
yang menghubungi saya dan itu biasanya
dekat-dekat hari raya itu mesti
menghubungi teman-teman terbantu habis
itu menggeliat menggeliatnya itu bukan
dari toko-toko konsumen langsung yang
cari ke sini dan saya kasih kartu
namanya teman-teman semuanya dan saya
waktu itu tidak bisa memberhentikan
karyawan saya begitu aja solusi saya
Saya cuman yakin yakin bahwa yang 2
tahun ini nanti habis entah nanti yang
beli siapa Saya yakin karena kenapa ini
konsumen-konsumen langsung yang biasanya
ambil 50 kilo 25 kilo yang dijual nanti
di tanggal-tanggal tetangga itu belum
ada yang menghubungi saya akhirnya
kira-kira 1 bulan sebelum hari raya itu
mulai terjual dan 2 ton itu habis terus
habis itu tapi saya produksi itu
seminggu cuman tiga kali biar tidak saya
tidak memberhentikan karyawan saya
secara total tapi namanya usaha Mas
ternyata saya yakin di sela-sela jungkir
saya itu jalan saya satu-satunya itu
cuman satu lah pas cuma berdoa aja
berdoa Nggak mungkinlah tatkala saya itu
wajar ke sana agar ke sini ke sini terus
itu ndak ada hasil
ndak mungkin saya nggak dapat hasil dari
yang lain itu dan saya percaya itu
mungkin mungkin saya misalnya promosi ke
abcd abcd itu tidak ada yang pecah
misalkan
sekali tapi moro-moro itu ternyata dari
titik yang lain itu dan itu ternyata
sampai sekarang itu masih itu Loh tetep
berjalan gitu loh istilahnya sekarang
saya itu sudah tahan banting Mas
sudah biasalah nanti ini kok ini lagi
kok ini sudah biasa seperti ini sudah
jadi di makanan usaha makanan itu ada
rank waktunya hari raya ramai
akhirnya kan itu mesti Mei ya Mei Juni
Juli sampai setiap hari ini mesti titik
ini sepi sepi gitu yang dulu saya belum
terbiasa itu merasa jenuh gitu karena
kenapa ada orang mantu-mantuan nggak ada
orang ini ya ini 3 bulan nanti menjelang
November ini sudah kondisinya stagnant
Alhamdulillah
[Musik]
selalu
mengedepankan bagaimana ternyata
usaha itu tidak lepas dari doa Bagaimana
kekuatan doa itu mulai saya awal dari
berusaha sampai saya seperti ini dan itu
merupakan kekuatan yang luar biasa dan
itu tidak bisa dipungkiri jadi saya
selalu menekankan bahwa untuk
teman-teman yang berwirausaha tetaplah
kita itu bekerja tidak hanya keras tapi
juga cerdas dan jangan sampai lupa untuk
selalu berdoa saya bu Asna dari
ting-ting ketik Kendari saya terima
kasih dan
terakhir saya ucapkan
alhamdulillahirobbilalamin
wassalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh jangan sampai lupa ketika
Sari selalu di hati
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:30:55 UTC
Categories
Manage